Apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 9.1.

Sebarkan ini: Secara etimologis, istilah “estetika” berasal dari bahasa Latin “aestheticus” atau bahasa Yunani “aestheticos” yang artinya merasa atau hal-hal yang dapat diserap oleh panca indera manusia.

Ada juga yang menyebutkan bahwa arti estetika ialah suatu cabang ilmu filsafat yang membahas tentang keindahan dan biasanya terdapat didalam seni dan alam semesta. Pengertian Estetika Estetika adalah hal yang mempelajari kualitas keindahan dari obyek, maupun daya impuls dan pengalaman estetik pencipta dan pengamatannya. Estetika atau yang sering kita dengar sebuah keindahan mempunyai banyak makna dan arti, setiap orang mempunyai pengertian yang berbeda antara satu dan yang lainnya mengenai apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu dan makna estetika.

Sebab, setiap orang mempunyai penilaian dan kritera keindahan yang berbeda-beda. Tetapi disini akan mencoba sedikit memberikan pengertian estetika. Estetika yang saat ini sering kita dengar dan raskan adalah estetika Barat. Jepang, Korea selatan, Hongkong, dan negara-negarakebangkitan baru merupakan contoh negara yang telah luruh kedalam estetika barat. Kunci utama ke arah itu adalah meleburkan diri dalam meterialisma Barat, menjasmani seluruhnya pada kearifan estetika Barat dalam wujud-wujud artifak ataupun nilai Estetika Barat secara substansial dan eksistensial.

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

Di luar wacana itu, wujud estetis dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang primitive dan terpinggirkan. • Menurut Bruce Allsopp Estetika ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses dan aturan dalam menciptakan suatu karya seni, yang diharapkan bisa menimbulkan perasaan positif bagi orang yang melihat dan merasakannya.

• Menurut Herbert Read Pengertian estetika ialah kesatuan dan hubungan bentuk yang ada di antara penserapan indrawi manusia, biasanya manusia menganggap estetika ialah seni atau seni akan selalu mengandung nilai keindahan. Pandangan seperti ini sebenarnya salah dan justru membuat masyarakat kesulitan dalam mengapresiasi seni, sebab menurut Herbert Read, seni tidak selalu mengandung nilai keindahan. • Menurut J. W. Apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu Pengertian estetika sama dengan seni karena estetika dapat dikenakan pada berbagai objek, baik yang indah maupun tidak.

Selanjutnya Moris juga menyebutkan bahwa estetikan ialah suatu objek seni “art”. • Menurut Dra. Artini Kusmiati Pengertian estetika ialah suatu keadaan yang berhubungan dengan sensasi keindahan yang baru bisa dirasakan seseorang jika terjalin perpaduan yang harmonis antar elemen yang ada dalam suatu objek. • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “KBBI” Estetika memiliki dua arti, estetika ialah suatu cabang filsafat yang membahas tentang seni, nilai keindahan dan tanggapan manusia terhadapnya.

Estetika juga dapat didefinisikan sebagai kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan. • (Kattsoff, element of Philosophy,1953) Estetika adalah segala sesuatu dan kajian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan seni. • (Van Mater Ames, Colliers Encyclopedia, 1) Estetika merupakan suatu telaah yang berkaitan dengan penciptaan, apresiasi, dan kritik terhadap karya seni dalam kontekx keterkaitan seni dengan kegiatan manusia dan peranan seni dalam perubahan dunia.

• (Jerome stolnitz, Encylopedia of Philoshopy, 1) Estetika merupakan kajian filsafat keindahan dan juga keburukan. • (AA Djelantik, Estetika Suatu Pengantar, 1999) Estetika adalah suati ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek yang disebut keindahan.

• (William Haverson, dalam Estetika Terapan, 1989) Estetika adalah segala hal yang berhubungan dengan sifat dasar nilai-nilai nonmoral suatu karya seni. • (Jhon Hosper, dalam Estetika Terapan, 1989) Estetika merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan proses penciptaan kaya estetis. • (Agus sachari, Estetika Terapan, 1989) Estetika adalah fisafat yang membahas esensi dari totalitas kehidupan estetik dan artisrtik yang sejalan dengnan zaman.

• (jakob Sumarjo, Filsafat Seni, 2000) Estetika mempersoalkan hakikat keindahan alam dan karya seni, sedangkan filsfat seni mempersoalkan hanya karya seni atau benda seni, atau artifak yang disebut seni.

Baca Juga : “Seni Rupa Terapan” Pengertian & ( Sejarah – Fungsi – Wujud – Bentuk – Contoh ) Fungsi Estetika Setelah mengenal tentang apa itu definisi dari estetika, sekarang kita akan membahas tentang apa saja fungsi dari estetika ini.

estetika sendiri mempunyai arti suatu seni tentang keindahan. estetika sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. dalam kita menilai segala seusuatu yang baik atau yang buruk dengan menggunaka estetika ini. Ilmu estetika adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan.

Namun disini bukan hanya keindaan suatu karya, yang dimaksudkan adalah segala sesuatu tentang aspek kehidupan yang berhubungan tentang keindahan, entah itu pengetahuan, kejiwaan, emosi, dll. estetika ini juga dapat kita gunakan untuk menilai suatu hal yang memang itu dianggap baik atau buruk dalam kehidupan sehari-hari. Baca Juga : “Seni Dekoratif” Pengertian & ( Ciri – Klasifikasi – Contoh – Tujuan – Tokoh ) Teori Estetika Teori Estetika pada dasarnya dapat dibagi menjadi 3, yaitu : Teori Estetik Formil Banyak berhubungan dengan seni klasik dan pemikiran-pemikiran klasik.

Teori ini menyatakan bahwa keindahan luar bangunan menyangkut persoalan bentuk dan warna. Teori beranggapan bahwa keindahan merupakan hasil formil dari ketinggian, lebar, ukuran (dimensi) dan warna. Rasa indah merupakan emosi langsung yang diakibatkan oleh bentuk tanpa memandang konsep-konsep lain.

Teori ini menuntut konsep ideal yang absolut yang dituju oleh bentuk-bentuk indah, mengarah pada mistik. Teori Estetik Ekspresionis Teori menyebutkan bahwa keindahan tidak selalu terjelma dari bentuknya tetapi dari maksud dan tujuan atau ekspresinya.

Teori ini beranggapan bahwa keindahan karya seni terutama tergantung pada apa yang diekspresikannya. Dalam arsitektur keindahan dihasilkan oleh ekspresi yang paling sempurna antara kekuatan gaya tarik dan kekuatan bahan (material). Kini anggapan dasar utama keindahan arsitektur adalah ekspresi fungsi atau kegunaan suatu bangunan. Teori Estetik Psikologis Menurut Teori ini keindahan mempunyai 3 aspek : • Keindahan dalam arsitektur merupakan irama yang sederhana dan mudah.

Dalam arsitektur pengamat merasa dirinya mengerjakan apa yang dilakukan bangunan dengan cara sederhana, mudah dan luwes. • Keindahan merupakan akibat dari emosi yang hanya dapat diperlihatkan dengan prosedur Psikoanalistik. Karya seni mendapat kekuatan keindahannya dari reaksi yang berbeda secara keseluruhan. • Keindahan merupakan akibat rasa kepuasan si pengamat sendiri terhadap obyek yang dilihatnya. Ketiga teori ini merupakan manifestasi untuk menerangkan keindahan dari macam-macam sudut pandang : secara mistik, emosional atau ilmiah intelektual.

Baca Juga : “Kritik Seni” Pengertian & ( Fungsi – Jenis – Bentuk ) Aspek Estetika Seni selalu berhubungan dengan estetika karena seni adalah sesuatu yang indah. Sesuai dengan pengertiannya, estetika adalah ilmu (ajaran atau falsafat) tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya; kepekaan terhadap seni dan keindahan (KBBI, 2008:401).

Estetika merupakan salah satu tolok ukur untuk menilai apakah sebuah seni itu dapat dikatakan bagus atau tidak. Dalam estetika terdapat tiga aspek yang dapat digunakan untuk menilai sebuah karya seni: Absolutisme, Anarki, dan Relativisme. Absolutisme merupakan penilaian sebuah karya seni yang mutlak, tidak dapat ditawar lagi.

Penilaian ini didasarkan pada konvensi atau aturan yang telah ada. Kemudian, Anarki adalah penilaian berdasarkan pendapat tiap-tiap orang. Penilaian ini bersifat subjektif dan tidak perlu adanya pertanggungjawaban. Namun, penilaian tersebut tetap didasarkan pada aturan seni yang berlaku. Terakhir, Relativisme adalah penilaian seseorang yang tidak mutlak (absolut) dan masih bersifat objektif. Aspek yang digunakan untuk menilai sebuah karya seni, yaitu : • Absolutisme merupakan penilaian sebuah karya seni yang mutlak, tidak dapat ditawar lagi.

Penilaian ini didasarkan pada konvensi atau aturan yang telah ada. • Anarki adalah penilaian berdasarkan pendapat tiap-tiap orang. Penilaian ini bersifat subjektif dan tidak perlu adanya pertanggungjawaban. Namun, penilaian tersebut tetap didasarkan pada aturan seni yang berlaku. • Relativisme adalah penilaian seseorang yang tidak mutlak (absolut) dan masih bersifat objektif. Unsur-Unsur Estetika Terdapat beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam mengkaji nilai estetika suatu objek, adapun beberapa unsur estetika ialah sebagai berikut: Unsur Bentuk Bentuk “shape” sangat berpengaruh pada daya tarik suatu objek, secara umum bentuk objek terdiri dari dua jenis yaitu dua dimensi dan tiga dimensi.

Objek terbentuk dua dimensi tidak memiliki volume dan bentuknya datar, misalnya lukisan, foto, hiasan dinding dan lainnya. Objek berbentuk tiga dimensi memiliki volume, kedalaman, dan ruang. Misalnya patung, pakaian, tas dan lainnya. Unsur Warna Keindahan suatu objek juga sangat dipengaruhi oleh unsur warna, umumnya pilihan warna objek akan disesuaikan oleh orang yang akan menggunakannya.

Misalnya selera warna pakaian anak muda cenderung berbeda dengan orang yang sudah tua. Unsur Tema Dalam hal ini tema ialah ide atau gagasan yang ini disampaikan oleh pembuat objek atau karya seni kepada orang lain. Biasanya tema suatu karya akan dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya letak geografis, adat istiadat, budaya dan lainnya.

Unsur Motif Hias Motif hias ialah pola atau gambar yang menjadi hiasanya pada suatu objek atau produk. Tujuan menambahkan motif hias pada suatu objek ialah untuk menambah nilai keindahan/estetika pada objek atau produk tersebut.

Manfaat Estetika Estetika sebagai salah satu bidang pengetahuan dipandang penting untuk dipelajari, terutama bagi mereka yang berkecimpung atau menggeluti dunia seni, baik sebagai praktisi maupun sebagai pengamat atau kritikus. Manfaat yang dapat diperoleh setelah mempelajari bidang ini di antaranya: • Memperdalam pengertian tentang rasa indah pada umumnya dan tentang kesenian pada khususnya. • Memperluas pengetahuan dan penyempurnaan pengertian tentang unsur-unsur objektif yang membangkitkan rasa indah pada manusia dan faktor-faktor objektif yang berpengaruh kepada pembangkitan rasa indah tersebut.

• Memperluas pengetahuan dan penyempurnaan pengertian tentang unsur-unsur subjektif yang berpengaruh terhadap kemampuan menikmati rasa indah. • Memperkokoh rasa cinta kepada kesenian dan kebudayaan bangsa pada umumnya serta mempertajam kemampuan untuk mengapresiasi (menghargai) kesenian dan kebudayaan bangsa.

• Memupuk kehalusan rasa pada umumnya. • Memperdalam pengertian keterkaitan wujud berkesenian dengan tata kehidupan, kebudayaan, dan perekonomian masyarakat yang bersangkutan.

• Memantapkan kemampuan menilai karya seni yang secara tidak langsung mengembangkan apresiasi seni di dalam masyarakat pada umumnya. • Memantapkan kewaspadaan atas pengaruh-pengaruh negatif yang dapat merusak mutu kesenian dan berbahaya terhadap kelestarian aspek-aspek dan nilai-nilai tertentu dari kebudayaan kita.

• Secara tidak langsung, dengan bobot yang baik, yang dibawakan kesenian, dapat memperkokoh masyarakat dalam keyakinan akan kesusilaan, moralitas, perikemanusiaan, dan ketuhanan. • Melatih diri berdisiplin dalam cara berfikir dan mengatur pemikiran secara sistematis, membangkitkan potensi untuk berfalsafah yang akan memberikan kemudahan dalam menghadapi segala permasalahan, memberi wawasan yang luas dan bekal bagi kehidupan spiritual dan psikologi kita.

Baca Juga : “Kalimat Penjelas” Pengertian & ( Ciri – Contoh ) Konsep (pemikiran) tentang keindahan di Indonesia sudah ada pada jaman dahulu, pada waktu kehidupan manusia masih primitif.

Secara sadar atau tidak, mereka sudah memberi hiasan pada perabot rumah tangga, alat pertanian, alat berburu, dan menghias apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu bila ada kegiaatan yang dianggap penting(berburu, upacara adat, pemilihan kepala suku). Walaupun masih sangat sederhana, hiasan itu tidak sekedar umsur pelengkap/penghias belaka, tetapi mengandung unsur magis yamg dianggap sakral. Contoh Nilai Estetika Apabila kita melihat suatu pemandangan, menonton sebuah pentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetika bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan.

