Pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Halo Emran E,kakak bantu jawab ya :) Jawaban : Prasasti Tuk Mas. Untuk lebih jelasnya,simaklah pembahasan berikut ini. Bukti adanya Agama Hindu ada pada prasasti Tuk Mas yang ditemukan di Desa Lebak, Kecamatan Grabag Jawa Tengah. Agama Hindu dulunya dibawa oleh musafir dari India yaitu Maha Resi Agastya. Maha Resi agastya atau di kenal dengan nama Batar Guru. Ajaran Hindu yang berkembang dengan aliran Waiṣṇawa,Aliran Waisnawa adalah sebuah aliran yang memuja Dewa Wiṣṇu sebagai dewa utama.

Ajaran ini dianut leh masyarakat diantaranya adalah masyarakat Kutai ( sekitar abad ke- 5-7 M). Dengan demikian,bukti yang menjelaskan tentang pengaruh Hindu sudah ada pada abad ke-5 di kehidupan masyarakat Indonesia terdapat di Prasasti Tuk Mas. Semoga membantu ya :) Pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh Hindu dalam kehidupan masyarakat Indonesia, buktinya adalah (C) penggunaan bahasa Sansekerta dalam penulisan prasasti. Sebab, bahasa Sansekerta adalah bahasa Klasik India, yang disebarkan oleh masyarakat Hindu India ke Indoensia.

Di abad ke-5 kepercayaan masyarakat Indonesia berubah dari animisme dan dinamisme yang berkulturasi menjadi agama Hindu-Buddha. Lalu sistem pemerintahan terbentuk berupa kerajaan dengan pemimpin tunggal sebagai raja. Tradisi pada zaman megalithikum terjadi perubahan arsitektur dengan bentuk limas dan berundak-undak. Dan penulisan huruf Pallawa dan Sansekerta digunakan pada prasasti seperti yang ditemukan pada masa kerjaan Kutai berupa peninggalan Yupa.

Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tugu peringatan. d. makin lunturnya bahasa melayu. Penjelasan Maksud soal: bukti pengaruh Hindu di Indonesia abad 5. Kata kunci: hindu abad ke-5. • Jawaban A salah. Sebab pada abad ke-5, memang dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta terutam pada kerajaan, namun tidak menggantikan bahasa sehari-hari penduduknya. • Pilihan B juga salah.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Karena, pada zaman tersebut pengaruh Hindu bercampur dengan budaya Indonesia seperti cotohnya pengaruh karya sasatra Indonesia yang bercampur dengan cerita Ramayana dan Mahabarata. • Jawaban C benar. Di abad ke-5, terdapat kerjaan Hindu seeprti KUtai dan Tarumanegara, dan pembuatan prasasti dari huruf pallawa dan bahasa sansekerta yang hanya dikuasi oleh Brahmmana.

• D kurang tepat. Sebab, bukti yang ditemukan berupa peninggalan di abada kelima adalah prasasti dengan ukuran huruf pallawa yang dikusi oleh Brahmmana.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Jawabannya Pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh Hindu dalam kehidupan masyarakat di Indonesia buktinya adalah Pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh agama Hindu dalam kehidupan masyarakat di Indonesia, buktinya adalah (C) penggunaan bahasa sansekerta dalam penulisan prasasti.

Sebab, peninggalan pada abad ke-5 adalah prasasti yang terukir huruf Pallawa atau bahasa Sansekerta sebagai bahasa yang dikuasai oleh golongan Brahmmana / pendeta dalam agama Hindu.

Jawabannya ada di buku paket IPS kelas 7 pada tema 4 di halaman 231. Rekomendasi • 5. Berikut ini adalah gerakan menghentikan bola dalam permainan sepak bola kecuali (D) • 13. Kedua kaki terbuka, lutut ditekuk, kedua lengan lurus dijulurkan ke depan bawah dan tangan satu sama lain dikaitkan atau berpegangan, ini merupakan gerakan (C) • 21. Tujuan utama dalam permainan bola basket adalah (a) memasukan bola ke keranjang lawan • 30.

Cara menggiring bola yang dibenarkan adalah dengan (B) Menggunakan Salah Satu Tangan • 8. Telapak tangan membentuk corong menghadap ke atas dan pandangan ke arah bola datang, merupakan cara menangkap bola (B) • 7. Suatu gerakan lenting badan ke atas depan yang disebabkan oleh lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan dinamakan (A) Kategori Kelas VII, SMP Tag Brainly Navigasi Tulisan
Pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.Buktinya adalah 1) sebelum datangnya agama Hindu-Buddha, Indonesia menganut animisme dan dinamisme, yang kemudian berakulturasi dengan agama Hindu-Buddha seperti pada tempat peribadatan, upacara-upacara keagamaan.

2) sebelumnya datangnya agama Hindu-Buddha, sistem pemerintahan belum ada. Setelah masuknya agama Hindu-Buddha, membentuk suatu sistem pemerintahan dengan pemimpin tunggal sebagai raja.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

3) Tradisi Megalitikum mengilhami arsitektur bangunan candi setelah kedatangan agama Hindu-Buddha dengan berbentuk limas dan berundak-undak. 4) Huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta muncul mempengaruhi karya sastra di Indonesia, yang mengambil kisah Ramayana dan Mahabarata.

Hurup Pallawa pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah bahasa Sanskerta juga digunakan dalam penulisan prasasti. Seperti pada Prasasti Yupa dari Kerajaan Kuttai, Kalimantan Timur yang bercerita tentang pemerintahan Raja Mulawarman. Adanya bahasa Sanskerta tidak mempengaruhi bahasa yang ada sebelumnya, seperti Jawa Kuno, Melayu Kuno, Sunda Kuno, dan Bali Kuno. Dan bahasa-bahasa ini juga ditemukan pada prasasti-prasasti pada abad ke-7.

Brainly.co.id Apa pertanyaanmu? giriant Sekolah Menengah PertamaIps 5+3 poin Bukti bahwa abad ke 5 terdapat pengaruh hindu pada masyarakat Indonesia Tanyakan detil pertanyaan tidak puas? sampaikan! dari Nailahrani 30.04.2017 Jawabanmu Isna1515 Isna1515 Si Hebat Teori Ksatria J. L Moens Mencoba menghubungkan proses terbentuknya kerajaan - kerajaan di Indonesia pada awal abad ke 5 dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama. Ternyata sekitar abad ke 5,ada di antara para keluarga kerajaan di India selatan melarikan diri ke Indonesia sewaktu kerajaanya mengalami kehancuran.

