Bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Ada 25 Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui, namun tidak semuanya diberikan kitab oleh Allah SWT. Tahukah kamu bahwa jumlah Nabi itu sebenarnya ada ribuan?

Ada 4 Nabi yang Allah SWT berikan kitak untuk disampaikan dan diamalkan kepada umatnya, namun Al-Quran adalah kitab penutup dan penyempurnanya. Cara Beriman kepada Kitab-kitab Allah SWT Berikut ini adalah daftar nama nabi dan kitab sucinya, yaitu: • Kitab Suci Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam; • Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa alaihissalam; • Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa alaihissalam; • Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud alaihissalam.

Lalu bagaimana cara beriman kepada kitab-kitab Allah? Cara beriman kepada kitab-kitab Allah adalah dengan mengamini, meyakini, membenarkan, dan mengamalkan bahwa Al-Quran berisi kalam Allah SWT, sedangkan kitab sebelumnya seperti Zabur, Taurat, dan Injil sudah dihapus atau digantikan Al-Quran.

Maka dari itu, sebagai umat yang beriman kita harus meyakini: • Al Qur’an itu benar berisi wahyu Allah, bukan karangan Nabi Muhammad SAW. • Al Qur’an dijamin kebenarannya, tanpa ada keraguan sedikitpun. • Mempelajari, memahami, dan mencoba menghayati isi kandungan Al-Qur’an. • Mengamalkan kandungan/ ajaran Al Qur’an pada kehidupan sehari-hari. Baca: – Perbedaan Nabi dan Rasul – Perbedaan kitab dan suhuf – Apa itu Montessori Islami/ Islamic Montessori – Kisah 25 Nabi Nah itulah Cara Beriman kepada Kitab-kitab Allah SWT.

Kamu bisa koreksi jika aku salah. Terima kasih sudah membaca dan membagikannya. Close • APA INI ?

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

• Tentang Kami • Aturan Main • KATEGORI • Berita Anak • Parenting Indonesia • Cerita Anak • Cerita Bersambung • Cerita Lucu • Cerita Misteri • Cerita Pendek • Dongeng Anak • Gambar Anak • Legenda • Ide Kreatif • Pelajaran Sekolah • Puisi Anak • Tes Kepribadian • Tugas Sekolah • HUBUNGI KAMI • facebook • twitter • instagram • pinterest • youtube Iman kepada kitab-kitab Allah SWT. ialah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah menurunkan kitab-kitab suci-Nya kepada Rasul-rasul pilihan-Nya.

Kitab-kitab tersebut berisi wahyu-Nya untuk disampaikan kepada manusia. Kumpulan wahyu tersebut, ada yang disebut suhuf dan ada yang disebut kitab. Percaya kepada wahyu (kitab-kitab) yang diturunkan Allah Swt., berarti tidak hanya percaya kepada Al-Qur’an, tetapi juga percaya kepada segala wahyu yang diturunkan dalam semua masa, serta yang diturunan kepada setiap umat.

Seorang muslim wajib beriman kepada Kitab-kitab Allah, baik yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad saw maupun kepada nabi-nabi sebelumnya. Secara umum, ada empat perilaku seorang muslim yang menunjukkan sikap iman kepada kitab-kitab Allah.

Keempat tindakan tersebut, yaitu : 1. Meyakini keberadaan kitab-kitab Allah. Seorang muslim wajib menyakini adanya kibat-kitab Allah, selain kitab suci Al-Qur’an. Sikap ini merupakan konsekuensi dari sikap iman seorang Muslim terhadap Al-Qur’an. Dengan kata lain, ketika Al-Qur’an mengataka bahwa ada kitab-kitab Allah selain AlQur’an maka seorang Muslim wajib beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.

2. Meyakini bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah Allah Swt kepada manusia. Kehadiran ajaran-ajaran kitab suci yang sebelumnya, tetap dapat berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan kitab suci Al-Qur’an.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Hal ini terkait dengan adanya bukti bahwa kitab suci sebelum Al-Qur’an banyak yang sudah direkayasa oleh manusia sehingga sudah tidak asli lagi. Sementara terhadap, ajaran-ajaran yang masih relevan dengan Al-Qur’an dapat digunakannya sebagai pengetahuan sekaligus memperkuat keimanan kita terhadap ayat suci Al-Qur’an. Ada beberapa contoh yang membuktikan bahwa ajaran dalam kita suci sebelum Al-Qur’an pun ada juga yang relevan dengan Islam.