Seseorang akan merasa senang dengan melihat sebuah lukisan yang menurutnya sangat indah, tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu. Kita tidak bisa memaksakan bahwa luikisan itu indah. Demikianlah pembahasan mengenai semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia Ditag 5 teori estetika, arti kata estetika sendiri adalah, berikan 3 contoh dari nilai estetika, contoh estetika, contoh estetika dalam filsafat, contoh estetika dalam kehidupan sehari-hari, contoh kalimat estetika, contoh nilai estetika dalam hikayat, dasar dasar estetika, diagram periodisasi konsep estetika, dua konsep teori pemahaman estetik, estetika adalah brainly, estetika berasal dari kata aesthesis yang berarti, estetika dalam industri grafis komunikasi, estetika dan etika, estetika kbbi, estetika surat, estetika terapan, fungsi estetika, istilah estetika digunakan pertama kali oleh, klinik kecantikan estetika palembang, konsep estetika, macam macam nilai estetika, makalah estetika, manfaat estetika, nilai estetika seni rupa, nilai estetis subjektif, objek estetika, pengertian estetika menurut istilah terminologis, pengertian estetika menurut para ahli, pengertian estetika menurut para ahli indonesia, pengertian estetika menurut para ahli pdf, pengertian estetika visual, pengertian keindahan menurut herbert read, pengertian keindahan menurut para ahli, pengertian keindahan menurut para ahli dalam negeri, pengertian keindahan menurut para ahli indonesia, peran panca indera dalam estetika, sinonim estetika, teori estetika, tujuan estetika, unsur estetika estetika dalam desain komunikasi visual Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Bercerita adalah • Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK) • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com Berpikir kritis dapat diartikan sebagai proses dan kemampuan yang digunakan untuk memahami konsep, menerapkan, mensintesis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh atau informasi yang dihasilkan.

Tidak semua informasi yang diperoleh dapat dijadikan pengetahuan yang diyakini kebenarannya untuk dijadikan panduan dalam tindakan, dan tidak selalu informasi yang dihasilkan merupakan informasi yang benar. Berpikir kritis merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan telah diketahui berperan dalam perkembangan moral, perkembangan sosial, perkembangan mental, perkembangan kognitif, dan perkembangan sains.

Di banyak negara, berpikir kritis telah menjadi salah satu kompetensi dari tujuan pendidikan, bahkan sebagai salah satu sasaran yang ingin dicapai. Kemampuan berpikir kritis tersebut seyogyanya dikembangkan sejak dini melalui pembelajaran terutama pembelajaran sains. Telah banyak bukti bahwa kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran, beberapa diantaranya akan dipaparkan dalam tulisan ini.

. Based on the explanation, it shows that it is important to empower critical and creative thinking skills, which can be implemented in learning. In developed countries, critical and creative thinking skills become one of the competencies of educational goals, even as one of the main goals to be achieved (Zubaidah, 2010).

Whereas in Indonesia, the empowerment of critical apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu creative thinking skills is applied through the implementation of the 2013 curriculum, as an effort to improve higher-order thinking skills (Rudibyani and Perdana, 2019).

The most frequent weakness is that the implementation of learning is not directed at critical and creative thinking skills (Clorawati, Rohiat, and Amir, 2017), this is due to the habits of teachers who teach conventionally. Whereas critical thinking and creative skills can be empowered through science learning (Zubaidah, 2010), one of them is in chemistry subjects. Therefore, the aim of this study was to design learning models that can empower students' critical thinking skills to prepare people to live in the 21 st century successfully.

. To prepare people to live in the 21st century successfully, it is needed more than subject contents. It is very crucial for the people to know in how to apply their skills and knowledge by critical thinking, using knowledge in new situations, comprehending new ideas, collaborating, communicating, problems solving, decision making and so on. This research is an innovation of disruptive education that aims to design learning models that can empower students' critical thinking skills through descriptive analysis based on data and literature review.

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

This study used a sample of 180 high school students in the city of Surakarta, Indonesia. The results of the measurement of students' critical thinking skills in the category are very lacking in all aspects, for instance, 52.80% of analysis aspect, 37.28% of inference aspects, 45.16% of explanation aspect, 35.01% of self-regulation aspect are in very low criteria as well as 41.14% of interpretation aspects in very poor criteria.

The results of measurement of students' creative thinking skills also shows very concerning category in all aspects involving: fluency of 45.83% of fluency aspect, 42.50% of flexibility aspect, 44.86% originality aspect, and 47.50% of elaboration aspect are all in very low criteria.

Literature review results also found that chemistry teachers’ design model has not maximized the ability to think critically so that it needs a learning design that can empower critical thinking skills. Through a data-based literature study a form of inquiry social complexity (ISC) model was formulated to empower critical thinking skills.

. Indikator berpikir kritis terbagi menjadi empat, yaitu: (1) cepat tanggap, (2) eksplorasi, (3) integrasi, dan (4) menyimpulkan. Sedangkan, karakteristik siswa mampu berpikir kritis sebagai berikut: (1) mampu memahami hubungan logis antar ide, (2) mampu mengklasifikasi ide, (3) mampu mengidentifikasi tujuan, (4) mampu mengkaji data, (5) mampu mengevaluasi data dan hipotesis, (6) mampu mendeteksi inkonsistensi dan kesalahan dalam penalaran, (7) mampu menganalisis masalah dengan sistematis, (8) mampu mengidentifikasi langkah secara relevan, (9) mampu meninjau kembali keputusan, dan (10) mampu membuat kesimpulan [4].

Salah satu materi yang memerlukan kemampuan berpikir kritis dalam bidang matematika yakni materi logaritma. Sebagaimana mata pelajaran baru bagi siswa menengah pertama (SMA), materi ini juga memuat beragam rumus beserta sifat penyelesaian [4]. Adapun masalah matematika yang difokuskan dalam penelitian ini yaitu masalah logaritma khususnya tentang materi persamaan logaritma.

. The implementation of the 2013 revised curriculum requires students to be able to think critically. The field of mathematics, especially logarithmic material, contains many characteristics, so it requires the ability to think critically to solve the problem. Meanwhile, the ability to think critically is influenced by students' cognitive styles, such as the visualizer and verbalizer cognitive styles.

So it is necessary to do research to analyze students' critical thinking skills in solving logarithmic problems viewed from the two cognitive styles. This qualitative descriptive research is used by the teacher as a learning design or strategy so that it can improve students' critical thinking skills according to their cognitive style.

The subjects are class X students of SMAN 1 Kamal with visualizer and verbalizer cognitive style. The data analysis technique begins with the VVQ cognitive style test (Visualizer-Verbalizer Questionnaire), problem-solving tests, and interview tests. The results obtained by the visualizer subject in TPM 1 were 14 (good critical thinking category), and TPM 2 scored 12 (adequate critical thinking category).

While the verbalizer subject in TPM 1 has a score of 13 (adequate critical thinking category), and TPM 2 is 9 (adequate critical thinking category).

Based on the research results, it can be concluded that the critical thinking ability of the visualizer subject dominates compared to the verbalizer subject, because it is able to detect inconsistencies and solve problems systematically.Keywords: Thinking, Critical, Visualizer, Verbalizer, Logarithm. AbstrakPenerapan kurikulum 2013 revisi menuntut siswa untuk mampu berpikir kritis.

Bidang matematika khususnya materi logaritma memuat banyak sifat, sehingga diperlukan kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalahnya. Sementara, kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh gaya kognitif siswa, seperti gaya kognitif visualizer dan verbalizer.

Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk analisis kemapuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah logaritma ditinjau dari kedua gaya kognitif tersebut. Penelitian deskriptif kualitatif ini digunakan guru sebagai rancangan ataupun strategi pembelajaran sedemikian sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sesuai gaya kognitifnya.

Subjek merupakan siswa kelas X SMAN 1 Kamal dengan gaya kognitif visualizer dan verbalizer. Teknik Analisis data diawali dengan tes gaya kognitif VVQ (Visualizer-Verbalizer Quistionnairre), tes penyelesaian masalah, dan tes wawancara.

Hasil yang diperoleh subjek visualizer dalam TPM 1 adalah 14 (Kategori berpikir kritis baik), dan TPM 2 bernilai 12 (Kategori berpikir kritis cukup). Sedangkan subjek verbalizer dalam TPM 1 memiliki nilai 13 (Kategori berpikir kritis cukup), dan TPM 2 bernilai 9 (Kategori berpikir kritis cukup). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis subjek visualizer mendominasi dibanding subjek verbalizer, dikarenakan mampu mendeteksi inkonsistensi dan menyelesaikan permasalahan secara sistematis.Kata Kunci: Berpikir, Kritis, Visualizer, Verbalizer, Logaritma.

This study aims to determine the effect of POE (Predict-Observe-Explain) learning on critical thinking skills in class XI addictive substances at SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan. The research design used in this study was a post-test-only control group design.

The population used in this study were all students of class XI in the even semester of SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan for the academic year 2020/2021.

Determination of the sample in this study using the Simple Random Sampling technique. Data collection techniques in this study used the test method. The instrument of this research is to use critical thinking questions. Critical thinking questions are a measurement used to find out or obtain data from predetermined sources.

This research instrument is a type of subjective test in the form of essay questions. Before being used for research, the questions are first validated and seen for reliability. Test the hypothesis by using the chi-square test using a contingency table. In hypothesis testing, it was found that the POE (Predict-Observe-Explain) learning model had an effect on students' critical thinking skills with a value of = 17.25 and = 9.49 with = 0.05.

The conclusion is that there is an effect of the POE (Predict-Observe-Explain) learning model on critical thinking skills on addictive substances class XI at SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan. Kata kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, POE (Predict-Observe-Explain) This study aims to develop effective, feasible, and valid encyclopedia media on form and function of plant to train fourth-graders’ critical thinking skills in the elementary school.

This study was research and development based on Borg and Gall theory and Research (R& D) model. Data were collected using observation, questionnaires, and tests and analyzed using media validity and reliability, student activity, implementation of lesson plans, and tests of critical thinking skills.

After that, the media was validated by experts. The results of the expert validation showed that the Encyclopedia media was valid for use. Furthermore, the media was tested on fourth-graders of SDN KERTAJAYA V / 211 Surabaya using One Group Pretest-Posttest Design. The limited scale trial results showed (1) the validation of the developed Encyclopedia media were 96% valid categories, (2) the developed media were tested in term of lesson plan implementation were 94% with well-implemented category and student activities were suitable to Discovery Learning model, (3) the effectiveness of the Encyclopedia media in terms of students’ critical thinking skills tests showed that average N-Gain was 0.75 (high) and positive response of 97% was given by students.

Therefore, it can be concluded that the Encyclopedia media on Form and Function of Plant is feasible to train Critical Thinking Skills of Elementary School Students. . aru akan lebih meningkatkan pemahaman konsep yang lebih sehingga siswa akan jauh lebih memahami materi yang diajarkan. Peningkatan pemahaman konsep ini akan sejalan dengan perubahan kemampuan berpikir siswa. Kemampuan berpikir umumnya digunakan untuk memahami konsep, menerapkan, mensintesis, dan mengevaluasi informasi yang didapat atau dihasilkan.

(Zubaidah. 2010) Peningkatan kemampuan berpikir dapat terjadi bila dalam proses pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran, guru memberikan berbagai pertanyaan yang dapat membuat siswa untuk melakukan penyelidikan akan permasalahan sehingga akan menumbuhkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah yang ada.

Pernyataan ini sejalan dengan penelit . This article discusses the evaluation of learning to form thinking skills in one of the pesantren that implements the Kuliyyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) program. This study aims to identify learning evaluations that train students' thinking skills at Pondok Pesantren (PP) Darussalam Kunir, Subang. The approach used in this study is qualitative with descriptive methods to identify, describe, and analyze information needs regarding the evaluation of learning in the pesantren being studied.

Data collection was done by interview, observation, and documentation. Data analysis includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the evaluation of learning at PP Darussalam Kunir Subang in the form of the Tahriri Exam (Written Examination) and the Syafahi Exam (Oral Examination) tended to be dominated by questions in the realm of low-level thinking.

The conclusion of this study is that efforts to form students' thinking skills in pesantren require an evaluation of learning by paying attention to indicators that can direct students' skills in cognitive aspects in order to be able to answer questions in the higher-order thinking domain with more composition than in the lower-order thinking domain.

. Berpikir kritis sangat penting dimiliki peserta didik di era industri 4.0 ini agar peserta didik mampu memilih, memilah dan menentukan hal-hal yang baik bagi dirinya guna mempersiapkan masa depan yang cemerlang. Menurut Zubaidah (2010) bahwa berpikir kritis dapat diartikan sebagai proses dan kemampuan yang digunakan untuk memahami konsep, menerapkan, mensintesis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh atau informasi yang dihasilkan. Tidak semua informasi yang diperoleh dapat dijadikan landasan yang diyakini kebenarannya dalam memutuskan sesuatu, dan tidak selalu informasi yang dihasilkan apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu informasi yang benar.

. The use of the right tools greatly determines the success of achieving the competence of students in learning. Learning tools that tend to be monotonous make students less actively involved in learning and less improve scientific attitudes and learning outcomes.

The development of Chemistry learning tools based on a scientific approach in NHT model is expected to be effective in the classroom and help students in learning Chemistry. This development research aims to: 1) describe the development process of producing cooperative learning tools of NHT type based on a scientific approach; and 2) produce cooperative learning tools of NHT type based on scientific approaches that are valid, practical, and effective to improve scientific attitudes and learning outcomes on Acid-Base learning material.

This research consists of the stages of defining (define), design, development, and dissemination (disseminate). The product developed was tested on students of class XI MIPA.3 at SMAN 8 Gowa of academic year 2019/2020. The product validity was tested by two expert assessors. This research includes the steps of the NHT model, namely preparation, group formation, problem discussion, calling the Member Number or Giving Answers, giving conclusions, and giving awards.

