Apa itu dusun

apa itu dusun

Pinrang - Dusun ini berada jauh dari jangkauan kota. Menepi di kaki bukit, masyarakat menamainya Kampung Muallaf. Kampung Muallaf berada di Dusun Patambia, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

apa itu dusun

Di sini warganya adalah mereka yang jatuh cinta dengan islam dan menjadi muallaf. Mereka dulunya kebanyakan merupakan penganut kepercayaan animisme atau Aluk Todolo.

apa itu dusun

Tapi kini semuanya memeluk agama muslim. Inisiator pendiri Kampung Muallaf Darussalam, Hasbullah menjelaskan sebelum mendirikan kampung ini, ia tinggal di Desa Makula.

Di desa tersebut lokasi masjid cukup jauh. "Kami harus jalan kaki 2 km untuk ke masjid terdekat. Makanya cukup kesulitan karena akses yang juga sangat terbatas," bebernya saat ditemui detikSulsel. Kampung Apa itu dusun di Pinrang, Terisolir tapi Tetap Gigih Belajar Agama Foto: (Muhclis Abdu/detikSulsel) Hasbullah sempat berpikir untuk pindah ke lokasi dekat masjid di Dusun Patambi.

Di dusun ini juga banyak mayoritas Muslim. Gayung bersambut, suatu ketika ada seorang ustaz yang datang ke Desa Makula dan hendak mendirikan masjid. "Dulu ada namanya Ustaz Farid dari Yayasan Darussalam mau bangun masjid. Saya bilang jangan mi bangun masjid, belikan saja kami tanah untuk bangun kampung muallaf," jelasnya. Setelah kurang lebih 5 tahun mencari dana dan lahan, Hasbullah kemudian pindah bersama 5 orang kepala keluarga (KK) lainnya. Lahan yang dipilih berada apa itu dusun Dusun Patambia, lokasi yang saat ini dibanguni kampung muallaf.

"Sekitar 5 tahunan itu baru kami dapat lahan dan akhirnya pindah ke lokasi baru. Dulu hanya enam rumah atau 6 KK saja," beberya. Luas lahan yang akhirnya dibeli yakni 98 are atau hampir satu hektare. Saat itu dibeli dengan harga Rp 120 juta. Dananya dikumpulkan dari berbagai donatur dengan dimotori oleh Yayasan Darussalam. "Dulu saya Islam sebenarnya, tapi Islam KTP saja.

Saya tak tahu mengaji dan salat yang benar. Makanya berpikir untuk buat kampung Islam begitu dan mendatangkan dai untuk mengajar kami," jelasnya. Setelah ada lahan maka secara perlahan dimulailah untuk membangun kampung mualaf secara bertahap.

apa itu dusun

Selain memindahkan rumah, juga membangun masjid. "Dari KUA Lembang bangunkan masjid.

apa itu dusun

Saat itu ukurannnya hanya 4 x 5 meter saja," jelasnya. MInisiator pendiri Kampung Muallaf Darussalam, Hasbullah (Muhclis Abdu/detikSulsel) Bapak 3 orang anak ini mengakui dengan pindah ke tempat baru ada sejumlah tantangan. Utamanya karena kesulitan mendapatkan orang yang mau mengajarkan lebih mendalam terhadap Islam.

"Kami kan istilahnya Islam tetapi tata cara salat, puasa, dan lain-lain itu tidak tahu. Itu sempat di tahun pertama dapat bulan Ramadan tidak salat tarawih apa itu dusun dai yang biasa ke sini berhalangan," jelasnya. Ia pun dengan bekal pendidikan agama yang telah didapatkan mencoba memberanikan diri memimpin salat tarawih di Ramadan tahun pertama pada 2019 lalu. Itu setelah berkonsultasi dengan ustad Farid.

Dia menyampaikan bahwa hanya menghapal Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas. "Ustad Farid bilang boleh surah pendeknya hanya surah Al-Ikhlas.

apa itu dusun

Jadi sepanjang salat tarawih surah pendek setelah Al-fatihah ya Al-Ikhlas saja," kenangnya. Mendengar kisahnya tersebut memimpin salat tarawih modal Al-Ikhlas, banyak yang merasa terharu. Para dai kemudian berdatangan untuk mengajarkan mengaji dan memimpin salat. "Jadi hanya satu kali pimpin salat tarawih, karena ustaz yang biasa di sini berhalangan. Jadi saya yang gantikan. Setelahnya sudah ada ustaz lagi yang apa itu dusun sini," jelasnya.

Para Muallaf Berdatangan Kisah Hasbullah membangun Kampung Mualaf ternyata mendapatkan simpati. Banyak warga lain dari berbagai dusun tertarik. Mereka berbondong-bondong datang. "Kami dulu hanya 6 KK di sini. Nah sekarang itu sudah sampai 22 KK yang tinggal," jelasnya.

Agar meringankan beban para saudara Muslim yang datang, maka ia pun menggalang dana swadaya yang didapat dari berbagai donatur. Setiap yang mau pindah ke Kampung Mualaf Darussalam diberikan biaya Rp 3 juta. "Uang itu dipakai untuk misalnya memindahkan rumah yang lama ke sini. Ya, intinya dia cukup-cukup kan lah uang Rp 3 juta itu," imbuhnya. Kampung Mualaf di Pinrang, Terisolir tapi Tetap Gigih Belajar Agama Foto: (Muhclis Abdu/detikSulsel) Dibanding waktu pertama kali dibangun, kondisi Kampung Mualaf sudah cukup bagus.

Masjidnya sudah lebih luas yaitu 12 x 11 meter. Hasbullah pun sangat bersyukur banyak bantuan yang datang. Dukungan sebagai sesama Muslim kini betul-betul ia rasakan.

apa itu dusun

Perubahan dari masyarakat dengan belajar Islam pun mulai terasa. "Terutama ibadah jelas sudah lumayan tahu lah. Sekarang juga ibu-ibunya sudah pakai jilbab kalau di luar rumah," paparnya. *** Artikel ini sudah tayang di detik Sulsel, baca berita selengkapnya di sini. Simak Video " CCTV Rekam Detik-detik Remaja di Sinjai Tewas Dibacok" [Gambas:Video 20detik] (bnl/bnl) KOMPAS.com – Travel bubble kian diminati oleh beberapa negara untuk memulai kembali perjalanan lintas negara di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Selain Australia dan Selandia Baru, ada juga Estonia, Latvia, dan Lithuania yang berencana melakukan travel bubble. Baca juga: Indonesia to Establish Travel Bubble With Leading Partners Bahkan, Indonesia pun berencana membuka travel bubble dengan empat negara yaitu China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Lantas, apa itu travel bubble yang kini tengah dilirik oleh beberapa negara di dunia?

Koridor perjalanan antar negara di tengah pandemi Ide seputar travel bubble tengah dibicarakan di seluruh dunia. Gagasan ini, mengutip Forbes, terbilang cukup mudah untuk dimengerti.

Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan. Gelembung ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas, dan menghindari kewajiban karantina apa itu dusun. Baca juga: Negara-negara ASEAN Tidak Masuk Travel Bubble Indonesia, Ini Alasannya Langkah tersebut akan memudahkan masyarakat melintasi perbatasan dengan kerumitan minimum.

Perdana Menteri Lithuania, Saulius Skvernelis, menuturkan melalui sebuah pernyataan bahwa travel bubble adalah peluang bagi bisnis-bisnis untuk dibuka kembali. “( Travel bubble) merupakan secercah harapan bagi orang-orang bahwa hidup akan kembali seperti biasa,” tutur Skvernelis, mengutip Forbes. • Travel bubble memberi rasa aman Melansir VOA News, travel bubble dapat menunjukkan apakah pergerakan kembali aman dilakukan oleh orang-orang.

Gagasan tersebut, menurut para ahli, juga merupakan sebuah tantangan bagi banyak negara untuk membatasi wabah virus corona. Misalnya, pemerintah akan mempersiapkan pelacakan kontak bagi orang-orang yang sakit saat tiba dari luar negeri untuk menyetop merebaknya wabah pada populasi yang lebih besar.

Baca juga: Travel Bubble Indonesia Bakal Prioritaskan Wisata Alam Pemandu Wisata Gunung Perlu Tingkatkan Kompetensi Hadapi New Normal https://travel.kompas.com/read/2020/06/16/120800727/pemandu-wisata-gunung-perlu-tingkatkan-kompetensi-hadapi-new-normal https://asset.kompas.com/crops/svaRualZshnIQHYUmlLOB5GZHxU=/0x0:1280x853/195x98/data/photo/2020/03/09/5e661bfd6598e.jpeg
• Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • IniPurworejo.com - Kementerian Kesehatan RI memastikan bakal menjadikan vaksin Sinovac sebagai salah satu vaksin dosis ketiga atau booster.

