Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPrajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Geladi Tugas Tempur TK-3 (L-3) Koarmada I TA 2020 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (20/7/2020). Latihan yang akan berlangsung di perairan di Pantai Todak, Desa Batu Berdaun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau ini akan melibatkan 2 ribu personel TNI Angkatan Laut (AL), 24 KRI, 10 pesawat udara TNI AL, dan 18 kendaraan tempur lengkap dengan persenjataan artileri.

KOMPAS.com - Tentara Keamanan Rakyat ( TKR) adalah nama angkatan perang pertama yang didirikan oleh pemerintah Indonesia. TKR didirikan pada 5 Oktober 1945, beberapa pekan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Pembentukan TKR bertujuan untuk mengatasi situasi yang mulai tidak urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr, karena tentara Sekutu kembali datang ke Indonesia. Baca juga: Bhinneka Tunggal Ika: Sejarah, Arti, Fungsi dan Prinsip Pembentukan Pada tanggal 5 Oktober 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yang berisi tentang pembentukan tentara kebangsaan. Moh. Hatta kemudian memanggil mantan perwira KNIL, Urip Sumohardjo untuk menyusun organisasi tentara.

6 Oktober 1945, pemerintah mengangkat Supriyadi, tokoh PETA, organisasi buatan Jepang, di Blitar, untuk menjadi Menteri Keamanan Rakyat.

Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 9 Oktober 1945 menyerukan mobilisasi TKR, yaitu bagi seluruh pemuda Indonesia untuk mendaftarkan diri sebagai anggota TKR baik sudah atau belum pernah memperoleh latihan militer. Markas tertinggi TKR awalnya ditetapkan di Purwokerto, namun setelah menerima berbagai saran dan pertimbangan strategi dari Urip, maka markas tertinggi dipindahkan di Yogyakarta.

Saat ini markas tersebut telah menjadi Museum Dharma Wiratama. Baca juga: Indische Partij: Pendiri, Latar Belakang, Program Kerja, dan Penolakan TKR Laut Setelah TKR dibentuk pada 5 Oktober 1945, disusul dengan pembentukan TKR Laut yang disahkan pada tanggal 15 November 1945. Markas TKR Laut juga berada di Yogyakarta. • Home • Pahlawan • Restorasi Sosial • Ebook • Prosedur • Pengusulan Pahlawan Nasional • Pengusulan Perintis Kemerdekaan • Pengusulan Satya Lencana Kebaktian Sosial • Data • Data Pahlawan Nasional • Data Penerima SLKS • Data MPN Lokasi • Data Luas TMP Seluruh Indonesia • Data Blok TMPN Utama Kalibata • Kuisioner Kegiatan • Download • Testimoni • Hubungi • Tentang Di makamkan TMPN Cikutra, Bandung • Seorang sastrawan, politikus, dan wartawan Indonesia.

Dia merupakan pengurus besar Sarekat Islam dan pernah menjadi anggota Volksraad mewakili organisasi tersebut. • Ia membantu harian De Express untuk menulis karangan yang menangkis penghinaan terhadap bangsanya Tahun 1916 ia bersama Agus Salim memimpin majalah “Neraca”, dan juga menjadi Pemimpin Redaksi Harian Kaoem Moeda. • Abdul Muis juga terkenal pula pandai berdebat dan berpidato. Tahun 1913, ia kemudian masuk menjadi anggota Serekat Islam (SI), menjadi ketua SI cabang Bandung, dan menjadi anggota pimpinan sentral kommite pengurus pusat SI.

Abdul Muis juga merupakan anggota Volksrad. • Karya-karya Abdul Muis diantaranya adalah “Salah Asuhan” (1928), “Surapati” (1950), “Robert anak Surapati” (1953), “Pertemuan Jodoh”, “Daman Brandal”, “Sabai nan Alui” (Cerita Rakyat Minangkabau), dan contah Surat Menyurat. Abdul Muis merupakan Sastrawan, Politisi, Wartawan Indonesia. Pendorong berdirinya Technische Hooge School (ITB, Institut Teknologi Bandung) Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Buruh Pegadaian. Pendiri Persatuan Perjuang.

Di makamkan Tahunan, Umbul Harjo, Yogyakarta • Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Menteri Pendidikan Nasional Pertama. Pendiri Taman Siswa, Aktivis Pergerakan Kemerdekaan RI. Tanggal kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional • Pada tahun 1913 ia menulis brosur “Als ik een Nederlander was” (Andai kata saya seorang Belanda) isinya kecaman terhadap maksud pemerintah Belanda mengadakan perayaan serratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Perancis.

Karena penentangannya kepada pemerintahan Hindia Belanda, ia diasingkan oleh ke negeri Belanda. • Pada tanggal 3 Juli 1922 ia mendirikan perguruan Taman Siswa, melalui perguruan ini ia berusaha menanamkan rasa kebangsaan di hati anak didik. Ia yakin bahwa antara pendidikan dan Gerakan politik terdapat hubungan yang erat. Di makamkan Gambiran, Umbul Harjo, Yogyakarta • Sosok pejuang yang berani membela rakyat pribumi dalam melawan penjajah dalam menuntut haknya.

• Sosok pejuang yang dikenal dengan sebutan de stakingskoning (raja mogok), pemimpin pemogokan buruh menentang kebijakan pemerintah kolonial.

• Sosok pejuang yang rela berhenti dari pegawai negeri, demi memperjuangakan hak rakyat. • Sosok pejuang yang mencurahkan seluruh waktu dan perhatiannya untuk membela rakyat kecil yang tertindas akibat penjajahan. • Raden Mas Surjopranoto Surjopranoto pada 1915, membentuk organiasasi buruh Adhi Dharma. Pada 1918, membentuk gerakan Prawiro Padjojo ing Joedo atau Arbeidsleger (tentara buruh), Selain itu Radem Mas Surjopanoto juga mendirikan Personeel Fabriek Bond (PFB) yang beranggotakan kalangan buruh, kumpulan petani dan koperasi.

• Pada kongres SI 1919 di Surabaya, Ia berpandangan, bahwa perjuangan buruh tidak selalu harus dengan senjata, namun dapat pula dijalankan dengan paksaan secara moral, melalui protes-protes, perundingan di muka umum dan jika perlu dengan pemogokan. • Raden Mas Surjopranoto mengusulkannya pembentukan “Persatuan Perhimpunan Kaum Buruh” (PPKB) yang beranggotakan perkumpulan-perkumpulan buruh yang ada di bawah naungan SI.

Di makamkan Karet Bivak, Jakarta • Politikus dan Aktifis Kemerdekaan. Tokoh Betawi yang pertama kali menjadi anggota Volksraad (“Dewan Rakyat”) di Hindia Belanda, mewakili kelompok Inlanders (“pribumi”). • Thamrin merupakan anggota Dewan Kota yang sering menyaksikan keadaan rakyat dan membuatnya berpidato agar pemerintah segera berupaya untuk memperbiki kampung-kampung di Jakarta. Thamrin kemudian menjadi ketua Kaum Betawi. Kemudian pada tahun 1927, Thamrin alias Mat Seni dilantik menjadi anggota Volksraad.

• Pada 27 Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr 1930 dibentuk “Fraksi Nasional” dalam Volksraad yang diketuain oleh Thamrin, dan kemudian Thamrin membentuk “Fonds Nasional”. Thamrin juga menjadi ketua Pemufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) .Thamrin juga menjadi anggota Vereniging van Indonesia Akademici (VLA) dan menjadi anggota Partai Indonesia Raya (Parindra).

Pada 1939 Parindra yang diwakili oleh Thamrin bergabung dalam Gabungan Politik Indonesia (GAPI) dengan tujuan “Indonesia Berpalemen”, • Masyarakat Jakarta menngenang jasa-jasa M.H. Thamrin sepanjgan masa dan telah memberikannya nama sebagai Abang Betawi atau Abang Jakarta. Cita-citanya untuk kepentinngan rakyat diteruskan dalam “Proyek M.H. Thamrin”. Di makamkan Sukoharjo, Jawa Tengah • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Pendiri dan Ketua Sarekat Dagang Islam (SDI).

• K.H. Samanhudi Bersama R.M. Umar Said Cokroaminoto mengusulkan agar keanggotaan SDI tidak terbatas pada kaum dagang saja. Maka perkataan dagang dalam nama perkumpulan SDI sehingga menjadi Sarekat Islam disingkat SI • Ketua Kehormatan SI (Sarekat Islam).

• Pendiri Barisan Pemberontak Indonesia Cabang Solo dan Gerakan Persatuan Pancasila untuk melawan Belanda, serta membentuk laskar Gerakan Kesatuan Alap- alap. Di makamkan Pekuncen, Wirobrajan, Yogyakarta • Guru para pemimpin-pemimpin besar di Indonesia. Seorang pengacara pembela anggota SI yang dituduh. Pelopor pergerakan di Indonesia.

Sosok pemikir dan pemimpin organisasi SI (Sarekat Islam). • Tjokroaminoto dapat menghimpun dan memberikan pengaruh bagi rakyat seantero Jawa dan luar Jawa yang membuat Pemerintah Kolonial Hindia Belanda khawatir karena pengaruhnya begitu besar dalam masyarakat. • Selain sibuk memimpin SI, Cokroaminoto juga aktif menulis di berbagai majalah dan surat kabar. Demi kepentingan SI, ia mendirikan N.V. Setia yang menerbitkan harian Utusan Hindia yang langsung urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr sendiri.

Tulisan-tulisannya dalam harian itu sangat tajam dalam mengecam pemerintah kolonial. • Tjokroaminoto memperjuangkan terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat yang sebenarnya, dengan anggota-anggotanya terdiri dari orang- orang yang dipilih oleh rakyat.

• Konsep pemikiran “Sosialisme dan Islam” Tjokroaminoto memang menjadi daya tarik tersendiri untuk dipelajari, bahkan hingga kini pemikiran dan sumbangsihnya tak lekang oleh zaman. Di makamkan TMPN Cikutra,Bandung • Pejuang Pergerakan Kemerdekaan Indonesia, Politikus, Wartawan, Aktivis, Penulis.

Salah satu dari “Tiga Serangkai”. Penggagas nama “Nusantara”. Peletak dasar nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20 • Pendiri Indische Partij pada 1912. Ind ie sche Partij mempropangandakan cita-cita kemerdekaan sehingga memiliki banyak anggota sampai sekitar 7.500 orang dari 30 cabang • Douwes Dekker dibuang ke Belanda karena menentang perayaan 100 tahun Belanda merdeka dari Prancis di Hindia Belanda.

Di Belanda, ia belajar ilmu ekonomi sambil bergambung dengan Indi e sche Vereeniging (Perhimpunan Indonesia). Kemudian ia mendirikan National Indische Partij pada 1919. • Mendirikan sekolah Ksatrian Institut, sebuah sekolah yang menitik beratkan pada pengajaran yang membentuk jiwa nasionalis. • Menjadi guru besar pada Akademi Ilmu Politik dan anggota Dewan Pertimbangan Agung. Dalam Kabinet Syahrir III, ia diangkat menjadi Menteri Negara dan juga sebagai penasehat delegasi RI dalam perundingan-perundingan dengan Belanda Di makamkan Balige, Tobasa • Raja Sisingamangaraja XII berjuang menentang kekuasaan Belanda di Tapanuli, Sumatera Utara.

Dengan dukungan rakyatnya, tahun 1877 ia menyatakan perang kepada Belanda. Perang panjang pun berlangsung bermula di Bahal Batu, Humbang dan berikutnya meluas di selutuh Tanah Batak bahkan Belanda mengerahkan pasukannya dari Singkil Aceh. • Pada tahun 1877 para misionaris di Silindung dan Bahal Batu meminta bantuan kepada pemerintah kolonial Belanda dari ancaman diusir oleh Singamangaraja XII.

Kemudian pemerintah Belanda dan para penginjil sepakat untuk tidak hanya menyerang markas Si Singamangaraja XII di Bakara tetapi sekaligus menaklukkan seluruh Toba. • Sebelum Sisingamangaraja XII gugur, ia sempat ditawari untuk diangkat sebagai Sultan atas Tanah Batak oleh Gubernur Belanda Van Daalen.

Bahkan Sang Gubernur sendiri berjanji akan menyambut kehadirannya dengan seremonial tembakan meriam 21 kali. Akan tetapi, Sisingamangaraja XII menolaknya bahkan semakin gencar melakukan perlawanan. Di makamkan Tondano, Sulawesi Utara • Waktu belajar di Negeri Belanda Sam Ratulangi masuk menjadi anggota Indise Vereniging, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia yang kemudian berganti nama menjadi “Perhimpunan Indonesia”.

• Sam Ratulangi sangat berjasa bagi rakyat Minahasa. Ia telah berhasil menghapuskan kerja paksa (rodi), menyelenggarakan transmigrasi, mendirikan yayasan dana belajar. • Dia juga turut andil dalam proklamasi kemerdekaan.

Usai Bung Karno dan Bung Hatta memimpin proklamasi, Sam Ratulangi diangkat sebagai Gubernur Sulawesi. • Ia membawa kabar kemerdekaan ke Sulawesi. Proklamasi Kemerdekaan berkumandang pada 17 Agustus 1945. Namun di Sulawesi proklamasi baru didengar dua hari setelahnya. pada tanggal 19 Agustus 1945 Gubernur Ratulangi mengumumkan secara resmi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia membacakan kembali bunyi naskah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di hadapan pemuka-pemuka rakyat Sulawesi.

Di makamkan Bubutan, Surabaya • Sutomo bersama Suraji, Moh. Saleh, Sarwono, Gunawan, Gumbrek dan Angka, mahasiswa STOVIA, berperan besar atas terbentuknya Budi Utomo, Organisasi Modern Pertama di Indonesia. • Sutomo selama melanjutkan Pendidikan di Belanda, bergabung dengan ” Indische Vereeniging”, yang berganti menjadi ” Indonesische Vereniging” dan menjadi Perhimpunan Indonesia. Sutomo memimpin organisasi tersebut pada periode 1920-1921.

• Sutomo bekerja sebagai dosen di NIAS ( Nederlandsch Indische Artsen School) di Surabaya dan mendirikan ” Indonesische Studie Club” (ISC) pada tanggal 11 Juli 1924 yang kemudian berubah menjadi partai ”Persatuan Bangsa Indonesia” (PBI). Melalui PBI kegiatan di bidang sosial ekonomi semakin menonjol dapat dilihat dengan berdirinya Rukun Tani, Rukun Pelayaran, Serikat Buruh, Koperasi, Bank Kredit, Pemeliharaan yatim-piatu. • Sutomo masuk ke dalam politik praktis, dengan menjadi anggota Dewan Kota ( Gemeenteraad) Surabaya dan melalui organisasi tersbeut Sutomo memperjuangkan nasib rakyat Di makamkan Brontokusuman, Mergangsang Yogyakarta • Pendiri Muhammadiyah dan Pejuang bidang Pendidikan.

• Suami dari Siti Walidah yang juga Pahlawan Nasional. Ia memperoleh pendidikan agama di pesantren dan kemudian memperdalam ilmu lainnya di Mekah dan juga gemar membaca buku. • Nama Ahmad Dahlan menjadi bahan pembicaraan masyarakat ialah ketika tahun 1896 Dahlan membetulkan arah kiblat di langgar dan masjid-mesjid di Yogyakarta. Peristiwa lain yang membuatnya semakin dikenal ialah dengan penentuan Hari Raya Id.

Tetapi nama beliau lebih dikenal sebagai pendiri dan pemimpin Muhammadiyah, organisasi sosial yang menitikberatkan usahanya di bidang pendidikan serta kemajuan hidup beragama di kalangan umat Islam. • Sebelum mendirikan Muhammadiyah, Ahmad Dahlan sudah memasuki organisasi lain, baik yang berdasarkan nasionalisme ataupun agama, seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam.

• K.H. Ahmad Dahlan memilih lapangan sosial dan pendidikan sebagai medan baktinya. Selain Muhammadiyah, Dahlan mendirikan Aisiyah untuk anak perempuan dan organisasi pramuka Hizbul Wathan. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • ​Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Politisi, Jurnalis, Penulis Buku.

Menteri Luar Negeri. Anggota BPUPKI dan Ketua Dewan Kehormatan PWI. • Agus Salim lulus dari HBS dan kemudian memilih untuk belajar sendiri dan menguasai berbagai macam bahasa derah dan negara lain.

Ia kemudian merantau ke Jedah dan mempelajari Islam lebih dalam dan membuatnya berkenalan dengan tokoh-tokoh modernis Islam seperti Jamaludin Al-Afghani.

Pada tahun 1911, ia kembali ke tanah air dan mendirikan HIS. • Karir politiknya dimulai dalam Sarekat Islam (SI), kemudian bersama Samaun pada tahun 1919 ia mendirikan Persatuan Pergerakan Kaum Buruh. Agus Salim juga melontarkan gagasan mengenai Pan Islamisme. Ia juga merupakan anggota Volksraad sampai tahun 1924 ia keluar dan menganut aliran non-kooperatif. • Tahun 1925 bersama Cokroaminoto menerbitkan harian Fajar Asia di Yogyakarta, dan memimpin harian Hindis Baru di Jakarta.

• Pada 1929 ia diangkat menjadi ketua Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). • Ia diangkat menjadi anggota BPUPKI dan menjadi anggota Panitia Sembilan. Sejak Proklamasi ia aktif dalam bidang diplomasi sebagai Menteri Luar Negeri.

Di makamkan Ungaran Timur, Semarang • Tokoh perjuangan militer Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Panglima Tentara & Teritorium (T&T) IV Diponegoro. Wakil Staff Kepala Angkatan Darat. • Ikut serta dalam pasukan Jepang pada Perang Pasifik. Dengan melihat potensinya, pemerintah Jepang mengangkatnya menjadi kepala Detasemen Polisi.

Ketika pemerintah pendudukan Jepang membentuk PETA (Tentara Pembela Tanah Air), Gatot pun mendaftarkan diri. • Di Banyumas, ia berhasil mengambil alih kekuasaan kepolisian dan sesudah itu ia diangkat menjadi Kepala Kepolisian Karesidenan Banyumas. Bersama- sama dengan BKR (Badan Keamanan Rakyat), ia aktif berunding dengan komandan militer Jepang dalam usaha memperoleh senjata. • Melahirkan gagasan untuk mendirikan sebuah akademi militer gabungan yang telah terwujud dalam bentuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

• Selama berkarir di bidang militer, Gatot Subroto memiliki 17 bintang jasa dan setelah wafat pangkatnya dinaikkan menjadi jenderal anumerta. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Perintis Kemerdekaan Indonesia. Pendiri Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) bersama dr. Soetomo. Anggota Volksraad. Sekretaris Gabungan Politik Indonesia (Gapi). Memimpin surat kabar Asia Raya. Pembina majalah Mimbar Indonesia. Duta Besar di Italia, Vatikan, RRC.

Wakil Tetap Indonesia di PBB • Pada 1937, Sukardjo Wirjopranoto diangkat menjadi anggota Dewan Rakyat, wakil dari Budi Utomo. • Sukardjo Wirjopranoto aktif pula di Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Pada 1939, GAPI melancarkan perjuangan dengan semboyan "Indonesia Berparlemen".

GAPI juga berhasil menyelenggarakan Kongres Rakyat Indonesia di Jakarta • Pada 1943 ia juga ditunjuk sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, ia diangkat sebagai juru bicara Kabinet Syahrir.

Selain itu, ia juga mendirikan majalah Mimbar Indonesia di Jakarta Di makamkan Kolang, Tapanuli Tengah • Dokter dan Politisi, Berjuang untuk Hak-Hak Pekerja Paksa. Gubernur Sumatera Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Menteri Penerangan. Menteri Kesehatan. • Merupakan salah satu anggota Jong Batak selama bersekolah di STOVIA. • Menyembuhkan Sultan Kutai yang telah lama jatuh sakit.

Sebagai tanda terima kasih, maka dr. Ferdinand Lumban Tobing diangkat sebagai ayah oleh Sultan Kutai. • Pada bulan November 1943 diangkat menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah ( Syu Sangikai) untuk Karesidenan Tapanuli.

• dr. Ferdinand Lumban Tobing secara resmi diangkat menjadi Residen Tapanuli pada tanggal 3 Oktober 1945. Ia segera mengatur barisan pemuda bersenjata dan berdirilah BKR yang kemudian menjadi TKR dan akhirnya TNI. • Pada tanggal 30 Juli 1983 dr. Ferdinand Lumban Tobing diangkat menjadi Menteri Penerangan dalam Kabinet Ali Sastroamijoyo I.

Dalam kedudukan itu ia pernah pula menjabat sebagai Menteri Kesehatan ad interim. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • K.H.

Zainul Arifin adalah tokoh politik NU yang pernah menjadi ketua DPR-GR di era demokrasi terpimpin. • K.H. Zainul Arifin sudah terlibat politik masa pergerakan nasional. • Pada zaman Jepang menjadi Kepala Bagian Umum dari Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) • K.H. Zainul Arifin melalui Hizbullah menentang pelibatan Masyumi dalam romusha.

• K.H. Zainul Arifin dengan pasukan Hizbullah terlibat dalam pertempuran-pertempuran dengan Belanda mempertahankan kemerdekaan Indonesia. • K.H. Zainul Arifin aktif sebagai anggota KNIP dan kemudian dipilih menjadi anggota Badan Pekerja KNIP. • K.H. Zainul Arifin pada masa RIS duduk sebagai anggota DPRS. • K.H. Zainul Arifin pada tahun 1963 ia menjadi Ketua DPR GR.

Di makamkan Tidak Diketahui • Tan Malaka adalah pahlawan nasional yang berjuang menuntut kemerdekaan Indonesia, yang menolak perjuangan diplomasi. • Tan Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr menjadi Ketua Partai Komunis Indonesia setelah kepergian Semaun Ke Rusia pada 1924, ia mengembangkan cabang PKI ke daerah dan mengecam pemerintahan Kolonial yang menindas para buruh.

• Pada tahun 1925 ketika berada di Cina, Tan Malaka menulis buku kecil berjudul Naar de “Republick Indonesia” yang dicetak di Kanton. Bukunya Tan Malaka tersebut mengajak kaum cendikiawan Indonesia untuk berjuang meraih Kemerdekaan Indonesia dan Peka terhadap hati nurani Rakyat.

• Tan Malaka juga melontarkan pemikirannya mengenai program politik, ekonomi dan sosial, bahkan kemiliteran yang diperlukan dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. • Tan Malaka menentang kebijakan diplomasi yang terus-menerus diutamakan pemerintah RI. Ia tidak memercayai Belanda yang selalu mengingkari setiap perundingan yang telah disepakati. • Tan Malaka bergabung dengan Gerakan Revolusi Rakyat (GRR).

Partai Rakyat beserta sejumlah partai oposisi lainnya, termasuk Partai Rakyat Jelata, Partai Buruh Merdeka, Angkatan Komunis Muda, Barisan Banteng, Laskar Rakyat Jawa Barat, dan lainnya sepakat melebur menjadi Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba).

Di makamkan TMP Giri Tunggal, Semarang • Uskup Agung Katolik Semarang. Seorang Patriot dan Nasionalis sejati. Beliau dipuji karena kekuatannya selama pendudukan Jepang dan revolusi nasional. • Pidato Soegijapranata saat Kongres Katolik Seluruh Indonesia di Semarang tahun 1954, mengatakan, jika kita merasa sebagai orang Kristen yang baik, kita semestinya juga menjadi seorang patriot yang baik.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Menteri Keuangan pada Kabinet Kerja I dan II, Menteri Pekerjaan Umum pada Kabinet Hatta I, Menteri Perdagangan pada Kabinet RIS, dan Menteri Perhubungan pada Kabinet Syahrir III dan pernah menjabat Perdana Menteri pada 1957-1959.

• Beliau memiliki peran besar menjaga kedaulatan maritim Indonesia di awal masa kemerdekaan, diabadikan dalam uang pecahan Rp50 ribu sejak 16 Desember 2016. • Ia mengeluarkan Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Dalam deklarasi itu ia menyatakan kepada masyarakat internasional bahwa segala perairan yang menghubungkan pulau-pulau Indonesia masuk dalam teritori Negara Republik Indonesia.

Deklarasi itu juga menyatakan bahwa penentuan batas laut 12 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan undang-undang, Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Tokoh penting dalam reformasi hukum di Indonesia. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ke-11. Hasil buah pemikirannya yang penting adalah Undang-undang Warga Negara Indonesia tahun urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr dan Undang-undang Pemilihan Umum tahun 1953.

• Sahardjo menciptakan istilah ‘Narapidana’ sebagai penganti ‘orang terhukum’. Istilah penjara diganti menjadi ‘pemasyarakatan’. Dan mencetuskan lambang Departemen Kehakiman yaitu pohon beringin sebagai lambang pengayoman (Perlindungan) • Sahardjo juga yang mengusulkan lambang Kehakiman dan Kejaksaan menggunakan gambar pohon beringin, bukan Dewi Keadilan yang akrab dengan timbangan, pedang, dan mata tertutupnya, pohon Beringin dinilai lebih sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia • Hasil pemikiran Sahardjo membawa penjelasan mengenai hakikat Negara Republik Indonesia.

Penjelasan itu menolak pendapat bahwa Negara RI hadiah Koferensi Meja Bundar (KMB) antara Belanda dengan Indonesia. Di makamkan Sukajaya, Sumedang • Pemimpin Gerilya Aceh yang berperang melawan Pasukan Kolonial Belanda pada masa perang Aceh (1873- 1904).

Istri Teuku Umar (juga Pahlawan Nasional). • Cut Nyak Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr merupakan tokoh yang memegang peranan penting bagi Masyarakat Aceh baik di bidang politik maupun bidang lainnya. • Ia menjadi garda terdepan dalam perang melawan Belanda. Beliau tangkas, tangguh dan gigih dalam memperjuangkan tanah air, bangsa dan agama dari tangan Belanda.

• Perang Aceh-Belanda yang meletus tahun 1873, bagi Aceh, perang itu adalah perang mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan. Sedangkan bagi Belanda perang itu untuk memperluas wilayah jajahannya • Bersama-sama dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dien menyusun strategi perjuangan. Ia membangkitkan semangat penduduk VI Mukim agar mereka berjuang mempertahankan daerah mereka dari serangan Belanda. • Ia meninggal dunia di Sumedang pada tanggal 6 November 1908 sebagai tawanan Pemerintah Hindia-Belanda setelah bertahun-tahun lamanya berjuang menentang penjajahan Belanda khususya di daerah Aceh.

Di makamkan Pira Timur, Aceh Utara • Pemimpin Gerilya Aceh yang berperang melawan Pasukan Kolonial Belanda. Gugur pada pertempuran di Alue Kurieng tanggal 24 Oktober 1910. • Cut Meutia sejak kecil diajarkan agama islam oleh kedua orang tuanya.

Ia diajarkan bagaimana menghidupkan amar ma’ruf nahi munkar. • Pada Agustus 1902, pasukan Teuku Chik Tunong dan Cut Meutia mencegat pasukan Belanda yang berpatroli di daerah Simpang Ulim Blang Nie.

Dalam penyerangan ini, pasukan Belanda lumpuh total dan para pasukan Chik Tunong dan Cut Meutia berhasil merebut 42 pucuk senapan. Dalam pertempuran tersebut suami Cut Meutia Chik Tunong gugur.

Ia kemudian melanjutkan perjuangan bersama Pang Nanggroe. Namun, Pang Nanggroe pun gugur dalam perjuangannya. Gugurnya pemimpin pasukan tidak memadamkan semangatkan Cut Meutia bersama kaum muslimin lainnya ia terus melakukan perlawanan terhadap Belanda, • Cut Meutia mengambil urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr paling depan, pertarungan yang tidak seimbang dari segi jumlah dan persenjataan akhirnya membuat Cut Meutia terbunuh,setelah tiga tembakan peluru menerjangnya.

Cut Nyak Meutia gugur sebagai pejuang bangsa dan agama. Di makamkan Bulu, Rembang • Raden Ajeng Kartini merupakan seorang pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Melalui surat-surat yang ia kirimkan kepada temannya seorang Belanda Stella Zeehandelar. Dirinya aktif menceritakan bagaimana terbelakangnya perempuan-perempuan Jawa. • Kartini ingin mengangkat derajat kaum wanita melalui pendidikan, agar mereka memperoleh hak yang sama dan kecakapan yang sama sepertikaum laki-laki. Karena itulah Kartini dianggap sebagai pelopor emansipasi wanita.

• Kartini menganggap bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan wanita sebagai makhluk yang sama, hanya bentuknya yang berbeda. Karena itu kedudukan mereka tidak boleh dibeda-bedakan. Kartini yakin bahwa wanita memegang peranan penting dalam kehidupan suatu bangsa seperti ditulisnya dalam salah satu suratnya.

• Semasa menjalani pingitan ia aktif membaca buku-buku. Salah satu buku yang semakin membuka matanya ialah buku Minnebrieven, karangan Multatuli. Ia juga membaca buku-buku Ny. C. Goekoop yang menguraikan perjuangan Hylda van Suylenderb membela hak-hak wanita di Negeri Belanda. • Kartini mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara. Muridnya hanya sebanyak sembilan orang, terdiri atas kerabat atau teman-temannya.

Pelajaran yang diberikan meliputi menjahit, memasak, meyulam, dan bahasa Jawa. Di makamkan Ambarawa, Semarang • Cipto Mangunkusumo adalah seorang dokter, wartawan sekaligus pejuang pergerakan nasional kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Ernest Douwes Dekker da Ki Hadjar Dewantara ia dikenal sebagai “Tiga Serangkai”. • Ia banyak menyebarkan semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia pada generasi muda pergerakan nasional Indonesia ketika itu. • Cipto Mangunkusumo aktif memberikan pengobatan kepada rakyat kecil sehingga ia dijuluki sebagai Dokter Jawa yang berbudi.

• Disamping bekerja sebagai dokter, ia banyak menulis di surat kabar Belanda de Locomotief, terbitan Semarang. Tulisannya mengeritik dan menyerang pemerintah tentang cara memerintah yang feodalistik hingga rakyat makin melarat dan bodoh. • Bersama dengan dr Soetomo mereka mendirikan organisasi Boedi Oetomo yang bergerak dibidang pengumpulan beasiswa.

• Dalam Kongres Boedi Oetomo yang diselenggarakan pada 3 dan 4 Oktober 1908 di Yogyakarta, Cipto Mangunkusumo mengusulkan agar Boedi Oetomo dijadikan sebagai organisasi politik • Pada tahun 1913 Ia menulis harian De Express, 26 Agustus 1913 yang berjudul ”Kracht of Vrees” (Kekuatan atau Ketakutan). Akibat tulisannya tersebut ia diasingkan oleh Pemerintah Hindia-Belanda.

Di makamkan Kuncen, Wirobraja, Yogyakara • Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Seorang Tokoh Muhammadiyah yang serba bisa. Perunding dalam Negosiasi untuk Perlindungan Jamaah Haji dari Nusantara (Indonesia, 1921- 1929). • Membina kepanduan ” Hizbul Wathan” dan pernah pula memimpin PKU (Penolong Kesengsaraan Umat). • Fahruddin dikenal pula sebagai pendiri percetakan Muhammadiyah. Untuk keperluan itu, mengumpulkan dana berupa saham seharga 25 gulden selembar.

Dengan modal itu berhasil membeli alat-alat percetakan. Sampai sekarang percetakan itu masih ada dengan nama ”Percetakan Muhammadiyah”. • Pada 1918 sampai dengan 1920 memimpin majalah ”Sri Diponegoro”. Surat kabar ini diberinya dasar yang dicantumkannya dibawah nama surat kabar itu, yaitu ”Pembela Bangsa” dengan lambangnya berupa gambar seorang Indonesia berkelahi dengan harimau.

• Fahruddin banyak pula menulis buku, antara lain ”Pan Islamisme, Kepentingan Pengajaran Agama Islam”, dan sebagainya.

Bukunya yang mendapat urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr besar ialah ”Kawan dan Lawan”. • Atas usul Fahruddin, Muhammadiyah mendirikan ”Badan Penolong Haji” yang dalam perkembangan pada waktu kemudian berubah menjadi ”Panitia Perbaikan Perjalanan Haji”. Di makamkan Ampel, Surabaya • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Tokoh Pembaharu Islam. Terkenal sebagai Empat Serangkai (Soekarno, M.

Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan Mas Mansur). • K.H. Mas Mansur adalah putera Kyai Mas Ahmad dari keluarga pesantren Sidoresno, Surabaya. Selepas belajar di Al-Azhar Mesir dan melanjutkan studi di Makkah selama setahun, Mas Mansur pulang ke tanah air pada tahun 1915.

• Di tanah air ia disibukkan dengan berbagai kegaitan, dalam pergerakan agama, bahkan politik pula. Sebagai ulama, ia dikenal sebagai ahli ilmu tasawuf, tauhid, kalam, falsafah, dan mantiq. • Pada 1921 K.H. Mas Mansur menjadi anggota Muhammadiyah. Kemudian ia mendirikan Muhammadiyah cabang Surabaya, menjadi konsul Muhammadiyah untuk Jawa Timur, dan terpilih menjadi Ketua Pimpinan Pusat. Ia juga mejadi pemimpin Muhammadiyah sejak tahun 1937 hingga 1943.

• K.H. Mansur juga mendirikan Majelsi Islam Ala Indonesia (MIAI) pada tahun 1937. Kemudian menjadi anggota Partai Islam Indonesia (PARIII) tahun 1938. Pada 1941 ia menjadi ketua Majelis Rakyat Indonesia (MRI). • Selama berjuang dan memimpin perjuangan umat Islam, K.H Mansur benyak menyumbangkan pemikirannya melalui tulisan dan pidato.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Alimin merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia serta tokoh komunis Indonesia. • Sejak remaja Alimin aktif dalam pergerakan nasional.

Ia pernah menjadi anggota Budi Utomo, Sarekat Islam, Insulinde. Sebelum bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), ia juga salah seorang pendiri Sarekat Buruh Pelabuhan yang dahulunya disebut Sarekat Pegawai Pelabuhan dan Lautan. • Alimin diberi penghargaan oleh negara mengingat jasa-jasanya sebagai pemimpin pergerakan nasional dimasa lalu guna mencapai kemerdekaan nusa dan bangsa.

Di makamkan Tidak Diketahui • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Komisaris Besar Kepanduan Bangsa Indonesia. Pemimpin Redaksi Majalah Jong- Java. Ketua Jong-Java Cabang Jakarta. Turut mengikrarkan Sumpah Pemuda 28 Oktober urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr.

Menangani Keamanan saat Proklamasi Kemerdekaan. • Muwardi menamatkan sekolahnya di STOVIA, saat disini juga ia menunjukan perhatian yang besar kepada pergerakan pemuda. Ia adalah anggota Jong Jawa, dan kemudian menjadi ketua Pandu Kebangsaan, dan menjadi anggota Kwartir Besar KBI. Ia juga aktif dalam kepengurusan ISI dan ia tejun dalam politik dengan masuk Parindra (Partai Indonesia Raya).

• Ia juga menjadi asisten professor di sekolah tinggi kedokteran GHS dan menjadi spesialis THT dan membuka praktik di Jakarta. • Muwardi diangkat sebagai ketua Barisan Pelopor Kotapraja Jakarta.