The stages of this chemistry learning tool also refer to the scientific attitude approach that applies 5M, namely observing, asking, trying, associating/processing information/logic,and communicating to improve scientific attitudes and learning outcomes of students. The results of the study obtained: 1) the average value of product validity 3.76 (very valid); 2) scientific attitude questionnaire data = 3.07 (high); 3) THB's average N-Gain result is 0.83 (high); 4) teachers and students showed a very positive response with a percentage of 95.84% and 82.81%.

Therefore, the conclusion of the study is the Chemistry learning tools based on the scientific approach in NHT model that had been developed in Chemistry learning on Acid-Base learning materials are valid, practical, and effective to improve the scientific attitude and learning outcomes of students.

. Berpikir kritis merupakan berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu atau dilakukan (Ennis, 1985; Zubaidah, 2010.

Deskripsi hasil penelitian didasarkan pada perhitungan skor dari setiap jawaban responden, sehingga diperoleh hasil skor jawaban responden. . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran ekonomi di era revolusi 4.0.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner berupa soal tes keterampilan berpikir kritis pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Tasikmalaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI SMA Kota Tasikmalaya sebanyak 3.756 siswa dengan teknik pengambilan sampel dengan rumus Slovin dengan error sebesar 10% apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu diperoleh sampel sebanyak 100 siswa.

Instrumen tes berpikir kritis yang digunakan sudah divalidasi oleh para ahli. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa adalah 45,50 yang berarti bahwa siswa SMA Kota Tasikmalaya memiliki keterampilan berpikir kritis pada kategori kurang kritis.

Selain itu hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa dari kelima faktor yang mempengaruhi keterampilan berpikir kritis yaitu elementary clarification, basic suport, infering, advanced clarificatioan dan strategies and tactics, faktor basic suport merupakan faktor yang paling dominan dan faktor infering merupakan faktor yang paling lemah.

Kesimpulan penelitian ini, perlu dilakukan pembinaan yang lebih baik agar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa misalnya dengan penerapan metode pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan keterampilan berpikir kritis. Physics learning activities implemented in high school have not directed students to think critically and still tend to be teacher-centered. This results in students not being able to develop critical thinking skills to solve problems that involve reasoning in learning activities.

The purpose of this study was to develop a product in the form of a physics module based on High Order Thinking Skills to improve critical thinking skills in student learning outcomes. The research and development method used is Research And Development (R&D). The research and development model uses a 4D Thiagarajan model with the research stages of defining, designing, developing, and distributing. The subjects in this study were students of class XI SMA.

The technique of collecting research data is using a questionnaire and test questions Pre-Test-Post-Test. The results showed that the development of physics modules based on High Order Apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu Skills which was developed in class XI students increased by 71%, so that the development of physics modules had a significant effect on students’ critical thinking skills in the learning process on student learning outcomes.

Students' critical thinking has not been maximally trained in learning since learning activities are only memorizing to meet the demands of passing the assessment. Students are less able to understand, build, and criticize arguments about a problem, especially in social studies learning. This study aimed to determine the feasibility of comic media material about human interaction with the environment to improve the critical thinking skills of fifth grade students.

This type of research was research and development (Research and Development) with a 4D model.

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

This research was conducted online using Zoom platform, Google forms, and Ms. Teams that was carried out synchronously and asynchronously due to the Covid-19 pandemic.

Data were collected through the expert validation stage and observation sheets, student response questionnaires and critical thinking tests (pretest and posttest) for the teacher and student activity. Furthermore, the data were analyzed by quantitative and descriptive techniques. The results showed that: (1) comic media was in the very feasible category with a percentage of 82%, (2) it was practical based on teacher activity observations with a percentage of 94% with very active category, 95% for student activity with very active category and student response questionnaires was 93% with very good category, (3) it was effective based on the result of N-gain on the critical thinking test, which was 0.53 (medium category).

Thus, comic media in social studies learning was declared valid, practical and effective in improving students’ critical thinking skills at fifth grade of elementary school. Written work has several important advantages over oral discussion in the development and assessment of students' critical-thinking skills.

This article describes a set of short writing assignments that tap eight essential aspects of critical and creative thought. Examples illustrate how the assignments can be tied to topics in general psychology and human, sexuality courses. Growth and advancement in educational systems are the most important characteristics of the present societies. This phenomenon, especially in recent decades, has become an important and sensitive issue in developing countries.

The role of educational systems in the process of growth and persistent advancement of countries is accepted by everybody and education is regarded as a main base of advancement and progress. The outcome of this growth is changing the educational systems into learners' organizations. The most observable and effective character in educational system is the thinking element. Thinking and acquiring new information and the method of thinking and learning are the most important characteristics of human being and from other perspective, in new approaches; the great attention has been paid to teaching and learning as well.

For acquiring this goal, paying attention to critical thinking is one of the fundamental phenomena and dimensions. In this article first surveyed the critical thinking from the view point of many experts and then with the emphasis on the benefits of critical thinking, presented a framework for its implementation in Iran educational system.

Jenicek, M. 2006. A Physician's Self-Paced Guide to Critical Thinking. Chicago: AMA Press, Maasawet, ET. 2009. Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Snowballing dan Numbered Heads Together (NHT) pada Sekolah Multietnis terhadap Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar Kognitif Sains Biologi dan Sikap Sosial Siswa SMP Samarinda. Program Pascasarjana: Universitas Negeri Malang. Disertasi, Tidak Diterbitkan. An emergency role on finding the potential local rice varieties for the rice quality improvement in regards of health issues.

This work is a team work along with colleagues from Chemistry Departmen t, Universitas Negeri Malang supported by 4 in 1 Project for "The Development of Four Universities as Center of Excellence for National Competitiveness" funded by IDB. . [more] View project AbstrakStrategi adalah suatu langkah-langkah terencana yang berisi tentang rangkaian kegiatan-kegiatan yang telah didesain sedemikian rupa oleh seseorang secara cermat yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai.

Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan Akhlakul karimah siswa adalah rangkaian kegiatan-kegiatan yang telah didesain oleh guru Pendidikan Agama Islam secara cermat . [Show full abstract] untuk perbaikan pembinaan, atau tindakan untuk membina akhlakul karimah siswa disuatu lembaga sekolah tertentu sesuai dengan tempat guru Pendidikan Agama Islam tersebut mengajar.

Siswa yang memiliki akhlakul karimah selalu menunjukkan perilaku yang baik dalam hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama, hubungan dengan lingkungan dan hubungan dengan diri sendiri. Terjadinya degradasi moral dan banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh siswa dibutuhkan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam melakukan pembinaan akhlak siswa. Berpijak dari itulah peneliti melakukan penelitian di SMP Negeri 1 Pandaan dengan judul strategi guru pendidikan agama islam dalam pembinaan akhlakul karimah siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mendeskripsikan tentang strategi Guru PAI dalam pembinaan akhlakul karimah di SMP Negeri 1 Pandaan. (2) untuk mendeskripsikan tentang faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlakul karimah siswa di SMP Negeri 1 Pandaan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data digunakan metode observasi, observasi, wawancara dan dokumentasi.

Teknik analisis data yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data digunakan dengan uji triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan. (1) Strategi Guru PAI dalam pembinaan akhlakul karimah siswa di SMP Negeri 1 Pandaan meliputi: pendekatan personal, teladan, pembiasaan, pemberian hukuman.

(2) Faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlakul karimah siswa, faktor pendukung yaitu: teladan dalam diri guru, metode pembelajaran, kerjasama dan dukungan orang tua, sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu: Kurangnya jam mata pelajaran PAI, terbatasnya pengawasan pihak sekolah, kesadaran para siswa dan lingkungan siswa.

Read more Pada zaman modern dewasa ini, terutama dalam masa atau jaman yang semakin global dan berkembang modern ini generasi milenial perlu mendapat pondasi moral yang kuat seperti pemahaman nilai-nilai Pancasila yang telah menjadi falsafah dasar bangsa. Nilai Pancasila yang telah disepakati sebagai nilai-nilai kebaikan yang harus ditanamkan kepada masing-masing jiwa rakyat Indonesia. Harapan selanjutnya .

[Show full abstract] terhadap penanaman nilai-nilai Pancasila kepada rakyat dapat memberikan keteguhan mental yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh budaya yang mungkin bertolak belakang dengan budaya warisan leluhur.Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk memberikan strategi yang bisa di gunakan dalam membangun generasi manusia terutama generasi millenial agar bisa bersaing di lingkungan masyarakat dimasa mendatang.

Generasi milenial adalah generasi yang tumbuh dan berkembang dalam dunia yang pekembangan teknologi dan pengetahuan yang sangat pesat. Generasi millenial merupakan potensi sumber daya manusia yang apabila dimanfaatkan secara optimal akan memberikan dampak perubahan yang sangat besar. View full-text Penelitian ini bertujuan membahas tentang strategi komunikasi Ustadzah Zainiyah Ma’ruf dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa Ma’hadul Qur’an.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti sebagai instrument kunci. Hasil interview peneliti mendapatkan hasil bahwa strategi komunikasi Ustadzah Zainiyah Ma’ruf dalam meningkatkan prestasi siswa Ma’hadul Qur’an .

[Show full abstract] lebih kepada pemberian reward. Namun, faktanya guru masih sering salah mengartikan strategi ini, guru hanya memahami berupa punismant yang diberikan kepada siswa yang melanggar, padahal seharusnya pemberian reward itu juga diberikan kepada siswa yang berprestasi dalam bentuk reward, apresiasi dan lainnya.

Kesimpulan penelitian ini Strategi komunikasi yang dilakukan Ustadzah Zainiyah Ma’ruf selaku guru yang merangkap wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Asrama Ma’hadul Qur’an dapat berjalan dengan efektif apabila orang tua dapat bekerjasama dalam hal komunikasi yang interaktif. Komunikasi orang tua dalam pendidikan anak pada dasarnya keterlibatan baik secara mental maupun fisik dan bertanggung jawab atas keberhasilan pendidikan anaknya.

Hasil analisis ini menunjukkan bahwa tingkat intensitas komunikasi antara orang tua dengan siswa terhadap peningkatan motivasi belajar rata-rata siswa masih berada pada kategori sedang. Read more Penyelenggaraan pelayanan publik seringkali menghadapi hambatan dalam memformulasikan strategi pelayanan. Pertama, karena mental atau anggapan sebagai pelayan umum yang dituntut untuk memberikan kualitas pelayanan yang sama untuk seluruh anggota masyarakat yang ada dalam masyarakat, walaupun sebenarnya mereka mempunyai harapan yang berbeda.

Kedua, karena penyelenggaraan pelayanan publik pada . [Show full abstract] umumnya bersifat monopoli, maka keinginan untuk menjadi lembaga pelayanan yang berfokus kepada pencapaian kepuasan masyarakat relatif lemah.Sehingga masih banyak pelaksanaan pelayanan publik yang menurut kacamata masyarakat masih banyak permasalahan sehingga terasa kurang kurang memuaskan.

Salah satunya dalam pelayanan adalah pembuatan Kartu Keluarga (KK).Sehingga penelitian perlu di lakukan dengan tujuan untuk mendiskripsikan hubungan antara pelayanan aparatur pemerintahan desa secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta terhadap tingkat kepuasan masyarakat desa di Kecamatan balung Kabupaten Jember.

Populasinya adalah seluruh penduduk yang ada di desa-desa di Kecamatan Balung Kabupaten Jember, sedangkan sampel yang diambil adalah sebanyak 30 (tiga puluh) Kepala Keluarga. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, yang disusun dengan modifikasi dalam skala likert dengan 5 (lima) kategori, untuk jawaban a diberi kreteria sangat baik dengan nilai 5 (lima), untuk jawaban e diberi kreteria sangat buruk dengan nilai 1 (satu). Data yang sudah terkumpul selanjutnya di analisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis Korelasi Rank Spearmans.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pelayanan aparatur pemerintahan desa dengan tingkat kepuasan masyarakat desa di Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Hal ini tampak dari nilai korelasi hitung sebesar 0,755.Hasil perhitungan ini dikonsultasikan dengan korelasi rank spearmans tabel dengan jumlah N=30 maka didapatkan angka korelasi tabel sebesar 0,364. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel (r hit.

> r tab. yaitu 0,755 > 0,364). Read more
Filsafat ilmu merupakan ‘induk’ dari ilmu pengetahuan yang mendasari logika, bahasa, dan matematika. Filsafat ilmu merupakan mata kuliah yang wajib bagi program Magister dan Doktor.

Bagi mahasiswa program sarjana, filsafat ilmu diperlukan agar memiliki wawasan mendasar mengenai ilmu pengetahuan. Buku ini disusun dengan pertimbangan menjadi bahan bacaan untuk mahasiswa program sarjana. Dengan demikian, kedalaman materi lebih sederhana dan disesuaikan dengan perkembangan wawasan mahasiswa. Struktur penyajian disesuaiakan dengan pertemuan perkuliahan mahasiswa sehingga diperoleh bagian isi dari buku ini diantaranya (1) Sejarah Filsafat; (2) Sumber Ilmu Pengetahuan; (3) Filsafat, Ilmu, dan Pengetahuan; (4) Perkembangan Ilmu; (5) Kebenaran dan Sikap Ilmiah; (6) Sarana Ilmiah; (7) Kajian Bidang-Bidang Filsafat; (8) Ilmu, Teknologi, dan Seni; (9) Ilmu dan Strategi Insani.

Menulis adalah melukiskan suatu yang ada dalam pikiran atau membuat memori menjadi kenyataan dan sebagian mengatakan mengaksarakan pikiran dan logika dalam media. Makna sederhana tentang menulis adalah menyampaikan ide dalam suatu platform baik melalui kertas atau media digital. Tulisan adalah ibarat symbol masa lampau tentang peradaban manusia, mengejawantahkan persembahan manusia tentang pemahaman suatu zaman atau sebuah katalis dari peradaban manusia.

