Fungsi enzim restriksi

fungsi enzim restriksi

• العربية • Български • Bosanski • Català • کوردی • Čeština • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Galego • עברית • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Македонски • മലയാളം • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Polski • Português • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Svenska • Türkçe • Українська • اردو • Tiếng Việt • 中文 Daftar isi • 1 Fungsi enzim restriksi • 2 Sekuens pengenal enzim restriksi • 3 Perkiraan Pemotongan • 3.1 6- cutters • 3.2 8- cutters • 3.3 4- cutters • 4 Penamaan Enzim Restriksi • 5 Jenis-jenis enzim restriksi • 5.1 Enzim restriksi tipe I • 5.2 Enzim restriksi tipe II • 5.3 Enzim restriksi tipe III • 6 Keadaan Restriksi • 7 Hasil Pemotongan Enzim Restriksi • 7.1 Ujung menggantung 5’ • 7.2 Ujung menggantung 3’ • 7.3 Ujung tumpul • 8 Menghentikan Proses Digesti • 9 Contoh Enzim Restriksi • fungsi enzim restriksi Referensi Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Pada akhir 1960-an, ilmuwan Stewart Linn dan Werner Arber mengisolasi dua contoh enzim yang berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteriofag yang menyerang E.

coli. [3] Salah satu enzim bekerja me metilasi DNA, sedangkan enzim yang satunya bekerja memotong DNA yang tidak termetilasi pada beberapa lokasi di sepanjang molekul DNA. [3] Enzim yang pertama disebut metilase ( methylase), sedangkan enzim yang satunya disebut nuklease restriksi ( restriction nuclease).

fungsi enzim restriksi

{INSERTKEYS} [3] Kemudian pada tahun 1968, H.O. Smith, K.W. Wilcox, dan T.J. Kelley, yang bekerja di Johns Hopkins University, mengisolasi dan mengkarakterisasi enzim nuklease restriksi pertama.

[3] Enzim ini berasal dari bakteri Haemophilus influenzae, dan diberi nama HindII. [3] Enzim ini selalu memotong molekul DNA pada sekuen spesifik dengan panjang situs pengenalan enam pasang basa.

[3] Sekuens pengenal enzim restriksi [ sunting - sunting sumber ] Tabel 1 Contoh enzim restriksi beserta sekuen pengenalannya Enzim Sekuen Pengenalan BamHI GGATCC CCTAGG NotI GCGGCCGC CGCCGGCG Sau3AI GATC CTAG SacI GAGCTC CTCGAG Sst I GAGCTC CTCGAG HinfI GANTC CTNAG XhoII PuGATCPy PyCTAGPu Sekuen pengenalan atau sering disebut juga situs pengenalan merupakan sekuen DNA yang menjadi tempat menempelnya enzim restriksi dan melakukan pemotongan pada sekuen tersebut.

[4] Panjang sekuen pengenalan enzim restriksi berbeda-beda, seperti enzim EcoRI, SacI, dan SstI mempunyai sekuen pengenalan sepanjang 6 pasang basa, sedangkan NotI 8 pasang basa, dan Sau3AI hanya 4 pasang basa. [4] Kebanyakan dari enzim restriksi bersifat palindromik ( palindromic) yang berarti sekuen pengenalan sama jika dibaca dari 5’ → {\displaystyle \rightarrow } 3’ baik utas atas maupun utas bawah.

[4] Contohnya adalah HindIII dengan situs pengenalan 5’-AAGCTT-3’ (utas atas)/3’-TTCGAA-5’ (utas bawah). [4] Enzim restriksi yang berbeda, dapat mempunyai situs pengenalan yang sama, contohnya: SacI dan SstI. [5] Ezim yang mempunyai situs pengenalan yang sama disebut dengan istilah isoschizomers.

[5] Dalam beberapa kasus, isoschizomers juga memotong DNA pada tempat yang sama, tetapi beberapa tidak demikian. [5] Situs pengenalan pada enzim restriksi dapat pasti atau ambigu. [5] Seperti contohnya pada BamHI, enzim ini sudah pasti memotong pada sekuen GGATCC.

[5] Sementara itu, situs pengenalan HinfI adalah GANTC. [5] N dalam situs pemotongan HinfI berarti dapat diganti oleh basa apa saja, inilah yang dimaksud dengan situs ambigu.

[5] Contoh lainnya situs ambigu adalah XhoII. [5] Enzim ini mempunyai situs pemotongan PuGATCPy. [5] Pu merupakan singkatan dari purin (basa A atau G), sedangkan Py merupakan singkatan dari pirimidin ( pyrimidine) (basa T atau C). [5] Jadi XhoII dapat mengenali dan memotong sekuen AGATCT, AGATCC, GGATCT dan GGATCC.

[5] Situs pengenalan satu enzim, dapat mengandung situs pengenalan enzim lainnya [5] Situs pengenalan BamHI mengandung situs pengenalan Sau3AI. [5] Oleh karena itu, semua sekuen pemotongan BamHI akan dipotong oleh Sau3AI, tetapi tidak sebaliknya. [5] Perkiraan Pemotongan [ sunting - sunting sumber ] Panjang dari sekuen pengenalan memengaruhi seringnya enzim restriksi memotong DNA dalam ukuran tertentu. [6] Misalnya pada enzim yang memiliki panjang 4 basa, enzim ini diperkirakan akan memotong setiap 256 nukleotida.

[6] Perhitungan tersebut diperoleh dengan mengasumsikan setiap basa mempunyai kemungkinan yang sama untuk muncul, yaitu sebesar 1/4 (kemungkinan muncul 1 dari 4 basa).

[6] Jadi jika sekuen pengenalan mempunyai panjang 6 basa, maka perhitungannya menjadi: (1/4) 6 = 1/4096. [6] Perhitungan ini hanya sebagai perkiraan, pada kenyataannya belum tentu demikian. [6] Beberapa sekuen bisa jadi lebih sering atau lebih jarang ditemui dalam suatu organisme.

[6] Seperti pada mamalia, sekuen CG sangat jarang ditemui sehingga enzim HpaII yang mempunyai sekuen pengenalan CCGG akan lebih jarang memotong pada DNA mamalia. [6] Enzim restriksi yang mempunyai sekuen pengenalan yang pendek akan menghasilkan banyak potongan DNA; sedangkan jika mempunyai sekuen pengenalan yang panjang, akan dihasilkan potongan DNA yang lebih sedikit. [6] Baik enzim yang mempunyai sekuen pemotongan pendek maupun panjang, mempunyai fungsi masing-masing dalam rekayasa genetika.

[6] Beberapa enzim sering yang digunakan dalam laboratorium dibagi menjadi tiga berdasarkan perkiraan pemotongan: [6] 6- cutters [ sunting - sunting sumber ] Ezim restriksi yang tergolong dalam 6- cutters memiliki situs pemotongan yang spesifik pada 6 nukleotida.

[6] Ezim ini cocok digunakan untuk pekerjaan kloning sehari-hari karena enzim ini lumayan sering memotong satu atau dua situs pada plasmid, tetapi jarang memotong bagian penting seperti titik asal replikasi ( origin of replication) atau gen resisten ampisilin. [6] Contoh enzim 6- cutters adalah HindIII (A ↓ {\displaystyle \downarrow } AGCTT) yang memotong genome bakteriofage lambda (48 kbp) pada 7 situs. [6] 8- cutters [ sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi ini mempunyai situs pengenalan sepanjang 8 nukleotida; cocok digunakan untuk membentuk kromosom menjadi potongan-potongan yang spesifik dalam ukuran yang besar.

[6] Sebagai contoh: PacI (enzim 8- cutters) memotong-motong kromosom E. coli menjadi 20 bagian, sedangkan BamHI (enzim 6- cutters) memotong sekitar 300 bagian. [6] Jika langsung menggunakan enzim 6- cutters, maka fragmen yang dihasilkan terlalu kecil dan banyak. [6] Untuk itu digunakan enzim 8- cutters terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan enzim 6- cutters. [6] 4- cutters [ sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi ini cocok untuk percobaan yang menginginkan pemotongan pada beberapa situs yang potensial.

[6] Contohnya: jika ingin mengumpulkan fragmen DNA secara acak, dan pada potongan tersebut terdapat gen yang diinginkan; dapat dilakukan digestsi parsial ( partial digestion) menggunakan enzim 4- cutters. [6] Penamaan Enzim Restriksi [ sunting - sunting sumber ] Pada dasarnya, penamaan enzim restriksi diambil dari nama bakteri yang menghasilkan enzim tersebut.

Seperti contohnya enzim EcoRI yang memiliki pola: [1] Kependekan Kepanjangan Deskripsi E Escherichia genus co coli species R RY13 strain I Urutan penemuan Urutan enzim yang ditemukan pada bakteri Jenis-jenis enzim restriksi [ sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi secara tradisional dibagi menjadi 3 tipe berdasarkan komposisi subunit, posisi pemotongan, spesifisitas sekuens dan kofaktor yang diperlukan: [7] Enzim restriksi tipe I [ sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi ini kompleks dengan multisubunit, memotong DNA secara acak dan jauh dari sekuens pengenalannya.

[7] Pada awalnya enzim ini dikira langka; tetapi setelah analisis sekuens genom, enzim ini ternyata umum. [7] Enzim restriksi tipe I ini memiliki pengaruh besar dalam biokimia, tetapi mempunyai nilai ekonomis yang rendah karena tidak dapat menghasilkan potongan fragmen DNA yang diinginkan sehingga tidak diproduksi.

[7] Enzim restriksi tipe II [ sunting - sunting sumber ] Enzim ini memotong DNA dekat atau pada situs pengenalan. [7] Enzim ini menghasilkan fragmen-fragmen sesuai dengan yang diinginkan sehingga biasa digunakan untuk analisis DNA dan kloning gen.

