Proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Interaksi sosial adalah salah satu materi dasar dalam ilmu sosiologi yang menjadi materi wajib untuk dipelajari. Pengertian dari interaksi sosial adalah suatu hubungan dan pengaruh timbal balik antar individu, antar individu dengan kelompok dan antar kelompok. Bisa dikatakan juga bahwa interaksi sosial adalah suatu proses saling mempengaruhi tindakan individu dan kelompok lewat simbol – simbol dan bahasa tertentu.

Secara sederhana, interaksi sosial adalah materi yang membahas mengenai bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lainnya dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat. Tanpa interaksi sosial, bisa dipastikan tidak akan ada bentuk kehidupan bersama di dunia ini. Terdapat interaksi sosial asosiatif dan disosiatif beserta contohnya yang mempengaruhi kehidupan manusia.

Proses sosial yang terjadi merupakan salah satu interaksi timbal balik atau saling mempengaruhi antara sesama manusia yang akan berlangsung di lingkungan masyarakat hingga seumur hidupnya. Maka definisi dari interaksi sosial yaitu bisa dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan suatu hubungan yang ada antara dua individu manusia atau lebih, dimana perbuatan dari keduanya dapat mengubah, mempengaruhi dan bahkan membawa perbaikan dalam perilaku individu lainnya.

Ciri Interaksi Sosial Untuk dapat dikatakan telah terjadi suatu interaksi sosial maka kita bisa melihat dari ciri – cirinya. Penjelasan mengenai ciri – ciri interaksi sosial yaitu: • Jumlah pelaku interaksi sosial ada lebih dari satu orang karena pada setiap interaksi membutuhkan aksi dan reaksi.

Maka jika ada suatu tindakan sudah pasti akan ada reaksi yang mengikutinya. • Terjalinnya komunikasi yang menggunakan simbol – simbol tertentu, yaitu bahasa. Simbol haruslah dipahami oleh pihak – pihak yang melakukan komunikasi agar dapat berjalan lancar.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

• Terdapat dimensi waktu dalam interaksi sosial atau konteks waktu yang membatasi interaksi tersebut. • Terdapat tujuan yang ingin dicapai dengan interaksi sosial tersebut, yang menentukan apakah arah interaksi akan terletak pada pertentangan atau kerjasama. Interaksi sosial terjadi pada berbagai lingkungan sosial yang berbeda, seperti pada lingkungan sekolah, pekerjaan, masyarakat dan dalam lingkungan keluarga. Interaksi Sosial Di Keluarga Keluarga adalah kesatuan sosial terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak.

Terkadang dalam keluarga juga terdapat anggota keluarga lainnya ( extended family) seperti kakek, nenek, paman, bibi dan lainnya. Interaksi sosial yang dilakukan antara anggota keluarga biasanya akan sesuai dengan status dan norma kehidupan yang dianut setiap keluarga tersebut.

Beberapa contoh interaksi sosial di lingkungan keluarga yaitu: • Saling menyapa ketika bangun pagi dan hendak beraktivitas sesuai dengan kegiatan masing – masing penghuni rumah menjadi contoh interaksi sosial antar individu dalam keluarga. • Berkumpul untuk saling menceritakan berbagai pengalaman yang didapatkan selama satu hari beraktivitas, baik itu di kantor ayah, kegiatan ibu di rumah atau kegiatan anak – anak di sekolah.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

• Menggunakan bahasa isyarat yang dipahami oleh anggota keluarga lain untuk menyatakan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh orang luar keluarga merupakan salah satu contoh kontak sosial primer juga. • Diskusi yang dilakukan antara anak dan orang tua untuk membahas berbagai hal yang ingin atau perlu diketahui sang anak dan orang tua juga. • Membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah hingga tuntas yang dilakukan oleh ayah, ibu atau keduanya, atau oleh salah satu anak yang lebih tua terhadap adiknya.

• Orang tua yang mengajak anak untuk beribadah dalam keseharian sesuai keyakinan setiap keluarga masing – masing menjadi contoh interaksi manusia dengan lingkungan sekitar. • Membersihkan rumah bersama – sama sebagai kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari libur kantor dan sekolah.

• Berpamitan kepada orang tua sebelum pergi ke sekolah sebagai contoh interaksi antara individu dengan individu. • Contoh interaksi sosial di lingkungan keluarga juga bisa dilihat dari kegiatan jalan – jalan bersama keluarga.

• Selalu mengadakan acara makan bersama di waktu yang memungkinkan seluruh keluarga berkumpul, misalnya pada malam hari. • Komunikasi antar suami dan istri dalam satu keluarga untuk membahas berbagai macam hal termasuk membahas nilai dan norma sosial yang mempengaruhi keluarga. • Contoh interaksi sosial di lingkungan keluarga ketika ayah dan anak – anak berpamitan pada ibu untuk berangkat ke kantor dan ke sekolah.

• Sungkem kepada kakek dan nenek saat idul fitri sebagai tanda meminta maaf dari yang muda dan bentuk sosialisasi dalam keluarga. • Contoh interaksi sosial di lingkungan keluarga juga bisa dilihat ketika orang tua memberi sanksi kepada anak yang melanggar peraturan di rumah dan di luar rumah. • Kegiatan berkumpul keluarga besar yang diselenggarakan secara berkala juga dapat menjadi sosialisasi primer di keluarga. Terdapat dua syarat utama yang menjadi patokan dari interaksi sosial yaitu terjadinya kontak sosial berupa pertemuan kedua pihak atau lebih yang dilakukan secara proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak menggunakan alat ataupun tanpa alat.

Kontak sosial ini bisa berupa kontak sosial langsung dan tidak langsung dengan melalui perantara. Syarat kontak sosial yang kedua adalah proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak, yaitu terjadinya suatu proses penyampaian pesan, ide dan gagasan dari satu pihak ke pihak lainnya agar tercapai upaya saling mempengaruhi antara kedua pihak tersebut. Komunikasi bisa dibedakan menjadi komunikasi verbal yang dilakukan secara lisan atau tertulis, dan komunikasi non verbal yang menggunakan gestur tubuh.

Interaksi sosial bisa terjadi di mana saja termasuk dalam lingkup keluarga. Dengan mengetahui seluk beluk mengenai interaksi sosial maka diharapkan bahwa seorang individu dapat menentukan sendiri mana interaksi yang membawa pengaruh positif dan mana yang negatif atau merupakan bentuk – bentuk disosiatif.

Merdeka.com - Manusia adalah makhluk sosial. Sulit baginya untuk hidup dalam kesendirian tanpa orang lain. Mereka akan selalu hidup dalam sebuah kelompok. Sebagai anggota kelompok ini mereka bertindak dengan cara tertentu. Perilaku mereka saling mempengaruhi. Interaksi atau aktivitas bersama ini merupakan inti dari kehidupan bermasyarakat.

