Kondisi covid di india

kondisi covid di india

KOMPAS.com- Jumlah kasus Covid-19 di India terus naik, dan menjadi negara dengan kasus infeksi virus corona tertinggi di dunia. Lantas, sebenarnya bagaimana fakta pandemi Covid-19 di India?

Dilansir dari CNN, Kamis (6/5/2021), India melaporkan jumlah kasus baru tertinggi di dunia setiap hari. Ada begitu banyak pasien yang sekarat dan membuat rumah sakit dan layanan medis lainnya kewalahan merawat mereka.

Krematorium juga terus bersiap menerima ribuan jenazah setiap harinya, dengan angka kematian akibat Covid-19 yang sangat tinggi di India. Banyak informasi yang salah telah menyebar di India, dan terkadang diterima sebagai kebenaran. Berikut beberapa hal soal Covid-19 di India yang harus Anda ketahui.

1.

kondisi covid di india

Benarkah orang muda banyak terinfeksi? Dokter di India, secara anekdot melaporkan bahwa dia melihat lebih banyak orang muda dengan kondisi covid di india Covid-19. Baca juga: Epidemiolog: Pandemi Covid-19 Indonesia Bisa seperti India jika.

Pesan pemerintah setempat mendukung gagasan ini. Pada 15 April, menteri utama Delhi Arvind Kejriwal merilis sebuah video yang mendesak agar anak muda lebih berhati-hati terhadap infeksi Covid-19.

Akibatnya, banyak masyarakat yang mempercayai informasi tersebut dan meyakinkan bahwa gelombang kedua secara tidak proporsional memengaruhi kaum muda. Fakta: statistik pemerintah menunjukkan bahwa kalangan orang muda tidak terkena dampak yang lebih buruk selama gelombang Covid-19 kedua di India, dibandingkan gelombang pertama. V K Paul, ketua gugus tugas Covid India, mengatakan pada gelombang pertama, ada sekitar 31 persen pasien berusia di bawah 30 tahun.

Baca juga: Makin Mengerikan, Tsunami Covid-19 India Tembus 400.000 Kasus Sehari Sedangkan selama gelombang kedua, angka itu hanya meningkat sedikit menjadi 32 persen, menurut pernyataan resminya pada 19 April. Menurut data statistik pemerintah, selama gelombang pertama ada sekitar 21 persen pasien berusia antara 30-45 tahun, dan proporsi itu tidak berubah selama gelombang kedua. Ini adalah situasi yang sama dalam hal kematian. Tahun lalu, 20 persen kematian terjadi pada orang berusia 50 atau lebih muda, dan pada saat ini, kematian anak muda akibat Covid-19 hanya sekitar 19 persen.

"Tidak ada risiko berlebihan yang berlebihan dari orang muda (di India) menjadi positif Covid. Kami tidak melihat perubahan dalam prevalensi usia penyakit Covid-19 secara keseluruhan di negara ini," kata Paul. Baca juga: Ilmuwan India Temukan Mutasi Virus Corona yang Bisa Menghindari Vaksin Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains.

Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19.

Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Picu Lonjakan Kasus India, Varian Mutasi Ganda Ada di 10 Negara Lain Covid-19 di India, Benarkah Mutasi Virus Corona Tak Terdeteksi PCR? Covid-19 India Diprediksi Capai Puncak 500.000 Kasus Harian pada 2 Minggu Lagi 10 Orang Indonesia Terinfeksi Varian Covid-19 India, Ini 5 Fakta Mutasi Ganda Tsunami Covid-19 India Sebabkan 3.645 Kematian Sehari, Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia?

Berita Terkait Picu Lonjakan Kasus India, Varian Mutasi Ganda Ada di 10 Negara Lain Covid-19 di India, Benarkah Mutasi Virus Corona Tak Terdeteksi PCR?

Covid-19 India Diprediksi Capai Puncak 500.000 Kasus Harian pada 2 Minggu Lagi 10 Orang Indonesia Terinfeksi Varian Covid-19 India, Ini 5 Fakta Mutasi Ganda Tsunami Covid-19 India Sebabkan 3.645 Kematian Sehari, Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia?

