Lagu daerah sulawesi selatan

lagu daerah sulawesi selatan

Lagu Daerah Sulawesi Selatan – Provinsi Sulawesi Selatan terkenal dengan ibukotanya, yaitu Makassar. Kota Makassar merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia. Meski demikian, Makassar tetap memiliki ragam khas kebudayaan yang harus dilestarikan hingga kini.

Nah, termasuk juga lagu daerah Sulawesi Selatan. Tentu saja lagu-lagu daerah ini terkenal di kalangan masyarakat seluruh Sulawesi Selatan. Lagu daerah dari Sulawesi Selatan juga ada beragam.

Biasanya, lagu-lagu ini dinyanyikan dan didendangkan di acara-acara tertentu, sampai sekarang. Blibli Friends, yuk, langsung simak lagu-lagu daerah paling populer lagu daerah sulawesi selatan Sulawesi Selatan. Berikut ulasannya. Baca Juga: Liburan Hipster Ke Bentuk Pulau Lagu daerah sulawesi selatan Keren di Indonesia, Sulawesi! 1. Anging Mamiri Lirik Lagu Angin Mamiri Anging mamiri ku pasang Pitujui tontonganna Tusaroa takkan lupa Batumi anging mamiri Anging ngerang dinging-dinging Namalontang saribuku E… aule… Na mangu rangi Tutenaya, tutenaya parisina Batumi anging mamiri Anging ngerang dinging-dinging Namalontang saribuku E… aule… Na mangu rangi Mato’lorang… mato’lorang je’ne mato O o o o o o o o o O o o o o… Anging Mamiri merupakan salah satu lagu daerah yang sangat populer.

Pencipta lagu ini adalah Bora D. G. Irate. Lagu ini mempunyai arti dalam Bahasa Indonesia, yaitu “angin yang bertiup”. Sementara, lirik lagunya bermakna tentang pesan rindu yang ingin disampaikan ke orang tersayang.

Namun, juga ada yang bilang kalau Angin Mamiri punya makna ajakan agar berharap atau memohon kepada Tuhan. Nah, tergantung Blibli Friends nih mengartikannya seperti apa. 2.

Anak Kukang Lirik Lagu Anak Kukang Kukana tuni pela tuni buang ritamparang Tuni ayukkan rije’ne narampung tau maraeng Caddi caddi dudu in’ja nana pellaka ammaku Mantang mama ka’leka’le tu’guru je’nne matanku Aule sa’resa’re na i kukang sayang Sa’re tenama kucini lino empo tenama te’nena Aule sa’resa’re na i kukang sayang Sa’re tenama kucini lino empo tenama te’nena Lagu asal Sulawesi Selatan ini menceritakan tentang kisah sedih.

Lirik lagunya bercerita tentang seorang anak yang hidup sebatang kara. Ibu dari anak tersebut membuangnya tanpa ada alasan yang jelas.

Banyak yang menduga kalau anak tersebut dibuang lantaran masalah ekonomi yang dialami keluarganya. Sampai akhirnya, ibunya memilih untuk membuangnya. Memang lagu ini menggambarkan tentang cerita sedih. Namun, lagunya tetap begitu populer di kalangan masyarakat.

lagu daerah sulawesi selatan

Hal tersebut karena lagu ini dibalut dalam lantunan yang syahdu dan merdu untuk didendangkan. Di samping itu, irama lagu tersebut juga mudah diikuti oleh orang yang mendengarkannya. Tapi, jangan lupa siapin tisu sebelum dengerin lagu ini ya Blibli Friends. 3. Ati Raja Lirik Lagu Ati Raja Se’re… se’reji batara baule’ Ati raja…. Naki jaiiii…pa’nganroooi rikodong Rajale’ e…leleeee kereaminjo Ati…Ati.Ati raja Nitarima pappala’na rikodong Mannamo kiminasai baule’ Ati raja….

Kipanaiiii…ripalatta’ rikodong Rajale’ e…leleeee ta’balle tonji Ati…Ati.Ati raja Kabatara tangkellai rikodong Manna nijallo’ sarea baule’ Ati raja…. Taempokiiii’ ri sunggua rikodong Rajale’ e…leleeee tanikanyame Ati…Ati.Ati raja Kataena pangngellai rikodong Lagu daerah selanjutnya dari Lagu daerah sulawesi selatan Selatan adalah Ati Raja. Ini adalah lagu yang juga populer.

Lagu Ati Raja ini diciptakan oleh Hoe Eng Djie. Syair lagu ini mempunyai makna yang begitu mendalam. Lagunya berkisah tentang ungkapan rasa syukur yang dipanjatkan kepada Sang Pencipta. Di samping itu, lagu ini juga menegaskan bahwa Tuhan itu Esa atau satu.

Lagu yang bermakna spiritual sekali, ya. 4.

lagu daerah sulawesi selatan

Pakarena Lirik Lagu Pakarena Ika teri tura tea bau Adat taman io loa sayang E aule pakarenaya Pakarenaya labiriri pagaukang Ika tebu tara teang sayang Punania pagaukang sayang E aule suku Bajina suku Bajina punania pakarena Pura raba piu rukang sayang Baju Bodo kaun lolo sayang E aule suku Bajina Suku Bajina punania ke anggada Pakarena merupakan lagu Sulawesi Selatan yang terkenal.

Jadi, lagu ini judulnya berasal dari kata “pa” yang berarti “pelaku” atau “pemain”. Selain itu, pakarena juga bisa diartikan “laki-laki”. Nah, kalau secara luas, pengertiannya adalah laki-laki yang pandai memainkan beragam permainan. 5. Tondok Kadadianku Lirik Lagu Tondok Kadadianku Marampa’ madale’ kadadiangku Ri padang digente’ Toraya Lebukan Sulawesi Membuntu, mellombok, mentanetena Nakapu’ uma siapa’lak Nasakkai’ Salu Sa’dan Kami sang Torayaan Umba-umba padang kimalei Tontong kipalan ara’ Maparri’, masussa ki tammui Sunga’ki ma’din kipamalean Tae’ kipomabanda’ penaa lamo passanan tengkoki Umpansundun rongko’mu Damai (dan) beruntung kelahiranku Di negeri yang dinamakan Toraya, Pulau Sulawesi Yang bergunung, yang berlembah, yang berbukit-bukit Diliputi sawah dan kebun, disejukkan oleh Sungai Sadang Kami semua orang Toraja Ke negeri manapun kami pergi tetap kami ingat dalam hati Suasah derita lagu daerah sulawesi selatan kami jumpai kami tidak berkeberatan hati Itulah kewajiban kami menyempurnakan kejayaanmu Tondok Kadadianku adalah lagu daerah dengan lirik yang mendalam.