Misalnya saja 10 Perintah Tuhan (The Ten Commandements) yang disampaikan kepada Nabi Musa as dan Nabi Isa as. Dalam The Ten Commandements tersebut di nyatakan bahwa (10) inilah jalan-Ku yang lurus. Ikutilah dan jangan mengikuti jalan-jalan sehingga kalian terpisah dari jalan-Nya. Demikian Tuhan menginstrukskan kepada kalian semoga kalian melakukan tugas kalian. 3. Menjaga shilaturahmi dan atau ukhuwwah dengan sesama ahlul kitab.

Siapapun orangnya, bila dia menganut kepercayaan terhadap kitab-kitab yang telah turunkan Allah Swt., dia dapat dikelompokkan sebagai saudara bagi seorang muslim. 4. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Islam memberikan keterangan bahwa salah satu fungsi turunnya Al-Qur’an itu adalah memberikan penjelasan atau keterangan kepada manusia tentang ajaranajaran dalam kitab yang sudah diturunkan sebelumnya. Dengan demikian, melalui ajaran Al-Qur’an ini manusia dapat memberikan keputusan atau hukum kepada sesama manusia secara adil sesuai dengan syari’at Islam.

Allah Swt berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 48: وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.

untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.

hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu," Al-Qur’an membenarkan apa yang termasuk dalam kitab-kitab suci yang lain, tetapi juga menguji kemurinian dari kitab-kitab suci itu.

Karena itu Al-Qur’an memuat kisah-kisah dari nabi-nabi yang tedahulu, selain untuk mengambil pelajaran, juga mendudukan kejadian yang sebenarnya.

Begitulah Al-Qur’an memuat kisah-kisah dari Nabi Adam as., Nabi Nuh as., Nabi Ibrahim as., dan lain sebagainya.
Beriman kepada Kitab-kitab Allah menjadi salah satu konsekuensi wajib bagi umat Islam melengkapi kewajiban iman pada empat hal lainnya, iman kepada Allah, Malaikat, Rasul dan hari akhir. (QS. al-Baqarah [two]: 285; QS. al-Nisa’ [four]: 136). Uniknya, kitab yang harus diimani oleh umat Islam tidak hanya kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yaitu Al-Quran, kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad juga wajib diimani.

Ini terjadi karena ada ketersinambungan antara kitab-kitab tersebut yang tidak lain berasal dari sumber yang sama. نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ (3) مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ (4) Artinya: (3) Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.

(4) Sebelum bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). Baca Juga: Keterkaitan Al-Quran, Kitab-Kitab Terdahulu dan Keragaman Syariat Pengakuan Al-Quran atas eksistensi kitab-kitab suci sebelumnya Kandungan pembuka surah Ali Imran ini memang tidak bisa dilepaskan dari situasi dan kondisi ketika ayat ini diwahyukan.

At-Tabari dalam sebuah riwayatnya mengatakan bahwa awal surah Ali Imran (ayat ane-80 ada yang mengatakan hingga 83) turun berkenaan dengan kasus perdebatan Rasulullah dengan kaum Nasrani Najran mengenai ketuhanan Isa putra Maryam. Empat ayat ini bermaksud untuk merespon beberapa pertanyaan yang menantang kerasulan dan ajaran Nabi Muhammad. Uniknya, Al-Quran menanggapi masalah tersebut dengan malah memberikan pengakuan terhadap kitab suci kaum Nasrani Najran.

Melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa Ia tidak hanya menurunkan kitab Al-Quran, sebelum Al-Quran dan sebelum Nabi Muhammad sudah ada beberapa kitab Allah lainnya yang diturunkan kepada para Nabi sebelumnya. Pernyataan Allah ini mempunyai konsekuensi logis bahwa pada hakikatnya kitab-kitab Allah itu satu, dalam arti bahwa misi yang dibawa sama, karena berasal dari sumber yang sama pula. Lebih luas lagi, kitab-kitab Allah selain Al-Quran tidak hanya Taurat dan Injil, di ayat yang lain Allah juga menyatakan bahwa ada kitabNya yang bernama Zabur yang diberikan kepada Nabi Dawud, (QS.

al-Nisa’ [iv]: 163; QS. al-Isra’ [17]: 55) selain itu juga ada suhuf Nabi Ibrahim (QS. al-A’la [87]: 19) dan sebagainya. Sampai di sini Al-Quran berarti mengakui eksistensi adanya kitab-kitab Allah selain Al-Quran yang harus diimani. Baca Juga: Surat at-Tin dan Simbol Ketersinambungan Antaragama Setiap kitab suci punya tantangan dan respon penolakan Namun demikian, di tempat yang berbeda Al-Quran memberikan isyarat lain mengenai Taurat dan Injil.

