Jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

Halo Siocio, kakak bantu jawab yaa. Jawaban yang benar adalah sensus householder. Berikut adalah penjelasannya. Sensus atau cacah jiwa merupakan proses pencatatan, perhitungan, dan publikasi data demografis yang dilakukan terhadap semua penduduk yang tinggal menetap di suatu wilayah atau negara tertentu secara bersamaan. Sensus dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Tujuan utama dilaksanakan sensus penduduk antara lain untuk mengetahui jumlah dan perkembangan penduduk, persebaran dan kepadatan penduduk, mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk, mengetahui kondisi demografis lainnya, seperti tingkat kelahiran, kematian, komposisi, dan migrasi.

di berbagai wilayah dalam periode waktu tertentu. Berdasarkan metode pengisiannya, sensus dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut : 1. Metode householder : pendataan yang dilakukan dengan cara meminta penduduk mengisi daftar pertanyaan sensus secara mandiri.

2. Metode canvasser : pendataan yang dilakukan oleh petugas dengan cara mewawancarai penduduk secara langsung. Sehingga biasanya petugas sensus mengisi daftar sensus, dan penduduk hanya sebagai narasumber.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan sensus householder. Semoga dapat membantu yaa! Yang dimaksud dengan bahan baku industri adalah . a. bahan baku yang tidak mengalami proses industri yang diolah menjadi bahan jadi b.

bahan baku itu dapat diolah dan digunakan sebagai alat produksi di industri c.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

bahan baku yang tidak diolah d. bahan dari sumber daya alam yang digunakan dalam proses produksi e. proses industri prefabrikasi Halo, Squad! Siapa di antara kalian yang sudah pernah merasakan pelaksanaan sensus penduduk? Hmm, tapi kalian tahu tidak sih, ternyata banyak informasi penting tentang sensus penduduk yang harus kita ketahui, lho. Wah, apa saja, ya? Nah, sebelum belajar lebih lanjut, kita pahami dulu yuk, pengertian sensus penduduk. Sensus penduduk adalah penghitungan jumlah penduduk yang dilakukan oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu secara serentak serta bersifat menyeluruh dalam suatu negara untuk kepentingan demografi negara yang bersangkutan.

Sensus Penduduk tahun 2010 (Sumber: afandriadya.com) Tahukah kamu, ternyata ada beberapa jenis sensus, lho! Jenis-jenis sensus tersebut dibagi menjadi 2, yaitu berdasarkan status tempat tinggal penduduk dan metode pelaksanaan sensus tersebut. Dibagi menjadi apa saja, ya? Kuy, kita simak penjelasannya!

Berdasarkan Status Tempat Tinggal Penduduk Berdasarkan status tempat tinggal penduduknya, sensus dapat dibedakan menjadi 2, yaitu sensus de facto dan sensus de jure.

Sensus De Facto Dalam pelaksanaan sensus de facto, petugas sensus mencatat setiap orang yang ada di wilayah tersebut pada saat proses sensus sedang berlangsung. Oleh karena itu, dalam sensus de facto tidak ada klasifikasi lebih lanjut terhadap penduduk yang memang menetap di wilayah tersebut atau penduduk yang hanya tinggal untuk sementara. Sensus De Jure Berbeda dengan sensus de facto, sensus de jure hanya mencatat penduduk yang sudah secara resmi terdaftar sebagai penduduk dan tinggal di daerah tersebut.

Jika menggunakan metode sensus de jure, penduduk asli yang sudah terdaftar dapat dibedakan dengan penduduk yang belum terdaftar. Penduduk yang belum terdaftar tersebut antara lain penduduk yang hanya tinggal di tempat tersebut untuk sementara waktu.

Oleh karena itu, penduduk tersebut tidak diikutkan dalam proses sensus de jure. Berdasarkan Metode Pelaksanaan Sensus Pada pelaksanaannya, sensus dapat dibedakan menjadi dua, yaitu metode householder dan metode canvaser.

Metode Householder Pada metode householder, penduduk diminta untuk mengisi formulir yang berisi pertanyaan mengenai data kependudukan. Setelah selesai mengisi, formulir tersebut akan diminta kembali oleh petugas sensus untuk kemudian diolah.

Metode householder sering digunakan di daerah yang tingkat pendidikan penduduknya cenderung tinggi. Metode Canvaser Metode Canvaser merupakan metode pelaksanaan sensus yang dilakukan dengan cara jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan penduduk secara langsung.

Oleh karena itu, pada metode ini penduduk tidak mengisi formulir secara mandiri, melainkan menjawab pertanyaan petugas yang didasarkan pada formulir data kependudukan. Manfaat Sensus Penduduk Squad, sepertinya sensus penduduk tidak semudah kelihatannya, ya? Tapi, kenapa ya, sensus penduduk harus terus dilakukan? Ternyata, sensus penduduk harus terus dilakukan karena memiliki banyak manfaat.

Apa saja sih, manfaat dari sensus penduduk? Yuk, kita lihat pembahasannya di bawah ini! S quad, sudah lebih paham tentang sensus penduduk, kan? Psst jangan lupa, sensus penduduk selanjutnya tahun 2020, lho! Sudah siapkah kamu untuk turut berpartisipasi? Jangan lupa, selain harus berpartisipasi dalam sensus, kamu juga harus terus semangat belajar, ya! Supaya belajarnya makin seru, yuk belajar pakai ruanglesonline.

Kamu bisa tanya-tanya PR yang susah dengan kakak tutor yang berpengalaman. Belajarnya cuma lewat HP-mu aja, lho! Kapan lagi, kan? Yuk, buat #BelajarJadiPraktis bersama ruanglesonline! Selamat belajar, Squad! Referensi: Kurnia A. (2017) IPS Terpadu SMP Kelas IX. Edisi ke-2. Jakarta: Yudhistira Sumber foto: Foto 'Logo sensus penduduk tahun 2010' [Daring].

Tautan: https://afandriadya.com/tag/sensus-penduduk-2010/ (Diakses: 15 Desember 2020) Artikel diperbarui pada 15 Desember 2020
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Sensus Penduduk – Pengertian, Fungsi, Pelaksanaan, Jenis, Metode, Manfaat & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Sensus Penduduk yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, fungsi, pelaksanaan, jenis, metode, manfaat dan contoh, agar lebih memahami dan mengerti simak ulasan dibawah ini.

Sensus penduduk adalah penghitungan jumlah penduduk oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu secara serentak. Sensus penduduk dilaksanakan tiap 10 tahun dan dilaksanakan oleh badan pusat statistik “BPS”. Pemerintah Indonesia telah melaksanakan sensus penduduk pada tahun 1930, 1961, 1970, 1980, 1990, dan 2000.

Kegiatan sensus penduduk meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan, penilaian, penganalisaan dan penyajian data-data kependudukan. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Angka ( Usia ) Harapa Hidup” Pengertian & ( Rumus – Contoh Angka Harapan Hidup ) Data yang disajikan meliputi data demografi, sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.

