Seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

KOMPAS.com - Seorang ayah di Semarang, Jawa Tengah, yang tega memerkosa anak kandunganya sendiri hingga tewas, terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan menjelaskan, dari hasil otopsi terhadap korban yang masih berusia delapan tahun, ditemukan bekas luka di alat vital korban. Tersangka berinisial WD (41) dijerat pasal Pasal 81 ayat 3 Jo Pasal 76 d Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Ada tanda-tanda kekerasan di bagian vagina dan dubur korban. Korban saat itu sudah seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang dan sudah dimakamkan," ucapnya. Baca juga: Ayah Perkosa 2 Anak Kandungnya, Salah Satu Korban Usia 5 Tahun Tewas dengan Luka Robek Laporan dari warga Seperti diketahui, kasus tersebut terbongkar setelah jasad korban dimakamkan. Lalu, setelah pemakaman, polisi menerima laporan bahwa penyebab kematian korban masih tanda tanya.

Petugas dan warga segera membongkar makam korban dan menemukan sejumlah bukti bekas penganiayaan dan kekerasan. Setelah itu, polisi segera meringkus pelaku di indekosnya pada Jumat (18/3/2022). Baca juga: Kekerasan Berujung Maut Sering Dipicu Emosi Pelaku yang Labil, Bagaimana Cara Menghadapinya? Berita Terkait Kamar Hotel di Buleleng Mulai Banyak Dipesan, Rata-rata oleh Wisatawan Asal Eropa Jajaki Peluang Sister City Bidang Musik, Delegasi Kota Ambon Diundang ke Perancis Mudik Lebaran,12.500 Kendaraan Diprediksi Melintas di Tol Palembang-Indralaya Setiap Hari Ngaku Usahanya Bangkrut, Rentenir Beralih Profesi Jadi Pencuri Spesialis Rumah Kosong Pilar Jembatan Lembah Dieng Ambrol, Pengguna Jalan Melintas Bergantian Berita Terkait Kamar Hotel di Buleleng Mulai Banyak Dipesan, Rata-rata oleh Wisatawan Asal Eropa Jajaki Peluang Sister City Bidang Musik, Delegasi Kota Ambon Diundang ke Perancis Mudik Lebaran,12.500 Kendaraan Diprediksi Melintas di Tol Palembang-Indralaya Setiap Hari Ngaku Usahanya Bangkrut, Rentenir Beralih Profesi Jadi Pencuri Spesialis Rumah Kosong Pilar Jembatan Lembah Dieng Ambrol, Pengguna Jalan Melintas Bergantian Gerbang Kantor DPRD Nunukan Rusak, Puluhan ABG Masuk Tanpa Izin untuk Arena Balap Liar https://regional.kompas.com/read/2022/03/23/132713478/gerbang-kantor-dprd-nunukan-rusak-puluhan-abg-masuk-tanpa-izin-untuk-arena https://asset.kompas.com/crops/9fGcueR7Bg8klXUF0p9fNs_gQ8E=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2022/03/23/623abc249989f.jpeg Liputan6.com, Jakarta Polisi mengamankan seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di Seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang.

Padahal, anaknya tersebut masih berusia 8 tahun hingga tewas. Tersangka berinisial W (41), warga Bangetayu Wetan, Kota Semarang itu kini telah ditangkap untuk diperiksa lebih lanjut oleh Polrestabes Semarang. Penangkapan W bermula ketika polisi menerima laporan kematian tidak wajar seorang anak berinisial NPK di salah satu rumah sakit di Semarang pada akhir pekan kemarin.

"Ada laporan dari rumah sakit tentang kematian tidak wajar seorang yang diduga mengalami kekerasan seksual," ungkap Wakapolrestabes Semarang AKBP Dwi Perbawa, Senin, 21 Maret 2022. Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan, termasuk membongkar makam korban. Hasilnya ayah korban diduga sebagai pelaku tindak kekerasan seksual. Berikut sejumlah hal terkait kasus pencabulan anak oleh ayah kandungnya sendiri: Dwi menjelaskan, kejadian nahas tersebut diduga terjadi di tempat indekos pelaku di Jalan Kiai Syakir di Telogosari Wetan, Kota Semarang, Jumat malam, 18 Maret 2022.

