Mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

Sebagai umat muslim, kita senantiasa berdoa dan berharap kebaikan serta keberuntungan menghampiri kita. hal tersebut dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti menjalankan segala kewajiban umat islam agar mendapat ridhoNya dan memiliki ketenangan hati, berbuat baik kepada kedua orang tua dan sesama, serta mendoakan atau berharap yang baik untuk orang lain agar kebaikan tersebut juga menular atau berbalik kepada diri kita sendiri.

Namun, terkadang karena suatu hal, ada rasa kecewa atau sakit hati dalam diri kita sehingga kita mendoakan keburukan untuk orang lain. apakah hal tersebut boleh dilakukan? apakah termasuk perbuatan dosa besar dalam islam?

untuk lebih memahaminya, dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas mengenai, hukum berdoa jelek untuk orang lain, diijabah kah?. wajib dibaca dan diketahui oleh setiap umat muslim agar selalu menjalankan segala urusan sehari hari dalam petunjuk dan jalan lurusNya. yuk simak artikel lengkapnya.

Hukum Berdoa Jelek Untuk Orang Lain Telah dijelaskan sebelumnya bahwa berdoa ialah memohon kebaikan kepada Allah, berdoa ialah sebuah komunikasi langsung dengan Allah, setiap orang tentu berharap doa mustajab agar keinginan tercapai yang senantiasa diungkapkan dalam shalatnya.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

berdoa tentu harus dilakukan dengan harapan yang baik, begitu pula doa yang ditujukan kepada orang lain, sebab doa yang buruk tentu akan kembali kepada dirinya sendiri. sehingga jelas bahwa hukum berdoa jelek untuk orang lain ialah haram dan belum tentu dijabah oleh Allah. berikut berbagai keterangan yang menguatkannya. 1.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

Doa Buruk Belum Tentu Diijabah Manusia berdoa untuk keburukan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (QS. al-Isra: 11). firman Allah tersebut menjelaskan bahwa manusia ialah sosok hamba yang mudah lemah imannya dan mudah terpengaruh oleh emosi.

sakit hati atau kecewa sedikit saja, mudah dipengaruhi oleh syetan dan timbul bahaya dendam dalam islam yakni mendoakan keburukan untuk orang tersebut dengan tergesa gesa.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

Seharusnya jika seseorang memiliki keutamaan iman dalam islam tentu tidak akan melakukan hal tersebut karena menyadari bahwa setiap manusia bisa saja berbuat salah karena manusia memang sosok hamba yang mudah khilaf dan mudah emosi.

iman dalam hati akan menyadarkan diri sendiri bahwa segala sesuatu telah digariskan oleh Allah dan segala sesuatu baik yang benar ataupun yang salah semuanya akan mendapat balasan langsung dari Allah. “Telah jelas kebolehan hal tersebut [mendoakan keburukan kepada orang yang berbuat zalim] berdasarkan nash-nash Al Qur`an dan As sunnah.

Juga berdasarkan perbuatan generasi umat Islam terdahulu (salaf) maupun generasi terkemudian (khalaf).” (Imam Nawawi, Al Adzkar An Nawawiyyah, hlm. 479). 2. Membuat Dunia Binasa “Kalau sekiranya Allah menyegerakan doa keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka.” (QS. Yunus: 11). maksud dari firman Allah tersebut ialah kelemahan manusia menurut islam yakni mudah terpancing hawa nafsu dan jika hawa nafsu tersebut dituruti maka akan menimbulkan dunia menjadi binasa karena menginginkan segalanya yang berlebihan dan harus sesuai dengan keinginan mereka.

hal ini juga berhubungan dengan hukum berdoa jelek untuk orang lain. bayangkan saja jika misalnya seseorang sakit hati karena masalah yang sepele lalu ia mendoakan keburukan untuk orang yang menyakitinya, dengan doa buruk, misalnya orang itu akan binasa, dan jika Allah mengabulkan, sementara hampir semua manusia memiliki kelemahan yang sama, seperti yang dilakukan orang tersebut, tentu akan membinasakan dunia bukan?

seluruh manusia akan hancur karena saling menyakiti dan saling mendoakan keburukan untuk orang lain. sebab itu Allah yang maha baik telah memberikan segalanya yang terbaik termasuk dalam hal doa yang diucapkan oleh hambaNya, tentu Allah yang lebih berhak untuk menentukan apa yang Dia berikan kepada hambaNya entah itu ujian kebaikan atau ujian keburukan. sebab itu manusia tak perlu mendoakan keburukan untuk orang lain karena semuanya sudah diatur langsung oleh Allah.

cukup menjadi orang yang baik dan cukup menjadi orang yang selalu mendoakan kebaikan pada orang lain sehingga kebaikan pun akan menghampiri kita. 3. Doa Orang yang Dizalimi Takutlah kalian terhadap doa orang yang didzalimi, karena tidak ada hijab antara dia dengan Allah.

(HR. Bukhari 1496 & Muslim 130). Hukum berdoa jelek untuk orang lain akan berbeda dalam hal diijabah oleh Allah jika doa tersebut diungkapkan oleh orang yang terzalimi, terzalimi artinya ialah orang yang disakiti atau diambil haknya, ditipu, atau hal hal lain yang merupakan tindak kejahatan yang tidak sepantasnya dilakukan padahal seharusnya setiap manusia memperlakuakan orang lain seperti ia ingin diperlakukan.

hukum berdoa jelek untuk orang lain dalam hal ini mendapatkan keistimewaan dari Allh sebagaimana yang telah dijelaskan Allah dalam firmanNya bahwa orang yang berbuat jahat pada orang lain akan mendapat sesuatu yang didoakan oleh orang yang disakiti tersebut. sehingga ada dua kemungkinan dalam hal ini, yakni kemungkinan dikabulkan atau kemungkinan tidak diijabah namun Allah akan memberi balasan yang lebih besar di akherat nanti.

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan 148). tentunya sebagai manusia harus bisa selalu berfikir positf dan tidak menyia nyiakan waktu dengan berdoa buruk untuk orang lain walaupun orang tersebut berbuat zalim pada kita.

sebagaimana Allah dan RasulNya yang senantiasa memerintahkan untuk memaafkan orang lain. tentu hati akan jauh lebih tentram jika menyerahkan semuanya pada Allah dan menghilangkan rasa sakit hati yakni dengan tidak mendoakan keburukan untuk orang lain. doa buruk untuk orang lain juga merupakan cerminan akhlak, yakni akhlak yang lemah karena mudah sekali terperdaya oleh hawa nafsu yang ditimbulkan dari rasa sakit mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan.

tentu baik dan tidaknya iman seseorang dapat dilihat salah satunya pada hal ini, yakni orang yang berhati mulia pastilah mudah memaafkan orang lain dan menyerahkan segalanya kepada Allah karena ia sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah ujian dan bagaimana ia mengatasi merupakan cermin dari kebaikan hatinya.