[7] Enzim tipe II yang umum digunakan adalah HhaI, HindIII, EcoRI, dan NotI; dan enzim-enzim tersebut tersedia secara komersial. [7] Enzim ini tergolong kecil dengan subunit yang memiliki 200-350 asam amino dan memerlukan Mg 2+ sebagi kofaktor. [7] Selanjutnya enzim jenis tipe II yang umum, biasanya digolongkan sebagai tipe IIs, adalah FokI dan AlwI.

[8] Enzim ini memotong di luar situs pengenalan, berukuran sedang, 400-650 asam amino, dan memiliki 2 domain khusus. [8] Domain pertama untuk berikatan dengan DNA, sedangkan domain yang satunya untuk memotong DNA. [8] Enzim restriksi tipe III [ sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi tipe II ini merupakan enzim restriksi yang tidak digunakan dalam laboratorium.

[8] Hal ini dikarenakan enzim ini memotong di luar situs pengenalan dan membutuhkan dua sekuen dengan orientasi berlawanan pada DNA yang sama untuk menyelesaikan pemotongan sehingga enzim ini jarang menghasilkan potongan sempurna. [8] Keadaan Restriksi [ sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi pada umumnya bekerja pada pH 7,4; suhu 37 °C; dan memerlukan bermacam-macam kekuatan ionik, tergantung dari jenis enzimnya.

[8] Akan tetapi, beberapa enzim memerlukan optimasi khusus agar proses restriksi berjalan dengan baik. {/INSERTKEYS}

fungsi enzim restriksi

{INSERTKEYS} [8] Dalam larutan stok, enzim restriksi biasanya dikemas bersama dengan 10X larutan penyangga reaksi yang telah dioptimasi. [8] Buffer reaksi dapat digolongkan menjadi empat jenis berdasarkan kekuatan ionik-nya: [8] • 0 mM NaCl = low salt buffer (L) • 50 mM NaCl = medium salt buffer (M) • 100 mM NaCl = hi salt buffer (H) • 150 mM NaCl = very high salt buffer (VH) Ketika melakukan digesti dengan 2 atau lebih enzim restriksi yang berbeda buffer reaksinya, perlu dilihat rujukan tabel aktivitas enzim tersebut pada buffer reaksi tertentu.

[8] Misalnya: reaksi digesti dilakukan dengan menggunakan EcoRI (garam tinggi) dan HpaII (garam rendah, KCl). [8] Setelah dilihat pada tabel, kedua enzim aktif pada keadaan garam sedang. [8] Oleh karena itu, digunakan buffer reaksi dengan konsentrasi KCl sedang. [8] Buffer reaksi yang digunakan adalah KCl karena HpaII memerlukan KCl, bukan NaCl; sedangkan EcoRI dapat menggunakan kedua garam tersebut.

[8] Kondisi optimal ketika melakukan proses digesti sangat penting. [8] Karena jika kondisi optimal tidak tercapai, enzim akan memotong secara tidak normal. [8] Contohnya: EcoRI pada buffer reaksi dengan konsentrasi garam rendah tidak hanya memotong pada situs pengenalan normal G ↓ {\displaystyle \downarrow } AAATTC, tetapi akan juga memotong situs pengenalan ↓ {\displaystyle \downarrow } AATT.

Aktivitas seperti ini dinamakan star activity. [8] Hasil Pemotongan Enzim Restriksi [ sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi molekuler memotong molekul DNA pada situs pengenalan dan menghasilkan salah satu dari ketiga jenis pola hasil pemotongan.

[5] Ketiga pola hasil pemotongan enzim restriksi sebagai berikut: [5] Ujung menggantung 5’ [ sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi memotong secara asimetris pada situs pemotongan, menghasilkan hasil pemotongan memanjang pada ujung 5’. [5] Contoh enzim yang menghasilkan ujung menggantung 5’ adalah BamHI Pola ujung menggantung, baik yang 3’ ataupun 5’, sering disebut juga dengan ujung lengket ( sticky ends) atau ujung kohesif ( cohesive ends).

[5] Pola seperti ini lebih mudah menempel ( annealing) dengan pasangan DNA nya karena adanya ikatan basa antara ujung-ujung yang menggantung. [5] Menghentikan Proses Digesti [ sunting - sunting sumber ] Setelah proses inkubasi selesai, reaksi digesti enzim dapat dihentikan dengan menambahkan EDTA. [8] Penambahan EDTA akan mengkelat ion logam; dalam reaksi ini ion logam yang dikelat adalah Mg 2+. [8] Untuk beberapa tipe enzim lainnya, inaktivasi dapat dihentikan dengan cara pemanasan; menggunakan pendenaturasi protein, contohnya fenol atau kloroform; atau memisahkan enzim dari DNA menggunakan kolom kromatografi.

[8] Contoh Enzim Restriksi [ sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi yang umum digunakan berasal dari tipe II, berikut contohnya: [9] Subtype Contoh Situs Pengenalan Orthodox EcoRI G ↓ {\displaystyle \downarrow } AATTC CTTAA ↑ {\displaystyle \uparrow } G EcoRV GAT ↓ {\displaystyle \downarrow } ATC CTA ↑ {\displaystyle \uparrow } TAG BglI GCCNNNN ↓ {\displaystyle \downarrow } NGGC CGGN ↑ {\displaystyle \uparrow } NNNNCCG Type IIS FokI GGATGN9 ↓ {\displaystyle \downarrow } NNNN CCTACN9NNNN ↑ {\displaystyle \uparrow } Type IIE NaeI GCG ↓ {\displaystyle \downarrow } CGC CGC ↑ {\displaystyle \uparrow } GCG Type IIF NgoMIV G ↓ {\displaystyle \downarrow } CCGGC CGGCC ↑ {\displaystyle \uparrow } G Type IIT Bpu10I CC ↓ {\displaystyle \downarrow } TNAGC GCANT ↑ {\displaystyle \uparrow } CG BslI CCNNNNN ↓ {\displaystyle \downarrow } NNGG GGNN ↑ {\displaystyle \uparrow } NNNNNCC Type IIG Eco57I CTGAAGN 14NN ↓ {\displaystyle \downarrow } GACTTCN 14 ↑ {\displaystyle \uparrow } NN Type IIB BcgI NN ↓ {\displaystyle \downarrow } N 10CGATN 6TGCN 10NN ↓ {\displaystyle \downarrow } ↑ {\displaystyle \uparrow } NNN 10GCTN 6ACGN 10 ↑ {\displaystyle \uparrow } NN BplI NN 4 ↓ {\displaystyle \downarrow } N 8GAGN 5CTCN 8N 4N ↓ {\displaystyle \downarrow } ↑ {\displaystyle \uparrow } NN 4N 8CTCN 5GAGN 8 ↑ {\displaystyle \uparrow } N4N Type IIM DpnI G m^A ↓ {\displaystyle \downarrow } TC CT ↑ {\displaystyle \uparrow } m^AG ^nukleotida yang termetilasi Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c http://www.bio-medicine.org/biology-definition/Restriction_enzyme/#External_links • ^ Philips T.

2010. Restriction Enzymes Explained. [terhubung berkala]. http://biotech.about.com/od/proteinengineering/a/restrictenz.htm Diarsipkan 2016-06-05 di Wayback Machine. [3 Apr 2010]. • ^ a b c d e f Peters P. 2010. Restriction Enzymes. [terhubung berkala]. http://www.accessexcellence.org/AE/AEC/CC/restriction.php [4 Apr 2010]. • ^ a b c d Pray LA. 2008. Restriction Enzymes. [terhubung berkala]. http://www.nature.com/scitable/topicpage/Restriction-Enzymes-545 [7 Apr 2010].

• ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u Bowen RA, Austgen L, Rouge M. 2002. Biology and Activity of Restriction Endonucleases. [terhubung berkala]. http://www.vivo.colostate.edu/hbooks/genetics/biotech/enzymes/renzymes.html Diarsipkan 2010-06-24 di Wayback Machine. [5 Apr 2010]. • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s Metzenberg S. 2002. Restriction Endonucleases. [terhubung berkala].

http://escience.ws/b572/L5/L5.htm Diarsipkan 2010-04-12 di Wayback Machine. [12 Apr 2010]. • ^ a b c d e f g h Sasnauskas G, Connolly BA, Halford SE, Siksnys V. 2007. Site-specific DNA transesterification catalyzed by a restriction enzyme Proc Natl Acad Sci USA 104(7): 2115-20.

• ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t Rinehart CA. 2005. Restriction enzymes and Ligases. [terhubung berkala]. http://bioweb.wku.edu/courses/Biol350/RestrictionEnz3/Review.html Diarsipkan 2010-03-27 di Wayback Machine. [3 Apr 2010]. • ^ Pingoud A, Jeltsch A. 2001. Structure and function of type II restriction endonucleases.

Nucleic Acids Res 29(18): 3705-27 • Halaman ini terakhir diubah pada 17 Februari 2022, pukul 16.09. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Teknik rekayasa genetika dapat diartikan sebagai kegiatan manipulasi gen untuk mendapatkan produk baru dengan cara membuat DNA rekombinan melalui penyisipan gen.

Teknik ini melibatkan penggunaan plasmid, enzim restriksi endonuklease, dan enzim ligase. Enzim restriksi endonuklease berfungsi untuk memotong daerah tertentu pada DNA asing, sedangkan enzim ligase berfungsi untuk menyambungkan DNA yang telah digunting pada DNA organisme lain. Jadi, fungsi enzim retriksi endonuklease adalah untuk memotong daerah tertentu pada DNA asing, sedangkan fungsi enzim ligase adalah untuk menyambungkan DNA yang telah digunting pada DNA organisme lain.
Enzim restriksi atau endonuklease restriksi adalah enzim yang memotong molekul DNA.

