Biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

1. Pengujian produk sering disebut istilah . A. Pengujian produsen B. Pengujian kualitas C. Pengendalian mutu D. Pengujian komparatif E. Pengendalian kualitas 2. Berikut yang merupakan kegunaan dari pengujian produk, kecuali .

A. Meningkatkan kinerja produk B. Mengukur efek penuaan kualitas produk dalam penyimpangan C. Memantau kualiatas produk dari tahun ke tahun D. Mendapat pasar konsumen E. Memberikan gambaran daya terima konsumen terhadap produk 3. Keunggulan prouduk dibanding para pesaingnya akan memiliki keuntungan dala beberapa hal berikut, kecuali . A. Membantu memperkuat pasang merek B. Memperbesar dampak positif dari semua aktivitas pemasaran C. Efisiensi proses produksi D. Memungkinkan pembelian berlanjut dari konsumen E.

Memuaskan pelanggan dan meminimalkan pengembalian produk 4. Peran pemerintah dalam pengujian produk, yaitu . A. Menetapkan peraturan perundang – undangan B.

Menetapkan standar produk sebelum proses produksi C. Ikut mengevaluasi perencanaan produksi sehingga sesuai standar D. Melibatkan penguji luar negri dallam meningkatkan mutu produksi dalam negeri E. Menerapkan standardisasi yang bersifat fakultarif. 5. Pengujian produk yang dilakukan oleh orang – orang yang nantinya produk tersebut akan digunakan disebut . A. Uji lingkungan nyata B.

Uji perbandingan C. Uji kegunaan nyata D. Uji pasar E. Uji konsumen nyata 6.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

Berikut persyaratan yang harus dipenuhi agar pengujian produk akurat dan dapat diterapkan, kecuali . A. Pendekatan sistem B. Data normatif C. Perusahaan penelitian yang sama D. Populasi sampel yang relavan E. Variabel kepuasan konsumen 7. Metode pengujian produk yang sering digunakan untu menekan biaya pengujian produk, yaitu .

A. Monadic testing B. Sequential monadic desaign C. Paired comparison designs D. Protimonadic designs E. Paired monadic testing 8. Sifat dari metode pengujian paired comparison designs, yaitu .

A. Mencoba dua jenis produk dan menilainya secara berurutan B. Mencoba produk dan menilainya C. Membandingkan produk dengan produk lain D. Menguji perubahan produk dan untuk pengujian yang kompetitif E. Penilaian produk pertama lebih teliti dari produk kedua 9. Metode pengujian produk yang menggambarkan proses pemilihan konsumen sebenarnya adalah . A.

Monadic testing B. Sequential monadic designs C. Biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya comparison designs D. Protimonadic designs E. Paired monadic testing Download juga Buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI SMK 10. Kelemahan dari metode sequential monadic adalah .

A. Membutuhkan biaya tinggi B. Kurang mencerminkan pemakian produk dalam kehidupan sehari – hari C. Tidak mampu memberikan pengukuran tunggal yang akurat D. Peniliaian pada produk yang diuji pertama akan lebih teliti dari produk kedua E. Hanya dapat digunakan untuk menguji perubahan produk 11. Proses menyatukan dua komponen atau lebih menjadi bentuk akhir produk adalah . A. Merakit B. Menyambung C. Meramu D. Menyusun E. Mendesain 12. Berikut yang termasuk prinsip proses perakitan, kecuali .

A. Pasangkan semua bagian komponen menjadi suatu produk B. Proses pengencangan C. Pemberian nama label D. Proses inpeksi dan pengujian fungsional E. Proses standardisasi dan evaluasi produk 13. Metode perakita antarkomponen dengan langkah yang berurutan, yaitu . A. Keseimbangan B. Cascade C. Knock down D. Perakitan dengan pemilihan E.

Perakitan dapat ditukar – tukar 14. Proses penyambungan komponen pada metode keseimbangan menggunakan . A. Riveting B. Jug screw C. Spot welding D. Press fits E. Threaded fasteners 15. Pada metode perakitan individual, proses pemasangan komponen dilakukan secara . A. Bersamaan dan acak B. Berurutan sesuai dengan pasangannya C.

Acak tanpa urutan D. Sesuai dengan ukurannya E. Sendiri – sendiri tanpa memperhatikan pasangannya 16. Metode perakitan yang smua komponennya diuat secara massal dan menurut standar tertentu adalah . A. Perakitan dengan pemilihan B. Perakitan secara individual C. Perakitan yang dapat ditukar – tukar D. Perakitan cascade E. Perakitan knock down 17.

Perhatikan beberapa komponen berikut! (1) Sekrup (2) Las (3) Spot Welding (4) Penyolderan (5) Brazing Pada perakitan threaded fasteners, komponen dirakit dengan menggunakan . A. (1) B. (2) dan (3) C. (2) dan (4) D. (3) E. (3), (4), dan (5) 18. Perhatikan suhu dibawah ini!

(1) 150° C (2) 250° C (3) 300° C (4) 350° C (5) 450° C Suhu yang dibutuhkan untuk mencairkan logam pengisi sambungan pada proses brazing, yaitu . A. (1) B. (1), (2), dan (3) C. (2) dan (4) D. (2) dan (3) E. (5) 19. Berikut ini yang termasuk kegunaan dari peta proses perakitan, yaitu . A. Mengidentifikasi kualitas produk rakitan B. Mengetahui aliran bahan C. Mengetahui jumlah kegiatan yang dialami oleh bahan D. Alat analisis untuk mengidentifikasi tempat yang tidak efisien E.

Alat untuk memperbaiki tata letak dan metode kerja 20. Labang – lambang terletak dengan arah vertikal pada peta proses perakitan, yaitu . A. Terjadinya perubahan proses dan akhir proses B. Terjadinya perubahan proses dan perpindahan tempat C. Tidak ada perubahan proses dan merupakan akhir proses D. Tidak ada perubahan proses dan perpindahan tempat E.

Arah aliran material Download juga Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan Promosi dan Media Promosi 21. Berikut yang termasuk fungsi dari perencanaan produksi adalah .

A. Menjamin rencana pengujian produk B. Alat untuk memonitor hasil prduksi C. Mengukur kapasitas tenaga kerja D. Meminimalkan produktivitas E. Meminimalkan inventarisasi pabrik 22. Perencanaan produksi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar memerlukan kegiatan .

A. Analisis pangsa pasar B. Evaluasi produk C. Survei selera konsumen D. Perhitungan jumlah produk E. Analisis distribusi 23. Faktor – faktor yang berada dalam kekuasaan pimpinan perusahaan disebut . A. Faktor internal B. Faktor internal C. Humanitas D. Manajerial E. Kebijakan dalam 24. Penelitian proses produksi bertujuan untuk . A. Memperbaiki terhadap proses produksi yang sedang berjalan B. Perbaikan prduk yang sudah ada C.

Mencari gagasan dalam pengembangan produk D. Menguji proses poduksi E. Melihat tingkat kelayakan finansial produk 25. Berikut yang termasuk kegiatan menetapkan skala produksi, kecuali .

A. Penetapan waktu B. Penetapan kualitas produk C. Menghitung keperluan biaya D. Penetapan peralatan E. Penetapan persediaan bahan baku 26. Biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut biaya . A. Pencegahan B. Kegagalan C. Pengkajian D. Keharusan E.

Pengembangan 27. Pendekatan total quality management pertama kali diterapkan pada tahun . A. 1968 B. 1998 C. 1986 D. 1970 E. 1980 28. ISO 9001 merupakan ISO yang membahas . A. Pengendalian mutu produk B.

Keamanan produk C. Aspek produk dalam kaitannya dengan lingkungan D. Tata cara mengubah limbah produk E. Perusahaan dalam hubungannya dengan kepegawaian 29. Pengertian kreativitas dalam kaitannya dengan pengendalian mutu adalah . A. Hubungan kegiatan perusahaan dan produk yang dihasilkannya dengan kebutuhan masyarakat pengguna yang menjadi target kegiatan B. Kesesuaian perencanaan dengan hasil yang dicapai, atau ketetapan sistem, metode, dan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan produk yang direncanakan C.

Kemampuan mengadakan inovasi, pembaruan, atau menciptakan sesuatu yang sesuai dengan perkembangan zaman, termasuk kemampuan evaluasi diri D. Kemampuan perusahaan memberikan pelayanan sepenuh dan setulus hati kepada semua khalayak sasaran E. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan produk perangkat keras yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna 30. Berikut yang termasuk elemen produksi suatu produk, kecuali .

A. Pengendalian B. Manajemen pekerjaan C. Proses produksi D. Performa pekerjaan E. Pengujian produk Download juga Silabus Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 B. Jawablah soal – soal berikut dengan benar! 1. Jelaskan sifat produksi massal! 2. Sebutkan keuntungan produksi massal! 3. Tuliskan kegiatan dari perencanaan produksi menurut Sukaria Sumalingga! 4. Uraikan hal – hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan perakitan pada proses produksi agar produk yang dihasilkan berkualitas baik!

5. Ditinjau dari cara kerjanya, keseimbangan lintasan perakitan dapat dibedakan menjadi sistem tradisional dan sistem manufaktur. Jelaskan perbedaan dari kedua sistem tersebut!

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Benchmark! 7. Jelaskan apa yang dimaksud ketahanan produk! 8. Sebutkan tujuan pengujian produk! 9. Sebutkan indikator keberhasilan pengendalian mutu! 10. Jelaskan pengertian pengendalian mutu! Soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII SMK pilihan ganda dan esay.

A. Pilihlah jawaban yang benar! 1. Fase paling awal dalam merencanakan produksi massal adaah . A. Mengidentifikasi peluang B. Mengupulkan pekerja C. Menambah karyawan D. Mendiskusikannya dengan kolega E. Menerapkan strategi bersaing 2. Nama lain dari kapasitas adalah . A. Input B.

Output C. Throughtput D. Process E. Deliberate action 3. Pernyataan berikut yang merupakan kerugian dalam penerapan sistem produksi kontinu, kecuali . A. Terdapatan kesukaran untuk menghadapi perubahan produk yang diminta oleh konsumen atau pelanggan B.

Proses produksi mudah terhenti karena apabila terjadi kemacetan di suatu tempat/tingkat proses (diawal, ditengah atau dibelakang), maka kemungkinan seluruh proses produksi akan terhenti C. Terdapat kesukaran dalam menghadapi perubahan tingkat permintaan karena biasanya tingkat produksi akan terhenti D.

Dapat diperoleh tingkat biaya produksi per unit (unit production cost) yang rendah E. Dapat diperoleh tingkat biaya produksi per unit (unit production cost) yang tinggi 4. Metode dalam lini perakitan yang mampu menghasilkan solusi optimal disebut dengann metode . A. Matematis B. Sosial C. Ekonomis D. Probabilistik E.

Peluang 5. Metode dalam keseimbangan lintas perakitan terdiri dari . A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 6. Pihak produsen hardware merakit produk dengan menggunakan komponen asli. Fase ini dinamakan dengan fase . A. Tooling B. EVT C. DVT D. PVT E. Line balancing 7.

Berikut keuntungan penerapan metode bongkar pasang, kecuali . A. Memudahkan dalam memobilitas atau transportasi B. Memudahkan untuk proses perawatan atau penggantian komponen bagian – bagian dalam C.

Memudahkan dalam operasional pekerjaan D. Kontruksi menjadi lebih sederhana E. Mudah bocor 8. Hal berikut bukan merupakan alur dari rute produksi adalah . A. Operasi B. Operasi urutan C. Pusat – pusat kerja D. Sprptandar E. Bahan baku 9. ISO 9001 berkaitan dengan .

A. Pengendalian lingkungan B. Pengendalian mutu C. Transparansi anggaran D. Pencegahan korupsi E. Peyalahgunaan wewenang perusahaan Download juga Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan Perencanaan Produksi Massal 10. Prinsip kualitas dalam ISO 9001 terdiri dari . A. 5 B. 6 C. 7 D. 8 E. 9 11. Strategi yg digunakan perushaan pada tahap penurunan adalah . A. Promosi secara lancar B. Melakukan rabat C. Diversifikasi produk D. Mencari segmen baru E.

Menggarap relung pasar 12. Ciri utama perusahaan dalam tahap perkenalan adalah . A. Pertumbuhan penjualan sangat rendah B. Pertumbuhan penjualan sanagat tinggi C. Belum memerlukan dana eksternal untuk biaya ekspansi D. Perusahaan belum mengalami kerugian E. Perusahaan tidak mengambil risiko kerugian 13. Pada tahap pertumbuhan, perusahaan telah membuktikan . A. Produknya berkualitas B. Penantang pasar C. Mampu merebut segmen pasar D. Produk yang ditawarkan diterima di pasar E.

Memiliki eeuntungan yang tinggi 14. Jika perusahaan menunjukkan perkembangan ke arah yang bagus, karyawan akan memiliki motivasi untuk . A. Berkarier B. Naik gaji C. Mendirikan usaha D. Mencari perusahaan lain E. Berhenti 15. Hal berikut yang bukan ciri – ciri pemimpin yang efektif adalah . A. Strategis B.

Eksekutor C. Manajer talenta D. Pengembang SDM E. Diktator 16. Pada prinsipnya, kesalahan yang dilakukan bawahan atau karyawan mencerminkan kegagalan . A. Pemimpin B. Staf bawahan C. Sistem manajemen D. Perusahaan E. Peralatan 17. Seorang karyawan yang baik harus menunjukkan . A. Kepatuhan kepada pimpinan B. Kewibawaan C. Kinerja yang baik D. Pelayanan kepada pemimpin E. Kerapian dalam berpakaian 18. Kemampuan seseorang ditunjukkan oleh .

A. Tingkat keahlian B. Tingkat pendidikan C. Tingkat keterampilan D. Kerapian dalam berpakaian E. Kesopanan 19. Kinerja keuangan perusahaan pada dasarnya diperlukan sebagai alat ukur untuk mengukur .

A. Kesehatan perusahaan B. Keberhasilan laporan keuangan C. Penjualan yang bai D. Tingkat produksi yang tinggi E. Efisiensi produksi 20. Berkut yang bukan merupakan tujuan dari kegiatan penetrasi pasar, yaitu . A. Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar produ B.

Aman dari dominasi pertumbuhan pasar C. Restrukturisasi pasar yang matang oleh manuver dari komputer D. Menantang pasar pesaing E. Meningkatkan penggunaan oleh pelanggan yang ada 21. Hal berikut yang bukan termasuk lingkungan mikro dalam aspek pemasaran adalah .