Selanjutnya data-data tersebut dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan misalnya untuk bahan perencanaan kebijakan pembangunan. Fungsi Sensus Penduduk • Mengetahui jumlah penduduk seluruhnya. • Mengetahui pertumbuhan penduduk. • Mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk. • Mengetahui komposisi penduduk. • Mengetahui besarnya urbanisasi. • Untuk merencanakan pembangunan bangsa dan negara. Tujuan Sensus Penduduk Sensus Ekonomi Secara umum tujuan Sensus Ekonomi adalah: • Memperoleh data dasar dari unit usaha/perusahaan yang bergerak di berbagai aktivitas usaha di luar usaha pertanian, mencakup: Jumlah dan struktur usaha menurut wilayah, lapangan usaha, dan skala usaha; • Nilai dan struktur produksi/penjualan/pendapatan unit usaha/perusahaan menurut wilayah, lapangan usaha, dan skala usaha; • Jumlah dan struktur tenaga kerja menurut wilayah, lapangan usaha, dan skala usaha; • Karakteristik lainnya, seperti jaringan usaha, penggunaan internet dalam kegiatan usaha (on-line), sistem waralaba (franchise), kepemilikan usaha (ownership); • Keterangan rinci dari unit usaha/perusahaan; • Kendala dan prospek usaha unit usaha/perusahaan.

Secara khusus, kegiatan Sensus Ekonomi bertujuan untuk: • Menyajikan data dasar unit usaha/perusahaan dan aktivitas usaha di luar usaha pertanian sampai wilayah administrasi yang terkecil (small area statistics). • Menyusun peta dan direktori perusahaan UMB yang lengkap dan terpadu untuk setiap wilayah kabupaten/kota. • Memperoleh populasi dari usaha UMB dan usaha UMK menurut wilayah maupun lapangan usaha.

• Menyusun kerangka sampel (sampling frame) survei bidang ekonomi, kecuali wilayah kabupaten Daerah perdesaan. • Mendapatkan informasi lain seperti penggunaan internet dalam kegiatan usaha (on-line), sistem waralaba (franchise), serta kepemilikan unit usaha/perusahaan (ownership).

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian, Fungsi Dan 5 Asas Sistem Sosial Budaya Indonesia Pelaksanaan Sensus Penduduk Kegiatan sensus penduduk dilaksanakan 30 Juni pada tahun yang berakhiran angka nol.Kegiatan ini memiliki tugas yang berat karena harus menyajikan data yang valid, maka dari ituagar mendapatkan hasil yang maksimal pihak yang bersangkutan (Badan Pusan Statistik)melakukan kegiatan pra pelaksanaan, hari pelaksanaan dan pasca pelaksanaan.

1. Pra pelaksanaana • Sebelum melaksanakan sensus, pihak BPS melakukan pelatihan terhadap petugassensus untuk mewawancarai kepala rumah tangga dan anggota denganmenggunakan daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan, halini dilakukan untuk meminimalkan kesalahan. • Membagi wilayah dalam wilayah pencacahan). Luas pencacahan berbeda-bedatergantung pada kemampuan petugas sensus untuk melaksanakan tugasnya dalamsatu hari, yaitu pada hari pelaksanaan.

Suatu wilayah bias terdiri dari satu blok sensus, bias saja terdiri dari beberapa blok sensus, hal ini dilakukan untuk mempermudah, memperingan dan meminimalkan kesalahan cakupan ( error of converage), kesalahan laporan (error of content) dan kesalahan ketepatan laporan(estimating error) 2.

Hari pelaksanaan Dalam pelaksanaan sensus 1 (satu) hari selesai yaitu tanggal 30 Juni, pencacahandilaksanakan system aktif, artinya petugas sensus aktif mendatangi rumah tangga untuk mendapatkan data demografi, social ekonomi dari masing-masing rumah tangga dananggotanya, tetapi sebelum hari H semua quesuiner sudah dibagikan dan yang telahdiidikan diadakan penyesuaian ditakutkan ada kelahiran, kematian, ada pendatang barudan ada anggota rumah tangga yang pindah ke provinsi lain selama periode pencacahan.

3. Pasca pelaksanaan Data hasil pencacahan dari petugas sensus di olah oleh Badan Pusat Statistik. Konsepyang digunakan: • Penduduk yang dicacah Cara pencacahan yang dipakai dalam sensus penduduk adalah kombinasi de jure dan de facto. Bagi mereka yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure,dicacah dimana mereka tinggal secara resmi, sedangkan untuk yang bertempattinggal tetap dicacah secara de facto, di tempat dimana mereka ditemukan oleh petugas lapangan.

Bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap, tetapisedang bertugas di luar wilayah lebih dari 6 bulan, tidak dicacah di tempattnggalnya dan begitu sebaliknya.

• Blok Sensus Adalah wilyah kerja bagi pencacah agar beban kerja setiap pencacahhomogeny. Selanjutnya Blok Sensus ini dapat dijadikan kerangka sampel untuk survey-survei dengan pendekatan rumah tangga. • Klasifikasi daerah perkotaan/pedesaan Klasifikasi daerah perkotaan/pedesaan didasarkan pada skor yang dihitungdari kepadatan penduduk, prosentase rumah tangga, yang bekerja di bidang pertanian, dan akses terhadap fasilitas kota seperti sekkolah, rumah sakit, jalanaspal, telephon, dan sebagainya.

Untuk lebih dapat menggambarkan tingkat perkotaan yang lebih konkret, dicoba pula membagi perkotaan menjadoi tigakelas, yaitu perkotaan besar, perkotaan sedang dan perkotaan kecil. • Bangunan Bangunan fisik adalah tempat perlindungan tetap sementara yang mempunyaidinding, lantai dan atap baik digunakan untuk tempat tinggal atau bukan tempattinggal. Bangunan sensus adalah sebagian atau seluruh bangunan fisik yangmempunyai pintu keluar/masuk sendiri dan merupakan satu kesatuan penggunaan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Sistem Pemerintahan Parlementer • Rumah tangga Rumah tangga biasa adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiamisebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama sertamakan dari satu dapur.Rumah tangga khusus terdiri dari: • Orang yang tinggal di asrama • Orang yang tinggal di lembaga pemasyarakatan, panti asuhan, rumahtahanan, dsb. • Sepuluh orang atau lebih yang mondok dengan makan (indekost).

• Anggota rumah tangga Adalah semua orang yang biasanya bertempat di suatu rumah tangga baik yang berada di rumah pada waktu pencacahan maupun yang sementara tidak ada. Jenis-Jenis Sensus Penduduk Sensus penduduk ada dua jenis, yaitu: • Sensus De Jure Sensus de jure adalah pencacahan jiwa yang dikenakan kepada mereka yang benar-benar bertempat tinggal di daerah yang bersangkutan.

Biasanya berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). • Sensus De Facto Sensus de facto adalah pencacahan jiwa yang dikenakan kepada mereka yang waktu penacahan jiwa berada diwilayah/negara yang bersangkutan.

Metode Sensus Penduduk Metode sensus penduduk dapat dibedakan menjadi 2 macam, yakni : • Metode Householder Metode sensus householder yaitu daftar yang diisi oleh kepala keluarga. Pelaksanaan sensus metode householder merupakan pengisian daftar pertanyaan dilakukan oleh penduduk sendiri.

