Langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Ringkasan adalah dalah sebuah penyajian peristiwa atau kejadian yang panjang di sajikan secara singkat. Perbandingan proporsional dari bagian atau bab esai asli tetap dalam bentuk singkat. Ringkasan memiliki perbedaan dengan ikhtisar, meskipun sering ke dua istilah itu disampaikan, tapi sebenarnya kedua istilah itu bebeda. Namun, karena ringkasan adalah hasil dari esai asli, ia harus mempertahankan urutan asli dan perumusan penulis dalam presentasinya.

Daftar Isi : • Ciri-ciri Ringkasan • Bentuk-Bentuk Ringkasan • 1. Ringkasan Dalam Bentuk Abstrak • 2. Ringkasan Langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah Bentuk Sinopsis • 3. Ringkasan Dalam Bentuk Simpulan • Tujuan Ringkasan • Manfaat Ringkasan • Cara Membuat Ringkasan • 1. Mencatat Gagasan Utama • 2. Mengadakan Reproduksi • Share this: • Related posts: Ciri-ciri Ringkasan • Harus memiliki kerangka kerja yang jelas • Harus memiliki inti yang tidak menghilangkan komposisi asli • Saat memangkas ide harus detail • Memiliki tujuan untuk memangkas hasil gagsan.

Bentuk-Bentuk Ringkasan Ada beberapa macam bentuk ringkasan, seperti yang dinyatakan Olivia (2009: 29) bahwa bentuk ringkasan berupa abstrak, sinopsis dan kesimpulan yang dijelaskan di bawah ini: langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah.

Ringkasan Dalam Bentuk Abstrak Ringkasan dimaksudkan untuk uraian yang sesingkat-singkatnya tentang segala pokok yang dibahas. 2. Ringkasan Dalam Bentuk Sinopsis Ringkasan dalam bentuk sinopsis dapat dibuat menjadi buku-buku seperti novel atau buku non-fiksi. Sinopsis adalah ringkasan dari suatu karya yang dapat mendorong orang lain untuk membaca secara penuh. 3. Ringkasan Dalam Bentuk Simpulan Bentuk ringkasan yang lain adalah simpulan, merupakan bentuk ringkasan yang mengekspresikan ide utama deskripsi atau diskusi, menyoroti ide sentral dan solusi untuk masalah yang diungkapkan.

Tujuan Ringkasan Tujuan ringkasan adalah membantu seseorang memahami dan mengetahui isi sebuah buku atau karangan. Membuat ringkasan harus memandu seseorang untuk membaca esai asli dengan hati-hati dan menuliskannya dengan benar. Untuk membuat ringkasan yang baik, kita perlu membaca buku atau karangan asli dengan cermat. Dengan membaca dengan cermat, kita dapat menangkap dan membedakan ide-ide kunci dari ide-ide tambahan.

Manfaat Ringkasan Manfaat ringkasan maupun rangkuman yaitu sebagai sarana untuk membantu kita dalam mengingat isi sebuah buku atau uraian yang begitu panjang. Ketika kita membaca ringkasan, kita tampaknya memahami keseluruhan buku secara keseluruhan.

Cara Membuat Ringkasan Ada dua bentuk dalam membuat ringkasan, yaitu bentuk uraian atau paragraf (verba) dan bentuk berupa bagan atau skema (non-verba). Ringkasan dalam bentuk skema atau diagram harus tercermin dalam kode sumber. Sebelum membuat sekema atau bagan, harus dicatat terlebih dahulu inti-inti dari sumber informsi sebelum membentuk unsur-nsur bagan atau skema. Saat membuat ringkasan, ada beberapa opsi yang dapat digunakan sebagai pegangan atau sebagai panduan yang baik dan teratur: • Baca skrip aslinya • Catat ide-ide penting • Mengadakan reproduksi • Membaca skrip aslinya.

Yang harus dilakukan sebelum membuat ringkasan adalah dengan melakukan pembacaan naskah asli setidaknya satu sampai dua kali untuk mendapatkan atau mengetahui kesan umum dan perspektif penulis asli. 1. Mencatat Gagasan Utama Setelah membaca naskah asli, msenulis atau menagkap maksud, kesan umum, dan perspektif penulis asli, langkah selanjutnya adalah merekam ide atau gagasan utama. 2. Mengadakan Reproduksi Setelah melakukan catatan yang dilakukan dalam langkah ke dua dan mendapatkan kesan umum yang didapatkan pada langkah pertama, seorang penulis siap membuat ringkasan.

Dan apa yang perlu dipertimbangkan oleh Penulis Ringkasan adalah bahwa penulis harus membuat kalimat baru dan menempatkan semua ide dalam wacana yang teratur atau jelas dan yang penting harus diterima oleh akal sehat. Sekian artikel tentang Ringkasanini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih. Baca Juga Artikel Lainnya >>> • Hama Adalah : Macam-macam Hama dan Contoh Hama Tanaman • Peta Tematik Adalah : Ciri-ciri, Jenis dan Contoh Peta Tematik • Meiosis Adalah : Tujuan, Ciri dan Tahap Pembelahan Meiosis Related posts: • Termometer Adalah • Senam Irama Adalah • Typography Adalah Posted in Pendidikan Tagged apa tujuan pembuatan ringkasan teks, Bentuk-Bentuk Ringkasan, Cara Membuat Ringkasan, Ciri - Ciri Ringkasan, contoh ringkasan, fungsi ringkasan, langkah langkah membuat ringkasan, Manfaat Ringkasan, Mencatat Gagasan Utama, Mengadakan Reproduksi, pengertian ikhtisar, pengertian rangkuman, Pengertian Ringkasan, pengertian ringkasan menurut para ahli, perbedaan ringkasan dan ikhtisar, rangkuman adalah, Ringkasan, Ringkasan adalah, ringkasan adalah bentuk sebuah teks yang lebih, ringkasan adalah gabungan dari beberapa, Ringkasan Dalam Bentuk Abstrak, Ringkasan Dalam Bentuk Simpulan, Ringkasan Dalam Bentuk Sinopsis, tujuan membuat ringkasan, Tujuan Ringkasan Post navigation Artikel Terbaru • Ketamin Adalah • Ensefalopati Adalah • Ekonomi Makro Adalah • Miconazole Adalah langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah Hidroponik Adalah • Termometer Adalah • Senam Irama Adalah • Typography Adalah • Teks Eksplanasi Adalah • Combivent Adalah • Antalgin Adalah • Pelanggan Adalah • Gutasi Adalah • Epidermis Adalah • Tunjangan Adalah Ringkasan atau rangkuman adalah bentuk singkat suatu bacaan dengan tetap mempertahankan keaslian, urutan penyajian, dan sudut pandang pengarang.

Ringkasan merupakan hasil dari proses kegiatan merangkum atau meringkas. Tujuan menyusun ringkasan adalah untuk memahami dan mengetahui isi sebuah teks. Untuk dapat membuat ringkasan yang baik maka perlu diperhatikan langkah-langkah dan hal-hal penting dalam meringkas berikut.

Langkah-Langkah Membuat Ringkasan Dalam pembuatan ringkasan, sebaiknya kita membaca teks yang akan diringkas dengan cermat. Langkah-langkah pembuatan ringkasan sebagai berikut. 1.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Membaca Seluruh Teks Bacaan Agar dapat membuat ringkasan dengan baik, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membaca teks bacaan dengan cermat. Teks bacaan dapat dibaca dalam hati maupun dengan bersuara. Tujuan dari membaca teks ini untuk mengetahui maksud dari cerita yang disampaikan.

2. Baca Teks Secara Berulang Bagi yang pertama kali meringkas teks bacaan maka perlu membaca teks tersebut secara berulang-ulang. Hal ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam kesan utama atau maksud dari teks tersebut. Jika sudah berulang kali melakukan kegiatan meringkas, maka akan semakin sedikit pengulangan membaca karena kemampuan memahami teks bacaan sudah baik. 3. Catat Gagasan Utama Tiap Paragraf Sembari membaca teks secara berulang, silakan sambil mencatat gagasan utama/ide pokok/pokok pikiran dari setiap paragraf.

Biasanya gagasan utama ini terletak di kalimat utama.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Kalimat utama merupakan kalimat yang paling umum dari sebuah paragraf, yang dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain. Dengan membaca secara berulang-ulang, maka dengan sendirinya kalian akan memahami letak gagasan utama dari paragraf tersebut. 4. Mengembangkan Dengan Kalimat Baru Dari hasil kumpulan gagasan utama pada langkah ketiga bisa dikembangkan dengan kalimat baru yang lebih ringkas tetapi mewakili dari setiap paragraf.

Dari kumpulan gagasan utama beberapa paragraf bisa dijadikan satu ringkasan paragraf dengan pengembangan kalimat baru tersebut. Menyusun ringkasan dalam kalimat tunggal. Meringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Jika dari beberapa langkah di atas mungkin belum ada gambaran yang jelas bagaimana bentuk ringkasan.

Maka kalian bisa membaca pada halaman contoh-contoh ringkasan dalam bentuk soal latihan. Dari situ kalian bisa memahami bagaimana sebuah ringkasan paragraf dapat disusun. Baca Juga : Kumpulan Soal Membuat Ringkasan Hal-Hal Penting dalam Meringkas Agar dapat menghasilkan ringkasan yang baik, kita harus memperhatikan beberapa hal. Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut. • Mengungkapkan kembali isi tulisan asli dengan kalimat tunggal.

• Merangkum frasa menjadi kata, kalimat tunggal menjadi frasa, dan kalimat majemuk menjadi kalimat tunggal. • Dapat menghilangkan ilustrasi, contoh, dan deskripsi jika memungkinkan. • Menyingkirkan semua keterangan. • Mempertahankan susunan gagasan asli.