A. Konsumen B. Pegawai C. Supplier D. Media E. Pemerintah 22. Langkah selanjutnya setelah Anda mampu menentukan dan memenuhi kebutuhan pelanggan adalah . A. Memilih pasar sasaran B. Memilih pangsa pasar khusus C. Menerapkan strategi untuk menghadapi pesaing D. Memberangus pesaing usaha E. Menambah kualitas barang Download juga Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan Perkembangan Usaha 23. Iklan yang dikemas seperti berita dinamakan . A. Iklan kolom B. Iklan advetorial C. Iklan displai D. Iklan elektronik E.

Iklan radio 24. Pernyataan berikut yang bukan termasuk kegiatan penetrasi pasar adalah . A. Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar produk ini B. Aman dari dominasi pertumbuhan pasar C.

Restruktrurasi pasar D. Meningkatkan penggunaan oleh pelanggan yang ada E. Mengikuti pameran 25.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

Kelompok produsen yang bertujuan menetapkan harga, membatasi suplay, dan kompetisi disebut. A. Pengusaha B. Kartel C. Konglomerasi D. Perusahaan induk E. Perusahaan cabang 26. Salon “Cantik” tahun 2017 pada pembukuannya memiliki data: Prive Rp.1.000.000,00 Laba usaha Rp.4.500.000,00 Modal awal Rp.12.500.000,00 Modal akhir salon tersebut adalah . A. Rp.17.000.000,00 B.

Rp.4.500.000,00 C. Rp.9.000.000,00 D. Rp.18.000.000,00 E. Rp.19.500.000,00 27. Harta sebuah perusahaan sebesar Rp.32.000.000,00, sedangkan kewajibannya sebesar Rp9.000.000,00. Jadi, besarnya modal perusahaan adalah . A. Rp.41.000.000,00 B. Rp. 32.000.000,00 C. Rp. 23.000.000,00 D. Rp.13.000.000,00 E. Rp.9.000.000,00 28. Pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau kelompok investor disebut . A. Go public B. Kartel C. Holiding company D. Merger E.

Akuisi 29. Perhatikan beberapa istilah berikut! (1) Manajemen jasa (2) Manajemen produksi (3) Manajemen perusahaan (4) Manajemen distribusi (5) Manajemen ekonomi Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan semua aktivitas yang dilakukan manjer untuk membantu perusahaan dalam menghasilkan barang adalah .

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

A. (2) dan (4) B. (2) saja C. (1) dan (3) D. (1), (2), dan (3) E. (5) saja 30. Perhatikan beberapa hal berikut! (1) Manufaktur yang ramping (2) Manufaktur yang stabil (3) Manufaktur yang fleksibel (4) Manufaktur yang baik (5) Manufaktur statis Mendesain mesin untuk melakukan banyak tugas sehingga mesin tersebut dapat menghasilkan beragam produk marupakan .

A. (1), (2), dan (3) B. (2) dan (4) C. (3) saja D. (1) dan (5) E. (5) saja B. Jawablah soal – soal berikut dengan benar! 1. Jelaskan yang disebut laporan keuangan! 2. Jelaskan tujuan khusus dari laporan keuangan menurut accounting principles board statement! 3. Jelaskan penggunaan laporan keuangan bagi pemberian pinjaman!

4. Dengan pertolongan saldo perkiraan buku besar PT Laris Jaya yang disajikan dibawah ini, hitunglah persentase biaya produksi tak langsung atas dasarr upah langsung. Pemakaian bahan baku . Rp10.080.000,00 Upah langsung . Rp8.400.000,00 Upah tak lansung . Rp2.058.000,00 Biaya peeliharaan pabrik . Rp1. 092.000,00 Penyusutan gedung dan mesin pabrik . Rp819.000,00 Biaya – biaya produksi ta langsung lainnya . Rp1.071.000,000 Berbagai biaya penjualan .

Rp1.680.000,00 Berbagai biaya umum dan administrasi . Rp2.520.000,00 Biaya bunga . Rp420.000,00 5. Neraca saldo disesuaikan yang disusun dari buku – buku Pabrik Kembang Gula pada akhir bulan juni 2017 memuat pos – pos berikut ini. Persediaan bahan baku (awal) . Rp9.269.000,00 Persediaan barang dalam proses (awal) . Rp2.576.000,00 Upah langsung . Rp23.800.000,00 Upah tak langsung . Rp8.890.000,00 Pembelian bahan baku .

Rp34.820.000,00 Biaya reparasi dan pemeliharaan . Rp840.000,00 Penerangan, air, dan tenaga listrik . Rp1.204.000,00 IPEDA dan asuransi pabrik . Rp1.064.000,00 Penyusutan gedung pabrik dan pemeliharaan . Rp2.671.000,00 Asuransi gedung pabrik . Rp336.000,00 Amortisasi paten atas produk yang diproduksi . Rp688.000,00 Biaya – biaya produksi tak langsung lainnya . Rp966.000,00 Selanjutnya diketahui pula hal berikut: a.

Persediaan bahan baku per juni 30 Juni 2018 Rp8.288.000 b. Dari bahan baku seharga Rp1.680.000,00 dan upah langsung sejumlah Rp2.800.000,00, dapat dimasukkan ke harga pokok barang dalam proses per 30 Juni 2018.

Hitunglah persentase biaya produksi tak langsung untu bulan Juni 208 yang didasarkan kepada biaya upah langsung. 6. Sebutkan salah satu aspek penting dalam Design for Manufacturing (DFM)! 7. Sebutkan faktor pendorong perkembangan usaha! 8. Sebutkan fakto penghambat perkembangan usaha! 9. Sebutkan tiga tahap perkembangan usaha! 10. Sebutkan dua aspek yang memengaruhi perkembangan usaha!

• ► 2022 (4) • ► Maret (4) • ► 2021 (22) • ► Desember (3) • ► November (1) • ► Oktober (1) • ► September (6) • ► Agustus (3) • ► Juli (2) • ► Juni (3) • ► Februari (2) • ► Januari (1) • ► 2020 (44) • ► November (1) • ► Oktober (1) • ► September (1) • ► Agustus (1) • ► Juli (2) • ► Juni (5) • ► Mei (4) • ► April (2) • ► Maret (8) • ► Februari (7) • ► Januari (12) • ▼ 2019 (64) • ▼ Desember (5) • Persyaratan dan Jalur Pendaftaran PPDB Tahun Pelaj.

• Silabus Sistem Pengendalian dan Otomatisasi Kelas . • Silabus Ilmu Bahan, Bahan Bakar dan Pelumas Kelas .

• Soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Produk Kreatif d. • Silabus Desain Busana Kelas XI SMK Revisi 2018 • ► November (5) • ► Oktober (4) • ► September (5) • ► Agustus (1) • ► Juli (5) • ► Juni (7) • ► Mei (9) • ► April (6) • ► Maret (3) • ► Februari (5) • ► Januari (9) • ► 2018 (145) • ► Desember (8) • ► November (14) • ► Oktober (20) • ► September (25) • ► Agustus (14) • ► Juli (16) • ► Juni (23) • ► Mei (6) • ► April (3) • ► Maret (1) • ► Februari (11) • ► Januari (4) • ► 2017 (41) • ► Desember (33) • ► November (8) Daftar isi • Pengertian Biaya Adalah • Pengertian Biaya Menurut Para Ahli • Unsur-Unsur Biaya • Jenis-Jenis Biaya • 1.

Biaya Tetap (Fixed Cost) • 2. Biaya Variabel (Variable Cost) • 3. Biaya Semivariabel (Mixed/ Semivariable Cost) • 4. Biaya Langsung (Direct Cost) • 5. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost) • 6. Biaya Intvestasi (Investment Cost) • 7. Biaya Operasi (Operational Cost) • 8.

Biaya Perawatan (Maintenance Cost) • 9. Biaya Total (Total Cost) Pengertian Biaya Adalah Apa yang dimaksud dengan biaya ( cost)? Secara umum, pengertian biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk melaksanakan suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang sesuai harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Pendapat lain mengatakan definisi biaya adalah sebuah bentuk pengeluaran yang dilakukan oleh suatu pihak, baik individu maupun perusahaan, untuk mendapatkan manfaat lebih dari tindakannya tersebut.

Biaya suatu tindakan merupakan pertimbangan dalam menentukan untung dan rugi sebuah usaha. Secara sederhana dalam bidang perdagangan, biaya adalah sejumlah uang yang dikeluarkan oleh sebuah biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya atau perorangan untuk membuat produk atau jasa. Biaya tersebut menyangkut semua hal yang memiliki nilai seperti biaya produksi, biaya perawatan dan sebagainya.

Nah, biaya ini akan dijadikan pertimbangan dalam menentukan harga jual produk tersebut. Baca juga: Biaya Produksi Pengertian Biaya Menurut Para Ahli Agar lebih memahami apa itu biaya, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini: 1. Henry Simamora Menurut Henry Simamora, pengertian biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat pada saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi.

2. Mulyadi Menurut Mulyadi, pengertian biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi, atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. 3. Masiyah Kholmi Menurut Masiyah Kholmi, pengertian biaya adalah pengorbanan sumber daya atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat di saat sekarang atau di masa yang akan datang bagi perusahaan.

4. F. Hernanto Menurut Hernanto, definisi biaya adalah sejumlah uang yang dinyatakan dari sumber-sumber ekonomi yang dikorbankan (terjadi atau akan terjadi) untuk mendapatkan sesuatu atau untuk mencapai tujuan tertentu. Baca juga: Pengertian Produksi Unsur-Unsur Biaya Di dalam biaya terdapat beberapa unsur yang membentuknya menjadi satu kesatuan.

Adapun unsur-unsur biaya adalah sebagai berikut: 1. Bahan Baku Langsung ( Direct Materials) Bahan baku langsung adalah bahan yang akan menjadi bagian dari barang hasil produksi. Jadi, biaya bahan baku adalah harga pokok bahan tersebut yang diolah dalam proses produksi (Mulyadi, 199:58) 2.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

Tenaga Kerja Langsung ( Direct Labour) Biaya tenaga kerja langsung adalah semua balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada semua karyawan sesuai dengan fungsi dimana karyawan ditempatkan (bekerja) pada perusahaan. Misalnya; bagian produksi, pemasaran, bagian administrasi, dan bagian umum.

4. Biaya Tidak Langsung ( Factory Overheat Cost) Biaya tidak langsung adalah biaya gabungan ( joint cost) atau biaya-biaya overhead untuk semua satuan output yang diproduksi. Baca juga: Jurnal Umum Jenis-Jenis Biaya Biaya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.

Mengacu pada pengertian biaya, adapun beberapa jenis biaya adalah sebagai berikut: 1. Biaya Tetap ( Fixed Cost) Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan dalam besaran yang tetap atau stabil. Biaya tetap ini keberadaannya tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan jumlah atau aktivitas produksi pada tingkat tertentu.

Jadi, biaya ini lebih dipengaruhi oleh sebuah kondisi dalam jangka panjang seperti pajak bumi dan bangunan, asuransi serta gaji karyawan. 2. Biaya Variabel ( Variable Cost) Biaya variabel merupakan biaya yang besarannya berubah-ubah tergantung pada volume kegiatan.

Jadi jika volume kegiatan mengalami peningkatan, maka biaya variabel juga akan naik. Hal ini akan berlaku sebaliknya jika volume kegiatan mengalami penurunan. Contoh biaya variabel dalam sebuah perusahaan yaitu bahan baku serta biaya periklanan. 3. Biaya Semivariabel ( Mixed/ Semivariable Cost) Biaya semivariabel merupakan sebuah pengeluaran yang memiliki elemen biaya tetap maupun variabel di dalamnya.

Biaya semivariabel ini akan mengalami perubahan ketika terjadi perubahan volume kegiatan. Akan tetapi, besarnya tidak selalu sebanding dengan perubahan volume. Biaya semi variabel meliputi biaya listrik, biaya air, serta telpon. 4. Biaya Langsung ( Direct Cost) Biaya langsung merupakan biaya yang dikeluarkan ketika ada kebutuhan yang bersifat wajib dan harus dipenuhi pada saat itu juga. Biaya langsung ini adalah biaya yang dapat dikenali sejak awal. Biaya ini berkaitan langsung dalam memproduksi satuan output.

Biaya langsung ini bisa berupa biaya bahan baku ataupun tenaga kerja. 5. Biaya Tidak Langsung ( Indirect Cost) Biaya tidak langsung merupakan biaya overhead pabrik.

Jadi, biaya ini dikeluarkan karena berkaitan dengan proses produksi secara keseluruhan buakan tiap satuan output (produk). Biaya tidak langsung berupa biaya asuransi dan sewa motor. 6. Biaya Intvestasi ( Investment Cost) Biaya investasi merupakan modal awal yang dikeluarkan untuk memulai sebuah usaha.

Biaya investasi bisa berupa biaya lahan hingga pembelian mesin. 7. Biaya Operasi ( Operational Cost) Biaya operasi adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan selama proses operasi atau produksi berlangsung.

Biaya ini bisa disebut sebagai biaya operasional seperti gaji operator. 8. Biaya Perawatan ( Maintenance Cost) Perawatan merupakan bagian penting dalam menjalankan usaha. Perawatan ini bisa berupa perawatan gedung, kendaraan, peralatan, dan lain sebagainya.

Biaya perawatan ( maintenance cost) digunakan ini digunakan untuk merawat semua alat yang digunakan dalam proses produksi. 9. Biaya Total ( Total Cost) Biaya total merupakan keseluruhan biaya yang digunakan untuk memproduksi sebuah output. Biaya ini bersifat menyeluruh mencakup biaya tetap, biaya semivariabel maupun biaya variabel. Salah satu contoh biaya total yaitu biaya produksi, mulai dari biaya bahan baku, biaya pemasaran, biaya administrasi dan sebagainya.

Baca juga: Pengertian Akuntansi Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian biaya, unsur-unsurnya, serta beberapa jenis biaya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kamu.
Biaya Biaya adalah kas atau nilai yang setara kas yang dikorbankan untuk produk yang diharapkan dapat membawa keuntungan masa kini dan masa yang akan datang bagi organisasi.

Disebut “setara dengan kas” karena asset non-kas dapat ditukar dengan produk yang diinginkan. Biaya dikeluarkan untuk menghasilkan manfaat dalam bentuk pendapatan di masa kini maupun di masa datang.

Dengan demikian biaya digunakan untuk menghasilkan manfaat pendapatan disebut beban. Oleh karenanya Setiap periode, beban tersebut dikurangkan dari pendapatan pada laporan Laba Rugi.

Kerugian adalah biaya yang kedaluarsa tanpa menghasilkan manfaat pendapatan pada satu periode. Misalnya Persediaan yang rusak akibat kebakaran dan tidak diasuransikan dapat diklasifikasikan sebagai kerugian dalam Laporan Laba Rugi.