Hal tersebut sesuai dengan rekomendasi penyediaan vaksin halal dari Putusan Mahkamah Agung. Namun, Kementerian Kesehatan memberikan catatan bagi penerima vaksin booster jenis sinovac ini, apa itu?

Baca Juga: Lebaran Penuh Cinta, Film Layar Lebar yang Tayang di SCTV, Apa itu dusun Dilan, Gundala, Hingga Dancing In The Rain Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, MEpid mengatakan Kementerian Kesehatan menghormati putusan Mahkamah Agung Nomor 31P/HUM/2022 atas rekomendasi untuk penyediaan apa itu dusun halal dalam program vaksinasi nasional. apa itu dusun itu masyarakat yang merasa nyaman untuk menggunakan vaksin Sinovac, kami membuka peluang vaksin tersebut untuk bisa digunakan juga sebagai vaksin booster,'' katanya pada konferensi pers virtual di Jakarta, Senin 25 April 2022 dalam laman resmi Kementrian Kesehatan.

Saat ini, pemerintah sudah menyediakan 6 regimen vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk segera bisa menyesuaikan apa itu dusun kondisi kesehatannya dengan berbagai jenis vaksin yang tersedia. 6 regimen tersebut terdiri dari vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen, dan Sinopharm.

Bobohizan/Bobolian Kadazandusun menghadiri upacara pembukaan Kaamatan 2014 di Hongkod Koisaan, dewan perpaduan KDCA, Penampang Jumlah penduduk 1,701,285 Kawasan ramai penduduk Malaysia ( Sabah, Labuan, Semenanjung Malaysia) Brunei apa itu dusun Muara District) Bahasa Bahasa Dusun, Kadazan, Bahasa English dan Bahasa Melayu Agama Kristian (74.8%), Islam (22.6%), Animism Kumpulan etnik berkaitan Dusun, Rungus, Kadazan, Orang SungaiMurut, Lun Bawang/Lun Dayeh a Buku Tahunan Statistik: Sabah, 2002, & Data Sabah Statistik 2020 Kaum Kadazandusun (juga dikenali sebagai bangsa "Mamasok Sabah") atau Bangsa Mamasok Kadazan-Dusun merupakan kumpulan kaum bumiputera yang terbesar di Sabah.

[1] Kaum Kadazan-Dusun juga merupakan satu kumpulan etnik dari dua bangsa iaitu Bangsa Kadazan dan Bangsa Dusun di Borneo yang digabungkan menjadi satu kumpulan kaum/etnik. Kaum ini dikenali sebagai " Mamasok" yang ertinya " orang dari Indochina " ataupun " Orang Indochina". Kaum etnik Kadazandusun ini menggunakan pelbagai bahasa dan dialect dengan pelbagai kebudayaan dan adat resam tradisional.

Etnik Kadazan-Dusun telah diiktiraf sebagai etnik masyarakat orang asal Indochina dengan warisan dan budaya yang didokumenkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sejak tahun 2004. [2] Kadazan-Dusun turut diiktiraf sebagai kumpulan Bumiputera di Sabah yang mempunyai hak istimewa tersendiri dari hak tanah, sungai, sehingga penjagaan adat resam.

Beberapa pertubuhan telah ditubuhkan untuk menjaga hak istimewa Kadazan- Dusun di Malaysia dan salah satunya adalah, Pertubuhan Kadazan- Dusun Murut (KDM) Malaysia, atau dikenali sebagai Pertubuhan KDM (Organisation) Malaysia yang berpusat di Donggongon, Penampang Sabah, Malaysia.

Isi kandungan • 1 Entomologi • 2 Ras dan segregasi ras • 2.1 Kesalinghubungan genetik melalui distribusi ras dan genetik mongoloid • 3 Asal usul kaum Kadazandusun • 3.1 Kajian mtDNA • 3.2 Kajian Y-DNA • 3.3 Kesimpulan • 4 Suku kaum yang membentuk Kadazandusun (Bangsa Mamasok Kadazan-Dusun) • 5 Bahasa Kadazandusun • 6 Budaya dan masyarakat • 6.1 Perayaan • 6.2 Makanan dan minuman tradisional • 6.3 Tarian tradisional • 6.4 Pakaian tradisional • 6.5 Muzik tradisi • 6.6 Kraftangan • 7 Pemburu kepala • 8 Lihat juga • 9 Catatan • 10 Rujukan • 11 Pautan luar Entomologi [ sunting - sunting sumber ] Richard Francis Tunggolou dalam artikelnya, " The Origins and Meanings of the Terms Kadazan and Dusun" telah menghuraikan perbezaan yang wujud di antara dua kaum bumiputera tersebut.

Pada awalnya, semua suku kaum Tangara/Tangaa yang menduduki kawasan Pantai Barat Sabah dipanggil menggunakan istilah "Kadazan". Manakala suku kaum asli bukan Tangara yang menduduki kawasan pedalaman dan lembah bukit pula dipanggil menggunakan istilah "Dusun". Ini dibuktikan melalui hasil penulisan Owen Rutter (Pagan Borneo Utara, 1929, p31) dalam terjemahan ke bahasa melayu, "warga Dusun yang tinggal di kawasan Pantai Barat Utara biasanya merujuk dirinya sebagai Tulun Tindal (orang Tindal), manakala yang tinggal di kawasan jalur Pantai Barat, kususnya di Papar, merujuk diri mereka sebagai Kadazan".

[3] Tetapi, semasa kekuasaan Empayar Brunei sejak kurun ke-14, Sultan Brunei telah memanggil semua etnik petani, peladang dan pemburu dengan istilah "Orang Dusun" dan diteruskan oleh orang Inggeris yang memerintah Borneo Utara selepas itu.

Ini menyebabkan semua orang Kadazan dirujuk sebagai orang Dusun dalam semua urusan dokumen rasmi, dan hal ini dirasakan kurang tepat bagi masyarakat Kadazan. [4] [5] Secara sejarahnya, tidak ada bukti adanya kaum Tangara menolak istilah "Dusun" pada zaman kolonial, ia kelihatannya hanyalah idea yang sengaja dicipta oleh sesetengah pemimpin Tangara bagi menjustifikasi kehendak mereka supaya semua suku-suku Dusun memakai istilah Kadazan sebagai istilah pengganti istilah Dusun.

Kaum Kadazan yang disebut "Dusun Tangara" oleh kaum Dusun yang lain adalah bahagian daripada "bangsa Dusun", dibuktikan dengan bahasa suku Tangara (Kadazan) yang sama dengan bahsa suku-suku Dusun yang lain seperti Bundu, Liwan, Tindal dan sebagainya. Perbezaanya hanya di bahagian "cognate", iaitu cara penyebutan kata. Maka Kadazan itu bukanlah bahasa yang terpisah dari Dusun, sebaliknya salah satu dialek bahasa Dusunik.

Tetapi suku Tangara sebagai suku Dusun yang terlebih dahulu mengecapi kemajuan kerana mereka lebih dahulu menganut Katolik dan dididik di sekolah-sekolah Katolik, menyebabkan mereka apa itu dusun dahulu memiliki kesedaran "nationhood" atau "kesedaran kebangsaan". Ini menyebabkan mereka ingin mencipta idea baru mengenai bangsa yang diperkenalkan oleh pihak kolonial.

Untuk mencapai tujuan mereka ini, maka mereka menggunakan istilah "Kadazan" sebagai istilah untuk memperkenalkan idea mengenai "bangsa baru" pasca-kolonial ini. Maka pada tahun 1960, melalui KCA – Kadazan Cultural Association (kini KDCA – Kadazan-Dusun Cultural Association), Ketua Menteri Sabah yang pertama, Tun Fuad Stephens @ Donald Stephens telah menggunakan istilah autonim suku Tangara "Kadazan" untuk menggantikan istilah "Dusun".

Setelah pembentukan Malaysia pada tahun 1963, semua suku-suku Dusun mula disebut sebagai "Kadazan" dalam semua urusan dokumen rasmi kerajaan dan ini menimbulkan rasa tidak puas hati di kalangan kaum Dusun yang bukan dari suku Tangara, yang tidak begitu berpuas hati dengan penggunaan istilah "Kadazan", kerana itu adalah istilah dari suku Tangara, sedangkan suku-suku Dusun yang lain memiliki istilah mereka sendiri seperti Kadayan, Mononggingi, Toltinting, Momogun dan sebagainya.

