Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Hindu Dan Budhi Pekerti Kelas : VII (Tujuh) Hari/ Tanggal : …………………………… Waktu : …………………………………… 1. Tulislah terlebih dahulu nama, kelas dan nomor anda di tempat yang disediakan pada lembar jawaban !

2. Bacalah dengan teliti petunjuk dan cara mengerjakan soal ! 3. Kerjakan semua soal di lembar jawaban yang sudah disediakan ! 4. Tidak dibenarkan menggunakan pensil atau spidol dalam mengerjakan soal ! 5. Periksa kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas tes ! 6. Jika ada jawaban yang anda anggap salah dan ingin dibetulkan maka coretlah dengan dua garis lurus mendatar pada huruf jawaban yang diganti.

Contoh pilihan semula A. B. C. D. A. B. C. D. II. PETUNJUK KHUSUS 1. Untuk Soal Nomor 1 s/d. 45jawablah dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C atau D di lembar jawaban! 2. Untuk Soal Nomor 46 s/50 Jawablah dengan singkat dan tepat I. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban yag telah tersedia !

1. Alat untuk mengikatkan pikiran kepada obyek yang dipuja merupakan arti dari… a. Mantra c. Kebebasan b. Japa d.

Sehe 2. Menggunakan bahasa sendiri di dalam mengucapkan mantram dalam tradisi Bali disebut… a. Mejapa c. Brata b. Sehe/mesehe” d. Samadhi 3. Di dalam mengucapkan mantra dengan ucapan mantram terdengar oleh orang disebut… a. Manasika c. Upamsu b. Berjapa d. Vaikari/waikari 4. Di dalam mengucapkan mantra dengan berbisik-bisik, bibir bergerak, namun suara tidak terdengar disebut… a. Manasika c. Upamsu b. Berjapa d. Vaikari/waikari 5. Di dalam mengucapkan mantra dengan terucap hanya didalam hati, mulut tertutup rapat mengucapkan mantram seperti ini disebut… a.

Manasika c. Upamsu b. Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut d. Vaikari/waikari 6. Perbuatan terdahulu tidak sempat dinikmati pada kehidupan yang lalu, dinikmatipada kelahirannya sekarang disebut…. a. Sancita karmaphala c.

Karma wesana b Prarabda karmaphala d. Karma kara 7. Avatara yang turun ke dunia, yang tertuang dalam cerita Mahabharata adalah… a. Rama avatara c. Narasimha avatara b.

Krishna avatara d. Kurna avatara 8. Sisa-sisa atau benih-benih dari perbuatan manusia yang menentukan kelahiranselanjutnya adalah…. a. Sancita karmaphala c. Karma wesana b. Prarabda karmaphala d. Karma kara 9. Hasil perbuatan sekarang tidak sempat dinikmati pada kehidupannya sekarangdinikmati pada kehidupannya yang akan datang disebut….

a. Sancita karmaphala c. Prarabda karmaphala b. Kriyamana karmaphala d.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

Karma wesana 10. Penjelamaan Deva Visnu ke dunia sebagai manusia berkepala singa disebut… a. Matsya avatara c. Kurma avatara b. Varaha avatara d. Narasimha avatara 11. Empat jalan untuk mencapai kebebasan dalam ajaran agama Hindu disebut….

a. Catur yuga c. Catur purusa artha b. Catur marga d. Catur brata 12. Kebebasan yang dicapai dengan jalan menyerahkan diri secara total ke hadapan Sang Hyang Widhi dalam catur marga disebut… a.

Raja marga c. Jnana marga b. Karma marga d. Bhakti marga 13. Kebebasan yang dicapai dengan jalan mengabdikan diri pada pekerjaan secara ikhlas dalam catur marga disebut. a. Raja marga c. Jnana marga b. Karma marga d. Bhakti marga 14. Kebebasan yang dicapai dengan jalan mengabdikan diri dengan ilmu pengetahuan dalam catur marga disebut….

a. Raja marga c. Jnana marga b. Karma marga d. Bhakti marga 15. Kebebasan yang dicapai dengan jalan melaksanakan tapa, brata, yuga, dan semadhi dalam catur marga disebut. a. Raja marga c. Jnana marga b. Karma marga d. Bhakti marga 16.

Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut manusia hidup di dunia ini, tidak bisa mengindarkan diri dari…. a. Hasil c. Pahala b. Buah d. Perbuatan 17. Penjelmaan Deva Visnu turun ke dunia untuk menaklukan raksasa Hiranyaksa adalah… a. Wamana avatara c. Narasimha avatara b. Varaha avatara d. parasurama avatara 18. Prahlada adalah putra dari Hiranyakasipu yang sangat setia memuja Deva Visnumeskipun ayahnya membenci Deva Visnu, hal ini tertuang dalam… a. Kurma avatara c. Narasimha avatara b.

Varaha avatara d. Parasurama avatara 19. Pertimbangan-pertimbangan mana yang baik dan mana yang buruk dengan bijaksanadisebut…. a. Manah c. Wiweka sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut. Budhi d. Ahamkara 20. Avatara yang kisah hidupnya tertuang dalam cerita Ramayana adalah… a.

Rama avatara c. Krishna avatara b. Varaha avatara d. Matsya avatara 21. Buddha adalah salah satu avatara yang turun ke dunia, avatara Buddha turun kedunia setelah avatara…. a. Kalki avatara c. Narasimha avatara b. Rama avatara d. Krishna avatara 22. Di bawah ini adalah sifat-sifat hukum karmaphala kecuali…. a. Abadi c. Berlaku pada zaman ini saja b. Berlaku dari zaman ke zaman d. Universal 23. Salah satu hubungan avatara, deva, dan bhatara dengan Brahman(sanghyang widhi)adalah… a.

Semua bersumber avatara c. Semua bersumber dari deva b. Semua bersumber bhatara d. Semua bersumber dari Brahman 24. Yang akan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan dalam bentuk ucapan ataupun tindakan jasmani adalah…. a. Manah c. Wiweka b. Budhi d. Ahamkara 25. Krishna adalah avatara ke-8 yang turun ke dunia unutk menyelamatkan dunia darikelaliman(kejahatan). Krishna merupakan putra dari…. a. Kamsa c. Rukmini b. Basudeva d. Raja Nanda 26. Waktu akan diterimanya hasil perbuatan seseoran merupakan rahasia….

a. Para dewa c. Avatara b. Bhatara d. Tuhan 27. Avatara yang ada hubunganya dengan pemutaran mandaragiri adalah… a. Rama avatara c. Kurma avatara b. Varaha avatara d. Matsya avatara 28. Karmaphala yang buruk adalah karma yang menyebabkan seseorang…. a. Mendapat kebahagiaan di dunia ini c. Mencapai alam neraka b.

Mencapai alam surga d. Mencapai alam moksa 29. Avatara yang dapat menaklukan raja Bali adalah… a. Wamana avatara c. Krishna avatara b. Varaha avatara d. Matsya avatara 30. Tujuh macam pembunuhan yang kejam dan keji disebut…. a. Sad ripu c. Sad Atatayi b.

Sapta timira d. Sad wara 31. Salah satu bagian Sad Atatayi di bawah ini adalah …. a. Sastragna c. Dana b. Surupa d. Kulina 32. Membuat orang lain menderita dengan cara guna-guna disebut… a. Agnida c. Wisada b. Atharwa d. Raja pisuna 33. Menyakiti dengan membakar milik orang lain disebut…. a. Agnida c. Atharwa b. Wisada d. Raja pisuna 34.

Menyakit orang dengan mengadu domba atau memfitnah disebut…. a. Agnida c. Atharwa b. Wisada d. Raja pisuna 35. Yang termasuk bagian Sad atatayi di bawah ini adalah… a. Wisada, agnida, surupa, atharwa dst. c. Kulina, wisada, yowana, Dratikrama dst b. Sastragna, Rajapisuna, Atharwa, agnida dst. d. Sura, Wisada, Dana, Atharwa dst. 36. Varaha avatara turun ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia pada zaman…. a. Treta yuga c. Dwapara yuga b.

Satya yuga d. Kali yuga 37. Karmaphala salah satu bagian dari panca sradha, termasuk bagian yang ke…. a. 1 (satu) c. 3 (tiga) b. 2 (dua) d. 4 (empat) 38. Kelahiran sangat ditentukan oleh karmaphala.

Asubha karma layak mendapatkanhasil…. a. Kebahagiaan c. kesejahteraan b. Penderitaan d. Kesenangan 39. Hukum karmaphala sesuai dengan konsep hukum sebab akibat seperti contoh…. a. Akibat menderita, sebab dia menciuri c. Sebab dia dihukum, akibatnya dia mencuri b. Sebab dia mencuri, akibatnya dia dihukum d.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

Akibatnya makan banyak, sebab dia kenyang 40. Apakah yang kamu ketahui tentang Karma wasana ? a. Sisa Perbuatan c. Karma yang terakhir b. Sisa hasil Perbuatan d. Perbuatan ketika masih Hidup 41. Tentang awatara dijelaskan dalam sloka kitab…. a. sarassamuscaya c bhagawadgita b. Niti sastra d. Atharwaweda 42. Menyakiti dengan memperkosa milik orang lain adalah…. a. Dratikrama c. Atharwa b. Wisada d. Raja pisuna 43. Membunuh dengan cara meracuni dalam ajaran Sad Atatayi disebut…. a. Agnida c.

Atharwa b. Wisada d. Raja pisuna 44. Membunuh seseorang dengan cara mengamuk membabi buta dalam ajaran Sad Atatayi disebut…. a. Agnida c. Atharwa b. Wisada d. Sastragna 45 Si Bagus adalah seorang yang memiliki sifat pendendam kepada Putu Jaya, sedangkan Putu Jaya sudah sempat minta maaf dengan Bagus.

Suatu ketika Bagus diam-diam menuangkan racun di minuman Putu Jaya. Hal ini sesuai dengan contoh…. a. Agnida c. Atharwa b. Wisada d. Sastragna I. PETUNJUK UMUM II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 46. Sebutkanlah bagian-bagian Sad Atatayi! 47. Tulislah Sloka Bhagavadgita III. 10 yang berfungsi agar terhindar dari bencana alam! 48. Sebutkan empat jalan untuk mencapai kebebasan! 49. Tulislah Mantra Kramaning sembah untuk sembah ke 2!

50. Sebutkan 3 cara untuk mencegah perbuatan yang tergolong Sad Atatayi PEMERINTAH KABUPATEN JEPARA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA MKKS SMP KABUPATEN JEPARA ULANGAN SEMESTER 1 Tahun Pelajaran 2014/2015 S O A L U T A M A Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Hindu Dan budhi Pekerti K e l a s : VIII ( Delapan ) Hari / Tanggal : W a k t u : II. PETUNJUK UMUM 1.

Tulislah terlebih dahulu nama, kelas dan nomor anda di tempat yang disediakan pada lembar jawaban ! 2. Bacalah dengan teliti petunjuk dan cara mengerjakan soal ! 3. Kerjakan semua soal di lembar jawaban yang sudah disediakan ! 4. Tidak dibenarkan menggunakan pensil atau spidol dalam mengerjakan soal ! 5. Periksa kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas tes ! 6. Jika ada jawaban yang anda anggap salah dan ingin dibetulkan maka coretlah dengan dua garislurus mendatar pada huruf jawaban yang diganti.

