Yang termasuk rukun wudhu adalah

yang termasuk rukun wudhu adalah

Anjuran ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas ra. “Kedapatan Nabi Muhammad SAW apabila berwudhu mengambil seciduk air dengan telapak tangannya, kemudian beliau memasukkannya di bawah rahang, lalu beliau menyela-nyela jenggotnya dan beliau bersabda:’Seperti inilah Rabb ‘Azza wa Jalla memerintahkanku’.” Wudhu atau wudu secara bahasa berarti bersih dan indah.

Adapun secara syariat artianya membersihkan seluruh anggota tubuh dari kepala hingga ujung kaki untuk membersihkan hadas kecil. Sebagai syarat sah terlaksananya ibadah shalat, berwudhu tidak boleh diremehkan atau dipandang sebelah mata. Ada rukun wajib wudhu yang perlu diketahui.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Bila wudhu tidak sah maka akan berpengaruh pada salat yang berpotensi tidak diterima oleh Allah SWT. " Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.

Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." Syarat dan Rukun Wajib Wudhu Mengutip buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Moh Rifai, dituliskan ada enam syarat wajib yang harus dilakukan agar wudhu menjadi sah: 1.

Niat wudhu Menurut Madzhab Syafi'i hukum yang termasuk rukun wudhu adalah ada dua, wajib dan sunah. Niat yang hukumnya wajib dilafadzkan bersamaan saat membasuh wajah.

Sementara itu, niat yang hukumnya sunah adalah yang dilafadzkan sebelum wudhu dimulai. Sehingga Anda bisa memilih untuk melafadzkan di lisan atau hanya secara batin. 2. Membasuh wajah Bagian wajah yang dibasuh meliputi tempat tumbuhnya rambut sampai batas ujung kedua rahang bawah. Sementara untuk lebarnya antara kedua telinga. Dapat dipahami bahwa yang dimaksud wajah di sini secara keseluruhan, termasuk alis, bulu mata, jambang dan semua yang ada di sekitar wajah.

3. Membasuh kedua tangan hingga siku Selanjutnya membasuh kedua tangan beserta siku. Membasuh dilakukan dengan berurutan dari bagian kanan dilanjutkan bagian kiri. 4. Mengusap sebagian kepala Sebagian kepala yang dimaksudkan adalah bagian depan rambut hingga atas. Untuk perempuan cukup mengusap bagian kepala saja tidak sampai ujung rambut. 5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki Bagian kaki yang dibasuh mulai dari telapak kaki hingga mata kaki. Sementara itu untuk bagian betis hingga lutut tidak wajib hukumnya.

6. Tertib Tertib adalah melakukan rukun wudhu secara berurutan, artinya yang termasuk rukun wudhu adalah mana yang harus dahulu, dan mengakhirkan mana yang harus diakhirkan. Bacaan Niat hingga Setelah Berwudhu 1. Berniat Sebelum Wudhu نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu karena Allah". 2. Membasuh Kedua Telapak Tangan اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا Allâhumma ihfadh yadi min ma'âshîka kullahâ Artinya: "Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat.

3. Berkumur اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي yang termasuk rukun wudhu adalah حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا Allâhumma a'inni 'alâ dzikrika wa syukrika, Allâhumma asqini min haudli nabiyyika shallallâhu 'alaihi wa sallam ka'san lâ adzma'a ba'dahu Abadan Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu.

Ya Allah beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya." 4. Membersihkan Kedua Lubang Hidung اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِك Allâhumma Arihni Raaihatal jannah. Allâhumma lâ tahrimni râihata ni'amika wa jannatika Artinya: "Ya Allah (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatmu dan wanginya surga." 5.

Membasuh Muka اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ Allâhumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujûhun wa taswaddu wujûh Artinya: "Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam." 6. Membasuh Kedua Tangan اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا Allâhumma a'thinî kitâbi biyamîni, wa hâsibnî hisâban yasîran Artinya: "Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan." Kemudian saat membasuh tangan kiri, membaca doa: اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ Allâhumma laa tu'thini bi syimaali, wa laa min waraa`i dzahri Artinya: "Ya Allah, jangan kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan janganlah pula diberikan dari balik punggungku." 7.

Mengusap Kepala اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك Allâhumma harrim sya'ri wa basyari 'ala an-nâri wa adzilni tahta 'arsyika yauma lâ dzilla illa dzilluka. Artinya: "Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu." 8.