Sementara Biaya yang tidak kedaluarsa dalam suatu periode tertentu dikelompokkan sebagai aktiva dan muncul pada Neraca. Misalnya Mesin dan komputer adalah contoh aktiva yang berumur lebih dari satu periode. Prinsip utama dalam pembedaan antara biaya sebagai beban atau sebagai aktiva adalah soal penentuan waktu, yakni apakah biaya tersebut digunakan dalam satu periode atau lebih dari satu periode. Obyek Biaya Obyek biaya adalah segala hal seperti produk, pelanggan, departemen, proyek, kegiatan dan yang lain dimana biaya-biaya diukur dan dibebankan.

Misalnya, bila ingin menentukan berapa biaya untuk membuat pisang goreng, maka obyek biaya adalah pisang goreng. Bila ingin menentukan biaya operasi sebuah program studi dalam sebuah Universitas maka obyek biaya adalah program studi. Bila tujuannya adalah menentukan biaya proyek pengembangan produk maka obyek biaya adalah proyek pengembangan produk baru. Kegiatan Kegiatan adalah suatu unit dasar dari kerja yang dilakukan dalam suatu organisasi.

Definisi lain dari kegiatan adalah keseluruhan tindakan dalam organisasi yang berguna bagi manajer untuk maksud perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Pada masa sekarang, kegiatan telah menjadi isu utama sebagai obyek biaya yang penting.

Kegiatan memainkan peran penting dalam proses pembebanan biaya pada obyek biaya yang lain. Contoh kegiatan yang semacam itu antara lain memelihara peralatan, merancang produk, menagih pelanggan dll. Kegiatan dijelaskan oleh kata kerja tindakan dan obyek yang menerima tindakan. Misal kegiatan merancang produk maka kata kerja tindakannya adalah ”merancang” dan obyek yang menerima adalah ”produk. Biaya Produk Berwujud dan Jasa Keluaran organisasi setidaknya ada satu dari dua jenis yang mewakili obyek biaya, yakni produk berwujud dan jasa.

Produk berwujud adalah barang yang diproduksi dengan mengubah bahan baku melalui penggunaan bahan, tenaga kerja dan masukan lain. Organisasi yang memproduksi produk berwujud disebut organisasi pemanufakturan. Jasa adalah tugas atau kegiatan yang dilakukan untuk pelanggan atau kegiatan yang dilakukan pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas organisasi.

Jasa juga diproduksi dengan menggunakan bahan baku, tenaga kerja dan masukan lain. Organisasi yang memproduksi barang tak berwujud disebut organisasi jasa. Ada tiga dimensi perbedaan antara produk berwujud dan jasa, yakni: • Tidak berwujud artinya bahwa pembeli jasa tidak dapat melihat, merasakan, mendengar, atau mencicipi jasa sebelum dibeli.

Hal sebaliknya adalah produk berwujud. • Tidak tahan lama. Tidak tahan lama berarti bahwa jasa tidak dapat disimpan. • Tidak terpisahkan. Artinya, produsen jasa dan pembeli jasa biasanya harus berada dalam hubungan langsung agar terjadi pertukaran. Akibatnya jasa sering kali tidak dapat dipisahkan dari produsennya Berikut aspek Barang dan Jasa dalam kaitannya dengan manajemen biaya. Aspek Sifat Tujuan Dampak Pada Akuntansi Manajemen Ketidakberwujudan • Jasa tidak dapat disimpan • Tidak ada perlindungan hak paten • Tidak dapat menampilkan atau mengkomunikasikan jasa • Harga sulit ditetapkan • Tidak ada persediaan • Tuntutan terhadap pembebanan biaya yang akurat • Kode etik yang ketat Perishability • Manfaat jasa cepat kedaluarsa • Jasa sering kali berulang untuk satu pelanggan Memerlukan standard dan konsistensi mutu yang tinggi Inseparibility • Pelanggan terlibat langsung pada produksi jasa • Produksi massal jasa yang tersentralisasi sulit dilakukan • Biaya ditentukan sesuai dengan jenis pelanggan • Menuntut pengukuran dan pengendalian mutu untuk mempertahankan konsistensi Heterogenitas Dimungkinkan variasi yang luas pada produk jasa • Pengukuran produktivitas dan mutu serta pengendalian harus dilakukan terus menerus • Manajemen mutu total adalah penting Baik organisasi yang memproduksi produk berwujud maupun yang tidak berwujud berkepentingan untuk mengetahui berapa biaya produk per unit untuk sejumlah kepentingan misalnya penetapan harga, desain produk dll.

Biaya Produk Biaya produk adalah pembebanan biaya yang memenuhi tujuan manajerial yang telah ditetapkan. Dengan demikian biaya produk bergantung pada tujuan manajerial yang hendak dicapai. Artinya biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda.

Misalnya metode pembebanan biaya alokasi untuk tujuan pelaporan keuangan, sedang metode penelusuran langsung dan penelusuran pendorong/ penggerak ditujukan untuk menyediakan pembebanan biaya produk individu yang akurat yang diperlukan untuk perencanaan manajerial dan pengambilan keputusan. Yang perlu diingat adalah bahwa penggunaan perhitungan harga pokok yang lebih banyak dari yang diperlukan akan dapat menimbulkan kebingungan terutama bagi manajer non-keuangan dan dapat mengurangi kredibilitas sistem informasi manajemen biaya.

Biaya Produksi dan Biaya Non Produksi Salah satu tujuan utama sistem manajemen biaya adalah perhitungan harga pokok produk untuk kepentingan pelaporan keuangan eksternal.

Oleh karenanya, kesepakatan eksternal mengharuskan biaya diklasifikasikan berdasarkan funsionalnya yakni biaya produksi dan biaya non produksi. Biaya produksi adalah biaya yang berhubungan dengan produksi barang atau penyediaan jasa. Biaya non produksi adalah biaya yang berhubungan dengan fungsi penjualan dan administrasi. Untuk produksi barang berwujud, biaya produksi dan biaya non produksi sering mengacu pada istilah biaya manufaktur dan biaya non manufaktur.

1) Biaya Produksi Biaya produksi selanjutnya diklasifikasikan menjadi tiga elemen yakni biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Tiga elemen biaya tersebut lah yang dapat dibebankan pada produk untuk kepentingan laporan keuangan eksternal. Biaya Bahan Baku Langsung adalah biaya bahan baku yang dapat ditelusuri pada barang dan jasa yang dihasilkan. Biaya dari bahan-bahan kategori ini dapat secara langsung dikenakan pada produk karena pengamatan secara fisik dapat digunakan untuk mengukur jumlah yang dikonsumsi oleh tiap produk.

Contoh Bahan baku langsung antara lain. Tepung terigu pada roti, pisang pada pisang goreng. Kain kafan untuk jasa penguburan, kawat untuk koreksi gigi, dll.

Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri pada barang atau penyediaan jasa yang dihasilkan. Pengamatan fisik dapat digunakan untuk mengukur jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi barang berwujud atau penyediaan jasa. Contoh dari tenaga kerja langsung ini misalnya, juru masak pada rumah makan, juru parkir pada pelayanan parkir, teller pada bank, sopir pada transjogja dll. Biaya Overhead adalah semua biaya produksi selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.

Banyak masukan yang diperlukan untuk memproduksi barang atau penyediaan jasa selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, misalnya depresiasi gedung pabrik, depresiasi mesin pengolah, listrik, keamanan pabrik, dan lain-lain perlengkapan. Perlengkapan di sini adalah bahan baku yang diperlukan untuk produksi tetapi tidak menjadi bagian dari produk jadi atau tidak digunakan dalam penyediaan jasa.

Misalnya sabun cuci peiring pada rumah makan, minyak pelumas mesin produksi pada perusahaan tekstil, dll. Bahan baku langsung yang hanya membentuk bagian yang tidak signifikan pada produk akhir juga dimasukkan dalam kategori biaya overhead. Hal ini dibenarkan karena biaya penelusuran yang dilakukan dianggap akan lebih besar dari manfaat peningkatan akurasi.

Misalnya Lem pada produksi sepatu. Sama halnya, biaya lembur tenaga kerja langsung umumnya juga diklasifikasikan ke dalam biaya overhead. Alasannya karena sulit untuk menelusuri produksi berjalan tertentu yang diidentifikasi sebagai akibat dari lembur. Perlu diingat dari komponen biaya tenaga kerja langsung, hanya biaya lembur yang dikategorikan dalam biaya overhead.

2) Biaya Non Produksi Biaya Penjualan adalah biaya-biaya yang diperlukan untuk memasarkan dan mendistribusikan barang atau ajasa. Biaya tersebut sering mengacu pada biaya mendapatkan pesanan/ pelanggan dan memenuhi pesanan/ pelanggan. Misalnya gaji tenaga penjual, iklan, pergudangan, pelayanan, pengiriman dll. Biaya Administrasi adalah semua biaya yang berhubungan dengan administrasi umum organisasi yang tidak dapat diestimasi secara tepat baik untuk pemasaran ataupun produksi.

Contoh biaya administrasi adalah gaji manajemen puncak, biaya administrasi, pencetakan laporan tahunan, akuntansi umum, penelitian dan pengembangan dll. Biaya Penjualan/ pemasaran dan Administrasi adalah biaya yang tidak dapat disimpan atau disebut biaya periode. Biaya periode yang tidak dapat disimpan dibebankan pada periode dimana biaya tersebut terjadi. Oleh karena itu tidak satupun dari biaya ini tampak sebagai persediaan yang dilaporkan pada nareca. Biaya utama adalah penjumlahan biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung.

Sedang biaya konversi adalah penjumlahan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Untuk perusahaan manufaktur biaya konversi diartikan sebagai biaya mengubah bahan baku menjadi produk akhir. (Hendra Poerwanto G) Dikalangan praktisi, hidup tiga pandangan tentang biaya kualitas.

Ada yang berpandangan bahwa semakin tinggi kualitas, maka berarti semakin tinggi pula biaya dan selanjutnya semakin tinggi pula harga. Dengan demikian harga yang tinggi ditafsirkan sebagai produk yang berkualitas. Pandangan yang lain menyatakan bahwa biaya untuk meningkatkan kualitas lebih kecil dari penghematan yang dihasilkan.

Penghematan di sini adalah penghematan yang dihasilkan oleh berkurangnya pengerjaan ulang produk cacat atau produk rusak dan biaya lainnya yang terkait dengan kecacatan atau kerusakan. Sementara pandangan yang ketiga menyatakan bahwa biaya kualitas akan lebih tinggi dari biaya yang terjadi bila produk atau jasa diproses secara benar sejak awal.Terkait dengan berbagai pandangan tersebut, lalu apa sebenarnya pengertian biaya kualitas itu?

Ada yang berpendapat bahwa pengertian biaya kualitas adalah biaya yang timbul dari semua upaya untuk membuat produk menjadi berkualitas. Namun ada juga yang berpendapat bahwa biaya kualitas adalah biaya yang timbul karena adanya produk cacat atau rusak atau produk dengan kualitas jelek. Kesemua pengertian biaya kualitas yang telah disebutkan merupakan pengertian sempit. Dalam arti yang lebih luas, biaya kualitas tidak hanya menyangkut biaya secara langsung, tetapi juga biaya akibat kehilangan pelanggan, kehilangan pangsa pasar, biaya kehilangan peluang dan banyak lagi biaya tersembunyi lainnya.

Komponen Biaya Kualitas Biaya kualitas adalah merupakan suatu kelompok biaya yang terdiri dari beberapa elemen biaya. Elemen-elemen biaya yang tergolong sebagai biaya kualitas ada yang berasal dari dalam perusahaan dan ada yang berasal dari luar perusahaan. Biaya kualitas yang berasal dari dalam perusahaan adalah biaya kualitas yang terjadi sehubungan dengan upaya menjaga agar kualitas produk yang dihasilkan dan pelayanan yang diberikan sesuai dengan standard yang sudah ditetapkan.

Sedangkan biaya kualitas yang berasal dari luar perusahaan adalah biaya kualitas yang timbul setelah produk atau jasa sampai kepada konsumen. Dengan mempertimbangkan asal atau sumber biaya kualitas, dapat diidentifikasi setidaknya lima komponen biaya kualitas yaitu: 1. Biaya Pencegahan (preventive cost) Biaya pencegahan ini merupakan biaya yang timbul sehubungan dengan usaha-usaha untuk mencegah terjadinya produk cacat atau rusak misalnya biaya untuk mengidentifikasi dan menghilangkan penyebab kerusakan agar tidak terulang kembali.

Yang termasuk elemen biaya pencegahan adalah biaya perencanaan kualitas. Yaitu semua biaya yang berhubungan dengan perencanaan dan pengembangan sistem jaminan kualitas. Misalnya : biaya persiapan desain, biaya kebijakan operasional, dll. Biaya pemasaran dan pelanggan yang merupakan biaya yang ditimbulkan untuk evaluasi pelanggan dan evaluasi kualitas yang dikehendaki pelanggan serta biaya untuk mengetahui, mempengaruhi persepsi dan kepuasaan pelanggan terhadap produk dan jasa pelayanan.

Biaya operasi pabrik dan jasa pelayanan. Biaya yang ditimbulkan untuk menjamin kemampuan dan kesiapan operasi agar memenuhi standar kualitas yang membutuhkan pengendalian kualitas semua aktifitas yang membutuhkan tenaga operasi yang berkualitas. Biaya pengembangan desain produk dan jasa pelayanan.

Biaya yang ditimbulkan untuk menterjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam standar kualitas produk dan jasa pelayanan baru. Biaya pembelian. Biaya yang ditmbulkan untuk menjamin kesesuaian komponen dan material atau biaya yang ditimbulkan untuk meminimmunkan pengaruh komponen dan material yang tidak cocok dengan kualitas produk dan jasa pelayanan.

Biaya kualitas. Biaya yang timbul dan untuk semua administrasi yang berkaitan dengan fungsi manajemen kualitas. Biaya program administrasi Biaya yang terjadi untuk menentukan apakah produk sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan. Yang termasuk biaya ini adalah semua biaya yang tibul sehubungan kengan kegiatan pemeriksaan dan monitoring seperti misalnya gaji controler, administrasi pemeriksaan dan monitoring, dll 3.

Biaya Kegagalan Internal ( Internal Failure Cost) Gambar di atas menunjukkan bahwa Total biaya kualitas adalah penjumlahan biaya kerusakan dengan biaya pengendalian. Makin rendah biaya pengendalian maka konsekuensinya makin banyak jumlah kerusakan dan karenanya pula biaya kerusakan makin tinggi. Maki sering dilakukan pengendalian kualitas maka biaya pengendalian meningkat, namun jumlah kerusakan menurun demikian pula biaya kerusakan yang ditimbulkan.

