Logo halal baru kemenag

logo halal baru kemenag

KOMPAS.com - Kementerian Agama ( Kemenag) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Halal (BPJH) menetapkan label halal yang berlaku secara nasional. Penetapan label halal tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal.

Label halal ini berlaku efektif mulai 1 Maret 2022. Kepala BPJH Muhammad Aqil Irham mengatakan, penetapan label halal tersebut dilakukan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

"Melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan khususnya Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka BPJPH menetapkan label halal dalam bentuk logo sebagaimana yang secara resmi kita cantumkan dalam Keputusan Kepala BPJPH," ungkap Aqil seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (13/3/2022). Baca juga: Kemenag Tetapkan Label Halal Baru Berbentuk Gunungan, Ini Maknanya Sebelumnya, penetapan label halal di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Logo label halal disebut mirip gunungan wayang Penetapan label halal baru oleh BPJH Kemenag ini diiringi dengan peluncuran logo label halal baru. Namun, logo halal logo halal baru kemenag yang dirilis oleh Kemenag ini mendapat banyak perhatian terutama di media sosial. Salah seorang warganet melalui akun Twitternya menyebut logo halal baru Kemenag ini terlalu Jawa sentris karena desainnya mirip dengan gunungan wayang. Cuitan tersebut kemudian viral bahkan telah dikomentari lebih dari 1.930 kali, dibagikan 5.237 kali, dan disukai 14.500 kali.

logo halal baru kemenag

screenshoot Logo halal yang sebelumnya dari MUI (kiri) dan logo halal yang baru dirilis Kemenag RI (kanan). Makna dan filosofi dari logo halal baru Aqil menjelaskan, bentuk dan corak logo halal baru secara filosofi memang mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesian.

Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik berkarakter kuat dan merepresentasikan Halal Indonesia. Bentuk label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yakni bentuk gunungan dan motif surjan atau lurik gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas.

Menurutnya, bentuk gunungan tersebut melambangkan kehidupan manusia. Baca juga: Ramai soal Logo Halal Baru Disebut Jawa Sentris, Ini Jawaban Kemenag "Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf arab yang terdiri atas huruf Lam Alif, dan Lam dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata Halal," tutur dia.

logo halal baru kemenag

Ia mengutarakan, bentuk label halal baru menggambarkan, semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, maka manusia harus semakin mengerucut (golong gilig). Berita Terkait Simak Syarat, Cara dan Biaya Mendaftar Produk Sertifikat Halal Ada Logo Halal Baru, Bagaimana dengan Logo Halal MUI?

Sejarah Sertifikasi Halal di Indonesia, Awalnya Menandai Produk Babi Disebut Mirip Gunungan Wayang, Ini Arti dan Filosofi Logo Halal Baru BPJPH Tetapkan Label Halal Baru, Wajib Ada di Produk Berlaku Nasional Berita Terkait Simak Syarat, Cara dan Biaya Mendaftar Produk Sertifikat Halal Ada Logo Halal Baru, Bagaimana dengan Logo Halal MUI?

Sejarah Sertifikasi Halal di Indonesia, Awalnya Menandai Produk Babi Disebut Mirip Gunungan Wayang, Ini Arti dan Filosofi Logo Halal Baru BPJPH Tetapkan Label Halal Baru, Wajib Ada di Produk Berlaku Nasional Sering Keliru, Ini Cara Menyikat Gigi yang Benar agar Tak Berlubang https://www.kompas.com/wiken/read/2022/03/13/150500281/sering-keliru-ini-cara-menyikat-gigi-yang-benar-agar-tak-berlubang https://asset.kompas.com/crops/VC9bs1w44fG3yCUYmVX0Fqo6YqM=/65x112:865x645/195x98/data/photo/2022/01/16/61e3883c76fef.jpg none
Jakarta - Kenapa logo halal diganti masih kerap memicu tanda tanya di kalangan masyarakat.

