Suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

louis-pasteur Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, virus, protozoa, kapang, dan khamir. Proses ini diberi nama atas penemunya Louis Pasteur seorang ilmuwan Perancis. Tes pasteurisasi pertama diselesaikan oleh Pasteur dan Claude Bernard pada 20 April 1862.

Tidak seperti sterilisasi, pasteurisasi tidak dimaksudkan untuk membunuh seluruh mikroorganisme di makanan.

Bandingkan dengan appertisasi yang diciptakan oleh Nicolas Appert. Pasteurisasi bertjujuan untuk mencapai “pengurangan log” dalam jumlah organisme, mengurangi jumlah mereka sehingga tidak lagi bisa menyebabkan penyakit (dengan syarat produk yang telah dipasteurisasi didinginkan dan digunakan sebelum tanggal kedaluwarsa). Sterilisasi skala komersial makanan masih belum umum, karena dia memengaruhi rasa dan kualitas dari produk.

Produk yang bisa dipasteurisasi susu anggur bir jus buah cider (sari buah apel) madu telur minuman olah raga makanan kaleng Pendahuluan Susu segar merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung zat-zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Nilai gizinya yang tinggi juga menyebabkan susu merupakan medium yang sangat disukai oleh mikrooganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannya sehingga dalam waktu yang sangat singkat susu menjadi tidak layak dikonsumsi bila tidak ditangani secara benar. Mikroorganisme yang berkembang didalam susu selain menyebabkan susu menjadi rusak juga membahayakan kesehatan masyarakat sebagai konsumen akhir.

Disamping itu penanganan susu yang benar juga dapat menyebabkan daya simpan susu menjadi singkat, harga jual murah yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi pendapatan peternak sebagai produsen susu. Kerusakan pada susu disebabkan oleh terbentuknya asam laktat sebagai hasil fermentasi laktosa oleh koli. Fermentasi oleh bakteri ini akan menyebabkan aroma susu menjadi berubah dan tidak disukai oleh konsumen. Untuk meminimalkan kontaminasi oleh mikroorganisme dan menghambat pertumbuhan bakteri pada susu agar dapat disimpan lebih lama maka penanganan sesudah pemerahan hendaknya menjadi perhatian utama peternak.

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah kerusakan pada susu adalah dengan cara pemanasan ( pasteurisasi) baik dengan suhu tinggi maupun suhu rendah yang dapat diterapkan pada peternak. Dengan pemanasan ini diharapkan akan dapat membunuh bakteri patogen yang membahayakan kesehatan manusia dan meminimalisasi perkembangan bakteri lain, baik selama pemanasan maupun pada saat penyimpanan.

Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh susu yang beraneka ragam, berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan simpan, mempermudah pemasaran dan transportasi, sekaligus meningkatkan nilai tukar dan daya guna bahan mentahnya. Proses pengolahan susu selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu dibidang tekologi pangan. Dengan demikian semakin lama akan semakin banyak jenis produk susu yang dikenal. Hal ini sangat menggembirakan dan merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengimbangi laju permintaan pasar.

Banyak jenis bahan makanan yang dapat dibuat dari bahan baku susu. Antara lain jenis produk susu yang sudah dikenal dikalangan masyarakat adalah es krim, susu bubuk, susu kental, mentega, yoghurt yang dihasilkan melalui proses homogenisasi, sterilisasi, pasteurisasi dan fermentasi.

Penyebaran produksi susu akan lebih mempercepat perbaikan gizi masyarakat. Telah tersedianya listrik hingga pelosok desa akan menopang penggunaan pengolahan susu pasteurisasi. Teknologi pengolahan susu yang telah dikenal rakyat seperti pengolahan dadih dan danke di Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan dapat mempercepat dan merupakan cikal bakal diversifikasi penggunaan susu. Diversifikasi air susu sapi ini bisa dikelola secara home industry maupun secara besar-besaran, dan sudah barang tentu untuk yang kedua ini diperlukan peralatan yang serba praktis dan modern, agar diperoleh hasil yang maksimal.

Tetapi untuk keperluan keluarga kecil cukup dengan alat sederhana yang alat-alatnya bisa diperoleh disekeliling kita dengan harga murah, seperti diperlukannya es batu dan beberapa kotak dari aluminium yang berfungsi sebagai tempatnya. Susu Pasteurisasi Produk olahan ini adalah susu yang telah mengalami proses pasteurisasi. Proses pasteurisasi termasuk proses pemanasan yang dapat didefenisikan sebagai berikut: pasteurisasi adalah proses pemanasan setiap komponen (partikel) dalam susu pada suhu 62 oC selama 30 menit, atau pemanasan pada suhu 72 oC selama 15 detik, yang segera diikuti dengan proses pendinginan.

Ada 2 macam cara pasteurisasi yaitu: 1. Pasteurisasi lama (LTLT= Low Temperature Long Time) dengan suhu 62 oC- 65 oC selama 30 menit 2. Pasteurisasi sekejap (HTST= High Temperature Short Time) dengan suhu 85 oC – 95 oC selama 1-2 menit Tujuan Pasteurisasi: • Untuk membunuh bakteri pathogen, yaitu bakteri-bakteri yang berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit pada manusia ( mycobacterium tubercolosis) • Untuk membunuh bacteri tertentu yaitu dengan mengatur tingginya suhu dan lamanya waktu pasteurisasi • Untuk mengurangi populasi bakteri dalam bahan susu • Untuk mempertinggi atau memperpanjang daya simpan bahan • Dapat memberikan atau menimbulkan cita rasa yang lebih menarik konsumen • Pada pasteurisasi susu, proses ini dapat menginaktifkan fosfatase dan katalase, yaitu enzim-enzim yang membuat susu cepat rusak.

Sumber: • wikipedia • · library.usu.ac.id Jakarta - Susu pasteurisasi adalah salah satu suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah susu yang banyak beredar di pasaran, Bunda. Tahukah Bunda, apa manfaatnya dan bagaimana cara tepat menyimpannya? Melansir dari Live Strong, pasteurisasi dikembangkan oleh Louis Pasteur pada 1864. Pasteurisasi menghancurkan mikrooganisme yang dapat muncul dalam susu dan menyebabkan penyakit, seperti tuberkulosis, demam tifoid, demam kirmizi, sakit tenggorokan, penyakit difteri dan gastrointestinal.

Proses pasteurisasi juga dimaksudkan untuk melawan organisme yang menyebabkan susu menjadi asam. Baca Juga : Manfaat Susu Pasteurisasi Vs Susu UHT, Mana Lebih Baik untuk Bayi? Prosesnya adalah dengan memanaskan susu hingga suhu antara 72 derajat Celsius dengan minimal 15 detik, atau 62 derajat Celsius selama 30 menit, dan kemudian mendinginkannya dengan segera.