Secara keseluruhan, total biaya kualitas menurun meski jumlah kerusakan meningkat, namun mulai pada jumlah kerusakan tertentu biaya total kualitas menaik selaras dengan meningkatnya jumlah kerusakan. Total biaya kualitas minimal tercapai bila biaya kerusakan sama dengan biaya biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya.

(Hendra Poerwanto G).
BAB I PENGERTIAN DAN SEJARAH KUALITAS • Definisi Kualitas Menurut juran (v. Daniael hunt, 1993 : 32) kualitas produk adalah kecocokan penggunann produk ( fitness for use) untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelnggan. Menurut crosby (1979 : 58), kualitas adalah coformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang disyaratkan atau distandarkan. Menurut Deming (1982 : 176), kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar. Menurut feigenbaum (1986 : 7), kualitas adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya ( full customer satisfaction).

Menurut garvin (1988), kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berghubungan dengan produk, biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya kerja, proses dan tugas, serta lngkungan yang memenuhu atau melebihi harapan pelanggan atau konsumen. Meskipun tidak ada definisi kualitas diatas terdapat beberapa persamaan, yaitu dalam elemen-elemen berikut : • Kualitas mencakup usaha memenuhi atau melebihi harapan pelenggan.

• Kualitas mencakup produk, jasa manusia, proses, dan lingkungan. • Kualitas merupakan kualitas yang selalu berubah (misalnya apa yang dianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada masa mendatang. • Pentingnya Kualitas Dari sudut manajemen operasional kualitas produk merupakan salah satu kebijakan pentingdalam meningkatkan daya saing produkyang harus memberi kepuasan kepada konsumen yang melebihi atau paling tidak sama dengan kualitas produk dari pesaing.

Salah satu unsur utama dalam baruan pemasaran (marketing-mix) yaitu produk, harga, promosi dan saluran distribusi yang dapat meningkatkan volume penjualan dan memperluas pangsa pasar perusahaan. • Dimensi Kualitas Gravin (1987) mendefennisikan 8 dimensi yang dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik kualitas produk, yaitu sebagai berikut: • 1. Performa (performance) • 2. Features • 3. Keandalan (reliability) • 4. Konfirmatis (conformance) • 5. Daya tahan (durability) • 6.

Kemampuan pelayanan (service ability) • 7. Estetika (aesthetics) • 8. Kuaitas yang dipersepsikan (perceived quality) Berry dan parasuraman (`1985 : 41) mengidentifikasi lima kelompok karakteristik yang digunakan oleh para pelanggan dalam mengevaluasi kualitas jasa, yaitu sebagai berikut.

• Bukti langsung (tangibles) • Keandalan (reliability) • Daya tanggap (assurance) • Empati • Perspektif Kualitas Garvin (dalam lovelock, 1994 : 98-99; Ross, 1993 : 97-98) mengidentifikasi lima kelompok alternatif perspektif kualitas yang bisa digunakan, yaitu transcendental approach, product-based approach, user-based approach, manufacturing-based approach, dan value-based approach.

• Transcendental approach • Product-based approach • User-based approach • Manufacturing-based approach • Value-based approach • Sejarah Kualitas dan Sejarah TQM Sejarah perkembangan kualits dimulai dari ditemukannya statistical quality control dengan diagram kontrol oleh W.A Shewhart pada tahun 1930 sampai dengan adanya gerakan kualitas di Amerika serikat pada tahun 1990. Ada empat era perkembangan kualitas, yaitu inspeksi, pengendalian kualitas statistik, jaminan kualitas, dan manajemen kualitas strategi.

Sejarah perkembangan total quality management dimulai dari manajemen ilmiah yang disponsori oleh frederick winston taylor pada tahun 1911 sampai dengan adanya total quality approach yang diajarkan di unuversitas-universitas di amerika serikat pada tahun 1993.

BAB II PENGERTIAN, FALSAFAH, DAN METODE TQM • Definisi dan Unsur TQM Total quality management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungannyai Sepuluh unsur TQM : • Fokus pada pelanggan • Obsesi terhadap kualitas • Pendekatan ilmiah • Komitmen jangka panjang • Kerja sama tim (teamwork) • Perbaikan sistem secara berkesinambungan • Pendidikan dan pelatihan • Kebebasan yang bterkendali • Kesatuan tujuan • Danya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan • Falsafah TQM Konsep kualintas berorientasi pasar memiliki tiga karakteristik utama, yaitu: 1.

Konformitas terhadap kebutuhan pasar (market-oriented). 2. Mempertimbangkan orang dalam setiap tahapproses, dan 3. Jangan membuat masalah kepada orang lain karena setiap orang adalah pelanggan (every body is a customer) • Prinsip TQM Ada empat prinsip utaa dalam TQM, yaitu sebagai berikut.

• Kepuasan pelanggan • Respek terhadap setiap orang • Manajemen berdasarkan fakta • Perbaikan berkesinambungan • Metode TQM • Metode W. Edwards Deming : menganjurkan penggunaan SPC agar perusahaan dapat membedakan penyebab sistematis dan penyebab khusus dalam menangani kuallitas. • Metode Joseph M. Juran • Metode Philip B. Crosby : terkenal dengan anjuran manajemen zero defect ddan pencegahan, yang menentang tingkat kualitas yang dapat diterima secara statistik.

• Keuntungan Kualitas Yang Baik : Apabila perusahaan menggunakan TQM, maka akan mengurangi biaya operasi dan meningkatkan penghasilan sehingga laba makin meningkat. BAB III FOKUS KEPUASAN PELANGGAN/KONSUMEN • Identifikasi Pelanggan Tiga macam pelanggan dalam sistem kualitas modern : • Pelanggan internal : orang biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya berada dalam perusahaan dan memiliki pengaruh pada performa pekerjaan / perusahaan.

• Pelanggan antara : mereka yang bertindak atau berperan sebagai perantara, bukan sebagai pemakai akhir produk. • Pelanggan eksternal : pembeli atau pemakai akhir produk, sering disebut sebagai pelanggan nyata.

• Konsep Hubungan Pemasok dan Pelanggan : dalam TQM, pelanggan dan pemasok ada di dalam dan di luar organisasi / perusahaan. Hubungan dengan pelanggan eksternal harus dijalin secara baik agar dapat diketahui secara persis apa yang sebenarnya diinginkan atas produk yang dihasilkan. • Prinsip Dasar Kepuasan Pelanggan Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan harapan pelanggan: • Kebutuhan dan keinginan yang dirasakan pelanggan ketika sedang melakukan transaksi dengan produsen / pemasok produk (perusahaan).

• Pengalaman masa lalu ketika mengkonsumsi produk dari perusahaan maupun pesaing-pesaingnya. • Pengalaman dari teman-teman, di mana mereka akan menceritakan kualitas produk yang akan dibeli oleh pelanggan.

• Komunikasi melalui iklan dan pemasaran. • Proses Mengetahui Harapan Pelanggan • Karakteristik produk yang diinginkan pelanggan : pada umumnya pelanggan menginginkan produk yang memiliki karakteristik lebih cepat, lebih murah dan lebih baik.

• Tingkat performa yang dibutuhkan untuk memenuhi harapan pelanggan • Tingkat I : harapan dasar dari pelanggan dan mencakup tingkat performa minimum yang selalu diasumsikan ada, sehingga apabila kaakteristik produk ini hilang, pelanggan akan selalu tidak puas.

• Tingkat II : mencakup spesifikasi dan kebutuhan yang terdiri atas pilihan-pilihan dan pertukaran yang tersedia untuk dipilih oleh pelanggan. • Tingkat III : merupakan nilai tambah dan karakteristik dan features yang tidak diketahui sebelumnya oleh pelanggan, sehingga apanila karakteristik itu ada, maka pelanggan akan sangat senang. • Kepentingan relatif dari setiap karakteristik : dalam kenyataan, karakteristik kualitas yang diinginkan oleh pelanggan, tingkat harapan pelanggan, dan kepentingan relatif dari setip kriteria dapat saling bertentangan.

Mengingat adanya karakteristik kualitas yang diinginkan pelanggan yang saling bertentangan ini, kita perlu melakukan pemeringkatanterhadap setiap karakteristik itu agar dapat menentukan kepentingan relatif dari masing-masing karakteristik yang diinginkan pelanggan tersebut. • Mekanisme Memahami Harapan Pelanggan • Pemahaman tingkat I : merupakan tingkat pemahaman terendah dari perusahaan terhadap harapan pelanggan yang ddicirikan oleh mode relatif. • pemahaman tingkat II : merupakan pemahaman terhadap harapan pelanggan pada tingkat lebih tinggi, ditandai dengan pendekatan aktif dari pemasok untuk mendengarkan pelanggan.

• Pemahaman tingkat III : merupakan pemahaman terhadap harapan pelanggan pada tingkat yang paling tinggi dan ditandai dengan pendekatan proaktif dari perusahaan untuk mendengarkan harapan pelanggan.

• Konsep Penyebaran Fungsi Kualitas ( Qualify Function Deployment) • Perencanaan produk : menerjemahkan kebuutuhan-kebutuhan pelanggan ke dalam kebutuhan-kebutuhan teknis. • Desain produk : menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan teknis ke dalam karakteristik komponen. • Perencanaan proses : mengidentifikasi langkah-langkah proses dan parameter-parameter serta menerjemahkannya ke dalam karakteristik proses. • Perencanaan pengendalian proses : menetapkan atau menentukan metode-metode pengendalian untuk mengendalikan karakteristik proses.

• Metode Pengukuran Kepuasan Pelanggan • Sistem keluhan dan saran : menyediakan kotak saran, kartu komentar, dll. • Ghost shopping : mempekerjakan beberapa orang yang berperan sebagai pembeli potensial yang melaporkan kekuatan dan kelemahan produk perusahaan dengan produk pesaing.

• Lost customer analysis : perusahaan meneliti pelanggan yang telah berhenti membeli agar mengetahui kelemahan kualitas produk. • Survei kepuasan pelanggan : metode ini bertujuan memperoleh tanggapan dan umpan balik secara langsung dari pelanggan. BAB IV KUALITAS PELAYANAN ( SERVICE QUALITY) • Definisi dan Klasifikasi Jasa Jasa ( service) adalah aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apa pun.

Produksinya mungkin terikat atau tidak pada produk fisik. Klasifikasi Jasa : • Jasa dapat dibedakan apakah berbasis peralatan atau berbasis orang. Jasa berbasis orang dapat dibedakan dari segi penyedianya, yaitu pekerja tidak terlatih, terlatih atau profesional. • Beberapa jenis jasa mengharuskan kehadiran klien. • Jasa berbeda dalam hal memenuhi kebutuhan perorangan (jasa personal) atau kebutuhan bisnis (jasa bisnis).

• Penyedia jasa berbeda dalam tujuannya, yaitu laba atau nirlaba, dan kepemilikan, yaitu swasta atau masyarakat. • Karakteristik Jasa • Tidak berwujud ( service intangibility): artinya jasa dapat dilihat, dikecap, dirasakan, didengar atau dicium sebelum dibeli. • Tidak terpisahkan ( service inseparability) : berarti bahwa jasa tidak dapat dipisahkan dari penyedianya, baik penyedianya itu manusia atau mesin.

• Keanekaragaman ( service variability) : berarti bahwa mutu jasa tergantung pada siapa yang menyediakan jasa, disamping waktu, tempt dan bagaimana disediakan. • Tidak tahan lama ( service perishability) : berarti bahwa jasa tidak dapat disimpan untuk dijual atau dipakai kemudian. • Strategi Perusahaan Jasa Perusahaan jasa harus memahami rantai pelayanan-laba yang menghubungkan laba perusahaan jasa dengan kepuasan karyawan dan pelanggan.

Menurut Kotler (1996: 663), dirantai ini terdiri atas lima mata rantai : • Pelayanan yang memuaskan mendatangkan laba dan pertumbuhan perusahaan dari kinerja superior perusahaan jasa. • Pelanggan yang puas dan loyal – pelanggan puas yang tetap setia, membeli ulang, dan merekomendasikan kepada pelanggan lain. • Nilai pelayanan lebih besar – penciptaan nilai bagi pelanggan yang lebih efektif dan efisien serta memberikan pelayanan.

• Karyawan jasa yang puas dan produktif – karyawan yang lebih puas, setia dan pekerja keras. • Mutu pelayanan internal – seleksi dan pelatihan karyawan yang superior, lingkungan kerja bermutu, dan dukungan bagi mereka yang berhadapan dengan pelanggan. • Mengelola Mutu Jasa Salah satu cara utama perusahaan jasa untuk dapat membedakan dirinya sendiri adalah dengan secara konsisten menyampaikan mutu lebih tinggi daripada para pesaingnya.

Yaitu dengan langkah sbb : • Memberdayakan karyawan yang berada di garis depan dengan memberikan kepada mereka wewenang, tanggung jawab, dan insentif yang mereka butuhkan untuk memperhatikan, peduli dan mengurus kebutuhan pelanggan. • Perusahaan jasa yang dikelola dengan baik mempunyai sejarah komitmen terhadap mutu dari manajemen puncak. • Penyedia jasa terbaik stndr menetapkan mutu pelayanan tinggi.

• Perusahaan jasa terkemuka mengamati kinerja pelayanan dengan cermat, baik kinerja sendiri maupun pesaing. Ada lima penentu kualitas : • Keandalan : kemampuan untuk melaksanakan jasa yang dijanjikan dengan terpercaya dan akurat.

• Daya tanggap : kemauan untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat. • Kepastian : pengetahuan dan kesopanan karyawan dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan. • Empati : kesediaan untuk peduli, memberi perhatian pribadi bagi pelanggan.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

• Berwujud : penampilan fasilitas fisik, peralatan, personil dan materi komunikasi. • Prinsip-Prinsip Manajemen Jasa • Bisnis dilaksanakan secara logis dan mencapai profit. • Ahli dalam mengambil keputusan. • Berfokus pada struktur organisasi • Berkedudukan sebagai pengawas • Menciptakan sistem penghargaan pada karyawan. • Berfokus pada hasil pengukuran. BAB V MANAJEMEN PROSES DAN PERBAIKAN PROSES • Definisi Proses dan Manajemen Proses Proses didefinisikan sebagai integrasi sekuensial (berurutan) dari orang, material, metode dan mesin atau peralatan dalam suatu lingkungan, guna menghasilkan nilai tambah output untuk pelanggan.