Muncul pro-kontra dari sejumlah pihak akan desain label halal baru yang berlaku efektif mulai 1 Maret 2022 lalu. Diketahui label halal baru ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag). Label baru itu wajib dicantumkan dan berlaku secara nasional. Baca juga: Sorotan ke Logo Halal Baru: Urusan Kaligrafi hingga Gunungan Kenapa Logo Halal Diganti? Perpindahan Wewenang Sertifikasi Alasan di balik perubahan label halal lantaran terjadi perpindahan wewenang sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) ke BPJPH Kemenag.

BPJPH Kemenag memiliki kewajiban menetapkan logo halal yang tertuang dalam Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Penetapan ini juga bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang JPH. "Melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan khususnya Pasal 37 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka BPJPH menetapkan label halal dalam bentuk logo sebagaimana yang secara resmi kita cantumkan dalam Keputusan Kepala BPJPH," demikian dijelaskan Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham.

Penetapan label halal baru dituangkan dalam keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal.

Surat itu ditetapkan di Jakarta pada Kamis (10/2) dan berlaku efektif sejak 1 Maret 2022 lalu. Ada 12 Opsi Logo Halal yang Disodorkan ke Kemenag BPJPH Kemenag menjelaskan memiliki 12 alternatif logo halal baru sebelum 'Halal Indonesia' dirilis.

BPJH mengatakan belasan logo yang disodorkan BPJH merepresentasikan budaya Logo halal baru kemenag dan Indonesia. "Ada 12 (duabelas) opsi/alternatif desain label halal yang disodorkan ke BPJPH dengan berbagai bentuk yang sangat kaya merepresentasikan kekayaan budaya Islam dan Indonesia," ujar Kepala Pusat Registrasi Sertifikasi Halal pada BPJPH Kemenag Mastuki, dalam keterangannya, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Tentang Gunungan di Logo Halal Baru yang Jadi Sorotan Makna di Balik Logo Halal Baru Kenapa logo halal diganti sudah terjawab. Ada makna dan filosofi tertentu di balik desain yang diterbitkan. Aqil Irham menjelaskan desain logo halal baru mengadaptasi nilai-nilai keindonesiaan.

Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik berkarakter kuat dan merepresentasikan Halal Indonesia. Berikut makna di balik logo halal baru yang dijelaskan Aqil Irham: • Bentuk logo terdiri dari dua objek: - Bentuk Gunungan: berupa kaligrafi huruf Arab yang terdiri atas huruf ha, lam alif, dan lam, dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata 'Halal'. Ini menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, maka manusia harus semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa, dan Karya dalam kehidupan.

Artinya bahwa manusia akan semakin dekat dengan Sang Pencipta. - Motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Motif surjan atau yang disebut pakaian takwa mengandung makna-makna filosofi yang cukup dalam. Di antaranya logo halal baru kemenag leher baju surjan memiliki kancing 3 pasang (6 biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman.

Selain itu, motif surjan atau logo halal baru kemenag yang sejajar satu sama lain mengandung makna sebagai pembeda atau pemberi batas yang jelas. • Warna label halal: - Warna utama label berwarna ungu yang merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi. - Warna sekunder label berwarna hijau toska yang mewakili makna kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan.

Kenapa logo halal diganti kini sudah terjawab. Kemasan produk wajib mencantumkan logo halal baru tersebut. Simak di halaman berikut ini. Simak Video: PPP Soal Logo Halal Mirip Gunungan Wayang: Itu Model Kaligrafi Apa? [Gambas:Video 20detik] Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Logo halal baru kemenag • Retizen • indeks Label halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai keindonesiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah beragam respons dari masyarakat terkait logo atau label halal baru, Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan setiap detil arti logo tersebut. Penjelasan itu dibagikan di akun sosial media Instagram resmi Kemenag, Senin (14/3/2022). Baca Juga • KH Anwar Abbas Kecewa Logo Halal Baru tanpa Tulisan MUI dan BPJPH • KH Anwar Abbas Pastikan Fatwa Halal Masih Tanggung Jawab MUI • Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dan Syaban?