Setiap liriknya menggambarkan keadaan lingkungan serta budaya masyarakat setempat. Di mana, ada adat istiadat yang kuat memengaruhi semua itu. Jadi, falsafah hidup dan budaya di sana, tetap dilakukan hingga turun-temurun. Di samping itu, lagu ini juga bercerita tentang keindahan alam Tana Toraja. 6. Ammac Ciang Lirik Lagu Ammac Ciang Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang ! Tallu luwara lekona Napak napak lalang bang sikontu bonena lino Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang !

Malam parang laisinu Alla mate te bombang Buhuleng tanna lajjunu Baku’ lagu daerah sulawesi selatan na bun tulu nakku dendek, naluluang ! Naluluang pangngurangi Alla tenamo kanang Baji lagu daerah sulawesi selatan ri matangku Ammac Ciang merupakan lagu yang populer di Sulawesi Selatan. Lagu ini menceritakan keadaan sehari-hari di kota Makassar. Lirik lagunya menggambarkan suasana kota Makassar yang penuh dengan keramaian, dan selalu hiruk pikuk sehari-harinya.

Masyarakat setempat mengenal lagu ini dengan baik. Baca Juga: Tempat Wisata di Makassar Ini Beda dari yang Lain Itu lah sederet lagu daerah Sulawesi Selatan yang tentunya masing-masing lagu punya lirik dengan makna tersendiri. Banyak lagunya yang menceritakan keindahan alam serta keadaan suatu daerah. Menarik, ya? Selain adat istiadat dan kebudayaannya, Sulawesi Selatan terutama Makassar, masih memiliki banyak keseruan lain.

Seperti kuliner khas Coto Makassar hingga Jalangkote. Makin penasaran nih sama kota satu ini. Jadi, ingin jalan-jalan ke sana. Untuk kamu yang ingin langsung menikmati keindahan Tana Toraja, kamu bisa langsung pesan tiket pesawat di Blibli.

Oh iya Blibli Friends, jangan sampai kelewatan ya sekarang lagi ada Promo 4.4 Ramadhan Pasti Berkah. Cashback iftar 100% dan diskon hingga 80%.

Promo berlangsung dari tanggal 4-8 april 2022. Yuk, borong produk favoritmu dengan harga terbaik hanya di Blibli. Temukan Tiket Pesawat Murah Hanya di Sini! Jumlah Pengunjung : 30,762 Lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan – Meskipun memiliki predikat sebagai salah satu kota metropolitan, Makassar tetap menyimpan beragam kekayaan khas daerahnya yang masih terus dilestarikan sampai sekarang.

Salah satu kekayaan daerah yang masih terus terjaga sampai saat ini. Gaungnya masih tetap diperdengarkan ke seluruh masyarakat setempat, termasuk generasi muda pada khususnya. Ada banyak macam lagu daerah yang berasal dari Sulawesi khususnya gu ladari Sulawesi Selatan. Dibawah ini adalah 6 lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan yang biasa dinyanyikan dan masih didendangkan diberbagai acara.

Baca Juga: • Daftar 6 Lagu Daerah Dari Riau Dan Makna Liriknya • Daftar 6 Lagu Daerah Yang Berasal Dari Bengkulu dan Makna Liriknya Anging Mamiri Lagu Daerah Yang Berasal Dari Sulawesi Selatan Anging mamiri kupasang Pitujui tontonganna Tusarroa takkaluppa (2X) E.aule… Namangngu’rangi Tutenayya…tutenayya pa’risi’na (2X) Battumi anging mammiri Anging ngerang dinging-dinging Namalantang saribuku E.aule… Mangerang nakku Nalo’lorang… nalo’lorang je’ne mata Anging mammiri ku pasang Pitujui tontonganna Tusarroa takkaluppa Lagu Anging Mamiri adalah salah satu lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Lagu ini diciptakan oleh Bora D. G. Irate. Arti dari lagu ini adalah “angin yang bertiup”. Makna dalam liriknya berisi pesan rindu yang ingin disampaikan untuk orang tersayang. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa Angin Mamiri bermakna ajakan untuk memohon atau berharap kepada Tuhan. 2. Lagu Anak Kukang Kukanga’ tunipela Tunibuang ritamparang Kunianyukan rije’ne Narappung tau maraeng Ca’di ca’di lagu daerah sulawesi selatan in’ja Nana pelakka anrongku Mantang mama kale kale Tu’guru’ je’ne matangku Aule … sare sarengna Ikukang sayang Sare tea takucini Empo tena mate’nena Lagu Anak Kukang adalah lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Liriknya menceritakan tentang seorang anak yang hidup sebatang kara. Tanpa alasan yang jelas, ibu dari anak tersebut membuangnya. Banyak yang menduga bahwa anak tersebut dibuang karena masalah ekonomi yang melilit keluarganya hingga akhirnya sang ibu lebih memilih membuangnya. Walaupun menceritakan tentang sebuah kesedihan, lagu ini tetap populer di kalangan masyarakat luas. Sebab tak hanya merdu untuk didengarkan, namun irama dari lagu ini pun juga mudah untuk diikuti.

3. Lagu Ati Raja Jailebang ni rampe i lagu daerah sulawesi selatan Ati Raja to sunggua ri pau pau kodong Raja le ala ni ani puji ati ati raja Ni a tom mo ni calla dodu Puna ni a to sunggu bau Ati Raja nata ena Raja le allara panji sero ati ati raja Kek ke kini pela tomi Laku apa mi sunggu ta bau Ati Raja nama jai balla batu ta kodong Raja le ala puna kodia ati ati raja Keleleang mange mange bau Mange mange bau Lagu Ati Raja juga menjadi salah satu lagu lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Lagu ini diciptakan oleh Hoe Eng Djie. Lagu Ati Raja ini pun memiliki makna yang sangat dalam pada syairnya. Bercerita mengenai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pecipta. Tak hanya itu, lagu ini juga sekaligus menegaskan, bahwa Tuhan itu Esa atau satu. Baca Juga: • 6 Tari Adat Tradisional dari Sulawesi Selatan yang indah • inilah Fungsi Rumah Adat Tongkonan Toraja 4. Lagu Pakarena Pakarena Lagu Daerah Yang Berasal Dari Sulawesi Selatan Ika teri tura tea bau Adat taman io loa sayang E aule pakarenaya Pakarenaya labiriri pagaukang Ika tebu tara teang sayang Punania pagaukang sayang E aule suku Bajina Suku Bajina punania pakarena Pura raba piu rukang sayang Baju Bodo kaun lolo sayang E aule suku Bajina Suku Bajina punania ke anggada Lagu Pakarena yang merupakan lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan ini, berasal dari kata ” pa” yang artinya pelaku atau pemain.