Terdapat 4 pihak yang terlibat dalam operasi dan perbaikan proses, yaitu : • Pelanggan, yaitu orang yang akan menggunakan output secara langsung • Kelompok kerja, yaitu orang yang bekerja dalam proses untuk menghasilkan dan menyerahkan output yang diinginkan tersebut. • Pemasok, yaitu orang yang memberikan input ke proses kerja. • Pemilik, yaitu orang yang bertanggung jawab untuk operasi dari proses dan untuk perbaikan proses itu.

6 komponen yang penting untuk manajemen proses : • Kepemilikan : menugaskan tanggung jawab untuk desain, operasi dan perbaikan proses. • Perencanaan : menetapkan suatu pendekatan terstruktur dan disiplin untuk mengerti, mendefinisikan, dan mendokumentasikan semua komponen utama dalam proses dan hubungan antar komponen dengan harapan pelanggan.

• Pengendalian : menjamin efektivitas sehingga semua output dapat diperkirakan dan konsisten dengan harapan pelanggan. • Pengukuran : menetapkan performa atribut terhadap kebutuhan pelanggan dan menetapkan kriteria untuk akurasi, presisi, dan frekuensi perolehan data. • Perbaikan atau peningkatan : meningkatkan efektivitas dari proses melalui perbaikan-perbaikan yang didefinisikan secara tetap. • Optimisasi : meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui perbaikan-perbaikan yang diidentifikasi secara tetap.

• Langkah-Langkah Perbaikan Proses • Mendefinisikan masalah proses • Identifikasi output • Identifikasi pelanggan • Definisi kebutuhan pelanggan • Identifikasi proses yang menghasilkan output • Identifikasi pemilik proses.

• Identifikasi dan dokumentasi proses • Mengidentifikasi peserta dalam proses berdasarkan nama, posisi, atau organisasi. • Memberikan kepada semua peserta dalam proses suatu pemahaman umum tentang semua langkah dalam proses dan peranan individual mereka. • Mengidentifikasi inefisial, pemborosan dan langkah-langkah yang berlebihan atau yang tidak perlu dalam proses. • Menawarkan suatu kerangka kerja untuk mendefinisikan pengukuran proses.

• Mengukur performa : mengkuantifikasikan baik atau jelek suatu sistem yang sedang berjalan atau beroperasi. • Memahami mengapa suatu masalah proses terjadi • Mengembangkan dan menguji ide-ide : ide-ide untuk perbaikan proses harus ditujukan langsung pada akar penyebab masalah.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

Agar ide-ide yang dipilih untuk perbaikan proses itu efektif, ide-ide itu perlu diuji terlebih dahulu sebelum diimplementasikan. • Implementasi solusi dan evaluasi • Perbaikan Proses Pada Perusahaan Ford Ford motor company merupakan salah satu perusahaan otomotif yang secara terus menerus memperbaiki proses guna meningkatkan daya saing dalam industri otomotif.

Metodologi perbaikan proses dari Ford terdiri atas tujuh tahap, yaitu : • Identifikasi kesempatan • Definisi ruang lingkup • Analisis proses • Menentukan perubahan proses • Memulai dan menguji perubahan yang diajukan • Implementasi perubahan • Peningkatan atau perbaikan proses terus menerus • Model Perbaikan Kualitas Berorientasi Proses • Identifikasi proses • Pemilihan tim • Penetapan ruanglingkup dan tujuan • Identifikasi kelemahan proses • Pengembangan rekomendasi untuk perbaikan proses • Memperoleh persetujuan • Pengembangkan rencana kualitas • Presentasi rencana kualitas • Implementasi dan pemantauan kemajuan perbaikan proses.

• Proses Perbaikan dan Pengendalian Elemen dasar dari proses perbaikan dan pengendalian terdiri atas 4 langkah : • Penetapan standar untuk pengendalian dan perbaikan : standar dalam TQM tidak digunakan sebagai alat penilaian kinerja individu, tetapi digunakan untuk mengkomunikasikan visi dan menetapkan tujuan yang lebih realistis berdasarkan kinerja yang ada. • Pengukuran : ditetapkan teknik pengukuran yang tepat dan data yang diperlukan untuk penilaian kinerja.

• Studi : menganalisis data dengan menggunakan metode statistik atau teknik lain untuk mengetahui penyebab penyimpangan yang akan diperbaiki. • Tindakan : melakukan tindakan koreksi berdasarkan umpan balik yang diperoleh. BAB VI DATA DAN VARIABILITAS • Arti dan Kegunaan Data Data adalah sesuatu yang diketahui atau dianggap diketahui atau sesuatu yang sudah terjadi yang merupakan fakta (bukti).

Kegunaan data adalah sbb : • Untuk mengetahui atau memperoleh gambaran tentang suatu keadaan atau permasalahan. • Untuk membuat keputusan atau memecahkan masalah.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

Pada umumnya, data digunakan sebagai : • Dasar penyusunan perencanaan dalam rangka memecahkan masalah. • Alat kontrol dalam pelaksanaan suatu perencanaan. • Dasar evaluasi. • Pengelompokan Data • Menurut cara mencatat atau mengumpulkan data: • Data atribut : data yang diperoleh dengan cara dihitung sehingga selalu dalam bilangan bulat, kecuali perhitungan uang, dan biasanya diikuti dengan kesimpulan layak atau tidak. • Data variabel : data yang diperoleh dengan menggunakan alat ukur, seperti jumlah volume, berat, jarak atau panjang.

• Menurut sifatnya : • Data kualitatif : data yang tidak terbentuk angka. • Data kuantitatif : data yang berbentuk angka. • Menurut sumber data : • Data internal : data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. • Data eksternal : data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi.

• Menurut cara memperolehnya : • Data primer : data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan atau suatu organisasi langsung melalui objeknya. • Data sekunder : data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi berupa publikasi. • Menurut waktu pengumpulannya : • Data cross : data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut. • Data berkala : data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk mengetahui perkembangan suatu kejadian atau kegiatan.

• Pengertian dan Manfaat Analisis Variansi Analisis variansi (anova) merupakan teknik inferensial yang digunakan untuk menguji perbedaan rerata nilai.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

Kegunaannya adalah : • Digunakan untuk menentukan apakah rerata nilai dari dua atau lebih sampel berbeda secara signifikan atau tidak.

• Menghasilkan harga F yang secara signifikan menunjukkan kepada peneliti bahwa sampel yang diteliti berasal dari populasi yang berbeda. • Digunakan untuk menganalisis data yang dihasilkan melalui desain faktorial yang kompleks. • Cara Mengukur Variabilitas • Jarak : jarak antara nilai tertinggi dengan nilai terendah ( range) • Ø Jarak antarkwartil Rℓ 25-75 = P 75 – P 25 = K 3 – K 1 SD = BAB VII ALAT DAN TEKNIK PENGUKURAN PERFORMANSI KUALITAS • Piranti atau Alat Perbaikan Kualitas • Piranti data numerik • Kertas periksa : suatu piranti yang paling mudah untuk menghitung seberapa sering sesuatu terjadi.

• Pareto chart : digunakan untuk memperbandingkan berbagai kategori kejadian yang disusun menurut ukurannya, dari yang paling besar disebelah kiri ke yang paling keci di sebelah kanan. • Histogram : menunjukkan variasi data pengukuran, misalnya berat badan sekelompok orang, tebal plat besi, dsb. • Diagram pencar : gambaran yang menunjukkan kemungkinan hubungan antara pasangan dua macam variabel.

• Diagram perjalanan : grafik yang menunjukkan variasi ukuran sepanjang waktu. • Piranti data variabel • Diagram alur : gambaran sskematik atau diagram yang menunjukkan seluruh langkah dalam suatu proses dan menunjukkan bagaiman langkah itu saling mengadakan interaksi satu sama lain.

Fungsi diagram alur : • Memberikan pengertian tentang jalannya proses. • Memperbandingkan proses ideal dengan proses yang sebenarnya terjadi. • Mengetahui langkah-langkah yang duplikatif dan langkah-langkah yang tidak perlu. • Mengetahui ddi mana pengukuran dapat dilakukan. • Menggambarkan sistem total. • Brainstorming : cara untuk memacu pemikiran kreatif guna mengumpulkan ide-ide dari suatu kelompok dalam waktu yang relatif singkat.

• Fishbone diagram : suatu pendekatan terstruktur yang memungkinkan dilakukan suatu analisis lebih terperinci dalam menemukan penyebab-penyebab suatu masalah, ketidak sesuaian dan kesenjangan yang ada. • Diagram gabungan : merupakan hasil kelompok orang yang bekerja sama secara kreatif untuk menganalisis data, terutama dalam situasi data yang berjumlah besar yang masih campur aduk dan belum tertata.

• Diagram pohon keputusan : piranti yang lazim digunakan untuk menghubungkan antara tujuan dengan tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut. • Persyaratan Kondisional Pengukuran Kualitas • Pengukuran harus dimulai pada permulaan program. • Pengukuran kualitas dilakukan pada sistem. • Pengukuran kualitas seharusnya melibatkakn semua individu yang terlibat dalam proses yang bersifat partisipatif.

• Pengukuran seharusnya dapat memunculkan data, dimana nantinya data dapat ditunjukkan atau ditampilkan dalam bentuk peta, diagram, tabel, hasil perhitungan. • Pengukuran kualitas yang menghasilkan informasi-informasi utama seharusnya dicatat tanpa distorsi, yang berarti harus akurat. • Perlu adanya komitmen secara menyeluruh untuk pengukuran performansi kualitas dan perbaikannya.

• Program-program pengukuran dan perbaikan kualitas seharusnya dapat dipecah-pecah atau diuraikan dalam batas-batas yang jelas sehingga tidak tumpah tindih dengan program lainnya. • Pengukuran Performansi Kualitas • Pengukuran pada tingkat proses mengukur setiap langkah atau aktivitas dalam proses dan karakteristik input yang diserahkan oleh pemasok yang mengendalikan karakteristik output yang diinginkan. • Pengukuran pada tingkat output mengukur karakteristik output yang dihasilkan dibandingkan dengan spesifikasi karakteristik yang diinginkan pelanggan.

• Pengukuran pada tingkat outcome mengukur bagaimana baiknya suatu produk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. • Aspek-Aspek Program Pengukuran Kualitas Pada umumnya atribut yang dipertimbangkan dalam pengukuran kualitas adalah sebagai berikut : • Kualitas produk : performansi, fitur, keandalan, kemudahan perbaikan, kesesuaian produk, daya tahan, estetika, dan kualitas yang dirasakan bersifat subjektif.

• Dukungan pelayanan purna jual : kecepatan penyerahan, konsistensi, tingkat pemenuhan pesanan, informasi, tanggapan dalam keadaan darurat dan kebijakan pengembalian. • Interaksi antara karyawan dan pelanggan : ketepatan waktu, penampilan karyawan, kesopanan dan tanggapan terhadap keluhan-keluhan. • Teknik Pengawasan Kualitas Secara Statistik Merupakan metode statistik yang menerapkan teori probabilitas dalam pengujian atau pemeriksaan sampel pad kegiatan pengawasan kualitas suatu produk.

Tujuan pengawasan kualitas secara sstatistik adalah untuk menunjukkan tingkat reliabilitas sampel dan bagaimana cara mengawasi risiko. Teknik-teknik pengawasan kualitas secara statistik dapat dibedakan atas diagram kontrol dan teknik-teknik acceptance sampling. BAB VIII BIAYA KUALITAS • Definisi dan Jenis Biaya Kualitas Biaya kualitas adalah biaya yang terjadi atau mungkin akan terjadi karena kualitas yang buruk.

Ini berarti, biaya kualitas adalah biaya yang berhubungan dengan penciptaan, pengidentifikasian, perbaikan dan pencegahan kerusakan. Jenis-jenis biaya kualitas adalah : • Biaya pencegahan Merupakan biaya yang terjadi untuk mencegah kerusakan produk yang dihasilkan.

Macam-macam biaya pencegahan : • Biaya perencanaan kualitas • Biaya tinjauan produk baru • Biaya rancangan proses atau produk • Biaya pengendalian proses • Biaya pelatihan • Biaya audit kualitas • Biaya deteksi penilaian Adalah biaya yang terjadi untuk menentukan apakah produk / jasa sesuai dengan persyaratan-persyaratan kualitas.macam-macam biaya deteksi antara lain : • Biaya pemeriksaan dan pengujian bahan baku yang dubeli. • Biaya pemeriksaan dan pengujian produk. • Biaya pemeriksaan kualitas produk • Biaya evaluasi persediaan.

• Biaya kegagalan internal Adalah biaya yang terjadi karena ada ketidaksesuaian dengan persyaratan dan terdeteksi sebelum barang/jasa tersebut dikirimkan ke pihak luar. Yang termasuk dalam biaya kegagalan internal adalah : • Biaya sisa bahan ( scrap) • Biaya pengerjaan ulang • Biaya untuk memperoleh bahan baku • Factory contact engineering cost • Biaya kegagalan eksternal Adalah biaya yang terjadi karena produk / jasa gagal memenuhi persyaratan-persyaratan yang diketahui setelah produk tersebut dikirimkan kepada para pelanggan.

Macam-macam biaya kegagalan eksternal adalah : • Biaya penanganan keseluruhan selama masa garansi • Biaya penanganan keluhan di luar masa garansi • Biaya pelayanan produk • Biaya liability cost • Biaya penarikan biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya produk • Konsep Biaya Kualitas Beberapa perusahaan kelas dunia menggunkan ukuran biaya kualitas sebagai indikator keberhasilan program perbaikan kualitas, yang dapat dihubungkan dengan ukuran-ukuran lain seperti: • Biaya kualitas dibandingkan dengan nilai penjualan.

Makin rendah nilai ini menunjukkan program perbaikan kualitas semakin sukses. • Biaya kualitas dibandingkan dengan keuntungan. Makin rendah nilai ini menunjukkan keuntungan makin besar, dimana program perbaikan kuyalitas makin sukses. • Biaya kualitas dibandingkan dengan harga pokok penjualan.

Makin rendah nilai ini, menunjukkan program perbaikan kualitas makin sukses. • Perilaku Biaya Kualitas • Biaya kualitas harus digolongkan ke dalam biaya variabel dan biaya tetap dihubungkan dengan penjualan.

• Untuk biaya variabel, penyempurnaan kualitas dicerminkan oleh penngurangan rasio biaya variabel. Pengukuran kinerja dapat menggunakan salah satu ddari 2 cara, yaitu : • Rasio biaya variabel pada awal dan akhir periode tertentu dapat digunakan untuk menghitung penghematan biaya sesungguhnya, atau kenaikan biaya sesungguhnya.