Kelebihan dari metode householder adalah waktu yang dibutuhkan lebih cepat sebab petugas tidak harus mendata satu per satu penduduk. Daftar pertanyaan bisa dikirimkan atau dititipkan pada aparat desa.

Sedangkan kekurangannya adalah data yang didapatkan kurang terjamin kebenarannya sebab ada kemungkinan penduduk tidak mengisi data sesuai dengan kondisi sebenarnya.

• Metode Canvasser Metode canvaser merupakan metode dimana daftar jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan oleh petugas sesuaidengan jawaban penduduk. Pelaksanaannya adalah petugas mendatangi tempat tinggal penduduk dan mengisi daftar pertanyaan.

Kelebihan dari metode ini adalah data yang diperoleh lebih terjamin kelengkapannya dan penduduk sulit untuk memalsukan data. Sedangkan kekurangannya adalah waktu yang diperlukan lebih lama sebab jumlah petugas yang terbatas sedangkan wilayah yang luas. Data sensus yang dikumpulkan terdiri dari karakteristik demografi, ketenagakerjaan, dan sosial budaya.Karakteristik demografi yang dikumpulkan melipti kelahiran, kematian, dan migrasi, serta riwayat kelahiran dan kematian anak dari wanita pernah kawin.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian, Macam – Macam Dan Cara Penanggulangan Disintegrasi Sosial Data yang dihimpun pada bidang ketenagakerjaan digolongkan menjadi lapangan usaha, jenis pekerjaan, dan status pekerjaan. Sedangkan data sosial budaya meliputi tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, dan kegiatan penduduk lanjut usia (lansia).

Data-data dari sensus ini digunakan guna perencanaan pembangunan di berbagai bidang. Hal tersebut sangat berperan penting guna mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan, baik di bidang kependudukan, sosial budaya, dan ketenagakerjaan. Manfaat Sensus Penduduk Manfaat diadakannya sensus penduduk menurut Wardiyatmoko dan Bintarto sebagai berikut: • Mengetahui jumlah penduduk seluruhnya. • Mengetahui golongan penduduk menurut jenis kelamin, umur dan banyaknya kesempatan kerja.

• Mengetahui keadaan pertumbuhan penduduk. • Mnegetahui susunan penduduk menurut mata pencaharian agar diketahui struktur perekonomiannya. • Mengetahui persebaran penduduk, daerah yang terlalu padat dan daerah yang masih jarang penduduknya. • Mengetahui keadaan penduduk suatu kota dan mengetahui akibat perpindahan. • Merencanakan pembangunan bidang kependudukan.

Contoh Hasil Sensus Penduduk Hasil sensus penduduk Indonesia penduduk yaitu: • Tahun 1920 = 34,3 juta jiwa. • Tahun 1930 = 60,7 juta jiwa. • Tahun 1961 = 97,1 juta jiwa. • Tahun 1971 = 119,2 juta jiwa. • Tahun 1980 = 147,5 juta jiwa. • Tahun 1990 = 179,3 juta jiwa. • Tahun 2000 = 209,6 juta jiwa. Survei Penduduk Dan Regristasi Penduduk Survei penduduk yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan penelitian dan menyediakan jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan statistik kependudukan pada waktu dan tempat tertentu.

Survei yang dilakukan meliputi survei ekonomi nasional, survei angkatan kerja nasional dan survei penduduk antar sensus (SUPAS). Sedangkan registrasi penduduk yaitu proses kegiatan pemerintah yang meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal dan perubahan pekerjaan secara rutin. Pencatatan ini terutama dilakukan ditingkat pemerintah terendah yaitu kelurahan. Sekarang, jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat terbesar dunia setelah RRC, India dan Amerika Serikat, sebelumnya ketika Uni Soviet belum bubar, Indonesia menempati urutan kelima.

Pada tabel tersebut Indonesia dikawasan Asia Tenggara menempati urutan pertama, didunia menempati urutan ke empat dan di Asia menempati urutan ketiga. Dari tabel diatas bila jumlah penduduk 5 negara yakni RRC, India, Amerika Serikat, Indonesia dan Brazil maka jumlahnya 2.890.800.000 jiwa, jumlah tersebut berarti lebih dari setengah (50%) penduduk dunia. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Populasi adalah Daftar Pustaka: • 2013. ProfilKependudukandan Pembangunan di Indonesia tahun 2013.

Jakarta: BKKBN • Soegimo, Dibyo.,dkk. 2009. Geografiuntuk SMA/MA kelas XI. Jakarta: PusbukDepdiknas • ,dkk. 2009. Geografi 2 LingkunganFisikdanSosial, Jakarta: PusbukDepdiknas • Utoyo, Bambang. 2009. Geografi: MembukaCakrawalaDuniauntukKelas XI. Jakarta: PusbukDepdiknas.

• Yosepana, Sandra. BelajarEfektifGeografiuntukKelas XI SMA. Jakarta: PusbukDepdiknas Demikianlah pembahasan mengenai Sensus Penduduk – Pengertian, Fungsi, Pelaksanaan, Jenis, Metode, Manfaat & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Geografi Ditag apa yang dimaksud sensus de facto dan de jure, bagaimana proses sensus penduduk yang dilakukan di indonesia, bagaimana sensus penduduk yang dilakukan di indonesia, biaya sensus penduduk, cara daftar sensus penduduk 2020, ciri ciri sensus penduduk, contoh data sensus penduduk desa, contoh de facto dan de jure dalam kehidupan sehari hari, contoh format sensus penduduk, contoh laporan sensus penduduk, contoh metode canvasser, contoh registrasi penduduk, contoh sampling, contoh sensus, contoh sensus dalam statistika, contoh sensus dan sampling, contoh sensus de facto, contoh sensus ekonomi, contoh sensus penduduk, contoh sensus penduduk desa, contoh sensus penduduk rt, contoh survei, contoh survei penduduk, data sensus penduduk, jenis jenis sensus di bps, kegunaan sensus diantaranya, macam macam sensus, macam macam sensus penduduk, macam sensus menurut metodenya, manfaat sensus penduduk, metode canvasser, pelaksanaan sensus penduduk di indonesia dilakukan dengan cara, pengalaman sensus penduduk, pengertian registrasi penduduk, registrasi penduduk, registrasi penduduk adalah, sejarah sensus penduduk di dunia, sejarah sensus penduduk di indonesia, sensus de jure adalah, sensus house holder, sensus nusantara, sensus penduduk 2010, sensus penduduk 2020, sensus penduduk adalah, sensus penduduk adalah brainly, sensus penduduk berapa tahun sekali, tantangan sensus penduduk 2020, tujuan sensus penduduk, tuliskan rumus pertumbuhan penduduk alami Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Hosting adalah • Bercerita adalah • Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK) • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com Hallo Rani, saya bantu jawab pertanyaan kamu yaa.

Jenis sensus yang menggunakan kuesioner dan kemandirian dari setiap penduduk disebut dengan sensus house holder. Berikut adalah penjelasannya. Sensus penduduk adalah pencatatan atau pencacahan jumlah penduduk di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu.

Salah satu metode sensus penduduk adalah metode house holder. Sensus house holder adalah sensus penduduk yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk.