Korban NPK sempat mengalami kejang selama sekitar 1 jam sebelum akhirnya dilarikan pelaku ke rumah sakit. "Pelaku ini sudah bercerai dengan istrinya, namun masih diperbolehkan untuk bertemu anaknya," ucapnya.

Selain itu, pelaku sempat mengatakan kepada ibu korban bahwa anaknya mengalami panas sebelum akhirnya meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan, pelaku sudah tiga kali mencabuli anaknya di tempat yang sama.

Pelaku mengaku terpengaruh tontonan video porno hingga tega mencabuli anaknya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Melihat korban kejang usai dicabuli, pelaku yang panik kemudian membawa korban ke klinik di sekitar rumahnya untuk memeriksa kondisi korban. Namun, dari klinik tersebut, pelaku disarankan untuk membawa ke rumah sakit yang lebih besar mengingat kondisi korban yang sudah gawat. "Sebelum membawa ke rumah sakit, pelaku membawanya ke ibu korban untuk meminta izin ke ibunya.

Pada saat itu mungkin ibunya tidak sempat mengecek bagaimana kondisi korban dan ibunya mengizinkan lalu ketika dibawa ke rumah sakit korban sudah dinyatakan meninggal dunia," katanya. "Pelaku membawa korban menggunakan motor bersama seorang saksi atau tetangganya, sementara anaknya ada di tengah-tengah dipangku," tambahnya.

Rifqy Sakti Pratama
Solo - Pembongkaran makam seorang bocah perempuan berumur 8 tahun di Kota Semarang, Jawa Tengah mengungkap fakta memilukan. Bocah itu ternyata tewas di tangan ayah kandungnya, WD (41) usai diperkosa dalam keadaan demam. Kasus pemerkosaan terungkap saat ibu kandung korban atau mantan istri tersangka melaporkan WD ke polisi. Keduanya sudah bercerai pada 2017, namun ketiga anak mereka masih sering menengok ayahnya di indekos.

Keluarga sempat tidak mencurigai kematian korban. Hingga akhirnya keluar surat keterangan dokter yang menyatakan korban meninggal tidak wajar dan ditemukan luka akibat kekerasan seksual. "Dalam surat keterangan dokter ada kematian kurang wajar dengan tanda kekerasan di vagina dan dubur.

Dari adanya itu kita buatkan laporan polisi, sementara kondisi korban sudah dimakamkan. Dengan adanya dugaan kematian tidak wajar lakukan, pembongkaran dan autopsi hari itu juga. Terbukti adanya kematian yang diakibatkan kekerasan seksual," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan, Senin (21/3/2022).

Baca juga: Ibu yang Gorok 3 Anak di Brebes Dites Kejiwaan, Begini Kondisi Terkininya Pembongkaran makam di daerah Sedayu, Kecamatan Genuk, Semarang itu dilakukan pada Sabtu (19/3). Pembongkaran ini pun disaksikan keluarga dan jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk autopsi.

Fakta memilukan pun terungkap, korban ternyata tewas diperkosa ayah kandungnya sendiri. Korban yang masih berusia 8 tahun itu diperkosa hingga mengalami kejang dan tewas saat dibawa ke rumah sakit.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

"Tersangka adalah orang tua kandung atau bapak dari korban," kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga Dwi Perbawa Nugraha di Mapolrestabes Semarang, kemarin. Peristiwa itu bermula saat korban bersama dua saudaranya datang ke indekos ayahnya pada Jumat (18/3) lalu. Kemudian ibu mereka menjemput kedua anaknya, dan meninggalkan korban yang kala itu sedang demam. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny menambahkan kala itu korban datang dalam kondisi sakit dan demam.

Aksi bejat itu pun dilakukan dengan paksa saat korban sedang berbaring sendirian menonton televisi. Korban bahkan sudah berupaya menolak dan menghalau ayah kandungnya itu dalam kondisi yang lemas karena sakit. Akibatnya, korban mengalami kejang-kejang usai mendapat perlakuan kasar pelaku. "Memang pada hari itu pelaku melakukan hubungan seksual.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

Anaknya kejang sejam atau dua jam. Pelaku meminta tolong kepada tetangganya membawa ke klinik. Di klinik direkomendasikan untuk ke rumah sakit lebih besar. Sebelum itu pelaku bawa ke rumah ibunya untuk izin bawa ke rumah sakit.