• Menggunakan bentuk bahasa tidak langsung. Setelah memahami cara-cara menyusun ringkasan di atas, silakan asah kemampuan kalian dengan mengerjakan soal pilihan ganda menyusun ringkasan langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah. Pada halaman tersebut terdapat beberapa soal yang dapat digunakan untuk latihan memahami materi pada halaman ini.
Pada topik sebelumnya, telah dibahas tentang perbedaan AN dan UN, sekarang mari mengidentifikasi dimana letak perbedaanya.Apakah perbedaannya ada di dalam teknis penyelenggaraan atau dalam pelaksanaannya?

Mari, kita mencermati dan menyimakinfografis ini. Kreteria Peserta AN Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, serta programkesetaraan yang dikelola oleh PKBM.

Di tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelasV, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah.

Untuk program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruhpeserta didik yang berada pada tahap akhir tingkat 2, langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah 4 dan tingkat 6 program kesetaraan. Mengapa Asesmen Nasional hanya diikuti oleh sebagian siswa? Hal ini terkait dengan tujuan dan fungsi Asesmen Nasional. Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusanmenilai prestasi siswa sebagai seorang individu.

Evaluasi hasil belajar setiap in Dalam membuat ringkasan, hendaknya kamu tetap mempertahankan urutan isi. Penulis ringkasan juga harus berbicara dalam suara pengarang asli. Oleh sebab itu, tidak boleh memulai ringkasan dengan mengatakan, “Dalam karangan ini pengarang berkata .”, dan sebagainya.

Jadi, kamu harus langsung membuat ringkasannya. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan mengembangkan energi listrik tenaga surya untuk menyukseskan program hemat energi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Kusmayanto Kadiman pada peresmian sistem Photovoltaic Grid Connected di Jakarta, Sabtu 6 Agustus lalu. Menurut Menristek, jika sistem listrik tenaga surya nanti terlaksana, gedung pemerintah dan rumah penduduk di seluruh Indonesia memasang sistem photovoltaic grid connected pada atap untuk pembangkit listrik dari sinar matahari, juga di sepanjang jalan-jalan raya.

Menristek merasa optimis program tersebut dapat terwujud, karena sistem pembangkit listrik tenaga surya sebenarnya telah diterapkan di Indonesia, yakni Solar Home System (SHS) untuk pedesaan atau kepulauan yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Sumber: Yunior Edisi 279, 14 Agustus 2005 Hari yang indah, sangat baik untuk melanjutkan pembelajaran kita. Materi yang akan kita bahas saat ini adalah Metode Pembelajaran Kooperatif. Kita akan bahas mulai dari pengertian pembelajaran kooperatif, prinsip-prinsip pembelajaraan kooperatif, tujuan pembelajaran kooperatif, karakteristik Kompetensi (KD) yang sesuai dengan pembelajaran kooperatif, langkah-langkah pembelajaran kooperatif sekaligus contoh pelaksanaan pembelajaran kooperatif.

Pembahasan saat ini yaitu 7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi Dasar Manajemen Database, arsitektur basis data, basis data, database 7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi Dasar Manajemen Database Pengguna dalam Basis data Pada tingkat pemakai, data base dikelompokkan menjadi beberapa tingkat pemakai yaitu antara lain sebagai berikut : 1.

Database Administrator Ialah manusia yang mengorganisasi seluruh sistem basis data. Database administrator imemiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen database meliputi: pengaturan hak akses, koordinasi dan monitoring serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan hardware dan software. Dalam pekerjaannya biasanya dibantu oleh staf Admin. Database Administrator 2. Database Designer Adalah manusia yang bertugas merancang dan mengembangkan database. database designer bertanggung jawab dalam identifikasi data yang tersimpan dalam database, menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam database.

Database designer memerlukan MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Rimgkasan memiliki perbedaan dengan ikhtisar, meskipun sering ke dua istilah itu disampaikantapi sebenarnya kedua istilah itu bebeda.

Sebab ringksan merupakan hasil dari karangan yang asli tetapi dalam penyajiannya harus tetapi mempertahankan urutan dan rumusan yang sali dari pengarangnya. Ikhtisar adalah kebalikannya, ikhtisar tidak memerlukan susunan atau sistematika atau tidak perlu sesuai dengan karangan aslinya dan tidak perlu secara proposional atau tidak memerlukan sajian isi dari semua hasil karangan itu.

Membuat ringkasan adalah sebuah keterampilan. Tidak semua orang mampu dengan cermat dan tepat membuat ringkasan dari bahan bacaan yang dibacanya. Mengapa demikian? Karena pada hakikatnya hasil meringkas itu adalah sebuah karya reproduksi dari karya lain.

Kemampuan untuk membahasakan dengan bahasa yang lain itulah yang terkadang membedakan setiap orang dalam membuat ringkasan. Atau, kecermatan dalam mengungkap inti bacaan itu. (Nurhadi, 2010 : 136). “Ringkasan adalah sebuah cara menyajikan karangan dalam bentuk singkat dengan mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang aslinya”.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

(Isdriani, 2009 : 152) Ringkasan memiliki banyak pengertian, diantaranya ringkasan (Precis yang berarti memotong atau memangkas) adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk singkat. Sedangkan menurut Asmi (2004), ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat.

Ringkasan berasal dari bentuk dasar “ringkas” yang berarti singkat, pendek dari bentuk yang langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu bentuk karangan panjang yang dihadirkan dalam jumlah singkat. Suatu ringkasan disajikan dalam bentuk yang lebih pendek dari tulisan aslinya dengan berpedoman pada keutuhan topik dan gagasan yang ada di dalam tulisan aslinya yang panjang itu. (Alfaini, 2011 : 2) Inti bacaan dalam ringkasan yang dibuat, tidak meninggalkan urutan-urutan gagasan yang melandasinya.

Kata “precis” itu sendiri mempunyai makna “memangkas”, artinya, penyusun ringkasan hanya memangkas hal-hal yang lebih kecil menyelimuti gagasan utama bacaan. Dengan demikian, kerangka dasarnya masih tampak jelas. Bila Anda memangkas cabang-cabang sebuah pohon, sehingga tampak pokok-pokok pohon beserta cabang-cabang utamanya, itulah membuat ringkasan.

(Wijayanti dkk, 2013 : 172) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Bahasa Indonesia – Kaidah, Baku, Ciri, Fungsi, Pemakaian, Paragraf, Syarat, Jenis, Para Ahli Ciri-ciri Ringkasan Membuat ringkasan memiliki ciri-ciri tertentu. Adapun ciri-ciri dari ringkasan tersebut adalah sebagai berikut.

• Pengungkapan kembali bentuk kecil dari sebuah karangan. • Mereproduksi kembali apa kata pengarang. • Mempertahankan urutan-urutan gagasan yang membangun sosok (badan) karangan. • Penyusun ringkasan terikat oleh penataan, isi, dan sudut pandang pengarangnya. • Kalimatnya pendek-pendek dan senada dengan kalimat pengarang aslinya. (Nurhadi, 2010 : 137-138) • Mengungkapkan kembali sebuah karangan atau naskah bacaan dalam bentuk yang padat.

Dalam meringkas kita mengambil intisari atau ide-ide pokok suatu bacaan sehingga menjadi bentuk yang lebih padat. • Memproduksi kembali apa yang diungkapkan pengarang dalam tulisannya.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Kita mengambil intisari yang kemudian ditulis ulang dengan bahasa kita sendiri apa yang diungkapkan oleh sang penulis. • Menjaga urutan ide-ide pokok sehingga terbangun ringkasan dari naskah asli. Dalam meringkas kita harus tetap merunut ide-ide pokok sehingga ringkasan yang kita buat tetap mewakili naskah bacaan aslinya. • Susunan ringkasan, sudut pandang, dan isi mengikuti naskah asli.

Meskipun kita menuliskan kembali, namun tidak boleh keluar dari susunan naskah aslinya. • Menuliskan kalimat-kalimat pendek yang mewakili tulisan pengarang.

Pada prinsipnya, meringkas berarti membuat tulisan menjadi tulisan lebih pendek. Oleh karena itu, kalimat-kalimat dalam ringkasanpun pendek dan padat namun tidak menghilangkan unsur-unsur estetika dari naskah aslinya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ringkasan – Pengertian, Ciri, Tujuan, Langkah, Manfaat, Para Ahli Cara Membuat Ringkasan Membuat ringkasan dari buku bacaan yang baru dibaca adalah bagian kemampuan membaca itu sendiri.

Seorang pembaca yang baik dan berhasil, adalah pembaca yang mampu menceritakan kembali secara ringkas isi buku yang baru dibacanya, terutama bila hal berkaitan dengan kepentingan membaca cermat.

Bukankah hasil akhir dari membaca, adalah pembaca dapat memahami isi buku secara cermat? Petunjuk yang nyata adalah bila pembaca mampu mengungkapkan kembali isi bacaan itu. Ada juga orang yang memang rajin membuat ringkasan buku yang dibacanya.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Artinya, setiap kali ia selesai membaca minimal dalam satu kalimat. Catatan itu pada umumnya berupa ringkasan. Persoalannya sekarang bagaimana membuat ringkasan itu secara tepat. (Nurhadi, 2010 : 136) Dalam meringkas, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, serta penjelasan-penjelasan yang rinci dihilangkan sehingga jadilah sari tulisan tanpa hiasan (Utorodewo dkk.

2004). Meskipun demikian, peringkas harus tetap mempertahankan urutan pikiran penulis asli beserta pendekatannya. Karena berbicara dalam suara penulis asli, peringkas tidak boleh memulai ringkasannya dengan, “Dalam tulisannya penulis berkata…,” atau “Dalam buku ini penulis mengatakan… dan sebagainya”. Peringkas langsung menyusun ringkasan bacaan dalam rangkaian kalimat, alinea, bagian alinea, dan seterusnya.

Bacaan yang diringkas dapat berupa buku, bab di dalam buku/artikel, atau skripsi. (Wijayanti dkk, 2013 : 172) Bagi mereka yang sudah terbiasa dalam membuat ringkasan, biasanya tahu cara membuat ringkasan yang baik. Tetapi disamping itu perlu untuk memberikan beberapa patokan sebagai pegangan, khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan itu atau baru untuk memulainya. Setelah terbiasa, mungkin beberapa patokan itu juga tidak akan diperlukan lagi.

