Cek darah lengkap apa saja

cek darah lengkap apa saja

Buka Tutup • Darah merupakan bagian penting tubuh terutama dalam mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh; • Komponen utama darah antara lain sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan keping darah; • Untuk mengetahui jumlah kadar sel darah di tubuh bisa dilakukan melalui pemeriksaan darah lengkap ( complete blood count); • Pemeriksaan darah lengkap dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah vena dekat permukaan kulit: • Pesan paket pemeriksaan darah lengkap yang dilakukan di klinik kesehatan secara online hanya di HDmall; • Klik untuk membeli produk penambah darah ke rumah Anda di HDmall.

*Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa Cek darah lengkap apa saja. Darah merupakan bagian penting tubuh terutama dalam mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Kandungan darah dalam tubuh terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan keping darah. Untuk mengetahui jumlah kadar sel darah di tubuh bisa dilakukan melalui pemeriksaan darah lengkap ( complete blood count).

Cara ini juga dapat membantu proses diagnosis dan pengobatan yang dibutuhkan terhadap gangguan kesehatan tertentu, misalnya anemia dan demam berdarah. Tes pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan darah lengkap, meliputi: 1. Sel darah merah Sel darah merah atau eritrosit merupakan komponen darah yang dihasilkan di sumsum tulang. Fungsi sel darah merah berperan penting dalam mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Kadar sel darah merah yang terlalu rendah bisa menyebabkan anemia.

2.

cek darah lengkap apa saja

Sel darah putih Sel darah putih berfungsi sebagai suatu bentuk pertahanan tubuh dalam melawan bakteri, virus, dan kuman penyebab penyakit.

Jika jumlah sel darah putih berada di atas normal, maka bisa diasumsikan tubuh sedang mengalami peradangan atau inflamasi, adanya infeksi, atau masalah kesehatan lainnya. Sedangkan, sel darah putih atau leukosit yang rendah disebut juga dengan leukopenia. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kanker, masalah sumsum tulang, maupun gangguan autoimun yang justru menghancurkan sel darah putih itu sendiri. Baca juga: Penyebab dan Cara Pencegahan Sel Darah Putih Tidak Normal 3.

Trombosit Trombosit atau keping darah merupakan salah satu komponen darah yang bisa dicek melalui prosedur pemeriksaan darah lengkap. Fungsi trombosit dapat membantu menghentikan pendarahan ketika terjadi luka sekaligus mempercepat penyembuhan luka. Trombosit juga berperan dalam proses pembekuan darah. Kadar trombosit (platelet) yang rendah disebut dengan trombositopenia, sedangkan jika lebih tinggi dari 450.000 per mikroliter darah, maka disebut trombositosis.

4. Hematokrit Pemeriksaan darah lengkap juga mencakup komponen darah hematokrit (Ht) untuk mengetahui persentase sel darah merah pada total volume darah. Pemeriksaan hematokrit juga cek darah lengkap apa saja untuk mengetahui reaksi tubuh terhadap pengobatan tertentu yang sedang dijalani.

Jika jumlah hematokrit rendah, maka tubuh mungkin mengalami anemia akibat kekurangan zat besi. Sedangkan, jika kadar hematokrit tinggi, maka itu menjadi tanda tubuh mengalami dehidrasi. 5. Hemoglobin (Hb) Hemoglobin adalah protein yang terdapat dalam sel darah merah dan berfungsi sebagai pembawa oksigen. Adanya hemoglobin inilah yang membuat darah berwarna merah. Kadar hemoglobin yang rendah menjadi pertanda tubuh mengalami anemia sehingga perlu diatasi dengan makanan yang kaya zat besi, folat, dan vitamin B12, atau obat penambah darah.

cek darah lengkap apa saja

Baca juga: Sumber Zat Besi Penambah Stamina Hasil pemeriksaan darah lengkap Hasil pemeriksaan darah lengkap biasanya akan keluar dalam waktu beberapa jam setelah pengambilan sampel. Pada hasil pemeriksaan, akan tertera batasan nilai normal dan nilai yang didapatkan dari sampel darah.

Berikut ini adalah rentang nilai normal rata-rata pada setiap komponen pemeriksaan darah lengkap, yaitu: • Sel darah merah: 4,3-5,7 juta/mcL • Sel darah putih : 3.500-10.500/mcL • Trombosit: 150.000-450.000/mcL • Hematokrit: 38-50% untuk pria dan 35-45% untuk wanita • Hemoglobin: 12–15 g/dL untuk pria dan 13–17 g/dL untuk wanita Baca juga: Fungsi Darah Merah, Putih, Plasma cek darah lengkap apa saja Keping Darah Prosedur pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan darah lengkap dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah vena yang terletak di area permukaan kulit, terutama daerah lipatan siku.

Prosedur pengambilan darah memang bisa terasa sakit walau hanya sesaat terutama ketika jarum menusuk kulit. Setelah jarum dilepas juga mungkin akan muncul sedikit memar di lokasi pengambilan darah. Namun, pengambilan sampel darah ini biasanya berlangsung cepat dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Prosedur pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan darah lengkap, yakni: • Membersihkan area kulit di lokasi pengambilan darah dengan menggunakan larutan antiseptik • Mengaitkan tali elastis di bagian atas lengan (lokasi pengambilan darah), agar aliran darah tertahan di area tersebut • Memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah vena untuk proses pengambilan darah hingga jumlah tercukupi • Sampel darah akan ditampung di dalam tabung kecil yang kemudian diberi label sesuai nama dan tanggal pengambilan • Lubang bekas tusukan jarum cek darah lengkap apa saja kembali ditutup dengan perban kecil dan bisa dilepas setelah beberapa jam kemudian Oleh sebab itu, penting untuk melakukan cek darah lengkap secara rutin termasuk untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan tertentu, seperti anemia, leukemia, masalah pembekuan darah, hingga risiko kanker.

Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app Advertisement Pemeriksaan darah lengkap atau complete blood count adalah tes darah yang dilakukan untuk mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang ada di dalam tubuh Anda.

Jumlah sel darah yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi kesehatan Anda dan memudahkan dokter untuk menentukan diagnosis maupun pengobatan. Hasil pemeriksaan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan di tubuh Anda.

Apa saja yang diukur dalam pemeriksaan darah lengkap? Saat melakukan pemeriksaan darah lengkap, ada beberapa komponen darah yang akan diukur, yaitu: 1. Sel darah putih Sel darah putih atau leukosit berperan dalam melawan bakteri, virus, maupun kuman penyebab penyakit lainnya.

Saat ada berbagai penyebab penyakit ini masuk ke tubuh, sel darah putih akan memperbanyak diri. Dalam hasil pemeriksaan darah lengkap, jumlah sel darah putih biasanya tertulis sebagai white blood cell (WBC). Jumlah yang lebih tinggi dari normal cek darah lengkap apa saja peradangan atau inflamasi, infeksi, atau gangguan kesehatan lainnya dalam tubuh.

Sementara itu, jumlah sel darah putih yang lebih rendah daripada normal, bisa menandakan efek penggunaan obat-obatan, infeksi virus, atau penyakit sumsum tulang belakang. 2. Sel darah merah Sel darah merah atau eritrosit adalah komponen darah yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Dalam pemeriksaan darah lengkap, jumlah sel darah merah biasanya tertera sebagai red blood cells (RBC). Jika jumlahnya kurang dari normal, maka tandanya Anda terkena anemia.