• Rasio biaya yang dianggarkan dan biaya sesungguhnya dapat juga digunakan untuk mengukur kemajuan ke arah pencapaian sasaran periodik. • Untuk biaya tetap, penyempurnaan biaya kualitas dicerminkan oleh perubahan absolut jumlah biaya tetap.

• Pandangan Terhadap Biaya Kualitas dan Jumlah Kesalahan • Kualitas yang makin tinggi berarti biaya yang makin tinggi pula. • Biaya peningkatan kualitas lebih rendah daripada penghematan yang dihasilkan. • Biaya kualitas merupakan biaya yang besarnya melebihi biaya yang terjadi bila barang / jasa dihasilkan secara benar sejak saat pertama produksi. BAB IX PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN (PPK) DALAM KUALITAS • Konsep PPK • Usaha pemberdayaan karyawan dimulai dengan : • Adanya keinginan manajer dan penyelia, yaitu manajer tingkat bawah, untuk memberi tanggung jawab kepada karyawan.

• Melatih penyelia dan karyawan mengenai bagaimana cara untuk melakukan delegasi ddan menerima tanggung jawab. • Komunikasi dan umpan balik perlu diberikan oleh manajer dan penyelia kepada karyawan. • Penghargaan dan pengakuan sebagai hasil dari evaluasi perlu diberikan kepada karyawan sebagai tanda penghargaan terhadap kontribusi mereka kepada perusahaan. • Prinsip-prinsip TQM untuk pekerjaan pada bagian personalia / SDM adalah : • Kualitas pekerjaan pada waktu pertama.

• Fokus pada pelanggan. • Pendekatan strategi yang menyeluruh untuk perbaikan. • Perbaikan secara terus menerus sebagai suatu cara hidup.

• Saling respek di antara karyawan dan mengutamakan tim kerja. • Faktor-faktor Penghambat PPK • Ketidakamanan • Nilai-nilai pribadi • Ego • Pelatihan manajemen • Karakteristik kepribadian para manajer • Ketidakterlibatan manajer • Struktur organisasi dan praktik manajemen • Implementasi PPK Ada berbagai sarana yang dapat digunakan untuk mendorong karyawan agar mereka memberikan masukan dan menyalurkannya kepada para pengambil keputusan : • Brainstroming : manajer bertindak sebagai katalisator untuk mendukung diskusi antarpeserta.

• 2. Nominal group tehnique : teknik ini terdiri atas 5 langakahyaitu : • Merumuskan masalah • Mencatat ide masing-masing dari karyawan • Mencatat ide kelompok • Memperjelas ide-ide yang telah disampaikan. • Masing-masing anggota kelompok memilih ide yang dianggapnya sesuai.

• Gugus kualitas : kelompok karyawan yang mengadakan pertemuan secara teratur untuk mengidentifikasi, menganjurkan dan membuat perbaikan lingkungan kerja. • Kotak saran : menyediakan suatu wadah atau kotak tertentu di tempat-tempat yang sesuai dan mudah didatangi agar karyawan dapat meletakkan saran-saran tertulisnya.

• Management by walking around : jalan-jalan di tempat kerja dan berbicara dengan para karyawan untuk mengumpulkan masukan. • Penghargaan dan Pengakuan Prestasi Prinsip-prinsip kunci manajemen kualitas untuk kompensasi yang baik : • Kompensasi harus berorientasi pada pelanggan ( customer – driven) • Kompensasi harus berorientasi pada tim • Kompensasi harus dapat diukur • Sistem kompensasi harus mengikutsertakan partisipasi seluruh karyawan. Sedangkan untuk program pengakuan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut : • Konsisten, yaitu diberikan dengan cara yang sama dari waktu biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya waktu • Memerlukan biaya • Sering dilakukan • Orang yang memberikan pengakuan menggunakan keterampilan interpersonal untuk memberikan informasi mengenai pencapaian prestasi.

• Pengakuan yang berasal dari rekan sejawat. • Public display • Pengakuan harus didasarkan pada kepercayaan dan penghormatan. • Umpan balik spesifik diberikan untuk menunjukkan bahwa seseorang melakukan sesuatu yang bernilai. • Semakin banyak orang dilibatkan dalam proses seleksi, semakin subjektif pendapat yang ddiberikan.

• Pengakuan dilakukan secara berkala, semakin pendek jarak antara tindakan dan pengakuan, semakin baik untuk menghindari hilangnya efek pengakuan tersebut. • Pengakuan bersifat win/win (setiap orang adalah pemenang) • Sistem Saran : Konsep dan Implementasinya Sistem saran yang diterapkan harus dipantau dan diperbaiki terus menerus.

Perbaikan tersebut memiliki 2 aspek, yaitu: • Perbaikan pemrosesan saran Kriteria sistem saran yang baik adalah : • Semua saran mendapatkan tanggapan formal • Semua saran ditanggapi dengan segera. • Prestasi setiap departemen dalam memberikan dan menanggapi saran dipantau oleh manajemen. • Biaya dan penghematan sistem dilaporkan. • Penghargaan dan pengakuan ditangani dengan segera.

• Ide-ide yang bagus dilaksanakan. • Konflik kepribadian diminimumkan. • Perbaikan sistem saran Agar dapat membuat saran yang baik, karyawan harus memahami : • Identifikasi masalah dan perumusan ide perbaikan • Menyampaikan ide-ide secara ringkas dan jelas dalam bentuk tulisan. BAB X KEPEMIMPINAN DAN KERJASAMA TIM • Definisi dan Karakteristik Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mempengaruhi karyawan agar bekerja mencapai tujuan perusahaan.

Secara umum, seorang pemimpin yang baik harus memiliki beberapa karakteristik berikut : • Tanggung jawab seimbang • Model peranan yang positif • Memiliki keterampilan komunikasi yang baik.

• Memiliki pengaruh positif • Mempunyai kemampuan untuk meyakinkan orang lain. • Kepemimpinan Vs Manajemen No. Tugas Pemimpin Tugas Manajer • Mengembangkan visi ( vision) Merencanakan ( plan) • Menyesuaikan ( Align) Mengorganisasikan ( Organize) • Memberdayakan ( empower) Mengatur ( Direct) • Melatih ( coach) Mengkoordinasikan ( Coordinate) • Memperdulikan ( care) Mengendalikan ( Coordinate) • Kepemimpinan Manajemen Kualitas • Fokus pada pelanggan • Obsesi terhadap kualitas • Pemahaman mengenai struktur pekerjaan • Kebebasan yang terkendali • Kesatuan tujuan • Mencari kesalahan dalam sistem • Kerjasama tim • Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.

• Gaya Kepemimpinan • Kepemimpinan otokratis : pemimpin mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan para karyawan yang harus melaksanakannya atau karyawan yang dipengaruhi keputusan tersebut. • Kepemimpinan demokratis : pemimpin melibatkan para karyawan yang harus melaksanakan keputusan dalam proses pembuatannya. • Kepemimpinan partisipatif : pemimpin hanya sedikit memegang kendali dalam proses pembuatan keputusan dan memberikan kesempatan pada anggota tim untuk membuat keputusan.

• Kepemimpinan berorientasi pada tujuan : pemimpin meminta anggota tim untuk memusatkan perhatiannya hanya pada tujuan yang ada. • Kepemimpinan situasional : tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap manajer dalam semua kondisi. • Penerapan Kepemimpinan Kualitas Penerapan kepemimpinan kualitas terdapat empat tahap : • Perencanaan untuk pelayanan kesehatan.

• Pengaturan pelayanan kesehatan. • Implementasi dan koordinasi pelayanan kesehatan. • Perbaikan pelayanan kesehatan. • Kerjasama Tim Kerja sama tim merupakan salah satu unsur fundamental TQM. Untuk dapat dianggap sebagai tim, harus mempunyai karakteristik : • Ada kesepakatan terhadap misi tim. • Semua anggota menaati peraturan tim yang berlaku. • Ada pembagian tanggung jawab dan wewenang yang adil. • Beradaptasi terhadap perubahan. Sedangkan pada umumnya, tim dapat diklasifikasikan dalam 3 jenis : • Tim penyempurnaan departemen • Tim perbaikan proses : memiliki misi untuk melakukan perbaikan terhadap keseluruhan proses.

• Gugus tugas : tim sementara yang dibentuk untuk suatu misi tertentu. Faktor-faktor penghambat kesuksesan kerja sama Tim : • Identitas pribadi anggota tim : suatu tim tidak dapat berjalan efektif bila anggotanya belum merasa cocok dengn tim tersebut.

• Hubungan antar anggota tim : agar setiap anggota dapat bekerja sama, mereka harus saling mengenal dan berhubungan.

• Identitas tim dalam organisasi Kunci keberhasilan kerja sama tim : • Saling ketergantungan • Perluasan tugas • Penjajaran • Bahasa yang umum • Kepercayaan dan respek • Memperhatikan bakat anggota tim • Keterampilan memecahkan masalah • Keterampilan menangani konflik • Penilaian tindakan • Penghargaan BAB XI REKAYASA ULANG ( REENGINERING) DAN BUDAYA KUALITAS • Arti dan Tujuan Rekayasa Ulang Adalah proses berpikir kembali dan proses perancangan kembali secara mendasar untuk memperoleh perbaikan yang memuaskan atas performansi perusahaan yang mencakup cost, quality, delivery, service and speed dengan pengukuran yang teliti atau kontemporer.

Rekayasa ulang mencakup perancangan kembali proses bisnis untuk memperoleh keuntungan dari potensi besar yang dimiliki perusahaan, seperti komputer dan tehnologi informasi. Tujuan rekayasa ulang adalah perbaikan proses untuk meningkatkan kepuasan total, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. • Karakteristik Rekayasa Ulang Proses Bisnis • Mengintegrasikan dan memadatkan beberapa tugas atau perampingan pekerjaan tertentu menjadi satu. • Memungkinkan adanya beragam versi produk dalam proses yang sama untuk memenuhi permintaan pelanggan yang selalu berubah, mengantisipasi perubahan dari bermacam-macam pasar.

• Memberikan kewenangan kepada pekerja untuk membuat keputusan yang berkaitan langsung dengan pekerjaan mereka.

• Membentuk langkah-langkah kerja dalam proses dengan mengikuti susunan natural sesuai kebutuhan. • Memungkinkan relokasi pekerjaan melewati batas organisasional untuk meningkatkan performansi proses secara keseluruhan. • Mengurangi pemeriksaan dan pengawasan karena pemeriksaan dan pengawasan dianggap sebagai aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. • Meminimumkan rekonsiliasi, karena rekonsiliasi dianggap sebagai aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah.

• Menetapkan titik kontak tunggal untuk pelanggan dengan menetapkan seseorang atau suatu tim kecil yang bertanggung jawab untuk menjawab pertanyaan dan menyelesaikan masalah dari pelanggan.

• Memiliki kemampuan mengkombinasikan keuntungan dari sentralisasi dan desentralisasi dalam proses yang sama.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

• Prinsip dan Tahapan Rekayasa Ulang Prinsip rekayasa ulang : • Mengorganisasikan hasil seluruh langkah dalam proses, bukan satu langkah saja.

• Orang yang mengusulkan desain proses baru tersebut harus bisa melakukannya dengan tepat. • Pekerjaan dalam memproses informasi diusahakan menjadi kerja nyata yang menghasilkan informasi akurat yang dibutuhkan. • Sumber-sumber produksi yang letaknya menyebar harus dibuat agar seolah-olah disentralisasikan. • Lebih menghubungkan aktivitas paralel daripada mengintegrasikan hasilnya.

• Meletakkan titik keputusan di mana pekerjaan tersebut dilakukan, dan menentukan kontrol atas prosess tersebut. • Menerima informasi ssatu kali daripada menerima informai berulang kali. Tahapan dasar dalam rekayasa ulang yaitu : • Rethink : memikirkan kembali tujuan yang akan dicapai saat sekarang dengan asumsi yang diperlukan untuk menentukan apakah tujuan masih bisa digunakan pada komitmen yang baru untuk memenuhi kepuasan pelanggan di waktu yang akan datang.

• Redesign : mencakup analisis tentang cara organisasi dalam memproduksi barang/jasa, bagaimana struktur kerjanya, siapa yang menyelesaikan suatu tugas tertentu, dan apa hasil yang dicapai dari masing-masing prosedur tersebut. • Retool : mencakup evaluasi tentang keuntungan atau manfaat yang ddiperoleh dari teknologi mutakhir yang digunakan. • Budaya Kualitas dan Rekayasa Ulang Budaya Budaya kualitas adalah sistem nilai organisasi yang menghasilkan suatu lingkungan yang kondusif bagi pembentukan dan perbaikan kualitas secara terus menerus.

Karakteristik umum organisasi yang memilih budaya kualitas adalah : • Perilaku sesuai dengan slogan • Masukan dari pelanggan secara aktif diminta dan digunakan untuk meningkatkan kualitas secara terus menerus. • Para karyawan dilibatkan dan diberdayakan. • Pekerjaan dilakukan dalam suatu tim.

• Manajer tingkat eksekutif ddiikutsertakan dan dilibatkan, tanggung jawab kualitas tidak didelegasikan. • Sumber daya yang memadai disediakan di mana pun dan kapan pun ddibutuhkan untuk menjamin perbaikan kualitas secara terus menerus.

• Pendidikan dan pelatihan diadakan agar para karyawan pada semua tingkat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas secara terus menerus. • Sistem penghargaan dan promosi didasarkan pada kontribusi terhadap perbaikan kulitas secara terus menerus. • Rekan kerja dipandang sebagai pelanggan internal. • Pemasok diperlakukn sebagai mitra kerja. BAB XII PATOK DUGA ( BENCHMARKING) • Pengertian dan Jenis Patok Harga Patok duga merupakan suatu proses belajar secara sistematika dan terus menerus untuk mengnalisis tata cara kerja terbaik untuk menciptakan dan mencapai tujuan dengan prestasi kelas dunia, dengan membandingkan setiap bagan dari setiap perusahaan dengan perusahaan pesaing yang paling unggul dalam kelas dunia.

Patok duga ada 4 jenis : • Internal benchmarking : merupakan investigasi patok duga yang paling mudah diterapkan, yaitu dengan membandingkan operasi-operasi diantara fungsi-fungsi dalam organisasi itu sendiri. • Competitive benchmarking : merupakan tingkatan yang lebih lanjut dari internal benchmarking yang berfungsi untuk memposisikan produk perusahaan terhadap produk pesaing. • Functional benchmarking : merupakan jenis patok duga yang tidak harus membatasi pada pembandingan terhadap pesaing langsung yang dapat melakukan investigasi pada perusahaan-perusahaan yang unggul dalam industri yang tidak sejenis.