[POPULER SAINS] 3 dari 10 Varian Covid-19 Paling Diperhatikan WHO Masuk Indonesia - Cumi-cumi Raksasa Legenda Kraken https://www.kompas.com/sains/read/2021/05/06/060000723/populer-sains-3-dari-10-varian-covid-19-paling-diperhatikan-who-masuk https://asset.kompas.com/crops/YGQZi9NoCNE72rD1p1nvpEqrRN8=/52x9:1022x656/195x98/data/photo/2021/05/05/609276bb903d4.jpg • Albanian Shqip • Amharic አማርኛ • Arabic العربية • Bengali বাংলা • Bosnian B/H/S • Bulgarian Български • Chinese (Simplified) 简 • Chinese (Traditional) 繁 • Croatian Hrvatski • Dari دری • English English • French Français • German Deutsch • Greek Ελληνικά • Hausa Hausa • Hindi हिन्दी • Indonesian Indonesia • Kiswahili Kiswahili • Macedonian Македонски • Pashto پښتو • Persian فارسی • Polish Polski • Portuguese Português para África • Portuguese Português do Brasil • Romanian Română • Russian Русский • Serbian Српски/Srpski • Spanish Español kondisi covid di india Turkish Türkçe • Ukrainian Українська • Urdu اردو India bis turut kondisi covid di india lintasan Covid-19 di masa depan, yang dinyatakan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terutama dalam cara India menangani krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dr Michael J Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, mengatakan: “India, seperti Cina, adalah negara yang sangat padat penduduknya. Masa depan pandemi ini, sebagian besar, akan ditentukan pada apa yang terjadi di negara-negara yang sangat besar dan padat penduduk. ” "Jadi, sangat penting bagi India untuk terus mengambil tindakan agresif di tingkat kesehatan masyarakat untuk mengendalikan, menekan penyakit ini dan menyelamatkan nyawa," tambah Ryan.

India lockdown Sebelumnya Perdana Menteri India mengumumkan lockdown 21 hari. "Mulai dari tengah malam hari ini, seluruh negara akan dikunci sepenuhnya," kata Narendra Modi dalam pidato yang disiarkan televisi Selasa malam (24/3) waktu setempat. "Untuk beberapa hari ke depan, lupakan soal pergi keluar.

Tetaplah di rumah. Lakukan satu hal ini saja, tetaplah di rumah", kata Narendra Modi. Namun kelihatannya, hal itu tidak kondisi covid di india untuk diterapkan. Upaya karantina Saat Krittika Walia mendarat di bandar udara New Delhi dari Paris awal bulan ini, secara mental ia telah mempersiapkan diri untuk dikarantina sesuai regulasi yang diberlakukan oleh pemerintah India yang sedang bergulat dengan meningkatnya kasus COVID-19. Namun, Walia tidak menyangka apa yang akan terjadi.

Walia, perempuan berusia 27 tahun, yang tengah belajar arsitektur di Paris, mengatakan dia dan para penumpang lain harus menunggu berjam-jam di bagian kosong bandara New Delhi tanpa diberi makanan maupun air minum.

Kemudian, dia dan sekelompok penumpang lainnya harus menaiki bus ke sebuah blok apartemen kosong di daerah yang jauh dari mana-mana. Para penumpang yang baru saja tiba dari luar India ini harus dikarantina dan diminta untuk berbagi apartemen. Namun kondisi gedung apartemen itu sangat menyedihkan. Bangunannya rusak, lift yang tidak berfungsi dan kamar mandi yang bau.

Semuanya dilapisi debu. "Saya terkejut dan marah. Saya tidak butuh fasilitas mewah, hanya perlu kamar dan kamar mandi yang bersih," kata Walia kepada DW. "Lupakan virus corona; saya takut malah terkena diare atau terkena infeksi lain jika saya tetap tinggal di sana." Walia mengatakan memang ada tim pembersih yang didatangkan setelah orang-orang mengeluh. Tim itu datang dengan mengenakan pakaian pelindung untuk bekerja dan masker.

Setelah bersih-bersih mereka pun berpose untuk foto resmi. "Tampaknya lebih seperti upaya pemerintah untuk menunjukkan bahwa mereka melakukan sesuatu terkait virus corona," tambahnya. Setelah pemeriksaan temperatur tubuh, Walia dan para penumpang lain diminta pergi keesokan harinya untuk mengisolasi diri di rumah.

kondisi covid di india

Warga menolak dikarantina Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebutkan, meski tidak ada standar universal terkait infrastruktur di fasilitas karantina, paling tidak bangsal karantina tidak boleh malah meningkatkan risiko penularan. Tetapi, di media sosial, beredar gambar-gambar dan laporan tentang fasilitas karantina di India yang tidak bersih dan banyak orang justru dipaksa untuk berbagi kamar dan asrama.

Ini memicu kekhawatiran, kondisi tersebut sebenarnya malah mempercepat penyebaran virus SARS-CoV-2. Kondisi kumuh membuat orang juga semakin menghindari karantina.

