Gerd adalah

gerd adalah

Buka Tutup • Meskipun gejalanya mirip, maag dan GERD adalah dua kondisi yang berbeda. GERD cenderung lebih parah daripada maag. • GERD terjadi ketika asam lambung mengalami refluks atau kembali naik ke esofagus, disebabkan oleh gangguan pada katup ( sphincter).

• Gejala GERD adalah mual, muntah, suara serak, susah menelan, hingga dada terasa panas seperti terbakar ( heartburn). • Obat GERD terdiri dari 4 jenis, yaitu antasida, H2 receptor blocker, inhibitor pompa proton, dan penguat sphincter.

gerd adalah

• Selain minum obat, gejala GERD dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup sehat, salah satunya dengan makan porsi kecil. • Tanyakan lebih lanjut pada dokter mengenai obat GERD yang cocok dan sesuai kebutuhan Anda.

Penyakit GERD sering kali disalahartikan dengan sakit maag atau asam lambung. Meskipun gejalanya mirip, maag dan GERD adalah dua kondisi yang berbeda. Penyakit GERD atau refluks asam lambung cenderung lebih parah dan menyebabkan gerd adalah pada tubuh.

Apa itu GERD? GERD merupakan singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease atau refluks asam lambung. GERD adalah kondisi yang terjadi ketika asam lambung mengalami refluks atau kembali naik ke esofagus. Hal ini menyebabkan penderitanya merasa mual, muntah, bahkan dada terasa panas seperti terbakar (heartburn). Ketika asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan, kandungan asam yang sifatnya korosif akan mengiritasi dan membakar lapisan permukaan esofagus.

Akibatnya, timbul rasa panas di dada (heartburn) sampai bagian dalam leher bahkan tenggorokan. Mulut pun bisa gerd adalah merasakan asam karenanya. Penyebab GERD umumnya karena ada gangguan pada katup (sphincter) bagian bawah esofagus.

Dalam kondisi normal, katup spinchter akan tertutup kuat untuk menahan isi lambung supaya tidak naik kembali. Namun, ketika katupnya lemah, maka isi lambung akan lebih mudah naik ke esofagus. Mengenai GERD Penyebab GERD Di antara esofagus dan lambung terdapat sphincter, yaitu cincin yang terdiri dari otot melingkar yang dapat mengencang (menutup) dan mengendur (membuka). Saat menelan makanan, otot sphincter akan melonggar sehingga makanan dan cairan dapat mengalir menuju lambung.

Setelah selesai, katup tersebut akan kembali menutup supaya makanan tidak kembali naik. Apabila katup sphincter melemah atau mengendur secara abnormal, maka zat asam maupun isi lambung akan mengalir kembali ke esofagus. Akibatnya, penderita akan merasakan mulas hingga mual.

gerd adalah

Bila terus-terusan terjadi, maka asam lambung dapat mengiritasi lapisan esofagus dan menyebabkan peradangan ( esofagitis). Seiring waktu, lapisan esofagus bisa rusak dan memicu komplikasi yang berbahaya. Mulai dari pendarahan, penyempitan esofagus, atau Barrett's esophagus (kondisi prakanker). Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang menjadi faktor risiko penyebab GERD adalah: Pesan Sekarang • Obesitas atau kegemukan • Hernia hiatus atau usus yang mendorong hingga ke dinding dada • Pengosongan lambung yang tertunda • kehamilan • Merokok • Mulut kering • Asma • Diabetes melitus • Gangguan jaringan ikat, seperti skleroderma Gejala GERD Gejala GERD pada setiap orang bisa berbeda-beda, gerd adalah dari seberapa parah penyakitnya.

Namun, secara umum, berbagai tnda dan gejala GERD antara gerd adalah • Rasa terbakar di dada (heartburn), kadang-kadang menyebar sampai ke tenggorokan, bersama dengan rasa asam di mulut. Umumnya terjadi setelah makan kenyang gerd adalah pada saat malam hari • Nyeri dada • Kesulitan menelan (disfagia) • Batuk kering • Suara serak dan/atau sakit tenggorokan • Terasa tak nyaman atau ada benjolan di tenggorokan • Susah menelan • Regurgitasi (mual-muntah) makanan atau cairan asam lambung (acid reflux) • Gangguan tidur pada malam hari • Sering bersendawa Pengobatan GERD Pengobatan GERD akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Setidaknya ada 2 cara pengobatan GERD yang dapat dilakukan, yaiut dengan minum obat GERD dan mengubah gaya hidup. Obat GERD Obat GERD memiliki fungsi utama sebagai penetralisir asam lambung. Obat-obatan ini juga bertugas untuk mengurangi produksi asal lambung, menguatkan katup sphincter, sekaligus mengobati kerusakan pada lapisan saluran cerna akibat asam lambung.

Baca Selengkapnya: 13 Obat Maag di Apotik yang Paling Umum dan Ampuh Berikut ini berbagai jenis obat GERD yang dapat digunakan, antara lain: 1.

Antasida Antasida terkenal sebagai obat maag karena banyak tersedia di pasaran maupun iklan di TV. Obat ini berfungsi untuk menetralisir asam lambung sehingga perut terasa lebih nyaman. Antasida tersedia dalam bentuk sirup dan tablet. Contoh obat GERD dari golongan antasida adalah antasida doen, Promag, Mylanta, dan sebagainya. 2. H2 receptor blocker Obat GERD tipe H2 receptor blocker berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung.

Contohnya cimetidine, famotidine, nizatidine, dan ranitidine. Cara kerja obat ini mungkin tidak secepat antasida. Akan tetapi, efeknya cenderung lebih lama dan bahkan mampu menurunkan produksi asam lambung hingag 12 jam. 3. Inhibitor pompa proton (Proton Gerd adalah Inhibitor/PPI) Obat asam lambung jenis PPI bekerja dengan cara menghambat pompa ion di lambung, sehingga asam lambung bisa berkurang.

Dibandingkan dengann H-2-receptor blocker, inhibitor pompa proton bekerja lebih baik. Selain itu, minum obat GERD gerd adalah juga memberikan kesempatan bagi jaringan esofagus yang rusak untuk membentuk tulang. Contoh obatnya adalah lansoprazole dan omeprazole. 4. Penguat Sfingter Obat penguat sfingter diberikan untuk mengurangi asam lambung dan memperkuat tekanan sfingter esofagus bagian bawah.

Salah satu contoh obatnya adalah Braclofen. Braclofen dapat membantu menurunkan frekuensi relaksasi dari sfingter esofagus bagian bawah. Setelah itu, tak heran jika gejala GERD bisa berkurang secara betahap hingga menurunkan gejala GERD Perubahan gaya hidup Selain dengan minum obat GERD, Anda juga perlu mengubah gaya hidup menjadi sehat supaya gejalanya tidak mudah kambuh.

Berikut ini beberapa tips sehat untuk membantu mengatasi dan mencegah gejala GERD, antara lain: • Kendalikan berat badan. Obesitas dan kegemukan dapat memperburuk penyakit GERD. Maka itu, kendalikan berat badan Anda agar tetap seimbang gerd adalah tubuh lemak di perut tidak menekan lambung.

• Hindari pakaian ketat.: Baju yang terlalu ketat atau memakai gesper dapat menekan lambung dan memperburuk gejala GERD. • Hindari makanan dan minuman pemicu. Setiap orang memiliki pemicu GERD tertentu.

Pemicu yang paling sering yaitu makanan lemak atau yang digoreng, saus tomat, alkohol, cokelat, mint, bawang putih, bawang merah, dan kafein (kopi).