Pasteurisasi membunuh kuman berbahaya, tetapi juga menghancurkan bakteri menguntungkan dan konstituen bergizi lainnya. Susu yang dipasteurisasi memiliki tingkat nutrisi yang lebih rendah dibandingkan dengan susu mentah. Pasteurisasi menghancurkan semua mikroba dalam susu, termasuk basil asam laktat, yang bermanfaat bagi kesehatan, meningkatkan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Selain itu, menurut Sally Fallon, seorang peneliti nutrisi, pasteurisasi mengubah asam amino susu, menyebabkan ketengikan asam lemak, menghancurkan vitamin A, D, C, dan B12, dan mengurangi mineral kalsium, klorida, magnesium, fosfor, natrium dan belerang, serta banyak mineral lainnya.

Tak hanya itu, pemanasan dalam pasteurisasi menghancurkan enzim dalam susu, yang membantu tubuh menyerap nutrisi, terutama kalsium. Seringkali, beberapa vitamin sintetis ditambahkan kembali ke susu yang dipasteurisasi, namun tanpa enzim alami susu, mereka sulit dicerna. Sementara itu, karena suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah menghancurkan bakteri yang menyebabkan asam, susu yang dipasteurisasi memiliki masa simpan yang lebih lama daripada susu mentah.

Jika susu yang dipasteurisasi disimpan dalam lemari es yang benar, ia dapat bertahan dari 12 hingga 21 hari setelah proses. Susu juga biasanya akan tetap segar dari dua hingga lima hari setelah tanggal proses yang tertera pada wadah. Semakin dingin kondisi penyimpanan, semakin lama susu akan bertahan.

Lama penyimpanan Berdasarkan ulasan yang dikutip dari My Recipes, susu yang dipasteurisasi harus didinginkan, dalam arti harus disimpan di lemari pendingin. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS), idealnya, susu harus disimpan di rak bawah lemari es pada suhu antara 3 atau 7 derajat Celsius.

Itu karena rak bawah, menurut Dewan Susu California, adalah bagian terdingin dari lemari es, jadi itu tempat terbaik untuk makanan yang mudah rusak seperti susu. "Secara hukum, susu kualitas A harus dijaga dan disimpan pada suhu 7 derajat Celsius atau lebih rendah," kata spesialis keamanan makanan di Universitas Clemson. Jika susu dikeluarkan dari lemari es untuk waktu yang lama, itu bisa menjadi masalah keamanan makanan.

Bakteri mulai tumbuh dan bereplikasi ketika suhu susu mencapai lebih dari 7 derajat Celsius, dan bakteri itu bisa menyebabkan penyakit, terutama ketika sistem imun tubuh sedang tidak baik. Menurut FDA, makanan berpendingin, termasuk susu, tidak boleh keluar dari lemari es pada suhu kamar selama lebih dari dua jam.

"Jika suhu di atas 32 derajat Celsius, makanan tidak boleh ditinggalkan lebih suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah satu jam," begitu saran FDA. Manfaat Susu Pasteurisasi dan Cara Tepat Menyimpannya/ Foto: Getty Images Manfaat susu pasteurisasi Di lain hal, proses pasteurisasi kerap menimbulkan pro dan kontra Bunda.

Seperti menurut Linda J. Melos, ND, dokter naturopati, susu yang dipasteurisasi benar-benar bisa mengganggu metabolisme kalsium. Sebelum dipanaskan atau dipasteurisasi, susu adalah makanan hidup yang kaya akan mineral koloid dan enzim yang diperlukan untuk penyerapan dan pemanfaatan gula, lemak, protein dan mineral dalam susu. "Pasteurisasi juga menghancurkan vitamin, terutama C, B6 dan B12, dan mendenaturasi protein susu yang rapuh. Ini menghancurkan 20 persen dari yodium, dan membuat tidak larut bagian utama dari kandungan kalsium," ujar Melos, dikutip dari Procon.

Berikut ini keuntungan dan kekurangan dari proses pasteurisasi. Keuntungan: 1. Rasa dan tekstur susu mengalami improvisasi setelah dipasteurisasi. 2. Metode ini membunuh patogen atau bakteri yang ada dalam susu mentah dan membuatnya aman untuk dikonsumsi tanpa risiko kesehatan. 3. Metode UHT adalah yang terbaik untuk diterapkan, karena tidak terlalu berefek pada nilai gizi dan rasa. 4. Metode ini dapat mencegah banyak penyakit seperti difteri, TBC, demam berdarah, dan brucellosis dengan membunuh beberapa bakteri yang paling berbahaya.

Kekurangan: 1. Susu yang dipasteurisasi dengan metode HTST diyakini kehilangan sepertiga dari tiamin yang ada dalam susu dan setengah dari vitamin B12. 2. Penemuan patogen tahan panas meningkatkan risiko adanya bakteri, bahkan setelah susu dipasteurisasi. 3. Karena hilangnya enzim tertentu dalam makanan selama pasteurisasi, beberapa orang menganggap susu mentah pilihan yang lebih baik dari susu yang dipasteurisasi.
KOMPAS.com - Pada kemasan susu yang dijual di pasaran sering tertulis susu steril, UHT, atau pasteurisasi.

Apa bedanya? Ketiga istilah tersebut adalah teknik yang digunakan untuk memanaskan produk makanan secara terkontrol untuk membunuh patogen berbahaya. Proses ini mampu membuat produk makanan bertahan lebih lama serta lebih aman dikonsumsi.

Pasteurisasi Pada dasarnya proses pasteurisasi produk makanan ini seperti proses blansir pada sayur. Pemanasan bertujuan untuk menonaktifkan enzim dan mikroorganisme yang ada di dalam makanan yang bisa membuat kualitas makanan berubah. Pasteurisasi memanaskan menggunakan suhu rendah di bawah 100 derajat celsius.

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

Suhunya bervariasi dari 62 hingga 90 derajat celsius. Waktu yang digunakan juga bervariasi dari beberapa detik hingga menit. Baca juga: Rebutan Susu Beruang saat Kasus Covid-19 Naik, Ini 4 Faktor Pemicu Panic Buying Pasteurisasi ini bisa digunakan pada berbagai produk, seperti susu dan jus buah.

Namun, karena pemanasannya hanya sedikit, susu pasteurisasi mungkin masih mengandung beberapa mikroorganisme yang tidak berbahaya bagi manusia. Selain itu, susu pasteurisasi juga tidak dapat bertahan selama dua proses lainnya.

Susu pasteurisasi hanya bisa bertahan beberapa hari dan harus disimpan di kulkas pada suhu 2 sampai 6 derajat celsius. Kelebihan susu pasteurisasi adalah kandungan alami gizinya masih lebih tinggi karena tidak dipanaskan terlalu lama dan tidak terlalu tinggi suhunya. Nutrisi yang terkandung secara alami di dalam berbagai bahan makanan lebih mudah diserap tubuh dibandingkan nutrisi buatan yang ditambahkan pada makanan.

Baca juga: Nutrisi dan Manfaat Susu yang Menyehatkan Tubuh UHT UHT adalah singkatan dari ultra high temperature. Proses ini menggunakan suhu yang tinggi, tetapi dalam periode waktu yang singkat, yaitu hanya dalam beberapa detik.

