Untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

Teater Nontradisional (teater modern) merupakan jenis teater yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Sumber cerita teater modern ini berasal dari kejadian sehari-hari.

Teater modern memiliki beberapa unsur pemeranan seperti lakon, penokohan dan perwatakan, unsur tubuh, unsur suara, unsur penghayatan, unsur ruang, unsur kostum, unsur properti, dan unsur musikal. Salah satu unsur dalam teater yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah unsur pemeran dalam teater modern.

Pemeran sebagai elemen penting dalam sebuah pementasan seharusnya dapat menguasai tubuh, emosi, dan intelektualnya. Penguasaan tubuh sangat erat dengan olah tubuh yaitu bagaimana mendayagunakan organ tubuh untuk mencapai kekuatan, kelenturan, ketahanan, dan keterampilan tubuh sehingga mampu menciptakan setiap gerakan yang dibutuhkan dalam pementasan. Latihan olah tubuh ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu peregangan atau pemanasan, inti, dan pendinginan. Olah tubuh (bisa juga dikatakan senam), sangat perlu dilakukan sebelum kita mengadakan latihan atau pementasan.

Dengan berolah tubuh kita akan, mendapat keadaaan atau kondisi tubuh yang maksimal. Selain itu olah tubuh juga mempunyai tujuan melatih atau melemaskan otot‑otot kita supaya elastis, lentur, luwes dan supaya tidak ada bagian‑bagian tubuh kita yang kaku selama latihan-latihan nanti.

1. Latihan pemanasan Pemanasan atau pergangan (warn-up) yaitu gerakan bagian tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara bertahap. Latihan Leher. • Miringkan kepala ke bahu kiri dan tahan selama 8 hitungan. untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan Miringkan kepala ke bahu kanan dan tahan sampai 8 hitungan. • Tengokkan kepala ke bahu kiri dan tahan selama 8 hitungan.

• Miringkan kepala ke bahu kanan dan tahan sampai 8 hitungan. • Tundukan kepala dan dagu menyentuh dada dan tahan selama 8 hitungan • Dongakkan kepala ke atas dan tahan selama 8 hitungan. Latihan jari dan pergelangan • Tautkan jari tangan kiri dan kanan, putar telapak tangan menjauhi tubuh, luruskan lengan dan regangkan selama 8 hitungan.

• Tekan telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan regangkan, pertahankan selama 8 hitungan. • Tekan telapak tangan kiri dengan telapak tangan kanan dan regangkan pergelangan tangan, pertahankan selama 8 hitungan. • Tekan punggung tangan kiri dengan tangan kanan dan regangkan pergelangan tangan dan pertahankan selama 8 hitungan.

• Tekan punggung tangan kanan dengan tangan kiri dan regangkan pergelangan tangan dan pertahankan selama 8 hitungan. Latihan siku • Flek siku dengan tangan kiri memegang pegelangan tangan kanan dan melipat tangan kanan sampai jari tangan kanan menyentuh pundak, pertahankan sampai 8 hitungan.

Lakukan bergantian dengan tangan kanan yang memegang pergelangan tangan kiri. • Ekstensi siku dengan cara menjulurkan tangan kanan ke depan lurus dan tangan kiri menyangga siku tangan kanan, pertahan kan selama 8 hitungan. Lakukan bergantian dengan tangan kiri. Latihan bahu • Silangkan lengan-lengan di depan tubuh dan genggamlah bahu yang berlawanan selama 8 hitungan, • Letakkan siku kanan di belakang kepala dan gunakan tangan kiri untuk membuat topangan regangan, pertahankan selama 8 hitungan dan lakukan bergantian.

• Letakkan satu tangan diatas kepala dan di belakang punggung. Cobalah untuk mempertemukan jari-jari tangan, buatlah regangan dan tahan selama 8 hitungan dan lakukan secara bergantian. Latihan Tubuh • Tangan-tangan di pinggang dan bengkokkan badan ke samping kanan, tahan selama 8 hitungan. Dilanjutkan ke samping kiri dan tahan selama 8 hitungan, ke belakang tahan selama 8 hitungan, dan ke depan selama 8 hirungan. • Kedua tangan berjabatan (kedua telapak rapat) dan lengan-lengan di atas kepala, bengkokkan ke samping kanan, dilanjutkan ke samping kiri dengan hitungan sama yaitu 8, dan lakukan sebanyak dua kali.

Latihan Tungkai Kaki dan Punggung • Berdiri dan buka kaki sejauh kurang lebis 100 cm, capailah tungkai kaki kanan, tahan selama 8 hitungan, lakukan secara bergantian dengan mencapai tungkai kaki kiri. • Berdiri dan buka kaki sejauh 100 cm, capailah bagian tengah dengan membungkukkan badan ke depan, tahan selama 8 hitungan. Latihan Pergelangan Kaki • Fleksikan pergelangan kaki, gunakan kedua tangan untuk memberikan tekanan regangan, tahan selama 8 hitungan.

• Ekstensikan pergelangan kaki, gunakan kedua tangan untuk melemaskan, untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan selama 8 hitungan. • Felksikan lutut kanan, gunakan kedua tangan untuk menarik lutut ke dada dan tahan selama 8 hitungan.

• Ekstensikan lutut kanan dan tahan selama 8 hitungan. • Lakukan ponit 3 dan 4 pada lutut kiri. 2. Inti Olah tubuh inti merupakan rangkaian pokok dari gerakan yang akan dilatih sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Tulang belakang seorang pemeran memiliki kedudukan yang sangat penting karena pose tubuh yang diciptakan oleh pemeran bergantung pada kelenturan tulang belakangnya.

Cembung, cekung, dan Datar Tulang Belakang • Bertopang tangan dan lutut di atas lantai dan bungkukan punggung Anda. Bengkokkan tulang ekor Anda turun dan ke dalam, bulatkan tulang punggung dibagian dada dan bahu serta turunkan kepala dan leher Anda. Bentuklah punggung Anda ke dalam posisi secembung-cembungnya. • Angkat bagian tulang ekor Anda, kosongkan tulang punggung bagian dada dan bahu, dan tegakkan leher serta kepala Anda. Bentuklah punggung Anda ke dalam posisi secekung-cekungnya.

• Turunkan pinggul, luruskan tulang punggung bagian dada dan bahu sehingga membentuk garis lurus dan tulang ekor. Turunkan leher secukupnya agar berada dalam satu garis lurus dengan tulang punggung dibagian bahu.

Lakukan latihan tersebut dalam tempo yang lambat pada tahap permulaan, dan yang terpenting adalah Anda dapat merasakan ruas demi ruas tulang punggung. Setelah Anda dapat merasakan dengan betul, tingktkan kecepatannya secara bertahap melambat kembali sampai diam.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

Menggulung dan Melepas • Berdiri dengan dua kaki direnggangkan, turunkan pinggul dan merendahkan sampai jongkok dengan bertumpu kekuatan daya dukung lutut. • Bungkukan tubuh bagian atas, tarik tulang ekor masuk ke arah dalam lalu pelan-pelan duduklah di lantai.

• Luruskan kedua kaki dan gerakkan tulang punggung sehingga seluruh punggung terletak di lantai dengan tenang. • Gulung seluruh tulang punggung ke depan mulai dari kepala, leher, tulang punggung dan tulang ekor sehingga membungkuk di atas kaki dan regangkan kepala. • Pelan-pelan berdiri sampai tegak dan mulai jalan dalam gaya lamban.

• Ulangi latihan ini sampai dapat merasakan fungsi ruas-ruas tulang belakang. Ayunan Bandul Tubuh Atas • Berdiri denganposisi melangkah dan angkatlah kedua lengan tinggi di atas kepala. • Bengkokkan bagian tubuh atas lurus sehingga membentuk sudut yang tepat dengan kaki Anda. Rasakan ketegangan karena tetap mempertahankan melurusnya tulang punggung pada posisi ini.