• Makan porsi kecil. Sebaiknya gunakan prinsip "makan sedikti tapi sering" agar lebih nyaman di perut. • Jangan berbaring setelah makan. Tunggu dulu minimal 3 jam setelah makann atau sebelum tidur. • Jangan merokok. Merokok dapat mengurangi kemampuan sphincter esofagus bagian bawah untuk berfungsi dengan baik. Jika gejala GERD terus memburuk dari waktu ke waktu, segera konsultasikan ke gerd adalah.

Terlebih jika Anda mengalami nyeri dada disertai gejala lain seperti sesak napas maupun nyeri rahang atau lengan. Kondisi ini bisa jadi gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai. Ajukan pertanyaan dengan promosi dan gerd adalah jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease terjadi ketika terdapat gangguan di otot di ujung kerongkongan.

Saat kamu mengidap GERD, kamu akan merasakan dada terasa terbakar, karena asam lambung yang kembali ke kerongkongan.

gerd adalah

Apa itu penyakit GERD? GERD adalah kondisi di mana dada atau tenggorokan kamu terasa perih seperti terbakar, yakni ketika addanya ganggian pada otot di ujung kerongkongan. Pada gerd adalah tertentu, terkadang kamu bahkan bisa merasakan cairan lambung di bagian belakang mulut yang mengakibatkan mulut terasa asam atau pahit. Jika kamu mengalami kondisi seperti ini, kemungkinan besar kamu mengalami gejala GERD.

gerd adalah

Banyak orang masih bisa mengatasi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh kondisi ini dengan merubah gaya hidup yang lebih sehat. Namun, ada juga beberapa kasus yang tergolong serius dan harus diatasi dengan operasi. Apa penyebab GERD? Mengetahui apa saja penyebab GERD akan membantu kamu mengenali gejalanya.

Berikut beberapa aktivitas yang menjadi penyebab umum dan sering dirasakan para penderita kondisi ini: • Merokok, Perokok pasif • Mengonsumsi minuman pemicu seperti alkohol atau kopi • Peningkatan tekanan pada perut karena kelebihan berat badan, obesitas, atau hamil • Mengonsumsi obat-obatan juga menjadi faktor risiko penyebab kamu mengalami kondisi ini Penyebab yang sudah disebutkan di atas dapat memicu GERD kambuh.

GERD kambuh dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman. Jika kamu mengalami hal ini sangat disarankan untuk segera mengobatinya.

Penyebab GERD lainnya: hernia hiatal Selain penyebab di atas, kondisi hernia hiatal juga dapat menjadi salah satu penyebab kondisi ini. Hernia hiatal sendiri adalah penyakit yang memicu naiknya asam lambung.

Hernia hiatal terjadi ketika bagian lambung mencuat ke area dada melalui lubang diafragma (hiatus). Diafragma adalah otot yang memisahkan perut dari dada. Beberapa dokter percaya bahwa hernia hiatal dapat membuat Lower Esophageal Sphincter (LES) melemah dan mengembalikan isi lambung ke kerongkongan hingga meningkatkan risiko GERD.

Dalam pencernaan normal, LES atau sfingter esofagus bagian bawah akan terbuka untuk memungkinkan makanan masuk ke lambung gerd adalah kembali menutup untuk mencegah makanan dan cairan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Siapa saja yang lebih berisiko terkena GERD dan gerd adalah lambung?

GERD dan asam lambung memang tidak dapat dipisahkan, adapun beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang lebih berisiko untuk terkena GERD dan asam lambung yakni: • Obesitas • Hernia hiatal • Kehamilan • Gangguan jaringan ikat, seperti skeroderma • Pengosongan perut dalam waktu yang lama (gastroparesis) Apa gejala dan ciri-ciri GERD? Selain mulut terasa asam, penyakit ini juga memiliki gejala umum lainnya yang harus kamu ketahui, seperti: • Sensasi panas seperti terbakar yang muncul di belakang tulang dada.

Kondisi ini bisa terasa semakin parah setelah makan yang mungkin akan gerd adalah buruk saat terjadi di malam hari (heartburn) • Asma yang semakin memburuk • Rasa sakit saat menelan • Masalah pernapasan • Enamel gigi terkikis • Radang tenggorokan • Batuk kronis • Bau mulut • Mual Terkadang, refluks asam terjadi bersamaan dengan sesak napas.

gerd adalah

Dalam beberapa kasus, sesak nafas karena GERD gerd adalah terjadi. Orang yang mengidap penyakit GERD mungkin lebih berisiko menderita asma atau kondisi pernapasan lainnya, sebagai akibat sesak nafas karena GERD. Refluks asam terjadi ketika asam yang berasal dari lambung kembali ke kerongkongan. Jika hal ini terjadi, asam dapat mengiritasi saluran udara yang mana dapat menyebabkan pembengkakan.

Hal inilah yang menyebabkan sesak nafas karena GERD. Perbedaan GERD dan sakit jantung Kondisi ini memang dapat menimbulkan gejala heartburn yang seringkali disalahartikan sebagai gejala sakit jantung. Tetapi, keduanya adalah kondisi yang berbeda. Perbedaan GERD dan sakit jantung dapat dilihat dari penyebabnya. Heartburn biasanya dimulai dari rasa nyeri di belakang tulang dada dan bergerak ke atas hingga ke leher dan tenggorokan yang menyebabkan rasa asam di mulut.

Rasa terbakar, tekanan, atau nyeri hebat pada ulu hati akibat heartburn dapat berlangsung selama 2 jam dan seringkali lebih buruk setelah kamu makan. Sedangkan sakit jantung seringkali digambarkan sebagai perasaan sesak, penyempitan, atau tekanan, bukan perasaan terbakar. Untuk mengetahui bagaimana kondisi kamu dan perbedaan GERD dan sakit jantung lainnya, segeralah mengunjungi dokter untuk mendapatkan penjelasan dan pengobatan yang diperlukan. Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat GERD?

Jika kamu mengalami gerd adalah ini dan kamu sengaja membiarkannya, maka seiring waktu kamu akan mengalami peradangan kronis pada kerongkongan yang mengakibatkan komplikasi, seperti: Penyempitan kerongkongan Kerusakan pada esofagus bagian bawah dari asam lambung akan menyebabkan jaringan parut terbentuk. Jaringan parut akan mempersempit jalur makanan dan menyebabkan masalah saat gerd adalah. Luka terbuka di kerongkongan Asam lambung dapat merusak jaringan di kerongkongan yang akhirnya akan menyebabkan luka terbuka.

Ulkus esofagus pun akan berdarah dan menyebabkan kesulitan saat menelan yang disertai dengan rasa sakit. Perubahan pada kerongkongan Kerusakan kerongkongan akibat asam dapat menyebabkan perubahan pada jaringan yang melapisi esofagus bagian bawah.

Perubahan ini akan meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Bagaimana cara mengatasi dan mengobati GERD? Untuk mengobati kondisi ini, ada dua cara yang dapat kamu lakukan, yakni melakukan pemeriksaan di dokter serta melakukan perawatan di rumah. Berikut penjelasan selengkapnya: Perawatan GERD di dokter Saat kamu berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi GERD yang kamu alami, gerd adalah akan melakukan diagnosis awal melalui gejala dan riwayat medis kamu.

Jika gejala yang kamu alami tidak kunjung membaik dengan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan, kemungkinan dokter akan merujuk kamu ke ahli gastroenterologi untuk melakukan diagnosis lebih lanjut. Pada kasus yang tergolong sedang hingga berat, diagnosis GERD yang akan disarankan adalah melakukan endoskopi dan biopsi pada saluran pencernaan bagian atas. Dokter atau ahli gastroenterologi akan melakukan biopsi dengan endoskop lalu mengambil sepotong kecil jaringan dari lapisan kerongkongan.

Hasil biopsis tersebut akan diperiksa di laboratorium. Cara mengatasi GERD secara alami di rumah Kamu bisa mengatasi GERD gerd adalah mengubah gaya hidup atau mengonsumsi obat-obatan.

