Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bislama • Banjar • বাংলা • བོད་ཡིག • বিষ্ণুপ্রিয়া মণিপুরী • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • डोटेली • ཇོང་ཁ • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • ગુજરાતી • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Kabɩyɛ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • ဘာသာ မန် • मराठी • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • Sesotho sa Leboa • Occitan • Livvinkarjala • Oromoo • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • Picard • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Română • Русский • Русиньскый • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Srpskohrvatski / српскохрватски • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • ತುಳು • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • Хальмг • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Untuk kegunaan lain, lihat Buddha dan Buddha (disambiguasi).

Bagian dari seri tentang Agama Buddha Sejarah Garis waktu • Konsili-konsili Buddhis Konsep Tiga Mestika ( Buddha, Dhamma, Sangha) • Empat Kebenaran Mulia • Jalan Utama Berunsur Delapan • Pancasila • Tuhan • Nirwana • Jalan Tengah Ajaran inti Tiga Corak Umum • Samsara • Tumimbal lahir • Sunyata • Hukum Sebab Musabab • Karma Tokoh penting Siddharta Gautama • Sepuluh siswa utama • Keluarga Buddha Gautama Tingkatan pencerahan Buddha • Bodhisatwa • Arhat • Empat Tingkat Pencerahan • Meditasi Wilayah Asia Tenggara • Asia Timur • Tibet • India dan Asia Tengah • Indonesia • Barat Sekte Theravada • Mahayana • Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama • Sarwastiwada • Mulasarwastiwada Kitab Suci Sutta • Vinaya • Abhidhamma Dharmacakra Total populasi 488–535 juta Pendiri Siddhartha Gautama Wilayah dengan populasi signifikan Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, Bhutan, Tibet, Nepal, India, Australia, Lainnya.

Agama Buddhisme Kitab suci Buddhavacana, Tripiṭaka, Sutra Mahayana, Kanon Pāli, ( Kanon Tibet, Kanon Tionghoa) Bahasa Sanskrit, Pali, Gandhari, Tionghoa Klasik, Tibet Klasik, Tangut, Sinhala, Thai, Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama, Burma, Mon, Korea, Jepang, rumpun bahasa Tionghoa, Vietnam Situs Bhagavant Just Be Good Agama Buddha ( Sanskerta: बुद्ध) atau Buddhisme ( / ˈ b ʊ d ɪ z əm/, US also / ˈ b uː d-/) [1] [2] adalah sebuah agama berpaham nonteisme atau filsafat yang berasal dari bagian timur anak benua India dan berlandaskan kepada ajaran Siddhartha Gautama.

Penyebaran agama Buddha di India dimulai sejak abad ke-6 sebelum Masehi hingga saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama ke-4 sebelum Masehi. [3] Agama Buddha adalah agama terbesar keempat di dunia [4] [5] dengan lebih dari 520 juta pengikut, atau lebih 7% populasi dunia, yang dikenal sebagai Buddhis. [web 1] [6] Agama Buddha juga meliputi beragam ilmu, nilai tradisi, filosofi, keyakinan dan kepercayaan, meditasi, dan praktik spiritual yang sebagian besar berdasarkan pada ajaran-ajaran awal yang dikaitkan dengan Buddha dan menghasilkan filsafat yang ditafsirkan.

Agama Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama lahir di India kuno sebagai suatu tradisi Sramana sekitar antara abad ke-6 dan 4 SM, menyebar ke sebagian besar Asia. Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama dikenal saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama para umat Buddha sebagai seorang sang maha guru agung yang telah sadar atau tercerahkan yang membagikan wawasan-Nya untuk membantu makhluk hidup mengakhiri penderitaan mereka dengan melenyapkan ketidaktahuan/kebodohan/kegelapan batin ( moha), keserakahan ( lobha), dan kebencian/kemarahan ( dosa).

Berakhirnya atau padamnya moha, lobha, dan dosa disebut dengan Nibbana. [7] Untuk mencapai Nibbana seseorang melakukan perbuatan benar, tidak melakukan perbuatan salah, mempraktikkan meditasi untuk menjaga pikiran agar selalu pada kondisi yang baik atau murni dan mampu memahami fenomena batin dan jasmani.

Dua aliran utama Buddhisme yang masih ada yang diakui secara umum oleh para ahli: Theravada ("Aliran Para Sesepuh") dan Mahayana ("Kendaraan Agung"). Vajrayana, suatu bentuk ajaran yang dihubungkan dengan siddha India, dapat dianggap juga sebagai aliran ketiga atau hanya merupakan bagian dari Mahayana. Theravada mempunyai pengikut yang tersebar luas di Sri Lanka, dan Asia Tenggara.

Mahayana, yang mencakup tradisi Tanah Murni, Zen, Nichiren, Shingon, dan Tiantai (Tiendai) dapat ditemukan di seluruh Asia Timur. Buddhisme Tibet, yang melestarikan ajaran Vajrayana dari India abad ke-8, [8] dipraktikkan di wilayah sekitar Himalaya, Mongolia, [9] dan Kalmykia. [10] Jumlah umat Buddha di seluruh dunia diperkirakan antara 488 juta [web 1] dan 535 juta [11], menjadikannya sebagai salah satu agama utama dunia.

Dalam Buddhisme Theravada, tujuan utamanya adalah pencapaian kebahagiaan tertinggi Nibbana, yang dicapai dengan mempraktikkan Jalan Mulia Berunsur Delapan (juga dikenal sebagai Jalan Tengah), sehingga melepaskan diri dari apa yang dinamakan sebagai siklus penderitaan dan kelahiran kembali.

[12] Buddhisme Mahayana, sebaliknya beraspirasi untuk mencapai kebuddhaan melalui jalan bodhisattva, suatu keadaan di mana seseorang tetap berada dalam siklus untuk membantu makhluk lainnya mencapai pencerahan. Setiap aliran Buddha berpegang kepada Tipitaka sebagai referensi utama karena dalamnya tercatat sabda dan ajaran Buddha Gautama. Pengikut-pengikutnya kemudian mencatat dan mengklasifikasikan ajarannya dalam tiga buku yaitu Sutta Piṭaka (khotbah-khotbah Sang Buddha), Vinaya Piṭaka (peraturan atau tata tertib para bhikkhu) dan Abhidhamma Piṭaka (ajaran hukum metafisika dan psikologi).

Seluruh naskah aliran Theravada menggunakan bahasa Pali, yaitu bahasa yang dipakai di sebagian India (khususnya daerah Utara) pada zaman Sang Buddha. Cukup menarik untuk dicatat, bahwa tidak ada filsafat atau tulisan lain dalam bahasa Pali selain kitab suci agama Buddha Theravada, yang disebut kitab suci Tipitaka, oleh karenanya, istilah "ajaran agama Buddha berbahasa Pali" sinonim dengan agama Buddha Theravada. Agama Buddha Theravada dan beberapa sumber lain berpendapat, bahwa Sang Buddha mengajarkan semua ajaran-Nya dalam bahasa Pali, di India, Nepal dan sekitarnya selama 45 tahun terakhir hidup-Nya, sebelum Dia mencapai Parinibbana.

[13] Seluruh naskah aliran Mahayana pada awalnya berbahasa Sanskerta dan dikenal sebagai Tripitaka. Oleh karena itu istilah agama Buddha berbahasa Sanskerta sinonim dengan agama Buddha Mahayana. Bahasa Sanskerta adalah bahasa klasik dan bahasa tertua yang dipergunakan oleh kaum terpelajar di India.

Selain naskah agama Buddha Mahayana, kita menjumpai banyak catatan bersejarah dan agama, atau naskah filsafat tradisi setempat lainnya ditulis dalam bahasa Sanskerta. [13] Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Akar filosofis • 2 Doktrin dasar ajaran Buddha • 2.1 Empat Kebenaran Mulia • 2.2 Jalan Mulia Berunsur Delapan • 2.3 Karma • 2.4 Kelahiran Kembali • 3 Konsep Ketuhanan dalam Buddhisme • 4 Moralitas dalam ajaran Buddha • 4.1 Lima Sila (Pancasila) • 5 Aliran dan tradisi Ajaran Buddha • 5.1 Buddha Mahayana • 5.2 Buddha Theravada • 5.2.1 Gramatika • 5.2.2 Sejarah • 5.2.3 Kitab suci ajaran Buddha • 6 Hari raya • 6.1 Waisak • 6.2 Kathina • 6.3 Asadha • 6.4 Magha Puja • 7 Penyebaran di Asia dan Indonesia • 7.1 Penyebaran di India dan Asia Tengah • 7.2 Penyebaran di Asia Timur • 7.3 Penyebaran di Asia Tenggara • 7.4 Penyebaran di Nusantara • 7.4.1 Akhir zaman kerajaan Hindu-Buddha • 7.4.2 Candi-Candi Peninggalan Kerajaan Buddha di Nusantara • 8 Demografis • 9 Lihat pula • 10 Catatan • 11 Referensi • 11.1 Sumber Internet • 12 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] "Gua Tukang Kayu" Buddhis di Ellora, Maharashtra, India Secara historis, akar Buddhisme terletak pada pemikiran religius dari India kuno selama paruh kedua dari milenium pertama SM.

[14] Pada masa tersebut merupakan sebuah periode pergolakan sosial dan keagamaan, dikarenakan ketidakpuasaan yang signifikan terhadap pengorbanan dan rital-ritual dari Brahmanisme Weda [note 1] Tantangan muncul dari berbagai kelompok keagamaan asketis dan filosofis baru yang memungkiri tradisi Brahamanis dan menolak otoritas Weda dan para Brahmana. [note 2] [15] Kelompok-kelompok ini, yang anggotanya dikenal sebagai sramana, merupakan kelanjutan dari sebuah untaian pemikiraan India yang bersifat non-Weda, yang terpisah dari Brahmanisme Indo-Arya.

[note 3] Para ahli memiliki alasan untuk percaya bahwa ide-ide seperti samsara, karma (dalam hal pengaruh moralitas terhadap kelahiran kembali), dan moksha, berasal dari sramana, dan kemudian diadopsi oleh agama ortodoks Brahmin. [note 4] [note 5] [note 6] [note 7] [note 8] [note 9] Pandangan ini didukung oleh penelitian di wilayah di mana gagasan ini berasal. Buddhisme tumbuh di Magadha Raya, yang terletak di sebelah barat laut dari Sravasti, ibu kota Kosala, ke Rajagaha di sebelah tenggara.

Negeri ini, di sebelah timur aryavarta, negeri bangsa Arya, yang dikenal sebagai non-Weda. [23] Naskah Weda lainnya mengungkap ketidaksukaan penduduk Magadha, kemungkinannya karena Magadha pada masa tersebut belum mendapat pengaruh Brahmanisme. [24] Sebelum abad ke-2 atau ke-3 SM, penyebaran Brahmanisme ke arah timur memasuki Magadha Raya tidaklah signifikan.

Pemikiran-pemikiran yang berkembang di Magadha Raya sebelum abad tersebut tidak tunduk pada pengaruh Weda. Ini termasuk tumimbal lahir dan hukum karma yang muncul dalam sejumlah gerakan di Magadha Raya, termasuk Buddhisme. Gerakan-gerakan ini mewarisi pemikiran tumimbal lahir dan hukum karma dari kebudayaan yang lebih awal.

[25] Pada saat yang sama, gerakan-gerakan ini dipengaruhi dan dalam beberapa hal melanjutkan pemikiran filosofis dalam tradisi Weda, sebagaimana terefleksi misalnya di dalam Upanishad. [26] Gerakan-gerakan ini termasuk, selain Buddhisme, berbagai skeptis (seperti Sanjaya Belatthiputta), atomis (seperti Pakudha Kaccayana), materialis (seperti Ajita Kesakambali), antinomian (seperti Purana Kassapa); aliran-aliran terpenting pada abad ke-5 SM adalah Ajivikas, yang menekankan aturan nasib, Lokayata ( materialis), Ajnanas ( agnostik) dan Jaina, yang menekankan bahwa jiwa harus dibebaskan dari materi.

[27] Banyak gerakan-gerakan baru ini berbagi kosakata konseptual yang sama seperti atman ("diri"), buddha ("yang sadar"), dhamma ("aturan" atau "hukum"), karma ("aksi/perbuatan"), nirvana ("padamnya nafsu"), samsara ("lingkaran penderitaan"), dan yoga ("praktik spiritual"). [note 10] Para sramana saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Weda, dan otoritas brahmana, yang mengklaim mereka memiliki kebenaran terungkap yang tidak bisa diketahui dengan cara manusia biasa mana pun.

Selain itu, mereka menyatakan bahwa seluruh sistem Brahmanikal adalah penipuan: sebuah konspirasi para brahmana untuk memperkaya diri mereka sendiri dengan membebankan biaya terlalu tinggi untuk melakukan ritual palsu dan memberikan nasihat tak berguna. [28] Kritik terutama dari Buddha adalah pengorbanan hewan secara Weda. [web saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Dia juga menyindir " gita manusia kosmis" dari Weda. [29] Namun, Sang Buddha tidaklah anti-Weda, dan menyatakan bahwa Weda dalam bentuk sejatinya dinyatakan oleh "Kashyapa" kepada resi tertentu, yang melalui pertapaan berat telah memperoleh kekuatan untuk melihat dengan mata ilahi.

[30] Dia menamakan para resi Weda, dan menyatakan bahwa Weda orisinil dari para resi [31] [note 11] telah diubah oleh beberapa Brahmin yang memperkenalkan pengorbanan hewan. Sang Buddha mengatakan bahwa hal tersebut termasuk dalam pengubahan saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Weda sejati sehingga dia menolak untuk menghormati Weda pada masanya. [32] Namun, dia tidak meninggalkan ikatan dengan Brahman, [note 12] atau gagasan diri menyatu dengan Tuhan.

[34] Pada saat yang sama, Hindu tradisional sendiri secara bertahap saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama perubahan mendalam, bertransformasi menjadi apa yang dikenal sebagai Hindu awal. Doktrin dasar ajaran Buddha [ sunting - sunting sumber ] Empat Kebenaran Mulia [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Empat Kebenaran Mulia Ajaran dasar Buddhisme dikenal sebagai Empat Kebenaran Mulia atau Empat Kebenaran Ariya ( Cattari Ariya Saccani), yang merupakan aspek yang sangat penting dari ajaran Buddha.

Sang Buddha telah berkata bahwa karena kita tidak memahami Empat Kebenaran Ariya, maka kita terus menerus mengitari siklus kelahiran dan kematian. Pada ceramah pertama Sang Buddha, Dhammacakka Sutta, yang Ia sampaikan kepada lima orang bhikkhu di Taman Rusa di Sarnath, adalah mengenai Empat Kebenaran Ariya dan Jalan Ariya Beruas Delapan.

[35] Empat Kebenaran Ariya tersebut adalah: [36] • Kebenaran Ariya tentang Dukkha ( Dukkha Ariya Sacca) Pada umumnya dukkha dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai penderitaan, ketidakpuasan, beban.

Dukkha menjelaskan bahwa ada lima kemelekatan kepada dunia yang merupakan penderitaan. Kelima hal itu adalah kelahiran, umur tua, sakit, mati, disatukan dengan yang tidak dikasihi, dan tidak mencapai yang diinginkan.

Guru Buddha bersabda, "Sekarang, O, para bhikkhu, Kebenaran Ariya tentang Dukkha, yaitu: kelahiran adalah dukkha, usia tua adalah dukkha, penyakit adalah dukkha, kematian adalah dukkha, sedih, ratap tangis, derita (badan), dukacita, putus asa adalah dukkha; berkumpul dengan yang tidak disenangi adalah dukkha, berpisah dari yang dicintai adalah dukkha, tidak memperoleh apa yang diinginkan adalah dukkha.

Singkatnya Lima Kelompok Kemelekatan merupakan dukkha." [36] • Kebenaran Ariya tentang Asal Mula Dukkha ( Dukkha Samudaya Ariya Sacca) Samudaya adalah sebab. Setiap penderitaan pasti memiliki sebab, contohnya: yang menyebabkan orang dilahirkan kembali adalah adanya keinginan kepada hidup. Pada bagian ini Guru Buddha menjelaskan bahwa sumber dari dukkha atau penderitaan adalah taṇhā, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-habisnya.

Tanha dapat diibaratkan seperti candu atau opium yang menimbulkan dampak ketagihan bagi yang memakainya terus-menerus, dan saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama lama akan merusak fisik maupun mental si pemakai. Tanha juga dapat diibaratkan seperti air laut yang asin yang jika diminum untuk menghilangkan haus justru rasa haus tersebut semakin bertambah. [36] • Kebenaran Ariya tentang Terhentinya Dukkha ( Dukkha Nirodha Ariya Sacca) Nirodha adalah pemadaman.

Pemadaman kesengsaraan dapat dilakukan dengan menghapus keinginan secara sempurna sehingga tidak ada lagi tempat untuk keinginan tersebut. Pada bagian ini Guru Buddha menjelaskan bahwa dukkha bisa dihentikan yaitu dengan cara menyingkirkan tanhä sebagai penyebab dukkha.

Ketika tanhä telah disingkirkan, maka kita akan terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Nibbana. [36] • Kebenaran Ariya tentang Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha ( Dukkha Nirodha Ariya Sacca) Marga adalah jalan pelepasan. Jalan pelepasan merupakan cara-cara yang harus ditempuh kalau kita ingin lepas dari kesengsaraan. Pada bagian ini Guru Buddha menjelaskan bahwa ada jalan atau cara untuk menghentikan dukkha, yakni melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan.

Jalan Menuju Terhentinya Dukkha dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu: [36] • • Kebijaksanaan ( Panna), terdiri dari Pengertian Benar ( sammä-ditthi) dan Pikiran Benar ( sammä-sankappa) • Kemoralan ( Sila), terdiri dari Ucapan Benar ( sammä-väcä), Perbuatan Benar (sammä-kammanta ), dan Pencaharian Benar (sammä-ajiva ) • Konsentrasi ( Samädhi), terdiri dari Daya-upaya Benar ( sammä-väyäma), Perhatian Benar ( sammä-sati), dan Konsentrasi Benar ( sammä-samädhi) Empat Kebenaran Mulia tidak dapat dipisahkan antara Kebenaran yang satu dengan Kebenaran yang lainnya.

Empat Kebenaran Mulia bukanlah ajaran yang bersifat pesimis yang mengajarkan hal-hal yang serba suram dan serba menderita.

Dan juga bukan bersifat optimis yang hanya mengajarkan hal-hal yang penuh harapan, tetapi merupakan ajaran yang realitis, ajaran yang berdasarkan analisis yang diambil dari kehidupan di sekitar kita. Jalan Mulia Berunsur Delapan [ sunting - sunting sumber ] Dharmacakra melambangkan Jalan Mulia Berunsur Delapan Dalam Dhammacakkappavattana Sutta; Samyutta Nikaya 56.11 {S 5.420}, Guru Buddha mengajarkan Empat Kebenaran Ariya kepada Lima Bhikkhu Pertama ( Panca Vaggiya Bhikkhu), yang di dalamnya terdapat Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha.

Jalan itu disebut dengan Jalan Mulia Berunsur Delapan ( Ariya Atthangiko Magga). Di dalam Jalan ini mengandung unsur sila (kemoralan), samadhi (konsentrasi), dan panna (kebijaksanaan). [37] Berikut pengelompokan unsur yang terkandung di dalamnya: Divisi Faktor Berunsur Delapan Sanskerta, Pali Kebijaksanaan (Sanskerta: prajñā, Pāli: paññā) 1. Pengertian (Pandangan) Benar samyag dṛṣṭi, sammā ditthi 2.

Pikiran Benar samyag saṃkalpa, sammā sankappa Perilaku Etis (Sanskerta: śīla, Pāli: sīla) 3. Ucapan Benar samyag vāc, sammā vāca 4. Perbuatan Benar samyag karman, sammā kammanta 5. Pencaharian (Penghidupan) Benar samyag ājīvana, sammā ājīva Konsentrasi (Sanskerta and Pāli: samādhi) 6.

Daya upaya Benar samyag vyāyāma, sammā vāyāma 7. Perhatian Benar samyag smṛti, sammā sati 8. Konsentrasi Benar samyag samādhi, sammā samādhi Jalan Mulia Berunsur Delapan dibabarkan sebagai berikut: 1. Pengertian Benar ( Sammã Ditthi) Pemahaman Benar adalah pengetahuan yang disertai dengan penembusan terhadap a.

Empat Kebenaran Mulia b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum) c. Hukum Paticca-Samuppäda d. Hukum Kamma 2. Pikiran Benar ( Sammã Sankappa) Pikiran Benar adalah pikiran yang bebas dari: a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian ( nekkhamma-sankappa) b.

Pikiran yang bebas dari kebencian ( avyäpäda-sankappa) c. Pikiran yang bebas dari kekejaman ( avihimsä-sankappa) 3. Ucapan Benar ( Sammã Vãca) Ucapan Benar adalah berusaha menahan diri dari berbohong (musãvãdã), memfitnah (pisunãvãcã), berucap kasar/caci maki (pharusavãcã), dan percakapan-percakapan yang tidak bermanfaat/pergunjingan (samphappalãpã).

Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini: a. Ucapan itu benar b. Ucapan itu beralasan c. Ucapan itu berfaedah d. Ucapan itu tepat pada waktunya 4. Perbuatan Benar ( Sammã Kammantã) Perbuatan Benar adalah berusaha menahan diri dari pembunuhan, pencurian, perbuatan melakukan perbuatan seksualitas yang tidak dibenarkan (asusila), perkataan tidak benar, dan penggunaan cairan atau obat-obatan yang menimbulkan ketagihan dan melemahkan kesadaran.

5. Penghidupan Benar ( Sammã Ãjiva) Penghidupan Benar berarti menghindarkan diri dari bermata pencaharian yang menyebabkan kerugian atau penderitaan makhluk lain. "Terdapat lima objek perdagangan yang seharusnya dihindari (Anguttara Nikaya, III, 153), yaitu: a. makhluk hidup b. senjata c. daging atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mahluk-mahluk hidup d. minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan ketagihan, e. racun Dan terdapat pula lima pencaharian salah yang harus dihindari ( Majjima Nikaya.

117), yaitu: a. Penipuan b. Ketidaksetiaan c. Penujuman d. Kecurangan e. Memungut bunga yang tinggi (praktik lintah darat) 6. Usaha Benar ( Sammã Vãyama) Usaha Benar dapat diwujudkan dalam empat bentuk tindakan, yaitu: berusaha mencegah munculnya kejahatan baru, berusaha menghancurkan kejahatan yang sudah ada, berusaha mengembangkan kebaikan yang belum muncul, berusaha memajukan kebaikan yang telah ada. 7. Perhatian Benar ( Sammã Sati) Perhatian Benar dapat diwujudkan dalam empat bentuk tindakan, yaitu: - perhatian penuh terhadap badan jasmani (kãyãnupassanã) - perhatian penuh terhadap perasaan (vedanãnupassanã) - perhatian penuh terhadap pikiran (cittanupassanã) - perhatian penuh terhadap mental/batin (dhammanupassanã) Keempat bentuk tindakan tersebut bisa disebut sebagai Vipassanã Bhãvanã.

8. Konsentrasi Benar ( Sammã Samãdhi) Konsentrasi Benar berarti pemusatan pikiran pada objek yang tepat sehingga batin mencapai suatu keadaan yang lebih tinggi dan lebih dalam. Karma [ sunting - sunting sumber ] Selain nilai-nilai moral di atas, agama Buddha juga amat menjunjung tinggi karma sebagai sesuatu yang berpegang pada prinsip hukum sebab akibat.

Secara umum, kamma (bahasa Pali) atau karma (bahasa Sanskerta) berarti perbuatan atau aksi. Jadi ada aksi atau karma baik dan ada pula aksi atau karma buruk. Saat ini, istilah karma sudah terasa umum digunakan, namun cenderung diartikan secara keliru sebagai hukuman turunan/hukuman berat dan lain sebagainya.

Umat Buddha memandang hukum karma sebagai hukum universal tentang sebab dan akibat yang juga merupakan hukum moral yang impersonal. Menurut hukum ini sesuatu (yang hidup, yang tidak hidup, maupun yang abstrak atau yang ada karena kita buat dalam pikiran sebagai ide) yang muncul pasti ada sebabnya.

Tidak ada sesuatu yang muncul dari ketidakadaan. Dengan kata lain, tidak ada sesuatu atau makhluk yang muncul tanpa ada sebab lebih dahulu. [38] Buddha dalam Nibbedhika Sutta; Anguttara Nikaya 6.63 menjelaskan secara jelas arti dari kamma: [39] "Para bhikkhu, cetana (kehendak)lah yang kunyatakan sebagai kamma. Setelah berkehendak, orang melakukan suatu tindakan lewat tubuh, ucapan atau pikiran." Jadi, kamma berarti semua jenis kehendak ( cetana), perbuatan yang baik maupun buruk/jahat, yang dilakukan oleh jasmani ( kaya), perkataan ( vaci) dan pikiran ( mano), yang baik ( kusala) maupun yang jahat ( akusala).

Kamma atau sering disebut sebagai Hukum Kamma merupakan salah satu hukum alam yang bekerja berdasarkan prinsip sebab akibat. Selama suatu makhluk berkehendak, melakukan kamma (perbuatan) sebagai sebab maka akan menimbulkan akibat atau hasil.

Akibat atau hasil yang ditimbulkan dari kamma disebut sebagai Kamma Vipaka. Dalam Samuddaka Sutta; Samyutta Nikaya 11.10 {S 1.227}, Guru Buddha menjelaskan cara bekerjanya kamma: [39] "Sesuai dengan benih yang di tabur, begitulah buah yang akan dipetiknya. Pembuat kebajikan akan mendapatkan kebaikan, pembuat kejahatan akan memetik kejahatan pula. Taburlah biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasakan buah daripadanya". Kelahiran Kembali [ sunting - sunting sumber ] Situs kremasi Gautama, Stupa Ramabhar di Kushinagar, Uttar Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama, India Kelahiran kembali (Pali: Punabbhava) merupakan ' suatu proses menjadi ada/eksis kembali dari suatu makhluk hidup di kehidupan mendatang (setelah ia meninggal/mati) sehingga lahir ( jati), di mana proses ini merupakan akibat atau hasil dari kamma (perbuatan)nya pada kehidupan lampau.

[40] Proses menjadi ada/eksis atau kelahiran kembali atau punabbhava terjadi pada semua makhluk hidup yang belum pencapai Penerangan Sempurna, ketika mereka telah meninggal/mati. Dalam Hukum Paticcasamuppada (Sebab-Musabab yang Saling Bergantungan), proses menjadi ada/eksis atau punabbhava atau kelahiran kembali disebabkan oleh Kamma (perbuatan) yang kemudian menghasilkan kemelekatan kepada segala sesuatu termasuk kemelekatan pada hidup dan kehidupan.

Jadi makhluk hidup apa pun yang mengalami proses menjadi ada/eksis atau kelahiran kembali (punabbhava), merupakan makhluk yang masih memiliki kemelekatan pada sesuatu dalam kehidupan sebelumnya. Dan seperti yang diuraikan dalam Hukum Paticcasamuppada kemelekatan timbul karena adanya Tanha (keinginan/kehausan) dan juga Avijja (ketidaktahuan/kebodohan). Konsep Ketuhanan dalam Buddhisme [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Tuhan dalam agama Buddha Perlu ditekankan bahwa Buddha bukan Tuhan.

Konsep ketuhanan dalam agama Buddha berbeda dengan konsep dalam agama Abrahamik di mana alam semesta diciptakan oleh Tuhan dan tujuan akhir dari hidup manusia adalah kembali ke Nibbana surga ciptaan Tuhan yang kekal.

Ketahuilah para bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu.

Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. — Sutta Pitaka, Udana VIII: 3 Ungkapan di atas adalah pernyataan dari Buddha yang terdapat dalam Sutta Pitaka, Udana VIII:3, yang merupakan konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam agama Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama.

Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak". Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu yang tanpa aku ( anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asamkhata) maka manusia yang berkondisi ( samkhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan ( samsara) dengan cara bermeditasi.

[41] Dengan membaca konsep Ketuhanan Yang Maha Esa ini, kita dapat melihat bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah berlainan dengan konsep Ketuhanan yang diyakini oleh agama-agama lain. Perbedaan konsep tentang Ketuhanan ini perlu ditekankan di sini, sebab masih banyak umat Buddha yang mencampur-adukkan konsep Ketuhanan menurut agama Buddha dengan konsep Ketuhanan menurut agama-agama lain sehingga banyak umat Buddha yang menganggap bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah sama dengan konsep Ketuhanan dalam agama-agama lain.

Bila kita mempelajari ajaran agama Buddha seperti yang terdapat dalam kitab suci Tripitaka, maka bukan hanya konsep Ketuhanan yang berbeda dengan konsep Ketuhanan dalam agama lain, tetapi banyak konsep lain yang tidak sama pula. Konsep-konsep agama Buddha yang berlainan dengan konsep-konsep dari agama lain antara lain adalah konsep-konsep tentang alam semesta, terbentuknya Bumi dan manusia, kehidupan manusia di alam semesta, kiamat dan Keselamatan atau Kebebasan.

Di dalam agama Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan ( anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati di mana satu makhluk tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir. Untuk mencapai itu pertolongan dan bantuan pihak lain tidak ada pengaruhnya. Tidak ada dewa - dewi yang dapat membantu, hanya dengan usaha sendirilah kebuddhaan dapat dicapai. Buddha hanya merupakan contoh, juru pandu, dan guru bagi makhluk yang perlu melalui jalan mereka sendiri, mencapai pencerahan rohani, dan melihat kebenaran & realitas sebenar-benarnya.

Moralitas dalam ajaran Buddha [ sunting - sunting sumber ] Sebagaimana agama Kristen, Islam, dan Hindu, ajaran Buddha juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemoralan. Moralitas dalam ajaran Buddha bertujuan praktis menuntun orang menjuju tujuan akhir kebahagiaan tertinggi.

Dalam jalan umat Buddha menuju pembebasan, setiap individu dianggap bertanggung jawab untuk keberuntungan dan kemalangannya sendiri. Setiap individu diharapkan mengupayakan pembebasannya sendiri melalui pemahaman dan usaha. Keselamatan umat Buddha adalah hasil pemgembangan moral orang itu sendiri dan tidak dapat diadakan atau diberikan kepada seseorang oleh suatu perantara eksternal. Misi Sang Budda adalah untuk mencerahkan manusia akan sifat keberadaan dan untuk menasihatkan bagaimana cara terbaik untuk kebahagiaan mereka dan keuntungan orang lain.