Mereka itu nantinya mendirikan kerajaan di Indonesia dan menyebarkan ajaran hindu - buddha. Semoga bermanfaat Lahirnya Orde Baru bertujuan memperbaikipenyelewengan terhadap UUD 1945khususnya berkaitan dengan rangkapjabatan pada lembaga negara seperti .A.

ke … kuasaan negara yang tertinggiditangan MPRSB. Presiden tunduk kepada MPRSC. Jaksa agung merangkap sebagai menteriD. menteri negara diangkat oleh presiden​ 1.sifat dari alat pemuas kebutuhan yaitu 2.skala prioritas kebutuhan mendasarkan pada 3.suatu barang berfungsi saling melengkapi disebut barang 4.kela … ngkaan dalam ekonomi mengandung arti 5.kreativitas berarti 6.terbentuknya harga melalui interaksi penjual dengan pembeli melalui tawar-menawar dinamakan 7.harga terjadi berdasar pada kesepakatan antara titik-titik dan 8.pasar dimana memperjualkan faktor produksi disebut 9.pasar konkret adalah suatu Tempat bertemunya penjual dan pembeli yang dilakukan secara 10.barang atau jasa yang ditukarkan untuk uang dinamakan ​ MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 6.1.

Sebarkan ini: Pada permulaan tarikh masehi, pada Benua Asia terdapat 2(dua) negeri besar yang tingkat peradabannya itu dianggap sudah tinggi, yaitu India dan juga Cina. Kedua negeri tersebut menjalin hubungan ekonomi serta juga perdagangan yang baik. Arus lalu lintas perdagangan serta juga pelayaran berlangsung dengan melalui jalan darat serta laut.

Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilalui oleh India-Cina ialah Selat Malaka. Indonesia terletak di jalur posisi silang dua pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah serta juga dua samudera, dan juga berada di dekat Selat Malaka mempunyai keuntungan, yakni : • Sering dikunjungi oleh bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, serta juga Persia, • Kesempatan untuk dapat melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka dengan lebar, • Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain juga akan semakin luas, • Pengaruh dari bangsa asing masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.

Keterlibatan bangsa Indonesia didalam kegiatan perdagangan serta juga pelayaran internasional yang menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India adalah negara pertama bangsa yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yakni didalam bentuk budaya Hindu.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Suku Mandobo – Bahasa, Kekerabatan, Kepercayaan, Kebudayan, Mata Pencaharian Teori Masuk Hindu Budha Indonesia Perkembangan ajaran Hindu-Budha di Indonesia tidak terlepas dari letak strategis Indonesia yang menjadikannya sebagai daerah dengan banyaknya orang asing yang ingin melakukan perdagangan di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, maka disebarkanlah ajaran –ajaran termasuk di dalamnya ajaran Hindu-Budha.

Ajaran Hindu-Budha telah banyak mewarnai kehidupan di negeri ini. Akan tetapi, proses pasti dari masuknya agama Hindu-Budha di Indonesia masih belum terkuak.

Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli sejarah perihal masuk dan berkembangnya agama Hindu-Budha di Indonesia. Teori tersebut adalah : • Teori Brahmana Teori ini dikemukakan oleh J.C.Van Leur.

Dia berpendapat bahwasanya ajaran agama Hindu-Budha di Indonesia dikembangkan oleh para kaum Brahmana (golongan pemuka agama) dari negeri India. Hal ini didukung dengan penemuan-penemuan prasasti di Indonesia yang hamper semuanya menggunakan huruf Pallawa atau Sansakerta.

Di India, aksara dan bahasa Pallawa maupun Sansakerta hanya dikuasai oleh kaum Brahmana. Selain dari bukti prasasti yang menjadi bukti teori Brahmana, terdapat satu lagi hal yang menjadi bukti pendukung teori ini, yaitu kebiasaan ajaran Hindu di Indonesia hampir sama dengan ajaran Hindu di India.

Di dalam ajaran Hindu, pengajaran agama yang baik dan benar hanya boleh dilakukan oleh kaum Brahmana, dikarenakan mereka mempunyai ilmu yang cukup untuk menyebarkannya. Para kaum Brahmana dari negeri India diundang oleh para ketua suku di nusantara untuk mengembangkan dan mengajarkan ajaran agama Hindu-Budha di Indonesia.

Pada saat itu, di Indonesia masih menganut kepercayaan animism atau dinamisme. • Teori Waisya Teori ini berpendapat bahwa ajaran agama Hindu-Budha di Indonesia dibawa masuk dan berkembang berkat peran dari penganut agama dari golongan Waisya (pedagang) yang merupakan mayoritas penduduk di India.

Para pedagang ini selain melakukan perdagangan di Nusantara, juga menyebarkan paham agama Hindu-Budha di Indonesia. Pada zaman tersebut, pelayaran masih sangat ditentukan oleh musim angin atau tidak. Saat musim angin tidak ada, maka para pedagang dari India tidak bisa kembali ke daerahnya dengan menggunakan kapal-kapal. Maka pada saat itu, mereka menetap sementara di wilayah nusantara sampai musim angin tiba.

Diantara kegiatan mereka pada saat menetap ialah menyebarkan kepada penduduk pribumi ajaran agama Hindu-Budha. Teori ini dikemukakan oleh N.J.Kroom. • Teori Ksatria Dalam teori ini yang dikemukakan oleh C.C.Berg, Mookerji, dan J.L.Moens ini berpendapat bahwasanya ajaran agama Hindu dan Budha di Indonesia dibawa oleh kaum golongan ksatria. Hal ini idak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan agama Hindu Budha di India. Saat itu di India, terjadi perebutan kekuasaan antara golongan penguasa kerajaan di India.

Oleh karena itu, para golongan ksatria yang kalah perang harus melarikan diri ke daerah-daerah lain, tidak terkecuali Indonesia. Di Indonesia, mereka berusaha mendirikan kelompok-kelompokm dan pada akhirnya mendirikan sebuah kerajaan yang bercorak Hindu-Budha seperti pada daerah asalnya. Dalam perkembangannya, mereka juga menyebarkan ajraan gama Hindu-Budha kepada masyarakat lokal tempat kerajaan itu berdiri.

• Teori Arus Balik (Nasional) Dalam teori ini, penyebaran agama Hindu-Budha di Indonesia tidak terlepas dari pastisipasi aktif penduduk nusantara dalam menyebarkan ajaran ini. Pada saat pertama kali dikembangkan oleh para pemuka agam ahIndu-Budha dari negeri India, mereka tertarik dan pada akhirnya berusaha mempelajari ajaran tersebut ke negeri asalnya, yaitu India. Para penduduk lokal berangkat ke India untuk mempelajari langsung ajaran-ajaran yang dipraktekkan di dalam agama Hindu-budha.

Jika dirasa sudah cukup, maka mereka pulang ke Indonesia dan menyebarkan ajaran yang telah mereka dapatkan dengan masyarakat lainnya.

Teori ini dikembangkan oleh F.D.K Bosch • Teori Sudra Teorin ini dikembangkan oleh van Faber. Dia berpendapat bahwa ajaran agama Hindu-Budha dikembangkan di Indonesia melalui para kaum Sudra (budak) yang bermigrasi dari India ke Indonesia untuk mencari penghidupan dan kehidupan yang layak. Di samping itu, merekajuga menyebarkan ajaran agama Hindu-Budha kepad amayarakat lokal. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sejarah Bangsa Akkadia” Definisi & ( Perekonomian – Bahasa – Kebudayaan – Kepercayaan ) Sejarah Kerajaan Hindu Budha di Indonesia • Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur dan merupakan kerajaan tertua di Indonesia.