Suhu yang digunakan pada proses ini adalah 135 sampai 150 derajat celsius. Periode yang sangat singkat bertujuan untuk meminimalisasi kerusakan nutrisi pada makanan akibat pemanasan pada suhu tinggi. Namun, waktunya cukup untuk membunuh mikroorganisme yang berbahaya bagi tubuh dan lebih banyak daripada proses pasteurisasi. Pemain Game Profesional Hadapi Risiko Kesehatan Suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah, Apa Itu?

https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/05/110100423/pemain-game-profesional-hadapi-risiko-kesehatan-burnout-apa-itu- https://asset.kompas.com/crops/gq_huv_gbgc6nqMyGuQMSBvh9IE=/82x0:927x563/195x98/data/photo/2021/07/05/60e2700f914ca.jpg • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Monitoring Suhu dan Kelembaban Udara dengan DHT11 dan Visualisasi Data Menggunakan Google Data Studio (Part 1) • Otak dan Bahasa?

Bagaimana Itu? • Romansa Kisah Lama • Sampah Rumah Tangga: Sedikit-Sedikit Lama-lama Menjadi Bukit • Bagaimana Keadaanmu? • Juara Premier League akan Ditentukan di Pekan Ke-32? Pasteurisasi adalah proses pemanasan bahan pangan dengan suhu yang tidak begitu tinggi.

Biasanya lebih rendah dari 100oC. Secara umum, ada dua tujuan pasteurisasi. Untuk produk pangan dengan keasaman rendah (pH > 4,5) tujuan pasteurisasi adalah untuk meminimalkan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh mikroorganisme pathogen (penyebab) penyakit dan memperpanjang umur simpan produk selama beberapa hari.

Pada produk pangan dengan keasaman tinggi (pH 4,5) untuk memperpanjang masa simpan produk pangan hingga beberapa bulan dengan membunuh mikroorganisme penyebab pembusukan dan menginaktifkan kerja enzim yang tidak dikehendaki.

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

Yang akan dibahas dalam artikel pendek ini adalah pasteurisasi pada produk pangan dengan keasaman rendah, seperti susu. Pada suhu berapa dan waktu berapa lama pasteurisasi harus dilakukan? Bagaimana cara penentuannya? Ternyata tidak mudah. Pertama, mikroorganisme patogen itu ada banyak jenisnya. Mana yang akan dijadikan sasaran? Jawabannya mudah dipahami secara logika.

Yaitu mikroorganisme patogen yang paling tahan terhadap panas. Para ilmuwan melakukan banyak penelitian sehingga sampai kepada kesimpulan bahwa mikroorganisme yang tepat sebagai target pasteurisasi susu adalah bakteri Coxiella burnetii, sedangkan untuk pasteurisasi telur adalah Salmonella senftenber g. Kalau panas yang diberikan cukup untuk membunuh bakteri ini, maka akan mati pula bakteri pathogen yang lain. Kedua, proses pasteurisasi diharapkan dapat mematikan mikroorganisme patogen tetapi dengan kerusakan zat gizi dan cita rasa dan warna yang minimum.

Maka para peneliti melakukan banyak percobaan untuk menemukan kondisi yang optimal. Ada satu fakta menarik yang ditemukan oleh para peneliti ini terkait dengan kematian mikroorganisme dan kerusakan zat gizi akibat panas. Secara umum mikroorganisme sudah dapat dimatikan dan zat gizi serta aroma dan warna sudah dapat rusak pada suhu 60oC. Akan tetapi, waktu yang diperlukan untuk membunuh 90% atau mengurangi 90% kandungan zat gizi, aroma dan warna berbeda-beda.

Para ilmuwan memperkenalkan istilah D-value ( decimal reduction time), atau nilai D, yaitu waktu yang diperlukan pada suhu tertentu untuk membunuh 90% mikroorganisme target, atau pada sisi lain menurunkan kandungan flavor, warna, dan zat gizi sebesar 90% juga. Dengan kata lain adalah pengurangan sehingga menjadi 10% jumlah awal atau sama dengan pengurangan sebesar 1 log. Nilai D akan semakin pendek jika suhu semakin tinggi. Artinya waktu yang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme akan menjadi semakin pendek jika suhu dinaikkan.

Fakta menarik yang berhasil dikumpulkan oleh para peneliti adalah nilai D dari bermacam mikroorganisme dan senyawa kimia berbeda-beda. Terkait perbedaan nilai D ini mudah-mudahan dapat saya uraikan lebih mendalam dalam artikel berikut yang membahas tentang sterilisasi. Untuk saat ini saya akan membahas secara khusus tentang nilai D dari bakteri yang menjadi target pasteurisasi, yaitu Coxiella burnetii.

Nilai D63 bakteri Coxiella burnetii adalah suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah menit. Artinya, diperlukan kondisi pada suhu 63oC yang ditahan selama 3.72 menit untuk membunuh 90% atau 1 log bakteri ini.

Proses pasteurisasi yang umumnya disarankan adalah suhu 63oC selama 30 menit. Dengan proses selama ini, maka jumlah bakteri yang mati adalah 8 log atau tersisa satu per seratus juta jumlah bakteri awal. Jumlah kematian bakteri yang sama dapat dicapai hanya dengan waktu 15 sekon pada suhu 71,8oC, 1 sekon pada 88oC, dan 0.1 sekon pada 94oC). Satu fakta menarik lain yang ditemukan oleh para ilmuwan adalah pada umumnya nilai D pada suhu yang kecil untuk zat gizi, warna, dan aroma lebih pendek daripada nilai D bakteri Coxiella burnetii.

Sebaliknya, pada suhu yang lebih tinggi nilai D zat gizi, warna dan aroma lebih besar dibandingkan nilai D bakteri target. Dalam bahasa yang sederhana apa artinya? Akan sangat lebih baik jika pasteurisasi dilakukan pada suhu tinggi waktu singkat, dibandingkan dengan pada suhu rendah waktu lama. Inilah yang menjadi dasar ditemukannya proses yang dikenal dengan istilah HTST ( higher temperature shorter time).
Artikel ini disusun oleh tim penyunting terlatih dan peneliti yang memastikan keakuratan dan kelengkapannya.

Tim Manajemen Konten wikiHow memantau hasil penyuntingan staf kami secara saksama untuk menjamin artikel yang berkualitas tinggi. Ada 12 referensi yang dikutip dalam artikel ini dan dapat ditemukan di akhir halaman. Artikel ini telah dilihat 41.250 kali. Pasterurisasi adalah proses suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah memperlambat pertumbuhan bakteri di dalam makanan (biasanya cairan) dengan memanaskan makanan hingga suhu tertentu, kemudian mendinginkannya.

Susu yang belum dipasteurisasi memiliki risiko tinggi menyebabkan infeksi bakteri apabila dikonsumsi. Jika Anda memerah susu sapi atau kambing sendiri, mengetahui cara melakukan pasteurisasi susu di rumah akan mencegah pertumbuhan bakteri dan membuat susu lebih tahan lama.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/e3\/Pasteurize-Step-5.jpg\/v4-460px-Pasteurize-Step-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/e3\/Pasteurize-Step-5.jpg\/v4-728px-Pasteurize-Step-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c1\/Make-Cotton-Candy-Step-8.jpg\/v4-460px-Make-Cotton-Candy-Step-8.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c1\/Make-Cotton-Candy-Step-8.jpg\/v4-728px-Make-Cotton-Candy-Step-8.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Masukkan termometer bersih di dalam panci di bagian atas.