Tak hanya itu, pakarena juga dapat diartikan sebagai laki-laki. Atau, pengertiannya secara luas memiliki arti sebagai laki-laki yang pintar memainkan berbagai macam permainan. 5.

Lagu Tondok Kadadianku Tondok Toraya Iamo tondok mala’bi Melo tampana maballo garagana Natikui buntu sia narande Lombok Tondok manaman tae’ tongan susinna Tondok soraya Tondok kadadianku Iamo tondo kunii ditibussanan Tondok nanai torro indo’Ambe’ku Sisola mintu’ siulu’ sia sangbara’ku Moi angku male lako pandangna tau Inang la tongtong laku pa lan penangku Moi bulawan dio pandangna tau Inang tang pada Tondok kadadianta Lirik yang tercantum dalam Lagu Tondok kadadianku, merupakan lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Liriknya mengandung arti yang mendalam bagi masyarakat setempat. Penggambaran arti dari setiap liriknya, merefleksikan keadaan lingkungan dan budaya masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh adat istiadat yang kuat. Sehingga falsafah hidup serta budayanya masih dilakukan secara turun temurun. Selain itu, arti dalam lirik Lagu Tondok kadadianku ini jga menceritakan tentang keindahan Tana Toraja yang dikenal dengan keindahan alamnya.

6. Lagu Ammac Ciang Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang…. Tallu luwara lekona Napak napak… lalang bang sikontu bonena lino… Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang…. Malam parang laisinu Alla mate…. te bombang Buhuleng tanna lajjunu… Baku’ ku na bun tulu nakku dendek, naluluang… Naluluang pangngurangi Lagu daerah sulawesi selatan tenamo kanang… Baji baji ri matangku….

Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang…. Tallu luwara lekona Napak napak… lalang bang sikontu bonena lino… Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang…. Malam parang laisinu Alla mate…. te bombang Buhuleng tanna lajjunu… Baku’ ku na bun tulu nakku dendek, naluluang… Naluluang pangngurangi Alla tenamo kanang… Baji baji ri matangku… Lagu Ammac Ciang merupakan lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan, dimana liriknya menceritakan tentang Kota Makassar yang hiruk pikuk dan penuh dengan keramaian.

** Demikian adalah penjelasan singkat mengenai 6 lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan baik lirik lagunya maupun sekilas tentang makna lagunya.

Lagu daerah tersebut harus sering kalian nyanyikan, agar lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan ini biasa tetap dilestarikan oleh generasi mendatang.
Lagu daerah Sulawesi Selatan termasuk dalam salah satu tradisi yang harus terus dilestarikan atau disebarkan agar masyarakat bisa mengetahuinya secara lebih luas. Lagu daerah merupakan kekayaan budaya yang menjadi simbol atau ciri khas suatu daerah. Oleh karena itu, peranan dari lagu daerah ini sangat penting untuk masyarakat di sekitarnya.

Lagu Daerah Sulawesi Selatan juga menjadi salah satu daya tarik yang membuat para pengunjung ataupun wisatawan ingin melihat lebih dalam tentang sebuah daerah. Tradisi tersebut diberikan secara turun menurun untuk memberikan edukasi terhadap generasi muda tentang sebuah hal yang dianggap penting seperti perjuangan ataupun cara menyatukan bangsa. Daftar Isi • Kumpulan Lagu Daerah Sulawesi Selatan • 1. Anging Mamiri • 2. Anak Kukang • 3.

Pakarena • 4. Tope Gugu • 5. Ati Raja • 6. Ibung Ibung • 7. Tondok Kadadiangku • 8. Ma Rencong • 9. Ammac Ciang • 10. Kelong Batti Batti • 11. Peia tawa lagu daerah sulawesi selatan • Lagu Daerah Sulawesi Selatan Lainnya • PENUTUP Lagu Daerah Sulawesi Selatan • Related posts: Kumpulan Lagu Daerah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan adalah sebuah provinsi yang letaknya di pulau Sulawesi bagian Selatan, dengan beribukotakan Makassar.

Provinsi memiliki luas wilayah sekitar 46.717,48 km, dengan jumlah penduduk lebih kurang 8.8 juta jiwa (Wikipedia/2019). Seperti provinsi pada umumnya, Sulawesi Selatan diisi oleh agama, ras, suku dan bahasa yang berbeda, sehingga menciptakan toleransi dan dijadikan sebagai daerah multikultural.

Namun meski begitu, kekayaan budaya yang ada masih tetap terjaga dan dilestarikan. Salah satunya ialah Lagu Daerah Sulawesi Selatan, yang hingga kini masih sering kita dengar. Nah, pada artikel ini, Senipedia telah rangkum uraian tentang Lagu Tradisional Indonesia tepatnya dari Sulawesi Selatan. Silakan simak ulasan ini dan semoga bermanfaat. Check this out. 1. Anging Mamiri Anging Mamiri memiliki arti angin yang bertiup dan membawa angin kesejukan.

Angin ini membawa pesan kerinduan untuk disampaikan kepada orang yang tersayang. Namun ada lagu daerah sulawesi selatan beberapa orang yang menyebutkan bahwa Anging Mamiri memiliki makna sebuah ajakan agar orang hanya memohon dan berharap kepada Tuhan saja. Secara garis besar mungkin lagu daerah sulawesi selatan digambarkan bahwa ketika Anda memiliki keinginan atau rasa kerinduan yang cukup mendalam namun tidak bisa tersampaikan, maka keluarlah untuk menikmati hembusan angin lagu daerah sulawesi selatan menenangkan.

Melalui hal tersebut maka Anda bisa merasa lebih lega dan tidak terbebani dengan perasaan. Pencipta lagu Anging Mamiri adalah Bora D.G.