(Alfaini, 2011 : 3) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Manfaat Kalimat Abstrak Lengkap Beberapa pegangan yang digunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan benar antara lain: Membaca Naskah Asli Langkah awal yang harus dilakukan adalah seorang penulis ringkasan harus membaca naskah asli satu atau dua kali, bahkan dapat diulang beberapa kali hingga diketahui kesan umum secara menyeluruh mengenai isi dari naskah tersebut.

Penulis juga perlu mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang. (Alfaini, 2011 : 3) Agar dapat membantu penulis mencapai itu semua, maka judul dan daftar isi dapat menjadi acuan dalam karangan itu.

Perincian daftar isi memiliki hubungan erat dengan judul sebuah karangan. Dan juga, alinea-alinea dalam karangan menunjang pokok-pokok yang terkandung dalam daftar isi. Maka dari itu, penulis sebaiknya memahami dengan baik daftar isi dari sebuah karangan sehingga lebih mudah untuk mendapatkan kesan umum, langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah asli pengarang serta sudut pandang pengarang yang terdapat dalam karangan.

(Alfaini, 2011 : 3) Mencatat Gagasan Utama Jika penulis sudah mengetahui kesan umum, maksud asli serta sudut pandang pengarang, maka sekarang ia harus memperdalam dan mempertegas semua hal itu. Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memahami kembali karangan bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat gagasan-gagasan penting yang tersirat dalam bagian atau alinea itu.

(Alfaini, 2011 : 3) Tujuan dari pencatatan itu ada dua, yang pertama untuk tujuan pengamatan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak; kedua, catatan itu menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya.

Yang terpenting tujuan dari pencatatan ini adalah agar tanpa adanya ikatan teks asli penulis mulai menulis kembali untuk meyusun sebuah dengan menggunakan pokok-pokok yang telah dicatat. (Alfaini, 2011 : 3) Sama halnya langkah pertama yang menggunakan judul dan daftar isi sebagai pegangan, maka dalam pencatatan gagasan ini judul-judul bab, judul anak bab, dan alinea yang harus dijadikan sasaran pencatatan, bahkan kalau perlu catat juga gagasan bawahan alinea yang betul-betul esensil untuk memperjelas gagasan utama tadi.

Karena sifatnya hanya sebagai ilustrasi atau deskripsi untuk mejelaskan gagasan utama yang ada dalam alinea pertama maka perlu diperhatikan bahwa ada alinea yang dapat dihilangkan. Itu semua terjadi karena ada sebuah alinea kedudukannya lebih penting dari pada alinea yang mendahuluinya.

Dalam hal ini gagasan utama yang diambil dari rangkaian alinea terdapat dalam alinea utama, sedangkan alinea-alinea tambahan lainnya bisa diabaikan atau dirangkai menjadi satu kalimat. (Alfaini, 2011 : 3) Mengadakan Reproduksi Dengan menggunakan kesan umum pada langkah pertama diatas dan catatan-catatan yang diperoleh dari langkah kedua diatas, maka seorang penulis sudah siap untuk memulai membuat ringkasan yang dimaksud.

Dalam ringkasan urutan isi disesuaikan dengan urutan naskah asli dan harus menggunakan bahasa penulis karangan dan harus diurut. Apabila terdapat gagasan-gagasan di antara gagasan-gagasan yang telah dicatat masih terdapat gagasan yang kabur, maka penulis dapat melihat kembali isi naskah yang asli.

(Alfaini, 2011 : 4) Ketentuan Tambahan Dengan membuat reproduksi, belum tentu pengarang sudah mengerjakan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan dapat ditulis dengan baik, diantaranya: • Sebaiknya dalam menyusun ringkasan mempergunakan dalam kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.

Kalimat majemuk menunjukkan bahwa ada dua gagasan atau lebih yang bersifat paralel. Bila ada kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal.

(Alfaini, 2011 : 4) • Ringkaslah kalimat menjadi frase dan frase menjadi kata. Begitu pula jika rangkaian gagasan yang panjang hendaknya diganti dengan suatu gagasan sentral saja.

(Alfaini, 2011 : 4) • Besarnya ringkasan tergantung jumlah alinea dan topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Alinea yang mengandung ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb. dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting. Semua alinea semacam itu yang akan dipertahankan karena dianggap penting, harus pula dipersingkat atau digeneralisasi.

(Alfaini, 2011 : 4) • Jika memungkinkan buanglah semua keterangan atau kata sifat yang ada, meski terkadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah. (Alfaini, 2011 : 5) • Pertahankan semua gagasan asli dan urutan naskahnya. Tetapi yang sudah dicatat dari karangan asli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat ringkasan yang dibuat oleh penulis.

Jagalah juga agar tidak ada hal yang baru atau pikiran penulis yang dimasukkan kedalam ringkasan. (Alfaini, 2011 : 5) • Agar dapat membedakan rangkuman (ikhtisar) dan ringkasan sebuah tulisan biasa (bahasa tidak langsung) dan sebuah pidato atau ceramah (bahasa langsung) yang menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal atau jamak, maka ringkasan pidato atau ceramah itu harus ditulis dengan sudut pandang orang ketiga.

(Alfaini, 2011 : 5) • Dalam sebuah ringkasan ditentukan pula panjangnya, maka dari itu anda harus membuat seperti apa yang diminta bila diminta membuat ringkasan menjadi seperatus dari karangan asli anda harus membuat seperti itu.Agar memastikan apakah ringkasan dan yang dibuat sudah sepertiyang diminta silahkan hitung jumlah seluruh kata dalam karangan kemudian bagilah dengan serarus.

Hasil dari pembagian itulah yang merupakan panjang karangan yang harus ditulis. Perhitungan jumlah kata ini bukan berarti seseorang menghitung secara riil jumlah katayang ada. Tapi hanya suatu perkiraan yang dianggap mendekati kenyataan. (Alfaini, 2011 : 5) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Notulen” Pengertian & ( Fungsi – Contoh ) Tujuan Membuat Ringkasan Karangan memiliki sebuah tema atau topik utama.

Tema atau topik utama itu, kemudian dikembangkan menjadi rangkaian bagian-bagian karangan yang terdiri atas paragraf-paragraf. Kemudian, setiap paragraf langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah sebuah tema atau pokok pikiran utama yang mendukung tema atau topik utama karangan. Untuk memahami sebuah makna karangan atau buku, pembaca harus dapat memahami tema atau pokok pikiran utama yang terkandung dalam setiap paragraf yang membentuk keseluruhan karangan atau buku itu.

Tema atau pokok pikiran utama tersebut dapat ditemukan pada bagian awal, akhir, atau awal, dan akhir paragraf atau mungkin tersirat. (Mulyati, 2007 : 9.16) Guna memahami dan mengingat isi suatu bahan atau bacaan atau buku Anda dapat menuliskan ringkasan bahan bacaan atau buku yang sudah Anda baca. Untuk tujuan itu, Anda dapat terlebih dahulu mencatat tema atau pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam setiap paragraf atau setiap bagian bacaan atau buku.

Kemudian, dengan memanfaatkan bahan catatan itu, Anda dapat menuliskan ringkasan isi bacaan atau buku dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri. (Mulyati, 2007 : 9.16) Ringkasan dibuat untuk memendekkan sebuah karangan yang panjang. Seseorang yang akan membuat ringkasan harus memilah-milah mana gagasan utama dan gagasan tambahan. Karena tujuan ringkasan adalah memahami dan mengetahui isi dari sebuah buku, sehingga diperlukan latihan-latihan untuk membimbing seseorang agar dapat membaca karangan dengan cepat.

Jadi salah satu tujuan dari membuat ringkasan yaitu untuk membantu seseorang agar bisa membaca sebuah buku dalam waktu singkat dan menghemat waktu. (Alfaini, 2011 : 2) Seorang penulis ringkasan tidak akan membuat ringkasan yang baik bila ia kurang teliti dalam membaca dan tidak dapat membeda-bedakan gagasan utama dan gagasan tambahan. Kemampuan dalam membedakan tingkat-tingkat gagasan itu akan membantunya untuk mengasah kemampuan dalam gaya bahasa, dan menghindari pemakaian uraian panjang lebar yang mungkin masuk di dalam karangan tersebut.

(Alfaini, 2011 : 2) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Teks Prosedur Kompleks – Langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah, Tujuan, Struktur, Kaidah, Verba, Konjungsi, Contoh Manfaat Rangkuman atau Ringkasan Manfaat Ringkasan Sebagai sarana untuk membantu kita dalam mengingat isi sebuah buku atau suatu uraian yang begitu panjang. Rangkuman memuat ide- ide pokok yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya.

Dengan membaca rangkuman, kita seakan- akan memahami keseluruhan buku secara utuh Karena merangkum adalah kegiatan menyusun teks/bacaan menjadi ringkas, maka akan banyak manfaat yang diperoleh dari membaca rangkuman (Suratno dan Wahono, 2010:187) Adapunbeberapa manfaat dari suatu rangkuman, antara lain sebagai berikut. • Menemukan secara cepat informasi yang dibutuhkan. • Menemukan bagian-bagian penting isi buku. • Dapat menggambarkan keadaan mengenai isi buku. • Waktu yang digunakan untuk membaca jauh lebih singkat.

• Membantu keperluan yang sifatnya praktis. Misalnya butuh intisari bukudalam waktu yang singkat. Berdasarkan uraian di atas, dapat penulis simpulkan bahwa beberapa manfaat dari membuat rangkuman antara lain menemukan informasi secara cepat, menemukan bagian penting isi buku, menggambarkan keadaan mengenai isi buku, waktu yang membaca jauh lebih singkat, dan Membantu keperluan yang bersifat praktis.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sinopsis – Ciri, Fungsi, Persiapan, Langkah, Penilaian, Contoh Syarat dan Dasar Membuat Rangkuman atau Ringkasan Kegiatan meringkas atau merangkum langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah bentuk penyajian singkat dari suatu karangan asli ataupun pembicaraan dalam forum tertentu.