Kerajaan Kutai adalah kerajaan bercorak agama Hindu pertama di Indonesia. Terdapat oeninggalan sejarah di kerajaan ini, diantaranya adalah tujuh buah prasasti yang dipahat di atas taing batu yang disebut dengan Yupa. Prasasti ini berbentuk huruf Pallawa dengan angka tahun di dalamnya ialah 400 M. dengan ditemukannya prasasti dengan huruf Pallawa ini, Indonesia sudah memasuki zaman sejarah dimana masyarakatnya sudah mengenal tulisan sebagai alat untuk berkomunikasi. Diantara raja-raja yang pernah memerintah di kerajaan Kutai ialah Kudungga, Asmawarman, dan Mulawarman.

• Kerajaan Taruma Negara Kerajaan ini ditemukan di daerah Bogor, Jawa Barat dan diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-5 Masehi. Diantara peninggalan-peninggalan kerajaan Taruma Negara yang terkenal diantaranya pasasti tugu, lebak, pasir awi, jambu, muara cireteun, dan prasasti kebon kopi. Dari prasasti-prasasti di atas, bercerita bahwasanya yang memerintah kerajaan Taruma Negara adalah seorang raja yang snagat bijaksana dan adil serta sangat memperhatikan kemakmuran pada rakyatnya.

Ia adalah Purnawarman. • Kerajaan Melayu Dharmasraya Kerajaan Melayu merupakan slaah satu kerajaan bercorak Hindu-Budha di daerah Sumatera.

Selain kerajaan Melayu, terdapat satu lagi kerajaan bercorak Hindu-Budha di Indonesia, yaitu kerajaan Sriwijaya yang terletak di Sumatera Selatan.

Kerajaan Melayu Dharmasraya terletak di daerah Jambi. • Kerajaan Sriwijaya Kerajaan ini sudah berdiri sekitar abad ke-7 Masehi. Kerajaan Sriwijaya terletak di daerah Palembang, Sumatera Selatan.

Bukti yang mendukung adanya kerajaan Sriwijaya adalah prasasti-prasasti yang berhuruf Pallawa, yaitu prasasti Talang Tuo, Kota Kapur, Karang Berahi, Kedukan Bukti,dan prasasti Telaga Batu. Dari prasasti-prasasti tersebut dapat diketahui bahwa kerajaan Sriwijaya menganut ajaran agama Budha dengan puncak kejayaan berada pada saat raja Bala Putra Dewa memerintah.

• Kerajaan Majapahit Majapahit merupakan kerajaan bercorak Hindu-Budha yang terletak di desa Tarik, Mojokerto, Jawa Timur. Pendiri kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya dengan puncak kejayaan berada saat Gajah Mada memerintah. Setelah itu, puncak kekuasaan digantikan oleh Hayam Wuruk.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Setelah itu, kerajaan Majapahit sedikit demi sedikit mulai memudar dikarenakan karena penerus-penerus dari Hayam Wuruk tidam mempunyai kemampuan yang mumpuni. Selain itu, adanya perkembangan agama Islam dari kerajaan Demak juga snagat mempengaruhi runtuhnya kerajaan Majapahit. • Kerajaan Bali Sesuai dengan namanya, kerajaan ini terletak di Pulau Bali.

Kerajaan Bali merupakan kerajaan bercorak Hindu yang diakui kehebatannya. Bahkan sampai sekarang, mayoritas penduduk Bali masih beragama Hindu. Pada tahun 914 Masehi seperti yang tertulis dalam prasasti Sanur, diceritakan bahwa terjadi peperangan antara kerajaan Bali dnegan kerajaan Padjajaran.

Peperangan ini terjadi di bawah kekuasaan raja Sri Baduga Maharaja. Perang pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah juga terkenal dengan nama Perang Bubat.

• Kerajaan Kediri Kerajaan ini berdiri di daerah Daha, Kediri, Jawa Timur. Dari bukti-bukti yang pernah ditemukan bahwa kerajaan Kediri mempunyai seorang raja yang terkenal adil dan sangat memperhatikan kemakmuran rakyatnya.

Raj atersebut bernama Jayabaya. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-12 Masehi. • Kerajaan Medang Kerajaan Medang berdiri sekitar abad ke-10 Masehi dnegan pendirinya yaitu Mpu Sindok. Sebenarnya, kerajaan Medang merupakan kerajaan pecahan dari kerajaan Mataram Kuno yang mengalami kehancuran. Mpu Sindok menamakan dinasti kekuasaannya dengan nama Dinasti Isyana. Kerajaan Medang terletak di sekitar sungai Brantas, Jawa Timur. • Kerajaan Singosari Kerajaan Singosari terbentuk setelah meletusnya perang Ganter pada tahun 1222 Masehi antara kerajaan Kediri yang dipimpin oleh raja Kertajaya melawan pasukan Brahmana yang dibantu oleh Ken Arok.

Setelah dinasti raja Kertajaya dapat ditaklukkan, maka berdirilah kerajaan Singosari di bawah kepemimpinan raja Ken Arok yang bergelar Kertarejasa. • Kerajaan Mataram Kuno Kerajaan ini diperkirakan terbentuk sekitar abad ke-8 Masehi. Hal ini didukung dengan penemuan prasasti Canggal. Diantara raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Mataram Kuno, yang sangat terkenal adalah Dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra. • Kerajaan Sunda Kerajaan Sunda merupakan kerajaan yang ada diantara tahun 932 Masehi-1579 Masehi di daerah Bogor, Jawa Barat.

Pada masa perkembangannya, kerajaan ini sudah dapat menguasai sebagian wilayah selatan pula Sumatera. Sekitar abad ke-14 Masehi, ibukota kerajaan Sunda pindah ke Pakuan Pajajaran dan memiliki dua pelabuhan yang terkenal, yaitu Kalapa dan Banten.

Kerajaan Sunda ditaklukkan oleh Maulana Yusuf pada tahun 1579 Masehi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kerajaan Buleleng” Sejarah & ( Kehidupan Politik – Sosial Budaya – Ekonomi – Agama ) Perkembangan Hindu Budha di Indonesia Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik.

Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera, serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan, yaitu: • Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan Persia, • Kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar, • Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas, dan • Pengaruh asing masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.

Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam bentuk budaya Hindu.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia. • Hipotesis Brahmana Hipotesis ini mengungkapkan bahwa kaum brahmana amat berperan dalam upaya penyebaran budaya Hindu di Indonesia. Para brahmana mendapat undangan dari penguasa Indonesia untuk menobatkan raja dan memimpin upacara-upacara keagamaan. Pendukung hipotesis ini adalah Van Leur.