• Lutut dibengkokkan sedikit dan biarkan tubuh bagian atas terjatuh memberat dari bagian tengah tulang punggung dan kemudian ayunkan mendekati dan menjauhi kaki. • Lengan-lengan harus mengikuti tubuh bagian atas dan ikut mengayun maju dan mundur. Jangan naikkan tubuh bagian atas. Ayunan ini akan mampu menaikkan tulang punggung hanya sejauh sudut membengkoknya yang tepat dari ayunan itu bermula.

• Panjang ayunan harus tetap sama dan harus mampu membulat dan meluruskan tulang punggung. Membulat, ketika batang tubuh bagian atas menjauh dan melurus, ketika tulang punggung mengayun ke depan dan menjauh kalau kedua tangan berada di belakang. Membulat lagi ketika batang tubuh bagian atasjatuh lagi dan melurus ketika tulang punggung mengayun ke luar dan menjauh lagi ketika kedua lengan bedada di depan.

3. Pendinginan Pendinginan atau peredaan (warm-down) yaitu rangkaian pendek gerakan latihan yang bertujuan untuk mempertahankan penambahan sirkulasi yang ringan dan menggunakan kehangatan tubuh dan memberi kesempatan otot-otot untuk mengambil manfaat latihan. • Berdiri tegak kaki dibuka sekitar 60 cm, badan condong ke kiri. Kaki kanan lurus dan kaki kiri agak ditekuk ke bawah, tangan kanan lurus ke atas di samping kepala dan tangan kiri ditempelkan pada paha kiri, tahan selama 8 hitungan.

Lakukan kembali dengan badan posisi condong ke kanan. • Posisi berdiri masih sama tetapi badan tegak di tengah dan dua lengan direntangkan ke kiri dan kanan lurus dengan bahu, kaki agak ditekuk ke bawah dan lakukan gerakan ke atas dan ke bawah, lakukan selama delapan hitungan. • Posisi berdiri masih sama, kedua tangan lurus ke atas kepala dan condongkan badan ke kiri dan tahan selama delapan hitungan.

Ganti badan condong ke kanan tahan selama delapan hitungan.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

• Posisi berdiri masih sama, silangkan tangan kanan sejajar bahu di depan dada ke arah kiri dan tangan kiri membantu peregangan tepat pada siku, tahan selama delapan hitungan. • Posisi berdiri masih sama, tangan kanan lurus ke atas di samping kepala dan tangan kiri menekan kepala ke arah kiri, tahan sampai delapan hitungan. Ganti tangan kiri lurus dan tangan kanan menekan kepala ke arahh kanan dengan hitungan yang sama.

• Posisi berdiri masih sama, langkahkan kaki kanan ke belakang, lutut kanan ditekuk sorong kanan, kaki kiri bertumpu pada tumit, badan condong ke depan, kedua telapak tangan menempel di atas kedua paha dan ayunkan ke bawah sampai delapan hitungan.

Ganti dengan kaki kiri ke belakang dengan hitungan yang sama. • Posisi berdiri masih sama, tangan di samping badan, mulai tangan diangkat lurus ke atas kepala sambil menghirup udara dalam empat hitungan dan menurunkan tangan sambil menghembuskan napas dalam empat hitungan.

Lakukan gerakan yang terakhir dibarengi dengan menutup kaki. Ciri pernapasan dada adalah pada waktu kita menghirup udara maka rangka dada terbesar bergerak membesar akibat dari rongga dada yang terisi udara yang banyak.

Pernapasan Perut • Ciri pernapasan perut adalah pada saat kita menghirup udara rongga perut akan membesar dan mengeras karena terisi udara. Pernapasan ini juga ditandai dengan naik turnnya sekat diafragma yang terdapat diantara dada dan rongga perut. • Posisi berdiri tegak, tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga perut, tahan, hembuskan, dan lakukan latihan selama delapan kali perulangan.

• Posisi berdiri tegak, tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga perut, tahan, hembuskan, untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan berdesis, dan lakukan latihan selama delapan kali perulangan.

• Posisi berdiri tegak, tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga perut, tahan, hembuskan, sambil membunyikan huruf vokal, dan lakukan latihan selama delapan kali perulangan. Pernapasan Diafragma • Dalam pernapasan rongga dada pernapasan diarahkan antara rongga dada dan rongga perut. Ciri pernapasan diafragma adalah otot-otot perut yang disbut sekat diafragma akan meragang, dan otot-otot bagian samping bagian pinggang akan mengembang ketika menghirup udara.

Pernapasan daifragma merupakan gabungan antara pernapasan dada dan pernapasan perut. • Posisi berdiri tegak dan tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga dada dan rongga perut sehingga sekat diafragma mengeras, tahan, hembuskan. Lakukan latihan sebayak delapan kali pengulangan. • Posisi berdiri tegak dan tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga dada dan rongga perut sehingga sekat diafragma mengeras, tahan, hembuskan sambil mendesis.

Lakukan latihan sebayak delapan kali pengulangan. • Posisi berdiri tegak dan tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga dada dan rongga perut sehingga sekat diafragma mengeras, tahan, hembuskan sambil membunyikan huru fokal. Lakukan latihan sebayak delapan kali pengulangan. Senam Lidah • Lidah dijulurkan sejauh mungkin, tahan dan tarik sedalam mungkin. • Lidah dijulurkan arahkan ke kanan dan kekiri secara bergantian. • Lidah dijulurkan dan putar searah jarum jam dan kebalikannya.

• Bibir dikatupkan, rahang diturunkan dan lidah diputar di dalam mulut searah jarum jam dan sebaliknya. • Lidah di tahan di gigi seri, terus hentakkan. • Membunyikan suara err., errrr berulang kali untuk melemaskan lidah. • Ucapkan dengan cepat fud, fud, fud, dahlakukan latihan ini berulang kali. Senam Rahang Bawah • Gerakan rahang bawah dengan cara membuka dan menutup. • Gerakan rahang bawah kek kiri dan kanan secara bergantian.

• Gerakan rahang bawah melingkar sesuai dengan arah jarum jam dan ke arah sebaliknya. • Ucapkan dengan riang, ceria, gembira dan rileks, da., da., da.kemudian la., la., la. Latihan ini bisa dengan huruf konsonan yang lain yang digabung dengan vokal a.

Latihan Tenggorokan • Ucapkan lo., la., le., la., lo.- lo., la., le., la., lo. Lakukan latihan dengan santai, semakin lama semakin keras tetapi tenggorokan jangan tegang. • Nyanyikan dengan tenggorokan tetap terbuka la., la., la., laf,la., la., la., los,la., la., la., los. 2. Latihan Teknik Olah Vokal Berbisik • Lafalkan huruf vokal tanpa mengeluarkan suara. • Lafalkan huruf c, d, l, n, r, s, t tanpa mengeluarkan suara. Latihan ini berfungsi untuk melenturkan lidah.

• Lafalkan konsonan dengan tanpa mengeluarkan suara, • Lafalkan kata dan kalimat pendek tanpa mengeluarkan suara. Latihan ini diutamakan pengejaan setiap suku kata, baik dalam kata maupun kalimat.

Bergumam • Tarik napas, tahan, dan hembuskan dengan cara bergumam, fokus gumaman ini pada rongga dada. Rasakan getaran pada rongga dada pada waktu bergumam. • Tarik napas, tahan, dan hembuskan dengan cara bergumam, fokus gumaman ini pada batang tenggorokan.

Rasakan getaran pada batang tenggorokan pada waktu bergumam. • Tarik napas, tahan, dan hembuskan dengan cara sambil bersenandung, fokus gumaman ini pada rongga hidung pada waktu bergumam biasanya ujung hidung akan terasa gatal.

Bersenandung • Tarik napas, tahan, dan hembuskan sambil bersenandung. Lakukan katihan mulai dari nada rendah sampai nada yang tinggi.

Misalnya dengan suku kata na disenandungkan sesuai dengan tangga nada. Lakukan berulang selama delapan kali. • Tarik napas, tahan, hembuskan sambil bersenandung dengan tidak sesuai tangga nada. 3. Latihan Artikulasi Artikulasi adalah hubungan antara apa yang dikatakan dan bagaimana mengatakannya, karena artikulasi adalah satu ekspresi gestur yang kompleks.