Meringkas memiliki syarat khusus, yakni tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang atau pembicara. Syarat ringkasan atau rangkuman adalah sebagai berikut: • Bentuk penyajian singkat dari suatu karangan asli. • Mempertahankan urutan pembahasan dan sudut pandang pengarangatau penulisnya. • Tetap memperhatikan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli (Santoso, 2009:139).

Selain syarat dalam membuat rangkuman, Santoso (2009:139) juga menyatakan perlunya memperhatikan dasar-dasar membuat ringkasan yang baik dan teratur, yakni sebagai berikut. • Membaca naskah asli, penulis ringkasan harus membaca naskah asli beberapa kali untukmengetahui kesan umum dan maksud pengarang serta sudutpandangnya.

• Mencatat pokok-pokok pikiran, semua pokok pikiran yang penting dicatat atau digarisbawahi. Pokokpikiran disebut gagasan utama. Gagasan utama terletak dalam kalimatutama. Kalimat utama dapat terletak di awal, akhir, awal dan akhir,serta di seluruh paragraf.Hal ini berguna untuk membantu penulis ringkasan dalam menentukan apa saja yang perlu dan tidak perlu ditulis dalam ringkasan.

• Membuat reproduksi, penulis ringkasan menyusun kembali suatu karangan singkat(ringkasan) berdasarkan catatan pokok pikiran tersebut.Penulis ringkasan perlu memperhatikan urutan penulisan ringkasan, yaitu harus sesuai dengan urutan dalam bacaan aslinya. Selain itu, penulis ringkasan juga perlu menghindari penggunaan kalimat dari tulisan aslinya. Oleh karenanya, ringkasan juga dikatakan sebagai hasil penulisan kembali suatu cerita dengan menggunakan bahasa penulisnya sendiri.

Berdasarkanuraian di atas, dapat kami simpulkanbahwasyaratringkasanataurangkumanadalahbentuk penyajian singkat, mempertahankan urutan pembahasan dan sudut pandang juga memperhatikan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli. Sedangkandasar-dasar yang harus diperhatikan dalam membuat ringkasan yaitu membaca naskah asli, mencatat pokok pikiran dan membuatre produksi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Resensi Adalah : Pengertian, Unsur, Sistematika, Jenis, Contoh Langkah-Langkah Merangkum atau Meringkas Setelah membaca buku, Anda dapat merangkum buku yang telah Anda baca. Agar hasil rangkuman menjadi baik, ada langkah-langkah yang perlu diperhatikan. Langkah-langkah merangkum menurut Suratno dan Wahono (2010:187) adalah sebagai berikut: • Bacalah teks secara cermat dan efektif, sampai kamu dapat menangkapgagasan utama, kesan umum, sudut pandang, dan tema utama dari teks.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

• Catatlah bagian-bagian yang kamu anggap penting. • Tulislah informasi berdasarkan bagian-bagian yang kamu anggap pentingtersebut. • Tulislah ulang intisari bacaan ke dalam bentuk kalimat tidak langsung, bergayaorang ketiga (penceritaan). Gunakan bahasa sendiri, bukan bahasa teks/bukuyang diambil secara utuh, menyeluruh, lengkap, sekalipun dalam bentukpenuturan yang singkat.

• Tidak memasukkan pikiran, ilustrasi, atau contoh sendiri. • Tidak mengubah keseimbangan dan penekanan pengarang asli. • Menyusun draf atau kerangka untuk membuat intisari bacaan. • Susun draft menjadi bentuk rangkuman yang baik. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia, SMA Ditag 5 contoh kalimat kesimpulan, apa kata lain dari rangkuman, apa saja ciri-ciri ikhtisar, apa tujuan dari membuat ringkasan, apa tujuan pembuatan ringkasan teks, apa yang dimaksud dengan rangkuman, bagaimana cara menentukan kalimat langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah, bagaimana ciri-ciri ringkasan yang baik, bahasa inggrisnya ringkasan, cara membuat ringkasan, cara membuat ringkasan kelas 4 sd, cara menyusun ringkasan, cara meringkas buku per bab, ciri ciri ringkasan, contoh resume materi bahasa inggris, contoh ringkasan, contoh ringkasan dan rangkuman, contoh ringkasan teks, fungsi ringkasan, inggris ringkasan langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah, jelaskan fungsi meringkas bacaan, jelaskan maksud meringkas sebuah berita, jelaskan pengertian dari kata kunci, jelaskan pengertian tahapan menulis ringkasan dengan cara mencermati jalan sebelum langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah novel, jenis ringkasan, kalimat yang digunakan dalam teks berita, kata lain dari ringkasan, kata lain munafik, langkah langkah membuat ringkasan, manfaat ringkasan, materi bahasa inggris tentang summary, pengertian ikhtisar, pengertian kesimpulan, pengertian menyimpulkan, pengertian rangkuman, pengertian rangkuman dan contoh, Pengertian ringkasan dan kesimpulan, pengertian ringkasan menurut para ahli, pengertian simpulan dan kesimpulan, perbedaan ringkasan dan ikhtisar, perbedaan simpulan dan kesimpulan, persamaan kesimpulan dan rangkuman, rangkuman adalah, ringkasan adalah gabungan dari beberapa, ringkasan cerita, ringkasan cerita bahasa inggris, ringkasan cerita dari sebuah novel disebut, ringkasan materi bahasa inggris, sebutkan langkah merangkum gagasan pokok, sebutkan syarat-syarat ringkasan yang baik, sinonim meringkas adalah, sinonim penyatuan, sinonim ringkas adalah, terdiri atas apa dalam sebuah paragraf, tuliskan pokok-pokok informasi dalam berita Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Sudah pernah mendengar istilah ringkasan?

Ringkasan adalah bentuk singkat dari naskah asli sebuah bacaan. Ringkasan ini tetap memperhatikan urutan isi dan sudut pandang pengarang aslinya. Tujuan adanya ringkasan adalah untuk membuat pembaca mengerti tanpa harus membaca keseluruhan isi buku tersebut.

Ringkasan memiliki inti dan poin-poin penting terhadap bacaan tersebut. Bagi yang sudah terbiasa menulis ringkasan, mungkin lebih mudah untuk menerapkan kaidah penulisannya. Sebenarnya membuat ringkasan bukanlah sesuatu hal yang sulit untuk dilakukan. Langkah-Langkah Membuat Ringkasan Sebelumnya kamu belum pernah membuat ringkasan, berikut ini beberapa langkah yang bisa diikuti untuk membuat sebuah ringkasan. Membaca dan Memahami Naskah Asli Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk membuat ringkasan adalah membaca naskah asli.

Dengan membaca naskah asli, membuat kamu dapat mengetahui maksud dari penulis. Setelah itu, kamu harus memahami lebih dulu apa maksud dari penulis dalam naskah tersebut. Perlu diketahui bahwa membaca naskah asli tidak hanya dilakukan satu kali saja, tetapi juga dilakukan beberapa kali. Jadi, hal tersebut akan membantumu memahami maksud dari ringkasan. Ringkasan yang dibuat tidak akan melenceng dari naskah asli. Menulis Ide Pokok Setelah membaca, cobalah menulis ide pokok atau gagasan utama dari naskah tersebut.

Kamu bisa mencatat ide pokok paragraf per paragraf. Jika masih belum memahami, cobalah untuk membaca kembali tiap paragraf dan mencatat ide pokoknya. Ide pokok harus ditulis setiap bab, sub bab, dan sub judul.

Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk menuangkan dan menuliskannya dalam bahasa sendiri. Membuat Reproduksi Apa yang dimaksud dengan membuat reproduksi? Jadi, reproduksi ini memiliki arti untuk menyusun kembali karangan dalam bentuk yang singkat sesuai dengan ide pokok yang sudah dicatat. Kamu bisa menggunakan kesan umum dari hasil pencatatan tersebut untuk membuat ringkasan.

Urutan isinya dapat disesuaikan dengan naskah asli, namun kamu bisa menggunakan kalimat baru yang berbeda dari yang sudah digunakan oleh penulis naskah. Kamu juga berhak melihat kembali naskah asli, namun sebaiknya tidak terlalu sering melihat naskah agar tidak tergoda menggunakan kalimat yang sudah ditulis oleh penulis aslinya.

Jadi, kamu tetap bisa menulis reproduksi dari naskah tersebut dengan menggunakan kalimatmu sendiri. Coba Gunakan Kalimat Tunggal Selanjutnya, cobalah untuk selalu menggunakan kalimat tunggal. Hal tersebut jauh lebih baik daripada kalimat majemuk. Kalimat yang tidak langsung dapat digunakan untuk membuat ringkasan.

Jadi, ringkasan tersebut akan menceritakan ulang apa yang sudah kamu ketahui dari naskah asli. Apabila di dalam naskah asli banyak menggunakan kata majemuk, cobalah untuk mengubah menggunakan kalimat tunggal.

Sementara apabila di dalam naskah asli menggunakan kalimat langsung, cobalah mengubahnya menjadi kalimat tidak langsung. Ringkas Kalimat Langkah selanjutnya harus dilakukan adalah ringkas kalimat. Untuk membuat ringkasan, sebenarnya kamu tidak membutuhkan kalimat yang panjang.

Kamu dapat mengubah kalimat menjadi frasa dan diubah kembali menjadi kata. Jika gagasan di dalam naskah terlalu panjang, cobalah untuk mengambil poin-poin penting sehingga bisa menjadi gagasan sentral yang tidak terlalu panjang. Selain itu, dalam naskah maupun materi, biasanya terdapat deskripsi, penjelasan, ilustrasi, dan contoh. Apabila tidak terlalu penting, sebaiknya dihilangkan saja. Menghilangkan Kata Sifat Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menghilangkan kata sifat atau keterangan yang sudah dicantumkan dalam ringkasan.

Menghilangkan kata sifat tersebut berguna untuk menjelaskan ide pokok yang tersirat. Sekalipun begitu, jika memungkinkan kamu dapat membuang semua kata sifat dalam keterangan tersebut. Perhatikan isi dari ringkasan apakah sudah diutarakan dengan baik. Jangan sampai isi ringkasan tersebut tidak sesuai dengan naskah. Cobalah menggunakan sudut pandang orang ketiga. Pertahankan Susunan Gagasan Langkah selanjutnya kamu harus mempertahankan susunan gagasan atau urutan dari naskah yang sudah kamu baca.