3. Hematokrit Pemeriksaan hematokrit dilakukan untuk melihat persentase sel darah merah yang terdapat pada total volume darah. Jika jumlahnya rendah, maka artinya tubuh Anda kekurangan zat besi.

cek darah lengkap apa saja

Sementara jika jumlahnya tinggi, artinya Anda sedang dehidrasi maupun mengalami kondisi lainnya. 4. Mean corpuscular hemoglobin (MCH) Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang berperan sebagai kendaraan untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Sementara itu, MCH adalah pengukuran jumlah cek darah lengkap apa saja yang terdapat di setiap sel darah merah. Nilai MCH yang lebih rendah dari normal bisa menandakan adanya anemia, celiac disease, atau kekurangan vitamin B12 maupun folat. Sementara itu, nilai MCH yang lebih tinggi dari normal dapat mengindikasikan penyakit hati, komplikasi kanker, kelenjar tiroid hiperaktif, sering minum alkohol, atau infeksi.

5. Mean corpuscular hemoglobin concenteration (MCHC) Jika MCH menhitung jumlah hemoglobin dalam satu sel darah merah, maka MCHC menghitung konsentrasi hemoglobin dalam volume tertentu. Jika nilai MCHC lebih rendah dari normal, maka ada indikasi bahwa Anda mengalami anemia defisiensi besi atau thalasemia. Nilai yang melebihi batas normal menandakan anemia hemolitik autoimun hingga luka bakar serius. 6. Mean corpuscular volume (MCV) Pada pemeriksaan MCV, akan terlihat ukuran rata-rata sel darah merah di tubuh Anda.

Semakin besar ukuran sel darah merah Anda, maka nilai MCV pun semakin besar. Nilai MCV yang lebih dari normal biasanya menandakan kekurangan vitamin B12 atau folat di dalam tubuh.

Jika lebih kecil dari normal, Anda bisa saja menderita anemia jenis tertentu. 7. Platelet count Platelet atau trombosit adalah komponen darah yang membantu proses pembekuan darah.

cek darah lengkap apa saja

Jika jumlah platelet lebih dari normal maka disebut trombositosis dan jika lebih rendah dari normal, maka disebut sebagai trombosiopenia.

Trombositosis bisa menandakan gangguan sumsum tulang, anemia, kanker, infeksi serta perdangan. Sementara itu, orang yang mengalami trombositopenia biasanya sering berdarah dan memar tanpa sebab. Kondisi ini bisa menandakan infeksi ginjal, efek samping kemoterapi, atau leukimia. 8. Mean platelet volume (MPV) MPV menggambarkan ukuran rata-rata platelet. Platelet yang baru diproduksi, memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan platelet lama.

Sehingga, ukuran platelet yang rata-rata lebih kecil dari normal, bisa saja menandakan gangguan produksi platelet. Cek darah lengkap apa saja, jika lebih besar dari normal, maka ada indikasi produksi platelet berlebih.

9. Red blood cell distribution width (RDW) RDW adalah jumlah variasi ukuran sel darah merah yang ada dalam sampel darah yang diambil. Jumlah RDW yang tidak normal bisa menandakan anemia, penyakit ginjal, hingga kanker kolorektal. Baca Juga • Apa Itu Thalasemia? Ini Penjelasan Lengkapnya untuk Anda • Mengenal Gejala Hemofilia yang Perlu Diwaspadai • MCV adalah Bagian Dari Pemeriksaan Darah Lengkap, Apa Arti Nilainya? Tujuan pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan darah lengkap biasanya menjadi salah satu tes yang dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan rutin.

Dokter juga bisa merekomendasikan pemeriksaan ini apabila Anda merasakan gejala seperti sering berdarah dan memar tanpa sebab. Menurut ahli, tes darah lengkap juga dapat digunakan untuk membantu mendeteksi berbagai gangguan termasuk infeksi, anemia, penyakit pada sistem kekebalan, dan kanker darah.

Hasil pemeriksaan darah lengkap dapat membantu dokter untuk melakukan beberapa hal di bawah ini. • Mengevaluasi kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan • Mendiagonsis penyakit • Memantau kondisi kesehatan saat Anda mengalami penyakit tertentu • Melihat keberhasilan perawatan Prosedur pemeriksaan darah lengkap Berikut ini beberapa tahapan yang akan Anda lalui saat menjalani pemeriksaan darah lengkap.

• Petugas membersihkan area yang akan disuntik menggunakan alkohol atau antiseptik. • Selanjutnya alat semacam sabuk akan dipasang di lengan agar pembuluh darah vena terlihat lebih jelas. • Petugas akan menyuntikkan jarum di pembuluh darah yang ada di lipatan sikut bagian dalam.

• Setelah jumlah darah yang diperlukan selesai diambil, sabuk akan dilepas. • Area penyuntikan akan ditutup menggunakan perban untuk menghentikan perdarahan.

• Sampel darah lalu dianalisis di laboratorium. Setelah selesai menjalani pemeriksaan darah lengkap, Anda bisa saja merasa sedikit pusing. Area bekas penyuntikan juga akan terlihat memar, tapi akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan hari. Membaca hasil pemeriksaan darah lengkap Hasil pemeriksaan darah lengkap bisa keluar beberapa jam atau beberapa hari setelahnya. Di kertas hasil, biasanya akan tertera nilai normal dan nilai yang didapatkan dari sampel darah Anda.

cek darah lengkap apa saja

Berikut ini rentang nilai normal masing-masing komponen pemeriksaan darah lengkap. • Sel darah putih : 4.300-10.800/mcL • Sel darah merah: 4,2-5,9 juta/mcL • Hematokrit: 45-52 % untuk pria dan 37-48% untuk perempuan • Mean corpuscular hemoglobin (MCH): 27-32 picogram • Mean corpuscular hemoglobin concenteration (MCHC): 32-36% • Mean corpuscular volume (MCV): 80-100 femtoliter • Platelet count: 150.000-400.000/mcL • Mean platelet volume (MPV): 6-12 femtoliter • Red blood cell distribution width (RDW): 11-15 Rentang nilai normal dalam pemeriksaan darah lengkap bisa berbeda-beda di tiap laboratoriumnya.

Namun, biasanya selisihnya tidak terlalu besar. Hasil pemeriksaan ini biasanya bisa langsung diberikan pada Anda atau dikirimkan ke dokter yang memeriksa.

Untuk mengetahui pasti arti dari nilai-nilai pada pemeriksaan darah lengkap, lakukan konsultasi lanjutan dengan dokter. WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/complete-blood-count#1 Diakses pada 5 Mei 2020 Cleveland Clinic.

https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/4053-complete-blood-count/test-details Diakses pada 5 Mei 2020 Healthline. https://www.healthline.com/health/cbc Diaskes pada 5 Mei 2020 E-medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/complete_blood_count_cbc/article_em.htm Diakses pada 5 Mei 2020 Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/rdw-red-cell-distribution-width/ Diakses pada 5 Mei 2020 Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/heart_vascular_institute/centers_excellence/womens_cardiovascular_health_center/patient_information/health_topics/platelets.html Diakses pada 5 Mei 2020 Medical News Today.

https://www.medicalnewstoday.com/articles/318192#Causes-of-low-MCH-levels Diakses pada 5 Mei 2020 Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/mean-cell-hemoglobin-concentration-4584155 Diakses pada 5 Mei 2020 Healthline. https://www.healthline.com/health/high-mchc#purpose Diakses pada 5 Mei 2020 Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/complete-blood-count-cbc/ Cek darah lengkap apa saja pada 8 September 2020
Pemeriksaan darah lengkap ( complete blood count/CBC) adalah tes darah yang digunakan untuk mengevaluasi kesehatan Anda secara keseluruhan dan mendeteksi berbagai gangguan.

