Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

Ada banyak pertanyaan mengenai evaluasi pendidikan, berikut ini saya akan membahas sekaligus menjawab pertanyaan yang sering kali keluar dlam ujian Evaluasi pendidikan, sekaligus juga bisa menjadi masukan teori2 dalam mengajar dan memberikan penilaian di kelas… Jika ada jawaban yang salah marilah kita share bareng disini… 1.

Suatu proses kegiatan yang sistematis, dimulai dari pengumpulan data/fakta, dilanjutkan dengan analisis dan penafsiran data/fakta tersebut untuk menentukan sejauh mana tujuan-tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa dan menetukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya disebut…. A. Pengujian B.

Penilaian C. Evaluasi D. Pengukuran E. Perbaikan Jawaban: C Menurut Suharsimi Arikunto (2004 : 1) evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan diambil berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan Dalam evaluasi lebih ditekankan (kata kunci) pada aspek pengumpulan data /informasi lalu dilanjutkan pada pengambilan keputusan 2.

Evaluasi yang dilakukan untuk menilai apakah seluruh tujuan pembelajaran yang telah terselengggara sudah tercapai atau tidak disebut …. A. Evalausi Sumatif B. Evaluasi Proses C. Evalausi Formatif D. Evaluasi Kesiapan E. Evaluasi Diagnosa Jawab: A Evaluasi sebetulnya dibagi 3 bagian: • Evaluasi Input (sebelum) • Evaluasi Penempatan • Evaluasi Kesiapan • Evaluasi Seleksi • Evaluasi Proses (saat) • Evaluasi Kualitatif • evaluasi kuantitatif • Evaluasi Formatif • Evaluasi Diagnostik • Evaluasi Output (setelah) • Evaluasi sumatif • Ujian Dalam pertanyaan ini ada kata kunci yaitu terselenggara artinya sudah selesai yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 atau Output.

• Evaluasi sumatif, yaitu penilaian hasil-hasil yang telah dicapai secara keseluruhan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan. Waktu pelaksanaan pada saat akhir proyek sesuai dengan jangka waktu proyek dilaksanakan.

Untuk proyek yang memiliki jangka waktu enam bulan, maka evaluasi sumatif dilaksanakan menjelang akhir bulan keenam. Untuk evaluasi yang menilai dampak proyek, dapat dilaksanakan setelah proyek berakhir dan diperhitungkan dampaknya sudah terlihat nyata 3. Dibawah ini merupakan ciri penilaian acuan norma, kecuali … A. Batas lulus relatif B. Batas lulus mutlak C. Lebih mengutamakan validitas internal atau daya pembeda D. Untuk keperluan seleksi atau menentukan distribusi E. Pemusatan tingkat kesukaran pada prediksi batas lulus Jawab: B Kriteria penilaian dibagi 2 yaitu: • PAN (penilaian acuan norma) artinya adalah penilaian yang memperlihatkan atau menentukan hasil belajar siswa dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang lain pada tes yang sama.

(batas lulus relatif dan digunakan untuk seleksi) • PAP (penilaian acuan patokan) artinya adalah penilaian yang menentukan apakah siswa telah mencapai penguasaan terhadap materi pembelajaran.(pencapaian program dan batas lulus mutlak) atau lebih extreme pada anak yang kurang cerdas dan digunakan pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) Gampangnya gini PAP tuh dipake buat UMPTN, tes Psikotes, atau bodoh enggak seseorang, tapi Kalau PAN dipakai untuk mencari rata-rata kemampuan sebuah kelas atau populasi.

4. Tingkat kognitif menurut Bloom, secara berurut adalah … A. Pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis, analisis, dan evaluasi B. Pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi C. Pengetahuan, pemahaman, analisis, aplikasi, sintesis, dan evaluasi D. Pengetahuan, pemahaman, analisis, sintesis, aplikasi, dan evaluasi E. Pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis, evaluasi, dan analisis Jawab: B Kodenya C1 sampai C6.

ingat C4 selalu analisis dan Evaluasi selalu terakhir • C1 Pengetahuan Kemampuan untuk mengingat kembali terhadap materi-materi yang pernah dipelajari • C2 Pemahaman Kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu • C3 Penerapan Kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya • C4 Analisis Kemampuan untuk merinci, menghubungkan, menguraikan rincian dan saling berhubungan antara satu dan lain • C5 Sintesis Kemampuan untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi satu kesatuan utuh • C6 Evaluasi Kemampuan untuk menentukan baik-buruk, berharga-tidak berharga mengenai suatu hal 5.

Reliabilitas penilaian pada dasarnya berkaitan dengan, … A. Ketepatan alat waktu yang digunakan siswa untuk mengerjakan tes B. kesamaan hasil yang diperoleh meskipun jumlah soal ditambah C. Keterbacaan redaksi kalimat dalam setiap soal D. Kemampuan instrumen mengukur objek ukur E. Ketepatan skor yang diperoleh dari instrumen dari beberapa kali Pengukuran Jawab: E Reliabilitas arti dasarnya adalah Hasil pengukuran yang dapat dipercaya (konsisten) atau ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya.

Artinya, kapan pun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama Contoh : (1) test-retest = Tes ulang (test‑retest) adalah penggunaan alat ukur terhadap subjek yang diukur, dilakukan dua kali dalam waktu yang berlainan.

Misal­nya tes hasil belajar matematika untuk siswa SD kelas V, diberikan hari ini, lalu diperiksa hasilnya. Seminggu kemudian tes tersebut diberikan lagi pada siswa yang sama dan hasilnya diperiksa (2) Reliabilitas bentuk pecahan setara tidak dilakukan pengulangan pengukuran kepada subjek yang sama tetapi menggunakan hasil dari bentuk tes yang sebanding atau setara yang diberikan kepada subjek yang sama pada waktu yang sama pulaAlternate forms (no time interval) (3) Reliabilitas belah dua mirip dengan reliabilitas pecahan setara ter­utama dari pelaksanaannya.

Dalam prosedur ini alat ukur diberikan kepada kelompok subjek cukup satu kali atau satu saat (4) KR 21/20 = Prosedur ini dilakukan dengan menghubungkan setiap butir dalam satu tes dengan butir‑butir lainnya dan dengan tes itu sendiri secara keseluruhan. Salah satu cara yang sering digunakan adalah menggunakan rumus Kuder-Rechardson atau KR 21.

Rumusnya: r xx = (5) Scorer reliability = keandalan nilai Sedangkan validitas artinya mengukur apa yang sebenarnya diukur (1) Validitas empirik 6. Dibawah ini merupakan instrumen non-tes, kecuali … A. Angket B. Kuesioner C. Skala sikap D. Pengukuran kreativitas E. Skala penilaian Jawab: D Ada 2 macam instrumen : • Tes artinya alat ukur berbentuk satu set pertanyaan untuk mengukur sampel tingkah laku (sikap), dan jawabannya dapat dikategorikan benar dan salah • Non Tes artinya alat ukur untuk mengukur sampel tingkah laku, tetapi jawabannya tidak dapat dikategorikan benar dan salah (misalnya positif dan negatif, setuju dan tidak setuju, suka dan tidak suka) contoh: • Angket • Pedoman Observasi • Pedoman Wawancara 7.

Suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai suatu objek dalam dunia pendidikan berdasarkan kriteria tertentu disebut …… A. Penilaian B. Pengujian C. Evaluasi D. Pengukuran E. Perbaikan Jawab: A Jelas2 ada kata Nilai disana 8. Dibawah ini yang merupakan fungsi evaluasi dalam evaluasi input adalah … A. Evaluasi kesiapan, evaluasi penempatan, evaluasi seleksi B. Evaluasi seleksi, evaluasi formatif, evaluasi diagnosa C.

Evaluasi penempatan, evaluasi seleksi, evaluasi formatif D. Evaluasi formatif, evaluasi diagnosa, evaluasi sumatif E. Evaluasi kesiapan, evaluasi penempatan, evaluasi sumatif Jawab: A evaluasi input diantaranya adalah: • Evaluasi Penempatan • Evaluasi Kesiapan • Evaluasi Seleksi 9. Yang dimaksud dengan penilaian acuan patokan adalah … A.

Penilaian yang didasarkan pada distribusi kemampuan siswa pada suatu kelompok B. Penilaian yang dilakukan pada masing-masing siswa, tanpa mempertimbangkan kelompoknya C. Penilaian yang didasarkan pada kriteria yang harus dicapai menurut tujuan pembelajaran D.Penilaian yang dilakukan pada masing-masing siswa tanpa mempertimbangkan kriteria yang ingin dicapai E.

A, B, C, dan D salah semua Jawab: D Kriteria penilaian dibagi 2 yaitu: • PAN (penilaian acuan norma) artinya adalah penilaian yang memperlihatkan atau menentukan hasil belajar siswa dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang lain pada tes yang sama.

(batas lulus relatif dan digunakan untuk seleksi) • PAP (penilaian acuan patokan) artinya adalah penilaian yang menentukan apakah siswa telah mencapai penguasaan terhadap materi pembelajaran.(pencapaian program dan batas lulus mutlak) 10.

Alat evaluasi yang paling tepat untuk mengukur tingkat pencapaian siswa terhadap tujuan pembelajaran aspek kognitif, adalah … A. Observasi B. Skala penilaian C. Skala sikap D. non-tes E. tes Jawab: E Perlu kita ketahui bahwa Bloom membuat 3 aspek yaitu: • Kognitif condong pada pengetahuan dan pemahaman (C1 s/d Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 • Afektif lebih kepada sikap (non test kuesioner dll) • Psikomotorik focus kepada gerak ( skill praktek) 11.

Validitas suatu instrumen pada dasarnya berkaitan dengan, … A. Kemampuan instrumen untuk meningkatkan motivasi belajar siswa B. Kemampuan instrumen untuk meningkatkan skor hasil belajar C. Kemampuan instrumen memprediksi perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran D. Kemampuan instrumen cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kemampuan peserta tes E. Kemampuan instrumen meningkatkan skor butir Jawab: D – Instrument pada awalnya adalah alat Alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat digunakan untuk mengumpulkan data dengan tes dan non test – digunakan untuk mengukur prestasi belajar atau faktor-faktor yang berkaitan dengan keberhasilan pembelajaran dalam bentuk sebuah uji atau tes 12.

Performansi tipikal dapat diukur dengan berbagai instrumen, kecuali … A. Angket B. Kuesioner C. Skala sikap D. Tes E. Observasi Jawab: D Performansi tipikal artinya adalah sebuah kebiasaan 13. Istilah “pengukuran” dalam sistem evaluasi merupakan suatu kegiatan yang bersifat … A. Kuantitatif B. Kualitatif C. Komparasi D. Akurat E. Pengujian Jawab:A PENGUKURAN ( measurement ) adalah Kegiatan untuk mendapatkan informasi secara Kuantitatif 14. Guru yang memberikan tes sebelum dimulainya proses pembelajaran, dengan materi tes berupa materi yang harus dikuasai sebelum dimulainya pembelajaran tersebut, berarti guru tersebut melakukan fungsi evaluasi ….

A. Penempatan B. Kesiapan C. Seleksi D. Diagnosis E. Formatif Jawab: B Ada dua jawaban yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sama tapi disini ada kata kunci “ sebelum dimulainya” atau Input Evaluasi Formatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui penguasaan materi selama proses pembelajaran sedang berlansungsedangkan Evaluasi Kesiapan adalah Evaluasi kesiapan adalah evaluasi yagn dilakukan untuk mengetahui kesiapan siswa untuk menerima materi yang diberikan, untuk mengetahui apakah siswa telah mengguasai materi prasyarat Ada key word “sebelum dimulainya” 15.

Penilaian yang dibandingkan dengan rata-rata kelompok sehingga diketahui posisi kemampuan siswa dalam kelompoknya, disebut … A. Penilaian acuan norma B. Penilaian acuan patokan C. Penilaian acuan gabungn D. a dan b benar E. a, b, dam c benar Jawab: A Dengan Tes seleksi maka ketahuanlah mana siswa yang pandai dan siswa kurang pandai 16. Dibawah ini yang termasuk variabel afeksi adalah… A. Gaya kepemimpinan, prestasi belajar, dan tingkat intelektual B.

Minat, bakat, hasil belajar C. Motivasi belajar, kecemasan, dan minat D. Pemahaman bacaan, gaya belajar, minat E. Tingkat intelektual, hasil belajar, dan pemahaman bacaan Jawab: C Afeksi merupakan perasaan yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.

Seperti perasaan senang, sedih, suka dan tidak suka, baik dan buruk, termasuk sikap dan akhlak. Afeksi tidak bisa diukur dengan hasil tes, uji yang bersifat kognitif. 17. Jika suatu tes diujikan berulang kali pada waktu yang berlainan dan menunjukkan hasil yang relatif sama, maka tes tersebut memiliki … A.

Validitas tinggi B. Validitas rendah C. Reliabiltas tinggi D. Reliabilitas rendah E. obejktivitas dan praktisibilitas Jawab: C Reliabilitas alat ukur adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya. Artinya, kapan pun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama. Contoh paling nyata adalah timbangan atau meteran. Hal yang sama terjadi untuk alat ukur suatu gejala, tingkah laku, ciri atau sifat individu dan lain‑lain.

Misalnya alat ukur prestasi belajar seperti tes hasil belajar, alat ukur sikap, kuesioner dan lain‑lain, hendaknya meneliti sifat ke­ajegan tersebut. Kita bisa lihat contohnya sebuah meteran atau timbangan yang kapan saja dipakai dan digunakan hasilnya selalu sama- J Sedangkan Suatu alat ukur yang validitasnya tinggi akan memiliki eror pengukuran yang kecil, artinya skor setiap subjek yang diperoleh oleh alat ukur tersebut tidak jauh berbeda dari skor yang sesungguhnya.

Dengan demikian secara keseluruhan alat tes yang bersangkutan akan menghasilkan varians eror yang kecil pula. 18. Ciri butir tes yang valid, jika memiliki … A. Daya beda rendah B. Daya beda tinggi C. Tingkat kesukaran yang rendah D. Tingkat kesukaran yang tinggi E. a, b, c, d salah semua Jawab: E Linn dan Gronlund (1995: 47) menyatakan bahwa tes yang baik harus memenuhi tiga karakteristik, yaitu: validitas, reliabilitas, dan usabilitas.

Validitas artinya ketepatan interpretasi hasil prosedur pengukuran, reliabilitas artinya konsistensi hasil pengukuran, dan usabilitas artinya praktis prosedurnya. Di samping itu, Cohen dkk. (1992: 28) juga menyatakan bahwa tes yang baik adalah tes yang valid artinya mengukur apa yang hendak diukur. ”Kesimpulannya bukan dari daya dan kesukaran tapi sesuai apa yang akan diukur. setiap alat ukur hanya mengukur satu dimensi/aspek saja. Mistar hanya mengukur panjang, timbangan hanya mengukur berat, bahan ujian atau soal PKn hanya mengukur materi pembelajaran PKn bukan mengukur keterampilan/kemampuan materi yang lain.

Handal maksudnya bahwa setiap alat ukur harus dapat memberikan hasil pengukuran yang tepat, cermat, dan ajeg.” 19. Menyerapnya nilai-nilai yang diajarkan kepada siswa, yang kemudian berpengaruh terhadap sikap dan perlaku siswa tersebut, merupakan … A.

Penerimaan nilai B. Internalisasi nilai C. Respon nilai D. Organisasi nilai E. Penilaian terhadap nilai Jawab: C • Internalisasi hakikatnya adalah sebuah proses menanamkan sesuatu.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 internalisasi nilai-nilai keagamaan adalah sebuah proses menanamkan nilai–nilai keagamaan. (dan belum tentu dilaksanakan) • Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.

Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. 20. Tujuan Penilaian acuan patokan, adalah … A. Rangking siswa B. Pengetahuan siswa C. Kelulusan siswa D. Pembelajaran maksimal E. Ketuntasan belajar Jawab: E Ingat PAN untuk seleksi siswa (banyak soal sulit) sedangkan PAP digunakan dalam 4 kondisi, yaitu : (1) untuk menilai kebutuhan atau hal-hal yang diperlukan untuk pembelajaran selanjutnya; (2) digunakan pada formatif untuk mengetahui apakah suatu materi telah dikuasai oleh siswa, sebagai umpan balik siswa untuk menentukan apa yang perlu dipenuhi jika perlu (3) untuk menentukan apakah materi atau motede pembelajaran perlu dimodifikasi; dan (4) digunakan diakhir pembelajaran untuk mengetahui apakah siswa telah mencapai level tertentu dalam penguasaan materi.

21. Evaluasi diagnosa dalam proses pembelajaran dilakukan karena … A. Hal tersebut penting dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran B. Terdapat siswa yang bermasalah dalam bersosialisasi dengan teman sekelasnya C. Terdapat siswa yang mengalami masalah dengan keluarganya, sehingga mempengaruhi perilakunya D. Terdapat siswa yang sering tidak hadir sehingga tidak dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran E. Terdapat siswa yang mengalami masalah dalam menerima materi-materi dalam proses pembelajaran Jawab: E Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui tentang kesulitan belajar yang dialami oleh siswa.

22. Perbedaan konsep yang mendasar antara kegiatan penilaian dengan evaluasi adalah…. A. Penilaian berakhir dengan keputusan berupa hasil dari suatu proses B.

Penilaian berakhir dengan keputusan berupa tindak lanjut dari suatu proses C. Penilaian merupakan suatu proses yang sistematik D. Penilaian merupakan proses pengumpulan data/fakta E. Penilaian merupakan proses penafsiran suatu data/fakta Jawab: D • Arti Penilaian ( assessment) adalah proses hanya untuk memperoleh informasi tentang siswa, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang digunakan untuk membuat keputusan, dalam hal ini keputusannya adalah nilai.

• Arti Evaluasi merupakan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 menentukan keputusan tentang nilai hasil kerja atau performa siswa secara kualitatif dan kuantitatif. Dalam Evaluasi mencakup penilaian dan pengukuran.

Dengan kata lain evaluasi adalah tindak lanjut dari penilaian dan pengukuran yang telah dilakukan. Keputusan atau ketetapan tidak dapat diambil, tanpa dilakukan penilaian dan pengukuran Jadi penilaian hanya sebatas “ proses” 23. Hasil evaluasi menunjukkan, dari 40 siswa kelas IIA, 20 siswa mendapat jurusan IPS, 13 siswa mendapat jurusan bahasa, 7 siswa mendapat jurusan IPA. Dalam kasus ini evalausi berfungsi sebagai … A. Penempatan B.

Kesiapan C. Seleksi D. Hasil Diagnosa E. Hasil Sumatif Jawab: A Karena cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 40 siswa tersebut setelah dievaluasi ternyata ditempatkan di jurusan yang berbeda gara tidak terjadi kesalahan program berate ada aspek penempatan 24.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada proses pembelajaran yang sedang berlangsung, ternyata metode pengajaran yang dilakukan tidak efektif sehingga materi yang diberikan tidak terserap dengan baik oleh siswa. Disini evaluasi berfungsi sebagai … A. Sumatif B. Formatif C. Diagnosa D. Kesiapan E. Penempatan Jawab: B Kaya kunci disini adalah kata-kata “ proses” maka evaluasi input dan output harus menyingkir dari jawaban tersebut.

Evaluasi proses ada 4 yaitu : cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Evaluasi kualitatif adalah evaluasi terhadap proses pembelajaran tentang interaksi yang terjadi dalam kelas. • Evaluasi kuantitatif adalah evaluasi terhadap proses pembelajaran, seperti efektivitas pembelajaran, jumlah kehadiran guru dan siswa dan lain-lain.

• Evaluasi Formatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui penguasaan materi selama proses pembelajaran sedang berlansung • Evaluasi diagnostic/diagnosa adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kesulitan belajar yang dialami oleh siswa.

25. Tes sebagai instrumen evaluasi disebut juga performansi maksimum, karena … A. Nilai siswa menunjukkan prestasi maksimal yang bisa didapatkan B. Tes tersebut terdiri dari butir-butir pertanyaan yang harus dijawab C. Tes tersebut dijawab sesuai dengan keinginan siswa D. Tes menjadi media untuk memaksimalkan usaha siswa E. Dalam menjawab butir-butir tes, siswa mengerahkan seluruh kemampuannya secara maksimal Jawab : E 26. Untuk mengukur minat dan motivasi siswa, dapat menggunakan instrumen … A.

Tes B. Observasi C. Skala sikap D. Skala penilaian E. Angket Jawab E: 27. Sebuah tes dikatakan valid secara teoretis, jika … A. Tes yang dibuat sesuai cara teori B. Memenuhi standar pembuatan tes mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan C. Memiliki daya beda dan tingkat kesukaran D. Memenuhi syarat konten dan konstruknya E.

a, b, c, d, salah semua Jawab: D yaitu validasi teoritik/teoritis ditempuh melalui pemeriksaan pakar atau panelis yang menilai seberapa jauh ketepatan dimensi sebagai jabaran dari konstruk, indikator sebagai jabaran dimensi dan butir sebagai jabaran indikator 28. Untuk melakukan penilaian terhadap psikomotorik dapat dilakukan dengan … A. Observasi B. Tes tertulis C. Tes lisan D. Tes perbuatan E.

Psikotes Jawab: A psikomotorik tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu (kesigapan). 29. Untuk penilaian tingkat tujuan pembelajaran acuan penilaian yang cocok digunakan adalah … A.

Penilaian acuan konten B. Penilaian hasil belajar C. Penilaian acuan norma D. Penilaian berjangka E. Penilaian acuan patokan Jawab: E 30. Tes yang memiliki reliabilitas tinggi, menunjukkan bahwa … A. Tes tersebut mudah dan murah pelaksanaannya B. Tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur C. Tes tersebut mengukur secara tepat objek ukur D. Pelaksanaan tes bebas dari segala bentuk kecurangan E.

Tes memiliki keterhandalan dan dapat digunakan lagi pada waktu yang akan datang jawab: E Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap sekor atau tingkat kecocokan sekor dengan sekor sesungguhnya.

Makin cocok dengan sekor sesungguhnya makin tinggi reliabilitasnya. Menurut Crocker dan Algina reliabilitas adalah derajat kepercayaan dimana skor penyimpangan individu relatif konsisten terhadap tes sama yang diulangi.

Reliabilitas alat ukur (tes) adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya. Artinya, kapan pun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama Sedangkan Validitas adalah sejauh mana suatu instrumen melakukan fungsinya atau mengukur apa yang seharusnya diukur. Artinya sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen dalam melakukan fungsinya cocok untuk afjad B dan C – Lihat soal no 17- 31.

Dibawah ini adalah cara untuk melakukan penilaian terhadap aspek afektif siswa, kecuali … A. Observasi B. Tes tertulis C. Wawancara D. Skala penilaian E. Skala sikap Jawab: B 32. Penilaian acuan norma lebih cocok digunakan pada … A. Evaluasi sumatif B. Evaluasi seleksi C. Evaluasi Penempatan D. Evaluasi kesiapan E. Evaluasi Diagnosis Jawab: B Sdh dibahas diatas 33.

Dibawah ini, tes mana yang menunjukkan fungsi evaluasi sebagai evaluasi formatif … A. Tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah jurusan yang dipilih sesuai dengan bakat dan minat calon mahasiswa B. Tes yang dilakukan untuk dapat menentukan materi yang akan diberikan untuk menilai suatu pembelajaran C.

Tes yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa telah menerima materi yang diberikan D. Tes yang dilakukan untuk mendapatkan penjelasan mengapa mahasiswa tidak dapat menerima pelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran E. Tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah mahasiswa telah memahami seluruh materi yang diberikan sesuai tujuan pembelajaran jawab: E Evaluasi Formatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui penguasaan materi selama proses pembelajaran sedang berlansung.

34. Dibawah ini yang menunjukkan kemampuan siswa pada tingkat sintesis, adalah … A. Siswa memahami konsep-konsep penilaian, pengukuran, dan evaluasi B.

Siswa mampu menjelaskan pengertian PAP dan PAN C. Siswa mampu membuat seperangkat tes D. Siswa mampu menghitung reliabilitas seperangkat tes E. Siswa membuat konstruk evaluasi dari beberapa pengertian evaluasi oleh para ahli jawab: A • C5 Sintesis Kemampuan untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi satu cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 utuh 35.

Validasi butir instrumen dengan validitas internal menunjukkan … A. Korelasi antara skor butir dengan skor total responden B.

Skor total respondenyang tinggi C. Skor butir yang seimbang dengan skor total responden D. Ketepatan skor butir sesuai dengan kunci jawaban E. Korelasi positif skor total responden dengan kemampuan responden Jawab: gak tau jawabannya… 36. Dibawah ini adalah tujuan dari evaluasi sumatif, kecuali … A.

Untuk menentukan tindakah apa yang akan diberikan kepada siswa yang sulit untuk menerima materi yang diberikan B. Untuk mengetahui nilai akhir dari siswa pada suatu pembelajaran C.Untuk mengetahui keputusan bagi seorang siswa hasil dari pembelajaran yang telah diikutinya D. Untuk mengetahui apakah seluruh tujuan pembelajaran telah tercapai E. Untuk dijadikan landasan kebijakan pembelajaran dimasa yang akan datang jawab: A sumatif berarti setelah proses (output) di sana ada kata kunci “siswa yang sulit menerima materi” yang sebetulnya adalah evaluasi diagnostic.

Fungsi Evaluasi sumatif v Evaluasi hasil (sumatif) adalah evaluasi yang dilaksanakan pada akhir keseluruhan proses pembelajaran. v Hasil dari evaluasi sumatif ini menggambarkan keberhasilan atau point dari suatu proses pembelajaran yang sudah berlangsung.

v Hasil dari evaluasi sumatif ini dapat juga dijadikan landasan dalam membuat suatu kebijakan. 37. Hasil belajar kognitif yang menekankan pada kemampuan siswa dalam menguraikan suatu integritas atau suatu situasi kedalam komponen-komponen atau unsur-unsur pembentuknya, disebut … A. Pengetahuan B. Pemahaman C. Aplikasi D. Analisis E. Sintesis Jawab: • C4 Analisis Kemampuan untuk merinci, menghubungkan, menguraikan rincian dan saling berhubungan antara satu dan lain 38.

Valid secara konten menunjukkan A. Susunan butir terdiri dari butir tes termudah sampai butir tes tersulit B. Susunan butir terdiri dari butir tes tersulit sampai butir tes termudah C.

Daya beda butir tes yang tinggi D. Tingkat kesukaran butir tes yang bervariasi E. Butir-butir tes memuat semua materi yang telah diajarkan Jawab: E 39. Konsep yang dibangun dengan mensintesis konsep-konsep yang telah ada, disebut … A.

Defenisi B. Variabel C. Teori D. Konstruk E. Konsep baru Jawab: D Konstruk pada dasarnya adalah bangun pengertian dari suatu konsep yang dirumuskan oleh peneliti. 40. Dibawah ini adalah hal-hal yang dilakukan dalam pengembangan instrumen, kecuali … A. Menghitung peserta tes B. Menentukan indikator C.

Menentukan rentang parameter D. Membuat kisi-kisi instrumen E. Menulis butir-butir tes Jawab: A Tahapan 2 Pengembangan Instrumen • Menentukan teori sesuai dengan konsep yang dipilih • Menyusun konstruk • Mengembangkan dimensi dan indikator • Menentukan jenis instrumen • Membuat kisi-kisi • Menulis butir instrumen atau tes • Proses validasi konsep • Finalisasi instrumen untuk siap ujicoba • Uji coba instrumen • Analisis hasil uji coba • Seleksi butir • Finalisasi instrumen untuk siap pakai • Topik • 1 (42) • Aquascape (2) • assessment (17) • Computer (33) • Desain Eksperimen (1) • Download (31) • Education (117) • evaluation (29) • filsafat (4) • Games (1) • Jokes (5) • Kurikulum 2013 (9) • Kurikulum Nasional (2) • Kurnas (1) • lomba (2) • Otomotif (2) • Politic (3) • renungan (34) • Review Film (2) • Statistik (2) • tips (17) • Travelista (4) • • Archives • August 2020 (1) • June 2020 (2) • March 2020 (2) • September 2019 (1) • June 2019 (1) • May 2019 (1) • April 2019 (3) • November 2018 (1) • May 2018 (1) • April 2018 (8) • February 2018 (1) • January 2018 (4) • October 2017 (4) • July 2017 (1) • June 2017 (1) • November 2016 (3) • October 2016 (4) • September 2016 (1) • August 2016 (3) • July 2016 (2) • June 2016 (2) • May 2016 (2) • April 2016 (3) • March 2016 (1) • February 2016 (3) • January 2016 (5) • December 2015 (1) • November 2015 (8) • October 2015 (3) • September 2015 (1) • August 2015 (2) • July 2015 (2) • June 2015 (2) • May 2015 (3) • April 2015 (3) • March 2015 (1) • February 2015 (4) • January 2015 (2) • December 2014 (5) • November 2014 (7) • October 2014 (8) • September 2014 (9) • August 2014 (4) • July 2014 (5) • December 2013 (1) • October 2013 (4) • July 2013 (2) • June 2013 (2) • April 2013 (1) • March 2013 (4) • January 2013 (4) • December 2012 (8) • November 2012 (1) • August 2012 (2) • June 2012 (6) • May 2012 (4) • April 2012 (2) • March 2012 (2) • February 2012 (2) • January 2012 (6) • November 2011 (4) • October 2011 (8) • September 2011 (2) • November 2010 (1) • October 2010 (2) • September 2010 (6) • August 2010 (7) • July 2010 (2) cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 June 2010 (2) • May 2010 (5) • April 2010 (1) • November 2009 (1) • October 2009 (5) • September 2009 (6) • • Kumpulan Tulisan • Akun Youtube Bang Fajar Channel • Download Add In “Terbilang Angka” pada Excel • Aplikasi Cetak SKNRR Untuk Jenjang SD 2020 • Aplikasi Ijasah Ujian Sekolah Jenjang SD 2020 Saat Wabah Corona :) • Aplikasi Administrasi US 2020 untuk jenjang SD berdasarkan Permendikbud RI Nomor 43 Tahun 2019 • Raport PTS/UTS Semester ganjil Tingkat SD • Dokumen pendaftaran Universitas Terbuka PGSD • Aplikasi Penilaian Ijasah dan Dokumen kelulusan untuk Guru Kelas 6 • Aplikasi pembuatan dokumen SKL,SKKB,SKHUN,SKTU dll untuk guru kelas 6 ala Bangfajar • Mengkunci Cell Excel Tertentu dengan Password ala bangfajar • Kumpulan Administrasi K13 kelas 4 Semester Genap • Kumpulan Peta Konsep Matakuliah Praktikum IPA • Download Aplikasi Raport K13 revisi 2017 • Free Download Program Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Map untuk Windows 7 • Contoh Bentuk Narasi Strategi Pembelajaran • Download Aplikasi Analisis Butir soal untuk SMA dengan 5 Option • Contoh cover tugas UT • Contoh RPP atau Satuan Pembelajaran Terpadu K13 revisi • File Modul materi Pendidikan PKN di SD sem 1 • File Excel penilaian APKG 1 • Tugas Resume Modul 1 UT Pendidikan IPS di SD • Aplikasi Analisis Butir Soal PG, Kisi Soal, Kartu Soal Versi 3.0 • Aplikasi raport K13 kelas 4 : Kaku tapi ya mau gimana lagi ?

• Aplikasi Penilaian K3K4 dan Rekap Absen Untuk SMP • Aplikasi Penentuan KKM untuk KI3 dan KI4 Kurikulum K13 • File CMS Balitbang Bagi Para Pengelola Web Sekolah • Aplikasi Raport K13 Revisi Tahun 2017 • Download Aplikasi Excel Buku Nilai dan Raport K13 Untuk SD Semester 2 • Download soal IPS kelas 6 (Kurikulum 2013) UTS, UAS dan ulangan harian tema 5 dan 6 semester 1 • Aplikasi Raport dan buku nilai Kurtilas (K13) untuk level SD • Download Modul SIM PKB Tingkat SD Kelas Tinggi • Resensi Buku “TEACHER GUIDEBOOK” Untuk Guru Yang Anti Mainstream • Curhat Pungli Lovers : “The Real Tax Amnesty Pemburu Waktu” • Si Ikan Disket (Discus): Sang Raja Ikan Hias air tawar • Kumpulan Soal UAS Semester 1 Kelas 4 dan 5 (Kurikulum 2013) • Aplikasi Excel lengkap “Kisi dan Kartu Soal PG, Uraian & Essay” • Aplikasi Excel “Kartu Soal Uraian dan Essay” • Awkarin, Jesica dan Marwah ….

Hhhmmm • Persiapan Giant Display Kelas 2016-2017 • Satria Dharma, Gerakan Literasi dan Fishbone • Download Modul Guru Pembelajar Untuk Jenjang SD • Format kepala Soal UTS KKG Gugus V • Full Day School apa Full “Romusha” at School ? • Format Raport SD Kurikulum 2013 via Excel • GTA SA dan Guru Indonesia • “Surat Cinta” Tukang Cilok Untuk Pak Jokowi • Surat Terbuka Dokter Spesialis Kebiri untuk Jokowi • Gawat Darurat Dangdut Indonesia • Ada apa dengan sekuel film AADC ?

• Suku Amish dan Kemiripan Wajah (Guru) Pendidikan Kita • Recent Comments rini on Aplikasi Excel lengkap “… Nurhadi on Kumpulan Administrasi K13 kela… Nur Hasanah on Download Add In “Terbila… mengigautengahmalam on Membangun Aquarium Laut Sederh… RINA KURNIAWATI on Aplikasi Excel lengkap “… Suhaeli Eli on Aplikasi Excel Raport UTS Kuri… alyanzain on Aplikasi Excel lengkap “… M.

Ilham Ilahi on Aplikasi Analisis Butir Soal P… rini on Aplikasi Excel lengkap “… rini on Aplikasi Excel lengkap “… Titin Hermayanti on Pembahasan Soal UKG Untuk Guru… agus on Aplikasi Excel lengkap “… Shofy on Pembahasan Soal UKG untuk SD (… kartini on Aplikasi Excel Raport UTS Kuri… Hadziq Al Jabat on Aplikasi Excel Raport UTS Kuri… • Top Posts • Contoh butir soal C1 s/d C6 • 9 pertanyaan seputar organisasi • Pertanyaan Seputar Metode Penelitian • Contoh cover tugas UT • Kumpulan Peta Konsep Matakuliah Praktikum IPA • Membuat DVD/CD rom Internal jadi Eksternal • Pentingnya Validitas untuk seorang guru • Download Add In "Terbilang Angka" pada Excel • 5 pertanyaan seputar pengukuran dalam pendidikan • Pertanyaan seputar Psikologi pendidikan • Deskripsi Singkat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com SERIBU KILOMETER Sebuah perjalanan hidup seorang insan biasa dalam menimba ilmu dan menggapai cita-cita demi mendapatkan masa depan yang cerah Novel Biografi Karya: Teguh Santoso Tidak ada murid, mahasiswa, anak muda dan prajurit yang salah.

Yang ada adalah dosen, guru yang salah mendidik. Sebagaimana halnya tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, atau instruksi. Sebagaimana orang tua yang menyalahkan anak atau anak muda. Tidak ada anak muda yang salah, karena orang tualah yang salah mengasuh.

Orang tua pernah muda tetapi anak atau anak muda belum pernah tua jadi bijaklah dalam mendidik . KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat, berkah, rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyajikan kisah perjalanan hidup penulis dalam mencari ilmu demi menggapai cita-cita demi impian masa depan yang cerah dan berdasarkan pengalaman kisah nyata yang penulis alami yang terangkum dalam judul SERIBU KILOMETER ini agar dijadikan renungan, motivasi, dan kritikan untuk setiap orang yang berprofesi sebagai pengajar, guru, dosen atau lainnya agar bisa memahami arti pentingnya sebagai seorang pengajar yang bisa mengkondisikan dirinya dengan peserta didiknya.

Karena ilmu yang bermanfaat itu tidak dapat dinilai sedikit dan banyaknya ilmu yang dimiliki oleh seorang pengajar sesuai bidang ilmunya, namun bagaimana sebuah ilmu itu bisa diaplikasikan atau diamalkan dengan ikhlas untuk peserta didiknya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam buku ini masih terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu akan sangat membantu apabila pembaca berkenan memberikan saran ataupun kritik yang bersifat membangun untuk memperbaiki dan menyempurnakan novel ini.

Untuk itu, penulis ucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan novel ini. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Penulis Purwodadi, September 2015 DAFTAR ISI 1.

Masa Kecil Tegar Bagian Pertama. 2. Masa Kecil Tegar Bagian Kedua. 3. Desa Kelahiranku. 4. Ayahku adalah Seorang Penganut Kejawen. 5. Pranatacara. 6. Primbon. 7. Sekolah di MTS Al-Hamidah Kuwu. 8. Pandangan Agama Islam tentang Ilmu. 9. Sekolah di MAN 1 Semarang. 10. Antara Sekolah di MAN 1 Semarang dan Menimba Ilmu di Pesantren Al-Ishlah Bagian Pertama. 11. Antara Sekolah di MAN 1 Semarang dan Menimba Ilmu di Pesantren Al-Ishlah Bagian Kedua.

12. Melanjutkan Kuliah D3 Bahasa Jepang di Semarang. 13. Tinggal di Dershane. 14. Antara Bisnis MLM dan Tinggal di Rumah Pak Dokter. 15. Tidak Ada yang Tahu Kapan Ayahku Pergi untuk Selamanya. 16. Melanjutkan Kuliah S1 Sastra Jepang di Semarang.

17. Menjadi Operator Warnet. 18. KKN di Desa Kediten. 19. Tidak Ada Mahasiswa yang Salah. 20. Meninggalnya Pak Dokter.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

21. Hancurnya Maghligai Pernikahanku. 22. Melanjutkan Kuliah Pascasarjana di Bandung. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com SINOPSIS Novel ini mengangkat kisah tentang seorang anak desa yang tumbuh di lingkungan keluarga yang memegang erat tradisi dan budaya Jawa (Kejawen).

Dalam pandangan keluarganya, nasib dan takdir seolah-olah sudah bisa dengan mudah ditebak. Apapun harapan keluarga Tegar padanya, dia tidak terlalu peduli dengan takdirnya. Hingga pada usia remaja, dia memutuskan menempuh pendidikan pesantren dan sekolah di MAN. Dari sini Tegar mulai memilih, memilah dan berpikir tentang dunia. Dia mulai paham tentang pentingnya menuntut ilmu, sesuai dengan dalil yang berbunyi ’’Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat’’. Dengan penuh semangat, akhirnya Tegar sampailah ke perguruan tinggi pengalamannya.

Dalam pikiran Tegar seorang guru, dosen adalah teladan yang selalu rela membagi ilmunya. Tapi ternyata di tingkat inilah kenyataan pahit harus ditelannya. Ada seorang dosen mencaci-maki dirinya, mempermalukannya dan menghakimi masa depannya. Inilah awal perjuangan Tegar mencari arti pendidikan yang sebenarnya hingga akhirnya dapat menyelesaikan kuliahnya ke jenjang pendidikan S1 di Semarang.

TENTANG PENULIS TEGUH SANTOSO dilahirkan di sebuah desa kecil yaitu: Sarirejo, Dukuh Galsari, Kecamatan Ngaringan, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pada tahun 1996, lulus dari SDN 02 Sarirejo di tempat kelahirannya, kemudian meneruskan sekolahnya ke MTs AL-HAMIDAH di daerah Kuwu, Kecamatan Kradenan dan dinyatakan lulus pada tahun 2001, kemudian pada tahun 2004 lulus dari MAN 1 Semarang.

Pada tahun 2008 telah berhasil menyelesaikan studi D3 Bahasa Jepang kemudian pada tahun 2012 berhasil menyelesaikan studinya ke jenjang S1 Bahasa Jepang Universitas Diponegoro, Semarang. Saat ini beliau sedang menempuh pendidikan S2 Linguistik Jepang di Universitas Padjadjaran, Bandung. Cita-citanya adalah menjadi seorang yang ahli di bidang bahasa.

Pada tahun 2007 mengajar bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta, Semarang dan di LPK Merdeka Semarang. Pada tahun 2009-2010 mengajar bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen, dan SMK Pembangunan, Semarang. Pada tahun 2011-2013 di LPK Seikou, Semarang dan pada tahun This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 2013 sampai sekarang menjadi staf pengajar luar biasa untuk bidang Bahasa Jepang di STIKES AN-NUR Purwodadi, Grobogan Jawa Tengah.

Email : [email protected] Karya yang sudah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 antara lain: 1. Dasar-Dasar Morfologi Bahasa Jepang (2015), Penerbit Irsyadul Fikr; 2. Dasar-Dasar Morfologi Bahasa Jepang Edisi 2 (2015), Penerbit Morfalingua; 3. Kajian Linguistik Kontrastif: Tingkatan Bahasa dalam Bahasa Jepang dan Undak-Usuk Bahasa Jawa (2015) Penerbit Morfalingua; 4.

Konsep Waktu Masyarakat Kejawen: Kajian Antropolinguistik (Proseding SETALI UPI, 2015), Penerbit UPI Press. 5. Bahasa Jepang Ragam Bahasa Pria dan Wanita (2015), Penerbit : Morfalingua; 6. Cerita Rakyat Grobogan (2015); Penerbit: Histokultura. MASA KECIL TEGAR Bagian Pertama Di pagi yang cerah itu, Tegar bermain bersama dengan teman-teman seusianya. Tegar dan teman-temannya waktu itu kebetulan sedang bermain petak umpet.

Pada saat itu mereka hanya bermain bertiga saja. Tegar ditemani oleh Darsih, Temin dan Yatmi. Saat temannya Tegar bernama si Temin sedang mulai berhitung sebagai tanda permainan telah dimulai, maka Tegar dan teman-teman lainnya pun segera mencari tempat untuk bersembunyi. Temannya yang bernama Sudarsih bersembunyi di rumahnya sendiri karena rumahnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah Tegar.

Sedangkan Tegar bersembunyi di kolong dipan yang ada di kamarnya. Yatmi disuruh bersembunyi di kamar mandi oleh Tegar agar bisa sambil mengambilkan dia air buat mandi atau kungkum. Waktu masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), saat mandi, Tegar memang suka untuk berendam (kungkum) di ember bulat berwarna hitam yang dipenuhi air. Kalau sudah masuk ember tersebut Tegar pasti malas-malasan untuk menyudahi kegemarannya itu.

Baru kalau sudah merasa kedinginan dia akan menyudahinya sendiri. Apabila belum puas kungkum sudah dipaksa oleh kakak atau ibunya untuk segera menyudahi mandinya, Tegar seringkali teriak-teriak sambil menangis pertanda bahwa dia menolak permintaan mereka. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat itu si Yatmi bersembunyi di kamar mandi sambil mengambili air memakai gayung.

Karena waktu itu kebetulan air di bak mandi tinggal sedikit, maka Tegar langsung meminta bantuan Yatmi untuk memenuhi ember bulat kesayangannya agar dipenuhi dengan air. Dan saat itu si Lasiman belum sempat mengambil air ke sumur untuk mengisi penuh bak mandi karena kebetulan masih ada tugas yang lainnya. Saat itu juga kebetulan rumah Tegar sedang sepi.

Ayah dan ibunya sedang pergi keluar rumah karena ada urusan di kantor. Sedangkan kakak-kakaknya belum pulang dari sekolahnya. Para pekerja yang bekerja di rumahnya entah pada pergi kemana waktu itu. Tidak biasanya di rumah tampak sepi dengan penghuni orang dewasa. Waktu itu hanya ada Tegar dan teman-temannya saja yang lagi asyik bermain petak umpet bersama. Saat Tegar masih bersembunyi di kamar, dia masih mendengar Yatmi beberapa kali mengambili air dengan gayung.

Setelah beberapa saat kemudian terdengar suara:’’Mak ceblung’’. di kamar mandi. Setelah itu terdengar suara tangisan dari Yatmi. Setelah itu Tegar memeriksa dengan sambil mengintip dari celah lubang dinding yang dia temukan di kamarnya. Ternyata tampak dari celah dinding kamarnya si Yatmi sudah tercebur di bak mandi yang kedalamannya sekitar 1,5 meter.

Tegar bukannya membantunya tetapi dia malah langsung kabur untuk bersembunyi ke tempat lain agar susah dicari orang karena ketakutan.

Untungnya air di bak mandi waktu itu tinggal sedikit, kalau airnya banyak atau penuh mah bisa mati tuh anak. Bak mandi di kamar mandinya terbuat dari satu bis (gorong-gorong) bahan untuk membuat sumur. Makanya untuk anak-anak seusia mereka saat itu bak mandi seukuran tersebut cukup dalam kalau ingin masuk di bak mandi tersebut.

Apalagi kalau sudah masuk di bak mandi itu, pasti akan butuh bantuan orang dewasa untuk bisa naik keatas. Kemudian, si Temin mendatangi sumber suara tangisan tersebut. Temin juga tidak bisa membantu Yatmi untuk keluar dari bak mandi tersebut.

Kemudian Temin berlari sambil berteriak-teriak begini: Wooiiiiii.!!! Yatmi nangis kejegor jedhing.Yatmi nangis kejegor jedhing. ‘Wooiiiiii.!!! Yatmi nangis kecebur bak mandi.Yatmi nangis kecebur bak mandi.’ Itulah teriakan Temin waktu itu dan akhirnya di dengar oleh ibu dan bapaknya Yatmi. Kemudian orang tuanya Yatmi datang ke kamar mandi Tegar dan mengangkat Yatmi dari bak mandi tersebut.

Setelah itu, ayahnya Yatmi bertanya kepada Temin begini, Ayahnya Yatmi:’’Lah Tegar wonge saiki ngendi Min?’’ ‘Lah, Tegar sekarang dimana Min?’ Temin pun menjawab:’’Wonge lagi dhelik Lik. ‘Orangnya lagi sembunyi, Om.’ Ayahnya Yatmi:’’Dhelik nang endi jajal!

Golekona!’’ ‘Sembunyi dimana coba! Carikan! ’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Tegar yang masih bersembunyi karena ketakutan tidak berani untuk keluar dari persembunyiannya. Akhirnya setelah itu ayah dan ibunya Tegar pulang. Orang tua Yatmi kemudian menceritakan semua kejadian tadi pagi yang sudah menimpa anaknya.

Tegar pun dimarahi oleh ayah dan ibunya. Apalagi kakak Tegar juga ikut memarahinya. Akibat ada kejadian itu Yatmi dilarang keras oleh orang tuanya untuk bermain dengannya lagi setelah ada kejadian itu. Sambil dengan berjalannya waktu, akhirnya orang tuanya Yatmi sudah melupakan dan memaafkan kesalahan dan keteledoran Tegar kepada anaknya sehingga terjadi kecelakaan tersebut. Tegar pun kembali melakukan kegiatan seperti biasanya yaitu bersekolah di TK dan bermain setelah pulang dari sekolah.

Saat masih duduk di bangku TK dia belajar mulai jam 07.00 sampai jam 09.00 WIB. Kebetulan saat Yatmi tercebur di bak mandi di rumahnya waktu itu sekolah mereka sedang diliburkan karena gurunya lagi ada kegiatan rapat bersama dengan guru-guru lainnya. Teman-teman yang biasa bermain bersama saat Tegar masih kecil lumayan banyak. Mereka adalah Sudarsih, Suratmin, Suyatmi, Darno, Darni sepupu Tegar, Tarmi, Hartini, Sukahar, Saelan, Sugiono, dan lainnya.

Jenis permainan untuk bermaian bersama saat Tegar masih kecil pun beragam, antara lain : bermain kelereng, dam-daman, benthik, gejik, jithungan, kasti, gobak sodor, congklak, bekel, srobot-srobotan, cublak-cublak suweng dan jenis permainan tradisional lainnya. Sedangkan Tegar saat masih duduk di bangku sekolah TK dia terkenal sebagai anak pendiam. Tidak akan mau ikut bermain kalau tidak ada yang mengajaknya bermain. Saat itu Tegar mempunyai teman akrab yang bernama Matohari dan Teguh Tri Nugoho putra dari kepala sekolah SDN Sarirejo 02 waktu itu yang ditakuti oleh banyak siswa dan siswi karena terkenal galak.

Beliau adalah Pak Parno. Kalau ada seorang siswa atau siswi yang kedapatan nakal dan ditangani oleh beliau tak lupa kepala sekolah tersebut untuk main tangan saat memberikan hukuman kepada siswa atau siswi tersebut. Entah itu mereka akan mendapat cubitan yang sakit di tangan, jambakan rambut, mendapat jeweran yang nyeri di telinga atau mendapat tamparan yang pedas di pipinya atau yang lainnya. Meskipun seringkali siswa mendapat hukuman seperti itu, tidak ada pihak orang tua siswa yang sampai berani untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

Karena semua itu memang sudah dianggap biasa bagi orangtua siswa dan termasuk didikan yang wajar-wajar saja. Tidak seperti jaman sekarang ada peraturan hukum yang tidak boleh menyakiti atau menganiaya anak-anak dibawah umur.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kalau pihak orang tuanya tidak terima anaknya disakiti atau dianiaya oleh oknum guru di sekolah maka pihak orangtua siswa korban bisa melaporkan oknum guru tersebut ke pihak berwajib. Karena ada undang-undang tentang perlindungan anak.

Pada masa kecilku, aku (Tegar) sering melihat anak-anak yang mendapat perlakuan seperti itu, tapi toh orang tua anak tersebut juga tidak merasa anaknya disakiti atau dianiaya. Buktinya? Tidak ada pihak orang tua yang sampai berurusan ke pihak berwajib saat itu apabila ada anak mereka diperlakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut. Karena baik dari pihak orang tua kandung siswa yang disakiti tersebut memang tidak ada niat untuk melapor atau memang tidak tahu bagaimana cara melaporkannya ke pihak berwajib kah atau memang menganggap hal tersebut itu semua merupakan bagian didikan dari pihak sekolah agar putranya menjadi lebih disiplin atau gimana aku pun kurang memahaminya.

Setelah Tegar lulus dari TK dia pun beranjak naik ke kelas satu SD. Saat itu, bangunan sekolah TK dan SD jaraknya masih berada di lingkungan satu tempat. Nama sekolah TK dan SD dinamai dengan TK Sarirejo dan nama sekolah dasarnya dinamai SDN 02 Sarirejo karena masih terletak di dusun Galsari desa Sarirejo Kecamatan Ngaringan. Selama duduk di bangku SD mulai kelas satu sampai kelas empat SD Tegar hanya mendapatkan peringkat 5 besar saja.

Itu karena dia tidak rajin dalam belajar. Yang mendapat peringkat satu di kelas selalu diraih oleh anak kepala sekolah di sekolah tersebut. Teguh Tri Nugroho namanya. Dia bisa mempertahankan rangking pertamanya mulai kelas satu SD sampai lulus dari kelas enam SD di sekolah tersebut. Sedangkan yang memperoleh peringkat duanya adalah Matohari. Kemudian disusul lagi oleh Eko Endah Susanti peringkat ke tiganya, Saeko Mukti sebagai peringkat empatnya, dan baru Tegar yang mendapatkan peringkat limanya setelah itu disusul oleh teman lainnya.

Saat naik kelas di kelas empat SD Tegar sudah mulai malas dan malas belajar. Dia hanya bisa bermain dan minta uang ibu untuk jajan. Karena kebiasaan buruknya yang terus bermain dan jajan itu, Tegar pernah sekali di hukum kakaknya dengan di kunci di kamar dari luar agar dia tidak bisa kemana-mana dan mau untuk belajar dan tidak suka jajan terus. Tegar pun berteriak-teriak sambil menangis saat itu. Kemudian, saat naik ke kelas lima SD dia mulai mendapatkan teman baru yang tidak naik kelas.

Mungkin mereka cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sama seperti Tegar yang malas untuk belajar jadi tidak naik kelas, bedanya dengan Tegar meskipun malas belajar dia tidak pernah tidak naik kelas sampai lulus SD. Teman-teman baru Tegar saat itu antara lain Wadiono, Suwarni dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Yanti.

Yanti adalah putranya pak carik (sekretaris lurah) di desa Tegar. Mulai kelas lima SD inilah Tegar tidak lagi mendapatkan peringkat di kelas. Hingga sampai lulus dari kelas 6 SD yang masih bertahan di peringkat pertamanya masih dipegang oleh Teguh Tri Nugroho. Dia memang terkenal rajin dalam hal belajar. Mungkin karena didikan dari ayahnya sejak kecil yang biasa ditanamkan kepada anaknya untuk disiplin dalam hal belajar jadi dia bisa mempertahankan untuk menjadi peringkat pertamanya terus.

Beda dengan diri Tegar, kalau lagi males belajar sering mendapat marah dari kakakkakaknya. Bukannya mengubah kebiasaan buruk Tegar karena malas dalam belajar dan suka jajan dengan sering dimarahi terus-menerus.

Marah bukanlah solusi terbaik dalam mendidik anak. Marah boleh saja dilakukan dalam kondisi tertentu. Akibat sering mendapat marah tersebut bukannya dia menjadi anak yang rajin dalam belajar, justru dia malah semakin malas untuk belajar saat itu. Di kelas lima sampai kelas enam SDN 02 Sarirejo yang mendapat peringkat di kelas antara lain Teguh Tri Nugroho sebagai peringkat pertamanya, Eko Endah Susanti dan Saeko Mukti yang bergantian mendapatkan peringkat kedua, Ngadimin dan Matohari yang bergantian mendapat peringkat ketiganya, Sukahar dan Mursalin yang bergantian mendapat peringkat keempatnya dan kemudian disusul oleh teman lainnya.

Sedangkan anak-anak yang dianggap sebagai troublemakers dari kelas lima hingga sampai kelas enam tersebut antara lain: Tegar, Suwarni, Rumini, Winarsih, Sri Sunardi, Sugiyanto, Wito, Tarmidzi, Bajang, Sati, Wadiono, Yanti dan lainnya.

Karena nilai mereka semua selalu jelek saat ada ulangan Matematika, IPS, IPA, dan PMP. Pak Kirman selaku guru yang mengampu di kelas mereka mulai dari kelas lima hingga lulus kelas enam SD sampai garuk-garuk kepala karena merasa pusing sendiri setiap cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 melihat hasil prestasi mereka.

Saat masih duduk di kelas enam SD, saat mengajar pelajaran kesenian dan ketrampilan Pak Kirman begitu suka cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tugas kepada kami untuk membuat kerajinan tangan. Misalnya: membuat vigura, pot gantung, dan lain-lain. Dan yang masih teringat untuk tugas terakhir kalinya sebelum kami lulus dari sekolah tersebut diadakan kompetisi dalam kegiatan masak-memasak antara siswa satu kelas VI di kelas tersebut.

Ada yang membuat lontong, rolade, gorengan: seperti tahu pong (tahu isi), bakwan, dan lainnya. Kebetulan Winarsih, Rumini, Sukahar, Sugiono, Suwarni dan aku menjadi satu tim dalam kelompok masak-memasak tersebut. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Tim anggota kelompok kami waktu itu dipilih oleh Pak Kirman sesuai dengan siswa atau siswi yang rumahnya berdekatan saja.

Kebetulan waktu itu rumah kami tidak begitu berjauhan. Dan masakan kami waktu itu adalah lontong tahu sambal kacang. Kami semua menyiapkan bahan-bahan untuk menu masakan kami. Aku dan Sukahar bertugas membeli kacang tanah, dan membeli kecambah (taoge) sedangkan bagian yang membeli tahu adalah Rumini karena ibunya (Yang Ru) adalah seorang pedagang sayuran dan kebutuhan dapur lainnya yang biasa berjualan keliling di kampung jadi gampang untuk mendapatkan tahunya.

Dan yang bertugas mencari daun pisangnya adalah Sugiono. Kemudian yang menyiapkan daun pisang sebagai pembungkus lontongnya adalah Winarsih, Suwarni dan dibantu oleh Bu Supi ibu kandung dari Suwarni.

Malam harinya lontong dimasak dirumahnya Bu Supi atau orang tuanya Suwarni. Saat memasak lontong tersebut tidak ada teman-teman cowok yang membantunya lagi karena dilarang oleh Suwarni. Dia bilang kepada kami kalau urusan masak-memasak biar ditangani oleh mereka sebagai cewek. Keesokan harinya Sukahar dan Sugiono langsung berangkat ke sekolah terlebih dulu.

Sedangkan lontongnya dibawa dalam satu rombong (bronjong) yang ditaruh di belakang sepedanya Winarsih. Dan aku saat itu disuruh ikut naik juga diatas sepeda tersebut untuk menemani Winarsih mengantarkan masakan kami sampai ke sekolah untuk dihidangkan kepada para guru kami di ruang guru nantinya. Sesampainya di sekolah, kami semua sibuk membantu menyiapkan masakan kami untuk disajikan di ruang guru.

Sambil menyajikan masakan kami ada beberapa kelompok dari grup masak-memasak yang lain saling tukarmenukar hasil masakan kami untuk dicicipi. Saat acara makan-makan di ruang guru, kami tidak ada pelajaran seharian pada waktu itu. Setelah selesai mencicipi masakan kami, semua juri dari pihak para guru mengumumkan masakan siapa yang paling enak yang sudah disantap oleh para guru kami. Setelah diumumkan hasil pemenang juara pertama yang mendapat pujian paling enak masakannya jatuh pada kelompoknya Yanti.

Sedangkan untuk juara keduanya yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pujian enak jatuh pada kelompoknya Saeko Mukti. Dan kelompokku ternyata mendapat juara ke tiga. Meskipun tidak mendapat juara pertamanya kami pun senang. Setelah selesai acara penjurian dan pembagian hadiah, kemudian sisa dari masakan kami yang sudah tersaji di meja guru kemudian kami ambil kembali dan kami makan bersama-sama dengan teman sekelas.

Ujian nasional dan ujian praktek tak terasa sudah dekat. Atas saran Matohari kemudian aku (Tegar), Sukahar, Tarmidzi, Sugiono, Sugiyanto, Ngadimin dan Teguh Tri This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nugroho kemudian mengadakan belajar kelompok bersama di rumahnya Teguh Tri Nugroho.

Hampir tiap malam kami belajar kelompok bersama. Kami libur belajar kelompok tiap malam minggu saja. Sukahar dan Sugiono sebelum berangkat belajar bersama di rumahnya Teguh Tri Nugroho selalu mampir ke rumahku terlebih dahulu. Kami bertiga selalu berangkat bersama menuju rumahnya Pak Parno. Setelah beberapa kali di rumahnya Pak Parno karena tujuan belajar bersama dengan putranya, ternyata Pak Parno yang kami kenal galak saat di sekolah ternyata saat dirumah orangnya kelihatan baik kepada kami.

Saat belajar kalau ada makanan seringkali disuguhkan kepada kami saat kami sedang belajar bersama. Saat belajar kelompok di rumah Pak Parno waktu itu belum ada listrik yang masuk ke desa kami. Listrik baru masuk ke desa kami pada tahun 1995. Kebanyakan di rumah-rumah penduduk desa Sarirejo waktu itu untuk penerangan di malam hari masih menggunakan lampu tradisional yang biasa disebut uplik atau teplok. Lampu teplok yang lumayan bagus bentuknya dapat di beli di toko yang menjual peralatan rumah tangga di pasar Kuwu.

Ukurannya pun beragam, ada ukuran kecil, sedang dan besar. Kadang-kadang juga ada penjual yang berjualan lampu teplok keliling di kampung kami. Sedangkan lampu uplik atau teplok yang sederhana dapat dibuat sendiri dari bahan kaleng susu bekas, kaleng bekas obat pembasmi hama tanaman dan lainya.

Sebagai bahan bakar lampu uplik atau teplok tersebut adalah minyak tanah. Kebetulan di rumah Teguh Tri Nugroho waktu itu ada lampu petromaknya. Jadi cahayanya lebih terang lagi ketimbang lampu teplok. Karena lampu petromak itu tergolong lebih mahal harganya dibanding dengan lampu teplok, jadi tidak banyak warga yang memilikinya.

*************************************************************************** Tak terasa ujian nasional dan ujian praktek SD kami sudah berhasil kami lewati.

Kini tibalah kami untuk mengambil ijazah tersebut. Pak Kirman menyampaikan ke kelas kami kalau ijazah dan DANEM tersebut tidak boleh diambil sendiri. Kemudian kami selanjutnya mengajak orang tua kami masing-masing untuk mengambilkannya. MASA KECIL TEGAR This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bagian Kedua Aku adalah seorang anak laki-laki yang disayang dan dimanja oleh ayah dan ibuku.

Aku merupakan anak terakhir dari 5 bersaudara. Mereka adalah Mas Murtopo Suparmin, Mbak Sri Suparni, Mbak Sri Suparmi, Mas Samiko, Mbak Budi Setyaning dan terakhir adalah aku, bernama Tegar Susanto. Ayahku bernama S. Domo cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ibuku Marsiyem Darmi. Meski ayahku galak tapi hatinya lembut. Sedangkan ibuku terkenal cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dan rajin dalam bekerja.

Saat masih duduk dibangku SD, dulu banyak orang yang ikut dirumahku. Mereka banyak yang datang dari desa sekitar dan desa yang lain seperti: Setren, Tengger, Sendangrejo, Tambak, Karangjati, Pamor, Galsari, Kalanglundo, Sulursari dan lainnya yang masih berada di wilayah Purwodadi, Jawa Tengah.

Kebanyakan mereka bekerja dirumah orang tuaku hanya demi sesuap nasi. Walaupun mereka dibayar dengan upah makan mereka cukup senang. Kadangkala kalau ayahku lagi ada rejeki lebih mereka pun diberikan uang sebagai upah. Mereka antara lain: Lik Gaeb yang mengasuhku saat masih kecil, Sukarti, Lasiman, Daman dan lainnya. Ada yang bekerja sebagai pencari rumput untuk binatang ternak keluargaku. Ada yang bekerja menjadi tukang masak.

Ada yang bekerja mencari kayu bakar untuk bahan bakar masak di dapur. Ada pula yang bekerja khusus merawatku, misalnya: memandikan aku, mengantar dan menjemputku ke sekolah dan menyuapi aku makan. Lasiman dan Sukarti adalah orang yang bertugas bergantian mengantar dan menjemput aku sekolah saat masih TK sampai SD kelas IV. Saat masih SD selain ibuku, Sukarti juga yang biasa menyuapi aku saat makan.

Saat waktunya mandi kadang Sukarti dan Lasiman juga yang bergantian memandikan aku. Yah begitulah kehidupan di keluargaku di masa kecilku. Keluarga yang bukan tergolong kaya raya namun bisa dibilang berkecukupan. Ayahku selain bekerja sebagai mantri kesehatan saat itu beliau juga seorang yang multi talenta dalam bidang pendidikan, kesenian, dan pengobatan.

Ayahku pernah bilang kalau beliau itu lahir dari keluarga yang miskin. Karena keuletan dan ketekunannya beliau lah akhirnya bisa menjadi sukses. Sebelum sukses, beliau pernah menjadi seorang penggembala kambing, jualan petasan, menjadi jongos di daerah Jawa Timur, menjadi pemain ketoprak dan akhirnya mempunyai grup atau rombongan ketoprak sendiri dengan nama Pamin.

Saat menjadi pemain ketoprak selain sudah mempunyai grup sendiri ayahku juga terikat kontrak kerja dengan grup ketoprak yang lain yaitu Sakimin. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Selain itu ayahku juga dipercaya untuk menjadi pranatacara (MC) saat ada acara pernikahan dan kegiatan tertentu lainnya dan pada puncak kesuksesannya beliau akhirnya menjadi seorang PNS Mantri Kesehatan di Puskesmas di wilayah Ngaringan, Jawa Tengah.

Sedangkan ibuku merupakan ibu rumah tangga. Ibuku sekolahnya tidak sampai tamat SD karena sulitnya perekonomian saat itu akhirnya demi membantu memperbaiki perekonomian keluarga, ibuku terpaksa harus putus sekolah di tengah jalan demi membantu memperbaiki kondisi ekonomi orangtuanya dengan berdagang dan lainnya.

Waktu aku kecil ibuku selain menjadi ibu rumah tangga, ibu juga mempunyai kegiatan sambilan, yaitu membuka warung nasi kecil-kecilan. Warung ibu selalu ramai oleh pengunjung saat itu karena masakan ibuku terkenal enak menurut pelanggan warungnya.

Walaupun masakan yang disajikan di warung ibuku nasi pecel dan lontong, warung ibuku jarang sepi dari pelanggan.

Dalam bidang kesenian, ayahku mempunyai grup kesenian ketoprak sendiri, kadangkala aku pun diajak untuk menemani beliau saat akan berangkat pentas di daerah yang merupakan masih asing dalam diriku. Saat ayahku ada jadual pentas aku seringkali dibiarkan tidur diruang make up para pemain ketoprak sampai acara selesai. Baru kalau pentas telah usai ayahku baru akan membangunkanku dari tidur bahkan terkadang bangun tidur tahu-tahu sudah pindah tempat, yaitu di rumah sendiri tanpa terasa saat aku masih tertidur ayah menggendongku sampai pulang ke rumah.

Selain menjadi pemain ketoprak ayahku selalu mengisi acara-acara temu temanten (acara pembuka saat pengantin dipertemukan pada pesta pernikahan dalam adat Jawa) baik di kampung sendiri maupun di kampung lain. Beliau seringkali diundang kesana kemari untuk menjadi MC diacara tersebut. Saat mengisi acara di setiap pesta pernikahan (pranatacara), ayahku selalu berbicara dengan menggunakan bahasa kedhaton (bahasa krama inggil yang dicampur dengan bahasa Jawa kuno atau kawi) yang tidak aku mengerti bahasanya sama sekali saat itu.

Dalam bidang pendidikan, ayahku pernah bilang saat beliau masih sekolah di bangku SR (Sekolah Rakyat ) beliau selalu mendapatkan peringkat pertama. Sebagai orang yang ahli dalam Kejawen ayahku juga sering sekali mendapat tamu dari desa sekitar maupun dari desa lain yang lumayan jauh letaknya dari rumahku untuk dimintai tolong oleh setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan agar dicarikan hari atau penanggalan yang baik cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 paham kejawen yang tidak sedikitpun aku untuk mengertinya karena ada rumus yang cukup rumit untuk menghitungnya.

Yah, hampir sama dengan belajar Matematika, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com padahal aku kurang suka dengan belajar Matematika. Untuk balas terima kasih atas jasa yang diberikan kepada ayahku biasanya beliau akan mendapat kiriman nasi dengan lauk pauknya seekor ayam utuh yang sudah dimasak (ingkung) dengan beberapa jenis makanan tradisional didalamnya.

Aku pun merasa senang saat itu karena pada tiap musim pernikahan tiba, ayahku seringkali mendapat banyak kiriman makanan tersebut. Selain menentukan hari baik untuk pernikahan, membangun rumah, mencari pekerjaan dan lainnya juga ada aturan perhitungannya menurut aturan kejawen. Disamping itu, adapula tamu ayahku yang minta jimat pengasihan atau apalah aku pun kurang memahaminya. Dalam bidang kesehatan yang berprofesi sebagai seorang mantri kesehatan, ayahku selalu dimintai tolong orang atau pasien untuk menyuntik yang datang untuk berobat atau hanya sekedar periksa diri saja.

Maklumlah kebetulan ayahku juga sudah menjadi pegawai negeri sipil mantri kesehatan di kala itu. Tamunya pun berdatangan dari desa sekitar dan dari beberapa desa yang jauh juga. Mantri kesehatan dulu sudah dikenal seperti dokter jaman sekarang. Selain menyuntik pasien juga melayani anak laki-laki yang mau disunat.

Sampai kelas 5 SD aku pun masih dirawat oleh para pekerja ayahku yang rela bekerja hanya demi sesuap nasi tanpa ada gaji bulanan. Kebanyakan mereka adalah laki-laki yang bekerja di rumahku. Saat sekolah, setiap berangkat dan pulang aku selalu diantar jemput dengan memakai sepeda.

Sepada merupakan alat transportasi yang tergolong mewah saat itu karena dalam satu kelurahan hanya ada 4 sepeda milik warga yang baru memilikinya. Saat masih SD aku mempunyai sifat yang keras dalam menginginkan sesuatu, keinginanku kalau tidak segera dipenuhi pasti akan marah dan nangis.

Bahkan sesekali para pekerja yang ikut dirumahku pernah aku lempari benda yang langsung aku peroleh dan kadang juga memaki-makinya sambil aku nangis.

Apalagi saat pulang sekolah pekerja yang bertugas antar jemput aku disekolah kalau tidak bisa datang tepat waktu pasti akan aku marahi. Pernah sekali juga waktu itu si Lasiman karena lupa atau entah ketiduran untuk menjemputku dari pulang sekolah, aku maki-maki dia dan bahkan seharian aku tidak mau untuk menegur atau menyapanya gara-gara kesalahannya itu.

Kemudian Sukarti akan datang kepadaku kalau aku lagi marah. Sukarti adalah seorang tukang masak ibuku waktu kecil. Hobinya adalah makan gereh (sejenis ikan asin). Dia yang biasa merayuku saat aku marah. Agar membuat aku tenang kembali dia selalu mempunyai cara tersendiri. Yah itulah kenakalanku di masa kecilku. Mungkin ada bedanya atau bahkan mungkin sedikit ada kesamaan dengan anak-anak seumuran aku di kala itu. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat duduk dibangku Sekolah Dasar, Tegar bukanlah tergolong siswa yang pandai di kelas, karena Tegar malas dalam belajar.

Tegar hanya mendapat rangking di peringkat lima besar saja pada saat Tegar masih duduk di kelas satu sampai di kelas tiga SD aja. Setelah itu, mulai dari kelas empat sampai kelas enam SD Tegar pun malas dan malas belajar. Sampaisampai nilai hasil ujian Ebtanas kelulusan SD kelas enam itu hasil ujiannya jauh dari rata-rata sehingga Tegar pun sempat dimarahi sama kakak-kakaknya. Itu gara-garanya Tegar keasyikan nonton acara TV dan main-main terus sampai-sampai kegiatan belajar itu sudah tidak menarik lagi buatnya.

Jangan ditiru ya teman-teman hobinya Tegar saat masih kecil yang malas belajar dan suka jajan. Meskipun kakak-kakaknya berkali-kali mengingatkan Tegar untuk belajar, dia pun cuma sekedar bilang iya saja.

Sempat juga kakaknya merasa jengkel melihat ulahnya itu yang hobinya cuma main dan jajan. Pernah juga saat Tegar mau nonton acara TV kesukaannya, waktu itu ada salah satu dari kakaknya bernama Mbak Sri Suparmi yang menyembunyikan ACCU yang dipakai untuk saluran listrik agar TV nya bisa menyala. Kalau tidak ada ACCU tersebut pastinya TV tidak mungkin bisa menyala. Tegar pun marah dan nangis saat itu. Waktu aku (Tegar) kecil sih belum ada yang banyak mempunyai pesawat TV seperti pada era sekarang.

TV di masa kecilku itu hanya tiga orang warga yang baru memilikinya saat itu. Itupun masih TV hitam putih dan bukan TV berwarna yang banyak ditemukan di setiap rumah-rumah warga dari kalangan atas maupun kalangan ke bawah seperti sekarang. Bahkan banyak model TV yang berbentuk flat pada jaman sekarang, yang bisa ditonton dirumah, di kendaraan pribadi, di kendaraan umum dan di tempat umum cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 juga bisa bahkan channelnya pun beragam, tidak seperti pada masa aku kecil yang baru ada TVRI saja dan channelnya pun masih terbatas tidak seperti saat ini.

Setiap ada acara ketoprak dari Kediri yang diputar di TVRI misalnya, rumahku selalu penuh dengan banyak orang yang ingin ikut menonton bersama dalam acara tersebut. Kira-kira hampir ada satu RT yang bisa hadir untuk menonton TV dirumahku saat itu. Sampai-sampai ada orang yang berjualan juga di depan rumahku. Kalau saat ini channel TV-nya sudah ada ANTV, INDOSIAR, RCTI, MNCTV, TRANSTV, TRANS 7, METROTV, TVONE, PROTV, TVKU, NETTV, BALITV dan lainnya.

Belum lagi yang memasang TV kabel atau antena parabola dapat menonton acara-acara TV dari channel stasiun TV luar negeri lainnya. Setelah ijazah kelulusan SD ku sudah bisa diambil, akupun mengambilnya ke kepala sekolah yang bernama Pak Parno saat itu dengan ditemani oleh ayahku sendiri.

Ayahku sih kelihatan kecewa melihat hasil prestasiku setelah tahu dari daftar nilai EBTANAS saat itu. Meskipun kecewa, ayahku tidak terlalu memarahiku saat itu. Beliau hanya menggerutu saja This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com saat melihat hasil nilaiku. Meskipun sudah dinyatakan lulus, tapi hasil nilainya jauh dari ratarata. Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sih cuek saja karena setelah lulus SD aku sama sekali tidak ada minat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi saat itu.

Akupun istirahat selama satu cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 saat itu setelah lulus dari SDN 02 Sarirejo, Ngaringan. Selama satu tahun itu akupun cuma bisa main, jajan dan main saja kerjaannya. Tibalah saat itu sekitar pertengahan Juli 1996, aku disuruh ibu untuk melanjutkan sekolah lagi.

Awalnya sih aku masih ragu-ragu karena nilai ijazahku yang pas-pasan saat itu. Pasti tidak mungkin untuk bisa masuk di sekolah SMP favorit di sekitar tempatku. Karena atas nasehat, dan desakan ibu yang sabar dalam mendidik anaknya maka akhirnya dengan keadaan terpaksa aku pun mau untuk bersekolah lagi. Waktu itu ibuku berkata begini: Meh dadi opo kowe le, mengko lek moh sekolah, lek ora sekolah maneh?!

Saiki sing penting sekolah. Sekolah nang ngendi wae iku podho wae sing penting sekolah gak perlu mlebu sekolah negeri sing favorit, swasta wae yo oraopo. ‘Mau jadi apa nak, nanti kalau kamu tidak mau sekolah, kalau tidak sekolah lagi?

Sekarang yang penting itu sekolah. Sekolah dimana saja itu sama saja yang penting sekolah, tidak perlu masuk di sekolah negeri favorit, yang swasta saja tidak apa-apa’. Aku pun hanya diam saat ibu berkata begitu padaku. Kemudian, aku merenungkan semua nasehat dari ibuku.

Dan akhirnya aku memutuskan untuk mau melanjutkan sekolah lagi. DESA KELAHIRANKU Desaku itu desa yang kecil. Pastinya banyak orang yang belum tau tentang desaku. Kalau musim hujan tiba becek, dan lumpur tanah ada dimana-mana. Bagi yang punya kendaraan seperti motor, sepeda atau yang lainnya pasti capek untuk membersihkan kendaraan yang dipunya. Karena habis selesai pakai pasti sudah tampak kotor lagi karena akibat lumpur tanah akibat jalanan yang becek karena hujan.

Kalau musim kering atau kemarau cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, debu pun ada dimana-mana. Sampai-sampai di pinggir jalan, dedaunan di pagar tanaman tampak kotor karena tertutub debu yang beterbangan di udara akibat tertiup oleh angin.

Saat musim ini pun susah. Kendaraan pun tampak kotor karena debu yang menempel, meja kursi kalau tak sering disulak debunya juga akan cepat menutupi. Disamping itu, sumursumur banyak yang kering airnya karena akibat kemarau. Banyak warga yang susah untuk mendapatkan air untuk keperluan rumah tangga, seperti mandi, mencuci dan lainnya. Bahkan ada beberapa warga yang rela untuk ikut ngantri mengambil air di sumur yang jaraknya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lumayan jauh dari kampung warga.

Meski ada irigasi desa, saat kemarau seringkali tak ada air yang cukup yang mengalir di irigasi tersebut. Desaku bernama Sarirejo, yang terdiri dari dusun Galsari, Tambak, Karangjati, Tengger dan Setren. Aku sendiri dibesarkan di dusun Galsari.

Mobilitas untuk menuju kecamatan desaku lumayan susah. Karena jaraknya lumayan jauh dari kota dan kondisi jalan yang belum merata pembangunannya. Mayoritas penduduknya adalah petani dan pedagang. Namun, ada juga yang menjadi tukang kayu, bidan, perawat dan beberapa orang yang menjadi pegawai negeri guru, dosen, TNI, dan polisi.

Desaku terletak di paling ujung selatan kecamatan Ngaringan, berbatasan kecamatan Kradenan yang masih wilayah Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Kondisi geografis Kabupaten Grobogan cocok untuk pertanian karena potensi aliran sungai Tuntang, Serang, dan Lusi, serta beberapa anak sungainya mampu mengairi sebagian tanah-tanah persawahan di Grobogan. Disamping itu, untuk tandon air, dibangunlah bendungan Sedadi, Kali Lanang, Sidorejo, Dumpil, Klambu, serta Waduk Kedungombo, Waduk Nglangon, dan Waduk Sanggah.

Penduduk Grobogan pernah dijajah oleh Jepang. Tepatnya pada tanggal 1 Maret 1942. Jepang mulai masuk wilayah Pulau Jawa, yaitu Banten, Indramayu dan Rembang masingmasing dengan kekuatan dan satu divisi. Pasukan yang mendarat di Rembang dengan cepat menuju ke ke arah selatan, sehingga dalam waktu sehari berhasil menduduki kota Blora. Dari Blora pasukan Jepang yang dipimpin oleh Yamamoto dan Matsumoto terus bergerak ke arah Purwodadi Grobogan dan berhasil menguasai kota ini pada tanggal 3 Maret 1942.

Dari Purwodadi Grobogan pasukan Jepang terus menuju ke selatan sehingga hampir semua kota di Jawa Tengah bagian selatan berhasil diduduki. Pada masa pendudukan Jepang ini, semua menderita, termasuk penduduk Kabupaten Grobogan. Mobilitasi penduduk Kabupaten Grobogan digerakkan oleh Jepang melalui program pengerahan tenaga kerja paksa yang dikenal dengan 労務者 Roumusha. Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tenaga roumusha ini dipekerjakan di tempattempat proyek pembangunan pertahanan militer Jepang, seperti pembuatan jalan, jembatan, waduk, lapangan udara dan rel kereta api.

Disamping itu, penduduk yang masih tinggal di grobogan wajib menanam tanaman jarak. Di daerah-daerah Kabupaten Grobogan yang lahannya subur, penduduk wajib menyetorkan padinya demi kepentingan pertahanan militer Jepang.

Menurut cerita nenekku, penderitaan yang paling berat dirasakan adalah ketika dijajah oleh Jepang yang dikenal dengan jaman Jepang.

Penderitaan mendalam yang dialami This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com oleh masyarakat Grobogan ini lambat laun menumbuhkan rasa benci kepada Jepang, yang akhirnya membangkitkan perlawanan. Mereka mulai menghindar untuk setor padi, dengan cara memanen diam-diam padinya di malam hari, lalu menyimpannya di atas langit-langit atau loteng rumah.

Hal ini memang mengandung resiko tinggi, karena jika ketahuan bisa fatal akibatnya. Tapi masyarakat Grobogan tidak takut, demi untuk melawan kekejaman tentara Jepang. (Suparni, 2014: 71-72). AYAHKU ADALAH SEORANG PENGANUT KEJAWEN Aku sedari kecil sudah diatur dengan aturan kejawen dalam kehidupanku. Setiap kegiatan apa saja pasti dikaitkan dengan kejawen. Apapun yang dikatakan ayahku tentang kejawen tidak ada satu pun anaknya yang berani membantahnya. Walaupun pandangan anaknya seringkali bergejolak dalam hati.

Apa sih sebenarnya Kejawen itu?. Well, let’s share together.asal-usul kejawen bermula dari dua tokoh misteri yang bernama Sri dan Sadono. Sri sebenarnya penjelmaan dari Dewi Laksi, istri dari Sadono penjelmaan dari Wisnu. Itulah sebabnya kalau orang Jawa beranggapan bahwa Sri dan Sadono merupakan kakak-beradik, kebenaran ceritanya tergantung dari mana akan ditinjau. Dalam kaitannya ini sesungguhnya Sri dan Sadono adalah suami istri yang menjadi cikal bakal cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

Maka dalam berbagai ritual mistik kejawen, keduanya selalu mendapat tempat khusus. Dewi Sri dipercaya sebagai Dewi Padi dan Dewi Kesuburan. Konon ceritanya, Dewi Sri pernah menjelma ke dalam diri tokoh putri Daha yang bernama Dewi Sekartaji atau Galuh Candrakirana, sedangkan Sadono menjadi Raden Panji. Keduanya pernah berpisah namun akhirnya berjumpa kembali.

Berarti kaum kejawen sebenarnya berasal dari keturunan orang yang tinggi tingkat sosial dan kulturnya. Menurut beberapa sumber, pertemuan Sri dan Sadono atau Panji dan Sekartaji terjadi di gunung Tidar, Magelang.

Tempat itu kemudian oleh Sadono dan Sri diberi tanda (tetenger) dengan menancapkan paku cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Jawa. Kebetulan pada saat itu di Jawa terjadi pergolakan yang hebat setelah adanya paku tersebut tanah Jawa menjadi tenang kembali.

Paku tersebut dikenal dengan sebutan Paku Buwana (paku bumi). Paku buwana inilah yang menyebabkan orang Jawa tenang, sehingga keturunan Sadono dan Sri menjadi banyak. Hanya saja keturunan mereka ada yang baik dan ada yang buruk. Maka, Batara Guru segera menyuruh Semar dan Togog ke gunung Tidar.

Semar diminta mengasuh keturunan Sadono dan Sri yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com baik-baik, sedangkan Togog mengasuh yang angkara murka (yang tidak baik). Togog dan Semar pun akhirnya menuruti perintah itu, karena merasa bahwa Batara Guru sebagai rajanya. Suatu ketika, Batara Guru mengadakan perlombaan menelan gunung untuk menguji kesaktian Semar dan Togog.

Namun, Semar dan Togog dianggap kalah dalam perlombaan tersebut. Ketika lomba dimulai, Togog mendapat giliran pertama untuk menelan gunung. Gunung itu tidak dapat masuk ke mulut Togog, tetapi dia memaksakannya. Akibatnya mulut Togog menjadi sangat lebar. Sedangkan Semar dapat menelan gunung, tetapi gunung itu tidak dapat keluar dari tubuhnya sehingga menyebabkan bokongnya menjadi besar.

Kelak, gunung yang ada di dalam perut semar berfungsi sebagai senjatanya. Semar terkenal dengan kentutnya yang sangat bau (busuk) sebagai senjatanya yang mematikan. Dalam perlombaan menelan gunung, hanya Batara Guru yang sukses.

Dia dapat menelan gunung dan akhirnya berhak menjadi raja di kahyangan. Namun, dia juga tidak bisa mengeluarkan gunung dari perutnya, bahkan tiba-tiba tangannya bertambah menjadi dua sehingga semuanya menjadi empat. Paham mistik Sri dan Sadono, selanjutnya dalam tradisi kejawen dipuja menjadi sebuah patung kecil bernama Loro Blonyo.

Patung tersebut senantiasa diletakkan di kamar (senthong) tengah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 selalu menjadi pajangan pada saat ada pesta pernikahan. Patung tersebut juga diwujudkan dalam tarian untuk menyambut pengantin, yaitu tari Karonsih. Maksudnya, menyatukan dua tubuh laki-laki dan perempuan yang penuh sih (cinta suci).

Tarian ini melambangkan pertemuan antara Dewi Sekartaji dan Raden Panji. Ajaran kuno yang selalu menjadi pedoman dan dikaitkan dengan Sri-Sadono adalah falsafah Ajisaka. Ada kepercayaan bahwa dari Ajisaka ini lahirlah aksara Jawa. Falsafah Ajisaka penuh dengan liku-liku kejawen. Ajisaka berasal dari kata Aji (raja, yang dihormati, dipuja dan disembah) dan Saka yang berarti tiang atau cabang.

Ajisaka berarti tiang penyangga yang memperkokoh diri manusia, yang berupa religiusitas. Religiusitas Jawa tak lain adalah tentang mistik kejawen. Mistik kejawen adalah saka guru (empat tiang penyangga) kehidupan kejawen. Oleh karena itu, jika kejawen tanpa mistik, maka pudarlah kejawen tersebut. Kejawen dan mistik telah menyatu menjadi sebuah ekspresi religi mistik kejawen. Sistem berpikir mistis sering mempengaruhi pola-pola hidup yang bersandar pada nasib.

Nasib ini dalam istilah Jawa dinamakan kebegjan (keberuntungan) yang telah disertai dengan usaha. Karena usaha dan nasib juga sering menyatu padu. Maka, orang Jawa justru sampai pada pemikiran homologi antropokosmik, maksudnya dalam langkah dan kehidupannya disesuaikan dengan tatanan manusia dan dunia sekelilingnya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dalam ajaran kejawen, terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap kewaspadaan (eling lan waspada), karena dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni; hawanepsu dan pamrih. Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi babahan hawa sanga. Yakni mengontrol nafsu-nafsunya yang muncul dari sembilan unsur yang terdapat dalam diri manusia, dan melepas pamrihnya.

Macam-macam nafsu pada diri manusia terdapat tujuh macam, diantaranya: 1. Nafsu amarah. Nafsu manusia yang terendah tingkatannya, dimana orang termasuk di dalam golongan ini adalah orang yang sangat jelek sifat dan wataknya.

Ciri-cirinya: Gampang tersinggung, selalu marah-marah, tidak mau kalah, dendam, ringan tangan, nafsu sex yang tidak terkendali, tidak ada rem dalam dirinya (Norma atau etika). (Qs:Yusuf: 10, ayat: 53) 2. Nafsu lawwamah. Setingkat lebih baik daripada nafsu amarah, namun dia belum stabil betul, karena terkadang dia kembali kepada tingkat nafsu amarah.

Ciri-ciri : Tidak stabil, setelah menjadi baik bahkan mengajak orang untuk baik pula, setelah ada ujian atau godaan sedikit saja masih kembali ke asal (maksiat) dan tidak sabar. (Qs: Al-Qiyamah: 75, ayat: 2). 3. Nafsu mulhimah, telah cukup mengetahui tentang kebenaran (haq) dan kesalahan (bathil), namun belum mampu untuk melaksanakannya dengan baik, dikarenakan kelemahannya. Ciri-cirinya : telah mengetahui kebathilan atau kemaksiatan tapi tetap saja melakukannya dengan kesadaran, telah mengetahui kebenaran tapi tidak ada kemauan untuk melaksanakannya.

(Qs: Asy-Syam: 91: ayat: 8) 4. Nafsu muthmainah. Tingkatan ini adalah orang yang telah dijanjikan Allah SWT untuk masuk ke dalam syurga-Nya (Al-Jannah). Ciri-cirinya :Jiwa tenang, kembali kpd Rabbnya dgn cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang puas, kepribadian yang mantap mengerjakan perintah Allah, meninggalkan larangan, tidak mudah terpengaruh, Istiqamah. (Qs: Al-Fajr: 89, Ayat: 2730) 5. Nafsu radhiah. Tingkatan ini berada setingkat diatas nafsu Muthmainah, ditambah dengan rasa ikhlas dan penyerahan total kepada Allah SWT, kesusahan/musibah/tantangan menjadi nikmat baginya.

Ciri-ciri :penuh dengan ketaqwaan, menerima segala ujian, musibah, tantangan dengan keikhlasan dan penuh kesabaran (tidak lemah, tidak lesu dan tidak menyerah). (Qs: Al-Baqarah, 2/45 & Ali Imran, 3/146). 6. Nafsu mardhiah. Tingkatan ini beradan setingkat lagi cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 atas Nafsu Radhiah, Sesuatu yang sunnah menjadi wajib dan yang subhat menjadi haram. Ciri-cirinya : Semua yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dimiliki pada tingkatan nafsu radhiah ditambah mempunyai daya amal ma'ruf nahi munkar sejati, menjadi pemberi peringatan dan berita gembira.

(Qs: Ali mran, 3/104 & 19/97). 7. Nafsu kamilah. Tingkatan nafsu yang sempurna, ini hanya dimiliki oleh setingkat Nabinabi dan Rasul-rasul. (Penyerahan diri secara totalitas pengabdian kepada Allah). Ciricirinya: Sifat Nabi / Rasul : Siddiq (jujur/ benar), amanah (dipercaya) Fathonah (cerdas), Tabliq (menyampaikan).

(Qs: Ali-Imran, 3/110, 33/21) Dalam perspektif kaidah Jawa, nafsu-nafsu merupakan perasaan kasar karena menggagalkan kontrol diri manusia, membelenggu, serta buta pada dunia lahir maupun batin. Nafsu akan memperlemah manusia karena menjadi sumber yang memboroskan kekuatankekuatan batin tanpa ada gunanya. Lebih lanjut, menurut kaidah Jawa nafsu akan lebih berbahaya karena mampu menutup akal budi.

Sehingga manusia yang menuruti hawa nafsu tidak lagi menuruti akal budinya (budi pekerti). Manusia demikian tidak dapat mengembangkan segi-segi halusnya, manusia semakin mengancam lingkungannya, menimbulkan konflik, ketegangan, dan merusak ketrentaman yang mengganggu stabilitas kebangsaan.

Sistem berpikir mistis biasanya terpantul dalam tindakan nyata yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 laku. Orang Jawa gemar menjalankan laku yang identik dengan prihatin.

Laku juga senada dengan tirakat (ngurang-ngurangi), yang lebih eksplisit lagi sering dinamakan tapa brata (bersemedi ditempat yang tidak boleh terkena cahaya matahari). Karena itu, orang Jawa sering menjalankan tapa ngrowat (makan yang tidak berbiji), tapa ngidang (hanya makan sayuran), mutih (hanya makan nasi tanpa garam maupun lauk-pauk).

Berbagai laku tersebut dilakukan untuk membersihkan diri secara batin. Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa.

Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Atau biasa disebut juga Penabungan Energi. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi.

Jika badan atau fisik kita memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kekuatan supranatural, kita perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai.

Caracara penabungan energi lazim disebut Tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa, wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut.

Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat.

Macam-macam ilmu aliran Islam Kejawen diantaranya adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga.

Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. 1. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal. Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa.

Contohnya ilmu Asma’ Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll. 2. Ilmu Kewibawaan dan Ilmu Pengasihan. Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat.

Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan masalah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang.

Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo. Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan.

Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. 4. Ilmu Khodam.

Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya.

Khodam sesungguhnya berbeda dengan jin atau setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. 5. Ilmu Permainan (Atraksi). Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras.

Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertarung pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. 6. Ilmu Kesehatan. Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi biologis tubuh manusia. Manusia yang mengalami tingkatan mistis berarti telah mencapai makrifat yang tertinggi.

Senada dengan ini, Simuh (1995:28-30) juga menjelaskan bahwa untuk mencapai makrifat tertinggi dapat ditempuh melalui: a.

Distansi, yaitu upaya manusia mengambil jarak antara diinya dengan nafsu-nafsu yang berusaha memperhamba jiwanya serta mengambil jarak dengan ikatan dunia.

Segala sesuatu selain Allah. Distansi ini merupakan syarat mutlak bagi sarana untuk menemukan kesadaran lakunya. Sehingga benar-benar dapat berdiri sebagai khalifah, yakni mendekatkan diri dan tidak menghambakan hawa nafsu ataupun penghambatan dunia.

Langkah ini untuk mencapai suasana hati yang suci, terbebas dari ikatan selain hanya kepada Allah. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com b. Konsentrasi, yaitu upaya berdzikir kepada Allah untuk mendapatkan penghayatan langsung terhadap alam gaib yang puncaknnya makrifat kepada Allah, bahkan bersatu dengan Tuhan.

Ajaran ini tergolong tasawuf cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 untuk menemukan hakikat Tuhan. Hal ini biasanya dilakukan oleh golongan khawas (para wali Allah) yang benar-benar sanggup menyucikan hatinya. Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, dan AS).

Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya. Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga.

Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini.

Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial, pelanggaran kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa. Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dst.

Tidak berhenti disitu saja, kekuatan asing terus mendiskreditkan manusia Jawa dengan cara memanipulasi atau memutar balik sejarah masa lampau. Bukti-bukti kearifan lokal dimusnahkan, sehingga banyak sekali naskah-naskah kuno yang berisi ajaran-ajaran tentang tatakrama, kaidah, budi pekerti yang luhur bangsa (Jawa) Indonesia kuno sebelum era kewalian datang, kemudian dibumi hanguskan oleh para “pendatang baru” tersebut.

Kosa kata Jawa juga mengalami penjajahan, istilah-istilah Jawa yang dahulu mempunyai makna yang arif, luhur, bijaksana, kemudian dibelokkan maknanya menurut kepentingan dan perspektif subyektif disesuaikan dengan kepentingan “pendatang baru” yang tidak suka dengan “local wisdom”.

Akibatnya; istilah-istilah seperti; kejawen, klenik, mistis, tahyul mengalami degradasi makna, dan berkonotasi negatif. Istilah-istilah tersebut “di-samamakna-kan” dengan dosa dan larangan-larangan dogma agama; misalnya; kemusyrikan, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com gugon tuhon, budak setan, menyembah setan, dst.

Padahal tidak demikian makna aslinya, sebaliknya istilah tersebut justru mempunyai arti yang sangat religius sebagai berikut; 1. Klenik Merupakan pemahaman terhadap suatu kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib (metafisik) yang tidak lain bersumber dari Dzat tertinggi yakni Tuhan Yang Maha Suci.

Di dalam agama manapun unsur “klenik” ini selalu ada. 2. Mistis Adalah ruang atau wilayah gaib yang dapat dirambah dan dipahami manusia, sebagai upayanya untuk memahami Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam agama Islam ruang mistik untuk memahami sejatinya Tuhan dikenal dengan istilah tasawuf. 3. Tahyul Adalah kepercayaan akan hal-hal yang gaib yang berhubungan dengan makhluk gaib ciptan Tuhan.

Manusia Jawa sangat mempercayai adanya kekuatan gaib yang dipahaminya sebagai wujud dari kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Kepercayaan kepada yang gaib ini juga terdapat di dalam rukun Islam. 4. Tradisi Dalam tradisi Jawa, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol.

Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pelengkap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga mengartikan secara kias bahasa alam yang dipercaya manusia Jawa sebagai bentuk isyarat akan kehendak Tuhan. Manusia Jawa akan merasa lebih dekat dengan Tuhan jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja (NATO: not action talk only), melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji dsb sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat.

Maka manusia Jawa dalam berdoa melibatkan empat unsur tekad bulat yakni hati, fikiran, ucapan, dan tindakan. Upacara-upacara tradisional sebagai bentuk kepedulian pada lingkungannya, baik kepada lingkungan masyarakat manusia maupun masyarakat gaib yang hidup berdampingan, agar selaras dan harmonis dalam manembah kapada Tuhan.

Bagi manusia Jawa, setiap rasa syukur dan doa harus diwujudkan dalam bentuk tindakan riil (ihtiyar) sebagai bentuk ketabahan dan kebulatan tekad yang diyakini dapat membuat doa terkabul. Akan tetapi niat dan makna dibalik tradisi ritual tersebut sering dianggap sebagai kegiatan gugon tuhon/ela-elu, asal ngikut saja, sikap menghamburkan, dan bentuk kemubadiran, dst.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kejawen adalah sebuah kepercayaan yang terutama dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa. Kejawen hakikatnya adalah suatu filsafat dimana keberadaanya ada sejak orang Jawa (Bahasa Jawa: Wong Jawa, Krama: Tiyang Jawi) itu ada.

Kata “Kejawen” berasal dari kata "Jawa", yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah "segala sesuatu yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa (Kejawaan)". Penamaan "kejawen" bersifat umum, biasanya karena bahasa pengantar ibadahnya menggunakan bahasa Jawa. Dalam konteks umum, kejawen sebagai filsafat yang memiliki ajaran-ajaran tertentu terutama dalam membangun Tata Krama (aturan berkehidupan yang mulia), Kejawen sebagai agama itu dikembangkan oleh pemeluk Agama Kapitayan jadi sangat tidak arif jika mengatasnamakan Kejawen sebagai agama dimana semua agama yang dianut oleh orang Jawa memiliki sifat-sifat kejawaan yang kental.

Kejawen dalam opini umum berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa, laku olah sepiritualis kejawen yang utama adalah Pasa (Berpuasa) dan Tapa (Bertapa). Simbol-simbol "laku" berupa perangkat adat asli Jawa, seperti keris, wayang, pembacaan mantera, penggunaan bunga-bunga tertentu yang memiliki arti simbolik, dan sebagainya.

Simbol-simbol itu menampakan kewingitan (wibawa magis) sehingga banyak orang (termasuk penghayat kejawen sendiri) yang dengan mudah memanfaatkan kejawen dengan praktik klenik dan perdukunan yang padahal hal tersebut tidak pernah ada dalam ajaran filsafat kejawen.

Ajaran-ajaran kejawen bervariasi, dan sejumlah aliran dapat mengadopsi ajaran agama pendatang, baik Hindu, Buddha, Islam, maupun Kristen. Gejala sinkretisme ini sendiri dipandang bukan sesuatu yang aneh karena dianggap memperkaya cara pandang terhadap tantangan perubahan zaman. Hal tersebut dapat dilihat dari ajarannya yang universal dan selalu melekat berdampingan dengan agama yang dianut pada zamannya. Kitab-kitab dan naskah kuno Kejawen tidak menegaskan ajarannya sebagai sebuah agama meskipun memiliki laku.

Kejawen juga tidak dapat dilepaskan dari agama yang dianut karena filsafat Kejawen dilandaskankan pada ajaran agama yang dianut oleh filsuf Jawa. Sejak dulu, orang Jawa mengakui keesaan Tuhan sehingga menjadi inti ajaran Kejawen, yaitu mengarahkan insan : Sangkan Paraning Dumadhi ("Dari mana datang dan kembalinya hamba Tuhan") dan membentuk insan se-iya se-kata dengan Tuhannya : Manunggaling This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kawula lan Gusthi ("Bersatunya Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dan Tuhan").

Dari kemanunggalan ‘Ketuhanan’ itu, ajaran Kejawen memiliki misi sebagai berikut: a. Mamayu Hayuning Pribadhi (sebagai rahmat bagi diri pribadi) b. Mamayu Hayuning Kaluwarga (sebagai rahmat bagi keluarga) c. Mamayu Hayuning Sasama (sebagai rahmat bagi sesama manusia) d. Mamayu Hayuning Bhuwana (sebagai rahmat bagi alam semesta) Berbeda halnya dengan kaum abangan kaum kejawen relatif taat dengan agamanya, dengan menjauhi larangan agamanya dan melaksanakan perintah agamanya namun tetap menjaga jatidirinya sebagai orang pribumi, karena ajaran filsafat kejawen memang mendorong untuk taat terhadap Tuhannya.

jadi tidak mengherankan jika ada banyak aliran filsafat kejawen menurut agamanya yang dianut seperti : Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Kristen Kejawen, Budha Kejawen, Kejawen Kapitayan (Kepercayaan) dengan tetap melaksanakan adat dan budayanya yang tidak bertentangan dengan agamanya. Pada tahun 1633 Masehi, Sultan Agung berhasil menyusun dan mengumumkan berlakunya sistem perhitungan tahun yang baru bagi seluruh kerajaan Mataram yakni perhitungan tahun Jawa, yang hampir secara keseluruhan menyesuaikan dengan tahun Hijriyah, berdasarkan atas perjalanan bulan.

Namun, awal perhitungan Jawa ini tetap pada tahun Saka, yaitu tahun 78 Masehi. Penciptaan tahun Jawa yang diberlakukan sejak tahun 1633 tersebut merupakan perpaduan antara Hijriyah dan Saka. Karena secara keseluruhan menyesuaikan dengan tahun Hijriyah, baik mengenai bilangan dan nama-nama hari setiap minggunya ataupun nama-namanya. Bagi masyarakat kejawen, perubahan dari tahun Saka yang berdasarkan atas peredaran matahari ke tahun Jawa yang berdasarkan ke peredaran bulan, sebenarnya menghadapi persoalan yang cukup rumit.

Namun, persoalan ini dapat diatasi, karena awal perhitungan tahun Saka tetap dipertahankan. Konversi dari kerajaan Hindu-Buddha ke Islam menimbulkan jenis kepustakaan Jawa yang disebut primbon, serat dan suluk.

Dalam hal ini, Simuh (2008) menamakannya dengan kepustakaan Islam kejawen. Primbon, sebenarnya dikenal di berbagai suku di Nusantara, tetapi tampaknya lebih menggejala di dalam masyarakat Jawa, Bali dan Lombok. Bahkan Alfani Daud (1997), menemukan tradisi perhitungan waktu primbon pada masyarakat Islam Banjar. Dalam masyarakat kejawen, waktu adalah tatanan yang berada di luar semua hal.

Terdapat suatu This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com waktu yang asali dan primordial, dan semua waktu berakar pada waktu asali itu, serta mendapatkan identitas dan mutunya disana. Semua peritiwa alami dikuasai oleh takdir, dan semua peristiwa manusiawi harus menyesuaikan diri dengan keteraturan yang telah ditetapkan.

Arti waktu bagi seseorang, merupakan waktu yang baik, bagi yang lain tidak baik. Waktu itu bukan linear, tetapi siklis, teratur dalam periodisitas-periodisitas. (Soemardjo, 2002). Bakker (1995) menggolongkan pemikiran tentang waktu dalam 4 golongan, yaitu 1) subjektivisme (waktu itu sesuatu yang tidak riil, hanya merupakan subjektif-individual yang berasal dari pikiran) 2) relisme ekstrem (waktu itu realitas absolut otonom yang universal, tidak memiliki kesatuan intrinsik, tetapi menunjukkan urutan-urutan murni), 3) realis lunak (waktu merupakan aspek perubahan riil, tetapi dihasilkan oleh subjek, dan terabstraksi oleh kreativitas pengkosmos), 4) subjektivisme lunak (menurut Henri Begson waktu itu memang riil, tetapi selalu berciri kualitatif, tidak bereksistensi, dan tidak terukur, sebab kesadaran manusia memang tidak bereksistensi.

Karena waktu itu netral moralitas, maka dalam waktu, terdapat apa yang disebut baik atau selamat, dan apa yang disebut tidak baik atau tidak selamat. Waktu itu baik, dan tidak baik sekaligus, begitu pula ruang, itu baik dan tidak baik. Waktu yang sama dan ruang yang sama, bagi subjek yang koordinat waktu dan ruangnya amat berbeda dalam tertip kosmos, maka bagi yang satu baik dan bagi yang lain tidak baik.

Karena waktu dan ruang itu mengandung paradoks di dalam dirinya. Aspek tidak baik dalam waktu mendapat perhatian utama bagi masyarakat kejawen. Waktu yang tidak baik dikuasai oleh Bathara Kala, bukan Brahman itu sendiri. Apalagi kepercayaan itu bersifat pantheistik, sebab waktu dan ruang tidak lain Brahman sendiri, dan juga segala yang ada ini adalah emanasi atau pancaran Dzat Brahman.

Bathara Kala mengincar dan awas bagi mereka yang melanggar larangan atau tabu dalam hitungan Primbonnya. Pelanggaran tabu ini akan dapat dibetulkan dan disucikan lewat upacara ruwatan kepada Bathara Kala, sang penguasa waktu.

Primbon dan ruwatan tidak dapat dipisahkan bagi orang yang melanggar tabu. Itulah sebabnya bagi masyarakat kejawen, primbon dianggap penting. Primbon diletakkan dalam kerangka berpikir Harai Brahma, hanya saja tidak jelas di masa yang mana. Apakah termasuk masa Kaliyuga (zaman kegelapan), Dwaparayuga (zaman ketika moral manusia sempurna), atau Tretayuga (zaman ketika moral manusia belum sempurna).

Yang jelas bukan masa Kertayuga (penciptaan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dunia). Masa yang disebut Caturyuga ini tengah berlangsung sekarang. Mungkin masa primbon sudah memasuki masa Kaliyuga, yang entah berapa ribu tahun usianya. Dengan demikian, primbon memperlakukan kategori waktu secara semesta dan rinci.

Dasar perhitungan waktu semesta itu berdasarkan dari agama Hindu. Dalam agama Hindu, diajarkan tentang adanya hari Brahma (penciptaan material dan alam semesta) dan malam Brahma. Waktu (kala) adalah Bathara Kala yang menguasai kesatuan-kesatuan waktu mulai dari jam sampai yuga (siklus perkembangan zaman).

Misalnya, pada jam berapa pasangan pengantin harus melaksanakan upacara pernikahan. Bagi pasanyan yang mempunyai weton pasaran Pon dan Wage, lebih baik deselenggarakan pada cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 03.30 sampai 05.59, karena pada jam tersebut, mempunyai makna rejeki dan selamat. Pasangan ini hendaknya menghindari pernikahan pada jam 08.25-10.11, lantaran pada jam atau waktu tersebut keduanya adalah tabu atau pelanggaran. Justru pada jam tersebut amat baik bagi pasangan yang mempunyai weton pasaran Legi dan Pahing.

Begitu pula pada hari-hari yang tabu bagi siapapun untuk mengadakan perjalanan atau kegiatan-kegiatan yang lain yang mengandung resiko kecelakaan. Hari-hari tersebut adalah Rebo Legi, Ngat Pahing, Kamis Pon, Selasa Wage, dan Sabtu Kliwon. Begitu pula dengan ketentuan Wuku, misalnya mereka yang berwuku Warigalit sama sekali terlarang atau tabu. Apabila pada hari Kemis Pon, mengadakan segala jenis kegiatan yang mengandung resiko kecelakaan, seperti bepergian, naik pohon, mengendarai motor, menebang pohon, ataupun yang lainnya.

Dalam hitungan tahun juga banyak tabu, misalnya, terlarang bagi orang yang lahir pada tahun Alip. Yang lahir pada tahun ini, dilarang untuk mengadakan upacara hari Sabtu Pahing, dan yang lahir pada tahun Ehe dilarang pada hari Kamis Pahing, dst. Hubungan antara tahun kelahiran, dengan bulan keberuntungan, dan kesialan menurut kitab primbon, adalah mereka yang lahir pada tahun Alip yang memiliki satu bulan keberuntungan yakni bulan pertama, sedangkan bulan sialnya adalah bulan ke-9 dan ke-11.

Yang lahir pada tahun Je, mempunyai keberuntungan bulan-bulan terbanyak, yakni ke-4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 12. Sedangkan bulan jeleknya adalah bulan ke-1, 2, 3, dan 10. Penganut ajaran kejawen biasanya tidak menganggap ajarannya sebagai agama dalam pengertian seperti agama monoteistik, seperti Islam atau Kristen, tetapi lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai-nilai yang dibarengi dengan sejumlah laku (mirip dengan "ibadah").

Ajaran kejawen biasanya tidak terpaku pada aturan yang ketat dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menekankan pada konsep "keseimbangan". Sifat kejawen yang demikian memiliki kemiripan dengan Konfusianisme (bukan dalam konteks ajarannya).

Penganut kejawen hampir tidak pernah mengadakan kegiatan perluasan ajaran, tetapi melakukan pembinaan secara rutin. Jawa dan kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran Islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya.

Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa. Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya Jawa dan nilainilai agama Islam. Ciri khas cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa Jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat syahadad. Aliran Islam Jawa tumbuh subur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional.

Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat Jawa sebelum Islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Islam kejawen timbul diperiode sejarah Islam yang disebut modern dan mempunyai tujuan untuk membawa umat Islam kepada kemajuan. Sebagai halnya di Barat, di dunia Islam gerakan Islam modernis timbul dalam rangka menyesuaikan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Dengan jalan demikian, pemimpin-pemimpin Islam modern mengharapkan akan dapat melepaskan umat Islam dari suasana kemunduran, untuk selanjutnya dibawa kepada kemajuan. Islam modernis juga timbul sebagai respon tehadap berbagai keterbelakangan yang dialami oleh umat Islam, seperti keterbelakangan dalam bidang ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, politik dan lain sebagainya.

Keadaan seperti ini dinilai tidak sejalan dengan Islam sebagaimana terdapat dalam al-Quran dan al-Sunnah. Dalam kedua sumber ajaran tersebut, Islam digambarkan sebagai agama yang membawa kepada kemajuan dalam segala bidang, untuk tercipta kemaslahatan umat. Namun cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kenyataannya umat Islam tidak memperlihatkan sikapnya yang sejalan dengan al-Quran dan al-Sunnah itu. Jika demikian adanya, maka diduga terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam memahami al-Quran This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dan al-Sunnah tersebut, serta adanya faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan tersebut.

Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa latar belakang timbulnya Islam modernis adalah sebagai respon kepedulian terhadap upaya mengatasi berbagai keterbelakangan umat Islam.

Upaya tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu mencari sebab-sebab kemunduran dan keterbelakangan tersebut, seperti karena meninggalkan al-Quran dan al-Sunnah, lemahnya persaudaraan, pertikaian politik, sikap pasrah atau jumud serta karena mengikuti bidah, khurafat dan takhayyul. Dengan demikian inti dari munculnya Islam modernis adalah perlunya dibuka kembali pintu ijtihad. Dengan cara demikian, ajaran Islam tidak hanya responsip terhadap berbagai masalah aktual yang muncul ditengah-tengah masyarakat, juga akan terjadi reinterpretasi terhadap al-Quran dan al-Sunnah, revitalisasi terhadap posisi umat Islam, dan reformulasi terhadap berbagai produk pemikiran ulama masa lalu.

Islam modernis di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak awal abad kedua puluh. Pada tahun 1906 misalnya muncul apa yang disebut kelompok muda di Sumatera Barat, tepatnya di Minangkabau. Mereka itu adalah Haji Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul), Haji Abdullah Ahmad, dan Syaikh Daud Rasyidi. Kelompok ini mendapat tantangan keras dari kelompok tua yang terdiri dari Syaikh Khatib Ali, Khatib Sayyidina, Syaikh Bayang, Syaikh Seberang, Imam Masjid Ganting, dan Syaikh Abbas.

Kelompok Islam modernis yang terdiri dari kaum ulama dan cendikiawan tersebut sering melakukan protes terhadap struktur kekuasaan adat yang tidak memberikan tempat kepada mereka. Selanjutnya paham Islam modernis dikembangkan dan dimasyarakatkan lebih sungguh-sungguh oleh Harun Nasution melalui Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, lembaga di mana yang bersangkutan sebagai dosen dan orang nomor satu, yakni sebagai Rektor dari sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 1985.

Melalui karyakaryanya beliau berusaha menjelaskan apa yang dimaksud dengan Islam modernis, apa tujuan serta programnya dan sebagainya. Pemikiran Harun Nasution ini banyak diikuti oleh para mahasiswa di IAIN Jakarta dan perguruan tinggi lainnya, tempat di mana ia mengabdikan ilmunya.

Alumni IAIN Jakarta seperti Fachry Ali, Komaruddin Hidayat, Atho Mudzhar, Hadi Mulyo, Mansur Faqih, Azyumardi Azra, Saeful Muzani, Abuddin Nata, Sudirman Teba dan lainnya adalah murid-murid beliau yang hingga kini tetap komitmen dan mensosialisasikan paham Islam modernis tersebut. Pemikiran Islam modernis lebih lanjut dikembangkan dan dimasyarakatkan dengan penuh agresivitas oleh Nurcholish Madjid melalui berbagai karyanya.

Dalam berbagai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com karyanya itu Nurcholish Madjid mengatakan bahwa bagi seorang muslim modernisasi adalah suatu keharusan-bahkan suatu kewajiban mutlak. Modernisasi adalah perintah dan ajaran Tuhan. Ide-ide Islam modernis selanjutnya diperkenalkan oleh Mukti Ali, Deliar Noer dan Munawir Sjadzali.

Dalam bukunya yang berjudul Islam Dan Sekularisme Di Turki Modern, dan Alam Pikiran Islam Modern Di India Dan Pakistan, Mukti Ali dengan panjang lebar membahas pemikiran Islam modernis dari tokoh-tokoh Turki seperti Ziya Gokalp (lahir 1875M) dan Kemal Attaturk; dan tokoh dari India dan Pakistan seperti Sayyid Ahmad Khan, Hali, Mohsinul Mulk, Viqarul Mulk, Syibli, Sayyid Amir Ali, Abul Kalam Azad, Maulana Muhammad Ali, Iqbal, Muhammad Ali Jinnah, Liaquat Ali Khan, dan Maulana Sayid Abul Ala cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

Menurut Ziya Gokalp, bahwa Islam sejalan dengan peradaban modern, sekalipun banyak dari orang-orang yang sekurun zaman dengan dia mempunyai pendapat yang berbeda. Modernisasi yang mengandung pikiran, aliran, gerakan, dan usaha untuk mengubah paham, adat istiadat, instituisi lama dan sebagainya, agar semua itu dapat disesuaikan dengan pendapat-pendapat dan keadaan baru yang timbul oleh tujuan ilmu pengetahuan serta teknologi modern. Modernisasi atau pembaruan juga berarti proses pergeseran sikap dan mentalitas mental sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan hidup masyarakat kini.

Modernisasi merupakan proses penyesuaian pedidikan Islam dengan kemajuan zaman. Latar belakang dan pola-pola pembaharuan dalam Islam, khususnya dalam pendidikan mengambil tempat sebagai : 1) golongan yang berorentasi pada pola pendidikan modern barat, 2) gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang berorentasi pada sumber Islam yang murni dan 3) pembaharuan pendidikan yang berorentasi pada nasionalisme.

Modernisasi pendidikan Islam Indonesia masa awalnya dikenalkan oleh bangsa kolonial Belanda pada awal abad ke-19. Program yang dilaksanakan oleh kolonial Belanda dengan mendirikan Volkshoolen, sekolah rakyat, atau sekolah desa (Nagari) dengan masa belajar selama 3 tahun, di beberapa tempat di Indonesia sejak dasawarsa 1870-an. Pada tahun 1871 terdapat 263 sekolah dasar semacam itu dengan siswa sekitar 16.606 orang; dan menjelang 1892 cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 menjadi 515 sekolah dengan sekitar 52.685 murid.

Point penting eksprimen Belanda dengan sekolah nagari terhadap system dan kelembagaan pendidikan Islam adalah tranformasi sebagian surau di Mingkabau menjadi sekolah nagari model Belanda. Memang berbeda dengan masyarakat muslim jawa umumnya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com memberikan respon yang dingin, banyak kalangan masyrakat muslim Minangkabau memberikan respon yang cukup baik terhadap sekolah desa.

Perbedaan respon masyarakat Muslim Minangkabau dan jawa banyak berkaitan dengan watak cultural yang relatif berbeda, selain itu juga berkaitan dengan pengalaman histories yang relatif berbeda baik dalam proses dan perkembangan Islamisasi maupun dalam berhadapan dengan kekuasaan Belanda.

Selain itu perubahan atau modernisasi pendidikan Islam datang dari kaum reformis atau modernis Muslim. Gerakan reformis Muslim yang menemukan momentumnya sejal abad 20 berpendapat, diperlukan reformasi system pendidikan Islam untuk mempu menjawab tantangan kolonialisme dan ekspansi Kristen.

Respon sistem pendidikan Islam tradisional seperti surau (Minangkabau) dan Pesantren (Jawa) terhadap modernisasi pendidikan Islam menurut Karel Steenbrink dalam kontek surau tradisional menyebutnya sebagai menolak dan mencontoh, dalam kontek pesantren sebagai menolak sambil mengikuti. Untuk itu, tak bisa lain dalam pandangan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, surau harus mengadopsi pula beberapa unsur pendidikan modern yang telah diterapkan oleh kaum reformis, khususnya system klasikal dan penjejangan, tanpa mengubah secara signifikan isi pendidikan surau itu sendiri.

Selain respon yang diberikan oleh pesantren di Jawa, komunitas pesantren menolak asumsi-asumsi keagamaan kaum reformis. Tetapi pada saat tertentu mereka pasti mengikuti langka kaum reformis karena memiliki manfaat bagi para santri, seperti sistem penjenjangan, kurikulum yang lebih jelas dan system klasikal. Pesantern yang mengikuti jejak kaum reformis adalah pesanteren Mambahul ‘ulum di Surakarta, dan di ikuti oleh pesantren Modern Gontor di Ponorogo. Pondok tersebut memasukan sejumlah mata pelajaran umum ke dalam kurikulumnya, juga mendorong santrinya untuk memperlajari Bahasa Inggris selain Bahasa Arab dan melaksanakan sejumlah kegiatan ekstra kurikuler seperti olah raga, kesenian dan sebagainya.

Sistem Pendidikan Islam pada mulanya diadakan di surau-surau dengan tidak berkelas-kelas dan tiada pula memakai bangku, meja, dan papan tulis, hanya duduk bersela saja. Kemudian mulialah perubahan sedikit demi sedikit sampai sekarang. Pendidikan Islam yang mula-mula berkelas dan memakai bangku, meja dan papan tulis, ialah Sekolah Adabiah ( Adabiah School) di Padang. Adabiah School merupakan madrasah (sekolah agama) yang pertama di Minangkabau, bahkan diseluruh Indonesia. Madrasah Adabiah didirikan oleh Almarhum Syekh Abdullah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Ahmad pada tahun 1909.

Adabiah hidup sebagai madrasah sampai tahun 1914, kemudian diubah menjadi H.I.S. Adabiah pada tahun 1915 di Minangkabau yang pertama memasukkan pelajaran Agama dalam rencana pelajarannya. Sekarang Adabiah telah menjadi sekolah Rakyat dan SMP. Setelah berdirinya madrasah Adabiah, maka selanjutnya diikuti madrasah lainnya seperti madras Schol di Sungyang ( daerah Batusangkar) oleh Syekh M.Thaib tahun 1910 M, Diniah School (madrasah diniah) oleh Zainuddin Labai Al-Junusi di Padangpanjang tahun 1915.

Sumatra Thawalib memberikan pengajaran baik di bidang keagamaan maupun bidang-bidang lain yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan modern. Sementara di Jawa, Muhammadiyah adalah yang pertama mendirikan lembaga-lembaga pendidikan bergaya modern. Hingga perkembangannya pada 1925, Muhammadiyah telah memiliki 14 madrasah, 8 HIS, sebuah sekolah guru di Yogyakarta dan 32 sekolah dasar 5 tahun.

Di antara guru Agama banyak juga mengarang kitab-kitab untuk madrasah ialah 1) H. Jalaluddin Thaib, seperti kitab jenjang bahasa arab 1-2, Tingkatan bahasa arab 1-2, Tafsir AlMunir 1-2, ( 2) Anku Mudo Abdul hamid Hakim, seperti kitab: Al-Mu’in Al-Mubin 1-5, AsSullam, Al-Bayan Tahzibul akhlaq, ( 3) Abdur-Rahim Al-Manafi seperti kitab : Mahadi ‘ilmu Nahu, Mahadi ilmu Sharaf, Al-Tashil, Lubahul Fighi, Al-Huda, Asasul adab. Ulama-ulama yang mengadakan perubahan dalam pendidikan Islam di Minangkabau adalah 1) syekh Muhd.

Thaib Umar Sungayang, batu sangkar tahun 1874-1920 M. 2) Syekh H. Abdullah Ahmad, Padang tahun 1878 M-1933M, 3) Syekh H. Abdul karim Amrullah, Maninjau 1879-1945 M, 4) Syekh H.M. Jamil Jambek Bukittinggi 1860-1947, 5) dan lainlain. Surau–surau yang termashur di Minangkabau adalah sebagai berikut ; 1) Surau Tanjung Sung yang didirikan oleh Syekh H.M Thaib Umar pada tahun 1897 M dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Al-Hidayah dan SMPI, PGA, 2) Surau Parabek, Bukittinggi didirikan oleh Syekh H.

Ibrahim Musa pada tahun 1908 M. dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Thawalib, 3) Surau padang Japang didirikan oleh Syekh H. Abbas Abdullah pada tahun 1913 dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Darul funun Abbasiah, 4) dan lain-lain. Tentang keadaan pendidikan Islam di Minangkabau pada masa beberapa tahun sebelum tahun 1900.

dilukiskan dalam skema pendidikan Islam. Dari perkembangan di awal This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com abad ke-20, penting ditegaskan, madrasah tampak telah mengalami beberapa perubahan penting di banding masa sebelumnya. Di sini, seperti terlihat dari beberapa contoh di atas, madrasah telah berkembang menjadi satu lembaga pendidikan dengan ciri-ciri yang dikenal kini.

Model madrasah ini didirikan sebagai bagian dari upaya umat untuk mengadopsi sistem pendidikan modern yang diperkenalkan kolonial, dan pada saat yang sama karena ketidakpuasan terhadap lembaga pendidikan nasional yang telah berdiri sebelumnya.

Oleh karena itu, gagasan modernisasi dan kemajuan merupakan bagian inheren dari perkembangan madrasah saat itu. Madrasah merupakan salah satu perwujudan hasrat muslim untuk melangkah pada dunia baru yang disebut dengan alam kemajuan. Pendidikan pada saat sekarang tidak lagi dipahami sebagai peneguhan proses transformasi pengetahuan (knowledge) yang hanya dikuasai oleh sekolah (pendidikan formal).

Guru dengan demikian tidak lagi dipandang sebagai ‘dewa’ dengan segala kemampuannya untuk melakukan proses pencerdasan masyarakat. Gudang ilmu mengalami pergeseran, tidak lagi terpusat pada guru. Ruang pendidikan tidak lagi harus berada pada ruang-ruang sempit, yang bernama sekolah, melainkan juga harus dimainkan oleh masyarakat, entah itu melalui pendidikan alternatif maupun melalui pendidikan luar sekolah.

mengatakan bahwa proses pendidikan akan memperoleh keuntungan dari upaya membebaskan masyarakat yang cendrung mendewakan sekolah, dengan demikian kegiatan sekolah tidak lebih hanya sebagai pengkhianatan terhadap upaya pencerahan budi. Postmodernisme yang mengusung tema pluralitas, heterogenitas serta deferensiasi adalah bukti betapa pendidikan harus disebarkan melalui kerja-kerja yang tidak harus dibebankan pada sekolah. Apalagi, realitas membuktikan betapa sekolah justru seringkali memainkan peran dogmatis dan dominannya dalam melakukan transfer of value (transformasi nilai) serta transfer of knowledge (transformasi pengetahuan).

Peran guru, bahkan juga institusi sekolah seringkali menampilkan diri dalam batas-batasnya sebagai pembelenggu kreativitas anak didik, anak didik disekolah sering diperlakukan oleh guru tak ubah sebagai bejana kosong yang siap diisi tanpa boleh dibantah, pendidikan seperti ini yang dikritik oleh Freire sebagai model pendidikan “gaya bank” (banking system).

Sementara pola Sistem Kredit Semester (SKS) bahkan juga ujian akhir nasional (UAN) sebagai ukuran terakhir kemampuan anak didik adalah representasi bagi ‘penindasan’ yang dilakukan institusi-institusi tersebut terhadap pengembangan kreativitas anak didik.

Beban pelajaran yang sedemikian berat, meminimilisasikan kemampuan anak didik untuk This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ‘melakukan’ eksperimentasi’ berdasarkan kemampuannya secara profesional, karena disibukkan dengan beban-beban yang cukup membelenggu.

Selama ini, pendidikan seolah hanya diarahkan pada pembentukan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga beban berat pengajaran seringkali diarahkan pada penguasaan pada bidang-bidang tersebut.

Padahal dalam perspektif postmodernisme, justru masyarakat modern mengalami degradasi, krisis moral, krisis sosial dan sebagainya, yang dimulai dari dominasi iptek dengan penerapan rasio manusia sebagai ukuran kebenarannya telah mendatangkan persoalan yang cukup berat menimpa masyarakat modern.

Rasio manusia ansich tidak lagi diharapkan dapat memberikan jawaban atas berbagai problem yang muncul dalam masyarakat modern, sehingga proses pendidikan hanya diarahkan pada kepentingan rasio atau nalar rasionalitas justru akan mendatangkan bencana kemanusiaan. Padahal sejak awal diyakini bahwa pendidikan diselenggarakan sebagai alat untuk memanusiakan manusia. Pengangkatan harkat dan martabat kemanusian tidak hanya dapat dimainkan oleh nalar rasio semata, tetapi harus integratif antara nalar rasional dan nalar spiritual.

Dalam konteks ini tidak berlebihan bila dalam konsep pendidikan nasional pengembangan kemampuan anak didik juga diarahkan pada tiga kemampuan dasar yaitu kognitif, afektif serta psikomotorik. Ketidakmampuan mengembangkan ketiga ranah tersebut akan melahirkan out put pendidikan yang timpang. Itulah sebabnya, proses pendidikan harus dijalankan untuk memainkan ketiga ranah tersebut agar tetap berjalan. Kritik postmodernisme atas situasi masyarakat modern sebenarnya juga merupakan kritik atas proses pendidikan yang hanya mengedepankan satu aspek dari keseluruhan nilai yang dimiliki manusia.

Dalam kondisi yang demikian postmodernisme tampil memberikan berbagai alternatif bagi proses pendidikan yang harus dijalankan. Kritik mendasar postmodernisme terhadap modernisme telah memunculkan berbagai tema-tema penting seperti paralogy atau pluralisme deferensiasi atau desentralisasi, dekontsruksi atau kritik dasar atas sebuah tatanan, relativisme, dan sebagainya.

Tema-tema inilah yang sesungguhnya memberikan peluang baru bagi munculnya model (paradigma) pendidikan yang perlu diselenggarakan oleh negara ataupun masyarakat Indonesia.

Kejawen berisi kaidah moral dan budi pekerti luhur, serta memuat tata cara manusia dalam melakukan penyembahan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal.

Akan tetapi, setelah abad 15 Majapahit runtuh oleh serbuan anaknya sendiri, dengan cara serampangan dan subyektif, jauh dari kearifan dan budi pekerti yg luhur, “pendatang baru” menganggap ajaran kejawen sebagai biangnya kemusyrikan, kesesatan, kebobrokan moral, dan kekafiran.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Maka harus dimusnahkan. Ironisnya, manusia Jawa yang sudah “kejawan” ilang jawane, justru mempuyai andil besar dalam upaya cultural assasination ini. Mereka lupa bahwa nilai budaya asli nenek moyang mereka itulah yang pernah membawa bumi nusantara ini menggapai masa kejayaannya di era Majapahit hingga berlangsung selama lima generasi penerus tahta kerajaan.

Sultan Agung Mataram pada abad ke 15 dianggap sebagai filsuf peletak pondasi Kejawen Muslim yang kemudian sangat mempengaruhi upacara-upacara penting terutama yang paling nampak adalah penanggalan dalam menentukan hari-hari penting. Hari-hari penting kejawen tidak lepas dari "Kelahiran - Pernikahan - Mangkat" (kematian), yang ketiganya adalah kehidupan dalam tradisi Jawa. Orang Jawa akan mendapatkan nama pada ketiga peristiwa tersebut, yaitu nama saat kelahiran, nama saat pernikahan, nama saat mangkat (nama kematian dengan menambahkan "bin"/ "binti" nama orang tua dibelakang nama kelahiran).

Semua hari-hari penting itu ditetapkan sesuai Kalender Jawa yang memiliki Primbon sebagai aturan-aturan dalam menentukan hari penting dan tata caranya. Berikut adalah hari-hari penting dalam Kejawen : 1. Suran (Tahun Baru 1 Sura). 2. Sepasaran (upacara kelahiran) dan Aqiqah bagi Muslim. 3. Mantenan (Pernikahan dengan segala upacaranya). 4. Mangkat (Upacara Kematian) - Mengirim Do'a (Kenduri, Wirid, Ngaji) 7 Hari, 40 Hari, 100 Hari, 1000 Hari, 3000 Hari.

5. Megeng Pasa - Tanggal 28 dan 29 Bulan Ruwah (Bulan Arwah) Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap nasi dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga) untuk mengikat silaturahmi.

6. Megeng Sawal - Tanggal 29 dan 30 Bulan Pasa Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap nasi dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga salah satunya bertujuan untuk memperkuat hubungan tali silaturahmi) untuk mengikat silaturahmi bagi yang tidak ada kesempatan pada Megeng Pasa.

7. Riadi Kupat (Hari Raya Ketupat) - Tanggal 3, 4 dan 5 Bulan Syawal (Bagi orang tua yang ditinggalkan anaknya sebelum menikah). This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Karena filsafat kejawen juga beragama, hari besar agama juga merupakan hari penting kejawen. Berikut ini adalah beberapa hari penting tambahan untuk kejawen muslim, antara lain : a.

Hari Raya Idul Fitri b. Hari Raya Idul Adha. c. Hari Raya Jum'at. d. Muludan (Maulid Kanjeng Nabi Muhammad, S.A.W.) e. Sekaten (Syahadatain) Kejawen tidak memiliki Kitab Suci, tetapi orang Jawa memiliki bahasa sandi yang dilambangkan dan disiratkan dalam semua sendi kehidupannya dan mempercayai ajaranajaran Kejawen tertuang di dalamnya tanpa mengalami perubahan sedikitpun karena memiliki pakem (aturan yang dijaga ketat), kesemuanya merupakan ajaran yang tersirat untuk membentuk laku utama yaitu Tata Krama (Aturan Hidup Yang Luhur) untuk membentuk orang jawa yang hanjawani (memiliki akhlak terpuji), hal-hal tersebut terutama banyak tertuang dalam karya tulis sebagai berikut : a.

Kakawin (Sastra Kuna) - merupakan kitab sastra metrum kuna (lama) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang berjumlah 5 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa Kuno dan Bahasa Jawa Kuno b. Babad (Sejarah-Sejarah) - merupakan kitab yang menceritakan sejarah nusantara berjumlah lebih dari 15 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa Kuno dan Bahasa Jawa Kuno serta Aksara Jawa dan Bahasa Jawa c.

Serat (Sastra Baru) - merupakan kitab sastra metrum anyar (baru) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang terdiri lebih dari 82 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan Huruf Pegon (Bahasa Krama Inggil Bahasa Jawa yang dituliskan dengan huruf Arab) d. Suluk (Jalan Sepiritual) - merupakan kitab tata cara menempuh jalan supranatural untuk membentuk pribadi hanjawani yang luhur dan dipercaya siapa saja yang mengalami kesempurnaan akan memperoleh kekuatan supranatural yang berjumlah lebih dari 35 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan Huruf Pegon This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e.

Kidungan (Do'a-Do'a) - sekumpulan do'a-do'a atau mantra-mantra yang dibaca dengan nada khas, sama seperti halnya do'a lain ditujukan kepada Tuhan bagi pemeluknya masing-masing yang berjumlah 7 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa f. Primbon (Ramalan-Ramalan) - berupa kitab untuk membaca gelagat alam semesta untuk memprediksi kejadian, dan lain-lain.

ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa g. Piwulang Kautaman (Ajaran Utama) - berupa kitab yang terdiri dari Pituduh (Perintah) dan Wewaler (Larangan) untuk membentuk pribadi yang hanjawani, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa Para penganut kejawen sangat menyukai berpuasa dalam ajaran Islam karena dianggap sama dengan ajaran leluhurnya selain juga tafakur yang dianggap sama dengan bertapa.

Macam-macam puasa tersebut antara lain: a. Pasa Weton - berpuasa pada hari kelahiranya sesuai penanggalan Jawa. b. Pasa Sekeman - Puasa pada hari Senin dan Kamis. c. Pasa Wulan - Puasa pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada setiap bulan Kalender Jawa. d. Pasa Dawud - Puasa selang-seling, sehari puasa-sehari tidak.

e. Pasa Ruwah - Puasa pada hari-hari bulan Ruwah (Bulan Arwah). f. Pasa Sawal - Puasa enam hari pada bulan Sawal kecuali tanggal 1 Sawal. g. Pasa Apit Kayu - Puasa 10 hari pertama pada bulan ke-12 kalender Jawa. h. Pasa Sura - Puasa pada tanggal 9 dan 10 bulan Sura. Selain puasa diatas kejawen juga memiliki puasa biasanya untuk menggambarkan kezuhudan (kesungguhan) dalam mencapai keinginan, jenis puasa tersebut adalah sebagai berikut : a. Pasa Mutih - puasa ini dilakukan dengan jalan hanya boleh makan nasi putih, tanpa garam dan lauk pauk atau makanan kecil dan lain-lain, serta minumnya juga air putih.

b. Pasa Patigeni - puasa tidak boleh makan, minum dan tidur serta hanya boleh dikamar saja tanpa disinari cahaya lampu. c. Pasa Ngebleng - puasa tidak boleh makan dan minum, tidak boleh keluar kamar, boleh keluar sekedar tetapi sekedar buang hajat dan boleh tidur tetapi sebentar saja.

d. Pasa Ngalong - puasa tidak makan dan minum tetapi boleh tidur sebentar saja dan boleh pergi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e.

Pasa Ngrowot - puasa yang tidak boleh makan nasi dan hanya boleh makan buahbuahan, umbi-umbian atau sayur-sayuran saja. Karena ayahku merupakan seorang tokoh masyarakat yang dianggap ahli tentang aturan kejawen, maka setiap ada warga yang hendak mengadakan suatu kegiatan tertentu baik dari kampungku sendiri maupun dari daerah yang lain mereka banyak yang bertamu ke rumahku demi untuk menentukan hari yang baik dalam mengadakan suatu kegiatan tersebut, seperti: ingin mengadakan acara pernikahan, mendirikan bangunan, hendak bepergian, bercocok tanam, mencari pekerjaan dan lain-lain.