Pada tahun 1989, melalui KCA, Parti Bersatu Sabah (PBS) mancadangkan istilah baru, iaitu "Kadazandusun" bagi mewakili 'Dusun' dan 'Kadazan'. Istilah gabungan "Kadazandusun" ini telah sebulat suara dipersetujui dan diluluskan sebagai resolusi semasa Persidangan Delegasi Persatuan Kebudayaan Kadazan ke-5. Walaupun tindakan ini dilihat sebagai alternatif terbaik dalam menyelesaikan konflik "Kadazan versus Dusun" yang telah berlarutan akibat dipolitikkan semenjak tahun 1960, kesan positifnya hanya terlihat menjelang tahun 2000 hingga ke hari ini apabila generasi baru kini sudah tidak ada lagi mentaliti feudalisme "Kadazan versus Dusun".

Penyatuan Kadazan dan Dusun telah membawa masyarakat Kadazandusun sebagai satu etnik ke arah kemajuan yang apa itu dusun positif dari segi pembangunan, socio-kultural, ekonomi dan juga politik. [4] Ras dan segregasi ras [ sunting - sunting sumber ] Etnik Kadazandusun termasuk dalam kelompok ras mongoloid, kelompok segregasi malayan-mongoloid, dengan klasifikasi morfologi wajah yang dominan pada Kelas 1.

[6] Manusia kelompok ras mongoloid merupakan kelompok manusia dalam klasifikasi fizikal berambut hitam dan lurus, warna pigmen kulit daripada variasi kuning langsat dan sawo matang, warna mata coklat dengan variasi tona coklat cerah ke coklat gelap, dan julat ketinggian tubuh dari 150CM ke 165CM.

[7] Malayan-mongoloid pula merupakan segregasi kelompok manusia ras mongoloid yang mendiami kawasan Asia Tenggara hingga ke Asia Timur. Klasifikasi morfologi wajah pula merupakan garis panduan bidang sosiologi manusia dalam kajian klasifikasi struktur wajah manusia bagi penetapan ciri-ciri khusus wajah pada setiap ras dan juga segregasi ras manusia. [8] Kesalinghubungan genetik melalui distribusi ras dan genetik mongoloid [ sunting - sunting sumber ] Satu kertas kajian tentang asal-usul Dusun Borneo Utara melalui kaedah DNA (SNP) oleh Universiti Malaysia Sabah (2018) [9] merumuskan bahawa orang Dusun Borneo Utara (Sabah) apa itu dusun umumnya memiliki persamaan ciri-ciri DNA yang lebih dekat dengan warga asli Taiwan dari suku Ami dan Atayal, dan juga suku bukan-Austro-Melanesian di Filipina; seperti Visaya, Tagalog, Ilicano, Minanubu, daripada penduduk lain di Borneo.

Kesemua etnik yang disebut ini jatuh dalam kumpulan ras dan segregasi ras yang sama, iaitu ras malayan-mongoloid.

Asal usul kaum Kadazandusun [ sunting - sunting sumber ] Sejak tahun 2009, heboh diperkatakan bahawa etnik Kadazandusun berasal daripada Taiwan dan dikaitkan khusus dengan suku Bunun. Apa itu dusun ini hebat diperkatakan setelah kajian mendapati etnik Kadazandusun dan Bunun mempunyai budaya dan tradisi yang hampir mirip antara satu sama lain.

Namun, teori apa itu dusun dibuktikan tidak relevan melalui kajian mtDNA dan juga kajian Y-DNA. Kajian mtDNA [ sunting - sunting sumber ] mtDNA haplogroup M1 Kajian Maternal atau Matrilineal merupakan ujian salasilah DNA bagi menjejak keturunan daripada sebelah ibu dengan menggunakan DNA mitokondria (mtDNA) yang didapatkan daripada luar sel nukleus yang bebas daripada kombinasi kromosom-Y.

Menurut kajian Kee Boon Pin terbitan tahun 2014, hasil keputusan kelompok-haplo mtDNA daripada 150 orang sukarelawan warga Kadazandusun daripada seluruh Sabah memberikan keputusan sebanyak 9 jenis kelompok-haplo (haplogroup) induk, dengan Haplogroup M mencatatkan jumlah frekuensi terbanyak (60/150 40%).

Diikuti oleh Haplogroup R (26/150 17.33%), Haplogroup E (22/150 14.67%), Haplogroup B (20/150 13.33%), Haplogroup D (9/150 6%), Haplogroup JT (6/150 4% ), Haplogroup N (4/150 2.67%), Haplogroup F (2/150 1.33) dan Haplogroup HV (1/150 0.67%). Mutasi genom selama ribuan tahun telah memecahkan lagi Haplogroup mtDNA induk ini kepada beberapa subkategori-haplo dengan ribuan variasi subkelompok-haplo.

Subkelompok-haplo daripada haplogroup induk M yang didapati dari kajian ini ialah: M7b1'2'4'5'6'7'8 (22%), M7c3c (12.67%), M31a2 (0.67%), dan M80 (3.33%).

Subkelompok-haplo daripada haplogroup induk E: E1a1a (8%), E1b + 16261 (4.67%), dan E2 (2%). Subkelompok-haplo daripada haplogroup induk B: B4a1a (3.33%), B4b1 (1.33%), B4b1a + 207 (3.33%), Apa itu dusun (0.67%), B4j (0.67%), B5a (2%), dan B5a1d (1.33% ). Subkelompok-haplo apa itu dusun haplogroup induk D: D4s (1.33%), dan D5b1c1 (4.67%).

Untuk Haplogroup induk F, H, JT, R dan N pula, terdapat hanya 1 subkelompok-haplo yang didapati bagi setiap haplogroup induk: F1a4a1 (1.33%), HV2 (0.67%), JT (4%), R9c1a (17.33%), N5 (2.67% ). [10] Kajian Kee Boon Pin ini juga mengesahkan kajian S.G Tan yang menyatakan perkaitan hubungan genetik mtDNA kaum Kadazandusun dengan suku Paiwan, yang juga merupakan salah satu etnik orang asli di Taiwan, melalui mtDNA kelompok-haplo induk N.

Namun begitu, S.G. Tan juga mengatakan bahawa jumlah keputusan mtDNA kelompok-haplo N daripada warga Kadazandusun ini terlalu kecil untuk mewakili keseluruhan masyarakat Kadazandusun, seterusnya menjadi tidak relevan untuk dijadikan poin bahas dalam mengaitkan etnik Kadazandusun sebagai warga migrasi daripada Taiwan.

Menurut S.G. Tan dalam kajiannya yang diterbitkan pada tahun 1979, etnik Kadazandusun mempunyai hubungan genom mtDNA yang dekat dengan etnik lain yang terdapat di Borneo, Semenanjung Malaysia dan Filipina; termasuklah etnik Iban, Bisaya, Ifugao, Jakun, Apa itu dusun Kalimantan, dan Tagalog. [11] Menurut Ken-ichi Shinoda di dalam kajiannya yang diterbitkan pada November 2014, etnik Bunun pula memiliki kelompok-haplo (haplogroup) mtDNA induk B(41.5%), F(30.3%), E(23.6%), M(3.4%) dan N(1.1%).

[12] Walaupun etnik Kadazandusun ada berkongsi kelompok-haplo mtDNA dengan etnik Bunun dan Paiwan di Taiwan, penanda kelompok-haplo M yang mencatatkan frekuensi tertinggi (majoriti besar) dan frekuensi kecil bagi kelompok-haplo B, E, F dan N (tidak cukup signifikan untuk mewakili keseluruhan etnik Kadazandusun) dalam genetik etnik Kadazandusun sudah cukup untuk menyangkal teori kedatangan etnik Kadazandusun daripada Taiwan.

Kajian Kee Boon Pin juga ada menyebut tentang kepelbagaian dan variasi maklumat mtDNA pada etnik Kadazandusun yang telah terhapus (depleted) pada mtDNA etnik Bunun, yang juga memberikan gambaran usia mtDNA etnik Kadazandusun yang lebih tua berbanding dengan mtDNA etnik Bunun.

Antaranya variasi M7b1'2'4'5'6'7'8 yang unik dan wujud hanya di Borneo, dengan usia mutasi lebih daripada 12,700 tahun dan yang tertua di Asia Tenggara. Subkelompok-haplo M7b1'2'4'5'6'7'8 ini juga telah menyebar di sekitar wilayah Borneo dan membentuk beberapa siri mutasi baru dalam genetik beberapa etnik; Malaysia(etnik orang asli Jakun di Johor dan Pahang), Brunei(etnik Dusun), Filipina(etnik Tagalog dan Visaya), dan Indonesia(stok etnik Dayak di kepulauan Riau).

apa itu dusun

{INSERTKEYS} [13] Kajian Y-DNA [ sunting - sunting sumber ] Kajian DNA kromosom Y (Y-DNA) merupakan ujian salasilah DNA yang bagi menjejak keturunan daripada sebelah bapa dengan menggunakan kromosom-Y. Menurut kajian daripada Prof. Dr. Zafarina Zainuddin di Universiti Sains Malaysia, etnik Kadazandusun mempunyai kelompok-haplo Y-DNA O2-P31 (O-M268) dan kelompok-haplo ini memainkan peranan dalam sekuen genom etnik Melayu kini.