Latihan artikulasi adalah latihan tentang kejelasan bunyi suara yang dikeluarkan oleh organ produksi suara. Bunyi suara yang kita kenal diantaranya adalah bunyi suara nasal (di rongga hidung), bunyi suara oral (di rongga mulut).

Berikut ini cara berlatih artikulasi. Latihan bunyi suara Nasal • Tarik napas dan hembuskan sambil melaafalkan huruf m, n, y, dan ng. • Lakukan latihan melafalkan tersebut sampai menemukan cara mengucapkan yang benar.

Latihan Bunyi Suara Oral • Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf vokal terputus-putus dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan. • Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf vokal dengan cara menyambung dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan.

• Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf diftong ( au, ia, ua dan lain-lain) terputus-putus dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan. • Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf konsonan (b, c, d, f, g dan seterusnya) dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan. • Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf konsonan (k, t, b, dan seterusnya) dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan.

Latihan Diksi • Latihan dengan membedakan huruf p dengan b, t dengan d dan k dengan g. • Latihan membedakan huruf p, b, t, d, k, dan g dengan cara mengkombinasikan. • Latihan ini dilakukan dengan cara menggabungkan huruf-huruf tersebut di atas dengan huruf vokal. Misalnya pa dengan ba, ta dengan da, dan ki dengan gi dan seterusnya. • Latihan diteruskan dengan bentuk kata misalnya : Apabila, Begitu, Menyambut, Perpustakaan, Kudengar, dan Luput.

• Cari kata-kata lainya yang mengandung huruf P, B, T, D, K, dan G. Intonasi Jeda pemenggalan kalimat • Susunlah kalimat pendek dan ucapkan, misalnya berapa lama saya harus menunggu. • Ucapkan kalimat tersebut tapi gunakan jeda antara kata lama dan saya. • Susunlah kalimat pendek lainya dan gunakan sebagai latihan jeda. Tempo (cepat lambatnya ucapan) • Susunlah kalimat pendek dan ucapkan misalnya Siapa bilang itu tidak bisa.dilakukan.

• Ucapkan kalimat tersebut, dan ketika mengucapkan kata dilakukan ucapkan dengan cara dieja per suku kata. • Lakukan latihan dengan kalimat yang lain dan tentukan kata yang akan dieja. C. Olah Rasa 1. Latihan Konsentrasi Panca Indera Konsentrasi berarti memusatkan perhatian pada sesuatu, makin menarik perhatian tersebut, maka makin sanggup ia memusatkan perhatian. Pusat perhatian seorang pemeran adalah sukma atau jiwa peran yang kita mainkan.

Tujuan dari konsentrasi adalah untuk mencapai kondisi kontrol mental maupun fisik di atas panggung. Untuk melatih konsentrasi dapat dilakukan latihan dengan cara sebagai berikut. Indera penglihat • Amati benda secara intensif, dan deskripsikan pamgamatan Anda kepada peserta lain. • Lakukan dengan suasana yang santai dan presentasikan sesuai untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan gaya anda. • Latihan diteruskan dengan mengamati sekumpulan benda.

• Deskripsikan hasil pengamatan tersebut termasuk yang menjadi ciri khas dari objek pengamatan Anda. • Dalam latihan ini diusahakan dilakukan dengan pengamatan yang sangat jeli dan dalam suasana santai. Indera pencium • Konsentrasilah pada bau yang paling menyengat dan dekat dengan tubuh kita (latihan diusahakan betul-bentul membaui bukan menghayalkan atau berimajinasi tentang bau).

• Kalau sudah mendapatkan bau tersebut, kemudian simpan dalam ingatan kit. • Latihan dilanjutkan dengan menambahkan jarak dari sumber bau. kemudian dipresentasikan sesuai dengan gaya dan cara masing-masing. • Latihan indera penciuman ini juga bisa dilakukan dengan membedakan bermacam-macam bau. Indera Pendengar • Konsentrasilah pada sumber suara yang paling lemah dan dekat dengan kita (latihan ini benar-benar mendengar bukan mengkhayal atau berimajinasi).

• Kalau sudah mendapat bunyi tersebut, simpan dalam ingatan kita. Dlanjutkan dengan menambah jarak dari sumber bunyi tersebut. Pada bagian akhir presentasikan kepada yang lain sesuai dengan gayanya masing-masing. • Latihan mendengar ini bisa dilakukan dengan membedakan bermacam-macam sumber bunyi dan dari apa sumber bunyi tersebut. Misalnya berasal dari logam, kayu, batu, membran, dan lain-lain. Indera Pengecap • Latihan ini menggunakan stimulus berbagai macam rasa, coba rasakan berbagai macam rasa yang ada dan ukur kadar rasa tersebut.

Jika rasa itu asin, rasakan rasa asin tersebut sampai dan sampai sberapa kadar rasa tersebut. • Latihan ini dititikberatkan pada sensasi tentang rasa individu bukan tentang rasa kolektif, karena kadar tentang rasa bersifat individual. • Simpan pengalaman tentang rasa tersebut dan jadikan pengalaman batin, karena dengan konsentrase dibarengi dengan ingatan batin akan dapat diekspresikan tentang rasa tersebut meskipun tanpa ada rasa yang dikecap. Indera Perasa atau Peraba • Latihan ini difokuskan pada membedakan rasa yang tersentuh oleh kulit.

Latihan bisa dilakukan dengan cara membedakan rasa kasar dan halus, panas dan dingin, keras dan lembek, dan lain-lain. • Ambil sebuah benda dan raba permukaan benda untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan dari beberapa sisi, bedakan antar permukaan tersebut, kemudian deskripsikan dengan cara dan gaya masing-masing. • Jalanlah pada berbagai macam permukaan jalan, konsentrasi pada telepak kaki kita dan bedakan permukaan jalan tersebut, simpan dalam ingatan sebagai pengalaman batin.

• Lakukan latihan dengan santai dan jangan tergesa-gesa, ingat latihan ini tetap berfokus pada daya konsentrasi kita. Stretching atau peregangan otot biasanya merupakan bagian dari pemanasan dan pendinginan bagi orang-orang yang berolahraga. Stretching dapat meningkatkan rentang gerak, fleksibilitas, sirkulasi, dan keberhasilan dari seluruh latihan Anda.

Jenis olahraga yang berbeda membutuhkan jenis stretching yang berbeda juga. Oleh karena itu, mari kita lihat berbagai jenis stretching yang sesuai dengan program kebugaran tubuh Anda di bawah ini. 1. Stretching statis Ini adalah jenis peregangan yang dilakukan dalam posisi yang cukup menantang, namun nyaman dalam jangka waktu tertentu, biasanya berkisar antara 10-30 detik.

Peregangan statis adalah bentuk yang paling umum dari peregangan yang ditemukan dalam latihan kebugaran umum dan dianggap efektif untuk meningkatkan fleksibilitas keseluruhan. Selain itu, banyak ahli yang menganggap bahwa peregangan statis jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan peregangan dinamis untuk meningkatkan rentang gerak dalam gerakan fungsional, termasuk olahraga dan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Stretching dinamis Ini adalah peregangan yang dilakukan dengan bergerak melalui berbagai tantangan, tetapi nyaman untuk digerakkan berulang kali, biasanya hingga 10-12 kali. Meskipun dinamis, peregangan ini memerlukan koordinasi yang lebih tinggi dibandingkan peregangan statis. Peregangan ini sangat digemari oleh atlet, pelatih, instruktur dan terapis fisik karena manfaatnya dalam meningkatkan rentang fungsional gerak dan mobilitas dalam olahraga dan kehidupan sehari-hari.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

3. Stretching pasif Maksudnya pasif di sini adalah Anda menggunakan semacam bantuan dari luar untuk membantu Anda mencapai peregangan. Bantuan ini bisa jadi merupakan berat tubuh kita, tali, gravitasi, orang lain, atau perangkat peregangan. Dengan peregangan pasif, Anda dapat mengendurkan otot dan mencoba melakukan peregangan, dengan bergantung kepada kekuatan eksternal untuk menahan Anda.