Secara konsekuen, etika umat Buddha bukan merupakan perintah apa pun yang memaksa manusia untuk mengikutinya. [42] Moralitas bagi umat Buddha dapat dirangkum dalam tiga prinsip sederhana: "Hindarkan kejahatan; lakukan kebaikan; sucikan pikiran. Inilah nasihat yang diberikan oleh semua Buddha." ( Dhammapada:183) [43] Lima Sila (Pancasila) [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Pancasila (Buddha) Nilai-nilai kemoralan yang diharuskan untuk umat awam umat Buddha biasanya dikenal dengan Pancasila.

Kelima nilai-nilai kemoralan untuk umat awam adalah: [44] • Pāṇātipātā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi • Adinnādānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi • Kāmesu micchācārā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi • Musāvāda veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi • Surā-meraya-majja-pamādaṭṭhānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi Yang artinya: • Aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup.

• Aku bertekad akan melatih diri menghindari pencurian/mengambil barang yang tidak diberikan. • Aku bertekad akan melatih diri menghindari melakukan perbuatan asusila. • Aku bertekad akan melatih diri menghindari melakukan perkataan dusta. • Aku bertekad akan melatih diri menghindari makanan atau minuman yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran.

Aliran saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama tradisi Ajaran Buddha [ sunting - sunting sumber ] Umat Buddha secara umum mengklasifikasikan diri mereka sebagai Theravada atau Mahayana. [45] Klasifikasi ini juga digunakan oleh beberapa ahli [46] dan merupakan salah satu penggunaan yang lazim dalam bahasa Inggris. Buddha Mahayana [ sunting - sunting sumber ] Patung Buddha Tian Tan. Vihara Po Lin, pulau Lantau, Hong Kong Sutra Teratai merupakan Referensi sampingan penganut Buddha aliran Mahayana.

Tokoh Kwan Im yang bermaksud "maha mendengar" atau nama Sanskerta-nya " Avalokiteśvara" merupakan tokoh Mahayana dan dipercayai telah menitis beberapa kali dalam alam manusia untuk memimpin umat manusia ke jalan kebenaran. Dia diberikan sifat-sifat keibuan seperti penyayang dan lemah lembut. Menurut sejarahnya Avalokitesvara adalah seorang lelaki murid Buddha, akan tetapi setelah pengaruh Buddha masuk ke Tiongkok, profil ini perlahan-lahan berubah menjadi sosok feminin dan dihubungkan dengan legenda yang ada di Tiongkok sebagai seorang dewi.

Pemujaan kepada Buddha Amitabha (Amitayus) merupakan salah satu aliran utama Buddha Mahayana. Surga Barat merupakan tempat tujuan umat Buddha aliran Sukhavati selepas mereka meninggal dunia dengan berkat kebaktian mereka terhadap Buddha Amitabha di mana mereka tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir dan dari sana menolong semua makhluk hidup yang masih menderita di bumi.

Mereka mempercayai mereka akan lahir semula di Sorga Barat untuk menunggu saat Buddha Amitabha memberikan khotbah Dhamma dan Buddha Amitabha akan memimpin mereka ke tahap mencapai 'Buddhi' (tahap kesempurnaan di mana kejahilan, kebencian dan ketamakan tidak ada lagi).

Ia merupakan pemahaman Buddha yang paling disukai oleh orang Tionghoa. Seorang Buddha bukannya dewa atau makhluk suci yang memberikan kesejahteraan. Semua Buddha adalah pemimpin segala kehidupan ke arah mencapai kebebasan daripada kesengsaraan. Hasil amalan ajaran Buddha inilah yang akan membawa kesejahteraan kepada pengamalnya. Menurut Buddha Gautama, kenikmatan Kesadaran Nirwana yang dicapainya di bawah pohon Bodhi, tersedia kepada semua makhluk apabila mereka dilahirkan sebagai manusia.

Menekankan konsep ini, aliran Buddha Mahayana khususnya merujuk kepada banyak Buddha dan juga bodhisattva (makhluk yang tekad "committed" pada Kesadaran tetapi menangguhkan Nirvana mereka agar dapat membantu orang lain pada jalan itu).

Dalam Tipitaka suci - intipati teks suci Buddha - tidak terbilang Buddha yang lalu dan hidup mereka telah disebut "spoken of", termasuk Buddha yang akan datang, Buddha Maitreya.

Buddha Theravada [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Buddha Theravada Aliran Theravada adalah aliran yang memiliki sekolah Buddha tertua yang bertahan sampai saat ini, dan untuk berapa abad mendominasi Sri Lanka dan wilayah Asia Tenggara (sebagian dari Tiongkok bagian barat daya, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Indonesia dan Thailand) dan juga sebagian Vietnam.

Selain itu populer pula di Singapura dan Australia. Gramatika [ sunting - sunting sumber ] Theravada berasal dari bahasa Pali yang terdiri dari dua kata yaitu thera dan vada. Thera berarti sesepuh khususnya sesepuh terdahulu, dan vada berarti perkataan atau ajaran. Jadi Theravada berarti Ajaran Para Sesepuh. Istilah Theravada muncul sebagai salah satu aliran agama Buddha dalam Dipavamsa, catatan awal sejarah Sri Lanka pada abad ke-4 Masehi.

Istilah ini juga tercatat dalam Mahavamsa, sebuah catatan sejarah penting yang berasal dari abad ke-5. Diyakini Theravada merupakan wujud lain dari salah satu aliran agama Buddha terdahulu yaitu Sthaviravada ( Bahasa Sanskerta: Ajaran Para Sesepuh), sebuah aliran agama Buddha awal yang terbentuk pada Sidang Agung Sangha ke-2 (443 SM).

Dan juga merupakan wujud dari aliran Vibhajjavada yang berarti Ajaran Analisis (Doctrine of Analysis) atau Agama Akal Budi (Religion of Reason). Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Sejarah Theravada tidak lepas dari sejarah Buddha Gautama sebagai pendiri agama Buddha. Setelah Sang Buddha parinibbana (543 SM), tiga bulan kemudian diadakan Sidang Agung Sangha (Sangha Samaya). Diadakan pada tahun 543 Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama (3 bulan setelah bulan Mei), berlangsung selama 2 bulan dipimpin oleh Y.A.

Mahakassapa dan dihadiri oleh 500 orang Bhikkhu yang semuanya Arahat. Sidang diadakan di Gua Saptaparni di kota Rajagaha. Sponsor sidang agung ini adalah Raja Ajatasatu. Tujuan Sidang adalah menghimpun Ajaran Sang Buddha yang diajarkan kepada orang yang berlainan, di tempat yang berlainan dan dalam waktu yang berlainan. Mengulang Dhamma dan Vinaya agar Ajaran Sang Buddha tetap murni, kuat, melebihi ajaran-ajaran lainnya.

Y.A. Upali mengulang Vinaya dan Y.A. Ananda mengulang Dhamma. Sidang Agung Sangha ke-2, pada tahun 443 SM, di mana awal Buddhisme mulai terbagi menjadi 2. Di satu sisi kelompok yang ingin perubahan beberapa peraturan minor dalam Vinaya, di sisi lain kelompok yang mempertahankan Vinaya apa adanya. Kelompok yang ingin perubahan Vinaya memisahkan diri dan dikenal dengan Mahasanghika yang merupakan cikal bakal Mahayana. Sedangkan yang mempertahankan Vinaya disebut Sthaviravada.

Sidang Agung Sangha ke-3 (313 SM), Sidang ini hanya diikuti oleh kelompok Sthaviravada. Sidang ini memutuskan untuk tidak mengubah Vinaya, dan Moggaliputta-Tissa sebagai pimpinan sidang menyelesaikan buku Kathavatthu yang berisi penyimpangan-penyimpangan dari aliran lain. Saat itu pula Abhidhamma dimasukkan. Setelah itu ajaran-ajaran ini di tulis dan disahkan oleh sidang. Kemudian Y.M. Mahinda (putra Raja Asoka) membawa Tipitaka ini ke Sri Lanka tanpa ada yang hilang sampai sekarang dan menyebarkan Buddha Dhamma di sana.

Di sana ajaran ini dikenal sebagai Theravada. Kitab suci ajaran Buddha [ sunting - sunting sumber ] Kitab suci yang dipergunakan dalam agama Buddha Theravada adalah kitab suci Tripitaka yang dikenal sebagai Kanon Pali (Pali Canon). Kitab suci Agama Buddha yang paling tua, yang diketahui hingga sekarang, tertulis dalam Bahasa Pali/Magadhi Kuno, yang terbagi dalam tiga kelompok besar (yang disebut sebagai "pitaka" atau "keranjang") yaitu: Vinaya Pitaka, Sutta Piṭaka, dan Abhidhamma Pitaka.

Karena terdiri dari tiga kelompok tersebut, maka Kitab Suci Agama Buddha dinamakan Tipitaka (Pali). Hari raya [ sunting - sunting sumber ] Terdapat empat hari raya utama dalam agama Buddha. Namun satu-satunya yang dikenal luas masyarakat adalah Hari Raya Trisuci Waisak, sekaligus satu-satunya hari raya umat Buddha yang dijadikan hari libur nasional Indonesia setiap tahunnya.

Waisak [ sunting - sunting sumber ] Penganut Buddha merayakan Hari Waisak yang merupakan peringatan 3 peristiwa. Yaitu, hari kelahiran Pangeran Siddharta (nama sebelum menjadi Buddha), hari pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Gautama, dan hari Sang Buddha wafat atau mencapai Nibbana/Nirwana.

Hari Waisak juga dikenal dengan nama Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Puja atau Buddha Purnima di India, Vesak di Malaysia dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. Nama ini diambil dari bahasa Pali "Wesakha", yang pada gilirannya juga terkait dengan "Waishakha" dari bahasa Sanskerta Kathina [ saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama - sunting sumber ] Hari raya Kathina merupakan upacara persembahan jubah kepada Sangha setelah menjalani Vassa.

Jadi setelah masa Vassa berakhir, umat Buddha memasuki masa Kathina atau bulan Kathina. Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan persembahan jubah Kathina, umat Buddha juga berdana kebutuhan pokok para Bhikkhu, perlengkapan vihara, dan berdana untuk perkembangan dan kemajuan agama Buddha. Asadha [ sunting - sunting sumber ] Kebaktian untuk memperingati Hari besar Asadha disebut Asadha Puja / Asalha Puja. Hari raya Asadha, diperingati 2 (dua) bulan setelah Hari Raya Waisak, guna memperingati peristiwa di mana Buddha membabarkan Dharma untuk pertama kalinya kepada 5 orang pertapa (Panca Vagiya) di Taman Rusa Isipatana, pada tahun 588 Sebelum Masehi.

Kelima pertapa tersebut adalah Kondanna, Bhadiya, Vappa, Mahanama dan Asajji, dan sesudah mendengarkan khotbah Dharma, mereka mencapai arahat.

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

Lima orang pertapa, bekas teman berjuang Buddha dalam bertapa menyiksa diri di hutan Uruvela merupakan orang-orang yang paling berbahagia, karena mereka mempunyai kesempatan mendengarkan Dhamma untuk pertama kalinya.

Selanjutnya, bersama dengan Panca Vagghiya Bhikkhu tersebut, Buddha membentuk Arya Sangha Bhikkhu(Persaudaraan Para Bhikkhu Suci) yang pertama (tahun 588 Sebelum Masehi ). Dengan terbentuknya Sangha, maka Tiratana (Triratna) menjadi lengkap. Sebelumnya, baru ada Buddha dan Dhamma (yang ditemukan oleh Buddha). Tiratana atau Triratna berarti Tiga Mustika, terdiri atas Buddha, Dhamma dan Sangha. Tiratana merupakan pelindung umat Buddha. Setiap umat Buddha berlindung kepada Tiratana dengan memanjatkan paritta Tisarana ( Trisarana ).

Umat Buddha berlindung kepada Buddha berarti umat Buddha memilih Buddha sebagai guru dan teladannya. Umat Buddha berlindung kepada Dhamma berarti umat Buddha yakin bahwa Dhamma mengandung kebenaran yang bila dilaksanakan akan mencapai akhir dari dukkha. Umat Buddha berlindung kepada Sangha berarti umat Buddha yakin bahwa Sangha merupakan pewaris dan pengamal Dhamma yang patut dihormati. Khotbah pertama yang disampaikan oleh Buddha pada hari suci Asadha ini dikenal dengan nama Dhamma Cakka Pavattana Sutta, yang berarti Khotbah Pemutaran Roda Dhamma.

Dalam Khotbah tersebut, Buddha mengajarkan mengenai Empat Kebenaran Mulia( Cattari Ariya Saccani ) yang menjadi landasan pokok Buddha Dhamma. Magha Puja [ sunting - sunting sumber ] Hari Besar Magha Puja memperingati disabdakannya Ovadha Patimokha, Inti Agama Buddha dan Etika Pokok para Bhikkhu. Sabda Sang Buddha di hadapan 1.250 Arahat yang kesemuanya arahat tersebut ditabiskan sendiri oleh Sang Buddha (Ehi Bhikkhu:Bhikkhu yang ditasbihkan sendiri oleh sang Buddha), yang kehadirannya itu tanpa diundang dan tanpa ada perjanjian satu dengan yang lain terlebih dahulu, Sabda Sang Buddha bertempat di Vihara Veluvana, Rajagaha.

Tempat ibadah agama Buddha disebut Vihara. Penyebaran di Asia dan Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama [ sunting - sunting sumber ] Peta penyebaran ajaran Buddha Agama Buddha mulai berkembang di India, yaitu tempat di mana Buddha Gautama mengajarkan ajarannya. Setelah wafatnya Buddha Gautama, ajaran tersebut tidak lenyap begitu saja, melainkan disebarkan oleh para pemuka agama sehingga bertahan sampai sekarang di berbagai belahan dunia, khususnya di Asia.

Penyebaran di India dan Asia Tengah [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Agama Buddha di India dan Asia Tengah Dimulai dari India, tempat di mana Buddha Gautama lahir dan wafat.

100 tahun setelah Buddha mencapai Nirwana, ajaran Buddha Gautama mulai memudar sehingga para biksu disana memutuskan untuk mulai melestarikannya agar tetap hidup. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan membuat Dharma atau pengajaran. Di India jugalah tempat di mana mulai terbentuknya aliran Mahayana dan Theravada akibat perselisihan antara kelompok biarawan dan para kaum tua.Theravada umumnya mengajarkan bahwa tujuan tertinggi adalah menjadi arahat, sedangkan Mahayana mengajarkan bahwa tujuan yang paling berharga adalah dengan mencapai Kebuddhaan.

Selain melalui kaum biarawan,agama Buddha juga disebarkan oleh raja-raja besar di India seperti Raja Ashoka. Ia mengajarkan kepada rakyatnya untuk tidak berpikiran jahat seperti serakah dan mudah marah. Ia menanamkan nilai-nilai moral, seperti menghargai kebenaran, cinta kasih dan amal. Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama juga mengirim misionaris Buddha keberbagai negara tetangga, termasuk ke Sri Lanka di mana mereka diterima baik sehingga Sri Lanka menjadi basis agama Buddha.

Penyebaran di Asia Timur [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Agama Buddha di Asia Timur Selama abad 3 SM, Raja Asoka mengirimkan misionaris ke barat laut India yaitu Pakistan dan Afganistan. Misi ini mencapai sukses besar karena kawasan ini segera menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang memiliki banyak biksu terkemuka dan sarjana.

Ketika para pedagang Asia Tengah datang ke wilayah ini untuk berdagang, mereka belajar tentang Buddhisme dan menerimanya sebagai agama mereka.

Dengan dukungan dari pedagang, biara gua banyak didirikan di sepanjang rute perdagangan di seluruh Asia Tengah. Pada abad 2 SM, beberapa kota Asia Tengah seperti Khotan, telah menjadi pusat penting bagi Buddhisme. Melalui Jalan Sutera inilah, pertama kalinya orang Tiongkok mengenal agama Buddha dari orang-orang di Asia Tengah yang sudah beragama Buddha.

Bentuk awal penyebaran agama Buddha di Tiongkok adalah dengan adanya penerjemah yang bertugas menerjemahkan teks saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama mengenai ajaran Buddha dari bahasa India ke bahasa Tionghoa kala itu. Selain itu, juga lahirnya berbagai karya seni dan pahat di mana patung-patung Buddha dibuat. Bentuk perkembangan lainnya adalah dengan dibangunnya sekolah ajaran Buddha di Tiongkok yang mencakup seni, patung, arsitektur dan filsafat waktu itu.

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

Ada pula biarawan Tiongkok yang pergi ke Semenanjung Korea untuk memperkenalkan agama Buddha kepada kerajaan-kerajaan yang ada di Korea pada waktu itu. Sehingga pada abad ke-6 dan abad ke-7, agama Buddha telah berkembang di bawah kerajaan tersebut. Selain di Korea, Buddhisme juga berkembang di kepulauan Jepang. Penyebaran di Asia Tenggara [ sunting - sunting sumber ] Persatuan Agama Buddha di Selangor, Malaysia.

Pada awal era masehi, orang-orang di berbagai belahan Asia Tenggara datang untuk mengetahui ajaran Buddha sebagai hasil dari meningkatnya hubungan dengan para pedagang India yang datang ke wilayah tersebut untuk berdagang. Pedagang ini tidak hanya berdagang di Asia Tenggara, tetapi juga membawa agama mereka dan budaya dengan mereka.

Di bawah pengaruh mereka, orang-orang setempat mulai mengenal agama Buddha, tetapi tetap mempertahankan keyakinan lama dan adat istiadat mereka.

Sejak masuk di semenanjung Indocina (sekarang bagian Asia Tenggara), Buddhisme mulai masuk di Birma, Siam (sekarang Thailand), Vietnam, semenanjung Malaya (sekarang Malaysia Barat) dan kepulauan nusantara (sekarang Indonesia).

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

Penyebaran di Nusantara [ sunting - sunting sumber ] Candi Borobudur, monumen Dinasti Syailendra yang dibangun di Magelang, Jawa Tengah. Pada akhir abad ke-5, seorang biksu Buddha dari India mendarat di sebuah kerajaan di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Tengah sekarang. Pada akhir abad ke-7, I Tsing, seorang peziarah Buddha dari Tiongkok, berkunjung ke Pulau Sumatra (kala itu disebut Swarnabhumi), yang kala itu merupakan bagian dari kerajaan Sriwijaya. Ia menemukan bahwa Buddhisme diterima secara luas oleh rakyat, dan ibu kota Sriwijaya (sekarang Palembang), merupakan pusat penting untuk pembelajaran Buddhisme (kala itu Buddha Vajrayana).

I Tsing belajar di Sriwijaya selama beberapa waktu sebelum melanjutkan perjalanannya ke India. Pada pertengahan abad ke-8, Jawa Tengah berada di bawah kekuasaan raja-raja Dinasti Syailendra yang merupakan penganut Buddhisme. Mereka membangun berbagai monumen Buddha di Jawa, yang paling terkenal yaitu Candi Borobudur. Monumen ini selesai di bagian awal abad ke-9. Di pertengahan abad ke-9, Sriwijaya berada di puncak kejayaan dalam kekayaan dan kekuasaan.

Pada saat itu, kerajaan Sriwijaya telah menguasai Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Sumatra, Pulau Jawa dan Semenanjung Malaya. Akhir zaman kerajaan Hindu-Buddha [ sunting - sunting sumber ] Pada akhir abad ke-13 seiring berkembang pesatnya pengaruh Islam dari Timur Tengah, kerajaan-kerajaan Islam mulai berdiri di Sumatra, dan agama Islam segera menyebar ke Jawa dan Semenanjung Malaya lewat penaklukan dan penyebaran sistematis oleh sekelompok ulama yang dikenal dengan sebutan Wali Sanga.

Akibatnya Buddhisme mengalami penurunan popularitas dan pada akhir abad ke-15 Islam adalah agama yang dominan di Nusantara dan Semenanjung Malaya. Buddhisme diperkenalkan kembali ke Nusantara hanya pada abad ke-19, dengan kedatangan pedagang dan orang-orang Tionghoa, Srilanka dan imigran Buddhis lainnya. Candi-Candi Peninggalan Kerajaan Buddha di Nusantara [ sunting - sunting sumber ] Informasi lebih lanjut: Candi Candi-candi peninggalan agama Buddha di Nusantara kebanyakan terdapat di Jawa dan Sumatra, antara lain: • Candi Batujaya, stupa bata di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Diduga mulai dibangun pada abad ke-4 M, salah satu bangunan Buddha tertua di Nusantara. • Candi Kalasan atau Tarabhavanam, candi ini didirikan oleh Rakai Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama pada tahun 778 M untuk memuja Dewi Tara. Candi ini terletak di Yogyakarta. • Candi Sari, biara bertingkat dua yang terkait dengan candi Kalasan. • Candi Sewu atau Prasada Vajrasana Manjusrigrha, candi ini terletak di utara dari Candi Prambanan dan menurut Prasasti Manjusrigrha dibangun sekitar tahun saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama M, dan dipersembahkan untuk memuliakan bodhisatwa Manjusri.

• Candi Mendut, terletak pada satu garis lurus ke arah timur dari Candi Borobudur. Di dalamnya terdapat tiga arca batu berukuran 3 meter yaitu Buddha Wairocana diapit bodhisatwa Awalokiteswara dan Wajrapani.

• Candi Pawon, candi ini juga terletak pada garis lurus arah timur antara Candi Borobudur dan Candi Mendut. • Candi Borobudur, candi ini merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Candi Borobudur dibangun oleh raja-raja Wangsa Sailendra pada abad ke-9 M dan bangunan candi terdiri atas sepuluh tingkat.

Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. • Candi Plaosan, candi ini terdiri atas dua candi induk kembar, terletak di arah timur Candi Sewu. • Candi Sojiwan, candi Buddha ini dikaitkan dengan tokoh Rakryan Sanjiwana atau Sri Kahulunnan Pramodhawardhani.

Pada bagian kakinya terukir kisah fabel Jataka. • Candi Banyunibo, candi Buddha terletak dekat kompleks purbakala Ratu Boko. • Candi Muaro Jambi, kelompok candi Buddha dari bata merah ini terletak di tepi utara sungai Batanghari dekat muara, Kabupaten Muaro Jambi, terkait dengan Kerajaan Malayu di Jambi. • Candi Muara Takus, candi ini terletak di Kabupaten Kampar, Riau.

• Candi Bahal di dekat Padangsidempuan, Sumatra Utara merupakan bangunan bercorak Buddha. • Candi Sumberawan, stupa ini terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terkait kerajaan Singhasari. • Candi Brahu, candi dari bahan bata merah di Situs Trowulan, Jawa Timur. Terkait kerajaan Majapahit • Candi Jabung, candi Buddha berbahan bata merah ini juga terkait kerajaan Majapahit. Terletak dekat Probolinggo, Jawa Timur. Demografis [ sunting - sunting sumber ] Persentase umat Buddha berdasarkan negara, menurut Pew Research Center, per tahun 2010.

Buddhisme diperkirakan dipraktikkan oleh sekitar 488 juta, [web 1] 495 juta, [47] atau 535 juta [11] penduduk dunia per tahun 2010, merepresentasikan 7% sampai 8% total populasi dunia.

Tiongkok merupakan negara dengan populasi Buddhis terbesar, sekitar 244 juta jiwa atau 18,2% dari total populasinya. [web 1] Mereka kebanyakan adalah pengikut aliran Buddhisme Mahayana, menjadikan Mahayana sebagai aliran Buddhis yang terbesar dibandingkan tradisi lainnya. Mahayana, juga dipraktikkan secara luas di Asia Timur, diikuti oleh lebih dari setengah populasi Buddhis dunia.

[web 1] Berdasarkan analisis demografi yang dilaporkan oleh Peter Harvey (2013) [11]: Mahayana memiliki 360 juta pemeluk; Theravada memiliki 150 juta pemeluk; dan Vajrayana memiliki 18,2 juta pemeluk. Di luar Asia, jumlah umat Buddha sebanyak tujuh juta jiwa.

Menurut Johnson and Grim (2013), agama Buddha telah tumbuh dari total 138 juta penganut pada tahun 1910, dengan 137 juta berada di Asia, menjadi 495 juta pada saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama 2010, dengan 487 juta berada di Asia.

[47] Buddha Sepuluh negara di dunia dengan populasi mayoritas Buddhis terbesar: Buddhisme menurut persentase per tahun 2010 [48] Negara Estimasi populasi Buddhis % Buddhis dari total populasi Kamboja 13.701.660 96,90% Thailand 64.419.840 93,20% Myanmar 38.415.960 80,10% Bhutan 563.000 74,70% Sri Lanka 14.455.980 69,30% Laos 4.092.000 66,00% Mongolia 1.520.760 55,10% Jepang 45.807.480 atau 84.653.000 36,20% atau 67% [49] Singapura 1.725.510 33,90% Taiwan 4.945.600 atau 8.000.000 21,10% atau 35% [50] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] Portal Agama Buddha • Agama • Buddha • Filsafat Buddha • Ajaran Buddha Vajrayana • Gautama Buddha / Siddhartha Gautama • Agama Hindu dan Buddha dari A - Z • Amitabha • Garuda • Bahasa Palguna - Palgunadi • Sejarah Agama Buddha • Vihara • Buddha Maitreya I Kuan Tao Catatan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Buddhism: The foundations of Buddhism, The cultural context.

In Encyclopædia Britannica. Retrieved 19-07-2009, from Encyclopædia Britannica Online Library Edition • ^ Encyclopædia Britannica Online. Hinduism: History of Hinduism: The Vedic period (2nd millennium – 7th century BCE); Challenges to Brahmanism (6th – 2nd century BCE); Early Hinduism (2nd century BCE – 4th century CE).

Retrieved 19-07-2009. • ^ According to Masih: [16] "Alongside Hinduism was the non-Aryan Shramanic culture with its roots going back to prehistoric times." • ^ Masih: [17] "This confirms that the doctrine of transmigration is non-aryan and was accepted by non-vedics like Ajivikism, Jainism and Buddhism. The Indo-aryans have borrowed the theory of re-birth after coming in contact with the aboriginal inhabitants of India.

Certainly Jainism and non-vedics [.] accepted the doctrine of rebirth as supreme postulate or article of faith." • ^ Karel Werner: [18] "Rahurkar speaks of them as belonging to two distinct 'cultural strands' . Wayman also found evidence for two distinct approaches to the spiritual dimension in ancient India and calls them the traditions of 'truth and silence.' He traces them particularly in the older Upanishads, in early Buddhism, and in some later literature." • ^ Flood: [19] "The origin and doctrine of Karma and Samsara are obscure.

These concepts were certainly circulating amongst sramanas, and Jainism and Buddhism developed specific and sophisticated ideas about the process of transmigration. It is very possible that the karmas and reincarnation entered the saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama brahaminical thought from the sramana or the renouncer traditions." • ^ Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama S.

Jaini states: [20] "Yajnavalkya's reluctance and manner in expounding the doctrine of karma in the assembly of Janaka (a reluctance not shown on any other occasion) can perhaps be explained by the assumption that it was, like that of the transmigration of soul, of non-brahmanical origin.

In view of the fact that this doctrine is emblazoned on almost every page of sramana scriptures, it is highly probable that it was derived from them." • ^ Govind Chandra Pande: [21] "Early Upanishad thinkers like Yajnavalkya were acquainted with the sramanic thinking and tried to incorporate these ideals of Karma, Samsara and Moksa into the vedic thought implying a disparagement of the vedic ritualism and recognising the mendicancy as an ideal." • ^ Kashi Nath Upadhyaya: "The sudden appearance of this theory [of karma] in a full-fledged form is likely due, as already pointed out, to an impact of the wandering muni-and- shramana-cult, coming down from the pre-Vedic non-Aryan time." [22] • ^ Encyclopædia Britannica Online.

Buddhism: The foundations of Buddhism, the cultural context. Retrieved 19-07-2009. • ^ "Atthako, Vâmako, Vâmadevo, Vessâmitto, Yamataggi, Angiraso, Bhâradvâjo, Vâsettho, Kassapo, and Bhagu" in P. 245 The Vinaya piṭakaṃ: one of the principle Buddhist holy scriptures ., Volume 1 edited by Hermann Oldenberg • ^ Hāṇḍā: "Even so have I, monks, seen an ancient way, an ancient saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama followed by the wholly awakened ones of olden time.Along that have I done, and the matters that I have come to know fully as I was going along it, I have told to the monks, nuns, men and women lay-followers, even monks, this Brahma-faring brahmacharya that is prosperous and flourishing, widespread and widely known become popular in short, well made manifest for gods and men." [33] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Wells 2008.

• ^ Roach 2011. • ^ Khairiah (2018). Agama Budha (PDF). Pekanbaru: Kalimedia. hlm. 2–3. ISBN 978-602-6827-86-9. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Buddhism". (2009). In Encyclopædia Britannica. Retrieved November 26, 2009, from Encyclopædia Britannica Online Library Edition. • ^ Lopez 2001, hlm. 239. • ^ "Christianity 2015: Religious Diversity and Personal Contact" (PDF).

gordonconwell.edu. January 2015. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-05-25. Diakses tanggal 2015-05-29. • ^ Ven. Narada, Mahathera (03-11-2010). "N I B B A N A". Samaggi Phala. Samaggi Phala. Diakses tanggal 21-12-2015. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ White, David Gordon (ed.) (2000). Tantra in Practice. Princeton University Press.

hlm. 21. ISBN 0-691-05779-6. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ Powers, John (2007). Introduction to Tibetan Buddhism (edisi ke-Rev.). Ithaca, New York: Snow Lion Publications. hlm. 26–27. ISBN 978-1-55939-282-2. • ^ "Candles in the Dark: A New Spirit for a Plural World" by Barbara Sundberg Baudot, p305 • ^ a b c Harvey 2013, hlm.

5. • ^ Gethin 1998, hlm. 27–28, 73–74. • ^ a b The Reverend, Dr. Sunanda Putuwar. WFB (1991). "Perbedaan Dan Persamaan Antara Theravada Dan Mahayana".