• Hipotesis Ksatria Pada hipotesis ksatria, peranan penyebaran agama dan budaya Hindu dilakukan oleh kaum ksatria. Menurut hipotesis ini, di masa lampau di India sering terjadi peperangan antargolongan di dalam masyarakat. Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang, lantas meninggalkan India.

Rupanya, diantara mereka ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia. Mereka inilah yang kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya.

Di tempat itu pula terjadi proses penyebaran agama dan budaya Hindu. F.D.K. Bosch adalah salah seorang pendukung hipotesis ksatria. • Hipotesis Waisya Menurut para pendukung hipotesis waisya, kaum waisya yang berasal dari kelompok pedagang telah berperan dalam menyebarkan budaya Hindu ke Nusantara. Para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa beserta rakyatnya. Jalinan hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran budaya Hindu.

N.J. Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesis waisya. • Hipotesis Sudra Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang tejadi di India telah menyebabkan golongan sudra menjadi orang buangan.

Mereka kemudian meninggalkan India dengan mengikuti kaum waisya. Dengan jumlah yang besar, diduga golongan sudralah yang memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu ke Nusantara. Selain pendapat di atas, para ahli menduga banyak pemuda di wilayah Indonesia yang belajar agama Hindu dan Buddha ke India.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Di perantauan mereka mendirikan organisasi yang disebut Sanggha. Setelah memperoleh ilmu yang banyak, mereka kembali untuk menyebarkannya. Pendapat semacam ini disebut Teori Arus Balik. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Suku Nias” Definisi & ( Asal Usul – Budaya – Bahasa – Mata Pencaharian – Agama – Kepercayaan ) Pada umumnya para ahli cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa masuknya budaya Hindu ke Indonesia itu dibawa dan disebarluaskan oleh orang-orang Indonesia sendiri.

Bukti tertua pengaruh budaya India di Indonesia adalah penemuan arca perunggu Buddha di daerah Sempaga (Sulawesi Selatan). Dilihat dari bentuknya, arca ini mempunyai langgam yang sama dengan arca yang dibuat di Amarawati (India). Para ahli memperkirakan, arca Buddha tersebut merupakan barang dagangan atau barang persembahan untuk bangunan suci agama Buddha.

Selain itu, banyak pula ditemukan prasasti tertua dalam bahasa Sanskerta dan Malayu kuno. Berita yang disampaikan prasasti-prasasti itu memberi petunjuk bahwa budaya Hindu menyebar di Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi.

Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan. Keterlibatan bangsa Indonesia didalam kegiatan perdagangan serta juga pelayaran internasional yang menyebabkan timbulnya percampuran budaya.

India adalah negara pertama bangsa yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yakni didalam bentuk budaya Hindu. Terdapat beberapa hipotesis yang dinyatakan para ahli megenai proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia.

• Hipotesis Brahmana Hipotesis adalah mengungkapkan bahwa kaum brahmana tersebut amat berperan didalam upaya penyebaran budaya Hindu diIndonesia. Para brahmana tersebut mendapat undangan dari penguasa Indonesia untukdapat menobatkan raja serta juga memimpin upacara-upacara keagamaan. Pendukung hipotesis tersebut adalah Van Leur.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

• Hipotesis Ksatria hipotesis ksatria, peranan dalam penyebaran agama serta budaya Hindu dilakukan oleh kaum ksatria ini. Menurut hipotesis tersebutpada masa lampau di India sering terjadi peperangan diantar golongan pada dalam masyarakat.

Para prajurit yang kalah atau juga jenuh menghadapi perang, lantas pergi meninggalkan India. Rupanya, diantara mereka terdapat juga yang sampai kewilayah Indonesia. Mereka itulah yang kemudian berusaha untuk mendirikan koloni-koloni baru ialah sebagai tempat tinggalnya. pada tempat itu juga terjadi suatu proses penyebaran agama serta juga budaya Hindu.

F.D.K. Bosch ialah salah seorang dari pendukung hipotesis ksatria. • Hipotesis Waisya Menurut pendukung hipotesis waisya ini, kaum waisya tersebut yang berasal dari kelompok pedagang telah berperan didalam menyebarkan budaya Hindu ke Indonesia ini. Para pedagang tersebut banyak berhubungan dengan para penguasa dan juga beserta rakyatnya. Jalinan pada hubungan tersebut telah membuka peluang terjadinya proses penyebaran budaya Hindu. N.J.

Krom ialah salah satu pendukung dari hipotesis waisya tersebut. • Hipotesis Sudra Von van Faber menyatakan bahwa peperangan yang tejadi pada India telah menyebabkan golongan sudra menjadi sekolompok orang buangan. Mereka kemudian pergi meninggalkan India dengan mengikuti kaum waisya tersebut. Dalam jumlah yang besar, diduga golongan sudralah tersebut yang memberi andil didalam penyebaran budaya Hindu ke Indonesia.

para ahli menduga banyak para pemuda di wilayah Indonesia ini yang belajar agama Hindu serta Buddha ke India.

Di perantauan mereka mendirikan suatu organisasi yang disebut Sanggha. Setelah memperoleh keilmuan yang banyak, mereka kembali lagi ke Indonesia untuk menyebarkannya. Pendapat ini disebut dengan Teori Arus Balik. Pada dasarnya para ahli cenderung kearah pendapat yang mengemukakan bahwa masuknya budaya Hindu ke Indonesia itu dibawa serta juga disebarluaskan oleh bangsa Indonesia sendiri.

Bukti tertua yang pengaruh budaya India di Indonesia ialah terdapatnya penemuan arca perunggu Buddha didaerah Sempaga (Sulawesi Selatan). Dilihat dari bentuknya, arca ini mempunyai langgam yang sama dengan arca yang dibuat di Amarawati (India). Selain itu juga, banyak pula ditemukannya prasasti tertua didalam bahasa Sanskerta serta Malayu kuno. Berita yang disampaikan oleh prasasti-prasasti tersebut memberi petunjuk ialah bahwa budaya Hindu tersebut menyebar di Kerajaan Sriwijaya diabad ke-7 Masehi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kerajaan Samudera Pasai” Sejarah & ( Kehidupan Politik – Ekonomi – Sosial – Budaya ) Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia Masuknya suatu ajaran yang telah lama berkembang pastinya akan meninggalkan suatu pengaruh-pengaruh di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Pengaruh-pengaruh tersebut dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, yaitu : • Agama Sebelum mengenal ajaran Hindu-Budha, masyarakat lokal Indonesia telah menganut system kepercayaan animism dan dinamisme, yaitu kepercayaan yang mempercayai ruh nenek moyang, pohon-pohon besar, atau binatang sebagai dewa.

Dengan masuknya ajaran Hindu-Budha, terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat, seperti upacara-upacara keagamaan, tata karma, serta bentuk peribadatan. • Pemerintahan Masyarakat Indonesia mulai mengenal system kepemerintahan sejak masuknya ajaran Hindu-Budha di Indonesia yang dikenalkan oleh orang India.