Ada kekhawatiran bahwa penolakan ini akan membahayakan banyak nyawa dan menyebabkan kepanikan yang tidak perlu. Sepuluh orang sebelumnya dilaporkan kabur dari rumah sakit di Mumbai di saat mereka seharusnya menunggu hasil tes setelah kembali dari Dubai dan menunjukkan gejala COVID-19.

Media India juga menulis tentang orang-orang yang tidak melaporkan perjalanan ke luar negeri mereka ke negara-negara berisiko tinggi guna menghindari karantina publik. Ada juga laporan tentang pasien-pasien yang melarikan diri dari fasilitas karantina, dan memicu perburuan oleh petugas kesehatan dan penegak hukum yang panik dan berupaya melacak siapa saja yang mungkin telah berhubungan dengan pasien yang kabur itu.

Breberapa negara bagian dan pemerintahan kota sudah memberlakukan kondisi covid di india, antara lain di kota Kalkutta Ketakutan dan histeria Kondisi covid di india meningkatnya jumlah kasus infeksi virus corona di India, orang-orang yang menolak screening dan karantina menjadi rintangan utama pengendalian infeksi. Pakar kesehatan masyarakat mengatakan pemerintah perlu menyediakan fasilitas karantina yang bersih dan informasi yang benar terkait virus corona. Ini penting untuk membangun kepercayaan dan kepastian.

"Tantangannya adalah bahwa selain problem kebersihan, ada ketakutan umum dan ketidakpercayaan di antara orang-orang yang ditempatkan di pusat-pusat karantina dan isolasi milik pemerintah," ujar Giridhar Babu ahli epidemiologi di Yayasan Kesehatan Publik yang berbasis di New Delhi kepada DW.

"Mereka (masyarakat) tidak tahu apa yang akan terjadi. Mereka khawatir tentang apa yang akan terjadi pada anggota keluarga mereka. Ada banyak fobia dan histeria terkait siapa saja yang dapat menyebarkan virus. Orang-orang yang masuk ke karantina juga menghadapi stigma sosial sebagai 'penyebar virus,'” katanya.

"Ini harus dihentikan. Pihak berwenang perlu berkomunikasi dengan lebih baik dan menjelaskan kepada orang-orang bahwa: 'Jika kamu meninggalkan fasilitas itu, kamu akan lebih membahayakan daripada membawa kebaikan bagi keluarga dan orang-orang tersayang.' Orang-orang perlu paham mengapa karantina sangat penting dalam memerangi virus ini," tambahnya.

Sejauh ini, sebagian besar kasus Kondisi covid di india di India yang saat ini mencapai lebih 400 kasus dilaporkan berasal dari wisatawan asing atau warga India yang kembali dari luar negeri. Meski demikian, para pakar kesehatan justru mengkhawatirkan penularan di antara warga lokal.

India adalah salah satu negara pertama yang menutup perbatasannya dengan membatalkan visa dan menolak masuk orang asing kecuali hanya beberapa orang. Pihak berwenang di seluruh negeri juga telah melakukan program pemeriksaan di bandara secara agresif. Suasana kota Kalkutta setelah pemberlakuan lockdown oleh pemerintah daerah, 22 Maret 2020 Melacak pergerakan orang-orang Mengingat banyaknya kasus orang yang melarikan diri dan menolak karantina, negara-negara bagian di India telah mendorong warga untuk melakukan karantina sendiri di rumah.

Pihak berwenang juga mencari cara untuk melacak pergerakan orang-orang. Di negara bagian Kerala di selatan, pihak berwenang menggunakan rekaman CCTV, catatan telepon genggam, dan bahkan teknologi GPS untuk melacak pergerakan sebuah keluarga yang baru kembali dari Italia pada akhir Februari.

Pemerintah menuduh bahwa keluarga itu sengaja menyembunyikan riwayat perjalanan mereka dan tidak melaporkan diri untuk pemeriksaan wajib di rumah sakit setempat. Sementara di kondisi covid di india bagian barat Maharashtra, yang telah mencatat jumlah kasus virus corona terbanyak yaitu lebih dari 70 kasus, menuliskan kata-kata "karantina di rumah" dengan tinta permanen di tangan orang-orang yang datang dari luar negeri yang menunjukkan gejala terinfeksi virus.

Cap itu termasuk tanggal berakhirnya masa karantina. "Jika orang-orang ini (yang mendapatkan cap) keluar, orang lain dapat mengidentifikasi mereka sebagai pasien karantina di rumah. Ini dilakukan agar pasien benar-benar patuh melakukan karantina di rumah," kata Rajesh Tope, Menteri Kesehatan Publik di negara bagian Maharashtra, pada jumpa pers. Beberapa negara juga telah mengajukan undang-undang era kolonial guna menghukum orang, termasuk ketentuan hukuman penjara, bagi yang melanggar kewajiban karantina, isolasi di rumah atau mereka yang berbohong kepada pihak berwenang tentang sejarah perjalanan mereka.