Buddhist Education Surabaya. Buddhist Education Surabaya. Diakses tanggal 24-12-2015. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Gethin 2008, hlm.

xv. • ^ Warder 2000, hlm. 32. • ^ Masih 2000, hlm. 18. • ^ Masih 2000, hlm. 37. • ^ Werner 1989, hlm. 34. • ^ Flood 1996, hlm. 86. • ^ Jaini 2001, hlm. 51. • ^ Pande 1994, hlm. 135. • ^ Upadhyaya 1998, hlm. 76. • ^ Satapatha Brahmana 13.8.1.5 • ^ Oldenberg 1991. • ^ Bronkhorst 2007. • ^ Warder 2000, hlm. 30–32.

• ^ Warder 2000, hlm. 39. • ^ Warder 2000, hlm. 33. • ^ Gombrich 1988, hlm. 85. • ^ Hardy 1863, hlm. 177. • ^ Rhys Davids 1921, hlm. 494. • ^ Hardy 1866, hlm. 44. • ^ Hāṇḍā 1984, hlm. 57. • ^ Rāhula 1974, hlm. 59. • ^ K. Sri Dhammananda (2004). Keyakinan Umat Buddha. Yayasan Penerbit Karaniya dan Ehipassiko Foundation. hlm. 105. • ^ a b c d e Tim, Bhagavant.com. "EMPAT KEBENARAN ARIYA (Cattari Ariya Saccani)".

Bhagavant.com. Bhagavant.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-12-25. Diakses tanggal 24-12-2015. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Tim, Bhagavant.com.

"Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangiko Magga)". Bhagavant.com. Bhagavant.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-02-07. Diakses tanggal 20 Desember 2015. • ^ Cornelis, Wowor MA. (2004). Hukum Kamma Buddhis. Jakarta: CV. Nitra Kencana Buana. hlm. 2. • ^ a b Tim, Bhagavant.com. "Kamma (Perbuatan)". Bhagavant.com. Bhagavant.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-12-25. Diakses tanggal 24-12-2015. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Tim, Bhagavant.com.

"Punabhava (Kelahiran Kembali)". Bhagavant.com. Bhagavant.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-12-26. Diakses tanggal 25-12-2015. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Corneles, Wowor, M.A. (30 Oktober 2003). "Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Agama Buddha". Samaggi Phala.

Samaggi Phala. Diakses tanggal 20 Desember 2015. • ^ K. Sri Dhammananda (2004). Keyakinan Umat Buddha. Yayasan Penerbit Karaniya dan Ehipassiko Foundation. hlm. 211–212. • ^ K. Sri Dhammananda (2004). Keyakinan Umat Buddha. Yayasan Penerbit Karaniya dan Ehipassiko Foundation. hlm. 212. • ^ Paritta, Pali. "PANCASILA (Lima Latihan Sila)". ParittaBuddhist.com. Paritta dan Lagu Buddhis. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-12-22. Diakses tanggal 20 Desember 2015.

• ^ Keown 1996, hlm. 12. • ^ Smith 2006. • ^ a b Johnson 2013, hlm. 34–37. • ^ Pew Research Center 2012. • ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-06-09. Diakses tanggal 2015-12-21. • ^ [1] Sumber Internet [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c d e Pew Research Center. "Global Religious Landscape: Buddhists". Pew Research Center. • ^ "Dharmacarini Manishini".

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

Western Buddhist Review. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) • Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) • Buddha dan Dhamma-Nya • Bhagavant.com (Ajaran Buddha Gautama) • Samaggi Phala (Buddhist Information Network) • (Inggris) Buddhanet.net • Adat Lawas • Adat Musi • Agama Buhun • Agama Helu • Aji Dipa • Aliran Kebatinan Tak Bernama • Aluk Todolo • Ameok • Anak Cucu Bandha Yudha • Angesthi Sampurnaning Kautaman • Anggayuh Panglereming Nafsu • Arat Sabulungan • Babolin • Babukung • Baha'i • Basorah • Buddha • Buddhayana • Maitreya • Tridharma • Budi Daya • Budi Rahayu • Budi Sejati • Bumi Hantoro • Cakramanggilingan • Dharma Murti • Empung Loken Esa • Era Wulan Watu Tana • Galih Puji Rahayu • Gautami • Golongan Si Raja Batak • Guna Lera Wulan Dewa Tanah Ekan • Gunung Jati • Hajatan • Habonaron Do Bona • Hak Sejati • Hangudi Bawono Tata Lahir Satin • Hangudi Lakuning Urip • Hardo Pusoro • Hidup Betul • Hindu • Bali • Jawa • Kaharingan • Towani Tolotang • Siwa-Buddha • Ilmu Goib • Ilmu Goib Kodrat Alam • Imbal Wacono • Islam • Abangan • modern • Ahmadiyyah • Islam Nusantara • LDII • Modernis • Al-Qiyadah Al-Islamiyah • Syiah • Tradisionalis • Wahidiyah • Wetu Telu • IWKU • Jainisme • Jawa Domas • Jingi Tiu • Kapitayan • Kejawen • Khonghucu • Koda Kirin • Kristen • Katolik • Mormonisme • Ortodoks • Protestan • Saksi-Saksi Yehuwa • Lera Wulan Dewa Tanah Ekan • Malesung • Marapu • Masade • Naurus • Parmalim • Pelebegu • Pemena • Pepandyo • Perjalanan • Purwoduksino • Rila • Salamullah • Sedulur Sikep • Sikh • Sirnagalih • Subud • Sumarah • Sunda Wiwitan • Djawa Sunda • Taoisme • Tonaas Walian • Wor • Yahudi Ireligiusitas • Halaman ini terakhir diubah pada 14 April 2022, pukul 23.47.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • belajar dapatdidefinisikansebagai pengaruh permanen atasperilaku,pengetahuan, dan keterampilan berpikir,yang diperoleh melalui pengalaman.1Untukdapat memahami pengertianinisecara rinci maka sebaiknya kita lihat arti kata tersebutsatu saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama kamus besar bahasa Indonesia edisi tahun 2008.Pengaruhartinyadaya yang ada atau timbul darisesuatu (orang, benda) yg ikut membentuk watak,kepercayaan,atau perbuatan seseorang;Permanenartinyatetap (tidak untuk sementarawaktu);Perilakuartinyatanggapan atau reaksi terhadap rangsangan ataulingkungan;Pengetahuanartinyasegala sesuatu yg diketahui,kepandaian;Keter-ampilanartinyakecakapan untuk menyelesaikan tugas;Berpikirartinyamencari upaya untukmenyelesaikan sesuatu denganmenggunakanakal budi,mempertimbangkan The purpose of writing is to describe the application of a behaviour approach in the Christian education paradigm in learning Indonesian for grade VIII to improve student discipline in doing assignments using descriptive qualitative methods in the context of distance learning.

One indicator of student discipline is doing assignments according to teacher instructions. Based on the presentation of observational data, more than 50% of students do not do assignments. The teacher presents a solution through the application of a behavioural approach by giving gifts, motivation, praise, and consequences to overcome this indiscipline. Teacher's love for students is the key and the reason for applying the behaviour approach with the Christian paradigm.

The conclusion of this paper, by giving gifts, motivation, praise, and consequences in approaching behaviour with a Christian perspective has been shown to increase student discipline.

Suggestions for readers, it is necessary to adjust the form of the stimulus if the teacher teaches students high initiative and tends to be rebellious so that the class can continue effectively. Current research on goal orientation and self-regulated learning suggests a general framework for examining learning and motivation in academic contexts. Moreover, there are some important generalizations that are emerging from this research.

It seems clear that an approach-mastery goal orientation is generally adaptive for cognition, motivation, learning, and performance. The roles of the other goal orientations need to be explored more carefully in empirical research, but the general framework of mastery and performance goals seems to provide a useful way to conceptualize the academic achievement goals that students may adopt in classroom settings and their role in facilitating or constraining self-regulated learning. There is much theoretical and empirical work to be done, but the current models and frameworks are productive and should lead to research on classroom learning that is both theoretically grounded and pedagogically useful.

87 Higgins,E.T (2000). Self-regulation. In a KAzdin (ed). Encyclopedia of psychology.washington DC> and New York; American Psychological Association and oxford U Press 88 Pintrich, PR The role of goal orientation in self regulated learning.dalam M Boekarts,P.R. Pintrich,& M Zeidner (eds) Handbooks of self regulation.San Diega.Academic Press 90 Stokes, T.

F.,& Baer,D.M.( 1977). An implicit knowledge of generalization. Journal of applied behaviour analysis,11,285-303 Mengaktifkan Belajar Siswa Melalui Kartu Bilangan Bersama Kartu Huruf Pada Mata Pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia Pada Sekolah Dasar. Guru yang mengajar secara klasikal saja tidak akan memenuhi sasarannya, akibatnya anak tersebut menjadi pasif. Apabila hal ini dibiarkan berkelanjutan, maka akan berakibat fatal.

Minat anak terhadap pelajaran akan berkurang sehingga nilai pelajaran pun akan . [Show full abstract] menurun. Masalah ini harus segera diatasi dengan cara mengajar menggunakan alat peraga, dalam hal ini penulis menggunakan kartu huruf dan kartu bilangan sebagai media. Diharapkan dengan alat peraga ini, aktifitas siswa akan meningkat sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. Penelitian dilaksanakan dengan obyek penelitian siswa kelas I a SD Negeri 2 Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara yang berjumlah 30 orang siswa.

Mata pelajaran yang akan diteliti adalah Matematika dan Bahasa Indonesia. Dengan melihat data temuan dan refleksi, tampak bahwa aktifitas siswa dalam proses pembelajaran meningkat. Siswa menjadi lebih agresif terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna. Proses pemahaman materi menjadi lebih cepat karena siswa terpacu untuk segera menguasai materi.

Siswa yang tidak mau bertanya lebih sedikit terbuka dan bahkan ada yang memberanikan diri untuk bertanya. Hal ini dilihat dengan naiknya persentase hasil tes formatif baik pada mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia.

Peningkatan hasil ini secara tidak langsung disebabkan karena adanya penerapan alat peraga dalam proses pembelajaran kedua mata pelajaran tersebut.

Read more Provinsi Jambi adalah satu daerah di Indonesia dengan potensi kepariwisataan yang relatif beragam. Agar potensi kepariwisataan tersebut dapat berkembang menjadi industri pariwisata yang mampu mendukung pembangunan daerah, maka pemerintah daerah dan stakeholder kepariwisataan terkait perlu memahami berbagai aspek baik karakteristik wisatawan maupun faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan wisata .

[Show full abstract] dari masyarakat. Hal ini bertujuan agar dalam menyusun strategi kepariwisataannya dapat lebih efektif menarik wisatawan melakukan perjalanan ke objek-objek wisata di Provinsi Jambi.

Untuk menganalisis karakteristik perjalanan penduduk, dan karakteristik individu wisatawan dilakukan secara deskriptif melalui pengolahan “raw data” Susenas Provinsi Jambi Tahun 2015.

Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan wisata penduduk digunakan model regresi binary logistik. Hasil penelitian menemukan: 1). Secara umum, aktivitas perjalanan penduduk di Provinsi Jambi masih relatif rendah. Hanya 14,14 persen dari total penduduk yang pernah melakukan perjalanan dalam enam bulan terakhir dari saat pencacahan SUSENAS 2016; 2) Selain rendahnya aktivitas perjalanan tersebut, aktivitas perjalanan untuk wisata juga masih relatif terbatas. Hanya 17,79 persen dari total penduduk yang melakukan perjalanan, yang maksud utamanya untuk berwisata; 3) Objek tujuan wisata penduduk Provinsi Jambi didominasi oleh objek wisata yang ada di Provinsi Jambi sendiri, selain objek wisata yang ada di provinsi-provinsi yang berdekatan yaitu Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu; 4).

Karakteristik perjalanan wisata penduduk di Provinsi Jambi adalah perjalanan wisata keluarga, sehingga dari karakteristiknya terlihat bahwa relatif dominannya anak-anak dan orang tua dalam melakukan perjalanan wisata.

Sebaliknya, relatif sedikitnya penduduk pada usia puncak produksi (20 – 39 tahun) yang melakukan perjalanan wisata; 5) Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap perjalanan wisata penduduk di Provinsi Jambi adalah umur, pendidikan dan status dalam keluarga. Selain itu, terdapat perbedaan probabilita perjalanan penduduk untuk wisata antara kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Read more Pantun Madura sebagai salah satu genre sastra yang ada di Madura mengandung sikap hidup masyarakatnya.

Pantun Madura sebagai hasil karya sastra rakyat, ternyata mengungkapkan pesan moral yang perlu dilestarikan dan diteladani oleh generasi saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama sekarang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatuf. Hasil penelitian menggambarkan sikap hidup orang Madura seperti: sikap terhadap Tuhan, sikap . [Show full abstract] terhadap sesama manusia, dan sikap terhadap pribadi. View full-text Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, agama dan pancasila oleh sebagian orang sering diperbincangkan sebagai dua hal yang dipertentangkan, dihadap-hadapkan, bahkan dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipertemukan sehingga ada sebagian komunitas masyarakat yang anti pancasila akan tetapi mereka pro agama, padahal kalau hendak dikaji secara mendalam.

. [Show full abstract] agama (Islam) dan pancasila merupakan dua hal yang bersinergi dalam membangun tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Indonesia memang bukan negara agama dan juga bukan negara sekuler, akan tetapi Indonesia menjadikan agama sebagai spirit kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini dapat dilihat pada sila-sila Pancasila, khususnya sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa yang telah menjiwai dan mendasari sila-sila lainnya. Dalam tulisan ini akan dibahas lebihlanjut mengenai hal ini dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia. Kata kuci : Islam, pancasila, masyarakat saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama View full-text
• Acèh • Адыгабзэ • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Авар • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • Banjar • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • ગુજરાતી • Gaelg • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Taqbaylit • Kabɩyɛ • Қазақша • Kalaallisut • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Къарачай-малкъар • Ripoarisch • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Nouormand • Sesotho sa Leboa • Occitan • Oromoo • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • Picard • Deitsch • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Română • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • Саха тыла • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • ತುಳು • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • l • b • s Agama Yahudi atau Yudaisme ( bahasa Ibrani: יהדות, translit.

Yahadut‎ dari kata Ibrani bahasa Ibrani: יהודה, translit. Yehudah‎ [1] [2] [3]) adalah agama asli bangsa Yahudi, yang merangkum seluruh tradisi dan peradaban agama, kebudayaan, maupun hukum bangsa Yahudi.

[4] [5] [6] Bagi umat Yahudi yang taat, agama Yahudi adalah ungkapan nyata dari perjanjian antara Tuhan dan bangsa Israel. [7] Agama ini menyimpan khazanah susastra, amalan, wawasan teologi, dan tatanan organisasi yang kaya.

Kitab Taurat adalah bagian dari khazanah susastra yang terdiri atas kumpulan Tanakh atau Alkitab Ibrani, dan kumpulan tradisi tutur yang baru dibukukan kemudian hari, semisal Midras dan Talmud.

Dengan jumlah pemeluk sekitar 14,5 sampai 17,4 juta jiwa, [8] Agama Yahudi menempati peringkat ke-10 dalam daftar agama terbesar di dunia. Ada bermacam-macam mazhab dalam agama Yahudi, kebanyakan berpangkal dari mazhab Yahudi Rabani, yang yakin bahwa Tuhan mewahyukan syariat dan titah-titah-Nya kepada Musa di Gunung Sinai dalam bentuk lisan maupun tulisan.

[9] [10] [11] Dari masa ke masa, ada saja golongan yang menyanggah seluruh atau sebagian dari keyakinan semacam ini, misalnya kaum Saduki dan kaum Yahudi Yunani pada zaman Haikal ke-2, kaum Yahudi Karayi dan kaum Yahudi Sabatayi pada awal dan akhir Abad Pertengahan, [12] serta mazhab-mazhab Yahudi non-Ortodoks pada Zaman Modern. Ada pula mazhab-mazhab modern, semisal mazhab Yahudi Humanis, yang tidak mementingkan keimanan kepada Tuhan.

[13] Mazhab-mazhab terbesar saat ini adalah Yahudi Ortodoks ( Yahudi Haredi dan Yahudi Ortodoks Modern), Yahudi Konservatif, dan Yahudi Pembaharuan. Satu mazhab berbeda dengan mazhab lain dalam pendekatan terhadap syariat Yahudi, tradisi Rabani, dan arti penting negara Israel.

[14] [15] [16] Mazhab Yahudi Ortodoks berkeyakinan bahwa Taurat maupun syariat Yahudi berasal dari Tuhan, bersifat kekal dan ajek, serta wajib dipatuhi. Mazhab Yahudi Konservatif dan Yahudi Pembaharuan berpandangan lebih liberal. Dibanding mazhab Yahudi Pembaharuan, mazhab Yahudi Konservatif pada umumnya mengusung tafsir yang lebih tradisional atas syariat Yahudi. Mazhab Yahudi Pembaharuan lazimnya berpendirian bahwa syariat Yahudi harus dipandang sebagai seperangkat pedoman umum alih-alih sebagai seperangkat larangan dan perintah yang wajib dipatuhi segenap umat Yahudi.

[17] [18] Di masa lampau ada mahkamah khusus bagi penegakan syariat Yahudi. Sekarang ini pun masih ada mahkamah-mahkamah syariat Yahudi, tetapi pengamalan syariat Yahudi kini lebih banyak bergantung pada kerelaan umat. [19] Wibawa keilmuan di bidang teologi dan syariat tidak ditumpukan pada seorang tokoh atau suatu lembaga tertentu, melainkan pada Kitab Suci dan para mufasir Kitab Suci, yakni para rabi dan alim-ulama.

[20] Daftar isi • 1 Khazanah susatra • 1.1 Susastra syariat • 1.2 Filsafat Yahudi • 1.3 Ilmu tafsir Rabani • 2 Jati diri • 2.1 Asal usul istilah "agama Yahudi" • 2.2 Beda antara Yahudi selaku bangsa dan Yahudi selaku agama • 2.3 Siapa itu orang Yahudi • 2.4 Demografi Yahudi • 3 Mazhab-mazhab • 3.1 Yahudi Rabani • 3.1.1 Sefardi dan Mizrahi • 3.1.2 Mazhab-mazhab di Israel • 3.2 Karayi dan Samiri • 3.3 Haymanot • 4 Amalan • 4.1 Etika • 4.2 Sembahyang • 4.3 Pakaian khusus • 4.4 Hari raya • 4.4.1 Hari Sabat • 4.4.2 Hari-hari ziarah • 4.4.3 Hari-hari dahsyat • 4.4.4 Purim • 4.4.5 Hanukah • 4.4.6 Hari-hari puasa • 4.4.7 Hari-hari besar nasional Israel • 4.5 Pembacaan Taurat • 4.6 Sinagoga dan prasarana keagamaan • 4.7 Kasrut • 4.8 Ketahiran diri • 4.8.1 Ketahiran rumah tangga • 4.9 Upacara daur hidup • 5 Pemuka agama • 5.1 Imam Haikal • 5.2 Imam sembahyang • 5.3 Jabatan-jabatan khusus • 6 Sejarah • 6.1 Asal mula • 6.2 Abad Kuno • 6.3 Mazhab-mazhab masa lampau (sampai tahun 1700) • 6.4 Aniaya • 6.5 Mazhab Yahudi Hasidi • 6.6 Abad Pencerahan dan mazhab-mazhab baru • 6.7 Spektrum ketaatan beragama • 7 Hubungan dengan agama lain • 7.1 Yahudi dan Kristen • 7.2 Yahudi dan Islam • 7.3 Sinkretisme • 8 Lihat pula • 9 Rujukan • 10 Kepustakaan • 10.1 Bacaan lanjut • 11 Pranala luar Khazanah susatra [ sunting - sunting sumber ] Seorang pria mengangkat tinggi-tinggi Sifrut Taurat khas Yahudi Sefardi di dekat Tembok Ratapan, Yerusalem Berikut ini adalah senarai dasar susastra utama seputar amalan-amalan dan gagasan-gagasan dalam agama Yahudi.

• Tanak [21] ( Alkitab Ibrani) dan susastra Rabani • Masorah • Targum • Tafsir Alkitab Yahudi (baca juga Midras di bawah) • Susastra Zaman Talmud (susastra Rabani klasik) • Misnah beserta ulasan-ulasannya • Tosefta dan risalah-risalah kecil • Talmud: • Talmud Babel beserta ulasan-ulasannya • Talmud Yerusalem beserta ulasan-ulasannya • Susastra Midras: • Midras Halakah • Midras Agadah • Susastra Halakah • Susastra utama perihal hukum dan adat-istiadat Yahudi • Misnah Torah beserta ulasan-ulasannya • Tur beserta ulasan-ulasannya • Syulhan Aruk beserta saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama • Susastra Soal Jawab • Gagasan dan etika Yahudi • Filsafat Yahudi • Susastra Musar dan sekian banyak susastra lain mengenai etika Yahudi • Kabalah • Aneka susastra Hasidi • Sidur dan tata ibadat Yahudi • Piyut (syair Yahudi klasik) Sejumlah besar susastra Yahudi tradisional tersedia daring di berbagai basis data Taurat (versi elektronik dari khazanah susastra Yahudi tradisional).

Banyak yang dilengkapi dengan opsi pencarian lanjutan. Susastra syariat [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Halakah Landasan hukum dan adat-istiadat Yahudi (halakah) adalah Taurat ( Pancasastra). Menurut tradisi Rabani, Taurat mengandung 613 butir titah. Ada titah-titah yang hanya berlaku bagi kaum lelaki atau kaum perempuan, ada yang hanya berlaku bagi puak-puak imam, yakni Kohanim dan Lewiyim (warga suku Lewi), dan ada pula yang hanya berlaku bagi kaum tani di Tanah Israel.

Ada banyak titah yang hanya berlaku selama Haikal Yerusalem masih berdiri, dan hanya 369 butir titah yang masih dapat diberlakukan sekarang ini. [22] Kendati ada golongan yang hanya berpedoman kepada ayat-ayat tersurat dalam Taurat (misalnya kaum Saduki dan kaum Karayi), sebagian besar umat Yahudi juga berpedoman kepada hukum lisan, yang dilestarikan dalam bentuk tutur dari generasi ke generasi oleh kaum Farisi, dan kelak dibukukan sekaligus dijabarkan lebih lanjut oleh para rabi.

Menurut tradisi Rabani, Tuhan menurunkan hukum-hukum-Nya kepada Musa di Tur Sina dalam bentuk tulisan ( Taurat) maupun lisan ( hukum lisan). Hukum lisan adalah tradisi tutur yang diturunkan Tuhan kepada Musa, dan dari Musa diturunkan serta diajarkan kepada alim-ulama besar (tokoh-tokoh Yahudi Rabani) dari generasi ke generasi. Selama berabad-abad, Taurat hanya dipandang sebagai suratan ayat-ayat yang diwariskan turun-temurun bersama-sama tradisi tutur.

Lantaran khawatir ajaran-ajaran dalam bentuk tutur akan lekang dari ingatan orang, Rabi Yehudah Ha Nasi pun berusaha menghimpun berbagai macam pendapat ulama dalam satu kitab hukum yang kelak dikenal dengan sebutan Misnah. [23] Misnah terdiri atas 63 risalah hukum Yahudi, yang merupakan dasar dari kitab Talmud. Menurut Rabi Abraham bin Daud, Misnah dihimpun oleh Rabi Yehudah Ha Nasi sesudah Yerusalem diluluhlantakkan saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama tahun 3949 berdasarkan perhitungan tarikh Dunia, atau pada tahun 189 berdasarkan perhitungan tarikh Masehi.

[24] Selama empat abad berikutnya, Misnah dibahas dan diperdebatkan oleh komunitas-komunitas utama umat Yahudi, yakni di Israel dan di Babel. Ulasan-ulasan dari masing-masing komunitas pada akhirnya dibukukan menjadi dua kitab Talmud, yakni Talmud Yerusalem ( Talmud Yerusyalmi) dan Talmud Babel ( Talmud Babli).

Isi kedua kitab Talmud ini selanjutnya dijabarkan lagi dengan ulasan-ulasan alim-ulama Taurat dari abad ke abad. Ayat-ayat Taurat mengandung banyak kata yang dibiarkan tak terpahami artinya, dan banyak prosedur yang tidak disertai penjelasan maupun petunjuk. Fenomena semacam ini adakalanya digunakan untuk membenarkan pandangan yang mengatakan bahwa hukum tertulis sejak semula diwariskan berbarengan dengan tradisi tutur yang berkaitan dengannya.

Menurut pandangan ini, pembaca Taurat mampu memahami ayat-ayat yang dibaca karena sudah mengetahui penjabarannya dari sumber lain, yakni sumber-sumber lisan. [25] Dengan demikian, Halakah, syariat warisan para rabi, berlandaskan perpaduan pembacaan Taurat dan tradisi tutur, yakni Misnah, Midras Halakah, dan Talmud beserta ulasan-ulasannya. Halakah berkembang perlahan-lahan, melalui suatu sistem berbasis preseden.

Susastra yang memuat pertanyaan-pertanyaan kepada para rabi berikut jawaban-jawabannya disebut Soal Jawab ( bahasa Ibrani: שאלות ותשובות‎, sye'elot u'tesyubot).

Seiring perjalanan waktu dan perkembangan amalan ini, hukum-hukum agama Yahudi pun dirumuskan dan dibukukan dengan berpedoman kepada Soal Jawab.

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

Kitab hukum yang paling utama, yakni Syulhan Aruk, sangat mempengaruhi amalan Yahudi Ortodoks sekarang ini. Filsafat Yahudi [ saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama - sunting sumber ] Artikel utama: Filsafat Yahudi Filsafat Yahudi mengacu pada pertembungan ilmu filsafat dengan ilmu teologi Yahudi. Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama besar Yahudi antara lain adalah Sulaiman bin Jabirul, Said bin Yusuf Al Fayumi, Yahuda Al Lawi, Musa bin Maimun, dan Lewi bin Jarsun.

Perubahan-perubahan besar yang muncul sebagai tanggapan terhadap gerakan Pencerahan (akhir abad ke-18 sampai awal abad ke-19) melahirkan filsuf-filsuf Yahudi pasca-Pencerahan.

Filsafat Yahudi modern terdiri atas filfasat-filsafat yang berhaluan Ortodoks maupun non-Ortodoks. Filsuf-filsuf Yahudi Ortodoks terkemuka antara lain adalah Eliyahu Eliezer Dessler, Joseph B. Soloveitchik, dan Yitzchok Hutner. Filsuf-filsuf Yahudi non-Ortodoks terkemuka antara lain adalah Martin Buber, Franz Rosenzweig, Mordecai Kaplan, Abraham Joshua Heschel, Will Herberg, dan Emmanuel Lévinas.

Ilmu tafsir Rabani [ sunting - sunting sumber ] 13 asas ilmu tafsir: • Hukum yang berlaku dengan persyaratan-persyaratan tertentu, niscaya berlaku pula pada keadaan-keadaan lain yang memenuhi persyaratan-persyaratan serupa dalam bentuk yang lebih genting. • Hukum yang berlaku pada satu keadaan, dapat pula berlaku pada keadaan lain, jika ayat hukum menyifatkan kedua keadaan tersebut dengan ketentuan-ketentuan yang sama. • Hukum yang jelas-jelas mengungkapkan maksud yang hendak dicapai dengan pemberlakuannya, dapat pula berlaku pada keadaan-keadaan lain yang memungkinkan tercapainya maksud yang sama.

• Jika suatu aturan umum diikuti oleh aturan-aturan penjelasan khusus, maka hanya aturan-aturan khusus itu saja yang dicakupinya. • Hukum yang diawali pemerincian perkara-perkara khusus, dan diakhiri penyamarataan yang mencakup banyak perkara, dapat pula berlaku atas perkara-perkara khusus yang tidak diperinci di dalamnya, tetapi secara logis tercakup dalam penyamarataannya.

• Hukum yang diawali penyamarataan terkait maksud yang hendak dicapai dengan pemberlakuannya, dan diakhiri pemerincian perkara-perkara khusus, hanya dapat berlaku atas perkara-perkara khusus yang diperincinya. • Aturan-aturan yang berkenaan dengan suatu penyamarataan, yang diikuti atau didahului oleh perincian-perincian khusus (asas ke-4 dan ke-5), tidak dapat berlaku jika ternyata perkara-perkara khusus atau pernyataan penyamarataannya semata-mata bermaksud membuat kalimat-kalimatnya lebih mudah dipahami.

• Perkara khusus yang sudah tercakup dalam suatu penyamarataan, tetapi diperlakukan secara terpisah, menyiratkan bahwa saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama terpisah yang sama dapat pula diterapkan atas semua perkara lain yang tercakup dalam penyamarataan tersebut. • Hukuman yang diperinci untuk suatu kategori pelanggaran umum tidak serta-merta dapat diberlakukan atas suatu perkara khusus yang dikeluarkan dari pelanggaran umum tersebut untuk dilarang secara khusus, tetapi tidak disertai keterangan mengenai hukuman atas pelanggarannya.

• Larangan umum yang diikuti suatu perincian hukuman dapat diberlakukan atas suatu perkara khusus, yang lazimnya tercakup dalam penyamarataan, dengan penyesuaian terhadap hukumannya, baik penyesuaian yang memperingan maupun penyesuaian yang memperberat. • Perkara yang secara logis tercakup dalam suatu hukum umum, tetapi diperlakukan secara terpisah, tetap berada di luar cakupan hukum umum tersebut, kecuali pada kesempatan-kesempatan tertentu di mana perkara yang dimaksud secara khusus tercakup di dalam hukum umum tersebut.

• Ketidakjelasan ayat-ayat Alkitab dapat dijernihkan oleh konteks langsungnya atau oleh ayat-ayat susulannya. • Pertentangan antarayat Alkitab dapat ditiadakan dengan perantaraan ayat-ayat lain. — Rabi Ismael [26] Umat Yahudi Ortodoks dan sejumlah besar umat Yahudi dari berbagai mazhab lain percaya bahwa wahyu Taurat tidaklah semata-mata terdiri atas huruf-huruf tersurat, melainkan terdiri pula atas tafsir-tafsirnya.

Dalam agama Yahudi, mengkaji Taurat (dalam makna yang paling luas, mencakup puisi, narasi, dan hukum, serta Alkitab Ibrani dan Talmud) adalah seni suci yang mahapenting. Oleh karena itu, bagi para ulama besar Misnah dan Talmud, serta para penerus mereka sekarang ini, mengkaji Taurat bukanlah semata-mata suatu sarana untuk memahami wahyu Tuhan, melainkan justru suatu tujuan akhir yang hendak dicapai.