Beberapa pola hidup yang bisa kamu lakukan, seperti: • Tidak mengonsumsi jenis makanan berminyak dan pedas yang dapat memicu GERD • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol • Hindari makan berlebih • Makan paling tidak dua atau tiga jam sebelum tidur • Turunkan berat badan jika kamu mengalami obesitas • Meninggikan kepala saat tidur • Tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat • Berhenti merokok atau hindari asap rokok Apa saja obat GERD yang biasa digunakan?

Selain mengubah pola hidup, ada beberapa obat-obatan yang bisa kamu konsumsi, baik obat yang tersedia di apotek maupun obat alami. Obat GERD di apotek Ada baiknya jika kamu mengalami GERD dan ingin melakukan pengobatan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahululah pada dokter.

Konsumsilah obat-obatan yang diresepkan dokter. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari efek samping yang dapat ditimbulkan. Adapun obat GERD yang biasanya digunakan untuk mengobati kondisi ini yakni: Antasida Saat kamu didiagnosis GERD, untuk kali pertama dokter akan menyarankan obat antasida untuk meredakan mulas dan gejala GERD ringan lainnya. Ini juga merupakan obat asam lambung yang digunakan untuk menetralkan kadar asam dalam lambung.

Antasida sendiri adalah obat-obatan yang dijual bebas dan mudah kamu temui. Perlu diketahui juga bahwa penggunaan antasida jangka panjang dapat memicu efek samping seperti diare dan sembelit. H-2 receptor blockers H2 receptor blocker mampu membantu kamu mengurangi gejala GERD gerd adalah menurunkan produksi asam serta mengurangi rasa nyeri pada kerongkongan.

Ini merupakan obat asam lambung yang efektif untuk mengurangi kelebihan asam. H-2 receptor blocker adalah jenis obat yang dijual bebas atau bisa melalui resep dokter. Beberapa di antaranya, seperti: • Cimetidine • Famotidine • Nizatidine Proton pump inhibitors (PPIs) Proton pump inhibitors (PPIs) atau Inhibitor pompa proton (PPI) memiliki efek yang lebih baik dalam mengobati gejala Gerd dibandingkan H-2 blockers.

Obat asam lambung ini bekerja dengan menurunkan jumlah protein yang di butuhkan untuk memproduksi asam yang dihasilkan oleh lambung. Beberapa jenis obat PPI yang tersedia melalui resep dokter, seperti: • Esomeprazole • Lansoprazole • Omeprazole • Pantoprazole • Rabeprazole Obat-obatan prokinetik Obat-obatan golongan prokinetik mampu meredakan gejala sakit maag dengan cara mempercepat proses pencernaan makanan yang mengakibatkan perut kamu menjadi lebih cepat kosong.

Obat-obat prokinetik hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Beberapa di antaranya seperti: • Metoclopramide Obat GERD alami Selain mengonsumsi obat-obatan yang dijual di apotek maupun obat yang diresepkan, kamu juga dapat mengatasi kondisi ini dengan mengonsumsi obat-obatan alami.

Pengobatan alami ini termasuk: • Chamomile: Secangkir teh chamomile memiliki efek menenangkan pada saluran pencernaan • Jahe: Jahe telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk heartburn (gejala GERD) • Licorice: Licorice dapat meningkatkan lapisan mukosa pada lapisan esofagus, untuk membantu melawan iritasi yang disebabkan oleh asam lambung Meskipun demikian, sebaiknya sebelum melakukan pengobatan alami ini, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter, ya.

Bagaimana cara mencegah GERD? Untuk mencegah GERD kamu dapat melakukan pencegahan berikut ini: • Menjaga berat badan yang sehat • Makan dalam porsi kecil tetapi sering • Hindari makan sebelum tidur • Jangan mengenakan gerd adalah ketat di area perut • Berhenti merokok • Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu GERD kambuh • Hindari stres Itulah hal-hal mengenai GERD yang patut kamu ketahui, lakukan kiat-kiat yang telah di berikan untuk menghindari kambuhnya GERD ya, jika keluhan memberat segera periksakan diri ke dokter ya Cek kesehatan lambungmu di Klinik Maag bersama mitra dokter kami.

Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini ya! 1. mayoclinic.org diakses 6 Mei 2020. gerd adalah 2. niddk.nih.gov diakses 6 Mei 2020. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/symptoms-causes 3. webmd.com diakses 6 Mei 2020. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/reflux-disease-gerd-1#1 4. healthline diakses 16 September 2020. https://www.healthline.com/health/gerd/home-remedies#foods-and-drinks-to-avoid 5.

harvard health publishing diakses 16 September 2020. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/herbal-remedies-for-heartburn 6. harvard health publishing diakses 16 September 2020. https://www.health.harvard.edu/heart-health/heartburn-vs-heart-attack
Pengertian Apa itu GERD? Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah penyakit kronis pada sistem pencernaan.

Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik kembali ke esofagus (kerongkongan). Hali ini terjadi akibat melemahnya sfingter (katup). Hal tersebut bisa menyebabkan iritasi pada esofagus. Dalam keadaan normal, makanan seharusnya masuk ke mulut menuju sfingter esofagus bagian bawah. Katup akan menutup kencang saat makanan sudah masuk ke lambung untuk mencegah isi lambung kembali ke esofagus.

Di sanalah, gerd adalah umumnya akan bertahan selama 3-4 jam untuk dicerna. Namun, pada kasus penyakit GERD terdapat kelainan berupa kendur (relaksasi) atau lemahnya sfingter esofagus bagian bawah. Akibatnya, makanan yang sudah ditampung di lambung naik kembali ke kerongkongan atau bisa saja hanya berupa cairan asam lambungnya. Ketika asam lambung atau makanan naik kembali ke kerongkongan, umumnya penderita mengalami sensasi terbakar atau panas di dada.

Artikel Lainnya: Sering Dikira Sama, Apa Beda GERD dengan Sakit Maag? Seseorang dapat mengalami GERD lambung ringan setidaknya dua kali dalam seminggu. Sedangkan kondisi GERD sedang sampai berat setidaknya 1 kali dalam seminggu. Gangguan yang cukup berat dan mengganggu aktivitas serta tidur juga bisa menjadi indikasi GERD Jika GERD tidak ditangani dengan baik, dapat timbul komplikasi yang bisa merugikan Anda.

Misalnya, peradangan pada esofagus (esofagitis) yang dapat menyebabkan perdarahan, luka, tukak, hingga jaringan parut pada esofagus. Jaringan parut ini dapat membuat esofagus menjadi lebih sempit yang selanjutnya akan mengganggu proses menelan. Di gerd adalah 10-15 persen penderita GERD yang berkepanjangan dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius.

Salah satunya adalah Barrett’s esofagus yang bisa menjadi kanker esofagus di kemudian hari. Artikel Lainnya: Mengenal GERD Anxiety yang Mesti Diwaspadai Kaum Milenial Penyebab Penyebab GERD adalah kegagalan relaksasi cincin (sfingter) yang bertugas mengatur proses buka-tutup pintu/klep yang menghubungkan esofagus bawah dengan lambung.

Sfingter sendiri merupakan cincin serat otot yang terletak di sekitar permukaan dalam tubuh. Fungsinya untuk mengatur perjalanan zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Kelemahan sfingter bisa terjadi dengan sendirinya pada wanita hamil atau orang yang obesitas. Selain itu, penderita asma, diabetes, skleroderma, dan penyakit hiatus hernia juga gerd adalah terkena GERD. Ada beberapa makanan yang dapat menjadi faktor yang memicu GERD, antara lain kopi, alkohol, cokelat, makanan yang digoreng, saus tomat, serta bawang putih dan merah.