[1] Enzim ini memotong Dna pada rangka gula-fosfat tanpa merusak basa. [1] Setiap enzim mempunyai sekuens pengenalan yang unik pada utas DNA, biasanya sepanjang 4-vi pasang basa. [2] Sejarah [sunting - sunting sumber ] Pada akhir 1960-an, ilmuwan Stewart Linn dan Werner Arber mengisolasi dua contoh enzim yang berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteriofag yang menyerang E.

coli. [three] Salah satu enzim bekerja memetilasi DNA, sedangkan enzim yang satunya bekerja memotong Deoxyribonucleic acid yang tidak termetilasi pada beberapa lokasi di sepanjang molekul Deoxyribonucleic acid. [3] Enzim yang pertama disebut metilase ( methylase), sedangkan enzim yang satunya disebut nuklease restriksi ( brake nuclease). [three] Kemudian pada tahun 1968, H.O. Smith, Yard.W. Wilcox, dan T.J. Kelley, yang bekerja di Johns Hopkins University, mengisolasi dan mengkarakterisasi enzim nuklease restriksi pertama.

[iii] Enzim ini berasal dari bakteri Haemophilus influenzae, dan diberi nama HindII. [iii] Enzim ini selalu memotong molekul DNA pada sekuen spesifik dengan panjang situs pengenalan enam pasang basa. [3] Sekuens pengenal enzim restriksi [sunting - sunting sumber ] Tabel 1 Contoh enzim restriksi beserta sekuen pengenalannya Enzim Sekuen Pengenalan BamHI GGATCC CCTAGG NotI GCGGCCGC CGCCGGCG Sau3AI GATC CTAG SacI GAGCTC CTCGAG Sst I GAGCTC CTCGAG HinfI GANTC CTNAG XhoII PuGATCPy PyCTAGPu Sekuen pengenalan atau sering disebut juga situs pengenalan merupakan sekuen Deoxyribonucleic acid yang menjadi tempat menempelnya enzim restriksi dan melakukan pemotongan pada sekuen tersebut.

[four] Panjang sekuen pengenalan enzim restriksi berbeda-beda, seperti enzim EcoRI, SacI, dan SstI mempunyai sekuen pengenalan sepanjang half-dozen pasang basa, sedangkan NotI viii pasang basa, dan Sau3AI hanya 4 pasang basa. [4] Kebanyakan dari enzim restriksi bersifat palindromik ( palindromic) yang berarti sekuen pengenalan sama jika dibaca dari 5’ → {\displaystyle \rightarrow } iii’ baik utas atas maupun utas bawah.

[4] Contohnya adalah HindIII dengan situs pengenalan v’-AAGCTT-three’ (utas atas)/three’-TTCGAA-5’ (utas bawah). [4] Enzim restriksi yang berbeda, dapat mempunyai situs pengenalan yang sama, contohnya: SacI dan SstI. [5] Ezim yang mempunyai situs pengenalan yang sama disebut dengan istilah isoschizomers.

[5] Dalam beberapa kasus, isoschizomers juga memotong Deoxyribonucleic acid pada tempat yang sama, tetapi beberapa tidak demikian. [5] Situs pengenalan pada enzim restriksi dapat pasti atau ambigu. [5] Seperti contohnya pada BamHI, enzim ini sudah pasti memotong pada sekuen GGATCC.

[v] Sementara itu, situs pengenalan HinfI adalah GANTC. [5] N dalam situs pemotongan HinfI berarti dapat diganti oleh basa apa saja, inilah yang dimaksud dengan situs ambigu. [5] Contoh lainnya situs ambigu adalah XhoII. [5] Enzim ini mempunyai situs pemotongan PuGATCPy. [5] Pu merupakan singkatan dari purin (basa A atau G), sedangkan Py merupakan singkatan dari pirimidin ( pyrimidine) (basa T atau C).

[five] Jadi XhoII dapat mengenali dan memotong sekuen AGATCT, AGATCC, GGATCT dan GGATCC. [5] Situs pengenalan satu enzim, dapat mengandung situs pengenalan enzim lainnya [5] Situs pengenalan BamHI mengandung situs pengenalan Sau3AI.

[5] Oleh karena itu, semua sekuen pemotongan BamHI akan dipotong oleh Sau3AI, tetapi tidak sebaliknya. [5] Perkiraan Pemotongan [sunting - sunting sumber ] Panjang dari sekuen pengenalan memengaruhi seringnya enzim restriksi memotong Deoxyribonucleic acid dalam ukuran tertentu.

[6] Misalnya pada enzim yang memiliki panjang iv basa, enzim ini diperkirakan akan memotong setiap 256 nukleotida. [6] Perhitungan tersebut diperoleh dengan mengasumsikan setiap basa mempunyai kemungkinan yang sama untuk muncul, yaitu sebesar 1/4 (kemungkinan muncul one dari 4 basa). [6] Jadi jika sekuen pengenalan mempunyai panjang 6 basa, maka perhitungannya menjadi: (1/4) 6 = i/4096. [half-dozen] Perhitungan ini hanya sebagai perkiraan, pada kenyataannya belum tentu demikian.

[6] Beberapa sekuen bisa jadi lebih sering atau lebih jarang ditemui dalam suatu organisme. [6] Seperti pada mamalia, sekuen CG sangat jarang ditemui sehingga enzim HpaII yang mempunyai sekuen pengenalan CCGG akan lebih jarang memotong pada Dna mamalia. [6] Enzim restriksi yang mempunyai sekuen pengenalan yang pendek akan menghasilkan banyak potongan Dna; sedangkan jika mempunyai sekuen pengenalan yang panjang, akan dihasilkan potongan DNA yang lebih sedikit.

{/INSERTKEYS}

fungsi enzim restriksi

{INSERTKEYS} [6] Baik enzim yang mempunyai sekuen pemotongan pendek maupun panjang, mempunyai fungsi masing-masing dalam rekayasa genetika.

[6] Beberapa enzim sering yang digunakan dalam laboratorium dibagi menjadi tiga berdasarkan perkiraan pemotongan: [half-dozen] 6- cutters [sunting - sunting sumber ] Ezim restriksi yang tergolong dalam vi- cutters memiliki situs pemotongan yang spesifik pada half-dozen nukleotida. [6] Ezim ini cocok digunakan untuk pekerjaan kloning sehari-hari karena enzim ini lumayan sering memotong satu atau dua situs pada plasmid, tetapi jarang memotong bagian penting seperti titik asal replikasi ( origin of replication) atau gen resisten ampisilin.

[6] Contoh enzim 6- cutters adalah HindIII (A ↓ {\displaystyle \downarrow } AGCTT) yang memotong genome bakteriofage lambda (48 kbp) pada 7 situs. [vi] viii- cutters [sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi ini mempunyai situs pengenalan sepanjang 8 nukleotida; cocok digunakan untuk membentuk kromosom menjadi potongan-potongan yang spesifik dalam ukuran yang besar. [6] Sebagai contoh: PacI (enzim 8- cutters) memotong-motong kromosom E.

coli menjadi 20 bagian, sedangkan BamHI (enzim 6- cutters) memotong sekitar 300 bagian. [6] Jika langsung menggunakan enzim 6- cutters, maka fragmen yang dihasilkan terlalu kecil dan banyak. [6] Untuk itu digunakan enzim 8- cutters terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan enzim 6- cutters. [6] 4- cutters [sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi ini cocok untuk percobaan yang menginginkan pemotongan pada beberapa situs yang potensial.

[6] Contohnya: jika ingin mengumpulkan fragmen Dna secara acak, dan pada potongan tersebut terdapat gen yang diinginkan; dapat dilakukan digestsi parsial ( fractional digestion) menggunakan enzim four- cutters.

[6] Penamaan Enzim Restriksi [sunting - sunting sumber ] Pada dasarnya, penamaan enzim restriksi diambil dari nama bakteri yang menghasilkan enzim tersebut. Seperti contohnya enzim EcoRI yang memiliki pola: [one] Kependekan Kepanjangan Deskripsi Due east Escherichia genus co coli species R RY13 strain I Urutan penemuan Urutan enzim yang ditemukan pada bakteri Jenis-jenis enzim restriksi [sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi secara tradisional dibagi menjadi 3 tipe berdasarkan komposisi subunit, posisi pemotongan, spesifisitas sekuens dan kofaktor yang diperlukan: [7] Enzim restriksi tipe I [sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi ini kompleks dengan multisubunit, memotong Dna secara acak dan jauh dari sekuens pengenalannya.

[7] Pada awalnya enzim ini dikira langka; tetapi setelah analisis sekuens genom, enzim ini ternyata umum. [7] Enzim restriksi tipe I ini memiliki pengaruh besar dalam biokimia, tetapi mempunyai nilai ekonomis yang rendah karena tidak dapat menghasilkan potongan fragmen Deoxyribonucleic acid yang diinginkan sehingga tidak diproduksi.

[seven] Enzim restriksi tipe Two [sunting - sunting sumber ] Enzim ini memotong Dna dekat atau pada situs pengenalan. [seven] Enzim ini menghasilkan fragmen-fragmen sesuai dengan yang diinginkan sehingga biasa digunakan untuk analisis DNA dan kloning gen. [seven] Enzim tipe Two yang umum digunakan adalah HhaI, HindIII, EcoRI, dan NotI; dan enzim-enzim tersebut tersedia secara komersial. [7] Enzim ini tergolong kecil dengan subunit yang memiliki 200-350 asam amino dan memerlukan Mg ii+ sebagi kofaktor.

[7] Selanjutnya enzim jenis tipe Two yang umum, biasanya digolongkan sebagai tipe IIs, adalah FokI dan AlwI. [8] Enzim ini memotong di luar situs pengenalan, berukuran sedang, 400-650 asam amino, dan memiliki two domain khusus. [8] Domain pertama untuk berikatan dengan Deoxyribonucleic acid, sedangkan domain yang satunya untuk memotong DNA. [8] Enzim restriksi tipe Iii [sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi tipe 2 ini merupakan enzim restriksi yang tidak digunakan dalam laboratorium.