Anda biasanya tidak harus selalu bekerja dengan sangat keras dalam peregangan ini, namun selalu ada risiko bahwa kekuatan eksternal akan lebih kuat dari Anda, sehingga itu dapat menyebabkan cedera. 4. Stretching aktif Ini adalah peregangan otot yang melibatkan kontraksi otot yang bertentangan dengan apa yang Anda regangkan.

Anda tidak menggunakan tubuh, tali, gravitasi,orang lain, atau perangkat peregangan seperti peregangan pasif. Dengan peregangan aktif, Anda mengendurkan otot yang akan Anda regangkan dan bergantung pada otot lainnya untuk memulai peregangan.

Peregangan aktif dapat sangat menantang, karena kekuatan otot diperlukan untuk menghasilkan peregangan, namun ini berisiko rendah, karena Anda mengandalkan kekuatan sendiri dibandingkan dengan kekuatan ekstrenal.

5. Stretching isometrik Dalam peregangan isometrik, Anda menolak peregangan dengan menarik otot ke posisinya.

Misalnya, pasangan Anda memegang kaki Anda tinggi-tinggi saat Anda mencoba untuk menarik kaki ke arah yang berlawanan. Ini adalah peregangan dengan metode paling aman dan efektif untuk meningkatkan jangkauan sendi gerak, serta memperkuat tendon dan ligamen dengan tetap mempertahankan fleksibilitas mereka. 6. Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) Ini adalah jenis yang menggabungkan peregangan isometrik, statis, dan pasif untuk mendorong tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi.

Lakukan hal itu dengan meregangkan otot pasif; melakukan kontraksi secara isometrik melawan hambatan dengan posisi berbaring; dan melakukan peregangan pasif melalui peningkatan jangkauan yang dihasilkan dari gerakan.

Ini merupakan bentuk lanjutan dari pelatihan fleksibilitas yang juga membantu dalam meningkatkan kekuatan. Yang mana jenis stretching yang paling baik? Sebagian besar peregangan yang Anda lihat dan lakukan adalah peregangan statis-pasif.

Peregangan statis-pasif adalah peregangan yang paling umum dan paling mudah untuk dilakukan. Jika dijalankan dengan teknik yang baik, peregangan ini efektif dalam meningkatkan fleksibilitas dan jangkauan gerak. Sebagian besar ahli sekarang setuju bahwa stretching yang terbaik untuk dilakukan adalah peregangan dinamis-aktif.

Peregangan tersebut meminta Anda untuk menggunakan dan membangun kekuatan Anda sendiri saat bergerak melalui peregangan. Mereka lebih bermanfaat untuk meningkatkan gerakan fungsional yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan olahraga. Selain itu, karena peregangan tersebut berorientasi pada gerakan, maka ia dapat membantu menghasilkan panas yang dapat membuat otot lebih lentur.

Akhirnya, bukti menunjukkan bahwa karena peregangan dinamis-aktif membutuhkan aktivasi dan kontraksi otot, maka otot-otot yang menegang dipicu untuk lebih bersantai.
★ SMP Kelas 9 / UAS Seni Budaya SMP Kelas 9 Untuk meningkatkan sirkulasi dan peregangan otot secara progresif dalam olah tubuh, latihan tubuh dapat dilakukan dengan…. A. Olah tubuh inti B.

Pemanasan C. Pendinginan D. Olah suara Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Pertumbuhan & Perkembangan - Biologi SMA Kelas 12 Perkembangan makhluk hidup merupakan proses….

A. Perubahan yang berlangsung tanpa batas B. Menuju kedewasaan dan tidak dapat diukur C. Pertambahan volume yang dapat diukur dan bersifat reversible D. Penambahan bahan dan perubahan substansi yang dapat diukur Materi Latihan Soal Lainnya: • IPS Tema 1 Subtema 3 SD Kelas 5 • PTS 1 Semester ganjil IPA SD Kelas 6 • Tema 1 Subtema 3 SD Kelas 4 • Konsep Wilayah Dan Tata Ruang - UTS Ganjil Geografi SMA Kelas 12 • Bahasa Indonesia Tema 9 SD Kelas 6 • Penilaian Harian PAI SD Kelas 5 • Adaptasi Makhluk Hidup - IPA SD Kelas 6 • UTS Fiqih Semester 2 Genap MI Kelas 2 • Benih - P3BT SMK Kelas 12 • PTS Bahasa Indonesia SMA Kelas 11 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • Follow us: Facebook • Instagram • Twitter Peregangan atau pemanasan (warm-up) adalah serial dari gerakan tubuh untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan cara bertahap.

Pedoman sebelum melakukan pemanasan dan latihan tubuh adalah sebagai berikut. • Cobalah untuk selalu konsentrasi dan santai, jangan menahan napas, bernapaslah secara normal. • Mulailah dengan tingkat hitungan yang sedikit kemudian meningkat ke hitungan yang banyak sesuai dengan tahapan. • Misalnya, dalam satu seri latihan dimulai dengan 8 hitungan kemudian pada tahap berikutnya ditingkatkan menjadi 2x8 hitungan sampai nx8 hitungan.

• Konsentrasi pada latihan, jangan biarkan pikiran yang lain memecah konsentrasi. Rasakan setiap pergerakan otot dan tulang-tulang kita selama latihan. • Lakukanlah pemanasan ini dengan cara yang halus dan jangan melakukan iatihan-latihan dengan gerakan yang mengentak-entak. • Usahakan latihan secara berurutan, misalnya dimulai dari bagian bawah tubuh menuju ke atas atau bisa juga dimulai dari atas menuju ke bagian bawah tubuh. • Tahapan pemanasan: • pemanasan kepala dan leher, • pemanasan jari dan pergelangan tangan, • pemanasan siku, • pemanasan bahu, • pemanasan batang tubuh (torso), • pemanasan tungkai kaki dan punggung, • untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan pergelangan kaki, tungkai, dan punggung.

Latihan inti Latihan inti merupakan kegiatan pokok dari gerakan yang akan dilatih sesuai dengan tujuan membentuk ketahanan tubuh, kelenturan tubuh, dan ketangkasan fisik.

• Ketahanan tubuh yang dimaksud adalah kemampuan tubuh terhadap tekanan-tekanan agar tetap dapat mempertahankan penampilannya pada beban kerja tertentu. Latihan ini bertujuan untuk mengembangkan kekuatan bagi respon otot. Dalam latihan olah tubuh, ketahanan ini difokuskan pada kekuatan otot perut, tangan, dan kaki. Untuk ketahanan, tubuh perlu diberi latihan push-up, sit-up, skeeping (lompat tali), dan Iain-lain.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

• Kelenturan adalah kelemah-lembutan atau kekenyalan dari otot dan kemampuannya untuk meregang cukup jauh agar memungkinkan persendian dapat beraksi dengan lengkap dalam jarak normal dan dari gerakan ini tidak menyebabkan cedera. Kelenturan tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh kelenturan tulang punggung, kaki, dan tangan.

Latihan ini difokuskan pada latihan tulang punggung, kaki, dan tangan. Untuk kelenturan, perlu mencoba dengan latihan menari, latihan balet, dan Iain-lain. • Ketangkasan merupakan suatu bentuk latihan olah tubuh yang difokuskan pada keterampilan, kecepatan, dan kegesitan. Ketangkasan merupakan hasil pertumbuhan alami dari latihan kelenturan dan ketahanan.

Latihan ketangkasan banyak ragamnya, misalnya latihan bela diri (silat, karate, taichi), senam alat, dan permainan alat (tombak, pedang, toya, kipas, pisau, tali, atau rantai). Latihan ini akan difokuskan pada konsentrasi gerak dan latihan bela diri, baik dengan tangan kosong maupun dengan pisau. Dalam latihan gerak, kita mengenal latihan "gerak-gerak dasar". Latihan mengenai gerak-gerak dasar ini kita bagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut. Latihan 1: Latihan gerak dasar • Gerak dasar bawah: posisinya dalam keadaan duduk bersila.