Berangkat pada makna di atas, maka setiap menulis adalah karya yang harus disusun atas landasan perencanaan dan penyusunan yang matang, agar memberi pencerahan yang baik apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu suatu topik ulasan. Penyusunan tersebut tentunya memiliki apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu tersendiri yang berbeda dengan yang lain. Tulisan berjudul “Filsafat Ilmu di Era Milenial” sudah sangat banyak dan tersebar luas di banyak kalangan, meskipun demikian, buku ini tetap mempunyai nilai filosofis dengan makna berbeda dengan karya sejenis sebagai torehan pemikiran yang berbeda minimal pada aspek ruang dan waktu.

Buku ini terdiri atas 9 Bab, yakni: Bab I Filsafat dalam Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi; Bab II Filsafat Konvensional dan Filsafat Modern di Apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu Kemajuan IPTek; Bab III Filsafat Zaman Yunani; Bab IV Konsep Filsafat Pendidikan Kebangsaan Cokroaminoto; Bab V Manusia dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan; Bab VI Filsafat dan Holisme; Bab VII Idealisme Filsafat terhadap Metode Kualitatif dan Kuantitatif; Bab VIII Irisan Filsafat terhadap Logika dan Silogisme; Bab IX Filsafat di Era Generasi Milenial.

Pilihan materi dalam setiap Bab yang disajikan merupakan topik-topik yang dipandang sebagai bagian yang berperan dalam merunut kembali perkembangan ilmu pengetahuan dulu dan kini. Buku ini berusaha untuk menyambungkan kembali alur pengetahuan yang dianggap renggang akibat munculnya era globalisasi yang dibarengi dengan model kehidupan yang rumit dimasa lampau dan kehidupan era milenial kini .

kajian aksiologi terdiri dari dua bidang, yaitu terobjek pada kajian etika dan estetika. Etika membahas mengenai persoalan nilai moral perilaku manusia, sedangkan estetika membahas mengenai nilai keindahan yang terkandung dalam sesuatu (Suaedi, 2016). Dalam diskursus aksiologis memandang adopsi artificial intelligence di Indonesia, aksiologi memberikan penalaran bahwa artificial inteligence pada prinsipnya tidak memiliki nilai kegunaan in se (dalam dirinya).

. This research was conducted on the basis of research references from Microsoft Indonesia regarding the adoption of artificial intelligence in Indonesia which obtained research results that there were 14% of employees and leaders of technology-based companies in Indonesia who were still skeptical of the adoption of artificial intelligence.

This study aims to provide a theoretical overview from the point of view of the philosophy of communication science in responding to considerations about the good and bad 'doubt' or skepticism of 14% of employees and company leaders towards the adoption of the Apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu Intelligence platform by Microsoft companies in Indonesia. This study uses a qualitative method using a literature study approach.

The reference books in the form of books that are the primary sources in this research are books entitled Aristotle Physic Book VIII and the book Philosophy of Communication Studies: Introduction to Ontology, Epistemology, Axiology. The results show that from the point of view of the philosophy of science, the essence of AI is a tool or means as well as a machine that is created with components that resemble and play a role as if the mind is capable of creating or creating like humans.

AI is made human as a co-creator which in principle remains limited and will never be perfect 'in se' so it is appropriate that a tone of skepticism accompanies it. . The discovery of the concept of knowledge independently was enhanced through inquiry activities. Investigation activities can be found in science learning including using discovery learning models [8].

Discovery learning is a learning model recommended by the 2013 curriculum to be applied in developing students' critical thinking skills [9], because students themselves try to find their own concepts through scientific methods, not through being given information or understanding concepts directly by the teacher.

. Critical thinking skills have become the apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu of educational goals. This article aims to examine the potential of discovery learning models that are applied in science learning to empower students’ critical thinking skills.

The method used is qualitative with the main source of literature review about discovery learning models and critical thinking skills. The results of the analysis of the discovery learning model literature with orientation, hypothesis generation, hypothesis testing, conclusion, and regulation stages. Discovery learning model has the potential to empower critical thinking skills starting from the hypothesis generation stage which aims to provide a rational apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu from a real phenomenon orientation phase which is continued by the process of interpretation, analyzing, evaluating, concluding the experimental results of the hypothesis testing stage until the right conclusion is obtained from the experimental results.

ABSTRAK Perkembangan dunia industri sudah di ambang pintu masuk ke era Industri 4.0. Kondisi tersebut tidak terlepas dari perkembangan keilmuan teknik industri yang pesat. Melalui studi literatur, tulisan ini bertujuan melihat dari sudut pandang filsafat ilmu mengenai bagaimana kemunculan Industri 4.0 dikaitkan dengan perkembangan keilmuan teknik industri, apa tantangan yang dihadapi serta bagaimana seharusnya arah perkembangan ilmu teknik industri.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa dalam perkembangannya, ilmu teknik industri bersinergi dengan sains dan ilmu kerekayasaan yang lain sehingga membawa pengaruh bagi dunia industri hingga berevolusi sampai pada munculnya gagasan Industri 4.0. Gagasan tersebut membawa konsep penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi dan layanan konsumen secara signifikan.

Namun di samping itu, ada pula konsekuensi yang harus dihadapi terkait dampak negatif Industri 4.0 termasuk di dalamnya dampak terhadap keilmuan teknik industri. Di sinilah muncul berbagai tantangan bagi keilmuan teknik industri. Ada banyak peran yang dapat dilakukan keilmuan teknik industri menghadapi tantangan kemunculan Industri 4.0.

Peran yang utama adalah fokus mengkaji interaksi manusia dengan berbagai komponen lainnya dalam sistem terintegrasi di industri. Selain itu, juga disarankan ada penyesuaian dan upgrade kurikulum ilmu teknik industri agar keilmuan teknik industri siap menghadapi perubahan yang terjadi dan lulusannya tetap dapat dibutuhkan di dunia industri. Kata kunci: filsafat ilmu, industri 4.0, teknik industri 1. Pendahuluan Industri 4.0 merupakan istilah yang relatif baru dan mungkin masih belum banyak diketahui dan dipahami oleh khalayak di bidang industri.

Menurut pendapat Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Kabinet Kerja) Airlangga Hartarto dikutip dari Glienmourinsie (2016), Industri 4.0 menjadikan proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor dan mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi.

Roser (2015) menyampaikan pendapatnya bahwa tanda kemunculan Industri 4.0 dimulai di Apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu, Jerman, saat diadakan Hannover Messe/Fair (merupakan sebuah pertemuan skala internasional dalam bidang industri dan otomasi) di tahun 2011. Pada pertemuan tersebut, pemerintah Jerman mengumumkan kepada publik akan menggelontorkan dana sebesar 400 juta euro untuk penelitian dan pengembangan Industri 4.0.

Ada yang berpendapat (yang nanti akan dijelaskan lebih detail) bahwa kemunculan Industri 4.0 ini akan membawa dampak yang besar pada bidang industri, ekonomi bahkan kondisi sosial masyarakat secara global. Jika melihat pada penjelasan mengenai Industri 4.0 yang erat kaitannya dengan proses produksi, maka kehadirannya tidak terlepas dari pengaruh keilmuan teknik industri.

Keilmuan teknik industri sejak era revolusi industri berkembang pesat sampai ke zaman modern. Lingkup kajiannya yang semula sempit menjadi semakin luas. Kondisi itu memunculkan pertanyaan apakah perkembangan ilmu teknik industri memiliki keterkaitan dengan munculnya fenomena Industri 4.0? Dan apa pengaruh fenomena Industri 4.0 terhadap keilmuan teknik industri? Dalam metode active learning setiap materi pelajaran yang baru harus dikaitkan dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang ada sebelumnya.

Materi pelajaran yang baru disediakan secara aktif dengan pengetahuan yang sudah ada. Agar murid dapat belajar secara aktif guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa, sehingga peserta didik mempunyai motivasi yang tinggi untuk . [Show full abstract] belajar. Bahan ajar yang dipergunakan dalam model pembelajaran aktif berbasis bahan ajar harus disesuaikan sesuai dengan kebutuhan sedemikian hingga anak didik yang mempergunakan bahan ajar tersebut terpacu untuk belajar aktif.

penerapan desain pembelajaran aktif berbasis bahan ajar supaya memperhatikan struktur bahan ajar yang mendukung dan menciptakan cara untuk membuat mahasiswa aktif melalui bahan ajar yang sudah dipersiapkan tersebut.

View full-text Latar Belakang: Pendidikan merupakan kegiatan universal dalam kehidupan manusia. Pendidikan di dunia ini sangatlah penting dimanapun dan kapan pun, karena adanya pendidikan dapat mengembangkan potensi yang ada pada setiap manusia, oleh karena itu di Indonesia ada program wajib belajar 9 tahun, agar setiap warga negara Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak agar potensi yang dimilikinya dapat .

[Show full abstract] dikembangkan. Salah satu budaya di antara beragam suku dan budaya Indonesia adalah suku Tanimbar yang terletak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang terdiri dari gugusan kepulauan dan memiliki ragam budaya yang bervariasi. Budaya yang dimaksud berupa budaya duan lolat, monumen perahu, cerita rakyat, ritual adat, rumah adat, benda-benda adat, kesenian, peralatan seni, pakaian adat, kehidupan sosial.

Salah satu yang dapat menjembatani antar budaya, matematika dan pembelajaran matematika adalah merupakan etnomatematika. Tujuan: Untuk mengetahui aspek-aspek matematika pada rumah adat desa lorulun. Metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif karena berorientasi pada fakta atau fenomena. Hasil: Pada rumah adat Desa Lorulun terdapat 4 (empat)fungsi yaitu sebagai tempat tinggal seorang mangafwayak (pemerintah/orang kaya), tempat musyawarah tua-tua adat, tempat menyimpan segala dokumen atau harta, sebagai tempat berdoa secara adat.

Selain fungsi yang ada, ternyata terdapat juga aspek-aspek matematika berupa bangun datar dan bangun ruang diantaranya adalah segitiga, persegi, persegi panjang, balok, lingkaran, tabung (silinder), geometri elip tunggal, kerucut, elips, parabola, dan hiperbola. Hal ini menunjukan bahwa adat istiadat Desa tetap dilestarikan dan dipegang teguh oleh seluruh warga Desa.

Terdapat 4 (empat) fungsi rumah adat yaitu Kesimpulan: terdapat aspek-aspek matematika pada rumah adat desa lorulun yaitu pada bagian-bagian pada rumah adat dan benda-benda yang ada pada rumah adat yaitu Tutuk (Batu tumbuk siri dan pinang), mel-mel (batu adat), lololi (alat tumbuk siri dan pinang), kosoro (piring), sedangkan materinya adalah sebagai berikut segitiga, persegi, balok, lingkaran, tabung, geometri eliptik tunggal.

Read more Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu desain pembelajaran yang efektif untuk memfasilitasi proses pembelajaran matematika akselerasi di tingkat Sekolah Dasar. Desain pembelajaran ini dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan terhadap kompetensi matematika yang seharusnya dimiliki oleh lulusan SD program akselerasi sebagai kompetensi awal untuk melanjutkan pelajaran matematika di .

[Show full abstract] jenjang berikutnya dan karakteristik awal peserta didik agar sesuai dengan desain pembelajaran yang diberikan. Prosedur penelitian diadaptasi dari model pengembangan instruksional M. Atwi Suparman yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu: (1) mengidentifikasi kebutuhan dan menulis tujuan instruksional umum, (2) melakukan analisis instruksional, (3) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik, (4) menulis tujuan instruksional khusus, (5) menyusun alat penilaian hasil belajar, (6) menyusun strategi instruksional, (7) mengembangkan bahan instruksional, (8) melaksanakan evaluasi formatif.

Temuan penelitian yaitu dihasilkan suatu desain pembelajaran yang komprehensif apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu dengan tujuan pembelajaran matematika peserta didik SD program akselerasi. View full-text Latar belakang dan tujuan: Program keluarga berencana (KB) saat ini telah mulai mengedepankan pentingnya peran suami sebagai akseptor vasektomi. Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu daerah dengan jumlah akseptor laki-laki yang tinggi.

Fenomena ini perlu dipahami secara lebih mendalam sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan penerimaan kontrasepsi vasektomi secara lebih . [Show full abstract] luas di daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam faktor yang berperan pada penerimaan kontrasepsi vasektomi di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam pada 20 orang partisipan yaitu lima pasang suami-istri akseptor vasektomi dan lima pasang suami-istri non-akseptor vasektomi.

Data dianalisa dengan menggunakan analisis tematik.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk menerima vasektomi dilakukan secara cepat dan diambil secara sukarela tanpa ada tekanan atau paksaan dari petugas atau orang lain. Faktor utama yang berkaitan dengan penerimaan vasektomi adalah tersedianya layanan cepat dan gratis yang difasilitasi oleh petugas PLKB dan kader, selain karena alasan ekonomi seperti penggunaan KB hormonal membutuhkan biaya yang mahal serta memiliki anak yang banyak.

Faktor pendorong lainnya dalam penerimaan vasektomi adalah adanya peran dari istri yang mendukung suami dan penerimaan masyarakat yang cukup baik.Simpulan: Peran ketersediaan layanan, tenaga kesehatan dan kader sangat besar dalam memberikan informasi, memberikan motivasi dan memfasilitasi penggunaan vasektomi.

Diperlukan peningkatan kapasitas kader, PLKB dan motivator KB agar jumlah akseptor vasektomi semakin meningkat Read more Telah dilakukan analisis kekritisan Lead-Cooled Fast Reactor (LFR) menggunakan program SRAC. Reaktor ini menggunakan Pb-Bi sebagai pendingin. Analisis kekritisan LFR dilakukan dengan menvariasikan jenis bahan bakar yaitu uranium-plutonium nitrida (UN-PuN) dan uranium-zirkonium (U-Zr). Parameter neutronik yang dianalisis adalah faktor multiplikasi neutron (keff).

