Nama tarian daerah suku batak

nama tarian daerah suku batak

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak budaya yang sangat luar biasa. Nama tarian daerah suku batak satunya adalah budaya tari-yang berasal dari sumatera utara.

Batak Tarian Batak, Sumatera Utara. Tarian ini selalu diiringi oleh alat musik khas. Ada banyak jenis batak populer yang digunakan termasuk Patak Toba, Karoo, Mandeling, Simalungon, Pak Pak, dan banyak lainnya. Pada artikel ini kita akan mengulas lebih lanjut tentang tiga menari pertama yang saya sebutkan di atas yaitu menari topo, karu, dan seniman. Apa pemahaman, tujuan, dan teknik dari masing-masing tarian ini akan dibahas dalam artikel ini. 3 jenis tarian batak tradisional yang paling populer: Tuba, Karoo, Mandeling.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang tiga tarian, mari kita tentukan sejarah dan asal-usul menari di Sumatera Utara. Tari / Tor untuk Batak adalah senior tradisional / lama yang mengidentifikasikan dirinya dengan gerakan unik di rumah tradisional Batak.

Suara yang dihasilkan diperoleh dari ritme kaki dan berasal dari bahasa batak yang disebut tor-tor. Yang menentukan tor-tor adalah sebelum upacara pembukaan dimulai, itu akan diisi dengan host catatan (hasuhutan).

Hasuhutan akan meminta berkah melalui pemandu gondang dengan acara yang ditunjuk Tua ni Gondang. Dalam sejarah orang Batak, untuk tujuan tertentu seperti upacara kematian, waktu panen raya, pemulihan penyakit, dan pesta anak muda.

Pada dasarnya, Batak itu sendiri dijalankan untuk tujuan esoteris, yaitu kedatangan jiwa. Jiwa yang “dibuka” akan membuka patung leluhur yang kemudian muncul dalam tarian. Dalam beberapa jenis piston, unduhan tidak dinyalakan tetapi gratis. Lebih baik dari PAC Tor yang terkenal, mari kita tinjau 3 yang diharapkan. A. Jenis Tarian Adat Batak (Sumatera Utara) Berikut ini akan diulas tentang nama tarian daerah suku batak batak yang ada di sumatera utara.

Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut simak pembahasan berikut ini ya! 1. Tuba Batak menari Tor-Tor adalah tarian kuno yang identik dengan gerakan yang diiringi oleh alat musik gondang.

Tuba Patak Turtur sendiri adalah tarian Batak yang berasal dari wilayah Toba yang meliputi Tabanoli utara, Toba Samosir, Samosir dan Humbang Hasondutan. Tarian Patuba sendiri dapat dilihat secara rutin di Museum Hota Polong. Jika Anda beruntung dan datang ke situs selama musim liburan, Anda akan dapat menontonnya setiap hari. Sementara itu, jika hari reguler akan ditampilkan setiap akhir pekan; Sabtu dan Minggu. Selain Museum Huta Bolong, Anda juga dapat melihat Tor-tor Toba di Pulau Tomok Samosir.

Lokasi ini dekat Kuil Sidabutar. Anda dapat meminta penduduk setempat untuk bertanya tentang lokasi jika Anda sudah berada di wilayah Tuba. 2. Tari Karo Patak Karo Torak Tor-Tor adalah suku Batak di wilayah Karu di Sumatera Utara dan memiliki jenis gerakan dan tujuan tertentu. Komunitas Karo menyelenggarakan tarian unik ini sesuai dengan masing-masing pembawa acara.

Hanya ada tiga jenis tarian karu yang sebagian besar dilakukan oleh orang-orang Karoo, yaitu Jandala, Winddikar, dan Peso Surritt. 3. Tarian tradisional Nama tarian daerah suku batak Karo Batak Karo yang masih berdiri sampai sekarang.

Tarian ini umumnya dilakukan oleh orang-orang di desa Siberia Tanah Karu. Desa Seberaya sendiri termasuk dalam sub-wilayah Tigapanah di wilayah Karo. Tujuan dari permintaan dansa ini adalah untuk mencari hujan di musim kemarau yang panjang.

Penari di jandala biasanya memakai topeng kayu yang membentuk karakter tertentu. Penari juga dilengkapi dengan gaun (pakaian penuh dan besar) dan sarung tangan berwarna penuh untuk karakter yang dimainkan. 4. Tari B. Ndikar Tarian Karoo dikenal karena gerakan seni bela diri khas orang Karoo. Awalnya Caro pribumi, gerakan wisata ini bertujuan untuk melindungi nama samaran bela diri. Semakin lama dia belajar, semakin dia tertarik untuk melestarikannya sebagai budaya dan akhirnya memasukkannya ke dalam tarian.

Tidak heran jika tarian ndikkar seperti gerakan yang paling banyak dipelajari dalam pencak silat. Gerakan ini memiliki fitur yang lambat dan halus. Namun, pada titik tertentu gerakan yang cepat dan sulit akan diselingi.

Penari Ndikkar menari dengan tangan kosong, mengenakan pakaian batak hitam tradisional dengan ikat pinggang seperti tengkorak hitam. Selain kostum, sarung tangan / jari leluasa melilit celana selempang pinggang. B. Piso Surit dance Piso surit sebenarnya adalah lagu yang juga menjadi tarian Karo. Tarian ini memuji pria yang diharapkan disambut oleh kekasihnya, tetapi yang tidak datang.

Dalam tarian ini, pria itu melambangkan pinkala (burung ekor panjang yang fasih menyanyi). Lagu Piso Surit sendiri digubah oleh musisi legendaris Caro, Diaga Debari.

Lagu itu sekarang tidak terlihat lagi sekarang. Sedangkan untuk gaun yang dikenakan oleh penari Piso surit berupa gaun merah batak karo dengan emas atau motif halus bebas. Juga dilengkapi dengan topi lebar khusus. 1. Tari Batak Mandailing Tarian batak ini berasal dari wilayah Mandayel, yang dibutuhkan oleh provinsi Mandali Natal dan Tapoli Selatan.

Dalam perkembangannya, tarian Mandailing sering dipertanyakan dalam berbagai upacara dan kegiatan tradisional. Ada 5 jenis tarian boughat gabungan yang dikenal dan dipraktikkan oleh masyarakat setempat.

Tarian tradisional Sarak Datu Patak Tarian Sarama Datu Mandailing pada awalnya dilakukan untuk mencari sesuatu melalui kekuatan jiwa.

Pada praktiknya, tarian ini dibawakan oleh satu orang bernama Sebasso. Mendampingi orkestra, Gordord Sibaso meminta begu (roh) untuk memenuhi permintaannya. Tarian ini biasa digunakan ketika banyak bencana terjadi seperti penyakit menular, hujan terus-menerus, dll. Menurut keyakinan, hanya Sibasu yang dapat berkomunikasi dengan roh. C. Tor Tor dance Tarian ini bertujuan untuk melakukan pertunjukan tari di Horja Godang Haroan Boru (kedatangan pengantin wanita di pernikahan).

Tarian ini biasanya digelar selama 3 hari tiga malam. Penari memakai pakaian khas Mandayel dengan headwear tambahan.

nama tarian daerah suku batak

D. Guru Guru Aaron Tarian ini lebih mudah dikenal sebagai tarian pemuda karena tujuan utama dari tarian ini adalah pengenalan tradisional kepada kaum muda.

Tarian Guro Guro Aron diiringi oleh alat musik khas seperti Sarune dan Gendang. 1. Tor tor naposo nauli bulung Tarian ini dibawakan oleh penari muda berpasangan. Anda hanya dapat diminta oleh 3 pasang penari pria dengan komposisi garis tari sesuai dengan klan mereka.

2. Tarian Endeng-endeng Tarian Batak Mandailing lain yang dibuat khusus oleh masyarakat Tapanuli Selatan. Tujuan dari tarian ini adalah untuk memperoleh kegembiraan dengan mendapatkan kebahagiaan seperti hasil panen. Saat ia bernyanyi, Endeng-Endeng menari oleh sepuluh pemain / penari dengan dua orang sebagai penyanyi, pemain keyboard, satu orang memainkan rebana, lima penabuh drum, yang terakhir adalah penabuh drum.

Demikianlah diskusi tentang adat batak. Semoga dengan artikel ini dapat membantu Anda dan para pembaca untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Simak Pembahasan LEBIH lanjutnya disini ya! Terima kasih. Tari TorTor – Tarian TorTor adalah tari adat nama tarian daerah suku batak sudah ada sejak zaman Batak purba.

Tarian ini memiliki keunikan tersendiri serta gerakan yang sederhana membuat banyak orang mudah meniru gerakannya. Tarian ini di iringi dengan musik yang menggunakan alat musik tradisional khas suku Batak. Biasanya tarian ini di tampilkan pada acara-acara budaya, acara adat, dan lain sebagainya.

Daftar ISI • Keunikan Tari TorTor Tarian Khas Suku Batak • Sejarah Tari TorTor • Tentang Tari TorTor • Gerakan Tari TorTor • Iringan Tarian TorTor • Properti Tarian TorTor • Keunikan Tarian TorTor • Tarian TorTor Sebagai Media Komunikasi • Diiringi Musik Gondang • Prosesi Tua ni Gondang • Setiap Penari TorTor Menggunakan Ulos • Pantangan Saat Menari TorTor Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Indonesia memang sangat kaya budaya.

Disetiap daerah saja pasti memiliki jenis tarian khas yang berbed-beda. Advertisements Disetiap daerah dan suku pasti memiliki seni tari yang khas dari daerah masing-masing. Salah satu tarian yang cukup populer di suku Batak adalah Tari TorTor, dimana tarian ini memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri. Untuk lebih jelasnya, silahkan anda simak ulasan lengkap mengenai tari TorTor berikut ini. Sejarah Tari TorTor Advertisements Perlu anda tahu bahwa nama TorTor berasal dari TorTor yaitu bunyi hentakan kaki penari di lantai papan rumah adat Batak.

Sejarah tersebut diperkirakaan sudah ada sejak zaman Batak purba.

nama tarian daerah suku batak

Pada masa itu, tarian digunakan untuk tari persembahan kepada roh leluhur. Seorang pecinta dan praktisi TorTor bernama Togarma Naibaho memberikan pendapat “tujuan tari ini dulu untuk upacara kematian, penyembuhan, panen, pestanya muda mudi.

Kemudian tari ini memiliki proses ritual yang harus di lalui”. Tentang Tari TorTor Advertisements Gerakan Tari TorTor Gerakan Tarian TorTor memang sederhana, berbeda dengan tarian pada umumnya. Maka tidak heran jika tarian ini sangat mudah dibawakan oleh semua orang. Keunikan pada tarian TorTor terletak di gerakan tangan yang melambai-lambai seiring dengan irama musik yang mengiringi.

