Apa itu migrain

apa itu migrain

Apa itu Migrain? Migrain adalah salah satu penyebab sakit kepala yang berulang. Biasanya ia berlaku di sebelah bahagian kepala sahaja & biasanya digambarkan sebagai ‘berdenyut’.

Kadang-kadang sakit juga boleh dirasai pada kedua-dua belah kepala. Biasanya, kesakitan bertambah secara perlahan-lahan, selepas itu ia beransur pulih dan hilang sepenuhnya selepas 4-72 jam. Kesakitan migrain boleh berada pada tahap sederhana atau sangat sakit. Pesakit mengadu mereka tidak dapat meneruskan kerja atau aktiviti2 apabila diserang oleh migrain.

Serangan migrain mungkin jarang berlaku, contohnya sekali dalam beberapa bulan, atau Kadang2 lebih kerap contohnya beberapa kali dalam seminggu.

Klik di atas untuk keterangan lanjut Selain itu, apa itu migrain? Migrain akan membuat pesakit boleh merasa loya dan kadang-kadang muntah. Semasa serangan migrain, kebanyakan pesakit tidak tahan dengan cahaya yang terang atau bunyi yang kuat dan mrk lebih selesa berbaring di dlm bilik yang gelap sehingga sakit kepala hilang. Pergerakan kepala juga mungkin menyebabkan kesakitan migrain bertambah. INFO TAMBAHAN Satu produk yang dapat menghilangkan migrain adalah Jus Manggis Tadalli.

Produk yang sedang berada di pasaran sekarang ini, dapat dilihat kesannya sepantas 1 minggu. Klik di atas untuk cara hilangkan migrain Jus Manggis Tadalli mengandungi ekstrak kulit manggis yang mempunyai 10 khasiat. 10 khasiat ini akan menghilangkan segala gejala berkaitan dengan masalah migrain anda. Keputusannya, emosi anda akan kembali tenang dan seterusnya migrain atau sakit kepala kronik anda juga akan sembuh, In Shaa Allah. Sekarang! jelas bahawa 10 khasiat ini amatlah penting setelah mengetahui apa itu migrain?

Search for: Search Recent Posts • KUATKAN IMUNISASI DENGAN KHASIAT KULIT BUAH MANGGIS • 5 PUNCA BERLAKUNYA MIGRAIN • Mana Lebih Panjang – Sungai Nile Atau Saluran Darah Manusia • CARA HILANGKAN STRESS DI TEMPAT KERJA (VIDEO) • CARA HILANGKAN MIGRAIN – PETUA MENGGUNAKAN LEMON DAN GARAM BUKIT Recent Comments • cmihanita on 10 KHASIAT KULIT MANGGIS UNTUK HILANGKAN MIGRAIN • Don on 10 KHASIAT KULIT MANGGIS UNTUK HILANGKAN MIGRAIN Archives • February 2021 • January apa itu migrain • December 2020 • November 2020 Categories • Blog • Video Meta • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.org Apa penyebab migrain?

Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang umum terjadi. NHS menyebut, satu dari lima orang wanita mengidap penyakit ini, sedangkan kemungkinan pada pria sebesar satu dari 15 orang.

Meski umum, hingga saat ini akar penyebab penyakit migrain masih belum bisa dipastikan. Kemungkinan, migrain disebabkan oleh gangguan neurologis dan perubahan aktivitas otak yang memengaruhi sinyal saraf, bahan kimia, dan pembuluh darah di otak. Dilansir dari Mayo Clinic, perubahan pada batang otak dan interaksinya dengan saraf trigeminal (jalur nyeri utama) mungkin terlibat dalam terjadinya migrain. Selain itu, ketidakseimbangan bahan kimia otak, termasuk serotonin, juga berperan dalam mengontrol rasa sakit di sistem saraf.

Serotonin memainkan banyak peran dalam tubuh manusia, dan dapat berpengaruh pada pembuluh darah. Saat kadar serotonin tinggi, pembuluh darah menjadi mengerut (menyusut), sedangkan ketika kadar serotonin menurun, pembuluh darah menjadi membesar (membengkak). Pembengkakan inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri pada penderita migrain.

Selain serotonin, pelepasan zat kimia prostaglandin juga disebut menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di sekitar ujung saraf, sehingga apa itu migrain rasa apa itu migrain pada penderita migrain. Meski demikian, penyebab pasti terjadinya perubahan aktivitas otak dan bahan kimia tersebut masih belum diketahui.

Para apa itu migrain menduga, ada faktor genetik yang mungkin bisa memicu migrain. Artinya, migrain mungkin merupakan penyakit keturunan atau ada gen tertentu yang diturunkan dalam keluarga. Namun, faktor lingkungan dan gaya hidup juga disebut berperan dalam menyebabkan penyakit ini. Berbagai penyebab dan pemicu Anda sering migrain Penyebab paling mendasar dari migrain itu sendiri memang belum diketahui.

Namun, ada beberapa faktor, baik lingkungan maupun gaya hidup, yang dapat memicu kambuhnya serangan migrain. Bila Anda tidak menghindari faktor-faktor ini, serangan migrain akan sering Anda alami pada kemudian hari. Namun, perlu diketahui, setiap penderita migrain mungkin memiliki faktor pemicu yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi Anda mengenali apa saja faktor yang bisa memicu kekambuhan serangan pada Anda untuk mencegah migrain pada masa berikutnya. Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi penyebab Anda sering migrain: 1.

Perubahan hormon Perubahan hormon merupakan penyebab sakit kepala migrain, baik sebelah kiri maupun kanan, pada wanita yang paling umum. Ini terjadi ketika wanita memasuki masa menstruasi karena adanya perubahan pada tingkat hormon estrogen. Biasanya ini terjadi dua hari sebelum hingga tiga hari setelah menstruasi. Selain menstruasi, perubahan hormon pada masa kehamilan dan memasuki masa menopause juga bisa menjadi pemicu migrain pada wanita, dan umumnya akan membaik setelah masa menopause.

Kemudian, penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon, seperti pil KB atau terapi penggantian hormon, juga berpotensi memperparah sakit kepala yang sedang Anda alami.

2. Perubahan cuaca ekstrem Tidak ada yang tahu persis apa yang menjadi penyebab seseorang sakit migrain. Namun, banyak ilmuwan percaya bahwa otak penderita migrain cenderung lebih sensitif terhadap perubahan cuaca.

Badai, panas yang berlebihan, suhu yang sangat dingin, dan perubahan tekanan udara disebut menjadi menyebabkan serangan migrain pada sebagian orang. Pasalnya, kelembaban dan panas yang tinggi dapat dengan mudah menyebabkan dehidrasi, yang merupakan pemicu migrain lainnya. 3. Mencium aroma menyengat Mengendus aroma yang aneh, kuat, dan menyengat bisa menjadi penyebab migrain beberapa orang sering kambuh. Sebab, bau-bauan ini dapat mengaktifkan reseptor saraf tertentu di saluran hidung yang dapat memicu serangan migrain atau memperburuk yang sudah dimulai.

Sekitar setengah dari penderita migrain melaporkan intoleransi terhadap bau selama serangan. Fenomena ini dikenal sebagai osmopobia dan khas hanya tampak pada penderita migrain.

Parfum, aroma makanan yang tajam seperti duren, bau bensin, dan asap rokok merupakan beberapa sumber bau yang paling sering memicu migrain. 4. Paparan cahaya Bagi banyak pasien migrain, pancaran sinar atau cahaya adalah musuh. Kondisi ini disebut fotofobia, dan menjadi salah satu kriteria untuk mendiagnosis migrain.

Sumber cahaya yang jadi penyebab migrain dapat berupa sinar buatan, seperti lampu neon, lampu strobe, lampu kedip, lampu hias kelap-kelip, hingga sinar alami terik matahari dan pantulannya. Hal ini membuat penderita merasa sulit menghabiskan waktu di luar atau berada di lingkungan kantor.

5. Stres Melansir American Migraine Foundation, stres merupakan pemicu serangan migrain terbesar. Satu studi mengungkapkan bahwa 50-70 persen orang lebih mudah mengalami sakit kepala saat stres. Pasalnya, saat stres, otak melepaskan senyawa kimia yang menyebabkan perubahan pada fungsi tubuh, seperti ketegangan otot dan penyempitan pembuluh darah di otak, yang bisa membuat migrain semakin parah.

Adapun stres itu sendiri dapat berasal dari banyak hal, mulai dari aspek rumah tangga, kehidupan pribadi, hingga pekerjaan. Tubuh Anda juga bisa stres jika terlalu lama berolahraga atau kurang tidur. 6. Perubahan kebiasaan tidur Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan hal yang penting dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Pasalnya, dengan tidur yang cukup, apa itu migrain bagian tubuh, termasuk otak, dapat diperbarui dan diperbaiki. Oleh karena itu, bila tidur Anda kurang, berlebihan, atau jadwal tidur Anda tidak teratur, termasuk bila terlalu lelah, Anda akan lebih rentan terserang penyakit, termasuk sering mengalami serangan migrain.

Perubahan kebiasaan tidur yang menjadi sebab migrain ini juga termasuk jet lag setelah bepergian apa itu migrain dengan pesawat atau tertidur apa itu migrain pagi hari. 7. Dehidrasi Sekitar sepertiga penderita migrain melaporkan, dehidrasi adalah penyebab mereka sering mengalami kekambuhan serangan. Bahkan, sebagian dari orang tersebut mengatakan, dehidrasi sedikit saja dapat menjadi jalur yang cepat untuk menimbulkan sakit kepala.

Hal ini memang mungkin terjadi. Pasalnya, dehidrasi memengaruhi fungsi tubuh di semua tingkatan. Adapun kondisi ini dapat menyebabkan pusing, kebingungan, dan bahkan bisa menjadi keadaan medis yang darurat. Oleh karena itu, mengonsumsi banyak air putih dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi migrain pada diri Anda.

8. Melewatkan makan Makan yang terlambat atau terlewat seringkali menyebabkan penurunan gula darah apa itu migrain relatif, yang bisa menjadi pemicu migrain. Ini biasanya terjadi pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan atau yang melakukan olahraga berat.