O2-P31 merupakan hasil mutasi daripada M214 sebagai kelompok haplo-induk dengan urutan mutasi seperti berikut: M214 > M175 > P31 > O2 [14] [15] Kajian ini turut disahkan melalui kumpulan pengkaji genetik daripada National Geografic yang mendedahkan keputusan ujian STR melalui sampel yang diambil daripada warga Kadazandusun daripada Kota Belud pada tahun 2011. Keputusan STR tersebut ialah: DYS393: 15 DYS439: 12 DYS388: 12 DYS385a: 16 DYS19: 15 DYS389-1: 13 DYS390: 25 DYS385b: 20 DYS391: 11 DYS389-2: NaN DYS426: 11 DYS392: 13, yang mana menjelaskan komposisi khusus kromosom Y bersesuaian dengan kelompok-haplo Y-DNA O2-P31 (O-M268).

[16] Menurut kajian Y-DNA oleh Jean A Trejaut, Estella S Poloni, dan Ju-Chen Yen pula membuktikan bahawa etnik Bunun di Taiwan memiliki kelompok-haplo O1a2-M50 dan O2a1a-M88. Kedua-dua kelompok-haplo ini juga merupakan hasil mutasi daripada M214 sebagai kelompok-haplo induknya dengan urutan-urutan mutasi seperti yang berikut: M214 > M175 > MSY2.2 > M119 > M50 > O1a2, dan M214 > M175 > P31 > M95 > M88 > M111/M88 > PK4 > O2a1a.

[17] Usia kelompok-haplo Y-DNA O2-P31 (O-M268) berada dalam lingkungan 34,100 tahun dan pernah ditemui melalui penemuan tulang manusia purba di Gua Niah, Sarawak. [18] [19] Manakala usia bagi kelompok-haplo O1a2-M50 dan O2a1a-M88 masing-masing mencatatkan 33,103 tahun dan 28,500 tahun. Melalui hasil kajian ini, teori kedatangan etnik Kadazandusun daripada Taiwan adalah tidak relevan sama sekali.

Ini kerana usia kelompok-haplo Y-DNA O2-P31 yang dimiliki oleh etnik Kadazandusun adalah lebih tua jika dibandingkan dengan kelompok-haplo Y-DNA yang dimiliki oleh etnik Bunun di Taiwan. Kesimpulan [ sunting - sunting sumber ] Walaupun kajian genetik pengesanan kumpulan-haplo pada awalnya dimulakan dengan objektif untuk mengesan asal usul keturunan manusia, namun, belum ada keputusan muktamad yang boleh mengesahkan objektif asal ini.

Setakat ini, hasil kajian genetik hanya mampu digunakan sebagai bukti penjelajahan manusia secara global, dan bukannya penghijrahan manusia dari tempat asal.

Ini kerana belum ada bukti DNA yang dapat mengesahkan titik habitat asal bagi setiap kelompok-haplo induk yang sudah dikenalpasti setakat ini. [13] Seperti contoh penemuan Tianyuan Man yang tiada jawapan konklusif mengenai asal usul sebenarnya sehingga kini.

[20] Dengan bukti mtDNA dan Y-DNA, dan juga filosopi daripada pakar pengkaji genetik dan antropologi, maka wajarlah disimpulkan bahawa kaum Kadazandusun merupakan masyarakat asli Sabah dan Borneo. Malah, hasil kajian mutasi genetik siri M7 juga memuktamadkan bahawa genetik masyarakat Kadazandusun merupakan antara penyumbang genetik utama yang membenihkan masyarakat di Filipina, Taiwan, dan Indonesia hari ini.

[21] Suku kaum yang membentuk Kadazandusun (Bangsa Mamasok Kadazan-Dusun) [ sunting - sunting sumber ] Kadazan- Dusun terbentuk dari kumpulan etnik terbesar di Indochina.

Kumpulan etnik yang terbesar adalah suku kaum Kadazan dan juga kaum Dusun yang merupakan satu pertiga dari penduduk Sabah.

Suku kaum Kadazan & Dusun yang tinggal di Pantai Barat dan juga Pantai Barat Utara; seperti Penampang, Papar, Tuaran, Kiulu, Tamparuli, Tenghilan, Kota Belud dan juga di lembah bukit; seperti di Ranau, Tambunan, dan Keningau adalah petani tradisi yang menanam padi sawah dan huma. Sesetengah dari mereka memburu serta menangkap ikan sungai.

Mereka kebanyakan bertempat di sekelilingi kawasan lembah pantai barat dan kawasan pendalaman Sabah, Malaysia. Terdapat juga sesetengah orang Kadazan- Dusun yang tinggal di Negara Brunei dan terdapat juga sebilangan minoriti yang tinggal di Semenanjung Malaysia ( Johor, Pulau Pinang, Klang, Kuala Lumpur).

Lazimnya masyarakat daripada subetnik yang disebut di atas adalah berasal (mendiami) daripada kawasan-kawasan (daerah) tertentu umpamanya Kimaragang di daerah Kota Marudu, Lotud di daerah Tuaran, Orang Sungai di daerah Kinabatangan, Sugut, Paitan dan Pitas. Kebanyakan orang Kadazan-Dusun menganuti agama Kristian. Bagi Orang Sungai yang tinggal di daerah Pitas, mereka menganut agama Islam manakala daerah-daerah lain seperti Kinabatangan (Tongod) dan Paitan, Orang Sungai beragama Islam dan Kristian.

Masyarakat Lotud (Suang Lotud) turut mendiami kawasan Pantai Barat Selatan negeri Sabah terutamanya Tuaran, Tamparuli, Telipok dan sedikit di Kota Belud (Tempasuk).

Mereka hidup secara kolektif dengan mendiami rumah panjang yang mengumpulkan beberapa keluarga, iaitu antara 150 - 200 orang. Walau bagaimanapun, pada masa kini, rumah panjang jarang dilihat dalam etnik ini. Kebanyakannya telah mengalami pembangunan fizikal dan mental. Kadazandusun terdiri daripada empat puluh suku kaum penutur bahasa Dusunik dan Paitanik.

[22] • Bisaya • Bundu • Bagahak • Dumpas • Gana • Garo • Kimaragang • Kolobuan • Kuijau • Labuk • Liwan • Lobu • Lotud • Malapi • Mangkaak/kunatong • Minokok • Orang Sungai • Pingas • Pahu • Rumanau • Rungus • Sonsogon • Sukang • Tagahas • Tambanuo • Tatana • Tangara • Tinagas • Tindal • Tobilung • Talantang • Tuhawon • Tutung Bahasa Kadazandusun [ sunting - sunting sumber ] Bahasa Kadazandusun merupakan bahasa Malayo-Polinesia yang dituturkan di Sabah.

Pada dasarnya, bahasa Kadazan (dulunya juga dikenali sebagai Tanga'ara) adalah bahagian daripada bahasa di dalam Bahasa Kadazan-Dusun. Manakala Bahasa Dusun juga mempunyai banyak gaya dalam percakapan melalui gaya sub-etnik Dusun. Perbezaannya hanya terletak pada sebutan dan penggunaan konsonan serta vokal pada sesetengah perkataan. Kaum Kadazan kerap menggunakan konsonan V, Z dan L dalam pertuturan seharian, sementara kaum Dusun yang lain seperti Liwan dan Bundu pula lebih kerap menggunakan konsonan W, Y dan R dalam pertuturan seharian; contohnya "naa wi"(Dusun) dan "naa vi"(Kadazan) yang bermaksud "habis", "taga yo"(Dusun) dan "taga zo"(Kadazan) yang bermaksud "besar", dan juga "ka raja"(Dusun) dan "ka laja"(Kadazan) yang bermaksud "kerja".

[23] Berikut merupakan contoh beberapa ayat dan sebutan nombor dalam bahasa Kadazan dan Dusun yang diterjemah daripada bahasa Melayu. Nombor dan pengiraan Melayu Kadazan Dusun Satu Iso Iso Dua Duvo Duo Tiga Tohu Tolu Empat Apat Apat Lima Himo Limo Enam Onom Onom Tujuh Tuu' Turu Lapan Vahu Walu Sembilan Sizam Siam Sepuluh Opod Hopod Frasa dan perbualan harian Melayu Kadazan Dusun Siapa nama kamu?