Hal lain yang juga dapat meningkatkan risiko penyakit gerd adalah gastroesofagus adalah gerd adalah buruk yang dilakukan secara sadar maupun tidak, seperti: • merokok • kebiasaan mengonsumsi makanan dalam waktu tiga jam sebelum tidur • mengurangi porsi makan yang dikonsumsi Selain itu, mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti aspirin, juga dapat meningkatkan risiko GERD.

Gejala GERD biasanya memiliki gejala yang mirip dengan penyakit mag. Meski demikian, berikut beberapa gejala GERD yang perlu Anda waspadai. • Sensasi terbakar di dada yang terkadang menjalar ke kerongkongan. Rasa terbakar ini dapat berlangsung selama 2 jam • Umumnya, sensasi terbakar memberat setelah makan.

Berbaring juga dapat memperberat gejala ini • Sensasi tersebut bisa juga disertai dengan rasa asam atau pahit di gerd adalah • Nyeri dada • Sulit menelan • Nyeri tenggorokan dan suara serak • Mual atau muntah • Bau mulut • Kesulitan bernapas • Sensasi adanya benjolan di tenggorokan • Batuk kering berkepanjangan Diagnosis Untuk mendiagnosis GERD, dokter akan melakukan pengumpulan informasi dari Anda serta beberapa pemeriksaan penunjang.

1. Pemeriksaan Jumlah Asam Lambung (Ambulatory Acid (pH) Test) Pemeriksaan ini menilai jumlah asam lambung selama 24 jam. Dengan cara ini, akan diketahui seberapa sering dan lama proses naiknya asam lambung. 2. Radiologi Barium Meal Pemeriksaan ini dapat melihat keadaan selaput lendir esofagus dan lambung. Sebelum melakukan proses radiologi, Anda akan diminta untuk meminum cairan barium. Setelah itu barulah dilakukan foto dengan sinar X.

3. Endoskopi Endoskopi menggunakan alat berkamera yang dapat memantau keadaan langsung dari kerongkongan dan lambung Anda. Jika terdapat luka atau tukak akan terlihat dengan jelas melalui pemeriksaan ini. 4. Esophageal Gerd adalah Esophageal Manometry merupakan pemeriksaan untuk melihat bagaimana ritme otot esofagus berkontraksi saat menelan.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kesinambungan kontraksi otot-otot esofagus Anda. Artikel Lainnya: Ciri-Ciri Penyakit GERD yang Perlu Anda Ketahui Pengobatan Dokter biasanya akan merekomendasikan terapi modifikasi gaya hidup dan penggunaan obat bebas.

Bila dalam waktu 2 minggu muncul keluhan lain, dokter dapat merekomendasikan pengobatan obat paten dan pembedahan. Terapi GERD dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat penekan asam lambung, seperti omeprazolelansoprazolepantoprazole. Obat ini dikonsumsi sebelum makan. Selain itu, baclofen, obat untuk memperkuat sfingter, juga dapat diberikan. Namun, obat ini memiliki efek samping, seperti sakit kepala dan mual. Selain itu, dapat pula diberikan obat untuk memperlancar pergerakan saluran cerna, seperti domperidone.

Semua obat-obatan tersebut harus dikonsumsi atas petunjuk dan resep dokter. Bila diperlukan, dokter akan merekomendasikan obat untuk mengurangi produksi asam lambung yang dikenal dengan proton pump inhibitors dan membantu memulihkan jaringan esofagus yang rusak. Ini dilakukan agar GERD tidak kambuh lagi. Apabila Anda mencurigai adanya gangguan GERD, ada beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan, yaitu: • Menempatkan bantal kepala sedikit lebih tinggi akan meminimalkan gejala yang Anda rasakan • Mengonsumsi obat lambung yang dijual bebas (antasida).

Jika tidak berhasil, segera berkonsultasi pada dokter Jika dengan pengobatan konvensional GERD masih tidak dapat dapat diatasi, maka diperlukan adanya tindakan pembedahan. Metode bedah yang digunakan bertujuan untuk memperkuat sfingter esofagus agar lebih kuat.

Artikel Lainnya: Pedoman Hidup Sehat untuk Penderita GERD Ada beberapa metode yang direkomendasikan oleh dokter. 1. Fundoplication Dokter bedah akan melilitkan dan mengencangkan area sfingter esofagus bawah untuk mencegah refluks terjadi.

Hal ini dilakukan dengan prosedur minimal invasive (laparoskopi). 2. LINX Device Dokter akan memasang gelang kecil magnet di gerd adalah area sfingter esofagus bawah dan kerongkongan. Efek yang ditimbulkan dari magnet adalah membuat celah daerah di antara sfingter esofagus dan lambung tertutup untuk asam refluks, tetapi memungkinkan makanan melewati celah tersebut.

3. Transoral Incisionless Fundoplication (TIF) Prosedur ini dilakukan dengan mengencangkan sfingter esofagus bagian bawah dengan membuat semacam kantong di sekitar esofagus bagian bawah dengan pengencang polipropilen. Jika Anda memiliki hernia hiatal yang besar, TIF saja bukan pilihan. Namun, dimungkinkan jika TIF dikombinasikan dengan perbaikan hernia hiatal laparoskopi. Pencegahan Di bawah ini adalah beberapa tips untuk mencegah GERD.

• Hindari makan menjelang tidur. Sebaiknya makan malam terakhir 3 jam sebelum pergi tidur • Hindari juga konsumsi makanan dan minuman yang dapat memicu GERD.

Misalnya makanan pedas, asam, berminyak serta minuman bersoda • Mengonsumsi makanan dengan porsi yang kecil • Berhentilah merokok • Jaga agar berat badan tetap ideal. Jika Anda memiliki masalah dengan kelebihan berat badan, lakukan diet sehat agar Anda terhindar dari GERD.

Bila perlu, berkonsultasilah pada ahli gizi • Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat. Pakaian tersebut dapat menekan perut dan sfingter esofagus, sehingga memudahkan terjadinya GERD Bagi Anda punya pertanyaan lain seputar apa itu GERD dan penyakit lainnya, konsultasikan kepada dokter melalui layanan LiveChat dari aplikasi KlikDokter. (HNS/AYU) Terakhir Diperbaharui: 27 Desember 2021 Gerd adalah oleh: dr.

Theresia Rina Yunita Ditinjau oleh: dr. Theresia Rina Yunita Referensi: Mayo Clinic. Diakses 2021. Gastroesophageal reflux disease (GERD). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.

Diakses 2021. Acid Reflux (GER & GERD) in Adults. Cleveland Clinic. Diakses 2021. GERD (Chronic Acid Reflux). • Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sehat. • Kesehatan Gerd adalah • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 16 Januari 2020 Ditulis oleh: Devani Adinda Putri - Ditinjau oleh: dr.

Jati Satriyo GERD ( Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau disebut juga dengan penyakit asam lambung.

Ketahui lebih lanjut apa itu GERD, penyebab, gejala, cara mengobati, dll. Apa Itu GERD?

gerd adalah

GERD ( Gastroesophageal Reflux Disease) adalah gangguan pencernaan akibat otot antara kerongkongan dan lambung atau disebut juga dengan sfingter esofagus bagian bawah lower esophageal sphincter (LES) melemah sehingga menyebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan. Kondisi ini menyebabkan sensasi terbakar di dada, nyeri dada setelah makan, sulit menelan, dan apabila terjadi secara terus-menerus dapat mengiritasi kerongkongan serta menyebabkan peradangan.

Berdasarkan data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), GERD adalah penyakit umum yang diderita 20 persen orang di Gerd adalah Serikat dan 2 juta kasus di Indonesia per tahun.