4. Berdoa Buruk untuk Orang Lain yang Diijabah “Ya Allah, siapa saja yang mengurus suatu urusan umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulitlah dia.”(HR Muslim). doa tersebut ialah doa yang diucapkan oleh Rasulullah karena orang orang kafir yang kejam dan telah banyak kerusakan. yakni dengan menghalangi dakwah islam serta menyiksa orang orang yang masuk islam sehingga menimbulkan kesedihan pada hati Rasulullah.

untuk doa dalam hal demikian diperbolehkan karena mementingkan hajat orang banyak.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

maksudnya ialah doa tersebut diucapkan oleh Rasulullah karena beliau menginginkan kebaikan untuk setiap umat muslim jika tidak terjadi keburukan pada orang kafir tentu mereka akan semakin semena mena dalam menghancurkan islam dan semakin kuat kesombongannya karena merasa berkuasa dan dapat mengalahkan islam, sebab itu Allah memberi ijabah dan mengabulkan doa Rasulullah karena hal itulah yang terbaik untuk seluruh umat.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata“Ada seorang lelaki yang minum minuman keras (khamr) dibawa di hadapan Nabi s.a.w., maka Baginda bersabda: “Kalian pukullah dia”. Abu Hurairah berkata, “Di antara kami ada yang memukul dengan tangannya, ada yang memukul dengan sandalnya, dan ada yang memukul dengan pakaiannya”. Ketika orang itu akan kembali, sebahagian orang berkata kepadanya.

“Mudah-mudahan Allah menghinakanmu”. Rasulullah bersabda: “Janganlah kamu berkata yang demikian itu, jangan kamu membantu perbuatan syaitan (syaitan sangat suka jika Allah menghinakan hambanya kerana memang itu pekerjaan syaitan)”. (HR. al-Bukhari). Hadist di atas juga intinya sama, yakni berdoa keburukan untuk orang lain karena orang tersebut telah berlaku zalim yakni meminum minuman keras di hadapan Rasulullah padahal Rasulullah adalah seorang terbaik di dunia ini yang selalu melarang pada kemungkaran sehingga orang seperti demikian pantas untuk mendapat azab karena telah menghina Rasulullah.

Sebuah ayat turun ketika Salah satu gigi Nabi saw. rontok di waktu perang Uhud dan terdapat luka di wajah beliau sehingga darah pun mengalir ke bawah. Maka beliau berkata, ‘Bagaimana suatu kaum akan beruntung jika mereka berani melukai Nabi mereka, padahal ia menyeru mereka kepada Tuhan mereka?’ maka Allah menurunkan ayat: (Tak ada sedikit pun hakmu untuk campur tangan dalam urusan mereka itu) tetapi semua itu urusan Allah, maka hendaklah kamu bersabar (apakah) artinya hingga (Allah menerima tobat mereka) dengan masuknya mereka ke dalam agama Islam (atau menyiksa mereka, karena sesungguhnya mereka orang-orang yang aniaya) disebabkan kekafiran mereka.

Demikian artikel kali ini mengenai hukum berdoa jelek untuk orang lain, semoga menjadi wawasan yang bermanfaat untuk anda dan dapat menjadi jalan untuk selalu menambah kebaikan dalam diri sehingga terhindar segala perbuatan yang tidak diridhoiNya. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca. Salam hangat dari penulis.

1. mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan kridalaksana (1997), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, … dan mengidentifikasi diri. berdasarkan pengertian tersebut diketahui bahwa bahasa yang digunakan manusia memiliki ciri-ciri.

menurut anda, apa sajakah ciri-ciri bahasa manusia? (tuliskan minimal 4 ciri-ciri)
Jawaban Mendoakan orang lain - sebagaimana halnya dengan doa pada umumnya - adalah hal yang mudah diragukan. Mengapa kita perlu berdoa jika Allah telah mempunyai rencana ya baik bagi kita?

Tentunya Ia lebih bijak daripada kita. Mengapa Ia membutuhkan kita berdoa? Bukankah lebih baik jika kita mempercayai bahwa Ia akan melakukan yang terbaik? Memang benar bahwa hikmat Allah jauh lebih besar dibanding hikmat kita (1 Korintus 1:25) dan bahwa kita perlu mempercayai-Nya (Amsal 3:5-6).

Namun justru karena itu kita perlu berdoa, karena berdoa bagi diri kita dan berdoa bagi orang lain adalah hal yang telah diperintahkan oleh Allah. Mendoakan orang lain dianjurkan sebagai metode penyembuhan (Yakobus 5:16) bersama dengan pengakuan dosa. Yakobus memberi tahu bahwa "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." Apakah ajaran ini berarti bahwa hanya doa orang benar yang didengarkan?

Tidak, kata benar di dalam Alkitab sedang merujuk kepada mereka yang beriman dan yang telah dibungkus oleh kebenaran Yesus (Roma 5:1; 3:21-22; 4:2-3). Yesus mengajar supaya kita berdoa di dalam nama-Nya (Yohanes 14:13-14). Jika kita melakukan sesuatu "dalam nama" orang lain, maka yang dimaksud adalah kita melakukan hal itu menurut kehendak orang itu. Dengan demikian, mengenal Allah dan memahami-Nya adalah bagian yang penting dari doa.

Dari sini kita mulai memahami mengapa mendoakan orang lain itu penting. Doa bukanlah semata-mata mendapatkan apa yang kita inginkan atau meminta perlindungan, kesehatan, atau penanggulangan masalah orang lain.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

Doa adalah cara yang luar biasa untuk mengenal Juruselamat kita, dan doa menyatukan orang percaya satu sama lain. Mendoakan orang lain juga berfungsi mendekatkan kita dengan Allah, karena doa yang efektif didasari oleh pengetahuan akan kehendak-Nya (1 Yohanes 5:14).