Menurut Talmud, Perkara-perkara yang mendatangkan bunga pahala untuk dinikmati di dunia dan pokok pahala untuk dinikmati di akhirat adalah menghormati kedua orang tua, mencintai perbuatan-perbuatan baik, dan mendamaikan satu orang dengan orang lain. Akan tetapi mengkaji Taurat setara dengan ketiga-tiganya. (Talmud Sabat 127a). Dalam agama Yahudi, "mengkaji Taurat dapat menjadi sarana untuk menghayati keberadaan Tuhan". [27] Sehubungan dengan sumbangsih para Amoraim dan Tanaim (alim-ulama terdahulu) bagi agama Yahudi masa kini, Profesor Jacob Neusner mengemukakan bahwa: Telaah logis dan rasional rabi bukanlah pemubaziran logika belaka, melainkan usaha yang teramat bersungguh-sungguh dan substantif untuk mengubek-ubek hal-hal kurang penting demi menemukan asas-asas hakiki dari kehendak Tuhan yang terwahyukan guna mengarahkan dan menguduskan tindakan-tindakan yang paling tertentu dan konkret dalam kehidupan sehari-hari di duniawi ini .

Berikut ini adalah misteri ajaran Yahudi Talmud, yaitu keyakinan teguh yang asing dan jauh bahwa nalar bukanlah perkakas ketidakyakinan dan penghilangan kesakralan, melainkan perkakas pengudusan." [28] Dengan demikian, mengkaji Taurat Tersurat dengan bantuan Taurat Tutur serta mengkaji Taurat Tutur dengan bantuan Taurat Tersurat adalah juga mengkaji cara mengkaji firman Tuhan. Dalam mengkaji Taurat, alim-ulama besar merumuskan dan mengikuti berbagai asas logika dan ilmu tafsir.

Menurut David Stern, seluruh ilmu tafsir Rabani dilandaskan pada dua aksioma asasi, yakni: Yang pertama, kepercayaan akan kemahapentingan Kitab Suci, akan kebermaknaan tiap-tiap kata, aksara, bahkan juga (menurut salah satu laporan terkenal) tanda-tanda tambahan yang dibubuhkan juru tulis; yang kedua, klaim tentang kesatuan hakiki Kitab Suci sebagai wujud nyata kehendak ilahi yang tunggal.

[29] Dua asas ini memungkinkan munculnya beraneka ragam tafsir. Menurut Talmud, Satu ayat mengandung beberapa makna, tetapi tidak ada dua ayat yang bermakna sama. Di perguruan Rabi Ismael diajarkan bahwa, 'bukankah firman-Ku laksana api, demikian firman Tuhan, dan laksana godam yang meremukkan cadas?' ( Yeremia 23:29). Sebagaimana godam mencetuskan sekaligus beberapa percik bunga api tatkala menghantam cadas, demikian pula satu ayat mengandung beberapa makna sekaligus." (Talmud Sanhedrin 34a).

Oleh karena itu umat Yahudi yang taat beragama menganggap Taurat bersifat dinamis, karena mengandung begitu banyak tafsiran di dalamnya. [30] Menurut tradisi Rabani, semua tafsiran Taurat Tersurat telah diwahyukan kepada Musa di Tur Sina dalam bentuk lisan, dan diwariskan turun-temurun dari guru kepada murid, oleh karena itu wahyu lisan sama tuanya dengan Talmud itu sendiri. Bilamana mewariskan tafsir yang bertentangan dengan tafsir rabi lain, para rabi adakalanya merujuk kepada asas-asas ilmu tafsir guna melegitimasi dalil-dalil mereka; sejumlah rabi mengklaim bahwa asas-asas ini pun diwahyukan Tuhan kepada Musa di Tur Sina.

[31] Oleh karena itu, Rabi Hillel mengemukakan tujuh asas ilmu tafsir yang lazim digunakan dalam penafsiran hukum-hukum ( baraita pada permulaan Sifra), dan Rabi Ismael mengemukakan tiga belas asas (baraita pada permulaan Sifra, asas-asas Rabi Ismael sebagian besar merupakan pengayaan asas-asas Rabi Hilel), [32] sementara Rabi Eliezer ben Yose Ha Gelili mengemukakan 32 asas, yang lebih banyak dipakai dalam tafsir penjabaran unsur-unsur naratif dari Taurat.

Semua aturan ilmu tafsir yang tersebar di berbagai bagian Talmud-Talmud dan Midras-midras telah dihimpun oleh Rabi Malbim dalam Ayelet Ha Syahar (Bintang Kejora), pengantar kepada ulasannya atas Sifra. Bagaimanapun juga, 13 asas Rabi Ismael mungkin merupakan asas-asas yang paling terkenal.

Asas-asas Rabi Ismael merupakan sumbangsih penting sekaligus salah satu sumbangsih terawal dari agama Yahudi bagi ilmu logika, ilmu tafsir, dan ilmu teori hukum. [33] Yehudah Hadasi memasukkan asas-asas Rabi Ismael ke dalam ajaran mazhab Yahudi Karayi pada abad ke-12. [34] Ketiga belas asas Rabi Ismael kini dimasukkan ke dalam buku sembahyang Yahudi agar dapat dibaca setiap hari oleh umat Yahudi yang taat beragama.

[35] [36] [37] [38] Jati diri [ sunting - sunting sumber ] Asal usul istilah "agama Yahudi" [ sunting - sunting sumber ] Kaum Makabe karya Wojciech Stattler (1842) Istilah "Yahudi" dalam bahasa Indonesia diturunkan dari kata Arab اليهودي, Al Yahudi, yang juga berasal dari kata Ibrani יְהוּדִי, Yehudi, artinya "orang Yehuda". Frasa "agama Yahudi" adalah padanan untuk kata Iudaismus, bentuk Latin dari kata Yunani Ἰουδαϊσμός, Ioudaismos (dibentuk dari kata kerja ἰουδαΐζειν, ioudaizein, yang berarti "memihak atau menyerupai orang Yudea").

[39] Cikal bakal kata ini adalah kata Ibrani יהודה, Yehudah, [2] [40] yang juga adalah cikal bakal dari kata Ibrani untuk agama Yahudi, yakni יַהֲדוּת, Yahadut. Istilah Ioudaismos pertama kali muncul dalam Kitab 2 Makabe, yang ditulis pada abad ke-2 SM. Sesuai dengan konteks zamannya, istilah ini menyiratkan usaha "mencari atau membentuk jati diri budaya" bangsa, [41] sebagaimana kebalikannya, Helenismos (Ἑλληνισμός), menyiratkan ketertundukan bangsa kepada adat-istiadat Yunani.

Konflik antara Iudaismos dan Helenismos melatarbelakangi Pemberontakan Makabe, dan oleh karena itu juga melatarbelakangi kemunculan istilah Iudaismos. [41] Dalam bukunya yang berjudul The Beginnings of Jewishness, Shaye J. D. Cohen mengemukakan bahwa: Tentu saja kita tergoda untuk menerjemahkan Ioudaïsmós menjadi "agama Yahudi," tetapi terjemahan ini terlalu dangkal, karena ketika pertama kali muncul, istilah Ioudaïsmós belum digunakan sebagai sebutan bagi suatu agama.

Istilah ini justru berarti "himpunan seluruh karakteristik yang membuat orang-orang Yudea layak disebut orang Yudea (atau membuat orang-orang Yahudi layak disebut orang Yahudi)." Himpunan karakteristik ini tentu saja mencakup pula amalan-amalan dan keyakinan-keyakinan yang sekarang ini kita sebut "agama," tetapi amalan-amalan dan keyakinan-keyakinan bukanlah satu-satunya cakupan istilah ini.

Jadi, Ioudaïsmós seharusnya bukan diterjemahkan menjadi "Agama Yahudi" melainkan Keyudeaan. [42] Beda antara Yahudi selaku bangsa dan Yahudi selaku agama [ sunting - sunting sumber ] Menurut Daniel Boyarin, perbedaan hakiki antara kebangsaan dan agama tidaklah dikenal dalam agama Yahudi, malah merupakan salah satu wujud nyata paham dualisme jasmani-rohani dari ajaran filsafat Plato yang berhasil menyusup masuk ke dalam ajaran-ajaran Yahudi Yunani.

[43] Oleh karena itu, ia berpandangan bahwa agama Yahudi tidak bisa begitu saja saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama ke dalam kategori-kategori yang sudah lumrah di Dunia Barat, semisal agama, suku bangsa, maupun kebudayaan. Menurut Daniel Boyarin, hal ini antara lain mencerminkan kenyataan bahwa sebagian besar dari sejarah agama Yahudi, yang sudah berumur lebih dari 3000 tahun itu, terjadi sebelum kebangkitan budaya Barat, dan berlangsung di luar Dunia Barat (Eropa, khususnya Eropa pada Abad Pertengahan dan Zaman Modern).

Sepanjang perjalanan sejarahnya, bangsa Yahudi mengalami sendiri bagaimana rasanya diperbudak, membentuk pemerintahan sendiri yang bersifat anarkis dan teokratis, melancarkan aksi penaklukan, dijajah, dan menjadi orang buangan. Di luar tanah leluhur, mereka mengenal dan terpapar budaya Mesir, Babel, Persia, serta Yunani, maupun gerakan-gerakan Zaman Modern semisal gerakan Pencerahan (baca artikel Haskalah) dan gerakan Kebangkitan Nasional, yang kelak membuahkan pendirian negara bangsa Yahudi di tanah leluhur mereka, Tanah Israel.

Bangsa Yahudi juga menyaksikan bagaimana agama mereka diterima dan dipeluk oleh suatu bangsa yang besar dan terkemuka ( bangsa Kazar), tetapi kemudian sirna begitu saja setelah negeri bangsa besar ini jatuh ke tangan bangsa Rus, kemudian ke tangan bangsa Mongol. Oleh karena itu, Daniel Boyarin berpandangan bahwa "keyahudian mendobrak batasan kategori-kategori jati diri, karena Yahudi bukan sekadar bangsa, bukan sekadar nasab, dan bukan sekadar agama, melainkan semua-muanya, dalam ketegangan dialektis." [44] Bertolak belakang dengan pandangan ini, mazhab-mazhab semisal Yahudi Humanis justru menolak aspek religi dari keyahudian, dan hanya mempertahankan tradisi-tradisi budaya tertentu.

Siapa itu orang Yahudi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Siapa itu orang Yahudi? Menurut pandangan Yahudi Rabani, orang Yahudi adalah siapa saja yang beribu kandung seorang Yahudi, dan siapa saja yang masuk Yahudi seturut syariat agama Yahudi.

Menurut pandangan Yahudi Rekonstruksionistis dan Yahudi Pembaharuan, orang Yahudi adalah siapa saja yang beribu atau berayah kandung seorang Yahudi, dan dibesarkan sebagai orang Yahudi oleh orang tuanya.

Semua mazhab utama agama Yahudi kini membuka pintunya bagi siapa saja yang berniat memeluk agama Yahudi, kendati umat Yahudi sudah turun-temurun diimbau sejak zaman Talmud untuk tidak menerima pemeluk baru. Proses yang dilakoni seseorang untuk berpindah keyakinan ke agama Yahudi dengan cermat ditelaah oleh pihak yang berwenang, demikian pula ketulusan niat serta pengetahuan yang bersangkutan tentang agama Yahudi.

[45] Seorang Yahudi pemula disebut ben Abraham (Abrahamputra) atau bat Abraham (Abrahamputri). Adakalanya perpindahan agama malah dimentahkan kembali oleh pihak berwenang. Pada tahun 2008, pengadilan tinggi agama di Israel membatalkan perpindahan 40.000 orang ke dalam agama Yahudi, sekalipun sudah dinyatakan sahih oleh seorang rabi Yahudi Ortodoks.

Sebagian besar dari mereka adalah keluarga-keluarga imigran dari Rusia. [46] Menurut pandangan Yahudi Rabani, begitu seseorang menjadi Yahudi, baik karena terlahir Yahudi maupun karena masuk Yahudi, sampai mati ia tetap Yahudi. Dengan demikian, orang Yahudi yang mengaku ateis atau sudah berganti agama tetap saja diakui sebagai orang Yahudi menurut pandangan tradisional dalam agama Yahudi.

Menurut beberapa sumber, mazhab Yahudi Pembaharuan berpendirian bahwa orang Yahudi yang pindah ke agama lain sudah bukan lagi orang Yahudi. [47] Pendirian yang sama juga dijadikan pedoman oleh pemerintah Israel dalam penuntasan perkara dan statuta di Mahkamah Agung. [48] Sekalipun demikian, mazhab Yahudi Pembaharuan menjelaskan bahwa pendirian semacam ini tidak boleh diamalkan secara kaku, karena situasi-situasi yang berbeda memerlukan penanganan yang berbeda pula.

Sebagai contoh, orang-orang Yahudi yang murtad di bawah paksaan dapat diizinkan kembali memeluk agama Yahudi "tanpa syarat selain niat yang tulus untuk bersatu kembali dengan komunitas Yahudi", dan "orang yang pernah masuk Yahudi lalu murtad tetap saja terhitung Yahudi". [49] Umat Yahudi Karayi percaya bahwa jati diri keyahudian hanya dapat diwarisi seseorang dari ayah kandungnya, kendati sekarang ini banyak yang percaya bahwa jati diri keyahudian diwarisi seseorang dari kedua orang tua kandungnya, bukan ayah saja.

Menurut umat Yahudi Karayi, jati diri keyahudian hanya dapat saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama dari ayah kepada putra kandung karena semua alur silsilah yang dijabarkan di dalam kitab Taurat adalah alur silsilah laki-laki. [50] Persoalan tentang hal-hal yang menentukan Yahudi tidaknya seseorang di Negara Israel kembali ramai dibahas tatkala David Ben-Gurion meminta fatwa perihal mihu Yehudi ("siapa itu orang Yahudi") dari para pemuka agama dan alim-ulama Yahudi sedunia pada era 1950-an dalam rangka menuntaskan masalah-masalah kewarganegaraan.

Persoalan ini tak kunjung tuntas, dan sesekali mencuat kembali di tengah pusaran politik Israel. Pemahaman tentang identitas Yahudi secara turun-temurun berpedoman kepada ketentuan syariat bahwa orang Yahudi adalah setiap orang yang beribu kandung seorang Yahudi atau menjadi pemeluk agama Yahudi menurut aturan syariat.

Definisi-definisi terkait "siapa itu orang Yahudi" sudah dirumuskan semenjak Taurat Tutur dituangkan secara tertulis ke dalam Talmud Babel sekitar tahun 200 tarikh Masehi. Tafsir-tarsif atas bagian-bagian tertentu dari Tanak, semisal Keluaran 7:1–5, oleh alim-ulama Yahudi terkemuka, digunakan sebagai peringatan kepada umat Yahudi untuk menghindari amalan kawin campur dengan orang Kanaan, karena suami non-Yahudi "akan membuat anak-anakmu berpaling dari Aku dan memuja ilah bangsa-bangsa lain." Imamat 24:10 menetapkan bahwa anak laki-laki yang lahir dari perkawinan seorang perempuan Ibrani dengan seorang laki-laki Mesir "terhitung sebagai orang Israel." Dalil ini dikuatkan oleh ayat-ayat Ezra 10:2–3, yang meriwayatkan ikrar orang Israel untuk meninggalkan istri-istri dari bangsa lain berikut anak-anak yang mereka lahirkan.

[51] [52] Ada teori populer bahwa pemerkosaan terhadap kaum perempuan Yahudi semasa hidup di tanah pembuangan adalah cikal bakal dari ketentuan bahwa orang Yahudi adalah orang yang beribu kandung seorang Yahudi, tetapi teori ini ditentang oleh para ulama dengan dalil bahwa hukum ini sudah ditetapkan di dalam Talmud sebelum zaman pembuangan.

[53] [54] Tafsir-tafsir identitas keyahudian berdasarkan syariat mulai disanggah semenjak munculnya gerakan Haskalah yang bersifat antiagama pada akhir abad ke-18 dan abad ke-19.

[55] Demografi Yahudi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Populasi Yahudi menurut negara Jumlah umat Yahudi sedunia sukar untuk dipastikan lantaran adanya kesimpangsiuran dalam penentuan "siapa itu orang Yahudi". Tidak semua orang Yahudi mengaku Yahudi, dan sebagian pihak yang mengaku Yahudi justru tidak dianggap Yahudi oleh sesama orang Yahudi.

Menurut Buku Tahunan Yahudi edisi 1901, populasi umat Yahudi sedunia pada tahun 1900 mencapai sekitar 11 juta jiwa. Data termutakhir disajikan oleh Survei Populasi Yahudi Sedunia tahun 2002 dan Kalender Yahudi tahun 2005. Menurut Survei Populasi Yahudi Sedunia, jumlah keseluruhan umat Yahudi pada tahun 2002 mencapai 13,3 juta Jiwa. Menurut Kalender Yahudi, jumlah umat Yahudi sedunia pada tahun 2005 mencapai 14,6 juta jiwa. Angka pertumbuhan populasi Yahudi sekarang ini hampir mendekati nol persen, yakni 0,3% dari tahun 2000 sampai 2001.

Mazhab-mazhab [ sunting - sunting sumber ] Kahen (imam) Beta Israel Yahudi Rabani ( bahasa Ibrani: יהדות רבנית‎, Yahadut Rabanit) adalah mazhab utama saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Yahudi semenjak abad ke-6 tarikh masehi, sesudah penyusunan kitab Talmud.

Ciri khas mazhab ini adalah keyakinan bahwa Taurat Tersurat (hukum tertulis) tidak dapat ditafsirkan dengan benar tanpa merujuk kepada Taurat Tutur dan berjilid-jilid tebal susastra agama yang memerinci segala macam perilaku yang benar menurut hukum syariat.

Munculnya gerakan Pencerahan Yahudi pada akhir abad ke-18 mengakibatkan umat Yahudi Askenasi (umat Yahudi Dunia Barat) terpecah belah menjadi sejumlah mazhab, khususnya di Amerika Utara dan negara-negara penutur bahasa Inggris. Mazhab-mazhab besar di luar Israel sekarang ini adalah Yahudi Ortodoks, Yahudi Konservatif, dan Yahudi Pembaharuan.

• Mazhab Yahudi Ortodoks berpendirian bahwa baik Taurat Tersurat maupun Taurat Tutur adalah wahyu Tuhan kepada Musa, dan segala hukum yang terkandung di dalamnya bersifat mengikat serta ajek. Jemaat-jemaat Yahudi Ortodoks pada umumnya menganggap ulasan-ulasan yang termaktub di dalam Syulhan Aruk (kitab rangkuman syariat yang menjadi pegangan umat Yahudi Sefardi) sebagai kitab hukum agama Yahudi yang bersifat definitif.

Mazhab Yahudi Ortodoks menjunjung tinggi ke-13 rukun iman Rabi Musa bin Maimun sebagai definisi iman Yahudi. • Mazhab Yahudi Ortodoks lazimnya dibedakan menjadi mazhab Yahudi Ortodoks Modern dan mazhab Yahudi Haredi. Mazhab Yahudi Haredi kurang terbuka terhadap kemajuan zaman dan kurang meminati hal-hal non-Yahudi.

Mazhab ini dapat dibedakan dari mazhab Yahudi Ortodoks Modern dengan menilik gaya berbusana jemaatnya serta amalan-amalannya yang lebih saksama. Cabang-cabang mazhab Yahudi Haredi adalah mazhab Yahudi Hasidi, yang berakar di dalam kabalah serta sangat bergantung pada seorang rebe (ulama besar), dan mazhab Yahudi Haredi Sefardi, yang tumbuh di kalangan umat Yahudi Sefardi (umat Yahudi Asia dan Afrika Utara) di Israel.

• Mazhab Yahudi Konservatif terbedakan dari mazhab-mazhab lain oleh kesungguhan saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama menjalankan syariat, yang meliputi hukum hari Sabat dan hukum kasrut, mengusung ajaran tentang rukun iman yang sengaja dibuat tidak bersifat asasi, bersikap positif terhadap budaya modern, dan menerima pandangan-pandangan Rabani maupun ulama modern sehubungan dengan khazanah susastra agama Yahudi.

Mazhab Yahudi Konservatif mengajarkan bahwa syariat tidak bersifat ajek, melainkan senantiasa tumbuh dan berkembang seturut perubahan zaman. Mazhab ini meyakini bahwa kitab Taurat adalah susastra suci yang ditulis para nabi berdasarkan ilham dari Tuhan serta mencerminkan kehendak Tuhan, tetapi menolak pendirian Yahudi Orthodoks bahwasanya ayat-ayat Taurat didiktekan Tuhan kepada Musa. [56] [57] Mazhab Yahudi Konservatif percaya bahwa Hukum Lisan itu suci dan normatif, tetapi percaya pula bahwa Hukum Tertulis maupun Hukum Lisan boleh saja ditafsir para rabi sedemikian rupa sehingga mencerminkan kepekaan terhadap kemajuan zaman serta cocok dengan kondisi-kondisi Zaman Modern.

• Mazhab Yahudi Pembaharuan, yang disebut pula mazhab Yahudi Liberal atau Yahudi Progresif di banyak negara, menonjolkan unsur-unsur yang bersifat universal dari agama Yahudi, menolak sebagian besar tata upacara dan hukum seremonial Taurat sembari menaati hukum-hukum etikadan mengutamakan seruan nabi-nabi untuk menegakkan akhlakul karimah. Mazhab Yahudi Pembaharuan mengembangkan ragam ibadat berjemaah yang dijiwai semangat kesetaraan antarsesama insan dalam bahasa tutur masyarakat di sekitarnya (sering kali bersama-sama dengan bahasa Ibrani), dan mementingkan hubungan yang bersifat pribadi dengan tradisi Yahudi.

• Mazhab Yahudi Rekonstruksionistis, sebagaimana mazhab Yahudi Pembaharuan, tidak menganggap syariat sebagai himpunan perintah dan larangan yang wajib ditaati, tetapi berbeda dari mazhab Yahudi Pembaharuan, mazhab ini menonjolkan peran komunitas dalam pengambilan keputusan mengenai perintah dan larangan mana yang patut dituruti.

• Mazhab Yahudi Pemulihan adalah mazhab baru di Amerika Utara yang berfokus pada kerohanian dan keadilan sosial, tetapi tidak masuk ke ranah syariat. Laki-laki maupun perempuan dilibatkan dalam sembahyang berjemaah selaku insan-insan yang sederajat.

• Mazhab Yahudi Humanis adalah mazhab nonteisme yang berpusat di Amerika Utara dan Israel. Mazhab ini menonjolkan kebudayaan dan sejarah bangsa Yahudi sebagai sumber jati diri keyahudian. Sefardi dan Mizrahi [ sunting - sunting sumber ] Kendati adat-istiadat memang berbeda-beda dari satu komunitas Yahudi ke komunitas Yahudi lainnya, umat Yahudi Sefardi dan umat Yahudi Mizrahi pada umumnya boleh dikata tidak mengikuti tatanan mazhab sebagaimana umat Yahudi Askenasi. [58] Umat Sefardi dan Mizrahi mengesampingkan mazhab-mazhab karena lebih suka menerapkan pendekatan "kemah besar" yang mengayomi semua orang.

[59] Kebijakan inilah yang kini berlaku di Israel, tempat tinggal komunitas umat Sefardi dan Mizrahi yang terbesar di dunia. Meskipun demikian, seorang Yahudi Sefardi atau Mizrahi dapat saja menjadi warga jemaat atau mengikuti sembahyang berjemaah di sinagoga milik jemaat salah satu mazhab. Amalan-amalan umat Sefardi dan Mizrahi cenderung konservatif, tercermin pada saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama upacara-upacara sembahyang mereka yang nyaris tidak berubah sejak pertama kali tersurat.

Umat Sefardi yang taat boleh saja menganut ajaran mazhab tertentu atau ulama tertentu, misalnya Ketua Rabi Israel dari kalangan Sefardi. Mazhab-mazhab di Israel [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Agama di Israel Kebanyakan warga Yahudi Israel menyebut diri dengan istilah "sekuler" ( hiloni), jika bukan "tradisional" ( masorti), "agamawi" ( dati), atau haredi.

Istilah "sekuler" lebih banyak digunakan oleh keluarga-keluarga Israel asal Eropa Barat, yang mungkin saja sangat bangga menjadi orang Yahudi, tetapi tidak menganggap keyahudian dirinya bergantung penuh pada iman dan amalan warisan leluhur. Warga Yahudi "sekuler" nyaris tidak mempedulikan tata kehidupan beragama, baik dari jawatan resmi alim-ulama Israel (Yahudi Ortodoks) maupun dari mazhab-mazhab berhaluan liberal yang lazim dianut di luar Israel (mazhab Yahudi Pembaharuan, dan mazhab Yahudi Konservatif).

Istilah "tradisional" ( masorti) lebih lumrah digunakan oleh keluarga-keluarga Israel asal Dunia Timur (Timur Tengah, Asia Tengah, dan Afrika Utara). Istilah ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mazhab Yahudi Konservatif, yang juga menyebut diri "masorti" di luar Amerika Utara. Makna istilah "sekuler" dan "tradisional" di Israel sangatlah taksa, sering kali saling tumpang tindih, dan sangat luas cakupannya sehubungan dengan wawasan dunia dan pengamalan agama.

Istilah "ortodoks" tidak populer digunakan dalam wacara di Israel, sekalipun persentase umat Yahudi yang berhaluan ortodoks jauh lebih besar di Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama daripada di luar Israel. Apa yang disebut "ortodoks" di luar Israel bisanya disebut dati (agamawi) atau haredi (ultra-Ortodoks) di Israel. Sebutan dati mencakup kalangan yang disebut komunitas " Sionisme Religius" atau "Nasional Religius", maupun kalangan yang kurang lebih sedasawarsa lalu disebut haredi-leumi ( haredi nasionalis) atau "Hardal", yang memadukan cara hidup ala haredi dengan ideologi kebangsaan.

Dalam bahasa Yidi, umat Yahudi Ortodoks yang taat beragama disebut frum, kebalikan dari frei, yakni umat Yahudi yang lebih liberal. Istilah haredi digunakan untuk menyebut populasi umat Yahudi yang kurang lebih dapat dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan suku bangsa dan ideologi.

Ketiga golongan tersebut adalah "umat Lituania" alias umat Haredim Askenasi non-Hasidi, umat Haredim Askenasi Hasidi, dan umat Haredim Sefardi. Karayi dan Samiri [ sunting - sunting sumber ] Umat Yahudi Karayi mengaku sebagai sisa-sisa dari jemaat-jemaat Yahudi non-Rabani pada zaman Haikal ke-2, semisal kaum Saduki.

Umat Karayi, alias umat Qari'un atau umat Kitabi, hanya berpegang pada Alkitab Ibrani dan apa yang mereka anggap sebagai pesyat (makna yang "bersahaja" dari ayat-ayat Kitab Suci).

Mereka tidak memedomani susastra selain Kitab Suci. Sejumlah umat Karayi Eropa malah menganggap diri mereka bukan bagian dari umat Yahudi, kendati sebagian besar umat Karayi tidak berpandangan demikian.

Umat Yahudi Samiri adalah komunitas kecil umat Yahudi yang seluruh anggotanya bermukim di sekitar Gunung Gerizim di Tepi Barat, dan di Holon, kota tetangga Tel Aviv, di Israel. Umat Samiri mengaku sebagai keturunan rakyat Kerajaan Israel. Amalan-amalan mereka didasarkan pada makna harfiah dari ayat-ayat Taurat ( Pancasastra Musa), yang mereka pedomani sebagai satu-satunya Kitab Suci.

Haymanot [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Haymanot dan Beta Israel Haymanot (artinya "keimanan" atau "agama" dalam bahasa Ge'ez dan bahasa Amara) adalah sebutan bagi ragam agama Yahudi yang dipeluk bangsa Etiopia. Ragam Yahudi Etiopia ini pada hakikatnya berbeda dari ragam Yahudi Rabani, Karayi, maupun Samiri. Umat Yahudi Etiopia sudah sejak semula menempuh jalan yang berbeda dari rekan-rekan mereka sesama umat Yahudi.

Kitab Suci mereka, Orit ( Astasastra), ditulis dalam bahasa dan aksara Ge'ez, alih-alih dalam bahasa dan aksara Ibrani, sementara hukum kasrut mereka semata-mata didasarkan atas ayat-ayat Orit, tanpa dibantu ulasan-ulasan penjelas. Hari-hari raya mereka pun berbeda. Sejumlah hari raya khas Yahudi Rabani tidak dirayakan oleh umat Yahudi Etiopia, dan sebaliknya ada hari-hari raya Yahudi Etiopia yang tidak dirayakan oleh umat Yahudi selebihnya, semisal hari raya Sigid (sujud).

Amalan [ sunting - sunting sumber ] Etika [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Etika Yahudi Etika Yahudi berpedoman kepada syariat, asas-asas kesusilaan, maupun kebajikan-kebajikan utama menurut agama Yahudi. Amalan-amalan etika Yahudi lazimnya dipahami sebagai amalan-amalan yang mengandung nilai-nilai luhur seperti keadilan, kebenaran, kerukunan, kasih sayang ( hesed), welas asih, kerendahan hati, dan harga diri (Berdasarkan keadilan).

Amalan-amalan etika Yahudi yang bersifat khusus mencakup tindakan bederma (ber- tsedakah) dan memelihara tutur kata (pantang ber- lasyon hara). Amalan-amalan etika seputar urusan syahwat dan berbagai macam urusan lain merupakan pokok perbantahan di kalangan umat Yahudi. Sembahyang [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Sembahyang Yahudi Menurut tradisi, umat Yahudi bersembahyang tiga kali sehari, yakni menunaikan Syaharit (sembahyang pagi), Minha (sembahyang siang), dan Ma'rib (sembahyang malam), ditambah lagi dengan Musaf (sembahyang tambahan) setiap hari Sabat dan hari-hari raya.

