Ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

JAKARTA, iNews.id – Proyek Bendungan Bener di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu proyek strategis nasional. Proyek yang digarap sejak 2013 lalu itu masih menuai penolakan warga hingga terjadi bentrokan dengan polisi seperti insiden pengepungan, Selasa (8/2/2022) lalu. Bentrokan terjadi saat pengukuran lahan di Desa Wadas, Kecamatan Bener.

Ratusan aparat gabungan diterjunkan guna mengamankan proses pengukuran lahan. Dalam kejadian itu, polisi mengamankan 23 orang saat proses pengukuran lahan untuk proyek Bendungan Bener. Mereka dinilai bertindak anarkis dan menghalangi petugas. BACA JUGA: Kisruh Pengukuran Lahan Wadas, Ini Penjelasan Lengkap Kapolda dan Ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas Jateng Suasana saat pengukuran lahan di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Selasa (8/2/2022). Foto: iNews/Joe Hartoyo.

Dikutip dari kppip.go.ig, Profil Bendungan Bener yang dibangun dengan menelan dana Rp2,060 triliun direncanakan memiliki kapasitas sebesar 100.94 meter kubik. Proyek Bendungan Bener dimulai sejak 2013 dan ditargetkan selesai 2023. Fungsi Bendungan Bener diharapkan dapat mengairi lahan seluas 15069 hektare, mengurangi debit banjir sebesar 210 meter kubik/detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 M³/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 6,00 MW. BACA JUGA: Kericuhan di Desa Wadas, 23 Warga Sempat Diamankan Polisi Telah Dipulangkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerangkan, Bendungan Bener merupakan salah satu proyek strategis nasional di Jawa Tengah.

Selain itu, terdapat 14 proyek bendungan lain yang masuk proyek strategis nasional, di mana lima bendungan di antaranya sudah diresmikan, yakni Bendungan Jatibarang, Gondang Karanganyar, Pidekso Wonogiri, Logung Kudus, dan Randugunting Blora. BACA JUGA: Polda Jateng Minta Warga Desa Wadas Kedepankan Musyawarah “Yang lainnya masih dalam proses, termasuk bendungan Bener ini,” katanya dalam konferensi pers di Purworejo, Rabu (9/2/2022). Dia menjelaskan, proses pembangunan Bendungan Bener berjalan cukup lama, yakni sejak 2013.

Percepatan pembangunan memang dilakukan, karena proyek itu memberikan manfaat banyak untuk warga. Selain bisa mengaliri irigasi sebesar 15,519 hektare lahan, tempat ini juga bisa menjadi sumber air bersih, sumber energi listrik, pariwisata dan lainnya.

Purworejo - Pengukuran tanah di Desa Wadas, Purworejo, calon lokasi tambang terbuka atau kuari untuk mendukung proyek Bendungan Bener diwarnai kericuhan antara aparat dengan warga. Lalu, apa itu proyek Bendungan Bener? Seperti dikutip dari detikfinance, proyek Bendungan Bener merupakan proyek yang dipegang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pimpinan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Rencana konstruksi proyek bendungan telah dimulai sejak 2018 dan direncanakan selesai pada 2023 mendatang. Melansir laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Rabu (9/2/2022), Bendungan Bener atau Waduk Bener adalah waduk yang berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Baca juga: Ganjar Pranowo Sampaikan Permintaan Maaf Terkait Insiden Wadas Keberadaan Waduk Bener diharapkan dapat mengurangi debit banjir sebesar 210 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 6 MW.

Sumber air Waduk Bener berasal dari Sungai Bogowonto, salah satu sungai besar di Jawa Tengah. Nama Waduk Bener diambil dari lokasinya yang berada di Kecamatan Bener, Purworejo. Proyek ini berada sejauh sekitar 8,5 kilometer dari pusat kota Purworejo.

Bendungan Bener merupakan proyek yang didanai langsung APBN lewat Kementerian PUPR. Pemilik proyek Waduk Bener ini adalah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak yang berada di bawah Ditjen Sumber Daya Air PUPR. Proyek Waduk Bener digarap oleh tiga BUMN karya yakni PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Total investasi Waduk Bener mencapai Rp 2,06 triliun dan dengan kucuran dana dari APBN-APBD.

