Soekarno dan nyi roro kidul

soekarno dan nyi roro kidul

Peralihan kekuasaan kepresidenan Republik Indonesia dari Soekarno ke Soeharto tak kan pernah habis jika dibahas. Beberapa dari kita mungkin memiliki pemahaman yang beragam atas peristiwa tersebut. Beberapa pihak menjadikan tokoh Soekarno sebagai pahlawan yang mengalah dan tersakiti, beberapa pihak lainnya menjadikan tokoh Soeharto sebagai superhero yang mengusir monster jahat dengan apik.

Peralihan kekuasaan ini sudah sering kali dibahas dengan sudut pandang politik bahkan sampai kepentingan global. Namun, beberapa dari kita lupa bahwa Soekarno dan Soeharto adalah orang Jawa, yang mana peristiwa ini juga bisa dibahas dengan kacamata kelenik. Pertama, kita mulai dahulu dengan spirit Nyi Roro Kidul yang muncul dari masa Mataram Islam, tepatnya di awal pendirian Mataram itu sendiri.

Pada saat itu, Sutawijaya atau yang biasa dikenal dengan penembahan senapati sedang gundah akan keinginannya untuk menjadi raja yang menguasai Jawa. Sutawijaya tidak percaya diri karena dia tak memiliki garis keturunan darah biru yang kuat. tetapi, ada satu hal yang dia ingat dan kita perlu ketahui bahwa dalam budaya Jawa, wanita adalah pilar.

Maka untuk menjadi raja, seorang pria harus memiliki pilar yang kuat. Ini yang menjadi latar belakang mengapa Sutawijaya menghidupkan kembali spirit Nyi Roro Kidul yang belakangan sudah digantikan dengan spirit Walisongo pada masa Demak.

Dengan begitu terjadilah pernikahan antara Sutawijaya dengan Nyi Roro Kidul, hal ini membuat spirit tersebut turun temurun ke setiap raja Jawa sampai hari ini.

Hal ini memengaruhi Soekarno yang mana dia juga seorang Jawa untuk memenuhi ambisinya untuk menjadi penguasa Nusantara. Soekarno menyadari bahwa darah biru yang turun kepadanya tidak terlalu kuat, maka dia harus memiliki pilar yang kuat.

Inilah alasan spiritual mengapa Soekarno melakukan poligami. Bukan hanya sampai di sini, Soekarno juga dipercaya melakukan pernikahan dengan Nyi Roro Kidul, dari situlah Soekarno mendapat hak untuk menjadi penguasa Nusantara yang langgeng. Spirit Nyi Roro Kidul yang dijalani Soekarno ini rupanya diketahui juga oleh Soeharto sebagai orang Jawa yang berambisi untuk menjadi "Matahari Tandingan”. Terlepas dari segala isu politik di akhir kekuasaan Soekarno, Soeharto dengan jelas sangat menginginkan kursi kekuasaan yang diduduki Soekarno.

Dengan memiliki seorang istri yang ningrat yaitu Siti Hartinah, Soeharto memiliki keyakinan bahwa dirinya juga pantas menjadi penguasa. Namun, sekali lagi hal ini tidak cukup, mengingat Soekarno sudah melakukan pernikahan spiritual dengan Nyi Roro Kidul.

Hal ini mendorong Soeharto ingin merebut Nyi Roro Kidul dari Soekarno, sayangnya Nyi Roro Kidul minta tumbal sebanyak soekarno dan nyi roro kidul juta jiwa. Tumbal inilah yang jika dikaitkan dengan peristiwa nyata adalah genosida oleh rezim penguasa terhadap para tertuduh Partai Komunis Indonesia yang mana dari genosida tersebut sekitar satu juta jiwa tewas. Pernikahan Soeharto dengan Nyi Roro Kidul pun lancar. Dengan peristiwa tersebut Soekarno jatuh dan menyadari kekuatannya sudah tidak ada, maka dari itu dia menceraikan istri-istrinya.

Namun Soekarno yang menyadari peristiwa ini dari awal meminta agar dia di makamkan di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat dalam wasiatnya. Namun ketika wafat, hal ini tidak diwujudkan oleh Soeharto karena Soeharto tau jika Soekarno di makamkan di sana, suatu hal buruk akan menimpa kursi kekuasaannya.

Mengapa? Karena Istana Batu Tulis adalah tempat yang didirikan atas reruntuhan Istana Kerajaan Pajajaran, di mana Nyi Roro Kidul merupakan anak dari Prabu Siliwangi. Dipercaya, Soekarno memilih tempat tersebut untuk peristirahatan terakhirnya karena dia yakin bahwa Istana Batu Tulis soekarno dan nyi roro kidul gerbang penghubung soekarno dan nyi roro kidul menemui Prabu Siliwangi. Jelas Soeharto sangat takut dengan hal tersebut, dikhawatirkan Soekarno mengadu kepada Prabu Siliwangi agar menghukum putrinya dan menjatuhkan kekuasaan siapa pun yang dinikahi putrinya.

Akhirnya kekuasaan Soeharto berlangsung langgeng hingga puluhan tahun. Namun menjelang akhir masa berkuasanya dia beralih dari seorang Jawa yang beragama Islam menjadi Muslim yang ada di Jawa. Hal ini ditandai dengan soekarno dan nyi roro kidul Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sebagai wadah para intelektual muslim. Soeharto juga berangkat haji dan menambahkan namanya dengan Haji Muhammad Soeharto.