Pada penelitian ini digunakan . [Show full abstract] metode shuffling. Metode shuffling digunakan agar reaktor dapat beroperasi tanpa pengayaan dan menggunakan uranium alam sebagai bahan bakar. Teras reaktor dibagi menjadi 11 region arah radial. Sepuluh region pertama digunakan untuk menempatkan bahan bakar dan region ke-11 sebagai reflektor. Pada awal operasi reaktor, masing-masing region diisi dengan bahan bakar uranium alam yang telah di burn up terlebih dahulu.

Setelah 10 tahun pembakaran, hasil burn up pada region 1 di shuffling ke region 2, hasil burn up region ke-2 apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu shuffling ke region 3, begitu seterusnya sampai hasil burn up region ke-9 di shuffling ke region 10 dan hasil burn up region ke-10 dikeluarkan dari teras reaktor sehingga region 1 dapat diisi dengan bahan bakar baru dan begitu seterusnya sampai 100 tahun operasi reaktor. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bahan bakar UN-PuN lebih optimal dibandingkan bahan bakar U-Zr.

Hal ini ditunjukkan oleh nilai keff yang diperoleh pada bahan bakar UN-PuN lebih tinggi dibandingkan U-Zr untuk fraksi bahan bakar yang sama.Kata kunci : keff, LFR, SRAC, UN-PuN, U-Zr, strategi shuffing. View full-text The Future of Education (OECD, 2021) dan Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education (UNESCO, 2021) mengemukakan ketidak-menentuan masa depan, termasuk berbagai ancaman dan peluang serta mengingatkan urgensi untuk mengubah arah peradaban manusia melalui pendidikan.

Berbagai tantangan besar abad ini seperti pemanasan global, kecerdasan buatan, robotik dan humanoid, migrasi masif, eksplorasi ruang angkasa, dan realita maya seperti yang diusung metaverse menuntut kecerdasan kolektif, imajinasi, dan visi umat manusia untuk membangun peradaban yang berkeadilan sosial dan menghargai alam semesta. Ketegangan antara tuntutan pertumbuhan ekonomi dan keterbatasan sumber-sumber daya, antara ekonomi finansial dan keadilan sosial, antara produk domestik bruto dan kesejahteraan manusia, antara teknologi dan kebutuhan sosial, serta antara pemerintahan dan golongan yang merasa terabaikan membutuhkan penerjemahan ulang tujuan pendidikan.

Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai keutamaan manusia berperan penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Pemerataan akses pengetahuan dan kekayaan terkait erat dengan pemerataan kesempatan pendidikan bermutu bagi semua warga masyarakat.

Pendidikan merupakan sistem paling strategis untuk mengantisipasi dan menyiapkan masa depan. Proses pendidikan para pelajar di lembaga-lembaga pendidikan akan membentuk aspirasi dan menentukan kontribusi mereka bagi masyarakat di masa mendatang. Dalam kerangka teori jejaring aktor ( Actor Network Theory), keberhasilan sistem pendidikan dalam persiapan para pelajar untuk menjadi pemimpin masa depan dan mentransformasi peradaban ditentukan oleh dua entitas, yakni kurikulum dan guru.

Dalam konteks ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar pada Jumat, 11 Februari 2022 dalam Agenda Merdeka Belajar Episode 15. Tiga keunggulan yang dijanjikan dalam Kurikulum Merdeka adalah 1.

Fokus pada materi esensial agar ada pendalaman dan pengembangan kompetensi yang lebih bermakna dan menyenangkan, 2. Kemerdekaan guru mengajar sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan pelajar dan wewenang sekolah mengembangkan dan mengelola kurikulum, dan 3. Pembelajaran melalui kegiatan projek untuk pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila melalui eksplorasi isu-isu aktual. Fokus pada Materi Esensial Dalam ilmu pedagogi selalu ada perdebatan mengenai apa yang para pelajar butuhkan selama masa persekolahan mereka.

Ketegangan dalam menentukan alokasi waktu dan ruang terjadi mulai dari tingkat kebijakan kurikulum sampai dengan pengaturan operasional di tingkat sekolah.

Para penyusun kurikulum dan pengampu pelajaran dihadapkan pada dilema keluasan dan kedalaman muatan kurikulum. Jadi apa yang perlu diserap oleh pelajar kita? Kekhawatiran bahwa saat ini terlalu banyak muatan pengetahuan telah dilontarkan oleh pendidik maupun pemangku kepentingan. Banyaknya mata pelajaran dan muatan pengetahuan tidak serta merta berkorelasi dengan seberapa banyak dan seberapa dalam siswa belajar di sekolah. Dengan perspektif yang sama, mengurangi jumlah mata pelajaran dan muatan pengetahuan dalam kurikulum tidak boleh disamakan dengan mengurangi konten pengetahuan penting dan nilai-nilai yang harus diperoleh siswa di sekolah.

Untuk mempersiapkan kaum muda agar mereka terlibat dalam pertumbuhan pribadi mereka dan menjadi warga negara yang berkontribusi bagi bangsa dan negara serta dunia, kurikulum harus memuat pendidikan umum yang mencakup seni, bahasa, dan humaniora, matematika dan sains, serta keterampilan abad ke-21 seperti literasi media, keterampilan teknologi, keterampilan berpikir kritis dan penyelesaian masalah, dan pembudayaan sikap perilaku hormat, peduli, damai, dan adil.

Kurikulum tidak mungkin memuat semua muatan pengetahuan yang harus diketahui para pelajar karena arus perkembangan ilmu pengetahuan terlalu deras untuk bisa diwadahi dalam semua pelajaran di sekolah. Maka dari itu, fokus pada materi esensial berarti menyederhanakan organisasi unit studi menjadi mata pelajaran yang lebih sedikit dengan pendekatan interdisipliner dan membuat cakupan serta urutan konten pengetahuan lebih efisien.

Fokus pada materi esensial tidak berarti menyederhanakan apa yang harus dipelajari siswa kita. Otonomi Guru Tiga model perubahan kurikukum menurut pakar kurikulum Allan Glatthorn (2015) seperti yang disitir Lie (Kompas, 2022) menggambarkan keterkaitan kurikulum dan guru.

Dalam model yang pertama, agenda pengembangan kapasitas guru mendahului dan menuju pada perubahan kurikulum. Sementara itu dalam model yang kedua, pelatihan guru dilaksanakan untuk mendukung kurikulum yang baru dibuat.

Model ketiga mengandaikan pembelajaran berbasis komunitas untuk memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan kurikulum yang baru. Tiga pilihan model ini tentunya perlu disesuaikan dengan berbagai variabel di suatu negara, terutama variabel guru. Mengadopsi model pertama secara tuntas tidak mungkin karena menyelesaikan pengembangan kapasitas bagi kurang lebih 3,3 juta guru ( https://dapo.kemdikbud.go.id/) di Indonesia akan menunda proses perubahan kurikulum padahal urgensi penggunaan kurikulum yang memerdekakan sudah sangat kuat.

Kurikulum Merdeka ini diluncurkan hampir 20 bulan setelah Episode 5 Program Guru Penggerak yang diluncurkan 3 Juli 2020 dan setahun setelah Episode 7 Program Sekolah Penggerak pada 5 Februari 2021. Dari 6 Angkatan Guru Penggerak yang diselenggarakan ada sekitar 32 ribu Guru Penggerak dan Calon Guru Penggerak serta 9.272 Sekolah Penggerak ( https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/lini-masa/).

Selain itu, ada pula alumni Program Profesi Guru Pra-Jabatan dan Dalam-Jabatan (Lie, Kompas, 2022). Bagian kedua tulisan ini akan menyoroti peran alumni Program Guru Penggerak dan Program Pendidikan Profesi Guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Melaksanakan dan mengembangkan Kurikulum Merdeka membutuhkan otonomi guru dalam merancang pembelajaran beserta dengan perangkat dan media serta kolaborasi tingkat sekolah untuk mengelola unit-unit atau tema-tema pembelajaran.

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

Memberdayakan guru agar menggunakan otonomi secara bertanggung jawab dan profesional membutuhkan waktu dan strategi. Selama ini banyak aktor persekolahan termasuk guru, kepala sekolah, dan pengawas sudah terperangkap dalam habitus juklak dan juknis sehingga kebebasan memilih justru bisa menakutkan.

Efisiensi materi dan fokus pada materi esensial akan mendorong guru kompeten untuk melakukan inovasi pembelajaran secara kreatif. Namun bisa sebaliknya akan menakutkan sebagian guru lain yang kurang terampil, dan biasanya menggunakan keluasan cakupan materi sebagai alasan ketergantungan pada hanya satu metode pengajaran: ceramah.

Otonomi guru perlu didukung dengan peningkatan keterampilan yang sudah dipunyai oleh sebagian guru namun masih belum merata. Penggunaan Platform Merdeka Mengajar diharapkan bisa terus mendorong guru untuk belajar menjadi lebih kompeten melalui fitur-fitur video inspirasi, pelatihan mandiri, bukti karya guru, asesmen murid, dan perangkat ajar.

Tentunya, platform ini akan bermanfaat optimal jika guru mau menggunakannya secara mandiri dan aktif. Bagi sebagian guru yang kurang termotivasi untuk peningkatan profesional mereka, dukungan komunitas—misalnya dari pihak sekolah atau Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu Pelajaan (MGMP) diharapkan bisa mendorong guru untuk memanfaatkan kesempatan dan sumber daya belajar yang sudah disediakan ini.

Pembelajaran Berbasis Projek Ada adagium yang berbunyi, “Di sekolah, Anda belajar dan kemudian diuji. Dalam kehidupan nyata, Anda diuji dan kemudian belajar.” Pembelajaran melalui kegiatan projek dirancang untuk mengatasi kelemahan sistem pembelajaran di sekolah. Dalam proses pembelajaran berbasis projek, siswa belajar melalui eksplorasi tantangan dan permasalahan dari dunia nyata.

Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu permasalahan. Siswa secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran melalui investigasi terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan. Salah satu bagian penting dari Kurikulum Merdeka adalah rancangan pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila melalui eksplorasi isu-isu aktual dalam pembelajaran berbasis projek.

Dilema lain dalam pedagogi, khususnya penyusunan kuriklum, adalah pilihan atau keseimbangan tujuan kurikulum. Apakah kurikulum menyiapkan siswa untuk dunia kerja? Atau apakah kurikulum mendidik siswa untuk menjadi manusia seutuhnya?

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

Pilihan pertama merupakan tujuan ekonomis suatu sistem pendidikan sedangkan pilihan kedua merupakan tujuan pendidikan yang lebih holistik. Tentunya, kebanyakan kurikulum akan mencantumkan kedua sisi tujuan ini namun dalam implementasinya, penitik-beratan pada salah satu sisi pilihan biasanya terlihat pada praktik-praktik pembelajaran di sekolah. Pengembangan karakter melalui pembelajaran berbasis projek bisa menjadi strategi mendidik siswa secara holistik melalui transformasi nilai-nilai keutamaan dan sekaligus menyiapkan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia nyata.

Apakah pembelajaran berbasis projek bisa mencapai kedua tujuan tentunya masih harus dibuktikan dalam implementasi Kurikulum Merdeka dalam beberapa tahun ke depan. --- Artikel ini merupakan konten kerja sama Tempo dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Apa itu tidak cakap hukum?

Apakah ada orang-orang yang termasuk tidak cakap hukum? Pelaku yang yang menjalankan hukum, disebut dengan subyek. Sedangkan peraturan atau perintah hukum itu sendiri dinamakan obyek hukum. Subyek hukum adalah setiap makhluk yang memiliki, memperoleh, dan menggunakan hak-hak kewajiban dalam lalu lintas hukum.

Subyek hukum terdiri dari dua jenis : Manusia Biasa ( Naturlijke Person ) Manusia biasa (natuurlijke persoon) manusia sebagai subyek hukum telah mempunyai hak dan mampu menjalankan haknya dan dijamin oleh hukum yang berlaku dalam hal itu menurut pasal 1 KUH Perdata apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu bahwa menikmati hak kewarganegaraan tidak tergantung pada hak kewarganegaraan.

Setiap manusia pribadi (natuurlijke persoon) sesuai dengan hukum dianggap cakap bertindak sebagai subyek hukum kecuali dalam Undang-Undang dinyatakan tidak cakap seperti halnya dalam hukum telah dibedakan dari segi perbuatan-perbuatan hukum adalah sebagai berikut : – Cakap melakukan perbuatan hukum adalah orang dewasa menurut hukum (telah berusia 21 tahun dan berakal sehat). – Tidak cakap melakukan perbuatan hukum berdasarkan Pasal 1330 KUH perdata tentang orang yang tidak cakap untuk membuat perjanjian, yaitu : Orang-orang yang belum dewasa (belum mencapai usia 21 tahun).

Orang ditaruh dibawah pengampuan (curatele) yang terjadi karena gangguan jiwa pemabuk atau pemboros. Kurang cerdas. Sakit ingatan. Orang wanita dalam perkawinan yang berstatus sebagai istri. Badan Hukum ( Rechts Person ) Badan hukum (rechts persoon) merupakan badan-badan perkumpulan yakni orang-orang (persoon) yang diciptakan oleh hukum. Badan hukum sebagai subyek hukum dapat bertindak hukum (melakukan perbuatan hukum) seperti manusia dengan demikian, badan hukum sebagai pembawa hak dan tidak berjiwa dapat melalukan sebagai pembawa hak manusia seperti dapat melakukan persetujuan-persetujuan dan memiliki kekayaan yang sama sekali terlepas dari kekayaan anggota-anggotanya, oleh karena itu badan hukum dapat bertindak dengan perantara pengurus-pengurusnya.