Mengusap telinga اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ Allâhumma ij'alni minalladzîna yastami'ûnal qaula fayattabi'ûna ahsanahu. Artinya :"Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut." 9. Mencuci kaki اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ Allâhumma ij'alhu sa'yan masykûran wa dzamban maghfûran wa 'amalan mutaqabbalan. Allâhumma tsabbit qadami 'ala shirâthi yauma tazila fîhi al-aqdâm.

Artinya:"Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir." Kemudian untuk kaki sebelah kiri membaca: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ Allâhumma innî a'ûdzu bika an tanzila qadamî 'anish-shirâthi yauma tanzilu fîhi aqdâmul munâfiqîn Artinya:"Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir." 10.

Doa setelah wudhu أَشْهَدُ أَنْ لآّاِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhû wa rasûluhû, allâhummaj'alnî minat tawwâbîna waj'alnii minal mutathahhirîna.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci ( shalih)." • Wabah Hepatitis Akut Disebut Efek Vaksin Covid-19?

Ini Penjelasan Ahli • Heboh BBM Air Nikuba, Ahli Sebut Sulit Proses Air Menjadi Energi • Elektabilitas Tiga Capres 2024 Makin Tinggi, Ini Harta Kekayaannya • Fakta Terkini Hepatitis Akut, Gejala hingga Dugaan Penyebabnya • Kasus Baru Covid-19 Mencapai 218 Orang, Ini Sebarannya
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, yang termasuk rukun wudhu adalah can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: AIiaX7_hZTHixqzPhBWXPPvVyYf0azS8jPxMk-EMLXRiyH98vDDepw== Rukun Wudhu – Setiap hendak melaksanakan ibadah, baik itu shalat maupun membaca Al-Quran, kita diharuskan untuk membersihkan diri dengan wudhu.

Wudhu menjadi sebuah syariat kesucian yang Allah tetapkan kepada kaum muslimin. Seorang muslim dianjurkan untuk selalu dalam kondisi bersuci (wudhu) sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Lalu, apa saja hal-hal yang harus dipenuhi supaya pelaksanaan wudhu kita dapat dianggap sah? Yuk simak penjelasan berikut! Daftar Isi • Rukun Wudhu • Menurut Imam Hanafi • Menurut Imam Syafi’i • Anda Mungkin Juga Menyukai • Menurut Kesepakatan Ulama • 1. Niat Wudhu • 2. Membasuh Wajah • 3.

Membasuh Kedua Tangan Sampai ke Siku • 4. Mengusap Kepala • 5. Membasuh Kedua Kaki beserta Kedua Mata Kaki • 6. Tartib • Syarat Wajib Wudhu • 1. Berakal • 2. Baligh • 3. Beragama Islam • 4. Mampu menggunakan air yang suci dan mencukupi. • 5. Hadats • 6. Suci dari haid dan nifas • 7. Waktu yang sempit • Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu • Menurut Imam Hanafi • Menurut Imam Syafi’i • Fakta Unik Wudhu • 1. Mencegah Bakteri dengan Berwudhu • 2. Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan Gigi • 3. Wudhu Untuk Mencegah Masuknya Kuman • 4.

Sisi Lain Wudhu Rukun Wudhu Menurut Imam Hanafi Sebelumnya, telah ada pembahasan rukun wudhu menurut Imam Hanafi, yakni: • Membasuh wajah • Membasuh dua tangan sampai siku-siku • Mengusap kepala atau rambut (minimal seperempat kepala) • Membasuh kedua kaki sampai mata kaki Mengapa tidak ada niat wudhu dalam rukun tersebut?

Menurut Imam Hanafi, niat bukan bagian dari rukun wudhu, meskipun terdapat hadist yang berbunyi: “Sesungguhnya sahnya beberapa yang termasuk rukun wudhu adalah harus disertai niat, setiap orang akan memperoleh atas apa yang ia niati.” (HR Bukhari Muslim) Imam Hanafi berpendapat bahwa dalam hadist tersebut tidak menunjukkan kewajiban dari niat adanya niat wudhu, oleh karena itu niat ketika berwudhu bukan menjadi hal wajib, melainkan sunnah, sebab niat menjadi bentuk kesempurnaan dalam suatu ibadah.

Beliau juga tidak mewajibkan adanya Tartib (berurut-urutan) dalam berwudhu, sebab dalam kitab suci Al-Quran tidak menyebutkan adanya ayat yang mewajibkan tartib ketika berwudhu. Rp 112.000 Menurut Imam Syafi’i Sementara itu, rukun wudhu menurut Imam Syafi’i yakni: • Niat ketika membasuh wajah • Membasuh wajah • Membasuh kedua tangan sampai siku-siku • Mengusap sebagian kepala atau rambut yang ada di atas kepala.