Cek darah lengkap merupakan salah satu prosedur yang dilakukan untuk mendiagnosis anemia. Selain itu, berbagai gangguan darah lainnya juga dapat dideteksi dengan pemeriksaan ini, seperti infeksi dan leukemia. Simak penjelasan soal cek darah lengkap di bawah ini.

Apa itu pemeriksaan darah lengkap? Seperti yang telah disebutkan, cek darah lengkap adalah sekelompok tes yang dilakukan untuk memeriksa setiap sel yang mengalir dalam darah, meliputi sel darah cek darah lengkap apa saja, sel darah putih, dan trombosit (platelet). Pemeriksaan darah lengkap dapat memeriksa kesehatan Anda secara keseluruhan dan mendeteksi berbagai penyakit dan kondisi, seperti infeksi, anemia, dan leukemia.

Dokter mungkin akan meminta tes darah lengkap ketika Anda mengalami gejala yang dicurigai terkait dengan sel darah. Gejala-gejala yang mungkin membuat dokter merekomendasikan pemeriksaan darah lengkap, antara lain: • kelelahan, • kelemahan, dan • mudah memar atau berdarah. Berikut penjelasan tiga jenis sel yang dapat diperiksa oleh pemeriksaan darah lengkap. 1. Sel darah merah Sel darah merah (eritrosit) diproduksi di sumsum tulang dan dilepaskan ke aliran darah ketika sudah matang.

Sel darah merah mengandung hemoglobin, protein yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sel darah merah biasanya memiliki ukuran dan bentuk yang beragam. Penampilan tersebut dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti vitamin B12 dan defisiensi folat dan defisiensi besi.

Anemia merupakan kondisi umum yang dapat memengaruhi sel darah merah. Oleh karena itu, pemeriksaan darah lengkap perlu dilakukan dalam mendiagnosis anemia dan menentukan penyebabnya. Hal-hal yang diperiksa saat memeriksa sel darah merah adalah berikut. • Pemeriksaan jumlah sel darah.

• Mengukur jumlah hemoglobin. • Mengukur hematokrit. • Indeks sel darah merah yang mencakup informasi soal penampilan sel darah merah, seperti: • MCV ( mean corpuscular volume), yaitu ukuran rata-rata sel darah merah • MCH ( mean corpuscular hemoglobin), yaitu jumlah rata-rata hemoglobin dalam darah • MCHC ( mean corpuscular hemoglobin concentration), yaitu konsentrasi rata-rata hemoglobin dalam eritrosit • RDW ( red cell distribution width)yaitu berbagai macam ukuran sel darah merah • Tes darah lengkap mungkin juga mencakup perhitungan jumlah retikulosit, yaitu persentase sel darah merah muda yang baru muncul dalam sampel darah.

2. Sel darah putih Sel darah putih (leukosit) adalah sel yang terdapat pada darah, sistem limfatik dan banyak jaringan. Leukosit merupakan bagian penting dari sistem pertahanan tubuh.

Terdapat lima jenis sel darah putih yang mempunyai fungsi berbeda, yaitu neutrofil, limfosit, basofil, eosinofil, dan monosit. Beberapa komponen yang diperiksa dalam cek darah lengkap terkait leukosit adalah berikut. • Jumlah sel darah putih keseluruhan. • Perhitungan berbagai macam jenis-jenis sel darah putih (leukosit), seperti neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil.

Namun, ini juga dapat dilakukan sebagai tes lanjutan untuk mencari penyebab leukosit terlalu tingga ataupun rendah. 3. Trombosit Trombosit adalah fragmen sel kecil yang mengalir dalam darah dan memiliki peran penting dalam pembekuan darah normal.

cek darah lengkap apa saja

Ketika cedera dan perdarahan terjadi, trombosit membantu menghentikan perdarahan dengan menempel ke lokasi cedera dan menggumpal untuk membentuk sumbatan sementara. Tes trombosit dalam pemeriksaan darah lengkap mencakup berikut. • Jumlah trombosit dalam sampel darah. • Volume rata-rata trombosit, yang mencakup ukuran rata-rata trombosit.

• Distribusi trombosit, yang mencerminkan bagaimana trombosit dalam ukuran. Apa saja tujuan pemeriksaan darah lengkap? Dikutip dari Mayo Clinicpemeriksaan darah lengkap bertujuan untuk: Meninjau kesehatan Anda secara keseluruhan Dokter mungkin meminta Anda melakukan pemeriksaan darah lengkap sebagai bagian dari medical check-up untuk memantau kesehatan umum dan untuk memeriksa berbagai gangguan, seperti anemia atau leukemia. Menentukan diagnosis Dokter mungkin meminta Anda menjalani tes darah lengkap jika mengalami sejumlah gejala, seperti kelemahan, kelelahan, demam, radang, memar, atau perdarahan.

Pemeriksaan darah lengkap dilakukan untuk mendeteksi penyebab berbagai gejala yang Anda alami. Memantau kondisi medis Jika Anda telah didiagnosis mengalami kelainan darah yang memengaruhi jumlah sel darah, seperti leukositosis atau leukopenia, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes darah lengkap untuk memantau kondisi Anda.

Memantau perawatan medis Tes darah lengkap dapat dilakukan untuk memantau kesehatan Anda jika Anda mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi jumlah sel darah. Apa yang perlu dipersiapkan sebelum cek darah lengkap apa saja tes darah lengkap? Jika sampel darah yang akan diuji hanya untuk pemeriksaan darah lengkap, Anda diperbolehkan makan dan minum seperti biasa sebelum menjalani tes.

Namun, jika sampel darah digunakan untuk tes tambahan, seperti pemeriksaan gula, Anda mungkin perlu berpuasa dalam jangka waktu tertentu sebelum melakukan tes. Bagaimana pemeriksaan darah lengkap berlangsung?

cek darah lengkap apa saja

Kebanyakan tes darah lengkap mencakup pengambilan sejumlah darah dari pembuluh darah Anda. Petugas kesehatan akan melakukan langkah-langkah di bawah ini. • Membersihkan permukaan kulit Anda. • Meletakkan pita elastis di atas area yang akan disuntik untuk membuat pembuluh darah penuh. • Memasukkan jarum ke pembuluh darah (biasanya di lengan atau bagian dalam siku atau di punggung tangan).

• Menarik sampel darah melalui jarum suntik. • Melepaskan pita elastis dan melepaskan jarum dari vena. Pada bayi, pengambilan darah dalam pemeriksaan darah lengkap biasanya dilakukan dengan mengambil sampel di tumit bayi dengan jarum kecil ( lancet).

Bagaimana cek darah lengkap apa saja pemeriksaan darah lengkap yang normal? Berikut adalah hasil pemeriksaan darah lengkap yang normal pada orang dewasa. • Sel darah merah: 4,7-6,1 juta per mikroliter darah untuk laki-laki dan 4,2-5,4 juta per mikroliter darah untuk perempuan.