Irate. Anging. Lagu ini bisa berfungsi untuk membangun keyakinan pada Tuhan, bahwa jika Anda tidak memiliki tempat mengadu maka Tuhan akan selalu menjadi pilihan terbaik sebagai tempat bercerita. Tuhan akan memberikan Anda jawaban dari doa-doa yang seringkali dipanjatkan. Berikut, lirik lagunya : Anging mamiri ku pasang, Pitujui tontonganna, Tusaroa takkan lupa, Batumi anging lagu daerah sulawesi selatan, Anging ngerang dinging-dinging, Namalontang saribuku… E… aule…, Na mangu rangi, Tutenaya, tutenaya parisina… Batumi anging mamiri, Anging ngerang dinging-dinging, Namalontang saribuku… E… aule…, Na mangu rangi, Mato’lorang… mato’lorang je’ne mato, O o o o o o o o o, O o o o o… 2.

Anak Kukang Lagu Anak Kukang Melodinya yang mendayu-dayu sudah menggambarkan bahwa lagu ini memiliki pesan kesedihan. Meskipun menggambarkan kesedihan, namun banyak orang yang menyukai lagu ini karena memiliki irama yang enak didengar dan mudah diikuti. Lagu ini dibawakan dengan cara yang mendayu-dayu sehingga maknanya dapat dirasakan secara langsung untuk pendengar. Lagu daerah Anak Kukang menceritakan tentang kesedihan seorang anak yang hidup sebatang kara.

Orang tua anak tersebut memiliki masalah di hidupnya, tidak diceritakan secara mendetail masalah apa yang dimiliki namun dari baitnya tersirat bahwa keluarganya mengalami masalah ekonomi. Tidak ada pilihan lain untuk bertahan hidup, akhirnya ibu tersebut terpaksa membuang anaknya. Anak itu hidup dalam kesedihan dan berusaha tetap hidup meskipun seorang diri, namun akhirnya ada seseorang yang mau merawat dan membesarkan anak tersebut.

Demi membalas budi baik orang yang sudah merawatnya, anak itu harus hidup dengan baik. Pencipta lagu ini belum diketahui secara lebih detail. Lagu ini bisa berperan sebagai penghibur bahwa kesedihan yang terjadi tidak akan berlangsung selamanya.

Untuk itu Anda harus tetap semangat dalam menjalani hidup. Ada masa ketika seluruh kesedihan akan terhapuskan dan berubah menjadi kebahagiaan. Berikut, liriknya : Kukana tuni pela tuni buang ritamparang, Tuni ayukkan rije’ne narampung tau maraeng, Caddi caddi dudu in’ja nana pellaka ammaku, Mantang mama ka’leka’le tu’guru je’nne matanku… Aule sa’resa’re na i kukang sayang, Sa’re tenama kucini lino empo tenama te’nena, Aule sa’resa’re na i kukang sayang, Sa’re tenama kucini lino empo tenama te’nena… 3.

Pakarena Lagu daerah Sulawesi Selatan Pakarena memiliki kata dasar yaitu Pa yang artinya adalah pemain. Secara lebih luas lagu ini memberikan makna tentang seorang laki-laki yang pandai dalam berbagai permainan. Bisa dikatakan bahwa laki-laki merupakan sosok yang bisa diandalkan dalam segala bidang. Hingga saat ini belum diketahui pasti siapa pencipta dari lagu ini.

Namun yang pasti, lagu ini sudah dinyanyikan sejak zaman dahulu dan terus disebarkan secara turun menurun ke setiap generasi. Lagu ini memiliki makna bahwa seorang laki-laki harus memiliki sikap yang tegas dan juga bijaksana sehingga bisa menjadi pelindung dan sosok yang bisa diandalkan. Berikut, liriknya : Ika teri tura tea bau, Adat taman io loa sayang, E aule pakarenaya, Pakarenaya labiriri pagaukang… Ika tebu tara teang sayang, Punania pagaukang sayang, E aule suku Bajina, suku Bajina punania pakarena… Pura raba piu rukang lagu daerah sulawesi selatan, Baju Bodo kaun lolo sayang, E aule suku Bajina, Suku Bajina punania ke anggada… 4.

Tope Gugu Lagu daerah Sulawesi Selatan Tope Gugu sering dijadikan sebagai bahan pertunjukan budaya di dalam maupun luar negeri. Hal tersebut membuat jenis lagu daerah yang satu ini sudah akrab di telinga kebanyakan orang pada umumnya.

Lagu ini lagu daerah sulawesi selatan diiringi dengan musik khas daerah seperti angklung maupun alat musik modern seperti piano atau terompet. Lagu ini menceritakan tentang semangat perjuangan yang harus terus dipupuk dari generasi ke generasi untuk rela berjuang membela negara dalam kondisi apapun. Hal ini sudah dilakukan oleh para pahlawan sejak zaman dahulu kala. Agar perjuangan para pahlawan tidak sia-sia, semangat juang harus terus dikobarkan pada generasi selanjutnya.

Belum diketahui siapa yang menciptakan lagu Tope Gugu ini, namun lagu ini sudah populer dan menjadi budaya daerah yang harus terus dilestarikan. Lagu ini mengisyaratkan bahwa generasi muda harus memiliki sikap pantang menyerah dan bisa terus berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan juga perdamaian dunia.

Berikut, lirik lagunya : Tope tope gugu, Lagaligo hointado, Hoinalenga pompiri, Pompiri… Ane manutina nitu, Tunu bokukande atena, Atena jokulau ampena, Ampena kupakei kupatente lau… Lau ambe jara nipakei tina ala, Ala makancara riasenaitopa, Topamalajong malajong pulo mada, Mada padongkonailawe, Mada padongkonailawe… 5. Ati Raja Lagu Ati Raja diciptakan oleh Hoe Eng Djie. Lagu ini mengandung makna tentang ungkapan rasa syukur kepada Tuhan akan segala sesuatu yang sudah diberikan kepada diri kita.

Dalam lagu ini juga ditegaskan bahwa Tuhan memiliki sifat esa yang artinya tunggal atau satu. Maka dari itu Anda harus memiliki keyakinan bahwa Tuhan memiliki kuasa akan segalanya. Hingga saat ini lagu Ati Raja masih terus dinyanyikan untuk membuat orang bisa tetap sadar dan selalu mengingat Tuhan dalam keadaan apapun. Baik atau buruknya kondisi yang Anda rasakan sekarang, merupakan sebuah anugerah dan pilihan Tuhan yang terbaik. Tuhan akan memberikan Anda solusi atas masalah yang sedang dilalui pada waktu yang tepat.

Makna lagu ini mengikatkan untuk janganlah berkecil hati, Anda harus tetap semangat dan berdoa agar Tuhan selalu memberikan kehidupan yang baik untuk dijalani. Agama merupakan pondasi utama bagi kehidupan. Alasan itulah yang membuat lagu ini terus dinyanyikan agar generasi muda tidak lupa untuk senantiasa memperdalam agamanya, demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan sukses.