Dalam kebanyakan kasus, gangguan pencernaan yang gerd adalah disebut sebagai penyakit asam lambung ini dapat diatasi melalui perubahan pola makan, gaya hidup, dan obat-obatan tertentu. Operasi mungkin dibutuhkan untuk kasus yang lebih serius. Gejala GERD Berikut ini adalah gejala penyakit asam lambung yang paling umum, yaitu: • Rasa tidak nyaman di dada • Sensasi seperti terbakar di dada, biasanya setelah makan • Nyeri dada • Kesulitan menelan • Sensasi benjolan di tenggorokan Apabila Anda mengalami refluks asam lambung atau gejala naiknya asam lambung di malam hari, ciri-cirinya seperti: • Masalah tidur • Radang tenggorokan • Asma • Batuk kronis Gejala khas lainnya dari penyakit asam lambung ini adalah Anda merasakan rasa asam atau pahit di belakang mulut yang menyebabkan Anda mual dan ingin memuntahkan makanan dibarengi dengan rasa nyeri yang tidak nyaman.

Penyebab GERD Penyebab GERD adalah karena terjadinya refluks asam dalam frekuensi yang sering. Dalam sistem pencernaan, terdapat katup otot di sekitar bagian bawah kerongkongan Anda atau disebut juga dengan sfingter esofagus bagian bawah (LES).

Fungsi sfingter esofagus ini adalah untuk mencegah agar asam dari lambung tidak naik ke atas. Saat Anda menelan, katup ini akan rileks dan terbuka lalu menutup kembali dengan kencang setelahnya. Pada penderita GERD, katup tidak menutup dan mengencang dengan benar dan disinilah kondisi refluks asam terjadi dan memungkinkan cairan pencernaan dan isi perut naik ke kerongkongan. Faktor Risiko GERD Anda memiliki risiko lebih besar terkena penyakit asam lambung ini bila memiliki faktor-faktor berikut ini, yaitu: • Obesitas • Faktor kehamilan • Kondisi hiatal hernia, yaitu bagian atas lambung naik ke rongga dada • Gangguan jaringan ikat • Telat makan Kondisi penyakit asam lambung Anda dapat menjadi semakin parah apabila Anda memiliki kebiasaan berikut ini: • Merokok • Makan-makanan pemicu asam lambung naik, seperti makanan berlemak, gorengan, dll • Minum kopi atau alkohol • Minum obat-obatan tertentu • Makan dalam porsi besar dan cepat • Makan pada larut malam • Telat makan Untuk mengatasinya, penting bagi Anda untuk mengurangi risiko penyakit asam lambung kambuh dengan pola makan sehat dan jadwal makan yang teratur.

Baca Juga: 12 Makanan Pantangan Asam Lambung, Hati-Hati Mengonsumsinya! Kapan Harus ke Dokter? Anda dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala penyakit asam lambung tersebut terlalu sering, termasuk nyeri dada, sensasi terbakar, sesak napas, dan sakit pada rahang dan lengan.

Anda juga harus konsultasi ke dokter apabila Anda secara rutin minum obat untuk sakit maag yang dijual bebas lebih dari dua kali seminggu untuk mengatasi gejala terkait penyakit asam lambung. Diagnosis GERD Gerd adalah Anda memiliki gejala penyakit lambung, dokter akan memastikannya dengan bertanya seputar riwayat kesehatan Anda, pemeriksaan fisik, dan mungkin melakukan beberapa prosedur medis, sebagai berikut: • Barium Swallow: Pemeriksaan radiografi (X-ray) untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas Anda yang dilakukan setelah Anda meminum larutan barium.

• Endoskopi Gastrointestinal: Endoskopi atas dilakukan dengan memasukan kamera kecil ke kerongkongan untuk pemeriksaan dan pengumpulan sampel jaringan. • Manometry Gerd adalah Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukan selang tipis fleksibel ke kerongkongan untuk memeriksa otot kerongkongan.

• Pemantauan pH Esofagus: Pemantauan kerongkongan untuk mengidentifikasi kapan asam lambung naik. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan dengan satu atau lebih prosedur untuk memastikan diagnosis dan risiko komplikasi penyakit asam lambung. Cara Mengobati GERD Sebagian besar penderita penyakit asam lambung dapat sembuh dengan menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat, namun dokter mungkin merekomendasikan obat resep atau pembedahan untuk gejala yang lebih serius.

Berikut ini adalah cara mengobati GERD, yaitu: 1. Obat Bebas Berikut ini adalah obat bebas yang digunakan untuk indikasi penyakit asam lambung, yaitu: • Antasida untuk menetralkan asam lambung.

• H2 receptor blockers untuk mengurangi produksi asam di lambung. • Obat-obatan tersebut dapat dibeli secara bebas di apotik. 2. Obat Resep Berikut ini adalah obat resep yang umumnya diresepkan dokter untuk indikasi penyakit asam lambung, yaitu: • Obat H2-receptor blockers dosis kuat seperti famotidine, nizatidine, dan ranitidine.

Obat ini dapat digunakan untuk perawatan jangka panjang namun memiliki risiko kekurangan vitamin B-12 dan patah tulang. • Proton pump inhibitors (PPIs) dosis kuat seperti esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, rabeprazole dan dexlansoprazole.

• Obat gerd adalah mengatasi sfingter esofagus bagian bawah yang melemah seperti obat Baclofen. Dokter akan meresepkan obat-obatan yang sesuai dengan tingkat keparahan gejala penyakit dan kondisi kesehatan Anda. 3. Operasi dan Prosedur Medis Lainnya Dalam kondisi yang lebih parah, dokter akan merekomendasikan operasi atau prosedur medis lainnya untuk mengatasi gejala penyakit asam lambung yang memburuk.

Prosedur medis yang digunakan adalah fundoplication. fundoplication adalah pembedahan untuk mengencangkan otot dan mencegah refluks asam dengan cara membungkus bagian atas perut Anda di sekitar sfingter esofagus bagian bawah. Baca Juga: Asam Lambung Tinggi: Gerd adalah, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan Cara Mengobati GERD Secara Alami Kondisi ini dapat diatasi dengan perubahan pola makan dan pola hidup.

Berikut ini adalah cara mengatasi penyakit ini secara alami, yaitu: • Berhenti merokok. • Menurunkan berat badan ke ukuran ideal. • Jangan makan berlebihan, terutama saat gerd adalah hari. • Jangan berbaring setelah makan.

• Hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung naik seperti kopi, soda, teh, alkohol, dll. • Hindari menggunakan pakaian ketat setelah makan. • Mengunyah permen karet setelah makan. • Makan sesuai dengan jadwal teratur. Menjalani pola makan yang benar dan teratur dapat membantu mengatur asam lambung tetap stabil.

Komplikasi GERD Refluks asam lambung kronis yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi, meliputi: • Striktur esofagus, yaitu penyempitan kerongkongan • Luka terbuka di esofagus • Esofagus Barrett, yaitu kerusakan akibat asam lambung yang menyebabkan perubahan pada sel yang melapisi kerongkongan sehingga meningkatkan risiko kanker kerongkongan Itulah pembahasan tentang GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau yang umum dikenal dengan penyakit asam lambung.

Semoga informasi kesehatan ini bermanfaat. • Healthline Editorial Team dan Heather Cruickshank. 2018. Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD. https://www.healthline.com/health/gerd. (Diakses pada 16 Januari 2020). • MacGill, Markus. 2018. Everything you need to know about GERD. https://www.medicalnewstoday.com/articles/14085.php. (Diakses pada 16 Januari 2020). • MayoClinic. 2019. Gastroesophageal reflux disease (GERD).

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940. (Diakses pada 16 Januari 2020). Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya • Gerd adalah Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan,
Asam lambung yang naik dapat mengikis dan menyebabkan iritasi pada bagian dalam kerongkongan.