Tidak hanya itu saja, gerakan tangan juga di ikuti dengan gerakan kaki sehingga dapat menimbulkan bunyi TorTor. Iringan Tarian TorTor Seperti tari pada umumnya, Tarian TorTor juga di iringi dengan musik serta menggunakan alat musik tradisional yaitu Mangondangi dari Sumatera Utara. Alat musik yang mengiringi tari sangat lengkap yaitu terdiri dari terompet khas batak, tagading, odap gordang, doal, gondang, ogun, panggora, oloan, dan sarune.

Perpaduan alat musik tersebut mengasilkan suara yang merdu. Sehingga tarian TorTor seirama dengan musik pengiring. Properti Tarian TorTor Untuk properti yang digunakan pada tarian TorTor berbeda-beda tergantung dari makna tari yang akan ditampilkan. Apabila tarian TorTor di bawakan sebagai ritual keagamaan biasanya wajib menggunakan properti seperti patung batu.

Patung inilah yang nantinya akan di masuki roh dan bergerak sendiri sesuai dengan musik yang di mainkan. Jika tarian TorTor dibawakan hanya untuk acara hiburan saja tidak membutuhkan properti apapun. Keunikan Tarian TorTor Advertisements • Tarian TorTor Sebagai Media Komunikasi Tarian TorTor merupakan salah satu budaya dari Batak yang saat ini cukup populer, karena biasanya tarian ini ditampilkan sebagai tari seremonial. Tarian TorTor tidak hanya nama tarian daerah suku batak sebagai tari seremonial saja, karena tarian TorTor juga digunakan untuk media komunikasi.

Hal tersebut terlihat jelas dari gerakan tari yang bisa menghasilkan interaksi dari para penonton. • Diiringi Musik Gondang Keunikan lain dari tarian TorTor adalah diiringi dengan alat musik Gondang. Gerakan tarian TorTor menjadi semakin kuat dengan adanya dentuman yang dihasilkan music Gondang. Biasanya orang-orang lebih dulu memainkan alat musik sebelum tarian TorTor dimulai. • Prosesi Nama tarian daerah suku batak ni Gondang Keunikan dari Tari ini yaitu terdapat prosesi Tua ni Gondang sebelum tarian TorTor ini dimulai.

Biasanya sebelum musick gondang dimainkan, tuan rumah memiliki permintaan khusus kepada penabuh musik gondang. Tua ni Gondang bagi masyarakat Dayak diartikan berkat dari musik gondang. Permintaan yang diinginkan oleh tuan rumah bisa berupa kata-kata santun. Dalam beberapa saat, tabuhan musik gondang dengan ritme tertentu akan menyelingi setiap kali tuan rumah selesai mengucapkan satu permintaan tersebut.

Tabuhan musik gondang bertujuan agar mendapatkan keberkahan dan apapun permintaan yang dimaksudkan dapat tercapai. • Setiap Penari TorTor Menggunakan Ulos Sama seperti tarian adat umumnya yang menggunakan kostum khusus. Tidak terkecuali penari TorTor yang menggunakan ulos atau baisa disebut dengan kain khas dari Suku Batak saat menari. Biasanya, kain ulos yang digunakan untuk menari TorTor merupakan dominan dengan warna merah, hitam serta putih.

Kemudian, kain ulos dihiasi dengan berbagai tenunan dari benang emas ataupun perak, sehingga bisa terlihat lebih menarik dan modern. Zaman dulu, kain ulos digunakan sebagai busana saat upacara adat berlangsung. Dengan cara penggunaan nama tarian daerah suku batak sangat sederhana yaitu digunakan dalam bentuk sarung atau selendang.

Seiring berjalannya waktu kain ulos diolah ke berbagai bentuk sebagai cindera mata karena banyak sekali wisatawan yang datang ke Batak. • Pantangan Saat Menari TorTor Para penari dalam Tarian TorTor, tangannya tidak boleh diangkat di atas bahu. Apabila penari melanggar pantangan itu, maka penari siap menantang siapapun. Karena di dalam ilmu kedukunan, jika ada penari melanggar pantangan tersebut, maka bisa mendapatkan kesialan di dalam hidup.

Itulah tadi informasi menarik tentang Tarian TorTor mulai dari sejarah sampai dengan keunikan tari yang berasal dari suku Batak ini. Tidak hanya itu saja, inspired2write.com juga memiliki informasi menarik tentang Tari Puspanjali yang berasal dari Bali dan sering digunakan sebagai tarian penyambut tamu.

Kategori • Budidaya • Makanan • Pendidikan • Perbankan • Teknologi • Wirausaha Artikel Terbaru • 7 Cara Bayar Pajak Motor Online Jawa Barat Terbaru • 15 Cara Bayar Pajak Motor Online Jawa Timur Lebih Praktis & Cepat 2022 • √ Biaya Deposito BRI 2022 : Administrasi, Pencairan & Pajak • 14 Cara Bayar Pajak Motor Online Jawa Tengah Lebih Praktis 2022 • √ Biaya Deposito Mandiri 2022 : Administrasi & Penalti • 15 Cara Menjadi Agen Aice Ice Cream 2022 : Syarat & Modal • 10 Cara Menjadi Agen Cleanoz 2022 : Syarat & Keunggulan • 10 Cara Menjadi Agen Prudential 2022 : Syarat & Komisi • 15 Cara Bayar Netflix Pakai OVO Paling Mudah 2022 • 15 Cara Bayar Gojek Pakai LinkAja Paling Gampang 2022
Jakarta - Nama tarian suku Batak yang terkenal adalah tari Tortor.

Tarian ini awalnya hanya sebagai pengiring pada upacara adat masyarakat etnis Batak di Sumatera Utara. Tarian Tortor terdiri dari berbagai jenis dengan makna yang berbeda-beda.

Berikut sejarah dan filosofi tarian Tortor yang berasal dari Batak, Sumatera Utara. Baca juga: Dari Tari hingga Alat Musik, Ini 6 Keberagaman Budaya Indonesia Nama Tarian Suku Batak: Asal Muasal Tarian Tortor Nama tarian suku Batak salah satunya adalah Tarian Tor-Tor.

Melansir dari situs Encyclopedia Jakarta, kata Tor-tor berasal dari suara hentakan kaki para penari di atas papan rumah adat Batak. Pada zaman kolonial Belanda, tarian ini menjadi hiburan bagi para raja, namun secara tersirat berupa perlawanan terhadap tentara Belanda.

Baca juga: Tari Tortor, Nama tarian daerah suku batak Khas yang Berasal dari Sumatera Utara Nama Tarian Suku Batak: Tor-Tor dalam Upacara Perkawinan Tarian Tortor sering digunakan dalam berbagai upacara adat masyarakat Batak, salah satunya acara perkawinan yang disebut 'Horja Haroan Batu'.

Tortor ditarikan setelah penyampaian pidato adat (maralok-alok) selesai dilakukan. Keunikan tarian Tortor adalah tidak adanya panortor (penari) khusus, melainkan semua orang bisa menari bersama-sama agar acara semakin meriah.

Pada upacara adat pernikahan Batak Toba, ada dua kelompok manortor berbaris, di sebelah kanan adalah pihak hula-hula dan di sebelah kiri pihak boru, sedangkan tamu undangan yang hadir akan ikut manortor dalam beberapa kelompok. Baca juga: Disambut Tortor, Anies dan Luhut Hadiri Acara HKBP di Jaktim Berikut ketentuan tarian Tor-Tor dalam upacara pernikahan adat Batak.

- Tarian Tor-Tor dimulai saat pengantin memasuki tempat pesta (adat na gok). - Kemudian, pengantin berdiri bersama keluarga pihak laki-laki di pintu masuk. - Lalu, pihak keluarga perempuan (hula-hula) dipanggil untuk memasuki ruangan diikuti para tamu undangan, sambil diiringi musik dengan menyalami pengantin dan keluarganya.

- Berikutnya, seluruh keluarga akan menarikan Tor-Tor, baik pihak boru-boru (pihak isteri), hula-hula (pihak marga pemberi isteri), maupun dongan sabutuha (kerabat semarga). Nama Tarian Suku Batak: Nama tarian daerah suku batak Tarian Tor-Tor Ada beragam jenis gerakan tarian Tor-Tor. Kebanyakan tarian Tor-Tor menggunakan kombinasi gerakan tangan dan kepala. Berikut informasinya. 1. Tortor Mula-mula - Badan dan anggota tubuh digerakkan secara ekspresif (mangurdot) saat mendengar suara "sarune" (alat musik tiup khas Batak Toba).

- Setelah itu, tangan dinaikkan hingga posisinya di depan ulu hati, lalu diturunkan perlahan, dan kembali dilipat ke arah depan perut. - Gerakan ini melambangkan hati yang bersih, tulus, dan ikhlas agar mendapat berkat dari Yang Maha Kuasa. - Gerakan ini juga sebagai tanda tunduk kepada Nama tarian daerah suku batak Penguasa, serta memohon ijin untuk mengadakan acara adat.

2. Tortor Somba - Gerakan mangurdot saat sarune dibunyikan - Kemudian, tangan dinaikkan hingga depan ulu hati, lalu posisi tangan atau jari tangan naik lagi - Posisi tangan menyembah di depan dahi tetapi tidak rapat, dan kepala sedikit menunduk. - Tangan secara perlahan diturunkan kembali hingga depan ulu hati, berhenti sebentar, lalu diturunkan lagi, dan kembali dilipat di depan perut.

- Gerakan ini sebagai lambang penghormatan pada raja dan roh leluhur, serta memohon perlindungan untuk alam semesta. 3. Tortor Mangaliat/Liat-liat - Gerakan tangan sudah lebih bebas, tangan terbuka sejajar bahu atau dada.

- Khusus untuk perempuan, satu tangan di depan pinggang dan satu tangan lagi di depan ulu hati bergantian diayun. - Posisi telapak tangan terbuka berarti meminta dan memberi berkat. - Gerakan tangan ini melambangkan sifat dan karakter perempuan Batak yang penyabar serta sayang pada keluarganya. 4. Tortor Hasahaton/Sitotio - Gerakan ini mengangkat ulos dan mengibaskannya ke udara sambil berucap "Horas" 3 kali yang berarti berkat sudah diterima - Kata Horas tiga kali mengandung arti gabe, sangap, dan mamora (berketurunan, sehat, dan berkecukupan).

Apabila sudah memiliki ketiga hal itu, berarti selamat dalam segala hal. Ilustrasi (Dikhy Sasra/detikcom) Nama Tarian Suku Batak: Jenis-jenis Tarian Tor-Tor Nama tarian suku Batak yang akrab di kalangan masyarakat adalah tarian Tor-Tor. Menurut situs Warisan Budaya Kemdikbud, tarian Tor-Tor terdiri dari tiga jenis, yaitu: 1. Tor Tor Pangurason (pembersihan): Tor-Tor yang dilaksanakan sebelum pesta besar pembersihan dan permohonan agar pesta dapat berjalan tanpa rintangan.