Di surah al-Maidah [v]: 13 dinyatakan bahwa “mereka telah mengubah-ubah kalimat Allah dari tempatnya, dan mereka tinggalkan sebagian dari (isi kitab) yang telah dijadikan peringatan untuk mereka.” Dalam hal ini Hamka (Tafsir Al-Azhar, Juz Iii, hal. 104) telah menjelaskan perihal persepsi-persepsi tentang Taurat yang berbeda-beda, mulai dari Islam, Nasrani dan Yahudi sendiri. Islam dengan Al-Qurannya menamakan Taurat pada wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa.

Sedangkan menurut Yahudi dan Nasrani, dengan mengutip keterangan ahl al-Kitab (Yahudi dan Nasrani) ia mengatakan bahwa kitab Taurat yang diyakini oleh Yahudi hanya meliputi lima Kitab: Kitab Kejadian, Kitab Keluaran, Kitab Imamat, Kitab Ulangan dan Kitab Bilangan.

Menurut Yahudi, lima kitab ini ditulis sendiri oleh Musa atau paling tidak Musa menyuruhnya untuk ditulis. Berbeda dengan keyakinan Bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah tersebut, Mukhlisin Purnomo dalam Sejarah Kitab-Kitab Suci, hal. I menjelaskan bahwa Nasrani mempunyai persepsi bahwa Taurat adalah semua kitab Nabi-nabi, sejarah para Raja dan para Hakim Bani Israil sebelum Isa Almasih.

Mereka juga menyebutnya dengan Perjanjian Lama ( Quondam Testament) atau Wasiat Yang Lama. Mengutip keterangan dalam Kitab Ulangan.

31. Hamka menyampaikan terkait historisitas Taurat. Di situ dijelaskan bahwa Musa menulis Taurat dan menyampaikan pada kaumnya, memerintah mereka untuk membacanya secara berulang-ulang, mematuhi isinya, mengabarkan ajal Musa yang sudah dekat dan memberitahu perihal keadaan Bani Israil selepas wafatnya.

Salah satu ayat dalam pasal ini mengabarkan bahwa kelak umat Musa akan berpaling ke tuhan yang lain dan mengingkari perjanjian dengan Tuhannya. Rekaman tertulis dalam Kitab Ulangan tersebut menjadi penegas sekaligus penguat tentang originalitas kitab Taurat yang benar-benar ditulis oleh Musa.

Akan tetapi ahli sejarah menyatakan pula bahwa Taurat yang ditulis oleh Musa itu telah terbakar tatkala Nebukadnezar membakar dan menjarah Jarusalem dan membumi-hanguskan Baitul Maqdis. Setelah kemudian dibebaskan dan dipulangkan oleh raja Persia yatu Korusy, maka mereka mulai menyusun kembali pesan-pesan pusaka Musa dan sejarah Bani Israil sejak keluar dari Mesir. Sejak inilah muncul Taurat yang baru dan kemudian beredar hingga sekarang.

Sementara itu, Injil berbeda dengan Taurat. Taurat sudah menyinggung mengenai pencatatannya yang memang ditulis oleh Musa dan dihafal oleh pengikutnya, sedangkan Injil tidak demikian, tidak ada keterangan dalam Perjanjian baru yang menyatakan bahwa Isa pernah menulis Injil.

Murid-muridnyalah yang mencatat ajaran yang Isa sampaikan. Dari sekian banyak murid yang mencatat ajarannya tersebut, hanya empat yang diakui oleh Kristen, yaitu Injil Markus, Matius, Lukas dan Yohannes. Demikian penjelasan Mukhlisin Purnomo dalam Sejarah Kitab-Kitab Suci, hal. 147. Adapun Injil yang dimaksud Al-Quran adalah wahyu Allah yang turun kepada Nabi Isa yang kemudian disampaikan kepada umatnya. Melihat historisitas Injil yang demikian, yang sangat memberi peluang terhadap perselisihan dan perubahan, maka dapat dimaklumi ketika Al-Quran mengingatkan untuk berhati-hati dalam ‘membaca’ Injil, terlebih Injil yang beredar sekarang.

(QS. Al-Maidah [5]: 14) Baca Juga: Bagaimana Sikap Kita Terhadap Ajaran dalam Kitab Taurat dan Injil? Tidak hanya Taurat dan Injil yang mempunyai masalah terkait otentisitas, Al-Quran pun juga demikian.

Problem ini datang dari kajian orientalis tentang Al-Quran, khususnya mengenai sejarah kodifikasinya. Salah satu dari mereka yakni Arthur Jeffery mengatakan –sebagaimana dikutip oleh Muhammad Yusuf dalam “Sejarah dan Kritik Terhadap Al-Quran (Studi Pemikiran Arthur Jeffery)”- bahwa teks Al-Quran yang dihimpun pada zaman Abu Bakar itu bukan teks revisi resmi dari Nabi, melainkan hanya koleksi pribadi Zayd bin Tsabit yang dibuat untuk Abu Bakar, karena menurut Jeffery Nabi Muhammad tidak pernah berniat untuk mengumpulkan wahyu.