Di sini kita hanya boleh bergerak sebebasnya mulai dari tempat kita berpijak sampai pada batas kepala kita. Misalnya, bergerak seperti air mengalir atau seperti seekor ular. • Gerak dasar tengah: posisi kita saat ini dalam keadaan setengah berdiri. Di sini kita diperbolehkan bergerak mulai dari bawah sampai di atas kepala. Misalnya, bergerak seperti pohon, dahan, atau mungkin hewan yang meloncat.

• Gerak dasar atas: pada posisi ini kita boleh bergerak sebebas-bebasnya tanpa ada batas, misalnya bergerak seperti kobaran api, burung terbang, dan Iain-lain. Dua orang berdiri berhadap-hadapan satu sama lain.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

Salah seorang lalu membuat gerakan dan yang lain menirukannya, persis seperti apa yang dilakukan temannya, seolah-olah sedang berdiri di depan cermin. Latihan ini dilakukan bergantian. Latihan 3: • Latihan gerak dan tatap mata.

Sama dengan latihan cermin, hanya waktu berhadapan mata kedua orang tadi saling tatap, seolah kedua pasang mata sudah saling mengerti apa yang akan digerakkan nanti. • Latihan melenturkan tubuh.

Berdiri dalam keadaan lemas. Kemudian seorang yang lain membantu mengangkat tangan temannya, lalu dijatuhkan.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

Dapat juga sebelum dijatuhkan lengan atau tangan tersebut diputar-putar terlebih dahulu. • Latihan gerak bersama. Buatlah kelompok yang terdiri minimal tiga orang. Setiap kelompok memilih seorang di antara mereka untuk melakukan gerak yang harus ditiru dan diikuti oleh yang lain. Semua mengikuti gerak dari gerak yang besar ke gerak kecil, dari gerak lambat sampai cepat. Perlu dilakukan berbagai bentuk gerakan yang bersifat variatif dan imajinatif sehingga gerak terus berkembang dan bermacam-macam.

Kemudian, posisi penggerak utama diganti dengan penggerak posisi berikutnya. • Latihan gerak mengalir. Beberapa orang dalam satu kelompok saling bergandengan tangan, kemudian salah seorang melakukan gerakan (tangan, tubuh, dan kaki) dan yang lain mengikuti gerakan tersebut. Ini dilakukan dengan mata tertutup dan konsentrasi penuh. Mengikuti gerakan dengan tetap berpegangan tangan dan sikap mengalir.

Pengertian Level Gerak Pada Tari, Level Tinggi, Level Sedang, Level Rendah, Pola Lantai Tari, Berpasangan, Kelompok. PENGERTIAN LEVEL Level gerak tari adalah jangkauan peragaan gerak dalam ruang gerak tari oleh penari itu sendiri.

Memperagakan rangkaian gerak tari untuk menghindari kemonotonan penampilan gerak, pinata, atau penyusun gerak harus menggunakan level gerak yang bervariasi. Level yang bervariasi maksudnya adalah gerakan yang tidak melulu sama, tetapi memiliki level gerak tinggi, medium, dan rendah.

Level ini haruslah disesuaikan dengan karakter gerak tari itu sendiri, apalagi jika diperagakan secara kelompok atau berpasang-pasangan. 1. Level Tinggi Biasanya pada level tinggi, penari melakukan gerakan meloncat sambil menggerakkan salah satu tangannya ke atas dan peragaan level ini akan tampak jelas jika dilakukan secara kelompok. 2. Level Sedang (Medium) Pada level sedang, penari melakukan gerakan berdiri seperti biasa.

Level medium jika Pengemasan Produk Kerajinan, Bahan Lunak, Jenis Kemasan, Kemasan Kertas, Kemasan Kayu, Kemasan Plastik, Perawatan Produk Kerajinan Pengemasan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak Kemasan dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus yang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya.

Tujuan pengemasan karya kerajinan, antara lain seperti berikut. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. Kemasan dapat mendukung program pemasaran. Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing.

Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. Untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. Manfaat pengemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik, dan tahan terhadap Peralatan dan Perlengkapan Pameran Adapun Peralatan dan perlengkapan sangat perlu disediakan untuk penataan karya seni rupa yang akan di pajang atau di pamerkan.

Diantara peralatan dan perlengkapan yang diperlukan agar terlaksananya kegiatan pameran yang di adakan dikelas atau sekolah adalah sebagai berikut. 1. Sketsel atau panilmerupakan alat yang berguna untuk meletakkan hasil karya seni dua dimensi, contohnya lukisan, gambar, atau karya kerajinan hiasan. 2. Levelmerupakan suatu alat yang berfungsi untuk meletakkan karya seni tiga dimensi, seperti patung, keramik atau kriya.

Bentuk level bisa bervariasi, yang terpenting dapat membantu penampilan karya agar lebih menarik. Level bisa dipakai untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan meletakkan satu atau beberapa karya sesuai ukuran. 3. Meja dan kursiMeja diperlukan untuk buku tamu dan kursi fungsinya sebagai tempat duduk para tamu undangan di saat acara pembukaan pameran berlangsung. 4. Tata lampu atau pencahayaanPenempatan lam
★ SMP Kelas 9 / UAS Seni Budaya SMP Kelas 9 Untuk meningkatkan sirkulasi dan peregangan otot secara progresif dalam olah tubuh, latihan tubuh dapat dilakukan dengan….

A. Olah tubuh inti B. Pemanasan C. Pendinginan D. Olah suara Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Tari Kreasi Daerah - Seni Budaya SD Kelas 6 Berdasarkan gambar tersebut, formasi dalam tari berkelompok memiliki formasi yang….

A. lurus B. seimbang C. melingkar D. diagonal Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Materi Latihan Soal Lainnya: • UH PPKn SMP Kelas 7 • IPS SMP Kelas IX • UH 1 PPKn SMA Kelas 11 • IPS Tema 3 SD Kelas 5 KD 3.2 • UTS Bahasa Inggris SD Kelas 6 • PAT PAI SD Kelas 3 • Penilaian Harian PPKn SD Kelas 4 KD 3.2 • PTS Semester 1 Ganjil Bahasa Sunda SD Kelas 3 • Bahasa Inggris SD Kelas 6 • Penjaskes PJOK Bab 6, 7, 8 SD Kelas 5 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •
Pemeran sebagia elemen penting dalam sebuah pementasan, oleh sebab itu, seorang pemeran seharusnya dapat menguasai tubuh, emosi, dan intelektualnya.

Penguasaan tubuh sangat erat dengan oleh tubuh, yaitu bagaimana cara mendayagunakan organ tubuh untuk mencapai kekuatankelenturan, ketahanan, dan keterampilan tubuh sehingga mampu enciptakan setiap gerak yang dibutuhkan dalam pementasan.

Olah tubuh bagi seorang pemeran sama halnya dengan seorang seniman keramik yang menyiapkan adonan tanah liat yang diaduk-aduk, diremas, dan digiling sebelum membentuk keramik yang diinginkan. Latihan olah tubuh ini tentunya akan membaut seorang pemeran sadar bahwa tubuh dengan setiap gerakan yang terjadi tidak saling bertentangan.

Ia akan dapat merasakan bahwa setiap bagian tubuhnya akan menjalankan fungsi aktif dalam menempuh ruang. • Peregangan atau pemanasan (warm-up), untuk meningkatkan sirkulasi dan peregangan otot dengan bertahap.

• Olah tubuh inti yaitu serial pokok dari gerakan yang akan dilatih sesuai dengan tujuan, dan • Pendinginan atau peredaan (warm-down) yaitu serial pendek gerakan latihan yang bertujuan untuk mempertahankan penambahan sirkulasi yang ringan dan menggunakan kehangatan tubuh serta memberi kesempatan pada otot-otot tubuh untuk mengambil manfaat dari latihan yang telah dilakukan. Fungsi dari pernafasan ini secara fisiologi adalah megambil oksigen yang kemudian dibawah oleh darah keseluruh tubuh untuk pembakaran serta mengeluarkan karbondioksida dari hasil sisa pembakaran dalam tubuh yang kemudian dibawa oleh darah menuju paru-paru untuk dibuang.