Inti dari setiap sembahyang Yahudi adalah Amidah (doa sambil berdiri) atau Syemoneh Esreh (delapan belas doa). Doa penting lain dalam sembahyang Yahudi adalah pemakluman iman, yakni Syema Yisrael (dengarlah ya Israel) atau Syema (dengarlah). Syema adalah pelantunan ayat Ulangan 6:4 dalam kitab Taurat, yang berbunyi syema Yisrael, Adonai Eloheinu, Adonai Ehad (dengarlah ya Israel, Sang Rabb itu Tuhan kita, Sang Rabb itu esa). Sebagian besar doa Yahudi tradisional dapat didaraskan dalam sembahyang pribadi, kendati orang lebih suka bersembahyang secara berjemaah.

Sembahyang berjemaah hanya mungkin terlaksana jika jumlah hadirin mencukupi kuorum sepuluh orang Yahudi akil balig, yang disebut minyan. Sehubungan dengan penentuan tercapai tidaknya minyan ini, hampir semua jemaat Yahudi Ortodoks dan segelintir jemaat Yahudi Konservatif hanya memperhitungkan jumlah hadirin laki-laki, sementara sebagian besar jemaat Yahudi Konservatif dan jemaat-jemaat Yahudi dari mazhab-mazhab lain memperhitungkan pula jumlah hadirin perempuan.

Selain bersembahyang, umat Yahudi yang masih berpegang teguh pada amalan warisan leluhur juga mendaraskan doa dan restu setiap kali mengerjakan sesuatu. Umat Yahudi mendaraskan doa setiap kali bangun pagi, sebelum menyantap berbagai jenis hidangan, seusai bersantap, dan seterusnya.

Pendekatan terhadap urusan sembahyang berbeda-beda dari satu mazhab ke mazhab lain. Perbedaan-perbedaan antarmazhab dalam urusan sembahyang mencakup perbedaan kalimat-kalimat doa, kekerapan bersembahyang, banyaknya doa yang didaraskan dalam berbagai acara keagamaan, pemanfaatan alat musik dan paduan suara, serta bahasa yang dipakai saat mendaraskan doa.

Pada umumnya jemaat-jemaat Yahudi Ortodoks dan Yahudi Konservatif lebih taat mengikuti amalan warisan leluhur, sementara jemaat-jemaat Yahudi Pembaharuan dan Yahudi Rekonstruksionistis lebih suka menggunakan terjemahan dan karya-karya tulis mutakhir dalam persembahyangan. Dalam kebanyakan jemaat Yahudi Konservatif, seluruh jemaat Yahudi Pembaharuan, dan seluruh jemaat Yahudi Rekonstruksionistis, kaum perempuan ikut terlibat dalam persembahyangan selaku insan yang setara dengan kaum lelaki, termasuk dalam pelaksanaan tugas-tugas yang menurut tradisi hanya dilaksanakan kaum lelaki, misalnya melantunkan ayat-ayat Taurat.

Selain itu, banyak rumah ibadat Yahudi Pembaharuan juga menggunakan musik pengiring persembahyangan, seperti iringan organ dan paduan suara campuran. Pakaian khusus [ sunting - sunting sumber ] Informasi lebih lanjut: Pakaian keagamaan Yahudi, kippah, tzitzit dan tefilin Kipah ( bahasa Ibrani: כִּפָּה‎, jamak: kipot; bahasa Yidi: יאַרמלקע, yarmulke) adalah kopiah bundar yang dikenakan banyak orang Yahudi saat berdoa, bersantap, mendaraskan restu, serta mengkaji susastra agama, dan dikenakan sepanjang waktu saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama sebagian kaum lelaki Yahudi.

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

Di lingkungan Yahudi Ortodoks, hanya kaum lelaki yang mengenakan kipah, sementara di kalangan Yahudi non-Ortodoks, ada juga kaum perempuan yang mengenakannya.

Ada bermacam-macam ukuran kipah, mulai dari kopiah bundar setelapak tangan yang hanya menyungkupi puncak batok kepala, sampai sebesar kupluk yang menyelubungi seluruh batok kepala. Tsitsit ( bahasa Ibrani: צִיציִת‎, jamak: tsitsiyot) adalah jumbai atau jurai bersimpul khusus pada keempat ujung talit ( bahasa Ibrani: טַלִּית‎, jamak: talitot) alias tudung sembahyang. Talit dikenakan oleh kaum lelaki dan segelintir kaum perempuan Yahudi saat bersembahyang.

Komunitas-komunitas umat Yahudi memelihara amalan yang berbeda-beda perihal kapan seorang Yahudi boleh mulai mengenakan saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama. Dalam komunitas Yahudi Sefardi, kaum lelaki mulai mengenakan talit sejak usia bar mitswah. Di sejumlah komunitas Yahudi Askenasi, kaum lelaki baru mulai bertalit sesudah kawin.

Talit katan (talit kecil) adalah baju berjurai yang dikenakan sepanjang hari sebagai baju dalam. Di sejumlah komunitas Yahudi Ortodoks, jurainya sengaja dibiarkan terjulur bebas dari tepi bawah baju luar. Tefilin ( bahasa Ibrani: תְפִלִּין‎) atau tali sembahyang, adalah dua kotak kecil dari kulit, diisi secarik kertas bertuliskan ayat-ayat Alkitab, dan dipasang pada sabuk kulit.

Tefilin dililitkan ke sekeliling dahi dan lengan kanan selama menunaikan sembahyang pagi pada hari-hari biasa oleh kaum lelaki dan segelintir kaum perempuan Yahudi yang taat beragama. [60] Kitel ( bahasa Yidi: קיטל) adalah jubah luar putih selutut yang dikenakan oleh pemimpin persembahyangan dan oleh sejumlah orang Yahudi yang masih memegang teguh adat lama pada hari-hari dahsyat.

Di sejumlah komunitas Yahudi, sudah diadatkan bagi keluarga untuk mengenakan kitel selama berlangsungnya Seder Paskah, dan adakalanya dikenakan pula oleh mempelai pria saat berdiri di bawah naungan teratak pengantin. Sebelum dikubur, jenazah laki-laki diselubungi talit, dan kadang-kadang juga dipakaikan kitel, sebagai bagian dari takrikim (kafan).

Hari raya [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Hari-hari raya Yahudi Hari-hari raya Yahudi adalah hari-hari istimewa dalam penanggalan Ibrani. Hari-hari besar ini merupakan kesempatan khusus untuk memperingati peristiwa-peristiwa tertentu dalam sejarah bangsa Yahudi dan tema-tema utama dalam hubungan antara Tuhan dengan makhluk-Nya, semisal penciptaan, pewahyuan, dan penyelamatan. Hari Sabat [ sunting - sunting sumber ] Dua ketul halah bersungkup sehelai tudung halah di atas meja menjelang perjamuan Sabat Sabat adalah hari istirahat mingguan, terhitung sejak terbenamnya matahari pada hari Jumat sampai dengan terbenamnya matahari pada hari Sabtu.

Sabat dirayakan untuk memperingati hari istirahat Tuhan selepas enam hari penciptaan. [61] Sabat berperan penting dalam pengamalan agama Yahudi, dan diatur dengan banyak hukum agama. Selagi matahari terbenam pada hari Jumat, ibu-ibu rumah tangga menyambut datangnya Sabat dengan menyalakan dua atau lebih pelita seraya melisankan restu.

Santap malam diawali dengan Kidus, restu yang dilisankan atas secawan anggur, dan Mohtsi, restu yang dilisankan atas roti. Lazimnya orang menyajikan halah, dua ketul roti kepang, di atas meja. Selama hari Sabat, umat Yahudi tidak dibenarkan melakukan kegiatan-kegiatan yang tergolong dalam 39 kategori melakah, yang secara harfiah berarti "kerja".

Kegiatan-kegiatan yang dilarang pada hari Sabat sesungguhnya bukanlah "kerja" dalam arti sehari-hari, melainkan tindakan-tindakan tertentu seperti menyalakan api, menulis, membelanjakan uang, dan mengangkut barang di ruang publik. Pada Zaman Modern, pantangan menyalakan api diperluas sehingga mencakup pula tindakan mengemudi mobil, yang berkaitan dengan pembakaran bahan bakar, dan pemanfaatan tenaga listrik.

Hari-hari ziarah [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Syalos regalim Hari-hari raya ( hagim) Yahudi merupakan peringatan peristiwa-peristiwa yang menjadi tonggak sejarah Yahudi, semisal peristiwa hijrah besar-besaran dari Mesir atau peristiwa nuzulut Taurat, dan adakalanya merupakan peringatan peralihan musim dan masa pancaroba yang erat kaitannya dengan daur bercocok tanam.

Tiga hari raya utama Yahudi, yakni Sukot, Paskah, dan Syabuot, disebut "regalim" (dari kata Ibrani "regel", yang berarti "kaki"). Pada ketiga regalim ini, lazimnya bangsa Israel berziarah ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban di Haikal. • Pesah (Paskah) adalah perayaan sepekan penuh mulai dari petang hari tanggal 14 bulan Nisan (bulan pertama menurut penanggalan Ibrani). Pesah diselenggarakan untuk memperingati peristiwa hijrah besar-besaran dari Mesir.

Di luar negara Israel, Pesah dirayakan selama delapan hari. Pada masa lampau, Pesah bertepatan dengan masa panen jelai. Pesah adalah satu-satunya perayaan yang dilaksanakan dengan upacara khusus di rumah tinggal masing-masing. Upacara khusus di rumah ini disebut Seder (tatanan).

Menjelang perayaan Pesah, bahan-bahan pangan beragi ( hamets) disingkirkan dari dalam rumah, dan tidak dikonsumsi seminggu penuh. Rumah dibersihkan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi roti maupun olahan sampingan dari roti yang masih tertinggal di dalamnya, dan sisa-sisa hamets dibakar secara simbolis pada pagi hari menjelang Seder.

Sebagai ganti roti, orang menyantap matsah (roti tidak beragi). • Syabuot (Pentakosta) adalah peringatan nuzulut Taurat di Tur Sina kepada Bani Israel, yang juga dikenal sebagai hari raya Bikurim (tuaian perdana). Pada masa lampau, Syabuot bertepatan dengan masa panen gandum. Syabuot dirayakan dengan amalan tikun leil syabuot (tadarus semalam suntuk), menyantap penganan berbahan dasar susu (kue bolu keju dan kue dadar isi keju sangat digemari orang), membaca Kitab Rut, menghias rumah dan sinagoga dengan dedaunan hijau, dan berpakaian putih, lambang kemurnian.

• Sukot (Pondok Daun) adalah peringatan pengembaraan empat puluh tahun Bani Israel di padang gurun dalam perjalanan menuju Tanah Terjanji. Sukot dirayakan dengan membangun pondok-pondok sementara yang disebut sukah ( jamak: sukot), lambang dari kemah-kemah tempat bernaung Bani Israel selama mengembara di padang gurun. Sukot bertepatan dengan masa panen buah, dan menandai berakhirnya satu daur bercocok tanam.

Umat Yahudi sedunia bersantap di dalam sukah selama tujuh hari tujuh malam. Sukot ditutup dengan Syemini Atseret (sembahyang minta hujan) dan Simhat Torah (bersukacita atas Taurat), yakni perayaan yang menandai berakhirnya satu daur pembacaan Taurat dan bermulanya daur baru. Simhat Torah dirayakan dengan menyanyi dan menari sambil membawa Sifrut Taurat. Syemini Atseret dan Simhat Torah secara teknis dianggap sebagai satu hari raya tersendiri, bukan bagian dari Sukot.

Hari-hari dahsyat [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: hari-hari dahsyat Hari-hari dahsyat ( Yamim Noraim) adalah hari-hari peringatan akan hisab dan ampunan Tuhan. • Ros Ha Syanah (Tahun Baru), yang juga disebut Yom Ha Zikaron (Hari Zikir) dan Yom Teruah (Hari Peniupan Sangkakala), adalah perayaan Tahun Baru Yahudi, kendati jatuh pada tanggal 1 bulan Tisri, bulan ketujuh menurut penanggalan Ibrani.

Perayaan Ros Ha Syanah menandai awal jangka waktu penebusan dosa selama 10 hari menjelang perayaan Yom Kipur. Selama jangka waktu 10 hari tersebut, umat Yahudi diperintahkan untuk mewawas diri dan menebus dosa-dosa yang sudah diperbuat selama setahun, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Ros Ha Syanah dirayakan dengan meniup syofar (sangkakala dari tanduk domba jantan) di dalam sinagoga, menyantap apel dan madu, serta mendaraskan restu atas sejumlah makanan simbolis, semisal buah delima.

• Yom Kipur (Hari Kifarah) adalah hari tersuci dalam penanggalan Yahudi. Pada hari ini, umat Yahudi berpuasa dan memohon ampunan Tuhan atas dosa-dosa mereka. Umat Yahudi yang taat beragama akan tinggal di sinagoga sepanjang hari, adakalanya diselingi rihat singkat selepas tengah hari, untuk mendaraskan doa-doa yang termaktub di dalam mahzor, buku sembahyang khusus untuk hari raya.

Banyak orang Yahudi yang tidak begitu taat beragama juga menyempatkan diri untuk menghadiri sembahyang berjemaah di sinagoga maupun berpuasa pada hari Yom Kipur. Pada malam Yom Kipur, sebelum pelita-pelita dinyalakan, umat Yahudi menyantap hidangan prapuasa yang disebut seudah ha mafseket. Sembahyang berjemaah di sinagoga pada malam Yom Kipur diawali dengan sembahyang kol nidrei (pembatalan nazar, kaul, dan ikrar). Lazimnya orang mengenakan pakaian putih pada hari Yom Kipur, khususnya saat menghadiri sembahyang malam Yom Kipur, serta tidak mengenakan sepatu berbahan kulit.

Keesokan harinya, sembahyang berjemaah dilaksanakan sejak pagi hingga petang. Sembahyang penutup, yang disebut ne'ilah, diakhiri dengan tiupan panjang sangkakala. Purim [ sunting - sunting sumber ] Pembacaan kitab Taurat, Prancis, 1860 Museum Seni Rupa dan Sejarah Yahudi Purim ( bahasa Ibrani: פורים‎, pûrîm, "undi") adalah hari raya sukacita untuk memperingati luputnya umat Yahudi Persia dari muslihat jahat Haman, yang hendak membinasakan mereka, sebagaimana diriwayatkan dalam Kitab Ester.

Purim dirayakan dengan melantunkan ayat-ayat Kitab Ester di hadapan sidang jemaat, saling bertukar hantaran makanan dan minuman, bederma kepada fakir miskin, dan menggelar perjamuan makan minum ( Ester 9:22). Ada pula yang merayakannya dengan menenggak anggur, menyantap kue khusus yang disebut hamantas, mengenakan topeng dan pakaian yang aneh-aneh, serta berpawai dan berpesta.

Purim dirayakan setiap tanggal 14 bulan Adar menurut penanggalan Ibrani, antara saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Februari dan Maret menurut penanggalan Gregorius. Hanukah [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Hanukah Hanukah ( bahasa Ibrani: חֲנֻכָּה‎, "penahbisan") juga dikenal sebagai Hari Raya Nur, adalah perayaan selama delapan hari, mulai dari tanggal 25 bulan Kislew menurut penanggalan Ibrani. Perayaan dilaksanakan di rumah tinggal masing-masing dengan cara menyalakan delapan pelita satu demi satu selama delapan malam.

Satu pelita dinyalakan pada malam pertama, dua pelita pada malam kedua, dan seterusnya. Hari raya ini dinamakan Hanukah (penahbisan) karena merupakan peringatan penyucian kembali Haikal Yerusalem, setelah sempat dinajiskan oleh Antiokos Epifanes, Maharaja Syam dari wangsa Seleukos. Dari segi rohani, Hanukah adalah peringatan "Mukjizat Minyak".

Diriwayatkan di dalam Talmud bahwa tatkala Haikal disucikan kembali sesudah Makabe bersaudara mengecundangi Kemaharajaan Wangsa Seleukos, persediaan minyak zaitun murni untuk menyalakan nur abadi hanya cukup untuk sehari, sementara kegiatan mengempa biji zaitun dan mengolah minyak perasannya sampai menjadi bahan bakar siap pakai memerlukan waktu delapan hari.

Tanpa disangka-sangka nur abadi terus menyala tanpa tambahan minyak selama delapan hari, yakni sampai ada lagi minyak zaitun murni untuk ditambahkan ke dalam pelita-pelita nur saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama pada kandil Haikal.

Hanukah tidak diriwayatkan di dalam Kitab Suci, dan tidak dianggap sebagai hari yang penting untuk dirayakan, tetapi kini dirayakan dengan semakin meriah dan oleh semakin banyak orang karena bertepatan dengan perayaan Natal, dan karena sesuai dengan semangat kebangsaan Yahudi yang terus digembar-gemborkan sejak berdirinya negara Israel.

Hari-hari puasa [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Tanggal 9 bulan Ab, Tanggal 17 bulan Tamuz, Tanggal 10 bulan Tebet, dan Puasa Gedalyah Tanggal 9 bulan Ab ( bahasa Ibrani: תשעה באב‎, Tisyah Be Ab) adalah hari berkabung dan berpuasa untuk mengenang peristiwa penghancuran gedung Haikal pertama dan gedung Haikal ke-2, serta peristiwa pengusiran umat Yahudi dari negeri Spanyol.

Ada lagi tiga hari puasa lain untuk memperingati berbagai peristiwa seputar penghancuran Haikal, yakni saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama 17 bulan Tamuz, tanggal 10 bulan Tebet, dan hari Tsom Gedalyah (saum Gedalyah) yang jatuh tiap tanggal 3 bulan Tisri. Hari-hari besar nasional Israel [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Yom HaShoah, Yom Hazikaron, dan Yom Ha'atzmaut Hari-hari besar nasional Israel yang erat kaitannya dengan agama dan bangsa Yahudi adalah Yom Ha Syoah (Hari Bencana), Yom Ha Zikaron (Hari Pahlawan), dan Yom Ha Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama (Hari Kemerdekaan).

Yom Ha Syoah adalah hari untuk mengenang para korban musibah Holokaus, Yom Ha Zikaron adalah hari untuk mengenang para prajurit Israel yang telah gugur serta para korban aksi terorisme, sementara Yom Ha Atsmaut adalah hari peringatan proklamasi kemerdekaan negara Israel. Ada sebagian pihak yang memilih untuk memperingati musibah Holokaus setiap tanggal 10 bulan Tebet.

Artikel utama: Pembacaan Taurat Inti persembahyangan pada hari-hari Sabat dan hari-hari raya adalah pembacaan ayat-ayat kitab Taurat dan pembacaan Haftarah, yakni ayat-ayat kitab lain dalam Tanak yang masih berkaitan dengannya, di hadapan sidang jemaat. Seluruh isi Taurat habis dibacakan dalam jangka waktu setahun, dari satu musim gugur ke musim gugur berikutnya, dimulai pada hari raya Simhat Torah. Sinagoga dan prasarana keagamaan [ sunting - sunting sumber ] Haikal Jemaat Emanu-El New York Sinagoga atau kanisah ( bahasa Ibrani: בית כנסת‎, Bet Keneset, "balai sidang") adalah rumah ibadat sekaligus tempat pengajian agama Yahudi.

Biasanya bangunan sinagoga terdiri atas ruangan-ruangan terpisah untuk keperluan sembahyang berjemaah, sidang pengajian, saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama ramah-tamah, dan pendidikan. Tidak ada ketentuan khusus mengenai rancang bangun rumah ibadat Yahudi, sehingga muncul beraneka macam bentuk bangunan dan desain interior gedung sinagoga.

Umat Yahudi Pembaharuan lebih suka menyebut rumah ibadat mereka dengan istilah "haikal". Unsur-unsur tradisional dari sebuah sinagoga antara lain adalah: • Tabut (disebut aron ha kodes oleh umat Yahudi Askenasi, dan haikal oleh umat Yahudi Sefardi) adalah mihrab atau anjung tempat menyimpan Sifrut Taurat.

Pintu tabut sering kali hanya bertutup tirai bersulam ( paroket), yang dipasang pada sisi luar atau sisi dalam ambang pintu. • Mimbar tilawah (disebut bimah oleh umat Yahudi Askenasi, dan tebah oleh umat Yahudi Sefardi) adalah tempat ayat-ayat kitab Taurat dibacakan. Di sinagoga-sinagoga Yahudi Sefardi, mimbar tilawah juga difungsikan sebagai tempat mengimami sembahyang. • Nur abadi ( ner tamid) adalah pelita atau lentera yang dijaga agar terus bernyala sebagai pengingat akan pelita-pelita pada kandil yang senantiasa bernyala menerangi Haikal Yerusalem • Meja mimbar ( amud) di depan tabut, tempat imam atau hazan mengimami sembahyang seraya berdiri menghadap tabut.

Prasarana penting lainnya dalam agama Yahudi adalah yesyibah (madrasah Yahudi), dan mikwah (bak mandi berendam untuk keperluan bersuci). Kasrut [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Kosyer Kasrut adalah hukum halal-haram santapan dalam agama Yahudi.

Santapan yang diolah dan dihidangkan dengan berpedoman kepada hukum kasrut disebut makanan kosyer (laik santap), sementara makanan non- kosyer disebut terefah (cacat). Tindakan menjalankan hukum kasrut dengan tekun lazimnya disebut "memelihara kosyer". [62] Ada banyak pasal hukum kasrut yang mengatur tentang santapan berbahan dasar hewani. Sebagai contoh, satwa menyusui yang boleh diolah menjadi santapan kosyer haruslah berkuku belah sekaligus memamah biak.

Babi adalah contoh paling terkenal dari satwa non- kosyer. [63] Kendati berkuku belah, babi tidak memamah biak.

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

{INSERTKEYS} [64] Satwa laut yang boleh diolah menjadi boga bahari kosyer haruslah bersirip dan bersisik. Dengan demikian, satwa laut bercangkang serta segala macam udang, kepiting, dan belut merupakan satwa-satwa non- kosyer. Kendati Taurat memuat senarai unggas non- kosyer, beberapa nama di antaranya tidak dapat lagi diketahui artinya maupun dipastikan jenisnya.

Meskipun demikian, umat Yahudi masih melestarikan tradisi yang berkaitan dengan status kasrut unggas. Sebagai contoh, kebanyakan komunitas Yahudi menganggap ayam dan kalkun sebagai unggas kosyer.

Jenis-jenis satwa selebihnya, yakni satwa dwialam, satwa melata, dan kebanyakan jenis serangga, terlarang untuk disantap. [62] Selain itu, daging satwa selain ikan harus berasal dari satwa sehat yang disembelih mengikuti syehitah, kaidah penyembelihan. Penyembelihan yang menyimpang dari syehitah akan membuat sembelihan menjadi terefah. Penerapan syehitah dimaksudkan untuk membuat proses penyembelihan berlangsung cepat dan relatif tidak menyakitkan.

Darah, lapisan lemak, dan urat daging pangkal paha, terlarang untuk disantap. [62] Daging satwa menyusui tidak boleh disantap bersama-sama dengan olahan susu. Lama jeda antara menyantap daging dan menyantap olahan susu berbeda-beda berdasarkan urutan penyantapan serta kebiasaan komunitas yang mengamalkannya, dan dapat saja berlangsung sampai enam jam.

Pasal ini didasarkan atas larangan Alkitab untuk memasak anak binatang di dalam air susu induknya, dan kebanyakan bersumber dari Taurat Tutur, Talmud, serta hukum Rabani.

[62] Daging unggas kosyer dianggap sama dengan daging satwa menyusui, tetapi larangan menyantap daging unggas bersama-sama dengan olahan susu bukanlah larangan Alkitabiah, melainkan larangan Rabani. [65] Kecerobohan dalam pemanfaatan wadah, alat makan, dan panggangan akan membuat makanan kosyer menjadi terefah.

Peralatan dapur yang pernah dipakai untuk mengolah santapan non- kosyer, atau wadah saji yang pernah dipakai untuk menghidangkan daging, kemudian dipakai lagi untuk menghidangkan olahan susu, akan membuat makanan kosyer menjadi terefah berdasarkan syarat-syarat tertentu. [62] Selain itu, para ulama Yahudi Ortodoks dan beberapa ulama Yahudi Konservatif melarang konsumsi olahan buah anggur yang dihasilkan orang-orang non-Yahudi, lantaran adanya amalan pagan yang memanfaatkan minuman anggur dalam upacara peribadatannya.

[62] Sejumlah ulama Yahudi Konservatif memperbolehkan konsumsi minuman anggur dan sari buah anggur yang diproduksi tanpa pengawasan para rabi.

{/INSERTKEYS}

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

{INSERTKEYS} [66] Sebagian besar dari aturan kasrut termaktub di dalam kitab Taurat tanpa disertai keterangan mengenai alasan-alasan khusus yang melatarbelakanginya. [62] Meskipun demikian, alim-ulama telah mengedepankan sejumlah penjelasan, antara lain adalah untuk memelihara ketahiran diri, melatih pengendalian hawa nafsu, menumbuhkan ketakwaan, meningkatkan kesehatan, mengurangi perilaku kejam terhadap binatang, dan demi lestarinya keistimewaan yang membedakan umat Yahudi dari umat manusia selebihnya.

[67] Berbagai macam pasal hukum makan minum mungkin dirumuskan karena ada alasan khusus, dan beberapa pasal mungkin pula wujud lantaran lebih dari satu alasan. Sebagai contoh, larangan mengonsumsi darah ungggas dan satwa menyusui didasarkan atas pernyataan Taurat bahwa nyawa binatang terkandung di dalam darahnya. [68] Di lain pihak, Taurat sendiri melarang Bani Israel menyantap satwa-satwa non- kosyer hanya lantaran satwa-satwa itu "keji".

[69] Kabalah memaparkan tentang pijar-pijar kekudusan yang terpancar lepas berkat tindakan menyantap makanan kosyer, tetapi pijar-pijar ini terlampau erat terbelenggu di dalam makanan-makanan non- kosyer sehingga sukar dilepaskan melalui penyantapan. [70] Selain mengatasi sebagian besar isi syariat, keselamatan nyawa manusia juga mengatasi seluruh pasal hukum kasrut. [71] [72] Ketahiran diri [ sunting - sunting sumber ] Dua orang remaja putra bertudung talit menghadap Sifrut Taurat dalam upacara bar mitswah Tanak menjabarkan hal-hal yang dapat mengubah keadaan diri seseorang dari taharah (tahir) menjadi tumah (cemar), antara lain bersentuhan dengan jenazah, kubur, cairan kemaluan laki-laki, cairan kemaluan perempuan, dan darah haid, maupun bersentuhan dengan orang yang sudah cemar akibat salah satu dari hal-hal tersebut.

[73] [74] Di lingkungan Yahudi Rabani, para kohanim, yakni puak-puak imam dari zaman Haikal, dilarang menginjakkan kaki di tanah pekuburan maupun menyentuh jenazah. [75] Pada zaman Haikal, para kohanim hanya dibenarkan menyantap roti sesaji ( terumah) dalam keadaan tahir.

Hukum khusus bagi para imam ini akhirnya memunculkan hukum-hukum yang lebih kaku sifatnya, semisal hukum membasuh tangan, yang diwajibkan bagi semua orang Yahudi setiap kali hendak menyantap roti biasa. Ketahiran rumah tangga [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Nidah Salah satu bagian penting dari hukum ketahiran diri adalah pemencilan perempuan yang sedang haid. Pasal-pasal yang berkaitan dengan urusan ini disebut nidah (pemencilan) atau ketahiran rumah tangga.

Meskipun merupakan unsur penting dari halakah, nidah lazimnya tidak diamalkan oleh umat Yahudi dari mazhab-mazhab yang berhaluan liberal. [76] Hukum-hukum Alkitabiah diperluas lagi dengan ketetapan-ketetapan para rabi, teristimewa di kalangan Yahudi Ortodoks. Sebagai contoh, Taurat mewajibkan kaum perempuan untuk berpantang sanggama selama tujuh hari selepas haid.

Perempuan yang haidnya masih berlanjut harus berpantang sanggama tujuh hari lagi sesudah pendarahan berhenti. [73] Para rabi menggabungkan nidah biasa dengan perpanjangan masa haid, yang disebut zabah dalam Taurat, dan menetapkan bahwa seorang perempuan tidak boleh bersanggama dengan suaminya sejak mulai haid sampai tujuh hari selepas haid.

Selain itu, hukum Rabani melarang suami untuk bersentuhan maupun tidur seranjang dengan istrinya selama masa pantang sanggama. Selepas masa pantang, pentahiran dapat dilaksanakan di kolam khusus untuk mandi berendam yang disebut mikwah. [76] Umat Yahudi Etiopia, yang masih memelihara amalan leluhur mereka, memencilkan perempuan yang sedang haid ke pondok yang terpisah dari rumah tinggal keluarga.

Sama seperti umat Yahudi Karayi, mereka juga melarang perempuan yang sedang haid untuk memasuki rumah ibadat demi memelihara kesucian tempat istimewa itu. Sesudah hijrah ke Israel, orang-orang Yahudi Etiopia dipengaruhi oleh ajaran mazhab-mazhab Yahudi lainnya sehingga akhirnya menerima amalan-amalan nidah yang lebih normatif. [77] [78] Upacara daur hidup [ sunting - sunting sumber ] Umat Yahudi melestarikan sejumlah upacara daur hidup yang dilaksanakan pada saat-saat tertentu dalam kehidupan seorang Yahudi.

Upacara-upacara ini bertujuan mengukuhkan keyahudian seseorang, dan menciptakan ikatan batin yang mempersatukannya dengan segenap umat Yahudi.

• Brit milah – Upacara menerima bayi laki-laki ke dalam ikatan perjanjian antara Tuhan dan Abraham dengan cara memotong kulup si bayi saat genap berumur delapan hari. Dalam upacara ini, bayi yang dikhitan juga diberi nama khas Ibrani.

Kendati tidak begitu populer, ada pula upacara penyambutan bayi perempuan dalam bentuk pemberian nama Ibrani, yakni upacara zebed ha bat atau brit bat.

• Bar mitswah dan bat mitswah – Upacara peralihan dari masa kanak-kanak ke masa akil balig. Di kalangan Yahudi Ortodoks dan beberapa jemaat Yahudi Konservatif, upacara ini dilaksanakan pada saat anak perempuan genap berumur dua belas tahun dan anak laki-laki genap berumur tiga belas tahun, sementara di kalangan Yahudi Pembaharuan, dilaksanakan pada saat si anak, baik laki-laki maupun perempuan, genap berumur tiga belas tahun.