Selain itu Jeffery juga mengaggap penyusunan Mushaf Usmani hanya political reasons. Mushaf ini menurutnya tidak shahih karena berbeda dengan koleksi mushaf sahabat yang lain, yatu mushaf Ibn Mas’ud yang di situ tidak dicantumkan surah al-Fatihah dan Mu’awwidzatain). Jeffery pun berpendapat bahwa tiga surah itu bukan Al-Quran, melainkan hanya tambahan dari produk agama. Tuduhan Jeffery ini sudah terjawab oleh kalangan Muslim dengan diwakili oleh Mustafa A’zami dan al-Qattan.

Menurut A’zami, The History of The Qur’anic Text From Revelation to Compilation hal. 338, Nabi tidak menyerahkan bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah kepada sahabat untuk dijadikan pedoman, karena kekhawatiran Nabi akan masih adanya nasikh-mansukh, wahyu baru ataupun perpindahan urutan ayat-ayat di kemudian hari, mengingat wahyu masih akan terus berproses.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Kenapa Umar takut kehilangan Al-Quran? Karena tradisi penurunan Al-Quran melalui otoritas yang saling beruntun, mulai dari Nabi hingga sahabat dan kematian mereka mengancam terputusnya kesaksian. Penjelasan di atas setidaknya memberi pesan bahwa setiap kitab suci yang hadir di masanya mempunyai tantangan dan penolakannya tersendiri, terlebih jika disandingkan dengan kitab suci sebelumnya. Nah, melalui surah Ali Imran ayat 3-4 ini Al-Quran menyontohkan cara beriman kepada kitab-kitab Allah.

Terbaru • How to Hack Cctv Camera Using Cmd Pdf • Lingkungan Ternak Ayam Cocok Gak Buat Rumah Tinggal • Cara Membuat Hiasan Pintu Kamar Dari Kardus • Seluk Beluk Usaha Bisnis Ternak Lobster • Panduan Ht Baofeng Uv 82 Bahasa Indonesia • Jelaskan Cara Mengubah Interval Nada D Mayor • Pembagian Kerja Dan Beban Kerja Di Perusahaan Peternakan • Cara Pasang Twrp Redmi Note 7 Tanpa Pc • Berikut Ini Cara Memperkecil Resiko Resiko Usaha Adalah Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: 9M0vk-ZsLZFsKxJJ83vT1zwoCt1hWXYmAXfv5guy_9zIMQ_FksizzA==
BAGAIMANA cara beriman kepada kitab-kitab Allah Subhanahu wa ta'ala? Pertanyaan ini biasanya muncul di pemikiran anak-anak yang serba-ingin tahu. Seperti diketahui bahwa dalam agama Islam mengenal adanya enam Rukun Iman.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Rukun yang ketiga adalah beriman kepada kitab-kitab Allah Subhanahu wa ta'ala. Maka itu, umat Islam wajib meyakini dan memercayainya. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Alquran Surat Ali Imran Ayat 3: نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ "Dia menurunkan Al Kitab (Alquran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil." Ayat tersebut menjelaskan bahwa sebagai Muslim haruslah memercayai kitab sebelum Alquran, karena kitab-kitab tersebut benar adanya dan diturunkan kepada rasul utusan-Nya.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Adapun kitab-kitab sebelum Alquran adalah Taurat, Zabur, dan Injil. Namun saat ini kitab suci Alquran-lah yang menjadi sumber pedoman umat Islam. Nah, berikut ini cara beriman kepada kitab-kitab Allah Subhanahu wa ta'ala, sebagaimana telah Okezone rangkum. Baca juga: Kisah Lucu Abu Nawas dan Para Pejabat Istana yang Belum Pernah Lihat Gajah Beriman kepada kitab-kitab sebelum Alquran: 1.

Meyakini bahwa kitab Taurat, Zabur, dan Injil benar-benar wahyu yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, bukan karangan atau buatan para rasul. Rasul adalah manusia yang diutus oleh Allah Ta'ala untuk menyebarkan ajaran Islam dan penerima wahyu. 2. Meyakini bahwa isi dari kitab-kitab tersebut benar adanya. Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran Beriman kepada Alquran: 1. Meyakini bahwa Alquran merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dan disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam serta bukanlah karangan semata.

2. Mempelajari isi kandungan Alquran. Melalui langkah ini maka akan menambah keimanan seseorang. Baca juga: Potong Kuku Tidak Boleh Sembarangan, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Urutannya Sesuai Sunah Baca juga: PPKM Level 3, Ini Aturan Lengkap Pelaksanaan Kegiatan Ibadah Sesuai SE Menag 3. Menjalankan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi bukti bahwa Alquran merupakan pedoman kehidupan bagi umat Islam.