Ia memberikan hidupnnya untuk perjuangan, ia memimpin Barisan Pelopor, menentukan siasat, terjun ke gelanggang perjuangan fisik, ia juga memimpin Barisan Benteng. Mawardi juga ikut aktif dalam pimpinan GRR (Gerakan Revolusi Rakyat). • Mawardi menjadi korban pembenrontakan PKI di Madiun, ia diculik dan pencarian kebaradaan makam dr.

Mawardi tidak menemukan titik terang hingga kini. Di makamkan Tebu Ireng, Jombang • Menjadi Menteri Republik Indonesia hingga 5 kali, yaitu: 1) Menteri Negara dalam Kabinet Presidentil; pertama (1945).

2) Menteri Negara Kabinet Syahril (1946-1947); 3) Menteri Agama Kabinet RIS (1949-1950); 4) Menteri Agama Kabinet Natsir (1950-1951); 5) Menteri Agama Kabinet Sukiman (1951- 1952). • Pernah memimpin MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia Dewan Tertinggi Islam di Indonesia) urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr kemudian berubah menjadi Masyumi pada masa pendudukan Jepang.

Kedudukan inilah yang mengantarnya menjadi anggota Cuo Sangi In, Dokuritsu Jumbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/ BPUPK), Dokuritsu Jumbi Iin Kai (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia/ PPKI) • Salah seorang yang menandatangani Piagam Jakarta yang intinya menjadi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

• K.H. Abdul Wahid Hasyim bersama K.H. Zainul Arifin mendirikan Hizbullah. Hizbullah menjadi salah satu cikal bakal TRI (Tentara Rakyat Indonesia) yang kemudian menjadi TNI, hal ini membawanya menjadi penasehat politik Panglima Besar Sudirman. • Selama menjadi menteri Agama telah merintis hubungan yang sehat dan saling menghormati antara pemeluk agama-agama besar di Indonesia. Di makamkan Imogiri, Bantul • Raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1823 1830. Merupakan Pendukung Perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Pasukan Kolonial Belanda • Sri Susuhunan Pakubuwono VI lahir dengan nama asli Raden Mas Sapardan di Surakarta pada tanggal 26 April 1807.

Dia merupakan keturunan dari Sri Susuhan Pakubuwana V dengan istrinya Raden Ayu Sosrokusumo yang memiliki darah keturunan dari Ki Juru Martani. • Pakubuwana VI naik tahta tanggal 15 September 1823, selang sepuluh hari setelah kematian ayahnya. Di makamkan Tebu Ireng, Jombang • Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, KH Hasyim Asyari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kemudian menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20.

• Mendirikan NU (Nahdatul Ulama) sebagai wadah bagi umat Islam. Melakukan pembaharuan dalam sistem pesantren.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

• Ikut membantu dan membawa NU ke dalam pergerakan nasional menghadapi tindakan-tindakan keras pemerintah kolonial. Merupakan seorang tokoh yang menggagas pendirian Tentara Sukarela Muslimin di Jawa "Hizbullah", yang urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia memberikan sumbangsih yang besar. • Ikut andil dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan menjadikan pesantren Tebuireng menjadi markas para pejuang Islam.

Di makamkan Jl. Salak, Magetan • Gubernur Jawa Timur Pertama. Bupati Magetan. Residen Bojonegoro. Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI (DPA). Dengan Tegas Menolak Ultimatum Inggris dan memerintahkan rakyat Surabaya (Jawa Timur) berperang melawan Inggris yang diboncengi Belanda, dan terkenal sebagai Pertempuran 10 November 1945, selanjutnya diperingati sebagai Hari Pahlawan RI. • Dalam pidatonya di radio, Gubernur Suryo memberikan pesan: “Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali.

Juga sekarang dalam menghadapi ultimatum pihak Inggris, kita akan memegang teguh sikap ini. Kita tetap menolak ultimatum. Dalam menghadapi segala kemungkinan besok pagi, mari kita semua memelihara persatuan yang bulat antara Pemerintah, rakyat, TKR, Polisi dan semua badan-badan perjuangan pemuda dan rakyat kita. Mari kita sekarang memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga kita sekalian mendapat kekuatan lahir dan batin serta rahmat dan tauhid hidayah perjuangan.

Selamat berjuang“. • Pada Juni 1947 Ia diangkat menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung berkedudukan di Yogyakarta. Di makamkan TMPN Kusuma Negara, Yogyakarta • Pejuang Kemerdekaan Indonesia.

Seorang Guru, Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia pertama (TKR, Tentara Keamanan Rakyat), • Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Soedirman pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

Ia ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas, yang dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat. • Pada tanggal 12 November 1945, dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR di Yogyakarta, Soedirman terpilih menjadi panglima besar • Pada 15 Desember 1945 Soedirman memimpin pertempuran Ambarawa, yang membuat Sekutu mundur dari Ambarawa ke Semarang.

Dengan prestasinya itu Soedirman menjadi Panglima Besar TKR dengan pangkat Jenderal. • Pada tanggal 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah sakit, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta.

Pada saat pemimpin-pemimpin politik berlindung di kraton sultan, Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan.

Di makamkan Kusuma Negara, Yogyakarta • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Pemimpin Tentara Keamanan Rakyat RI yang Pertama (sebelum Sudirman). Membentuk Angkatan Perang Nasional Indonesia yang pertama. Penasehat Wakil Presiden (merangkap Menteri Pertahanan).

• Urip Sumoharjo berasal dari keluarga santri yang berpendidikan dan juga keturunan seorang bangsawan. Keluarganya menginginkan Urip menjadi priyayi atau bupati, namun Urip memilih masuk tantara. Tahun 1913 ia lulus dalam predikat “taruna teladan: Dengan pangkat Dua KNIL ia memulai masa dinasnya di militer. Mulai ddari Kalimantan hingga Cimahi, dan kemudian ke Purworejo. Urip merupakan tantara KNIL yang tidak menyetujui semua tindakan pemerinta jajahan termasuk dikriminasi. • Sebagai prajurit profesional dan berpengalaman, ia menyadari betapa pentingnya tantara bagi sebuah negara.

Apalagi bagi RI yang baru berdiri dan sedang menghadapi ancaman militer dari kekuatan asing. • Urip menjadi peletak dasar-dasar berkembangnya TKR (Tentara Keamanan Rakyat) yang menjadi ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). • Urip Sumoharjo diangkat menjadi jenderal anumerta dan dianugerahi Bintang Sakti, Bintang Mahaputera, dan Bintang Republik Indonesia. Di makamkan Lawean, Surakarta • Soepomo dikenal sebagai arsitek Undang-undang Dasar 1945, bersama dengan Muhammad Yamin dan Soekarno • Pada tahun 1924 dan 1927 Soepomo mendapat kesempatan melanjutkan pendidikannya ke Rijksuniversiteit Leiden di Belanda di bawah bimbingan Cornelis van Vollenhoven, profesor hukum yang dikenal sebagai "arsitek" urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr hukum adat Indonesia dan ahli hukum internasional, salah satu konseptor Liga Bangsa Bangsa • Di tahun 1927, Soepomo resmi menyandang gelar Doktor dengan disertasinya yang berjudul Reorganisatie van het Agrarisch Stelsel in het Gewest Soerakarta (Reorganisasi sistem agraria di wilayah Surakarta).

Dalam disertasi tersebut, Soepomo mengupas sistem agraria tradisional di Surakarta dan menganalisis hukum-hukum kolonial yang berkaitan dengan pertanahan di wilayah Surakarta secara tajam, namun dengan bahasa yang halus dan tidak langsung Di makamkan Tanah Kusir, Jakarta • Ketua Mahkamah Agung Pertama. Anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). • Kusumah Atmaja merupakan lulusan Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Tinggi Kehakiman ( Rechtschool) pada tahun 1913.

Ia sempat bekerja sebagai pegawai pembantu pengadilan di Bogor, dan meraih gelar doktor pada tahun 1922 setelah mendapat beasiswa ke Universitas Leiden,Belanda. • Kusumah menjalani profesi sebagai penegak hukum di berbagai kantor pengadilan Kolonial Hindia Belanda, tahun 1924 ia diangkat menjadi Ketua Pengadilan Negeri di Indramyu dan Majalengka. • Pada tahun 1931 ia dipindahkan ke Jakarta dan menjadi Ketua Pengadilan Negeri di Jakarta dan Tangerang.

• Pada tahun 1942, ia diangkat menjadi Ketua Tihoo Hooin (Pengadilan Negeri) di Semarang, sekaligus Kooto Hooin (Pengadilan Tinggi).

Menjelang akhir pendudukan Jepang, ia dipindahkan ke Jakarta sebagai Wakil Ketua Kooto Hooin Jakarta dan juga mengajar di Kenchoku Gakuin. • 19 Agustus 1945, Kusumah ditugaskan untuk membentuk Mahkamah Agung dan sekaligus diangkat menjadi Ketua Mahkamah Agung RI yang pertama. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Ahmad Yani merupakan pahlawan Indonesia yang memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa.

ia urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Panglima Staf Komando Angkatan Darat (KSAD). • Pada masa mempertahankan kemerdekataan Ahmad Yani beserta pasukannya berhasil memukul mundur pasukan sekutu sampai ke Ambara pada19 Oktober 1945 di Semarang. • Pada tahun 1948 semasa Ahmad Yani menjabat sebagai Komandan Brigade Diponegoro, negara dirongrong oleh PKI dibeberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ahmad Yani berperan dalam mengirimkan Batalyon Suryosumpeno untuk menumpas pasukan pemberontak di daerah sekitar Purwodadi dan Grobogan. • Saat terjadi Agresi Militer Belanda II 19 Desember 1948. Kota Magelang, tempat kedudukan Brigade Yani, diserang Belanda dari tiga jurusan, yakni dari Yogyakarta, Ambarawa dan Punvorejo.

Kota ini terkepung, tetapi Yani tidak panik. Ia memerintahkan anak buahnya membumihanguskan Magelang. • Ahmad Yani dan pasukannya berhasil menumpas Gerakan DI/TII di Daerah sekitar Brebes dan Pekalongan. • Ia menjadi salah satu korban dalam peristiwa G30 S/PKI.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Letnan Jenderal Angkatan Darat, korban kebiadaban (dibunuh) Gerakan 30 September PKI. Ajudan Jenderal Sudirman, turut dalam pertempuran Ambarawa. Kepala Staf Tentara dan Teritorial (T&T) IV/Diponegoro. Deputy Kepala Staf Angkatan Darat wilayah Sumatera. • Di awal kemerdekaan, ia merupakan salah seorang yang turut serta berjuang dan berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap.

Selepas itu, ia kemudian masuk menjadi anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto. • Selama di Tentara Keamanan Rakyat (TKR), ia mencatatkan sejarah dengan ikut menjadi salah satu yang turut dalam pertempuran di Ambarawa melawan tentara Inggris.

Ketika itu, pasukannya dipimpin langsung oleh Panglima Besar Sudirman. Ia juga salah satu yang pernah menjadi ajudan dari Panglima Besar tersebut.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Letnan Jenderal Angkatan Darat, korban kebiadaban (dibunuh) Gerakan 30 September 1965. • Letnan Jendral TNI Anumerta Mas Tirtodarmo Harjono, mengawali perjuangan militer dengan menjadi tantara PETA. Kecakapannya dalam menguasai bahasa Belanda, Inggris, dan Jerman membuatnya dipercayai sebagai Kepala Kantor Penghubung dan tahun 1945 ia dipindahkan ke Sekretariat Keamanan.

Bulan Maret 1946 ia ditunjuk sebagai delegasi Republik Indonesia dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda di Jakarta. Berbagai jabatan penting pernah diemban oleh Harjono, ia juga menjadi delegasi untuk KMB sebagai sekretaris.

• Tahun 1950 ia diangkat sebagai atase militer pertama RI untuk Negeri Belanda dan pangkatnya menjadi Letnan Kolonel. Kemudian pada bulan Juli 1964 pangkatnya menjadi Mayor Jenderal dan memangku jabatan Menteri/Panglima Angkatan Darat.

• MT. Harjono menjadi salah satu korban dalam peristiwa G30S/PKI dikarenakan penolakan terhadap pembentukan Agkatan Kelima. Ia meninggal akibat tembakan senjata dirumahnya dan mayatnya diangkut dan dimasukan ke Lubang Buaya. Barulah pada 5 Oktober 1965, jenazahnya dimakamkan dan pangkatnya dinaikan secara anumerta menjadi Letnan Jenderal. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman atau yang lebih dikenal dengan nama S.

Parman merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia dan tokoh militer Indonesia. S. Parman meninggal dunia setelah terbunuh pada peristiwa G30S PKI. S. Parman kemudian mendapatkan gelar Letnan Jenderal Anumerta • Setelah Indonesia merdeka, Parman memilih dunia militer sebagai tempat pengabdiannya pada negara. ia bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) cikal bakal dari TNI (Tentara Nasional Indonesia).

• Selama Agresi Militer II, Parman ikut bergerilya di luar kota. Usai agresi, Parman sempat mengenyam pendidikan di Koninklijke Militaire Academie (semacam AKMIL) di Breda, Belanda Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Jenderal Angkatan Darat, Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat, korban kebiadaban (dibunuh) Gerakan 30 September. • Merupakan anggita Gyugun (PETA regional) dan ditempatkan di Pekanbaru. Setelah Jepang menyerah pada Sekutu, Pandjaitan berusaha kembali mengumpulkan anggota- anggota gyugun.

Ia juga mengadakan kontak dengan pemuda-pemuda lain, baik yang sudah mendapatkan pendidikan militer maupun belum. Mereka membentuk organisasi yang disebut PRI (Pemuda Republik Indonesia) PRI inilah yang dalam bulan Desember menjelma menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). • Beberapa hari setelah Belanda melancarkan agresi, di Sumatra Barat dibentuk PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) dibawah pimpinan Syafruddin Prawiranegara SH.

Maka, pada tanggal 15 Januari 1949 Pandjaitan diangkat menjadi pimpinan Pusat perbekalan PDRI disamping jabatanya sebagai Kepala Staf IX Tentara dan Teritorial Sumatra. • Karena prestasinya dianggap baik, Letnan Kolonel Panjaitan ditunjuk sebagai Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Sutoyo Siswomiharjo merupakan pahlawan anumerta yang meninggal akibat keganasan PKI Gerakan 30 September PKI 1965. • Sutoyo Siswomiharjo pada masa revolusi bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian berubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat) terbentuk pada tanggal 5 Oktober 1945.

Ia memilih TKR bagian Polisi Tentara dengan pangkat Letnan dua. Pada November 1946, ia menjadi Kepala Bagian Organisasi Polisi Tentara Resimen 2 Purworejo. Kemudian dipindah ke Yogyakarta sebagai Kepala Staf CPM (Corps Polisi Militer), nama baru Polisi Tentara. Ia dipindahkan ke Sala untuk memangku jabatan sebagai Komandan CPM Detasemen 3 Surakarta.

• Pada tahun 1950 Ibu Kota pindah ke Jakarta, Sutoyo Siswomiharjo menjabat sebagai Komandan Batalyon CPM di Jakarta. Operasi inteljen CPM yang dipimpin nya berhasil membongkar rencana APRA yang akan menculik beberapa menteri. • Sutoyo Siswomiharjo pada 1954 menjadi Kepala Staf Markas Besar CPM dengan pangkat Mayor dan pada tahun yang sama ia diangkat menjadi perwira yang diperbantukan pada Staf Umum Angkatan Darat.

• Sutoyo Siswomiharjo pada 18 Desember 1960 diangkat sebagai Inspektur Kehakiman Angkatan Darat (Irkeh AD) dengan pangkat Kolonel. Dengan jabatan itu ia menjadi perwira yang di sasar PKI untuk dibunuh pada peristiwa Gerakan 30 September 1965. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Pierre Andries Tendean adalah seorang perwira militer Indonesiayang menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965. Pierre Tendean merupakan ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution.

• Pada tahun 1963, saat pemerintah menerapkan politik konfrontasi dengan Malaysia ia diperbantukan pada Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat yang bertugas di garis depan. • Dua tahun lamanya Pierre Tendean ditempatkan di garis depan dan selama masa itu tiga kali Ia melakukan penyusupan ke daerah Malaysia. Pertama kali Ia memasuki daerah Malaysia dengan menyamar sebagai wisatawan. • Dalam penyusupan ketiga, ditengah laut Ia dikejar oleh kapal perusak (destroyer) Inggris.

Dengan cepat Ia membelokkan speedboat-nyadan secara diam-diam Ia menyelam ke dalam laut. • Karena urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr dalam menjalankan tugas, Pierre Tendean menjadi rebutan beberapa perwira tinggi yang berniat untuk mengangkatnya sebagai ajudan. Jenderal Abdul Haris Nasution, Jenderal Hartawan dan Jenderal Dandi Kadarsan, adalah tiga diantara perwira tinggi tersebut. • Dalam menjalankan tugas sebagai ajudan inilah Letnan satu Pierre Tendean gugur karena dibunuh oleh orang-orang PKI yang melakukan pemberontakan untuk merebut kekuasaan negara.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Brigadir Polisi. Korban kebiadaban (dibunuh) Gerakan 30 September saat mengawal kediaman Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena di Jakarta, yang bertetangga dengan Jenderal A.H. Nasution, • KS Tubun masuk Sekolah Polisi Negara di Ambon sejak Agustus 1951. Beliau kemudian dipindahkan ke Jakarta dan ditempatkan dalam kesatuan Brimob, • Pada tahun 1955 KS Tubun mengikuti pasukannya yang mendapat tugas melakukan operasii militer terhadap DI/TII di daerah Aceh selama tiga bulan dan pada tahun 1958 juga melakukan operasi militer di daerah Sulawesi Utara bersama pasukannya untuk menumpas pemberontakan PRRI/Permesta.

Ia juga ikut dalam tugas membebaskan Irian Barat setelah diumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada tanggal 19 Desember 1961, • KS Tubun mendapat kehormatan menjadi anggota pasukan pengawal kediaman Wakil Perdana Menteri II Dr.J.Leimena.

KS Tubun gugur dalam menjalankan tugasnya beberapa hari sebelum hari ulang tahunnya yang ke-37 dalam periistiwa Gerakan 30 September 1965. Di makamkan TMPN Kusuma Negara, Yogyakarta • Brigadir Jenderal TNI Angkatan Darat. Dan Rem 072/ Pamungkas DIY. Brigjen. Katamso bersama Wakil Dan Rem 072 Kolonel Sugiyono menjadi korban kebiadaban (dianiaya dan dibunuh) oleh Gerakan 30 September di Kentungan, Yogyakarta, • Setelah menamatkan sekolah, Katamso melanjutkan pendidikan tantara PETA di Bogor.

Sesudah Proklamasi kemerdekaan ia mengikuti TKR, selama agresi militer Belanda, pasukannya sering bertemput untuk urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Belannda dari Indonesia. Setelah pengakuan kedaulatan ia diberi tugas untuk menumpas pemberontakan Batalyon 426 di Jawa Tengah, • Katamso dipercaya untuk menjalankan operasi militer yaitu memipin Batalyon A Operasi 17 Agustus.

• Katamso melakukan bebagai persiapan menghadapi PKI salah satunya adalah pendekatan terhadap masyarakat Yogyakarta dan memperkuat Resimen Mahasiswa, namun Katamso menjadi salah satu korban yang tewas pada malam hari 2 Oktober 1965 bersama Letnan Kolonel Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr. Di makamkan TMPN Kusuma Negara, Yogyakarta • Kolonel Infanteri TNI Angkatan Darat.

Wakil Dan Rem 072/ Pamungkas DIY. Kolonel Sugiyono bersama Dan Rem 072 Brigjen. Katamso menjadi korban kebiadaban (dianiaya dan dibunuh) oleh Gerakan 30 September PKI di KentunganYogyakarta.

• Pada 1 Maret 1949, terjadi serangan umum terhadap Yogyakarta pada peristiwa serangan Agresi Militer Belanda ke-II. Ia turut serta dalam keberhasilan menghentikan Agresi Militer Belanda ke-II tersebut yang mampu merubah pandangan dunia Internasional terhadap kekuatan Republik Indonesia • Karena sering melakukan perlawanan terhadap PKI, maka Sugiyono dan Katamso diculik pada tanggal 1 Oktober 1965 dan dibunuh di daerah Keuntunga, Yogyakarta Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Sosok yang gigih berjuang melalui diplomasi untuk memperoleh pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan dari bangsa-bangsa lain • Syahrir pada 1927 menggagas Pendirian Himpunan Pemuda Nasionalis (1927), Jong Indonesie (Pemuda Indonesia) yang menjadi motor Konggres Pemuda Indonesia (1928) dan pada 1928, mendirikan Volksuniversiteit.

“Mimbar Rakyat“ yang memberikan kursus-kursus pemberantasan buta huruf, berhitung, bahasa asing (Inggris) dan kursus politik yang mengajarkan cita- cita kebangsaan serta menjadi Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI Baru).

• Syahrir pada 14 November 1945 menjadi Perdana Menteri dengan berhasil melakukan perundingan dengan pihak Belanda melalui perundingan Hoge Veluwe, dan perundingan Linggarjati yang menghasilkan persetujuan Linggarjati pada 25 Maret 1946.

• Syahrir juga dilakukan di dunia Internasional, melalui konferensi Asia (Inter Relation Asian Conference) di New Delhi, India pada 1947, Sjahrir membentangkan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. • Syahrir bersama H Agus Salim pada 1947, memperjuangkan Indonesia di forum PBB sehingga permasalahan Indonesia menjadi agenda resmi DK PBB. • Sjahrir berhasil menerobos blokade ekonomi Belanda dengan mengirimkan 50 ribu ton beras ke India untuk membantu India dan Indonesia memperoleh pakaian, obat-obatan dan alat pertanian Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Raden Eddy Martadinata merupakan tokoh Angkatan Laut Republik yang disegani.

• R.E Marthadinata mengawali karirnya dengan menjadi penerjemah di Balai Besar Kereta Api di Bandung dari April 1942 – Desember 1942. Setelah itu pada tahun 1943-1944, R.E Martadinata pernah juga menjadi seorang guru di SPT. • Setelah menjalani berbagai macam profesi akhirnya R.E Martadinata mendapatkan kesempatan untuk menjadi nahkoda kapal 28 Sakura Naru (1944-1945).

Kecintaannya kepada dunia kelautan urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr R.E. Martadinata untuk masuk bergabung dengan ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) pada bulan Agustus 1945. • Pengalaman yang diperoleh dalam zaman Jepang banyak artinya bagi Martadinata dalam tugas-tugasnya sesudah kemerdekaan diproklamasikan. Ketika proklamasi kemerdekaan Indonesia berkumandang Martadinata ditugasi untuk menyebarkan berita proklamasi ke wilayah Lampung.

• Di masa presiden Soekarno ia diangkat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Laut (1959 - 1966). Duta Besar RI untuk Pakistan. • R.E Martadinata wafat dalam kecelakaan pesawat helikopter pada 1966.

Di makamkan Astana Anyar, Bandung • Tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita. Mendirikan Sekolah Pertama untuk Perempuan. • Membuat tulisan berjudul ” De Inlandsche Vrouw” (Wanita Bumiputera). Ia mengemukakan bahwa pendidikan penting untuk mendapatkan kekuatan dan kesehatan kanak-kanak baik secara jasmani maupun rohani. Dalam tulisan itu menghendaki pula adanya persamaan hak antara laki-laki dan wanita. Untuk pekerjaan yang sama dilakukan seorang wanita, harus diberi pendidikan.

• Mendapat penghargaan bintang perak dari pemerintah Hindia Belanda untuk Sekolah Keutamaan Isteri yang didirikannya. • Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Keutamaan Isteri berganti nama menjadi Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Raden Dewi pada 1929. Kurikulum sekolah pun semakin bentambah, dari membaca, menulis, pelajaran agama, menjahit, menyetrika, memasak, membatik, hingga keperawatan orang sakit.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Merupakan pahlawan pendidik dan pejuang Pergerakan Nasional, Ahli RontgenPertama Indonesia dan merupakan Pelopor Medis Bidang Radiologi.

• Turut mendirikan Badan Persiapan Persatuan Kristen (BPPK), yang menjelma menjadi Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Ketua Partai Kristen Nasional (PKN). • Ia membentuk organisasi perjuangan, yakni Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil (GRISK) untuk mempertahankan Kemerdekaan RI • Pada tahun 1929 aktif dalam ”Perserikatan Kaum Kristen” (PKK). • Prof. Dr.

W.Z. Johannes pada April 1952 berangkat keluar negeri selama lima bulan, dalam kondisi kurang sehat dan menderita penyakit jantung. Di Negeri Belanda bertugas di Rumah Sakit Bronovo di Den Haag. Namun belumlama melaksanakan tugas, mendapat serangan jantung dengan mendadak, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada 4 September 1952.

Di makamkan Jl. Malkon Temon, Banjarmasin • Sultan Banjar. Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin, yaitu pemimpin pemerintahan, panglima perang dan pemuka agama tertinggi. Memimpin Kerajaan Banjar melawan Pasukan Belanda. • Antasari adalah keturunan sah penguasa-penguasa Kesultanan Banjar abad XVIII namun ia dibesarkan di luar lingkungan istana. Kericuhan dan perebutan tahta yang terjadi membuat cicit dari Sultan Aminullah ini tersisih.

Kakek dari Pangeran Antasari yaitu Pangeran Amir yang seharusnya jadi Sultan dijauhkan dari kekuasaan. Kemudian Pangeran Nata yang merupakan anak dari sultan-sultan sebelumnya menjadi Sultan dan mendapat bala bantuan dari Belanda.

• Awalnnya Pangeran Antasari diutus untuk menyelidiki gerakan-gerakan rakyat yang sedang bergejolak. Cita-cita pemberontakan rakyat sangat sesuai dengan Antasari, ia kemudian memperoleh kepercayaan rakyat dan dipilih sebagai pimpinan pemberontakan dan berhasil mengumpulkan 6000 laskar yang berhasil membuat Belanda bersiasat untuk mematahkan perlawanan rakyat, salah satu usahanya adalah menangkap Antasari. • Setelah wafat karena wabah cacar, perjuangan Antasari dilanjutkan oleh rakyat Banjar dan anaknya Sultan Seman.

Perjuangan rakyat Banjar Selma 46 tahun (1859-1905) sunguh telah menggoyahkan kedudukan Belanda. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Pejuang pada masa Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia. Gugur di Singapura. • Djanatin berasal dari keluarga santri yang taat beragama, dan juga berasal dari keluarga pejuang bangsa yang gigih, • Tri Komando Rakyat (TRIKORA) menjadi panggilan awal Djanatin memasuki dunia militer. Tahun 1962 Djanatin mengikuti pendidikan militer yang diadakan oleh Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL) Ri.

Djanatin dipindahkan ke Batalyon III KKO-AL dan menjalankan “Operasi Sadar” di Irian Barat, • Selama Konfrontasi Indonesia-Malaysia dan lahirlah “Dwikora”, Djanatin menjadi sukarelawan bersama Prako II Harun yang masuk dalam Tim Brahmana I dan kemudian bertemu dengan Gani Bin Arup untuk menjalankan operasi militer di Singapura, • Tanggal 9 Maret 1965, sabotase yang dilakukan mereka berhasil dilakukan, dikenal dengan peristiwa Macdonad House Bombing, • Tanggal 13 Maret 1965 Djanatin dan Harun ditangkap, permohonan naik banding sampai permohonan grasi ditolak oleh Singapura, sehingga 17 Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr 1968 Djanatin dan Harun mendapat hukuman mati.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Harun bin Said alias Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr dibesarkan di wilayah yang dikelilingi pantai membuat Harun sangat mencintai dan mengenal betul tentang laut. Dia bahkan sudah sering berlayar dengan cara menyelinap ke kapal-kapal yang berlabuh di pulaunya • Salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Marinir) Indonesia • Pejuang penegak revolusi Indonesia, dan juga pejuang pada masa Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia.

• Memegang teguh sumpah prajurit hingga akhir hayatnya yang memperlihatkan ketinggian moril seorang prajurit yang dapat dicontoh oleh prajurit lainnya. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Perjuangannya sebagai pejuang di awali dengan bergabungnya di pendidikan prajurit (Renslitdi) ia diangkat sebagai Lecho (pembantu prajurit) batalion Jepang. • Pada tahun 1944 ia masuk pendidikan calon Shodanco (komandan peleton) di Bogor dan kemudian diangkat sebagai Shodanco dari Daidan (batalyon)Tentara PETA di Pacitan.

• Setelah PETA dibubarkan, mantan Shodanco Basoeki Rachmat berada di Maospati, Pemuda Basuki melatih pemuda-pemuda Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan diangkat sebagai pimpinannya. • Setelah terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, Basoeki Rachmat membentuk batalyon TKR di Ngawi.

• Pada saat perjuangan pembebasan Irian Barat, Basuki Rachmat diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer VIII (KODAM VIII/Brawijaya). • Pada tanggal 16 Oktober 1965 dengan pangkat Letnan Jenderal, Basoeki Rachmat ditunjuk sebagai Deputi Khusus (Desus) Pangad merangkap jabatan Pangdam VIII/ Brawijaya. • Pada masa Soekarno Basoeki Rachmatberperan dalam lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Pada masa Soeharto ia menduduki jabatan Mendagri. Di makamkan Mergangsan, Yogyakarta • Arie Frederick Lasut merupakan Kepala dan Pertambangan Geologi RI pertama. Semasa hidupnya ia banyak mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk kemajuan RI. Ia telah memiliki sikap nasionalisme sewaktu kecil. • Ketika Perang Dunia II pecah dan pasukan Jepang sudah hampir menyerang Hindia Belanda, Arie sempat bertempur melawan tentara Jepang di daerah Ciater, Jawa Barat. • Pada zaman pendudukan Jepang, Arie kembali bekerja sebagai ahli pertambangan dan diangkat sebagai asisten geolog pada jawatan Geologi (Tititsutiyo Zaiyi) di Bandung.

• Ia benar-benar mengabdikan dirinya sebagai perintis dunia pertambangan. Banyak yang telah dikerjakannya. Ia menyelidiki endapan yarsit di daerah Ciater (Subang).

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

Tambang belerang di Telagabodas, dan lainnya • Sesudah Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, Arie Frederik Lasut mendirikan barisan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) cabang Bandung • Dalam usaha merealisasi kemerdekaan, Arie pada tanggal 29 September 1945 memimpin pengambil alihan Jawatan Geologi dari tangan Jepang.

• Arie Frederik Lasut tidak hanya bergerak dalam bidang geologi secara sempit. la masih tetap memimpin KRIS Cabang Magelang, dan juga menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), bahkan ia duduk menjadi anggota ahli pada delegasi Republik Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr dalam perundingan Linggarjati.

Di makamkan Tidak diketahui • Pejuang Kemerdekaan yang unik yaitu seorang puteri remaja yang turut dalam pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817.

Meninggal dalam tahanan Belanda. • Martha Christina adalah anak dari Kapiten Paulus Tijahahu orang terpandang di Nusa Laut, Maluku.

Para raja, patih, dan kapitan Nusa Laut sejak semula berpendirian tegas, yaitu mengikuti jejak Kapitan Pattimura, yang tidak pernah ketinggalan mempertahankan daerah-daerah lain terhdap serangan Belanda.

• Martha selalu menemani ayahnya dalam setiap pertempuran, diantaranya perlawanan di Saparua (1817), perlawanan merebut benteng Beverwijk, dan pertempuran di daerah Ulat dan Ouw. • Pada 12 November 1817, para pemimpin Nusa laut berhasil disergap. Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr di dalamnya Martha Christina dan ayahnya yang makin tua. Setelah ditahan dan diperiksa pada 15 November oleh Laksamana Buyskes, Paulus di vonis human mati, dilaksanakan pada 17 November 1817.

Martha sendiri termasuk yang mendapat hukuman untuk dibuang ke Jawa. Martha yang merasa hampa akan keperrgian ayahnya menjadi murung. Ia kemudian dinaikkan ke kapal Eversten, dan meninggal, dan bersemayam disekitar Laut Banda. Di makamkan Kalawat, Minahasa Utara • Pendidik dan Penggiat Hak-Hak Perempuan. Sosok pendobrak adat, pejuang kemajuan dan emansipasi perempuan di dunia politik dan pendidikan.

• Maria lahir dari pasangan suami istri yaitu Maramis dan Sarah Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr, orang tua Maria kemudian meninggal ketika ia berumur 6 tahun.

Maria kecil dan kedua saudarnya diasuh ole paman dan bibinya. • Maria adalah seorang yang haus akan pengatahuan, ia sering bertanya-tanya mengapa anak perempuan hanya dibenarkan sekolah sampai Sekolah Dasar saja. Setelah menyelesaikan sekolah para perempuan Minahasa membantu orang tua mereka sampai masanya mereka menikah, begitu pula yang terjadi dengan Maria. • Maria kemudian mendirikan organisasi bernama Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT) pada 8 Juli 1917, dengan tujuan memajukan pendidikan perrempuan Minahasa.

Bersama dengan suami, anak, wanita-wanita terkemuka, dan donator organisasi ini. PIKAT mendirikan cabang-cabangnya di Indonesia.

Propaganda mengenai cita-cita PIKAT juga dilakukan dengan tulisan-tulisan Maria di surat kabar. • Pada 1919 Maria berhasil memperjaungkan kaum perempuan Minahasa mendapatkan hak suara untuk memilih wakil rakyat di Minahasa Raad. Di makamkan TMPN Kusuma Negara, Yogyakarta • Pejuang Kemerdekaan • Dengan berdirinya perkumpulan pemuda berasas kebangsaan Indonesia Muda cabang Tegal pada medio 1932 silam, Supeno ikut terlibat aktif sebagai ketuanya. Supeno terus bergeliat menjadi seorang aktivis yang memperjuangkan kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia • Supeno menjadi anggota Persatuan Pelajar Pelajar Indonesia.

Ketika Jepang masuk ke Indonesia, Supeno berkenalan dengan Mr Sumarwan, Sujoko Hadipranoto dan Subadio Sastrosatomo, yang berasal dari tokoh Partai Sosialis Indonesia (PSI). • Supeno ditunjuk Hatta sebagai menteri pemuda dan pembangunan dalam kabinet tersebut. Setelah Yogyakarta jatuh, Supeno ikut bergerilya dan memberikan perlawanan.

• Supeno sangat aktif di Partai Sosialis yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang didirikan Sutan Syahrir. • Gugur/meninggal tanggal 24 Februari 1949 saat berperang melawan Belanda pada Agresi Militer Belanda ke 2. Di makamkan Serang - Banten • Sultan (Raja/Pemimpin) Kesultanan Banten pada periode 1651 - 1683 yang memimpin perjuangan melawan penjajah Belanda (VOC).

Beliau berusaha mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar, meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah- sawah baru dan mengembangkan irigasi. Di bidang keagamaan, beliau mengangkat Syekh Yusuf Al-Makasari (juga Pahlawan Nasional) sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan. • Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Kesultanan Banten pada periode 1651 - 1683. Ia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Masa itu, VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten.

Kemudian Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka. Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar. • Ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi.

Di bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan. Di makamkan Penjeran, Surabaya • W.R. Supratman memulai aktivitas pergerakannya melalui surat kabar.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

Ia sadar bahwa di dalam persuratkabaran dan pergerakan Indonesia bukan tempat untuk mencari gaji besar. Ia aktif di berbagai surat kabar untuk memberitakan terkait pergerakan nasional Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr. • W.R. Supratman merasakan gerak dan derap perjuangan Indonesia, yang menginspirasinya menggubah lagu-lagu perjuangan untuk menggairahkan dan semangat orang banyak, khususnya kaum pergerakan. • Ia menciptakan lagu ”Indonesia Raya” pada 1924 dan diperdengarkan pada penutupan Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928.