Contoh pilihan semula A. B. C. D. A. B. C. Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut. III. PETUNJUK KHUSUS 1. Untuk Soal Nomor 1 s/d. 45jawablah dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C atau D di lembar jawaban!

2. Untuk Soal Nomor 46 s/50 Jawablah dengan singkat dan tepat II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban yag telah tersedia ! 1.Setiap makhluk hidup memiliki sumber hidup yang diperoleh dari Sang Hyang Widhi. Sang Hyang Widhi meresap dan ada di mana-mana dan tidak berubah-ubah yang disebut…. a. Nirguna Brahman c.

Brahman Atman Aykyam b. Wyapi Wyapa Nirwikara d. Satyam eva Jayate 2. Percikan terkecil dari Brahman disebut… a. Atman c. Brahma b. Awatara d. Dewa 3. Ä€tmān yang telah masuk ke dalam tubuh manusia disebut…. a. Sthawara c.

Janggaman b. Paramatman d. Paramatman 4. Arti kata henung adalah …. a. berpikir jernih dan suci c. selalu melek sadar diri b. bersikap waspada d.

melakukan renungan suci 5. Bhuana agung adalah alam besar atau dunia, sedangkan bhuana alit adalah…. a. Hewan c. Tumbuhan b. Manusia d. Alam Gaib 6. Seseorang yang dipengaruhi Oleh Sifat Rajas dalam kehidupannya dapat menjadikan orang tersebut berperilaku aktif dan…. a. Kreatif c. Sensitif b. Agresif d. Posisif 7. Untuk dapat menghindari atau terpengaruh dari ajaran sad ripu hendaknya sering…. a. mengerjakan pekerjaan social c.

melarang orang berbuat baik b. membaca ajaran susila d. mendorong untuk berbuat seenaknya 8. Yang berhasil mengalahkan Raksasa Sunda dan Upasunda adalah…. a. Dewi Drupadi c. Dewi Sembadra b. Narotama d. Nilotama 9. Mātrā-sparÅ›as tu kaunteya, śītosna-sukha-duhkha-dāh, āgamāpāyino’nityas tāms titiksasva bhārataa. Adalah Sloka Kitab Bhagawadgita sloka ke…. a. II.12 c. II. 14 b. II.13 d.II. 15 10. Kemabukan dari dalam diri sendiri, dalam ajaran sad ripu disebut ….

a. lobha c. matsarya b. mada d. krodha 11. Seseorang yang dipengaruhi oleh sifatsattvam dalam kehidupannya dapat menjadikan orang tersebut berperilaku…. a. Negatif c. Aktif b. Agressif d. Positif 12.

Acchedya adalah sifat atman yang…. a. Tak Terbakarkan oleh Api c. Tak terkeringkan oleh Angin b. Abadi d. Tak Terbakarkan oleh Api 13. Akledya artinya…. a. Tak Telukai oleh senjata c.

Tak terkeringkan oleh Angin b. Abadi d. Tak Terbakarkan oleh Api 14. Berikut ini merupakan perilaku yang dapat memancing krodha, kecuali …. a. melihat orang lain dengan mata melotot c. mencibirkan mulut dengan orang lain b. mengejek orang lain d. memuji diri sendiri 15. Dia tak dapat diwujudkan dengan kata–kata, tak dapat dipikirkan dan dinyatakan, tak berubah–ubah; karena itu dengan mengetahui sebagaimana halnya, engkau tak perlu berduka.adalah terjemahan dari sloka kitab… a.

Bhagawadgita c. Sarassamuscaya bMahabharata d. Niti sastra 16. Matsarya dalam sad ripu berarti …. a. tamak c. iri hati b. kebingungan d. mabuk 17. Salah satu upacara manusa yadnya yang bertujuan untuk mengurangi atas pengendalian sad ripu adalah …. a. ngaben c. otonan b. potong gigi d.

odalan 18. Rasa senang yang berlebihan dan tidak terkendali disebut …. a. krodha c. lobha b. mada d. moha 19. Seseorang yang dikuasai dan diperbudak oleh hawa nafsu maka ia akan menemui…. a. ketentraman c. kehancuran b. kesuksesan d. kedamaian 20. Selalu bersyukur kehadapan Sang Hyang Widhi terhadap apa yang telah diterima adalah karuniaNya. Cara ini merupakan pengendalian diri…. a. kama c. moha b. loba d. mada 21. Tentang penciptaan Bhuana agung dijelaskan dalam Kitab….

a. Ṛgveda X.129.1-7 c. Ṛgveda X.129.3-7 b. Ṛgveda X.129.1-10 d. Ṛgveda X.129. sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut. Tiga sifat dasar yang dimiliki oleh manusia disebut Tri…. a. mala c. kaya parisudha b. guna d. kona 23. kāmastadagre samavartatādhi, manaso retah prathamam yadāsÄ«t, sato badhumasati niravindanhrdi, pratÄ«syā kavayo manÄ«sā.

Adalah sloka Kitab…. a. Ṛgveda X.129.1-7 c. Ṛgveda X.129.3-7 b. Ṛgveda X.129.1-10 d. Ṛgveda X.129. 24.Aham sarvasya pabhawa, Mattah sarwam pravantate, Itu matraa bhajante maam, Buddhaa bhavasamu vitah. Dikutib dari sloka kitab… a.

Sarassamuscaya II c. Bhagawadgita X.7 b Sarassamuscaya II d. Bhagawadgita X.8 25. Orang yang dominan dikuasai sifat tamas dapat membentuk karakter….

a. bodoh c. tegas b. kreatif d. aktif 26.Mempelajari veda, bertapa, belajar segala macam ilmu pengetahuan, berkesucian, mengendalikan atas budi indriya, melakukan perbuatan yang bajik, bersamadhi tentang jiwa: semua merupakan ciri-ciri sifat ….

a. tamas c. rajas b. satwam sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut. mala 27.Hidup sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut tahun disebut…. a. Garbha c.

Abadi b. Hiranyagarbha d. Nitya 28. Sifat rajas dalam kehidupannya dapat menjadikan orang tersebut berperilaku …. a. adil c. bijaksana b. inovatif d. bodoh 29. Makhluk hidup yang tidak dapat dimusnahkan dan bersifat rohani disebut… a. Kekal c. Brahman b. Atman d. Paramatman 30. Makanan yang dimasak lebih dari tiga jam sebelum dimakan, makanan yang hambar, basi dan busuk, dan makanan sisa orang lain dan bahan-bahan haram disukai oleh orang yang bersifat kegelapan.

Terjemahan pustaka suci diatas terdapat pada kitab bhagawadgita sloka XVII …. a. 9 c. 11 b.10 d. 12 31.Ä€tmān yang terdapat pada setiap makhluk hidup bersumber dari a. Orang Tua c. Satyam a. Sang Hyang Widhi wasa d. Karma 32. Dibawah ini adalah perilaku yang dapat mengarahkan sifat rajas untuk dapat dikendalikan, kecuali…. a. tapa c. semadhi b. yoga d. ksama 33. Melalui dharma wacana, dharma tula, tirtha yatra dan dharma gita kita dapat mengendalikan sifat…. a. satwam c. tamas b.

rajas d.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

mala 34.Karena ātmān telah terbelenggu oleh badan manusia, ātmān menjadi … a. avidya. c. Widya b. Maya d. Maya Kosa 35.Alam semesta diciptakan secara bertahap dari yang paling halus sampai yang sangat…. a.Kasar c. Abstrak b.Nyata d. Kelihatan 36. Orang yang mabuk karena keberanian disebut…. a.Kulina c. Yowana b. Sura d. Kasuran 37.

Orang yang mabuk karena kecantikkan atau ketampanan disebut…. a. Surupa c. Dana b. Gua d. Kulina 38.Yang menyebabkan adanyaperbedaan kelahiran itu adalah…. a. Tri Sakti c.

tri guna b.Nasibnya d. Karmanya 39. Pada saat penciptaan, yang pertama kali terpancar adalah….

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

a. Ether c. Mahat b. Akasa d. Sinar Suci 40. Kegunaan Harta benda yang utama menurut agama Hindu adalah sebagai….

a.Tujuan Hidup c. Kebutuhan Hidup b. Sarana Hidup d. Penyebab Hidup 41.Apabila sifat sattwan lebih dominan menguasai diri Manusia akan menjadikan manusia tersebut yang …. a. satwika c.tamasika b. Rajasika d. Yajamana 42. Sifat Tamas dan rajas dapat dikendalikan dengan mempelajari dan mengamalkan ajaran ….

a. Jnana marga c. Bakti Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut b. Karma Marga d. Catur Marga 43. Mānusah sarvabhÅ«tesu varttate vai subhāśubhe aÅ›ubhesu samavistam Å›ubhesvevāvakāraye. Sloka tersebut dikutip dari kitab Åšarasamuccaya sloka …. a. 5 c. 3 b. 4 d. 2, 44.

Lima unsur panca mahabhuta yang lebur menjadi satu membentuk…. a. Bhuana Agung c Bhuana Alit b.Brahmanda d. Alam Semesta 45. “Sloka dalam pustaka suci Agni Purāṇa 17.1-16, menjelaskan bahwa alam semesta merupakan hasil krida a. Sang Hyang Kama hayanikan c. Sang Hyang Brahma b.Sang Hyang Siwa d.Sang Hyang Wisnu II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 46. Sebutkan Dan Jelaskan bagian- Bagian dari Panca Mahabhuta ! 47.

Sebutkan sifat- Sifat Atman ! 48. Sebutkan upaya-upaya untuk menghindar dari perbuatan Sad Ripu! 49. Tuliskan dampak perilaku matsarya dalam kehidupan! 50. Sebutkan 3 Fungsi Atman !

PEMERINTAH KABUPATEN JEPARA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA MKKS SMP KABUPATEN JEPARA ULANGAN TENGAH SEMESTER 1 Tahun Pelajaran 2014/2015 S O A L U T A M A Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Hindu Kelas : IX (Sembilan) Hari / Tanggal : W a k t u : I. PETUNJUK UMUM 1. Tulislah terlebih dahulu nama, kelas dan nomor anda di tempat yang disediakan pada lembar jawaban ! 2. Bacalah dengan teliti petunjuk dan cara mengerjakan soal ! 3. Kerjakan semua soal di lembar jawaban yang sudah disediakan !

4. Tidak dibenarkan menggunakan pensil atau spidol dalam mengerjakan soal ! 5. Periksa kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas tes ! 6. Jika ada jawaban yang anda anggap salah dan ingin dibetulkan maka coretlah dengan dua garislurus mendatar pada huruf jawaban yang diganti. Contoh pilihan semula A. B. C. D. A. B. C. D. II. PETUNJUK KHUSUS 1. Untuk Soal Nomor 1 s/d. 45jawablah dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C atau D di lembar jawaban! 2.

Untuk Soal Nomor 46 s/50 Jawablah dengan singkat dan tepat I. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban yag telah tersedia ! 1. Nama ilmuwan yang berpendapat bahwa penyebaran agama Hindu di Indonesia dilakukan oleh kaum brahmana adalah….

a. N.J Krom b. Vanleur c. Mons d. Lombart 2. Siapakah nama Maha Rsi yang mendapat gelar Pita Sagara ? a. Maha Rsi Agastya b. Maha Rsi Wararuci c. Maha Rsi Walmiki d. Maha Rsi Kanwa 3. Tingkah laku yang baik dan mulia yang selaras denganDharma disebut…. a. Dharma b. Tattwa c. Susila d.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

Upacara 4. Orang yang mabuk karena keberanian disebut…. a. Surupa b. Yowana c. Dhana d. Sura 5. Wujud Matsya Awatara sebagai penjelmaan Sang Hyang Widhi a. Pendeta Cebol b.