• Membasuh kedua kaki sampai mata kaki. • Tartib (mendahulukan anggota tubuh yang seharusnya di awal dan mengakhirinya dengan anggota tubuh yang seharusnya di akhir). Imam Syafi’i berpendapat bahwa niat dalam wudhu merupakan salah satu rukun wudhu yang wajib dilaksanakan. Hal tersebut didukung dengan adanya hadist yang berbunyi: “Sesungguhnya sahnya beberapa amal harus disertai niat, setiap orang akan memperoleh atas apa yang ia niati.” (HR Bukhari Muslim) Menurut Kesepakatan Ulama Berdasarkan adanya kesepakatan oleh beberapa ulama, ada empat rukun (hal-hal yang harus dilaksanakan supaya dianggap sah) dalam berwudhu yang semuanya telah disebutkan dalam kitab suci Al-Quran, yakni: 1.

Niat Wudhu Seperti yang telah diungkapkan oleh Imam Syafi’i bahwa niat wudhu merupakan salah satu bagian dari rukun wudhu yang wajib dilaksanakan.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Berikut adalah doa dari niat sebelum wudhu: نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى (Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardhal lillahi ta’ala) Artinya: “ Aku berniat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Lillahi Ta’ala” 2. Membasuh Wajah Rukun kedua ini sebagaimana telah disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 6, yang berbunyi “ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak shalat, maka basuhlah mukamu”.

Maksud dari “membasuh muka” adalah dengan meratakan air pada satu anggota tubuh yakni wajah hingga air tersebut menetes. Adapun batas wajah yang harus dibasuh adalah antara tempat tumbuhnya rambut kepala hingga ke bawah janggut, dengan secara melintang antara kedua belah daun telinga.

3. Membasuh Kedua Tangan Sampai ke Siku Rukun ketiga ini didasarkan pada surat Al-Maidah ayat 6, yang berbunyi “Maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku.” Siku merupakan sendi yang menghubungkan antara bahu sampai ke telapak tangan.

Imam Syafi’i pernah berkata: “ Saya belum yang termasuk rukun wudhu adalah ada seorang ulama yang mengingkari bahwa siku termasuk sesuatu yang wajib dibasuh.” Lalu, bagaimana aturan berwudhu pada rukun ketiga ini dilakukan pada orang yang cacat fisik? Jika ada seseorang yang cacat fisik dengan tangan buntung, maka dirinya hanya cukup membasuh anggota tangan yang masih tersisa beserta kedua sikunya.

Sementara, jika cacat fisik dengan buntung di atas kedua tangan, maka dirinya hanya cukup membasuh pada anggota tubuh yang masih tersisa dari kedua siku tersebut. 4. Mengusap Kepala Rukun keempat ini berdasarkan firman Allah SWT dalam ayat Al-Maidah ayat 6, yang berbunyi: “ …Dan usaplah kepala kamu” Mengusap kepala tidak hanya sekadar menggerakkan kedua tangan seraya mengusapkannya ke kepala saja, tetapi dengan meletakkan dan menggerakkan tangan atau jari-jari di atas kepala atau anggota tubuh lainnya.

5. Membasuh Kedua Kaki beserta Kedua Mata Kaki Rukun kelima ini berdasarkan oleh firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 6, yang berbunyi: “ …Dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki.” Dua mata kaki termasuk bagian anggota tubuh yang harus dibasuh. 6. Tartib Tartib adalah mendahulukan anggota tubuh yang seharusnya di awal dan mengakhirinya dengan anggota tubuh yang seharusnya di akhir. Setelah rukun wudhu selesai dilaksanakan, maka kita harus membaca bacaan doa setelah wudhu, yang bunyinya: أَشْهَدُ أَنْ لآّاِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ (Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhû wa rasûluhû, allâhummaj’alnî minat tawwâbîna waj’alnii minal mutathahhirîna) Artinya: “ Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Yang termasuk rukun wudhu adalah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci (saleh).” Syarat Wajib Wudhu 1. Berakal Seseorang yang tidak berakal sehat (gila), tidak wajib dan tidak sah wudhunya apabila penyakit yang dideritanya kambuh. 2. Baligh Wudhu tidak diwajibkan bagi anak-anak dan tidak wajib bagi seorang yang mumayyiz (menjelang baligh). 3. Beragama Islam Syarat wajib dari semua ibadah seperti bersuci (wudhu), shalat, zakat, puasa, dan haji adalah beragama Islam.