Iisai ngaan nu? Isai ngaran nu? Nama saya ialah John. Ngaan ku nopo nga i John. Ngaran ku nopo nga i John. Apa khabar kamu? Onu abal nu? {/INSERTKEYS}

apa itu dusun

Nunu kabar nu? Khabar baik. Avasi. Osonong. Mary di mana? Nonggo zi Mary? Hombo i Mary? Terima kasih Kotohuadan Pounsikou Berapa harganya? Pio hoogo dino? Piro gatang ilo?

Saya tidak faham. Au zou kalati Au oku karati. Saya rindukan kamu Hangadon zou diau Langadon oku dika Anda pandai berbahasa melayu kah? Koiho ko moboos do malazu? Koilo ko moboros do malayu?

Dari manakah asal kamu? Nomboo o nontodonon nu? Hombo tadon nu? Sungai Bavang Bawang Budaya dan masyarakat [ sunting - sunting sumber ] Perayaan [ sunting - sunting sumber ] Pesta Kaamatan (Menuai) disambut oleh Kadazandusun sebagai meraikan tuaian baik, tetapi Apa itu dusun Kaamatan juga disambut oleh semua kaum lain Sabah seperti Murut.

Pesta Kaamatan disambut sepanjang bulan Mei walaupun perayaan ini hanya pada 30 dan 31 Mei. Kemuncak perayaan Kaamatan adalah peraduan Ratu Cantik atau Unduk Ngadau, tarian tradisi, dan upacara kemuncak yang dijalankan oleh Bobohizan[Tangara]/Bobolian[Liwan] "ketua pendita" Pesta Kaamatan bagi kaum Kadazan juga dikenali sebagai ' Tadau Ka'amatan' dalam bahasa Kadazandusun.

Penampang Sabah Kaamatan Celebrations 2014 Kadazan percaya kepada makhluk halus dan dipercayai apa itu dusun lima makhluk halus: Kinoingan[Tangara](dialek suku lain;Kinorohingan[Liwan]/Kinoringan[Suku Dusun yang lain,salah satunya ialah Dusun Tatana)(Ketua makluk halus & Pencipta), Rusod(semangat semua benda hidup kecuali manusia), Koduduwo(Koduduvo[Tangara]) (semangat manusia), Tombiruo (semangat orang yang telah meninggal), dan Rogon (semangat jahat). Menurut kepercayaan Kadazan, semangat padi merupakan Kinoingan (Kinorohingan dalam dialek Liwan) yang dikenali sebagai Bambaazon, disembah sebagai pencipta dan berkuasa sumber kepada kewujudan.

Semangat padi Bambaazon[Tangara]/Bambarayon[Liwan] dimuliakan pada pokok padi, beras, dan nasi. Ramai yang mempercayai bahawa "Tanpa padi, tiada kehidupan." Kini, majoriti kaum Kadazan-dusun telah menganuti agama Kristian dan juga Islam.

Walaupun Kaamatan masih dirayakan mengikut amalan tradisi tahunan, namun perayaannya sudah tidak lagi dibuat bagi memenuhi tuntutan adat dan tradisi spiritual nenek moyang, tetapi lebih kepada misi untuk memperingati dan menghormati adat dan tradisi nenek moyang.

Hari ini, Kaamatan lebih simbolik sebagai hari reuni bersama keluarga tersayang, dan juga hari untuk berpesta bagi kaum Kadazan-dusun. Secara domestiknya, Kaamatan hari ini dirayakan selari dengan tuntutan agama anutan dan juga kemahuan individu tersendiri; dengan pilihan samada mahu atau tidak menghidangkan makanan dan minuman tidak-halal seperti masakan daging babi dan arak. Pada peringkat negeri pula, pesta Kaamatan disambut dengan pelbagai warna warni tentatif pesta seperti persembahan seni tari kebudayaan, jualan tamu, warung minuman keras dan makanan tradisi, persembahan dan jualan kraftangan di rumah-rumah tradisi, pertandingan menyanyi sugandoi dan juga pertandingan ratu cantik Unduk Ngadau.

[24] Makanan dan minuman tradisional [ sunting - sunting sumber ] Lihat juga: Makanan tradisional kaum Kadazan-Dusun Antara makanan tradisi yang terkenal di kalangan kaum Kadazan-Dusun ialah Hinava, Noonsom, Pinaasakan, Bosou, Tuhau, Sup Kinoring Bakas (tidak halal) dan Sup Manuk Lihing.

Minuman tradisi kaum Kadazan-Dusun pula ialah tapai dan lihing. Makanan dan minuman ini dapat disediakan dengan pelbagai cara mengikut kebiasaan amalan tradisi kaum Kadazan-Dusun. [25] Tarian tradisional [ sunting - sunting sumber ] Tarian Sumazau merupakan tarian tradisi suku kaum Kadazandusun yang terkenal di seluruh Malaysia. Tarian ritualnya memenuhi pelbagai apa itu dusun seperti mengucap kesyukuran yang berkaitan dengan kegiatan menanam dan menuai padi dan untuk menolak bala, menyemah semangat, dan mengubati penyakit.

Juga melaluinya ibu-bapa/keluarga dapat menonton dan memilih bakal menantu yang berpotensi. Dikatakan bahawa tarian ini adalah berasal daripada cara burung helang terbang dan ditiru oleh petani-petani KadazanDusun yang sedang duduk berehat di sebuah pondok yang dipanggil 'Suhap(Tangara)/Sulap(Liwan)' oleh warga tempatan selepas penat bekerja menguruskan padi-padi mereka.

Irama Sumazau adalah perlahan.

apa itu dusun

Alat alat pengiring tarian adalah set gong dan gendang. Pasangan penari berhadapan dan menggerak-gerakkan kaki berlangkah kecil, sementara tumit kaki diangkat-turunkan mengikut irama. Ketika menari tangan dikepakkan keluar, gerakannya turun naik seperti burung terbang.

Biasanya Sumazau ditarikan secara berpasangan lelaki-perempuan semasa hari keramaian majlis jamuan Pesta Kaamatan. [26] Pakaian tradisional [ sunting - sunting sumber ] Pakaian Tradisional Suku Kaum Kadazan Penampang dikenali sebagai 'Sinuangga' yang dipakai oleh kaum wanita dan 'Gaung' untuk para lelaki. Baju ini selalunya menggunakan kain hitam(kain baldu) yang bersulamkan benang emas.

Ia dipakai semasa sambutan Pesta Menuai. 'Sinuangga' dilengkapi dengan perhiasan ikatan pinggang yang dipanggil 'Himpogot'(logam perak/2 lilitan pada bahagian atas dan bawah perhiasan di pinggang) dan 'Tangkong'(logam tembaga/3 lilitan) 'Gaung'(dihiasi dengan renda keemasan&butang betawi) dengan topi yang dinamakan 'Siga'(tanjak dari kain dastar yang ditenun),ia juga disertakan dengan 'Sandangon'(hiasan dripda daun palma hanya dipakai ketika mempersembahkan tarian Sumazau) yang dipakaikan secara menyilang pada tubuh badan.

Pakaian Traditional Suku Kaum Dusun Tambunan dipanggil 'Sinombiaka' bagi yang telah dipermodenkan.Manakala jenis yang asal dikenali dengan nama apa itu dusun Rombituon',di mana mempunyai hiasan lebih ringkas. Pakaian Tradisional Suku Kaum Dusun Tindal Kota Belud dipanggil ' Sinipak '.

[27] Muzik tradisi [ sunting - sunting sumber ] Pemalu gong pada musim Kaamatan Kebanyakan alat-alat muzik di Sabah diperbuat daripada bahan-bahan asli. Seperti contoh, suling (seruling), sompoton dan togunggak diperbuat daripada buluh bambu.

Alat-alat muzik di Sabah dikelaskan kepada Kordofon(tongkungon, gambus,sundatang atau gagayan), Erofon(suling, turali atau tuahi, bungkau dan sompoton), dan Idofon(togunggak, gong,kulintangan) dan membranofon (kompang,gendang atau tontog). Alatan muzik yang lazim dimainkan di dalam upacara dan majlis Kadazan ialah gong, dan kulintangan. Paluan gong dengan iringan kulintangan biasanya berbeza mengikut daerah, dan paluan gong yang sering dimainkan di majlis kebudayaan rasmi ialah paluan gong daripada daerah Penampang.

[28] Kraftangan [ sunting - sunting sumber ] Koleksi wakid dan barait pelbagai saiz Kaum Kadazan-dusun menggunakan bahan asli dalam menghasilkan kraftangan, termasuklah bambu, rotan, lias, labu air dan kayu. Antara hasil kraftangan yang sinonim dengan etnik kadazandusun ialah wakid, barait, sompoton, pinakol, topi siung, parang dan gayang. [29] Sebelum hasil kraftangan ini dipromosi dan dikomersialkan sebagai ikon fesyen dan juga khazanah kebudayaan negeri Sabah bagi kaum Kadazandusun, sebahagian daripada hasil tangan ini dahulunya digunakan warga kadazandusun secara praktikal dalam kehidupan seharian.