Ini Sederet Kegiatan Asyik Jalani Social Distancing di Rumah Eksperimen resep masakan baru Memasak atau membuat kue bisa jadi kegiatan menyenangkan sekaligus bermanfaat yang bisa dilakukan saat menjalani social distancing alias pembatasan sosial di rumah.

Proses memasak, seperti memotong daging atau sayuran dipercaya dapat memberikan efek relaksasi. Anda bisa mencoba resep-resep baru lewat buku resep masak atau menonton panduan memasak dari koki favorit lewat Youtube.

• Ini Sederet Kegiatan Asyik Jalani Social Distancing di Rumah Bermain board game Daripada sibuk memantau media sosial selama di rumah, bermain board game bisa menjadi alternatif.

kondisi covid di india

Permainan yang menjadikan papan sebagai komponen utamanya ini bisa dilakukan beramai-ramai dari 2 hingga 6 orang. Beberapa contoh board game, yakni ular tangga, ludo, halma, dan monopoli. • Ini Sederet Kegiatan Asyik Jalani Social Distancing di Kondisi covid di india Menonton film dokumenter Tidak perlu jauh-jauh ke bioskop, Anda bisa menghabiskan waktu selama social distancing di rumah dengan menonton film atau serial favorit melalui aplikasi layanan streaming.

Jika bosan dengan film-film mainstream, Anda bisa mencoba menonton film-film dokumenter yang tentunya dapat menambah wawasan pengetahuan. • Ini Sederet Kegiatan Asyik Jalani Social Distancing di Rumah Calisthenics, olahraga tanpa alat Olahraga tidak melulu hanya dilakukan di studio fitness atau ruangan terbuka.

Anda bisa berolahraga di dalam rumah tanpa perlu membutuhkan ruangan yang besar maupun peralatan khusus. Yoga dan calisthenics bisa jadi opsi. Berbagai macam gerakan seperti push up, sit up, squat, hingga plank bisa Anda praktikkan di rumah. Selain menyehatkan, ini juga bagus membentuk tubuh serta mengencangkan otot.

• Ini Sederet Kegiatan Asyik Jalani Social Distancing di Rumah Membaca buku diiringi musik instrumental Membaca merupakan salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu. Tidak perlu bacaan yang topiknya berat, Anda bisa membaca novel romantis, buku motivasi, buku tentang perjalanan, atau komik sambil diiringi alunan musik instrumental yang memberikan efek relaksasi.

Secangkir teh atau kopi hangat bisa jadi teman setia selama membaca. Kondisi covid di india jangan sampai tertidur ya. • Ini Sederet Kegiatan Asyik Jalani Social Distancing di Rumah Berkebun Berkebun bisa jadi kegiatan seru selama social distancing di rumah.

Mungkin selama ini Anda tidak sempat mengurus halaman rumah karena padatnya aktivitas. Anda bisa menanam berbagai jenis tumbuhan, dari tanaman hias, bunga, sayuran, hingga buah. Banyak penelitian menyebutkan bahwa berkebun menjadi obat penghilang stres dan baik untuk kesehatan mental. • Ini Sederet Kegiatan Asyik Jalani Social Distancing di Rumah Bersih-bersih rumah Dengan waktu yang lebih banyak dihabiskan di rumah, Anda tentunya bisa memberikan perhatian lebih untuk tempat hunian Anda sekeluarga.

Menjaga kebersihan rumah menjadi aktivitas penting selama masa social distancing ini. Anda juga bisa sekaligus merapikan barang-barang yang sudah tidak terpakai dan mendonasikannya ke sejumlah pihak yang lebih membutuhkan. • Ini Sederet Kegiatan Asyik Jalani Social Distancing di Rumah Waktu bersama keluarga! Seberapa sering Anda menghabiskan waktu untuk anak ataupun pasangan Anda di rumah dalam sehari? Selama imbauan social distancing di rumah, ini saatnya Anda memperbanyak waktu bersama dengan anggota keluarga tercinta.

Berbincang-bincang hangat, belajar dan bermain bersama, saling tukar pikiran dengan anak dan pasangan jadi kegiatan berharga yang selama ini mungkin sering terlewatkan.

kondisi covid di india

rap/pkp Penulis: Rizki Akbar Putra Masalah buruknya sistem pelayanan kesehatan publik Namun demikian, penghindaran karantina ini adalah bagian dari masalah yang jauh lebih besar. Orang India umumnya tidak mempercayai fasilitas sistem perawatan kesehatan publik yang kekurangan sumber daya maupun dana. Mereka yang mampu, kondisi covid di india memilih pergi ke rumah sakit swasta. India membelanjakan hanya 3,6 persen dari total Produk Domestik Bruto mereka untuk fasilitas kesehatan publik.