• Generic benchmarking :merupakan jenis patok duga di mana beberapa fungsi bisnis dan proses adalah sama tanpa mempedulikan ketidak serupaan atau ketidak sejenisan diantara industri-industri. • Azaz dan Generasi Patok Duga Azaz patok duga : • Patok duga merupakan kiat untuk mengetahui bagaimana ddan mengapa suatu perusahaan dapat memimpin atau menguasai pasar.

• Fokus kegiatan patok duga diarahkan pada praktek terbaik dari perusahaan lain. • Praktek patok duga berlangsung secara sisematis dan terpadu dengan praktek manajemen lainnya. • Patok duga mencakup keterlibatan semua pihak, pemilihan yang tepat tentang apa yang dipatok duga, pemahaman organisasi, pemilihan mitra yang cocokdan kemampuan melakukan apa yang dditemukan dalam praktek bisnis.

Generasi patok duga : • Reverse enginering : perbandingan karakteristik produk, fungsi produk dan kinerja terhadap produk pesaing. • Competitive benchmarking : melakukan patok duga terhadap karakteristik produk, persaingan dan proses yang memungkinkan adanya produk unggul.

• Process benchmarking : beberapa proses bisnis perusahaan terkemuka yang sukses yang memiliki kemiripan produk. • Strategic benchmarking : mengevaluasi alternatif, implementasi strategi bisnis, dan memperbaiki kinerja dengan memahami dan mengadaptasi strategi yang telah berhasil ddilakukan oleh mitra global maupun pesaing global.

• Dasar Pemikiran Perlunya Patok Duga Faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk mendorong suatu perusahaan melakukan patok duga adalah komitmen terhadap pelaksanaan manajemen mutu terpadu (TQM), fokus pada pelanggan, product to market time, waktu siklus mamnufaktur dan laba. • Patok Duga Sebagai Instrumen Perbaikan Kualitas Hubungan antara perbaikan berkesinambungan dengan patok duga sangat erat dan saling terkait, yaitu : • Situasi persaingan yang ketat menuntut setiap perusahaan harus cepat melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada setiap bidang yang menjadi kelemahan dan ketertinggalan dari perusahaan lain.

• Patok duga dapat memberikan informasi utama mengenai : • Posisi relatifnya terhadap praktek dan proses yang terbaik dalam kelasnya. • Proses-proses yang perlu diubah. • Patok duga memberikan model yang terbaik dalam satu kelas yang dapat diadopsi atau disempurnakan.

• Patok duga mendukung TQM dengan memberikan alat terbaik bagi proses yang cepat dan nyata. • Proses Patok Duga • Peranan Manajemen Dalam Patok Duga • Agar patok duga dapat produktif, manajemen harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap perubahan proses suatu perusahaan • Manajemen harus menyediakan dana yang dibutuhkan dalam kegiatan patok duga. • Manajemen harus mengalokasikan SDM yang tepat dan terampil dalam mengadopsi patok duga.

• Informasi yang dapat diungkapkan kepada mitra patok duga hanya dapat disiapkan dan ditentukan pihak manajemen. • Manajer puncak harus terlibat secara langsung dalam setiap kegiatan patok duga. BAB XIII PRODUKTIVITAS • Pengertian dan Peranan Produktivitas Produktivitas merupakan nisbah atau rasio antara hasil kegiatan (output) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil (input).

Suatu negara atau industri dapat dikatakan mengalami kemajuan jika dapat mengurangi pengorbanan sumber daya untuk menghasilkan produk yang lebih besar dengan mutu yang lebih baik. Produktivitas tenaga kerja merupakan indikator yang paling peka bagi proses ekonomisasi ini, dan merupakan tolok ukur utama bagi kemajuan ekonomis yang dicapai. Peningkatan produktivitas secara keseluruhan biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya menunjukkan potensi pengadaan barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar untuk setiap pekerja sehingga lebih besar unsur-unsur kebutuhan hidup rakyat yang dapat dipenuh sendiri.

Ini berarti tingkat kesejahteraan rakyat bertambah tinggi. Alasannya adalah bahwa peningkatan produktivitas berarti peningkatan pendapatan pekerja, dan peningkatan pendapatan selanjutnya menambah kuat daya beli masyarakat akan barang dan jasa.

• Manajemen Produktivitas Langkah-langkah perencanaan produktivitas pada dasarnya mencakup lima tahap berikut : • Menganalisis situasi yang mendalam : analisis situasi yang mendalam terhadap faktor-faktor penyebab rendahnya tingkat produktivitas yang dialami pada saat sekarang.

• Merancang program peningkatan produktivitas : program peningkatan produktivitas dirancang berdasarkan identifikasi penyebab timbulnya produktivitas yang rendah yang telah dilakukan dalam analisis situasi.

• Menciptakan kesadaran akan produktivitas.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

• Implementasi program peningkatan produktivitas. • Mengevaluasi program peningkatan produktivitas. • Jenis Produktivitas Pengukuran produktivitas dibedakan atas empat jenis lingkup pengukuran, yaitu : • Pengukuran produktivitas tingkat makro, yaitu secara nasional dan regional. • Pengukuran produktivitas tingkat sektoral, yaitu sektor industri, pertanian, jasa dan sektor lainnya.

• Pengukuran produktivitas tingkat perusahaan. • Pengukuran produktivitas tingkat individu atau unit tertentu. • Cara Meningkatkan Produktivitas • Menerapkan program reduksi biaya : menghasilkan output dengan kualitas yang sama, kita menggunakan input dalam jumlah yang lebih sedikit. • Mengelola pertumbuhan : meningkatkan output dalam kualitas yang lebih besar melalui peningkatan penggunaan input dalam kuantitas yang lebih kecil. • Bekerja lebih tangkas : menggunakan input yang sama, kita meningkatkan output.

• Mengurangi aktivitas : mengurangi aktivitas produksi serta menghilangkan atau membuang aset yang tidak produktif. • Bekerja lebih efektif : meningkatkan output, tetapi mengurangi penggunaan input. • Metode Peningkatan Produktivitas Menurut kussriyanto (1991 : 3)peningkatan produktivitas pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam 4 cara : • Pengurangan sedikit sumber daya untuk memperoleh jumlah produksi yang sama.

• Pengurangan sumber daya sekadarnya untuk memperoleh jumlah produksi yang lebih besar. • Penggunaan jumlah sumber daya yang sama untuk memperoleh jumlah produksi yang lebih besar. • Penggunaan jumlah sumber daya yang lebih besar untuk memperoleh jumlah produksi yang jauh lebih besar lagi. • Hubungan Produktivitas, Kualitas, dan Kemampulabaan Q u : kualitas yang diterima konsumen P : Produktivitas direfleksikan dengan apa yang dihasilkan pekerja P 1 : Kemampulabaan Karakteristik produktivitas : • Sensitivitas terhadap terpenuhinya kebutuhan konsumen dalam menjamin keberhasilan produksi pada tingkat yang optimal.

• Besarnya tanggung jawab terhadap produk tersebut dan keleluasaan bertindak untuk tiap tahap proses produksi untuk tercapainya tingkat hasil produksi yang optimal. • Biaya per satuan yang dikeluarkan untuk memproses produk tersebut sehingga ada unsur untuk mengadakan penghematan setiap biaya yang harus dikeluarkan selama proses produksi seminimal mungkin.

• Jaminan akan terpenuhinya keinginan konsumen akan menimbulkan kebanggaan dan kepuasan pribadi bagi para pekerja. Karakteristik Kualitas: • Persepsi konsumen : konsumen akan merasakan kepuasan atas penggunaan produk yang dihasilkan perusahaan.

• Variabilitas produk, meliputi banyaknya konsumen, pelayanan, kesempatan yang mampu dipergunakan pada produk tersebut dan fungsi kegunaan produk. • Nilai dalam hubungannya dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk tersebut. • Jaminan yang diterima oleh konsumen terhadap mutu barang, termasuk pasca pelayanan purna jual.

BAB XIV ISO 9000 DAN ISO 14000 • Arti dan Tujuan ISO 9000 Adalah suatu sistem terpadu untuk mengoptimalkan efektivitas mutu suatu perusahaan, dengan menciptakan sebuah kerangka kerja untuk peningkatan yang berkesinambungan. Merupakan nama generik untuk sistem manajemen kualitas internasional yang dikeluarkann pertama kali pada tahun 1987 oleh organisasi internasional untuk standarisasi ( The International Organitation for Standaritation = ISO) yang bermarkas di Genewa, Switzerland.

Tujuan Utama dari ISO adalah : • Organisasi dapat mencapai dan mempertahankan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan para pembeli secara berkesinambungan.

• Organisasi dapat memberikan keyakinan kepada pihak manajemennya sendiri bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah dicapai dan dapat dipertahankan.

• Organisasi dapat memberikan keyakinan kepada pihak pembeli bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah dicapai dalam produk / jasa yang dijual. • Seri ISO 9000 Sampai tahun 1996, telah ada beberapa seri ISO 9000, antara lain : • ISO 9000-1, manajemen kualitas dan standar jaminan kualitas – petunjuk untuk pemilihan dan penggunaan. • ISO 9000-2, petunjuk untuk aplikasi ISO 9001, ISO 9002, dan ISO 9003. • ISO 9000-3, petunjuk untuk aplikasi ISO 9001 pada pengembangan, penawaran, dan pemeliharaan perangkat lunak ( software) • ISO 9000-4, petunjuk pada keberlangsungan manajemen program.

• ISO 9001, sistem kualitas model untuk jaminan kualitas dalam desain /pengembangan, produksi, instalasi dan pelayanan. • ISO 9002, sistem kualitas model untuk jaminan kualitas dalam produksi dan instalasi. • ISO 9003, sistem kualitas model untuk jaminan kualitas dalam inspeksi dan pengujian akhir. • ISO 9004-1, manajemen kualitas dan elemen-elemen sistem kualitas – suatu petunjuk.

• ISO 9004-2, manajemen kualitas dan elemen-elemen sistem kualitas – petunjuk untuk jasa. • ISO 9004-3, petunjuk untuk material yang diproses. • ISO 9004-4, petunjuk untuk perbaikan kualitas.

• ISO 9004-5, petunjuk untuk rencana-rencana kualitas. • ISO 9004-6, petunjuk jaminan kualitas untuk manajemen proyek. • ISO 9004-7, petunjuk untuk manajemen konfigurasi. • Sistem Kualitas ISO 9000 Perencanaan Kualitas • Identifikasi pelanggan • Identifikasi kebutuhan pelanggan • Penetapan tanggung jawab kualitas • Transformasi rencana ke operasional Trilogi Kualitas Juran • Dokumentasi Sistem Kualitas ISO 9000 Sistem dokumentasi sangat strategis dan kritis dalam memenuhi persyaratan registrasi sistem kualitas ISO 9000.

Jenis-jenis dokumen itu disebut sebagai dokumen-dokumen tingkat I. II, III, dan IV. • Manual kualitas (dokumentasi tingkat I), disebut juga sebagai dokumen strategis yang berisi persyaratan-persyaratan kebijakan kualitas yang dikeluarkan oleh manajemen. • Prosedur-prosedur (dokumentasi tingkat II), disebut juga sebagai dokumen taktis yang berisi prosedur-prosedur tertulis untuk mencapai kebijakan kualitas yang telah dinyatakan dalam dokumen tingkat I.

• Instruksi-instruksi (dokumentasi tingkat III), disebut juga sebagai dokumen operasional, berisi instruksi-instruksi tertulis yang dikeluarkan sebagai bagian dari implementasi prosedur-prosedur yang ada dalam dokumen tingkat II. • Formulir-formulir (dokumentasi tingkat IV), disebut juga sebagai dokumen data base, berisi catatan-catatan kuallitas ( quality records) • Strategi Memperoleh Sertifikat ISO 9000 • Memperoleh komitmen dari manajemen puncak.

• Membentuk komite pengarah ( steering commite) atau koordinator ISO. • Mempelajari standar-standar dan menilai kebutuhan-kebutuhan ISO 9000.

• Melakukan pelatihan terhadap semua staf organisasi perusahaan. • Memulai tinjauan ulang manajemen. • Identifikasi kebijakan kualitas, prosedur-prosedur, dan instruksi-instruksi yang dibutuhkan yang dituangkan dalam dokumen-dokumen tertulis. • Implementasi sistem manajemen kualitas ISO 9000. • Memulai audit sistem kualitas perusahaan. • Memilih registrar. • Registrasi. • ISO 14000 Adalah standar sistem manajemen lingkungan hidup untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup akibat dari suatu kegiatan perusahaan.

Masalah-masalah tradisional yang menimbulkan pencemaran lingkungan hidup adalah emisi udara, pembuangan limbah cair, penyediaan air minum dan pengolahan limbah rumah tangga, limbah, gangguan, kebisingan, bau, radiasi, dsb.

Sedangkan seri ISO 14000 antara lain adalah ISO 14000 : seri 1995, sistem manajemen lingkungan ISO 14001, pengauditan lingkungan ISO 1410 (SC2), Evironmental Labeling (EL) SC 3, Evaluasi kinerja lingkungan (EKL) SC4, Analisis daur hidup (ADH) Iso 1440 SC5, dan istilah dan definisi (I & D) SC 6. • Pensejajaran ISO 9000 – ISO 14000 • Tujuan jangka pendek : kesesuaian antara ISO 9000 : 1994 (tahap satu) dan ISO 14000 : seri dokumen 1995.

• Tujuan jangka menengah : kesesuaian antara ISO 9000 : 1999 (tahap dua) dan ISO 14000: 1995 • Tujuan jangka pendek : keselarasan seluruh standar di antara kedua komite teknis ISO. BAB XV PEMBERIAN PENGHARGAAN KUALITAS (QUALITY AWAARD) • Malcolm Balridge National Quality Award Merupakan penghargaan tahunan bangsa Amerika Serikat yang diberikan untuk mengakui TQM di industri Amerika Serikat. • Adapun tujuan dari Balridge Award adalah : • Mempromosikam kesadaran kualitas • Memberikan penghargaan atas pecapaian kualitas • Mempublikasikan keberhasilan strategi penerapan manajemen kualitas.

• Mekanisme Proses Pengujian Baldrige : • Penyampaian formulir persyaratan ( eligibility determination form) pada bulan maret setiap tahun. • Penyampaian paket aplikasi bulan april. Terdiri atas 75 halaman ditambah 50 halaman seksi tambahan apabila pelamar terdiri atas unti-unti dari suatu perusahaan yang pada dasarnya merupakan usaha yang berbeda. • Evaluasi aplikasi tertulis tahap 1 (April-Juni), dilakukan paling sedikit oleh 4 anggota penguji.