Daftar pertanyaan berupa kuesioner akan dikirim ke rumah responden dan responden menjawab kuesioner tersebut secara mandiri dan mengirimkannya kembali ke petugas sensus. Jadi, jenis sensus yang menggunakan kuesioner dan kemandirian dari setiap penduduk disebut dengan sensus house holder. Semoga membantu yaa.

Yang dimaksud dengan bahan baku industri adalah . a. bahan baku yang tidak mengalami proses industri yang diolah menjadi bahan jadi b. bahan baku itu dapat diolah dan digunakan sebagai alat produksi di industri c.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

bahan baku yang tidak diolah d. bahan dari sumber daya alam yang digunakan dalam proses produksi e. jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan industri prefabrikasi
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 7.1.

Sebarkan ini: Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu.

Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua: • Orang yang tinggal di daerah tersebut • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.

Sensus penduduk sering disebut cacah jiwa karena di dalam sensus penduduk. Terdapat berbagai klasifikasi atau menerangkan keadaan manusia dan sensus penduduk dimungkinkan mampunyai sejarah setua peradaban manusia. Hal ini dibuktikan telah dilaksanakan di Babilonia 4000 tahun sebelum Kristus, begitu pula di Mesir 2500 BC.

Pada abadd 16 dan 17 beberapa sensus penduduk dilaksanakan di Italia, Sisilia dan di Spanyol, akan tetapi sensus penduduk atau cacah jiwa dilaksanakan untuk tujuan militer, pemungutan pajak dan perluasan kerajaan, dan di Swedia pada tahun 1979 (Pollas, et.al.1974 dalam, Ida Bagoes Mantra, 2000;8).

Hingga permulaan abad ke-20, sekitar 20 % dari penduduk dunia telah dihitung lewat sensus penduduk (Mantra,1985 dalam Ida Bagoes Mantra. 2000; 8), begitu pula di Indonesia, cacah jiwa atau sensus penduduk dilaksanakan sejak sebelum Perang Dunia II tepatnya 1815, tetapi karena belum banyak pengalaman pelaksanaan pada tahun 1820 dan 1930 sudah cukup baik dan hasil data yang disajikan dapat dipercaya, akan tetapi data yang disajikan lebih baik tahun 1930 jika dibandingkan dengan tahun 1920.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan cacah jiwa dari period eke periode ada peningkatan penyajian data. Tetapi, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia telah melaksanakan cacah jiwa lima kali yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan tahun 2000.

Maksud dan diadakannya sensus adalah melakukan proses keseluruhan dan pengumpulan, pengelolaan, penyajian dan penilaian data penduduk yang menyangkut antara lain ; cirri-ciri demografi, social ekonomi, dan lingkungan hidup (Ida Bagoes Mantra, 2000, 9).

Sejarah Sensus Penduduk Sensus penduduk sudah dilaksanakan sejak 4000 tahun sebelum kristus, yaitu di Babylonia. Pada abad ke 16 dan 17, sensus dilaksanakan di Italia.

Sisilia dan Spanyol untuk kepentingan militer, pajak, dan kerajaan. Sedangkan sensus modern dimulai di Quebec dan Swedia di pertengahan abad ke 16. Di Indonesia sensus dimulai dimasa Raffles pada tahun 1815. Pendataan jumlah penduduk dalam kurun waktu 10 tahunan dengan cara mengumpulkan, menghimpun, menyusun, dan menertibkan data-data demografi, ekonomi, dan sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau wilayah disebut Sensus Penduduk.

Biasanya sensus penduduk atau sering disebut cacah jiwa dilakukan oleh pemerintah dengan cara mendatangi langsung rumah-rumah penduduk. Sensus pertama kali dilakukan oleh pemerintah Indonesia dilaksanakan pada tahun 1961.

Sebelum indonesia merdeka, sensus penduduk dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1920 dan 1930. Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan, penyusunan, pengolahan, dan penerbitan data yang bersifat demografis, ekonomis, dan sosial dari suatu wilayah atau negara tertentu dan dalam waktu tertentu.

Definisi Sensus menurut PBB Tahun 1958: “Keseluruhan proses pengumpulan ( collecting), menghimpun dan menyusun ( compiling) dan menerbitkan ( publishing) data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau suatu wilayah tertentu ”. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.

Sensus dilaksanakan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun sekali yang meliputi: • Sensus Penduduk, yang dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 0 (nol); • Sensus Pertanian, yang dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 3 (tiga); • Sensus Ekonomi, yang dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 6 (enam). Menurut buku Demografi Umum (2003), sensus penduduk merupakan suatu proses keseluruhan dari pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan penilaian data penduduk yang menyangkut antara lain; ciri-ciri demografi, sosial ekonomi, dan lingkungan hidup.

Sensus penduduk memiliki beberapa ciri khas, antara lain : • Bersifat individu, artinya informasi demografi dan sosial ekonomi yang dikumpulkan berasal dari individu, baik sebagai anggota rumah tangga maupun sebagai anggota masyarakat.

• Bersifat universal, artinya pencacahan bersifat menyeluruh. • Pencacahan diselenggarakan serentak di seluruh negara • Sensus penduduk dilaksanakan secara periodik yaitu pada tiap-tiap tahun yang berakhiran angka kosong. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pertumbuhan Penduduk : Pengertian, Faktor, Dan Macam Beserta Rumusnya Secara Lengkap Jenis dan Tujuan Sensus Penduduk Jenis Sensus Penduduk Jenis Sensus ada 2 macam yaitu: • Sensus De Jure Yaitu pencatatan kependudukan hanya kepada mereka yang benar-benar bertempat tinggal disuatu daerah atau negara tempat sensus dilakukan.

• Sensus De Facto Yaitu pencatatan kependudukan yang dikenakan kepada mereka yang berada di dalam daerah atau negara tempat sensus penduduk dilakukan tanpa memperhatikan asal penduduk. Tujuan Sensus Penduduk Tujuan dilakukannya sensus penduduk yaitu untuk mengetahui : • Jumlah penduduk • Pertumbuhan penduduk • Persebaran penduduk • Kepadatan penduduk • Komposisi penduduk • Masalah Urbanisasi Tujuan utama sensus penduduk adalah menghasilkan data dasar kependudukan untuk keperluan perencanaan pembangunan dan sistem perstatistikan nasional.

Secara rinci tujuan utama sensus penduduk meliputi: • Menyediakan data dasar kependudukan dan perumahan sampai dengan wilayah administrasi terkecil (desa/kelurahan). • Melakukan peremajaan (up-dating) peta wilayah (blok sensus dan desa /kelurahan) hasil pemetaan sensus penduduk atau membuat peta baru untuk wilayah-wilayah baru hasil pemekaran.

Peta blok sensus dan peta desa/kelurahan merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk keperluan pencacahan sensus pendudukdan pencacahan sensus kependudukan lain sebelum pelaksanaan sensus berikutnya.

• Menyusun Kerangka Contoh Induk (KCI) yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan sensus atau survei kependudukan lain sebelum sensus penduduk yang berikutnya serta menyusun sistem informasi geografis (Geographic Informations System/GIS).