Jumlah ini lebih rendah dari sejumlah negara tetangga bahkan yang lebih kecil seperti Nepal. Untuk merawat 10.000 orang, India hanya punya delapan dokter, bandingkan dengan 41 dokter di Italia dan 71 dokter di Korea Selatan. "Sistem pelayanan kesehatan masyarakat di India, dengan beberapa pengecualian di beberapa negara bagian, benar-benar buruk," ujar pakar kesehatan Giridhar Babu.

"Kami tidak memiliki cukup ventilator, unit perawatan intensif dan tempat tidur isolasi di rumah sakit. Bahkan jika satu persen populasi kami bermasalah kesehatan serius yang terkait dengan virus corona, sistem akan kewalahan. Ini akan menjadi bencana." (ae,hp,vlz/as) AS Pangkas Durasi Isolasi Pasien COVID-19 Tak Bergejala, Ilmuwan Serukan Kekhawatiran 29.12.2021 Amerika Serikat (AS) memangkas waktu isolasi untuk pasien COVID-19 tanpa gejala menjadi lima hari dan tanpa memerlukan tes negatif.

kondisi covid di india

Para ilmuwan khawatir, nantinya kepentingan bisnis diletakkan di atas kesehatan. • BERANDA • Indonesia • Jerman • Dunia • Iptek • Sosbud • DWNESIA • ECOFRONTLINES • • Topik dari A sampai Z • MEDIA CENTER • Live TV • Semua konten media • ABOUT DW • DW AKADEMIE • BAHASA JERMAN • Kursus B.

Jerman • Deutsch XXL • Community D • Deutsch unterrichten • EXPLORE DW • Mobile • RSS © 2022 Deutsche Welle - Kebijakan Privasi - Pernyataan Aksesibilitas - Imprint - Kontak - Versi Mobile
Jumlah tersebut tertinggi di dunia sejak pandemi Covid-19 dimulai pada tahun lalu.

Total secara keseluruhan ada 190 ribu orang di India meninggal akibat Covid-19 dan lebih dari 17 juta kasus positif Covid-19. Lonjakan kasus virus corona ini dengan cepat membuat rumah sakit-rumah sakit di India kehabisan oksigen dan tempat tidur.

Walhasil, banyak pasien Covid-19 yang sakit, terpaksa harus dipulangkan. Sejak 15 April 2021, India sudah melaporkan ada lebih dari 200 ribu kasus infeksi virus corona setiap hari di negara itu.

Kondisi covid di india baru Covid-19 terkenal lebih mudah menular. Sejumlah ahli virologis mengatakan varian baru Covid-19 sudah sangat banyak di India, termasuk jenis baru varian Covid-19 yang menyebar pertama kali di India. Kondisi inilah yang menyebabkan angka positif Covid-19 di negara itu meroket.

Apa yang terjadi di India menimbulkan keprihatinan dunia. Selandia Baru, Hong Kong, Inggris dan Amerika Serikat langsung menerbitkan larangan penerbangan langsung dari dan menuju India. Kondisi covid di india Menteri Inggris yang awalnya ingin segera mengunci kesepakatan perdagangan dengan India pasca-Brexit, terpaksa harus membatalkan kunjungannya ke India pekan depan.

Sebagai gantinya, Johnson bertatap muka dengan Presiden India Narendra Modi lewat dunia maya. Lonjakan kasus positif Covid-19 di India setelah membuat negara itu kekurangan pasokan oksigen. Beberapa rumah sakit dan dokter di sejumlah negara bagian di utara India, mengunggah peringatan bahwa mereka sudah tidak sanggup lagi menghadapi lonjakan pasien Covid-19.

Cari Bantuan Menurut Modi, pihaknya sudah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengenai krisis di India gara-gara Covid-19. Kedua kepala negara itu juga membicarakan mengenai pasokan bahan mentah vaksin virus corona dan kebutuhan medis lainnya. Sebelumnya pada Minggu, 25 April 2021, Biden mengatakan negaranya akan mengirimkan suplai kebutuhan medis ke India untuk membantu negara itu memerangi pandemi Kondisi covid di india.