4. Membaca Alquran, selain meyakini bahwa Alquran merupakan wahyu Allah Subhanahu wa ta'ala yang disampaikan melalui Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, umat Islam harus membaca Alquran dengan baik dan benar merupakan salah satu cara untuk beriman kepada kitab Allah. Demikianlah cara beriman kepada kita-kitab Allah Subhanahu wa ta'ala.

Setiap Muslim tentunya harus menjalankan apa yang telah diwajibkan oleh Allah Ta'ala. Semoga artikel ini bermanfaat. Wallahu a'lam bishawab.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم Beriman kepada kitab-kitab Allah adalah termasuk salah satu rukun iman, sebagaimana firman Allah azza wa jalla yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.

Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisaa’: 136) Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah ta’ala memerintahkan agar kita beriman kepada-Nya, kepada Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam, kepada kitab-Nya yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya yakni Al-Qur’an dan juga memerintahkan agar kita mengimani kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an.

Dalam hadits dari Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Hendaknya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasu-lNya, hari Akhir dan hendaknya engkau beriman kepada qadar (takdirNya), yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim) Saudariku, perlu kita ketahui bersama bahwa keimanan kepada kitab-kitab Allah terkandung di dalamnya empat unsur, yaitu: Pertama, adalah beriman bahwa kitab-kitab itu benar-benar diturunkan dari sisi Allah ta’ala.

Kedua, beriman kepada apa yang telah Allah namakan dari kitab-kitabNya dan mengimani secara global kitab-kitab yang kita tidak ketahui namanya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” Ayat ini menunjukkan bahwa terdapat kitab bagi setiap Rasul, akan tetapi kita tidak mengetahui seluruh namanya.

Adapun kitab-kitab yang kita ketahui namanya adalah Al-Qur’an Al-Karim yang diturunkan kepada Nabi kita Bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah shallallahu’alaihiwasallam, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘alaihissalaam, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud ‘ alaihissalaam, Suhuf Ibrohim, dan Taurat (Ada sebagian bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah yang menyatakan kitab yang diturunkan bagi nabi Musa ‘alaihissalaam adalah Taurat, ada pula yang menyatakan bahwa bagi nabi Musa ‘ alaihissalaam terdapat kitab lainnya yaitu Suhuf Musa).

Ketiga, yaitu membenarkan berita-berita yang benar dari kitab-kitab tersebut sebagaimana pembenaran kita terhadap berita-berita Al-Qur’an dan juga berita-berita lainnya yang tidak diganti atau dirubah, dari kitab-kitab terdahulu (sebelum Al-Qur’an).

Keempat, yaitu mengamalkan hukum-hukum yang tidak dihapus (nasakh) serta dengan rela dan pasrah menerimanya, baik kita ketahui hikmahnya atau tidak. Ketahuilah saudariku, bahwa seluruh kitab yang ada telah terhapus (mansukh) dengan turunnya Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai muhaimin terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (QS.

Al-Maa’idah 5:48). Artinya, Al-Qur’an sebagai ‘hakim’ atas kitab-kitab yang ada sebelumnya. Maka tidaklah diperbolehkan untuk mengamalkan hukum apapun dari hukum-hukum terdahulu, kecuali yang sah dan diakui oleh Al-Qur’an. Buah Keimanan Kepada Kitab-Kitab Allah Setelah mengetahui bagaimana mengimani kitab-kitab Allah secara benar, maka tentunya keimanan tersebut akan berdampak bagi diri seorang muslim. Diantara buah keimanan tersebut adalah: • Mengetahui pertolongan Allah ta’ala pada hamba-hamba-Nya dimana Allah menurunkan kepada setiap kaum kitab yang memberi petunjuk pada mereka.

• Mengetahui dengan hikmah-Nya, Allah ta’ala mensyari’atka kepada setiap kaum sesuai dengan keadaan mereka. Sebagaimana dalam firman-Nya, “Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” (QS. Al-Maa’idah 5:48) Semoga kini engkau memahamibagaimana beriman kepada kitab-kitab Allah ta’ala secara benar. Kitab-kitab yang seluruhnya adalah kalamullah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada setiap Rasul.

Tunduk dan berserah diri dengan apa yang ada pada kitab terakhir yang diturunkan yaitu Al-Qur’an dengan tanpa menafikan kebenaran yang ada pada kitab-kitab sebelumnya. Mengamalkan seluruh hukumnya tanpa memilih sebagian ayat dan menolak ayat lainnya yang ini merupakan tindakan kekufuran – na’udzubillahi min dzalik. Semoga Allah memudahkan kita dalam menjalankan syari’at ini.