• Hemoglobin: 14-17 gram/dL untuk laki-laki dan 12-16 gram/L untuk perempuan. • Hematokrit: 38,3%-48,6% untuk laki-laki dan 35,5%-44,9% untuk perempuan. • Sel darah putih: 3.400-9.600 sel/mikroliter darah. • Trombosit: Sebesar 135.000-317.000/mikroliter untuk laki-laki dan 157.000-371.000/mikroliter. Apa arti dari hasil pemeriksaan darah lengkap? Hasil pemeriksaan darah lengkap yang berada di atas atau bawah angka normal dapat menandakan masalah kesehatan.

Berikut penjelasannya. 1. Hasil pemeriksaan eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit Hasil tes sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit saling berkaitan karena masing-masingnya mengukur aspek-aspek sel darah merah. Jika hasil ketiga tes itu lebih rendah dari normal, Anda mengidap anemia. Anemia ditandai dengan gejala, seperti kelelahan dan kelemahan. Anemia disebabkan oleh banyak hal, seperti kekurangan vitamin tertentu.

Berbagai penyebab tersebut kemudian membedakan jenis-jenis anemia.

cek darah lengkap apa saja

Sementara itu, jika hasil ketiga tes itu lebih tinggi dari normal, Anda mungkin mengalami kondisi medis, seperti penyakit jantung. 2. Cek darah lengkap apa saja pemeriksaan sel darah putih Jumlah sel darah putih yang rendah (leukopenia) dapat disebabkan oleh kondisi medis, seperti penyakit autoimun yang menghancurkan sel darah putih, masalah sumsum tulang, atau kanker. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan kondisi ini. Sementara itu, jika jumlah sel darah putih lebih tinggi dari normal, Anda mungkin mengalami infeksi atau peradangan.

Selain itu, hasil pemeriksaan tersebut dapat menandakan bahwa Anda memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh atau penyakit sumsum tulang. Jumlah sel darah putih juga bisa meningkat akibat mengonsumsi obat-obatan atau menjalani pengobatan tertentu.

3. Hasil pemeriksaan jumlah trombosit Jumlah trombosit yang lebih rendah dari normal (trombositopenia) atau lebih tinggi dari normal (trombositosis) sering kali merupakan tanda dari kondisi medis penyebabnya. Kondisi tersebut juga bisa terjadi akibat pengobatan tertentu.

Jika jumlah trombosit di luar angka normal, Anda mungkin memerlukan tes tambahan untuk mengetahui penyebabnya secara pasti. Perlu diingat bahwa pemeriksaan darah lengkap bukan tes diagnostik yang pasti atau tes akhir. Hasil yang ditunjukkan mungkin memerlukan tindak lanjut, atau bisa saja tidak.

Dokter mungkin perlu melihat hasil tes darah lengkap bersamaan dengan tes darah lainnya atau tes tambahan lain. Dalam beberapa kasus, jika hasil Anda berada di atas atau di bawah batas normal, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis kelainan darah (hematologis). Complete blood count (CBC) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 14 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/complete-blood-count/about/pac-20384919 Complete Blood Count (CBC) – Understand the Test & Your Results.

(2020). Retrieved 14 July 2020, from https://labtestsonline.org/tests/complete-blood-count-cbc Complete Blood Count (CBC): MedlinePlus Medical Test. (2020). Retrieved 14 July 2020, from https://medlineplus.gov/lab-tests/complete-blood-count-cbc/ Blood Test: Complete Blood Count (for Parents) – Nemours KidsHealth.

(2020). Retrieved 14 July 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/labtest4.html Understanding Your Lab Test Results. (2020). Retrieved 14 July 2020, from https://www.cancer.org/treatment/understanding-your-diagnosis/tests/understanding-your-lab-test-results.html Cek D arah Lengkap A pa S aja? – Cek darah ialah metode pengecekan sampel darah dan biasanya diambil dengan cara menusukkan jarum lewat pembuluh darah pada salah satu bagian tubuh, seperti lengan.

cek darah lengkap apa saja

Pengecekan darah berguna untuk mendeteksi sebuah penyakit, mendeteksi adanya racun, zat atau obat tertentu, mengetahui gangguan fungsi organ sekaligus memeriksakan keadaan medis secara keseluruhan pada pasien. Sesudah sampel darah tadi diambil, selanjutnya dimasukkan pada botol kecil kemudian dilakukan pengecekan di laboratorium. Sampel darah yang sudah diambil tadi diperiksa menggunakan mikroskop lalu diuji menggunakan bahan kimia tertentu, sesuai dengan tujuan dan jenis tes darah itu sendiri.

Cek D arah Lengkap A pa S aja? Jenis-Jenis Cek Darah Jika Anda bertanya, cek darah lengkap seperti apa saja sih? Ini dia ulasannya: • Cek darah lengkap Pengecekan darah lengkap biasa disebut sebagai pemeriksaan hitung darah lengkap yang sebenarnya tanpa memberikan diagnosis definitif pada suatu kondisi. Walaupun demikian, tes darah ini bisa memberikan petunjuk tentang masalah kesehatan yang dialami oleh pasien yang mungkin saja terjadi. Pengecekan darah ini biasanya dengan melihat jumlah sel darah putih, haemoglobin, trombosit, dan hematokrit.

• Laju Endap Darah Cek darah ini biasanya dilakukan guna mengetahui tingkat keparahan peradangan pada tubuh. Peradangan ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti tumor, infeksi, hingga penyakit autoimun. Pengecekan ini biasanya dilakukan dengan melihat tingkat kecepatan pengendapan sel darah merah ke bagian dasar cek darah lengkap apa saja pengujian.

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan guna mendiagnosis kondisi pasien yang mengalami endocarditis, polymyalgia rheumatica, radang sendi, penyakit Crohn, dan radang pembuluh darah. cek darah lengkap apa saja Uji protein C-Reaktif Pemeriksaan darah ini berguna untuk mendiagnosis adanya peradangan.

Adapun CRP atau protein C-reaktif ini ialah protein yang dihasilkan oleh organ hati. Apabila protein C-reaktifnya melebihi normal, ini artinya ada peradangan pada tubuh pasien. • Tes Koagulasi Pengecekan koagulasi dilakukan guna melihat apakah terjadi pembekuan darah atau tidak pada pasien, seperti halnya pada penderita hemofilia dan penyakit von Willebrand.

Pemeriksaan koagulasi ini dilakukan dengan cara mengukur atau melihat seberapa cepat penggumpalan darah terjadi. • Analisa Gas Darah Pemeriksaan darah yang satu ini dilakukan untuk mengevaluasi pH darah sekaligus kadar gas yang terdapat dalam darah, baik itu gas karbondioksida maupun oksigen.

Analisa gas darah merupakan pemeriksaan oleh dokter guna meninjau terjadinya gangguan keseimbangan pH tubuh seperti alkalosis dan asidosis, dilakukan untuk meninjau kinerja paru serta respon terapi gas oksigen di dalam paru-paru. • Tes Fungsi Tiroid Pemeriksaan ini dilakukan untuk menguji sampel darah melalui kadar pengecekan hormone tiroid, tiroksin (T4), triiodotironin, dan TSH ( thyroid stimulating hormone). Tes ini biasanya akan dilakukan apabila dokter mencurigai jika tiroid Anda terlalu aktif atau kurang aktif.

Untuk harga medical check up pengecekan darah sendiri berbeda-beda tergantung jenisnya. Jadi, jika Anda penasaran cek darah lengkap apa saja, itulah jenis-jenis pemeriksaan darah yang harus Anda ketahui. Namun sebenarnya masih ada lagi, seperti tes enzyme-linked immunosorbent assay, tes elektrolit, dan tes darah yang dilakukan untuk menilai adanya resiko penyakit jantung.