Doa bagi orang lain juga mendekatkan kita dengan orang lain, dimana kita semakin mengenal mereka dan memperhatikan kebutuhan mereka. Untuk sebagian besar kita, mendoakan orang lain pada umumnya berbunyi seperti ini: Tuhan, tolong sediakan pekerjaan bagi teman saya, transportasi yang memadai, kesehatan, dan perlindungan.

Jika kita mengenal seseorang dengan akrab, kita mungkin dapat mendoakan pernikahan atau hubungannya. Tidak masalah jika kita mau mendoakan hal ini; bahkan, Alkitab mengajar supaya kita mendoakan segala sesuatu dan, dengan demikian, mengusir kegelisahan hati kita (Filipi 4:6).

Mendoakan supaya diberi kesehatan dan supaya hal-hal baik terjadi adalah doa yang patut kita panjatkan (3 Yohanes 1:2). Akan tetapi, sebagian besar doa yang direkam dalam Alkitab jenisnya berbeda. Ketika Yesus mendoakan orang lain, doa-Nya berpusat pada iman mereka (Lukas 22:32), Ia berdoa supaya mereka dapat mengatasi percobaan (Lukas 22:40), Ia berdoa bagi persatuan mereka (Yohanes 17:11), dan Ia berdoa bagi pengudusan mereka (Yohanes 17:17).

Paulus berdoa bagi keselamatan orang yang sesat (Roma 10:1); ia berdoa supaya saudara seimannya akan berjalan di jalan yang benar (2 Korintus 13:7); ia berdoa supaya orang percaya akan dikuatkan oleh Roh Kudus, tertanam dan berakar dalam kasih, mampu memahami kasih Allah, dan dipenuhi dengan kepenuhan Allah (Efesus 3:14-19). Semua doa ini berhubungan dengan berkat rohani; semuanya dipanjatkan "dalam nama Yesus" dan menurut kehendak Bapa - doa macam itu dijamin dikabulkan di dalam Kristus (2 Korintus 1:20).

Mendoakan orang lain itu penting karena menggenapi perintah Perjanjian Baru. Kita diperintah untuk mendoakan semua orang (1 Timotius 2:1).

Kita perlu mendoakan pemimpin-pemimpin dalam pemerintahan kita (1 Timotius 2:2). Kita perlu mendoakan orang yang belum selamat (1 Timotius 2:3-4). Kita perlu mendoakan sesama umat Kristen kita (Efesus 6:18). Kita perlu mendoakan para pelayan injil (Efesus 6:19-20).

Kita perlu mendoakan gereja yang dianiaya (Ibrani 13:3). Mendoakan orang lain mengalihkan fokus kita dari diri sendiri kepada orang lain di sekeliling kita. Ketika kita "saling membantu menanggung beban orang," kita sedang "mentaati perintah Kristus" (Galatia 6:2, versi BIS). Mulailah mendoakan orang lain saat ini dan membantu dalam pembangunan tubuh Kristus. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Mengapa mendoakan orang lain itu penting? Bagikan halaman ini: Artikel – Mendoakan Orang Lain.

Bismillahirrahmanirrahim, Dalam Islam ada kaidah bahwa perbuatan baik, apa pun itu, keuntungannya akan kembali kepada diri pelakunya sendiri.

Begitu juga perbuatan buruk atau jahat, akibat dari perbuatan buruk itu akan kembali kepada diri pelakunya juga. In a hsantum, a hsantum li anfusikum; wa in asa’tum falahâ. Penggalan ayat 7 surah al-Isra’ (surah ke-17) ini mengandung makna: ‘Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri.

Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan itu) kembali kepada dirimu sendiri’. Baca juga: Teruslah Berdoa Karena itu, tidak ada istilah rugi dalam berbuat baik, dan tidak mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan istilah untung dalam berbuat jahat kepada orang lain.

Ketika ada orang sedang terkena utang, misalnya, lalu kita bantu dia melunasi utangnya, itu kita tidak rugi apa-apa. Memang secara materi kita mengeluarkan sekian rupiah di luar rencana keuangan kita, tetapi pada hakikatnya kita untung. Untung pahala, untung akan mudah mendapat pertolongan Allah. Kalaupun tidak di dunia, di akhirat sudah pasti.

Sebab, Allah berjanji akan menolong hamba yang menolong sesama saudaranya. Dalam hadis yang bersumber dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Dulu ada seseorang pedagang biasa memberi utang (pinjaman uang) kepada orang lain.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

Ketika melihat ada orang susah, pedagang itu berkata kepada pembantu (asisten)-nya, ‘Permudah dia (terima saja walaupun bayarannya kurang-kurang sedikit), mudah-mudahan dengan begitu Allah memaafkan kita.’ Dan Allah pun benar-benar memaafkan kesalahannya.” (HR Bukhari).

Baca juga: Doa Buka Puasa (Iftar) Pada redaksi yang mirip, bersumber dari Hudzaifah bin Al-Yaman, Rasulullah saw. bersabda, “Dulu, pada masa sebelum kalian, ada seseorang didatangi malaikat untuk mencabut nyawanya. Malaikat itu berkata, ‘Kebaikan apa yang sudah kamu perbuat?’ Orang itu menjawab, ‘Saya tidak tahu.’ Malaikat berkata, ‘Coba perhatikan lagi.’ Orang itu menjawab, ‘Saya tidak tahu. Tapi saya pernah berdagang dan memberi utang.

Yang minta tangguhnya pembayaran utangnya, saya tangguhkan; dan orang susah yang tidak mampu bayar utang, saya bebaskan.’ Allah pun kemudian memasukkannya ke dalam surga.” (HR Bukhari). Ketika ada orang tidak bisa mengaji Al-Quran, sementara kita sedikit banyak bisa mengaji, lalu kita ajari dia alif-ba-ta, kita ajari dia mengaji Al-Quran, itu juga kita tidak rugi apa-apa.

Justru malah untung. Memang dari segi waktu ada waktu kita yang terbuang. Tetapi, itu tidak terbuang percuma. Ada pahala yang mengalir kepada kita dari waktu yang kita manfaatkan untuk mengajar mengaji itu.

Bahkan jika orang yang kita ajari itu kemudian mengajarkan ngaji juga kepada orang yang lain, dan begitu seterusnya, pahalanya terus akan mengalir kepada kita sampai Kiamat.