Susunan tersebut harus dirumuskan kembali menjadi ringkasan yang akan dikembangkan menggunakan kalimatmu sendiri. Beberapa orang biasanya terlalu asik menulis sehingga lupa untuk memaparkan topik bahkan keluar jalur. Kamu harus menjaga agar hal tersebut tidak terjadi. Perhatikan Panjang Ringkasan Langkah terakhir, kamu harus memperhatikan panjang ringkasan.

Ringkasan tentu berbeda dengan naskah asli karena bentukan tulisan ulang dari sebuah naskah. Ringkasan tidak boleh terlalu panjang apalagi melebihi naskah aslinya. Ada yang mensyaratkan bahwa ringkasan harus dibuat seperatus dari naskah asli. Langkah-langkah membuat ringkasan sebenarnya cukup sederhana, namun tidak bisa diremehkan begitu. Ringkasan memiliki kaidah-kaidah tertentu untuk membuatnya dan Harus dipatuhi.

Hal tersebut digunakan untuk membantu membedakan ringkasan dengan bentuk teks lainnya. Jadi, kamu perlu berhati-hati agar tidak salah dalam membuatnya.
Langkah – langkah membuat ringkasan adalah, • Membaca sumber bacaan.

• Catat gagasan utama. • Menyusun ringkasan. • Evaluasi / mengedit ringkasan. Hai sobat Brainly, Kali ini kakak akan sedikit memberikan sedikit pembahasan tentang langkah – langkah membuat ringkasan di bawah ini. Pembahasan Ringkasan adalah serangkaian kalimat yang berisi hal utama atau pokok dalam suatu bacaan tanpa ada penambahan hiasan dan dalam bentuk yang sederhana. LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT RINGKASAN 1. Membaca sumber bacaan Pahami isi bacaan dan beri tanda penting setiap pembahasan yang penting serta keterkaitan antara judul bab dan sub judul 2.

Catat gagasan Utama Setelah membaca,tulis bagian bacaan penting yang sudah dipahami dan berpedoman pada judul serta daftar isi pada buku langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah. Menulis / menyusun Ringkasan Penulisan ringkasan harus sesuai dengan naskah asli dan diurutkan sesuai paragraf berdasarkan gagasan utama atau pokok.

Kalimat yang ditulis adalah kalimat baru tetapi tidak boleh menyelipkan pendapat pribadi. Kalimat asli yang boleh ditulis harus berdasarkan tulisan penulis naskah.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Buatlah tulisan yang ringkas dan mudah dipahami. 4. Evaluasi Ringkasan Setelah membuat ringkasan, periksa kembali dengan membaca naskah asli. Hal ini untuk menghindari jika ada kesalahan dari naskah asli. Pelajari lebih lanjut 1. Cek tentang kajian “Mohon bantuannya.(ejaan yg benar)” cek di link berikut ini brainly.co.id/tugas/21611124 2. Cek tentang kajian “Cara mencari kata kunci pada paragraf yaitu” cek di link berikut ini brainly.co.id/tugas/2943696 3.

Cek tentang kajian “Apa itu kalimat utama” cek di link berikut ini brainly.co.id/tugas/2978762 Detail Jawaban Kelas : 4 Mapel : B.

Indonesia Bab : Bab 3 - Cara Menemukan Ide Pokok Teks yang Panjang Kode : 4.1.2003 Kata kunci : ringkasan, paragraf, tulisan, ejaan, bahasa.

Proklamsi Kemerdekaan Indonesia 1945 merupkan sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Pengumuman kemerdekaan Indonesiapun disambut baik oleh seluruh ra … kyat Indonesia dan bahkan duniapun mengakui kedaulatan Indonesia. Salah satu proklamator RI adalah Sukarno dan Moh, Hatta yang berperan penting dalam peristiwa tersebut, yakni.A. Sebagai presiden dan wakil presiden saat ituB. Sebagai perwakilan Indonesia yang meminta kemerdekaan ke JepangC.

Sebagai pimpinan negara tertinggi daat ituD. Merumuskan dan mengetik naskah serta membacakannya dihadapan rakyat Indonesia dan dunia2. Manfaat pertukaran tenaga kerja antara negara adalaha. mendatangkan devisab. menciptakan lapangan kerja​Artikel ini disusun bersama Stephanie Wong Ken, MFA. Stephanie Wong Ken adalah penulis yang tinggal di Kanada. Tulisan Stephanie pernah dimuat di Joyland, Catapult, Pithead Chapel, Cosmonaut's Avenue, dan publikasi lain.

Dia memiliki gelar MFA di bidang penulisan fiksi dan kreatif dari Portland State University. Artikel ini telah langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah 22.111 kali.

Idealnya, sebuah ringkasan yang berkualitas harus mampu menyajikan berbagai informasi penting di dalam teks sumber dalam format yang lebih singkat dan padat. Jika Anda diminta untuk membuat ringkasan sebuah novel, cerita pendek, teks akademis, atau artikel ilmiah, beberapa metode dasar yang harus Anda lakukan adalah membuat kerangka ringkasan, menentukan kalimat pembuka yang kuat, dan menyusun ringkasan yang padat tetapi informatif.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/12\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-1.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-1.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/12\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-1.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-1.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Awali dengan mengulas isi teks sumber.

Sebelum menyusun ringkasan, baca dan ulas teks sumbernya terlebih dahulu. Selagi membaca, berusahalah menemukan berbagai kata kunci dan frasa yang penting. Selain itu, tandai dan garis bawahi seluruh kalimat yang terasa penting untuk Anda. Pastikan Anda juga mencatat topik atau ide utama yang disajikan oleh penulis teks tersebut!

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah X Teliti sumber • Jika teks sumber yang Anda pilih cukup panjang, cobalah meringkas setiap paragraf dan mencantumkan seluruh kata kunci, frasa, atau konsep yang Anda temukan; seluruhnya bisa dijadikan rujukan Anda saat akan menyusun ringkasan teks.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/2b\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-2.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/2b\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-2.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Catat ide utama penulis.

Temukan satu atau dua kalimat yang mampu merepresentasikan ide utama penulis teks. Setelah itu, cobalah mencantumkannya dalam sebuah kerangka yang singkat dan lugas.

Tanyakan kepada diri Anda, “Apa yang penulis ingin sampaikan dalam teks ini? Apa ide atau tema utama yang dia ingin sajikan?” [2] X Teliti sumber • Jika teks sumber Anda adalah novel The Great Gatsby yang ditulis oleh F. Scott Fitzgerald, cobalah mencatat beberapa ide utama di dalam novel tersebut seperti “persahabatan,” “status sosial,” “kekayaan,” dan “cinta yang tak berbalas.” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/55\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-3.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/55\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-3.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Catat pula beberapa contoh pendukung dari teks sumber.

Setelah mencatat ide utama teks, cobalah mengidentifikasi satu sampai tiga contoh kutipan atau peristiwa yang mampu mendukung ide tersebut. Selain itu, Anda juga boleh memilih momen atau kalimat yang terdengar penting. [3] X Teliti sumber • Catat seluruh contoh yang Anda temukan dan berikan penjelasan singkat terkait situasi yang terjadi di dalam setiap contoh.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Setelah itu, cobalah mulai menyusun ringkasan dengan merujuk kepada contoh-contoh tersebut. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/a0\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-4.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/a0\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-4.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Cantumkan nama penulis, judul teks, dan tanggal publikasi teks sumber.

Selain itu, cantumkan pula genre teks (seperti novel, cerita pendek, atau artikel) di dalam kalimat pembuka ringkasan Anda. Dengan demikian, pembaca dapat langsung memahami berbagai informasi mendasar terkait teks sumber hanya dengan membaca kalimat tersebut. [4] X Teliti sumber • Misalnya, Anda bisa mengawali ringkasan langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah menulis, “Di dalam novelnya yang berjudul The Great Gatsby (1925), F.

Scott Fitzgerald…”. • Jika yang Anda buat adalah ringkasan artikel, cobalah menulis, “Di dalam artikelnya yang berjudul “Apa Itu Interseksualitas?” Nancy Kerr (2001).” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/74\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-5.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/74\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-5.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Gunakan kata kerja yang bermakna melaporkan.

Seharusnya, kalimat pertama pada ringkasan Anda memuat kata kerja yang bermakna melaporkan sebuah informasi, seperti “menyatakan,” “mengklaim,” “mendeklarasikan,” “membuktikan,” atau “menegaskan.” Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kata kerja lain seperti “menjelaskan,” “mendiskusikan,” “mengilustrasikan,” “menyatakan,” dan “menjelaskan.” Penggunaan kata kerja semacam itu dapat membuat kalimat pembuka Anda lebih jelas dan lugas.

[5] X Teliti sumber • Misalnya, Anda bisa menulis, “Di dalam novelnya yang berjudul The Great Gatsby (1925), F. Scott Fitzgerald menyajikan.” • Jika yang Anda buat adalah ringkasan artikel, cobalah menulis, “Di dalam artikelnya yang berjudul “Apa Itu Interseksualitas?” Nancy Kerr (2001) menyatakan bahwa.” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3e\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-6.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-6.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3e\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-6.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-6.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Deskripsikan ide utama penulis.

Akhiri kalimat pembuka dengan mencantumkan tema atau ide utama di dalam teks sumber.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Setelah itu, Anda bisa memberikan berbagai bukti pendukung yang berhubungan dengan tema atau ide utama tersebut. [6] X Teliti sumber • Misalnya, Anda bisa menulis, “Di dalam novel The Great Gatsby (1925), F. Scott Fitzgerald menyajikan kisah figur tragis Jay Gatsby, seorang miliuner yang misterius, melalui kacamata tetangganya yaitu Nick Carraway.” • Jika yang Anda buat adalah ringkasan artikel, cobalah menulis, “Di dalam artikelnya yang berjudul, “Apa Itu Interseksualitas?” Nancy Kerr (2001) menyatakan bahwa diskusi terkait seksualitas di kalangan akademisi sejatinya mengabaikan berkembangnya ketertarikan publik mengenai isu interseksualitas.” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/f7\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-7.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-7.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/f7\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-7.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-7.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Jawab pertanyaan siapa, apa, di mana, dan mengapa.