Anda harus selalu memonitor suhu susu. Termometer apung atau termometer klip paling efektif untuk keperluan ini. Cuci termometer dalam air sabun hangat terlebih dahulu, kemudian bilas sampai bersih. Cara terbaik untuk mensterilkan termometer adalah menggosoknya dengan penyeka alkohol sekali pakai, kemudian membilasnya lagi.

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

{INSERTKEYS} [2] X Teliti sumber • Jika termometer tidak bisa mengapung atau dijepitkan ke pinggir panci, Anda harus sering-sering mencelupkannya ke dalam susu selama proses pasteurisasi.

Usahakan untuk bekerja di dekat wastafel sehingga Anda membersihkan dan mensterilkan termometer setelah digunakan untuk mengukur suhu.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/9\/91\/Make-Kielbasa-Step-2.jpg\/v4-460px-Make-Kielbasa-Step-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/9\/91\/Make-Kielbasa-Step-2.jpg\/v4-728px-Make-Kielbasa-Step-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Siapkan rendaman air es.

Semakin cepat Anda mendinginkan susu setelah pasteurisasi, semakin aman dan semakin enak cita rasanya. Isi wastafel atau baskom besar dengan air dingin atau es batu sehingga Anda siap memulai proses. • Mesin pembuat es krim kuno sangat efektif untuk keperluan ini. Isi kompartemen luar dengan es batu dan garam kasar seperti biasa. [3] X Teliti sumber • Baca semua instruksi di bawah ini sebelum Anda menyiapkan rendaman air es. Setelah membaca, Anda bisa memilih proses pasteurisasi yang lebih lama, dan dalam hal ini Anda perlu menyimpan es di lemari pembeku selama setengah jam lagi.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c3\/Pasteurize-Step-6.jpg\/v4-460px-Pasteurize-Step-6.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c3\/Pasteurize-Step-6.jpg\/v4-728px-Pasteurize-Step-6.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/87\/Can-Peas-Step-17.jpg\/v4-460px-Can-Peas-Step-17.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/87\/Can-Peas-Step-17.jpg\/v4-728px-Can-Peas-Step-17.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/2a\/Pasteurize-Step-8.jpg\/v4-460px-Pasteurize-Step-8.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/2a\/Pasteurize-Step-8.jpg\/v4-728px-Pasteurize-Step-8.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Perhatikan suhu dengan hati-hati.

Pastikan termometer tidak menyentuh dinding atau dasar panci saat melakukan pengukuran karena hasil pengukuran tidak akan akurat. Saat susu mendekati suhu yang disebutkan di bawah ini, aduk terus-menerus dan angkat susu dari bawah panci untuk mengurangi bagian-bagian yang panas dan dingin.

Ada dua teknik pasteurisasi susu, keduanya aman dan disetujui oleh departemen kesehatan Amerika: [5] X Sumber Tepercaya US Food and Drug Administration Kunjungi sumber Suhu Rendah Waktu Lama (LTLT) Dianjurkan untuk pembuatan keju dan menghindari susu terlalu panas secara tidak sengaja. [7] X Teliti sumber 1. Panaskan susu hingga suhu 63 ºC. 2. Pertahankan susu pada suhu tersebut atau lebih tinggi selama 30 menit.

Jalankan kembali penghitung waktu jika suhu turun di bawah 63 ºC. 3. Angkat susu dari kompor. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/7b\/Pasteurize-Step-10.jpg\/v4-460px-Pasteurize-Step-10.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/7b\/Pasteurize-Step-10.jpg\/v4-728px-Pasteurize-Step-10.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Dinginkan susu dengan cepat dalam rendaman air es.

Semakin cepat susu menjadi dingin, semakin enak rasanya. Taruh susu dalam rendaman air es dan sering-seringlah diaduk untuk membantu melepaskan panas. Setelah beberapa menit, ganti air yang sudah menjadi hangat dengan air dingin atau air es lagi. Ulangi langkah ini setiap kali air menjadi hangat.

Semakin sering Anda menggantinya, semakin baik. [8] X Teliti sumber Susu siap dikonsumsi setelah mencapai suhu 4 ºC. Proses ini bisa memakan waktu hingga 40 menit dengan rendaman air es, atau 20 menit dengan mesin pembuat es krim. • Jika susu belum mencapai suhu 4 ºC setelah 4 jam, bisa diasumsikan susu telah terkontaminasi.

Lakukan pasteurisasi lagi dan dinginkan dengan lebih cepat. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3d\/Can-Beans-Step-10.jpg\/v4-460px-Can-Beans-Step-10.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3d\/Can-Beans-Step-10.jpg\/v4-728px-Can-Beans-Step-10.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Cuci dan sterilkan wadah.

Cuci wadah susu sampai benar-benar bersih dengan air panas dan sabun sebelum digunakan. Untuk hasil terbaik, sterilkan wadah tahan panas setelah dicuci dengan merendamnya di dalam air panas (minimal 77 ºC) selama 30-60 detik. • Biarkan wadah kering dengan sendirinya. Kain lap bisa membuat bakteri berpindah ke wadah kembali.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/cd\/Pasteurize-Step-11.jpg\/v4-460px-Pasteurize-Step-11.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/cd\/Pasteurize-Step-11.jpg\/v4-728px-Pasteurize-Step-11.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Simpan di kulkas.

Pasteurisasi hanya membunuh 90 sampai 99% bakteri di dalam susu. Anda masih perlu menyimpan susu di dalam kulkas untuk mencegah populasi bakteri berkembang hingga tingkat yang berbahaya. Tutup wadah rapat-rapat dan jauhkan dari cahaya.

[9] X Teliti sumber • Susu pasteurisasi yang tidak diproses lebih lanjut dapat bertahan 7-10 hari jika proses pasteurisasi segera dilakukan setelah pemerahan. Susu akan rusak lebih cepat jika disimpan di tempat dengan suhu di atas 7 ºC, jika terpapar kontaminasi baru (misalnya kontak dengan sendok kotor), atau jika susu mentah tidak disimpan dengan benar sebelum proses pasteurisasi.

[10] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3b\/Make-a-Home-Brewery-a-Commercial-Nanobrewery-Step-8.jpg\/v4-460px-Make-a-Home-Brewery-a-Commercial-Nanobrewery-Step-8.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3b\/Make-a-Home-Brewery-a-Commercial-Nanobrewery-Step-8.jpg\/v4-728px-Make-a-Home-Brewery-a-Commercial-Nanobrewery-Step-8.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Gunakan peralatan khusus.

Jika Anda memelihara ternak sendiri dan harus melakukan pasteurisasi susu dalam jumlah banyak, pertimbangkan untuk membeli mesin pasteurisasi susu khusus. Mesin mampu melakukan pasteurisasi susu dalam jumlah banyak dan dapat mempertahankan rasa susu lebih baik.