Menurut aturan kejawen terdapat hari yang dianggap baik dan tidak baik. Setiap hari rumahku tidak pernah sepi dari tamu ayahku saat itu.

Sebagai rasa terima kasih mereka atas bantuan yang diperoleh dari ayahku, kami sering mendapatkan kiriman makanan berupa nasi dan ingkung (satu ekor ayam yang sudah dimasak) lengkap dengan jenis-jenis makanan tradisional lainnya seperti: krecek (rengginang), tape ketan, jadah, kembang goyang dan lainnya. Dalam keluargaku, memberikan sesuatu yang berupa makanan kepada orang lain dapat diartikan sebagai pengeratan tali silaturahmi, ungkapan terima kasih atas jasa yang telah diberikan, dan sebagai ungkapan permohonan maaf apabila kita melakukan kesalahan dalam tindakan atau tingkah laku, ucapan entah disengaja ataupun tidak disengaja dan lainnya.

Setiap ada musim orang mau melangsungkan pernikahan misalnya, aku pun senang karena keluargaku sering mendapatkan kiriman makanan dari tamu ayahku yang sudah datang kepada ayahku yang hendak mengadakan acara tersebut.

Selain mencarikan penanggalan baik untuk acara pernikahan tersebut ayahku juga dimintai tolong untuk menjadi MC (Master of Ceremony) atau istilah Jawa-nya menjadi pranatacara. PRANATACARA Apa sih arti or makna semantik Pranatacara itu?

Let’s we learn, study and share together.Pranatacara atau sering disebut pambyawara, pranata adicara, pranata titilaksana atau pranata laksitaning adicara adalah salah satu jenis pekerjaan yang berhubungan dengan suatu pertemuan atau acara dalam masyarakat Jawa. Pranatacara dalam bahasa Indonesia disebut pewara atau pembawa acara. Pranatacara merupakan pembawa acara dalam upacara adat Jawa seperti pernikahan (temanten), kematian (kesripahan), pertemuan (pepanggihan), perjamuan (pasamuan), pengajian (pengaosan), pentas, dan sebagainya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Profesi pranatacara sudah mendapat pengakuan dan memperoleh penghargaan yang baik dari masyarakat dan berkembang menjadi suatu profesi yang menguntungkan. Peran pranatacara dalam acara-acara resmi maupun hiburan, tetap menjadi tolak ukur dari sukses tidaknya suatu acara, sehingga dapat dibayangkan bagaimana bila suatu acara tidak ada pranatacaranya, maka acara tersebut akan terasa tidak urut dan tidak enak dilihat.

Untuk menjadi seorang pranatacara tidak hanya mempunyai bekal keberanian, tetapi juga harus mempunyai bekal kemampuan. Keberanian akan timbul apabila seseorang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dan rasa percaya diri ini timbul bila seseorang tersebut mempunyai keyakinan atas kemampuan yang dimiliki. Syarat untuk menjadi pranatacara antara lain: seorang pranatacara harus dapat melafalkan dengan benar kata-kata bahasa Jawa krama inggil.

Iapun diwajibkan mampu mengendalikan suaranya agar tetap menarik dan tidak menjemukan. Selain suara, nafas juga harus di kendalikan secara teratur.

Beberapa syarat yang biasanya menjadi dasar bagi seorang pranatacara agar mampu melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut: a. Olah swara (teknik vocal) Suara adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, artinya adalah bahwa setiap orang memiliki bobot suara yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Ada yang tinggi, sedang, dan kecil. Dalam bahasa Jawa, suara yang bagus disebut gandhang, yaitu tidak berisik, pelan dan nyaman didengar.

Suara gandhang enak didengar, penuh wibawa, dan menunjukkan kepribadian. Sebagai pranatacara, maka suara adalah hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai aktivitas kepranatacaraannya. Berikut ini adalah beberapa hal yang membantu pranatacara 1. Aksentuasi (accentuation) atau logat.Suara pranatacara tidak tercampur dengan dialek atau logat daerah, artinya suaranya menggunakan bahasa baku.

Dalam bahasa Jawa, yang dianggap baku adalah logat/dialek Surakarta dan Ngayogyakarta hadiningrat. Untuk dialek tidak baku seperti dialek Banyumas, Jawa Timuran dan lainnya bisa digunakan dalam acara santai atau sebagai selingan agar acara tidak terasa sepi sunyi.dalam olah swara (teknik vokal).

2. Artikulasi (articulation) atau pocapan. Yaitu kejelasan pengucapan kalimat dan pelafalan kata. Huruf mati dan huruf hidup diucapkan dengan tegas dan jelas, tidak mendengung (bindheng). Pranatacara harus mengerti cara pengucapan bahasa Jawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 version - http://www.simpopdf.com dengan benar, begitu juga bahasa Indonesia atau bahasa asing yang mungkin harus diucapkan ketika ada tamu yang tidak mengerti bahasa Jawa krama Inggil.

Kekeliruan dalam mengucapkan suatu kata bisa merendahkan kewibawaan pranatacara. 3. Nafas (breath) atau prana. Nafas tidak dipaksakan, tidak terengah-engah, sehingga tampak wajar. Dengan pengaturan nafas yang baik, maka seorang pranatacara bisa memberi jeda frasa, kalimat, ungkapan (basa pinathok) dan pernyataan dengan tepat maknanya.

Sikap berdiri yang tegak, rileks, pakaian yang longgar/tidak sesak di badan, dapat melonggarkan aliran nafas sehingga suara menjadi lebih alami. 4. Kecepatan (speed) bicara dan Intonasi (intonation) nada suara atau membat mentul swara.

Hal ini berhubungan dengan intonasi, aksen, pacing (tempo), pitch (nada), juncture (titik waktu). Intonasi berkenaan dengan pungtuasi seperti koma, titik, titik koma, tanda perintah, tanda tanya. Aksen berkenaan dengan stress (tekanan). Pitch berkenaan dengan tinggi rendahnya suara sesuai dengan acara yang sedang digelar. Untuk acara resmi seperti temanten, kesripahan, pahargyan, menggunakan suara rendah, kalem, namun untuk acara hiburan menggunakan suara tinggi.

Tempo berkenaan dengan cepat dan lambatnya suara. Juncture berkenaan dengan waktu pengambilan nafas agar nafas tidak terengah-engah saat menjalankan acara. 5. Empati atau kajiwa. Suara yang diucapkan harus bisa menyesuaikan dengan kondisi kejiwaan suatu acara. Pengucapan harus sesuai dengan suasana acara apakah acara tersebut memiliki unsur senang, susah, doa, atau gembira. 6. Infleksi atau lagu kalimat (perubahan nada suara).

Lebih baik hindari pengucapan yang sama bagi setiap kata (redundancy). Infleksi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat. b. Olah raga lan busana (penampilan) Di dalam bahasa Jawa terdapat sebuah peribahasa yang berbunyi: ajining dhiri gumantung kedaling lathi, ajining raga gumantung ing busana. Peribahasa tersebut sangat sesuai dengan profesi pranatacara. Seorang pranatacara akan tampil dengan sangat bagus jika didukung oleh bagusnya suara, postur badan dan pakaiannya.

Olah raga berhubungan dengan sikap, solah bawa, kesusilaan, dan subasita. Berikut ini adalah tujuh bentuk olah raga sebagai pranatacara: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 1. Magatra: badan, wajah, cara berdandan dan berpakaian, sesuai, pantas, sikap wajar, tidak dibuat-buat. 2. Malaksana: cara melangkah dan berjalan selangkah dua langkah urut, luwes, tidak ragu-ragu.

3. Mawastha: berdiri tegak, tidak menyondong. 4. Maraga: mantap, tenang, tidak gemetaran, kepala tegak, menatap ke depan, gerakan tangan teratur untuk menunjukkan kejelasan ucapan.

5. Malaghawa: terampil, lancar, tidak lambat namun juga tidak terlalu cepat. 6. Matanggap: tanggap terhadap situasi yang dihadapi, ketika berhadapan dengan situasi acara yang membutuhkan ketenangan, kekusyukan, bisa ikut tenang dan khusyu’, jika berhadapan dengan situasi acara yang membutuhkan suasana segar dan menyenangkan, bisa ikut membuat suasana menjadi gembira, dan sebagainya. 7. Mawwat: mantab, menyelesaikan acara dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan penyelenggara acara.

Olah raga, atau cara berpenampilan yang baik bagi seorang pranatacara selalu diawali dengan keadaan tubuh yang sehat, suara yang tidak serak, volume suara yang enak didengar, tidak melengking dan tidak rendah.

Ia harus mengenali tempat dimana acara akan diselenggarakan, mengenali karakteristik tamu dan memandang mereka sebagai sahabat. Ia bisa melakukan gerakan tangan seperlunya saat berada di atas pentas, tidak berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan, karena gerakan tubuh yang berlebihan hanya akan mengacaukan penampilan dan tampil percaya diri. Olah busana atau cara berpakaian yang baik bagi seorang pranatacara merupakan hal yang wajib diketahui dan dimengerti dengan baik agar penampilan dan gaya berpakaian sesuai dengan acara yang sedang dibawakan.

Memakai pakaian yang serasi/cocok dengan acara, harus dibicarakan dengan panitia acara, contohnya ketika menjadi pranatacara adat temanten Jawa, apakah menggunakan pakaian adat/kejawen (busana adat Ngayogyakarta atau Surakarta), seragam dengan panitia ataukah tidak, menggunakan busana nasional/formal ataukah tidak. Busana dalam acara pernikahan tentu akan berbeda dengan busana ketika menjadi pranatacara kematian. Busana resmi akan berbeda dengan busana santai. Busana yang dipakai dalam acara yang diselenggarakan didalam gedung pasti akan berbeda dengan acara yang diselenggarakan dirumah.

Warna busanapun harus dipilih dengan seksama, agar tidak terlihat menyolok, terlalu terang, atau terlalu banyak memakai aksesoris.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com c. Olah basa lan sastra (kemampuan berbahasa dan sastra) Agar dapat mengolah bahasa dengan baik, seorang pranatacara harus mengetahui dan memahami paramasastra (fonologi, morfologi, semantik, sintaksis), wacana, dan pragmatik.

Pengetahuan yang luas mengenai paramasastra Jawa diharapkan dapat membuat pranatacara mampu mengucapkan kata-kata, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, kalimat, ungkapan, wacana Bahasa Jawa krama inggil dengan laras dan leres. Laras artinya, pranatacara mampu menggelar acara sesuai dengan keadaan dan suasana. Leres artinya pranatacara bisa menggunakan bahasa yang sesuai dengan paramasastranya. Bahasa Jawa memiliki pola bahasa yang bertingkat-tingkat, yakni: basa krama, madya, dan ngoko.

Tingkatan krama adalah unggah-ungguh yang memancarkan arti penuh sopan santun antara penutur dan mitra tutur. Dengan kata lain, tingkatan ini menandakan adanya perasaan segan (pakewuh) diantara keduanya. Hal ini disebabkan hubungan antara penutur dengan mitra tutur belum terjalin dengan baik. (Poedjosoedarmo, 1979: 14). Dalam peristiwa tutur, ada jarak antara penutur dan lawan tutur. Penutur bersikap hormat kepada lawan tutur dan tidak boleh berbuat semaunya. Tingkatan krama, biasanya digunakan pada mitra tutur yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari penutur, seperti seorang bawahan bertutur dengan atasannya atau seorang murid yang bertutur dengan gurunya maka akan menggunakan tingkat tutur krama.

Madya merupakan bagian tengah-tengah dalam undakusuk bahasa Jawa. Madya merupakan tingkatan atau undak-usuk diantara krama dan ngoko. Tingkat tutur madya ini menunjukkan perasaan sopan, tingkat tuturnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

(Poedjosoedarmo, 1979:15). Bahwasanya tingkatan madya bermula dari bentuk krama. Dalam proses perkembangannya, tingkat tutur ini sudah mengalami proses kolokialisasi atau informalisasi penurunan tingkat.

Selain itu, tingkatan ini sudah mengalami proses pluralisasi. Banyak orang menyebut bahwa tingkat tutur madya ini memiliki ciri setengah sopan dan setengah tidak sopan. Orang-orang desa biasanya berbicara dengan tingkat tutur ini terhadap orang yang dia anggap perlu untuk disegani. Digunakan dalam bertutur kata dengan orang yang tingkat sosialnya rendah, tetapi usianya lebih tua dari penuturnya. Dalam tingkat apapun, kata ngoko digunakan apabila kata tersebut tidak mempunyai padanan pada tingkat kata yang lebih tinggi.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dengan kata lain, kosakata dalam bentuk ngoko mempunyai jumlah paling besar diantara kosa kata lainnya. Bentuk basa ngoko merupakan suatu tatanan kalimat yang terdiri dari kumpulan kata-kata ngoko yang seterusnya akan disebut tembung ngoko, termasuk juga afiks-afiks yang melekat pada tembung ngoko itu sendiri adalah kata-kata yang tidak memiliki atau mengandung suatu nilai halus atau penghormatan.

Bentuk madya paling sering dipakai oleh orang-orang yang bermukim di pedesaan ataupun di daerah pegunungan, terutama pada saat kegiatan jual-beli di pasar. Kemudian, Tembung (leksikon) krama inggil ialah kata-kata yang digunakan paling hormat. Tembung krama inggil dapat ditempatkan bersama-sama dengan rangkaian tembung-tembung ngoko, madya, maupun krama.

Basa krama yang biasanya dipakai sebagai bahasa pengantar bagi pranatacara dalam melaksanakan tugas kepranatacaraannya. Bahasa Jawa juga memiliki basa Jawa baru dan lama.

Rerengganan biasanya memakai bahasa Jawa lama/kawi yang memiliki aspek sastra tinggi. Untuk menampilkan ciri sastra, pranatacara menggunakan purwakanthi (lumaksita, sastra, swara) atau nyekar (tembang). 1. Contoh purwakanthi lumaksita (purwakanthi basa): Nun inggih naming Dhimas Sujatmika ingkang kuwawi methik puspita, puspita cempaka, cempaka kang lagya ambabar ganda arum, boten sanes inggih naming Risang Ahayu Retna Kumala.

(Pringgawidagda, 1998: 20) 2. Contoh purwakanthi sastra: Bokmenawi atur kula wonten cicir cewet kuciwanipun, kula nyuwun agunging pangaksama. Wijang wijiling wicara panjenenganipun Rama Sudira kang pindha pinandhita paring sesuluh seserepan dhumateng rising temanten kekalih. Gumarenggeng ambrengengeng kadya sasra bremana ingkang mider hangupeng puspita, hanenggih menika rata kencana ingkang tinitihan dening putra calon penganten kakung ingkang sampun manjing gapuraning palataran.

(Pringgawidagda, 1998: 20). Ketika penganten hendak melakukan kirab, maka pranatacara dapat melantunkan sekar kinanthi: Arsa tedhak sang Dyah Ayu, Keng raka tansah kinanthi, Bagus Dendy setiawan, Kalian Dewi Sitoresmi, arsa kirab kanarendran, Gandheng renteng kanthen nyari. Ketika selesai pahargyan, pranatacara melantunkan sekar pucung: Sampun rampung pahargyan temantenipun, Kanthi karaharjan, Binerkahan mring Hyang Widhi, Sri panganten binedhol nuju wiwara. d. Pangrengga swara (sound system) This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kemajuan teknologi membantu pranatacara mengolah suaranya.

Suara yang pelan bisa terdengar lebih jelas, suara yang enteng akan terdengar lebih mantab. Dekat dan jauhnya letak mikrofon dari mulut pranatacara bisa dipakai untuk membedakan suara berat, ringan, pelan, cepat, dan memperjelas desis ketika melafalkan kata-kata bahasa Jawa dalam tingkatan krama inggil. e. Papan (tempat) Tempat dimana seorang pranatacara harus berdiri haruslah sesuai dengan suasana, tidak terlalu dekat dengan tamu, dan tidak terlalu jauh dari tamu apalagi tidak terlihat sama sekali oleh tamu.

Yang paling ideal adalah tempat dimana seorang pranatacara bisa melihat tamu dan seisi tempat acara dengan jelas, juga dekat dengan panitia acara, penata sound system sehingga mengerti jalannya acara dari awal hingga akhir. f. Pawiyatan (pendidikan) Menjadi seorang pranatacara bisa dipelajari melalui pendidikan formal seperti di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), UNS (Universitas Negeri Surakarta), UNNES (Universitas Negeri Semarang) dan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang membuka program studi Bahasa Jawa, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 non formal seperti kursus, penataran, pelatihan atau belajar sendiri.

Ilmu umum yang dipelajari melalui pendidikan, baik formal maupun non formal, harus diimbangi dengan ilmu agama sehingga ia mampu memaparkan ayat-ayat dari kitab apapun. Jadi dan tidaknya seseorang sebagai pranatacara yang mumpuni tergantung niat dan kemauan. Meskipun tidak belajar melalui pendidikan formal, apabila ia mau belajar melalui pendidikan non formal ditambah mau belajar langsung dari situasi dan suasana dimana acara digelar, ia pastilah bisa menjadi seorang pranatacara yang baik dan handal.

g. Mental Tidak semua orang memiliki mental baja, ada yang berani, ada yang malu-malu. Bisa saja terjadi, seseorang yang sudah belajar dengan tekun, bahkan telah dihapalkan sebelumnya, namun ketika berhadapan dengan tamu yang banyak, mentalnya menjadi ciut, oleh karena seorang pranatacara tidak boleh salah ucap, dan grogi sehingga kata-kata yang seharusnya diucapkan mantap menjadi acak-acakan dan sekenanya saja. Mental yang tidak kuat, bisa terlihat dari suara yang grogi, badan gemetar, sering salah ucap, dan berdebar-debar.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Agar seorang pranatacara punya mental baja, kuat, dan berani tampil dengan hasil maksimal, maka dibutuhkan latihan yang terus menerus dan bisa melakukan gladhi (gladhi simulasi ataupun gladhi sebenarnya).

Gladhi simulasi adalah melakukan tugas pranatacara seperti menghadapi tamu yang sebenarnya diluar acara. Gladhi sebenarnya adalah mengikuti kegiatan mranatacara pada acara yang sebenarnya dengan berdiri di dekat pranatacara profesional saat melakukan pekerjaannya. Ketika sudah merasa berani tampil sendirian, ia bisa mencoba satu dua titilaksana dalam acara tersebut bergiliran dengan pranatacara yang telah profesional (biasanya acara yang memiliki banyak titilaksana adalah acara temanten).

Ketika sudah merasa bisa, maka ia bisa melaksanakan tugas pranatacara sendiri. h. Ketewajuhan (kedisiplinan) Ketewajuhan berkenaan dengan disiplin waktu dan tugas. Disiplin waktu berarti ia harus datang lebih awal dari para tamu yang sebenarnya, memulai acara sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dan mengakhiri acara sesuai dengan waktunya.

Disiplin dalam tugas artinya melaksanakan kewajiban sesuai dengan yang diminta penyelenggara acara, tidak meninggalkan tempat acara sebelum acara selesai digelar.

i. Gladhen (gladi) Ada tiga tingkatan pranatacara, yaitu pemula, madya, dan professional. Pranatacara pemula biasanya sebelum melaksanakan tugas kepranatacaraannya, ia membuat teks terlebih dahulu dan dihapalkan. Pranatacara madya biasanya hanya membuat catatan garis besar acara yang hendak ia laksanakan.

Pranatacara professional biasanya tidak memerlukan persiapan serius dan matang untuk melaksanakan tugas kepranatacaraannya. Ia bisa diminta kapan saja alias mendadak. Pranatacara pada tingkatan manapun harus melakukan gladhi acara agar acara yang dibawakannya bisa berjalan lancar, kata-kata bisa tepat, suaranya bisa terdengar bagus dan mampu membawakan acara dari awal hingga akhir dengan baik.

j. Kasamaptaan (persiapan) Persiapan sangat penting bagi seorang pranatacara. Siap dalam arti mampu mempersiapkan diri dalam hal kesehatan, penampilan, pakaian, dan acara.

Jangan sampai ketika di daulat menjadi pranatacara, ia sakit sehingga penyelenggara acara harus mencari pengganti. Penampilan dan pakaian sangat mempengaruhi kewibawaan seorang pranatacara, sehingga ia harus mempersiapkan dengan matang kedua hal tersebut sebelum acara digelar.

Siap dalam acara berarti bahwa seorang pranatacara harus berkomunikasi dengan penyelenggara acara, panitai acara, bagaimana sebaiknya acara digelar. Jangan sampai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com seorang pranatacara memberikan jeda waktu istirahat, sementara panitia belum siap untuk menyuguhkan makanan dan minuman. Dalam berpranatacara kita juga harus memperhatikan kode etik pranatacara. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat.

Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip prinsip moral yang ada pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logikarasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik.

Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian. Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu: 1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.

Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan masyarakat.

Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat. Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat.

Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri. Tanggung jawab profesi yang lebih spesifik yaitu: 1. Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses maupun produk hasil kerja profesional.

2. Menjaga kompetensi sebagai profesional. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.

Mengetahui dan menghormati adanya hukum yang berhubungan dengan kerja yang profesional. 4. Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggung jawab. Menjadi seorang pranatacara berarti memahami etika pranatacara, etika tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1.

Bila diminta penyelenggara acara tidak menolak. Apabila hendak menolak, maka harus memberikan penjelasan dengan cara yang baik, sopan, halus, dan berhati-hati apalagi bila menyangkut masalah permintaan yang merupakan “sambatan” alias sukarela tanpa dibayar. 2. Harus bisa meyakinkan penyelenggara acara agar mantap dalam memilihnya sebagai calon pranatacara, namun seorang pranatacara tidak boleh sombong dengan membicarakan kemampuannya sebelum tugas dilaksanakan.

3. Siap melaksanakan tugas. 4. Bila bertanya tentang waktu acara (baik siang atau malam), nama tempat, denah lokasi, dan sebagainya dengan jelas sehingga tidak terjadi miskomunikasi atau kesalahpahaman.

5. Jangan pernah meminta untuk dijemput kecuali jika waktunya terlalu mepet. 6. Jauhi pembicaraan tentang honor atau upah. 7. Jauhi permasalahan pribadi (seperti apakah pengantinnya duda atau janda: untuk perhelatan temanten (pernikahan), meninggal karena apa: untuk acara layatan, dan sebagainya).

8. Jangan menyebut merek sound system. 9. Bila bisa, upayakan datang setengah jam sebelum acara dimulai. Pranatacara dalam Bahasa Jawa sebagai sumber kearifan dalam kehidupan bermasyarakat. Kearifan merupakan “sesuatu” yang dihasilkan dari sebuah kecerdasan manusia yang dapat digunakan oleh sesamanya sebagai sarana pencerdasan pula. Kearifan dihasilkan dari proses pemikiran dan pengambilan keputusan yang bijaksana, tidak merugikan semua pihak, serta bermanfaat bagi siapapun yang tersapa oleh kearifan itu.

Kearifan dapat menjadi sarana pemelajaran bagi setiap manusia untuk menjadi orang yang cerdas, pandai, dan bijaksana. Kebudayaan dapat diartikan sebagai seluruh usaha dan hasil usaha manusia dan masyarakat untuk mencukupi segala kebutuhan serta hasratnya untuk memperbaiki hidupnya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kearifan dalam budaya adalah seluruh usaha dan hasil usaha manusia dan masyarakat yang dilakukan dan ditujukan untuk memberikan makna manusiawi dan membuat tata kehidupan yang manusiawi pula.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, usaha dan hasil budaya manusia diarahkan untuk meningkatkan harkat dan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Kearifan dalam budaya merupakan bentuk kecerdasan yang dihasilkan oleh masyarakat pemilik kebudayaan yang bersangkutan. Sebuah kearifan lokal merupakan kecerdasan yang dihasilkan berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri sehingga menjadi milik bersama.

Kearifan lokal budaya Jawa merupakan wujud kecerdasan yang dihasilkan oleh pengalaman hidup masyarakat Jawa sendiri, bukan oleh pengalaman hidup bangsa atau suku lain.

Mempelajari dan menghayati budayanya sendiri akan menghasilkan kecerdasan bagi para pelakunya, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 mereka terlibat langsung dalam penciptaan budayanya, melalui pengalaman hidup yang dijalani bersama, namun bukan berarti kebudayaan suku atau bangsa lain tidak dapat dipelajari.

Kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh sekelompok etnis manusia yang diperoleh melalui pengalaman hidupnya serta terwujud dalam ciri-ciri budaya yang dimilikinya. Kearifan lokal memiliki ketahanan terhadap unsur-unsur yang datang dari luar dan mampu berkembang untuk masa-masa mendatang.

Kepribadian suatu masyarakat ditentukan oleh kekuatan dan kemampuan kearifan lokal dalam menghadapi kekuatan dari luar. Jika kearifan lokal hilang atau musnah, maka kepribadian bangsapun memudar. Orang Jawa yang masih menghayati ke-Jawa-annya, memandang bahwa kebudayaan Jawa merupakan kebudayaan yang adiluhung.

Adiluhung dapat dipadankan dengan luhur. Kebudayaan adiluhung artinya kebudayaan luhur yang diciptakan untuk mencapai tujuan yang luhur. Ketika orang Jawa mengajarkan pengetahuan, pranata, adat, norma-norma, ataupun nilai-nilai Jawa kepada generasi berikutnya tentu mereka menanamkan bahwa orang Jawa wajib melestarikan kebudayaan Jawa yang adiluhung itu.

Keyakinan atas keadiluhungan kebudayaan mewujud menjadi sebuah hukum yang ketat yang dijabarkan dalam pranata adat ataupun aturan-aturan di dalam kehidupan keluarga.

Kebudayaan yang adiluhung yang mereka yakini dapat terpinggirkan oleh budaya lain atau bahkan terlupakan dan pada akhirnya punah. Jika kebudayaan Jawa tidak dianut lagi, barangkali, generasi berikutnya menjadi generasi yang tidak lagi berperilaku njawani seperti layaknya orang Jawa. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bahasa merupakan pengejawantahan dari apa yang dipelajari dan dipikirkan manusia.

Bahasa merupakan representamen kebudayaan. Kebudayaan merupakan keseluruhan proses pemikiran dan hasil usaha manusia untuk mengatasi keterbatasan manusia dalam mempertahankan dan memfasilitasi keberadaan hidupnya yang dipahami melalui proses belajar hingga menjadi milik bersama. Bahasa yang dipakai oleh seorang pranatacara adalah bahasa Jawa krama inggil, yakni bahasa Jawa yang tingkatannya berada paling tinggi.

Bahasa Jawa krama inggil memiliki unsur sastra dan seni yang tinggi. Bahasa ini biasanya dipakai dalam situasi resmi. Unsur seni yang tampil dalam bahasa Jawa krama inggil antara lain berupa pilihan susunan kata-kata, metaphor, dan kesamaan bunyi mengubah tuturan yang disampaikan menjadi tuturan yang puitis. Tuturan yang disajikan dengan bahasa seni (bahasa yang indah) disebut basa rinengga yaitu bahasa yang diperindah. Cara memperindah tuturan dimaksud dilakukan dengan mengubah kalimat dan mengganti kata-kata tertentu dengan kata-kata lain yang bersinonim atau menggunakan metaphor.

Unsur seni yang berupa persamaan bunyi dalam tuturan bahasa Jawa disebut purwakanthi yakni menyebut kembali apa yang telah diujarkan dedepannya (sebelumnya). Seorang pranatacara biasa menggunakan bentuk ini dalam acara temanten. Unsur seni yang terdapat dalam tuturan formal pada upacara temanten berupa penyulihan kata-kata yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan kata-kata sinonimnya diambil dari ragam sastra. Penggunaan kata-kata dari ragam sastra merupakan sebuah kelaziman yang hadir dalam tuturan pidato pranatacara.

Selain menciptakan rasa kenyamanan, bahasa seni yang dihadirkan dalam upacara temanten mampu menciptakan suasana agung dan sakral. Pranatacara adalah sebuah profesi yang erat kaitannya dengan budaya dan bahasa Jawa.

Kehadirannya ditengah masyarakat menjadikan budaya Jawa yang adiluhung tetap dipakai dalam kehidupan bermasyarakat. Kita bisa membayangkan jika sudah tidak ada lagi masyarakat Jawa yang menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupannya, dan tidak pernah mendengar orang menggunakan bahasa tersebut didalam masyarakat, maka bahasa Jawa lama-kelamaan pasti akan hilang keberadaannya.

Pranatacara dalam bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Jawa dalam situasi resmi dan sakral maupun situasi santai akan menjadi salah satu unsur pembangkit dipakainya kembali bahasa Jawa di ranah publik. Kecakapan pranatacara dalam menjalankan profesinya, didukung oleh pemahaman masyarakat Jawa pada umumnya, bahwa acara-acara sakral dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com agung tidaklah nyaman dihati mereka jika tidak cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 unsur ke-Jawa-annya.

Unsur ke-Jawa-an yang dimaksud adalah penggunaan bahasa Jawa krama inggil dengan unsur seni dan sastra yang tinggi sehingga suasana kesakralan akan terasa dan menyentuh hati. Sekarang ini seperti sedang berkembang suatu tren, baik di kalangan keraton, pejabat negara, pengusaha, maupun rakyat biasa yang menggunakan jasa pranatacara sebagai pembawa acara yang mereka gelar.

Dalam hal ini, fungsi pranatacara sebagai salah satu pemakai dan pelestari budaya Jawa menjadi sangat berarti. Tren yang sedang berkembang hendaknya terus di uri-uri atau dilestarikan agar anak dan cucu dapat terus menjumpai dan mendengar bentuk-bentuk sastra Jawa yang adiluhung di masyarakat.

Seringnya menjumpai dan mendengar bentuk bahasa Jawa yang dibawakan oleh seorang pranatacara, maka akan memunculkan bibit-bibit pranatacara baru yang nantinya akan menggantikan fungsi pranatacara yang telah tua atau meninggal. Dengan demikian, regenerasi profesi pranatacara akan dapat terus terjadi. Regenerasi inilah yang akan tetap melestarikan budaya Jawa yang adiluhung sebagai suatu kearifan lokal masyarakat Jawa yang hanya akan dijumpai dalam masyarakat Jawa sebagai ciri khas budaya Jawa.

Ayahku saat itu paling sering menjadi pranatacara pada acara mantenan (pernikahan). PRIMBON Well, dalam Kejawen, pasti gak lepas dengan adanya buku atau kitab primbon. Sebenarnya apa sih primbon itu? Oke lah kalo beg beg begitu.mari kita simak bareng aja temuan aku apa itu primbon yang menjadikan buku atau kitab bagi kalangan tertentu yang menjadi kontroversial, fenomenal dalam kaum or penganut kejawen.

Primbon berasal dari kata bahasa Jawa, yaitu: bon, mbon atau mpon yang berarti induk, lalu kata tersebut mendapat awalan pri atau peri yang berfungsi meluaskan kata dasar. Jadi kesimpulannya, buku primbon dapat di artikan sebagai induk dari kumpilan-kumpulan catatan pemikiran orang Jawa kuno.

Catatan-catatan yang dimuat menjadi sebuah kitab (kitab primbon) dianggap penting. Pengetahuan penting itu lalu di kumpulkan mejadi sebuah buku primbon yang menjadi sumber rujukan orang-orang Jawa sejak zaman dahulu untuk panduan menjalani kehidupan sehari-hari. Primbon Jawa kuno dibuat pada zaman pemerintahan Sultan Agung Mataram pada abad ke 15 Masehi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Primbon merupakan buku yang berisi perhitungan, perkiraan, ramalan dan sejenisnya mengenai hari baik dan buruk untuk melakukan segala sesuatu, serta perhitungan untuk mengetahui nasib dan watak pribadi seseorang berdasarkan hari kelahiran, nama, dan ciri-ciri fisik.

(Bay Aji Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, 2009). Dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer disebutkan bahwa primbon merupakan kitab yang berisi ramalan perhitungan baik, buruk, dan sebagainya. Umumnya primbon bersifat anonim. Kalaupun nama yang tertera, sebagian besar hanya merupakan penyusunnya saja.

Kecuali seri Bataljemur Adammakna yang ditulis oleh pangeran Harya Tjakraningrat dari kesultanan Yogyakarta. Suwardi Endaswara juga menyebutkan bahwa primbon merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Mistikus Jawa disebut juga primbonis.

Karena segala gerak dan tingkah laku didasarkan pada kitab primbon. Karena primbon memuat berbagai macam persoalan hidup. Dalam hal ini Suwardi membagi ajaran primbon sebagai berikut: 1. Pranata Mangsa Merupakan cara membaca gejala alam semesta. Atau disebut juga tafsir alam (ngalam) semesta.

Biasa digunakan kaum tani pedesaan untuk menghitung waktu tandur (menanam padi) atau nelayan untuk mengetahui waktu melaut. 2. Petungan Merupakan hitungan-hitungan neptu (nilai numerik).

Misalnya, dalam mencari kecocokan jodoh, nama laki-laki dan perempuan dihitung sedemikian rupa sesuai dengan abjad Jawa yang 20, kemudian dibagi tujuh, maka sisanya adalah kondisi yang akan terjadi jika menikah.

3. Pawukon Merupakan rumusan perhitungan waktu, hari, pasaran, bulan ataupun tahun. 4. Pengobatan Merupakan wejangan pengobatan tradisional. 5. Wirid Biasanya berupa sastra Wedha. Di dalamnya terkandung pesan, sugesti, larangan yang menuju ke suatu titik mistik.

Yang bertujuan agar terciptanya keharmonisan manusia Jawa dengan sesamanya, alam semesta dan Tuhan. 6. Aji-aji Merupakan gambaran hidup supranatural orang Jawa. Menurut masyarakat kejawen, mantra memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa jika diyakini. 7. Kidung This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Syair yang berisi wejangan dan sebagainya.

8. Ramalan/Jangka Ramalan sama halnya seni petungan. Hanya saja lebih luas, tidak sekedar masalah individu seperti jodoh dan nikah, tetapi lebih bersifat luas, seperti apa yang terjadi dalam masyarakat diramalkan dalam Jangka Jayabaya. 9. Tata Cara Slametan Merupakan tata cara ritual orang Jawa sebagai tanda syukur, tolak bala’ ataupun yang lainnya.

10. Donga/Mantra Donga atau mantra seperti halnya wirid dan aji-aji, tetapi menggunakan ayat-ayat alQur’an yang ejakannya dijawakan (dipegonkan). 11. Ngalamat/Sasmita Gaib Ngalamat biasanya berupa fenomena aneh di alam semesta. Masyarakat kejawen menganggap fenomena ganjil tersebut sebagai pertanda.

Primbon merupakan catatan-catatan yang dianggap penting mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pedoman hidup dan tatanan tradisi. Dalam primbon, misalnya, terdapat catatan mengenai berbagai mantra dan rumusan mencari waktu-waktu tertentu yang dianggap baik (untung;Jawa) untuk melakukan segala sesuatu dan waktu-waktu yang dianggap jelek (naas; Jawa) untuk melakukan sesuatu.

Bentuk dan penghitungan kalender Jawa hampir sama dengan kalender Hijriyah yang digunakan oleh umat Muslim. Keduanya sama-sama memiliki jumlah bulan yang sama, hanya saja nama bulannya yang berbeda dan jumlah harinya yang sedikit berbeda. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, hasil dari catatan-catatan yang dimasukkan ke buku induk salah satunya adalah penanggalan.

Hitungan hari dalam kalender Jawa itulah yang menjadi dasar perhitungan ramalan primbon Jawa. Penanggalan (Kalender) Islam No. Penanggalan Islam Lamanya Hari 1 Muharram 30 2 Safar 29 3 Rabiul awal 30 4 Rabiul akhir 29 5 Jumadil awal 30 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 6 Jumadil akhir 29 7 Rajab 30 8 Sya'ban 29 9 Ramadhan 30 10 Syawal 29 11 Dzulkaidah 30 12 Dzulhijjah 29/(30) Jumlah 354/355 Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Namun, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah. Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).

Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting pada tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari: 1. Al-Ahad (Minggu) 2.

Al-Itsnayn (Senin) 3. Ats-Tsalaatsa' (Selasa) 4. Al-Arbaa-a / Ar-Raabi' (Rabu) 5. Al-Khamsah (Kamis) 6. Al-Jumu'ah (Jumat) 7. As-Sabt (Sabtu) Penanggalan (Kalender) Jawa Berikut beberapa perbedaan dan kesamaan penanggalan bulan Jawa dengan Hijriah: Bulan dalam kalender Hijriah adalah: 1. Januari 2. Februari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.

Maret 4. April 5. Mei 6. Juni 7. Juli 8. Agustus 9. September 10. Oktober 11. November 12. Desember Bulan dalam kalender Jawa adalah: 1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4.

Bakda Mulud 5. Jumadil Awal 6. Jumadil Akhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar Penanggalan hari dalam kalender Hijriah adalah: 1. Senin 2. Selasa 3. Rabu 4. Kamis 5. Jumat 6. Sabtu 7. Minggu Penanggalan hari/ pasaran dalam kalender Jawa adalah: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com PON WAGE KLIWON LEGI PAHING Primbon yang tertua ditulis pada masa Mataram Islam.

Ini menunjukkan bahwa sebelum Mataram, bahkan sebelum masuknya Islam ke Jawa, Primbon belum didokumentasikan secara tertulis. Namun demikian, akar primbon yang berupa ramalan astrologi telah lama dikenal dengan Serat Jayabaya atau yang dikenal sebagai ramalan Jayabaya.

Primbon Jawa kuno cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 untuk mengetahui sifat seseorang, keberuntungan, hari baik, kecocokan jodoh, serta seluk beluk kehidupan yang ingin diketahui oleh manusia.

Pada dasarnya primbon Jawa kuno diciptakan sebagai pedoman hidup bagi manusia. Percaya atau tidaknya semuanya kembali kepada pribadi masing-masing.

Di Perpustakaan Nasional terdapat banyak jenis primbon, seperti Kitab Ta’bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, Lontarak Bola, dan lainnya. Primbon yang ditulis lebih sistematis terbit pada tahun 1912-1930-an. Selanjutnya primbon bukan lagi sekedar catatan keluarga, tetapi justru sudah menjadi petunjuk praktis dalam kehidupan. Seri Primbon Betaljemur Adammakna terbitan Solo misalnya disusun secara berseri dengan Attasadhur Adammakna dan Lukmanakim Adammakna dalam dua bahasa, Jawa dan Indonesia.

Sebagai contoh wujud dari hasil Ilmu kejawen yang ada di Jawa yang mencakup tentang 3 masalah utama yaitu: realita, pengetahuan dan nilai. Menurut teori John S. Brubacher (dalam Prasetya, 2000;36) bahwa dalam tinjauan dari segi sistematik, filsafat berhadapan dengan 3 problem utama, yaitu: 1.

Realita, ialah mengenai kenyataan, yang selanjutnya menjurus kepada masalah kebenaran. Kebenaran akan timbul bila orang telah dapat menarik kesimpulan bahwa pengetahuan yang telah dimiliki ini telah nyata. 2. Pengetahuan, yang berusaha menjawab pertanyaan-pernyataan seperti apa hak pengetahuan, cara manusia memperoleh dan menangkap pengetahuan itu, dan jenisjenis pengetahuan.

Pengetahuan dipelajari oleh epistemologi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3. Nilai, yang dipelajari oleh cabang filsafat yang disebut aksiologi. Pertanyaan dicari jawabannya antara lain adalah seperti nilai-nilai yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh manusia dan dapat digunakan sebagai dasar hidupnya. Tiga konsep masalah utama tersebut berkenaan mengenai konsep waktu menurut masyarakat kejawen, diantaranya: a.

Petungan Sangkan, Bebrayan, Kromo, lsp. (Perhitungan untuk Bepergian, Kegiatan Kebersamaan, Menentukan Pasangan Hidup atau Menikah, dll) Bab Nanda Rahajune Laku Petikan Saking Kitab Primbon Dina Ngalor Ngetan Ngidul Ngulon 1.

Ngat Mengeng Slamet Redjeki Kasurang-surang 2. Senen Rahaju Redjeki gedhe Kasurang-surang Oleh gawe 3. Selasa Slamet Mengeng Rejeki gedhe Redjeki 4. Rebo Redjeki Oleh gawe Mengeng Mengeng 5. Kemis Slamet Mengeng Redjeki Slamet 6.

Djumuah Redjeki Mengeng Mengeng Bejik 7. Sabtu Slamet Oleh gawe Redjeki Mengeng Maha Primbon Djawa Taun 1912 Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Ngat : hari Minggu Djumuah: hari Jum’at Mengeng: goyah, mendapat masalah, kesusahan Redjeki: rejeki Oleh gawe: mendapat pekerjaan, rejeki/hal yang baik Bejik : baik Rahayu: keindahan, kedamaian, aman dan selamat Kasurang-surang: sengsara, celaka, mendapat kesusahan, tidak mendapat ketenangan Orang Jawa yang masih menganut ilmu kejawen memang kental akan tradisi, adat dan pantangan.

Jika dilihat dari tabel diatas ada beberapa aturan orang Jawa tersebut dimana sejak jaman kuno dulu sampai sekarang masih ada yang mempercayai hal baik/hal buruk untuk menentukan hari baik menurut arah mata angin (kompas) tentang arah mana yang dianggap baik/buruk menurut paham kejawen dimana arah mata angin yang tepat untuk mencari pekerjaan, bercocok tanam, mendapatkan pasangan hidup/menikah, dll.

Misalnya: Orang yang lahir pada hari Senin menurut tabel diatas; apabila mencari jodoh, pekerjaan, dll hendak ke arah ngalor ‘’utara’’ diperbolehkan sebab tertulis kata rahayu berarti perdamaian, aman dan selamat. Kalau kearah ngetan timur dikatakan rejeki gedhe artinya rezki yang besar, kearah ngidul selatan dikatakan kasurang-surang mendapat kesusahan; berarti tidak mendapatkan ketenangan jadi menurut kepercayaan Jawa tidak boleh dilakukan kalau dilakukan berarti akan mendapat kesusahan.

Apabila kearah ngulon barat tertulis oleh gawe maksudnya mendapat pekerjaan atau hal baik. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dina Pasaran Jawa (Hari Pasarnya Jawa) DINA PASARAN JAWA PON WAGE KLIWON LEGI PAHING Misalkan ada kasus begini: Si A lahir pada hari selasa kliwon, pantangan pertama adalah kamis wage, kedua adalah rabu pon (dihitung dari 9 hari kedepan menurut pasaran jawa pada tabel diatas) pada dua hari tersebut, dia tidak boleh bepergian, bercocok tanam, mencari jodoh/menikah, mendirikan bangunan, dsb sebab kalau dilanggar menurut paham aturannya akan mendapatkan musibah (celaka/mati).

Disamping itu, menurut kepercayaan yang sudah tertulis dalam kitab primbon, orang tua yang mempunyai seorang anak (laki-laki/perempuan) yang lahir pada hari selasa kliwon salah satu orang tuanya bapak/ibu tidak akan menjumpai anaknya saat melangsungkan pernikahan (sudah meninggal terlebih dahulu). Kata ibuku saat aku dilahirkan pada hari kelahiran Selasa Kliwon di dunia, ayahku cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 itu tidak pulang ke rumah (pergi) tanpa ada pesan perginya entah kemana selama tiga hari.

Mungkin karena alasan itulah, saat itu ayahku awalnya tidak begitu suka dengan hari kelahiranku karena dianggap sebagai hari sialnya. b. Membaca Jodoh dalam Primbon. Dalam masyarakat kejawen, jodoh memang termasuk misteri. Karena Tuhan merahasiakannya. Namun, dalam primbon, untuk mencari jodoh maka harus melalui petungan (perhitungan huruf) secara khusus. Dalam hal ini ada orang yang menerapkan petungan untuk mencari jodohnya, ada pula yang menerapkan petungan ke dalam mistik melalui tirakat.

Dalam petungan ini biasanya menggunakan pasatowan salaki-rabi, yakni mempersatukan nama calonnya. Contoh petungan-nya menurut kitab Primbon Betaljemur Adammakna.

Ngat Neptunya 5 Kliwon Neptunya 8 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Senen Neptunya 4 Legi Neptunya 5 Seloso Neptunya 3 Rebo Neptunya 7 Pahing Neptunya 9 Kemis Neptunya 8 Djumuah Neptunya 6 Pon Neptunya 7 Sabtu Neptunya 9 Wage Neptunya 4 Sura Neptunya 7 Rajab Neptunya 2 Sapar Neptunya 2 Ruwah Neptunya 4 Rabiul Awal Neptunya 3 Pasa Neptunya 5 Rabiul Akhir Neptunya 5 Sawal Neptunya 7 Jumadil Awal Neptunya 6 Dulkadah Neptunya 1 Jumdil Akhir Besar Neptunya 1 Neptunya 3 Keterangan: Neptu: Nilai jumlah angka dari suatu hari dan pasaran Cara untuk menghitung angka pada hari dan neptu pasaran adalah: Djumuah: 6, Kliwon, 8.

Jadi, 6+8 = 16 c. Menentukan Hari Baik dan Buruk menurut Primbon. Dalam Islam, semua hari itu dianggap baik semua, namun menurut kitab Primbon terdapat hari yang dianggap baik dan buruk dalam menentukan kegiatan tertentu. Misalnya: menikah, sunatan (walimatul khitan), mendirikan bangunan, bepergian, dan lain-lain.

Berikut tabel rumus yang dikutib dari kitab Primbon. Urip Guna Bisa Lara Pati Cilaka Susah 1.1 Sura 8 3 9 6 7 4 5 3.1 Sapar 6 8 7 4 5 3 9 4.5 Mulud 3 7 6 5 4 9 8 9 5 3 6 4 7 8 9 4 3 7 8 6 5 4 8 5 9 6 7 3 6.5 7.4 2.4 Bakda Mulud Jumadil Awal Jumadil Akhir This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.3 Rejeb 6 8 7 4 5 3 9 5.3 Ruwah 4 6 5 9 3 8 7 6.2 Pasa 3 5 7 8 4 6 9 1.2 Syawal 8 3 9 6 7 5 4 2.1 Apit 7 6 5 3 8 4 9 4.1 Besar 5 7 6 8 4 9 3 Keterangan: 3 : Selasa 5: Ngat 7: Rebo 9: Sebtu 4: Senin 8: Kemis 10 Guna: Senang, Gembira 6: Djumuah 11.

Pati: Kematian d. Perhitungan Neptu Untuk Pernikahan. Neptu hari dan pekan (pasaran) dari kelahiran, calon suami dan istri, masing-masing dijumlahkan. Kemudian, hasilnya dibagi 9 dan dicatat sisanya. Dan hasil sisanya tersebut mempunyai makna sebagai berikut: 1 dan 1: baik, saling mencintai, 1 dan 2: baik, 1 dan 3 : kuat, tetapi rejekinya jauh, 1 dan 4: banyak celakanya, 1 dan 5: bercerai, 1 dan 6: sulit kehidupannya, 1 dan 7 : banyak musuh, 1 dan 8: sengsara, 1 dan 9: tempat berlindung, 2 dan 2 : selamat, rejeki banyak, 2 dan 3: salah satu meninggal lebih dulu, 2 dan 4: banyak mengalami godaan, 2 dan 5: banyak celakanya, 2 dan 6 : cepat kaya, 2 dan 7: banyak anaknya yang mati, 2 dan 8: murah rejeki, 2 dan 9: banyak rejeki, 3 dan 3: melarat, 3 dan 4: banyak celakanya, 3 dan 5: cepat cerai, 3 dan 6: mendapat anugrah, 3 dan 7 banyak mendapat celakanya, 3 dan 8: salah satu meninggal dulu, 3 dan 9: banyak rejeki, 4 dan 4: sering sakit, 4 dan 5: banyak mengalami godaan, 4 dan 6: banyak rejeki, 4 dan 7: melarat, 4 dan 8: banyak mengalami rintangan, 4 dan 9: salah satu kalah, 5 dan 5: terus mendapatkan keberuntungan, 5 dan 6: murah rejeki, 5 dan 7: selalu ada mata pencaharian, 5 dan 8: mengalami banyak rintangan, 5 dan 9: murah rejeki, 6 dan 6: banyak celakanya, 6 dan 7: rukun, damai dan tentram, 6 dan 8: banyak musuh, 6 dan 9: sengsara, 7 dan 7: terhukum cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 istrinya, 7 dan 8: mendapat celaka karena diri sendiri, 7 dan 9: perjodohannya langgeng, 8 dan 8: dicintai orang lain, 8 dan 9: banyak celakanya, 9 dan 9: susah rejeki.

Contoh: hari cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 suami adalah Jum’at Kliwon, neptu Jum’at = 6, ditambahkan dengan neptu Kliwon = 8.

6+8 = 14 dibagi 9, maka sisanya 5. Sedangkan istri umpamanya kelahiran Jum’at Pahing. Neptu Jum’at = 6, neptu Pahing = 9. Jika ditambahkan menjadi 15. Kemudian hasilnya dibagi 9 maka menjadi 6.

Jadi, sisa keduanya: 5 dan 6 yang jatuhnya murah rejeki. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e. Perhitungan Neptu Dan Pasaran Suami Istri. Neptu hari kelahiran dan pasaran suami istri dijumlahkan, hasilnya kemudian dibagi menjadi 4 maka sisanya: 1 Bermakna Gonto: jarang memiliki anak, 2 Bermakna Gembali: banyak anak, 3 Bermakna Sri : banyak rejeki, 4 Bermakna Punggel : salah satu meninggal.

Contoh: misal hari kelahiran suami adalah Jum’at Pon, neptu Jumat: 6, neptu Pon:7. Sedangkan hari kelahiran istri Rabu Pahing, neptu Rabu: 7, neptu Pahing : 9. Jika dijumlahkan maka hasilnya 29. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dibagi menjadi 4, maka tersisa 1. Bilangan 1 jatuh pada bilangan gonto yang bermakna jarang memiliki anak.

f. Perhitungan Weton Pasaran Untuk Suami Dan Istri. Perhitungan ini didasarkan menurut hari kelahiran kedua pasangannya, yakni: Ngat dengan Ngat: sering sakit, Ngat dengan Senin: banyak penyakitnya, Ngat dengan Selasa: miskin, Ngat dengan Rabu: yuwana (selamat meskipun difitnah orang), Ngat dengan Kamis: bertengkar, Ngat dengan Jum’at: yuwana, Ngat dengan Sabtu: miskin, Senin dengan Senin: tidak baik, Senin dan Selasa: yuwana, Senin dan Rabu: anaknya wanita, Senin dan Kamis: dicintai banyak orang, Senin dan Jum’at: yuwana, Senin dengan Sabtu : berekat (selalu cukup, meskipun pendapatannya sedikit), Selasa dengan Selasa: tidak baik, Selasa dan Rabu: kaya, Selasa dan Kamis: kaya, Selasa dengan Jum’at: bercerai, Selasa dengan Sabtu: sering bertengkar, Rabu dengan Rabu: tidak baik, Rabu dengan Kamis: yuwana, Rabu dengan Jum’at: yuwana, Rabu dengan Sabtu: baik, Kamis dengan Kamis: yuwana, Kamis dengan Jum’at: yuwana, Kamis dengan Sabtu: bercerai, Jum’at dengan Jum’at: miskin, Jum’at dengan Sabtu: celaka, Sabtu dengan Sabtu: tidak baik.

g. Perhitungan Pernikahan Nama Penganten Pria dan Wanita Diambil Huruf Awal dan Akhirnya Versi Pertama Misalnya: Nama Pengantin Pria A dengan Wanita B diambil huruf awal dan akhirnya saja, kemudian neptu masing-masing huruf suami dan istri tersebut dijumlahkan.

Berapa sisa masing-masing? Jika ada sisanya maka: 1 dan 1 Baik 3 dan 9 Baik 1 dan 2 Baik 4 dan 4 Jahat 1 dan 3 Bertengkar cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dan 5 Cerai 1 dan 4 Cerai 4 dan 6 Cerai 1 dan 5 Cerai 4 dan 7 Jadi musuh 1 dan 6 Cerai 4 dan 8 Jadi musuh This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 1 dan 7 Jadi musuh 4 dan 9 Dianggap jelek 1 dan 8 Mati 5 dan 5 Siang sialnya 1 dan 9 Jadi penghulu 5 dan 6 Cerai 2 dan 2 Baik 5 dan 7 Cerai 2 dan 3 Mati 5 dan 8 Cerai 2 dan 4 Baik 5 dan 9 Baik 2 dan 5 Cerai 6 dan 6 Jelek tapi tidak cerai 2 dan 6 Jelek 6 dan 7 Baik 2 dan 7 Sering cerai/rujuk 6 dan 8 Baik 2 dan 8 Tidak mudah cerai 6 dan 9 Cerai 2 dan 9 Baik 7 dan 7 Baik 3 dan 3 Lipat 7 dan 8 Baik 3 dan 4 Tidak jadi 7 dan 9 Kejahatan 3 dan 5 Cerai 8 dan 8 Baik 3 dan 6 Baik 3 dan 7 Celaka 8 dan 9 Banyak anak tapi mendapat celaka 3 dan 8 Cerai 9 dan 9 Pisah tapi tidak cerai Neptu hurufnya sebagai berikut: No.

Abjad Neptu No. Abjad Neptu 1 Ha 1 11 Pa 7 2 Na cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 12 Da 3 3 Ca 5 13 Ja 6 4 Ra 7 14 Ya 5 5 Ka 2 15 Nya 10 6 Da 4 16 Ma 4 7 Ta 7 17 Ga 2 8 Sa 9 18 Ba 4 9 Wa 1 19 Tha 9 10 La 1 20 Nga 10 Misalnya: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nama penganten Pria misalkan bernama Sudargo, huruf awalnya Sa dan akhirnya Ga.

Masing-masing neptunya adalah 9 dan 2, jumlahnya 11 dibagi 9, maka untuk penganten pria sisa 2 (dua). Sedangkan nama penganten wanita, misalkan namanya Satimah, huruf awalnya adalah Sa, dan akhirnya Ma, masing-masing neptunya 9 dan 4, jumlahnya 13 dibagi 9 maka penganten wanita sisa 4 (empat), jadi 2 dan 4 (lihat tabel diatas) berarti baik.

h. Perhitungan Pernikahan dengan Mengambil Huruf Depan dan Belakang Versi Kedua Misalnya: Ambil huruf depan dan belakang dari pasangan penganten. Jumlahkan seluruh neptu hurufnya, kemudian dibagi 7. Jika sisa, maka menjadi: 1 Tunggak tan semi, Anaknya banyak yang mati 2 Pisang punggel, Cerai 3 Lumbung gumuling, Boros 4 Sanggar waringin, Jadi tempat berlindung 5 Pedaringan kebak, Kaya 6 Satriya lelaku, Baik kalau berdagang 7 Pandhita mukti, Tentram dan selamat Neptu hurufnya sebagai berikut: No.

Abjad Neptu No. Abjad Neptu 1 Ha 6 11 Pa 1 2 Na 3 12 Da 4 3 Ca 3 13 Ja 3 4 Ra 3 14 Ya 8 5 Ka 3 15 Nya 3 6 Da 5 16 Ma 5 7 Ta 3 17 Ga 1 8 Sa 3 18 Ba 2 9 Wa 6 19 Tha 4 10 La 5 20 Nga 2 Misalnya: Ada seorang nama pengantin bernama Surono, huruf awalnya Sa dan akhirnya Na.

Masing-masing neptunya adalah 3 dan 3, maka jumlahnya 6. Sedangkan nama penganten This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com wanitanya Mardiyah, huruf awalnya Ma dan akhirnya Ya.

Masing-masing neptunya 5 dan 8, maka jumlahnya menjadi 13. Jumlah keseluruhan (6+13) hasilnya menjadi 19, kemudian dibagi 7, sisanya 5, jatuh pada Pedharingan Kebak, artinya : kaya. i. Membaca Gejala Alam Kehebatan orang Jawa (Bay Aji Yusuf, 2009) dalam membaca alam semesta telah melahirkan seni pranatamangsa yang merupakan tafsir alam semesta.

Sampai saat ini pranatamangsa masih banyak digunakan kaum tani di pedesaan. Mereka dengan cerdik tahu saat yang tepat untuk menanam. Hal ini meminalisir petaka yang mungkin menimpa.

Pranatamangsa sama halnya dengan horoskop atau ramalan bintang. Dalam Primbon Attasadhur Adammakna dijelaskan bahwa ada 12 Penget Palintangan beserta baik dan buruknya mengerjakan sesuatu. Kemungkinan besar Penget Palintangan menyadur nama-nama buruj (zodiak) dalam Islam. No. Palintangan Buruj Zodiak 1 Kam, lun Al Hamlu Aries 2 Sur Al Tsauru Taurus 3 Jud Al Jawza’ Gemini 4 Surtan Al Sarthan Cancer 5 Kasad Al Asad Leo 6 Sambulah Al Sambulah Virgo 7 Mijan Al Mizan Libra 8 Ngakarad Al ‘Aqrab Scorpio 9 Kus Al Qaws Sagitarius 10 Jadiyun Al Jadyu Carpicorn 11 Daliyun Al Dalwu Aquarius 12 Kuda Al Hut Pisces Dapat disimpulkan bahwa Penget Palintangan menyadur dari nama-nama Arab, bersamaan dengan politik Sultan Agung dalam mendamaikan budaya golongan santri dan abangan.

Namun, tampaknya dalam era modern ini, tidak banyak orang yang masih bertumpu dalam perhitungan Primbon. Kalau dulu jodoh masih didominasi oleh orang tua dengan perhitungan Primbon.

Inilah zaman yang disebut orang Jawa sebagai Kebo nusu gudel, maksudnya: orang tua yang dinasehati oleh anak, bukan sebaliknya. j. Para Maling (Pencuri) dari Kalangan Penganut Primbon Jawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Misalnya: Jika ingin selamat menjalankan profesinya sebagai pencuri atau maling, juga harus mempelajari Primbon yang disebut sebagai kalamunyeng atau kalamudeng.

Kapan hari yang baik baginya untuk maling berdasarkan hitungan tempat tinggal dan tanggal lahir si maling tersebut. Dalam hal ini keselamatan masyarakat juga dihitung berdasarkan letak dan tempat masyarakat tersebut dalam tata tertib kosmos Agung. Kunci primbon adalah memahami waktu absolutnya terlebih dulu. Penemuan waktu ini akan dapat menentukan di mana letak seorang manusia dalam ruang semesta, khususnya dalam relatifnya di dunia ini.

Karena tempat seorang manusia telah ditentukan berdasarkan kemunculannya dalam waktu, maka semua gerak-geriknya harus diatur berdasarkan waktu tersebut kalau manusia itu mau selamat. Begitu pula kala seseorang mau mencelakakan orang lain lewat gaib atau langsung, maka dia harus mengetahui letak dan tempat orang lain tersebut dalam pola tata tertib waktu dan ruangnya dalam alam semesta (kosmos). k. Mengenal Sifat atau Watak Seseorang Melalui Weton atau Hari Kelahiran Senin Pon Wage Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Legi Pahing Jika anda lahir Menurut Kehormatan Kelompok Anda suka pada hari kepercayaan keluarga" ini suka menyampaikan Senin Pon, Jawa, jika anda adalah prinsip berkeliling pendapat dengan anda adalah lahir pada hari kalangan Senin dan melihat- tegas, dan tidak seseorang Senin Wage Kliwon.

Anda lihat dunia, akan terpengaruh yang penuh anda jarang terkenal karena entah secara oleh omongan kontradiksi. terjebak dalam pengabdian fisik ataupun orang lain bila tidak Anda keadaan yang anda terhadap secara menemukan alasan mungkin memalukan! Ini orang tua, anak, intelektual. untuk terlihat dikarenakan kakak-adik, Mereka juga mempercayainya. sebagai orang anda suka bahkan sering suka Meskipun yang tangguh, merencanakan pula kerabat berdebat.

demikian, anda yang suka dan jauh. Anda Namun, adalah seorang tampil kuat, menimbang bersedia mereka tidak yang perasa, jujur, bahkan pilihan anda mengorbankan bersifat beriba, dan bercita- dengan dengan hati- semuanya antagonis; cita tinggi.

Anda bangga hati jauh untuk membela kalangan ini adalah pekerja giat memamerkan sebelum keluarga anda. sebenarnya yang tidak suka kekayaan mengambil Anda memiliki terlalu sopan menghambur- anda (atau tindakan.

Anda perasaan yang bahkan hamburkan hasil This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kepandaian cukup jujur dan kuat terhadap untuk jerih payah.

anda bila tidak keberatan asal anda, bermimpi Cobalah untuk hanya itu yang mendengarkan bahkan menyakiti mengendalikan anda miliki!). permasalahan mungkin juga perasaan perasaan anda yang Namun, anda orang lain.

terhadap negara orang lain. sensitif agar tidak sebenarnya Berkat tempat anda Konon selalu memasukkan adalah pendekatan lahir. mereka juga dalam hati setiap seseorang anda yang Sayangnya, sangat murah perkataan atau yang sangat tenang, anda segala hal hati.

tindakan orang perasa. Orang mampu tampil cenderung Tampaknya, lain. lain akan meyakinkan di terlalu mereka selalu terkejut depan dimasukkan memiliki bila masyarakat, hati, sehingga kepribadian mendapati sehingga anda anda mudah yang betapa ramah, memiliki bekal tersinggung. cemerlang.

sopan dan menjadi Terkadang jika saja bertanggung diplomat yang perlu waktu mereka mau jawab anda baik. Meskipun untuk membuat berhenti sebenarnya. demikian, anda tenang mencampuri Tidakkah sekali anda kembali. urusan orang anda merasa marah, anda Meskipun lain! lebih baik tidak akan mau demikian, pada sekarang? menerima dasarnya anda alasan apapun. mudah Anda terkadang memaafkan dan begitu ndableg tidak suka sehingga lebih mendendam.

baik anda Anda pandai dibiarkan dengan kata- sendiri saja kata dan untuk menjadi mungkin dapat tenang menjadi kembali. seorang pembicara atau penulis yang baik jika anda tertarik pada pekerjaan semacam itu. Orang lain This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menghargai cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, kesopanan dan kelembutan anda yang terpuji. Selasa Pon Wage Kliwon Legi Kalangan ini Anda tidak Mereka yang sangat suka lahir pada hari lahir pada hari yang lahir menyukai membesar- Selasa Kliwon Selasa Legi, pada hari kemewahan.

besarkan diri. terkenal bersifat anda akan Selasa Pahing Tingkat Bahkan, anda ramah. Mereka memiliki konon bersifat pemborosan lebih sering begitu pandai kepribadian santai dan mereka mengalah mengungkapkan yang kuat. dapat biasanya kepada orang kata-kata yang Anda tidak menerima tergantung yang lebih tepat dalam akan suka orang lain apa- pada cerewet berbagai situasi melihat orang adanya.

kemampuan daripada sehingga orang menghalangi Mereka finansial yang mempersoalkan lain cukup mudah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, dan tidak terampil ada, tetapi hal-hal yang menyukainya atau akan mau dengan tangan keinginan remeh. malahan cukup mengalah mereka, suka yang kuat Meskipun mudah (walaupun menolong, dan akan demikian, anda diperdayainya dalam hal mau berkorban kehidupan bersemangat bila itu yang yang banyak bagi yang serba baja.

Beberapa mereka inginkan! sebenarnya orang yang mewah akan orang mungkin Anehnya, mereka sepele) agar mereka selalu mereka mengatakan juga terkenal orang lain sayangi. Tetapi rasakan.

anda sedikit berpendirian tidak merasa jangan tanya Meskipun kaku. Namun, keras, walaupun sakit hati. tentang orang- cenderung ada pula yang kesan pertamanya Sesungguhnya, orang yang untuk akan mungkin tidak popularitas membuat melindungi menganggap menunjukkan anda tidak mereka marah!

perasaan anda teramat demikian. Mereka akan Kalangan mereka ndableg. Di juga dapat berkurang jika Selasa Pahing sendiri, samping itu, bersikap sangat anda cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 mempunyai mereka dapat andaikata anda kritis terhadap belajar sedikit reputasi Jika anda Pahing Orang-orang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menjadi merasa orang lain pada berkompromi. terburuk dalam sangat setia terancam, ego saat-saat tertentu.

Bila tidak, hal membalas dan murah anda yang Namun, anda dorongan anda dendam secara hati kepada sensitif akan tidak perlu untuk berkuasa membabibuta. orang-orang sangat mudah berkecil hati bila dapat Meskipun yang sesuai terusik menjadi sasaran membuat anda mereka dengan sehingga anda penilaian tajam membuang cenderung standar cenderung mereka: banyak tenaga untuk cukup pribadi bersikap menunjukkan dalam adu beruntung, mereka.

Akan cemburu. kesalahan anda kekuatan mereka harus tetapi, sekali Meski barangkali dengan teman, belajar untuk anda dekat demikian, hanyalah cara pasangan, atau mengendalikan berarti anda terkadang mereka majikan. suatu kehausan telah menjadi lawan-lawan membantu anda Tetapi pribadi yang milik mereka anda pun akan menjadi orang bagaimanapun mungkin seutuhnya, mengagumi yang lebih kekurangan membuat dan karena nafsu anda sempurna.

tersebut, anda mereka agak kalangan ini yang besar adalah tipe serakah. Lalu sering terbawa akan ilmu yang jujur dan di kemudian kekhawatiran pengetahuan suka bekerja hari mereka akan ancaman dan tekad kuat keras, yang dapat hidup (nyata yang memiliki cita- tenang dan maupun memungkinkan cita tinggi dan berbahagia, khayalan) anda menelaah minat yang tak dikelilingi maka tidak secara terpuaskan banyak teman mengherankan mendalam hal- terhadap ilmu yang baik dan jika rasa hal yang pengetahuan.

menarik. cemburu menarik selalu perhatian anda. menyertai Bila keadaan mereka dalam mulai setiap memburuk hubungan. anda akan tetap Meskipun bertahan. mereka yang dilahirkan pada hari Selasa Pon terkenal bersifat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com tertutup, mereka dapat bersikap cukup ramah dalam kehidupan sosial.

Barangkali anda tidak akan menduga bahwa mereka berpendirian sangat kaku. Rabu Pon Wage Pada dasarnya, Secara umum, anda termasuk mereka yang lahir tipe yang Kliwon Legi Pahing Anda Orang-orang ini adalah menghormati suka pada hari Rabu pemikir sejati tata krama mempertimbangkan penuh Wage bersifat dengan sikap dan segala sesuatu keberuntungan, baik hati dan lembut berpegang sebelum melakukan karena anda ramah.

Meskipun disertai gaya teguh pada suatu tindakan. selalu terkadang kata- duniawi yang falsafah hidup Mereka akan merencanakan kata mereka agak mempesona anda. merenungkan tindakan anda keras, mereka yang mudah Kejujuran segala dengan hati- biasanya mudah menarik orang adalah salah kemungkinan hati, terbuka bergaul dengan lain kepada satu prioritas hingga puas terhadap orang lain serta anda. anda, terhadap hasil yang peluang yang menjunjung tinggi Dikarenakan sehingga anda dapat dicapai.

baru, dan tidak kejujuran dan niat bakat alami membenci Kelompok ini mudah putus baik. Mereka suka anda akan ketidakadilan. mungkin terlihat asa. Anda juga menimbang bahasa dan Anda sangat cukup santai, tetapi memiliki pilihan mereka kepekaan setia terhadap jangan terkecoh!

beberapa dengan cermat terhadap teman tercinta Mungkin keterampilan sebelum perasaan anda yang dikarenakan sedikit sosial, melaksanakannya, orang lain, sangat rasa kurang percaya sehingga dan dalam hal ini maka anda banyak. Anda diri yang membuat Anda This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sejelek apapun mereka memiliki memiliki dikagumi oleh mereka bersikap wajah anda, cukup banyak potensi untuk banyak orang angkuh.

Namun, kemungkinan kebijaksanaan. menjadi karena kata- tidak dapat besar anda Bisa saja mereka seorang kata anda dipungkiri banyak mudah bergaul suka menikmati pembicara yang peramal Jawa juga dengan orang barang-barang dan besar. Banyak bijaksana.

mengatakan bahwa lain! Sisi pelayanan yang di antara Lantas, apa mereka memang buruknya, anda mewah, tetapi orang yang gunanya tidak suka berbagi suka sekali mereka bukan tipe lahir pada hari selalu ingin dengan yang lain. pamer. pemboros. Mereka Rabu Kliwon mencampuri Kewaspadaan Mungkin anda sangat menjadi orator urusan orang mereka mungkin hanya haus menghargai uang atau penulis lain?

terlihat berlebihan perhatian mereka, dan yang handal. saat rasa curiga sewaktu masih terkadang Anda berseri- mereka timbul. kecil, sehingga beberapa dari seri bila Orang-orang ini kini anda mereka dapat mendapatkan sangat perlu belajar merasa harus bersikap sangat pujian untuk bersikap membuat irit.

(sebenarnya lebih santai dan kagum semua siapa yang menurunkan orang dengan tidak?), akan pertahanan mereka. kepandaian tetapi Untungnya mereka atau kekayaan mungkin anda memiliki prinsip anda.

Jadilah perlu belajar untuk tidak diri sendiri dan untuk tidak mencampuri urusan orang lain akan terlalu orang lain. menyukai anda memasukkan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 adanya.

kritikan orang Akan lebih lain ke dalam baik juga bila hati. anda berusaha Waspadalah untuk tidak agar terlalu kelemahan menyalahkan anda terhadap orang lain yang kata-kata yang secara tidak manis tidak sengaja membuat anda menyakiti terlalu mudah perasaan anda. diperdaya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kamis Pon Wage Kliwon Legi Pahing Jika anda lahir Orang yang Anda memiliki Mereka yang Anda memiliki cita- di hari Kamis lahir pada rencana-rencana lahir pada hari cita yang besar Pon, anda hari Kamis besar dalam Kamis Legi disertai semangat biasanya Wage hidup anda.

memiliki cita- baja untuk memiliki cita- biasanya Bahkan, cita yang mewujudkannya. cita tinggi dan memiliki terkadang cita- mulia dan Anda selalu siaga tujuan-tujuan cita-cita cita anda sedikit nilai-nilai mencari mulia yang setinggi terlalu besar yang tinggi. kesempatan untuk berusaha anda langit. Tentu sehingga anda Mereka memajukan wujudkan saja, menjadi korban terkadang kepentingan anda.

sekuat tenaga. terkadang dari imajinasi amat Tetapi hal itu Anda memiliki harapan anda yang bijaksana, bukanlah untuk pikiran yang mereka terlalu aktif saat dikarenakan anda semata; anda cerdas dan terlalu tinggi, keadaan berada kemampuanny juga sangat penuh rasa tetapi mereka diluar jangkauan a untuk mempedulikan ingin tahu, juga anda.

Meskipun melihat keluarga dan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 serta suka berpegang demikian, anda prospek siap membantu mempelajari pada aturan tidak mudah jangka saudara yang hal-hal baru dan dapat menyerah, dan panjang dari membutuhkan yang dapat cukup sikap anda yang suatu hal. perlindungan atau memperluas berhati-hati optimis dan Walaupun pengasuhan. wawasan anda. dalam terhormat akan demikian, Meskipun Meskipun mewujudkan membuat anda mereka harus demikian, anda demikian, tujuan diterima dengan mampu mungkin perlu dengan mereka baik oleh bersikap tabah menjaga kecenderungan sehingga kebanyakan dan berhati- kecenderungan untuk berpikir cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 orang.

Anda hati jika ingin untuk selalu dan bertindak tercapai. suka menjadi melihat mengambil dalam skala Kalangan ini pemimpin, akan keberhasilan kesimpulan tanpa besar, mungkin saja tetapi terlebih ide-ide mengetahui fakta- kebanggaan pandai, tetapi dulu anda harus mereka yang fakta yang lengkap.

serta rasa mereka mengendalikan besar. Khusus dalam percaya sering kecenderungan Masalahnya, pergaulan anda, terhadap terpaku pada anda untuk meskipun suatu dorongan kekayaan jalan mereka terlalu kalangan ini untuk membantah materi atau dan biasanya memasukkan cenderung tanpa lebih dahulu kepandaian tidak hati ide dan berpandangan mengatur pikiran This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dapat dengan menghargai tindakan orang luas, mereka dan kata-kata mudah menjadi saran yang lain yang sering mungkin akan dapat kelemahan tidak mereka mungkin terjerumus membuat orang lain anda pada suatu inginkan.

berbeda dari dalam pernik- merasa tidak saat. Anda Meskipun sudut pandang pernik dihargai. Cara bukanlah tipe demikian, anda. kehidupan penyampaian anda orang yang mereka dapat sehari-hari. sangat berpengaruh suka banyak cukup Mereka di sini. bergaul dan mempesona termasuk tipe tidak tertarik orang lain yang selalu pada urusan dengan membutuhkan orang lain.

sopan- pujian. Tampaknya santunnya Namun, anda cukup dan kemungkinan puas dengan cenderung dukungan mengandalkan tampil baik tidak terlalu kemampuan dalam sulit pribadi untuk pergaulan. diperolehnya, memahami Mereka sebab mereka suatu situasi mungkin biasanya dan tidak suka dikelilingi menghindarkan menunjukkan oleh banyak diri dari perasaan teman pengaruh orang mereka yang (kelompok ini lain. sebenarnya, terkenal tetapi mereka memiliki mudah kemampuan dibujuk bergaul yang dengan luar biasa).

rayuan -- Sementara itu beberapa timbul patah kata pertanyaan; yang manis benarkah dan mereka hanya pasti mulai keinginan berpamer! untuk membantu ataukah dorongan tersembunyi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com untuk menguasai lingkunganny a yang selalu membuat mereka mencampuri urusan orang lain? Jum’at Pon Wage Kliwon Legi Pahing Menurut Mereka yang Karena sabar Konon, mereka Pada dasarnya, kepercayaan terlahir pada dan murah yang lahir pada anda adalah jawa, orang hari Jumat hati, anda hari ini pembicara yang yang Wage terkenal mudah cenderung menyenangkan dilahirkan sangat membuat bersifat jujur.

dengan cita-cita pada hari mengasihi dan orang Bahkan, mereka tinggi dan hati Jumat Pon mudah menaruh menyukai terkadang yang jujur.

perlu banyak iba kepada anda. mungkin terlalu Apalah artinya bergaul sesama Mungkin hal jujur, sebab jika anda dengan manusia. Oleh ini juga mereka adalah bersikap sedikit berbagai jenis karena itu, anda dikarenakan tipe orang yang boros!

Anda orang. Konon, berpotensi gaya anda suka bakal mereka menjadi Ibu yang halus. mengungkapka memperoleh berpembawaa Teresa kecil Anda dapat n pikiran banyak poin n tenang, yang selalu menjadi mereka tanpa dari mereka serius dan bersedia seorang tedeng aling- yang ingin bijaksana membantu pemimpin aling! Mereka melihat anda dalam mereka yang yang baik, cukup teguh berhasil -- berbicara.

membutuhkan. karena anda dengan bahkan jika Mereka adalah Anda memiliki cenderung pendirian anda tidak tipe yang karakter yang mempunyai mereka, tetapi selalu berjiwa sosial, sangat jujur, kemampuan, sikap seperti ini memanjakan murni dan kemurnian hati, dapat berpikir terkadang juga mereka.

Anda jujur serta dan juga secara luas, menghambat kelihatan begitu mudah kesetian yang dan dapat kemampuan mudah bersimpati sesuai dengan mempengaruh mereka untuk dimanfaatkan This PDF is Created by Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terhadap julukan i banyak orang menerima orang sehingga orang mereka yang tersebut.

Anda dengan lidah lain secara apa tidak akan tertindas. tidak pernah anda yang adanya. menyangka Mereka membesar- pandai. Sebaiknya kita bahwa anda mudah besarkan Mungkin saja tidak akan mampu beradaptasi kemampuan anda sedikit memancing bersikap gigih dengan orang- anda sendiri, malas pada amarah mereka, (baca: keras orang di padahal di suatu saat, karena mereka kepala?) atau sekitar mereka dalam hati anda tetapi orang- dapat bertindak menduga betapa dan dapat sesungguhnya orang akan ekstrim bila ganasnya anda menyesuaikan adalah orang tetap sedang naik bila sedang diri dengan yang tegar.

mencintai darah. mengalami hari berbagai Sangatlah sulit anda. Meskipun yang situasi seperti membuat anda Jelasnya, anda demikian, menjengkelkan! seekor mengubah tidak akan mereka setia bunglon. Akan keputusan yang pernah dan murah hati tetapi, telah anda kekurangan terhadap orang- kelebihan ini tetapkan.

teman! orang yang juga dapat Keyakinan anda dicintainya. menjadi dapat sangat Simpati mereka kelemahan mengagumkan. mudah timbul terbesar. atau bahkan sehingga tidak mereka, hanya suatu keberatan untuk karena jika kebodohan. bertindak diluar tidak disertai Anda mungkin jalur mereka rasa percaya perlu belajar untuk diri yang kuat untuk menerima membantu mereka dapat saran dari orang teman atau dengan mudah lain yang bahkan orang dipengaruhi bermaksud asing.

oleh pendapat baik. dan kebiasaan buruk orang lain. Sabtu Pon Wage Kliwon Legi Pahing This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Anda memiliki Jika anda lahir Justru orang Anda adalah Jika anda lahir ego yang besar pada hari Sabtu seperti ini yang salah seorang pada hari Sabtu dan selalu ingin Wage, maka anda anda perlukan di penggemar gaya Pahing, menjadi akan bersifat pesta anda hidup yang kemungkinan penguasa di teguh pada berikutnya, karena santai dan anda bersifat dalam pendirian dan mereka begitu mewah.

Bagi lekas naik lingkungan sangat mudah ramah, sopan, dan anda, kualitas darah! anda. Meskipun naik darah jika mudah terkesan, selalu lebih Untungnya, demikian, anda rencana tidak sehingga mereka penting daripada secepat anda bukanlah tipe berjalan sesuai dengan mudah harga yang memuntahkan orang yang sulit: dengan keinginan membuat orang murah. Hal ini kemarahan anda bila seseorang anda.

Barangkali lain merasa betah berlaku juga secepat itu pula mengecewakan anda akan sedikit di rumah anda. pada kehidupan anda melupakan anda, anda akan banyak bergelut Mereka juga sosial anda: penyebabnya. memaafkan dan dengan masalah pintar Anda ingin Semoga orang melupakannya seputar mengucapkan berada disekitar lain sebaliknya dengan cukup kepercayaan dan kata-kata yang orang-orang mudah mudah -- rasa memiliki, menyenangkan.

baik yang ber- memaafkan asalkan mereka karena dikatakan Bahkan, mereka IQ tinggi. Anda anda pula! Perlu mengakui bahwa anda yang terlahir pada sendiri tidak diingat, kesalahannya bersifat agak hari Sabtu Kliwon kalah dari segi bukanlah suatu dan memohon cemburuan.

termasuk salah otak. Untungnya hal yang maaf di kaki Meskipun satu kalangan anda juga dapat menyakitkan anda! Anda suka demikian, anda yang memiliki menghargai untuk mengakui membayangkan sangat setia dan bakat alamiah pandangan kesalahan yang diri sebagai murah hati dalam berbicara orang lain.

kita lakukan. orang yang kaya terhadap orang- dan menulis jika Tidak bisa Akan tetapi dan terkenal. Hal orang yang anda mereka dipungkiri, meskipun anda ini tidak berarti sukai. Di memilihnya omongan anda memiliki secara otomatis samping itu, anda sebagai pekerjaan. terkadang semangat hidup anda memiliki bakat Mereka cenderung sedikit tajam.

yang tinggi yang materialistis. besar dalam memperlakukan Tetapi mengapa terkadang Namun, jika mengatur semua orang orang lain mau berakibat pada para peramal rumahtangga dengan baik, bersikap sarkatis kecerobohan, Jawa dapat anda agar tetap bahkan musuh terhadap anda? anda akan dipercaya, anda berjalan tenang. mereka sendiri! bersikap lebih memang Anda benar- Mereka tidak waspada bila menikmati benar menyukai dikenal sebagai menyangkut suasana yang kemewahan dan orang tegar yang materi.

Anda mewah dan tidak sangat berpegang pada adalah salah satu This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sungkan menghargai pendiriannya. tipe yang selalu memperlihatkan barang-barang Akan sangat siap membantu kelebihan anda cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 berkualitas berguna jika teman yang dalam hal tinggi.

mereka mau sedang materi. Mungkin mengembangkan menderita. hal ini sedikit keberanian berhubungan dan ketegasan, dengan masa karena kelompok kecil yang ini cenderung kurang bahagia sangat mudah dari segi menyerah pada emosional atau rintangan pertama.

ekonomi. Mereka biasanya Semoga saja memperhitungkan anda tidak dengan cermat terlalu pelit segala tindakan untuk membagi yang akan mereka keberuntungan ambil. Dengan dengan teman- demikian teman anda. muncullah Ingatlah bahwa pertanyaan: mereka yang mengapa mereka banyak memberi sangat mudah akan banyak terkecoh oleh menerima pula! penampilan seseorang atau sesuatu? Mereka adalah pelanggan impian para pedagang. Minggu Pon Wage Kliwon Legi Pahing Anda termasuk tipe Mereka yang Satu lagi tipe Hanya sedikit Menurut yang sensitif.

lahir di hari pendiam dengan orang yang pengertian Mungkin karena Minggu Wage pendirian tegas dan diperkenankan tradisional, takut disakiti, anda konon bersifat kemauan keras. mengetahui isi orang yang selalu melindungi pemurah dan Anda sangat pandai hati anda yang lahir pada hari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com perasaan anda. Hati mudah menaruh dalam membuat terdalam.

Anda Minggu Pahing dan pikiran anda iba. Mereka orang selalu termasuk tipe diakui mungkin cukup tahu cara-cara menduga-duga orang yang memiliki dalam, tetapi untuk perasaan anda yang tegas dan kemampuan terkadang orang menghibur sebenarnya. Anda pendiam. Anda yang lain menganggap orang yang sebetulnya cukup terlihat sangat mengagumkan anda tertutup.

sedang sensitif, tetapi jangan tenang dan di bidang apa Barangkali anda menderita. berharap orang lain terkendali, saja yang telah Mereka akan bahkan saat digelutinya. mengembangkan merupakan mempercayainya anda terbakar Mereka adalah penilaian yang pekerja keras pada saat mendengar amarah, pribadi-pribadi tajam terhadap pula. Akan anda beradu senyuman kuat yang baik-buruknya tetapi, mereka pendapat. Anda misterius itu mampu watak manusia. terkadang pandai bersosialisasi, tidak akan mempertahank Dengan bakat ini, terlalu teguh pandai berbicara, dan pernah lepas an pendapatnya anda dapat menjadi dalam memiliki bakat dari bibir anda.

dalam keadaan seorang diplomat pendirian -- politik yang besar. Maka dari itu, sulit sekalipun. yang piawai -- atau bahkan sangat Dengan kelebihan pada saat anda Tetapi mereka malahan seorang keras kepala! seperti ini, tidak melepaskan juga berpikiran manipulator yang Meskipun mengherankan tipe- perasaan anda, luas dan licik! Yang jelas, mereka pandai tipe seperti anda baik cinta cenderung anda selalu menenangkan sering mencapai ataupun benci, ditanggapi berusaha terlihat perasaan orang kedudukan yang hal itu akan dengan baik baik didepan teman- lain, mereka tinggi!

menjadi dalam teman anda. tidak akan pengalaman lingkungan Walaupun anda menunjukkan yang luar biasa sosial. mungkin saja perasaan bagi orang- Anehnya, mengambil cara mereka sendiri orang di sekitar kelompok ini yang tidak langsung dengan mudah. anda. Anda dapat benar- atau menunggu saat Mungkinkah hal berwatak benar ahli yang tepat, tetapi ini merupakan cerdik, bahkan dalam lama-lama anda pengendalian terkadang licik, menyembunyik pasti merebut emosi dari dan pandai an (atau kesempatan untuk diplomat, dalam memendam) memamerkan doktor UGD, mengorek perasaan- kelebihan anda, atau pemadam rahasia.

Anda perasaan yang entah dari segi kebakaran, atau mudah tertarik tidak enak material ataupun justru pada hal yang seperti intelektual.

kewaspadaan aneh, mistis, kemarahan, yang berlebihan atau misterius. kesedihan, atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terhadap Mencampuri penyesalan. kemungkinan urusan orang Kontrol diri disakiti oleh lain sangat cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 itu orang-orang menyenangkan sangat yang telah bagi anda. Oleh menguntungka mereka karenanya, n bagi seorang percayai? anda mungkin politikus, Mereka sendiri bisa menjadi doktor UGD, yang harus seorang atau agen menjawab detektif, agen rahasia.

pertanyaan ini. rahasia atau Namun, psikiater yang semoga sifat baik. ini tidak berakibat pula pada terpendamnya perasaanperasaan yang semestinya ditunjukkan secara terbuka kepada orangorang yang mereka cintai. Orang yang menganut paham kejawen tak akan bisa lepas dari primbon. Kejawen merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan filsafat. Banyak alasan orang ingin mengetahui tentang ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda disekitarnya, seperti bulan, bintang, dan matahari.

Bahkan ingin tahu tentang dirinya sendiri. Ilmu pengetahuan merupakan pencarian makna praktis, yaitu penjelasan yang bisa dimanfaatkan. Penjelasan ini telah menjadi dasar ilmu pengetahuan manusia dari zaman pra-sejarah hingga awal abad ke-20. Ilmu pengetahuan abad ke-20 telah mengubah segalanya, kemajuan- kemajuan serupa itu sebenarnya telah terjadi di masa-masa sebelumnya. Salah satunya terjadi kira-kira tahun 2500 SM, ketika ”Stonehenge’’ didirikan di Inggris dan ‘’Piramida’’ dibangun di Mesir.

Kedua monumen ini menyatukan gagasan astronomis dan religius yang kecanggihannya tidak sepenuhnya di ketahui hingga abad ini. Penyelidikan mendalam tentang Stonehenge dan piramida-piramida tersebut mengungkap This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pengetahuan matematika yang mengejutkan. Orang yang membangun kedua monumen ini telah memahami istilah-istilah praktis yang paling sederhana tentang hubungan antara dua sisi tegak dengan sisi miring dari segitiga siki-siku yang tertentu.

Dengan kata lain mereka telah memahami dasar dari apa yang kita kenal sebagai dalil Pythagoras sekitar 2000 tahun sebelum Pythagoras lahir. Perkembangan pengetahuan dan kebudayaan manusia pada zaman purba dapat diruntut jauh kebelakang, bahkan sebelum abad ke-15 SM, terutama pada zaman batu.

Pengetahuan pada masa itu diarahkan pada pengetahuan yang bersifat praktis, yaitu pengetahuan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Kapan mulainya zaman batu tidak dapat ditentukan dengan pasti, namun para ahli berpendapat bahwa zaman batu berlangsung selama jutaan tahun. Sejarah telah membuktikan bahwa kontribusi Islam pada kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan.

Bahkan bermula dari dunia Islamlah ilmu pengetahuan mengalami transmisi (penyebaran, penularan) diseminasi, proliferasi (pengembangan) ke dunia barat yang sebelumnya diliputi oleh masa ‘The Dark Ages’ mendorong munculnya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 renaissance atau enlightenment (pencerahan) di Eropa.

Renaissance ialah zaman peralihan ketika kebudayaan Abad Pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas.

Melalui dunia Islam-lah mereka mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern. Menurut George Barton, ketika dunia Barat sudah cukup matang untuk merasakan pentingnya ilmu pengetahuan yang lebih dalam, perhatiannya pertama-tama tidak ditujukan kepada sumber-sumber Yunani, melainkan kepada sumber-sumber Arab.

Di beberapa negara, masyarakat telah bergerak ke tahapan pascailmiah dengan ketergantungan informasi yang lebih banyak dan pada komputer sebagai sistem eksper untuk mengolahnya. Seluruh kehidupan praktis sudah terkomersialisasi. Kebutuhan dan produksi mulai dipertukarkan melalui alat penukar surat atau kartu berharga sampai sampai ke perbankan elektronik, yang berlangsung dengan intensif dan cepat.

Filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang mengadakan tujuan dan mempelajari objeknya dari sudut hakikat juga mengadakan tinjauan dari segi sistematik, artinya tinjauan dengan memperoleh pandangan mengenai problem-problemnya yang utama dan dalam lapangan penyelidikannya saling berhubungan. Menurut teori John S. Brubacher (dalam Prasetya, 2000;36) bahwa dalam tinjauan dari segi sistematik, filsafat berhadapan dengan 3 problem utama, yaitu: Pengetahuan yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dibentuk, dikelompokkan dan disirkulasikan dalam sebuah sistem pengetahuan soaial adalah ‘budaya’.

Namun ini tidak berarti bahwa semua kelompok sosial yang memiliki hal tersebut juga memiliki budaya yang sama. Tiidak mungkin semua anggotanya mengetahui satu atau semua hal yang sama, karena keterlibatan mereka dalam masyarakat berbeda-beda. Seseorang secara individu dapat membentuk dan fenomena budaya tersendri berdasarkan kesempatan interaksi yang ia miliki. Penduduk desa, penduduk kota, anak dari seorang dokter dan anak seorang buruh, seoramg Muslim dan Katolik akan memiliki cakupan interaksi yang bebedabeda.

Oleh karena itu, pengetahuan budaya pada akhirnya menjadi sangat beragam ,bahkan dua orang yang berasal dari komunitas sosial yang sama dapat memiliki budaya yang berbeda.

Keadaan ini pada khirnya memungkinkan kita untuk menciptakan budaya pribadi, sepeti halnya kita dapat membuat struktur kebahasaan sendiri berbekal kondisi lingkungan kita.

Budaya pada akhirnya bukan sekedar seguah karya seni atau artefak, ia cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dari totalitas pengetahuan dan diferensiasinya dalam begian-bagian tertentu. Pendekatan ini telah difgunakan dalam ilmu antropologi sudah lebih dari satu abad. Definisi terbarunya yang lebih menekan pada elemen kognitifnya adalah : “Menurut pengamatan saya, kultur sebuah masyarakat terdiri atas kepercayaan atau keyakinan sehingga dapat tercipta sebuah operasi tata karma yang dapat diterima oleh pengikutnya.

. Budaya, sesuatu yang harus dipahami manusia sebagai hal yang berbeda dari sekedar warisan biologis, dan harus merupakan hasi akhir dari sebuah pembelajaran…” (Goodenough 1957, cited in Cerri-Long 1999, p.

88) Agar dapat dipelajari, kebudayaan harus diturunkan dan disebarkan, masyarakat yang gagal menurunkannya pada generasi sesudahnya akan gagal pula mereproduksinya. Sebagian ahli berpendapat bahwa teori-teori tentang ‘budaya’ juga termasuk teori komunikasi, termasuk struktur dan fungsi dari system sosial. Ini menjadi dasar mengapa pada akhirnya budaya didefinisikan dalam sudut pandang kominukasi sebagai berikut : Budaya adalah kumpulan total dari informasi, kepercayaan, nilai-nilai dan keterampilan yang diterapkan dan dibagi dalam sebuah masyarakat dan situasi-situasi di mana manusia hidup.

Terdapat tiga kategori besar dalam pengetahuan budaya yaitu know-what (tahu-apa), know-of (tahu tentang) dan know-how (tahu bagaimana) Know-what terdiri atas apa-apa yang dipercayai benar oleh seseorang. Misalnya pemahaman tentang politik, atau filosofi keagamaannilai-nilai dsb. Pengetahuan ini dapat pula isebut relatively permanent background knowledge atau ‘pengetahuan latar belakang permanen’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Know-of merupakan pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi disekelilingnya, seperti kejadian-kejadianberita apa yang sedang marak dsb.

Know-how berbicara tentang keterampilan, kapasitas dan kompetensi mereka dalam berlaku dan berbahasa yang tepat dan mudah dimengerti. Indikasi kedekatan antara bahasa, budaya dan identitas yang sederhana namun sangat kuat adalah sesuatu yang dinamakan cultural markers atau penanda budaya Penanda budaya biasannya terepresentasi dari 1. Akronim dan singkatan : Ms, UFO, IBM, IT dsb.

2. Tempat : Camp Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, Salt Lake City, Wembley dsb. 3.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

Organisasi : Samaritans, Meals-on Wheels, Neighborhood Watch, 4. Hari-hari yang diperingati : Halloween, Poppy Day, Boxing Day, 5.

Karakter : The Teletubbies, Jack the Ripper, Peterpan 6. Tanda : Sale, Check out time 7. Koran : The sun, Times, Daily Express 8. Permainan : Darts, billiards, snakes and ladder (Riley, 2007: 42) Terkadang, penanda budaya dapat menjadi asosiasi yang sangat menempel pada Pemilik budayanya. Contoh jika disebutkan nama Bordeaux, orang langsung berasosiasi pada ‘minuman anggur’, karena Bordeaux adalah suatu wilayah di Prancis yang sangat terkenal dengan Anggurnya.

Atau misalnya beberapa daerah lain di Prancis dengan berbagai asosiasinya seperti : Commency : Madeleines Dijon : Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Rheims : champagne Pengetahuan semacam ini yang dipahami oleh individual disebut cultural competence atau kompetensi budaya. Kompetensi budaya yang dimiliki masyarakat atau setiap orang berbeda-beda. Ini disebabkan oleh interpretasi yang berbeda dan dari seseorang itu pun dapat terjadi intepretasi yang berbeda oleh orang lain ketika ia berujar.

Ada beberapa usaha untuk menemukan prosedur interpreatsi yang didasari oleh prinsip-prinsip yang seolah-olah filosofis. Ini termasuk prinsip yang dikemukakan oleh Donald Davinson dalam bukunya Donald Davinson’s Charity Priciple. Ia menyatakan bahwa kita tidak bisa mengakses kepercayaan seseorang melainkan dengan interpretasi langsung dari ujarannya.

Paul Grice mengemukakan bahwa ada 4 hal yang dapat menjadi kerangka kerja interpretasi, yaitu : This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com a.

Kualitas: Apa yang diucapkan pembicara harus benar sesuai dengan pengetahuan terbaiknya. Ia seharusnya tidak mengemukakan sesuatu tanpa bukti yang cukup.

b. Kuantitas: Apa yang diucapkan pembicara harus informatif dan harus sesuai dengan tujuan awal terciptanya hubungan komunikasi. c. Relevansi: Apa yang diucapkan harus sangat jelas berhubungan dengan topik yang sedang dibicarakan d. Sikap: Apa yang diucapkan harus cerdas,dan tajam. Ia harus tertata, singkat padat dan harus terhindar dari ambiguitas dan kesamaran.

Kelompok etnis Situasi Realitas sosial Kebudayaan Bahasa Gambar Segitiga Etnolinguistik Masyarakat sosial manapun dapat dideskripsikan sebagai sebuah kesatuan struktur dan fungsi untuk mengelola ilmu pengetahuan. Etnolinguistik merupakan salah satu kajian dari ilmu pengetahuan dalam bahasa, merupakan ilmu yang menelaah bahasa bukan hanya dari struktur semata, tetapi lebih pada fungsi dan pemakaiannya dalam konteks situasi sosial budaya.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etnolinguistik merupakan cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan. Sedangkan Antropolinguistik merupakan salah satu cabang linguistik yang menelaah hubungan antara bahasa dan budaya terutama untuk mengamati bagaimana bahasa itu digunakan sehari-hari sebagai alat dalam tindakan bermasyarakat.

Menurut pendapat Wilhelm von Humboldt, bahwa perbedaan persepsi kognitif dan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pandangan dunia dari suatu masyarakat dapat dilihat dari bahasanya. Dikatakan Anna Wierzbicka bahwa each language.contains a characteristics worldview. Dalam pandangan etnolinguistik, terdapat keterkaitan antara bahasa dengan pandangan dunia penuturnya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bahasa-bahasa minoritas yang memiliki daya hidup cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 rendah cenderung akan digeser oleh bahasa-bahasa dengan vitalitas etnolinguistik yang kuat, karena penutur dengan vitalitas etnolinguistik yang rendah akan cenderung meningkatkan pilihan bahasanya pada bahasa lebih dominan.

Dalam konteks kebahasaan di Indonesia, kehidupan etnolinguistik bahasa-bahasa daerah di Indonesia rata-rata lebih lemah dibandingkan bahasa Indonesia. Hal ini karena bahasa Indonesia ditopang oleh dukungan institusional pemerintah dan prestise sosialnya Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika kita sekarang melihat fenomena pergeseran pilihan bahasa dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia.

Ilmu pengetahuan sosial berasal sistem pengetahuan sosial. Ada beberapa hal penting dalam ilmu pengetahuan diantaranya: Ø Creation and Production Masyarakat secara cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 memproduksi ilmu pengetahuan, baik lokal maupun ilmiah, yang sudah diketahui maupun invensi, ide dan teori. Ø Organization Ilmu pengetahuan itu diorganisasikan pada berbagai disiplin ilmu.

Ilmu pengetahuan di sini mencakup ilmu pengetahuan praktis, ilmiah, pengetahuan umum, agama, dll. Ø Storage Pengetahuan disimpan dalam institusi sosial, seperti bahasa, kode hukum/UUD, cerita lisna, literartur dan mitologi, dan disimpan dalam resiportori seperti perpustakaan, dokumen kantor dan arsip, bank data, sistem, sll.

Ø Distribution Ilmu pengetahuan didistribusikan. Profesi dan pekerjaan membentuk komunitas tertentu dengan ilmu pengetahuan tertentu. Kelompok, klub, geng biasanya memberikan pengetahuan lokal yang menyatukan dan mengidentifikais mereka. Mereka juga memiiki jaringan komunikasi dan kebiasaan yang mencakup nasehat, gosip, skandal, rumor, debat, dll. Membaca koran, interaksi sosial baik bertemu secara langsung atau pun menggunakan teknologi merupakan modal dari pendistribusian pengetahuan.

Ø Legitimation Wacana-wacana dominan dibangun melalui diskusi, power, minat, dan ideologi. Hal ini ditetapkan oleh otoritas, rasionalitas, konsensus, atau prosedur praktis. Ø Use This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pengetahuan itu ditunjukkan, dipakai, dan diimplementasikan terus menerus melalui teknologi, skill, dan kompetensi.

Secara individu dan komunal, manusia dihadapkan pada proses perubahan, langsung maupun tidak langsung. Begitu pula yang terjadi di masyarakat, Masyarakat senantiasa dihadapkan pada pola yang berbeda antara generasi satu terhadap generasi lain. Laksana sebuah peristiwa yang sulit untuk dibendung keberadaannya, perubahan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan, individual maupun kolektif.

Perubahan masyarakat terkait erat dengan kebudayaannya, serta saling memengaruhi. Dapat dikatakan bahwa perubahan merupakan karakteristik umum dari semua kebudayaan dan masyarakat.

Dinamika perubahan yang terjadi pada masyarakat senantiasa melahirkan sesuatu yangbaru dalam kehidupannya. Akan tetapi, tingkat perubahan tersebut akan mengalami perbedaan satu sama lain. Sulasman dan Gumilar (2013) menyatakan, hal ini disebabkan oleh sosiokultur yang ada di masyarakat berbeda satu dengan yang lainnya. Perubahan dapat menentukan keberadaan suatu masyarakat, apakah akan muncul mengikuti arus perubahan ataupun mengalami penurunan yang diakibatkan ketidakpastian sumber daya manusia, karakter sosiokultur yang tidakmendukung, dan faktor-faktor lainnya.

Lauer (dalam Sulasman dan Gumilar, 2013) menyatakan, bahwa perubahan perubahan sosial merupakan prasayarat untuk memahami struktur masyarakat sebagai setiap yang berada dalam keseimbangan dan mencoba menganalisis aspek sosial dari sistem itu dan mengakui bahwa keseimbangan itu hanya dapat dipertahankan melalui perubahan tertentu. Proses perubahan bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti akulturasi, asimilasi, dan difusi. Perubahan kebudayaan terjadi melalui mekanisme yang berbeda-beda. Salah satu faktor yang memengaruhi perubahan kebudayaan yang banyak menjadi perhatian para ahli adalah adanya penemuan dan gejala persebaran unsur-unsur kebudayaan baru.

Sulasman dan Gumilar (2013) menyatakan, untuk mengenali karakterisitik unsur kebudayaan dan perubahan kebudayaan terdapat beberapa teori diantaranya adalah teori evolusi dan difusi. SEKOLAH DI MTS AL- HAMIDAH KUWU This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pada bulan Juli tahun 1997 aku berangkat ke sekolah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 daerah kuwu, yaitu MTS AlHamidah yang berada di Kecamatan Kradenan yang letaknya di belakang KUA (Kantor Urusan Agama) untuk mendaftarkan sekolah disana atas saran dari temanku.

Saat pertama melihat bangunan di sekolah tersebut aku pun kaget karena bangunan sekolahnya masih tampak biasa-biasa saja malahan kalau di bandingkan dengan bangunan sekolahku saat masih SD kelihatan lebih bagus dari bangunan sekolahku disana.

Oya, mungkin pembaca sebagian ada yang sudah tahu apa itu sekolah di MTS dan sebagian yang lain mungkin belum ada yang tahu. MTS kepanjangan dari Madarasah Tsanawiyah. Yang artinya sekolah tingkat menengah pertama atau SMP yang berlabel, berlatar belakang keagamaan, utamanya tentang agama Islam. Bedanya kalau sekolah di SMP yang umum hanya dapat mata pelajaran agama Islam yang mungkin setaraf 2 sks saja seperti saat di perkuliahan sebagai mata kuliah umum.

Kalau sekolah di MTS pelajaran agama Islamnya lebih dari sekedar itu. MTS merupakan sekolah milik swasta atau yayasan tertentu sedangkan MTSN itu milik pemerintah. Begitu pula kalau sekolah SMP itu milik swasta dan SMPN itu milik pemerintah atau biasa disebut sekolah negeri. Sekolah tersebut beragam namanya tergantung dimana wilayahnya tergantung yayasan atau pemerintah memberikan nama sekolahnya dengan sebutan nama apa. Kalau belajar di MTS pelajaran tentang agama Islam-nya bisa terdiri dari beberapa sks mata pelajaran.

Diantaranya: ada mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), Fiqih, Qurán Hadits, Bahasa Arab, Aqidah Akhlaq, dan lain-lain tergantung pihak stake holders (pemangku kepentingan) sekolahnya memberikan pelajaran tentang ke-Islaman-nya sebanyak apa yang dibutuhkan oleh sekolah tersebut. MTS bernaung di bawah Departemen Agama (DEPAG) wilayah setempat, sedangkan SMP di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setempat atau disingkat DEPDIKBUD.

Aku pun mendaftar di sekolah dengan niat yang masih setengah-setengah apalagi waktu itu aku melihat nilai dari hasil EBTANAS teman-teman yang mendaftarkan diri ke sekolah tersebut nilai NEM nya rata-rata banyak yang bagus dibanding denganku, nilai mereka jauh lebih baik diatasku. Rasanya aku semakin tidak semangat saja untuk sekolah di MTS Al-Hamidah karena nilaiku jauh dibawah rata-rata. *************************************************************************** Akhirnya tibalah waktunya diumumkan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut.

‘‘Aku berharap semoga tidak diterima saja’’, Pikirku waktu itu. Setelah dinyatakan diterima This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com di papan pengumuman aku pun menyambutnya dengan biasa-biasa saja tidak ada perasaan yang senang atau gimana gitu.apalagi setelah itu ada kegiatan penerimaan siswa baru yang akan diadakan kegiatan MOS selama dua minggu.

Minggu pertama diisi dengan kegiatan oleh senior-senior dalam memperkenalkan sekolahnya dan saling berkenalan antara temanteman siswa baru dan siswa senior serta diisi dengan kegiatan yang lainnya seperti menyanyi, tukar-menukar alamat teman dan lainnya. Minggu kedua diisi dengan acara camping (berkemah) selama 1 minggu yang bertempat di almamater kami sendiri.

Kalau orang Jawa ada yang menyebutnya sebagai kere omah ‘miskin rumah’ alias tidak mempunyai tempat tinggal. Jadi kegiatan berkemah dianggap sebagai latihan untuk menjadi orang yang tidak mempunyai rumah atau tempat tinggal.

Entah fungsi dan manfaatnya itu untuk apa aku pun kurang memahaminya. Didikan untuk menjadi orang yang sabar kah? Atau supaya tidak kaget kalau misal sewaktu-waktu mendadak tidak mempunyai tempat tinggal karena mungkin habis terkena musibah kebakaran, bencana banjir atau yang lainnya.

Aku pun mengikuti kegiatan tersebut dengan perasaan yang biasa-biasa saja, tidak ada hal yang istimewa menurutku. Apalagi saat aku kenal sama teman baru yang kelihatan sangar dan bertampang seperti preman dari daerah Wates, Kradenan saat itu. Akhirnya akupun tau namanya saat ada salah satu guruku yang memanggil namanya.

Dianya selalu usil menggangguku meskipun belum tahu namaku dan aku pun belum tahu tentang namanya saat itu. Akupun seringkali dikata-katain dia cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Hey cah cilik.ngerti ra kowe?

Kowe iku pantese njaluk mik karo mbokmu! Cah cilik kok wis mlebu MTS. ‘Hey anak kecil.ngerti tidak kamu? Kamu itu pantasnya minta susu sama ibumu!

Anak kecil kok sudah masuk MTS.’ Yah begitulah ejekan demi ejekan yang sering menghampiriku sebelum masuk sekolah tersebut, pada awalnya akupun takut sama satu orang yang bernama Rosidi itu karna tampangnya menyeramkan, tinggi besar, kulitnya kehitam-hitaman dan kalau berbicara atau memaki-maki orang sukanya melotot matanya.

Aku pun menerimanya dengan hati yang sabar meski kadang hatiku sering merasa sakit dan sering menangis kalau ada orang yang berbuat begitu padaku. Maklumlah mungkin karena tubuhku yang tampak mungil dibandingkan dengan semua teman yang ada di sekolah tersebut jadi aku sering dijadikan pelampiasan bahan ejekan teman-teman yang entah membenciku atau memang sudah menjadi cobaan buat aku apakah memang jalurnya aku harus begitu. Minggu kedua akupun mulai akrab dengan teman-teman baruku yang baik kepadaku, diantaranya: Mohammad Irsyad, Eko Dwi Darmanto, Mohammad Anwar, Tauhid, Eet Mailasari, Diana Agustini, Maulida, Sri Wahyuni dan lainnya.

Disamping itu, aku pun kenal This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com teman-teman senior yang juga baik kepadaku juga. Diantaranya: Pujiati, Matohari, Sri Sunardi, Mohammad Syahri, Ribut, Bakis (Kiswanto), Purnomo, Heri, dan masih banyak teman yang lainnya.

Sebenarnya Pujiati, Matohari, Sri Sunardi dan Purnomo itu bukanlah teman yang asing lagi bagiku karena mereka adalah teman sekelasku saat aku masih duduk di bangku SD dulu. Hanya saja mereka langsung melanjutkan sekolahnya setelah kelulusan SD sedangkan aku ingin memutuskan untuk berhenti dulu karena memang akunya yang sebelumnya tidak minat untuk meneruskan sekolah lagi.

Karena atas dorongan dan semangat dari ibu kandungku akhirnya aku pun menjadi mau untuk kembali bersekolah lagi. Dan akhirnya kami pun bertemu kembali di sekolah yang sama, bedanya mereka saat itu sudah menjadi seniorku.

Akhir dari puncak acara masa orientasi siswa baru diadakan saat ada acara api unggun dalam kegiatan berkemah. Dalam kegiatan tersebut, diisi beragam kegiatan seperti: membaca puisi, bernyanyi, tebak-tebakan dan lainnya. Acara penutupan MOSBA (Masa Orientasi Siswa Baru) lumayan ramai karena semua murid baru dan murid kelas dua sampai kelas tiga beserta para guru yang bisa hadir berkumpul bersama.

Tetapi, mendadak acara ditutup tanpa adanya kegiatan doa bersama karena saat hendak penutupan acara tiba-tiba hujan turun dengan derasnya karena takut basah kuyup akhirnya semua disuruh untuk berteduh sekaligus istirahat di ruang kelas yang kosong karena acara telah dianggap selesai.

Para guru pun terpaksa juga meninggalkan bumi perkemahan untuk menuju ke ruang guru. Yah itulah akhir dari acara puncak kegiatan masa orientasi siswa baru di MTS Al-Hamidah, Kuwu Kradenan Jawa Tengah saat itu.

Ada yang menggerutu karena hujan, ada yang bersyukur karena hujan karena acara bisa cepat selesai dan ada pula yang menanggapinya dengan biasa-biasa saja. Setelah kegiatan MOSBA selesai, akhirnya kami pun menjalani sekolah seperti pada umumnya, menerima pelajaran, mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah dari guru dan mengikuti ulangan harian dan ulangan catur wulan maupun ujian tingkat nasional atau biasa disebut dengan EBTANAS.

Waktu pun begitu cepat berputar, saat aku naik kelas dua akupun mulai menyukai pelajaran Bahasa Inggris saat itu. Nilai Bahasa Inggrisku sering mendapat nilai delapan atau sembilan di raport. Yang bikin aku semangat untuk mempelajarinya saat itu karena pengajar Bahasa Inggrisnya yang bernama Bu Mardiyah selain orangnya baik beliau juga lumayan cantik parasnya.

Teman-teman dari kelasku belum ada yang menyaingiku dalam hal Bahasa Inggris saat itu. Tapi sayangnya aku hanya menyukai mata pelajaran bahasa saja, untuk mata pelajaran agama meski aku tidak terlalu menguasainya tapi nilaiku juga tidak pernah mengecewakan di raport. Apalagi mata pelajaran Matematika dan Fisika This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com aku sama sekali tidak ada minat untuk mempelajarinya. Karena menurutku terlalu banyak rumus yang susah untuk mengingatnya apalagi mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Saat di kelas, kamipun sudah biasa barter dalam hal pelajaran. Aku yang tidak suka belajar berhitung sering sekali mencontoh temanku yang pinter tentang Matematika dan Fisika yaitu Eko Dwi Darmanto saat ada tugas atau PR.

Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ada tugas atau PR Matematika dan Fisika Eko yang selalu jadi andalan untuk teman-teman sekelas apabila belum mengerjakannya. Sebaliknya apabila ada tugas atau PR Bahasa Inggris di kelas, aku yang biasa dijadikan andalan bahan referensi untuk teman-teman sekelas kalau mereka belum mengerjakannya.

Pernah sekali saat ada pelajaran Fisika aku tidak ada minat untuk mempelajarinya bahkan gurunya pun pernah marah terhadapku. Sampai-sampai marahnya guru itu dibawa saat kegiatan olahraga.

Pak Hendarto adalah guru yang menganggap aku sebagai provokator yang selalu salah menurutnya, padahal aku tidak pernah melakukan apaapa hanya tidak suka saja dengan pelajarannya. Dalam hati kecilku saat itu pun berontak karena gara-gara tidak begitu suka dengan pelajarannya seringkali aku disalahkan terus kalau masuk di kelasnya. Emangnya kemampuan siswa yang bagus atau ideal itu harus dituntut untuk mengerti ilmu Fisika semuanya?

Bukannya setiap siswa ada minat dan bakat sendirisendiri dalam belajar atau ilmu? Sampai-sampai aku pun pernah membolos sekolah gara-gara malas untuk diajar oleh guru tersebut. Dari rumah pamitnya sekolah setelah tahu jam pertama ternyata pelajaran Fisika aku pun tidak masuk ke kelasnya karena malas saja kalau selalu dimarahi dan dianggap salah terus oleh guru tersebut.

Dalam hati kecilku pun bergumam: ‘‘Pasti suatu saat guru tersebut akan merasa salah sendiri karena mempunyai pandangan yang salah kepada muridnya. Karena dalam potensi diri seorang siswa itu mempunyai minat dan bakat yang berbeda-beda dalam hal ilmu’’.

Pelajaran yang disukai oleh setiap siswa pasti berbeda-beda, pasti ada yang suka pelajaranpelajaran tertentu, tidak mungkin kan satu kelas itu pandai dalam Fisika semua atau pandai Bahasa Inggris semua atau bahkan pandai Matematika semua?’’. Begitulah pengalamanku saat duduk di cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 satu sampai di kelas dua saat masih MTS dulu.

Ada tawa, canda, lara, dan nestapa yang pernah aku alami saat itu. Setelah naik ke kelas tiga kami pun mempunyai teman baru lagi dari kelas lain. Itu karena dari hasil nilai raport kami yang mengharuskan untuk bertukar tempat di kelas yang baru. Pakar Matematikanya kini berpindah ke kelas A dan aku masih di kelas B terus sejak mulai duduk di kelas satu sampai duduk di kelas tiga dan belum pernah masuk di kelas A This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com atau bahkan di kelas C.

Kini di kelas B untuk pelajaran Matematika dan Fisika yang kelihatan menonjol bernama Ahmad Sururi dan Ela Yufarida. Kalau ada PR teman-teman sekelas berganti mengandalkan Sururi untuk siswanya dan Ida untuk siswi-nya kalau ada PR pada mata pelajaran tersebut yang belum dikerjakan dan bahasa Inggris masih aku yang diandalin oleh mereka.He he.:). Singkat cerita, akhirnya ujian nasional yang menentukan lulus dan tidaknya pun tinggal menghitung cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

Semua kelihatan sibuk untuk mempersiapkan diri dalam ujian nasional tersebut. Beda dengan diriku, akupun bersikap santai-santai saja untuk menyambut dan menghadapi ujian yang tinggal beberapa hari lagi bahkan tidak ada persiapan yang khusus sama sekali untuk mempersiapkannya. *************************************************************************** Kini tibalah hari dimana ditentukannya ujian nasional.

Saat ujian nasional berlangsung masih ada saja siswa yang membawa contekan yang dibawa di kelas. Siswa tersebut sepertinya sudah lihai dalam membawa contekan di kelas sampai-sampai tidak ada siswa lainnya yang merasa curiga atau pun tahu dalam melancarkan aksinya. Guru pengawas dari sekolah lain pun tidak ada yang curiga sama sekali dengannya kalau dia sedang mencontek dalam ujian nasional tersebut. Mungkin aku saja yang memperhatikannya atau ada teman yang lain yang memang sudah tahu dan pura-pura tidak tau?

Ah entahlah.Kalau aku sih masa bodoh. karena itu urusan dia. Akupun tidak minat membawa contekan di kelas. Kalau pun aku bisa mengerjakan soalnya ya dikerjakan saja kalaupun tidak bisa ya dijawab aja dengan memakai perkiraan atau pakai feeling. Akhirnya ujian nasional pun selesai dilaksanakan. Semua kelihatan cemas menantikan hasilnya. Setelah menunggu sekian lamanya akhirnya diumumkan juga hasil ujian nasionalnya. Akhirnya, kamipun dinyatakan lulus semua.

Semua kelihatan bahagia dengan hasil pengumuman tersebut. Ada cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 berencana meneruskan sekolah ke jenjang SMA/SMK/MA dan adapula yang memutuskan untuk menikah dan bekerja. Ternyata benar apa yang dikatakan ibuku tentang sekolah. Sekolah itu memang penting. Meskipun ibuku tidak sampai tamat SD tetapi didikannya beliau sungguh luar biasa kepada anak-anaknya yang selalu mendukung anak-anak untuk terus maju dan maju dalam hal pendidikan. Apalagi ayahku, beliau sangat mendukung anak-anaknya juga dalam hal pendidikan.

Setelah tahu enaknya bersekolah lagi akupun ingin terus sekolah dan sekolah terus. Ingin terus mencari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ilmu dan mencari ilmu terus sampai akhir hayat nanti.

“Tolabul ilmi minal mahdi ilal lahdi” artinya ‘Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat’. PANDANGAN AGAMA ISLAM TENTANG ILMU Well, apa yacch.makna ilmu itu?!? Ayuuk coba kita belajar bareng tentang ilmu menurut pandangan Islam.:) Dalam Bahasa Arab, kata ilmu berasal dari kata -‫ ﯾﻌﻠﻢ‬-‫ﻋﻠﻢ‬ ‫ ﻋﻠﻤﺎ‬i’lmun, ya’lamu, i’lman yang artinya mengetahui, lawan dari kata ‫ ﺟﮭﻞ‬jahlun yang artinya bodoh.

Sedangkan ilmu pengetahuan adalah terjemahan dari kata Bahasa Inggris, Science, yang berarti pengetahuan. Kata science itu sendiri berasal dari Bahasa Yunani Scientia yang berarti pengetahuan. Namun pengertian yang umum digunakan ilmu pengetahuan adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui proses pengkajian dan dapat diterima oleh rasio.

Imam Raghib al- Ashfahani dalm kitabnya, Mufradat Al –Qur’an, berkata, “ Ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Ia terbagi dua: pertama, mengetahui inti sesuatu itu (oleh ahli logika dinamakan ahli tashawwuf). Kedua, menghukum adanya sesuatu pada sesuatu yang ada (oleh ahli logika dinamakan tashdiq, maksudnya mengetahui hubungan sesuatu dengan sesuatu).” Az-Zubaidi berkata dalam kamus Tajul-‘Arus, “Mayoritas ahli membedakan masingmasing term itu. Bagi mereka ilmu adalah yang paling tinggi karena ilmu itulah yang mereka perkenankan untuk dinisbatkan kepada Allah SWT.

Sementara, mereka tidak mengatakan: ‘Allah arif’ atau ‘Allah syair’. Perbedaan-perbedaaan tersebut disebut dalam karangankarangan ahli bahasa.

Al Manawi dalam kitab At-taufiq berkata“ Ilmu adalah keyakinan kuat yang tetap sesuai dengan realita. Bisa juga bersifat yang membuat perbedaan tanpa kritik. Atau, ilmu adalah tercapainya bentuk sesuatu dalam akal.” Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku ke arah yang lebih baik, karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.

Seseorang harus memulai dengan ilmu sebelum beramal. Maksud dari beramal adalah melakukan kegiatan atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam melakukan pekerjaan manusia dituntut mengetahui ilmunya dari pekerjaan tersebut.

Karena dengan mengetahui ilmunya pekerjaan akan lebih terarah dan tidak berantakan. Menuntut ilmu merupakan ibadah sebagaima sabda Nabi Muhammad SAW. Artinya : Mu’adz bin Jabbal berkata : “Tuntutlah ilmu, karena mempelajari ilmu karena mengharapkan wajah Allah itu mencerminkan rasa Khasyyah, mencarinya adalah ibadah, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengkajinya adalah tasbih, menuntutnya adalah Jihad, mengajarnya untuk keluarga adalah Taqarrub.” Dengan demikian perintah menuntut ilmu tidak di bedakan antara laki-laki dan perempuan.

Hal yang paling di harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan pada diri individu kearah yang lebih baik yaitu perubahan tingkah laku, sikap dan perubahan aspek lain yang ada pada setiap individu.

Perbedaan orang yang berilmu dengan orang bodoh adalah: Dalam Al- Qur’an Allah SWT. Berfirman, Artinya: "(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang dia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?

Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."(Az-Zumar:9) Allah SWT membedakan antara orang yang berilmu dan orang yang jahil.

Keduanya tidak sama. Terlepas dari substansi ilmu pengetahuan, yang terpenting adalah antara orang yang berilmu dengan orang yang bodoh jelas tidaklah sama. Seperti halnya antara orang yang buta dan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang melihat, kegelapan dan cahaya, orang yang hidup dan mati, manusia dan hewan, serta antara penghuni surga dan penghuni neraka.

Dasar hukum menuntut ilmu yaitu berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits nabi Muhammad SAW. Banyak sekali hadits dan ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang menuntut ilmu. Di dalam Islam, menuntut ilmu merupakan perintah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kewajiban. Manusia diperintahkan untuk menuntut ilmu, karena dengan ilmu pengetahuan kita bisa mencapai apa yang dicita-citakan baik di dunia maupun di akhirat.

Apalagi sebagai seorang muslim itu wajib hukumnya seperti dalam sebuah hadits disebutkan bahwa : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (Hadits sahih, diriwayatkan dari beberapa sahabat diantaranya: Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu Anhum.

Lihat: Sahih al-jami: 3913) Maka jelas kiranya bahwa menuntut ilmu pengetahuan memang diwajibkan. Dengan ilmu kita bisa meraih dunia, dengan ilmu kita dapat meraih akhirat dan dengan ilmu pula kita bisa meraih kedua-duanya.

Firman Allah pada surat Al-Alaq ayat 1-5berbunyi : Artinya : “ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakanDia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam.

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” ( Al-Alaq : 1-5) Ini ayat pertama yang turun kepada Rasulullah. Ayat ini berisi perintah untuk membaca, menulis, dan juga belajar. Allah telah memberikan manusia sifat fitrah dalam dirinya untuk bisa belajar dan menggapai bermacam ilmu pengetahuan dan keterampilan hingga dapat menambah kemampuannya untuk mengemban amanat kehidupan di muka bumi ini.

Rasulullah sering berbicara tentang keutamaan ilmu dan bahkan mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Perintah untuk menuntut ilmu ini merupakan salah satu pusat perhatian Islam bagi para pemeluknya. Manusia diwajibkan untuk menuntut ilmu karena hal ini sebenarnya telah dijawab oleh Al-Qur’an sendiri. Dimana menurut Al-Qur’an, Allah menciptakan manusia dalam keadaan vakum dari ilmu, lalu Allah memberinya perangkat ilmu agar mampu menggali ilmu dan mempelajarinya. Karena memang ilmu itu harus digali, dipelajari, dan diamalkan sebagaimana firman-Nya: Artinya : "Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun.

Dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur”.(Q.S. An Nahl: 78) Pendengaran, penglihatan dan hati atau akal adalah merupakan perangkat atau alat untuk menuntut ilmu.

Perangkat ilmu yang Allah berikan kepada manusia merupakan sebuah potensi yang tiada ternilai harganya, dengan penglihatan, pendengaran dan hati (akal) manusia mampu menggali ilmu. Karena kemampuannya menalar dan mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikiran yang abstrak. Pengetahuan itu diperoleh manusia bukan hanya dengan penalaran, melainkan juga dengan kegiatan berfikir lainnya, dengan perasaan dan intuisi.

Lain halnya dengan hewan yang tidak memiliki potensi tersebut karena hewan tidak mampu berbuat seperti apa yang dapat dicapai oleh manusia. Maka sangat beralasan jika Allah memerintahkan manusia untuk menggali lautan ilmu-Nya. Seberapapun tingginya ilmu dan pengetahuan manusia, hanyalah merupakan sebagian kecil saja dari ilmu Allah. Namun kesempatan untuk memperoleh sebagian-sebagian dari ilmu Allah yang lain tetaplah ada selama manusia mempunyai kemauan, kemampuan dan usaha.

Dalam mencari ilmu pengetahuan, hendaklah yang dapat memberikan manfaat bagi kebaikan di dunia dan di akhirat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan sadaqoh, sesuai dengan sabda Nabi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Selagi ada kesempatan untuk mencari ilmu dan sebelum Allah mencabut atau mengangkat ilmu dari manusia, maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya untuk kita manfaatkan serta kita amalkan di jalanNya.

Sebab ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal jariyah yang tak akan terputus. “Sesungguhnya dunia adalah terkutuk dan terkutuklah semua penghuninya kecuali orang-orang yang mengingat Allah, para wali Allah, para orang-orang yang berilmu dan juga orang orang yang belajar untuk mendapatkan ilmu” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah) Rosulullah selalu antusias dalam menyebut ilmu dan orang-orang yang mempelajarinya dengan gigih.

Rosulullah selalu menyerukan kepada semua kaum muslimin untuk mempelajari berbagai macam ilmu dan mengajarkannya kepada manusia sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rosulullah bersabda: Artinya: belajarlah akan suatu ilmu dan lalu ajarkanlah (ilmu tersebut) kepada manusia. Pelajarilah ilmu faroidh (ilmu waris) dan lalu ajarkan kepada manusia.

Pelajarilah Al-Qur’an dan lalu ajarkanlah kepada manusia. Selain Al-Qur’an banyak sekali hadits yang menjelaskan keutamaan ilmu dan kedudukan ulama, baik dimata Allah maupun dimata manusia, di dunia maupun di akhirat. Ulama dihargai demikian tingginya tak tertandingi oleh siapapun, dan tak mungkin dapat dikejar, kecuali melalui ilmu.

Berikut beberapa keutamaan ilmu yang disebutkan didalam Al-qur’an dan As-Sunnah: 1. Kelebihan ilmu dibanding ibadah lainnya Salah satu fadhilah ilmu dari ibadah adalah bahwa kebanyakan manfaat ibadah terbatas pada pelakunya. Orang yang melakukan salat atau berpuasa, haji, dzikir dan ibadah yang lainnya, akan mendapat kebaikan-kebaikan amal perbuatannya dan peningkatan derajatnya.

Tetapi, masyarakat lain tidak akan mndapat ganjaran mereka sedikitpun secara langsung. Berbeda dengan ilmu; ia bermanfaat jauh melampui si pelaku itu sendiri, sampai pada orang yang mendengarnya, atau membacanya. Ilmu tidak mengenal ikatan, tidak pula mengakui adanya dinding dan jurang pemisah. Lebih-lebih pada zaman kita sekarang, ketika ilmu tersebar luas melalui radio dan televisi yang dapat ditangkap dalam beberapa detik dan bahkan dalam seketika itu juga para pendengar dan para pemirsa yang ada diberbagai tempat.

2. Ilmu tidak terputus lantaran berakhirnya hayat Ilmu tidak terputus lantaran berakhirnya hayat, dan ilmu tidak mati dengan kematian pemiliknya. Tetapi bagi orang yang salat, atau berpuasa, atau membayar zakat, berhaji, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com berumroh, bertasbih, bertahlil, berzikr, dan bertakbir, semua amal ini mendapat balasan dari Allah, tetapi balasan itu terputus lantaran selesai atau berakhirnya amalan tertentu.

Adapun ilmu, ia terus berpengaruh selama orang masih memanfaatkanya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Apabila seorang keturunan Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau seorang anak shalih yang mendo'akannya." (HR. Muslim no.1631) Betapa besarnya kebaikan yang akan didapatkan oleh orang yang berilmu berupa pahala dan kebaikan-kebaikan yang banyak.

Dan pahala tadi akan terus mengalir kepadanya tanpa terputus selama ilmunya disampaikan oleh murid-muridnya dari generasi ke generasi berikutnya, dan selama kitab-kitabnya dan tulisan-tulisannya dimanfaatkan oleh para hamba di berbagai negeri, dan seperti inilah pahala dan ganjaran orang yang berilmu akan tetap sampai kepadanya setelah kematiannya dengan sebab ilmu yang telah dia tinggalkan untuk manusia, di mana mereka mengambil manfaat terhadap ilmunya.

3. Ilmu merupakan tanda kebaikan seorang hamba Ketika seorang hamba diberi kemudahan untuk memahami dan mempelajari ilmu syar’i, itu menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut, dan membimbingnya menuju kepada hal-hal yang diridhai-Nya.

Kehidupannya menjadi berarti, masa depannya cemerlang, dan kenikmatan yang tak pernah dirasakan di dunia pun akan diraihnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka Ia akan difahamkan tentang agamanya.”(Muttafaq Alaihi dari Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu anhuma) 4.

Orang yang berilmu akan ditinggian derajatnya Sesungguhnya Allah akan meningkatkan derajat orang-orang yang mau menuntut ilmu sebagaimana firmannya: Artinya : Hai orang orang yang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “ Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

Dan apabila dikatakan berdirilah kamu maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” ( Q.S Al-Mujaadalah:11).

Ditinggikannya derajat dengan beberapa derajat, ini menunjukkan atas besarnya keutamaan, dan ketinggian di sini mencakup ketinggian maknawiyyah di dunia dengan tingginya kedudukan dan bagusnya suara (artinya dibicarakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com orang dengan kebaikan) dan mencakup pula ketinggian hissiyyah (yang dirasakan oleh tubuh dan panca indera) di akhirat dengan tingginya kedudukan di jannah.

(Fathul Baarii 1/141) Allah pun akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu sebagaimana diri-Nya memuliakan diri-Nya dan mengagungkan kekuasaan-Nya, lalu setelahnya Dia memuliakan malaikat dan kemudian memuliakan orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman-Nya: Artinya :“ Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan.

Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” Q.S Ali Imran:18 5. Menuntut ilmu merupakan ibadah dan akan dipermudah jalan menuju syurga Menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan merupakan Ibadah yang paling agung dan paling utama, sehingga Allah menjadikannya sebagai bagian dari jihad fisabilillah, sebagaimana firmanNya dalam surat At Taubah 122: Artinya :tidak sepatutnya bagimu menuntut pergi semuanya (dalam medan perang), mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan pada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya Rosulullah SAW bersabda: Artinya: barang siapa menempuh jalan demi mengharapkan suatu ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan baginya menuju syurga.

Sesungguhnya malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya karena keridhaannya akan pencari ilmu. Sesungguuhnya semua yang ada di langit dan di bumi dan bahkan lumba-lumba di lautan sekalipun, akan selalu memintakan ampunan bagi orang yang berilmu 6.

Ilmu adalah kehidupan dan cahaya Dalam banyak ayat, Al-Qur’an menganggap ilmu sebagai kehidupan dan cahaya, sedangkan kebodohan merupakan kematian dan kegelapan.

Seperti diketahui semua bentuk kejahatan disebabkan oleh ketiadaan kehidupan dan cahaya, dan semua kebaikan disebabkan oleh cahaya dan kehidupan. Syarat-syarat menuntut ilmu dalam kitab “Ta’lim al-Muta’allim” yang ditulis oleh Imam Al-Zarnuji, beliau menulis bahwa syarat-syarat mencari ilmu itu ada 6 yaitu: 1.

Cerdas (Dzakaun) Kecerdasan merupakan syarat pertama yang harus dipenuhi oleh thalibul ilmi. Imam Ghazali pernah mengatakan bahwa orang yang pintar adalah orang yang mengetahui This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com bahwa ia tidak tahu akan sesuatu dan karenanya dia mau belajar.

Maksud cerdas disini bukanlah tingkatan kepintaran, melainkan tidak gila. Orang tersebut haruslah waras, dapat membedakan mana angka satu dan dua, mana hitam dan putih, mana baju dan celana. 2. Rakus (hirsun) Rakus maksudnya adalah (punya kemauan dan semangat untuk berusaha mencari ilmu) menurut Imam as-Syafi’i, dalam menuntut ilmu janganlah langsung merasa puas terhadap apa yang telah didapat dan jangan hanya menuntut ilmu di satu daerah saja.

“Tidak cukup teman belajar di dalam negeri atau dalam satu negeri saja, tapi pergilah belajar di luar negeri, di sana banyak teman-teman baru pengganti teman sejawat lama, jangan takut sengsara, jangan takut menderita, kenikmatan hidup dapat dirasakan sesudah menderita.” (diambil dari kitab Sejarah Hidup dan Silsilah Syekh Kiyai Muhammad Nawawi Tanara Banten yang ditulis oleh H. Rofiuddin. Hal. 4). 3. Sabar Seorang yang menuntut ilmu sudah barang tentu akan menghadapi macam-macam gangguan dan rintangan.

Selain berusaha maka bersabarlah untuk menghadapi semua itu, dan perlu diketahui bahwa sabar adalah sebagian dari Iman, “As-Shobru mina al-iman”. Dan Sabar disini mengandung arti tabah, tahan menghadapi cobaan atau menerima pada perkara yang tidak disenangi atau tidak mengenakan dengan ridha dan menyerahkan diri kepada Allah Swt, akan tetapi kesabaran disini harus diartikan dalam pengertian yang aktif bukan dalam pengertian yang pasif.

Artinya nrimo (menerima) apa adanya tanpa usaha untuk memperbaiki keadaan. 4. Modal/bekal Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan wajib hukumnya bagi setiap muslim, dan dijelaskan lagi dalam hadis “Tuntutlah ilmu mulai dari rahim ibu sampai liang lahat”. Dari hadis tersebut kita bisa mengetahui bahwa, seumur hidup kita wajib menuntut ilmu. Pendidikan bukan hanya pendidikan formal tetapi non formal pun ada. Rasul menjanjikan kepada para penuntut ilmu,“Sesungguhnya Allah pasti mencukupkan rezekinya bagi orang yang menuntut ilmu” Dan yakinkanlah bagi para penuntut ilmu walaupun dengan segala kekurangan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pasti mampu atau bisa menyelesaikan pendidikan.

Karena pasti akan ada jalan lain selama manusia berusaha dan yakin terhadap kekuasaan dan pertolongan Allah Al-Yaqinu Lâ Yuzâlu bi as-Syak Artinya: ”Keyakinan tidak bisa dihilangkan oleh keragu-raguan”.

Dan akhirnya maka tidak ada alasan orang tidak bisa menuntut ilmu karena biaya, seperti keterangan sebelumnya carilah jalan lain, solusi lain untuk bisa menuntut ilmu. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 5. Petunjuk guru Banyak orang yang tersesat karena belajar tanpa guru, seorang tholibul ilmi hendaklah mempunyai seorang guru sebagai petunjuk, walaupun ada yang mengatakan bahwa buku adalah guru yang besar, tapi buku tidak bisa mituturi (memberi nasihat).