Manusia berkepala singa c. Rama bersenjata Kapak d. Ikan Besar 6. Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut yang turun ke dunia menjelang Jaman Treta Yuga Yuga adalah awatara…. a. Wamana Awatara b. Parasurama Awatara c. Rama Awatara d. Budha Awatar 7. Nuhun tirta amerta suci…. a. Ida Ratu b. Kawunlonunas c. Manulus d. Manyirateng Pamangkune 8. Apakah Upaya yang dapat kita lakukan agar terhindar dari mabuk karena kecantikkan/ketampanan?

a. Bertrisandya b. Bercermin c. Astungkara d. Beryoga Samadi 9. Jawaban di bawah ini adalah jenis minuman yang tidak memabukkan, yaitu…. a. Ginseng b. Arak c. Wisky d. Minuman bersoda 10. Kapan Awatara Wamana Awatara Turun Ke dunia untuk menegakkan kebenaran ?

a. Menjelang Jaman Kaliyuga b. Menjelang jaman Dwapara yuga c. Menjelang Jaman treta yuga d. Menjelang kiamat 11. Salah satu cirri kalki Watara ialah….

a. Naik Kuda Putih b. Cebol c. Membawa Kapak d. Membawa Tongkat 12. perwujudan Sang Hyang Widhi Wasa yang turun ke dunia untuk menegakkan kebenaran adalah…. a. Bhatara b. Awatara c. Dewa d. Maha Rsi 13. Apakah artinya Sapta Timira ? a. Tujuh Macam Hari b. Tujuh Rsi Penerima Wahyu c. Tujuh Macam Kemabukan d. Tujuh musuh yang ada pada manusia 14.

Bukti peninggalan agama Hindu yang sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut dijalankan oleh masyarakat umum sampai sekarang ini ialah…. a. Candi b. Yupa c. Lontar d. Upacara 15. Wilayah Indonesia yang pertama menerima pengaruh Hindu adalah …. a. Jawa Tengah b. Kalimantan c. Jawa Barat d. Maluku 16. Sejak kapan Sejarah perkembangan Agama Hindu di Bali mulaI ? a. Abad ke 8 b. Abad 7 c. Abad 6 d. Abad 4 17. Agama yang masuk pertama kali ke indonesia adalah agama…. a.

Hindu b. Budha c. Kristen d. Konghucu 18. Gambaran seseorang yang berprilaku susila seperti…. a. Kresna b. Yudhistira c. Arjuna d. Dasamuka 19. Sloka atau ayat suci yang menjelaskan tentang adanya Awatara terdapat pada kitab…. a. Sarassamscaya b. Reg Weda c. Bhagawadgita d. Nitisastra 20. Yang harus dikalahkan oleh awatara narasimha adalah raja yang bernama…. a. Prallada b. Bali c. Dasamuka d. Hiranyakasipu 21. Awatara yang kelak turun kedunia untuk membasmi kebatilan dan kejahata adalah….

a.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

Kalki Awatara b. Budha Awatara c. Rama Awatara d. Parasurama Awatara 22. Jenis tembang yang sering tertulis dalam lontar serta menggunakan wirama a. Kidung b. Sloka c. Palawakya d. Geguritan 23. Tiga langkah yang dilakukan oleh Wamana Awatara disebut…. a. Tri Sakti b. Tri Sarira c.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

Tri Wikrama d. Tri Murti 24. Sinar suci Sang Hyang Widhi Wasa disebut…. a. Awatara b. Bhatara c. Maha Rsi d. Dewa 25. Orang yang mabuk karena kecantikkan atau ketampanan disebut…. a. Dhana b. Sura c. Surupa d. Yowana 26. Seorang Raja Majapahit yang mampu menghantarkan majapahit pada puncak kejayaannya. a. Kertanegara b. Jaya Katwang c. Hayam Wuruk d. Brawijaya 27.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

Bukti Pemujaan Dewa Tri Murti Pada Kerajaan bercorak Hindu di Jawa Tengah adalah…. a. Prasati tuk Mas b. Prasasti Dinoyo c. Prasasti Mantyasih d. Prasasti Canggal 28.

Gelar Mpu Sendok saat menjadi raja di kerajaan Medang Kemulan adalah…. a. Dharmawangsa Teguh b. Sri Isana Tungga Dewa c. Mahendradatta d. Airlangga 29. Kepemimpinan Hindu yang sangat relevan diterapkan di Era Reformasi ini a.

Asta Bratha b. Nitisastra c. Catur Bratha d. Gandaniti 30. Bagian dari tri Kerangka agama Hindu di bawah ini adalah…. a. Panca Yadnya b. Etika /Susila c. Banten d. Uoakara 31. Nama Awatara yang pertama kali turun kedunia. a. Parasurama Awatara b. Waraha Awatara c. Kurma Awatara d.

Matsya Awatara 32. Rama yang bersenjatakan Kapak disebut… a. Parasurama Awatara b. Waraha Awatara c. Kurma Awatara d. Matsya Awatara 33. Nyanyian suci untuk menghubungkan diri dengan Sang Hyang Widhi Wasa a. Sloka b. Kidung c. Dharmagita d. Palawakya 34. Kerajaan Medang kemulan di bagi menjadi 2 yaitu…. a. Jenggala dan Sngosari b. Kediri dan Medang Kemulan c. Singosari dan Kediri d.

Jenggala dan Kediri 35. Kidung turun tirta dikumandangkan pada saat…. a. Pembagian Bija b. Pembagian Bunga c. Pemuajan d. Nunas Tirta 36. Orang yang mabuk karena kekayaan disebut…. a. Dhana b. Sura c. Surupa d. Yowana 37. Kata bhatara berasal dari akar kata’Bhatr”, yang artinya…. a. Manfestasi b. Sinar Suci c. Penjelmaan d. Pelindung 38. Siapakah Nama Awatara yang membasmi kejahatan di muka bumi yang dilakukan oleh Raja Rahwana?

a. Parasurama Awatara b. Waraha Awatara c. Kalki Awatara d. Rama Awatara 39. Jenis Kidung yang tergolong Sekar Alit adalah…. a. Sloka b. Macapat c. Palawakya d. Geguritan 40. Sedangkan jenis Kidung yang tergolong Sekar Madya yaitu….

a. Kidung Wargasari b. Cublak- Cublak Suweng c. Kinanti d. Sloka 41. Pusat Pemerintahan kerajaan hindu di bali terletak di…. a. Singhadwala b. Gelgel c. Samprangan d. Denpasar 42. Dewa dan Bhatara bersumber dari…. a. Brahman b. Atman c. Awatara d. Pitara 43. Seorang putri yang hidup pada masa kerajaan Ayodya yang tidak mabuk karena anugrah kecantikannya adalah…. a. Dewi Kunti b. Dewi Sinta c. Dewi Sarpa Kenaka d.

Kijang Emas 44. Tugu Peringatan Upacara Kurban yang sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut dalam bahasa sanskerta dengan huruf Pallawa yaitu…. a. Prasati b. Tugu Monas c. Yupa d. Waprakeswara 45. lomba Baca Kitab suci yang diselenggarakan oleh PHDI a. Dharmagita b. Jambore Pasraman c. Mahasabha d. Utsawadharmagita II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat ! 46. Sebutkan 3 sebab Runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia !

47. Tulislah Satu Bait Sloka Bhagawadgita bab I ! 48. Sebutkan Persamaan antara Awatara Dewa dan Bhatara. 49. Sebutkan jenis- jenis Sekar Agung ! 50. Sebutkan dan jelaskan Bagian- bagian Sapta Timira ! LEMBAR KUNCI JAWAB MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDHI PEKERTI UJIAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SMP KABUPATEN JEPARA KELAS : 7 (TUJUH) 1.

PILIHAN GANDA NO JAWABAN 1 C 2 C 3 B 4 B 5 A 6 A 7 B 8 C 9 B 10 D 11 B 12 D 13 B 14 C 15 A NO JAWABAN 16 D 17 C 18 C 19 C 20 A 21 B 22 C 23 D 24 A 25 B 26 D 27 C 28 C 29 A 30 C NO JAWABAN 31 A 32 B 33 A 34 D sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut B 36 B 37 C 38 B 39 B 40 D 41 C 42 A 43 B 44 D 45 B II.

ESSAY 46. Agnida, Wisadha, Atharwa, Sastraghna, Dratikrama. rajapisuna 47. Sloka Kitab Bhagawadgita Bab III. 10 Saha-yajñāh prajāh srstvā Puro Vācaprajāpatih Anena Prasavisyadhvan Esa vo stv ista-kāma-dhuk.

48. Catur Marga : 1. Bhakti Marga, 2. Jnana Marga, 3. Karma Marga, 4. Yoga/Raja Marga 49. Om adityasyaparam jyoti, Rakta teja namo’stute, Sveta pankaja madhyastha Bhaskaraya namo’stute.” 50. 3 cara untuk mencegah perbuatan yang tergolong Sad Atata yaitu :i 1. Belajar Veda dengan tekun, 2. hormat kepada orang tua 3. dan taat kepada guru LEMBAR KUNCI JAWAB MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDHI PEKERTI UJIAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SMP KABUPATEN JEPARA KELAS : 8 (DELAPAN) 1.

PILIHAN GANDA NO JAWABAN 1 B 2 A 3 B 4 D 5 B 6 A 7 B 8 D 9 C 10 B 11 D 12 A 13 C 14 D 15 A NO JAWABAN 16 C 17 B 18 D 19 Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut 20 B 21 A 22 B 23 A 24 D 25 A 26 B 27 B 28 B 29 C 30 C NO JAWABAN 31 B 32 D 33 C 34 A 35 A 36 D 37 A 38 C 39 C 40 B 41 A 42 B 43 D 44 B 45 D II.

ESSAY 46. Bagian dari Panca Mahabhuta yaitu : 1. PrthivÄ« adalah unsur padat atau tanah 2. Ä€pah adalah unsur cair atau air 3. Teja adalah unsur cahaya atau api 4. Bayu adalah unsur angin atau udara 5. Ä€kāśa adalah ruang atau ether 47. Sifat – Sifat Atman : a. acchedya artinya tak terlukai senjata. b. adahya artinya tak terbakar oleh api. c. akledya artinya tak terkeringkan oleh angin.

d. acesya artinya tak terbasahkan oleh air.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

e. nitya artinya abadi. f. sarwagatah artinya ada di mana-mana. g. sathanu artinya tidak berpindah-pindah. h. acala artinya tidak bergerak. i. awyakta artinya tidak dilahirkan. j. achintya artinya tak terpikirkan. k. awikara artinya tidak berubah. l. sanatana artinya selalu sama dan kekal. 48. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari perilaku Sad Ripu, antara lain: 1. menahan hawa nafsu 2.

kesabaran hati. 3. berhati sabar. 4. menguasai kemarahan. 5. mengendalikan pikiran. 6. menumbuhkan rasa cinta kasih. 7. disiplin melaksanakan Tri Sandhya. 8. melaksanakan Catur Paramitha dan Tri Parartha dengan baik. 49. Dampak Prilaku Matsarya yaitu : 1. sulit mendapatkan kemajuan, 2. tidak mampu bersaing, 3. rasa kecewa yang mendalam. 50. 3 Fungsi Atma adalah : a. Ātmān sebagai sumber hidup citta. b. Ātmān bertanggung jawab atas baik buruk segala karma kita. c. Ātmān sebagai sumber hidup sthula sarira LEMBAR KUNCI JAWAB MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA HINDU UJIAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SMP KABUPATEN JEPARA KELAS : 9 (Sembilan) 1.