Pembangunan Bendungan Bener ini memerlukan tambang batuan andesit.

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

Calon lokasi tambang di Desa Wadas. Baca juga: Muncul Petisi Penolakan, Ganjar Tetap Lanjutkan Tambang di Wadas Mengutip laman Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Dwi Purwantoro mengklaim pembangunan Bendungan Bener akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat.

"Wadas akan digali material batunya untuk pembangunan Bendungan Bener dengan melalui proses pengadaan tanah terlebih dahulu. Kemudian, masyarakat mendapat uang ganti kerugian dengan nilai yang melebihi harga pasaran. Kegiatan ini juga mendatangkan lapangan pencaharian baru pada saat pelaksanaan pengambilan material quarry," katanya (27/4). Berdasarkan info, lahan tambang andesit yang akan dikeruk di Desa Wadas mencapai 114 hektare.

Simak Video " Profil Proyek Bendungan Bener yang Picu Bentrokan di Desa Wadas" [Gambas:Video 20detik] (rih/sip)
Jakarta: Nama Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, menjadi trending topic di Twitter. Desa Wadas menjadi viral lantaran konflik antara aparat TNI-Polri dan warga yang dipicu masalah pembangunan Bendungan Bener.

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

Dalam video yang diunggah @walhinasional, tampak aparat berseragam lengkap dengan helm, tameng, dan tongkat pemukul berjaga di depan Masjid di Desa Wadas.

Kemudian tampak beberapa warga ditangkap oleh aparat. "Walhi mengutuk keras tindakan sewenang-wenang kepolisian di Desa Wadas. Dalihnya, kepolisian kawal pengukuran lahan namun dibarengi dengan intimidasi dan pengepungan di masjid," tulis WALHI dikutip dari Twitter, Rabu, 9 Februari 2022. Warga yang ditangkap diketahui menolak keras lahannya dibebaskan untuk penambangan batu adesit. Batu andesit yang ditambang dari Desa Wadas ini bakal digunakan sebagai material untuk proyek Bendungan Bener yang lokasinya berada di Kabupaten Purworejo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? • Happy • Inspire • Confuse • Sad Baca: Desa Wadas Trending Twitter, Polisi Lakukan Intimidasi dan Pengepungan Masjid Luas tanah yang akan dibebaskan mencapai 124 hektare.

Warga khawatir penambangan itu akan merusak sumber mata air dan sawah lantaran sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani. Berikut 5 fakta kasus proyek pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas dirangkum tim Medcom.id: 1. Nilai proyek capai Rp2 miliar Proyek Bendungan Bener diketahui masuk dalam proyek strategis nasional. Biaya pembangunan bendungan itu senilai Rp2,06 triliun.

Adapun sumber dana investasi pembangunan Bendungan Bener berasal dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN). 2.

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

Ganjar Pranowo minta maaf Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf kepada masyarakat, terutama warga Desa Wadas akibat konflik yang terjadi.

Dia juga berjanji akan membebaskan warga yang ditahan polisi. "Kemarin malam saya sudah menelepon Pak Kapolda dan Pak Wakapolda. Saya menyampaikan agar warga Wadas dibebaskan dan kami bersepakat Insyallah hari ini warga akan dipulangkan," kata Ganjar dikutip dari Twitter @ganjarpranowo.

Ganjar juga akan membuka ruang dialog dengan warga Wadas serta difasilitasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Dia menginginkan agar masalah ini diselesaikan dengan baik. Baca: Trending Twitter, Ini Proyek yang Bikin Desa Wadas Dikepung Polisi 3. Polri klaim tak ada kekerasan Polri mengeklaim tidak terjadi aksi kekerasan saat melakukan pengawalan tim pengukur lahan penambangan batuan andesit di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo.

Kondisi dipastikan kondusif selama pelaksanaan pengukuran tahap satu. "Dilakukan pendampingan untuk memastikan tidak terjadi penggunaan kekerasan atau pelanggaran personel satgas yang melaksanakan pengamanan," ujar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers secara virtual.