2. Tor Tor Sipitu Cawan (Tujuh Cawan): Tor-Tor yang dipentaskan dalam acara penobatan raja Batak. Tarian Tor-Tor ini mengisahkan turunnya 7 putri kahyangan ke Gunung Pusuk Bukhit untuk mandi. 3. Tor Tor Tunggal Panaluan: Tor-Tor yang diperagakan para dukun dalam upacara ritual setelah sebuah desa terkena musibah. Simak juga 'Simak! Begini Cara Merawat dan Memilih Kain Ulos': [Gambas:Video 20detik] (dnu/dnu) Daerah Batak mempunyai beragam tarian dengan keindahan dan keunikan yang berbeda-beda.

Dalam berbagai acara resmi maupun tidak resmi masyarakat di Batak tak jarang menampilkan kesenian tari. Kesenian tersebut mereka pelihara, dijaga, serta lestarikan sampai kepada anak cucu. Berikut ini berbagai macam tarian tradisional batak yang wajib untuk diketahui.

• 1 Tarian Endeng-Endeng • 2 Tari Serama Datu • 3 Tari Piso Surit • 4 Tari Gundala-Gundala • 5 Tari Ndikkar • 6 Tari Tandok • 7 Tari Huda-Huda • 8 Tari Tortor Sipitu Cawan • 9 Tari Sigale Gale • 10 Tari Guro-Guro Aron • 11 Tari Tortor Sombah • 12 Tari Tortor Sawan Pangurason • 12.1 Sebarkan ini: Tarian Endeng-Endeng Tarian Endeng-endeng ini diciptakan khusus oleh orang-orang yang ada di Tapanuli Selatan. Tarian nama tarian daerah suku batak mempunyai tujuan agar mendapatkan kegembiraan dan memperoleh kebahagiaan, misalnya saja hasil panen yang melimpah.

Alat musik yang dimanfaatkan untuk pertunjukan tarian tersebut seperti keyboard, rebana, dan drum. Tari Serama Datu Pada zaman yang lalu, Tari Serama Datu digunakan sebagai sarana untuk memohon sesuatu hal melalui dengan kuasa roh. Saat prakteknya, ada satu orang yang menarikan tarian daerah Batak tersebut yang disebut Sibaso. Sibaso tampak memohon pertolongan terhadap roh halus (begu) dengan musik iringan ensambel.

Tarian Serama Datu tersebut umumnya dilakukan saat sedang mengalami berbagai kesulitan atau musibah. Misalnya saja pada saat terjadi bencana alam, hujan yang terus-menerus, penyakit menular, dan lain sebagainya. Berdasarkan kepercayaan, Sibarso sajalah yang dapat berkomunikasi kepada roh halus. Tari Piso Surit Sebenarnya, Piso Surit adalah lagu yang dan sekaligus dijadikan sebagai sebuah tarian daerah Batak. Tarian ini mengisahkan seorang laki-laki menunggu kekasihnya datang, akan tetapi tidak kunjung datang.

nama tarian daerah suku batak

Sang laki-laki dalam tarian tersebut diibaratkan seperti burung yang memiliki ekor panjang dan dapat bernyanyi (burung pincala). Kini tarian Piso Surit juga tidak bisa lepas dengan lagu tersebut. Djaja Depari merupakan musisi legendaris yang telah menciptakan lagu Piso Surit. Para penari akan mengenakan gaun batik yang khas dengan warna merah dan jarik sebagai bawahannya.

Ditambah pula dengan sebuah topi yang khusus dan lebar. Editor terkait: • Tarian Daerah Bengkulu • Tari Daerah Banten • Tarian Betawi Tari Gundala-Gundala Tari yang satu masih sangat populer sampai saat ini. Tarian Gundala-gundala mempunyai tujuan untuk memohon diberi hujan ketika ada musim kemarau yang panjang.

Keunikan tarian tersebut terletak pada topeng yang dikenakan oleh para penarinya. Topeng yang digunakan mempunyai bentuk dengan karakter tertentu dan terbuat dari kayu. Kostum yang digunakan oleh penari sangat besar dan longgar atau jubah. Selain itu, para penari dalam tarian daerah Batak tersebut juga mengenakan sarung yang kaku yang disesuaikan dengan warna pada kulit karakter.

Tari Ndikkar Tadinya tarian ini merupakan gerakan dari pencak silat khas masyarakat suku Karo. Gerakan tersebut digunakan sebagai pertahanan diri dan untuk berjaga-jaga. Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya kesenian tersebut dilebur dijadikan tarian yang disebut Tari Ndikkar. Oleh karena itu, hampir semua gerakan tariannya serupa dengan pencak silat. Tari daerah Batak tersebut terdapat ciri khusus pada gerakannya yang lembut dan lambat.

Namun, gerakan yang cepat dan keras juga diselingi pada beberapa bagian. Penarinya juga tidak membawa apapun atau tangan kosong. Pakaiannya yang digunakan adalah baju khas adat Batak. Tari Tandok Tari Tandok menggambarkan aktivitas panen yang dilakukan para perempuan di ladang dengan memakai Tandok. Tarian tersebut juga memiliki arti kekeluargaan dan persaudaraan kepada sesama masyarakat di Batak. Pakaian yang dipakai adalah adat Batak yang berwarna hitam dan merah. Perlengkapan yang dipakai seperti tandok, kain sarung, dan ulos.

Umumnya ditarikan oleh empat orang penari dan masih bisa lebih. Namun, yang terpenting harus dengan jumlah penari yang genap.

Sedangkan, musik yang dipakai dalam tarian daerah Batak tersebut adalah gondang atau ansambel dengan variasi tangga nada. Tari Huda-Huda Tarian Huda-huda dijadikan pertunjukkan dalam prosesi upacara kematian bagi orang yang usianya lanjut. Tarian tersebut dimaksudkan untuk menghibur anggota keluarga sekaligus untuk para pelayat.

Pada zaman dahulu, tarian daerah Batak ini hanya diperuntukkan hanya untuk keluarga kerajaan. Namun, saat ini semua kalangan boleh menggunakan Tari Huda-huda. Dari sejarahnya, tarian ini awalnya terbentuk saat anak tunggal di kerajaan ada yang meninggal dunia. Sang ibu yang nama tarian daerah suku batak seorang permaisuri sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

nama tarian daerah suku batak

Rakyat pun menciptakan sebuah tarian dengan nama Huda-huda untuk membuat permaisuri bahagian kembali. Tari Tortor Sipitu Cawan Tarian Tortor Sipitu Cawan biasanya dilakukan ketika ada acara pengukuhan untuk seorang raja. Tarian tersebut dipercaya oleh masyarakat bahwa asalnya dari 7 orang putri khayangan ada di telaga tepatnya di Gunung Pusuk Buhit untuk mandi. Tidak sembarang orang pula yang dapat mempelajari tarian ini, kecuali apabila mereka telah jodoh.

Tarian daerah Batak tersebut mempunyai makna pada setiap cawan yang dipakai. Tanda tersebut berupa penyucian atau pengobatan, tatanan hidup, kekuatan, kesucian, dan kebijakan. Tari Tortor Sipitu Cawan ditujukan sebagai cara membuang berbagai penghalang yang ada.

Hal itu orang Batak biasanya mengalami kegagalan karena adanya penghalang. Tari Sigale Gale Uniknya, Tari Sigale Gale ini, pemerannya merupakan patung yang terbuat dari kayu dan dibentuk menyerupai dengan manusia.

Tarian tersebut sudah menjadi kebudayaan di Batak dari ratusan tahun yang lalu. Menurut cerita, tarian ini menggambarkan Raja Toba yang mempunyai anak dengan nama Manggale. Raja menyuruhnya ikut perang, namun anaknya tewas dalam peperangan.

Raja yang bersedih atas kejadian itu pun, lama-kelamaan membuat kondisi dan kesehatan tubuhnya terus menurun. Akhirnya, penasehat raja mengusulkan untuk membuat patung kayu yang miring dengan sang anak. Sampai saat ini, tarian tersebut selalu berhasil menarik minat para turis asing untuk datang ke daerah Batak. Tari Guro-Guro Aron Tari Guro-Guro Aron adalah sebuah tarian yang menggunakan iringan sebanyak lima gendang.

Berbagai gendang tersebut terdiri dari gendang kangkiung, gendang sipajok, gendang patam-patam sereng, gendang perakut, dan gendang morah-morah. Gerak yang ada pada Tari Guro-Guro Aron tersebut memiliki komposisi dan beragam nilai estetis saat penyajiannya.

Kata “Guro” mempunyai arti sebagai bermain atau senda gurau, sedangkan kata “Aron” mempunyai arti sebagai “muda-mudi”. Maksudnya adalah muda-mudi yang sedang bermain atau bersenda gurau dalam kelompok bekerja arisan yang bertujuan untuk mengerjakan ladang. Tarian daerah Batak tersebut sudah jelas bahwa dibawakan oleh muda-muda yang tidak ada batas usianya.

Tari Tortor Sombah Tarian tersebut menjadi sebuah wujud penghormatan terhadap Tuhan dan raja supaya memperoleh restu dalam pekerjaan sehari-hari. Biasanya, Tari Tortor Sombah dipentaskan pada saat adanya pesta adat. Hal itu bertujuan sebagi bentuk permintaan supaya acara adat diberkati dan berjalan dengan lancar.

Tari Tortor Sawan Pangurason Tarian daerah Batak yang berikutnya adalah Tari Tortor Sawan Pangurason. Tari Tortor Sawan Pangurason ini dipertunjukkan sebelum sebuah pesta dimulai.

Tarian tersebut berisi dengan ritual-ritual yang oleh masyarakat dianggap dapat untuk melakukan sebuah pembersihan. Misalnya saja, pembersihan tempat untuk acara pesta dari berbagai gangguan yang tidak diinginkan. Baca juga kumpulan materi menarik lainnya di Jurnal Indonesia.
Tarian Batak secara singkat bisa dimaknai sebagai seni tari dengan teknik dan tujuan tertentu yang mana berasal dari daerah/suku Batak, Sumatera Utara. Tarian ini selalu diiringi dengan alat musik khas.

Ada beberapa macam tari batak yang populer diantaranya yaitu tarian batak toba, karo, mandailing, simalungun, pak-pak, dan masih banyak lagi.

Pada artikel kali ini kita akan mengulas lebih jauh tentang 3 tarian pertama yang saya sebut di atas yaitu tari toba, karo, dan mandailing. Apa pengertian, tujuan, dan teknis pelaksanaan dari masing-masing tarian tersebut akan kita bahas pada artikel kali ini. 3 Jenis Tarian Adat Batak Terpopuler: Toba, Karo, Mandailing. Sebelum membahas lebih detail tentang tiga tarian tersebut, mari kita kenali dulu sejarah dan asal usul tarian di Sumatera Utara. Tarian/tor tor batak merupakan sejenis seni/adat yang mengidentikkan diri dengan gerakan yang khas di atas papan rumah adat Batak.