Baca juga: Doa Pagi Sang Malaikat Terkait perbuatan baik untuk orang lain yang manfaatnya akan kembali kepada diri kita sendiri ini, ada cukup banyak hadis Nabi saw. yang bisa kita jadikan pedoman. Salah satunya, beliau bersabda, “Ketika seseorang berjalan di jalan umum, ia menemukan sebatang pohon berduri menghalangi jalan. Ia lalu menyingkirkan batang pohon itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim). Bayangkan! Jalannya, jalan umum. Pohonnya, juga bukan pohon orang itu.

Tapi dia peduli dengan orang lain, lalu berinisiatif menyingkirkan batang kayu yang mengganggu jalan umum itu. Di mata Allah, perbuatannya itu tidak sia-sia. Allah mengampuni dosa orang itu sebagai bentuk penghargaan Allah kepadanya. Baca juga: Doa untuk Kedua Orang Tua Termasuk dalam hal ini adalah mendoakan orang lain.

Ketika kita mendoakan kebaikan untuk orang lain, kebaikan itu akan kita peroleh juga. Dalam sebuah hadis yang bersumber dari ‘Ubadah bin al-Shamit r.a., ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Siapa yang memohon ampunan (beristigfar) untuk orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, Allah mencatat baginya satu kebaikan dengan/berkat setiap mukmin laki-laki dan mukmin perempuan itu’.” (HR al-Thabarani).

Bayangkan jumlah umat Islam di dunia ini sekarang ada satu miliar orang lebih. Setiap hari kita berdoa Allâhummaghfir li al-mu’min în wa al-mu’minât (Ya Allah, ampunilah dosa orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan).

Dari setiap orang mukmin di dunia yang kita doakan itu, kita mendapat satu kebaikan. Kalau setiap habis salat lima waktu kita mendoakan mereka, berapa kebaikan yang kita peroleh? Baca juga: Perhatikan Adab Berdoa Ini Agar Doa Terkabul Tidak heran kalau mendoakan orang lain ini menjadi kebiasaan orang-orang saleh. Imam Nawawi –yang mengumpulkan empat puluh hadis sahih pilihan dalam sebuah buku, dikenal dengan judul Al-Arba‘ûn al-Nawawiyyah, juga menulis buku Syarh Shahih Muslim (penjelasan hadis-hadis sahih riwayat Muslim)— mengatakan bahwa dulu banyak orang-orang salaf saleh kita ketika mereka menginginkan sesuatu untuk dirinya, mereka mendoakan orang lain untuk mendapatkan sesuatu itu.

Hal itu demikian karena doa seperti itu adalah doa yang mustajab. Ucapan Imam Nawawi itu ada dasarnya dari hadis Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Tidak ada seorang muslim yang mendoakan kebaikan untuk saudaranya (tanpa orang yang didoakan itu tahu), kecuali malaikat berkata kepadanya, ‘Untukmu kebaikan serupa’.” (HR Muslim).

Masih tidak mau mendoakan orang lain? Masih pelit mendoakan orang lain? Takut rugi kalau mendoakan orang lain? Wallahu a’lam. ( Muhammad Arifin)
Artinya, apabila kematian sudah tiba, maka tak ada seorang pun yang bisa bersembunyi.

Tak ada yang bisa lari darinya. Baca Juga: Hukum Mendoakan Orang Mati Menurut Islam Allah SWT berfirman dalam surat an-Nisa ayat 4 : “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh.” Dalam pandangan mayoritas ulama, orang yang masih hidup dianjurkan untuk mendoakan saudara muslim yang sudah meninggal. Kebanyakan ulama memahami doa yang diucapkan orang masih hidup sampai kepada orang yang meninggal.

Bukan membeberkan atau melegalkan sebuah hukum mendoakan orang lain mati cepat. Artinya, orang yang meninggal bisa merasakan manfaat dari doa yang dihaturkan orang yang masih hidup.

Imam al-Nawawi dalam al-Adzkar mengatakan bahwa ulama menyepakati doa yang disampaikan orang yang masih hidup kepada orang meninggal, manfaat dan pahalanya sampai kepada mereka. Ada dua dalil yang menguatkan mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan ini: Pertama, dalam al-Qur’an disebutkan: وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang“.” (QS.

Al Hasyr: 10) Kedua, Rasulullah sendiri semasa hidupnya pernah mendoakan muslim yang sudah meninggal. Rasul berkata: اللهم اغفر لأهل البقيع الغرقد “Ya Allah ampunilah dosa ahlul Baqi’ al-Gharqad” Berdasarkan dua dalil di atas, mendoakan orang yang meninggal termasuk perbuatan yang baik dan dianjurkan dalam Islam.

Karenanya, perbanyaklah berdoa untuk saudara-saudara kita yang sudah meninggal. Semoga dengan doa tersebut, Allah meringankan dosa mereka dan mereka di tampatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Dikisahkan bahwa suatu hari ada seorang ulama, Kiai Durrahman namanya, baru saja pulang dari kuburan. Tiba-tiba, ia kedatangan seorang pemuda lulusan sebuah kampus di Madinah yang hendak mengajak berdebat. Dengan gaya seolah menguji Sang Kyai tersebut, si pemuda bertanya. “Pak Kiai, apa hukumnya mendoakan orang mati?” tanya si Pemuda. Dengan mantap Kiai menjawab, ” Haram!” Olehnya itu, Hukum Mendoakan Orang Lain Mati Cepat itu adalah perbuatan yang sangat tercelah!

Si pemuda tersebut terkejut luar biasa. Jawaban Kiai Durrahman di luar dugaannya. “Alasannya, Kiai?” tanya si pemuda kembali. “Islam mengajarkan, mendoakan orang harus yang baik-baik. Harusnya kita mendoakan orang banyak rezeki, sehat, atau panjang umur. Jangan sampai kita mendoakan orang mati, itu doa buruk,” kata Kiai Durrahman.

(*)
Kumpulan Soal PAI Materi Infak dan Sedekah Beserta Kunci Jawabannya. Dok. Gurupenyemangat.com Bismillah. Hai, Sobat Guru Penyemangat. Apakah Sobat suka berinfak dan bersedekah? Alhamdulillah ya kalau suka, artinya kita sedang berusaha untuk memberi pinjaman yang baik kepada Allah. Secara sekilas, infak atau sedekah adalah memberikan sebagian harta kita kepada orang yang membutuhkan.