Perdana menteri Modi pun mendesak semua warga negara India agar lekas mendapatkan suntik vaksin virus corona dan lebih waspada di tengah tsunami virus corona. Anggota parlemen dan Wakil Kongres Partai Demokrat Ro Khanna mengatakan miliarder Amerika keturunan India dan salah satu pendiri Sun Microsystems Vinod Khosla serta pejabat bidang teknologi lainnya keturunan Amerika-India di Google, IBM dan Microsoft akan bekerja sama dengan otoritas terkait kondisi pandemi Covid-19 di India saat ini.

kondisi covid di india

Google juga pada Senin, 26 April 2021, menyatakan telah mendonasikan uang sekitar USD 18 juta (Rp 260 miliar) ke India untuk mereka yang terdampak pandemi Covid-19 dan suplai kebutuhan medis.

CEO Alphabet Sundar Pichai mengeluarkan bantuan secara pribadi sebesar USD 700 ribu melalui UNICEF untuk India. KADIN Amerika Serikat dan CEO dari 40 perusahaan di Amerika Serikat pada Senin, 26 April 2021 meluncurkan sebuah gugus tugas untuk fokus pada penyediaan suplai kebutuhan medis bagi India, oksigen dan bantuan lainnya.

mereka juga membuat portal, di mana perusahaan-perusahaan yang ada di Amerika Serikat bisa menyalurkan bantuan. Baca juga: WHO: Situasi di India Lebih Dari Sekedar Menyedihkan Sumber: aljazeera.com - reuters.com Suara.com - Presiden Coventry Mercia Lions Club, Davinder Prasad (70) baru saja kembali ke Inggris dari India mengatakan situasi pandemi Covid-19 di negara tersebut 'luar biasa'.

Sambil mengisolasi diri di rumahnya, di Coventry, ia menceritakan keadaan di sana. Menurut Prasad, angka yang dilaporkan di India hanyalah 'puncak gunung es'.

Artinya, masih ada kondisi yang tidak terlihat di permukaan. Hingga Rabu (21/4/2021), kasus virus corona di negara tersebut di atas 15 juta dengan penambahan kasus kondisi covid di india harinya di atas 200 ribu. Prasad tiba di Inggris enam hari lalu setelah mengunjungi saudaranya yang mengalami serangan jantung di Delhi pada Februari lalu.

Ia diperbolehkan melakukan perjalanan ke negara tersebut dengan alasan belas kasih, lapor BBC. Baca Juga: Covid-19 di India: RS Penuh, Krematorium Penuh, Warga Meninggal di Ambulans Ketika pertama kali tiba di India, Prasad mengatakan masyarakat di sana sudah mejalani kehidupan normal. Suasana pasar kaki lima di India (VOA Indonesia) "Tidak ada yang mengikuti aturan jarak sosial, tidak ada yang peduli tentang memakai masker.

Hidup berjalan seperti biasanya," tutur Prasad. Dia mengaku tidak percaya dengan bagaimana situasi berubah sejak dirinya kembali ke Inggris.
KOMPAS.com - Kondisi Covid-19 di India semakin memburuk. Kasus melonjak tajam dan rumah sakit bahkan tak lagi memiliki sisa kamar perawatan. Melansir BBC,(26/4/2021), rumah sakit yang penuh baik di Delhi, maupun kota lain seperti Noida, Lucknow, Allahabad, dan Indore.

kondisi covid di india

Tidak ada tempat tidur pasien yang tersisa dan banyak pasien yang harus berbagi kasur dengan pasien yang lain. Ada yang tidur dengan kepala bersebelahan. Ada yang tidur saling berbalik, dengan posisi kepala di atas, satu lagi di posisi bawah. Banyak penderita Covid-19 tidak mendapatkan ruangan di rumah sakit, hingga banyak dari mereka meninggal di area parkir.

Mereka meninggal di saat menunggu kamar kosong yang mereka harapkan bisa ditempati. Tak hanya kasus infeksi yang meningkat, kasus kematian tercatat tinggi. Antrean panjang di tempat-tempat kremasi.

Bahkan logam alat kremasi meleleh karena terus digunakan untuk membakar jasad masyarakat yang terus berdatangan akibat Covid-19.

kondisi covid di india

Pemerintah pun memutuskan kremasi masal menggunakan kayu bakar di tempat-tempat lapang, seperti area parkir. Baca juga: Berkaca dari India, Apa yang Perlu Diwaspadai agar Tak Terjadi Tsunami Covid-19?