Bunyi yang yang dihasilkan dari hentakan kaki itulah yang menjadi asal-muasal tarian Batak disebut dengan tor-tor. Yang menjadi ciri khas tor-tor batak adalah sebelum upacara tarian dimulai, akan diisi dengan sambutan dari tuan rumah (hasuhutan).

Sang hasuhutan akan meminta berkat melalui penabuh musik gondang dengan acara yang disebut Tua ni Gondang. Dalam sejarah masyarakat Batak, tor-tor ini memiliki tujuan-tujuan tertentu seperti misalnya upacara kematian, masa panen raya, penyembuhan penyakit, dan pesta muda-mudi. Pada dasarnya, tor-tor batak sendiri dilakukan untuk tujuan mistis yaitu untuk memanggil roh halus. Roh yang “terpanggil” tersebut kemudian akan masuk ke dalam patung leluhur yang kemudian seolah menari.

Pada beberapa jenis tor-tor batak, tujuannya bukan untuk memanggil roh halus namun sekedar hiburan semata. Baiklah, untuk mengetahui lebih jauh tentang tor-tor batak yang sudah cukup dikenal ini mari kita ulas 3 diantaranya.

Daftar Isi • Macam Macam Tarian Adat Batak : • 1. Tarian Batak Toba. • 2. Tarian batak Karo. • a. Tari Gundala-gundala. • b. Tari Ndikkar. • c.

Tari Piso Surit. • 3. Tarian Batak Mandailing : • a. Sarama Datu. • b. Tari Tor-tor tepak. • c. Guro-guro aron. • d. Tor tor naposo nauli bulung. • e. Tari endeng-endeng. Macam Macam Tarian Adat Batak : 1. Tarian Batak Toba. @dunia-kesenian.blogspot.com Tor-tor adalah tarian purba yang identik dengan gerakan yang diiringi dengan alat musik gondang. Tortor Batak Toba sendiri merupakan tarian Batak yang berasal dari wilayah Toba yang meliputi Nama tarian daerah suku batak Utara, Toba Samosir, Samosir, dan Humbang Hasundutan.

Tarian batak toba sendiri bisa disaksikan secara rutin di Museum Huta Bolong. Jika Anda beruntung dan datang ke lokasi saat high season, Anda akan bisa menyaksikan tor-tor ini setiap hari. Sementara jika hari normal biasanya akan dipertontonkan setiap akhir pekan; sabtu dan minggu. Nama tarian daerah suku batak di Museum Huta Bolong, Anda juga bisa menyaksikan Tor-tor Toba di Tomok Pulau Samosir.

Lokasinya berada di dekat makam Sidabutar. Anda bisa bertanya ke warga setempat untuk menjangkau lokasi jika Anda memang sudah berada di daerah Toba. 2. Tarian batak Karo. Tor-tor Batak karo merupakan tarian suku batak wilayah Karo Sumatera Utara yang juga memiliki jenis gerakan dan tujuan tertentu. Masyarakat Karo sendiri menyelenggarakan tarian khas ini sesuai dengan hajat masing-masing tuan rumah.

Setidaknya ada 3 jenis tarian karo yang sering diselenggarakan oleh masyarakat Karo, yaitu tari Gundala-gundala, Ndikkar, dan Piso Surit. a. Tari Gundala-gundala. Tarian tradisio @grid.id nal batak karo yang satu ini masih tetap eksis hingga sekarang. Tarian ini umumnya dilakukan oleh masyarakat di Desa Seberaya Tanah karo. Desa Seberaya sendiri masuk wilayah kecamatan Tigapanah kabupaten Karo. Tujuan dari dilakukannya tarian ini adalah untuk meminta hujan di saat musim kemarau panjang.

Para penari gundala-gundala biasanya memakai topeng dari kayu yang membentuk karakter tertentu. Para penari juga dilengkapi dengan jubah (baju longgar dan besar) serta sarung tangan kaku berwarna sesuai warna kulit karakter yang diperankan. b. Tari Ndikkar. Tari masyarakat Karo ini lebih dikenal dengan gerakan pencak silat khas masyarakat Karo. Pada mulanya penduduk pribumi Karo mempelajari gerakan tari ini dengan tujuan berjaga-jaga alias pertahanan diri.

Semakin lama dipelajari semakin menarik untuk dilestarikan sebagai budaya dan akhirnya dileburkan menjadi sebuah tarian.

Tidak heran jika tarian ndikkar ini hampir seluruh gerakannya mirip dengan jurus yang dipelajari dalam pencak silat. Dimana gerakannya memiliki ciri khusus yaitu lambat dan terlihat lembut. Meski begitu di beberapa titik akan diselingi dengan gerakan yang keras dan cepat. Para penari ndikkar sendiri menari dengan tangan kosong, biasanya mengenakan pakaian adat batak serba hitam dengan tali pengikat semacam kupluk yang juga berwarna hitam.

Sebagai tambahan kostum, sarung/jarik motif bebas dililitkan pada pinggang melapisi celana panjang. c. Tari Piso Surit. Piso surit sebenarnya merupakan sebuah lagu yang sekaligus menjadi tarian suku Karo. Tarian ini menggambarkan seorang pria yang menunggu kedatangan kekasihnya namun tak juga kunjung datang.

Dalam tarian ini sang pria dilambangkan sebagai burung pincala (burung berekor panjang yang pandai bernyanyi). Lagu Piso Surit sendiri diciptakan oleh musisi legendaris Karo yaitu Djaja Depari.

Kini lagu ini tidak pernah lepas dari pertunjukan tarian ini. Adapaun gaun yang dikenakan oleh penari Piso surit berupa gaun batik khas karo berwarna merah dengan bawahan jarik motif emas atau bebas. Dilengkapi juga dengan topi khusus yang lebar. Lihat juga: Rumah adat Batak 3. Tarian Batak Mandailing : Tarian Suku Batak yang satu ini berasal dari daerah Mandailing tepatnya kabupaten Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan.

Dalam perkembangannya, tarian Mandailing ini cukup sering dipertunjukan di berbagai upacara dan kegiatan adat. Ada 5 jenis tarian batak mandailing yang dikenal dan dipraktekkan oleh masyarakat setempat.

a. Sarama Datu. @imagesofanthropology.com Tari mandailing Sarama Datu ini pada mulanya dilakukan untuk meminta sesuatu melalui kuasa roh. Dalam prakteknya, tarian ini dilakukan oleh satu orang yang dinamakan Sibaso Dengan iringan ensambel musik gordang Sambilan Sibaso seolah meminta pertolongan pada begu (roh roh halus) agar mengabulkan permintaannya. Tarian ini biasanya dipakai saat banyak musibah seperti penyakit menular, hujan yang terus menerus dan lain sebagainya. Menurut kepercayaan, hanya Sibaso yang bisa berkomunikasi dengan roh halus.

b. Tari Tor-tor tepak. Tari ini diperuntukkan sebagai tari persembahan pada upacara perkawinan horja godang haroan boru (datangnya pengantin yang akan menikah). Biasanya tari ini digelar selama 3 hari tiga malam. Para penari mengenakan pakaian khas Mandailing dengan tambahan aksesoris kepala. c. Guro-guro aron. Tarian ini lebih mudah dikenal sebagai tarian pesta muda-mudi sebab tujuan utama dari tarian ini adalah sebagai ajang perkenalan adat untuk muda-mudi.

Tari guro guro aron diiringi dengan alat musik khas seperti Sarune dan Gendang. d. Tor tor naposo nauli bulung. @youtube.com Tari ini dilakukan oleh penari muda-mudi secara berpasangan. Biasanya hanya akan ditampilkan oleh 3 pasang penari pria-wanita dengan susunan barisan tari sesuai dengan marga masing-masing.

e. Tari endeng-endeng. Tari batak mandailing yang terakhir ini adalah tarian yang secara khusus dilakukan oleh masyarakat Tapanuli Selatan. Tujuan dari tarian ini adalah sebagai ekspresi kegembiraan karena mendapat kebahagiaan seperti panen raya.

Saat pertunjukannya, tari Endeng-Endeng ini dimainkan oleh sepuluh pemain/penari dengan dua orang sebagai vokalis, satu keyboardis, satu orang memainkan tamborin, lima orang penabuh gendang dan yang terakhir sebagai penabuh ketipung.

Lihat juga: Senjata Tradisional Sumatera Utara Sampai dengan saat ini, tarian-tarian batak Sumatera Utara di atas masih lestari dan terjaga. Anda bisa menyaksikannya secara langsung jika berkunjung ke lokasi. Semoga bermanfaat. Categories Pengetahuan Umum Post navigation
Tarian Batak – Suku Batak merupakan salah nama tarian daerah suku batak suku terbesar yang ada di Indonesia yang berada di Pantai Barat dan juga Pantai Timur provinsi Sumatera Utara.

Ada beberapa suku bangsa yang masuk dalam kategori Batak seperti Karo, Toba, Pakpak, Simalungun, Mandailing dan juga Angkola. Suku Batak tidak hanya terkenal dengan berbagai masakan khas, wisata alam yang mengagumkan, pakaian adat dan juga bahasa yang sangat terkenal.

Namun ada juga beberapa jenis tarian Batak yang sangat menarik untuk dibahas satu per satu seperti ulasan kami kali ini tentang beberapa tari khas daerah Batak. Isi Artikel • Daftar Nama Tarian Batak • Tortor Sipitu Cawan • Tari Huda Huda • Tari Piso Surit • Tari Sigale Gale • Tari Tandok • Tortor Tunggal Panaluan Daftar Nama Tarian Batak • Tortor Sipitu Cawan Tortor sipitu cawan merupakan tarian suku Nama tarian daerah suku batak yang umumnya diadakan pada saat pengukuhan seorang raja.

Tarian ini dipercaya masyarakat setempat berasal dari tujuh putri kayangan yang sedang mandi nama tarian daerah suku batak sebuah telaga di puncak Gunung Pusuk Buhit bersamaan dengan datangnya piso sipitu sasarung atau pisau tujuh sarung.

Tarian Batak ini tidak bisa dipelajari dan dilakukan orang sembarangan kecuali jika memang sudah jodoh. Secara turun temurun, tarian tujuh cawan atau sipitu cawan ini dianggap sebagai tarian yang unik sebab penari diharuskan menjaga keseimbangan tujuh cawan yang akan diletakkan di bagian tangan kanan, tangan kiri dan juga satu di bagian kepala. Tarian sipitu cawan ini memiliki makna tersendiri untuk setiap cawan yang digunakan.

Untuk cawan pertama berarti kebijakan, cawan ketiga berarti kesucian, cawan ketiga berarti kekuatan, cawan keempat berarti tatanan hidup, cawan kelima berarti hukum, cawan keenam berarti adat dan budaya serta cawan ketujuh yang berarti pengobatan atau penyucian.

Tarian ini dilakukan untuk membuang semua penghalang karena masyarakat Batak percaya jika manusia umumnya akan mengalami kegagalan akibat penghalang tersebut. • Tari Huda Huda Tari huda huda merupakan tarian Batak nama tarian daerah suku batak tepatnya berasal dari Kabupaten Simalungun yang akan dipertunjukan ketika upacara kematian untuk orang yang sudah lanjut usia.