Hal ini juga menjadi harapan agar para generasi muda menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa dalam menatap masa depan. Berikut, lirik lagunya : Jailebang ni rampe i bau, Ati Raja to sunggua ri pau pau kodong, Raja le ala ni ani puji ati ati raja, Ni a tom mo ni calla dodu… Puna ni a to sunggu bau, Ati Raja nata ena, Raja le allara panji sero ati ati raja, Kek ke kini pela tomi… Laku apa mi sunggu ta bau, Ati Raja nama jai balla batu ta kodong, Raja le ala puna kodia ati ati raja, Keleleang mange mange bau, Mange mange bau… 6.

Ibung Ibung Ibung ibung cakahkan kubis, Dak katek kubis nangke jadilah, Ibung ibung cakahkan gadis, Dak katek gades jande jadilah… 2x Ibung ibung cakahkan nangke, Dak katek nangke rebung jadilah, Ibung ibung cakahkan jande, Daka katek jande ibung jadilah… 2x… 7.

Tondok Kadadiangku Lagu Tondok Kadadiangku Lagu daerah Sulawesi Selatan selanjutnya berjudul Tondok Kadadiangku, lagu ini bercerita tentang kebiasaan dan kebudayaan masyarakat setempat, yang hampir keseluruhannya dipengaruhi oleh adat dan istiadat daerah itu sendiri.

Berikut, lirik lagu Tondok Kadadiangku : Maram pamadal lekan da diangku, Ripadang digen te Toraya le bukan Sulawesi, Membuntu mellom bok mentane tena, Nakapu uma siapalak nasak kai salusa dan… Kami sang Torayan imba muba padang, kimoloi Tongtong kipalan ara, Mapari Masussa kitam mui Sanga kima, din kipama lean tae kipo mabanda penaa… lamo passa nan teng kuki umpasundun rong komu, Mapari Masussa kitam mui Sanga kima, din kipama lean tae kipo mabanda penaa, lamo passa nan teng kuki umpasundun rong komu… 8.

Ma Rencong Lagu selanjutnya berjudul Ma Rencong yang berasal dari Makassar. Lagu ini bercerita tentang angan-angan rakyat Sulsel yang cukup tinggi, di mana dalam kepingan liriknya terdapat kutipan yang berarti mereka sudah menginjakkan kaki ke bulan.

lagu daerah sulawesi selatan

Berikut, lirik lagunya : Battu Ratema Ribulang, Marencong-rencong, Ma’rencong – Rencong, Makkuta’nang Ribintoeng… Apa Kananna, attudendang Baule, Bunting Lompojako Sallang, Lontaja Ijammengja… Ia Dengdanga Da’dumba, Ia Paramata Bengko’na, Ia Dengdanga Da’du, Gunturu’naji Malompo… Ma’rencong – rencong, ma’rencong – rencong, Kila’na malla’bang lino, Bosi Sarrona… Attudendang Baule, tamalliang tompo bangkeng, mingka ijaimmengja, ia dengdanga da’dumba… Ia dengdanga da’dumba, Ia Paramata Bengko’na, Ia Dengdanga Da’dumba… ✓ Lagu Daerah NTB 9.

Ammac Ciang Lagu Daerah Makassar selanjutnya berjudul Ammac Ciang. Lagu ini bercerita tentang keramaian kota Makassar di siang dan malam hari. Selain itu, juga mendeskripsikan masyarakatnya yang ramah, santun dan saling menjaga toleransi dengan baik.

lagu daerah sulawesi selatan

Berikut, lirik lagunya : Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang, Tallu luwara lekona Napak napak, lalang bang sikontu bonena lino… Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang, Malam parang laisinu Alla mate, te bombang Buhuleng tanna lajjunu… Baku’ ku na bun tulu nakku dendek, naluluang, Naluluang pangngurangi Alla tenamo kanang, Baji baji ri matangku… Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang, Tallu luwara lekona Napak napak, lalang bang sikontu bonena lino… Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang, Malam parang laisinu Alla mate, te bombang Buhuleng tanna lajjunu… Baku’ ku na bun tulu nakku dendek, naluluang, Naluluang pangngurangi Alla tenamo kanang, Baji baji ri matangku… 10.

Kelong Batti Batti Jika diartikan, Kelong berseri Nyanyian. Kelong Batti Batti merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Sulsel. Karya seni ini berbentuk larik-larik kelompok kata dan dibawakan dengan bernyanyi atau bersenandung.sedangkan Batti’-batti’ sendiri diambil dari kata ‘ambatti’ yang berarti memetik.

Sampai saat ini sekalipun, kesenian ini masih sering dipertontonkan dalam berbagai event di Sulsel. Lirik-lirik yang ada mengandung pesan moral, masehat dan dijadikan alat komunikasi yang lebih berseni antara pria dan wanita. 11. Peia lagu daerah sulawesi selatan tawa Peia tawa tawa, Peia tawa tawa, Noamba Tepumbu.

lagu daerah sulawesi selatan

Tepumbu luale, Tepumbu anandonia, Ronga tono motuo… Rombe kai kai, Lagu daerah sulawesi selatan kai kai, Noamba Tepali… Molulo molulo, Molulo luwuakono, Molulo sambe menggaa… Lagu Daerah Sulawesi Selatan Lainnya Pantai Losari - Sejarahunik.com Sulawesi termasuk dalam 4 Pulau Sunda Besar, sekaligus menjadi pulau terbesar ke-11 di dunia. Bagian Sulawesi Selatan sendiri, menjadi salah satu daerah dengan penduduk terbanyak, serta memiliki beragam suku, agama, ras dan bahasa, sehingga menjadikannya daerah dengan kebudayaan yang banyak.

Tidak terkecuali mengenai Lagu Adat Sulawesi Selatan, meski ada beberapa yang identitasnya tidak diketahui, baik dari segi pencipta, lahirnya lagu daerah sulawesi selatan maknanya, namun selalu dilestarikan.

Nah, berikut, diantara lagu-lagu yang lainnya selain uraian di atas : • Batara • Bombang Nia Pa’risina • Dimenna Luwu • Garring Apa i Nonna • Ke Solo’ Ko Inde’ Rokko • Kerajaanna Lempangan • Lembata Tana Luwu • Marendeng Marampa • Pantai Losari • Penangku Penammu • Pepasan To Dolo • Suruganna Lino • Waktu Hujan Sore-sore • Tulolonna Sulawesi • To’ro Matayya • To Mangla • Tana Luwu Pande Tongan Tu Nene’ta. Disarankan : Lagu Daerah Sulawesi Barat PENUTUP Lagu Daerah Sulawesi Selatan Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Lagu Daerah Sulawesi Selatan beserta lirik dan maknanya.