PILIHAN GANDA NO JAWABAN NO JAWABAN NO JAWABAN 1 A 16 A 31 D 2 A 17 A 32 A 3 C 18 B 33 B 4 B 19 C 34 D 5 D 20 D 35 D 6 A 21 A 36 A 7 C 22 A 37 D 8 C 23 C 38 D 9 D 24 D 39 B 10 C 25 C 40 A 11 A 26 C 41 B 12 B 27 A 42 A 13 C 28 B 43 B 14 D 29 A 44 C 15 B 30 B 45 D II. ESSAY 46. Sebab – Sebab Runtuhnya kerajaan hindu di Indonesia 1. Tidak adanya Negarawan yang Tangguh 2.

Perang Saudara 3. Sistem Pemerintahan yang mirip serikat 4. Kemunduran Ekonomi 47. Menyesuaikan Jawaban Siswa 48. Persamaan Awatara, Dewa dan bhatara : 1. Sama – Sama Di ciptakan Oleh Sang Hyang Widhi Wasa 2. Sama – Sama untuk Melindungi Makluk Ciptaan Sang Hyang Widhi 3. Sama _ Sama Perwujudan Dari Sang Hyang Widhi 49. Jenis- Jenis Sekar Agung Yaitu : a. Sloka b. Palawakya 50. Bagian dan Penjelasan sapta Timira adalah : a. Surupa MabukKarena Ketampanan atau kecantikan b. Dana mabuk Karena Kekayaan c.

Guna Mabuk Karena kekayaan d. Kulina mabuk Karena Kebangsawanan/keturunan e. Yowana mabuk karena keremajaan f. Sura mabuk Karena Minuman Keras g. Kasuran mabuk Karena Keberanian atau Kemenangan 1. menurut kridalaksana (1997), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, … dan mengidentifikasi diri.

berdasarkan pengertian tersebut diketahui bahwa bahasa yang digunakan manusia memiliki ciri-ciri. menurut anda, apa sajakah ciri-ciri bahasa manusia? (tuliskan minimal 4 ciri-ciri)
Pilihan Ganda (PG) 1.

Upacara-upacara agama Hindu tertentu seperti Galungan, Kuningan, Saraaswati termasuk dalam dalam kategori. A. Nitya Yajña B. Naimita Yajña C. Subha Karma D. Asubha Karma 2. Perhatikan pernyataan di bawah ini!

(1) Hasil atau buah dari perbuatan disebut Karmaphala; (2) Benih-benih atau sisa-sia dari peruatan disebut Karma Wasana; (3) Perbuatan sekarang diterima hasilnya pada kehidupan sekarang juga disebut Prarabda Karmahala; (4) Perbuatan terdahulu dinikmati pada kehidupan atau kelahiran sekarang disebut Kriyamana Karmaphala.

Pernyataan yang benar terdapat pada nomor …. A. 1, 2, dan 3 benar B.1, 3, dan 4 benar C. 1, 2, dan 4 benar D. 2, 3, dan 4 benar 3. Sad Warnaning Rajaniti terdiri dari: Abhigamika, Prajna, Utsaha, Atma Sampad, Sakya Samanta, dan Aksudra Parisatka. Seorang pemimpin harus bijaksana dan juga memiliki moral yang luhur. Pernyataan di atas sesuai dengan …. A.

Abhigamika dan Prajna B. Utsaha dan Sakya Samanta C. Atma Sampad dan Aksudra Parisatka D. Prajna dan Atma Sampad 4. (Gambar Viwaha Samskara) Gambar di atas termasuk salah satu contoh pelaksanaan upacara. A. Vidyarambha Samskara B. Vivaha Samskara C. Chudakarana Samskara D Karnaweda samskara 5. Bhuwana agung dan Bhuwana alit memilihi hubungan kosmik yang tidak terpisahkan. Bhuwana Agung disebut juga sebagai .

A. Makrokosmos B. Mikrokosmos C. Mikronomos D. Makronomos 6. Ragadi musuh mapara rihati ya tonggawanya tan madah ringawak. Kekawin tersebut menyatakan bahwa musuh itu ada pada diri kita yang harus dihindari, misalnya sering marah, sering terlibat dalam pertengkaran, dalam ajaran sad ripu termasuk. A. Moha B. Krodha C. Lobha D. Kama 7. Yajña yang dilaksanakan setiap hari, seperti Tri Sandya dan Yajña Sesa termasuk dalam kategori. A. Subha Karma B.

Asubha Karma C. Nitya Yajña D. Naimita Yajña 8. Seorang Raja atau Pemimpin harus mampu memimpin sidang para menterinya dan dapat menarik kesimpulan yang bijaksana sehingga diterima oleh semua pihak yang mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Dalam Sad Warnaning Rajaniti pernyataan tersebut termasuk …. A. Prajna B. Aksudra Parisakta C. Utsaha D.Abhiganika 9. Dikisahkan dalam Mahābhārata setelah menjalani masa hidup di hutan selama 12 tahun, pada tahun ke-13 Paṇḍawa harus menyamar.

Masa penyamaran Paṇḍawa ini dihabiskan di Kerajaan. A. Indraprastha B. Dwaraka C. Astina D.Wiraṭa 10. Metraya adalah salah satu bagian dari dasa mala yang artinya….

A. Menyakiti orang lain, pemabuk, tidak jujur, dan penipu. B. Suka berkata kasar, menyakiti hati, sombong, dan iri hati. C. Berbuat jahat, dan suka hidup berfoya- foya. D.Berpikir gelap dan gembira melakukan kejahatan 11. Kaurawa dan Paṇḍawa terlibat dalam perang besar yang disebut Mahabharata. Kisah ini termasuk sejarah dalam Hindu yang disebut Itihasa dan merupakan bagian dari Upaweda. Berikut ini yang termasuk bagian dari Upaweda adalah.

A.Wyakarana B. Purāṇa C.Chaṇḍa D. Śikṣa 12. Perhatikan cerita di bawah ini! Keberhasilan Panca Pandawa membangun kerajaan Indraprasta dari lahan yang gersang menyebabkan Duryadana menjadi iri hati dan dengki kepada Pandawa.

Dalam cerita di atas mencerminkan sifat …. A. Krodha B. Mada C. Moha D. Matsarya 13. (Gambar Ngaben) Salah satu proses upacara yang disajikan melalui gambar di atas adalah termasuk upacara ngaben yang bertujuan untuk . A. Mencapai surga B. Mencapai kebahagian lahir dan batin C. Mempercepat proses pengembalian badan kasar ke unsur pancamahabhuta D.Supaya tidak bereinkarnasi 14. Saat ini di media sosial banyak beredar berita-berita hoax yang sering tidak berdasarkan fakta.

Berita-berita hoax tersebut acapkali menyerang salah seorang tokoh yang bernada fitnah. Dalam Sad Atatayi, fitnah keji semacam ini disebut. A. Dratikrama B. Raja pisuna C. Sastraghna D.Visada 15. Pada saat menyambut bayi yang baru lahir, maka menurut Weda harus diupacarai dengan Saṁskāra yang disebut.

A. Wiwaha Saṁskāra B. Jātakarma Saṁskāra C. Garbhadana Saṁskāra D.Simatoyana Saṁskāra 16. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar ini dalam Sad Atatayi sesuai dengan karakter …. A. Rajapisuna B. Wisada C. Atharwa D. Dratikrama 17.

Dalam Hindu pelaksanaan Yajñā itu tidak bergantung pada besar kecilnya upacara namun pada kualitasnya. Kualitas yajñā tersebut menurut Bhagawad Gita dikaitkan dengan ajaran Tri Guna. Kualitas yajñā yang baik adalah. A. Satwika yajñā B. Tamasika yajñā C. Rajasika yajñā D. Maya yajñā 18. Usai perang melawan Rahwana, Rama bercerita kepada Wibhisana tentang 8 karakter pemimpin yang disebut Asta Brata. Di sana Rama menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus menyejukkan warga yang dipimpinnya seperti bulan.

Sikap semacam ini dalam Asta Brata disebut. A. Surya brata B. Candra brata C. Yama brata D. Indra brata 19. Salah satu sifat Sang Hyang Widdhi Wasa adalah Maha Besar.

Dalam Aṣṭa Aiśwarya, sifat ini disebut juga. A. Mahima B. Laghima C. Prakamya D. Yatrakamasayitwa 20. Perhatikan beberapa bagian dari Wedangga: शा 1.(śikṣā); याकरण 2.(wyākaraṇa ); न त 3.(nirukta); योतष4. (jyotiṣa). Bagian Wedangga yang berisi tentang tata bahasa Sanskerta ditunjukkanpada nomor. A.1 B.2 C.3 D.4 21. (Gambar Akroda) Dari ilustrasi tersebut, bertentangan dengan bagian Panca Nyama Brata yang mana? A. Akroda B. Guru susrusa C. Aharalaghawa D.

Apramada 22. Bima mampu mengendalikan diri secara lahir dan bathin atas perbuatan Duryadhana terhadap Dewi Drupadi yang semena-mena di hadapan tokoh-tokoh besar seperti Bhisma, Drona, Widura, Raja Drestarata dan lain-lain. Pengendalian secara lahir disebut Yama Bratha dan pengendalian diri secara bathin disebut Nyama Bratha.

Bima mampu mengendalikan kekerasan termasuk pengendalian Yama Bratha sedangkan pengendalian diri dari kemarahan dalam Panca Nyama Bratha disebut A. Sauca B. Akrodha C. Aharalaghawa D. Apramada 23. Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara ini berada di wilayah. A. Jawa Timur B. Jawa Tengah C. Jawa Barat D.Yogyakarta 24. Perhatikan gambar di bawah ini! Susunan yang tepat Awatara turun ke dunia adalah ….

A.Matsya, Narasinha, Kurma, Waraha Awatara B.Kurma, Narasimha, Waraha, Kurma Awatara C.Matsya, Kurma, Waraha, Narasimha Awatara D.Narasimha, Waraha, Kurma, Matsya Awatara 25. Hindu mengenal Dewa dan Bhatara. Di Jawa Dewa dan Bhatara dikatakan sebagai penghuni kahyangan, gunung, dan tempat-tempat yang tinggi. Dewa dan Bhatara yang dikenal bersthana di Gunung Bromo adalah.

A. Brahma B. Wisnu C. Siwa D. Kala 26. Atman adalah sumber kehidupan semua makhluk hidup di dunia ini. Atman memiliki sifat- sifat yang sama dengan Brahman. Dalam Bhagawad Gītā II.24 disebutkan: अ छ योयमअदा योयमअ ल योशो यएवच।न यःसवगतः थाणअचलोयंसनातनः॥ (acchedyoyam adāhyoyam akledyośoṣya eva ca, nityaḥ sarvagataḥ sthāṇur acaloyaṃ sanātanaḥ).