4. Mampu menggunakan air yang suci dan mencukupi.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Usahakan ketika berwudhu, menggunakan air mengalir yang suci. 5. Hadats Seseorang yang sedang dalam keadaan memiliki wudhu (sudah wudhu sebelumnya), tidak diwajibkan mengulangi wudhu apabila belum batal. 6. Suci dari haid dan nifas Seorang wanita yang sedang haid dan nifas, tidak diwajibkan untuk berwudhu. Mereka harus melaksanakan mandi wajib terlebih dahulu, baru bisa melaksanakan wudhu.

7. Waktu yang sempit Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu Menurut Imam Hanafi Menurut Imam Hanafi, terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan batalnya sebuah wudhu, yakni: • Keluarnya sesuatu dari salah satu dua jalan (kemaluan, baik dari depan maupun dari belakang). • Keluar darah atau nanah dari satu anggota badan yang melebihi yang termasuk rukun wudhu adalah tempat keluarnya (darah atau nanah keluar dalam jumlah yang banyak). • Muntah. • Tidur telentang, miring, atau bersandar.

• Hilang akal sebab gila, epilepsi, atau mabuk. • Qohqohah (tertawa dengan keras). Menurut Imam Syafi’i Sedangkan menurut Imam Syafi’i, hal-hal yang menyebabkan batalnya sebuah wudhu adalah: • Keluarnya sesuatu dari salah satu dua jalan (kemaluan, baik dari depan maupun dari belakang, kecuali sperma) • Tidurnya orang yang tidak menetapkan pantatnya pada tempat duduk.

yang termasuk rukun wudhu adalah

• Hilang akal sebab gila, epilepsi, mabuk, atau sakit. • Bersentuhan kulit dengan seseorang yang bukan mahramnya. • Menyentuh alat kelamin (milik sendiri atau orang lain) dengan telapak tangan maupun jari-jari tangan.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Baca Juga: 16 Hal Yang Membatalkan Wudhu Fakta Unik Wudhu 1. Mencegah Bakteri dengan Berwudhu Berwudhu ternyata tidak yang termasuk rukun wudhu adalah sekadar beribadah saja, tetapi juga bisa berpengaruh pada kesehatan diri manusia. Para ahli lembaga riset trombosis di London, Inggris, menyebutkan bahwa apabila ada seseorang yang rajin membasuh wajah dan mulutnya setiap hari, maka dia akan terhindar dari berbagai bakteri di kulit.

Hal tersebut karena air dapat meningkatkan produksi sel-sel darah putih (leukosit) yang berperan sebagai sistem pertahanan tubuh (imunitas). 2. Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan Gigi Seorang pakar kedokteran dari Universitas Kairo, Dr.

Abdul Wahid, berpendapat bahwa wudhu yang dilakukan lima kali sehari ternyata dapat menghindarkan diri dari kotoran dan debu, sehingga baik bagi kesehatan kulit. Dalam penemuan tersebut, juga menyebutkan bahwa wudhu berdampak baik dalam upaya menjaga gigi dan gusi.

Menggosok gigi dan berkumur merupakan hal penting, bahkan para dokter kerap kali memberikan resep tersebut supaya gigi kita selalu sehat. 3. Wudhu Untuk Mencegah Masuknya Kuman Pada Kongres Antar Negara-Negara Islam mengenai Kesehatan Dalam Perspektif Al-Quran dan as-Sunnah di Kairo, Dr. Mustafa Suhatah, menyebutkan bahwa membasuh atau menghirup air ke dalam hidup saat berwudhu (hukumnya sunnah), ternyata dapat mencegah masuknya kuman ke tubuh.

Yang termasuk rukun wudhu adalah tersebut karena rongga hidup menjadi salah satu sarang berkembangbiaknya sejumlah kuman. Pendapat tersebut juga didukung dan dibenarkan dalam perspektif ilmu biologi. 4. Sisi Lain Wudhu Dalam 40 Seni Hidup Bahagia Berdasarkan Tuntunan Al-Quran, As-Sunnah, dan Salafus Shalihin, Baron Omar Rolf Ehrenfels, mengungkapkan bahwa pusat kesadaran manusia terletak pada wajah, tangan dan kaki.