Mesin LTLT (suhu rendah waktu lama) dijual dengan harga paling terjangkau dan mudah digunakan, tetapi mesin HTST(suhu tinggi waktu singkat) bekerja lebih cepat dan biasanya tidak memengaruhi rasa susu. [11] X Teliti sumber • Susu harus tetap didinginkan dengan cepat agar proses pasteurisasi bekerja. Jangan lupa untuk mendinginkan susu dalam rendaman air dingin jika mesin pasteurisasi tidak melakukan langkah ini.

• Mesin HTST cenderung memecah (denaturasi) lebih sedikit protein selama suhu tidak melebihi 77 ºC. Ini memberi hasil yang lebih konsisten saat susu digunakan untuk membuat keju. [12] X Teliti sumber • Setelah pasteurisasi, susu akan tetap terpisah menjadi susu dan krim.

Susu komersial tidak memisahkan keduanya karena proses tersendiri yang disebut homogenisasi. • Jika susu butuh waktu terlalu lama untuk mencapai suhu 4 ºC di dalam rendaman air es, Anda bisa memindahkan susu ke kulkas setelah mencapai suhu 27 ºC. • Pasteurisasi tidak berpengaruh pada sebagian besar nutrisi dalam susu. Proses ini dapat sedikit mengurangi kadar vitamin K, B12, dan tiamin. Pasteurisasi dapat mengurangi kadar vitamin C secara signifikan, tetapi pada dasarnya susu tidak dianggap sebagai sumber vitamin .

• Sering-seringlah melakukan kalibrasi termometer untuk memastikan keakuratannya. Untuk melakukannya, gunakan termometer untuk mengukur suhu air mendidih. Jika lokasi Anda sejajar dengan permukaan laut, termometer yang akurat akan menunjukkan hasil pengukuran 100 ºC.

Jika Anda mendapatkan hasil berbeda, ingatlah untuk menambahkan atau mengurangi hasil pengukuran di masa depan untuk mendapatkan suhu sebenarnya. • Pabrik susu terkadang melakukan tes fosfatase untuk memastikan bahwa susu telah dipasteurisasi dengan benar. [13] X Teliti sumber • Oleh karena kandungan lemak yang tinggi dalam susu kerbau, tingkatkan suhu pasteurisasi sebesar 3 ºC.

[14] X Teliti sumber [15] X Sumber Tepercaya US Food and Drug Administration Kunjungi sumber • Usahakan agar termometer tidak menyentuh dasar panci karena akan memberikan hasil pengukuran yang tidak akurat. • Termometer inframerah (nonkontak) dapat memberikan hasil pengukuran yang salah untuk proses ini karena termometer hanya mengukur suhu permukaan.

Jika Anda ingin menggunakannya, aduk susu dari bawah ke atas terlebih dahulu untuk mendapat hasil pengukuran yang lebih akurat.. [16] X Teliti sumber
PRINSIP DASAR PASTEURISASI PRINSIP DASAR PASTEURISASI Created By : Widiantoko, R. K. Susu pasteurisasi adalah susu yang diolah melalui proses pemanasan dengan tujuan mencegah kerusakan susu akibat aktivitas mikroorganisme perusak (patogen), pembusuk serta inaktivasi enzim dengan tetap menjaga kualitas nutrisi susu.

Pasteurisasi adalah proses sterilisasi bahan baku yang tidak tahan panas seperti susu untuk meminimumkan perubahan kimiawi, fisik, dan organoleptik produk . Pasteurisasi tidak mematikan semua mikroorganisme tetapi hanya mematikan kuman yang patogen dan sel vegetatif tapi tidak mampu mematikan/inaktivasi spora. Pasteurisasi juga tidak mematikan semua mikroorganisme (sterilisasi), karena mikrobia termodurik tetap dapat bertahan dan bakteri pembentuk spora tetap aktif Pasteurisasi menghasilkan produk dengan daya tahan yang pendek atau memerlukan pengawetan tambahan lain (teknologi Hurdle atau rintangan).

Karena proses pasteurisasi tidak mematikan bakteri pembentuk spora maka produk harus diberi perlakuan lain yang dapat meminimalkan pertumbuhan mikroba seperti penambahan pengawet, pendinginan, MAP, penurunan pH dan pengaturan Aw. Proses pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan susu pada suhu 62 oC selama 30 menit atau suhu 72 oC selama 15 detik.

Pasteurisasi tidak dapat mematikan bakteri non patogen, terutama bakteri pembusuk. Susu pasteurisasi bukan merupakan susu awet.

Penyimpanan susu pasteurisasi dilanjutkan dengan metode pendinginan. Metode pendinginan pada suhu maksimal 10 oC memperpanjang daya simpan susu pasteurisasi.

Mikroba pembusuk tidak dapat tumbuh dan berkembang pada suhu 3-10 oC (Setya, 2012). Pasteurisasi adalah salah satu proses terpenting dalam penanganan susu.

Proses pasteurisasi perlu dilakukan dengan benar sehingga membuat susu memiliki umur simpan yang lebih lama. Suhu dan waktu pasteurisasi adalah faktor penting yang harus diukur dalam menentukan kualitas dan kondisi umur simpan susu segar.

Pasteurisasi bisa dilakukan dengan dua metode yaitu metode batch dan metode continue. Metode batch digunakan untuk pasteurisasi skala kecil. Tipe pasteurisasi yang digunakan pada metode batch adalah tipe pasteurisasi LTLT (Low Temperature Long Time). Metode continue digunakan untuk pasteurisasi skala menengah sampai besar. Tipe pasteurisasi yang digunakan adalah tipe HTST (High Temperature Short Time), HHST (Higher Heat Short Time), dan UHT (Ultra High Temperature).

Untuk waktu dan temperature proses yang digunakan pada tiap tipe pasteurisasi dapat dilihat pada tabel 2.1. Pada pengaplikasiannya di industri, metode pasteurisasi yang umum dipakai adalah metode kontinyu. Metode ini dipilih karena dapat menghasilkan volume susu pasteurisasi yang lebih banyak dengan waktu proses yang lebih singkat, pemakaian listrik yang lebih rendah, dan kerusakan protein yang lebih sedikit karena waktu pemanasan yang lebih singkat.

Metode Pasteurisasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut (Setya, 2012): 1. Pasteurisasi dengan suhu tinggi dan waktu singkat (High Temperature Short Time/HTST), yaitu proses pemanasan susu selama 15–16 detik pada suhu 71,7–75 oC dengan alat Plate Heat Exchanger.

2. Pasteurisasi dengan suhu rendah dan waktu lama (Low Temperature Long Time/LTLT) yaitu proses pemanasan susu pada suhu 61 oC selama 30 menit. 3. Pasteurisasi dengan suhu sangat tinggi (Ultra High Temperature/UHT) yaitu memanaskan susu pada suhu 131 oC selama 0,5 detik. Pemanasan dilakukan dengan tekanan tinggi untuk menghasilkan perputaran dan mencegah terjadinya pembakaran susu pada alat pemanas. Tjahjadi dan Marta (2011) menyatakan bahwa tujuan pengolahan susu pasteuriasi adalah sebagai berikut: 1.