Namun, hal ini juga bisa menjadi penyebab kepala sering migrain pada orang dewasa. Umumnya, jika Anda melewatkan sarapan, ini bisa menjadi pemicu migrain pada pagi menjelang siang hari, sedangkan terlambat makan pada siang hari bisa memicu serangan pada sore hari. Namun, jika Anda melewatkan makan pada malam hari, ini bisa menjadi penyebab sakit kepala saat bangun pagi keesokan harinya.

9. Penggunaan obat tertentu Mengonsumsi obat tertentu juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab Anda sering migrain. Oleh karena itu, jika Anda merasa serangan migrain muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter. Namun, secara umum, obat-obatan yang sering menjadi pemicu migrain, yaitu beberapa obat tidur, pil kontrasepsi, obat vasodilator seperti nitrogliserin, hingga kokain dan ganja. Selain itu, penggunaan obat apa itu migrain kepala migrain yang berlebihan pun bisa menyebabkan serangan migrain lebih sering terjadi.

Jadi, sebaiknya gunakan obat-obatan ini sesuai dosis dan ketentuan yang dokter berikan. 10. Layar komputer atau ponsel Bekerja di depan komputer terlalu lama atau sering main ponsel ( handphone/HP) bisa menjadi penyebab sering migrain pada Anda. Ini diduga karena paparan cahaya atau lampu berkedap-kedip dari layar ponsel dan komputer.

Postur tubuh yang salah saat bekerja di depan komputer atau menggunakan ponsel juga bisa menjadi penyebabnya. Daftar makanan dan minuman yang bisa menjadi penyebab atau pemicu migrain Tidak hanya melewatkan makan, mengonsumsi makanan tertentu pun dapat menjadi pemicu migrain.

Oleh karena itu, jika Anda curiga mengalami serangan migrain setelah mengonsumsi makanan tertentu, sebaiknya Anda menghindari konsumsi makanan tersebut. Berikut beberapa makanan yang umumnya dapat menjadi penyebab migrain: 1. Minuman beralkohol Alkohol merupakan minuman yang apa itu migrain dilaporkan menjadi pemicu utama serangan migrain.

Jenis apa itu migrain tertentu, termasuk anggur merah ( wine) mengandung senyawa tertentu yang dapat secara langsung memengaruhi pembuluh darah dan memicu pelepasan bahan kimia penyebab migrain. 2. Minuman berkafein Mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, atau soda, secara berlebihan bisa menyebabkan migrain pada sebagian orang. Namun, beberapa orang lainnya justru menemukan fakta bahwa menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba juga bisa menjadi faktor pemicu.

Oleh karena itu, jika Anda sering mengonsumsi kafein, sebaiknya Anda menghentikan konsumsi minuman ini secara bertahap. 3. Makanan mengandung MSG Makanan kemasan yang mempunyai rasa gurih pada umumnya mengandung MSG (monosodium glutamat).

Beberapa orang melaporkan bahwa MSG sering menjadi penyebab migrain. The American Migraine Foundation mencatat sebanyak 10-15% orang mengalami sakit kepala migrain setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG. 4. Makanan dan minuman berpemanis buatan Dalam beberapa penelitian menemukan bahwa, beberapa orang mengalami peningkatan frekuensi migrain setelah mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan, yaitu aspartam, dalam jumlah besar.

Namun, pada penderita migrain lainnya justru apa itu migrain mengalami hal tersebut. Pengaruh pemanis buatan ini mungkin berbeda antar individu. 5. Cokelat Cokelat bisa menjadi makanan penyebab migrain, terutama pada orang-orang yang sensitif. Menurut American Migraine Foundation, cokelat merupakan pemicu migrain paling umum kedua setelah alkohol, dengan persentase sebesar 22 persen. Kandungan feniletilamin dan kafein dalam cokelat bisa menjadi alasan mengapa cokelat memicu migrain. 6. Keju Keju merupakan makanan yang mengandung tiramin dan dapat menjadi pemicu migrain, terutama bagi yang sensitif terhadap tiramin.

Tiramin adalah asam amino yang dapat memicu perubahan pada pembuluh apa itu migrain yang khas pada penderita migrain. Selain keju, tiramin juga ditemukan di makanan lainnya, seperti yoghurt, kacang-kacangan, pisang, buah sitrus (jeruk), acar, daging yang diawetkan, dan apa itu migrain yang diasapkan. 7. Daging olahan Sosis dan ham merupakan contoh daging olahan yang dapat menjadi penyebab migrain. Kandungan nitrat dan nitrit sebagai pengawet pada daging olahan dapat memperlebar pembuluh darah sehingga dapat memicu migrain pada beberapa orang.

Jadi, mungkin tidak semua orang akan mengalami migrain setelah mengonsumsi daging olahan. Selain daftar di atas, makanan lainnya juga disebut bisa menjadi pemicu migrain pada beberapa orang, seperti makanan apa itu migrain minuman yang beraroma kuat atau menyengat, makanan berlemak, serta makanan dan minuman dingin. Namun perlu diingat, faktor pemicu setiap penderita migrain bisa berbeda. Untuk mengenali dan mencegah serangan migrain, Anda dapat membuat catatan atau daftar tertulis mengenai faktor pemicu, termasuk gejala, durasi, waktu terjadinya, apa yang sedang Anda lakukan, dan kondisi lingkungan selama serangan berlangsung.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya migrain Migrain dapat terjadi siapapun dan kapanpun. Namun, ada kondisi atau faktor tertentu yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena migrain.

Memiliki faktor risiko ini bukan berarti Anda akan pasti mengidap migrain. Sebaliknya, bagi yang tidak memiliki faktor risiko pun tidak pasti akan terbebas dari penyakit ini. Berikut adalah faktor-faktor risiko tersebut: 1. Riwayat keluarga Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, para peneliti menduga faktor genetik mungkin terkait dengan penyebab migrain pada seseorang.

The American Migraine Foundation menyebut, jika salah satu orangtua Anda memiliki riwayat migrain, Anda memiliki 50 persen peluang untuk memiliki kondisi yang sama. Namun, jika kedua orangtua Anda memiliki riwayat penyakit ini, peluang Anda dapat meningkat hingga 75 persen.

2. Usia Migrain memang penyakit yang dapat terjadi pada siapapun, termasuk anak-anak. Meski demikian, penyakit ini lebih sering dimulai pada remaja atau dewasa muda, yang kemudian memuncak pada sekitar usia 30 tahun. Namun, secara bertahap, penyakit ini mulai membaik dan jarang terjadi serangan pada tahun-tahun setelahnya. 3. Jenis kelamin Migrain adalah penyakit yang lebih sering dialami oleh wanita. Bahkan, wanita disebut berpotensi tiga kali lebih besar mengalami sakit kepala migrain ketimbang pria.

Migrain pada wanita umumnya terkait dengan perubahan hormon estrogen yang dialaminya ketika menstruasi, memasuki masa menopause, dan saat kehamilan. 4. Kondisi medis tertentu Memiliki kondisi medis tertentu juga disebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami migrain. Beberapa kondisi medis yang kerap berkaitan, seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, gangguan tidur, dan epilepsi. Tak hanya itu, gangguan pencernaan juga disebut berkaitan erat dengan kemungkinan migrain pada seseorang.

Dalam sebuah penelitian disebutkan, orang yang sering mengalami gangguan pada sistem pencernaan berisiko tinggi mengalami migrain daripada yang tidak. Kondisi tersebut mengarah pada sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit Celiac (intoleransi terhadap gluten).

Selain itu, anak dengan sindrom tertentu dan mengalami gejala muntah, pusing, dan sakit perut juga bisa terkena migrain pada kemudian hari. Kondisi ini dikenal dengan sindrom periodik masa kanak-kanak (childhood periodic syndromes). American Migraine Foundation. 2020. The American Migraine Foundation’S Guide To Triggers & How To Manage Them. https://americanmigrainefoundation.org/resource-library/top-10-migraine-triggers-and-how-to-deal-with-them/.

Accessed December 3, 2020. American Migraine Foundation. 2020. Migraine and Diet. https://americanmigrainefoundation.org/resource-library/migraine-and-diet/. Accessed December 3, 2020. American Migraine Foundation. 2020. Diet ad Headache Control. https://americanmigrainefoundation.org/resource-library/diet/#:~:text=Food%20additives%20have%20been%20linked,%25%20to%2015%25%20of%20migraineurs. Accessed December 3, 2020.

Cleveland Clinic. 2020. Migraines Headaches. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/5005-migraine-headaches. Accessed December 3, 2020. Familydoctor.org. 2020. Migraines. https://familydoctor.org/condition/migraines/. Accessed December 3, 2020. Help For Headaches. (2020). Identify Migraine Triggers. http://www.headache-help.org/identify-migraine-triggers. Accessed December 3, 2020. Mayo Clinic.

(2020). Migraine – Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/symptoms-causes/syc-20360201.

apa itu migrain

Accessed December 3, 2020. Mayo Clinic. (2020). Migraines and gastrointestinal problems: Is there a link?. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/expert-answers/migraines/faq-20058268. Accessed December 3, 2020. MedlinePlus. 2020. Migraine. https://medlineplus.gov/migraine.html. Accessed December 3, 2020. National Migraine Centre. 2020. Migraine triggers?

https://www.nationalmigrainecentre.org.uk/migraine-and-headaches/migraine-and-headache-factsheets/migraine-triggers/. Accessed December 3, 2020.

NHS. 2020. Migraine – Causes. https://www.nhs.uk/conditions/migraine/causes/. Accessed December 3, 2020. NHS. 2020. Migraine. https://www.nhs.uk/conditions/migraine/. Accessed December 3, 2020.

The Migraine Trust. 2020. Common triggers. https://www.migrainetrust.org/about-migraine/trigger-factors/common-triggers/. Accessed December 3, 2020. Winchester Hospital. 2020. Risk Factors for Headache. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=19555.