Jika syaraf seseorang lemah, maka seseorang tersebut akan mudah ngantuk, loyo, dan tidak bergairah. Sehingga, harus dicegah dengan membasuh wajah, tangan, dan kakinya dengan air supaya pulih (berwudhu). Menariknya, penelitian yang dilakukan oleh Baron Omar juga menegaskan bahwa wudhu bukan hanya milik agama Islam saja, tetapi juga untuk semua manusia secara keseluruhan.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Lagi pula, menurut Imam al-Ghazali, organ tubuh yang harus dibasuh waktu wudhu adalah organ yang paling sering melakukan dosa. Bahkan, ulama-ulama zaman dahulu juga menemukan teori bahwa antara air yang sudah digunakan untuk berwudhu dengan air yang belum digunakan untuk berwudhu, ternyata ada perbedaan.

Perbedaannya terletak pada tetesan air yang sudah digunakan saat berwudhu jauh lebih hitam daripada tinta hitam, sehingga kita tidak boleh menggunakan air musta’mal (air yang sudah digunakan untuk berwudhu) untuk aktivitas lain. Yang termasuk rukun wudhu adalah JUGA: • Pengertian Puasa: Jenis, Syarat, Rukun, dan Ketentuannya • Doa Minta Jodoh dan Amalan untuk Mempercepat Datangnya Jodoh • Macam Puasa Wajib: Pengertian, Niat, Waktu dan Syaratnya • 10 Manfaat Membaca Al-Quran, Banyak Fadhilahnya!

• Doa Sebelum dan Sesudah Belajar Beserta Adab dan Manfaatnya • Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Jakarta - Rukun wudhu merupakan syarat sah dilakukannya ibadah sholat bagi umat Islam.

Wudhu dianggap sah apabila memenuhi semua rukun wudhu. Dikutip dari buku Fiqih Wudhu Versi Madzhab Syafiiy karangan Sutomo Abu Nashr, Lc. secara bahasa yang termasuk rukun wudhu adalah berasal dari kata al-wadha'ah.

Kata ini memiliki makna ad-Nadhzafah yang artinya kebersihan. Lebih lanjut ia menjelaskan, menurut Imam Asy-Syirbini sebagaimana ditulis dalam kitab Mughnil Muhtaj Ilaa Ma'rifati Ma'aani Alfadzi al-Minhaj, secara istilah syar'i wudhu adalah aktifitas khusus yang diawali dengan niat atau aktifitas menggunakan air pada anggota badan khusus yang diawali dengan niat.

Baca juga: 11 Hal yang Membatalkan Wudhu Lengkap Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Maidah ayat 6, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Artinya:" Hai yang termasuk rukun wudhu adalah yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.

Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." Wudhu merupakan syarat sah sholat. Hal ini dijelaskan dalam H.R. Muslim yang berbunyi, "Tidaklah sholat itu diterima apabila tanpa wudhu". Dijelaskan pula dalam H.R Ahmad Abu Daud dan Ibnu Majah, Dari Abi Hurairah radhiyallahuanu bahwa Nabi SAW bersabda "Tidak ada sholat bagi orang yang tidak punya wudhu" Rukun Wudhu Menurut Imam Syafi'i Dalam Madzhab Syafi'i menyebutkan ada 6 rukun wudhu antara lain sebagai berikut, 1.

Niat Menurut Madzhab Syafi'i hukum niat ada dua, wajib dan sunnah. Niat yang hukumnya wajib dilafadzkan bersamaan saat membasuh wajah. Sementara itu, niat yang hukumnya sunnah adalah yang dilafadzkan sebelum wudhu dimulai. 2. Membasuh wajah Bagian wajah yang dibasuh meliputi tempat tumbuhnya rambut sampai batas ujung kedua rahang bawah.

Sementara untuk lebarnya antara kedua telinga. Dapat dipahami bahwa yang dimaksud wajah di sini secara keseluruhan, termasuk alis, bulu mata, jambang dan semua yang ada di sekitar wajah.

yang termasuk rukun wudhu adalah

3. Membasuh kedua tangan beserta kedua siku Selanjutnya membasuh kedua tangan beserta siku. Membasuh dilakukan dengan berurutan dari bagian kanan dilanjutkan bagian kiri. 4. Mengusap sebagian kepala Sebagian kepala yang dimaksudkan adalah bagian depan rambut hingga atas. Untuk perempuan cukup mengusap bagian kepala saja tidak sampai ujung rambut.

5. Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki Bagian kaki yang dibasuh mulai dari telapak kaki hingga mata kaki. Sementara itu untuk bagian betis hingga lutut tidak wajib hukumnya.