Soalnya memang dari harta yang seseorang dapatkan, ada hak orang lain. Namun lebih detail daripada itu, infak dan sedekah sejatinya merupakan pemberian pinjaman yang baik kepada Allah. Dengan demikian, Allah yang akan membalas kebaikannya. Nah dalam kesempatan ini Gurupenyemangat.com akan menyajikan kumpulan pertanyaan tentang infak dan sedekah. Kumpulan Soal PAI tentang infak dan sedekah berikut dilengkapi dengan kunci jawaban baik pertanyaan pilihan ganda dan esai.

Mari disimak ya: Soal PAI Tentang Berinfak dan Bersedekah Pilihan Ganda Soal PAI Tentang Berinfak dan Bersedekah Pilihan Ganda. Dok. Gurupenyemangat.com 1. Hukum berinfak dan bersedekah adalah… A.

Sangat dianjurkan B. Boleh C. Wajib Kunci Jawaban: A. Sangat dianjurkan 2. Berinfak dan bersedekah bisa dilakukan setiap… A. Setiap hari B. Setiap saat di waktu sempit maupun lapang C. Setiap hari jika sedang banyak uang Kunci Jawaban: B. Setiap saat di waktu sempit maupun lapang 3.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

Salah satu hikmah berinfak dan bersedekah adalah Yang bukan hikmah dari berinfak dan bersedekah di bawah ini adalah… A.

Menjadikan orang bangkrut B. Berhasil memberikan sebagian hak dari hartanya C. Terhindar dari sifat kikir Kunci Jawaban: A. Menjadikan orang bangkrut 4. Berinfak dan bersedekah harus dilaksanakan karena… A. Infak dan sedekah itu wajib B. Ada hak orang lain yang perlu kita tunaikan C. Menjadikan kita kaya hingga tujuh turunan Kunci Jawaban: B.

Ada hak orang lain yang perlu kita tunaikan 5. Berinfak dan bersedekah adalah perbuatan… A. Tercela B. Terpuji C. Biasa-biasa saja Kunci Jawaban: B. Terpuji 6. Mengajak orang lain untuk berinfak dan bersedekah termasuk perbuatan… A. Tercela B. Terpuji C. Pemaksaan Kunci Jawaban: B. Terpuji 7. Berikut yang merupakan perbuatan sedekah yg paling mudah berupa… A. Membangun masjid B.

Meminjamkan uang C. Memindahkan kerikil yang ada di tengah jalan Kunci Jawaban: C. Memindahkan kerikil yang ada di tengah jalan 8. Menyebut-nyebut sedekah diiringi dengan rasa bangga tidak akan mendatangkan pahala karena termasuk perbuatan… A. Terpuji B. Tercela C. Riya’ Kunci Jawaban: C. Riya' 9.

Sedekah yang paling utama diberikan kepada… A. Fakir dan miskin B. Pengemis C. Keluarga atau saudara yang sangat membutuhkan Kunci Jawaban: C. Keluarga atau saudara yang sangat membutuhkan 10. Sedekah yang paling tinggi pahalanya adalah… A. Barang yang tidak kita butuhkan B.

Barang yang kita inginkan namun sangat dibutuhkan oleh orang lain C. Barang yang kita sedekahkan dengan niat dianggap baik oleh orang lain Kunci Jawaban: B.

Barang yang kita inginkan namun sangat dibutuhkan oleh orang lain 11. Berikut ini adalah hal yang dapat merusak pahala sedekah, kecuali… A. Sedekah dengan terang-terangan dengan niat mengajak mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan gemar berbagi B. Sedekah diam-diam namun dipamerkan di media sosial C.

Sedekah dengan niat dianggap sebagai orang yang mulia Kunci Jawaban: A. Sedekah dengan terang-terangan dengan niat mengajak orang-orang gemar berbagi 12.

Pada dasarnya membiasakan mengeluarkan infak dan sedekah membuat kita terhindar dari sifat… A. Hemat B. Rendah hati C. Kikir dan tamak Kunci Jawaban: C. Kikir dan tamak 13. Dudung baru saja mendapat banyak uang dari hasil korupsi. Ia kemudian berinfak ke masjid dengan nominal mencapai Rp10 juta. Hukum infak Dudung adalah… A. Halal dan mendapat pahala B.

Haram dan pahala tertolak C. Boleh dan dianjurkan Kunci Jawaban: B. Haram dan pahala tertolak 14. Berdasarkan hadis, malaikat akan senantiasa mendoakan orang-orang yang gemar bersedekah agar… A.

Ditimpa kebangkrutan B. Diganti dengan yang lebih baik C. Masuk surga Firdaus Kunci Jawaban: B. Diganti dengan yang lebih baik 15. Sejatinya berinfak itu adalah memberi pinjaman yang baik kepada Allah. Adapun perilaku yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya… A. Berinfak dengan uang yang halal B. Berinfak dengan uang yang tidak jelas C. Berinfak dengan orang-orang tertentu saja Kunci Jawaban: A. Berinfak dengan uang yang halal Soal Essay Tentang Infak dan Sedekah Beserta Kunci Jawaban Soal Essay Tentang Infak dan Sedekah Beserta Kunci Jawaban.

Dok. Gurupenyemangat.com 1. Berinfak dan bersedekah adalah sebagai bukti rasa syukur kita kepada… Jawaban: Berinfak adalah bukti rasa syukur kita kepada Allah atas segala nikmat dan rezeki yang telah kita dapatkan.

2. Orang yang berinfak dan bersedekah akan terhindar dari… Jawaban: Orang yang gemar berinfak dan bersedekah akan terhindar dari siksa api neraka. Sedangkan di dunia akan terhindar dari kebangkrutan. 3. Sebutkan 3 hikmah berinfak dan bersedekah Jawaban: Hikmah berinfak dan bersedekah dalam kehidupan sehari-hari antara lain: • Orang yang bersedekah akan dimudahkan Allah Swt. dalam usahanya mencari rezeki di dunia.

• Bersedekah merupakan wujud syukur akan nikmat yang Allah Swt. berikan. • Allah Swt. akan menambah rezeki orang yang berinfak dan bersedekah. • Allah Swt.

akan memperhatikan dan menjaga orang yang berinfak dan bersedekah, serta tidak menyia-nyiakan atau membiarkannya. • Malaikat akan mendoakan kebaikan kepada orang yang gemar bersedekah.

• Hati orang yang berinfak dan bersedekah tenang dan tenteram, jauh dari kegelisahan, stres dan penyakit kejiwaan lainnya. • Orang yang berinfak dan bersedekah mendapat pahala dari Allah Swt.