Dalam pementasan teater, pernapasan ini berhubungan dengan produksi suara. Diksi bersal dari kata dictionary (kamus), yaitu pemilihan kata untuk mengekspresikan ide-ide yang tepat dan selaras.

Diksi juga dapat diartikan menjadi kata-kata sebagai suatu kesatuan arti, namun dalam latihan ini, diksi (diction) dimaksudkan sebagai latihan mengeja atau berbicara dengan keras dan jelas. Latihan diksi berfungsi untuk memberikan kejelasan suara dari kata yagn diucapkan. Banyak pemeran yang menyangka bahwa untuk dapat didengar hanya perlu berbicara dengan keras, padahal yang dibutuhkan bukan hanya sekedar itu saja, namun dibutuhkan pula pengucapan yang jelas.

Di Dalam Bahasa Indonesia, huruf yang hampir sama pengucapan dan terdengarnya adalah huruf P dan B, T dan D, serta K dan G. Latihan diksi ini dimulai dengan memperjelas perbedaan huruf tersebut saat berbicara atau berteriak. Intonasi (intonation) adalah nada suara, irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata atau kalimat, sehingga tidak datar atau monoton saat diucapkan.

Intonasi menentukan ada tidaknya antusiasme dan emosi dalam berbicara. Fungsi dari intonasi adalah membuat pembicaraan menjadi lebih menarik, tidak membosankan, dan kata-kata yang diucapkan lebih mempunyai makna. Intonasi berperan dalam pembentukan suatu makna dari kata, bahkan dapat mengubah makna dari suatu makna. Bunyi suara yang kita kenal meliputi bunyi suara nasal (di rongga hidung), bunyi suara oral ( dirongga mulut).

Bunyi nasal muncul ketika langit-langit lembut di rongga mulut diangkat dan diturunkan, dan membuka jalan untuk aliran udara lewat menuju rongga hidung dan disana udara beresonansi menghasilkan bunyi. Bunyi nasal ini meliputi huruf M,N,NY dan NG.

Bunyi suara oral dibagi menjadi dua, yaitu suara vocal dan konsonan. Bunyi vocal atau huruf hidup diproduksi dari bentuk mulut yang terbuka, musalnya A, I, U, E,O dan Diftong (kombinasi dua huruf hidup misalnya AU, IA,AI,UA, dan lainnya) Bunyi konsonan diproduksi ketika aliran nafas dirintangi atau bertahan dimulut seperti bagian belakang lidah menyentuh bagian belakang mulut akan menghasilkan bunyi bising yang nonverbal.

Palatal belakang, yaitu bagian belakang lidah diangkat dan bersentuhan dengan langit-langit lembut akan menghasilkan huruf seperti G. Palatal tengah, yaitu bagian tengah lidah diangkat dan bersentuhan dengan langit-langit keras akan menghasilkan bunyi K. Dental, yaitu lidah digunakan bersamaan dengan gusi bagian belakang gigi depan di atas dan menghasilkan bunyi T. Labial, yaitu bibir bagian bawah bersatu dengan gigi bagian atas untuk membuat bunyi huruf F atau bibir dengan bibir bersatu untuk membuat bunyi B.

Bahasa verbal, yaitu bahasa yang berupa kata-kata yang dianut oleh seseorang dalam suatu budaya tertentu. Misalnya, bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan lainnya. Bahasa tubuh yang biasa disebut dengan gestur, yaitu sikap atau pose tubuh seseorang yang mengandung makna dan menimbulkan bahasa tubuh (body Language).

Bahasa tubuh ini juga dipengaruhi oleh budaya tertentu, karena bahasa tubuh tidak bersifat universal. Misalnya "mengangguk" di Indonesia diartikan sebagai persetujuan sedangkan di India diartikan sebagai penolakan. Ucapan yang dilontarkan olah seorang pemeran mempunyai peranan yang sangat penting dalam pementasan teater sebab dalam dialog banyak terdapat nilai-nilai yang sangat bermakna. Jika lontaran dialog tidak sesuai dengan sebagaimana mestinya, maka nilai yang terkandung didalamnya tidak dapat dikomunikasikan kepada penonton, dan ini merupakan suatu kesalahan yang fatal bagi seorang pemeran.

C. Tahapan Olah Rasa. Pengertian konsentrasi secara harfiahnya berarti memusatkan pikiran pada sesuatu, sehingga dalam konsentrasi, ada sesuatu yagn menjadi pusat perhatian. Semakin menarik pusat perhatian tersebut, makin sanggup ia memusatkan perhatian.

Pusat perhatian seorang pemeran adalah sukma atau jiwa peran atau karakter yang akan dimainkannya. Segala sesuatu yang mengalihkan perhatian atau pun yang memengaruhi konsentrasi seorang pemeran atas karakter yang dimainkan, cenderung dapat merusak proses latihan.

Maka dari itu, konsentrasi manjadi sesuatu yang sangat penting untuk dilatih. Teater : Olah Tubuh,Vocal dan Rasa Teater Modern Tujuan dari konsentrasi ini adalah untuk mencapai kondisi kontrol mental maupun fisik di atas panggung pertunjukan. Terdapat korelasi yang sangat dekat antara pikiran dan tubuh. Seorang aktor harus dapat mengontrol tubuhnya setiap saat dengan pengertian atas tubuh dan alasan bagi perilakunya.

Langkah awal yang perlu diperhatikan adalah mengasah kesadaran dan mampu menggunakan tubuhnya dengan efisien. Dengan konsentrasi maka seorang pemeran dapat mengubah dirinya menjadi orang lain, yaitu peran yang dimainkan agar pemeran dapat mengalami dunia yang lain dengan segenap cita, rasa dan karsanya pada dunia lain tersebut. Imajinasi adalah proses pembentukan gambaran-gambaran baru dalam pikiran, dimana gambaran tersebut tidak pernah dialami sebalumnya atau mungkin hanya sedikit yang dialaminya.

Imajinasi merupakan proses percobaan pemisahan pikiran dan digunakan untuk menciptakan teori-teori dan ide-ide berdasarkan fungsinya. Ide-ide ini dapat membawa kita ke dalam dunia maya (imajinasi) dan selanjudnya jika ide tersebut memungkinkan dan fungsinya nyata maka ide tersebut dapat diwujudkan kedalam kenyataan. Ingatan emosi berfungsi untuk mengisi emosi peran yang dimainkan. Seorang pemeran harus mengingat-ingat segala emosi yang terekam dalam sejarah hidupnya, baik itu merupakan pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain yang kita rekam.

Dengan ingatan emosi isi maka kita dapat dengan mudah memanggil kembali jika kita perlukan pada saat memainkan peran tertentu. Emosi adalah segala aktifitas yang mengekspresikan kondisi terkini dari organisme manusia dan ditujukan ke arah dunia luar. Emosi timbul secara otomatis dan terikat dengan aksi yang dihasilkan untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan konfrontasi manusia dengan dunianya.

Pemeran tidak menciptakan emosi karena emosi akan muncul dengan sendirinya lantaran keterlibatannya dalan memainkan peran sesuai dengan naskah.Latihan peregangan atau pemanasan (warm-up) yaitu serial latihan gerakan tubuh untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan cara progresif (bertahap). Latihan inti yaitu serial pokok gerakan yang akan dilatih sesuai dengan tujuan. Latihan pendinginan atau peredaan (warm-down) yaitu serial pendek gerakan latihan bertujuan untuk mempertahankan penambahan sirkulasi ringan, menggunakan kehangatan tubuh dan memberi kesempatan otot-otot untuk mengambil manfaat darilatihan.

a. Olah Tubuh Ketahanan Olah tubuh ketahanan adalah suatu proses melatih toleransi otot terhadap stress, dimana otot dapat mempertahankan penampilannya pada beban kerja tertentu. Latihan ini bertujuan untuk mengembangkan kekuatan respon otot.