Lagu Indonesia Raya diterima baik oleh masyarakat khususnya dunia pergerakan kebangsaan. Setiap partai-partai politik mengadakan kongres, lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka. • Beberapa kali dipanggil pejabat-pejabat Belanda untuk menjelaskan lagu-lagu yang digubahnya, baik lagi kebangsaan Indonesia Raya, atau pu lagu-lagu perjuangan lainnya.

• W.R. Supratman dengan semangat tingginya, tidak lagi menghiraukan kesehatannya dalam memperjuangkan bangsanya lewat lagu-lagu gubahannya. Ia wafat pada 17 Agustus 1938 dengan meninggalkan ciptaan- ciptaannya bermutu tinggi. Di makamkan Kauman, Gondomanan, Yogyakarta • Tokoh Emansipasi Perempuan. Tokoh Pembaharu Islam. Pendiri dan Pemimpin Aisyiyah. Berpastiripasi dalam diskusi perang bersama Jenderal Sudirman dan Presiden Sukarno.

• Lahir dengan nama Siti Walidah merupakan istri dari pendiri Muhammadiyah dan juga seorang pahlawan nasional K.H. Ahmad Dahlan. Walidah menyertai perjuangan suaminya dalam urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr dan duka. • Ia memprakasai berdirinya perkumpulan “Sopo Tresno” pada tahun 1914 untuk wanita Islam, yang mementingkan 3 bidang yaitu dakwah, pendidikan, dan sosial. Sopo Tresno kemudian dilebur menjadii “Aisiyiah” ditahun 1917, Aisiyah menjadi bagian wanita dari Muhammadiyah.

Aisiyah berkembang, kemudian menyusul berdirinya perkumpulan untuk remaja puteri islam dengan nama “Nasyiatul Aisiyah”. Dalam bidang sosial Aisiyah mendirikan badan-badan yatim-piatu, fakir miskin, pemberantasan buta hurud dan sebagainya. • Ia juga mendiriikan asrama puterii yang diselenggarkan dirumahnya, ia memberikan pendidikan keimanan, praktek ibadah, sampai berlatih pidato dan dakwah.

• Nyai Ahmad Dahlan terus melakukan perjuangannya bahkan setelah suaminya meninggal, ia membina genarasi muda terutama perempuan islam agar tekun, gigih, dan berpendidikan. Di makamkan Sukamanah, Tasikmalaya urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Kiai Haji Zainal Mustafa merupakan sosok yang terkenal karena sikapnya yang memberontak kepada penguasa, baik pada masa konial Belanda maupun Jepang. • Mendirikan Pondok Pesantren Sukamanah pada 1927 diberinya nama Sukamanah yang artinya suka berpikir atau suka belajar.

• Pada tahun 1940 - 1941 melakukan serangan gencar kepada pemerintah kolonial Belanda, sehingga pada 17 November 1941 K.H.

Zainal Mustafa ditangkap dan dipenjarakan di Sukamiskin. • Pada Jaman Jepang sikapnya tidak berubah, selalu hati-hati dengan penjajah sehingga ia dengan tegas menyatakan tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Jepang.

• Pada 25 Februari 1944 Kiai Haji Zainal Mustafa, menerima tamu Jepang yang memintanya untuk menghadap kantor Kempetai di Tasikmalaya untuk urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr maaf. Utusan Jepang kemudian disergap dan dibunuh, hal ini berdampak penyerangan pesantren Sukamanah dari segala penjuru oleh tentara Jepang.

Kiai Haji Zainal Mustafa ditangkap dan dipenjarakan di penjara Cipinang, Jakarta. Kiai Haji Zainal Mustafa berpesan agar ketika diperiksa Jepang para santri menyelamatkan diri dan temannya, segala beban diserahkan kepada Kiai Haji Zainal Mustafa Di makamkan Gowa, Ujung Pandang • Merupakan Raja Gowa ke 16 yang menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan di Indonesia bagian timur untuk melawan Kompeni (Belanda).

• Karena keberaniannya ia dijuluki De Haantjes van Het Osten oleh Belanda yang artinya Ayam Jantan dari Timur • Sultan Hasanuddin sangat keras menentang Belanda, berbagai penjanjian dan tuntutan VOC ditolak oleh Sultan, maka terjadi perlawanan dan pertempuran dengan VOC. • Pada tanggal 7 Juli 1667 terjadi pertempuran besar antara Pasukan VOC yang dipimpin Speelman dengan pasukan Gowa yang dipimpin Sultan Hasanuddin. Pertempuran tersebut berjalan beberapa bulan yang menimbulkan kerugian pada pihak kerajaan Gowa, maka terjadi perjanjian Bongaya yang merupakan perjanjian perdamaian yang ditandatangani pada tanggal 18 November 1667 di Bungaya antara Kesultanan Gowa yang diwakili oleh Sultan Hasanuddin dan pihak VOC yang diwakili oleh Laksamana Cornelis Speelman.

Perjajian ini merugikan kerajaan Gowa dan ditolak oleh Sultan Hasanuddin. Di makamkan Tidak Diketahui • Perjuangannya melawan penjajahan Belanda yang masuk ke tanah Maluku untuk menguasai perdagangan rempah-rempah. • Salah satu pertempuran terbesar yang dipimpinnya adalah ketika rakyat Maluku bersatu untuk merebut Benteng Duurstede dari tangan penjajah Belanda, benteng tersebut merupakan benteng Belanda pada abad ke-17.

• Seorang pemimpin yang berwibawa dan penuh kharisma. Dalam perlawanannya melawan penjajahan Belanda, Pattimura dikenal cerdik dan mampu menghimpun kekuatan besar rakyat Maluku sehingga mempersulit pergerakan Belanda di Maluku. Bahkan, namanya pun disegani oleh para pemimpin VOC kala itu yang harus memutar otak untuk menghadapi perlawanan rakyat Maluku. • Kapitan Pattimura wafat di gantung oleh Belanda di benteng Victoria pada tahun 1817 yang merupakan Benteng peninggalan Portugis yang diambil alih oleh Belanda dan dipergunakan sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, dan pembentukan kekuatan barisan tantara Belanda.

Di makamkan Jl. Diponogoro, Makassar • Raden Mas Ontowiryo atau lebih dikenal dengan Pangeran Diponegoro merupakan pemimpin Perang Jawa. Terbesar melawan Belanda (Perang Diponegoro, 1825- 1830). • Selama lima tahun memberontak, sang Pangeran telah membuat Belanda amat repot sekali. • Bersamaan dengan semakin membesarnya pengaruh Belanda dalam masalah-masalah kerajaan, penindasan terhadap rakyat pun semakin meningkat pula.

Pemerintah Belanda menyewakan tanah dalam jumlah yang tidak terbatas kepada pengusaha-pengusaha swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan-perkebunan. • Tindakan-tindakan pemerintah Belanda itu menimbulkan sikap antipati Pangeran Diponegoro. • Diponegoro ditangkap.

Ia dibawa ke utara Magelang dengan joli dan kemudian dipindahkan ke kereta dengan pengawasan ketat. • Pangeran Diponegoro mendapatkan penghargaan tertinggi diberikan Dunia (UNESCO) pada 21 Juni 2013 menetapkan Babad Diponegoro sebagai Memory of the World. Di makamkan Pineleng, Kab.Minahasa • Tuanku Imam Bonjol atau Peto Syarif adalah pahlawan nasional dari kampung Tanjung Bunga, Alahan Panjang, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat.

• Tuanku Imam Bonjol merupakan ulama terkemuka di Alahan Panjang, Bonjol yang mengembangkan paham paderi dengan cara persuasif. Hal ini mengurangi pertentangan antaracgolongan adat dan paderi di Alahan Panjang dan berhasil menyebarkan Islam ke Tapanuli Selatan • Tuanku Imam Bonjol memimpin pasukannya bergerak ke pesisir Pariaman dan Air Bangis untuk mengusir Belanda. Hal ini membuat Belanda pada 1824 mengadakan perjanjian damai melalui Perjanjian Masang.

• Tuanku Imam Bonjol pada 11 Januari 1833, bersama pasukannya menyerang pertahanan Belanda yang berada di masjid Bonjol, yang direbut Belanda pada September 1832. • Tuanku Imam Bonjol menolak ajakan damai Belanda melalui Plakat Panjang yang diumumkan pada 25 Oktober 1833 dengan syarat menghancurkan benteng pertahanan mereka.

• Tuanku Imam Bonjol pada 28 Oktober 1837, menerima ajakan berunding Residen Francis, namun Tuanku Imam Bonjol tertipu oleh siasat licik Belanda dan Ambon hingga akhirnya wafat di Manado. Di makamkan Indrapura, Aceh Besar • Teungku Tjik Di Tiro merupakan tokoh yang berpengaruh besar di kalangan rakyat Aceh, Sehingga Snouck Hurgronje harus menghubungi tokoh-tokoh aceh untuk menaklukan pendirian Tjik Di Tiro, namun pendirian Teungku Tjik Di Tiro tak tergoyahkan.

Semangat juangnya membakar rakyat Aceh dalam melawan kekuatan Belanda. • Teungku Tjik Di Tiro mengumpulkan pejuang-pejuang Aceh yang tercerai berai untuk membentuk pasukan yang dikenal sebagai Angkatan Perang Sabil. Angkatan Perang Sabil telah menjadi kekuatan yang besar dan harus diperhitungkan Belanda.

• Teungku Tjik Di Tiro pada Mei 1881, bersama Angkatan Perang Sabil mengawali perebutan banteng-benteng Belanda di Indrapuri, dilanjutkan ke daerah Samahani di akhir tahun 1881. • Teungku Tjik Di Tiro pada tanggal 12 Juni 1882 memecah pasukan perang sabil menjadi tiga bagian dan digerakkan ke Ulehleh ke Lok Ngha dan ke Lamtong untuk mengusir pasukan Belanda di Banda Aceh.

Walaupun gagal upaya ini menjadi awal kemenangan Pasukan Angkatan Perang Sabil di wilayah Aceh lainnya dan membuat Belanda mengalami kerugian. • Pada 1885 Teungku Tjik di Tiro mencatat kemenangan dengan berhasil merebut benteng Aneuk Galong. Kemenangan ini membuat Belanda berfikir keras membuat pasukan Angkatan Perang Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr menyerah, terutama panglimanya, Teungku Tjik di Tiro.

Di makamkan Meulaboh, Aceh Barat • Teuku Umar adalah pahlawan nasional yang berasal dari Aceh yang berjuang gigih melawan kekuatan kolonial Belanda untuk hengkang dari tanah Aceh.

• Teuku Umar pada tanggal 14 Juni 1886 menyerang kapal Hok Canton milik Belanda dengan nakhoda Hans, orang Denmark. Umar menyerang kapal itu, karena ia menduga bahwa nahkodanya akan menangkap dirinya. Dalam pertempuran itu nakhoda tersebut tewas, kemudian kapal diserahkan kepada Belanda dengan uang tebusan sebesar 25.000 ringgit. • Teuku Umar bersandiwara menyerah dan bergabung dengan Belanda dan berhasil membawa 800 pucuk senjata, 25.000 butir peluru, 500 kg amunisi dan uang 18.000 dollar.

• Teuku Umar bersama para pejuang Aceh lainnya, Panglima Polim, ulama-ulama para Ulebalang menyatukan kekuatan untuk mengusir Belanda dari tanah Aceh. Di makamkan Mlati, Sleman • Seorang pendidik dan pelopor Pergerakan Nasional Indonesia • Dr. Wahidin Sudiro Husodo melihat keadaan rakyat yang bodoh, miskin dan terbelakang, hanya dengan pendidikan dan pengajaran, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan itu akan dapat dihilangkan. • Mendapat gelar Mas Ngabei dari keraton Jogjakarta sehingga Namanya menjadi Mas Ngabei Wahidin Soedirohoesodo • Dr.

Wahidin Sudiro Husodo terkenal dengan ucapannya ”Apabila kita sama- sama meludah, pasti Belanda akan tenggelam di dalam lautan ludah kita”, hal ini merupakan harapan Wahidin untuk mengakhiri penjajahan Belanda. • Pada 1894 menerbitkan dan memimpin sendiri majalah berbahasa Jawa Majalah Retno Dumilah dan menjadi media mengutarakan gagasan pendidikannya. • Dr. Wahidin Sudiro Husodo berusaha mendirikan sebuah badan yang urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr memberikan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang cerdas, tetapi tidak mampu membiayai sekolahnya.

Untuk itu, pada tahun 1906 – 1907 Wahidin mengadakan perjalanan keliling tanah Jawa. • Dr. Wahidin Sudiro Husodo pemikirannya menginspirasi lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 • Dr. Wahidin Sudiro Husodo memimpin kongres I Budi Utomo pada Oktober 1908 di Yogyakarta. Di makamkan Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Pahlawan, Lembang • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Anggota BPUPKI dan PPKI. Ketua Paguyuban Pasundan.

Pemimpin Surat Kabar Tjahaja (1942-1945), Menteri Negara membantu membentuk BKR. Otto Iskandardinata bekerja sebagai guru HIS di Banjarnegara, Jawa Tengah dan berpindah-pindah hingga ke Pekalongan, Jawa Tengah. Perhatian terhadap pergerakan bangsanya dimulai ketika di HKS, ia sering membaca harian “De Exprees”.

• Pada tahun 1925 ia masuk kedalam Budi Utomo dan dipilih menjadi anggota Dewan Kota Pekalongan, ia juga memprakasai berdirinya “Sekolah Kartini” sebelum pindah ke Jakarta. Di Jakarta ia bekerja sebagai guru Muhammadiyah. • Kegiatan politik diteruskannya di Jakarta dengan menjadi anggota dan kemudian menjadi ketua “Paguyuban Pasundan”, kemudian ia menjadi Sekretaris PPPKI, tahun 1930 ia menjadi anggota Volsraad dan dijuluki “Sijalak Harupat” karena keberaniannya.

Ia juga memimpin warta harian berbahasa Sunda. Ia bergabung dakam Putera dan diangkat menjadi anggota “Jawa Hokokai” dan juga menjadi anggta “Cuo Sangi In”. Otto Iskandar mengusulkan agar Soekarno dan Hattan menjadi Presiden dan Wakul Presiden dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945. Di makamkan TMPN Panaikang, Makassar Sulawesi Selatan • Robert Wolter Wonginsidi merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal 17 Juli 1946, Monginsidi dengan Ranggong Daeng Romo dan lainnya membentuk Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS) untuk bertempur melawan Belanda. • Robert Wolter Wonginsidi la bertugas sebagai penyelidik, karena mahir berbahasa asing dan mempunyai wajah yang mirip orang Indo-Belanda.

• Wolter seringkali memasuki kota Ujung Pandang seorang diri, ia menyamar sebagai anggota tentara Belanda, di tengah jalan Ia menghentikan Jeep tentara Belanda lalu ikut menumpang. • Di tengah jalan Wolter segera menodongkan pistolnya ke arah pengemudi yang dibuatnya tidak berdaya, senjatanya dirampas dan demikian pula mobilnya. • Perjuangan Wolter pun berakhir. Pada tahun 1947 dirinya tertangkap oleh pasukan Belanda dan kemudian dimasukkan ke penjara di Hoogepod Ujung Pandang.

• Pada tanggal 26 Maret 1949, Wolter diajukan ke muka pengadilan Kolonial Belanda. Pada akhirnya ia dijatuhi hukuman mati. Di makamkan Talawi, Sawahlunto • Aktifis Kemerdekaan Indonesia. Sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, ahli hukum.

Anggota BPUPKI. Menteri Penerangan. Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan. Menteri Kehakiman. Menteri Sosial dan Budaya. Ketua Dewan Perancang Nasional. Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara, dsb. • Mohammad Yamin beraala dari kalangan ulama Minangkabau ayahnya adalah seorang pegawai mantri kopi.

Ia menyesaikan sekolahnya di AMS dan melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi dan mandapat gelar Mr (Sarjana Hukum). Saat bersekolah di Sumatera Barat, ia memimpin Jong Soematranen Bond, ia juga memasuki Partai Partindo, dan juga menjadi anggota Volksraad (1938-1942). • Pada tahun 1923 ia mengemukakan gagasannya mengenai bahasa kebangsaan Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu dengan sajak yang ditulisnya yang berjudul “Indonesia, Tanah Tumpah Darah” yang dilanjutkan dalam Kongres Pemuda I yaitu perlunya memiliki bahasa persatuan.

• Yamin memiliki kekuatan yang luar biasa membaca, menulis, dan berpidato. Ia menerbitkan banyak buku, diantarnya ken Arok dan Ken Dedes, Gajahmada, Diponegoro, Tan Malaha, Septa Darma, dan Tatanegara Majapahit. Di makamkan Tidak diketahui • Pasca kemerdekaan Indonesia Yos Sudarso bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat Laut atau BKR Laut, yaitu cikal bakal TNI-AL.

• Pada tanggal 3 Maret 1946 ikut ekspedisi maritim dengan kapal Sindoro dan Semeru untuk mengobarkan semangat Proklamasi Kemerdekaan di Maluku. • Pada masa agresi militer Belanda bergerilya disekitar Yogyakarta dan sesudah KMB, pada Oktober 1949, diperbantukan pada Kepala Staf Angkatan Perang di Yogyakarta. • Pada April 1950 memimpin korvet ”Banteng” dalam operasi di perairan Maluku Selatan untuk menumpas Pemberontakan RMS. • Jos Soedarso pada 1957 pergi ke Italia untuk mengawasi pembuatan kapal perang ”RI Pattimura” di Livorno, Italia membawa kapal tersebut ke Indonesia.

• Yos Sudarso telah mengorbankan nyawanya untuk republik dan demi menyelamatkan rekan-rekannya. KRI Macan Tutul tenggelam bersama 24 orang yang ikut bersamanya sebagai kusuma bangsa.

Sedangkan 53 orang yang selamat dijadikan tawanan oleh Belanda. Di makamkan Ampel, Boyolali • Pejuang Kemanusiaan. Dokter ahli bedah. Bapak Orthopaedic Indonesia. Pendiri Pusat Rehabilitasi penderita cacat jasmani di Surakarta, Jawa Tengah. Pelopor Medis di Bidang Prostesis (kaki dan tangan tiruan).

Pendiri Rumah Sakit Ortopedi dan Yayasan Pemeliharaan Anak-anak Cacat di Surakarta. • Sesudah Indonesia merdeka, ia menyumbangkan tenaga membantu perjuangan dengan merawat para korban pertempuran. Diantara para korban itu banyak yang kehilangan tangan atau kaki. Suharso merasa iba melihatnya dan tidak ingin mereka kehilangan semangat hidup, terlebih mereka telah berjuang demi bangsa dan negara.

Beliau kemudian mencoba membuat tangan dan kaki buatan. • Pada urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr 1950 ia berangkat ke Inggris untuk mendalami ilmu prothese. Sekembalinya dari luar negeri ia diangkat menjadi Pemimpin Umum Usaha Prosthese.

Setahun kemudian Soeharso mendirikan dan menjadi Supervisor Rehabilitasi Centrum Penderita Cacat Tubuh di Surakarta. Perjuangannya makin berkembang. Pada tahun 1953 ia mendirikan Rumah Sakit Orthopedie di Surakarta, berikut Yayasan Pemeliharaan Anak-Anak Cacat. Di makamkan Banguntapan, Bantul • Merupakan tokoh Awal di Angkatan Udara, Aktivis Kemerdekaan. Pendiri, dan Ketua urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Radio Republik Indonesia (RRI), beliau juga banyak membantu dalam hal keuangan dan teknis.

• Abdulrachman adalah lulusan GHS Perguruan Tinggi Kedokteran Batavia dan menjadi Bapak Fisiologi Kedokteran Indonesia. Kemudian ia menjadi dosen di NIAS dan UGM. • Ia memiliki berbagai macam hobi yang ditekuninya, seperti olahraga penerbangan di klub Aeroclub, pengalaman yang kelak akan membantu perjuangan bangsa.

Selain hobinya terhadap pesawat terbang, ia juga mendirikan pemancar radio gelap dengan nama siaran Radio Indonesia Merdeka kemudian menjadi Radio Republik Indonesia RRI.

• Abdulrachman bersama A. Adisucipto meninggal dalam pesawat Dakota VTLCA yang membawa instruktur dan obat milik pengusaha India yang menuju Indonesia, mereka diburu oleh pesawat Kittyhawk Belanda.

Di makamkan Banguntapan, Bantul • ​Merupakan Bapak Penerbang Republik Indonesia. Tokoh Awal di Angkatan Udara.

Pendiri Sekolah Penerbangan di Yogyakarta (15 November 1945) yang menjadi Wakil Kepala Staf yang pertama dengan pangkat Komodor Muda Udara (sejak 9 April 1946).

Gugur bersama Abdulrachman Saleh saat menembus blokade udara Belanda (29 Juli 1947). • Ketika revolusi Indonesia dimulai, Adisucipto ditugaskan untuk membantu membangun kekuatan Indonesia di Udara.

Adisucipto diangkat menjadi Komondor Muda Udara dengan tugas mengambil alih seluruh perlengkapan, tenaga terbang dan instalasi penerbangan. Di lapangan terbang Maguwo, Yogyakarta, ia menerima tanggung jawab secara resmi sejak tanggal 15 Desember 1945. • Sebagai satu-satunya penerbang bangsa Indonesia yang memiliki Brevet Penerbang Tingkat Atas, maka ia diserahi tugas Pendidikan dengan kewenangan penuh.

• Adisucipto tercatat sebagai perintis awal dalam sejarah pendidikan penerbangan di Indonesia. Pada tanggal 1 Desember 1945 didirikan Sekolah Penerbangan yang pertama di Yogyakarta, dengan Adisucipto sebagai kepala sekolahnya. Di makamkan Aceh Besar. • Teuku Nyak Arif adalah pahlawan nasional dari Aceh.

Berbeda dengan pahlawan Aceh lainnya yang berjuang melalui pertempuran fisik, teuku Nyak Arif berjuang melalui organisasi. • Ia membantu berdirinya Jong Islamietan Bond (JIB) di Banda Aceh dan Jong Sumatranen Bond (Pemuda Sumatra). Kebijaksanaannya didukung oleh kecakapannya mempertemukan dan merukunkan golongan muda dan tua, dan golongan ulama dan bangsawan. • Terakhir ini perbedaan kaum ulama dan kaum bangsawan, merupakan ciri khas masyarakat Aceh.

Teuku Nyak Arif berhasil mengatasi kesulitan itu hingga tercapai persesuaian yang selaras, khususnya dalam mengabdi kepada masyarakat dan agama.

• Pada tanggal 16 Mei 1927 atas usul Residen Aceh ia diangkat menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) dan terpilih sebagai anggota Fraksi Nasional yang diketuai oleh Moh. Hoesni Thamrin.

• Dialah satu-satunya Ulebalang (Panglima) yang amat disegani baik oleh rekan-rekannya maupun Belanda meski tidak lagi menjabat. • Pada tahun 1944 Teuku Nyak Arif dipilih menjadi Wakil Ketua “Sumatera Chuo Sangi In” (Dewan Perwakilan Rakyat seluruh Sumatera) yang diketuai oleh Moh. Syafei. Ia berpendirian kerjasama dengan Jepang harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Di makamkan Kulon Progo, Yogyakarta • Raden Adjeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi atau biasa dikenal sebagai Nyi Ageng Serang.

Salah satu Panglima Perang melawan Kolonial Belanda pada Perang Diponegoro. Penasehat siasat perang Pangeran Diponegroro. Puteri Panembahan Notoprojo. Keturunan Sunan Kalijaga, Nenek moyang Ki Hajar Dewantara. • Kustiyah mewarisi darah juang dan kepahlawanan dari ayah dan leluhirnya. Ia berdarah patriotic, anti penjajah dan anti pengaruh asing yang merugikan. Ia akan berjuang terus untuk membela rakyat, akibatnya ia ditangkap. Namun atas permintaan Sultan Hamengku Buwono II ia diserahkan dan tinggal di kraton Yogyakarta.

• Nyi Ageng meminta untuk dikembalikan ke Serang, menikah dan mempunyai anak dan keturunannya. Cucunya yaitu R.M Papak diperintahkan untuk membantu Diponegoro berjuang dengan mengerahkan rakyat bersama pasukan serang.

• Atas prakasa Nyi Ageng yang sudah berusia 73 tahun diadakan pasukan khusus yang bertuugas geriliya disebut pasukan “Sesabet”. Siang dan malam ia berpikir dan berisasat untuk kemenangan pasukan Diponegoro. Selendang Nyi Ageng yang dikobarkan dipercaya sebagai pusaka saktii yang mampu mengobarkan semangat rakyat. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • H. R. Rasuna Said dikenal sebagai tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia.

Gerakan kegiatan Rasuna Said selaku wanita muda Islam dari tanah Minangkabau merupakan kejanggalan di jaman itu. • Wanita Minang masih banyak sekali terikat kepada adat dan agama, namun Rasuna, dengan segala keberaniannya telah merintis gerak kaum wanita Minangkabau dengan tidak menyalahi adat dan agama. • Pada tahun 1926 Rasuna masuk perkumpulan ”Serikat Rakyat” (SR) dan duduk didalam pengurus sebagai penulis.

Kemudian SR menjelma menjadi (PSII) Partai Serikat Islam Indonesia. Disamping itu ia menjadi anggota PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia). • Pada tahun 1932 PERMI menyatakan dirinya sebagai partai politik. PERMI berubah arti menjadi ”Partai Muslimin Indonesia” dengan haluan radikal non-koperasi (tidak bekerjasama dengan Pemerintah Hindia Belanda). • Usahanya dalam pendidikan telah menyebabkan rakyat di pedesaan mengenal PERMI dengan Rasuna Said nya. • 17 April 1946 Rasunda Said terpilih menjadi Dewan Perwakilan Sumatera (DPS), ada sidang.

4 - 6 Januari 1947 ia menjadi anggota yang mewakili Sumatera untuk duduk di dalam KNI Pusat di Jakarta. • Rasuna dikenal sebagai Anggota DPR RIS dan juga Anggota DPA 1959. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Seorang tokoh Awal di Angkatan Udara RI yang bertugas sebagai Perwira Operasi, antara lain menembus blokade udara Belanda, mengatur siasat serangan udara atas daerah lawan, operasi penerjunan pasukan di luar Jawa, penyelenggaraan operasi penerbangan dalam rangka pembinaan wilayah, membangun AURI khususnya di Sumatera.

• Memiliki jasa yang besar dalam membina dan mengembangkan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). • Melatih pemuda-pemuda untuk menjadi penerbang Angkatan Udara RI.

Segala pemikiran, kemampuan, serta pengalamannya, baik berupa teknik penerbangan, taktik perang udara, penguasaan navigasi pesawat terbang dan sebagainya telah dimanfaatkan dan disumbangkan untuk membina Angkatan Udara Republik Indonesia. • Beliau gugur saat pesawatnya ditugaskan kembali ke Indonesia dengan menggunakan AVRON ANSON RI-003 untuk mengambil obat-obatan dan perlengkapan persenjataan.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Tokoh Awal di Angkatan Udara. Gugur saat perang mempertahankan kemerdekaan indonesia. Tenaga pendidik calon penerbang pasca kemerdekaan. Salah satu perwira andalan AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia). • Pada waktu Proklamasi Kemerdekaan bersama dengan pemuda-pemuda lain turut serta dalam pengambilalihan kantor-kantor pemerintah dari tangan Jepang.

Ia memimpin sekelompok pemuda untuk menyerbu kantor Jawatan Kereta Api, menurunkan Bendera Jepang di kantor tersebut dan menaikkan bendera Merah Putih. • Sebagai pemuda yang pernah mendapat pendidikan terbang, iapun ikut mengamankan pesawat terbang dan peralatannya yang berhasil direbut dari tangan Jepang di Tanjung Perak. • Iswahyudi dan rekan-rekannya berhasil untuk menarik perhatian dalam meningkatkan minat kedirgantaran dengan cara diadakan demontrasi terbang di Pangkalan Udara Cibeureum, Tasikmalaya pada 10 Juli 1946.

Dari Yogyakarta didatangkan lima buah pesawat Cureng untuk memeriahkan demontrasi ini. • Mendapat tugas khusus untuk menyelenggarakan hubungan udara dengan luar negeri. Tugas menyelenggarakan hubungan dengan luar negeri merupakan tugas yang cukup berat dan berbahaya. Pada waktu itu Belanda melakukan blokade yang ketat terhadap wilayah RI, baik di darat, di luar, maupun di udara.

Di makamkan Buleleng, Bali • Memimpin Perang Puputan Margarana di Bali yang merupakan salah satu pertempuran antara Indonesia dan Belanda dalam masa Perang kemerdekaan Indonesia pada tahun 1946 dimana Pasukan TKR bertempur dengan habis habisan untuk mengusir Pasukan Belanda yang kembali datang setelah kekalahan Jepang. • Waktu Jepang membentuk organisasi kemiliteran, antara lain tentara Pembela Tanah Air (PETA), Ngurah Rai tidak mau memasukinya. Hal itu disebabkan oleh rasa antipatinya terhadap penjajahan Jepang.

Kemudian ia menghimpun pemuda-pemuda Bali untuk menyusun kekuatan menentang Jepang dan melakukan gerakan bawah tanah yang diberinya nama “Gerakan Anti Fasis” (GAF). • Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, ia menghimpun kekuatan para pemuda untuk melakukan usaha-usaha merebut kantor-kantor pemerintahan dari tangan Jepang.

• Ia secara terus-menerus memberikan semangat kepada prajuritnya untuk tetap berperang melawan Belanda setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia agar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Sunda Kecil tidak jatuh ke tangan penjajah. Di makamkan Tidak Diketahui • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945.

Ia ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Presidensial, tetapi digantikan oleh Imam Muhammad Suliyoadikusumo pada 20 Oktober 1945 • Pada Oktober 1943, Jepang mendirikan milisi PETA untuk membantu tentara Jepang menghadapi Sekutu. Supriyadi bergabung dengan PETA dengan pangkat shodancho atau komandan platon, dan setelah mengikuti pelatihan ditugaskan di Blitar, Jawa Timur.

Ia ditugaskan mengawasi pekerja romusha. Penderitaan pekerja-pekerja tersebut mendorongnya untuk memberontak melawan Jepang Di makamkan Imogiri, Yogyakarta • Sultan Mataram terbesar, berperang melawan penindasan Belanda. Seorang Pejuang dan Budayawan. Memadukan Kalender Hijriyah dengan Kalender Saka, menjadi Kalender Jawa Islam. • Memerintahkan perjuangan melawan penjajah (VOC) dengan menyerang Batavia 1628, 1629. • Pada tahun 1614 VOC (yang saat itu masih bermarkas di Ambon) mengirim duta untuk mengajak Sultan Agung bekerja sama namun ditolak mentah-mentah.

Pada tahun 1618 Mataram dilanda gagal panen akibat perang yang berlarut-larut melawan Surabaya. Meskipun demikian, Sultan Agung tetap menolak bekerja sama dengan VOC. Di makamkan Tidak diketahui • Untung Surapati mengawali perjuangannya ketika ia meloloskan diri dari penjara dengan membawa teman-temannya. Dari sinilah perlawanan untung tehadap Belanda di mulai. • Bersama pasukannya mencegat dan membunuh patroli-patroli pasukan Belanda yang keluar dari benteng Tanjung Pura.

Aksi-aksi itu merupakan ancaman baru bagi Belanda, sehingga ada upaya Belanda untuk merekrut untung sebagai prajurit. • Menerima tawaran Belanda untuk menjadi prajurit dengan tujuan memperlajari cara-cara bertempur belanda. Untuk keluar setelah konflik dengan tantara Belanda. • Untung Surapati kemudian bergabung dengan Sultan Amangkurat II dari Mataram untuk melawan Belanda.

• Pada tanggal 24 September 1684 dikejar oleh pasukan Belanda pimpinan Jacob Couper untuk ditangkap. Untung berhasil melepaskan diri. • Untung Surapati pada 1886 terus melakukan perlawanan dengan Belanda yang dipimpin oleh Kapten Tack. Pertempuran ini dimenangkan oleh pasukan Untung dengan matinya Kapten Tack. Di makamkan Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara • Tengku Amir Hamzah merupakan pejuang budaya. Hal tersebut terlihat dari karya-karya sastra yang ia tulis. • Amir Hamzah bersama Sutan Takdir Alisyahbana dan Armijn Pane mendirikan majalah Pujangga Baru yang kemudian menjadi tonggak berdirinya angkatan sastrawan.

• Amir Hamzah, dalam Kongres Bahasa Indonesia yang ke-1 di Sala pada 1938, gigih menganjurkan bahasa Indonesia digunakan dalam percakapan sehari- hari di kalangan terpelajar. • Amir Hamzah pada masa pendudukan Jepang terpilih sebagai anggota Balai Bahasa Indonesia di Medan.

Dilembaga inilah Amir Hamzah menciptakan istilah-istilah modern. • Amir Hamzah memiliki kemahiran menggubah syair yang luar biasa, sehingga sastrawan H.B.

Jassin menulis buku ”Amir Hamzah Raja Penyair. Karyanya dibukukan oleh ”P.T Gunung Agung dari syair-syairnya yang sudah diterbitkan oleh PB seperti: Nyanyi Sunyi (PB1937): ”Setinggi Timur” (PB 1939); dan Buah Rindu(PB 1941). • Amir Hamzah sering disebut Raja Penyair Zaman Pujangga Baru.

Satu-satunya Penyair Indonesia berkelas internasional pada era pra-Revolusi Nasional Indonesia Di makamkan Kuala Tungkal, Muara Tebo, Jambi • Raja terakhir di Kesultanan Jambi yang memimpin perang melawan Pasukan Kolonial Belanda pada tahun 1855 – 1904.

• Ia terkenal sebagai raja/sultan yang rendah hati, senang bergaul dengan rakyatnya. • Sultan Thaha berjuang melawan Belanda dalam pertempuran sengit di Muara Kupeh pada tahun 1858. • Sultan Thaha memperoleh kepercayaan besar dari rakyatnya. Ia bersumpah setia bersama rakyatnya. Sumpah setia yang disebut “Setih Setia” itu besar sekali pengaruhnya kedalam jiwa rakyat dan mampu mengobarkan semangat perjuangan. • Perlawanan Sultan Thaha cukup memusingkan Belanda sehingga penasehat pemerintah Hindia Belanda urusan bumiputera Dr.

Snouck Hurgronje mengadakan penyelidikan dan kemudian mengusulkan rencana menundukkan Sultan Thaha. Di makamkan Santiog, Kota Tidore • Raden Hasan sebagai Raja Palembang yang ke-VII bergelar Sultan Mahmud Badaruddin (II). Ia merupakan Sultan Palembang- Darussalam yang melakukan perlawanan keras kepada kekuasaan asing di bumi Palembang. • Memimpin pertempuran melawan Penjajah Inggris dan Belanda, salah satu peperangan terbesar adalah Perang Menteng (dari kata Muntinghe) melawan Belanda pada tahun 1819.