Di dalam system tersebut, kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu di bawah tampuk kepemimpinan seseorang yang dianggap memiliki kemampuan terbaik dan terkuat. Oleh sebab itu, timbullah kerajaan-kerajaan di Indonesia dnegan corak Hindu-Budha. • Arsitektur Salah satu tradisi yang sudah ada sejak zaman megalitikum pada masyarakat Indonesia adalah bangunan-bangunan seperti Punden Berundak.

Dengan masuknya jaaran Hindu-Budha, maka terjadi peleburan kebudayaan antara Indonesia dan India dengan lahirnya pembuatan-pembuatan candi berbentuk limas dan bertingkat-tingkat (berundak-undak). Hal ini menjadi pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah terdapatnya perpaduan antara budaya Indonesia dan India. • Bahasa Sejak masuk dan berkembangnya ajaran Hindu-Budha di Indonesia, masyrakat pribumi yang dulunya belum mengenal tulisan (zaman pra-sejarah) berubah menjadi telah mengenal tulisan sebagai slaah satu media komunikasi (zaman sejarah).

Hal ini didukung dnegan penemuan prasasti-prasasti dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansakerta. Bahkan sampai saat ini, bahasa Sansakerta masih digunakan, contohnya adalah Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, dan lain-lain. • Sastra Dengan masuknya ajaran Hindu-Budha di Indonesia, tidak terlepas dari masuknya pengaruh-pengaruh sastra dari India. Para penyebar ajaran Hindu-Budha membawa kitab-kitab yang menjadi rujukan, seperti Ramayan dan Mahabrata.

Adanya kitab-kitab tersebut memacu semangat dari para pujangga Indonesia untuk menciptakan hal yang sama. Diantara banyak karya-karya sastra, yang terkenal adalah Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa, Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular, dan kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Suku Minangkabau – Sejarah, Kebudayaan, Adat Istiadat, Kekerabatan, Bahasa, Makanan, Pakaian, Rumah Adat Perkembangan Agama Hindu Budha di Indonesia Agama Buddha tersebut diajarkan oleh Sidharta Gautama di India ditahun ± 531 SM.

Ayahnya ialah seorang raja bernama Sudhodana sertaibunya Dewi Maya. Buddha artinya ialah orang yang telah sadar serta juga ingin melepaskan diri dari samsara. Kitab suci agama Buddha adalah Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli.

ada juga yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah: • Winayapittaka : Berisikan peraturan-peraturan serta juga hukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha. • Sutrantapittaka : Berisikan wejangan-wejangan atau juga ajaran dari sang Buddha. • Abhidarmapittaka : Berisikan penjelasan mengenai soal-soal keagamaan. Pemeluk Buddha tersebut wajib melaksanakan Tri Dharma atau “Tiga Kebaktian” yakni: • Buddha yakni berbakti kepada Buddha. • Dharma yakni berbakti kepada ajaran-ajaran Buddha. • Sangga yakni berbakti kepada pemeluk-pemeluk Buddha.

Selain itu agar orang dapat mencapai nirwana tersebut harus mengikuti 8 (delapan) jalan kebenaran atau juga Astavidha yakni: • Pandangan yang benar. • Niat yang benar. • Perkataan yang benar. • Perbuatan yang benar. • Penghidupan yang benar. • Usaha yang benar. • Perhatian yang benar. • Bersemedi yang benar. Disebabkan munculnya berbagai penafsiran dari ajaran Buddha, akhirnya menimbulkan dua aliran dalam agama Buddha yaitu: • Buddha Hinayana, yakni pada tiap-tiap orang dapat mencapai nirwana atas usahanya sendiri.

• Buddha Mahayana, yakni orang bisa mencapai nirwana dengan usaha bersama serta saling membantu. Pemeluk Buddha tersebut juga mempunyai tempat-tempat yang dianggap suci serta juga keramat yakni: • Kapilawastu, yakni tempat lahirnya Sang Buddha. • Bodh Gaya, yakni tempat Sang Buddha bersemedi dan memperoleh Bodhi.

• Sarnath atau Benares, yakni tempat Sang Buddha mengajarkan ajarannya pertama kali. • Kusinagara, yakni tempat wafatnya Sang Buddha. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Sejarah, SMA, SMP Ditag agama hindu merupakan sinkretisme budaya, ajaran hindu budha di indonesia, aspek kehidupan ekonomi kerajaan tarumanegara, bukti adanya agama budha di indonesia, kelemahan teori ksatria, kerajaan bercorak hindu budha di indonesia, kerajaan budha di indonesia, kerajaan hindu budha di indonesia, kerajaan hindu budha terbesar di indonesia, kerajaan hindu di indonesia, kerajaan islam, kerajaan kutai, makalah perkembangan hindu budha di indonesia, masa islam, materi hindu budha kelas 10, munculnya kerajaan hindu budha di indonesia, pengaruh hindu budha di indonesia, peninggalan kerajaan budha, peradaban hindu budha, perkembangan agama budha di indonesia, perkembangan agama dan kebudayaan budha, perkembangan agama dan kebudayaan hindu budha, perkembangan agama dan kebudayaan hindu budha di indonesia, perkembangan agama hindu budha di india, perkembangan agama hindu di china, perkembangan buddha di indonesia, perkembangan hindu budha di india, perkembangan hindu budha di indonesia brainly, perkembangan hindu di indonesia, pusat kerajaan sriwijaya berada di, rangkuman kerajaan hindu budha di indonesia, rangkuman perkembangan hindu budha di indonesia, sejarah agama hindu dan buddha, sejarah kerajaan hindu di indonesia, Sejarah Perkembangan Hindu Budha Di Indonesia, sejarah perkembangan hindu budha di indonesia dari segi ekonomi sosial politik dan budaya, teori arus balik, teori brahmana Navigasi pos Pos-pos Terbaru • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.Buktinya adalah.

a.penggunaan bahasa sanskerta dalam kehidupan sehari" b.makin lunturnya adat istiadat asli nenek moyang c.penggunaan bahasa Saskerta dalam penulisan prasasti d.makin lunturnya bahasa melayu. . tolong jawab ya. Kelas : V pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah : IPS kategori : Peninggalan Sejarah dari masa Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia kata kunci : Abad ke-5, Hindu-Budhha pembahasan: Pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.Buktinya adalah 1) sebelum datangnya agama Hindu-Buddha, Indonesia menganut animisme dan dinamisme, yang kemudian berakulturasi dengan agama Hindu-Buddha seperti pada tempat peribadatan, upacara-upacara keagamaan.

2) sebelumnya datangnya agama Hindu-Buddha, sistem pemerintahan belum ada. Setelah masuknya agama Hindu-Buddha, membentuk suatu sistem pemerintahan dengan pemimpin tunggal sebagai raja. 3) Tradisi Megalitikum mengilhami arsitektur bangunan candi setelah kedatangan agama Hindu-Buddha dengan berbentuk limas dan berundak-undak. 4) Huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta muncul mempengaruhi karya sastra di Indonesia, yang mengambil kisah Ramayana dan Mahabarata.