Latihan olah tubuh ketahanan difokuskan pada kekuatan otot perut, tangan, dan kaki. Pedoman melakukan latihan olah tubuh ketahanan adalahsebagai berikut. Coba konsentrasi dan konsekuen dalam latihan. Ajaklah teman sebagai patner atau sebagai pengawas latihan. Untuk latihan gerak tertentu, gunakan matras sebagai pelindung atau sebagai alas latihan.

Lakukan dengan rileks dan jangan terburu-buru. Prinsip dasar latihan olah tubuh ketahanan adalah pengulangan secara rutin. b. Olah Tubuh Kelenturan Olah Tubuh kelenturan adalah suatu proses untuk melatih kelemah-lembutan atau kekenyalan otot dan kemampuannya, sehingga otot dapat meregang cukup jauh dan memungkinkan persendian dapat beraksi dengan lengkap dalam jarak normal, dan gerakan otot tidak menyebabkan cedera.

Kelenturan tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh kelenturan tulang punggung, kaki, dan tangan. Latihan difokuskan pada latihan tulang punggung, kaki, dan tangan. 1, tumbuhan yang berkembang biak dengan akar tinggal.

a. temu lawak, ketela rambat dan rumput teki b. lengkuas, arbei dan pisang c. nanas, bambu dan … pisang d. kencur, kunyit dan jahe 2. tumbuhan yang berkembang biak menggunakan umbi lapis adalah … a. bawang merah b. jamur c. tanaman paku d. singkong 3. tanaman lengkuas berkembang biak dengan … a.

tunas b. geragih c. akar tinggal d. umbi batang 4. bacalah daftar hewan berikut ini1) ikan nila 2)ular piton 3)kuda laut4)kelelawar5)kadal berdasarkan data tersebut, hewan yang berkembang biak dengan cara ovovivipar ditunjukkan oleh angka … a. 1) dan 3) b. 2) dan 4) c. 1) dan 2) d. 2) dan 5) 5. perhatikan table berikut. n0 nama hewan cara berkembang biak1 ikan pari ovipar2 planaria fragmentasi3 semut ovipar4 kelinci viviparpasangan yang tepat antara nama hewan dan cara perkembangbiaknya ditunjukkan oleh angka … a.

1) dan 2) b. 1) dan 3) c 2) dan 4) d 3) dan 4) 7. benda berikut yang termasuk sel kelamin jantan pada tumbuhan yaitu … a. daun b. putik c. benang sari d. akar tinggal 8. perkembangbiakan tumbuhan tanpa adanya perkawinan disebut perkembangbiakan secara … a. generative b. buatan c. vegetative d. alami 9. teknik cangkok untuk memperbanyak tumbuhan dilakukan pada bagian … a. daun b. buah c. akar d. batang 10. mengembangbiakan tanaman mangga dimulai dari. a. biji b. bunga c. tunas d. daun 11.

peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik disebut dengan … a. perkembangbiakan b. penyerbukan c. perkembangbiakan generative d. perkembangbiakan vegetative 12. contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi lapis yaitu … a. kunyit b. jahe c. bawang merah d.

bambu 13. tumbuhan cocor bebek berkembangbiak dengan … a. umbi batang b. umbi lapis c. tunas adventif d. spora 14. hewan yang mempunyai kelenjar susu tergolong hewan … a. ovipar b. vivipar c. reptile d. amfibi 15. perhatikan bahan-bahan berikut !(1) balon(2) kertas(3) air(4) kayu.

a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) 16. membuat patung dengan bahan batu dan kayu dapat dilakukan dengan cara . a. pahat b. cor d. butsir d. teknik mesin 17. contoh bahan patung yang dibuat dengan teknik butsir adalah . a. gamping b. kayu c. batu bata d. tanah liat 18. bahan yang digunakan untuk membuat karya seperti pada gambar adalah . gambar tanpa teks a. tanah liat b. bambu c.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

kain d. sabun 19. (1) seni ukir (2) kaligrafi (3) seni lukis (4) seni patungkarya seni tiga dimensi ditunjukkan oleh nomor . a. (3) b. (2) c. (1) d. (4) 20. bahan berikut ini yang dapat digunakan untuk membuat patung adalah . a. daun b. kayu c. tisu d. kertas 21. alat yang biasa digunakan untuk memahat kayu adalah . a. pisau b. gergaji c. pahatan d. gunting 22.

berikut ini yang termasuk bentuk karya seni rupa tiga dimensi adalah .

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

a. lukisan b. patung c. tulisan d. puisi 23. karya seni patung yang penampilannya hanya menampilkan bagian badan, dari dada, pinggang dan panggul adalah . a. torso b. dada c. lengkap d. tubuh 24. patung yang digunakan untuk sarana beribadah dan bermakna religius adalah patung . a. seni a. kerajinan b. arsitektur c. religi 25. kelompok bahan berikut ini yang termasuk bahan yang dapat digunakan untuk membuat karya seni patung adalah . a. batu, kayu, logam b. air, daun, batu c.

plastik, air,kain d. tali, batu, daun 26.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

teknik membuat patung yang menjadi bentuk yang dinginkan, misalnya kerajinan gerabah/keramik disebut teknik . a. pahat b. konstruksi c. butsir d. cor 27. peralatan yang biasa digunakan untuk membuat patung berbahan dasar logam adalah . a.

martil besi, gerinda, mesin potong b. kapak, gergaji, ampelas c. kompor, tungku panas, alat-alat cetak d. butsir, sudip, ampelas 28. dua aliran seni patung murni yang ada di indonesia adalah . a. realis dan dekoratif b. realis dan abstrak c. realis dan surealis d. realis dan kontemporer 29. gambar relief umumnya terdapat pada bangunan . a. candi b. rumah c. kayu d. mesjid 30. berdasarkan pembuatannya, fungsi patung monumen adalah . a. sarana ibadah b. peringatan peristiwa bersejarah c.

dinikmati keindahan bentuknya d. penghias bangunan tolong dijawab hari ini mau dikumpulkan trimakasih ​ 1.hasil susunan dari suatu aturan tertentu dalam bentuk dan komposisi tertentu disebut a.motif c.pola ragam hias b.sulur-suluran d.ilustrasi 2.alat ya … ng digunakan untuk pemberian warna pada media kayu, batu ,keramik dan logam yaitu. a.pahat c.kuas b.politur d.masker 3. proses memindahkan motif/ garis ke benda kerja pada teknik ukir disebut.

a.bukaki c.gethaki b.dasari d.benangi 4. proses membentuk pahat pada motif batang, daun,dan bunga disebut. a.cawen c.mbabari b.benangi d.bukaki 5. jenis kerajinan ukir yang baik menggunakan bahan jenis kayu. a.kalimantan c.randu b.cendana d.jati
Latihan Olah Tubuh Dari Untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan Teater Modern Latihan Olah Tubuh Dari Pemeranan Teater Modern (bisa juga dikatakan senam), sangat perlu dilakukan sebelum kita mengadakan latihan atau pementasan.

Dengan berolah tubuh kita akan, mendapat keadaaan atau kondisi tubuh yang maksimal. Selain itu olah tubuh juga mempunyai tujuan melatih atau melemaskan otot otot kita supaya elastis, lentur, luwes dan supaya tidak ada bagian bagian tubuh kita yang kaku selama latihan-latihan nanti dalam Latihan Olah Tubuh Dari Pemeranan Teater Modern.

1.Latihan pemanasan Pemanasan atau pergangan (warn-up) yaitu gerakan bagian tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara bertahap. Latihan Leher. 1. Miringkan kepala ke bahu kiri dan tahan selama 8 hitungan. 2.Miringkan kepala ke bahu kanan dan tahan sampai 8 hitungan. 3. Tengokkan kepala ke bahu kiri dan tahan selama 8 hitungan.