Tujuan Khusus Sensus Penduduk adalah menghasilkan informasi kependudukan secara lebih rinci dan informasi lainnya untuk keperluan penghitungan berbagai parameter demografis, antara Angka Kelahiran, Angka Kematian, Angka Harapan Hidup dan lain–lain.

Secara rinci tujuan khusus Sensus Penduduk mencakup: • Menghasilkan paramater-parameter demografis yang meliputi Angka Kelahiran, Angka Kematian, Angka Harapan Hidup, dan Angka Migrasi Penduduk. • Menghasilkan statistik dan indikator penyandang cacat (disability). • Menghasilkan statistik dan indikator Millenium Development Goals (MDG) di bidang kependudukan.

• Menghasilkan statistik dan indikator Millenium Development Goals (MDG) di bidang perumahan. • Menghasilkan data statistik potensi wilayah di seluruh Indonesia. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Ideologi – Pengertian, Jenis, Makna, Sifat, Terbuka, Tertutup, Batas, Para Ahli Manfaat dan Metode Sensus Penduduk Manfaat Sensus Penduduk Manfaat Sensus Penduduk adalah memperoleh informasi dasar kependudukan dan perumahan yang diperlukan untuk menilai kinerja pembangunan bangsa di masa lalu serta menyusun perencanaan pembangunan kependudukan, sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia di masa mendatang.

Manfaat diadakannya sensus penduduk menurut Wardiyatmoko dan Bintarto sebagai berikut. • Mengetahui jumlah penduduk seluruhnya. • Mengetahui golongan penduduk menurut jenis kelamin, umur, dan banyaknya kesempatan kerja. • Mengetahui keadaan pertumbuhan penduduk. • Mengetahui susunan penduduk menurut mata pencaharian agar diketahui struktur perekonomiannya. • Mengetahui persebaran penduduk, daerah yang terlalu padat, dan daerah yang masih jarang penduduknya.

• Mengetahui keadaan penduduk suatu kota dan mengetahui akibat perpindahan. • Merencanakan pembangunan bidang kependudukan. Badan yang mengurusi sensus adalah badan pusat statistik atau yang lebih dikenal dengan (BPS). BPS merupakan satu-satunya badan resmi yang dibentuk pemerintah negara republik Indonesia untuk bertugas sebagai surveier data-data mengenai penduduk.

Metode Sensus Penduduk Metode yang digunakan dalam sensus penduduk yaitu sebagai berikut: • House Holder Pelaksanaan sensus dengan mengirimkan daftar pertanyaan yang bersifat demografis, ekonomis dan sosial kepada penduduk. Jadi, petugas sensus tidak datang dari rumah ke rumah. Kelebihan cara ini adalah waktu yang diperlukan lebih cepat karena petugas tidak harus mendata satu per satu penduduk.

Daftar pertanyaan dapat dikirimkan atau dititipkan pada aparat desa. Sedangkan kekurangannya adalah data yang diperoleh kurang terjamin kebenarannya karena ada kemungkinan penduduk tidak mengisi data sesuai dengan kondisi sebenarnya. • Canvaser Pelaksanaan sensus dengan mendatangi dari rumah ke rumah penduduk untuk diwawancarai dengan sejumlah pertanyaan yang demografis, ekonomis dan sosial.

Keunggulan metode ini, data yang diperoleh lebih terjamin kelengkapannya dan penduduk sulit untuk memalsukan data. Sedangkan kekurangannya adalah waktu yang diperlukan lebih lama karena jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan petugas yang terbatas dan wilayah yang luas. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Peran PBB Dalam Hak Asasi Manusia Dan Bantuan Kemanusiaan Masalah dan Faktor Jumlah Penduduk Masalah Jumlah Penduduk Dinamika Penduduk adalah perubahan / pertumbuhan jumlah penduduk dari waktu ke waktu, hal ini disebabkan karena adanya peristiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk.

( ketiga hal tersebut dikenal dengan istilah unsur-unsur dinamika penduduk.) Pertumbuhan penduduk secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pertumbuhan alami, pertumbuhan migrasi, dan pertumbuhan penduduk total.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

• Pertumbuhan Penduduk Alami adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian. Pertumbuhan alami dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini : Pa = L – M ( Pa = Pertumbuhan penduduk alami L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian ) • Pertumbuhan Penduduk Migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini : Pm = I – E ( Pm= Pertumbuhan penduduk migrasi I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi ) • Pertumbuhan Penduduk Total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.

Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan rumus berikut ini : P = (L – M) + (I – E) ( P = Pertumbuhan penduduk total L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi ) Tingkat kelahiran ( fertilitas ) adalah tingkat pertambahan jumlah anak atau tingkat kelahiran bayi pada suatu periode tertentu.

Tingkat kelahiran bayi dapat dihitung dengan dua cara, yaitu: • Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR), adalah angka kelahiran yang menunjukkan jumlah kelahiran perseribu penduduk dalam suatu periode. • Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR), adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 wanita pada usia reproduksi atau melahirkan yaitu pada kelompok usia 15-49 tahun.

Tingkat kematian ( mortalitas ) merupakan pengurangan jumlah penduduk pada periode tertentu yang disebabkan oleh faktor kematian. Tingkat kematian dapat diketahui melalui tiga cara, yaitu: • Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR), adalah angka yang menunjukkan rata-rata kematian perseribu penduduk dalam satu tahun. • Tingkat Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR), adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu perseribu penduduk dalam kelompok yang sama • Tingkat Kematian Bayi (Infan Mortality Rate/IMR), adalah angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang meninggal dari setiap 1000 bayi yang lahir hidup.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Karakteristik Benua Afrika : Luas, Letak, Iklim dan Penduduk Faktor Jumlah Penduduk Besar kecilnya angka kelahiran (natalitas) dipengaruhi oleh faktor pendorong dan faktor penghambat kelahiran.

Sedangkan tinggi rendahnya angka kematian penduduk dipengaruhi oleh faktor pendorong dan faktor penghambat kematian faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : Faktor pendorong kelahiran ( pronatalitas ) • Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. • Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan. • Pernikahan usia dini (usia muda). • Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya, jika dibandingkan dengan anak perempuan, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak laki-laki akan berusaha untuk mempunyai anak laki-laki.

• Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya bagaimana supaya memiliki anak.

Faktor penghambat kelahiran ( antinatalitas ) • Adanya program Keluarga Berencana (KB). • Kemajuan di bidang iptek dan obat-obatan. • Adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjungan anak bagi PNS. • Adanya UU perkawinan yang membatasi dan mengatur usia pernikahan. • Penundaan usia pernikahan karena alasan ekonomi, pendidikan dan karir. • Adanya perasaan malu bila memiliki banyak anak.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

Faktor pendorong kematian ( promortalitas ) • Adanya wabah penyakit seperti demam berdarah, flu burung dan sebagainya. • Adanya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan sebagainya.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

• Kesehatan serta pemenuhan gizi penduduk yang rendah. • Adanya peperangan, kecelakaan, dan sebagainya. • Tingkat pencemaran yang tinggi sehingga lingkungan tidak sehat. Faktor penghambat kematian ( antimortalitas ) • Tingkat kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat yang sudah baik. • Negara dalam keadaan aman dan tidak terjadi peperangan. • Adanya kemajuan iptek di bidang kedokteran sehingga berbagai macam penyakit dapat diobati. • Adanya pemahaman agama yang kuat oleh masyarakat sehingga tidak melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain, karena ajaran agama melarang hal tersebut.