• Kunjungan ke pabrik selama 5 hari oleh paling sedikit 5 penguji dan seorang penguji senior (September).

• Penelaah akhir oleh panitia penilai (Oktober). • Perayaan penghargaan (Oktober atau November). • Kriteria mutu Baldrige berfokus pada 7 area topik : • Leadership • Information and analysis • Strategic quality planning • Human resource management • Quality assurance of product and service • Quality result • Customer satisfaction • Deming Application Prize Merupakan penghargaan yang diberikan kepada industri di Jepang.

Daftar pemeriksaan deming application prize • Kebijakan dan sasaran • Kebijakan mengenai manajemen, mutu, dan kendali mutu. • Metode dalam menentukan kebijakan dan sasaran.

• Kelayakan dan konsistensi isi sasaran. • Pemanfaatan metode statistik • Penyebaran dan penyerapan biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya. • Pemeriksaan sasaran dan pelaksanaannya. • Hubungan antara rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek.

• Organisasi dan operasinya • Garis tangging jawab yang jelas • Kelayakan pendelegasian wewenang • Kerjasama di antara divisi-divisi • Kegiatan-kegiatan komite • Pemanfaatan staf • Pemanfaatan kegiatan gugus kendali mutu (kelompok kecil) • Audit kendali mutu. • Pendidikan dan Penyebarannya • Rencana pendidikan dan pelaksanaan yang sebenarnya • Kesadaran tentang mutu dan pengendalian, pemahaman terhadap kendali mutu.

• Pendidikan mengenai konsep-konsep dan metode-metode statistik dan tingkat penyerapannya. • Kemampuan untuk memahami pengaruhnya. • Pendidikan bagi para subkontraktor dan organisasi luar. • Kegiatan gugus kendali mutu.

• Sistem pengajuan sasaran. • Pengumpulan dan penyebaran informasi serta pemanfaatannya. • Pengumpulan informasi dari luar. • Penyebaran informasi di antara divisi-divisi • Kecepatan penyebaran informasi yang berbasis komputer. • Analisis (statistik) terhadap informasi dan pemanfaatannya.

• Analisis • Pemilihan masalah dan tema yang penting • Kelayakan metode analitik. • Pemanfaatan metode statistik. • Pengikatan dengan teknologi rekayasa sendiri. • Analisis mutu dan analisis proses.

• Pemanfaatan hasil analisis. • Sumbangan saran-saran bagi perbaikan • Standarisasi • Sistem standar • Metode penetapan, perbaikan, dan pembatalan standar. • Catatan sebenarnya tentang penetapan, perbaikan dan pembatalan standar. • Isi standar. • Pemanfaatan metode statistik. • Akumulasi teknologi. • Pemanfaatan standar. • Pengendalian • Sistem pengendalian bagi mutu dan bidang-bidang yang berhubungan, seperti biaya dan kuantitas.

• Titik pengendalian dan bahan pengendalian. • Pemnfaataan metode statistik, seperti diagram pengendalian dan penerimaan umum cara berpikir menurut statistik. • Sumbangan kegiatan gugus kendali mutu. • Kondisi pengendalian kegiatan yang sebenarnya. • Kondisi sistem pengendalian yang sebenarnya. • Jaminan mutu.

• Prosedur pengembangan produk baru. • Pengembangan mutu (rincian fungsi mutu) dan analisisnya, keandalan, dan peninjauan kembali desain. • Keselamatan dan pencegahan kelemahan produk. • Pengendalian proses dan perbaikan. • Kemampuan proses. • Pengukuran dan pemeriksaan. • Pengendalian fasilitas / perlengkapan, pembuatan subkontrak, pembelian, pelayanan, dan sebagainya. • Sistem jaminan mutu dan auditnya. • Pemanfaatan metode statistik • Penilaian dan audit mutu • Kondisi praktis jaminan mutu.

• Pengaruh • Mengukur pengaruh • Pengaruh yang tampak, seperti mutu, kemampuan pelayanan, tanggal penyerahan, biaya, laba, keselamatan, lingkungandsb.

biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya

• Pengaruh yang tidak tampak. • Kecocokan antara ramalan tentang pengaruh dan catatan yang sebenarnya. • Rencana masa depan • Pemahaman keadaan saat ini dan kenyataannya. • Kebijakan yang dipakai untuk mengatasi kekurangan. • Rencana promosi bagi masa depan. • Hubungan dengan rencana jangka panjang perusahaan.

• European Quality Award Merupakan penghargaan yang diberikan untuk industri-industri yang ada di eropa. Adapun misi dan European Quality Award : • Mendukung manajemen perusahaan-perusahaan Eropa barat ddalam mempercepat proses penciptaan kualitas untuk mencapai keunggulan kompetitif global. • Merangsang, dan apabila perlu, membantu semua segmen dari masyarakat Eropa barat untuk berpartisipasi dalam aktivitas perbaikan kualitas serta mengembangkan kultur kualitas.

• Kriteria penilaian : • Kepemimpinan kualitas. • Strategi dan kebijakan perusahaan. • Manajemen sumber daya manusia • Sumber daya • Proses • Kepuasan karyawan • Kepuasan pelanggan • Dampak pada masyarakat. • Hasil-hasil bisnis.

• Sistem Manajemen Kualitas Korea Sistem manajemen kualitas Korea yang dikenal dengan nama KQMA ( the Korean Quality Management Award) ditetapkan pertama kali pada tahun 1975. Banyak industri yang telah memenangkan KQMA. Terdapat enam kategori dalam sistem KQMA, yaitu : Company Award, QCC Award, QM Literature Award, Order of Merit in QM, Quality Master, & Suggestion Award.

• Sistem Manajemen Kualitas Brasil Sistem management kualitas Brasil, dikenal ddengan nama the Brazilian Quality Award (BQA), ditetapkan pertama kali 12 november 1992, bertepatan dengan Hari Kualitas Dunia.

Terdapat tujuh kategori yang dinilai dalam BQA, yaitu : • Kepemimpinan • Analisis dan informasi • Perencanaan strategis kualitas • Utilisasi SDM • Jaminan kualitas untuk barang ddan/atau jasa • Hasil-hasil kualitas yang diperoleh.

• Kepuasan pelanggan • Sistem Manajemen Kualitas Kolumbia Sistem manajemen kualitas Kolombia yang dikenal dengan nama CNQA ( The Columbian National Quality Award) ditetapkan pertama kali pada tahun 1975, kemudian CNQA versi baru ditetapkan paada tahun 1991 berdasarkan Deming Prize, ISO 9000, MBNQA, MNQA ( The Mexican National Quality Award), dan petunjuk dari pemerintah kolumbia.

• Sistem Manajemen Kualitas India Tujuan dari RGNQA ( The Rajiv Gandhi National Quality Award) : • Mendukung perusahaan-perusahaan India untuk meningkatkan kualitas agar menjadi lebih kompetitif melalui peningkatan produktivitas. • Mengakui prestasi dari perusahaan-perusahaan India yang meningkatkan kualitas barang/jasa, serta memberikan teladan kepada perusahaan lain.

• Menetapkan petunjuk dan kriteria yang ddapat digunakan oleh industri dalam mengevaluasi usaha-usaha perbaikan kualitas mereka. • Memberikan petunjuk spesifik untuk organisasi lain yang ingin belajar tentang bagaimana mengelola perbaikan kualitas dengan menyediakan informasi terperinci tentang bagaimana perusahaan yang memenangkan RGNQA mampu mengubah kultur mereka dan mencapai kemajuan.

Buku : Manajemen Mutu TerpaduDrs. M.N. Nasution, M.Sc.
Jawaban: Biaya Penilaian. Penjelasan: Biaya Penilaian merupakan biaya yang berhubungan dengan pengukuran, evaluasi atau audit produk atau servis untuk memastikan kesesuaian terhadap standar kualitas atau persyaratan lainnya seperti Kalibrasi alat ukur dan kalibrasi mesin, Tes dan inspeksi material yang dibeli, Pengujian penerimaan, Inspeksi, dan sebagainya.Biaya yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya cacat dalam produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaa /biaya-biaya yang berhubungan dengan upaya pencegahan kegagalan internal maupun eksternal.

Tujuan dikeluarkan biaya pencegahan ini adalah untuk menurunkan kuantitas produk yang tidak memenuhi spesifikasi mutu yang telah ditetapkan, sehingga menurunkan biaya kegagalan. b. Tinjauan ulang produk baru ( New product Review ) : Biaya – biaya yang berkaitan dengan rekayasa keandalan (reliability engineering) dan aktivitas-aktivitas lain yang terkait dengan kualitas yang berhubungan dengan pemberitahuan desain baru.Contonya: biaya pelaporan mutubiaya penelaahan terhadap terhadap desain produk, gugus kendali mutu (quality cicle).

a. Inspeksi dan pengujian kedatangan material : biaya–biaya yang berkaitan dengan penentuan kualitas dari material yang dibeli, apakah melalui inspeksi pada saat penerimaan, dilakukan oleh pemasok, atau inspeksi yang dilakukan oleh pihak ketiga. Contohnya : biaya pengujian bahan baku, biaya inspeksi pembungkusan, verifikasi pemasok, pengujian dilapangan, biaya penilaian pemasok d. Audit kualitas produk: biaya-biaya untuk melakukan audit kualitas pada produk dalam proses atau produk akhir.

Contohnya biaya aktivitas pengawasan. Product Acceptance adalah pengambilan sampel dari satu batch produk jadi untuk menentukan apakah produk dalam batch tersebut memenuhi mutu yang telah ditetapkan. Process Acceptance adalah pengambilan sampel dari proses produksi yang sedang berjalan untuk melihat apakah proses produksi berjalan dalam kendali dan tidak menghasilkan produk cacat.

Pengertian (199) Pendidikan (168) Makalah (112) Informasi (90) Pengetahuan (90) Pelajaran (89) Ekonomi (60) Akuntansi (53) Bisnis (48) Contoh Makalah (30) Fakta Kesehatan (27) Hukum (26) Motivasi (21) Kesehatan (20) Perdagangan (20) Qreport (19) Manajemen (18) sejarah (18) Database (16) Pemasaran (16) Pemrograman (15) Penyakit (15) Komunikasi (14) Nutrisi (13) Pertanian (13) Teknologi (13) Bahasa Inggris (11) Koperasi (11) Software (11) Komputer (10) Agrowisata (8) Internet (8) Aspek (7) Kecantikan (7) Pajak (7) Administrasi (6) Agama (5) Alqur’an (5) Fungsi (5) Program (5) Accounting Terms (4) Accounts Payable - Accounts Receivable (4) Alternatif (4) Budaya (4) Contoh Proposal (4) Filsafat (4) Iptek (4) Obat Herbal (4) Obat-obatan (4) Perekonomian (4) Artikel (3) Berita (3) Blog Tips (3) Industri (3) Internasional (3) Olahraga (3) Accounting concepts (2) Automotive (2) Bank Reconciliation Statement (2) Kehutanan (2) Kesehatan Anak (2) Kesehatan Wanita (2) Pengadaan (2) Siklus (2) Skripsi (2) Tips-tips (2) Tugas Akhir (2) Asuransi (1) Cerita Lucu Kesehatan (1) Contoh Jurnal (1) Elektronik (1) Fisika (1) Hardware (1) Ilustration (1) Jaringan (1) Kesehatan Bayi (1) Lain-lain (1) Manfaat (1) Penelitian (1) Perbandingan (1) Perikanan (1) Politik (1) Seni (1) intranet (1) rectification of errors (1) • ► 2015 (4) • ► January (4) • ► 2014 (116) • ► November (27) • ► October (24) • ► September (7) • ► July (1) • ► June (1) • ► May (3) • ► April (2) • ► February (20) • ► January (31) • ▼ 2013 (864) • ► December (15) • ► November (56) • ► October (97) • ► September (26) • ► August (52) • ► July (130) • ► June (32) • ► May (81) • ► April (190) • ► March (133) • ▼ February (39) • Kesehatan Pribadi Dan Lingkungan • RPP SMP Seni Budaya Kelas IX Semester II • RPP Seni Budaya Kelas Semester XI II • RPP Seni Budaya Kelas X Semester II • Contoh Proposal Tugas Akhir • Fungsi Dan Unsur- Unsur Institusi • Contoh Pembahasan Makalah Sosiologi • Contoh Kerangka Teori Makalah Sosiologi • Contoh Pendahuluan Makalah Sosiologi • Deskripsi Biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan disebut dengan biaya Bisnis • Penjelasan Properti-Properti Type Data • Mengenal Database dan Tipe Data pada Microsoft Access • Berbagai istilah dalam RDBMS • Konsep Oop Penjelasan • Rethingking Java • Arsitektur Software • Arsitektur Client-Server • Mengenal Sistem Produksi Tepat Waktu (Just In Time.

• Product Life Cycle • Biaya Mutu ( Quality Cost ) • Total Quality Management • Definisi dan sejarah pengendalian kualitas • Perbandingan Laporan Rugi laba perusahaan Manufaktur • Harga Pokok Produksi - Metode Penentuan • Metode Pengumpulan Harga Pokok Produksi • Keputusan Yang Diusulkan, Pelaksanaan Dan Evaluasi • Sesuatu Yang Dibiayai - Klasifikasi Biaya Dalam Hu.

• Periode Akuntansi - Klasifikasi Biaya Dalam Hubung. • Departemen Pabrikasi - Klasifikasi Biaya • Hubungannya Dengan Volume Produksi - Klasifikasi B. • Klasifikasi Biaya dalam Hubungannya dengan Produk • Klasifikasi Biaya Produksi (Manufakturing) • Sistem Informasi Akuntansi Biaya • Pengertian Biaya ( Cost ) • Hukum Rumah Sakit (Hospital Law) • Fasilitas E-Library Di Sekolah Dalam Layanan Online • Perpustakaan Berbasis teknologi Informasi dan Komu.

• Meningkatakan Citra Pustakawan • Membangun Citra Perpustakaan • ► January (13) • ► 2012 (37) • ► November (6) • ► September (1) • ► August (6) • ► July (3) • ► April (12) • ► March (4) • ► February (5) • ► 2011 (18) • ► September (2) • ► July (1) • ► June (8) • ► April (5) • ► January (2) • ► 2010 (22) • ► October (1) • ► September (1) • ► July (2) • ► June (9) • ► May (5) • ► April (4) • ► 2009 (62) • ► November (11) • ► October (51)

Harga Pokok Produk Bersama & Produk Samping Dlm Akuntansi Biaya




2022 www.videocon.com