Accessed December 3, 2020. Zencirci B. (2010). Comparison of the effects of dietary factors in the management and prophylaxis of migraine. Journal of pain research, 3, 125–130.

https://doi.org/10.2147/jpr.s9437. van Hemert, S., Breedveld, A. C., Rovers, J. M., Vermeiden, J. P., Witteman, B. J., Smits, M. G., & de Roos, N. M. (2014). Migraine associated with gastrointestinal disorders: review of the literature and clinical implications. Frontiers in neurology, 5, apa itu migrain.

https://doi.org/10.3389/fneur.2014.00241.
Migrain adalah sakit kepala yang terasa berdenyut dan biasanya terjadi apa itu migrain salah satu sisi kepala.

Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Menurut hasil penelitian WHO, dari total kelompok usia 18–65 tahun yang pernah menderita sakit kepala, 30 persen di antaranya adalah penderita migrain.

Umumnya, gejala migrain pertama kali muncul pada masa pubertas, kemudian memburuk saat memasuki usia 35–45 tahun. Migrain lebih banyak diderita oleh wanita, karena diduga terkait dengan perubahan hormon. Meski demikian, migrain juga dapat diderita oleh pria dan anak-anak.

Gejala dan Pemicu Migrain Gejala utama migrain adalah nyeri kepala hebat di salah satu sisi kepala. Nyeri yang dirasakan umumnya nyeri berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat, yang makin terasa ketika bergerak, melihat cahaya terang, atau mendengar suara bising. Kemunculan migrain dapat dipicu oleh peningkatan kadar hormon estrogen, atau faktor emosional, seperti stres atau cemas. Penggunaan obat tertentu, misalnya pil KB, juga dapat memicu migrain.

Jenis Migrain Berdasarkan jenis serangannya, migrain dapat dibagi menjadi: • Migrain tanpa aura Migrain tanpa aura merupakan jenis migrain yang paling banyak terjadi. Nyeri migrain ini muncul tiba-tiba tanpa didahului gejala apa pun. Terkadang, gejala migrain jenis ini bisa mirip dengan sinusitis.

• Migrain dengan aura Migrain dengan aura diawali dengan tanda-tanda tahapan aura sebelum sakit kepala muncul, seperti melihat kilatan cahaya.

Sebanyak 15 hingga 20 persen penderita migrain mengalami fase ini. • Migrain dengan aura, tetapi tanpa sakit kepala Kondisi yang dikenal dengan “silent migraine” ini diawali dengan semua tanda atau gejala migrain, apa itu migrain tidak disertai sakit kepala. • Migrain kronis Migrain kronis adalah migrain yang terjadi selama setidaknya 15 hari per bulan. Gejalanya dapat berubah-ubah, begitu juga dengan tingkat keparahan dan nyerinya. Umumnya, migrain jenis ini disebabkan oleh penggunaan obat yang berlebihan.

apa itu migrain

Pengobatan dan Pencegahan Migrain Tidak ada metode khusus untuk mengatasi migrain, tetapi gejala penyakit ini bisa diredakan dengan mengombinasikan perawatan mandiri, penggunaan obat, serta perubahan gaya hidup.

Sedangkan pencegahan migrain dapat dilakukan dengan menghindari faktor pemicunya, antara lain dengan memperbaiki kualitas tidur, rutin berolahraga, berhenti merokok, dan memeriksakan kesehatan secara berkala.

Rasa sakit kepala pada migrain sering digambarkan seperti denyutan yang parah, yang biasanya terjadi di satu sisi kepala, baik sebelah kiri maupun kanan. Bahkan, beberapa orang menggambarkan rasa sakit yang terjadi sangat ekstrem seperti kepala dihantam benda keras. Selain serangan nyeri pada kepala, migrain juga kerap disertai dengan gejala lainnya, seperti mual, muntah, hingga peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Serangan dan gejala ini bisa muncul kapan saja. Ketika serangan datang, gejala dapat bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari, yang mungkin mengganggu aktivitas harian Anda. Gejala penyakit ini umumnya bisa diredakan menggunakan obat-obatan dan perawatan rumahan. Namun, pengobatan hanya berfungsi untuk mengurangi frekuensi terjadinya serangan dan tingkat keparahan gejala dari setiap serangannya. Seberapa umumkah sakit kepala ini?

Migrain adalah jenis sakit kepala primer yang cukup umum. Dilansir dari Journal of Headache and Pain, migrain adalah penyakit ketiga yang paling banyak dialami oleh populasi di dunia sesudah karies gigi dan sakit kepala tegang. Diperkirakan 1 dari 7 orang di dunia memiliki penyakit ini. Jenis-jenis migrain Migrain adalah penyakit neurologis atau sistem saraf yang memiliki sejumlah subtipe.

Setiap subtipe ini menimbulkan gejala yang berbeda. Berikut adalah klasifikasi, jenis-jenis, atau macam-macam migrain yang umum terjadi: • Migrain dengan aura Jenis ini ditandai dengan aura, yaitu peringatan sensorik tepat sebelum atau saat serangan terjadi, seperti melihat kilatan cahaya atau titik-titik pada objek yang Anda lihat.

Migrain aura juga bisa berupa sensasi kesemutan atau mati rasa di salah satu sisi wajah, lengan, atau kaki, dan kesulitan berbicara. • Migrain tanpa aura Kondisi ini ditandai dengan serangan sakit kepala yang terjadi tiba-tiba tanpa ditandai dengan peringatan khusus.

Ini merupakan jenis yang paling apa itu migrain. • Migrain aura tanpa sakit kepala Jenis ini disebut juga dengan silent migraine, yaitu ketika aura atau gejala lain dialami, tetapi sakit kepala tidak berkembang. • Migrain kronis Jika Anda sering mengalami sakit apa itu migrain yang terus menerus dan berkepanjangan hingga lebih dari 15 hari dalam sebulan, selama periode tiga bulan, Anda mungkin mengalami migrain kronis.

Kondisi ini lebih parah dibandingkan migrain biasa atau episodik, yang hanya terjadi di bawah 15 hari dalam sebulan. Adapun sering mengalami sakit kepala migrain, baik sebelah kanan maupun kiri, bisa memberi efek atau dampak lain yang bahaya bagi kesehatan Anda. Beberapa risiko kesehatan yang mungkin muncul akibat sering migrain, yaitu stroke, serangan jantung, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, depresi, gangguan kecemasan, atau epilepsi. • Abdominal migraine Abdominal migraineadalah kondisi yang sering dialami oleh anak-anak.

apa itu migrain

Jenis ini ditandai dengan sakit perut, mual, dan muntah, yang dapat mengganggu aktivitas normal. • Retinal migraine Retinal migraine adalah jenis yang menyebabkan kehilangan penglihatan, yang bisa berlangsung dalam satu menit hingga berbulan-bulan. Ini adalah jenis aura khusus yang menyertai serangan migrain, dan umumnya merupakan tanda dari masalah yang lebih serius.

• Hemiplegic migraine Jenis ini biasanya ditandai dengan kelemahan di satu sisi tubuh apa itu migrain seringkali disertai dengan gejala aura visual dan sensasi kesemutan atau mati rasa. Namun, gejala ini bisa tidak termasuk dengan sakit kepala yang parah.

Tanda-tanda & gejala migrain Apa saja tanda-tanda dan gejala migrain? Gejala atau ciri-ciri penyakit migrain yang paling khas adalah serangan sakit kepala sebelah, baik di kanan maupun kiri, dengan intensitas nyeri sangat kuat. Sakit kepala sebelah ini pun dapat menyebar ke bagian kepala lainnya. Serangan dan gejala penyakit ini bisa dimulai pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa muda, dan umumnya muncul secara bertahap dalam empat fase, yaitu prodromal, aura, serangan ( attack), dan post-drome.

Namun, tidak semua penderitanya akan mengalami semua fase tingkatan tersebut. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing fasenya: 1. Fase prodromal Fase prodromal biasanya akan muncul dalam beberapa hari sampai beberapa jam sebelum serangan.

Pada fase ini, gejala yang umum terjadi yaitu: • Konstipasi atau sembelit. • Apa itu migrain suasana hati ( mood) ekstrem alias mood swing. • Perubahan nafsu makan.

apa itu migrain

• Leher terasa kaku. • Hasrat ingin buang air kecil semakin meningkat. • Lebih mudah merasa haus. • Lebih sering menguap. 2. Fase aura Pada beberapa orang, aura mungkin terjadi sebelum atau saat serangan terjadi, yang biasanya mulai perlahan dan bertahan hingga 20-60 menit.

apa itu migrain

Gejala aura biasanya berupa: • Ada kilatan cahaya, bentuk-bentuk bayang tertentu, bercak, atau titik-titik cahaya pada objek yang sedang dilihat. Kondisi ini disebut floaters. • Penglihatan Anda tiba-tiba menghilang untuk sementara. • Tangan dan kaki terasa kebas, kesemutan, atau sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum.

• Tubuh terasa lemas. • Wajah atau salah satu sisi tubuh mati rasa. • Tiba-tiba merasa kesulitan berbicara. • Mendengar suara-suara atau lantunan musik. • Gerakan seperti kejang yang tidak bisa Anda kendalikan.

3. Fase attack atau serangan Fase attack atau serangan adalah tahap di mana gejala migrain umumnya muncul. Serangan ini bisa bertahan hingga 72 jam atau lebih (status migrainosus) bila dibiarkan tanpa pengobatan.

Gejala serangan yang akan muncul adalah: • Rasa sakit yang amat sangat di salah satu sisi kepala, tetapi juga sering menyerang kedua sisi kepala secara bersamaan.

• Rasa nyeri yang seperti berdenyut-denyut. • Anda akan lebih sensitif terhadap cahaya atau suara. Bahkan, terkadang Anda juga menjadi sensitif terhadap bau dan sentuhan. • Mual dan muntah. • Nyeri yang semakin memburuk dengan gerakan, batuk, atau bersin. 4. Fase post-drome Setelah mengalami serangan, Anda biasanya akan merasa lemas karena kehabisan energi juga kebingungan (linglung). Inilah yang disebut fase post-drome.