Wakid dan barait digunakan untuk mengangkat barang, khususnya hasil kutipan dari kebun. Pinakol pula digunakan dalam upacara-upacara penting, seperti upacara perkahwinan dan juga kematian bergantung kepada warna manik pada pinakol yang digunakan. Sompoton pula digunakan masyarakat kadazandusun sebagai alat muzik. Parang dan gayang pula digunakan dalam aktiviti berkebun, menebas semak dan juga sebagai senjata pada zaman perang saudara yang secara tidak langsung telah membuatkan etnik kadazandusun pada zaman itu digelar sebagai pengait, ataupun pemburu kepala.

[30] Pemburu kepala [ sunting - sunting sumber ] Rumah Tengkorak Monsopiad Amalan memburu kepala merupakan salah satu tradisi kuno yang pernah diamalkan oleh masyarakat Kadazandusun. [30] Pemenggal kepala ini digelar sebagai pengait atau tonggorib. [31] Kepala musuh yang dipenggal akan dibawa pulang bukan sahaja sebagai trofi kemenangan, tetapi juga sebagai objek pemujaan roh dan amalan perubatan. Pemenggalan kepala tidak dilakukan untuk tujuan perang semata-mata, tetapi juga untuk memenuhi tuntutan persepsi masyarakat pada zaman itu, dan juga memenuhi syarat ritual-ritual kuno.

[32] Masyarakat kuno Kadazandusun meletakkan keperkasaan seorang lelaki pada kekuatan fizikal dan keberaniannya untuk berperang dan memenggal kepala musuh. Etnik yang terkenal dengan amalan memenggal kepala di Sabah ialah Kadazandusun dan Murut.

Pantang utama amalan memenggal kepala ialah, musuh wajib dalam keadaan masih hidup saat kepalanya dipenggal. Ini kerana kepala yang dipenggal daripada orang yang telah meninggal tidak bermakna untuk disimpan. Terdapat lima faktor utama yang membetuk objektif pemenggalan kepala dilakukan. • Bagi situasi perang besar • Kepala pihak musuh dipenggal untuk tujuan membuktikan kekuatan apa itu dusun dan puak • Pengumpulan kepala pihak lawan sebanyak yang mungkin (lebih banyak kepala bermaksud telah banyak musuh yang telah berjaya dikalahkan) • Kepala akan disimpan di dalam rumah tengkorak(bangkawan) milik puak yang menang.

[33] [34] • Bagi situasi perang kecil atau perang keluarga • Kepala pihak musuh dan keluarga dipenggal dengan tujuan menghapuskan keluarga musuh secara total • Kepala musuh akan disimpan di rumah keluarga yang menang [34] • Bagi tujuan memperkasakan kelelakian • Seorang lelaki wajib memenggal kepala untuk menjadi lelaki perkasa kalau tidak mahu dianggap sebagai pengecut • Lelaki yang tidak berani/pernah memenggal kepala musuh tidak layak memiliki pasangan hidup kerana dikhuatiri tidak akan dapat melindungi isteri dan keluarganya [34] • Bagi tujuan menjadi ketua kampung • Lelaki wajib memperoleh sekurang-kurangnya 10 kepala musuh bagi memperoleh kehormatan daripada puaknya • 10 kepala ini juga penting bagi meyakinkan puaknya bahawa dia layak mengetuai perang [34] • Bagi tujuan memperkasakan kegagahan seorang pahlawan • Masyarakat dahulu percaya bahawa kekuatan dan semangat musuh akan diperoleh oleh pahlawan yang memenggal kepalanya [34] Kepala-kepala yang dipenggal akan disimpan dan dijaga rapi dengan menggunakan amalan dan ritual kuno.

Masyarakat dahulu percaya bahawa roh dan semangat seseorang individu terletak pada kepalanya yang disebut sebagai "tandahau". Oleh itu, kepala-kepala ini tidak hanya disimpan sebagai trofi kemenangan semata-mata, tetapi juga digunakan sebagai objek dalam ritual keagamaan dan juga perubatan. [31] Antara kegunaan kepala-kepala ini ialah sebagai penjaga rumah. Masyarakat Kadazandusun kuno percaya bahawa sebuah rumah harus mempunyai penjaganya. Maka, mereka akan menggunakan semangat 'tandahau' daripada kepala ini bagi tujuan melindungi rumah dan penghuninya daripada serangan musuh dan binatang buas.

Kegunaan kepala-kepala ini juga apa itu dusun untuk diletakkan di bawah jambatan yang baru dibina. Masyarakat kuno Kadazandusun percaya bahawa setiap sungai ada semangat air yang juga disebut sebagai "tambaig". Kepala-kepala ini akan diletak atau digantung pada jambatan sebagai persembahan damai buat tambaig supaya jambatan yang dibina tidak dirobohkan oleh tambaig. Kepala-kepala ini juga digunakan oleh bobohizan atau bobolian sebagai tujuan perubatan, dan pemujaan roh nenek moyang.

[31] [32] Senjata yang lazim digunakan pahlawan kuno masyarakat Kadazandusun untuk memburu kepala adalah Ilang sakuit/mandau, gayang dan juga tandus/adus. Peralatan lain yang wajib ada ketika memburu kepala adalah taming kayu yang apa itu dusun sebagai perisai. [34] [31] Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Kaum Dusun • Kadazan • Tadau Kaamatan • Sumazau • Unduk Ngadau • Bobohizan • Bahasa Kadazan • Nunuk Ragang Dalam Minda Kadazan-Dusun Catatan [ sunting - sunting sumber ] Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ United Nations, Official Sabah Statistic (1 Januari 2004).

"Kadazan-Dusun merupakan etnik terbesar di Sabah menurut data statistik Sabah - United Nation". UNESCO. Dicapai pada 1 Januari 2004. • ^ United Nations, Discovery Channel (1 Januari 2004).

"Kadazandusun, Malaysia". UNESCO. Dicapai pada 1 Januari 2004. • ^ Rutter, Owen (1 Januari 1929). "The Pagans of North Borneo". Universiti Oxford.

Dicapai pada 18 Mac 2018. • ^ a b Luping, Herman (7 Ogos 2016). "A history of the term Kadazandusun". Oxford University Press. Dicapai pada 28 November 2019. • ^ Essays, UK (16 Mei 2017). "Origins Of The Kadazan People". UK Essays. Dicapai pada 30 November 2019.

• ^ Atmadja, Hengki (10 November 2016). "BAB 3METODOLOGI PENELITIAN". Docplayer. • ^ Maryati, Kun (10 November 2016). "Sosiologi untuk SMA". Amazon.com. • ^ Singha Roy, Abishek (9 September 2012). "Jaw Morphology and Vertical Facial Types" (PDF). semanticscholar. Apa itu dusun daripada yang asal (PDF) pada 27 Februari 2019.

Dicapai pada 21 Mac 2020. • ^ Genetic relatedness of indigenous ethnic groups in northern Borneo to neighboring populations from Southeast Asia, as inferred from genome-wide SNP data https://www.researchgate.net/publication/323665511 • ^ Boon Pin, Kee (1 Februari 2014).

"Assesment and Analysis of Genomic Diversity and Biomarkers in Sabahan Indigenous Populations" (PDF). Universiti Malaya. Dicapai pada 1 Februari 2014. • ^ S.G, Tan (1 Mac 1979). "Genetic Relationship between Kadazans and Fifteen other Southeast Asian Races" (PDF). Universiti Putra Malaysia. Diarkibkan daripada yang asal pada 22 Disember 2018. Dicapai pada 19 Disember 2018. • ^ Shinoda, Ken-ichi (1 Mac 2014). "Mitochondrial genetic diversity of Pingpu tribes in Taiwan".

BM Genetics. Dicapai pada 18 Disember 2019. [ pautan mati kekal] • ^ a b Matsumura, Hirofumi (22 Jun 2018). "Cranio-morphometric and aDNA corroboration of the Austronesian dispersal model in ancient Island Apa itu dusun Asia: Support from Gua Harimau, Indonesia".

Sapporo Medical University. Dicapai pada 24 Disember 2019. • ^ Zainuddin, Zafarina (2 Julai 2013). "Orang Melayu berasal dari Etnik Dusun". Apa itu dusun. • ^ Express, Borneomail (5 Mei 2015). "Kaum Dusun Sabah bukan berasal dari China, Tibet maupun Taiwan". Wordpress. • ^ Potpouri, Karabo (4 April 2012). "The Haplogroup O2(P31) or O2-P31 Y-DNA among the Natives of Kelawat Kota Belud Sabah East Malaysia".