Dari sinilah tercipta proses interaksi sosial. Proses interaksi sosial terjadi ketika terdapat dua pihak yang berinteraksi dengan melakukan kontak sosial dan komunikasi. Ya, kontak sosial dan komunikasi adalah syarat penting terjadinya proses interaksi sosial. Tanpanya, proses interaksi sosial tidak akan muncul. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Proses interaksi sosial ini bisa terjadi di mana saja, di keluarga, lingkungan sekitar, atau di sekolah dan tempat kerja. BACA JUGA: Kenalkan Tradisi Lokal, Tim Polwan di Cirebon Obati Lelah Pemudik dengan Tari Topeng Pengertian Batik Jumputan, Berikut Cara Membuatnya Sulit rasanya membayangkan bagaimana hidup tanpa adanya proses interaksi sosial antar individunya.

Karena komunikasi yang ada di dalam proses interaksi sosial adalah dasar dari eksistensi suatu masyarakat. Dalam artikel berikut, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang proses interaksi sosial yang dilansir dari bola.com. Pengertian Interaksi Sosial Gilin: Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu lain atau dengan kelompok atau hubungan antarkelompok.

Hubungan ini tercipta karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Kimball Young dan Raymond W. Mack: Pengertian interaksi sosial adalah hubungan sosial antara individu dengan perorangan atau kelompok atau hubungan kelompok dengan kelompok secara dinamis. BACA JUGA: Cara Melentikkan Bulu Mata dengan Bahan Alami, Aman dan Efektif Rugi Ratusan Juta Rupiah, Uya Kuya Akui Jadi Korban Penipuan Artis Ini Broom dan Selznic: Interaksi sosial merupakan proses yang dilandasi oleh kesadaran adanya orang lain dan seseorang tersebut memerlukan respons terhadap tindakan orang lain.

Macionis: Interaksi sosial adalah hubungan aksi dan reaksi seseorang dalam hubungannya dengan individu atau kelompok lain. Walgito: Interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Basrowi: Interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok, maupun orang dengan kelompok manusia. Bentuknya tidak hanya bersifat kerjasama, tetapi juga berbentuk tindakan, persaingan, pertikaian dan sejenisnya. Syarat Interaksi Sosial Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, interaksi sosial tidak akan terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial Kontak sosial merupakan cara yang dilakukan seseorang dalam proses interaksi sosial.

Meski kontak berarti sama-sama menyentuh, tetapi dalam interaksi sosial, kontak tidak selalu menimbulkan interaksi atau hubungan fisik karena orang bisa saja berbicara melalui telepon, ponsel, maupun surat.

Komunikasi BACA JUGA: 6 Resep Donat Isi Berbagai Bahan ala Rumahan, Enak, Lembut dan Mudah Dibuat Telah Melahirkan, Ini 4 Momen Perjalanan Kehamilan Jessica Iskandar Dengan adanya komunikasi, pesan yang ingin kita sampaikan bisa tersampaikan. Secara harfiah, komunikasi adalah kegiatan saling menafsirkan perilaku (gerakan fisik, pembicaraan atau sikap), dan perasaan-perasaan yang tersampaikan. Ciri-Ciri Interaksi Sosial • Jumlah pelaku lebih dari satu orang, karena interaksi membutuhkan aksi dan reaksi.

• Adanya simbol-simbol tertentu yang digunakan dalam komunikasi. Simbol yang paling umum untuk berkomunikasi adalah bahasa. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah simbol harus dapat dipahami oleh pihak yang berkomunikasi agar komunikasi berjalan lancar. • Adanya dimensi waktu, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Hal ini berarti dalam setiap interaksi sosial ada konteks waktu yang menentukan batasan dari interaksi tersebut. • Adanya tujuan yang ingin dicapai, untuk menentukan apakah interaksi akan mengarah kepada kerja sama atau mengarah kepada pertentangan.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif Interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi sosial positif. • Kerja sama: Adalah bentuk interaksi sosial di mana orang-orang atau kelompok-kelompok bekerja bersama-sama, saling tolong menolong untuk mencapai suatu tujuan bersama.

• Akomodasi: Adalah proses penyesuaian individu atau kelompok yang semula saling bertentangan, kemudian berupaya mengatasi ketegangan. Tujuannya untuk mengatasi perbedaan serta untuk mencegah terjadinya konflik. • Akulturasi: Adalah penerimaan unsur-unsur baru untuk membentuk suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur-unsur budaya yang lama. Akulturasi adalah hasil dari perpaduan dua kebudayaan yang berbeda. • Asimilasi: Adalah usaha-usaha untuk meredakan perbedaan antarindividu atau antarkelompok untuk mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan bersama.

Disosiatif Interaksi sosial disosiatif adalah bentuk yang lebih mengarah kepada konflik dan perpecahan. • Kompetisi: Adalah interaksi sosial di mana orang-orang atau kelompok-kelompok berlomba meraih tujuan yang sama.

Persaingannya pun dilakukan secara sportif sesuai aturan. • Kontravensi: Adalah sikap menentang secara tersembunyi agar tidak terjadi perselisihan atau konflik terbuka.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Tanda dari kontravensi yaitu ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka. • Konflik sosial: Yaitu bentuk interaksi sosial yang terjadi karena adanya perbedaan paham dan kepentingan antarindividu atau kelompok. Konflik ini juga sering ditandai dengan ancaman, kekerasan, dan kontak fisik antarpihak-pihak yang terlibat. 1 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 2 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 3 Cantik dan Menggemaskan Salima Anak Wishnutama & Gista Putri Liburan di Luar Negeri 4 Selamat!

Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran 5 Cantik Klasik Khas Sageuk, 10 Aktris Korea Ini Jadi Sering Main Drama Sejarah Selengkapnya
http://geibreil7.blogspot.com/2008/05/membentuk-kepribadian-melalui-interaksi.htm MEMBENTUK KEPRIBADIAN MELALUI INTERAKSI SOSIAL MEMBENTUK KEPRIBADIAN MELALUI INTERAKSI SOSIAL Apa yang didapatkan dari lingkungan sosialnya menjadi modal utama bagi pembentukan kepribadiannya kelak. Dalam hal ini, bagaimana pengaaruh lingkungan keluarga, masyarakt dan kebudayaan?

Telah menjadi rahasia umum bahwa proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak adalah mahluk yang unik.

Munculnya anggapan seperti itu karena berdasarkan suatu realita, bahwa tidak ada manusia yang memiliki kepribadian yang sama. Sehingga hal itulah yang kadang-kadang menimbulkan kesulitanuntuk mengerti kepribadian seseorang. Namun jika ditelusuri lebih jauh bagaimana sesungguhnya pembentukan kepribadian seseorang, maka hal itu bukanlah merupakan sesuatu yang aneh. Pembentukan kepribadian seseorang merupakan hasil perpaduan dari berbagai faktor yang saling terkait satu dengan yang lainnya, dengan berbagai proses pendukungnya.

Salah satu faktor yang memegang peranan penting di dalam hal ini adalah interaksi sosial. Karena pada dasarnya manusia selama hidupnya mengalami interaksi sosial, yang memungkinkan manusia yang bersangkutan berkembang. Lalu apakah sesungguhnya yang diseut dengan interaksi sosial. W.A. Gerungan merumuskannya sebagai suatu hubungan antara dua atau lebih individu. Dimana pribadi individu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki prilaku individu yang laian, atau sebaliknya.