Tim telah melakukan pengukuran sebanyak 144 bidang dari target 150 bidang. Pengukuran juga bersama dengan warga Wadas yang mengamini lahannya dibebaskan. 4. Polri tidak kerahkan ribuan personel Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi memastikan pihaknya tidak menerjunkan ribuan polisi ke lokasi Bendungan Bener pada Selasa, 8 Februari 2022.

Personel hanya ditugaskan untuk mendampingi tim pengukur tanah. "Tidak ada ribuan polisi, hanya 250 personel yang diterjunkan untuk mendampingi 10 Tim Badan Pertanahan Nasional (BPN)," kata Luthfi dalam keterangan pers.

5.

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

Puluhan warga Desa Wadas dipulangkan Sebanyak 66 warga Desa Wadas yang sempat ditangkap saat terjadi ketegangan dalam pengukuran lahan proyek Bendungan Bener, dipulangkan ke rumah masing-masing.

Mereka dipulangkan dengan menggunakan dua bus. "Seluruh warga dalam kondisi sehat dan menerima perlakuan humanis," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudusy. Selama ditahan di Polres Purworejo, para warga didata dan diperiksa. Ia menambahkan pemulangan puluhan warga ini merupakan bentuk realisasi janji Kapolda Jawa Tengah dan Gubernur Jawa Tengah. Baca: Kapolda Jateng Klaim Tak Ada Pengerahan Ribuan Personel ke Desa Wadas Jakarta - Beberapa waktu ini ramai pemberitaan terkait penolakan keras warga Desa Wadas, Purworejo yang wilayahnya akan dijadikan tempat penambangan andesit.

Andesit-andesit ini nantinya akan digunakan untuk proyek pembangunan bendungan Bener. Ada yang menyebut jika kegiatan penambangan tersebut tidak memiliki izin. Sehingga harus dihentikan.

Kajian Dimulai Sejak Tahun 2000-an Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan jika kajian dan investigasi terkait andesit ini sudah dilakukan sejak tahun 2000an. Dikutip dari data Kementerian PUPR ada 579 bidang tanah di Desa Wadas yang jadi target pembebasan lahan untuk tambang batu andesit.

Jarot menjelaskan ada 346 pemilik bidang tanah setuju untuk membebaskan lahannya untuk pertambangan andesit. Sementara itu, 94 pemilik menolak mentah-mentah tawaran pembebasan tanah. Sisanya, masih ragu-ragu apakah akan memberikan tanahnya atau tidak.

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

Pengukuran tanah untuk dibebaskan hanya dilakukan pada bidang tanah yang disetujui pemiliknya untuk dibebaskan. Jarak antara Desa Wadas dengan lokasi utama proyek sendiri jaraknya sekitar 10-11 kilometer (km). Ada dua bagian area pada lokasi utama proyek, yaitu area genangan dan area tubuh bendungan. Pembebasan lahan di area utama proyek sudah mencapai 85%. Baca juga: PUPR Jelaskan Alasan Ambil Batu di Wadas untuk Bangun Bendungan Bener Alasan Pengambilan Andesit dari Desa Wadas Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Airlangga Mardjono mengungkapkan sesuai hasil investigasi andesit Wadas ini paling sesuai dengan bendungan Bener.

"Kalau andesit itu dari sisi teknis, seperti volume, jarak dan lainnya itu paling pas," ujar dia kepada detikcom, Rabu (16/2/2022). Airlangga menyebutkan Kementerian sudah berupaya memberikan pemahaman ke warga terkait potensi dan sumber yang ada di desa mereka. Pengambilan Andesit Tak Butuh IUP Airlangga menyebutkan jika pengambilan material batu di wadas tidak masuk kategori pertambangan untuk keperluan komersial seperti tambang mineral, batu bara dan minyak dan gas.