Pikirkan siapa dan apa yang didiskusikan di dalam teks sumber. Jika terasa relevan, sebutkan pula latar yang tercantum di dalam teks. Pada akhirnya, tentukan mengapa sang penulis teks mendiskusikan atau mengangkat topik terkait. [7] X Sumber Tepercaya University of North Carolina Writing Center Kunjungi sumber • Misalnya, jika perlu membuat ringkasan novel The Great Gatsby, pertama-tama Anda perlu terlebih dahulu menyebutkan nama dua karakter utama di dalamnya, yaitu Jay Gatsby dan tetangganya (narator novel), Nick Carraway.

Setelah itu, cantumkan pula peristiwa penting yang terjadi secara singkat, latar penceritaan yang dipilih, dan mengapa Fitzgerald memilih untuk mengeksplorasi hidup kedua karakter tersebut.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/e2\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-8.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-8.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/e2\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-8.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-8.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Cantumkan satu sampai tiga kalimat berisi langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah pendukung.

Agar ringkasan Anda tidak terlalu panjang, batasi bukti pendukung sepanjang tiga kalimat saja. Bukti pendukung bisa berupa peristiwa, kutipan, atau argumentasi yang mampu mendukung kalimat pembuka Anda. [8] X Teliti sumber • Misalnya, jika Anda sedang membuat ringkasan sebuah artikel, cobalah mencantumkan argumentasi utama penulis sebagai bukti pendukung. Jika Anda sedang membuat ringkasan sebuah novel atau cerita pendek, pilih sebuah peristiwa yang bisa dijadikan bukti pendukung.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3b\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-9.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-9.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3b\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-9.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-9.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Ringkas teks sumber dengan kata-kata Anda sendiri.

Jangan menyalin atau memarafrasa teks yang perlu anda ringkas. Dengan kata lain, gunakan kata-kata Anda sendiri alih-alih menyalin bahasa atau diksi yang digunakan penulis aslinya, terutama jika Anda tidak sedang mencantumkan kutipan langsung. [9] X Sumber Tepercaya University of North Carolina Writing Center Kunjungi sumber • Ingat, sebuah ringkasan hanya perlu diisi dengan berbagai informasi penting yang ada di dalam teks sumber. Dengan kata lain, tidak perlu menyertai keterangan tersebut dengan opini atau argumentasi Anda.

Jangan khawatir, Anda selalu bisa menyampaikan argumentasi di paragraf atau bagian terpisah! {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/14\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-10.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-10.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/14\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-10.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-10.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Buat ringkasan yang singkat dan lugas.

Idealnya, sebuah ringkasan yang berkualitas mengandung minimal enam kalimat dan maksimal delapan kalimat. Setelah menyelesaikan draf ringkasan, cobalah membacanya kembali dan melakukan revisi yang diperlukan agar hasil akhirnya benar-benar ringkas dan padat. Saat merevisi draf ringkasan, pastikan Anda membuang kalimat atau frasa yang repetitif atau kurang penting.

[10] X Teliti sumber • Jika memungkinkan, cobalah menunjukkan ringkasan yang Anda tulis kepada seorang teman atau instruktur yang profesional, lalu mintalah pendapat mereka. Tanyakan apakah ringkasan tersebut sudah cukup padat dan mudah dimengerti, serta berhasil memuat seluruh informasi yang penting bagi pembaca.

Artikel ini disusun bersama Stephanie Wong Ken, MFA. Stephanie Wong Ken adalah penulis yang tinggal di Kanada. Tulisan Stephanie pernah dimuat di Joyland, Catapult, Pithead Chapel, Cosmonaut's Avenue, dan publikasi lain. Dia memiliki gelar MFA di bidang penulisan fiksi dan kreatif dari Portland State University. Artikel ini telah dilihat 22.111 kali.
Assalam mu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Berhubung UKM yang saya ikuti di kampus adalah Studi Kajian Riset Mahasiswa (SKEMA), yang mana kegiatan yang paling vital dalam UKM ini adalah melakukan observasi dan penelitian.

Namun, sebelum memasuki ke jenjang itu, diharuskan untuk memahami dulu tentang ringkasan ( resume) dan esai. Dan alhamdulillah dengan usaha terus-menerus akhirnya diri ini mampu untuk membuat ringkasan dari sebuah jurnal. PENGERTIAN RESUME • Resume atau Ringkasan adalah suatu cara yang ekfektif untuk menyajikan karangan yang panjang dalam sajian yang singkat.

• Sebuah ringkasan bermula dari karangan sumber yang panjang, yang kemudian dipangkas dengan mengambil hal-hal atau bagian yang pokok dengan membuang perincian serta ilustrasi. • Sebuah ringkasan tetap mempertahankan pikiran pengarang serta pendekatannya yang asli. Jadi ringkasan merupakan keterampilan memproduksi hasil karya yang sudah ada dalam bentuk yang singkat. PERBEDAAN RESUME, RANGKUMAN DAN IKHTISAR • Rangkuman artinya kegiatan menyusun gagasan pokok atau intisari langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah karangan atau buku menjadi bentuk yang pendek.

Suatu rangkuman tidak boleh mengubah ide pokok (gagasan pokok) teks aslinya. • Ikhtisar pada dasarnya sama dengan ringkasan (resume) dilihat dari tujuannya, keduanya mengambil bentuk kecil dari karangan panjang. Perbedaannya ikhtisar tidak mempertahankan urutan gagasan yang membangun karangan itu, terserah pada pembuat ikhtisar.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Untuk mengambil ikhtisar bebas mengambil kata-kata asal tetap menunjukan inti dari bacaan tersebut. LANGKAH-LANGKAH MENULIS RESUME • Membaca Teks Atau Naskah Yang Asli Kalau sudah menyukai membaca, maka tidak akan ada kendala besar dalam membuat ringkasan (resume) karena membaca teks/naskah asli dalam proses pembuatan resume ini tidak cukup hanya sekali. Membaca naskah asli harus berulang kali sampai kita memahami keseluruhan isi dan memahami maksud si penulis. Belum lagi jika naskah aslinya memiliki istilah-istilah yang sukar dipahami, maka itu perlu juga digarisbawahi kata yang sulit dimengerti dan mencari tahu apa maknanya agar menambah pemahaman kita.

Membaca naskah aslinya juga harus sampai tuntas agar kita mendapatkan gambaran umum dan memahami sudut pandang dari si penulis. • Menentukan dan Mencatat Gagasan Utama Setelah memahami maksud dari si penulis, kemudian kita harus mampu menemukan pokok-pokok tulisan. Baca kembali dan lebih dimengerti lagi paragraf demi paragrafnya, bagian demi bagiannya, untuk selanjutnya dikonkritkan dalam bentuk poin-poin penting yang disebut gagasan utama.

Gagasan utama adalah pikiran utama yang terdapat dalam tulisan. Gagasan utama sama saja dengan ide pokok. Jika yang mau dibuat resume adalah sebuah jurnal, maka kita tidak harus mencatat semua gagasan utama di setiap paragraf jurnal aslinya. Kenapa? Tidak semua paragraf yang ada dijurnal memiliki gagasan utama karena di dalam jurnal banyak terdapat kutipan-kutipan seseorang dan data-data sedangkan gagasan utama itu sendiri berasal dari kalimat utama yang merupakan pemikiran murni dari si penulis bukan berupa opini, kutipan ataupun data.

Meski begitu, setidaknya dari beberapa paragraf ada kalimat-kalimat yang mewakili pokok dari tulisan atau sebagai gagasan utamanya. Tentukan gagasan utama yang esensial agar nantinya saat kita menulis resume tidak melebar dan tidak terlalu panjang.

Kemudian setelah gagasan-gagasan utama telah kita catat semua, gagasan-gagasan itu harus disusun teratur atau sesuai dengan urutan isi jurnal. Lihat bagian daftar isi untuk memastikan urutan isi jurnal yang benar. • Mulai Menulis Ringkasan (Resume) Pergunakanlah gambaran umum tentang keseluruhan isi jurnal/naskah yang telah terbayang diotak kita dan hasil pencatatan gagasan utama tadi untuk dibuat resume.

Ingat, urutan paragraf untuk pembuatan resume harus sesuai dengan naskah aslinya. Kalau di jurnal biasanya langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah sub babnya, kita gak perlu ikutin jurnal untuk membuat poin-poin sub bab juga karena resume merupakan ringkasan singkat jadi buatlah resumedalam bentuk paragraf demi paragraf saja. Tapi memang ada juga yang cara pembuatan resume jurnal dalam bentuk tabel agar lebih mudah dibuat namun saya lebih memilih dalam bentuk kalimat paragraf perparagraf agar terlihat lebih berkesinambungan ketika dibaca.

Kemudian kalimat-kalimat dalam resume yang kita buat adalah kalimat-kalimat baru yang sekaligus menggambarkan kembali isi dari naskah aslinya. Tetapi kita tidak boleh menyelipkan pendapat pribadi kita di dalam resume apalagi jika pendapat tersebut berlawanan dengan isi jurnal asli, haram hukumnya. Pembuat resume hanya boleh menulis yang sesuai dengan jalan pemikiran si penulis asli. Jika gagasan-gagasan kita masih terasa rancu, silakan liat naskah aslinya lagi.

Sebisa mungkin untuk tidak menggunakan kalimat asli penulisnya karena kalimat asli penulisnya hanya boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting (merupakan kaidah, kesimpulan, ataupun perumusan padat). Dan tidak perlu pakai bahasa tingkat dewa (bahasa yang sulit dimengerti) dalam membuat resume agar resume kita bisa dibaca oleh siapa saja tanpa memandang status pendidikan.