Misalnya suatu perkumpulan dapat dimintakan pengesahan sebagai badan hukum dengan cara : – Didirikan dengan akta notaris. – Didaftarkan di kantor Panitera Pengadilan Negara apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu. – Dimintakan pengesahan Anggaran Dasar (AD) kepada Menteri Kehakiman dan HAM, sedangkan khusus untuk badan hukum dana pensiun pengesahan anggaran dasarnya dilakukan Menteri Keuangan.

– Diumumkan dalam berita Negara Republik Indonesia Badan hukum dibedakan dalam dua bentuk : Badan Hukum Publik ( Publik Rechts Person ) Badan Hukum Publik (Publiek Rechts Persoon) adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan publik untuk yang menyangkut kepentingan publik atau orang banyak atau negara umumnya. Dengan demikian badan hukum publik merupakan badan hukum negara yang dibentuk oleh yang berkuasa berdasarkan perundang-undangan yang dijalankan secara fungsional oleh eksekutif (Pemerintah) atau badan pengurus yang diberikan tugas untuk apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu, seperti Negara Republik Indonesia, Pemerintah Daerah tingkat I dan II, Bank Indonesia dan Perusahaan Negara.

Badan Hukum Privat ( Privat Rechts Person ) Badan Hukum Privat (Privat Recths Persoon) adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum sipil atau perdata yang menyangkut kepentingan banyak orang di dalam badan hukum itu.

Dengan demikian badan hukum privat merupakan badan hukum swasta yang didirikan orang untuk tujuan tertentu yakni keuntungan, sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan lain-lain menurut hukum yang berlaku secara sah misalnya perseroan terbatas, koperasi, yayasan, badan amal.

Batasan Usia Subyek Hukum Usia dewasa bagi sebagian remaja merupakan suatu prestasi tersendiri, yang patut dirayakan. Secara awam, jika seseorang sudah merayakan ulang tahunnya yang ke-17 th, dan sudah berhak memegang KTP atau memiliki SIM sendiri, dianggap sudah dewasa. Artinya dia sudah berubah dari anak-anak menjadi dewasa dan sudah bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Di mata hukum, batas usia dewasa seseorang menjadi penting, karena hal tersebut berkaitan dengan boleh/tidaknya orang tersebut melakukan perbuatan hukum, ataupun diperlakukan sebagai subjek hukum. Artinya, sejak seseorang mengalami usia dewasanya, dia berhak untuk membuat perjanjian dengan orang lain, melakukan perbuatan hukum tertentu, misalnya menjual/membeli harta tetap atas namanya sendiri, semuanya tanpa bantuan dari orang tuanya selaku wali ayah atau wali ibunya.

Menurut Undang Perkawinan No. 1/1974 dan KUHPerdata, seseorang dianggap dewasa jika sudah berusia 21 tahun atau sudah (pernah) menikah.

Bertahun2 batas usia dewasa tersebut di ikuti oleh seluruh ahli hukum di Indonesia. Sehingga, jika ada tanah & bangunan yang terdaftar atas nama seorang anak yang belum berusia 21 tahun, maka untuk melakukan tindakan penjualan atas tanah dan bangunan tersebut dibutuhkan izin/penetapan dari Pengadilan negeri setempat. Demikian pula untuk melakukan tindakan pendirian suatu PT/CV/FIRMA/YAYASAN, jika salah seorang pendirinya adalah seseorang yang belum berusia 21th, harus diwakili oleh salah satu orang tuanya.

Namun, sejak tanggal 6 Oktober 2004 dengan diundangkannya UU No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, terdapat pergeseran dalam menentukan usia dewasa. Dalam pasal 39 ayat 1 disebutkan bahwa : Penghadap harus memenuhi syarat sebagai berikut: Ø Paling sedikit berusia 18 (delapan belas) tahun atau telah menikah. Ø Cakap melakukan perbuatan hukum.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sejak diterbitkannya UU no. 30/2004 tersebut, maka setiap orang yang sudah berusia 18th atau sudah menikah, dianggap sudah dewasa, dan berhak untuk bertindak selaku subjek hukum.

Obyek hukum menurut pasal 499 KUHP Perdata, yakni benda. Benda adalah segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum atau segala sesuatu yang menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subyek hukum atau segala sesuatu yang dapat menjadi obyek hak milik. Jenis Obyek Hukum : Benda yang bersifat kebendaan Benda yang bersifat kebendaan (Materiekegoderen) adalah suatu benda yang sifatnya dapat dilihat, diraba, dirasakan dengan panca indera, terdiri dari benda berubah / berwujud, meliputi : Benda bergerak / tidak tetap, berupa benda yang dapat dihabiskan dan benda yang tidak dapat dihabiskan.

Dibedakan menjadi sebagai berikut : – Benda bergerak karena sifatnya, menurut pasal 509 KUH Perdata adalah benda yang dapat dipindahkan, misalnya meja, kursi, dan yang dapat berpindah sendiri contohnya ternak. – Benda bergerak karena ketentuan undang-undang, menurut pasal 511 KUH Perdata adalah hak-hak atas benda bergerak, misalnya hak memungut hasil (Uruchtgebruik) atas benda-benda bergerak, hak pakai (Gebruik) atas benda bergerak, dan saham-saham perseroan terbatas.

Benda tidak bergerak Benda tidak bergerak dapat dibedakan menjadi sebagai berikut : – Benda tidak bergerak karena sifatnya, yakni tanah dan segala sesuatu yang melekat diatasnya, misalnya pohon, tumbuh-tumbuhan, area, dan patung.

– Benda tidak bergerak karena tujuannya yakni mesin alat-alat yang dipakai dalam pabrik. Mesin senebar benda bergerak, tetapi yang oleh pemakainya dihubungkan atau dikaitkan pada bergerak yang merupakan benda pokok.

– Benda tidak bergerak karena ketentuan undang-undang, ini berwujud hak-hak atas benda-benda yang tidak bergerak misalnya hak memungut hasil atas benda yang tidak dapat bergerak, hak pakai atas benda tidak bergerak dan hipotik. Benda yang bersifat tidak kebendaan Hak kebendaan yang bersifat sebagai pelunasan hutang ( hak jamin ) yang melekat pada kreditur yang memberikan kewenangan untuk melakukan eksekusi kepada benda yang dijadikan jaminan jika debitur melakukan wanprestasi terhadap suatu prestasi (perjanjian).

Dengan demikian, membedakan benda bergerak dan tidak bergerak ini penting, artinya karena berhubungan dengan 4 hal, yakni : Pemilikan (Bezit) Pemilikan (Bezit) yakni dalam hal benda bergerak berlaku azas yang tercantum dalam pasal 1977 KUH Perdata, yaitu berzitter dari barang bergerak adalah pemilik (eigenaar) dari barang tersebut.

Sedangkan untuk barang tidak bergerak tidak demikian halnya. Penyerahan (Levering) Penyerahan (Levering) yakni terhadap benda bergerak dapat dilakukan penyerahan secara nyata (hand by hand) atau dari tangan ke tangan, sedangkan untuk benda tidak bergerak dilakukan balik nama.

Daluwarsa (Verjaring) Daluwarsa (Verjaring) yakni untuk benda-benda bergerak tidak mengenal daluwarsa, sebab bezit di sini sama dengan pemilikan (eigendom) atas benda bergerak tersebut sedangkan untuk benda-benda tidak bergerak mengenal adanya daluwarsa. Pembebanan (Bezwaring) Pembebanan (Bezwaring) yakni tehadap benda bergerak dilakukan pand (gadai, fidusia) sedangkan untuk benda tidak bergerak dengan hipotik adalah hak tanggungan untuk tanah serta benda-benda selain tanah digunakan fidusia.

Pengertian Hak Kebendaan Yang Bersifat Sebagai Pelunasan Hutang (Hak Jaminan) Hak kebendaan yang bersifat sebagai pelunasan hutang (hak jaminan) adalah hak jaminan yang melekat pada kreditor yang memberikan kewenangan untuk melakukan eksekusi kepada benda yang dijadikan jaminan jika debitur melakukan wansprestasi terhadap suatu prestasi (perjanjian).

Dengan demikian hak jaminan tidak dapat berdiri karena hak jaminan merupakan perjanjian yang bersifat tambahan (accessoir) dari perjanjian pokoknya, yakni perjanjian hutang piutang (perjanjian kredit).

Perjanjian hutang piutang dalam KUH Perdata tidak diatur secara terperinci, namun bersirat dalam pasal 1754 KUH Perdata tentang perjanjian pinjaman pengganti yakni dikatakan bahwa bagi mereka yang meminjam harus mengembalikan dengan bentuk dan kualitas yang sama.

Macam-macam Pelunasan Hutang Dalam pelunasan hutang adalah terdiri dari pelunasan bagi jaminan yang bersifat umum dan jaminan yang bersifat khusus. Jaminan Umum Pelunasan hutang dengan jaminan umum didasarkan pada pasal 1131KUH Perdata dan pasal 1132 KUH Perdata. Dalam pasal 1131 KUH Perdata dinyatakan bahwa segala kebendaan debitur baik yang ada maupun yang akan ada baik bergerak maupun yang tidak bergerak merupakan jaminan terhadap pelunasan hutang yang dibuatnya.

Sedangkan pasal 1132 KUH Perdata menyebutkan harta kekayaan debitur menjadi jaminan secara bersama-sama bagi semua kreditur yang memberikan hutang kepadanya. Pendapatan penjualan benda-benda itu dibagi-bagi menurut keseimbangan yakni besar kecilnya piutang masing-masing kecuali diantara para berpiutang itu ada alasan-alasan sah untuk didahulukan.

Dalam hal ini benda yang dapat dijadikan pelunasan jaminan umum apabila telah memenuhi persyaratan antara lain : – Benda tersebut bersifat ekonomis (dapat dinilai dengan uang). – Benda tersebut dapat dipindah tangankan haknya kepada pihak lain.

Jaminan Khusus Pelunasan hutang dengan jaminan khusus merupakan hak khusus pada jaminan tertentu bagi pemegang gadai, hipotik, hak tanggungan, dan fidusia. – Gadai Dalam pasal 1150 KUH perdata disebutkan bahwa gadai adalah hak yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak yang diberikan kepadanya oleh debitur atau orang lain atas namanya untuk menjamin suatu hutang. Selain itu memberikan kewenangan kepada kreditur untuk mendapatkan pelunasan dari barang tersebut lebih dahulu dari kreditur-kreditur lainnya terkecuali biaya-biaya untuk melelang barang dan biaya yang telah di keluarkan untuk memelihara benda itu dan biaya-biaya itu didahulukan.

Sifat-sifat Gadai yakni : o Gadai adalah untuk benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud. o Gadai bersifat accesoir artinya merupakan tambahan dari perjanjian pokok yang di maksudkan untuk menjaga jangan sampai debitur itu lalai membayar hutangnya kembali.

o Adanya sifat kebendaan. o Syarat inbezitz telling, artinya benda gadai harus keluar dari kekuasaan pemberi gadai atau benda gadai diserahkan dari pemberi gadai kepada pemegang gadai.

o Hak untuk menjual atas kekuasaan sendiri. o Hak preferensi (hak untuk di dahulukan). o Hak gadai tidak dapat di bagi-bagi artinya sebagian hak gadai tidak akan menjadi hapus dengan di bayarnya sebagaian dari hutang oleh karena itu gadai tetap melekat atas seluruh bendanya. Obyek gadai adalah semua benda bergerak dan pada dasarnya bisa digadaikan baik benda bergerak berwujud maupun benda bergerak yang tidak berwujud yang berupa berbagai hak untuk mendapatkan berbagai hutang yakni berwujud surat-surat piutang kepada pembawa (aan toonder) atas tunjuk (aan order) dan atas nama (op apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu serta hak paten.

Hak pemegang gadai yakni si pemegang gadai mempunyai hak selama gadai berlangsung yakni pemegang gadai berhak untuk menjual benda yang di gadaikan atas kekuasaan sendiri (eigenmachti geverkoop).

Hasil penjualan diambil sebagian untuk pelunasan hutang debitur dan sisanya di kembalikan kepada debitur penjualan barang tersebut harus di lakukan di muka umum menurut kebiasaan-kebiasaan setempat dan berdasarkan syarat-syarat yang lazim berlaku, yakni : Pemegang gadai berhak untuk mendapatkan ganti rugi berupa biaya-biaya yang telah dilakukan untuk menyelamatkan benda gadai. Pemegang gadai mempunyai hak untuk menahan benda gadai (hak retensi) sampai ada pelunasan hutang dari debitur (jumlah hutang dan bunga).

Pemegang gadai mempunyai prefensi (hak untuk di dahulukan) dari kreditur-kreditur yang lain. Hak untuk menjual benda gadai dengan perantara hakim jika debitur menuntut di muka hukumsupaya barang gadai di jual menurut cara yang di tentukan oleh hakim untuk melunasi hutang dan biaya serta bunga.

Atas izin hakim tetap menguasai benda gadai. – Hipotik Hipotik berdasarkan pasal 1162 KUH perdata adalah suatu hak kebendaan atas benda tidak bergerak untuk mengambil pengantian dari padanya bagi pelunasan suatu perhutangan (verbintenis).

Sifat-sifat hipotik yakni : o Bersifat accesoir yakni seperti halnya dengan gadai. o Mempunyai sifat zaaksgevolg (droit desuite) yaitu hak hipotik senantiasa mengikuti bendanya dalam tagihan tangan siapa pun benda tersebut berada apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu pasal 1163 ayat 2 KUH perdata.

o Lebih didahulukan pemenuhanya dari piutang yang lain (droit de preference) berdasarkan pasal 1133-1134 ayat 2 KUH perdata. o Obyeknya benda-benda tetap. Obyek hipotik yakni sebelum dikeluarkan undang-undang No.4 tahun1996 hipotik berlaku untuk benda tidak bergerak termasuk tanah namun sejak di keluarkan undang-undang No.4 tahun1996 tentang hak tanggungan atas tanah berserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah dinyatakan tidak berlaku lagi.