[eight] Hal ini dikarenakan enzim ini memotong di luar situs pengenalan dan membutuhkan dua sekuen dengan orientasi berlawanan pada DNA yang sama untuk menyelesaikan pemotongan sehingga enzim ini jarang menghasilkan potongan sempurna. [8] Keadaan Restriksi [sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi pada umumnya bekerja pada pH 7,iv; suhu 37 °C; dan memerlukan bermacam-macam kekuatan ionik, tergantung dari jenis enzimnya.

[eight] Akan tetapi, beberapa enzim memerlukan optimasi khusus agar proses restriksi berjalan dengan baik. [8] Dalam larutan stok, enzim restriksi biasanya dikemas bersama dengan 10X larutan penyangga reaksi yang telah dioptimasi.

[eight] Buffer reaksi dapat digolongkan menjadi empat jenis berdasarkan kekuatan ionik-nya: [8] • 0 mM NaCl = low common salt buffer (Fifty) • fifty mM NaCl = medium salt buffer (K) • 100 mM NaCl = hi common salt buffer (H) • 150 mM NaCl = very high salt buffer (VH) Ketika melakukan digesti dengan ii atau lebih enzim restriksi yang berbeda buffer reaksinya, perlu dilihat rujukan tabel aktivitas enzim tersebut pada buffer reaksi tertentu.

[8] Misalnya: reaksi digesti dilakukan dengan menggunakan EcoRI (garam tinggi) dan HpaII (garam rendah, KCl). [8] Setelah dilihat pada tabel, kedua enzim aktif pada keadaan garam sedang.

[8] Oleh karena itu, digunakan buffer reaksi dengan konsentrasi KCl sedang. [8] Buffer reaksi yang digunakan adalah KCl karena HpaII memerlukan KCl, bukan NaCl; sedangkan EcoRI dapat menggunakan kedua garam tersebut.

[8] Kondisi optimal ketika melakukan proses digesti sangat penting. [8] Karena jika kondisi optimal tidak tercapai, enzim akan memotong secara tidak normal. [eight] Contohnya: EcoRI pada buffer reaksi dengan konsentrasi garam rendah tidak hanya memotong pada situs pengenalan normal K ↓ {\displaystyle \downarrow } AAATTC, tetapi akan juga memotong situs pengenalan ↓ {\displaystyle \downarrow } AATT.

Aktivitas seperti ini dinamakan star activity. [8] Hasil Pemotongan Enzim Restriksi [sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi molekuler memotong molekul DNA pada situs pengenalan dan menghasilkan salah satu dari ketiga jenis pola hasil pemotongan. [5] Ketiga pola hasil pemotongan enzim restriksi sebagai berikut: [5] Ujung menggantung 5’ [sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi memotong secara asimetris pada situs pemotongan, menghasilkan hasil pemotongan memanjang pada ujung v’.

[five] Contoh enzim yang menghasilkan ujung menggantung 5’ adalah BamHI Pola ujung menggantung, baik yang iii’ ataupun 5’, sering disebut juga dengan ujung lengket ( sticky ends) atau ujung kohesif ( cohesive ends).

[5] Pola seperti ini lebih mudah menempel ( annealing) dengan pasangan Dna nya karena adanya ikatan basa antara ujung-ujung yang menggantung. [5] Menghentikan Proses Digesti [sunting - sunting sumber ] Setelah proses inkubasi selesai, reaksi digesti enzim dapat dihentikan dengan menambahkan EDTA. [8] Penambahan EDTA akan mengkelat ion logam; dalam reaksi ini ion logam yang dikelat adalah Mg two+.

[8] Untuk beberapa tipe enzim lainnya, inaktivasi dapat dihentikan dengan cara pemanasan; menggunakan pendenaturasi protein, contohnya fenol atau kloroform; atau memisahkan enzim dari DNA menggunakan kolom kromatografi. [8] Contoh Enzim Restriksi [sunting - sunting sumber ] Enzim restriksi yang umum digunakan berasal dari tipe 2, berikut contohnya: [9] Subtype Contoh Situs Pengenalan Orthodox EcoRI G ↓ {\displaystyle \downarrow } AATTC CTTAA ↑ {\displaystyle \uparrow } Thousand EcoRV GAT ↓ {\displaystyle \downarrow } ATC CTA ↑ {\displaystyle \uparrow } TAG BglI GCCNNNN ↓ {\displaystyle \downarrow } NGGC CGGN ↑ {\displaystyle \uparrow } NNNNCCG Type IIS FokI GGATGN9 ↓ {\displaystyle \downarrow } NNNN CCTACN9NNNN ↑ {\displaystyle \uparrow } Type IIE NaeI GCG ↓ {\displaystyle \downarrow } CGC CGC ↑ {\displaystyle \uparrow } GCG Blazon IIF NgoMIV G ↓ {\displaystyle \downarrow } CCGGC CGGCC ↑ {\displaystyle \uparrow } G Type IIT Bpu10I CC ↓ {\displaystyle \downarrow } TNAGC GCANT ↑ {\displaystyle \uparrow } CG BslI CCNNNNN ↓ {\displaystyle \downarrow } NNGG GGNN ↑ {\displaystyle \uparrow } NNNNNCC Type IIG Eco57I CTGAAGN 14NN ↓ {\displaystyle \downarrow } GACTTCN fourteen ↑ {\displaystyle \uparrow } NN Type IIB BcgI NN ↓ {\displaystyle \downarrow } North 10CGATN 6TGCN tenNN ↓ {\displaystyle \downarrow } ↑ {\displaystyle \uparrow } NNN 10GCTN 6ACGN 10 ↑ {\displaystyle \uparrow } NN BplI NN 4 ↓ {\displaystyle \downarrow } N 8GAGN 5CTCN 8N 4N ↓ {\displaystyle \downarrow } ↑ {\displaystyle \uparrow } NN 4North 8CTCN vGAGN viii ↑ {\displaystyle \uparrow } N4N Type IIM DpnI Thousand yard^A ↓ {\displaystyle \downarrow } TC CT ↑ {\displaystyle \uparrow } yard^AG ^nukleotida yang termetilasi Referensi [sunting - sunting sumber ] • ^ a b c http://www.bio-medicine.org/biology-definition/Restriction_enzyme/#External_links • ^ Philips T.

2010. Restriction Enzymes Explained. [terhubung berkala]. http://biotech.nigh.com/od/proteinengineering/a/restrictenz.htm Diarsipkan 2016-06-05 di Wayback Machine. [3 Apr 2010]. • ^ a b c d e f Peters P. 2010. Restriction Enzymes. [terhubung berkala]. http://www.accessexcellence.org/AE/AEC/CC/restriction.php [4 Apr 2010]. • ^ a b c d Pray LA. 2008. Restriction Enzymes. [terhubung berkala]. http://www.nature.com/scitable/topicpage/Restriction-Enzymes-545 [seven Apr 2010].

• ^ a b c d e f g h i j k l m due north o p q r s t u Bowen RA, Austgen L, Rouge Chiliad. 2002. Biology and Activeness of Restriction Endonucleases.

[terhubung berkala]. http://world wide web.vivo.colostate.edu/hbooks/genetics/biotech/enzymes/renzymes.html Diarsipkan 2010-06-24 di Wayback Motorcar. [v Apr 2010]. • ^ a b c d e f one thousand h i j yard l m northward o p q r s Metzenberg Southward.

2002. Restriction Endonucleases. [terhubung berkala]. http://escience.ws/b572/L5/L5.htm Diarsipkan 2010-04-12 di Wayback Motorcar. [12 Apr 2010]. • ^ a b c d e f yard h Sasnauskas G, Connolly BA, Halford SE, Siksnys V. 2007. Site-specific Deoxyribonucleic acid transesterification catalyzed by a brake enzyme Proc Natl Acad Sci USA 104(7): 2115-20.

• ^ a b c d e f g h i j k l m northward o p q r s t Rinehart CA. 2005. Restriction enzymes and Ligases. [terhubung berkala]. http://bioweb.wku.edu/courses/Biol350/RestrictionEnz3/Review.html Diarsipkan 2010-03-27 di Wayback Machine.

[3 Apr 2010]. • ^ Pingoud A, Jeltsch A. 2001. Construction and role of blazon II restriction endonucleases. Nucleic Acids Res 29(eighteen): 3705-27 Fungsi Enzim Restriksi Endonuklease Dalam Rekayasa Genetika Adalah Untuk Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Enzim_restriksi Terbaru • Berikut Ini Cara Memperkecil Resiko Resiko Usaha Adalah • Contoh Membuat Pohon Akar Masalah Tentang Peternakan • Hack Wifi Wpa2 Psk Windows 7 Cmd • Makalah Pemanfaatan Limbah Untuk Pakan Ternak • Cara Membuat Mika Lampu Mobil Dari Akrilik • Cara Melihat Nomor Hp Orang Di Messenger • Jenis Sarana Dan Peralatan Budidaya Ternak Kesayangan • Cara Mengukur Penggaris Dari 0 Atau 1 • Cara Membuat Pistol Mainan Dari Botol Bekas Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized itu enzim restriksi mereka adalah endonucleases yang digunakan oleh archaea dan bakteri tertentu untuk menghambat atau "membatasi" penyebaran virus di dalamnya.

Mereka sangat umum pada bakteri dan merupakan bagian dari sistem pertahanan mereka terhadap DNA asing yang dikenal sebagai sistem pembatasan / modifikasi. Enzim-enzim ini mengkatalisasi pemotongan DNA beruntai ganda di lokasi tertentu, dapat direproduksi dan tanpa menggunakan energi tambahan. Sebagian besar membutuhkan kehadiran kofaktor seperti magnesium atau kation divalen lainnya, meskipun beberapa juga memerlukan ATP atau S-adenosyl metionin.

Pembatasan endonuklease ditemukan pada 1978 oleh Daniel Nathans, Arber Werner dan Hamilton Smith, yang menerima Hadiah Nobel untuk Kedokteran atas penemuan mereka.