Akibatnya, timbullah sensasi nyeri ulu hati yang terasa panas seperti terbakar juga pada tenggorokan ( heartburn), serta rasa asam pada mulut. Setiap orang dapat memproduksi asam lambung dalam jumlah yang bervariasi. Akan gerd adalah, laju produksinya cenderung meningkat setelah makan karena asam diperlukan untuk proses pencernaan. Asam lambung lalu akan menurun lagi dengan segera.

Meski begitu, kenaikan asam lambung juga dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada pencernaan jika terjadi sering atau berulang-ulang. Inilah yang dimaksud dengan penyakit refluks gastroesofagus alias GERD. Refluks kenaikan asam lambung dapat digolongkan sebagai GERD ringan jika terjadi sekitar 2 – 3 kali dalam seminggu. Kondisi sudah termasuk berat jika asam lambung naik hingga minimal seminggu sekali. Seberapa umumkah GERD? Penyakit GERD termasuk masalah pencernaan yang cukup umum dan bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita.

Namun, risiko untuk mengalami penyakit GERD cenderung lebih tinggi pada orang-orang yang: • memiliki berat badan berlebih atau obesitas, • mengalami gangguan jaringan ikat ( skleroderma), • sedang hamil, • merokok aktif, serta • sering minum alkohol. Anda dapat menurunkan risiko terserang penyakit asam lambung dengan menghindari dan mengendalikan faktor risiko yang Anda miliki. Konsultasikan kepada dokter untuk mencari tahu informasi lebih lanjut. Tanda dan gejala GERD Tanda utama dari penyakit GERD yaitu saat asam lambung yang seharusnya tetap berada di dasar lambung dan justru naik kembali ke atas.

Ini terjadi akibat terbukanya otot-otot pembatas antara lambung dan kerongkongan. Kebocoran asam menimbulkan sensasi terbakar pada ulu hati dan dada ( heartburn) yang bisa menjalar ke perut dan punggung. Hal ini biasanya bisa semakin memburuk ketika Anda selesai makan, sedang berbaring, atau membungkuk.

Secara garis besar, gejala gastroesophageal reflux disease (GERD) yakni sebagai berikut. • Merasa seperti ada makanan yang tersangkut di dalam kerongkongan, sulit menelan, serta cegukan.

• Mengalami sensasi panas seolah terbakar di dada ( heartburn), yang bisa menyebar sampai ke leher. • Sakit atau nyeri pada ulu hati.

• Timbul rasa asam atau pahit di mulut. • Ada cairan atau makanan yang naik dari dalam perut ke bagian mulut. • Masalah pernapasan, seperti batuk kronis dan asma. • Suara serak. • Sakit tenggorokan. Kemungkinan masih ada tanda­-tanda dan gejala penyakit GERD lainnya yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda khawatir akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah segera kepada dokter Anda.

Kapan harus periksa ke gerd adalah Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala seperti sesak napas dan nyeri pada dada.

Apalagi jika gejala penyakit ini sering muncul atau bahkan semakin bertambah buruk setiap hari. Kondisi tubuh setiap orang sangat berbeda. Inilah yang membuat gejala yang dialami setiap orang tidak sama. Selalu konsultasikan gejala yang Anda alami kepada dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan Anda. Penyebab dan faktor risiko Apa penyebab penyakit GERD?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kenaikan asam dari lambung sebenarnya umum terjadi. Kondisi ini paling sering dipicu oleh kebiasaan makan dalam porsi yang banyak, langsung berbaring setelah makan, atau konsumsi jenis makanan tertentu. Bedanya, kenaikan asam lambung yang tergolong sebagai penyakit GERD memiliki penyebab tersendiri.

Penyebab GERD yang utama yakni melemahnya sfingter kardia, yaitu otot-otot berbentuk cincin yang membatasi lambung dan kerongkongan. Sfingter kardia seharusnya selalu dalam posisi tertutup untuk mencegah naiknya asam lambung dan makanan yang sedang dicerna kembali menuju kerongkongan. Katup ini baru akan terbuka ketika makanan di mulut akan masuk ke dalam perut. Pada penderita GERD, yang terjadi justru sebaliknya. Otot-otot sfingter kardia menjadi lemah sehingga sfingter dapat membuka meski tidak ada makanan yang bergerak dari kerongkongan.

Akibatnya, asam lambung bisa naik sewaktu-waktu. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, asam lambung dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada dinding kerongkongan ( esofagitis). Ini karena asam lambung termasuk jenis asam kuat yang bersifat mengikis. Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena refluks asam lambung?

Penyakit GERD dapat menyerang siapa dan biasanya lebih banyak ditemukan pada orang dewasa. Namun, ada beberapa faktor yang membuat seseorang menjadi rentan dengan penyakit ini.

Di bawah ini berbagai faktor risiko yang meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit GERD. • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas. • Memiliki tonjolan pada perut bagian atas yang bisa naik sampai ke diafragma ( hernia hiatal).

• Mengalami masalah pada jaringan ikat, contohnya scleroderma. • Mengosongkan perut dalam waktu yang lama. Selain itu, di bawah ini beberapa faktor lainnya yang bisa turut memperburuk gejala GERD.

• Kebiasaan merokok. • Makan makanan dalam jumlah banyak dalam satu waktu. • Waktu makan yang terlalu dekat dengan waktu tidur. • Terlalu banyak makan makanan pemicu asam lambung, seperti makanan pedas, asam, berlemak, dan digoreng.

gerd adalah

• Minum kopi atau teh. • Gerd adalah alkohol. • Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Diagnosis Gejala GERD yang ringan umumnya dapat diatasi dengan gerd adalah tanpa resep. Namun, jika gejala bertambah buruk dan terulang kembali, dokter kemungkinan akan menyarankan sejumlah tes untuk mendiagnosis penyebabnya.

Berbagai pemeriksaan untuk mendeteksi adanya penyakit GERD yakni di bawah ini. 1. Endoskopi Endoskopi dilakukan dengan cara memasukkan sebuah tabung lentur yang dilengkapi kamera kecil ke dalam kerongkongan.

Selama endoskopi, dokter juga bisa melakukan prosedur lain, misalnya mengambil sampel jaringan (biopsi) guna mendeteksi gerd adalah esophagus.

2. Esophageal manometry Prosedur esophageal manometry ini dilakukan dengan memasukkan tabung lentur ke dalam kerongkongan. Hasil tes akan menunjukkan seberapa baik fungsi kerongkongan, termasuk apakah otot-ototnya mampu menggerakkan makanan dengan lancar menuju lambung.

3. Pengukuran pH esofagus Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukkan monitor ke dalam kerongkongan guna mengetahui kapan asam lambung naik kembali melewati kerongkongan. Nilai pH (keasaman) akan menunjukkan seberapa asam kondisi kerongkongan Anda. 4. Tes pencitraan Tes pencitraan dengan X-ray atau rontgen atas sistem pencernaan dilakukan untuk melihat gambaran keseluruhan kerongkongan, lambung, dan usus bagian atas.

Tes ini juga kerap melibatkan penggunaan cairan barium untuk memperjelas struktur saluran pencernaan. Obat dan pengobatan Langkah pertama yang biasanya dilakukan untuk mengobati penyakit GERD yakni konsumsi obat. Jika pemakaian obat tidak memberikan hasil, dokter biasanya akan menyarankan prosedur tertentu untuk mengatasi masalah langsung pada lambung. 1. Konsumsi obat-obatan tanpa resep Sebagian besar obat GERD bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung.

Selain itu, di bawah ini beberapa jenis pilihan obat-obatan yang dijual bebas (OTC) lainnya untuk mengobati GERD. Antasida Obat ini berguna untuk menetralisasi asam yang ada dalam lambung dengan bantuan bahan kimia alkali. Sifat basa dari obat antasida akan meningkatkan pH lambung dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada lambung akibat paparan asam. Namun, konsumsi obat antasida saja tidak cukup untuk memulihkan kerongkongan yang meradang akibat asam lambung. Anda juga tidak boleh mengonsumsinya gerd adalah sering karena bisa menimbulkan efek samping berupa diare, sembelit, serta gangguan ginjal.