Menurut sloka tersebut sifat Atman yang tak terbakar oleh api adalah. A. nitya B. adāhya C. acchedya D. sarwagatah 27. Sinta adalah anak yang baik. Dia sering menyeberangkan kakek-kakek atau pun nenek- nenek di jalan di depan rumahnya. Saat diberi uang oleh orang yang ditolongnya, Sinta menolak dengan halus.

Ia menolong mereka dengan tulus. Sikap Sinta ini termasuk salah satu syarat yajñā yaitu. A. Sradha B. Daksina C. Lascarya D.Nasmita 28. Kata Weda berasal dari bahasa Sanskerta, akar kata kerja व (wid) yang artinya.

A.memuja B. membaca C.menulis D.mengetahui 29. Budi adalah petani jagung. Sejak 1 bulan yang lalu dia menanam jagung di tanah kosong yang cukup luas. Setiap hari ia merawat jagungnya seperti anak-anaknya. Namun belum sempat ia memanen ia meninggal dunia. Kemudian panenan jagungnya itu diberikan kepada tetangga sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut sekitarnya.

Karma baik Budi yang belum sempat dinikmati ini disebut. A. Prarabda karmaphala B. Kriyamana karmaphala C. Sancita karmaphala D. Wasana karmaphala 30. Bondet adalah seorang pencuri. Beberapa waktu lalu ketika ia mencuri sebuah toko di pasar, ia tetangkap massa dan langsung dihajar hingga ia babak belur.

Setelah babak belur baru oleh warga diserahkan ke polisi. Karmaphala yang langsung diterima oleh Bondet ini termasuk. A. Prarabda karmaphala B. Kriyamana karmaphala C. Sancita karmaphala D. Wasana karmaphala 31. Dursila selalu saja mengabaikan perintah orang tuanya. Ketika disuruh oleh ibunya membeli gula di warung, dia menolak.

Malah bermalas-malasan sambil menonton TV. Perbuatan Dursila tersebut termasuk salah satu contoh bagian Dasa Mala, yaitu…. A. Kleda B. Leja C. Kutila D.Tandri 32. Percakapan Swetaketu dengan ayahnya Rsi Udalaka tentanG garam yang sudah tidak bisa terlihat lagi oleh mata karena sakit kecil dan halusnya, tetapi dapat dirasakan dan garam tersebut tetap ada.

Demikian pula Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi yang disebut Asta Aiswarya. Di bawah ini yang termasuk bagian dari Asta Aiswarya yang sesuai dengan cerita di atas adalah A. Mahima B. Lagima C. Anima D. Prapti 33. Beberapa waktu yang lalu ada berita viral tentang pembunuhan Mirna yang dilakukan dengan menaruh racun sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut kopinya.

Perbuatan ini merupakan upaya membunuh dengan cara meracuni yang disebut. A. Wisada B. Agnida C. Satraghna D.Atharwa 34. Bhagawadgītā yang sering dikenal sebagai Pañcama Weda juga dikisahkan dalam Mahābhārata. Pada bagian Bhismaparwa dikisahkan Śrī Kṛṣṇa menurunkan Bhagawadgītā ini kepada. A. Yudisthira B. Duryodana C. Ārjuna D. Paṇḍu 35. Makna dan ini upacara Garbhawedana samskara adalah . A.

Sebagai persembahan atas keselamatan ibu dan kandungannya B. Untuk mengusir roh jahat yang akan membahayakan ibu dan bayinya C. Sebagai upacara menyambut kelahiran bayi D. Sebagai upacara persembahan pembenihan pertama terhadap kamajaya dan kama ratih 36. Gambar di samping mencerminkan seorang anak yang hormat dan patuh kepada seorang guru. Hal ini termasuk salah satu contoh. A. Pitra Yajñā secara Nitya Karma B. Rsi Yajñā secara Nitya Karma C.

Pitra Yajñā secara Naimitika Karma D. Rsi Yajñā secara Naimitika Karma 37. Seorang pemimpin harus mengedepankan pertimbangan-pertimbangan logis dalam menindaklanjuti penyelesaian permasalahan yang telah ditetapkan. Dalam Panca Upaya Sandhi, sikap semacam ini termasuk. A. Maya B. Indrajala C. Laukika D. Upeksa 38. Di bawah ini parwa-parwa dalam Maha Baharata: 1. Wanaparwa, 2. Sabitaparwa, 3. Adiparwa, 4. Wirataparwa, 5. Udyogaparwa. Susunan parwa tersebut secara urut adalah ….

A. 1, 2, 3, 4, 5 B. 2, 1, 3, 4, 5 C. 3, 1, 2, 4, 5 D. 3, 2, 1, 4, 5 39. Sungai Sindhu adalah salah satu peninggalan agama Hindu Asia tepatnya di negara …. A. Kampuchea B. Indonesia C. Cina D. India 40. Berikut ini adalah nama-nama Awatara: 1. Matsya 2. Kṛṣṇa 3. Narasimha Matsya, Kṛṣṇa, Narasimha. Urutan masa turunya Awatara yang benar adalah. A. 1, 2, 3 B. 2, 1, 3 C. 1, 3, 2 D. 2, 3, 1 31 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Rangkuman 1. Karmaphala adalah salah satu dari Panca Sraddha yang wajib diyakini oleh umat Hindu.

Karmaphla adalah hukum sebab akibat yang abadi, berlaku terhadap apa saja, siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. 2. Karmaphala dibedakan menjadi tiga, yaitu Sancita Karmaphala, Prarabdha Karmaphala, dan Kriyamana Karmaphala.

3. Hindu juga meyakini adanya alam surga dan neraka. Alam surga adalah tempat roh mereka yang selalu berbuat baik dalam kehidupannya. Sementara alam neraka adalah tempat roh yang selalu berbuat jahat dalam hidupnya. 4. Alam surga dapat dicapai dengan selalu melakukan perbuatan baik. 5. Perbuatan jahat, tidak jujur, suka mencuri, melakukan perbuatan asusila dapat dipastikan akan menemukan alam neraka.

Portofolio Tugas Proyek: 1. Kumpulkan gambar ciri-ciri orang yang lahir dari Surga cyuta dan Neraka cyuta yang berhubungan dengan karmaphala. 2. Lalu diisi keteranagan atau penjelasan setiap gambar 3. Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut disusun menjadi sebuah Kliping. 4. Presentasikan di depan kelasmu Rubrik Penilaian Nama Siswa : Kelassemester : Tahun Pelajaran : No Aspek Penilaian Rentangan Penilaian Total Skor 1 Pecayadiri 1 2 3 4 2 Kelengkapan gambar 3 Kesesuaian dengan tema 4 Tanggung jawabtepat waktu menyelesaikan Jumlah Skor diperoleh : Keterangan Nilai TTO TTO Keteterangan: Skor 4 Nilai kualitatif A Sangat Baik Skor 3 Nilai kualitatif B Baik Skor 2 Nilai kualitatif C Cukup Skor 1 Nilai kualitatif D Kurang Baik 32 Kelas VII SMP Evaluasi I.

Pilihlah salah satu huruf A, B, C, atau D yang dianggap jawaban paling benar 1. Karmaphala dapat diuraikan menjadi dua kata yaitu berasal dari kata karma dan phala. Kata karma berarti…. a. Hasil b. Buah c. Perbuatan d. Kebenaran 2. Manusia tidak bisa lepas dari perbuatan, perbuatan itu ada dua jenis yaitu perbuatan baik dan perbuatan tidak baik.

Perbuatan yang baik disebut…. a. Susila c. Subhakarma b. Asubhakarma d.Karma wesana sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut. Perbuatan terdahulu tidak sempat dinikmati pada kehidupan yang lalu, dinikmati pada kelahirannya sekarang disebut…. sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut. Sancita karmaphala c. Prarabda karmaphala b. Karma wesana d. Karma kara 4. Sisa-sisa atau benih-benih dari perbuatan manusia yang menentukan kelahiran selanjutnya adalah…. a.

Sancita karmaphala c. Prarabda karmaphala b. Karma wesana d. Karma kara 5. Hasil perbuatan sekarang tidak sempat dinikmati pada kehidupannya sekarang dinikmati pada kehidupannya yang akan datang disebut…. a. Sancita karmaphala c. Prarabda karmaphala b. Kriyamana karmaphala d. Karma wesana 6. Wujud karmaphala dapat dibedakan menjadi 2 dua yaitu secara…. a. Fisik dan psikis c. Fisik dam materi b. Fsikis dan mental d. Psikis dan materi 7. Setiap pekerjaan atau perbuatan pasti ada…. a. Karmanya b.

Hasilnya c. Nilainya d. Ukurannya 8. Selama manusia hidup di dunia ini, tidak bisa mengindarkan diri dari…. a. Hasil b. Buah c. Pahala d. Perbuatan 9. Pertimbangan-pertimbangan mana yang baik dan mana yang buruk dengan bijaksana disebut…. a. Manah b. Budhi c. Wiweka d. Ahamkara 10. Yang akan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan dalam bentuk ucapan ataupun tindakan jasmani adalah…. a. Manah b. Budhi c. Wiweka d.

Ahamkara 11. Waktu akan diterimanya hasil perbuatan seseoran merupakan rahasia…. a. Para dewa b. Bhatara c. Avatara d. Tuhan 12. Karmaphala yang buruk adalah karma yang menyebabkan seseorang…. a. Mendapat kebahagiaan di dunia ini b. Mencapai alam surga c. Mencapai alam neraka d. Mencapai alam moksa 33 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti 13. Suatu contoh ada orang yang suka menipu justru akan membuat hatinya tersiksa karena selalu was-was, selalu berprasangka bahwa tipu dayanya akan ketahuan oleh orang lain.

Ini berarti dia menerima karmanya secara…. a. Fisik b. Psikis c. Jasmani d. Langsung 14. Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut…. a. Karma kara c. Karmaphala b. karma wasana d. Kriyamana karmaphala 15. Yang tidak termasuk jenis-jenis karmaphala di bawah ini adalah…. a. Sancita karmaphala c. Kriyamana karmaphala b. Prarabda karmaphala d. Karma wasana 16. Karmaphala salah satu bagian dari panca sraha, termasuk bagian yang ke…. a. 1 satu b. 2 dua c. 3 tiga d. 4 empat 17.

Kelahiran sangat ditentukan oleh karmaphala. Asubha karma layak mendapatkan hasil…. a. Kebahagiaan c. kesejahteraan b. Penderitaan d. Kesenangan 18. Perhatikan pernyataan di bawah ini; 1. Karma wesana adalah sisa-sisa dari perbuatan 2.

Perbuatan yang paling cepat diterima hasilnya adalah sancita karmaphala 3. Kriyamana karmaphala adalah perbuatan sekarang tidak sempat dinikmati hasilnya pada waktu hidupnya sekarang dinikmati pada waktu hidupnya yang akan datang 4. Perbuatan terdahulu tidak sempat dinikmati pada waktu kehidupanya terdahulu dinikmati hasilnya pada waktu kelahirannya sekarang disebut prarabda karmaphala. Pernyataan yang benar adalah… a.