Semoga dengan adanya daftar Lagu Tradisional Indonesia di atas, bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua, mengenai keanekaragaman budaya di tanah air. Terima kasih. ( Referensi). Related posts: • 12+ Lagu Daerah Jawa Tengah dan Maknanya • 7+ Lagu Daerah BANTEN beserta Lirik dan Maknanya • 20+ Lirik Lagu Daerah LAMPUNG beserta Penjelasannya Posted in Lagu Tagged Lagu Adat Sulawesi Selatan, Lagu Daerah Sulawesi Selatan, Lagu Tradisional Indonesia, Lagu Tradisional Sulawesi Selatan, Sulawesi Selatan Tulisan Terbaru • ANIME BTS - 50+ GAMBAR FUN ART BTS TAMPAK SEPERTI ASLINYA • CARA DOWNLOAD DRAMA KOREA + SUBTITLE INDO • Pantun Malam Minggu • Pantun Selamat Berbuka Puasa • 30+ ANIME 3D TERBAIK, TAMPAK SEPERTI ASLINYA • Pantun Hari Raya Idul Fitri • Pantun Selamat Malam • Pantun Motivasi Hidup • Situs Freelancer Indonesia • Pantun Motivasi Sukses 1.

Paccobana Lino Lagu Paccobana Lino adalah lagu Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Lagu ini kerap dibawakan di sejumlah festival di Makassar. Baca Juga: Anggota DPR RI Minta Polisi Ungkap Pihak Lain Terlibat Tarung Jalanan di Makassar Nurul Fadhilah Syahid B, anggota UKM Seni Lagu daerah sulawesi selatan eSA Studio Vokal dan Anggota Paduan Suara Mahasiswa UIN Alauddin Makassar mengatakan, lagu Paccobana Lino berkisah tentang cobaan dunia.

Seperti arti dari judul lagunya. "Paccobana Lino kayak cobaan dunia. Lagu daerah Makassar," kata Nurul Fadhilah kepada SuaraSulsel.id, Rabu 11 Agustus 2021. Lagu 'Paccobana Lino' kerap dibawakan Nurul Fadhilah dalam paduan suara. Untuk mengiri tarian saat mewakili etnis Makassar di salah satu acara yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Makassar - Sulawesi Selatan ( Sulsel) kaya dengan ragam kebudayaannya.

Termasuk lagu-lagu daerah Sulawesi Selatan yang masih terus lestari hingga saat ini. Tema lagu daerah Sulawesi Selatan cukup beragam.

lagu daerah sulawesi selatan

Ada yang liriknya menggambarkan kerinduan, semangat hingga problem cinta seperti ditinggalkan kekasih. "Lagu daerah Sulawesi Selatan punya kekhasan melodi dan sarat makna," ungkap Dosen Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Andi Ihsan. Lagu-lagu daerah selama ini biasanya hanya mendapat tempat di panggung-panggung pesta pernikahan, hari jadi daerah atau ajang lomba khusus lagu dengan bertema kedaerahan.

Kini lagu daerah mulai banyak di-cover anak-anak muda. Musiknya diimprovisasi dibuat dengan versi kekinian. Berikut 7 lagu daerah Sulawesi Selatan populer beserta maknanya: 1.

Anging Mammiri Lagu Anging Mammiri atau dalam bahasa Indonesia berarti angin semilir merupakan lagu tradisional di Sulsel yang berasal dari Suku Bugis. Lagu daerah sulawesi selatan ini diciptakan oleh Borra Daeng Ngirate sekitar tahun 1940-an. Lagu daerah Sulawesi Selatan ini juga sering menjadi pengiring sebuah tarian atau penyambutan di acara-acara resmi. Dosen Fakultas Seni dan Desain UNM, Dr Andi Ihsan menjelaskan lagu ini memiliki keindahan melodi. Jika dilihat dari lirik lagunya, Anging Mammiri bercerita tentang kerinduan seorang yang begitu mendalam kepada sang kekasih yang berada di tempat yang jauh.

Rasa rindu itu membuatnya berdiri di ujung jendela sambil melantunkan syair-syair berharap angin menyampaikan pesan tersebut kepada sang kekasih.

"Lagu ini termasuk lagu daerah tempo dulu, dari segi musiknya. Termasuk pesan-pesan yang ingin disampaikan biasanya kalau lagu dulu lebih dalam maknanya tidak sekedar bicara soal kerinduan," katanya, Sabtu(26/3).

2. Sajeng Rennu Lagu ini juga lagu berbahasa Bugis. Lagu ini belakangan menjadi sangat booming di blantika musik Sulsel. Di radio-radio dan acara-acara hajatan lagu daerah Sulawesi Selatan ini tidak pernah absen dinyanyikan. Diciptakan Yusuf Alamudi dan Jafar Abu, Sajang Rennu mengisahkan seseorang yang tenggelam dalam dunia asmara yang tidak kesampaian atau patah hati karena impian cinta tak jadi kenyataan. "Lagu ini lebih menggambarkan kisah cinta anak-anak muda kekinian.

Makanya Sajeng Rennu mudah diubah menjadi lagu daerah bergenre pop kekinian," kata Dr Andi Ihsan. Pesan yang ingin disampaikan dari lagu Sajeng Rennu atau Awwi ini adalah lelaki sejati jangan pernah berikrar untuk lagu daerah sulawesi selatan seorang wanita jika tidak betul-betul yakin.

lagu daerah sulawesi selatan

"Apalagi sampai merenggut kesucian dan kehormatan seorang wanita dengan iming-iming cinta sehidup semati. Selain karena berdosa, hal ini menjadi kehinaan yang tidak pantas dimiliki lelaki Bugis," tukasnya. 3. Marendeng Marampa Lagu ini dikategorikan juga sebagai lagu kebangsaan Suku Toraja di Sulsel. Menceritakan keindahan tanah asal dan sekaligus tentang budaya merantau ke negeri orang yang banyak dilakukan orang-orang Toraja. "Lagu ini bisa dibilang lagu penyemangat, sering digunakan sebagai lagu pengiring untuk tarian-tarian dalam acara-acara resmi yang sudah ada sejak dulu.