Membunuh semua bakteri patogen (penyebab penyakit) yang umumnya dijumpai pada bahan pangan, yaitu bakteri – bakteri patogen yang berbahaya ditinjau dari kesehatan masyarakat 2. Memperpanjang daya tahan simpan bahan pangan dengan jalan mematikan bakteri pembusuk dan menonaktifkan enzim pada bahan pangan yang asam (pH <4,5). Proses pasteurisasi dapat menghancurkan 90–99% bakteri yang ada di dalam susu. Pasteurisasi dapat merusak vitamin C dan kemungkinan menjadikan laktosa kasein dan unsur lemak pada susu menjadi kecil.

Efek yang ditimbulkan dari proses pasteurisasi adalah dapat mempertahankan nilai nutrisi dan karakteristik sensori bahan pangan hasil pasteurisasi (Setya, 2012).

{/INSERTKEYS}

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

Pasteurisasi hanya dapat mempertahankan umur simpan bahan pangan untuk beberapa hari saja, dapat menyebabkan suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah perubahan warna, aroma dan flavor yang mengakibatkan degradasi vitamin bahan. Pasteurisasi susu dengan suhu tinggi dapat menambah daya simpan susu segar selama 1 sampai 2 minggu (Setya, 2012).

Alat Penukar Panas Pasteurisasi Susu Alat Penukar Panas (Heat Exchanger) menjadi alat yang paling esensial dalam proses pasteurisasi karena kebutuhan panas yang digunakan untuk pasteurisasi dihasilkan oleh alat penukar panas. Jenis alat penukar panas yang biasa digunakan dalam proses pasteurisasi adalah jenis PHE dan jenis THE. Pemakaian alat penukar panas pada proses pasteurisasi, baik Plate Heat Exchanger (PHE), maupun Tubular Heat Exchanger (THE) memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan dan kekurangan dari penggunaan Plate Heat Exchanger dan Tubular Heat Exchanger. Alat penukar panas jenis Plate Heat Exchanger (PHE) merupakan alat penukar panas yang paling efektif dan efisien untuk proses pasteurisasi karena memiliki luas permukaan panas yang lebih tinggi dibandingkan Tubular Heat Exchanger (THE).

Hal itu juga mengakibatkan efisiensi panas yang dihasilkan oleh alat penukar panas PHE lebih dari 85%. Namun apabila dilihat dari segi investasi yang diperlukan dan skala penggunaan alat tersebut, yaitu laboratorium maka alat jenis THE lebih memiliki keunggulan dibandingkan PHE.

a). Plate Heat Exchanger (PHE) Terdapat 3 komponen yang menyusun PHE, yaitu : a). Lembar baja tahan karat beralur ( plate) Alat penukar panas ini terdiri dari lembar ( plate) baja tahan karat ( stainless steel) yang telah dicetak dengan mesin press berdaya tinggi yang membentuk alur-alur dengan motif tertentu yang dimaksudkan untuk memperbesar luas permukaan lembar baja dan terjadinya turbulensi aliran cairan.

Lembar-lembar baja ini disusun dengan jumlah tertentu sesuai kebutuhan dalam suatu kerangka ( frame) b). Rangka penyusun ( frame) Suatu rangka ( frame) yang menjepit seluruh susunan lembar baja. Agar setiap pasangan lembar terdapat celah yang dapat dialiri cairan maka disekeliling lembar terdapat parit guna meletakkan pita karet ( gasket) c).

Pita karet ( gasket) Pita karet ( gasket) terbuat dari bahan yang tahan panas/dingin, tahan karat dan non toksis ( food grade). Susunan PHE tersebut dapat terdiri dari beberapa bagian ( section), misalnya heating, cooling, regeneration, dll. Pada alat plate Heat Exchanger terdiri dari 4 bagian yaitu: • Cooling section • Holding Section • Regenerative section (Regenerasi) Panas yang digunakan kembali dikenal dengan “panas regenerasi”pada produk dingin yang masuk dan secara tidak langsung dipanaskan oleh panas produk yang akan keluar.

Dalam hal ini produk yang masuk memerlukan sedikit panas untuk meningkatkan temperaturnya dan produk yang akan keluar memerlukan pendingin untuk menurunkan temperaturnya. Regenerasi penting dalam pasteurissasi karena energi yang digerakkan sekaligus digunakan untuk pendiginan dan pemanasan.

Regenerative effect didefinisikan sebagai persentase dari jumlah panas yang diregenerasikan. • Bagian Pemanasan / Heating Section • Pemanasan yang berlangsung di dalam alat PHE ini bisa diperoleh dari berbagai sumber panas antara lain: • Steam heating : jarang dilakukan karena perbedaan temperatur antara uap dengan susu cukup besar sehingga menyebabkan adanya deposit susu pada plat.

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

Ini berarti operasional PHE ini lebih singkat sebelum dibersihkan dan jarang kurang efisien dalam pemindahan panas melalui plat-plat, tetapi metode ini paling ekonomis dalam penggunaan uap panas.

• Water heating: pemanasan menggunakan air yang dipanaskan lebih baik, karena perbedaan temperatur antara susu dengan air lebih sedikit sehingga cukup ideal. Setelah melalui regeneration section temperatur susu yang masuk misalnya 54 C. Susu kemudian dipanaskan 72 C yang berarti panas diperlukan dari 54 C sampai 72 C sebanyak 18 C. Jumlah air yang disirkulasikan biasanya 3 x lipat dari susu, berarti air panas yang akan didinginkan sebanyak 6 C (18 C / 3x). Temperatur daari air panas yang masuk 3 C lebih panas dibanding suhu pasteurisasi.

Hal ini berarti : Air panas yang didinginkan dari 75 C sampai 69 C = 6 C. Susu yang dipanaskan dari 54 C sampai 72 C = 18 C. Kelemahan dari water heating adalah pemakaian uap panas dan sumber listrik lebih banyak dibandingkan yang digunakan pada heating section.

• Vacuum steam heating system : Cara ini menjaga temperatur uap sedikit diatas temperatur produk yang didinginkan.

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

Metode ini lebih ekonomis karena perbedaan temperatur dengan steam heating cukup rendah. • Pada prinsipnya semua plat di dalam PHE sama, putaran dari setiap 180 derajat diantara plat-plat disebut plat kiri dan plat kanan. Ketebalan plat antara 0.8-1.25 mm sesuai dengan keperluan. Plat tersebut dalam operasinya dibawah tekanan yang tinggi sehingga bentuknya zig-zag bergelombang.

Plat-plat memiliki lubang di-empat sudutnya, tergantung bagaimana memasang plat tersebut di dalam PHE. Jika plat dipasang dalam satu rangkaian, maka akan ada plat kanan pertama lalu plat kiri dan kemudian plat kanan lagi dan seterusnya.