Jika anda sudah mengetahui berbagai pemeriksaan darah, maka segeralah memeriksakan kesehatan anda sekarang juga di rumah sakit atau di klik terdekat. Yang pasti, biaya medical check up yang perlu anda keluarkan masih tergolong murah. Untuk itu, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan medical check up lengkap di plazamedis ya.

Info medical check up murah di Tangerang untuk perusahaan dan perorangan bisa dilihat di bawa artikel ini. Semoga bermanfaat!
Pemeriksaan darah lengkap ( complete blood count/CBC) merupakan suatu prosedur medis yang umumnya dilakukan oleh para ahli medis atau dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan pasien atau untuk mendeteksi penyakit yang mempengaruhi sel darah seperti, anemia, leukemia, infeksi, kanker darah serta untuk mendiagnosis kondisi non-kanker lainnya.

[2,4] Daftar isi • Fungsi Pemeriksaan Darah Lengkap • Komponen-Komponen Yang Diukur Dalam Pemeriksaan Darah Lengkap • Persiapan Pemeriksaan Darah Lengkap • Prosedur Pemeriksaan Darah Lengkap • Risiko Pemeriksaan Darah Lengkap • Hasil Pemeriksaan Darah Lengkap Fungsi Pemeriksaan Darah Lengkap Pemeriksaan darah lengkap berkaitan dengan pemeriksaan sel-sel yang membentuk darah seperti, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, maka tindakan pemeriksaan darah lengkap selain berfungsi untuk mengetahui perkembangan kesehatan seseorang, terlebih bermanfaat untuk mengetahui beberapa kondisi berikut ini; [1,10] • Untuk meninjau kesehatan pasien secara keseluruhan.

Dalam hal ini, dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan pemeriksaan darah lengkap sebagai bagian dari pemeriksaan medis secara rutin dengan maksud untuk memantau kesehatan pasien secara umum dan sekaligus memantau perkembangan berbagai gejala gangguan darah, seperti anemia atau leukemia.

• Untuk mendiagnosis kondisi medis pasien. Dokter kemungkinan akan menyarankan kepada pasien untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap jika pasien didapati seringkali mengalami kelemahan dan kelelahan yang tidak biasa, demam, peradangan, memar atau pendarahan. Pemeriksaan darah lengkap dilakukan supaya dokter dapat membantu mendiagnosis penyebab dari tanda dan gejala-gejala tersebut. • Untuk memantau kondisi medis pasien.

Jika pasien telah didiagnosis memiliki kelainan darah yang dapat mempengaruhi jumlah sel darah, dokter seringkali akan menempuh tindakan pemeriksaan darah lengkap untuk memantau kondisi pasien. • Untuk memantau perawatan medis pasien. Pemeriksaan darah lengkap dimanfaatkan juga untuk memantau perkembangan kesehatan pasien jika pasien sedang mengonsumsi obat yang dapat mempengaruhi jumlah sel darah. Komponen-Komponen Yang Diukur Dalam Pemeriksaan Darah Lengkap Fungsi pemeriksaan darah lengkap adalah untuk mengetahui seluruh perkembangan kesehatan pasien, oleh karena itu beberapa poin yang perlu diukur dalam pemeriksaan darah lengkap adalah sebagai berikut; [3, 4, 5, 7, 8, 9, 10] • Sel Darah Merah Sel darah cek darah lengkap apa saja atau eritrosit adalah komponen darah yang bertugas untuk mengantarkan oksigen dan sekaligus membawa karbondioksida ke seluruh tubuh.

Dalam pemeriksaan darah lengkap, jumlah sel darah merah biasanya akan muncul sebagai red blood cells. Jika jumlahnya kurang dari takaran normal maka itu menandakan bahwa pasien bersangkutan terkena anemia atau kondisi lain. • Sel Darah Putih Sel darah putih atau leukosit merupakan sel yang berperan melawan bakteri, virus, ataupun kuman penyebab penyakit lainnya dengan cara memperbanyak diri.

Jika jumlah sel darah putih terlalu banyak, itu bisa memicu kondisi seperti peradangan, infeksi, reaksi medis, atau kondisi kesehatan lainnya. Namun jika terlalu rendah, pasien bisa berisiko lebih tinggi untuk terkena infeksi. • Hematokrit (hct) Tes kadar hematokrit merupakan bagian dari pemeriksaan darah lengkap.

Gunanya untuk memeriksa persentase sel darah merah yang terdapat pada total volume darah. Jika kadar hematokrit rendah, itu artinya tubuh sedang kekurangan zat besi. Sementara bila jumlahnya tinggi, itu berarti pasien sedang dehidrasi maupun mengalami berbagai kondisi lainnya. • Hemoglobin (hgb) Hemoglobin atau Hb adalah salah satu komponen penting dalam darah karena ia merupakan protein yang berada di dalam sel darah merah dan berperan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Dalam pemeriksaan darah lengkap dokter akan mengetahui apakah hemoglobin pasien berada pada titik normal atau sedang mengalami kelainan, karena jika Hb bermasalah maka sel darah merah tidak dapat berfungsi dengan baik dalam mengangkut oksigen dan karbon dioksida ke paru-paru yang kemudian dibagikan ke seluruh tubuh.

Akibatnya kemungkinan pasien mengalami penyakit anemia atau penyakit kekurangan darah yang lebih besar. • Mean corpuscular hemoglobin (MCH) Sebab hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang berperan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, maka MCH adalah pengukuran jumlah hemoglobin yang terdapat di setiap sel darah merah. Dalam pemeriksaan darah lengkap, dokter akan mengetahui titik normal nilai MCH. Bila MCH berada pada takaran yang lebih rendah maka bisa memberi kemungkinan bahwa pasien tersebut memiliki anemia, celiac disease atau kekurangan vitamin B12 dan asam folat.

Sementara itu, nilai MCH berada pada titik yang lebih tinggi dokter akan mengindikasikan bahwa pasien memiliki penyakit hati, komplikasi kanker, kelenjar tiroid hiperaktif, kecanduan alkohol atau pasien sedang mengalami infeksi. • Mean corpuscular hemoglobin concenteration (MCHC) Jika MCH bertugas untuk menghitung jumlah hemoglobin dalam satu sel darah merah, maka MCHC bertugas untuk menghitung konsentrasi hemoglobin dalam volume tertentu.

Dalam pemeriksaan darah lengkap dokter akan mengetahui bahwa nilai MCHC sedang berada pada titik normal atau tidak, sebab jika nilai MCHC lebih rendah dari normal, maka ada indikasi bahwa pasien mengalami anemia defisiensi besi atau thalasemia. Namun sebaliknya, jika nilai MCHC melebihi batas normal (tinggi) bisa saja menandakan bahwa pasien memiliki anemia hemolitik autoimun atau mengalami luka bakar yang sangat serius.

• Mean corpuscular volume (MCV) MCV adalah nilai ukuran rata-rata sel darah merah pasien. Bersamaan dengan hematokrit, MCV berperan penting dalam menentukan kondisi pasien dari berbagai penyakit darah. Semakin besar ukuran sel darah merah pasien, maka nilai MCV pun semakin besar. Bila nilai MCV berada di bawah kisaran normal, biasanya menandakan bahwa pasien tersebut bisa saja sedang menderita anemia mikrositik dan sebaliknya bila dalam kisaran tinggi, pasien mengalami anemia makrositik.