Pada fase ini, gerakan kepala yang tiba-tiba bisa membuat Anda kembali merasakan serangan meski hanya sejenak. Gejala-gejala di atas lebih sering terjadi pada pagi hari saat baru terbangun dari tidur. Beberapa orang pun mungkin mengalami serangan pada waktu yang dapat diprediksi, seperti sebelum menstruasi atau pada akhir pekan setelah seminggu bekerja dengan penuh tekanan.

Kapan saya harus periksa ke dokter? Sebaiknya Anda segera mencari pertolongan medis atau berkonsultasi ke dokter jika memiliki gejala atau kondisi migrain tertentu. Ini bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki masalah kesehatan yang lebih serius, seperti stroke atau meningitis. Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu diwaspadai: • Sakit kepala menyerang secara tiba-tiba dan terasa sangat sakit yang belum pernah Anda rasa sebelumnya. • Sakit kepala disertai dengan demam, leher kaku, kejang, ruam, kebingungan mental, pandangan mata berbayang, atau lemas.

• Kelumpuhan atau kelemahan pada satu atau kedua lengan, atau satu sisi wajah. • Bicara cadel atau kesulitan bicara. • Anda sampai kehilangan kesadaran saat mengalaminya. • Sakit kepala yang baru muncul saat Anda sudah berusia 50 tahun ke atas. • Sakit kepala yang bertambah parah setelah Anda berolahraga, melakukan hubungan seks, batuk, atau bersin. • Migrain yang bermula setelah Anda mengalami cedera di kepala.

Status dan kondisi yang dialami dapat berbeda pada setiap orang. Maka adalah suatu kewajiban bagi Anda untuk selalu berdiskusi dengan dokter tentang metode diagnosis, pengobatan, dan perawatan terbaik bagi Anda.

Penyebab migrain Hingga saat ini masih belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab migrain. Namun, kondisi ini diduga sebagai akibat dari perubahan atau gangguan pada bahan kimia, saraf, dan pembuluh darah di apa itu migrain.

Sekitar setengah dari penderita penyakit ini pun memiliki keluarga atau saudara dengan kondisi yang sama. Ini menunjukkan bahwa faktor genetik mungkin berperan dalam menyebabkan penyakit ini. Sementara itu, serangan migrain pada penderitanya diketahui dapat dipicu oleh salah satu atau kombinasi dari beragam hal berikut: • Perubahan hormon pada wanita, seperti sebelum atau selama menstruasi, kehamilan, dan saat menopause.

• Minuman beralkohol, seperti wine. • Minuman yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi. • Stres. • Kelelahan yang amat sangat. • Paparan terhadap cahaya yang terlalu terang, aroma berbau tajam, atau suara yang terlalu keras. • Perubahan kebiasaan tidur, seperti kurang tidur atau justru tidur terlalu lama.

• Jet lag. • Aktivitas fisik yang intens, seperti olahraga berat dan sakit kepala akibat seks. • Perubahan cuaca ekstrem. • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti nitrogliserin.

• Makanan tertentu, seperti makanan olahan, makanan yang mengandung banyak garam, makanan yang dibuat dengan zat aditif seperti berpemanis buatan atau mecin (MSG). • Kebiasaan melewatkan waktu makan. Faktor-faktor risiko migrain Penyebab paling mendasar dari migrain itu sendiri memang belum diketahui.

Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalaminya, yaitu: • Riwayat kesehatan keluarga Jika ada anggota keluarga Anda yang memiliki migrain, maka risiko Anda mengalami kondisi ini akan lebih besar dibandingkan orang lain yang tidak. • Usia Migrain bisa terjadi pada usia berapapun, termasuk anak-anak meski sering tidak terdiagnosis. Namun, kondisi ini lebih sering dimulai pada masa remaja dan cenderung memuncak saat usia 30-an.

Kemudian secara bertahap, kondisinya menjadi tidak terlalu parah dan jarang terjadi pada dekade berikutnya. • Jenis kelamin Jenis kelamin adalah salah satu faktor yang mungkin memengaruhi risiko Anda mengalami sakit kepala jenis ini.

Wanita berpotensi tiga kali lebih besar mengalami jenis sakit kepala ini dibandingkan dengan pria. • Perubahan hormon Sakit kepala pada wanita cenderung terjadi karena perubahan hormon, seperti sebelum menstruasi, selama kehamilan, atau saat menopause.

Setelah menopause, umumnya serangan sakit kepala ini akan lebih membaik. Selain itu, apa itu migrain obat-obatan yang mengandung hormon, seperti pil KB atau terapi penggantian hormon, juga berpotensi memperparah sakit kepala apa itu migrain sedang Anda alami.

• Kondisi medis tertentu Selain faktor-faktor di atas, memiliki kondisi medis tertentu juga bisa meningkatkan risiko terjadinya migrain. Kondisi medis tersebut, yaitu depresi, kecemasan, gangguan bipolar, gangguan tidur, dan epilepsi. Tidak memiliki faktor-faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak mungkin mengalami kondisi ini. Pasalnya, Anda masih mungkin terpapar oleh faktor eksternal yang dapat memicu serangan, seperti yang telah dijelaskan di atas.

Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. Diagnosis & pengobatan migrain Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda. Bagaimana cara dokter mendiagnosisnya? Penyakit ini dapat didiagnosis dengan apa itu migrain gejala, termasuk frekuensi dan durasi sakit kepala, serta riwayat medis dan faktor-faktor tertentu yang mungkin memicunya. Dokter pun akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis untuk memastikan diagnosis migrain berdasarkan gejala tersebut.

Bila kondisi dan gejala yang Anda alami tidak biasa, rumit, atau parah, dokter spesialis saraf akan melakukan beberapa tes penunjang, seperti magnetic resonance imaging apa itu migrain MRI) dan computerized tomography ( CT Scan). Tes-tes ini dapat membantu dokter mendiagnosis tumor, stroke, perdarahan di otak, infeksi, kerusakan otak, atau masalah lain terkait otak dan sistem saraf, yang mungkin menyebabkan sakit kepala. Apa saja pilihan pengobatan untuk migrain?

Ada beberapa pilihan pengobatan migrain yang bisa Anda gunakan untuk meredakan rasa sakit di kepala. Biasanya, pengobatan apa itu migrain disesuaikan dengan usia Anda, frekuensi dan tingkat keparahan gejala, hingga kondisi kesehatan lain yang Anda miliki.

• Obat pereda nyeri Obat-obatan pereda rasa nyeri yang bisa Anda gunakan apa itu migrain meredakan migrain, termasuk paracetamol, aspirin, dan ibuprofen. Obat ini dapat dibeli bebas tanpa resep dokter. Namun, jika obat-obatan ini digunakan dalam jangka panjang, Anda justru berpotensi mengalami komplikasi migrain, yaitu rebound headache yang ditandai dengan sakit kepala berulang.

• Obat-obatan triptan Obat triptan, seperti sumatriptan dan rizatriptan, adalah obat resep yang bekerja dengan cara menghalangi sinyal rasa sakit masuk ke otak. Obat-obatan ini bisa berupa pil, obat suntik, atau obat semprot hidung.

Namun, obat ini mungkin tidak aman untuk pasien yang menderita stroke atau serangan jantung. • Obat antimual Jika Anda mengalami sakit kepala sebelah yang disertai dengan aura dan mual dan muntah, obat-obatan antimual dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini.

Obat-obatan antimual, termasuk chlorpromazine, metoclopramide, dan prochlorperazine bisa digunakan bersamaan dengan obat pereda rasa nyeri. • Obat opioid Obat opioid biasanya diberikan pada pasien yang tidak bisa mengonsumsi obat migrain lainnya. Namun, obat ini bisa membuat penggunanya kecanduan jika digunakan sembarangan.

Maka dari itu, dokter hanya akan meresepkan obat ini sebagai jalan terakhir untuk mengatasi kondisi Anda. • Obat dihidroergotamin Obat dihidroergotamin tersedia dalam bentuk semprot hidung atau obat injeksi.

Obat ini biasanya cukup efektif mengatasi gejala migrain, khususnya jika gejala bertahan hingga lebih dari 24 jam. Namun, penderita jantung koroner, tekanan darah tinggi, atau gangguan hati lebih baik menghindari penggunaan obat ini. Pengobatan migrain di rumah Selain dengan obat-obatan, beberapa perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi migrain adalah: • Beristirahat dengan mata tertutup di ruangan tenang dan gelap.

• Kompres dingin di area dahi untuk mengurangi nyeri. • Perbanyak minum air putih. • Tidur yang cukup. • Olahraga rutin dan teratur, seperti latihan aerobik yang tidak terlalu berat. • Pijat kepala untuk migrain. • Tidak melewatkan makan dan menerapkan pola makan sehat, termasuk mengonsumsi makanan pencegah migrain.

• Menggunakan minyak esensial untuk sakit kepala. • Mencoba teknik relaksasi untuk mengurangi stres sebagai pemicu sakit kepala, seperti biofeedback. Bila ada pertanyaan mengenai migrain atau sakit kepala di satu sisi sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik dari masalah Anda. Pencegahan migrain Cara utama untuk mencegah migrain adalah dengan menghindari berbagai pemicu yang dapat menyebabkan serangan dan gejala kambuh, seperti stres, makanan tertentu, dan lain sebagainya.

Selain menghindari hal-hal tersebut, beberapa cara di bawah ini pun perlu Anda lakukan untuk mencegah penyakit ini terjadi: • Olahraga rutin dan teratur.

apa itu migrain

• Tidak melewatkan waktu makan dan menerapkan pola makan sehat, termasuk membatasi konsumsi alkohol dan kafein. • Menghindari dehidrasi dengan perbanyak minum air putih. • Mengelola stres. • Tidur yang cukup dan teratur. • Mengonsumsi obat pencegah migrain dari dokter, seperti obat antikejang atau obat tekanan darah, terutama jika sudah dalam kondisi parah. American Migraine Foundation. 2020. What Type of Headache Do You Have?

https://americanmigrainefoundation.org/resource-library/what-type-of-headache-do-you-have/. Accessed December 2, 2020. Harvard Health Publishing. 2020. Feel your pain: The health risk of migraines in men. https://www.health.harvard.edu/mens-health/feel-your-pain-the-health-risk-of-migraines-in-men#:~:text=It%20was%20reported%20that%20having,migraine%20was%20accompanied%20by%20auras.