Kejadian ini bermula dari ketegangan antara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Herman Warner Muntinghe pada tahun 1818. Serangan dalam bentuk ekspedisi ini dilakukan oleh pasukan Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) ke Palembang, Sumatra Selatan, pada tahun 1819. Ekspedisi Belanda ini berhasil dipatahkan yang dimenangkan pasukan Sultan Mahmud Badaruddin II. • Pada tanggal 14 September 1811, yaitu empat hari sebelum terjadi penyerahan di Tuntang, Sultan Mahmud Badaruddin II telah mengakhiri pengaruh kekuasaan Belanda di bumi Palembang, dalam peristiwa ini Sultan Mahmud Badaruddin II telah membuktikan bahwa ia sebagai seorang pemimpin mempunyai pandangan yang jauh ke depan dan dapat mempergunakan kesempatan yang tepat untuk membebaskan kesultanan dan rakyat Palembang dari pengaruh kekuasaan asing.

Di makamkan Blitar, Jawa Timur • Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Pendiri Partai Nasional Indonesia, Pemrakarsa Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok. Anggota BPUPKI, Ketua Panitia Perancang UUD dan Ketua PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) • Pada 1925 Soekarno mendirikan dan menjadi Ketua Algemeene Studie Club (ASC) di Bandung, yaitu Perhimpoenan Pelajar/Mahasiswa yang berjiwa nasionalisme. Kemudian pada 1927 mendirikan Partai Nasional Indonesia, yang merupakan perhimpoenan yang sangat berani menentang penjajahan Belanda.

• Soekarno ditangkap oleh Pemerintah Hindia Belanda karena dicurigai melakukan provokasi menentang pemerintah, dan dijatuhi hukuman penjara pada 22 Desember 1930 di Penjara Sukamiskin, kemudian beliau ditangkap lagi dan diasingkan di Ende, Flores. • Pada 17 Agustus 1945 Soekarno bersama Muhammad Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dan kemudian diangkat menjadi Presiden pertama RI Di makamkan TPU Tanah Kusir, Jakarta • Aktifis Kemerdekaan Indonesia, Proklamator RI, Negarawan, Ekonom, Administrator, Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, Perdana Menteri ke 3, Menteri Pertahanan ke 4 dan Bapak Koperasi Indonesia.

• Sewaktu di Belanda tahun 1926 Hatta menjadi pimpinan Perhimpunan Indonesia dan dipercaya menjadi bendahara merangkap anggota Dewan Redaksi Majalah Hindia Putera (Indonesia Merdeka). • Pada tahun 1927 dalam Kongres Liga di Brussel, Hatta menguraikan “Liga Menentang Kolonialisme”. • Pada tahun 1931, atas saran Hatta, Golongan Merdeka mendirikan partai baru yaitu partai Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Baru) yang berhaluan nonkooperasi.

• Pada tahun 1932-1941 Hatta bersama tokoh politik lainnya dibuang ke Digul, Irian dan kemudian dipindahkan ke Banda Naira dan pada tahun 1942 sesudah Jepang berkuasa, mereka dibebaskan. • Raden Pandji Soeroso dapat dikatakan berpikiran maju dan pemberani.

Sejak usia 15 tahun ia telah bergabung dalam perkumpulan Boedi Oetomo. • Pada tahun 1915 Ia diangkat menjadi Presiden Serikat Islam Probolinggo dan Krakasan. Gerakan yang dipimpin oleh Raden Pandji Soeroso ini menitikberatkan pada perbaikan ekonomi rakyat. Dalam tahun 1917 dipilih menjadi anggota gemeenterad Probolinggo. Ia termasuk pendiri Organisasi Kepegawaian yang pada waktu itu bernama Persatuan Vakbonden Pegawai Negeri (P.V.P.N.). • Di masa Pergerakan Nasional hingga Pendudukan Jepang, 1942, Ia menjadi anggota Volksraad.

Dirinyalah yang pertama kali berpidato dalam sidang Volksraad yang mengkritik beleid Pemerintah Hindia-Belanda dan menolak diadakannya pajak Landrente di Sumatera Barat. • Pada masa Jepang, R.P. Soeroso pun tak lepas dari kegiatan-kegiatan perjuangan. Ia pernah menjadi ketua Putera daerah Malang dan duduk dalam Pusat barisan Pelopor di Jakarta, menjadi Ketua Hokokai sebagai pengganti Putera dan menjadi anggota Tjuo Sangi-ln di Jakarta.

• Setelah Indonesia merdeka, R.P. Soeroso tetap menjadi pejuang melalui berbagai jabatan yang dipercayakan kepadanya. Ia pernah menjabat Gubenur Jawa Tengah, Anggota KNIP Pusat. Tahun 1946 Ia diangkat sebagai Komisaris Tinggi untuk daerah Solo dan Yogyakarta. Dari masa kabinet Moh. Nasir hingga tahun 1956 Ia menduduki beberapa Jabatan Menteri seperti Menteri Perburuhan, Menteri Urusan Pegawai, Kemudian Menteri Sosial dan Menteri Pekerjaan Umum.

Ia juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia. Di makamkan Penegahan Lampung Selatan • Radin Inten II merupakan raja di Negara Ratu (sekarang Provinsi Lampung), masih keturunan Fatahillah (Sunan Gunung Jati). • Selama beberapa tahun Radin Inten II melakukan perlawanan bersenjata terhadap Belanda yang berusaha menguasai seluruh wilayah Lampung.

• Pada tahun 1851 Belanda mengirim pasukan dari Batavia. Pasukan yang dikomandoi oleh Kapten Jucht dengan kekuatan 400 prajurit ini bertugas merebut benteng Merambung. Akan tetapi, mereka dipukuli mundur oleh pasukanRadin Inten II. • Gagal merebut Merambung, Belanda mengubah taktik.Kapten Kohler, Asisten Residen Belanda di Teluk Betung, ditugasi untuk mengadakan perundingan dengan Radin Inten II.

Di samping itu Belanda juga menerapkan politik devide et impera-nya terhadap masyarakat Lampung agar terpecah belah. • Sampai bulan Oktober 1856 sudah dua setengah bulan Belanda melancarkan operasi militer. Satu demi satu benteng pertahanan Radin Inten II sudah mereka duduki. Namun, Radin Inten II masih belum tertangkap. • Raden Inten II tewas karena pengkhianatan yang dilakukan oleh orang sebangsanya dalam usia sangat muda, 22 tahun. Di makamkan Karang Anyar, Surakarta • Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I atau lebih dikenal dengan Pangeran Sambernyawa.

Julukan Pangeran Sambernyawa diberikan VOC, karena dalam setiap peperangan selalu membawa kematian bagi lawannya merupakan Praja Mangkunegaran, Pendiri Istana Mangkunegaran. • Pangeran Sambarnyawa memimpin perjuangan melawan penjajah Belanda di Jawa Tengah. Dikenal dekat dengan rakyat. Perjuangan Raden Mas Said menentang kekuasaan Belanda tidak dapat dipisahkan dari kericuhan yang terjadi di Kerajaan Mataram pada pertengahan abad ke 18.

• Sejak awal abad itu beberapa daerah Mataram sudah dikuasai secara langsung oleh Belanda. Selain itu Belanda berhasil pula mencampuri masalah intern kerajaan seperti pengangkatan Raja dan pejabat tinggi lainya.

• Kesempatan untuk melawan Belanda terbuka ketika pada tahun 1740 di Kartosuro terjadi perlawanan rakyat terhadap Belanda. • Untuk melawan Pangeran Sambarnyawa Belanda melakukan politik adu domba.

Ia terpaksa menghadapi pasukan Surokarto dan Ngayogyakarto yang didukung oleh pasukan Belanda. • Akhirnya perjuangan berakhir dengan ditandatangani perjanjian salatiga.

Di makamkan Imogiri, Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr • Seorang sultan yang pernah memimpin di Kesultanan Yogyakarta (1940–1988) dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973 dan 1978.

Dia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. • Hamengkubuwana IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar "Ngarsa Dalem Sampéyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Sénapati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat".

Ia merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. • Ia mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat "Istimewa" • Hamengkubuwono IX sejak awal revolusi melibatkan diri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan memberikan berbagai fasilitas untuk kepentingan pemerintah.

Pada Januari 1946 sampai akhir Desember 1949 Jogjakarta atas saran Sri Sultan dijadikan Ibukota RI. Di makamkan Kota Banda Aceh • Sultan Aceh yang terbesar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 s.d 1636 yang mencapai mencapai kejayaannya dan mempunyai Angkatan perang yang kuat pada masa kepemimpinannya serta sebagai pusat perdagangan dan pembelajaran tentang Islam.

• Sultan Iskadar Muda sangat giat mengembangkan agama Islam di Kesultanan Aceh. Ia mendirikan Masjid di beberapa tempat diantaranya yaitu Masjid Baiturrahman pada tahun 1612 yang berada di pusat kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. • Sultan Iskandar Muda melarang pedagang-pedagang asing membeli lada langsung ke daerah-daerah produksi lada yang berada dibawah kekuasaannya.

Maka pedagang -pedagang yang ingin mendapatkan lada harus datang ke ibu kota kerajaan Aceh, dengan demikian ibukota menjadi ramai dengan pedagang asing.

Di makamkan Tidak Diketahui (Dilarung) • Patih Kerajaan Buleleng. Pemimpin perang puputan Jagaraga melawan pasukan kolonial Belanda. Seseorang yang ahli dalam membuat strategi perang. • Keberanian dan keperwiraannya menentang penjajahan Belanda diawali dengan sikap dan tindakannya yang menolak tuntutan Belanda agar mengganti kerugian atas kapal-kapal yang sudah dirampasnya dan mengakui kedaulatan Belanda di Hindia Belanda.

• Keberhasilan laskar Patih Jelantik dalam perang melawan Belanda sangat mengagetkan orang-orang Belanda sehingga menggegerkan Parlemen Belanda. • Sifat Patriotismenya tampak dalam perjuangannya menentang penjajah Belanda dari tahun 1846-1849, yaitu pada peristiwa perang Buleleng dan perang Jagaraga.

Sikap politiknya yang tegas terlihat dalam tindakannya yang menolak tuntutan bahwa Kerajaan Buleleng berada di bawah kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda. Di makamkan Didepan TMP. Cendrawasih, Biak • Merupakan tokoh Nasionalis Papua dan Aktivis Kemerdekaan Indonesia yang membantu Pembentukan NKRI.

• Frans Kaisiepo diangkat menjadi Gubernur Papua ke-4. • Salah satu pencetus Partai Indonesia Merdeka di Biak pada tanggal 10 Mei 1946. • Pada Juli 1946 Frans Kaisiepo menjadi anggota delegasi pada Konperensi Malino di Sulawesi Selatan. Ini merupakan karir pertamanya tampil sebagai seorang politikus. Sebagai pembicara ia mengganti nama Papua dan Nederlans Nieuw Guinea dengan kata Irian yang diberi pengertian Ikut Republik Indonesia Anti Nederlans (IRIAN).

• Sewaktu menjabat Kepala Distrik Mimika (Fakfak) pada 1961, ia mendirikan Partai Politik Irian sebagian Indonesia (ISI) yang menuntut penyatuan kembali Nederlands Nieuw Guinea ke dalam kekuatan negara Republik Indonesia. • ·Pada 1964 ketika menjadi Gubenur Propinsi Irian Jaya dan merangkap Ketua DPRDGR Frans Kaisiepo merupakan salah seorang penggerak Musyawarah Besar Rakyat Irian Barat untuk membicarakan langkah-langkah penyatuan Irian Barat menjelang Pepera 1969.

Di makamkan Serui, Papua • Seorang pejuang penyatuan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia. • Nasionalis Papua dan Pejuang Kemerdekaan Indonesia.

Pendiri Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). • Mendukung politik pemerintah di Forum Internasional dalam usaha pengembalian Irian Barat ke Republik Indonesia.

• Pada bulan Oktober 1949 di Yogyakarta, ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka membantu pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI • Silas Papare yang ketika itu aktif dalam Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB) juga diminta oleh Soekarno menjadi salah seorang delegasi Indonesia dalam New York Agreement yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962, yang mengakhiri konfrontasi Indonesia dengan Belanda perihal Irian Barat.

Setelah penyatuan Irian Barat, ia kemudian diangkat menjadi anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara). Di makamkan Tanah Merah, Waena, Papua • Aktifis Kemerdekaan Indonesia yang membantu Pembentukan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), khususnya Pembebasan Papua dari Penjajah Belanda. • Sebagai anggota Polisi hindia Bellanda Marthen Indey pernah ditugaskan mengawasi para Digulis di Tanah Merah (Digul).

Di sini ia mendapatkan pengaruh nasionalisme. • Pada tahun 1944, ia kembali ke Papua bersama pasukan sekutu dan mendapat tugas melatih Anggota Batalyon Papua yang dibentuk Sekutu untuk menghadapi Jepang. Secara sembunyi-sembunyi ia bergabung dengan kelompok Sugoro (bekas Dugulis).

• Pada 1946 Indey menjadi Anggota dan Ketua Komite Indonesia Merdeka (KIM). KIM berubah menjadi Partai Indonesia Merdeka (PIM). • Sesudah tahun 1950 Indey melakukan Gerakan bawah tanah bersama J Teppy, urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Januari 1962 ia menyusun kekuatan geriliya sambal menanti kedatangan pasukan Indonesia yang akan tiba di Irian Jaya dalam rangka Trikora. • Selama 1963-1968 Indey duduk sebagai Anggota MPRS mewakili Irian Jaya, ia juga diangkat menjadi Mayor Trituler Marthen Indey.

Di makamkan Soa-Sio, Tidore, Maluku Utara • Kaicil Nuku memiliki gelar Sultan Said’ul Jehad Muhammad el Mabus Amirudin Syah Kaicil Paparangan yang merupakan seorang sultan dari Kesultanan Tidore. Sultan (Raja) ke 30 di Kerajaan Tidore (Kesultanan Tidore), dan Tidore mencapai puncak kejayaannya pada saat diperintah Sultan Nuku. Beliau sekaligus sebagai Jou Barakati (Panglima Perang) yang memimpin Pertempuran laut maupun darat melawan Pasukan Kolonial Belanda, dengan cita-cita membebaskan seluruh kepulauan Maluku Utara (Maloko Kie Raha) dari penjajah bangsa asing.

• Nuku menggalang kekuatan dengan mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil di daerah sekitar Seram dan Papua (Irian Jaya). Perjuangan Nuku berawal dari kasus suksesi kekuasaan di kerajaan Tidore, karena masuknya campur tangan VOC telah melahirkan peperangan beraroma perlawanan rakyat terhadap kekuasaan Pemerintah Kolonial. • Dalam riwayat politiknya, Ia tidak pernah secara langsung menandatangani perjanjian penyerahan kekuasaan baik kepada VOC maupun Pemerintah Hindia Belanda hingga ia wafat fi tahun 1805.

• Nuku berperan dalam menggalang kebersamaan di wilayah Seram dan IrianJaya hingga tuntutan kedaulatan RI atas wilayah tersebut didukung oleh makna kebersamaan sejarah dalam melawan penjajah.

Di makamkan Seremban, Malaysia • Tuanku Tambusai, Muhammad Saleh atau Hamonangan Harahap adalah Pahlawan Nasional dari Riau • Tuanku Tambusai adalah seorang ulamayang menyebarkan Islam di daerah-daerah yang belum memeluk Islam, antara lain di Tapanuli Selatan. • Tuanku Tambusai tidak hanya menyebarkan Islam, pada tahun 1823 ia dan pasukannya mengepung kedudukan Inggris di Natal setelah Traktat London 1824 Tuanku Tambusai berhadapan dengan Belanda.

• Pada 1830 ia membangun benteng di Rao, benteng ini jatuh ke tangan Belanda bulan Oktober 1832. Ia berusaha merebut benteng Belanda Fort Amerongen di Rao tetapi gagal. • Tuanku Tambusai bersama pasukan antara tahun 1834 – 1837 berhasil menghalangi Belanda memusatkan kekuatannya untuk merebut Bonjol di daerah Rao dan Dalu-Dalu.

• Tuanku Tambusai pada 1838 berhasil mengalang pasukan Belanda melalui aksi-aksi gerilya untuk menguasai daerah Raja Mondang. • Tuanku Tambusai pada akhir Desember 1838 ketika benteng Dalu-Dalu dihujani dengan tembakan Meriam tidak berhasil ditangkap Belanda dan Tuanku Tambusai berhasil meloloskan diri.

• Tuanku Tambusai terkenal sebagai “De Padrische Tijger van Rokan” (Harimau Paderi dari Rokan). Di makamkan Gowa, Sulawesi Selatan • Syekh Yusuf Tajul Khalwati adalah pejuang nasional yang melawan Belanda bukan hanya di tanah kelahirannya.

Ia berjuang dari Gowa, Banten hingga Afrika Selatan. • Kegigihan perjuangan Syekh Yusuf Tajul Khalwati membuat rakyat Banten bersemangat mengusir penjajah bersama Sultan Ageng Tirtayasa. • Syekh Yusuf Tajul Khalwati memiliki pengaruh yang luar biasa dan berhasil meningkatkan kewibawaan kerajaan Banten diantara Raja-raja di Nusantara jaman itu. • Syekh Yusuf Tajul Khalwati sepeninggal Sultan Ageng Tirtayasa, memimpin perang Gerilya bersama Pangeran Purbaya dan Pangeran Kidul di Daerah Tanggerang lalu mundur ke Muncang, Lawang Taji (Jasinga) menyusur Cidurian akan menuju Cirebon.

• Pada tahun 1684 Syekh Yusuf Tajul Khalwati dibuang ke pulau Ceylon (Sri Lanka) Sri Lanka. Di Sri Lanka, Syekh Yusuf Tajul Khalwati membentuk Jaringan Islam yang urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr, dan melalui murid-muridnya di Nusantara terus mengobarkan perlawanan terhadap Belanda.

Dampaknya Belanda memindahkan Syekh Yusuf Tajul Khalwati ke Zandvliet, Afrika Selatan. • Syekh Yusuf Tajul Khalwati di Zandvliet, Afrika Selatan terus menyebarkan Agama Islam sekaligus semangat anti penjajahan terhadap rakyat Afrika Selatan, sampai wafat (23 Mei 1699).

• Syekh Yusuf Tajul Khalwati oleh Nelson Mandela disebut sebagai “Salah Seorang Putra Afrika” Di makamkan Astana Giribangun, Karang Anyar • Fatimah Siti Hartinah Soeharto untuk pengabdiannya kepada bangsa dan negara pernah menjabat berbagai jabatan kenegaraan antara lain, Ketua Umum Ria Pembangunan, Penasehat Utama Dharma Wanita, Penasehat Utama Dharma Pertiwi, Penasehat Utama Persit Kartika Chandra Kirana, Penasehat Utama Persatuan Isteri Veteran RI (PIVERI), Pendiri/Ketua Yayasan Kartika Jaya, Pelindung Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), Pelindung Yayasan Kartini, Pelindung Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (HIPRADA), Pelindung Persatuan Wanita Republik Indonesia (PERWARI), Pelindung Yayasan Jantung Indonesia.

• Fatimah Siti Hartinah Soeharto telah aktif dibidang keorganisasian sejak remaja dengan aktif di dalam Kepanduan (Pramuka). • Fatimah Siti Hartinah Soeharto, pada masa pendudukan Jepang, menjadi anggota Fujinkai. • Fatimah Siti Hartinah Soeharto memprakarsai pendirian Perpustakaan Nasional sebagai upaya peningkatan minat baca generasi penerus bangsa.

• Fatimah Siti Hartinah memprakarsai pembangunan Taman Bunga, Taman Anggrek serta Taman Buah sebagai wujud perhatiannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani khususnya petani bunga dan buah-buahan Di makamkan Pulau Penyengat, Kepulauan Riau • Raja Haji Fisabililah adalah Raja Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV, ia terkenal dalam melawan pemerintahan Belanda dan berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau.

• Raja Haji sudah terlibat dalam pertempuran dengan pihak Belanda pada Perang Linggi tahun 1756-1758. Perang tersebut meletus sebagai reaksi usaha Belanda meluaskan kekuasaannya di Riau.

Pada pertempuran tersebut, Raja Haji terluka. Namun pada pertempuran selanjutnya, pasukan gabungan dari Linggi, Selangor, Remban, Kelang dan Siak dapat mengepung Kota Malaka sehingga satu persatu tempat-tempat kekuasaan Belanda di sekitar Malaka berhasil dikuasai dan diduduki. • Ia berperang melawan Belanda dalam peperangan hebat di Teluk Ketapang (Malaka) pada tahun 1784 yang mana Raja Haji sendirilah yang memimpin.

• Ia Gugur pada saat melakukan penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) pada tahun 1784. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Ia merupakan seorang Wartawan, Aktivis Kemerdekaan, Wakil Presiden Indonesia, Wakil Perdana Menteri, Ketua Majelis Umum PBB, Menteri beberapa Departemen dan Pelopor berdirinya Kantor Berita Antara.

• Karir perjuangan Adam Malik dimulai sejak di kampung halamannya dengan masuk sebagai anggota kepanduan Hisbul Wathan milik Muhammaditah di Pematang Siantar sebagai Ketua Partai Indonesia (Partindo) dengan basis masa berasal dari sopir-sopir. Ia kemudain ke Batavia dan bergabung menjadi eksponen Organisasi PARI (Partai Republik Indonesia) yang sempat membuatnya masuk penjara. • Pada tanggal 13 Desember 1937, ia bersama Pandu Kartawiguna dan kawan-kawan mendirikan Lembaga Kantor Berita “Antara”.

• Adam Malik juga masuk dalam organisasi Persatuan Perjuangan (PP), kemudian ia mendirikan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) dan membentuk Badan Pendukung Soekarnoisme (BPS). • Pada tahun urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr, ia berperan menonjol sebagai delegasi dalam proses perindungan Indonesia-Belanda mengenai Irian Barat.dan juga pernah menjadi Ketua Sidang Umum PBB ke 26 Tahun 1971-1972. • Ketika menjadi Menteri Luar Negeri, ia membawa politik luar negeri “Bebas Aktif”.

Di makamkan Sanaman Lampang, Palangkaraya • Pada tahun 1938 ia memprakarsai pendirian Organisasi Pakat Dayak bersama kawan-kawannya di Banjarmasin untuk mengangkat Derajat Suku Dayak dan mempersatukan seluruh masyarakat Suku Dayak. • Pada tahun 1946 dipercaya mewakili 142 Suku Dayak untuk menyatakan sumpah setia mendukung eksistensi Pemerintah RI melalui upacara adat leluhur suku dayak di Istana Kepresidenan (Gedung Agung) Yogyakarta.

• Pada tanggal 17 Oktober 1947 ia memimpin operasi penerjunan pasukan payung pertama di dalam sejarah Angkatan Bersenjata RI, di desa Sarabi dekat Rantapulut Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah) yang kemudian hari peristiwannya ditetapkan sebagai Hari Pasukan Khas TNI AU. • Pada tahun 1957 – 1967 ia menjabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Tengah serta merintis dan mempelopori pembangunan Kota Palangkaraya sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Tengah. • Ia juga dikenal dan berperan besar dalam proses pembaruan pembangunan sistem administrasi pemerintahan di Kalimantan.

Di makamkan A. Pettarani, Wajo • Raja Pasir dari Kesultanan Pasir.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

Raja Wajo (Arung Matowa Wajo XXXIV) di Kerajaan Wajo. Memimpin pasukan dari suku Bugis, Pasir, Kutai, Makassar serta Bugis-Pagatan, untuk melawan Belanda. • Perjuangannya dimulai ketika membantu pasukan Daeng Parani, Daeng Marewa dan Haji Sore melawan Johor pada tahun 1715-1721. La Maddukelleng mengirim pasukan yang dipimpin oleh La Banna To Assak, peperangan ini dimenangkan oleh pihak Daeng Parani.

• Pada 1726 La Maddukelleng diangkat menjadi Sultan Pasir dan pada tahun ini juga ia memerintahkan kepada La Banna To Assak untuk menyerang Maraddia Balapina yang pro dengan Belanda. Misi ini berhasil memperoleh kemenangan. Dilanjutkan dengan pasukannya menuju Gowa dan menembaki Benteng Ujung Pandang tempat persembunyian Belanda yang kemudian lari mengundurkan diri. • Terjadi bebarapa kali penolakan untuk menyatakan persaudaraan antara Wajo dengan VOC dari La Maddukelleng kepada VOC.

Pada bulan Febuari 1741 terdepat peperangan sengit dalam waktu yang cukup lama antara Wajo dengan Belanda, namun pasukan VOC (Smout) dapat dipukul mundur oleh pasukan Wajo (La Maddukelleng).

Di makamkan Siak, Sri Indrapura • Sultan ke-12 di Kesultanan Siak Sri Indrapura. Pendukung Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Mendorong raja-raja di Sumatera Timur untuk mendukung dan mengintegrasikan diri dengan Republik Indonesia. Menyumbang harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden untuk Pemerintah Republik Indonesia, setara dengan 214,5 juta gulden (2014) atau 120,1 juta USD atau Rp 1,47 trilyun.

• Sultan Syarif Kasim II juga tidak segan-segan menyerahkan mahkota dan nyaris seluruh kekayaannya. Ini dilakukan sebagai penegas bahwa Kesultanan Siak Sri Inderapura yang dipimpinnya meleburkan diri ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

• Setelah dinobatkan menjadi sultan pada 1915, ia menggalakkan pembangunan di wilayahnya. Sultan Syarif Kasim II juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia rakyat Siak Sri Inderapura melalui pendidikan demi mengejar ketertinggalan dari orang-orang Belanda. Di makamkan Koto Barapak, Pesisir Selatan • Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Politisi, Wartawan. Pendiri PMI (Partai Muslimin Indonesia) Tahun 1930. Pendiri PERMI (Persatuan Muslim Indonesia, 1932). Ketua DPRD Sumatera Tengah.

Dikenal sebagai seorang ideolog. • Ilyas Yacob menerbitkan majalan yang bernama "Pilihan Timur". Isi majalahnya mengkritik politik rust en orde yang dijalankan Pemerintah Belanda yang ada di Indonesia. Ia menuding bahwa Pemerintah Belanda menonjolkan kekuatannya untuk menekan pergerakan rakyat. • Ia memperkenalkan perjuangan PERMI di kalangan masyarakat luas dengan cara menerbitkan majalah Medan Rakyat.

Pada awalnya penerbitan majalah ini di biayainya sendiri. • untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan situasi, Ilyas Yacob menerbitkan brosur “Maju” yang berfungsi memelihara semangat perjuangan sebagai kursus politik jarak jauh pada saat pemerintah kolonial melarang adanya rapat bagi partai politik di Hindia Belanda. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Pakar Hukum Adat, Aktifis Kemerdekaan, Pendidik. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ke-11.

• Guru Besar Hukum Adat dan Hukum Islam di Universitas Indonesia, Guru Besar di Universitas Islam Jakarta, Perguruan Tinggi Hukum Militer (PTHM), dan Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). • Pada masa perang kemerdekaan Hazairin perannya yang menonjol dalam perjuangan yaitu ketika menjadi Wakil Gubernur Muda Propinsi Sumatera, ia mengeluakan kebijakan pencetakan uang kertas (Uang Hazairin) yang berlaku sejak 1 Desember 1947 sampai 27 Desember 1949 di dalam daerah Karesidenan Bengkulu.

• Hazairin membantu perjuangan secara swadana untuk membiayai kebutuhan logistik Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Wilayah Karesidenan Bengkulu di tahun 1949. Pada agresi militer Belanda II, ia bersama pasukan TKR berhasil menghancurkan seluruh jembatan yang ada di Karesidenan Bengkulu hingga perbatasan Padang, Palembang dan Lampung dalam rangka menghambat serbuan dan gerak maju pasukan Belanda. Di makamkan Tanjung Saka Dua, Nanga Pinoh, Malawi • Sejak muda telah mengabdi sebagai pegawai kerajaan SIntang.

Abdul Kadir mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan kemudian diangkat menjadi Kepala Pemerintahan Melawi menggantikan ayahnya. Ia kemudian mendapatkan gelar Raden Tumenggung yang diberikan oleh Raja Sintang. • Ketika menjadi Kepala Pemerintahan Melawi, ia berperang melawan Pasukan Kolonial Belanda. Berhasil mengembangkan potensi perekonomian wilayah Melawi dan mempersatukan Suku Dayak dengan Melayu.

• Selama tujuh tahun (1868-1875) ia mengunakan strategi peran ganda, yaitu setia kepada Raja Sintang dan pemerintah Belanda namun secara diam-diam menghimpun kekuatan rakyat dan membentuk kesatuan bersenjata di daerah Melawi dan sekitarnya untuk menghadapi pasukan Belanda. Namun, akhirnya pemerintah Belanda mengetahuinya dan kemudian menyerang ke Pusat Perlawanan. Raden Temenggung ditangkap. • Pada tahun 1866, Belanda memberikan hadiah uang dan gelar Setia Pahlawan dengan maksud agar Abdul Kadir mau bekerja samanamun hal tersebut tidak berhasil untuk mengubah sikap anti Belandanya.

• Sistem perlawanan Raden Temenggung telah menjadi model perlawanan rakyat terhadap Belanda di SIntang hingga tahun 1913. Di makamkan TPU Karet Jakarta • Penjahit Bendera Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.

• Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama yang merupakan istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. • Aktif berorganisasi yaitu menjadi pengurus Nasyla Aisyiah Muhammadiyah sebagai pembaca ayat Al-Qur’an, Paduan Suara (koor) dan Pawai Obor.

• Dalam bidang kewanitaan, Fatmawati telah berhasil menjadikan Ny.Wakijah Sukijo, Ny.Pujo Utomo dan Ny.Mahmudah Mas’ud sebagai anggota wanita dalam kepengurusan KNIP berdasarkan Penpres No. 17 tahun 1949. • Pada 1951, Fatmawati dengan gigih ikut memperjuangkan agar dokumen, barang dan arsip pemerintah RI yang dirampas oleh Belanda antara tahun 1945-1950 di Jakarta dan Yogyakarta dapat dikembalikan ke Indonesia.

• Turut serta secara aktif dalam memberikan bantuan mengirim perbekalan kepada isteri prajurit dan para prajurit yang sedang berjuang di wilayah pertempuran.

• Fatmawati merupakan salah seorang yang gigih berjuang menjadikan eks Karasidenan Bengkulu sebagai Provinsi Bengkulu. Di makamkan Komara, Takalar • Ranggong Daeng Romo adalah seorang pejuang gerilya asal Sulawesi Selatan. Pada tanggal 16 Oktober 1945, dibentuk organisasi Angkatan Muda Bajeng di bawah pimpinan Ranggong Daeng Romo, untuk mengibarkan jiwa dansemangat perjuangan menentang Belanda.

• Pada tanggal 5 Desember 1945, Ranggong Daeng Romo diangkat menjadi Komandan Barisan Gerakan Muda Bajeng, yang kegiatannya tidak hanya pada bidang kemiliteran tetapi juga di bidang pemerintahan, dalam usaha mempertahankan kemerdekaan, Gerakan Muda Bajeng beberapa kali mengalami bentrokan senjata dengan Belanda. • Tanggal 2 April 1946 Gerakan Muda Bajeng diubah menjadi Laskar Lipan Bajeng dan Ranggong Daeng Romo diangkat menjadi pimpinan tertinggi.

• Tanggal 17 Juli 1946 terbentuklah Laskar Pemberontakan Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS). Ranggong Daeng Romo menjadi panglima. • Tanggal 8 Agustus 1946, pasukan tersebut berhasil mempertahankan markas besar LAPRIS di Rannaya Palembangkung dengan gagah berani, penuh kesatria dan akhirnya dapat dipukul mundur.

• Ranggong Daeng Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr tewas dalam perlawanan mempertahankan daerah dari serangan pasukan Belanda. Di makamkan Jl. A. Yani, Banjar Baru • Seorang Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Bapak Gerilya Kalimantan, Ketua Umum Harian Angkatan 45 Kalsel, Anggota DPR, Dewan Paripurna Angkatan 45 dan Legiun Veteran RI.

Panglima Daerah Militer X • Perannya sebagai perwira angkatan laut bersama laskar-laskar di Kalimantan dalam upaya penegakan kemerdekaan Republik Indonesia yang membuat Belanda sulit untuk menginjakan kaki di tanah Kalimantan. • Yang membuat Belanda sulit untuk menginjakan kaki di tanah Kalimantan. • Menghentikan kegiatan politik PKI di Kalimantan Selatan di tahun 1960-an. • 17 Mei 1949 memproklamasikan berdirinya Kalimantan untuk bergabung dengan Republik Indonesia • Turut andil dalam pembangunan Universitas Lambung Mangkurat pada tanggal sebagai upaya memajukan pendidikan bagi rakyat Kalimantan.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata, Jakarta • Nasution merupakan peletak dasar sistem gerilya pada masa revolusi mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda • Setelah lulus dari AMS pada 1938, Abdul Haris Nasution berhenti mengajar dan masuk Akademi Militer di Bandung, Ia kemudian diangkat menjadi Komandan Divisi I Siliwangi Bandung.

Ia juga pernah menjadi Wakil Panglima Besar, Paglima Komando Jawa, dan diangkat urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). • Nasution merupakan salah satu dari 7 Jendral yang akan diculik dalam G30S, ia berhasil lolos namun putrinya Ade Irma Suryani tertembak dan meninggal dalam peristiwa tersebut, • Pada tahun 1966 Nasution menduduki jabatan baru sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), ia kemudian mengesahkan beberapa ketetapan penting, seperti pelarangan Marxisme-Leninisme, pembatalan pengangkatan Soekarno sebagai presiden seumur hidup, dan keputusan untuk mengadakan pemilihan umum pada Juli 1968.

• Nasution juga menulis buku tentang Dasar-dasar Perang Gerilya, kemudian menjadi buku tentang Gerilya yang paling sering dikaji, di samping buku Mao Zedong tentang masalah yang sama.

Di makamkan Imogiri, Yogyakarta • Prajurit dan Pejuang dari Keraton Surakarta. Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang pertama.

Duta Besar RI. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang pertama. Menteri Perhubungan. • Prajurit dan Pejuang dari Keraton Surakarta. Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang pertama. Duta Besar RI. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang pertama. Menteri Perhubungan. • Mendaftarkan diri sebagai tentara PETA tahun 1943-1944 dan mengikuti pendidikan perwira di Bogor, selesai pendidikan KGPH.

Djatikusumo diangkat sebagai Komandan Cudar I Daida I Tentara PETA di Surakarta- Jawa Tengah. • Membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) Surakarta dan kemudian menjabat Komandan Batalyon Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada November 1943 diangkat sebagai Panglima Divisi Infantri IV - TKR bermarkas di Salatiga dengan pangkat mayor jenderal.

• Pada 1946 Djatikusumo memprakarsai Sekolah Opsir cadangan di Salatiga yang merupakan perpaduan antara pendidikan perwira cadangan dengan pendidikan umum sekolah menengah pelayaran khusus militer.

Sewaktu menjabat Direktur Zeni Angkatan Darat, Djatikusumo mendirikan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) yang dimaksudkan untuk mengisi kekurangan tenaga teknik yang kompeten di lingkungan TNI-AD. • Djatikusumo merupakan pencetus Sendra Tari Ramayana dengan Candi Prambanan sebagai latar belakang.