Upacara dilaksanakan dengan cara mempersilahkan si anak, yang baru saja mencapai umur akil balig itu, untuk memimpin doa berjemaah, dan selanjutnya melantunkan satu dua ayat Taurat disaksikan sidang jemaat. • Perkawinan – Perkawinan adalah peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan seorang Yahudi. Upacara perkawinan dilaksanakan di bawah naungan hupah, atau teratak pengantin, yang melambangkan rumah tangga bahagia.

Pada akhir upacara, mempelai pria memijak sebuah gelas hingga pecah, lambang dari perkabungan berkesinambungan atas hancurnya Haikal Yerusalem dan terpencarnya bangsa Yahudi dari tanah leluhur.

• Perkabungan – Umat Yahudi mengamalkan perkabungan berlapis. Lapis pertama disebut syibah (tujuh), yakni masa berkabung sepekan penuh sesudah si mati dikubur. Selama masa syibah, pihak yang berkabung duduk di rumah sambil dihibur sanak saudara dan handai tolan. Lapis kedua disebut syelosyim (tiga puluh), yakni masa berkabung sebulan penuh sesudah si mati dikubur. Khusus bagi pihak yang berkabung lantaran ditinggal mati ayah atau ibunya, masih ada lagi lapis ketiga, yang disebut yud bet kodes (dua belas bulan), yakni masa berkabung setahun penuh sesudah si mati dikubur.

Pemuka agama [ sunting - sunting sumber ] Imam Haikal [ sunting - sunting sumber ] Seorang guru mengaji Yahudi bersama murid-muridnya di Samarkand, Uzbekistan ca. 1910 Peranan imam dalam agama Yahudi sudah sangat mengecil semenjak Haikal ke-2 diluluhlantakkan pada tahun 70 M.

Sebelum itu, para imam adalah orang-orang yang berwenang mengurusi Haikal dan persembahan. Imam adalah jabatan pusaka yang diwariskan turun-temurun, dan kendati tidak ada lagi Haikal dan kurban persembahan untuk diurusi, para imam masih dimuliakan oleh banyak komunitas Yahudi. Banyak komunitas Yahudi Ortodoks percaya bahwa tenaga para imam akan dibutuhkan kembali jika kelak Haikal ke-3 berhasil didirikan, sehingga harus bersiap sedia mulai sekarang untuk menjalankan tugasnya di kemudian hari.

• Kohen (imam) – semua laki-laki dari nasab Harun, abang Musa. Di Haikal, para kohanim bertanggung jawab mempersembahkan kurban.

Kini kohen adalah orang pertama yang akan diundang naik ke mimbar tilawah untuk membacakan Taurat, memberi restu keimaman, serta melaksanakan hukum dan upacara-upacara unik lainnya, termasuk upacara ruwatan anak sulung. • Lewi ( orang Lewi) – semua laki-laki dari nasab Lewi bin Yakub, selain yang termasuk nasab Harun.

Di Haikal, para lewiyim bertugas mengidungkan ayat-ayat Mazmur, merawat dan mengamankan bangunan Haikal, membantu para imam menunaikan tugas, dan adakalanya menjabarkan tafsir hukum serta makna upacara-upacara Haikal kepada sidang jemaat. Kini lewi adalah orang kedua yang diundang naik ke mimbar tilawah untuk membacakan Taurat. Imam sembahyang [ sunting - sunting sumber ] Sedari zaman Misnah dan Talmud sampai sekarang ini, agama Yahudi mewajibkan adanya tenaga ahli atau orang yang berwenang melaksanakan sejumlah laku upacara.

Sebagian besar laku sembahyang Yahudi dapat dilaksanakan seorang diri, tetapi sejumlah laku sembahyang hanya sah dilaksanakan dalam sembahyang berjemaah, yang sekurang-kurangnya dihadiri oleh satu minyan (sepuluh orang Yahudi akil balig), yakni membacakan Taurat dan haftarah (bacaan pelengkap dari Nebi'im atau Ketubim), mendaraskan doa perkabungan, mendaraskan restu ke atas pasangan pengantin, serta mendaraskan doa syukur lengkap sehabis bersantap. Rohaniwan profesional yang paling lazim dijumpai di sinagoga adalah: • Rabi jemaat – ulama yang bertugas menjawab pertanyaan-pertanyaan warga jemaat seputar syariat agama Yahudi.

Untuk menduduki jabatan ini, seseorang harus terlebih dahulu dikukuhkan oleh ulama besar yang dimuliakan jemaat, yakni seorang rabi Yahudi Ortodoks yang disegani, atau dikukuhkan oleh lembaga pendidikan ulama Yahudi, jika jemaat yang bersangkutan bermazhab Yahudi Konservatif atau Yahudi Pembaharuan.

Jemaat dapat saja berdiri tanpa rabi, dan ada jemaat-jemaat yang memiliki rabi tetapi mengizinkan warganya menjadi syats (imam sembahyang) maupun ba'al keriyah (qari). • Rebe – rabi pemimpin sebuah wangsa Hasidi.

• Hazan (penembang) – juru tembang terlatih yang menjadi syats dalam sembahyang berjemaah. Dipilih karena bersuara merdu, menguasai cara menembang tradisional, memahami makna doa-doa, dan mampu melantunkan doa-doa tersebut dengan penuh ketulusan. Hazan bukan unsur yang wajib ada dalam suatu jemaat. Sembahyang berjemaah dalam agama Yahudi memang melibatkan dua peranan khusus, yang dalam banyak jemaat adakalanya dilaksanakan sekaligus oleh seorang rabi atau seorang hazan.

Dalam jemaat-jemaat lain, kedua peranan ini dijalankan oleh warga jemaat secara bergiliran: • Syaliah tsibur atau syats ( harfiah: "wali" jemaat) – mengimami sembahyang dan kadang-kadang mendaraskan doa-doa atas nama sidang jemaat.

Saat mendaraskan doa atas nama sidang jemaat, syats bukan bertindak selaku perantara, melainkan fasilitator. Sidang jemaat juga ikut serta dalam pendarasan doa dengan cara mengaminkannya, sehingga doa yang didaraskan syats juga menjadi doa seluruh hadirin. Jelas semua orang dewasa yang mampu mendaraskan doa dapat mengimami sembahyang.

Dalam jemaat-jemaat Yahudi Ortodoks dan beberapa jemaat Yahudi Konservatif, hanya kaum lelaki yang boleh mengimami sembahyang, tetapi semua jemaat yang berhaluan progresif kini mengizinkan kaum perempuan untuk menjalankan peranan ini. • Ba'al keriyah atau ba'al koreh (tuan qari) – membacakan bagian kitab Taurat yang dijadwalkan untuk pekan yang bersangkutan.

Syarat-syarat menjadi ba'al keriyah sama dengan syarat-syarat menjadi syats. Seorang ba'al keriyah boleh saja mengimami sembahyang andaikata mampu, demikian pula seorang syats boleh membacakan isi Taurat jikalau mampu. Banyak jemaat, terutama jemaat-jemat besar, juga mengandalkan seorang: • Gabai (lebai) – mengundang orang untuk naik ke mimbar tilawah, menunjuk imam sembahyang jika jemaat tidak memiliki syats tetap, serta memelihara kebersihan dan mengurusi segala keperluan sinagoga.

Ketiga peranan di atas biasanya bersifat sukarela dan dianggap sebagai suatu kehormatan bagi orang yang ditunjuk untuk menjalankannya.

Sejak Abad Pencerahan, sinagoga-sinagoga besar mulai menggaji rabi dan hazan untuk menjadi syats dan ba'al keriyah. Kebiasaan ini sekarang sudah menjadi amalan lumrah bagi banyak jemaat Yahudi Konservatif dan Yahudi Pembaharuan. Meskipun demikian, di sebagian besar sinagoga Yahudi Ortodoks, peranan-peranan ini dijalankan secara bergilir oleh warga jemaat biasa. Kendati sebagian besar jemaat biasanya menggaji satu dua orang rabi, pemanfaatan tenaga hazan profesional pada umumnya mengalami penurunan di Amerika, dan pemanfaatan tenaga profesional untuk peranan-peranan lainnya juga tetap lebih rendah.

Jabatan-jabatan khusus [ sunting - sunting sumber ] Seorang sofer Yamani sedang menyalin ayat-ayat Taurat, foto dari era 1930-an • Dayan (hakim) – Rabi spesialis hukum di bet din (pengadilan agama). Di Israel, pengadilan agama menangani perkara-perkara perkawinan dan perceraian, perpindahan agama, serta sengketa keuangan yang timbul dalam komunitas Yahudi.

• Mohel (mantri khitan) – Pakar hukum khitan hasil didikan seorang mohel terkemuka, yang bertugas melaksanakan upacara brit milah (khitanan). • Syohet (mantri jagal) – Pakar hukum kasrut hasil didikan seorang syohet senior, yang bertugas menyembelih hewan sesuai syariat agar terjamin kosyer. • Sofer (katib) – Ahli seni kaligrafi Ibrani, yang berwenang membuat salinan kitab Taurat, menuliskan ayat-ayat suci pada carikan perkamen yang akan dimasukkan ke dalam kotak tefilin dan mezuzah, serta membuat gitin (surat talak).

• Ros Yesyibah (rais madrasah) – Pakar Taurat yang mengasuh sebuah madrasah Yahudi. • Masgiah ruhani (penilik rohani) – Rabi madrasah yang bertugas mengawasi tingkat kehadiran, adab, kematangan emosi, dan pertumbuhan rohani para siswa, serta mengajarkan mata kuliah musar (ilmu etika Yahudi), tergantung pada kebijakan madrasah. • Masgiah (penilik) – Pakar hukum kasrut hasil didikan seorang rabi, atau seorang rabi yang bertanggung jawab mengawasi industri manufaktur makanan kosyer, usaha impor pangan, usaha makanan siap saji, dan rumah-rumah makan, agar makanan dan bahan pangan yang disalurkan kepada umat Yahudi terjamin kosyer.

Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Lukisan sosok Musa buatan tahun 244 M menghiasi dinding Sinagoga Dura Eropos Pada hakikatnya Tanak adalah catatan riwayat pasang surut hubungan antara bangsa Israel dan Tuhan sedari permulaan sejarah sampai dengan pembangunan Haikal ke-2 ( ca. 535 SM). Abraham dimuliakan sebagai orang Ibrani utama dan pitarah bangsa Yahudi. Sebagai pahala atas pembuktian keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, ia dianugerahi janji Tuhan bahwa Ishak, putra keduanya, akan mewarisi Tanah Israel (kala itu masih disebut Tanah Kanaan).

Kemudian hari, keturunan dari Yakub bin Ishak diperbudak di Tanah Mesir, dan Tuhan mengutus Musa untuk memimpin penghijrahan mereka dari Mesir. Di Tur Sina, mereka menerima Torah, kelima susastra yang ditulis Musa. Torah (Sifrut Taurat), Nebi'im (Sifrul Anbiya), dan Ketubim (Sifrul Kitabat), disebut Torah Syebiktab (Taurat Tersurat), kebalikan dari Torah Syebe'alpeh (Taurat Tutur), yakni Misnah dan Talmud.

Pada akhirnya, bangsa Israel dituntun Tuhan memasuki Tanah Israel, dan mendirikan Kemah Suci di kota Silo, yang tegak selama lebih dari 300 tahun sebagai pengobar semangat melawan musuh. Seiring berlalunya waktu, ketakwaan bangsa Israel merosot sampai-sampai Tuhan mengizinkan bangsa Filistin merebut Kemah Suci.

Bangsa Israel kemudian menyampaikan kepada Nabi Samuel bahwa mereka perlu dipimpin seorang raja tetap, sehingga Nabi Samuel menobatkan Saul dari suku Benyamin menjadi raja atas mereka.

Ketika Raja Saul menuruti desakan rakyatnya untuk melanggar arahan Tuhan yang disampaikan melalui Nabi Samuel, Tuhan pun memerintahkan Nabi Samuel untuk menobatkan Daud dari suku Yehuda menjadi raja pengganti Saul. Tembok Ratapan di Yerusalem adalah sisa-sisa dari tembok yang dulu memagari gedung beserta pelataran Haikal ke-2.

Bukit Haikal adalah tempat tersuci dalam agama Yahudi. Setelah berjaya menduduki singgasana, Raja Daud mengutarakan niatnya kepada Nabi Natan untuk mendirikan sebuah bangunan peribadatan yang permanen. Sebagai pahala atas pengungkapan niat suci ini, Tuhan berjanji akan mengizinkan putra Daud, Salomo, untuk mendirikan tempat ibadat yang dikehendaki Daud, serta berjanji akan mengizinkan anak cucu Daud untuk mewarisi singgasana. Menurut tradisi Rabani, penjabaran dan tafsir hukum agama Yahudi, yang disebut Taurat Tutur atau Hukum Lisan, mulanya adalah tradisi tak tertulis yang didasarkan pada firman Tuhan kepada Musa di Tur Sina.

Lantaran persekusi terhadap umat Yahudi semakin marak terjadi, dan banyak perincian yang terancam lekang dari ingatan orang, hukum-hukum lisan ini akhirnya dibukukan oleh Rabi Yehudah Ha Nasi (Yehudah Sang Penghulu) menjadi Misnah sekitar tahun 200 M. Talmud adalah kumpulan Misnah beserta Gemara, ulasan-ulasan Rabani yang dikumpulkan selam tiga abad berikutnya.

Gemara berasal dari dua pusat keilmuan Yahudi, yakni Palestina dan Babel. [79] Dua pusat keilmuan ini mengkaji Misnah sendiri-sendiri, sehingga memunculkan dua kitab Talmud. Talmud yang lebih tua disebut Talmud Yerusalem, [79] dan yang lebih muda disebut Talmud Babel. Talmud Yerusalem disusun pada abad ke-4 M di Palestina, sementara Talmud Babel adalah hasil diskusi di balai-balai perguruan yang dibukukan oleh tiga ulama besar Yahudi, yakni Rabina I, Rabina II, dan Rab Asyi pada tahun 500 M, kendati masih terus disunting sepeninggal mereka.

Menurut para ahli telaah teks, Taurat terdiri atas ayat-ayat tak konsisten yang disunting bersama-sama sedemikian rupa sehingga menarik perhatian orang pada riwayat-riwayat yang saling bertolak belakang. [80] [81] [82] Beberapa dari ahli-ahli ini, misalnya Profesor Martin Rose dan John Bright, menduga bahwa pada zaman Haikal pertama, bangsa Israel meyakini bahwa tiap-tiap bangsa memiliki ilahnya masing-masing, tetapi Ilah mereka mengatasi semua ilah lain.

[83] [84] Sebagian pihak menduga bahwa keimanan murni akan keesaan Tuhan berkembang saat bangsa Israel hidup dalam pembuangan di Babel, mungkin sebagai tanggapan terhadap paham dualisme agama Majusi. [85] Menurut pandangan ini, sebagian besar umat Yahudi baru percaya bahwa Tuhan mereka adalah satu-satunya Tuhan pada zaman Yunani, dan pada zaman Yunani pula bangsa Yahudi dengan jati diri yang jelas dan keterkaitan yang erat dengan agama Yahudi terbentuk.

[86] John Day berpendapat bahwa Yahweh, El, Asyera, dan Ba'al dalam Alkitab mungkin saja berasal dari agama asli orang Kanaan, yakni pemujaan terhadap dewa-dewi dengan kadar kekuasaan berjenjang, mirip dengan jenjang kadar kekuasaan dewa-dewi Yunani.

[87] Abad Kuno [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Sejarah Israel dan Yehuda kuno, Pembuangan ke Babilonia, Yudaisme Helenistik, Hashmonayim, Yudea (provinsi Romawi), dan Perang Bar Kokhba Alkitab Ibrani meriwayatkan bahwa negara kesatuan Kerajaan Israel, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, terbentuk di bawah kepemimpinan Saul, dan bertahan sampai ke masa pemerintahan Daud maupun Salomo. Sepeninggal Salomo, negara kesatuan ini pecah menjadi dua kerajaan, yakni Kerajaan Israel yang beribu kota Samaria di utara, dan Kerajaan Yehuda yang beribu kota Yerusalem di selatan.

Kerajaan Israel ditaklukkan pada penghujung abad ke-8 SM oleh Sargon II, Raja Asyur. Sejumlah besar warga Samaria ditawan dan dibuang ke Media dan daerah lembah Sungai Kebar. Kerajaan Yehuda tetap merdeka sampai akhirnya ditaklukkan pada permulaan abad ke-6 SM oleh bala tentara Babel. Bangunan Hailkal yang pertama diluluhlantakkan, dan kalangan elit Kerajaan Yehuda dibuang ke Babel. Pembuangan warga Yehuda ke Babel dianggap sebagai Diaspora Yahudi yang pertama.

Banyak dari mereka akhirnya pulang ke tanah leluhur sesudah Babel ditaklukkan bangsa Persia tujuh puluh tahun kemudian. Kurun waktu tujuh puluh tahun ini disebut zaman Pembuangan Babel. Di tanah leluhur, mereka membangun Haikal yang kedua dan menggelar lagi upacara-upacara ibadat seperti sediakala.

Pada tahun-tahun permulaan berdirinya Haikal ke-2, kewenangan tertinggi di bidang agama dipangku oleh Majelis Akbar yang diketuai Ezra, penulis Kitab Ezra. Majelis Akbar banyak berjasa bagi perkembangan agama Yahudi karena di bawah pengawasan lembaga inilah kitab-kitab terakhir dalam Alkitab ditulis, dan kanon Alkitab ditetapkan.

Sejak abad ke-3 SM, ajaran Yahudi Yunani menyebar sampai ke Mesir. Seusai pemberontakan besar-besaran bangsa Yahudi (66–73 M), bangsa Romawi menghancurkan Haikal. Kaisar Hadrian menegakkan sebuah patung berhala di pelataran Haikal dan mengharamkan khitan. Kebijakan etnosida ini memicu Pemberontakan Bar Kokba (132–136 M), yang berkobar setelah bangsa Romawi melarang kajian Taurat dan perayaan hari-hari besar bangsa Yahudi, serta memindahkan hampir semua orang Yahudi dari Yudea secara paksa.

Meskipun demikian, pada tahun 200 M, bangsa Yahudi dianugerahi kewarganegaraan Romawi, dan agama Yahudi diakui sebagai salah satu religio licita (agama yang sah) di wilayah Kekaisaran Romawi sampai dengan munculnya Gnostisisme dan Gereja Perdana pada abad ke-4. Seusai penghancuran Yerusalem dan pengusiran bangsa Yahudi, kegiatan ibadat Yahudi tidak lagi berkisar di seputar Haikal. Sembahyang menggantikan upacara kurban, ibadat berjemaah ditegakkan kembali di dalam komunitas-komunitas umat Yahudi (diwakili oleh sekurang-kurangnya sepuluh orang laki-laki dewasa), dan kewenangan rabi selaku guru sekaligus kepala komunitas Yahudi pun terlembagakan (baca artikel Diaspora Yahudi).

Sifrut Taurat khas Yahudi Askenasi Mazhab-mazhab masa lampau (sampai tahun 1700) [ sunting - sunting sumber ] Sekitar abad pertama tarikh Masehi, sudah ada beberapa mazhab dalam agama Yahudi, yakni Perusim (kaum Farisi), Seduqim (kaum Saduki), Kana'im (kaum Zelot), Isiyim (kaum Eseni), dan Notsri'im (kaum Nasrani). Mazhab-mazhab ini menghilang sesudah Haikal ke-2 dihancurkan pada tahun 70 M.

[88] Kaum Nasrani memang sintas, tetapi pecah dari agama Yahudi dan menjadi agama baru. Kaum Farisi juga sintas, tetapi bersalin rupa menjadi mazhab Yahudi Rabani. Mazhab Saduki menolak Sifrul Anbiya maupun Sifrul Kitabat sebagai susastra yang ditulis berdasarkan ilham ilahi, dan hanya berpegang pada Taurat sebagai satu-satunya Kitab Suci, sehingga beberapa akidah mazhab Farisi (yang menjadi landasan agama Yahudi modern) juga ditolak oleh mazhab Saduki.

Kaum Samiri juga menganut keyakinan serupa, tetapi tidak dianggap sebagai bagian dari agama Yahudi. Seperti kaum Saduki yang hanya berpegang pada Taurat, sejumlah komunitas Yahudi pada abad ke-8 dan ke-9 menolak Hukum Lisan (yang kelak dibukukan menjadi Misnah dan dikembangkan oleh para rabi menjadi dua Talmud) sebagai susastra bertuah yang diilhamkan Tuhan, dan hanya berpegang pada Tanak (Sifrut Taurat, Sifrul Anbiya, dan Sifrul Kitabat).

Komunitas-komunitas yang menolak Hukum Lisan ini adalah umat Isuni, umat Yudgani, umat Maliki, dan lain-lain. Mereka kemudian mengembangkan tradisi-tradisi tutur sendiri, yang berbeda dari tradisi-tradisi Rabani, dan akhirnya membentuk mazhab Yahudi Karayi. Umat Yahudi Karayi kini tinggal sedikit jumlahnya, sebagian besar menetap di Israel. Umat Rabani menganggap umat Karayi sebagai umat Yahudi yang keliru keimanannya, demikian pula sebaliknya.

Seiring berlalunya waktu, umat Yahudi membentuk kelompok-kelompok etnis yang berlainan di berbagai tempat, misalnya umat Yahudi Askenasi di Eropa Tengah dan Eropa Timur, umat Yahudi Sefardi di Spanyol, Portugal, dan Afrika Utara, umat Beta Israel di Etiopia, serta umat Yahudi Yamani di ujung selatan Jazirah Arab. Kelompok-kelompok etnis ini mengembangkan doa-doa, adat-istiadat, dan kanon Alkitab yang berlainan.

Meskipun demikian, perbedaan-perbedaan di antara mereka hanyalah dampak dari jauhnya jarak yang memisahkan mereka dari agama Yahudi normatif (Yahudi Rabani), dan bukan lantaran pertentangan akidah. Aniaya [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Penganiayaan orang Yahudi, Antisemitisme, dan Sejarah antisemitisme Antisemitisme muncul pada Abad Pertengahan dalam bentuk aniaya, kerusuhan anti-Yahudi, murtad paksa, pengusiran, batasan-batasan sosial, dan lokalisasi ke kampung Yahudi.

Antisemitisme berbeda kualitasnya dari penindasan-penindasan terhadap orang Yahudi dahulu kala. Penindasan-penindasan pada masa lampau dilatarbelakangi alasan-alasan politik, dan orang Yahudi diperlakukan sama dengan orang-orang dari suku-suku bangsa lainnya. Seiring bangkitnya Gereja-Gereja, biang keladi utama serangan terhadap orang Yahudi beralih dari alasan-alasan politik ke alasan-alasan agama, karena serangan terhadap orang Yahudi secara khusus berpangkal dari pandangan umat Kristen terhadap bangsa dan agama Yahudi.

[89] Pada Abad Pertengahan, bangsa Yahudi yang hidup di bawah daulat Muslim pada umumnya menikmati toleransi dan integrasi, [90] tetapi adakalanya mengalami penganiayaan besar-besaran, semisal aniaya dari Khilafah Muwahidin. [91] Mazhab Yahudi Hasidi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Yudaisme Hasidut Pendiri mazhab Yahudi Hasidi adalah Rabi Yisroel ben Eliezer (1700–1760) alias Ba'al Syem Tob (Empunya Nama Baik).

Mazhab ini muncul pada masa-masa penganiayaan terhadap orang Yahudi, ketika orang-orang Yahudi Eropa tergerak untuk mendalami Talmud. Banyak yang merasa bahwa penghayatan agama mereka sudah terlampau "akademis", dan bahwasanya mereka tidak lagi menaruh perhatian pada spiritualitas maupun sukacita. Para pengikut mazhab ini lebih suka berhimpun di rumah-rumah ibadat kecil dan informal yang disebut stibel.

Tidak seperti sinagoga tradisional, stibel dapat digunakan sebagai tempat sembahyang berjemaah maupun sebagai tempat menggelar acara-acara perayaan yang dimeriahkan dengan menari-nari, makan minum, dan beramah-tamah. [92] Murid-murid Ba'al Syem Tob menarik banyak pengikut baru, dan mendirikan banyak aliran Hasidi di seluruh Eropa. Tidak seperti agama-agama lain yang lazimnya disebarluaskan melalui pemberitaan lisan atau media cetak, mazhab Yahudi Hasidi tersebar luas berkat jasa-jasa para Tsadikim (sadikin), yang menggunakan kewibawaan mereka untuk mendorong orang lain ikut bergabung.

Mazhab Yahudi Hasidi disambut baik oleh masyarakat Yahudi Eropa karena mudah dipelajari, tidak serta-merta mewajibkan keterikatan penuh, dan menyajikan tontonan yang memukau. [93] Mazhab Yahudi Hasidi akhirnya menjadi jalan hidup bagi banyak orang Yahudi Eropa Timur. Gelombang imigrasi orang Yahudi pada era 1880-an mendatangkan mazhab ini ke Amerika Serikat. Mazhab ini mengaku bukanlah sesuatu yang baru, melainkan penyegaran agama Yahudi asli. Sebagaimana yang dikatakan sebagian pihak, "mereka hanya mengangkat kembali hal-hal yang sudah hilang dari generasi ke generasi".

Meskipun demikian, pada mulanya timbul perpecahan serius di antara umat Yahudi Hasidi dan non-Hasidi. Orang Yahudi Eropa yang menolak mazhab Yahudi Hasidi dijuluki misnagdim ( harfiah: lawan).

Alasan-alasan yang melatarbelakangi penolakan terhadap mazhab Yahudi Hasidi antara lain adalah semangat meluap-luap yang mewarnai persembahyangannya, dinilai menyimpang dari tradisi lantaran memuliakan pemimpin sebagai susuhunan yang mahabenar dan bermukjizat, serta kekhawatiran bahwa mazhab ini lama-kelamaan akan menjadi mazhab yang memuliakan tokoh tertentu sebagai Al Masih. Seiring berlalunya waktu, perbedaan-perbedaan antara umat Hasidi dan pihak yang berseberangan dengan mereka lambat laun memudar, dan kedua belah pihak kini dianggap sebagai bagian dari mazhab Yahudi Haredi.

Abad Pencerahan dan mazhab-mazhab baru [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Haskalah dan Mazhab-mazhab agama Yahudi Menjelang akhir abad ke-18 M, Eropa diriuhkan oleh berbagai gerakan intelektual, sosial, dan politik yang dikenal dengan sebutan Pencerahan.

Berkat gerakan ini, sejumlah pasal yang menghalangi interaksi umat Yahudi dengan dunia luar dihapuskan, sehingga umat Yahudi akhirnya berkesempatan mengenyam pendidikan dan pergaulan sekuler. Gerakan serupa juga muncul di kalangan umat Yahudi, yakni Haskalah alias "Pencerahan Yahudi", khususnya umat Yahudi Eropa Tengah dan Eropa Barat, sebagai tanggapan terhadap Pencerahan maupun keleluasaan-keleluasaan yang baru saja mereka nikmati.

Haskalah menganjurkan integrasi dengan masyarakat sekuler dan ikhtiar menuntut ilmu pengetahuan nonagamawi dengan nalar. Banyak orang Yahudi terpikat pada cita-cita emansipasi politik yang didengungkan Haskalah sehingga merasa tidak perlu lagi menjalankan syariat, dan jumlah orang Yahudi yang berasimilasi ke dalam masyarakat Kristen Eropa kian hari kian meningkat.

Semua mazhab modern dalam agama Yahudi terbentuk sebagai reaksi terhadap kecenderungan semacam ini. Mazhab Yahudi Pembaharuan atau Yahudi Liberal mula-mula muncul dan berkembang di Eropa Tengah, kemudian juga di Britania Raya dan Amerika Serikat. Mazhab ini melonggarkan amalan-amalan wajib (khususnya yang amalan-amalan yang membatasi pergaulan orang Yahudi dengan orang non-Yahudi), meniru kesantunan Protestan dalam bersembahyang, dan menitikberatkan nilai-nilai etika yang terkandung dalam tradisi kenabian Yahudi.

Mazhab Yahudi Ortodoks Modern dibentuk sebagai reaksi terhadap Mazhab Yahudi Pembaharuan, oleh para pemuka agama yang berpendapat bahwa orang Yahudi dapat saja melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat selaku warga negara yang setara dengan umat Kristen sambil tetap menjalankan syariat. Sementara itu, di Amerika Serikat, para hartawan Yahudi Pembaharuan membantu para ulama Eropa, yang Ortodoks dalam amalan tetapi bersikap kritis (dan skeptis) dalam mengkaji Alkitab dan Talmud, untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan ulama yang menghasilkan rabi-rabi bagi kaum imigran dari Eropa Timur.

Rabi-rabi Yahudi Ortodoks berhaluan kiri ini bergabung dengan rabi-rabi Yahudi Pembaharuan berhaluan kanan yang merasa bahwa tidak semua hukum agama Yahudi boleh dibuang, dan akhirnya membentuk mazhab Yahudi Konservatif. Umat Yahudi Ortodoks yang menentang Haskalah membentuk mazhab Yahudi Ortodoks Haredi. Dengan berpindahnya warga Yahudi Eropa secara besar-besaran selepas Holokaus, dan berdirinya negara Israel, mazhab-mazhab ini pun saling bersaing menarik pengikut baru dari kalangan umat Yahudi tradisional di atau dari negara-negara lain.

Spektrum ketaatan beragama [ sunting - sunting sumber ] Sidur dalam bahasa Ibrani dan Marathi, terbit pada tahun 1889 untuk digunakan oleh umat Bene Israel. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Israel, Kanada, Inggris Raya, Argentina, dan Afrika Selatan memiliki populasi Yahudi yang besar.

Ketaatan beragama umat Yahudi sangat beragam. Menurut Survei Populasi Yahudi Nasional edisi tahun 2001, dalam komunitas Yahudi Amerika Serikat, yakni komunitas Yahudi terbesar nomor dua di dunia, 4,3 juta dari 5,1 juta orang Yahudi memiliki satu dua kaitan dengan agama Yahudi.

[94] 80% dari populasi Yahudi yang memiliki keterkaitan dengan agama Yahudi turut serta melaksanakan satu dua amalan agama Yahudi, tetapi hanya 48% yang terdaftar sebagai anggota suatu jemaat, dan kurang dari 16% yang mengikuti sembahyang berjemaah secara teratur.