6. Karena ilmu sangat luas dan tidak memiliki akhir maka sudah barang tentu membutuhkan waktu yang sangat lama. Pepatah Arab mengatakan :”Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat” seorang pelajar harus mengulang-ulang pelajaran yang telah didapat, jadi dalam mencari ilmu tidaklah cukup dalam waktu yang singkat.

Seperti contoh seorang untuk menjadi Doktor harus melalui SD, Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, SMA, hingga perguruan tinggi, dan itu bukanlah waktu yang singkat. Adab mencari ilmu 1. Niat Niat dalam menuntut ilmu adalah untuk mencari ridho Allah.

Hendaknya diringi dengan hati yang ikhlas benar-benar karena Allah. Bukan untuk menyombongkan diri, menipu orang lain ataupun pamer kepandaian, tetapi untuk mengeluarkan diri dari kebodohan dan menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain.

2. Bersungguh-sungguh Dalam menuntut ilmu haruslah bersungguh-sungguh dan tidak pernah berhenti. Allah mengisyaratkan dalam firman-Nya yang berbunyi : “Dan orang-orang yang berjuang di jalan Kami pastilah akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami.” 3.

Terus-menerus Hendaklah kita jangan mudah puas atas ilmu yang kita dapatkan sehingga kita enggan untuk mencari lebih banyak lagi. Seperti pepatah yang disampaikan oleh Sofyan bin Ayyinah : “Seseorang akan tetap pandai selama dia menuntut ilmu. Namun jika ia menganggap dirinya telah berilmu (cepat puas) maka berarti ia bodoh.” Allah lebih menyukai amalan yang sedikit tapi dilakukan secara terus menerus dibandingkan amalan yang banyak tetapi hanya dilakukan sehari saja.

4. Sabar dalam menuntut ilmu Salah satu kesabaran terpuji yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu adalah sabar terhadap gurunya seperti kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidr as (QS Al Kahfi : 66-70). Kita jangan cepat putus asa dalam menuntut ilmu jika mendapatkan kesulitan dalam memahami dan mempelajari ilmu. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 5. Menghormati dan memuliakan orang yang menyampaikan ilmu Di antara penghormatan murid terhadap gurunya adalah berdiam diri maupun bertanya pada saat yang tepat dan tidak memotong pembicaraan guru, mendengarkan dengan penuh khidmat, dan memperhatikan ketika beliau menerangkan, dan sebagainya.

6. Baik dalam bertanya Bertanya hendaknya untuk menghilangkan keraguan dan kebodohan diri kita, bukan untuk meremehkan, menjebak, mengetes, mempermalukan guru kita dan sebagainya. Aisyah ra. tidak pernah mendengar sesuatu yang belum diketahuinya melainkan sampai beliau mengerti.

Orang yang tidak mau bertanya berarti menyia-nyiakan ilmu yang banyak bagi dirinya sendiri. Allah pun memerintahkan kita untuk bertanya kepada orang yang berilmu seperti dalam firman-Nya dalam QS An-Nahl:43. Artinya :Dan kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah pada orang-orang yang memiliki pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.

Di dalam kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmil khalaf dijelaskan bahwasanya ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang antara lain: a. Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah. b. Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk.

c. Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.

d. Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia. e. Senantiasa didengar doanya. f. Ilmu itu senantiasa berada di hatinya. g. Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan. h. Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian. i. Selalu mengharapkan akhirat. j. Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian.

k. Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ahlussunnah. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah, bukan untuk kepentingan pribadinya.

l. Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya. m. Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak boleh menyaingi martabat mereka. n. Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sedangkan ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang yaitu: a.

Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati. b. Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah. c. Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya. d. Tidak dikabulkan doanya. e. Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat ALLAH murka. f. Semakin menjadikannya sombong dan angkuh. g. Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya. h. Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh.

i. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran. j. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran.

k. Mengatakan orang lain bodoh, lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa yang dimilikinya. l. Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu. m. Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata. n. Tidak mendatangkan ketenangan hati Sesungguhnya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com memiliki sifat wara’(rendah hati) dan takut pada Allah Taala.

Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu (QS Al-Mujadilah: 11). Ilmu manusia di dunia itu ibarat setetes air yang jatuh ke dalam samudera yang luas jadi janganlah menyombongkan diri atas ilmu yang dimiliki. Ilmu seluruh manusia jika dikumpulkan dari nabi Adam hingga akhir zaman, tak lebih dari hanya setetes air. Dibanding ilmu Allah SWT bagaikan seluruh samudra yang sangat luas.

Tidak akan masuk surganya Allah SWT bagi seorang hamba yang masih ada kesombongan dalam hatinya walaupun seukuran biji sawi. (Al-Hadits). Dari paparan semua tentang ilmu diatas maka tidak ada kata terlambat bagi kita semua dalam belajar atau mencari ilmu.

Tapi pada kenyataannya dalam kehidupan nyata yang aku temukan ada juga orang yang diajak untuk belajar atau mencari ilmu alasannya bermacam-macam.

Salah satunya yang sering aku dengar adalah sebagai berikut: aku wis tuwo sing enom wae isih wokeh. ‘Aku sudah tua yang muda aja masih banyak.’. Padahal dalam belajar itu tidak ada batasan umur. Mau dia masih muda, sudah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, mau kaya atau miskin, memiliki jabatan atau tidak menuntut ilmu itu hukumnya adalah wajib.

Tapi kenapa selalu ada alasan-alasan tertentu?? Yah itulah alasan bagi orang yang merasa sudah cukup ilmunya atau memang pemalas orangnya atau apalah tergantung penilaian masing-masing individu. Kalau aku sih mencari ilmu itu must go on.karena aku bercita-cita ingin sekali menjadi ahli dalam bidang bahasa, terutama bahasa asing.

Syukur-syukur bisa mendapat hadiah gelar Profesor suatu hari nanti. Amin YRA. SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG Setelah lulus dari MTS Al-Hamidah Kuwu aku ingin melanjutkan sekolahku lagi.

Awalnya aku belum ada gambaran kira-kira sekolah mana yang hendak akan aku pilih sebagai tujuanku untuk melanjutkan belajarku karena nilaiku masih pas-pasan juga. Kira-kira sekolah mana yang nantinya yang akan mau menerimaku?. Kemudian, dikala hatiku sedang gundah, Diana temanku sekelas di MTS datang memberikan saran untuk melanjutkan sekolah lagi ke Semarang.

’’Disana ada MAN 1 Semarang, selain sekolah disana kita bisa juga tinggal di pesantren, Gar’’ begitulah kata-katanya. Awalnya aku ragu atas tawarannya Diana karena jaraknya yang lumayan jauh dari tempat tinggalku.

Kira-kira harus menempuh waktu sekitar 4 jam kalau naik bus kota untuk menuju kota tersebut. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Akhirnya atas sarannya Diana aku pun merundingkannya dengan orangtuaku. Alhasil, orangtuaku semua menyetujuinya.

Meskipun ibuku juga setuju dengan niatku untuk melanjutkan sekolah ke kota Semarang tapi ibuku masih merasa cemas dan hawatir. Tidak demikian dengan ayahku. Beliau hanya memberikan nasihat begini: ’’Sekolah nang ngendi wae ora dadi masalah sing penting temenan olehmu sekolah!!’’. ‘Sekolah dimana saja tak jadi masalah, yang penting serius dirimu dalam sekolah!! ’Begitulah pesannya ayah terhadapku, meski singkat tapi dalam maknanya. Kemudian aku pun pamit kepada orangtua untuk berangkat bersama Diana menuju ke kota Semarang untuk mendaftar sekolah ke MAN 1 Semarang bersama-sama.

Saat sampai di rumahnya Diana ternyata dia sudah berangkat bersama ayahnya sesudah subuh karena kuatir terjadi macet. Akupun tidak tahu karena tidak dihubungi oleh Diana karena Diana juga tidak tahu caranya bagaimana menghubungiku karena waktu itu kami sama-sama belum mempunyai telpon genggam atau HP seperti pada era sekarang ini. Setelah itu, Ibunya Diana memberiku arahan lewat tulisannya pada secarik kertas. Kira-kira bus jurusan apa saja yang akan aku naiki nanti.

Karena waktu itu pertama kalinya aku pergi ke Semarang kuatir kalau-kalau aku nantinya tersesat. Pada kertas yang ditulis ibunya Diana tertulis bahwa: mulai dari pasar kuwu naik bus jurusan ke terminal Purwodadi kemudian ganti bus jurusan ke Semarang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 turun di terminal Penggaron Semarang.

Setelah itu naik angkotan kota kira-kira 15 menit menuju jurusan ke Pedurungan jangan lupa turun di kiri jalan yang ada papan namanya MAN 1 Semarang.

Itulah pesan singkat yang aku baca pada secarik kertas yang dibawakan untukku dari ibunya Diana. Waktu itu, saat masih tahun 2000 naik bus mulai dari pasar Kuwu menuju terminal Purwodadi hanya cukup membayar Rp 1.500,- untuk penumpang umum. Sedangkan untuk penumpang dari anak sekolah hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 500,- saja. Setelah sampai dari terminal Purwodadi, dari terminal tersebut ganti bus menuju ke terminal Penggaron Semarang hanya cukup membayar Rp 3000,- kemudian naik angkotan kota dari Penggaron ke MAN 1 Semarang hanya cukup membayar Rp.500,.

Entah berapa kalau sekarang tarif bus dari Purwodadi ke Semarang. Mungkin udah beda bingits kaleee. Alhasil, aku pun menemukan lokasi dimana MAN 1 Semarang berada meski awalnya aku bertanya-tanya kepada orang-orang yang aku temui di perjalanan. Sesampainya disana waktu menunjukkan pukul 09.11 WIB. Aku pun bertanya kepada penjaga dimana aku bisa untuk mendaftarkan diri ke bagian pendaftarannya di sekolah tersebut. Setelah selesai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mendaftar akhirnya akupun ketemu dengan Diana disana.

Ternyata dari almamaterku sebelumnya, yang melanjutkan sekolah ke MAN 1 Semarang hanya ada 3 orang, yaitu Diana, Maulida dan aku sendiri. Setelah selesai mendaftar ternyata hari esoknya langsung dilakukan seleksi ujian masuknya. Setiap calon siswa baru setelah selesai registrasi awal akan mendapatkan kupon pendaftaran. Setiap siswa diberikan kupon dengan bertuliskan jadual ujian. Pada kupon tersebut masing-masing siswa berbeda jadual ujian tertulis dan wawancaranya.

Jadual ujian pada kupon yang sudah aku peroleh waktu itu adalah ujian tertulis, wawancara dan hapalan ayat suci Al-Qur’an. Hatiku merasa hawatir sebab aku merasa hapalanku hanya sedikit saja waktu itu kira-kira gimana ya nanti pas ujian seleksinya?

’’Itulah gumamku saat itu. Kemudian aku pun terpaksa menginap semalam di rumah kakakku yang letaknya berada di daerah perbatasan Demak di blok HH6 Pondok Raden Patah Semarang demi untuk mengikuti ujian seleksi masuk di sekolah tersebut. Pada keesokkan harinya tibalah aku menghadapi ujian seleksi wawancara dan setoran hapalan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian tibalah pada giliranku untuk menghadapi ujian tersebut.

Akhirnya perasaan hawatirku berangsur-angsur sirna karena ujian wawancaranya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 giliranku ternyata hanya di tanya tentang motivasi apa saja aku memutuskan mendaftarkan diri di MAN 1 Semarang, dan hapalan ayat suci Al-Quránnya ternyata aku kebagian mendapatkan ayat kursiy yang sudah sejak SD aku hapal diluar kepala.

Setelah selesai mengikuti ujian akupun langsung pulang ke Purwodadi lagi karena pengumuman hasil ujian seleksinya akan diumumkan pada dua minggu kemudian. Setelah ujian seleksi masuk MAN 1 Semarang selesai kemudian tibalah diumumkan untuk hasil seleksinya.

Awalnya aku diterima sebagai siswa cadangan di sekolah tersebut, tapi karena ada dua siswa yang mengundurkan diri dari hasil seleksi penerimaan siswa baru di MAN 1 Semarang dan mungkin lebih memilih ke hasil penerimaan seleksi siswa baru di sekolah lain yang mereka sukai, maka, aku pun resmi diterima menjadi siswa baru di sekolah tersebut. Sebelum resmi diterima menjadi siswa baru MAN 1 Semarang ternyata lagi-lagi ada kegiatan MOS di sekolah tersebut seperti saat aku menjadi siswa baru di MTS Al-Hamidah dulu.

Bedanya, kalau disini MOS diadakan hanya seminggu saja dan tidak ada kegiatan berkemah seperti dulu. Tetapi saat Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 di MAN 1 Semarang lebih banyak mengeluarkan dana untuk keperluan beli ini dan itu yang ditugaskan oleh kakak pembina untuk dibawa ke This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kelas saat kegiatan MOS berlangsung.

Misalnya, disuruh membawa kayu bakar, mie instant, buah-buahan, bunga mawar, pakaian bekas yang masih layak pakai, dan lain-lain. Setelah kegiatan MOS berakhir, akupun kembali mengikuti pelajaran sekolah seperti pada umumnya. Di MAN 1 Semarang aku masih mendapatkan pelajaran Fiqih, Bahasa Arab, Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, dan lainnya seperti saat di MTS Al-Hamidah dulu, bedanya kalau di MAN 1 Semarang ilmunya lebih mendalam lagi.

Disamping itu, akupun tinggal di pesantren At-Thahiriyyah, Pedurungan lor yang dipimpin oleh Ust Yusuf. Aku hanya betah tinggal di pondok tersebut hanya dua bulan saja kemudian ada teman sekelas yang mengajakku mampir ke pondok pesantrennya di belakang sekolah MAN 1 Semarang.

Setelah beberapa kali mampir ke pondok pesantren temanku, aku mulai menyukai pondok tersebut. ANTARA SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG DAN MENIMBA ILMU DI PESANTREN AL-ISHLAH Bagian Pertama Saat duduk di bangku kelas satu di MAN 1 Semarang aku menemukan banyak temanteman di kelasku yang pintar-pintar dalam hal pelajaran. Apalagi Warih Erika Rahmawati dari Karanganyar, Purwodadi yang kelihatan menonjol sekali dalam pelajaran apapun.

Ternyata di MAN 1 Semarang walaupun kemampuanku dalam pelajaran tidak begitu banyak menonjol tapi masih ada beberapa guruku yang suka denganku terutama guru Bahasa Inggris di kelasku waktu itu. Beliau terkenal judes dalam mengajar walaupun hatinya sebenarnya baik. Teman-teman selalu protes apabila ada banyak tugas Bahasa Inggris yang diberikan kepada kami di kelas maupun sebagai PRnya. Kalau ada PR Bahasa Inggris teman sekelas dan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 di pondok masih banyak yang mengandalkan aku, sedangkan apabila ada PR Matematika, Kimia, Fisika pasti Warih Erika lah yang diandalkan di kelasku waktu itu.

Kalau ada PR Matematika, Kimia, Fisika, saat di pondok Al-Ishlah, maka Ahmad Shodikin yang dijadikan sebagai sumber inspirasi teman-teman baik santriwan maupun santriwati. Untuk pelajaran agama, terutama Fiqih semua takut dengan adanya Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Giman. Tampangnya tegap, tegas dan berwibawa seperti tentara yang berambut cepak dan suka mencari siswa atau siswi yang dianggap aneh atau beda sendiri dari segi penampilan atau lainnya.

Misalnya: baju siswa atau siswi yang tidak dimasukkan, tidak memakai ikat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pinggang, rambut yang gondrong untuk laki-laki, kuku tangan yang panjang-panjang dan lain-lain. Tidak ada satupun siswa yang berani membantah beliau. Pak Giman selalu mempraktekkan arti dari sebuah kedisiplinan di civitas almamater MAN 1 Semarang.

Semua tata tertib sekolah yang sudah tertulis dan tertempel di masing-masing kelas harus beliau tegakkan. Semua kelihatan tegang saat beliau mengajar di kelas. Tak boleh ada kotoran, debu bahkan sampah sedikitpun di kelas saat beliau mengajar. Saat ada plastik pembungkus kerupuk atau jajanan lainnya entah siapa yang membuangnya siswa yang terdekat dari plastik tersebut harus memungut dan membuang plastik tersebut pada tempatnya atau tempat sampah.

Kalau piket kebersihan kurang bersih dalam membersihkan kelasnya menurut penglihatan Pak Giman, maka disuruhlah kembali untuk membersihkan kelasnya sebelum beliau mulai mengajar. Tidak hanya itu saja, teman sekelas yang tidak mendapat tugas piket kebersihan pada hari tersebut harus ikut membantu semua tidak boleh hanya melihat atau memandanginya saja mereka yang piket dalam melakukan tugasnya.

Beliau begitu memegang teguh tentang esensi dari ’’Kebersihan sebagian dari iman’’. Saat masih kelas satu, kelas 1.7 merupakan kelas yang menjadi kelas unggulan di MAN 1 Semarang saat itu. Karena rata-rata para siswanya pada pintar-pintar semua. Ada yang sudah menjadi hafidz (hapal Al-Qu’an), ada yang jago Bahasa Arab, dan lainnya.

Di kelas 1.4 itu aku mengenal teman yang bernama Danang Prasetyo dari Layur yang terkenal sebagai kawasan preman yang ada di Semarang, Ahmad Anas dari daerah Sambiroto Kedungmundu Semarang, Tuhfatul Mujab dari Kebumen, Muhammad Arif Riyadi dari Karangawen, Demak, Zaenal Abidin dari daerah Gubug, Purwodadi, Tribuana Tunggadewi dari Semarang, Diana Trianti dari Karangawen, Nana Setiarini dari Semarang, Seturah dari Godong dan lainnya.

Dari Mohammad Arif Riyadi lah aku mengenal pondok pesantren AlIshlah. Karena berawal dari diajak mampir ke pesantren Al-Ishlah saat pulang sekolah oleh Riyadi beberapa kali, maka aku pun mulai menyukai pondok pesantren tersebut dan beberapa hari setelah silaturahmi dari tempat tersebut kemudian aku memutuskan untuk pindah ke pesantren Al-Islah yang sebelumnya masih tinggal di pondok pesantren At-Thohiriyyah, Pedurungan Lor, Semarang.

Akhirnya aku pun resmi menjadi santri Al-Ishlah pada pertengahan September pada tahun 2001. Aku akhirnya betah dan merasa nyaman tinggal di pondok pesantren Al-Ishlah di Jl. Plamongan Hijau no.260, Semarang.

Pimpinan laki-laki pondok pesantren di wilayah Semarang sudah biasa di panggil dengan sebutan abah, sedangkan istrinya dipanggil dengan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sebutan nyai atau bu nyai.

Di pondok pesantren inilah aku mengenal banyak teman-teman yang baik denganku, diantaranya: Mas Dwi Sugiharto yang baik hatinya yang sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri yang sekarang menjadi hakim provinsi yang bertugas di wilayah Demak, Baidlowi seorang pengusaha, Mbak Eli putri pertama abah yang sering memberiku roti karena sering dimintai tolong untuk membantu mempersiapakan bahan untuk membuat roti dan lainnya, Muhammadun yang suka tidur saat mengaji yang akhirnya menjadi seorang polisi, Tofik Kurniawan seorang kontraktor dan seorang sahabat yang selalu menasehatiku, Mbah Oleh yang bernama asli Mohammad Sholeh yang pernah mengajari aku cengkok-cengkok tembang shalawat dan lagu-lagu yang indah dalam Al-Qur’an, Pak Nanang Sundoro yang baik, meski sudah menjadi polisi masih mau belajar di Al-Ishlah, Ahmad Abdul Wahab yang bercita-cita ingin menjadi presiden, Gus Azka, Mas Burhan dan Mas Idus putranya abah, Mas Ulin si jangkung yang selalu memberikan banyak motivasi buat aku, Ahmad Shodikin seorang santri yang cerdas yang menjadi hafidz yang menggantikan posisi abah saat berhalangan hadir, maka dia lah yang ditunjuk untuk mengajar ngaji Al-Qur’an dan meluruskan bacaan tajwid kami yang sekarang menjadi PNS di kantor perpajakan Jakarta Pusat, Ahmad Charir atau biasa disebut pak lurah, seorang guru dan kepala sekolah di MTS di wilayah Semarang, Udin seorang guru PNS SD di tempat kelahirannya, Blora, Robin seorang arsitek ilmu bangunan, Ircham seorang teman yang suka terjun di dunia politik, Mohammad Arif Riyadi yang menjadi TKI di Korea, Siswanto yang pernah jadi TKI di Taiwan, Amin, Fatoni, Toha, dan lainnya.

Pada waktu itu, ustadz di pondok pesantren Al- Ishlah adalah seorang anggota kepolisian dari Polda Jawa Tengah berpangkat AKBP yang bernama Drs. AKBP Masrochan Halimtar. Berbagai ilmu baru dan hal baru aku dapatkan disana. Meskipun abah seorang ustadz, kyai dan seorang anggota kepolisian berpangkat AKBP beliau tidak pernah sungkan untuk mengecek hapalan Al-Quránnya kepada santrinya sendiri yang cerdas bernama Ahmad Shodikin.

Dari situ aku pun merenung sejenak. Ternyata orang berilmu itu bisa datang dari kalangan mana saja bisa dari murid sendiri seperti muridnya abah. Abah saja tidak sungkan dan bisa meletakkan egonya meski sudah menjadi da’i (penceramah) hebat sekaligus memiliki kedudukan di Polda Jawa Tengah tapi masih mau juga belajar dengan santrinya sendiri. Dalam realitanya yang aku tahu, masih ada orang yang mempunyai kedudukan, derajat dan pangkat atau jabatan tertentu untuk berguru atau belajar kepada orang yang lebih berilmu tetapi masih belum bisa menurunkan egonya apalagi orang yang berilmu tersebut This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lebih muda usianya dan dari latar belakangnya adalah orang yang biasa-biasa saja bukan dari orang yang berpangkat atau mempunyai jabatan.

Atas berkat didikan dan doa beliau lah banyak santri dari Al-Ishlah yang sudah sukses sekarang. Terima kasih abah, jasamu dan pengorbananmu akan hal ilmu sungguh sangat berarti buat kami. Di pesantren Al-Ishlah aku mendapat banyak hal. Didikan dan pengalaman yang sangat berharga yang banyak aku peroleh juga di pesantren ini yang mungkin belum pernah kudapatkan dari manapun.

Saat ketemu Ustadznya pertama kali ternyata beliau sudah mengenal ayahku setelah aku bercerita tentang ayahku kepada abah. Abah pernah bercerita kepadaku kalau saat masih tugas di daerah Kalanglundo Kecamatan Ngaringan dulu katanya ayahku sering mampir ke rumah abah pada waktu itu.

Kebetulan ayahku waktu itu sudah dikenal hampir sewilayah kecamatan di daerahku. Yah, mungkin karena profesinya ayahku waktu itu adalah seorang mantri kesehatan atau istilah sekarang lebih dikenal sebagai sebutan dokter umum. Karena profesinya itulah ayahku selain buka praktek di rumah, ayahku juga sering dipanggil para pasiennya di daerah-daerah tertentu. Salah satu tempat yang sering dikunjunginya berada di daerah Kalanglundo, Ngaringan.

Barangkali karena sering ada tugas di Kalanglundo itulah ayahku menjadi kenal akrab dengan abah sejak lama. Dunia memang tak seluas daun kelor.

Selama tinggal di pesantren Al-Ishlah aku belajar beberapa pelajaran baru yang sebelumnya belum pernah aku pelajari. Diantaranya: Fathul Qarib atau Takrib yang berisi aturan-aturan (fiqih) dalam agama Islam yang ditulis dengan berbahasa Arab yang belum ada artinya dan kebanyakan orang menyebutnya sebagai kitab kuning, Ilmu Nahwu Sharaf atau dikenal dengan tata bahasanya Bahasa Arab, dan lain-lain.

Beliau sering membahas tentang pentingnya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sebuah ilmu pengetahuan. The relegion without science is blind and science without relegion is lame. ‘Ilmu agama tanpa adanya ilmu pengetahuan itu buta dan ilmu pengetahuan tanpa adanya ilmu agama itu pincang.’ Dan lagi yang masih aku ingat akan hal ilmu yang pernah beliau sampaikan kepada santrinya yaitu: Ilmu iku ora usah akeh-akeh, sing penting iso manfaat.

Syukur-syukur akeh iso manfaat malah luwih apik, nek ora iso yo sithik tapi manfaat. Ciri-ciri ilmu sing manfaat salah sijine iku sing wenehi lan nerima ilmu iku krasa ayem, ora ngganjel ning ati, ikhlas njalanke ilmu kasebut.

‘Ilmu itu tidak usah banyakbanyak tapi yang penting bisa bermanfaat. Syukur-syukur banyak bisa bermanfaat malah lebih baik, kalau tidak bisa ya sedikit tapi bermanfaat. Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat salah satunya itu yang memberikan dan menerima ilmu itu merasa tenang, tidak mengganjal di hati, ikhlas untuk menjalankan ilmu tersebut.’ Ilmu yang tidak bermanfaat itu diibaratkan seperti This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pohon yang lebat atau rindang tetapi hanya sedikit buahnya.

Menurut salah satu sahabat Nabi Umar Bin Khattab r.a. juga menjelaskan bahwasanya ilmu itu ada tiga tahapan, jika seseorang memasuki tahapan pertama dia akan sombong, jika dia memasuki tahapan kedua dia akan tawadzu’ (rendah hati) dan jika ia memasuki tahapan ketiga dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya.

Ilmu itu berkembang terus sesuai dengan perkembangan zaman. Ilmu tidak terbatas pada pada kontemplasi dan pemikiran saja tentang dunia. Lebih dari itu, ilmu seharusnya menyatukan antara pemikiran dan aksi semata-mata dalam rangka memperbaiki kekurangankekurangan yang ada. Ilmu haruslah bersifat praksis, yang akan memadukan teori dan praktik sekaligus. (Santoso, 2012:83). Dalam hal ilmu, janganlah memandang remeh kepada orang lain, bisa jadi kita mengerti akan ilmu yang kita kuasai tetapi belum tentu kita sendiri menguasai ilmu yang dikuasai oleh orang tersebut.

Dengan kata lain kita bisa lebih mudah menguasai satu atau lebih ilmu tertentu sedangkan orang lain bisa jadi kurang menguasai ilmu yang kita miliki tetapi ilmu yang lainnya dia bisa dengan mudah untuk menguasainya.

Jadi, dalam hal ilmu apapun bidangnya, kita sebaiknya saling mengisi, melengkapi atau saling berbagi bukannya saling merendahkan diri antara satu dengan yang lain. Waktu terus berputar, tak terasa aku pun sudah duduk di bangku kelas dua MAN 1 Semarang. Saat awal kenaikan kelas dua MAN 1 Semaranng waktu itu teman sekelasku saat masih duduk di kelas 1.4 yang terkenal cerdas memutuskan untuk pindak sekolah di daerahnya di Purwodadi tempat asalnya.

Saat itu, Warih Erika berpamitan kepada temanteman semua di kelas dua, termasuk aku, Rozak, Wahab, Masrochan dan lainnya yang sudah menjadi temannya. Suasana kelas tampak terasa haru atas kepergian teman kami itu untuk pindah sekolah di daerahnya. Ada yang merasa kehilangan, ada pula yang tampak biasa-biasa saja saat Erika berpamitan kepada kami semua saat itu.

Saat kenaikan kelas satu naik tingkat ke kelas dua, aku ditempatkan di kelas 2.3. Di kelas 2.3 itu aku mengenal teman baru lagi.

Karena pembagian kelas tersebut ditentukan berdasarkan dari peringkat nilai raport para siswanya. Dan kelas 2.1 merupakan kelas unggulan di MAN 1 Semarang saat itu. Dari sini aku mengenal Umi Nur Khasanah, Akhromin, Ali Muhlison, Masrochan, Nur Rohmat, Mohammad Nasir, Puput Pratama, Lutfil Bahri, Abdul Rozak dan lainnya.

Teman akrabku di kelas itu antara lain Abdul Rozak, Masrochan, Kayyis Chalimi, Siti Nur Farochah dan lainnya. Abdul Rozak salah satu teman This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sekelasku yang akrab akhirnya menjadi teman yang duduk sebangku denganku. Tiap kemanamana selalu bersama dia. Aku suka dengannya karena dia orangnya baik, pintar tentang agama, dan sopan kepada siapa saja. Sampai-sampai kedekatan kami sudah seperti saudara saja. Hingga akhirnya penjurusan kelas IPA, IPS dan kelas Bahasa, aku dan dia masih belajar di kelas yang sama.

Di kelas 2.3 ini siswa yang kelihatan menonjol dalam hal pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia adalah Siti Nur Farochah, Lutfil Bahri, Nur Rohmat dan Nur Revitawati. Saat ada PR tentang pelajaran tersebut mereka semua yang menjadi andalan di kelas kami apabila ada tugas atau PR. Di kelas 2.3 pelajaran Bahasa Inggris diampu oleh Pak Sholeh. Beliau pun menyukaiku karena aku yang kelihatan aktif dalam pelajarannya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 beliau mengajar.

Aku juga masih diandalkan oleh teman-temanku di kelas 2.3 dalam hal Bahasa Inggris kalau ada tugas atau PR. Sedangkan Abdul Rozak dan Masrochan menjadi sumber inspirasi teman-teman di kelas saat ada mata pelajaran agama seperti: Fiqih, Qur’an Hadits dan lainnya.

Di kelas dua ini aku juga mengenal teman baru yang lainnya seperti Inta Iklima, Umar, Potter, Hamzah, Siti Zubaidah, Siti Ashobiyyah, Siswanto dan lainnya. Masrochan adalah siswa yang pandai dalam Bahasa Arab. Saat masih kelas dua dia pernah menjadi juara pertama tingkat propinsi Jawa Tengah untuk lomba mengarang Bahasa Arab tingkat SMA/MA.

Sayangnya dia tidak mau lagi untuk diajukan ke tingkat nasional saat itu karena waktu mengambil hadiahnya pada juara lomba mengarang Bahasa Arab tingkat propinsi Jawa Tengah ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang ikut menikmati honornya. ANTARA SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG DAN MENIMBA ILMU DI PESANTREN AL-ISHLAH Bagian Kedua Saat liburan catur wulan kedua semua siswa kelas dua di MAN 1 Semarang dianjurkan untuk ikut semua dalam study tour ke Bali.

Tempat-tempat wisata yang kami kunjungi di Bali saat itu antara lain: Kintamani, Tanah Lot, Pantai Sanur, Pantai Kute, Jimbaran, Bedugul, Pasar Sukowati, Joger dan tempat-tempat lainnya. Selain wisata ke Bali kami pun diwajibkan untuk membuat laporan mengenai tempat-tempat wisata yang kami kunjungi yang berada disana. Kami bertamasya di Bali selama satu minggu disana. Saat pulang dari Bali ada yang membeli buah-buahan seperti markisa, salak, jeruk Bali dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lainnya sebagai oleh-oleh, ada pula yang membeli baju dan kaos khas dari Joger yang unik, selimut, ikat kepala dan lainya.

Selain membeli buah, aku pun tak lupa juga membelikan kaos bergambarkan Barong dari Bali untuk ponakan-ponakanku di rumah. Setelah masa liburan caturwulan usai kami pun kembali mengikuti kegiatan sekolah seperti biasa. *************************************************************************** Tak terasa waktu belajar di kelas 2.3 akan segera berakhir.

Semua siswa yang duduk di kelas 2.1 sampai 2.8 sebelum naik tingkatan ke kelas 3 harus memilih salah satu kelas program jurusan sesuai dengan masing-masing minat siswanya. Aturan tersebut sudah ditentukan oleh kepala sekolah kami, yaitu Bapak Drs.

Basuki, M. Ag. Beliau begitu disiplin dalam hal menerapkan peraturan sekolah di MAN 1 Semarang. Kadangkala entah beliau ingin pamer, narsis atau apalah akupun tidak tahu maksudnya saat itu beliau pernah aku lihat sesekali membawa handycame untuk mengambil video di masing-masing tempat di MAN 1 Semarang dengan berjalan kesana kemari sambil memamerkan video kameranya (handycam). Beberapa guru dan siswa ada yang senyum-senyum simpul melihat aksi beliau saat itu. Itulah kepala sekolah kami saat itu.

Saat pembagian penjurusan kelas akan diumumkan, para siswa diberikan waktu untuk memikirkannya matang-matang mengenai jurusan apa yang akan dipilihnya agar nanti tidak salah pilih masuk jurusan di kelasnya. Aku tidak mau untuk mikir lama lagi, karena aku suka dengan belajar bahasa dan tidak suka pelajaran yang berhubungan hitung-menghitung maka akhirnya aku memutuskan untuk masuk di kelas bahasa.

Keputusanku itu akhirnya diikuti juga oleh Rozak, Masrokan, Hamzah dan Aslikah yang merupakan teman yang aku kenal yang mau bergabung denganku di kelas bahasa saat di kelas dua. Siti Nur Farochah atau lebih akrab dipanggil Ocha, Intan Iklima, Umi Nurhasanah, Maulida, Diana dan Nur Revitawati sudah pasti masuk di kelas IPA karena mereka memang suka pelajaran yang berhubungan dengan eksakta. Akromin dan Agus Sholeh yang duduk di bangku belakangku memilih masuk kelas IPS di kelas tiganya.

Dan teman-teman lainnya akupun tidak tau apa saja pilihan mereka. Entah masuk di kelas IPA, IPS atau kelas Bahasa. Akhirnya pemilihan kelas penjurusan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 minat masing-masing siswanya pun usai dilaksanakan. Di kelas tiga kami yang baru ini, kelas IPA ada tiga kelas, IPS ada 4 kelas dan Bahasa teridiri dari satu kelas saja.

Aku dan Rozak saat masuk kelas bahasa masih duduk sebangku denganku. Di kelas bahasa ini aku mengenal teman-teman baru lagi, diantaranya: Zumaroh, Zamronah, Maknun, Sigit, Ismaiyah, Umi Ifayanti, Ni’matin Farida atau lebih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com akrab dipanggil dengan sebutan Jeng Menik, Ummu Ayu Vivi Habibah, Charna Wiwitanta, Ahmad Najib dan lainnya.

Sedangkan teman dari pondok pesantren yang sama dan masuk di kelas yang sama adalah Mohammad Arif Riyadi yang terkenal dengan sebutan James karena mirip dengan seorang aktor pemeran film James Bond dan Ahmad Abdul Wahab yang akrab dengan panggilan Wahab. Temanku yang satu sekolah dari MTS Al-Hamidah dulu ternyata masuk di kelas yang sama bersama Inta Iklima di kelas III IPA 1. Awalnya kelas Bahasa dianggap sebagai momok dan disebut sebagai kelas buangan. Tapi pada akhirnya anggapan itu hilang dengan sendirinya.

Itu merupakan kesalahan yang fatal menurutku. Semua ilmu pengetahuan pasti ada hubungannya dengan ilmu bahasa. Buktinya? Kenapa di pasaran terjual bebas kamus tentang kedokteran, kamus tentang ilmu botani atau biologi dan sebagainya?!? Itu baru contoh fisik berupa buku belum contoh lainnya. Itulah mereka yang belum mau mengakui arti pentingnya dalam berbahasa. Dengan bahasa kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja baik dari negara manapun.

Dengan belajar Bahasa Inggris misalnya yang sudah menjadi bahasa Internasionalnya dunia. Semua negara di dunia pasti diwajibkan untuk mempelajarinya. Coz the language is the key to open the world. ‘Karena bahasa merupakan kunci untuk membuka dunia.’ Saat masuk di kelas bahasa pada awalnya kami belajar bahasa Perancis sebagai mata pelajaran bahasa asing pilihan di kelas bahasa pada saat itu.

Kami di kelas hampir semua merasa kesulitan untuk mempelajarinya. Karena belajar bahasa Perancis harus benar-benar olah raga mulut. Misalnya: Bonjour ! [bongzhuhr] Halo ! Je m'appelle Tegar [zhu mapel tegar] Nama saya Tegar Je suis étudiant(e) à l'Université de Diponegoro [zhu swi etudiang a lunivehrsite du diponegoro] Saya adalah mahasiswa(i) di Universitas Diponegoro This PDF is Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com J'habite à Semarang [zhabit a semarang] Saya tinggal di Semarang J'ai 23 ans [zhe vang thrwa-z-ong] Saya berumur 23 tahun Je suis musulman [zhu swi muzulmong] Saya beragama Islam J'aime beaucoup lire des romans, ecrire de nouvelle, regarde le cinema, écouter de la musique [zhem boku liehr de rumong, ekhrihr de nuvel, regahrd lu sinema, ekute du la muzik] Saya sangat suka membaca novel, menulis cerpen, menonton film, mendengarkan musik Je parle français et anglais [zhu pahrl frongse e onggle] Saya berbicara bahasa prancis dan inggris Merci [mehrsi] Terima kasih Disamping itu, dalam bahasa Perancis terdapat pula kosakata yang bergender maskulin dan feminimnya juga.

Karena alasan tersebut lah kemudian kami melaporkan keluhan kami kepada bagian kurikulum agar bisa diganti dengan bahasa asing lainnya yang tidak terlalu sulit untuk mempelajarinya.

Dalam keluhan kami akhirnya di dengar oleh kepala sekolah kami. Kemudian Bapak kepala sekolah kami saat itu dengan tegas memberikan masukan bagaimana kalau sebaiknya diganti dengan Bahasa Jepang. Alasan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 cukup sederhana waktu itu, karena banyak produk-produk Jepang yang sudah banyak dipakai oleh orang Indonesia.

Produk-pruduk dari Jepang yang tidak asing bagi kita diantaranya: sepeda motor bermerek Yamaha, Honda dan Suzuki. Mobil pun juga ada, diantaranya: Daihatsu, Honda Jazz, dan Suzuki Baleno, dan prodak yang lain-lain.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Masukan dari kepala sekolah MAN 1 Semarang pada waktu itu akhirnya dibicarakan dan didiskusikan bersama dengan wali kelas kami bersama-sama. Kemudian wali kelas kami bernama Mr.

Baddy selaku guru Bahasa Inggris juga memberikan arahan kepada kami bahwa para siswa di kelas bahasa disuruh untuk menulis bahasa apa yang akan dipilih oleh kita dengan menuliskan pilihan kita pada secarik kertas kira kira bahasa asing apa yang hendak ingin dipilih oleh pilihan bersama yang akan disepakati bersama pula nantinya. Waktu itu bahasa asing yang ditawarkan ada 8 bahasa asing yang ada di dunia.

Diantaranya: Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, dan Bahasa Italia. Dari perhitungan voting bersama di kelas bahasa tersebut pilihan dari masing-masing siswa cukup beragam. Ada yang memilih Bahasa Arab, ada yang memilih Bahasa Mandarin, ada pula yang masih tetap memilih Bahasa Perancis dan ternyata dari hasil voting bersama teman-teman banyak yang memilih bahasa Jepang sebagai pelajaran bahasa asing pilihan di kelas bahasa tersebut.

Akhirnya keputusan diambil sesuai voting bersama maka Bahasa Jepang lah yang menjadi pilihannya. Setelah dua bulan lamanya belajar bahasa Perancis akhirnya kelas kami meneruskan belajar Bahasa Jepang sebagai mata pelajaran pilihan bahasa asing di kelas Bahasa. Pada saat belajar bahasa Jepang, sekolah kami belum mempunyai spesifikasi tenaga ahli dalam bahasa asing tersebut. Bahasa Jepang masih diampu oleh Bapak Agung Wibowo, S. Pd. lulusan S1 Pendidikan Bahasa Perancis dari IKIP Semarang yang sekarang sudah terkenal dengan nama UNNES.

Karena beliau pernah belajar Bahasa Jepang secara otodidak akhirnya kami pun belajar bersama-sama. Kami belum sempat belajar huruf Hiragana, Katakana dan Kanji. Huruf Hiragana dan Katakana sering disebut juga huruf Kana. Hiragana digunakan untuk menulis kosakata cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Jepang asli, apakah secara utuh atau digabungkan dengan huruf Kanji. Huruf Katakana digunakan untuk menulis cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 serapan dari bahasa asing (selain bahasa Cina).

Jumlah huruf Hiragana dan Katakana masing-masing 46 huruf dan dikembangkan dengan menambahkan tanda tertentu sehingga dapat membentuk bunyi lainnya yang jumlahnya masing-masing menjadi 56 bunyi.

Huruf-huruf tersebut berbentuk suku kata, sehingga bunyi total bahasa Jepang kurang lebih hanya 102 suku kata. Huruf Kanji berasal dari Cina, yang jumlahnya cukup banyak. Huruf Kanji yaitu huruf yang merupakan lambang, ada yang berdiri sendiri, ada juga yang digabung dengan huruf Kanji lainnya atau diikuti dengan huruf Hiragana.

Huruf Kanji dalam bahasa Jepang ada dua macam cara membacanya, yaitu: (1) ala Jepang (kun-yomi) dan (2) ala Cina (on-yomi). Sedangkan huruf This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terakhir adalah Romaji atau huruf Alfabet (latin). (Sutedi, 2003: 7-9). Pada saat itu kami belajar Bahasa Jepang masih dengan menggunakan huruf Romaji karena belum ada tenaga ahli pendukungnya.

Belajar bahasa Jepang ada yang berpendapat sulit ada yang berpendapat mudah tergantung orang yang menilainya dari segi mananya dulu. Setelah hampir dua bulan lamanya kami belajar bahasa Jepang di kelas bahasa di MAN 1 Semarang akhirnya guru kami mendatangkan tenaga ahli dibidangnya yaitu Pak Hadi dari SMAN 16 Semarang. Selain bertugas sebagai pengajar Bahasa Jepang disana beliau akhirnya merangkap menjadi pengajar Bahasa Jepang di sekolah kami. Dari beliaulah kemudian kami belajar huruf-huruf Bahasa Jepang mulai Hiragana, Katakana dan Kanji meskipun baru setingkat SMA di Indonesia belajar Bahasa Jepangnya.

Pada kenyataannya kalau dibandingkan di negara asalnya belajar Bahasa Jepang kami ternyata masih setingkat dengan TK nol besar disana. He he.:) Semenjak keberadaan Pak Hadi mengajar Bahasa Jepang di kelas kami, aku pun makin semangat untuk mempelajari Bahasa Jepang juga buktinya pada catur cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pertama nilai raportku diberikan angka 9 untuk mata pelajaran Bahasa Jepang sedangkan Bahasa Inggris aku juga mendapat angka 9, Bahasa Indonesia juga mendapat nilai angka 9 sedangkan Bahasa Arab aku mendapat nilai angka 8 waktu itu.

Yah, meskipun top grade is not always go to the brightest student. ‘Nilai yang unggul tidak selalu menunjukkan siswa yang cerdas.’ Tapi, setidaknya guruku sudah menghargai keseriusanku dalam mempelajari Bahasa Jepang melalui nilai Bahasa Jepangku di raport.:). Pada saat belajar Bahasa Jepang dengan Pak Hadi yang berlangsung hampir satu bulan lamanya beliau mendatangkan tenaga native dari Jepang langsung yang ditugaskan oleh The Japan Foundation, Jakarta yang bertugas di wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang bernama Tajiri Yumiko Sensei.

Sensei tersebut mempunyai wajah yang cantik, jadi tak sedikit dari para siswa yang memandanginya terus saat beliau membantu mengajar dengan Pak Hadi. Sensei adalah panggilan untuk guru, dosen, dokter dan tenaga ahli lainnya, tergantung dimana kata tersebut dipakai.

Kalau dalam lingkup dalam lingkungan sekolah dan kampus kata sensei berarti ‘guru’ atau ‘dosen’ sedangkan bila panggilan sensei tersebut dipakai dalam lingkup lingkungan rumah sakit maka maknanya menjadi ‘dokter’. Setelah melewati catur wulan pertama selesai kami pun memasuki catur wulan kedua di kelas bahasa.

Pada awal bulan cawu tersebut aku mendadak dipanggil oleh guru Bahasa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Jepangku di ruang guru.

Ternyata disana aku disuruh mengikuti kegiatan lomba Bahasa Jepang setingkat wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang akan dilaksanakan di MAN 2 Magelang pada waktu itu.

Hadiah utamanya adalah kunjungan ke Jepang gratis selama 2 minggu ditambah hadiah yang berupa uang tunai sebesar 5 juta rupiah. Wah.hadiahnya begitu menggiurkan juga ya.’’Pikirku saat itu. Yah hadiah tersebut memang sangat menggiurkan untuk ukuran anak SMA seusiaku pada saat itu. Tapi, yang bikin aku menjadi tidak percaya diri adalah saingannya terlalu ketat dalam perlombaan tersebut.

Misalkan kalau berhasil menjadi juara pertamanya pada perlombaan tersebut untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta kemudian aku harus bersaing lagi untuk tingkat nasionalnya dengan putra daerah dari Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sumatra, Sulawesi dan lainnya kalau ingin mendapatkan hadiah utamanya tersebut. Tapi kalau kalah bagaimana? Aku akan malu juga nantinya dengan teman-temanku. Akhirnya guruku mengerti apa yang aku utarakan kepada beliau. Kemudian beliau berdalih: ’’Menang dan kalah dalam kompetisi itu merupakan hal biasa, Gar.

Yang penting kamu ikut tampil dalam perlombaan itu sudah luar biasa, because the experience is the best teacher. ‘Karena pengalaman merupakan guru yang terbaik.’, begitulah kata-kata guruku menenangkan hatiku agar membuat rasa hawatirku menjadi sirna saat itu’’.

Setelah itu aku pun mengiyakan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Setelah kembali ke kelas akupun bercerita kepada teman yang duduk sebangkuku yang bernama Abdul Rozak, dia sangat mendukungku, nasehatnya begitu sejuk menyentuh kalbuku.

Dia memang pandai untuk menyejukkan hati teman-temannya dalam memberikan nasehat, membantu mencarikan solusi dari masalah tersebut apabila ada temannya dari siapa saja baik cewek maupun cowok dari kelas bahasa sendiri maupun dari kelas lainnya yang lagi ada masalah untuk datang hanya sekedar curhat atau sharing dengannya.

Setelah itu, akupun cerita kepada Umi Ifayanti, Nikmatin Farida, Habibah, Wahab dan lainnya. Akhirnya hari perlombaan itu pun datang juga.

Sebelum berangkat ke Magelang, pada malam hari sebelum berangkat kesana aku disarankan oleh Pak Agung untuk menginap di rumah guru Bahasa Jepangku yang tinggal di daerah Sampangan, yaitu di rumah Pak Hadi guru Bahasa Jepang dari SMAN 16 Semarang dengan diantarkan oleh Pak Agung menuju ke rumahnya. Setelah sampai di rumah Pak Hadi, kemudian Pak Agung pamit denganku dan dengan keluarga Pak Hadi untuk pulang. Kami berangkat bersama kesana pada keesokan harinya dengan naik bus.

Keesokan harinya kemudian kami berangkat bersama dari rumah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pak Hadi menuju kota Magelang. Motor yamaha vespa Pak Agung dititipkan di rumah Pak Hadi. Setelah sampai di MAN 2 Magelang, sekolah sekaligus tempat yang ditunjuk sebagai tuan rumah diselenggarakan perlombaan bahasa Jepang tingkat Jawa Tengah dan DIY dengan tema Kunjungan Ke Jepang Selama 2 Minggu itu ternyata dihadiri oleh beberapa peserta dari SMA/MA/SMK dari daerah Semarang, Solo, Yogyakarta, Kebumen, Pringsewu, Kendal, Pekalongan dan dari wilayah Jawa Tengah dan DIY lainnya.

Jumlah peserta yang mewakilkan sekolahnya ada 30 siswa dan siswi. Lomba yang diadakan disana adalah kemampuan bahasa Jepang (Nouryouku Shiken) setingkat level 4. Kalau sekarang mungkin setara dengan ujian kemampuan bahasa Jepang N5 (Nihongo Nouryoku Shiken level 5). Melihat peserta yang ternyata lumayan banyak dalam perlombaan tersebut aku malah menjadi kurang percaya diri.

Apalagi kemampuanku dalam berbahasa Jepang baru sampai bisa menghapal Hiragana dan Katakana dan beberapa kosakata yang terbatas pada buku panduan yang sudah aku pelajari. Sedangkan huruf Kanji hanya terbatas saja yang aku ketahui waktu itu. Setelah mengikuti ujian berupa Choukkai (Mendengar), Dokkai (Membaca), dan Moji dan Goi (Huruf dan Kosakata) dengan peserta lainnya maka hasil nilai dari perlombaan tersebut di umumkan oleh para Juri baik dari Indonesia sendiri maupun Juri dari Jepang yang dikirim oleh The Japan Foundation langsung.

Diantaranya yang masih aku ingat adalah Tajiri Yumiko Sensei. Juara pertama dalam perlombaan tersebut akhirnya jatuh pada siswa MAN 2 Magelang sendiri. Bagi yang mendapat juara pertama nantinya akan diseleksi lagi pada tingkat nasionalnya.

Persaingannya pun akan semakin ketat nantinya karena harus berjuang melawan perwakilan dari beberapa wilayah yang ada di Indonesia, misalnya: Bali, Sumatra, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta dan wilayah lainnya. Waktu itu, aku hanya mendapat peringkat di urutan nomor 12 dari 30 siswa yang mewakili sekolah SMA/SMK/MA sederajat yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang mengikuti perlombaan tersebut.

Kawaisou na. Zannen deshita ne. cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kasihan. Sayang sekali ya.’ Yah memang benar kata Pak Agung, menang kalah memang sudah biasa dalam suatu kompetisi. Setelah selesai diumumkan pemenang dalam perlombaan tersebut akhirnya aku, Pak Hadi dan Pak Agung memutuskan untuk pulang.

Meski agak kecewa juga dengan kekalahanku akhirnya aku bisa tahu sampai dimana kemampuanku dalam Bahasa Jepang dengan ikut This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com perlombaan tersebut. Pak Hadi pun berkata kepadaku: Wis rak sah dipikir, sing penting saiki mikir ujian nasional sing arep diadhepi mengko wae, muga-muga cah bahasa ning MAN 1 Semarang iso lulus kabeh.

‘Sudah ga usah dipikir, yang penting sekarang yang harus dipikirkan adalah ujian nasional yang akan dihadapi nanti saja, semoga kelas bahasa di MAN 1 Semarang bisa lulus semua. ’ Aku pun mengamini doa dan harapan Pak Hadi kepada kami.

Amin.YRA. Setelah sampai di rumah Pak Hadi di Sampangan, Pak Agung dan aku langsung pamit dengan Pak Hadi dan keluarganya untuk kembali ke MAN 1 Semarang. Setelah sampai di almamater kami para siswa dan para guru sudah pada meninggalkan sekolah karena waktu jam pelajaran memang telah usai waktu itu. Akhirnya aku pun mengucapkan terima kasih dan pamit kepada Pak Agung untuk pulang ke pondok Al- Ishlah. Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah seperti biasa.

Sesampainya di kelas temanteman sekelas menyambut kedatanganku dengan suka cita. Sambil bertepuk tangan mereka kemudian menyalami aku satu persatu. Wah, jadi malu nih.padahal lombanya kalah, ’’Itulah gumamku saat itu. Akhirnya aku menceritakan apa adanya kepada mereka kalau lombanya belum berhasil aku menangkan dan meminta maaf kepada teman-teman. Mereka ternyata tidak kecewa denganku dan malah memberikan semangat dan senyuman.

Kemudian Rozak, Hamzah, James, Wahab, Jeng Menik, Umi Ifayanti, Zumaroh, Habibah, Masrochan, Charna dan lainnya memberikan dukungan kepadaku lagi. Semangat Mas Tegar.menang kalah udah biasa.yang penting sudah berani maju.begitu lah ucapan Rozak yang terdengar di telingaku saat itu. Salah satu temanku dari sekian banyak teman di kelas bahasa yang sudah memberikan aku semangat. Tak terasa waktu ujian nasional pun segera datang. Teman-teman sudah menunjukkan keseriusannya lagi dalam belajar di kelas.

Terutama Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Charna, Rozak, Umi Ifayanti, Habibah, Masrokan, Wahab, Najib, James dan lainnya mulai meluangkan waktunya untuk bertanya-tanya kepadaku tentang Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Apabila aku belum tahu dan belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan bagi mereka kemudian aku memberikan saran untuk mendiskusikannya dengan guru bahasa Inggris kami yaitu: Pak Baddy atau Pak Sugiyanto dan guru bahasa Jepang kami, Pak Hadi.

Untuk mata pelajaran yang lain seperti tentang agama dan Bahasa Arab aku juga tak sungkan untuk bertanya-tanya kepada Rozak, Masrokan, Wahab dan Zumaroh yang aku anggap lebih ahli dariku. Untuk pelajaran yang lainnya seperti Sejarah, Bahasa Indonesia dan PPKN bisa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dibuat nyantai saja oleh semua teman di kelasku. Meskipun Pak Muslih guru Sejarah kami, beliau seringkali dianggap sepele di kelas oleh teman-teman.

Meskipun begitu beliau begitu sabar dalam mengajar. Teman-teman sekelas masih merasa cemas, khawatir tentang ujian nasional yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi. Karena syarat kelulusan ujian nasional di kelas bahasa untuk mata pelajaran Bahasa Jepang, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia waktu itu harus mencapai target angka 4,01.

Untuk itu banyak teman-teman sekelas yang merasa khawatir tentang hal itu. Terutama Bahasa Jepang. Apalagi kata Pak Hadi ujian nasional Bahasa Jepang yang akan diujikan waktu itu bentuk soalnya tidak akan memakai Huruf Romaji. Tetapi menggunakan Huruf Hiragana, Katakana dan beberapa Huruf Kanji setingkat anak SMA. Teman-teman di kelas bahasa kemudian bersama-sama berlatih untuk mengingat dan memahami huruf-huruf tersebut demi persiapan ujian nasional Bahasa Jepang. Tak terasa waktu ditentukannya ujian nasional yang sudah ditunggu-tunggu datang juga.

Kami cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 mengerjakan soal ujian dengan tenang dan serius demi mencapai standar kelulusan yang sudah disampaikan kepada kami. Saat ujian nasional pada mata pelajaran Bahasa Jepang ada beberapa teman diantara kami yang tidak bisa menjawab soalnya dan merasa ragu untuk menjawab pertanyaan pada soal mereka.

Kemudian aku pun membantu mereka dengan memberikan kode-kode bahasa tubuh tertentu kepada mereka untuk menyampaikan jawabanku. Selama pengawas tidak tahu, aku memberi tahu jawabanku yang sudah aku jawab di lembar jawaban beberapa kali bagi mereka yang bertanya kepadaku. Begitulah suasana ujian nasional untuk anak bahasa.

Ada yang serius dalam mengerjakan soal, tidak menengok ke kanan dan ke kiri, kedepan dan ke belakang temannya. Dan ada juga yang suka bertanyatanya kepada teman lainnya yang lebih dekat bahkan dengan teman yang jauh jaraknya dari tempat ia mengerjakan soal ujian. Meskipun itu semua dilarang, untungnya pengawas tidak tahu tentang kegiatan kami semua itu saat ujian berlangsung.

Akhirnya waktu ujian nasional pun berakhir juga. Semua merasa lega karena beban yang sudah dipikul di pundak kami terasa sudah ada yang berkurang. Meskipun begitu, kami pun masih merasa was-was, dan khawatir akan hasil nilainya di akhir nanti.

Kami berharap semoga hasil ujiannya bisa lulus semua. Amin YRA. Setelah dua minggu kemudian, pengumuman hasil nilai ujian nasional kami cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 akhirnya diumumkan juga. Pak Baddy selaku wali kelas kami masuk di kelas kami tampak begitu tegapnya. Beliau hendak mengumumkan hasil kelulusan kami. Karena gaya berjalannya yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com seperti robot itu ada temanku yang menjulukinya Pak robotnya di kelas bahasa.

Semua bersorak riang gembira saat Pak Baddy mengumumkan kalau siswa di kelas bahasa semua dinyatakan lulus ujian nasional. Alhamdulillah ya.teman-teman banyak yang mengucapkan rasa syukur dan ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karuniaNya. Setelah siswa dan siswi di kelas bahasa dinyatakan lulus semua, kami pun mempersiapkan acara study tour ke Yogyakarta bersama-sama.

Rencana tempat yang akan kami kunjungi waktu itu adalah Candi Prambanan, Candi Borobudur, Pantai Parangtritis, Malioboro, dan Monumen Yogya Kembali. Saat di pantai Parangtritis aku lupa dengan kamera tustelku. Aku pun merasa kecewa karena aku tak sengaja meninggalkan kamera tustelku disana saat habis berfoto-foto bersama dengan teman-teman sehingga tidak ada bukti kenangan saat tamasya ke Yogyakarta bersama teman-teman sekelas bahasa.

Aku kira tustelku dibawakan oleh Charna atau Rozak yang menemaniku saat aku asyik mandi dan bermain di pantai bersama saat itu. Ternyata mereka tidak tahu menahu tentang kameraku. Yah.itulah kenangan kamera tustelku yang jadi korban di Parangtritis. Gara-gara tustelnya hilang di pantai Parangtritis aku dimarahi oleh kakakku. Yang penting. untunglah yang punya tustel tidak jadi korbannya Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan.

He he.:) Alhamdulillah lah. Setelah acara study tour kami usai, kemudian kami pulang kembali ke rumah kami masing-masing. Rumahku saat itu adalah Al-Ishlah sedangkan Charna, Zumaroh, Umi Ifayanti, Inta Iklima, dan Rozak rumahnya berada di Al-Hikmah. Sedangkan Jeng Menik, dan Ismaiyah pulang ke At-Thohiriyyah. Setelah itu kami menyiapkan diri untuk menyambut acara soubetsukai atau perpisahan kelulusan sekolah kami.

Dalam acara perpisahan kelulusan sekolah tersebut, aku ditunjuk untuk mewakilkan anak bahasa untuk berpidato dalam bahasa Jepang. Meskipun awalnya aku merasa berat untuk menyanggupi permintaan panitianya karena aku masih cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 belum bisa untuk berpidato dengan baik dan benar dalam Bahasa Jepang.

Kemudian aku membuat naskah pidato dengan Bahasa Indonesianya terlebih dulu. Berkat bantuan Pak Hadi aku pun akhirnya dapat menyelesaikan menterjemah naskah pidatoku tersebut. Setelah selesai berpidato akupun ikut menyumbangkan sebuah lagu di acara perpisahan kelulusan sekolah tersebut.

Lagu yang aku tampilkan saat itu adalah I Have A Dream by Weslife. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com I have a dream, a song to sing To help me cope with anything If you see the wonder of a fairy tale You can take the future even if you fail I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I have a dream, a fantasy To help me through reality And my destination makes it worth the while Pushing through the darkness still another mile I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I'll cross the stream - I have a dream I have a dream, a song to sing To help me cope with anything If you see the wonder of a fairy tale You can take the future even if you fail I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I'll cross the stream - I have a dream Weslife merupakan salah satu grup band dari Barat yang terdiri dari Shane, Kian, Bryan, Mark dan Nicky yang lagi terkenal saat itu.

Sedangkan bagi yang berpidato berbahasa Inggris This PDF is Created cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com panitia sudah menunjuk siswa dari kelas dua MAN 1 Semarang.

Kemudian yang berpidato dalam Bahasa Arab saat perpisahan di MAN 1 Semarang karena tidak ada yang mau ditunjuk untuk maju mengisi acara, akhirnya Masrochan yang maju di acara perpisahan tersebut untuk berpidato. Begitulah kisah perjalananku saat menuntut ilmu dimulai dari TK hingga lulus MAN 1 Semarang.

Ada canda, tawa, duka dan nestapa. Apalagi saat di MAN 1 Semarang banyak teman-teman dan guru-guru yang terkesan baik padaku. Guru-guru yang terkesan baik kepadaku antara lain: Pak Baddy guru Bahasa Inggris, Pak Sholeh guru Bahasa Inggris, Pak Zaenuri Shiraj dan Pak Khoiri guru Bahasa Arab, Pak Sugiyanto guru Bahasa Inggris, Pak Musa guru Al-Qur’an Hadits, Pak Anshori guru Bahasa Indonesia, Pak Agung guru Bahasa Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dan Bahasa Jepang, Pak Hadi guru Bahasa Jepang, Bu Zayyinatun guru Fiqih, Pak Muslih guru Sejarah, Bu Salamah guru Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Indonesia, Pak Edi guru Kesenian, Bu Sih Hartini guru Fisika, Bu Rohmatah guru Matematika, Bu Khoiriyyah guru Fiqih, Bu Agustin guru Bahasa Inggris, Bu Yetti dan Bu Endang guru Akutansi dan Ekonomi, Bu Sri Penggalih guru Bahasa Indonesia, Bu Fitri guru Bahasa Indonesia, dan lainnya.

Teman-temanku; Rozak, Dlowie, Wahab, Umi Ifayanti, Charna, Habibah, Jeng Menik, Zumaroh, James, Masrochan, Inta Iklima, Erika, Siswanto, Diana, Maulida, Ashobiyyah, dan lainya.

Aku ingin sekali rasanya kembali ke masa lalu lagi. Andaikata pintu ke mana saja (doko demo doa) milik Doraemon itu benar ada. Andai saja obat mujarab yang dibuat oleh Profesor Yoshiyama dalam film Time Traveller (Toki o Kakeru Shoujo) itu juga benar ada. Rasa-rasanya aku ingin sekali memutar kembali memori kenangan-kenangan yang indah bersama teman-temanku saat masih di MAN 1 Semarang dulu.

Semenjak berpisah dengan teman-temanku di MAN 1 Semarang aku seringkali merasa kesepian. Apalagi kalau teringat saat-saat berpisah dengan seseorang yang aku sayangi dan aku banggakan.

Air mataku tak terasa seringkali menetes membasahi pipiku. Kalau sedang kangen yang tak tertahankan ingin rasanya segera ketemu. Tapi itu pun tidak mungkin karena setiap orang pasti akan menjalani kehidupannya masing-masing yang baru lagi. Kalau misalkan ada teman yang pernah tersakiti hatinya karena perbuatanku, aku hanyalah insan biasa yang tak luput dari khilaf, dosa dan lupa.

Karena kesempurnaan bukanlah milik manusia biasa. Hanya Dia lah sebagai Maha diatas segala-galanya. Mungkin juga salah satu atau lebih dari mereka ada yang sudah pernah tersakiti karena ucapanku entah karena disengaja atau tidak sengaja aku berharap agar bisa memaafkannya.Semoga teman-teman This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com semua selalu diberi kesehatan, kelapangan rejeki, dan sukses selalu, selamat di dunia dan akhirat.Amin YRA.

MELANJUTKAN KULIAH D3 BAHASA JEPANG DI SEMARANG Setelah aku lulus dari MAN 1 Semarang dan berpisah dengan teman-temanku, banyak dari teman-temanku dari alumni MAN 1 Semarang yang melanjutkan kuliah.

Aku dengar ada yang melanjutkan kuliah di IAIN Walisongo Semarang, IKIP PGRI Semarang, ITS Surabaya, UNDIP, UNNES, UNISBANK, UDINUS, UNIMUS, UNWAHAS, UNISSULA, USM, UNY, UGM, ITB, UNPAD dan lainnya, bahkan ada juga yang melanjutkan kuliah di AlAzar, Cairo, Mesir.

Sedangkan aku pada awalnya ingin sekali pergi ke Jepang. Aku ingin sekali bisa kuliah disana. Tapi karena seleksinya terlalu ketat jadi aku merasa sulit untuk bisa lolos pada seleksinya akhirnya niatku aku urungkan saat itu. Disamping itu, nilai ujian nasional rataratanya kalau bisa pergi ke Jepang untuk lulusan SMA/MA/SMK sederajat harus bisa mencapai target rata-rata minimal 8,0 saat itu.

Itu belum syarat-syarat lainnya yang dibutuhkan untuk mengikuti seleksinya. Sedangkan nilaiku kalau dirata-rata hanya 7,6 an pada saat itu. Kemudian aku akhirnya mencoba ikut seleksi UMPTN bersama Diana, Maulida, Jeng Menik, Charna, Kayyis Chalimi dan lainnya. Pada seleksi UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sebenarnya aku ingin masuk di program studi S1 Bahasa Jepang di UGM.

Setelah mengikuti seleksi UMPTN waktu itu aku lolos diterima di UNNES pada program studi S1 Sastra Inggris. Tetapi karena waktu itu aku tidak ada minat ke UNNES jadi kesempatan tersebut tidak aku ambil.

Saat mengikuti seleksi UMPTN saat itu teman-temanku ada yang membeli formulir IPA, IPS dan IPC. Aku membeli formulir IPS pada seleksi UMPTN waktu itu. Selain aku, Charna dan Jeng Menik juga membeli formulir IPS.

Bagi yang membeli formulir IPA dan IPS hanya boleh memilih dua program studi yang diminatinya. Sedangkan bagi yang membeli formulir IPC boleh memilih tiga program studi yang diminatinya. Kalau memilih membeli formulir IPS kami bisa memilih program studi di PTN yang berhubungan dengan ilmu sosial dan bahasa seperti: Sejarah, Geografi, Akutansi, Ekonomi, Bahasa dan Sastra Inggris, Jepang, Mandarin, Arab dan sebagainya.

Sedangkan kalau memilih membeli formulir IPA kami bisa memilih program studi di PTN yang berhubungan dengan ilmu eksakta atau yang termasuk dalam This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lingkup ilmu pengetahuan alam, seperti Biologi, Matematika, Kimia, Fisika, Kedokteran, Farmasi dan sebagainya. Kemudian bagi yang membeli formulir IPC bisa memilih program studi baik yang berhubungan dengan ilmu alam, ilmu sosial maupun bahasa.

Soal ujuan seleksi UMPTN tersebut terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika Dasar dan gabungan dari beberapa ilmu pengetahuan umum lainnya. Saat itu pilihan utama pada formulir IPS-ku aku memilih S1 Sastra Jepang dari UGM sedangkan untuk pilihan keduanya adalah S1 Sastra Inggris dari UNNES. Aku ingin melanjutkan belajar lagi Bahasa Jepang. Karena belajar Bahasa Jepang memang sangat mengasyikkan menurutku. Belajar Bahasa Jepang memang harus dituntut untuk mengerti dan memahami huruf-huruf Jepangnya.

Meskipun sulit, aku suka untuk mempelajarinya. Belajar ilmu apapun pasti ada nilai positif cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 negatifnya. Sebagai contoh belajar ilmu bahasa asing misalnya, nilai positifnya antara lain kita dapat berkomunikasi dengan orang asing yang menggunakan bahasa yang kita pelajari tersebut atau dengan kata lain bahasa asing menjadi jendela untuk mengetahui ilmu budaya bangsa lain.

Sedangkan nilai negatifnya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 lain kalau kita lebih bangga menggunakan bahasa asing tersebut justru akan membuat kita bisa kehilangan identitas dan terjajah secara bahasa, karena menurut teori Sapir seorang pakar linguistik Antropologi bahasa merupakan karakter atau kepribadian.

Ketika seseorang mengganti bahasanya sebenarnya dia sedang mengubah kepribadiannya. Kemudian, banyaknya leksikon atau bentuk bahasa yang digunakan dari suatu bahasa berarti seseorang itu didominasi atau dijajah secara kognisi (pola pikir), jika misalnya ada orang Indonesia banyak menggunakan bahasa asing tersebut sebenarnya mereka telah terjajah secara ideologi dan selanjutnya dapat terjajah pula secara sosial, ekonomi dan budayanya.

Ketika diumumkan hasil seleksi UMPTN pada pilihan pertama aku tidak lolos seleksi masuk di UGM oleh karena itu aku merasa kecewa pada waktu itu.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

Aku lolos seleksi pada pilihan ke dua. Karena aku kurang minat dengan pilihan yang kedua akhirnya kesempatan itu tidak aku ambil. Sebenarnya sih aku juga suka belajar Bahasa Inggris. Tapi, pada waktu itu aku mempunyai prinsip kalau belajar Bahasa Inggris aku bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Sedangkan belajar bahasa asing lainnya tidak begitu. Karena pembelajar Bahasa Inggris aku pikir sudah ada dimana-mana saat itu apalagi sekarang.

Sedangkan belajar bahasa asing lainnya tidak demikian. Kemudian aku malah memutuskan mendaftarkan diri ke UNIMUS (Universitas Muhammadiyah Semarang) untuk mengambil jurusan S1 Sastra Inggris disana. Aku hanya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mampu bertahan selama satu semester saja. Itupun belum sampai selesai ujian akhir semester.

Waktu kuliah perdana di jurusan Bahasa Inggris di UNIMUS serasa sangat membosankan. Apalagi teman-temanku hanya terdiri dari 12 mahasiswa saja. Sebenarnya sih tidak apa-apa belajar dengan sedikit teman karena belajarnya malah semakin fokus dan terarahkan. Apalagi kalau melihat kemampuan teman-temanku dalam Bahasa Inggris saat itu. Aku mengira kemampuanku dalam Bahasa Inggris masih bisa dibilang kurang atau payah.

Tetapi ternyata masih ada yang lebih parah lagi Bahasa Inggrisnya dibandingkan denganku. Waktu itu ada dua dari temanku yang tidak tahu bagaimana fungsi dan penggunaan bentuk to be dalam Bahasa Inggris dan digunakan untuk siapa saja. Contoh: Kata ganti she, he, it misalnya. Ada temanku yang masih salah dalam penggunaan to be-nya yaitu ada yang menjelaskan kata ganti tersebut bisa memakai are bukannya menggunakan is.

Bentuk to be are bukannya hanya dipakai untuk plural ‘jamak’? Bukannya dipakai untuk singular ‘tunggal’? Hadew.suasana belajar disana semakin menjadi sangat membosankan saja. Karena tidak ada tantangan sama sekali menurutku. Waktu kuliah di UNIMUS untungnya biaya SPPku bisa dicicil selama 3 kali dalam satu semester. Waktu itu biaya SPP ku hanya Rp. 600.000,- per semester. Dengan uang tersebut sudah termasuk untuk mendapatkan buku agenda tentang almamater, jas almamater dan lainnya.

Kebetulan saat itu aku baru nyicil bayar Rp. 300.000 saja. Kemudian aku pulang ke rumahku dan bilang kepada ayahku kalau aku kurang minat untuk melanjutkan kuliahku di UNIMUS. Aku pikir setelah aku memberitahukan kebosananku kuliah di UNIMUS ayahku bakal marah besar. Tapi malah beliau tidak menunjukkan marah sama sekali kepadaku setelah aku menceritakan semua tentang kondisiku kepada beliau.

Karena sudah mendapat tanggapan yang positif dari ayahku, sejak saat itu juga aku cabut dari kampus tersebut. Untungnya aku baru bayar tiga ratus ribu saja. He he.:) Setelah cabut dari UNIMUS aku pun istirahat di rumah selama satu tahun. Baru pada tahun 2005 aku mencoba mendaftarkan diri lagi untuk kuliah di PTN.

Semenjak gagal dari seleksi UMPTN pada tahun sebelumnya, aku tidak mau lagi mengikuti seleksi ujian UMPTN secara nasional lagi. Aku kemudian mengikuti ujian lokal mandiri yang diadakan oleh Universitas Diponegoro, Semarang. Alhasil, aku lolos seleksi ujian masuk lokal mandiri tersebut.

Saat menjadi mahasiswa baru di UNDIP semua diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ospek peneriman mahasiswa baru. Ospek itu tidak jauh beda dengan MOSBA saat menjadi siswa baru saat di MTS Al-Hamidah dan MAN 1 Semarang dulu. Bedanya kalau ospek diadakan untuk kalangan tingkat universitas. Saat kegiatan ospek D3 Bahasa Jepang di This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com UNDIP diadakan selama satu minggu saja. Dalam satu minggu itu kami berkenalan dengan mahasiswa senpai ‘senior’.

Dan kami para kouhai ‘junior’ dikenalkan beberapa kegiatan yang bisa diikuti di luar perkuliahan. Diantaranya adalah D3 Himpunan Mahasiswa Bahasa Jepang (HMBJ). Waktu itu himpunan mahasiswa tersebut diberi nama Sakura. Selain itu kami pun berkenalan dengan dosen-dosen D3 Bahasa Jepang, diantaranya: Pak Budi, Pak Zakky, Bu Novi, Bu Yuli, Pak Haryo, Bu Mazi, dan lainnya. Sebenarnya, Pak Haryo dan Bu Mazi sudah aku kenal saat masih menjadi mahasiswa di UNIMUS dulu.

Beliau semua mengajar mata kuliah umum saat aku masih di UNIMUS. Awalnya mereka pun kaget karena ternyata bisa ketemu lagi di UNDIP.

Kemudian aku cerita kepada mereka kalau aku sudah cabut dari kampus tersebut karena tidak betah untuk kuliah disana. Saat kuliah D3 Bahasa Jepang di UNDIP aku memperoleh mata kuliah Nihon-go Shokyuu ‘Bahasa Jepang Dasar’(日本語初級), Dokkai ‘Membaca dan Memahami Bacaan’ (読解), Choukkai ‘Mendengarkan’(聴解), Sakubun ‘Menulis dan Mengarang’ (作文), Kaiwa ‘Berbicara atau Percakapan’( 会 話 ), Shodou ‘Kaligrafi Kanji’( 書 道 ) Moji ‘Menulis dan Memahami Huruf Kanji’( 文 字 ) dan lainnya.

Teman-teman yang kuliah bersamaku diantaranya: Agus, Tegas, Decky, Nanda, Romey, Franda, Febe, Anas, Anditya yang biasa dipanggil Matsu, Nina, Siska, Fransiska, Ningrum, Budi atau biasa dipanggil si Boy, Ana, Ika, Viska, Anton biasa dijuluki niwatori karena sering gonta-ganti warna rambut, Rahma, Rahmi, Hana, Hani dan lainnya.

Dan gara-gara belajar Shokyuu karena terdapat satu tokoh Santosu-san dari Brazil dalam buku panduan Minna No Nihongo I maka namaku biasa dipanggil dengan panggilan Santos, entoss, atau ntoss dipotong dari nama keduaku dari Tegar Susanto, yaitu: Susanto, agar menjadi mirip dengan nama keduaku maka disamakan dengan salah satu tokoh bernama Santosu-san seorang teknisi dari Brazil yang ada pada tokoh dalam buku pelajaran Minna No Nihongo.

Pertama kali yang memberikan panggilan namaku itu adalah Novi Sensei. Kemudian berlanjut ke teman-temanku semua dan dosen-dosenku yang lain juga. Selain teman-teman seangkatan, aku juga mengenal teman-teman senpai juga diantaranya: Leefysan, Agung-san, Karin-san, Barruna-san, Fahmi-san, Asep-san, Nunung-san, Indah-san, Widya-san, Fanny-san dan lainnya. Selain itu aku juga mengenal beberapa teman dari jurusan program studi lainnya, seperti: Wawan, Jojo, Ponco, Anis, Alan, Syarif, Sukmananta, Ariawan dan lainnya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Disamping itu, ada teman senpai yang menjadi teman akrabku, yaitu Barruna-san, Fahmi-san dan Leefy-san. Aku mengenal Barruna-san pertama kali saat dia masuk kuliah mengulang di kelasku saat itu. Sedangkan Fahmi-san dan Leefy-san kenal pertama kali saat nongkrong di basecamp. Barruna-san saat itu apabila pulang ke rumah neneknya di daerah Halmahera, Semarang sering kali mengajakku.

Kemudian, saat Barruna-san pulang ke Kudus dirumah orang tuanya aku pun pernah diajak beberapa kali main ke rumahnya, kemudian menjadi akrab dengan keluarganya. Diantaranya: Om Abdul Rauf, Tante Yoyok, Om Kung, Om Pur, Tante Nung, Tante Umi, Om Tom, Aldi, Lia, Citra dan lainnya. Ayah dan Ibunya Barruna-san yaitu: Om Rauf dan Tante Yoyok juga sangat baik kepadaku. Ayah Barruna-san seorang PNS dokter spesialis anestesi di Kudus saat itu.

Aku sudah dianggap seperti keluarganya sendiri. Sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Adik-adik Barruna-san, Citra, dan Lia kuliah mengambil jurusan kedokteran di Universitas Jendral Soedirman di Purwokerto (UNSOED). Berawal dari beberapa kali diajak mampir ke Kudus oleh Barrunasan kemudian aku mengenal teman baru lagi yang bernama Bambang, Andika, Onas dan lainnya.

Saat awal kuliah D3 Bahasa Jepang UNDIP Semarang aku tinggal di sekretariat masjid UNDIP yang berada di JL. Atmodirono 11 A, Semarang atas kebaikan dari ta’mir masjid UNDIP bernama Bapak Fajar Ismail, S. Sos. seorang pensiunan dosen dari Fakultas FISIP UNDIP. Aku merasa betah untuk tinggal disana. Selama tinggal di sekretariat masjid UNDIP aku mengenal teman-teman baru lagi.

Diantaranya: Mas Tholib, Mas Nanang Yusroni dosen dari Universitas Wahid Hasyim Semarang, Mas Tomo, Winarno, Febdy, Mahfud, Hakim, Dinar, Fajrul dan lainnya. Setiap malam Jum’at teman-teman sekretariat ditugaskan untuk memasang tratak oleh Pak Fajar untuk persiapan acara sholat Jum’at pada keesokan harinya.

Karena aku tidak biasa memanjat aku hanya diberi tugas yang ringan-ringan saja oleh Pak Fajar, seperti: mencatat keuangan masjid di papan pengumuman setiap Jum’at, menjadi muadzin setiap Jum’at, membantu menggulung karpet saat selesai sholat Jum’at, dan pekerjaan-pekerjaan yang ringan-ringan lainnya. Setiap malam Jum’at kami pun sering mendapat kiriman makanan oleh Mbak Tik yang disuruh oleh Pak Fajar.

Hampir selama satu setengah tahun lamanya aku tinggal di sekretariat masjid UNDIP Semarang, kemudian pada awal semester ke IV aku pindah ke Dershane. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat masih belajar di D3 Bahasa Jepang pada semester V, aku mencoba mencari info lowongan kerja sambilan. Atas informasi yang dipasang pada pengumuman di depan jimusho waktu itu ada informasi lowongan pekerjaan tentang LPK Merdeka yang sedang butuh pengajar Bahasa Jepang dengan syarat minimal mahasiswa semester V di jurusan D3 atau S1 Bahasa Jepang.

Teman-temanku tidak ada yang berminat untuk mendaftar kesana. Kemudian aku mengajak Esty teman sekelasku untuk mendaftarkan diri kesana.

Alhasil, aku dan Esty diterima mengajar Bahasa Jepang di LPK tersebut. Jam ngajar kami menyesuaikan waktu kuliah. Karena kuliahnya juga tidak terlalu banyak pada semester tersebut jadi aku dan Esty mempunyai waktu banyak untuk membantu mengajar disana. Waktu itu aku dan Esty mendapatkan honor Rp. 600.000,- per bulannya. Selain mengajar di LPK Merdeka, setiap hari Sabtu aku juga mengajar Bahasa Jepang di Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Semesta cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Semarang.

Selama kuliah di D3 Bahasa Jepang di UNDIP Semarang, ada dosen yang dianggap paling anti dengan mahasiswa atau seringkali mendapat julukan sebagai dosen killer oleh para mahasiswa, terutama para senpai yang bernama Reni Sensei. Sensei tersebut selain disebut sebagai dosen killer juga dijuluki dengan Mak Lampir oleh para senpai saat diluar jam perkuliahan. Banyak yang tidak suka dengan dosen tersebut. Selain beliau, ada beberapa dosen lainnya yang dianggap killer oleh para senpai, diantaranya: Yuli Sensei, Utami Sensei, dan Novi Sensei.

Bahkan aku pun pernah mendengar juga saat di luar jam kuliah ada yang mendoakan hal jelek dan jelek kepada mereka. Aku juga pernah mendengar ada juga yang sampai berdoa semoga tidak mempunyai keturunan, ’’Sama mahasiswa aja kayak gitu.pantes sampai sekarang gak punya anak, gimana kalau punya anak ya???

Allah memang maha adil.’’. itulah salah satu doa dari senpai yang masih teringat dibenakku untuk dosen yang tidak disukainya waktu itu. Banyak senpai yang bilang kepadaku apabila berhadapan dengan mereka kata senpai harus berhati-hati apabila nanti tugas akhir kita dibimbing oleh mereka.

Dari para senpai seringkali aku mendapatkan cerita yang tidak baik tentang mereka. Dosen-dosen tersebut dianggap sebagai momok bagi jurusan D3 Bahasa Jepang di UNDIP saat itu. Awalnya, aku pun tidak langsung menanggapi negatif dulu saat banyak senpai yang biasa curhat kepadaku. Entah kenapa aku malah sering banyak dicurhati oleh beberapa senpai waktu itu, terutama dari kalangan ceweknya. Katanya sih aku kalau memberi nasehat itu bisa sedikit menenangkan hati mereka.

He he.:). Kadang-kadang ada beberapa senpai yang curhat kepadaku sambil menangis di hadapanku tentang tugas akhir mereka yang dipersulit oleh oknum dosen tersebut. Awalnya aku berusaha untuk positive thinking terhadap mereka, tetapi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sambil berjalannya waktu aku pun akhirnya terkena virus curhatnya para senpai juga. Saat menulis tugas akhir aku tidak ingin dibimbing oleh dosen-dosen yang dianggap killer oleh para senpai, yang biasa dianggap sering menghegemoni mahasiswa dan mahasiswi saat bimbingan tugas akhir tersebut.

Sebenarnya kalau kita hendak menghadapi orang atau lawan bicara kita seperti: guru, dosen atau lainnya maka ketahuilah karakter orangnya lebih dulu. Apakah lawan bicara kita itu termasuk tipe audio, visual, atau kinestetik. Tipe audio, lawan bicara kita cenderung banyak bicaranya dan jarang atau tidak sering memandang orang yang diajak bicara. Kemudian, tipe visual lawan bicara kita umumnya bawaannya santai, tenang saat berbicara dengan orang yang diajak bicara.

Sedangkan tipe kinestetik, umumnya kalau diajak bicara cenderung singkat, jelas, padat dan banyak gerak. Maka, kalau kita memang sudah mengetahui tipe lawan bicara kita tersebut seperti apa, kita bisa menyesuaikannya sendiri bagaimana cara kita akan menghadapi keadaan lawan bicara kita nantinya dengan tipe audio, visual atau kinestetik.

Sedangkan menurut ilmu kedokteran karakter seseorang juga dapat diprediksi berdasarkan dari jenis golongan darahnya. Misalnya: bagi seseorang yang memiliki golongan darah A, umumnya cenderung mempersiapkan segala hal itu jauh-jauh hari, lebih percaya diri karena semua sudah dipersiapkan terlebih dulu, percaya diri adalah kekuatannya untuk golongan A. Kemudian, golongan darah B, paling mudah mempelajari pelajaran yang disukainya saja, jadi lebih baik memulai dari dari pelajaran yang tidak disukainya.

Golongan darah O, memiliki kemampuan berkomunikasi yang tinggi dan daya ingat yang kuat. Paling efektif jika menghapal sambil berbicara. Dan yang terakhir adalah golongan darah AB, biasanya paling tidak bisa menahan rasa kantuk sehingga harus bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Dosen yang dianggap favorit oleh mahasiswa dan mahasiswi saat itu adalah Budi Sensei, Silvy Sensei, Astuti Sensei, Hari Sensei dan Zakky Sensei. Budi Sensei dan Silvy Sensei memang paling terkenal dekat dengan mahasiswa, mau mengerti dan mendengarkan keluh kesah dari mahasiswa dibanding dengan dosen yang lainnya.

Kemudian, saat aku mengajukan dosen pembimbing saat menulis tugas akhir waktu itu aku mengajukan nama Budi Sensei dan Pak Suharyo sebagai dosen pembimbingku.

Karena Budi Sensei terlalu banyak membimbing mahasiswa dan mahasiswi waktu itu akhirnya dosen pembimbingku This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com yang kedua digantikan oleh Zakky Sensei sedangkan dosen pembimbing yang pertama adalah Suharyo, M. Hum. Waktu itu tugas akhirku adalah tentang laporan PKL (Praktik Kerja Lapangan).

Aku mengadakan kegiatan PKL di MAN 1 Semarang, tempat almamaterku dulu. Di MAN 1 Semarang kegiatan PKL aku isi dengan mengajar Bahasa Jepang di kelas Bahasa selama satu bulan. Saat PKL aku dibimbing oleh guru Bahasa Jepang disana bernama Halimur Rosyad, A. Md. Aku juga ketemu dengan guru-guru lamaku saat masih duduk di sekolah di MAN 1 Semarang. Diantaranya: Pak Agung, Pak Anshori, Pak Zaenuri Shiraj, Pak Sholeh, Bu Zayyinatun, Pak Baddy, Pak Sugiyanto, dan lainnya.

Setelah kegiatan PKL di MAN 1 Semarang selesai, aku kemudian mengajukan hasil laporanku yang aku tulis menjadi tugas akhir ke dosen pembimbingku. Alhasil, tugas akhirku langsung di acc (disetujui) oleh pembimbing pertama dan pembimbing kedua.

Setelah di acc dosen-dosen pembimbing aku kemudian menulis sinopsis (youshi 要旨) dari laporan PKL-ku dengan menterjemahkan bahasa Jepang sambil dibimbing oleh seorang native Bahasa Jepang dari JAICA Jakarta yang di ditugaskan ke UNDIP saat itu yang bernama Kaneko Yoshihiro Sensei. Beliau sangat baik kepada teman-teman seangkatanku.

Sampai-sampai saat soubetsukai kami semua teman seangkatan diundang untuk makan bersama dengan suguhan banyak makanan khas Indonesia dan ala Jepang di apartemen beliau. Bimbingan tugas akhirku berjalan dengan lancarnya karena dalam waktu dua minggu saja tugas akhirku sudah dapat diselesaikan. Setelah itu tugas akhirku dibawa ke meja persidangan. Alhamdulillah, akhirnya sidang pun berjalan dengan lancar dan aku bisa lulus tepat waktu.

Karena jadual mengajarku di LPK Merdeka sudah selesai, setelah lulus dari D3 Bahasa Jepang UNDIP Semarang, kemudian aku ada tawaran mengajar bahasa Jepang di Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Aishiro Gakuen. Jadual mengajarku di LPK Merdeka berhenti dikarenakan LPK tersebut sudah mau ditutup oleh pemimpinnya yang bernama Bapak Hendrik Sambiran. LPK Merdeka hendak ditutup oleh pimpinan-nya dikarenakan ada bagian bendahara yang berhianat membawa kabur entah kemana semua keuangan di LPK tersebut.

Maka dari itu, citra LPK Merdeka tersebut menjadi jelek di masyarakat saat itu. Sampai-sampai bendahara tersebut menjadi buronan polisi.

Setelah keluar dari LPK Merdeka kemudian aku melanjutkan mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 aku menunggu program S1 Sastra Jepang di Undip This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kapan dibukanya pendaftaran untuk mahasiswa barunya.

Selain mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen, aku juga mengajar di STM Pembangunan Semarang saat itu. TINGGAL DI DERSHANE Awal semester IV saat masih duduk di bangku D3 Bahasa Jepang, aku mulai akrab dengan teman-teman dari jurusan D3 Bahasa Inggris antara lain: Wawan, Nuno, Jojo, Ponco, Anis, Ariawan, Dicky, Sholihin, Alan, Sulthon dan lainnya.

Saat tidak ada jam kuliah waktu itu Wawan mengajakku untuk mampir ke kontrakannya di daerah Jl. Singosari VI no.6, Semarang. Aku juga mengenal teman dari jurusan lain dari Fakultas Ekonomi, misalnya: Ridlona Fultanegara dari Lampung, Doni Hestung Gitomo dari Blora, Faqih, Ghani, dan lainnya.

Dari S1 Fakultas Hukum aku mengenal Andi Khoiruddin, Arif Eka Budiawan dan Teguh Yulianto. Kemudian dari jurusan S1 Kedokteran aku mengenal Arif, Mustain, Isnawan, Ivan, Adib, dan Saepul. Dari jurusan S1 Sastra Indonesia aku mengenal Mustofa. Dari jurusan S1 Fisika aku mengenal Afida Ilfa, dari jurusan S1 Matematika aku mengenal Rahmat, dari jurusan S1 Teknik Kimia aku mengenal Alam dan lainnya.

Disana aku merasa suka cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 suasana rumah kontrakannya Wawan. Selain itu, aku juga merasa senang karena sepertinya bukan kontrakan yang biasa seperti pada umumnya.

Dari cara mereka menyambut tamu atau teman misalnya. Mereka tidak menunjukkan kesan cuek atau acuh tak acuh saat ada teman yang datang bertamu ke kontrakan Wawan saat itu. Mereka menyambut kedatangan kami dengan hangat dan bersahabat. Disamping itu, saat waktunya makan, sholat dan kegiatan yang lain selalu diterapkan sistem kebersamaan.

Jadi, saat makan harus bersama-sama, saat sholat harus berjamaah dan kegiatan kebersamaan lainnya kecuali kalau ada kepentingan tertentu yang mendadak. Setelah mendapat penjelasan dari Wawan, Andi, dan Doni akhirnya aku tahu kalau kontrakan tersebut namanya adalah Dershane. Kata dershane berasal dari Bahasa Turki yang mempunyai makna semantik yang mengacu pada pondok, rumah, tempat tinggal atau kontrakan. Kata “dershane” tersebut berasal dari dua kata yakni “ders” yang berarti pelajaran dan “shane” yang berarti rumah.

Jadi, dershane sendiri bermakna rumah yang diperuntukan bagi siswa yang ingin belajar secata serius ketika akan menghadapi ujian sekolah maupun universitas. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Awalnya dershane di negara Turki digunakan hanya ketika sekolah atupun universitas akan melangsungkan ujian. Siswa/mahasiswa berada di dershane hanya sekitar satu / dua minggu sampai ujian mereka berakhir setelah ujian berakhir mereka pun kembali ke rumah mereka masing-masing.

Namun kini dershane berfungsi sama seperti asrama universitas. Uniknya hampir semua jenjang pendidikan memiliki dershane mulai dari SD hingga Univesitas khusus untuk sekolah dasar siswa yang diperbolehkan tinggal di dershane hanya mereka yang berada di kelas 5 sampai 7. Layaknya asrama ia memiliki aturan aturan yang harus dijalankan oleh semua penghuni. Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sendiri dikelola oleh pemerintah dibawah kelola seorang manager dan beberapa stafnya.

Image yang terbentuk dikalangan masyarakat (Trabzon) bahwa siswa/mahasiswa yang tinggal di Dershane berasal dari kalangan menengah keatas, ini dikarenakan biaya untuk tinggal di dershane yang dikelola oleh pemerintah terbilang cukup mahal.

Namun, berbeda dengan dershane yang dikelola oleh jemaat (ağbiler), di dershanenya ağbiler (baca:abiler) mereka memberikan subsidi yang cukup besar dengan tujuan dakwah Islam. Bisa dibayangkan satu dershane saja jika dikalkulasikan perbulannya bisa menelan biaya hingga 10 juta Rupiah (jika dirupiahkan). Oleh karena itu, siswa/mahasiswa yang tinggal di dershane hanya dibebankan membayar keperluan mereka sehari-hari saja. Walaupun murah, bukan berarti minim perlengkapan.

Justru ia sangat lengkap dan sangat nyaman. Dershane milik jemaat inilah yang kemudian disebut sebagai pondok pesantrennya Turki sedangkan siswa/mahasiswa yang menimba ilmu di dershane disebut sebagai talebe. Itulah sedikit gambaran dershane yang berada di Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013. Saat awal semester IV D3 Bahasa Jepang dulu, aku memutuskan untuk pindah ke dershane. Waktu itu di Semarang ada beberapa kontrakan yang dijadikan sebagai dershane, antara lain Dershane Nur, Dershane Barla, Dershane Sulthon, dan Dershane Ufuk.

Waktu itu aku tinggal di Dershane Nur. Di dershane tempat tinggalku saat itu dipimpin oleh seorang imam yang bernama Doni Abi sedangkan wakilnya adalah Andi Abi. Tugas imam selain menjadi pemimpin di dershane juga menjadi imamnya sholat berjamaah. Disamping itu, tugas imam dershane yang lain adalah memberikan laporan tentang semua kegiatan yang dilakukan oleh penghuni di dershane yang di tempati kepada pemimpin yang lebih tinggi lagi yaitu imamnya dari semua dershane yang ada di Semarang.

Waktu cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang bertugas menjadi imam-nya semua dershane adalah orang Turki, bernama Emin Abi. Dan yang bertugas menjadi penasehat imam-imam dershane adalah Yaenal Akshoy Abi.

Abi merupakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com panggilan untuk laki-laki yang dapat disejajarkan dengan kata mas, pak, dan tuan dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk panggilan bagi perempuan menggunakan Abla. Selama tinggal di dershane aku diwajibkan membayar iuran iaşe (uang bulanan untuk hidup). Uang iaşe masing-masing anggota dershane berbeda. Pembayaran uang tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing mahasiswa atau anggota dershane tersebut.

Setiap dershane mempunyai aturan sendiri-sendiri. Tergantung imam-imamnya memberikan aturan di dalam dershane yang diterapkan bersama yang sesuai dengan kesepakatan bersama saat rapat. Saat tinggal di Dershane Nur waktu itu ada jadual memasak untuk anggota, ada piket kebersihan, membaca taşbihat (dzikir dan doa bersama dengan membaca buku kecil seperti buku yasin dan tahlil yang ada di sekitar kita) setelah sholat berjamaah, pengajian, dan kegiatan rapat mingguan bersama.

Sedangkan untuk imamnya juga ada kegiatan rapat-rapat yang diadakan bagi imamimam dershane semua yang dipandu oleh petinggi dari imam dershane dan penasehat semua imam dershane tersebut. Setiap sebulan sekali ada pertemuan atau pengajian (sohbet) untuk semua penghuni dershane yang diadakan di ruang pertemuan yang sudah disediakan oleh abi-abi yang berada di SMP-SMA Semesta di Semarang. Selain sohbet bulanan bagi semua anggota dershane, masing-masing dershane sendiri juga akan mengadakan sohbet sendiri baik diadakan seminggu sekali atau sebulan sekali tergantung dari kesepakatan bersama oleh para penghuni dershane yang sudah dimusyawarahkan pada saat rapat dershane.

Disamping itu, setiap hari Sabtu aku juga diberi tugas utuk mengajar Bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta. Saat tinggal di dershane nur seringkali ada kegiatan makan-makan bersama. Apalagi saat ada pengajian (sohbet) rutin bulanan pasti menu makanannya lumayan lengkap yang disediakan di acara tersebut disana. Ada makanan khas Indonesia dan khas Turki juga.

Saat bulan puasa tiba, para penghuni dershane juga mendapat undangan untuk berbuka bersama dari abi orang Indonesia maupun dari abi dari orang Turki. Waktu itu, saat bulan Ramadan Dershane Nur pernah diundang untuk buka bersama dengan abi-abi dari Turki diantaranya ada yang dari: Mathin Abi, Rivat Abi, Yaenal Abi, Oemar Abi dan lainnya. Setelah itu Dershane Nur juga gantian mengundang mereka untuk berbuka bersama di dershane kami.

Begitu pula dershane-dershane yang lainnya juga mengundang kami dan begitu juga sebaliknya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Suatu hari, saat liburan semester mahasiswa, semua anggota dershane yang ada di Semarang diajak untuk ikut camping bersama atau liburan bersama.

Kebetulan saat itu cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 camping diadakan di daerah Istana Tanjung Kodok di daerah Jawa Timur. Acara campingnya anak dershane tidak seperti pada kegiatan camping yang diadakan di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia yang biasa membawa peralatan tenda dan lainnya. Kegiatan camping di wahana objek wisata Tanjung Kodok disana begitu sangat menyenangkan.

Ben size çok teşekkür ederim Abi. Kami mengadakan acara tersebut selama seminggu disana. Kami tidak hanya cukup bersenang-senang saja disana tetapi ada juga laporan kegiatan (cetele) tentang buku apa saja yang sudah dibaca oleh kami, tentunya bacaan tentang ke-Islam-an. Penginapan dan makan semua ditanggung oleh PASIAD.

PASIAD singkatan dari Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association yaitu sebuah lembaga sosial dan pendidikan dari Turki yang telah membangun sekolah di Indonesia, antara lain Lembaga Pendidikan Pribadi, Lembaga Pendidikan Semesta, Fatih Bilingual School dan Kharisma Bangsa.

Selain PASIAD terdapat juga ISPO yang didukung oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Syiah Kuala.

ISPO adalah singkatan dari Indonesian Science Project Olympiad. Tujuan dari ISPO adalah untuk merangsang bakat-bakat muda untuk berpikir, melakukan pengamatan, mengembangkan dan menyelami rasa keingintahuannya yang mengarah pada suatu solusti praktis.

Dalam rekayasa teknologi ISPO menyediakan kesempatan bagi para siswa sekolah menengah untuk mempersiapkan diri sebagai ahli rekayasa masa depan yang memiliki pemahaman luas dan mendalam akan isu-isu global dan penguasaan akan teknologi yang dapat digunakan untuk menjaga keberlanjutan dunia. Sedangkan dalam isu lingkungan ISPO This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com merupakan satu langkah dalam pendidikan untuk membentuk masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta membangkitkan kesadaran tanggung jawab individu dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kemudian, dalam hal sains ISPO merupakan upaya untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan energi yang dihadapi di seluruh dunia. ISPO juga mendorong munculnya alternatif sumber energi yang terbarukan, efisiensi energi, manajemen energi dan konsep penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

ISPO melombakan tiga kategori yaitu Rekayasa Teknologi, Lingkungan dan Sains (terdiri dari Fisika, Biologi dan Kimia). Peserta ISPO adalah siswa Sekolah Menengah (SMP/MTs ,SMA/MA dan SMK). Ide penelitian harus benar-benar berasal dari peserta itu sendiri betapapun sederhana namun harus menarik dan mengarah pada suatu solusi praktis. Dukungan dari universitas tentu dibolehkan namun terbatas hanya pada penggunaan peralatan laboratorium atau teori yang menjadi dasar penelitian tersebut.Jika siswa mengikuti penelitian yang dilakukan di universitas kemudian mengikutsertakan penelitian tersebut dalam ISPO maka dianggap telah melanggar semangat dan tujuan ISPO itu sendiri.

Di Indonesia semakin tahun semakin bertumbuh jumlah sekolah mitra PASIAD. Saat tahun 2013 ada sebanyak sembilan sekolah yaitu 1) Pribadi Depok, 2) Pribadi Bandung, 3) Kharisma Bangsa Tangerang Selatan, 4) Semesta Semarang, 5) Kesatuan Bangsa Yogjakarta, 6) SBBS Sragen, 7) Fatih Putra Aceh, 8) Fatih Putri Aceh, dan 9) Banoa Kalimantan Selatan. Sekolah-sekolah tersebut dapat disebut sekolah Indonesia-Turki karena sekolah tersebut didirikan atas kerjasama antara yayasan Turki dan yayasan Indonesia.

Yayasan Turki yang dimaksud disini adalah PASIAD. PASIAD merupakan sebuah yayayasan yang menaungi sekolah-sekolah di atas, diisi oleh orang-orang Turki yang tinggal Indonesia. Hampir semua sekolah Indonesia-Turki tersebut berprestasi di masing-masing daerah (kota dan provinsi) tempat sekolah tersebut berdiri. Bahkan di tingkat nasional sekolah-sekolah mitra PASIAD patut diperhitungkan karena telah banyak menorehkan prestasi di olimpiade nasional dan Internasional.

Sistem pengajaran dan pendidikan yang baik yang diterapkan di sekolah itu yang membuat sekolah-sekolah tersebut berprestasi. Sekolah-sekolah PASIAD mempunyai asrama tinggal untuk siswa atau disebut Boarding School dan memiliki sistem pengajaran dengan Bilingual.

Guru-guru pelajaran eksak di sekolah PASIAD menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengajaran. Guruguru di sekolah PASIAD terdiri atas orang Indonesia dan orang Turki. Fasilitas yang lengkap This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dan gedung yang modern membuat biaya bagi siswa baru untuk masuk sekolah-sekolah PASIAD tinggi selangit. Saat aku mengejar bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta saja pada tahun 2007 untuk biaya satu murid SMA Semesta sekitar 40 juta setahun.

Aku tahu informasi itu dari informasi teman guru yang mengajar disana juga saat itu. Jangan khawatir biaya yang tinggi sebanding dengan output siswa kelak. Tapi bagi siswa yang memiliki prestasi nasional di bidang apa pun baik olimpiade mipa, olahraga, atau budaya bisa dipertimbangkan untuk belajar dengan memperoleh beasiswa di sekolah tersebut. Selama mengikuti kegiatan camping bersama kami juga berdiskusi bersama tentang agama Islam dengan Yaenal Akshoy Abi. Kebetulan acara diskusi tersebut diadakan saat malam terakhir pada acara camping bersama.

Setelah selesai makan malam kami mengadakan diskusi bersama yang berada dekat dengan kolam renang. Menu utama makan malamnya saat itu adalah ikan kakap merah dan kakap putih. Kami semua bisa makan dengan ikan kakap sepuasnya malam itu.

What fun we had at that time. Suasana Dershane Nur menjadi tidak menyenangkan lagi bagi beberapa penghuninya saat kontrakannya mau dipindahkan di tempat kontrakan yang jauh dari kampus UNDIP Fakultas Sastra saat itu.

Alasannya waktu itu kami belum ada motor atau kendaraan pribadi sendiri sehingga akan merasa sulit untuk mobilenya menuju kampus saat ada keperluan bimbingan tugas akhir atau kuliah bagi yang masih ada perkuliahan. Apalagi saat ada pergantian pemimpin waktu itu. Karena ada alumni dari S1 Hubungan Internasional dari Turki yang berasal dari Bogor bernama Hardi yang ditunjuk menjadi penggantinya Emin Abi.

Bukannya aku tidak merasa nyaman tinggal di dershane nur tetapi sistemnya yang membikin aku akhirnya memutuskan untuk keluar dari dershane dan diikuti juga oleh teman-temanku yang lainnya. Sebenarnya yang salah bukan pada sistem atau aturan pada dershane yang sudah diterapkan oleh abi-abinya. Hanya saja waktu itu kondisi atau timing-nya yang kurang tepat saja menurutku.

Boleh saja menunjuk menjadi imamnya imam atau pemimpinnya imam di dershane itu seseorang dari alumni atau lulusan baru (fresh graduated) dari Turki yang cukup lama tinggal disana dan dianggap udah punya banyak pengalaman agar bisa saling berbagi pengetahuan atau ilmu yang ia peroleh selama di Turki.

Akan tetapi, saat orang yang ditunjuk itu belum sempat kenal kami orangnya seperti apa dan hanya baru berkenalan saja atau sekedar tahu namanya saja kami sudah disuruh untuk melakukan ini itu oleh orang tersebut. Misalnya saat memindahkan barang-barang kontrakan Dershane Nur ke tempat kontrakan yang baru saat itu. Saat pertama mengangkut barang-barang dan perabotan seperti kulkas, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com springbed, sofa, almari, mesin cuci, kompor gas dan lainnya miliknya Dershane Nur sebagai orang yang ditunjuk sebagai imamnya yang baru menjabat harusnya paling tidak hadir cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 acara pindahan tersebut.

Bukannya malah ikut camping bersama dengan abi-abi-nya yang lain ke Bandung selama satu minggu. Akibatnya banyak teman-teman yang menggerutu saat acara pindahan tersebut. Karena dari keluh kesah tersebut aku yang berani menyampaikan keberatan atau keluh kesah dari teman-teman tersebut kepada Doni Abi sebagai imam-nya Dershane Nur saat itu.

Sebagai anak anggota dershane keluhanku tersebut ternyata dianggap tidak tepat. Why? Karena tugas anggota dershane hanya mentaati peraturan yang ada saja. Tidak disarankan untuk mengkomplain orang yang ditunjuk oleh pemimpin yang dianggap sebagai penasehat imam dershane yang sudah menunjuk imam teringgi sebagai imamnya semua dershane yang ada di Semarang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 itu.

Imam dershane nur sendiri saja tidak boleh mengusik keputusan abi-nya tentang kegiatan yang ditugaskan oleh pemimpinnya dershane tersebut. Apalagi aku yang hanya sekedar bawahan atau anak buahnya dershane. Kemudian karena aku dianggap salah akupun akhirnya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 maaf kepada imam tersebut. Saat aku baik-baik meminta maaf kepada orangnya kemudian dianya malah berbicara kepadaku begini: .’’Ya, aku maafkan tapi jangan diulangi lagi ya’’.

Dari situ aku pun mulai merenung. Aku kemudian mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang sistem yang diterapkan di dershane. Ternyata tanpa sengaja ada praktek bentuk rasis atau penghegemonian tentang sistem yang diterapkan dalam dershane entah mereka sadar atau tidak sadar melaksanakannya.

Aku baru merasakan hal tersebut setelah mengalami kejadian itu sendiri. Kemudian keadaan malah semakin menjadi memanas hingga pada akhirnya aku pun bertengkar dengannya saat aku selesai acara wisuda D3 Bahasa Jepangku di Gedung Prof. Sudharto, Tembalang. Pertengkaran mulut itu terjadi karena awalnya masih ada keluh-kesah yang masih aku dengar di dershane nur saat itu.

Teman-temanku yang tinggal di dershane nur saat itu hanya bisa berkeluh kesah dibelakang, tetapi tidak berani melakukan action atau tindakan. Karena emosiku saat itu masih dibilang masih labil dan aku beserta teman-teman merasa terhegemonik oleh dia saat itu apalagi sambil mendengarkan keluh kesah teman-teman dibelakang. Akhirnya aku sms ke nomor hp abi-abi yang dianggap sebagai pemangku kepentingan (stake holders) yang ada di Semesta dengan memakai nomor hp temanku pada malam hari sebelum aku diwisuda.

Hp temanku yang aku pakai untuk sms ke abi-abi bernama Anis Wahdi. Karena kebetulan saat itu hpku lagi tidak ada pulsa. Waktu itu aku kurang lebih menyebarkan sms begini ke abi-abi karena aku belum mempunyai nomor hpnya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dia. Isi smsku ke abi-abi kurang lebihnya begini: ’’Dasar imam diktator.Percuma jauh-jauh kuliah dari Turki kalau hasilnya cuma begitu.Harusnya sebagai imam itu saat ada kegiatan pindahan mengangkut barang-barang kontrakan itu muncul.

paling tidak ada dulu baru ikutan nyusul camping dengan abi-abi yang lain ke Bandung.belum kenal anak buahnya aja sudah begitu’’. Karena dari bahasa sms-ku itulah pastilah dia merasa tersinggung padaku. Makanya saat aku selesai acara wisuda dan saat masih memakai baju toga bersama Anis, dianya mencari-cari aku untuk meng-clear-kan masalah kami. Karena aku dikata-katain banci oleh dia saat dia tidak terima kepadaku waktu itu aku hampir saja terpancing oleh cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sampai-sampai mau berlanjut untuk adu fisik juga dan akhirnya tidak jadi karena sebelumnya aku dicegah oleh sahabatku Anis dan dia pun dicegah oleh Doni Abi.

Karena atas bujukan Anis dan Doni Abi akhirnya kami saling meminta maaf walaupun kami masih tampak saling meninggikan ego kami masing-masing. Saat meminta maaf ke dia ternyata dia masih sempat berkata kepadaku lagi sambil menunjuk-nunjuk jarinya kepadaku seolah-olah dia yang paling berkuasa. Waktu itu dia berkata begini: ’’Ingat! Minta maaf cuma sekali ya! Kemudian aku menjawab begini: ’’Oke! Mulai sekarang aku putuskan untuk keluar dari dershane!.

Kemudian dianya berkata lagi begini: Nis, jangan lupa untuk mampir ke dershane lagi ya?’’. Please deh.akunya lagi berdua sama Anis eh di depanku dianya ngomong begitu kepada Anis. dan itu artinya aku sudah tidak dianggap lagi olehnya, ’’gumamku saat itu. Seakanakan keputusanku untuk keluar dari dershane didukung 100% olehnya. Kemudian aku pun bergumam lagi: ’’Ah,, whatever.!!!’’. Sebenarnya, tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, dan instruksi.

Semenjak aku keluar dari dershane kemudian aku pulang kampung ke tanah kelahiranku tercinta yang berada di desa Sarirejo, Kecamatan Ngaringan, Purwodadi, Jawa Tengah. Setelah lulus dari D3 Bahasa Jepang aku diberi tawaran untuk mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen Semarang.

Dan kemudian aku ambil tawaran tersebut meskipun hati kecil berkata sebenarnya aku lebih merasa nyaman kalau mengajar Bahasa Jepang di sekolah-sekolah seperti: SMA/MA/SMK sederajat. Setelah itu, akhirnya aku pun mendapat tawaran mengajar Bahasa Jepang di STM 7 Pembangunan Semarang.

Selain mengajar aku pun ikut menjadi member di beberapa bisnis jaringan atau terkenal dengan sebutan MLM (Multi Level Marketing). This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ANTARA BISNIS MLM DAN TINGGAL DI RUMAH PAK DOKTER Selama aku mengajar di LPK Aishiro Gakuen aku mendapat jam ngajar mulai dari pukul: 08.00-16.000 WIB. Aku mendapat honor Rp. 20.000,- per jam saat itu. Disamping itu, aku juga diajak ikut bisnis jaringan pulsa yang lagi terkenal saat itu, yaitu DBS (Duta Bisnis School).

Aku diperkenalkan bisnis tersebut pertama kali oleh temanku yang pernah tinggal di satu dershane, yaitu: Ridlona Fultanegara.

Selama hampir satu tahunan aku menekuni bisnis MLM (Multi Level Marketing) tersebut. Saat menjalani bisnis tersebut, aku mengenal temanteman baru lagi, diantaranya: Oen, Ridhlo, Rahman, Andrian, Ghani, dan lainnya. Saat mengembangkan bisnis jaringan atau memprospek calon member baru, aku sering mendapat pulsa gratis dari para up line-ku karena aku dianggap sebagai member baru yang paling semangat saat itu.

Waktu itu para up line kami yang mempunyai jaringan kaki kanan atau kirinya yang membernya sudah terdiri dari 800 orang atau lebih yang aktif, sebagai member sekaligus up line kami per minggunya mendapat bonus saldo pulsa dari perusahaan sekitar 5.00.000 sampai sekitar 1.000.000 bahkan ada yang lebih.

Belum lagi bonus-bonus lainnya. Karena melihat cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tersebut aku dan teman-teman menjadi bersemangat untuk menjalani bisnisnya.

Sampai-sampai aku pernah dibantu oleh up line untuk mengembangkan jaringan di luar kota Semarang yaitu di daerah tempat kelahiranku sendiri. Selama mengikuti bisnis jaringan tersebut aku dan teman-teman anggota lainnya pun setiap seminggu sekali mengadakan rapat evaluasi member antar jaringan. Sebagai member kami juga kadang mengadakan pertemuan di cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 manager cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 bernama Ustadz Suyono di daerah Ungaran yang sudah meraih penghargaan mobil saat itu.

Dari belajar di bisnis jaringan aku pun semakin banyak mempunyai banyak teman atau kenalan di lapangan.

Awalnya aku tinggal di masjid PIP Semarang bersama Rikza temanku yang kuliah di UNDIP jurusan S1 Perikanan saat menjalani bisnis DBS tersebut. Kemudian, gara-gara saat keasyikan menjalani bisnis DBS aku sering mengabaikan tugas-tugasku sebagai penghuni masjid PIP (Pendidikan Ilmu Pelayaran) kemudian aku dan Rikza disuruh pindah dari masjid tersebut oleh ta’mirnya karena sebagai teman Rikza pun mendukung kegiatanku tersebut.

Rikza pun sudah gabung menjadi member DBS meskipun ikut anggotanya jaringan yang lain. Walaupun berbeda line kami pun tidak pernah ada masalah. Setelah itu, pada pertengahan bulan Agustus 2009 aku pindah ke rumahnya pak dokter atas tawaran temanku bernama Barruna Adi Nugraha. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kemudian, aku tinggal di rumah Pak dokter mulai pertengahan bulan Agustus 2009 sampai pada awal bulan April 2013 setelah aku diterima menjadi dosen luar biasa untuk mengajar Bahasa Jepang di STIKES AN-NUR Purwodadi.

Saat di rumah pak dokter aku bisa fokus menjalani bisnis jaringanku. Pak dokter sekeluarga juga ikut menjadi member di bisnis yang aku jalani tersebut.

Tetapi setelah aku dikenalkan bisnis baru oleh Pak Prawoto tentang bisnis jaringan baru bernama Bank Pulsa kemudian aku dan Pak Dokter beralih untuk gabung ke bisnis baru tersebut.

Beberapa up line-ku dari DBS juga ikut gabung di bisnis tersebut meskipun awalnya aku kenalkan bisnis tersebut mereka kurang ada minat untuk bergabung. Mereka akhirnya gabung menjadi member tetapi ikut dengan jaringan yang lain. Itulah bisnis jaringan. Calon member yang kita prospek yang awalnya minat atau bahkan tidak minat dengan bisnis jaringan tersebut bisa jadi ikut menjadi member dari jaringan kita sendiri atau menjadi member dari jaringan yang lain. Itu merupakan suatu hal yang biasa dan umum terjadi dalam bisnis MLM.

Sebenarnya aku mengenal bisnis jaringan pertama kali saat masih kuliah pada semester III D3 Bahasa Jepang di UNDIP dulu. Aku dikenalkan bisnis Tianshi dari China oleh seorang teman yang menjadi pustakawan di perpustakaan masjid Diponegoro, Semarang bernama mas Abdul Muntholib.

Awalnya aku pun kurang minat dengan bisnis tersebut karena dengan menjalani bisnis tersebut sama saja dengan seperti berjualan obat, dan harus pintar ngomong apalagi untuk merekrut atau mencari member baru sebagai downline-ku. Karena sering diprospek dengan sering ditraktir makan, diajak ke pertemuan gratis dan lainlain aku akhirnya mau juga untuk gabung menjadi member baru. Up line aku saat itu adalah mas Tholib karena aku bergabung dibawahnya dia sedangkan mas Tholib downlinenya Pak Usman dan Pak Usman adalah downlinenya Pak Sattar seorang dosen dari IAIN Walisongo, Semarang.

Ternyata setelah aku mengikuti acara seminarnya beberapa kali sebagai member Tianshi, aku melihat member-membernya waktu itu mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas yang menjalani bisnis tersebut.

Ada member yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima, guru, dosen, pegawai PEMDA Semarang, anggota DPR, polisi dan lainnya. Jadi, yang bisa ikut gabung menjadi member dalam bisnis tersebut tidak memandang dari kalangan mana saja. Akhirnya karena merasa titik kejenuhan dalam bisnis jaringan yang aku ikuti semua tersebut sudah mulai memuncak, kemudian aku lepas semua untuk tidak fokus di bisnis jaringan lagi. Bisnis jaringan yang sudah aku ikuti antara lain; Tianshi, DBS, BANK PULSA, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com K-Link, Mileilia, dan lainnya.

Aku sudah tidak mau ikut bisnis jaringan apapun lagi karena ingin fokus untuk lanjut ke S1 Sastra Jepang di UNDIP saat itu. Selama tinggal di rumah Pak Dokter aku diberikan beberapa tugas oleh beliau, antara lain: menggantikan Pak Dokter untuk hadir di Rapat RT, Mencabut rumput, Mengecek air pam, dan lainnya. Aku tinggal dirumah Pak Dokter bersama Bambang, Barruna dan aku dalam satu kamar.

Kemudian ditambah satu orang lagi si Wiwit. Kamar yang aku tempati bersama teman-teman cukup luas jadi bisa diisi lebih dari dua orang dalam satu kamar. Setiap kamar ada fasilitas ac, springbed, dan lemari baju.

Aku dan teman-temanku tidak disuruh untuk membayar uang bulanan saat itu. Mereka sudah menganggap kami seperti keluarganya sendiri. Kami sangat berterima kasih sudah diberikan ijin untuk tinggal atau menumpang disana tanpa harus membayar uang sewanya.

Semoga semua itu menjadi ladang pahala di akhirat nanti bagi Pak Dokter sekeluarganya. Kami hanya bisa memberikan balasan doa atas semua jasa dan kebaikan Pak Dokter sekeluarga. Amin YRA. Tidak ada orang yang sebaik Pak Dokter saat itu, aku bukanlah siapa-siapanya, bukanlah anak kandungnya, bukanlah kerabat dekatnya, tetapi beliau sekeluarga mau menerima aku menumpang dirumahnya semenjak aku lulus D3 Bahasa Jepang hingga aku lulus dari S1 Sastra Jepang. Selain diijinkan untuk tinggal dirumahnya aku pun sering mendapat uang saku tambahan dari keluarga Pak Dokter.

Beliau sudah seperti ayah angkatku sendiri saja dan Tante Yoyok juga sudah seperti Ibu angkatku juga. Begitu banyak jasa yang sudah mereka berikan kepadaku saat itu. Waktu itu, saat usai merayakan hari raya Idul Fitri aku diajak makan malam di rumah makan di daerah dekat Pantai Marina, Semarang. Waktu itu awalnya yang mau diajak aku dengan Bambang karena memang aku, dan dia yang menjadi penghuni satu-satunya yang berada dirumah Graha Wanamukti saat itu.

Karena si Bambang teman sekamarku yang samasama tinggal dirumah Pak Dokter lagi belum kembali ke Semarang jadi hanya aku yang diajak oleh beliau dan keluarganya. Seumur-umur aku baru merasakan makan daging ikan hiu saat itu karena berawal dari dipesankan sate baby ikan hiu oleh anaknya Pak Dokter yang pertama, yaitu Barruna. Selama tinggal di rumah Pak Dokter aku juga mengenal banyak teman dari komplek rumah Pak Dokter.

Aku mengenal teman-teman baru lagi saat pertama mengikuti kegiatan rapat RT (Rukun Tetangga) di Komplek Bumi Graha Wanamukti di Jalan Graha Wanamukti Maple 3B, Semarang.

Mereka antara lain: Pak Winarta selaku RT, Pak Hendro sebagai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sekretaris kedua, Pak Mulyo sebagai sekretaris pertama, Pak Budi Arthono sebagai bendaharanya, Pak Wisnu karena beliau adalah seorang Polisi maka dipilih sebagai seksi keamanannya, Pak Imam sebagai seksi keagamaannya, Pak Catur, Pak Samsul, Pak Dito, Pak Siwi dan lainnya.

Kami mengadakan evaluasi tentang kegiatan RT setiap sebulan sekali. Kadangkadang acara rapat diadakan di komplek, kadang juga diadakan di lesehan di daerah simpang lima dan bahkan rapat juga pernah diadakan di restoran di daerah Semarang dengan tujuan agar kegiatan tidak menjadi membosankan kalau diadakan di komplek terus-menerus. Begitu banyak kenangan yang indah saat tinggal di Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Graha Wanamukti saat itu.

Karena keluarga Pak Dokterlah aku mengenal banyak orang-orang hebat disana. Dan dari sana pula lah aku belajar bersosialisasi dalam masyarakat yang sebenarnya dengan latar belakang yang berbeda-beda mulai dari segi agama dan lainnya. TIDAK ADA YANG TAHU KAPAN AYAHKU PERGI UNTUK SELAMANYA Saat itu adalah malam minggu.

Aku kebetulan diberi tugas oleh pak dokter yang rumahnya aku tempati untuk mempersiapkan acara rapat RT antar warga Graha Wanamukti, Semarang. Pak dokter tidak bisa hadir sebagai tuan rumah dalam kegiatan rapat RT tersebut karena beliau lagi ada jadual praktek jaga di RS Mardirahayu, Kudus. Oleh karena itu semua persiapan dan lain-lain diserahkan sepenuhnya kepadaku. Setelah semua persiapan untuk kegiatan rapat seperti: menggelar karpet, menyajikan makanan yang dikirimkan oleh Tante Nung, dan lainya selesai aku persiapkan, maka tibalah acara rapat akan segera dilaksanakan.

Waktu yang ditentukan pada undangan rapat yang telah disebarkan ke rumah-rumah warga komplek Graha Wanamukti adalah pukul 19.30 sampai selesai. Pak Mulyo selaku sekretaris RT pada acara rapat di komplek tersebut kebetulan datang duluan masuk ke rumah pak dokter. Kemudian disusul oleh pak RT nya sendiri yaitu Pak Winarta. Setelah itu baru disusul oleh kedatangan bapak-bapak yang lainnya. Akhirnya semua tamu undangannya berkumpul di rumah pak dokter.

Kemudian pak Mulyo membuka acara rapat tersebut. Pada saat acara rapat baru dibuka dengan satu patah dua patah kata-kata dari Pak Mulyo sebagai awal pembukaan kegiatan tersebut, tiba-tiba hpku berdering. Kemudian aku pun mengangkat telpon genggap yang berada di saku hpku. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Ternyata yang menelpon adalah Paklikku sendiri yaitu Lik Suhadi adik kandung dari ibuku.

Beliau berbicara dalam telpon begini: Dik Tegar, kiro-kiro iso bali ning ndeso saiki pora? Bapak lagi kumat gerahe. Nek iso ndang bali ning ndeso saiki yo. ‘Dik Tegar, kira-kira malam ini bisa pulang kampung sekarang, ndak? Bapak sedang kumat lagi sakitnya. Kalau bisa segera pulang kampung sekarang ya.’ Akupun menjawab: ’’Oh nggih, Paklik.’’. ‘Oh iya, Paklik’.

Hatiku pun mulai bergejolak tidak tenang saat itu. Kira-kira ada apa di rumah di kampungku?. Selang beberapa menit kemudian ponakanku yang bernama Dian Puspita Dewi yang tinggal di daerah Sendangmulyo mendadak menelponku juga. Akupun mengangkat dan langsung menjawab telponnya: ’’Om, bisa pulang kerumah Mbah kah sekarang? Mbah Kung ninggal’’. Aku pun langsung diam, lemas dan tak bisa berkata-kata lagi setelah selesai mengangkat telpon dari Dian saat itu.

Tak terasa air mataku pun meleleh dari pipiku. Kemudian aku sms ke hp Dian kalau aku mau jemput dia untuk ikut pulang bersama denganku malam itu juga.

Dengan terpaksa kegiatan rapat RT pun akhirnya langsung dibubarkan. Setelah semua mendengar berita tentang ayahku yang meninggal kemudian para tamu undangan rapat pada menghampiriku dan saling mengucapkan ucapan belasungkawa kepadaku. Pak RT pun langsung ke kamarku untuk menenangkan diriku. ’’Saya turut berbela sungkawa ya Mas Don.tenangkan dirimu.

kemudian disusul lagi ungkapan belasungkawa lainnya lagi.’’Yang sabar Tos.hati-hati ya di jalan jangan ngebut bawa motornya’’. Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Pak Win, Pak Hendro, Pak Dito, Pak Samsul, Pak Mulyo dan lainnya saat itu, sambil menyerahkan amplop kepadaku dan sambil berkata lagi: ’’Tos, ini ada sedikit bantuan ungkapan belasungkawa dari bapakbapak semua malam ini, mohon diterima ya., Sing sabar yo Tos, Kata Pak Hendro menenangkanku lagi.’’.

Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB malam saat itu. Aku pun memutuskan untuk pulang kampung pada malam itu juga. Setelah aku menjemput Dian di kostnya akupun langsung pulang ke kampung halamanku sambil memboncengkan Dian dibelakang dengan motorku Yamaha Vega R tahun 2004.

Sambil mengendarai motorku aku pun masih sambil meneteskan air mata. Tak berapa lama kami telah sampai di Pom Bensin daerah Wirosari. Karena stok bensin pada tangki motorku mau habis maka aku putuskan berhenti untuk mengisikan premium disana terlebih dahulu. Sambil mengisi bensin disana ada sms yang masuk di hpku lagi. Setelah aku buka sms di inbox hpku ada pesan dari Paklikku yang berbunyi: Wis tekan ngendi? ‘Sudah sampai mana?’ Kemudian aku pun langsung membalas pesan singkat Paklikku begini: Iki aku lagi tekan pom bensin Wirosari, Paklik.

‘Ini aku baru This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sampai di pom bensin Wirosari, Paklik.’. cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pom bensin tersebut aku pun istirahat sebentar dengan Dian karena kaki dan punggungku terasa pegal-pegal habis memboncengkan ponakanku yang chubby itu mulai dari kota Semarang sampai ke Wirosari.

Setelah istirahat kira-kira 15 menit kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Kirakira 30 menit-an lagi aku dan ponakanku akan segera sampai di rumah. Itulah gumamku saat itu. Setelah sampai dirumah akupun langsung memarkirkan motorku tanpa mengambil kunci motornya. Di depan rumah aku pun langsung disambut ibuku yang sambil menangis kemudian memeluk dan menciumiku dengan sambil berkata: ’’Wis dadi bejanmu le.bapakmu wis ora ono maneh’’. ‘Dah jadi nasibmu nak, bapakmu sudah tidak ada lagi.’ Akupun ikut terisak mendengar kata-kata ibuku.

Dirumahku sudah ada banyak kerabat, saudara dan tetangga yang ikut menunggui jasad ayahku. Kemudian aku pun memandangi jasad ayahku yang terbujur kaku yang sudah dikafani.

Karena tak tahan dengan kesedihanku itu aku langsung menuju kamarku sambil meneteskan airmata lagi. Tak terasa kenangankenangan masa lalu dengan ayahku silih berganti muncul di depanku. Saat beliau mengajakku mencukur rambutku yang sudah mulai memanjang ke tukang cukur di daerah Kuwu aku seringkali diajak mampir untuk makan masakan kesukaanku yaitu asem-asem di rumah makan Sari Roso atau terkenal dengan sebutan Manna disana. Saat kecil cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 juga pernah dibelikan mainan mobil-mobilan, dimarahi saat lupa akan tugasku mencabut rumput, dimarahi saat lupa menunggui tanaman padi di sawah dari gangguan burung dan ayam dari rumah penduduk sekitar dan lainnya.

Yang paling teringat lagi saat tiga minggu sebelum beliau tiada adalah saat aku pamiti hendak berangkat ke Semarang beliau kelihatan berat untuk melepaskan keberangkatanku menuju Semarang. Seakan-akan tidak mau ditinggalkan olehku. Baru kali itu aku melihat ayahku meneteskan air mata saat aku pamiti pergi. Teringat akan saat kenangan terakhir itu dadaku pun terasa cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dan air mataku pun kembali meleleh.

Dalam kesedihanku itu, kemudian aku teringat dengan lirik tembang shalawat yang berjudul Qad Anshaha oleh seorang pelantun sholawat dari Ponpes Langitan, Tuban Jawa Timur. Qod Anshoha This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Qod anshoha lî Abî wa robbat bihusnihâ ummî wa arsyadanîl ustâdz wal mu’allim Ayah telah menasehatiku dan Ibu telah mendidikku/membimbingku dan gurupun telah mengajariku dengan sebaik-baiknya Lâkin faqod ahmaltun-nush-ha wal irsyâdâ wa lam akun mushghiyan rusydan min ayyi fami Tapi segala nasehat tak kuhiraukan, Semua petunjuk dan ajaran tak kudengarkan Wa anzaltu likulli Hubûbar-rîhi matsalâ tarûhu bil âdzâni taghniyyatan-nasîm Kujadikan semua itu laksana angin lalu bagaikan lantunan lagu yg enak didengarkan Fakuntu musytaghilan bidausyatid-dunyâ wa suhhirtu bizuhûri anwâ’il huthômi Aku berada di gemerlap dunia Akupun terlena oleh keindahan duniawi Wa aknudu ni’matan min robbinâ kibron wa ansaitu sholâtan kadzâ wa lam ashumi Aku kufur nikmat Tuhan karena kesombongan Sholat dan puasapun telah kulupakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Falammâ-stasy’artu bir-ro,si mamlu’ syaiban cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ajlâdu ghudlûnun wal a’dhumu rimâmi Maka tatkala uban mulai bemunculan Kulit keriput dengan tulang berhancuran Tanaddamtu wadumû’ul ‘aini sâlatdaman afâqo mu,tsimun min ghomâl ghoyyid-dhulâmi Air mata darah pun bercucuran sebagai tanda akan sebuah penyesalan Telah sadar seorang hamba yang bergelimang dosa dalam kegelapan Fakhôsirul ‘ubbâdi atâka multajiyan murtajiyan rohmatan min robbihir-rohîm Hambamu ya Allah telah datang dengan penuh harapan akan Rahmat dari Tuhannya yg Maha Penyayang Fahab lanâ taubatan wa’fu ‘annâl khothôyâ Waghfir lanâ mâmadlô yâ wâsi’al karomi Maka ampunilah dan maafkanlah segala kesalahan Limpahkanlah maghfirohMu Wahai Tuhan yg Maha Pemurah.

*) Dari Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur waktu Ustad Muhamad Hafidz Maqmun bersilatuhami ke KH Ubaidilah Faqih (Pengasuh Ponpes Langitan) beliau melatunkan lirik nasyid ini buatnya dan dia menangis. Ayahku kemudian dimakamkan di pemakaman Jakerto, Galsari Kecamatan Ngaringan pada pukul 11.00 pada tanggal 3 Mei tahun 2010.

Beliau meninggal di usianya yang ke-77 th karena stroke dan darah tinggi pada waktu itu. Akupun sangat terpukul atas kepergian ayahku tercinta. Beliau yang selalu mendukung anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan terus bagaimanapun keadaannya. Beliau sangat disiplin kepada anak-anaknya, sampai-sampai dalam urusan mencari pekerjaan, mau mencari pasangan hidup, dan mau lanjut pendidikan lagi harus diatur sesuai dengan aturan kejawen.

Misalnya: arahnya yang baik kemana, hari-hari apa yang tidak diperbolehkan dan dibolehkan itu kapan semua sudah begitu terperinci disampaikan kepada anak-anaknya termasuk aku. Yah, mungkin bagi anak jaman sekarang aturan tersebut dianggap terlalu kolot, tidak masuk akal, tidak modern dan tidak sesuai dengan ajaran Islam atau apalah. Tetapi yang penting itu demi tujuan baik kami yaitu demi keselamatan dan kebahagiaan kami semua.

Ayah, semoga engkau mendapat tempat terbaik disisi-Nya dan diampuni dosa-dosamu semua. Amin YRA. Setelah acara pemakaman ayahku selesai, aku pun kembali pulang ke rumah dengan diboncengkan sepeda motor oleh kakak iparku Mas Hartono. Kakakku Mas Samiko yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com baru tiba dari Kalimantan dan tidak sempat menghadiri pemakaman ayahku karena faktor perjalanannya yang jauh yang tidak bisa datang untuk tepat waktu setelah sampai dirumah langsung memeluk erat ibuku dan langsung menuju ke makam ayahku.

Pada malam harinya kami mengadakan kegiatan membaca tahlil dan yasin di rumahku selama 7 hari lamanya. Semuanya tampak membaca yasin dan doa dengan khusyuk dan penuh khidmat. Setelah acara yasin dan tahlil selesai aku pun mendengarkan pembicaraan ibuku kepada saudara-saudaranya. Aku mendengar cerita ibu kepada kerabatkerabat yang hadir dirumahku. Ibuku bercerita kepada mereka kalau beliau ternyata tidak tahu kapan ayahku dipanggil oleh-Nya. Dari mendengar paparan cerita ibuku kepada kerabat dan saudara-saudara bahwa ayahku itu awalnya tidur pada hari minggu sore sekitar pukul 16.00.

Saat hendak diajak makan pada pukul 17.00 oleh ibuku ternyata ayahku posisinya masih tampak kelihatan tidur dengan tenang menghadap ke barat. Ibuku tidak enak untuk membangunkan ayahku yang lagi terlelap. Kemudian, saat waktunya makan malam tiba ibuku langsung membangunkan ayahku. Saat ibuku mulai menggoyang-goyangkan badan ayahku ternyata ayahku sudah tidak bernafas lagi.

Jadi, tidak ada yang tahu kapan ayahku pergi untuk selamanya. Baik ibuku dan tetangga yang dekat dengan rumahku. Setelah itu, ibuku meminta bantuan saudara kadungnya, menantu, kerabat dan para tetangga untuk mengurus semua kebutuhan ayahku mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkannya hingga akhirnya membantu mengantar sampai ke tempat peristirahatan terakhir ayahku tercinta.