Tarian ini dilakukan untuk menghibur keluarga yang sudah ditinggalkan sekaligus sebagai hiburan para pelayat. Baca Juga: Tarian Sulawesi Tengah Pada awalnya, tarian adat Batak ini hanya digunakan oleh keluarga kerajaan. Akan tetapi untuk mengikuti perkembangan, maka juga digunakan pada segala kelas sosial. Pada awalnya, tari huda huda atau tarian topeng ini adalah pada saat anak tunggal dari keluarga kerajaan wafat.

Permaisuri yang merupakan ibu dari anak tersebut terus menerus sedih karena tidak rela anaknya dikebumikan. Kabar tersebut sampai ke telinga masyarakat yang kemudian berusaha menghibur permaisuri dengan cara menampilkan tarian ini.

nama tarian daerah suku batak

nama tarian daerah suku batak Tari Piso Surit Tari piso surit merupakan tari tradisional suku Batak Karo, Sulawesi Utara yang masuk nama tarian daerah suku batak jenis tari selamat datang dan biasanya dibawakan secara berkelompok dari penari wanita dan pria.

Nama piso surit dalam tarian Batak ini diambil dari kata peso surit yang berarti burung senang bernyanyi. Tarian suku Batak ini menggambarkan tentang seseorang yang sedang menanti kedatangan kekasihnya dan penantian tersebut digambarkan seperti seekor burung piso surit yang sedang bernyanyi seperti memanggil. Umumnya tarian ini akan dilakukan 5 pasang penari atau lebih tergantung dari kelompok dan acara yang sedang digelar. Dalam pagelarannya, para penari akan memakai pakaian adat dan menari dengan iringan musik tradisional.

Gerakan yang ditampilkan terlihat sangat khas yakni lemah gemulai dan beberapa bagian dilakukan secara berulang meski sebenarnya berbeda. Beberapa gerakan yang dilakukan diantaranya adalah kaki berjinjit, melentikan jari, gerakan naik dan turun, gerakan berputar dan beberapa gerakan lain.

Ketika dipertunjukkan, tarian adat Batak ini akan diiringi dengan alat musik seperti gendang khas Karo, gong dan juga kecapi. Sedangkan untuk lagu yang dimainkan adalah piso surit berirama lambat dan sangat sesuai dengan gerakan dalam tari. Sedangkan untuk kostum yang dipakai penari merupakan busana adat Karo lengkap dengan uis atau kain khas Karo. Sementara untuk penari pria umumnya menggunakan baju kemeja panjang dan celana panjang uis serta kain khas Karo nama tarian daerah suku batak dipakai sebagai gonje atau sarung, mahkota, ius nipes atau selendang serta ikat pinggang atau benting.

• Tari Sigale Gale Ini merupakan tarian Batak Toba yang dalam tariannya akan diperagakan oleh patung kayu berbentuk manusia. Tarian ini menjadi kebanggaan Batak Toba dimana sigale gale sendiri memiliki arti lemah gemulai dan sudah menjadi kesenian masyarakat Batak sejak beratus ratus tahun yang lalu. Baca Juga: Tarian Kalimantan Selatan Menurut cerita, tarian sigale gale ini menggambarkan seorang raja di wilayah Toba yang memiliki anak bernama Manggale.

Raja kemudian memerintahkan anaknya untuk berperang dan akhirnya tewas dalam perang tersebut. Sang Raja yang sedih dan terpukul membuat kesehatannya semakin memburuk. Penasehat kerajaan kemudian memberi nasehat agar raja membuat patung kayu dengan wajah yang menyerupai sang anak. Ketika patung selesai dibuat, tabib kerajaan kemudian melakukan ritual meniup sordam kemudian memanggil roh Manggale yang masuk ke dalam patung tersebut.

Kesehatan raja kemudian semakin membaik ketika melihat patung dengan wajah yang menyerupai anaknya tersebut. Hingga saat ini, sigale gale masih ada di Pulau Samosir dan masih sering dilakukan serta menjadi ikon kebudayaan Sumatera Utara yang sanggup menarik minat para turis lokal dan internasional. • Tari Tandok Tari tandok merupakan tarian adat suku Batak yang berhubungan dengan budaya tanam masyarakat Batak.

Tarian ini menggambarkan kegiatan panen berat memakai tandok oleh para ibu di ladang. Tidak hanya itu, namun tarian Batak ini juga memiliki arti kekeluargaan antara sesama masyarakat. Tarian ini biasanya dilakukan wanita dengan memakai pakaian adat tradisional Batak berwarna merah dan hitam.

Sedangkan properti yang dipakai adalah ulos, tandok dan juga kain sarung. Tandok sendiri biasanya memang dilakukan oleh 4 orang penari namun juga bisa dilakukan lebih dari itu. namun harus berjumlah genap. Sementara untuk musik tarian khas Batak ini umumnya memakai musik gondang yakni musik ansambel dengan tangga nada bervariasi tergantung dari pemain sarune dan juga taganing.

Gerakan dalam tarian ini lebih banyak merupakan gerakan tangan dan dalam beberapa bagian, para penari akan membentuk formasi melingkar dengan posisi tandok di tengahnya. Gerakan ini menggambarkan tentang pengumpulan beras dalam wadah yang memang umumnya dilakukan oleh masyarakat di ladang.

Baca Juga: Tarian Jawa Barat Tidak hanya itu, tarian adat suku Batak ini juga memiliki makna ikatan keluarga tanah Batak yang sejak dulu memang merupakan masyarakat agraris yakni erat hubungannya dengan budaya tanam sekaligus menghormati alam dan para leluhur. • Tortor Tunggal Panaluan Salah satu dari macam macam tarian suku Batak ini umumnya dilakukan ketika ada sebuah desa yang terkena musibah.

Tunggal panaluan merupakan tongkat sakti sekaligus magis yang terbuat dari kayu berukir. Sedangkan gambar dalam ukiran tersebut merupakan kepala manusia beserta rambutnya dan beberapa gambar binatang. Tongkat yang digunakan dalam tarian Batak ini memiliki panjang sekitar 2 meter dengan diameter 5 hingga 6.

Tongkat panalian tersebut digunakan datu pada upacara ritus dan juga digunakan datu atau dukun dalam tarian tortor yang diiringi dengan gendang atau gondang sabangun.Nama Tarian Daerah dan Asalanya – Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya akan keberagaman budayanya. Grameds pasti setuju jika Indonesia memiliki kekayaan budaya, salah satunya adalah ragam tarian daerah yang memiliki ciri khasnya masing-masing.

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki tarian daerah yang menggambarkan budaya daerah masing-masing.

Ada istilah mengatakan bahwa bangsa yang luar biasa dapat dilihat dari budaya yang mereka miliki. Begitu pula nilai-nilai budaya yang ada dalam tarian daerah tersebut akan mencerminkan betapa berbudayanya bangsa kita. Sebagai bagian dari bangsa ini kita patut bangga dan ikut andil untuk menjaga dan melestarikan budaya. Selain mengenal dan memahami tarian daerah Grameds sendiri, kalian juga wajib tahu tarian dari daerah lain.

Dari sinilah maka akan membangun kesadaran bahwa ternyata kita memiliki keberagaman budaya yang memperindah bangsa kita. Dengan setiap suku bangsa di Indonesia memiliki tarian khasnya sendiri, hingga saat ini terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia yang dapat dipelajari melalui Ensiklopedia Mini : Tari-tarian Nusantara. Berikut ini daftar 25 tarian daerah yang perlu Grameds ketahui sebagai upaya mengenal budaya sendiri dan memaknai nilai kebudayaan yang bisa diambil: Daftar Isi • 1.

Tari Saman Asal Aceh • 2. Tari Tor Tor Asal Tapanuli Utara • Anda Mungkin Juga Menyukai • 3. Tari Piring Asal Minangkabau • 4. Tari Taruk Langgai Asal Mentawai • 5. Tari Ronggeng Blantek Asal Betawi • 6.

nama tarian daerah suku batak

Tari Jaipong Asal Karawang • 7. Tari Topeng Asal Cirebon • 8. Tari Bedhaya Asal Yogyakarta • 9. Tari Serimpi Asal Yogyakarta • 10. Tari Gambyong Asal Solo • 11.

Tari Reog Asal Ponorogo • 12. Tari Jaran Kepan Asal Ponorogo • 13. Tari Kecak Asal Bali • 14. Tari Pendet Asal Bali • 15. Tari Kancet Ledo atau Tari Gong Asal Kutai Kartanegara • 16. Tari Tempurung Asal Sulawesi Utara • 17.

Tari Kipas Pakarena Asal Sulawesi Selatan • 18. Tari Paduppa Bosara Asal Sulawesi Selatan • 19. Tari Gandrung Asal Lombok Nusa Tenggara Barat (NTT) • 20. Tari Caci Asal Nusa Tenggara Timur (NTT) • 21.

Tari Lego Lego Asal Nusa Tenggara Timur (NTT) • 22. Tari Tide Tide Asal Maluku Utara • 23. Tari Saureka Reka Asal Maluku • 24. Tari Selamat Datang Asal Papua Timur • 25. Tari Sajojo Asal Papua • Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Tarian Daerah • • Buku Terkait Tarian Daerah • Materi Terkait Tarian Daerah 1. Tari Saman Asal Aceh Tari Saman Aceh (sumber: Pemerintah Kabupaten Pidie-Provinsi Aceh) Tari Saman adalah tarian daerah yang berasal dari Daerah Istimewa Aceh yang populer di dalam negeri sekaligus di mata dunia.

Tarian ini biasanya dilakukan oleh banyak orang penari yang dilakukan dengan kombinasi gerakan duduk dan setengah berdiri. Penari Saman juga biasanya sekaligus bernyanyi di atas panggung sambil menari. Penari biasanya menggunakan kostum berwarna-warni namun tetap senada dengan ikat kepala dan kain batik Aceh sebagai bawahan. Penari Saman juga biasa berhijab karena orang Aceh mayoritas beragama islam. Tarian ini dapat dimaknai sebagai bentuk kebersamaan, kekompakan karena tariannya yang menuntut penari untuk kompak dan saling bekerja sama.

Selain itu tarian ini juga mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, dan kepahlawanan karena penari diibaratkan sebagai sebuah bala pasukan. Tari Tor Tor Asal Tapanuli Utara (sumber: Mei Leanda/KOMPAS.COM) Tari Tor Tor adalah tarian daerah yang berasal dari Sumatra Utara, tepatnya daerah Danau Toba di Tapanuli. Tarian suku Batak ini biasanya dilakukan pada ritual-ritual tertentu, yakni pesta pernikahan, kematian, syukuran, sampai upacara penyembuhan orang sakit.