"Label halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai keindonesiaan. Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik dan berkarakter kuat dan merepresentasikan Indonesia. Bentuk label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan Motif Surjan/Lurik," kata Kemenag dalam infografis yang dibagikan di Instagram @Kemenag_ri.

Kata halal yang ditulis dengan kaligrafi berbentuk gunungan memiliki arti seperti kehidupan manusia. "Gunungan berbentuk limas (lancip ke atas) melambangkan kehidupan manusia. Semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, manusia harus semakin mengerucut, semakin dekat dengan Sang Pencipta," kata Kemenag. Motif surjan dalam logo halal juga dikatakan memiliki makna filosofis yang dalam. Unsur-unsur keislaman seperti rukun iman hingga batasan atau pembeda terkandung dalam logo tersebut.

"Surjan juga disebut pakaian takwa. Oleh karena itu, dalam pakaian itu terkandung makna-makna filosofi yang cukup dalam, di antaranya bagian leher baju surjan memiliki tiga pasang (enam biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman. Selain itu, motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembeda/pemberi batas yang jelas.

logo halal baru kemenag

Hal itu sejalan dengan fungsi Halal Indonesia untuk memberi kepastian atau jaminan produk Halal Indonesia," kata Kemenag. Dalam unggahan itu, Kemenag juga menjelaskan pembuatan logo tersebut merupakan amanat Undang-undang."Salam #SahabatReligi, mengapa Kemenag perlu menetapkan label halal Indonesia?

karena ini merupakan amanat UU Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal," katanya.
KOMPAS.com – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) merilis logo halal baru.

logo halal baru kemenag

Penetapan label halal tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal. Adapun Surat Keputusan ditetapkan di Jakarta pada 10 februari 2022, ditandatangani Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, dan berlaku mulai 1 Maret 2022. Terkait logo halal baru ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa ke depan logo halal MUI tak berlaku lagi.

Pernyataan tersebut disampaikan Yaqut dalam akun resmi Instagramnya @gusyaqut. “Di waktu-waktu yang akan datang, secara bertahap label halal yang diterbitkan oleh MUI dinyatakan tidak berlaku lagi,” ujar Yaqut. Ia juga mengatakan bahwa sertifikasi halal, sebagaimana ketentuan Undang-undang, diselenggarakan oleh Pemerintah, bukan lagi Ormas. A post shared by Yaqut Cholil Qoumas (@gusyaqut) Wajib dicantumkan Sementara itu, Sekretaris BPJPH Muhammad Arfi Hatim menyebut label Halal Indonesia berlaku secara nasional.

Ia mengatakan ini menjadi tanda logo halal baru kemenag produk telah terjamin kehalalannya dan memiliki sertifikat halal yang diterbitkan BPJPH. "Sesuai ketentuan Pasal 25 Undang-undang Nomor 33 tentang Jaminan Produk Halal, pencantuman label halal merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pelaku usaha logo halal baru kemenag telah memperoleh sertifikat halal, di samping kewajiban menjaga kehalalan produk secara konsisten, memastikan terhindarnya seluruh aspek produksi dari produk tidak halal, memperbarui sertifikat Halal jika masa berlaku sertifikat halal berakhir, dan melaporkan perubahan komposisi bahan kepada BPJPH,"ujarnya.

Baca juga: BPJPH Tetapkan Label Halal Baru, Wajib Ada di Produk Berlaku Nasional Berita Terkait Cara, Syarat, dan Biaya Lengkap Bikin SIM Baru 2022 Batuk pada Anak: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Cara Penanganan 5 Influencer dan YouTuber Investasi Bodong Ramai soal Logo Halal Baru Disebut Jawa Sentris, Ini Jawaban Kemenag Cristiano Ronaldo Jadi Top Skorer Sepanjang Masa, Messi Nomor Berapa? Berita Terkait Cara, Syarat, dan Biaya Lengkap Bikin SIM Baru 2022 Batuk pada Anak: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Cara Penanganan 5 Influencer dan YouTuber Investasi Bodong Ramai soal Logo Halal Baru Disebut Jawa Sentris, Ini Jawaban Kemenag Cristiano Ronaldo Jadi Top Skorer Sepanjang Masa, Messi Nomor Berapa?