Migrasi atau mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Terdiri dari : • Migrasi internasional (migrasi antarnegara) yang terdiri dari imigrasi, emigrasi, dan remigrasi. • Imigrasi adalah masuknya penduduk asing yang menetap ke dalam sebuah negara.

• Emigrasi adalah pindahnya penduduk keluar negeri untuk menetap di sana.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

• Remigrasi adalah pemulangan kembali penduduk asing ke negara asalnya. • Migrasi nasional (migrasi lokal), terdiri dari: • Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. • Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduknya ke pulau yang masih jarang penduduknya. • Ruralisasi yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa untuk menetap di desa.

• Evakuasi yaitu perpindahan penduduk untuk menghindari bahaya. Jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak dari tahun ke tahun tentunya menimbulkan dampak terhadap kehidupan social ekonomi Indonesia. Beberapa dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk, antara lain: • meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial; • meningkatnya persaingan dalam dunia kerja sehingga mempersempit lapangan dan peluang kerja; • meningkatnya angka pengangguran (bagi mereka yang tidak mampu bersaing) Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk antara lain meliputi hal-hal berikut ini.

• Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana. • Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat. • Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat, dari 6 tahun menjadi 9 tahun. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Demokrasi – Sejarah, Bentuk, Prinsip, Ciri, Indonesia, Para Ahli Karakteristik dan Ketentuan Sensus Penduduk Karakteristik sensus yang harus dipenuhi: • Meliputi semua orang: Semua orang atau penduduk yang tinggal dalam wilayah yang dicacah haruslah tercakup • Dalam waktu tertentu: Harus dilaksanakan pada saat yang telah ditentukan secara serentak • Meliputi suatu wilayah tertentu: Ruang lingkup sensus harus meliputi batas wilayah tertentu Ketentuan sensus yang lain: • Unit cacah: perorangan, bukan keluarga atau rumah tangga • Dilaksanakan secara periodik • Dinyatakan selesai bila hasilnya telah dipublikasikan Keterangan yang dikumpulkan: kondisi demografi, ekonomi dan sosial, sedangkan perinciannya bergantung: • Kebutuhan dan kepentingan negara • Keadaan keuangan negara • Kemampuan teknis pelaksanaan • Kesepakatan internasional, untuk perbandingan antar negara Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Karakteristik Benua Australia : Iklim, Bentang Alam & Penduduk Pelaksanaan Sensus Penduduk Kegiatan sensus penduduk dilaksanakan 30 Juni pada tahun yang berakhiran angka nol.

Kegiatan ini memiliki tugas yang berat karena harus menyajikan data yang valid, maka dari itu agar mendapatkan hasil yang maksimal pihak yang bersangkutan (Badan Pusan Statistik) melakukan kegiatan pra pelaksanaan, hari pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. • Pra pelaksanaan • Sebelum melaksanakan sensus, pihak BPS melakukan pelatihan terhadap petugas sensus untuk mewawancarai kepala rumah tangga dan anggota dengan menggunakan daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan, halini dilakukan untuk meminimalkan kesalahan • Membagi wilayah dalam wilayah pencacahan).

Luas pencacahan berbeda-beda tergantung pada kemampuan petugas sensus untuk melaksanakan tugasnya dalam satu hari, yaitu pada hari pelaksanaan. Suatu wilayah bias terdiri dari satu blok sensus, bias saja terdiri dari beberapa blok sensus, hal ini dilakukan untuk mempermudah, memperingan dan meminimalkan kesalahan cakupan ( error of converage0, kesalahan laporan (error of content) dan kesalahan ketepatan laporan (estimating error) • Hari pelaksanaan Dalam pelaksanaan sensus 1 (satu) hari selesai yaitu tanggal 30 Juni, pencacahan dilaksanakan system aktif, artinya petugas sensus aktif mendatangi rumah tangga untuk mendapatkan data demografi, social ekonomi dari masing-masing rumah tangga dan anggotanya, tetapi sebelum hari H semua quesuiner sudah dibagikan dan yang telah diidikan diadakan penyesuaian ditakutkan ada kelahiran, kematian, ada pendatang baru dan ada anggota rumah tangga yang pindah ke provinsi lain selama periode pencacahan.

• Pasca pelaksanaan Data hasil pencacahan dari petugas sensus di olah oleh Badan Pusat Statistik. Konsep yang digunakan: • Penduduk yang dicacah Cara pencacahan yang dipakai dalam sensus penduduk adalah kombinasi de jure dan de facto. Bagi mereka yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure, dicacah dimana mereka tinggal secara resmi, sedangkan untuk yang bertempat tinggal tetap dicacah secara de facto, di tempat dimana mereka ditemukan oleh petugas lapangan.

Bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap, tetapi sedang bertugas di luar wilayah lebih dari 6 bulan, jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan dicacah di tempat tnggalnya dan begitu sebaliknya.

• Blok Sensus Adalah wilyah kerja bagi pencacah agar beban kerja setiap pencacah homogeny. Selanjutnya Blok Sensus ini dapat dijadikan kerangka sampel untuk survey-survei dengan pendekatan rumah tangga. • Klasifikasi daerah perkotaan/pedesaan Klasifikasi daerah perkotaan/pedesaan didasarkan pada skor yang dihitung dari kepadatan penduduk, prosentase rumah tangga, yang bekerja di bidang pertanian, dan akses terhadap fasilitas kota seperti sekkolah, rumah sakit, jalan aspal, telephon, dan sebagainya.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

Untuk lebih dapat menggambarkan tingkat perkotaan yang lebih konkret, dicoba pula membagi perkotaan menjadoi tiga kelas, yaitu perkotaan besar, perkotaan sedang dan perkotaan kecil • Bangunan Bangunan fisik adalah tempat perlindungan tetap sementara yang mempunyai dinding, lantai dan atap baik digunakan untuk tempat tinggal atau bukan tempat tinggal. Bangunan sensus adalah sebagian atau seluruh bangunan fisik yang mempunyai pintu keluar/masuk sendiri dan merupakan satu kesatuan penggunaan.

• Rumah tangga Rumah tangga jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.