Accessed December 2, 2020. Mayo Clinic. 2020.

apa itu migrain

Migraine – Diagnosis & Treatment. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/diagnosis-treatment/drc-20360207. Accessed December 2, 2020. Mayo Clinic. 2020. Migraine – Symptoms & Causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/symptoms-causes/syc-20360201. Accessed December 2, 2020. MedlinePlus.

2020. Migraine. https://medlineplus.gov/migraine.html. Accessed December 2, 2020. Migraine Research Foundation. 2020.

About Migraine. https://migraineresearchfoundation.org/about-migraine/migraine-facts/. Accessed December 2, 2020. National Headache Foundation. 2020. Reader’s Mail: Can Migraine Be Cured Permanently? https://headaches.org/2018/08/02/readers-mail-can-migraine-be-cured-permanently/. Accessed December 2, 2020. NHS. 2020. Migraine. https://www.nhs.uk/conditions/migraine/.

Accessed December 2, 2020. The Migraine Trust. 2020. More than “just a headache”. https://www.migrainetrust.org/about-migraine/migraine-what-is-it/more-than-just-a-headache/. Accessed December 2, 2020. The Migraine Trust. 2020. Types of migraine. https://www.migrainetrust.org/about-migraine/types-of-migraine/. Accessed December 2, 2020.

Winchester Hospital. 2020. Risk Factors for Headache. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=19555. Accessed December 2, 2020. Yale Medicine. 2020. Abdominal Migraine: Symptoms, Diagnosis, & Treatment.

https://www.yalemedicine.org/conditions/abdominal-migraine#:~:text=Abdominal%20migraine%20is%20a%20condition,less%20common%20and%20poorly%20understood. Accessed December 2, 2020. Steiner, T. J., Stovner, L. J., & Birbeck, G.

L. (2013). Migraine: the seventh disabler. The journal of headache and pain, 14(1), 1. https://doi.org/10.1186/1129-2377-14-1. Oedegaard, K. J., Neckelmann, D., Mykletun, A., Dahl, A. A., Zwart, J. A., Hagen, K., & Fasmer, O. B. (2006).

Migraine with and without aura: association with depression and anxiety disorder in a population-based study. The HUNT Study. Cephalalgia : an international journal of headache, 26(1), 1–6. https://doi.org/10.1111/j.1468-2982.2005.00974.x.

Harnod, T., Wang, Y. C., & Kao, C. H. (2015). High risk of developing subsequent epilepsy in young adults with migraine: a nationwide population-based cohort study in Taiwan, QJM: An International Journal of Medicine.

108 (6): 449–455. https://doi.org/10.1093/qjmed/hcu215. Pietrini, U., De Luca, M., & De Santis, G. (2005). Hypertension in headache patients? A clinical study. Acta neurologica Scandinavica, 112(4), 259–264. https://doi.org/10.1111/j.1600-0404.2005.00476.x.
Apa itu migrain? Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala dalam ketegori (Primary headache). Ia adalah sakit kepala yang kerap berlaku kepada manusia.

Masalah ini lebih kerap berlaku kepada golongan wanita berbanding lelaki, dimana nisbah perbandingan adalah 3:1 serta mempunyai hubung kait yang kuat dengan genetik.

Ini bermakna, seseorang itu lebih berisiko untuk menghidap masalah ini sekiranya mempunyai ahli keluarga terdekat yang menghidapnya.

Punca migrain Sehingga kini, penyebab migrain masih tidak dapat dikenal pasti. Namun begitu, dalam 50% penghidapnya, pencetus gejala ini dapat dikenal pasti.

Antara faktor pencetus migrain adalah: - Makanan • Berkafaen: Coklat, kopi, apa itu migrain • Alcohol • Mengandungi tyramin: Keju, yogurt, kekacang - Persekitaran • Rokok • Bunyi bising • Cahaya terang seperti dari skrin apa itu migrain atau TV - Ubat ubatan • Pil perancang kehamilan • Ubat tidur • Pil yang mengandungi hormon - Psikologi • Kemurungan • Tekanan • Cemas • Marah • Migrain hujung minggu – berlaku ketika keadaan relaks dan tenang - Lain-lain • Berbaring sepanjang hari • Sebelum haid • Perjalanan jauh • Senaman • Orgasma Apa itu migrain itu, masalah sakit kepala jenis ini turut mempunyai kaitan dengan masalah obesiti dan keturunan keluarga.

Gejala migrain Gejala penyakit ini boleh dibahagikan kepada beberapa fasa, tetapi tidak semua pesakit mengalami kesemua fasa-fasa tersebut. 1) Prodrome – Fasa ini berlaku dalam sehari atau dua hari sebelum serangan sakit kepala berlaku.

Biasanya pesakit akan menyedari perubahan kecil pada diri mereka seperti: • Mengalami masalah sembelit • Kerap menguap • Mengidam sesuatu • Perubahan emosi • Perubahan pola tidur • Lebih dahaga dan kerap buang air kecil 2) Aura – Fasa kedua berlaku semasa atau sebelum sakit kepala berlaku.

Fasa ini membahagikan migrain kepada apa itu migrain kategori iaitu: • Migrain dengan aura • Migrain tanpa aura – kebanyakan penghidap sakit kepala jenis ini adalah dalam kategori ini Sekiranya seseorang itu menghidap masalah ini dengan aura, dia akan mengalami simptom gangguan visual, deria sentuhan, pergerakan, atau percakapan.

apa itu migrain

• Visual – Aura yang paling biasa berlaku. Selalunya pesakit mendapat gangguan pengelihatan, seperti pandangan menjadi kabur, berombak, bergaris zigzag atau berbintik. • Deria sentuhan (Somatosensory) – terasa kebas yang merebak dari jari hingga ke muka (Parasthesia). • Pergerakan (Motor) – Kesukaran bercakap seperti bercakapan tidak jelas (Dysarthria), tidak boleh berdiri tegak kerana tidak stabil (ataxia), tidak boleh menggerakkan bebola mata (ophthalmoplegia) atau lemah sebahagian tubuh (Hemiparesis).

• Percakapan – Tidak boleh mengeluarkan percakapan, memahami percakapan orang lain (Dysphasia), atau tidak boleh menyusun ayat dengan betul serta mengeluarkan ayat yang tidak mempunyai maksud (Paraphasia). 3) Serangan (Attack) – Fasa ketiga dalam gejala ini adalah serangan sakit kepala yang selalunya berlaku pada sebelah bahagian kepala sahaja.

Namun ia juga boleh menyebabkan sakit pada kedua-dua bahagian. Sakit kepala yang menyerang adalah berdenyut dan menyebabkan penghidapnya lebih sensitif terhadap cahaya, bunyi, bau dan sentuhan. Penghidap masalah ini juga boleh mengalami mual atau muntah, pitam dan boleh hilang sedar. Tanpa sebarang rawatan, sakit kepala yang dialami boleh menyerang sehingga selama 72 jam. Pesakit juga boleh mengalami (Allodynia), dimana sebarang stimuli menyebabkan kesakitan. Pesakit yang mengalami masalah ini akan mengadu tidak boleh menyikat rambut atau bercukur apabila serangan berlaku.

4) Post-drome – Selepas fasa serangan, pesakit akan berasa letih dan kehilangan tenaga. Segelintir penghidapnya akan merasa lebih gembira (Elated) selepas pulih dari sakit kepala. Dalam tempoh 24 jam, simptom lain yang boleh berlaku adalah kekeliruan, kemurungan, pening, lemah, dan sensitif terhadap cahaya dan bunyi.

Diagnosis penyakit migrain Diagnostik penyakit migrain adalah berdasarkan maklumat dari pesakit dan pemeriksaan secara klinikal. Apa itu migrain adalah salah satu kriteria diagnostik penyakit ini, sekiranya tiada aura, seseorang itu dilabel sebagai penghidap migraine sekiranya mempunyai ciri-ciri berikut: 5 episod atau lebih sakit kepala selama 4-72 jam + mual atau muntah atau sensitif terhadap bunyi atau cahaya + 2 dari simtom berikut: • Sakit kepala pada sebelah bahagian sahaja • Berdenyut • Mengganggu aktiviti harian atau apa itu migrain teruk apabila menjalani aktiviti harian Doktor haruslah mendapatkan maklumat terperinci daripada pesakit dan menjalankan pemeriksaan seperti neurologi atau melakukan ujian darah atau pengimejan sekiranya perlu bagi memastikan sakit kepala yang dihadapi oleh pesakit tidak berpunca dari perkara yang lebih serius.

Rawatan dan cara mencegah migrain Cara merawat migrain: - Ubat-ubatan: • Triptan yang diambil secara makan bersama NSAIDs atau paracetamol – Triptan tidak sesuai bagi pesakit jantung atau darah tinggi yang tidak terkawal serta boleh berinteraksi dengan ubatan lain seperti ubatan bagi masalah mental. Oleh itu, ubat ini haruslah diambil dengan priskripsi doktor bertauliah sahaja • Ubat tahan muntah (anti-emetics) – ia juga boleh membantu meskipun pesakit tidak mengalami simptom mual atau muntah • Selain itu, bagi wanita yang menghidap masalah ini sebelum menstruasi boleh dibantu dengan ubatan yang diambil pada hari yang dikenalpasti akan berlakunya migrain dengan mengira tarikh menstruasi berdasarkan kitaran haid.

- Bukan ubatan: • Menuam pad pemanas atau pad sejuk pada kepala • Bernafas di dalam beg kertas – karbon dioksida boleh membantu mengurangkan sakit kepala • Supplement riboflavin • Bagi pesakit yang tidak boleh mengambil ubatan atau tidak sembuh dengan ubatan, terdapat sesetengah pengamal perubatan yang menyarankan sesi akupunktur untuk membantu pesakit. • Bagi wanita yang mengambil pil perancang kehamilan, jenis pil yang sesuai haruslah dirujuk kepada doktor sakit puan anda sekiranya pil yang anda ambil menyebabkan masalah ini.