Berita Terkait Strain Baru Mutasi Corona Ditemukan di India, Diduga Lebih Menular Penyebab Tsunami Covid-19 di India: dari Mutasi Virus hingga Pelonggaran Prokes Catatkan Rekor Dunia Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Rumah Sakit di India Kirim SOS Pemerintah India Minta Twitter Hapus Twit yang Kritik Penanganan Covid-19 10 Negara yang Larang Penerbangan dari India Berita Terkait Strain Baru Mutasi Corona Ditemukan di India, Diduga Lebih Menular Penyebab Tsunami Covid-19 di India: dari Mutasi Virus hingga Pelonggaran Prokes Catatkan Rekor Dunia Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Rumah Sakit di India Kirim SOS Pemerintah India Minta Twitter Hapus Twit yang Kritik Penanganan Covid-19 10 Negara yang Larang Penerbangan dari India Mengenal Kapal MV Swift Rescue Singapura yang Temukan KRI Nanggala-402 https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/26/142500465/mengenal-kapal-mv-swift-rescue-singapura-yang-temukan-kri-nanggala-402 https://asset.kompas.com/crops/gQjnHhhwS3TkN_SIBVeafKB18WM=/0x0:4096x2731/195x98/data/photo/2021/04/22/6080fedb46505.jpg
detikHealthJumat, 22 Apr 2022 17:02 WIB Inikah Biang Kerok India Kembali Laporkan Lonjakan Kasus COVID-19?

Kasus COVID-19 kondisi covid di india India kembali melonjak dalam beberapa hari terakhir dan muncul subvarian baru Omicron BA.2.12.1. Inikah penyebab lonjakan kasus tersebut? detikHealthKamis, 23 Des 2021 16:00 WIB Pasien India Ceritakan Rasanya Kena Omicron kondisi covid di india Berhasil Sembuh Seorang pria asal Delhi, India, telah pulih dari varian Omicron dan menjalani masa observasi.

Seperti apa pengalamannya dan apa saja gejala yang ia rasakan? detikHealthRabu, 22 Des 2021 16:00 WIB Cerita Dokter di India Tangani Pasien Positif Omicron, Seperti Ini Kondisinya Beberapa dokter di India mengungkapkan pengalamannya selama merawat para pasien yang positif varian Omicron.

Mulai dari gejala hingga penanganan yang diberikan. detikHealthKamis, 26 Agu 2021 08:02 WIB WHO: Corona di India akan Masuk Fase Endemi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan COVID-19 di India mungkin memasuki tahap endemi, karena tingkat penularannya yang sudah cenderung rendah.

detikNewsRabu, 14 Jul 2021 15:18 WIB Membandingkan Kasus Corona Harian RI dan India yang Jadi Sorotan Media asing menyoroti Indonesia yang mencatat jumlah kasus harian infeksi virus Corona melebihi angka 40 ribu kasus. Bagaimana perbandingannya dengan India? detikNewsSenin, 12 Jul 2021 22:00 WIB Corona Belum Reda, Begini Meriahnya Festival di India Sejumlah warga di India bersikeras menghadiri festival atau tradisi tahunan Rath Yatra ke-144 meski tengah dibayangi ancaman gelombang Covid-19 ketiga.

detikNewsJumat, 09 Jul 2021 12:02 WIB Cerita Varian Delta: Dibawa dari India, Bikin Meroket Corona Indonesia Angka harian COVID-19 di Indonesia kondisi covid di india saat ini meroket juga didominasi varian Delta.

Inilah cerita varian Delta dari India yang menyebar di Indonesia. detikNewsMinggu, 27 Jun 2021 12:31 WIB Ratusan Mayat Kembali Ditemukan di Sungai Gangga India, dari Mana? Ratusan mayat kembali terlihat di Sungai Gangga India. Dari mana sebenarnya?

detikNewsMinggu, 27 Jun 2021 11:08 WIB Ratusan Mayat Kembali Bermunculan di Sungai Gangga India Ratusan mayat kembali ditemukan di Sungai Gangga. Diduga akibat banjir, kuburan dangkal kembali terkikis dan menampakkan mayat-mayat tersebut. detikHealthSabtu, 19 Jun 2021 20:00 WIB Terinfeksi Jamur Hitam, Tiga Anak di India Harus Kehilangan Matanya Tak hanya menyerang orang dewasa, infeksi jamur hitam di India juga terjadi pada anak-anak.

Hal ini menyebabkan 3 anak terpaksa harus kehilangan matanya.KOMPAS.com - India tengah jadi sorotan dunia karena mengalami gelombang kasus Covid-19 parah dalam beberapa pekan terakhir. Tercatat, pada Kamis (22/4/2021), India melaporkan kasus harian Covid-19 sebanyak 314.835 kasus. Lonjakan ini tentu membuat kebutuhan layanan kesehatan membeludak. Dokter dan tenaga kesehatan kewalahan. Inilah kesaksian para dokter di India yang berjuang melawan tsunami Covid-19. Baca juga: Mengapa Krisis Covid-19 India Jadi Masalah Mengerikan bagi Dunia Kondisi di Rajkot Rajkot merupakan salah satu kota yang disebut-sebut paling parah terkena dampak pandemi gelombang kedua di India.