Itulah saat terakhir perpisahan dengan ayahku tercinta. Seperti ungkapan kesedihan yang dirasakan oleh Charly, vokalis ST12 yang melantunkan lagu berjudul ’’Saat Terakhir’’. tak pernah terpikir olehku tak sedikit pun ku menyangka kau akan pergi tinggalkan ku sendiri begitu sulit ku menyangkal begitu sakit ku rasakan kau akan pergi tinggalkan ku sendiri * di bawah batu nisan kini kau tlah sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam sungguh ku tak sanggup ini terjadi karna ku sangat cinta ** ini lah saat terakhirku melihat kamu jatuh air mataku menangis pilu hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup di nantiku repeat ** satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku namun cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 melupakanmu butuh waktuku seumur hidup MELANJUTKAN KULIAH S1 SASTRA JEPANG DI SEMARANG Aku dengar dari teman pada tahun 2009 kalau surat ijin dari DIKTI pusat Jakarta, bahwa pengajuan ijin untuk membuka program studi baru S1 Bahasa Jepang di Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sudah turun ijinnya.

Pada cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Juni 2010, di UNDIP mulai lah membuka jurusan baru yaitu S1 Bahasa Jepang yang awalnya bahasa Jepang hanya dibuka untuk program D3 Bahasa Jepang saja sejak tahun 2001.

Pada program studi baru dibuka untuk lulusan baru (fresh graduated) SMA/SMK/MA sederajat atau Reguler 1 disingkat R1 yang ingin mengambil jurusan Bahasa Jepang. Untuk alumni D3 Bahasa Jepang pun dibuka juga untuk program transfer atau dikenal dengan Reguler 2 (R2). Maka, sejak pertama kali dibukanya program baru R2 S1 Sastra Jepang di UNDIP tersebut kemudian aku langsung ikut mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi ujian masuknya.

Alhasil, aku pun diterima menjadi mahasiswa baru disana. Sayangnya, untuk program R2 saat itu hanya dibuka sampai dua angkatan saja karena Pemerintah sudah tidak mengijinkan lagi ada perkuliahan R2 atau lintas jalur lagi untuk semua fakultas yang ada di UNDIP. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat itu aku harus memutuskan dua hal, misalnya, kalau masuk kuliah transfer S1 Bahasa Jepang di UNDIP aku masih mau melanjutkan mengajar Bahasa Jepang-ku di LPK Aishiro Gakuen atau memilih melanjutkan kuliahku ke jenjang S1.

Akhirnya aku pun lebih memilih memutuskan untuk melanjutkan kuliahku ke jenjang S1 saja. Karena jam ngajarnya bertabrakan dengan jam kuliahku. Saat kuliah S1 Bahasa Jepang di UNDIP, aku mendapatkan mata kuliah yang baru diantaranya: Honyaku ‘Terjemahan Tulisan’ ( 翻 訳 ), Nihongo Chukyuu ‘Bahasa Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Tingkat Menengah’ (日本語中級), Keitairon ‘Morfologi’ (形態論), On-inron ‘Fonologi’ (音 韻論), Kaiwa Chukyuu ‘Percakapan Tingkat Menengah’(会話中級), dan lainnya.

Saat kuliah transfer R2 aku mendapatkan teman-teman baru lagi, antara lain: Nunung, Nining, Oki, Agung, Zaenal, Bahri, Siska, Adi, Rizal, Ani, Ana, Asepta, Tina, Evi dan lainnya.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

Kuliah di jurusan S1 Bahasa Jepang UNDIP saat itu ada tambahan pengajar dari native dari Jepang, diantaranya: Ota Ribeka Sensei, Asada Michiko Sensei, Yuko Tabata Sensei, dan Kyouji Honda Sensei. Sedangkan dosen orang Indonesia antara lain: Budi Mulyadi Sensei, Lina Rosliana Sensei, Utami Sensei, Nur Hastuti Sensei, Fajria Noviana Sensei, Yulia Rahmah Sensei, Zakky Ainul Fadly Sensei.

Mahasiswa baru untuk S1 Bahasa Jepang di UNDIP dari fresh graduated SMA ada sekitar 200 mahasiswa baru pada tahun 2010 sedangkan yang dari D3 Bahasa Jepang transfer ke S1 Bahasa Jepang awalnya ada 32 mahasiswa baru, kemudian keluar empat orang dan drop out satu mahasiswa. Saat memasuki semester III di S1 R2 Bahasa Jepang kelas kami yang terdiri dari 30-an mahasiswa kemudian dipecah menjadi dua kelas peminatan penjurusan, yaitu: sastra dan linguistik. Saat itu aku masuk di kelas linguistik.

Kelas linguistik hanya terdiri dari 12 mahasiswa saja waktu itu. Teman-teman linguistik yang satu kelas bersamaku antara lain: Fransiska, Zaenal, Tina, Budi, Dewi, Asepta, Nunung dan lainnya. Kuliah pun berjalan lancar.

Tetapi saat bimbingan skripsi saat itu aku mengalami banyak rintangan dan cobaan. Diantaranya: istriku melahirkan saat operasi caesar dan putraku tidak bisa diselamatkan, aku mengalami kecelakaan saat berkendara motor dan yang paling menghebohkan saat skripsiku hampir tidak diluluskan. Kejadian demi kejadian, cobaan demi cobaan datang silih berganti.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Apalagi saat aku lagi butuh buku teori yang ada di jimusho ‘kantor (Jurusan S1 Jepang UNDIP)’, saat itu aku hendak pinjam baik-baik kepada Utami Sensei, Yuli Sensei dan Novi Sensei mereka tidak memberikan ijin untuk mengcopy buku tersebut. Aku hanya boleh diijinkan untuk mencatat, menulis, atau menfoto dengan kamera hpku.

Ternyata aku merasa mereka masih pelit akan hal ilmu. Belum total untuk mengamalkan ilmunya. Jadi teringat dalil yang berbunyi :’’Orang pelit itu tidak akan masuk surga meskipun tekun ibadahnya. Orang pelit itu jauh dari Allah, jauh dari dari manusia, sedangkan orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia.’’ (Al-Hadits). Padahal aku cuma ingin mengcopy bukunya pada saat itu dan ingin mengembalikan bukunya langsung saat itu juga, itu pun tidak mendapatkan ijin dari mereka.

Meminjam buku untuk dicopy aja tidak boleh, apakah yang ingin pinter dosennya saja? Apakah mahasiswa tidak diijinkan untuk berkembang juga dalam ilmunya? Sungguh ironis melihat fenomena tersebut apalagi alasan buku yang tidak boleh dicopy pun tidak logis yang telah diutarakan kepadaku, yaitu: takut kalau bukunya rusak, karena dulu pernah ada senpai yang pinjam buku dari jimusho bukunya jadi rusak.

Kalau memang takut bukunya nantinya rusak dipinjam oleh mahasiwa kenapa mereka tidak menyediakan back up foto copyian satu buah buat jaga-jaga kalau ada mahasiswa yang butuh ingin mengcopy buku tersebut? Setelah itu aku berkunjung ke kampus UDINUS (Universitas Dian Nuswantoro) Semarang. Sesampainya di kampus tersebut aku pun langsung bertemu dengan temanku sekaligus dosen yang menjabat menjadi ketua jurusan S1 Sastra Jepang disana, bernama Andi Bangkit, Ph.

D. waktu itu. Setelah aku menceritakan semua masalahku aku pun akhirnya mendapatkan buku apa yang aku cari-cari meskipun beliau itu konsentrasinya bukan tentang ilmu linguistik Bahasa Jepang. Saat itu juga aku diijinkan untuk mengcopy bukunya dan mengembalikan pada hari itu juga. Malahan beliau juga pernah bilang kalau soal buku tinggal ngomong saja silakan dicopy aja kalau belum mampu untuk membeli buku yang aslinya. Semua kejadian dan cobaan datang silih berganti saat itu.

Apalagi saat bimbingan skripsi dengan dosen. Cerita berawal dari sini. Ketika itu, saat aku mengajukan dosen pembimbing skripsiku aku memang lebih memilih Suharyo, M. Hum. sebagai pembimbing pertamaku karena saat bimbingan tugas akhir saat D3 Bahasa Jepang dulu pun aku di bimbing oleh beliau.

Itu karena saat bimbingan dengan beliau tugas akhirku saat itu hanya memakan waktu dua minggu saja untuk menyelesaikannya. Aku masih terbayang-bayang cerita para senpai saat D3 dulu agar jangan memilih dosen pembimbing yang dianggap suka meng-php-kan atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mempersulit mahasiswanya saat bimbingan. Kemudian, untuk pembimbing kedua-nya aku memilih Lina Rosliana Sensei sebagai pembimbing karena kelihatannya baik orangnya.

Saat hendak mengajukan proposal skripsi ke pembimbing pertama, proposalku awalnya memang ditolak oleh beliau. Beliau tidak mengatakan atau meluruskannya dengan jelas mengenai kesalahan-kesalahannya dimana tentang salahnya yang aku tulis dalam proposalku saat itu.

Karena bikin penasaran dan tidak puas atas penolakan tersebut kemudian aku tidak sengaja mengatakan hal yang membuat beliau agak tidak nyaman kepadaku saat itu.

Kemudian, beliau langsung berdalih kepadaku begini: ’’Anda lebih baik bimbingannya ke dosen kedua saja lah’’.Kemudian aku pun menjawab: ’’Ya Pak. Oh ya kalau habis selesai bimbingan dengan pembimbing kedua bagaimana Pak? Apa masih menghadap ke Bapak lagi?’’ lalu beliau menjawab lagi begini: ’’Tidak usah.Anda sepertinya sudah nyaman dengan pembimbing kedua, Anda.’’ Setelah menghadap ke dosen pembimbing pertama aku langsung menghadap ke dosen pembimbing kedua.

Kemudian, aku menceritakan semua apa yang diinginkan oleh pembimbing pertama tentang skripsiku. Kemudian dosen pembimbing kedua menyuruhku untuk memastikannya lagi. Akhirnya dengan berat hati aku pun menanyakan lagi ke dosen pembimbing pertama.

Setelah aku menghadap ke dosen pembimbing pertama lagi jawabannya masih sama. Sebaiknya memang aku harus dibimbing oleh dosen pembimbing kedua, ’’Itulah kata-kata dari beliau pembimbing pertamaku’’. Wah bakal akan terjadi sesuatu nih di kemudian hari, ’’Begitulah gumamku saat itu.’’ Setelah itu aku pun menjalani bimbingan skripsi ke dosen pembimbing kedua.

Hari demi hari waktu demi waktu pun terus berlalu. Karena dosen pembimbing pertama sedang menunaikan ibadah haji dan malas kepadaku saat itu, maka bimbingan skripsiku diserahkan sepenuhnya ke dosen pembimbing kedua. Akhirnya bimbingan skripsiku sudah menginjak ke BAB II. Saat selesai bimbingan ke BAB II bimbingan skripsiku masih tetap berlanjut meskipun waktu itu ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diwajibkan diambil oleh semua jurusan mahasiswa UNDIP sebagai salah satu syarat untuk lulus S1.

Selain KKN salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk lulus dari S1 semua jurusan FIB UNDIP adalah mendapatkan sertifikat Toefl Bahasa Inggris dari SEU (Service English Unit) dengan skor minimal 400 untuk S1 yang non Bahasa Inggris, sedangkan syarat dari jimusho adalah minimal lulus N3 (Nihongo Nouryoku Shiken Level 3 ‘Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Tingkat 3’).

Karena banyak dari teman-teman mahasiswa saat itu belum banyak yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengikuti N3 jadi dari jimusho diberikan aturan sendiri untuk mengadakan ujian lokal di jurusan.

Saat itu kami disuruh untuk membayar uang pelatihan dan sertifikat seharga 410.000 oleh jurusan kalau ingin pelatihannya ditambah dengan sertifikat lulusnya. Awalnya kami merasa keberatan karena untuk ikut ujian Toefl Bahasa Inggris waktu itu saja hanya disuruh untuk membayar 50.000 saja oleh SEU bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNDIP.

Kemudian sebagai dosen yang mempunyai ide untuk menyelenggarakan pelatihan dan ujian N3 lokal di jurusan S1 Sastra Jepang saat itu adalah Utami Sensei kemudian beliau berdalih begini: ’’Uangnya yang mengelola SEU ya jadi kalau bagi yang sudah membayar uangnya tidak bisa diambil lagi. Jadi, semua sudah menjadi aturan dari SEU FIB UNDIP Kampus Pleburan’’. Saat itu beliau juga pernah bilang kalau dengan membayar uang tersebut pelatihan N3 lokal akan dilakukan selama 2 bulan dan setelah itu baru dilakukan ujian N3-nya.

Ternyata, eh ternyata. Pelatihan N3 bagi yang sudah membayar dana 410.000 ke jimusho hanya dilakukan dalam waktu seminggu saja, itupun dua kali tatap muka doang dan soal ujian N3 nya kebanyakan dari perkuliahannya Asada Sensei.

Setelah itu sertifikat N3 dibuatkan lulus semua. Dari fenomena kejadian tersebut aku pun menjadi curiga. Apa benar uang pelatihan sebanyak itu uangnya memang benar masuk ke SEU? Pihak SEU sendiri yang mengelola? Daripada kecurigaanku tak berujung akhirnya aku pun ngecek langsung ke ketua SEU saat itu karena aku kebetulan kenal orang yang ada di dalamnya.

Setelah aku cerita semua ke kantor SEU tersebut ternyata pihak SEU tidak tahu menahu tentang sistem tersebut. Malahan pimpinannya SEU waktu itu bilang kepadaku bahwa kalau sampai rektornya tahu tentang hal ini semua bisa-bisa oknum-oknum dosen yang berada dibelakang penyelenggaraan sistem tersebut yang tanpa adanya ijin yang resmi bisa-bisa akan dipecat dari jabatannya. Akhirnya aku pun mengurungkan niatku untuk melaporkannya ke rektorat karena tidak sampai hati sebab ada dosen yang sudah baik hati kepadaku yang tidak sengaja dijadikan bahan kambing hitam yang sudah mau untuk tanda tangan pada sertifikat N3 tersebut.

Karena laporanku ke SEU itu akhirnya sebagian uang teman-temanku yang sudah masuk ke jimusho pun dikembalikan 150.000 ke masing-masing mahasiswa yang sudah membayar dana untuk N3 lokal sebesar 410.000 oleh oknum dosen tersebut. Sedangkan aku tidak akan pernah mau untuk menerima lagi uang tersebut. Mending lebih baik diserahkan ke anak yatim atau orang yang lagi membutuhkan saja. ’’Itulah pikirku saat itu’’.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com MENJADI OPERATOR WARNET Selama kuliah S1 Bahasa Jepang, aku mempunyai kerja sambilan baru yaitu menjadi operator warnet di LIA NET milik putranya Pak Dokter bernama Barruna yang rumahnya masih aku tumpangi. Aku menjadi op warnet menyesuaikan jam kuliahku saja.

Meskipun gajinya tidak seberapa tapi itu tidak jadi masalah karena mereka sekeluarga sudah banyak berhutang budi padaku. Paling tidak bisa untuk nambah isi bensin motorku dan lainnya. Dan yang menjadi operator teknisi LIA NET saat itu adalah Om Adi.

Aku bekerja menjadi op warnet kurang lebih selama satu tahun setengah di sana. Selama aku menjadi op warnet, pelanggannya banyak dari kalangan anak-anak SD dan SMP yang ingin bermain game on line PB.

Disamping itu, ada juga beberapa pelanggan warnet adalah sopir taxi bluebird yang lagi pada ngetem disekitar komplek Bumi Wanamukti. Warnet tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung tiap harinya. Kemudian, warnetnya ditutup karena terjadi pembengkakan dalam pengeluaran atau dalam peribahasa bisa dibilang sebagai besar pasak dari pada tiang. Warnet menjadi ditutup berawal dari teman-teman Barruna yang sering datang ke warnet yang mempunyai hobi bermain game on line (gamer) yang biasa bermain mulai sekitar pukul 21.00 WIB saat warnet sudah mulai sepi hingga pukul 04.00 WIB.

Bahkan kadang sampai ada yang bermain di warnet hingga pukul 09.00 WIB. Dari teman-teman gamer Barruna aku mengenal Lucky, Angga, Eko, dan lainnya. Disamping itu, ac di tempat warnet sering dinyalakan terus saat mereka lagi asyik bermain game on line. Belum lagi ac yang dinyalakan pada kamar lainnya.

Tentulah terjadi pembengkakan biaya untuk tagihan listriknya yang awalnya tagihan listriknya 6.00.000 sampai 8.00.000-an perbulan-nya semenjak kejadian itu tagihan listriknya menjadi naik antara 2.000.000 keatas.

Harusnya kalau dalam bisnis sih teman ya teman bisnis ya bisnis. My Little Bos terlalu baik sih sama teman-temannya.jadi bermain game di warnet selama itu karena mempunyai hobi yang sama yaitu gamer, at last mereka tidak disuruh bayar alias free. Yah itulah My Little Boss. Aku hanya anak buahnya saja hanya bisa ikut berkomentar atau mengingatkan saja saat ada kejanggalan.

Sebagai teman dan anak buahnya hanya bisa kasih saran atau nasehat saja. Soal dia mau mendengar atau tidak terserah kepada yang menjalaninya saja. Sebagai OP dan yang menumpang di rumah tersebut aku juga jadi tidak enak hati untuk menjawabnya kalau ditanya-tanya tentang hal itu oleh My Big Boss yaitu Om Rauf atau Tante Yoyok.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com KKN DI DESA KEDITEN Well, KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah persyaratan yang harus kutempuh untuk menyelesaikan program S1 di UNDIP. Semua mahasiswa harus melewati tahap ini.

KKN adalah bentuk kerja nyata mahasiswa kepada masyarakat dan diharapkan bisa mengaplikasikan mata kuliah yang telah dipelajari selama kuliah. Pagi itu, aku berkumpul di sebuah ruangan gedung FISIP UNDIP untuk pembagian kelompok KKN nantinya.

Aku hanya menemukan dua orang temanku yang sudah duduk di ruangan itu. Ruangan ini serasa asing buatku karena aku tidak mengenal siapapun selain dua orang temanku tadi. Dua orang dosen pembina KKN pun tak lama masuk ke dalam kelas. Suasana yang tadinya ramai berubah menjadi sunyi. Sunyi karena dua orang dosen tersebut akan menentukan siapa koordinator camat dan susunan kepengurusan. Hal ini tentu menjadi momok tersendiri buatku Aku yang sedang sibuk menyusun skripsi ini akan kewalahan kalau jadi koordinator kecamatan dan pastinya akan kehilangan banyak waktu untuk mengurus tugas akhirku.

Aku hanya diam sampai akhirnya dosen tersebut memilih satu anak dari jurusan hukum untuk koordinator camat. Fiuuh, lega rasanya… tapi justru aku ditunjuk sebagai kordes oleh rekanku setelah pembagian kelompok.

Kata mereka sih karena wajah dan umurku yang lebih senior daripada temen-temen di grupku. Dosen pun mulai membagi wilayah-wilayah untuk penempatan. Aku kebagian untuk bermasyarakat di desa Kediten, Plantungan Kendal. Yang ku tau itu daerah gunung.

Wah musti siap-siap baju hangat dong nih, pikirku. Oh ya dalam grup Kediten ini terdiri dari 9 orang anggota. 3 cowo dan 6 cewe. Cowo nya terdiri dari aku, Radit dan Rahmat. Mereka berdua dari jurusan teknik. Yah setidaknya bakal meringankan pekerjaan sebagai kordes nantinya karena anak teknik pasti memiliki semangat kerja yang tinggi.

Dan cewenya ada Via, Ilma, Angel, Wulan, Nanda dan Rella. Selama 3 hari aku dan teman-teman menyusun laporan untuk keperluan di desa.

Kamipun semakin akrab. Canda tawa selalu menghiasi keakraban kami. Dan Via adalah orang yang paling geger diantara kami semua. Berbeda dari perkenalan awal yang tampak kalem. Mungkin masih pada jaim. Sedangkan Angel dan Wulan kulihat orang yang paling This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com rajin.

Mereka paling giat menyusun laporan disaat yang lain sedang istirahat. Akupun tak kaget ketika mengetahui IPK mereka cumlaude. Hmm, wajar sih karena rajin,gumamku. Ilma, Nanda, dan Rella sepertinya biasa-biasa saja.

Mungkin aku akan mengetahuinya nanti setelah 30 hari bersama. Sedangkan Radit dan Rahmat sepertinya orang sibuk. Yah, maklum lah anak teknik pasti banyak kerjaan di Kampus. Akhirnya tiba juga saat untuk mulai ber-KKN. Kami mulai men-survey desa yang akan kami tempati. Di luar dugaan bahwa desa kediten berada di kaki gunung. Hawa dingin langsung menusuk kulit meskipun jarum jam masih menunjukkan pukul 12 siang.

Desa Kediten Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah, merupakan satu dari 12 desa di kecamatan Plantungan yang mempunyai jarak 52 KM dari Kabupaten. Sebagian besar mata pencaharian peduduk desa adalah petani, pedagang, buruh dan lain-lain.

Pertanian di desa Kediten meliputi kontrak lahan, bagi hasil dan petani pekebun sendiri. Untuk pedagang di Desa Kediten, meliputi perdagangan di pasar desa dan di pinggiran jalan raya maupun di dalam dusun. Sedangkan buruh disana sebagian besar sebagai buruh tani, buruh bangunan serta buruh yang bekerja merantau di luar daerah. Desa Kediten terbagi atas 4 dukuh antara lain: Dukuh Krajan Kediten dengan Kamituwo Bapak Watman, Dukuh Doplang dengan Kamituwo Bapak Sagino, Dukuh Kenteng dengan Kamituwo Bapak Kusnan, Dukuh Bukit Sari dengan Kamituwo Bapak L.

Ahmad Solikhin. Desa Kediten memiliki 13 RT dengan jumlah penduduk 1360 jiwa yang keseluruhan beragama Islam. Kades desa Kediten pada tahun 2012 saat itu adalah Bapak Sahuri, Carik desa Kediten bernama Bapak Siswoyo. Jumlah perangkat desanya terdapat 10 orang. Mata pencaharian penduduk Kediten saat itu antara lain: jumlah petani terdiri dari 241 orang, pedagang terdiri dari 68 orang, buruh terdiri dari 104 orang, PNS terdiri dari 4 orang.

Menurut Bapak Sahuri dan Bapak Siswoyo 75 % kondisi masyarakat adalah petani dengan kehidupan yang kurang layak, 75 % pendidikan masyarakat tidak tamat SD maupun tidak bersekolah, 75 % kondisi bangunan merupakan bangunan semi permanen yang terbuat dari papan kayu jati dan lainnya. Makanan pokok desa Kediten adalah nasi Jagung. Karena di desa Kediten tidak ada tanaman padi. Selain jagung, hasil utama desa Kediten antara lain tembakau, kopi dan mlinjo.

Hasil peternakan dan pertanian dijual langsung ke pasar. Kasus pencurian jarang terjadi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Jikapun ada biasanya barang yang dicuri adalah pakaian, peralatan rumah tangga maupun barang rongsokan.

Jalan akses menuju desa Kediten masih berupa batu dan belum di aspal atau di paving. Terdapat kurang lebih 10 orang yang mengalami cacat mental dan cacat tubuh. Koperasi Unit Desa hanya ada 1 itupun di Kecamatan. Akses dari desa 1 ke desa lainnya cukup jauh dan jalannya masi berupa jalan batu.

Desa Kediten hanya memiliki 1 Poliklinik Kesehatan Desa yang letaknya di depan balai desa. Karena letaknya di bawah kaki gunung Bapak Camat Plantungan belum pernah sekalipun mengunjungi desa Kediten. Berjarak sekitar 2 km dari desa Manggungmangu.

Kondisi masyarakat desa Kediten berbeda jauh dengan kondisi masyarakat desa Manggungmangu yang lebih mapan. Keadaan sosial tidak dapat dilepaskan dari tingkat pendidikan masyarakat dan sarana kesehatan. Di Desa Kediten jumlah sarana pendidikan hanya terdiri dari satu Sekolah Dasar dan satu Taman Kanak-kanak. Sedangkan untuk sarana kesehatan terdiri dari satu bidan praktek dan satu PKD.

Keadaan Desa Kediten bisa dikatakan cukup terbelakang dibandingkan desa lainnya. Hal ini dibuktikkan dengan tersedianya jaringan listrik yang tidak merata di seluruh desa. Selain itu terbatasnya jumlah warung-warung kelontong yang lengkap.

Desa Kediten terletak di bawah kaki gunung perahu yang banyak terdapat tanaman tembakau dan kopi. Di desa Kediten terdapat usaha mikro kecil menengah yang terdiri dari beberapa kelompok. Seperti pengolahan ceriping/keripik singkong, penggilingan tepung tebu dan kopi, pengolahan limbah kayu, tembakau dan kopi.

Komunitas masyarakat yang ada di Desa Kediten antara lain perkumpulan ibu-ibu PKK yang sebagian besar mengadakan pertemuan sebulan sekali. Selain itu juga terdapat beberapa gabungan kelompok petani yang cukup aktif, yaitu: petani tembakau dan kopi. Karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, selain menjalani kegiatan sebagai anggota tim KKN aku dan teman-teman juga mengikuti beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan di bulan suci Ramadan. Diantaranya: menjadi imam sholat tarawih, mengisi kultum saat selesai sholat tarawih, mengisi acara khutbah jum’at, mengikuti pengajian dan lainnya.

Aku dan teman-teman ngejalanin tugas KKN di desa Kediten selama 30 hari lalu sebagai endingnya aku dan teman-teman disuruh buat laporan kegiatan selama bertugas di desa tersebut.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com TIDAK ADA MAHASISWA YANG SALAH Setelah pulang dari KKN, aku akhirnya melanjutkan bimbingan skripsiku hingga ke BAB IV.

Setelah itu aku melanjutkan bimbingan ke SINOPSIS skripsiku. Mungkin karena sudah terbiasa dengan model didikan belajar gaya militer yang sudah ditanamkan oleh ustadzku saat masih di pondok Al-Ishlah dulu, misalkan salah satunya adalah: kalau mengerjakan sesuatu itu harus terus dan terus dilakukan alias tidak boleh setengah-stetengah.

Makanya saat aku bimbingan SINOPSIS bahasa Indonesia kepada dosen pembimbing kedua sekaligus melakukan bimbingan SINOPSIS ( 要 旨 ) ke native orang Jepang langsung sebagai pembimbing youshi ‘sinopsis’ skripsiku dengan maksud agar segera selesai tanpa minta ijin ke dosen pembimbingku tersebut dulu. Akibatnya aku kena marah dari dosen pembimbing keduaku itu.

Setelah itu akhirnya skripsiku selesai juga. Akhirnya sidang skripsiku pun digelar. Sidang skripsiku dilakukan di tempat pengujian sendiri-sendiri oleh masing-masing dosen pengujiku. Dosen penguji kedua sekaligus pembimbing kedua menguji skripsiku terlebih dulu. Aku tidak tahu maksudnya dosen tersebut menguji skripsiku ditempat terbuka dengan dilihat oleh dosen-dosen yang lainnya. Aku tidak tahu kenapa beliau mengujiku ditempat banyak dosen lainnya seperti itu.

Maksudnya ingin menguji mentalku agar bisa tambah berani kah? Atau ingin menjatuhkan martabatku sebagai mahasiswanya kah? kalau aku ini hanyalah mahasiswa sedangkan dia itu dosen atau gimana masih berkecamuk saja pikiran dan hatiku saat itu.

Imbasnya aku kurang semangat saja dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya saat cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013. Salah satunya adalah mengenai apa bedanya linguistik kontrastif dengan linguistik komparatif? Apalagi saat itu aku masih dalam suasana berduka, galau dan lain-lainnya. Disisi lain, aku malah teringat tentang almarhum ayahku juga saat itu.

Aku pikir dengan menulis skripsi tentang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Bahasa Jawa dengan Bahasa Jepang mengenai undak-usuk-nya atau tingkatannya paling tidak ada sesuatu yang bisa aku tunjukkan ke beliau meskipun beliau sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Ternyata karyaku nasibnya terombang-ambing kesanakemari seperti perahu kecil yang sedang terkena ombak besar di tengah lautan.

Akhirnya, selesai juga pengujian skripsi dengan pembimbing kedua. Karena aku dianggap kurang maksimal dalam menjawab pertanyaan dari penguji kedua akhirnya aku mendapat nilai B dari penguji tersebut. Sebelum aku menghadap dosen pembimbing pertama untuk ujian sidang skripsiku kemudian aku menghadap penguji sidang selanjutnya sebagai penguji ketiga yaitu Prof.

Dr. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kyouji Honda, M. A. Saat diuji oleh Prof.

tersebut ternyata beliau memang sangat berbeda. Beliau menguji skripsiku hanya dilakukan di tempat tertutup, tidak boleh orang lain atau dosen yang lain untuk mengetahuinya. Dari sini aku baru mengetahui kalau orang Jepang yang berpendidikan memang sangat bagus dalam menghargai orang lain, termasuk mahasiswanya.

Tidak ingin mahasiswanya mendapatkan malu. Setelah ujian sidang skripsiku selesai diuji oleh Honda Sensei, akhirnya selesai juga.

Ternyata aku dikasih nilai A oleh beliau. Padahal banyak pertanyaan yang lewat aku jawab saat beliau bertanya. Setelah aku melakukan ujian sidang ke dosen pembimbing kedua dan ketiga selesai akupun melaksanakan ujian sidang skripsi ke pembimbing ke tiga pada tanggal 18 Nopember 2012. Kemudian aku pun melakukan presentasi skripsiku selama kurang lebih 15 menit dihadapan beliau. Setelah aku selesai melakukan presentasi lalu beliau berdalih kepadaku begini: ’’Skripsi Anda salah semua!’’.

Setelah dia berkata cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pikiranku langsung tidak tenang, campur aduk tidak karuan setelah karyaku dianggap tidak ada harganya di depan beliau. Karena masih ada gejolak hati yang berkecamuk dalam diriku saat itu, akhirnya aku menjawab sekenaku saja.

Kemudian aku pun berkata: ’’Emmm.itu sudah benar dari pembimbing kedua cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, Pak’’.Lalu sang penguji pertamaku berdalih lagi begini: ’’Anda jangan bawa-bawa nama pembimbing Anda ya disini!!!.Anda harus bisa tanggung jawab dengan hasil karya Anda.!!!

Ya sudah! Kalau begitu saya belum bisa memberikan nilai kepada Anda. Silakan Anda minta nilai kepada dosen pembimbing kedua saja.!!!’’ Setelah acara sidang terakhir itu aku pun semakin galau, panik dan gak tau mau dikemanakan skripsiku itu. Kemudian pada hari berikutnya aku pun menemui wali kelasku yang sekaligus ketua jurusan S1 Sastra Jepang UNDIP bernama Drs.

Surono, S.U. saat itu dan menceritakan semuanya kepada beliau kenapa penguji terakhir sekaligus dosen pembimbing pertamaku tidak mau memberikan nilai? Setelah aku bercerita semuanya ke wali kelasku, wali kelas pun tidak membelaku. Aku tidak merasa puas tentang jawabannya beliau kepadaku.

Beliau juga bilang kalau skripsiku memang salah semua dan harus diperbaiki. Kemudian pada hari berikutnya saat selesai ketemu dengan wali kelasku tersebut malam harinya aku pun bertandang ke rumah Pak Haryo selaku penguji skripsiku yang belum memberikan aku nilai. Sesampainya dirumah beliau ternyata aku masih tidak disambut dengan baik. Meskipun aku berusaha untuk meminta maaf kepada beliau kalau memang aku bersalah. Beliau malah berdalih lagi begini: ’’Maaf untuk saat ini saya tidak ingin diganggu dulu.

Anda itu jahat! Saya mendapatkan surat tugas dari fakultas untuk menjadi pembimbing This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Anda, saya harus bertanggung jawab kepada Anda dan juga fakultas!.

Anda sudah melawan sistem lo! Kalau misalkan skripsi Anda disuruh mengulang lagi dari awal, tidak ada dosen yang mau membimbing Anda lagi! Silakan Anda pulang saja! Saya lagi sibuk, sementara waktu ini saya tidak ingin diganggu dulu!’’ Walaupun beliau berkata seperti itu padaku aku pun berusaha menerima semuanya. Meskipun dalam keadaan hujan malam itu, kemudian aku berpamitan untuk pulang menuju rumahnya Pak Dokter saat itu juga dengan harapan yang hampa. Sesampainya di rumah Pak Dokter aku pun mengganti bajuku yang sudah basah kuyub karena kehujanan.

Sesampainya di kamarku aku pun susah untuk tidur, makan pun rasanya malas walaupun perut terasa lapar karena pikiran masih melayang, tidak bisa tenang dengan apa yang barusan aku alami malam itu. Kemudian, pagi harinya aku menelpon kakak iparku yang berada di Kalimantan yang sudah lulus S2 dari UGM.

Aku menceritakan semua peristiwa yang menimpaku semua kepada kakakku saat itu. Kakak iparku, Mas Eka suami dari kakak kandungku yang ke-5 kemudian memberikan aku saran lewat telepon begini: ’’Kalau memang satu dosen pembimbing kamu memang tidak ingin diganggu untuk sementara waktu coba ditunggu aja kira-kira dua minggu perkembangannya gimana dulu, kalau memang belum ada perkembangan ditunggu lagi satu bulan lagi setelah itu baru lah datang ke rumahnya lagi dengan membawa oleh-oleh apalah terserah Tegar aja.

Sepertinya orang Jawa memang suka diperhatikan, siapa tahu kalau datang lagi meminta maaf dengan dikasih oleh-oleh nantinya dapat terketuk hatinya, akan berubah dengan sendirinya nanti sambil berjalannya waktu. Intinya, saat dosenmu itu yang belum bisa ngasih nilai, saat kamu mau datang lagi untuk meminta maaf ke rumahnya nanti jangan singgung tentang skripsimu dulu, apalagi nilaimu.’’ Aku pun mengikuti sarannya kakak iparku saat itu.

Setelah dua minggu berlalu, aku masih belum mendapat kabar apa-apa dari kampusku. Begitu pula saat sebulan sudah berlalu aku juga belum mendapat kabar apa-apa lagi.

Sampai-sampai teman-teman yang awalnya aku mau bareng wisuda dengan mereka ternyata mereka sudah selesai diwisuda duluan. Kelulusanku terhambat akibat aku salah ucap, salah membela diri saat ujian sidang skripsiku saat itu, dianggap sudah mengadu domba terhadap dosen dan dinggap melawan sistem yang ada.

Ternyata dari kesalahanku dalam berucap saat itu aku pun bisa mengerti ternyata kedudukan dosen senior itu memang sangat berpengaruh dibanding dengan dosen yang masih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dianggap junior. Buktinya? Saat aku membela diri kalau skripsiku itu sudah benar dari pembimbing kedua, dosen pembimbing pertamaku meski bimbingan skripsiku sudah disuruhnya menyerahkan bimbingan kepada pembimbing kedua ternyata masih dianggap salah semua hasilnya.

Berarti kemampuan pembimbing keduaku yang sudah membimbing skripsiku hingga selesai masih dianggap remeh juga tentunya karena bisa jadi karena masih dianggap sebagai dosen pembimbing junior.

Senioritas yang mempraktekkan bentuk rasis dan penghegemonian dalam dunia kerja masih berlaku terus ternyata. Tidak seperti saat di pesantren dulu seorang guru, ustadz yang berpangkat dan sudah menjadi da’i yang hebat masih mau untuk belajar dengan salah satu santrinya yang kelihatan cerdas dan menonjol diantara semua santri-santrinya. Yah taulah mungkin dosen pembimbing kedua ku masih dianggap rendah ilmunya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dengan dosen senior tersebut.

Dari kejadian yang aku alami tersebut aku bisa mengerti kalau dosen senior itu tidak mau dikalahkan ilmunya dengan dosen junior, dosen senior tidak mau dianggap ilmunya lebih tinggi dibanding dengan dosen junior. Yah, pada intinya akhirnya mahasiswa lah yang menjadi korbannya dari sifat egoisme yang masih ditinggikan dari dosen senior tersebut.

Sifat kesembongan yang dimiliki orang yang berkuasa tersebut akan semakin memudahkan untuk menghegemonik orang yang dikuasainya. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa si penguasa adalah dosen dan yang dikuasai adalah mahasiswa. Itulah sistem kekuasaan yang ada di dunia ini. Jika ingin mengetahui sifat, karakter seseorang itu bagaimana maka berilah orang tersebut sebuah kekuasaan, jabatan atau kedudukan maka akan terbuka semua dengan sendirinya bagaimana dia akan memegang sistem kekuasaan yang dimilikinya.

Saat sebulan berlalu dan belum ada kabar mengenai skripsiku aku pun mempersiapkan buah tangan yang sudah aku persiapkan dari rumah istriku. Buah tangan tersebut sengaja dibuat sendiri oleh ibu mertua dan istriku. Kebetulan saat itu ayam yang berada dirumah istriku saat itu masih lumayan banyak jumlahnya, maka aku berikan satu ekor ayam matang (ingkung) saja buat oleh-oleh untuk dosenku tersebut. Aku yang memotong sendiri ayam tersebut kemudian istri dan ibu mertuaku yang memasakkannya.

Sedangkan ibu kandungku hanya menitipkan jadah buatan tangannya sendiri. Karena ibuku sudah berumur jadi aku tidak mengajaknya untuk ikut ke Semarang kemudian aku mengajak ibu mertuaku untuk menemaniku datang kerumah dosen tersebut dengan tujuan untuk meminta maaf.

Setelah sampai di Semarang, ibu mertuaku aku suruh untuk istirahat sebentar di rumah Pak Dokter karena habis perjalanan dengan motor dengan jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dari Wirosari menuju Semarang bersamaku yang lumayan jauh jaraknya.

Setelah selesai beristirahat kami pun langsung menuju ke rumah dosen tersebut. Sesampainya di rumah dosen tersebut ternyata wajahnya beliau masih menunjukkan marah kepadaku. Buktinya? Dibelakangku dosen tersebut malah menasehati ibu mertuaku.

Kalau aku disebut-sebut sebagai anak yang kurang ajar lah, berani sama dosen lah atau apalah yang aku dengar malam itu membuat kupingku panas saja untuk mendengarnya tetapi aku tahan saja emosiku karena aku kesana hanya dengan satu tujuan, yaitu minta maaf, titik.

Aku datang dengan niat minta maaf saja susahnya bukan main, tujuanku waktu itu bukanlah untuk mengemis nilai. Kalau memang aku tidak ditakdirkan untuk lulus S1 Sastra Jepang waktu itu yah biarlah itu memang sudah nasibku kalau memang harus begitu. katanya seseorang yang habis menunaikan ibadah haji dari tanah suci itu harus bisa lebih tawadzu’, rendah diri dan harus bisa untuk menjaga sikap atau mengekang emosinya.

Kalau begitu ibadah hajinya memang harus dipertanyakan lagi dong? Haji mabrur atau sekedar mabur aja?!? Ya Allah.Paringana sabar.Duh Gusti.’’Itulah gumamku saat itu.’’ Aku pun meninggalkan oleh-oleh yang aku bawa dari kampung yang diserahkan langsung oleh ibu mertuaku saat itu. Entah mau diterima atau tidak terserah lah.dalam hatiku berkata begitu saat itu.

Semoga takdirku bisa berubah menjadi lebih baik suatu hari nanti. Amin YRA. Karena takdir itu erat kaitannya dengan nasib. Allah tidak akan merubah nasib kaumnya sebelum mereka mau untuk merubahnya sendiri. ‫( ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬Magadir) ‘Takdir’ ‫( ﯾــﺎ ﻗﻠـــــﺒﻲ ﻟﻌﻨــــﺎ ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬ya qalbil ‘ana) ‘Wahai hatiku yang sakit’ ‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬.

‫( وش ذﻧــــﺒﻲ أﻧــﺎ‬wizzambi ana) ‘Apa dosaku’ ‫( و ﺗﻣﺿــــﻲ ﺣﯾـــــﺎﺗﻲ ﻣﺷــــﺎوﯾر‬wistumdhil hayatiy masyawir) ‘Hidupku terus melangsungkan perjalanan.’ ‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬. cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013. ‫( و أﺗﻣــــﻧﻰ اﻟﮭﻧــﺎ‬wistmannal hana) ‘Aku berharap akan adanya kebahagiaan’ ‫‘( ﻋﻠــﻰ ﻣﯾﻌـــﺎد ﺣﻧــﺎ ﺣﻧــﺎ واﻟﻔــــرح ﻛﻧـــﺎ‬ala mi’ad hinna hinna walfarah kunna) ‘Kami berada di atas janji sebuah kesenangan.’ ‫( وﻛﻧـــﺎ ﺑﻌـــﺎد وﻋﺷـــﻧﺎ وﻋﺷـــﻧﺎ ﻋﻠــﻰ اﻷ ﻣل ﺣﻧــﺎ‬wakunna ba’ad wa’isyna wa’isyna ‘alal amal hinna) ‘Akan tetapi kami jauh dan hidup dengan pengharapan’ ‫( و ﻛﺎن اﻟﻔــــرح ﻏﺎﯾــب‬wakanil farah gaib) ‘Kesenangan menjadi raib’ ‫( وأﺛــﺮ اﻷ ﻣﻞ ﻛﺎذب‬waatsril amal kazib) ‘Perasaan harapan hanyalah ilusi’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ‫( ﯾﺎأھــل اﻟﮭوى ﻛﯾـــف اﻟﻣﺣﺑـــﺔ ﺗﮭــون‬yahlil hawa keifa mahabba tihun) ‘Wahai orang yang mempunyai cinta bagaimana caranya agar cinta bisa menjadi mudah’ ‫( ﻛﯾـــف اﻟﻧـــوى ﯾﻘــــدر ﯾﻧﺳــــــﻲ اﻟﻌﯾــــون‬Keifan nawa yiqdar yinassi ‘uyun) ‘ Bagaimana kejauhan mampu membuat mata menjadi lupa’.

‫( ﻧظــرة ﺣﻧﯾــــن و أﺣﻠــﻰ ﺳـــــﻧﯾن‬Nadhrit hanin wahla sinin) ‘Sekali pandangan kerinduan mendapat manis bertahun-tahun’ ‫ ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬.‫‘( ﻋﺷــﻧﺎھﺎ ﻋﺷــﻧﺎھﺎ ﯾــﺎ ﻗﻠـــــﺑﻲ اﻟﺣــــزﯾن‬isynaha ‘isynaha ya galbil hazin. magadir) ‘Berikan aku sedikit pandangan kerinduan wahai hatiku yang sedih’. (Versi Warda, versi Mas’ud Shidiq, dll) Keesokan harinya, kemudian aku mendapat sms dari dosen pempimbingku yang kedua yang berbunyi begini: ’’Santos-san silakan diambil bungkusan Anda di Jimusho sekarang.

Pak Haryo tidak mau menerimanya!.’’ Kemudian aku membalas sms dari Lina Sensei begini: ’’Buat Sensei saja lah bungkusannya’’. Lina Sensei kemudian menjawabnya lagi:’’Saya juga tidak mau untuk menerimanya!’’ Akhirnya bungkusan oleh-oleh yang susah payah dibuat oleh istriku, ibuku dan ibu mertuaku itu ternyata dicampakkan begitu saja oleh dosen yang masih marah denganku itu.

Yang bikin aku sakit hati lagi kenapa harus dikembalikan di jurusan? Dosen-dosen lainnya sampai tau lagi. Pasti anggapannya akan berbeda-beda dalam menyikapi masalahku saat itu. Kenapa dosen itu malah egonya yang semakin ditinggikan?!?

Itulah seseorang yang masih berkuasa di lingkungan kampus. Jadi bisa berbuat semaunya kepada mahasiswa kalau lagi sedang marah. Oh ternyata benar saja dugaanku.

Setelah kejadian itu akhirnya aku meminta ibu mertuaku untuk pulang saja kerumahnya dengan naik bus. Kemudian, sore harinya aku ambil bungkusanku yang sudah dikembalikan di jimusho jurusanku itu dengan ditemani oleh Tofik Kurniawan menuju kampus FIB UNDIP Tembalang saat itu.

Saat aku mengambil bungkusan oleh-oleh dari kampung itu ternyata diletakkan diatas tempat sampah. Sedih, malu, dan sakit hati ini rasanya kalau mengingat akan semua hal tersebut. Aku kemudian langsung mengambil bungkusanku itu dan membawanya ke rumah Ali Mukhlison di daerah Meteseh Semarang teman sekelasku saat duduk dibangku 2.3 saat masih di MAN 1 Semarang dulu agar dihangatkan lagi dan aku serahkan kepada keluarganya saja.

Pada keesokan harinya, kemudian aku dipanggil oleh Utami Sensei ke jimusho. Sampai di jimusho aku gantian dimarah-marahi oleh Utami Sensei waktu itu. Saat itu beliau berdalih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com begini:.’’Mulai sekarang Anda jangan datang-datang ke rumah dosen, jangan lagi telpon dosen, jangan lagi sms ke dosen.

Pokoknya mulai sekarang intinya Anda diam tidak boleh melakukan apapun! Kalau tidak menurut dengan saya terserah pokoknya saya akan melepas Anda nanti! Saya tidak mau untuk mengurusi Anda lagi!.Anda tahu?

Dengan memberikan bungkusan kerumah Pak Haryo Anda secara tidak langsung malah dianggap itu sebagai sogokan ? Dewasa sedikit dong Mas.!!!’’. Kemudian aku pun berkata:’’ Iya Sensei’’ kepada beliau. Waktu itu sebenarnya aku sudah pasrah intinya mau dikeluarkan dari kampus atau tidak diluluskan skripsiku aku tidak mau tau dan tidak mau ngurusi lagi. Soal memberi oleh-oleh itu sebenarnya sudah menjadi tradisi dalam keluargaku. Kalau kita merasa berjasa kepada seseorang, ingin menyampaikan ungkapan terima kasih kepada orang yang telah berjasa kepada kita, mengeratkan hubungan tali silaturahmi, atau sebagai ungkapan permohonan maaf paling tidak dengan memberikan oleh-oleh atau buah tangan sebagai ungkapan tersebut.

Kebiasaan itu sudah diterapkan dalam keluargaku sejak kecil oleh ayahku. Kalau pun memang aku berniat untuk menyogok dosen tersebut sudah sejak kemarin aku memberi sesuatu yang lebih berharga atau bernilai daripada hanya sekedar makanan seperti itu.

Ayahku aja menentang keras dengan adanya sogok menyogok dalam hal apa pun.Karena ada dalil bahwa orang yang menyogok dan yang disogok itu masuk neraka. Ah, Whatever.susah memang kalau ngomong sama orang yang posisinya lagi berada diatas. Ada dosen yang gila hormat, tidak profesional dalam kerja, doyan duit, tidak bisa bedain antara urusan pribadi dengan urusan kerjanya, tidak bisa konsisten antara ucapan dengan tindakan, tidak bisa nempatin sesuatu pada tempatnya (dzalim), dll.

Apapun yang dilakukan orang yang berada di posisi dibawah selalu saja salah dan salah bahkan dianggap tidak ada benarnya sama sekali. Kayaknya juga kata mutiara respect the other if you wanna be respected sudah tak berarti lagi bagi mereka.

Kemudian seminggu setelah itu, aku pun mendapat sms lagi dari dosen pembimbing kedua yang isinya begini: ’’Santos san, silakan anda menemui Pak Haryo untuk merevisi skripsi Anda!. Aku pun membalas sms tersebut begini: ’’Iya, Sensei.Terima kasih.’’. Setelah mendapat sms dari dosen pembimbing kedua aku langsung menuju ke kampus jurusan S1 Sastra Indonesia di UNDIP.

Disana aku sudah ditunggu-tunggu oleh dosen pembimbing pertamaku. Setelah itu aku disuruh untuk masuk ke ruangan beliau. Beliau lalu berdalih begini: ’’Silakan ya direvisi dari mulai BAB I dan BAB III-nya setelah itu datang lagi ke saya. Sudah saya tandai bagian-bagian mananya yang harus direvisi!’’.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Setelah itu aku mohon diri dari ruangan beliau, aku pun kembali ke rumah Pak Dokter untuk merevisi skripsiku disana.

Baru kali itu aku melihat beliau memberikan senyuman untukku semenjak beliau mengklaim kalau skripsiku salah semua saat ujian sidang dulu. Setelah aku merevisi skripsiku akhirnya pada minggu pertama aku mulai melakukan bimbingan revisi kepada dosen pembimbing pertama lagi. Kemudian minggu keduanya karena masih ada kesalahan lagi di BAB I sampai BAB III, lalu aku merevisi skripsiku lagi.

Setelah itu aku melakukan bimbingan revisi skripsi untuk minggu yang ketiga. Ternyata masih saja ada kesalahan di bagian BAB I pada skripsiku. Sedangkan BAB II, BAB III dan BAB IV sudah dianggap fixed. Selanjutnya setelah aku selesai merevisi skripsiku lagi ternyata masih ada kesalahan lagi pada skripsiku yang masih ada pada BAB I tentang Metode Penelitiannya.

OMG.Ya, Allah berikan kemudahan atas jalanku ini untuk menuju kesuksesan ini.’’Aku pun berdoa kepada-Nya seperti itu’’.

Setelah berkali-kali cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 terus dalam bimbingan revisi skripsiku, aku menjadi geram dan jengkel sendiri. Kemudian aku mempunyai inisiatif bertanya-tanya kepada teman dosen lain dari jurusan S1 Sastra Indonesia UNDIP yang biasa memberikan aku semangat, saran, dan solusi kalau aku lagi kalut dalam masalahku yang tinggal satu komplek di rumahnya Pak Dokter yang aku tempati.

Selain mensharingkan tentang semua masalahku kepada beliau tujuan utamaku adalah ingin mengetahui siapa sih dosen linguistik dari S1 Sastra Indonesia UNDIP yang paling dianggap senior di jurusan tersebut saat itu. Setelah aku bersilaturahmi ke rumah beliau akupun menceritakan semua masalahku kepada beliau. Memang benar kalau kita sebagai muslim ingin rejeki lancar, dimudahkan urusannya, membuat awet muda dan lain-lain janganlah putus hubungan dalam bersilaturahmi kepada teman, saudara, kerabat dan lainnya.

Setelah mendapatkan informasi tentang nama, alamat dosen yang dimaksud aku pun langsung datang ke rumah dosen linguistik yang dianggap paling senior saat itu. Sesampainya dirumahnya beliau aku awalnya ditolak karena beliau lagi sedang sibuk karena waktu itu beliau memang lagi ada sekitar 20 lebih mahasiswa yang dibimbingnya mulai dari mahasiswa S1 sampai mahasiswa pascasarjana di FIB UNDIP Semarang.

Tetapi, setelah aku menceritakan masalahku semuanya kepada Profesor tersebut kemudian beliau merasa iba dan kasihan kepadaku atas semua yang aku alami saat itu. Malam itu juga skripsiku dibantu oleh beliau. Kemudian beliau menyuruhku untuk mengeluarkan alat tulis dan buku.

Aku pun nurut saja apa yang diperintahkan oleh beliau. Beliau kemudian menyuruhku mencatat semua apa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com yang disampaikan oleh beliau kepadaku saat itu.

Setelah selesai aku mencatat semua apa yang dikatakan oleh beliau, kemudian beliau berdalih begini: ’’Ya sudah, karena saya merasakan kasihan kepada Anda dan demi kemanusiaan saya bantu skripsi Anda yang masih dianggap salah terus oleh dosen pembimbing Anda. Habis dari sini silakan pulang dan diketik dari semua yang Anda tulis dari saya ya Dik, esok harinya silakan diajukan ke dosen pembimbing Adik.’’ Kemudian, aku pun pamit cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pulang ke rumah Pak Dokter sambil mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau karena sudah diberi bantuan untuk merevisi skripsiku.

Sesampainya di rumah Pak Dokter aku pun langsung membuka notebook-ku dan memperbaiki skripsiku malam itu juga. Keesokan harinya, aku langsung menghadap lagi ke dosen pembimbingku tersebut untuk menyerahkan revisian skripsiku lagi. Setelah melihat hasil revisianku akhirnya skripsiku dianggap selesai dan diminta dosen pembimbingku untuk menjilidnya.

Alahmdulillah, Barakallah.’’Begitulah ungkapan terima kasihku kepada-Nya atas segala nikmat-Nya’’. Kemudian beliau menyuruhku lagi untuk mengambil lembar berkas berita acara nilai skripsiku yang ada di jimusho.

Setelah memberikan nilai padaku aku juga disuruh untuk menyerahkan sendiri nilaiku ke pimpinan TU yang cantik dari FIB UNDIP saat itu agar aku bisa mengurus syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk prosesi wisuda nantinya. Meskipun bimbingan revisi skripsiku berjalan selama 3 bulan lamanya, akhirnya aku pun dinyatakan lulus dan bisa mengikuti wisuda pada bulan April 2013.

Alhamdulillah. Dari serentetan peristiwa demi peristiwa yang aku alami mulai awal sampai akhir menjadi status mahasiswa S1 Sastra Jepang UNDIP, Aku pun dapat berpikir bahwa walaupun aku masih berstatus mahasiswa saat itu memang tidak selayaknya untuk dipermalukan, dimarahi ditempat umum walaupun pernah melakukan salah kepada dosen entah disengaja ataupun tidak disengaja. Dosen juga tidak selamanya benar terus?

Apakah dosen tidak mempunyai anak kandung? Apakah dosen tidak mempunyai adik kandung, saudara atau kerabat? Bagaimana perasaannya andai saja ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya diperlakukan seperti itu? Apakah masih bisa menerima kalau ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya dipermalukan di tempat umum?Apakah masih bisa menerima kalau ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya dimarah-marahi di tempat umum?

Itu lah salah satu simbol dari sebuah kekuasaan. Mereka belum bisa dikatakan hebat, kuat, atau apa kalau belum menindas orang yang dikuasainya. Semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi pembaca semua kalau kita sedang berkuasa janganlah semena-mena.

Apalah arti kekuasaan, jabatan, pangkat atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kedudukan di dunia yang tidak abadi ini? Apa tidak mau kita dikenang jasa kita yang baik, ilmu kita yang bermanfaat atau hal baik lainnya saat kita diberi kekuasaan, jabatan, pangkat atau kedudukan kepada kita dan bisa mempergunakan kekuasaan tersebut dengan sebaikbaiknya?. Toh kalau nantinya kita sudah pensiun dari kekuasaan tersebut tentunya kita sudah tidak bisa berkuasa lagi dan tidak ada gunanya lagi arti dari sebuah kekuasaan tersebut, bukan?.

Ajaran Nabi saja memarahi anak kandung sendiri dimuka umum itu tidak diperbolehkan. Imam Syafi’i seorang ulama besar juga pernah berkata :’’Nasehati aku ketika sendiri, jangan nasehati di kala ramai, karena nasehat di kala ramai itu bagai sebuah hinaan yang melukai hati’’.

Menasehati di tempat ramai aja gak boleh apalagi memarah-marahi anak bahkan orang lain di tempat umum? Harga diri seorang anak harus dijaga oleh orang tua sepenuhnya selama orantuanya masih mempunyai kuwajiban terhadap anaknya karena kalau tidak bisa menjaga harga diri anaknya sendiri misalnya dengan mempermalukan atau memarahi anaknya ditempat umum berarti sama saja orang tua si anak tersebut telah gagal mendidik anaknya dengan baik karena tidak bisa menjaga harga dirinya sendiri atau martabatnya sebagai orang tua juga apalagi dengan orang lain.?!?

Karena didikan yang baik akan mendatangkan kebaikan pula sedangkan didikan yang tidak baik akan mendatangkan hal yang tidak baik pula. Disamping itu, kalau orang tua sedang bertengkar sebisa mungkin anak tidak boleh sampai tau dengan pertengkaran orangtuanya. Seringkali dalam berumah tangga ada saja masalah yang mengakibatkan pertengkaran bagi kedua orang tua.

Karena terbawa emosi, orang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 terkadang melakukan pertengkaran itu di depan anak. Padahal, hal semacam itu dapat memberikan dampak yang buruk bagi anak. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, ketika sedang dilanda emosi lebih baik bersegera pergi ke tempat (ruang khusus atau kamar pribadi) yang jauh dari jangkauan anak.

Dampak buruk bagi anak apabila bertengkar di depan anak. Diantaranya: pertama, teladan yang buruk. Bagaimanapun anak adalah plagiator ulung. Apa yang mereka lihat akan sangat mudah untuk mereka tiru. Jika anak melihat orang tua bertengkar dalam menyelesaikan masalah maka dia akan bertengkar dengan temannya jika tidak setuju atau mempunyai masalah dengan temannya.

Begitulah adanya anak, mereka suka meniru apa yang mereka saksikan. Kedua, anak mudah menjadi stress. Orang tua adalah tempat anak berlindung dari rasa khawatir dan cemas. Ketika anak takut dengan sesuatu atau apapun dia akan mencari dan berlari kepada orang tua karena orang tua adalah tempat berlindung.

Apa yang dipikirkan anak jika tempat dia berlindung sedang bertengkar di This PDF is Created by Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com depannya. Orang yang menjadi tempatnya berlindung sedang marah di depannya. Anak akan stres karena tidak tahu kemana harus berlindung ketika dia mengalami rasa takut atau khawatir.

Ketiga, si anak malah cenderung memiliki bahasa buruk. Bertengkar biasanya identik dengan teriakan dan makian yang dilontarkan satu sama lain. Jika orangtua melakukan hal tersebut di hadapan anak, maka bisa membuatnya jadi mengerti bahasa yang dilontarkan.

Mendengar kata-kata itu bisa membuat si anak jadi mengikuti dan terbawa dalam pergaulannya. Keempat, hilang rasa percaya anak kepada orang tua. Yang diharapkan ketika anak mendapatkan masalah adalah anak mendapat solusi dari orang yang paling dekat dengan si anak, yaitu orang tua. Orang tua adalah tempat bergantung sepanjang hidupnya jika anak mendapat masalah. Cara ini adalah pilihan yang paling tepat jika anak minta solusi kepada orang tua.

Namun, hal ini tidak terjadi jika orang tua sering bertengkar di depan anak. Mungkin tidak bertengkar di depan anak tapi anak mendengar orang tuanya bertengkar, ini sama saja. Anak tahu bahwa orang yang menjadi tumpuan masalahnya bertengkar di depannya. Maka akan terkikis rasa percaya anak kepada orang tuanya.

Dan yang kelima adalah biasanya si anak akan mencari ketenangan di luar rumah. Ketika mendengar keributan atau pertengkaran di dalam rumah, bukan tidak mungkin si anak akan mencari ketenangan di luar rumah. Misalnya, anak remaja yang mendengar cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 itu mungkin dirinya akan mencari ketenangan di luar rumah dengan melakukan hal-hal negatif.

Hal negatif yang dilakukan, seperti merokok, minum minuman beralkohol, keluar malam bersama temannya, dan hal lainnya. Disamping itu, suatu perlakuan yang tidak baik atau tidak pada tempatnya pada diri seseorang itu akan selalu membekas dimanapun berada, terus terkenang seumur hidup pada diri seseorang tersebut.

Bagaimana dengan posisi dosen yang dikatakan bahwa dia disebut sebagai pelayannya mahasiswa dalam hal ilmu? Pantaskah orang yang berilmu mempraktekkan hal-hal seperti itu? Sepertinya cerita para senpai waktu aku kuliah D3 dulu itu memang benar adanya kalau ada beberapa senpai ada yang pernah dimarah-marahi di tempat umum, dipermalukan ditempat umum oleh dosen, dll. Akhirnya terjadi juga deh denganku. Malahan bisa jadi yang terjadi padaku ini lebih heboh lagi daripada yang sudahsudah.

Kejadianku ini bisa jadi memang dianggap biasa untuk kalangan tertentu, dianggap biasa karena menunjukkan siapa yang berkuasa dan yang dikuasai. Seseorang itu akan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terbuka semua jati dirinya saat dia diberi kekuasaan, jabatan, pangkat atau kedudukan tertentu seperti apa yang telah dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat ke 16 bernama Abraham Lincoln sebagai berikut: ’’Hampir semua orang dapat menanggung kemalangan, tapi jika Anda ingin menguji watak manusia, cobalah mereka diberi kekuasaan’’.

Saat itu, saat temanku mau bimbingan, ada juga temanku dari sastra yang juga dimarahmarahi oleh salah satu dosen yang berada di jimusho karena saat mau bimbingan kepada beliau dia dianggap salah dalam menggunakan diksi atau pilihan kata dalam ber-sms dengan beliau. Bahasa sms-nya tersebut dianggap kurang menunjukkan makna kesantunan dalam berbahasa. Kemudian temanku itu akhirnya dimarah-marahi di depan dosen-dosen yang lain.

Aku jadi merasa kasihan saat temanku bercerita sambil menangis kepada aku dan Siska. Apalagi saat oknum dosen tersebut marahnya sambil membawa-bawa namaku dan Nunung temanku. Aku pun langsung cerita juga ke temanku si Nunung. Kontan saja si Nunung marah setelah mendengar ceritaku itu.

Bedanya marahnya si Nunung hanya bisa diam saja sedangkan aku orangnya terbiasa untuk kritis dan selalu ada aksi kalau ada seseorang yang sudah menyinggung diriku. Kemudian saat itu pas posisi kebetulan sedang on line facebook aku pun mengungkapkan semua kemarahanku di dunia maya. Karena aku tidak terima karena marah kepada orang lain namaku dibawa-bawa juga.

Saat itu aku tidak terima dari kalimat berikut ini: ’’Anda mau nasib Anda seperti Santos dan Nunung?’’. Karena aku belajar linguistik aku pun marah dengan makna kata nasib yang digunakan pada kalimat tersebut. Menurut KBBI kata nasib disebutkan maknanya adalah sesuatu yang ditentukan oleh Tuhan terhadap diri seseorang.

Secara pragmatik, psikolinguistik dan sosiolinguistik makna kata tersebut tidak layak dipakai oleh seorang dosen saat memarahi mahasiswanya apalagi ditempat umum. Karena yang berhak menentukan nasib itu bukan manusia biasa seperti kita, tetapi Tuhanlah, Allah SWT yang Maha Segala-galanya. Dosen juga manusia biasa, tidak bisa menggantikan posisi Tuhan, Allah SWT Sang Pencipta makhluk-Nya yang menentukan nasib, jodoh, rejeki dan lain-lain.

Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada yang lainnya. Tugas manusia biasa hanyalah berusaha dan berdoa saja atau bahasa prokemnya biasa dikenal dengan DUIT (Doa, Usaha, Iman, dan Tawakal). Orang lain boleh menganggapku heboh, durhaka kepada orang tua/dosen atau apalah aku pun tidak memperdulikannya setelah itu. Karena dalam aku bertindak karena ada hadits yang berbunyi: ’’Katakanlah yang benar itu benar adanya walaupun itu terasa pahit’’.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Itulah aku. Aku memang sudah terbiasa seperti itu kalau sedang mengkritisi sikap seseorang yang kurang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya (dzalim) aku selalu ikut andil untuk mengkritisi orang tersebut, siapa pun orangnya.

Karena tidak ada mahasiswa yang salah, yang ada adalah dosen yang salah mendidik sebagaimana halnya tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, atau instruksi.sebagaimana orang tua yang menyalahkan anak atau anak muda, tidak ada anak muda yang salah karena orang tualah yang salah mengasuh, orang tua pernah muda tetapi anak atau anak muda belum pernah tua jadi bijaklah dalam mendidik .

Sebagai pendidik yang menjadi panutan bagi anak didiknya semua, seorang guru, dosen atau pendidik apapun bidang ilmunya, apabila ingin dikatakan sebagai pendidik yang baik, paling tidak hendaklah seperti yang diungkapkan pada lirik lagu Hymne Guru berikut ini: Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku Sebagai prasasti terima kasihku Tuk pengadianmu Engkau sebagai pelita dalam kegelapan Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan bangsa Insan Cendekia (Hymne Guru, Karya: Sartono).

MENINGGALNYA PAK DOKTER Di pagi buta itu, saat aku sedang santai habis selesai mengerjakan sholat Subuh, tibatiba aku dengar HP ku berdering di kamarku. Saat aku membuka hand phone, ku lihat ada sms baru yang masuk di Hpku. Setelah aku membukanya ada tulisan pesan dari sahabatku Barruna yang rumahnya pernah aku tumpangi selama hampir 4 tahun disana. Sms tersebut berbunyi sebagai berikut: ’’Assalamu’alaikum wr. Wb. Ntoss, Papaku ora ono.Papaku ninggal’’.

Aku pun kontan kaget mendengar berita itu hampir tidak mempercayainya soalnya beberapa bulan sebelumnya aku masih bisa bertemu dengan beliau masih dalam keadaan segar bugar atau sehat walafiat.

Terus aku pun membalas pesan sahabatku itu begini: ’’Innalillahi wa innailaihi rojiun’’.Yang sabar ya Odi, aku juga pernah mengalami This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com apa yang km rasakan saat ini.

Oya, trus posisi km sekarang sdg dimana? Di Kudus atau Wanamukti, Odi?’’ Kemudian Barruna membalas lagi pesanku sebagai berikut: ’’Lg di Wanamukti Semarang.’’. Setelah mendapat sms itu, aku pun pamit untuk mohon ijin kepada Ibuku untuk berangkat pagi itu juga menuju kota Semarang. *************************************************************************** Beliau berusia genap 62 th saat tutup usia pada tanggal 2 Maret 2014 kemarin.

Beliau dan keluarganya sangat baik kepadaku. Aku sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri meskipun aku tidak ada hubungan darah sekalipun. Aku pun merasa kehilangan akan sosok beliau. Kenapa sosok orang yang baik hati seperti beliau diberikan umur yang pendek sedangkan diluar sana banyak orang yang jahat umurnya panjang.

Yah, itulah takdir Allah SWT. umur, jodoh, rejeki dan maut tidak akan pernah tau kapan akan digariskan oleh-Nya.

Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Soal waktunya kapan hanya Dia lah yang Tahu. Selama aku lulus kuliah D3 hingga sampai lulus S1 aku sudah diijinkan untuk tinggal di rumahnya beliau. Aku diijinkan untuk tinggal dirumahnya beliau sejak tahun 2009 sampai 2012 tanpa harus membayar uang bulanan sepeserpun. Padahal kamarnya semuanya ada springbed, ac, tv, sofa serta perabotan rumah lainnya. Dan akupun diijinkan untuk memakai hampir semua fasilitas itu dengan gratis.

Bahkan saat aku lagi tidak ada uang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 seringkali memberiku uang, saat ayahku meninggal mereka juga ikut memberikan bantuan, saat aku lagi belum makan pasti beliau dan keluarga langsung mengajakku untuk makan dan lain-lain. Begitu banyak hutang budi yang diberikan padaku oleh mereka. Semoga Allah SWT yang akan membalas semua kebaikan mereka padaku. Amin YRA. Beliau adalah seorang dokter spesialis anestesi yang sudah menjadi PNS dan sudah bekerja di RSI (Rumah Sakit Islam) di daerah Kudus dan terkadang juga ada sesekali panggilan di RS Karyadi Semarang.

Tapi sayangnya orang sebaik itu kenapa Tuhan memberikan umur yang pendek di dunia ini. Yah.semoga saja semua dosanya diampuni oleh-Nya, dilipatkan semua pahalanya dan diberikan tempat yang terindah disisi-Nya. Amin. Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013. Apalagi kata keluarganya saat berpulangnya beliau saat hendak beribadah ke tanah suci di jalan-nya Allah SWT.

Insya Allah beliau tergolong hamba yang meninggal dalam keadaan yang baik (syahid). Amin YRA. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com HANCURNYA MAGHLIGAI PERNIKAHANKU Pada awal 2012 Tegar memutuskan untuk menikah. Akhirnya atas perkenalan yang tidak terlalu lama Tegar pun menikah dengan seorang wanita yang berstatus janda kembang bernama Asih.

Aku (Tegar) kenal calon istriku itu saat temanku memberikan nomor HP-nya Asih. Saat itu, kebetulan temanku aku undang untuk ikut ngaji pada acara 40 hari meninggalnya ayahku. Kemudian setelah kenalan lewat telepon itu akhirnya dia aktif untuk menghubungiku.

Dan akhirnya tanggal 26 Maret 2012 kami pun melaksanakan acara pesta pernikahan di kediaman istriku yang berada di desa Pakelan Kecamatan Sambirejo, Wirosari Kabupaten Grobogan. Empat hari sesudah acara pesta pernikahanku selesai, akupun berniat hendak mengambil hasil foto atau gambar dan video saat pesta pernikahan kami. Kebetulan baju pengantin, fotografer dan video shooter (tukang video) saat mengambil gambar dan video di acara pernikahanku, semuanya adalah miliknya kakak dari bapak mertua.

Di desa Pakelan, Jawa Tengah, kakak dari ayah mertua biasa dipanggil dengan panggilan budhe kalau dia perempuan dan kalau laki-laki biasa dipanggil pakdhe. Kakak dari mertua itu sudah biasa untuk menyewakan baju pengantin beserta tratak, fotografer, tukang video (video shooter) dan rias pengantinya pun dikerjakan oleh budhe dan pakdhe sendiri.

Aku berangkat ke rumah pakdhe dengan berkendara sepeda motor matik sendiri menuju ke rumahnya. Sesampainya disana rumah tampak sepi, aku mengira pakdhe dan budhe pada keluar rumah ternyata masih ada pakdhe yang lagi masak ikan asin kesukaanku.

Pakdhe meskipun seorang cowok masakannya ternyata enak setelah aku dipaksa untuk mencicipinya. Setelah selesai makan aku mencoba bertanya kepada pakdhe:’’ Kok budhe tidak kelihatan kira-kira lagi dimana orangnya, Pak dhe?’’. Pakdhe pun menjawab: Budhe mu lagi di rumah sakit, ada kerabat dari budhemu yang lagi opnam disana jadi budhemu sudah berangkat duluan tadi pagi dan rencana nanti malam pakdhe mau nyusul, jadi terpaksa budhe dan pakdhe nanti malam mau nginep di rumah sakit.

Sudah jadi kebiasaan di keluarga istriku kalau ada saudara atau kerabat yang lagi sakit di opnam di rumah sakit tidak akan afdol jika belum ikut menungguinya meskipun hanya sampai menginap semalam saja. Akupun menjawab:’’Oh begitu’’. Kemudian akupun bertanya lagi kepada pakdhe: Oya foto sama video pernikahanku apa sudah jadi pakdhe?’’.

Pakdhe kemudian menjawab:’’Udah dik, ada dikamarku nanti aku ambilin ya’’. Saat sambil This PDF is Created cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com makan pakdhe udah selesai duluan kemudian masuk ke kamarnya dan biasalah pakdhe sambil nyanyi-nyanyi tembang Jawa kesukaannya berjudul Yen ing Tawang Ana Lintang di kamar.

Yen ing Tawang Ana Lintang Yen ing tawang ana lintang (Kalau di langit ada bintang) Yen ing tawang ana lintang, cah ayu (Kalau di langit ada bintang, anak cantik) Cah ayu di sini bisa diterjemahkan juga dengan : sayang, anak manis, dll Aku ngenteni tekamu (Aku menunggu kedatanganmu) Maksudnya menunggu kedatanganmu (ke dunia), kelahiranmu, kelahiran anaknya Anjar Any Marang mega ing angkasa, nimas (Kepada awan di angkasa/ langit, manis) Ni Mas juga artinya mirip dengan : sayang, anak manis, dll ( Ni = wanita, Mas = yang dihormati) Sun takokke pawartamu (Kutanyakan beritamu) Tanya ke angkasa / langit, karena dia tidak tahu situasi di ruang bersalin, apa sudah lahir apa belum, ibunya sehat apa nggak, dll.

Bait Kedua : Janji-janji aku eling, cah ayu (Setiap saat saya ingat, anak manis) Maksudnya mengingat situasi di ruang bersalin yang ‘menegangkan’yang sudah pernah menunggu istri melahirkan (di luar ruang bersalin), tentu tahu hal ini. Sumedot rasaning ati (Seakan mau ditinggal mati, rasanya di hati) Sumedot = putus (hubungan dengan seseorang), seperti mau ditinggal pergi jauh, atau ditinggal mati. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Maksudnya Pak Anjar Any ini sangat takut dengan keselamatan si jabang bayi yang akan dilahirkan itu.

Lintang-lintang ing wiwingan (Bintang bintang di langit) Maksudnya bintang-bintang jadi saksi Tresnaku sundul wiyati (Cintaku sangat tinggi, sangat dalam) Maksudnya cinta kasih kepada sang anak Reff : Dek semana, janjiku disekseni (Kala itu, janjiku disaksikan) Mega kartika, kairing rasa tresna asih (Mega / awan ‘dan’ bintang, teriring rasa cinta dan kasih) Yen ing tawang ana lintang,cah ayu (Kalau di langi ada bintang, manis) Rungokna tangising ati (Dengarlah tangisnya hati) Sinareng swaraning ratri, nimas (Teriring suaranya malam, manis) Ngenteni ‘mbulan ndadari –> ‘mbulan dari kata rembulan (Menanti munculnya rembulan ‘dengan bundarnya’) Waktu itu rembulan sedang pada posisi besar / bulat.

—oo00oo– (Karya: Waljinah) Jadi, lagu diatas (oleh si pengarang) ditujukan kepada anaknya, menceritakan bagaimana ‘bingungnya’ menunggu saat-saat kelahirannya. Atau kalau kita nyanyi ya bayangkan untuk anak /cucu/ kemenakan kita yang masih kecil.

Sedangkan aku belum menyelesaikan makanku. Kemudian saat masih di kamar pakdhe sambil menyahut kepadaku: ’’Habis makan nanti piringnya langsung ditaruh di dapur ya dik, gak perlu dicuci piringnya’’. Akupun langsung menjawab:’’Iya pakdhe’’. Kemudian, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com setelah mendapatkan album foto dan kepingan cd rekaman saat pesta pernikahan aku pun langsung pamit pulang kepada Pakdhe. *************************************************************************** Akupun tidak pernah menduga sebelumnya tentang istriku, kalau ternyata dia tidak pernah mau untuk mendengarkan semua nasehatku.

Pas saat kenal pertama kali dulu hal yang baik-baik aja yang sering diceritakan kepadaku. Diantaranya: dia pernah tinggal di pondok pesantren di daerah Rembang, Jawa Timur dan sekolah di MAN 1 Rembang.

Tapi selama aku mengenalnya sebagai istriku belum ada satu sikap yang mencerminkaan akhlaq yang baik terhadap ibu kandungnya dan termasuk aku. Dia akan bersikap baik kepada orang yang dia sukai saja. Ibu kandungnya pun sering ia lawan. Aku tidak tahu kenapa dia bisa bersikap begitu.

Cukup lama aku untuk bersabar diri. Entah semua kesalahan dari ayahnya yang mendidik kah atau ibunya kah? Sampai-sampai terbentuk karakter yang keras kepala seperti itu.

Wajahnya sih banyak orang bilang lumayan cantik tetapi hatinya tidak secantik wajah yang dimilikinya. Suatu hari, saat aku pulang kerja dari Semarang akupun tidak memberi tahu langsung kepada istriku kalau aku mau pulang malam-malam ke rumahnya. Sesampainya di rumah istriku, kira-kira jam 22 malam akupun dikejutkan oleh tamu yang tak diundang pada malam itu. Dua orang pria yang berumur sekitar 45th-an ke atas kalau aku perhatikan orangnya malam itu. Dua orang tersebut bersembunyi di sebelah utara di luar kamar istriku.

Saat aku ambil senter dan aku sinari wajah mereka dengan senter akupun akhirnya tahu siapa mereka. Karena kaget melihat aku yang datang tiba-tiba saat aku senteri wajahnya akhirnya salah satu dari mereka melempari aku dengan tanah yang kering sambil mengucapkan kata-kata kasar dalam bahasa Jawa sebagai berikut: ’’Modara kowe ! Modara kowe! ‘matilah kau! matilah kau!’ untungnya lemparannya sedikitpun tidak ada yang mengenaiku.

Akhirnya akupun langsung lapor kepada RT setempat. Sesampainya di rumah sang RT, aku menceritakan semua kejadian yang menimpaku saat itu. Kemudian kasusnya pun harus sampai berurusan dengan polisi. Sehari kemudian polisi mencari keterangan tentang keberadaan dua orang tersebut. Saat polisi itu hendak mencari-cari kedua orang itu, ternyata mereka malah ketakutan dan kabur selama tiga hari. Kemudian, barulah mereka ditemukan oleh polisi.

Karena kabur saat hendak dimintai keterangan oleh polisi akhirnya mereka dikenai denda sebesar 4 juta rupiah untuk masingmasing tersangka karena sebagai uang damai atas ulah mereka yang malam-malam telah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengganggu ketenangan rumah tangga orang lain.

Akupun tidak tahu maksud tamu tersebut yang datang malam-malam dirumah istriku saat itu, apakah istriku sendiri yang mengundangnya ataukah tamu tersebut sendiri yang mendatanginya ataukah sudah terbiasa datang sendiri? Itulah pertanyaan yang selalu muncul dalam hatiku saat itu. *************************************************************************** Setelah sekitar 2 tahun lebih usia pernikahan kami berjalan, akhirnya kami pun resmi bercerai dari pengadilan agama setempat karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk melihat dia tidak patuh terhadapku.

Dia tidak mau patuh terhadapku dengan alasan apa aku pun tidak tahu. Yang terpenting aku harus menghadapi semua kenyataan yang sudah terjadi. Apalagi saat ada kejadian itu, saat dia sedang tak suruh dirumahku dulu. Aku berpesan ke dia kalau jangan pulang ke rumah orangtuanya sebelum aku datang. Eh, ternyata dia sama sekali tak menghiraukan apa yang aku pesankan padanya.

Tau-tau malah pulang ke rumah orang tuanya tanpa pamit denganku. Setelah aku jemput baik-baik dirumahnya dia, eh malah bilang kepadaku kalau mau nyari laki-laki lain yang lebih baik dariku. gampang banget katakatanya.!!

Oh sebegitu mudahnya bilang kepadaku begitu? Hanya karena habis bertengkar dengan saudaraku dirumahku langsung begitu gampang mengatakan hal seperti itu padaku? Ya sudahlah. Ah, whatever. Itu hak dia mau berkata apa saja tentangku. Aku mm bukanlah lelaki yang sempurna karena dari segi fisik aku memang bukan tipe lelaki yang bertubuh ideal sesuai apa yang diidam-idamkan oleh para kaum hawa pada umumnya. Itulah cinta. 恋 愛は旅である。Ren-ai wa tabi de aru. Love is a journey. ‘Cinta adalah sebuah perjalanan.’ Adakalanya dalam menempuh perjalanan itu berbuah manis dan ada kalanya juga berbuah pahit.

Life must go on. There’s rendezvous, there’s farewell. 別れ会がある。Wakarekai ga aru. Anyway.Kabhi alvida naa kehna. Whatever. ☆ Kabhi Alvida na Kehna ☆ Tumko bhi, hai khabar Mujhko bhi hai pataa Your heart knows And so does mine Hanya hatimu yang tahu dan juga hatiku Ho raha hai judaa dono ka raasta That our roads are meant to part Far apart though we will be Dan jalan hidup kita akan berpisah jauh entah kemana Door jaake bhi mujhse, tum meri yaadon mein rehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Please don’t go away from my memories Kau akan hidup dalam kenangan ku bahkan setelah kau pergi Kabhi Alvida na Kehna.

Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Jitni thi khushiyan, Sab kho chuki hai All the mirth in life has slipped away slowly Semua kebahagiaan hidup berlalu berlahan lahan Bas ek gham hai ke jaata nahin It’s the pain that refuses to go away Hanya kesedihan hati yang tidak mau pergi Samjha ke dekhacara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ke dekha Tried to wish it away tried to laugh it away Aku berusaha untuk menangis dan tertawa Dil hai ke chain is ko aata nahin.

Aata nahin. But the heart fails to find peace Fails to find peace Tapi hati ini tak merasa tenang, tak merasa tenang Ansoon hai ke hai angaare Are these tears? Or it is cinder? Apakah ini air mata atau bara api? Aag hai ab ankhon se behna Just fire that flows freely from my eyes Tidak, rasanya ini seperti percikan api yang mengalir dari mataku Kabhi Alvida na Kehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Ruth aarahi hai, ruth jaa rahi hai Seasons come and go Musim silih berganti Dard ka mausam badla nahin But the season of pain is here to stay Tapi musim luka tidak pernah berubah Rang ye gham ka, Itna hai gehra The shade of sorrow is so deep Warna penderitaan begitu dalam Sadiyon bhi hoga halka nahin Halka nahin That it will take a while to pale Dan akan makan waktu untuk mereda Kaun jaane kya hona hai Who knows what’s to happen ahead Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya Humko hai ab kya kya sehna Who know’s what’s in store for us to hear Siapa yang tahu,apa kita yang harus menanggung Kabhi Alvida Never say Jangan pernah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Kabhi Alvida na Kehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Tumko bhi, hai khabar Mujhko bhi hai pataa Your heart knows And so does mine Hanya hatimu yang tahu dan juga hatiku Ho raha hai judaa dono ka raasta That our roads are meant to part Dan jalan hidup kita akan berpisah jauh entah kemana Door jaake bhi mujhse, tum meri yaadon mein rehna Far apart though we will be Please don’t go away from my memories Kau akan hidup dalam kenangan ku bahkan setelah kau pergi Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tinggal (Alka Yagnik dan Sonu Nigam) This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Setelah surat perceraian kami resmi dikeluarkan dari pengadilan agama setempat, kemudian mantan istriku datang ke rumahku untuk meminta maaf dan mencoba untuk membujukku untuk rujuk kembali.

Aku pun berkata kepadanya:’’Ya, sudahlah.mungkin jodoh kita dari Allah SWT hanya sampai disini saja. Semua yang terjadi biarlah terjadi. Aku sudah memaafkan semuanya dan semoga kamu juga mau untuk memaafkan atas keputusanku ini. Aku tidak mau untuk melanjutkan kisah cinta ini lagi.

Aku hendak melanjutkan mengejar impianku saja. Kalau kamu bilang ingin mencari lelaki yang lebih baik dariku, ya silakan saja kalau itu keputusanmu dan keputusanku pun kamu harus bisa menghargainya’’. Untuk sementara waktu ini, aku belum mau untuk terjerat cinta lagi. Karena kisah cintaku itu hanya semu dan bak fatamorgana. Dia begitu mudahnya merusak dan menghancurkan maghligai pernikahan kami dengan begitu mudahnya dengan berkata-kata seperti itu.

Mantan istriku ternyata tidak tulus mencintaiku. Dia hanya cinta dengan dirinya sendiri, dia hanya bisa berpikir bagaimana agar bisa makan enak, tidur nyenyak, beli baju, uangnya cukup terus buat keperluannya, dan lain-lain. Gaya bicaranya pun kepada suami masih sering memakai bentuk bahasa (leksikon) loe-loe dan gua-gua seperti anak gaul layaknya anak ABG Jakarta, karakternya tidak mencerminkan seperti gadis Jawa dari kampung pada umumnya. Bahasa itu memang mencerminkan identitas seseorang. Istri yang terlalu meninggikan egonya terus-menerus hanya akan menjadi racun dalam rumah tangga.

Aku harus ikhlas menerima semua kenyataan yang ada. Seperti halnya tembang campursari yang dilantunkan oleh Didik Kempot dan Eny Sagita yang berjudul ’’Ikhlas.’’ Trimo mundur timbang loro ati Lebih baik mundur daripada sakit hati Tak oyaka wong kono wis lali Tak kejarpun orangnya sudah lupa Pancen wis nasibku iki Memang sudah menjadi nasib ku Nandur becik tukule kok dilarani Menanam kebaikan namun tumbuhnya malah rasa sakit Trimo ngalah aku wis ra betah Lebih baik mengalah aku sudah tidak sanggup Tak tangisono malah mung gawe susah Aku nangis dan malu walaupun sakit di batin Karepe wis ngajak pisah Penginnya dah ajak berpisah Karo aku wis ra karep omah-omah Dengan aku sudah tidak mau rumah tangga Nangis aku isin senadjan loro ing batin This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Aku nangis dan malu walaupun sakit di batin Aku lilo pisah kanti lahir batin Saya rela pisah lahir dan batin.

Tresno sing rembuyung saiki wis dadi garing Cinta yang mekar sekarang sudah mengering Aku lilo pisah kanti lahir batin Saya rela pisah lahir dan batin. (Dipopulerkan oleh: Didi Kempot dan Eny Sagita) Sebagai seorang yang pernah menjadi suaminya aku merasa cuma dianggap sebagai suami pelengkap saja dalam hidupnya kalau memang lagi dibutuhkannya saja. Buktinya? Ayahnya terus yang dibesar-besarkan namanya, uangnya, kehebatannya dan lain-lain. Oh Cinta. Cinta itu datang dan pergi dengan mudahnya Cinta itu begitu sakit kalau sudah merasuk di hati.

Kalaupun sampai berpisah akan lebih terasa hancur sekali. Perih, seperti terasa tertusuk duri Cinta sejati hanya ada pada diri Tuhan dan seorang hambanya Cinta terhadap sesama hanyalah semu dan bak fatamorgana Cinta yang tulus itu memang susah untuk dicari Cinta yang penuh dengan pengorbanan hanya sedikit sekali Biarlah semua berlalu Biarlah ku tutup masa laluku dengan lembaran baru Cukuplah aku dan Tuhanlah yang boleh tahu.

Selamat tinggal sang mantan.semoga kau mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku lagi. Sayounara daisuki na hito. さよなら 大好きな人 さよなら 大好きな人 まだ 大好きな人 くやしいよ とても 悲しいよ とても もう かえってこない それでも私の 大好きな人 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 何もかも忘れられない 何もかも捨てきれない こんな自分がみじめで 弱くてかわいそうで大きらい さよなら さよなら 大好きな人 大好きな人 ずっと 大好きな人 ずっとずっと 大好きな人 泣かないよ 今は 泣かないで 今は 心 はなれていく それでも私の 大好きな人 最後だと言いきかせて 最後まで言いきかせて 涙よ 止まれ さいごに笑顔を 覚えておくため さよなら 大好きな人 さよなら 大好きな人 ずっと 大好きな人 ずっとずっと 大好きな人 ずっとずっとずっと 大好きな人 Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Mada daisuki na hito Kuyashii yo totemo kanashii yo totemo Mou kaette konai sore demo watashi no daisuki na hito Nanimo ka mo wasurenarenai nanimo ka mo sute kirenai Konna jibun ga mijime de yowakute Kawaisou de daikirai Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Zutto daisuki na hito Zutto zutto daisuki na hito This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nakanai yo ima wa nakanaide ima wa Kokoro hanarete yuku sore demo watashi no daisuki na hito Saigo da to iikikasete saigo made iikikasete Namida yo tomare saigo ni egao wo Oboete oku tame Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Zutto daisuki na hito Zutto zutto daisuki na hito Zutto zutto zutto daisuki na hito Terjemah Bahasa Indonesia: Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku masih mencintaimu Aku sangat kesal, aku sangat sedih Kau tidak akan kembali lagi, tapi aku masih mencintaimu Aku tidak bisa melupakan semuanya, aku tidak bisa membuang segalanya Aku sengsara dan lemah Dan menyedihkan, aku benci diriku Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku akan selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu cinta padamu Aku tidak akan menangis sekarang, jangan menangis sekarang Meskipun hati kita tumbuh jauh terpisah, aku masih mencintaimu Aku selalu mengatakan itu adalah waktu terakhir, aku terus mengatakan sampai akhir Aku akan menghentikan air mataku, sehingga kamu tersenyum Apakah hal terakhir yang kuingat.

Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku akan selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu, selalu mencintaimu. (Oleh: 花々 Hanabana) MELANJUTKAN KULIAH DI PASCASARJANA This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Semenjak perceraian itu, aku pun berkeinginan untuk melanjutkan kuliahku lagi.

Aku ingin melanjutkan studiku di pascasarjana di Bandung Jawa Barat. Pada bulan Juli 2014 akhirnya aku dinyatakan diterima di program pascasarjana di salah satu PTN di kota Bandung, Jawa Barat. Keinginanku untuk melanjutkan belajar bahasa Jepangku ke tingkat pascasarjana di UNPAD (Universitas Padjadjaran) Bandung akhirnya terlaksana juga.

Pada awalnya aku pun masih merasa bingung dan masih memikirkan bagaimana dengan biaya untuk kuliahku nanti? terutama bagaimana dengan biaya kehidupannya nanti? Akhirnya dengan modal yang pas-pasan dengan tekad dan niat yang tulus aku berharap semoga Allah SWT memberikan jalan yang mudah dalam aku menuntut ilmu nanti. Tanah warisan satu-satunya aku pun terpaksa menjualnya demi untuk meraih cita-citaku itu.

Alhamdulillah, akhirnya kakakku yang sudah lama tinggal di Kalimantan bersedia untuk membantuku dengan membeli tanah warisan orangtua yang bagianku satu-satunya untuk dibelinya agar saat butuh bayar SPP dan kebutuhan kuliah lainnya bisa memberinya sedikit demi sedikit. Dengan terpaksa juga jadual ngajarku di LPK dan lainnya aku tinggalkan semua demi meraih cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 depan yang lebih cerah lagi.

Hanya jadual ngajar di satu sekolah tinggi ilmu kesehatan swasta di daerahku yang tidak aku lepas karena aku dikontrak ngajar pas semester genap saja dan akupun bisa mengerjakannya di saat sedang liburan semester sehingga tidak akan mengganggu aktivitas dan waktu kuliahku.

Karena masih blank dengan jalan, pada saat akan berangkat ke Bandung untuk pertama kalinya aku pun memutuskan naik travel untuk menuju ke Bandung untuk mengikuti seleksi masuk menjadi mahasiswa baru program pascasarjana yang akan diselenggarakan disana. Sebelum mengikuti ujian masuk seleksi pascasarjana aku menginap di kontrakan temanku bernama Bahri Zumanto di daerah Cinunuk karena aku belum hapal tentang semua jalan yang ada di Bandung, dengan niat agar kalau ada perlu sesuatu biar ada yang membantu untuk menunjukkan jalan atau mengantarkannya.

Pada hari sebelum tes wawancara ke DU aku dan temanku berkeliling dengan mengendarai motor berdua untuk survei tempat dulu kira-kira dimana lokasi tempat yang akan dipakai untuk ujian wawancara pada esok harinya. Kemudian, keesokan harinya aku berangkat menuju Dipati Ukur dengan mengendarai motor temanku. Temanku tidak bisa mengantarkan aku untuk mengikuti test wawancara ke DU karena lagi ada acara bisnis ke daerah Bekasi. Makanya dia menyuruh aku untuk membawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com motornya saat hendak mengikuti ujian wawancara masuk Pascasarjana UNPAD, Bandung Jawa Barat.

Saat di kampus pascasarjana UNPAD Jatinagor, tanpa sengaja aku berkenalan dengan dosen yang berstatus profesor disana. Beliau orang yang baik hatinya, ramah dan kelihatan penuh dengan kasih sayang.

Semoga aku juga bisa mencapai gelar profesor seperti beliau nanti. Amin YRA. Dari kisah perjalananku menuntut ilmu, dimulai dari TK hingga saat ini, seakan-akan aku baru saja menempuh perjalanan kira-kira selama seribu kilometer. Dari kurun waktu tersebut terdapat banyak hal yang aku hadapi. Dimulai dari yang menyenangkan, menyedihkan, menyulitkan, mengharukan, memalukan dan sebagainya.

Kira-kira kisah perjalanan kilometer selanjutnya dalam aku mencari ilmu dan mengejar impianku nanti kedepannya ada apa lagi ya. aku pun belum mengetahuinya. Semoga nanti aku bisa melanjutkan menuntut ilmu di negeri Sakura dan menikah lagi dengan gadis dari sana setelah selesai menuntut ilmu dari Universitas Padjadjaran. Amin YRA. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.

Sebagai manusia biasa Tegar hanya bisa berdoa dan berusaha. Dia hanya bisa berharap semoga Tuhannya, Allah SWT akan selalu memberikan jalan yang terbaik untuknya. Amin YRA. Sampai jumpa pada kisah selanjutnya.Sayounara.

DAFTAR PUSTAKA Ahmadi dan Nur Uhbiyati, 1991, Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta. Aji, Yusuf Bay. 2009. Konsep Ruang dan Waktu dalam Primbon serta Aplikasinya pada Masyarakat Jawa. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Al Qura, Abu Izzah. 2009. Materi Praktis Menjadi MC dan Pidato Handal.

Surakarta: AlHikmah. Amrih, Pitoyo. 2008. Ilmu Kearifan Jawa. Yogyakarta: Pinus Book Publisher. Bratawijaya, Thomas. 2006. Upacara Perkawinan Adat Jawa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Endraswara, Suwardi. 2003. Mistik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme Dalam Budaya Spiritual Jawa. Yogyakarta Endraswara, Suwardi. 2009. Mutiara Wicara Jawa. Pandom Pranatacara lan Pamedharsabda (Cetakan ketiga).

Yogyakarta: UGM Press. Endraswara, Suwardi. 2010. Falsafah Hidup Jawa:Menggali Mutiara Kebijakan dari Intisasi Filsafat Kejawen (Cetakan ketiga). Yogyakarta: Cakrawala. Gumilar & Sulasman. 2013. Teori-teori Kebudayaan: dari teori hingga aplikasi, Bandung: Pustaka setia. Ghazali. 1994. Ta’lim Muta’alim: Kiat Sukses dalam Menuntut Ilmu (Terjemahan). Jakarta: Rica Grafika. Hariwijaya, M. 2004. Tatacara Penyelenggaraan Perkawinan Adat Jawa. Yogyakarta: Hanggar Kreator. Harsrinuksmo, Bambang, Primbon.

Ensiklopedi Nasional Indonesia V.13, Jakarta. Hartoko, Dick. 1984. Pengantar Ilmu Sastra, Jakarta: PT.Gramedia Haq. Muh Zaairul. 2011. Mutiara Hidup Manusia Jawa. Yogyakarta: Aditya Media Publishing. Imam, S. Suwarno. 2005. Konsep Tuhan, Manusia, Mistik dalam Berbagai Kebatinan Jawa. Jakarta: Rajawali Press Kutha.R.Nyoman. 2004. Teori dan Metode, dan Praktik Penelitian Sastra. Jogyakarta: Pustaka Pelajar Maha Primbon, Djawa Tahun 1912 M.

Amin Abdullah. 1995. Falsafah Kalam di Era Postmodernisme, Cetakan. I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Mudzakir, dkk.1997. Filsafat Umum. CV. Pustaka Setia: Bandung Munir, Misnal, dkk. 2006. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Margono.

2003. Tulada-Tulada Tanggap Wacana Basa Jawa. Surabaya: Karya Utama. Pasha, Lukman. 2011. Butir-butir Kearifan Jawa. Yogyakarta: Azna Books. Pringgawidagda, Suwarna. 1998. Gita Wicara Jawi. Pranatacara saha Pamedharsabda. Yogyakarta: Kanisius. Poejosoedarmo, Soepomo dkk. 1979. Tingkat Tutur Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa-Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Prasetya, dkk. 2000. Filsafat Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia Purwadi. 2003. Ramalan Sakti Prabu Jaya Baya. Yogyakarta: Persada Purwadi. 2010. Sejarah Asal-Usul Nenek Moyang Orang Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Rachmatullah, Asep. 2010. Falsafah Hidup Jawa.

Yogyakarta: Logung Pustaka. Radjiman. 2000. Konsep Petungan Jawa. Surakarta: Pustaka Cakra Rahyono. 2009. Kearifan Budaya Dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widyasastra. Roqib, Moh. 2007. Harmoni dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Riley, Philip. 2008.

Language, Culture, and Identity: An Ethnolinguistic Perspective. London: Continuum Salim. 1991. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: DEPDIKBUD Santoso, Anang. 2012. Studi Bahasa Kritis: Menguak Bahasa Membongkar Kuasa. Bandung: CV Mandar Maju Setiyanto, Aryo Bimo. 2007. Parama Sastra Bahasa Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka. Simuh. 1979. Kajian Keislaman dalam Pandangan Kejawen. Kumpulan Makalah Seminar LIPI _______.

1979. Warisan Tradisi Hindu Kejawen. Kumpulan Makalah Seminar LIPPI Simuh. 2008. Mistik Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita. Jakarta: UI Press. Suparni, Soedomo Sri.

2014. Akhir Sebuah Penantian. Yogyakarta: Multi Presindo. Suriasumantri, JS. 1991. Ilmu Dalam Perspektif. Jakarta: PT. Gramedia Sutedi, Dedi. 2004. Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora Utama Press (HUP) Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Satra, Teori pengantar Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya Tjakraningrat, Harya. 1994. Attasadhur Adammakna. Solo: Buana Raya ___________, 1994. Betaljemur Adammakna. Solo: Buana Raya Yatim, Badri. 2006. Sejarah Peradaban Islam, Dirasyah Islamiyah II.

Jakarta: Raja Grafindo Persada SUMBER LISAN S. Domo (75 tahun). 2008. Marsiyem Darmi (61 tahun). 2008. INTERNET This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com https://herbalajah.wordpress.com/2012/06/25/turki-pun-punya-pondok/ diakses 18 Maret 2015 http://old.ui.ac.id/id/notice/archive/3949 diakses 18 Maret 2015 http://www.wikipedia.com diakses 19 Mei 2015 Deskripsi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com SERIBU KILOMETER Sebuah perjalanan hidup seorang insan biasa dalam menimba ilmu dan menggapai cita-cita demi mendapatkan masa depan yang cerah Novel Biografi Karya: Teguh Santoso Tidak ada murid, mahasiswa, anak muda dan prajurit yang salah.

Yang ada adalah dosen, guru yang salah mendidik. Sebagaimana halnya tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, atau instruksi. Sebagaimana orang tua yang menyalahkan anak atau anak muda. Tidak ada anak muda yang salah, karena orang tualah yang salah mengasuh. Orang tua pernah muda tetapi anak atau anak muda belum pernah tua jadi bijaklah dalam mendidik . KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat, berkah, rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyajikan kisah perjalanan hidup penulis dalam mencari ilmu demi menggapai cita-cita demi impian masa depan yang cerah dan berdasarkan pengalaman kisah nyata yang penulis alami yang terangkum dalam judul SERIBU KILOMETER ini agar dijadikan renungan, motivasi, dan kritikan untuk setiap orang yang berprofesi sebagai pengajar, guru, dosen atau lainnya agar bisa memahami arti pentingnya sebagai seorang pengajar yang bisa mengkondisikan dirinya dengan peserta didiknya.

Karena ilmu yang bermanfaat itu tidak dapat dinilai sedikit dan banyaknya ilmu yang dimiliki oleh seorang pengajar sesuai bidang ilmunya, namun bagaimana sebuah ilmu itu bisa diaplikasikan atau diamalkan dengan ikhlas untuk peserta didiknya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam buku ini masih terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu akan sangat membantu apabila pembaca berkenan memberikan saran ataupun kritik yang bersifat membangun untuk memperbaiki dan menyempurnakan novel ini.

Untuk itu, penulis ucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan novel ini. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Penulis Purwodadi, September 2015 DAFTAR ISI cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

Masa Kecil Tegar Bagian Pertama. 2. Masa Kecil Tegar Bagian Kedua. 3. Desa Kelahiranku. 4. Ayahku adalah Seorang Penganut Kejawen. 5. Pranatacara. 6. Primbon. 7. Sekolah di MTS Al-Hamidah Kuwu. 8. Pandangan Agama Islam tentang Ilmu. 9. Sekolah di MAN 1 Semarang. 10. Antara Sekolah di MAN 1 Semarang dan Menimba Ilmu di Pesantren Al-Ishlah Bagian Pertama. 11. Antara Sekolah di MAN 1 Semarang dan Menimba Ilmu di Pesantren Al-Ishlah Bagian Kedua. 12. Melanjutkan Kuliah D3 Bahasa Jepang di Semarang.

13. Tinggal di Dershane. 14. Antara Bisnis MLM dan Tinggal di Rumah Pak Dokter. 15. Tidak Ada yang Tahu Kapan Ayahku Pergi untuk Selamanya. 16. Melanjutkan Kuliah S1 Sastra Jepang di Semarang. 17. Menjadi Operator Warnet. 18. KKN di Desa Kediten. 19. Tidak Ada Mahasiswa yang Salah. 20. Meninggalnya Pak Dokter. 21. Hancurnya Maghligai Pernikahanku.

22. Melanjutkan Kuliah Pascasarjana di Bandung. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com SINOPSIS Novel ini mengangkat kisah tentang seorang anak desa yang tumbuh di lingkungan keluarga yang memegang erat tradisi dan budaya Jawa (Kejawen). Dalam pandangan keluarganya, nasib dan takdir seolah-olah sudah bisa dengan mudah ditebak. Apapun harapan keluarga Tegar padanya, dia tidak terlalu peduli dengan takdirnya. Hingga pada usia remaja, dia memutuskan menempuh pendidikan pesantren dan sekolah di MAN.

Dari sini Tegar mulai memilih, memilah dan berpikir tentang dunia. Dia mulai paham tentang pentingnya menuntut ilmu, sesuai dengan dalil yang berbunyi ’’Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat’’. Dengan penuh semangat, akhirnya Tegar sampailah ke perguruan tinggi pengalamannya. Dalam pikiran Tegar seorang guru, dosen adalah teladan yang selalu rela membagi ilmunya. Tapi ternyata di tingkat inilah kenyataan pahit harus ditelannya.

Ada seorang dosen mencaci-maki dirinya, mempermalukannya dan menghakimi masa depannya. Inilah awal perjuangan Tegar mencari arti pendidikan yang sebenarnya hingga akhirnya dapat menyelesaikan kuliahnya ke jenjang pendidikan S1 di Semarang. TENTANG PENULIS TEGUH SANTOSO dilahirkan di sebuah desa kecil yaitu: Sarirejo, Dukuh Galsari, Kecamatan Ngaringan, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pada tahun 1996, lulus dari SDN 02 Sarirejo di tempat kelahirannya, kemudian meneruskan sekolahnya ke MTs AL-HAMIDAH di daerah Kuwu, Kecamatan Kradenan dan dinyatakan lulus pada tahun 2001, kemudian pada tahun 2004 lulus dari MAN 1 Semarang.

Pada tahun 2008 telah berhasil menyelesaikan studi D3 Bahasa Jepang kemudian pada tahun 2012 berhasil menyelesaikan studinya ke jenjang S1 Bahasa Jepang Universitas Diponegoro, Semarang. Saat ini beliau sedang menempuh pendidikan S2 Linguistik Jepang di Universitas Padjadjaran, Bandung. Cita-citanya adalah menjadi seorang yang ahli di bidang bahasa. Pada tahun 2007 mengajar bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta, Semarang dan di LPK Merdeka Semarang.

Pada tahun 2009-2010 mengajar bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen, dan SMK Pembangunan, Semarang. Pada tahun 2011-2013 di LPK Seikou, Semarang dan pada tahun This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 2013 sampai sekarang menjadi staf pengajar luar biasa untuk bidang Bahasa Jepang di STIKES AN-NUR Purwodadi, Grobogan Jawa Tengah.

Email : [email protected] Karya yang sudah diterbitkannya antara lain: 1. Dasar-Dasar Morfologi Bahasa Jepang (2015), Penerbit Irsyadul Fikr; 2. Dasar-Dasar Morfologi Bahasa Jepang Edisi 2 (2015), Penerbit Morfalingua; 3. Kajian Linguistik Kontrastif: Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Bahasa dalam Bahasa Jepang dan Undak-Usuk Bahasa Jawa (2015) Penerbit Morfalingua; 4.

Konsep Waktu Masyarakat Kejawen: Kajian Antropolinguistik (Proseding SETALI UPI, 2015), Penerbit UPI Press. 5. Bahasa Jepang Ragam Bahasa Pria dan Wanita (2015), Penerbit : Morfalingua; 6. Cerita Rakyat Grobogan (2015); Penerbit: Histokultura. MASA KECIL TEGAR Bagian Pertama Di pagi yang cerah itu, Tegar bermain bersama dengan teman-teman seusianya. Tegar dan teman-temannya waktu itu kebetulan sedang bermain petak umpet. Pada saat itu mereka hanya bermain bertiga saja.

Tegar ditemani oleh Darsih, Temin dan Yatmi. Saat temannya Tegar bernama si Temin sedang mulai berhitung sebagai tanda permainan telah dimulai, maka Tegar dan teman-teman lainnya pun segera mencari tempat untuk bersembunyi. Temannya yang bernama Sudarsih bersembunyi di rumahnya sendiri karena rumahnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah Tegar.

Sedangkan Tegar bersembunyi di kolong dipan yang ada di kamarnya. Yatmi disuruh bersembunyi di kamar mandi oleh Tegar agar bisa sambil mengambilkan dia air buat mandi atau kungkum. Waktu masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), saat mandi, Tegar memang suka untuk berendam (kungkum) di ember bulat berwarna hitam yang dipenuhi air.

Kalau sudah masuk ember tersebut Tegar pasti malas-malasan untuk menyudahi kegemarannya itu. Baru kalau sudah merasa kedinginan dia akan menyudahinya sendiri. Apabila belum puas kungkum sudah dipaksa oleh kakak atau ibunya untuk segera menyudahi mandinya, Tegar seringkali teriak-teriak sambil menangis pertanda bahwa dia menolak permintaan mereka.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat itu si Yatmi bersembunyi di kamar mandi sambil mengambili air memakai gayung. Karena waktu itu kebetulan air di bak mandi tinggal sedikit, maka Tegar langsung meminta bantuan Yatmi untuk memenuhi ember bulat kesayangannya agar dipenuhi dengan air. Dan saat itu si Lasiman belum sempat mengambil air ke sumur untuk mengisi penuh bak mandi karena kebetulan masih ada tugas yang lainnya.

Saat itu juga kebetulan rumah Tegar sedang sepi. Ayah dan ibunya sedang pergi keluar rumah karena ada urusan di kantor. Sedangkan kakak-kakaknya belum pulang dari sekolahnya. Para pekerja yang bekerja di rumahnya entah pada pergi kemana waktu itu. Tidak biasanya di rumah tampak sepi dengan penghuni orang dewasa. Waktu itu hanya ada Tegar dan teman-temannya saja yang lagi asyik bermain petak umpet bersama.

Saat Tegar masih bersembunyi di kamar, dia masih mendengar Yatmi beberapa kali mengambili air dengan gayung. Setelah beberapa saat kemudian terdengar suara:’’Mak ceblung’’. di kamar mandi. Setelah itu terdengar suara tangisan dari Yatmi. Setelah itu Tegar memeriksa dengan sambil mengintip dari celah lubang dinding yang dia temukan di kamarnya. Ternyata tampak dari celah dinding kamarnya si Yatmi sudah tercebur di bak mandi yang kedalamannya sekitar 1,5 meter.

Tegar bukannya membantunya tetapi dia malah langsung kabur untuk bersembunyi ke tempat lain agar susah dicari orang karena ketakutan. Untungnya air di bak mandi waktu itu tinggal sedikit, kalau airnya banyak atau penuh mah bisa mati tuh anak. Bak mandi di kamar mandinya terbuat dari satu bis (gorong-gorong) bahan untuk membuat sumur. Makanya untuk anak-anak seusia mereka saat itu bak mandi seukuran tersebut cukup dalam kalau ingin masuk di bak mandi tersebut.

Apalagi kalau sudah masuk di bak mandi itu, pasti akan butuh bantuan orang dewasa untuk bisa naik keatas. Kemudian, si Temin mendatangi sumber suara tangisan tersebut. Temin juga tidak bisa membantu Yatmi untuk keluar dari bak mandi tersebut. Kemudian Temin berlari sambil berteriak-teriak begini: Wooiiiiii.!!! Yatmi nangis kejegor jedhing.Yatmi nangis kejegor jedhing.

‘Wooiiiiii.!!! Yatmi nangis kecebur bak mandi.Yatmi nangis kecebur bak mandi.’ Itulah teriakan Temin waktu itu dan akhirnya di dengar oleh ibu dan bapaknya Yatmi. Kemudian orang tuanya Yatmi datang ke kamar mandi Tegar dan mengangkat Yatmi dari bak mandi tersebut. Setelah itu, ayahnya Yatmi bertanya kepada Temin begini, Ayahnya Yatmi:’’Lah Tegar wonge saiki ngendi Min?’’ ‘Lah, Tegar sekarang dimana Min?’ Temin pun menjawab:’’Wonge lagi dhelik Lik.

‘Orangnya lagi sembunyi, Om.’ Ayahnya Yatmi:’’Dhelik nang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 jajal! Golekona!’’ ‘Sembunyi dimana coba! Carikan! ’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Tegar yang masih bersembunyi karena ketakutan tidak berani untuk keluar dari persembunyiannya. Akhirnya setelah itu ayah dan ibunya Tegar pulang. Orang tua Yatmi kemudian menceritakan semua kejadian tadi pagi yang sudah menimpa anaknya.

Tegar pun dimarahi oleh ayah dan ibunya. Apalagi kakak Tegar juga ikut memarahinya. Akibat ada kejadian itu Yatmi dilarang keras oleh orang tuanya untuk bermain dengannya lagi setelah ada kejadian itu. Sambil dengan berjalannya waktu, akhirnya orang tuanya Yatmi sudah melupakan dan memaafkan kesalahan dan keteledoran Tegar kepada anaknya sehingga terjadi kecelakaan tersebut. Tegar pun kembali melakukan kegiatan seperti biasanya yaitu bersekolah di TK dan bermain setelah pulang dari sekolah.

Saat masih duduk di bangku TK dia belajar mulai jam 07.00 sampai jam 09.00 WIB. Kebetulan saat Yatmi tercebur di bak mandi di rumahnya waktu itu sekolah mereka sedang diliburkan karena gurunya lagi ada kegiatan rapat bersama dengan guru-guru lainnya. Teman-teman yang biasa bermain bersama saat Tegar masih kecil lumayan banyak.

Mereka adalah Sudarsih, Suratmin, Suyatmi, Darno, Darni sepupu Tegar, Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, Hartini, Sukahar, Saelan, Sugiono, dan lainnya. Jenis permainan untuk bermaian bersama saat Tegar masih kecil pun beragam, antara lain : bermain kelereng, dam-daman, benthik, gejik, jithungan, kasti, gobak sodor, congklak, bekel, srobot-srobotan, cublak-cublak suweng dan jenis permainan tradisional lainnya.

Sedangkan Tegar saat masih duduk di bangku sekolah TK dia terkenal sebagai anak pendiam. Tidak akan mau ikut bermain kalau tidak ada yang mengajaknya bermain. Saat itu Tegar mempunyai teman akrab yang bernama Matohari dan Teguh Tri Nugoho putra dari kepala sekolah SDN Sarirejo 02 waktu itu yang ditakuti oleh banyak siswa dan siswi karena terkenal galak.

Beliau adalah Pak Parno. Kalau ada seorang siswa atau siswi yang kedapatan nakal dan ditangani oleh beliau tak lupa kepala sekolah tersebut untuk main tangan saat memberikan hukuman kepada siswa atau siswi tersebut. Entah itu mereka akan mendapat cubitan yang sakit di tangan, jambakan rambut, mendapat jeweran yang nyeri di telinga atau mendapat tamparan yang pedas di pipinya atau yang lainnya.

Meskipun seringkali siswa mendapat hukuman seperti itu, tidak ada pihak orang tua siswa yang sampai berani untuk melaporkannya ke pihak berwajib. Karena semua itu memang sudah dianggap biasa bagi orangtua siswa dan termasuk didikan yang wajar-wajar saja. Tidak seperti jaman sekarang ada peraturan hukum yang tidak boleh menyakiti atau menganiaya anak-anak dibawah umur. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kalau cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 orang tuanya tidak terima anaknya disakiti atau dianiaya oleh oknum guru di sekolah maka pihak orangtua siswa korban bisa melaporkan oknum guru tersebut ke pihak berwajib.

Karena ada undang-undang tentang perlindungan anak. Pada masa kecilku, aku (Tegar) sering melihat anak-anak yang mendapat perlakuan seperti itu, tapi toh orang tua anak tersebut juga tidak merasa anaknya disakiti atau dianiaya. Buktinya? Tidak ada pihak orang tua yang sampai berurusan ke pihak berwajib saat itu apabila ada anak mereka diperlakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut. Karena baik dari pihak orang tua kandung siswa yang disakiti tersebut memang tidak ada niat untuk melapor atau memang tidak tahu bagaimana cara melaporkannya ke pihak berwajib kah atau memang menganggap hal tersebut itu semua merupakan bagian didikan dari pihak sekolah agar putranya menjadi lebih disiplin atau gimana aku pun kurang memahaminya.

Setelah Tegar lulus dari TK cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pun beranjak naik ke kelas satu SD. Saat itu, bangunan sekolah TK dan SD jaraknya masih berada di lingkungan satu tempat.

Nama sekolah TK dan SD dinamai dengan TK Sarirejo dan nama sekolah dasarnya dinamai SDN 02 Sarirejo karena masih terletak di dusun Galsari desa Sarirejo Kecamatan Ngaringan. Selama duduk di bangku SD mulai kelas satu sampai kelas empat SD Tegar hanya mendapatkan peringkat 5 besar saja. Itu karena dia tidak rajin dalam belajar. Yang mendapat peringkat satu di kelas selalu diraih oleh anak kepala sekolah di sekolah tersebut. Teguh Tri Nugroho namanya. Dia bisa mempertahankan rangking pertamanya mulai kelas satu SD sampai lulus dari kelas enam SD di sekolah tersebut.

Sedangkan yang memperoleh peringkat duanya adalah Matohari. Kemudian disusul lagi oleh Eko Endah Susanti peringkat ke tiganya, Saeko Mukti sebagai peringkat empatnya, dan baru Tegar yang mendapatkan peringkat limanya setelah itu disusul oleh teman lainnya.

Saat naik kelas di kelas empat SD Tegar sudah mulai malas dan malas belajar. Dia hanya bisa bermain dan minta uang ibu untuk jajan. Karena kebiasaan buruknya yang terus bermain dan jajan itu, Tegar pernah sekali di hukum kakaknya dengan di kunci di kamar dari luar agar dia tidak bisa kemana-mana dan mau untuk belajar dan tidak suka jajan terus.

Tegar pun berteriak-teriak sambil menangis saat itu. Kemudian, saat naik ke kelas lima SD dia mulai mendapatkan teman baru yang tidak naik kelas. Mungkin mereka kebiasannnya sama seperti Tegar yang malas untuk belajar cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tidak naik kelas, bedanya dengan Tegar meskipun malas belajar dia tidak pernah tidak naik kelas sampai lulus SD. Teman-teman baru Tegar saat itu antara lain Wadiono, Suwarni dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Yanti.

Yanti adalah putranya pak carik (sekretaris lurah) di desa Tegar. Mulai kelas lima SD inilah Tegar tidak lagi mendapatkan peringkat di kelas. Hingga sampai lulus dari kelas 6 SD yang masih bertahan di peringkat pertamanya masih dipegang oleh Teguh Tri Nugroho. Dia memang terkenal rajin dalam hal belajar. Mungkin karena didikan dari ayahnya sejak kecil yang biasa ditanamkan kepada anaknya untuk disiplin dalam hal belajar jadi dia bisa mempertahankan untuk menjadi peringkat pertamanya terus.

Beda dengan diri Tegar, kalau lagi males belajar sering mendapat marah dari kakakkakaknya. Bukannya mengubah kebiasaan buruk Tegar karena malas dalam belajar dan suka jajan dengan sering dimarahi terus-menerus. Marah bukanlah solusi terbaik dalam mendidik anak. Marah boleh saja dilakukan dalam kondisi tertentu. Akibat sering mendapat marah tersebut bukannya dia menjadi anak yang rajin dalam belajar, justru dia malah semakin malas untuk belajar saat itu. Di kelas lima sampai kelas enam SDN 02 Sarirejo yang mendapat peringkat di kelas antara lain Teguh Tri Nugroho sebagai peringkat pertamanya, Eko Endah Susanti dan Saeko Mukti yang bergantian mendapatkan peringkat kedua, Ngadimin dan Matohari yang bergantian mendapat peringkat ketiganya, Sukahar dan Mursalin yang bergantian mendapat peringkat keempatnya dan kemudian disusul oleh teman lainnya.

Sedangkan anak-anak yang dianggap sebagai troublemakers dari kelas lima hingga sampai kelas enam tersebut antara lain: Tegar, Suwarni, Rumini, Winarsih, Sri Sunardi, Sugiyanto, Wito, Tarmidzi, Bajang, Sati, Wadiono, Yanti dan lainnya. Karena nilai mereka semua selalu jelek saat ada ulangan Matematika, IPS, IPA, dan PMP. Pak Kirman selaku guru yang mengampu di kelas mereka mulai dari kelas lima hingga lulus kelas enam SD sampai garuk-garuk kepala karena merasa pusing sendiri setiap kali melihat hasil prestasi mereka.

Saat masih duduk di kelas enam SD, saat mengajar pelajaran kesenian dan ketrampilan Pak Kirman begitu suka memberi tugas kepada kami untuk membuat kerajinan tangan. Misalnya: membuat vigura, pot gantung, dan lain-lain. Dan yang masih teringat untuk tugas terakhir kalinya sebelum kami lulus dari sekolah tersebut diadakan kompetisi dalam kegiatan masak-memasak antara siswa satu kelas VI di kelas tersebut. Ada yang membuat lontong, rolade, gorengan: seperti tahu pong (tahu isi), bakwan, dan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

Kebetulan Winarsih, Rumini, Sukahar, Sugiono, Suwarni dan aku menjadi satu tim dalam kelompok masak-memasak tersebut. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Tim anggota kelompok kami waktu itu dipilih oleh Pak Kirman sesuai dengan siswa atau siswi yang rumahnya berdekatan saja. Kebetulan waktu itu rumah kami tidak begitu berjauhan.

Dan masakan kami waktu itu adalah lontong tahu sambal kacang. Kami semua menyiapkan bahan-bahan untuk menu masakan kami. Aku dan Sukahar bertugas membeli kacang tanah, dan membeli kecambah (taoge) sedangkan bagian yang membeli tahu adalah Rumini karena ibunya (Yang Ru) adalah seorang pedagang sayuran dan kebutuhan dapur lainnya yang biasa berjualan keliling di kampung jadi gampang untuk mendapatkan tahunya.

Dan yang bertugas mencari daun pisangnya adalah Sugiono. Kemudian yang menyiapkan daun pisang sebagai pembungkus lontongnya adalah Winarsih, Suwarni dan dibantu oleh Bu Supi ibu kandung dari Suwarni. Malam harinya lontong dimasak dirumahnya Bu Supi atau orang tuanya Suwarni. Saat memasak lontong tersebut tidak ada teman-teman cowok yang membantunya lagi karena dilarang oleh Suwarni. Dia bilang kepada kami kalau urusan masak-memasak biar ditangani oleh mereka sebagai cewek.

Keesokan harinya Sukahar cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Sugiono langsung berangkat ke sekolah terlebih dulu. Sedangkan lontongnya dibawa dalam satu rombong (bronjong) yang ditaruh di belakang sepedanya Winarsih. Dan aku saat itu disuruh ikut naik juga diatas sepeda tersebut untuk menemani Winarsih mengantarkan masakan kami sampai ke sekolah untuk dihidangkan kepada para guru kami di ruang guru nantinya.

Sesampainya di sekolah, kami semua sibuk membantu menyiapkan masakan kami untuk disajikan di ruang guru. Sambil menyajikan masakan kami ada beberapa kelompok dari grup masak-memasak yang lain saling tukarmenukar hasil masakan kami untuk dicicipi. Saat acara makan-makan di ruang guru, kami tidak ada pelajaran seharian pada waktu itu. Setelah selesai mencicipi masakan kami, semua juri dari pihak para guru mengumumkan masakan siapa yang paling enak yang sudah disantap oleh para guru kami.

Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 diumumkan hasil pemenang juara pertama yang mendapat pujian paling enak masakannya jatuh pada kelompoknya Yanti. Sedangkan untuk juara keduanya yang mendapat pujian enak jatuh pada kelompoknya Saeko Mukti. Dan kelompokku ternyata mendapat juara ke tiga. Meskipun tidak mendapat juara pertamanya kami pun senang. Setelah selesai acara penjurian dan pembagian hadiah, kemudian sisa dari masakan kami yang sudah tersaji di meja guru kemudian kami ambil kembali dan kami makan bersama-sama dengan teman sekelas.

Ujian nasional dan ujian praktek tak terasa sudah dekat.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

Atas saran Matohari kemudian aku (Tegar), Sukahar, Tarmidzi, Sugiono, Sugiyanto, Ngadimin dan Teguh Tri This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nugroho kemudian mengadakan belajar kelompok bersama di rumahnya Teguh Tri Nugroho. Hampir tiap malam kami belajar kelompok bersama. Kami libur belajar kelompok tiap malam minggu saja. Sukahar dan Sugiono sebelum berangkat belajar bersama di rumahnya Teguh Tri Nugroho selalu mampir ke rumahku terlebih dahulu.

Kami bertiga selalu berangkat bersama menuju rumahnya Pak Parno. Setelah beberapa kali di rumahnya Pak Parno karena tujuan belajar bersama dengan putranya, ternyata Pak Parno yang kami kenal galak saat di sekolah ternyata saat dirumah orangnya kelihatan baik kepada kami. Saat belajar kalau ada makanan seringkali disuguhkan kepada kami saat kami sedang belajar bersama. Saat belajar kelompok di rumah Pak Parno waktu itu belum ada listrik yang masuk ke desa kami.

Listrik baru masuk ke desa kami pada tahun 1995. Kebanyakan di rumah-rumah penduduk desa Sarirejo waktu itu untuk penerangan di malam hari masih menggunakan lampu tradisional yang biasa disebut uplik atau teplok.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

Lampu teplok yang lumayan bagus bentuknya dapat di beli di toko yang menjual peralatan rumah tangga di pasar Kuwu. Ukurannya pun beragam, ada ukuran kecil, sedang dan besar. Kadang-kadang juga ada penjual yang berjualan lampu teplok keliling di kampung kami. Sedangkan lampu uplik atau teplok yang sederhana dapat dibuat sendiri dari bahan kaleng susu bekas, kaleng bekas obat pembasmi hama tanaman dan lainya. Sebagai bahan bakar lampu uplik atau teplok tersebut adalah minyak tanah.

Kebetulan di rumah Teguh Tri Nugroho waktu itu ada lampu petromaknya. Jadi cahayanya lebih terang lagi ketimbang lampu teplok. Karena lampu petromak itu tergolong lebih mahal harganya dibanding dengan lampu teplok, jadi tidak banyak warga yang memilikinya.

*************************************************************************** Tak terasa ujian nasional dan ujian praktek SD kami sudah berhasil kami lewati. Kini tibalah kami untuk mengambil ijazah tersebut. Pak Kirman menyampaikan ke kelas kami kalau ijazah dan DANEM tersebut tidak boleh diambil sendiri. Kemudian kami selanjutnya mengajak orang tua kami masing-masing untuk mengambilkannya. MASA KECIL TEGAR This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bagian Kedua Aku adalah seorang anak laki-laki yang disayang dan dimanja oleh ayah dan ibuku.

Aku merupakan anak terakhir dari 5 bersaudara. Mereka adalah Mas Murtopo Suparmin, Mbak Sri Suparni, Mbak Sri Suparmi, Mas Samiko, Mbak Budi Setyaning dan terakhir adalah aku, bernama Tegar Susanto.

Ayahku bernama S. Domo sedangkan ibuku Marsiyem Darmi. Meski ayahku galak tapi hatinya lembut. Sedangkan ibuku terkenal ulet dan rajin dalam bekerja. Saat masih duduk dibangku SD, dulu banyak orang yang ikut dirumahku.

Mereka banyak yang datang dari desa sekitar dan desa yang lain seperti: Setren, Tengger, Sendangrejo, Tambak, Karangjati, Pamor, Galsari, Kalanglundo, Sulursari dan lainnya yang masih berada di wilayah Purwodadi, Jawa Tengah. Kebanyakan mereka bekerja dirumah orang tuaku hanya demi sesuap nasi.

Walaupun mereka dibayar dengan upah makan mereka cukup senang. Kadangkala kalau ayahku lagi ada rejeki lebih mereka pun diberikan uang sebagai upah.

Mereka antara lain: Lik Gaeb yang mengasuhku saat masih kecil, Sukarti, Lasiman, Daman dan lainnya. Ada yang bekerja sebagai pencari rumput untuk binatang ternak keluargaku.

Ada yang bekerja menjadi tukang masak. Ada yang bekerja mencari kayu bakar untuk bahan bakar masak di dapur. Ada pula yang bekerja khusus merawatku, misalnya: memandikan aku, mengantar dan menjemputku ke sekolah dan menyuapi aku makan. Lasiman dan Sukarti adalah orang yang bertugas bergantian mengantar dan menjemput aku sekolah saat masih TK sampai SD kelas IV. Saat masih SD selain ibuku, Sukarti juga yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 menyuapi aku saat makan.

Saat waktunya mandi kadang Sukarti dan Lasiman juga yang bergantian memandikan aku. Yah begitulah kehidupan di keluargaku di masa kecilku. Keluarga yang bukan tergolong kaya raya namun bisa dibilang berkecukupan. Ayahku selain bekerja sebagai mantri kesehatan saat itu beliau juga seorang yang multi talenta dalam bidang pendidikan, kesenian, dan pengobatan. Ayahku pernah bilang kalau beliau itu lahir dari keluarga yang miskin.

Karena keuletan dan ketekunannya beliau lah akhirnya bisa menjadi sukses. Sebelum sukses, beliau pernah menjadi seorang penggembala kambing, jualan petasan, menjadi jongos di daerah Jawa Timur, menjadi pemain ketoprak dan akhirnya mempunyai grup atau rombongan ketoprak sendiri dengan nama Pamin.

Saat menjadi pemain ketoprak selain sudah mempunyai grup sendiri ayahku juga terikat kontrak kerja dengan grup ketoprak yang lain yaitu Sakimin. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Selain itu ayahku juga dipercaya untuk menjadi pranatacara (MC) saat ada acara pernikahan dan kegiatan tertentu lainnya dan pada puncak kesuksesannya beliau akhirnya menjadi seorang PNS Mantri Kesehatan di Puskesmas di wilayah Ngaringan, Jawa Tengah.

Sedangkan ibuku merupakan ibu rumah tangga. Ibuku sekolahnya tidak sampai tamat SD karena sulitnya perekonomian saat itu akhirnya demi membantu memperbaiki perekonomian keluarga, ibuku terpaksa harus putus sekolah di tengah jalan demi membantu memperbaiki kondisi ekonomi orangtuanya dengan berdagang dan lainnya. Waktu aku kecil ibuku selain menjadi ibu rumah tangga, ibu juga mempunyai kegiatan sambilan, yaitu membuka warung nasi kecil-kecilan.

Warung ibu selalu ramai oleh pengunjung saat itu karena masakan ibuku terkenal enak menurut pelanggan warungnya. Walaupun masakan yang disajikan di warung ibuku nasi pecel dan lontong, warung ibuku jarang sepi dari pelanggan. Dalam bidang kesenian, ayahku mempunyai grup kesenian ketoprak sendiri, kadangkala aku pun diajak untuk menemani beliau saat akan berangkat pentas di daerah yang merupakan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 asing dalam diriku.

Saat ayahku ada jadual pentas aku seringkali dibiarkan tidur diruang make up para pemain ketoprak sampai acara selesai. Baru kalau pentas telah usai ayahku baru akan membangunkanku dari tidur bahkan terkadang bangun tidur tahu-tahu sudah pindah tempat, yaitu di rumah sendiri tanpa terasa saat aku masih tertidur ayah menggendongku sampai pulang ke rumah. Selain menjadi pemain ketoprak ayahku selalu mengisi acara-acara temu temanten (acara pembuka saat pengantin dipertemukan pada pesta pernikahan dalam adat Jawa) baik di kampung sendiri maupun di kampung lain.

Beliau seringkali diundang kesana kemari untuk menjadi MC diacara tersebut. Saat mengisi acara di setiap pesta pernikahan (pranatacara), ayahku selalu berbicara dengan menggunakan bahasa kedhaton (bahasa krama inggil yang dicampur dengan bahasa Jawa kuno atau kawi) yang tidak aku mengerti bahasanya sama sekali saat itu.

Dalam bidang pendidikan, ayahku pernah bilang saat beliau masih sekolah di bangku SR (Sekolah Rakyat ) beliau selalu mendapatkan peringkat pertama. Sebagai orang yang ahli dalam Kejawen ayahku juga sering sekali mendapat tamu dari desa sekitar maupun dari desa lain yang lumayan jauh letaknya dari rumahku untuk dimintai tolong oleh setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan agar dicarikan hari atau penanggalan yang baik menurut paham kejawen yang tidak sedikitpun aku untuk mengertinya karena ada rumus yang cukup rumit untuk menghitungnya.

Yah, hampir sama dengan belajar Matematika, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com padahal aku kurang suka dengan belajar Matematika. Untuk balas terima kasih atas jasa yang diberikan kepada ayahku biasanya beliau akan mendapat kiriman nasi dengan lauk pauknya seekor ayam utuh yang sudah dimasak (ingkung) dengan beberapa jenis makanan tradisional didalamnya.

Aku pun merasa senang saat itu karena pada tiap musim pernikahan tiba, ayahku seringkali mendapat banyak kiriman makanan tersebut. Selain menentukan hari baik untuk pernikahan, membangun rumah, mencari pekerjaan dan lainnya juga ada aturan perhitungannya menurut aturan kejawen.

Disamping itu, adapula tamu ayahku yang minta jimat pengasihan atau apalah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pun kurang memahaminya. Dalam bidang kesehatan yang berprofesi sebagai seorang mantri kesehatan, ayahku selalu dimintai tolong orang atau cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 untuk menyuntik yang datang untuk berobat atau hanya sekedar periksa diri saja.

Maklumlah kebetulan ayahku juga sudah menjadi pegawai negeri sipil mantri kesehatan di kala itu. Tamunya pun berdatangan dari desa sekitar dan dari beberapa desa yang jauh juga. Mantri kesehatan dulu sudah dikenal seperti dokter jaman sekarang. Selain menyuntik pasien juga melayani anak laki-laki yang mau disunat. Sampai kelas 5 SD aku pun masih dirawat oleh para pekerja ayahku yang rela bekerja hanya demi sesuap nasi tanpa ada gaji bulanan.

Kebanyakan mereka adalah laki-laki yang bekerja di rumahku. Saat sekolah, setiap cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dan pulang aku selalu diantar jemput dengan memakai sepeda. Sepada merupakan alat transportasi yang tergolong mewah saat itu karena dalam satu kelurahan hanya ada 4 sepeda milik warga yang baru memilikinya.

Saat masih SD aku mempunyai sifat yang keras dalam menginginkan sesuatu, keinginanku kalau tidak segera dipenuhi pasti akan marah dan nangis. Bahkan sesekali para pekerja yang ikut dirumahku pernah aku lempari benda yang langsung aku peroleh dan kadang juga memaki-makinya sambil aku nangis.

Apalagi saat pulang sekolah pekerja yang bertugas antar jemput aku disekolah kalau tidak bisa datang tepat waktu pasti akan aku marahi. Pernah sekali juga waktu itu si Lasiman karena lupa atau entah ketiduran untuk menjemputku dari pulang sekolah, aku maki-maki dia dan bahkan seharian aku tidak mau untuk menegur atau menyapanya gara-gara kesalahannya itu. Kemudian Sukarti akan datang kepadaku kalau aku lagi marah.

Sukarti adalah seorang tukang masak ibuku waktu kecil. Hobinya adalah makan gereh (sejenis ikan asin). Dia yang biasa merayuku saat aku marah.

Agar membuat aku tenang kembali dia selalu mempunyai cara tersendiri. Yah itulah kenakalanku di masa kecilku. Mungkin ada bedanya atau bahkan mungkin sedikit ada kesamaan dengan anak-anak seumuran aku di kala itu.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat duduk dibangku Sekolah Dasar, Tegar bukanlah tergolong siswa yang pandai di kelas, karena Tegar malas dalam belajar. Tegar hanya mendapat rangking di peringkat lima besar saja pada saat Tegar masih duduk di kelas satu sampai di kelas tiga SD aja. Setelah itu, mulai dari kelas empat sampai kelas enam SD Tegar pun malas dan malas belajar.

Sampaisampai nilai hasil ujian Ebtanas kelulusan SD kelas enam itu hasil ujiannya jauh dari rata-rata sehingga Tegar pun sempat dimarahi sama kakak-kakaknya. Itu gara-garanya Tegar keasyikan nonton acara TV dan main-main terus sampai-sampai kegiatan belajar itu sudah tidak menarik lagi buatnya.

Jangan ditiru ya teman-teman hobinya Tegar saat masih kecil yang malas belajar dan suka jajan. Meskipun kakak-kakaknya berkali-kali mengingatkan Tegar untuk belajar, dia pun cuma sekedar bilang iya saja.

Sempat juga kakaknya merasa jengkel melihat ulahnya itu yang hobinya cuma main dan jajan. Pernah juga saat Tegar mau nonton acara TV kesukaannya, waktu itu ada salah satu dari kakaknya bernama Mbak Sri Suparmi yang menyembunyikan ACCU yang dipakai untuk saluran listrik agar TV nya bisa menyala.