(W.A. Gerungan, Psikolgi Sosial, 1978). Dengan pengertian tersebut, akan memudahkan kita untuk memahami pembahasannya lebih lanjut. Jika ditelusuri sejarah kehidupan seseorang, akan semakin nyatalah peranan interaksi sosial di dalam rangkan pembentukan kepribadiannya.

Sifat-sifat kemanusiaan manusiapun terbentuk melalui interaksi sosial. Karena di dalamnya terkandung unsur-unsur manusiawi dengan lingkungan manusiawi. Proses berlangsung kait-mengait, dengan tahapan-tahapan sistematis. Prosesnya bermula dari lingkungan keluarga, yang berlanjut di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan maupun di dalam lingkungan pergaulan yang lebih luas. Untuk memperjelas bagaimana sesungguhnya kepribadian individu, akan dijelaskan secara terperincibagaimana proses berlangsungnya.

1. Interaksi Sosial di dalam Keluarga Keluarga merupakan basis pertama dan utama dalam berbagai rangkaian proses inteaksi sosial yang dialami individu selama hidupnya.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Hal tersebut dimungkinkan, karena kedudukan keluarga sebagai komponen terkecil dari struktur masyarakat, merupakan tempat pertama bagi individu mengenal manusia lain diluar dirinya.

Di samping itu juga di dalam keluargalah anak mulai mengenal peranan dirinya sebagai manusia. Proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak kelahiran. Saat anak mulai merasakan dunia lain dari dunia kandungan yang selama ini dikenalnya sebelum kelahiran. Sedangkan kelahiran itu sendiri merupakan prasyarat bagi seseorang untuk berkembang dan memiliki kepribadian sendiri. Pada tahapan pertama, apa yang diberikan oleh keluarga merupakan potensi-potensi atau kemungkinan-kemungkinan untuk berkembang.

Pada perkembangan lebih lanjut hal tersebut menadapatkan rangsangan dan pengarahan dari lingkungan keluarganya sehingga lebih berkembang. Agar perkembangan yang dicapai dapat berjalan dengan normal dan ideal, peranan keluarga sebagai suatu lingkungan keluarga yang menyediakan segala sarana yang memungkinkan terjadinya perkembangan sangat menentukan. Peranan keluarga yang dimaksud dalam hal ini, tidak hanya menyangkut pemenuhan segala kebutuhan anak yang berwujud materi, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan psikologis dan sosiaologis.

Bahkan dua kebutuhan tersebut seharusnya mendapatkan porsi yang lebih besar. Karena mengingat pengaruhnya yang cukup besar pada perkembangan selanjutnya yang dialami anak pada masa-masa mendatang.

Kebutuhan-kebutuhan psikologis dan sosiologis anak meliputi penghayatan-penghayatan rohani psikis dan sosial yang dialami anak sebagai suasana, sikap pergaulan, antara manusia yang mengikat anak didalam keluarganya, yang kemudian menjadi dasar untuk pergaulannya dengan masyarakat sosial yang lebih luas. Wujud yang nyata dari hal itu dibnerikan dalam bentuk kasih sayang yang memberi anak rasa nyaman., rasa diterima serta rasa diakui keberadaanya. Dengan demikian interakasi sosial yang pertama kali dirasakan anak adalah perlakuan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, terutama dari ibunya.

Pada saat anak sepenuhnya tergantung dari kedua orang tuanya untuk memenuhi segala kebutuhannya, baik yang berupa fisik ataupun psikis. Dengan semakin bertambahnya usia anak yang diikuti oleh berfungsinya organ-organ tertentu dari tubuhnya, nteraksi sosial yang dialami anak semakin berkembang. Anak sudah dapat melakukan komunikasi dengan orangtuanya, meskipun masih dalam bentuk-bentuk yang sangat sederhana dan bersifat simbolik.

Jawaban-jawaban yang diberikan yang diberikan orang tuanya sebagai pengertian terhadap komunikasi simbolik anak, akan dirasakan sebagai suatu interaksi sosial, sehingga dengan jawaban-jawaban tersebut anak akan menentukan sikap yang dianggap sesuai dengan jawaban orang tuanya. Dengan berfungsinya organ-organ bicara pada anak, komunikasi dengan orang tuanya berkembang dengan penggunaan bahasa, sehingga interaksi sosialpun semakin menampakkan bentuk yang nyata. Anak telah mampu mengungkapkan perasaan yang sebenarnya kepada orangtuanya dan sebaliknya orang tuapun dapat mengerti secara benar perasaan anak.

Dalam situasi yang demikian kemungkinan terjadinya hubungan saling pengaruh mempengaruhi antara orang tua dan anak sangat besar. Setelah anak mampu menggunakan kognisinya yang didukung dengan berfungsinya secara sempurna keseluruhan inderanya, anak mulai mengerti wujud yang sebenarnya dari pola-pola interaksi sosial yang berlaku didalam keluarganya. Pengertian anak didalam hal ini, terutama didasarkan paa pengalaman-pengalamannya dengan kedua orang tuanya.

Karena itulah keharmonisan hubungan antara suami proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak istri sangat diperlukan, sehingga hala itu memberikan suatu gambaran yang baik kepada anak.

Keduanya harus mempunyai keseragaman didalam cara dan tekhnik-tekhnik melaksanakan hubungan dengan anak. Hal itu didasarkan pada suatu kenyataan bahwa untuk perkembangan kepribadiannya, anak memerlukan kedua orangtuanya sebagai pembimbing, pendidik serta sebagai pengayon.

Sdalah satu faktor yang menentukan terjadinya interaksi sosial adalah faktor identiikasi, khususnya didalam rangka pembentukan ego dan superego anak. Timbulnya identifikasi tersebut didasarkan pada suatu rasa kagum anak terhadap perbuatan orang tuanya bahkan menyamainya. Disamping itu juga timbulnya identifikasi disebabkan usaha anak untuk menghindari hukuman-hukuman yang mungkin diberikan oleh orang tuanya, sehingga anak berusaha mempersatukan dirinya dengan larangan-larangan yang ditentukan oleh orang tuanya.

Dengan demikian identifikasi dapat dijadikan alasan mengapa anak-anak cenderung menyerupai orang tua mereka. Jika keluarga dianggap sebagai suatu lingkungan, masyarakat yang kecil, maka peranannya di dalam rangka pembentukan ego sangat menentukan.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Jika mengingat bahwa ego merupakan hasil dari tindakan saling mempengaruhi antara lingkungan dengan garis-garis perkembangan yang ditetapkan oleh keturunan. Begitupun di dalam rangka pembentukan superego anak, keluarga memegang peranan yang menentukan. Bahkan dalam dalam rangkan pembentukan superego inilah keluarga sangat menonjol. Superego merupakan kode moral seseorang yang berkembang dari ego, sebagai akibat perpaduan yang dialami anak dengan ukuran orang tuanya mengenai apa yang baikl, apa yang salah, serta apa yang buruk.