Kalau kita menggunakan terlalu banyak istilah asing, terkesan berlebihan dan seolah hanya orang-orang yang mengenyam pendidikan tinggi saja yang paham. Akan lebih baik jika tulisan kita bisa diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, jadi gunakan bahasa yang mudah dicernah oleh siapapun.

Dan saat kita sedang membuat resume, hindari juga kutipan. Kutipan yang berada pada jurnal adalah kutipan milik si penulis jurnal karena si penulis membuat jurnal atas dasar melakukan penelitian dengan menggunakan teori dari orang yang dikutipnya. Kita sebagai pembuat resume tidak berhak untuk mengutip lagi apa yang telah dikutipkan oleh si penulis asli karena kita tidak melakukan penelitian sungguhan, kita hanya meringkas dari jurnal miliknya. Dalam pembuatan resume gak perlu membuat kalimat yang bertele-tele dan gak perlu berpanjang lebar menjelaskan karena penjelasan secara mendetail sudah ada di dalam naskah asli.

Jadi buatlah tulisan ringkasan yang padat tapi mewakili keseluruhan isi. • Membaca Kembali Ringkasan (Resume) Langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah Telah Dibuat Setelah selesai membuat resume, baca kembali resume kita untuk memeriksa apakah ada kesalahan penulisan atau tidak. Resume juga perlu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Gunakan ejaan dan tanda baca yang tepat. Kemudian periksa kembali apakah resume buatan kita bersesuaian dengan naskah asli atau tidak.

Dibawah ini merupakan contoh resume yang saya buat berdasarkan pada sebuah jurnal ‎: DOWNLOAD JURNAL (PDF) RESUME IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING BERBANTUAN KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA I PADA MAHASISWA PGSD Trimurti Jurnal Kependidikan Vol.39, No.2, November 2009 Universitas Negeri Semarang Ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, seringkali banyak mahasiswa yang enggan untuk bertanya kepada dosen saat ia merasa kurang memahami materi yang sedang dipelajari sehinggaa suasana kelas menjadi pasif.

langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah

Strategi pengajar (dosen) untuk membangun keaktifan mahasiswa adalah dengan melibatkan mahasiswa ke dalam diskusi. Akan tetapi strategi ini masih belum bisa terealisasikan secara sempurna dikarenakan hanya beberapa mahasiswa yang menonjol saja yang berani mengemukakan pendapat saat diskusi berlangsung, sedangkan sebagian besar mahasiswa yang lain hanya mampu terdiam menyimak. Suasana kelas perlu dirancang agar seluruh mahasiswa mampu berinteraksi satu sama lain untuk menyelesaikan tugas maupun memecahkan masalah yang diberikan oleh pengajar (dosen).

Cooperative Learning merupakan strategi pembelajaran yang berhasil dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil yang heterogen untuk mencapai hasil yang maksimal dengan menerapkan lima unsur pokok yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.

Dalam model Cooperative Learning perlu adanya penggunaan teknologi berupa komputer agar mahasiswa terampil dalam memanfaatkan media komputer dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, hasil belajar tidak hanya meliputi penguasaan materi, tetapi juga keterampilan berproses mahasiswa. Hasil belajar diperoleh dengan cara mengunakan tes tertulis, tes lisan, tes perbuatan atau observasi serta tugas kelompok dan individu. Dari hasil analisis, sebanyak 56% mahasiswa masuk dalam kategori terampil, 22% cukup terampil, 19% sangat terampil dan hanya 3% saja yang tidak terampil dalam pemanfaatan media komputer.

Maka hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh keterampilan berproses dalam penerapan model Cooperative Learning berbantu komputer terhadap hasil belajar mahasiswa adalah cukup besar. Dimana keterampilan berproses ini dinilai dari cara presentasi dan hasil tugas kelompok mahasiswa. Belajar akan efektif jika situasi kondusif terwujud saat berlangsungnya proses pembelajaran, yaitu berupa interaksi positif antara dosen dan mahasiswa ataupun antar mahasiswa di dalam kelas.

Dalam kondisi yang kondusif ini, mahasiswa menjadi tertantang untuk bertanya, mengerjakan tugas, mengungkapkan pendapat/ide, serta menanggapi sesuatu karena mahasiswa merasa nyaman dan tidak takut untuk melakukan suatu kesalahan di dalam proses belajar. Berdasarkan uji banding antara dua model pembelajaranpun didapatkan kesimpulan bahwa model Cooperative Learning lebih efektif dibanding model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.

Model Cooperative Learning mampu menciptakan kondisi yang kondusif dalam proses pembelajaran mahasiswa. Dengan model Cooperative Learning, mahasiswa dapat bekerja sama dalam kelompok untuk belajar dan bertanggung jawab akan keberhasilan belajar semua anggota kelompok. Ada 3 manfaat yang akan didapatkan mahasiswa pada penggunaan model Cooperative Learning ini, yaitu; penghargaan terhadap kelompok yang berhasil, tanggung jawab masing-masing anggota kelompok serta kesamaan kesempatan untuk berhasil.

NB : Pada bagian kepala resume biasakan untuk mencantumkan nama penulis jurnal, tahun terbit jurnal, judul jurnal, dan lokasi terbit jurnalnya ya!

Agar tidak merepotkan pembaca dalam mencari tulisan jurnal aslinya. Sekian ya penjelasan singkat mengenai cara membuat ringkasan ( resume) dari saya. Semoga kalian bisa memahami tulisan ini dengan baik. Jika masih ada yang kurang dimengerti bisa bertanya dikolom komentar, mudah-mudahan saya bisa membantu ^^ Akhir kata, wassalam mu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh credit to my own blog syr92 November 2013 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 « Agu Jan » Postingan Terkini • Langkah-Langkah Membuat Esai • [GirlsTalk] Hubungan yang (Dianggap) Serius itu Harus Realistis • Belajar Kata Benda (Noun) Bahasa Inggris • Langkah-Langkah Membuat Ringkasan (Resume) & Contohnya • Belajar ‘Tenses’ Bahasa Inggris Bagian 4 (Terakhir) • Belajar ‘Tenses’ Bahasa Inggris Bagian 3 • Belajar ‘Tenses’ Bahasa Inggris Bagian 2 • Belajar ‘Tenses’ Bahasa Inggris Bagian 1 Instagramku Tidak ada gambar Instagram yang ditemukan.

Follow blogku Masukkan alamat email kamu jika gak punya akun di Wordpress :D
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah adalah – Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat, Cara Membuat dan Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Ringkasan yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, tujuan, manfaat, cara membuat dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

3.1. Sebarkan ini: Ringkasan langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah dalah presentasi dari kejadian atau peristiwa yang panjang disajikan secara singkat. atau juga, cara yang baik untuk memotong atau memangkas menyajikan hasil langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah panjang dan disajikan dalam bentuk pendekdan singkat. Ringkasan memiliki perbedaan dengan gambaran, meskipun sering disajikan untuk dua istilah, tetapi sebenarnya kedua istilah itu berbeda.

Untuk ringksan adalah hasil dari karangan yang asli tetapi dalam penyajiannya harus tetap mempertahankan urutan dan rumusan yang asli dari pengarangnya. Ikhtisar adalah sebaliknya, gambaran dari pengaturan tidak memerlukan atau perlu sistematis atau tidak sesuai dengan pengaturan asli dan tidak perlu proporsional atau tidak memerlukan konten dari semua hasil karangan itu. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Kritik Seni adalah Ciri-Ciri Ringkasan Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri ringkasan, terdiri atas: • Mengungkapkan kembali sebuah karangan atau naskah bacaan dalam bentuk yang padat.

Dalam meringkas kita mengambil intisari atau ide-ide pokok suatu bacaan sehingga menjadi bentuk yang lebih padat. • Memproduksi kembali apa yang diungkapkan pengarang dalam tulisannya. Kita mengambil intisari yang kemudian ditulis ulang dengan bahasa kita sendiri apa yang diungkapkan oleh sang penulis. • Menjaga urutan ide-ide pokok sehingga terbangun ringkasan dari naskah asli. Dalam meringkas kita harus tetap merunut ide-ide pokok sehingga ringkasan yang kita buat tetap mewakili naskah bacaan aslinya.

• Susunan ringkasan, sudut pandang, dan isi mengikuti naskah asli. Meskipun kita menuliskan kembali, namun tidak boleh keluar dari susunan naskah aslinya.

• Menuliskan kalimat-kalimat pendek yang mewakili tulisan pengarang. Pada prinsipnya, meringkas berarti membuat tulisan menjadi tulisan lebih pendek. Oleh karena itu, kalimat-kalimat dalam ringkasanpun pendek dan padat namun tidak menghilangkan unsur-unsur estetika dari naskah aslinya.

Tujuan Membuat Ringkasan Ringkasan dibuat untuk memendekkan sebuah karangan yang panjang. Seseorang yang akan membuat ringkasan harus memilah-milah mana gagasan utama dan gagasan tambahan.

Karena tujuan ringkasan adalah memahami dan mengetahui isi dari sebuah buku, sehingga diperlukan latihan-latihan untuk membimbing seseorang agar dapat membaca karangan langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah cepat.

Jadi salah satu tujuan dari membuat ringkasan yaitu untuk membantu seseorang agar bisa membaca sebuah buku dalam waktu singkat dan menghemat waktu.

Seorang penulis ringkasan tidak akan membuat ringkasan yang baik bila ia kurang teliti dalam membaca dan tidak dapat membeda-bedakan gagasan utama dan gagasan tambahan. Kemampuan dalam membedakan tingkat-tingkat gagasan itu akan membantunya untuk mengasah kemampuan dalam gaya bahasa, dan menghindari pemakaian uraian panjang lebar yang mungkin masuk di dalam karangan tersebut.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian Esai Manfaat Ringkasan Sebagai sarana untuk membantu kita dalam mengingat isi sebuah buku atau suatu uraian yang begitu panjang. Rangkuman memuat ide- ide langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya. Dengan membaca rangkuman, kita seakan- akan memahami keseluruhan buku secara utuh. Cara Membuat Ringkasan Bagi mereka yang sudah terbiasa dalam membuat ringkasan biasanya tahu cara membuat ringkasan yang baik.