Hurup Pallawa dan bahasa Sanskerta juga digunakan dalam penulisan prasasti. Seperti pada Prasasti Yupa dari Kerajaan Kuttai, Kalimantan Timur yang bercerita tentang pemerintahan Raja Mulawarman. Adanya bahasa Sanskerta tidak mempengaruhi bahasa yang ada sebelumnya, seperti Jawa Kuno, Melayu Kuno, Sunda Kuno, dan Bali Kuno.

Dan bahasa-bahasa ini juga ditemukan pada prasasti-prasasti pada abad ke-7. jadi, jawaban yang tepat adalah penggunaan bahasa Saskerta dalam penulisan prasasti (C) 1.Tari Saudati gerakannya diilhami oleh . 2.Tari Saudati merupakan penggambaran . 3.Dalam tari Saudati tepukan dada disebut . 4.Dalam tari Sa … udati jentikan jari disebut . 5.Dalam tari Saudati dipimpin oleh seorang. 6.tari Saudati ditarikan berkelompok sebanyak .7.Tari Serampang dua belas mengisahkan tentang.8.Tari Serampang dua belas sebelumnya bernama.9.Tari Serampang dua belas diiringi oleh lagu .

10.Serampang dua belas bertempo. ​ 4.salah satu karakteristik kenampakan alam tersebut adalah .a.hanya terbentuk di daerah dataran tinggi dan pegununganb.terdapat endapan tanah de … ngan kandungan bahan organikc.terbentuk oleh proses tektonisme dan vulkanismed. air jernih dan mengandung banyak mineral5.a.pegunungan Sewu b.pegunungan Meratus c.pegunungan Jayawijaya d.pegunungan bukit barisansama yg B y gais​
Pada abad ke 5 telah terdapat pengaruh Hindu dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.

Buktinya adalah? • Penggunaan bahasa sansekerta dalam kehidupan sehari-hari • Makin lunturnya adat istiadat nenek moyang • Penggunaan bahasa Sansekerta dalam penulisan prasasti • Makin lunturnya bahasa Melayu • Semua jawaban benar Jawaban: C.

Penggunaan bahasa Sansekerta dalam penulisan prasasti Dilansir dari Encyclopedia Britannica, pada abad ke 5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia.

buktinya adalah penggunaan pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah sansekerta dalam penulisan prasasti. Post navigation Recent Posts • Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerita di atas adalah • Dugaan sementara terhadap suatu permasalahan disebut • Sebagian besar permukaan bumi terdiri dari? • Pasar nyata atau pasar yang unsur-unsur pasarnya, seperti penjual, pembeli, dan barang yang diperjualbelikan ada di situ disebut?

• Sebuah Transformator mempunyai tegangan primer sebesar 220 V. Jika kumparan primernya 200 lilitan dan kumparan sekundernya 2. 000 lilitan, maka tegangan sekunder transformator tersebut adalahPengaruh Hindu dan Buddha di Indonesia – Sudah bukan hal asing lagi jika budaya dan agama Hindu dan Buddha sudah ada sejak lama di Indonesia. Bahkan, sudah ada sejak abad ke-5 hingga abad ke-15.

Datangnya budaya dan agama Hindu dan Buddha menghasilkan sebuah akulturasi budaya dengan budaya Indonesia. Maka dari itu, banyak sekali bangunan bersejarah Indonesia yang bercorak Hindu dan Buddha.

Akulturasi budaya Hindu dan Buddha dengan budaya Indonesia dapat terjadi karena adanya pencampuran budaya tidak menghilangkan budaya asli Indonesia. Bahkan, sampai saat ini banyak sekali ilmuwan dan masyarakat Indonesia yang sangat ingin mengetahui lebih dalam tentang akulturasi budaya ini.

Adanya akulturasi budaya Hindu dan Buddha dengan budaya Indonesia memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang pengaruh Hindu dan Buddha dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Daftar Isi • Pengaruh Hindu-Buddha bagi Masyarakat Indonesia • 1.

Seni Bangunan (Arsitektur) • a. Candi di Jawa Tengah • Anda Mungkin Juga Menyukai • • b. Candi di Jawa Timur • 2. Seni Rupa dan Ukir • a. Patung • b. Relief • c. Makara • 3. Seni Pertunjukkan • a. Seni Wayang • b. Seni Tari • c. Seni Musik • 4. Seni Sastra dan Aksara • 5. Sistem Kepercayaan • 6. Sistem Sosial Kemasyarakatan • a. Brahmana • b. Kesatria • c. Waisya • d. Sudra • 7. Sistem Pemerintahan • 8. Sistem Kalender • Jalur Masuk Hindu-Buddha • 1.

Jalur Darat • 2. Jalur Laut • Kesimpulan Pengaruh Hindu-Buddha bagi Masyarakat Indonesia Pengaruh Hindu-Buddha dapat kita lihat dari berbagai macam bangunan, karya, atau bahkan hingga aktivitas yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Seni Bangunan (Arsitektur) Catatan sejarah mengatakan bahwa di Indonesia ada banyak kerajaan zaman dulu yang berlatar belakang Hindu dan Buddha. Maka dari itu, ada banyak sekali banguna yang dibangun pada zaman itu bercorak Hindu dan Buddha. Hingga saat ini, beberapa bangunan yang dibangun pada zaman kerajaan Hindu-Buddha masih bisa kita lihat. Bangunan-bangunan yang dibangun pada kerajaan Hindu-Buddha biasanya berbentuk candi Setiap bangunan candi yang memiliki corak Hindu-Buddha mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Ada bangunan candi yang berfungsi untuk tempat ibadah, pemakaman, dan ada yang sebagai tempat pemandian suci. Candi yang berfungsi sebagai makam merupakan candi dengan corak Hindu. Sedangkan candi yang berfungsi sebagai tempat ibadah merupakan candi dengan corak Buddha. Jika dilihat dari bangunan dengan corak Hindu-Buddha ini, maka bisa dikatakan bahwa kerajaan Hindu dan kerajaan Buddha sangat berjaya pada masanya.

Pada dasarnya candi terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu kaki candi, tubuh candi, dan puncak candi. Kaki candi disebut dengan bhurloka yang berarti alam dunia fana. Tubuh candi disebut dengan bhurwaloka yang berarti alam pembersihan jiwa, dan puncak candi disebut dengan swarloka yang berarti alam jiwa suci.

Namun, adanya akulturasi budaya membuat bangunan candi disesuaikan dengan kekhasan dari budaya Indonesia. Grameds, pernah membandingkan candi yang berada di Jawa Tengah dengan candi yang berada di Jawa Timur? Candi yang ada pada dua wilayah tersebut memiliki beberapa perbedaan, yaitu: Rp 85.000 Puncak candi yang ada di Jawa Tengah memiliki ciri khas dengan bentuk stupanya dan bahan utamanya berupa batu andesit.