Waktu itu ibunya tidak cek. Saat dibawa ke rumah sakit korban sudah meninggal dunia," jelas Donny. Pelaku akui perkosa anak kandungnya lebih dari sekali Kepada mantan istrinya, WD berdalih korban sakit demam untuk menutupi perbuatan bejatnya. "Bilang ke mantan istri, dia (korban) demam," terang WD saat di Mapolrestabes Semarang. WD berdalih aksi bejatnya itu dilakukan karena kecanduan nonton film porno.

Aksi bejatnya itu pun sudah lebih dari sekali dilakukannya. "Terpengaruh video porno.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

Sudah tiga kali (memperkosa korban). Pertama dua minggu lalu, seminggu, terakhir pas kejadian. Iya ada pemaksaan," kata pelaku WD.

Baca juga: Terungkap! Jenazah Anak Bidan Sweetha Sempat Disimpan Semalam dalam Bagasi Atas perbuatannya, bapak bejat itu dijerat dengan Pasal 81 ayat 3 Jo Pasal 76 d UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak. Karena pelaku merupakan wali korban, maka hukuman ditambah sepertiganya. "Ancaman hukuman 20 tahun penjara," terang Iga. Simak Video " Suasana Haru Tahanan di Semarang Kembali Masuk Sel Usai Ijab Kabul" [Gambas:Video 20detik] (ams/ams) Semarang - Aksi bejat ayah memerkosa anak kandung hingga tewas di Semarang, Jawa Tengah, terbongkar.

Kasus ini terungkap setelah mantan istri pelaku yang juga ibu kandung korban melapor ke polisi. "Yang melaporkan ibu kandung korban atau mantan istri tersangka. Mereka tadinya suami istri (dengan) anak tiga. Anak (korban) ikut ibunya, tapi masih sering nengok bapaknya di kos," ujar Wakil Kepala Polrestabes Semarang, AKBP IGA Dwi Perbawa Nugraha, dalam jumpa pers di kantornya, Senin (21/3/2022).

Iga menjelaskan korban yang masih berusia 8 tahun itu datang ke kos ayahnya atau pelaku berinisial WD (41) dalam kondisi demam.

Pelaku memerkosa korban yang sedang dalam kondisi tidak berdaya. Korban akhirnya mengalami kejang selama sekitar satu hingga dua jam.

Baca juga: Tak Ada Eksepsi, Sidang Siskaeee Berlanjut Pemeriksaan Saksi Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan, menambahkan korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong. Dalam surat keterangan dokter terungkap, kematian korban tidak wajar. "Dengan tanda kekerasan di vagina dan dubur. Dari adanya itu kita buatkan laporan polisi, sementara kondisi korban sudah dimakamkan. Dengan adanya dugaan kematian tidak wajar lakukan pembongkaran dan autopsi hari itu juga.

Terbukti adanya kematian yang diakibatkan kekerasan seksual," jelas Donny. Diberitakan sebelumnya, polisi membongkar makam seorang bocah berusia 8 tahun di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (19/3).

Makam tersebut berada di Kecamatan Genuk.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

Baca juga: Makam Anak Dibongkar di Semarang, Polisi: Tewas Diperkosa Ayah Kandung Polrestabes Semarang saat itu mengungkap sedang menyelidiki laporan masyarakat terkait kematian bocah tersebut. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Dony Lombantoruan mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk melakukan pembongkaran makam. Belakangan terungkap bocah itu tewas gegara diperkosa ayah kandungnya sendiri. Simak Video " Suasana Haru Tahanan di Semarang Kembali Masuk Sel Usai Ijab Kabul" [Gambas:Video 20detik] (sip/aku)
"Dalam surat keterangan dokter ada kematian kurang wajar dengan tanda kekerasan di vagina dan dubur.

Dari adanya itu kita buatkan laporan polisi, sementara kondisi korban sudah dimakamkan. Dengan adanya dugaan kematian tidak wajar lakukan pembongkaran makam dan otopsi pada pukul 21.40 WIB hari itu juga.