Kalau tidak ada ACCU tersebut pastinya TV tidak mungkin bisa menyala. Tegar pun marah dan nangis saat itu. Waktu aku (Tegar) kecil sih belum ada yang banyak mempunyai pesawat TV seperti pada era sekarang. TV di masa kecilku itu hanya tiga orang warga yang baru memilikinya saat itu.

Itupun masih TV hitam putih dan bukan TV berwarna yang banyak ditemukan di setiap rumah-rumah warga dari kalangan atas maupun kalangan ke bawah seperti sekarang. Bahkan banyak model TV yang berbentuk flat pada jaman sekarang, yang bisa ditonton dirumah, di kendaraan pribadi, di kendaraan umum dan di tempat umum lainnya juga bisa bahkan channelnya pun beragam, tidak seperti pada masa aku kecil yang baru ada TVRI saja dan channelnya pun masih terbatas tidak seperti saat ini.

Setiap ada acara ketoprak dari Kediri yang diputar di TVRI misalnya, rumahku selalu penuh dengan banyak orang yang ingin ikut menonton bersama dalam acara tersebut. Kira-kira hampir ada satu RT yang bisa hadir untuk menonton TV dirumahku saat itu. Sampai-sampai ada orang yang berjualan juga di depan rumahku. Kalau saat ini channel TV-nya sudah ada ANTV, INDOSIAR, RCTI, MNCTV, TRANSTV, TRANS 7, METROTV, TVONE, PROTV, TVKU, NETTV, BALITV dan lainnya.

Belum lagi yang memasang TV kabel atau antena parabola dapat menonton acara-acara TV dari channel stasiun TV luar negeri lainnya. Setelah ijazah kelulusan SD ku sudah bisa diambil, akupun mengambilnya ke kepala sekolah yang bernama Pak Parno saat itu dengan ditemani oleh ayahku sendiri.

Ayahku sih kelihatan kecewa melihat hasil prestasiku setelah tahu dari daftar nilai EBTANAS saat itu. Meskipun kecewa, ayahku tidak terlalu memarahiku saat itu. Beliau hanya menggerutu saja This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com saat melihat hasil nilaiku. Meskipun sudah dinyatakan lulus, tapi hasil nilainya jauh dari ratarata. Aku sih cuek saja karena setelah lulus SD aku sama sekali tidak ada minat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi saat itu.

Akupun istirahat selama satu tahun saat itu setelah lulus dari SDN 02 Sarirejo, Ngaringan. Selama satu tahun itu akupun cuma bisa main, jajan dan main saja kerjaannya. Tibalah saat itu sekitar pertengahan Juli 1996, aku disuruh ibu untuk melanjutkan sekolah lagi. Awalnya sih aku masih ragu-ragu karena nilai ijazahku yang pas-pasan saat itu. Pasti tidak mungkin untuk bisa masuk di sekolah SMP favorit di sekitar tempatku.

Karena atas nasehat, dan desakan ibu yang sabar dalam mendidik anaknya maka akhirnya dengan keadaan terpaksa aku pun mau untuk bersekolah lagi. Waktu itu ibuku berkata begini: Meh dadi opo kowe le, mengko lek moh sekolah, lek ora sekolah maneh?! Saiki sing penting sekolah.

Sekolah nang ngendi wae iku podho wae sing penting sekolah gak perlu mlebu sekolah negeri sing favorit, swasta wae yo oraopo. ‘Mau jadi apa nak, nanti kalau kamu tidak mau sekolah, kalau tidak sekolah lagi? Sekarang yang penting itu sekolah. Sekolah dimana saja itu sama saja yang penting sekolah, tidak perlu masuk di sekolah negeri favorit, yang swasta saja tidak apa-apa’. Aku pun hanya diam saat ibu berkata begitu padaku. Kemudian, aku merenungkan semua nasehat dari ibuku.

Dan akhirnya aku memutuskan untuk mau melanjutkan sekolah lagi. DESA KELAHIRANKU Desaku itu desa yang kecil. Pastinya banyak orang yang belum tau tentang desaku.

Kalau musim hujan tiba becek, dan lumpur tanah ada dimana-mana. Bagi yang punya kendaraan seperti motor, sepeda atau yang lainnya pasti capek untuk membersihkan kendaraan yang dipunya.

Karena habis selesai pakai pasti sudah tampak kotor lagi karena akibat lumpur tanah akibat jalanan yang becek karena hujan. Kalau musim kering atau kemarau tiba, debu pun ada dimana-mana. Sampai-sampai di pinggir jalan, dedaunan di pagar tanaman tampak kotor karena tertutub debu yang beterbangan di udara akibat tertiup oleh angin. Saat musim ini pun susah. Kendaraan pun tampak kotor karena debu yang menempel, meja kursi kalau tak sering disulak debunya juga akan cepat menutupi.

Disamping itu, sumursumur banyak yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 airnya karena akibat kemarau. Banyak warga yang susah untuk mendapatkan air untuk keperluan rumah tangga, seperti mandi, mencuci dan lainnya. Bahkan ada beberapa warga yang rela untuk ikut ngantri mengambil air di sumur yang jaraknya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lumayan jauh dari kampung warga.

Meski ada irigasi desa, saat kemarau seringkali tak ada air yang cukup yang mengalir di irigasi tersebut. Desaku bernama Sarirejo, yang terdiri dari dusun Galsari, Tambak, Karangjati, Tengger dan Setren.

Aku sendiri dibesarkan di dusun Galsari. Mobilitas untuk menuju kecamatan desaku lumayan susah. Karena jaraknya lumayan jauh dari kota dan kondisi jalan yang belum merata pembangunannya. Mayoritas penduduknya adalah petani dan pedagang. Namun, ada juga yang menjadi tukang kayu, bidan, perawat dan beberapa orang yang menjadi pegawai negeri guru, dosen, TNI, dan polisi. Desaku terletak di paling ujung selatan kecamatan Ngaringan, berbatasan kecamatan Kradenan yang masih wilayah Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.

Kondisi geografis Kabupaten Grobogan cocok untuk pertanian karena potensi aliran sungai Tuntang, Serang, dan Lusi, serta beberapa anak sungainya mampu mengairi sebagian tanah-tanah persawahan di Grobogan. Disamping itu, untuk tandon air, dibangunlah bendungan Sedadi, Kali Lanang, Sidorejo, Dumpil, Klambu, serta Waduk Kedungombo, Waduk Nglangon, dan Waduk Sanggah.

Penduduk Grobogan pernah dijajah oleh Jepang. Tepatnya pada tanggal 1 Maret 1942. Jepang mulai masuk wilayah Pulau Jawa, yaitu Banten, Indramayu dan Rembang masingmasing dengan kekuatan dan satu divisi. Pasukan yang mendarat di Rembang dengan cepat menuju ke ke arah selatan, sehingga dalam waktu sehari berhasil menduduki kota Blora.

Dari Blora pasukan Jepang yang dipimpin oleh Yamamoto dan Matsumoto terus bergerak ke arah Purwodadi Grobogan dan berhasil menguasai kota ini pada tanggal 3 Maret 1942. Dari Purwodadi Grobogan pasukan Jepang terus menuju ke selatan sehingga hampir semua kota di Jawa Tengah bagian selatan berhasil diduduki.

Pada masa pendudukan Jepang ini, semua menderita, termasuk penduduk Kabupaten Grobogan. Mobilitasi penduduk Kabupaten Grobogan digerakkan oleh Jepang melalui program pengerahan tenaga kerja paksa yang dikenal dengan 労務者 Roumusha. Ribuan tenaga roumusha ini dipekerjakan di tempattempat proyek pembangunan pertahanan militer Jepang, seperti pembuatan jalan, jembatan, waduk, lapangan udara dan rel kereta api. Disamping itu, penduduk yang masih tinggal di grobogan wajib menanam tanaman jarak. Di daerah-daerah Kabupaten Grobogan yang lahannya subur, penduduk wajib menyetorkan padinya demi kepentingan pertahanan militer Jepang.

Menurut cerita nenekku, penderitaan yang paling berat dirasakan adalah ketika dijajah oleh Jepang yang dikenal dengan jaman Jepang. Penderitaan mendalam yang dialami This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com oleh masyarakat Grobogan ini lambat laun menumbuhkan rasa benci kepada Jepang, yang akhirnya membangkitkan perlawanan.

Mereka mulai menghindar untuk setor padi, dengan cara memanen diam-diam padinya di malam hari, lalu menyimpannya di atas langit-langit atau loteng rumah. Hal ini memang mengandung resiko tinggi, karena jika ketahuan bisa fatal akibatnya.

Tapi masyarakat Grobogan tidak takut, demi untuk melawan kekejaman tentara Jepang. (Suparni, 2014: 71-72). AYAHKU ADALAH SEORANG PENGANUT KEJAWEN Aku sedari kecil sudah diatur dengan aturan kejawen dalam kehidupanku. Setiap kegiatan apa saja pasti dikaitkan dengan kejawen. Apapun yang dikatakan ayahku tentang kejawen tidak ada satu pun anaknya yang berani membantahnya.

Walaupun pandangan anaknya seringkali bergejolak dalam hati. Apa sih sebenarnya Kejawen itu?. Well, let’s share together.asal-usul kejawen bermula dari dua tokoh misteri yang bernama Sri dan Sadono. Sri sebenarnya penjelmaan dari Dewi Laksi, istri dari Sadono penjelmaan dari Wisnu. Itulah sebabnya kalau orang Jawa beranggapan bahwa Sri dan Sadono merupakan kakak-beradik, kebenaran ceritanya tergantung dari mana akan ditinjau. Dalam kaitannya ini sesungguhnya Sri dan Sadono adalah suami istri yang menjadi cikal bakal kejawen.

Maka dalam berbagai ritual mistik kejawen, keduanya selalu mendapat tempat khusus. Dewi Sri dipercaya sebagai Dewi Padi dan Dewi Kesuburan. Konon ceritanya, Dewi Sri pernah menjelma ke dalam diri tokoh putri Daha yang bernama Dewi Sekartaji atau Galuh Candrakirana, sedangkan Sadono menjadi Raden Panji. Keduanya pernah berpisah namun akhirnya berjumpa kembali.

Berarti kaum kejawen sebenarnya berasal dari keturunan orang yang tinggi tingkat sosial dan kulturnya. Menurut beberapa sumber, pertemuan Sri dan Sadono atau Panji dan Sekartaji terjadi di gunung Tidar, Magelang. Tempat itu kemudian oleh Sadono dan Sri diberi tanda (tetenger) dengan menancapkan paku tanah Jawa.

Kebetulan pada saat itu di Jawa terjadi pergolakan yang hebat setelah adanya paku tersebut tanah Jawa menjadi tenang kembali. Paku tersebut dikenal dengan sebutan Paku Buwana (paku bumi). Paku buwana inilah yang menyebabkan orang Jawa tenang, sehingga keturunan Sadono dan Sri menjadi banyak.

Hanya saja keturunan mereka ada yang baik dan ada yang buruk. Maka, Batara Guru segera menyuruh Semar dan Togog ke gunung Tidar. Semar diminta mengasuh keturunan Sadono dan Sri yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com baik-baik, sedangkan Togog mengasuh yang angkara murka (yang tidak baik).

Togog dan Semar pun akhirnya menuruti perintah itu, karena merasa bahwa Batara Guru sebagai rajanya. Suatu ketika, Batara Guru mengadakan perlombaan menelan gunung untuk menguji kesaktian Semar dan Togog. Namun, Semar dan Togog dianggap kalah dalam perlombaan tersebut. Ketika lomba dimulai, Togog mendapat giliran pertama untuk menelan gunung. Gunung itu tidak dapat masuk ke mulut Togog, tetapi dia memaksakannya. Akibatnya mulut Togog menjadi sangat lebar.

Sedangkan Semar dapat menelan gunung, tetapi gunung itu tidak dapat keluar dari tubuhnya sehingga menyebabkan bokongnya menjadi besar. Kelak, gunung yang ada di dalam perut semar berfungsi sebagai senjatanya.

Semar terkenal dengan kentutnya yang sangat bau (busuk) sebagai senjatanya yang mematikan. Dalam perlombaan menelan gunung, hanya Batara Guru yang sukses.

Dia dapat menelan gunung dan akhirnya berhak menjadi raja di kahyangan. Namun, dia juga tidak bisa mengeluarkan gunung dari perutnya, bahkan tiba-tiba tangannya bertambah menjadi dua sehingga semuanya menjadi empat.

Paham mistik Sri dan Sadono, selanjutnya dalam tradisi kejawen dipuja menjadi sebuah patung kecil bernama Loro Blonyo. Patung tersebut senantiasa diletakkan di kamar (senthong) tengah dan selalu menjadi pajangan pada saat ada pesta pernikahan. Patung tersebut juga diwujudkan dalam tarian untuk menyambut pengantin, yaitu tari Karonsih. Maksudnya, menyatukan dua tubuh laki-laki dan perempuan yang penuh sih (cinta suci).

Tarian ini melambangkan pertemuan antara Dewi Sekartaji dan Raden Panji. Ajaran kuno yang selalu menjadi pedoman dan dikaitkan dengan Sri-Sadono adalah falsafah Ajisaka. Ada kepercayaan bahwa dari Ajisaka ini lahirlah aksara Jawa. Falsafah Ajisaka penuh dengan liku-liku kejawen. Ajisaka berasal dari kata Aji (raja, yang dihormati, dipuja dan disembah) dan Saka yang berarti tiang atau cabang. Ajisaka berarti tiang penyangga yang memperkokoh diri manusia, yang berupa religiusitas.

Religiusitas Jawa tak lain adalah tentang mistik kejawen. Mistik kejawen adalah saka guru (empat tiang penyangga) kehidupan kejawen. Oleh karena itu, jika kejawen tanpa mistik, maka pudarlah kejawen tersebut. Kejawen dan mistik telah menyatu menjadi sebuah ekspresi religi mistik kejawen. Sistem berpikir mistis sering mempengaruhi pola-pola hidup yang bersandar pada nasib. Nasib ini dalam istilah Jawa dinamakan kebegjan (keberuntungan) yang telah disertai dengan usaha.

Karena usaha dan nasib juga sering menyatu padu. Maka, orang Jawa justru sampai pada pemikiran homologi antropokosmik, maksudnya dalam langkah dan kehidupannya disesuaikan dengan tatanan manusia dan dunia sekelilingnya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dalam ajaran kejawen, terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap kewaspadaan (eling lan waspada), karena dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni; hawanepsu dan pamrih.

Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi babahan hawa sanga. Yakni mengontrol nafsu-nafsunya yang muncul dari sembilan unsur yang terdapat dalam diri manusia, dan melepas pamrihnya. Macam-macam nafsu pada diri manusia terdapat tujuh macam, diantaranya: 1. Nafsu amarah. Nafsu manusia yang terendah tingkatannya, dimana orang termasuk di dalam golongan ini adalah orang yang sangat jelek sifat dan wataknya.

Ciri-cirinya: Gampang tersinggung, selalu marah-marah, tidak mau kalah, dendam, ringan tangan, nafsu sex yang tidak terkendali, tidak ada rem dalam dirinya (Norma atau etika). (Qs:Yusuf: 10, ayat: 53) 2. Nafsu lawwamah. Setingkat lebih baik daripada nafsu amarah, namun dia belum stabil betul, karena terkadang dia kembali kepada tingkat nafsu amarah.

Ciri-ciri : Tidak stabil, setelah menjadi baik bahkan mengajak orang untuk baik pula, setelah ada ujian atau godaan sedikit saja masih kembali ke asal (maksiat) dan tidak sabar. (Qs: Al-Qiyamah: 75, ayat: 2). 3. Nafsu mulhimah, telah cukup mengetahui tentang kebenaran (haq) dan kesalahan (bathil), namun belum mampu untuk melaksanakannya dengan baik, dikarenakan kelemahannya.

Ciri-cirinya : telah mengetahui kebathilan atau kemaksiatan tapi tetap saja melakukannya dengan kesadaran, telah mengetahui kebenaran tapi tidak ada kemauan untuk melaksanakannya. (Qs: Asy-Syam: 91: ayat: 8) 4. Nafsu muthmainah. Tingkatan ini adalah orang yang telah dijanjikan Allah SWT untuk masuk ke dalam syurga-Nya (Al-Jannah).

Ciri-cirinya :Jiwa tenang, kembali kpd Rabbnya dgn hati yang puas, kepribadian yang mantap mengerjakan perintah Allah, meninggalkan larangan, tidak mudah terpengaruh, Istiqamah. (Qs: Al-Fajr: 89, Ayat: 2730) 5. Nafsu radhiah. Tingkatan ini berada setingkat diatas nafsu Muthmainah, ditambah dengan rasa ikhlas dan penyerahan total kepada Allah SWT, kesusahan/musibah/tantangan menjadi nikmat baginya. Ciri-ciri :penuh dengan ketaqwaan, menerima segala ujian, musibah, tantangan dengan keikhlasan dan penuh kesabaran (tidak lemah, tidak lesu dan tidak menyerah).

(Qs: Al-Baqarah, 2/45 & Ali Imran, 3/146). 6. Nafsu mardhiah. Tingkatan ini beradan setingkat lagi di atas Nafsu Radhiah, Sesuatu yang sunnah menjadi wajib dan yang subhat menjadi haram. Ciri-cirinya : Semua yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dimiliki pada tingkatan nafsu radhiah ditambah mempunyai daya amal ma'ruf nahi munkar sejati, menjadi pemberi peringatan dan berita gembira.

(Qs: Ali mran, 3/104 & 19/97).

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

7. Nafsu kamilah. Tingkatan nafsu yang sempurna, ini hanya dimiliki oleh setingkat Nabinabi dan Rasul-rasul. (Penyerahan diri secara totalitas pengabdian kepada Allah). Ciricirinya: Sifat Nabi / Rasul : Siddiq (jujur/ benar), amanah (dipercaya) Fathonah (cerdas), Tabliq (menyampaikan).

(Qs: Ali-Imran, 3/110, 33/21) Dalam perspektif kaidah Jawa, nafsu-nafsu merupakan perasaan kasar karena menggagalkan kontrol diri manusia, membelenggu, serta buta pada dunia lahir maupun batin.

Nafsu akan memperlemah manusia karena menjadi sumber yang memboroskan kekuatankekuatan batin tanpa ada gunanya. Lebih lanjut, menurut kaidah Jawa nafsu akan lebih berbahaya karena mampu menutup akal budi.

Sehingga manusia yang menuruti hawa nafsu tidak lagi menuruti akal budinya (budi pekerti). Manusia demikian tidak dapat mengembangkan segi-segi halusnya, manusia semakin mengancam lingkungannya, menimbulkan konflik, ketegangan, dan merusak ketrentaman yang mengganggu stabilitas kebangsaan. Sistem berpikir mistis biasanya terpantul dalam tindakan nyata yang disebut laku. Orang Jawa gemar menjalankan laku yang identik dengan prihatin.

Laku juga senada dengan tirakat (ngurang-ngurangi), yang lebih eksplisit lagi sering dinamakan tapa brata (bersemedi ditempat yang tidak boleh terkena cahaya matahari). Karena itu, orang Jawa sering menjalankan tapa ngrowat (makan yang tidak berbiji), tapa ngidang (hanya makan sayuran), mutih (hanya makan nasi tanpa garam maupun lauk-pauk).

Berbagai laku tersebut dilakukan untuk membersihkan diri secara batin. Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa.

Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Atau biasa disebut juga Penabungan Energi. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi.

Jika badan atau fisik kita memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kekuatan supranatural, kita perlu mengisi energi.

Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Caracara penabungan energi lazim disebut Tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu.

Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa, wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Macam-macam ilmu aliran Islam Kejawen diantaranya adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga.

Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. 1. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal. Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa.

Contohnya ilmu Asma’ Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll. 2. Ilmu Kewibawaan dan Ilmu Pengasihan. Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat.

Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang.

Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan masalah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo. Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan.

Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 perjalanan kemanapun dia mau.

Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tua dan sudah tenang jiwanya.

4. Ilmu Khodam. Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Khodam sesungguhnya berbeda dengan jin atau setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.

5. Ilmu Permainan (Atraksi). Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertarung pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus.

6. Ilmu Kesehatan. Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi biologis tubuh manusia. Manusia yang mengalami tingkatan mistis berarti telah mencapai makrifat yang tertinggi. Senada dengan ini, Simuh (1995:28-30) juga menjelaskan bahwa untuk mencapai makrifat tertinggi dapat ditempuh melalui: a. Distansi, yaitu upaya manusia mengambil jarak antara diinya dengan nafsu-nafsu yang berusaha memperhamba jiwanya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 mengambil jarak dengan ikatan dunia.

Segala sesuatu selain Allah. Distansi ini merupakan syarat mutlak bagi sarana untuk menemukan kesadaran lakunya. Sehingga benar-benar dapat berdiri sebagai khalifah, yakni mendekatkan diri dan tidak menghambakan hawa nafsu ataupun penghambatan dunia.

Langkah ini untuk mencapai suasana hati yang suci, terbebas dari ikatan selain hanya kepada Allah. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com b. Konsentrasi, yaitu upaya berdzikir kepada Allah untuk mendapatkan penghayatan langsung terhadap alam gaib yang puncaknnya makrifat kepada Allah, bahkan bersatu dengan Tuhan. Ajaran ini tergolong tasawuf murni untuk menemukan hakikat Tuhan.

Hal ini biasanya dilakukan oleh golongan khawas (para wali Allah) yang benar-benar sanggup menyucikan hatinya. Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, dan AS). Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya.

Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini. Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa.

Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dst. Tidak berhenti disitu saja, kekuatan asing terus mendiskreditkan manusia Jawa dengan cara memanipulasi atau memutar balik sejarah masa lampau. Bukti-bukti kearifan lokal dimusnahkan, sehingga banyak sekali naskah-naskah kuno yang berisi ajaran-ajaran tentang tatakrama, kaidah, budi pekerti yang luhur bangsa (Jawa) Indonesia kuno sebelum era kewalian datang, kemudian dibumi hanguskan oleh para “pendatang baru” tersebut.

Kosa kata Jawa juga mengalami penjajahan, istilah-istilah Jawa yang dahulu mempunyai makna yang arif, luhur, bijaksana, kemudian dibelokkan maknanya menurut kepentingan dan perspektif subyektif disesuaikan dengan kepentingan “pendatang baru” yang tidak suka dengan “local wisdom”. Akibatnya; istilah-istilah seperti; kejawen, klenik, mistis, tahyul mengalami degradasi makna, dan berkonotasi negatif.

Istilah-istilah tersebut “di-samamakna-kan” dengan dosa dan larangan-larangan dogma agama; misalnya; kemusyrikan, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com gugon tuhon, budak setan, menyembah setan, dst. Padahal tidak demikian makna aslinya, sebaliknya istilah tersebut justru mempunyai arti yang sangat religius sebagai berikut; 1.

Klenik Merupakan pemahaman terhadap suatu kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib (metafisik) yang tidak lain bersumber dari Dzat tertinggi yakni Tuhan Yang Maha Suci.

Di dalam agama manapun unsur “klenik” ini selalu ada. 2. Mistis Adalah ruang atau wilayah gaib yang dapat dirambah dan dipahami manusia, sebagai upayanya untuk memahami Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam agama Islam ruang mistik untuk memahami sejatinya Tuhan dikenal dengan istilah tasawuf. 3. Tahyul Adalah kepercayaan akan hal-hal yang gaib yang berhubungan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 makhluk gaib ciptan Tuhan. Manusia Jawa sangat mempercayai adanya kekuatan gaib yang dipahaminya sebagai wujud dari kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Kepercayaan kepada yang gaib ini juga terdapat di dalam rukun Islam. 4. Tradisi Dalam tradisi Jawa, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol.

Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pelengkap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga mengartikan secara kias bahasa alam yang dipercaya manusia Jawa sebagai bentuk isyarat akan kehendak Tuhan. Manusia Jawa akan merasa lebih dekat dengan Tuhan jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja (NATO: not action talk only), melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji dsb sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat.

Maka manusia Jawa dalam berdoa melibatkan empat unsur tekad bulat yakni hati, fikiran, ucapan, dan tindakan. Upacara-upacara tradisional sebagai bentuk kepedulian pada lingkungannya, baik kepada lingkungan masyarakat manusia maupun masyarakat gaib yang hidup berdampingan, agar selaras dan harmonis dalam manembah kapada Tuhan.

Bagi manusia Jawa, setiap rasa syukur dan doa harus diwujudkan dalam bentuk tindakan riil (ihtiyar) sebagai bentuk ketabahan dan kebulatan tekad yang diyakini dapat membuat doa terkabul. Akan tetapi niat dan makna dibalik tradisi ritual tersebut sering dianggap sebagai kegiatan gugon tuhon/ela-elu, asal ngikut saja, sikap menghamburkan, dan bentuk kemubadiran, dst.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kejawen adalah sebuah kepercayaan yang terutama dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa.

Kejawen hakikatnya adalah suatu filsafat dimana keberadaanya ada sejak orang Jawa (Bahasa Jawa: Wong Jawa, Krama: Tiyang Jawi) itu ada. Kata “Kejawen” berasal dari kata "Jawa", yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah "segala sesuatu yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa (Kejawaan)".

Penamaan "kejawen" bersifat umum, biasanya karena bahasa pengantar ibadahnya menggunakan bahasa Jawa. Dalam konteks umum, kejawen sebagai filsafat yang memiliki ajaran-ajaran tertentu terutama dalam membangun Tata Krama (aturan berkehidupan yang mulia), Kejawen sebagai agama itu dikembangkan oleh pemeluk Agama Kapitayan jadi sangat tidak arif jika mengatasnamakan Kejawen sebagai agama dimana semua agama yang dianut oleh orang Jawa memiliki sifat-sifat kejawaan yang kental.

Kejawen dalam opini umum berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa, laku olah sepiritualis kejawen yang utama adalah Pasa (Berpuasa) dan Tapa (Bertapa).

Simbol-simbol "laku" berupa perangkat adat asli Jawa, seperti keris, wayang, pembacaan mantera, penggunaan bunga-bunga tertentu yang memiliki arti simbolik, dan sebagainya. Simbol-simbol itu menampakan kewingitan (wibawa magis) sehingga banyak orang (termasuk penghayat kejawen sendiri) yang dengan mudah memanfaatkan kejawen dengan praktik klenik dan perdukunan yang padahal hal tersebut tidak pernah ada dalam ajaran filsafat kejawen.

Ajaran-ajaran kejawen bervariasi, dan sejumlah aliran dapat mengadopsi ajaran agama pendatang, baik Hindu, Buddha, Islam, maupun Kristen. Gejala sinkretisme ini sendiri dipandang bukan sesuatu yang aneh karena dianggap memperkaya cara pandang terhadap tantangan perubahan zaman.

Hal tersebut dapat dilihat dari ajarannya yang universal dan selalu melekat berdampingan dengan agama yang dianut pada zamannya. Kitab-kitab dan naskah kuno Kejawen tidak menegaskan ajarannya sebagai sebuah agama meskipun memiliki laku.

Kejawen juga tidak dapat dilepaskan dari agama yang dianut karena filsafat Kejawen dilandaskankan pada ajaran agama yang dianut oleh filsuf Jawa. Sejak dulu, orang Jawa mengakui keesaan Tuhan sehingga menjadi inti ajaran Kejawen, yaitu mengarahkan insan : Sangkan Paraning Dumadhi ("Dari mana datang dan kembalinya hamba Tuhan") dan membentuk insan se-iya se-kata dengan Tuhannya : Manunggaling This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kawula lan Gusthi ("Bersatunya Hamba dan Tuhan").

Dari kemanunggalan ‘Ketuhanan’ itu, ajaran Kejawen memiliki misi sebagai berikut: a. Mamayu Hayuning Pribadhi (sebagai rahmat bagi diri pribadi) b.

Mamayu Hayuning Kaluwarga (sebagai rahmat bagi keluarga) c. Mamayu Hayuning Sasama (sebagai rahmat bagi sesama manusia) d. Mamayu Hayuning Bhuwana (sebagai rahmat bagi alam semesta) Berbeda halnya dengan kaum abangan kaum kejawen relatif taat dengan agamanya, dengan menjauhi larangan agamanya dan melaksanakan perintah agamanya namun tetap menjaga jatidirinya sebagai orang pribumi, karena ajaran filsafat kejawen memang mendorong untuk taat terhadap Tuhannya.

jadi tidak mengherankan jika ada banyak aliran filsafat kejawen menurut agamanya yang dianut seperti : Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Kristen Kejawen, Budha Kejawen, Kejawen Kapitayan (Kepercayaan) dengan tetap melaksanakan adat dan budayanya yang tidak bertentangan dengan agamanya.

Pada tahun 1633 Masehi, Sultan Agung berhasil menyusun dan mengumumkan berlakunya sistem perhitungan tahun yang baru bagi seluruh kerajaan Mataram yakni perhitungan tahun Jawa, yang hampir secara keseluruhan menyesuaikan dengan tahun Hijriyah, berdasarkan atas perjalanan bulan. Namun, awal perhitungan Jawa ini tetap cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tahun Saka, yaitu tahun 78 Masehi. Penciptaan tahun Jawa yang diberlakukan sejak tahun 1633 tersebut merupakan perpaduan antara Hijriyah dan Saka.

Karena secara keseluruhan menyesuaikan dengan tahun Hijriyah, baik mengenai bilangan dan nama-nama hari setiap minggunya ataupun nama-namanya. Bagi masyarakat kejawen, perubahan dari tahun Saka yang berdasarkan atas peredaran matahari ke tahun Jawa yang berdasarkan ke peredaran bulan, sebenarnya menghadapi persoalan yang cukup rumit.

Namun, persoalan ini dapat diatasi, karena awal perhitungan tahun Saka tetap dipertahankan. Konversi dari kerajaan Hindu-Buddha ke Islam menimbulkan jenis kepustakaan Jawa yang disebut primbon, serat dan suluk. Dalam hal ini, Simuh (2008) menamakannya dengan kepustakaan Islam kejawen. Primbon, sebenarnya dikenal di berbagai suku di Nusantara, tetapi tampaknya lebih menggejala di dalam masyarakat Jawa, Bali dan Lombok.

Bahkan Alfani Daud (1997), menemukan tradisi perhitungan waktu primbon pada masyarakat Islam Banjar. Dalam masyarakat kejawen, waktu adalah tatanan yang berada di luar semua hal.

Terdapat suatu This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com waktu yang asali dan primordial, dan semua waktu berakar pada waktu asali itu, serta mendapatkan identitas dan mutunya disana.

Semua peritiwa alami dikuasai oleh takdir, dan semua peristiwa manusiawi harus menyesuaikan diri dengan keteraturan yang telah ditetapkan. Arti waktu bagi seseorang, merupakan waktu yang baik, bagi yang lain tidak baik.

Waktu itu bukan linear, tetapi siklis, teratur dalam periodisitas-periodisitas. (Soemardjo, 2002). Bakker (1995) menggolongkan pemikiran tentang waktu dalam 4 golongan, yaitu 1) subjektivisme (waktu itu sesuatu yang tidak riil, hanya merupakan subjektif-individual yang berasal dari pikiran) 2) relisme ekstrem (waktu itu realitas absolut otonom yang universal, tidak memiliki kesatuan intrinsik, tetapi menunjukkan urutan-urutan murni), 3) realis cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 (waktu merupakan aspek perubahan riil, tetapi dihasilkan oleh subjek, dan terabstraksi oleh kreativitas pengkosmos), 4) subjektivisme lunak (menurut Henri Begson waktu itu memang riil, tetapi selalu berciri kualitatif, tidak bereksistensi, dan tidak terukur, sebab kesadaran manusia memang tidak bereksistensi.

Karena waktu itu netral moralitas, maka dalam waktu, terdapat apa yang disebut baik atau selamat, dan apa yang disebut tidak baik atau tidak selamat. Waktu itu baik, dan tidak baik sekaligus, begitu pula ruang, itu baik dan tidak baik. Waktu yang sama dan ruang yang sama, bagi subjek yang koordinat waktu dan ruangnya amat berbeda dalam tertip kosmos, maka bagi yang satu baik dan bagi yang lain tidak baik.

Karena waktu dan ruang itu mengandung paradoks di dalam dirinya. Aspek tidak baik dalam waktu mendapat perhatian utama bagi masyarakat kejawen. Waktu yang tidak baik dikuasai oleh Bathara Kala, bukan Brahman itu sendiri.

Apalagi kepercayaan itu bersifat pantheistik, sebab waktu dan ruang tidak lain Brahman sendiri, dan juga segala yang ada ini adalah emanasi atau pancaran Dzat Brahman. Bathara Kala mengincar dan awas bagi mereka yang melanggar larangan atau tabu dalam hitungan Primbonnya.

Pelanggaran tabu ini akan dapat dibetulkan dan disucikan lewat upacara ruwatan kepada Bathara Kala, sang penguasa waktu. Primbon dan ruwatan tidak dapat dipisahkan bagi orang yang melanggar tabu. Itulah sebabnya bagi masyarakat kejawen, primbon dianggap penting. Primbon diletakkan dalam kerangka berpikir Harai Brahma, hanya saja tidak jelas di masa yang mana. Apakah termasuk masa Kaliyuga (zaman kegelapan), Dwaparayuga (zaman ketika moral manusia sempurna), atau Tretayuga (zaman ketika moral manusia belum sempurna).

Yang jelas bukan masa Kertayuga (penciptaan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dunia). Masa yang disebut Caturyuga ini tengah berlangsung sekarang. Mungkin masa primbon sudah memasuki masa Kaliyuga, yang entah berapa ribu tahun usianya. Dengan demikian, primbon memperlakukan kategori waktu secara semesta dan rinci.

Dasar perhitungan waktu semesta itu berdasarkan dari agama Hindu. Dalam agama Hindu, diajarkan tentang adanya hari Brahma (penciptaan material dan alam semesta) dan malam Brahma.

Waktu (kala) adalah Bathara Kala yang menguasai kesatuan-kesatuan waktu mulai dari jam sampai yuga (siklus perkembangan zaman). Misalnya, pada jam berapa pasangan pengantin harus melaksanakan upacara pernikahan. Bagi pasanyan yang mempunyai weton pasaran Pon dan Wage, lebih baik deselenggarakan pada jam 03.30 sampai 05.59, karena pada jam tersebut, mempunyai makna rejeki dan selamat.

Pasangan ini hendaknya menghindari pernikahan pada jam 08.25-10.11, lantaran pada jam atau waktu tersebut keduanya adalah tabu atau pelanggaran. Justru pada jam tersebut amat baik bagi pasangan yang mempunyai weton pasaran Legi dan Pahing. Begitu pula pada hari-hari yang tabu bagi siapapun untuk mengadakan perjalanan atau kegiatan-kegiatan yang lain yang mengandung resiko kecelakaan. Hari-hari tersebut adalah Rebo Legi, Ngat Pahing, Kamis Pon, Selasa Wage, dan Sabtu Kliwon.

Begitu pula dengan ketentuan Wuku, misalnya mereka yang berwuku Warigalit sama sekali terlarang atau tabu. Apabila pada hari Kemis Pon, mengadakan segala jenis kegiatan yang mengandung resiko kecelakaan, seperti bepergian, naik pohon, mengendarai motor, menebang pohon, ataupun yang lainnya. Dalam hitungan tahun juga banyak tabu, misalnya, terlarang bagi orang yang lahir pada tahun Alip.

Yang lahir pada tahun ini, dilarang untuk mengadakan upacara hari Sabtu Pahing, dan yang lahir pada tahun Ehe dilarang pada hari Kamis Pahing, dst. Hubungan antara tahun kelahiran, dengan bulan keberuntungan, dan kesialan menurut kitab primbon, adalah mereka yang lahir pada tahun Alip yang memiliki satu bulan keberuntungan yakni bulan pertama, sedangkan bulan sialnya adalah bulan ke-9 dan ke-11.

Yang lahir pada tahun Je, mempunyai keberuntungan bulan-bulan terbanyak, yakni ke-4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 12. Sedangkan bulan jeleknya adalah bulan ke-1, 2, 3, dan 10. Penganut ajaran kejawen biasanya tidak menganggap ajarannya sebagai agama dalam pengertian seperti agama monoteistik, seperti Islam atau Kristen, tetapi lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai-nilai yang dibarengi dengan sejumlah laku (mirip dengan "ibadah").

Ajaran kejawen biasanya tidak terpaku pada aturan yang ketat dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menekankan pada konsep "keseimbangan". Sifat kejawen yang demikian memiliki kemiripan dengan Konfusianisme (bukan dalam konteks ajarannya). Penganut kejawen hampir tidak pernah mengadakan kegiatan perluasan ajaran, tetapi melakukan pembinaan secara rutin. Jawa dan kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya.

Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran Islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya.

Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa. Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya Jawa dan nilainilai agama Islam.

Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa Jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat syahadad. Aliran Islam Jawa tumbuh subur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat Jawa sebelum Islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural.

Islam kejawen timbul diperiode sejarah Islam yang disebut modern dan mempunyai tujuan untuk membawa umat Islam kepada kemajuan. Sebagai halnya di Barat, di dunia Islam gerakan Islam modernis timbul dalam rangka menyesuaikan paham-paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Dengan jalan demikian, pemimpin-pemimpin Islam modern mengharapkan akan dapat melepaskan umat Islam dari suasana kemunduran, untuk selanjutnya dibawa kepada kemajuan. Islam modernis juga timbul sebagai respon tehadap berbagai keterbelakangan yang dialami oleh umat Islam, seperti keterbelakangan dalam bidang ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, politik dan lain sebagainya. Keadaan seperti ini dinilai tidak sejalan dengan Islam sebagaimana terdapat dalam al-Quran dan al-Sunnah.

Dalam kedua sumber ajaran tersebut, Islam digambarkan sebagai agama yang membawa kepada kemajuan dalam segala bidang, untuk tercipta kemaslahatan umat. Namun dalam kenyataannya umat Islam tidak memperlihatkan sikapnya yang sejalan dengan al-Quran dan al-Sunnah itu. Jika demikian adanya, maka diduga terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam memahami al-Quran This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dan al-Sunnah tersebut, serta adanya faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan tersebut.

Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa latar belakang timbulnya Islam modernis adalah sebagai respon kepedulian terhadap upaya mengatasi berbagai keterbelakangan umat Islam. Upaya tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu mencari sebab-sebab kemunduran dan keterbelakangan tersebut, seperti karena meninggalkan al-Quran dan al-Sunnah, lemahnya persaudaraan, pertikaian politik, sikap pasrah atau jumud serta karena mengikuti bidah, khurafat dan takhayyul.

Dengan demikian inti dari munculnya Islam modernis adalah perlunya dibuka kembali pintu ijtihad. Dengan cara demikian, ajaran Islam tidak hanya responsip terhadap berbagai masalah aktual yang muncul ditengah-tengah masyarakat, juga akan terjadi reinterpretasi terhadap al-Quran dan al-Sunnah, revitalisasi terhadap posisi umat Islam, dan reformulasi terhadap berbagai produk pemikiran ulama masa lalu. Islam modernis di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak awal abad kedua puluh.

Pada tahun 1906 misalnya muncul apa yang disebut kelompok muda di Sumatera Barat, tepatnya di Minangkabau. Mereka itu adalah Haji Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul), Haji Abdullah Ahmad, dan Syaikh Daud Rasyidi. Kelompok ini mendapat tantangan keras dari kelompok tua yang terdiri dari Syaikh Khatib Ali, Khatib Sayyidina, Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Bayang, Syaikh Seberang, Imam Masjid Ganting, dan Syaikh Abbas.

Kelompok Islam modernis yang terdiri dari kaum ulama dan cendikiawan tersebut sering melakukan protes terhadap struktur kekuasaan adat yang tidak memberikan tempat kepada mereka. Selanjutnya paham Islam modernis dikembangkan dan dimasyarakatkan lebih sungguh-sungguh oleh Harun Nasution melalui Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, lembaga di mana yang bersangkutan sebagai dosen dan orang nomor satu, yakni sebagai Rektor dari sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 1985.

Melalui karyakaryanya beliau berusaha menjelaskan apa yang dimaksud dengan Islam modernis, apa tujuan serta programnya dan sebagainya. Pemikiran Harun Nasution ini banyak diikuti oleh para mahasiswa di IAIN Jakarta dan perguruan tinggi lainnya, tempat di mana ia mengabdikan ilmunya. Alumni IAIN Jakarta seperti Fachry Ali, Komaruddin Hidayat, Atho Mudzhar, Hadi Mulyo, Mansur Faqih, Azyumardi Azra, Saeful Muzani, Abuddin Nata, Sudirman Teba dan lainnya adalah murid-murid beliau yang hingga kini tetap komitmen dan mensosialisasikan paham Islam modernis tersebut.

Pemikiran Islam modernis lebih lanjut dikembangkan dan dimasyarakatkan dengan penuh agresivitas oleh Nurcholish Madjid melalui berbagai karyanya. Dalam berbagai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com karyanya itu Nurcholish Madjid mengatakan bahwa bagi seorang muslim modernisasi adalah suatu keharusan-bahkan suatu kewajiban mutlak.

Modernisasi adalah perintah dan ajaran Tuhan. Ide-ide Islam modernis selanjutnya diperkenalkan oleh Mukti Ali, Deliar Noer dan Munawir Sjadzali. Dalam bukunya yang berjudul Islam Dan Sekularisme Di Turki Modern, dan Alam Pikiran Islam Modern Di India Dan Pakistan, Mukti Ali dengan panjang lebar membahas pemikiran Islam modernis dari tokoh-tokoh Turki seperti Ziya Gokalp (lahir 1875M) dan Kemal Attaturk; dan tokoh dari India dan Pakistan seperti Sayyid Ahmad Khan, Hali, Mohsinul Mulk, Viqarul Mulk, Syibli, Sayyid Amir Ali, Abul Kalam Azad, Maulana Muhammad Ali, Iqbal, Muhammad Ali Jinnah, Liaquat Ali Khan, dan Maulana Sayid Abul Ala al-Maududi.

Menurut Ziya Gokalp, bahwa Islam sejalan dengan peradaban modern, sekalipun banyak dari orang-orang yang sekurun zaman dengan dia mempunyai pendapat yang berbeda. Modernisasi yang mengandung pikiran, aliran, gerakan, dan usaha untuk mengubah paham, adat istiadat, instituisi lama dan sebagainya, agar semua itu dapat disesuaikan dengan pendapat-pendapat dan keadaan baru yang timbul oleh tujuan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

Modernisasi atau pembaruan juga berarti proses pergeseran sikap dan mentalitas mental sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan hidup masyarakat kini. Modernisasi merupakan proses penyesuaian pedidikan Islam dengan kemajuan zaman. Latar belakang dan pola-pola pembaharuan dalam Islam, khususnya dalam pendidikan mengambil tempat sebagai : 1) golongan yang berorentasi pada pola pendidikan modern barat, 2) gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang berorentasi pada sumber Islam yang murni dan 3) pembaharuan pendidikan yang berorentasi pada nasionalisme.

Modernisasi pendidikan Islam Indonesia masa awalnya dikenalkan oleh bangsa kolonial Belanda pada awal abad ke-19. Program yang dilaksanakan oleh kolonial Belanda dengan mendirikan Volkshoolen, sekolah rakyat, atau sekolah desa (Nagari) dengan masa belajar selama 3 tahun, di beberapa tempat di Indonesia sejak dasawarsa 1870-an.

Pada tahun 1871 terdapat 263 sekolah dasar semacam itu dengan siswa sekitar 16.606 orang; dan menjelang 1892 meningkat menjadi 515 sekolah dengan sekitar 52.685 murid. Point penting eksprimen Belanda dengan sekolah nagari terhadap system dan kelembagaan pendidikan Islam adalah tranformasi sebagian surau di Mingkabau menjadi sekolah nagari model Belanda. Memang berbeda dengan masyarakat muslim jawa umumnya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com memberikan respon yang dingin, banyak kalangan masyrakat muslim Minangkabau memberikan respon yang cukup baik terhadap sekolah desa.

Perbedaan respon masyarakat Muslim Minangkabau dan jawa banyak berkaitan dengan watak cultural yang relatif berbeda, selain itu juga berkaitan dengan pengalaman histories yang relatif berbeda baik dalam proses dan perkembangan Islamisasi maupun dalam berhadapan dengan kekuasaan Belanda. Selain itu perubahan atau modernisasi pendidikan Islam datang dari kaum reformis atau modernis Muslim. Gerakan reformis Muslim yang menemukan momentumnya sejal abad 20 berpendapat, diperlukan reformasi system pendidikan Islam untuk mempu menjawab tantangan kolonialisme dan ekspansi Kristen.

Respon sistem pendidikan Islam tradisional seperti surau (Minangkabau) dan Pesantren (Jawa) terhadap modernisasi pendidikan Islam menurut Karel Steenbrink dalam kontek surau tradisional menyebutnya sebagai menolak dan mencontoh, dalam kontek pesantren sebagai menolak sambil mengikuti. Untuk itu, tak bisa lain dalam pandangan mereka, surau harus mengadopsi pula beberapa unsur pendidikan modern yang telah diterapkan oleh kaum reformis, khususnya system klasikal dan penjejangan, tanpa mengubah secara signifikan isi pendidikan surau itu sendiri.

Selain respon yang diberikan oleh pesantren di Jawa, komunitas pesantren menolak asumsi-asumsi keagamaan kaum reformis. Tetapi pada saat tertentu mereka pasti mengikuti langka kaum reformis karena memiliki manfaat bagi para santri, seperti sistem penjenjangan, kurikulum yang lebih jelas dan system klasikal.

Pesantern yang mengikuti jejak kaum reformis adalah pesanteren Mambahul ‘ulum di Surakarta, dan di ikuti oleh pesantren Modern Gontor di Ponorogo.

Pondok tersebut memasukan sejumlah mata pelajaran umum ke dalam kurikulumnya, juga mendorong santrinya untuk memperlajari Bahasa Inggris selain Bahasa Arab dan melaksanakan sejumlah kegiatan ekstra kurikuler seperti olah raga, kesenian dan sebagainya. Sistem Pendidikan Islam pada mulanya diadakan di surau-surau dengan tidak berkelas-kelas dan tiada pula memakai bangku, meja, dan papan tulis, hanya duduk bersela saja.

Kemudian mulialah perubahan sedikit demi sedikit sampai sekarang. Pendidikan Islam yang mula-mula berkelas dan memakai bangku, meja dan papan tulis, ialah Sekolah Adabiah ( Adabiah School) di Padang.

Adabiah School merupakan madrasah (sekolah agama) yang pertama di Minangkabau, bahkan diseluruh Indonesia. Madrasah Adabiah didirikan oleh Almarhum Syekh Abdullah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Ahmad pada tahun 1909. Adabiah hidup sebagai madrasah sampai tahun 1914, kemudian diubah menjadi H.I.S. Adabiah pada tahun 1915 di Minangkabau yang pertama memasukkan pelajaran Agama dalam rencana pelajarannya.

Sekarang Adabiah telah menjadi sekolah Rakyat dan SMP. Setelah berdirinya madrasah Adabiah, maka selanjutnya diikuti madrasah lainnya seperti madras Schol di Sungyang ( daerah Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 oleh Syekh M.Thaib tahun 1910 M, Diniah School (madrasah diniah) oleh Zainuddin Labai Al-Junusi di Padangpanjang tahun 1915. Sumatra Thawalib memberikan pengajaran baik di bidang keagamaan maupun bidang-bidang lain yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan modern.

Sementara di Jawa, Muhammadiyah adalah yang pertama mendirikan lembaga-lembaga pendidikan bergaya modern. Hingga perkembangannya pada 1925, Muhammadiyah telah memiliki 14 madrasah, 8 HIS, sebuah sekolah guru di Yogyakarta dan 32 sekolah dasar 5 tahun.

Di antara guru Agama banyak juga mengarang kitab-kitab untuk madrasah ialah 1) H. Jalaluddin Thaib, seperti kitab jenjang bahasa arab 1-2, Tingkatan bahasa arab 1-2, Tafsir AlMunir 1-2, ( 2) Anku Mudo Abdul hamid Hakim, seperti kitab: Al-Mu’in Al-Mubin 1-5, AsSullam, Al-Bayan Tahzibul akhlaq, ( 3) Abdur-Rahim Al-Manafi seperti kitab : Mahadi ‘ilmu Nahu, Mahadi ilmu Sharaf, Al-Tashil, Lubahul Fighi, Al-Huda, Asasul adab.

Ulama-ulama yang mengadakan perubahan dalam pendidikan Islam di Minangkabau adalah 1) syekh Muhd. Thaib Umar Sungayang, batu sangkar tahun 1874-1920 M. 2) Syekh H. Abdullah Ahmad, Padang tahun 1878 M-1933M, 3) Syekh H. Abdul karim Amrullah, Maninjau 1879-1945 M, 4) Syekh H.M. Jamil Jambek Bukittinggi 1860-1947, 5) dan lainlain. Surau–surau yang termashur di Minangkabau adalah sebagai berikut ; 1) Surau Tanjung Sung yang didirikan oleh Syekh H.M Thaib Umar pada tahun 1897 M dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Al-Hidayah dan SMPI, PGA, 2) Surau Parabek, Bukittinggi didirikan oleh Syekh H.

Ibrahim Musa pada tahun 1908 M. dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Thawalib, 3) Surau padang Japang didirikan oleh Syekh H. Abbas Abdullah pada tahun 1913 dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Darul funun Abbasiah, 4) dan lain-lain. Tentang keadaan pendidikan Islam di Minangkabau pada masa beberapa tahun sebelum tahun 1900. dilukiskan dalam skema pendidikan Islam. Dari perkembangan di awal This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com abad ke-20, penting ditegaskan, madrasah tampak telah mengalami beberapa perubahan penting di banding masa cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

Di sini, seperti terlihat dari beberapa contoh di atas, madrasah telah berkembang menjadi satu lembaga pendidikan dengan ciri-ciri yang dikenal kini. Model madrasah ini didirikan sebagai bagian dari upaya umat untuk mengadopsi sistem pendidikan modern yang diperkenalkan kolonial, dan pada saat yang sama karena ketidakpuasan terhadap lembaga pendidikan nasional yang telah berdiri sebelumnya. Oleh karena itu, gagasan modernisasi dan kemajuan merupakan bagian inheren dari perkembangan madrasah saat itu.

Madrasah merupakan salah satu perwujudan hasrat muslim untuk melangkah pada dunia baru yang disebut dengan alam kemajuan. Pendidikan pada saat sekarang tidak lagi dipahami sebagai peneguhan proses transformasi pengetahuan (knowledge) yang hanya dikuasai oleh sekolah (pendidikan formal). Guru dengan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tidak lagi dipandang sebagai ‘dewa’ dengan segala kemampuannya untuk melakukan proses pencerdasan masyarakat.

Gudang ilmu mengalami pergeseran, tidak lagi terpusat pada guru. Ruang pendidikan tidak lagi harus berada pada ruang-ruang sempit, yang bernama sekolah, melainkan juga harus dimainkan oleh masyarakat, entah itu melalui pendidikan alternatif maupun melalui pendidikan luar sekolah.

mengatakan bahwa proses pendidikan akan memperoleh keuntungan dari upaya membebaskan masyarakat yang cendrung mendewakan sekolah, dengan demikian kegiatan sekolah tidak lebih hanya sebagai pengkhianatan terhadap upaya pencerahan budi. Postmodernisme yang mengusung tema pluralitas, heterogenitas serta deferensiasi adalah bukti betapa pendidikan harus disebarkan melalui kerja-kerja yang tidak harus dibebankan pada sekolah. Apalagi, realitas membuktikan betapa sekolah justru seringkali memainkan peran dogmatis dan dominannya dalam melakukan transfer of value (transformasi nilai) serta transfer of knowledge (transformasi pengetahuan).

Peran guru, bahkan juga institusi sekolah seringkali menampilkan diri dalam batas-batasnya sebagai pembelenggu kreativitas anak didik, anak didik disekolah sering diperlakukan oleh guru tak ubah sebagai bejana kosong yang siap diisi tanpa boleh dibantah, pendidikan seperti ini yang dikritik oleh Freire sebagai model pendidikan “gaya bank” (banking system).

Sementara pola Sistem Kredit Semester (SKS) bahkan juga ujian akhir nasional (UAN) sebagai ukuran terakhir kemampuan anak didik adalah representasi bagi ‘penindasan’ yang dilakukan institusi-institusi tersebut terhadap pengembangan kreativitas anak didik. Beban pelajaran yang sedemikian berat, meminimilisasikan kemampuan anak didik untuk This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ‘melakukan’ eksperimentasi’ berdasarkan kemampuannya secara profesional, karena disibukkan dengan beban-beban yang cukup membelenggu.

Selama ini, pendidikan seolah hanya diarahkan pada pembentukan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga beban berat pengajaran seringkali diarahkan pada penguasaan pada bidang-bidang tersebut.

Padahal dalam perspektif postmodernisme, justru masyarakat modern mengalami degradasi, krisis moral, krisis sosial dan sebagainya, yang dimulai dari dominasi iptek dengan penerapan rasio manusia sebagai ukuran kebenarannya telah mendatangkan persoalan yang cukup berat menimpa masyarakat modern.

Rasio manusia ansich tidak lagi diharapkan dapat memberikan jawaban atas berbagai problem yang muncul dalam masyarakat modern, sehingga proses pendidikan hanya diarahkan pada kepentingan rasio atau nalar rasionalitas justru akan mendatangkan bencana kemanusiaan. Padahal sejak awal diyakini bahwa pendidikan diselenggarakan sebagai alat untuk memanusiakan manusia. Pengangkatan harkat dan martabat kemanusian tidak hanya dapat dimainkan oleh nalar rasio semata, tetapi harus integratif antara nalar rasional dan nalar spiritual.

Dalam konteks ini tidak berlebihan bila dalam konsep pendidikan nasional pengembangan kemampuan anak didik juga diarahkan pada tiga kemampuan dasar yaitu kognitif, afektif serta psikomotorik. Ketidakmampuan mengembangkan ketiga ranah tersebut akan melahirkan out put pendidikan yang timpang. Itulah sebabnya, proses pendidikan harus dijalankan untuk memainkan ketiga ranah tersebut agar tetap berjalan. Kritik postmodernisme atas situasi masyarakat modern cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 juga merupakan kritik atas proses pendidikan yang hanya mengedepankan satu aspek dari keseluruhan nilai yang dimiliki manusia.

Dalam kondisi yang demikian postmodernisme tampil memberikan berbagai alternatif bagi proses pendidikan yang harus dijalankan. Kritik mendasar postmodernisme terhadap modernisme telah memunculkan berbagai tema-tema penting seperti paralogy atau pluralisme cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 atau desentralisasi, dekontsruksi atau kritik dasar atas sebuah tatanan, relativisme, dan sebagainya.

Tema-tema inilah yang sesungguhnya memberikan peluang baru bagi munculnya model (paradigma) pendidikan yang perlu diselenggarakan oleh negara ataupun masyarakat Indonesia. Kejawen berisi kaidah moral dan budi pekerti luhur, serta memuat tata cara manusia dalam melakukan penyembahan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. Akan tetapi, setelah abad 15 Majapahit runtuh oleh serbuan anaknya sendiri, dengan cara serampangan dan subyektif, jauh dari kearifan dan budi pekerti yg luhur, “pendatang baru” menganggap ajaran kejawen sebagai biangnya kemusyrikan, kesesatan, kebobrokan moral, dan kekafiran.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Maka harus dimusnahkan. Ironisnya, manusia Jawa yang sudah “kejawan” ilang jawane, justru mempuyai andil besar dalam upaya cultural assasination ini.

Mereka lupa bahwa nilai budaya asli nenek moyang mereka itulah yang pernah membawa bumi nusantara ini menggapai masa kejayaannya di era Majapahit hingga berlangsung selama lima generasi penerus tahta kerajaan. Sultan Agung Mataram pada abad ke 15 dianggap sebagai filsuf peletak pondasi Kejawen Muslim yang kemudian sangat mempengaruhi upacara-upacara penting terutama yang paling nampak adalah penanggalan dalam menentukan hari-hari penting.

Hari-hari penting kejawen tidak lepas dari "Kelahiran - Pernikahan - Mangkat" (kematian), yang ketiganya adalah kehidupan dalam tradisi Jawa.

Orang Jawa akan mendapatkan nama pada ketiga peristiwa tersebut, yaitu nama saat kelahiran, nama saat pernikahan, nama saat mangkat (nama kematian dengan menambahkan "bin"/ "binti" nama orang tua dibelakang nama kelahiran). Semua hari-hari penting itu ditetapkan sesuai Kalender Jawa yang memiliki Primbon sebagai aturan-aturan dalam menentukan hari penting dan tata caranya. Berikut adalah hari-hari penting dalam Kejawen : 1.

Suran (Tahun Baru 1 Sura). 2. Sepasaran (upacara kelahiran) dan Aqiqah bagi Muslim. 3. Mantenan (Pernikahan dengan segala upacaranya). 4. Mangkat (Upacara Kematian) - Mengirim Do'a (Kenduri, Wirid, Ngaji) 7 Hari, 40 Hari, 100 Hari, 1000 Hari, 3000 Hari. 5. Megeng Pasa - Tanggal 28 dan 29 Bulan Ruwah (Bulan Arwah) Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap nasi dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga) untuk mengikat silaturahmi.

6. Megeng Sawal - Tanggal 29 dan 30 Bulan Pasa Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap nasi dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga salah satunya bertujuan untuk memperkuat hubungan tali silaturahmi) untuk mengikat silaturahmi bagi yang tidak ada kesempatan pada Megeng Pasa.

7. Riadi Kupat (Hari Raya Ketupat) - Tanggal 3, 4 dan 5 Bulan Syawal (Bagi orang tua yang ditinggalkan anaknya sebelum menikah). This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Karena filsafat kejawen juga beragama, hari besar agama juga merupakan hari penting kejawen.

Berikut ini adalah beberapa hari penting tambahan untuk kejawen muslim, antara lain : a. Hari Raya Idul Fitri b. Hari Raya Idul Adha. c. Hari Raya Jum'at. d. Muludan (Maulid Kanjeng Nabi Muhammad, S.A.W.) e. Sekaten (Syahadatain) Kejawen tidak memiliki Kitab Suci, tetapi orang Jawa memiliki bahasa sandi yang dilambangkan dan disiratkan dalam semua sendi kehidupannya dan mempercayai ajaranajaran Kejawen tertuang di dalamnya tanpa mengalami perubahan sedikitpun karena memiliki pakem (aturan yang dijaga ketat), kesemuanya merupakan ajaran yang tersirat untuk membentuk cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 utama yaitu Tata Krama (Aturan Hidup Yang Luhur) untuk membentuk orang jawa yang hanjawani (memiliki akhlak terpuji), hal-hal tersebut terutama banyak tertuang dalam karya tulis sebagai berikut : a.

Kakawin (Sastra Kuna) - merupakan kitab sastra metrum kuna (lama) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang berjumlah 5 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa Kuno dan Bahasa Jawa Kuno b.

Babad (Sejarah-Sejarah) - merupakan kitab yang menceritakan sejarah nusantara berjumlah lebih dari 15 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa Kuno dan Bahasa Jawa Kuno serta Aksara Jawa dan Bahasa Jawa c. Serat (Sastra Baru) - merupakan kitab sastra metrum anyar (baru) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang terdiri lebih dari 82 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan Huruf Pegon (Bahasa Krama Inggil Bahasa Jawa yang dituliskan dengan huruf Arab) d.

Suluk (Jalan Sepiritual) - merupakan kitab tata cara menempuh jalan supranatural untuk membentuk pribadi hanjawani yang luhur dan dipercaya siapa saja yang mengalami kesempurnaan akan memperoleh kekuatan supranatural yang berjumlah lebih dari 35 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan Huruf Pegon This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e.

Kidungan (Do'a-Do'a) - sekumpulan do'a-do'a atau mantra-mantra yang dibaca dengan nada khas, sama seperti halnya do'a lain ditujukan kepada Tuhan bagi pemeluknya masing-masing yang berjumlah 7 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa f.

Primbon (Ramalan-Ramalan) - berupa kitab untuk membaca gelagat alam semesta untuk memprediksi kejadian, dan lain-lain. ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa g. Piwulang Kautaman (Ajaran Utama) - berupa kitab yang terdiri dari Pituduh (Perintah) dan Wewaler (Larangan) untuk membentuk pribadi yang hanjawani, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa Para penganut kejawen sangat menyukai berpuasa dalam ajaran Islam karena dianggap sama dengan ajaran leluhurnya selain juga tafakur yang dianggap sama dengan bertapa.

Macam-macam puasa tersebut antara lain: a. Pasa Weton - berpuasa pada cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kelahiranya sesuai penanggalan Jawa. b. Pasa Sekeman - Puasa pada hari Senin dan Kamis. c. Pasa Wulan - Puasa pada setiap tanggal cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, 14, dan 15 pada setiap bulan Kalender Jawa. d. Pasa Dawud - Puasa selang-seling, sehari puasa-sehari tidak. e. Pasa Ruwah - Puasa pada hari-hari bulan Ruwah (Bulan Arwah).

f. Pasa Sawal - Puasa enam hari pada bulan Sawal kecuali tanggal 1 Sawal. g. Pasa Apit Kayu - Puasa 10 hari pertama pada bulan ke-12 kalender Jawa.

h. Pasa Sura - Puasa pada tanggal 9 dan 10 bulan Sura. Selain puasa diatas kejawen juga memiliki puasa biasanya untuk menggambarkan kezuhudan (kesungguhan) dalam mencapai keinginan, jenis puasa tersebut adalah sebagai berikut : a.

Pasa Mutih - puasa ini dilakukan dengan jalan hanya boleh makan nasi putih, tanpa garam dan lauk pauk atau makanan kecil dan lain-lain, serta minumnya juga air putih. b. Pasa Patigeni - puasa tidak boleh makan, minum dan tidur serta hanya boleh dikamar saja tanpa disinari cahaya lampu. c. Pasa Ngebleng - puasa tidak boleh makan dan minum, tidak boleh keluar kamar, boleh keluar sekedar tetapi sekedar buang hajat dan boleh tidur tetapi sebentar saja.

d. Pasa Ngalong - puasa tidak makan dan minum tetapi boleh tidur sebentar saja dan boleh pergi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e. Pasa Ngrowot - puasa yang tidak boleh makan nasi dan hanya boleh makan buahbuahan, umbi-umbian atau sayur-sayuran saja. Karena ayahku merupakan seorang tokoh masyarakat yang dianggap ahli tentang aturan kejawen, maka setiap ada warga yang hendak mengadakan suatu kegiatan tertentu baik dari kampungku sendiri maupun dari daerah yang lain mereka banyak yang bertamu ke rumahku demi untuk menentukan hari yang baik dalam mengadakan suatu kegiatan tersebut, seperti: ingin mengadakan acara pernikahan, mendirikan bangunan, hendak bepergian, bercocok tanam, mencari pekerjaan dan lain-lain.

Menurut aturan kejawen terdapat hari yang dianggap baik dan tidak baik. Setiap hari rumahku tidak pernah sepi dari tamu ayahku saat itu. Sebagai rasa terima kasih mereka atas bantuan yang diperoleh dari ayahku, kami sering mendapatkan kiriman makanan berupa nasi dan ingkung (satu ekor ayam yang sudah dimasak) lengkap dengan jenis-jenis makanan tradisional lainnya seperti: krecek (rengginang), tape ketan, jadah, kembang goyang dan lainnya.

Dalam keluargaku, memberikan sesuatu yang berupa makanan kepada orang lain dapat diartikan sebagai pengeratan tali silaturahmi, ungkapan terima kasih atas jasa yang telah diberikan, dan sebagai ungkapan permohonan maaf apabila kita melakukan kesalahan dalam tindakan atau tingkah laku, ucapan entah disengaja ataupun tidak disengaja dan lainnya. Setiap ada musim orang mau melangsungkan pernikahan misalnya, aku pun senang karena keluargaku sering mendapatkan kiriman makanan dari tamu ayahku yang sudah datang kepada ayahku yang hendak mengadakan acara tersebut.

Selain mencarikan penanggalan baik untuk acara pernikahan tersebut ayahku juga dimintai tolong untuk menjadi MC (Master of Ceremony) atau istilah Jawa-nya menjadi pranatacara. PRANATACARA Apa sih arti or makna semantik Pranatacara itu? Let’s we learn, study and share together.Pranatacara atau sering disebut pambyawara, pranata adicara, pranata titilaksana atau pranata laksitaning adicara adalah salah satu jenis pekerjaan yang berhubungan dengan suatu pertemuan atau acara dalam masyarakat Jawa.

Pranatacara dalam bahasa Indonesia disebut pewara atau pembawa acara. Pranatacara merupakan pembawa acara dalam upacara adat Jawa seperti pernikahan (temanten), kematian (kesripahan), pertemuan (pepanggihan), perjamuan (pasamuan), pengajian (pengaosan), pentas, dan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Profesi pranatacara sudah mendapat pengakuan dan memperoleh penghargaan yang baik dari masyarakat dan berkembang menjadi suatu profesi yang menguntungkan. Peran pranatacara dalam acara-acara resmi maupun hiburan, tetap menjadi tolak ukur dari sukses tidaknya suatu acara, sehingga dapat dibayangkan bagaimana bila suatu acara tidak ada pranatacaranya, maka acara tersebut akan terasa tidak urut dan tidak enak dilihat.

Untuk cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 seorang pranatacara tidak hanya mempunyai bekal keberanian, tetapi juga harus mempunyai bekal kemampuan.

Keberanian akan timbul apabila seseorang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dan rasa percaya diri ini timbul bila seseorang tersebut mempunyai keyakinan atas kemampuan yang dimiliki.

Syarat untuk menjadi pranatacara antara lain: seorang pranatacara harus dapat melafalkan dengan benar kata-kata bahasa Jawa krama inggil. Iapun diwajibkan mampu mengendalikan suaranya agar tetap menarik dan tidak menjemukan. Selain suara, nafas juga harus di kendalikan secara teratur. Beberapa syarat yang biasanya menjadi dasar bagi seorang pranatacara agar mampu melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut: a.

Olah swara (teknik vocal) Suara adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, artinya adalah bahwa setiap orang memiliki bobot suara yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Ada yang tinggi, sedang, dan kecil. Dalam bahasa Jawa, suara yang bagus disebut gandhang, yaitu tidak berisik, pelan dan nyaman didengar. Suara gandhang enak didengar, penuh wibawa, dan menunjukkan kepribadian. Sebagai pranatacara, maka suara adalah hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai aktivitas kepranatacaraannya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang membantu pranatacara 1. Aksentuasi (accentuation) atau logat.Suara pranatacara tidak tercampur dengan dialek atau logat daerah, artinya suaranya menggunakan bahasa baku.

Dalam bahasa Jawa, yang dianggap baku adalah logat/dialek Surakarta dan Ngayogyakarta hadiningrat. Untuk dialek tidak baku seperti dialek Banyumas, Jawa Timuran dan lainnya bisa digunakan dalam acara santai atau sebagai selingan agar acara tidak terasa sepi sunyi.dalam olah swara (teknik vokal). 2. Artikulasi (articulation) atau pocapan. Yaitu kejelasan pengucapan kalimat dan pelafalan kata.

Huruf mati dan huruf hidup diucapkan dengan tegas dan jelas, tidak mendengung (bindheng). Pranatacara harus mengerti cara pengucapan bahasa Jawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dengan benar, begitu juga bahasa Indonesia atau bahasa asing yang mungkin harus diucapkan ketika ada tamu yang tidak mengerti bahasa Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 krama Inggil.

Kekeliruan dalam mengucapkan suatu kata bisa merendahkan kewibawaan pranatacara. 3. Nafas (breath) atau prana. Nafas tidak dipaksakan, tidak terengah-engah, sehingga tampak wajar.

Dengan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 nafas yang baik, maka seorang pranatacara bisa memberi jeda frasa, kalimat, ungkapan (basa pinathok) dan pernyataan dengan tepat maknanya.

Sikap berdiri yang tegak, rileks, pakaian yang longgar/tidak sesak di badan, dapat melonggarkan aliran nafas sehingga suara menjadi lebih alami. 4. Kecepatan (speed) bicara dan Intonasi (intonation) nada suara atau membat mentul swara. Hal ini berhubungan dengan intonasi, aksen, pacing (tempo), pitch (nada), juncture (titik waktu). Intonasi berkenaan dengan pungtuasi seperti koma, titik, titik koma, tanda perintah, tanda tanya. Aksen berkenaan dengan stress (tekanan).

Pitch berkenaan dengan tinggi rendahnya suara sesuai dengan acara yang sedang digelar. Untuk acara resmi seperti temanten, kesripahan, pahargyan, menggunakan suara rendah, kalem, namun untuk acara hiburan menggunakan suara tinggi.

Tempo berkenaan dengan cepat dan lambatnya suara. Juncture berkenaan dengan waktu pengambilan nafas agar nafas tidak terengah-engah saat menjalankan acara. 5. Empati atau kajiwa. Suara yang diucapkan harus bisa menyesuaikan dengan kondisi kejiwaan suatu acara. Pengucapan harus sesuai dengan suasana acara apakah acara tersebut memiliki unsur cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, susah, doa, atau gembira. 6. Infleksi atau lagu kalimat (perubahan nada suara).

Lebih baik hindari pengucapan yang sama bagi setiap kata (redundancy). Infleksi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat. b. Olah raga lan busana (penampilan) Di dalam bahasa Jawa terdapat sebuah peribahasa yang berbunyi: ajining dhiri gumantung kedaling lathi, ajining raga gumantung ing busana. Peribahasa tersebut sangat sesuai dengan profesi pranatacara. Seorang pranatacara akan tampil dengan sangat bagus jika didukung oleh bagusnya suara, postur badan dan pakaiannya.

Olah raga berhubungan dengan sikap, solah bawa, kesusilaan, dan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013. Berikut ini adalah tujuh bentuk olah raga sebagai pranatacara: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 1. Magatra: badan, wajah, cara berdandan dan berpakaian, sesuai, pantas, sikap wajar, tidak dibuat-buat. 2. Malaksana: cara melangkah dan berjalan selangkah dua langkah urut, luwes, tidak ragu-ragu. 3. Mawastha: berdiri tegak, tidak menyondong.

4. Maraga: mantap, tenang, tidak gemetaran, kepala tegak, menatap ke depan, gerakan tangan teratur untuk menunjukkan kejelasan ucapan.

5. Malaghawa: terampil, lancar, tidak lambat namun juga tidak terlalu cepat. 6. Matanggap: tanggap terhadap situasi yang dihadapi, ketika berhadapan dengan situasi acara yang membutuhkan ketenangan, kekusyukan, bisa ikut tenang dan khusyu’, jika berhadapan dengan situasi acara yang membutuhkan suasana segar dan menyenangkan, bisa ikut membuat suasana menjadi gembira, dan sebagainya.

7. Mawwat: mantab, menyelesaikan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan penyelenggara acara. Olah raga, atau cara berpenampilan yang baik bagi seorang pranatacara selalu diawali dengan keadaan tubuh yang sehat, suara yang tidak serak, volume suara yang enak didengar, tidak melengking dan tidak rendah.

Ia harus mengenali tempat dimana acara akan diselenggarakan, mengenali karakteristik tamu dan memandang mereka sebagai sahabat. Ia bisa melakukan gerakan tangan seperlunya saat berada di atas pentas, tidak berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan, karena gerakan tubuh yang berlebihan hanya akan mengacaukan penampilan dan tampil percaya diri.

Olah busana atau cara berpakaian yang baik bagi seorang pranatacara merupakan hal yang wajib diketahui dan dimengerti dengan baik agar penampilan dan gaya berpakaian sesuai dengan acara yang sedang dibawakan.

Memakai pakaian yang serasi/cocok dengan acara, harus dibicarakan dengan panitia acara, contohnya ketika menjadi pranatacara adat temanten Jawa, apakah menggunakan pakaian adat/kejawen (busana adat Ngayogyakarta atau Surakarta), seragam dengan panitia ataukah tidak, menggunakan busana nasional/formal ataukah tidak. Busana dalam acara pernikahan tentu akan berbeda dengan busana ketika menjadi pranatacara kematian.

Busana resmi akan berbeda dengan busana santai. Busana yang dipakai dalam acara yang diselenggarakan didalam gedung pasti akan berbeda dengan acara yang diselenggarakan dirumah. Warna busanapun harus dipilih dengan seksama, agar tidak terlihat menyolok, terlalu terang, atau terlalu banyak memakai aksesoris. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com c. Olah basa lan sastra (kemampuan berbahasa dan sastra) Agar dapat mengolah bahasa dengan baik, seorang pranatacara harus mengetahui dan memahami paramasastra (fonologi, morfologi, semantik, sintaksis), wacana, dan pragmatik.

Pengetahuan yang luas mengenai paramasastra Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 diharapkan dapat membuat pranatacara mampu mengucapkan kata-kata, frasa, kalimat, ungkapan, wacana Bahasa Jawa krama inggil dengan laras dan leres. Laras artinya, pranatacara mampu menggelar acara sesuai dengan keadaan dan suasana. Leres artinya pranatacara bisa menggunakan bahasa yang sesuai dengan paramasastranya. Bahasa Jawa memiliki pola bahasa yang bertingkat-tingkat, yakni: basa krama, madya, dan ngoko.

Tingkatan krama adalah unggah-ungguh yang memancarkan arti penuh sopan santun antara penutur dan mitra tutur. Dengan kata lain, tingkatan ini menandakan adanya perasaan segan (pakewuh) diantara keduanya.

Hal ini disebabkan hubungan antara penutur dengan mitra tutur belum terjalin dengan baik. (Poedjosoedarmo, 1979: 14). Dalam peristiwa tutur, ada jarak antara penutur dan lawan tutur. Penutur bersikap hormat kepada lawan tutur dan tidak boleh berbuat semaunya. Tingkatan krama, biasanya digunakan pada mitra tutur yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari penutur, seperti seorang bawahan bertutur dengan atasannya atau seorang murid yang bertutur dengan gurunya maka akan menggunakan tingkat tutur krama.

Madya merupakan bagian tengah-tengah dalam undakusuk bahasa Jawa. Madya merupakan tingkatan atau undak-usuk diantara krama dan ngoko. Tingkat tutur madya ini menunjukkan perasaan sopan, tingkat tuturnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. (Poedjosoedarmo, 1979:15).

Bahwasanya tingkatan madya bermula dari bentuk krama. Dalam proses perkembangannya, tingkat tutur ini sudah mengalami proses kolokialisasi atau informalisasi penurunan tingkat. Selain itu, tingkatan ini sudah mengalami proses pluralisasi. Banyak orang menyebut bahwa tingkat tutur madya ini memiliki ciri setengah sopan dan setengah tidak sopan. Orang-orang desa biasanya berbicara dengan tingkat tutur ini terhadap orang yang dia anggap perlu untuk disegani. Digunakan dalam bertutur kata dengan orang yang tingkat sosialnya rendah, tetapi usianya lebih tua dari penuturnya.

Dalam tingkat apapun, kata ngoko digunakan apabila kata tersebut tidak mempunyai padanan pada tingkat kata yang lebih tinggi.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dengan kata lain, kosakata dalam bentuk ngoko mempunyai jumlah paling besar diantara kosa kata lainnya. Bentuk basa ngoko merupakan suatu tatanan kalimat yang terdiri dari kumpulan kata-kata ngoko yang seterusnya akan disebut tembung ngoko, termasuk juga afiks-afiks yang melekat pada tembung ngoko itu sendiri adalah kata-kata yang tidak memiliki atau mengandung suatu nilai halus atau penghormatan.

Bentuk madya paling sering dipakai oleh orang-orang yang bermukim di pedesaan ataupun di daerah pegunungan, terutama pada saat kegiatan jual-beli di pasar.

Kemudian, Tembung (leksikon) krama inggil ialah kata-kata yang digunakan paling hormat. Tembung krama inggil dapat ditempatkan bersama-sama dengan rangkaian tembung-tembung ngoko, madya, maupun krama. Basa krama yang biasanya dipakai sebagai bahasa pengantar bagi pranatacara dalam melaksanakan tugas kepranatacaraannya.

Bahasa Jawa juga memiliki basa Jawa baru dan lama. Rerengganan biasanya memakai bahasa Jawa lama/kawi yang memiliki aspek sastra tinggi. Untuk menampilkan ciri sastra, pranatacara menggunakan purwakanthi (lumaksita, sastra, swara) atau nyekar (tembang). 1. Contoh purwakanthi lumaksita (purwakanthi basa): Nun inggih naming Dhimas Sujatmika ingkang kuwawi methik puspita, puspita cempaka, cempaka kang lagya ambabar ganda arum, boten sanes inggih naming Risang Ahayu Retna Kumala.

(Pringgawidagda, 1998: 20) 2. Contoh purwakanthi sastra: Bokmenawi atur kula wonten cicir cewet kuciwanipun, kula nyuwun agunging pangaksama.

Wijang wijiling wicara panjenenganipun Rama Sudira kang pindha pinandhita cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sesuluh seserepan dhumateng rising temanten kekalih.

Gumarenggeng ambrengengeng kadya sasra bremana ingkang mider hangupeng puspita, hanenggih menika rata kencana ingkang tinitihan dening putra calon penganten kakung ingkang sampun manjing gapuraning palataran.

(Pringgawidagda, 1998: 20). Ketika penganten hendak melakukan kirab, maka pranatacara dapat melantunkan sekar kinanthi: Arsa tedhak sang Dyah Ayu, Keng raka tansah kinanthi, Bagus Dendy setiawan, Kalian Dewi Sitoresmi, arsa kirab kanarendran, Gandheng renteng kanthen nyari. Ketika selesai pahargyan, pranatacara melantunkan sekar pucung: Sampun rampung pahargyan temantenipun, Kanthi karaharjan, Binerkahan mring Hyang Widhi, Sri panganten binedhol nuju wiwara. d. Pangrengga swara (sound system) This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kemajuan teknologi membantu pranatacara mengolah suaranya.

Suara yang pelan bisa terdengar lebih jelas, suara yang enteng akan terdengar lebih mantab. Dekat dan jauhnya letak mikrofon dari mulut pranatacara bisa dipakai untuk membedakan suara berat, ringan, pelan, cepat, dan memperjelas desis ketika melafalkan kata-kata bahasa Jawa dalam tingkatan krama inggil. e. Papan (tempat) Tempat dimana seorang pranatacara harus berdiri haruslah sesuai dengan suasana, tidak terlalu dekat dengan tamu, dan tidak terlalu jauh dari tamu apalagi tidak terlihat sama sekali oleh tamu.

Yang paling ideal adalah tempat dimana seorang pranatacara bisa melihat tamu dan seisi tempat acara dengan jelas, juga dekat dengan panitia acara, penata sound system sehingga mengerti jalannya acara dari awal hingga akhir.

f. Pawiyatan (pendidikan) Menjadi seorang pranatacara bisa dipelajari melalui pendidikan formal seperti di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), UNS (Universitas Negeri Surakarta), UNNES (Universitas Negeri Semarang) dan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang membuka program studi Bahasa Jawa, pendidikan non formal seperti kursus, penataran, pelatihan atau belajar sendiri.

Ilmu umum cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dipelajari melalui pendidikan, baik formal maupun non formal, harus diimbangi dengan ilmu agama sehingga ia mampu memaparkan ayat-ayat dari kitab apapun.

Jadi dan tidaknya seseorang sebagai pranatacara yang mumpuni tergantung niat dan kemauan. Meskipun tidak belajar melalui pendidikan formal, apabila ia mau belajar melalui pendidikan non formal ditambah mau belajar langsung dari situasi dan suasana dimana acara digelar, ia pastilah bisa menjadi seorang pranatacara yang baik dan handal. g. Mental Tidak semua orang memiliki mental baja, ada yang berani, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang malu-malu.

Bisa saja terjadi, seseorang yang sudah belajar dengan tekun, bahkan telah dihapalkan sebelumnya, namun ketika berhadapan dengan tamu yang banyak, mentalnya menjadi ciut, oleh karena seorang pranatacara tidak boleh salah ucap, dan grogi sehingga kata-kata yang seharusnya diucapkan mantap menjadi acak-acakan dan sekenanya saja. Mental yang tidak kuat, bisa terlihat dari suara yang grogi, badan gemetar, sering salah ucap, dan berdebar-debar. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Agar seorang pranatacara punya mental baja, kuat, dan berani tampil dengan hasil maksimal, maka dibutuhkan latihan yang terus menerus dan bisa melakukan gladhi (gladhi simulasi ataupun gladhi sebenarnya).

Gladhi simulasi adalah melakukan tugas pranatacara seperti menghadapi tamu yang sebenarnya diluar acara. Gladhi sebenarnya adalah mengikuti kegiatan mranatacara pada acara yang sebenarnya dengan berdiri di dekat pranatacara profesional saat melakukan pekerjaannya. Ketika sudah merasa berani tampil sendirian, ia bisa mencoba satu dua titilaksana dalam acara tersebut bergiliran dengan pranatacara yang telah profesional (biasanya acara yang memiliki banyak titilaksana adalah acara temanten).

Ketika sudah merasa bisa, maka ia bisa melaksanakan tugas pranatacara sendiri. h. Ketewajuhan (kedisiplinan) Ketewajuhan berkenaan dengan disiplin waktu dan tugas. Disiplin waktu berarti ia harus datang lebih awal dari para tamu yang sebenarnya, memulai acara sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dan mengakhiri acara sesuai dengan waktunya. Disiplin dalam tugas artinya melaksanakan kewajiban sesuai dengan yang diminta penyelenggara acara, tidak meninggalkan tempat acara sebelum acara cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 digelar.

i. Gladhen (gladi) Ada tiga tingkatan pranatacara, yaitu pemula, madya, dan professional. Pranatacara pemula biasanya sebelum melaksanakan tugas kepranatacaraannya, ia membuat teks terlebih dahulu dan dihapalkan. Pranatacara madya biasanya hanya membuat catatan garis besar acara yang hendak ia laksanakan.

Pranatacara professional biasanya tidak memerlukan persiapan serius dan matang untuk melaksanakan tugas kepranatacaraannya. Ia bisa diminta kapan saja alias mendadak. Pranatacara pada tingkatan manapun harus melakukan gladhi acara agar acara yang dibawakannya bisa berjalan lancar, kata-kata bisa tepat, suaranya bisa terdengar bagus dan mampu membawakan acara dari awal hingga akhir dengan baik. j. Kasamaptaan (persiapan) Persiapan sangat penting bagi seorang pranatacara. Siap dalam arti mampu mempersiapkan diri dalam hal kesehatan, penampilan, pakaian, dan acara.

Jangan sampai ketika di daulat menjadi pranatacara, ia sakit sehingga penyelenggara acara harus mencari pengganti. Penampilan dan pakaian sangat mempengaruhi kewibawaan seorang pranatacara, sehingga ia harus mempersiapkan dengan matang kedua hal tersebut sebelum acara digelar. Siap dalam acara berarti bahwa seorang pranatacara harus berkomunikasi dengan penyelenggara acara, panitai acara, bagaimana sebaiknya acara digelar. Jangan sampai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com seorang pranatacara memberikan jeda waktu istirahat, sementara panitia belum siap untuk menyuguhkan makanan dan minuman.

Dalam berpranatacara kita juga harus memperhatikan kode etik pranatacara. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

Etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip prinsip moral yang ada pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logikarasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik.

Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian. Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu: 1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.

Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan masyarakat. Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat.

Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri. Tanggung jawab profesi yang lebih spesifik yaitu: 1. Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses maupun produk hasil kerja profesional. 2. Menjaga kompetensi sebagai profesional. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.

Mengetahui dan menghormati adanya hukum yang berhubungan dengan kerja yang profesional. 4. Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggung jawab. Menjadi seorang pranatacara berarti memahami etika pranatacara, etika tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Bila diminta penyelenggara acara tidak menolak. Apabila hendak menolak, maka harus memberikan penjelasan dengan cara yang baik, sopan, halus, dan berhati-hati apalagi bila menyangkut masalah permintaan yang merupakan “sambatan” alias sukarela tanpa dibayar.

2. Harus bisa meyakinkan penyelenggara acara agar mantap dalam memilihnya sebagai calon pranatacara, namun seorang pranatacara tidak boleh sombong dengan membicarakan kemampuannya sebelum tugas dilaksanakan. 3. Siap melaksanakan tugas. 4. Bila bertanya tentang waktu acara (baik siang atau malam), nama tempat, denah lokasi, dan sebagainya dengan jelas sehingga tidak terjadi miskomunikasi atau kesalahpahaman.

5. Jangan pernah meminta untuk dijemput kecuali jika waktunya terlalu mepet. 6. Jauhi pembicaraan tentang honor atau upah. 7. Jauhi permasalahan pribadi (seperti apakah pengantinnya duda atau janda: untuk perhelatan temanten (pernikahan), meninggal karena apa: untuk acara layatan, dan sebagainya).

8. Jangan menyebut merek sound system. 9. Bila bisa, upayakan datang setengah jam sebelum acara dimulai. Pranatacara dalam Bahasa Jawa sebagai sumber kearifan dalam kehidupan bermasyarakat. Kearifan merupakan “sesuatu” yang dihasilkan dari sebuah kecerdasan manusia yang dapat digunakan oleh sesamanya sebagai sarana pencerdasan pula. Kearifan dihasilkan dari proses pemikiran dan pengambilan keputusan yang bijaksana, tidak merugikan semua pihak, serta bermanfaat bagi siapapun yang tersapa oleh kearifan itu.

Kearifan dapat menjadi sarana pemelajaran bagi setiap manusia untuk menjadi orang yang cerdas, pandai, dan bijaksana. Kebudayaan dapat diartikan sebagai seluruh usaha dan hasil usaha manusia dan masyarakat untuk mencukupi segala kebutuhan serta hasratnya untuk memperbaiki hidupnya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kearifan dalam budaya adalah seluruh usaha dan hasil usaha manusia dan masyarakat yang dilakukan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ditujukan untuk memberikan makna manusiawi dan membuat tata kehidupan yang manusiawi pula. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, usaha dan hasil budaya manusia diarahkan untuk meningkatkan harkat dan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Kearifan dalam budaya merupakan bentuk kecerdasan yang dihasilkan oleh masyarakat pemilik kebudayaan yang bersangkutan. Sebuah kearifan lokal merupakan kecerdasan yang dihasilkan berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri sehingga menjadi milik bersama. Kearifan lokal budaya Jawa merupakan wujud kecerdasan yang dihasilkan oleh pengalaman hidup masyarakat Jawa sendiri, bukan oleh pengalaman hidup bangsa atau suku lain. Mempelajari dan menghayati budayanya sendiri akan menghasilkan kecerdasan bagi para pelakunya, karena mereka terlibat langsung dalam penciptaan budayanya, melalui pengalaman hidup yang dijalani bersama, namun bukan berarti kebudayaan suku atau bangsa lain tidak dapat dipelajari.

Kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh sekelompok etnis manusia yang diperoleh melalui pengalaman hidupnya serta terwujud dalam ciri-ciri budaya yang dimilikinya. Kearifan lokal memiliki ketahanan terhadap unsur-unsur yang datang dari luar dan mampu berkembang untuk masa-masa cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

Kepribadian suatu masyarakat ditentukan oleh kekuatan dan kemampuan kearifan lokal dalam menghadapi kekuatan dari luar. Jika kearifan lokal hilang atau musnah, maka kepribadian bangsapun memudar.

Orang Jawa yang masih menghayati ke-Jawa-annya, memandang bahwa kebudayaan Jawa merupakan kebudayaan yang adiluhung. Adiluhung dapat dipadankan dengan luhur. Kebudayaan adiluhung artinya kebudayaan luhur yang diciptakan untuk mencapai tujuan yang luhur. Ketika orang Jawa mengajarkan pengetahuan, pranata, adat, norma-norma, ataupun nilai-nilai Jawa kepada generasi berikutnya tentu mereka menanamkan bahwa orang Jawa wajib melestarikan kebudayaan Jawa yang adiluhung itu.

Keyakinan atas keadiluhungan kebudayaan mewujud menjadi sebuah hukum yang ketat yang dijabarkan dalam pranata adat ataupun aturan-aturan di dalam kehidupan keluarga. Kebudayaan yang adiluhung yang mereka yakini dapat terpinggirkan oleh budaya lain atau bahkan terlupakan dan pada akhirnya punah. Jika kebudayaan Jawa tidak dianut lagi, barangkali, generasi berikutnya menjadi generasi yang tidak lagi berperilaku njawani seperti layaknya orang Jawa.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bahasa merupakan pengejawantahan dari apa yang dipelajari dan dipikirkan manusia.

Bahasa merupakan representamen kebudayaan. Kebudayaan merupakan keseluruhan proses pemikiran dan hasil usaha manusia untuk mengatasi keterbatasan manusia dalam mempertahankan dan memfasilitasi keberadaan hidupnya yang dipahami melalui proses belajar hingga menjadi milik bersama. Bahasa yang dipakai oleh seorang pranatacara adalah bahasa Jawa krama inggil, yakni bahasa Jawa yang tingkatannya berada paling tinggi.

Bahasa Jawa krama inggil memiliki unsur sastra dan seni yang tinggi. Bahasa ini biasanya dipakai dalam situasi resmi. Unsur seni yang tampil dalam bahasa Jawa krama inggil antara lain berupa pilihan susunan kata-kata, metaphor, dan kesamaan bunyi mengubah tuturan yang disampaikan menjadi tuturan yang puitis.

Tuturan yang disajikan dengan bahasa seni (bahasa yang indah) disebut basa rinengga yaitu bahasa yang diperindah. Cara memperindah tuturan dimaksud dilakukan dengan mengubah kalimat dan mengganti kata-kata tertentu dengan kata-kata lain yang bersinonim atau menggunakan metaphor.

Unsur seni yang berupa persamaan bunyi dalam tuturan bahasa Jawa disebut purwakanthi yakni menyebut kembali apa yang telah diujarkan dedepannya (sebelumnya). Seorang pranatacara biasa menggunakan bentuk ini dalam acara temanten. Unsur seni yang terdapat dalam tuturan formal pada upacara temanten berupa penyulihan kata-kata yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan kata-kata sinonimnya diambil dari ragam sastra.

Penggunaan kata-kata dari ragam sastra merupakan sebuah kelaziman yang hadir dalam tuturan pidato pranatacara. Selain menciptakan rasa kenyamanan, bahasa seni yang dihadirkan dalam upacara temanten mampu menciptakan suasana agung dan sakral. Pranatacara adalah sebuah profesi yang erat kaitannya dengan budaya dan bahasa Jawa. Kehadirannya ditengah masyarakat menjadikan budaya Jawa yang adiluhung tetap dipakai dalam kehidupan bermasyarakat.

Kita bisa membayangkan jika sudah tidak ada lagi masyarakat Jawa yang menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupannya, dan tidak pernah mendengar orang menggunakan bahasa tersebut didalam masyarakat, maka bahasa Jawa lama-kelamaan pasti akan hilang keberadaannya. Pranatacara dalam bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Jawa dalam situasi resmi dan sakral maupun situasi santai akan menjadi salah satu unsur pembangkit dipakainya kembali bahasa Jawa di ranah publik. Kecakapan pranatacara dalam menjalankan profesinya, didukung oleh pemahaman masyarakat Jawa pada umumnya, bahwa acara-acara sakral dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com agung tidaklah nyaman dihati mereka cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tidak ada unsur ke-Jawa-annya.

Unsur ke-Jawa-an yang dimaksud adalah penggunaan bahasa Jawa krama inggil dengan unsur seni dan sastra yang tinggi sehingga suasana kesakralan akan terasa dan menyentuh hati. Sekarang ini seperti sedang berkembang suatu tren, baik di kalangan keraton, pejabat negara, pengusaha, maupun rakyat biasa yang menggunakan jasa pranatacara sebagai pembawa acara yang mereka gelar.

Dalam hal ini, fungsi pranatacara sebagai salah satu pemakai dan pelestari budaya Jawa menjadi sangat berarti. Tren yang sedang berkembang hendaknya terus di uri-uri atau dilestarikan agar anak dan cucu dapat terus menjumpai dan mendengar bentuk-bentuk sastra Jawa yang adiluhung di masyarakat.

Seringnya menjumpai dan mendengar bentuk bahasa Jawa yang dibawakan oleh seorang pranatacara, maka akan memunculkan bibit-bibit pranatacara baru yang nantinya akan menggantikan fungsi pranatacara yang telah tua atau meninggal. Dengan demikian, regenerasi profesi pranatacara akan dapat terus terjadi. Regenerasi inilah yang akan tetap melestarikan budaya Jawa yang adiluhung sebagai suatu kearifan lokal masyarakat Jawa yang hanya akan dijumpai dalam masyarakat Jawa sebagai ciri khas budaya Jawa.

Ayahku saat itu paling sering menjadi pranatacara pada acara mantenan (pernikahan). PRIMBON Well, dalam Kejawen, pasti gak lepas dengan adanya buku atau kitab primbon. Sebenarnya apa sih primbon itu? Oke lah kalo beg beg begitu.mari kita simak bareng aja temuan aku apa itu primbon yang menjadikan buku atau kitab bagi kalangan tertentu yang menjadi kontroversial, fenomenal dalam kaum or penganut kejawen. Primbon berasal dari kata bahasa Jawa, yaitu: bon, mbon atau mpon yang berarti induk, lalu kata tersebut mendapat awalan pri atau peri yang berfungsi meluaskan kata dasar.

Jadi kesimpulannya, buku primbon dapat di artikan sebagai induk dari kumpilan-kumpulan catatan pemikiran orang Jawa kuno. Catatan-catatan yang dimuat cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sebuah kitab (kitab primbon) dianggap penting. Pengetahuan penting itu lalu di kumpulkan mejadi sebuah buku primbon yang menjadi sumber rujukan orang-orang Jawa sejak zaman dahulu untuk panduan menjalani kehidupan sehari-hari.

Primbon Jawa kuno dibuat pada zaman pemerintahan Sultan Agung Mataram pada abad ke 15 Masehi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Primbon merupakan buku yang berisi perhitungan, perkiraan, ramalan dan sejenisnya mengenai hari baik dan buruk untuk melakukan segala sesuatu, serta perhitungan untuk mengetahui nasib dan watak pribadi seseorang berdasarkan hari kelahiran, nama, dan ciri-ciri fisik.

(Bay Aji Yusuf, 2009). Dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer disebutkan bahwa primbon merupakan kitab yang berisi ramalan perhitungan baik, buruk, dan sebagainya. Umumnya primbon bersifat anonim. Kalaupun nama yang tertera, sebagian besar hanya merupakan penyusunnya saja. Kecuali seri Bataljemur Adammakna yang ditulis oleh pangeran Harya Tjakraningrat dari kesultanan Yogyakarta. Suwardi Endaswara juga menyebutkan bahwa primbon merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Mistikus Jawa disebut juga primbonis.

Karena segala gerak dan tingkah laku didasarkan pada kitab primbon. Karena primbon memuat berbagai macam persoalan hidup. Dalam hal ini Suwardi membagi ajaran primbon sebagai berikut: 1.

Pranata Mangsa Merupakan cara membaca gejala alam semesta. Atau disebut juga tafsir alam (ngalam) semesta. Biasa digunakan kaum tani pedesaan untuk menghitung waktu tandur (menanam padi) atau nelayan untuk mengetahui waktu melaut. 2. Petungan Merupakan hitungan-hitungan neptu (nilai numerik). Misalnya, dalam mencari kecocokan jodoh, nama laki-laki dan perempuan dihitung sedemikian rupa sesuai dengan abjad Jawa yang 20, kemudian dibagi tujuh, maka sisanya adalah kondisi yang akan terjadi jika menikah.

3. Pawukon Merupakan rumusan perhitungan waktu, hari, pasaran, bulan ataupun tahun. 4. Pengobatan Merupakan wejangan pengobatan tradisional. 5. Wirid Biasanya berupa sastra Wedha. Di dalamnya terkandung pesan, sugesti, larangan yang menuju ke suatu titik mistik. Yang bertujuan agar terciptanya keharmonisan manusia Jawa dengan sesamanya, alam semesta dan Tuhan. 6. Aji-aji Merupakan gambaran hidup supranatural orang Jawa.

Menurut masyarakat kejawen, mantra memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa jika cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013. 7. Kidung This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Syair yang berisi wejangan dan sebagainya.

8. Ramalan/Jangka Ramalan sama halnya seni petungan. Hanya saja lebih luas, tidak sekedar masalah individu seperti jodoh dan nikah, tetapi lebih bersifat luas, seperti apa yang terjadi dalam masyarakat diramalkan dalam Jangka Jayabaya. 9. Tata Cara Slametan Merupakan tata cara ritual orang Jawa sebagai tanda syukur, tolak bala’ ataupun yang lainnya. 10. Donga/Mantra Donga atau mantra seperti halnya wirid dan aji-aji, tetapi menggunakan ayat-ayat alQur’an yang ejakannya dijawakan (dipegonkan).

11. Ngalamat/Sasmita Gaib Ngalamat biasanya berupa fenomena aneh cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 alam semesta. Masyarakat kejawen menganggap fenomena ganjil tersebut sebagai pertanda. Primbon merupakan catatan-catatan yang dianggap penting mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pedoman hidup dan tatanan tradisi. Dalam primbon, misalnya, terdapat catatan mengenai berbagai mantra dan rumusan mencari waktu-waktu tertentu yang dianggap baik (untung;Jawa) untuk melakukan segala sesuatu dan waktu-waktu yang dianggap jelek (naas; Jawa) untuk melakukan sesuatu.

Bentuk dan penghitungan kalender Jawa hampir sama dengan kalender Hijriyah yang digunakan oleh umat Muslim. Keduanya sama-sama memiliki jumlah bulan yang sama, hanya saja nama bulannya yang berbeda dan jumlah harinya yang sedikit berbeda. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, hasil dari catatan-catatan yang dimasukkan ke buku induk salah satunya adalah penanggalan. Hitungan hari dalam kalender Jawa itulah yang menjadi dasar perhitungan ramalan primbon Jawa.

Penanggalan (Kalender) Islam No. Penanggalan Islam Lamanya Hari 1 Muharram 30 2 Safar 29 3 Rabiul awal 30 4 Rabiul akhir 29 5 Jumadil awal 30 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 6 Jumadil akhir 29 7 Rajab 30 8 Sya'ban 29 9 Ramadhan 30 10 Syawal 29 11 Dzulkaidah 30 12 Dzulhijjah 29/(30) Jumlah 354/355 Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Namun, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah. Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah).

Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi). Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun.

Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting pada tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari: 1. Al-Ahad (Minggu) 2. Al-Itsnayn (Senin) 3. Ats-Tsalaatsa' (Selasa) 4. Al-Arbaa-a / Ar-Raabi' (Rabu) 5. Al-Khamsah (Kamis) 6. Al-Jumu'ah (Jumat) 7. As-Sabt (Sabtu) Penanggalan (Kalender) Jawa Berikut beberapa perbedaan dan kesamaan penanggalan bulan Jawa dengan Hijriah: Bulan dalam kalender Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 adalah: 1.

Januari 2. Februari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3. Maret 4. April 5. Mei 6. Juni 7. Juli 8. Agustus 9. September 10. Oktober 11. November 12. Desember Bulan dalam kalender Jawa adalah: 1.

Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadil Awal 6. Jumadil Akhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar Penanggalan hari dalam kalender Hijriah adalah: 1. Senin 2. Selasa 3. Rabu 4. Kamis 5. Jumat 6. Sabtu 7. Minggu Penanggalan hari/ pasaran dalam kalender Jawa adalah: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com PON WAGE KLIWON LEGI PAHING Primbon yang tertua ditulis pada masa Mataram Islam.

Ini menunjukkan bahwa sebelum Mataram, bahkan sebelum masuknya Islam ke Jawa, Primbon belum didokumentasikan secara tertulis. Namun demikian, akar primbon yang berupa ramalan astrologi telah lama dikenal dengan Serat Jayabaya atau yang dikenal sebagai ramalan Jayabaya. Primbon Jawa kuno digunakan untuk mengetahui sifat seseorang, keberuntungan, hari baik, kecocokan jodoh, serta seluk beluk kehidupan yang ingin diketahui oleh manusia.

Pada dasarnya primbon Jawa kuno diciptakan sebagai pedoman hidup bagi manusia. Percaya atau tidaknya semuanya kembali kepada pribadi masing-masing.

Di Perpustakaan Nasional terdapat banyak jenis primbon, seperti Kitab Ta’bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, Lontarak Bola, dan lainnya.

Primbon yang ditulis lebih sistematis terbit pada tahun 1912-1930-an. Selanjutnya primbon bukan lagi sekedar catatan keluarga, tetapi justru sudah menjadi petunjuk praktis dalam kehidupan. Seri Primbon Betaljemur Adammakna terbitan Solo misalnya disusun secara berseri dengan Attasadhur Adammakna dan Lukmanakim Adammakna dalam dua bahasa, Jawa dan Indonesia. Sebagai contoh wujud dari hasil Ilmu kejawen yang ada di Jawa yang mencakup tentang 3 masalah utama yaitu: realita, pengetahuan dan nilai.

Menurut teori John S. Brubacher (dalam Prasetya, 2000;36) bahwa dalam tinjauan dari segi sistematik, filsafat berhadapan dengan 3 problem utama, yaitu: 1. Realita, ialah mengenai kenyataan, yang selanjutnya menjurus kepada masalah kebenaran.

Kebenaran akan timbul bila orang telah dapat menarik kesimpulan bahwa pengetahuan yang telah dimiliki ini telah nyata. 2. Pengetahuan, yang berusaha menjawab pertanyaan-pernyataan seperti apa hak pengetahuan, cara manusia memperoleh dan menangkap pengetahuan itu, dan jenisjenis pengetahuan.

Pengetahuan dipelajari oleh epistemologi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3. Nilai, yang dipelajari oleh cabang filsafat yang disebut aksiologi. Pertanyaan dicari jawabannya antara lain adalah seperti nilai-nilai yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh manusia dan dapat digunakan sebagai dasar hidupnya. Tiga konsep masalah utama tersebut berkenaan mengenai konsep waktu menurut masyarakat kejawen, diantaranya: a.

Petungan Sangkan, Bebrayan, Kromo, lsp. (Perhitungan untuk Bepergian, Kegiatan Kebersamaan, Menentukan Pasangan Hidup atau Menikah, dll) Bab Nanda Rahajune Laku Petikan Saking Kitab Primbon Dina Ngalor Ngetan Ngidul Ngulon 1. Ngat Mengeng Slamet Redjeki Kasurang-surang 2. Senen Rahaju Redjeki gedhe Kasurang-surang Oleh gawe 3. Selasa Slamet Mengeng Rejeki gedhe Redjeki 4. Rebo Redjeki Oleh gawe Mengeng Mengeng 5. Kemis Slamet Mengeng Redjeki Slamet 6. Djumuah Redjeki Mengeng Mengeng Bejik 7.

Sabtu Slamet Oleh gawe Redjeki Mengeng Maha Primbon Djawa Taun 1912 Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Ngat : hari Minggu Djumuah: hari Jum’at Mengeng: cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, mendapat masalah, kesusahan Redjeki: rejeki Oleh gawe: mendapat pekerjaan, rejeki/hal yang baik Bejik : baik Rahayu: keindahan, kedamaian, aman dan selamat Kasurang-surang: sengsara, celaka, mendapat kesusahan, tidak cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ketenangan Orang Jawa yang masih menganut ilmu kejawen memang kental akan tradisi, adat dan pantangan.

Jika dilihat dari tabel diatas ada beberapa aturan orang Jawa tersebut dimana sejak jaman kuno dulu sampai sekarang masih ada yang mempercayai hal baik/hal buruk untuk menentukan hari baik menurut arah mata angin (kompas) tentang arah mana yang dianggap baik/buruk menurut paham kejawen dimana arah mata angin yang tepat untuk mencari pekerjaan, bercocok tanam, mendapatkan pasangan hidup/menikah, dll.

Misalnya: Orang yang lahir pada hari Senin menurut tabel diatas; apabila mencari jodoh, pekerjaan, dll hendak ke arah ngalor ‘’utara’’ diperbolehkan sebab tertulis kata rahayu berarti perdamaian, aman dan selamat.

Kalau kearah ngetan timur dikatakan rejeki gedhe artinya rezki yang besar, kearah ngidul selatan dikatakan kasurang-surang mendapat kesusahan; berarti tidak mendapatkan ketenangan jadi menurut kepercayaan Jawa tidak boleh dilakukan kalau dilakukan berarti akan mendapat kesusahan. Apabila kearah ngulon barat tertulis oleh gawe maksudnya mendapat pekerjaan atau hal baik.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dina Pasaran Jawa (Hari Pasarnya Jawa) DINA PASARAN JAWA PON WAGE KLIWON LEGI PAHING Misalkan ada kasus begini: Si A lahir pada hari selasa kliwon, pantangan pertama adalah kamis wage, kedua adalah rabu pon (dihitung dari 9 hari kedepan menurut pasaran jawa pada tabel diatas) pada dua hari tersebut, dia tidak boleh bepergian, bercocok tanam, mencari jodoh/menikah, mendirikan bangunan, dsb sebab kalau dilanggar menurut paham aturannya akan mendapatkan musibah (celaka/mati).

Disamping itu, menurut kepercayaan yang sudah tertulis dalam kitab primbon, orang tua yang mempunyai seorang anak (laki-laki/perempuan) yang lahir pada hari selasa kliwon salah satu orang tuanya bapak/ibu tidak akan menjumpai anaknya saat melangsungkan pernikahan (sudah meninggal terlebih dahulu).

Kata ibuku saat aku dilahirkan pada hari kelahiran Selasa Kliwon di dunia, ayahku saat itu tidak pulang ke rumah (pergi) tanpa ada pesan perginya entah kemana selama tiga hari. Mungkin karena alasan itulah, saat itu ayahku awalnya tidak begitu suka dengan hari kelahiranku karena dianggap sebagai hari sialnya.

b. Membaca Jodoh dalam Primbon. Dalam masyarakat kejawen, jodoh cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 termasuk misteri.

Karena Tuhan merahasiakannya. Namun, dalam primbon, untuk mencari jodoh maka harus melalui petungan (perhitungan huruf) secara khusus. Dalam hal ini ada orang yang menerapkan petungan untuk mencari jodohnya, ada pula yang menerapkan petungan ke dalam mistik melalui tirakat. Dalam petungan ini biasanya menggunakan pasatowan salaki-rabi, yakni mempersatukan nama calonnya. Contoh petungan-nya menurut kitab Primbon Betaljemur Adammakna.

Ngat Neptunya 5 Kliwon Neptunya 8 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Senen Neptunya 4 Legi Neptunya 5 Seloso Neptunya 3 Rebo Neptunya 7 Pahing Neptunya 9 Kemis Neptunya 8 Djumuah Neptunya 6 Pon Neptunya 7 Sabtu Neptunya 9 Wage Neptunya 4 Sura Neptunya 7 Rajab Neptunya 2 Sapar Neptunya 2 Ruwah Neptunya 4 Rabiul Awal Neptunya 3 Pasa Neptunya 5 Rabiul Akhir Neptunya 5 Sawal Neptunya 7 Jumadil Awal Neptunya 6 Dulkadah Neptunya 1 Jumdil Akhir Besar Neptunya 1 Neptunya 3 Keterangan: Neptu: Nilai jumlah angka dari suatu hari dan pasaran Cara untuk menghitung angka pada hari dan neptu pasaran adalah: Djumuah: 6, Kliwon, 8.

Jadi, 6+8 = 16 c. Menentukan Hari Baik dan Buruk menurut Primbon. Dalam Islam, semua hari itu dianggap baik semua, namun menurut kitab Primbon terdapat hari yang dianggap baik dan buruk dalam menentukan kegiatan tertentu. Misalnya: menikah, sunatan (walimatul khitan), mendirikan bangunan, bepergian, dan lain-lain.

Berikut tabel rumus yang dikutib dari kitab Primbon. Urip Guna Bisa Lara Pati Cilaka Susah 1.1 Sura 8 3 9 6 7 4 5 3.1 Sapar 6 8 7 4 5 3 9 4.5 Mulud 3 7 6 5 4 9 8 9 5 3 6 4 7 8 9 4 3 7 8 6 5 4 8 5 9 6 7 3 6.5 7.4 2.4 Bakda Mulud Jumadil Awal Jumadil Akhir This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.3 Rejeb 6 8 7 4 5 3 9 5.3 Ruwah 4 6 5 9 3 8 7 6.2 Pasa 3 5 7 8 4 6 9 1.2 Syawal 8 3 9 6 7 5 4 2.1 Apit 7 6 5 3 8 4 9 4.1 Besar 5 7 6 8 4 9 3 Keterangan: 3 : Selasa 5: Ngat 7: Rebo 9: Sebtu 4: Senin 8: Kemis 10 Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Senang, Gembira 6: Djumuah 11.

Pati: Kematian d. Perhitungan Neptu Untuk Pernikahan. Neptu hari dan pekan (pasaran) dari kelahiran, calon suami dan istri, masing-masing dijumlahkan. Kemudian, hasilnya dibagi 9 dan dicatat sisanya.

Dan hasil sisanya tersebut mempunyai makna sebagai berikut: 1 dan 1: baik, saling mencintai, 1 dan 2: baik, 1 dan 3 : kuat, tetapi rejekinya jauh, 1 dan 4: banyak celakanya, 1 dan 5: bercerai, 1 dan 6: sulit kehidupannya, 1 dan 7 : banyak musuh, 1 dan 8: sengsara, 1 dan 9: tempat berlindung, 2 dan 2 : selamat, rejeki banyak, 2 dan 3: salah satu meninggal lebih dulu, 2 dan 4: banyak mengalami godaan, 2 dan 5: banyak celakanya, 2 dan 6 : cepat kaya, 2 dan 7: banyak anaknya yang mati, 2 dan 8: murah rejeki, 2 dan 9: banyak rejeki, 3 dan 3: melarat, 3 dan 4: banyak celakanya, 3 dan 5: cepat cerai, 3 dan 6: mendapat anugrah, 3 dan 7 banyak mendapat celakanya, 3 dan 8: salah satu meninggal dulu, 3 dan 9: banyak rejeki, 4 dan 4: sering sakit, 4 dan 5: banyak mengalami godaan, 4 dan 6: banyak rejeki, 4 dan 7: melarat, 4 dan 8: banyak mengalami rintangan, 4 dan 9: salah satu kalah, 5 dan 5: terus mendapatkan keberuntungan, 5 dan 6: murah rejeki, 5 dan 7: selalu ada mata pencaharian, 5 dan 8: mengalami banyak cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, 5 dan 9: murah rejeki, 6 dan 6: banyak celakanya, 6 dan 7: rukun, damai dan tentram, 6 dan 8: banyak musuh, 6 dan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sengsara, 7 dan 7: terhukum oleh istrinya, 7 dan 8: mendapat celaka karena diri sendiri, 7 dan 9: perjodohannya langgeng, 8 dan 8: dicintai orang lain, 8 dan 9: banyak celakanya, 9 dan 9: susah rejeki.

Contoh: hari kelahiran suami adalah Jum’at Kliwon, neptu Jum’at = 6, ditambahkan dengan neptu Kliwon = 8. 6+8 = 14 dibagi 9, maka sisanya 5. Sedangkan istri umpamanya kelahiran Jum’at Pahing.

Neptu Jum’at = 6, neptu Pahing = 9. Jika ditambahkan menjadi 15. Kemudian hasilnya dibagi 9 maka menjadi 6. Jadi, sisa keduanya: 5 dan 6 yang jatuhnya murah rejeki.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e. Perhitungan Neptu Dan Pasaran Suami Istri. Neptu hari kelahiran dan pasaran suami istri dijumlahkan, hasilnya kemudian dibagi menjadi 4 maka sisanya: 1 Bermakna Gonto: jarang memiliki anak, 2 Bermakna Gembali: banyak anak, 3 Bermakna Sri : banyak rejeki, 4 Bermakna Punggel : salah satu meninggal.

Contoh: misal hari kelahiran suami adalah Jum’at Pon, neptu Jumat: 6, neptu Pon:7. Sedangkan hari kelahiran istri Rabu Pahing, neptu Rabu: 7, neptu Pahing : 9. Jika dijumlahkan maka hasilnya 29. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dibagi menjadi 4, maka tersisa 1. Bilangan 1 jatuh pada bilangan gonto yang bermakna jarang memiliki anak. f. Perhitungan Weton Pasaran Untuk Suami Dan Istri.

Perhitungan ini didasarkan menurut hari kelahiran kedua pasangannya, yakni: Ngat dengan Ngat: sering sakit, Ngat dengan Senin: banyak penyakitnya, Ngat dengan Selasa: miskin, Ngat dengan Rabu: yuwana (selamat meskipun difitnah orang), Ngat dengan Kamis: bertengkar, Ngat dengan Jum’at: yuwana, Ngat dengan Sabtu: miskin, Senin dengan Senin: tidak baik, Senin dan Selasa: yuwana, Senin dan Rabu: anaknya wanita, Senin dan Kamis: dicintai banyak orang, Senin dan Jum’at: yuwana, Senin dengan Sabtu : berekat (selalu cukup, meskipun pendapatannya sedikit), Selasa dengan Selasa: tidak baik, Selasa dan Rabu: kaya, Selasa dan Kamis: kaya, Selasa dengan Jum’at: bercerai, Selasa dengan Sabtu: sering bertengkar, Rabu dengan Rabu: tidak baik, Rabu dengan Kamis: yuwana, Rabu dengan Jum’at: yuwana, Rabu dengan Sabtu: baik, Kamis dengan Kamis: yuwana, Kamis dengan Jum’at: yuwana, Kamis dengan Sabtu: bercerai, Jum’at dengan Jum’at: miskin, Jum’at dengan Sabtu: celaka, Sabtu dengan Sabtu: tidak baik.

g. Perhitungan Pernikahan Nama Penganten Pria dan Wanita Diambil Huruf Awal dan Akhirnya Versi Pertama Misalnya: Nama Pengantin Pria A dengan Wanita B diambil huruf awal dan akhirnya saja, kemudian neptu masing-masing huruf suami dan istri tersebut dijumlahkan. Berapa sisa masing-masing? Jika ada sisanya maka: 1 dan 1 Baik 3 dan 9 Baik 1 dan 2 Baik 4 dan 4 Jahat 1 dan 3 Bertengkar 4 dan 5 Cerai 1 dan 4 Cerai 4 dan 6 Cerai 1 dan 5 Cerai 4 dan 7 Jadi musuh 1 dan 6 Cerai 4 dan 8 Jadi musuh This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 1 dan 7 Jadi musuh 4 dan 9 Dianggap jelek 1 dan 8 Mati 5 dan 5 Siang sialnya 1 dan 9 Jadi penghulu 5 dan 6 Cerai 2 dan 2 Baik 5 dan 7 Cerai 2 dan 3 Mati 5 dan 8 Cerai 2 dan 4 Baik 5 dan 9 Baik 2 dan 5 Cerai 6 dan 6 Jelek tapi tidak cerai 2 dan 6 Jelek 6 cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 7 Baik 2 dan 7 Sering cerai/rujuk 6 dan 8 Baik 2 dan 8 Tidak mudah cerai 6 dan 9 Cerai 2 dan 9 Baik 7 dan 7 Baik 3 dan 3 Lipat 7 dan 8 Baik 3 dan 4 Tidak jadi 7 dan 9 Kejahatan 3 dan 5 Cerai 8 dan 8 Baik 3 dan 6 Baik 3 dan 7 Celaka 8 dan 9 Banyak anak tapi mendapat celaka 3 dan 8 Cerai 9 dan 9 Pisah tapi tidak cerai Neptu hurufnya sebagai berikut: No.

Abjad Neptu No. Abjad Neptu 1 Ha 1 11 Pa 7 2 Na 3 12 Da 3 3 Ca 5 13 Ja 6 4 Ra 7 14 Ya 5 5 Ka 2 15 Nya 10 6 Da 4 16 Ma 4 7 Ta 7 17 Ga 2 8 Sa 9 18 Ba 4 9 Wa 1 19 Tha 9 10 La 1 20 Nga 10 Misalnya: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nama penganten Pria misalkan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Sudargo, huruf awalnya Sa dan akhirnya Ga.

Masing-masing neptunya adalah 9 dan 2, jumlahnya 11 dibagi 9, maka untuk penganten pria sisa 2 (dua). Sedangkan nama penganten wanita, misalkan namanya Satimah, huruf awalnya adalah Sa, dan akhirnya Ma, masing-masing neptunya 9 dan 4, jumlahnya 13 dibagi 9 maka penganten wanita sisa 4 (empat), jadi 2 dan 4 (lihat tabel diatas) berarti baik.

h. Perhitungan Pernikahan dengan Mengambil Huruf Depan dan Belakang Versi Kedua Misalnya: Ambil huruf depan dan belakang dari pasangan penganten. Jumlahkan seluruh neptu hurufnya, kemudian dibagi 7. Jika sisa, maka menjadi: 1 Tunggak tan semi, Anaknya banyak yang mati 2 Pisang punggel, Cerai 3 Lumbung gumuling, Boros 4 Sanggar waringin, Jadi tempat berlindung 5 Pedaringan kebak, Kaya 6 Satriya lelaku, Baik kalau berdagang 7 Pandhita mukti, Tentram dan selamat Neptu hurufnya sebagai berikut: No.

Abjad Neptu No. Abjad Neptu 1 Ha 6 11 Pa 1 2 Na 3 12 Da 4 3 Ca 3 13 Ja 3 4 Ra 3 14 Ya 8 5 Ka 3 15 Nya 3 6 Da 5 16 Ma 5 7 Ta 3 17 Ga 1 8 Sa 3 18 Ba 2 9 Wa 6 19 Tha 4 10 La 5 20 Nga 2 Misalnya: Ada seorang nama pengantin bernama Surono, huruf awalnya Sa dan akhirnya Na. Masing-masing neptunya adalah 3 dan 3, maka jumlahnya 6. Sedangkan nama penganten This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com wanitanya Mardiyah, huruf awalnya Ma dan akhirnya Ya.

Masing-masing neptunya 5 dan 8, maka jumlahnya menjadi 13. Jumlah keseluruhan (6+13) hasilnya menjadi 19, kemudian dibagi 7, sisanya 5, jatuh pada Pedharingan Kebak, artinya : kaya. i. Membaca Gejala Alam Kehebatan orang Jawa (Bay Aji Yusuf, 2009) dalam membaca alam semesta telah melahirkan seni pranatamangsa yang merupakan tafsir alam semesta.

Sampai saat ini pranatamangsa masih banyak digunakan kaum tani di pedesaan. Mereka dengan cerdik tahu saat yang tepat untuk menanam. Hal ini meminalisir petaka yang mungkin menimpa. Pranatamangsa sama halnya dengan horoskop atau ramalan bintang.

Dalam Primbon Attasadhur Adammakna dijelaskan bahwa ada 12 Penget Palintangan beserta baik dan buruknya mengerjakan sesuatu. Kemungkinan besar Penget Palintangan menyadur nama-nama buruj (zodiak) dalam Islam. No. Palintangan Buruj Zodiak 1 Kam, lun Al Hamlu Aries 2 Sur Al Tsauru Taurus 3 Jud Al Jawza’ Gemini 4 Surtan Al Sarthan Cancer 5 Kasad Al Asad Leo 6 Sambulah Al Sambulah Virgo 7 Mijan Al Mizan Libra 8 Ngakarad Al ‘Aqrab Scorpio 9 Kus Al Qaws Sagitarius 10 Jadiyun Al Jadyu Carpicorn 11 Daliyun Al Dalwu Aquarius 12 Kuda Al Hut Pisces Dapat disimpulkan bahwa Penget Palintangan menyadur dari nama-nama Arab, bersamaan dengan politik Sultan Agung dalam mendamaikan budaya golongan santri dan abangan.

Namun, tampaknya dalam era modern ini, tidak banyak orang yang masih bertumpu dalam perhitungan Primbon. Kalau dulu jodoh masih didominasi oleh cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tua dengan perhitungan Primbon.

Inilah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang disebut orang Jawa sebagai Kebo nusu gudel, maksudnya: orang tua yang dinasehati oleh anak, bukan sebaliknya. j. Para Maling (Pencuri) dari Kalangan Penganut Primbon Jawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Misalnya: Jika ingin selamat menjalankan profesinya sebagai pencuri atau maling, juga harus mempelajari Primbon yang disebut sebagai kalamunyeng atau kalamudeng.

Kapan hari yang baik baginya untuk maling berdasarkan hitungan tempat tinggal dan tanggal lahir si maling tersebut. Dalam hal ini keselamatan masyarakat juga dihitung berdasarkan letak dan tempat masyarakat tersebut dalam tata tertib kosmos Agung. Kunci primbon adalah memahami waktu absolutnya terlebih dulu. Penemuan waktu ini akan dapat menentukan di mana letak seorang manusia dalam ruang semesta, khususnya dalam relatifnya di dunia ini. Karena tempat seorang manusia telah ditentukan berdasarkan kemunculannya dalam waktu, maka semua gerak-geriknya harus diatur berdasarkan waktu tersebut kalau manusia itu mau selamat.

Begitu pula kala seseorang mau mencelakakan orang lain lewat gaib atau langsung, maka dia harus mengetahui letak dan tempat orang lain tersebut dalam pola tata tertib waktu dan ruangnya dalam alam semesta (kosmos).

k. Mengenal Sifat atau Watak Seseorang Melalui Weton atau Hari Kelahiran Senin Pon Wage Kliwon Legi Pahing Jika anda lahir Menurut Kehormatan Kelompok Anda suka pada hari kepercayaan keluarga" ini suka menyampaikan Senin Pon, Jawa, jika anda adalah prinsip berkeliling pendapat dengan anda adalah lahir pada hari kalangan Senin dan melihat- tegas, dan tidak seseorang Senin Wage Kliwon.

Anda lihat dunia, akan terpengaruh yang penuh anda jarang terkenal karena entah secara oleh omongan kontradiksi. terjebak dalam pengabdian fisik ataupun orang lain bila tidak Anda keadaan yang anda terhadap secara menemukan alasan mungkin memalukan!

Ini orang tua, anak, intelektual. untuk terlihat dikarenakan kakak-adik, Mereka juga mempercayainya. sebagai orang anda suka bahkan sering suka Meskipun yang tangguh, merencanakan pula kerabat berdebat.

demikian, anda yang suka dan jauh. Anda Namun, adalah seorang tampil kuat, menimbang bersedia mereka tidak yang perasa, jujur, bahkan pilihan anda mengorbankan bersifat beriba, dan bercita- dengan dengan hati- semuanya antagonis; cita tinggi. Anda bangga hati jauh untuk membela kalangan ini adalah pekerja giat memamerkan sebelum keluarga anda. sebenarnya yang tidak suka kekayaan mengambil Anda memiliki terlalu sopan menghambur- anda (atau tindakan.

Anda perasaan yang bahkan hamburkan hasil This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kepandaian cukup jujur dan kuat terhadap untuk jerih payah.

anda bila tidak keberatan asal anda, bermimpi Cobalah untuk hanya itu yang mendengarkan bahkan menyakiti mengendalikan anda miliki!). permasalahan mungkin juga perasaan perasaan anda yang Namun, anda orang lain.

terhadap negara orang lain. sensitif agar tidak sebenarnya Berkat tempat anda Konon selalu memasukkan adalah pendekatan lahir. mereka juga dalam hati setiap seseorang anda yang Sayangnya, sangat murah perkataan atau yang sangat tenang, anda segala hal hati.

tindakan orang perasa. Orang mampu tampil cenderung Tampaknya, lain. lain akan meyakinkan di terlalu mereka selalu terkejut depan dimasukkan memiliki bila masyarakat, hati, sehingga kepribadian mendapati sehingga anda anda mudah yang betapa ramah, memiliki bekal tersinggung. cemerlang. sopan dan menjadi Terkadang jika saja bertanggung diplomat yang perlu waktu mereka mau jawab anda baik. Meskipun untuk membuat berhenti sebenarnya.

demikian, anda tenang mencampuri Tidakkah sekali anda kembali. urusan orang anda merasa marah, anda Meskipun lain! lebih baik tidak akan mau demikian, pada sekarang? menerima dasarnya anda alasan apapun. mudah Anda terkadang memaafkan dan begitu ndableg tidak suka sehingga lebih mendendam.

baik anda Anda pandai dibiarkan dengan kata- sendiri saja kata dan untuk menjadi mungkin dapat tenang menjadi kembali. seorang pembicara atau penulis yang baik jika anda tertarik pada pekerjaan semacam itu.

Orang lain This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menghargai keramahan, kesopanan dan kelembutan anda yang terpuji. Selasa Pon Wage Kliwon Legi Kalangan ini Anda tidak Mereka yang sangat suka lahir pada hari lahir pada hari yang lahir menyukai membesar- Selasa Kliwon Selasa Legi, pada hari kemewahan.

besarkan diri. terkenal bersifat anda akan Selasa Pahing Tingkat Bahkan, anda ramah. Mereka memiliki konon bersifat pemborosan lebih sering begitu pandai kepribadian santai dan mereka mengalah mengungkapkan yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

dapat biasanya kepada orang kata-kata yang Anda tidak menerima tergantung yang lebih tepat dalam akan suka orang lain apa- pada cerewet berbagai situasi melihat orang adanya. kemampuan daripada sehingga orang menghalangi Mereka finansial yang mempersoalkan lain cukup mudah anda, dan tidak terampil ada, tetapi hal-hal yang menyukainya atau akan mau dengan tangan keinginan remeh.

malahan cukup mengalah mereka, suka yang kuat Meskipun mudah (walaupun menolong, dan akan demikian, anda diperdayainya dalam hal mau berkorban kehidupan bersemangat bila itu yang yang banyak bagi yang serba baja. Beberapa mereka inginkan!

sebenarnya orang yang mewah akan orang mungkin Anehnya, mereka sepele) agar mereka selalu mereka mengatakan juga terkenal orang lain sayangi. Tetapi rasakan. anda sedikit berpendirian tidak merasa jangan tanya Meskipun kaku. Namun, keras, walaupun sakit hati. tentang orang- cenderung ada pula yang kesan pertamanya Sesungguhnya, orang yang untuk akan mungkin tidak popularitas membuat melindungi menganggap menunjukkan anda tidak mereka marah!

perasaan anda teramat demikian. Mereka akan Kalangan mereka ndableg. Di juga dapat berkurang jika Selasa Pahing sendiri, samping itu, bersikap sangat anda mau mempunyai mereka dapat andaikata anda kritis terhadap belajar sedikit reputasi Jika anda Pahing Orang-orang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menjadi merasa orang lain pada berkompromi.

terburuk dalam sangat setia terancam, ego saat-saat tertentu. Bila tidak, hal membalas dan murah anda yang Namun, anda dorongan anda dendam secara hati kepada sensitif akan tidak perlu untuk berkuasa membabibuta. orang-orang sangat mudah berkecil hati bila dapat Meskipun yang sesuai terusik menjadi sasaran membuat anda mereka dengan sehingga anda penilaian tajam membuang cenderung standar cenderung mereka: banyak tenaga untuk cukup pribadi bersikap menunjukkan dalam adu beruntung, mereka.

Akan cemburu. kesalahan anda kekuatan mereka harus tetapi, sekali Meski barangkali dengan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, belajar untuk anda dekat demikian, hanyalah cara pasangan, atau mengendalikan berarti anda terkadang mereka majikan. suatu kehausan telah menjadi lawan-lawan membantu anda Tetapi pribadi yang milik mereka anda pun akan menjadi orang bagaimanapun mungkin seutuhnya, mengagumi yang lebih kekurangan membuat dan karena nafsu anda sempurna.

tersebut, anda mereka agak kalangan ini yang besar adalah tipe serakah. Lalu sering terbawa akan ilmu yang jujur dan di kemudian kekhawatiran pengetahuan suka bekerja hari mereka akan ancaman dan tekad kuat keras, yang dapat hidup (nyata yang memiliki cita- tenang dan maupun memungkinkan cita tinggi dan berbahagia, khayalan) anda menelaah minat yang tak dikelilingi maka tidak secara terpuaskan banyak teman mengherankan mendalam hal- terhadap ilmu yang baik dan jika rasa hal yang pengetahuan.

menarik. cemburu menarik selalu perhatian anda. menyertai Bila keadaan mereka dalam mulai setiap memburuk hubungan. anda akan tetap Meskipun bertahan. mereka yang dilahirkan pada hari Selasa Pon terkenal bersifat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com tertutup, mereka dapat bersikap cukup ramah dalam kehidupan sosial.

Barangkali cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tidak akan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 bahwa mereka berpendirian sangat kaku. Rabu Pon Wage Pada dasarnya, Secara umum, anda termasuk mereka yang lahir tipe yang Kliwon Legi Pahing Anda Orang-orang ini adalah menghormati suka pada hari Rabu pemikir sejati tata krama mempertimbangkan penuh Wage bersifat dengan sikap dan segala sesuatu keberuntungan, baik hati dan lembut berpegang sebelum melakukan karena anda ramah.

Meskipun disertai gaya teguh pada suatu tindakan. selalu terkadang kata- duniawi yang falsafah hidup Mereka akan merencanakan kata mereka agak mempesona anda. merenungkan tindakan anda keras, mereka yang mudah Kejujuran segala dengan hati- biasanya mudah menarik orang adalah salah kemungkinan hati, terbuka bergaul dengan lain kepada satu prioritas hingga puas terhadap orang lain serta anda.

anda, terhadap hasil yang peluang yang menjunjung tinggi Dikarenakan sehingga anda dapat dicapai. baru, dan tidak kejujuran dan niat bakat alami membenci Kelompok ini mudah putus baik. Mereka suka anda akan ketidakadilan. mungkin terlihat asa.

Anda juga menimbang bahasa dan Anda sangat cukup santai, tetapi memiliki pilihan mereka kepekaan setia terhadap jangan terkecoh! beberapa dengan cermat terhadap teman tercinta Mungkin keterampilan sebelum perasaan anda yang dikarenakan sedikit sosial, melaksanakannya, orang lain, sangat rasa kurang percaya sehingga dan dalam hal ini maka anda banyak.

Anda diri yang membuat Anda This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sejelek apapun mereka memiliki memiliki dikagumi oleh mereka bersikap wajah anda, cukup banyak potensi untuk banyak orang angkuh.

Namun, kemungkinan kebijaksanaan. menjadi karena kata- tidak dapat besar anda Bisa saja mereka seorang kata anda dipungkiri banyak mudah bergaul suka menikmati pembicara yang peramal Jawa juga dengan orang barang-barang dan besar.

Banyak bijaksana. mengatakan bahwa lain! Sisi pelayanan yang di antara Lantas, apa mereka memang buruknya, anda mewah, tetapi orang yang gunanya tidak suka berbagi suka sekali mereka bukan tipe lahir pada hari selalu ingin dengan yang lain.

pamer. pemboros. Mereka Rabu Kliwon mencampuri Kewaspadaan Mungkin anda sangat menjadi orator urusan orang mereka mungkin hanya haus menghargai uang atau penulis lain? terlihat berlebihan perhatian mereka, dan yang handal.

saat rasa curiga sewaktu masih terkadang Anda berseri- mereka timbul. kecil, sehingga beberapa dari seri bila Orang-orang ini kini anda mereka dapat mendapatkan sangat perlu belajar merasa harus bersikap sangat pujian untuk bersikap membuat irit. (sebenarnya lebih santai dan kagum semua siapa yang menurunkan orang dengan tidak?), akan pertahanan mereka. kepandaian tetapi Untungnya mereka atau kekayaan mungkin anda memiliki prinsip anda.

Jadilah perlu belajar untuk tidak diri sendiri dan untuk tidak mencampuri urusan orang lain akan terlalu orang lain. menyukai anda memasukkan apa adanya. kritikan orang Akan lebih lain ke dalam baik juga bila hati. anda berusaha Waspadalah untuk tidak agar terlalu kelemahan menyalahkan anda terhadap orang lain yang kata-kata yang secara tidak manis tidak sengaja membuat anda menyakiti terlalu mudah perasaan anda.

diperdaya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kamis Pon Wage Kliwon Legi Pahing Jika anda lahir Orang yang Anda memiliki Mereka yang Anda memiliki cita- di hari Kamis lahir pada rencana-rencana lahir pada hari cita yang besar Pon, anda hari Kamis besar dalam Kamis Legi disertai semangat biasanya Wage hidup anda.

memiliki cita- baja untuk memiliki cita- biasanya Bahkan, cita yang mewujudkannya. cita tinggi dan memiliki terkadang cita- mulia dan Anda selalu siaga tujuan-tujuan cita-cita cita anda sedikit nilai-nilai mencari mulia yang setinggi terlalu besar yang tinggi.

kesempatan untuk berusaha anda langit. Tentu sehingga anda Mereka memajukan wujudkan saja, menjadi korban terkadang kepentingan anda. sekuat tenaga. terkadang dari imajinasi amat Tetapi hal itu Anda memiliki harapan anda yang bijaksana, bukanlah untuk pikiran yang mereka terlalu aktif saat dikarenakan anda semata; cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 cerdas dan terlalu tinggi, keadaan berada kemampuanny juga sangat penuh rasa tetapi mereka diluar jangkauan a untuk mempedulikan ingin tahu, juga anda.