Di makamkan TMP Panaikang, Makassar • Raja (Datu) Luwu. Aktivis Kemerdekaan, memimpin Perlawanan Semesta Rakyat Luwu terhadap Belanda selama Revolusi Nasional. • Sulewatang (kepala distrik) Ngapa pada tahun 1919.

Empat tahun kemudian ia dipindahkan ke daerah Ware, juga sebagai Sulewatang. Sementara itu, ia pun ditetapkan sebagai wakil Datu Luwu. • Ibunda Andi Djemma, Andi Kambo adalah seorang raja (datu) Palopo yang merupakan ibu kota kerajaan Luwu. Ketika ibunya meninggal dunia pada tahun 1935, Andi Djemma diangkat sebagai Datu Luwu. • Memprakarsai pembentukan organisasi Soekarno Muda (SM) pada tanggal 2 September 1945 untuk melakukan gerakan merebut senjata Jepang di Palopo. Andi Djemma menyatakan bahwa daerah Luwu adalah bagian dari NKRI.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Luwu menolak kerja sama dengan aparat NICA. Di makamkan TPU Pangala, Tana Toraja. • Pong Tiku merupakan bangsawan Toraja dan panglima perang di Tana Toraja dan Toraja Utara dalam perlawanan terhadap Penjajah Belanda.

• Setelah menaklukan kerajaan Bone, pada tahun 1905 Belanda melanjutkan operasi-operasi militernya ke kerajaan-kerajaan lain. Satu persatu kerajaan ini mereka taklukkan, termasuk kerajaan Luwu dengan ibu kotanya Palopo. Tana Toraja pun merupakan sasaran untuk dikuasai. • Operasi militer Belanda untuk menduduki Tana Toraja dimulai dari Palopo.

Pada akhir bulan Maret 1906 Belanda mengirim surat kepada Pong Tiku meminta agar ia datang ke Rantepao. Pong Tiku menolak dengan tegas. Permintaan kedua yang disampaikan Belanda pada pertengahan April 1906, juga ditolaknya.

• Dua kali Pong Tiku menolak untuk datang ke Rantepao, Belanda memutuskan untuk melancarkan serangan ke benteng-benteng pertahanan Pong Tiku. • Pertempuan sengit antara Pong Tiku dan Belanda tidak terelakkan.

Satu per satu benteng pertahanan Pong Tiku dikuasai oleh Belanda. Pong Tiku dan pasukannya terdesak. Ia berhasil menyelamatkan diri dari kejaran Belanda. namun, tak berlangsung lama ia segera ditangkap dipersembunyiannya. Pada 30 Juuni 1907 ia dijatuhi hukuman mati. Di makamkan TPU Karet Jakarta. • Tahun 1927 Iwa kembali ke Indonesia, Iwa membuka kantor pengacara di Medan dan menerbitkan surat kabar Mata Hari Indonesia yang sering memuat tulisan mengkritik dan menentang Belanda, akibatnya Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr kemudian dibuang ke Banda dan selanjutnya ke Makassar • Pada tahun 1944 Iwa kembali ke Jakarta dan membuka praktik sebagai pengacara, dan kemudian pindah ke Medan.

Iwa terkenal sebagai pengacara yang banyak membantu kepentingan rakyat, terutama para buruh perkebunan di Deli, • Setelah Indonesia merdeka, Iwa diangkat menjadi Menteri Sosial dan Perburuhan pada Kabinet RI pertama. kemudian pada masa Kabinet Ali Wongso yang dibentuk pada tahun 1953, Iwa diangkat menjadi Menteri Pertahanan yang berasal dari kalangan sipil • Iwa menjadi Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Ia juga menjadi anggota Dewan Nasional.

Pada tahun 1958 Iwa diangkat menjadi Rektor Pertama UNPAD kemudian tahun 1961 menjadi Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan. • Terakhir Iwa diangkat menjadi Menteri negara pada 1962, dan berakhir sampai tahun 1966. Di makamkan Kota Kupang, Gorontalo • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Kepala pemerintahan di Gorontalo, Kepala Daerah Sulawesi Utara. Anggota MPRS, Anggota DPRGR, Anggota Dewan Perancang Nasional, Anggota DPA. • Hi Nani Wartabone memulai perjuangan sejak tahun 1923 ketika mendirikan dan menjadi Sekretaris “Jong Gorontalo” di Surabaya.

Ia juga menjadi Ketua PNI Cabang Gorontalo. Pada bulan Juli 1931 ia memipin rapat PNI dan berani melawan pihak kolonial yang ingin membubarkan rapat tersebut dengan mendemontrasikan lagu “Indonesia Raya”. Pada 1941 ia membentuk organisasi rahasia Komite 12 untuk menghadapi perang Pasifik.

Kemudian 23 Januari 1942 ia memimpin pemberontakan dan memproklamasikan Gorontalo merdeka sebelum Jepang tiba. • Tahun 1943 ia ditangkap dengan tuduhan menyiapan pemberontakkan dan dibebaskan setelah jatuhnya PM Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr.

Pada 16 Agustus setelah Jepang menyerahkan pemerintahan kepadanya ia mengadakan upacara kenaikan kembali “Sang Saka Merah Putih”. Pada 28 Agustus 1945 ia berhasil menguasai Telekomunikasi Radio Jepang, dan membentuk Dewan Nasional. Ia dipenjara selama 15 tahun dan dibebaskan dengan syarat tidak boleh memasuki Indonesia Timur.Tahun 1958 ia memimpin penumpasan terhadap pemberontak Permesta di Gorontalo.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Aktifis Kemerdekaan Indonesia, Politisi. • Maskoen adalah putra dari Raden Umar Soemadiredja dan Nyi Raden Umi, dari Bandung, Jawa Barat.

• Karier politik diawali pada bulan Oktober 1927 disaat berusia 20 tahun telah menjadi anggota PNI. Maskoen menumpang tinggal di rumah Soekarno yang berpengaruh terhadap dirinya menjadi seorang propagandais partai yang cekatan. • Pada tahun 1928 ia menjabat sebagai Resort Commisaris Cabang Bandung dan Sekretaris II PNI Bandung. • Maskoen sempat dipenjara, kemudian akhir tahun 1930 ia dibebeaskan dan menggabungkan diri dengan Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Baru).

Tanggal 24 Febuari 1934 Maskoen dan pimpinan pusat PNI Baru dipenjadi di Penjara Sukamiskin, dan kemudian pada tahun 1935 dibuang ke Boven Digul, Papua. Tahun 1942, ia kemudian mendirikan Organisasi Serikat Indonesia Baru. Maskoen bekerja menjadi Kepala Biro Politik di Dapartemen Dalam Negeri. • Pada tahun 1955, ia mendirikan dan menjadi ketua Perintis Kemerdekaan.

Ia juga tercatat dalam kepanitiaan PERAN, Panitia Keamanan, Pakem Kesejahteraan Agung, Panitia Kotum Haji, Badan Pembina Pahlawan Pusat, Anggota Tim P-7 Penasehat Presiden. Di makamkan TMP Panaikang, Makassar • Pejuang Kemerdekaan, memimpin perlawanan terhadap Belanda.

Ayah dari Andi Abdul lah Bau Massepe (juga Pahlawan Nasional. • Andi diangkat menjadi Datu Suppa saat berumur 16 tahun, kemudian pad atahun 1905 saat terjadi perang Gowa dengan Belanda ia diangkat menjadi Letnan Tentara Kerajaan Gowa dan mengunakan taktik geriliya, Belanda sering memberikan penawaran, namun Andi selalu menolak tawaran tersebut.

Andi juga pernah ditawan bersama pasukannya kemudian dibebaskan pada tahun 1909. • Pada 2 April 1931 melalui siding Ade Pitue dengan hasil mufakat memilih Andi Mappanyuki sebagai Raja Bone ke-XXXII dengan gelar Sultan Ibrahim. • Pada periode 1945-1950, Andi mengorbankan jiwa raga dan hartanya sebagai bangsawan tinggi untuk memimpin raja-raja di Sulawesi Selatan untuk Bersatu dan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1950.

• Jiwa dan nafas perjuangan rakyat di Sulawesi Selatan ada pada Andi Mappanyuki dan mendapat gelar urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Haji Andi Mappanyuki Sultan Matinroweri Jongaya.

Di makamkan TPU P. Penyengat Kepri • Raja Ali Haji adalah ulama, sejarawan dan pujangga abad 19 keturunan Bugis dan Melayu. Ia adalah tokoh penting di dalam budaya dan kesustraan Melayu. • Sekitar tahun 1840 Raja Ali Haji mulai aktif sebagai pengarang dan sebagai cendikiawan terkemuka pada zamannya.

Ia banyak melahirkan karya yang beragam dibidangnya seperti bahasa, agama, hukum pemerintahan dan syair-syair naratif. • Buku-buku yang dikarangnya dalam bidang bahasa meliputi sebuah kamus monolingual ensiklopedia berjudul kitab pengetahuan bahasa dan tata ejaan untuk menuliskan huruf Arab Melayu. • Raja Ali Haji merupakan pelopor perkamusan monolingual Melayu karena karyanya Kitab Pengetahuan Bahasa dinilai merupakan suatu karya yang luar biasa.

• Hampir semua karyanya mengungkapkan kecintaan sang pengarang kepada kehidupan, tanah air dan bangsa serta semangat menentang penjajah. • Raja Ali Haji patut disebut sebagai Bapak Bahasa Melayu-Bahasa Indonesia yang memiliki peranan yang besar dalam meletakkan dasardasar terbentuknya Bahasa Indonesia yang kini merupakan bahasa persatuan.

Di makamkan Tondano Timur, Minahasa • Ahmad Rifai adalah pemikir Islam dan Penulis terkenal karena sikap anti penjajah Belanda. Ia belajar agama dengan kakak iparnya Kyai Asyari ulama dan pendiri Pondok Pesantren Kaliwungu.

Saat muda ia keliling dan menyampaikan masalah urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr, sosial masyarakat, pemahaman terhadap kemerdekaan dan anti kolonial.

Rifai kemudian dipenjara dan pada 1810 ia keluar dan menunaikan ibadah haji kemudian bermukim dan selama 20 tahun belajar agama. • Tahun 1836 ia kembali ke tanah air dan menjadi ustad di pondok peantren Kaluwungu, Tahun 1823 dikucilkan dan ditempatkan di kalisalak, Batang, Jawa Tengah. Di Kalisalak ia dengan nyaman melaksanakan pengajaran dan mengkader santrinya dengan mendirikan pesantren sendiri.

Ia juga menulis beberapa kitab denga tulisan pegon, lebih dari 60 buku/kitab yang merupakan gabungan ilmu-ilmu agama. • Ia berdakwah dan mengobarkan melalui syair-syair semangat anti penjajah.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

K.H. Ahmad Rifai juga memplopori gerakan sosial keagamaan Jamaah Rifaiyah Tarjumah di Pekalongan, mendirikan Lembaga Pendidikan, ia kemudian di asingkan ke Manado hingga akhir hayatnya.

Di makamkan TPU Sirnaraga Bandung • Bersama-sama dengan Natsir, Muhammad Hatta, Ahmad Soebardjo dan semaun dikirim mengikuti Kongres Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan Kolonialisme yang diselenggarakan di Brussel, Belgia • Sekembalinya ia dari Brussel, ia aktif mensosialisasikan kesepakatan Kongres tersebut dengan menyebarluaskan ide dan pandangan nasionalisme untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

• Pada bulan Oktober 1943, untuk menghindari pembentukan wajib militer Jepang, ia memprakarsai usulan pembentukan Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA) yang kemudian merupakan cikal bakal pembentukan Tentara Nasional Indonesia • Pada Tahun 1948-1949 ia menjadi Ketua Badan Koordinasi Gabungan Perjuangan Rakyat Indonesia di Jawa dan Madura.

Di makamkan TPU Karet Bivak,Kuningan,Jakarta • Komposer besar Indonesia. Pencipta Lagu-Lagu Patriotik, antara lain Rayuan Pulau Kelapa, Gugur Bunga, Aryati, Juwita Malam, Sepasang Mata Bola, Melati di Tapal Batas, Indonesia Pusaka, dsb. • Ismail Marzuki menggubah lagu Indonesia Pusaka dan Bisikan Tanah air yang berujung pada pemanggilan dirinya oleh Kenpetai, karena lagunya yang disiarkan secara luas melalui radio dianggap memprovokasi rakyat untuk melawan penjajah Jepang.

• Ia juga menciptakan mars Gagah Perwira untuk memberi semangat perjuangan kepada para pasukan Peta (Pembela Tanah Air). Sedangkan lagu Rayuan Pulau Kelapa, Ia ciptakan pada tahun 1944. • Pada masa penjajahan Jepang, Ismail Marzuki turut aktif dalam orkes radio pada Hozo Kanri Keyku Radio Militer Jepang.

Dan ketika masa kependudukan Jepang berakhir, Ismail Marzuki tetap meneruskan siaran musiknya di RRI. • Selanjutnya ketika RRI kembali dikuasai Belanda pada 1947, Ismail Marzuki yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda dan memutuskan untuk keluar dari RRI.

• Mengingat karya-karya Ismail Marzuki yang berjumlah lebih dari 200 buah itu sarat dengan nilai-nilai perjuangan yang mampu menggugah rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsa, maka pada tahun 1961 Ismail Marzuki menerima anugerah Piagam Wijayakusumah dari Presiden Soekarno atas nama Pemerintah RI. Di makamkan Jl. Batu Karang, Payung Karo, Karo • Pemimpin Gerilya yang menggalang kekuatan lintas agama di Sumatera Utara dan Aceh urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr menentang penjajahan Belanda.

• Kiras Bangun merupakan tokoh karismatik Karo yang juga popular dengan sebutan Garamata, yang merupakan kepala Kampung Batukarang yang menjadi juru damai dalam menyelesaikan sengketa kampung atau antarmarga, dan juga antara orang Karo dan Aceh. • Antipati terhadap Belanda sudah dilakukan oleh Kiras dan pasukannya dalam perang Sunggal (1871-1895).

• Berbagai upaya Belnda untuk membuka lahan tanah Karo dengan cara mendekati Kiras selalu gagal, tawaran mengenai jabatan sampai harta selalu ditolak oleh Kiras, sampai pada peristiwa pengusiran pendeta Guillame yang terpengaruh Belanda menjadi puncak permusuhan dengan Belanda.

• Setelah melalukan banyak perlawanan, Kiras dan jeluarganya diasingkan di Riuang, tahun 1909 ia kembali ke Batukarang dan melakukan perjuangan sosial dan beraptisipasi dalam Gerakan melawan Belanda. Di makamkan TMP Kusuma Bhakti, Kota Bukit Tinggi • Sejak sekolah di AMS, Bagindo Azizchan sudah tertarik dengan pertemuan diskusi yang membahas nasionalisme, modernisasi dan Islam Indonesia, bahkan ia juga seringmenjadi pembicara mengenai tersebut.

• Pemikiran-pemikirannya banyak dipengaruhi oleh pemikiran KH. Agus Salim. • Tahun 1934 Azizchan kembali ke Padang, ia belum banyak melakukan aktivitas politiknya. Selama itu ia mengajar di Moderne Islamische Kweek School.

• Pada 1935 ia mengajar di Islamic College, kemudian bersama teman-temannya mendirikan Lembaga Pendidikan Pergerakan Umum bagi rakyat dari tingkat tinggi sampai rendah dengan nama Volks Universalitir. Dan atas anjuran Azizchan pula dibentuk Persatuan Pelajar Islam se-Kota Padang dan perkumpulan olah raga.

• Di bulan November 1945 Bagindo Azizchan terpilih sebagai salah seorang utusan PRI (Pemuda Republik Indonesia) untuk menghadiri Kongres Pemuda Indonesia di Yogyakarta. Setelah kembali ke Padang Azizchan membentuk organisasi Pemuda Muslim Indonesia. • Azizchan juga berperan dalam melawan Belanda tatkala dilancarkannya operasi militer di Gunung Pengilir. • Meninggal setelah terlibat dalam sebuah pertempuran melawan Belanda. Di makamkan TMP Pacceke, Kota Pare-Pare • ​Panglima pertama TRI Divisi Hasanuddin.

• Pewaris tahta Kerajaan Bone, Gowa, Suppa, Allita, Sidenreng Rappang dan Sawito. Putra dari Andi Mappanyukki (juga Pahlawan Nasional). Memiliki sikap kerakyatan dan demokratis yang mampu berbaur dengan baik bersama rakyat biasa. • Ketua Umum dari organisasi Badan Penunjang Republik Indonesia (BPRI), dan juga menjadi pimpinan KNI yang berubah Namanya menjadi Pusat Keselamatan Rakyat Sementara (PKRS) tahun 1945 di Pare-pare. • Dalam perjuangan Andi menempuh jalur politik dan militer.

Dalam bidang politik melalui Keselamatan Rakyat Sulawesi yang bertugas memlihara keamanan rakyat, melakukan pertemuan dengan kelompok perlawanan dan melakukan konolidasi dengan pejabat kerajan dan tokoh masyarkat. Dalam bidang militer ia mendirikan pemuda Pandu Nasional Indonesia (PNI) sebagai kekuatan pergerakan bersenjata urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr NICA.

• Andi Abdullah Bau Massepe ditembak mati oleh Belanda seperti ucapannya saat di pengadilan Makassar “Aku rela mati demi kehormatan dan kemerdekaan bangsaku”. Di makamkan Imogiri, Yogyakarta • Raden Mas Sujana yang setelah dewasa bergelar Pangeran Mangkubumi.

Ia merupakan putra Amangkurat IV raja Kasunanan Kartasura yang lahir dari selir bernama Mas Ayu Tejawati pada tanggal 6 Agustus 1717. • Pendiri sekaligus Raja Pertama Kesultanan Yogyakarta, berjuang melawan Hindia Belanda di Yogyakarta. Raja terbesar dari keluarga Mataram sejak Sultan Agung. • Pangeran Mangkubumi melakukan perlawanan terhadap Belanda (VOC). Rangkaian pertempuran besar dilakukannya terhadap VOC yang berlangsung 2 periode yaitu 1746-1749 dan 1750-1755.

Setelah melakukan perlawanan selama 9 tahun diakhiri dengan perjanjian Giyanti 1755. Hal itu membuktikan perjuangannya membela kepentingan rakyat dalam menegakkan kewibawaaan dan kedaulatan Mataram. Di makamkan Babelan, Kab. Bekasi • Pejuang Kemerdekaan Indonesia.

Pemimpin Islam dan Pendidik. Memimpin Tentara Mahasiswa selama Revolusi Nasional. • Pada tahun 1937 KH. Noer Alie bersama Hasan Basri membentuk dan memimpin organisasi Persatuan Pelajar Betawi. Tahun 1940 ia kemudian mendirikan pesantren dan madrasah di Ujung Malang Bekasi yang tidak luput dari penguasaan tantara Jepang.

Setelah Kemerdekaan ia terpilih menjadi Ketua Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Kecamatan Babelan Bekasi. • Tahun 1945 ia membentuk Laskar Rakyat dan bekerja sama dengan TKR Bekasii dan Jatinegara untuk memobilisasi pemuda dna santri ikut latihan kemiliteran di Teluk Pucung. Setelah Agresi I Belanda, ia kembali ke Bekasi dan mendirikan organisasii dengan nama Markas Pusat Hizbullah Sabilillah di Tanjung Karekok Cikampek.

Setelah perjanjiann Renville pasukannya hijrah ke Banten, dan ia sempat ditangkap Belanda namun berhasil meloloskan diri. • Pada tahun 1949, KH. Noer Alie ditunjuk menjadi Ketua Masyumi cabang Jatinegara, kemudian menjadi Ketua Masyumi Bekasi dan Wakil Ketua Dewan Pemerintahan Daerah Bekasi. Pada Desember 1956 urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr menjadi anggota Dewan Konsituante.

Setelah G30S/PKI ia ikut menumpas gerkan tersebur khususnya di daerah Bekasi dan Jakarta sekitarnya. Di makamkan Tanah Sareal, Bogor • R.M. Tirto Adhi Soerjo dikenal sebagai pahlawan nasional yang berjuang melalui jalur media. • Pada tahun 1894-1895 (pada usia 14s/d15 tahun), R.M.

Tirto Adhi Soerjo sudah mengirimkan berbagai tulisan ke sejumlah surat kabar terbitan Betawi. • Pada tahun 1888-1897, R.M. Tirto Adhi Soerjo mulai membantu Chabar Hindia-Belanda. Selanjutnya ia membantu Pewarta Betawi pada tahun 1884-1916.

R.M. Tirto Adhi Soerjo kemudian menjadi pembantu tetap Pewarta Priangan, • Pada tahun 1903, R.M. Tirto Adhi Soerjo melakukan perjuangan melalui surat kabar yang dipimpinnya, Soenda Berita, pers pribumi pertama, yang terbit di Cianjur, sehingga R.M. Tirto Adhi Soerjo merupakan pionir pers pribumi. • R.M. Tirto Adhi Soerjo kemudian juga berjuang melalui urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr kabar Medan Prijaji, yang diterbitkannya dengan modal sendiri, dikelola melalui NV pribumi pertama dan merupakan surat kabar dengan visi nasional yang pertama di Nusantara.

• Perjuangan R.M. Tirto Adhi Soerjo melalui surat kabar membuatnya dibuang pemerintah kolonial Belanda sebanyak dua kali yaitu ke Teluk Betung dan Ambon. • R.M. Tirto Adhi Soerjo juga berjuang melalui Sarekat Dagang Islam, merupakan cikal bakal Sarekat Islam Di makamkan Paleko, Takalar • Pejuang Pembentukan Republik Indonesia. Ketua Laskar Gerakan Muda Bajoang, dan Koordinator Serangan di Sulawesi Selatan selama Revolusi Nasional.

Karaeng (Kepala Pemerintahan Distrik) Polongbangkeng. • Pajonga Daeng Ngaile Araeng Polongbangkeng adalah seorang Karaeng yaitu kepala pemerintahan distrik pada tahun 1934. • Pada tahun 1945 ia bersama bagsawan lain seperti, Andi Mappayuki, Andi Jemmba, Andi Bau Massape, dan Andi Pellarani mengikuti konfrensi raja-raja se-Sulawesi unutk mendukung pemerintah RI di Sulawesi sebagai satu-satunya pemerintah yang sah dibawah Gubernur Ratulangi. • Karaeng menjadikan Polongbangkeng sebagai pusat gerakan menggantikan posisi Makassar, dan mempersatukan para tokoh pemuda perjuangan dari Makassar, Takalor, Gowa, Banteng.

• Untuk mempertahankan proklamasi, Karaeng membentuk dan memimpin Lasar Gerakan Mudah Bajoang sebagai wadah perjuangan bersenjata, mempelihatkan karakternya sebagai pejuang yang tidak mau kompromi dengan Belanda. • Pada Juli 1946, ketika Van Mook melakukan Konfrensi Melano, maka laskan lipan bajoang melaksanakan konfrensi antar lascar yang dihadiri oleh 19 laskar yang membentuk LAPRIS (Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi).

Di makamkan TMP Belofa • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Cendekiawan, Wanita Politisi Pertama, berperang melawan Belanda selama Revolusi Nasional. • Oppu Daeng Risaju adalah putri keturunan bangsawan yang telah tertanam sikap dan jiwa patriotism dalam dirinya dan memiliki daya kharismatik terhadap masyarkat Luwu. • Awal abad XX, tahun 1927 ia menjadi anggota Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) cabang Pare-Pare kemudian pada tanggal 14 Januari 1930 ia terpilih menjadi ketua PSII dan sering mengikuti kongres PSII baik di Sulawesi Selatan maupun di PSII Pusat Batavia.

• Opu Daeng bersama kurang lebih 70 orang anggota PSII ditangkap oleh Belanda dan dimasukan ke penjara Masamba dengn maksud untuk mengruangi aksi-aksi atau gerakan perlawan dan mengahdang perluasan ajaran PSII. • Pada tahun 1946 Opu Daeng berserta pemuda republik melakukan serangan terhadap tantara NICA dan terjadi serangan balasan kepada pasukan Opu Daenga yang mengakibatkan banyak pemuda yang gugur. Opu kemudian di tangkap dan dipenjarakan di Belopa yang membuat telinganya tuli seumur hiidup.

• Opu Daeng dijuluki Srikandi di Tana Luwu dikarenakan perannya dan secara aktif memperjuangakan kebangkitan nasional di Sulawesi Selatan. Di makamkan Jl. Kusuma Bangsa, Bulukumba • Tokoh Kemerdekaan Indonesia. Regen (Kepala Adat) Gantarang. Turut aktif dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Bupati Daerah Bantaeng (Sulawesi Selatan). Anggota Konstituante Indonesia. Turut aktif dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pemrakarsa pembentukan organisasi Persatuan Pergerakan Nasional Indonesia (PPNI). • Juru tulis kantor pemerintahan Onder Afdeeling Makasar. Kemudian beliau diangkat menjadi calon Jaksa di Kejaksaan Makasar. Tanggal 7 januari 1915 diangkat menjadi Eurp Klerk pada Kantor Asisten Residen Bone di Pompanua. Selanjutnya Sultan Daeng Radja berpindah pindah tempat tugas sebagai wakil dan kepala pajak di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan. • Regen (Kepala Adat) Gantarang.

Turut aktif dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Bupati Daerah Bantaeng (Sulawesi Selatan). Anggota Konstituante Indonesia. Turut aktif dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pemrakarsa pembentukan organisasi Persatuan Pergerakan Nasional Indonesia (PPNI). Di makamkan Jl. Aimona, Kec. Oebobo, Kupang • Aktivis Kemerdekaan dan Pendidik. Menteri Pengajaran NIT. Menteri Muda Penerangan NIT. Penggagas berdirinya Universitas Udayana di Denpasar Bali (1959) dan Undana Kupang (1962) • Selagi dibangku Sekolah Guru (HIK) Bandung, Izaac memipin organisasi “de Timorsche Jongeren” yang memiliki cabang di kota-kota besar di seluruh Indonesia bersama Herman Johannes, • Setelah menyelesaikan sekolahnya, Izaac aktif diranah politik.

Ia menjadi Ketua Partai Politik “Perserikatan Kebangsaan Timor” di Kupang. Izaac diangkat sebagai kepala Bunkyo Kakari (Pengajaran/Penerangan) di Kupang. Melalui surat kabar “Timor Syuho” ia mempelopori perjuangan kemerdekaan Indonesia yang saat itu dibawah kekuasaan Jepang dan juga menjadi anggota “Syo Sunda Tju San In” di SIngaraja Bali, • Bersama Tom Pello, ia mengorganisir para tenaga tenaga nasional untuk menghadapi Pemerintahan Reaksioner Belanda dan kaki tangannya.

• Izaac menjadi anggota Parlemen Negara Indonesia Timur (NIT) dan kemudian dipilih menjadi Menteri Muda Penerangan (1947—1950) yang membantu perjuangan RI dan mengembalikan Presiden dan Wakil Presiden serta pemerintah RI ke Yogya. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Teuku Muhammad Hasan ada tokoh Sumatera yang diangkat menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Ia ikut membahas UUD 1945 beserta pasal-pasal serta ikut memilih Presiden dan Wakil Presiden pertama. • Teuku Muhammad Hasan diangkat sebagai Wakil Pemimpin Besar Bangsa Indonesia untuk wilayah Sumatera, dan kemudian menjadi Gubernur Pertama Sumatera.

• Pada era penjajahan Jepang dari tahun 1942- 1945, Hasan bekerja sebagai Ketua Koperasi Ladang Pegawai Negeri di Medan, kemudian menjadi Penasehat dan Pengawas Koperasi Pegawai Negeri di Medan dan Pemimpin Kantor Tinzukyoku (Kantor permohonan kepada Gunsaibu) di Medan. • Pada 7 Agustus 1945 Mr. Teuku Muhammad Hasan dipilih menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang diketuai oleh Ir.

Soekarno. Pasca kemerdekaan, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 1945, Teuku Muhammad Hasan diangkat sebagai Gubernur Pertama dengan ibu kota di Medan. • Pada bulan Desember 1948 sampai bulan Maret 1949, Teuku Muhammad Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr menjabat sebagai Wakil Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan merangkap sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan serta Menteri Dalam Negeri.

Di makamkan TMP Ksatria Bukit Siguntang Palembang • Aktivis Kemerdekaan, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kemakmuran. Gubernur Militer Sumatera Selatan. Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Perhubungan. Rektor Universitas Sriwijaya.

• Ia menamatkan sekolahnya di GHS Sekolah Tinggi Kedokteran pada tahun 1940 dan kemudian ia membuka praktik dokter di Palembang.

Sejak bersekolah ia sudah aktif dalam kegiatan organisasi kepemudaan seperti anggota pengurus Jong sumatranen Bond dan membantu terselenggaranya Kongres Pemuda bulan Oktober 1928. Kemudian ia aktif dalam Indonesia Muda yang diangkat menjadi anggota Dewan Eksekutif. • Kegiatan politiknya dimulai sebagai menjadi anggota Partindo, dan kemudian mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia (GERINDO). • Pada tahun 1939 ia mensponsori lahirnya Gabungan Politik Indonesia (GAPI).

• Setelah Proklamasi Gani disahkan menjadi Gubernur Sumatra dan ia dingkat sebagai koordiantor pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Sumatra.

• Gani dingkat menjadi anggota konstiituante sebagai wakil PNI dan akhirnya menjadi anggota MPRS. Di makamkan Tidak Diketahui (Dilarung) • Raja Gianyar Bali. Aktifis Kemerdekaan Indonesia, Ahli Sejarah, Tokoh Politik Indonesia. Menteri Dalam Negeri NIT (Negara Indonesia Timur). Menteri Luar Negeri. Duta Besar RI di Belgia, Portugal, Perancis, dan Austria. • Anak Agung menentang keras keinginan Belanda untuk membentuk pemerintahan federal.

Dalam hal tersebut ia memengaruhi anggota negara-negara federal yang tergabung dalam Bijenkomst voor Federal Overleg (BFO; Pertemuan Musyawarah Federal). Bahkan, ia berhasil menampilkan BFO sebagai mitra politik RI dalam menghadapi siasat politik Belanda. • Anak Agung memprakarsai diadakannya Konferensi Antar Indonesia untuk menyamakan pendapat antara RI dan BFO dalam menghadapi Belanda di KMB dengan mencapai berbagai kesepakatan seperti nama negara, bendera negara dan lagu kebangsaan Indonesia.

Di samping itu, telah Disepakati pula untuk membentuk Angkatan Perang RIS yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya. • Sebagai seorang intelektual, Anak Agung menghasilkan beberapa karya ilmiah; Twenty Years of Foreign Indonesia Policy, dari Negara Indonesia Timur ke Republik Indonesia Serikat, Pernyataan Roem Van Roijen 7 Mei 1949, dan Renville. Persetujuan Linggarjati: Prolog dan Epilog.

Di makamkan TMP. Cikutra Bandung • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Dokter gigi Indonesia dan Pendidik. Penasehat Jenderal Sudirman. • Moestopo menempuh pendidikan tinggi di STOVIT (Sekolah Dokter Gigi) yang diselesaikannya pada tahun 1937. Ia kemudian membuka praktik sambal bekerja di STOVIT, dan pernah diangkat menjadi Wakil Direktur STOVIT. • Pada masa pendudukan Jepang Moestopo mengikuti pelatihan PETA, dan diangkat sebagai komandan kompi di Sidoarjo, dan kemudian menjadi komandon battalion di Gresik.

Setelah PETA dibubarkan, Moestopo mendirikan Badan Kemanan Rakyat (BKR) Jawa Timur. Kemudian ia juga mengangkat dirinya sebagai Menteri Pertahanan At Interm Republik Indonesia. • Moestopo diangkat oleh Presiden sebagai Penasihat Agung Republik Indonesia dan diserahi tugas sebagai Panglima Markas Besar Pertempuran Jawa Timur. Ia juda dinagkat menjadi Komandan Kesatuan Reserve Umum (KRU). • Moestopo diangkat menjadi Kepala Kesehatan Gigi Angkatan Darat.

ia dikaryakan menjadi Pembantu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun 1962 ia mendirikan Yayasa Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta yang dikenal Kampus Merah Putih. Di urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr TMPN Kapahaha • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Brigadir Jenderal Angkatan Darat. Memimpin pasukan Indonesia di beberapa daerah di Jawa Tengah, termasuk Ambarawa dan Semarang untuk melawan penjajah Belanda.

Gugur/ meninggal saat memadamkan pemberontakan RMS di Maluku yang didukung Belanda • Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Rijadi memimpin tentara Indonesia di Surakarta pada masa perang kemerdekaan melawan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia • Selama Agresi Militer I, Belanda mengambil alih kota tetapi berhasil direbut kembali oleh Rijadi, dan kemudian mulai melancarkan serangan ke Jawa Barat.

• Pada tahun 1950, setelah berakhirnya revolusi, Rijadi dikirim ke Maluku untuk urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Republik Maluku Selatan. Setelah operasi perlawanan selama beberapa bulan dan berkelana melintasi Pulau Ambon, Rijadi gugur tertembak menjelang operasi berakhir. • Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Politisi, Sastrawan, Penulis (45 buku). Tokoh Sederhana Sepanjang Zaman. Perdana Menteri Indonesia Ke 5. Menteri Komunikasi dan Informatika ke 2. Pendiri dan Pemimpin Partai Masyumi.

Presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress), Ketua Dewan Masjid se-Dunia. • Ketika bersekolah di Bandung, Natsir memperdalam ilmu agamanya dari A. Hasan. Natsir juga aktif dalam organisasi pemuda pelajar berhaluan Islam yaitu Jong Islamieten Bond (JIB).

Kegiatan dalam JIB mendekatkannya dengan tokoh-tokoh tekenal Sarekat Islam, seperti H. Agus Salim dan Tjokroaminoto. Natsir kemudian menjadi wakil ketua JIB cabang Bandung (1929-1932) dan diangkat menjadi ketua Kern-Lichaam (Badan Inti) JIB Pusat. Natsir juga diangkat menjadi Ketua Partai Islam Indonesia (PII) cabang Bandung dan juda menjadi Sekretaris MIAI.

• Natsir kemudian mendirikan sekolah Pendidikan Islam pada tahun 1932. Sesudah Indonesia Merdeka, MIAI berubah menjadi Masyumi dan Natsir menjadi pemimpin partai ini sebagai Ketua Umum sejak 1948 sampai 1959. • Natsir kemudian diangkat menjadi anggota Badan Pekerja Kmite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP). Kemudian sejak 1946-1949, tiga kali berturut-turut Natsir menjadii Menteri Penerangan. Di makamkan Sukajati, Majalengka • Aktif dalam berbagai organisasi seperti Perserikatan Oelama, Sarekat Islam dsb.

• Abdul Halim juga mencurahkan perhatian untuk memajukan Pendidikan dengan mendirikan Santi Asmoro pada tahun 1932. Dimana dalam Lembaga Pendidikan ini para murid tidak hanya dibekali pengetahuan agama dan pengetahuan umum tetapi juga keterampilan. • Pada bulan Mei urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr, ia diangkat menjadi anggota BPUPKI yang bertugas menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembentukan negara.