6. Tertib Tertib adalah melakukan rukun wudhu secara berurutan.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Rukun wudhu mungkin saja berbeda menurut beberapa pendapat lain. Namun demikian, secara keseluruhan terdapat 6 rukun wudhu. Biasanya perbedaan terletak pada hukum membasuh bagian anggota tubuh.
Jakarta - Wudhu yang merupakan tindakan membersihkan tubuh, wajib dilakukan tiap muslim sebelum sholat. Ada 6 rukun wudhu yang harus dipenuhi agar sholatnya sah. Dalam Al-Qur'an, perintah wudhu disebutkan dalam surat Al-Maaidah ayat 6, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki." Baca juga: 6 Rukun Wudhu yang Harus Dipenuhi Sebagai Syarat Sah Sholat Seperti ibadah lain, harus diperhatikan rukun wudhu hal wajib yang harus dilakukan sehingga bisa dianggap sah.

Dalam mahzab Syafi'i, ada enam hal yang menjadi rukun wudhu. Berikut pernyataan terkait rukun wudhu, yang juga disebutkan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dalam kitab Safinatun Najâ. "Fardhu wudhu ada enam: (1) niat, (2) membasuh muka, (3) membasuh kedua tangan beserta kedua siku, (4) mengusap sebagian kepala, (5) membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki, dan (6) tertib." Rukun wudhu sebaiknya tetap menjadi prioritas utama dalam bersuci, hingga kondisi sudah tidak lagi memungkinkan dan mengharuskan tayamum.

Dikutip dari situs Waterwise, pentingnya membersihkan diri sebelum sholat tidak berarti menggunakan air berlebihan demi wudhu yang sah. Nabi Muhammad SAW bahkan mencontohkan langsung penggunaan air yang pas untuk berwudhu. Hal ini ada dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari yang menyatakan, Nabi Muhammad SAW mandi besar dengan air satu sha' hingga empat mud dan berwudhu dengan air satu mud.

Penggunaan air satu mud setara dengan sekitar 625 mililiter untuk wudhu. Sementara untuk ghusl atau mandi wajib sebesar empat mudd yang kira-kira setara 2,5 liter air. Nabi sempat menegur seorang sahabat bernama Sa'ad yang dianggap menggunakan air berlebihan untuk wudhu.

Prinsip secukupnya tetap harus diterapkan meski sedang wudhu di sungai yang banyak airnya. Baca juga: 11 Hal yang Membatalkan Wudhu Lengkap Dalam Mahzab Syafi'i, anggota tubuh yang dibasuh dibedakan menjadi wajib dan sunah. Bagian yang wajib adalah wajah, kedua tangan sampai mata siku, membasuh sebagian kepala, dan kedua kaki sampai mata kaki.

sedangkan membasuh kedua telapak tangan, berkumur, memasukkan air ke hidung, dan membersihkan telinga adalah sunah.

Urutan anggota tubuh yang dibasuh tidak boleh menyalahi aturan. Pembasuhan dimulai dari wajah, tangan, kepala, dan kaki. Urutan tidak boleh dilanggar karena hal tersebut berarti tidak tertib rukun wudhu. (row/erd)Dalam fikih wudhu disebut sebagai penyuci yang menghilangkan hadats, berbeda dengan tayamum yang tidak berfungsi sebagai penghilang hadats tetapi sekadar sarana untuk diperbolehkannya shalat.

Yang mewajibkan wudhu adalah adanya hadats di kala hendak melakukan shalat atau ibadah lain yang mewajibkan suci dari hadats seperti thawaf, menyentuh atau membawa Al-Qur’an, dan lain sebagainya. Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya wudhu juga memiliki beberapa rukun atau kefardhuan yang mesti dilakukan untuk mencapai keabsahannya.

Yang termasuk rukun wudhu adalah fikih mazhab Syafi’i ditetapkan ada enam hal yang menjadi rukun wudhu. Sebagaimana disebutkan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dalam kitabnya Safinatun Najâ. فروض الوضوء ستة: الأول النية الثاني غسل الوجه الثالث غسل اليدين مع المرفقين الرايع مسح شيئ من الرأس الخامس غسل الرجلين مع الكعبين السادس الترتيب Artinya, “Fardhu wudhu ada enam: (1) niat, (2) membasuh muka, (3) membasuh kedua tangan beserta kedua siku, (4) mengusap sebagian kepala, (5) membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki, dan (6) tertib,” (Lihat Salim bin Sumair Al-Hadhrami, Safînatun Najâ, Beirut, Darul Minhaj, 2009, halaman 18).