• Orang yang berinfak dan bersedekah akan dihapus sebagian dari dosanya. 4. Tuliskan tiga makna berinfak dan bersedekah! Jawaban: Makna berinfak dan bersedekah: • Sedekah merupakan pemberian yang dilakukan oleh seorang muslim secara tulus dan sukarela seraya mengharap ridha Allah SWT. • Infak dan sedekah bermakna memberikan pinjaman baik kepada Allah • Infak dan sedekah bermakna menafkahkan sebagian harta di jalan Allah SWT • Sedekah tidak selalu berbentuk barang, melainkan juga bisa berupa jasa.

Misalnya menolong orang yang sedang kesusahan, menyingkirkan duri dan kerikil di jalan, dan sebagainya. 5. Bagaimana pengaruh infak dan sedekah bagi hati dan kehidupan orang yang berinfak dan bersedekah? Jawaban: Orang yang rajin berinfak dan bersedekah hatinya akan merasa lapang dan selalu diarahkan untuk bersyukur atas nikmat Allah.

Dengan terbiasa berinfak dan bersedekah, simpati dan empati kita akan lebih terasah. Seseorang akan lebih peduli terhadap penderitaan orang lain. Orang yang senantiasa berinfak dan bersedekah akan merasa cukup atas rezeki yang ia dapatkan. Ia pun akan terhindar dari perilaku boros, tamak, hingga hasad. 6. Mengapa kita harus berinfak dan bersedekah? Jawaban: Karena sedekah merupakan perintah Allah. Sedekah bisa menghapus dosa dan menjauhkan kita dari siksa api neraka. Infak maupun sedekah juga sangat baik untuk mengasah kepedulian antar sesama manusia seraya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

7. Sebutkan dan jelaskan perbedaan berinfak dan bersedekah! Jawaban: Infak adalah pemberian yang terbatas kepada materi seperti uang atau barang sesuai dengan kemampuan seseorang. Sedangkan sedekah berarti pemberian namun bersifat materi dan nonmateri. Maksudnya, selain memberikan barang, sedekah juga berarti memberikan jasa seperti ilmu yang bermanfaat, nasihat, mendoakan orang lain, hingga memudahkan urusan orang lain. 8. Apa saja manfaat berinfak dan bersedekah dalam kehidupan sehari-hari?

Jawaban: Beberapa manfaat infak dan sedekah dalam kehidupan sehari-hari antara lain: • Menjadi salah satu amalan penghapus dosa • Mensucikan harta • Meningkatkan rasa empati • Meningkatkan hubungan sosial masyarakat • Infak dan sedekah yang terorganisir mampu memberantas kemiskinan 9. Kapan kita harus berinfak dan bersedekah? Jawaban: Kita harus berinfak dan bersedekah di waktu lapang maupun sempit, di waktu senang maupun susah, dan di waktu sedih maupun bahagia sesuai dengan kemampuan.

10. Bagaimanakah balasan orang yang tidak berinfak dan bersedekah? Jawaban: Allah menyiapkan siksa yang pedih untuk orang yang enggan berinfak dan bersedekah. Para malaikat akan mendoakan orang-orang yang enggan bersedekah agar ditimpa kebangkrutan. Adapun dalam QS Al-Humazah, orang-orang yang suka mengumpulkan harta akan dimasukkan ke neraka huthamah. Sebagai tambahan, pada saat melakukan Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW pernah melihat orang-orang di neraka yang mencakar dirinya sendiri.

Diterangkan oleh malaikat Jibril, ternyata itu adalah perumpamaan hukuman bagi orang-orang yang enggan berinfak dan bersedekah alias suka mengumpulkan harta tanpa mau berbagi. 11. Bagaimana cara berinfak dan bersedekah yang baik dan benar? Mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan Berinfak dan bersedekah yang baik dan benar bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah kehalalan materi, barang, uang, atau benda yang ingin diberikan, keikhlasan, serta kebermanfaatannya bagi orang lain.

Berinfak dan bersedekah juga niatnya harus disandarkan semata kepada Allah. Jangan mengharapkan pujian, atau malah menjadikan sedekah sebagai ajang pamer. 12. Jelaskan alasan mengapa infak dan sedekah dapat mengurangi tindakan kejahatan di masyarakat! Jawaban: Infak dan sedekah dapat mengurangi tindakan kejahatan di masyarakat karena dengan adanya infak dan sedekah maka kita bisa menyampaikan hak-hak kepada mereka yang membutuhkan. Tindakan kejahatan di masyarakat biasanya terjadi karena dua sebab.

Sebab pertama ialah kemiskinan, dan sebab kedua adalah orang-orang yang tamak alias enggan menyedekahkan hartanya. Jika dana infak dan sedekah dikelola dengan baik, maka dana tersebut bisa digunakan untuk membuat lapangan pekerjaan, mendirikan UMKM, dan solusi-solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya. 13. Tuliskan dalil tentang keutamaan infak dan sedekah!

Jawaban: Adapun terkait dengan dalil tentang berinfak dan bersedekah bisa disimak secara lengkap di: 42 Ayat Al-Quran Tentang Infak, Amalan Pelindung dari Siksa Api Neraka 14. Tuliskan kisah inspiratif singkat seseorang yang rajin berzakat, infak, dan sedekah! Jawaban: Kisah inspiratif tentang infak mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan sedekah bisa disimak pada beberapa cerita berikut: • Contoh Cerita Pendek Tentang Sedekah, Amalan Penghapus Dosa yang Mensucikan Jiwa • Cerita Anak Tentang Sedekah • Cerita Tentang Tiga Kali Bersedekah kepada Orang yang Salah *** Demikianlah tadi segenap sajian Guru Penyemangat tentang kumpulan soal tentang infak dan sedekah berserta kunci jawabannya.

Mudah-mudahan bermanfaat ya. Salam. Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)Assalamu'alikum wr. wb. Redaksi NU Online, izin bertanya, seseorang telah berbuat aniaya terhadap kita. Lalu kita mendoakan keburukan terhadap orang tersebut. Pertanyaan saya, apakah kita boleh mendoakan keburukan dan kebinasaan dengan sumpah serapah untuk orang lain?