Cara mencegah migrain: - Ubat-ubatan: Ubat prophylaxis- Propanolol, Topiramate, Amitripyline • Ubat-ubatan ini mempunyai kesan sampingan seperti membahayakan kandungan terutamanya bagi topiramate.

Oleh itu, ia haruslah diambil atas nasihat doktor sahaja. - Bukan ubatan: • Menghindari pencetus yang telah dikenal pasti • Memastikan sakit kepala bukan disebabkan oleh pengambilan ubat tahan sakit yang berlebihan.

Sekiranya ia disebabkan oleh perkara ini, pesakit perlu berhenti dari pengambil ubat tahan sakit tersebut selama sebulan. Selain yang dinyatakan di atas, terdapat beberapa jenis lain yang jarang berlaku iaitu: • Abdominal migrain Serangan berbentuk sakit perut yang terjadi dalam beberapa jam selalunya berlaku kepada kanak-kanak • Ocular migrain Masalah bertumpu pada bahagian mata sehingga menyebabkan hilang sebahagian atau keseluruhan pengelihatan atau menyebabkan masalah pergerakan mata • Hemiplegic migrain Mempunyai ciri sakit kepala berserta dengan lemah sebahagian badan.

Ia seakan akan strok dan sering mengelirukan. • Bassilar type migrain Simptom sakit pada belakang kepala berserta aura yang abnormal seperti menjadi buta seketika, melihat imej berganda, pengelihatan berpusing, pendengaran berdengung, dan pertuturan tidak jelas.

DoctorOnCall adalah platform kesihatan digital terbesar pertama di Malaysia, memudahkan akses kepada ubat-ubatan dengan harga berpatutan melaui farmasi atas talian kami. Kami menyediakan perkhidmatan kesihatan digital termasuk Farmasi Atas Talian dan Konsultasi melalui video.

Dengan harga terbaik, perkhidmatan yang cepat dan mudah digunakan, penjagaan kesihatan anda menjadi lebih mudah dengan DoctorOnCall. Baca Lebih Lanjut
Pernah merasakan sakit kepala sebelah? Mungkin itu adalah migrain. Istilah migrain sendiri sudah umum di kalangan masyarakat Indonesia.

Tapi, tidak sedikit yang sulit membedakannya dengan pusing biasa. Lalu, apa saja penyebab munculnya migrain, gejala, dan cara pencegahannya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini. Apa itu migrain? Migrain atau yang sering dikenal dengan sakit kepala sebelah adalah suatu kondisi neurologis yang bisa menyebabkan serangkaian gejala.

Gejalanya ditandai dengan sakit pada kepala yang intens dan relatif berat. Migrain umumnya berawal pada rasa nyeri di satu sisi, meski kemungkinan bisa menyebar ke beberapa sisi lainnya di kepala. Baca juga: Jangan Remehkan, Kenali Jenis-Jenis Sakit Kepala yang Perlu Kamu Tahu Apa bedanya dengan sakit kepala biasa?

Banyak orang masih bingung untuk membedakan antara sakit kepala biasa dan migrain. Migrain pada umumnya hanya apa itu migrain satu sisi kepala pada tahapan awal, meski bisa saja kemudian menyebar ke semua bagian lain pada jangka waktu yang lebih lama.

Sementara itu, sakit kepala biasa adalah kondisi sakit kepala yang terjadi secara menyeluruh, baik pada tahap awal sampai akhir. Perbedaan antara keduanya adalah pada durasi dan kepekaan sensorik. Migrain bisa berlangsung selama berhari-hari, sedangkan pusing biasa mungkin dalam hitungan menit atau jam.

Selain itu, saat kondisi ini terjadi, saraf sensorik akan lebih peka terhadap cahaya yang menyilaukan, aroma kuat seperti parfum, dan suara yang keras. Migrain juga bisa disertai gejala lain seperti rasa mual dan kesemutan pada sejumlah area tubuh. Gejala-gejala tersebut tidak terjadi pada orang yang sedang mengalami pusing biasa. Apa penyebab sakit kepala sebelah akibat migrain? Sampai saat ini, para ilmuwan belum mengetahui apa penyebab pasti dari salah satu gangguan pada kepala ini.

Hanya saja, berdasarkan hasil sejumlah penelitian yang telah dibuat, migrain bisa terjadi pada seseorang karena adanya gangguan saraf di kepala, termasuk perubahan kimia yang terjadi di otak. Salah satunya adalah penurunan kadar serotonin. Faktor pemicu migrain Meski penyebab pasti sampai saat ini belum diketahui, namun ada beberapa indikator yang bisa menjadi pemicu terjadinya sakit kepala tersebut, di antaranya: • Obat-obatan hormon.

Obat-obatan yang bekerja melibatkan hormon dalam tubuh manusia seperti pil kontrasepsi, bisa menyebabkan gangguan di kepala. Ini disebabkan oleh reaksi saraf otak terhadap perubahan hormon itu sendiri. • Perubahan hormon. Perubahan hormon yang diakibatkan kondisi tertentu bisa memicu migrain, misalnya menstruasi.

Fluktuasi estrogen bisa menjadi faktor utamanya. • Alkohol. Kandungan di dalam alkohol dapat menyebabkan kerusakan saraf pada otak dalam apa itu migrain waktu panjang. • Stres. Kondisi stres atau depresi memberikan ketegangan pada kepala, yang berakhir pada terganggunya sirkulasi pada pembuluh darah. • Aspek sensorik. Migrain dapat terjadi saat adanya stimulus pada saraf sensorik, seperti suara yang keras, aroma yang kuat seperti dari parfum, dan sinar atau cahaya yang menyilaukan.

• Perubahan tidur. Saat seseorang mengalami masalah pada tidurnya, fungsi otak akan berkurang dan saraf di kepala akan kehilangan fungsi terbaiknya. • Perubahan cuaca. Perubahan cuaca membuat suhu sekitar mengalami fluktuasi. Akibatnya, tekanan barometrik memicu terjadinya migrain pada kepala. • Makanan. Beberapa kudapan olahan, terutama junk food, memiliki kandungan garam yang tinggi. Ini bisa memicu terjadinya gangguan pada kesehatan, termasuk kepala. Gejala migrain yang sering terjadi Gejala migrain bukan apa itu migrain sakit kepala sebelah saja.

Ada banyak tanda-tanda lainnya yang dibedakan berdasarkan jenis-jenisnya. Namun, dari semua jenis migrain yang ada, gejala umum yang muncul meliputi: • Nyeri sedang hingga berat. • Rasa sakit pada satu atau semua sisi kepala. • Denyut yang intens. • Ketidakmampuan melakukan sesuatu akibat rasa sakit kepala yang dirasakan.

• Muntah dan mual. • Peka terhadap suara keras dan cahaya yang menyilaukan. • Perubahan suhu tubuh secara bertahap. • Sakit perut dan diare. Gejala tersebut dapat muncul sebelum, selama, dan atau setelah migrain itu berlangsung. Meski, tidak semua jenis memiliki gejala yang sama seperti yang telah disebutkan di atas. Jenis-jenis migrain Meski gejalanya hampir mirip antara satu dengan yang lain, migrain memiliki banyak klasifikasi yang dibedakan berdasarkan faktor pemicu dan tanda-tandanya, di antaranya adalah: 1.

Aura Jenis ini juga disebut sebagai migrain klasik, terjadi pada 25 persen orang di seluruh dunia. Artinya, janis aura memiliki persentase yang lebih kecil dan kemungkinan terjadinya relatif tidak banyak. Mengutip International Headache Society, aura sendiri merupakan suatu gejala yang dipicu oleh gangguan sistem saraf yang bisa muncul pada sebelum atau bersamaan dengan sakit kepala itu sendiri.

Ada beberapa karakteristik dari aura, yaitu: • Masalah pada saraf sensorik (kesemutan dan lidah mati rasa). • Sulit untuk bergerak. • Penglihatan berkurang. • Denging di telinga. • Pendengaran berkurang. • Ataksia (kesulitan mengontrol tubuh). 2. Nonaura Jenis ini adalah yang paling sering dialami sebagian besar orang. Beberapa gejala atau karakteristik dari migrain nonaura adalah: • Sakit kepala sebelah bertahap yang jika tidak diobati bisa semakin parah. • Rasa nyeri pada satu sisi kepala dengan kategori sedang sampai berat.

• Rasa sakit yang semakin bertambah saat tubuh dipaksa untuk bergerak. • Rasa mual dan muntah. Migrain nonaura murni disebabkan oleh gangguan saraf apa itu migrain kepala. Artinya, bukan merupakan komplikasi dari penyakit yang telah diderita seseorang. 3. Vestibular Migrain yang satu ini hampir mirip dengan vertigo. Bahkan, tidak jarang yang menganggapnya sebagai vertigo. Ini disebabkan oleh gejala yang hampir sama, yaitu sakit kepala yang disertai ketidakseimbangan pada tubuh.

Istilah “vestibular” mengacu pada sistem tubuh yang melibatkan otak dan telinga. Sakit kepala ini bisa terjadi pada semua usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sama seperti vertigo, migrain vestibular sangat melemahkan keseimbangan tubuh.

Artinya, jika dibiarkan, bisa membuatmu tidak berdaya dalam melakukan sesuatu. Penanganan dokter adalah hal yang tepat agar terhindar dari komplikasi penyakit lainnya.

4. Kronis Migrain kronis adalah salah satu jenis yang terparah, bisa terjadi dalam rentang waktu cukup lama, bahkan hingga tiga bulan lebih. Ada banyak pemicu sakit kepala kronis ini, di antaranya adalah kombinasi dari beberapa jenis migrain serta efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala-gejala yang dirasakan pada umumnya sebagai berikut: • Sakit kepala tak tertahankan. • Cedera leher. • Menderita penyakit serius lainnya, seperti radang sendi (artritis).

• Tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, penanganan serius dari dokter sangat dibutuhkan untuk meredakan gejala yang ada. 5. Optikal Migrain optikal juga bisa disebut sebagai migrain retina. International Headache Apa itu migrain, migrain jenis ini dapat terjadi karena adanya apa itu migrain pada dua mata yang disebabkan oleh faktor berikut: • Cahaya yang menyilaukan.