Bentuk plat yang zigzag bergelombang dalam operasionalnya saling mendukung. Aliran yang melalui dua plat akan tetap menempati bagian yang bersebrangan pada area yang konstan sehingga terbentuk turbulensi yang tetap menyebabkan partikel baru dalam cairan bersentuhan dengan panas yang disebarkan pada permukaan dan panas yang dipakai seragam.

Plat dipasang dalam suatu bagan dimana dua cairan yang dipanaskan atau didinginkan akan selalu dipisahkan oleh plat. b).

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

Tubular Heat Exchanger (THE) Sebelum diketemukan alat penukar panas PHE yang lebih kompak dan dapat diproduksi secara masalmaka alat penukar panas THE telah lebih dahulu digunakan. Perkembangan teknologi THE adalah diperkenalkannya Triple Tube THE dimana pipa terdalam dialiri media pemanas/pendingin, pipa ditengah dialiri produk dan pipa terluar dialiri media pemanas/pendingin lagi.

Dengan sistem ini (dikembangkan oleh Stork-Amsterdam) koefisien pemindahan panas THE meningkat. Alat penukar panas ini konstruksinya lebih sederhana, yaitu 1. Pipa (tunggal atau kelompok pipa) yang dialiri produk 2. Pipa bagian luar dengan diameter yang lebih besar ( jacketed) yang dialiri media pemanas atau pendingin ( double tube type THE). a. PHE b. THE Pustaka Tjahjadi, C. dan H. Marta. 2011. Pengantar Teknologi Suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah.

Universitas Padjajaran. Bandung. Setya, A. W. 2012. Teknologi Pengolahan Susu. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Slamet Riyadi.

Surakarta. Tulisan Teratas • WATER ACTIVITY DALAM PENGAWETAN PRODUK PANGAN • ALAT-ALAT LABORATORIUM ( GLASSWARE) • PEMBUATAN DAN FERMENTASI TAUCO • Alat-Alat Laboratorium Mikrobiologi • Mengenal Mayonnaise dan Prinsip Emulsinya • PROSES PELILINAN (WAXING) PADA PRODUK HORTIKULTURA • PROSES PEMBUATAN BIR • PEMBUATAN SOSIS “METODE FERMENTASI” • PENYEBAB RASA PAHIT PADA TEMPE • MODIFIED ATMOSPHERE PACKAGING (MAP) Tulisan Terakhir • Media Tumbuh Mikrobiologi • Condensed Milk Process • PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI • SUSU KENTAL MANIS • MILK HOMOGENIZER • Mengenal Mayonnaise dan Prinsip Emulsinya • PRINSIP KRISTALISASI PADA PRODUK PANGAN • PRINSIP DASAR PASTEURISASI • TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE • Karakteristik Susu KOMENTAR DAN PERTANYAAN Jodi Darmawan pada PH RENDAH PADA KUALITAS AIR RO… Ikhsan Firmansyah pada ALAT-ALAT LABORATORIUM ( … ayurahayu pada ALAT-ALAT LABORATORIUM ( … luhut pada PROSES PELILINAN (WAXING) PADA… muhammad nur efendi pada PROSES BROWNING PADA BAHAN PAN… Ulfa pada Proses Pembuatan Tahu Arif Rianata pada PENGEMASAN KALENG nadira pada SEJARAH PERKEMBANGAN PERMEN… nadira pada PERMEN KARAMEL Hadi pada PENGEMASAN KALENG Masdar pada PROSES PENGALENGAN BAHAN … Inilah Reaksi Mailla… pada PENYEBAB REAKSI MAILLARD (MAIL… Imroatus Su'udiyah D… pada MENGENAL LEBIH DEKAT: DESINFEK… Invasion of Foodborn… pada PEMBUATAN WINE Arifah pada QUALITY ASSURANCE (QA) vs QUAL…Sahabat Sehat, pernahkah kamu memerhatikan kenapa susu pasteurisasi selalu disimpan di kulkas sedangkan susu UHT dan susu sterilisasi ngga?

Tahukah kamu, sebenarnya pada susu murni yang dihasilkan oleh sapi atau hewan mamalia lainnya terdapat banyak bakteri, sehingga perlu dilakukan pengolahan untuk menjamin susu yang sampai ke konsumen aman.

Yuk, kenali beberapa cara pengolahan susu! Foto: Pixabay.com Susu Pasteurisasi Pasteurisasi merupakan metode pengolahan dengan tujuan mengurangi jumlah bakteri patogen pada susu sampai pada taraf aman.

Pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan susu pada suhu 63°C selama 30 menit atau pada suhu 72-75°C selama 15-20 detik. Proses pemanasan bisa mengurangi zat gizi tertentu terutama vitamin B1 dalam susu, makanya pasteurisasi menggunakan suhu yang ngga terlalu tinggi atau waktu yang singkat untuk mencegah hilangnya protein, vitamin, dan mineral dalam susu. Pasteurisasi terbukti bisa membunuh bakteri seperti E.

coliL. monocytogenesCampylobacter jejuniSalmonelladan lain-lain. Pasteurisasi mampu membunuh sebagian besar bakteri dalam susu, tapi bukan semua bakteri yang ada. Makanya, susu pasteurisasi perlu disimpan pada suhu rendah seperti di kulkas (4°C) untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang masih ada dalam susu. Susu Sterilisasi Proses ini dilakukan dengan pemanasan suhu tinggi pada susu dalam kemasan.

Pemanasan dalam proses sterilisasi menggunakan suhu 115-120°C selama 20-30 menit dan b iasanya diterapkan pada susu dengan kemasan kaleng. Jika kemasannya belum dibuka susu sterilisasi bisa memiliki umur simpan yang cukup lama meskipun ngga disimpan dalam kulkas, karena bakteri dan spora dalam susu sterilisasi sudah mati akibat proses pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi.

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

Tapi, bila kemasan sudah dibuka sebaiknya susu langsung dihabiskan. Susu UHT UHT ( Ultra High Temperature) merupakan salah satu cara untuk mensterilisasi susu.

Pada metode ini, suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah dipanaskan pada suhu 130-140°C dengan waktu yang sangat singkat sekitar 2-4 detik, cuma beberapa detik saja.

Pemanasan dengan suhu yang tinggi ini membuat susu UHT tergolong steril dan tahan lebih lama dibanding susu pasteurisasi. Pada proses ini, kandungan vitamin tertentu juga bisa berkurang terutama vitamin B1, B6 dan B12. Dalam banyak jenis susu UHT, produsen menambahkan zat gizi (fortifikasi) yang rentan panas segera setelah proses UHT, sehingga kandungan vitaminnya tetap memenuhi standar minimal bahkan bisa lebih tinggi.

Oleh karena itu, sangat penting bagi konsumen untuk membaca label pada kemasan sebelum membelinya. Susu UHT biasa dikemas dalam kemasan berlapis yang terdiri atas beberapa bahan seperti kardus, alumunium foildan polietilena.

Kemasan tersebut bisa menjaga susu tetap steril sehingga aman walaupun ngga disimpan di kulkas. Susu UHT biasanya bisa bertahan hingga 1 tahun bila disimpan dalam kulkas dan bertahan hingga 6-9 bulan kalau disimpan di suhu 20˚C. Tapi, pastikan kamu menyimpan susu UHT yang sudah dibuka dalam kulkas dengan tertutup rapat dan jangan disimpan terlalu lama, ya.