Dengan memperpadukan kewibawaan tersebut dengan kewibawaan moril orang tuanya, anak akan mengganti kewibawaan tersebut dengan kewibawaannya sendiri. Dengan menuangkan kekuasaan orang tuanya ke dalam batinnya sendiri, anak akan dapat menguasai kelakuannya sesuai dengan keinginan orangtuanya, dan dengan bertindak seperti itu anak akan mendapatkan persetujuan dan mencegah kegusaran mereka.

Atau dengan kata lain, anak akan belajar bahwa ia bukan saja harus tunduk kepada prinsip kenyataan untuk mendapatkan kesenangan, tetapi ia juga harus mencoba berkelakuan sesuai dengan perintah-perintah moril dari kedua orangtuanya. 2. Interaksi Sosial di dalam Lingkungan Kemasyarakatan Apa yang didapatkan anak dari lingkungan keluarganya sebagai dasar-dasar untuk menjalani interaksi sosial yang lebih kompleks di dalam lingkungan masyarakatnya.

Dengan semakin banyaknya manusia yang dikenal anak, menyebabkan pergaulan anak semakin meluas. Akibatnya apa yang diberikan oleh keluarganya sebagai dasar tersebut juga akan lebih berkembang, sehingga hal itu akan lebih menyempurnakan interaksi sosialnya. Anak akan lebih banyak belajar untuk menyesuaikan diri dengan keragaman prilaku yang ditemuinya didalam lingkungan masyarakatnya.

Dimana dari penyesuaian diri tersebut, anak mendaptkan pengalaman-pengalaman baru yang menjadi masukan-masukan yang sanagt berharga bagi anak untuk pengemangan kepribadian lebih lanjut. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi dorongan bagi anak untuk lebih mengaktifkan diri menjalani interaksi sosialnya.

Akhirnya pengalaman-pengalaman tersebut berubah menjadi simbol-simbolyang memiliki nilai tersendiri bagi anak. Salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam interaksi sosial did alam lingkungan sosial kemasyarakatan ini adalah lembaga-lembaga sosial tersebut berperan sebagai suatu respon kulturil dari kebutuhan dasar biologis dan psikologis manusia untuk hidup proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak.

Juga sekaligus erfungsi sebagai alat untuk mengembangkandiri dan alat yang memberikan batas-batas tertentu, agar segala jenis hubungan antar manusia dipelihara dalam keadaan equilibirium yang dinamis. Disamping itu juga faktor waktu memegang peranan menentukan.

Lamanya individu menjalani inteaksi sosialnya, memberikan kesempatan kepada individu untuk bekerjasama dan menemukan proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak tingkah laku dan sikap yang bersifat timbal balik, serta menemukan teknik-teknik hidup bersama yang lebih baik. Akibat lebih lanjut terbentuklah integrasi psikologik dan sosiologik di dalam masarakat yang menyebabkan pola, sikap, relasi serta reaksi emosi dari anggota masyarakat cenderung memiliki kesamaan.

Kenampakan dari integrasi tersebut akan terlihat sebagai kesamaan-kesamaan kepribadian ari segenap individu yang hidup di dalam lingkungan sosial kemasyarakatan tertentu. 3. Pengaruh Kebudayaan Terhadap Interaksi Sosial Proses terjadinya interaksi sosial, baik didalam lingkungan keluarga maupun di dalam lingkungan sosial kemasyarakatan yang lebih luas, tidak dapat dilepaskan dari pola kebudayaan yang berlaku didalam masyarakat tersebut.

Karena lingkungan sosial dan kulturil menetapkan syarat-syarat bagi individu dalam menetapkan bentuk pemuasan kebutuhan yang mungkin dipilih oleh indiidu, termasuk didalamnya interaksi sosial. Hal tersebut sangat mempengaruhi mekanisme kerja dari ego sebagai pembuat keputusan.

Ego berkewajiban menetapkan bentuk tingkah laku penyesuaian sebaik-baiknya dan sesuai dengan pola-pola kebudayaan yang berlaku, sehingga apa yang diputuskan sebagai pemuasan kebutuhan akan baik baginya dan juga bagi lingkungan masyarakatnya yang lebih luas. Atau dengan perkataan lain, kebudayaan mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, serta menentukan sikap jika berhubungan dengan orang lain.

Karena keduanya sebenarnya merupakan perwujudan atau abstraksi dari pada prilaku manusia dengan kepibadia sebagai latar belakangnya. Demikianlah dengan mengerti bagaimana proses serta pengauh yang nyata dari interaksi sosial terhadap pembentukan kepribadian seseorang, diharapkan kita dapat mengerti kepriadian individu secara tepat dengan segala keunikannya.

Sehingga dengan demikian diharapkan kita dapat menentukan sikap yang sesuai dengan kepribadian seseorang. Hal mana akan menentukan keberhasilan kita DI BACA YA ERRRRRR??! Interaksi Sosial merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri menuntutnya untuk senantiasa berhubungan dengan orang lain.

Dalam hubungan ini manusia saling berkomunikasi secara timbal balik dan saling mempengaruhi satu sama lain, baik antar individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Hubungan tersebutlah yang kemudian disebut sebagai interaksi sosial. Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli Gilin berpendapat bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis atau senantiasa berubah yakni yang menyangkut hubungan antarindividu dan kelompok atau antarkelompok Selain itu salah satu ilmuwan sosial Indonesia yakni Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa interaksi sosial adalah proses sosial mengenai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan hubungan sosial.

Sementara itu menurut Homans interaksi sosial adalah suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individulain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh yang menjadi pasangannya. Baca juga : • Teori Komunikasi Menurut Para Ahli • Teori komunikasi massa menurut para ahli Berikut ini beberapa proses terkait dengan terjadinya interaksi sosial, diantaranya: A.

Interaksi Sosial asosiatif Asosiatif merupakan proses interaksi sosial yang berupa kerja sama. Proses sosial asosiatif ini dibedakan tiga yaitu : • Kerjasama (Cooperation) Kerjasama menurut Roucek dan Warren adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam hal ini adanya pembagian tugas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan bersama. Pada dasarnya kerja sama merupakan wujud primer dalam suatu proses interaksi sosial. Bahwa tujuan utama manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya adalah untuk bekerjasama mencapai tujuan bersama. (Baca juga : Prinsip prinsip komunikasi yang Baik) • Akomodasi (Accomodation) Akomodasi merupakan proses sosial yang lebih tepatnya disebut penyesuaian sosial.

Akomodasi merupakan sebuah proses interaksi sosial berupa penyesuaian sosial baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok untuk meredamkan suatu pertentangan sosial yang ada.

(Baca juga : Etika Komunikasi yang Baik) • Asimilasi (Assimilation) Asimilasi merupakan suatu proses interaksi sosial yang berupa peleburan dua atau lebih kebudayaan menjadi satu kebudayaan baru yang dimiliki bersama.