Atas jawabannya saya mengucapkan banyak terima kasih. (Hamba Allah/Bogor). Jawaban Wassalamu ‘alaikum wr.

wb. Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Kita sebagai manusia memiliki rasa kecewa yang mendalam atas tindakan zalim dan aniaya orang lain. Hanya saja, Islam memerintahkan kita untuk bersikap adil meski pada saat marah, kecewa, dan terzalimi. Adapun ungkapan sumpah serapah, kata-kata buruk, maki-makian yang disertai kutukan, bukan akhlak terpuji yang seharusnya menjadi sikap orang Islam. Demikian halnya dengan mendoakan atau mengharapkan kebinasaan atau keburukan atas diri orang lain.

Imam Al-Ghazali adalah salah seorang ulama yang sangat memberikan perhatian besar terhadap seseorang yang mendoakan atau mengharapkan kebinasaan atau keburukan atas diri orang lain. Imam Al-Ghazali membahas masalah ini setidaknya pada dua karyanya. Mendoakan atau mengharapkan kebinasaan atau keburukan atas diri orang lain, kata Imam Al-Ghazali, adalah perbuatan tercela dalam syariat Islam sebagaimana keterangannya pada Kitab Ihya Ulumiddin berikut ini: ويقرب من اللعن الدعاء على mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan بالشر حتى الدعاء على الظالم كقول الإنسان مثلا لَا صَحَّحَ اللَّهُ جِسْمَهُ وَلَا سَلَّمَهُ اللَّهُ وما يجري مجراه فإن ذلك مذموم وفي الخبر إن المظلوم ليدعو على الظالم حتى يكافئه ثم يبقى للظالم عنده فضلة يوم القيامة Artinya, “Dekat dengan laknat adalah mendoakan keburukan untuk orang, termasuk mendoakan orang yang berbuat zalim, seperti doa seseorang, ‘Semoga Allah tidak menyehatkan badannya,’ ‘Semoga Allah tidak memberikan keselamatan untuknya,’ atau doa keburukan sejenisnya karena semua itu adalah perbuatan tercela.

Dalam hadits disebutkan, ‘Sungguh, orang yang teraniaya mendoakan keburukan untuk orang yang menganiaya sampai lunas terbayar, tetapi yang tersisa kemudian adalah kelebihan hak orang yang berbuat aniaya atas orang yang teraniaya pada hari kiamat,’” (Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya’i Ulumiddin, [Kairo, Darus Syi‘ib: tanpa catatan tahun], juz IX, halaman 1569).

Imam Al-Ghazali mengkhawatirkan doa serta harapan kita untuk kebinasaan atau keburukan atas diri orang lain melewati batas. Terlebih lagi doa orang yang teraniaya diterima Allah SWT. Karena melewati batas kezaliman penganiayanya, orang yang awalnya terzalimi melalui doanya yang berlebihan berubah status menjadi orang yang zalim terhadap mereka yang semula menzaliminya.

Pandangan Imam Al-Ghazali dijelaskan lebih lanjut oleh Sayyid Muhammad bin Muhammad Al-Husaini Az-Zabidi melalui syarah Ihya Ulumiddin, Kitab Ithafus Sadatil Muttaqin berikut ini: قلت رواه كذالك ابن أبي شيبة وابن أبي الدنيا في ذم الغضب وهو مطابق لقوله تعالى إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظْلِمُونَ ٱلنَّاسَ أي ابتداء أو بالتجاوز عن الحد انتهاء Artinya, “Menurut saya, hadits seperti ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Abid Duniya perihal tercelanya marah.

Hal ini relevan dengan firman Allah SWT ‘Sungguh, jalan salah-dosa berlaku atas orang-orang yang berbuat aniaya kepada manusia’ (Surat As-Syura ayat 42),” (Sayyid Muhammad Az-Zabidi, Ithafus Sadatil Muttaqin bi Syarhi Ihya’i Ulumiddin, [Beirut, Muassasatut Tarikh Al-Arabi: 1994 M/1414 H], juz VII, halaman 493). Pada karya lainnya, Kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali mengingatkan hal serupa.

Jangan sampai kita mendoakan kebinasaan atas diri orang lain yang telah berbuat zalim karena sedang kecewa dan marah bobot doa kita dikhawatirkan melewati batas kezalimannya sebagaimana keterangan Syekh M Nawawi Banten yang menjelaskan Kitab Bidayatul Hidayah tersebut.

السابع الدعاء على الخلق) بالهلاك (فاحفظ لسانك عن الدعاء على أحد من خلق الله تعالى، وإن ظلمك) أحد (فكل) أي فوض (أمره) الظالم (إلى الله تعالى) واكتف به تعالى (ففي الحديث إن المظلوم ليدعو على ظالمه) بالهلاك (حتى يكافئه) يقابله في ثقل المظلمة (ثم يبقى للظالم فضل) زيادة (عنده) المظلوم (يطالب به) أي يطلب الظالم من المظلوم ذلك الفضل (يوم القيامة) Artinya, “Ketujuh mendoakan) kebinasaan untuk (orang lain.

Peliharalah mulutmu agar tidak mendoakan seorang pun dari makhluk Allah sekalipun kamu dizalimi) oleh orang tersebut.

(Pasrahkan) serahkan (urusannya) masalah orang yang menzalimi[mu] (kepada Allah). Cukup Allah yang menyelesaikannya. (Dalam hadits disebutkan, ‘Sungguh, orang yang dizalimi mendoakan) kebinasaan (untuk orang yang menzaliminya sampai lunas terbayar) pembalasan dengan kezaliman yang setimpal (tetapi yang tersisa kemudian adalah kelebihan) ketambahan (hak orang yang berbuat zalim terhadapnya) terhadap orang yang dizalimi (yang akan dituntut olehnya), maksudnya orang yang zalim kelak akan menuntut kelebihan haknya terhadap orang yang dizaliminya (pada hari kiamat’)” (Syekh M Nawawi Banten, Maraqil Ubudiyyah ala Bidayatil Hidayah, [Semarang, Maktabah Al-Alawiyyah: tanpa catatan tahun], halaman 69).

Dari berbagai keterangan ini kita dapat menarik simpulan bahwa mendoakan kebinasaan atau keburukan atas diri orang lain adalah perbuatan tercela dalam syariat Islam. Kecuali itu, hal tersebut berisiko pada tindakan yang melampaui batas sehingga kita jadi kalap dan berbuat zalim dengan doa sehabis-habis keburukan atas diri orang lain. Penganiayaan dan kezaliman oleh siapapun dan melalui apapun (doa misalnya) adalah tindakan terlarang dalam Islam meski dilakukan oleh orang yang semula terzalimi dan teraniaya.