1, 2, dan 3 c. 2 dan 4 b. 1 dan 3 d. semua benar 19. Hukum karmaphala sesuai dengan konsep hokum sebab akibat seperti contoh…. a. Akibat menderita, sebab dia menciuri b.

Sebab dia mencuri, akibatnya dia dihukum c. Sebab dia dihukum, akibatnya dia mencuri d. Akibatnya makan banyak, sebab dia kenyang 20. Di bawah ini adalah sifat-sifat hukum karmaphala kecuali….

a. Abadi c. Berlaku pada zaman ini saja b. Berlaku dari zaman ke zaman d. Universal II. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas, pada buku tugasmu. 1. Sebutkan sifat-sifat Karmaphala. 2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis Karmaphala.

3. Sebutkan sifat-sifat Karmaphala. 4. Buatlah masing-masing satu contoh jenis-jenis Karmaphala 5. Bagaimanakah cara menghindari nasib buruk? 34 Kelas VII SMP Memahami Mantram Dan Sloka Veda Sebagai Penyelamat Manusia Bab 3 35 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Veda Vakya Sādhibhūthadhi daivaṁ mām Sadhi yajñam cha ye viduh Prayāna-kāle pi cha mām Te vidur yukta-cetasah. Terjemahan Mereka yang mengetahui Aku sebagai Yang Tunggal, yang mengatur aspek material dan ilahi serta segala upacara kurban, dengan pikiran yang diselaraskan, mereka dapat pengetahuan tentang Aku, meskipun disaat keberangkatan mereka dari dunia ini.

Bhagavadgita VII. 30 Setelah mempelajari Bab III ini, peserta didik diharapkan mampu: 1. menjelaskan pengertian arti kata mantram dan sloka; 2. menjelaskan fungsi atau manfaat pengucapan mantram dan sloka ; 3. menyebutkan sloka-sloka sebagai penyelamat umat manusia; dan 4. menyanyikan atau melafalkan mantram yang mengagungkan kemahakuasaan Sang Hyang Widhi. Mantram dan Sloka sebagai Penyelamat Umat Manusia.

Tujuan Mantra dan Sloka sebagai Penyelamat Umat Manusia Peta Konsep Mantram dan Sloka A. Pengertian Mantram B. Pengertian Sloka C. Fungsi atau manfaat Mantram dan Sloka sebagai Penyelamat Umat Manusia D.

Sloka-sloka sebagai penyelamat umat manusia E. Mantram yang mengagungkan kemahakuasaan Sang Hyang Widhi Kata kunci 36 Kelas VII SMP A. Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà, merupakan suatu doa, berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi WasaTuhan Yang Maha Esa.

Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran, kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”, dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”, yang diambil dari kata sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut “ments” mind, yang berasal dari kata Yunani “menos” mind.

“Menos”, “mens”, “metal”, “mind”, dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”, yang berarti “untuk bermeditasi”. Ia memiliki pikiran yang ia meditasikan.

Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan suku sumber mantra kata dari sebuah kata. Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal, yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya.

Di mana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya, terutama dalam ruang spiritual. Bunyi suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga; semua itu hanyalah manifestasi isikal.

Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi, di mana seseorang telah menyatu dengan Tuhan, yang ada di mana-mana, yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata, berbagai pertanyaan muncul berhubungan dengan penggunaan mantram dalam acara persembahyangan. Dalam melaksanakan Tri Sandhya, sembahyang dan berdoa setiap umat Hindu sepatutnya menggunakan mantram, namun bila tidak memahami makna mantram, maka sebaiknya menggunakan bahasa hati atau bahasa ibu, atau bahasa yang paling dipahami oleh seseorang.

Dalam tradisi Bali disebut “Sehe”. Mengapa penggunaan mantram sangat diperlukan dalam sembahyang? Terhadap pertanyaan ini dapat dijelaskan bahwa sesuai dengan makna kata mantram, yakni alat untuk mengikatkan pikiran kepada obyek yang dipuja.

Pernyataan ini tidak berarti bahwa setiap orang harus mampu mengucapkan mantram sebanyak-banyaknya, melainkan ada mantram-mantram yang merupakan ciri atau identitas seseorang penganut Hindu yang taat.

Setiap umat Hindu paling tidak mampu mengucapkan mantra sembahyang Tri Sandhya, Kramaning Sembah dan doa-doa tertentu, misalnya mantram sebelum makan, sebelum bepergian, mohon kesembuhan dan lain-lain. Umumnya umat Hindu di seluruh dunia mengenal Gayatri mantram, mantram-mantram Subhasita yang memberikan rasa bahagia dan kegembiraan termasuk Mahamrtyunjaya doa kesembuhanmengatasi Sumber: http:agama--hindu.

blogspot.com Gambar 3.1 Salah satu kitab Veda, dimana sloka-sloka dapat dijadikan tuntunan untuk penyelamatan umat manusia 37 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kematian, Santipatha mohon ketenangan dan kedamaian dan lain- lain. Memang tidak mudah untuk mempelajari Veda, terlebih lagi pada zaman dahulu pernah diisukan bahwa Veda hanya boleh dipelajari oleh golongan brahmana saja. Ajaran Kitab Suci Veda disalahtafsirkan. Konon jika seorang dari kalangan sudra secara sengaja maupun tidak sengaja mendengarkan ajaran suci Veda, maka ia akan dihukum berat.

Penafsiran yang keliru ini berdampak buruk bagi perkembangan umat Hindu pada zaman dahulu. Veda hanya dipelajari oleh golongan brahmana saja, sedangkan golongan yang lainnya sama sekali tidak pernah mempelajari Veda.

Akibatnya sangat jelas, umat Hindu menjadi awam tentang Veda. B. Pengertian Sloka Sloka adalah ajaran suci yang ditulis dalam bentuk syair yang berbahasa Jawa Kuno bahasa Kawi atau Sanskerta. Sloka dibaca dengan irama tertentu di mana satu baitnya terdiri dari empat baris, yang tiap barisnya memiliki jumlah suku kata yang sama.

Sloka berisi puji-pujian tentang kemuliaan dan kemahakuasaan Sang Hyang Widhi. Uraian sloka yang menggunakan bahasa Jawa halus terdapat di dalam kitab Sarascamuscaya. Teknik pengucapan sloka berbeda dengan teknik pengucapan mantrammantra.

Teknik pembacaan sloka mempergunakan irama palawanya yang disebut dengan mamutru. C. Fungsi atau Manfaat Pengucapan Mantram dan Sloka Seperti telah diuraikan di atas, mantram-mantram berfungsi sebagai stuti, stava, stotra atau puja yang bermakna untuk mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, para dewata manifestasi-Nya, para leluhur dan guru-guru suci, termasuk pula untuk memohon keselamatan, kerahayuan, ketenangan dan kebahagiaan.

Dalam fungsinya untuk memohon perlindungan diri, maka mantram berfungsi sebagai Kavaca baju gaib yang melindungi tubuh dan pikiran kita dari kekuatan- kekuatan negatif atau jahat dan Penjara membentengi keluarga dari berbagai halangan atau kejahatan.

Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana, rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan. Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi Tuhan yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Dengan mantram, maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan matram yang sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut dengan tempat dan waktunya.

Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan, mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami. Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah, dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang Suhardana, 2005:22-23 Parts » BS HINDU VII 06042014 » Aktivitas Kelompok Avatara, Deva, dan Bhatara » Rubrik Penilaian Psikomotor Avatara, Deva, dan Bhatara » Matsya Avatara Cerita tentang Avatara » Kurma Avatara Cerita tentang Avatara » Varaha Avatara Cerita tentang Avatara » Narasimha Avatara Cerita tentang Avatara » Wamana Avatara Cerita tentang Avatara » Parasurama Avatara Cerita tentang Avatara » Rama Avatara Cerita tentang Avatara » Krishna Avatara Cerita tentang Avatara » Buddha Avatara Cerita tentang Avatara » Kalki Avatara Cerita tentang Avatara » Pengertian Deva Avatara, Deva, dan Bhatara » Pengertian Bhatara Avatara, Deva, dan Bhatara » Hubungan Avatara, Deva, dan Bhatara dengan Sang Hyang Widhi Perbedaan Avatara, Deva, dan Bhatara » Pengertian Karmaphala BS HINDU VII 06042014 » Surga Loka dan Neraka Loka » Sancita Karmaphala Jenis-Jenis Karmaphala » Prarabdha Karmaphala Kriyamana Karmaphala » Kisah tentang Karmaphala BS HINDU VII 06042014 » Pengertian Mantram BS HINDU VII 06042014 » Pengertian Sloka BS HINDU VII 06042014 » Fungsi atau Manfaat Pengucapan Mantram dan Sloka » Sloka-sloka sebagai Penyelamat Umat manusia » Mantra yang mengagungkan Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi » Pengertian Susila BS HINDU VII 06042014 » Pengertian Sad Atatayi BS HINDU VII 06042014 » Agnida Bagian-Bagian Sad Atatayi » Visada Bagian-Bagian Sad Atatayi » Atharva Bagian-Bagian Sad Atatayi » Sastraghna Bagian-Bagian Sad Atatayi » Dratikrama Bagian-Bagian Sad Atatayi sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut Raja Pisuna Bagian-Bagian Sad Atatayi » Cerita tentang Sad Atatayi » Pengertian Sapta Timira BS HINDU VII 06042014 » Surupa Bagian-bagian Sapta Timira » Dhana Bagian-bagian Sapta Timira » Guna Bagian-bagian Sapta Timira » Kulina Bagian-bagian Sapta Timira » Yowana Bagian-bagian Sapta Timira » Sura Bagian-bagian Sapta Timira » Surupa: kecantikanketampanan Dhana: memiliki kekayaan » Guna: kepandaian Dampak Positif dan Negatif bagian-bagian Sapta Timira » Kulina: keturunan Yowana: masa remaja Sura : minuman keras Kasuran : Sakti dan berani » Latar Belakang BS HINDU VII 06042014 » Pengertian Yajña BS HINDU VII 06042014 » Dewa Yajña Jenis-jenis Yajña » Rsi Yajña Pitra Yajña » Widhi Yajña Bentuk Pelaksanaan Yajña » Druwya Yajña Jnana Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut » Pengertian Konsep Ketuhanan BS HINDU VII 06042014 » Pengertian Monoteisme dan Politeisme » Sloka-sloka yang Berhubungan dengan Ke-Esaan Tuhan » Asta Aiswarya BS HINDU VII 06042014 » Mantra Suci tentang Ketuhanan dalam Agama Hindu » Pengertian Veda Pokok-Pokok Ajaran Veda » Nilai-Nilai yang Terkandung di dalam Veda » Upaya Mengajarkan Veda BS HINDU VII 06042014 Show more
• Dalam surah al isra 17 32 perbuatan zina disebut juga perbuatan • Manusia hanya berusaha tetapi yang menentukan berhasil atau tidak adalah • Titian penentu dari setiap manusia setelah diperhitungkan dan ditimbang perbuatan baik buruknya • Perbuatan manusia yang dapat menimbulkan beberapa hewan menjadi langka adalah • Hari penghitungan amal perbuatan manusia setelah di hari akhir adalah • Bencana yang bisa diakibatkan karena perbuatan manusia sendiri antara lain • Pelaksanaan aqiqah sebaiknya pada hari ke dari kelahiran anak • Sekarang bulan maret 2 bulan yang lalu adalah bulan kelahiran udin bulan apakah udin lahir • Sekarang bulan juni 4 bulan yang lalu adalah bulan kelahiran ibu bulan apakah ibu lahir • Benua yang memiliki angka kelahiran paling rendah adalah • Faktor utama yang mendorong kelahiran ilmu sosiologi adalah • Setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat • Hari perhitungan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia disebut • Diantara benua yang ada di bumi angka kelahiran terendah terdapat di • Seorang wanita kerabat istana yang senang mendengar kelahiran rahula bernama • Tahap selanjutnya dari proses pencarian ide produksi adalah • Tujuan akhir mencari gerak untuk selanjutnya membentuk tari dari gerak yang ditemukan disebut • Keadaan untuk menerima akibat dari perbuatan baik yang dilakukan sendiri maupun bersama disebut • Tentukan 3 bilangan selanjutnya dari pola barisan bilangan berikut ini 1 3 5 7 • Tentukan 3 bilangan selanjutnya dari pola barisan bilangan berikut ini
32 Kelas VII SMP Evaluasi I.