Hanya Allah-lah tempat bersandar dan memohon pertolongan. *********** Maroji’: • Pelajaran Tauhid untuk Tingkat Lanjutan. Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif. Darul Haq. • Syarah Tsalaatsatul Ushuul – terjemahan - Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin/.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Al Qowam. • Syarah Al ‘Aqidah Al Wasithiyah li Jam’il ‘Ulama. Dar Ibnul Jauzi. Demikian Semoga Bermamfaat… @Wallahu ‘alam bishowab… Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah) 📡 Kunjungi Kami di akun sosial Mujahid Dakwah.Com 📲 Facebook : https://goo.gl/Z63qri 📲 Instagram : https://goo.gl/6tQbJA 📲 Twitter : https://goo.gl/H6DrwK 📲 Youtube : https://goo.gl/xmf1Vi 📲 Telegram : https://goo.gl/9e3ZBe 🌍 Website : http://mujahiddakwah.com 🎗 Sponsor : Kokoh Ikhwah (Fb : Kokoh Ikhwah.

https://goo.gl/1UyF8e) (Info Pemesanan, WA +62 852-5475-7734) (Ingin Jadi Sponsor, Pasang Iklan di Grub dan di website​??) (Silahkan chat nomor di atas) Admin Mujahid Dakwah Mujahid Dakwah adalah media Islam dengan visinya menebar cahaya Islam dengan amar ma’ruf dan nahi mungkar, mengispirasi dan menyuarakan kebenaran.

Menjadi pusat aspirasi dan literasi umat demi bangkitnya peradaban Islam. Mengedukasi, mencerahkan, mencerdaskan umat dalam keilmuan dan melahirkan jurnalis muslim profesional. Mujahid Dakwah adalah media Islam dengan visinya menebar cahaya Islam dengan amar ma’ruf dan nahi mungkar, menginspirasi dan menyuarakan kebenaran.

Menjadi pusat aspirasi dan literasi umat demi bangkitnya peradaban Islam. Mengedukasi, mencerahkan, mencerdaskan umat dalam keilmuan dan melahirkan jurnalis muslim pejuang dan profesional. redaksi@mujahiddakwah.comPenyusun: Ummu ‘Ummar dan Ummu Ziyad Muroja’ah: Ust.

Abu Mushlih Ari Wahyudi Beriman kepada kitab-kitab Allah bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah termasuk salah satu rukun iman, sebagaimana firman Allah azza wa jalla yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS.

An-Nisaa’: 136) Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah ta’ala memerintahkan agar kita beriman kepada-Nya, kepada Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam, kepada kitab-Nya yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya yakni Al-Qur’an dan juga memerintahkan agar kita mengimani kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an.

Dalam hadits dari Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Hendaknya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasu-lNya, hari Akhir dan hendaknya engkau beriman kepada qadar (takdirNya), yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim) Saudariku, perlu kita ketahui bersama bahwa keimanan kepada kitab-kitab Allah terkandung di dalamnya empat unsur, yaitu: Pertama, adalah beriman bahwa kitab-kitab itu benar-benar diturunkan dari sisi Allah ta’ala.

Kedua, beriman kepada apa yang telah Allah namakan dari kitab-kitabNya dan mengimani secara global kitab-kitab yang kita tidak ketahui namanya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” Ayat ini menunjukkan bahwa terdapat kitab bagi setiap Rasul, akan tetapi kita tidak mengetahui seluruh namanya.

Adapun kitab-kitab yang kita ketahui namanya adalah Al-Qur’an Al-Karim yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihiwasallam, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘alaihissalaam, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud ‘alaihissalaam, Suhuf Ibrohim, dan Taurat (Ada sebagian ulama yang menyatakan kitab yang bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah bagi nabi Musa ‘alaihissalaam adalah Taurat, ada pula yang menyatakan bahwa bagi nabi Musa ‘alaihissalaam terdapat kitab lainnya yaitu Suhuf Musa).

Ketiga, yaitu membenarkan berita-berita yang benar dari kitab-kitab tersebut sebagaimana pembenaran kita terhadap berita-berita Al-Qur’an dan juga berita-berita lainnya yang tidak diganti atau dirubah, dari kitab-kitab terdahulu (sebelum Al-Qur’an). Keempat, yaitu mengamalkan hukum-hukum yang tidak dihapus (nasakh) serta dengan rela dan pasrah menerimanya, baik kita ketahui hikmahnya atau tidak.

Ketahuilah saudariku, bahwa seluruh kitab yang ada telah terhapus (mansukh) dengan turunnya Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai muhaimin terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (QS.