Disebut Mirip Gunungan Wayang, Ini Arti dan Filosofi Logo Halal Baru https://www.kompas.com/tren/read/2022/03/13/102500065/disebut-mirip-gunungan-wayang-ini-arti-dan-filosofi-logo-halal-baru https://asset.kompas.com/crops/Fs1RkFDxgKTstG6zYjvxgYnusKo=/0x38:960x678/195x98/data/photo/2022/03/12/622c68092d57a.jpg
Sobat Hipwee pasti nggak asing dong dengan logo halal di kemasan produk yang sering kita beli?

Nah, logo tersebut merupakan label yang diberikan oleh MUI untuk makanan yang sudah lulus sertifikasi halal MUI. Nah, pada 12 Maret 2022 kemarin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mengumumkan logo halal Indonesia yang baru. Logo tersebut akan diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH). Dengan begitu, label Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara bertahap tidak berlaku lagi.

logo halal baru kemenag

Penggunaan logo halal yang baru via www.kemenag.go.id Kepala BPJH, Muhammad Aqil Irham menjelaskan mengenai filosofi dari logo halal yang baru. Dia mengatakan bahwa desain yang diterapkan, diadaptasi dari nilai-nilai keindonesiaan. Dengan bentuk dan corak yang diambil dari artefak-artefak budaya ciri khas Indonesia yang unik dan memiliki karakter kuat, serta dapat merepresentasikan Halal Indonesia.

Logo Halal yang baru terdiri dari bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada cerita wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Bentuk ini melambangkan kehidupan manusia. Kemudian bentuk tersebut disusun sedemikian rupa dengan kaligrafi Arab yang terdiri dari huruf “kha, lam, alif, dan lam” dibaca “Halal.” Motif Surjan disebut juga dengan pakaian takwa, yang memiliki makna filosofi yang dalam.

Salah satunya adalah bagian leher baju durjan yang memiliki kancing 3 pasang atau berjumlah enam biji, logo halal baru kemenag ini merepresentasikan rukun iman. Selain itu, motif surjan atau lurik yang saling sejajar bermakan pemberian batas atau pembeda. Aqil kemudian menjelaskan mengenai pemilihan warna dari logo halal.

Warna utama, yaitu ungu merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi.

logo halal baru kemenag

Kemudian, warna sekundernya, hijau toska, mewakili kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan. Logo Lama Masih Bisa Dipakai Logo halal MUI via www.halalmui.org Aqil menjelaskan, bahwa penggunaan logo halal yang baru secara efektif berlaku mulai 1 Maret 2022. Akan tetapi penggunaan ini masih dalam masa transisi, sehingga logo lama masih bisa digunakan saat ini. Alasannya adalah, agar pelaku usaha bisa memiliki waktu menghabiskan stok kemasan produk dengan label halal dari MUI.

Menurut Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, masyarakat masih bisa menggunakan logo MUI sampai lima tahun. Selain itu, fatwa halal masih berdasarkan fatwa dari MUI. Pro dan Kontra Logo halal yang baru ini memicu pro-kontra di kalangan masyarakat, karena bentuknya yang menyerupai gunungan wayang. Banyak juga yang menyayangkan desain logo yang dirasa kurang mudah terbaca.

Namun menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR Ace Hasan Syadzily, setiap orang punya interpretasi sendiri mengenai logo ini, tergantung melihat dari sudut pandang mana.

Ace menganggap tidak ada yang salah dari logo tersebut, karena makna halal sudah terkandung di dalamnya dan juga tulisan yang terkandung tidak asing bagi orang yang paham jenis-jenis tulisan Arab. Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti juga mengatakan, “Tidak masalah.