Dalam hal ini masing-masing pihak merasa bahwa kebudayaanya telah menjadi satu dan melebur dengan kebudayaan lain sehingga tidak terasa batas-batasnya bahkan menjadi suatu kebudayaan baru. Baca juga : Teori Komunikasi Antar Budaya Menurut Para Ahli Baca juga : Fungsi Komunikasi Antar Budaya • Akulturasi (Acculturation) Akulturasi merupakan suatu proses interaksi sosial antara suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain. Dimana masing-masing kebudayaan mampu menerima unsur-unsur kebudayaan lain tanpa menghilangkan apa yang menjadi jatidiri bagi kebudayaanya.

(Baca juga : Komunikasi Lintas Budaya) [AdSense-B] B. Interaksi Sosial Disosiatif Interaksi sosial disosiatif merupakan interaksi yang bertentuk pertentangan, perpecahan atau konflik. Interaksi sosial disosiatif dibedakan menjadi tiga yaitu : • Persaingan Persaingan merupaka suatu upaya yang dilakukan oleh individu atau kelompok sosial tertentu untuk memperoleh hasil yang lebih unggul dibandingkan dengan individu atau kelompok sosial lainya.

Dalam hal ini persaingan dibedakan menjadi dua yakni persaingan sehat dan tidak sehat. Persaingan sehat merupakan persaingan yang tidak menggunakan cara curang. Sedangkan persaingan tidak sehat adalah persaingan yang menghalalkan segala cara untuk lebih unggul atau memperoleh kemenangan.

• Kontravensi Kontravensi sering disebut sebagai rasa tidak senang yang ditunjukan maupun tidak ditunjukan secara terang terangan. Rasa tidak senang ini dapat menjadi rasa kebencian bahkan dengki sekalipun namun tidak sampai pada benturan yang berupa konflik.

• Konflik Konflik merupakan proses sosial yang terjadi diantara individu ataupun kelompok sosial tertentu yang berupa berbedaan prinsipil yang mengakibatkan keduanya bertentangan dan tidak dapat disatukan. Berikut upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi konflik. • Kompromi, yaitu sikap saling saling menerima diantara pihak-pihak yang berkonfilk.

• Toleransi, yaitu sikap saling menghormati apa yang menjadi pilihan satu sama lain. • Konversi, yaitu proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak sikap untuk berlapang dada menerima apa yang menjadi keinginan pihak lain. • Coersion, yaitu cara penyelesaian konflik melalui suatu paksaan. • Mediasi, yaitu cara penyelesaian konflik yang menggunakan pihak ke tiga sebagai penengah • Arbitrase, yaitu cara penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang disepakati kedua belah pihak.

• Konsiliasi, yaitu pertemuan dan perundingan pihak-pihak yang berkonflik • Ajudikasi, yaitu cara penyelesaian suatu konflik melaui pengadilan resmi. • Segregasi, yaitu cara penyelesaian konflik dimana masing-masing pihak berupaya untuk menghindari konflik tersebut.

• Genjatan senjata, yaitu upaya penyelesaian konflik melalui penanggungan konflik dalam waktu tertentu. Baca juga : Hambatan-hambatan Komunikasi dan Cara Mengatasinya Syarat-Syarat Interaksi Sosial Menurut Soerjono Soekanto interaksi sosial terjadi atas dasar dua syarat antara lain sebagai berikut : • Kontak Sosial Kontak sosial adalah awal dari sebuah interaksi yakni suatu hubungan atara satu individu dengan individu lain, ataupun individu dengan kelompok, bahkan kelompok dengan kelompok berupa hubungan timbal balik baik secarang langsung maupun tidak langsung.

• Komunikasi Komunikasi merupakan proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak penting dari sebuah interaksi. Diamana tanpa adanya komunikasi interaksi sosial tidak akan berjalan. Komunikasi merupakan kegiatan bertukar informasi secara timbal balik baik berupa perkataan lisan melalui penggunaan bahasa maupun pembicaraan samapi pada penggunaan simbol bahkan isyarat tertentu.

(Baca juga : Teori-teori Komunikasi) Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Berikut beberapa bentuk interaksi sosial yang banyak diterapkan dalam masyarakat, yaitu: [accordion] [toggle title=”Berdasarkan Pihak Yang Terlibat” state=”opened”] • Interaksi sosial antar individu Yakni interaksi yang terjadi diantara dua individu secara timbal balik dan saling mempengaruhi satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu. • Interaksi sosial antara individu dengan kelompok Yakni berupa interaksi yang terjadi antara individu dengan kelompok ataupun sebaliknya antara kelompok dengan individu dimana dalam interaksi tersebut baik individu maupun kelompok yang bersangkutan memiliki tujuannya masing-masing.

(Baca juga : Komunikasi Massa) • Interaksi sosial antar kelompok Yakni berupa interaksi antara kelompok dengan kelompok lainya yang saling mempengaruhi satu sama lain secara timbal balik dengan tujuan tertentu. [/toggle] [toggle title=”Berdasarkan Sifatnya”] • Interaski primer Yakni interaksi sosial yang terjadi atau berlangsung pada sekup lingkungan yang utama yakni lingkungan keluarga dan juga lingkungan teman sebaya.

• Interaksi sekunder yakni interaksi sosial yang terjadi atau berlangsung pada lingkungan yang lebih luas yakni lingkungan masyarakat. [/toggle] [/accordion] Baca Juga : Jenis-Jenis Interaksi Sosial [AdSense-C] Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial Selain itu, ada pula beberapa faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial, yaitu : A. Faktor Internal • Manusia merupakan makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri. • Manusia memiliki banyak kekurangan.

• Manusia terlahir berbeda-beda. • Keinginan manusia untuk senantiasa berhubungan dengan yang lain. • Keinginan untuk melanjutkan keturunan. • Tuntutan kebutuhan yang harus dipenuhi. B. Faktor Eksternal • Imitasi Imitasi sering disebut juga sebagai kegiatan meniru. Dalam hal ini imitasi diartkan sebagai tindakan seseorang yang meniru segala sesuatu yang dialakukan oleh orang lain. Imitasi ini didorong oleh minat, perhatian, dan rasa kagum terhadap orang yang hendak ditiru. • Identifikasi Identifikasi ini merupakan tindak lanjut dari imitasi.

Jika imitasi ini hanya meniru maka identifikasi ini lebih dari itu yakni sampai kepada tahap ingin menjadi sama dengan orang lain. Tidak hanya cara perilaku aum sampai pada tahap kepribadian dan penjiwaan untuk menjadi sama dengan orang lain. • Simpati Simpati dapat diartikan sebagai sikap tertarik terhadap orang lain.

Sikap ini didorong oleh berbagai kesamaan dalam diri seseorang. Mulai dari cara berfikir, keyakinan, nilai yang dianut dan lain sebagainya.