Namanya biasanya berasal dari organisme di mana mereka diamati untuk pertama kalinya. Enzim seperti itu banyak digunakan dalam pengembangan metode kloning DNA dan biologi molekuler lainnya serta strategi rekayasa genetika.

Karakteristiknya mengenali sekuens spesifik dan kemampuan untuk memotong sekuens dekat dengan situs pengenalan menjadikannya alat yang kuat dalam eksperimen genetika. Fragmen yang dihasilkan oleh enzim restriksi yang bekerja pada molekul DNA tertentu dapat digunakan untuk membuat kembali "peta" dari molekul asli dengan menggunakan informasi tentang situs tempat enzim memotong DNA..

Beberapa enzim restriksi mungkin memiliki tempat pengenalan yang sama dalam DNA, tetapi mereka tidak harus memotongnya dengan cara yang sama. Jadi, ada enzim yang membuat potongan meninggalkan ujung tumpul dan enzim yang memotong meninggalkan ujung yang kohesif, yang memiliki aplikasi berbeda dalam biologi molekuler. {/INSERTKEYS}

fungsi enzim restriksi

Saat ini ada ratusan enzim restriksi yang tersedia secara komersial, yang ditawarkan oleh berbagai rumah komersial; Enzim ini bekerja seperti gunting molekul "khusus" untuk tujuan yang berbeda. Indeks • 1 fungsi • 2 Mekanisme tindakan • 3 Jenis • 3.1 enzim restriksi tipe I • 3.2 enzim restriksi tipe II • 3.3 enzim restriksi tipe III • 3.4 Enzim restriksi tipe IV • Enzim restriksi tipe V • 4 Contoh • 5 Referensi Fungsi Enzim restriksi melayani fungsi berlawanan dari polimerase, karena mereka menghidrolisis atau memutus ikatan ester dalam ikatan fosfodiester antara nukleotida yang berdekatan dalam rantai nukleotida.

Dalam biologi molekuler dan rekayasa genetika, mereka banyak digunakan alat untuk konstruksi ekspresi dan vektor kloning, serta untuk identifikasi urutan tertentu. Mereka juga berguna untuk pembangunan genom rekombinan dan memiliki potensi bioteknologi yang besar. Kemajuan terbaru dalam terapi gen saat ini menggunakan enzim restriksi untuk memasukkan gen tertentu ke dalam vektor yang merupakan kendaraan untuk pengangkutan gen tersebut ke sel hidup, dan yang mungkin memiliki kemampuan untuk dimasukkan ke dalam genom sel untuk melakukan perubahan permanen.

Mekanisme tindakan Enzim restriksi dapat mengkatalisasi pemotongan DNA untai ganda, meskipun beberapa mampu mengenali urutan DNA untai tunggal dan bahkan RNA. Pemotongan terjadi setelah pengenalan urutan.

Mekanisme kerjanya terdiri dari hidrolisis ikatan fosfodiester antara gugus fosfat fungsi enzim restriksi deoksiribosa di tulang belakang setiap untai DNA. Banyak enzim mampu memotong di tempat yang sama dengan yang mereka kenali, sementara yang lain memotong antara 5 dan 9 pasang basa sebelum atau sesudahnya.

Biasanya enzim ini dipotong pada ujung 5 'dari gugus fosfat, sehingga menimbulkan fragmen DNA dengan ujung 5' fosforil dan ujung hidroksil terminal 3 '. Karena protein tidak bersentuhan langsung dengan situs pengenalan dalam DNA, mereka harus ditranslokasi secara berturut-turut sampai mereka mencapai situs tertentu, mungkin dengan cara "meluncur" mekanisme pada untai DNA. Selama pemotongan enzimatik, ikatan fosfodiester dari masing-masing untai DNA diposisikan dalam salah satu situs aktif enzim restriksi.

Ketika enzim meninggalkan situs pengenalan dan pemotongan, ia melakukannya melalui asosiasi sementara non-spesifik. Jenis Saat ini, lima jenis enzim restriksi diketahui.

Di bawah, deskripsi singkat tentang masing-masing: Enzim restriksi tipe I Enzim-enzim ini adalah protein pentamerik besar dengan tiga subunit, pembatasan, metilasi dan lainnya untuk pengenalan sekuens dalam DNA. Endonukleas ini adalah protein multifungsi yang mampu mengkatalis pembatasan dan modifikasi fungsi enzim restriksi, mereka memiliki aktivitas ATPase dan juga DNA topoisomerase.

Enzim jenis ini adalah endonukleas pertama fungsi enzim restriksi ditemukan, mereka dimurnikan untuk pertama kalinya pada 1960-an dan sejak itu mereka telah dipelajari dengan sangat mendalam.

fungsi enzim restriksi

Enzim tipe Fungsi enzim restriksi tidak banyak digunakan sebagai alat bioteknologi, karena lokasi pemotongan dapat pada jarak variabel hingga 1.000 pasangan basa dari situs pengakuan, yang membuatnya tidak dapat diandalkan dalam hal reproduktifitas eksperimental. Enzim restriksi tipe II Mereka adalah enzim yang terdiri dari homodimer atau tetramer yang memotong DNA pada situs yang ditentukan antara 4 dan 8 bp panjangnya.

Situs pemotongan ini biasanya palindromik, yaitu, mereka mengenali urutan yang dibaca dengan cara yang sama di kedua arah.

Banyak enzim restriksi tipe II pada bakteri memotong DNA ketika mereka mengenali karakter asing mereka, karena mereka tidak memiliki modifikasi khas yang dimiliki DNA sendiri. Ini adalah enzim restriksi paling sederhana karena mereka tidak memerlukan kofaktor selain magnesium (Mg +) untuk mengenali dan memotong sekuens DNA. Keakuratan enzim restriksi tipe II dalam mengenali dan memotong sekuens sederhana dalam DNA pada posisi yang tepat menjadikannya salah satu yang paling banyak digunakan dan sangat diperlukan di sebagian besar cabang biologi molekuler.

Dalam kelompok enzim restriksi tipe II adalah beberapa subclass yang diklasifikasikan menurut sifat-sifat tertentu yang unik untuk masing-masingnya. Klasifikasi enzim-enzim ini dilakukan dengan menambahkan huruf-huruf alfabet, dari A ke Z mengikuti nama enzim.

Beberapa subclass yang paling dikenal kegunaannya adalah: Subkelas IIA Mereka adalah dimer dari subunit yang berbeda. Mereka mengenali sekuens asimetris dan digunakan sebagai prekursor ideal untuk generasi enzim pemotongan.

Subkelas IIB Mereka terdiri dari satu lagi dimer dan memotong DNA di kedua sisi dari urutan pengenalan. Mereka memotong kedua untai DNA dalam berbagai pasangan basa di luar situs pengenalan. Subkelas IIC Enzim jenis ini adalah polipeptida dengan fungsi pembelahan dan modifikasi untaian DNA. Enzim ini memotong kedua untai secara asimetris. Subkelas IIE Enzim dari subkelas ini adalah yang paling banyak digunakan dalam rekayasa genetika. Mereka memiliki situs katalitik dan umumnya memerlukan efektor alosterik.

Enzim ini perlu berinteraksi dengan dua salinan dari urutan pengenalan mereka untuk membuat potongan yang efisien. Di dalam subclass ini adalah enzim EcoRII dan EcoRI. Enzim restriksi tipe III Endonucleases restriksi tipe III hanya terdiri dari dua subunit, satu bertanggung jawab untuk pengenalan dan modifikasi DNA, sementara yang lain bertanggung jawab untuk memotong urutan.

Enzim ini membutuhkan dua kofaktor untuk fungsinya: ATP dan magnesium. Enzim restriksi dari tipe ini memiliki dua situs pengenalan asimetris, mentranslokasi DNA dengan cara yang bergantung pada ATP dan memotongnya antara 20 hingga 30 bp yang berdekatan dengan situs pengenalan. Enzim restriksi tipe IV Enzim tipe IV mudah diidentifikasi karena mereka memotong DNA dengan tag metilasi, mereka terdiri dari beberapa subunit berbeda yang bertanggung jawab untuk mengenali dan memotong urutan DNA.

Enzim ini digunakan sebagai kofaktor GTP dan magnesium divalen. Situs khusus untuk memotong termasuk rantai nukleotida dengan residu sitosin yang dihidilasi atau dihidroksimetilasi dalam satu atau kedua untai asam nukleat. Enzim restriksi tipe V Klasifikasi ini mengelompokkan enzim tipe CRISPER-Cas, yang mengidentifikasi dan memotong sekuens DNA spesifik dari organisme penyerang. Enzim Cas menggunakan untaian CRNA yang dipandu yang disintesis CRISPER untuk mengenali dan menyerang organisme yang menyerang.

Enzim yang diklasifikasikan sebagai tipe V adalah polipeptida yang terstruktur oleh enzim tipe I, II dan II. Mereka dapat memotong bagian-bagian DNA dari hampir semua organisme dan dengan rentang panjang yang luar biasa. Fleksibilitas dan kemudahan penggunaannya menjadikan enzim ini salah satu alat yang paling umum digunakan dalam rekayasa genetika saat ini bersama dengan enzim tipe II. Contohnya Enzim restriksi telah digunakan untuk mendeteksi polimorfisme DNA, terutama dalam studi genetika populasi dan studi evolusi menggunakan DNA mitokondria, untuk mendapatkan informasi tentang laju penggantian nukleotida.

Saat ini, vektor yang digunakan untuk transformasi bakteri dengan tujuan berbeda memiliki situs multiklonache di mana situs pengenalan untuk beberapa enzim restriksi ditemukan. Di antara enzim-enzim ini, yang paling populer adalah EcoRI, II, Fungsi enzim restriksi, IV dan V, yang diperoleh dan dijelaskan untuk pertama kalinya.

E. fungsi enzim restriksi HindIII, dari H. influenzae dan BamHI B. amyloliquefaciens. Referensi • Bickle, T. A., & Kruger, D. H. (1993). Biologi Pembatasan DNA. Ulasan Mikrobiologis, 57(2), 434-450. • Boyaval, P., Moineau, S., Romero, D.