[95] Tingkat kelahiran di kalangan umat Yahudi Amerika mengalami penurunan dari 2,0 menjadi 1,7 (tingkat penggantian adalah 2,1).

[96] Tingkat perkawinan berkisar antara 40–50% di Amerika Serikat, dan hanya sekitar sepertiga dari anak-anak pasangan kawin campur yang dibesarkan sebagai pemeluk agama Yahudi.

Lantaran kawin campur dan rendahnya tingkat kelahiran, populasi Yahudi Amerika Serikat merosot dari 5,5 juta jiwa pada tahun 1990 ke 5,1 juta jiwa pada tahun 2001. Angka-angka ini mencerminkan kecenderungan-kecenderungan populasi Yahudi diaspora pada umumnya, tetapi pengamatan terhadap total populasi Yahudi memperlihatkan kecenderungan-kecenderungan pertambahan jumlah anggota dalam beberapa mazhab dan komunitas, misalnya komunitas Yahudi Haredi.

Gerakan ba'al tesyubah adalah semacam gerakan "hijrah rohani" di kalangan umat Yahudi, yakni perubahan sikap dari acuh tak acuh menjadi lebih taat beragama.

Hubungan dengan agama lain [ sunting - sunting sumber ] Yahudi dan Kristen [ sunting - sunting sumber ] Sinagoga Santa María la Blanca di Toledo, Spanyol, yang didirikan pada abad ke-12 ini sempat dialihfungsikan menjadi gereja seusai kerusuhan-kerusuhan anti-Yahudi pada tahun 1391 Agama Kristen mula-mula adalah salah satu mazhab agama Yahudi era Haikal ke-2, tetapi kemudian terpisah dari agama Yahudi pada abad pertama tarikh Masehi.

Perbedaan-perbedaan antara agama Kristen dan agama Yahudi awalnya berkisar seputar soal benar tidaknya Yesus adalah Al Masih bangsa Yahudi, tetapi perbedaan-perbedaan ini akhirnya mustahil terukunkan. Perbedaan-perbedaan utama adalah perbedaan pandangan tentang fitrah Al Masih, penebusan, dosa, status titah-titah Tuhan kepada bangsa Israel, bahkan hakikat Tuhan itu sendiri. Lantaran perbedaan-perbedaan ini, agama Yahudi secara tradisonal menganggap agama Kristen sebagai syituf (syirik), yakni agama yang menyembah Tuhan bangsa Israel dengan cara dan pemahaman yang tidak mencerminkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di lain pihak, agama Kristen secara tradisional menganggap agama Yahudi tidak lagi diperlukan sesudah wujudnya agama Kristen, dan bahwasanya bangsa Yahudi sudah tergantikan oleh Gereja, kendati keyakinan Kristen mengenai teologi dua perjanjian muncul sebagai fenomena sesudah umat Kristen merenungkan dampak teologi agama mereka terhadap Holokaus Nazi. [97] Sedari Abad Pertengahan, Gereja Katolik berpegang teguh pada Constitutio pro Judæis (pernyataan resmi mengenai umat Yahudi), yang berbunyi: Dengan ini kami maklumkan bahwa tak seorang Kristen pun dibenarkan memaksa mereka untuk dibaptis dengan menggunakan kekerasan, jika mereka tidak rela dan menolak dibaptis.

... Tanpa keputusan pejabat politik setempat, tak seorang Kristen pun dibenarkan untuk mencelakai, membunuh, dan merampas uang mereka, maupun mengubah kebiasan-kebiasaan baik yang sudah lumrah diamalkan di tempat mereka bermukim. [98] Sebelum beremansipasi pada akhir abad ke-18 dan abad ke-19, orang Yahudi yang berdiam di negeri Kristen harus tunduk pada perintah-perintah dan larangan-larangan hukum yang merendahkan martabat mereka, antara lain perintah mengenakan pakaian tertentu sebagai tanda Yahudi semisal topi Yahudi dan lencana kuning, larangan menetap selain di kota-kota besar dan kota-kota kecil tertentu atau bermukim di luar kawasan-kawasan tertentu ( kampung Yahudi) di dalam sebuah kota, dan larangan berkecimpung di bidang-bidang usaha tertentu semisal usaha dagang pakaian baru di Swedia pada Abad Pertengahan.

Selain itu, orang Yahudi juga dikenai pajak-pajak khusus, disisihkan dari kehidupan bermasyarakat, dihalang-halangi menunaikan ibadat, dan dilarang berbahasa asing. Ada pula negara-negara yang mengusir umat Yahudi dari wilahnya, seperti Inggris pada tahun 1290 (diizinkan masuk kembali pada tahun 1655), dan Spanyol pada tahun 1492 (diizinkan masuk kembali pada tahun 1868).

Pemukim-pemukim Yahudi pertama di Amerika Utara tiba di Nieuw Amsterdam, koloni Belanda, pada tahun 1654. Warga-warga Yahudi pertama ini tidak dibenarkan menjadi pejabat publik, membuka toko pengecer, maupun mendirikan sinagoga. Sesudah Nieuw Amsterdam direbut Inggris pada tahun 1664, hak-hak warga Yahudi tidak mengalami peningkatan, tetapi Asser Levy menjadi orang Yahudi pertama yang duduk sebagai anggota dewan juri pengadilan di Amerika Utara pada tahun 1671.

[99] Pada tahun 1791, negara Prancis yang baru saja mengalami revolusi menjadi negara pertama yang menghapus segala macam aturan khusus bagi orang Yahudi, disusul oleh Prusia pada tahun 1848. Emansipasi orang Yahudi Inggris Raya terwujud pada tahun 1858, sesudah hampir 30 tahun lamanya diperjuangkan oleh Isaac Lyon Goldsmid. [100] Orang Yahudi akhirnya diperbolehkan menjadi anggota parlemen dengan disahkannya Undang-Undang Keleluasaan Orang Yahudi tahun 1858. Kekaisaran Jerman menghapus segala macam aturan khusus bagi orang Yahudi di Jerman pada tahun 1871, yang kelak diberlakukan kembali dengan Undang-Undang Nürnberg pada tahun 1935.

Ketenteraman hidup umat Yahudi di negeri-negeri Kristen sering kali dirongrong dengan aksi-aksi fitnah darah, pengusiran, paksaan berpindah agama, bahkan pembantaian. Prasangka buruk terhadap agama Yahudi merupakan biang keladi persekusi terhadap umat Yahudi di Eropa.

Retorika dan antipati Kristen terhadap umat Yahudi muncul pada tahun-tahun permulaan sejarah agama Kristen dan disuburkan oleh aksi-aksi anti-Yahudi yang kian lama kian marak pada abad-abad selanjutnya. Perlakuan umat Kristen terhadap umat Yahudi juga mencakup tindak kekerasan bahkan pembunuhan yang berpuncak pada Holokaus.

[101] :21 [102] :169 [103] Perlakuan semacam ini dipicu oleh dakwah Kristen, dalam seni rupa dan ajaran-ajaran yang memasyarakat selama dua milenia, yang mengungkap pandangan hina terhadap orang Yahudi, [104] serta dalam statuta-statuta yang sengaja dirancang untuk mempermalukan dan melekatkan citra buruk pada orang Yahudi.

Partai Nazi dikenal gemar menindas komunitas-komunitas umat Kristen; beberapa di antaranya, semisal Gereja Bersaksi, Gereja Katolik, [105] Kaum Quaker, dan Saksi Yehuwa, menolong dan menyelamatkan orang-orang Yahudi yang menjadi incaran rezim antiagama itu.

[106] Sikap umat dan denominasi-denominasi Kristen terhadap bangsa dan agama Yahudi sudah berubah ke arah yang lebih positif semenjak Perang Dunia II. Paus Yohanes Paulus II dan Gereja Katolik "menjunjung tinggi pengakuan Gereja akan status terpilih yang bersifat permanen dan berkesinambungan dari bangsa Yahudi" maupun pengukuhan kembali perjanjian antara Tuhan dan bangsa Yahudi. [107] Pada bulan Desember 2015, Vatikan mengeluarkan antara lain sepucuk dokumen berisi 10.000 kata, yang menegaskan bahwa umat Katolik harus bahu-membahu dengan umat Yahudi dalam memerangi antisemitisme.

[108] Yahudi dan Islam [ sunting - sunting sumber ] Bimah Sinagoga Ben Ezra di Kairo, Mesir Baik agama Yahudi maupun agama Islam mengaku berasal dari Abraham Sang Pitarah, sehingga dianggap sebagai agama-agama Abrahamik.

Menurut tradisi Yahudi maupun tradisi Muslim, bangsa Yahudi adalah keturunan Ishak bin Abraham, dan bangsa Arab adalah keturunan Ismael bin Abraham.

Kendati sama-sama percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki banyak amalan yang serupa, kedua agama ini berbeda karena umat Yahudi tidak mengakui kenabian Yesus dan Muhammad. Umat Yahudi dan umat Muslim sudah saling kenal sejak abad ke-7 M, yakni sedari awal kemunculan dan penyebaran agama Islam di Jazirah Arab, bahkan kurun waktu mulai tahun 712 sampai tahun 1066 M di bawah daulat Bani Umayah dan Bani Abas dianggap sebagai Zaman Keemasan kebudayaan Yahudi di Spanyol.

Umat non-Muslim yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa di wilayah kedaulatan khilafah, termasuk umat Yahudi, disebut dzimmi. Umat dzimmi diizinkan mengamalkan ajaran agamanya dan mengatur diri sendiri, tetapi dibebani aturan-aturan khusus yang tidak diberlakukan atas umat Muslim. [109] Sebagai contoh, umat dzimmi wajib membayar jizya, pajak per kapita yang dibebankan kepada kaum lelaki non-Muslim berstatus merdeka, [109] serta dilarang memanggul senjata dan bersaksi di hadapan mahkamah sehubungan dengan perkara-perkara yang melibatkan umat Muslim.

[110] Sejumlah pasal hukum yang berkaitan dengan umat dzimmi pada hakikatnya sangatlah simbolis. Sebagai contoh, umat dzimmi di negeri-negeri tertentu diwajibkan untuk mengenakan pakaian khusus, kendati aturan ini tidak terdapat di dalam Al Quran maupun hadits, malah baru diciptakan di Bagdad pada Awal Abad Pertengahan, dan tidak diterapkan secara konsisten. [111] Umat Yahudi di negara-negara Muslim tidak sepenuhnya bebas dari persekusi. Sebagai contoh, banyak umat Yahudi yang dibunuh, dihukum buang, atau dipaksa masuk Islam pada abad ke-12 di Persia, serta mengalami perlakuan yang sama dari Khilafah Muwahidin di Afrika Utara dan di Al Andalus, [112] maupun dari para imam Zaidiyah di Yaman pada abad ke-17.

Adakalanya umat Yahudi juga diwajibkan membentuk perkampungan sendiri. Sebagai contoh, umat Yahudi Maroko diwajibkan sejak abad ke-15 untuk tinggal di dalam kampung-kampung bertembok ( melah), yang kian padat penghuni sejak permulaan abad ke-19. [113] Pada pertengahan abad ke-20, umat Yahudi diusir keluar dari hampir semua negara Arab. [114] [115] [116] Sebagian besar dari mereka memutuskan untuk menetap di Israel. Sekarang ini, tema-tema antisemit, antara lain penyangkalan Holokaus, sudah lumrah dijumpai dalam propaganda gerakan-gerakan Islam semisal Hizbulah dan Hamas, dalam pernyataan-pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga pemerintah negara Republik Islam Iran, bahkan dalam surat-surat kabar dan terbitan-terbitan lain dari Partai Refah.

[117] Sinkretisme [ sunting - sunting sumber ] Ada sejumlah gerakan yang berusaha menggabungkan unsur-unsur agama Yahudi dengan unsur-unsur agama lain. Yang paling terkenal dari gerakan-gerakan semacam ini adalah mazhab Yahudi Masehi, sebuah gerakan keagamaan dari era 1960-an [118] [119] [120] [121] yang menggabungkan unsur-unsur agama Yahudi dengan akidah agama Kristen.

[121] [122] [123] [124] [125] Secara garis besar, mazhab ini mengajarkan bahwa Yesus adalah Al Masih bangsa Yahudi serta salah satu dari Tiga Pribadi Ilahi, [126] [127] dan bahwasanya keselamatan hanya dapat diperoleh dengan cara menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi. [128] Beberapa tokoh gerakan ini menyatakan bahwa Yahudi Masehi adalah salah satu mazhab agama Yahudi.

[129] Organisasi-organisasi dari semua mazhab agama Yahudi menentang pernyataan ini, dan menegaskan bahwa mazhab Yahudi Masehi sesungguhnya adalah salah satu sempalan Kristen, karena mengajarkan akidah yang identik dengan ajaran Kristen Paulusiyah.

[130] Contoh-contoh lain dari sinkretisme yang melibatkan usur-unsur agama Yahudi adalah Neopaganisme Semit, kelompok penghayat kepercayaan dengan tatanan organisasi longgar yang menggabungkan kepercayaan pagan atau Wicca dengan sejumlah amalan agama Yahudi; Umat Buddha Yahudi, kelompok penghayat kepercayaan dengan tatanan organisasi longgar yang memasukkan unsur-unsur spiritualitas Asia ke dalam kepercayaan mereka; dan sejumlah jemaat Yahudi Pembaharuan yang secara bebas dan terbuka menggabungkan akidah agama Yahudi dengan ajaran-ajaran agama Buddha, Sufi, agama-agama pribumi Amerika, dan agama-agama lain.

Sentra Kabalah, yang mempekerjakan pengajar-pengajar dari berbagai macam agama, adalah sebuah gerakan Zaman Baru yang mengaku hendak memasyarakatkan kabalah, salah satu bagian dari tradisi suluk agama Yahudi. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] Portal Yahudi Portal Agama • Anti Yahudi • Kritik terhadap agama Yahudi • Frankisme • Asimilasi orang Yahudi • Kebudayaan Yahudi • Pandangan agama Yahudi tentang pluralisme agama • Agama Yahudi menurut negara • Daftar tokoh yang beralih keyakinan ke agama Yahudi • Garis-garis besar agama Yahudi • Kaum Sabatayi • Sumer Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Jacobs 2007, hlm.

511. • ^ a b Mason, Steve (Agustus 2009). "Alkitab dan Tafsir". www.bibleinterp.com . Diakses tanggal 19 November 2018. • ^ "Kamus Oxford – Kamus, Tesaurus, dan Gramatika". • ^ Kohler, Kaufmann. "Judaism". Artikel ini memadukan teks dari Jewish Encyclopedia 1901–1906 , sebuah terbitan yang kini berada di ranah publik. • ^ Jacobs 2007, hlm. 511 quote: "Judaisme, agama, filsafat, jalan hidup orang Yahudi.". • ^ Schiffman 2003, hlm.

3. • ^ "Sumber-Sumber Pengetahuan: Agama Yahudi". Berkley Center for Religion, Peace, and World Affairs. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Agustus 2011 . Diakses tanggal 22 November 2011. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ 14,3 juta jiwa (populasi inti umat Yahudi) sampai 17,4 juta jiwa (termasuk pemeluk agama lain yang berorang tua Yahudi), menurut: • DellaPergola, Sergio (2015). Populasi Yahudi Sedunia, 2015 (Laporan). Berman Jewish DataBank .

Diakses tanggal 4 Mei 2016. 14–14,5 juta jiwa, menurut: • "Jumlah Umat yahudi Sedunia Mencapai Angka 14 Juta Jiwa". Ynet . Diakses tanggal 21 Oktober 2013. • "Populasi Umat Yahudi". Judaism101 . Diakses tanggal 20 September 2013.

• Daniel J. Elazar. "Sekuat Apakah Mazhab Yahudi Ortodoks Sesungguhnya? Demografi Identifikasi Agama Orang Yahudi". Pusat Urusan Publik Yerusalem . Diakses tanggal 20 September 2013. • "Lanskap Agama Sedunia – Yahudi". Pew Research Center . 18 Desember 2012 . Diakses tanggal 31 Oktober 2013. • ^ Schiffman 2003. • ^ "Rabbinic Judaism". Encyclopædia Britannica Online .

{/INSERTKEYS}

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

Diakses tanggal 2020-11-07. • ^ "What is the oral Torah?". Torah.org. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ "Karaite Jewish University". Kjuonline.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Agustus 2010. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Society for Humanistic Judaism". Shj.org. Diakses tanggal 22 Agustus 2010.

• ^ Jacobs 2007. • ^ Mendes-Flohr 2005. • ^ "Jewish Denominations". Religionfacts.com. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ "Reform Judaism". Religionfacts.com. Diakses tanggal 22 Agustus 2010.

• ^ "What is Reform Judaism?". Reformjudaism.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-09-10. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ Encyclopædia Britannica. "Britannica Online Encyclopedia: Bet Din".

Britannica.com. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ "Judaism 101: Rabbis, Priests and Other Religious Functionaries". Jewfaq.org. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ "Judaism 101: A Glossary of Basic Jewish Terms and Concepts". Union of Orthodox Jewish Congregations in America. 12 April 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Februari 2001. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Danzinger, Eliezer.

"How Many of the Torah's Commandments Still Apply?". Chabad.org. Diakses tanggal 5 Juni 2017. • ^ Codex Judaica Kantor 2006, hlm. 146" (sebagaimana yang diuraikan mengenai Yehudah Ha Nasi) • ^ Abraham ben David, Seder Ha-Kabbalah Leharavad, Yerusalem 1971, hlm. 16 (bahasa Ibrani) (sebagaimana yang diuraikan mengenai Yehudah Ha Nasi) • ^ Student, Gil.

"Proofs for the Oral Law". The AishDas Society. Diakses tanggal 5 Juni 2017. • ^ The Prayer book: Weekday, Sabbath, and Festival diterjemahkan dan disunting oleh Ben Zion Bokser. New York: Hebrew Publishing Company. hlmn. 9–10 • ^ Kadushin, Max 1972 The Rabbinic Mind New York: Bloch Publishing. hlm. 213 • ^ Neusner, Jacob 2003 Invitation to the Talmud Stipf and Son, Oregon xvii–xxii • ^ Stern, David "Midrash and Indeterminacy" dalam Critical Inquiry, Jld.

15, No. 1 (Musim Gugur, 1988), hlm. 151. • ^ Neusner, Jacob 2003 Invitation to the Talmud Stipf and Son, Oregon xvii-vix; Steinsaltz, Adin 1976 The Essential Talmud New York: Basic Books.

3–9; Strack, Hermann 1980 Introduction to the Midrash and Talmud New York: Atheneum. 95; Stern, David "Midrash and Indeterminacy" dalam Critical Inquiry, Jld. 15, No. 1 (Musim Gugur, 1988), hlmn. 132–161 • ^ Stern, David "Midrash and Indeterminacy" dalam Critical Inquiry, Jld. 15, No. 1 (Musim Gugur, 1988), hlm. 147. • ^ Cohen, Abraham 1949 Everyman's Talmud New York: E.P. Dutton & Co. xxiv; Strack, Hermann 1980 Introduction to the Midrash and Talmud New York: Atheneum.

95 • ^ Cohen, Abraham 1949 Everyman's Talmud New York: E.P. Dutton & Co. xxiv; Steinsaltz, Adin 1976 The Essential Talmud New Yorki: Basic Books. 222; Strack, Hermann 1980 Introduction to the Midrash and Talmud New York: Atheneum. 95 • ^ Strack, Hermann 1980 Introduction to the Midrash and Talmud New York: Atheneum.

hlm. 95 • ^ סדור רינת ישראל לבני חוײל Yerusalem: 1974, hlmn. 38–39 • ^ Chief Rabbi Sir Jonathan Sacks, 2006 The Koren Sacks Siddur: Hebrew/English Prayer Book: The Authorized Daily Prayer Book of the United Hebrew Congregations of the Commonwealth London: Harper Collins Publishers hlmn. 54–55 • ^ Nosson Scherman 2003 The Complete Artscroll Siddur Edisi ke-3, Brooklyn, NY: Mesorah Publications hlmn. 49–53 • ^ Rabbi Schneur Zalman of Liadi, Nissen Mangel, 2003 Siddur Tehillat Hashem Kehot Publication Society.

hlmn. 24–25 • ^ ἰουδαΐζειν. Liddell, Henry George; Scott, Robert; A Greek–English Lexicon at the Perseus Project • ^ Judaism, AskOxford Diarsipkan 31 May 2008 di Wayback Machine. • ^ a b Skarsaune, Oskar (2002). In the Shadow of the Temple: Jewish Influences on Early Christianity. InterVarsity Press. hlm. 39ff. ISBN 978-0-8308-2670-4. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ Shaye J.D. Cohen 1999 The Beginnings of Jewishness: Boundaries, Varieties, Uncertainties University of California Press.

105–106 • ^ Boyarin, Daniel (14 Oktober 1994). "Pengantar". A radical Jew: Paul and the politics of identity. Berkeley: University of California Press. hlm. 13–38. ISBN saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama.

LCCN 93036269. Diakses tanggal 15 Juni 2006. Paulus termotivasi oleh hasrat Yunanistik akan Yang Esa, yang menghasilkan antara lain suatu cita-cita akan esensi manusia yang bersifat universal, melampaui perbedaan dan hierarki. Akan tetapi kemanusiaan universal ini disandangkan (dan masih disandangkan) pada dualisme tubuh dan roh, sehingga kendati tubuh itu bersifat perseorangan, ditandai melalui amalan-amalan selaku orang Yahudi atau orang Gerika, dan melalui anatomi selaku laki-laki atau perempuan, roh itu bersifat universal.

Kendati demikian, Paulus tidak menolak tubuh, sebagaimana yang dilakukan pihak lain semisal kaum gnostik, tetapi justru menganjutkan suatu sistem yang memberi tempat bagi tubuh, sekalipun tubuh ditundukkan di bawah roh. Dualisme antropologi Paulus juga selaras dengan dualisme ilmu tafsir. Sebagaimana umat manusia terdiri atas unsur jasmani dan unsur rohani, demikian pula halnya dengan bahasa.

Bahasa terdiri atas tanda-tanda jasmaniah dan makna rohaniah yang terkandung di dalamnya. Manakala pandangan ini diterapkan atas sistem religi yang diwarisi Paulus, tanda-tanda jasmaniah Taurat, yang berasal dari agama Yahudi historis, ditafsir ulang menjadi lambang-lambang yang dipahami Paulus sebagai syarat-syarat dan peluang-peluang universal bagi umat manusia.

• ^ Boyarin, Daniel (1994). "Answering the Mail". A radical Jew: Paul and the politics of identity. Berkeley, California: University of California Press. ISBN 978-0-520-08592-3. Keyahudian mendobrak penggolongan-penggolongan jati diri, karena keyahudian bukan kebangsaan, bukan saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama keturunan, bukan kepercayaan, melainkan ketiga-ketiganya sekaligus, terpadu dalam ketegangan dialektis satu sama lain.

• ^ Weiner, Rebecca (2007). "Who is a Jew?". Jewish Virtual Library. Diakses tanggal 6 Oktober 2007. • ^ Samuel G. Freedman, "Strains Grow Between Israel and Many Jews in saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama U.S." The New York Times, 6 Februari 2015 • ^ Heschel, Susannah (1998) Abraham Geiger and the Jewish Jesus.

Chicago: University of Chicago Press.

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

hlm. 157. ISBN 0-226-32959-3 • ^ "Law of Return 5710-1950". Kementerian Luar Negeri Israel. 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Oktober 2007 saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama.

Diakses tanggal 22 Oktober 2007. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Jacob, Walter (1987). Contemporary American Reform Responsa. Mars, PA: Central Conference of American Rabbis. hlm. 100–106. ISBN 978-0-88123-003-1. Diakses tanggal 28 September 2011. • ^ "Karaite FAQ: Frequently Asked Questions About Karaism".

• ^ "What is the origin of Matrilineal Descent?". Shamash.org. 4 September 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 Oktober 1996. Diakses tanggal 9 Januari 2009.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "What is the source of the law that a child is Jewish only if its mother is Jewish?". Torah.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 Desember 2008. Diakses tanggal 9 Januari 2009. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Emma Klein (27 Juli 2016).

Lost Jews: The Struggle for Identity Today. Springer. hlm. 6–. ISBN 978-1-349-24319-8. • ^ Robin May Schott (25 Oktober 2010). Birth, Death, and Femininity: Philosophies of Embodiment. Indiana University Press. hlm. 67–.

ISBN 978-0-253-00482-6. • ^ Dosick (2007), hlmn. 56–57. • ^ Robert Gordis. "Torah MiSinai:Conservative Views". A Modern Approach to a Living Halachah. Masorti World. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 July 2007. Taurat adalah pancaran Tuhan. Bagi kita, konsep ini bukanlah berarti bahwa proses pewahyuan adalah tindakan Tuhan mengimlakan sesuatu. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Conservative Judaism". Jewlicious. 16 Juni 2005. Oleh karena itu kami pahami istilah ini sebagai suatu kiasan yang berarti bahwa Taurat itu bersifat ilahiah dan mencerminkan kehendak Tuhan.

• ^ Elazar, Daniel. "Can Sephardic Judaism be Reconstructed?". Jerusalem Center for Public Affairs. Diakses tanggal 15 Mei 2018. • ^ Jager, Elliot. "Sephardi Judaism Straining to Stay Non-Denominational". Jerusalem Post. Diakses tanggal 15 Mei 2018.

• ^ "Tefillin", "The Book of Jewish Knowledge", Nathan Ausubel, Crown Publishers, NY, 1964, hlm. 458 • ^ "Shabbat". Judaism 101. 12 April 2006. • ^ a b c d e f g "Judaism 101: Kashrut". Jewfaq.org. Diakses tanggal 22 Agustus 2010.

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

• ^ Chaya Shuchat. "The Kosher Pig?". Babi juga adalah satwa paling "terefah" dari semua satwa, sampai-sampai namanya saja nyaris sinonim dengan "tidak kosyer" . Sekalipun bukan satu-satunya satwa yang termaktub dalam senarai satwa tak kosyer, agaknya babi menempati kelas tersendiri. • ^ "Tamar Levy, St. Louis, MO – Block Yeshiva High School, Grade 9". OUkosher.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 June 2011.

Diakses tanggal 22 Agustus 2010. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Syulhan Aruk, Yoreh De'ah, (87:3) • ^ Elliot Dorff, "On the Use of All Wines" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 22 Desember 2009. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) (2.19 MB), YD 123:1.1985, hlmn.

11–15. • ^ "Kashrut Facts". Religionfacts.com. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ "Judaism 101: Kashrut: Jewish Dietary Laws". Jewfaq.org. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ Wa Yiqra (Imamat) 11 • ^ Rice, Yisrael (10 Juni 2007).

"Judaism and the Art of Eating". Chabad. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ Jewish life in WWII England: "ada.dispensasi khusus.yang memperbolehkan orang-orang Yahudi yang menjalani masa bakti dalam angkatan bersenjata untuk menyantap makanan "non-kosyer" bilamana makanan Yahudi tidak tersedia; penyimpangan dari halakah tersebut diizinkan demi keselamatan nyawa manusia, termasuk nyawa sendiri.'" • ^ Y.

Lichtenshtein M.A. "Weekly Pamphlet #805". Universitas Bar-Ilan, Fakultas Kajian Yahudi, Jawatan rabani. . larangan-larangan tertentu dapat diabaikan tanpa ragu jika nyawa sudah di ujung tanduk, misalnya makan makanan yang tidak kosyer • ^ a b Wa Yiqra (Imamat) 15. • ^ Bamidbar (Bilangan) 19. • ^ Avi Kehat. "Torah tidbits". Ou.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Maret 2007.

Diakses tanggal 22 Agustus 2010. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Judaism 101: Kosher Sex". Jewfaq.org. Diakses saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama 22 Agustus 2010.

• ^ "Karaites". Encyclopedia.com. Diakses tanggal 22 Agustus 2010. • ^ Wasserfall, Rahel (1999). Women and water: menstruation in Jewish life and law. Brandeis University Press. ISBN 978-0-87451-960-0. • ^ a b Wilhelm Bacher. "Talmud". Jewish Encyclopedia. • ^ Yehezkal Kauffman, The Religion of Israel • ^ Robert Alter The Art of Biblical Poetry • ^ E. A. Speiser Kejadian saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Bible) • ^ John Bright A History of Israel • ^ Martin Noth The History of Israel • ^ Ephraim Urbach The Sages • ^ Shaye Cohen The beginnings of Jewishness • ^ John Day Yahweh and the Gods and Goddesses of Canaan, hlm.

68. • ^ Sara E. Karesh; Mitchell M. Hurvitz (2005). Encyclopedia of Judaism. Infobase Publishing. hlm. 444–. ISBN 978-0-8160-6982-8. Mazhab Saduki punah saat Haikal ke-2 dihancurkan pada tahun 70 M, dan Mazhab Farisi menjadi mazhab yang terkemuka. • ^ Langmuir, Gavin (1993). History, religion, and antisemitism. University of California Press. ISBN 978-0-520-07728-7. • ^ Cohen, Mark R. " The Neo-Lachrymose Conception of Jewish-Arab History." Tikkun 6.3 (1991) • ^ Amira K.

Bennison and María Ángeles Gallego. " Jewish Trading in Fes On The Eve of the Almohad Conquest." MEAH, sección Hebreo 56 (2007), 33–51 • ^ Stampfer, Shaul. How and Why Did Hasidism Spread?. The Hebrew University of Jerusalem. hlm. 205–207. • ^ Stampfer, Shaul. How and Why Did Hasidism Spread?. Universitas Ibrani Yerusalem, Yerusalem, Israel. hlm. 202–204. • ^ "National Jewish Population Survey (NJPS) 2000–01". • ^ Taylor, Humphrey (15 October 2003). "While Most Americans Believe in God, Only 36% Attend a Religious Service Once a Month or More Often" (PDF).

HarrisInteractive. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 9 Januari 2011. Diakses tanggal 1 Januari 2010. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ This is My Beloved, This is My Friend: A Rabbinic Letter on Intimate relations, hlm. 27, Elliot N. Dorff • ^ R. Kendall Soulen, The God of Israel and Christian Theology, (Minneapolis: Fortress, 1996) ISBN 978-0-8006-2883-3 • ^ Baskin, Judith R.; Seeskin, Kenneth (12 July 2010).

The Cambridge Guide to Jewish History, Religion, and Culture. Cambridge University Press. hlm. 120.