• Pada waktu Agresi Militer Belanda II, Abdul Halim aktif membantu kebutuhan logistik bagi pasukan TNI dan para gerilyawan. • Salah seorang tokoh yang menuntut pembubaran negara Pasundan ciptaan Belanda. • Menghasilkan banyak karya tulisan, baik berupa artikel dalam beberapa majalah maupun buku. Di makamkan Ngagel, Surabaya • Sutomo lebih dikenal dengan sapaan akrab Bung Tomo, adalah pahlawan yang sangat terkenal karena peranannya dalam membakar dan membangkitkan semangat rakyat untuk menentang kembalinya penjajah Belanda.

• Sutomo merupakan Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Jurnalis, Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Ulung. Termasuk Pendiri Tentara Keamanan Rakyat. Mayor Jenderal TNI A D, Koordinator Bidang Informasidan Perlengkapan Perang untuk AD, AL, AU.

• Sutomo adalah salah satu pemimpin yang menggerakkan Rakyat Surabaya dalam pertempuran melawan Inggris yang ditunggangi Penjajah Belanda (terutama 10 November 1945). • Pada bulan-bulan pertama sesudah Proklamasi, Bung Tomo melibatkan diri secara intensif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ia ikut dalam proses pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan perebutan senjata dari pasukan Jepang. Ia juga membentuk badan perjuangan, yakni Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI).

• Sutomo berhasil membangun pemancar radio sendiri, yakni Radio Pemberontakan yang berperan penting dalam pertempuran di Surabaya. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Laksamana Muda TNI Angkatan Laut. Pejuang Kemerdekaan Indonesia. • John Lie lahir dari pasangan Lie Kae Tae dan Ole Tjeng Nie Nio. Jhon Lie. Setelah lulus dari sekeolah dasar, ia kemudian bekerja di kapal perusahaan pelayaran Koninklijke Paketrvaart Maatschappij (KPM), • Pada tahun 1942, Jhon Lie bertugas di Khorramshahr, Iran, dan mendapatkan pendidikan militer.

• Ketika Indonesia merdeka, ia memutuskan bergabung dengan Kesatuan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) sebelum akhirnya diterima di Angkatan Laut RI. Ia bertugas di Cilacap, Jawa Tengah dengan pangkat Mayor. Jhon Lie juga memimpin misi menembus blokade Belanda guna menyelundupkan senjata, bahan pangan, dan lainnya, • Sesudah perang kemerdekaan, John Lie tetap berkarir di lingkungan ALRI, dengan berbagai jabatan antara lain Komandan kapal RI Rajawali, Kepala Operasi Markas Besar Angkatan Laut, Komandan Daerah Maritim Jakarta, dan Komandan Kapal bendera RI Gajah Mada, • Dalam penumpasan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) ia diangkat sebagai komandan eskader kapal-kapal Alri, dan bertugas sebagai Komandan Amphibious Task Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr 17 dan 25 sekaligus sebagai Wakil Komandan Operasi 17 Agustus.

Di makamkan Catur Tunggal, Sleman • Cendekiawan, Politikus, Ilmuwan Indonesia dan gerilyawan. Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia ke-7. Banyak mengabdikan dirinya (ilmunya) untuk kebutuhan rakyat kecil. Rektor Universitas Gadjah Mada ke-2. • Pada masa pendudukan Jepang, ia menjadi anggota Komisi Istilah di bawah pimpinan Sutan Takdir Alisyahbana. • Pengetahuannya dibidang fisika dan kimia dimanfaatkan untuk merakit senjata api, antara lain granat. Dalam kabinet Natsir ia mewakili Persatuan Indonesia Raya (PIR) yang juga didirikannya pada tahun 1948.

• Selain dibidang teknik, ia juga menaruh perhatian yang besar dibidang ketenagaan, mula-mula pada tenaga atom, kemudian energi pada umumnya. Khusus mengenai tenaga atom, dua kali ia mengikuti konferensi internasional sebagai anggota delegasi Indonesia, yakni di Jenewa tahun 1955 dan Tokyo tahun 1957.

Ia juga menemukan bahwa ilalang dapat dijadikan alternatif pengganti bensin • Pada tahun 1972-1978 ia menjadi anggota Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Di makamkan Cipayung, Bogor • Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Diplomat. Anggota BPUPKI dan PPKI. Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. • Setelah tujuh tahun belajar dan berjuang dalam organisasi P.I di negeri Belanda, pada April 1934, Soebarjo kembali ke tanah air.

Pada bulan September 1935 Soebarjo pergi ke Jepang dan kembali setahun kemudian dalam keadaan yang lebih baik. • Ketika BPUPKI dibentuk oleh Jepang di bulan maret 1945, Soebardjo turut serta menjadi anggota. Begitupun ketika PPKI dibentuk, Soebardjo menjadi salah satu anggotanya. • Ahmad Soebardjo memiliki andil yang cukup besar dalam membujuk para pemuda dalam peristiwa Rengasdengklok. • Pemerintah RI yang pertama terdiri atas 18 Menteri, 13 Menteri pemimpin departemen dan 5 Menteri Negara.

Dimana Ahmad Soebarjo ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Nama kecil Johanes Abraham Dimara adalah Arabei. Ayahnya seorang Korano (Kepala Kampung) bernama Willem Dimara. Johanes Abraham Dimara memiliki peranan besar dalam operasi pembebasan Irian Barat bersama Soekano.

• Ia sempat bergabung menjadi tentara dalam Batalyon Pattimura, Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Pada Juli 1950, pasukan Dimara diberangkatkan ke Ambon untuk menumpas RMS pimpinan Soumokil.

• Johanes Abraham Dimara diangkat menjadi ketua Organisasi Pembebasan Irian (OPI). dalam perkembangannya OPI juga mempunyai cabang di Sorong dan Manokwari. • Atas mandat dari Soekarno Johanes A. Dimara bersama 40 anggotanya berangkat ke Irian Barat untuk melawan Belanda. Akhirnya Dimara beserta anak buahnya ditangkap dan diasingkan ke Bouven Digul. • Setelah tujuh tahun mendekam dipenjara akhirnya Dimara bebas. Ia kemudian dipanggil oleh Soekarno menjadi delegasi RI ke PBB.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Sebagai dokter, Leimena pernah bertugas di beberapa rumah sakit, diantaranya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Immanuel Bandung.

• Leimena aktif dan menjadi ketua dalam organisasi, diantaranya pergerakan Pemuda Kristen, Cristen Studenten Vereniging (SCV) dan Jong Ambon. Leimena duduk sebagai anggota panitia mewakili Jong Ambon urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Kongres Pemuda II 1928. • Peran Leimena dibidang pemerintahan diawali sebagai Menteri Muda Kesehatan 1946-1947, sesudah itu sampai tahun 1956 ia menjadi Menteri Kesehatan dalam berbagai kabinet.

• Pada 1951 ia memulai proyek yang dikenal sebagai “Bandung Plan” dan kemudian berubah menjadi “Leimena Plan” yang berkembang menjadi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). • Sejak 1957, Leimena tidak lagi menjadi Menteri Kesehatan, Leimena kemudian memegang jabatan diantaranya, Menteri Sosial, Menteri Ditribusi, Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan.

Leimena juga diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA). • Leimena juga pernah menjadi pendiri dan Ketua Umum Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Pendiri GMKI, dan juga memegang jabatan Wakil Ketua Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI). Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Pelopor Kemerdekaan Indonesia. Menteri Perdagangan ke 5. Menteri Pertanian ke 6. • Saat dibangku sekolah, I.J. Kasimo aktif dalam Jong Java, kemudian tahun 1923 ia mendirikan Persatuan Politik Katholik Djawa (PPKD), • Pada tahun 1931 Kasimo diangkat menjadi anggota Volksrad.

Sejak Desember 1945—1960 ia memipin Partai Katholik Republik Indonesia (PKRI). Kasimo juga pernah menjadi Menteri Muda Kemakmuran, Menteri Persediaan Makanan Rakyat, dan Menteri Perekonomian. Selain itu ia juga duduk sebagai anggota KNIP, DPR-RIS, Konstituante dan DPA, • Dalam rangka pembebasan Irian Barat, surat yang dikirim Kasimo kepada Partai Katholik Belanda berhasil mengubah sikap partai tersebut dan menyetujui usul mengenai penyelesaian sengketa tentang Irian Barat antara Indonesia dan Belanda, • Kasimo memiliki perhatian besar terhadap masalah pertanian.

Pada tahun 1948, ia menyusun rencana yang dikenal sebagai “Kasimo Plan” yang betujuan untuk meningkatkan produksi pangan dengan cara melakukan intensifikasi dan eksentifikasi pertanian, • Kasimo juga digelari sebagai Bapak Tebu Rakyat atas peraturan mengenai pertanian tebu yang dikeluarkannya saat menjabat sebagai Kepala Jawatan Pertanian Pusat pada tahun 1951—1954.

Di makamkan Imogiri • Raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1893 1939. Disebut sebagai Sinuhun Wicaksana atau Raja Besar dan Bijaksana. Pendukung berbagai kegiatan untuk kepentingan Indonesia (Pendirian Organisasi Sarekat Dagang Islam, Kongres Bahasa Indonesia I, penerbitan media massa, dsb).

• Masa pemerintahan Pakubuwana X ditandai dengan kemegahan tradisi dan suasana politik kerajaan yang stabil. Pada masa pemerintahannya yang cukup panjang, Kasunanan Surakarta mengalami transisi, dari kerajaan tradisional menuju era modern, sejalan dengan perubahan politik di Hindia Belanda.

• Pakubuwana X memberikan kredit untuk pembangunan rumah bagi warga kurang mampu. ia mendirikan sekolah Pamardi Putri dan Kasatriyan untuk kepentingan kerabat keraton. Infrastruktur modern kota Surakarta banyak dibangun pada masa pemerintahannya, seperti bangunan Pasar Gede Harjonagoro, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Solo-Kota (Sangkrah), Stadion Sriwedari, Kebun Binatang Jurug, Jembatan Jurug yang melintasi Bengawan Solo di timur kota, gapura-gapura di batas Kota Surakarta, rumah pemotongan hewan ternak di Jagalan, rumah singgah bagi tunawisma, dan rumah perabuan (pembakaran jenazah) bagi warga Tionghoa.

Di makamkan Cisarua Bogor • Ketua MPR ke 3, Ketua DPR ke 5, Ketua Dewan Pertimbangan Agung, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Pertama. Wakil Perdana Menteri II. Ketua Umum PBNU 1956 - 1984 (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Bapak pendiri Parta Persatuan Pembangunan (PPP). Tokoh muslim berpengaruh di Kalimantan Selatan dan seluruh penjuru Jawa. • Perjuangannya dimulai dari pesantren saat ia menjadi guru di Gontor pada 1940.

Ia pun terlibat lebih menjadi anggota Dewan Daerah Bandjar pada 1947. Di sanalah ia menjadi penyambung lidah antara kaum politisi dengan kaum gerilyawan.

• Salah satu perjuangan terbesar yang dilakukan Idham adalah menolak negara federasi Negara Kalimantan bentukan Belanda. Ia pun sempat beberapa kali dipenjara lantaran dituding Belanda menghasut rakyat untuk merdeka saat berceramah. • Seteleh kemerdekaan, ia masuk ke dalam gelanggang politik. Sumbangsihnya mempersiapkan pengelolaan haji pada 1950.

Bahkan Idham mampu melobi Raja Abdul Aziz menggratiskan bea masuk jemaah haji dari Indonesia. Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr makamkan TPU Tanah Kusir, Jakarta • Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan julukan Hamka yang merupakan singkatan namannya, • Ia merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia yang pertama, seorang Sastrawan, Aktivis Politik, Wartawan, Penulis, Ulama, Editor, Ahli Filsafat.

• Ia adalah orang Indonesia kedua, setelah Ir. Soekarno yang menerima anugerah Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar di urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr 1960-an dibidang pemikiran Islam. Salah satu karya monumentalnya adalah Tafsir Al-Azhar. • Hamka mempelajari agama dan mendalami Bahasa Arab di Sumatera Thawalib di Padang Panjang yang didirikan oleh ayahnya. Ia juga mengikuti pelajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syekh Ibrahim Muda, Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M.

Surjopranoto, dan Ki Bagus Hadikusumo.· • Hamka sejak muda sudah aktif dalam berbagai organisasi keagamaan, yaitu Muhammadiyah, antara lain Ketua Muhammadiyah Padang Panjang, Konsul Muhammadiyah di Makassar, dan terakhir Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di makamkan Tidak Diketahui (Dilarung) • Gubernur Sunda Kecil (Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Timor). Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Menteri Kehakiman. Ketua BPK (Badan Pengawas Keuangan). Anggota Panitia Undang-Undang Pokok Agraria. • Ia telah memberikan kontribusi pemikiran, khususnya mengenai Pembukaan UUD 1945. Usulnya mengenai sila pertama pada istilah “Allah Yang Maha Kuasa” diganti menjadi “Tuhan Yang Maha Esa” disetujui oleh sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.

• Terhadap raja-raja sebagai kepala pemerintahan swapraja, ia melakukan pendekatan persuasif, menghimbau mereka agar mendukung Pemerintah RI. • Membantu Presiden Soekarno menyebarluaskan proklamasi kemerdekaan dan menjelaskan konsep dan struktur pemerintahan pada masyarakat hingga ke pelosok saat menjadi Gubernur Sunda Kecil.

Di makamkan Makam Wijaya Brata Taman Siswa, D.I. Yogyakarta • Pendidik dan Pejuang Pendidikan. Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan ke 5. Penulis berbagai buku pendidikan. • Dikenal sebagai tokoh pendidikan dan budayawan, namun juga aktif dibidang politik, ia kemudian menjadi Ketua Taman Siswa Jakarta dari tahun 1928 sampai dengan 1940, Ia merumuskan Dasar-Dasar Perjuangan Taman Siswa tahun 1922.

Dalam Kongres Pemuda 1928 Mangunsarkoro menyampaikan pemikirannya mengenai pentingnya pendidikan, • Ia juga menjadi Ketua Dapartemen Pendidikan dan Pengajaran Majelis Luhur Taman Siswa serta Pimpinan Umum Taman Siswa dan Taman Dewasa Raya di Jakarta. Ia juga menggagas pendirian Akademi Seni Rupa, Konservatorium Kerawitan, dan menjadi anggota Dewan Penyantun UGM.

• Pada tahun 1950, ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan meliharkan Undang-Undang Pendidikan Nasional, • Dibidang kebudayaan, ia mencanangkan kebudayaan rakyat berdasarkan Pancasila.

Ia merupakan ketua PNI yang banyak menyumbangkan pemikirannya dalam buku. Di makamkan TPU Tanah Kusir, Jakarta • MR. Syafruddin Prawiranegara merupakan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

• MR. Syafruddin Prawiranegara, pada Belanda melakukan Agresi Militer II dan menahan para pemimpin Indonesia tanggal 19 Desember 1948, berinisiatif dalam menyelamatkan eksistensi Republik Indonesia, dengan memimpin pembentukan PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) pad 22 Desember 1948. Syafrudin melalui radio darurat (radio Rimba Raya) dengan perlengkapan seadanya, mengumumkan ke dunia internasional bahwa Republik Indonesia masih eksis, tidak seperti yang dikatakan oleh Belanda bahwa RI sudah tidak ada lagi sebab para pemimpinnya sudah ditangkap.

Hal inilah yang mendorong PBB mendesak Belanda untuk kembali ke meja perundingan. • Syafruddin memiliki gagasan, pemikiran yang berdampak nasional dan visioner. Syafruddin telah menduduki posisi penting pada saat-saat kritis pada awal kemerdekaan, seperti Menteri dalam Kabinet Syahrir, Hatta, dan Natsir, dan juga pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri menjelang Konferensi Meja Bundar (KMB) dan Gubernur Bank Indonesia. Ketika menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Syafruddin memperjuangkan agar Bank Indonesia berfungsi sebagai Bank Sentral dan tetap merupakan lembaga yang independen, tidak di bawah dominasi pemerintah Di makamkan Mlati, Sidoarum, Yogya • Radjiman Wediodiningrat dalam perjuangannya lebih dikenal sebagai ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, karena Ia merupakan salah satu peletak dasar negara Republik Indonesia.

• Perjuangan Radjiman telah di mulai jauh sebelum jaman Jepang. Ia Berjuang bersama Budi Utomo mempertahankan prinsip perjuangan Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Utomo yang bersifat kebudayaan.

• Pada tahun 1918 Ia menjadi salah seorang anggota Volksraad (Dewan Rakyat) bentukan pemerintah Hindia Belanda dan duduk selama beberapa periode hingga tahun 1931 sebagai wakil dari Budi Utomo.

• Pada zaman pendudukan Jepang, Radjiman duduk sebagai anggota Syu Sangi Kai (Dewan Pertimbangan Daerah) Madiun, kemudian Radjiman diangkat menjadi anggota Chuo Sangi-In (Dewan Pertimbangan Pusat) pada tahun 194). Ketika Poetera (Poesat Tenaga Rakjat) diabentuk, Radjiman menjadi anggota Majelis Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Poetera. • Pada awal kemerdekaan, Ia menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan kemudian anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia.

• Pemimpin sidang DPR pertama saat Indonesia menjadi NKRI. Radjiman juga dikenal sebagai dokter ahli penyakit pes. Di makamkan TPU Tanah Kusir, Jakarta • Diplomat, Perunding dalam Usaha Pengakuan Internasional Kemerdekaan Indonesia. Duta Besar RI untuk PBB. Duta Besar RI di India, Jerman Timur, Uni Soviet, Amerika Serikat.

• Aktivitas politik Palar diawali di kota Amsterdam. Pada tahun 1930, Palar aktif menjadi anggota Social Democratische Arbeider Partij (SDAP), ia juga menjabat sebagai sekretaris Komisi Kolonial SDAP dan Nederlands Verbond van Vakvereniginen (NVV) pada Oktober 1933.

• Selama Perang Dunia II, Palar tidak lagi bekerja untuk SDAP, ia beraktivitas dalam laboratorium Van der Waals, sambal mengajar bahasa Melayu. Setelah perang berakhir ia aktif dalam Partij van de Arbeid(PvdA) dan terpilih menjadi anggota Twede Kamer.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

• Pada tahun 1947, Palar mulai merintis upaya pengakuann internasional terhadap kemerdekaan RI. Mewakili RI di PBB meski Indonesiia belum menjadi anggota PBB.

• Setelah pengakuan kedaulatan kemerdekaan dan Indonesia menjadi anggota PBB ke-60 pada 1950, Palar menjadi perwakilan resmi RI pertama dengan status keanggotaan penuh.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Letnan Jenderal Tahi Bonar Simatupang (TB Simatupang) adalah tokoh militer dan salah urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr pencetak awal Fondasi tentara Indonesia.

• Pernah menjabat sebagai wakil Kepala Staf Angkatan Perang 1948 -1949 dan menjabat Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) 1950-1954 setelah Panglima Jenderal Soedirman wafat 1950 pada usia 29 tahun. • Letnan Jenderal TB Simatupang pada tahun 1949 Simatupang ikut terlibat mewakili tentara Indonesia bersama tokoh Indonesia Drs Mohammad Hatta, Mr. Moh Roem, Prof Dr.

Mr Supomo, dr. J Leitnena, Mr. Ali Sastroamijojo, Ir Juanda, Dr Sukiman, Mr Suyono Hadinoto, Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Mr Abdul Karim Pringgodigdo, Mr Muwardi untuk menghadiri perundingan yang mewakili Indonesia dengan Belanda yang dikenal Konferensi Meja Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr pada 1949. • Letnan Jenderal TB Simatupang, pasca pensiun dari militer, aktif dalam aktivitas gereja dan menjadi Ketua Dewan Gereja Se Asia dan Dunia.

• Aktif juga di bidang Pendidikan dengan mendirikan Yayasan Manajemen 1967 bersama Prof. Dr. Bahder Djohan (golongan Islam), Dr AM Tambunan (golongan Kristen), I.J Kasimo (golongan Katolik). Kemudian Simatupang menjabat sebagai Ketua Yayasan yang membawahi Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen ( IPPM ). Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Jamin Gintings mengikuti pendidikan calon perwira Gyugun di soborong-borong hingga menjadi perwira Gyugun.

Karirnyameningkat menjadi komandan Batalyon I Resimen II TRI ditanjung Balai dan pada saat yang sama juga dipilih menjadi ketua Biro Perjuangan Daerah XXXIX Sumatera. • Djamin Gintings adalah salah seorang komandan Pasukan Indonesia dalam pertempuran Medan Area melawan Pasukan Inggris di Sumatera Timur.

• Setelah Perang Kemerdekaan, Djamin Gintings menggerakkan pasukannya untuk bertempur melawan Belanda di Medan Area, Langkat dan Tanah Karo sampai ke Tanah Alas.

Ketika hijrah ke Tanah Alas, Damin Gintings membangun Kilang Senjata. • Dikenal sebagai tokoh yang anti Komunis yang menumpas gerakan Organisasi Pertahanan Desa (OPD) yang dipengaruhi Ideologi Komunis.

• Pada masa perang Gerilya, Jamin Gintings telah membuktikan kemampuannya dengan menjaga Tanah Alas (Aceh) yang merupakan salah satu “daerah modal” yang masih tersisa, dari upaya Belanda menguasai sepenuhnya Indonesia.

Hal ini dianggap penting, mengingat walau secara politis pusat pemerintahan RI di Yogyakarta dan Ibukota Provinsi di Siantar telah diduduki, serta Soekarno Hatta ditawan Belanda. Di makamkan Kalianda, Lampung • Seorang pamong praja yang memasuki dunia militer. • Penugasan sebagai pamong praja dimulianya pada masa Hindia Belanda dengan jabatan asisten wedana (camat) di daerah Jombang, Jawa Timur, dan berakhir sebagai residen di Lampung. Kemudian memasuki militer pada masa pendudukan Jepang sebagai Daindancho (Komandan Batalion) Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Buduran, Sidoarjo.

• Perjuangan Mangoendiprojo berkaitan erat dengan revolusi di Surabaya pada 1945. Ia juga pernah menjadi bendahara Badan Keamanan Rakayat (BKR) Keresidenan Surabaya, anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia (BPKNI) Keresidenan Surabaya.

Mangoendiprojo diangkat menjadi anggota staff Urusan Angkatan Darat. • Mangoendiprojo mempunyai andil besar dalam mengambil alih asset pribadi orang-orang Belanda yang tersimpan di Bank Escompto, uang tersebut digunakan untuk kepentingan perjuangan. Ia kemudian menjadi anggota Kontak Biro dan juga menjadi ketua Dewan Pertahanan Ri-Surabaya.Mangoendiprojo dipindahkan ke staf Kementerian Pertahanan, sebagai penasihat Menteri.

Kemudian pada tahun 1948, ia diposisikan sebagai anggota militer luar formasi, dengan pangkat kolonel cadangan. • Sesudah pengakuan kedaulatan, ia dikembalikan ke profesi awal sebagai pamong praja.

Kemudian tahun 1950 ia diangkat sebagai Bupati Ponorogo dan lima tahun kemudian menjadi Residen Lampung. Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Sukarni adalah sosok yang mewakili kelompok muda agar pasangan Soekarno-Hatta secepatnya mem-proklamasikan kemerdekaan negara pada 17 Agustus 1945.

Saat usia 14 tahun, dia sudah bergabung dengan organisasi perhimpunan Indonesia Muda. Sejak itulah, sikap pejuang, kritis, dan tanpa kompromi semakin muncul. Sampai ketika Sukarni didaulat menjadi Ketua Pengurus Besar Indonesia Muda.

• Tahun 1934 Sukarni berhasil menjadi Ketua Pengurus Besar Indonesia Muda, sementara itu Belanda mulai mencurigainya sebagai anak muda militan. Tahun 1936 pemerintah kolonial melakukan penggerebekan terhadap para pengurus Indonesia Muda, tetapi Sukarni sendiri berhasil kabur • Sukarni membentuk Comite Van Aksi (panitia gerak cepat) pada 18 Agustus 1945 yang tugasnya menyebarkan kabar kemerdekaan ke seluruh Indonesia.

Khusus untuk para pemudanya dibentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan untuk buruh dibentuk BBI (Barisan Buruh Indonesia) yang kemudian melahirkan laskar buruh dan laskar buruh wanita. • Sukarni menjabat sebagai ketua umum. Dia juga duduk sebagai anggota Badan pekerja KNI Pusat.

Dalam pemilihan Umum yang pertama (1955) Sukarni terpilih sebagai anggota Konstituante. Di makamkan Jombang, Jawa Timur • Tokoh pejuang pergerakan nasional hingga kontemporer.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

Ia menyebarkan gagasan kemerdekaan yang diperolehnya di Taswirul Afkar. • Ia mempunyai ketertarikan yang tinggi terhadap gagasan kemerdekaan dari para tokoh Sarekat Islam dan mendirikan Sarekat Islam cabang Mekah.

• Mendirikan organisasinya dengan menggunakan istilah kebangkitan dan tanah air, misalnya Nahdatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) dan madrasah Sjubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air), madrasah Nahdlatul Tujar (Kebangkitan Pedagang) dan Nahdatul Ulama (Kebangkitan Ulama).

• Pada 1916 menjadikan rumahnya di Surabaya sebagai sekretariat organisasi Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) yang didirikannya bersama KH Mas Mansur dari Muhammadiyah. • Pada tahun 1926 ia menyelenggarakan Kongres al-Islam dan mendirikan Nahdaltul Ulama (Kebangkitan Ulama).

• K.H. Abdul Wahab Chasbullah menjadi salah satu pimpinan Majelis Islam ‘Ala Indonesia (MIAI) yang berdiri pada 12 September 1937 di Surabaya. • K.H. Abdul Wahab Chasbullah pada tahun 1947 menjadi Rais Am (Ketua Umum) PBNU menggantikan KH Hasyim As’ari.

• K.H. Abdul Wahab Chasbullah membawa Partai NU tampil sebagai kekuatan penyeimbang antara Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Semasa bekerja di Batavia, B.W Lapian menulis di surat kabar Pangkal Kemadjoean yang memperlihatkan sikap nasionalis untuk membebaskan warga Indonesia dari kolonialisme. Ia kemudian mendirikan surat kabar Fadjar Kemadjoean (1924-1928) yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat dan sekembali ke Kawangkoan pada tahun 1940, ia menerbitkan Semangat Hidoep yang isinya mengobarkan perlawanan terhadap propaganda Kolonial.

• Pada tahun 1930-1934 menjadi anggota Dewan Minahasa dan memperjuangan pembangunan fasilitas publik, infrastruktur, rumah sakit, dan lainnya bagi kepentingan masyarakat. Ia juga anggota Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), dan juga anggota Volksraad yang tergabung dalam Fraksi Nasional. • Semasa pendudukan Jepang ia pernah menjadi Gunco (Kepada Distrik), dan pada tahun 1945 menjadi Walikota Manado. Pada 14 Febuari 1946 ia mengibarkan bendera merah putih dan peristiwa ini tersiar melalui radio ke seluruh dunia.

• Pada masa setelah kemerdekaan tahun 1950, Lapian aktif sebagai Gubernur Sulawesi Utara dan membantu menyelesaikan masalah perlawanan Kahar Muzakar secara damai. Di makamkan TPU Tanah Kusir • Mas Isman adalah seorang pejuang kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda di Jawa Timur. • Pada 22 September 1945, pasukan perlajar dilantik oleh Sungkono di Sekolah Darmo, Surabaya. Mas ISman diangkat menjadi komandan BKR Pelajar Surabaya yang diresmikan pada 19 Oktobere 1945.

Perjuangannya dimulai dengan pernyataan “Soempah Keboelatan Tekad” mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia. • Mas Isman kemudian menjadi pemimpin organisasi TRIP, selain berjuang mengangkat senjata, TRIP juga melakukan tugas-tugas kemasyarakatan yaitu meberikan penereangna dan penyuluhan mengenai kebersihan, kesehatan, pendidikan, dan kemerdekaan tanah air.

• Mas Isman juga berkontribusi dengan mendirikan Koperasi SImpang-Pinjam Gotong Royong (Kosgoro) pada tanggal 10 November 1957. manjadi anggota delegasi RI untuk berunding di Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 1958 dan menjadi diplomat, kepala Perwakilan RI di Rangoon-Birma pada tahun 1959, Duta Besar di Bangkok - Thaiand (1960-1964) dan Kairo Mesir (1964-1967).

• Selama menjabat sebagai anggota DPR/MPR RI selama 1978-1982, ia tetap aktif berkiprah dalam bidang organisasi kemasyarakatan, pendidikan (pendirian SMK dan sekolah Kosgoro) dan kemanusiaan. Di makamkan Puri Satria, Denpasar • Seorang budayawan yang menjaga kebudayaan Bali. Dinobatkan sebagai Raja Badung VII pada tahun 1902, sepanjang hidupnya Raja Badung VII menentang penjajahan Belanda.

• Setelah diangkat menjadi Raja Badung VII pada tahun 1902, ia langsung menolak untuk melanjutkan isi Perjanjian Kuta antara raja- raja di Bali dengan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang ditandatangani pendahulunya pada 13 Juli 1849. • sepanjang hidupnya ia tetap konsisten dalam perjuangan menentang penjajahan Belanda. Penentangan itu dilakukan secara fisik maupun nonfisik melalui karya-karya sastranya yang dapat membangkitkan semangat perjuangan.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Sosok pemimpin yang memilih untuk berperang melawan pasukan Belanda hingga gugur di medan perang pada pertempuran tanggal 20 September 1906 yang dikenal dengan nama Puputan Badung. Karena gugur di medan perang, ia diberi gelar kehormatan Ida Betara Tjokorda Mantuk Ring Rana (Raja yang gugur di medan perang). • Perjuangannya memberikan banyak inspirasi kepada rakyat Bali untuk melakukan perang puputan selanjutnya, seperti yang dilakukan oleh pasukan I Gusti Ngurah Rai dalam Puputan Margarana melawan pasukan Belanda pada bulan November 1946.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Aktif dalam perjuangan kemerekaan, memproklamasikan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia pada tanggal 21 Agustus1945. selain berkiprah di lingkungan kepolisian, jasin juga pernah diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan kemudian MPR. • Jasin mengikuti pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi di Sukabumi. Selesai mengikuti pendidikan dengan pangkat Hoofd Agent, ia bertugas di Surabaya.

Kemudian ia mengikuti pendidikan polisi ala Jepang yang bercirikan pendidikan militer. Kemudian Jasin ditempatkan di Gresik dan bertugas sebagai instruktur di Sekolah Polisi. • Setelah Indonesia merdeka ia terlibat akif dalam perjuangan kemerdekaan. Tindakan momentelanya ialah memproklamasikan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia. • Jasin juga berperan dalam perebutan senjata, diantaranya adalah perbutan senjata di Don Bosco, dan di markas Kempeitai. Jasin dan pasukannya ikut dalam pertempuran Surabaya yang berfungsi sebagai alat keamanan dan alat pertahanan.

• Jasin juga merupakan Komandan Mobiele Brigade Besar (MBB) yang berganti nama menjadi Brigade Mobile (Brimob) berperan dalam menumpas PKI bersama TNI. Di makamkan TPU Pakuncen Yogyakarta • Perjuangan dan pemikiran Ki Bagus Hadikusumo tidak dapat dilepaskan dari Muhammadiyah, ia dibesarkan oleh dan sekaligus juga membesarkan muhammadiyah. Pada tahun 1938 ia turut mendirikan Partai Islam Indonesia (PII), Ki Bagus Hadikusumo dikenal sebagai seorang ulama yang teguh berpegang pada akidah dan hukum Islam.pada masa perang kemerdekaan, dengan dukungan beberapa tokoh Muhammadiyah, Ki Bagus memprakarsai pembentukan angkatan perang stabil yang diresmikan pada bulan Juli 1948.

• Pada masa pendudukan Jepang, Ki Bagus megeluarkan maklumat yang melarang rakyat Indonesia melakukan seikeirei, akkhir pendudukan Jepang, ia menjadi anggota BPUPKI dan memperjuangakan agar Islam dijadikan dasar negara yang akan didirikan, menolak penghapusan 7 kata dalam Piagam Jakarta.

• Sesudah perang kemerdekaan berakhir Ki Bagus menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mewakii Masyumi. • Ki Bagus dihadiahi tanda kehormatan berupa Bintang Mahaputera Adipradana dan Bintang Republik Indonesia Utama. Di makamkan Ponpes Salafiyah Safiiyah, Situbondo, Jawa Timur • KH.R. As’ad Syamsul Arifin merupakan seorang ulama besar sekaligus salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo.

• KH.R. As’ad Syamsul Arifin menanamkan semangat perjuangan dan dakwah Islamiyah melalui barisan pelopor. Kemudian ia membentuk Hizbullah dan Syabilillah. Pada September dan awal Oktober 1945 Kyai As’ad memimpin pelucutan Pasukan Jepang di Garahan, Jember Jawa Timur. • Pada September dan awal Oktober 1945, Kyai As’ad memimpin pelucutan Pasukan Jepang di Garahan, Jember, Jawa Timur. • Pada 10 November 1945, ia membantu pertempuran di Surabaya dengan mengirim anggota pelopor dan pasukan Syabilillah Situbondo serta yang berasal dari Bondowoso ke daerah Tanjung Perak.

• Pada masa revolusi fisik tahun 1945-1949, Kyai As’ad Syamsul Arifin memimpin perang gerilya di beberapa daerah Karesidenan Besuki. • Pada tahun 1975, ia ikut mendirikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada tahun- tahun berikutnya sampai meninggal dunia tahun 1990, Kyai As’ad Syamsul Arifin lebih banyak mengembangkan pendidikan di pondok pesantren yang dipimpinnya. • Kyai As’ad Syamsul Arifin wafat pada tanggal 4 Agustus 1990 dan dimakamkan di Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah, Situbondo, Jawa Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr.

Di makamkan Komplek Musholla Al Abror, Pondok Pesantren Darunna • Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah pahlawan nasional asal Nusa Tenggara Barat. • Pada tahun 1936 ia mendirikan madrasah Nahdhatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dengan sistem klasikal. lembaga pendidikan (pesantren dan madrasah) bukan sekedar tempat belajar mengajar, akan tetapi juga tempat menyiapkan pemimpin; menyemai dan memperkokoh karakter, patriotism dan nasionalisme.

• Pada tahun 1947 membentuk sebuah kelaskaran Mujahidin, sama dengan nama pesantren yang ia dirikan. Kelasykaran ini selain masyarakat juga terdiri dari para santri, murid-murid dan guru-guru pesantren dan madrasah yang ia pimpin.

Di bawah pimpinan adik kandungnya, kelaskaran ini melakukan penyerangan terhadap tangsi NICA pada tahun 1947. • Pada tahun 1953 ia mendirikan sebuah organisasi Islam Nahdhatul Wathan. Ini adalah organisasi Islam terbesar di Lombok yang memberikan perhatian kepada pendidikan dan agama dengan pengaruhnya yang sangat besar.

Pengaruh dalam bidang pendidikan sangat terasa. Semenjak pesantren dan madrasah yang ia dirikan, hingga saat ini sektor pendidikan mengalami perkembangan yang sangat cepat.

Di makamkan Desa Lamreh Kecamatan Krueng Raya Kabupaten Aceh Besar • Laksamana Malahayati adalah anak dari Laksamana Mahmud Syah, cucu Laksamana Said Syah dan cicit dari Sultan Aceh, Sultan Salahudin Syah yang memerintah 1530-1539.

Semangat wira samudra ini merupakan warisan dari ayah dan kakeknya yang juga menjadi panglima angkatan laut Kesultanan Aceh. Kisah perjuangan Keumalahayati dimulai pasca terjadinya peristiwa pertempuran Teluk Haru antara armada laut Portugis melawan armada laut Kesultanan Aceh.