Dengan demikian, tidak ada pihak tertentu yang diberikan hak konsesi. "Tidak ada konsesi tambang, karena ini bukan pertambangan," jelasnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, pengambilan batu di lokasi tersebut tidak membutuhkan izin usaha pertambangan (IUP) layaknya pertambangan mineral dan batu bara atau pertambangan batuan lainnya yang bertujuan komersial. "Pengambilan material batu di Wadas tidak masuk ke dalam kategori kegiatan pertambangan," tegas dia.
Jakarta - Rencana pembangunan Bendungan Bener di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo tidak berjalan mulus.

Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang lahannya akan dibebaskan untuk tambang batu andesit melakukan penolakan. Tak ayal sikap warga ini memicu ketegangan antara warga dan aparat. Aparat datang ke desa dan menangkap warga yang bersikeras menolak lahannya dibebaskan untuk penambangan batu andesit. Warga cemas penambangan itu nantinya akan merusak sumber mata air dan sawah, lantaran sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani. Baca juga: Ini Profil Proyek Bendungan Bener yang Picu Bentrokan di Desa Wadas Gubernur Jatwa Tengah Ganjar Pranowo pun bersikeras akan terus melanjutkan proses tambang di Desa Wadas.

"Apakah kuarinya akan tetap dilanjut terus? Iya," kata Ganjar, Rabu (09/02/2022). Ganjar mengatakan semua tahap telah dilalui, bahkan melibatkan para pakar, hingga akhirnya memutuskan lokasi tambang di Desa Wadas. Pihaknya bersama stakeholder lain terus berusaha memberi pemahaman kepada warga yang belum setuju dengan kuari tersebut. Sementara itu, Peneliti Geologi di Pusat Riset Oseanografi - BRIN, Yunia Witasari mengatakan pertambangan andesit di Desa Wadas sebenarnya sudah lama ada.

"Setahu saya memang banyak batu andesitnya di situ dan dari dulu ditambang," katanya. Meski sudah lama ada aktivitas pertambangan sejak dulu, menurutnya, ada kemungkinan sekarang ini ditemukan lagi letak andesit di Desa Wadas yang bagus untuk ditambang.
Jakarta - Insiden bentrokan antara polisi dan TNI dengan masyarakat Desa Wadas, Kecamatan, Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah tengah menjadi perbincangan.

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

Asal muasal sebab konflik itu terjadi lantaran rencana pembangunan proyek Bendungan Bener. Proyek Bendungan Bener merupakan proyek yang dipegang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pimpinan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

Rencana konstruksi proyek bendungan telah dimulai sejak 2018 dan direncanakan selesai pada 2023 mendatang. Melansir laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Rabu (9/2), Bendungan Bener atau Waduk Bener adalah waduk yang berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Baca juga: Bendungan Tertinggi di Indonesia akan Dibangun di Purworejo Bendungan ini direncanakan akan mengairi lahan sawah seluas 15.069 hektare.

Hal ini sesuai dengan program pemerintah untuk memperbanyak waduk guna mendukung proyek ketahanan pangan.

Keberadaan Waduk Bener diharapkan dapat mengurangi debit banjir sebesar 210 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 6 MW. Sumber air Waduk Bener berasal dari Sungai Bogowonto, salah satu sungai besar di Jawa Tengah. Nama Waduk Bener diambil dari lokasinya yang berada di Kecamatan Bener, Purworejo.

Proyek ini berada sejauh sekitar 8,5 kilometer dari pusat kota Purworejo. Bendungan Bener merupakan proyek yang didanai langsung APBN lewat Kementerian PUPR. Baca juga: Mahfud soal Insiden Wadas: Tak Ada Tembakan, Polisi Sudah Sesuai Prosedur Pemilik proyek Waduk Bener ini adalah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak yang berada di bawah Ditjen Sumber Daya Air PUPR.

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

Proyek Waduk Bener digarap oleh tiga BUMN karya yakni PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Total investasi Waduk Bener mencapai Rp 2,06 triliun dan dengan kucuran dana dari APBN-APBD.