A., & Horvath, P. (2007). CRISPR Menyediakan Perolehan resistensi terhadap virus pada prokariota. Sains, 315(Maret), 1709-1713. • Goodsell, D. (2002).

Perspektif molekul: Restriction Endonucleases. Fundamental Sel Punca dari Pengobatan Kanker, 20, 190-191. • Halford, S. E. (2001). Hopping, jumping dan looping oleh enzim restriksi. Transaksi Masyarakat Biokimia, 29, 363-373. • Jeltsch, A. (2003). Pemeliharaan identitas spesies dan mengendalikan spesiasi bakteri: fungsi baru untuk sistem pembatasan / modifikasi?

Gene, 317, 13-16. • Krebs, J., Goldstein, E., & Kilpatrick, S. (2018). Gen Lewin XII (12 ed.). Burlington, Massachusetts: Jones & Bartlett Learning. • Li, Y., Pan, S., Zhang, Fungsi enzim restriksi, Ren, M., Feng, M., Peng, N. . Dia, Q. (2015). Memanfaatkan sistem CRISPR-Cas Tipe I dan Tipe III untuk pengeditan genom. Penelitian Asam Nukleat, 1-12. • Loenen, W. A.M., Dryden, D.T. F., Raleigh, EA., & Wilson, G.G. (2013). Enzim restriksi tipe I dan kerabatnya. Penelitian Asam Nukleat, 1-25.

• Â Nathans, D., & Smith, H. O. (1975). Restriction Endonucleases dalam analisis dan restrukturisasi molekul DNA. Annu. Pdt. Biochem., 273-293. • Â Nei, M., & Tajima, F. (1981). Polimorfisme DNA dapat dideteksi dengan restriksi endonuklease.

fungsi enzim restriksi

Genetika, 145-163. • Â Pingoud, A., Fuxreiter, M., Pingoud, V., & Wende, W. (2005). Ilmu Seluler dan Molekuler Endonukleasi Tipe II restriksi: struktur dan mekanisme. CMLS Ilmu Seluler dan Molekuler, 62, 685-707. • Â Roberts, R. (2005). Bagaimana enzim restriksi menjadi alat kerja biologi molekuler. PNAS, 102(17), 5905-5908.

• Â Roberts, R. J., & Murray, K. (1976). Pembatasan endonuklease. Ulasan Kritis dalam Biokimia, (November), 123-164. • Â Stoddard, B. L. (2005). Fungsi dan fungsi endonuclease rumah. Ulasan Triwulanan Biofisika, 1-47.

• Â Tock, M. R., & Dryden, D. T. F. (2005). Biologi pembatasan dan anti-pembatasan. Opini Saat Ini dalam Mikrobiologi, 8, 466-472. https://doi.org/10.1016/j.mib.2005.06.003 • Â Wilson, G.

G., & Murray, N. Fungsi enzim restriksi. (1991). Sistem Pembatasan dan Modifikasi. Annu. Pdt. Genet., 25, 585-627. • Â Wu, Z., & Mou, K. (2016). Wawasan genom ke dalam virulensi Campylobacter jejuni dan genetika populasi. Menginfeksi Dis. Terjemahkan. Med., 2(3), 109-119. • Â Yuan, R. (1981). Struktur dan Mekanisme Endonuklease Pembatasan Multifungsi. Annu. Pdt. Biochem., 50, 285-315.
Asam nukleat baik DNA maupun RNA mampu dipotong dengan menggunakan suatu enzim yaitu nuklease.

Enzim nuklease yang mampu memotong RNA disebut ribonuklease atau Rnase, sementara enzim yang mampu memotong DNA disebut deoksiribonuklease atau Dnase. Beberapa nuklease hanya memotong urutan asam nukleat yang single strand dan apa pula yang mampu memotong asam nukleat yang double strand. Nuklease ada dua macam yakni eksonuklease yang mampu memotong molekul asam nukleat single strand atau beberapa oligonukleotida pendek yang hanya mengenali salah satu ujung asam nukleat, yaitu ujung 5′ atau ujung 3′; sementara endonuklease mampu memotong asam nukleat di dareah tengah daru sekuens asam nukleat yang mampu mengenali daerah spesifik pada urutan asam nukleat (Clark, 2010; Howe, 2007; Murray et al., 2009).

Enzim restriksi endonuklease adalah enzim yang berperan untuk memperoleh suatu urutan DNA dengan memotong genom DNA menjadi fragmen-fragmen dengan cara memotong ikatan fosfodiester pada untaian DNA. Enzim restriksi yang diproduksi oleh bakteri dinamakan endonuklease yang secara tipikal mampu mengenali 4 – 8 bp urutan nukleotida yang spesifik. Urutan nukleotida yang spesifik tersebut dinamakan restriction sites yang secara umum merupakan sekuens palindromic ( run back) yang pendek dengan pola urutan sekuens yang sama ketika dibaca pada arah 5′ → 3′ (Howe, 2007; Lodish et al., 2003; Ream et al., 2003).

Enzim restriksi endonuklease dimanfaatkan untuk proses memotong daerah DNA tertentu. Pada Gambar 1 ditunjukkan enzim restriksi EcoRI yang mampu mengenali enam urutan nukleotida spesifik yang kemudian dipotong menjadi dua. Sementara beberapa contoh enzim restriksi dengan daerah spesifiknya disajikan pada Tabel 1. Adapun cara kerja enzim endonuklease tersebut berbeda-beda. Enzim endonuklease tipe II telah diketahui strukturalnya yang sisi katalitiknya tersusun atas 5 macam protein sekunder dalam bentuk β-sheet yang diapit oleh 2 protein sekunder dalam bentuk α-heliks (Gambar 2).

Enzim restriksi endonuklease tersebut dapat melakukan ‘ scanning ’ pada untain molekul DNA jika tidak menemukan restriction sites yang spesifik. Peristiwa tersebut dinamakan mekanisme sliding. Mekanisme sliding tersebut melibatkan pergerakan di sepanjang lekukan DNA. Namun enzim restriksi endonuklease tersebut akan mengubah konformasinya fungsi enzim restriksi mengenali daerah restriction sites yang spesifik. Ketika sudah mengenali daerah spesifik, maka enzim tersebut akan memotong dua fungsi enzim restriksi gula deoksiribosa dengan fosfat dari double helix DNA yang berbeda dan menghasilkan gugus 3′ hidroksil (OH) dan gugus 5′ fosfat (PO 4 – ).

Selanjutnya DNA tersebut menjadi fragmen-fragmen yang sesuai dengan daerah pemotongannya. Enzim endonuklease tidak selamanya memotong DNA menjadi fragmen yang ujungnya simetris ( blunt ends ), namun ada juga yang ujungnya asimetris ( sticky ends ) (Gambar 3). Pola potongan simetris atau tidaknya tergantung kinerja enzim endonuklease seperti yang tertera pada Tabel 1(Allison, 2007; Reece, 2004).

Gambar 2. Struktur enzim restriksi BamHI yang mengikat DNA. Enzim tersebut mengenali double strand dari DNA dengan sekuens spesifik 5′-GGATCC-3′, yang selanjutnya memecah ikatan fosfodiester antara dua residu G. Hasilnya adalah berupa dua fragmen yang ujungnya sticky ends. Pada gambar tersebut warna hijau dan biru menunjukkan subunit protein dimer yang identik (Reece, 2007).

Enzim Bam HI ini memiliki kofaktor berupa ion Mg 2+sehingga dalam prosedur protokol restriksi suatu sekuens DNA terkadang diberi MgCl. Kation bivalen Mg 2+ dari MgCl tersebut berfungsi dalam proses pemotongan plasmid yang dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas enzim restriksi (Ausubel, 2003; Reece, 2004).

Adapun kinerja enzim Bam HI tersebut mampu memotong ikatan fosfodiester pada urutan DNA pada sisi: Enzim BamHI bekerja dengan cara melakukan scanning sekuens non-spesifik di sepanjang DNA dengan cara meluncur ( sliding), setelah itu ketika enzim tersebut menemukan sekuens spesifik berupa 5′ G-G-A-T-C-C 3′ maka akan berupa konformasinyan dan sisi fungsi enzim restriksi bekerja untuk memotong ikatan fosfodiester antara nukleotida G menjadi fragmen yang terpisah (Allison, 2007).
Enzim restriksi disebut sebagai “Restriksi endonuklease” yang ditemukan selama studi Entero-bakteriofag di mana E.

coli menghambat aktivitas fag. Pada tahun 1978, Werner Arber, Daniel Nathans, Hamilton O Smith memenangkan Hadiah Nobel untuk karakterisasi dan penemuan enzim restriksi. Restriksi endonuklease juga disebut sebagai “gunting Molekuler” yang banyak digunakan dalam teknologi DNA rekombinan atau dalam bidang biologi molekuler untuk memotong DNA asing.

Enzim mengkatalisasi berbagai reaksi, dan enzim restriksi membatasi fungsi pembelahan. Pada dasarnya, ini berfungsi sebagai “Endonukleas” dan karenanya juga disebut “Restriksi endonuklease”. Pengertian Enzim restriksi Enzim restriksi adalah jenis enzim endonuklease yang berfungsi untuk membelah sekuens nukleotida di antara untai DNA tetapi tempat pembelahan adalah khusus untuk restriksi endonuklease.

Fungsi enzim restriksi DNA, ada beberapa sekuens spesifik yang hadir disebut sebagai “ Recognition atau sekuens restriksi “. Endonuklease restriksi akan mengenali sekuens restriksi dan mengikat ke situs dan membelah untai khususnya di situs itu dan memecah untai DNA menjadi dua atau lebih untai. Endonuklease restriksi dapat melakukan tiga fungsi seperti pengenalan situs restriksi, pembelahan di situs restriksi, dan modifikasi DNA.