Pilihlah salah satu huruf A, B, C, atau D yang dianggap jawaban paling benar 1. Karmaphala dapat diuraikan menjadi dua kata yaitu berasal dari kata karma dan phala. Kata karma berarti…. a. Hasil b. Buah c. Perbuatan d. Kebenaran 2. Manusia tidak bisa lepas dari perbuatan, perbuatan itu ada dua jenis yaitu perbuatan baik dan perbuatan tidak baik. Perbuatan yang baik disebut….

a. Susila c. Subhakarma b. Asubhakarma d.Karma wesana 3. Perbuatan terdahulu tidak sempat dinikmati pada kehidupan yang lalu, dinikmati pada kelahirannya sekarang disebut…. a. Sancita karmaphala c. Prarabda karmaphala b. Karma wesana d. Karma kara 4. Sisa-sisa atau benih-benih dari perbuatan manusia yang menentukan kelahiran selanjutnya adalah…. a. Sancita karmaphala c. Prarabda karmaphala b.

Karma wesana d. Karma kara 5. Hasil perbuatan sekarang tidak sempat dinikmati pada kehidupannya sekarang dinikmati pada kehidupannya yang akan datang disebut…. a. Sancita karmaphala c. Prarabda karmaphala b. Kriyamana karmaphala d. Karma wesana 6. Wujud karmaphala dapat dibedakan menjadi 2 dua yaitu secara….

a. Fisik dan psikis c. Fisik dam materi b. Fsikis dan mental d. Psikis dan materi 7. Setiap pekerjaan atau perbuatan pasti ada…. a. Karmanya b. Hasilnya c. Nilainya d. Ukurannya 8. Selama manusia hidup di dunia ini, tidak bisa mengindarkan diri dari…. a. Hasil b. Buah c. Pahala d.

Perbuatan 9. Pertimbangan-pertimbangan mana yang baik dan mana yang buruk dengan bijaksana disebut…. a. Manah b. Budhi c. Wiweka d. Ahamkara 10. Yang akan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan dalam bentuk ucapan ataupun tindakan jasmani adalah….

a. Manah b. Budhi c. Wiweka d. Ahamkara 11. Waktu akan diterimanya hasil perbuatan seseoran merupakan rahasia…. a. Para dewa b. Bhatara c. Avatara d. Tuhan 12. Karmaphala yang buruk adalah karma yang menyebabkan seseorang…. a. Mendapat kebahagiaan di dunia ini b. Mencapai alam surga c. Mencapai alam neraka d. Mencapai alam moksa 33 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti 13. Suatu contoh ada orang yang suka menipu justru akan membuat hatinya tersiksa karena selalu was-was, selalu berprasangka bahwa tipu dayanya akan ketahuan oleh orang lain.

Ini berarti dia menerima karmanya secara…. a. Fisik b. Psikis c. Jasmani d. Langsung 14. Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut…. a. Karma kara c. Karmaphala b. karma wasana d. Kriyamana karmaphala 15.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

Yang tidak termasuk jenis-jenis karmaphala di bawah ini adalah…. a. Sancita karmaphala c. Kriyamana karmaphala b. Prarabda karmaphala d. Karma wasana 16. Karmaphala salah satu bagian dari panca sraha, termasuk bagian yang ke…. a. 1 satu b. 2 dua c. 3 tiga d. 4 empat 17. Kelahiran sangat ditentukan oleh karmaphala. Asubha karma layak mendapatkan hasil…. a. Kebahagiaan c. kesejahteraan b. Penderitaan d.

Kesenangan 18. Perhatikan pernyataan di bawah ini; 1. Karma wesana adalah sisa-sisa dari perbuatan 2. Perbuatan yang paling cepat diterima hasilnya adalah sancita karmaphala 3. Kriyamana karmaphala adalah perbuatan sekarang tidak sempat dinikmati hasilnya pada waktu hidupnya sekarang dinikmati pada waktu hidupnya yang akan datang 4. Perbuatan terdahulu tidak sempat dinikmati pada waktu kehidupanya terdahulu dinikmati hasilnya pada waktu kelahirannya sekarang disebut prarabda karmaphala.

Pernyataan yang benar adalah… a. 1, 2, dan 3 c. 2 dan 4 b. 1 dan 3 d. semua benar 19. Hukum karmaphala sesuai dengan konsep hokum sebab akibat seperti contoh…. a. Akibat menderita, sebab dia menciuri b.

Sebab dia mencuri, akibatnya dia dihukum c. Sebab dia dihukum, akibatnya dia mencuri d. Akibatnya makan banyak, sebab dia kenyang 20. Di bawah ini adalah sifat-sifat hukum karmaphala kecuali…. a. Abadi c. Berlaku pada zaman ini saja b. Berlaku dari zaman ke zaman d. Universal II. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas, pada buku tugasmu. 1. Sebutkan sifat-sifat Karmaphala.

2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis Karmaphala. 3. Sebutkan sifat-sifat Karmaphala. 4. Buatlah masing-masing satu contoh jenis-jenis Karmaphala 5.

Bagaimanakah cara menghindari nasib buruk? 34 Kelas VII SMP Memahami Mantram Dan Sloka Veda Sebagai Penyelamat Manusia Bab 3 35 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Veda Vakya Sādhibhūthadhi daivaṁ mām Sadhi yajñam cha ye viduh Prayāna-kāle pi cha mām Te vidur yukta-cetasah.

Terjemahan Mereka yang mengetahui Aku sebagai Yang Tunggal, yang mengatur aspek material dan ilahi serta segala upacara kurban, dengan pikiran yang diselaraskan, mereka dapat pengetahuan tentang Aku, meskipun disaat keberangkatan mereka dari dunia ini. Bhagavadgita VII. 30 Setelah mempelajari Bab III ini, peserta didik diharapkan mampu: 1. menjelaskan pengertian arti kata mantram dan sloka; 2. menjelaskan fungsi atau manfaat pengucapan mantram dan sloka ; 3.

menyebutkan sloka-sloka sebagai penyelamat umat manusia; dan 4. menyanyikan atau melafalkan mantram yang mengagungkan kemahakuasaan Sang Hyang Widhi. Mantram dan Sloka sebagai Penyelamat Umat Manusia. Tujuan Mantra dan Sloka sebagai Penyelamat Umat Manusia Peta Konsep Mantram dan Sloka A. Pengertian Mantram B. Pengertian Sloka C. Fungsi atau manfaat Mantram dan Sloka sebagai Penyelamat Umat Manusia D.

Sloka-sloka sebagai penyelamat umat manusia E. Mantram yang mengagungkan kemahakuasaan Sang Hyang Widhi Kata kunci 36 Kelas VII SMP A. Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà, merupakan suatu doa, berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi WasaTuhan Yang Maha Esa.

Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran, kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”, dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”, yang diambil dari kata latin “ments” mind, yang berasal dari kata Yunani “menos” mind.

“Menos”, “mens”, “metal”, “mind”, dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”, yang berarti “untuk bermeditasi”. Ia memiliki pikiran sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut ia meditasikan.

Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut sumber mantra kata dari sebuah kata. Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal, yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya.

Di mana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya, terutama dalam ruang spiritual. Bunyi suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga; semua itu hanyalah manifestasi isikal. Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi, di mana seseorang telah menyatu dengan Tuhan, yang ada di mana-mana, yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata, berbagai pertanyaan muncul berhubungan dengan penggunaan mantram dalam acara persembahyangan.

Dalam melaksanakan Tri Sandhya, sembahyang dan berdoa setiap umat Hindu sepatutnya menggunakan mantram, namun bila tidak memahami makna mantram, maka sebaiknya menggunakan bahasa hati atau bahasa ibu, atau bahasa yang paling dipahami oleh seseorang. Dalam tradisi Bali disebut “Sehe”. Mengapa penggunaan mantram sangat diperlukan dalam sembahyang? Terhadap pertanyaan ini dapat dijelaskan bahwa sesuai dengan makna kata mantram, yakni alat untuk mengikatkan pikiran kepada obyek yang dipuja.

Pernyataan ini tidak berarti bahwa setiap orang harus mampu mengucapkan mantram sebanyak-banyaknya, melainkan ada mantram-mantram yang merupakan ciri atau identitas seseorang penganut Hindu yang taat.

Setiap umat Hindu paling tidak mampu mengucapkan mantra sembahyang Tri Sandhya, Kramaning Sembah dan doa-doa tertentu, misalnya mantram sebelum makan, sebelum bepergian, mohon kesembuhan dan lain-lain.

Umumnya umat Hindu di seluruh dunia mengenal Gayatri mantram, mantram-mantram Subhasita yang memberikan rasa bahagia dan kegembiraan termasuk Mahamrtyunjaya doa kesembuhanmengatasi Sumber: http:agama--hindu. blogspot.com Gambar 3.1 Salah satu kitab Veda, dimana sloka-sloka dapat dijadikan tuntunan untuk penyelamatan umat manusia 37 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kematian, Santipatha mohon ketenangan dan kedamaian dan lain- lain.

Memang tidak mudah untuk mempelajari Veda, terlebih lagi pada zaman dahulu pernah diisukan bahwa Veda hanya boleh dipelajari oleh golongan brahmana saja. Ajaran Kitab Suci Veda disalahtafsirkan. Konon jika seorang dari kalangan sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut secara sengaja maupun tidak sengaja mendengarkan ajaran suci Veda, maka ia akan dihukum berat.

Penafsiran yang keliru ini berdampak buruk bagi perkembangan umat Hindu pada zaman dahulu. Veda hanya dipelajari oleh golongan brahmana saja, sedangkan golongan yang lainnya sama sekali tidak pernah mempelajari Veda.

Akibatnya sangat jelas, umat Hindu menjadi awam tentang Veda. B. Pengertian Sloka Sloka adalah ajaran suci yang ditulis dalam bentuk syair yang berbahasa Jawa Kuno bahasa Kawi atau Sanskerta.

Sloka dibaca dengan irama tertentu di mana satu baitnya terdiri dari empat baris, yang tiap barisnya memiliki jumlah suku kata yang sama. Sloka berisi puji-pujian tentang kemuliaan dan kemahakuasaan Sang Hyang Widhi. Uraian sloka yang menggunakan bahasa Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut halus terdapat di dalam kitab Sarascamuscaya. Teknik pengucapan sloka berbeda dengan teknik pengucapan mantrammantra.