Tetapi di sampin gitu perlu untuk memberikan beberapa patokan sebagai pegangan, khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan itu atau baru untuk memulainya. Setelah terbiasa, mungkin beberapa patokan itu juga tidak akan diperlukan lagi.

Beberapa pegangan yang digunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan benar antara lain : • Membaca Naskah Asli Langkah awal yang harus dilakukan adalah seorang penulis ringkasan harus membaca naskah asli satu atau dua kali, bahkan dapat diulang beberapa kalihingga diketahui kesan umum secara menyeluruh mengenai isi dari naskah tersebut.

Penulis juga perlu mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang. Agar dapat membantu penulis mencapai langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah semua, maka judul dan daftar isi dapatmenjadi acuan dalam karangan itu.

Perincian daftar isi memiliki hubungan erat dengan judulsebuah karangan. Dan juga, alinea-alinea dalam karangan menunjang pokok-pokok yangterkandung dalam daftar isi. Maka dari itu, penulis sebaiknya memahami dengan baik daftar isidari sebuah karangan sehingga lebih mudah untuk mendapatkan kesan umum, maksud asli pengarang serta sudut pandang pengarang yang terdapat dalam karangan.

• Mencatat Gagasan Utama Jika penulis sudah mengetahui kesan umum, maksud asli serta sudut pandang pengarang,maka sekarang ia harus memperdalam dan mempertegas semua hal itu.

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memahami kembali karangan bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat gagasan-gagasan penting yang tersirat dalam bagian atau alinea itu.

Tujuan dari pencatatan itu ada dua, yang pertama untuk tujuan pengamatan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu pentingatau tidak; kedua, catatan itu menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya. Yang terpenting tujuandari pencatatan ini adalah agar tanpa adanya ikatan teks asli penulis mulai menulis kembali untuk menyusun sebuah ringkasan dengan menggunakan pokok-pokok yangtelah dicatat.

Sama halnya langkah pertama yang menggunakan judul dan daftar isi sebagai pegangan,maka dalam pencatatan gagasan ini judul-judul bab, judul anak bab, dan alinea yang harus dijadikan sasaran pencatatan, bahkan kalau perlu catat juga gagasan bawahan alinea yang betul-betul esensi untuk memperjelas gagasan utama tadi. Karena sifatnya hanya sebagai ilustrasi atau deskripsi untuk mejelaskan gagasan utama yang ada dalam alinea pertama maka perlu diperhatikan bahwa ada alinea yang dapat dihilangkan atau tidak dihilangkan.

Langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian Novel Menurut Para Ahli Itu semua terjadi karena ada sebuah langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah kedudukannya lebih penting daripada alinea yang mendahuluinya.

Dalam hal ini gagasan utama yang diambil dari rangkaian alinea terdapat dalam alinea utama, sedangkan alinea-alinea tambahan lainnya bisa diabaikan atau dirangkai menjadi satu kalimat. • Mengadakan Reproduksi Dengan menggunakan kesan umum pada langkah pertama diatas dan catatan-catatan yang diperoleh dari langkah kedua diatas, maka seorang penulis sudah siap untuk memulai membuat ringkasan yang dimaksud. Dalam ringkasan urutan isi disesuaikan dengan urutan naskah asli dan harus menggunakan bahasa penulis karangan dan harus diurut.

• Ketentuan Tambahan Dengan membuat reproduksi, belum tentu pengarang sudah mengerjakan segalasesuatunya dengan sebaik-baiknya. Adapun bebrapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan dapat ditulis dengan baik, diantaranya: • Sebaiknya dalam menyusun ringkasan mempergunakan dalam kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.

Kalimat majemuk menunjukkan bahwa ada dua gagasan ataulebih yang bersifat paralel. Bila ada kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal. • Ringkaslah kalimat menjadi frase dan frase menjadi kata. Begitu pula jika rangkaian gagasan yang panjang hendaknya diganti dengan suatu gagasan sentral saja. Tidak berarti cara kerja ringkasan hanya merupakan ringkasan kalimat-kalimat saja.

• Besarnya ringkasan tergantung jumlah alinea dan topik utama yangakan dimasukkan dalam ringkasan. Alinea yang mengandung ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting.

Semua alinea semacam itu yang akan dipertahankan karena dianggap penting, harus pula dipersingkat atau digeneralisasi. • Jika memungkinkan buanglah semua keterangan atau kata sifat yang ada, meski terkadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.

• Pertahankan semua gagasan asli dan urutan naskahnya. Tetapi yang sudah dicatat dari karanganasli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat ringkasan yang dibuat oleh penulis. Jagalah juga agar tidak ada hal yang baru atau pikiran penulis yang dimasukkan kedalam ringkasan. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Wawancara adalah Contoh Ringkasan Berau Bara Abadi merupakan perusahaan pertambangan batubara yang terletak di Kampung Gunung Sari Kecamatan Segah Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur.

Dalam perencanaan penambangan endapan batubara perlu dilakukan analisis kestabilan lereng. Hal ini disebabkan karena adanya kegiatan penambangan, seperti penggalian pada suatu massa batuan akan menyebabkan terjadinya perubahan distribusi tegangan pada lereng tersebut yang mengakibatkan terganggunya kestabilan lereng dan pada akhirnya dapat menyebabkan rayapan bahkan lereng longsor. Oleh karena itu, PT. Berau Bara Abadi mengadakan penyelidikan geoteknik di empat lubangbor, yaitu GT 01, GT 02, GT 03 dan GT 04.

Dari setiap lubang bor tersebut akan diambil beberapa conto batuan yang akan diuji sifat fisik dan mekanik batuan di laboratorium. Dari hasil uji laboratorium tersebut diperoleh karakteristik dari massa batuan yang kemudian akan digunakan sebagai masukan dalam perancangan lereng. Untuk variasi material pembentuk lereng mengikuti litologi.

Metode yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng metode elemen hingga dengan menggunakan bantuan Metode Elemen Hingga. Nilai Strength Reduction Factor ( SRF) minimum yang direkomendasikan untuk lereng keseluruhan SRF >1,20.

Pendekatan yang dilakukan dalam menganalisis kemungkinan longsor yang akan terjadi pada daerah langkah pertama sebelum membuat ringkasan adalah dengan memanfaatkan kontur regangan dari hasil analisis dengan metode elemen hingga disamping itu juga dipengaruhi oleh nilai kuat tekan batuan. Menurut Bieniawski(1973), tanah adalah suatu material bentukan alam yang memiliki kuat tekan kurang dari 1 MPa, dan menurut Johnstone, (1991) Batuan lunak adalah suatu material yang memiliki kuat tekan antara 0,25MPa – 25MPa Longsor busur dapat terjadi pada tanah atau batuan lunak.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Historiografi adalah Parameter sifat fisik dan sifat mekanik yang digunakan dalam perancangan lereng keseluruhan adalah hasil pengujian di laboratorium mekanika batuan dan mekanika tanah. Kriteria keruntuhan yang digunakan adalah kriteria Mohr-Coulomb. Dari hasil analisis dapat disimpulkan, bahwa rekomendasi untuk geometri lereng penambangan yaitu lebar berm 5 m, tinggi 5 m dengan sudut kemiringan 45 0.

Geometri lereng keseluruhan untuk Penampang A-A’ dengan tinggi 51,13 m dan sudut kemiringan sebesar 31 o, untuk lereng Penampang E-E’ dengan tinggi 66,61m dan sudut kemiringan sebesar 29 o. Potensi longsor yang mungkin terjadi di daerah penelitian adalah longsor busur. Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng adalah geometri lereng, dan tinggi muka air tanah.

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai Stabilisasi lereng dengan menggunakan teknik Water Control yaitu dengan cara pengendalian air permukaan dan pengendalian air tanah. Demikian Pembahasan Tentang Ringkasan adalah – Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat, Cara Membuat dan Contoh Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com … 😀 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia Ditag 5 contoh kalimat kesimpulan, apa tujuan pembuatan ringkasan teks, bagaimana cara meringkas bacaan, bentuk bentuk ringkasan, cara melamar di jobstreet agar dipanggil, cara membuat ringkasan, ciri ciri ringkasan, contoh deskripsi diri dalam cv, contoh headline cv, contoh rangkuman, contoh resume kerja, contoh ringkasan, contoh ringkasan brainly, contoh ringkasan buku, contoh ringkasan dan rangkuman, contoh ringkasan laporan, contoh ringkasan makalah, contoh ringkasan materi, contoh ringkasan pdf, contoh ringkasan pendek, contoh ringkasan sebuah kutipan, contoh summary, contoh summary jurnal, contoh summary lamaran kerja fresh graduate, contoh summary linkedin, contoh surat lamaran jobsdb, cover letter lamaran kerja, dasar sebuah ringkasan, definsi ringkasan, fungsi meringkas, fungsi ringkasan, isi pokok paragraf, kalimat ringkasan, langkah langkah membuat ringkasan, manfaat membuat ringkasan, manfaat ringkasan, membuat profil di resume, merangkum adalah, pengertian ikhtisar, pengertian menyimpulkan, pengertian rangkuman, pengertian rangkuman beserta contohnya, pengertian ringkasan menurut para ahli, pengertian ringkasan menurut para ahli pdf, perbedaan ringkasan dan ikhtisar, perbedaan ringkasan dan rangkuman, persamaan kesimpulan dan rangkuman, rangkuman, rangkuman adalah, ringkasan adalah dari isi bacaan, ringkasan adalah gabungan dari beberapa, ringkasan bacaan tersebut adalah, ringkasan berguna untuk memudahkan, ringkasan hendaknya disusun dalam kalimat, sebutkan langkah merangkum gagasan pokok, teknik membuat simpulan, teks fiksi berisi cerita karangan, tujuan membuat ringkasan, tujuan rangkuman, untuk dapat meringkas suatu teks kamu harus Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com

ANALISIS BREAK EVEN




2022 www.videocon.com