Sifatnya sama dengan lagu Anging Mammiri," kata Dr. Andi Ihsan.

lagu daerah sulawesi selatan

Toraja memang dikenal selama ini sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia setelah Bali. Namun kemudian redup dan belakangan kembali bangkit pariwisatanya. Setelah mendengar, sepertinya Anda akan semakin tertarik berkunjung ke Toraja.

4. Ati Raja Dosen Fakultas Seni dan Desain UNM, Dr Andi Ihsan menuturkan lagu rakyat ini tidak mudah dijangkau dalam tuning kromatis tangga nada diatonik, sebab lagu ini mendekati kromatik lagu-lagu dendang Malayu yang bertangga nada heptatonik yang agak susah untuk dinyanyikan.

Diciptakan oleh seniman bernama Hoo Eng Djie, syair lagu ini mempunyai makna yang begitu mendalam. Lagunya berkisah tentang ungkapan rasa syukur yang dipanjatkan kepada Sang Pencipta. Termasuk menegaskan bahwa Tuhan itu Esa atau satu. "Di samping itu, lagu ini juga menyuguhkan hubungan antar budaya dan kisah cinta yang sendu antara etnis Tiongkok dengan wanita Bugis di Sulsel." kata Andi Ihsan.

lagu daerah sulawesi selatan

5. Pakarena Pakarena ini lagu yang sering digunakan sebagai lagu pengiring tarian. Menceritakan dua penghuni negeri yang berbeda yaitu botting langi (negeri khayangan) dan penghuni lino (bumi). "Lagu Pakarena sama dengan Anging Mammiri dan nyanyian orang-orang dulu yang punya makna yang dalam Bahkan sulit diinterpretasikan secara harfiah,"kata Dr.

Andi Ihsan. Tetapi umumnya oleh masyarakat Sulsel menerima lagu ini dengan pemaknaan menceritakan penantian perpisahan dua negeri yang berbeda.

Penghuni botting langi (negeri khayangan) juga mengajarkan penghuni lino (bumi) mengenai tata cara hidup mulai dari cara bercocok tanam, beternak hingga cara berburu. 6. Alosi Ri Polo Dua Lagu berbahasa Bugis ini berarti pinang dibelah dua. Lagu daerah sulawesi selatan ini secara umum menceritakan sepasang manusia yang sudah ditakdirkan berjodoh. Dosen Fakultas Seni dan Desain UNM, Dr Andi Ihsan menuturkan lagu-lagu daerah Sulawesi Selatan tempo dulu kerap menggambarkan bagaimana budaya dan kepercayaan masyarakat saat itu.

Lagu Alosi Ri Polo Dua ini adalah salah satu bentuk kepercayaan masyarakat Bugis yang dituangkan lewat lagu. Menurut kepercayaan jaman dahulu bahwa wanita dan pria yang memiliki kemiripan dalam wajah adalah cocok untuk menjadi suami istri atau berjodoh. "Lagu ini menceritakan tentang hal itu dan cinta," Dr Andi Ihsan. Baca juga: Viral Bule Bulgaria Nyanyi Lagu Daerah Sulawesi Selatan Ininnawa Sabbara'e 7.

Balo Lipa Ini salah satu lagu daerah Sulawesi Selatan berbahasa Bugis yang cukup populer. Bahkan seperti jadi lagu wajib di setiap pesta pernikahan. Lirik lagunya sangat mengandung makna yang sangat dalam. Mengisahkan kisah cinta seseorang yang kandas karena ditinggal nikah oleh pasangan melalui Balo Lipa (motif sarung).

Baca juga: Makna Ininnawa Sabbara'e Menurut Cewek Bulgaria yang Viral Nyanyi Lagu Sulsel Lagu ini ingin menggambarkan cinta dari kekasihnya itu hanya ibarat motif sarung. Rasa menyukai, menyayangi motifnya saat sarungnya masih baru. "Namun ketika sarungnya sudah lama, dan sarungnya menjadi kusam serta motifnya tidak lagi terlihat indah seperti saat sarung itu masih baru sehingga lama kemudian nantinya akan merasa bosan dengan sarung tersebut dan lambat laun akan dilupakan," tutur Andi Ihsan.

Simak Video " Ratusan Pembalap Liar di Makassar Adu Kecepatan di Arena Resmi" [Gambas:Video 20detik] (tau/hmw)
Lagu Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) – Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang letaknya berada di bagian selatan dari pulau Sulawesi. Ada salah satu tradisi di Sulawesi Selatan yang cukup terkenal dan masih terus dilestarikan sampai sekarang. Orang-orang provinsi ini tersebut menyebutnya Mappilili (Bugis) atau bisa juga disebut Appalili (Makassar).

Mappalili berasal dari kata palili yang memiliki arti menjaga tanaman padi dari sesuatu yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya atau berpotensi merusak tanaman padi tersebut. Tradisi tersebut menjadi ritual turun-temurun yang sampai sekarang masih terus dilakukan masyarakat Sulawesi Selatan, terutama masyarakat Kabupaten Pangkep. Mappalili menjadi bagian dari budaya mereka yang mulai dilakukan sejak beberapa tahun belakangan.

Tradisi ini menjadi pertanda dimulainya penanaman padi. Tujuan dari tradisi ini yaitu untuk mensalipuri atau mensilebbu daerah kosong yang akan ditanam padi agar terbebas lagu daerah sulawesi selatan gangguan yang mengganggu hasil produksi. Ibukota dari provinsi ini adalah Makassar, yang pada jaman dulu lebih dikenal dengan sebutan Ujung Pandang.

Lagu daerah sulawesi selatan geografis dari kota ini berada di pesisir barat daya Pulau Sulawesi yang berbatasan langsung dengan selat Makassar, sementara bagian utaranya berbatasan langsung Kepulauan Pankajene. Sedangkan bagian timur kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Maros dan bagian selatannya, berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa. Sebagai ibukota dari provinsi Sulawesi Selatan, menjadikan Makassar sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia.

Namun perlu digarisbawahi, meskipun berpredikat sebagai salah satu kota metropolitan, Makassar tetap menyimpan beragam kekayaan khas daerahnya yang masih terus dilestarikan sampai sekarang. Baca Info Menarik Tentang Sulawesi Selatan: • Tarian Daerah Sulawesi Selatan • Pakaian Adat Sulawesi Selatan Lagu Daerah Sulawesi Selatan Salah satu kekayaan daerah yang masih terus terjaga sampai saat ini adalah lagu daerah.