• Setelah kematian suaminya dalam pertempuran Teluk Haru, Malahayati membentuk dan memimpin pasukan Inong Balee yang berasal dari janda para prajurit Aceh yang gugur dalam perang, dan Malahayati diangkat menjadi laksamana, wanita Aceh pertama yang menyandang pangkat laksamana. Pasukan Inong Balee ini mahir menembakan meriam dan memiliki benteng yang berada dibukit berketinggian 100 meter. • 21 Juni 1599, Malahayati memimpin armada laut Kesultanan Aceh untuk meghadapi upaya para pedagang Belanda yang memaksakan kehendaknya dalam perdangangan dengan Keslutanan Aceh.

Peristiwa tersebut menyebabkan Cornelis De Houtman dan beberapa pelaut Belanda tewas. Di makamkan Daik Lingga • Sultan Mahmud Riayat Syah adalah raja kedelapan sekaligus raja terakhir dari Kesultanan Melaka. Dia terpilih menjadi raja menggantikan ayahnya, Sultan Alauddin Riayat Syah I • Sultan Mahmud Riayat Syah terkenal dengan Perang Gerilya Laut • Pada 1782 Sultan Mahmud Riayat Syah dan Yang Dipertuan Muda IV Raja Haji memerangi Belanda yang hendak menanamkan pengaruhnya di Riau-Lingga.

Perang Riau I itu berlangsung pada 1782—1784. Pasukan Sultan Mahmud Riayat Syah berhasil mengalahkan pasukan Belanda di Tanjungpinang dan sekitarnya dalam suatu peperangan yang sangat dahsyat sehingga menjatuhkan banyak korban di pihak Belanda. Dalam urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr itu pasukan Riau-Lingga dapat meledakkan kapal komando Belanda Malaka’s Walvaren.

Di makamkan Karang Kajen, Yogyakarta • Keikutsertaan Lafran dalam memperjuangkan kemerdekaan di bawah bimbingan kedua kakak kandungnya yaitu Armijn Pane dan Sanusi Pane yang dikenal sebagai tokoh muda pergerakan nasional. Organisasi perjuangan yang diikutinya adalah Barisan Pemuda Gerindo dan Indonesia Muda.

• Selama menjadi mahasiswa STI, ia memprakarsai pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Organisasi ini berdiri pada tanggal 5 Februari 1947 di Yogyakarta. Pembentukan HMI sangat penting karena menjadi organisasi yang menghimpun kontribusi para mahasiswa untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Di bawah pengaruhnya, orientasi HMI menjadi nasionalis sehingga HMI mendukung ideologi Pancasila. Organisasi HMI menolak gagasan pembentukan Negara Islam yang digagas Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, pendiri gerakan Darul Islam.

• Lafran menjadi tokoh yang menentang PKI, ia memelopori pembentukan Ikatan Sarjana Muslimin Indonesia (ISMI) yang memberikan dukungan kepada Pangkostrad/Pangkopkamtib Letjen Soeharto untuk menumpas G30S/PKI. • Lafran berprofesi sebagai dosen di UGM dan menjadi Guru Besar. Di makamkan Pemakaman Muslim Batukaradenan Kupang • Depati Amir merupakan sosok yang begitu gigih menentang keberadaan Belanda utamanya di tanah Bangka. • Ia merupkan seorang ahli dalam menyusun strategi perang dan mengkoordinasikan pasukan membuat Belanda resah karena selalu kalah.

Berbagai taktik Belanda untuk menangkap Depati Amir terus mengalami kegagalan. • Memimpin pertempuran melawan Belanda pada 1849-1851. Ia menentang Belanda yang berniat menguasai pertambangan berupa timah di Bangka hingga akhirnya perang pun meletus. • Depati Amir berhasil mempersatukan etnis china dan pribumi dalam perang melawan Belanda yang berniat menguasai pertambangan berupa timah di Bangka. Di makamkan TPU Tanah Kusir • Abdurrahman Baswedan terlibat dalam dunia pergerakan dengan mengusung cita-cita mewujudkan bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

• Awalnya ia menjadi juru dakwah Muhamadiyah dan juga aktif dalam Jong Islamieten Bond (JIB). • Ia secara konsisiten memperjuangkan integrasi keturunan Arab ke dalam bangsa Indonesia. Perjuangannya itu dilakukan melalui dunia jurnalistik, yaitu dengan tulisan-tulisannya di berbagai surat kabar untuk meyebarkan pemikirannya bahwa keturunan Arab mempunyai kewajiban yang sama untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia, diantaranya Harian Sin Tit Po, Suara Umum dan Harian Marahari • Abdurrahman merupakan inisiator Kongres Peranakan Arab pada tahun 1943 kemudian memimpin Partai Arab Indonesia PAI, dan juga di anggota BPUPKI.

Ia juga anggota dalam misi diplomasi RI ke negara Arab dan Mesir. Setelah Proklamasi 1945, Abdurrahman bergabung ke dalam Partai Masyumi, menjadi Menteri Muda Penerangan Kabbinet Sjahrir kedua, dan juga mewakili Masyumi dalam parlemen (KNIP dan DPR) serta Badan Konstiruante hasil Pemilu 1955.

• Setelah keluar dari dunia politik di tahun 1960, Abdul Rahman Baswedan mengalihkan perjuangannya ke dalam dunia pendidikan, dakwah, dan budaya. Di makamkan TPU Tanah Kusir, Jakarta • Pemersatu antara golongan Islam dan nasionalis.

• Kasman mendirikan Jong Islamieten Bond (JIB) pada 1925 dan menjadi ketua Umum JIB pada 1930—1935. Kasman juga aktif dalam organisasi Muhammadiyah, • Pada masa pendudukan Jepang, Kasman menjadi Komandan PETA Jakarta, dan setelah proklamasi Kasman diangkat menjadi anggota PPKI, • Beliau dipercaya oleh Soekarno dan Hatta untuk meluluhkan hati Ki Bagus Hadikusumo supaya menerima usulan penghapusan tujuh kata terkait syariat Islam.

Sebab, muncul penolakan dari perwakilan Indonesia bagian timur jika tujuh kata tersebut tetap dipertahankan. • Ia menjadi pionir banyak lembaga baru Republik ini saat baru berdiri. Beliau adalah ketua KNIP (parlemen) pertama, Jaksa Agung Kedua yang memelopori pembenahan organisasi Kejaksaan Agung, pemimpin Badan Keamanan Rakyat, serta memelopori pembentukan Tentara Keamanan Rakyat sebagai cikal bakal TNI, • Kasman juga pernah menjabat sebagai Menteri Muda Kehakiman dalam Kabinet Amir Sjafruddin II dari November 1947 hingga Januari 1948.

Ia turut aktif di dunia politik Indonesia bersama Partai Masyumi dan menjadi anggota Dewan Konstituante dari partai ini pada 1955. Di makamkan Komp.makam Sultan Adam, Martapura, banjar, Kalsel • Ia ikut terlibat menjadi anggota Jong Islamieten Bond. Sebuah organisasi kepemudaan yang ikut berjuang menyatukan gerakan pemuda yang masih berbeda-beda visinya menjadi satu visi, yaitu: Indonesia merdeka. • Pada 20 Oktober 1945 ia berperan dalam pembentukan pasukan MN 1001. Namanya menjadi sebutan abadi pasukan MN 1001 (Mohammad Noor, seribu satu).

• Pangeran M. Noor menjadi gubernur Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarata, ia melakukan pelatihan militer kepada para pemuda Kalimantan untuk kemudian diterjunkan ke medan perang menghadapi Belanda di Kalimantan. • Pangeran Mohammad Noor melakukan perkejaan yang banyak membawa kemajuan pembangunan di Kalimantan secara keseluruhan dan khususnya Kalimantan Selatan.

• Pangeran Mohammad Noor adalah Pemrakarsa gagasan Proyek Sungai Barito (Barito River Project). Ia merampungkan pembangunan PLTA Riam Kanan di Kabupaten Banjar. • Ia juga pemrakarsa Proyek Pasang Surut untuk meningkatkan usaha transmigrasi di Trans Sumatra Waterway dan Kalimantan Coastal Canal. • Pangeran Mohammad Noor merupakan Pemrakarsa proyek perluasan persawahan Pasang Surut.

Sejak tahun 1974 proyek ini masuk ke dalam program pemerintah. Di makamkan TMPN Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan • Sejak remaja Hj. Andi Depu telah aktif di dalam organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. • Pada tahun 1940 sebagai penyokong perkumpulan JIB (Jong Islamiten Bond) disebut juga Perhimpunan Pemuda yang merupakan organisasi perhimpunan pemuda dan pelajar Islam Hindia Belanda. di daerah Mandar. • Hj. Andi Depu sebagai tokoh bangsawan memperkenalkan bendera nasional merah putih diwilayah Mandar tahun 1942 pada saat diadakan rapat Raksasa peringatan Hari Sumpah Pemuda di Tinambung.

• Pada tahun 1944 Hj. Andi Depu mendirikan organisasi Fujinkai, suatu wadah gerakan yang melibatkan wanita, sebagai tempat pelatihan dan penggodokan semangat juang wanita Mandar untuk ikut berperan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. • Pada tahun 1945, ia menyebarkan berita kemrdekaan Indonesia di Mandar, sejak itu banyak bendera merah putih dikibarkan oleh masyarakat Mandar.

• Beberapa kali terlibat pertempuran dan sempat ditahan Belanda. Ia juga dinobatkan sebagai pemimpin Kerajaan Balanipa ke-52. • Pada tahun 1952 ia turut mengambil bagian untuk membubarkan Negara Indonesia Timur (NIT) bentukan Belanda. Di makamkan Desa Kamasan Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang • Brigjen K.H. Syam’un merupakan pahlawan yang berandil besar dalam mewujudkan NKRI sebagai negara yang berdaulat.

• Brigjen K.H. Syam’un pada masa revolusi kemerdekaan di Banten berhasil menumpas Gerakan Dewan Rakyat Banten, yang didalangi komunis dibawh pimpinan Tje Mamat atau Mohamad Mansur. Penumpasn ini berhasil urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr rakyat Banten untuk tetap bergabung dengan NKRI. • Brigjen K.H. Syam’un merupakan kiai atau ulama yang tidak sekadar berada di pondok pesantren, tetapi juga secara nyata berjuang mengangkat senjata untuk mengusir penjajah.

perjuangan militer dilakukan dengan bergabungnya Brigjen K.H. Syam’un dalam pasukan yang dibentuk Jepang, yakni Pembela Tanah Air (PETA) pada periode 1942-1945 sebagai komandan batalyon (daidancho). Setelah tentara Jepang menyerah pada Sekutu, • Brigjen K.H. Syam’un menjadi Komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Karisidenan Banten.

Ketika Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, Brigjen K.H. Syam’un menjabat sebagai Panglima TKR Divisi 1000/I (Oktober 1945-Mei 1946). • Brigjen K.H. Syam’un menjadi bagian dari jaringan ulama Nusantara yang menumbuhkan bibit Nasionalisme. Jaringan ulama Nusantara pada masa kolonial Belanda tidak dapat dilepaskan dari posisi strategis para ulama Banten di Timur Tengah dengan tokoh kharismatik sepanjang masa yakni Syeh Nawawi al- Bantani sebagai ulama berpengaruh.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata Jakarta • Alexander Andries Maramis, atau dikenal dengan nama AA Maramis, adalah salah satu tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Sulawesi Utara. AA Maramis juga merupakan keponakan Pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara lainnya Maria Walanda Maramis. A.A Maramis pernah menjabat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada 1 Maret 1945. Dalam badan iniMaramis termasuk dalam Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta.

• Semasa di Belanda, Alex aktif di dalam Perhimpoenan Indonesia (PI), suatu organisasi perkumpulan mahasiswa-mahasiswa Indonesia di negeri Belanda. Organisasi ini pada mulanya berdiri atas nama Indische Vereniging yang didirikan tahun 1908 di Belanda.

Pendirinya adalah para pelajar Hindia-Belanda yang sedang belajar di negeri Belanda. Di tahun 1922. • Sepulangnya ke tanah air dengan menyandang gelar Meester in de Rechten (Sarjana Hukum). Alex Maramis larut dalam kegiatan politik di Indonesia. Ia aktif di dalam organisasi pemuda, partai politik, perkauman Kawanua sampai organisasi gerejani. Pada bulan Maret 1933, bersama dr. Sam Ratoelangi dan dr.

Toembelaka, Alex Maramis berhasil mendirikan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), sebuah gereja perjuangan di Manado. • Ketika Pemerintah Pendudukan Jepang membentuk Dokuritsu Zyummbi Tyoo Sakai (BPUPKI: Badan Persiapan Pernyelidikan Usaha Kemerdekaan Indonesia), Alex Maramis diangkat menjadi salah satu anggotanya melalui Makloemat Guinseikan Nomor 23 tentang Pembentukan BPUPKI.

Alex Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr menjadi satu-satunya orang Minahasa dalam daftar BPUPKI dan berada pada urutan 20 diantara 68 orang. 68 tokoh ini lah yang disebut sebagai “ Founding Father”, Bapak Bangsa, Pendiri Republik Indonesia. Di makamkan Singosari • Masjkur merupakan ulama pejuang yang menjadi pahlawan pejuang kemerdekaan yang berasal dari Malang Jawa Timur.

• Aktivitas organisasi Masjkur diawali dengan masuk ke study club Taswirul Afkar di Surabaya yang didirikan oleh KH. Wahab Hasbullah dan K.H. Mas Mansur. • Reputasinya sebagai anggota NU, membuatnya pada masa pendudukan Jepang, Masjkur ditunjuk menjadi salah satu tokoh yang pelatihan kepemimpinan ulama di Cisarua.

• Para ulama pada tahun 1943 mengusulkan kepada pemerintah militer Jepang agar umat Islam diberi kesempatan untuk ikut membela tanah air dengan dibentuk lascar khusus. • Menjelang Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Masjkur diangkat menjadi anggota Dokuritsyu Junbi Iin Kai (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Dewan ini bersidang mulai tanggal 18-22 Agustus 1945 yang menghasilkan pengesahan UUD 1945. • Aktivitas beliau berlanjut menjadi anggota PPKI hingga diangkat menjadi menteri agama pada cabinet Amir Syarifudin. • Kemelut politik yang terjadi di tingkat nasional dan bergantinya kabinet-kabinet be dalam waktu singkat, membuat Presiden mengambil kebijakan bahwa negara dalam keadaan darurat, sehingga Presiden membentuk Dewan Pertahanan Negara yang anggotanya terdiri dari sejumlah menteri dan pimpinan partai.

Masjkur menjadi salah satu anggota Dewan Pertahanan Negara yang mewakili Partai Masyumi. • K.H. Masjkur adalah salah seorang menteri yang lolos dari penangkapan Belanda. Ketika tentara hendak menangkapnya di rumah Terban Taman, K.H.

Masjkur berhasil lolos lewat pintu belakang membawa puteranya Saiful Islam yang masih kecil, dan pergi meninggalkan Yogyakarta. • Masjkur tidak terpikir bahwa ia sedang mengawali suatu perang gerilya yang berlangsung selama 7 bulan. Masjkur bergerilya, ke timur, sampai Ponorogo, Trenggalek (Kec. Gandusari, Kec. Dongko, Kawedanan Panggul), bergabung dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Pertemuan itu sering dilukiskan sebagai pertemuan dua panglima, Masjkur sebagai panglima Hizbullah/Sabilillah, dan Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr sebagai Panglima TNI.

• Selama bergerilya banyak kegiatan yang dilakukannya, antara lain memberikan dorongan dan semangat kepada rakyat untuk terus berjuang melawan Belanda mempertahankan kemerdekaan, kemudian melakukan konsolidasi jajaran Departemen Agama dan membuat kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan oleh aparatnya.

Selama perang gerilya itu Masjkur menjalankan fungsi sebagai Menteri Agama PDRI Komisariat Jawa. Moto yang mendorong keberanian K.H. Masjkur terjun di bidang militer adalah `Isy kariman au mut syahidan (Hidup mulia atau mati syahid) Moto itu pula yang ditanamkan kepada para pejuang yang bernaung di bawah panji-panji Islam. Di makamkan TMPN Kusumanegara Yogyakarta • Pada tahun 1915 sampai dengan 1942, Prof.

Dr. Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr. Sardjito menjadi Anggota Kehormatan/pengurus Perkumpulan Dokter Indonesia • Tahun 1925 Prof.

Dr. M. Sardjito menjadi ketua Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo • Saat terjadi penyerbuan Belanda, beliau mengatur cara mendapatkan uang, bahan-bahan dan obat-obatan untuk memelihara kesehatan rakyat, tentara, dan PMI, dan juga menolong daerah Yogyakarta (Wonosari, Piyungan).

• Sebagai Presiden/Rektor pertama Universitas Gadjah Mada, Desember 1949-1961. Memiliki prinsip bahwa Pendirian Universitas Gadjah Mada tidak hanya membentuk ilmuwan, melainkan juga sebagai Pejuang Kebangsaan dan Kemanusiaan. • Perjuangan monumental beliau memindahkan Fakultas dan Rumah Sakit dari Klaten dan Solo ke Daerah Republik Indonesia (Yogyakarta).

Karena keterbatasan fasilitas, kemudian beliau menggunakan kandang kuda Keraton yang dirubah menjadi rumah sakit. Kamar-kamar Abdi Dalem Keraton dimanfaatkan menjadi laboratorium dan pendopo Kadipaten Mangkubumen menjadi ruang kuliah. Ini menunjukkan bahwa semangat dan kreatifitas bisa mengatasi kesulitan termasuk fasilitas. Di makamkan Pemakaman Boharen Purbayan Kotagede • bdul Kahar Mudzakkir merupakan pahlawan kemerdekaan Indonesia dari Yogyakarta. Abdul Kahar Mudzakkir lahir di Kota Gede, Yogyakarta pada 16 April 1908 (1907).

• Pada tahun 1945 terlibat aktif dalam BPUPKI dan ikut mencanangkan Piagam Jakarta. Abdul Kahar Mudzakkir adalah salah satu dari Sembilan orang anggota panitia kecil yang bertugas menentukan dasar negara Indonesia. • Pada tahun 1946 berjuang melalui diplomasi untuk pengakuan kedaulatan Indonesia. Perjuangannya berbuah dengan pengakuan kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya oleh Mesir pada 18 November 1946.

Bung Hatta menulis bahwa kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Hatta menegaskan bahwa K.H. Abdul Kahar Mudzakkir adalah salah satu tokoh yang turut “Meratakan jalan sebaik-baiknya” untuk pengakuan kemerdekaan Indonesia. • Pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak terjun langsung dalam dunia politik, namun lebih memilih dunia pendidikan.

Abdul Kahar Mudzakir mempelopori lahirnya Sekolah Tinggi Islam -bersama-sama urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Moh.Hatta, Moh Natsir, Moh.Roem dan KH Wachid Hasyim- yang berdiri pada 8 Juli 1945 di Jakarta. Di makamkan Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta • Rohana Kuddus adalah salah satu pahlawan nasional perempuan yang berasal dari Sumatera Barat. • Rohana adalah salah satu tokoh pendidik sekaligus tokoh pers pertama yang memperjuangkan hak-hak perempuan lewat media cetak melalui koran S oenting Melajoe yang terbit tahun 1912.

• Ia memperjuangkan Pendidikan bagi kaum perempuan di Minangkabau dengan mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) dan “Roehana School” • Rohana Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr berhasil menyebarkan pengetahuannya seperti yang selama ini diimpikannya lewat surat kabar.

Di makamkan Jl. La Buke, Kelurahan Melai, Kecamatan Murhum Kota Ba • Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi adalah sultan Buton yang dua kali naik tahta sebagai sultan ke-20 (1750-1752) dan menjadi sultan Buton ke-23 yang memerintah kembali tahun 1760-1763. • Demi kebebasan bagi Buton, Sultan Himayatuddin meneruskan perjuangannya dengan taktik gerilya. Bersama pengikutnya • Dalam perjalanan gerilya, Sultan Himayatuddin bertemu pada petinggi Kesultanan Buton dan menyusun strategi perlawanan.

Dia membangun pertahanan di Katapi bersama 40 pengikutnya. Dari Katapi, Himayatuddin pindah ke Wakaisua dan membangun benteng di sana. Menghadapi pasukan Belanda, dia pindah lagi ke kawasan belantara Lakasuba. Dari sini Himayatuddin merumuskan pola pertahanan baru yang dikenal dengan Perang Rakyat Semesta • Sejak tahun 1755, tidak lama setelah perang Buton, Sultan Himayatuddin tinggal menetap di Siontapina sampai akhir hayatnya di tahun 1776.

Di makamkan TMPN Utama Kalibata • Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu telah terlibat secara aktif dalam dunia pergerakan nasional sejak ia mengenal cita-cita perjuangan kaum pergerakan, terutama yang disuarakan oleh Perhimpunan Indonsia. Keterlibatannya dalam dunia pergerakan terus dilakukannya sampai Indonesia merdeka • Sebagai seorang yang ada dalam dunia pergerakan, Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu bersikap konsekuen terhadap perjuangannya.

Meskipun oleh pemerintah kolonial orang tuanya ditekan untuk tidak mengirimkan biaya hidup, ia tidak menghentikan perjuangannya. • Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu menjadikan Indonesia merdeka sebagai cita-cita perjuangannya. menggunakan posisinya sebagai anggota Parlemen Indonesia Timur untuk mendukung berdiri dan berdaulatnya negara Republik Indonesia Raden Said Soekanto Tjokrodiatmocljo adalah model polisi yang memimpin kepolisian sejak awal berdirinya Negara RI hingga menjelang masuk ke sistem pemerintahan demokrasi urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr, karya agungnya adalah meletakkan dasar-dasar kepolisian nasional yang kokoh selama masa kepemimpinannya.

Raden Said Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Tjokrodiatmocljo adalah seorang pemimpin yang mempunyai pandangan yang jauh ke depan. Sejak pengangkatannya sebagai Kepala Kepolisian Negara senantiasa berusaha urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr korps kepolisian yang bersifat nasional sebagai bagian dari susunan ketatanegaraan Indonesia Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo telah menjalankan tugas sebagai Kepala Kepolisian Negara yang dapat menjaga Kamtibmas, dan menegakkan hukum serta merupakan pejuang kemerdekaan yang menggerakkan seluruh anggota Kepolisian Negara untuk berperang melawan penjajah yang akan kembali menguasai Indonesia dengan menegaskan bahwa anggota Polisi adalah kombatan yang ikut berperang melawan penjajah.

Pemikiran dan tindakan Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dalam meletakkan fundamen struktur, watak, falsafah sebagai bangunan "kepolisian nasional" yang dibutuhkan bagi sebuah Negara merdeka dan berdaulat di tengah ancaman terhadap integritas Republik Indonesia di masa revolusi, perang dan pergolakan internal dalam negeri merupakan remember history.

Kehadirannya telah membawa warna dan pengaruh yang harus diingat dan dicatat sebagai bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Beliau ditetapkan sebagai Bapak Kepolisian Negara RI pada tanggal 14 Februari 2001 oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Di makamkan Sekar Kokas, Fak-Fak Papua Barat • Macmud Singgirei Rumagesan mempunyai kontribusi besar bagi bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda khususnya perjuangannya untuk mengembalikan Papua Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi. Awal perjuangannya dimulai ketika diangkat sebagai raja di Kerajaan Sekar. Sebagai raja Macmud Singgirei Rumagesan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Keberpihakannya kepada rakyat ditunjukkan pada saat Maskapai Colijn milik Belanda yang mengelola tambang di wilayah Kokas.

Keberpihakan kepada rakyat ini membuatnya dianggap menentang pemerintah Belanda yang berkonsekwensi hukuman penjara selama 15 tahun. • Keluar dari Penjara pada masa Jepang, kembali Macmud Singgirei Rumagesan menghadapi ancaman Jepang yang sering berlaku kejam. Macmud Singgirei Rumagesan menyediakan lahan perkebunan untuk tentara Jepang yang dimaksudkan agar kepentingan rakyat dapat semaksimal mungkin dilindungi.Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Macmud Singgirei Rumagesan menunjukkan keberpihakannya kepada Republik Indonesia.

Keberpihakannya tersebut ditunjukkan dengan memerintahkan penurunan bendera Belanda dari Kokas yang menyebabkan Machmud Singgirei Rumagesan ditangkap dan dipenjarakan urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Sorong oleh Belanda. • Di Sorong, Macmud Singgirei Rumagesan justru merencanakan perlawanan bersenjata kepada Belanda sehingga kembali ditangkap dan dipenjara pertama di Sorong dan kemudian dipindahkan ke Manokwari.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

Di Manokwari, Macmud Singgirei Rumagesan dijatuhi hukuman mati tetapi kemudian diubah menjadi hukuman seumur hidup dan dipindah ke Makasar. Macmud Singgirei Rumagesan dapat bebas setelah Konferensi Meja Bundar 1949 yang menyepakati berdirinya Republik Indonesia Serikat (RIS). • Perjuangan Macmud Singgirei Rumagesan belum berakhir karena Papua Barat belum menjadi bagian dari RI.

Macmud Singgirei Rumagesan konsisten memperjuangkan masuknya Papua Barat sebagai bagian dari RI hingga akhir hayatnya pada 5 Juli 1964. Di makamkan Tanah Kusir Jakarta Selatan • Sutan Muhammad Amin Nasution bersama sejumlah tokoh muda lainnya berjuang mentransformasi semangat "etnonasionalisme" menjadi "nasionalisme" di kalangan pemuda antara lain dengan memprakarsai fusi berbagai organisasi pemuda kedaerahan (Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Minahasa dan sebagainya).

Bersama Muhammad Yamin dan tokoh muda lainnya, Sutan Muhammad Amin Nasution berperan penting dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan menandatangani naskah Sumpah Pemuda itu.

Menyemai dan memperkuat nasionalisme dan patriotisme di kalangan anak­ anak sekolah menengah "Syu Gakko" yang kemudian menjadi benih "Tentara Pelajar Aceh." Bersama kelasykaran lain, tentara pelajar ini melakukan perlawanan terhadap agresi militer Belanda. • Menyelamatkan  kedaulatan  bangsa  dan  negara  RI  saat agresi militer Belanda dengan cara memindahkan pemerintahan Sumatra Utara saat agresi militer Belanda dan tetap melakukan perlawanan militer terhadap Belanda.Menyelesaikan separatisme yang dilancarkan oleh kelompok  "Banteng  Hitam,"  front rakyat dan Komunis; memperjuangkan penyelesaian konflik Aceh yang diakibatkan oleh gerakan Teungku Daud Beureuh.

• Membangun dan memajukan Propinsi Sumatera Utara dan Riau saat menjadi gubernur dalam suasana yang  sangat sulit. Sutan Muhammad Amin Nasution juga mempelopori ide Otonomi Daerah. Di makamkan Pemakaman raja-raja Jambi • Selama delapan tahun menghadapi Raden Mattaher Belanda telah banyak kehilangan personel pasukannya, senjata, amunisi,kapal, jukunglogistik dan anggaran belanja.

Untuk menghentikan kehancuran lebih parah dan mengakhiri perlawanan Jambi,tidak ada cara lain kecuali menangkap Raden Mattaher dalam keadaan hidup ataupun mati. Maka pada tahun 1907 Belanda mendatangkan bantuan pasukan khusus Marsose dari Batavia, Ambon, dan Palembang. Pengejaran dilakukan ke seluruh penjuru daerah yang diduga menjadi urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr pertahanan Raden Mattaher. Segala cara ditempuh tetapi masih juga belum berhasil.

Raden Mattaher sendiri sudah merasa kewalahan untuk bisa lolos karena penjagaan sudah begitu rapat di seluruh daerah Jambi. • Para pengikutnya membujuk agar Raden Mattaher meloloskan diri ke Batu Pahat, Malaysia, tetapi Raden Mattaher selalu menolak, dan kukuh, bahkan bersumpah akan melawan Belanda sampai tetes darah penghabisan. Taktik intelijen yang canggih dari pihak Belanda akhirnya berhasil mengendus keberadaan Raden Mattaher, yaitu di rumah kerabatnya di dusun Muaro, Jambi.

Belanda mengepung dusun itu selama 4 hari. Dalam keadaan genting seperti itu, Belanda masih berupaya membujuk Raden Mattaher agar menyerah. Tetapi Raden Mattaher tidak menggubrisnya. Akhirnya jalan perang ditempuh. Baku tembak tidak terhindarkan sampai akhirnya Raden Mattaher bersama seorang saudara laki-laki dan 5 pengikutnya tewas.

Peristiwa itu terjadi pada 1 Oktober 1907. • Berita tentang ini adalah kemenangan besar bagi Belanda dan tentu saja keprihatinan dan duka bagi rakyat Jambi. Tewasnya Panglima Raden Mattaher menandai berakhirnya perang Jambi selama 8 tahun. Perlawanan Jambi selanjutnya berubah strategi, dari pendekatan militer ke pendekatan politik melalui organisasi pergerakan,yakni Sarekat Islam dan Sarekat Merah.

Sultan Baabullah lahir dan tumbuh dalam suasana persaingan antar pedagang rempah-rempah di Nusantara khususnya di kawasan Maluku. Tidak hanya pedagang asal Nusantara tetapi juga pedagang asing dari Eropa.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

Persaingan ini pada gilirannya menimbulkan keinginan untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah yang sangat bernilai tinggi. Portugis sangat ingin memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku dan Ternate khususnya. Portugis yang awalnya diterima dengan baik di Ternate lama kelamaan memaksakan monopolinya yang menyebabkan kakek Sultan Baabullah dibuang ke Goa-India dan bahkan ayahandanya Sultan Khairun dibunuh.

Sultan Baabullah menjadi sangat anti-Portugis dan bertekad mengusirnya dari wilayah Kesultanannya. Tekad ini dibuktikan dengan mengirim ekspedisi ke berbagai daerah seperti Ambon dan Buton untuk mengejar orang-orang Portugis. Ekspedisinya ini berhasil. Ternate pun terbebas dari cengkeraman Portugis pada masa pemerintahan Sultan Baabullah sehingga berhasil menjadi sentral perdagangan rempah­ rempah yang mempunyai jaringan internasional.

Di makamkan Pemakaman Raja, Toribolu Parigi Moutong • Penyebab utama yang membuat Tombolotutu tidak diangkat menjadi Raja di Moutong adalah karena menolak untuk menandatangani dan menyetujui “Lang Contract” perjanjian panjang yang diajukan Belanda. Belanda menyampaikan alasan untuk tidak mengangkat Tombolotutu untuk menjadi Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr adalah karena kedekatannya dengan perompak-perompak Mandar dan Bugis yang terus merompak kapal-kapal Belanda.

Karena itu jika Belanda mengangkatnya menjadi Raja maka keamanan di teluk Tomini ini akan tidak dapat dikendalikan karena mendapat perlindungan dari Raja Moutong. • Tombolotutu gugur pada 17 Agustus 1901. Istrinya, Pua PIka, anak, dan keluarga besarnya diangkut dengan kapal perang ke Mountong dan jenazah Tombolotutu dimakamkan di kampung isterinya di Toribulu.

Di makamkan Pemakaman Raja, Wajo, Sulawesi Selatan • Sultan Aji Muhammad Idris merupakan sosok yang sangat konsisten dalam mewujudkan visinya untuk mengusir kekuatan VOC dari Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Indonesia secara keseluruhan. Apa yang menjadi tujuan perjuangannya adalah mewujudkan kemerdekaan rakyatnya dari dominasi Belanda.

Sebagai penguasa Kutai ke-14, Sultan Aji telah menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi sebagai dampak dari berkembangnya pengaruh Islam dengan mentransformasikan kerajaannya menjadi kesultanan.

Dengan perubahan ini, maka perlawanan terhadap kekuatan kolonial dapat menjadi lebih efektif karena dapat dilakukan dengan berkoordinasi dengan kekuatan-kekuatan kesultanan Islam lainnya yang ada di Kalimantan dan Sulawesi. • Sultan Aji Muhammad Idris adalah tokoh pemersatu yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi bangsa Indonesia.

Melalui perubahan sistem pemerintahan menjadi kesultanan, Ia berusaha menjalin hubungan dan menyatukan kekuatan dengan berbagai kesultanan dalam menentang kolonialisme. Ia mengikat hubungan aliansi dengan Kesultanan Pasir dan kemudian juga dengan Wajo. Dengan melakukan itu, Ia telah mengembangkan persekutuan diantara berbagai kesultanan yang melingkupi wilayah Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Sebagai akibat dari gagasan persatuan Sultan Aji Muhammad Idris, maka masyarakat Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan mengalami shared history atau sejarah yang dialami bersama. Persatuan diantara masyarakat yang ada di kedua wilayah itu dan menjadi salah satu embrio yang dalam perkembangannya di abad-abad kemudian mewujud menjadi kesadaran keindonesiaan.

• Dalam menentang kekuatan VOC, Sultan Aji Muhammad Idris bukan hanya melakukan perlawanan secara fisik. Ia juga rela untuk mengorbankan seluruh harta benda, kekuasaan, dan bahkan nyawanya. Sebagai Sultan Kutai Kartanegara ke 14, Sultan Aji bisa mengutus orang untuk mewakilinya dalam mendampingi La Maddukelleng berjuang mengusir VOC dari Sulawesi Selatan.

Tetapi apa yang dilakukannya justru adalah mendampingi La Maddukelleng untuk terlibat secara langsung dalam berbagai pertempuran. Dengan melakukan itu, Sultan Aji Muhammad Idris telah menunjukkan kerelaannya untuk berkorban demi memperjuangkan kemerdekaan rakyatnya. Di makamkan Lengkong,Pagedangan, Kab.Tanggerang • Raden Aria Wangsakara adalah tokoh penting dalam Kesultanan Banten, kendatipun dia berasal dari Sumedang.

Kepindahan Raden Aria Wangsakara dari Sumedang ke Banten, karena adanya sikap anti-kolonial (anti penjajah). • Raden Aria Wangsakara juga mewariskan teknis penulisan kaligrafi yang khas, Mushaf Al Qur’an Sundawi. Kampungnya dijuluki Kampung Kaligrafi Lengkong. Tidak hanya sebatas Sunda, kaligrafinya juga sudah menjadi khasanah Nusantara. • Melalui Diplomasi Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr, Syarif Mekah setuju untuk menganugerahkan Gelar Sultan kepada para Raja Banten, Mataram dan Makassar dan membangun aliansi untuk melawan penjajah VOC Belanda pada Abad 17 M.

• Raden Aria Wangsakara bukan hanya tokoh keagamaan dalam Kesultanan Banten pada masanya, tetapi juga tokoh politik dan pemimpin militer yang terus berjuang dalam semangat untuk mengusir penjajah. Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr latar belakang perjuangannya semasa Kesultanan Banten semasa Sultan Abul Mufakhir dan Sultan Ageng Tirtayasa, Raden Aria Wangsakara menegaskan perannya sebagai sosok yang turut memainkan peran penting dalam melawan penjajah (VOC).