Blogspot. • ^ A Trejaut, Jean (1 Mac 2014). "Taiwan Y-chromosomal DNA variation and its relationship with Island Southeast Asia(P.2)". BM Genetics. Dicapai pada 19 Disember 2019. • ^ Curnoe, Darren (27 Jun 2016). "Deep Skull from Niah Cave and the Pleistocene Peopling of Southeast Asia".

frontiersin. • ^ M Karafet, Tatian (4 Jun 2014). "Improved phylogenetic resolution and rapid diversification of Y-chromosome haplogroup K-M526 in Southeast Asia". Human Genetics. Dicapai pada 21 Disember 2019. • ^ Fu, Qiaomei (21 September 2012). "DNA analysis of an early modern human from Tianyuan Cave, China". Sapporo Medical University. Dicapai pada 24 Disember 2019. • ^ Putri, Adi (11 November 2019). "ada-satu-kaum-asli-di-taiwan-ni-menyerupai-etnik-kaum-di-sabah-sarawak".

Sapporo Medical University. Dicapai pada 24 Disember 2019. • ^ Sabah, Edu. "Taburan Penduduk Suku Kaum Momogun Rungus". Sabah Edu. Dicapai pada 27 Disember 2019. • ^ White, Tessie (5 Mac 2012). "Berbezakah Etnik Kadazan dan Dusun ?". Blogspot.

Dicapai pada 27 Januari 2018. • ^ Unnip Abdullah, Mohn Izham (29 Mei 2019). "Kemuncak sambutan Kaamatan: Ribuan pengunjung banjiri Hongkod Koisaan". Berita Harian. Dicapai pada 27 Disember 2019. • ^ Edu, Sabah. "Upacara Momohizan". Sabah Edu. Dicapai pada 29 Januari 2018. • ^ A. Majik, Suheimi (20 Mei 2019). "Tarian Sumazau, lambang falsafah etnik Kadazandusun di masa silam".

The Patriots Asia. Dicapai pada 26 November 2019. • ^ Edu, Sabah. "Pakaian Tradisi". Sabah Edu. Dicapai pada 6 September 2018. • ^ Edu, Sabah. "Muzik Tradisional". Sabah Edu. Dicapai pada 6 September 2018.

• ^ Jabatan, Penerangan (9 April 2018). "Kraftangan Tradisi Imbau Memori Zaman Kanak-kanak". Utusan Borneo. Dicapai pada 6 September 2018. • ^ a b Unnip Abdullah, Mohn Izham (13 Apa itu dusun 2018).

"Kisah pengait, pemburu kepala perlu dikaji, dibukukan". Berita Harian. Dicapai pada 27 September 2018. • ^ a b c d Bujang, Haslina (21 Mac 2019). "Pengait @ Tonggorib: Pemburu Kepala di Sabah". The Patriots Asia. Dicapai pada 24 Disember 2019. • ^ a b Sintian, Minah (20 Januari 2014). "Amalan Memotong Kepala dalam Masyarakat Primitif Kadazandusun: Survival atau Budaya?". ResearchGate. Dicapai pada 21 Disember 2019.

• ^ Unnip Abdullah, Mohn Izham (18 Jun 2015). "Tengkorak musuh bukti kegagahan Pahlawan Monsopiad". Berita Harian. Dicapai pada 23 Disember 2019. • ^ a b c d e f Madkauw, Faridah. "ADAT MEMENGGAL KEPALA DI SABAH". Berita Harian. Dicapai pada 23 Disember 2019. Pautan luar [ sunting - sunting sumber ] • Keturunan Nunuk Ragang • Bahasa Kadazan Dusun online Diarkibkan 2013-07-31 di Wayback Machine • Cina • Baba dan Nyonya • India • Chetty • India Pulau Pinang • Jawi Peranakan • Tamil • Portugis Melaka • Siam • Melayu • Melayu Johor • Melayu Kedah • Melayu Kelantan • Melayu Melaka • Melayu Pahang • Melayu Perak • Melayu Selangor/Kelang • Melayu Terengganu • Aceh • Cham • Banjar • Bugis • Jawa • Minangkabau • Rawa • Mandailing • Orang Asli • Melayu Proto • Temuan • Jakun • Orang Kanaq • Orang Kuala • Orang Seletar • Orang Laut • Semelai • Negrito • Bateq • Lanoh • Jahai • Kensiu • Kintak • Mendriq • Mintil • Senoi • Semai • Mahmeri • Che Wong • Temiar • Jah Hut • Semoq Beri Sarawak • Bisaya • Idahan • Begahak • Buludupi • Idahan • Kadazan-Dusun • Dumpas • Dusun • Kadazan • Kwijau • Lotud • Mangka'ak • Maragang • Minokok • Orang Sungai • Rumanau • Rungus • Tambanuo • Tatana apa itu dusun Tobilung • Lun Bawang • Lundayeh • Melayu • Melayu Brunei • Kedayan • Melayu Cocos • Moro • Bajau • Binadan • Illanun • Suluk • Ubian • Murut • Tagaas • Tidong Kategori-kategori tersembunyi: • Semua rencana dengan pautan luar mati • Rencana dengan pautan luar mati dari September 2021 • Rencana dengan pautan luar mati kekal • Rencana dengan parameter tarikh tidak sah dalam templat • "Kumpulan etnik berkaitan" yang memerlukan pengesahan • Rencana menggunakan kotak info kumpulan etnik dengan parameter image • Pautan wayback templat webarchive Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 01:08, 1 Mei 2022.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • •
Suara.com - Bagi yang telah bekeluarga, kelahiran seorang anak adalah perubahan besar dalam hidup.

Kebanyakan ibu senang dan bangga dengan anggota keluarga baru mereka, tetapi banyak juga yang marah dan kewalahan. Wajar untuk merasa seperti itu untuk sementara waktu. Hal ini biasanya dikenal dengan istilah baby blues. Lantas, apa itu baby blues? Berikut ini penjelasannya. Diketahui, perubahan hormon reproduksi setelah melahirkan bisa mempengaruhi mood seorang ibu.

Selain itu, kurang istirahat, nutrisi yang tidak memadai, isolasi, kurangnya dukungan dari pasangan, masalah kesehatan, kebutuhan bayi yang tinggi atau stresor lainnya dapat menyebabkan atau memperburuk depresi pada ibu. Melansir dari situs Darya-Varia Laboratoria, Selasa (12/4/2022), berikut ini ulasan mengenai apa itu baby blues yang lengkap dengan gejala dan cara mengatasinya. Apa Itu Baby Blues? Baca Juga: Nikita Willy Akhirnya Pamer Foto Bareng Anak, Beri Pelukan Hangat Baby blues adalah kondisi yang bersifat hilang timbul yang terjadi setelah melahirkan dan umumnya bertahan tidak lebih dari 2 minggu.

Dalam kondisi tersebut, seorang ibu bisa mengalami perasaan seperti cemas, sedih, merasa tidak mampu merawat bayi, marah, dan gejala serupa lainnya.

apa itu dusun

Delapan puluh persen dari semua wanita yang melahirkan berada dalam kondisi ini. Gejala Baby Blues Penting untuk mengetahui gejala baby blues, adapun gejalanya yaitu suasana hati berubah dengan cepat dari senang menjadi sedih. Satu menit Anda bangga dengan pekerjaan yang Anda lakukan sebagai ibu baru, lalu Anda menangis karena merasa tidak siap untuk pekerjaan itu.

Kurang nafsu makan atau tidak bergairah merawat diri sendiri karena kelelahan. Selain itu juga mudah tersinggung, kewalahan, dan cemas. Baca Juga: Lahir di Amerika, Ini 9 Potret Gemas Baby Izz Anak Nikita Willy • Tidurlah sebanyak mungkin dan istirahatlah saat bayi Anda tidur siang • Makanlah makanan yang baik apa itu dusun bergizi • Tamasya dan olahraga santai • Jangan apa itu dusun tentang tugas Anda sebagai ibu baru • Terima bantuan ketika orang lain menawarkannya • Fokus saja pada Anda dan bayi Anda.

Demikian informasi mengenai apa itu baby blues lengkap dengan gejala dan cara mengatasinya. Jika Anda mengalami gejala baby blues setelah melahirkan, segera konsultasikan ke dokter. Anda juga dapat mencari bantuan dari psikiater, psikolog, atau profesional kesehatan mental lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat. Kontributor : Ulil Azmi IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Suara.com - Baru-baru ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim meluncurkan kurikulum pendidikan yang dinamakannya Kurikulum Merdeka.