• Sugesti Sugesti merupakan stimulus yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain yang membuat orang yang tersugesti tersebut meyakininya sebagai satu hal yang harus dilakukan.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

• Motivasi Motivasi merupakan suatu dorongan yang diberikan oleh orang terhadap orang lain yang menjadikan orang tersebut memiliki kemauan di dalam dirinya untuk melakukan saru hal tertentu. • Empati Empati merupakan sikap ketertarikan terhadap orang lain ataupun hal tertentu yang didasarkan pada perasaan yang bersifat emosional.

Baca juga : • Manajemen Komunikasi • Komunikasi Sosial Manfaat Mempelajari Proses Interaksi Sosial Sebagai individu yang senantiasa dan tak terlepas dari berbagai interaksi dengan orang lain tentu menuntut kita untuk paham bagaimana berinteraksi dengan baik. Nah kiranya hal tersebutlah yang menjadi manfaat bagi kita dalam mempelajari bahasan keilmuan kali ini.

Disamping itu, kita juga menjadi paham bagaimana interaksi proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak juga dapat berujung pada hal yang negatif bahkan menimbulkan konflik. Dengan mempelajari proses interaksi sosial ini kita menjadi paham dan dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan konflik.

[accordion] [toggle title=”Artikel Lainnya”] • Pengantar Ilmu Komunikasi • Komunikasi Politik • Psikologi Komunikasi • Prinsip-Prinsip Komunikasi • Teori Public Relations • Komunikasi Islam • Komunikasi Persuasif • Komunikasi Massa • Sosiologi Komunikasi • Komunikasi Asertif • teori komunikasi menurut para ahli • Komunikasi Antar Pribadi • Komunikasi Pemerintahan • Teori Komunikasi Antar Budaya • Komunikasi Gender [/toggle] [/accordion]
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Katanya, Smartphone Membunuh Interaksi Keluarga • Merawat Lingkungan • Semburan Lumpur di Sekitar Candi Tawangalun • Pudarnya Interaksi Sosial di Kalangan Masyarakat Indonesia • Meningkatkan Rasa Kepedulian terhadap Orang Ada di Sekitar • Memulai Hablum Minannas dari Tetangga dan Lingkungan Sekitar Tangerang - Teori interaksi sosial melihat pola tindakan dan reaksi individu dalam menanggapi orang lain.

Hal tersebut dilandasi dari fokus sosiologi yaitu gagasan bahwa manusia berperilaku berbeda ketika berada dalam kelompok. Ketika manusia sendirian, manusia berperilaku berbeda dari pada saat berada di sekitar orang lain.

Pada kelompok sosial, memiliki serangkaian perilaku dan sikap unik tersendiri. Menurut teori interaksi sosial, perilaku sosial masyarakat ditentukan oleh tekanan sosial yang dihadapi. Artinya, perilaku diciptakan salah satunya sebagai respon terhadap lingkungan sekitar, khususnya kelompok sosial. Cara manusia berinteraksi dalam masyarakat dapat menentukan perilaku manusia tersebut. Pengertian Interaksi Sosial Berserta Prosesnya • Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama bertemunya orang perorang secara badannya belaka tidak akan menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila orang-orang perorangan atau kelompok-kelompok Manusia bekerja sama saling berbicara dan seterusnya untuk mencapai suatu tujuan bersama mengadakan persaingan pertikaian dan lain sebagainya maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan Dasar proses sosial yang menunjuk pada hubungan hubungan sosial yang dinamis.

• Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila para individu dan kelompok kelompok saling bertemu dan menemukan sistem serta bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada atau dengan perkataan lain proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.

Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial Soerjono Soekanto mengemukakan syarat terjadinya interaksi sosial ada dua yaitu kontak sosial dan komunikasi. Berikut ini penjelasannya: • Kontak sosial Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu antar orang perorangan, antara orang perorangan dengan suatu kelompok manusia dan sebaliknya, antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.

Kontak sosial bisa bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif adalah kontak sosial yang mengarah pada kerjasama. Kontak sosial negatif mengarah pada pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan kontak sosial. Kontak sosial juga dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak primer terjadi bila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Sedangkan kontak sekunder memerlukan perantara. • Komunikasi Komunikasi adalah proses penyampaian informasi (pesan, ide, dan gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain untuk saling memengaruhi satu sama lain.

Proses komunikasi dapat terjadi dengan dua cara, yaitu komunikasi verbal (bentuk komunikasi secara lisan dan tulisan) dan komunikasi nonverbal (bentuk komunikasi memakai simbol-simbol).

Ciri-ciri interaksi sosial • Melibatkan lebih dari satu orang. • Adanya Komunikasi antara pelaku dengan cara kontak sosial. • Maksud dan tujuan yang ditentukan jelas. • Terdapat dimensi waktu (masa lalu,masa kini dan masa akan datang Jenis-jenis interaksi sosial Gillin dan Gillin menjelaskan ada tiga jenis interaksi sosial, yaitu: • Interaksi antara individu dengan individu. Interaksi ini terjadi saat dua individu bertemu, baik ada tindakan maupun tidak.

Individu sadar ada pihak lain yang menimbulkan perubahan pada diri individu tersebut akibat faktor-faktor tertentu. • Interaksi antara individu dengan kelompok. Interaksi ini berbeda-beda sesuai keadaan. Interaksi ini terlihat mencolok saat terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok.

• Interaksi antara kelompok dan kelompok. Kelompok merupakan satu-kesatuan, bukan pribadi. Faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial Beberapa faktor yang dapat memengaruhi interaksi sosial adalah: • Imitasi. Imitasi dapat mendorong individu atau kelompok untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik.

• Sugesti dapat terjadi bila individu yang memberikan pandangan tersebut adalah orang berwibawa atau karena sifatnya otoriter. • Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain, secara lahiriah maupun batiniah.

• Simpati adalah bentuk interaksi yang melibatkan ketertarikan individu terhadap individu lainnya. Dorongan utama simpati adalah keinginan memahami pihak lain dan bekerja sama. • Empati adalah perasaan yang menempatkan diri seolah berada di posisi seseorang atau kelompok tertentu yang sedang mengalami suatu perasaan tertentu. • Motivasi adalah semangat atau dorongan yang diberikan kepada individu ke individu atau kelompok ke kelompok, maupun antara individu dengan kelompok.

PROSES SOSIALISASI SISWA DI SEKOLAH Fungsi pendidikan sekolah David popenoe (2004:182), mengemukakan pendapat yang lebih terperinci mengenai fungsi pendidikan sekolah. Menurut beliau ada empat macam fungsi itu, yaitu: • Transmisi kebudayaan masyarakat • Menolong individu memilih dan melakukan peranan sosialnya • Menjamin integrasi social • Sebagai sumber inovasi social Fungsi transmisi kebudayaan masyarakat kepada anak dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:Transmisi pengetahuan dan ketrampilan,Transmisi sikap, nilai-nilai dan norma-norma.

Disekolah, anak tidak hanya mempelajari pengetahuan dan ketrampilan, melainkan sikap, nilai-nilai dan norma-norma. integrasi social merupakan fungsi pendidikan sekolah yang terpenting.