Logo bukan hal yang subtansif.” Minggu 13 April 2022. Itulah serba-serbi dari logo halal Indonesia yang baru. Gimana nih, tanggapan sobat Hipwee mengenai logo tersebut? Yuk tulis di komentar!Suara.com - Logo halal kini sudah resmi diganti dengan yang baru. Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai logo halal baru lengkap dengan filosofi, arti, fakta menarik yang ada di dalamnya.

Melansir dari situs resmi Kemenag, Minggu (13/3/2022), penetapan logo halal baru sudah tercantum dalam Keputusan Kepala BPJPH No 40 Th 2022 mengenai Penetapan Label Halal. Diketahui, Penetapan Label Halal ini sudah ditetapkan pada 10 Februari logo halal baru kemenag serta sudah ditandatangani pihak Penetapan Label Halal, yang mana berlaku pada 1 Maret 2022.

Filosofi dan Arti Logo Halal Baru Baca Juga: BPJPH: Kemasan Bisa Dipakai Sebelum Berganti ke Label Halal Indonesia Muhammad Aqil Irham selaku Kepala BPJPH menyampaikan bahwa logo Halal baru tak hanya sekedar logo, melainkan mempunyai nilai filosofi yang dalam. Muhammad Aqil menjelaskan filosofi dari Label Halal Indonesia terbaru ini memiliki bentuk yang terdiri dari bentuk Gunungan serta motif Surjan (Lurik Gunungan).

Bentuk gunungan ini tersusun dari kaligrafi huruf Arab yakni huruf Ha, Lam, Alif, dan Lam yang membentuk kata Halal. Bentuk dari logo halal terbaru tersebut memiliki arti yakni semakin tinggi ilmu, logo halal baru kemenag tua umur manusia, harus semakin mengerucut serta semakin dekat akan Tuhan. Sedangkan filosofi dari Surjan yakni agian leher pada baju Surjan mempunyai 3 pasang kancing yang mana artinya rukun iman. Sedangkan motif lurik yang terletak sejajar memiliki arti sebagai pembeda atau pembatas.

Hal ini sejalan dengan tujuan diselenggarakannya jaminan produk halal yang ada di Indonesia.
Label baru halal yang dibuat Kementerian Agama mendadak menjadi ramai. Hal ini lantaran bentuk logo tersebut dianggap tak sesuai dengan lambang serupa di negara lain hingga hanya merepresentasikan budaya tertentu.

Label halal yang terbaru saat ini berbentuk mengadopsi gunungan pada wayang. Meski demikian, warganet beranggapan logo halal yang baik seharusnya mudah dibaca dan diaplikasikan ke dalam berbagai kemasan.

Bahkan warganet lainnya yang Bernama @P**jo**rajo juga mengunggah alternatif logo halal lain. Beberapa logo alternatif menyerupai perahu layar hingga rumah gadang. Adapun Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas mengatakan mengkritik ketiadaan kata MUI serta mengedepankan seni dalam logo tersebut. Ia khawatir masyarakat tak mengetahui tulisan halal yang sebenarnya jika menggunakan label baru itu.

Sedangkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag mengatakan label halal saat ini mengadaptasi filosofi yang lebih Indonesia. Huruf Arab penyusun kata ‘halal' terdiri atas ha, lam alif, dan lam dan disusun menyerupai gunungan. Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan gunungan melambangkan semakin tinggi ilmu dan usia manusia harus semakin mendekat Sang Pencipta.

“Gunungan pada wayang kulit berbentuk limas, lancip ke atas, ini melambangkan kehidupan manusia,” kata Aqil, Sabtu (14/3) dikutip dari Antara. Sedangkan warna utama ungu merepresentasikan keimanan, kesatuan lahir batin, serta kemampuan imajinasi. “Warna sekundernya adalah hijau toska yang mewakili kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan,” kata Aqil.