Tindakan adil adalah tuntutan terhadap umat Islam dalam bersikap meski dalam kondisi marah dan kecewa. Mendoakan kebinasaan atas diri orang lain yang melampaui batas adalah bentuk kezaliman baru terlebih penganiayaan dan kezaliman yang dimaksud masih bersifat asumsi dan dugaan semata. Demikian jawaban singkat kami, semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Alhafiz Kurniawan)
Soal PAI dan Bp Kelas 3 Bab 11 Semester 2. Rajasoal.com - Dapatkan soal latihan Ulangan Harian ( UH ) atau Penilaian Harian ( PH ) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ( PAIBp ) Kelas III SD serpihan Zikir dan Doa sesudah Salat semester genap dan sesuai dengan buku PAI dan Budi Pekerti Kemdikbud Edisi Revisi 2018.

A. Berilah tanda silang (x) pada karakter a b c atau d di depan balasan yang paling benar! 1. Zikir sangat penting bagi umat lslam.

Arti kata zikir yaitu . a. memohon b. mengingat c. meminta d. merestui 2. Zikir sebaiknya dilakukan dengan . a. bunyi pelan b. bunyi kera c. tertawa d. senyuman 3. سُبْحَنَ اللَّهِ yaitu bacaan . a. takbir b. tahmid c. tasbih d. tahlil 4. Berdoa sebaiknya dilakukan dengan menghadap ke arah . a. kiblat b. kanan c. tasbih d. tahlil 5. Mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji. Mendoakan sama artinya dengan . a. salat b. bersedekah c. berdoa d. mengingat 6. Hakim berdoa dengan sungguh-sungguh, penuh penyerahan, dan kebulatan hati.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

Hal itu menunjukkan bahwa Hakim telah berdoa secara . a. khusyuk b. tumakninah c. tertib d. benar 7. Pengertian zikir kepada Allah adalah. a. menyembah Allah Swt.

b. mengingat Allah Swt. c. menaati d. membahagiakan 8. Yang bukan merupakan manfaat zikir yaitu . a. menenangkan hati b. menyedihkan hati. c. mempertebal keimanan d. meningkatkan keimanan 9. Jika kita mempunyai kepercayaan yang tebal, kita akan . a. makin erat kepada Allah Swt. b.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

merasa kaya. c. menjadi orang terkenal d. merasa khusyuk 10. Bacaan istigfar yaitu . a. اَللَّهُمَّ اَنْتَ السّلاَمِ b. سُبْحَنَ اللّهِ c. اَسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيْمِ d. وَالْحَمْدُ للَّهِ B. Isilah titik titik di bawah ini dengan balasan yang benar!

11. Ketika berzikir, kita sebaiknya menghadap ke arah . 12. Bunyi lafal istigfar yaitu . 13. Membaca tahmid dalam zikir sebanyak . 14. Zikir harus dilakukan dengan . 15. Berzikir sanggup memperbanyak . 16. Orang yang berdoa harus dalam keadaan . 17. Berdoa sebaiknya diawali dengan membaca . 18. Orang yang tidak pernah berdoa berarti . 19. Berdoa diakhiri dengan kata . 20. Bacaan selawat ditujukan kepada . C. Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini dengan benar!

21. Sebutkan tiga manfaat zikir kepada Allah! 22. Sebutkan lafal zikir yang dibaca sebanyak 33 kali! 23. Bagaimana tata cara berdoa yang baik? 24. Tulislah doa memintakan ampun bagi orang renta dan kaum muslimin!

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

25. Hari Kapan sebaiknya kita berdoa? Jelaskan!
Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan banyak orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tanpa bantuan orang lain, maka manusia akan menemui kesulitan untuk menjalani hidup karena harus menyediakan semua kebutuhannya sendiri. Dalam kehidupan kita sehari-hari bisa kita temui berbagai perilaku atau perbuatan manusia yang satu kepada manusia yang lain.

Ada yang baik dan ada pula yang buruk. Perbuatan terpuji adalah perbuatan yang baik dilakukan seseorang kepada orang lain karena memberikan dampak yang positif kepada orang lain, sehingga patut dicontoh dan diamalkan pada keseharian kita.

Sedangkan perbuatan yang tidak terpuji adalah perbuatan yang tidak baik kita lakukan kepada orang lain karena memberikan efek yang negatif kepada orang lain, sehingga sangat tidak layak untuk ditiru dan diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Contoh Perbuatan Yang Terpuji (Perbuatan Baik) : 1. Meyumbangkan sebagian harta kepada yang membutuhkan 2. Menolong orang yang sedang terkena musibah 3.

Membantu menyeberangkan orang yang lanjut usia 4.

mendoakan orang lain termasuk perbuatan terpuji mendoakan sama artinya dengan

Membantu memperbaiki jembatan yang rusak 5. Menyingkirkan paku yang ada di jalan 6. Memberitahukan arah jalan kepada orang yang tersesat 7. Ikut kerja bakti dengan warga masyarakat 8. Melaporkan tindak kejahatan kepada pihak yang berwenang 9. Membuang sampah pada tempatnya 10. Melerai teman yang bertengkar atau berkelahi Contoh Perbuatan Yang Tidak Terpuji (Perbuatan Buruk) : 1. Membakar sampah di pemukiman warga 2.

Mencuri uang milik orang lain 3. Bercanda dan berisik saat sedang ibadah di tempat ibadah 4. Ikut serta dalam tawuran pelajar atau tawuran warga 5. Berbohong dan menipu orang lain 6. Membuang sampah sembarangan 7.

Ugal-ugalan di jalan raya melanggar peraturan lalu lintas 8. Membuat kegaduhan saat malam hari orang sedang tidur 9. Merusak barang-barang milik orang lain dan fasilitas umum 10. Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) Situs Web ini bertujuan untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada masyarakat umum dengan cara yang santai dan jenaka. Apabila ada yang kurang berkenan atau kesalahan maka mohon beritahu kami agar kami bisa segera memperbaikinya. Tidak ada niat sedikit pun untuk berbuat jahat kepada pihak lain.

Atas segala kekurangan dan kesalahan yang telah kami perbuat, kami mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih atas perhatian anda.

Mendoakan Orang Lain dan Mendoakan Sesama Muslim: Doa Pemberi Buka Puasa - Poster Dakwah Yufid TV




2022 www.videocon.com