Keenam rukun tersebut yang termasuk rukun wudhu adalah oleh Syekh Nawawi Banten sebagai berikut. 1. Niat wudhu dilakukan secara berbarengan pada saat pertama kali membasuh bagian muka, baik yang pertama kali dibasuh itu bagian atas, tengah maupun bawah. Bila orang yang berwudhu tidak memiliki suatu penyakit maka ia bisa berniat dengan salah satu dari tiga niat berikut: a.

Berniat menghilangkan hadats, bersuci dari hadats, atau bersuci untuk melakukan shalat. b. Berniat untuk diperbolehkannya melakukan shalat atau ibadah lain yang tidak bisa dilakukan kecuali dalam keadaan suci. c. Berniat melakukan fardhu wudhu, melakukan wudhu atau wudhu saja, meskipun yang berwudhu seorang anak kecil atau orang yang memperbarui wudhunya.

Orang yang dalam keadaan darurat seperti memiliki penyakit ayang-ayangen atau beser baginya tidak cukup berwudhu dengan niat menghilangkan hadats atau bersuci dari hadats. Baginya wudhu yang ia lakukan berfungsi untuk membolehkan dilakukannya shalat, bukan berfungsi untuk menghilangkan hadats. Sedangkan orang yang memperbarui wudhunya tidak diperkenankan berwudhu dengan niat menghilangkan hadats, diperbolehkan melakukan shalat, atau bersuci dari hadats. 2. Membasuh muka Sebagai batasan muka, panjangnya adalah antara tempat tumbuhnya rambut sampai dengan di bawah ujung kedua rahangnya.

Sedangkan lebarnya adalah antara kedua telinganya. Termasuk muka adalah berbagai rambut yang tumbuh di dalamnya seperti alis, bulu mata, kumis, jenggot, dan godek. Rambut-rambut tersebut wajib dibasuh bagian luar dan dalamnya beserta kulit yang berada di bawahnya meskipun rambut tersebut tebal, karena termasuk bagian dari wajah. tetapi tidak wajib membasuh bagian dalam rambut yang tebal bila rambut tersebut keluar dari wilayah muka. 3. Membasuh kedua tangan beserta kedua sikunya.

Dianggap sebagai siku bila wujudnya ada meskipun di tempat yang tidak biasanya seperti bila tempat kedua siku tersebut bersambung dengan pundak. 4. Mengusap sebagian kecil kepala Mengusap sebagian kecil kepala ini bisa hanya dengan sekadar mengusap sebagian rambut saja, dengan catatan rambut yang diusap tidak melebihi batas anggota badan yang disebut kepala. Seumpama seorang perempuan yang rambut belakangnya panjang sampai sepunggung tidak yang termasuk rukun wudhu adalah hanya mengusap ujung rambut tersebut karena sudah berada di luar batas wilayah kepala.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Dianggap cukup bila dalam mengusap kepala ini dengan cara membasuhnya, meneteskan air, atau meletakkan tangan yang basah di atas kepala tanpa menjalankannya. 5. Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki Dalam hal ini yang dibasuh adalah bagian telapak kaki beserta kedua mata kakinya. Tidak harus membasuh sampai ke betis atau lutut. Diwajibkan pula membasuh apa-apa yang ada pada anggota badan ini seperti rambut dan lainnya.

Orang yang dipotong telapak kakinya maka wajib membasuh bagian yang tersisa. Sedangkan bila bagian yang dipotong di atas mata kaki maka tidak ada kewajiban membasuh baginya namun disunahkan membasuh anggota badan yang tersisa. 6.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Tertib Yang dimaksud dengan tertib di sini adalah melakukan kegiatan wudhu tersebut secara berurutan sebagaimana disebut di atas, yakni dimulai dengan membasuh muka, membasuh kedua tangan beserta kedua siku, mengusap sebagian kecil kepala, dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki. Demikian Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dan Syekh Muhammad Nawawi Banten menjelaskan tentang rukun wudhu.

Di samping itu yang termasuk rukun wudhu adalah banyak perbuatan yang dianggap sebagai kesunahan dalam berwudhu. Di antaranya membaca basmalah, bersiwak atau gosok gigi, membasuh kedua tangan sebelum memasukkannya ke dalam tempatnya air, berkumur, menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya lagi, membasuh kedua telinga, mendahulukan anggota badan yang kanan, berturut-turut, dan lain sebagainya.