Apa yang memicu penolakan warga Desa Wadas? Baca di halaman selanjutnyaSuara.com - Proyek Bendungan Bener diklaim menjadi bendungan tertinggi di Indonesia dan menjadi tertinggi kedua di Asia Tenggara. Namun, proyek itu justru menuai konflik agraria hingga menyeret nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Simak berikut profil Bendungan Bener. Proyek pembangunan Bendungan Bener ditolak oleh warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Mereka menolak tanah mereka diambil untuk pembangunan Bendungan Bener. Bahkan, sebanyak 64 warga Desa Wadas sempat ditangkap karena dituduh membawa senjata tajam serta diduga akan melakukan tindakan anarkistis saat pengukuran tanah yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Desa Wadas.

ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas

Sebanyak 64 warga tersebut akhirnya dibebaskan usai ditangkap polisi pada Selasa (8/2/2022). Seperti apa profil Bendungan Bener, dan bagaimana kronologi penolakan pembangunannya? Profil Bendungan Bener Baca Juga: Sejauhmana Masalah di Desa Wadas Mempengaruhi Elektabilitas Ganjar Pranowo Jelang 2024? Bendungan Bener menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Bendungan Bener diperkirakan akan mengairi lahan pertanian seluas 15.069 hektar dan mengurangi debit banjir sebesar 210 m3/detik. Sementara itu, untuk kapasitas tampungan air mencapai 100,94 juta meter kubik.

Selain mengairi lahan, Bendungan Bener juga diproyeksikan memiliki fungsi sebagai penyedia air baku untuk keperluan rumah tangga, kota, dan industri sebesar 1.500 liter/detik ke 10 kecamatan di Kabupaten Purworejo, 3 kecamatan di Kabupaten Kebumen, hingga 2 kecamatan di Kabupaten Kulon Progo.

Bendungan Bener ini juga akan difungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) karena dapat menyuplai energi listrik sebesar 6 megawatt (MW). Tidak hanya itu saja, Bendungan Bener juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata karena berlokasi di antara dua bukit serta pengembangan sektor perikanan. Kronologi Penolakan Pembangunan Proyek Bendungan Bener oleh Warga Desa Wadas Mengutip dari laman LBH Yogyakarta, masyarakat Desa Wadas membentuk paguyuban bernama Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas atau GEMPA DEWA.

Paguyuban tersebut didirikan dengan tujuan ini profil proyek bendungan bener yang picu bentrokan di desa wadas menolak wilayah yang akan diambil tanahnya untuk membangun bendungan di mana sudah ditetapkan di dalam AMDAL. Baca Juga: Pasang Wajah Sedih Soroti Konflik Wadas, Gus Mus Panggil-panggil Nama Presiden: Pak Jokowi Menurut GEMPA DEWA, warga tidak pernah dilibatkan dalam proses penyusunan AMDAL tersebut.

Padahal Desa Wadas menjadi salah satu desa yang terkena dampak dengan adanya pembangunan bendungan. Warga menolak untuk diambil lahannya karena sistem ganti rugi yang diberikan pemerintah dinilai akan berdampak kemiskinan dalam masa mendatang. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Jakarta - Insiden bentrokan antara polisi dan TNI dengan masyarakat Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah tengah menjadi perbincangan.

Asal muasal sebab konflik itu terjadi lantaran rencana pembangunan proyek Bendungan Bener. Proyek Bendungan Bener merupakan proyek yang dipegang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Konstruksi proyek sudah dimulai sejak 2018 dan rencananya selesai pada 2023 mendatang. Melansir laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), bendungan ini direncanakan bakal mengairi lahan sawah seluas 15.069 hektare.

Hal itu sesuai program pemerintah untuk perbanyak waduk guna mendukung proyek ketahanan pangan. Proyek dengan investasi Rp 2,06 triliun dan dengan kucuran dana APBN-APBD ini diharapkan mampu mengurangi debit banjir 210 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku 1,60 meter kubik per detik dan menghasilkan listrik 6 MW. Sumber air Waduk Bener berasal dari Sungai Bogowonto, salah satu sungai besar di Jawa Tengah

Seperti inilah pemandangan bendungan bener purworejo yg kabarnya terbesar seASIA tenggara




2022 www.videocon.com