Enzim restriksi dapat fungsi enzim restriksi dari bakteri dan dapat digunakan dalam rekayasa genetika dan metode kloning dll. Mekanisme Mari kita anggap sel bakteri terinfeksi oleh partikel fag. Kemudian kita akan fungsi enzim restriksi bahwa genom fag akan masuk ke dalam genom bakteri. Kemudian perang dimulai antara genom bakteri dan fag. Keduanya akan menghasilkan restriksi endonuklease sebagai senjata untuk saling menurunkan.

fungsi enzim restriksi

Genom bakteri akan menghasilkan enzim restriksi untuk degenerasi DNA fag sehingga tidak dapat menggunakan mesin sel. Dan, DNA fag akan menghasilkan restriksi endonuklease untuk berintegrasi atau menurunkan kromosom bakteri. Tetapi ada situs atau sekuens pengenalan yang ada pada DNA bakteri, yang akan menghasilkan restriksi endonuklease.

Pembatasan endonuklease ini memotong DNA asing jika mengandung urutan tertentu atau akan membelah nukleotida sendiri.

Enzim restriksi Dimodifikasi Ini juga disebut sebagai “Enzim metilasi”. Endonuklease restriksi yang dimodifikasi memainkan peran penting dalam pengenalan atau diferensiasi DNA bakteri dan asing. Pada endonuklease restriksi yang dimodifikasi, sekuens pengenalan DNA dimodifikasi oleh metilasi. Mari kita anggap, ada urutan pengenalan “GATC”, maka gugus CH3 atau metil akan menempel pada adenin dan sitosin dan dengan demikian memodifikasi basa.

Modifikasi basa memandu endonukus pembatasan jangan sampai memotong DNA untaiannya sendiri. Endonuklease fungsi enzim restriksi yang dimodifikasi tidak ada dalam DNA genomik virus. Enzim ini dapat bekerja secara independen atau berkoordinasi dengan restriksi endonuklease. Oleh karena itu, untuk mencegah fungsi enzim restriksi DNA-nya sendiri, bakteri akan menghasilkan modifikasi restriksi endonuklease yang fungsinya tidak hanya untuk membelah tetapi juga untuk memodifikasi sekuens DNA sendiri dengan proses metilasi.

Tata nama Pertama, enzim restriksi diisolasi dari bakteri dan sistem nomenklatur tergantung pada jenis bakteri dari mana enzim telah diisolasi. Untuk mengetahui sistem tata nama, mari kita ambil beberapa contoh.

fungsi enzim restriksi

Contoh 1: Eco R-I Huruf pertama selalu ditulis di kapital di mana ‘E’ mewakili “Genus” bakteri dari mana endonuklease restriksi telah diisolasi yaitu Escherichia.

Dua huruf kedua mewakili spesies bakteri yang ditulis coli sebagai ‘co’. Huruf ketiga yaitu ‘R’ mewakili jenis bakteri yang bervariasi dengan spesies yang berbeda. Yang terakhir adalah angka mis. ‘I’ yang menandakan urutan identifikasi enzim.

Urutan pengenalan Eco R-I adalah 5′-GAATTC-3 ‘. Contoh 2: Bam H-I Demikian pula, huruf ‘B’ mewakili genus yang merupakan “Bacillus”. Huruf ‘am’ mewakili spesies yang merupakan amyloliquefaciens. Dan, dua yang terakhir mewakili nomor regangan dan urutan identifikasi dari endonuklease restriksi. Urutan pengenalan Bam H-I adalah 5′-GGATCC-3 ‘. Gen untuk Sistem Modifikasi-Pembatasan Gen untuk sistem modifikasi pembatasan pertama kali ditemukan di E. coli strain K-12. Setelah penemuan itu, gen yang terlibat dalam sistem modifikasi restriksi endonuklease dinamai “hsd”.

Hsd adalah singkatan dari “ Host-specific defence atau Host specificity determinant”. Gen hsd dalam E.coli strain K-12, melakukan tiga fungsi, yang menurutnya diklasifikasikan menjadi tiga jenis: • hsd-S: Gen ini mencakup faktor spesifisitas, yaitu situs restriksi atau sekuens pengenalan yang membantu restriksi endonuk harap untuk mengenali dan mengikat dengan situs spesifik sekuens DNA.

• hsd-M: Gen ini termasuk faktor modifikasi yang memodifikasi basa nukleotida dari DNA dengan menambahkan gugus CH3 yang mencegah pemotongan DNA sendiri oleh restriksi endonuklease. • hsd-R: Gen ini mengkode situs atau sekuens tertentu dalam DNA, di mana restriksi endonuklease mengikat dan membelah untai menjadi dua atau lebih fragmen. Gen untuk Sistem Modifikasi saja Enzim restriksi yang dimodifikasi juga dapat bekerja secara independen.

Gen-gen yang mengendalikan enzim restriksi modifikasi ada tiga jenis: • gen dam: Ini dam singkatan dari “DNA Adenine Fungsi enzim restriksi. Gen dam mengenali urutan 5′-GATC-3 dan kelompok metil menempel pada basa adenin.

• gen dcm: Di sini dcm adalah singkatan dari “DNA Cytosine Methyltransferase”. Gen dcm mengenali urutan 5′-CCATGG-3 dan kelompok metil menempel pada basis sitosin. • mcr gen: Di sini mcr adalah singkatan dari “Modified Cytosine Restriction”.

Gen mcr terdiri dari dua jenis yaitu mcr B dan mcr C. Ia mengenali sekuens yang fungsi enzim restriksi dan memotong DNA dari residu sitosin internal. Jenis Enzim restriksi terutama dari tiga jenis yaitu tipe-I, II dan III berdasarkan faktor-faktor berikut seperti kompleksitas sistem enzim, persyaratan kofaktor dll. Restriksi endonuklease Tipe-I: Endonuklease restriksi tipe-I adalah enzim tunggal tetapi bertindak sebagai “kompleks Multi-subunit”.

Enzim ini menciptakan pembelahan pada 1000bp hilir ke untai DNA. Endonuclease pembatasan tipe-I memerlukan dua urutan pengenalan dalam orientasi apa pun. Untuk pembelahan, dibutuhkan ATP, Mg2 + dan natrium adenosylmethionine. Dalam proses kloning, itu tidak disukai karena non-spesifisitas situs pembelahan. Restriksi endonuklease Tipe-II: Endonuklease restriksi tipe-II adalah sekumpulan enzim yang bertindak sebagai “kompleks Multienzim”.

Enzim ini menciptakan pembelahan khusus pada situs pengenalan untai DNA. Restriksi endonuklease tipe-II membutuhkan satu urutan pengenalan.

Untuk belahan dada, membutuhkan Mg2 +. Dalam proses kloning, itu adalah enzim yang paling disukai karena kekhususannya di situs pembelahan. Restriksi endonuklease Tipe-III: Restriksi endonuklease tipe-III adalah enzim tunggal dengan “kompleks Multi-subunit”.

Enzim ini menciptakan pembelahan pada 24-26bp hilir ke untai DNA. Endonuclease restriksi tipe-I membutuhkan dua sekuens pengenalan untuk membaca untai DNA dalam gerakan dua arah yang saling berhadapan.

Untuk pembelahan, dibutuhkan ATP, Mg2 + dan natrium adenosylmethionine. Dalam proses kloning, itu tidak disukai karena non-spesifisitas situs pembelahan di mana kita harus menghitung 26bp hilir untuk memotong untai DNA.

Situs metilasi terjadi di situs pengakuan. Jenis Enzim restriksi Pengertian Enzim restriksi Peran Enzim restriksiArtikel Rujukan • Batuan yang terbentuk saat terjadi letusan gunung berapi adalah …. • Tanah berasal dari …. • Di bumi makhluk hidup tinggal pada lapisan …. • Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai polutan. Bahan fungsi enzim restriksi menyebabkan rusaknya lapisan ozon di atmosfer yaitu ….

• Zat yang menyebabkan pencemaran udara adalah …. Artikel Pendidikan • Belajar Trading Valuta Asing (2) • Ilmu Biologi Materi dan Soal (184) • Ilmu Ekonomi Materi Dan Soal (51) • Ilmu Fisika Materi Dan Soal (63) • Ilmu Kimia Materi Dan Soal (52) • Ilmu Sosiologi Materi Dan Soal (24) • Introduction Economy (1) • Keuangan + Perbankan (42) • Matematika Contoh Soal Ujian (2) • Materi Pengetahuan Umum (79) Pengertian Dioxyribo Nucleic Acid (DNA) atau dalam bahasa Indonesia Asam Deoksiribo Nukleat adalah senyawa kimia berupa polimer asam nukleat yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada makhluk keturunannya.

DNA ditemukan pada tahun 1869 oleh fungsi enzim restriksi dokter muda yaitu Friedrich Miescher yang percaya bahwa rahasia kehidupan dapat diungkap melalui penelitian kimia pada sel – sel makhluk hidup. DNA (Deoxyribonucleic acid) bertanggung jawab dalam menentukan sifat – sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup. DNA mempunyai susunan struktur yang khas untuk tiap organismenya. Model Struktur DNA dibangun berdasarkan pada data kimia dan fisiknya yang kemudian disebut struktur untai-ganda atau double helix.