Masyarakat Indonesia mengenal bermcam-macam suku bangsa masing-masing dengan adat istiadatnya sendiri bermacam0macam bahasa daerah, agama, pandangan politik, dan berbeda-beda taraf perkembanganya. Dalam keadaan demikian bahasa desintergrasi social sangat besar. Sebab itu tugas pendidikan sekolah yang terpenting ialah menjamin intergrasi social. Fungsi inovasi social lebih Nampak pada perguruan tinggi melalui kegiatan penelitianya, baik penelitian terpakai maupun penelitian dasar.

Penelitian diperguruan tinggi menemukan hal-hal yang baru yang dapat menimbulkan pembaharuan dalam masyarakat baik inovasi dalam lapangan teknologi, kemjuan ilmu pengetahuan maupun kehidupan masyarakat.
Apa yang didapatkan dari lingkungan sosialnya menjadi modal utama bagi pembentukan kepribadiannya kelak. Dalam hal ini, bagaimana pengaaruh lingkungan keluarga, masyarakt dan kebudayaan?

Telah menjadi rahasia umum bahwa manusia adalah mahluk yang unik. Munculnya anggapan seperti itu karena berdasarkan suatu realita, bahwa tidak ada manusia yang memiliki kepribadian yang sama. Sehingga hal itulah yang kadang-kadang menimbulkan kesulitanuntuk mengerti kepribadian seseorang. Namun jika ditelusuri lebih jauh bagaimana sesungguhnya pembentukan kepribadian seseorang, maka hal itu bukanlah merupakan sesuatu yang aneh.

Pembentukan kepribadian seseorang merupakan hasil perpaduan dari berbagai faktor yang saling terkait satu dengan yang lainnya, dengan berbagai proses pendukungnya. Salah satu faktor yang memegang peranan penting di dalam hal ini adalah interaksi sosial.

Karena pada dasarnya manusia selama hidupnya mengalami interaksi sosial, yang memungkinkan manusia yang bersangkutan berkembang. Lalu apakah sesungguhnya yang diseut dengan interaksi sosial.

W.A. Gerungan merumuskannya sebagai suatu hubungan antara dua atau lebih individu. Dimana pribadi individu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki prilaku individu yang laian, atau sebaliknya. (W.A. Gerungan, Psikolgi Sosial, 1978). Dengan pengertian tersebut, akan memudahkan kita untuk memahami pembahasannya lebih lanjut. Jika ditelusuri sejarah kehidupan seseorang, akan semakin nyatalah peranan interaksi sosial di dalam rangkan pembentukan kepribadiannya.

Sifat-sifat kemanusiaan manusiapun terbentuk melalui interaksi sosial. Karena di dalamnya terkandung proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak manusiawi dengan lingkungan manusiawi.

Proses berlangsung kait-mengait, dengan tahapan-tahapan sistematis. Prosesnya bermula dari lingkungan keluarga, yang berlanjut di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan maupun di dalam lingkungan pergaulan yang lebih luas. Untuk memperjelas bagaimana sesungguhnya kepribadian individu, akan dijelaskan secara terperincibagaimana proses berlangsungnya. 1. Interaksi Sosial di dalam Keluarga Keluarga merupakan basis pertama dan utama dalam berbagai rangkaian proses inteaksi sosial yang dialami individu selama hidupnya.

Hal tersebut dimungkinkan, karena kedudukan keluarga sebagai komponen terkecil dari struktur masyarakat, merupakan tempat pertama bagi individu mengenal manusia lain diluar dirinya. Di samping itu juga di dalam keluargalah anak mulai mengenal peranan dirinya sebagai manusia. Proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak kelahiran. Saat anak mulai merasakan dunia lain dari dunia kandungan yang selama ini dikenalnya sebelum kelahiran.

Sedangkan kelahiran itu sendiri merupakan prasyarat bagi seseorang untuk berkembang dan memiliki kepribadian sendiri. Pada tahapan pertama, apa yang diberikan oleh keluarga merupakan potensi-potensi atau kemungkinan-kemungkinan untuk berkembang. Pada perkembangan lebih lanjut hal tersebut menadapatkan rangsangan dan pengarahan dari lingkungan keluarganya sehingga lebih berkembang. Agar perkembangan yang dicapai dapat berjalan dengan normal dan ideal, peranan keluarga sebagai suatu lingkungan keluarga yang menyediakan segala sarana yang memungkinkan terjadinya perkembangan sangat menentukan.

Peranan keluarga yang dimaksud dalam hal ini, tidak hanya menyangkut pemenuhan segala kebutuhan anak yang berwujud materi, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan psikologis dan sosiaologis. Bahkan dua kebutuhan tersebut seharusnya mendapatkan porsi yang lebih besar. Karena mengingat pengaruhnya yang cukup besar pada perkembangan selanjutnya yang dialami anak pada masa-masa mendatang.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Kebutuhan-kebutuhan psikologis dan sosiologis anak meliputi penghayatan-penghayatan rohani psikis dan sosial yang dialami anak sebagai suasana, sikap pergaulan, antara manusia yang mengikat anak didalam keluarganya, yang kemudian menjadi dasar untuk pergaulannya dengan masyarakat sosial yang lebih luas.

Wujud yang nyata dari hal itu dibnerikan dalam bentuk kasih sayang yang memberi anak rasa nyaman., rasa diterima serta rasa diakui keberadaanya.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Dengan demikian interakasi sosial yang pertama kali dirasakan anak adalah perlakuan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, terutama dari ibunya. Pada saat anak sepenuhnya tergantung dari kedua orang tuanya untuk memenuhi segala kebutuhannya, baik yang berupa fisik ataupun psikis. Dengan semakin bertambahnya usia anak yang diikuti oleh berfungsinya organ-organ tertentu dari tubuhnya, nteraksi sosial yang dialami anak semakin berkembang.

Anak sudah dapat melakukan komunikasi dengan orangtuanya, meskipun masih dalam bentuk-bentuk yang sangat sederhana dan bersifat simbolik. Jawaban-jawaban yang diberikan yang diberikan orang tuanya sebagai pengertian terhadap komunikasi simbolik anak, akan dirasakan sebagai suatu interaksi sosial, sehingga dengan jawaban-jawaban tersebut anak akan menentukan sikap yang dianggap sesuai dengan jawaban orang tuanya. Dengan berfungsinya organ-organ bicara pada anak, komunikasi dengan orang tuanya berkembang dengan penggunaan bahasa, sehingga interaksi sosialpun semakin menampakkan bentuk yang nyata.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Anak telah mampu mengungkapkan perasaan yang sebenarnya kepada orangtuanya dan sebaliknya orang tuapun dapat mengerti secara benar perasaan anak. Dalam situasi yang demikian kemungkinan terjadinya hubungan saling pengaruh mempengaruhi antara orang tua dan anak sangat besar. Setelah anak mampu menggunakan kognisinya yang didukung dengan berfungsinya secara sempurna keseluruhan inderanya, anak mulai mengerti wujud yang sebenarnya dari pola-pola interaksi sosial yang berlaku didalam keluarganya.