• Platelet count Platelet atau trombosit adalah komponen sel darah (tidak berwarna) yang membantu proses pembekuan darah. Trombosit biasanya membantu mencegah pendarahan yang berlebihan dengan cara membekukan darah sehingga darah menggumpal dan akhirnya tersumbat pada pembuluh darah yang bermasalah.

Namun demikian, bila terdeteksi bahwa jumlah platelet (trombosit) terlalu banyak atau berada di atas kadar normal–yang seringkali disebut trombositosis maka akan membuat cek darah lengkap apa saja lebih mudah membeku dan penyumbatan pembuluh darah akan sering terjadi dibandingkan dengan orang sehat, akibatnya pasien seringkali merasa sakit kepala, kejang, pusing, penglihatan kabu, dan sebagainya.

Sementara, bila platelet di bawah nilai rendah yang seringkali disebut trombositopenia, maka akan membuat darah sulit untuk membeku sehingga pasien akan lebih mudah mengalami pendarahan, seperti mimisan, gusi berdarah dan sebagainya, dengan tanpa sebab.

Trombositopenia biasanya dipicu oleh penyakit seperti infeksi ginjal, efek samping kemoterapi atau leukimia. • Mean platelet volume (MPV) MPV adalah pengukuran ukuran rata-rata platelet (trombosit) yang ada di dalam darah. MPV sangat penting dalam menentukan apakah pasien tersebut mengalami gangguan trombositosis atau trombositopenia.

Sehingga MPV menjadi salah satu komponen penting yang seringkali dimasukkan sebagai bagian dari tes pemeriksaan darah lengkap. MPV dapat menurun atau meningkat seiring dengan beberapa kondisi seperti penyakit jantung, lupus, penyakit tiroid dan infeksi.

• Red blood cell distribution width (RDW) RDW adalah jumlah kisaran variasi ukuran atau volume sel darah merah yang diambil pada saat pemeriksaan darah lengkap. Biasanya jumlah RDW yang tidak normal bisa menandakan anemia, penyakit ginjal, hingga kanker kolorektal. Persiapan Pemeriksaan Darah Lengkap Persiapan sebelum pemeriksaan darah lengkap umumnya mengikuti prosedur tujuan dan fungsi pemeriksaan, misalnya jika sampel darah pasien yang diuji hanya untuk pemeriksaan darah lengkap, dokter biasanya tidak menyarankan persiapan khusus sebelum prosedur pemeriksaan, namun justru mengizinkan pasien untuk dapat makan dan minum secara normal sebelum prosedur pemeriksaan dilakukan.

Sedangkan, jika sampel darah pasien akan digunakan dokter untuk melakukan tes medis tambahan, pasien barangkali disarankan untuk berpuasa dalam jangka waktu tertentu sebelum pemeriksaan dilakukan.

Untuk hal ini ikutilah petunjuk dokter dengan saksama. [1,6] Prosedur Pemeriksaan Darah Lengkap Prosedur pemeriksaan darah langkap, umumnya ada beberapa tahapan yang perlu dilalui oleh pasien; [4] • Pembersihan area yang akan disuntik oleh petugas medis. Umumnya petugas medis akan menggunakan alkohol atau antiseptik untuk membersihkan area dalam siku atau bagian punggung tangan. • Selanjutnya pita elastis atau tourniquet akan dipasang di sekitar lengan atas supaya pembuluh darah vena terlihat lebih jelas.

• Petugas medis akan menyuntikkan jarum di pembuluh darah dan memasukkan darah ke dalam botol kemudian sampel darah akan dikumpulkan ke dalam satu botol atau lebih.

cek darah lengkap apa saja

• Setelah jumlah darah yang diperlukan sudah selesai diambil, pita elastis atau tourniquet akan dilepas. • Area penyuntikan akan ditutup menggunakan perban untuk menghentikan perdarahan. • Setelah itu, sampel darah dibawa ke laboratorium untuk dianalisis Setelah selesai menjalani pemeriksaan darah lengkap beberapa pasien akan merasa pingsan atau pusing. Dan pasien mungkin mengalami memar ringan di areah bekas penyuntikan, tetapi akan hilang dalam hitungan hari.

[4] Untuk pasien bayi, petugas biasanya cek darah lengkap apa saja terlebih dahulu mensterilkan bagian tumit kaki, lalu menyuntik area tersebut dengan menggunakan jarum kecil yang disebut lancet.

Petugas kemudian dengan lembut meremas tumit pasien lalu mengambil sedikit darah yang dimasukan ke dalam botol untuk keperluan analisis. [4] Risiko Pemeriksaan Darah Lengkap Resiko buruk yang timbul setelah pemeriksaan darah lengkap dilaporkan sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Beberapa pasien hanya mungkin akan mengalami sedikit mual atau pusing, lalu ada sedikit rasa sakit dan memar (bisa juga timbul pembekakan) di area suntikan pengambilan darah.

Namun secara umum, semua risiko itu akan hilang dalam beberapa jam atau dalam hitungan hari. [2] Hasil Pemeriksaan Darah Lengkap Sebagian besar hasil pemeriksaan darah akan diumumkan dalam beberapa jam atau 1 hari setelahnya. Dari hasil, biasanya akan tertera nilai normal yang didapatkan dari sampel darah pasien. [4] Berikut rentang nilai normal dari masing-masing komponen dalam pemeriksaan darah lengkap.

[6,4] Komponen Darah Rentang Nilai Normal Sel darah Merah → Pria: 4,35-5,65 triliun sel/L * (4,32-5,72 juta sel/mcL **) → Wanita: 3,92-5,13 triliun sel/L. (3,90-5,03 juta sel/mcL) Hemoglobin → Pria: 13,2-16,6 gram/dL *** (132-166 gram/L) → Wanita: 11,6-15 gram/dL (116-150 gram/L) Hematokrit → Pria: 38,3-48,6 persen → Wanita: 35,5-44,9 persen Jumlah sel darah putih 3,4-9,6 miliar sel/L.

(3.400 hingga 9.600 sel/mcL) Jumlah trombosit → Pria: 135-317 miliar/L (135.000 hingga 317.000/mcL) → Wanita: 157-371 miliar/L (157.000-371.000/mcL) Keterangan: L = liter ** mcL = mikroliter *** dL = desiliter Hasil yang ditujukan dalam tabel di atas adalah hasil rentang nilai normal sampel darah pasien.

Kemungkinan yang menunjukkan bahwa pasien mengalami masalah kesehatan, akan diketahui bila hasil tes yang diperoleh berada di bawah rentang nilai normal. Untuk penjelasan lebih lanjut simak uraian berikut; [6] • Jumlah sel darah merah, hemoglobin dan hematokrit, merupakan hasil yang berhubungan dengan aspek sel darah merah pasien. • Bila hasil rentang nilai dari ketiga komponen darah itu lebih rendah dari biasanya maka pasien menderita anemia.

Penyakit anemia terjadi karena beberapa hal seperti, rendahnya kadar vitamin atau zat besi, kekurangan darah atau kondisi lain yang mendasarinya. • Namun bila jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dan hematokrit lebih tinggi dari biasanya, maka bisa memberi kemungkinan bahwa pasien tersebut mengalami gejala seperti polycythemia vera atau bisa juga penyakit jantung. • Jumlah sel darah putih. • Bila jumlah sel darah putih lebih rendah ( leukopenia), biasanya disebabkan oleh kondisi seperti gangguan autoimun, masalah sumsum tulang atau bisa juga karena kanker dan konsumsi obat-obatan tertentu.