Al-Maa’idah 5:48). Artinya, Al-Qur’an sebagai ‘hakim’ atas kitab-kitab yang ada sebelumnya.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Maka tidaklah diperbolehkan untuk mengamalkan hukum apapun dari hukum-hukum terdahulu, kecuali yang sah dan diakui oleh Al-Qur’an. Buah Keimanan Kepada Kitab-Kitab Allah Setelah mengetahui bagaimana mengimani kitab-kitab Allah secara benar, maka tentunya keimanan tersebut akan berdampak bagi diri seorang muslim.

Diantara buah keimanan tersebut adalah: • Mengetahui pertolongan Allah ta’ala pada hamba-hamba-Nya dimana Allah menurunkan kepada setiap kaum kitab yang memberi petunjuk pada mereka. • Mengetahui dengan hikmah-Nya, Allah ta’ala mensyari’atka kepada setiap kaum sesuai dengan keadaan mereka.

Sebagaimana dalam firman-Nya, “Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” (QS. Al-Maa’idah 5:48) Semoga kini engkau memahamibagaimana beriman kepada kitab-kitab Allah ta’ala secara benar. Kitab-kitab yang seluruhnya adalah kalamullah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada setiap Rasul.

Tunduk dan berserah diri dengan apa yang ada pada kitab terakhir yang diturunkan yaitu Al-Qur’an dengan tanpa menafikan kebenaran yang ada pada kitab-kitab sebelumnya. Mengamalkan seluruh hukumnya tanpa memilih sebagian ayat dan menolak ayat lainnya yang ini merupakan tindakan kekufuran – na’udzubillahi min dzalik.

Semoga Allah memudahkan kita dalam menjalankan syari’at ini. Hanya Allah-lah tempat bersandar dan memohon pertolongan.

Maroji’: • Pelajaran Tauhid untuk Tingkat Lanjutan.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif. Darul Haq. • Syarah Tsalaatsatul Ushuul – terjemahan - Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin/.

Al Qowam. • Syarah Al ‘Aqidah Al Wasithiyah li Jam’il ‘Ulama. Dar Ibnul Jauzi. *** Artikel www.muslimah.or.id Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan 🔍 Cara Menghadapi Orang Marah Menurut Islam, Sodaqollahul Adzim Arti, Khitan Wanita Dewasa, Sholat Dhuha Jam 7 Pagi, Niat Mandi Wajib Bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah Haid Menurut Islam, Kaligrafi Taqoballahu Minna Waminkum, Cara Jadi Istri Soleha, Sahabat Nabi Perempuan, Anak Lemas Setelah Demam, Subhanahu Wa Ta'ala www.muslimah.or.id August 22, 2009 Yang perlu diluruskan adalah kitab-kitab tersebut diturunkan kepada para Rasul-Nya untuk umat masing-masing Rasul tersebut.

Dan setiap Rasul mengajak kepada dakwah yang sama, yaitu tauhid (mengesakan Allah). Dan barangsiapa yang mengikuti Rasul-Rasul tersebut, maka insya ALlah mereka selamat, karena mereka mengikuti agama Allah beserta syari’at yang diturunkan kepada masing-masing Rasul tersebut. Adapun Al-Qur’an merupakan kitab terakhir dan Rasulullah shallallahu bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah wa sallam juga merupakan Nabi dan Rasul terakhir. Dan kitab ini telah sempurna. Adapun orang-orang yang benar-benar mengikuti kitab-kitab sebelum Al-Qur’an diperintahkan untuk mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta syari’at yang dibawanya.

Jadi, sesungguhnya www.muslimah.or.id August 22, 2009 Yang perlu diluruskan adalah kitab-kitab tersebut diturunkan kepada para Rasul-Nya untuk umat masing-masing Rasul tersebut.

Dan setiap Rasul mengajak kepada dakwah yang sama, yaitu tauhid (mengesakan Allah). Dan barangsiapa yang mengikuti Rasul-Rasul tersebut, maka insya Allah mereka selamat, karena mereka mengikuti agama Allah beserta syari’at yang diturunkan kepada masing-masing Rasul tersebut ketika Rasul tersebut turun di zaman mereka.

(Jadi, bukan berarti kitab-kitab yang Allah turunkan sebelum Al-Qur’an beserta kaum yang telah mengikuti Rasul pada zaman tersebut – sebelum Al-Qur’an turun – tidak diterima di sisi Allah). Adapun Al-Qur’an merupakan kitab terakhir dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga merupakan Nabi dan Rasul terakhir. Dan kitab ini telah sempurna dan diperuntukkan untuk seluruh umat manusia. (Berbeda dengan kitab sebelumnya yang terbatas pada kaum tertentu).

Adapun orang-orang yang benar-benar mengikuti kitab-kitab sebelum Al-Qur’an diperintahkan untuk mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta syari’at yang dibawanya. Dan kenyataannya, tidak semua orang mau mengikuti perintah ini, walaupun mereka mengetahui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam karena disebutkan di dalam kitab-kitab yang Allah turunkan sebelum Al-QUr’an.