Apa itu Kurikulum Merdeka yang menjadi nama resmi dari kurikulum prototipe? Nadiem Makarim telah menjelaskan tentang apa itu Kurikulum Merdeka.

apa itu dusun

Menurutnya, kurikulum ini sudah diuji coba di 2.500 sekolah penggerak dan akan digunakan mulai tahun ajaran 2022/2023 di jenjang TK, SD, SMP, sampai SMA. Untuk tahu lebih banyak persisnya seperti apa itu Kurikulum Merdeka, silahkan simak penjelasan dalam artikel ini sampai akhir. Esensi dari Kurikulum Merdeka Baca Juga: Nadiem Ubah Kurikulum Prototipe jadi Kurikulum Merdeka, Diklaim Bisa Atasi Learning Loss Dalam Kurikulum Merdeka, pendidikan berpatokan pada esensi dari belajar di mana masing-masing anak memiliki bakat dan minatnya masing-masing.

Dengan kedua hal tersebut, maka tolok ukur yang diterapkan untuk menilai kedua anak yang memiliki minat berbeda pun tidak sama. Sehingga setiap anak tidak bisa dipaksakan untuk mempelajari sesuatu hal yang tidak disukainya. Tujuannya untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini. Implementasi Merdeka Belajar Terobosan dari Menteri Nadiem Makarim ini dapat diterapkan dengan terlebih dahulu melalui empat upaya perbaikan.

• Dengan perbaikan pada infrastruktur dan teknologi pendidikan • Perbaikan dalam hal kebijakan, prosedur, pendanaan, serta pemberian otonomi lebih kepada satuan pendidikan • Perbaikan dalam kepemimpinan, masyarakat, dan budaya • Perbaikan dalam kurikulum, pedagogi, dan asesmen. Pelaksanaan atau implementasi merdeka belajar kedepannya dapat dibagi ke dalam beberapa episode, antara lain: Baca Juga: Mendikbudristek Nadiem Makarim Berharap Indonesia Dapat Menginspirasi Negara-negara Maju • Dengan lebih dahulu menghadirkan empat pokok kebijakan terkait dengan paradigma metode belajar dan mengajar yang lama diubah menjadi lebih progresif ke arah kemajuan.

• Penghapusan ujian sekolah berstandar nasional dan mengganti ujian nasional menjadi asesmen nasional • Penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilakukan perubahan terhadap kebijakan penerimaan peserta didik baru, yang mana harus lebih fleksibel Sementara itu, Kurikulum Merdeka dalam wilayah kampus juga memiliki implementasinya sendiri.

Dalam lingkup perguruan tinggi, Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan dengan kampus memberikan apa itu dusun kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar lain di luar program studi yang dipilihnya. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS“Mahakam Ulu dan Samarinda masih bertahan di zona hijau atau zero kasus,” kata Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak. Sementara delapan wilayah lainnya yaitu Balikpapan, Kutai Barat, Berau, Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser dan Penajam Paser Utara berada di zona kuning.

BACA JUGA: 13 Ribu Warga Keluar Masuk Kaltim Melalui Bandara Sepinggan Andi juga mengungkapkan terjadi penambahan enam kasus sembuh dan tiga kasus positif, sementara kasus meninggal dunia tidak ada penambahan kasus baru.

Data tersebut menunjukkan bahwa kasus COVID-19 masih terjadi pergerakan kasus meski dalam skala kecil. BACA JUGA: Kondisi Terbaru Arus Mudik di Wilayah Kaltim Ini Sepi dan Lengang “Masyarakat harus tetap waspada dan jangan sampai lengah, khususnya penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari- hari,” kata Andi.
KOMPAS.com - Dalam pemasaran digital, kita sering mendengar copywriting. Peran copywriting adalah sangat vital.

Copywriting adalah ujung tombak dalam pemasaran digital. Apa itu copywriting? Mungkin Anda sering menyadari kalau artikel atau tulisan-tulisan berupa ajakan apa itu dusun iklan penjualan barang atau jasa tidak dibuat dengan sembarangan.

Tulisan-tulisan ajakan tersebut dibuat oleh mereka yang khusus bekerja dalam penulisan pemasaran. Mereka adalah copywriting atau seringkali penulisnya disebut copywriter.

Tugas copywriting adalah menjadi penghubung apa itu dusun penjual atau pengiklan dengan pembeli atau konsumen melalui media tulisan, audio, gambar, video, atau jenis konten lainnya. Baca juga: Marketing Adalah Kunci Strategi Pemasaran, Simak Penjelasannya Definisi copywriting adalah Dikutip dari laman American Writers and Artist Institute (AWAI), copywriting adalah proses menulis materi pemasaran dan promosi persuasif yang memotivasi orang untuk mengambil beberapa bentuk tindakan, seperti melakukan pembelian, mengklik tautan, menyumbang, ajakan, hingga mempengaruhi orang untuk menghubungi bagian penjualan.

Materi copywriting adalah dapat mencakup promosi tertulis yang dipublikasikan di media cetak atau online. Mereka juga dapat menyertakan materi yang diucapkan, seperti skrip yang digunakan untuk video atau iklan.

apa itu dusun

Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi copywriting sebanarnya ada di mana-mana. Bahkan, jika Anda baru memulai dengan melihat kotak surat Anda, Anda akan menemukan beberapa contoh copywriting yang jelas. Baca juga: Entrepreneur Adalah Pengusaha, Beda atau Sama? Promosi untuk restoran lokal, katalog, surat penggalangan dana dari organisasi amal, atau surat penjualan untuk berbagai produk dan layanan adalah semua bentuk copywriting.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Menjelang mudik lebaran, mengendarai kendaraan pribadi layaknya mobil menjadi salah satu cara yang paling banyak dilakukan.

Pasalnya dengan mengendarai mobil kamu bisa apa itu dusun lebih aman dan leluasa mudik bersama keluarga tercinta. Mudik tahun 2022 ini tentunya sangat dinantikan oleh banyak orang setelah tahun-tahun sebelumnya dilarang karena merebaknya virus covid 19. Namun sebelum mudik, sudahkah kamu bayar pajak dan cek masa laku SWDKLLJ? SWDKLLJ atau Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan adalah sejumlah dana yang dibayarkan oleh pemilik kendaraan bermotor umum yang dibayarkan bersamaan dengan pajak kendaraan bermotor sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab kepada pihak ketiga yang menjadi korban kecelakaan akibat kendaraannya tersebut.

• Link mudik.jasaraharja.co.id Daftar Mudik Gratis Jasa Raharja, Download Mobile JRku Naik Kereta Api SWDKLLJ yang terhimpun akan dikelola oleh PT Jasa Raharja untuk kemudian diserahkan kepada korban kecelakaan apa itu dusun menutup akibat keuangan korban/ahli waris yang bersangkutan karena kecelakaan lalu lintas jalan menurut ketentuan-ketentuan berdasarkan peraturan pemerintah.

Besar biaya SWDKLLJ berbeda-beda sesuai dengan jenis kendaraan. Besarnya biaya SWDKLLJ tertera dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Kepala PT Jasa Raharja Kalbar, Wisnu Wardana menyebutkan bahwa pembayaran SWDKLLJ ini apa itu dusun penting dilakukan utamanya dalam periode mudik ini karena selama periode mudik, risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan lebih besar mengingat mobilitas kendaraan lebih padat dari biasanya.

“Penggunaan kendaraan pribadi untuk mudik rasanya masih menjadi pilihan utama masyarakat. Tidak perlu berdesak-desakan dan tentunya lebih aman. Meski demikian, risiko kelelahan yang tidak jarang menyebabkan kecelakaan tidak dapat dihindarkan dan kecelakaan ini bisa saja menyebabkan orang lain diluar kendaraannya turut menjadi korban kecelakaan.

Sehingga pembayaran SWDKLLJ ini perlu diperhatikan terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan,” tutur Wisnu. • Jasa Raharja Kalbar Dukung Penuh Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1443 H Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017, besarnya santunan yang diserahkan oleh pihak Jasa Raharja kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan adalah sebesar 50 juta rupiah untuk korban meninggal dunia, penggantian biaya perawatan maksimal 20 juta rupiah untuk korban luka-luka dan santunan cacat tetap maksimal 50 juta rupiah.

“Kita semua tidak mengharapkan kecelakaan terjadi. Namun apabila risiko itu terjadi, Jasa Raharja bisa memberikan perlindungan melalui dana SWDKLLJ tersebut.

Kami menghimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik, untuk dapat mempersiapkan kelengkapan surat-surat, fisik kendaraan, dan juga ketertiban administrasi lainnya,” pungkasnya. (*)

Dana: Film Itu-Itu Saja (SUCI 6 Show 5)




2022 www.videocon.com