• Anggota rumah tangga Adalah semua orang yang biasanya bertempat di suatu rumah tangga baik yang berada di rumah pada waktu pencacahan maupun yang sementara tidak ada. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Geografi, IPS, S1, SMA, SMK, SMP Ditag #jenis sensus penduduk, #macam sensus penduduk, #manfaat sensus penduduk, #metode sensus penduduk, #pengertian sensus penduduk, #tujuan sensus penduduk, angka kelahiran kasar di negara berkembang, apa manfaat diadakannya sensus, apa yang dimaksud imigrasi berikan contohnya, bagaimana proses sensus penduduk yang dilakukan di indonesia, cara mencari data di bps, ciri ciri survei penduduk, community.bps.go id, contoh makalah kependudukan desa, contoh metode canvasser, contoh registrasi penduduk, contoh sensus dalam statistika, contoh sensus de jure, contoh sensus penduduk, contoh sensus penduduk desa, jelaskan 2 metode sensus penduduk, jelaskan arti emigrasi dan berikan contohnya, jelaskan indikator kualitas penduduk, jenis-jenis sensus penduduk, kegiatan bps, kegiatan sensus penduduk, kelebihan dan kekurangan sensus penduduk, kepala bps muara enim, lowongan badan pusat statistik, macam macam sensus, manfaat registrasi penduduk, manfaat sensus, menghitung angka beban ketergantungan, metode house holder, pelaksanaan sensus penduduk di indonesia dilakukan dengan cara, pengertian registrasi penduduk, pengertian registrasi penduduk menurut para ahli, pengertian survei penduduk dan contohnya, perbedaan sensus dan survei, registrasi penduduk, registrasi penduduk adalah, sebutkan faktor penunjang kelahiran, sebutkan keunggulan penggunaan sensus de jure, sebutkan yang termasuk faktor demografi, sejarah sensus penduduk di indonesia, sensus de facto, sensus ekonomi, sensus penduduk 2010, sensus penduduk berapa tahun sekali, sensus penduduk indonesia, siapa yg melakukan sensus penduduk, solusi masalah kependudukan, tujuan sensus penduduk ditunjukkan oleh angka, tuliskan 3 tingkatan kualitas penduduk, uraikan kelebihan metode sensus, wawancara sensus penduduk Navigasi pos Pos-pos Terbaru • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
MENU • Beranda • Geografi • Sejarah Geografi • Objek Studi Geografi • Cabang Ilmu • Konsep • Menurut Para Ahli • Contoh Geografi • Kajian Geografi • Atmosfer • Hidrologi • Geologi • Tanah • Penduduk • Hutan • Iklim • Lingkungan • litosfer • Lainnya • Budaya • Alam • Ilmu Sosial • Negara • Penelitian • Privacy Policy • Disclaimer • Daftar Isi • Indonesia bisa dikatakan sebagai arti negara yang terpadat nomor 4 di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat.

Kepadatan penduduk di Indonesia dipengaruhi karena negara Indonesia merupakan ciri negara berkembang. Unsur dari suatu negara berkembang adalah angka kelahiran yang cukup tinggi. Dengan angka kelahiran yang terus menerus tidak dapat ditekan maka akan berakibat pada pertumbuhan penduduk.

Penduduk yang terdapat mendiami suatu negara dapat dihitung jumlah kepadatan dan jumlah jiwanya. Menghitung kepadatan penduduk adalah dengan cara jumlah penduduk dibagi luas suatu wilayah dikalikan 100%. Dalam pengertian ini mengandung arti bahwa tiap luas wilayah terdapat berapa persentase kepadatannya. Jika perhitungan jumlah penduduk digunakan metode sensus penduduk. Daftar Isi • Sensus Penduduk • Macam Metode Sensus Penduduk • Metode Householder • Metode Canvaser • Sensus De Facto • Sensus De Jure • Sebarkan ini: • Posting terkait: Sensus Penduduk Sensus penduduk adalah cara menghitung jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah.

Dimana prihal sensus penduduk ini sendiri dilaksanakan oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu. Biasanya sensus penduduk dilakukan setiap 10 tahun sekali. Sensus penduduk dilaksanakan secara serentak disetiap provinsi di Indonesia dan bersifat menyeluruh sehingga perhitungan dapat bersifat akurat. Sensus penduduk dilakukan untuk kebutuhan data demografi dan data antroposfer.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

Macam Metode Sensus Penduduk Macam Metode Sensus Penduduk Penjelasan mengenai metode yang dipergunakan dalam sensus penduduk. Antara lain; • Metode Householder Sensus penduduk dengan metode householder memiliki arti bahwa metode sensus penduduk ini memiliki daftar isian pertanyaan mencakup data kependudukan yang diberikan kepada sekelompok penduduk di suatu wilayah.

Metode householder ini mirip dengan metode kuesioner pada metode pengumpulan data penelitian. Metode householder ini dilakukan dengan cara yang pertama ada seorang pengumpul data atau petugas sensus membuat beberapa daftar isian yang mencakup data kependudukan yang disebut angket kependudukan.

Lalu angket kependudukan ini akan diserahkan kepada kepala desa tiap-tiap wilayah untuk dibagikan kepada waga agar diisi secara valid.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

Selanjutnya setelah petugas sensus memberikan jangka waktu tertentu, angket kependudukan tersebut akan diambil oleh petugas sensus melalui kepala desa setempat untuk selanjutnya data tersebut direkap untuk keperluan pemerintahan. Metode sensus penduduk householder merupakan metode sensus penduduk yang bersifat modern.

Manfaat Metode Householder Metode sensus penduduk householder memiliki manfaat; • Petugas sensus tidak perlu datang ke tiap-tiap rumah penduduk untuk melakukan wawancara secara tatap muka hingga dapat menghemat waktu petugas sensus Kelemahan Metode Householder Kelemahan dari metode sensus penduduk householder; • Bisa jadi data yang didapatkan tidak valid karena penduduk atau dalam kasus ini disebut responden mengisi data sendiri • Tidak keseluruhan angket kependudukan akan kembali kepada petugas sensus sehingga pada saat melakukan rekapan data akan ada data penduduk yang kurang lengkap • Pada saat metode householder dilakukan apabila petugas sensus tidak mendapatkan informasi terbaru dari data penduduk yang tidak dapat mengumpulkan angket kependudukan maka petugas sensus akan menggunakan data lama yang didapatkan dari kantor kelurahan.

Hal ini tentunya akan merugikan bagi negara karena data yang dimasukkan adalah data lama bukan data terbaru. Namun yang pasti, harus diperhatikan pada setiap sensus penduduk dengan metode householder adalah mayoritas penduduk harus memiliki standar pendidikan yang tinggi agar setiap penduduk mampu untuk memahami keseluruhan maksud dari pertanyaan pada angket yang disebar.

• Metode Canvaser Metode canvaser merupakan pengambilan data jumlah penduduk di suatu wilayah dengan cara petugas sensus datang ke tiap-tiap rumah penduduk untuk melakukan pencatatan data.

Metode canvaser ini mirip seperti metode wawancara pada setiap pengumpulan data penelitian kualitatif. Sensus penduduk metode canvaser merupakan pengumpulan data penduduk yang bersifat tradisional. Kelebihan Metode Canvaser Metode canvaser ini memiliki keuntungan; • Data yang didapatkan oleh pertugas sensus valid dan akurat karena petugas sensus jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan menilai langsung dari perkataan responden atau penduduk dengan keadaan sebenarnya • Metode canvaser juga tidak memungkinkan terjadinya data yang hilang terkecuali pada saat petugas turun ke lapangan tidak bertemu dengan salah seorang responden atau pemilik rumah Kelemahan Metode Canvaser Sensus penduduk dengan metode canvaser memiliki kelemahan, yaitu; • Metode ini mengharuskan petugas sensus atau surveyor untuk turun ke lapangan guna wawancara satu persatu dengan penduduk sehingga memakan waktu yang lama • Pada saat metode canvaser dilakukan apabila petugas sensus tidak mendapatkan informasi terbaru dari data penduduk yang tidak dapat ditemui maka petugas sensus akan menggunakan data lama yang didapatkan dari kantor kelurahan.