Terbukti adanya kematian yang diakibatkan kekerasan seksual.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

Lalu kita amankan pelaku," jelas Donny.
Warta Ekonomi, Jakarta - Seorang ayah tega perkosa anak kandung berusia delapan tahun hingga tewas di Semarang.

Tersangka berinisial W (41), warga Bangetayu Wetan, Kota Semarang itu kini telah ditangkap untuk diperiksa lebih lanjut oleh Polrestabes Semarang. Penangkapan W bermula ketika polisi menerima laporan kematian tidak wajar seorang anak berinisial NPK di salah satu rumah sakit di Semarang. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga pun menyatakan kegeraman dan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya seorang anak usia delapan tahun yang diduga menjadi korban pemerkosaan ayah kandungnya di Kecamatan Genuk, Semarang tersebut.

Menteri mendesak agar terduga pelaku dapat dihukum seberat-beratnya sesuai dengan UU Perlindungan Anak. Baca Juga: Menteri PPPA Bintang Puspayoga: 1.000 Hari Pertama Kehidupan Kunci Tumbuh Kembang Anak "Saya sangat berduka mendengar korban meninggal akibat kekerasan seksual oleh ayah kandungnya dalam kondisi sakit.

Ayah tugasnya membesarkan, mendidik anak dengan kasih sayang, memberikan perlindungan dan memenuhi hak anak, tapi sang ayah ternyata tega merenggut hidup anaknya sendiri. Ini tidak bisa ditoleransi, saya dorong aparat penegak hukum dapat menjatuhkan hukuman yang seadil-adilnya terhadap korban," kata Menteri Bintang, Selasa (22/3/2022), dalam siaran persnya.

Menteri Bintang menegaskan fakta bahwa lingkungan keluarga atau lingkungan terdekat anak dapat menjadi lingkungan yang tidak aman. Kasus seperti ini telah terjadi berkali-kali. Menteri Bintang juga sangat berharap kasus ini menjadi pembelajaran bahwa menjadi penting untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keberanian untuk melaporkan kekerasan yang ditemui atau dialami sebagai salah satu bentuk upaya melindungi dirinya sendiri.

Menteri Bintang mengatakan agar kasus serupa tidak kembali terjadi, Kemen-PPPA seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang Dinas PPPA perlu melakukan evaluasi dan optimalisasi upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak. "Pelibatan peran serta masyarakat juga menjadi penting untuk mendeteksi dan memberikan penanganan awal kasus kekerasan terhadap anak," kata Menteri Bintang. Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen-PPPA, Nahar mengatakan melalui Tim SAPA 129 telah dilakukan koordinasi awal dengan UPTD PPPA Kota Semarang untuk memastikan kebenaran informasi serta mengawal proses hukum pelaku.

Pelaku sudah ditahan di Polrestabes Kota Semarang. Jika perbuatan pelaku memenuhi unsur Pasal 76D UU 35 Tahun 2014, pelaku dapat diancam hukuman sesuai Pasal 81 ayat (1), (2), (3), (5), (6), (7) Undang undang No. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Terduga pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap anaknya yang sedang sakit hingga meninggal dunia pada 18 Maret 2022.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

Jenazah korban dibawa ke RSUP di Kariadi Semarang untuk autopsi yang hasilnya terbukti adanya kematian yang diakibatkan kekerasan seksual. Korban dimakamkan tanggal 19 Maret 2022. Kasus terungkap karena adanya laporan dari rumah sakit melalui surat keterangan dokter menyatakan korban meninggal tidak wajar dengan adanya tanda kekerasan di vagina dan dubur dan diperkuat dengan ibu korban yang membuat laporan kepada polisi.

Kemudian, polisi membongkar makam di daerah Sedayu, Kecamatan Genuk, Semarang pada hari yang sama, Sabtu (19/3/2022). Disaksikan keluarga, jenazah korban dibawa ke RSUP di Kariadi Semarang untuk autopsi dengan hasilnya terbukti adanya kematian yang diakibatkan kekerasan seksual.