Arah dari candi ini mengarah ke timur. b. Candi di Jawa Timur Candi yang terletak di Jawa Tengah biasanya memiliki bentuknya lebih ramping dan ada hiasan yang lebih sederhana dibandingkan dengan kalamakara di pintu masuk. Jika candi di Jawa Tengah puncak candi berbentuk stupa, maka candi di Jawa Timur berbentuk kubus.

Bahan utama dari pembuatan candi di Jawa Timur adalah batu bata. Sementara itu, arah dari candi ini lebih mengarah ke barat. 2. Seni Rupa dan Ukir Berdasarkan catatan sejarah bahwa masyarakat Indonesia sudah bisa membuat lukisan atau gambar.

Kemampuan itu muncul sebelum adanya pengaruh dari budaya Hindu-Buddha. Selain itu, lukisan tertua yang ada di Indonesia terletak di dinding gua di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bahkan, Dr. Maxime Aubert dari Griffiths Universitas Australia mengatakan bahwa lukisan yang berada di Kabupaten Maros sudah berusia lebih dari 38-40 ribu tahun. Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha, masyarakat Indonesia sudah memiliki kebiasaan melukis atau menggambar dengan pola yang sangat sederhana.

Setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha dalam seni rupa, maka barulah masyarakat Indonesia mengembangkan gambar atau lukisannya dengan motif yang lebih sulit serta dipengaruhi oleh budaya India. Selain memberikan pengaruh pada seni rupa, Hindu-Buddha juga memberikan pengaruh terhadap seni ukir, patung, relief, dan makara. Bentuk dari seni rupa Hindu-Buddha selalu berkembang pada zamannya, sehingga sangat banyak sekali motif-motifnya.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

a. Patung Pada dasarnya masyarakat Indonesia telah mengetahui seni pahatan batu yang sangat besar, seperti menhir dan sarkofagus. Dari pahatan menhir dan sarkofagus, maka dapat dikatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah memiliki kebiasaan dalam membuat patung dengan bentuk seperti manusia. Biasanya patung yang dibuat oleh masyarakat Indonesia zaman dahulu berfungsi sebagai batu penyembahan. Seni membuat patung ini semakin berkembang terutama ketika Hindu-Buddha masuk ke Indonesia.

Pada masa Hindu, setiap patung yang dibuat diletakkan di candi-candi. Biasanya patung-patung pada zaman ini dibagi menjadi dua bentuk, yaitu trimatra dan setengah trimatra. Patung dengan bentuk trimatra memberikan makna dewa, manusia, dan binatang.

Maka dari itu, bentuk patung trimatra berada di dalam candi. Dibuatnya patung trimatra berfungsi untuk memberikan penghormatan kepada raja-raja yang sudah meninggal. Sedangkan, patung dengan bentuk setengah trimatra pada umumnya berada di relief-relief candi. Sedangkan patung-patung pada zaman Buddha pada umumnya berbentuk Sang Buddha. Patung Sang Buddha biasanya dibuat dengan posisi tangannya yang sedang mengarah ke arah mata angin tertentu. b. Relief Relief bisa dikatakan sebagai salah satu unsur yang ada di candi-candi di Indonesia.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Relief yang biasa kita lihat berupa gambar-gambar yang timbul yang ada di dinding-dinding candi. Namun, relief-relief yang ada di candi Indonesia selalu memiliki makna-makna berupa ajaran-ajaran agama, kehidupan sehari-hari, dan kisah para dewa.

Relief yang ada di candi bercorak Hindu umumnya menjelaskan cerita-cerita yang berasal dari kitab suci atau karya sastra. Karya sastra yang digunakan, seperti Mahabharata, Ramayana, Sudamala, Kresnayana, dan Arjunawiwaha. Contoh relief bercorak Hindu yang menceritakan cerita Ramayana bisa kamu lihat di candi Prambanan.

Sedangkan relief Buddha, biasanya bercerita tentang tentah kisah dan perjalanan hidup Sang Buddha, Sidharta Gautama. c. Makara Adanya motif makara ini, maka bisa dilihat bahwa adanya campuran seni ukir India dengan seni ukir Jawa.

Tujuan dibuatnya makara untuk mencegah sifat buruk masuk ke dalam candi dan memberikan tanda bahwa candi ini adalah tempat yang sakral.

3. Seni Pertunjukkan Masuknya pengaruh Hindu-Buddha bukan hanya dapat dilihat dari corak bangunan saja, tetapi kita bisa melihatnya melalui beberapa seni pertunjukkan. Seni pertunjukkan yang mengalami perkembangan pada zaman Hindu-Buddha, seperti seni wayang, seni tari, dan seni musik. a. Seni Wayang Sebelum zaman Hindu-Buddha pertunjukkan seni wayang berfungsi sebagai salah satu bentuk dari upacara pemujaan kepada arwah nenek moyang yang dikenal dengan sebutan Hyang dan kedatangan wayang merupakan bentuk dari arwah nenek moyang tersebut.

Pada zaman Hindu-Buddha, pertunjukkan wayang dikembangkan sesuai dengan zamannya dengan membawakan cerita-cerita dari India, seperti Ramayana dan Mahabharata. Meskipun berasal dari India, tetapi ada beberapa tokoh dari Indonesia yang muncul dipertujukkan wayang. b. Seni Tari Sama halnya dengan seni pertunjukkan wayang, seni tari juga sudah ada sebelum zaman Hindu Buddha masuk. Seni pertunjukkan tari biasanya digunakan untuk mengucapkan terima kasih kepada Sang Pencipta karena sudah diberikan hasil panen yang cukup.

Selain itu, pada proses pengangkatan kepala suku biasanya menggunakan seni pertunjukkan tari juga. Seni pertunjukkan yang disebabkan karena pengaruh dari Hindu-Buddha, sampai saat ini kelestariannya tetapi dijaga dengan baik. Dengan melestarikan seni tari ini menandakan bahwa warisan kebudayaan Indonesia tidak akan mudah hilang. Seni pertunjukkan tari dengan pengaruh Hindu-Buddha bisa dilihat di sendratari Ramayana yang diselenggarakan di candi Prambanan pada saat bulan purnama.

c. Seni Musik J.L.A. Brandes mengatakan bahwa gamelan merupakan salah satu seni pertunjukkan asli yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Hal ini bisa disebabkan karena masyarakat Indonesia sudah beranggapan bahwa pertunjukkan musik gamelan adalah seni musik yang paling tua di Indonesia. Perkembangan seni musik gamelan ini semakin pesat terutama ketika masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia. Informasi tentang seni musik gamelan ini bisa ditemukan pada relief-relief candi, kitab-kitab, dan karya sastra. 4. Seni Sastra dan Aksara Pada zaman Hindu-Buddha sering dikenal sebagai awal mula munculnya aksara di Indonesia.