Dengan berlakunya undang-undang HT maka obyek hipotik hanya meliputi hal berikut, yaitu kapal laut dengan bobot 20 m³ ke atas berdasarkan pasal 509 KUH perdata, pasal 314 ayat 4 KUH dagang dan undang-undang N0.12 tahun 1992 tentang pelayaran sementara itu kapal berdasarkan pasal 509 KUH perdata menurut sifatnya adalah benda bergerak karena bisa berpindah atau dipindahkan sedangkan berdasarkan pasal 510 KUH perdata kapal-kapal, perahu-perahu, perahu tambang, gilingan-gilingan dan tempat pemandian yang di pasang di perahu atau berdiri terlepas dan benda-benda sejenis itu adalah benda bergerak.

Namun undang-undang No.21 tahun 1992 tentang pelayaran menyatakan kapal merupakan kendaraan air dari jenis apapun kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah air, alat apung dan bangunan air tetap dan terapung, sedangkan dalam pasal 314 KUH dagang mengatur bahwa kapal laut yang bermuatan minimal 20m³ isi kotor dapat di bukukan di dalam suatu register kapal-kapal menurut ketentuan-ketentuan yang akan di tetapkan dalam suatu undang-undang tersendiri.

Kapal terbang dan helikopter berdasarkan undang-undang No. 15 tahun 1992 tentang penerbangan dalam hukum perdata status hukum pesawat udara adalah benda tidak bergerak, dengan demikian setiap pesawat terbang dan helikopter dioperasikan harus mempunyai tanda pendaftaran yang berlaku di Indonesia.

– Hak Tanggungan Berdasarkan pasal 1 ayat 1 undang-undang hak tanggungan (UUTH), hak tanggungan merupakan hak jaminan atas tanah yang dibebankan berikut benda-benda lain yang merupakan suatu satu kesatuan dengan tanah itu untuk pelunasan hutang dan memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditur tertentu terhadap kreditur-kreditur yang lain. Dengan demikian UUTH memberikan kedudukan kreditur tertentu yang kuat dengan ciri sebagai berikut : o Kreditur yang diutamakan (droit de preference) terhadap kreditur lainya.

o Hak tanggungan tetap mengikuti obyeknya dalam tangan siapapun obyek tersebut atau selama perjanjian pokok belum dilunasi apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu de suite). o Memenuhi syarat spesialitas dan publisitas sehingga dapat mengikat pihak ketiga dan memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

o Mudah dan pasti pelaksanaan eksekusinya. Benda yang akan dijadikan jaminan hutang yang bersifat khusus harus memenuhi syarat-syarat khusus seperti berikut : Ø Benda tersebut dapat bersifat ekonomis (dapat dinilai dengan uang).

Ø Benda tersebut dapat dipindah tangankan haknya kepada pihak lain. Ø Tanah yang akan dijadikan jaminan ditunjukan oleh undang-undang. Ø Tanah-tanah tersebut sudah terdaftar dalam daftar umum (bersetifikat berdasarkan peraturan pemerintah no 29 tahun 1997 tentang pendaftaran. Obyek hak tanggungan, yakni : o Hak milik (HM).

o Hak guna usaha ( HGU), seperti rumah susun berikut tanah hak bersama serta hak milik atas satuan rumah susun (HM SRS). o Hak pakai atas tanah negara. Obyek hak tanggungan tersebut terdapat dalam pasal 4 undang-undang no 4 tahun 1996. – Fidusia Fidusia yang lazim dikenal dengan nama FEO (Fiduciare Eigendoms Overdracht) yang dasarnya merupakan suatu perjanjian accesor antara debitor dan kreditor yang isinya penyerahan hak milik secara kepercayaan atau benda bergerak milik debitor kepada kreditur.

Namun, benda tersebut masih dikuasai oleh debitor sebagai peminjam pakai sehingga yang diserahkan kepada kreditor adalah hak miliknya. Penyerahan demikian di namakan penyerahan secara constitutum possesorim yang artinya hak milik (bezit) dari barang di mana barang tersebut tetap pada orang yang mengalihkan (pengalihan pura-pura). Dengan demikian, hubungan hukum antara pemberi fidusia (kreditor) merupakan hubungan hukum yang berdasarkan kepercayaan.

Namun, dengan di keluarkannya Undang-Undang nomor 42 tahun 1999 tentang Fidusia maka penyerahan hak milik suatu barang debitor atau pihak ketiga kepada debitor secara kepercayaan sebagai jaminan utang.

Fidusia merupakan suatu proses pengalihan hak kepemilikan, sedangkan jaminan fidusia adalah jaminan yang diberikan dalam bentuk fidusia. Sifat jaminan fidusia yakni berdasarkan pasal 4 UUJF, jaminan Fidusia merupakan perjanjian ikutan (accesoir) dari suatu perjanjian pokok yang menimbulkan kewajuban bagi para pihak didalam memenuhi suatu prestasi untuk memberikan sesutau atau tidak berbuat sesuatu yang dapat dinilai dengan uang sehingga akibatnya jaminan fidusia harus demi hukum apabila perjanjian pokok yang dijamun dengan Fidusia hapus.

Obyek jaminan fidusia yakni benda. Benda adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dialihkan, terdaftar maupun tidak terdaftar, bergerak maupun yang tidak bergerak, dan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan atau hipotik.

Benda tidak bergerak harus memenuhi persyaratan, antara lain : o Benda-benda tersebut tidak dapat dibebani dengan hak tanggungan. o Benda-benda tersebut tidak dibebani dengan hak hipotik, untuk benda bergerak, benda-benda tersebut tidak dapat dibebani dengan hak gadai. Perjanjian fidusia adalah perjanjian yang harus dibuat dengan akta notaris dalam Bahasa Indonesia dan merupakan akta jaminan fidusia.

Pendaftaran fidusia adalah jaminan fidusia yang lahir pada tanggal dicatat dalam buku daftar fidusia dan merupakan bukti kredutor sebagai pemegang jaminan fidusia diberikan sertifikat jaminan fidusia yang dikeluarkan oleh Kantor Pendaftaran Fidusia. Hapusnya jaminan fidusia yakni jaminan fidusia hapus karena hal sebagai berikut : Ø Hapusnya utang yang dijamin dengan fidusia.

Ø Pelepasan hak atas jaminan fidusia oleh debitor. Ø Musnahnya benda yang apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu obyek jaminan fidusia. Subjek dan Objek Hukum Internasional Definisi Hukum Internasional Berangkat dari pentingnya hubungan lintas negara disegala sektor kehidupan seperti politik, sosial, ekonomi dan lain sebagainya, maka sangat diperlukan hukum yang diharap bisa menuntaskan segala masalah yang timbul dari hubungan antar negara tersebut.

Hukum Internasional ialah sekumpulan kaedah hukum wajib yang mengatur hubungan antara person hukum internasional (Negara dan Organisasi Internasional), menentukan hak dan kewajiban badan tersebut serta membatasi hubungan yang terjadi antara person hukum tersebut dengan masyarakat sipil.

Oleh karena itu hukum internasional adalah apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu masyarakat internasional yang mengatur segala hubungan yang terjalin dari person hukum internasional serta hubungannya dengan masyarakat sipil. Hukum internasional mempunyai beberapa segi penting seperti prinsip kesepakatan bersama (principle of mutual consent), prinsip timbal balik (priniple of reciprocity), prinsip komunikasi bebas (principle of free communication), princip tidak diganggu gugat (principle of inciolability), prinsip layak dan umum (principle of reasonable and normal), prinsip eksteritorial (principle of exterritoriality), dan prinsip-prinsip lain yang penting bagi hubungan diplomatik antarnegara.

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

Maka hukum internasional memberikan implikasi hukum bagi para pelangarnya, yang dimaksud implikasi disini ialah tanggung jawab secara internasional yang disebabkan oleh tindakan-tindakan yang dilakukan sesuatu negara atau organisasi internasional dalam melakukan segala tugas-tugasnya sebagai person hukum internasional.

Objek dari hukum internasional ialah badan hukum internasional yaitu negara dan organisasi internasional. Hubungan yang terjalin antara badan hukum internasional adalah hubungan internasional dalam artian bukan dalam scope wilayah tertentu, ia merupakan hubungan luar negeri yang melewati batas teritorial atau geografis negara, berlainan dengan hukum negara yang hanya mengatur hubungan dalam negeri .

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

Kaedah hukum internasional ialah kaedah wajib, seperti layaknya semua kaedah hukum, dan ini yang membedakan antara hukum internasional dengan kaedah internasional yang berlaku dinegara tanpa memiliki sifat wajib seperti life service dan adat kebiasaan internasional. Jika hukum nasional ialah hukum yang terapkan dalam teritorial sesuatu negara dalam mengatur segala urusan dalam negeri dan juga dalam menghadapi penduduk yang berdomisili didalamnya, maka hukum internasional ialah hukum yang mengatur aspek negara dalam hubungannya dengan negara lain.

Sumber-sumber Hukum Internasional Hukum traktat, yakni hukum yang terbentuk dalam perjanjian-perjanjian internasional (tractaten-recht) Kesepakatan dan perjanjian international. Seperti Konvensi Vina, Konvensi New York serta perjanjian serta kesepakatan yang lainnya. Hukum kebiasaan (costumary), yaitu keajegan-keajegan dan keputusan-keputusan (penguasa dan warga masyarakat) yang didasarkan pada keyakinan akan kedamaian pergaulan hidup.

Sumber-sumber hukum internasioanl yang lainnya seperti: dasar umum negara, hukum peradilan internasional, fiqh internasional, kaedah keadilan, serta keputusan-keputusan organisasi internasional. Tanggung Jawab Internasional Hukum Internasional ada untuk mengatur segala hubungan internasional demi berlangsungnya kehidupan internasional yang terlepas dari segala bentuk tindakan yang merugikan negara lain.

Oleh sebab itu negara yang melakukan tindakan yang dapat merugikan negara lain atau dalam artian melanggar kesepakatan bersama akan dikenai implikasi hukum, jadi sebuah negara harus bertanggung jawab atas segala tindakan yang telah dilakukannya.

Pengertian tanggung jawab internasional itu sendiri itu adalah peraturan hukum dimana hukum internasional mewajibkan kepada person hukum internasional pelaku tindakan yang melanggar kewajiban-kewajiban internasional yang menyebabkan kerugian pada person apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu internasional lainnya untuk melakukan kompensasi.

Suatu negara dapat dimintai pertanggung jawabannya secara internasional bila telah memenuhi syarat sebagai berikut : Negara tersebut telah benar-benar melakukan tindakan yang merugikan, tindak positif ataupun negatif. Tindakan yang merugikan ini timbul dari person hukum internasional yang meliputi negara dan organisasi internasional.

Yang terakhir yaitu tindakan yang merugikan itu sendiri, bila tidak ada kerugian yang timbul dari person hukum internasional pertanggungjawaban internasional tidak dapat di terapkan Tindakan yang merugikan ini dapat timbul dari perangkat badan internasional itu sendiri, yaitu badan legislatif, eksekutif dan pula yudikatif. Pengertian Negara menurut Hukum Internasional Pengertian person hukum internasional itu sendiri ialah kesatuan internasional yang diterapkan hukum internasional kepadanya, atau yang mempunyai kelayakan dalam hak dan dibebani oleh beberapa kewajiban yang ditetapkan hukum internasional.

Negara mempunyai tiga unsur penting, yaitu : Rakyat. Teritorial (daerah) Kekuasan (kewenangan). Rakyat terbentuk dari penduduk yang menetap di teritorial negara secara mapan (stabil) dan terikat pada negara secara politik serta hukum, atau dapat kita sebut kewarganegaraan.

Sedangkan teritorial adalah letak geografis dimana suatu negara dapat melaksanakan segala kekuasannya yang ditetapkan oleh hukum internasional sebagai person hukum internasional, iklim meliputi area daratan, air dan lapisan langit.

Kemudian Kekuasaan itu sendiri ialah kemerdekaan secara utuh dalam urusan internal dan eksternal Negara, kebebasan internal dalam artian suatu negara dapat melaksanakan seluruh urusan dalam negerinya yang ditanggani oleh dewan legislatif, eksekutif, dan yudikatif, sedangkan kebebasan eksternal atau luar dimaksudkan ialah kelayakan suatu negara guna melaksanakan seluruh juridiksi atau kompetensi internasional.

Suatu negara mempunyai hak yang sama dimata hukum internasional seperti; kemerdekaan, kedaulatan, persamaan didepan hukum, dan pertahan diri, selain itu negara juga mempunyai kewajiban seperti; pelarangan interpensi dalam urusan negara lain, menghargai negara lain dan lain sebagainya. Subjek hukum internasional juga berasal dari Organisasi Internasional, organisasi internasional dapat kita definisikan sebagai berikut; organisasi antarpemerintah yang diakui sebagai subjek hukum internasional dan mempunyai kapasitas untuk membuat perjanjian internasional.

Peristiwa Internasional Dari segi yang berbeda hukum internasional merupakan hukum yang berhubungan dengan Peristiwa Internasional. Adapun yang termasuk Peristiwa Internasional, ialah : Hukum Tantra (Tata Tantra maupun Karya/Administrasi Tantra) substantif/materiel dan ajektif/formil. Hukum Pidana – substantif/materiel dan ajektif/formil. Hukum Perdata – substantif/materiel dan ajektif/formil. Dan karena itu masing-masing disebut Hukum Apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu Internasional.