Nahar mendorong masyarakat terutama anak-anak untuk berani melapor. Pemerintah telah menginisasi Layanan Telepon Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 untuk memudahkan masyarakat melaporkan kekerasan yang ditemui dan dialami. Pemerintah juga telah menyediakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di 34 Provinsi dan 204 Kabupaten/Kota yang siap memberikan pendampingan kepada seluruh masyarakat, terutama perempuan dan anak Indonesia. Berita Terkait • Hukuman Mati Selayaknya Jadi Momok Bagi Predator Seksual Anak!

• Kemen PPPA Desak Majelis Hakim Kasasi Perkuat Putusan Kasus Herry Wirawan! • Kasusnya Terjadi Lagi, Menteri PPPA Tegas Meminta Orang Tua Awasi Anak Gunakan Media Sosial • Pemenuhan Hak Restitusi Anak Korban Tindak Pidana, KemenPPPA Gandeng Tiga Lembaga Negara Jalin PKS! • Indonesia Bebas Stunting, 10 Desa di Sumut Tetapkan Diri Jadi Desa Ramah Perempuan & Peduli AnakJakarta - Pemerkosaan di Semarang menyingkap fakta keji perlakuan seorang ayah terhadap putri kandungnya yang berusia 8 tahun hingga berujung kematian.

Bocah perempuan tersebut sempat mengalami kejang dan meninggal dunia setelah diperkosa ayahnya, WD (41) dalam keadaan sakit demam di indekos pribadinya. Dilansir dari detikJateng, Selasa (22/3/2022) kasus pemerkosaan terungkap setelah ibu kandung korban merasakan kejanggalan akan kematian putrinya setelah keluar surat keterangan dokter hingga mendorongnya melaporkan WD ke polisi.

Makam bocah itu pun dibongkar untuk menemukan fakta-fakta yang berujung pada terungkapnya kasus pemerkosaan oleh WD. Baca juga: Pilu! Korban Ternyata Sedang Demam Saat Diperkosa Ayah hingga Tewas Kasus Pemerkosaan di Semarang Terungkap Usai Ditemukan Luka Kekerasan Seksual Kematian korban awalnya tidak dicurigai pihak keluarga hingga terbitnya surat keterangan dokter. Dalam surat tersebut, dokter menemukan bukti kematian tak wajar hingga menemukan luka akibat kekerasan seksual di vagina dan dubur korban.

Pihak keluarga langsung membuat laporan polisi dan segera membongkar makam korban di pemakaman daerah Sedayu, Kecamatan Genuk, Semarang pada Sabtu (19/3) lalu.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk dilakukan autopsi hingga terungkap adanya pemerkosaan oleh ayah kandung korban sendiri.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

Baca juga: 9 Fakta Miris Ayah Perkosa Anak Kandung hingga Tewas di Semarang Ayah Kandung Korban Jadi Pelaku Pemerkosaan di Semarang Proses pembongkaran hingga autopsi berujung pada terungkapnya fakta ayah kandung korban menjadi pelaku pemerkosaan.

Korban diperkosa di indekos pelaku pada Jumat (18/3) lalu saat berkunjung bersama dua saudaranya.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

Ibu korban menjemput kedua anaknya dan meninggalkan korban yang kala itu sedang demam. Saat korban tengah berbaring sendirian menonton televisi, aksi bejat WD pun dilakukan. Dalam kondisi sakit dan demam, korban diperkosa paksa hingga mengalami kejang-kejang dan tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Artikel selengkapnya terkait pemerkosaan di Semarang yang melibatkan ayah korban dapat disimak di sini.

Lihat juga video 'Jalan dengan Pria Asing, Remaja di Bantul Dicekoki Miras-Disetubuhi': [Gambas:Video 20detik] (izt/imk)
Polisi menyatakan Widiyanto (41) sudah tiga kali memperkosa anak kandungnya NWK (8) dalam waktu berbeda. Terakhir kali aksi bejadnya itu dilakukan Jumat lalu. (CNNIndonesia/Damar Sinuko) Seorang warga Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Widiyanto (41) ditangkap lantaran memperkosa anak kandungnya N (8) hingga tewas.