• Kehilangan penglihatan di satu mata. Ketidakseimbangan ini membuat saraf mata mengirim sinyal ke otak lalu menerjemahkannya dengan rasa sakit pada kepala.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada seseorang yang memiliki astigmatisme (gangguan mata silinder). 6. Menstrual Migrain menstrual hanya dialami oleh wanita, meski tidak semuanya. Mengutip headaches.org, kondisi ini terjadi pada 60 persen wanita saat sebelum, selama, atau setelah periode menstruasi. Sakit kepala jenis ini dipicu oleh estrogen, hormon seks pada wanita yang berperan pada siklus menstruasi. Migrain menstrual terjadi karena adanya perubahan kadar estrogen.

Wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi juga rentan terkena sakit kepala jenis ini, karena pil tersebut bekerja melibatkan estrogen. Gejala migrain mestrual hampir mirip dengan migran nonaura, yaitu dimulai dengan sakit kepala yang berdenyut di satu sisi, disertai rasa mual dan sensitivitas terhadap suara dan cahaya yang meningkat. 7. Migrain karena stres International Headache Societymemang tidak memasukkan stress migraine sebagai salah satu jenis migrain. Hanya saja, stres bisa menjadi pemicu dari sakit kepala itu sendiri.

Kondisi ini bisa timbul akibat adanya ketegangan di kepala, membuat sirkulasi di pembuluh darah menjadi tidak normal. Baca juga: Sakit Kepala Tak Tertahankan, Ini 10 Cara Meredakannya Migrain pada anak Migrain tidak terbatas pada usia tertentu.

Anak-anak juga bisa mengalami kondisi sakit kepala yang sama seperti orang dewasa. Hanya saja, gejalanya tidak separah usia dewasa. Migrain pada anak biasanya disertai dengan: • Berkurangnya nafsu makan. • Mual. • Malas melakukan aktivitas. • Sensitif terhadap cahaya dan suara. Migrain pada ibu hamil Migrain pada ibu hamil umumnya disebabkan oleh ketidakstabilan hormon.

Oleh karena itu, biasanya sakit kepala yang dirasakan akan berangsur membaik setelah melalui proses persalinan. Meski begitu, tetap ada peluang terjadinya migrain saat proses melahirkan. Beberapa faktor pemicunya adalah: • Kelahiran prematur.

• Bayi yang lahir dengan berat badan di bawah bobot yang seharusnya. • Preeklampsia (tekanan darah tinggi saat hamil). Migrain yang terjadi saat masa kehamilan menjadi tantangan tersendiri. Ini karena saat hamil, wanita tidak boleh sembarang minum obat, karena bisa membahayakan janinnya jika terjadi reaksi negatif.

Dokter akan memberikan obat khusus yang bisa meredakan sakit kepala, namun tidak memberikan dampak buruk bagi janin. Orang-orang yang berisiko mengalami sakit kepala sebelah Selain melihat dari pemicunya, ada beberapa kelompok orang yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi terkena migrain dibandingkan yang lain yaitu: • Usia.

Meski dapat terjadi pada siapa saja, orang berusia 30 tahun ke atas lebih rentan mengalami kondisi ini. • Gender. Wanita memiliki risiko terkena migrain karena lebih sering mengalami ketidakstabilan hormon, seperti saat menstruasi dan hamil. • Riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat migrain berpeluang untuk mengalami hal yang sama. Baca juga: Vertigo: Penyebab, Penanganan, dan Cara Pencegahannya Cara mengatasi dan mengobati migrain Pengobatan migrain terdiri dari dua jenis, yaitu: • Obat pereda nyeri, bekerja dengan cara menghentikan nyeri pada migrain, seperti aspirin atau ibuprofen.

• Obat pencegahan, diminum secara teratur untuk mengurangi tingkat keparahan dan risiko komplikasi penyakit kepala lainnya. Jika obat-obatan tersebut tidak memberikan efek signifikan, maka dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui apa yang apa itu migrain terjadi.

Pemeriksaan tersebut meliputi: • MRI, digunakan untuk mendapatkan hasil visual tentang struktur otak dan pembuluh darah di sekitarnya, memanfaatkan medan magnet dan gelombang radio.

• CT Scan, digunakan untuk menangkap gambar penampang otak secara detail, membantu dokter mengidentifikasi adanya gangguan yang menyebabkan sakit kepala. Pencegahan migrain Olahraga dapat membuat tubuh sehat. Sumber foto: shutterstock. Bisa dikatakan, migrain adalah reaksi yang diberikan tubuh secara spontan setelah melakukan atau terjadi sesuatu. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan dengan menerapkan pola atau gaya hidup sehat, seperti: • Tetap terhidrasi. Cukupi asupan cairan tubuh dengan minum minimal 1,5 liter air setiap hari.

• Tidur yang cukup. Tidur yang kurang bisa mengacaukan fungsi saraf otak. • Kelola stres dengan baik. Ini akan membantu tubuhmu mengurangi ketegangan yang ada di kepala.

• Olahraga. Selain menyehatkan, aktivitas yang satu ini juga bisa menjaga sirkulasi darah menuju otak tetap berjalan dengan baik.

• Relaksasi. Saat tubuh merasa tenang, otak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Itulah ulasan lengkap tentang migrain beserta cara pencegahannya. Yuk, jaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari migrain! Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini! • Healthline, diakses 17 Mei 2020, Everything You Want to Know About Migraine.

• Medical News Today, diakses 17 Mei 2020, Everything you need to know about migraine. • Mayo Clinic, diakses 17 Mei 2020, Migraine. • International Headache Society, diakses 17 Mei 2020, Migraine.

• The National Headache Foundation, diakses 17 Mei 2020, Mestrual Migraine.none
Pengertian Migrain Migrain adalah sakit kepala yang terasa seperti berdenyut dengan tingkat sedang hingga parah. Biasanya hanya menyerang di satu sisi kepala saja. Menurut data WHO tahun 2016, orang dewasa yang memiliki kelainan sakit kepala mencapai 50 persen dari total populasi dunia.

Pada tahun 2015, setengah sampai tiga perempat populasi orang berusia 18-65 tahun dunia menderita sakit kepala dan 30 persen di antaranya migrain. Umumnya, migrain diderita oleh wanita. Tanpa pengobatan, biasanya migrain dapat berlangsung selama 4 jam. Namun, migrain tingkat parah dapat berlangsung hingga satu minggu. Frekuensi munculnya berbeda untuk tiap penderita. Tapi secara rata-rata, migrain muncul 2-4 kali sebulan. Pada beberapa kasus, migrain bisa saja muncul tiap beberapa hari sekali.

Jenis-jenis Migrain Biasanya migrain didiagnosis melalui sesi konsultasi dengan dokter. Informasi yang dokter dapatkan dari Anda bisa digunakan untuk mengidentifikasi pola sakit kepala yang sesuai dengan gejala migrain. Umumnya, migrain menimbulkan gejala mual, muntah, serta lebih peka terhadap cahaya, suara, dan aroma. Istilah untuk gejala yang menandakan migrain akan muncul adalah aura. Ada beberapa tipe migrain, di antaranya: • Migrain dengan aura.

Biasanya tanda yang muncul sebelum terjadi migrain adalah seperti melihat kilatan cahaya atau telinga berdenging • Migrain tanpa aura. Migrain muncul tanpa gejala sebelumnya. • Aura migraine tanpa sakit kepala. Penderita merasakan aura, tetapi tanpa diiringi migrain Artikel Lainnya: Kenali Lebih Dalam Berbagai Penyebab Migrain Penyebab Migrain Penyebab migrain belum apa itu migrain pasti.

Namun, kemunculan migrain diduga sebagai efek dari aktivitas tidak normal otak yang memengaruhi pembuluh darah, saraf, dan zat kimia di dalam otak. Jika seseorang memiliki riwayat penyakit sama dalam keluarga, maka ia memiliki risiko terserang migrain. Pemicu migrain Banyak hal diduga sebagai pemicu migrain. Untuk tiap penderita, migrain bisa saja dipicu oleh sebab yang berbeda-beda.

Jadi, apa itu migrain Anda memiliki catatan khusus agar dapat mengidentifikasi pemicu yang secara konsisten menyebabkan migrain. Beberapa hal yang dapat memicu migrain antara lain: • Perubahan hormon Wanita lebih berisiko menderita migrain ketimbang pria. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi kadar hormon yang berkaitan erat dengan migrain. Banyak wanita mengalami migrain pada saat menstruasi. Penurunan kadar esterogen diduga sebagai biang keroknya. Banyak penderita migrain wanita merasa penyakitnya membaik setelah mengalami menopause.

Namun, tidak sedikit juga yang merasakan sebaliknya. • Pemicu emosional diri Ternyata, migrain dapat dipicu oleh apa itu migrain emosional penderitanya.Contohnya stres, kegembiraan teramat sangat, kecemasan, dan depresi.

• Pemicu fisik Keadaan fisik yang timbul akibat dari pola hidup juga bisa memicu migrain. Contoh pemicu fisik adalah: • Kelelahan • Tidak mendapatkan istirahat yang cukup baik dari segi kualitas maupun kuantitas • Ketegangan pada leher dan bahu, biasanya berkaitan dengan postur tubuh • Melakukan aktivitas fisik berat yang tidak biasa dilakukan • Pemicu pola makan dan bahan makanan Berikut adalah hal-hal yang berhubungan dengan pola makan yang dapat memicu migrain: • Makan tidak teratur • Dehidrasi • Minuman keras • Minuman berkafein seperti teh dan kopi • Cokelat, keju, atau jeruk • Faktor pemicu dari lingkungan Beberapa faktor lingkungan yang bisa menyebabkan seseorang migrain antara lain: • Cahaya terlalu terang • Layar (TV atau monitor komputer) yang berkedip • Merokok atau berada di ruangan penuh asap • Bunyi-bunyian bervolume kencang • Perubahan cuaca • Aroma apa itu migrain • Faktor obat-obatan Mengonsumsi obat tidur, pil kontrasepsi, atau menjalani terapi penggantian hormon (yang kadang dilakukan untuk meredakan gejala menopause) dapat memicu terjadinya migrain.