Aqil lalu menjelaskan, secara umum, makna yang terkandung pada logo halal untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal di tengah masyarakat. • Wabah Hepatitis Akut Disebut Efek Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan Ahli • Heboh BBM Air Nikuba, Ahli Sebut Sulit Proses Logo halal baru kemenag Menjadi Energi • Elektabilitas Tiga Capres 2024 Makin Tinggi, Ini Harta Kekayaannya • Fakta Terkini Hepatitis Akut, Gejala hingga Dugaan Penyebabnya • Kasus Baru Covid-19 Mencapai 218 Orang, Ini Sebarannya
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Logo halal baru kemenag Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • logo halal baru kemenag • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI logo halal baru kemenag video • haji-umrah • journey • logo halal baru kemenag • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Logo baru label halal berupa susunan huruf arab membentuk gunungan wayang kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menetapkan label halal yang berlaku nasional, yang bentuknya mengadopsi bentuk gunungan pada wayang.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/3/2022), penetapan label halal yang berlaku nasional tertuang dalamKeputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal yang berlaku efektif sejak 1 Maret 2022. Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan, bahwa penetapan label halal merupakan bagian dari pelaksanaan ketentuan Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Aqil mengatakan bahwa label halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesia-an. Baca Juga • Indonesia-UEA Jalin Kerja Sama, Buka Peluang Pasar Halal Dunia • Indonesia Masuk Lima Besar Pasar Produk Halal Dunia • Kaidah Halal-Haram Menurut Syariah Huruf Arab penyusun kata halal yang terdiri atas ha, lam alif, dan lam disusun dalam bentuk menyerupai gunungan pada wayang.

"Bentuk label halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk gunungan dan motif surjan atau lurik. Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas, ini melambangkan kehidupan manusia," katanya.

Menurut dia, bentuk gunungan menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, manusia harus semakin mengerucut atau semakin mendekat ke Sang Pencipta.Motif surjan pada label halal juga mengandung makna filosofis.

logo halal baru kemenag

Bagian leher surjan memiliki kancing tiga pasang atau enam biji, yang menggambarkan rukun iman, dan motif lurik sejajar satu sama lain mengandung makna sebagai pemberi batas yang jelas. Warna utama dan sekunderlabel halal Indonesia pun punya makna.

logo halal baru kemenag

"Warna (utama) ungu merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi. Sedangkan warna sekundernya adalah hijau toska, yang mewakili makna kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan," tutur Aqil. Makna yang terkandung pada bentuk dan warna label halal sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat.

Sekretaris BPJPH Muhammad Arfi Hatim mengatakan, label halal Indonesia akan menjadi tanda bahwa suatu produk telah terjamin kehalalannya dan memiliki sertifikat halal dari BPJPH.

logo halal baru kemenag

Label halal Indonesia wajib dicantumkan pada kemasan produk, bagian tertentu dari produk, logo halal baru kemenag tempat tertentu pada produk yang telah mendapat sertifikasi halal. Arfi menuturkan, sesuai ketentuan Pasal 25 Undang-undang Nomor 33 tentang Jaminan Produk Halal, pencantuman label halal merupakan salah satu kewajiban pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal.

Di samping itu, pelaku usaha juga wajib menjaga kehalalan produk secara konsisten, memastikan seluruh aspek produksi terhindar dari produk tidak halal, memperbarui sertifikat halal jika masa berlaku sertifikat halal berakhir, serta melaporkan perubahan komposisi bahan kepada BPJPH. "Mari kita gunakan label halal Indonesia ini sesuai ketentuan, sebagai penanda yang memudahkan kita semua seluruh masyarakat Indonesia dalam mengidentifikasi produk yang telah terjamin dan memiliki sertifikat halal yang diterbitkan oleh BPJPH," katanya.
IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Saham ANTM, BMRI, BBCA, BBRI Tekan Indeks Bisnis-27 Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Naik setelah Libur Lebaran Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 LIVE : Harga emas Antam naik (10:10 WIB) LIVE : IHSG ambrol 3,7 persen, lewati 7.000 (09:52 WIB) LIVE : Rupiah dibuka turun (09:05 WIB) Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama ( Kemenag) menetapkan label halal yang berlaku secara nasional.