Tarian ini biasanya juga diiringi oleh alat musik tradisional, yakni Magondangi. Penari biasanya menggunakan kostum tari yang terbuat dari kain tenun songket khas Batak dengan ikat kepala. Makna dari tarian ini adalah sebagai media komunikasi antara yang masih hidup dengan para leluhur mereka sebagai penyemangat jiwa. 3. Tari Piring Asal Minangkabau Tari Piring Asal Minangkabau (sumber: Encyclopedia DKI Jakarta) Tari piring adalah tarian daerah yang berasal dari Minangkabau yang memiliki ciri khas dimana penari membawa piring saat menari.

Tarian ini biasanya terdiri dari 3 sampai 5 orang dengan diiringi alunan alat musik tradisional Minangkabau, Bonang dan Saluang. Penari biasanya menggunakan kostum khas minangkabau dengan hiasan kepala yang meruncing, gelang lonceng di kaki, dan membawa dua hingga tiga piring di tangannya. Tari piring memiliki makna nama tarian daerah suku batak dari persembahan hasil panen kepada sang pencipta. Ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat Minangkabau atas rezeki yang tuhan mereka berikan.

Tari Taruk Langgai Asal Mentawai (sumber: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO) Tari Turuk Laggai adalah tarian daerah yang berasal dari Mentawai, Sumatera Barat yang terinspirasi dari gerakan hewan yang ada di alam, seperti burung, ular, ayam, hingga monyet.

Tarian ini biasanya juga diiringi dengan alat musik tradisional Mentawai, yakni gendang Gajeuma dan Uliat. Kostum penari Turuk Laggai ini sangatlah unik hanya menggunakan kain penutup kemaluan dan ikat kepala yang khas dengan nuansa alam liar. Tarian ini memiliki makna Tari keseharian masyarakat kepulauan Mentawai yang mayoritas adalah pemburu, sehingga banyak gerakan tarian meniru gerakan binatang. Biasanya tarian ini dilakukan untuk ritual upacara pengobatan. Buku Pendidikan Seni Tari yang ditulis Tata Kurnita Yeniningsih ini mengulas tentang konsep seni secara umum, karakteristik seni, dan pengetahuan nama tarian daerah suku batak dari seni tari.

Jadi, cocok untuk Grameds yang baru ingin belajar tentang seni tari untuk mulai mempelajarinya dari awal. Mengenal dan mempelajari seni tari nama tarian daerah suku batak hanya belajar gerakan fisik untuk tampil saja, tetapi juga belajar banyak hal dari nilai-nilai budayanya.

Selamat belajar 5. Tari Ronggeng Blantek Asal Betawi Tari Ronggeng Blantek Asal Betawi (sumber: Ensiklopedia Jakarta) Tari Ronggeng Blantek adalah tarian daerah dari etnis Betawi yang memiliki tempo cepat dengan gerakan yang energik. Tarian ini biasanya terdiri dari penari perempuan yang diiringi dengan alat musik tradisional Betawi, yakni terompet, trombone, baritone, gendang, gong, simbal, dan tehyan. Penarinya biasanya menggunakan kostum dengan warna-warna cerah seperti hijau, kuning, merah, dengan hiasan kepala bunga yang juga warna-warni.

Tarian ini biasanya dilakukan untuk menyambut tamu undangan dalam acara-acara besar.

nama tarian daerah suku batak

6. Tari Jaipong Asal Karawang Tari Jaipong adalah tarian daerah yang berasal dari Karawang dengan konsep gerakan yang relatif lebih modern. Tarian ini menggabungkan unsur silat, wayang golek, dan ketuk tilu ciptaan H. Suanda dan Gugum Gumbira, seorang seniman asal Jawa Barat.

Musik tradisional yang biasa mengiringi tarian ini adalah gong, kecapi, gendang, dan rebab. Penari biasanya menggunakan kostum kebaya panjang yang anggun dengan selendang panjang di lehernya. Tari jaipong tidak hanya hiburan tarian biasa, namun juga bermakna sebagai sarana komunikasi antar manusia dengan merepresentasikan keramahan, kesantunan, kelincahan, dan pantang menyerah. 7. Tari Topeng Asal Cirebon Tari Topeng adalah tarian daerah yang berasal dari Cirebon yang populer, bahkan pernah dijadikan media dakwah menyebarkan agama islam oleh Sunan Gunung Jati.

Kostum yang biasanya digunakan oleh penari tari topeng adalah warna-warna cerah seperti merah dengan menggunakan 5 jenis topeng yang berbeda-beda. Topeng yang penari gunakan memiliki nama dan makna watak masing-masing. Contohnya topeng panji yang menyimbolkan bayi yang masih bersih dari dosa. Sedangkan Topeng pamindo adalah simbol kesatria dan topeng patih menyimbolkan sifat kedewasaan. 8. Tari Bedhaya Asal Yogyakarta Tari Bedhaya Asal Yogyakarta (sumber: Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat in kratonjogja.id) Tari Bedhaya adalah tarian daerah yang berasal dari keraton Yogyakarta yang biasa ditampilkan oleh perempuan.

Dahulu tarian ini hanya diperuntukan bagi kalangan keraton saja. Tarian ini berkonsep gerakan-gerakan anggun nama tarian daerah suku batak bertempo lambat dan gemulai diiringi perangkat gamelan jawa. Kostum penari menggunakan kebaya jawa dengan kain jarik khas Yogyakarta dengan siger di kepala sebagai mahkota.

Tarian ini memiliki makna yang bercerita tentang sosok spiritual Nyi Roro Kidul yang dipercayai sebagai penguasa dunia kebatinan di pantai utara Jawa. 9. Tari Serimpi Asal Yogyakarta Tari Serimpi Asal Yogyakarta (sumber: Pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta on Kompas.com) Tari Serimpi adalah tarian daerah yang berasal dari Yogyakarta yang juga hanya dipentaskan di keraton saja.

Tarian ini juga memiliki beberapa jenis, seperti genjung, babul, layar, bondan, anglir mendung, dan dhempel. Penarinya yang berjumlah 2 sampai 4 orang ini menari dengan nama tarian daerah suku batak gamelan jawa.

Kostum yang digunakan penari adalah kebaya dan bawahan jarik yang anggun layaknya putri. Tari Serimpi ini melambngkan api, air, angin dan tanah sebagai kekuatan alam. Seni Atraksi Budaya Nusantara Apabila kalian ingin mempelajari budaya Nusantara lainnya, seri pertama e-book wisata tradisi ini menghadirkan lima atraksi budaya Nusantara yang perlu kalian ketahui, di antaranya pacu jawi di Sumatera Barat, Festival Tabuik di Pariaman, Sumatera Barat; Festival Palang Pintu di Jakarta, Ngarot di Indramayu Jawa Barat; dan Karapan Sapi di Madura, Jawa Timur.

Tidak hanya seni budaya tari saja yang bisa kalian ketahui dan pelajari, melainkan budaya Nusantara lainnya juga perlu. Dengan begitu, wawasan kalian akan budaya Nusantara jadi semakin luas. 10. Tari Gambyong Asal Solo Tari Gambyong Asal Solo (sumber: indonesia.go.id) Tari Gambyong adalah tarian daerah yang berasal dari kota Solo yang sudah dikenal sejak zaman raja-raja Jawa Kuno.

Sampai Saat ini tari Gambyong terus mengalami perkembangan koreografi. Sebelumnya tarian ini berakar dari tari tayub atau tarian rakyat saat pesta panen, kemudian pihak keraton membawanya dan mengembangkan menjadi tarian yang luwes dan indah. Kostum penari tari gambyong menggunakan kebaya dengan bawahan jarik yang anggun dan mahkota layaknya putri kerajaan.

Makna tari gambyong adalah simbol seorang Dewi Sri (dewi padi) yang sedang menari. Itulah sebabnya tari ini digunakan masyarakat jawa untuk ritual pertanian untuk meminta musim kesuburan dan hasil panen yang melimpah. 11. Tari Reog Asal Ponorogo Tari Reog Asal Ponorogo (sumber: Nursita Sari/KOMPAS.COM) Tari Reog adalah tarian daerah asal ponorogo yang dimainkan sejumlah pria menggunakan topeng kepala singa bermahkota bulu-bulu merak yang sangat besar dan berat.

Makna dari tarian reog adalah sindiran seorang abdi raja Majapahit, Ki Ageng Kutu kepada sang raja yang dianggap korup dan berada di bawah nama tarian daerah suku batak China. Hal tersebut tampak pada kostum penari yang menggunakan topeng singa barong.

12. Tari Jaran Kepan Asal Ponorogo Tari Jaran Kepan Asal Ponorogo (sumber: Anis Efizudin/ANTARA FOTO) Tari Jaran Kepang adalah tarian daerah yang berasal dari Ponorogo yang juga terkenal di beberapa daerah di Jawa dengan sebutan Kuda Lumping atau tari jatilan. Kostum penari yang menjadi ciri khas dari tarian ini adalah properti kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu dan kulit binatang.

Kostum ini bermakna sebagai pasukan prajurit Majapahit yang gagah berani. Ciri khas lain dari tarian ini adalah penari akan mengalami trance atau kesurupan yang akan melakukan atraksi-atraksi di luar nalar orang normal bahkan cenderung berbahaya.

Misalnya memakan kaca, melahap api, dan sebagainya. 13. Tari Kecak Asal Bali Tari Kecak Asal Bali (sumber: Kemenparekraf on KOMPAS.COM) Tari Kecak adalah tarian daerah yang berasal dari Bali yang dimainkan oleh belasan bahkan puluhan penari laki-laki.

Tarian ini diambil dari tarian ritual penolak bala yang bernama tari Sanghyang di Bali. Tarian ini tidak diiringi oleh alat musik melainkan lantunan dari penarinya sendiri. Makna dari tari kecak adalah menggambarkan pasukan kera yang membantu Rama yang sedang melawan Rahwana, Raja jin yang jahat. 14. Tari Pendet Asal Bali Tari Pendet Asal Bali (sumber: Blogkulo) Tari Pendet adalah tarian daerah yang berasal dari Bali yang sekarang banyak dipentaskan untuk menyambut tamu atau turis yang datang ke tempat wisata di Bali.

Dahulu tarian ini hanya dipentaskan untuk ritual di pura saja. Tarian ini juga dimainkan oleh banyak penari yang menggunakan kemben dan kain berwarna keemasan sambil membawa bokor sebagai tempat bunga. Makna dari tarian ini sebenarnya adalah penyambutan kedatangan Sang Dewata ke bumi. Z1 SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Seni Budaya Smt 2 K/13 Rev.2017 Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sebagai penanaman nilai dan budaya bangsa sangat diperlukan di era globalisasi ini.

Hal itu karena tantangan yang akan dihadapi generasi muda di masa mendatang akan berat. Buku ini hadir sebagai bahan pembelajaran, khususnya kelas 11, agar memahami berbagai metode dan juga pendekatan pendidikan seni di Indonesia berbasis Kurikulum 2013.