Obat-obatan untuk mengurangi jumlah asam Obat-obatan yang termasuk dalam kategori ini yakni H-2 receptor blocker. Obat ini dapat mengurangi jumlah asam lambung dengan menghambat kerja sel-sel penghasil asam lambung. Contoh obat yang termasuk golongan H-2 receptor blocker: • cimetidine, • famotidine, • nizatidine, dan • ranitidine. Perlu diketahui bahwa kerja H-2 receptor blocker tidak secepat obat antasida.

gerd adalah

Meski begitu, H-2 receptor blocker termasuk obat GERD yang cukup efektif karena membantu mengurangi produksi asam lambung dalam waktu yang cukup lama, yakni hingga 12 jam. Obat-obatan untuk menghambat produksi asam lambung Penghambat pompa proton (PPI) termasuk ke dalam golongan obat yang gerd adalah sebagai penghambat produksi asam. Tak hanya itu, PPI juga membantu memulihkan kondisi kerongkongan yang mengalami iritasi akibat paparan asam terus-menerus.

Obat PPI untuk mengatasi GERD merupakan obat penghambat produksi asam yang lebih kuat ketimbang H-2 receptor blocker.

gerd adalah

Contoh obat PPI yang dijual bebas antara lain lansoprazole dan omeprazole. 2. Konsumsi obat-obatan dengan resep Obat-obatan tanpa resep terkadang hanya meredakan gejala, tetapi tidak mencegah kambuhnya GERD. Pada kasus seperti ini, Anda mungkin membutuhkan obat dengan resep yang efeknya lebih kuat. Berikut beberapa contohnya. Obat H-2 receptor blocker dengan resep Jenis obat-obatan ini meliputi famotidine, nizatidine, dan ranitidine yang hanya bisa diperoleh melalui resep dokter.

Obat-obatan ini umumnya boleh digunakan selama jangka waktu tertentu dengan pemantauan dokter. Kendati ampuh, obat H-2 receptor blocker dengan resep tidak boleh menjadi andalan untuk pengobatan jangka panjang.

Pasalnya, penggunaan obat dalam jangka panjang berisiko mengakibatkan kekurangan vitamin B12 dan patah tulang. Penghambat pompa proton (PPI) dengan resep Jenis obat-obatan ini termasuk esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, rabeprazole, pantoprazole, dan dexlansoprazole.

Seperti halnya H-2 receptor blocker, obat-obatan PPI dengan resep ini bisa diterima dengan baik oleh tubuh. Hanya saja, tetap ada risiko munculnya efek samping berupa diare, sakit kepala, mual, kekurangan vitamin B12, hingga kemungkinan patah tulang pinggul. Oleh sebab itu, Anda harus mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Obat untuk memperkuat katup (sfingter) kerongkongan Baclofen yaitu obat yang dapat membantu meredakan gejala GERD dengan cara gerd adalah frekuensi terbukanya katup kerongkongan bagian bawah.

Obat ini bisa menimbulkan efek samping berupa kelelahan dan rasa mual. Penting untuk diingat bahwa obat resep maupun yang dijual bebas untuk mengatasi GERD dapat menimbulkan satu atau beberapa efek samping. Konsultasikan kepada dokter bila Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran seputar penggunaan obat. 3. Tindakan operasi Operasi merupakan cara lain yang bisa ditempuh jika gejala GERD tidak kunjung membaik walaupun Anda sudah meminum obat-obatan.

Di bawah ini jenis operasi yang biasanya dilakukan untuk mengobati GERD. Fundoplication Fundoplication dilakukan dengan mengikat bagian atas lambung atau bagian bawah sfingter kardia. Tujuannya untuk mengencangkan otot pada katup kerongkongan agar bisa kembali mencegah naiknya asam lambung. Tindakan ini menggunakan alat yang disebut laparoskop.

Alat ini dilengkapi kamera kecil pada ujungnya yang membantu dokter melihat kondisi organ pencernaan Anda dari dalam Saat menjalani operasi GERD, pasien akan dibius untuk mengurangi rasa sakit. Pemulihan setelah tindakan operasi ini umumnya cukup cepat, yaitu sekitar 1 – 3 hari hingga pasien diizinkan pulang.

Namun, pasien baru boleh beraktivitas normal setelah 2 – 3 minggu pascaoperasi atau jika dokter telah mengizinkan. Endoskopi Selain berfungsi gerd adalah pemeriksaan penunjang, endoskopi juga membantu dokter mengobati GERD.

Dokter akan memasukkan alat khusus bersama endoskop. Alat ini dapat membuat luka bakar kecil yang akan membantu memperkuat otot-otot sfingter. LINX Prosedur ini melibatkan pemasangan cincin yang dililitkan pada perbatasan organ lambung dan kerongkongan. Selanjutnya, akan muncul daya tarik magnetis yang cukup kuat pada cincin tersebut untuk memperkuat kerja katup kerongkongan agar tetap tertutup.

Pengobatan di rumah Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, biasanya dokter menganjurkan pasien untuk melakukan perubahan gaya hidup. Di bawah ini beberapa gaya hidup serta pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit GERD. • Memilih makanan yang tepat dan sehat. Misalnya lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran, serta mengurangi makanan yang bisa memicu GERD.

• Mengurangi makan gorengan, makanan berlemak, dan makanan pedas. • Tidak langsung berbaring setelah makan.

Sebaiknya beri jeda minimal 2 – 3 jam setelah makan dan sebelum Anda tidur. • Mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter, baik itu obat yang dijual bebas (OTC) maupun obat-obatan resep. • Meninggikan posisi kepala selama tidur menggunakan bantal yang ditumpuk. Posisi kepala yang lebih tinggi daripada tubuh bisa membantu meredakan sakit pada ulu hati karena kenaikan asam lambung. • Menghindari kebiasaan merokok. • Menghindari minum minuman beralkohol, kopi, dan teh.

• Menghindari konsumsi beberapa jenis obat yang bisa semakin memperburuk gejala, misalnya obat pereda nyeri seperti aspirin. • Menurunkan berat badan bila berlebih dan menjaganya bila sudah ideal. • Makan dengan porsi yang sesuai dengan kebutuhan. Dikutip dari American College of Gastroenterology, beberapa penelitian terdahulu membuktikan bahwa perubahan gaya hidup yang dilakukan dengan konsisten mampu mencegah asam lambung naik.

Pencegahan Di bawah ini berbagai tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit GERD. • Selalu makan dalam porsi secukupnya. Jika Anda ingin makan lebih banyak, sebaiknya makanlah lebih sering dalam porsi yang kecil.

• Menjaga berat badan tetap dalam rentang normal. • Tidak memakai pakaian yang terlalu ketat, terutama pada bagian perut karena berisiko menekan katup kerongkongan bagian bawah. • Tidak membiasakan diri langsung tidur setelah makan. • Tidak makan terlalu dekat gerd adalah waktu tidur.