Melansir Straits Times, Minggu (25/4/2021), saat koran lokal mengabarkan 285 orang yang meninggal karena Covid-19 minggu lalu, seorang spesialis perawatan intensif di sebuah rumah sakit swasta di Rajkot, Dr.

Vivek Jivani mengatakan bahwa 3 dari mereka adalah pasiennya. Untuk menahan ketidakberdayaan dan kecemasan, Jivani menyediakan waktu untuk doa 10 menit setiap pagi. "Orang-orang sekarat karena keadaan yang tidak dapat saya kendalikan, tetapi tetap saja, setiap kali pasien meninggal di jam tangan saya, saya berkata pada diri sendiri, berusaha lebih keras untuk orang berikutnya," kata Dr Jivani.

Seperti Perang Dunia II Profesional medis di seluruh India menyebutkan kata yang berulang ketika bicara tentang gelombang kedua Covid-19 di India. Kata itu ialah kewalahan, marah, mengantuk, lapar, kelelahan, takut, mati rasa, tidak berdaya dan yang paling penting, lelah.

Baca juga: Covid-19 di India, Benarkah Mutasi Virus Corona Tak Terdeteksi PCR? Ahli paru di Rumah Sakit Lilavati di Mumbai, Dr Jalil Parkar mengatakan bahwa tidak seperti gelombang pertama, dokter sekarang sudah mengetahui sifat Covid-19, tetapi berbeda. "Volume yang sangat besar, mutasi, kecepatan kerusakan pasien yang sesak napas, ketakutan yang luar biasa di sekeliling, dan sumber daya kita yang terbatas membunuh kita," katanya.

Ia menyebut gelombang kedua ini seperti Perang Dunia II. Perang yang lebih mematikan dibanding yang pertama, meski sebenarnya lebih bisa dicegah. Abai protokol Ketika infeksi mereda pada Desember 2020, politisi dan warga dinilai mengendurkan kewaspadaan.

kondisi covid di india

Mereka melepas masker dan tidak menjaga jarak. Kerumunan massa memadati berbagai kegiatan, seperti demonstrasi politik, festival keagamaan selama sebulan, dan pernikahan mewah. Dr Parkar mengatakan inilah yang membuat virus corona jadi merajarela di seluruh India. Baca juga: Varian Virus Corona di India Disebut Bisa Lolos Tes PCR, Ini Kata Epidemiolog Dokter bekerja 18 jam sehari India sekarang mencatat sekitar 347.000 infeksi baru setiap hari.

Sistem kesehatan bertekuk lutut. Ada lebih dari 2.500 orang meninggal setiap hari. Ibukota New Delhi, yang merupakan wilayah dengan kondisi terburuk, mencatat 24.331 kasus harian dan 348 kematian pada Jumat (23/4/2021).

Berita Terkait Update Corona Dunia 26 April: 10 Negara dengan Kasus Terbanyak - Situasi di India Varian Virus Corona di India Disebut Bisa Lolos Tes PCR, Ini Kata Epidemiolog Berkaca dari India, Apa yang Perlu Diwaspadai agar Tak Terjadi "Tsunami" Covid-19? 10 Negara yang Larang Penerbangan dari India Pemerintah India Minta Twitter Hapus Twit yang Kritik Penanganan Covid-19 Berita Terkait Update Corona Dunia 26 April: 10 Negara dengan Kasus Terbanyak - Situasi di India Varian Virus Corona di India Disebut Bisa Lolos Tes PCR, Ini Kata Epidemiolog Berkaca dari India, Apa yang Perlu Diwaspadai agar Tak Kondisi covid di india "Tsunami" Covid-19?

kondisi covid di india

10 Negara yang Larang Penerbangan dari India Pemerintah India Minta Twitter Hapus Twit yang Kritik Penanganan Covid-19 Profil Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha, Kabinda Papua yang Ditembak KKB https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/25/201028765/profil-brigjen-tni-gusti-putu-danny-nugraha-kabinda-papua-yang-ditembak-kkb https://asset.kompas.com/crops/sPg5TjBXCj2Mx-If8oqtgJ19bX4=/55x0:644x393/195x98/data/photo/2021/04/25/608568241e00f.jpeg

Kasus Covid Mengganas, KBRI Pantau Kondisi 750 WNI di India




2022 www.videocon.com