Untai ganda DNA ini dibangun oleh dua rantai yang berpilin. Untaian DNA dapat diubah susunannya, sehingga akan diperoleh untaian baru yang mengekspresikan sifat – sifat baru yang diinginkan. Perubahan susunan DNA ini diperoleh dengan teknik atau fungsi enzim restriksi DNA rekombinan. Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan Komponen DNA Rekombinan Adapun komponen yang terlibat dalam proses DNA rekombinan adalah DNA donor ( insert ), Enzim Endonuklease Restriksi, Enzim Endonuklease Restriksi, Vektor, DNA Ligase, Sel Inang ( Host Cell ).

fungsi enzim restriksi

DNA donor ( insert ) DNA donor ( insert ) merupakan Sumber dari DNA atau gen yang digabungkan atau disisipkan atau disambungkan kepada DNA dari organisme lain. Enzim Endonuklease Restriksi Endonuklease restriksi adalah enzim yang digunakan untuk memotong DNA donor dan vector pada lokasi spesifik, sehingga DNA donor dapat disambungkan ke dalam vektor Vektor Vektor adalah Plasmid atau bakteriofage yang digunakan untuk mengintroduksi gen agar dapat ditransform ke dalam suatu sel inang yang cocok DNA Ligase DNA ligase merupakan Enzim yang digunakan untuk menggabungkan ujung sambungan ( splice ) dari vektor dan DNA donor, dan kemudian membentuk suatu vektor rekombinan Sel Inang ( Host Cell ) Sel inang yang umum digunakan Biasanya adalah suatu bakteri atau yeast.

Tempat diintroduksikan vektor rekombinan ke dalam sel inang. Tahap DNA Rekombinan. Teknologi DNA rekombinan banyak melibatkan bakteri atau virus sebagai vektor (perantara). Proses DNA rekombinan dilakukan dengan 3 tahapan. Tahap pertama adalah fungsi enzim restriksi DNA, tahap kedua memotong dan menyambung DNA (transplantasi gen atau DNA), dan tahap ketiga memasukkan DNA ke dalam sel hidup.

Isolasi DNA Isolasi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memilih dan memisahkan DNA maupun gen yang dikehendaki. Isolasi ini dilakukan dengan cara mengekstrak kromosom dari organisme donor maupun organisme vector.

Isolasi Vector plasmid atau Fungsi enzim restriksi donor yang diinginkan bertujuan mengekstrak plasmid atau DNA donor yang diinginkan dan memisahkannya dari berbagai komponen selular bakteri dan Organismes lainnya, seperti protein, lemak, RNA, dan DNA kromosomal. Prinsip dasar isolasi DNA dari jaringan adalah dengan memecah dan mengekstraksi jaringan tersebut sehingga akan terbentuk ekstrak sel yang terdiri atas sel- sel jaringan dan DNA.

Langkah pertama untuk mendapatkan DNA plasmid adalah dengan menumbuhkan sel- sel bakteri yang mengandung plasmid rekombinan. Setelah itu sel dipanen, dinding serta membran sel dipecah sehingga isi sel (ekstrak sel) keluar. Ekstrak sel ini kemudian dipurifikasi dengan serangkaian perlakuan sehingga diperoleh DNA plasmid yang murni.

Memotong Dan Menyambung DNA Pemotongan gen dalam satu untaian DNA menggunakan enzim endonuklease restriksi. Enzim ini berperan sebagai gunting biologi. DNA insert donor dari suatu organisme dapat diisolasi dengan memotongnya menjadi segmen- segmen kecil dengan menggunakan enzim endonuklease restriks. Bagian Segmen DNA yang diperoleh, kemudian dimasukkan dalam suatu vektor. Vektor ini harus mampu berikatan dengan DNA insert donor, memperbanyak diri, dan mengekspresikan gen tersebut.

Vektor (organisme pembawa) pada proses ini adalah plasmid atau virus. Plasmid adalah rantai DNA melingkar di luar kromosom bakteri. DNA Plasmid maupun DNA virus harus dipotong terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai vektor. Enzim yang fungsi enzim restriksi adalah sama dengan enzim untuk memotong DNA Insert donor yang dikehendaki. Pemotongan ini menggunakan enzim endonuklease restriksi.

Isolasi Pemotongan DNA Insert Yang Dinginkan Donor, Vector Plasmids. DNA insert Donor yang telah diisolasi dan dipotong selanjutnya dicangkokkan ke dalam plasmid vector. Proses pencangkokan ini dikenal dengan sebutan transplantasi gen atau DNA. Transplantasi dilakukan dengan cara mencangkokkan (atau menyambung) DNA insert donor yang telah diisolasi ke dalam DNA plasmid vector.

Penyambungan gen tersebut menggunakan enzim ligase yang mampu menyambungkan ujung- ujung nukleotida. Enzim ligase berfungsi sebagai lem biologi. Setelah proses penyambungan ini, maka plasmid vektor mengandung DNA asli dan DNA sisipan (asing). Dengan demikian, didapatkan organisme baru yang memiliki rantai DNA gabungan atau kombinasi baru.

Rantai DNA gabungan atau kombinasi baru ini disebut DNA rekombinan. Penyambungan DNA Insert Donor Diinginkan Dan Vector Plasmid Dengan Enzim Ligase. Memasukan Ke Sel Hidup DNA baru yang telah membawa segmen DNA cangkokan kemudian memasuki tahapan akhir, yaitu dimasukkan ke dalam vektor sel bakteri maupun virus.

Pemasukan ini melalui proses pemanasan dalam larutan NaCl atau melalui proses elektroporasi. Transformasi DNA Rekombinan Ke Vector Plasmid Kemudian, bakteri ini (misalkan saja: Fungsi enzim restriksi coli) melakukan replikasi dengan cara membelah diri.

Melalui proses pembelahan ini, didapatkan plasmid-plasmid hasil dari transplantasi gen (DNA rekombinan) dalam jumlah banyak. DNA rekombinan merupakan teknik atau metoda yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan organisme transgenik (dengan melalui transplantasi gen). Selain menggunakan teknologi DNA rekombinan, dapat juga menggunakan prinsip lain yaitu dengan menggunakan prinsip fusi protoplasma.

Daftar Pustaka: • Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.

fungsi enzim restriksi

• Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.

• Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta. • Kimballl, J.W., Fungsi enzim restriksi Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta. • Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta. • Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

• Ardra.Biz, 2019, “DNA Rekombinan, manfaat alkohol, manfaat polimer, Manfaat Tahapan Teknologi DNA Rekombinan Bagi Kehidupan, Pengertian Penjelasan Contoh Soal Pembahasan, Rekayasa Genetika, • Ardra.Biz, 2019, “Pengertian DNA (Deoxyribonucleic acid), Fungsi enzim restriksi Soal ujian Materi DNA, Gambar DNA, Susunan DNA, Struktur DNA, Untaian DNA, Perubahan susunan DNA, Cara rekombinan DNA, Tujuan rekombinan DNA, Manfaat Rekombinan DNA, • Ardra.Biz 2019, “Contoh Rekombinan DNA, Teknologi Rekombinan DNA, Tahap DNA Rekombinan, Media Perantara Rekombinan DNA, Proses Isolasi DNA, memilih dan memisahkan DNA, cara mengekstrak kromosom dari organisme donor, Fungsi enzim endonuklease restriksi pada DNA rekombinan, • Ardra.Biz, 2019, “Cara memotong gen uantaian DNA, Memotong Dan Menyambung DNA, Fungsi Vektor pada Rekombinan DNA, Fungsi plasmid atau virus pada rekombinan DNA, plasmid atau virus, Pengertian transplantasi gen, Cara mencangkokkan (atau menyambung) gen, • Ardra.Biz.

2019, “Fungsi enzim ligase pada rekombinan DNA, Memasukan Ke Sel Hidup, Fungsi larutan NaCl pada DNA rekombinan, proses elektroporasi DNA, Escherichia coli, organisme transgenic, transplantasi gen, prinsip fusi protoplasma, Rekayasa genetika, Cara rekayasa genetika, Fungsi Manfaat rekayasa genetika, Diposkan pada - - Kategori Ilmu Biologi Materi dan Soal Tag Cara memotong gen uantaian DNA, Cara mencangkokkan (atau menyambung) gen, cara mengekstrak kromosom dari organisme donor, Cara rekayasa genetika, Cara rekombinan DNA, Contoh Rekombinan DNA, Contoh Soal ujian Materi DNA, DNA Rekombinan, Escherichia coli, Fungsi enzim endonuklease restriksi pada DNA rekombinan, Fungsi enzim ligase pada rekombinan DNA, Fungsi larutan NaCl pada DNA rekombinan, Fungsi Manfaat rekayasa genetika, Fungsi plasmid atau virus pada rekombinan DNA, Fungsi Vektor pada Rekombinan DNA, Gambar DNA, manfaat alkohol, manfaat polimer, Manfaat Rekombinan DNA, Manfaat Tahapan Teknologi DNA Rekombinan Bagi Kehidupan, Media Perantara Rekombinan DNA, Memasukan Ke Sel Hidup, memilih dan memisahkan DNA, Memotong Dan Menyambung DNA, organisme transgenic, Pengertian DNA (Deoxyribonucleic acid), Pengertian Penjelasan Contoh Soal Pembahasan, Pengertian transplantasi gen, Perubahan susunan DNA, plasmid atau virus, prinsip fusi protoplasma, proses elektroporasi DNA, Proses Isolasi DNA, Rekayasa Genetika, Sifat alkohol, sifat polimer, struktur dna, Susunan DNA, Tahap DNA Rekombinan, Teknologi Rekombinan DNA, transplantasi gen, Tujuan rekombinan DNA, Untaian DNA
Rekombinasi DNA merupakan prinsip dalam bioteknologi modern, yaitu dengan menyisipkan gen atau DNA suatu organisme ke dalam organisme lain untuk mendapatkan hasil yang unggul.

Contoh produk hasil rekombinasi DNA diantaranya tomat Flavr Savr yang tidak mudah membusuk, jagung Bt yang tahan terhadap hama, serta hormon insulin buatan. Proses rekombinasi DNA membutuhkan 2 macam enzim, yaitu enzim endonuklease restriksi yang berfungsi sebagai pemotong rantai DNA sehingga disebut sebagai gunting biologi, dan enzim ligase yang berfungsi sebagai penyambung rantai DNA untuk menghasilkan DNA rekombinan, sehingga disebut juga sebagai lem biologi.

Fungsi enzim restriksi demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.

Cara memilih enzim restriksi untuk konstruksi gen




2022 www.videocon.com