• Jumlah sel darah putih lebih tinggi biasanya disebabkan oleh kelainan sistem kekebalan atau penyakit sumsum tulang atau mungkin juga karena pasien sedang mengalami reaksi terhadap pengobatan. • Jumlah trombosit. • Jumlah trombosit yang lebih rendah dari biasanya (trombositopenia) atau lebih tinggi dari biasanya (trombositosis) seringkali merupakan tanda dari kondisi medis yang mendasari, atau mungkin merupakan efek samping dari pengobatan.

Dokter biasanya akan melakukan tes tambahan untuk mendiagnosis kejelasan penyebabnya. Untuk mengetahui lebih spesifik tentang penyebab pemeriksaan darah lengkap Anda berada di rentan kisaran nila normal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

[6] 1. Anonim. 2020. Drugs. Cek darah lengkap apa saja blood count (CBC). 2. Anonim. 2020. MedlinePlus: Trusted Health Information for You.

Complete Blood Count (CBC). 3. Siamak N. Nabili, MD, MPH, edited by Melissa Conrad Stöppler, MD. 2019. EMedicineHealth. Complete Blood Count (CBC). 4. Danielle Moores, medical reviewed by Debra Sullivan, Ph.D., MSN, R.N., CNE, COI. 2018. Healthline. Complete Blood Count (CBC). 5. Maner BS, Moosavi L. 2020. ncbi, nlm. nih.gov. Mean Corpuscular Volume (MCV). 6. Anonim. 2020. mayoclinic. Complete blood count (CBC). 7. Anonim. 2020. mayoclinic.

Thrombocytopenia (low platelet count). 8. Suzanne Dixon, MPH,RD. medical reviewed by Douglas A. Nelson, MD. 2020. Understanding Mean Platelet Volume (MPV). 9. Anonim. 2020. MedlinePlus: Trusted Health Information for You. RDW (Red Cell Distribution Width).

10. Anonim. 2020. WebMD. Complete Blood Count (CBC) Test.
The benefits of regular blood pressure checks that you must know Gunanya untuk memeriksa persentase sel darah merah yang terdapat pada total volume darah. In this conditionthe benefit that can be obtained from regular blood pressure checks is to distinguish whether the increase in blood pressure you are experiencing is considered hypertension or just white coat syndrome.

Next • Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Pemeriksaan Kesehatan Rutin di Masa Pandemi, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Halaman all Namun demikian, bila terdeteksi bahwa jumlah platelet trombosit terlalu banyak atau berada di atas kadar normal—yang seringkali disebut maka akan membuat darah lebih mudah membeku dan penyumbatan pembuluh darah akan sering terjadi dibandingkan dengan orang sehat, akibatnya pasien seringkali merasakejang, pusing, penglihatan kabu, dan sebagainya. • Jika didapati abnormal maka perlu pengecekan lanjutan seperti x-ray dada, cek darah, konsultasi ke dokter spesialis paru dan pernapasan, dan pemeriksaan tambahan fungsi paru.

cek darah lengkap apa saja

Pemeriksaan Darah Lengkap Apa Saja? Sehingga MPV menjadi salah satu komponen penting yang seringkali dimasukkan sebagai bagian dari tes pemeriksaan darah lengkap. Over time, this tension can cause blood vessels to thicken and weaken. Terdapat berbagai pemeriksaan umum yang penting untuk Anda lakukan secara rutin di antaranya pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan.

Next • If you are considered to be at risk of developing hypertension, it's a good idea to check your blood pressure twice a week.“Tujuan utama dilakukannya pemeriksaan darah lengkap adalah mengetahui kondisi kesehatan pesertanya secara keseluruhan. Selain itu, pemeriksaan darah lengkap juga bertujuan untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan darah. Contohnya seperti penyakit anemia, leukemia, hingga gangguan pembekuan darah.” Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar, atau bahkan pernah menjalani pemeriksaan darah lengkap?

Nah, pemeriksaan atau cek darah lengkap perlu dilakukan jika seseorang ingin mendeteksi penyakit yang tengah dialami tanpa gejala atau memantau kondisi kesehatan ketika peserta tengah menjalani pengobatan lain. Pemeriksaan darah lengkap termasuk dalam serangkaian medical check up guna mendeteksi adanya penyakit anemia, infeksi, masalah pembekuan darah, serta kanker darah. Tujuan Dilakukannya Pemeriksaan Darah Lengkap Pemeriksaan darah lengkap bertujuan untuk cek darah lengkap apa saja kondisi kesehatan pesertanya secara keseluruhan.

Selain itu, pemeriksaan darah lengkap juga bertujuan untuk mendiagnosa kondisi medis tertentu. Terutama bagi penyakit yang berkaitan dengan darah, seperti: • Anemia, yaitu kondisi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal.

• Leukemia, yaitu kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Kanker ini terjadi ketika sel darah putih berkembang menjadi lebih banyak dan menjadi ganas dan memakan sel darah merah. • Gangguan pembekuan darah, yaitu kondisi yang terjadi ketika adanya kelainan trombosit. Perhatikan Hal Ini Sebelum Jalani Pemeriksaan Darah Lengkap Jika sampel darah kamu diuji hanya untuk hitung darah lengkap, kamu dapat mengonsumsi makanan dan minuman secara normal sebelum cek darah lengkap apa saja.

Namun, jika pemeriksaan sampel darah dijalani sebagai tes tambahan, dokter mungkin akan menganjurkanmu untuk berpuasa selama beberapa waktu sebelum menjalani tes. Yang Termasuk dalam Prosedur Pemeriksaan Darah Lengkap Beberapa pemeriksaan yang termasuk dalam pemeriksaan darah lengkap, antara lain: 1. Hemoglobin (Hb) Hemoglobin merupakan protein yang terkandung dalam sel darah merah dan berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Nah, kandungan oksigen dalam darah ini lah yang membuat darah berwarna merah.

Adanya perubahan hemoglobin dalam darah bisa jadi pertanda kalau kamu tengah mengidap gangguan kesehatan. 2. Hematokrit (Ht) Tingginya kadar hematokrit dalam tubuh menandakan kalau kamu tengah mengalami dehidrasi.

Tes kadar hematokrit merupakan bagian dari pemeriksaan darah lengkap yang digunakan untuk mendeteksi anemia. Selain itu, pemeriksaan hematokrit juga dilakukan guna mengetahui reaksi tubuh terhadap pengobatan yang tengah dijalani.

3. Trombosit Proses pembekuan darah dapat terganggu ketika kadar trombosit tidak normal. Gangguan yang terjadi biasanya meliputi pembekuan sampai penggumpalan darah. Karena sifatnya dapat membekukan darah, trombosit berfungsi untuk menutup dan menyembuhkan luka. Trombosit juga berfungsi untuk menghentikan pendarahan ketika terjadi luka 4.

Sel Darah Merah Sel darah merah mempunyai fungsi membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Sel darah merah dengan tingkat yang tidak normal akan menjadi pertanda kalau kamu tengah mengidap penyakit tertentu.

Penyakit tersebut meliputi anemia, perdarahan, serta kekurangan cairan atau dehidrasi. 5. Sel Darah Putih Sel darah putih mempunyai fungsi untuk melindungi tubuh dari segala serangan penyakit. Sel darah putih juga bertugas untuk mendeteksi dan membasmi mikroorganisme asing, seperti virus, bakteri, maupun parasit yang membawa penyakit atau infeksi ke dalam tubuh. 6. Gula Darah Tes gula darah dilakukan guna mengetahui kadar gula dalam darah. Seseorang dengan diabetes akan memerlukan tes ini secara rutin.