Hal ini tentunya akan merugikan bagi negara karena data yang dimasukkan adalah data lama bukan data terbaru. • Sensus De Facto Sensus de facto merupakan metode pada pengumpulan data jumlah penduduk pada suatu kegiata sensus penduduk yang mana pencatatan datanya dilakukan oleh seorang petugas sensus.

Sensus de facto ini dilakukan pada suatu wilayah dimana petugas sensus tersebut melakukan pencatatan data.

Sehingga sensus de facto tidak memandang keaslian tempat tinggal penduduk yang dicatat datanya. Contoh dari metode sensus de facto ini adalah seorang asisten rumah tangga tetap akan dicatat informasinya oleh petugas sensus walaupun asisten rumah tangga tersebut tidak tercatat sebagai warga daerah tersebut karena sensus de facto ini berdasarkan daerah lingkup pencatatan petugas sensus. Metode sensus de facto ini menimbulkan akibat data yang tercatat dapat menjadi ganda.

Hal ini dikarenakan pada saat seseorang sedang disensus oleh petugas di lokasi X ternyata petugas sensus yang sedang mendata di lokasi Y menggunakan data orang tersebut dari data lama maka akan timbul penggandaan data yang menyebabkan negara Indoensia terlihat semakin padat saja. • Sensus De Jure Sensus de jure merupakan metode pengumpulan jumlah data penduduk yang dilakukan oleh petugas sensus yang mana petugas tersebut hanya melakukan pencatatan data pada penduduk yang secara resmi tinggal di wilayah tersebut dan menetap dalam jangka waktu lama.

Penduduk yang tidak tercatat sebagai penduduk asli tidak dicantumkan pada saat petugas sensus melakukan pendataan. Contoh dari metode sensus de jure ini adalah apabila petugas sensus melakukan pencatatan data pada lokasi X yang mayoritas adalah tempat tinggal kos-kosan mahasiswa, maka mahasiswa yang sedang ngekos di lokasi tersebut tidak dilakukan pencatatan sensus. Hanya penduduk lokal yang tercatat tinggal di daerah X tersebut yang datanya dicatat petugas sensus.

Metode sensus de jure ini dapat mengakibatkan tidak terdatanya seseorang dalam kegiatan pencatatan. Hal ini terjadi karena pada saat yang sama seseorang tidak terdata di lokasi X karena bukan warga setempat.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

Sedangkan di lokasi Y tempat seseorang tersebut tinggal, petugas sensus tidak dapat mendata dirinya karena tidak bertemu orang tersebut. Dalam kasus ini mengakibatkan dampak kurangnya data jumlah penduduk yang sebenarnya ada di lapangan. Jika hal ini terjadi maka pemerintah tidak dapat mengantisipasi jumlah keadaan penduduk yang sebenarnya terjadi riil di lapangan karena kesalahpahaman suatu metode tersebut.

Dari penjelasan yang dikemukakan. Dapatlah dikatakan bahwa penyelenggaraan sensus penduduk tidak terlepas dari cara demografi dimana sensus penduduk dilakukan pada wilayah dan perwilayahan berdasarkan indikator demografi berupa jenis kelamin, fertilitas, mortalitas, usia produktif, dan lain-lain. Ketika sensus penduduk ini digunakan sebagai pencatatan data jumlah penduduk di suatu wilayah, hal yang sama juga terjadi pada pencatatan penduduk yang dilakukan melalui data monografi suatu wilayah dari kantor kelurahan setempat.

Disinilah sejatinya, sensus penduduk merupakan sebuah pengumpulan data statistik tertua dan terluas karena jarak wilayah sensus penduduk mencakup seluruh negara. Pada zaman dahulu kala, sensus penduduk dilaksanakan karena kebutuhan militer dan kebutuhan pajak daerah di suatu negara.

Setelah kebutuhan militer dan kebutuhan pajak, sensus penduduk berkembang menjadi suatu kebutuan negara untuk memprediksi kebutuhan permukiman, industri, tambang, rekreasi, lapangan kerja, dan lain sebagainya. Namun yang pasti.

Dalam kebijakan kependudukan memiliki beberapa metode sensus penduduk. Metode sensus penduduk berguna untuk memudahkan petugas sensus dalam mencari data penduduk di lapangan. Petugas sensus penduduk dalam mencatat data di lapangan disebut sebagai surveyor. Nah, penjelasan diatas merupakan ulasan materi mengenai macam metode sensus penduduk. Semoga pembahasan diatas memberikan manfaat bagi para pembaca khususnya pelajar yang sedang mempelajari geografi dan kependudukan secara mendalam.

jenis sensus yang menggunakan kuisioner dan kemandirian dari setiap penduduk adalah salah satu jenis sensus yang disebut dengan

Posting terkait: • Pengertian Kerak Samudra Beserta Ciri-cirinya • Pengertian Terasering, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya • Pengertian Pertumbuhan Primer dan Contohnya Posting pada Jenis, Klasifikasi, Penduduk Ditag bentuk metode sensus penduduk, contoh metode sensus penduduk, definisi sensus penduduk, jenis sensus penduduk, karakteristik sensus penduduk, kekurangan metode sensus penduduk, kelebihan metode sensus penduduk, macam metode sensus penduduk, macam sensus penduduk, Metode Canvaser, Metode Householder, metode sensus penduduk, metode sensus penduduk adalah, penduduk, Sensus De Facto, Sensus De Jure, sensus penduduk Navigasi pos Kategori • Alam • Atmosfer • Batuan • Benua • Cabang Ilmu • Ciri • Contoh Geografi • Dampak • Geografi • Geologi • Hidrologi • Hutan • Iklim • Ilmu Sosial • Jenis • Kajian Geografi • Klasifikasi • Konsep • Lainnya • Lingkungan • litosfer • Manfaat • Menurut Para Ahli • Negara • Objek Studi Geografi • Penduduk • Penelitian • Sejarah Geografi • Tanah • UnsurMenurut pelaksanaannya ada 2 macam sensus, yaitu sensus de jure dan sensus de facto.

a. Sensus de jure, yaitu pencacahan yang hanya dikenakan kepada setiap orang, yang benar-benar berdiam atau bertempat tinggal di daerah negara yang bersangkutan. b. Sensus de facto, yaitu pencacahan yang dikenakan kepada setiap orang, yang pada waktu diadakan sensus berada di dalam negara yang bersangkutan. 1. Lingkungan hidup menjadi suatu tempat yang sangat strategis untuk manusia dengan menciptakan tempat tinggal yang baik, di mana dalam lingkungan ter … sebut saling berdampingan, gotong royong, dan bekerja sama.

Hal ini sesuai dengan manfaat lingkungan sebagai tempat . a. bertahan b. bersosialisasic.mencari kekayaand. mendapatkan hiburan​

Kembali Membaca SDGs Desa Tujuan 2 dan 3




2022 www.videocon.com