Meskipun melihat keluarga dan selalu serta suka berpegang demikian, anda prospek siap membantu mempelajari pada aturan tidak mudah jangka saudara yang hal-hal baru dan dapat menyerah, dan panjang dari membutuhkan yang dapat cukup sikap anda yang suatu hal. perlindungan atau memperluas berhati-hati optimis dan Walaupun pengasuhan. wawasan anda. dalam terhormat akan demikian, Meskipun Meskipun mewujudkan membuat anda mereka harus demikian, anda demikian, tujuan diterima dengan mampu mungkin perlu dengan mereka baik oleh bersikap tabah menjaga kecenderungan sehingga kebanyakan dan berhati- kecenderungan untuk berpikir seringkali orang.

Anda hati jika ingin untuk selalu dan bertindak tercapai. suka menjadi melihat mengambil dalam skala Kalangan ini pemimpin, akan keberhasilan kesimpulan tanpa besar, mungkin saja tetapi terlebih ide-ide mengetahui fakta- kebanggaan pandai, tetapi dulu anda harus mereka yang fakta yang lengkap. serta rasa mereka mengendalikan besar. Khusus dalam percaya sering kecenderungan Masalahnya, pergaulan anda, terhadap terpaku pada cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 untuk meskipun suatu dorongan kekayaan jalan mereka terlalu kalangan ini untuk membantah materi atau dan biasanya memasukkan cenderung tanpa lebih dahulu kepandaian tidak hati ide dan berpandangan mengatur pikiran This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dapat dengan menghargai tindakan orang luas, mereka dan kata-kata mudah menjadi saran yang lain yang sering mungkin akan dapat kelemahan tidak mereka mungkin terjerumus membuat orang lain anda pada suatu inginkan.

berbeda dari dalam pernik- merasa tidak saat. Anda Meskipun sudut pandang pernik dihargai. Cara bukanlah tipe demikian, anda. kehidupan penyampaian anda orang yang mereka dapat sehari-hari. sangat berpengaruh suka banyak cukup Mereka di sini. bergaul dan mempesona termasuk tipe tidak tertarik orang lain yang selalu pada urusan dengan membutuhkan orang lain. sopan- pujian. Tampaknya santunnya Namun, anda cukup dan kemungkinan puas dengan cenderung dukungan mengandalkan tampil baik tidak terlalu kemampuan dalam sulit pribadi untuk pergaulan.

diperolehnya, memahami Mereka sebab mereka suatu situasi mungkin biasanya dan tidak suka dikelilingi menghindarkan menunjukkan oleh banyak diri dari perasaan teman pengaruh orang mereka yang (kelompok ini lain. sebenarnya, terkenal tetapi mereka memiliki mudah kemampuan dibujuk bergaul yang dengan luar biasa). rayuan -- Sementara itu beberapa timbul patah kata pertanyaan; yang manis benarkah dan mereka hanya pasti mulai keinginan berpamer! untuk membantu ataukah dorongan tersembunyi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com untuk menguasai lingkunganny a yang selalu membuat mereka mencampuri urusan orang lain?

Jum’at Pon Wage Kliwon Legi Pahing Menurut Mereka yang Karena sabar Konon, mereka Pada dasarnya, kepercayaan terlahir pada dan murah yang lahir pada anda adalah jawa, orang hari Jumat hati, anda hari ini pembicara yang yang Wage terkenal mudah cenderung menyenangkan dilahirkan sangat membuat bersifat jujur.

dengan cita-cita pada hari mengasihi dan orang Bahkan, mereka tinggi dan hati Jumat Pon mudah menaruh menyukai terkadang yang jujur.

perlu banyak iba kepada anda. mungkin terlalu Apalah artinya bergaul sesama Mungkin hal jujur, sebab jika anda dengan manusia. Oleh ini juga mereka adalah bersikap sedikit berbagai jenis karena itu, anda dikarenakan tipe orang yang boros! Anda orang. Konon, berpotensi gaya anda suka bakal mereka menjadi Ibu yang halus. mengungkapka memperoleh berpembawaa Teresa kecil Anda dapat n pikiran banyak poin n tenang, yang selalu menjadi mereka tanpa dari mereka serius dan bersedia seorang tedeng aling- yang ingin bijaksana membantu pemimpin aling!

Mereka melihat anda dalam mereka yang yang baik, cukup teguh berhasil -- berbicara. membutuhkan. karena anda dengan bahkan jika Mereka adalah Anda memiliki cenderung pendirian anda tidak tipe yang karakter yang mempunyai mereka, tetapi selalu berjiwa sosial, sangat jujur, kemampuan, sikap seperti ini memanjakan murni dan kemurnian hati, dapat berpikir terkadang juga mereka.

Anda jujur serta dan juga secara luas, menghambat kelihatan begitu mudah kesetian yang dan dapat kemampuan mudah bersimpati sesuai dengan mempengaruh mereka untuk dimanfaatkan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terhadap julukan i banyak orang menerima orang sehingga orang mereka yang tersebut. Anda dengan lidah lain secara apa tidak akan tertindas. tidak pernah anda yang adanya.

menyangka Mereka membesar- pandai. Sebaiknya kita bahwa anda mudah besarkan Mungkin saja tidak akan mampu beradaptasi kemampuan anda sedikit memancing bersikap gigih dengan orang- anda sendiri, malas pada amarah mereka, (baca: keras orang di padahal di suatu saat, karena mereka kepala?) atau sekitar mereka dalam hati anda tetapi orang- dapat bertindak menduga betapa dan dapat sesungguhnya orang akan ekstrim bila ganasnya anda menyesuaikan adalah orang tetap sedang naik bila sedang diri dengan yang tegar.

mencintai darah. mengalami hari berbagai Sangatlah sulit anda. Meskipun yang situasi seperti membuat anda Jelasnya, anda demikian, menjengkelkan! seekor mengubah tidak akan mereka setia bunglon. Akan keputusan yang pernah dan murah hati tetapi, telah anda kekurangan terhadap orang- kelebihan ini tetapkan.

teman! orang yang juga dapat Keyakinan anda dicintainya. menjadi dapat sangat Simpati mereka kelemahan mengagumkan. mudah timbul terbesar. atau bahkan sehingga tidak mereka, hanya suatu keberatan untuk karena jika kebodohan.

bertindak diluar tidak disertai Anda mungkin jalur mereka rasa percaya perlu belajar untuk diri yang kuat untuk menerima membantu mereka dapat saran dari orang teman atau dengan mudah lain yang bahkan orang dipengaruhi bermaksud asing. oleh pendapat baik. dan kebiasaan buruk orang lain. Sabtu Pon Wage Kliwon Legi Pahing This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Anda memiliki Jika anda lahir Justru orang Anda adalah Jika anda lahir ego yang besar pada hari Sabtu seperti ini yang salah seorang pada hari Sabtu dan selalu ingin Wage, maka anda anda perlukan di penggemar gaya Pahing, menjadi akan bersifat pesta anda hidup yang kemungkinan penguasa di teguh pada berikutnya, karena santai dan anda bersifat dalam pendirian dan mereka begitu mewah.

Bagi lekas naik lingkungan sangat mudah ramah, sopan, dan anda, kualitas darah! anda. Meskipun naik darah jika mudah terkesan, selalu lebih Untungnya, demikian, anda rencana tidak sehingga mereka penting daripada secepat anda bukanlah tipe berjalan sesuai dengan mudah harga yang memuntahkan orang yang sulit: dengan keinginan membuat orang murah.

Hal ini kemarahan anda bila seseorang anda. Barangkali lain merasa betah berlaku juga secepat itu pula mengecewakan anda akan sedikit di rumah anda. pada kehidupan anda melupakan anda, anda akan banyak bergelut Mereka juga sosial anda: penyebabnya. memaafkan dan dengan masalah pintar Anda ingin Semoga orang melupakannya seputar mengucapkan berada disekitar lain sebaliknya dengan cukup kepercayaan dan kata-kata yang orang-orang mudah mudah -- rasa memiliki, menyenangkan.

baik yang ber- memaafkan asalkan mereka karena dikatakan Bahkan, mereka IQ tinggi. Anda anda pula! Perlu mengakui bahwa anda yang terlahir pada sendiri tidak diingat, kesalahannya bersifat agak hari Sabtu Kliwon kalah dari segi bukanlah suatu dan memohon cemburuan. termasuk salah otak. Untungnya hal yang maaf di kaki Meskipun satu kalangan anda juga dapat menyakitkan anda! Anda suka demikian, anda yang memiliki menghargai untuk mengakui membayangkan sangat setia dan bakat alamiah pandangan kesalahan yang diri sebagai murah hati dalam berbicara orang lain.

kita lakukan. orang yang kaya terhadap orang- dan menulis jika Tidak bisa Akan tetapi dan terkenal. Hal orang yang anda mereka dipungkiri, meskipun anda ini tidak berarti sukai. Di memilihnya omongan anda memiliki secara otomatis samping itu, anda sebagai pekerjaan. terkadang semangat hidup anda memiliki bakat Mereka cenderung sedikit tajam. yang tinggi yang materialistis. besar dalam memperlakukan Tetapi mengapa terkadang Namun, jika mengatur semua orang orang lain mau berakibat pada para peramal rumahtangga dengan baik, bersikap sarkatis kecerobohan, Jawa dapat anda agar tetap bahkan musuh terhadap anda?

anda akan dipercaya, anda berjalan tenang. mereka sendiri! bersikap lebih memang Anda benar- Mereka tidak waspada bila menikmati benar menyukai dikenal sebagai menyangkut suasana yang kemewahan dan orang tegar yang materi. Anda mewah dan tidak sangat berpegang pada adalah salah satu This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sungkan menghargai pendiriannya. tipe yang selalu memperlihatkan barang-barang Akan sangat siap membantu kelebihan anda yang berkualitas berguna jika teman yang dalam hal tinggi.

mereka mau sedang materi. Mungkin mengembangkan menderita. hal ini sedikit keberanian berhubungan dan ketegasan, dengan masa karena kelompok kecil yang ini cenderung kurang bahagia sangat mudah dari segi menyerah pada emosional atau rintangan pertama.

ekonomi. Mereka biasanya Semoga saja memperhitungkan anda tidak dengan cermat terlalu pelit segala tindakan untuk membagi yang akan mereka keberuntungan ambil. Dengan dengan teman- demikian teman anda. muncullah Ingatlah bahwa pertanyaan: mereka yang mengapa mereka banyak memberi sangat mudah akan banyak terkecoh oleh menerima pula! penampilan seseorang atau sesuatu? Mereka adalah pelanggan impian para pedagang. Minggu Pon Wage Kliwon Legi Pahing Anda termasuk tipe Mereka yang Satu lagi tipe Hanya sedikit Menurut yang sensitif.

lahir di hari pendiam dengan orang yang pengertian Mungkin karena Minggu Wage pendirian tegas dan diperkenankan tradisional, takut disakiti, anda konon bersifat kemauan keras. mengetahui isi orang yang selalu melindungi pemurah dan Anda sangat pandai hati anda yang lahir pada hari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com perasaan anda.

Hati mudah menaruh dalam membuat terdalam. Anda Minggu Pahing dan pikiran anda iba. Mereka orang selalu termasuk tipe diakui mungkin cukup tahu cara-cara menduga-duga orang yang memiliki dalam, tetapi untuk perasaan anda yang tegas dan kemampuan terkadang orang menghibur sebenarnya. Anda pendiam. Anda yang lain menganggap orang yang sebetulnya cukup terlihat sangat mengagumkan anda tertutup.

sedang sensitif, tetapi jangan tenang dan di bidang apa Barangkali anda menderita. berharap orang lain terkendali, saja yang telah Mereka akan bahkan saat digelutinya. mengembangkan merupakan mempercayainya anda terbakar Mereka adalah penilaian yang pekerja keras pada saat mendengar amarah, pribadi-pribadi tajam terhadap pula.

Akan anda beradu senyuman kuat yang baik-buruknya tetapi, mereka pendapat. Anda misterius itu mampu watak manusia. terkadang pandai bersosialisasi, tidak akan mempertahank Dengan bakat ini, terlalu teguh pandai berbicara, dan pernah lepas an pendapatnya anda dapat menjadi dalam memiliki bakat dari bibir anda. dalam keadaan seorang diplomat pendirian -- politik yang besar. Maka dari itu, sulit sekalipun. yang piawai -- atau bahkan sangat Dengan kelebihan pada saat anda Tetapi mereka malahan seorang keras kepala!

seperti ini, tidak melepaskan juga berpikiran manipulator yang Meskipun mengherankan tipe- perasaan anda, luas dan licik! Yang jelas, mereka pandai tipe seperti anda baik cinta cenderung anda selalu menenangkan sering mencapai ataupun benci, ditanggapi berusaha terlihat perasaan orang kedudukan yang hal itu akan dengan baik baik didepan teman- lain, mereka tinggi! menjadi dalam teman anda. tidak akan pengalaman lingkungan Walaupun anda menunjukkan yang luar biasa sosial.

mungkin saja perasaan bagi orang- Anehnya, mengambil cara mereka sendiri orang di sekitar kelompok ini yang tidak langsung dengan mudah. anda. Anda dapat benar- atau menunggu saat Mungkinkah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 berwatak benar ahli yang tepat, tetapi ini merupakan cerdik, bahkan dalam lama-lama anda pengendalian terkadang licik, menyembunyik pasti merebut emosi dari dan pandai an (atau kesempatan untuk diplomat, dalam memendam) memamerkan doktor UGD, mengorek perasaan- kelebihan anda, atau pemadam rahasia.

Anda perasaan yang entah dari segi kebakaran, atau mudah tertarik tidak enak material ataupun justru pada hal yang seperti intelektual. kewaspadaan aneh, mistis, kemarahan, yang berlebihan atau misterius. kesedihan, atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terhadap Mencampuri penyesalan. kemungkinan urusan orang Kontrol diri disakiti oleh lain sangat semacam itu orang-orang menyenangkan sangat yang telah bagi anda.

Oleh menguntungka mereka karenanya, n bagi seorang percayai? anda mungkin politikus, Mereka sendiri bisa menjadi doktor UGD, yang harus seorang atau agen menjawab detektif, agen rahasia. pertanyaan ini. rahasia atau Namun, psikiater yang semoga sifat baik. ini tidak berakibat pula pada terpendamnya perasaanperasaan yang semestinya ditunjukkan secara terbuka kepada orangorang yang mereka cintai. Orang yang menganut paham kejawen tak akan bisa lepas dari primbon.

Kejawen merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan filsafat. Banyak alasan orang ingin mengetahui tentang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda disekitarnya, seperti bulan, bintang, dan matahari. Bahkan ingin tahu tentang dirinya sendiri. Ilmu pengetahuan merupakan pencarian makna praktis, yaitu penjelasan yang bisa dimanfaatkan. Penjelasan ini telah menjadi dasar ilmu pengetahuan manusia dari zaman pra-sejarah hingga awal abad ke-20.

Ilmu pengetahuan abad ke-20 telah mengubah segalanya, kemajuan- kemajuan serupa itu sebenarnya telah terjadi di masa-masa sebelumnya. Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 satunya terjadi kira-kira tahun 2500 SM, ketika ”Stonehenge’’ didirikan di Inggris dan ‘’Piramida’’ dibangun di Mesir. Kedua monumen ini menyatukan gagasan astronomis dan religius yang kecanggihannya tidak sepenuhnya di ketahui hingga abad ini. Penyelidikan mendalam tentang Stonehenge dan piramida-piramida tersebut mengungkap This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pengetahuan matematika yang mengejutkan.

Orang yang membangun kedua monumen ini telah memahami istilah-istilah praktis yang paling sederhana tentang hubungan antara dua sisi tegak dengan sisi miring dari segitiga siki-siku yang tertentu. Dengan kata lain mereka telah memahami dasar dari apa yang kita kenal sebagai dalil Pythagoras sekitar 2000 cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sebelum Pythagoras lahir. Perkembangan pengetahuan dan kebudayaan manusia pada zaman purba dapat diruntut jauh kebelakang, bahkan sebelum abad ke-15 SM, terutama pada zaman batu.

Pengetahuan pada masa itu diarahkan pada pengetahuan yang bersifat praktis, yaitu pengetahuan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Kapan mulainya zaman batu tidak dapat ditentukan dengan pasti, namun para ahli berpendapat bahwa zaman batu berlangsung selama jutaan tahun. Sejarah telah membuktikan bahwa kontribusi Islam pada kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan.

Bahkan bermula dari dunia Islamlah ilmu pengetahuan mengalami transmisi (penyebaran, penularan) diseminasi, proliferasi (pengembangan) ke dunia barat yang sebelumnya diliputi oleh masa ‘The Dark Ages’ mendorong munculnya zaman renaissance atau enlightenment (pencerahan) di Eropa.

Renaissance ialah zaman peralihan ketika kebudayaan Abad Pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Melalui dunia Islam-lah mereka mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern. Menurut George Barton, ketika dunia Barat sudah cukup matang untuk merasakan pentingnya ilmu pengetahuan yang lebih dalam, perhatiannya pertama-tama tidak ditujukan kepada sumber-sumber Yunani, melainkan kepada sumber-sumber Arab.

Di beberapa negara, masyarakat telah bergerak ke tahapan pascailmiah dengan ketergantungan informasi yang lebih banyak dan pada komputer sebagai sistem eksper untuk mengolahnya. Seluruh kehidupan praktis sudah terkomersialisasi. Kebutuhan dan produksi mulai dipertukarkan melalui alat penukar surat atau kartu berharga sampai sampai ke perbankan elektronik, yang berlangsung dengan intensif dan cepat. Filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang mengadakan tujuan dan mempelajari objeknya dari sudut hakikat juga mengadakan tinjauan dari segi sistematik, artinya tinjauan dengan memperoleh pandangan mengenai problem-problemnya yang utama dan dalam lapangan penyelidikannya saling berhubungan.

Menurut teori John S. Brubacher (dalam Prasetya, 2000;36) bahwa dalam tinjauan dari segi sistematik, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 berhadapan dengan 3 problem utama, yaitu: Pengetahuan yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dibentuk, dikelompokkan dan disirkulasikan dalam sebuah sistem pengetahuan soaial adalah ‘budaya’.

Namun ini tidak berarti bahwa semua kelompok sosial yang memiliki hal tersebut juga memiliki budaya yang sama. Tiidak mungkin semua anggotanya mengetahui satu atau semua hal yang sama, karena keterlibatan mereka dalam masyarakat berbeda-beda. Seseorang secara individu dapat membentuk dan fenomena budaya tersendri berdasarkan kesempatan interaksi yang ia miliki. Penduduk desa, penduduk kota, anak dari seorang dokter dan anak seorang buruh, seoramg Muslim dan Katolik akan memiliki cakupan interaksi yang bebedabeda.

Oleh karena itu, pengetahuan budaya pada akhirnya menjadi sangat beragam ,bahkan dua orang yang berasal dari komunitas sosial yang sama dapat memiliki budaya yang berbeda. Keadaan ini pada khirnya memungkinkan kita untuk menciptakan budaya pribadi, sepeti halnya kita dapat membuat struktur kebahasaan sendiri berbekal kondisi lingkungan kita. Budaya pada akhirnya bukan sekedar seguah karya seni atau artefak, ia terdiri dari totalitas pengetahuan dan diferensiasinya dalam begian-bagian tertentu.

Pendekatan ini telah difgunakan dalam ilmu antropologi sudah lebih dari satu abad. Definisi terbarunya yang lebih menekan pada elemen kognitifnya adalah : “Menurut pengamatan saya, kultur sebuah masyarakat terdiri atas kepercayaan atau keyakinan sehingga dapat tercipta sebuah operasi tata karma yang dapat diterima oleh pengikutnya. . Budaya, sesuatu yang harus dipahami manusia sebagai hal yang berbeda dari sekedar warisan biologis, dan harus merupakan hasi akhir dari sebuah pembelajaran…” (Goodenough 1957, cited in Cerri-Long 1999, p.

88) Agar dapat dipelajari, kebudayaan harus diturunkan dan disebarkan, masyarakat yang gagal menurunkannya pada generasi sesudahnya akan gagal pula mereproduksinya. Sebagian ahli berpendapat bahwa teori-teori tentang ‘budaya’ juga termasuk teori komunikasi, termasuk struktur dan fungsi dari system sosial. Ini menjadi dasar mengapa pada akhirnya budaya didefinisikan dalam sudut pandang kominukasi sebagai berikut : Budaya adalah kumpulan total dari informasi, kepercayaan, nilai-nilai dan keterampilan yang diterapkan dan dibagi dalam sebuah masyarakat dan situasi-situasi di mana manusia hidup.

Terdapat tiga kategori besar dalam pengetahuan budaya yaitu know-what (tahu-apa), know-of (tahu tentang) dan know-how (tahu bagaimana) Know-what terdiri atas apa-apa yang dipercayai benar oleh seseorang. Misalnya pemahaman tentang politik, atau filosofi keagamaannilai-nilai dsb. Pengetahuan ini dapat pula isebut relatively permanent background knowledge atau ‘pengetahuan latar belakang permanen’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Know-of merupakan pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi disekelilingnya, seperti kejadian-kejadianberita apa yang sedang marak dsb.

Know-how berbicara tentang keterampilan, kapasitas dan kompetensi mereka dalam berlaku dan berbahasa yang tepat dan mudah dimengerti. Indikasi kedekatan antara bahasa, budaya dan identitas yang sederhana namun sangat kuat adalah sesuatu yang dinamakan cultural markers atau penanda budaya Penanda budaya biasannya terepresentasi dari 1.

Akronim dan singkatan : Ms, UFO, IBM, IT dsb. 2. Tempat : Camp X-ray, Salt Lake City, Wembley dsb. 3. Organisasi cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Samaritans, Meals-on Wheels, Neighborhood Watch, 4. Hari-hari yang diperingati : Halloween, Poppy Day, Boxing Day, 5. Karakter : The Teletubbies, Jack the Ripper, Peterpan 6. Tanda : Sale, Check out time 7. Koran : The sun, Times, Daily Express 8. Permainan : Darts, billiards, snakes and ladder (Riley, 2007: 42) Terkadang, penanda budaya dapat menjadi asosiasi yang sangat menempel pada Pemilik budayanya.

Contoh jika disebutkan nama Bordeaux, orang langsung berasosiasi pada ‘minuman anggur’, karena Bordeaux adalah suatu wilayah di Prancis yang sangat terkenal dengan Anggurnya. Atau misalnya beberapa daerah lain di Prancis dengan berbagai asosiasinya seperti : Commency : Madeleines Dijon : Mustard Rheims : champagne Pengetahuan semacam ini yang dipahami oleh individual disebut cultural competence atau kompetensi budaya.

Kompetensi budaya yang dimiliki masyarakat atau setiap orang berbeda-beda. Ini disebabkan oleh interpretasi yang berbeda dan dari seseorang itu pun dapat terjadi intepretasi yang berbeda oleh orang lain ketika ia berujar. Ada beberapa usaha untuk menemukan prosedur interpreatsi yang didasari oleh prinsip-prinsip yang seolah-olah filosofis. Ini termasuk prinsip yang dikemukakan oleh Donald Davinson dalam bukunya Donald Davinson’s Charity Priciple.

Ia menyatakan bahwa kita tidak bisa mengakses kepercayaan seseorang melainkan dengan interpretasi langsung dari ujarannya. Paul Grice mengemukakan bahwa ada 4 hal yang dapat menjadi kerangka kerja interpretasi, yaitu : This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com a.

Kualitas: Apa yang diucapkan pembicara harus benar sesuai dengan pengetahuan terbaiknya. Ia seharusnya tidak mengemukakan sesuatu tanpa bukti yang cukup. b. Kuantitas: Apa yang diucapkan pembicara harus informatif dan harus sesuai dengan tujuan awal terciptanya hubungan komunikasi. c.

Relevansi: Apa yang diucapkan harus sangat jelas berhubungan dengan topik yang sedang dibicarakan d. Sikap: Apa yang diucapkan harus cerdas,dan tajam. Ia harus tertata, singkat padat dan harus terhindar dari ambiguitas dan kesamaran.

Kelompok etnis Situasi Realitas sosial Kebudayaan Bahasa Gambar Segitiga Etnolinguistik Masyarakat sosial manapun dapat dideskripsikan sebagai sebuah kesatuan struktur dan fungsi untuk mengelola ilmu pengetahuan. Etnolinguistik merupakan salah satu kajian dari ilmu pengetahuan dalam bahasa, merupakan ilmu yang menelaah bahasa bukan hanya dari struktur semata, tetapi lebih pada fungsi dan pemakaiannya dalam konteks situasi sosial budaya.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etnolinguistik merupakan cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan. Sedangkan Antropolinguistik merupakan salah satu cabang linguistik yang menelaah hubungan antara bahasa dan budaya terutama untuk mengamati bagaimana bahasa itu digunakan sehari-hari sebagai alat dalam tindakan bermasyarakat.

Menurut pendapat Wilhelm von Humboldt, bahwa perbedaan persepsi kognitif dan perbedaan pandangan dunia dari suatu masyarakat dapat dilihat dari bahasanya.

Dikatakan Anna Wierzbicka bahwa each language.contains a characteristics worldview. Dalam pandangan etnolinguistik, terdapat keterkaitan antara bahasa dengan pandangan dunia penuturnya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bahasa-bahasa minoritas yang memiliki daya hidup etnolinguistik rendah cenderung akan digeser oleh bahasa-bahasa dengan vitalitas etnolinguistik yang kuat, karena penutur dengan vitalitas etnolinguistik yang rendah akan cenderung meningkatkan pilihan bahasanya pada bahasa lebih dominan.

Dalam konteks kebahasaan di Indonesia, kehidupan etnolinguistik bahasa-bahasa daerah di Indonesia rata-rata lebih lemah dibandingkan bahasa Indonesia. Hal ini karena bahasa Indonesia ditopang oleh dukungan institusional pemerintah dan prestise sosialnya Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika kita sekarang melihat fenomena pergeseran pilihan bahasa dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia.

Ilmu pengetahuan sosial berasal sistem pengetahuan sosial. Ada beberapa hal penting dalam ilmu pengetahuan diantaranya: Ø Creation and Production Masyarakat secara berkelanjutan memproduksi ilmu pengetahuan, baik lokal maupun ilmiah, yang sudah diketahui maupun invensi, ide dan teori.

Ø Organization Ilmu pengetahuan itu diorganisasikan pada berbagai disiplin ilmu. Ilmu pengetahuan di sini mencakup ilmu pengetahuan praktis, ilmiah, pengetahuan umum, agama, dll. Ø Storage Pengetahuan disimpan dalam institusi sosial, seperti bahasa, kode hukum/UUD, cerita lisna, literartur dan mitologi, dan disimpan dalam resiportori seperti perpustakaan, dokumen kantor dan arsip, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 data, sistem, sll.

Ø Distribution Ilmu pengetahuan didistribusikan. Profesi dan pekerjaan membentuk komunitas tertentu dengan ilmu pengetahuan tertentu. Kelompok, klub, geng biasanya memberikan pengetahuan lokal yang menyatukan dan mengidentifikais mereka.

Mereka juga memiiki jaringan komunikasi dan kebiasaan yang mencakup nasehat, gosip, skandal, rumor, debat, dll. Membaca koran, interaksi sosial baik bertemu secara langsung atau pun menggunakan teknologi merupakan modal dari pendistribusian pengetahuan. Ø Legitimation Wacana-wacana dominan dibangun melalui diskusi, power, minat, dan ideologi.

Hal ini ditetapkan oleh otoritas, rasionalitas, konsensus, atau prosedur praktis. Ø Use This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pengetahuan itu ditunjukkan, dipakai, dan diimplementasikan terus menerus melalui teknologi, skill, dan kompetensi. Secara individu dan komunal, manusia dihadapkan pada proses perubahan, langsung maupun tidak langsung. Begitu pula yang terjadi di masyarakat, Masyarakat senantiasa dihadapkan pada pola yang berbeda antara generasi satu terhadap generasi lain.

Laksana sebuah peristiwa yang sulit untuk dibendung keberadaannya, perubahan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan, individual maupun kolektif.

Perubahan masyarakat terkait erat dengan kebudayaannya, serta saling memengaruhi. Dapat dikatakan bahwa perubahan merupakan karakteristik umum dari semua kebudayaan dan masyarakat. Dinamika perubahan yang terjadi pada masyarakat senantiasa melahirkan sesuatu yangbaru dalam kehidupannya. Akan tetapi, tingkat perubahan tersebut akan mengalami perbedaan satu sama lain. Sulasman dan Gumilar (2013) menyatakan, hal ini disebabkan oleh sosiokultur yang ada di masyarakat berbeda satu dengan yang lainnya.

Perubahan dapat menentukan keberadaan suatu masyarakat, apakah akan muncul mengikuti arus perubahan ataupun mengalami penurunan yang diakibatkan ketidakpastian sumber daya manusia, karakter sosiokultur yang tidakmendukung, dan faktor-faktor lainnya.

Lauer (dalam Sulasman dan Gumilar, 2013) menyatakan, bahwa perubahan perubahan sosial merupakan prasayarat untuk memahami struktur masyarakat sebagai setiap yang berada dalam keseimbangan dan mencoba menganalisis aspek sosial dari sistem itu dan mengakui bahwa keseimbangan itu hanya dapat dipertahankan melalui perubahan tertentu.

Proses perubahan bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti akulturasi, asimilasi, dan difusi. Perubahan kebudayaan terjadi melalui mekanisme yang berbeda-beda. Salah satu faktor yang memengaruhi perubahan kebudayaan yang banyak menjadi perhatian para ahli adalah adanya penemuan dan gejala persebaran unsur-unsur kebudayaan baru.

Sulasman dan Gumilar (2013) menyatakan, untuk mengenali karakterisitik unsur kebudayaan dan perubahan kebudayaan terdapat beberapa teori diantaranya adalah teori evolusi dan difusi. SEKOLAH DI MTS AL- HAMIDAH KUWU This PDF is Created by Simpo Word cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pada bulan Juli tahun 1997 aku berangkat ke sekolah di daerah kuwu, yaitu MTS AlHamidah yang berada di Kecamatan Kradenan yang letaknya di belakang KUA (Kantor Urusan Agama) untuk mendaftarkan sekolah disana atas saran dari temanku.

Saat pertama melihat bangunan di sekolah tersebut aku pun kaget karena bangunan sekolahnya masih tampak biasa-biasa saja malahan kalau di bandingkan dengan bangunan sekolahku saat masih SD kelihatan lebih bagus dari bangunan sekolahku disana. Oya, mungkin pembaca sebagian ada yang sudah tahu apa itu sekolah di MTS dan sebagian yang lain mungkin belum ada yang tahu. MTS kepanjangan dari Madarasah Tsanawiyah.

Yang artinya sekolah tingkat menengah pertama atau SMP yang berlabel, berlatar belakang keagamaan, utamanya tentang agama Islam. Bedanya kalau sekolah di SMP yang umum hanya dapat mata pelajaran agama Islam yang mungkin setaraf 2 sks saja seperti saat di perkuliahan sebagai mata kuliah umum. Kalau sekolah di MTS pelajaran agama Islamnya lebih dari sekedar itu. MTS merupakan sekolah milik swasta atau yayasan tertentu sedangkan MTSN itu milik pemerintah.

Begitu pula kalau sekolah SMP itu milik swasta dan SMPN itu milik pemerintah atau biasa disebut sekolah negeri. Sekolah tersebut beragam namanya tergantung dimana wilayahnya tergantung yayasan atau pemerintah memberikan nama sekolahnya dengan sebutan nama apa.

Kalau belajar di MTS pelajaran tentang agama Islam-nya bisa terdiri dari beberapa sks mata pelajaran. Diantaranya: ada mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), Fiqih, Qurán Hadits, Bahasa Arab, Aqidah Akhlaq, dan lain-lain tergantung pihak stake holders (pemangku kepentingan) sekolahnya memberikan pelajaran tentang ke-Islaman-nya sebanyak apa yang dibutuhkan oleh sekolah tersebut.

MTS bernaung di bawah Departemen Agama (DEPAG) wilayah setempat, sedangkan SMP di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setempat atau disingkat DEPDIKBUD. Aku pun mendaftar di sekolah dengan niat yang masih setengah-setengah apalagi waktu itu aku melihat nilai dari hasil EBTANAS teman-teman yang mendaftarkan diri ke sekolah tersebut nilai NEM nya rata-rata banyak yang bagus dibanding denganku, nilai mereka jauh lebih baik diatasku.

Rasanya aku semakin tidak semangat saja untuk sekolah di MTS Al-Hamidah karena nilaiku jauh dibawah rata-rata. *************************************************************************** Akhirnya tibalah waktunya diumumkan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut.

‘‘Aku berharap semoga tidak diterima saja’’, Pikirku waktu itu. Setelah dinyatakan diterima This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com di papan pengumuman aku pun menyambutnya dengan biasa-biasa saja tidak ada perasaan yang senang atau gimana gitu.apalagi setelah itu ada kegiatan penerimaan siswa baru yang akan diadakan kegiatan MOS selama dua minggu.

Minggu pertama diisi dengan kegiatan oleh senior-senior dalam memperkenalkan sekolahnya dan saling berkenalan antara temanteman siswa baru dan siswa senior serta diisi dengan kegiatan yang lainnya seperti menyanyi, tukar-menukar alamat teman dan lainnya.

Minggu kedua diisi dengan acara camping (berkemah) selama 1 minggu yang bertempat di almamater kami sendiri. Kalau orang Jawa ada yang menyebutnya sebagai kere omah ‘miskin rumah’ alias tidak mempunyai tempat tinggal.

Jadi kegiatan berkemah dianggap sebagai latihan untuk menjadi orang yang tidak mempunyai rumah atau tempat tinggal. Entah fungsi dan manfaatnya itu untuk apa aku pun kurang memahaminya. Didikan untuk menjadi orang yang sabar kah?

Atau supaya tidak kaget kalau misal sewaktu-waktu mendadak tidak mempunyai tempat tinggal karena mungkin habis terkena musibah kebakaran, bencana banjir atau yang lainnya. Aku pun mengikuti kegiatan tersebut dengan perasaan yang biasa-biasa saja, tidak ada hal yang istimewa menurutku. Apalagi saat aku kenal sama teman baru yang kelihatan sangar dan bertampang seperti preman dari daerah Wates, Kradenan saat itu. Akhirnya akupun tau namanya saat ada salah satu guruku yang memanggil namanya.

Dianya selalu usil menggangguku meskipun belum tahu namaku dan aku pun belum tahu tentang namanya saat itu. Akupun seringkali dikata-katain dia begini: Hey cah cilik.ngerti ra kowe? Kowe iku pantese njaluk mik karo mbokmu!

Cah cilik kok wis mlebu MTS. ‘Hey anak kecil.ngerti tidak kamu? Kamu itu pantasnya minta susu sama ibumu! Anak kecil kok sudah masuk MTS.’ Yah begitulah ejekan demi ejekan yang sering menghampiriku sebelum masuk sekolah tersebut, pada awalnya akupun takut sama satu orang yang bernama Rosidi itu karna tampangnya menyeramkan, tinggi besar, kulitnya kehitam-hitaman dan kalau berbicara atau memaki-maki orang sukanya melotot matanya.

Aku pun menerimanya dengan hati yang sabar meski kadang hatiku sering merasa sakit dan sering menangis kalau ada orang yang berbuat begitu padaku. Maklumlah mungkin karena tubuhku yang tampak mungil dibandingkan dengan semua teman yang ada di sekolah tersebut jadi aku sering dijadikan pelampiasan bahan ejekan teman-teman yang entah membenciku atau memang sudah menjadi cobaan buat aku apakah memang jalurnya aku harus begitu.

Minggu kedua akupun mulai akrab dengan teman-teman baruku yang baik kepadaku, diantaranya: Mohammad Irsyad, Eko Dwi Darmanto, Mohammad Anwar, Tauhid, Eet Mailasari, Diana Agustini, Maulida, Sri Wahyuni dan lainnya. Disamping itu, aku pun kenal This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com teman-teman senior yang juga baik kepadaku juga. Diantaranya: Pujiati, Matohari, Sri Sunardi, Mohammad Syahri, Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, Bakis (Kiswanto), Purnomo, Heri, dan masih banyak teman yang lainnya.

Sebenarnya Pujiati, Matohari, Sri Sunardi dan Purnomo itu bukanlah teman yang asing lagi bagiku karena mereka adalah teman sekelasku saat aku masih duduk di bangku SD dulu. Hanya saja mereka langsung melanjutkan sekolahnya setelah kelulusan SD sedangkan aku ingin memutuskan untuk berhenti dulu karena memang akunya yang sebelumnya tidak minat untuk meneruskan sekolah lagi.

Karena atas dorongan dan semangat dari ibu kandungku akhirnya aku pun menjadi mau untuk kembali bersekolah lagi.

Dan akhirnya kami pun bertemu kembali di sekolah yang sama, bedanya mereka saat itu sudah menjadi seniorku. Akhir dari puncak acara masa orientasi siswa baru diadakan saat ada acara api unggun dalam kegiatan berkemah. Dalam kegiatan tersebut, diisi beragam kegiatan seperti: membaca puisi, bernyanyi, tebak-tebakan dan lainnya. Acara penutupan MOSBA (Masa Orientasi Siswa Baru) lumayan ramai karena semua murid baru dan murid kelas dua sampai kelas tiga beserta para guru yang bisa hadir berkumpul bersama.

Tetapi, mendadak acara ditutup tanpa adanya kegiatan doa bersama karena saat hendak penutupan acara tiba-tiba hujan turun dengan derasnya karena takut basah kuyup akhirnya semua disuruh untuk berteduh sekaligus istirahat di ruang kelas yang kosong karena acara telah dianggap selesai.

Para guru pun terpaksa juga meninggalkan bumi perkemahan untuk menuju ke ruang guru. Yah itulah akhir dari acara puncak kegiatan masa orientasi siswa baru di MTS Al-Hamidah, Kuwu Kradenan Jawa Tengah saat itu. Ada yang menggerutu karena hujan, ada yang bersyukur karena hujan karena acara bisa cepat selesai dan ada pula yang menanggapinya dengan biasa-biasa saja. Setelah kegiatan MOSBA selesai, akhirnya kami pun menjalani sekolah seperti pada umumnya, menerima pelajaran, mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah dari guru dan mengikuti ulangan harian dan ulangan catur wulan maupun ujian tingkat nasional atau biasa disebut dengan EBTANAS.

Waktu pun begitu cepat berputar, saat aku naik kelas dua akupun mulai menyukai pelajaran Bahasa Inggris saat itu. Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Bahasa Inggrisku sering mendapat nilai delapan atau sembilan di raport. Yang bikin aku semangat untuk mempelajarinya saat itu karena pengajar Bahasa Inggrisnya yang bernama Bu Mardiyah selain cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 baik beliau juga lumayan cantik parasnya.

Teman-teman dari kelasku belum ada yang menyaingiku dalam hal Bahasa Inggris saat itu. Tapi sayangnya aku hanya menyukai mata pelajaran bahasa saja, untuk mata pelajaran agama meski aku tidak terlalu menguasainya tapi nilaiku juga tidak pernah mengecewakan di raport. Apalagi mata pelajaran Matematika dan Fisika This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com aku sama sekali tidak ada minat untuk mempelajarinya.

Karena menurutku terlalu banyak rumus yang susah untuk mengingatnya apalagi mengerjakan pekerjaan rumahnya. Saat di kelas, kamipun sudah biasa barter dalam hal pelajaran. Aku yang tidak suka belajar berhitung sering sekali mencontoh temanku yang pinter tentang Matematika dan Fisika yaitu Eko Dwi Darmanto saat ada tugas atau PR.

Kalau ada tugas atau PR Matematika dan Fisika Eko yang selalu jadi andalan untuk teman-teman sekelas apabila belum mengerjakannya. Sebaliknya apabila ada tugas atau PR Bahasa Inggris di kelas, aku yang biasa dijadikan andalan bahan referensi untuk teman-teman sekelas kalau mereka belum mengerjakannya. Pernah sekali saat ada pelajaran Fisika aku tidak ada minat untuk mempelajarinya bahkan gurunya pun pernah marah terhadapku. Sampai-sampai marahnya guru itu dibawa saat kegiatan olahraga.

Pak Hendarto cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 guru yang menganggap aku sebagai provokator yang selalu salah menurutnya, padahal aku tidak pernah melakukan apaapa hanya tidak suka saja dengan pelajarannya.

Dalam hati kecilku saat itu pun berontak karena gara-gara tidak begitu suka dengan pelajarannya seringkali aku disalahkan terus kalau masuk di kelasnya. Emangnya kemampuan siswa yang bagus atau ideal itu harus dituntut untuk mengerti ilmu Fisika semuanya? Bukannya setiap siswa ada minat dan bakat sendirisendiri dalam belajar atau ilmu? Sampai-sampai aku pun pernah membolos sekolah gara-gara malas untuk diajar oleh guru tersebut.

Dari rumah pamitnya sekolah setelah tahu jam pertama ternyata pelajaran Fisika aku pun tidak masuk ke kelasnya karena malas saja kalau selalu dimarahi dan dianggap salah terus oleh guru tersebut.

Dalam hati kecilku pun bergumam: ‘‘Pasti suatu saat guru tersebut akan merasa salah sendiri karena mempunyai pandangan yang salah kepada muridnya. Karena dalam potensi diri seorang siswa itu mempunyai minat dan bakat yang berbeda-beda dalam hal ilmu’’. Pelajaran yang disukai oleh setiap siswa pasti berbeda-beda, pasti ada yang suka pelajaranpelajaran tertentu, tidak mungkin kan satu kelas itu pandai dalam Fisika semua atau pandai Bahasa Inggris semua atau bahkan pandai Matematika semua?’’.

Begitulah pengalamanku saat duduk di kelas satu sampai di kelas dua saat masih MTS dulu. Ada tawa, canda, lara, dan nestapa yang pernah aku alami saat itu. Setelah naik ke kelas tiga kami pun mempunyai teman baru lagi dari kelas lain. Itu karena dari hasil nilai raport kami yang mengharuskan untuk bertukar tempat di kelas yang baru.

Pakar Matematikanya kini berpindah ke kelas A dan aku masih di kelas B terus sejak mulai duduk di kelas satu sampai duduk di kelas tiga dan belum pernah masuk di kelas A This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com atau bahkan di kelas C. Kini di kelas B untuk pelajaran Matematika dan Fisika yang kelihatan menonjol bernama Ahmad Sururi dan Ela Yufarida. Kalau ada PR teman-teman sekelas berganti mengandalkan Sururi untuk siswanya dan Ida untuk siswi-nya kalau ada PR pada mata pelajaran tersebut yang belum dikerjakan dan bahasa Inggris masih aku yang diandalin oleh mereka.He he.:).

Singkat cerita, akhirnya ujian nasional yang menentukan lulus dan tidaknya pun tinggal menghitung hari. Semua kelihatan sibuk untuk mempersiapkan diri dalam ujian nasional tersebut. Beda dengan diriku, akupun bersikap santai-santai saja untuk menyambut dan menghadapi ujian yang tinggal beberapa hari lagi bahkan tidak ada persiapan yang khusus sama sekali untuk mempersiapkannya.

*************************************************************************** Kini tibalah hari dimana ditentukannya ujian nasional. Saat cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 nasional berlangsung masih ada saja siswa yang membawa contekan yang dibawa di kelas. Siswa tersebut sepertinya sudah lihai dalam membawa contekan di kelas sampai-sampai tidak ada siswa lainnya yang merasa curiga atau pun tahu dalam melancarkan aksinya. Guru pengawas dari sekolah lain pun tidak ada yang curiga sama sekali dengannya kalau dia sedang mencontek dalam ujian nasional tersebut.

Mungkin aku saja yang memperhatikannya atau ada teman yang lain yang memang sudah tahu dan pura-pura tidak tau? Ah entahlah.Kalau aku sih masa bodoh. karena itu urusan dia. Akupun tidak minat membawa contekan di kelas. Kalau pun aku bisa mengerjakan soalnya ya dikerjakan saja kalaupun tidak bisa ya dijawab aja dengan memakai perkiraan atau pakai feeling. Akhirnya ujian nasional pun selesai dilaksanakan. Semua kelihatan cemas menantikan hasilnya. Setelah menunggu sekian lamanya akhirnya diumumkan juga hasil ujian nasionalnya.

Akhirnya, kamipun dinyatakan lulus semua. Semua kelihatan bahagia dengan hasil pengumuman tersebut. Ada yang berencana meneruskan sekolah ke jenjang SMA/SMK/MA dan adapula yang memutuskan untuk menikah dan bekerja. Ternyata benar apa yang dikatakan ibuku tentang sekolah. Sekolah itu memang penting. Meskipun ibuku tidak sampai tamat SD tetapi didikannya beliau sungguh luar biasa kepada anak-anaknya yang selalu mendukung anak-anak untuk terus maju dan maju dalam hal pendidikan. Apalagi ayahku, beliau sangat mendukung anak-anaknya juga dalam hal pendidikan.

Setelah tahu enaknya bersekolah lagi akupun ingin terus sekolah dan sekolah terus. Ingin terus mencari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ilmu dan mencari ilmu terus sampai akhir hayat nanti.

“Tolabul ilmi minal mahdi ilal lahdi” artinya ‘Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat’. PANDANGAN AGAMA ISLAM TENTANG ILMU Well, apa yacch.makna ilmu itu?!?

Ayuuk coba kita belajar bareng tentang ilmu menurut pandangan Islam.:) Dalam Bahasa Arab, kata ilmu berasal dari kata -‫ ﯾﻌﻠﻢ‬-‫ﻋﻠﻢ‬ ‫ ﻋﻠﻤﺎ‬i’lmun, ya’lamu, i’lman yang artinya mengetahui, lawan dari kata ‫ ﺟﮭﻞ‬jahlun yang artinya bodoh.

Sedangkan ilmu pengetahuan adalah terjemahan dari kata Bahasa Inggris, Science, yang berarti pengetahuan. Kata science itu sendiri berasal dari Bahasa Yunani Scientia yang berarti pengetahuan. Namun pengertian yang umum digunakan ilmu pengetahuan adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui proses pengkajian dan dapat diterima oleh rasio.

Imam Raghib al- Ashfahani dalm kitabnya, Mufradat Al –Qur’an, berkata, “ Ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Ia terbagi dua: pertama, mengetahui inti sesuatu itu (oleh ahli logika dinamakan ahli tashawwuf). Kedua, menghukum adanya sesuatu pada sesuatu yang ada (oleh ahli logika dinamakan tashdiq, maksudnya mengetahui hubungan sesuatu dengan sesuatu).” Az-Zubaidi berkata dalam kamus Tajul-‘Arus, “Mayoritas ahli membedakan masingmasing term itu.

Bagi mereka ilmu adalah yang paling tinggi karena ilmu itulah yang mereka perkenankan untuk dinisbatkan kepada Allah SWT. Sementara, mereka tidak mengatakan: ‘Allah arif’ atau ‘Allah syair’. Perbedaan-perbedaaan tersebut disebut dalam karangankarangan ahli bahasa. Al Manawi dalam kitab At-taufiq berkata“ Ilmu adalah keyakinan kuat yang tetap sesuai dengan realita.

Bisa juga bersifat yang membuat perbedaan tanpa kritik. Atau, ilmu adalah tercapainya bentuk sesuatu dalam akal.” Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku ke arah yang lebih baik, karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.

Seseorang harus memulai dengan ilmu sebelum beramal. Maksud dari beramal adalah melakukan kegiatan atau melakukan suatu pekerjaan.

Dalam melakukan pekerjaan manusia dituntut mengetahui ilmunya dari pekerjaan tersebut. Karena dengan mengetahui ilmunya pekerjaan akan lebih terarah dan tidak berantakan. Menuntut ilmu merupakan ibadah sebagaima sabda Nabi Muhammad SAW. Artinya : Mu’adz bin Jabbal berkata : “Tuntutlah ilmu, karena mempelajari ilmu karena mengharapkan wajah Allah itu mencerminkan rasa Khasyyah, mencarinya adalah ibadah, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengkajinya adalah tasbih, menuntutnya adalah Jihad, mengajarnya untuk keluarga adalah Taqarrub.” Dengan demikian perintah menuntut ilmu tidak di bedakan antara laki-laki dan perempuan.

Hal yang paling di harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan pada diri individu kearah yang lebih baik yaitu perubahan tingkah laku, sikap dan perubahan aspek lain yang ada pada setiap individu.

Perbedaan orang yang berilmu dengan orang bodoh adalah: Dalam Al- Qur’an Allah SWT. Berfirman, Artinya: "(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang dia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?

Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."(Az-Zumar:9) Allah SWT membedakan antara orang yang berilmu dan orang yang jahil.

Keduanya tidak sama. Terlepas dari substansi ilmu pengetahuan, yang terpenting adalah antara orang yang berilmu dengan orang yang bodoh jelas tidaklah sama. Seperti halnya antara orang yang buta dan orang yang melihat, kegelapan dan cahaya, orang yang hidup dan mati, manusia dan hewan, serta antara penghuni surga dan penghuni neraka.

Dasar hukum menuntut ilmu yaitu berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits nabi Muhammad SAW. Banyak sekali hadits dan ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang menuntut ilmu. Di dalam Islam, menuntut ilmu merupakan perintah sekaligus kewajiban. Manusia diperintahkan untuk menuntut ilmu, karena dengan ilmu pengetahuan kita bisa mencapai apa yang dicita-citakan baik di dunia maupun di akhirat. Apalagi sebagai seorang muslim itu wajib hukumnya seperti dalam sebuah hadits disebutkan bahwa : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (Hadits sahih, diriwayatkan dari beberapa sahabat diantaranya: Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu Anhum.

Lihat: Sahih al-jami: 3913) Maka jelas kiranya bahwa menuntut ilmu pengetahuan memang diwajibkan. Dengan ilmu kita bisa meraih dunia, dengan ilmu kita dapat meraih akhirat dan dengan ilmu pula kita bisa meraih kedua-duanya.

Firman Allah pada surat Al-Alaq ayat 1-5berbunyi : Artinya : “ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakanDia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam.

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” ( Al-Alaq : 1-5) Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ayat pertama yang turun kepada Rasulullah. Ayat ini berisi perintah untuk membaca, menulis, dan juga belajar. Allah telah memberikan manusia sifat fitrah dalam dirinya untuk bisa belajar dan menggapai bermacam ilmu pengetahuan dan keterampilan hingga dapat menambah kemampuannya untuk mengemban amanat kehidupan di muka bumi ini.

Rasulullah sering berbicara tentang keutamaan ilmu dan bahkan mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Perintah untuk menuntut ilmu ini merupakan salah satu pusat perhatian Islam bagi para pemeluknya. Manusia diwajibkan untuk menuntut ilmu karena hal ini sebenarnya telah dijawab oleh Al-Qur’an sendiri.

Dimana cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Al-Qur’an, Allah menciptakan manusia dalam keadaan vakum dari ilmu, lalu Allah memberinya perangkat ilmu agar mampu menggali ilmu dan mempelajarinya. Karena memang ilmu itu harus digali, dipelajari, dan diamalkan sebagaimana firman-Nya: Artinya : "Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun.

Dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur”.(Q.S. An Nahl: 78) Pendengaran, penglihatan dan hati atau akal adalah merupakan perangkat atau alat untuk menuntut ilmu. Perangkat ilmu yang Allah berikan kepada manusia merupakan sebuah potensi yang tiada ternilai harganya, dengan penglihatan, pendengaran dan hati (akal) manusia mampu menggali ilmu.

Karena kemampuannya menalar dan mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikiran yang abstrak. Pengetahuan itu diperoleh manusia bukan hanya dengan penalaran, melainkan juga dengan kegiatan berfikir lainnya, dengan perasaan dan intuisi. Lain halnya dengan hewan yang tidak memiliki potensi tersebut karena hewan tidak mampu berbuat seperti apa yang dapat dicapai oleh manusia. Maka sangat beralasan jika Allah memerintahkan manusia untuk menggali lautan ilmu-Nya. Seberapapun tingginya ilmu dan pengetahuan manusia, hanyalah merupakan sebagian kecil saja dari ilmu Allah.

Namun kesempatan untuk memperoleh sebagian-sebagian dari ilmu Allah yang lain tetaplah ada selama manusia mempunyai kemauan, kemampuan dan usaha. Dalam mencari ilmu pengetahuan, hendaklah yang dapat memberikan manfaat bagi kebaikan di dunia dan di akhirat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan sadaqoh, sesuai dengan sabda Nabi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Selagi ada kesempatan untuk mencari ilmu dan sebelum Allah mencabut atau mengangkat ilmu dari manusia, maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya untuk kita manfaatkan serta kita amalkan di jalanNya.

Sebab ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal jariyah yang tak akan terputus. “Sesungguhnya dunia adalah terkutuk dan terkutuklah semua penghuninya kecuali orang-orang yang mengingat Allah, para wali Allah, para orang-orang yang berilmu dan juga orang orang yang belajar untuk mendapatkan ilmu” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah) Rosulullah selalu antusias dalam menyebut ilmu dan orang-orang yang mempelajarinya dengan gigih.

Rosulullah selalu menyerukan kepada semua kaum muslimin untuk mempelajari berbagai macam ilmu dan mengajarkannya kepada manusia sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rosulullah bersabda: Artinya: belajarlah akan suatu ilmu dan lalu ajarkanlah (ilmu tersebut) kepada manusia.

Pelajarilah ilmu faroidh (ilmu waris) dan lalu ajarkan kepada manusia. Pelajarilah Al-Qur’an dan lalu ajarkanlah kepada manusia. Selain Al-Qur’an banyak sekali hadits yang menjelaskan keutamaan ilmu dan kedudukan ulama, baik dimata Allah maupun dimata manusia, di dunia maupun di akhirat. Ulama dihargai demikian tingginya tak tertandingi oleh siapapun, dan tak mungkin dapat dikejar, kecuali melalui ilmu. Berikut beberapa keutamaan ilmu yang disebutkan didalam Al-qur’an dan As-Sunnah: 1.

Kelebihan ilmu dibanding ibadah lainnya Salah satu fadhilah ilmu dari ibadah adalah bahwa kebanyakan manfaat ibadah terbatas pada pelakunya. Orang yang melakukan salat atau berpuasa, haji, dzikir dan ibadah yang lainnya, akan mendapat kebaikan-kebaikan amal perbuatannya dan peningkatan derajatnya. Tetapi, masyarakat lain tidak akan mndapat ganjaran mereka sedikitpun secara langsung.

Berbeda dengan ilmu; ia bermanfaat jauh melampui si pelaku itu sendiri, sampai pada orang yang mendengarnya, atau membacanya. Ilmu tidak mengenal ikatan, tidak pula mengakui adanya dinding dan jurang pemisah.

Lebih-lebih pada zaman kita sekarang, ketika ilmu tersebar luas melalui radio dan televisi yang dapat ditangkap dalam beberapa detik dan bahkan dalam seketika itu juga cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pendengar dan para pemirsa yang ada diberbagai tempat.

2. Ilmu tidak terputus lantaran berakhirnya hayat Ilmu tidak terputus lantaran berakhirnya hayat, dan ilmu tidak mati dengan kematian pemiliknya. Tetapi bagi orang yang salat, atau berpuasa, atau membayar zakat, berhaji, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com berumroh, bertasbih, bertahlil, berzikr, dan bertakbir, semua amal ini mendapat balasan dari Allah, tetapi balasan itu terputus lantaran selesai atau berakhirnya amalan tertentu.

Adapun ilmu, ia terus berpengaruh selama orang masih memanfaatkanya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Apabila seorang keturunan Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau seorang anak shalih yang mendo'akannya." (HR.

Muslim no.1631) Betapa besarnya kebaikan yang akan didapatkan oleh orang yang berilmu berupa pahala dan kebaikan-kebaikan yang banyak. Dan pahala tadi akan terus mengalir kepadanya tanpa terputus selama ilmunya disampaikan oleh murid-muridnya dari generasi ke generasi berikutnya, dan selama kitab-kitabnya dan tulisan-tulisannya dimanfaatkan oleh para hamba di berbagai negeri, dan seperti inilah pahala dan ganjaran orang yang berilmu akan tetap sampai kepadanya setelah kematiannya dengan sebab ilmu yang telah dia tinggalkan untuk manusia, di mana mereka mengambil manfaat terhadap ilmunya.

3. Ilmu merupakan tanda kebaikan seorang hamba Ketika seorang hamba diberi kemudahan untuk memahami dan mempelajari ilmu syar’i, itu menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut, dan membimbingnya menuju kepada hal-hal yang diridhai-Nya.

Kehidupannya menjadi berarti, masa depannya cemerlang, dan kenikmatan yang tak pernah dirasakan di dunia pun akan diraihnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka Ia akan difahamkan tentang agamanya.”(Muttafaq Alaihi dari Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu anhuma) 4.

Orang yang berilmu akan ditinggian derajatnya Sesungguhnya Allah akan meningkatkan derajat orang-orang yang mau menuntut ilmu sebagaimana firmannya: Artinya : Hai orang orang yang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “ Berlapang lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Dan Allah Maha Mengetahui apa cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kamu kerjakan” ( Q.S Al-Mujaadalah:11). Ditinggikannya derajat dengan beberapa derajat, ini menunjukkan atas besarnya keutamaan, dan ketinggian di sini mencakup ketinggian maknawiyyah di dunia dengan tingginya kedudukan dan bagusnya suara (artinya dibicarakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com orang dengan kebaikan) dan mencakup pula ketinggian hissiyyah (yang dirasakan oleh tubuh dan panca indera) di akhirat dengan tingginya kedudukan di jannah.

(Fathul Baarii 1/141) Allah pun akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu sebagaimana diri-Nya memuliakan diri-Nya dan mengagungkan kekuasaan-Nya, lalu setelahnya Dia memuliakan malaikat dan kemudian memuliakan orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman-Nya: Artinya :“ Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).

Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” Q.S Ali Imran:18 5. Menuntut ilmu merupakan ibadah dan akan dipermudah jalan menuju syurga Menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan merupakan Ibadah yang paling agung dan paling utama, sehingga Allah menjadikannya sebagai bagian dari jihad fisabilillah, sebagaimana firmanNya dalam surat At Taubah 122: Artinya :tidak sepatutnya bagimu menuntut pergi semuanya (dalam medan perang), mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan pada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya Rosulullah SAW bersabda: Artinya: barang siapa menempuh jalan demi mengharapkan suatu ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan baginya menuju syurga.

Sesungguhnya malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya karena keridhaannya akan pencari ilmu. Sesungguuhnya semua yang ada di langit dan di bumi dan bahkan lumba-lumba di lautan sekalipun, akan selalu memintakan ampunan bagi orang yang berilmu 6. Ilmu adalah kehidupan dan cahaya Dalam banyak ayat, Al-Qur’an menganggap ilmu sebagai kehidupan dan cahaya, sedangkan kebodohan merupakan kematian cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kegelapan.

Seperti diketahui semua bentuk kejahatan disebabkan oleh ketiadaan kehidupan dan cahaya, dan semua kebaikan disebabkan oleh cahaya dan kehidupan. Syarat-syarat menuntut ilmu dalam kitab “Ta’lim al-Muta’allim” yang ditulis oleh Imam Al-Zarnuji, beliau menulis bahwa syarat-syarat mencari ilmu itu ada 6 yaitu: 1. Cerdas (Dzakaun) Kecerdasan merupakan syarat pertama yang harus dipenuhi oleh thalibul ilmi. Imam Ghazali pernah mengatakan bahwa orang yang pintar adalah orang yang mengetahui This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com bahwa ia tidak tahu akan sesuatu dan karenanya dia mau belajar.

Maksud cerdas disini bukanlah tingkatan kepintaran, melainkan tidak gila. Orang tersebut haruslah waras, dapat membedakan mana angka satu dan dua, mana hitam dan putih, mana baju dan celana. 2. Rakus (hirsun) Rakus maksudnya adalah (punya kemauan dan semangat untuk berusaha mencari ilmu) menurut Imam as-Syafi’i, dalam menuntut ilmu janganlah langsung merasa puas terhadap apa yang telah didapat dan jangan hanya menuntut ilmu di satu daerah saja. “Tidak cukup teman belajar di dalam negeri atau dalam satu negeri saja, tapi pergilah belajar di luar negeri, di sana banyak teman-teman baru pengganti teman sejawat lama, jangan takut sengsara, jangan takut menderita, kenikmatan hidup dapat dirasakan sesudah menderita.” (diambil dari kitab Sejarah Hidup dan Silsilah Syekh Kiyai Muhammad Nawawi Tanara Banten yang ditulis oleh H.

Rofiuddin. Hal. 4). 3. Sabar Seorang yang menuntut ilmu sudah barang tentu akan menghadapi macam-macam gangguan dan rintangan. Selain berusaha maka bersabarlah untuk menghadapi semua itu, dan perlu diketahui bahwa sabar adalah sebagian dari Iman, “As-Shobru mina al-iman”. Dan Sabar disini mengandung arti tabah, tahan menghadapi cobaan atau menerima pada perkara yang tidak disenangi atau tidak mengenakan dengan ridha dan menyerahkan diri kepada Allah Swt, akan tetapi kesabaran disini harus diartikan dalam pengertian yang aktif bukan dalam pengertian yang pasif.

Artinya nrimo cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 apa adanya tanpa usaha untuk memperbaiki keadaan. 4. Modal/bekal Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan wajib hukumnya bagi setiap muslim, dan dijelaskan lagi dalam hadis “Tuntutlah ilmu mulai dari rahim ibu sampai liang lahat”. Dari hadis tersebut kita bisa mengetahui bahwa, seumur hidup kita wajib menuntut ilmu. Pendidikan bukan hanya pendidikan formal tetapi non formal pun ada.

Rasul menjanjikan kepada para penuntut ilmu,“Sesungguhnya Allah pasti mencukupkan rezekinya bagi orang yang menuntut ilmu” Dan yakinkanlah bagi para penuntut ilmu walaupun dengan segala kekurangan (biaya) pasti mampu atau bisa menyelesaikan pendidikan.

Karena pasti akan ada jalan lain selama manusia berusaha dan yakin terhadap kekuasaan dan pertolongan Allah Al-Yaqinu Lâ Yuzâlu bi as-Syak Artinya: ”Keyakinan tidak bisa dihilangkan oleh keragu-raguan”. Dan akhirnya maka tidak ada alasan orang tidak bisa menuntut ilmu karena biaya, seperti keterangan sebelumnya carilah jalan lain, solusi lain untuk bisa menuntut ilmu.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 5. Petunjuk guru Banyak orang yang tersesat karena belajar tanpa guru, seorang tholibul ilmi hendaklah mempunyai seorang guru sebagai petunjuk, walaupun ada yang mengatakan bahwa buku adalah guru yang besar, tapi buku tidak bisa mituturi (memberi nasihat). 6. Karena ilmu sangat luas dan tidak memiliki akhir maka sudah barang tentu membutuhkan waktu yang sangat lama.

Pepatah Arab mengatakan :”Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat” seorang pelajar harus mengulang-ulang pelajaran yang telah didapat, jadi dalam mencari ilmu tidaklah cukup dalam waktu yang singkat.

Seperti contoh seorang untuk menjadi Doktor harus melalui SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, dan itu bukanlah waktu yang singkat. Adab mencari ilmu 1. Niat Niat dalam menuntut ilmu adalah untuk mencari ridho Allah.

Hendaknya diringi dengan hati yang ikhlas benar-benar karena Allah. Bukan untuk menyombongkan diri, menipu orang lain ataupun pamer kepandaian, tetapi untuk mengeluarkan diri dari kebodohan dan menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain.

2. Bersungguh-sungguh Dalam menuntut ilmu haruslah bersungguh-sungguh dan tidak pernah berhenti. Allah mengisyaratkan dalam firman-Nya yang berbunyi : “Dan orang-orang yang berjuang di jalan Kami pastilah akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami.” 3. Terus-menerus Hendaklah kita jangan mudah puas atas ilmu yang kita dapatkan sehingga kita enggan untuk mencari lebih banyak lagi. Seperti pepatah yang disampaikan oleh Sofyan bin Ayyinah : “Seseorang akan tetap pandai selama dia menuntut ilmu.

Namun jika ia menganggap dirinya telah berilmu (cepat puas) maka berarti ia bodoh.” Allah lebih menyukai amalan yang sedikit tapi dilakukan secara terus menerus dibandingkan amalan yang banyak tetapi hanya dilakukan sehari saja.

4. Sabar dalam menuntut ilmu Salah satu kesabaran terpuji yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu adalah sabar terhadap gurunya seperti kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidr as (QS Al Kahfi : 66-70).

Kita jangan cepat putus asa dalam menuntut ilmu jika mendapatkan kesulitan dalam memahami dan mempelajari ilmu. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 5.

Menghormati dan memuliakan orang yang menyampaikan ilmu Di antara penghormatan murid terhadap gurunya adalah berdiam diri maupun bertanya pada saat yang tepat dan tidak memotong pembicaraan guru, mendengarkan dengan penuh khidmat, dan memperhatikan ketika beliau menerangkan, dan sebagainya.

6. Baik dalam bertanya Bertanya hendaknya untuk menghilangkan keraguan dan kebodohan diri kita, bukan untuk meremehkan, menjebak, mengetes, mempermalukan guru kita dan sebagainya. Aisyah ra. tidak pernah mendengar sesuatu yang belum diketahuinya melainkan sampai beliau mengerti.

Orang yang tidak mau bertanya berarti menyia-nyiakan ilmu yang banyak bagi dirinya sendiri. Allah pun memerintahkan kita untuk bertanya kepada orang yang berilmu seperti dalam firman-Nya dalam QS An-Nahl:43.

Artinya :Dan kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah pada orang-orang yang memiliki pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.

Di dalam kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmil khalaf dijelaskan bahwasanya ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang antara lain: a. Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah. b. Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk. c. Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.

d. Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia. e. Senantiasa didengar doanya. f. Ilmu itu senantiasa berada di hatinya. g. Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan. h. Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian. i. Selalu mengharapkan akhirat. j. Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian. k. Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ahlussunnah.

Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah, bukan untuk kepentingan pribadinya. l. Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya. m. Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak boleh menyaingi martabat mereka.

n. Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sedangkan ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang yaitu: a. Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati.

b. Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah. c. Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya. d. Tidak dikabulkan doanya. e. Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat ALLAH murka.

f. Semakin menjadikannya sombong dan angkuh. g. Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya. h. Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh. i. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran. j. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran.

k. Mengatakan orang lain bodoh, lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dimilikinya. l. Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu. m. Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata. n. Tidak mendatangkan ketenangan hati Sesungguhnya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com memiliki sifat wara’(rendah hati) dan takut pada Allah Taala.

Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu (QS Al-Mujadilah: 11). Ilmu manusia di dunia itu ibarat setetes air yang jatuh ke dalam samudera yang luas jadi janganlah menyombongkan diri atas ilmu yang dimiliki. Ilmu seluruh manusia jika dikumpulkan dari nabi Adam hingga akhir zaman, tak lebih dari hanya setetes air.

Dibanding ilmu Allah SWT bagaikan seluruh samudra yang sangat luas. Tidak akan masuk surganya Allah SWT bagi seorang hamba yang masih ada kesombongan dalam hatinya walaupun seukuran biji sawi. (Al-Hadits). Dari paparan semua tentang ilmu diatas maka tidak ada kata terlambat bagi kita semua dalam belajar atau mencari ilmu.

Tapi pada kenyataannya dalam kehidupan nyata yang aku temukan ada juga orang yang diajak untuk belajar atau mencari ilmu alasannya bermacam-macam. Salah satunya yang sering aku dengar adalah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 berikut: aku wis tuwo sing enom wae isih wokeh.

‘Aku sudah tua yang muda aja masih banyak.’. Padahal dalam belajar itu tidak ada batasan umur. Mau dia masih muda, sudah tua, mau kaya atau miskin, memiliki jabatan atau tidak menuntut ilmu itu hukumnya adalah wajib. Tapi kenapa selalu ada alasan-alasan tertentu?? Yah itulah alasan bagi orang yang merasa sudah cukup ilmunya atau memang pemalas orangnya atau apalah tergantung penilaian masing-masing individu.

Kalau aku sih cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ilmu itu must go on.karena aku bercita-cita ingin sekali menjadi ahli dalam bidang bahasa, terutama bahasa asing. Syukur-syukur bisa mendapat hadiah gelar Profesor suatu hari nanti. Amin YRA. SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG Setelah lulus dari MTS Al-Hamidah Kuwu aku ingin melanjutkan sekolahku lagi.

Awalnya aku belum ada gambaran kira-kira sekolah mana yang hendak akan aku pilih sebagai tujuanku untuk melanjutkan belajarku karena nilaiku masih pas-pasan juga. Kira-kira sekolah mana yang nantinya yang akan mau menerimaku?. Kemudian, dikala hatiku sedang gundah, Diana temanku sekelas di MTS datang memberikan saran untuk melanjutkan sekolah lagi ke Semarang.

’’Disana ada MAN 1 Semarang, selain sekolah disana kita bisa juga tinggal di pesantren, Gar’’ begitulah kata-katanya. Awalnya aku ragu atas tawarannya Diana karena jaraknya yang lumayan jauh dari tempat tinggalku.

Kira-kira harus menempuh waktu sekitar 4 jam kalau naik bus kota untuk menuju kota tersebut. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Akhirnya atas sarannya Diana aku pun merundingkannya dengan orangtuaku. Alhasil, orangtuaku semua menyetujuinya. Meskipun ibuku juga setuju dengan niatku untuk melanjutkan sekolah ke kota Semarang tapi ibuku masih merasa cemas dan hawatir. Tidak demikian dengan ayahku.

Beliau hanya memberikan nasihat begini: ’’Sekolah nang ngendi wae ora dadi masalah sing penting temenan olehmu sekolah!!’’. ‘Sekolah dimana saja tak jadi masalah, yang penting serius dirimu dalam sekolah!! ’Begitulah pesannya ayah terhadapku, meski singkat tapi dalam maknanya. Kemudian aku pun pamit kepada orangtua untuk berangkat bersama Diana menuju ke kota Semarang untuk mendaftar sekolah ke MAN 1 Semarang bersama-sama. Saat sampai di rumahnya Diana ternyata dia sudah berangkat bersama ayahnya sesudah subuh karena kuatir terjadi macet.

Akupun tidak tahu karena tidak dihubungi oleh Diana karena Diana juga tidak tahu caranya bagaimana menghubungiku karena waktu itu kami sama-sama belum mempunyai telpon genggam atau HP seperti pada era sekarang ini. Setelah itu, Ibunya Diana memberiku arahan lewat tulisannya pada secarik kertas. Kira-kira bus jurusan apa saja yang akan aku naiki nanti.

Karena waktu itu pertama kalinya aku pergi ke Semarang kuatir kalau-kalau aku nantinya tersesat. Pada kertas yang ditulis ibunya Diana tertulis bahwa: mulai dari pasar kuwu naik bus jurusan ke terminal Purwodadi kemudian ganti bus jurusan ke Semarang kemudian turun di terminal Penggaron Semarang. Setelah itu naik angkotan kota kira-kira 15 menit menuju jurusan ke Pedurungan jangan lupa turun di kiri jalan yang ada papan namanya MAN 1 Semarang.

Itulah pesan singkat yang aku baca pada secarik kertas yang dibawakan untukku dari ibunya Diana. Waktu itu, saat masih cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 2000 naik bus mulai dari pasar Kuwu menuju terminal Purwodadi hanya cukup membayar Rp 1.500,- untuk penumpang umum.

Sedangkan untuk penumpang dari anak sekolah hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 500,- saja. Setelah sampai dari terminal Purwodadi, dari terminal tersebut ganti bus menuju ke terminal Penggaron Semarang hanya cukup membayar Rp 3000,- kemudian naik angkotan kota dari Penggaron ke MAN 1 Semarang hanya cukup membayar Rp.500,.

Entah berapa kalau sekarang tarif bus dari Purwodadi ke Semarang. Mungkin udah beda bingits kaleee. Alhasil, aku pun menemukan lokasi dimana MAN 1 Semarang berada meski awalnya aku bertanya-tanya kepada orang-orang yang aku temui di perjalanan. Sesampainya disana waktu menunjukkan pukul 09.11 WIB. Aku pun bertanya kepada penjaga dimana aku bisa untuk mendaftarkan diri ke bagian pendaftarannya di sekolah tersebut. Setelah selesai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mendaftar akhirnya akupun ketemu dengan Diana disana.

Ternyata dari almamaterku sebelumnya, yang melanjutkan sekolah ke MAN 1 Semarang hanya ada 3 orang, yaitu Diana, Maulida dan aku sendiri. Setelah selesai mendaftar ternyata hari esoknya langsung dilakukan seleksi ujian masuknya.

Setiap calon siswa baru setelah selesai registrasi awal akan mendapatkan kupon pendaftaran. Setiap siswa diberikan kupon dengan bertuliskan jadual ujian. Pada kupon tersebut masing-masing siswa berbeda jadual ujian tertulis dan wawancaranya. Jadual ujian pada kupon yang sudah aku peroleh waktu itu adalah ujian tertulis, wawancara dan hapalan ayat suci Al-Qur’an.

Hatiku merasa hawatir sebab aku merasa hapalanku hanya sedikit saja waktu itu kira-kira gimana ya nanti pas ujian seleksinya? ’’Itulah gumamku saat itu. Kemudian aku pun terpaksa menginap semalam di rumah kakakku yang letaknya berada di daerah perbatasan Demak di blok HH6 Pondok Raden Patah Semarang demi untuk mengikuti ujian seleksi masuk di sekolah tersebut. Pada keesokkan harinya tibalah aku menghadapi ujian seleksi wawancara dan setoran hapalan ayat suci Al-Qur’an.

Kemudian tibalah pada giliranku untuk menghadapi ujian tersebut. Akhirnya perasaan hawatirku berangsur-angsur sirna karena ujian wawancaranya saat giliranku ternyata hanya di tanya tentang motivasi apa saja aku memutuskan mendaftarkan diri di MAN 1 Semarang, dan hapalan ayat suci Al-Quránnya ternyata aku kebagian mendapatkan ayat kursiy yang sudah sejak SD aku hapal diluar kepala.

Setelah selesai mengikuti ujian akupun langsung pulang ke Purwodadi lagi karena pengumuman hasil ujian seleksinya akan diumumkan pada dua minggu kemudian.

Setelah ujian seleksi masuk MAN 1 Semarang selesai kemudian tibalah diumumkan untuk hasil seleksinya. Awalnya aku diterima sebagai siswa cadangan di sekolah tersebut, tapi karena ada dua siswa yang mengundurkan diri dari hasil seleksi penerimaan siswa baru di MAN 1 Semarang dan mungkin lebih memilih ke hasil penerimaan seleksi siswa baru di sekolah lain yang mereka sukai, maka, aku pun resmi diterima menjadi siswa baru di sekolah tersebut.

Sebelum resmi diterima menjadi siswa baru MAN 1 Semarang ternyata lagi-lagi ada kegiatan MOS di sekolah tersebut seperti saat aku menjadi siswa baru di MTS Al-Hamidah dulu. Bedanya, kalau disini MOS diadakan hanya seminggu saja dan tidak ada kegiatan berkemah seperti dulu.

Tetapi saat MOS di MAN 1 Semarang lebih banyak mengeluarkan dana untuk keperluan beli ini dan itu yang ditugaskan oleh kakak pembina untuk dibawa ke This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kelas saat kegiatan MOS berlangsung.

Misalnya, disuruh membawa kayu bakar, mie instant, buah-buahan, bunga mawar, pakaian bekas yang masih layak pakai, dan lain-lain. Setelah kegiatan MOS berakhir, akupun kembali mengikuti pelajaran sekolah seperti pada umumnya. Di MAN 1 Semarang aku masih mendapatkan pelajaran Fiqih, Bahasa Arab, Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, dan lainnya seperti saat di MTS Al-Hamidah dulu, bedanya kalau di MAN 1 Semarang ilmunya lebih mendalam lagi.

Disamping itu, akupun tinggal di pesantren At-Thahiriyyah, Pedurungan lor yang dipimpin oleh Ust Yusuf. Aku hanya betah tinggal di pondok tersebut hanya dua bulan saja kemudian ada teman sekelas yang mengajakku mampir ke pondok pesantrennya di belakang sekolah MAN 1 Semarang. Setelah beberapa kali mampir ke pondok pesantren temanku, aku mulai menyukai pondok tersebut. ANTARA SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG DAN MENIMBA ILMU DI PESANTREN AL-ISHLAH Bagian Pertama Saat duduk di bangku kelas satu di MAN 1 Semarang aku menemukan banyak temanteman di kelasku yang pintar-pintar dalam hal pelajaran.

Apalagi Warih Erika Rahmawati dari Karanganyar, Purwodadi yang kelihatan menonjol sekali dalam pelajaran apapun. Ternyata di MAN 1 Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 walaupun kemampuanku dalam pelajaran tidak begitu banyak menonjol tapi masih ada beberapa guruku yang suka denganku terutama guru Bahasa Inggris di kelasku waktu itu.

Beliau terkenal judes dalam mengajar walaupun hatinya sebenarnya baik. Teman-teman selalu protes apabila ada banyak tugas Bahasa Inggris yang diberikan kepada kami di kelas maupun sebagai PRnya. Kalau ada PR Bahasa Inggris teman sekelas dan teman-teman di pondok masih banyak yang mengandalkan aku, sedangkan apabila ada PR Matematika, Kimia, Fisika pasti Warih Erika lah yang diandalkan di kelasku waktu itu.

Kalau ada PR Matematika, Kimia, Fisika, saat di pondok Al-Ishlah, maka Ahmad Shodikin yang dijadikan sebagai sumber inspirasi teman-teman baik santriwan maupun santriwati. Untuk pelajaran agama, terutama Fiqih semua takut dengan adanya Pak Giman. Tampangnya tegap, tegas dan berwibawa seperti tentara yang berambut cepak dan suka mencari siswa atau siswi yang dianggap aneh atau beda sendiri dari segi penampilan atau lainnya.

Misalnya: baju siswa atau siswi yang tidak dimasukkan, tidak memakai ikat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pinggang, rambut yang gondrong untuk laki-laki, kuku tangan yang panjang-panjang dan lain-lain.

Tidak ada satupun siswa yang berani membantah beliau. Pak Giman selalu mempraktekkan arti dari sebuah kedisiplinan di civitas almamater MAN 1 Semarang. Semua tata tertib sekolah yang sudah tertulis dan tertempel di masing-masing kelas harus beliau tegakkan. Semua kelihatan tegang saat beliau mengajar di kelas. Tak boleh ada kotoran, debu bahkan sampah sedikitpun di kelas saat beliau mengajar.

Saat ada plastik pembungkus kerupuk atau jajanan lainnya entah siapa yang membuangnya siswa yang terdekat dari plastik tersebut harus memungut dan membuang plastik tersebut pada tempatnya atau tempat sampah. Kalau piket kebersihan kurang bersih dalam membersihkan kelasnya menurut penglihatan Pak Giman, maka disuruhlah kembali untuk membersihkan kelasnya sebelum beliau mulai mengajar.

Tidak hanya itu saja, teman sekelas yang tidak mendapat tugas piket kebersihan pada hari tersebut harus ikut membantu semua tidak boleh hanya melihat atau memandanginya saja mereka yang piket dalam melakukan tugasnya. Beliau begitu memegang teguh tentang esensi dari ’’Kebersihan sebagian dari iman’’. Saat masih kelas satu, kelas 1.7 merupakan kelas yang menjadi kelas unggulan di MAN 1 Semarang saat itu.

Karena rata-rata para siswanya pada pintar-pintar semua. Ada yang sudah menjadi hafidz (hapal Al-Qu’an), ada yang jago Bahasa Arab, dan lainnya. Di kelas 1.4 itu aku mengenal teman yang bernama Danang Prasetyo dari Layur yang terkenal sebagai kawasan preman yang ada di Semarang, Ahmad Anas dari daerah Sambiroto Kedungmundu Semarang, Tuhfatul Mujab dari Kebumen, Muhammad Arif Riyadi dari Karangawen, Demak, Zaenal Abidin dari daerah Gubug, Purwodadi, Tribuana Tunggadewi dari Semarang, Diana Trianti dari Karangawen, Nana Setiarini dari Semarang, Seturah dari Godong dan lainnya.

Dari Mohammad Arif Riyadi lah aku mengenal pondok pesantren AlIshlah. Karena berawal dari diajak mampir ke pesantren Al-Ishlah saat pulang sekolah oleh Riyadi beberapa kali, maka aku pun mulai menyukai pondok pesantren tersebut dan beberapa hari setelah silaturahmi dari tempat tersebut kemudian aku memutuskan untuk pindah ke pesantren Al-Islah yang sebelumnya masih tinggal di pondok pesantren At-Thohiriyyah, Pedurungan Lor, Semarang.

Akhirnya aku pun resmi menjadi santri Al-Ishlah pada pertengahan September pada tahun 2001. Aku akhirnya betah dan merasa nyaman tinggal di pondok pesantren Al-Ishlah di Jl. Plamongan Hijau no.260, Semarang. Pimpinan laki-laki pondok pesantren di wilayah Semarang sudah biasa di panggil dengan sebutan abah, sedangkan istrinya dipanggil dengan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sebutan nyai atau bu nyai.

Di pondok pesantren inilah aku mengenal banyak teman-teman yang baik denganku, diantaranya: Mas Dwi Sugiharto yang baik hatinya yang sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri yang sekarang menjadi hakim provinsi yang bertugas di wilayah Demak, Baidlowi seorang pengusaha, Mbak Eli putri pertama abah yang sering memberiku roti karena sering dimintai tolong untuk membantu mempersiapakan bahan untuk membuat roti dan lainnya, Muhammadun yang suka tidur saat mengaji yang akhirnya menjadi seorang polisi, Tofik Kurniawan seorang kontraktor dan seorang sahabat yang selalu menasehatiku, Mbah Oleh yang bernama asli Mohammad Sholeh yang pernah mengajari aku cengkok-cengkok tembang shalawat dan lagu-lagu yang indah dalam Al-Qur’an, Pak Nanang Sundoro yang baik, meski sudah menjadi polisi masih mau belajar di Al-Ishlah, Ahmad Abdul Wahab yang bercita-cita ingin menjadi presiden, Gus Azka, Mas Burhan dan Mas Idus putranya abah, Mas Ulin si jangkung yang selalu memberikan banyak motivasi buat aku, Ahmad Shodikin seorang santri yang cerdas yang menjadi hafidz yang menggantikan posisi abah saat berhalangan hadir, maka dia lah yang ditunjuk untuk mengajar ngaji Al-Qur’an dan meluruskan bacaan tajwid kami yang sekarang menjadi PNS di kantor perpajakan Jakarta Pusat, Ahmad Charir atau biasa disebut pak lurah, seorang guru dan kepala sekolah di MTS di wilayah Semarang, Udin seorang guru PNS SD di tempat kelahirannya, Blora, Robin seorang arsitek ilmu bangunan, Ircham seorang teman yang suka terjun di dunia politik, Mohammad Arif Riyadi yang menjadi TKI di Korea, Siswanto yang pernah jadi TKI di Taiwan, Amin, Fatoni, Toha, dan lainnya.

Pada waktu itu, ustadz di pondok pesantren Al- Ishlah adalah seorang anggota kepolisian dari Polda Jawa Tengah berpangkat AKBP yang bernama Drs. AKBP Masrochan Halimtar. Berbagai ilmu baru dan hal baru aku dapatkan disana. Meskipun abah seorang ustadz, kyai dan seorang anggota kepolisian berpangkat AKBP beliau tidak pernah sungkan untuk mengecek hapalan Al-Quránnya kepada santrinya sendiri yang cerdas bernama Ahmad Shodikin.

Dari situ aku pun merenung sejenak. Ternyata orang berilmu itu bisa datang dari kalangan mana saja bisa dari murid sendiri seperti muridnya abah. Abah saja tidak sungkan dan bisa meletakkan egonya meski sudah menjadi da’i (penceramah) hebat sekaligus memiliki kedudukan di Polda Jawa Tengah tapi masih mau juga belajar dengan santrinya sendiri.

Dalam realitanya yang aku tahu, masih ada orang yang mempunyai kedudukan, derajat dan pangkat atau jabatan tertentu untuk berguru atau belajar kepada orang yang lebih berilmu tetapi masih belum bisa menurunkan egonya apalagi orang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 berilmu tersebut This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lebih muda usianya dan dari latar belakangnya adalah orang yang biasa-biasa saja bukan dari orang yang berpangkat atau mempunyai jabatan.

Atas berkat didikan dan doa beliau lah banyak santri dari Al-Ishlah yang sudah sukses sekarang. Terima kasih abah, jasamu dan pengorbananmu akan hal ilmu sungguh sangat berarti buat kami. Di pesantren Al-Ishlah aku mendapat banyak hal. Didikan dan pengalaman yang sangat berharga yang banyak aku peroleh juga di pesantren ini yang mungkin belum pernah kudapatkan dari manapun. Saat ketemu Ustadznya pertama kali ternyata beliau sudah mengenal ayahku setelah aku bercerita tentang ayahku kepada abah.

Abah pernah bercerita cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kalau saat masih tugas di daerah Kalanglundo Kecamatan Ngaringan dulu katanya ayahku sering mampir ke rumah abah pada waktu itu. Kebetulan ayahku waktu itu sudah dikenal hampir sewilayah kecamatan di daerahku. Yah, mungkin karena profesinya ayahku waktu itu adalah seorang mantri kesehatan atau istilah sekarang lebih dikenal sebagai sebutan dokter umum. Karena profesinya itulah ayahku selain buka praktek di rumah, ayahku juga sering dipanggil para pasiennya di daerah-daerah tertentu.

Salah satu tempat yang sering dikunjunginya berada di daerah Kalanglundo, Ngaringan. Barangkali karena sering ada tugas di Kalanglundo itulah ayahku menjadi kenal akrab dengan abah sejak lama. Dunia memang tak seluas daun kelor. Selama tinggal di pesantren Al-Ishlah aku belajar beberapa pelajaran baru yang sebelumnya belum pernah aku pelajari. Diantaranya: Fathul Qarib atau Takrib yang berisi aturan-aturan (fiqih) dalam agama Islam yang ditulis dengan berbahasa Arab yang belum ada artinya dan kebanyakan orang menyebutnya sebagai kitab kuning, Ilmu Nahwu Sharaf atau dikenal dengan tata bahasanya Bahasa Arab, dan lain-lain.

Beliau sering membahas tentang pentingnya arti sebuah ilmu pengetahuan. The relegion without science is blind and science without relegion is lame. ‘Ilmu agama tanpa adanya ilmu pengetahuan itu buta dan ilmu pengetahuan tanpa adanya ilmu agama itu pincang.’ Dan lagi yang masih aku ingat akan hal ilmu yang pernah beliau sampaikan kepada santrinya yaitu: Ilmu iku ora usah akeh-akeh, sing penting iso manfaat.

Syukur-syukur akeh iso manfaat malah luwih apik, nek ora iso yo sithik tapi manfaat. Ciri-ciri ilmu sing manfaat salah sijine iku sing wenehi lan nerima ilmu iku krasa ayem, ora ngganjel ning ati, ikhlas njalanke ilmu kasebut.

‘Ilmu itu tidak usah banyakbanyak tapi yang penting bisa bermanfaat. Syukur-syukur banyak bisa bermanfaat malah lebih baik, kalau tidak bisa ya sedikit tapi bermanfaat. Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat salah satunya itu yang memberikan dan menerima ilmu itu merasa tenang, tidak mengganjal di hati, ikhlas untuk menjalankan ilmu tersebut.’ Ilmu yang tidak bermanfaat itu diibaratkan seperti This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pohon yang lebat atau rindang tetapi hanya sedikit buahnya.

Menurut salah satu sahabat Nabi Umar Bin Khattab r.a. juga menjelaskan bahwasanya ilmu itu ada tiga tahapan, jika seseorang memasuki tahapan pertama dia akan sombong, jika dia memasuki tahapan kedua dia akan tawadzu’ (rendah hati) dan jika ia memasuki tahapan ketiga dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya.

Ilmu itu berkembang terus sesuai dengan perkembangan zaman. Ilmu tidak terbatas pada pada kontemplasi dan pemikiran saja tentang dunia. Lebih dari itu, ilmu seharusnya menyatukan antara pemikiran dan aksi semata-mata dalam rangka memperbaiki kekurangankekurangan yang ada.

Ilmu haruslah bersifat praksis, yang akan memadukan teori dan praktik sekaligus. (Santoso, 2012:83). Dalam hal ilmu, janganlah memandang remeh kepada orang lain, bisa jadi kita mengerti akan ilmu yang kita kuasai tetapi belum tentu kita sendiri menguasai ilmu yang dikuasai oleh orang tersebut. Dengan kata lain kita bisa lebih mudah menguasai satu atau lebih ilmu tertentu sedangkan orang lain bisa jadi kurang menguasai ilmu yang kita miliki tetapi ilmu yang lainnya dia bisa dengan mudah untuk menguasainya.

Jadi, dalam hal ilmu apapun bidangnya, kita sebaiknya saling mengisi, melengkapi atau saling berbagi bukannya saling merendahkan diri antara satu dengan yang lain. Waktu terus berputar, tak terasa aku pun sudah duduk di bangku kelas dua MAN 1 Semarang.

Saat awal kenaikan kelas dua MAN 1 Semaranng waktu itu teman sekelasku saat masih duduk di kelas 1.4 yang terkenal cerdas memutuskan untuk pindak sekolah di daerahnya di Purwodadi tempat asalnya. Saat itu, Warih Erika berpamitan kepada temanteman semua di kelas dua, termasuk aku, Rozak, Wahab, Masrochan dan lainnya yang sudah menjadi temannya.

Suasana kelas tampak terasa haru atas kepergian teman kami itu untuk pindah sekolah di daerahnya. Ada yang merasa kehilangan, ada pula yang tampak biasa-biasa saja saat Erika berpamitan kepada kami semua saat itu. Saat kenaikan kelas satu naik tingkat ke kelas dua, aku ditempatkan di kelas 2.3.

Di kelas 2.3 itu aku mengenal teman baru lagi. Karena pembagian kelas tersebut ditentukan berdasarkan dari peringkat nilai raport para siswanya. Dan kelas 2.1 merupakan kelas unggulan di MAN 1 Semarang saat itu. Dari sini aku mengenal Umi Nur Khasanah, Akhromin, Ali Muhlison, Masrochan, Nur Rohmat, Mohammad Nasir, Puput Pratama, Lutfil Bahri, Abdul Rozak dan lainnya.

Teman akrabku di kelas itu antara lain Abdul Rozak, Masrochan, Kayyis Chalimi, Siti Nur Farochah dan lainnya. Abdul Rozak salah satu teman This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sekelasku yang akrab akhirnya menjadi teman yang duduk sebangku denganku. Tiap kemanamana selalu bersama dia. Aku suka dengannya karena dia orangnya baik, pintar tentang agama, dan sopan kepada siapa saja. Sampai-sampai kedekatan kami sudah seperti saudara saja.

Hingga akhirnya penjurusan kelas IPA, IPS dan kelas Bahasa, aku dan dia masih belajar di kelas yang sama. Di kelas 2.3 ini siswa yang kelihatan menonjol dalam hal pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia adalah Siti Nur Farochah, Lutfil Bahri, Nur Rohmat dan Nur Revitawati.

Saat ada PR tentang pelajaran tersebut mereka semua yang menjadi andalan di kelas kami apabila ada tugas atau PR. Di kelas 2.3 pelajaran Bahasa Inggris diampu oleh Pak Sholeh. Beliau pun menyukaiku karena aku yang kelihatan aktif dalam pelajarannya saat beliau mengajar.

Aku juga masih diandalkan oleh teman-temanku di kelas 2.3 dalam hal Bahasa Inggris kalau ada tugas atau PR. Sedangkan Abdul Rozak dan Masrochan menjadi sumber inspirasi teman-teman di kelas saat ada mata pelajaran agama seperti: Fiqih, Qur’an Hadits dan lainnya.

Di kelas dua ini aku juga mengenal teman baru yang lainnya seperti Inta Iklima, Umar, Potter, Hamzah, Siti Zubaidah, Siti Ashobiyyah, Siswanto dan lainnya. Masrochan adalah siswa yang pandai dalam Bahasa Arab.

Saat masih kelas dua dia pernah menjadi juara pertama tingkat propinsi Jawa Tengah untuk lomba mengarang Bahasa Arab tingkat SMA/MA. Sayangnya dia tidak mau lagi untuk diajukan ke tingkat nasional saat itu karena waktu mengambil hadiahnya pada juara lomba mengarang Bahasa Arab tingkat propinsi Jawa Tengah ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang ikut menikmati honornya.

ANTARA SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG DAN MENIMBA ILMU DI PESANTREN AL-ISHLAH Bagian Kedua Saat liburan catur wulan kedua semua siswa kelas dua di MAN 1 Semarang dianjurkan untuk ikut semua dalam study tour ke Bali. Tempat-tempat wisata yang kami kunjungi di Bali saat itu antara lain: Kintamani, Tanah Lot, Pantai Sanur, Pantai Kute, Jimbaran, Bedugul, Pasar Sukowati, Joger dan tempat-tempat lainnya.

Selain wisata ke Bali kami pun diwajibkan untuk membuat laporan mengenai tempat-tempat wisata yang kami kunjungi yang berada disana. Kami bertamasya di Bali selama satu minggu disana. Saat pulang dari Bali ada yang membeli buah-buahan seperti markisa, salak, jeruk Bali dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lainnya sebagai oleh-oleh, ada pula yang membeli baju dan kaos khas dari Joger yang unik, selimut, ikat kepala dan lainya.

Selain membeli buah, aku pun tak lupa juga membelikan kaos bergambarkan Barong dari Bali untuk ponakan-ponakanku di rumah. Setelah masa liburan caturwulan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kami pun kembali mengikuti kegiatan sekolah seperti biasa. *************************************************************************** Tak terasa waktu belajar di kelas 2.3 akan segera berakhir. Semua siswa yang duduk di kelas 2.1 sampai 2.8 sebelum naik tingkatan ke kelas 3 harus memilih salah satu kelas program jurusan sesuai dengan masing-masing minat siswanya.

Aturan tersebut sudah ditentukan oleh kepala sekolah kami, yaitu Bapak Drs. Basuki, M. Ag. Beliau begitu disiplin dalam hal menerapkan peraturan sekolah di MAN 1 Semarang. Kadangkala entah beliau ingin pamer, narsis atau apalah akupun tidak tahu maksudnya saat itu beliau pernah aku lihat sesekali membawa handycame untuk mengambil video di masing-masing tempat di MAN 1 Semarang dengan berjalan kesana kemari sambil memamerkan video kameranya (handycam). Beberapa guru dan siswa ada yang senyum-senyum simpul melihat aksi beliau saat itu.

Itulah kepala sekolah kami saat itu. Saat pembagian penjurusan kelas akan diumumkan, para siswa diberikan waktu untuk memikirkannya matang-matang mengenai jurusan apa yang akan dipilihnya agar nanti tidak salah pilih masuk jurusan di kelasnya.

Aku tidak mau untuk mikir lama lagi, karena aku suka dengan belajar bahasa dan tidak suka pelajaran yang berhubungan hitung-menghitung maka akhirnya aku memutuskan untuk masuk di kelas bahasa.

Keputusanku itu akhirnya diikuti juga oleh Rozak, Masrokan, Hamzah dan Aslikah yang merupakan teman yang aku kenal yang mau bergabung denganku di kelas bahasa saat di kelas dua. Siti Nur Farochah atau lebih akrab dipanggil Ocha, Intan Iklima, Umi Nurhasanah, Maulida, Diana dan Nur Revitawati sudah pasti masuk di cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 IPA karena mereka memang suka pelajaran yang berhubungan dengan eksakta.

Akromin dan Agus Sholeh yang duduk di bangku belakangku memilih masuk kelas IPS di kelas tiganya. Dan teman-teman lainnya akupun tidak tau apa saja pilihan mereka.

Entah masuk di kelas IPA, IPS atau kelas Bahasa. Akhirnya pemilihan kelas penjurusan sesuai minat masing-masing siswanya pun usai dilaksanakan. Di kelas tiga kami yang baru ini, kelas IPA ada tiga kelas, IPS ada 4 kelas dan Bahasa teridiri dari satu kelas saja.

Aku dan Rozak saat masuk kelas bahasa masih duduk sebangku denganku. Di kelas bahasa ini aku mengenal teman-teman baru lagi, diantaranya: Zumaroh, Zamronah, Maknun, Sigit, Ismaiyah, Umi Ifayanti, Ni’matin Farida atau lebih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com akrab dipanggil dengan sebutan Jeng Menik, Ummu Ayu Vivi Habibah, Charna Wiwitanta, Ahmad Najib dan lainnya.

Sedangkan teman dari pondok pesantren yang sama dan masuk di kelas yang sama adalah Mohammad Arif Riyadi yang terkenal dengan sebutan James karena mirip dengan seorang aktor pemeran film James Bond dan Ahmad Abdul Wahab yang akrab dengan panggilan Wahab. Temanku yang satu sekolah dari MTS Al-Hamidah dulu ternyata masuk di kelas yang sama bersama Inta Iklima di kelas III IPA 1. Awalnya kelas Bahasa dianggap sebagai momok dan disebut sebagai kelas buangan.

Tapi pada akhirnya anggapan itu hilang dengan sendirinya. Itu merupakan kesalahan yang fatal menurutku. Semua ilmu pengetahuan pasti ada hubungannya dengan ilmu bahasa.

Buktinya? Kenapa di pasaran terjual bebas kamus tentang kedokteran, kamus tentang ilmu botani atau biologi dan sebagainya?!? Itu baru contoh fisik berupa buku belum contoh lainnya. Itulah mereka yang belum mau mengakui arti pentingnya dalam berbahasa.

Dengan bahasa kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja baik dari negara manapun. Dengan belajar Bahasa Inggris misalnya yang sudah menjadi bahasa Internasionalnya dunia.

Semua negara di dunia pasti diwajibkan untuk mempelajarinya. Coz the language is the key to open the world. ‘Karena bahasa merupakan kunci untuk membuka dunia.’ Saat masuk di kelas bahasa pada awalnya kami belajar bahasa Perancis sebagai mata pelajaran bahasa asing pilihan di kelas bahasa pada saat itu.

Kami di kelas hampir semua merasa kesulitan untuk mempelajarinya. Karena belajar bahasa Perancis harus benar-benar olah raga mulut. Misalnya: Bonjour ! [bongzhuhr] Halo ! Je m'appelle Tegar [zhu mapel tegar] Nama saya Tegar Je suis étudiant(e) à l'Université de Diponegoro [zhu swi etudiang a lunivehrsite du diponegoro] Saya adalah mahasiswa(i) di Universitas Diponegoro This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com J'habite à Semarang [zhabit a semarang] Saya tinggal di Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 J'ai 23 ans [zhe vang thrwa-z-ong] Saya berumur 23 tahun Je suis musulman [zhu swi muzulmong] Saya beragama Islam J'aime beaucoup lire des romans, ecrire de nouvelle, regarde le cinema, écouter de la musique [zhem boku liehr de rumong, ekhrihr de nuvel, regahrd lu sinema, ekute du la muzik] Saya sangat suka membaca novel, menulis cerpen, menonton film, mendengarkan musik Je parle français et anglais [zhu pahrl frongse e onggle] Saya berbicara bahasa prancis dan inggris Merci [mehrsi] Terima kasih Disamping itu, dalam bahasa Perancis terdapat pula kosakata yang bergender maskulin dan feminimnya juga.

Karena alasan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 lah kemudian kami melaporkan keluhan kami kepada bagian kurikulum agar bisa diganti dengan bahasa asing lainnya yang tidak terlalu sulit untuk mempelajarinya.

Dalam keluhan kami akhirnya di dengar oleh kepala sekolah kami. Kemudian Bapak kepala sekolah kami saat itu dengan tegas memberikan masukan bagaimana kalau sebaiknya diganti dengan Bahasa Jepang. Alasan beliau cukup sederhana waktu itu, karena banyak produk-produk Jepang yang sudah banyak dipakai oleh orang Indonesia. Produk-pruduk dari Jepang yang tidak asing bagi kita diantaranya: sepeda motor bermerek Yamaha, Honda dan Suzuki. Mobil pun juga ada, diantaranya: Daihatsu, Honda Jazz, dan Suzuki Baleno, dan prodak yang lain-lain.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Masukan dari kepala sekolah MAN 1 Semarang pada waktu itu akhirnya dibicarakan dan didiskusikan bersama dengan wali kelas kami bersama-sama.

Kemudian wali kelas kami bernama Mr. Baddy selaku guru Bahasa Inggris juga memberikan arahan kepada kami bahwa para siswa di kelas bahasa disuruh untuk menulis bahasa apa yang akan dipilih oleh kita dengan menuliskan pilihan kita pada secarik kertas kira kira bahasa asing apa yang hendak ingin dipilih oleh pilihan bersama yang akan disepakati bersama pula nantinya.

Waktu itu bahasa asing yang ditawarkan ada 8 bahasa asing yang ada di dunia. Diantaranya: Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, dan Bahasa Italia. Dari perhitungan voting bersama di kelas bahasa tersebut pilihan dari masing-masing siswa cukup beragam. Ada yang memilih Bahasa Arab, ada yang memilih Bahasa Mandarin, ada pula yang masih tetap memilih Bahasa Perancis dan ternyata dari hasil voting bersama teman-teman banyak yang memilih bahasa Jepang sebagai pelajaran bahasa asing pilihan di kelas bahasa tersebut.

Akhirnya keputusan diambil sesuai voting bersama maka Bahasa Jepang lah yang menjadi pilihannya. Setelah dua bulan lamanya belajar bahasa Perancis akhirnya kelas kami meneruskan belajar Bahasa Jepang sebagai mata pelajaran pilihan bahasa asing di kelas Bahasa. Pada saat belajar bahasa Jepang, sekolah kami belum mempunyai spesifikasi tenaga ahli dalam bahasa asing tersebut.

Bahasa Jepang masih diampu oleh Bapak Agung Wibowo, S. Pd. lulusan S1 Pendidikan Bahasa Perancis dari IKIP Semarang yang sekarang sudah terkenal dengan nama UNNES. Karena beliau pernah belajar Bahasa Jepang secara otodidak akhirnya kami pun belajar bersama-sama. Kami belum sempat belajar huruf Hiragana, Katakana dan Kanji. Huruf Hiragana dan Katakana sering disebut juga huruf Kana. Hiragana digunakan untuk menulis kosakata bahasa Jepang asli, apakah secara utuh atau digabungkan dengan huruf Kanji.

Huruf Katakana digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa asing (selain bahasa Cina). Jumlah huruf Hiragana dan Katakana masing-masing 46 huruf dan dikembangkan dengan menambahkan tanda tertentu sehingga dapat membentuk bunyi lainnya yang jumlahnya masing-masing menjadi 56 bunyi. Huruf-huruf tersebut berbentuk suku kata, sehingga bunyi total bahasa Jepang kurang lebih hanya 102 suku kata. Huruf Kanji berasal dari Cina, yang jumlahnya cukup banyak.

Huruf Kanji yaitu huruf yang merupakan lambang, ada yang berdiri sendiri, ada juga yang digabung dengan huruf Kanji lainnya atau diikuti dengan huruf Hiragana.

Huruf Kanji dalam bahasa Jepang ada dua macam cara membacanya, yaitu: (1) ala Jepang (kun-yomi) dan (2) ala Cina (on-yomi). Sedangkan huruf This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terakhir adalah Romaji atau huruf Alfabet (latin). (Sutedi, 2003: 7-9). Pada saat itu kami belajar Bahasa Jepang masih dengan menggunakan huruf Romaji karena belum ada tenaga ahli pendukungnya.

Belajar bahasa Jepang ada yang berpendapat sulit ada yang berpendapat mudah tergantung orang yang menilainya dari segi mananya dulu. Setelah hampir dua bulan lamanya kami belajar bahasa Jepang di kelas bahasa di MAN 1 Semarang akhirnya guru kami mendatangkan tenaga ahli dibidangnya yaitu Pak Hadi dari SMAN 16 Semarang.

Selain bertugas sebagai pengajar Bahasa Jepang disana beliau akhirnya merangkap menjadi pengajar Bahasa Jepang di sekolah kami. Dari beliaulah kemudian kami belajar huruf-huruf Bahasa Jepang mulai Hiragana, Katakana dan Kanji meskipun baru setingkat SMA di Indonesia belajar Bahasa Jepangnya. Pada kenyataannya kalau dibandingkan di negara asalnya belajar Bahasa Jepang kami ternyata masih setingkat dengan TK nol besar disana.

He he.:) Semenjak keberadaan Pak Hadi mengajar Bahasa Jepang di kelas kami, aku pun makin semangat untuk mempelajari Bahasa Jepang juga buktinya pada catur wulan pertama nilai raportku diberikan angka 9 untuk mata pelajaran Bahasa Jepang sedangkan Bahasa Inggris aku juga mendapat angka 9, Bahasa Indonesia juga mendapat nilai angka 9 sedangkan Bahasa Arab aku mendapat nilai angka 8 waktu itu.

Yah, meskipun top grade is not always go to the brightest student. ‘Nilai yang unggul tidak selalu menunjukkan siswa yang cerdas.’ Tapi, setidaknya guruku sudah menghargai keseriusanku dalam mempelajari Bahasa Jepang melalui nilai Bahasa Jepangku cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 raport.:).

Pada saat belajar Bahasa Jepang dengan Pak Hadi yang berlangsung hampir satu bulan lamanya beliau mendatangkan tenaga native dari Jepang langsung yang ditugaskan oleh The Japan Foundation, Jakarta yang bertugas di wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang bernama Tajiri Yumiko Sensei.

Sensei tersebut mempunyai wajah yang cantik, jadi tak sedikit dari para siswa yang memandanginya terus saat beliau membantu mengajar dengan Pak Hadi. Sensei adalah panggilan untuk guru, dosen, dokter dan tenaga ahli lainnya, tergantung dimana kata tersebut dipakai.

Kalau dalam lingkup dalam lingkungan sekolah dan kampus kata sensei berarti ‘guru’ atau ‘dosen’ sedangkan bila panggilan sensei tersebut dipakai dalam lingkup lingkungan rumah sakit maka maknanya menjadi ‘dokter’. Setelah melewati catur wulan pertama selesai kami pun memasuki catur wulan kedua di kelas bahasa.

Pada awal bulan cawu tersebut aku mendadak dipanggil oleh guru Bahasa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Jepangku di ruang guru. Ternyata disana aku disuruh mengikuti kegiatan lomba Bahasa Jepang setingkat wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang akan dilaksanakan di MAN 2 Magelang pada waktu itu.

Hadiah utamanya adalah kunjungan ke Jepang gratis selama 2 minggu ditambah hadiah yang berupa uang tunai sebesar 5 juta rupiah. Wah.hadiahnya begitu menggiurkan juga ya.’’Pikirku saat itu.

Yah hadiah tersebut memang sangat menggiurkan untuk ukuran anak SMA seusiaku pada saat itu. Tapi, yang bikin aku menjadi tidak percaya diri adalah saingannya terlalu ketat dalam perlombaan tersebut.

Misalkan kalau berhasil menjadi juara pertamanya pada perlombaan tersebut untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta kemudian aku harus bersaing lagi untuk tingkat nasionalnya dengan putra daerah dari Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sumatra, Sulawesi dan lainnya kalau ingin mendapatkan hadiah utamanya tersebut. Tapi kalau kalah bagaimana? Aku akan malu juga nantinya dengan teman-temanku. Akhirnya guruku mengerti apa yang aku utarakan kepada beliau. Kemudian beliau berdalih: ’’Menang dan kalah dalam kompetisi itu merupakan hal biasa, Gar.

Yang penting kamu ikut tampil dalam perlombaan itu sudah luar biasa, because the experience is the best teacher. ‘Karena pengalaman merupakan guru yang terbaik.’, begitulah kata-kata guruku menenangkan hatiku agar membuat rasa hawatirku menjadi sirna saat itu’’. Setelah itu aku pun mengiyakan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Setelah kembali ke kelas akupun bercerita kepada teman yang duduk sebangkuku yang bernama Abdul Rozak, dia sangat mendukungku, nasehatnya begitu sejuk menyentuh kalbuku.

Dia memang pandai untuk menyejukkan hati teman-temannya dalam memberikan nasehat, membantu mencarikan solusi dari masalah tersebut apabila ada temannya dari siapa saja baik cewek maupun cowok dari kelas bahasa sendiri maupun dari kelas lainnya yang lagi ada masalah untuk datang hanya sekedar curhat atau sharing dengannya.

Setelah itu, akupun cerita kepada Umi Ifayanti, Nikmatin Farida, Habibah, Wahab dan lainnya. Akhirnya hari perlombaan itu pun datang juga. Sebelum berangkat ke Magelang, pada malam hari sebelum berangkat kesana aku disarankan oleh Pak Agung untuk menginap di rumah guru Bahasa Jepangku yang tinggal di daerah Sampangan, yaitu di rumah Pak Hadi guru Bahasa Jepang dari SMAN 16 Semarang dengan diantarkan oleh Pak Agung menuju ke rumahnya.

Setelah sampai di rumah Pak Hadi, kemudian Pak Agung pamit denganku dan dengan keluarga Pak Hadi untuk pulang. Kami berangkat bersama kesana pada keesokan harinya dengan naik bus. Keesokan harinya kemudian kami berangkat bersama dari rumah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pak Hadi menuju kota Magelang.

Motor yamaha vespa Pak Agung dititipkan di rumah Pak Hadi. Setelah sampai di MAN 2 Magelang, sekolah sekaligus tempat yang ditunjuk sebagai tuan rumah diselenggarakan perlombaan bahasa Jepang tingkat Jawa Tengah dan DIY dengan tema Kunjungan Ke Jepang Selama 2 Minggu itu ternyata dihadiri oleh beberapa peserta dari SMA/MA/SMK dari daerah Semarang, Solo, Yogyakarta, Kebumen, Pringsewu, Kendal, Pekalongan dan dari wilayah Jawa Tengah dan DIY lainnya.

Jumlah peserta yang mewakilkan sekolahnya ada 30 siswa dan siswi. Lomba yang diadakan disana adalah kemampuan bahasa Jepang (Nouryouku Shiken) setingkat level 4.

Kalau sekarang mungkin setara dengan ujian kemampuan bahasa Jepang N5 (Nihongo Nouryoku Shiken level 5). Melihat peserta yang ternyata lumayan banyak dalam perlombaan tersebut aku malah menjadi kurang percaya diri. Apalagi kemampuanku dalam berbahasa Jepang baru sampai bisa menghapal Hiragana dan Katakana dan beberapa kosakata yang terbatas pada buku panduan yang sudah aku pelajari.

Sedangkan huruf Kanji hanya terbatas saja yang aku ketahui waktu itu. Setelah mengikuti ujian berupa Choukkai (Mendengar), Dokkai (Membaca), dan Moji dan Goi (Huruf dan Kosakata) dengan peserta lainnya maka hasil nilai dari perlombaan tersebut di umumkan oleh para Juri baik dari Indonesia sendiri maupun Juri dari Jepang yang dikirim oleh The Japan Foundation langsung.

Diantaranya yang masih aku ingat adalah Tajiri Yumiko Sensei. Juara pertama dalam perlombaan tersebut akhirnya jatuh pada siswa MAN 2 Magelang sendiri. Bagi yang mendapat juara pertama nantinya akan diseleksi lagi pada tingkat nasionalnya.

Persaingannya pun akan semakin ketat nantinya karena harus berjuang melawan perwakilan dari beberapa wilayah yang ada di Indonesia, misalnya: Bali, Sumatra, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta dan wilayah lainnya.

Waktu itu, aku hanya mendapat peringkat di urutan nomor 12 dari 30 siswa yang mewakili sekolah SMA/SMK/MA sederajat yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang mengikuti perlombaan tersebut. Kawaisou na. Zannen deshita ne.

‘’Duh kasihan. Sayang sekali ya.’ Yah memang benar kata Pak Agung, menang kalah memang sudah biasa dalam suatu kompetisi. Setelah selesai diumumkan pemenang dalam perlombaan tersebut akhirnya aku, Pak Hadi dan Pak Agung memutuskan untuk pulang. Meski agak kecewa juga dengan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 akhirnya aku bisa tahu sampai dimana kemampuanku dalam Bahasa Jepang dengan ikut This PDF is Created by Simpo Word cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com perlombaan tersebut.

Pak Hadi pun berkata kepadaku: Wis rak sah dipikir, sing penting saiki mikir ujian nasional sing arep diadhepi mengko wae, muga-muga cah bahasa ning MAN 1 Semarang iso lulus kabeh.

‘Sudah ga usah dipikir, yang penting sekarang yang harus dipikirkan adalah ujian nasional yang akan dihadapi nanti saja, semoga kelas bahasa di MAN 1 Semarang bisa lulus semua.

’ Aku pun mengamini doa dan harapan Pak Hadi kepada kami. Amin.YRA. Setelah sampai di rumah Pak Hadi di Sampangan, Pak Agung dan aku langsung pamit dengan Pak Hadi dan keluarganya untuk kembali ke MAN 1 Semarang. Setelah sampai di almamater kami para siswa dan para guru sudah pada meninggalkan sekolah karena waktu jam pelajaran memang telah usai waktu itu.

Akhirnya aku pun mengucapkan terima kasih dan pamit kepada Pak Agung untuk pulang ke pondok Al- Ishlah. Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah seperti biasa.

Sesampainya di kelas temanteman sekelas menyambut kedatanganku dengan suka cita. Sambil bertepuk tangan mereka kemudian menyalami aku satu persatu. Wah, jadi malu nih.padahal lombanya kalah, ’’Itulah gumamku saat itu.

Akhirnya aku menceritakan apa adanya kepada mereka kalau lombanya belum berhasil aku menangkan dan meminta maaf kepada teman-teman. Mereka ternyata tidak kecewa denganku dan malah memberikan semangat dan senyuman. Kemudian Rozak, Hamzah, James, Wahab, Jeng Menik, Umi Ifayanti, Zumaroh, Habibah, Masrochan, Charna dan lainnya memberikan dukungan kepadaku lagi.

Semangat Mas Tegar.menang kalah udah biasa.yang penting sudah berani maju.begitu lah ucapan Rozak yang terdengar di telingaku saat itu. Salah satu temanku dari sekian banyak teman di kelas bahasa yang sudah memberikan aku semangat. Tak terasa waktu ujian nasional pun segera datang. Teman-teman sudah menunjukkan keseriusannya lagi dalam belajar di kelas. Terutama Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Charna, Rozak, Umi Ifayanti, Habibah, Masrokan, Wahab, Najib, James dan lainnya mulai meluangkan waktunya untuk bertanya-tanya kepadaku tentang Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.

Apabila aku belum tahu dan belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan bagi mereka kemudian aku memberikan saran untuk mendiskusikannya dengan guru bahasa Inggris kami yaitu: Pak Baddy atau Pak Sugiyanto dan guru bahasa Jepang kami, Pak Hadi. Untuk mata pelajaran yang lain seperti tentang agama dan Bahasa Arab aku juga tak sungkan untuk bertanya-tanya kepada Rozak, Masrokan, Wahab dan Zumaroh yang aku anggap lebih ahli dariku.

Untuk pelajaran yang lainnya seperti Sejarah, Bahasa Indonesia dan PPKN bisa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dibuat nyantai saja oleh semua teman di kelasku. Meskipun Pak Muslih guru Sejarah kami, beliau seringkali dianggap sepele di kelas oleh teman-teman. Meskipun begitu beliau begitu sabar dalam mengajar. Teman-teman sekelas masih merasa cemas, khawatir tentang ujian nasional yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi. Karena syarat kelulusan ujian nasional di kelas bahasa untuk mata pelajaran Bahasa Jepang, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia waktu itu harus mencapai target angka 4,01.

Untuk itu banyak teman-teman sekelas yang merasa khawatir tentang hal itu. Terutama Bahasa Jepang. Apalagi kata Pak Hadi ujian nasional Bahasa Jepang yang akan diujikan waktu itu bentuk soalnya tidak akan memakai Huruf Romaji. Tetapi menggunakan Huruf Hiragana, Katakana dan beberapa Huruf Kanji setingkat anak SMA. Teman-teman di kelas bahasa kemudian bersama-sama berlatih untuk mengingat dan memahami huruf-huruf tersebut demi persiapan ujian nasional Bahasa Jepang.

Tak terasa waktu ditentukannya ujian nasional yang sudah ditunggu-tunggu datang juga. Kami pun mengerjakan soal ujian dengan tenang dan serius demi mencapai standar kelulusan yang sudah disampaikan kepada kami. Saat ujian nasional pada mata pelajaran Bahasa Jepang ada beberapa teman diantara kami yang tidak bisa menjawab soalnya dan merasa ragu untuk menjawab pertanyaan pada soal mereka.

Kemudian aku pun membantu mereka dengan memberikan kode-kode bahasa tubuh tertentu kepada mereka untuk menyampaikan jawabanku. Selama pengawas tidak tahu, aku memberi tahu jawabanku yang sudah aku jawab di lembar jawaban beberapa kali bagi mereka yang bertanya kepadaku. Begitulah suasana ujian nasional untuk anak bahasa. Ada yang serius dalam mengerjakan soal, tidak menengok ke kanan dan ke kiri, kedepan dan ke belakang temannya.

Dan ada juga yang suka bertanyatanya kepada teman lainnya yang lebih dekat bahkan dengan teman yang jauh jaraknya dari tempat ia mengerjakan soal ujian. Meskipun itu semua dilarang, untungnya pengawas tidak tahu tentang kegiatan kami semua itu saat ujian berlangsung. Akhirnya waktu ujian nasional pun berakhir juga. Semua merasa lega karena beban yang sudah dipikul di pundak kami terasa sudah ada yang berkurang. Meskipun begitu, kami pun masih merasa was-was, dan khawatir akan hasil nilainya di akhir nanti.

Kami berharap semoga hasil ujiannya bisa lulus semua. Amin YRA. Setelah dua minggu kemudian, pengumuman hasil nilai ujian nasional kami pun akhirnya diumumkan juga. Pak Baddy selaku wali kelas kami masuk di kelas kami tampak begitu tegapnya. Beliau hendak mengumumkan hasil kelulusan kami.

Karena gaya berjalannya yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com seperti robot itu ada temanku yang menjulukinya Pak robotnya di kelas bahasa. Semua bersorak riang gembira saat Pak Baddy mengumumkan kalau siswa di kelas bahasa semua dinyatakan lulus ujian nasional. Alhamdulillah ya.teman-teman banyak yang mengucapkan rasa syukur dan ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karuniaNya.

Setelah siswa dan siswi di kelas bahasa dinyatakan lulus semua, kami pun mempersiapkan acara study tour ke Yogyakarta bersama-sama. Rencana tempat yang akan kami kunjungi waktu itu adalah Candi Prambanan, Candi Borobudur, Pantai Parangtritis, Malioboro, dan Monumen Yogya Kembali.

Saat di pantai Parangtritis aku lupa dengan kamera tustelku. Aku pun merasa kecewa karena aku tak sengaja meninggalkan kamera tustelku disana saat habis berfoto-foto bersama dengan teman-teman sehingga tidak ada bukti kenangan saat tamasya ke Yogyakarta bersama teman-teman sekelas bahasa. Aku kira tustelku dibawakan oleh Charna atau Rozak yang menemaniku saat aku asyik mandi dan bermain di pantai bersama saat itu.

Ternyata mereka tidak tahu menahu tentang kameraku. Yah.itulah kenangan kamera tustelku yang jadi korban di Parangtritis. Gara-gara tustelnya hilang di pantai Parangtritis aku dimarahi oleh kakakku. Yang penting. untunglah yang punya tustel tidak jadi korbannya Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan. He he.:) Alhamdulillah lah. Setelah acara study tour kami usai, kemudian kami pulang kembali ke rumah kami masing-masing.

Rumahku saat itu adalah Al-Ishlah sedangkan Charna, Zumaroh, Umi Ifayanti, Inta Iklima, dan Rozak rumahnya berada di Al-Hikmah. Sedangkan Jeng Menik, dan Ismaiyah pulang ke At-Thohiriyyah. Setelah itu kami menyiapkan diri untuk menyambut acara soubetsukai atau perpisahan kelulusan sekolah kami. Dalam acara perpisahan kelulusan sekolah tersebut, aku ditunjuk untuk mewakilkan anak bahasa untuk berpidato dalam bahasa Jepang.

Meskipun awalnya aku merasa berat untuk menyanggupi permintaan panitianya karena aku masih merasa belum bisa untuk berpidato dengan baik dan benar dalam Bahasa Jepang. Kemudian aku membuat naskah pidato dengan Bahasa Indonesianya terlebih dulu. Berkat bantuan Pak Hadi aku pun akhirnya dapat menyelesaikan menterjemah naskah pidatoku tersebut. Setelah selesai berpidato akupun ikut menyumbangkan sebuah lagu di acara perpisahan kelulusan sekolah tersebut.

Lagu yang aku tampilkan saat itu adalah I Have A Dream by Weslife. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com I have a dream, a song to sing To help me cope with anything If you see the wonder of a fairy tale You can take the future even if you fail I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I have a dream, a fantasy To help me through reality And my destination makes it worth the while Pushing through the darkness still another mile I believe cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I'll cross the stream - I have a dream I have a dream, a song to sing To help me cope with anything If you see the wonder of a fairy tale You can take the future even if you fail I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I'll cross the stream - I have a dream Weslife merupakan salah satu grup band dari Barat yang terdiri dari Shane, Kian, Bryan, Mark dan Nicky yang lagi terkenal saat itu.

Sedangkan bagi yang berpidato berbahasa Inggris This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com panitia sudah menunjuk siswa dari kelas dua MAN 1 Semarang. Kemudian yang berpidato dalam Bahasa Arab saat perpisahan di MAN 1 Semarang karena tidak ada yang mau ditunjuk untuk maju mengisi acara, akhirnya Masrochan yang maju di acara perpisahan tersebut untuk berpidato.

Begitulah kisah perjalananku saat menuntut ilmu dimulai dari TK hingga lulus MAN 1 Semarang. Ada canda, tawa, duka dan nestapa. Apalagi saat di MAN 1 Semarang banyak teman-teman dan guru-guru yang terkesan baik padaku.

Guru-guru yang terkesan baik kepadaku antara lain: Pak Baddy guru Bahasa Inggris, Pak Sholeh guru Bahasa Inggris, Pak Zaenuri Shiraj dan Pak Khoiri guru Bahasa Arab, Pak Sugiyanto guru Bahasa Inggris, Pak Musa guru Al-Qur’an Hadits, Pak Anshori guru Bahasa Indonesia, Pak Agung guru Bahasa Perancis dan Bahasa Jepang, Pak Hadi guru Bahasa Jepang, Bu Zayyinatun guru Fiqih, Pak Muslih guru Sejarah, Bu Salamah guru Bahasa Indonesia, Pak Edi guru Kesenian, Bu Sih Hartini guru Fisika, Bu Rohmatah guru Matematika, Bu Khoiriyyah guru Fiqih, Bu Agustin guru Bahasa Inggris, Bu Yetti dan Bu Endang guru Akutansi dan Ekonomi, Bu Sri Penggalih guru Bahasa Indonesia, Bu Fitri guru Bahasa Indonesia, dan lainnya.

Teman-temanku; Rozak, Dlowie, Wahab, Umi Ifayanti, Charna, Habibah, Jeng Menik, Zumaroh, James, Masrochan, Inta Iklima, Erika, Siswanto, Diana, Maulida, Ashobiyyah, dan lainya. Aku ingin sekali rasanya kembali ke masa lalu lagi. Andaikata pintu ke mana saja (doko demo doa) milik Doraemon itu benar ada. Andai saja obat mujarab yang dibuat oleh Profesor Yoshiyama dalam film Time Traveller (Toki o Kakeru Shoujo) itu juga benar ada.

Rasa-rasanya aku ingin sekali memutar kembali memori kenangan-kenangan yang indah bersama teman-temanku saat masih di MAN 1 Semarang dulu. Semenjak berpisah dengan teman-temanku di MAN 1 Semarang aku seringkali merasa kesepian. Apalagi kalau teringat saat-saat berpisah dengan seseorang yang aku sayangi dan aku banggakan.

Air mataku tak terasa seringkali menetes membasahi pipiku. Kalau sedang kangen yang tak tertahankan ingin rasanya segera ketemu. Tapi itu pun tidak mungkin karena setiap orang pasti akan menjalani kehidupannya masing-masing yang baru lagi.

Kalau misalkan ada teman yang pernah tersakiti hatinya karena perbuatanku, aku hanyalah insan biasa yang tak luput dari khilaf, dosa dan lupa. Karena kesempurnaan bukanlah milik manusia biasa. Hanya Dia lah sebagai Maha diatas segala-galanya. Mungkin juga salah satu atau lebih dari mereka ada yang sudah pernah tersakiti karena ucapanku entah karena disengaja atau tidak sengaja aku berharap agar bisa memaafkannya.Semoga teman-teman This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com semua selalu diberi kesehatan, kelapangan rejeki, dan sukses selalu, selamat di dunia dan akhirat.Amin YRA.

MELANJUTKAN KULIAH D3 BAHASA JEPANG DI SEMARANG Setelah aku lulus dari MAN 1 Semarang dan berpisah dengan teman-temanku, banyak dari teman-temanku dari alumni MAN 1 Semarang yang melanjutkan kuliah. Aku dengar ada yang melanjutkan kuliah di IAIN Walisongo Semarang, IKIP PGRI Semarang, ITS Surabaya, UNDIP, UNNES, UNISBANK, UDINUS, UNIMUS, UNWAHAS, UNISSULA, USM, UNY, UGM, ITB, UNPAD dan lainnya, bahkan ada juga yang melanjutkan kuliah di AlAzar, Cairo, Mesir.

Sedangkan aku pada awalnya ingin sekali pergi ke Jepang. Aku ingin sekali bisa kuliah disana. Tapi karena seleksinya terlalu ketat jadi aku merasa sulit untuk bisa lolos pada seleksinya akhirnya niatku aku urungkan saat itu. Disamping itu, nilai ujian nasional rataratanya kalau bisa pergi ke Jepang untuk lulusan SMA/MA/SMK sederajat harus bisa mencapai target rata-rata minimal 8,0 saat itu.

Itu belum syarat-syarat lainnya yang dibutuhkan untuk mengikuti seleksinya. Sedangkan nilaiku kalau dirata-rata hanya 7,6 an pada saat itu. Kemudian aku akhirnya mencoba ikut seleksi UMPTN bersama Diana, Maulida, Jeng Menik, Charna, Kayyis Chalimi dan lainnya. Pada seleksi UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sebenarnya aku ingin masuk di program studi S1 Bahasa Jepang di UGM. Setelah mengikuti seleksi UMPTN waktu itu aku lolos diterima di UNNES pada program studi S1 Sastra Inggris. Tetapi karena waktu itu aku tidak ada minat ke UNNES jadi kesempatan tersebut tidak aku ambil.

Saat mengikuti seleksi UMPTN saat itu teman-temanku ada yang membeli formulir IPA, IPS dan IPC. Aku membeli formulir IPS pada seleksi UMPTN waktu itu. Selain aku, Charna dan Jeng Menik juga membeli formulir IPS. Bagi yang membeli formulir IPA dan IPS hanya boleh memilih dua program studi yang diminatinya.

Sedangkan bagi yang membeli formulir IPC boleh memilih tiga program studi yang diminatinya. Kalau memilih membeli formulir IPS kami bisa memilih program studi di PTN yang berhubungan dengan ilmu sosial dan bahasa seperti: Sejarah, Geografi, Akutansi, Ekonomi, Bahasa dan Sastra Inggris, Jepang, Mandarin, Arab dan sebagainya. Sedangkan kalau memilih membeli formulir IPA kami bisa memilih program studi di PTN yang berhubungan dengan ilmu eksakta atau yang termasuk dalam This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lingkup ilmu pengetahuan alam, seperti Biologi, Matematika, Kimia, Fisika, Kedokteran, Farmasi dan sebagainya.

Kemudian bagi yang membeli formulir IPC bisa memilih program studi baik yang berhubungan dengan ilmu alam, ilmu sosial maupun bahasa. Soal ujuan seleksi UMPTN tersebut terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika Dasar dan gabungan dari beberapa ilmu pengetahuan umum lainnya.

Saat itu pilihan utama pada formulir IPS-ku aku memilih S1 Sastra Jepang dari UGM sedangkan untuk pilihan keduanya adalah S1 Sastra Inggris dari UNNES. Aku ingin melanjutkan belajar lagi Bahasa Jepang. Karena belajar Bahasa Jepang memang sangat mengasyikkan menurutku. Belajar Bahasa Jepang memang harus dituntut untuk mengerti dan memahami huruf-huruf Jepangnya.

Meskipun sulit, aku suka untuk mempelajarinya. Belajar ilmu apapun pasti ada nilai positif dan negatifnya. Sebagai contoh belajar ilmu bahasa asing misalnya, nilai positifnya antara lain kita dapat berkomunikasi dengan orang asing yang menggunakan bahasa yang kita pelajari tersebut atau dengan kata lain bahasa asing menjadi jendela untuk mengetahui ilmu budaya bangsa lain.

Sedangkan nilai negatifnya antara lain kalau kita lebih bangga menggunakan bahasa asing tersebut justru akan membuat kita bisa kehilangan identitas dan terjajah secara bahasa, karena menurut teori Sapir seorang pakar linguistik Antropologi bahasa merupakan karakter atau kepribadian. Ketika seseorang mengganti bahasanya sebenarnya dia sedang mengubah kepribadiannya.

Kemudian, banyaknya leksikon atau bentuk bahasa yang digunakan dari suatu bahasa berarti seseorang itu didominasi atau dijajah secara kognisi (pola pikir), jika misalnya ada orang Indonesia banyak menggunakan bahasa asing tersebut sebenarnya mereka telah terjajah secara ideologi dan selanjutnya dapat terjajah pula secara sosial, ekonomi dan budayanya. Ketika diumumkan hasil seleksi UMPTN pada pilihan pertama aku tidak lolos seleksi masuk di UGM oleh karena itu aku merasa kecewa pada waktu itu.

Aku lolos seleksi pada pilihan ke dua. Karena aku kurang minat dengan pilihan yang kedua akhirnya kesempatan itu tidak aku ambil. Sebenarnya sih aku juga suka belajar Bahasa Inggris. Tapi, pada waktu itu aku mempunyai prinsip kalau belajar Bahasa Inggris aku bisa belajar dimana saja dan kapan saja.

Sedangkan belajar bahasa asing lainnya tidak begitu. Karena pembelajar Bahasa Inggris aku pikir sudah ada dimana-mana saat itu apalagi sekarang. Sedangkan belajar bahasa asing lainnya tidak demikian. Kemudian aku malah memutuskan mendaftarkan diri ke UNIMUS (Universitas Muhammadiyah Semarang) untuk mengambil jurusan S1 Sastra Inggris disana.

Aku hanya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mampu bertahan selama satu semester saja. Itupun belum sampai selesai ujian akhir semester. Waktu kuliah perdana di jurusan Bahasa Inggris di UNIMUS serasa sangat membosankan.

Apalagi teman-temanku hanya terdiri dari 12 mahasiswa saja. Sebenarnya sih tidak apa-apa belajar dengan sedikit teman karena belajarnya malah semakin fokus dan terarahkan. Apalagi kalau melihat kemampuan teman-temanku dalam Bahasa Inggris saat itu. Aku mengira kemampuanku dalam Bahasa Inggris masih bisa dibilang kurang atau payah. Tetapi ternyata masih ada yang lebih parah lagi Bahasa Inggrisnya dibandingkan denganku.

Waktu itu ada dua dari temanku yang tidak tahu bagaimana fungsi dan penggunaan bentuk to be dalam Bahasa Inggris dan digunakan untuk siapa saja. Contoh: Kata ganti she, he, it misalnya. Ada temanku yang masih salah dalam penggunaan to be-nya yaitu ada yang menjelaskan kata ganti tersebut bisa memakai are bukannya menggunakan is. Bentuk to be are bukannya hanya dipakai untuk plural ‘jamak’? Bukannya dipakai untuk singular ‘tunggal’? Hadew.suasana belajar disana semakin menjadi sangat membosankan saja.

Karena tidak ada tantangan sama sekali menurutku. Waktu kuliah di UNIMUS untungnya biaya SPPku bisa dicicil selama 3 kali dalam satu semester. Waktu itu biaya SPP ku hanya Rp.

600.000,- per semester. Dengan uang tersebut sudah termasuk untuk mendapatkan buku agenda tentang almamater, jas almamater dan lainnya. Kebetulan saat itu aku baru nyicil bayar Rp. 300.000 saja. Kemudian aku pulang ke rumahku dan bilang kepada ayahku kalau aku kurang minat untuk melanjutkan kuliahku di UNIMUS. Aku pikir setelah aku memberitahukan kebosananku kuliah di UNIMUS ayahku bakal marah besar. Tapi malah beliau tidak menunjukkan marah sama sekali kepadaku setelah aku menceritakan semua tentang kondisiku kepada beliau.