Pengertian anak didalam hal ini, terutama didasarkan paa pengalaman-pengalamannya dengan kedua orang tuanya. Karena itulah keharmonisan hubungan antara suami dan istri sangat diperlukan, sehingga hala itu memberikan suatu gambaran yang baik kepada anak.

Keduanya harus mempunyai keseragaman didalam cara dan tekhnik-tekhnik melaksanakan hubungan dengan anak. Hal itu didasarkan pada suatu kenyataan bahwa untuk perkembangan kepribadiannya, anak memerlukan kedua orangtuanya sebagai pembimbing, pendidik serta sebagai pengayon.

Sdalah satu faktor yang menentukan terjadinya interaksi sosial adalah faktor identiikasi, khususnya didalam rangka pembentukan ego dan superego anak. Timbulnya identifikasi tersebut didasarkan pada suatu rasa kagum anak terhadap perbuatan orang tuanya bahkan menyamainya. Disamping itu juga timbulnya identifikasi disebabkan usaha anak untuk menghindari hukuman-hukuman yang mungkin diberikan oleh orang tuanya, sehingga anak berusaha mempersatukan dirinya dengan larangan-larangan yang ditentukan oleh orang tuanya.

Dengan demikian identifikasi dapat dijadikan alasan mengapa anak-anak cenderung menyerupai orang tua mereka. Jika keluarga dianggap sebagai suatu lingkungan, masyarakat yang kecil, maka peranannya di dalam rangka pembentukan ego sangat menentukan.

Jika mengingat bahwa ego merupakan hasil dari tindakan saling mempengaruhi antara lingkungan dengan garis-garis perkembangan yang ditetapkan oleh keturunan. Begitupun di dalam rangka pembentukan superego anak, keluarga memegang peranan yang menentukan.

Bahkan dalam dalam rangkan pembentukan superego inilah keluarga sangat menonjol. Superego merupakan kode moral seseorang yang berkembang dari ego, sebagai akibat perpaduan yang dialami anak dengan ukuran orang tuanya mengenai apa yang baikl, apa yang salah, serta apa yang buruk.

Dengan memperpadukan kewibawaan tersebut dengan kewibawaan moril orang tuanya, anak akan mengganti kewibawaan tersebut dengan kewibawaannya sendiri.

Dengan menuangkan kekuasaan orang tuanya ke dalam batinnya sendiri, anak akan dapat menguasai kelakuannya sesuai dengan keinginan orangtuanya, dan dengan bertindak seperti itu anak akan mendapatkan persetujuan dan mencegah kegusaran mereka.

Atau dengan kata lain, anak akan belajar bahwa ia bukan saja harus tunduk kepada prinsip kenyataan untuk mendapatkan kesenangan, tetapi ia juga harus mencoba berkelakuan sesuai dengan perintah-perintah moril dari kedua orangtuanya. 2. Interaksi Sosial di dalam Lingkungan Kemasyarakatan Apa yang didapatkan anak dari lingkungan keluarganya sebagai dasar-dasar untuk menjalani interaksi sosial yang lebih kompleks di dalam lingkungan masyarakatnya.

Dengan semakin banyaknya manusia yang dikenal anak, menyebabkan pergaulan anak semakin meluas. Akibatnya apa yang diberikan oleh keluarganya sebagai dasar tersebut juga akan lebih berkembang, sehingga hal itu akan lebih menyempurnakan interaksi sosialnya.

Anak akan lebih banyak belajar untuk menyesuaikan diri dengan keragaman prilaku yang ditemuinya didalam lingkungan masyarakatnya. Dimana dari penyesuaian diri tersebut, anak mendaptkan pengalaman-pengalaman baru yang menjadi masukan-masukan yang sanagt berharga bagi anak untuk pengemangan kepribadian lebih lanjut.

Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi dorongan bagi anak untuk lebih mengaktifkan diri menjalani interaksi sosialnya. Akhirnya pengalaman-pengalaman tersebut berubah menjadi simbol-simbolyang memiliki nilai tersendiri bagi anak. Salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam interaksi sosial did alam lingkungan sosial kemasyarakatan ini adalah lembaga-lembaga sosial tersebut berperan sebagai suatu respon kulturil dari kebutuhan dasar biologis dan psikologis manusia untuk hidup berkelompok.

Juga sekaligus erfungsi sebagai alat untuk mengembangkandiri dan alat yang memberikan proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak tertentu, agar segala jenis hubungan antar manusia dipelihara dalam keadaan equilibirium yang dinamis. Disamping itu juga faktor waktu memegang peranan menentukan. Lamanya individu menjalani inteaksi sosialnya, memberikan kesempatan kepada individu untuk bekerjasama dan menemukan pola-pola tingkah laku dan sikap yang bersifat timbal balik, serta menemukan teknik-teknik hidup bersama yang lebih baik.

Akibat lebih lanjut terbentuklah integrasi psikologik dan sosiologik di dalam masarakat yang menyebabkan pola, sikap, relasi serta reaksi emosi dari anggota masyarakat cenderung memiliki kesamaan.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Kenampakan dari integrasi tersebut akan terlihat sebagai kesamaan-kesamaan kepribadian ari segenap individu yang hidup di dalam lingkungan sosial kemasyarakatan tertentu. 3. Pengaruh Kebudayaan Terhadap Interaksi Sosial Proses terjadinya interaksi sosial, baik didalam lingkungan keluarga maupun di dalam lingkungan sosial kemasyarakatan yang lebih luas, tidak dapat dilepaskan dari pola kebudayaan yang berlaku didalam masyarakat tersebut.

Karena lingkungan sosial dan kulturil menetapkan syarat-syarat bagi individu dalam menetapkan bentuk pemuasan kebutuhan yang mungkin dipilih oleh indiidu, termasuk didalamnya interaksi sosial. Hal tersebut sangat mempengaruhi mekanisme kerja dari ego sebagai pembuat keputusan.

Ego berkewajiban menetapkan bentuk tingkah laku penyesuaian sebaik-baiknya dan sesuai dengan pola-pola kebudayaan yang berlaku, sehingga apa yang diputuskan sebagai pemuasan kebutuhan akan baik baginya dan juga bagi lingkungan masyarakatnya yang lebih luas.

Atau dengan perkataan lain, kebudayaan mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, serta menentukan sikap jika berhubungan dengan orang lain.

proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak

Karena keduanya sebenarnya merupakan perwujudan atau abstraksi dari pada prilaku manusia dengan kepibadia sebagai latar belakangnya. Demikianlah dengan mengerti bagaimana proses serta pengauh yang nyata dari interaksi sosial terhadap pembentukan kepribadian seseorang, diharapkan kita dapat mengerti kepriadian individu secara tepat dengan segala keunikannya.

Sehingga dengan demikian diharapkan kita dapat menentukan sikap yang sesuai dengan kepribadian seseorang. Hal mana akan menentukan keberhasilan kita didalam berkomunikasi dengan individu lain sesama.

interaksi sosial di lingkungan keluarga tugas mk sosiologi pendidikan




2022 www.videocon.com