Tes gula darah ada banyak jenis dengan fungsi yang berbeda. Selain untuk mendeteksi diabetes, tes gula darah dilakukan untuk memastikan kadar gula darah pengidap diabetes dalam tahap normal. Nah, itulah penjelasan mengenai pemeriksaan darah lengkap melalui sampel darah. Mulai dari hemoglobin, hematokrit, trombosit, sel darah merah, sel darah putih, dan gula darah akan diperiksa, sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan darah lengkap.

Penting untuk melakukan pemeriksaaan darah lengkap secara rutin. Tujuannya tentu saja untuk mendeteksi dini berbagai ancaman penyakit. Contohnya seperti anemia, leukimia hingga gangguan pembekuan darah akibat kelainan trombosit.

Jika kamu ingin menjalani prosedur tersebut, kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu menunggu atau mengantre berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi: WebMD. Diakses pada 2021. Complete Blood Count (CBC) Test Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Complete blood count (CBC)
Tes darah umumnya dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin atau dalam proses diagnosis suatu penyakit.

Meski sama-sama menggunakan sampel darah, tetapi tes ini terbagi menjadi beberapa jenis dan setiap jenisnya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tes darah merupakan jenis pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil melalui jari atau pembuluh darah di bagian tubuh tertentu, seperti lipatan siku maupun tangan.

Pada umumnya, tes darah dilakukan untuk memastikan suatu penyakit, mengevaluasi fungsi organ dan kondisi kesehatan tertentu, serta menentukan keberhasilan pengobatan.

Beragam Jenis Tes Darah yang Perlu Diketahui Ada beragam jenis tes darah yang dapat disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan. Berikut ini adalah jenis tes yang umumnya dilakukan dan perlu Anda ketahui: 1. Tes darah lengkap Tes darah lengkap merupakan cek darah lengkap apa saja satu jenis pengambilan sampel darah yang sering dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan.

Tes ini biasanya digunakan untuk mendeteksi adanya beberapa gangguan kesehatan, seperti anemia, infeksi, dan masalah pembekuan darah. Pada tes darah lengkap, pemeriksaan dilakukan dengan mengevaluasi jumlah sel darah putih, kadar hemoglobin, hematokrit, dan trombosit dalam tubuh.

2. Tes C-reactive protein (CRP) CRP sebenarnya adalah protein yang diproduksi oleh hati sebagai respons terhadap adanya peradangan pada tubuh. Bila hasil tes menunjukkan cek darah lengkap apa saja peningkatan kadar CRP, maka peradangan sedang terjadi di bagian tubuh tertentu.

3. Laju endap darah Pengendapan darah dapat menjadi petunjuk adanya peradangan dalam tubuh. Tes laju endap darah dilakukan dengan mengukur berapa lama waktu yang diperlukan sel darah merah untuk mengendap ke dasar tabung pemeriksaan. Semakin cepat sel darah merah mengendap, kemungkinan Anda mengalami peradangan juga semakin tinggi. Jenis tes darah ini biasanya dilakukan untuk memastikan adanya beberapa kondisi, seperti endokarditis, radang sendi, radang pembuluh darah, penyakit Crohn, maupun penyakit autoimun.

4. Tes elektrolit Tes darah dapat dilakukan untuk mengukur kadar elektrolit dalam tubuh. Pada kondisi medis tertentu, seperti dehidrasi, diabetes, gagal ginjal, penyakit hati, dan gangguan jantung, perubahan kadar elektrolit dalam tubuh bisa saja terjadi. Tes darah ini juga dapat dilakukan untuk menilai keberhasilan pengobatan untuk gangguan elektrolit. 5. Tes koagulasi Tes koagulasi bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan pada proses penggumpalan darah atau koagulasi. Bila hasil tes darah menunjukkan adanya peningkatan waktu koagulasi, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya kelainan perdarahan, seperti penyakit von Willebrand atau hemofilia.

6. Tes fungsi tiroid Dokter bisa merekomendasikan tes fungsi tiroid jika dicurigai adanya kondisi medis yang memengaruhi hormon tiroid, seperti hipertiroid atau hipotiroid. Tes darah untuk mengetahui fungsi tiroid dilakukan dengan melihat kadar hormon tiroid, triidotironin (T3) dan tiroksin (T4), serta hormon pemicu tiroid ( thyroid stimulating hormone/TSH) pada tubuh.

7. Tes enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) Tes darah dengan metode ELISA atau EIA, merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi antibodi dalam darah, yang muncul akibat adanya respons terhadap infeksi. Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mendiagnosis beberapa penyakit seperti, seperti HIV/AIDS, toksoplasmosis, dan virus Zika.

8. Analisa gas darah Analisa gas darah merupakan jenis tes darah yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat keasaman (pH) darah dan kadar gas dalam darah, seperti oksigen dan karbon dioksida. Tes darah ini dilakukan untuk meninjau gangguan keseimbangan asam basa tubuh seperti asidosis dan alkalosis, mengevaluasi fungsi paru, menilai keberhasilan terapi penyakit paru, serta memastikan sumber ketidakseimbangan asam basa yang terjadi sekaligus memantau keberhasilan terapi oksigen yang diberikan.

9. Tes darah untuk meninjau risiko penyakit jantung Tes darah ini dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi pemeriksaan kolesterol total, kolesterol baik (HDL), kolesterol jahat (LDL), dan lemak dalam darah (trigliserida). Adanya kelainan pada hasil pemeriksaan tes ini dapat meningkatan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Selain beberapa jenis tes darah di atas, masih ada beberapa prosedur lainnya seperti tes genetik atau kromosom, tes golongan darah, tes kanker atau tumor marker, tes fungsi hati dan ginjal, serta pengecekan glukosa.

cek darah lengkap apa saja

Langkah-Langkah Pengambilan Sampel Darah Sebelum mengambil sampel darah, dokter akan memberikan instruksi sesuai jenis pemeriksaan tes darah yang dilakukan. Beberapa pemeriksaan mewajibkan Anda untuk puasa atau tidak makan selama 9–12 jam, serta menghentikan konsumsi obat-obatan dan suplemen tertentu. Pastikan Anda selalu mengikuti anjuran dokter sebelum pemeriksaan, karena dapat memengaruhi keakuratan hasil tes darah Anda.

Berikut ini adalah langkah-langkah pengambilan sampel darah untuk tes darah: • Mengikat lengan dengan pengikat lengan untuk memperlambat aliran darah, sehingga pembuluh vena lebih terlihat jelas dan sampel darah mudah diambil • Membersihkan area pengambilan sampel dengan tisu atau kapas alkohol • Menusukkan jarum suntik untuk mengambil sampel darah • Memasukkan sampel darah yang diambil ke tabung khusus untuk kemudian diperiksa di laboratorium • Melepas ikatan pada lengan dan menekan bekas suntikan, lalu menutupnya cek darah lengkap apa saja plester Prosedur pengambilan darah biasanya berlangsung selama 5–10 menit, tergantung lokasi pembuluh vena yang mudah terlihat atau tidak.

Meski tes darah dapat dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan atau penyakit yang sedang Anda alami, selalu konsultasikan ke dokter mengenai keluhan yang Anda rasakan agar dokter dapat memberikan arahan tes serta pengobatan yang sesuai.

Cara menggunakan alat cek darah AUTOCHECK 3in1




2022 www.videocon.com