Ia ditangkap di rumah kosnya, Jalan Kyai Syakir, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Minggu (20/3) sore. Widiyanto mengakui perbuatannya sehingga langsung digelandang ke Mapolrestabes Semarang.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

"Pelaku kita amankan di rumah kosnya di daerah Pedurungan. Dia langsung mengakui dan kita bawa ke kantor," kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga DP Nugraha di Polrestabes Semarang, Senin (21/3). Dari hasil pemeriksaan, Iga menyebut Widiyanto melakukan aksinya usai melihat film porno di ponselnya. Saat itu, sang anak sedang main ke kosnya.

Menurut Iga, Widiyanto mengaku sudah tiga kali menyetubuhi anaknya sendiri setiap kali main di tempat kosnya.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

"Pelaku ini kondisinya kan cerai dengan istri, yakni ibu korban, ada 2 anak. Korban beberapa kali dititipkan ke tempat kos pelaku karena korban kadang ingin ditungguin ayahnya," ujarnya. "Pelaku yang kerap lihat film porno ini muncul hasrat seksualnya yang kemudian menyetubuhi korban selama tiga kali di hari yang berbeda," tambah Iga. Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan sang anak sempat mengalami kejang-kejang dan mengigau usai diperkosa ayahnya terakhir kali pada Jumat (18/3) malam.

Kondisi ini membuat pelaku panik meminta pertolongan dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Panti Wiloso Citarum Semarang, namun korban sudah tak bernyawa. "Saat akan dibawa ke rumah sakit, kondisinya ternyata sudah meninggal," ujar Donny. Donny mengatakan terdapat luka di alat vital korban, serta adanya rembesan darah di bagian hati berdasarkan hasil autopsi.

seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang

"Vagina dan duburnya robek. Ada rembesan darah di bagian hati yang diduga karena tekanan badan pelaku ke dada korban", katanya. Sebelumnya, Tim Resmob Polrestabes Semarang pada Sabtu (19/3) malam, membongkar kuburan N di TPU Sedayu, Genuk, Semarang, setelah mendapat informasi kematian tak wajar.

Jenazah bocah tersebut diautopsi di RS Kariadi, Semarang. Artikel Asli
Semarang, Indonesia — Seorang warga Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Widiyanto (41) ditangkap lantaran memperkosa anak kandungnya N (8) hingga tewas. Ia ditangkap di rumah kosnya, Jalan Kyai Syakir, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Minggu (20/3) sore. Widiyanto mengakui perbuatannya sehingga langsung digelandang ke Mapolrestabes Semarang.

“Pelaku kita amankan di rumah kosnya di daerah Pedurungan. Dia langsung mengakui dan kita bawa ke kantor,” kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga DP Nugraha di Polrestabes Semarang, Senin (21/3). Dari hasil pemeriksaan, Iga menyebut Widiyanto melakukan aksinya usai melihat film porno di ponselnya. Saat itu, sang anak sedang main ke kosnya.

Menurut Iga, Widiyanto mengaku sudah tiga kali menyetubuhi anaknya sendiri setiap kali main di tempat kosnya. “Pelaku ini kondisinya kan cerai dengan istri, yakni ibu korban, ada 2 anak. Korban beberapa kali dititipkan ke tempat kos pelaku karena korban kadang ingin ditungguin ayahnya,” ujarnya. “Pelaku yang kerap lihat film porno ini muncul hasrat seksualnya yang seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang menyetubuhi korban selama tiga kali di hari yang berbeda,” tambah Iga.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan sang anak sempat mengalami kejang-kejang dan mengigau usai diperkosa ayahnya terakhir kali pada Jumat (18/3) malam. Kondisi ini membuat pelaku panik meminta pertolongan dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Panti Wiloso Citarum Semarang, namun korban sudah tak bernyawa.

“Saat akan dibawa ke rumah sakit, kondisinya ternyata sudah meninggal,” ujar Donny. Donny mengatakan terdapat luka di alat vital korban, serta adanya rembesan darah di bagian hati berdasarkan hasil autopsi. “Vagina dan duburnya robek. Ada rembesan darah di bagian hati yang diduga karena tekanan badan pelaku ke dada korban”, katanya. Sebelumnya, Tim Resmob Polrestabes Semarang pada Sabtu (19/3) malam, membongkar kuburan N di TPU Sedayu, Genuk, Semarang, setelah mendapat informasi kematian tak wajar.