Di dalamnya tak hanya mengenai seni budaya tari saja, melainkan seni rupa, musik, dan juga teater. 15. Tari Kancet Ledo atau Tari Gong Asal Kutai Kartanegara Tari Kancet Ledo atau Tari Gong Asal Kutai Kartanegara (sumber: Zakarias Demon Daton on KOMPAS.COM) Tari Kancet Ledo atau Tari Gong adalah tarian daerah yang berasal dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kostum yang dikenakan penari Kancet Ledo sangatlah unik, yakni pakaian adat Dayak Kenyah yang akan menari di atas gong. Makna dari tarian ini adalah keseimbangan dalam hidup yang disimbolkan dengan karakter wanita dayang yang cantik, pandai, dan anggun. 16. Tari Tempurung Asal Sulawesi Utara Tari Tempurung Asal Sulawesi Utara (sumber: Inspired2Write) Tari Tempurung adalah tarian daerah yang berasal dari Sulawesi Utara yang menggunakan kostum pakaian adat Sumut dengan menggunakan atribut tempurung atau batok kelapa.

Tempurung tersebut biasanya digunakan oleh masyarakat untuk wadah atau mangkuk. Penari akan memukul-mukul tempurung tersebut dan menghasilkan suara yang khas. Makna dari tarian ini adalah ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen buah kelapa mereka.

17. Tari Kipas Pakarena Asal Sulawesi Selatan Tari Kipas Pakarena Asal Sulawesi Selatan (sumber: Kemendikbud on KOMPAS.COM) Tari Kipas Pakarena adalah tarian daerah yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan dengan gerakan yang mencerminkan karakter perempuan Gowa yang patuh, sopan, hormat terhadap laki=laki (suami). Tarian ini memiliki konsep yang unik, yakni penari tidak boleh membuka mata terlalu lebar dan mengangkat kaki terlalu tinggi. 18. Tari Paduppa Bosara Asal Sulawesi Selatan Tari Paduppa Bosara Asal Sulawesi Selatan (sumber: Ayokeselayar) Tari Paduppa Bosara adalah tarian daerah yang berasal dari suku bugis Makassar, Sulawesi Selatan yang menggunakan pakaian adat dan properti tari berupa Bosara yang biasa digunakan untuk menghidangkan makanan.

Tarian ini memiliki makna keramahan dan kesopanan yang biasa ditarikan untuk menjamu raja, menyambut tamu agung, dan pesta adat. Tarian yang merupakan bagian dari sebuh tradisi budaya, seringkali memiliki maknanya sendiri.

Begitupula dengan tradisi lain seperti tradisi potong jari, tradisi meletakkan mayat yang dapat kamu pelajari melalui buku nama tarian daerah suku batak Tradisi Unik Suku Bangsa Di Indonesia. 19. Tari Gandrung Asal Lombok Nusa Tenggara Barat (NTT) Tari Gandrung Asal Lombok Nusa Tenggara Barat (NTT) (sumber: indonesiakaya) Tari Gandrung adalah tarian daerah yang berasal dari Lombok yang dimainkan oleh penari wanita dengan iringan gamelan.

Kostum yang digunakan penari adalah pakaian adat Lombok dengan mahkota dan properti kipas yang dipegang. Tarian ini bermakna untuk menghibur para prajurit dahulu setelah pulang dari medan perang. 20. Tari Caci Asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Tari Caci Asal Nusa Tenggara Timur (NTT) (sumber: Siagian on kompas.id) Tari Caci adalah tarian daerah yang berasal dari NTT yang dimainkan oleh penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai.

Ciri khas kostum yang digunakan penari adalah layaknya ksatria dengan bersenjata cambuk (pecut) dan perisai (tameng). Tarian ini bermakna sebagai rasa syukur masyarakat atas musim panen atau dalam ritual pembukaan lahan. 12 Wisata Pusaka Budaya Nusantara Negara Indonesia tentunya kaya akan budaya Nusantara, termasuk potensi pariwisata pusaka. Situs pariwisata tentu memiliki keunikan masing-masing, dan menjadi salah satu jejak perjalanan sejarah dan budaya bangsa Indonesia.

Buku ini sangat menarik karena memuat 12 wisata pusaka budaya Nusantara. Dengan begitu, kalian para pembaca juga akan mengetahui dan memahami keanekaragaman budaya dan alam Nusantara. 21. Tari Lego Lego Asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Tari Lego Lego Asal Nusa Tenggara Timur (NTT) (sumber: Negeriku Indonesia) Tari Lego Lego adalah tarian daerah yang berasal dari Kabupaten Nama tarian daerah suku batak, NTT yang biasa dimainkan oleh anak-anak muda.

Tarian ini bermakna mengajak masyarakat untuk bersatu membangun kampung dan negeri untuk menjadi lebih baik lagi.

Nama tarian daerah suku batak melakukan tarian ini, penari menggunakan pakaian adat berkain songket khas NTT. 22. Tari Tide Tide Asal Maluku Utara Tari Tide Tide Asal Maluku Utara (sumber: wonderful.pulaumorotaikab.go.id) Tari Tide-tide adalah Tarian daerah yang berasal dari Halmahera Utara, Maluku Utara yang ditarikan oleh pasangan pria dan wanita. Kostum tari yang penari kenakan adalah kombinasi kain putih dan jarik batik khas maluku tanpa alas kaki.

Makna dari tarian ini adalah memberi gambaran tentang kehidupan pergaulan antara pria dan wanita di Halmahera di masa lampau. 23. Tari Saureka Reka Asal Maluku Tari Saureka Reka Asal Maluku (sumber: May Indonesian) Tari Saureka Reka adalah Tarian daerah yang berasal dari Maluku yang dimainkan oleh anak muda berjumlah 4 laki-laki dan 4 perempuan. Kostum yang digunakan penari sangat sederhana tetapi menggunakan properti tari yang unik, yakni gaba-gaba, tifa, dan totobuang yang terbuat dari bambu panjang.

Makna tarian ini bagi masyarakat maluku adalah bentuk rasa syukur saat musim panen sagu. 24. Tari Selamat Datang Asal Papua Timur Tari Selamat Datang Asal Papua Timur (sumber: Negeriku Indonesia) Tari Selamat Datang Asal Papua Timur ini ditunjukan sebagai rasa hormat dan ungkapan syukur atas kebahagian masyarakat Papua atas kedatangan para tamu. Tarian ini dilakukan secara beramai-ramai menggunakan pakaian adat Papua dengan membawa tombak, panah, dan senjata-senjata lain sebagai identitas mereka.

25. Tari Sajojo Asal Papua Tari Sajojo Asal Papua (sumber: Beritapapua.id) Tari Sajojo adalah tarian daerah yang berasal dari Papua yang diiringi dengan lagu Sajojo. Penari menggunakan pakaian adat Papua dari akar atau daun dan hiasan di badannya. Makna dari tarian ini adalah menceritakan kisah perempuan cantik dari desa. Tarian ini biasanya banyak dipentaskan untuk menyambut tamu atau pesta-pesta masyarakat lainnya.

Nah, itulah beberapa tarian daerah di Indonesia yang bisa kita kenali dan lestarikan. Rupanya tarian-tarian tersebut tidak hanya sebagai hiburan saja namun ada makna-makna dalam tarian daerah tersebut. Dalam tarian tersebut maka tercermin bagaimana masyarakat dalam berbudaya dan bertahan hidup. Tarian daerah ini juga dapat memberi kita makna yang bisa dipelajari untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Gimana Grameds, sekarang sudah tertarik ingin belajar tentang seni tari nusantara? Jika Grameds suka dengan tarian tradisional atau ingin memperdalam tentang seni tari atau mengenai pengetahuan budaya lainnya, Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas punya rekomendasi buku dan e-book yang bagus untuk dipelajari.

nama tarian daerah suku batak

kalian bisa langsung baca dan beli di Gramedia.com dan Gramedia Digital. Seni Budaya 2 untuk SMP/MTs Kelas VIII Buku Seni Budaya berbasis Kurikulum 2013 ini, hadir dan dirancang guna mengasah kompetensi, keterampilan, pengetahuan, dan pembentukan sikap apresiasi terhadap aktivitas dalam sejumlah seni budaya.

Meliputi seni tari, rupa, musik, dan teater. Buku ini cocok bagi kalian kelas 8 SMP/MA sebagai bahasa pembelajaran di sekolah. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Tarian Daerah Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Kearifan Lokal suku Batak dan tradisi unik warisan leluhur banyak terukir hingga menjadi warisan budaya dari generasi ke generasi seperti tarian khas suku Batak yaitu Tortor.

Batak merupakan suku yang terdapat di Sumatera Utara kota Medan sekitarnya. Ragam Suku Batak meliputi batak toba, batak karo, batak simalungun dan batak mandailing yang memiliki banyak tradisi. Daftar isi • 1. Tentang Suku Batak Dan Ragamnya • 1.1. Batak Simalungun • 1.2. Batak Karo • 1.3. Batak Toba • 1.4. Batak Mandailing • 1.5.

Batak Angkola • 2. Ragam Kearifan Lokal Suku Batak • 2.1. Kearifan Lokal Suku Batak Tor Tor (Manortor) • 2.2. Pesta Danau Toba • 2.3. Kearifan Lokal Suku Batak Mangokkal Holi • 2.4. Kearifan Lokal Suku Batak Tenun Ulos • 2.5. Kuliner Babi Panggang yang Enak dan Lezat • 3. Cerita Legenda Suku Batak • 3.1. Kearifan Lokal Suku Batak Legenda Danau Toba • 3.2. Batu Gantung • 4. Rumah Adat Batak • 5. Pakaian Adat Batak nama tarian daerah suku batak 6.

Bahasa Suku Batak • 7. Musik Khas Kearifan Lokal Batak • 8. Akhir Kata dan Kesimpulan 1. Tentang Suku Batak Dan Ragamnya Suku Batak merupakan salah satu suku di Indonesia yang banyak ditemui di Pesisir Danau Toba, Sumatera Utara, dari keseluruhan suku batak ini gaes memiliki turunan atau sub-suku lagi seperti Batak Simalungun, Karo, Angkola, Mandailing, Pakpak, dan Toba.

Semua suku batak memiliki marga dan menjadi Identities Suku ketika diperantauan, jadi kalau ketemu sesama batak tinggal sebut marga maka udah tau assal dan rumpun marganya. 1.1. Batak Simalungun Simalungun ini berasal dari Kabupaten Simalungun beberapa marga yang terkenal disini seperti Purba, Saragih dan masihbanyak lagi.

Bahasa suku batak simalungun pun berbeda cendrung menggunakan kata HAM (kamu/anda) Logo bataksimalungun (Kabupaten Simalungun) Dari segi lagu adat pun berbeda sendiri tipa sub suku batak untuk simalungun nama tarian daerah suku batak bahasa dan lagu lembih mendayu dayu, namanya lagu simalungun yang terkenal artis daerah simalungun adalah Jhon Elyaman dengan salah satu lagunya yang pouler berjudul “ Gumis Ni Huting Pe Ganjang Do“.