Karena sudah mendapat tanggapan yang positif dari ayahku, sejak saat itu juga aku cabut dari kampus tersebut. Untungnya aku baru bayar tiga ratus ribu saja. He he.:) Setelah cabut dari UNIMUS aku pun istirahat di rumah selama satu tahun. Baru pada tahun 2005 aku mencoba mendaftarkan diri lagi untuk kuliah di PTN.

Semenjak gagal dari seleksi UMPTN pada tahun sebelumnya, aku tidak mau lagi mengikuti seleksi ujian UMPTN secara nasional lagi. Aku kemudian mengikuti ujian lokal mandiri yang diadakan oleh Universitas Diponegoro, Semarang. Alhasil, aku lolos seleksi ujian masuk lokal mandiri tersebut. Saat menjadi mahasiswa baru di UNDIP semua diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ospek peneriman mahasiswa baru. Ospek itu tidak jauh beda dengan MOSBA saat menjadi siswa baru saat di MTS Al-Hamidah dan MAN 1 Semarang dulu.

Bedanya kalau ospek diadakan untuk kalangan tingkat universitas. Saat kegiatan ospek D3 Bahasa Jepang di This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com UNDIP diadakan selama satu minggu saja.

Dalam satu minggu itu kami berkenalan dengan mahasiswa senpai ‘senior’. Dan kami para kouhai ‘junior’ dikenalkan beberapa kegiatan yang bisa diikuti di luar perkuliahan. Diantaranya adalah D3 Himpunan Mahasiswa Bahasa Jepang (HMBJ).

Waktu itu himpunan mahasiswa tersebut diberi nama Sakura. Selain itu kami pun berkenalan dengan dosen-dosen D3 Bahasa Jepang, diantaranya: Pak Budi, Pak Zakky, Bu Novi, Bu Yuli, Pak Haryo, Bu Mazi, dan lainnya. Sebenarnya, Pak Haryo dan Bu Mazi sudah aku kenal saat masih menjadi mahasiswa di UNIMUS dulu.

Beliau semua mengajar mata kuliah umum saat aku masih di UNIMUS. Awalnya mereka pun kaget karena ternyata bisa ketemu lagi di UNDIP. Kemudian aku cerita kepada mereka kalau aku sudah cabut dari kampus tersebut karena tidak betah untuk kuliah disana. Saat kuliah D3 Bahasa Jepang di UNDIP aku memperoleh mata kuliah Nihon-go Shokyuu ‘Bahasa Jepang Dasar’(日本語初級), Dokkai ‘Membaca dan Memahami Bacaan’ (読解), Choukkai ‘Mendengarkan’(聴解), Sakubun ‘Menulis dan Mengarang’ (作文), Kaiwa ‘Berbicara atau Percakapan’( 会 話 ), Shodou ‘Kaligrafi Kanji’( 書 道 ) Moji ‘Menulis dan Memahami Huruf Kanji’( 文 字 ) dan lainnya.

Teman-teman yang kuliah bersamaku diantaranya: Agus, Tegas, Decky, Nanda, Romey, Franda, Febe, Anas, Anditya yang biasa dipanggil Matsu, Nina, Siska, Fransiska, Ningrum, Budi atau biasa dipanggil si Boy, Ana, Ika, Viska, Anton biasa dijuluki niwatori karena sering gonta-ganti warna rambut, Rahma, Rahmi, Hana, Hani dan lainnya.

Dan gara-gara belajar Shokyuu karena terdapat satu tokoh Santosu-san dari Brazil dalam buku panduan Minna No Nihongo I maka namaku biasa dipanggil dengan panggilan Santos, entoss, atau ntoss dipotong dari nama keduaku dari Tegar Susanto, yaitu: Susanto, agar menjadi mirip dengan nama keduaku maka disamakan dengan salah satu tokoh bernama Santosu-san seorang teknisi dari Brazil yang ada pada tokoh dalam buku pelajaran Minna No Nihongo.

Pertama kali yang memberikan panggilan namaku itu adalah Novi Sensei. Kemudian berlanjut ke teman-temanku semua dan dosen-dosenku yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 juga. Selain teman-teman seangkatan, aku juga mengenal teman-teman senpai juga diantaranya: Leefysan, Agung-san, Karin-san, Barruna-san, Fahmi-san, Asep-san, Nunung-san, Indah-san, Widya-san, Fanny-san dan lainnya.

Selain itu aku juga mengenal beberapa teman dari jurusan program studi lainnya, seperti: Wawan, Jojo, Ponco, Anis, Alan, Syarif, Sukmananta, Ariawan dan lainnya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Disamping itu, ada teman senpai yang menjadi teman akrabku, yaitu Barruna-san, Fahmi-san dan Leefy-san. Aku mengenal Barruna-san pertama kali saat dia masuk kuliah mengulang di kelasku saat itu.

Sedangkan Fahmi-san dan Leefy-san kenal pertama kali saat nongkrong di basecamp. Barruna-san saat itu apabila pulang ke rumah neneknya di daerah Halmahera, Semarang sering kali mengajakku. Kemudian, saat Barruna-san pulang ke Kudus dirumah orang tuanya aku pun pernah diajak beberapa kali main ke rumahnya, kemudian menjadi akrab dengan keluarganya.

Diantaranya: Om Abdul Rauf, Tante Yoyok, Om Kung, Om Pur, Tante Nung, Tante Umi, Om Tom, Aldi, Lia, Citra dan lainnya. Ayah dan Ibunya Barruna-san yaitu: Om Rauf dan Tante Yoyok juga sangat baik kepadaku. Ayah Barruna-san seorang PNS dokter spesialis anestesi di Kudus saat itu. Aku sudah dianggap seperti keluarganya sendiri. Sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Adik-adik Barruna-san, Citra, dan Lia kuliah mengambil jurusan kedokteran di Universitas Jendral Soedirman di Purwokerto (UNSOED).

Berawal dari beberapa kali diajak mampir ke Kudus oleh Barrunasan kemudian aku mengenal teman baru lagi yang bernama Bambang, Andika, Onas dan lainnya. Saat awal kuliah D3 Bahasa Jepang UNDIP Semarang aku tinggal di sekretariat masjid UNDIP yang berada di JL.

Atmodirono 11 A, Semarang atas kebaikan dari ta’mir masjid UNDIP bernama Bapak Fajar Ismail, S. Sos. seorang pensiunan dosen dari Fakultas FISIP UNDIP. Aku merasa betah untuk tinggal disana. Selama tinggal di sekretariat masjid UNDIP aku mengenal teman-teman baru lagi.

Diantaranya: Mas Tholib, Mas Nanang Yusroni dosen dari Universitas Wahid Hasyim Semarang, Mas Tomo, Winarno, Febdy, Mahfud, Hakim, Dinar, Fajrul dan lainnya. Setiap malam Jum’at teman-teman sekretariat ditugaskan untuk memasang tratak oleh Pak Fajar untuk persiapan acara sholat Jum’at pada keesokan harinya. Karena aku tidak biasa memanjat aku hanya diberi tugas yang ringan-ringan saja oleh Pak Fajar, seperti: mencatat keuangan masjid di papan pengumuman setiap Jum’at, menjadi muadzin setiap Jum’at, membantu menggulung karpet saat selesai sholat Jum’at, dan pekerjaan-pekerjaan yang ringan-ringan lainnya.

Setiap malam Jum’at kami pun sering mendapat kiriman makanan oleh Mbak Tik yang disuruh oleh Pak Fajar. Hampir selama satu setengah tahun lamanya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tinggal di sekretariat masjid UNDIP Semarang, kemudian pada awal semester ke IV aku pindah ke Dershane.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat masih belajar di D3 Bahasa Jepang pada semester V, aku mencoba mencari info lowongan kerja sambilan. Atas informasi yang dipasang pada pengumuman di depan jimusho waktu itu ada informasi lowongan pekerjaan tentang LPK Merdeka yang sedang butuh pengajar Bahasa Jepang dengan syarat minimal mahasiswa semester V di jurusan D3 atau S1 Bahasa Jepang.

Teman-temanku tidak ada yang berminat untuk mendaftar kesana. Kemudian aku mengajak Esty teman sekelasku untuk mendaftarkan diri kesana. Alhasil, aku dan Esty diterima mengajar Bahasa Jepang di LPK cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

Jam ngajar kami menyesuaikan waktu kuliah. Karena kuliahnya juga tidak terlalu banyak pada semester tersebut jadi aku dan Esty mempunyai waktu banyak untuk membantu mengajar disana. Waktu itu aku dan Esty mendapatkan honor Rp.

600.000,- per bulannya. Selain mengajar di LPK Merdeka, setiap hari Sabtu aku juga mengajar Bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta di Semarang. Selama kuliah di D3 Bahasa Jepang di UNDIP Semarang, ada dosen yang dianggap paling anti dengan mahasiswa atau seringkali mendapat julukan sebagai dosen killer oleh para mahasiswa, terutama para senpai yang bernama Reni Sensei. Sensei tersebut selain disebut sebagai dosen killer juga dijuluki dengan Mak Lampir oleh para senpai saat diluar jam perkuliahan.

Banyak yang tidak suka dengan dosen tersebut. Selain beliau, ada beberapa dosen lainnya yang dianggap killer oleh para senpai, diantaranya: Yuli Sensei, Utami Sensei, dan Novi Sensei. Bahkan aku pun pernah mendengar juga saat di luar jam kuliah ada yang mendoakan hal jelek dan jelek kepada mereka.

Aku juga pernah mendengar ada juga yang sampai berdoa semoga tidak mempunyai keturunan, ’’Sama mahasiswa aja kayak gitu.pantes sampai sekarang gak punya anak, gimana kalau punya anak ya??? Allah memang maha adil.’’. itulah salah satu doa dari senpai yang masih teringat dibenakku untuk dosen yang tidak disukainya waktu itu. Banyak senpai yang bilang kepadaku apabila berhadapan dengan mereka kata senpai harus berhati-hati apabila nanti tugas akhir kita dibimbing oleh mereka.

Dari para senpai seringkali aku mendapatkan cerita yang tidak baik tentang mereka. Dosen-dosen tersebut dianggap sebagai momok bagi jurusan D3 Bahasa Jepang di UNDIP saat itu. Awalnya, aku pun tidak langsung menanggapi negatif dulu saat banyak senpai yang biasa curhat kepadaku. Entah kenapa aku malah sering banyak dicurhati oleh beberapa senpai waktu itu, terutama dari kalangan ceweknya.

Katanya sih aku kalau memberi nasehat itu bisa sedikit menenangkan hati mereka. He he.:). Kadang-kadang ada beberapa senpai yang curhat kepadaku sambil menangis di hadapanku tentang tugas akhir mereka yang dipersulit oleh oknum dosen tersebut. Awalnya aku berusaha untuk positive thinking terhadap mereka, tetapi This Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sambil berjalannya waktu aku pun akhirnya terkena virus curhatnya para senpai juga.

Saat menulis tugas akhir aku tidak ingin dibimbing oleh dosen-dosen yang dianggap killer oleh para senpai, yang biasa dianggap sering menghegemoni mahasiswa dan mahasiswi saat bimbingan tugas akhir tersebut. Sebenarnya kalau kita hendak menghadapi orang atau lawan bicara kita seperti: guru, dosen atau lainnya maka ketahuilah karakter orangnya lebih dulu.

Apakah lawan bicara kita itu termasuk tipe audio, visual, atau kinestetik. Tipe audio, lawan bicara kita cenderung banyak bicaranya dan jarang atau tidak sering memandang orang yang diajak bicara. Kemudian, tipe visual lawan bicara kita umumnya bawaannya santai, tenang saat berbicara dengan orang yang diajak bicara. Sedangkan tipe kinestetik, umumnya kalau diajak bicara cenderung singkat, jelas, padat dan banyak gerak.

Maka, kalau kita memang sudah mengetahui tipe lawan bicara kita tersebut seperti apa, kita bisa menyesuaikannya sendiri bagaimana cara kita akan menghadapi keadaan lawan bicara kita nantinya dengan tipe audio, visual atau kinestetik. Sedangkan menurut ilmu kedokteran karakter seseorang juga dapat diprediksi berdasarkan dari jenis golongan darahnya. Misalnya: bagi seseorang yang memiliki golongan darah A, umumnya cenderung mempersiapkan segala hal itu jauh-jauh hari, lebih percaya diri karena semua sudah dipersiapkan terlebih dulu, percaya diri adalah kekuatannya untuk golongan A.

Kemudian, golongan darah B, paling mudah mempelajari pelajaran yang disukainya saja, jadi lebih baik memulai dari dari pelajaran yang tidak disukainya. Golongan darah O, memiliki kemampuan berkomunikasi yang tinggi dan daya ingat yang kuat. Paling efektif jika menghapal sambil berbicara.

Dan yang terakhir adalah golongan darah AB, biasanya paling tidak bisa menahan rasa kantuk sehingga harus bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Dosen yang dianggap favorit oleh mahasiswa dan mahasiswi saat itu adalah Budi Sensei, Silvy Sensei, Astuti Sensei, Hari Sensei dan Zakky Sensei.

Budi Sensei dan Silvy Sensei memang paling terkenal dekat dengan mahasiswa, mau mengerti dan mendengarkan keluh kesah dari mahasiswa dibanding dengan dosen yang lainnya. Kemudian, saat aku mengajukan dosen pembimbing saat menulis tugas akhir waktu itu aku mengajukan nama Budi Sensei dan Pak Suharyo sebagai dosen pembimbingku. Karena Budi Sensei terlalu banyak membimbing mahasiswa dan mahasiswi waktu itu akhirnya dosen pembimbingku This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com yang kedua digantikan oleh Zakky Sensei sedangkan dosen pembimbing yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 adalah Suharyo, M.

Hum. Waktu itu tugas akhirku adalah tentang laporan PKL (Praktik Kerja Lapangan). Aku mengadakan kegiatan PKL di MAN 1 Semarang, tempat almamaterku dulu. Di MAN 1 Semarang kegiatan PKL aku isi dengan mengajar Bahasa Jepang di kelas Bahasa selama satu bulan.

Saat PKL aku dibimbing oleh guru Bahasa Jepang disana bernama Halimur Rosyad, A. Md. Aku juga ketemu dengan guru-guru lamaku saat masih duduk di sekolah di MAN 1 Semarang. Diantaranya: Pak Agung, Pak Anshori, Pak Zaenuri Shiraj, Pak Sholeh, Bu Zayyinatun, Pak Baddy, Pak Sugiyanto, dan lainnya. Setelah kegiatan PKL di MAN 1 Semarang selesai, aku kemudian mengajukan hasil laporanku yang aku cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 menjadi tugas akhir ke dosen pembimbingku.

Alhasil, tugas akhirku langsung di acc (disetujui) oleh pembimbing pertama dan pembimbing kedua. Setelah di acc dosen-dosen pembimbing aku kemudian menulis sinopsis (youshi 要旨) dari laporan PKL-ku dengan menterjemahkan bahasa Jepang sambil dibimbing oleh seorang native Bahasa Jepang dari JAICA Jakarta yang di ditugaskan ke UNDIP saat itu yang bernama Kaneko Yoshihiro Sensei.

Beliau sangat baik kepada teman-teman seangkatanku. Sampai-sampai saat soubetsukai kami semua teman seangkatan diundang untuk makan bersama dengan suguhan banyak makanan khas Indonesia dan ala Jepang di apartemen beliau. Bimbingan tugas akhirku berjalan dengan lancarnya karena dalam waktu dua minggu saja tugas akhirku sudah dapat diselesaikan.

Setelah itu tugas akhirku dibawa ke meja persidangan. Alhamdulillah, akhirnya sidang pun berjalan dengan lancar dan aku bisa lulus tepat waktu. Karena jadual mengajarku di LPK Merdeka sudah selesai, setelah lulus dari D3 Bahasa Jepang UNDIP Semarang, kemudian aku ada tawaran mengajar bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen.

Jadual mengajarku di LPK Merdeka berhenti dikarenakan LPK tersebut sudah mau ditutup oleh pemimpinnya yang bernama Bapak Hendrik Sambiran. LPK Merdeka hendak ditutup oleh pimpinan-nya dikarenakan ada bagian bendahara yang berhianat membawa kabur entah kemana semua keuangan di LPK tersebut. Maka dari itu, citra LPK Merdeka tersebut menjadi jelek di masyarakat saat itu. Sampai-sampai bendahara tersebut menjadi buronan polisi.

Setelah keluar dari LPK Merdeka kemudian aku melanjutkan mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen sambil aku menunggu program S1 Sastra Jepang di Undip This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kapan dibukanya pendaftaran untuk mahasiswa barunya.

Selain mengajar Bahasa Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 di LPK Aishiro Gakuen, aku juga mengajar di STM Pembangunan Semarang saat itu. TINGGAL DI DERSHANE Awal semester IV saat masih duduk di bangku D3 Bahasa Jepang, aku mulai akrab dengan teman-teman dari jurusan D3 Bahasa Inggris antara lain: Wawan, Nuno, Jojo, Ponco, Anis, Ariawan, Dicky, Sholihin, Alan, Sulthon dan lainnya.

Saat tidak ada jam kuliah waktu itu Wawan mengajakku untuk mampir ke kontrakannya di daerah Jl. Singosari VI no.6, Semarang. Aku juga mengenal teman dari jurusan lain dari Fakultas Ekonomi, misalnya: Ridlona Fultanegara dari Lampung, Doni Hestung Gitomo dari Blora, Faqih, Ghani, dan lainnya. Dari S1 Fakultas Hukum aku mengenal Andi Khoiruddin, Arif Eka Budiawan dan Teguh Yulianto. Kemudian dari jurusan S1 Kedokteran aku mengenal Arif, Mustain, Isnawan, Ivan, Adib, dan Saepul.

Dari jurusan S1 Sastra Indonesia aku mengenal Mustofa. Dari jurusan S1 Fisika aku mengenal Afida Ilfa, dari jurusan S1 Matematika aku mengenal Rahmat, dari jurusan S1 Teknik Kimia aku mengenal Alam dan lainnya.

Disana aku merasa suka dengan suasana rumah kontrakannya Wawan. Selain itu, aku juga merasa senang karena sepertinya bukan kontrakan yang biasa seperti pada umumnya. Dari cara mereka menyambut tamu atau teman misalnya. Mereka tidak menunjukkan kesan cuek atau acuh tak acuh saat ada teman yang datang bertamu ke kontrakan Wawan saat itu.

Mereka menyambut kedatangan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dengan hangat dan bersahabat. Disamping itu, saat waktunya makan, sholat dan kegiatan yang lain selalu diterapkan sistem kebersamaan. Jadi, saat makan harus bersama-sama, saat sholat harus berjamaah dan kegiatan kebersamaan lainnya kecuali kalau ada kepentingan tertentu yang mendadak. Setelah mendapat penjelasan dari Wawan, Andi, dan Doni akhirnya aku tahu kalau kontrakan tersebut namanya adalah Dershane.

Kata dershane berasal dari Bahasa Turki yang mempunyai makna semantik yang mengacu pada pondok, rumah, tempat tinggal atau kontrakan. Kata “dershane” tersebut berasal dari dua kata yakni “ders” yang berarti pelajaran dan “shane” yang berarti rumah. Jadi, dershane sendiri bermakna rumah yang diperuntukan bagi siswa yang ingin belajar secata serius ketika akan menghadapi ujian sekolah maupun universitas.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Awalnya dershane di negara Turki digunakan hanya ketika sekolah atupun universitas akan melangsungkan ujian. Siswa/mahasiswa berada di dershane hanya sekitar satu / dua minggu sampai ujian mereka berakhir setelah ujian berakhir mereka pun kembali ke rumah mereka masing-masing.

Namun kini dershane berfungsi sama seperti asrama universitas. Uniknya hampir semua jenjang pendidikan memiliki dershane mulai dari SD hingga Univesitas khusus untuk sekolah dasar siswa yang diperbolehkan tinggal di dershane hanya mereka yang berada di kelas 5 sampai 7.

Layaknya asrama ia memiliki aturan aturan yang harus dijalankan oleh semua penghuni. Asramanya sendiri dikelola oleh pemerintah dibawah kelola seorang manager dan beberapa stafnya. Image yang terbentuk dikalangan masyarakat (Trabzon) bahwa siswa/mahasiswa yang tinggal di Dershane berasal dari kalangan menengah keatas, ini dikarenakan biaya untuk tinggal di dershane yang dikelola oleh pemerintah terbilang cukup mahal.

Namun, berbeda dengan dershane yang dikelola oleh jemaat (ağbiler), di dershanenya ağbiler (baca:abiler) mereka memberikan subsidi yang cukup besar dengan tujuan dakwah Islam. Bisa dibayangkan satu dershane saja jika dikalkulasikan perbulannya bisa menelan biaya hingga 10 juta Rupiah (jika dirupiahkan).

Oleh karena itu, siswa/mahasiswa yang tinggal di dershane hanya dibebankan membayar keperluan mereka sehari-hari saja. Walaupun murah, bukan berarti minim perlengkapan. Justru ia sangat lengkap dan sangat nyaman. Dershane milik jemaat inilah yang kemudian disebut sebagai pondok pesantrennya Turki sedangkan siswa/mahasiswa yang menimba ilmu di dershane disebut sebagai talebe.

Itulah sedikit gambaran dershane yang berada di Turki. Saat awal semester IV D3 Bahasa Jepang dulu, aku memutuskan untuk pindah ke dershane. Waktu itu di Semarang ada beberapa kontrakan yang dijadikan sebagai dershane, antara lain Dershane Nur, Dershane Barla, Dershane Sulthon, dan Dershane Ufuk. Waktu itu aku tinggal di Dershane Nur. Di dershane tempat tinggalku saat itu dipimpin oleh seorang imam yang bernama Doni Abi sedangkan wakilnya adalah Andi Abi.

Tugas imam selain menjadi pemimpin di dershane juga menjadi imamnya sholat berjamaah. Disamping itu, tugas imam dershane yang lain adalah memberikan laporan tentang semua kegiatan yang dilakukan oleh penghuni di dershane yang di tempati kepada pemimpin yang lebih tinggi lagi yaitu imamnya dari semua dershane yang ada di Semarang.

Waktu itu yang bertugas menjadi imam-nya semua dershane adalah orang Turki, bernama Emin Abi. Dan yang bertugas menjadi penasehat imam-imam dershane adalah Yaenal Akshoy Abi. Abi merupakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com panggilan untuk laki-laki yang dapat disejajarkan dengan kata mas, pak, dan tuan dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk panggilan bagi perempuan menggunakan Abla. Selama tinggal di dershane aku diwajibkan membayar iuran iaşe (uang bulanan untuk hidup).

Uang iaşe masing-masing anggota dershane berbeda. Pembayaran uang tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing mahasiswa atau anggota dershane tersebut. Setiap dershane mempunyai aturan sendiri-sendiri. Tergantung imam-imamnya memberikan aturan di dalam dershane yang diterapkan bersama yang sesuai dengan kesepakatan bersama saat rapat.

Saat tinggal di Dershane Nur waktu itu ada jadual memasak untuk anggota, ada piket kebersihan, membaca taşbihat (dzikir dan doa bersama dengan membaca buku kecil seperti buku yasin dan tahlil yang ada di sekitar kita) setelah sholat berjamaah, pengajian, dan kegiatan rapat mingguan bersama. Sedangkan untuk imamnya juga ada kegiatan rapat-rapat yang diadakan bagi imamimam dershane semua yang dipandu oleh petinggi dari imam dershane dan penasehat semua imam dershane tersebut.

Setiap sebulan sekali ada pertemuan atau pengajian (sohbet) untuk semua penghuni dershane yang diadakan di ruang pertemuan yang sudah disediakan oleh abi-abi yang berada di SMP-SMA Semesta di Semarang. Selain sohbet bulanan bagi semua anggota dershane, masing-masing dershane sendiri juga akan mengadakan sohbet sendiri baik diadakan seminggu sekali atau sebulan sekali cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dari kesepakatan bersama oleh para penghuni dershane cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sudah dimusyawarahkan pada saat rapat dershane.

Disamping itu, setiap hari Sabtu aku juga diberi tugas utuk mengajar Bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta. Saat tinggal di dershane nur seringkali ada kegiatan makan-makan bersama. Apalagi saat ada pengajian (sohbet) rutin bulanan pasti menu makanannya lumayan lengkap yang disediakan di acara tersebut disana. Ada makanan khas Indonesia dan khas Turki juga. Saat bulan puasa tiba, para penghuni dershane juga mendapat undangan untuk berbuka bersama dari abi orang Indonesia maupun dari abi dari orang Turki.

Waktu itu, saat bulan Ramadan Dershane Nur pernah diundang untuk buka bersama dengan abi-abi dari Turki diantaranya ada yang dari: Mathin Abi, Rivat Abi, Yaenal Abi, Oemar Abi dan lainnya. Setelah itu Dershane Nur juga gantian mengundang mereka untuk berbuka bersama di dershane kami. Begitu pula dershane-dershane yang lainnya juga mengundang kami dan begitu juga sebaliknya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Suatu hari, saat liburan semester mahasiswa, semua anggota dershane yang ada di Semarang diajak untuk ikut camping bersama atau liburan bersama.

Kebetulan saat itu acara camping diadakan di daerah Istana Tanjung Kodok di daerah Jawa Timur. Acara campingnya anak dershane tidak seperti pada kegiatan camping yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia yang biasa membawa peralatan tenda dan lainnya.

Kegiatan camping di wahana objek wisata Tanjung Kodok disana begitu sangat menyenangkan. Ben size çok teşekkür ederim Abi. Kami mengadakan acara tersebut selama seminggu disana. Kami tidak hanya cukup bersenang-senang saja disana tetapi ada juga laporan kegiatan (cetele) tentang buku apa saja yang sudah dibaca oleh kami, tentunya bacaan tentang ke-Islam-an. Penginapan dan makan semua ditanggung oleh PASIAD.

PASIAD singkatan dari Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association yaitu sebuah lembaga sosial dan pendidikan dari Turki yang telah membangun sekolah di Indonesia, antara lain Lembaga Pendidikan Pribadi, Lembaga Pendidikan Semesta, Fatih Bilingual School dan Kharisma Bangsa. Selain PASIAD terdapat juga ISPO yang didukung oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Syiah Kuala.

ISPO adalah singkatan dari Indonesian Science Project Olympiad. Tujuan dari ISPO adalah untuk merangsang bakat-bakat muda untuk berpikir, melakukan pengamatan, mengembangkan dan menyelami rasa keingintahuannya yang mengarah pada suatu solusti praktis. Dalam rekayasa teknologi ISPO menyediakan kesempatan bagi para siswa sekolah menengah untuk mempersiapkan diri sebagai ahli rekayasa masa depan yang memiliki pemahaman luas dan mendalam akan isu-isu global dan penguasaan akan teknologi yang dapat digunakan untuk menjaga keberlanjutan dunia.

Sedangkan dalam isu lingkungan ISPO This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com merupakan satu langkah dalam pendidikan untuk membentuk masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta membangkitkan kesadaran tanggung jawab individu dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kemudian, dalam hal sains ISPO merupakan upaya untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan energi yang dihadapi di seluruh dunia.

ISPO juga mendorong munculnya alternatif sumber energi yang terbarukan, efisiensi energi, manajemen energi dan konsep penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan. ISPO melombakan tiga kategori yaitu Rekayasa Teknologi, Lingkungan dan Sains (terdiri dari Fisika, Biologi dan Kimia). Peserta ISPO adalah siswa Sekolah Menengah (SMP/MTs ,SMA/MA dan SMK). Ide penelitian harus benar-benar berasal dari peserta itu sendiri betapapun sederhana namun harus menarik dan mengarah pada suatu solusi praktis.

Dukungan dari universitas tentu dibolehkan namun terbatas hanya pada penggunaan peralatan laboratorium atau teori yang menjadi dasar penelitian tersebut.Jika siswa mengikuti penelitian yang dilakukan di universitas kemudian mengikutsertakan penelitian tersebut dalam ISPO maka dianggap telah melanggar semangat dan tujuan ISPO itu sendiri.

Di Indonesia semakin tahun semakin bertumbuh jumlah sekolah mitra PASIAD. Saat tahun 2013 ada sebanyak sembilan sekolah yaitu 1) Pribadi Depok, 2) Pribadi Bandung, 3) Kharisma Bangsa Tangerang Selatan, 4) Semesta Semarang, 5) Kesatuan Bangsa Yogjakarta, 6) SBBS Sragen, 7) Fatih Putra Aceh, 8) Fatih Putri Aceh, dan 9) Banoa Kalimantan Selatan. Sekolah-sekolah tersebut dapat disebut sekolah Indonesia-Turki karena sekolah tersebut didirikan atas kerjasama antara yayasan Turki dan yayasan Indonesia.

Yayasan Turki yang dimaksud disini adalah PASIAD. PASIAD merupakan sebuah yayayasan yang menaungi sekolah-sekolah di atas, diisi oleh orang-orang Turki yang tinggal Indonesia. Hampir semua sekolah Indonesia-Turki tersebut berprestasi di masing-masing daerah (kota dan provinsi) tempat sekolah tersebut berdiri. Bahkan di tingkat nasional sekolah-sekolah mitra PASIAD patut diperhitungkan karena telah banyak menorehkan prestasi di olimpiade nasional dan Internasional.

Sistem pengajaran dan pendidikan yang baik yang diterapkan di sekolah itu yang membuat sekolah-sekolah tersebut berprestasi. Sekolah-sekolah PASIAD mempunyai asrama tinggal untuk siswa atau disebut Boarding School dan memiliki sistem pengajaran dengan Bilingual. Guru-guru pelajaran eksak di sekolah PASIAD menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengajaran. Guruguru di sekolah PASIAD terdiri atas orang Indonesia dan orang Turki. Fasilitas yang lengkap Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dan gedung yang modern membuat biaya bagi siswa baru untuk masuk sekolah-sekolah PASIAD tinggi selangit.

Saat aku mengejar bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta saja pada tahun 2007 untuk biaya satu murid SMA Semesta sekitar 40 juta setahun. Aku tahu informasi itu dari informasi teman guru yang mengajar disana juga saat itu.

Jangan khawatir biaya yang tinggi sebanding dengan output siswa kelak. Tapi bagi siswa yang memiliki prestasi nasional di bidang apa pun baik olimpiade mipa, olahraga, atau budaya bisa dipertimbangkan untuk belajar dengan memperoleh beasiswa di sekolah tersebut. Selama mengikuti kegiatan camping bersama kami juga berdiskusi bersama tentang agama Islam dengan Yaenal Akshoy Abi. Kebetulan acara diskusi tersebut diadakan saat malam terakhir pada acara camping bersama.

Setelah selesai makan malam kami mengadakan diskusi bersama yang berada dekat dengan kolam renang. Menu utama makan malamnya saat itu adalah ikan kakap merah dan kakap putih. Kami semua bisa makan dengan ikan kakap sepuasnya malam itu. What fun we had at that time. Suasana Dershane Nur menjadi tidak menyenangkan lagi bagi beberapa penghuninya saat kontrakannya mau dipindahkan di tempat kontrakan yang jauh dari kampus UNDIP Fakultas Sastra saat itu.

Alasannya waktu itu kami belum ada motor atau kendaraan pribadi sendiri sehingga akan merasa sulit untuk mobilenya menuju kampus saat ada keperluan bimbingan tugas akhir atau kuliah bagi yang masih ada perkuliahan.

Apalagi saat ada pergantian pemimpin waktu itu. Karena ada alumni dari S1 Hubungan Internasional dari Turki yang berasal dari Bogor bernama Hardi yang ditunjuk menjadi penggantinya Emin Abi. Bukannya aku tidak merasa nyaman tinggal di dershane nur tetapi sistemnya yang membikin aku akhirnya memutuskan untuk keluar dari dershane dan diikuti juga oleh teman-temanku yang lainnya.

Sebenarnya yang salah bukan pada sistem atau aturan pada dershane yang sudah diterapkan oleh abi-abinya. Hanya saja waktu itu kondisi atau timing-nya yang kurang tepat saja menurutku.

Boleh saja menunjuk menjadi imamnya imam atau pemimpinnya imam di dershane itu seseorang dari alumni atau lulusan baru (fresh graduated) dari Turki yang cukup lama tinggal disana dan dianggap udah punya banyak pengalaman agar bisa saling berbagi pengetahuan atau ilmu yang ia peroleh selama di Turki.

Akan tetapi, saat orang yang ditunjuk itu belum sempat kenal kami orangnya seperti apa dan hanya baru berkenalan saja atau sekedar tahu namanya saja kami sudah disuruh untuk melakukan ini itu oleh orang tersebut. Misalnya saat memindahkan barang-barang kontrakan Dershane Nur ke tempat kontrakan yang baru saat itu.

Saat pertama mengangkut barang-barang dan perabotan seperti kulkas, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com springbed, sofa, almari, mesin cuci, kompor gas dan lainnya miliknya Dershane Nur sebagai orang yang ditunjuk sebagai imamnya yang baru menjabat harusnya paling tidak hadir pada acara pindahan tersebut.

Bukannya malah ikut camping bersama dengan abi-abi-nya yang lain ke Bandung selama satu minggu. Akibatnya banyak teman-teman yang menggerutu saat acara pindahan tersebut. Karena dari keluh kesah tersebut aku yang berani menyampaikan keberatan atau keluh kesah dari teman-teman tersebut kepada Doni Abi sebagai imam-nya Dershane Nur saat itu.

Sebagai anak anggota dershane keluhanku tersebut ternyata dianggap tidak tepat. Why? Karena tugas anggota dershane hanya mentaati peraturan yang ada saja. Tidak disarankan untuk mengkomplain orang yang ditunjuk oleh pemimpin yang dianggap sebagai penasehat imam dershane yang sudah menunjuk imam teringgi sebagai imamnya semua dershane yang ada di Semarang waktu itu. Imam dershane nur sendiri saja tidak boleh mengusik keputusan abi-nya tentang kegiatan yang ditugaskan oleh pemimpinnya dershane tersebut.

Apalagi aku yang hanya sekedar bawahan atau anak buahnya dershane. Kemudian karena aku dianggap salah akupun akhirnya meminta maaf kepada imam tersebut.

Saat aku baik-baik meminta maaf kepada orangnya kemudian dianya malah berbicara kepadaku begini: .’’Ya, aku maafkan tapi jangan diulangi lagi ya’’. Dari situ aku pun mulai merenung.

Aku kemudian mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang sistem yang diterapkan di dershane. Ternyata tanpa sengaja ada praktek bentuk rasis atau penghegemonian tentang sistem yang diterapkan dalam dershane entah mereka sadar atau tidak sadar melaksanakannya.

Aku baru merasakan hal tersebut setelah mengalami kejadian itu sendiri. Kemudian keadaan malah semakin menjadi memanas hingga pada akhirnya aku pun bertengkar dengannya saat aku selesai acara wisuda D3 Bahasa Jepangku di Gedung Prof. Sudharto, Tembalang. Pertengkaran mulut itu terjadi karena awalnya masih ada keluh-kesah yang masih aku dengar di dershane nur saat itu. Teman-temanku yang tinggal di dershane nur saat itu hanya bisa berkeluh kesah dibelakang, tetapi tidak berani melakukan action atau tindakan.

Karena emosiku saat itu masih dibilang masih labil dan aku beserta teman-teman merasa terhegemonik oleh dia saat itu apalagi sambil mendengarkan keluh kesah teman-teman dibelakang. Akhirnya aku sms ke nomor hp abi-abi yang dianggap sebagai pemangku kepentingan (stake holders) yang ada di Semesta dengan memakai nomor hp temanku pada malam hari sebelum aku diwisuda.

Hp temanku yang aku pakai untuk sms ke abi-abi bernama Anis Wahdi. Karena kebetulan saat itu hpku lagi tidak ada pulsa. Waktu itu aku kurang lebih menyebarkan sms begini ke abi-abi karena aku belum mempunyai nomor hpnya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dia. Isi smsku ke abi-abi kurang lebihnya begini: ’’Dasar imam diktator.Percuma jauh-jauh kuliah dari Turki kalau hasilnya cuma begitu.Harusnya sebagai imam itu saat ada kegiatan pindahan mengangkut barang-barang kontrakan itu muncul.

paling tidak ada dulu baru ikutan nyusul camping dengan abi-abi yang lain ke Bandung.belum kenal anak buahnya aja sudah begitu’’. Karena dari bahasa sms-ku itulah pastilah dia merasa tersinggung padaku. Makanya saat aku selesai acara wisuda dan saat masih memakai baju toga bersama Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, dianya mencari-cari aku untuk meng-clear-kan masalah kami. Karena aku dikata-katain banci oleh dia saat dia tidak terima kepadaku waktu itu aku hampir saja terpancing oleh kemarahanku sampai-sampai mau berlanjut untuk adu fisik juga dan akhirnya tidak jadi karena sebelumnya aku dicegah oleh sahabatku Anis dan dia pun dicegah oleh Doni Abi.

Karena atas bujukan Anis dan Doni Abi akhirnya kami saling meminta maaf walaupun kami masih tampak saling meninggikan ego kami masing-masing. Saat meminta maaf ke dia ternyata dia masih sempat berkata kepadaku lagi sambil menunjuk-nunjuk jarinya kepadaku seolah-olah dia yang paling berkuasa.

Waktu itu dia berkata begini: ’’Ingat! Minta maaf cuma sekali ya! Kemudian aku menjawab begini: ’’Oke! Mulai sekarang aku putuskan untuk keluar dari dershane!. Kemudian dianya berkata lagi begini: Nis, jangan lupa untuk mampir ke dershane lagi ya?’’. Please deh.akunya lagi berdua sama Anis eh di depanku dianya ngomong begitu kepada Anis. dan itu artinya aku sudah tidak dianggap lagi olehnya, ’’gumamku saat itu.

Seakanakan keputusanku untuk keluar dari dershane didukung 100% olehnya. Kemudian aku pun bergumam lagi: ’’Ah,, whatever.!!!’’. Sebenarnya, tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, dan instruksi. Semenjak aku keluar dari dershane kemudian aku pulang kampung ke tanah kelahiranku tercinta yang berada di desa Sarirejo, Kecamatan Ngaringan, Purwodadi, Jawa Tengah.

Setelah lulus dari D3 Bahasa Jepang aku diberi tawaran untuk mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen Semarang. Dan kemudian aku ambil tawaran tersebut meskipun hati kecil berkata sebenarnya aku lebih merasa nyaman kalau mengajar Bahasa Jepang di sekolah-sekolah seperti: SMA/MA/SMK sederajat. Setelah itu, akhirnya aku pun mendapat tawaran mengajar Bahasa Jepang di STM 7 Pembangunan Semarang.

Selain mengajar aku pun ikut menjadi member di beberapa bisnis jaringan atau terkenal dengan sebutan MLM (Multi Level Marketing). This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ANTARA BISNIS MLM DAN TINGGAL DI RUMAH PAK DOKTER Selama aku mengajar di LPK Aishiro Gakuen aku mendapat jam ngajar mulai dari pukul: 08.00-16.000 WIB.

Aku mendapat honor Rp. 20.000,- per jam saat itu. Disamping itu, aku juga diajak ikut bisnis jaringan pulsa yang lagi terkenal saat itu, yaitu DBS (Duta Bisnis School). Aku diperkenalkan bisnis tersebut pertama kali oleh temanku yang pernah tinggal di satu dershane, yaitu: Ridlona Fultanegara. Selama hampir satu tahunan aku menekuni bisnis MLM (Multi Level Marketing) tersebut. Saat menjalani bisnis tersebut, aku mengenal temanteman baru lagi, diantaranya: Oen, Ridhlo, Rahman, Andrian, Ghani, dan lainnya.

Saat mengembangkan bisnis jaringan atau memprospek calon member baru, aku sering mendapat pulsa gratis dari para up line-ku karena aku dianggap sebagai member baru yang paling semangat saat itu. Waktu itu para up line kami yang mempunyai jaringan kaki kanan atau kirinya yang membernya sudah terdiri dari 800 orang atau lebih yang aktif, sebagai member sekaligus up line kami per minggunya mendapat bonus saldo pulsa dari perusahaan sekitar 5.00.000 sampai sekitar 1.000.000 bahkan ada yang lebih.

Belum lagi bonus-bonus lainnya. Karena melihat bonus-bonus tersebut aku dan teman-teman menjadi bersemangat untuk menjalani bisnisnya. Sampai-sampai aku pernah dibantu oleh up line untuk mengembangkan jaringan di luar kota Semarang yaitu di daerah tempat kelahiranku sendiri. Selama mengikuti bisnis jaringan tersebut aku dan teman-teman anggota lainnya pun setiap seminggu sekali mengadakan rapat evaluasi member antar jaringan. Sebagai member kami juga kadang mengadakan pertemuan di rumah manager kami bernama Ustadz Suyono di daerah Ungaran yang sudah meraih penghargaan mobil saat itu.

Dari belajar di bisnis jaringan aku pun semakin banyak mempunyai banyak teman atau kenalan di lapangan. Awalnya aku tinggal di masjid PIP Semarang bersama Rikza temanku yang kuliah di UNDIP jurusan S1 Perikanan saat menjalani bisnis DBS tersebut.

Kemudian, gara-gara saat keasyikan menjalani bisnis DBS aku sering mengabaikan tugas-tugasku sebagai penghuni masjid PIP (Pendidikan Ilmu Pelayaran) kemudian aku dan Rikza disuruh pindah dari masjid tersebut oleh ta’mirnya karena sebagai teman Rikza pun mendukung kegiatanku tersebut. Rikza pun sudah gabung menjadi member DBS meskipun ikut anggotanya jaringan yang lain.

Walaupun berbeda line kami pun tidak pernah ada masalah. Setelah itu, pada pertengahan bulan Agustus 2009 aku pindah ke rumahnya pak dokter atas tawaran temanku bernama Barruna Adi Nugraha. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kemudian, aku tinggal di rumah Pak dokter mulai pertengahan bulan Agustus 2009 sampai pada awal bulan April 2013 cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 aku diterima menjadi dosen luar biasa untuk mengajar Bahasa Jepang di STIKES AN-NUR Purwodadi.

Saat di rumah pak dokter aku bisa fokus menjalani bisnis jaringanku. Pak dokter sekeluarga juga ikut menjadi member di bisnis yang aku jalani tersebut. Tetapi setelah aku dikenalkan bisnis baru oleh Pak Prawoto tentang bisnis jaringan baru bernama Bank Pulsa kemudian aku dan Pak Dokter beralih untuk gabung ke bisnis baru tersebut.

Beberapa up line-ku dari DBS juga ikut gabung di bisnis tersebut meskipun awalnya aku kenalkan bisnis tersebut mereka kurang ada minat untuk bergabung. Mereka akhirnya gabung menjadi member tetapi ikut dengan jaringan yang lain. Itulah bisnis jaringan. Calon member yang kita prospek yang awalnya minat atau bahkan tidak minat dengan bisnis jaringan tersebut bisa jadi ikut menjadi member dari jaringan kita sendiri atau menjadi member dari jaringan yang lain. Itu merupakan suatu hal yang biasa dan umum terjadi dalam bisnis MLM.

Sebenarnya aku mengenal bisnis jaringan pertama kali saat masih kuliah pada semester III D3 Bahasa Jepang di UNDIP dulu. Aku dikenalkan bisnis Tianshi dari China oleh seorang teman yang menjadi pustakawan di perpustakaan masjid Diponegoro, Semarang bernama mas Abdul Muntholib.

Awalnya aku pun kurang minat dengan bisnis tersebut karena dengan menjalani bisnis tersebut sama saja dengan seperti berjualan obat, dan harus pintar cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 apalagi untuk merekrut atau mencari member baru sebagai downline-ku. Karena sering diprospek dengan sering ditraktir makan, diajak ke pertemuan gratis dan lainlain aku akhirnya mau juga untuk gabung menjadi member baru.

Up line aku saat itu adalah mas Tholib karena aku bergabung dibawahnya dia sedangkan mas Tholib downlinenya Pak Usman dan Pak Usman adalah downlinenya Pak Sattar seorang dosen dari IAIN Walisongo, Semarang. Ternyata setelah aku mengikuti acara seminarnya beberapa kali sebagai member Tianshi, aku melihat member-membernya waktu itu mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas yang menjalani bisnis tersebut.

Ada member yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima, guru, dosen, pegawai PEMDA Semarang, anggota DPR, polisi dan lainnya. Jadi, yang bisa ikut gabung menjadi member dalam bisnis tersebut tidak memandang dari kalangan mana saja. Akhirnya karena merasa titik kejenuhan dalam bisnis jaringan yang aku ikuti semua tersebut sudah mulai memuncak, kemudian aku lepas semua untuk tidak fokus di bisnis jaringan lagi.

Bisnis jaringan yang sudah aku ikuti antara lain; Tianshi, DBS, BANK PULSA, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com K-Link, Mileilia, dan lainnya. Aku sudah tidak mau ikut bisnis jaringan apapun lagi karena ingin fokus untuk lanjut ke S1 Sastra Jepang di UNDIP saat itu. Selama tinggal di rumah Pak Dokter aku diberikan beberapa tugas oleh beliau, antara lain: menggantikan Pak Dokter untuk hadir di Rapat RT, Mencabut rumput, Mengecek air pam, dan lainnya.

Aku tinggal dirumah Pak Dokter bersama Bambang, Barruna dan aku dalam satu kamar. Kemudian ditambah satu orang lagi si Wiwit. Kamar yang aku tempati bersama teman-teman cukup luas jadi bisa diisi lebih dari dua orang dalam satu kamar. Setiap kamar ada fasilitas ac, springbed, dan lemari baju.

Aku dan teman-temanku tidak disuruh untuk membayar uang bulanan saat itu. Mereka sudah menganggap kami seperti keluarganya sendiri. Kami sangat berterima kasih sudah diberikan ijin untuk tinggal atau menumpang disana tanpa harus membayar uang sewanya. Semoga semua itu menjadi ladang pahala di akhirat nanti bagi Pak Dokter sekeluarganya. Kami hanya bisa memberikan balasan doa atas semua jasa dan kebaikan Pak Dokter sekeluarga.

Amin YRA. Tidak ada orang yang sebaik Pak Dokter saat itu, aku bukanlah siapa-siapanya, bukanlah anak kandungnya, bukanlah kerabat dekatnya, tetapi beliau sekeluarga mau menerima aku menumpang dirumahnya semenjak aku lulus D3 Bahasa Jepang hingga aku lulus dari S1 Sastra Jepang.

Selain diijinkan untuk tinggal dirumahnya aku pun sering mendapat uang saku tambahan dari keluarga Pak Dokter. Beliau sudah seperti ayah angkatku sendiri saja dan Tante Yoyok juga sudah seperti Ibu angkatku juga. Begitu banyak jasa yang sudah mereka berikan kepadaku saat itu. Waktu itu, saat usai merayakan hari raya Idul Fitri aku diajak makan malam di rumah makan di daerah dekat Pantai Marina, Semarang.

Waktu itu awalnya yang mau diajak aku dengan Bambang karena memang aku, dan dia yang menjadi penghuni satu-satunya yang berada dirumah Graha Wanamukti saat itu. Karena si Bambang teman sekamarku yang samasama tinggal dirumah Pak Dokter lagi belum kembali ke Semarang jadi hanya aku yang diajak oleh beliau dan keluarganya.

Seumur-umur cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 baru merasakan makan daging ikan hiu saat itu karena berawal dari dipesankan sate baby ikan hiu oleh anaknya Pak Dokter yang pertama, yaitu Barruna. Selama tinggal di rumah Pak Dokter aku juga mengenal banyak teman dari komplek rumah Pak Dokter.

Aku mengenal teman-teman baru lagi saat pertama mengikuti kegiatan rapat RT (Rukun Tetangga) di Komplek Bumi Graha Wanamukti di Jalan Graha Wanamukti Maple 3B, Semarang. Mereka antara lain: Pak Winarta selaku RT, Pak Hendro sebagai This PDF cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Created cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sekretaris kedua, Pak Mulyo sebagai sekretaris pertama, Pak Budi Arthono sebagai bendaharanya, Pak Wisnu karena beliau adalah seorang Polisi maka dipilih sebagai seksi keamanannya, Pak Imam sebagai seksi keagamaannya, Pak Catur, Pak Samsul, Pak Dito, Pak Siwi dan lainnya.

Kami mengadakan evaluasi tentang kegiatan RT setiap sebulan sekali. Kadangkadang acara rapat diadakan di komplek, kadang juga diadakan di lesehan di daerah simpang lima dan bahkan rapat juga pernah diadakan di restoran di daerah Semarang dengan tujuan agar kegiatan tidak menjadi membosankan kalau diadakan di komplek terus-menerus. Begitu banyak kenangan yang indah saat tinggal di Komplek Graha Wanamukti saat itu. Karena keluarga Pak Dokterlah aku mengenal banyak orang-orang hebat disana.

Dan dari sana pula lah aku belajar bersosialisasi dalam masyarakat yang sebenarnya dengan latar belakang yang berbeda-beda mulai dari segi agama dan lainnya. TIDAK ADA YANG TAHU KAPAN AYAHKU PERGI UNTUK SELAMANYA Saat itu adalah malam minggu. Aku kebetulan diberi tugas oleh pak dokter yang rumahnya aku tempati untuk mempersiapkan acara rapat RT antar warga Graha Wanamukti, Semarang.

Pak dokter tidak bisa hadir sebagai tuan rumah dalam kegiatan rapat RT tersebut karena beliau lagi ada jadual praktek jaga di RS Mardirahayu, Kudus. Oleh karena itu semua persiapan dan lain-lain diserahkan sepenuhnya kepadaku. Setelah semua persiapan untuk kegiatan rapat seperti: menggelar karpet, menyajikan makanan yang dikirimkan oleh Tante Nung, dan lainya selesai aku persiapkan, maka tibalah acara rapat akan segera dilaksanakan.

Waktu yang ditentukan pada undangan rapat yang telah disebarkan ke rumah-rumah warga komplek Graha Wanamukti adalah pukul 19.30 sampai selesai. Pak Mulyo selaku sekretaris RT pada acara rapat di komplek tersebut kebetulan datang duluan masuk ke rumah pak dokter. Kemudian disusul oleh pak RT nya sendiri yaitu Pak Winarta. Setelah itu baru disusul oleh kedatangan bapak-bapak yang lainnya. Akhirnya semua tamu undangannya berkumpul di rumah pak dokter.

Kemudian pak Mulyo membuka acara rapat tersebut. Pada saat acara rapat baru dibuka dengan satu patah dua patah kata-kata dari Pak Mulyo sebagai awal pembukaan kegiatan tersebut, tiba-tiba hpku berdering. Kemudian aku pun mengangkat telpon genggap yang berada di saku hpku. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Ternyata yang menelpon adalah Paklikku sendiri yaitu Lik Suhadi adik kandung dari ibuku.

Beliau berbicara dalam telpon begini: Dik Tegar, kiro-kiro iso bali ning ndeso saiki pora? Bapak lagi kumat gerahe. Nek iso ndang bali ning ndeso saiki yo. ‘Dik Tegar, kira-kira malam ini bisa pulang kampung sekarang, ndak?

Bapak sedang kumat lagi sakitnya. Kalau bisa segera pulang kampung sekarang ya.’ Akupun menjawab: ’’Oh nggih, Paklik.’’. ‘Oh iya, Paklik’. Hatiku pun mulai bergejolak tidak tenang saat itu. Kira-kira ada apa di rumah di kampungku?. Selang beberapa menit kemudian ponakanku yang bernama Dian Puspita Dewi yang tinggal di daerah Sendangmulyo mendadak menelponku juga. Akupun mengangkat dan langsung menjawab telponnya: ’’Om, bisa pulang kerumah Mbah kah sekarang?

Mbah Kung ninggal’’. Aku pun langsung diam, lemas dan tak bisa berkata-kata lagi setelah selesai mengangkat telpon dari Dian saat itu. Tak terasa air mataku pun meleleh dari pipiku. Kemudian aku sms ke hp Dian kalau aku mau jemput dia untuk ikut pulang bersama denganku malam itu juga.

Dengan terpaksa kegiatan rapat RT pun akhirnya langsung dibubarkan. Setelah semua mendengar berita tentang ayahku yang meninggal kemudian para tamu undangan rapat pada menghampiriku dan saling mengucapkan ucapan belasungkawa kepadaku. Pak RT pun langsung ke kamarku untuk menenangkan diriku. ’’Saya turut berbela sungkawa ya Mas Don.tenangkan dirimu. kemudian disusul lagi ungkapan belasungkawa lainnya lagi.’’Yang sabar Tos.hati-hati ya di jalan jangan ngebut bawa motornya’’.

Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Pak Win, Pak Hendro, Pak Dito, Pak Samsul, Pak Mulyo dan lainnya saat itu, sambil menyerahkan amplop kepadaku dan sambil berkata lagi: ’’Tos, ini ada sedikit bantuan ungkapan belasungkawa dari bapakbapak semua malam ini, mohon diterima ya., Sing sabar yo Tos, Kata Pak Hendro menenangkanku lagi.’’.

Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB malam saat itu. Aku pun memutuskan untuk pulang kampung pada malam itu juga. Setelah aku menjemput Dian di kostnya akupun langsung pulang ke kampung halamanku sambil memboncengkan Dian dibelakang dengan motorku Yamaha Vega R tahun 2004.

Sambil mengendarai motorku aku pun masih sambil meneteskan air mata. Tak berapa lama kami telah sampai di Pom Bensin daerah Wirosari. Karena stok bensin pada tangki motorku mau habis maka aku putuskan berhenti untuk mengisikan premium disana terlebih dahulu.

Sambil mengisi bensin disana ada sms yang masuk di hpku lagi. Setelah aku buka sms di inbox hpku ada pesan dari Paklikku yang berbunyi: Wis tekan ngendi? ‘Sudah sampai mana?’ Kemudian aku pun langsung membalas pesan singkat Paklikku begini: Iki aku lagi tekan pom bensin Wirosari, Paklik. ‘Ini aku baru This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sampai di pom bensin Wirosari, Paklik.’.

di pom bensin tersebut aku pun istirahat sebentar dengan Dian karena kaki dan punggungku terasa pegal-pegal habis memboncengkan ponakanku yang chubby itu mulai dari kota Semarang sampai ke Wirosari.

Setelah istirahat kira-kira 15 menit kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Kirakira 30 menit-an lagi aku dan ponakanku akan segera sampai di rumah. Itulah gumamku saat itu. Setelah sampai dirumah akupun langsung memarkirkan motorku tanpa mengambil kunci motornya. Di depan rumah aku pun langsung disambut ibuku yang sambil menangis kemudian memeluk dan menciumiku dengan sambil berkata: ’’Wis dadi bejanmu le.bapakmu wis ora ono maneh’’. ‘Dah jadi nasibmu nak, bapakmu sudah tidak ada lagi.’ Akupun ikut terisak mendengar kata-kata ibuku.

Dirumahku sudah ada banyak kerabat, saudara dan tetangga yang ikut menunggui jasad ayahku. Kemudian aku pun memandangi jasad ayahku yang terbujur kaku yang sudah dikafani. Karena tak tahan dengan kesedihanku itu aku langsung menuju kamarku sambil meneteskan airmata lagi. Tak terasa kenangankenangan masa lalu dengan ayahku silih berganti muncul di depanku.

Saat beliau mengajakku mencukur rambutku yang sudah mulai memanjang ke tukang cukur di daerah Kuwu aku seringkali diajak mampir untuk makan masakan kesukaanku yaitu asem-asem di rumah makan Sari Roso atau terkenal dengan sebutan Manna disana. Saat kecil aku juga pernah dibelikan mainan mobil-mobilan, dimarahi saat lupa akan tugasku mencabut rumput, dimarahi saat lupa menunggui tanaman padi di sawah dari gangguan burung dan ayam dari rumah penduduk sekitar dan lainnya.

Yang paling teringat lagi saat tiga minggu sebelum beliau tiada adalah saat aku pamiti hendak berangkat ke Semarang beliau kelihatan berat untuk melepaskan keberangkatanku menuju Semarang. Seakan-akan tidak mau ditinggalkan olehku. Baru kali itu aku melihat ayahku meneteskan air mata saat aku pamiti pergi. Teringat akan saat kenangan terakhir itu dadaku pun terasa sesak dan air mataku pun kembali meleleh. Dalam kesedihanku itu, kemudian aku teringat dengan lirik tembang shalawat yang berjudul Qad Anshaha oleh seorang pelantun sholawat dari Ponpes Langitan, Tuban Jawa Timur.

Qod Anshoha This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Qod anshoha lî Abî wa robbat bihusnihâ ummî wa arsyadanîl ustâdz wal mu’allim Ayah telah menasehatiku dan Ibu telah mendidikku/membimbingku dan gurupun telah mengajariku dengan sebaik-baiknya Lâkin faqod ahmaltun-nush-ha wal irsyâdâ wa lam akun mushghiyan rusydan min ayyi fami Tapi segala nasehat tak kuhiraukan, Semua petunjuk dan ajaran tak kudengarkan Wa anzaltu likulli Hubûbar-rîhi matsalâ tarûhu bil âdzâni taghniyyatan-nasîm Kujadikan semua itu laksana angin lalu bagaikan lantunan lagu yg enak didengarkan Fakuntu musytaghilan bidausyatid-dunyâ wa suhhirtu bizuhûri anwâ’il huthômi Aku berada di gemerlap dunia Akupun terlena oleh keindahan duniawi Wa aknudu ni’matan min robbinâ kibron wa ansaitu sholâtan kadzâ wa lam ashumi Aku kufur nikmat Tuhan karena kesombongan Sholat dan puasapun telah kulupakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Falammâ-stasy’artu bir-ro,si mamlu’ syaiban wal ajlâdu ghudlûnun wal a’dhumu rimâmi Maka tatkala uban mulai bemunculan Kulit keriput dengan tulang berhancuran Tanaddamtu wadumû’ul ‘aini sâlatdaman afâqo mu,tsimun min ghomâl ghoyyid-dhulâmi Air mata darah pun bercucuran sebagai tanda akan sebuah penyesalan Telah sadar seorang hamba yang bergelimang dosa dalam kegelapan Fakhôsirul ‘ubbâdi atâka multajiyan murtajiyan rohmatan min robbihir-rohîm Hambamu ya Allah telah datang dengan penuh harapan akan Rahmat dari Tuhannya yg Maha Penyayang Fahab lanâ taubatan wa’fu ‘annâl khothôyâ Waghfir lanâ mâmadlô yâ wâsi’al karomi Maka ampunilah dan maafkanlah segala kesalahan Limpahkanlah maghfirohMu Wahai Tuhan yg Maha Pemurah.

*) Dari Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur waktu Ustad Muhamad Hafidz Maqmun bersilatuhami ke KH Ubaidilah Faqih (Pengasuh Ponpes Langitan) beliau melatunkan lirik nasyid ini buatnya dan dia menangis. Ayahku kemudian dimakamkan di pemakaman Jakerto, Galsari Kecamatan Ngaringan pada pukul 11.00 pada tanggal 3 Mei tahun 2010.

Beliau meninggal di usianya yang ke-77 th karena stroke dan darah tinggi pada waktu itu. Akupun sangat terpukul atas kepergian ayahku tercinta. Beliau yang selalu mendukung anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan terus bagaimanapun keadaannya. Beliau sangat disiplin kepada anak-anaknya, sampai-sampai dalam urusan mencari pekerjaan, mau mencari pasangan hidup, dan mau lanjut pendidikan lagi harus diatur sesuai dengan aturan kejawen. Misalnya: arahnya yang baik kemana, hari-hari apa yang tidak diperbolehkan dan dibolehkan itu kapan semua sudah begitu terperinci disampaikan kepada anak-anaknya termasuk aku.

Yah, mungkin bagi anak jaman sekarang aturan tersebut dianggap terlalu kolot, tidak masuk akal, tidak modern dan tidak sesuai dengan ajaran Islam atau apalah. Tetapi yang penting itu demi tujuan baik kami yaitu demi keselamatan dan kebahagiaan kami semua.

Ayah, semoga engkau mendapat tempat terbaik disisi-Nya dan diampuni dosa-dosamu semua. Amin YRA. Setelah acara pemakaman ayahku selesai, aku pun kembali pulang ke rumah dengan diboncengkan sepeda motor oleh kakak iparku Mas Hartono. Kakakku Mas Samiko yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com baru tiba dari Kalimantan dan tidak sempat menghadiri pemakaman ayahku karena faktor perjalanannya yang jauh yang tidak bisa datang untuk tepat waktu setelah sampai dirumah langsung memeluk erat ibuku dan langsung menuju ke makam ayahku.

Pada malam harinya kami mengadakan kegiatan membaca tahlil dan yasin di rumahku selama 7 hari lamanya. Semuanya tampak membaca yasin dan doa dengan khusyuk dan penuh khidmat. Setelah acara yasin dan tahlil selesai aku pun mendengarkan pembicaraan ibuku kepada saudara-saudaranya.

Aku mendengar cerita ibu kepada kerabatkerabat yang hadir dirumahku. Ibuku bercerita kepada mereka kalau beliau ternyata tidak tahu kapan ayahku dipanggil oleh-Nya. Dari mendengar paparan cerita ibuku kepada kerabat dan saudara-saudara bahwa ayahku itu awalnya tidur pada hari minggu sore sekitar pukul 16.00. Saat hendak diajak makan pada pukul 17.00 oleh ibuku ternyata ayahku posisinya masih tampak kelihatan tidur dengan tenang menghadap ke barat.

Ibuku tidak enak untuk membangunkan ayahku yang lagi terlelap. Kemudian, saat waktunya makan malam tiba ibuku langsung membangunkan ayahku. Saat ibuku mulai menggoyang-goyangkan badan ayahku ternyata ayahku sudah tidak bernafas lagi. Jadi, tidak ada yang tahu kapan ayahku pergi untuk selamanya. Baik ibuku dan tetangga yang dekat dengan rumahku. Setelah itu, ibuku meminta bantuan saudara kadungnya, menantu, kerabat dan para tetangga untuk mengurus semua kebutuhan ayahku mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkannya hingga akhirnya membantu mengantar sampai ke tempat peristirahatan terakhir ayahku tercinta.

Itulah saat terakhir perpisahan dengan ayahku tercinta. Seperti ungkapan kesedihan yang dirasakan oleh Charly, vokalis ST12 yang melantunkan lagu berjudul ’’Saat Terakhir’’.

tak pernah terpikir olehku tak sedikit pun ku menyangka kau akan pergi tinggalkan ku sendiri begitu sulit ku menyangkal begitu sakit ku rasakan kau akan pergi tinggalkan ku sendiri * di bawah batu nisan kini kau tlah sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam sungguh ku tak sanggup ini terjadi karna ku sangat cinta ** ini lah saat terakhirku melihat kamu jatuh air mataku menangis pilu hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 waktuku seumur hidup satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup di nantiku repeat ** satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup satu jam saja ku cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 bisa sayangi kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup MELANJUTKAN KULIAH S1 SASTRA JEPANG DI SEMARANG Aku dengar dari teman pada tahun 2009 kalau surat ijin dari DIKTI pusat Jakarta, bahwa pengajuan ijin untuk membuka program studi baru S1 Bahasa Jepang di UNDIP sudah turun ijinnya.

Pada awal Juni 2010, di UNDIP mulai lah membuka jurusan baru yaitu S1 Bahasa Jepang yang awalnya bahasa Jepang hanya dibuka untuk program D3 Bahasa Jepang saja sejak tahun 2001. Pada program studi baru dibuka untuk lulusan baru (fresh graduated) SMA/SMK/MA sederajat atau Reguler 1 disingkat R1 yang ingin mengambil jurusan Bahasa Jepang. Untuk alumni D3 Bahasa Jepang pun dibuka juga untuk program transfer atau dikenal dengan Reguler 2 (R2).

Maka, sejak pertama kali dibukanya program baru R2 S1 Sastra Jepang di UNDIP tersebut kemudian aku langsung ikut mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi ujian masuknya. Alhasil, aku pun diterima menjadi mahasiswa baru disana. Sayangnya, untuk program R2 saat itu hanya dibuka sampai dua angkatan saja karena Pemerintah sudah tidak mengijinkan lagi ada perkuliahan Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 atau lintas jalur lagi untuk semua fakultas yang ada di UNDIP.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat itu aku harus memutuskan dua hal, misalnya, kalau masuk kuliah transfer S1 Bahasa Jepang di UNDIP aku masih mau melanjutkan mengajar Bahasa Jepang-ku di LPK Aishiro Gakuen atau memilih melanjutkan kuliahku ke jenjang S1. Akhirnya aku pun lebih memilih memutuskan untuk melanjutkan kuliahku ke jenjang S1 saja.

Karena jam ngajarnya bertabrakan dengan jam kuliahku. Saat kuliah S1 Bahasa Jepang di UNDIP, aku mendapatkan mata kuliah yang baru diantaranya: Honyaku ‘Terjemahan Tulisan’ ( 翻 訳 ), Nihongo Chukyuu ‘Bahasa Jepang Tingkat Menengah’ (日本語中級), Keitairon ‘Morfologi’ (形態論), On-inron ‘Fonologi’ (音 韻論), Kaiwa Chukyuu ‘Percakapan Tingkat Menengah’(会話中級), dan lainnya.

Saat kuliah transfer R2 aku mendapatkan teman-teman baru lagi, antara lain: Nunung, Nining, Oki, Agung, Zaenal, Bahri, Siska, Adi, Rizal, Ani, Ana, Asepta, Tina, Evi dan lainnya. Kuliah di jurusan S1 Bahasa Jepang UNDIP saat itu ada tambahan pengajar dari native dari Jepang, diantaranya: Ota Ribeka Sensei, Asada Michiko Sensei, Yuko Tabata Sensei, dan Kyouji Honda Sensei.

Sedangkan dosen orang Indonesia antara lain: Budi Mulyadi Sensei, Lina Rosliana Sensei, Utami Sensei, Nur Hastuti Sensei, Fajria Noviana Sensei, Yulia Rahmah Sensei, Zakky Ainul Fadly Sensei. Mahasiswa baru untuk S1 Bahasa Jepang di UNDIP dari fresh graduated SMA ada sekitar 200 mahasiswa baru pada tahun 2010 sedangkan yang dari D3 Bahasa Jepang transfer ke S1 Bahasa Jepang awalnya ada 32 mahasiswa baru, kemudian keluar empat orang dan drop out satu mahasiswa.

Saat memasuki semester III di S1 R2 Bahasa Jepang kelas kami yang terdiri dari 30-an mahasiswa kemudian dipecah menjadi dua kelas peminatan penjurusan, yaitu: sastra dan linguistik. Saat itu aku masuk di kelas linguistik. Kelas linguistik hanya terdiri dari 12 mahasiswa saja waktu itu. Teman-teman linguistik yang satu kelas bersamaku antara lain: Fransiska, Zaenal, Tina, Budi, Dewi, Asepta, Nunung dan lainnya.

Kuliah pun berjalan lancar. Tetapi saat bimbingan skripsi saat itu aku mengalami banyak rintangan dan cobaan. Diantaranya: istriku melahirkan saat operasi caesar dan putraku tidak bisa diselamatkan, aku mengalami kecelakaan saat berkendara motor dan yang paling menghebohkan saat skripsiku hampir tidak diluluskan. Kejadian demi kejadian, cobaan demi cobaan datang silih berganti.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Apalagi saat aku lagi butuh buku teori yang ada di jimusho ‘kantor (Jurusan S1 Jepang UNDIP)’, saat itu aku hendak pinjam baik-baik kepada Utami Sensei, Yuli Sensei dan Novi Sensei mereka tidak memberikan ijin untuk mengcopy buku tersebut. Aku hanya boleh diijinkan untuk mencatat, menulis, atau menfoto dengan kamera hpku. Ternyata aku merasa mereka masih pelit akan hal ilmu. Belum total untuk mengamalkan ilmunya.

Jadi teringat dalil yang berbunyi :’’Orang pelit itu tidak akan masuk surga meskipun tekun ibadahnya. Orang pelit itu jauh dari Allah, jauh dari dari manusia, sedangkan orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia.’’ (Al-Hadits).

Padahal aku cuma ingin mengcopy bukunya pada saat itu dan ingin mengembalikan bukunya langsung saat itu juga, itu pun tidak mendapatkan ijin dari mereka. Meminjam buku untuk dicopy aja tidak boleh, apakah yang ingin pinter dosennya saja? Apakah mahasiswa tidak diijinkan untuk berkembang juga dalam ilmunya? Sungguh ironis melihat fenomena tersebut apalagi alasan buku yang tidak boleh dicopy pun tidak logis yang telah diutarakan kepadaku, yaitu: takut kalau bukunya rusak, karena dulu pernah ada senpai yang pinjam buku dari jimusho bukunya jadi rusak.

Kalau cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 takut bukunya nantinya rusak dipinjam oleh mahasiwa kenapa mereka tidak menyediakan back up foto copyian satu buah buat jaga-jaga kalau ada mahasiswa yang butuh ingin mengcopy buku tersebut?

Setelah itu aku berkunjung ke kampus UDINUS (Universitas Dian Nuswantoro) Semarang. Sesampainya di kampus tersebut aku pun langsung bertemu dengan temanku sekaligus dosen yang menjabat menjadi ketua jurusan S1 Sastra Jepang disana, bernama Andi Bangkit, Ph.

D. waktu itu. Setelah aku menceritakan semua masalahku aku pun akhirnya mendapatkan buku apa yang aku cari-cari meskipun beliau itu konsentrasinya bukan tentang ilmu linguistik Bahasa Jepang.

Saat itu juga aku diijinkan untuk mengcopy bukunya dan mengembalikan pada hari itu juga. Malahan beliau juga pernah bilang kalau soal buku tinggal ngomong saja silakan dicopy aja kalau belum mampu untuk membeli buku yang aslinya.

Semua kejadian dan cobaan datang silih berganti saat itu. Apalagi saat bimbingan skripsi cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dosen. Cerita berawal dari sini. Ketika itu, saat aku mengajukan dosen pembimbing skripsiku aku memang lebih memilih Suharyo, M. Hum. sebagai pembimbing pertamaku karena saat bimbingan tugas akhir saat D3 Bahasa Jepang dulu pun aku di bimbing oleh beliau. Itu karena saat bimbingan dengan beliau tugas akhirku saat itu hanya memakan waktu dua minggu saja untuk menyelesaikannya.

Aku masih terbayang-bayang cerita para senpai saat D3 dulu agar jangan memilih dosen pembimbing yang dianggap suka meng-php-kan atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mempersulit mahasiswanya saat bimbingan. Kemudian, untuk pembimbing kedua-nya aku memilih Lina Rosliana Sensei sebagai pembimbing karena kelihatannya baik orangnya.

Saat hendak mengajukan proposal skripsi ke pembimbing pertama, proposalku awalnya memang ditolak oleh beliau. Beliau tidak mengatakan atau meluruskannya dengan jelas mengenai kesalahan-kesalahannya dimana tentang salahnya yang aku tulis dalam proposalku saat itu.

Karena bikin penasaran dan tidak puas atas penolakan tersebut kemudian aku tidak sengaja mengatakan hal yang membuat beliau agak tidak nyaman kepadaku saat itu. Kemudian, beliau langsung berdalih kepadaku begini: ’’Anda lebih baik bimbingannya ke dosen kedua saja lah’’.Kemudian aku pun menjawab: ’’Ya Pak. Oh ya kalau habis selesai bimbingan dengan pembimbing kedua bagaimana Pak? Apa masih menghadap ke Bapak lagi?’’ lalu beliau menjawab lagi begini: ’’Tidak usah.Anda sepertinya sudah nyaman dengan pembimbing kedua, Anda.’’ Setelah menghadap ke dosen pembimbing cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 aku langsung menghadap ke dosen pembimbing kedua.

Kemudian, aku menceritakan semua apa yang diinginkan oleh pembimbing pertama tentang skripsiku. Kemudian dosen pembimbing kedua menyuruhku untuk memastikannya lagi. Akhirnya dengan berat hati aku pun menanyakan lagi ke dosen pembimbing pertama. Setelah aku menghadap ke dosen pembimbing pertama lagi jawabannya masih sama.

Sebaiknya memang aku harus dibimbing oleh dosen pembimbing kedua, ’’Itulah kata-kata dari beliau pembimbing pertamaku’’. Wah bakal akan terjadi sesuatu nih di kemudian hari, ’’Begitulah gumamku saat itu.’’ Setelah itu aku pun menjalani bimbingan skripsi ke dosen pembimbing kedua.

Hari demi hari waktu demi waktu pun terus berlalu. Karena dosen pembimbing pertama sedang menunaikan ibadah haji dan malas kepadaku saat itu, maka bimbingan skripsiku diserahkan sepenuhnya ke dosen pembimbing kedua.

Akhirnya bimbingan skripsiku sudah menginjak ke BAB II. Saat selesai bimbingan ke BAB II bimbingan skripsiku masih tetap berlanjut meskipun waktu itu ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diwajibkan diambil oleh semua jurusan mahasiswa UNDIP sebagai salah satu syarat untuk lulus S1. Selain KKN salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk lulus dari S1 semua jurusan FIB UNDIP adalah mendapatkan sertifikat Toefl Bahasa Inggris dari SEU (Service English Unit) dengan skor minimal 400 untuk S1 yang non Bahasa Inggris, sedangkan syarat dari jimusho adalah minimal lulus N3 (Nihongo Nouryoku Shiken Level 3 ‘Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Tingkat 3’).

Karena banyak dari teman-teman mahasiswa saat itu belum banyak yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengikuti N3 jadi dari jimusho diberikan aturan sendiri untuk mengadakan ujian lokal di jurusan. Saat itu kami disuruh untuk membayar uang pelatihan dan sertifikat seharga 410.000 oleh jurusan kalau ingin pelatihannya ditambah dengan sertifikat lulusnya.

Awalnya kami merasa keberatan karena untuk ikut ujian Toefl Bahasa Inggris waktu itu saja hanya disuruh untuk membayar 50.000 saja oleh SEU bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNDIP. Kemudian sebagai dosen yang mempunyai ide untuk menyelenggarakan pelatihan dan ujian N3 lokal di jurusan S1 Sastra Jepang saat itu adalah Utami Sensei kemudian beliau berdalih begini: ’’Uangnya yang mengelola SEU ya jadi kalau bagi yang sudah membayar uangnya tidak bisa diambil lagi.

Jadi, semua sudah menjadi aturan dari SEU FIB UNDIP Kampus Pleburan’’. Saat cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 beliau juga pernah bilang kalau dengan membayar uang tersebut pelatihan N3 lokal akan dilakukan selama 2 bulan dan setelah itu baru dilakukan ujian N3-nya. Ternyata, eh ternyata. Pelatihan N3 bagi yang sudah membayar dana 410.000 ke jimusho hanya dilakukan dalam waktu seminggu saja, itupun dua kali tatap muka doang dan soal ujian N3 nya kebanyakan dari perkuliahannya Asada Sensei.

Setelah itu sertifikat N3 dibuatkan lulus semua. Dari fenomena kejadian tersebut aku pun menjadi curiga. Apa benar uang pelatihan sebanyak itu uangnya memang benar masuk ke SEU? Pihak SEU sendiri yang mengelola? Daripada kecurigaanku tak berujung akhirnya aku pun ngecek langsung ke ketua SEU saat itu karena aku kebetulan kenal orang yang ada di dalamnya.

Setelah aku cerita semua ke kantor SEU tersebut ternyata pihak SEU tidak tahu menahu tentang sistem tersebut. Malahan pimpinannya SEU waktu itu bilang kepadaku bahwa kalau sampai rektornya tahu tentang hal ini semua bisa-bisa oknum-oknum dosen yang berada dibelakang penyelenggaraan sistem tersebut yang tanpa adanya ijin yang resmi bisa-bisa akan dipecat dari jabatannya. Akhirnya aku pun mengurungkan niatku untuk melaporkannya ke rektorat karena tidak sampai hati sebab ada dosen yang sudah baik hati kepadaku yang tidak sengaja dijadikan bahan kambing hitam yang sudah mau untuk tanda tangan pada sertifikat N3 tersebut.

Karena laporanku ke SEU itu akhirnya sebagian uang teman-temanku yang sudah masuk ke jimusho pun dikembalikan 150.000 ke masing-masing mahasiswa yang sudah membayar dana untuk N3 lokal sebesar 410.000 oleh oknum dosen tersebut.

Sedangkan aku tidak akan pernah mau untuk menerima lagi uang tersebut. Mending lebih baik diserahkan ke anak yatim atau orang yang lagi membutuhkan saja. ’’Itulah pikirku saat itu’’. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com MENJADI OPERATOR WARNET Selama kuliah S1 Bahasa Jepang, aku mempunyai kerja sambilan baru yaitu menjadi operator warnet di LIA NET milik putranya Pak Dokter bernama Barruna yang rumahnya masih aku tumpangi.

Aku menjadi op warnet menyesuaikan jam kuliahku saja. Meskipun gajinya tidak seberapa tapi itu tidak jadi masalah karena mereka sekeluarga sudah banyak berhutang budi padaku.

Paling tidak bisa untuk nambah isi bensin motorku dan lainnya. Dan yang menjadi operator teknisi LIA NET saat itu adalah Om Adi. Aku bekerja menjadi op warnet kurang lebih selama satu tahun setengah di sana.

Selama aku menjadi op warnet, pelanggannya banyak dari kalangan anak-anak SD dan SMP yang ingin bermain game on line PB. Disamping itu, ada juga beberapa pelanggan warnet adalah sopir taxi bluebird yang lagi pada ngetem disekitar komplek Bumi Wanamukti.

Warnet tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung tiap harinya. Kemudian, warnetnya ditutup karena terjadi pembengkakan dalam pengeluaran atau dalam peribahasa bisa dibilang sebagai besar pasak dari pada tiang. Warnet menjadi ditutup berawal dari teman-teman Barruna yang sering datang ke warnet yang mempunyai hobi bermain game on line (gamer) yang biasa bermain mulai sekitar pukul 21.00 WIB saat warnet sudah mulai sepi hingga pukul 04.00 WIB. Bahkan kadang sampai ada yang bermain di warnet hingga pukul 09.00 WIB.

Dari teman-teman gamer Barruna aku mengenal Lucky, Angga, Eko, dan lainnya. Disamping itu, ac di tempat warnet sering dinyalakan terus saat mereka lagi asyik bermain game on line. Belum lagi ac yang dinyalakan pada kamar lainnya. Tentulah terjadi pembengkakan biaya untuk tagihan listriknya yang awalnya tagihan listriknya 6.00.000 sampai 8.00.000-an perbulan-nya semenjak kejadian itu tagihan listriknya menjadi naik antara 2.000.000 keatas.

Harusnya kalau dalam bisnis sih teman ya teman bisnis ya bisnis. My Little Bos terlalu baik sih sama teman-temannya.jadi bermain game di warnet selama itu karena mempunyai hobi yang sama yaitu gamer, at last mereka tidak disuruh bayar alias free.

Yah itulah My Little Boss. Aku hanya anak buahnya saja hanya bisa ikut berkomentar atau mengingatkan saja saat ada kejanggalan. Sebagai teman dan anak buahnya hanya bisa kasih saran atau nasehat saja. Soal dia mau mendengar atau tidak terserah kepada yang menjalaninya saja. Sebagai OP dan yang menumpang di rumah tersebut aku juga jadi tidak enak hati untuk menjawabnya kalau ditanya-tanya tentang hal itu oleh My Big Boss yaitu Om Rauf atau Tante Yoyok.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com KKN DI DESA KEDITEN Well, KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah persyaratan yang harus kutempuh untuk menyelesaikan program S1 di UNDIP. Semua mahasiswa harus melewati tahap ini. KKN adalah bentuk kerja nyata mahasiswa kepada masyarakat dan diharapkan bisa mengaplikasikan mata kuliah yang telah dipelajari selama kuliah.

Pagi itu, aku berkumpul di sebuah ruangan gedung FISIP UNDIP untuk pembagian kelompok KKN nantinya. Aku hanya menemukan dua orang temanku yang sudah duduk di ruangan itu.

Ruangan ini serasa asing buatku karena aku tidak mengenal siapapun selain dua orang temanku tadi. Dua orang dosen pembina KKN pun tak lama masuk ke dalam kelas. Suasana yang tadinya ramai berubah menjadi sunyi. Sunyi karena dua orang dosen tersebut akan menentukan siapa koordinator camat dan susunan kepengurusan.

Hal ini tentu menjadi momok tersendiri buatku Aku yang sedang sibuk menyusun skripsi ini akan kewalahan kalau jadi koordinator kecamatan dan pastinya akan kehilangan banyak waktu untuk mengurus tugas akhirku. Aku hanya diam sampai akhirnya dosen tersebut memilih satu anak dari jurusan hukum untuk koordinator camat.

Fiuuh, lega rasanya… tapi justru aku ditunjuk sebagai kordes oleh rekanku setelah pembagian kelompok. Kata mereka sih karena wajah dan umurku yang lebih senior daripada temen-temen di grupku. Dosen pun mulai membagi wilayah-wilayah untuk penempatan.

Aku kebagian untuk bermasyarakat di desa Kediten, Plantungan Kendal. Yang ku tau itu daerah gunung. Wah musti siap-siap baju hangat dong nih, pikirku. Oh ya dalam grup Kediten ini terdiri dari 9 orang anggota. 3 cowo dan 6 cewe. Cowo nya terdiri dari aku, Radit dan Rahmat. Mereka berdua dari jurusan teknik. Yah setidaknya bakal meringankan pekerjaan sebagai kordes nantinya karena anak teknik pasti memiliki semangat kerja yang tinggi.

Dan cewenya ada Via, Ilma, Angel, Wulan, Nanda dan Rella. Selama 3 hari aku dan teman-teman menyusun laporan untuk keperluan di desa. Kamipun semakin akrab. Canda tawa selalu menghiasi keakraban kami.

Dan Via adalah orang yang paling geger diantara kami semua. Berbeda dari perkenalan awal yang tampak kalem. Mungkin masih pada jaim. Sedangkan Angel dan Wulan kulihat orang yang paling This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com rajin.

Mereka paling giat menyusun laporan disaat yang lain sedang istirahat. Akupun tak kaget ketika mengetahui IPK mereka cumlaude. Hmm, wajar sih karena rajin,gumamku. Ilma, Nanda, dan Rella sepertinya biasa-biasa saja. Mungkin aku akan mengetahuinya nanti setelah 30 hari bersama.

Sedangkan Radit dan Rahmat sepertinya orang sibuk. Yah, maklum lah anak teknik pasti banyak kerjaan di Kampus. Akhirnya tiba juga saat untuk mulai ber-KKN. Kami mulai men-survey desa yang akan kami tempati. Di luar dugaan bahwa desa kediten berada di kaki gunung. Hawa dingin langsung menusuk kulit meskipun jarum jam masih menunjukkan pukul 12 siang.

Desa Kediten Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah, merupakan satu dari 12 desa di kecamatan Plantungan yang mempunyai jarak 52 KM dari Kabupaten. Sebagian besar mata pencaharian peduduk desa adalah petani, pedagang, buruh dan lain-lain. Pertanian di desa Kediten meliputi kontrak lahan, bagi hasil dan petani pekebun sendiri. Untuk pedagang di Desa Kediten, meliputi perdagangan di pasar desa dan di pinggiran jalan raya maupun di dalam dusun.

Sedangkan buruh disana sebagian besar sebagai buruh tani, buruh bangunan serta buruh yang bekerja merantau di luar daerah. Desa Kediten terbagi atas 4 dukuh antara lain: Dukuh Krajan Kediten dengan Kamituwo Bapak Watman, Dukuh Doplang dengan Kamituwo Bapak Sagino, Dukuh Kenteng dengan Kamituwo Bapak Kusnan, Dukuh Bukit Sari dengan Kamituwo Bapak L. Ahmad Solikhin. Desa Kediten memiliki 13 RT dengan jumlah penduduk 1360 jiwa yang keseluruhan beragama Islam.

Kades desa Kediten pada tahun 2012 saat itu adalah Bapak Sahuri, Carik desa Kediten bernama Bapak Siswoyo. Jumlah perangkat desanya terdapat 10 orang. Mata pencaharian penduduk Kediten saat itu antara lain: jumlah petani terdiri dari 241 orang, pedagang terdiri dari 68 orang, buruh terdiri dari 104 orang, PNS terdiri dari 4 orang.

Menurut Bapak Sahuri dan Bapak Siswoyo 75 % kondisi masyarakat adalah petani dengan kehidupan yang kurang layak, 75 % pendidikan masyarakat tidak tamat SD maupun tidak bersekolah, 75 % kondisi bangunan merupakan bangunan semi permanen yang terbuat dari papan kayu jati dan lainnya. Makanan pokok desa Kediten adalah nasi Jagung. Karena di desa Kediten tidak ada tanaman padi. Selain jagung, hasil utama desa Kediten antara lain tembakau, kopi dan mlinjo.

Hasil peternakan dan pertanian dijual langsung ke pasar. Kasus pencurian jarang terjadi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Jikapun ada biasanya barang yang dicuri adalah pakaian, peralatan rumah tangga maupun barang rongsokan.

Jalan akses menuju desa Kediten masih berupa batu dan belum di aspal atau di paving. Terdapat kurang lebih 10 orang yang mengalami cacat mental dan cacat tubuh. Koperasi Unit Desa hanya ada 1 itupun di Kecamatan. Akses dari desa 1 ke desa lainnya cukup jauh dan jalannya masi berupa jalan batu. Desa Kediten hanya memiliki 1 Poliklinik Kesehatan Desa yang letaknya di depan balai desa. Karena letaknya di bawah kaki gunung Bapak Camat Plantungan belum pernah sekalipun mengunjungi desa Kediten.

Berjarak sekitar 2 km dari desa Manggungmangu. Kondisi masyarakat desa Kediten berbeda cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dengan kondisi masyarakat desa Manggungmangu yang lebih mapan. Keadaan sosial tidak dapat dilepaskan dari tingkat pendidikan masyarakat dan sarana kesehatan. Di Desa Kediten jumlah sarana pendidikan hanya terdiri dari satu Sekolah Dasar dan satu Taman Kanak-kanak.

Sedangkan untuk sarana kesehatan terdiri dari satu bidan praktek dan satu PKD. Keadaan Desa Kediten bisa dikatakan cukup terbelakang dibandingkan desa lainnya. Hal ini dibuktikkan dengan tersedianya jaringan listrik yang tidak merata di seluruh desa. Selain itu terbatasnya jumlah warung-warung kelontong yang lengkap.

Desa Kediten terletak di bawah kaki gunung perahu yang banyak terdapat tanaman tembakau dan kopi. Di desa Kediten terdapat usaha mikro kecil menengah yang terdiri dari beberapa kelompok. Seperti pengolahan ceriping/keripik singkong, penggilingan tepung tebu dan kopi, pengolahan limbah kayu, tembakau dan kopi. Komunitas masyarakat yang ada di Desa Kediten antara lain perkumpulan ibu-ibu PKK yang sebagian besar mengadakan pertemuan sebulan sekali.

Selain itu juga terdapat beberapa gabungan kelompok petani yang cukup aktif, yaitu: petani tembakau dan kopi. Karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, selain menjalani kegiatan sebagai anggota tim KKN aku dan teman-teman juga mengikuti beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan di bulan suci Ramadan. Diantaranya: menjadi imam sholat tarawih, mengisi kultum saat selesai sholat tarawih, mengisi acara khutbah jum’at, mengikuti pengajian dan lainnya. Aku dan teman-teman ngejalanin tugas KKN di desa Kediten selama 30 hari lalu sebagai endingnya aku dan teman-teman disuruh buat laporan kegiatan selama bertugas di desa tersebut.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com TIDAK ADA MAHASISWA YANG SALAH Setelah pulang dari KKN, aku akhirnya melanjutkan bimbingan skripsiku hingga ke BAB IV. Setelah itu aku melanjutkan bimbingan ke SINOPSIS skripsiku. Mungkin karena sudah terbiasa dengan model didikan belajar gaya militer yang sudah ditanamkan oleh ustadzku saat masih di pondok Al-Ishlah dulu, misalkan salah satunya adalah: kalau mengerjakan sesuatu itu harus terus dan terus dilakukan alias tidak boleh setengah-stetengah.

Makanya saat aku bimbingan SINOPSIS bahasa Indonesia kepada dosen pembimbing kedua sekaligus cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 bimbingan SINOPSIS ( 要 旨 ) ke native orang Jepang langsung sebagai pembimbing youshi ‘sinopsis’ skripsiku dengan maksud agar segera selesai tanpa minta ijin ke dosen pembimbingku tersebut dulu. Akibatnya aku kena marah dari dosen pembimbing keduaku itu. Setelah itu akhirnya skripsiku selesai juga. Akhirnya sidang skripsiku pun digelar.

Sidang skripsiku dilakukan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 tempat pengujian sendiri-sendiri oleh masing-masing dosen pengujiku. Dosen penguji kedua sekaligus pembimbing kedua menguji skripsiku terlebih dulu. Aku tidak tahu maksudnya dosen tersebut menguji skripsiku ditempat terbuka dengan dilihat oleh dosen-dosen yang lainnya.

Aku tidak tahu kenapa beliau mengujiku ditempat banyak dosen lainnya seperti itu. Maksudnya ingin menguji mentalku agar bisa tambah berani kah? Atau ingin menjatuhkan martabatku sebagai mahasiswanya kah? kalau aku ini hanyalah mahasiswa sedangkan dia itu dosen atau gimana masih berkecamuk saja pikiran dan hatiku saat itu. Imbasnya aku kurang semangat saja dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya saat itu. Salah satunya adalah mengenai apa bedanya linguistik kontrastif dengan linguistik komparatif?

Apalagi saat itu aku masih dalam suasana berduka, galau dan lain-lainnya. Disisi lain, aku malah teringat tentang almarhum ayahku juga saat itu.

Aku pikir dengan menulis skripsi tentang perbandingan Bahasa Jawa dengan Bahasa Jepang mengenai undak-usuk-nya atau tingkatannya paling tidak ada sesuatu yang bisa aku tunjukkan ke beliau meskipun beliau sudah tidak ada lagi di dunia ini. Ternyata karyaku nasibnya terombang-ambing kesanakemari seperti perahu kecil yang sedang terkena ombak besar di tengah lautan.

Akhirnya, selesai juga pengujian skripsi dengan pembimbing kedua. Karena aku dianggap kurang maksimal dalam menjawab pertanyaan dari penguji kedua akhirnya aku mendapat nilai B dari penguji tersebut. Sebelum aku menghadap dosen pembimbing pertama untuk ujian sidang skripsiku kemudian aku menghadap penguji sidang selanjutnya sebagai penguji ketiga yaitu Prof. Dr. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kyouji Honda, M.

A. Saat diuji oleh Prof. tersebut ternyata cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 memang sangat berbeda. Beliau menguji skripsiku hanya dilakukan di tempat tertutup, tidak boleh orang lain atau dosen yang lain untuk mengetahuinya.

Dari sini aku baru mengetahui kalau orang Jepang yang berpendidikan memang sangat bagus dalam menghargai orang lain, termasuk mahasiswanya. Tidak ingin mahasiswanya mendapatkan malu. Setelah ujian sidang skripsiku selesai diuji oleh Honda Sensei, akhirnya selesai juga. Ternyata aku dikasih nilai A oleh beliau.

Padahal banyak pertanyaan yang lewat aku jawab saat beliau bertanya. Setelah aku melakukan ujian sidang ke dosen pembimbing kedua dan ketiga selesai akupun melaksanakan ujian sidang skripsi ke pembimbing ke tiga pada tanggal 18 Nopember 2012.

Kemudian aku pun melakukan presentasi skripsiku selama kurang lebih 15 menit dihadapan beliau. Setelah aku selesai melakukan presentasi lalu beliau berdalih kepadaku begini: ’’Skripsi Anda salah semua!’’.

Setelah dia berkata begitu pikiranku langsung tidak tenang, campur aduk tidak karuan setelah karyaku dianggap tidak ada harganya di depan beliau. Karena masih ada gejolak hati yang berkecamuk dalam diriku saat itu, akhirnya aku menjawab sekenaku saja. Kemudian aku pun berkata: ’’Emmm.itu sudah benar dari pembimbing kedua kok, Pak’’.Lalu sang penguji pertamaku berdalih lagi begini: ’’Anda jangan bawa-bawa nama pembimbing Anda ya disini!!!.Anda harus bisa tanggung jawab dengan hasil karya Anda.!!!

Ya sudah! Kalau begitu saya belum bisa memberikan nilai kepada Anda. Silakan Anda minta nilai kepada dosen pembimbing kedua saja.!!!’’ Setelah acara sidang terakhir itu aku pun semakin galau, panik dan gak tau mau dikemanakan skripsiku itu.

Kemudian pada hari berikutnya aku pun menemui wali kelasku yang sekaligus ketua jurusan S1 Sastra Jepang UNDIP bernama Drs. Surono, S.U.

saat itu dan menceritakan semuanya kepada beliau kenapa penguji terakhir sekaligus dosen pembimbing pertamaku tidak mau memberikan nilai? Setelah aku bercerita semuanya ke wali kelasku, wali kelas pun tidak membelaku. Aku tidak merasa puas tentang jawabannya beliau kepadaku. Beliau juga bilang kalau skripsiku memang salah semua dan harus diperbaiki. Kemudian pada hari berikutnya saat selesai ketemu dengan wali kelasku tersebut malam harinya aku pun bertandang ke rumah Pak Haryo selaku penguji skripsiku yang belum memberikan aku nilai.

Sesampainya dirumah beliau ternyata aku masih tidak disambut dengan baik. Meskipun aku berusaha untuk meminta maaf kepada beliau kalau memang aku bersalah. Beliau malah berdalih lagi begini: ’’Maaf untuk saat ini saya tidak ingin diganggu dulu.

Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 itu jahat! Saya mendapatkan surat tugas dari fakultas untuk menjadi pembimbing This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Anda, saya harus bertanggung jawab kepada Anda dan juga fakultas!. Anda sudah melawan sistem lo!

Kalau misalkan skripsi Anda disuruh mengulang lagi dari awal, tidak ada dosen yang mau membimbing Anda lagi! Silakan Anda pulang saja!

Saya lagi sibuk, sementara waktu ini saya tidak ingin diganggu dulu!’’ Walaupun beliau berkata seperti itu padaku aku pun berusaha menerima semuanya.

Meskipun dalam keadaan hujan malam itu, kemudian aku berpamitan untuk pulang menuju rumahnya Pak Dokter saat itu juga dengan harapan yang hampa. Sesampainya di rumah Pak Dokter aku pun mengganti bajuku yang sudah basah kuyub karena kehujanan. Sesampainya di kamarku aku pun susah untuk tidur, makan pun rasanya malas walaupun perut terasa lapar karena pikiran masih melayang, tidak bisa tenang dengan apa yang barusan aku alami malam itu.

Kemudian, pagi harinya aku menelpon kakak iparku yang berada di Kalimantan yang sudah lulus S2 dari UGM. Aku menceritakan semua peristiwa yang menimpaku semua kepada kakakku saat itu. Kakak iparku, Mas Eka suami dari kakak kandungku yang ke-5 kemudian memberikan aku saran lewat telepon begini: ’’Kalau memang satu dosen pembimbing kamu memang tidak ingin diganggu untuk sementara waktu coba ditunggu aja kira-kira dua minggu perkembangannya gimana dulu, kalau memang belum ada perkembangan ditunggu lagi satu bulan lagi setelah itu baru lah datang ke rumahnya lagi dengan membawa oleh-oleh apalah terserah Tegar aja.

Sepertinya orang Jawa memang suka diperhatikan, siapa tahu kalau datang lagi meminta maaf dengan dikasih oleh-oleh nantinya dapat terketuk hatinya, akan berubah dengan sendirinya nanti sambil berjalannya waktu. Intinya, saat dosenmu itu yang belum bisa ngasih nilai, saat kamu mau datang lagi untuk meminta maaf ke rumahnya nanti jangan singgung tentang skripsimu dulu, apalagi nilaimu.’’ Aku pun mengikuti sarannya kakak iparku saat itu.

Setelah dua minggu berlalu, aku masih belum mendapat kabar apa-apa dari kampusku. Begitu pula saat sebulan sudah berlalu aku juga belum mendapat kabar apa-apa lagi.

Sampai-sampai teman-teman yang awalnya aku mau bareng wisuda dengan mereka ternyata mereka sudah selesai diwisuda duluan. Kelulusanku terhambat akibat aku salah ucap, salah membela diri saat ujian sidang skripsiku saat itu, dianggap sudah mengadu domba terhadap dosen dan dinggap melawan sistem yang ada.

Ternyata dari cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dalam berucap saat itu aku pun bisa mengerti ternyata kedudukan dosen senior itu memang sangat berpengaruh dibanding dengan dosen yang masih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dianggap junior. Buktinya? Saat aku membela diri kalau skripsiku itu sudah benar dari pembimbing kedua, dosen pembimbing pertamaku meski bimbingan skripsiku sudah disuruhnya menyerahkan bimbingan kepada pembimbing kedua ternyata masih dianggap salah semua hasilnya.

Berarti kemampuan pembimbing keduaku yang sudah membimbing skripsiku hingga selesai masih dianggap remeh juga tentunya karena bisa jadi karena masih dianggap sebagai dosen pembimbing junior. Senioritas yang mempraktekkan bentuk rasis dan penghegemonian dalam dunia kerja masih berlaku terus ternyata. Tidak seperti saat di pesantren dulu seorang guru, ustadz yang berpangkat dan sudah menjadi da’i yang hebat masih mau untuk belajar dengan salah satu santrinya yang kelihatan cerdas dan menonjol diantara semua santri-santrinya.

Yah taulah mungkin dosen pembimbing kedua ku masih dianggap rendah ilmunya dibanding dengan dosen senior tersebut. Dari kejadian yang aku alami tersebut aku bisa mengerti kalau dosen senior itu tidak mau dikalahkan ilmunya dengan dosen junior, dosen senior tidak mau dianggap ilmunya lebih tinggi dibanding dengan dosen junior.

Yah, pada intinya akhirnya mahasiswa lah yang menjadi korbannya dari sifat egoisme yang masih ditinggikan dari dosen senior tersebut. Sifat kesembongan yang dimiliki orang yang berkuasa tersebut akan semakin memudahkan untuk menghegemonik orang yang dikuasainya.

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa si penguasa adalah dosen dan yang dikuasai adalah mahasiswa. Itulah sistem kekuasaan yang ada di dunia ini. Jika ingin mengetahui sifat, karakter seseorang itu bagaimana maka berilah orang tersebut sebuah kekuasaan, jabatan atau kedudukan maka akan terbuka semua dengan sendirinya bagaimana dia akan memegang sistem kekuasaan yang dimilikinya.

Saat sebulan berlalu dan belum ada kabar mengenai skripsiku aku pun mempersiapkan buah tangan yang sudah aku persiapkan dari rumah istriku. Buah tangan tersebut sengaja dibuat sendiri oleh ibu mertua dan istriku.

Kebetulan saat itu ayam yang berada dirumah istriku saat itu masih lumayan banyak jumlahnya, maka aku berikan satu ekor ayam matang (ingkung) saja buat oleh-oleh untuk dosenku tersebut. Aku yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sendiri ayam tersebut kemudian istri dan ibu mertuaku yang memasakkannya. Sedangkan ibu kandungku hanya menitipkan jadah buatan tangannya sendiri.

Karena ibuku sudah berumur jadi aku tidak mengajaknya untuk ikut ke Semarang kemudian aku mengajak ibu mertuaku untuk menemaniku datang kerumah dosen tersebut dengan tujuan untuk meminta maaf. Setelah sampai di Semarang, ibu mertuaku aku suruh untuk istirahat sebentar di rumah Pak Dokter karena habis perjalanan dengan motor dengan jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dari Wirosari menuju Semarang bersamaku yang lumayan jauh jaraknya.

Setelah selesai beristirahat kami pun langsung menuju ke rumah dosen tersebut. Sesampainya di rumah dosen tersebut ternyata wajahnya beliau masih menunjukkan marah kepadaku. Buktinya? Dibelakangku dosen tersebut malah menasehati ibu mertuaku. Kalau aku disebut-sebut sebagai anak yang kurang ajar lah, berani sama dosen lah atau apalah yang aku dengar malam itu membuat kupingku panas saja untuk mendengarnya tetapi aku tahan saja emosiku karena aku kesana hanya dengan satu tujuan, yaitu minta maaf, titik.

Aku datang dengan niat minta maaf saja susahnya bukan main, tujuanku waktu itu bukanlah untuk mengemis nilai. Kalau memang aku tidak ditakdirkan untuk lulus S1 Sastra Jepang waktu itu yah biarlah itu memang sudah nasibku kalau memang harus begitu.

katanya seseorang yang habis menunaikan ibadah haji dari tanah suci itu harus bisa lebih tawadzu’, rendah diri dan harus bisa untuk menjaga sikap atau mengekang emosinya. Kalau begitu ibadah hajinya memang harus dipertanyakan lagi dong? Haji mabrur atau sekedar mabur aja?!? Ya Allah.Paringana sabar.Duh Gusti.’’Itulah gumamku saat itu.’’ Aku pun meninggalkan oleh-oleh yang aku bawa dari kampung yang diserahkan langsung oleh ibu mertuaku saat itu.

Entah mau diterima atau tidak terserah lah.dalam hatiku berkata begitu saat itu. Semoga takdirku bisa berubah menjadi lebih baik suatu hari nanti. Amin YRA. Karena takdir itu erat kaitannya dengan nasib. Allah tidak akan merubah nasib kaumnya sebelum mereka mau untuk merubahnya sendiri. ‫( ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬Magadir) ‘Takdir’ ‫( ﯾــﺎ ﻗﻠـــــﺒﻲ ﻟﻌﻨــــﺎ ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬ya qalbil ‘ana) ‘Wahai hatiku yang sakit’ ‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬. ‫( وش ذﻧــــﺒﻲ أﻧــﺎ‬wizzambi ana) ‘Apa dosaku’ ‫( و ﺗﻣﺿــــﻲ ﺣﯾـــــﺎﺗﻲ ﻣﺷــــﺎوﯾر‬wistumdhil hayatiy masyawir) ‘Hidupku terus melangsungkan perjalanan.’ ‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬.

‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬. ‫( و أﺗﻣــــﻧﻰ اﻟﮭﻧــﺎ‬wistmannal hana) ‘Aku berharap akan adanya kebahagiaan’ ‫‘( ﻋﻠــﻰ ﻣﯾﻌـــﺎد ﺣﻧــﺎ ﺣﻧــﺎ واﻟﻔــــرح ﻛﻧـــﺎ‬ala mi’ad hinna hinna walfarah kunna) ‘Kami berada di atas janji sebuah kesenangan.’ ‫( وﻛﻧـــﺎ ﺑﻌـــﺎد وﻋﺷـــﻧﺎ وﻋﺷـــﻧﺎ ﻋﻠــﻰ اﻷ ﻣل ﺣﻧــﺎ‬wakunna ba’ad wa’isyna wa’isyna ‘alal amal hinna) ‘Akan tetapi kami jauh dan hidup dengan pengharapan’ ‫( و ﻛﺎن اﻟﻔــــرح ﻏﺎﯾــب‬wakanil farah gaib) ‘Kesenangan menjadi raib’ ‫( وأﺛــﺮ اﻷ ﻣﻞ ﻛﺎذب‬waatsril amal kazib) ‘Perasaan harapan hanyalah ilusi’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ‫( ﯾﺎأھــل اﻟﮭوى ﻛﯾـــف اﻟﻣﺣﺑـــﺔ ﺗﮭــون‬yahlil hawa keifa mahabba tihun) ‘Wahai orang yang mempunyai cinta bagaimana caranya agar cinta bisa menjadi mudah’ ‫( ﻛﯾـــف اﻟﻧـــوى ﯾﻘــــدر ﯾﻧﺳــــــﻲ اﻟﻌﯾــــون‬Keifan nawa yiqdar yinassi ‘uyun) ‘ Bagaimana kejauhan mampu membuat mata menjadi lupa’.

‫( ﻧظــرة ﺣﻧﯾــــن و أﺣﻠــﻰ ﺳـــــﻧﯾن‬Nadhrit hanin wahla sinin) ‘Sekali pandangan kerinduan mendapat manis bertahun-tahun’ ‫ ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬.‫‘( ﻋﺷــﻧﺎھﺎ ﻋﺷــﻧﺎھﺎ ﯾــﺎ ﻗﻠـــــﺑﻲ اﻟﺣــــزﯾن‬isynaha ‘isynaha ya galbil hazin. magadir) ‘Berikan aku sedikit pandangan kerinduan wahai hatiku yang sedih’.

(Versi Warda, versi Mas’ud Shidiq, dll) Keesokan harinya, kemudian aku mendapat sms dari dosen pempimbingku yang kedua yang berbunyi begini: ’’Santos-san silakan diambil bungkusan Anda di Jimusho sekarang. Pak Haryo tidak mau menerimanya!.’’ Kemudian aku membalas sms dari Lina Sensei begini: ’’Buat Sensei saja lah bungkusannya’’.

Lina Sensei kemudian menjawabnya lagi:’’Saya juga tidak mau untuk menerimanya!’’ Akhirnya bungkusan oleh-oleh yang susah payah dibuat oleh istriku, ibuku dan ibu mertuaku itu ternyata dicampakkan begitu saja oleh dosen yang masih marah denganku itu. Yang bikin aku cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 hati lagi kenapa harus dikembalikan di jurusan? Dosen-dosen lainnya sampai tau lagi. Pasti anggapannya akan berbeda-beda dalam menyikapi masalahku saat itu.

Kenapa dosen itu malah egonya yang semakin ditinggikan?!? Itulah seseorang yang masih berkuasa di lingkungan kampus. Jadi bisa berbuat semaunya kepada mahasiswa kalau lagi sedang marah. Oh ternyata benar saja dugaanku. Setelah kejadian itu akhirnya aku meminta ibu mertuaku untuk pulang saja kerumahnya dengan naik bus. Kemudian, sore harinya aku ambil bungkusanku yang sudah dikembalikan di jimusho jurusanku itu dengan ditemani oleh Tofik Kurniawan menuju kampus FIB UNDIP Tembalang saat itu.

Saat aku mengambil bungkusan oleh-oleh dari kampung itu ternyata diletakkan diatas tempat sampah. Sedih, malu, dan sakit hati ini rasanya kalau mengingat akan semua hal tersebut.

Aku kemudian langsung mengambil bungkusanku itu dan membawanya ke rumah Ali Mukhlison di daerah Meteseh Semarang teman sekelasku saat duduk dibangku 2.3 saat masih di MAN 1 Semarang dulu agar dihangatkan lagi dan aku serahkan kepada keluarganya saja. Pada keesokan harinya, kemudian aku dipanggil oleh Utami Sensei ke jimusho. Sampai di jimusho aku gantian dimarah-marahi oleh Utami Sensei waktu itu. Saat itu beliau berdalih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com begini:.’’Mulai sekarang Anda jangan datang-datang ke rumah dosen, jangan lagi telpon dosen, jangan lagi sms ke dosen.

Pokoknya mulai sekarang intinya Anda diam tidak boleh melakukan apapun! Kalau tidak menurut dengan saya terserah pokoknya saya akan melepas Anda nanti! Saya tidak mau untuk mengurusi Anda lagi!.Anda tahu?

Dengan memberikan bungkusan kerumah Pak Haryo Anda secara tidak langsung malah dianggap itu sebagai sogokan ? Dewasa sedikit dong Mas.!!!’’. Kemudian aku pun berkata:’’ Iya Sensei’’ kepada beliau.

Waktu itu sebenarnya aku sudah pasrah intinya mau dikeluarkan dari kampus atau tidak diluluskan skripsiku aku tidak mau tau dan tidak mau ngurusi lagi. Soal memberi oleh-oleh itu sebenarnya sudah menjadi tradisi dalam keluargaku. Kalau kita merasa berjasa kepada seseorang, ingin menyampaikan ungkapan terima kasih kepada orang yang telah berjasa kepada kita, mengeratkan hubungan tali silaturahmi, atau sebagai ungkapan permohonan maaf paling tidak dengan memberikan oleh-oleh atau buah tangan sebagai ungkapan tersebut.

Kebiasaan itu cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 diterapkan dalam keluargaku sejak kecil oleh ayahku. Kalau pun memang aku berniat untuk menyogok dosen tersebut sudah sejak kemarin aku memberi sesuatu yang lebih berharga atau bernilai daripada hanya sekedar makanan seperti itu. Ayahku aja menentang keras dengan adanya sogok menyogok dalam hal apa pun.Karena ada dalil bahwa orang yang menyogok dan yang disogok itu masuk neraka.

Ah, Whatever.susah memang kalau ngomong sama cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang posisinya lagi berada diatas. Ada dosen yang gila hormat, tidak profesional dalam kerja, doyan duit, tidak bisa bedain antara urusan pribadi dengan urusan kerjanya, tidak bisa konsisten antara ucapan dengan tindakan, tidak bisa nempatin sesuatu pada tempatnya (dzalim), dll.

Apapun yang dilakukan orang yang berada di posisi dibawah selalu saja salah dan salah bahkan dianggap tidak ada benarnya sama sekali.

Kayaknya juga kata mutiara respect the other if you wanna be respected sudah tak berarti lagi bagi mereka. Kemudian seminggu setelah itu, aku pun mendapat sms lagi dari dosen pembimbing kedua yang isinya begini: ’’Santos san, silakan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 menemui Pak Haryo untuk merevisi skripsi Anda!.

Aku pun membalas sms tersebut begini: ’’Iya, Sensei.Terima kasih.’’. Setelah mendapat sms dari dosen pembimbing kedua aku langsung menuju ke kampus jurusan S1 Sastra Indonesia di UNDIP. Disana aku sudah ditunggu-tunggu oleh dosen pembimbing pertamaku.

Setelah itu aku disuruh untuk masuk ke ruangan beliau. Beliau lalu berdalih begini: ’’Silakan ya direvisi dari mulai BAB I dan BAB III-nya setelah itu datang lagi ke saya. Sudah saya tandai bagian-bagian mananya yang harus direvisi!’’. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Setelah itu aku mohon diri dari ruangan beliau, aku pun kembali ke rumah Pak Dokter untuk merevisi skripsiku disana.

Baru kali itu aku melihat beliau memberikan senyuman untukku semenjak beliau mengklaim kalau skripsiku salah semua saat ujian sidang dulu. Setelah aku merevisi skripsiku akhirnya pada minggu pertama aku mulai melakukan bimbingan revisi kepada dosen pembimbing pertama lagi.

Kemudian minggu keduanya karena masih ada kesalahan lagi di BAB I sampai BAB III, lalu aku merevisi skripsiku lagi. Setelah itu aku melakukan bimbingan revisi skripsi untuk minggu yang ketiga. Ternyata masih saja ada kesalahan di bagian BAB I pada skripsiku. Sedangkan BAB II, BAB III dan BAB IV sudah dianggap fixed. Selanjutnya setelah aku selesai merevisi skripsiku lagi ternyata masih ada kesalahan lagi pada skripsiku yang masih ada pada BAB I tentang Metode Penelitiannya.

OMG.Ya, Allah berikan kemudahan atas jalanku ini untuk menuju kesuksesan ini.’’Aku pun berdoa kepada-Nya seperti itu’’. Setelah berkali-kali disalahkan terus dalam bimbingan revisi skripsiku, aku menjadi geram dan jengkel sendiri. Kemudian aku mempunyai inisiatif bertanya-tanya kepada teman dosen lain dari jurusan S1 Sastra Indonesia UNDIP yang biasa memberikan aku semangat, saran, dan solusi kalau aku lagi kalut dalam masalahku yang tinggal satu komplek di rumahnya Pak Dokter yang aku tempati.

Selain mensharingkan tentang semua masalahku kepada beliau tujuan utamaku adalah ingin mengetahui siapa sih dosen linguistik dari S1 Sastra Indonesia UNDIP yang paling dianggap senior di jurusan tersebut saat itu. Setelah aku bersilaturahmi ke rumah beliau akupun menceritakan semua masalahku kepada beliau. Memang benar kalau kita sebagai muslim ingin rejeki lancar, dimudahkan urusannya, membuat awet muda dan lain-lain janganlah putus hubungan dalam bersilaturahmi kepada teman, saudara, kerabat dan lainnya.

Setelah mendapatkan informasi tentang nama, alamat dosen yang dimaksud aku pun langsung datang ke rumah dosen linguistik yang dianggap paling senior saat itu. Sesampainya dirumahnya beliau aku awalnya ditolak karena beliau lagi sedang sibuk karena waktu itu beliau memang lagi ada sekitar 20 lebih mahasiswa yang dibimbingnya mulai dari mahasiswa S1 sampai mahasiswa pascasarjana di FIB UNDIP Semarang.

Tetapi, setelah aku menceritakan masalahku semuanya kepada Profesor tersebut kemudian beliau merasa iba dan kasihan kepadaku atas semua yang aku alami saat itu. Malam itu juga skripsiku dibantu oleh beliau. Kemudian beliau menyuruhku untuk mengeluarkan alat tulis dan buku. Aku pun nurut saja apa yang diperintahkan oleh beliau. Beliau kemudian menyuruhku mencatat semua apa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com yang disampaikan oleh beliau kepadaku saat itu.

Setelah selesai aku mencatat semua apa yang dikatakan oleh beliau, kemudian beliau berdalih begini: ’’Ya sudah, karena saya merasakan kasihan kepada Anda dan demi kemanusiaan saya bantu skripsi Anda yang masih dianggap salah terus oleh dosen pembimbing Anda.

Habis dari sini silakan pulang dan diketik dari semua yang Anda tulis dari saya ya Dik, esok harinya silakan diajukan ke dosen pembimbing Adik.’’ Kemudian, aku pun pamit untuk pulang ke rumah Pak Dokter sambil mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau karena sudah diberi bantuan untuk merevisi skripsiku.

Sesampainya di rumah Pak Dokter aku pun langsung membuka notebook-ku dan memperbaiki skripsiku malam itu juga. Keesokan harinya, aku langsung menghadap lagi ke dosen pembimbingku tersebut untuk menyerahkan revisian skripsiku lagi. Setelah melihat hasil revisianku akhirnya skripsiku dianggap selesai dan diminta dosen pembimbingku untuk menjilidnya. Alahmdulillah, Barakallah.’’Begitulah ungkapan terima kasihku kepada-Nya atas segala nikmat-Nya’’. Kemudian beliau menyuruhku lagi untuk mengambil lembar berkas berita acara nilai skripsiku yang ada di jimusho.

Setelah memberikan nilai padaku aku juga disuruh untuk menyerahkan sendiri nilaiku ke pimpinan TU yang cantik dari FIB UNDIP saat itu agar aku bisa mengurus syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk prosesi wisuda nantinya. Meskipun bimbingan revisi skripsiku berjalan selama 3 bulan lamanya, akhirnya aku pun dinyatakan lulus dan bisa mengikuti wisuda pada bulan April 2013.

Alhamdulillah. Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 serentetan peristiwa demi peristiwa yang aku alami mulai awal sampai akhir menjadi status mahasiswa S1 Sastra Jepang UNDIP, Aku pun dapat berpikir bahwa walaupun aku masih berstatus mahasiswa saat itu memang tidak selayaknya untuk dipermalukan, dimarahi ditempat umum walaupun pernah melakukan salah kepada dosen entah disengaja ataupun tidak disengaja.

Dosen juga tidak selamanya benar terus? Apakah dosen tidak mempunyai anak kandung? Apakah dosen tidak mempunyai adik kandung, saudara atau kerabat? Bagaimana perasaannya andai saja ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya diperlakukan seperti itu?

Apakah masih bisa menerima kalau ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya dipermalukan di tempat umum?Apakah masih bisa menerima kalau ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya dimarah-marahi di tempat umum? Itu lah salah satu simbol dari sebuah kekuasaan.

Mereka belum bisa dikatakan hebat, kuat, atau apa kalau belum menindas orang yang dikuasainya. Semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi pembaca semua kalau kita sedang berkuasa janganlah semena-mena. Apalah arti kekuasaan, jabatan, pangkat atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kedudukan di dunia yang tidak abadi ini? Apa tidak mau kita dikenang jasa kita yang baik, ilmu kita yang bermanfaat atau hal baik lainnya saat kita diberi kekuasaan, jabatan, pangkat atau kedudukan kepada kita dan bisa mempergunakan kekuasaan tersebut dengan sebaikbaiknya?.

Toh kalau nantinya kita sudah pensiun dari kekuasaan tersebut tentunya kita sudah tidak bisa berkuasa lagi dan tidak ada gunanya lagi arti dari sebuah kekuasaan tersebut, bukan?. Ajaran Nabi saja memarahi anak kandung sendiri dimuka umum itu tidak diperbolehkan. Imam Syafi’i seorang ulama besar juga pernah berkata :’’Nasehati aku ketika sendiri, jangan nasehati di kala ramai, karena nasehat di kala ramai itu bagai sebuah hinaan yang melukai hati’’.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013

Menasehati di tempat ramai aja gak boleh apalagi memarah-marahi anak bahkan orang lain di tempat umum? Harga diri seorang anak harus dijaga oleh orang tua sepenuhnya selama orantuanya masih mempunyai kuwajiban terhadap anaknya karena kalau tidak bisa menjaga harga diri anaknya sendiri misalnya dengan mempermalukan atau memarahi anaknya ditempat umum berarti sama saja orang tua si anak tersebut telah gagal mendidik anaknya dengan baik karena tidak bisa menjaga harga dirinya sendiri atau martabatnya sebagai orang tua juga apalagi dengan orang lain.?!?

Karena didikan yang baik akan mendatangkan kebaikan pula sedangkan didikan yang tidak baik akan mendatangkan hal yang tidak baik pula. Disamping itu, kalau orang tua sedang bertengkar sebisa mungkin anak tidak boleh sampai tau dengan pertengkaran orangtuanya.

Seringkali dalam berumah tangga cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 saja masalah yang mengakibatkan pertengkaran bagi kedua orang tua. Karena terbawa emosi, orang tua terkadang melakukan pertengkaran itu di depan anak. Padahal, hal semacam itu dapat memberikan dampak yang buruk bagi anak. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, ketika sedang dilanda emosi lebih baik bersegera pergi ke tempat (ruang khusus atau kamar pribadi) yang jauh dari jangkauan anak. Dampak buruk bagi anak apabila bertengkar di depan anak.

Diantaranya: pertama, teladan yang buruk. Bagaimanapun anak adalah plagiator ulung. Apa yang mereka lihat akan sangat mudah untuk mereka tiru. Jika anak melihat orang tua bertengkar dalam menyelesaikan masalah maka dia akan bertengkar dengan temannya jika tidak setuju atau mempunyai masalah dengan temannya.

Begitulah adanya anak, mereka suka meniru apa yang mereka saksikan. Kedua, anak mudah menjadi stress. Orang tua adalah tempat anak berlindung dari rasa khawatir dan cemas. Ketika anak takut dengan sesuatu atau apapun dia akan mencari dan berlari kepada orang tua karena orang tua adalah tempat berlindung.

Apa yang dipikirkan anak jika tempat dia berlindung sedang bertengkar di This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com depannya. Orang yang menjadi tempatnya berlindung sedang marah di depannya. Anak akan stres karena tidak tahu kemana harus berlindung ketika dia mengalami rasa takut atau khawatir. Ketiga, si anak malah cenderung memiliki bahasa buruk.

Bertengkar biasanya identik dengan teriakan dan makian yang dilontarkan satu sama lain. Jika orangtua melakukan hal tersebut di hadapan anak, maka bisa membuatnya jadi mengerti bahasa yang dilontarkan. Mendengar kata-kata itu bisa membuat si anak jadi mengikuti dan terbawa dalam pergaulannya.

Keempat, hilang rasa percaya anak kepada orang tua. Yang diharapkan ketika anak mendapatkan masalah adalah anak mendapat solusi dari orang yang paling dekat dengan si anak, yaitu orang tua. Orang tua adalah tempat bergantung sepanjang hidupnya jika anak mendapat masalah. Cara ini adalah pilihan yang paling tepat jika anak minta solusi kepada orang tua. Namun, hal ini tidak terjadi jika orang tua sering bertengkar di depan anak. Mungkin tidak bertengkar di depan anak tapi anak mendengar orang tuanya bertengkar, ini sama saja.

Anak tahu bahwa orang yang menjadi tumpuan masalahnya bertengkar di depannya. Maka akan terkikis rasa percaya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kepada orang tuanya. Dan yang kelima adalah biasanya si anak akan mencari ketenangan di luar rumah. Ketika mendengar keributan atau pertengkaran di dalam rumah, bukan tidak mungkin si anak akan mencari ketenangan di luar rumah.

Misalnya, anak remaja yang mendengar pertengkaran itu mungkin dirinya akan mencari ketenangan di luar rumah dengan melakukan hal-hal negatif. Hal negatif yang dilakukan, seperti merokok, minum minuman beralkohol, keluar malam bersama temannya, dan hal lainnya. Disamping itu, suatu perlakuan yang tidak baik atau tidak pada tempatnya pada diri seseorang itu akan selalu membekas dimanapun berada, terus terkenang seumur hidup pada diri seseorang tersebut.

Bagaimana dengan posisi dosen yang dikatakan bahwa dia disebut sebagai pelayannya mahasiswa dalam hal ilmu? Pantaskah orang yang berilmu mempraktekkan hal-hal seperti itu? Sepertinya cerita para senpai waktu aku kuliah D3 dulu itu memang benar adanya kalau ada beberapa senpai ada yang pernah dimarah-marahi di tempat umum, dipermalukan ditempat umum oleh dosen, dll. Akhirnya terjadi juga deh denganku. Malahan bisa jadi yang terjadi padaku ini lebih heboh lagi daripada yang sudahsudah.

Kejadianku ini bisa jadi memang dianggap biasa untuk kalangan tertentu, dianggap biasa karena menunjukkan siapa yang berkuasa dan yang dikuasai. Seseorang itu akan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terbuka semua jati dirinya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dia diberi kekuasaan, jabatan, pangkat atau kedudukan tertentu seperti apa yang telah dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat ke 16 bernama Abraham Lincoln sebagai berikut: ’’Hampir semua orang dapat menanggung kemalangan, tapi jika Anda ingin menguji watak manusia, cobalah mereka diberi kekuasaan’’.

Saat itu, saat temanku mau bimbingan, ada juga temanku dari sastra yang juga dimarahmarahi oleh salah satu dosen yang berada di jimusho karena saat mau bimbingan kepada beliau dia dianggap salah dalam menggunakan diksi atau pilihan kata dalam ber-sms dengan beliau. Bahasa sms-nya tersebut dianggap kurang menunjukkan makna kesantunan dalam berbahasa. Kemudian temanku itu akhirnya dimarah-marahi di depan dosen-dosen yang lain.

Aku jadi merasa kasihan saat temanku bercerita sambil menangis kepada aku dan Siska. Apalagi saat oknum dosen tersebut marahnya sambil membawa-bawa namaku dan Nunung temanku. Aku pun langsung cerita juga ke temanku si Nunung.

Kontan saja si Nunung marah setelah mendengar ceritaku itu. Bedanya marahnya si Nunung hanya bisa diam saja sedangkan aku orangnya terbiasa untuk kritis dan selalu ada aksi kalau ada seseorang yang sudah menyinggung diriku.

Kemudian saat itu pas posisi kebetulan sedang on line facebook aku pun mengungkapkan semua kemarahanku di dunia maya. Karena aku tidak terima karena marah kepada orang lain namaku dibawa-bawa juga. Saat itu aku tidak terima dari kalimat berikut ini: ’’Anda mau nasib Anda seperti Santos dan Nunung?’’.

Karena aku belajar linguistik aku pun marah dengan makna kata nasib yang digunakan pada kalimat tersebut. Menurut KBBI kata nasib disebutkan maknanya adalah sesuatu yang ditentukan oleh Tuhan terhadap diri seseorang. Secara pragmatik, psikolinguistik dan sosiolinguistik makna kata tersebut tidak layak dipakai oleh seorang dosen saat memarahi mahasiswanya apalagi ditempat umum.

Karena yang berhak menentukan nasib itu bukan manusia biasa seperti kita, tetapi Tuhanlah, Allah SWT yang Maha Segala-galanya. Dosen juga manusia biasa, tidak bisa menggantikan posisi Tuhan, Allah SWT Sang Pencipta makhluk-Nya yang menentukan nasib, jodoh, rejeki dan lain-lain. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada yang lainnya. Tugas manusia biasa hanyalah berusaha dan berdoa saja atau bahasa prokemnya biasa dikenal dengan DUIT (Doa, Usaha, Iman, dan Tawakal).

Orang lain boleh menganggapku heboh, durhaka kepada orang tua/dosen atau apalah aku pun tidak memperdulikannya setelah itu. Karena dalam aku bertindak karena ada hadits yang berbunyi: ’’Katakanlah yang benar itu benar adanya walaupun itu terasa pahit’’.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Itulah aku. Aku memang sudah terbiasa seperti itu kalau sedang mengkritisi sikap seseorang yang kurang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya (dzalim) aku selalu ikut andil untuk mengkritisi orang tersebut, siapa pun orangnya.

Karena tidak ada mahasiswa yang salah, yang ada adalah dosen yang salah mendidik sebagaimana halnya tidak ada cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, atau instruksi.sebagaimana orang tua yang menyalahkan anak atau anak muda, tidak ada anak muda yang salah karena orang tualah yang salah mengasuh, orang tua pernah muda tetapi anak atau anak muda belum pernah tua jadi bijaklah dalam mendidik .

Sebagai pendidik yang menjadi panutan bagi anak didiknya semua, seorang guru, dosen atau pendidik apapun bidang ilmunya, apabila ingin dikatakan sebagai pendidik yang baik, paling tidak hendaklah seperti yang diungkapkan pada lirik lagu Hymne Guru berikut ini: Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku Sebagai prasasti terima kasihku Tuk pengadianmu Engkau sebagai pelita dalam kegelapan Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan bangsa Insan Cendekia (Hymne Guru, Karya: Sartono).

MENINGGALNYA PAK DOKTER Di pagi buta itu, saat aku sedang santai habis selesai mengerjakan sholat Subuh, tibatiba aku dengar HP ku berdering di kamarku. Saat aku membuka hand phone, ku lihat ada sms baru yang masuk di Hpku.

Setelah aku membukanya ada tulisan pesan dari sahabatku Barruna yang rumahnya pernah aku tumpangi selama hampir 4 tahun disana. Sms tersebut berbunyi sebagai berikut: ’’Assalamu’alaikum wr.

Wb. Ntoss, Papaku ora ono.Papaku ninggal’’. Aku pun kontan kaget mendengar berita itu hampir tidak mempercayainya soalnya beberapa bulan sebelumnya aku masih bisa bertemu dengan beliau masih dalam keadaan segar bugar atau sehat walafiat. Terus aku pun membalas pesan sahabatku itu begini: ’’Innalillahi wa innailaihi rojiun’’.Yang sabar ya Odi, aku juga pernah mengalami This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com apa yang km rasakan saat ini.

Oya, trus posisi km sekarang sdg dimana? Di Kudus atau Wanamukti, Odi?’’ Kemudian Barruna membalas lagi pesanku sebagai berikut: ’’Lg di Wanamukti Semarang.’’.

Setelah mendapat sms itu, aku pun pamit untuk mohon ijin kepada Ibuku untuk berangkat pagi itu juga menuju kota Semarang. *************************************************************************** Beliau berusia genap 62 th saat tutup usia pada tanggal 2 Maret 2014 kemarin.

Beliau dan keluarganya sangat baik kepadaku. Aku sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri meskipun aku tidak ada hubungan darah sekalipun. Aku pun merasa kehilangan akan sosok beliau. Kenapa sosok orang yang baik hati seperti beliau diberikan umur yang pendek sedangkan diluar sana banyak orang yang jahat umurnya panjang. Yah, itulah takdir Allah SWT. umur, jodoh, rejeki dan maut tidak akan pernah tau kapan akan digariskan oleh-Nya.

Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Soal waktunya kapan hanya Dia lah yang Tahu. Selama aku lulus kuliah D3 hingga sampai lulus S1 aku sudah diijinkan untuk tinggal di rumahnya beliau. Aku diijinkan untuk tinggal dirumahnya beliau sejak tahun 2009 sampai 2012 tanpa harus membayar uang bulanan sepeserpun.

Padahal kamarnya semuanya ada springbed, ac, tv, sofa serta perabotan rumah lainnya. Dan akupun diijinkan untuk memakai hampir semua fasilitas itu dengan gratis. Bahkan saat aku lagi tidak ada uang beliau seringkali memberiku uang, saat ayahku meninggal mereka juga ikut memberikan bantuan, saat aku lagi belum makan pasti beliau dan keluarga langsung mengajakku untuk makan dan lain-lain.

Begitu banyak hutang budi yang diberikan padaku oleh mereka. Semoga Allah SWT yang akan membalas semua kebaikan mereka padaku. Amin YRA. Beliau adalah seorang dokter spesialis anestesi yang sudah menjadi PNS dan sudah bekerja di RSI (Rumah Sakit Islam) di daerah Kudus dan terkadang juga ada sesekali panggilan di RS Karyadi Semarang.

Tapi sayangnya orang sebaik itu kenapa Tuhan memberikan umur yang pendek di dunia ini. Yah.semoga saja semua dosanya diampuni oleh-Nya, dilipatkan semua pahalanya dan diberikan tempat yang terindah disisi-Nya. Amin. YRA. Apalagi kata keluarganya saat berpulangnya beliau saat hendak beribadah ke tanah suci di jalan-nya Allah SWT. Insya Allah beliau tergolong hamba yang meninggal dalam keadaan yang baik (syahid).

Amin YRA. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com HANCURNYA MAGHLIGAI PERNIKAHANKU Pada awal 2012 Tegar memutuskan untuk menikah. Akhirnya atas perkenalan yang tidak terlalu lama Tegar pun menikah dengan seorang wanita yang berstatus janda kembang bernama Asih.

Aku (Tegar) kenal calon istriku itu saat temanku memberikan nomor HP-nya Asih. Saat itu, kebetulan temanku aku undang untuk ikut ngaji pada acara 40 hari meninggalnya ayahku.

Kemudian setelah kenalan lewat telepon itu akhirnya dia aktif untuk menghubungiku. Dan akhirnya tanggal 26 Maret 2012 kami pun melaksanakan acara pesta pernikahan di kediaman istriku yang berada di desa Pakelan Kecamatan Sambirejo, Wirosari Kabupaten Grobogan.

Empat hari sesudah acara pesta pernikahanku selesai, akupun berniat hendak mengambil hasil foto atau gambar dan video saat pesta pernikahan kami. Kebetulan baju pengantin, fotografer dan video shooter (tukang video) saat mengambil gambar dan video di acara pernikahanku, semuanya adalah miliknya kakak dari bapak mertua.

Di desa Pakelan, Jawa Tengah, kakak dari ayah mertua biasa dipanggil dengan panggilan budhe kalau dia perempuan dan kalau laki-laki biasa dipanggil pakdhe.

Kakak dari mertua itu sudah biasa untuk menyewakan baju pengantin beserta tratak, fotografer, tukang video (video shooter) dan rias pengantinya pun dikerjakan oleh budhe dan pakdhe sendiri. Aku berangkat ke rumah pakdhe dengan berkendara sepeda motor matik sendiri menuju ke rumahnya. Sesampainya disana rumah tampak sepi, aku mengira pakdhe dan budhe pada keluar rumah ternyata masih ada pakdhe yang lagi masak ikan asin kesukaanku.

Pakdhe meskipun seorang cowok masakannya ternyata enak setelah aku dipaksa untuk mencicipinya. Setelah selesai makan aku mencoba bertanya kepada pakdhe:’’ Kok budhe tidak kelihatan kira-kira lagi dimana orangnya, Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dhe?’’.

Pakdhe pun menjawab: Budhe mu lagi di rumah sakit, ada kerabat dari budhemu yang lagi opnam disana jadi budhemu sudah berangkat duluan tadi pagi dan rencana nanti malam pakdhe mau nyusul, jadi terpaksa budhe dan pakdhe nanti malam mau nginep di rumah sakit. Sudah jadi kebiasaan di keluarga istriku kalau ada saudara atau kerabat yang lagi sakit di opnam di rumah sakit tidak akan afdol jika belum ikut menungguinya meskipun hanya sampai menginap semalam saja.

Akupun menjawab:’’Oh begitu’’. Kemudian akupun bertanya lagi kepada pakdhe: Oya foto sama video pernikahanku apa sudah jadi pakdhe?’’.