Aksara tertua yang ada di Indonesia pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah di Kutai, Kalimantan Timur dan terletak pada batu prasasti Yupa.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Prasasti Yupa ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Pada awal kemunculan aksara Pallawa digunakan untuk menulis suatu hal di batu prasasti dan di karya sastra. Setelah mengalami berbagai macam perkembangan, maka aksara Pallawa mengalami perkembangan menjadi aksara Hacaraka.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Aksara Hanacaraka digunakan untuk menulis aksara Jawa dan Bali. Dengan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta yang sering digunakan, maka membuat masyarakat tergerak untuk mengembangkan sastra-sastra di daerah. Secara garis besar, setiap karya sastra pada zaman Hindu-Buddha sangat terpengaruh pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah karya sastra Ramayana dan Mahabharata dari India.

Cerita yang berasal dari India dipadupadankan dengan budaya Indonesia, sehingga mengasilkan cerita yang bermakna dan tentunya menarik untuk dibaca. Karya sastra pada zama Hindu-Buddha biasanya berupa kitab yang disusun oleh Mpu Panuluh dan Mpu Sedah dengan judul Bharatayudha 5. Sistem Kepercayaan Sistem kepercayaan yang ada pada zaman Hindu-Buddha memiliki tiga unsur yang sangat penting.

Pertama, Pada masa praaksara suatu sistem kepercayaan bersumber dari kelompok masyarakat atau kepala suku yang ditandai dengan adanya sebuah ritual. Ritual-ritual ini dipercaya sebagai bentuk penghormatan kepada dewa-dewa. Kedua, adanya kepercayaan pada benda-benda pusaka yang dianggap mempunyai kekuatan magis didalamnya. Pada zaman Hindu-Buddha kepercayaan pada benda-benda pusaka sangat kental, sehingga banyak masyarakat yang percaya akan kekuatan yang ada di dalam benda pusaka tersebut.

Ketiga, pada zaman Hindu-Buddha pemimpin agama selalu mendapatkan tempat terpandang di lingkungan masyarakat. Selain itu, pemimpin agama sangat dihormati oleh masyarakat. Dari ketiga fakta sejarah tersebut, maka dapat dikatakan bahwa adanya pengaruh Hindu-Buddha tidak menghilangkan kepercayaan asli masyarakat Indonesia.

Bahkan, perkembangan agama Hindu-Buddha bisa dibilang memadukan kepercayaan asli atau kepercayaan lokal yang sudah ada sebelumnya. 6. Sistem Sosial Kemasyarakatan Pada sistem sosial kemasyarakatan Hindu-Buddha peran dan fungsi sosial anggota masyarakat dikelompokkan berdasarkan tingkat derajatnya. a. Brahmana Pada tingkatan ini, seseorang akan memiliki peran untuk menjadi penasihat raja dan pendidik agama.

b. Kesatria Pada tingkatan ini, seseorang akan menjadi penyelenggara dan penata sistem pemerintahan yang bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan kerajaan.

Kesatri juga berperan sebagai pembela kerajaan, seperti pembantu raja dan tentara. c. Waisya Pada tingkatan ini, seseorang dikategorikan sebagai masyarakat biasa yang memiliki profesi, seperti pedagang, petani, nelayan, dan pelaku seni. d. Sudra Pada tingkatan ini, seseorang sudah dikategorikan sebagai masyarakat yang memiliki derajat paling rendah. Biasaya seseorang yang mendapatkan tingkatan sudra, seperti pekerja rendah, buruh, budak, dan pembantu.

7. Sistem Pemerintahan Sebelum masuknya Hindu-Buddha, masyarakat Indonesia menganut sistem pemerintahan berupa pemimpin suatu kelompok atau kepala suku. Pada sistem pemerintahan kepala suku, setiap pemimpin yang dipilih berdasarkan siapa yang paling berpengaruh pada kelompok tersebut. Namun, setelah masuknya Hindu-Buddha sistem pemerintahan kesukuan berubah menjadi sistem kerajaan. Pemimpin dari suatu kelompok masyarakat berada di tangan seorang raja. Seorang raja mempunyai hak untuk mewariskan tahtanya secara turun-temurun.

Pada sistem kerajaan ini, para dukun diangkat menjadi penasihat dan memiliki gelar brahmana serta posisinya berada di bawah raja. Sementara itu, kedudukan rakyat tetap sebagai waisya dan para budak tetap berada di posisinya yaitu sebagai sudra. 8. Sistem Kalender Pada zaman praaksara, masyarakat selalu menghitung hari menggunakan ilmu astronomi.

Ilmu astronomi dipercaya dapat menentukan arah mata angin terutama saat melakukan pelayaran. Bahkan, dalam menentukan waktu panen juga menggunakan ilmu astronomi. Akan tetapi, masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia memberikan pengaruh terhadap masyarakat Indonesia berupa perhitungan waktu berdasarkan penanggalan tahun Saka. Kalender tahun Saka memiliki jumlah hari yang terdiri atas 365 hari.

Sedangkan tahun Saka dengan tahun Masehi memiliki selisih tahun, yaitu 78 tahun. Jalur Masuk Hindu-Buddha Pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan dibawa oleh pedagang dan pendeta yang berasal dari India dan Tiongkok. Masuknya pengaruh Hindu-Buddha melalui dua jenis jalur perdagangan yaitu jalur darat dan jalur laut. 1. Jalur Darat Jalur darat menjadi jalur dibawanya Hindu-Buddha ke Indonesia, sehingga ketika di Indonesia terjadi akulturasi budaya.

Jalur darat ini dibuat oleh para pedagang melalui rute jalur sutra. Rute jalur ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu rute jalur sutra utara dan rute jalur sutra selatan. Rute jalur sutra utara dimulai dari India menuju ke Tibet, kemudian mengarah ke utara hingga sampai di Tiongkok, Korea, dan Jepang. Sementara itu, rute jalur sutra dimulai dari India Utara menuju ke Bangladesh, kemudian mengarah ke Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, dan mengarah ke Indonesia.

2.

pada abad ke-5 telah terdapat pengaruh hindu dalam kehidupan masyarakat di indonesia buktinya adalah

Jalur Laut Selain lewat jalur darat, penyebaran Hindu-Buddha melalui jalur laut. Jalur laut ini sangat identik dengan rombongan kapal pedagang dan biasanya rute perjalanan jalur laut dimulai dari India, kemudian ke Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, dan pemberhentian terakhir di wilayah Indonesia.

Kesimpulan Masuknya Hindu-Buddha memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat Indonesia dan mencampurkan budaya Hindu Buddha dengan budaya Indonesia.

Meskipun memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia, tetapi tetap tidak mengurangi keaslian atau nilai-nilai dari masyarakat Indonesia dan budaya Indonesia. Adanya akulturasi budaya ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia terbuka akan budaya baru.

Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1

Kelas 7 - IPS - Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam - Bagian 2




2022 www.videocon.com