Penetapan label halal tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala BPJPH No. 40/2022 tentang Penetapan Label Halal. Surat Keputusan ditetapkan di Jakarta pada 10 Februari 2022, ditandatangani oleh Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, dan berlaku efektif terhitung sejak 1 Maret 2022. Penetapan label halal tersebut, menurut Aqil Irham, dilakukan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 37 Undang-undang No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Penetapan ini juga bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah (PP) No.

39/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang JPH. Baca Juga : Peternak Jatim Siap Pasok Daging Sapi ke Wilayah yang Defisit "Melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan khususnya Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka BPJPH menetapkan label halal dalam bentuk logo sebagaimana yang secara resmi kita cantumkan dalam Keputusan Kepala BPJPH," kata Aqil Irham melalui siaran pers, Sabtu (12/3/2022).

Aqil Irham menjelaskan label Halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesiaan. Bentuk dan logo halal baru kemenag yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik berkarakter kuat dan merepresentasikan Halal Indonesia.

Dia menjelaskan bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia. "Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf arab yang terdiri atas huruf Ha, Lam Alif, dan Lam dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata Halal," lanjutnya.

Bentuk tersebut menggambarkan bahwa makin tinggi ilmu dan makin tua usia, maka manusia harus makin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa, dan Karya dalam kehidupan, atau makin dekat dengan Sang Pencipta. Motif Surjan yang juga disebut pakaian takwa mengandung makna-makna filosofi yang cukup dalam. Di antaranya bagian leher baju surjan memiliki kancing 3 pasang (6 biji kancing) yang kesemuanya logo halal baru kemenag menggambarkan rukun iman.

Selain itu motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembeda/pemberi batas yang jelas. "Hal itu sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk," tambah Aqil Irham.

Aqil Irham menambahkan bahwa Label Halal Indonesia menggunakan ungu sebagai warna utama label dan hijau toska sebagai warna sekundernya. Dia mengatakan warna ungu merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi. Sedangkan warna sekundernya adalah hijau toska, yang mewakili makna kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan. Sementara itu, Sekretaris BPJPH Muhammad Arfi Hatim menjelaskan bahwa label Halal Indonesia berlaku secara nasional.

Label ini sekaligus menjadi tanda suatu produk telah terjamin kehalalannya dan memiliki sertifikat halal yang diterbitkan BPJPH. "Label Halal Indonesia ini selanjutnya wajib dicantumkan pada kemasan produk, bagian tertentu dari produk, dan/atau tempat tertentu pada produk." kata Arfi Hatim.

Sebagai logo halal baru kemenag kehalalan suatu produk, maka pencantuman label halal harus mudah dilihat dan dibaca oleh masyarakat atau konsumen. Pencantuman label halal juga dipastikan tidak mudah dihapus, dilepas, dan dirusak, dan dilaksanakan sesuai ketentuan. Sesuai ketentuan Pasal 25 Undang-undang No. 33 tentang Jaminan Produk Halal, pencantuman label halal merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal.

“Di samping kewajiban menjaga kehalalan produk secara konsisten, label bertujuan memastikan terhindarnya seluruh aspek produksi dari produk tidak halal, memperbarui sertifikat Halal jika masa berlaku sertifikat halal berakhir, dan melaporkan perubahan komposisi bahan kepada BPJPH,” kata Arfi. Terpopuler • Menhub Imbau Pemudik Tunda Perjalanan Arus Balik Hari Ini • Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17 Persen, Ini Faktornya!

• Negara G7 Sepakat Blokir Impor Minyak dari Rusia • Tax Holiday Diharapkan Bisa Undang Banyak Investor Masuk ke Proyek IKN • Angkut Ribuan Ton Semen, KM Permata Asia Karam di NTB




2022 www.videocon.com