Hukum Pidana Internasional dan Hukum Perdata Internasional. Oleh sebab itu jelaslah bahwa hukum itu disebut Hukum Internasional atau Hukum Nasional bukan ditentukan oleh sumbernya, Nasional atau Internasional.

Sumber Nasional dari pada Hukum Tantra Internasional adalah misalnya pasal 11 & 13 UUD’45 dan bila sumber itu berupa hasil karya Tantra Internasional (perjanjian) maka untuk berlakunya perlu pengukuhan secara Nasional, sekurangnya diumumkan dalam Lembaran/Berita Nasional. Contoh dari ketentuan Hukum Pidana International yang bersumber Nasional adalah pasal 2 s/d apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu KUHP, sedang yang bersumber Internasional ialah misalnya Perjanjian Ekstradisi.

Hukum Perdata Internasional adalah sungguh Hukum Internasional karena berhubungan dengan peristiwa dalam sikap tindak, kejadian, dan keadaan Internasional, misalnya : bidang hukum harta kekayaan seperti warga Indonesia mempunyai rumah di Singapura, bidang hukum keluarga seperti Warga negara Malaysia menikah dengan warga negara Indonesia, bidang hukum waris seperti seorang Pewaris warga negara Cina mempunyai ahliwaris warganegara Indonesia. Dalam hal ini perlu juga ditegaskan bahwa bila peristiwa Hakim Nasional ; mengadili perkara suatu (Tantra/Pidana/Perdata) Internasional, maka menyelenggarakan Peradilan Internasional (dedoublement functionel) dan keputusannya merupakan hukum konkrit internasional walaupun ia bukan hukum internasional dan lembaganya tetap Pengadilan Nasional.

Subyek hukum internasional diartikan sebagai pemilik, pemegang atau pendukung hak dan pemikul kewajiban berdasarkan hukum internasional. Pada awal mula, dari kelahiran dan pertumbuhan hukum internasional, hanya negaralah yang dipandang sebagai subjek hukum internasional. Namuan, seiring perkembangan zaman telah terjadi perubahan pelaku-pelaku subyek hokum internasional itu sendiri.

Dewasa ini subjek-subjek hukum internasional yang diakui oleh masyarakat internasional, adalah : Negara Menurut Konvensi Montevideo 1949, mengenai Hak dan Kewajiban Negara, kualifikasi suatu negara untuk disebut sebagai pribadi dalam hukum internasional adalah penduduk yang tetap, mempunyai wilayah (teritorial) tertentu, pemerintahan yang sah dan kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara lain.

Organisasi Internasional Organisasi internasional mempunyai klasifikasi, yakni : o Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan secara global dengan maksud dan tujuan yang bersifat umum, contohnya adalah Perserikatan Bangsa Bangsa.

o Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan global dengan maksud dan tujuan yang bersifat spesifik, contohnya adalah World Bank, UNESCO, International Monetary Fund, International Labor Organization, dan lain-lain. o Organisasi internasional dengan keanggotaan regional dengan maksud dan tujuan global, antara lain: Association of South East Asian Nation (ASEAN), Europe Union.

Palang Merah Internasional Pada awal mulanya, Palang Merah Internasional merupakan organisasi dalam ruang lingkup nasional, yaitu Swiss, didirikan oleh lima orang berkewarganegaraan Swiss, yang dipimpin oleh Henry Dunant dan bergerak di bidang kemanusiaan. Kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Palang Merah Internasional mendapatkan simpati dan meluas di banyak negara, yang kemudian membentuk Palang Merah Nasional di masing-masing wilayahnya.

Palang Merah Nasional dari negar-negara itu kemudian dihimpun menjadi Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) dan berkedudukan di Jenewa, Swiss.

Tahta Suci Vatikan Tahta Suci Vatikan di akui sebagai subyek hukum internasional berdasarkan Traktat Lateran tanggal 11 Februari 1929, antara pemerintah Italia dan Tahta Suci Vatikan mengenai penyerahan sebidang tanah di Roma. Perjanjian Lateran tersebut pada sisi lain dapat dipandang sebagai pengakuan Italia atas eksistensi Tahta Suci sebagai pribadi hukum internasional yang berdiri sendiri, walaupun tugas dan kewenangannya, tidak seluas tugas dan kewenangan negara, sebab hanya terbatas pada bidang kerohanian dan kemanusiaan, sehingga hanya memiliki kekuatan moral saja, namun wibawa Paus sebagai pemimpin tertinggi Tahta Suci dan umat Katholik sedunia, sudah diakui secara luas di seluruh dunia.

Kelompok Pemberontak/Pembebasan Kaum belligerensi pada awalnya muncul sebagai akibat dari masalah dalam negeri suatu negara berdaulat. Oleh karena itu, penyelesaian sepenuhnya merupakan urusan negara yang bersangkutan. Namun apabila pemberontakan tersebut bersenjata dan terus berkembang, seperti perang saudara dengan akibat-akibat di luar kemanusiaan, bahkan meluas ke negara-negara lain, maka salah satu sikap yang dapat diambil oleh adalah mengakui eksistensi atau menerima kaum pemberontak sebagai pribadi yang berdiri sendiri, walaupun sikap ini akan dipandang sebagai tindakan tidak bersahabat oleh pemerintah negara tempat pemberontakan terjadi.

Dengan pengakuan tersebut, berarti bahwa dari sudut pandang negara yang mengakuinya, kaum pemberontak menempati status sebagai pribadi atau subyek hukum internasional Individu Lahirnya Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) pada tanggal 10 Desember 1948 diikuti dengan lahirnya beberapa konvensi-konvensi hak asasi manusia di berbagai kawasan, menyatakan individu adalah sebagai subyek hukum internasional yang mandiri. Perusahaan Multinasional (MNC) Eksistensi MNC dewasa ini, memang merupakan suatu fakta yang tidak bisa disangkal lagi.

Di beberapa tempat, negara-negara dan organisasi internasional mengadakan hubungan dengan perusahaan-perusahaan multinasional yang kemudian melahirkan hak-hak dan kewajiban internasional, yang tentu saja berpengaruh terhadap eksistensi, struktur substansi dan ruang lingkup hukum internasional itu sendiri.

Subyek hukum internasional juga dapat didefinisikan sebagai pihak yang dapat dibebani hak dan kewajiban yang diatur oleh Hukum Internasional atau setiap negara, badan hokum (internasional) atau manusia yang memiliki hak dan kewajiban dalam hubungan internasional. Sedangkan objek hukum internasional adalah pokok-pokok permasalahan yang dibicarakan atau dibahas dalam hukum internasional.

Namun, kawasan geografis suatu Negara (difined territory) juga dapat dikatakan sebagai objek hukum internasional dikarenakan sifat objek hukum internasional hanya bias dikenai kewajiban tanpa bias menuntuk haknya. Objek hukum merupakan sesuatu yang dapat berguna bagi subyek hukum dan dapat menjadi suatu pokok hubungan hukum yang dilakukan oleh subyek-subyek hukum, biasanya dinamakan benda atau hak yang dapat dimiliki dan dikuasai oleh subyek hukum.

Contoh-contoh objek hukum internasional adalah : Ø Hukum Internasional Hak Asasi Manusia Hukum Internasional hak asasi manusia adalah semua norma hukum internasional yang ditunjukkan untuk menjamin perlindungan terhadap pribadi (individu). Ø Hukum Humaniter Internasional Hukum Humaniter Internasional adalah semua norma hokum internasional yang bertujuan memberi perlindungan pada saat apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu konflik bersenjata bukan internasional, kepada anggota pasukan tempur yang tidak bias lagi menjalankan tugasnya lagi, atau orang-orang yang tidak terlibat dalam pertempuran.

Ø Hukum Kejahatan terhadap Kemanusiaan (massal) Istilah ini dikeluarkan oleh pengadilan Nurenberg untuk perbuatan kejam Nazi Jerman terhadap warga negaranya sendiri. Namun, dewasa ini genosida (pembunuhan massal dilatar belakangi kebencian terhadap etnis, suku tertentu) juga termasuk dalam hukum ini. Subyek dan Objek hokum internasional dapat berubah.

Seperti apa yang terjadi pada perang Serbia-Bosnia (perang Balkan), dimana Mahkamah Internasional (ICJ) akhirnya menjatuhkan hukuman secara individu terhadap petinggi militer Serbia karena dianggap sebagai orang-orang yang paling bertanggung jawab terhadap pembantaian kaum muslim Bosnia. Mantan petinggi militer Serbia yang diadili antara lain, Kepala Staff militer Serbia, Ljubisa Beara; Vujadin Popovic, pejabat militer yang bertanggung jawab atas pengerahan polisi militer, Ljubomir Borovcanon, Deputi Komandan Polisi Khusus Serbia; Vinko Pandurevic, Komandan Brigade yang melakukan serangan dan Drago Nikolic, Kepala Brigade Keamanan militer Serbia.

Dari hal ini, saya dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi perubahan status subyek hukum internasional itu sendiri yaitu, perang ini melibatkan negara (Serbia), namun pada akhirnya mahkamah menjatuhkan hukuman terhadap individu. Objek hukum internasional dapat berubah disebabkan dunia global dan internasional yang bersifat dinamis (selalu berubah). Sehingga tindak lanjut dari hukum internasional itu sendiri akan berubah mengikuti arus perkembangan zaman dan permasalahan baru yang akan timbul dalam hubungan internasional kedepannya.

Seperti permasalahan yang terbaru saya baca di internet yakni kasus perompakan kapal-kapal laut di Somalia. Kasus ini menyebabkan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengeluarkan resolusi agar kejadian ini tidak terulang kembali. Objek hukum internasional dapat hilang.

apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu

Objek hukum internasional telah saya sebutkan tadi diatas bahwa wilayah geografis termasuk didalamnya.

Dalam kaitan ini, saya mencoba menghubungkan dengan kepulauan yang berada di sebelah timur laut Australia. Pulau-pulau yang kebanyakan tak berpenghuni ini dijadikan Prancis (pulau ini dibawah kekuasaan Prancis) dijadikan sebagai ajang uji coba Nuklir mereka.

Sehingga, dampak dari uji coba ini adalah hilangnya (tenggelam) pulau apa keterkaitan antara menuntut ilmu dan menghargai ilmu. Dalam hal lain, kasus perebutan pulau Malvinas/Falkland (Inggris-Argentina) juga dapat dijadikan referensi sebagai hilangnya objek internasional.

Pulau Malvinas (penyebutan oleh orang Argentina dan Falkland oleh orang Inggris) adalah pada mulanya milik Argentina. Namun, Inggris mengklaim pulau tersebut sehingga menyebabkan tejadi perang dimana Argentina kalah dan harus merelakan hilangnya pulau tersebut dari peta geografis wilayah Argentina. Keterkaitan antara hukum internasional dengan ilmu Hubungan Internasional Terdapat relevansi yang sangat kuat antara Hubungan internasional dengan Hukum Internasional.

Bahkan menurut saya pribadi Hukum Internasional dan ilmu hubungan internasional seperti pepatah “dua sisi mata uang”, dengan kata lain tidak dapat dipisahkan. Relevansinya adalah ada kaitan yang sangan konkret yakni suatu hal(termasuk negara dan individu) yang melintasi batas wilayah suatu negara yang ditandai dengan kerjasama-kerjasama internasional dan hal-hal lain seperti regionalisme ekonomi. Hubungan internasional di era modern ini lebih diwarnai dengan stabilitas dunia yang cukup baik.

Meski tidak dapat pula dinafikan di beberapa belahan dunia masih terjadi berbagai konflik yang belum usai. Hukum internasional yang disengajakan sebagai pranata yang mengatur relasi antara satu subyek hukum internasional yang melibatkan banyak negara ikut andil dan ambil peran yang sangat vital bagi kemajuan dan perdamaian dunia saat ini.

Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan unsur-unsur terpenting dari hukum internasional. Objek dari hukum internasional ialah badan hukum internasional yaitu negara dan organisasi internasional.

Hubungan yang terjalin antara badan hukum internasional adalah hubungan internasional dalam artian bukan dalam scope wilayah tertentu, ia merupakan hubungan luar negeri yang melewati batas teritorial atau geografis negara, berlainan dengan hukum negara yang hanya mengatur hubungan dalam negeri.

Kaedah hukum internasional ialah kaedah wajib, seperti layaknya semua kaedah hukum, dan ini yang membedakan antara hukum internasional dengan kaedah internasional yang berlaku dinegara tanpa memiliki sifat wajib seperti life service dan adat kebiasaan internasional.

Oleh karena itu, hukum internasional harus senantiasa dikawal oleh semua Negara sehingga praktek hukum yang dilakukan oleh semua Negara di dunia ini berlandaskan pada keadilan dan kemanusiaan. DAFTAR PUSTAKA Kartika S,Elsi dan Advendi, Hukum Dalam Ekonomi (Edisi II Revisi). Jakarta : Grasindo. Suryokusumo, Sumaryo.(1995) Hukum Diplomatik Teori dan Kasus, Bandung: Alumni. Soekanto, Soerjono.(1993) Sendi-sendi Ilmu Hukum dan Tata Hukum, Bandung: Citra Aditya. Mahmud, Abdul Ghani.(2003) Al-Qonun al-Dauli al-A’mm, Cairo : Dar el-Nahdlah el-Arabia.

http://galuhwardhani.wordpress.com/2010/03/08/makalah-bab-ii-materi-subyek-dan-obyek-hukum/ http://younkhendra.wordpress.com/2009/01/26/tugas-mt-kul-hukum-internasional/ http://gozel.wordpress.com/2007/02/01/hubungan-internasional/

Menerapkan surat pendek pilihan tentang Menghargai Waktu dan Menuntut Ilmu




2022 www.videocon.com