Gejala Migrain Gejala utama migrain umumnya adalah sakit kepala berdenyut yang terasa di satu sisi kepala. Biasanya, rasa sakit memburuk jika tubuh bergerak sehingga menghalangi pengidap beraktivitas normal. Pada kasus tertentu, rasa sakit itu muncul di kedua sisi apa itu migrain, wajah, dan leher. Gejala yang dirasakan pengidap migrain dapat bervariasi. Namun, pada umumnya ada lima fase gejala migrain, yaitu: Prodrome Gejala yang muncul sebelum migrain menyerang. Biasanya berupa perubahan suasana hati (misalnya mudah tersinggung) atau indera peraba lebih sensitif.

Kelelahan dan otot kaku juga umum dirasakan apa itu migrain fase ini. Ada juga yang merasakan ngidam makanan tertentu, sembelit, atau sering menguap. Aura Biasanya berupa gangguan penglihatan. Ada penderita yang mengalami kilatan cahaya pada pandangan yang kabur, cahaya berwarna-warni, atau bahkan kehilangan penglihatan separuh (hemianopsia).

Aura adalah gejala dari sistem saraf. Sakit kepala Nyeri migrain biasanya muncul hanya pada satu sisi kepala saja. Meski demikian, nyeri berdenyut ini bisa juga muncul pada kedua sisi kepala. Pada fase ini, kebanyakan penderita merasakan mual bahkan sampai muntah. Selama serangan migrain, Anda dapat menjadi sensitif terhadap cahaya dan bunyi. Tanpa pengobatan, fase ini bisa bertahan 4-72 jam. Postdrome Nyeri mereda tetapi gejala-gejala yang menyertainya tetap ada. Butuh waktu agak lama untuk hilang sama sekali.

Gejala penyerta Gejala lain yang biasanya menyertai migrain antara lain berkeringat berlebihan, tidak dapat berkonsentrasi, merasa sangat panas atau sangat dingin, nyeri perut, dan diare.

Namun, tidak semua penderita mengalami gejala-gejala tersebut. Gejala-gejala tersebut juga tidak selalu muncul secara bersamaan. Bahkan, dalam beberapa kasus pengidap dapat merasakan gejala tanpa disertai sakit kepala. Tiap satu dari tiga penderita migrain mengalami gejala yang muncul sebelum migrain menyerang. Gejala ini dikenal dengan sebutan aura, yang terdiri dari: • Masalah visual, seperti melihat pola zig-zag dalam penglihatan • Kebas atau kesemutan, berawal dari satu sisi tangan dan menjalar ke arah wajah • Kehilangan keseimbangan atau pusing • Mengalami kesulitan bicara • Pingsan, namun ini jarang sekali terjadi Durasi aura adalah sekitar lima menit hingga satu jam.

Munculnya aura bisa diiringi sakit kepala atau tidak sama sekali. Artikel Lainnya: Waspada, Migrain Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Diagnosis Migrain Untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai, Anda memerlukan diagnosis yang akurat. Migrain umumnya didiagnosis dengan melihat pola sakit kepala yang sesuai dengan gejala migrain. Pertama-tama, dokter akan bertanya mengenai riwayat sakit kepala yang selama ini Anda rasakan.

Jelaskan gejala dan karakteristik sakit yang Anda alami dengan detail. Ada baiknya Anda juga memiliki catatan khusus mengenai serangan migrain yang pernah dialami.

Beritahukan pada dokter mengenai lokasi sakit kepala, gejala yang Anda rasakan, durasi sakit kepala, waktu sakit kepala muncul, frekuensi sakit kepala, tingkat parahnya sakit kepala, skala 1-10. Selain itu, informasikan juga makanan apa yang Anda konsumsi sebelum sakit kepala muncul dan jenis pengobatan yang mungkin sedang atau sudah pernah Anda lakukan. Bagi wanita, memberitahukan siklus menstruasi juga dapat membantu dokter dalam mendiagnosis.

Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik misalnya memeriksa penglihatan, koordinasi antaranggota tubuh, refleks, dan memeriksa kondisi indera peraba. Pemeriksaan tersebut akan membantu mengeliminasi kemungkinan sakit kepala berkaitan dengan penyakit lain.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan dokter mengenai sakit kepala yang Anda rasakan: • Apakah sakit kepala hanya terasa pada satu sisi kepala saja? • Apakah sakit kepala yang Anda rasakan berupa sakit berdenyut? • Apakah menyulitkan Anda beraktivitas? • Apakah sakit kepala memburuk saat Anda melakukan kegiatan fisik? • Apakah disertai gejala lain seperti mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya serta bunyi?

Jika dibutuhkan, dokter akan menyarankan pemeriksaan saraf. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan kemungkinan Anda mengidap penyakit saraf yang bisa memengaruhi otak dan dapat menyebabkan munculnya migrain. Artikel Lainnya: Ini Penyebab Migrain Saat Haid dan Cara Mengatasinya Pengobatan Migrain Migrain sebenarnya tidak dapat disembuhkan.

Namun, frekuensi dan nyerinya bisa dikontrol menjadi lebih jarang dan ringan. Penanganannya pun berbeda untuk tiap penderita. Jadi, Anda mungkin harus mencoba beberapa metode penanganan berbeda sebelum menemukan yang cocok. Pilihan penanganan bergantung pada frekuensi, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan secara umum.

Ini juga termasuk kondisi khusus seperti wanita hamil dan menyusui. Tiap penderita memiliki preferensi berbeda dalam menanggulangi migrain. Anda bisa saja merasa sangat terbantu dengan tidur atau berbaring di dalam ruangan gelap. Namun ada juga yang mencari kenyamanan dengan cara mengonsumsi sesuatu. Biasanya penderita migrain mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan nyeri dan meringankan rasa mual.

Namun sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan. Obat pereda sakit Banyak penderita migrain terbantu dengan obat-obatan pereda sakit yang dijual bebas seperti parasetamol, ibuprofen, dan aspirin.

Waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat pereda sakit adalah pada saat awal migrain melanda. Sebab obat memerlukan waktu untuk larut dalam darah dan meredakan gejala. Tidak disarankan untuk mengonsumsi obat di saat nyeri sudah berlarut-larut karena efeknya tidak akan terlalu terasa. Obat pereda sakit berbentuk tablet larut adalah alternatif obat yang bisa Anda coba.

Obat ini akan lebih cepat meresap ke dalam aliran darah. Tapi ingat, aspirin dan ibuprofen tidak disarankan untuk penderita berusia di bawah 16 tahun dan Anda yang memiliki masalah gangguan perut seperti maag.

Berkonsultasilah ke dokter jika Anda tidak merasa gejala membaik. Dokter mungkin akan memberikan obat dalam dosis lebih tinggi atau merekomendasikan obat pereda sakit yang dikombinasi dengan triptan dan obat antimual. Triptan Ini adalah kelompok obat-obatan yang secara spesifik dapat apa itu migrain migrain.

Triptan bekerja dengan meredam perubahan zat kimia pada otak yang menjadi penyebab migrain. Kelompok obat ini akan membuat pembuluh darah menyempit sehingga menghalangi sinyal sakit pada saraf otak. Karena fungsinya itulah apa itu migrain tidak boleh diberikan jika Anda memiliki risiko stroke atau serangan jantung.

Efek samping triptan lainnya antara lain menimbulkan rasa panas, kesemutan, mual, mulut kering, mengantuk, pusing, dan lemah otot. Obat antimual Pada penderita migrain, obat antimual dapat meredakan gejala walaupun penderita tidak merasakan mual atau ingin muntah. Sama dengan obat pereda sakit, obat antimual paling efektif diminum sesaat setelah migrain muncul. Biasanya obat ini berbentuk tablet.

Efek samping obat antimual biasanya mengantuk dan diare. Pengobatan untuk wanita hamil dan menyusui Secara umum, penanganan migrain dengan menggunakan obat-obatan harus dibatasi saat penderita hamil atau menyusui. Sebaiknya penderita menghindari pemicu agar migrain tidak kambuh. Jika diperlukan, dokter dapat memberikan obat pereda sakit dosis rendah seperti parasetamol.

Namun, sebelum meminum obat Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Pencegahan Migrain Kenali pemicu migrain Anda, seperti stres atau makanan tertentu, agar bisa menghindarinya.

apa itu migrain

Ini akan mengurangi risiko migrain kambuh. Menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang, berolahraga teratur, serta memantang makanan atau minuman yang diduga bisa memicu migrain seperti kafein juga dapat meminimalisir peluang migrain menyerang. Untuk wanita, karena migrain seringkali dikaitkan dengan perubahan hormon, sebaiknya hindari konsumsi obat-obatan yang mengandung hormon esterogen seperti pil KB.

Kapan migrain harus ditangani serius? Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter apabila terjadi hal-hal berikut ini: • Frekuensi gejala migrain cukup sering dialami • Tingkat keparahan gejala tidak lagi dapat diatasi dengan mengonsumsi obat pereda sakit yang dijual bebas.

Konsumsi obat pereda sakit juga harus sesuai petunjuk. Jika dikonsumsi terlalu banyak, tubuh akan menjadi kebal terhadapnya. • Migrain muncul lebih dari lima hari sebulan, meskipun Anda sudah mencoba mengontrolnya dengan obat-obatan Anda pun harus waspada karena sakit kepala seringkali merupakan gejala awal dari penyakit yang lebih serius.

Contoh penyakit yang dimaksud adalah stroke atau radang otak, terutama jika muncul kondisi berikut: • Kesulitan bicara • Sakit kepala apa itu migrain tertahankan yang tidak pernah dialami sebelumnya • Sakit kepala yang disertai demam tinggi, leher kaku, kebingungan, kejang, penglihatan ganda, dan ruam • Lengan atau wajah, sebagian atau seluruhnya, lumpuh atau terasa lemas Jika Anda mengalami apa itu migrain di atas, segera temui dokter untuk mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

Kepala Sering Migren Ciri-ciri Vertigo? Ini Penjelasannya




2022 www.videocon.com