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (Al-Baqarah: 146) Semoga Allah memberikan hidayah taufik kepada kita semua.

“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (Al-Anbiyaa: 23) faizul August 24, 2009 memang benar…. sebelum al-quran di turun maka panduan hidup di turun kepada nabi yang terdahulu seperti zabur taurat dan injil… maka manusia membuat penghinaan kepada Nya maka di lahirkan muhammad untuk menyatukan umat dan menyakin kan umat bahawasanya agama islam adalah yg benar….

dari situ bermulanya pengerakkan islam…di serata dunia. maka dengan itu kita perlu yakin / beriman pada kitab kitabnya.yang terlebih dahulu…. itu perkara yg ghaib… kena beriman… dalam surah al-baqarah 1-5 dah nyatakan… dalam rukun Iman semuanya perkara yang ghaib…beriman lah demi Nya… muslimah.or.id April 4, 2011 @ Putri Puasa Daud adalah bagian dari syariat Islam, hukumnya sunnah.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu �alaihi wa sallam, � Puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Dawud, beliau (Nabi Dawud) berpuasa sehari dan tidak puasa sehari (puasa sehari selang seling).� (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Al Wajiiz fi Fiqhi Sunnah wal Kitabil �Aziiz hlm.

bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah

201). Selengkapnya silakan simak di http://konsultasisyariah.com/hukum-puasa-daud muslimah.or.id October 20, 2011 @ Maemonah Pertama perlu kami sampaikan, hanya islam satu-satunya agama yang diridhai Allah. Adapun agama selainnya maka Allah tidak akan menerimanya.

[Lihat QS. Ali Imran: 19] Kedua, semua orang yang mati dalam kekafiran maka ia akan kekal dineraka. Diantara mereka ahlulkitab dan kaum musyrikin. [Lihat QS.

Al Bayyinah: 6] Ketiga, iradah Allah ada dua macam; iradah kauniyyah (pasti terjadi namun belum tentu Allah cintai atau disebut juga dengan masyiah/kehendak Allah) dan iradah syar’Iyyah (kehendak yang Allah cintai dan ridhai). Contoh : kafirnya Fir’aun ada 1 unsur iradah yaitu iradah kauni, adapun berimannya Abu Bakar trdapat 2 unsur iradah yaitu iradah kauni dan iradah syar’I.

Allahua’lam fina putri suci September 13, 2013 “Assalammu’alaikum Warahhmatullahi Wabarakattu” wah…banyak sekali ternyata kitab kitab allah yang wajib diimani,semoga al-qur’an beserta kitab yang lainnya dapat menjadi pedoman hidup untuk kita.agar menjadi seseorang yang baik dimata allah seperti nabi nabi dan rasul rasul yang lain… ” asslmkm.thanks sobat musliemah.” 7 Artikel Terbaru • Wajibkah Menikahi Wanita Yang Disarankan Oleh Orang Tua?

• Uang Lebaran, Apakah Mengajarkan Mental Minta-Minta Kepada Anak? • Perasaan Penduduk Surga Dan Penduduk Neraka • Jangan Suka Ngerumpi! • Apakah Orang Tua Boleh Mengambil THR Anak? • Kemuliaan Jiwa Seorang Bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah • Buka Puasa Dengan Kurma Yang Bagaimana cara kita mengimani kitab-kitab allah Penting Diketahui!

• Definisi Tauhid • Tauhid Adalah Inti Dakwah Seluruh Nabi Dan Rasul • Mengenal Manhaj Salaf • Mengenal Kata Bid’ah • Wahai Muslimah, Cintailah Ilmu Syar’i • Saudariku, Kembalilah ke Hijab Asalmu • Wanita Bercadar Berfoto Selfie (bag. 1) : Dakwah atau Musibah? • Perempuan Bekerja Boleh Saja, Asal… • Safar Bagi Wanita (bag. 1): Larangan Safar Tanpa Mahram • Musibah Pacaran
Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya.

Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh. ” اِنَّآ اَنْزَلْنَا التَّوْرٰىةَ فِيْهَا هُدًى وَّنُوْرٌۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّوْنَ الَّذِيْنَ اَسْلَمُوْا لِلَّذِيْنَ هَادُوْا وَالرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوْا مِنْ كِتٰبِ اللّٰهِ وَكَانُوْا عَلَيْهِ شُهَدَاۤءَۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗوَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ Artinya: “ Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya.

Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir. ” (QS. Al Maidah: 44). Artinya: “ Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat.

Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. ” (QS. Al Maidah: 46).

Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT




2022 www.videocon.com