Jenazah bocah tersebut diautopsi di RS Kariadi, Semarang. (dmr/fra) [Gambas:Video ] Recent Posts • One Way Arus Balik Dicabut, Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar Dua Arah • Granat Meledak di Sejumlah TPS Pemilu Filipina, 9 Orang Jadi Korban • Harapan Elizabeth Olsen soal Masa Depan Scarlet Witch di MCU • Milan 4 Poin Menuju Scudetto Setelah 11 Tahun • Cara Mengatasi Trauma yang Berlebihan
SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang ayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, WD (41) ditangkap polisi karena tega memperkosa anak kandungnya hingga tewas.

Aksi biadab pelaku sudah dilakukan tiga kali di indekosnya daerah Tlogosari Wetan, Pedurungan setelah bercerai dari istrinya pada 2017. Meski sudah berpisah, namun anak yang masih berusia 8 tahun ini kerap berkunjung ke indekos ayahnya diantar oleh sang ibu. Baca juga: Remaja Putri di Pontianak Dianiaya dan Diperkosa karena Senggol Minuman Keras Korban NP sempat mengalami kejang-kejang usai dipaksa oleh ayah kandungnya melakukan hubungan seksual.

Lantas, korban pun dilarikan ke RS Pantiwilasa Citarum, akan tetapi nyawanya tidak tertolong pada Jumat (18/3/2022). Wakil Kepala Polrestabes Semarang, AKBP IGA Dwi Perbawa Nugraha mengatakan pelaku adalah bapak kandung dari korban.

Diketahui pelaku dengan mantan istrinya memiliki dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. "Yang laporkan ibu kandung korban atau mantan istri tersangka. Mereka tadinya suami istri punya anak tiga. Anak ikut ibunya tapi masih sering nengok seorang ayah perkosa anak kandung hingga tewas di semarang di kos," kata Iga di Mapolrestabes Semarang, Senin (21/3/2022).

Saat kejadian, korban bersama ayahnya di indekos. Sementara anaknya yang lain sudah dijemput oleh mantan istrinya. Baca juga: Remaja Putri 14 Tahun Diduga Dianiaya dan Diperkosa dalam Kamar Hotel di Pontianak "Terjadilah peristiwa itu yang mengakibatkan korban atau berakhir dengan hilangnya nyawa korban atas perbuatan bapaknya sendiri," jelasnya.

Berita Terkait Anaknya Diperkosa Berkali-kali, Orangtua Korban Lapor Polisi Berkenalan di Medsos, Anak di Bawah Umur di Magetan Hampir Diperkosa, Ponsel Dirampas Siswi SMP di Makassar Diperkosa Ayah Tiri sejak 2020 Diperkosa Ayah Sejak Usia 12 Tahun Selama 10 Tahun, Korban Melahirkan 3 Bayi, Ini Kata Polisi Motor Ditendang dan Diseret ke Hutan, Siswi SMA di Mimika Nyaris Diperkosa, Selamat Berkat Teriakan Berita Terkait Anaknya Diperkosa Berkali-kali, Orangtua Korban Lapor Polisi Berkenalan di Medsos, Anak di Bawah Umur di Magetan Hampir Diperkosa, Ponsel Dirampas Siswi SMP di Makassar Diperkosa Ayah Tiri sejak 2020 Diperkosa Ayah Sejak Usia 12 Tahun Selama 10 Tahun, Korban Melahirkan 3 Bayi, Ini Kata Polisi Motor Ditendang dan Diseret ke Hutan, Siswi SMA di Mimika Nyaris Diperkosa, Selamat Berkat Teriakan Terdakwa Kasus Video Porno Bandara YIA Hadir di Sidang secara Virtual, Berbaju Putih, Rambut Diikat dan Pakai Headset https://yogyakarta.kompas.com/read/2022/03/21/145944678/terdakwa-kasus-video-porno-bandara-yia-hadir-di-sidang-secara-virtual https://asset.kompas.com/crops/eQzJHoCRU8LhiKuQylNaT6n7u5M=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2022/03/21/623828e4afc4c.jpg




2022 www.videocon.com