Untuk simalungun saat ini terkenal dengan Kopinya gaes, yakni kopi lintong Simalungun. Beberapa kota yang terkenal disimalungun untuk destinasi wisata, Haranggaol dan Tongging. 1.2. Batak Karo Berada di daerah Berastagi Kaban Jahe dan di kota Medan asalnya di daerah Berastagi gaes, suku karo memiliki bahasa sendiri berbeda juga dengan suku batak lainnya, jika kalian pernah dengar “Mejuah Juah” nah ini bahasa karo gaes. Lagunya berbeda dan pakaian nama tarian daerah suku batak berbeda pulak, salah satu contoh marga batak karo adalah Ginting, Sembiring ada juga Karo karo.

1.3. Batak Toba Jika kalian pernah dengar Kabupaten Tobasa (Toba Samosir) Darisini lah asal suku batak Toba, tepatnya daerah Pulau Samosir Danau Toba sana gaes.

Bahasanya lain pulak tidak sama dengan batak simalungun dan karo, suku batak memang unik dan beragam gaes. Tobasa terkenal juga dengan destinasinya yaitu Parapat dan pulau samosir gaes. 1.4. Batak Mandailing Suku Batak Mandailing lebih banyak ditemui di bagian utara pulau Sumatra, beberapa contoh marga dari Mandailing adalah Batubara, Batunabolon, Baumi, Borotan dll ( wikipedia) 1.5.

Batak Angkola Bahsa batak angkola agak mirip dengan batak toba, contoh marga batank angkola seperti Harahap, Hasibuan Nasution dll. Banyak di temui di Sumatera Utara rea kota Sipirok, daerah pedalaman dekat kota Sibolga menuju perbatasan provinsi bagian selatan.

2. Ragam Kearifan Lokal Suku Batak Ada banyak sekali warisan budaya suku Batak yang diwariskan oleh nenek moyang dahulunya, sebut saja yang sudah mendunia yaitu tarian adat khas Batak “TOR TOR”. Berikut 5 Contoh Kearifan Lokal Suku Batak 2.1. Kearifan Lokal Suku Batak Tor Tor (Manortor) Tarian adat khas suku batak, biasanya tarian ini dilakukan pada upacara Adat Nikah, Upacara Adat Pemakaman Orang Yang Meninggal (manortor) yang diringi suara gondang alat musik khas batak.

Tari Tor Tor Suku Batak ,manortor ma tortorhon (Img via ragambudayabatak.files.wordpress.com) Diera modern saat perayaan ulang tahun juga bisa kok manortor dengan tarian tor tor karena manortor artinya menari Gaez.

nama tarian daerah suku batak

BACA JUGA: • Kearifan Lokal Betawi Dan Budayanya • Kearifan Lokal Toraja dan Tradisinya nama tarian daerah suku batak Kearifan Lokal Minangkabau Sumatera Barat Ulos adalah bagian yang tak terpisahkan dari acara manortor setiap orang yang manortor idealnya harus menggunakan Ulos apalagi saat Upacara Adat. 2.2. Pesta Danau Toba Acara pesta tahunan ini selalu diadakan dengan meriah oleh warga batak dan dilaksanakan di aera Danau toba, biasanya mengundang artis batak populer untuk meramaikan acara ini gaez.

2.3. Kearifan Lokal Suku Batak Mangokkal Holi Mangokkal Holi tradisi Batak (img via liriklagubatak.com) Tradisi unik orang batak beda tipis sama Orang Toraja, jika di Toraja jasad yang sudah meninggal dirias disebut Ma nene berbeda dengan orang batak jasad leluhur yang sudah lama meninggal bisa di bongkar jasad tengkoraknya dengan prosesi upacara adat khusus batak yang nantinya di pindahkan ke tempat yang lebih layak atau semacam tugu Oppung Kebesaran, disebut Mangokkal Holi (Holi artinya tulang – tulang atau tengkorak) 2.4.

Kearifan Lokal Suku Batak Tenun Ulos Namboru sedang menenun Ulos (img via tribun Medan) Keahlian orang batak dalam menenun ulos sudah mendunia gaes, nama tarian daerah suku batak diera modern tidak lagi sekedar ulos yang di pakai saat upacaraa adat, walau aslinya Ulos adalah untuk Adat, namun seiring perkembangan jaman Ulos sudah ke arah fashion gaes bisa di buat baju dress dan tas. 2.5. Kuliner Babi Panggang yang Enak dan Lezat Takterlupakan yang satu ini gaes, Babi Panggang dan Saksang adalah makanan enak lezat dan bergizi di sumatera utara, selain dimakan dengan nasi bisa juga dimakan dalam bentuk cemilan dengan cara di panggang.

Dalam upacara adat ada namanya mamotong lomok-lomok artinya potong babi Kecil untuk Prosesi Adat tertentu. Khas babi panggang adalah, sup, sayur puccuk ubi, dan rasa andaliman plus pedas nya cabe rawit. 3. Cerita Legenda Suku Batak Banyak cerita legenda yang berasal dari sumatera utara seperti Batu gantung dan juga ikan mas yang berubah jadi manusia, berikut contohnya: 3.1.

Kearifan Lokal Suku Batak Legenda Danau Toba Cerita rakyat tentang legenda atau asal usul Danau Toba kokon katanya hiduplah seorang Pria yang rajin bekerja dan ulet, bercocok tanam dan memancing adalah kesehariaanya hinga suatu ketika dia pergi memancing dan mendapatkan se ekor ikan mas yang besar. Kaget dan terharu ia bawa pulang ikan mas yang besar yang ia dapat dari memancing, dan menaroknya di dapur dalam ember, namun saat ia hendak memasak ikan tersebut ASTAGA ia melihat sosok gadis cantik yang ternyata dalam cerita legenda yang saya baca dari berbagai sumber ternyata wanita tersebut adalah jelmaan dari Ikan Mas besar tadi.

Singkat cerita mereka pun menikan dengan perjanjian Pria tersebut harus merahasiakan asal usul wanita cantik tersebut dalam keadaan marah sekali pun ia tadak boleh mengatakannya, jika sampai hal tersebut dilanggar maka terbentuklah Danau TOba eh belum, maka terjadilah bencana besar didesa ia tinggal. Setelah menikah dan memiliki anak bernama SAMO, suatu ketika lagi anaknya ini berbuat ulah yang bikin bapaknya marah dan saking marahnya ia mengatakan yang melanggar perjanjian, si PRia itu mengatakan dengan kesal emosi” Dasar Anak Ikan Pergi Kau dari Rumah Ini” Duarrr dilanggar sudah janjinya dan tiba tiba gelap hujan deras danhujan yang deras menggenang air penuh dan terbentuklah danau toba dengan nama SAMOSIR Pulau di tengahnya diambil nama anaknya SAMO yang di USIR.

Secara Penelitiaan Danau TOba terbentuk oleh CALDERA Akibat Letusan Gunug Ynag Dasyat, bisa kalian cari bukunya di google tentang Toba Caldera. 3.2. Batu Gantung Batu gantung yang terdapat di daerah Parapt Sumatera Utara ini memiliki cerita legenda, konon katanya batu ini adalah seorang putri cantik bernama Seruni, namun ia putus asa karena di jodohkan oleh orang tuanya sementara Seruni sendiri sudah memiliki pilihan hatinya dan telah menjalin hubungan dengan pria pilihan Nya.

Legenda batu gantung di danau toba Singkat cerita Seruni putus asa karena dipaksa harus menikahi pria pilihan ayahnya yang tidak seleranya, akhirnya ia melompat kedalam jurang dan jurang tersebut mulai merapat, seruni berkata Parapat Batu parapattttt. Batu tersebut merapat dan menghimpit (Parapat) tubuh Seruni yang menjadi batu gantung sekarang. 4. Rumah Adat Batak Bermarga adalah salah satu Identitas orang batak namun selain itu Suku batak juga memiliki Rumah Adat yang khas warisan dari nenek moyang dan masih terjaga hingga kini.

Rumah adat batak bernama rumah bolon (img via notepam.com) Rumah adat batak di Sumatera Utara memiliki nama Rumah Bolon atau Rumah Gorga. 5. Pakaian Adat Batak Halak batak memiliki pakaian adat yang bermacam macam tergantung sub sukunya, misal batak toba, batak simalungun atau batak karo masing masing punya cirikhas pakaian adat, yang menjadi persamaannya adalah rata rata menggunakan Ulos atau Bulang walau beda bentuk.

Pakaian batak toba (img via perpustakaan.id) Seperti suku batak simalungun misalnya adat batak Wanita memakai pakaian adat dengan menggunakan Bulang, sedangkan untuk Pria memakai Toga.

Biasanya dipakai saat upacara adat pernikahan. Pakaian adat batak simalungun (img via tobatabo.com) Pakaian adat batak Karo (img via wikipie.co.id) Sedangkan untuk suku batak Karo Bulang yang dikenakan wanita cendrung lebih besar.

nama tarian daerah suku batak

(Bulang atau Toga adalah penutup kepala semacam mahkota) 6. Bahasa Suku Batak Jenis bahasa suku batak juga terbagi atas sub daru suku itu sendiri batak karo memiliki bahasa suku sendiri begitu juga batak simalungun atau batak Toba.

• Bahasa Batak Karo misalnya: Mejuah Juah, Biring Manggis, Nande Biring dll • Bahasa Batak Simalungun Contohnya : Ulang Ham Songoni Boto ( Jangan Anda Begitu) • Bahasa Batak Toba Contohnya: Unang ho lalap dah ( jangan kau keterusan dah) • Dll… 7.

nama tarian daerah suku batak

Musik Khas Kearifan Lokal Batak Banyak sekali jenis musik suku batak masing masing sub suku batak seperti Karo, Toba, Mandailing Simalungun memiliki khas musik sendiri contoh: • Lagu Batak Karo: Biring Manggis, Mama Biring • Lagu Batak Simalungun: Gumis Ni Huting Pe Ganjang Do • Lagu Batak Toba: Surat Narara, Garama Parmotor • Dll… 8.

Akhir Kata dan Kesimpulan Itulah yang dapat kami sampaikan terkait tradisi nama tarian daerah suku batak warisan di Suku batak atau kearifan lokal suku batak yang terjaga hingga saat ini, semoga bermanfaat dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Jika ada yang kurang mohon dikoreksi tinggalkan komentar di kolom komentar agar bisa kami perbaiki demi kelancaran kita bersama, thanks. Referensi Bacaan: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak Related posts • Cara membuat surat lamaran kerja terbaru 2022 • Gua Aneh dan Unik di Dunia, Mencengankan!

• Panduan Uji Kompetensi Kebidanan, Persiapan dan Pendaftaran • 11 Aplikasi Edit Video HP 2021, Hasil Bagus! • Panduan Menyusun RAB Event Terbaru 2021 • Download SBM 2021, PMK No 119 Apa Saja Perubahannya ?

Budaya dan Kekhasan Provinsi Sumatra Utara Batak Toba - Seri Budaya Indonesia




2022 www.videocon.com