Sikapnya tersebut disebarkan ke berbagai kalangan (para elite politik Pasundan) dan diwariskan urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr generasi penerusnya. Di makamkan TPU Karet Bivak,Kuningan,Jakarta • Kepeloporan dan prestasi Usmar Ismail di kancah perfilman nasional dan internasional menunjukkan sumbangan terbesarnya tentang kepiawaiannya membuat industry perfilman di Indonesia menjadi maju. Kepeloporannya dalam membangun perfilman nasional yang diakui oleh dunia internasional merupakan kepeloporan dan urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr yang patut dicatat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

• Usmar Ismail aktif mendirikan organisasi Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) di bawah nahdlotul Ulama (NU) sebagai wadah kegiatan kebudayaan untuk menghadapi gerakan lembaga kesenian rakyat (Lekra) yang dibina oleh PKI.

Film merupakan media yang dapat memberikan, mempengaruhi, dan menanamkan nilai-nilai kepada masyarakat.
Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Latar Belakang Berdirinya Tentara Keamanan Rakyat ” .

Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂 Sampai pada akhir bulan September 1945, ternyata Indonesia belum juga memiliki kesatuan dan organisasi ketentaraan secara resmi serta profesional.

Presiden Soekarno dan Wakil Presidenn Moh. Hatta ini tampaknya sangat terpegaruh oleh sikap serta strategi politik yang cendrung pada usaha diplomasi. BKR hanya diprogram untuk menjaga keslamatan dan keamanan masyarakat pada daerah masing – masing. BKR kemudian menghimpun bekas – bekas anggota Peta, Heiho, Seinendan dan lainnya. BKR bukanlah merupakan kekuatan bersenjata yang bersifat nasional. Para pemuda belum puas dengan keberadaan BKR. Oleh karena itu, badan – badan perjuangan terus mengadakan perlawanan terhadap kekuatan Jepang.

Angkatan perang Inggris yang tergabung di dalam SEAC (South East Asian Command) mendarat di Jakarta pada tanggal 16 September 1945. Pasukan ini dipimpin oleh Laksamana Muda Lord Louis Mountbatten yag mendesak ppihak Jepang untuk tetap mempertahankan satutus quo di Indonesia. Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr masih dipandang sebagai daerah jajahan seperti pada masa – masa sebelum proklamasi tanggal 17 Agustus 1945.

Dengan demikian, maka Jepang semakin keras dan beraani untuk tetap dapat mempertahankan diri dan juga untuk melawan gerakan pemuda yag sedang melakukan usaha pelucutan senjata dan juga perebutan kekuasaan.

Baca Juga Sejarah Pembentukan Badan - Badan Negara Pada tanggal 29 September 1945, mendarat lagi tentara Inggris yang dipimpin oleh Letnan Jendral Sir Phillip Christison, panglima dari AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies).

Kedatangan tentara AFNEI ternyata diboncengi oleh tentara Belanda yanng disebut NICA (Netherlands India Civil Administration). Hal ini menimbulkan kemarahan bagi bangsa Indonesia. Akhirnya, timbul berbagai macam insiden dan perlawanan terhadap kekuatan asing terutama terhadap Belanda. Dengan demikian ancaman dari kekuatan asing semakin besar. Para pemimpin negara menyadari bahwa suilt mempertahankan negara dan kemerdekaan tanpa suatu urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr atau angkatan perang.

Sehebungan dengan itu, maka pemerintah memanggil bekas mayor KNIL, Urip Sumoharjo dan ditugasi untuk membentuk tentara kebangsaan. Urip Sumoharjo sejak zaman Belanda sudah memiliki pengalaman pada bidang kemiliteran. Ia termasuk lulusan pertama dari Sekolah Perwira di Meester Cornelis yang didirikan oleh Belanda. Kemudian dikeluarkanlah Maklumat Pemerintah pada tanggal 5 Oktober 1945 tentang pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

Urip Sumoharjo lalu diangkat sebagai Kapten Staff TKR. Sehari kemudian pemerintah mengeluarkan maklumat yang isinya mengangkat Supriadi (mantan komandan Peta) sebagai Menteri Keamanan Rakyat. Selanjutnya, pada tanggal 9 Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr 1945, KNIP mengeluarkan perintah mobilisasi bagi bekas – bekas tentara, Peta, KNIL, Heiho serta laskar – laskar yanng ada unntuk dapat bergabug menjadi sat ke dalam TKR.

Sementara itu, kesatuan aksi atau badan – badan perjuangan para pmuda yang bersifat setengah militer atau setengah organisasi politik (laskar – laskar) masih tetap diizinkan beroprasi apabila tidak ingin bergabung ke dalam TKR. Personalia pimpinan TKR ternyata belum mantap. Hal ini terutama disebabkan oleh tidak munculnya tokoh Supriadi.

Supriyadi hilang secara misterius sejak berakhirnya pemberontakan Peta di Blitar pada Februari 1945. Oleh karena itu, pada tanggal 20 Oktober 1945 diumumkan kembali pengangkatan pejabat – pejabat pimpinan di lingkungan TKR. Susunan TKR yang baru sebagai berikut.

Mennteri Keamanan Rakyat ad interim: Muhammad Suryoadikusumo. Pimpinan tertinggi TKR: Supriyadi, Kepala Staf Umum TKR: Urip Sumoharjo. Baca Juga Menelaah Teks Ceramah: Bagia, Aspek serta Penyuntingan Mengingat Supriyadi tidak pernah muncul, maka atas Prakarsa Markas Tertinggi TKR, pada tanggal 12 November 1945, diadakan pemilihan pimpinan tertinggi TKR yang baru. Dalam rapat pemilihan itu dihadiri oleh para Komandan divisi, Sri Sultan Hamengkubowono IX dan Sri Manwono X.

Rapat dipimpin oleh Urip Sumoharjo. Di dalam rapat itu disepakati untuk mengagkat Kolonel Sudirman sebagai Pangllima Besar TKR. Pada tanggal 18 Desember 1945 dilaksanakan pengangkatan dan pelantikan Kolenel Sudirman.

Dari TKR, TRI ke TNI Atas prakarsa Markas Tertinggi TKR, pemerintah mengeluarkan Penetapan Pemerintah No.2/ SD 1946 pada tanggal 1 Januari 1946. Isi dari penetapan pemerintah itu adalah mengubah nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kementerian keamanan rakyat diubah menjadi kementrian pertahanan.

Belum genap setahun, sebutan Tentara Keselamatan Rakyat diganti dengan TRI (Tentara Republik Indonesia). Berdasarkan pada maklumat pemerintah tanggal 26 Januari 1946, di dalam maklumat itu ditegaskan bahwa TRI merupakan tentara rakyat, tenntara kebangsaan atau tentara nasional. Namun di dalam maklumat itu tidak menyinggung tenntang kedudukan badan – badan perjuangan atau kelaksanaan di luar TKR.

Di dalam lingkungan markas teringgi, TRI kemudian disempurnakan dengan dibentuknya TRI Angkatan Laut yang kemudian dikenal dengan ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) dan TRI Angkatan Udara yang dikenal dengan AURI (Angkatan Udara Rrepublik Indonesia).

Pada tanggal 17 Mei diadakan beberapa perubahan di dalam organisasi. Beberapa perubahan itu antara lain sebagai berikut: • Di lingkungan Markas Besar: a) Panglima Besar : Jendral Sudirman (b) Kepala Straf Umum: Letnan JenSumoharjo. • Pengurangan jumlah divisi: (a) Jawa – Madura yang semula 10 divisi dijadikan 7 divisi ditambah 3 brigade di Jawa Barat (b) Sumatera yang semula 6 divisi menjadi 3 divisi.

• Dalam kementerian pertahanan: (a) dibenntuk Direktorat Jendral bagian militer, yang dipimpin oleh Myor Jendral Sudibyo.

(b) dibentuk biro khusus yang menangani badan – badan perjuangan dan kelaskaran. Baca Juga Pembentukan Badan Negara: Kabinet dan Partai Politik Situasi negara semakin genting, aksi – aksi tentara Belanda semakin mengancam kehidupan dan kelangsungan Republik Indonesia.

Untuk menghadapi situasi yang semakin membahayakan ini, maka diperlukan kekkuatan tentara yang kompak dan bersatu padu. Sementara di dalam kenyataannya, Indonesia masih menghadapi masalah – masalah yang terkait dengan kekuatan bersenjata kita. Disampinng tentara resmi TRI, ALRI dan AUR masih ada laskar – laskar. Pada umumnya kesatuan kelaskaran lebih condong kepada induk partainya yang seidiologi dan belum tentu juga searah dengan perjuangan para tentara yang tergabung di dalam TRI.

Jelas hal ini akan memperlemah perjuangan bangsa dalam menghadapi aksi – aksi kaum Belanda. Sehubungan dengan knyataan itu maka pada tanggal 5 Mei 1947 Presiden mengeluarkan dekrit presiden yag berisi tentang pembentukan panitia yang disebut dengan Panitia Pembentukan Organisasi Tentara Nasional.

Panitia itu dipimpin sendiri oleh Presiden Soekarno. Mulai pada tanggal 3 Juni 1947 secara resmi diakui berdirinya TNI sebagai penyempurna dari TRI.

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Latar Belakang Berdirinya Tentara Keamanan Rakyat ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya.

Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂 Berikut Artikel Terkait Lainnya • Upaya Untuk Mematuhi Kode Etik Profesi • Kode Etik Profesi dan Hukum Positif • Kode Etik Dalam Etika Profesi • Bisnis Sebagai Profesi Etis • Bisnis Sebagai Profesi Etis • Pengaruh Fashion Involvement Terhadap Impulse Buying • Profesi dan Organisasi Profesi Kategori Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr.

Tag 16 divisi tkr, alasan dibentuknya bkr bukan tentara, badan keamanan rakyat, berikut latar belakang pembentukan tentara rakyat kecuali, bina keluarga remaja, bkr adalah, dampak pembentukan komite van aksi, isi maklumat pemerintah pada tanggal 5 oktober 1945 tentang pembentukan tkr, jelaskan mengenai peristiwa palagan ambarawa, kemanan indonesia, kemerdekaan, knil adalah, komite aksi para pemuda, kronologi bkr menjadi tni, latar belakang perubahan tri menjadi tni pada tanggal 3 juni 1947 adalah, latar belakang terbentuknya tkr, latar belakang terbentuknya tkr 5 oktober 1945, makalah sejarah tkr, maklumat pemerintah 16 oktober 1945, pertempuran ambarawa, proklamasi, sejarah berdirinya tkr, sejarah singkat terbentuknya tni, sidang ppki, soekarno, tentara keamanan rakyat, tentara republik indonesia, terbentuknya tkr, terbentuknya tni, tkr, tni, tri adalah, tugas bkr, tugas knip adalah, tujuan didirikannya putera oleh jepang adalah Navigasi Tulisan Tentara Keamanan Rakyat dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 melalui maklumat Pemerintah, dan ini juga merupakan tanggal kelahiran TNI.

Semula yang ditunjuk menjadi pimpinan tertinggi TKR adalah Supriyadi, pimpinan perlawanan Peta di Blitar (Februari 1945), dan sebagai Menteri Keamanan Rakyat ad interim diangkat Muhammad Surjoadikusumo, mantan Daidanco Peta. Akan tetapi, Supriyadi yang telah ditunjuk sebagai pimpinan tertinggi TKR belum juga muncul sehingga di kalangan TKR merasa perlu segera mengisi kekosongan tersebut. Dalam konferensi TKR di Jogjakarta pada tanggal 12 Nopember 1945, Kolonel Soedirman, Panglima Divisi V Banyumas t erpilih menjadi pimpinan tertinggi TKR.

Pengangkatan Kolonel Soedirman dalam jabatan terlaksana setelah selesainya perang di Ambarawa. Terpilihnya Soedirman merupakan titik tolak perkembangan organisasi kekuatan pertahanan keamanan. Pada bulan Januari 1946, TKR berubah menjadi Tentara Rakyat Indonesia (TRI). Pada bulan Juni 1947 nama TRI berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sampai dengan pertengahan 1947, bangsa Indonesia telah berhasil menyusun, mengonsolidasikan dan sekaligus mengintegrasikan alat pertahanan dan keamanan.

TNI bukanlah semata-mata alat negara atau pemerintah, melainkan alat rakyat, alat “revolusi” dan alat bangsa Indonesia Adapun perkembangan Tentara Keamanan Rakyat adalah sebagai berikut. • Pada tanggal 7 Januari 1946, pemerintah mengubah nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat.

Kemudian Kementerian Keamanan Rakyat menjadi Tentara Republik Indonesia. • Tanggal 24 Januari 1945, Tentara Keselamatan Rakyat (TKR) berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Pergantian nama itu dilatarbelakangi oleh upaya mendirikan tentara kebangsaan yang percaya pada kekuatan sendiri. • Pada tanggal 5 Mei 1947, presiden mengeluarkan dekret guna membentuk suatu panitia yang ia pimpin sendiri dengan nama Panitia Pembentukan Organisasi Tentara Nasional Indonesia.

Panitia tanggal 5 Mei 1947 tersebut beranggotakan 21 orang dari berbagai pimpinan laskar yang paling berpengaruh. Pada tanggal 3 Juni 1947 keluar sebuah penetapan yang menyatakan bahwa TRI berganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pergantian nama itu dilatarbelakangi oleh upaya mereorganisasi tentara kebangsaan yang benar-benar profesional.
Tentara Keamanan Rakyat Didirikan 5 Oktober 1945 Dibubarkan 26 Januari 1946 (diubah namanya menjadi Tentara Republik Indonesia) Markas besar Yogyakarta Kepemimpinan Menteri Pertahanan Amir Sjarifoeddin [1] Panglima Besar Jenderal Soedirman Artikel terkait Operasi militer Perang Kemerdekaan Indonesia Pertempuran 10 November 1945 Palagan Ambarawa Jenjang pangkat Pangkat Tentara Keamanan Rakyat Tentara Keamanan Rakyat (atau biasa disingkat dengan TKR) adalah sebuah urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr angkatan perang pertama yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia, setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

TKR dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 berdasarkan maklumat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

[2] TKR dibentuk dari hasil peningkatan fungsi Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang sudah ada sebelumnya dan tentara intinya diambil dari bekas PETA.

[3] Pembentukan angkatan perang ini bertujuan untuk mengatasi situasi yang mulai tidak aman, akibat kedatangan kembali tentara sekutu ke Indonesia setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. TKR terdiri dari TKR Darat, TKR Laut dan TKR Jawatan Penerbangan yang semuanya berasal dari perubahan BKR Darat, BKR Laut dan BKR udara. Untuk memperluas fungsi ketentaraan dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keamanan rakyat Indonesia, pemerintah Indonesia kemudian mengganti nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat pada tanggal 7 Januari 1946 berdasarkan Penetapan Pemerintah No.2/SD 1946.

Daftar isi • 1 Pembentukan • 1.1 Pembentukan TKR Laut • 1.2 Pembentukan TKR Jawatan Penerbangan • 2 Struktur organisasi • 3 Kepangkatan • 4 Panglima pertama • 5 Referensi • 6 Pranala luar Pembentukan [ sunting - sunting sumber ] Pada tanggal 5 Oktober 1945 pemerintah mengeluarkan maklumat yang berisi tentang pembentukan tentara kebangsaan.

Wakil Presiden Mohammad Hatta lalu memanggil bekas perwira KNIL, Mayor Oerip Soemohardjo ke Jakarta untuk urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr organisasi tentara. [4] Sebelumnya, pada tanggal 19 Agustus 1945, melalui sidang kedua PPKI, pemerintah mengangkat Soeprijadi, seorang tokoh pemberontakan PETA di Blitar, untuk menjadi Menteri Keamanan Rakyat, dan Wakil Presiden Mohammad Hatta kemudian mengangkat Oerip menjadi Kepala Staf Umum TKR dengan pangkat Letnan Jenderal.

[5] Markas TKR pertama, terletak di Gondokusuman, Yogyakarta; saat ini menjadi Museum Dharma Wiratama Pada tanggal 9 Oktober 1945, Komite Nasional Indonesia Pusat mengeluarkan seruan mobilisasi TKR yang isinya menyerukan kepada seluruh pemuda rakyat Indonesia baik yang belum maupun yang sudah pernah memperoleh latihan militer, untuk mendaftarkan diri sebagai anggota TKR. Pada tanggal 14 Oktober 1945 para perwira bekas KNIL bangsa Indonesia, mengeluarkan penyataan kepada pemerintah Indonesia dan Komite Nasional Indonesia Pusat, bahwa para perwira tersebut berdiri di belakang pemerintah Indonesia dan siap menerima perintah apapun.

[2] Pada tanggal 20 Oktober 1945 pemerintah mengangkat Suprijadi sebagai Pimpinan Tertinggi TKR dan Oerip Soemohardjo sebagai Kepala Staf Umum. Tetapi Suprijadi tidak pernah muncul untuk menduduki jabatannya. Setelah Mayor Oerip diangkat sebagai Kepala Staf Umum dengan pangkat Letnan Jenderal, Oerip dengan segera menyusun organisasi Markas Tertinggi TKR (MT-TKR), meniru Departemen Peperangan Hindia Belanda.

[5] Kemudian disusun juga organisasi Markas Besar Umum (MBU) yang merupakan bagian Markas Besar Tertinggi TKR. Awalnya Markas Tertinggi TKR ditetapkan di Purwokerto, tetapi berdasarkan saran dan pertimbangan strategi dari Oerip, markas tertinggi kemudian dipindahkan ke Yogyakarta. [6] Purwokerto terletak di daerah yang lebarnya kira-kira 100 km, sedangkan Yogyakarta terletak di daerah yang jauh lebih luas.

Pembentukan TKR Laut [ sunting - sunting sumber ] Setelah pemerintah mengeluarkan maklumat tanggal 5 Oktober 1945 tentang pembentukan TKR, maka secara otomatis BKR Laut juga ikut mengubah dirinya menjadi TKR Laut. Secara resmi nama TKR Laut disahkan pada tanggal 15 November 1945. [7] Markas TKR Laut juga dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta.

Untuk menciptakan keseragaman organisasi TKR, dilangsungkan pula perundingan antara pimpinan-pimpinan TKR Laut yaitu Mas Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr, Mohammad Nazir, Sumarno, RE Martadinata, dan R Suardi dengan Oerip Soemohardjo selaku Kepala Staf Umum TKR. Hasil dari perundingan ini pada tanggal 1 Desember 1945, dibentuk Markas Tertinggi TKR Laut dan Mas Pardi ditetapkan sebagai sebagai Kepala Staf Umum TKR Laut dengan pangkat Laksamana III. [7] Hasil perundingan juga diputuskan pembentukan divisi TKR Laut yang terdiri dari Divisi I Jawa Barat yang bermarkas di Cirebon, Divisi II Jawa Tengah yang bermarkas di Purworejo, Divisi III Jawa Timur yang bermarkas di Surabaya.

Sementara itu pembentukan TKR Laut di Sumatra berlangsung dengan cepat. Pada minggu kedua bulan Oktober 1945, sudah terbentuk kesatuan TKR Laut di kota Tanjung Karang, Palembang, Padang, Sibolga dan Medan.

Pembentukan TKR Jawatan Penerbangan [ sunting - sunting sumber ] Maklumat Pemerintah No.6 tanggal 5 Oktober 1945 mengharuskan TKR bertanggung jawab atas seluruh ketertiban dan keamanan baik di darat, di laut dan di udara.

Oleh karena itu pertanggungjawaban dan wewenang atas pangkalan-pangkalan udara dan urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr perlengkapan yang telah berhasil direbut dari Jepang, langsung berada di bawah kekuasaan TKR. Pada tanggal 12 Desember 1945, Markas Tertinggi TKR mengeluarkan pengumuman yang menyatakan dibentuknya bagian penerbangan sebagai bagian dari Markas Besar Umum. [8] Dengan demikian semua bagian penerbangan di seluruh Indonesia, termasuk prajurit dan pegawai pangkalan berada di bawah komando Kepala TKR Bagian Penerbangan yang berkedudukan di Markas Besar Umum.

Soerjadi Soerjadarma dan Soekarmen Martodisoemo masing-masing diangkat sebagai Kepala dan Wakil Kepala TKR Jawatan Penerbangan. [8] Struktur organisasi [ sunting - sunting sumber ] Pada urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr pertama disusun struktur organisasi TKR terdiri dari tiga bagian yaitu Markas Tertinggi TKR, Markas Besar Umum TKR yang terdiri dari bagian-bagian (administrasi, keuangan, persenjataan, perhubungan, kesehatan, urusan kereta api, pendidikan, perlengkapan, penyelidikan) dan Komandemen yang terdiri dari empat komandemen (komandemen I Jawa Barat, Komandeman II Jawa Tengah, Komandemen II Jawa Timur dan Komandeman Sumatra).

[9] Tanggal 12 Desember 1945 dibentuk bagian penerbangan di bawah kedudukan Markas Besar Umum. Komandemen TKR Komandan Lokasi Markas Besar Komandemen Djawa Barat Djenderal Major Didi Kartasasmita ?, Jawa Barat Komandemen Djawa Tengah Djenderal Major Sudibjo Djenderal Major Surachmat ?, Jawa Tengah Komandemen Djawa Urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr Djenderal Major Mustopo Djenderal Major Muhammad Mangundiprodjo ?, Jawa Timur Komandemen Sumatra Djenderal Major Suhardjo Hardjowardojo ?, Sumatra Satuan tempur dibawah komandemen Nama Markas Komandan Subordinat kepada Divisi I TKR Serang Kolonel K.H.

Syam'un Komandemen Djawa Barat Divisi II TKR Linggardjati Kolonel Asikin Komandemen Djawa Barat Divisi III TKR Bandung Kolonel Arudji Kartawinata Kolonel A.H. Nasution Komandemen Djawa Barat Divisi IV TKR Salatiga Kolonel (Djenderal Major) G.P.H.

Djatikusumo Komandemen Djawa Tengah Divisi V TKR Purwokerto Kolonel R. Soedirman Kolonel Sutirto Komandemen Djawa Tengah Divisi IX TKR Yogyakarta Kolonel R.P. Sudarsono Komandemen Djawa Tengah Divisi X TKR Surakarta Kolonel Sutarto Komandemen Djawa Tengah Divisi VI TKR Kediri Kolonel Sudiro Komandemen Djawa Timur Divisi VII TKR Modjokerto Djenderal Major Jonosewojo Kolonel Soengkono Komandemen Djawa Timur Divisi VIII TKR Malang Djenderal Major Imam Soedja’i Komandemen Djawa Timur Divisi I TKR Sumatra Lahat Kolonel Maludin Simbolon Kolonel Barlian Komandemen Sumatra Divisi II TKR Sumatra Palembang Kolonel M.

Nuh Kolonel Hasan Kasim Kolonel Bambang Utojo Komandemen Sumatra Divisi III TKR Sumatra Bukittinggi Kolonel Dahlan Djambek Komandemen Sumatra Divisi IV TKR Sumatra Medan Kolonel Achmad Tahir Kolonel Hopman Sitompul Komandemen Sumatra Divisi V TKR Sumatra Bireuen Kolonel Sjamaun Gaharu Komandemen Sumatra Divisi VI TKR Sumatra Sibolga Kolonel Mohammad Din gelar Sinar Terang Komandemen Sumatra Satuan tempur dibawah organisasi lain Nama Markas Komandan Subordinat kepada TKR Laut Djawa Barat Tjirebon Laksamana III Adam TKR Laut TKR Laut Djawa Tengah Poerworedjo Laksamana III Mohammad Nazir TKR Laut TKR Laut Djawa Timur Soerabaja Laksamana III A.R.

Aris TKR Laut Kepangkatan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Kepangkatan Tentara Nasional Indonesia Berdasarkan Surat Perintah Kepala Markas Tertinggi TKR (MTTKR) tanggal 5 November 1945 yang ditandatangani oleh Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo sebagai Kepala Staf Markas Besar Umum, dikeluarkan sebuah maklumat yang mengatur dan menginstruksikan tentang seragam dan tanda-tanda Tentara Keamanan Rakyat.

Karena suasana saat itu masih sangat kekurangan, MTTKR memerintahkan para komandan di Jawa dan Madura untuk memperlengkapi sendiri seragam-seragam untuk para prajurit. Dalam maklumat tersebut diperintahkan bahwa warna seragam tidak diharuskan sama, tetapi tanda pangkat kemiliteran diharuskan sama di seluruh barisan TKR.

[10] Panglima pertama [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Panglima Tentara Nasional Indonesia Sampai dengan awal bulan November 1945, TKR tidak memiliki pimpinan tertinggi karena Suprijadi tidak pernah muncul untuk menduduki jabatannya. Maka untuk memilih pimpinan tertinggi, TKR mengadakan sebuah konferensi pada tanggal 12 November 1945 di Yogyakarta. Di bawah pimpinan Kepala Staf Umum TKR, dilakukan pemilihan Pimpinan Tertinggi TKR. Yang menghadiri pertemuan itu adalah para panglima divisi dan komandan resimen.

Hadir pula Paku Buwono XII, Hamengku Buwono IX, Mangkunegoro VIII dan Paku Alam VIII. [11] Dalam konferensi itu terpilih Panglima Divisi V Komandeman Jawa Tengah, Kolonel Soedirman sebagai Pemimpin Tertinggi TKR. Pada tanggal 18 Desember 1945, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengesahkan pengangkatan Soedirman menjadi Panglima Besar TKR dengan pangkat Jenderal.

Referensi [ sunting - sunting sumber ] Catatan kaki • ^ "Profil Kabinet Sjahrir I". Seskab.go.id. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-01-02. Diakses tanggal 2 Januari 2014.

• ^ a b Sejarah TNI jilid I 2000, hlm. 17. • ^ Rahardjo 1995, hlm. 67. • ^ Hatta 2011, hlm. 112. • ^ a b Sejarah TNI jilid I 2000, hlm. 18. • ^ Hatta 2011, hlm. 113. • ^ a b Sejarah TNI jilid I 2000, hlm. 25. • ^ a b Sejarah TNI jilid I 2000, hlm. 30. • ^ Sejarah TNI jilid I 2000, hlm. 18-25. • ^ Nasution 1963, hlm. 131-134. • ^ Sejarah TNI jilid I 2000, hlm. 24. Daftar pustaka • Rahardjo, Pamoe (1995). Badan Keamanan Rakyat (BKR). Cikal Bakal Tentara Nasional Indonesia. Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA).

• TNI, Markas Besar (2000). Sejarah TNI Jilid I (1945-1949). Jakarta: Pusat Sejarah Dan Tradisi TNI. ISBN 979-9421-01-2. • Nasution, A.H (1963). Tentara Nasional Indonesia, Jilid I, Cetakan II. Bandung: Ganeco N.V. • Hatta, Mohammad (2011). Untuk Negeriku Menuju Gerbang Kemerdekaan, Sebuah Otobiografi.

Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-709-540-6. • Nasution, A.H (1991). Sekitar perang kemerdekaan Indonesia. Bandung: Penerbit Angkasa Bandung dan Dinas Sejarah AD. • Ananta Noor, Pramoedya (2003). Kronik revolusi Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

ISBN 979-9023-27-0. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Sejarah pada situs web Tentara Nasional Indonesia • Halaman ini terakhir diubah pada 22 April 2022, pukul 05.18. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
TRIBUNJAMBI.COM - Peringatan HUT ke-17 TNI itu tak terlepas dari sejarah panjang TNI sejak 5 Oktober 1945.

Berikut Sejarah TNI diawali dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) hingga sekarang dilansir Tribunjogja.com dari tni.mil.id : TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

• Total Denda Razia Masker di Kota Jambi Capai Rp 100 Jutaan • Nia Ramadhani Jadi Juri Pemilihan Angels Untuk Ajang Tinju, Ardi Bakrie : Kamu Sayang Ngak Sama Aku • Download Lagu MP3 Nella Kharisma 24 Lagu Terbaru Oktober 2020, Ada Video Dangdut Koplo Via Vallen Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden mengesahkan dengan resmi berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada saat-saat kritis selama Perang Kemerdekaan (1945-1949), TNI berhasil mewujudkan dirinya sebagai tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional. Dari dalam negeri, TNI menghadapi rongrongan-rongrongan baik yang berdimensi politik maupun dimensi militer.

Tantangan dari luar negeri yaitu TNI dua kali menghadapi Agresi Militer Belanda yang memiliki organisasi dan persenjataan yang lebih modern. Sadar akan keterbatasan TNI dalam menghadapi agresi Belanda, maka bangsa Indonesia melaksanakan Perang Rakyat Semesta dimana segenap kekuatan TNI dan masyarakat serta sumber daya nasional dikerahkan untuk menghadapi agresi tersebut.

Dengan demikian, integritas dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dapat dipertahankan oleh kekuatan TNI bersama rakyat. Sesuai dengan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB), pada akhir tahun 1949 dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu, dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya.

Pada bulan Agustus 1950 RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan. APRIS pun berganti nama menjadi Angkatan Perang RI (APRI). Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950-1959, mempengaruhi kehidupan TNI. Campur tangan politisi yang terlalu jauh dalam masalah intern TNI mendorong terjadinya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengakibatkan adanya keretakan di lingkungan TNI AD.Pada awal kemerdekaan Indonesia, situasi dalam negeri masih diliputi dengan kekhawatiran akan kedatangan kembali musuh.

Situasi yang demikian membuat para pemimpin Indonesia melihat perlunya adanya tentara reguler dengan garis komando yang jelas dan dan terkendali. Oleh karena itu dibentuklah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kita kenal sekarang ini. Latar Belakang Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat Kedatangan sekutu di akhir September 1945 ke Indonesia membuat pemerintah harus bergerak cepat untuk menciptakan keamanan.

Atas sebab itu, Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang telah dibentuk dalam sidang ketiga PPKI (22 Agustus 1945) dihapuskan dan Presiden Soekarno menugaskan mantan mayor KNIL, Urip Sumaharjo, menyusun konsep tentara reguler. Kemudian, melalui maklumat pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, Presiden Soekarno mengumumkan pendirian TKR.

Maklumat singkat itu berbunyi sebagai berikut: Untuk memperkuat perasaan keamanan umum, maka diadakan satu Tentara Keamanan Rakyat. Jakarta, 5 Oktober 1945 Presiden Republik Indonesia Soekarno Letnan Jenderal Urip Sumoharjo Panglima Besar TKR Setelah keluarnya mandat tersebut, segera berdiri Markas Tertinggi TKR di Yogyakarta yang disusun menurut Departemen Peperangan masa Belanda.

Tiap kepala bagian MT TKR ini mengangkat dirinya menjadi jenderal, seperti Jenderal Kaprawi untuk administrasi, Jenderal Notoatmojo sebagai Wakil Kepala Markas Besar Umum, Jenderal Arifin untuk keuangan, dsb. Sama halnya dengan di Jawa, di Sumatra pun berlangsung pembentukan TKR.

Pada akhir Desember 1945, Dokter A.K. Gani mendapat pengangkatan dari Menteri Pertahanan sebagai Koordinator TKR di Sumatra. Ia lalu membentuk Markas Besar Umum TKR di Sumatra dan menyerahkan pimpinan itu kepada Suharjo Harjowardoyo selaku kepala Polisi daerah Lampung dengan usulan pangkat Jenderal Mayor.

Sebagai Kepala Staf Markas Besar Umum diangkat Mohammad Nuh dengan pangkat kolonel. Pada perkembangan selanjutnya, TKR beberapa kali berganti nama.

Pada 5 Januari 1946, nama Tentara Keamanan Rakyat diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Perubahan itu diikuti dengan pergantian nama Menteri Keamanan menjadi Menteri Pertahanan. Namun, perubahan nama itu tidak bertahan lama, karena dua hari berikutnya atau 7 januari 1946 terjadi perubahan nama kembali menjadi Tentara Rakyat Indonesia (TRI).

Hingga akhirnya pada tanggal 3 Juli 1947 berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dikenal sampai saat ini. Permasalahan pada Masa Awal Pendirian Tentara Keamanan Rakyat Pada awal pendiriannya, Tentara Republik Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan rivalitas antara mantan perwira KNIL dan mantan perwira Peta, terutama dalam pemilihan komandan dan pimpinan. Walaupun jumlah keseluruhan mantan perwira KNIL jauh di bawah mantan perwira Peta, dalam jabatan pimpinan jumlah mantan perwira KNIL yang menjadi pimpinan di tubuh TNI cukup menonjol.

Persaingan antara mantan KNIL dan Peta menyebabkan sebagaian dari mereka tidak mengakui instruksi dan mandat yang dipegang Letnan Jenderal Urip dan hanya melihatnya selaku Kepala Markas Besar Umum, bukan sebagai seorang panglima besar. Rivalitas ini juga tergambarkan pada tanggal 12 November 1945 di Yogyakarta.

Saat itu sedang diadakan rapat pimpinan tertinggi militer yang dihadiri oleh hampir seluruh komandan divisi, kecuali pimpinan militer Jawa Timur yang sedang bertempur melawan tentara Inggris. Secara demokratis diadakan pemilihan Panglima Besar Angkatan Darat. Kolonel Sudirman, Komandan Divisi V (Kedu, Banyumas) menang dengan suara urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr atas Urip Sumoharjo.

Dengan demikian, Sudirman menjadi Panglima Besar Angkatan Perang. Sudirman yang waktu itu berumur 30 tahun adalah mantan Daidancho (komandan Batalyon) Peta di Kroya.

urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr

Selain rivalitas antara mantan anggota Peta dan KNIL. Permasalahan yang timbul pada awal pendirian Tentara adalah pada kepangkatan. Hal ini dikarenakan pada awal pembentukan tentara semua orang yang memiliki anak nbuah menentukan pangkatnya sendiri, bahkan tidak tanggung-tanggung, banyak yang mengangkat dirinya sendiri menjadi mayor jenderal atau laksamana. Kondisi ini bisa terjadi karena pada awal pendiriannya tentara belum terlalu mengenal kepangkatan secara terstruktur. Oleh karena itu pada tahun 1948, diadakan reorganisasi dan rasionalisasi (Re-Ra) di tubuh TNI.

Sekaligus meleburkan semua laskar yang ada ke dalam TNI. Kepangkatan juga disesuaikan dengan wewenang yang dimiliki seseorang. Dapat dikatakan semua perwira dan bintara mengalami penuruan pangkat.

BIBLIOGRAFI Hutagalung, Batara. R. Serangan Umum 1 Maret 1949. Yogyakarta: LKiS. Ibrahim, Julianto. 2014. Dinamika Sosial dan Politik Masa Revolusi Indonesia.

Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Maeswara, Garda. 2010. Sejarah Revolusi Indonesia 1945-1950. Yogyakarta: Narasi. Nasution, A. H. 1977. Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia Jilid 2: Diplomasi atau Bertempur. Bandung: Angkasa. Similar Posts: • Pertempuran Medan Area (1945) • Palagan Ambarawa (20 November-15 Desember 1945) • Pembantaian Massal di Mandor, Kalimantan Barat (1943-1944 M.) Pencarian Search for: Kategori • Filsafat Sejarah (2) • Kebudayaan (16) • Kerajaan-Kerajaan di Indonesia urutkan perkembangan tentara keamanan rakyat tkr • Sejarah Agama-Agama (6) • Sejarah Dunia (97) • Sejarah Indonesia (86) • Sejarah Islam (77) Postingan Terbaru • Sepak Terjang Tentara Afrika di Hindia-Belanda • Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) Muhammadiyah • Kehidupan Buruh di Tambang Batu Bara Ombilin Masa Kolonial • Biografi Christiaan Eijkman (1858-1930) • Bandit-Bandit di Jawa Masa Kolonial

Rangkuman Materi IPS Kelas 9 Bab 4: Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia




2022 www.videocon.com