4. Miringkan kepala ke bahu kanan dan tahan sampai 8 hitungan. 5. Tundukan kepala dan dagu menyentuh dada dan tahan selama 8 hitungan 6. Dongakkan kepala ke atas dan tahan selama 8 hitungan. Latihan jari dan pergelangan 1. Tautkan jari tangan kiri dan kanan, putar telapak tangan menjauhi tubuh, luruskan lengan dan regangkan selama 8 hitungan. 2. Tekan telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan regangkan, pertahankan selama 8 hitungan.

3. Tekan telapak tangan kiri dengan telapak tangan kanan dan regangkan pergelangan tangan, pertahankan selama 8 hitungan. 4. Tekan punggung tangan kiri dengan tangan kanan dan regangkan pergelangan tangan dan pertahankan selama 8 hitungan. 5. Tekan punggung tangan kanan dengan tangan kiri dan regangkan pergelangan tangan dan pertahankan selama 8 hitungan. Latihan siku 1. Flek siku dengan tangan kiri memegang pegelangan tangan kanan dan melipat tangan kanan sampai jari tangan kanan menyentuh pundak, pertahankan sampai 8 hitungan.

Lakukan bergantian dengan tangan kanan yang memegang pergelangan tangan kiri. 2. Ekstensi siku dengan cara menjulurkan tangan kanan ke depan lurus dan tangan kiri menyangga siku tangan kanan, pertahan kan selama 8 hitungan. Lakukan bergantian dengan tangan kiri. Latihan bahu 1.

Silangkan lengan-lengan di depan tubuh dan genggamlah bahu yang berlawanan selama 8 hitungan, 2. Letakkan siku kanan di belakang kepala dan gunakan tangan kiri untuk membuat topangan regangan, pertahankan selama 8 hitungan dan lakukan bergantian.

3. Letakkan satu tangan diatas kepala dan di belakang punggung. Cobalah untuk mempertemukan jari-jari tangan, buatlah regangan dan tahan selama 8 hitungan dan lakukan secara bergantian. Latihan Tubuh 1. Tangan-tangan di pinggang dan bengkokkan badan ke samping kanan, tahan selama 8 hitungan.

Dilanjutkan ke samping kiri dan tahan selama 8 hitungan, ke belakang tahan selama 8 hitungan, dan ke depan selama 8 hirungan. 2. Kedua tangan berjabatan (kedua telapak rapat) dan lengan-lengan di atas kepala, bengkokkan ke samping kanan, dilanjutkan ke samping kiri dengan hitungan sama yaitu 8, dan lakukan sebanyak dua kali. Latihan Tungkai Kaki dan Punggung 1. Berdiri dan buka kaki sejauh kurang lebis 100 cm, capailah tungkai kaki kanan, tahan selama 8 hitungan, lakukan secara bergantian dengan mencapai tungkai kaki kiri.

2.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

Berdiri dan buka kaki sejauh 100 cm, capailah bagian tengah dengan membungkukkan badan ke depan, tahan selama 8 hitungan.

2.Inti Latihan Olah Tubuh Dari Pemeranan Teater Modern inti merupakan rangkaian pokok dari gerakan yang akan dilatih sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

Tulang belakang seorang pemeran memiliki kedudukan yang sangat penting karena pose tubuh yang diciptakan oleh pemeran bergantung pada kelenturan tulang belakangnya.

Cembung, cekung, dan Datar Tulang Belakang 1. Bertopang tangan dan lutut di atas lantai dan bungkukan punggung Anda. Bengkokkan tulang ekor Anda turun dan ke dalam, bulatkan tulang punggung dibagian dada dan bahu serta turunkan kepala dan leher Anda. Bentuklah punggung Anda ke dalam posisi secembung-cembungnya. 2. Angkat bagian tulang ekor Anda, kosongkan tulang punggung bagian dada dan bahu, dan tegakkan leher serta kepala Anda.

Bentuklah punggung Anda ke dalam posisi secekung-cekungnya. 3. Turunkan pinggul, luruskan tulang punggung bagian dada dan bahu sehingga membentuk garis lurus dan tulang ekor. Turunkan leher secukupnya agar berada dalam satu garis lurus dengan tulang punggung dibagian bahu. Lakukan latihan tersebut dalam tempo yang lambat pada tahap permulaan, dan yang terpenting adalah Anda dapat merasakan ruas demi ruas tulang punggung. Setelah Anda dapat merasakan dengan betul, tingktkan kecepatannya secara bertahap melambat kembali sampai diam.

Menggulung dan Melepas 1. Berdiri dengan dua kaki direnggangkan, turunkan pinggul dan merendahkan sampai jongkok dengan bertumpu kekuatan daya dukung lutut. 2. Bungkukan tubuh bagian atas, tarik tulang ekor masuk ke arah dalam lalu pelan-pelan duduklah di lantai. 3. Luruskan kedua kaki dan gerakkan tulang punggung sehingga seluruh punggung terletak di lantai dengan tenang.

4. Gulung seluruh tulang punggung ke depan mulai dari kepala, leher, tulang punggung dan tulang ekor sehingga membungkuk di atas kaki dan regangkan kepala. 5. Pelan-pelan berdiri sampai tegak dan mulai jalan dalam gaya lamban. 6. Ulangi latihan ini sampai dapat merasakan fungsi ruas-ruas tulang belakang.

3. Pendinginan Pendinginan atau peredaan (warm-down) yaitu rangkaian pendek gerakan latihan yang bertujuan untuk mempertahankan penambahan sirkulasi yang ringan dan menggunakan kehangatan tubuh dan memberi kesempatan otot-otot untuk mengambil manfaat latihan.

1. Berdiri tegak kaki dibuka sekitar 60 cm, badan condong ke kiri. Kaki kanan lurus dan kaki kiri agak ditekuk ke bawah, tangan kanan lurus ke atas di samping kepala dan tangan kiri ditempelkan pada paha kiri, tahan selama 8 hitungan. Lakukan kembali dengan badan posisi condong ke kanan. 2.

untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara dalam olah latihan tubuh dapat dilakukan dengan

Posisi berdiri masih sama tetapi badan tegak di tengah dan dua lengan direntangkan ke kiri dan kanan lurus dengan bahu, kaki agak ditekuk ke bawah dan lakukan gerakan ke atas dan ke bawah, lakukan selama delapan hitungan. 3. Posisi berdiri masih sama, kedua tangan lurus ke atas kepala dan condongkan badan ke kiri dan tahan selama delapan hitungan. Ganti badan condong ke kanan tahan selama delapan hitungan. 4. Posisi berdiri masih sama, silangkan tangan kanan sejajar bahu di depan dada ke arah kiri dan tangan kiri membantu peregangan tepat pada siku, tahan selama delapan hitungan.

5. Posisi berdiri masih sama, tangan kanan lurus ke atas di samping kepala dan tangan kiri menekan kepala ke arah kiri, tahan sampai delapan hitungan. Ganti tangan kiri lurus dan tangan kanan menekan kepala ke arahh kanan dengan hitungan yang sama. 6. Posisi berdiri masih sama, langkahkan kaki kanan ke belakang, lutut kanan ditekuk sorong kanan, kaki kiri bertumpu pada tumit, badan condong ke depan, kedua telapak tangan menempel di atas kedua paha dan ayunkan ke bawah sampai delapan hitungan.

Ganti dengan kaki kiri ke belakang dengan hitungan yang sama. 7. Posisi berdiri masih sama, tangan di samping badan, mulai tangan diangkat lurus ke atas kepala sambil menghirup udara dalam empat hitungan dan menurunkan tangan sambil menghembuskan napas dalam empat hitungan. Lakukan gerakan yang terakhir dibarengi dengan menutup kaki.

Baca Juga • Fungsi Dari Sebuah Iringan Tari Modern • 2 Hal Yang harus Diketahui Tentang Iringan Tari Modern • Fungsi Dan Nilai Estesis Tari Modern Demikian Artikel Latihan Olah Tubuh Dari Pemeranan Teater Modern Yang Saya Buat Semoga Bermanfaat Ya Mbloo:)

struktur organ sistem pencernaan, respirasi, ekskresi, sirkulasi dan otot beseerta rangka manusia




2022 www.videocon.com