Foto: Freepik.com Nah, jadi itulah tiga metode pengolahan susu yang paling banyak digunakan. Pastikan kamu menyimpan susu di tempat yang benar ya, Sahabat Sehat! Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP Barraquio, V. I. 2014. Which Milk is Fresh? International Journal of Dairy Processing & Research. https://scidoc.org/articlepdfs/IJDPR/IJDPR-01-201.pdf Diakses pada 28 Juni 2021.

Cifelli, C. J., Maples, I. S., dan Miller, G. D. 2010. Pasteurization: Implications for Food Safety and Nutrition. Nutrition Today. https://www.researchgate.net/publication/232131444_Pasteurization_Implications_for_Food_Safety_and_Nutrition Diakses pada 28 Juni 2021. Voicu, G., Constantin, G. A., Stefan, E. M., Tudor, P., Munteanu, M.

G., dan Zelanski, T. 2019. Aspects Regarding The Aseptic Packaging of Food Products. Acta Technica Corvinensis-Bulletin of Engineering. https://www.researchgate.net/publication/331327261_ASPECTS_REGARDING_THE_ASEPTIC_PACKAGING_OF_FOOD_PRODUCTS Diakses pada 28 Juni 2021
Susu segar setelah diperah harus segera didinginkan ataupun diolah lebih lanjut untuk dikonsusmsi dengan aman. Penanganan susu biasanya dilakukan dengan pemanasan.

Secara umum, pemanasan bertujuan untuk membunuh semua mikroorganisme pathogen dan menonaktifkan enzim-enzim alami sebanyak mungkin sehingga tidak dapat merusak zat-zat yang terkandung dalam susu. Metode pemanasan susu untuk dikonsumsi dilakukan dengan cara pasteurisasi dan sterilasasi susu. 1. Pasteurisasi Susu, Pasteurisasi susu adalah pemanasan susu pada suhu sedang (moderate), biasanya dilakukan dibawah titik didih air. Tujuan pasteurisasi adalah membunuh mikroorganisme pathogen.

Setelah proses pemanasan, susu masih mengandung spora-spora dan sel-sel vegetative yang dapat tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, susu pasteurisasi harus segera disimpan pada suhu rendah (dalam refrigerator). Keuntungan mengkonsumsi susu pasteurisasi adalah bahwa kandungan susu tidak mengalami kerusakan yang berarti karena perlakuan panas sedang.

Selain itu kandungan gizi di dalam susu tidak berbeda jauh dibandingkan susu segar. Pasteurisasi susu dapat dilakukan dengan dua system dasar, yaitu sebagai berikut : a) Pasteurisasi beach, pasteurisasi beach adalah proses pemanasan pemanasan susu pada suhu 61 – 630C selama 30 menit.

Caranya, susu dalam botol dipanaskan dengan menempatlkannya pada wadah yang beriri air (steam), lalu dilakukan proses pendinginan. Dalam skala rumah tangga, secara sederhana pasteurisasi batch dapat dilakukan dengan steam, lalu diaduk secara kontinu untuk menghindari terbentuknya kepala susu/ langit-langit.

Hindari pemanasan susu secara langsung diatas api hingga mendidih/meluap. Tujuannya untuk mencegah kerusakan pada suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah susu, terutama kerusakan laktosa dan timbulnya flavour gosong.

b) Pasteurisasi cepat/metode continuous, pasteurisasi cepat yaitu proses pemanasan susu secara cepat dengan kombinasi suhu 71-72,50 C selama 15 detik. Cara ini dilakukan dalam keadaan suhu mengalir berkesinambungan atau dikenal dengan istilah HTYST (High Temperature Short Time). Alat yang digunakan untuk pasteurisasi dapat disebut PHE (Plate Heat Exchanger). Pada skala industry, susu mengalir pada permukaan lempengan-lempengan baja antikarat (palte-palte).

suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah

Arah alirannya berlawanan dengan media pemanas dan pendingin. 2. Sterilisasi Susu Pemanasan susu pada suhu tinggi, yakni diatas titik didih air dapat dilakukan dengan alat sterilisasi berupa autoclave. Sterilisasi bertujuan untuk membunuh semua mikroorganisme dalam susu, baik pathogen, pembusuk, maupun spora-sporanya. Kombinasi suhu dan waktu, yaitu 110-1210C selama 20 – 30 menit menyebabkan perubahan warna dan aromanya yang dikenal sebagai caramelized flavour/sterilized flavour.

Oleh karena itu produk susu sterilisasi sering dipasarkan dengan food additive pewarna dan penambah cita rasa. 3. Ultra High Temperature (UHT) Ultra high temperature adalah proses pemanasan susu dengan suhu yang sangat tinggi, yaitu 135-1500C dengan waktu yang cepat 3-10 detik. Susu dikemas secara aseptic dalam karton tanpa terjadi kontaminasi. Waktu pemanasan yang amat singkat ditujukan untuk mencegah kerusakan nutrisi susu dan mempertahankan kualitas organoloptik.

Dengan cara ini, susu relatif tidak berubah seperti susu segar/ raw material. 4. Penyimpanan Susu Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu dingin untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan spora-spora yang tetap dapat bertahan hidup selama pemanasan. Oleh karena itu, penyimpanan susu pasteurisasi mempunyai batas waktu yang relative singkat, yakni empat hari setelah proses pemanasan atau pasteurisasi. Susu pasteurisasi mempunyai kandungan nutrisi yang tidak berbeda dengan susu segar.

Hal ini dikarenakan pemanasan yang rendah pada proses pasteurisasi tidak akan cukup merusak zat-zat nutrisi pada susu. Namun hanya vitamin yang rentan terhadap panas, seperti vitamin C dan D, akan hilang selama pemanasan. Oleh karena itu produk olahan susu (terutama susu bubuk) yang dipasarkan ada yang ditambahkan vitamin (vitamin A dan D) dalam prose pengolahannya.

Susu sterilisasi dapat disimpan pada suhu kamar karena proses pemanasannya tinggi, sehingga menyebabkan semua mikroorganisme mati.

Namun dampak negative yang dapat terjadi selama penyimpanan adalah terjadinya perubahan kimiawi berupa presipitasi protein, yaitu tampak kepingan-kepingan kasein di dalam produk susu sterilisasi. Susu steril UHT dapat disimpan pada suhu kamar dengan waktu relative Panjang, yakni 6 – 12 bulan.

Suhu yang tepat untuk menyimpan produk susu pasteurisasi adalah akibat suhu pemansan yang sangat tinggi, susu steril UHT mengalami kerusakan kimiawi selama penyimpanan, yakni terbentuknya gel. Literatur : Susilo, T.E, Sawitri, M.E, Produk Olahan Susu, Penebar Swadaya. Wisma Hijau, Jl. Raya Bogor, Km. 30 Mekarsari – Cimanggis, Depok. 2010.

materi kuliah tpph pekan 9 susu pasteurisasi




2022 www.videocon.com