Pakdhe kemudian menjawab:’’Udah dik, ada dikamarku nanti aku ambilin ya’’. Saat sambil This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com makan pakdhe udah selesai duluan kemudian masuk ke kamarnya dan biasalah pakdhe sambil nyanyi-nyanyi tembang Jawa kesukaannya berjudul Yen ing Tawang Ana Lintang di kamar. Yen ing Tawang Ana Lintang Yen ing tawang ana lintang (Kalau di langit ada bintang) Yen ing tawang ana lintang, cah ayu (Kalau di langit ada bintang, anak cantik) Cah ayu di sini bisa diterjemahkan juga dengan : sayang, anak manis, dll Aku ngenteni tekamu (Aku menunggu kedatanganmu) Maksudnya menunggu kedatanganmu (ke dunia), kelahiranmu, kelahiran anaknya Anjar Any Marang mega ing angkasa, nimas (Kepada awan di angkasa/ langit, manis) Ni Mas juga artinya mirip dengan : sayang, anak manis, dll ( Ni = wanita, Mas = yang dihormati) Sun takokke pawartamu (Kutanyakan beritamu) Tanya ke angkasa / langit, karena dia tidak tahu situasi di ruang bersalin, apa sudah lahir apa belum, ibunya sehat apa nggak, dll.

Bait Kedua : Janji-janji aku eling, cah ayu (Setiap saat saya ingat, anak manis) Maksudnya mengingat situasi di ruang bersalin yang ‘menegangkan’yang sudah pernah menunggu istri melahirkan (di luar ruang bersalin), tentu tahu hal ini. Sumedot rasaning ati (Seakan mau ditinggal mati, rasanya di hati) Sumedot = putus (hubungan dengan seseorang), seperti mau ditinggal pergi jauh, atau ditinggal mati. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Maksudnya Pak Anjar Any ini sangat takut dengan keselamatan si jabang bayi yang akan dilahirkan itu.

Lintang-lintang ing wiwingan (Bintang bintang di langit) Maksudnya bintang-bintang jadi saksi Tresnaku sundul wiyati (Cintaku sangat tinggi, sangat dalam) Maksudnya cinta kasih kepada sang anak Reff : Dek semana, janjiku disekseni (Kala itu, janjiku disaksikan) Mega kartika, kairing rasa tresna asih (Mega / awan ‘dan’ bintang, teriring rasa cinta dan kasih) Yen ing tawang ana lintang,cah ayu (Kalau di langi ada bintang, manis) Rungokna tangising ati (Dengarlah tangisnya hati) Sinareng swaraning ratri, nimas (Teriring suaranya malam, manis) Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ‘mbulan ndadari –> ‘mbulan dari kata rembulan (Menanti munculnya rembulan ‘dengan bundarnya’) Waktu itu rembulan sedang pada posisi besar / bulat.

—oo00oo– (Karya: Waljinah) Jadi, lagu diatas (oleh si pengarang) ditujukan kepada anaknya, menceritakan bagaimana ‘bingungnya’ menunggu saat-saat kelahirannya. Atau kalau kita nyanyi ya bayangkan untuk anak /cucu/ kemenakan kita yang masih kecil. Sedangkan aku belum menyelesaikan makanku. Kemudian saat masih di kamar pakdhe sambil menyahut kepadaku: ’’Habis makan nanti piringnya langsung ditaruh di dapur ya dik, gak perlu dicuci piringnya’’.

Akupun langsung menjawab:’’Iya pakdhe’’. Kemudian, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com setelah mendapatkan album foto dan kepingan cd rekaman saat pesta pernikahan aku pun langsung pamit pulang kepada Pakdhe. *************************************************************************** Akupun tidak pernah menduga sebelumnya tentang istriku, kalau ternyata dia tidak pernah mau untuk mendengarkan semua nasehatku.

Pas saat kenal pertama kali dulu hal yang baik-baik aja yang sering diceritakan kepadaku. Diantaranya: dia pernah tinggal di pondok pesantren di daerah Rembang, Jawa Timur dan sekolah di MAN 1 Rembang. Tapi selama aku mengenalnya sebagai istriku belum ada satu sikap yang mencerminkaan akhlaq yang baik terhadap ibu kandungnya dan termasuk aku.

Dia akan bersikap baik kepada orang yang dia sukai saja. Ibu kandungnya pun sering ia lawan. Aku tidak tahu kenapa dia bisa bersikap begitu. Cukup lama aku untuk bersabar diri. Entah semua kesalahan dari ayahnya yang mendidik kah atau ibunya kah? Sampai-sampai terbentuk karakter yang keras kepala seperti itu. Wajahnya sih banyak orang bilang lumayan cantik tetapi hatinya tidak secantik wajah yang dimilikinya. Suatu hari, saat aku pulang kerja dari Semarang akupun tidak memberi tahu langsung kepada istriku kalau aku mau pulang malam-malam ke rumahnya.

Sesampainya di rumah istriku, kira-kira jam 22 malam akupun dikejutkan oleh tamu yang tak diundang pada malam itu. Dua orang pria yang berumur sekitar 45th-an ke atas kalau aku perhatikan orangnya malam itu. Dua orang tersebut bersembunyi di sebelah utara di luar kamar istriku. Saat aku ambil senter dan aku sinari wajah mereka dengan senter akupun akhirnya tahu siapa mereka. Karena kaget melihat aku yang datang tiba-tiba saat aku senteri wajahnya akhirnya salah satu dari mereka melempari aku dengan tanah yang kering sambil mengucapkan kata-kata kasar dalam bahasa Jawa sebagai berikut: ’’Modara kowe !

Modara kowe! ‘matilah kau! matilah kau!’ untungnya lemparannya sedikitpun tidak ada yang mengenaiku. Akhirnya akupun langsung lapor kepada RT setempat.

Sesampainya di rumah sang RT, aku menceritakan semua kejadian yang menimpaku saat itu. Kemudian kasusnya pun harus sampai berurusan dengan polisi. Sehari kemudian polisi mencari keterangan tentang keberadaan dua orang tersebut. Saat polisi itu hendak mencari-cari kedua orang itu, ternyata mereka malah ketakutan dan kabur selama tiga hari. Kemudian, barulah mereka ditemukan oleh polisi. Karena kabur saat hendak dimintai keterangan oleh polisi akhirnya mereka dikenai denda sebesar 4 juta rupiah untuk masingmasing tersangka karena sebagai uang damai atas ulah mereka yang malam-malam telah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengganggu ketenangan rumah tangga orang lain.

Akupun tidak tahu maksud tamu tersebut yang datang malam-malam dirumah istriku saat itu, apakah istriku sendiri yang mengundangnya ataukah tamu tersebut sendiri yang mendatanginya ataukah sudah terbiasa datang sendiri? Itulah pertanyaan yang selalu muncul dalam hatiku saat itu.

*************************************************************************** Setelah sekitar 2 tahun lebih usia pernikahan kami berjalan, akhirnya kami pun resmi bercerai dari pengadilan agama setempat karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk melihat dia tidak patuh terhadapku.

Dia tidak mau patuh terhadapku dengan alasan apa aku pun tidak tahu. Yang terpenting aku harus menghadapi semua kenyataan yang sudah terjadi. Apalagi saat ada kejadian itu, saat dia sedang tak suruh dirumahku dulu. Aku berpesan ke dia kalau jangan pulang ke rumah orangtuanya sebelum aku datang. Eh, ternyata dia sama sekali tak menghiraukan apa yang aku pesankan padanya.

Tau-tau malah pulang ke rumah orang tuanya tanpa pamit denganku. Setelah aku jemput baik-baik dirumahnya dia, eh malah bilang kepadaku kalau mau nyari laki-laki lain yang lebih baik dariku. gampang banget katakatanya.!! Oh sebegitu mudahnya bilang kepadaku begitu? Hanya karena habis bertengkar dengan saudaraku dirumahku langsung begitu gampang mengatakan hal seperti itu padaku? Ya sudahlah. Ah, whatever. Itu hak dia mau berkata apa saja tentangku.

Aku mm bukanlah lelaki yang sempurna karena dari segi fisik aku memang bukan tipe lelaki yang bertubuh ideal sesuai apa yang diidam-idamkan oleh para kaum hawa pada umumnya. Itulah cinta. 恋 愛は旅である。Ren-ai wa tabi de aru. Love is a journey. ‘Cinta adalah sebuah perjalanan.’ Adakalanya dalam menempuh perjalanan itu berbuah manis dan ada kalanya juga berbuah pahit.

Life must go on. There’s rendezvous, there’s farewell. 別れ会がある。Wakarekai ga aru. Anyway.Kabhi alvida naa kehna. Whatever. ☆ Kabhi Alvida na Kehna ☆ Tumko bhi, hai khabar Mujhko bhi hai pataa Your heart knows And so does mine Hanya hatimu yang tahu dan juga hatiku Ho raha hai judaa dono ka raasta That our roads are meant to part Far apart though we will be Dan jalan hidup kita akan berpisah jauh entah kemana Door jaake bhi mujhse, tum meri yaadon mein rehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Please don’t go away from my memories Kau akan hidup dalam kenangan ku bahkan setelah kau pergi Kabhi Alvida na Kehna.

Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Jitni thi khushiyan, Sab kho chuki hai All the mirth in life has slipped away slowly Semua kebahagiaan hidup berlalu berlahan lahan Bas ek gham hai ke jaata nahin It’s the pain that refuses to go away Hanya kesedihan hati yang tidak mau pergi Samjha ke dekhabehla ke dekha Tried to wish it away cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 to laugh it away Aku berusaha untuk menangis dan tertawa Dil hai ke chain is ko aata nahin.

Aata nahin. But the heart fails to find peace Fails to find peace Tapi hati ini tak merasa tenang, tak merasa tenang Ansoon hai ke hai angaare Are these tears? Or it is cinder? Apakah ini air mata atau bara api? Aag hai ab ankhon se behna Just fire that flows freely from my eyes Tidak, rasanya ini seperti percikan api yang mengalir dari mataku Kabhi Alvida na Kehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Ruth aarahi hai, ruth jaa rahi hai Seasons come and go Musim silih berganti Dard ka mausam badla nahin But the season of pain is here to stay Tapi musim luka tidak pernah berubah Rang ye gham ka, Itna hai gehra The shade of sorrow is so deep Warna penderitaan begitu dalam Sadiyon bhi hoga halka nahin Halka nahin That it will take a while to pale Dan akan makan waktu untuk mereda Kaun jaane kya hona hai Who knows what’s to happen ahead Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya Humko hai ab kya kya sehna Who know’s what’s in store for us to hear Siapa yang tahu,apa kita yang harus menanggung Kabhi Alvida Never say Jangan pernah ucapkan Kabhi Alvida na Kehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Tumko bhi, hai khabar Mujhko bhi hai pataa Your heart knows And so does mine Hanya hatimu yang tahu dan juga hatiku Ho raha hai judaa cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 ka raasta That our roads are meant to part Dan jalan hidup kita akan berpisah jauh entah kemana Door jaake bhi mujhse, tum meri yaadon mein rehna Far apart though we will be Please don’t go away from my memories Kau akan hidup dalam kenangan ku bahkan setelah kau pergi Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal (Alka Yagnik dan Sonu Nigam) This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Setelah surat perceraian kami resmi dikeluarkan dari pengadilan agama setempat, kemudian mantan istriku datang ke rumahku untuk meminta maaf dan mencoba untuk membujukku untuk rujuk kembali.

Aku pun berkata kepadanya:’’Ya, sudahlah.mungkin jodoh kita dari Allah SWT hanya sampai disini saja. Semua yang terjadi biarlah terjadi. Aku sudah memaafkan semuanya dan semoga kamu juga mau untuk memaafkan atas keputusanku ini.

Aku tidak mau untuk melanjutkan kisah cinta ini lagi. Aku hendak melanjutkan mengejar impianku saja. Kalau kamu bilang ingin mencari lelaki yang lebih baik dariku, ya silakan saja kalau itu keputusanmu dan keputusanku pun kamu harus bisa menghargainya’’.

Untuk sementara waktu ini, aku belum mau untuk terjerat cinta lagi. Karena kisah cintaku itu hanya semu dan bak fatamorgana. Dia begitu mudahnya merusak dan menghancurkan maghligai pernikahan kami dengan begitu mudahnya dengan berkata-kata seperti itu. Mantan istriku ternyata tidak tulus mencintaiku.

Dia hanya cinta dengan dirinya sendiri, dia hanya bisa berpikir bagaimana agar bisa makan enak, tidur nyenyak, beli baju, uangnya cukup terus buat keperluannya, dan lain-lain. Gaya bicaranya pun kepada suami masih sering memakai bentuk bahasa (leksikon) loe-loe dan gua-gua seperti anak gaul layaknya anak ABG Jakarta, karakternya tidak mencerminkan seperti gadis Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dari kampung pada umumnya.

Bahasa itu memang mencerminkan identitas seseorang. Istri yang terlalu meninggikan egonya terus-menerus hanya akan menjadi racun dalam rumah tangga. Aku harus ikhlas menerima semua kenyataan yang ada. Seperti halnya tembang campursari yang dilantunkan oleh Didik Kempot dan Eny Sagita yang berjudul ’’Ikhlas.’’ Trimo mundur timbang loro ati Lebih baik mundur daripada sakit hati Tak oyaka wong kono wis lali Tak kejarpun orangnya sudah lupa Pancen wis nasibku iki Memang sudah menjadi nasib ku Nandur becik tukule kok dilarani Menanam kebaikan namun tumbuhnya malah rasa sakit Trimo ngalah aku wis ra betah Lebih baik mengalah aku sudah tidak sanggup Tak tangisono malah mung gawe susah Aku nangis dan malu walaupun sakit di batin Karepe wis ngajak pisah Penginnya dah ajak berpisah Karo aku wis ra karep omah-omah Dengan aku sudah tidak mau rumah tangga Nangis aku isin senadjan loro ing batin This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Aku nangis dan malu walaupun sakit di batin Aku lilo pisah kanti lahir batin Saya rela pisah lahir dan batin.

Tresno sing rembuyung saiki wis dadi garing Cinta yang mekar sekarang sudah mengering Aku lilo pisah kanti lahir batin Saya rela pisah lahir dan batin.

(Dipopulerkan oleh: Didi Kempot dan Eny Sagita) Sebagai seorang yang pernah menjadi suaminya aku merasa cuma dianggap sebagai suami pelengkap saja dalam hidupnya kalau memang lagi dibutuhkannya saja.

Buktinya? Ayahnya terus yang dibesar-besarkan namanya, uangnya, kehebatannya dan lain-lain. Oh Cinta. Cinta itu datang dan pergi dengan mudahnya Cinta itu begitu sakit kalau sudah merasuk di hati. Kalaupun sampai berpisah akan lebih terasa hancur sekali. Perih, seperti terasa tertusuk duri Cinta sejati hanya ada pada diri Tuhan dan seorang hambanya Cinta terhadap sesama hanyalah semu dan bak fatamorgana Cinta yang tulus itu memang susah untuk dicari Cinta yang penuh dengan pengorbanan hanya sedikit sekali Biarlah semua berlalu Biarlah ku tutup masa laluku dengan lembaran baru Cukuplah aku dan Tuhanlah yang boleh tahu.

Selamat tinggal sang mantan.semoga kau mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku lagi. Sayounara daisuki na hito. さよなら 大好きな人 さよなら 大好きな人 まだ 大好きな人 くやしいよ とても 悲しいよ とても もう かえってこない それでも私の 大好きな人 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 何もかも忘れられない 何もかも捨てきれない こんな自分がみじめで 弱くてかわいそうで大きらい さよなら さよなら 大好きな人 大好きな人 ずっと 大好きな人 ずっとずっと 大好きな人 泣かないよ 今は 泣かないで 今は 心 はなれていく それでも私の 大好きな人 最後だと言いきかせて 最後まで言いきかせて 涙よ 止まれ さいごに笑顔を 覚えておくため さよなら 大好きな人 さよなら 大好きな人 ずっと 大好きな人 ずっとずっと 大好きな人 ずっとずっとずっと 大好きな人 Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Mada daisuki na hito Kuyashii yo totemo kanashii yo totemo Mou kaette konai sore demo watashi no daisuki na hito Nanimo ka mo wasurenarenai nanimo ka mo sute kirenai Konna jibun ga mijime de yowakute Kawaisou de daikirai Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Zutto daisuki na hito Zutto zutto daisuki na hito This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nakanai yo ima wa nakanaide ima wa Kokoro hanarete yuku sore demo watashi no daisuki na hito Saigo da to iikikasete saigo made iikikasete Namida yo tomare saigo ni egao wo Oboete oku tame Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Zutto daisuki na hito Zutto zutto daisuki na hito Zutto zutto zutto daisuki na hito Terjemah Bahasa Indonesia: Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku masih mencintaimu Aku sangat kesal, aku sangat sedih Kau tidak akan kembali lagi, tapi aku masih mencintaimu Aku tidak bisa melupakan semuanya, aku tidak bisa membuang segalanya Aku sengsara dan lemah Dan menyedihkan, aku benci diriku Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku akan selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu cinta padamu Aku tidak akan menangis sekarang, jangan menangis sekarang Meskipun hati kita tumbuh jauh terpisah, aku masih mencintaimu Aku selalu mengatakan itu adalah waktu terakhir, aku terus mengatakan sampai akhir Aku akan menghentikan air mataku, sehingga kamu tersenyum Apakah hal terakhir yang kuingat.

Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku akan selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu, selalu mencintaimu. (Oleh: 花々 Hanabana) MELANJUTKAN KULIAH DI PASCASARJANA This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Semenjak perceraian itu, aku pun berkeinginan untuk melanjutkan kuliahku lagi. Aku ingin melanjutkan studiku di pascasarjana di Bandung Jawa Barat. Pada bulan Juli 2014 akhirnya aku dinyatakan diterima di program pascasarjana di salah satu PTN di kota Bandung, Jawa Barat.

Keinginanku untuk melanjutkan belajar bahasa Jepangku ke tingkat pascasarjana di UNPAD (Universitas Padjadjaran) Bandung akhirnya terlaksana juga.

Pada awalnya aku pun masih merasa bingung dan masih memikirkan bagaimana dengan biaya untuk kuliahku nanti? terutama bagaimana dengan biaya kehidupannya nanti? Akhirnya dengan modal yang pas-pasan dengan tekad dan niat yang tulus aku berharap semoga Allah SWT memberikan jalan yang mudah dalam aku menuntut ilmu nanti.

Tanah warisan satu-satunya aku pun terpaksa menjualnya demi untuk meraih cita-citaku itu. Alhamdulillah, akhirnya kakakku yang sudah lama tinggal di Kalimantan bersedia untuk membantuku dengan membeli tanah warisan orangtua yang bagianku satu-satunya untuk dibelinya agar saat butuh bayar SPP dan kebutuhan kuliah lainnya bisa memberinya sedikit demi sedikit. Dengan terpaksa juga jadual ngajarku di LPK dan lainnya aku tinggalkan semua demi meraih masa depan yang lebih cerah lagi.

Hanya jadual ngajar di satu sekolah tinggi ilmu kesehatan swasta di daerahku yang tidak aku lepas karena aku dikontrak ngajar pas semester genap saja dan akupun bisa mengerjakannya di saat sedang liburan semester sehingga tidak akan mengganggu aktivitas dan waktu kuliahku. Karena masih blank dengan jalan, pada saat akan berangkat ke Bandung untuk pertama kalinya aku pun memutuskan naik travel untuk menuju ke Bandung untuk mengikuti seleksi masuk menjadi mahasiswa baru program pascasarjana yang akan diselenggarakan disana.

Sebelum mengikuti ujian masuk seleksi pascasarjana aku menginap di kontrakan temanku bernama Bahri Zumanto di daerah Cinunuk karena aku belum hapal tentang semua jalan yang ada di Bandung, dengan niat agar kalau ada perlu sesuatu biar ada yang membantu untuk menunjukkan jalan atau mengantarkannya.

Pada hari sebelum tes wawancara ke DU aku dan temanku berkeliling dengan mengendarai motor berdua untuk survei tempat dulu kira-kira dimana lokasi tempat yang akan dipakai untuk ujian wawancara pada esok harinya.

Kemudian, keesokan harinya aku berangkat menuju Dipati Ukur dengan mengendarai motor temanku. Temanku tidak bisa mengantarkan aku untuk mengikuti test wawancara ke DU karena lagi ada acara bisnis ke daerah Bekasi.

Makanya dia menyuruh aku untuk membawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com motornya saat hendak mengikuti ujian wawancara masuk Pascasarjana UNPAD, Bandung Jawa Barat. Saat di kampus pascasarjana UNPAD Jatinagor, tanpa sengaja aku berkenalan dengan dosen yang berstatus profesor disana. Beliau orang yang baik hatinya, ramah dan kelihatan penuh dengan kasih sayang. Semoga aku juga bisa mencapai gelar profesor seperti beliau nanti.

Amin YRA. Dari kisah perjalananku menuntut ilmu, dimulai dari TK hingga saat ini, seakan-akan aku baru saja menempuh perjalanan kira-kira selama seribu kilometer. Dari kurun waktu tersebut terdapat banyak hal yang aku hadapi.

Dimulai dari yang menyenangkan, menyedihkan, menyulitkan, mengharukan, memalukan dan sebagainya. Kira-kira kisah perjalanan kilometer selanjutnya dalam aku mencari ilmu dan mengejar impianku nanti kedepannya ada apa lagi ya.

aku pun belum mengetahuinya. Semoga nanti aku bisa melanjutkan menuntut ilmu di negeri Sakura dan menikah lagi dengan gadis dari sana setelah selesai menuntut ilmu dari Universitas Padjadjaran.

Amin YRA. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Sebagai manusia biasa Tegar hanya bisa berdoa dan berusaha. Dia hanya bisa berharap semoga Tuhannya, Allah SWT akan selalu memberikan jalan yang terbaik untuknya. Amin YRA. Sampai jumpa pada kisah selanjutnya.Sayounara. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi dan Nur Uhbiyati, 1991, Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.

Aji, Yusuf Bay. 2009. Konsep Ruang dan Waktu dalam Primbon serta Aplikasinya pada Masyarakat Jawa. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Al Qura, Abu Izzah. 2009. Materi Praktis Menjadi MC dan Pidato Handal. Surakarta: AlHikmah. Amrih, Pitoyo. 2008.

Ilmu Kearifan Jawa. Yogyakarta: Pinus Book Publisher. Bratawijaya, Thomas. 2006. Upacara Perkawinan Adat Jawa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Endraswara, Suwardi. 2003. Mistik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme Dalam Budaya Spiritual Jawa. Yogyakarta Endraswara, Suwardi.

2009. Mutiara Wicara Jawa. Pandom Pranatacara lan Pamedharsabda (Cetakan ketiga). Yogyakarta: UGM Press. Endraswara, Suwardi. 2010. Falsafah Hidup Jawa:Menggali Mutiara Kebijakan dari Intisasi Filsafat Kejawen (Cetakan ketiga). Yogyakarta: Cakrawala. Gumilar & Sulasman. 2013. Teori-teori Kebudayaan: dari teori hingga aplikasi, Bandung: Pustaka setia. Ghazali. 1994. Ta’lim Muta’alim: Kiat Sukses dalam Menuntut Ilmu (Terjemahan).

Jakarta: Rica Grafika. Hariwijaya, M. 2004. Tatacara Penyelenggaraan Perkawinan Adat Jawa. Yogyakarta: Hanggar Kreator. Harsrinuksmo, Bambang, Primbon. Ensiklopedi Nasional Indonesia V.13, Jakarta. Hartoko, Dick.

1984. Pengantar Ilmu Sastra, Jakarta: PT.Gramedia Haq. Muh Zaairul. 2011. Mutiara Hidup Manusia Jawa. Yogyakarta: Aditya Media Publishing. Imam, S. Suwarno. 2005. Konsep Tuhan, Manusia, Mistik dalam Berbagai Kebatinan Jawa. Jakarta: Rajawali Press Kutha.R.Nyoman.

2004. Teori dan Metode, dan Praktik Penelitian Sastra. Jogyakarta: Pustaka Pelajar Maha Primbon, Djawa Tahun 1912 M. Amin Abdullah. 1995. Falsafah Kalam di Era Postmodernisme, Cetakan. I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Mudzakir, dkk.1997. Filsafat Umum. CV. Pustaka Setia: Bandung Munir, Misnal, dkk. 2006. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Margono. 2003. Tulada-Tulada Tanggap Wacana Basa Jawa. Surabaya: Karya Utama. Pasha, Lukman.

cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013. Butir-butir Kearifan Jawa. Yogyakarta: Azna Books. Pringgawidagda, Suwarna. 1998. Gita Wicara Jawi. Pranatacara saha Pamedharsabda.

Yogyakarta: Kanisius. Poejosoedarmo, Soepomo dkk. 1979. Tingkat Tutur Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa-Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Prasetya, dkk. 2000. Filsafat Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia Purwadi. 2003. Ramalan Sakti Prabu Jaya Baya. Yogyakarta: Persada Purwadi. 2010. Sejarah Asal-Usul Nenek Moyang Orang Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Rachmatullah, Asep.

2010. Falsafah Hidup Jawa. Yogyakarta: Logung Pustaka. Radjiman. 2000. Konsep Petungan Jawa. Surakarta: Pustaka Cakra Rahyono. 2009. Kearifan Budaya Dalam Kata.

Jakarta: Wedatama Widyasastra. Roqib, Moh. 2007. Harmoni dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Riley, Philip. 2008. Language, Culture, and Identity: An Ethnolinguistic Perspective.

London: Continuum Salim. 1991. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: DEPDIKBUD Santoso, Anang. 2012.

Studi Bahasa Kritis: Menguak Bahasa Membongkar Kuasa. Bandung: CV Mandar Maju Setiyanto, Aryo Bimo. 2007. Parama Sastra Bahasa Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka. Simuh. 1979. Kajian Keislaman dalam Pandangan Kejawen. Kumpulan Makalah Seminar LIPI _______. 1979. Warisan Tradisi Hindu Kejawen. Kumpulan Makalah Seminar LIPPI Simuh. 2008. Mistik Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita. Jakarta: UI Press. Suparni, Soedomo Sri. 2014. Akhir Sebuah Penantian. Yogyakarta: Multi Presindo. Suriasumantri, JS.

1991. Ilmu Dalam Perspektif. Jakarta: PT. Gramedia Sutedi, Dedi. 2004. Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora Utama Press (HUP) Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Satra, Teori pengantar Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya Tjakraningrat, Harya. 1994. Attasadhur Adammakna. Solo: Buana Raya ___________, 1994.

Betaljemur Adammakna. Solo: Buana Raya Yatim, Badri. 2006. Sejarah Peradaban Islam, Dirasyah Islamiyah II. Jakarta: Raja Grafindo Persada SUMBER LISAN S. Domo (75 tahun). 2008. Marsiyem Darmi (61 tahun). 2008. INTERNET This PDF is Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 diakses 18 Maret 2015 http://old.ui.ac.id/id/notice/archive/3949 diakses 18 Maret 2015 http://www.wikipedia.com diakses 19 Mei 2015 Lihat lebih banyak.

Komentar
• Layanan Unggulan • Bantuan Operasional Sekolah (BOS) • Dana Alokasi Khusus (DAK) • Kemitraan • Kurikulum Merdeka • Profil Pelajar Pancasila • Sekolah Penggerak • Program Afirmasi • Guru & Siswa • Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) • Ekstrakurikuler • Praktik Baik • Kampus Mengajar • E-Rapor • LMS • Pendidikan Anti Korupsi • Informasi • Asesmen Nasional • Agenda • Merdeka Belajar • Berita • Video Pembelajaran • Perpustakaan Digital • Covid-19 • Laporan • FAQ • Tentang Kami • Hubungi Kami • Visi & Misi • Tugas & Fungsi • Struktur Organisasi • Renstra • Pegawai • Pengaduan • Langkah-langkah mengisi aplikasi ijazah SD di ditpsd.kemdikbud.go.id/ijazah 1.

buka ditpsd.kemdikbud.go.id/ijazah 2. login dengan username dan password masing masing. 3. Masukan nama petugas dinas yang bertugas menangani ijazah.

4. Kemudian diwajibkan untuk mengganti password, dengan password yang diinginkan. Untuk mengganti password bisa melihat menu sebelah kiri paling bawah. Silakan masukan password lama dan password baru yang diinginkan. Harap diingat password yang telah diperbaharui. 5. Silakan klik menu sebelah kiri dengan judul Status Ijazah SD tahun 2019. Isilah data penerimaan serta keterpakaian ijazah sesuai keadaan di lapangan. Jika sudah diisi di klik tombol Submit. 6. Lanjutkan dengan menu Berkas Pendataan dan Pemusnahan SD tahun 2019, di bagian atas ada link download Format Data Sekolah Dasar.

silakan unduh berkas tersebut untuk kemudian di isi sesuai dengan fakta yang ada, lalu disimpan dalam bentuk Excel dan PDF. Khusus untuk PDF wajib yang telah ditanda tangani dan di cap oleh Kepala Dinas Pendidikan. Lalu di unggah ke server sesuai dengan kolom nya (Jika Excel diunggah di kolom khusus excel, jika PDF diunggah di kolom khusus PDF).

Jangan lupa untuk mengklik tombol Kirim Excel atau Kirim PDF. 7. Untuk Ijazah SD Tahun 2020 mekanismenya sama persis seperti tahun 2019.

Hanya saja untuk menu Status Ijazah SD tahun 2020 terdapat Tanda Terima Pengiriman Ijazah 2020. silakan unggah tanda terima pengiriman ijazah. 8. Password sesuai yang diberikan Direktorat SD ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Pemerintah mengeluarkan kurikulum darurat (dalam masa khusus) karena dalam kondisi bencana, seperti pandemi Covid-19, pembelajaran tidak dapat dilakukan secara normal, sehingga diperlukan relaksasi dan adaptasi pembelajaran.Penyederhanaan yang dilakukan dalam kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) memastikan kompetensi yang harus dicapai tetap terpenuhi.

Bukan kurikulum baru. Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) merujuk pada KI dan KD yang dijabarkan dalam kurikulum yang berlaku. Analisis dan pemetaan KD dilakukan untuk mengidentifikasi KD yang esensial dan prasyarat, sehingga meskipun jumlah KD disederhanakan, kompetensi yang ingin dicapai tetap terpenuhi. Penggunaan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) merupakan salah satu opsi yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk melaksanakan relaksasi dan adaptasi pembelajaran dalam kondisi khusus, seperti saat terjadi bencana.

Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) merujuk kepada 6 aspek perkembangan anak secara holistik dan terpadu sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak. Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) merupakan respon Kemendikbud terhadap kebutuhan relaksasi dan adaptasi pembelajaran dalam kondisi khusus. Hasil kurikulum darurat (dalam kondisi khusus), yaitu jabaran KI-KD yang disederhanakan, dapat dirujuk dalam kondisi khusus baik untuk pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh.

Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) dilakukan dengan memastikan kompetensi yang harus dicapai tetap terpenuhi. Merupakan kewenangan sekolah untuk memilih salah satu opsi dari tiga opsi yang ada dalam melaksanakan pembelajarannya, disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan. Terlebih untuk pembelajaran dalam kondisi khusus yang dilaksanakan dengan metode pembelajaran jarak jauh, penerapan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) dapat membantu sekolah merancang perangkat ajar untuk memfasilitasi PJJ.

Oleh sebab itu, untuk mendukung pelaksanaan PJJ khususnya di jenjang SD dan PAUD, Kemendikbud telah menyiapkan juga modul belajar yang merujuk pada kurikulum darurat (dalam kondisi khusus).

Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di jenjang PAUD dan SD, Kemendikbud menerbitkan modul belajar. Modul tersebut diharapkan akan mempermudah guru untuk memfasilitasi dan memantau pembelajaran siswa di rumah, serta membantu orang tua dalam mendapatkan tips dan strategi dalam mendampingi anak belajar dari rumah.

Di jenjang PAUD, terdapat 12 buku saku/modul yang dapat digunakan oleh guru sebagai panduan dalam merancang RPP sederhana, menyusun kegiatan pembelajaran berbasis bermain yang kontekstual sesuai dengan minat anak dan kondisi rumah, melaksanakan penilaian pembelajaran dan perkembangan anak, serta informasi lain yang mendukung tugas guru, seperti berkomunikasi efektif dengan orang tua, dukungan psikologi awal pada anak, serta pemanfaatan TIK sebagai moda pembelajaran daring.

Buku saku/modul tersebut juga dapat digunakan orang tua sebagai sumber inspirasi untuk mendampingi anak belajar dari rumah dan mengasuh anak secara positif. Di jenjang SD, modul belajar dikembangkan untuk siswa kelas 1 sampai kelas 6 dengan berfokus pada kompetensi literasi dan numerasi. Meskipun berorientasi pada literasi dan numerasi, bukan berarti modul belajar tersebut hanya mencakup mata pelajaran bahasa Indonesia cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Matematika.

Kompetensi dasar yang dirujuk untuk mengembangkan modul ini diidentifikasi dari kompetensi dasar berbagai mata pelajaran di jenjang sekolah dasar. Modul belajar dilengkapi dengan modul pendamping bagi guru dan modul pendamping bagi orang tua, yang berisikan petunjuk bagi guru dan orang tua untuk mendampingi siswa dalam PJJ.

Perbedaan yang paling menonjol adalah pada jumlah KD yang dijabarkan. Analisis KD dalam upaya penyederhanan kurikulum menghasilkan pengurangan jumlah KD. Persentase pengurangannya berkisar antara 3% - 75%. Meski jumlah KD berkurang, jabaran KD pada kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) memastikan kompetensi yang harus tercapai tetap bisa terpenuhi, karena KD yang dipilih adalah KD yang bersifat prasyarat dan penting.

Jabaran KD-KD ini dihasilkan dengan mempertahankan KD yang ada sebelumnya dan atau dari hasil pengintegrasian beberapa KD dan atau hasil reformulasi KD dengan mempertimbangkan cakupan dan ruang lingkup untuk memudahkan pelaksanaan pembelajarannya di dalam kondisi khusus. Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 sekolah dan penentuan kenaikan kelas merupakan kewenangan sekolah.

Dalam hal sekolah memilih untuk melaksanakan pembelajaran yang merujuk pada kurikulum darurat (dalam kondisi khusus), maka ujian sekolah dilaksanakan merujuk pada KD kurikulum darurat (dalam kondisi khusus), begitu juga dengan penentuan kelulusan atau kenaikan kelas. Tergantung kebijakan sekolah. Jika sekolah memutuskan memilih untuk melaksanakan pembelajaran merujuk pada KD kurikulum darurat (dalam kondisi khusus), maka guru yang telah menyusun RPP perlu meninjau kembali kesesuaian KD pada RPP dengan KD pada kurikulum darurat (dalam kondisi khusus).

Penyusunan RPP tidak perlu dilakukan dari awal, hanya perlu melakukan penyesuaian diperkuat dengan hasil asesmen diagnostik.  Efisien berarti penulisan RPP dilakukan dengan tepat dan tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga.  Efektif berarti penulisan RPP dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Berorientasi pada murid berarti penulisan RPP dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar murid di kelas.

Ada 3 komponen inti, yaitu:  Tujuan pembelajaran;  Langkah-langkah pembelajaran (kegiatan); dan,  Penilaian pembelajaran (asesmen). Komponen-komponen lainnya adalah pelengkap. Tujuanpembelajaran ditulis dengan merujuk kepada kurikulum dan kebutuhan belajar murid. Kegiatan belajar dan asesmen dalam RPP ditulis secara efisien. … agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

(Lampiran Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses) Audience adalah siswa (peserta didik), yakni siapa yang mengikuti proses pembelajaran.

Behaviour adalah perilaku siswa yang dapat diamati selama mengikuti proses pembelajaran. Rumusan perilaku ini berupa kata kerja aktif. Condition adalah persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga perilaku yang diharapkan dapat ditunjukkan oleh siswa.

Degree adalah tingkat keberhasilan pencapaian perilaku yang dapat berbentuk kecepatan, ketepatan, kuantitas, dan/atau kualitas, tetapi bukan nilai karakter. 1. Melalui kegiatan mengamati video daur air, siswa dapat menjelaskan tahapan proses terjadinya hujan secara tertulis.

Audience: siswa Behaviour: menjelaskan tahapan proses terjadinya hujan Condition: melalui kegiatan mengamati video daur air Degree: secara tertulis 2. Setelah melakukan gerakan pada permainan sederhana, siswa dapat berjalan lurus ke satu arah dengan tepat.

Audience: siswa Behaviour: berjalan lurus ke satu arah Condition: setelah melakukan gerakan pada permainan sederhana Degree: dengan tepat 3. Melalui lagu, siswa dapat memperkenalkan diri dengan menyebut nama panggilan. Audience: Siswa Behaviour: Memperkenalkan diri Condition: Melalui lagu Degree: Tidak ada *Komponen ABCD tidak harus disusun berurutan berdasarkan abjad Audience adalah siswa (peserta didik), yakni siapa yang mengikuti proses pembelajaran.

Behaviour adalah perilaku siswa yang dapat diamati selama mengikuti proses pembelajaran. Rumusan perilaku ini berupa kata kerja aktif. Content adalah materi yang terdiri dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan abstrak (keterampilan berpikir kognitif) dan keterampilan konkrit (keterampilan kinestetik) Contoh tujuan pembelajaran: 1. Siswa dapat menjelaskan tahapan proses terjadinya hujan melalui kegiatan mengamati video daur air. Audience: siswa Behaviour: menjelaskan Content: tahapan proses terjadinya hujan 2.

Siswa dapat berjalan lurus ke satu arah pada permainan sederhana. Audience: siswa Behaviour: berjalan lurus ke satu arah Content: permainan sederhana 3. Siswa dapat memperkenalkan diri dengan menyebut nama panggilan. Audience: Siswa Behavior: Memperkenalkan diri Content: Nama panggilan Pendahuluan, berisi aktifitas guru dalam menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran yang dapat dilakukan dengan cara memberi motivasi belajar, mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan apa yang akan dipelajari, menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai, dan menyampaikan cakupan materi.

Inti, berisi aktifitas siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dengan menggunakan metode dan media pembelajaran serta sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tujuan yang akan dicapai. Aktifitas proses pembelajaran tersebut dilaksanakan secara tematik integratif. Penutup, berisi aktifitas bersama antara guru dan siswa dalam melakukan refleksi untuk mengevaluasi seluruh rangkaian aktifitas dan hasil-hasil yang diperoleh dari proses pembelajaran yang telah berlangsung, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas serta menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Modul ini dikembangkan untuk digunakan oleh siswa, orang tua cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 guru di jenjang SD dalam memfasilitasi pembelajaran siswa dalam masa pandemi Covid atau kondisi khusus lainnya.

Modul ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk mengembangkan perangkat ajar lain dalam upaya memfasilitasi siswa untuk belajar dalam kondisi khusus. Modul ini dikembangkan dengan merujuk pada Kompetensi dasar dalam Penyederhanaan kurikulum namun aktivitas pembelajaran dioptimalisasi untuk mencapai kompetensi lilterasi dan numerasi pada semua mata pelajaran. Karena kompetensi literasi dan numerasi merupakan kompetensi yang fundamental, sehingga dalam masa darurat yang menuntut adaptasi pembelajaran, keterbatasan sumber daya dan kendala teknis berdampak pada kemungkinan pembelajaran tidak tersampaikan secara utuh, alternatif terbaik adalah pelaksanaan pembelajaran difokuskan pada literasi dan numerasi.

Meski berorientasi pada literasi dan numerasi, KD yang dirujuk adalah KD dari berbagai mata pelajaran diperkuat dengan penguatan Pendidikan Karakter dan Kecakapan hidup. Literasi adalah kecakapan fundamental yang membekali peserta didik dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Kecakapan literasi membangun kecakapan hidup yang meningkatkan ketahanan peserta didik untuk melalui masa pandemi. Pesan pagi adalah pesan pembuka guru untuk memulai pembelajaran dengan siswa.

Orang tua dapat menyampaikan pesan guru ini sebagai penanda cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 kegiatan pembelajaran. Pesan pagi memuat pertanyaan inkuiri untuk mengantarkan tema pembelajaran. Siswa akan menjawab pesan guru dalam lembar kerja yang terdapat dalam modul siswa. Dalam kegiatan ini, peserta didik membaca buku atau membaca lembar cerita atau menyimak video buku yang dibacakan secara interaktif pada kanal YouTube.

Jika orang tua dapat mengakses YouTube, guru memberitahu orang tua cara mengakses video buku. Orang tua yang tidak memiliki akses ke internet dapat menggunakan lembar cerita dalam modul siswa. Kepada orang tua yang tidak dapat mengakses YouTube, guru juga membagi strategi membacakan buku secara interaktif dengan peserta didik. Untuk setiap buku yang dibacakan interaktif, terdapat dua kegiatan lanjutan. Kegiatan hari ke-1 Peserta didik mendengarkan cerita yang dibacakan oleh orangtua/orang dewasa atau yang dibacakan di video membaca interaktif dan menjawab pertanyaan secara lisan.

Setelah membaca, peserta didik akan menuliskan kosakata baru yang dipahaminya dan menulis judul buku di jurnal membaca mereka. Kegiatan hari ke-2 Setelah membaca buku dan/atau melihat tayangan video, peserta didik mengerjakan kegiatan tindak lanjut di lembar tugas yang telah didistribusikan. Kegiatan tindak lanjut untuk kelas 1 adalah menceritakan apa yang terjadi di awal cerita, selanjutnya dan akhir cerita.

Selain itu, dalam membaca interaktif guru perlu memastikan jika orang tua sudah memahami bagaimana cara membantu anak mereka saat membaca terbimbing sesuai dengan instruksi yang ada di modul orang tua. Pada membaca terbimbing, satu buku digunakan untuk 2-3 hari.

Pada kegiatan membaca mandiri, peserta didik bebas membaca buku pilihan mereka dengan bimbingan orang tua. Jika peserta didik dapat mengakses internet buku yang dibaca dapat berupa buku digital yang telah tersedia pada laman: https://literacycloud.org/ https://reader.letsreadasia.org/ http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/ Setelah membaca buku bersama orang tua, peserta didik dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut a.

Siapa tokoh dalam cerita, di mana dan kapan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 terjadi. b. Awal cerita, kejadian selanjutnya, dan akhir cerita. Baca lima (Balima) adalah kegiatan membaca huruf-huruf yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Pada kegiatan ini, peserta didik berlatih membaca dan menghafal bentuk huruf-huruf tersebut. Setiap minggu peserta didik membaca 5 huruf yang digunakan dalam Bahasa Indonesia.

Tahap awal, orang tua membaca huruf tersebut dan meminta peserta didik untuk mengulanginya. Selanjutnya, orang tua harus menunjuk huruf-huruf yang akan dibaca peserta didik secara acak untuk melihat apakah peserta didik masih mengingat huruf tersebut.

Kegiatan pembelajaran harian diakhiri dengan mengisi lembar refleksi. Tujuan dari refleksi ini adalah untuk melihat kemajuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Refleksi ini juga memberikan masukan bagi guru untuk mengetahui dukungan apa yang harus diberikan kepada siswa dalam proses pembelajaran. Numerasi adalah kecakapan fundamental yang membekali peserta didik dengan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita.

Kemampuan ini ditunjukkan dengan kenyamanan terhadap bilangan dan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan.

Kemampuan ini juga merujuk pada apresiasi dan pemahaman informasi yang dinyatakan secara matematis, misalnya grafik, bagan, dan tabel. Pendekatan numerasi berimbang adalah Pendekatan yang meningkatkan kemampuan intuitif bilangan (number sense) dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual). Konsep matematika disampaikan secara visual dengan menggunakan berbagai representasi. Siswa aktif di dalam bereksporasi menggunakan benda dan alat yang ada di sekitar mereka.

Numerasi tidaklah sama dengan kompetensi matematika. Keduanya berlandaskan pada pengetahuan dan keterampilan yang sama, tetapi perbedaannya terletak pada pemberdayaan pengetahuan dan keterampilan tersebut. Pengetahuan matematika saja tidak membuat seseoarng memiliki kemampuan numerasi.

Numerasi mencakup keterampilan mengaplikasikan konsep dan kaidah matematika dalam siatuasi riil sehari-hari, saat permasalahannya tidak terstruktur, memiliki banyak penyelesaian, atau tidak ada penyelesaian yang tuntas, serta berhubungan dengan factor matematika.

Kegiatan Intuisi bilangan (number sense) adalah suatu kemampuan berpikir secara luwes dengan bilangan yang mencakup menilai besaran, komputasi mental, estimasi, dan menilai kewajaran hasil perhitungan. Pada kegiatan intuisi bilangan peserta didik melakukan kegiatan yang melatih kemampuan untuk "melihat" bilangan (mental image of numbers), berhitung, hubungan antar besaran, dan sebagainya.

Misal: Peserta didik dapat secara cepat mengenali berapa banyaknya benda tanpa menghitung. Dalam kegiatan ini, peserta didik diberi salinan buku berisi naskah penjelasan konsep untuk dibacakan secara interaktif, jika peserta didik memiliki akses internet peserta didik dapat menyimak video pada kanal youtube.

Guru telah memberitahu orang tua cara mengakses video di youtube. Salinan buku dan video pada kanal youtube memperkenalkan konsep matematika dan ditindaklanjuti dengan kegiatan. Misalnya, setelah membaca salinan buku dan atau menonton video mengenai bilangan yang muncul di mana-mana, peserta didik diminta mencari bilangan di rumah dan sekitarnya. Aktivitas latihan adalah untuk memperlancar (mastery) konsep yang sudah dieksplorasi.

Di sini peserta didik bisa melakukanya mandiri dengan lembar kerja yang disediakan. Di kelas 1 latihan masih sederhana dan bergambar. Banyak aktivitas menggambar atau mewarnai atau melingkari. Di kelas 2 dan 3 juga masih menggunakan gambar namun sudah ada latihan berupa angka/ bilangan.

Project dilakukan di akhir yaitu di hari ke-6. Project yang cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dilakukan terintegrasi dengan literasi dan lintas mata pelajaran yang memungkinkan.

Misalnya, peserta didik membuat poster mengenai diri dan keluarganya dengan menggunakan bilangan. Kompleksitas bilangan yang digunakan sesuai dengan tingkat kelasnya: kelas 1 menggunakan bilangan sederhana sampai sepuluh, kelas 2 menggunakan bilangan yang lebih besar atau dalam bentuk jumlah atau selisih, dan kelas 3 menggunakan perkalian dan pembagian. Melalui aktivitas ini, peserta didik juga mengintegrasikan dengan mata pelajaran lain, misalnya kebudayaan dengan mengaitkan dengan tradisi dan kebiasaan keluarganya, sains dengan mengaitkan dengan indera yang dimilikinya, dan sebagainya.

Hal yang harus dihindari oleh orang tua dalam mendampingi anak belajar adalah: 1. Anak Anda tidak harus menyelesaikan kegiatan dalam modul siswa apabila ia merasa lelah, bosan, atau tidak dapat memahaminya.

Namun, anak Anda juga perlu diajarkan tanggungjawab dan perlu dimotivasi untuk menyelesaikan modul siswa dengan segenap kemampuannya terlebih dahulu. Misalnya, apabila ia lelah atau bosan, ia dapat menyelingi kegiatan belajar dengan kegiatan lain. Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 anak Anda mengalami masalah dalam mengerjakan modul siswa, Anda dapat menghubungi guru.

2. Sekalipun anak Anda mungkin dapat mengerjakan modul siswa secara mandiri, tetap dampingi dan awasi ia. Pada saat membubuhkan tandatangan pada modul siswa, tanyakan bagian mana yang sulit, dan periksa pekerjaannya. Pada akhir ecan, anak Anda juga diminta untuk melibatkan anggota keluarga dalam proyek yang dibuatnya. Seandainya Anda tidak dapat mendampinginya belajar, pastikan ada orang dewasa lain di rumah yang dapat membantunya.

Sebelum Membaca 1. Menurutmu, buku ini akan bercerita tentang apa? 2. Kalau membaca judulnya, buku ini kira-kira tentang apa? 3. Apa yang kamu tahu tentang . (topik buku)? 4. Menurutmu, apakah cerita ini nyata atau khayalan? 5. Siapa penulis buku ini?

Apakah kamu pernah mendengarnya? Apakah kamu pernah membaca bukunya yang lain? Selama Membaca 1. Menurutmu, apa yang terjadi berikutnya? 2. Mengapa menurutmu begitu? 3. Kapan dan di mana cerita ini terjadi? 4. Bagaimana tokoh menyelesaikan masalahnya?

5. Menurutmu, apa arti kata ini? Bagaimana kamu tahu Sesudah Membaca 1. Ceritakan awal, tengah, dan akhir cerita ini dengan bahasamu sendiri. 2. Seandainya kamu bertemu dengan penulis, apa yang ingin kamu tanyakan kepadanya? 3. Apa kejadian paling penting dalam cerita ini? 4. Bagaimana tokoh berubah sepanjang cerita?

5. Kalau kamu menjadi tokoh cerita, bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah itu? Buku atau lembar kerja siswa diserahkan kepada guru, guru memeriksa hasil kerja siswa untuk memberikan umpan balik. Tindak lanjut yang dilalukan, apabila siswa teridentifkasi belum mencapai tujuan pembelajaran, konsultasikan dengan orang tua kesulitan yang dihadapi, guru dan orang tua perlu mencari strategi lain untuk mendukung siswa belajar.

Jika penyebab siswa belum mencapai tujuan pembelajaran karena siswa belum menguasai kompetensi sebelumnya, maka guru menyarankan kepada orang tua untuk mendampingi anak belajar dengan modul pada kompetensi sebelumnya. 1. Modul ini memudahkan guru dan murid karena KD telah disederhanakan sehingga akan memudahkan pencapaian dan pemahaman materi, baik dari sisi siswa maupun orang tua yang mendampingi belajar di rumah 2. Terdapat 3 modul yaitu modul guru, siswa, dan orang tua.

Hal ini akan memudahkan komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua karena didalam modul tersebut sudah terdapat langkah-langkah pembelajaran secara rinci. 3. Modul berisi aktivitas pembelajaran yang kontekstual, kongrit dan relevan dengan kondisi siswa saat ini. 4. Modul memfasilitasi pembelajaran harian. cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013. Di dalam modul orang tua disediakan lembar organizer, penjelasan rangkuman pembelajaran mingguan, untuk membantu orang tua menyiapkan pembelajaran anak.

6. Di dalam modul guru dilengjapi dengan kunci jawaban sebagi panduan guru untuk memberikan feedback dan mendampingi pembelajaran siswa. Pada penilaian sikap diasumsikan bahwa setiap peserta didik memiliki perilaku yang baik.

Perilaku menonjol (sangat baik atau perlu bimbingan) yang dijumpai selama proses pembelajaran ditulis dalam jurnal atau catatan pendidik. Apabila tidak ada catatan perlu bimbingan di dalam jurnal, peserta didik tersebut dikategorikan berperilaku sangat baik. Penilaian sikap dilakukan dengan teknik observasi, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 diri, dan penilaian antar teman.

Penilaian kinerja (performance assessment) adalah penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Pada penilaian kinerja, penekanannya dapat dilakukan pada proses atau produk. Penilaian kinerja yang menekankan pada produk disebut penilaian produk, misalnya poster, puisi, dan kerajinan.

Penilaian kinerja yang menekankan pada proses disebut penilaian praktik, misalnya bermain sepak bola, memainkan alat musik, menyanyi, melakukan pengamatan menggunakan mikroskop, menari, bermain peran, dan membaca puisi. 1) Secara individu, guru dan tenaga kependidikan dituntut untuk mengembangkan kemampuannya dengan banyak membaca, mengikuti seminar (daring dan luring), mengikuti pelatihan; 2) Satuan Pendidikan dapat menyelenggarakan pelatihan secara mandiri dengan melibatkan unsur dari dinas, perguruan tinggi, atau unsur lain terkait; 3) Satuan pendidikan dapat mengikutsertakan gurunya untuk pelatihan di gugus atau di Dinas Pendidikan" Prinsip asesmen dalam pembelajaran kondisi khusus adalah: 1) Valid yaitu Asesmen menghasilkan informasi yang sahih mengenai pencapaian Peserta Didik; 2) Reliabel yaitu Asesmen menghasilkan informasi yang konsisten dan dapat dipercaya tentang pencapaian Peserta Didik; 3) Adil yaitu Asesmen yang dilaksanakan tidak merugikan Peserta Didik tertentu; 4) Fleksibel yaitu Asesmen yang dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Peserta Didik dan Satuan Pendidikan; 5) Otentik yaitu Asesmen yang terfokus pada capaian belajar Peserta Didik dalam konteks penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari; dan 6) Terintegrasi yaitu Asesmen dilaksanakan sebagai bagian integral dari pembelajaran sehingga menghasilkan umpan balik yang berguna untuk memperbaiki proses dan hasil belajar peserta didik Asesmen diagnostik tidak hanya dilakukan untuk aspek kognitif namun juga aspek non kognitif.

Contoh melakukan asesmen non kognitif adalah dengan meminta anak memilih gambar symbol emosi yang sesuai dengan perasaannya dan meminta siswa membuat gambar atau cerita pendek tentang pengalamannya belajar di rumah. Asesmen ini penting untuk memastikan level kesejahteraan psikologis dan sosial emosional setiap siswa. Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual.

Namun Asesmen Nasional menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan. Sebagai alat untuk mengevaluasi mutu sistem, Asesmen Nasional akan menghasilkan potret yang lebih utuh tentang kualitas hasil belajar serta proses pembelajaran di sekolah. Laporan hasil Asesmen Nasional akan dirancang untuk menjadi “cermin” atau umpan balik yang berguna bagi sekolah dan Dinas Pendidikan dalam proses evaluasi diri dan perencanaan program.

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca serta literasi matematika (numerasi). Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Bentuk soal Asesmen Nasional terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian. Pusmenjar menyediakan contoh soal AKM pada laman: https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm.

Hal ini terkait dengan tujuan dan fungsi Asesmen Nasional. Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusan menilai prestasi murid sebagai seorang individu. Evaluasi hasil belajar setiap individu murid menjadi kewenangan pendidik.

Pemerintah melalui Asesmen Nasional melakukan evaluasi sistem. Asesmen Nasional merupakan cara untuk memotret dan memetakan mutu sekolah dan sistem pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, tidak semua murid perlu menjadi peserta dalam Asesmen Nasional.

Yang diperlukan adalah informasi dari sampel yang mewakili popu¬lasi murid di setiap sekolah pada jenjang kelas yang menjadi target dari Asesmen Nasional. Peserta Asesmen Nasional adalah seluruh satuan pendidikan terdiri atas: kepala cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, seluruh guru, dan murid yang dipilih dengan stratifikasi sosial ekonomi oleh Kemdikbud.

Jenjang SD/MI, kelas V maksimal 30 murid. Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-C8 yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu).

Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran. Tidak, Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan. Asesmen Nasional diberikan kepada murid bukan di akhir jenjang satuan pendidikan.

Asesmen Nasional juga tidak digunakan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. Hasil Asesmen Nasional tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual. Seperti dijelaskan sebelumnya, hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran. Dengan demikian, Asesmen Nasional tidak terkait dengan kelulusan peserta didik.

Penilaian untuk kelulusan peserta didik merupakan kewenangan pendidik dan satuan pendidikan. Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, serta program kesetaraan yang dikelola oleh PKBM. Di tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah. Untuk program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh peserta didik yang berada pada tahap akhir program belajarnya.

Selain peserta didik, Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh guru dan kepala sekolah di setiap satuan pendidikan. Informasi dari peserta didik, guru, dan kepala sekolah diharapkan memberi informasi yang lengkap tentang kualitas proses dan hasil belajar di setiap satuan pendidikan. Hal ini terkait dengan tujuan dan fungsi Asesmen Nasional.

Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusan menilai prestasi murid sebagai seorang individu. Evaluasi hasil belajar setiap individu murid menjadi kewenangan pendidik.

Pemerintah melalui Asesmen Nasional melakukan evaluasi sistem. Asesmen Nasional merupakan cara untuk memotret dan memetakan mutu sekolah dan sistem pendidikan secara keseluruhan.

Karena itu, tidak semua murid perlu menjadi peserta dalam Asesmen Nasional. Yang diperlukan adalah informasi dari sampel yang mewakili populasi murid di setiap sekolah pada jenjang kelas yang menjadi target dari Asesmen Nasional. Hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran. Pemilihan jenjang kelas V, VIII dan XI dimaksudkan agar murid yang menjadi peserta Asesmen Nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika mereka masih berada di sekolah tersebut.

Selain itu, Asesmen Nasional juga digunakan untuk memotret dampak dari proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan.

Murid kelas V,VIII, dan XI telah mengalami proses pembelajaran di sekolahnya, sehingga sekolah dapat dikatakan telah berkontribusi pada hasil belajar yang diukur dalam Asesmen Nasional. Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Namun Asesmen Nasional menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan.

Sebagai alat untuk mengevaluasi mutu sistem, Asesmen Nasional akan menghasilkan potret yang lebih utuh tentang kualitas hasil belajar serta proses pembelajaran di sekolah. Laporan hasil Asesmen Nasional akan dirancang untuk menjadi “cermin” atau umpan balik yang berguna bagi sekolah dan Dinas Pendidikan dalam proses evaluasi diri dan perencanaan program. Asesmen Nasional mengukur dua macam literasi, yaitu Literasi Membaca dan Literasi Matematika (atau Numerasi).

Keduanya cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 karena merupakan kemampuan atau kompetensi yang mendasar dan diperlukan oleh semua murid, terlepas dari profesi dan cita-citanya di masa depan. Literasi dan numerasi juga merupakan kompetensi yang perlu dikembangkan secara lintas mata pelajaran. Kemampuan membaca yang diukur melalui AKM Literasi sebaiknya dikembangkan tidak hanya melalui pelajaran Bahasa Indonesia, tapi juga pelajaran agama, IPA, IPS, dan pelajaran lainnya.

Kemampuan berpikir logis-sistematis yang diukur melalui AKM Numerasi juga sebaiknya dikembangkan melalui berbagai pelajaran. Dengan mengukur literasi dan numerasi, Asesmen Nasional mendorong guru semua mata pelajaran untuk berfokus pada pengembangan kompetensi membaca dan berpikir logis-sistematis.

Asesmen Nasional bertujuan tidak hanya memotret hasil belajar kognitif murid namun juga memotret hasil belajar sosial emosional. Asesmen nasional diharapkan dapat memotret sikap, nilai, keyakinan, serta perilaku yang dapat memprediksi tindakan dan kinerja murid di berbagai konteks yang relevan. Hal ini penting untuk menyampaikan pesan bahwa proses belajar-mengajar harus mengembangkan potensi murid secara utuh baik kognitif maupun non kognitif.

Warga belajar diwajibkan menempuh ujian kesetaraan untuk dinyatakan lulus pendidikan non-formal. Asesmen Nasional merupakan ujian kesetaraan yang menjadi salah satu syarat kelulusan. Oleh cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 itu, peserta Asesmen Nasional dalam pendidikan jalur non-formal tidak dipilih secara acak oleh Kemdikbud.

Peserta Asesmen Nasional pendidikan jalur non formal adalah warga belajar yang mendaftarkan diri untuk ujian kesetaraan. Hasil ujian kesetaraan tersebut sekaligus digunakan sebagai Rapor PKBM. Perbedaan instrumen AKM dengan UN Sebagai berikut: Jenjang Penilaian untuk UN (SMP/MTs, SMA/MA dan SMK) dan untuk AKM & SK (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK) Level Murid untuk UN (Tingkat Akhir ) dan untuk AKM & SK (V, VIII, dan XI ) Subjek Murid untuk UN (Sensus seluruh murid) dan untuk AKM & SK (Sensus sekolah, dengan sampel murid) Tingkat Jenis Tes untuk UN (Highstake) dan untuk AKM & SK (Lowstake) Model Soal untuk UN (Pilihan Ganda dan Isian Singkat (Matematika SMA/SMK) dan untuk AKM & SK (PG, PGK, Menjodohkan, Isian Singkat,dan Uraian) Periode tes per murid untuk UN (4 Hari) dan untuk AKM & SK (2 har) Moda Pelaksanaan untuk UN (Semi online) dan untuk AKM & SK (Full Online supervised (utama), Semi online cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 offline (sekolah tertentu) Metode Penilaian untuk UN ( Computer BasedTest (CBT) dan untuk AKM & SK (Computerized MultiStage Adaptive Testing (MSAT) Spesifikasi minimal Infra Sekolah untuk UN (Server Sekolah,Komputer Client dan BW (jelas) dan untuk AKM & SK (Server sekolah tidak perlu, Komputer Client Memory 2 GB, Resolusi 1024 x720, Windows 7 ke atas, ChromeOS,Bandwith 12 Mbps untuk 15 client ) Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen, yaitu: a.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid. b. Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. c. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah AKM mengukur hasil belajar kognitif yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid.

Sementara Survei Karakter mengukur hasil belajar emosional yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila dimana pelajar Indonesia memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Bentuk soal Asesmen Nasional terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian.

a. Pilihan ganda, murid hanya dapat memilih satu jawaban benar dalam satu soal. b. Pilihan Ganda Kompleks, murid dapat memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu soal.

c. Menjodohkan, murid menjawab dengan dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik lainnya yang merupakan pasangan pertanyaan dengan jawabannya. d. Isian singkat, murid dapat menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama benda, tempat, atau jawaban pasti lainnya.

e. Uraian, murid menjawab soal berupa kalimat-kalimat untuk menjelaskan jawabannya. Tidak. AKM mengukur kompetensi mendasar yang perlu dipelajari semua murid tanpa membedakan peminatannya. Oleh karena itu seluruh murid akan mendapat soal yang mengukur cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 yang sama. Keunikan konteks beragam materi kurikulum lintas mata pelajaran dan peminatan tercermin dalam ragam stimulus soal-soal AKM. Peserta Asesmen Nasional adalah seluruh satuan pendidikan terdiri atas: kepala sekolah, seluruh guru, dan murid yang dipilih dengan stratifikasi sosial ekonomi oleh Kemdikbud.

Jenjang SD/MI, kelas V maksimal 30 murid, jenjang SMP/MTS, SMA/MA, SMK kelas VIII dan XI maksimal 45 murid setiap satuan pendidikan. Tidak ada batas minimal. Target responden Asesmen Nasional adalah semua guru baik status kepegawaian tetap maupun pegawai lepas/ honorer.

Tujuan Survei Lingkungan Belajar adalah menggali informasi yang dapat mencerminkan kondisi sekolah sesungguhnya.

Sehingga tingkat partisipasi yang tinggi diharapkan mampu memberikan cerminan yang lebih baik. Asesmen Nasional terdiri atas: (1) AKM, (2) Survei Karakter, dan (3) Survei Lingkungan Belajar. Pelaksanaan Asesmen Nasional untuk murid akan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama untuk Asesmen Literasi Membaca dan Survei Karakter, sedangkan hari kedua untuk Asesmen Numerasi dan Survei Lingkungan Belajar. Alokasi waktu sesi asesmen maupun survei berbeda untuk murid kelas V dengan murid kelas VIII serta XI.

Alokasi waktu asesmen dapat dilihat pada tabel berikut: SD/MI : Hari Pertama 75 Menit dan Surver Karakter 20 Menit. Hari Kedua Tes Numerasi 75 Menit dan Survei Lingkungan Belajar 20 Menit. SMP/MTs SMA/SMK/MA : Hari Pertama Tes Literasi 90 menit dan Survei Karakter30 menit Hari Kedua Tes Numerasi 90 menit dan Survei Lingkungan Belajar 30 menit Pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar untuk kepala sekolah dan guru lebih fleksibel dan diberikan alokasi waktu melengkapi semua pertanyaan dalam kurun waktu dua minggu.

Pengerjaan angket oleh kepala sekolah maupun guru dilakukan secara daring tanpa pengawasan. Uji coba akan dilaksanakan satu bulan sebelum pelaksanaan AKM melalui mekanisme gladi bersih. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan aplikasi dapat berjalan dengan lancar serta mekanisme pelaksanaan Asesmen Nasional dipahami oleh setiap pihak yang terlibat. Selain uji coba, Kemdikbud menyelenggarakan simulasi AKM untuk mengenalkan model soal AKM dan memberi kesempatan kepada murid untuk familiar dengan aplikasi serta ragam soal AKM.

Kemdikbud memberikan alokasi waktu dua minggu untuk guru mengisi Survei Lingkungan Belajar. Diharapkan dalam tenggat waktu tersebut semua guru akan berpartisipasi. Partisipasi setiap guru di dalam Survei Lingkungan Belajar akan mempengaruhi akurasi gambaran umum iklim belajar dan iklim satuan pendidikan. Ya. Sistem aplikasi Asesmen Nasional mengadopsi sistem UNBK dengan modifikasi.

Modifikasi meliputi ragam format soal tidak hanya pilihan ganda dan isian, namun ditambahkan format pilihan ganda kompleks, menjodohkan, serta uraian. Selain itu, pada AKM soal-soal yang disajikan akan adaptif terhadap kemampuan murid dalam menjawab soalsoal sebelumnya.

Proktor dan teknisi berperan penting dalam memastikan keberfungsian infrastruktur sekolah, setup aplikasi serta dukungan teknis selama pelaksanaan Asesmen Nasional.

AKM mengukur kompetensi kecakapan hidup yang merupakan hasil belajar murid lintas beragam mata pelajaran. Oleh karena itu, keberhasilan di AKM tidak melalui proses drilling soal-soal.

Satuan pendidikan diharapkan mewujudkan proses pembelajaran yang mendorong terbangunnya kompetensi serta karakter murid.

Untuk mengenalkan murid pada beragam format soal AKM serta aplikasi AKM, Kemdikbud akan menyelenggarakan simulasi serta gladi bersih. Satuan pendidikan diharapkan aktif mengikuti simulasi dan gladi bersih sebagai upaya menyiapkan murid menghadapi AKM. Selain itu, Pusmenjar menyediakan contoh soal AKM untuk setiap indikator kompetensi pada laman: https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm. Tidak ada pelatihan guru terkait persiapan AKM. AKM memotret kompetensi kecakapan hidup yang tidak dapat di-drilling atau diajarkan melalui bimbel.

Oleh karena itu, fokus penguatan guru adalah saat menindaklajuti hasil AKM: baik memaknai, memanfaatkan sebagai umpan balik proses pembelajaran serta penguatan kapasitas guru dalam melakukan pembelajaran serta merancang asesmen yang berkualitas.

Sekolah diharapkan mampu merefleksi hasil AKM dalam pembelajaran sehingga guru-guru menerapkan teaching at the right level serta fokus membangun kompetensi serta karakter murid.

laporan sekolah terkait iklim belajar dan iklim satuan pendidikan diharapkan ditindaklanjuti manajemen sekolah untuk menyusun dan melaksanakan program-program sekolah yang mendorong terciptanya iklim belajar yang positif dan kondusif.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi.

AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten. Bantuan kuota data internet adalah bantuan yang diberikan Kemendikbud kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen berupa kuota internet seluler dengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan belajar dari rumah pada masa pandemi Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19).

Bantuan kuota data internet seluler tersebut terdiri atas: * Kuota Umum: Kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi * Kuota Belajar: Kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran. Rincian bantuan kuota data internet dibagi menjadi empat kategori yaitu sebagai berikut: * Peserta Didik Jenjang PAUD: 20 GB / bulan - 5 GB Kuota Umum - 15 GB Kuota Belajar * Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah: 35 GB / bulan - 5 GB Kuota Umum - 30 GB Kuota Belajar * Pendidik Jenjang Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dan Pendidikan Dasar dan Menengah: 42 GB / bulan - 5 GB Kuota Umum - 37 GB Kuota Belajar * Dosen dan Mahasiswa: 50 GB / bulan - 5 GB Kuota Umum - 45 GB Kuota Belajar Penerima bantuan kuota internet pendidikan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: * Peserta Didik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah: - Terdaftar di aplikasi Dapodik; dan - Memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik/orang tua/anggota keluarga /wali.

* Pendidik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah - Terdaftar di aplikasi Dapodik dan berstatus aktif; dan - Memiliki nomor ponsel aktif. * Mahasiswa - Terdaftar di aplikasi PDDikti, berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang double degree; - Memiliki kartu rencana studi pada semester berjalan; dan - Memiliki nomor ponsel aktif. * Dosen - Terdaftar di aplikasi PDDikti dan berstatus aktif pada tahun ajaran 2020/2021; - Memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP); dan - Memiliki nomor ponsel aktif.

Penyaluran kuota data internet dilakukan selama 4 cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 bulan dari September sampai dengan Desember 2020 dengan jadwal sebagai berikut: a. Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama 1) tahap I pada tanggal 22 sampai 24 September 2020; dan 2) tahap II pada tanggal 28 sampai 30 September 2020.

b. Bantuan kuota data internet untuk bulan kedua 1) tahap I pada tanggal 22 sampai 24 Oktober 2020; dan 2) tahap II pada tanggal 28 sampai 30 Oktober 2020. c. Bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat dikirim bersamaan. 1) tahap I pada tanggal 22 sampai 24 November 2020; dan 2) tahap II pada tanggal 28 sampai 30 November 2020. Bantuan kuota data internet memiliki masa berlaku sebagai berikut: * bantuan kuota data internet untuk bulan pertama dan kedua berlaku selama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik; dan * bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat berlaku selama 75 (tujuh puluh lima) hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 dan peserta didik Proses entri dan verval tetap bisa dilanjutkan walau melewati batas cut off.

Setiap bulan ada dua tahap untuk entri maupun verifikasi dan validasi datanya agar bagi yang belum masuk di tahap pertama dikarenakan kendala teknis, maka dapat diakomodir pada tahap kedua. Namun apabila pada kedua tahap tersebut tidak masuk ke dalam data yang diverikasi dan validasi, maka tidak akan mendapatkan kuota data internet pada bulan yang bersangkutan, tetapi masih dapat diberikan untuk kuota data internet untuk bulan berikutnya.

Jika hasil dari pemadanan data dengan provider didapatkan ada nomor-nomor yang tidak aktif, hal ini mungkin terjadi karena banyak pengguna yang sering berganti nomer hanya untuk mencari alternatif paket-paket kuota data yang terjangkau oleh daya beli mereka.

Sehingga dimungkinkan nomor yang masuk sudah habis masa tenggang atau tidak aktif. Untuk itu disarankan agar pengguna menggunakan nomor yang sudah dipastikan aktif pada saat di daftarkan nomor ponselnya.

Pengawasan dilakukan oleh Kemendikbud bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Dalam rangka transparansi dalam pemanfaatan anggaran pengadaan barang/jasa dalam penanganan keadaan darurat, masyarakat dapat melakukan pengawasan untuk memantau pelaksanaan pengadaan bantuan kuota data internet dan apabila terdapat indikasi penyimpangan, masyarakat dapat melaporkannya kepada Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbud http://ult.kemdikbud.go.id atau posel: pengaduan@kemdikbud.go.id.

Terkait lomba yang dulu dilaksanakan oleh Direktorat SD yaitu KSN (Kompetisi Sains Nasional), O2SN (Olimpiade Olahraga Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Nasional), FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) dan FL2N (Festival dan Lomba Literasi Nasional) saat ini ditangani oleh PUSPRESNAS (Pusat Prestasi Nasional) atau bisa dilihat pada laman pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id Yang dilaksanakan oleh Direktorat SD adalah sayembara terkait penanaman nilai-nilai Pancasila untuk bisa mewujudkan karakteristik profil pelajar Pancasila seperti sayembara Bakti Tunas Pancasila dan Gema Pertiwi serta beberapa sayembara lainnya dalam tema-tema tertentu yang dilakukan secara daring atau online dan bisa diikuti oleh siapapun tanpa harus berjenjang dari mulai tingkat kecamatan, kabupaten atau provinsi.

Direktorat SD saat ini sedang menyusun berbagai NSPK yang mana sasarannya adalah peserta didik seperti pedoman wawasan kebhinekaan global bagi peserta didik, ekstrakurikuler, dan pencegahan kekerasan dsb (Bisa di cek pada menu website). Bagi peserta didik yang memiliki karya atau prestasi serta bakat dan minat bisa langsung mengunggah karya dan prestasinya melalui laman media center Direktorat SD : http://ditpsd.kemdikbud.go.id Bagi karya terpilih akan ditayangkan atau diterbitkan pada laman media sosial Dit.SD serta pada laman website, selain itu juga berhak mendapatkan sertifikat atau piagam karena telah berbagi karya inspiratif serta diberikan kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam sharing session online yang dilaksanakan oleh Direktorat SD melalui berbagai Webinar.

Ada layanan Virtual Tour Museum yang mana ada 20 museum yang bisa dikunjungi secara virtual dan sebagai salah satu sarana edukatif dan media pembelajaran IPS bagi jenjang sekolah dasar serta penananaman nilai karakter cinta tanah air dan budaya Indonesia dimana untuk lebih lanjutnya terkait layanan tersebut bisa diakses melalui laman berikut ini: kebudayaan.kemdikbud.go.id Sekolah bisa melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler secara daring/online jika siswa, guru dan orangtua telah memiliki sarana yang memadai untuk bisa melaksanakan kegiatan secara daring dan dilakukan oleh guru pendamping ekstrakurikuler yang berkompeten.

Misalkan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler daring yaitu seni tari, kepramukaan, seni musik, seni lukis, keolahragaan dst. Satu SD/MI dengan enam rombongan belajar melayani maksimum 2000 jiwa. Untuk pelayanan penduduk lebih dari 2000 jiwa dilakukan penambahan rombongan belajar di sekolah yang telah ada, dan bila rombongan belajar lebih dari 24 dilakukan pembangunan SD/MI baru.

Satu desa/kelurahan dilayani oleh minimum satu SD/MI Lahan untuk satuan pendidikan SD/MI harus memenuhi ketentuan rasio minimum luas lahan terhadap peserta didik seperti tercantum pada Tabel dibawah ini.

Rasio Minimum Luas Lahan terhadap Peserta Didik Untuk satuan pendidikan yang memiliki rombongan belajar dengan banyak peserta didik kurang dari kapasitas maksimum kelas, lahan juga memenuhi ketentuan luas minimum seperti tercantum pada Tabel.

Luas Minimum Lahan • Lahan terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.

• Kemiringan lahan rata-rata kurang dari 15%, tidak berada di dalam garis sempadan sungai dan jalur kereta api. • Lahan terhindar dari gangguan-gangguan berikut. • Pencemaran air, sesuai dengan PP RI No.

20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air. • Kebisingan, sesuai dengan Kepmen Negara KLH nomor 94/MENKLH/1992 tcntang Baku Mutu Kebisingan. • Pencemaran udara, sesuai dengan Kepmen Negara KLH Nomor 02/MEN KLH/1988 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan.

Lahan sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota atau rencana lain yang lebih rinci dan mengikat, dan mendapat izin pemanfaatan tanah dari Pemerintah Daerah setempat.

Lahan memiliki status hak atas tanah, dan/atau memiliki izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk jangka waktu minimum 20 tahun.

Bangunan gedung dilengkapi izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bangunan gedung memenuhi ketentuan tata bangunan yang terdiri dari: • koefisien dasar bangunan maksimum 30 %; • koefisien lantai bangunan dan ketinggian maksimum bangunan gedung yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah; • jarak bebas bangunan gedung yang meliputi garis sempadan bangunan gedung dengan as jalan, tepi sungai, tepi pantai, jalan kereta api, dan/atau jaringan tegangan tinggi, jarak antara bangunan gedung dengan batas-batas persil, dan jarak antara as jalan dan pagar halaman yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah.

Bangunan gedung memenuhi persyaratan keselamatan berikut • Memiliki struktur yang stabil dan kukuh sampai dengan kondisi pembebanan maksimum dalam mendukung beban muatan hidup dan beban muatan mati, serta untuk daerah/zona tertentu kemampuan untuk menahan gempa dan kekuatan alam lainnya. • Dilengkapi sistem proteksi pasif dan/atau proteksi aktif untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan petir.

Bangunan gedung memenuhi persyaratan kesehatan berikut • Mempunyai fasilitas secukupnya untuk ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai. • Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan gedung untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pembuangan air kotor dan/atau air limbah, kotoran dan tempat sampah, serta penyaluran air hujan.

• Bahan bangunan yang aman bagi kesehatan pengguna bangunan gedung dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Bangunan gedung menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman, dan nyaman termasuk bagi penyandang cacat Bangunan gedung memenuhi persyaratan kenyamanan berikut. • Bangunan gedung mampu meredam getaran dan kebisingan yang mengganggu kegiatan pembelajaran. • Setiap ruangan memiliki temperatur dan kelembaban yang tidak melebihi kondisi di luar ruangan.

• Setiap ruangan dilengkapi dengan lampu penerangan. Bangunan gedung bertingkat memenuhi persyaratan berikut. • Maksimum terdiri dari tiga lantai. • Dilengkapi tangga yang mempertimbangkan kemudahan, cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013, keselamatan, dan kesehatan pengguna.

Bangunan gedung dilengkapi sistem keamanan berikut. • Peringatan bahaya bagi pengguna, pintu keluar darurat, dan jalur evakuasi jika terjadi bencana kebakaran dan/atau bencana lainnya. • Akses evakuasi yang dapat dicapai dengan mudah dan dilengkapi penunjuk arah yang jelas. Pembangunan gedung atau ruang baru harus dirancang, dilaksanakan, dan diawasi secara profesional.

Rasio minimum luas ruang kelas 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 15 orang, luas minimum ruang kelas 30 m2. Lebar minimum ruang kelas 5 m. Ruang kelas harus juga memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan yang memadai untuk membaca buku dan untuk memberikan pandangan ke luar ruangan dan memiliki pintu yang memadai agar peserta didik dan guru dapat segera keluar ruangan jika Ruang perpustakaan berfungsi sebagai tempat kegiatan peserta didik dan guru memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka dengan membaca, mengamati, mendengar, dan sekaligus tempat petugas mengelola perpustakaan.

Sebaiknya luas minimum ruang perpustakaan sama dengan luas satu ruang kelas. Lebar minimum ruang perpustakaan 5 m, ruang perpustakaan harus dilengkapi jendela untuk memberi pencahayaan yang memadai untuk membaca buku dan terletak di bagian sekolah yang mudah dicapai. Ruang pimpinan berfungsi sebagai tempat melakukan kegiatan pengelolaan sekolah, pertemuan dengan sejumlah kecil guru, orang tua murid, unsur komite sekolah, petugas dinas pendidikan, atau tamu lainnya. Luas minimum ruang pimpinan 12 m2 dan lebar minimum 3 m, sebaiknya ruang pimpinan mudah diakses oleh guru dan tamu sekolah, dan dapat dikunci dengan baik.

Ruang guru berfungsi sebagai tempat guru bekerja dan istirahat serta menerima tamu, baik peserta didik maupun tamu lainnya. Rasio minimum luas ruang guru 4 m2/pendidik dan luas minimum 32 m2, sebaiknya ruang guru mudah dicapai dari halaman sekolah ataupun dari luar lingkungan sekolah, serta dekat dengan ruang pimpinan. Jamban berfungsi sebagai tempat buang air besar dan/atau kecil.

Minimum terdapat 1 unit jamban untuk setiap 60 peserta didik pria, 1 unit jamban untuk setiap 50 peserta didik wanita, dan 1 unit jamban untuk guru dan banyak minimum jamban setiap sekolah adalah 3 unit. Luas minimum 1 unit jamban 2 m2, jamban harus berdinding, beratap, dapat dikunci, dan mudah dibersihkan, juga wajib tersedia air bersih di setiap unit jamban. Gudang berfungsi sebagai cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas, tempat menyimpan sementara peralatan sekolah yang tidak/belum berfungsi di satuan pendidikan, dan tempat menyimpan arsip sekolah yang telah berusia lebih dari 5 tahun.

Sebaiknya luas minimum gudang 18 m2 dan dipastikan gudang dapat dikunci. Ruang sirkulasi horizontal berfungsi sebagai tempat penghubung antar ruang dalam bangunan sekolah dan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan bermain dan interaksi sosial peserta didik di luar jam pelajaran, terutama pada saat hujan ketika tidak memungkinkan kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung di halaman sekolah.

Ruang sirkulasi horizontal berupa koridor yang menghubungkan ruang-ruang di dalam bangunan sekolahdengan luas minimum 30% dari luas total seluruh ruang pada bangunan, lebar minimum 1,8 m, dan tinggi minimum 2,5 m.

Ruang sirkulasi horizontal dapat menghubungkan ruangruang dengan baik, beratap, serta mendapat pencahayaan dan penghawaan yang cukup. Koridor tanpa dinding pada lantai atas bangunan bertingkat dilengkapi pagar pengaman dengan tinggi 90-110 cm. \ Bangunan bertingkat dilengkapi tangga, bangunan bertingkat dengan panjang lebih dari 30 m dilengkapi minimum dua buah tangga.

Jarak tempuh terjauh untuk mencapai tangga pada bangunan bertingkat tidak lebih dari 25 m. Lebar minimum tangga 1,5 m, tinggi maksimum anak tangga 17 cm, lebar anak tangga 25-30 cm, dan dilengkapi pegangan tangan yang kokoh dengan tinggi 85-90 cm. Tempat bermain/berolahraga berfungsi sebagai area bermain, berolahraga, pendidikan jasmani, upacara, dan kegiatan ekstrakurikuler. Rasio minimum luas tempat bermain /berolahraga 3 m2/peserta didik.

Untuk satuan pendidikan dengan banyak peserta didik kurang dari 167, luas minimum tempat bermain/berolahraga 500 m2. Di dalam luasan tersebut terdapat ruang bebas untuk tempat berolahraga berukuran 20 m x 15 m. Tempat bermain/berolahraga yang berupa ruang terbuka sebagian ditanami pohon penghijauan di tempat yang tidak mengganggu proses pembelajaran di kelas.

Tempat bermain/berolahraga tidak diperkenankan untuk tempat parkir, dengan permukaan datar, drainase baik, dan tidak terdapat pohon, saluran air, serta bendabenda lain yang mengganggu kegiatan olahraga Tidak bisa, karena aplikasi erapor berbasis web maka paling banyak hanya dapat diinstal di 2 (dua) komputer.

Alternatif 1. Diinstal di satu komputer cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 terinstal dapodik dan e-rapor. Komputer ini sekaligus dijadikan sebagai server e-Rapor Alternatif 2. Diinstal di dua komputer yaitu satu komputer terinstal dapodik dan e-rapor, komputer kedua hanya diinstal e-rapor saja dan dijadikan sebagai server e-Rapor • Klik 2 kali aplikasi Updater eRapor SD V 1.0 to V 1.1 • Tampil selamat datang di instalasi e-Rapor SD dan Klik lanjut • Akan tampil Perjanjian Persetujuan dan Pilih saya setuju terus klik lanjut • Akan tampil Informasi letak folder aplikasi e-Rapor diinstal dan Klik lanjut • Akan tampil siap untuk memasang dan Klik pasang • Akan tampil informasi dan Klik lanjut • Akan tampil mengakhiri pemasangan e-Rapor SD dan Klik selesai Setelah instal updater V 1.1 Login ke akun admin dengan default username: admin dan password : admin123456, pilih level admin dan pilih tahun pelajaran yang ada, dan klik menu ambil data dapodik,kemudian sinkron data pada menu data Semester, kemudian logout, lalu masuk lagi akun admin dengan pilih tahun pelajaran baru, Download format import Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 melalui akun admin, lalu isikan sesuai data yang dimaksud.

Ingat! pastikan bahwa kode mapel dan kode Bidang sesuai dengan kurikulum yang dimaksud.(Untuk KD dari permen 37 kode bidang diisi 1, untuk KD dari balitbang kode bidang diisi 5, dan untuk KD penyederhanaan mandiri kode bidang diisi 9. Jika user belum terblokir oleh aplikasi e-rapor Admin dapat melakukan edit password dan generate ulang user di menu data user pada aplikasi erapor, tetapi bila user telah diblokir oleh aplikasi e-rapor maka admin dapat menambah user dengan username berbeda dengan username yang telah di blokir dan maksimal username 18 karakter.

Gunakan IP Publik provider internet berlangganan, atau menggunakan ngrok.com, dan sch.id terminal penghubung antara komputer server yang ada erapornya dengan client dan client tidak perlu menginstal aplikasi eRapor. Adapun cara mengonlinekan jika tidak punya hosting berlangganan bisa menggunakan dengan cara dibawah ini: • Masuk browser firefox atau chrome dan ketik di url https://ngrok.com/ • Klik tombol Get started for free • Klik Sign up with google seperti gambar dibawah ini • Masukan username dan passwordnya email • Klik Download aplikasi ngrok • Klik ngrok.exe hasil download • Buka kembali browser https://dashboard.ngrok.com/get-started/setup Copy kan dan pastekan ke aplikasi ngrok hasil download tadi dan enter pada keyboar • Dan share forwarding alamat url ke client ( guru – guru ) yang ada pada tampilan aplikasi ngrok tersebut seperti gambar dibawah ini : satu alamat url aza yang dishare.

Contoh komputer/laptop client (guru) Buka browser ketik url https://298de36ab08b.ngrok.io Ketika mengubah / ada perubahan KKM mata pelajaran, maka harus diubah pula pada KKM satuan pendidikan, jika perubahan KKM tersebut mempengaruhi interval predikat dan KKM satuan pendidikan. Misalkan KKM terkecil yang sudah diinput pertama adalah 70, dan diubah menjadi 65. maka pada KKM satuan pendidikan harus diubah pula menjadi 65.

1. Untuk cetak kelengkapan rapor masal,klik cetak PDF kelengkapan 1 kelas yang berwarna merah. 2. Untuk cetak nilai rapor masal, klik cetak PDF rapor 1 kelas yang berwarna merah 3.

Untuk cetak kelengkapan rapor per siswa,klik cetak PDF kelengkapan yang berwarna hijau Untuk cetak nilai rapor per siswa, klik cetak PDF rapor semester warna biru. Bos Reguler 2021 • Satuan biaya majemuk, dihitung berdasarkan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dan Indeks Peserta Didik (IPD) tiap wilayah kabupaten/kota. Rentang nilai satuan biaya per peserta didik per tahun yaitu Rp 900.000 – Rp 1.960.000,- • Penyaluran Dana BOS Reguler dari Kemenkeu melalui KPPN langsung ke Rekening Sekolah.

• Penyaluran dilakukan dalam 3 tahap, dengan persentase 30%, 40% dan 30%. • Penetapan SK Sekolah Penerima dilakukan oleh Kemendikbud. • Batas akhir pengambilan data 1x per tahun (31 agustus). • Pembayaran honor maksimal 50% untuk sekolah negeri dan swasta dalam kondisi normal, dan tidak dibatasi alokasi maskimal dalam kondisi darurat bencana yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan/atau pemerintah daerah.

• penyaluran tahap I dilakukan setelah sekolah menyampaikan laporan penggunaan dana BOS tahap II tahun sebelumnya; penyaluran tahap II dilakukan setelah sekolah menyampaikan laporan penggunaan dana BOS tahap III tahun sebelumnya; penyaluran tahap III dilakukan sekolah menyampaikan penyampaian laporan tahap I tahun anggaran berjalan.

Bos Reguler 2020 • Rp. 900.000/Siswa dalam 1 (satu) Tahun. • Penyaluran Dana BOS Reguler dari Kemenkeu melalui KPPN langsung ke Rekening Sekolah.

• Penyaluran dilakukan dalam 3 tahap, dengan persentase 30%, 40% dan 30%. • Penetapan SK Sekolah Penerima dilakukan oleh Kemendikbud. • Batas akhir pengambilan data 1x per tahun (31 agustus). • Pembayaran honor maksimal 50% untuk sekolah negeri dan swasta dalam kondisi normal, dan tidak dibatasi alokasi maskimal dalam kondisi darurat bencana yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

• Pelaporan penggunaan dana BOS tahap ke-1 menjadi syarat penyaluran dana BOS tahap ke-3. Sesuai Permendikbud No.6 Tahun 2021 Bab II Pasal 3, yaitu: • Mengisi dan melakukan pemutakhiran Dapodik sesuai dengan kondisi riil di sekolah sampai dengan tanggal 31 Agustus; • Memiliki nomor pokok sekolah nasional yang terdata pada Dapodik; • Memiliki izin untuk menyelenggarakan pendidikan bagi sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang terdata pada Dapodik; • Memiliki jumlah Peserta Didik paling sedikit 60 (enam puluh) Peserta Didik selama 3 (tiga) tahun terakhir; dan • Tidak merupakan satuan pendidikan kerja sama.

Sesuai Permendikbud No.6 Tahun 2021 Bab V Pasal 12, yaitu: • Penerimaan Peserta Didik baru; • Pengembangan perpustakaan; • Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler; • Pelaksanaan kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran; • Pelaksanaan administrasi kegiatan sekolah; • Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan; • Pembiayaan langganan daya dan jasa; • Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah; • Penyediaan alat multimedia pembelajaran; • Penyelenggaraan kegiatan peningkatan kompetensi keahlian; • Penyelenggaraan kegiatan dalam mendukung keterserapan lulusan; dan/atau • Pembayaran honor.

• Berdasarkan Permendikbud No. 6 Tahun 2021, Lampiran I Poin A, Nomor 9, huruf H, Sekolah menyampaikan laporan realisasi penggunaan Dana BOS Reguler melalui laman http://bos.kemdikbud.go.id; dan • Jika Sekolah menggunakan Aplikasi RKAS Kemdikbud (ARKAS), maka pelaporan tidak perlu melalui laman http://bos.kemdikbud.go.id. Jika mendapatkan status Verifikasi Rekening: Gagal Verifikasi, pastikan untuk membandingkan Tanggal Perubahan Sekolah dan Tanggal Verifikasi Bank. Tanggal perubahan sekolah posisinya ada di kotak sebelah kiri (Data Sekolah) Tanggal verifikasi Bank positinya ada di kotak sebelah kanan (Data Verifikasi Bank) Jika tanggal verifikasi Bank lebih baru, maka langkah selanjutnya: Perbaiki data Rekening oleh Sekolah atau Update data Rekning menggunakan data verifikasi Bank dengan menekan tombol: Update Sesuai Data Verifikasi Bank Jika sekolah yakin data verifikasi Bank yang salah, hubungi Bank untuk melakukan verifikasi ulang di BOS Salur Jika mendapatkan status Verifikasi Rekening: Gagal Verifikasi, pastikan untuk membandingkan Tanggal Perubahan Sekolah dan Tanggal Verifikasi Bank.

Tanggal Perubahan Sekolah posisinya ada di kotak sebelah kiri (Data Sekolah) Tanggal Verifikasi Bank positinya ada di kotak sebelah kanan (Data Verifikasi Bank) Jika Tanggal Perubahan Sekolah lebih baru, maka langkah selanjutnya: Menuggu Verifikasi Bank yang terbaru.

Tapi jika sekolah yakin Data rekening Bank yang benar, maka bisa tekan tombol: Update Sesuai Data Verifikasi Bank. Berdasarkan Permendikbud No.6 Tahun 2021, Bab IV Pasal 1, penyaluran dana BOS Reguler dilakukan secara bertahap dengan ketentuan: • penyaluran tahap I dilakukan setelah sekolah menyampaikan laporan penggunaan Dana BOS Reguler tahap II tahun sebelumnya. • penyaluran tahap II dilakukan setelah sekolah menyampaikan laporan penggunaan Dana BOS Reguler tahap III tahun sebelumnya; dan • penyaluran tahap III dilakukan sekolah menyampaikan penyampaian laporan tahap I tahun anggaran berjalan.

• NUPTK adalah kode referensi yang berbentuk nomor unik bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai identitas dalam menjalankan tugas pada Satuan Pendidikan; • Sebagai guru secara administrasi harus memiliki NUPTK; • Kemendikbud harus memastikan bahwa pembayaran honor yang diberikan diterima oleh guru; • Guru yang dimaksud merupakan guru yang diangkat atau ditugaskan secara resmi oleh penyelenggara sesuai dengan prosedur dan mekanisme pengangkatan dan penugasan guru; dan • Dalam rangka memastikan hal tersebut maka NUPTK menjadi persyaratan yang harus dipenuhi Sesuai Permendikbud No.6 Tahun 2021, Pasal 14 ayat 1 dan 2 yaitu Ayat 1: Dalam hal pembayaran honor guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) dan ayat (3) terdapat sisa dana, pembayaran honor dapat diberikan kepada tenaga kependidikan.

Ayat 2: Tenaga kependidikan yang dapat diberikan honor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: • Berstatus bukan aparatur sipil negara; dan • Ditugaskan oleh kepala sekolah yang dibuktikan dengan surat penugasan atau surat keputusan.

Sejak Permendikbud No.6 Tahun 2021 telah terbit, maka: Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler dicabut dan dinyatakan tidak berlaku Sesuai dengan Permendikbud No.6 Tahun 2021 Pasal 16, yaitu: Ayat cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Dalam hal terdapat sisa Dana BOS Reguler tahun anggaran sebelumnya, sekolah tetap dapat menggunakan sisa Dana BOS Reguler sesuai dengan petunjuk teknis BOS Reguler tahun anggaran berjalan.

Ayat 2: Penggunaan sisa Dana BOS Reguler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan telah dicatatkan dalam rencana kerja dan anggaran sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Berdasarkan Permendikbud No.6 Tahun 2021, Lampiran I, Penggunaan Dana BOS Reguler di komponen e. Pembiayaan pelaksanaan administrasi kegiatan sekolah digunakan untuk: • Pembiayaan dalam rangka pengelolaan dan operasional rutin sekolah baik dalam rangka pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh; dan/ atau • Digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (disinfectant), masker atau penunjang kebersihan lainnya.

Mengikuti Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan NUPTK. Keterangan: • Menyiapkan dokumen persyaratan calon penerima NUPTK, kemudian diserahkan kepada Satuan Pendidikan untuk diunggah melalui sistem aplikasi VervalPTK.; • Dinas Pendidikan melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK; • LPMP melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK; dan • PUSDATIN menerbitkan NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh LPMP.

Persyaratan permohonan NUPTK, sebagai berikut: • Kartu Tanda Penduduk (KTP); • Ijazah dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan terakhir; • Bukti memiliki kualifikasi akademik paling rendah diploma IV (D-IV) atau strata 1 (S-1) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Formal; • Bagi yang berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) melampirkan: • Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS atau PNS; dan • SK penugasan dari Dinas Pendidikan; • Surat keputusan pengangkatan dari kepala Dinas Pendidikan bagi yang berstatus bukan PNS yang bertugas pada Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah; dan • Telah bertugas paling sedikit 2 (dua) tahun secara terus menerus bagi yang berstatus bukan PNS pada Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang dibuktikan melalui surat keputusan pengangkatan dari ketua yayasan atau cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 hukum lainnya • Di dalam komponen pembiayaan pemeliharaan sarana dan prasarana hanya dimungkinkan pembiayaan dalam hal pemeliharaan.

Untuk itu sepanjang sarana dan prasarana di sekolah tersebut dilakukan dalam rangka pemeliharaan; dan • Di dalam komponen pembiayaan pemeliharaan sarana dan prasarana dimungkinkan penggunaan dana BOS untuk penyediaan sumber air bersih termasuk pompa dan instalasinya bagi sekolah yang belum memiliki air bersih.

• Melakukan penandatangan naskah perjanjian hibah dengan Pemerintah Daerah provinsi mewakili SD dan SMP; • Melatih, membimbing dan mendorong SD dan SMP untuk memasukkan/ memperbaharui data sekolah dalam Dapodik; • Membantu SD dan SMP yang memiliki keterbatasan untuk melakukan pendataan secara mandiri; • Melakukan koordinasi, sosialisasi, atau pelatihan program BOS Reguler kepada pengelola SD dan SMP, dan dapat melibatkan pengawas sekolah, Komite Sekolah, dan masyarakat; • Melakukan pembinaan dan pemantauan program BOS Reguler pada SD dan SMP dalam hal perencanaan, pengelolaan dan pelaporan Dana BOS Reguler.

Pembinaan dalam pengelolaan Dana BOS Reguler difokuskan pada aspek peningkatan kualitas belajar dan mengajar di sekolah; • Memastikan semua RKAS penerima BOS Reguler disahkan oleh kepala dinas yang menangani urusan pendidikan sesuai kewenangan; • Memastikan penggunaan Dana BOS Reguler dimasukkan dalam RKAS yang disahkan oleh kepala dinas yang menangani urusan pendidikan; • Memerintahkan SD dan SMP untuk memastikan kelengkapan dan kebenaran isian data sekolah berdasarkan data sebelum cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 akhir pengambilan data; • Menugaskan SD dan SMP untuk membuat laporan sesuai dengan ketentuan; • Menugaskan sekolah untuk melaporkan penggunaan Dana BOS Reguler dari sekolah melalui laman bos.kemdikbud.go.id; • Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat dengan menyediakan saluran informasi khusus BOS Reguler; • Memantau pelaporan pertanggungjawaban penggunaan Dana BOS Reguler SD dan SMP baik secara luring maupun daring; dan • Melakukan monitoring pelaksanaan program BOS Reguler pada SD dan SMP Sesuai Permendikbud No.6 Tahun 2021, Bab II Pasal 3, Ayat 3 dan 4, yaitu Ayat 3: Persyaratan jumlah Peserta Didik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d dikecualikan bagi: • Sekolah Terintegrasi, SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB; • sekolah yang berada di Daerah Khusus yang ditetapkan oleh Kementerian; dan • sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah yang berada pada wilayah dengan kondisi kepadatan penduduk yang rendah dan secara geografis tidak dapat digabungkan dengan sekolah lain.

Ayat 4, yaitu: Sekolah yang dikecualikan dari persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c harus diusulkan oleh kepala Dinas kepada Menteri Tidak bisa, Penetapan sekolah penerima dana BOS Reguler berdasarkan data Dapodik tanggal 31 Agustus. Sesuai dengan Permendikbud No.6 tahun 2021 Pasal 28, ayat 1 dan 2, yaitu: Ayat 1: Biaya operasional sekolah yang diselenggarakan Pemerintah Daerah yang tidak ditetapkan sebagai penerima Dana BOS Reguler dan/atau tidak menerima Dana BOS Reguler menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter) yang diawali dengan sumber daya manusia yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak melakukan pengimbasan kepada sekolah lain Program Sekolah Penggerak berbeda dengan program sekolah model atau sekolah rujukan.

Perbedaannya adalah, program Sekolah Penggerak: • Merupakan program kolaborasi antara Kemendikbud dengan Pemerintah Daerah • Terdiri dari 5 jenis intervensi yang terintegrasi berupa pendampingan konsultatif dan asimetris kepada Pemerintah Daerah, pelatihan dan pendampingan kepala sekolah dan guru, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah • Memiliki ruang lingkup untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA dan SLB, baik sekolah negeri dan swasta mencakup seluruh kondisi • Dilakukan secara berkelanjutan, hingga seluruh sekolah di Indonesia cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Sekolah Penggerak Program sekolah model atau sekolah rujukan merupakan program pusat dengan intervensi berupa: • Bimtek • Bantuan Pemerintah Ruang lingkup tidak mencakup seluruh kondisi sekolah Banyak keuntungan yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan program Sekolah Penggerak, yaitu: • Peningkatan mutu hasil belajar dalam kurun waktu 3 tahun • Peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru • Percepatan digitalisasi sekolah • Kesempatan menjadi katalis perubahan bagi sekolah lain • Percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila • Mendapatkan pendampingan intensif • Memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian buku bagi pembelajaran dengan paradigma baru Selaras dengan kebijakan Standar Pelayanan Minimal serta target SDG (Sustainable Development Goals), jenjang PAUD perlu dimaknai sebagai fondasi dari jenjang pendidikan dasar.

Sehingga fokus Sekolah Penggerak untuk PAUD adalah penguatan kapasitas satuan PAUD untuk dapat memberikan layanan berkualitas agar anak secara holistik siap bersekolah (siap secara sosial emosional dan kognitif) dengan didampingi oleh keluarga dan ekosistem pendidikan di daerahnya. Fokus pada penguatan kapasitas satuan PAUD, diharapkan akan mengimbas kualitas layanan juga ke peserta didik usia di bawah 5 tahun yang ada di satuan tersebut.

Center of Excellence atau Pusat Keunggulan adalah upaya pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu agar mengalami peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta menjadi SMK rujukan dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya dengan insentif bantuan fisik dan non fisik.

Perbedaan terdapat pada mekanisme penentuan sekolah dan adanya kerja sama dengan industri Program Guru Penggerak adalah program peningkatan kompetensi di bidang kepemimpinan bagi guru-guru yang terpilih melalui proses seleksi. Sedangkan program Sekolah Penggerak adalah program peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dengan intervensi menyeluruh baik kepada kepala sekolah, pengawas sekolah dan guru.

Pemilihan Sekolah Penggerak dilakukan melalui seleksi kepala sekolah dan ditetapkan bersama antara Kemendikbud dan Pemerintah Daerah Program Sekolah Penggerak menyasar sekolah yang memiliki kondisi awal berbeda-beda. Melalui intervensi yang dilakukan, diharapkan setiap sekolah akan bergerak ke arah yang lebih baik. Indikator keberhasilan adalah progres, yaitu bagaimana sekolah tersebut dapat menggerakkan dirinya dan pada akhirnya menggerakkan sekolah lain dan bukanlah kondisi akhir dari sekolah itu sendiri Komunitas Penggerak fokus kepada peningkatan kapasitas individu (GTK) dan khusus untuk kompetensi tertentu dan dilakukan oleh organisasi mitra.

Program Sekolah Penggerak fokus pada peningkatan mutu hasil belajar siswa dengan melakukan 5 intervensi secara menyeluruh dan dilakukan oleh Kemendibud bersama pemerintah daerah. Terdapat kriteria umum dan kriteria seleksi. Kriteria Umum: • Memiliki sisa masa tugas sebagai kepala sekolah sekurang-kurangnya 1 kali masa tugas • Terdaftar dalam data pokok pendidikan (DAPODIK) • Membuat surat pernyataan yang menerangkan poin 1 diatas • Melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkotika, psikotropika, dan zat aditif (jika dinyatakan lulus pada seleksi tahap 2) • Tidak sedang menjalankan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan • Tidak sedang menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Kriteria Seleksi : • Memiliki tujuan/misi yang akan dicapai • Memiliki kompetensi kepemimpinan pembelajaran • Memiliki kemampuan mendampingi (coaching) atau mentoring • Memiliki kemampuan membangun kerjasama • Berorientasi pada pembelajaran • Memiliki kematangan etika Anggaran daerah dapat meliputi, tapi tidak terbatas, • Buku terkait pembelajaran dengan paradigma baru • Fasilitas sanitasi • Dukungan akses untuk platform teknologi pendidikan (termasuk dan tidak terbatas pada akses, jaringan) • Peralatan TIK • Pertemuan yang berhubungan dengan Program • Sekolah Penggerak • Perangkat ajar Bagi daerah yang telah memiliki perencanaan program peningkatan mutu 2021 dapat diintegrasikan ke dalam Program Sekolah Penggerak.

Namun apabila di tahun 2021 belum teranggarkan untuk program tertentu yang dapat diintegrasikan dimaksud maka Program Sekolah Penggerak dapat secara khusus dianggarkan pada tahun 2022 Platform teknologi bertujuan untuk mendukung implementasi kebijakan pendidikan yang akan diterapkan pada sekolah penggerak dalam proses pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, dan tata kelola sumber daya sekolah Platform teknologi akan terdiri dari: • Platform Guru: Pembelajaran • Platform Guru: Profil Guru & Pengembangan Kompetensi • Platform Sumber Daya Sekolah • Dashboard Rapor Pendidikan • Sekolah dapat memaksimalkan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah untuk keperluan akses platform teknologi • Sekolah berkonsultasi dengan pemerintah daerah untuk memperoleh dukungan penyelenggaraan platform teknologi • Sedapat mungkin Kemendikbud akan menyediakan konten platform teknologi yang bersifat offline atau luring untuk melayani sekolah dengan akses yang terbatas • Sebagian besar fitur akan mulai bisa digunakan di tahun ajaran baru 2021/2022 • Pembangunan platform teknologi akan dilakukan secara berkelanjutan, dimana fitur-fitur akan terus diperbaiki dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna • Sedapat mungkin platform teknologi dirancang untuk dapat diakses dan digunakan dengan mudah oleh pihak sekolah • Akan ada kegiatan pelatihan literasi teknologi maupun pendamping teknologi yang berperan untuk membantu sekolah untuk membiasakan diri dalam menggunakan platform teknologi termasuk dalam aspek dasar pengoperasian perangkat TIK • Kemendikbud juga akan menyediakan situs yang memuat panduan penggunaan platform yang dapat diakses kapan saja • Pembelajaran intrakurikuler yang terdiferensiasi dimana konten akan lebih optimal agar siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat siswa Proyek kokurikuler lintas mata pelajaran yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait: • Pengembangan diri dan warga sekolah secara berkelanjutan • Kepemimpinan pembelajaran • Pengelolaan dan pengembangan sekolah • Penggunaan platform digital Guru-guru akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait: • Pengembangan diri dan karier • Praktik pembelajaran profesional • Penggunaan platform digital Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus.

Masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik. Untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) diperlukan kebijakan pemulihan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu terkait dengan implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan.

Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik dan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik di satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran. Maka satuan pendidikan diberikan opsi dalam melaksanakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik.

Tiga opsi kurikulum tersebut yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan oleh Kemendikbudristek), dan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang cukup lama.

Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Keadaan ini kemudian semakin parah akibat merebaknya pandemi Covid-19. Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka kita memerlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas.

Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami.

Kita perlu memahami dua perbedaan sebelum berbicara tentang pergantian kurikulum, yakni antara kerangka kurikulum nasional dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Kurikulum nasional merupakan kurikulum yang ditetapkan pemerintah sebagai acuan para guru untuk menyusun kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Sedangkan, kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan kurikulum yang seharusnya secara periodik dievaluasi dan diperbaiki agar sesuai dengan perubahan karakteristik peserta didik serta perkembangan isu kontemporer.

Kerangka kurikulum nasional harus memberikan ruang inovasi dan kemerdekaan, sehingga dapat dan harus dikembangkan lebih lanjut oleh masingmasing sekolah. Pada Intinya, kerangka kurikulum nasional seharusnya relatif ajeg, tidak cepat berubah, tapi memungkinkan adaptasi dan perubahan yang cepat di tingkat sekolah. Inilah yang Kemendikbudristek lakukan dengan merancang Kurikulum Merdeka. Faktanya, laju perubahan kurikulum nasional kita sebenarnya tidak terlalu cepat, bahkan melambat.

Jika kita perhatikan, sejak ditetapkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, laju perubahan kurikulum melambat dari KBK di tahun 2004, KTSP di tahun 2006, dan yang terakhir adalah Kurikulum 2013 (K-13) di tahun 2013.

Kurikulum Merdeka baru akan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024. Dengan kata lain, pergantian berikutnya baru akan terjadi setelah kurikulum yang sebelumnya (K-13) diterapkan selama 11 tahun dan melewati setidaknya empat menteri pendidikan. Maka, fakta ini mematahkan pemeo “Ganti Menteri, Ganti Kurikulum”. Ada dua tujuan utama yang mendasari kebijakan ini. Pertama, pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek, ingin menegaskan bahwa sekolah memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai kebutuhan dan konteks masing-masing sekolah.

Kedua, dengan kebijakan opsi kurikulum ini, proses perubahan kurikulum nasional harapannya dapat terjadi secara lancar dan bertahap. Pemerintah mengemban tugas untuk menyusun kerangka kurikulum. Sedangkan, operasionalisasinya, bagaimana kurikulum tersebut diterapkan, merupakan tugas sekolah dan otonomi bagi guru. Guru sebagai pekerja profesional yang memiliki kewenangan untuk bekerja secara otonom, berlandaskan ilmu pendidikan.

Sehingga, kurikulum antar sekolah bisa dan seharusnya berbeda, sesuai dengan karakteristik murid dan kondisi sekolah, dengan tetap mengacu pada kerangka kurikulum yang sama. Perubahan kerangka kurikulum tentu menuntut adaptasi oleh semua elemen sistem pendidikan. Proses tersebut membutuhkan pengelolaan yang cermat sehingga menghasilkan dampak yang kita inginkan, yaitu perbaikan kualitas pembelajaran dan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, Kemendikbudristek memberikan opsi kurikulum sebagai salah satu upaya manajemen perubahan.

Perubahan kurikulum secara nasional baru akan terjadi pada 2024. Ketika itu, Kurikulum Merdeka sudah melalui iterasi perbaikan selama 3 tahun di beragam sekolah/madrasah dan daerah. Pada tahun 2024 akan ada cukup banyak sekolah/madrasah di tiap daerah yang sudah mempelajari Kurikulum Merdeka dan nantinya bisa menjadi mitra belajar bagi sekolah/madrasah lain.

Pendekatan bertahap ini memberi waktu bagi guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan untuk belajar. Proses belajar para aktor kunci ini penting karena proses belajar ini menjadi fondasi transformasi pendidikan yang kita cita-citakan.

Mari kita ingat, tujuan perubahan kurikulum adalah untuk mengatasi krisis belajar (learning crisis). Kita ingin menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Oleh karena itulah, Kemendikbudristek melakukan perubahan yang sistemik, tidak hanya kurikulum semata. Kita melakukan reformasi sistem evaluasi pendidikan, menata sistem rekrutmen dan pelatihan guru, menyelaraskan pendidikan vokasi dengan dunia kerja, mendampingi cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 pendidikan, dan melakukan penguatan anggaran dan kelembagaan.

Perubahan sistemik tersebut tentu tidak bisa terjadi dalam sekejap. Tahap demi tahap perubahan kurikulum harapannya dapat memberi waktu yang memadai bagi seluruh elemen kunci sehingga fondasi untuk transformasi pendidikan kita dapat tertanam kukuh dan teguh. Kriterianya ada satu, yaitu berminat menerapkan Kurikulum Merdeka untuk memperbaiki pembelajaran. Kepala sekolah/madrasah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka akan diminta untuk mempelajari materi yang disiapkan oleh Kemendikbudristek tentang konsep Kurikulum Merdeka.

Selanjutnya, jika setelah mempelajari materi tersebut sekolah memutuskan untuk mencoba menerapkannya, mereka akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan sebuah survei singkat. Jadi, prosesnya adalah pendaftaran dan pendataan, bukan seleksi. Kemendikbudristek percaya bahwa kesediaan kepala sekolah/madrasah dan guru dalam memahami dan mengadaptasi kurikulum di konteks masing-masing menjadi kunci keberhasilan.

Dengan demikian, Kurikulum Merdeka dapat diterapkan di semua sekolah/madrasah, tidak terbatas di sekolah yang memiliki fasilitas yang bagus dan di daerah perkotaan. Namun, kita menyadari tingkat kesiapan sekolah/madrasah berbeda-beda karena adanya kesenjangan mutu sekolah/madrasah. Oleh karena itu, Kemendikbudristek menyiapkan skema tingkat penerapan kurikulum, berdasarkan hasil survei yang diisi sekolah ketika mendaftar. Sekali lagi, tidak ada seleksi dalam proses pendaftaran ini.

Kemendikbudristek nantinya akan melakukan pemetaan tingkat kesiapan dan menyiapkan bantuan yang sesuai kebutuhan. Kurikulum merupakan instrumen penting yang berkontribusi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif. Inklusif tidak hanya tentang menerima peserta didik dengan kebutuhan khusus. Tetapi, inklusif artinya satuan pendidikan mampu menyelenggarakan iklim pembelajaran yang menerima dan menghargai perbedaan, baik perbedaan sosial, budaya, agama, dan suku bangsa.

Pembelajaran yang menerima bagaimanapun fisik, agama, dan identitas para peserta didiknya. Dalam kurikulum, inklusi dapat tercermin melalui penerapan profil pelajar Pancasila, misalnya dari dimensi kebinekaan global dan akhlak kepada sesama serta dari pembelajaran berbasis projek (project based learning). Pembelajaran berbasis projek ini nantinya akan otomatis memfasilitasi tumbuhnya toleransi sehingga terwujudlah inklusi.

Dukungan dari orang tua merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, secara konkret orang tua bisa menjadi teman dan pendamping belajar bagi anak. Memahami kompetensi yang perlu dicapai anak pada fasenya.

Orang tua dapat pula mempelajari buku-buku teks yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka melalui buku.kemdikbud.go.id. Kemendikbudristek terus berupaya untuk menghadirkan dan menyediakan buku-buku yang lebih asik, tidak terlalu padat, dan lebih banyak ilustrasi menarik dengan tema yang lebih menyentuh dan relevan.

Kurikulum Merdeka dapat terus diterapkan secara berkelanjutan melalui tiga hal. Pertama, regulasi yang fundamental, misalnya Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Regulasi dapat menjadi acuan bagi pengembangan kompetensi guru dan kepala sekolah juga banyak hal lainnya.

Kedua, dari sisi asesmen. Kurikulum harus didampingi sistem penilaian atau asesmen yang baik sebagaimana Asesmen Nasional (AN).

AN sangat berbeda dengan Ujian Nasional. AN dirancang bukan untuk menguji pengetahuan, tetapi untuk menilai kemampuan bernalar para peserta didik. AN juga menjadi penilaian yang menggambarkan gagasan sekolah yang ideal. AN sendiri bukan hanya untuk menilai peserta didik dan sekolah melainkan menilai pula kinerja pemerintah daerah. Melalui hasil penilaian kinerja daerah tersebut, nantinya pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan konteks masing-masing satuan pendidikan dan daerah.

Ketiga, dukungan publik. Dukungan publik menjadi hal krusial lainnya dalam keberlanjutan penerapan kurikulum. Dukungan publik yang kuat akan sulit menggoyahkan pergantian kebijakan. Kurikulum terdiri dari kegiatan intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler.

Alokasi jam pelajaran pada struktur kurikulum dituliskan secara total dalam satu tahun dan dilengkapi dengan saran alokasi jam pelajaran jika disampaikan secara reguler/mingguan. Selain itu, terdapat penyesuaian dalam pengaturan mata pelajaran yang secara terperinci dijelaskan dalam daftar tanya jawab per jenjang. Tidak ada perubahan total jam pelajaran, hanya saja JP (jam pelajaran) untuk setiap mata pelajaran dialokasikan untuk 2 kegiatan pembelajaran: (1) pembelajaran intrakurikuler dan (2) projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Jadi, jika dihitung JP kegiatan belajar rutin di kelas (intrakurikuler) saja, memang seolaholah JP-nya berkurang dibandingkan dengan Kurikulum 2013. Namun, selisih jam pelajaran tersebut dialokasikan untuk projek penguatan profil Pelajar Pancasila. Untuk peserta didik sampai pada kompetensi dan karakter yang terdapat dalam profil pelajar Pancasila, perlu penguatan selain di intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan program lainnya. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan melatih peserta didik untuk menggali isu nyata di lingkungan sekitar dan berkolaborasi untuk memecahkan masalah tersebut.

Oleh karena itu, alokasi waktu tersendiri sangat dibutuhkan guna memastikan projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat berjalan dengan baik. Pembelajaran muatan lokal dapat dilakukan melalui tiga metode, yaitu: a. Mengintegrasikan muatan lokal ke dalam mata pelajaran lain. Penjelasan: satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat menentukan Capaian Pembelajaran (CP) untuk muatan lokal yang kemudian dapat dipetakan ke dalam mata pelajaran lainnya.

b. Mengintegrasikan muatan lokal ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. Penjelasan: satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat mengintegrasikan muatan lokal ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. Sebagai contoh, projek dengan tema wirausaha dilakukan dengan mengeksplorasi potensi kerajinan lokal, projek dengan tema perubahan iklim dapat dikaitkan dengan isu-isu lingkungan di wilayah tersebut, dan sebagainya.

c. Mengembangkan mata pelajaran khusus muatan lokal yang berdiri sendiri sebagai bagian dari program intrakurikuler.

Penjelasan: satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat mengembangkan mapel khusus muatan lokal yang berdiri sendiri sebagai bagian dari program intrakurikuler. Sebagai contoh, mata pelajaran bahasa dan budaya daerah, kemaritiman, kepariwisataan, dan sebagainya sesuai dengan potensi masing-masing daerah. Dalam hal satuan pendidikan membuka mata pelajaran khusus muatan lokal, beban belajarnya maksimum 72 JP per tahun atau 2 JP per minggu.

Karakteristik utama Kurikulum Merdeka di satuan PAUD di antaranya adalah sebagai berikut: a. menguatkan kegiatan bermain yang bermakna sebagai proses belajar b. menguatkan relevansi PAUD sebagai fase fondasi (bagian penting dari pengembangan karakter dan kemampuan anak serta kesiapan anak bersekolah di jenjang selanjutnya) c. menguatkan kecintaan pada dunia literasi dan numerasi sejak dini d. adanya projek penguatan profil pelajar Pancasila e.

proses pembelajaran dan asesmen yang lebih fleksibel f. hasil asesmen digunakan sebagai pijakan guru untuk merancang kegiatan bermain dan pijakan orang tua dalam mengajak anak bermain di rumah g. menguatkan peran orang tua sebagai mitra satuan Guru merujuk pada Capaian Pembelajaran (CP) untuk bermainbelajar karena sudah memadukan rujukan STPPA, standar isi, dan standar penilaian, sehingga guru dapat lebih mudah, praktis, dan semakin terarah dalam merancang kegiatan bermain-belajar.

CP juga memasukkan arah kebijakan pendidikan di PAUD dengan rumusan kemampuan yang perlu dimiliki anak sebagai respons dari perubahan yang terjadi di lingkungan baik di lingkup lokal, nasional, maupun global. Pendidikan PAUD mengenalkan kegiatan pra-membaca, pramatematika, dan pra-menulis kepada peserta didik, sehingga tidak ada pelarangan untuk mengajarkan calistung di PAUD.

Tetapi, pendidik perlu memperhatikan dengan baik metode pengajarannya. Arah kebijakan di PAUD adalah penyiapan literasi dan numerasi dini, bukan hanya terbatas pada calistung.

Pengembangan literasi dan numerasi dini disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak kemudian dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari dan bermakna, bukan dengan drilling atau hanya dengan pengisian lembar kerja. STPPA adalah salah satu dari standar pendidikan nasional dalam kurikulum PAUD, setara dengan SKL cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan media/alat yang dirancang pemerintah untuk mencapai perkembangan anak yang lebih optimal dan merujuk pada STPPA. Acuan utama untuk pembelajaran di sekolah adalah CP. STPPA dapat digunakan satuan pendidikan sebagai referensi tambahan dan menjadi pertimbangan saat satuan pendidikan merumuskan visi, misi, dan profil "lulusan" dalam kurikulum operasional. Satuan PAUD dapat mengembangkan alur dan tujuan pembelajaran berdasarkan karakteristik satuan, kebutuhan dan minat anak, kondisi lingkungan sekitar, serta keterkaitannya dengan CP, sehingga alur dan tujuan pembelajaran antar-tiap satuan dapat sangat berbeda.

Alur di sini adalah bagian dari elemen-elemen CP yang dikembangkan di tiap semester. Kemendikbudristek tidak membuat contoh-contoh untuk menyusun alur pembelajaran, melainkan contoh tujuan pembelajaran, yang dituliskan dalam buku panduan guru. Alur pembelajaran di satuan PAUD dianjurkan sangat fleksibel untuk berganti dan dimodifikasi agar mengakomodir kebutuhan dan minat anak (berpusat pada anak). Pemerintah menyediakan contoh-contoh modul ajar yang dapat dijadikan inspirasi untuk satuan pendidikan.

Satuan pendidikan dan pendidik dapat mengembangkan modul ajar sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, memodifikasi, dan/atau menggunakan modul yang disediakan Pemerintah sesuai dengan karakteristik daerah, satuan pendidik, dan peserta didik. Oleh karena itu pendidik yang menggunakan modul ajar yang disediakan Pemerintah tidak perlu lagi menyusun perencanaan pembelajaran/RPP/modul ajar secara keseluruhan. Mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan menjadi satu pada jenjang SD karena anak usia SD cenderung melihat segala sesuatu secara utuh dan terpadu.

Selain itu, mereka masih dalam tahap berpikir konkret/sederhana, holistik, dan komprehensif, namun tidak detail. Penggabungan pelajaran IPA dan IPS ini diharapkan dapat memicu anak untuk dapat mengelola lingkungan alam dan sosial dalam satu kesatuan. Tidak ada peminatan di kelas X karena: a.

peserta didik perlu menguatkan kembali kompetensi dasar/fondasi sebelum mereka mengambil keputusan tentang arah minat dan bakat akademik yang ingin mereka kembangkan b.

keputusan untuk menentukan pilihan akademik sebaiknya dilakukan saat peserta didik sudah lebih matang secara psikologis, ketika mereka sudah di SMA, bukan di SMP c. peserta didik dapat menggunakan 1 tahun masa belajar di SMA untuk mengenal pilihan-pilihan yang disediakan satuan pendidikan tersebut, sebelum mengambil keputusan terkait pelajaran yang ingin mereka dalami d.

memberikan kesempatan lebih banyak kepada peserta didik untuk berdiskusi dengan orang tua/wali dan guru Bimbingan Konseling tentang minat dan bakatnya serta rencana masa depan. Tidak ada jam pelajaran khusus Bimbingan Konseling di kelas, namun guru Bimbingan Konseling memegang peranan penting dalam memimpin proses penelusuran minat dan bakat peserta didik bersama dengan wali kelas dan atau guru lain, serta berdiskusi dengan setiap individu peserta didik dan orang tua/wali.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Saat ini Indonesia memiliki 4.700 perguruan tinggi dengan ratarata lulusan SMA dan SMK adalah 2-3 juta per tahun, sedangkan persentase lulusan SMA dan SMK tersebut yang melanjutkan ke perguruan tinggi baru sekitar 38 persen.

Oleh karena itu, satuan pendidikan perlu mempersiapkan peserta didik yang memiliki keterampilan dan kemampuan untuk bekerja apabila mereka tidak dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Total jam pelajaran (JP) per minggunya dialokasikan 42-47 JP, termasuk mata pelajaran pilihan. Alokasi mata pelajaran pilihan terdiri dari 20-25 Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013. Mata pelajaran dari kelompok MIPA, IPS, dan Bahasa dan Budaya memiliki alokasi masing-masing 5 JP, mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan 2 JP, dan maksimal 5 JP untuk mata pelajaran Vokasi. Peserta didik memilih 4-5 mata pelajaran dari minimal dua kelompok mata pelajaran pilihan (maksimal mata pelajaran pilihan yang diambil dari satu kelompok mata pelajaran pilihan adalah 3 mata pelajaran.

a. Spektrum keahlian disesuaikan dengan kondisi dunia kerja. Ada 10 bidang keahlian dan cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 program keahlian. b. Struktur kurikulum terdiri dari dua kelompok yaitu A. Umum, B. Kejuruan. Waktu Praktik Kerja Lapangan adalah 6 bulan di kelas XII pada SMK program 3 tahun dan minimal 10 bulan di kelas XIII pada SMK program 4 tahun.

c. Pembelajaran boleh disampaikan dengan menggunakan sistem Blok, dengan model belajar project based learning dan proporsi jam pelajaran yang disesuaikan dengan program keahlian d. Bahan ajar digunakan untuk mendukung pembelajaran dan pelatihan terhadap kompetensi yang ada di dunia kerja e. Guru yang mengajar diarahkan agar memiliki kompetensi setara dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013.

Instruktur dunia kerja juga didorong untuk ikut mengajar. f. Sarana dan prasarana diarahkan agar dilakukan analisis benchmarking sesuai dengan kebutuhan dunia kerja Struktur kurikulum pada SMK berubah cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 mata pelajaran. Mata pelajaran yang semula diorganisasikan dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu: muatan nasional, muatan kewilayahan, dan muatan peminatan kejuruan disederhanakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok umum dan kelompok kejuruan.

Kelompok umum adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh, sesuai dengan fase perkembangan, berkaitan dengan norma-norma kehidupan baik sebagai makhluk yang berketuhanan Yang Maha Esa, individu, sosial, warga Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun sebagai warga dunia. Kelompok kejuruan adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja serta ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.

Mata pelajaran Informatika berisi berbagai kompetensi untuk menunjang keterampilan berpikir kritis dan sistematis guna menyelesaikan beragam permasalahan umum meliputi: penerapan logika proposisi, berpikir komputasional ( computational thinking), penerapan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan sistem komputasi, penggunaan jaringan komputer dan internet, penerapan keamanan data dan informasi, analisis data, penerapan algoritma pemrograman, memahami dampak sosial informatika, dan penerapan teknologi digitalisasi industri.

Mata pelajaran pilihan merupakan mata pelajaran yang dipilih oleh peserta didik berdasarkan renjana ( passion) untuk pengembangan diri, baik untuk berwirausaha, bekerja pada bidangnya, maupun melanjutkan pendidikan. Contohnya: Mata pelajaran Bahasa Asing selain Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, atau mata pelajaran kejuruan lain di luar konsentrasi keahliannya. Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah mata pelajaran yang dilaksanakan secara blok dan dirancangkan pelaksanaannya di kelas XII selama 6 bulan merupakan wahana pembelajaran di dunia kerja untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik meningkatkan penguasaan kompetensi teknis ( hard skill) sesuai dengan konsentrasi keahliannya serta menginternalisassi karakter dan budaya kerja ( soft skill).

Cara menghitung nilai rata-rata raport kurikulum 2013 Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 15, “Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus”.

Didalam penjelasan pasal tersebut disebutkan sebagai berikut: “Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu”. Selain itu, perbedaan utama peserta didik SMK dan SMA adalah soal keterampilan teknis. Lulusan SMK sudah memiliki keterampilan teknis yang sangat spesifik/ahli dalam bidangnya.

Lulusan SMK mempunyai sertifikat kompetensi yang juga diakui oleh dunia kerja. Keterampilan ini yang menjadi bekal utama mereka ketika melamar untuk suatu posisi di dunia kerja. Lulusan SMK bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, apalagi sekarang dengan bantuan program D2 fast track yang memberikan peluang pada peserta didik SMK untuk bisa masuk ke perguruan tinggi tanpa melalui tes.

Selain itu, Kemendikbudristek sedang mengupayakan agar ada penyetaraan pada lulusan SMK yang ingin masuk ke perguruan tinggi vokasi. Informasi dari profesional dunia kerja untuk memberikan informasi tentang gambaran dunia kerja yang dingin dijalani oleh peserta didik ketika nanti mereka menyelesaikan pendidikan di SMK.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyampaikan bahwa perlunya keselarasan antara dunia kerja dan SMK, yang tidak hanya tergambar melalui surat perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak tersebut.

Untuk itu, kementerian sudah menyiapkan paket Link and (Super) Match 8+i yang semuanya berhubungan dengan pentingnya keterlibatan dunia kerja. Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan aktifitas pembelajaran yang dapat berupa kajian, penelitian, diskusi, bakti sosial, metode penguatan fisik, dan mental atau pembelajaran berbasis projek untuk menginternalisasi karakter profil pelajar Pancasila.

Sedangkan, Project Based Learning (PBL) merupakan kegiatan pembelajaran berupa pembuatan produk barang atau layanan jasa yang digunakan sebagai wahana penguasaan kompetensi. Mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan merupakan wahana pembelajaran bagi peserta didik melalui pendekatan pembelajaran berbasis projek untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan kompetensi yang dikuasai pada kegiatan pembuatan produk/pekerjaan layanan jasa secara kreatif dan bernilai ekonomis.

a. Penggunaan Capaian Pembelajaran (CP) yang setara dengan KI KD pada Kurikulum 2013. b. Untuk peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual mengacu pada fase yang didasarkan pada usia mental.

Untuk peserta didik berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual dapat mengacu pada fase yang sama dengan peserta didik di pendidikan umum. c. Pada Kurikulum 2013, KI KD disusun untuk perketunaan, untuk Kurikulum Merdeka hanya menggunakan 1 CP untuk semua ketunaan.

Capaian Pembelajaran (CP) pendidikan khusus disusun berdasarkan CP reguler yang telah dimodifikasi dan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan ABK. CP ini bersifat fleksibel karena dibuat secara global dan dapat diterapkan untuk semua ketunaan dengan patokan kondisi anak berhambatan intelektual.

Untuk peserta didik yang tidak memiliki hambatan intelektual, dapat tetap menggunakan CP yang sama dengan satuan pendidikan reguler Pada dasarnya, peserta didik berkebutuhan khusus dapat menggunakan berbagai sumber belajar yang relevan termasuk buku. Untuk saat ini, Pemerintah telah menyediakan buku panduan guru yang terdiri atas panduan pelaksanaan pendidikan inklusif, panduan pelaksanaan program pembelajaran individual (PPI), panduan asesmen, dan pembelajaran pendidikan khusus.

Mata pelajaran keterampilan untuk peserta didik berkebutuhan khusus memiliki porsi yang paling besar dibandingkan mapel lainnya. Hal ini dikarenakan projeksi pendidikannya adalah kemandirian, sehingga peserta didik disiapkan untuk menjadi lulusan siap kerja dan mampu berwirausaha. Capaian Pembelajaran (CP) mata pelajaran keterampilan tersebut didasarkan pada SK3PD (standar kompetensi kerja khusus bagi penyandang disabilitas) yang setara dengan SKKNI. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang dapat memilih minimal 2 jenis keterampilan, pemilihan 1 jenis keterampilan dimaksudkan agar peserta didik lebih fokus mendalami 1 keterampilan secara utuh sehingga menjadi lulusan yang siap kerja.

Sedangkan saat di kelas VII, peserta didik masih dapat memilih minimal 2 jenis keterampilan dari 20 jenis keterampilan yang ada. Prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran (ATP) di SLB sama dengan satuan pendidikan reguler, yang membedakan adalah ATP untuk anak dengan hambatan intelektual.

ATP yang diturunkan dari Capaian Pembelajaran (CP) pendidikan khusus berlaku sama untuk semua ketunaan. Dengan demikian, tujuan pembelajaran yang disusun berlaku sama dengan pembeda pada pendekatan yang disesuaikan dengan masing-masing karakteristik ketunaan.

Dalam penyusunannya, profil pelajar Pancasila sudah memetakan/merujuk Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sehingga dalam implementasinya dapat diselaraskan. Dengan penyesuaian sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan, satuan pendidikan yang menggunakan Kurikulum 2013 boleh menerapkan pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil pelajar Pancasila seperti yang dilakukan oleh Sekolah Penggerak atau SMK PK.

Di satuan pendidikan, profil pelajar Pancasila perlu dikembangkan melalui berbagai strategi yang saling melengkapi dan menguatkan, yaitu budaya satuan pendidikan, kegiatan pembelajaran, dan kegiatan kokurikuler berupa pembelajaran melalui projek. Dengan demikian, projek ini bukan satu-satunya metode melainkan penguatan upaya mengembangkan profil pelajar Pancasila.

Dengan adanya projek penguatan profil pelajar Pancasila, maka satuan pendidikan perlu mengalokasikan waktu agar guru bisa bekerja secara kolaboratif. Kolaborasi akan menjadi kunci sukses/tidaknya sebuah projek. Dalam pelaksanaan projek, guruguru harus berkolaborasi secara lintas ilmu untuk merencanakan, memfasilitasi, dan menjalankan asesmen.

Pada satuan PAUD, projek penguatan profil pelajar Pancasila memiliki tema-tema yang ditentukan pemerintah. Tema-tema ini dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan. Pada setiap tahunnya, satuan pendidikan melaksanakan dua tema projek sehingga hal ini perlu masuk dalam pengorganisasian pembelajaran dalam kurikulum operasional satuan pendidikan. Dimensi profil pelajar Pancasila adalah karakter dan kompetensi fondasi yang perlu dikembangkan satuan pendidikan untuk peserta didik. Dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila adalah (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, (2) berkebinekaan global, (3) bergotong-royong, (4) mandiri, (5) bernalar kritis, dan (6) kreatif.

Sebagai contoh, mampu mengelola waktu belajar dan merancang strategi yang sesuai untuk mencapai tujuan belajar adalah sikap yang terbangun sebagai hasil dari perkembangan dimensi mandiri.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila akan dijalankan terpisah dari mata pelajaran, namun mengambil sebagian waktu dari keseluruhan pembelajaran di satuan pendidikan. Pada satuan PAUD, pelaksanaan projek profil pelajar Pancasila terintegrasi dengan kegiatan bermain-belajar harian dan dilakukan sekurangkurangnya pada perayaan hari besar dan perayaan tradisi lokal. Setiap mata pelajaran, program, dan kegiatan di satuan pendidikan diharapkan mendukung ketercapaian profil pelajar Pancasila dengan memasukkannya dalam pembelajaran.

Profil pelajar Pancasila juga akan diperkuat dengan pembelajaran berbasis projek dengan tema yang mendukung perkembangan kompetensi dan karakter yang dituju. Pengaruh langsung dari profil pelajar Pancasila: adanya projek penguatan profil pelajar Pancasila sejak jenjang PAUD sampai dengan SMA/SMK, dan di SLB.

Pengaruh tidak langsung kepada satuan pendidikan adalah adanya Asesmen Nasional, khususnya survei lingkungan belajar dan survei karakter merupakan metode untuk memantau lingkungan belajar yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olahraga. Pentingnya pendidikan karakter ditunjukkan dan dikuatkan dalam profil pelajar Pancasila dengan menjadikannya sebagai arah karakter yang dituju dalam pendidikan Indonesia.

PPK tetap dapat berjalan sesuai kebutuhan dan pembiasaan di satuan pendidikan masing-masing yang terintegrasi dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dan program PPK adalah usaha dan amanat kebijakan dari UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam mengembangkan pesert