Wallahu a’lam. ( Yazid Muttaqin)
Ilustrasi orang berwudu (pixabay.com/mucahityildiz) Rukun wudu adalah hal-hal yang wajib dan harus dilakukan ketika kita berwudu. Jika kita tidak melakukannya, baik disengaja ataupun tidak, maka wudu kita tidak sah dan harus diulangi lagi. Pengertian niat dalam Islam adalah menyengaja dalam melakukan suatu hal sambil dibarengi dengan melakukan hal tersebut.

Artinya, ketika kita niat melakukan sesuatu, contohnya berwudu, kita juga diharuskan sambil berwudu. Tempat kita melakukan niat adalah dalam hati. Dan niat dalam hati tersebut wajib hukumnya. Adapun lafaz niat wudu yang biasa kita ucapkan lewat mulut hukumnya sunah. Pada intinya, ketika kita membasuh wajah, dalam hati kita berniat melakukan wudu. Bukan sebelum atau sesudah membasuh wajah. Ilustrasi orang berwudu (pixabay.com/mucahityildiz) Membasuh wajah adalah rukun kedua dalam berwudu.

Tentunya, ketika membasuh wajah, jangan lupa dibarengi niat dalam hati. Batasan wajah yang dibasuh ketika wudu adalah sebagai berikut. • Di atas, batasannya adalah mulai tempat tumbuhnya rambut.

Adapun untuk orang yang tidak memiliki rambut, cukup dikira-kira saja. Kira-kira sebelah yang termasuk rukun wudhu adalah awal tumbuhnya rambut jika di kepala ada rambutnya. • Di samping, batasnya adalah perbatasan antara telinga dan wajah. • Di bawah, batasnya adalah sampai di bawah dagu. Ilustrasi orang berwudu (pixabay.com/mucahityildiz) Rukun ketiga dalam wudu adalah membasuh kedua tangan sampai siku.

Dalam hal ini, alangkah baiknya lewati sedikit dari siku ini. Karena jika terlalu pas, khawatir malah ternyata kurang/tidak sampai ke siku, sehingga malah wudu kita menjadi tidak sah. Ilustrasi orang berwudu (pixabay.com/mucahityildiz) Rukun wudu yang keempat adalah mengusap sebagian kepala.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Maksudnya adalah mengusap dengan diberi air terlebih dahulu pada tangan kita, lalu barulah diusapkan ke kepala. Mengapa mengusap dan bukan membasuh? Karena kalau membasuh, berarti air yang langsung datang ke kepala tanpa ada perantara tangan sehingga dikhawatirkan malah terlewat sampai membasahi pakaian. Ilustrasi orang berwudu (pixabay.com/mucahityildiz) Rukun wudu yang kelima adalah membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Sama halnya dengan tangan, alangkah baiknya dilewatkan sedikit lebih tinggi dari mata kaki.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kurangnya terbasuh mata kaki atau bahkan sampai tidak terbasuh. Sehingga yang ada malah wudunya menjadi tidak sah.

yang termasuk rukun wudhu adalah

Ilustrasi orang berwudu (pixabay.com/mucahityildiz) Dan rukun terakhir adalah tertib. Tertib adalah berturut-turut. Artinya, ketika membasuh ataupun mengusap anggota badan dalam wudu diharuskan mengerjakannya secara teratur.

Aturannya tidak seperti aturan lainnya yang dari bawah ke atas ataupun sebaliknya. Aturan pengerjaan anggota badan dalam rukun wudu adalah : membasuh wajah sambil dibarengi dengan niat dalam hati; membasuh kedua tangan sampai siku; mengusap sebagian kepala; dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Mengapa wajib diketahui? Agar wudu kita menjadi lebih baik, tidak asal berwudu, dan setidaknya wudu kita menjadi sah, sehingga berdampak baik pada salat kita.

Kira-kira, apalagi nih yang mau kamu ketahui tentang wudu? Baca Juga: 7 Manfaat Wudu untuk Kesehatan, Terbukti secara Ilmiah! Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • Studi: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Virus Zoonotik Baru • [PUISI] Cokelat untuk Diana • 5 Cara Merawat Kulit Berminyak, Hindari Penggunaan Face Scrub! • [LINIMASA-5] Perkembangan Terkini Vaksinasi COVID-19 Indonesia • Resep Kue Semprit Selai Stroberi, Kue Kering Khas Lebaran • [LINIMASA-10] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia • Rusia Dituduh Mengebom Sekolah di Ukraina Timur, 60 Orang Tewas • Properti seperti Apa yang Jadi Hunian Ideal menurut Millennial?

Fardhu Wudhu dan Sunnahnya #Fiqih part 8




2022 www.videocon.com