• Menghindari beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa memicu gejala GERD. GERD ( gastroesophageal reflux disease) merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Penyakit ini dapat ditangani dengan obat-obatan, tapi beberapa kasus GERD mungkin cukup parah sehingga memerlukan gerd adalah lebih lanjut. Jika Anda masih kerap mengalami gejala GERD walaupun sudah mencoba melakukan upaya pengobatan mandiri, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter. Gastroesophageal reflux disease. (2020). Retrieved 17 December 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000265.htm Gastroesophageal reflux disease (GERD). (2020). Retrieved 17 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940 Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

(2019). Retrieved 17 December 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/related-conditions/gastroesophageal-reflux-disease Acid Reflux. (2020). Retrieved 17 December 2020, from https://gi.org/topics/acid-reflux/ Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Treatment. (2020). Retrieved 17 December 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/gastroesophageal-reflux-disease-gerd-treatment
• Beranda • Tentang Kami • Sekilas BPMRPK • Struktur Organisasi • Tugas dan Fungsi • Visi & Misi • Renstra • LAKIP • Perjanjian Kinerja • Produk Yang Dihasilkan • Lokasi Kami • ZI - WBK • Aktivitas • Kemitraan • Streaming gerd adalah Dokumen • Informasi • Berita Pendidikan • Artikel • Galeri • Galeri Foto • Galeri Audio • Testimoni • LOGIN • DAFTAR GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease gerd adalah kondisi refluk isi lambung ke dalam esophagus, menyebabkan gejala dan kerusakan jaringan esophagus berupa esophagitis, striktur esophagus dan barrett’s esophagus.

GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan yang dapat mengiritasi lapisan esophagus. GERD ini bersifat kronis dan biasanya terjadi lebih dari 2 kali setiap minggunya serta gerd adalah secara tiba-tiba.

Setiap orang pernah mengalami kenaikan asam lambung. Saat asam lambung meningkat, jaringan di sepanjang dinding kerongkongan akan teriritasi oleh asam lambung. Inilah yang menyebabkan sensasi panas atau nyeri di dada atau biasa disebut juga dengan istilah heartburn. Hal ini disampaikan oleh dr.Yuliani Herawati dari RSA UGM, saat mengisi program RE Medika, Kamis (23/3/2021) dengan pemandu acara Rima Ariska.

GERD disebabkan karena kelemahan atau kegagalan relaksasi dari Lower Esophageal Sphincter (LES) atau otot yang berbentuk cincin yang bertugas mengatur proses buka-tutup pintu/klep saluran kerongkongan yang menghubungkan esophagus bawah dengan lambung, klep ini normalnya akan menutup saluran kerongkongan setelah makanan turun ke lambung, bila gerd adalah ini lemah klep ini akan tetap terbuka sehingga asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan.

Kelemahan sfingter ini bisa terjadi dengan sendirinya pada wanita gerd adalah atau obesitas. Selain itu, mengkonsumsi makanan dan minuman seperti kopi, alkohol, cokelat, makanan yang digoreng, dan saus tomat bisa memicu meningkatnya asam lambung. Bahkan makan porsi banyak 3 jam menjelang tidur dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin juga bisa menyebabkan meningkatnya asam lambung. Pada acara ini dr. Yuliani juga menyebutkan faktor resiko yang bisa terkena GERD, diantaranya wanita hamil, Obesitas, orang dengan sindrom hernia perut, orang lanjut usia, orang dengan Diabetes mellitus, dan orang yang merokok gerd adalah mengonsumsi alkohol dan kopi.

dr.

gerd adalah

Yuliani juga menjelaskan bahwa gejala GERD kadang mirip dengan penyakti jantung, namun ada perbedaan antara nyeri GERD dan jantung. Rasa nyeri GERD biasanya disertai terasa panas di dada dan nyeri di uluhati disertai rasa asam pada mulut, sementara penyakit jantung nyeri dada seperti ditekan atau ditusuk dada sebelah kiri kemudian menjalar ke tangan kiri, leher atau rahang.

Ketika seseorang mengalami GERD, asam lambung dapat masuk ke tenggorokan membuat mulut mengeluarkan air liur lebih banyak. Air liur biasanya juga terasa lebih asam dari biasanya. Gejala GERD juga bisa ditandai dengan suara serak. Refluks asam lambung dapat masuk ke pita suara, menyebabkan peradangan kronis disebut refluk laryngitis, sebagaimana diketahui dapat menyebabkan suara serak kronis dan mempengaruhi bicara.

Refluks asam lambung juga sering menyebabkan kesulitan menelan atau disfagia. GERD kronis dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan, membuat seseorang sulit menelan makanan padat bahkan menelan cairan, ini dikarenakan terciptanya sensai bahwa ada sesuatu yang menghalangi tenggorokan.

GERD juga ditandai dengan bau mulut yang disebabkan oleh pergerakan isi lambung ke kerongkongan, ini juga disebabkan oleh cara mengunyah makanan yang tidak sempurna, yang membuat makanan membusuk dilambung dan menyebabkan bau gerd adalah.

Tidak hanya itu saja, gejala lain yang paling sering muncul adalah sering bersendawa, mual, muntah, gangguan tidur, kerusakan gigi, nyeri tenggorokan, tersedak di malam hari dan rasa asam atau pahit di mulut. Pada kesempatan ini, dr.Yuliani juga memberikan informasi seputar pengobatan penyakit GERD. “Obat-obatan yang biasa diberikan pada penderita GERD, bisa diberikan dengan antasida seperti ranitidine untuk mengurangi rasa nyerinya.

Atau pilihan terbaik yaitu dengan proton pump inhibitors (PPIs) seperti lansoprazole, omeprazole. Nah kalau sudah ketemu dokter, biasanya akan diberikan obat-obatan itu, kemungkinan GERDnya sudah bersifat kronis. Terus kalau sampai ke PPI tidak membaik, bahkan sampai mengancam nyawa, alternative terakhir dengan pembedahan”, ujar dr. Yuliani. Dia juga menekankan bahwa pasien tetap harus merubah lifestyle yang lebih sehat.

Untuk menghindari penyakit ini, dr.Yuliani juga menyarankan untuk diet sehat bagi pasien dengan obesitas. Selain itu juga harus menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu GERD, seperti : makanan pedas dan berminyak, soda, susu, alcohol, dan makanan yang mengandung kafein seperti cokelat dan kopi. Untuk mencegah GERD, dr.Yuliani juga menyarankan agar makan dengan porsi kecil tetapi sering dan teratur, tidak berbaring atau tidur setidaknya dalam waktu 3 jam setelah makan, olahraga teratur, hindari rokok dan alcohol, juga harus menghindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat, sehingga tidak menekan perut agar tidak terjadi GERD.

“Kalau yang sudah terlanjur merokok, mulai sekarang hindari merokok gerd adalah, ujar dr.Yuliani. Penanganan penyakit asam lambung yang tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berupa peradangan pada saluran kerongkongan atau esophagus. Peradangan tersebut dapat menyebabkan munculnya luka hingga jaringan parut di gerd adalah sehingga penderita menjadi sulit menelan. Kondisi ini juga memicu terjadinya esophagitis, striktur esophagus dan Barrett’s Esophagus yaitu penyakit yang berisiko menimbulkan kanker esophagus.

Di akhir acara, dr.Yuliani juga memberikan closing steatmentnnya. “Untuk Insan Edukasi di Rumah, ini kan menjelang bulan Ramadhan ya, kita harus kuatkan imun kita. Sehat jiwa, sehat jasmani, sehat mental juga, apalagi di masa pandemi seperti ini, berpuasa tetap menjadi kewajiban umat muslim, jadi tetep jaga kesehatan ya dan tetap patuhi protokol kesehatan”, tutup dr.Yuliani Herawati. (Rima Ariska/RE/BPMRPK/Kemdikbud) Foto : TribunJogja.comYahoo is part of the Yahoo family of brands. By clicking " Accept all" you agree that Yahoo and gerd adalah partners will store and/or access information on your device through the use of cookies and similar technologies and process your personal data, to display personalised ads and content, for ad and content measurement, audience insights and product development.

Your personal data that may be used • Information about your device and Internet connection, including your IP address • Browsing and search activity while using Yahoo websites and apps • Precise location You can select ' Manage settings' for more information and to manage your choices. You can change your choices at any time by visiting Your Privacy Controls.

Find out more about how we use your information in our Privacy Policy and Cookie Policy. Click here to find out more about our partners.

Apa Itu GERD dan Bagaimana Cara Mengobati?




2022 www.videocon.com