Ada banyak lagu daerah yang masih terus diperdengarkan dari kota ini, diantaranya yaitu : 1. Anak Kukang Anak Kukang adalah lagu daerah yang menceritakan tentang seorang anak yang hidup sebatang kara.

Tanpa alasan yang jelas, ibu dari anak tersebut membuangnya. Banyak yang menduga bahwa anak tersebut dibuang karena masalah ekonomi yang melilit keluarganya hingga akhirnya sang ibu lebih memilih membuangnya. Kendati bercerita tentang kisah yang sedih, banyak orang yang menyukai lagu ini. Sebab tak hanya enak untuk didengarkan, namun irama dari lagu ini pun juga mudah untuk diikuti.

lagu daerah sulawesi selatan

Inilah lagu anak kukang menggunakan bahasa Makassar : Kukanga’ tunipela Tunibuang ritamparang Kunianyukan rije’ne Narappung tau maraeng Ca’di ca’di dudu in’ja Nana pelakka anrongku Mantang mama kale kale Tu’guru’ je’ne matangku Aule … sare sarengna Ikukang sayang Sare tea takucini Empo tena mate’nena 2. Anging Mamiri Anging Mamiri adalah lagu yang diciptakan oleh Bora D.G.Irate.

Anging Mamiri artinya adalah angin yang bertiup dan membawa kesejukan serta pesan rindu yang hendak disampaikan kepada orang tersayang. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa lagu Anging Mamiri bermakna sebagai ajakan agar memohon atau berharap hanya kepada Tuhan saja.

Sekalipun Anda memiliki banyak keinginan, namun tetap Tuhanlah yang akan mengabulkan permohonan tersebut dan pasti memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Berikut ini adalah lirik lagu dari anging mamiri yang bisa Anda ikuti : Anging mammiri ku pasang Pitujui tontonganna Tusarroa takkaluppa (2X) E.aule… Namangngu’rangi Tutenayya…tutenayya pa’risi’na (2X) Battumi anging mammiri Anging ngerang dinging-dinging Namalantang saribuku E.aule… Mangerang nakku Nalo’lorang… nalo’lorang je’ne mata Anging mammiri ku pasang Pitujui tontonganna Tusarroa takkaluppa 3.

Ati Raja Ati Raja juga menjadi salah satu lagu provinsi Sulawesi Selatan yang diciptakan oleh Hoe engDjie. Lagu ini memiliki makna yang sangat dalam mengenai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pecipta.

Tak hanya itu, lagu ini juga sekaligus memberi penegasan bahwa Tuhan itu Esa atau satu. Berikut ini lirik lagu Ati Raja : Jailebang ni rampe i bau Ati Raja to sunggua ri pau pau kodong Raja le ala ni ani puji ati ati raja Ni a tom mo ni calla dodu Puna ni a to sunggu bau Ati Raja nata ena Raja le allara panji sero ati ati raja Kek ke kini pela tomi Laku apa mi sunggu ta bau Ati Raja nama jai balla batu ta kodong Raja le ala puna kodia ati ati raja Keleleang mange mange bau Mange mange bau 4.

Pakarena Pakarena berasal dari kata pa yang artinya pelaku dan karena yang berarti main atau pemain. Tak hanya itu, pakarena juga dapat diartikan sebagai laki-laki atau jika diartikan dimaknai secara luas pakarena memiliki makna laki-laki yang pintar memainkan berbagai macam permainan.

Berikut ini adalah lirik lagu Pakarena : Ika teri tura tea bau Adat taman io loa sayang E aule pakarenaya Pakarenaya labiriri pagaukang Ika tebu tara teang sayang Punania pagaukang sayang E aule suku Bajina Suku Bajina punania pakarena Pura raba piu rukang sayang Baju Bodo kaun lolo sayang E aule suku Bajina Suku Bajina punania ke anggada 5.

Tondok Kadadianku Tondok Toraya Iamo tondok mala’bi Melo tampana maballo garagana Natikui lagu daerah sulawesi selatan sia narande Lombok Tondok manaman tae’ tongan susinna Tondok soraya Tondok kadadianku Iamo tondo kunii ditibussanan Tondok nanai torro indo’Ambe’ku Sisola mintu’ siulu’ sia sangbara’ku Moi angku male lako pandangna tau Inang la tongtong laku pa lan penangku Moi bulawan dio pandangna tau Inang tang pada Tondok kadadianta Lirik yang tercantum dalam lagu ini memiliki arti yang mendalam bagi masyarakat setempat.

Keadaan lagu daerah sulawesi selatan dan budaya masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh adat istiadat digambarkan dalam lagu ini. Tana Toraja yang dikenal dengan keindahan alamnya dan juga falsafah hidup serta budaya yang turun temurun masih dilestarikan hingga saat ini seolah diwakilkan dalam lagu tersebut. Demikian adalah penjelasan singkat mengenai Lagu Daerah Sulawesi Selatan. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan pembaca.

Related posts: • Kumpulan Lagu Daerah Kalimantan Utara (Kaltara) • Kumpulan Lagu Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) • Lagu Daerah dan Asalnya 34 Provinsi di Indonesia • Kumpulan Lagu Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) • Tari Lagu daerah sulawesi selatan (Sejarah, Gerakan dan Musik Pengiringnya) • Pengertian Tari Menurut Para Ahli dan Jenisnya Berdasarkan GenreLagu Daerah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Sulawesi.

Ibu kotanya adalah Makassar, dahulu disebut Ujung Pandang. Salah satu kebiasaan yang cukup dikenal di Sulawesi Selatan adalah Mappalili. Mappalili (Bugis) atau Appalili (Makassar) berasal dari kata palili yang memiliki makna untuk menjaga tanaman padi dari sesuatu yang akan mengganggu atau menghancurkannya. Mappalili atau Appalili adalah ritual turun-temurun yang dipegang oleh masyarakat Sulawesi Selatan, masyarakat dari Kabupaten Pangkep terutama Mappalili adalah bagian dari budaya yang sudah diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu.

Mappalili adalah tanda untuk mulai menanam padi. Tujuannya adalah untuk daerah kosong yang akan ditanam, disalipuri (Bugis) atau dilebbu (Makassar) atau disimpan dari gangguan yang biasanya mengurangi produksi. Daftar lagu daerah Sulawesi Selatan: • Ibung Ibung • Tope Gugu • Tondok Kadadiangku • Ma Rencong • Ganrang Pakarena • Ati Raja • Anging Mamiri • Anak Kukang • Ammac Ciang Bantu rate ya .

JUARA 1 LOMBA LAGU DAERAH SULSEL




2022 www.videocon.com