ISBN 9780521869607. • ^ "New Amsterdam's Jewish Crusader". Jewish Virtual Library. • ^ "Sir Isaac Lyon Goldsmid, 1st Baronet". Encyclopædia Britannica.

• ^ Richard Harries. After the evil: Christianity and Judaism in the shadow of the Holocaust. Oxford University Press, 2003.

ISBN 978-0-19-926313-4 • ^ Hans Küng. On Being a Christian. Doubleday, Garden City, N.Y., 1976 ISBN 978-0-385-02712-0 • ^ Lucy Dawidowicz The War Against the Jews, 1933–1945. Pertama kali terbit tahun 1975; edisi Bantam Books terbit tahun 1986, hlm. 23. ISBN 0-553-34532-X • ^ Jerusalem Center for Public Affairs. 5 Mei 2009. The Origins of Christian Anti-Semitism: Interview with Pieter van der Horst • ^ Gill, Anton (1994).

An Honourable Defeat; A History of the German Resistance to Hitler. Heinemann Mandarin. 1995 paperback ISBN 978-0-434-29276-9; hlm. 57 • ^ Gottfried, Ted (2001). Heroes of the Holocaust. Twenty-First Century Books. hlm. 24–25. ISBN 9780761317173. Diakses tanggal 14 Januari 2017. Beberapa kelompok yang diketahui telah menolong orang-orang Yahudi adalah kelompok keagamaan. Salah satunya adalah Gereja Bersaksi, denominasi Protestan yang terbentuk pada bulan Mei 1934, sesudah Hitler menjadi Kanselir Jerman.

Salah satu tujuannya adalah untuk memperjuangkan pembatalan saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Nazi "yang mewajibkan pemurnian jawatan kepamongprajaan dari anasir-anasir Yahudi maupun peranakan Yahudi." Tujuan lainnya adalah untuk menolong orang-orang "yang menderita lantaran hukum-hukum yang represif maupun tindak kekerasan." Sekitar 7.000 dari 17.000 rohaniwan Protestan di Jerman bergabung dengan Gereja Bersaksi.

Dari sekian banyak orang Yahudi yang mereka selamatkan, ada dua orang yang tidak dapat melupakan budi baik mereka, yakni Max Krakauer beserta istrinya. Pasangan ini berutang nyawa kepada Gereja Bersaksi lantaran berhasil selamat setelah saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama di enam puluh enam rumah dan ditolong oleh lebih dari delapan puluh orang anggota jemaat Gereja Bersaksi.

Gereja Katolik Jerman dengan caranya sendiri berusaha melindungi umat Katolik keturunan Yahudi. Salah satu contoh yang istimewa adalah langkah berani Graf von Galen, Uskup Munster. Secara terang-terangan ia mengecam penjagalan orang Yahudi yang dilakukan Nazi, dan berhasil meredam aksi kekejaman mereka untuk sementara waktu.

. Anggota-anggota Serikat Persahabatan alias kaum Quaker di Jerman, bekerja sama dengan organisasi-organisasi Serikat Persahabatan di negara-negara lain, lumayan berhasil menyelamatkan orang-orang Yahudi.

. saksi-saksi Yehuwa, yang juga diincar untuk dijebloskan ke dalam kamp-kamp konsentrasi, juga memberi pertolongan kepada orang-orang Yahudi. • ^ Wigoder, Geoffrey (1988). Jewish-Christian Relations Since the Second World War (dalam bahasa English). Manchester University Press. hlm. 87. ISBN 9780719026393. Diakses tanggal 14 Januari 2017. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ "Vatican issues new document on Christian-Jewish dialogue". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-13.

Diakses tanggal 2019-10-09. • ^ a b Lewis (1984), hlmn. 10, 20 • ^ Lewis (1984), hlmn. 9, 27 • ^ Lewis (1999), hlm. 131 • ^ Lewis (1984), hlmn. 17, 18, 52, 94, 95; Stillman (1979), hlmn. 27, 77 • ^ Lewis (1984), hlm. 28 • ^ "Why Jews Fled the Arab Countries". Middle East Forum. Diakses pada tanggal 28 Juli 2013.

• ^ Shumsky, Dmitry. (12 September 2012) "Recognize Jews as refugees from Arab countries". Haaretz. Diakses pada tanggal 28 Juli 2013. • ^ Meir, Esther. (9 Oktober 2012) "The truth about the expulsion". 'Haaretz. Diakses pada tanggal 28 Juli 2013. • ^ Bernard Lewis (June 1998). "Muslim Anti-Semitism". Middle East Quarterly. • ^ Feher, Shoshanah. Passing over Easter: Constructing the Boundaries of Messianic Judaism, Rowman Altamira, 1998, ISBN 978-0-7619-8953-0, hlm.

140. "Minat untuk mengembangkan suatu identitas etnis Yahudi tidaklah mengherankan jika menilik era 1960-an, masa-masa kemunculan Yahudi Masehi." • ^ Ariel, Yaakov (2006). "Judaism and Christianity Unite! The Unique Culture of Messianic Judaism". Dalam Gallagher, Eugene V.; Ashcraft, W. Michael. Jewish and Christian Traditions. Introduction to New and Alternative Religions in America. 2. Westport, CN: Greenwood Publishing Group.

hlm. 191. ISBN 978-0-275-98714-5. LCCN 2006022954. OCLC 315689134. Menjelang berakhirnya era 1960-an dan 1970-an, baik umat Yahudi maupun umat Kristen di Amerika Serikat dikejutkan oleh munculnya gerakan Kristen Yahudi atau Yahudi Kristen yang begitu berapi-api.

• ^ Ariel, Yaakov (2006). "Judaism and Christianity Unite! The Unique Culture of Messianic Judaism". Dalam Gallagher, Eugene V.; Ashcraft, W. Michael. Jewish and Christian Traditions. Introduction to New and Alternative Religions in America. 2. Westport, CN: Greenwood Publishing Group. hlm. 194. ISBN 978-0-275-98714-5. LCCN 2006022954. OCLC 315689134. Kebangkitan Mazhab Yahudi Masehi. Pada tahap pertama kemunculan mazhab ini, yakni pada permulaan dan pertengahan era 1970-an, orang-orang Yahudi yang beralih memeluk agama Kristen membentuk sejumlah jemaat atas prakarsa sendiri.

Lain dari komunitas-komunitas Kristen Yahudi sebelumnya, jemaat-jemaat Yahudi Masehi jauh lebih mandiri, lepas dari kendali lembaga-lembaga misionaris maupun denominasi-denominasi Kristen, sekalipun mereka masih berharap keberadaannya dapat diterima oleh komunitas injili yang lebih luas.

• ^ a b Melton, J. Gordon.

saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama

Encyclopedia of Protestantism. Infobase Publishing, 2005, ISBN 978-0-8160-5456-5, hlm. 373. "Yahudi Masehi adalah sebuah gerakan Protestan yang muncul pada paruh ke-2 abad ke-20 di kalangan umat beriman yang berdarah Yahudi tetapi sudah menganut keyakinan Kristen injili.

Pada era 1960-an, muncul ikhtiar baru untuk menciptakan suatu mazhab Kristen Protestan berkebudayaan Yahudi di kalangan yang mulai menyebut dirinya umat Yahudi Masehi." • ^ Ariel, Yaakov (2006). "Judaism and Christianity Unite! The Unique Culture of Messianic Judaism". Dalam Gallagher, Eugene V.; Ashcraft, W. Michael. Jewish and Christian Traditions. Introduction to New and Alternative Religions in America. 2. Westport, CN: Greenwood Publishing Group.

hlm. 191. ISBN 978-0-275-98714-5. LCCN 2006022954. OCLC 315689134. Kendati muncul pada abad pertama tarikh Masehi sebagai sebuah mazhab agama Yahudi, agama Kristen dengan segera berpisah dari agama Yahudi dan mengaku sebagai pengganti agama Yahudi; semenjak saat itu, hubungan antara kedua agama kerap terganggu.

Namun pada abad ke-20, muncul kelompok-kelompok saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama muda Yahudi yang mengaku telah mengatasi perbedaan-perbedaan historis antara kedua agama dan menyatupadukan jati diri dan adat-istiadat Yahudi dengan iman Kristen. • ^ Ariel, Yaakov (2006). "Judaism and Christianity Unite! The Unique Culture of Messianic Judaism". Dalam Gallagher, Eugene V.; Ashcraft, W. Michael. Jewish and Christian Traditions. Introduction to New and Alternative Religions in America.

2. Westport, CN: Greenwood Publishing Group. hlm. 194–195. ISBN 978-0-275-98714-5. LCCN 2006022954. OCLC 315689134. Ketika mengemuka di Israel pada era 1940-an dan 1950-an, istilah ini digunakan sebagai sebutan bagi semua orang Yahudi yang memeluk agama Kristen dalam bentuk mazhab Protestan injili.

Misionaris-misionaris seperti Robert Lindsey dari gereja Baptis Selatan menilai bahwa bagi warga Yahudi Israel, istilah nozrim, yakni "Kristen" dalam bahasa Ibrani, nyaris otomatis bermakna sebuah agama asing, agama lawan. Karena istilah semacam ini nyaris mustahil dapat meyakinkan orang Yahudi bahwa agama Kristen adalah agama mereka, para misionaris mencari istilah yang lebih netral, istilah yang tidak menimbulkan kesan negatif.

Mereka memilih Mesyikyim, Masehi, guna menghilangkan kesan mencurigakan dan permusuhan yang terkandung dalam istilah nozrim. Sebagai sebuah istilah, Mesyikyim memeliki kelebihan menonjolkan paham tentang Al Masih sebagai salah satu komponen utama dari keyakinan Kristen injili yang digembar-gemborkan oleh lembaga-lembaga misi dan komunitas-komunitas orang Yahudi yang sudah memeluk agama Kristen. Istilah ini menimbulkan kesan bahwa agama Kristen adalah sebuah agama yang inovatif alih-alih sebuah agama lawas yang tidak disukai orang.

Istilah ini digunakan sebagai sebutan bagi orang-orang Yahudi yang menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi, dan tidak digunakan sebagai sebutan bagi warga Yahudi Israel yang memeluk agama Kristen Katolik Roma, yang menyebut diri umat Kristen Ibrani.

Istilah Yahudi Masehi mulai digunakan di Amerika Serikat pada permulaan era 1970-an oleh para pemeluk baru agama Kristen injili, yang menganjurkan para pemeluk baru ini untuk lebih bangga akan asal-usul dan warisan keyahudian mereka. • ^ Cohn-Sherbok, Dan (2000). "Messianic Jewish mission". Yahudi Masehi. London: Continuum International Publishing Group. hlm. 179. ISBN 978-0-8264-5458-4. OCLC 42719687.

Diakses tanggal 10 Agustus 2010. Dengan demikian, penginjilan terhadap orang Yahudi adalah inti dari mazhab Yahudi Masehi. • ^ Ariel, Yaakov S. (2000). "Bab 20: The Rise of Messianic Judaism". Evangelizing the chosen people: missions to the Jews in America, 1880–2000. Chapel Hill: University of North Carolina Press.

hlm. 223. ISBN 978-0-8078-4880-7. OCLC 43708450. Diakses tanggal 10 Agustus 2010. Mazhab Yahudi Masehi, kendati mengusung gagasan tentang suatu mazhab mandiri yang beranggotakan pemeluk baru dari kalangan Yahudi, tetaplah merupakan buah dari gerakan misi, dan ikatan ini tidak pernah putus.

Kemuncuan Yahudi Masehi dalam banyak hal merupakan hasil logis dari ideologi dan retorika gerakan misi untuk menginjili orang Yahudi maupun dukungan awal yang diberikannya kepada berbagai bentuk ekspresi Kristen Ibrani. Gerakan misi telah menggembar-gemborkan pesan bahwa orang Yahudi yang sudah memeluk agama Kristen tidaklah mengkhianati warisan leluhur dan bahkan iman mereka tetapi sesungguhnya justru menggenapi keyahudian mereka dengan memeluk agama Kristen.

Lembaga-lembaga misi juga menganjurkan gagasan dispensasionalis bahwasanya Gereja sama dengan kumpulan orang beriman Kristen sejati, dan bahwasanya umat Kristen ditandai oleh penerimaan mereka terhadap Yesus selaku Juru Selamat pribadi mereka dan bukan oleh keterikatan mereka pada denominasi tertentu, liturgi tertentu, atau cara sembahyang tertentu. Lembaga-lembaga misi telah memasang lambang-lambang agama Yahudi pada bangunan-bangunan serta buku-buku mereka, dan menamai markas-markas mereka dengan nama-nama Ibrani semisal Emanuel atau Bet Sar Syalom.

Tulisan-tulisan terbitan lembaga misi memuat lambang-lambang dan amalan-amalan khas agama Yahudi semisal menyalakan menorah. Sekalipun para misionaris yang diutus kepada orang-orang Yahudi merasa khawatir saat pertama kali bersentuhan dengan gerakan Yahudi Masehi yang lebih nekat dan mandiri itu, justru merekalah yang bertanggung saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama memprakarsai dan secara tidak langsung melahirkannya.

Ideologi, retorika, dan lambang-lambang yang mereka pakai dari generasi ke generasi melatarbelakangi munculnya sebuah gerakan baru yang oleh para misionaris mula-mula ditolak karena dianggap kebablasan, tetapi kemudian diterima bahkan dirangkul. • ^ "What are the Standards of the UMJC?". Serikat Jemaat Yahudi Masehi. June 1998.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 October 2015. Diakses tanggal 3 May 2015. 1. Kami percaya Alkitab adalah Firman Tuhan yang tepercaya, satu-satunya yang tanpa salah, dan yang diilhamkan. 2. Kami percaya bahwa ada satu Tuhan, kekal maujud dalam tiga pribadi, Bapa, Putra, dan Roh Kudus. 3. Kami percaya akan keilahian Rabb Yesyua, Al Masih, akan kelahiran-Nya dari seorang perawan, akan kehidupan-Nya yang tanpa dosa, akan mukjizat-mukjizat-Nya, akan kematian-Nya demi menebus dan menggantikan umat manusia dengan menumpahkan darah-Nya, akan kebangkitan-Nya secara jasmani, akan kenaikan-Nya ke sebelah kanan Bapa, dan akan kedatangan-Nya kembali secara pribadi dalam kuasa dan kemuliaan.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Israel b. Betzalel (2009). "Trinitarianism". JerusalemCouncil.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-27. Diakses tanggal 3 Juli 2009.

Inilah sesungguhnya Yesyua itu: Ia bukan sekadar insan semata, dan sebagai insan, Ia bukan berasal dari Adam, melainkan dari Tuhan. Ia adalah Firman Ha Syem, Sang Memra, Sang Dawar, Sang Sadiq, Ia tidak menjadi orang benar, tetapi orang benar merupakan fitrah-Nya. Ia disebut Putra Tuhan, Ia adalah wakil Ha Syem yang disebut Ha Syem, dan Ia adalah "Ha Syem" yang bergaul dengan kita dan yang tidak mati.

• ^ "Do I need to be Circumcised?". JerusalemCouncil.org. 10 Februari 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-08-06. Diakses tanggal 18 Agustus 2010. Masuk mazhab Yahudi Ha Derek, menerima Yesyua sebagai raja anda adalah tindakan pertama sesudah hati anda berbalik kepada Ha Syem dan Taurat-Nya—karena orang tidak dapat menaati perintah Tuhan jika tidak lebih dahulu mengasihi Tuhan, dan kita mengasihi Tuhan dengan cara mengikuti Al Masih utusan-Nya.

Khitan demi memenuhi syarat menjadi pemeluk agama Yahudi, tanpa lebih dahulu menerima Yesyua sebagai raja dan oleh sebab itu patuh kepada-Nya, hanya berguna saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama jalan masuk ke dalam komunitas Yahudi. Tindakan ini tidak berguna untuk selamat di akhirat.

Khitan tanpa dibarengi niat untuk patuh kepada Ha Syem, dan tanpa menerima Yesyua sebagai raja anda, tidak lebih dari sebuah prosedur pembedahan belaka, bahkan parahnya lagi, dapat membuat anda percaya bahwa jati diri Yahudi menjamin anda selamat di akhirat—dan jika sudah demikian, apa lagi gunanya Al Masih Yesyua, Sang Firman Ha Shyem itu, bagi anda?

Sia-sia saja Ia wafat!. Selaku mualaf dari bangsa-bangsa bukan Yahudi, sudah menjadi kewajiban anda untuk memelihara perjanjian, jika anda seorang laki-laki, itu artinya anda harus dikhitan demi menunaikan perintah khitan. Khitan bukanlah syarat wajib untuk menjadi bagian dari pihak yang terikat perjanjian (yakni dijadikan orang benar di hadapan Ha Syem, dan dengan demikian beroleh hidup kekal), melainkan syarat ketaatan kepada perintah-perintah Tuhan, karena khitan diwajibkan bagi orang-orang yang termasuk nasab Abraham, baik yang terlahir demikian, yang diadopsi, maupun yang masuk ke dalamnya.Jikalau anda sudah paham apa itu khitan sesudah membaca semua ini, yakni paham bahwa khitan adalah tindakan taat, dan bukan tindakan untuk menjadi orang benar di hadapan Ha Syem demi beroleh hidup kekal, maka andaikata anda adalah seorang laki-laki yang beriman kepada Yesyua Al Masih agar ditebus dari maut, ganjaran atas dosa pemberontakan anda terhadap-Nya, maka tunaikanlah khitan, dan dengan demikian menjadi pemeluk agama Yahudi, sebagai tindakan taat kepada Al Masih.

• ^ * "Masuk Yahudi – Giyur". JerusalemCouncil.org. JerusalemCouncil.org. 2009. Diakses tanggal 5 Februari 2009. Kami mengakui keinginan orang-orang dari segala bangsa untuk memeluk agama Yahudi, melalui Ha Derek (Jalan) (Yahudi Masehi), salah satu mazhab agama Yahudi.

• ^ Yahudi Ortodoks Simmons, Shraga. "Mengapa umat Yahudi tidak percaya kepada Yesus". Aish HaTorah. Diakses tanggal 28 Juli 2010. Umat Yahudi tidak menerima Yesus sebagai Al Masih karena: #Yesus tidak menggenapi nubuat-nubuat tentang Al Masih. #Yesus tidak menampakkan sifat-sifat khas Al Masih.

#Ayat-ayat Alkitab yang "mengacu" kepada Yesus adalah hasil terjemahan yang keliru. #Keyakinan Yahudi didasarkan atas pewahyuan kepada bangsa Yahudi. Yahudi Konservatif Waxman, Jonathan (2006). "Orang Yahudi Masehi Bukanlah Orang Yahudi". Serikat Sinagoga Yahudi Konservatif. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Juni 2006. Diakses tanggal 14 Februari 2007. Kristen Ibrani, Kristen Yahudi, Yahudi bagi Yesus, Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama Masehi, Yahudi Paripurna. Nama boleh saja berubah dari masa ke masa, tetapi semua nama tersebut mencerminkan fenomena yang sama, yakni tampilnya orang yang mengaku menjembatani keterpisahan teologi antara agama Kristen dan agama Yahudi, tetapi sesungguhnya berdiri teguh di sisi Kristen.

kita harus menegaskan, sebagaimana yang dilakukan oleh Mahkamah Agung Israel dalam perkara masuk Kristennya Frater Daniel yang menghebohkan itu, bahwa yang bersangkutan sudah melangkah keluar dari batas-batas komunitas Yahudi. Yahudi Pembaharuan "Missionary Impossible". Hebrew Union College. 9 Agustus 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 September 2006. Diakses tanggal 14 Februari 2007. Missionary Impossible (Kebal Misionaris), sebuah video imajinatif dan pedoman kurikulum bagi para pengajar, para pendidik, dan para rabi untuk mengajari kaum muda Yahudi tentang cara mengenali dan menghadapi "Yahudi bagi Yesus," "Yahudi Masehi," dan berbagai lembaga dakwah Kristen lainnya, hasil karya enam mahasiswa kajian rabani di Hebrew Union College-Jewish Institute of Religion di Cincinnati.

Keenam mahasiswa tersebut menciptakan video ini sebagai sarana untuk mengajarkan tentang mengapa kaum muda Yahudi dari keluarga kawin campur yang duduk di perguruan tinggi dan sekolah menengah merupakan target utama para misionaris Kristen. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Yahudi Rekonstruksionistis/ Yahudi Pemulihan "FAQ's About Jewish Renewal".

Aleph.org. 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Oktober 2014. Diakses tanggal 20 Desember 2007. Seperti apa pendirian ALEPH sehubungan dengan apa yang disebut-sebut sebagai Yahudi Masehi?

ALEPH berpegang pada kebijakan menghormati tradisi-tradisi spiritual lain, tetapi menentang praktik-praktik yang mengecoh orang, dan tidak bersedia bekerja sama dengan denominasi-denominasi yang giat mengincar umat Yahudi untuk dijadikan anggota baru. Sehubungan dengan apa yang disebut-sebut sebagai "Yahudi Masehi", kami berpendirian bahwa mazhab ini sesungguhnya adalah mazhab agama Kristen, dan para penganjurnya akan lebih jujur jika menyebutnya demikian.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "Ethnoreligious" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "How Do You Know the Exodus Really Happened?" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "Islam, Judaism, and Christianity: Theological and Historical Affiliations" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "Maimonides, 13 Principles of Faith" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "Religion & Ethics – Judaism" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "The Historical Muhammad" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "The JPS guide to Jewish traditions" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "The Jewish roots of Christological monotheism: papers from the St.

Andrews conference on the historical origins of the worship of Jesus" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "The Thirteen Principles of the Jewish Faith" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "What Do Jews Believe?" yang saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "everlasting" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "google" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "google1" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "jovanovich" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "judaism101beliefs" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "learning" yang didefinisikan di tidak saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "leviticus" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "mechon-mamre" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "medieval" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "mesora" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "montpelier" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "movements" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "ontario" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "patriarchscovenant" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "publishing" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "publishing2" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "questia" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "sacred-texts" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "sacredtexts" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "traditions" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tag saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama nama "understanding" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Kepustakaan [ sunting - sunting sumber ] • Avery-Peck, Alan; Neusner, Jacob (eds.), The Blackwell reader in Judaism (Blackwell, 2001). • Avery-Peck, Alan; Neusner, Jacob (eds.), The Blackwell Companion to Judaism (Blackwell, 2003).

• Boyarin, Daniel (1994). A Radical Jew: Paul and the Politics of Identity. Berkeley: University of California Press. • Cohen, Arthur A.; Mendes-Flohr, Paul, ed.

(2009) [1987]. 20th Century Jewish Religious Thought: Original Essays on Critical Concepts, Movements, and Beliefs. JPS: The Jewish Publication Society. ISBN 978-0-8276-0892-4. • Cohn-Sherbok, Dan, Judaism: history, belief, and practice (Routledge, 2003). • Day, John (2000). Yahweh and the Gods and Goddesses of Canaan. Chippenham: Sheffield Academic Press. • Dever, William G.

(2005). Did God Have a Wife?. Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Co. • Dosick, Wayne, Living Judaism: The Complete Guide to Jewish Belief, Tradition and Practice.

• Elazar, Daniel J.; Geffen, Rela Mintz (2012). The Conservative Movement in Judaism: Dilemmas and Opportunities. New York: SUNY Press. ISBN 9780791492024. • Finkelstein, Israel (1996). "Ethnicity and Origin of the Iron I Settlers in the Highlands of Canaan: Can the Real Israel Please Stand Up?" The Biblical Archaeologist, 59(4).

• Gillman, Neil, Conservative Judaism: The New Century, Behrman House. • Gurock, Jeffrey S. (1996). American Jewish Orthodoxy in Historical Perspective.

KTAV. • Guttmann, Julius (1964). Trans. by David Silverman, Philosophies of Judaism. JPS. • Holtz, Barry W. (ed.), Back to the Sources: Reading the Classic Jewish Texts. Summit Books. • Jacobs, Louis (2007). "Judaism". Dalam Fred Skolnik. Encyclopaedia Judaica. 11 (edisi ke-2 rev.). Farmington Hills, MI: Macmillan Reference USA. ISBN 978-002-865-928-2. • Johnson, Paul (1988). A History of the Jews. HarperCollins. • Lewis, Bernard (1984). The Jews of Islam. Princeton: Princeton University Press.

ISBN 0-691-00807-8. • Lewis, Bernard (1999). Semites and Anti-Semites: An Inquiry into Conflict and Prejudice. W. W. Norton & Co. ISBN 0-393-31839-7. • Mayer, Egon, Barry Kosmin and Ariela Keysar, "The American Jewish Identity Survey", a subset of The American Religious Identity Survey, City University of New York Graduate Center.

An article on this survey is printed in The New York Jewish Week, November 2, 2001. • Mendes-Flohr, Paul (2005). "Judaism". Dalam Thomas Riggs. Worldmark Encyclopedia of Religious Practices. 1. Farmington Hills, MI: Thomson Gale. ISBN 9780787666118. • Raphael, Marc Lee (2003). Judaism in America. Columbia University Press. • Schiffman, Lawrence H.

(2003). Jon Bloomberg; Samuel Kapustin, ed. Understanding Second Temple and Rabbinic Judaism. Jersey, NJ: KTAV. ISBN 9780881258134. • Walsh, J.P.M. (1987). The Mighty from Their Thrones. Eugene: Wipf and Stock Publishers. • Weber, Max (1967). Ancient Judaism, Free Press, ISBN 0-02-934130-2. • Wertheime, Jack (1997). A People Divided: Judaism in Contemporary America. Brandeis University Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama. Umat Yahudi di negara-negara Islam • Khanbaghi, A.

(2006). The Fire, the Star and the Cross: Minority Religions in Medieval and Early Modern Iran. IB Tauris. • Stillman, Norman (1979). The Jews of Arab Lands: A History and Source Book.

Philadelphia: Jewish Publication Society of America. ISBN 0-8276-0198-0. Bacaan lanjut [ sunting - sunting sumber ] • Berlin, Adele, ed. (2011). The Oxford Dictionary of the Jewish Religion (edisi ke-2). Oxford; New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-973004-9. • Karesh, Sara E.; Hurvitz, Mitchell M.

(2005). Encyclopedia of Judaism. Encyclopedia of World Religions. J. Gordon Melton, Series Editor. New York: Facts On File. ISBN 978-0-8160-6982-8. • Skolnik, Fred, ed. (2007). Encyclopaedia Judaica. 1–22 (edisi ke-2 rev.). Farmington Hills, MI: Macmillan Reference USA. ISBN 978-002-865-928-2.

Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Agama Yahudi. Umum • Ensiklopedia Yahudi (versi online). Artikel ini memadukan teks dari Jewish Encyclopedia 1901–1906sebuah terbitan yang kini berada di ranah publik. • Tentang agama Yahudi oleh Dotdash ( About.com) • Sumber-sumber agama dan orang Yahudi Diarsipkan 2007-05-20 di Wayback Machine.

Yahudi Ortodoks/Yahudi Haredi • Yahudi Ortodoks - Serikat Yahudi Ortodoks: Situs Web Resmi • Habat-Lubawici: Situs Web Saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama • Aneka Ragam Yahudi Ortodoks • Ais Ha Torah • Or Somayak Yahudi Tradisional/Yahudi Konservadoks • Serikat Yahudi Tradisional Yahudi Konservatif • Persatuan Sinagoga Yahudi Konservatif: Situs Web Resmi Diarsipkan 2016-04-20 di Wayback Machine. • Mazhab Masorti (Konservatif) di Israel • Serikat Muda-Mudi Sinagoga Yahudi Pembaharuan/Yahudi Progresif • Serikat Yahudi Pembaharuan (Amerika Serikat) • Mazhab Yahudi Pembaharuan (Inggris Raya): Situs Web Resmi • Mazhab Yahudi Liberal (Inggris Raya): Situs Web Resmi • Serikat Yahudi Progresif Sedunia (Israel): Situs Web Resmi Yahudi Rekonstruksionistis • Federasi Yahudi Rekonstruksionistis: Situs Web Resmi Yahudi Pemulihan • ALEPH: Aliansi Pemulihan Yahudi: Situs Web Resmi • OHALAH Asosiasi Rabi bagi Pemulihan Yahudi: Situs Web Resmi Yahudi Humanis • Perhimpunan Yahudi Humanis: Situs Web Resmi Yahudi Masehi • UMJC Union of Messianic Jewish Congregations (Serikat Jemaat Yahudi Masehi), salah satu denominasi Yahudi Masehi yang cukup besar • IAMCS International Alliance of Messianic Congregations and Synagogues (Aliansi Jemaat dan Sinagoga Masehi Internasional) Yahudi Karayi • Gerakan Yahudi Karayi Sedunia Kepustakaan • Tanak Lengkap (dalam bahasa dan aksara Ibrani, disertai harakat).

• Tanak Inggris dari versi terbitan Perkumpulan Publikasi Yahudi tahun 1917. • The Judaica Press Complete Tanach with Rashi in English • Torah.org.

(also known as Project Genesis) Contains Torah commentaries and studies of Tanakh, along with Jewish ethics, philosophy, holidays and other classes. • The complete formatted Talmud online. Audio files of lectures for each page from an Orthodox viewpoint are provided in French, English, Yiddish and Hebrew. Reload the page for an image of a saksi dalam usaha mempertahankan kebenaran agama of the Talmud.

Lihat pula Torah database for links to more Judaism e-texts. Proyek kajian Taurat Wikimedia Wikisource memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini: Pentateuch Text study projects at Wikisource. In many instances, the Hebrew versions of these projects are more fully developed than the English. • Mikraot Gedolot (Rabbinic Bible) in Hebrew (sample) and English (sample).

• Cantillation at the "Vayavinu Bamikra" Project in Hebrew (lists nearly 200 recordings) and English. • Mishnah in Hebrew (sample) and English (sample). • Shulchan Aruch in Hebrew and English (Hebrew text with English translation). Kategori tersembunyi: • Halaman dengan kesalahan referensi • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Artikel mengandung aksara Yunani Kuno • Templat webarchive tautan wayback • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Artikel mengandung aksara Ibrani • Pranala Commons ditentukan secara lokal • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Halaman dengan kategori pengawasan otoritas belum dibuat • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Halaman ini terakhir diubah pada 2 April 2022, pukul 03.05.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Kesaksian Rohani 2022 - "Kebenaran Sangat Dibutuhkan dalam Tugas"




2022 www.videocon.com