Teknik pembacaan sloka mempergunakan irama palawanya yang disebut dengan mamutru. C. Fungsi atau Manfaat Pengucapan Mantram dan Sloka Seperti telah diuraikan di atas, mantram-mantram berfungsi sebagai stuti, stava, stotra atau puja yang bermakna untuk mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, para dewata manifestasi-Nya, para leluhur dan guru-guru suci, termasuk pula untuk memohon keselamatan, kerahayuan, ketenangan dan kebahagiaan.

Dalam fungsinya untuk memohon perlindungan diri, maka mantram berfungsi sebagai Kavaca baju gaib yang melindungi tubuh dan pikiran kita dari kekuatan- kekuatan negatif atau jahat dan Penjara membentengi keluarga dari berbagai halangan atau kejahatan.

sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut

Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana, rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan.

Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi Tuhan yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Dengan mantram, maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut yang disesuaikan dengan tempat dan waktunya.

Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan, mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami. Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah, dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang Suhardana, 2005:22-23 38 Kelas VII SMP Ada bermacam-macam jenis mantra, yang secara garis besarnya dapat dipisahkan menjadi Vedik Mantra, Tantrika Mantra dan Puranik Mantra.

Lalu setiap bagian ini selanjutnya dibagi menjadi sattwika, rajasika dan tamasika mantra. Mantra yang diucapkan guna pencerahan, sinar, kebijaksanaan, kasih sayang Tuhan tertinggi, cinta kasih dan perwujudan Tuhan, adalah sattwika mantra. Mantra yang diucapkan guna kemakmuran duniawi serta anak cucu adalah rajasika mantra. Mantra yang diucapkan guna mendamaikan roh-roh jahat atau menyerang orang lain ataupun perbuatan-perbuatan kejam lainnya adalah tamasika mantra. Perbuatan kejam yang penuh dosa dan disebut warna-marga atau ilmu hitam.

Mantra dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu: 1. Mantra, yang berupa sebuah daya pemikiran yang diberikan dalam bentuk beberapa suku kata atau kata, guna keperluan meditasi, dari seorang guru; 2. Stotra, doa pada dewata, yang dapat dibagi lagi menjadi; a Bersifat umum Stotra doa umum adalah doa-doa yang digunakan untuk kebaikan umum yang harus datang dari Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya b Bersifat khusus Stotra doa khusus adalah doa-doa dari seorang pribadi kepada Tuhan untuk memenuhi beberapa keinginan khususnya 3.

Kawaca, atau mantra yang dipergunakan sebagai benteng perlindungan. Maswinara, 2004:7-8. Seperti halnya mengucapkan mantram dalam melaksanakan Tri Sandya, sembahyang atau berdoa, maka dalam pengucapan mantram japa dibedakan atas empat macam sikap atau cara yakni: 1.

Waikaram Japa, yaitu melaksanakan japa dengan mengucapkan mantram japa berulang-ulang, teratur dan ucapan mantram itu terdengar oleh orang lain. 2. Upamasu Japa, yaitu melaksanakan japa dalam hati secara teratur, berulang-ulang, mulut bergerak, namun tidak terdengar oleh orang lain.

3. Manasika Japa, yaitu melaksanakan japa dalam hati, mulut tertutup rapat, teratur, berulang-ulang, konsentrasi penuh, tidak mengeluarkan suara sama sekali. 4. Likhita Japa, yaitu melaksanakan japa dengan menulis berulang- ulang mantra japa di atas kertas atau kitab tulis, secara teratur, berulang-ulang dan khusuk Titib, 1997:92 Dari uraian di atas menunjukkan bahwa Mantram disebut juga Puja atau Japa, merupakan kata-kata yang diucapkan bersifat magis religius yang berisi puji-pujian dan permohonan sesuatu, sesuai dengan keinginan yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala menifestasinya.

Dalam pengucapan mantram dijelaskan, semakin keras suara ketika mengucapkan mantram maka nilainya semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil suara ketika mengucapkan mantram maka nilainya semakin besar. Dan para penulispun juga dikatakan melaksanakan japa, maka dari itu karya tulis buku “Mantra dan Belajar Memantra” ini adalah sebagai Lakhita Japa, yang akan dibahas melalui tahap-demi tahap.

Parts » Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Pengertian Avatara Bagian-Bagian Avatara » Aktivitas Kelompok Avatara, Deva, dan Bhatara » Rubrik Penilaian Psikomotor Avatara, Deva, dan Bhatara » Matsya Avatara Cerita tentang Avatara » Kurma Avatara Cerita tentang Avatara » Varaha Avatara Cerita tentang Avatara » Narasimha Avatara Cerita tentang Avatara » Wamana Avatara Cerita tentang Avatara » Parasurama Avatara Cerita tentang Avatara » Rama Avatara Cerita tentang Avatara » Krishna Avatara Cerita tentang Avatara » Buddha Avatara Cerita tentang Avatara » Kalki Avatara Cerita tentang Avatara » Pengertian Deva Pengertian Bhatara » Hubungan Avatara, Deva, dan Bhatara dengan Sang Hyang Widhi Perbedaan Avatara, Deva, dan Bhatara » Pengertian Karmaphala Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Surga Loka dan Neraka Loka » Sancita Karmaphala Jenis-Jenis Karmaphala » Prarabdha Karmaphala Jenis-Jenis Karmaphala » Kriyamana Karmaphala Jenis-Jenis Karmaphala » Kisah tentang Sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Pengertian Mantram Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Pengertian Sloka Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Fungsi atau Manfaat Pengucapan Mantram dan Sloka » Sloka-sloka sebagai Penyelamat Umat manusia » Mantra yang mengagungkan Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi » Pengertian Susila Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Pengertian Sad Atatayi Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Agnida Bagian-Bagian Sad Atatayi » Visada Bagian-Bagian Sad Atatayi » Atharva Bagian-Bagian Sad Atatayi » Sastraghna Bagian-Bagian Sad Atatayi » Dratikrama Bagian-Bagian Sad Atatayi » Raja Pisuna Bagian-Bagian Sad Atatayi » Cerita tentang Sad Atatayi » Pengertian Sapta Timira Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Surupa Bagian-bagian Sapta Timira » Dhana Bagian-bagian Sapta Timira » Guna Kulina Bagian-bagian Sapta Timira » Yowana Bagian-bagian Sapta Timira » Sura Bagian-bagian Sapta Timira » Surupa: kecantikanketampanan Dhana: memiliki kekayaan Guna: kepandaian » Kulina: keturunan Dampak Positif dan Negatif bagian-bagian Sapta Timira » Yowana: masa remaja Dampak Positif dan Negatif bagian-bagian Sapta Timira » Sura : minuman keras Dampak Positif dan Negatif bagian-bagian Sapta Timira » Kasuran : Sakti dan berani » Latar Belakang Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Pengertian Yajña Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Dewa Yajña Rsi Yajña Pitra Yajña » Manusa Yajña Jenis-jenis Yajña » Bhuta Yajña Jenis-jenis Yajña » Widhi Yajña Bentuk Pelaksanaan Yajña » Druwya Yajña Jnana Yajña » Syarat-syarat pelaksanaan Yajña » Pengertian Konsep Ketuhanan Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Pengertian Monoteisme dan Politeisme » Sloka-sloka yang Berhubungan dengan Ke-Esaan Tuhan » Asta Aiswarya Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Mantra Suci tentang Ketuhanan dalam Agama Hindu » Pengertian Veda Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Pokok-Pokok Ajaran Veda Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa » Nilai-Nilai yang Terkandung di dalam Veda Show moresaja sudah cantik, sehat, dilayani oleh banyak pelayan, juga dihormati, dan kaya raya.

Dalam ajaran agama Hindu, mereka ini tergolong dalam kelompok yang terlahir dari alam yang disebut Surga Loka. 2. Di lain pihak ada bayi yang baru lahir kurang beruntung. Begitu lahir kondisi fisiknya membuat kita sedih. Oleh karena itu, kecerdasan manusia tidak bisa memahami rahasia seperti ini.

Maka menurut kepercayaan Hindu, mereka yang baru lahir sudah menderita atau selalu susah sepanjang tahun, selalu dihinakan, dipercaya sebagai orang yang lahir dari alam Neraka Loka. 3. Bagi mereka yang masuk dalam kelompok kurang beruntung ini, harus segera sadar dan bangkit untuk memperbaiki kualitas diri. Caranya dengan belajar Veda dan beramal agar ke luar dari lingkaran Neraka Loka ini.

Menyadari apa yang terjadi pada diri kita merupakan akibat dari buah karma sendiri adalah sikap yang baik. Hidup sebaiknya tetap bersyukur dan 45 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti tidak menghujat apabila menemukan hal-hal yang tidak menyenangkan.

Seperti kata peribahasa, buruk rupa jangan cermin dibanting. Artinya, ketika bernasib buruk, maka segera perbaiki perbuatan. Perilaku kecewa dan mengeluh sangatlah salah. Seharusnya, banyaklah berbuat baik, niscaya keberuntungan akan bisa didapat.

4. Tidak itu saja, contoh lain adalah ada seorang bayi yang baru lahir tidak diharapkan oleh ibunya sendiri lalu ditaruh di depan pintu rumah orang. Tragis dan memilukan sekali, tetapi hal ini ada dan terjadi di masyarakat. Fenomena atau rahasia ini tidak terpikirkan oleh akal, sisa atau benih-benih dari perbuatan disebut ajaran agama Hindu memberikan jawaban bahwa itulah ciri-ciri orang yang lahir dari alam Neraka Loka.

Mereka harus segera menyadari hal ini, lalu dengan cepat memperbaiki kualitas diri dengan cara, segera belajar Veda dan mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari.

5. Semua orang tidak mampu memikirkan jawaban rahasia ini. Mengapa ada orang yang tetap miskin walaupun bekerja keras berhari-hari. Sementara itu, ada orang yang hidup makmur walaupun tidak bekerja berat.

Dalam konsep Hindu hal ini diyakini sebagai bentuk permainan hukum karmaphala yang rahasia, ajaib, dan abadi sehingga tak terpikirkan oleh akal.

Hindu sangat menolak konsep nasib dan kehidupan umat manusia ditentukan oleh otoritas lain. Menurut Hindu, nasib dan kehidupan umat manusia ditentukan secara mutlak oleh karmanya sendiri. B. Surga Loka dan Neraka Loka Setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang dalam hidup ini akan melekat pada badan halus ( Suksma Sarira ).

Bekas ini disebut Karma Wesana. Bekas perbuatan baik disebut Subha Karma Wesana yang dapat mengantarkan roh masuk surga dan bila lahir kembali disebut Surga Cyuta.

Surga Cyuta adalah kelahiran dari surga yang hidupnya penuh dengan kebahagiaan. Sebaliknya bekas perbuatan buruk disebut Asubha Karma Wesana. Bila seseorang meninggal, Asubha Karma Wesana menghantarkan rohnya menuju Neraka, jika lahir kembali disebut Neraka Cyuta. Dapat dinyatakan bahwa bahagia atau menderitanya seseorang pada saat mengalami Reinkarnasi ( Punarbhawa ) sangat ditentukan oleh • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram

Proses pertumbuhan benih kacang hijau selama satu minggu




2022 www.videocon.com