Hal ini menyebabkan Nyi Roro Kidul marah. Bentuk kemarahan ini diperjelas dengan wafatnya Siti Hartinah pada 28 April 1996 yang bertepatan dengan Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Ini menunjukkan kemarahan Nyi Roro Kidul kepada Soeharto atas peralihan ketaatan yang dilakukan Soeharto dengan merenggut nyawa Siti Hartinah di Hari Raya Kurban. Setelah itu Soeharto perlahan kehilangan kharismanya dan berujung pada kejatuhannya pada tahun 1998.

Inilah secuplik kisah peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto yang diwarnai berbagai peristiwa mulai dari Gerakan September Tiga Puluh (Gestok) sampai Genosida 1965. Adanya sudut pandang kelenik seperti ini bukan menuntut kita untuk mempercayainya, melainkan agar kita bisa lebih luas memandang suatu peristiwa dengan banyak cara pandang. Soal kepastian akan peristiwa tersebut bisa dipercaya, bisa juga tidak.

Blog yang Membahas Asal Usul, Kisah, Sejarah Kerajaan, dan Rahasia Dunia yang Masih Banyak Tersembunyi. • Home • Asal Usul • Nenek Moyang • Merah Delima • Nyi Roro Kidul • Sejarah • Majapahit • Tarumanegara • Hindu • Seni Tari • Tari Saman • Tari Piring • Serampang 12 • Humor Ngeres • Humor Ngeres 1 • Humor Ngeres 2 • Humor Ngeres 3 • Misteri • Pocong • Dajjal • Mati Suri • Islam • Nabi Adam • Muhammad • Nabi Musa Dalam mitologi Jawa, sosok Presiden pertama Indonesia, yakni Ir.

Soekarno, sering kali dianggap sebagai sosok yang penuh misteri. Misteri tentang Soekarno memang sangat wajar terjadi, selain karena asal usul kehadirannya yang masih simpang siur, presiden yang kerap dikenal dengan sebutan Putra Sang Soekarno dan nyi roro kidul ini juga dianggap memiliki kesaktian luar biasa yang tidak semestinya dimiliki golongan manusia. Ingin tahu lebih jauh mengenai bukti-bukti kesaktian Soekarno?

Ada hubungan apa antara Nyi Roro Kidul dan Soekarno sehingga sering menjadi buah bibir di kalangan masyarakat kita saat ini? Simak ulasan yang kami buat hasil rangkuman keterangan beberapa sumber berikut ini. Nyi Roro Kidul dan Soekarno Ada sebuah legenda beredar di kalangan masyarakat Kejawen yang menyebut jika Nyi Roro Kidul dan Soekarno adalah 2 dari 4 bersaudara keturunan Ki Ageng Pamanahan dan Nyai Sabinah, penguasa Mataram tempo dulu.

Seperti diketahui bahwa Ki Ageng Pamanahan adalah seorang sakti mandraguna yang membangun kerajaan Mataram Baru dari bekas puing-puing kerajaan Demak yang runtuh dan mengalami perpecahan akibat perebutan tahta. Karena kesaktiannya itu, Ki Ageng Pamanahan dikaruniai 4 orang anak hasil dari pernikahan ghaibnya dengan penguasa lelembut tanah Jawa yang bersemayam di sosok istrinya, Nyai Sabinah. Keempat anak tersebut bukan hanya berwujud jin, melainkan juga dapat mengubah dirinya menjadi sosok manusia dan memiliki usia hidup yang sangat panjang (hanya mati jika kiamat sudah tiba).

Keempatnya anak Ki Ageng Pamanahan itu adalah Nyi Roro Kidul, Dewi Lanjar, Karto Suwiryo, dan yang paling bungsu, Soekarno. Saat tumbuh besar, masing-masing anak Ki Ageng Pamanahan telah dibagi kekuasaannya atas tanah Jawa.

Nyi Roro Kidul diberikan kekuasaan wilayah laut selatan, Dewi Lanjar bercokol di laut utara Jawa, Karto Suwiryo (Raden Sutawijaya) berkuasa di Mataram, sedangkan yang paling bungsu diberikan kekuasaan atas daerah yang lebih luas di masa depan. Antara semua saudara itu, awalnya terjalin hubungan yang harmonis.

Nyi Roro Kidul dan Soekarno bahkan dikenal selalu dekat dengan keturunan raja-raja Mataram untuk membimbing anak cucu raden Sutawijaya agar memimpin dengan baik. Begitupun dengan Dewi Lanjar yang selalu berkomunikasi layaknya saudara pada umumnya.

Saat Soekarno menjelma menjadi sosok manusia dan rencananya akan diberi sebuah wilayah kekuasaan yang lebih luas dari miliknya, Raden Sutawijaya yang sebelumnya sudah meninggalkan jasadnya, turun kembali ke tanah Jawa dan mewujudkan diri sebagai Karto Suwiryo. Ia tidak terima jika adik bungsunya itu justru diberikan kekuasaan yang lebih luas darinya.

Saat Soekarno memimpin republik ini, Kartosuwiryo berusaha untuk merebut tampuk kekuasaan dengan melakukan serangkaian pemberontakan.

soekarno dan nyi roro kidul

Melalui DI/TII yang dibangunnya ia melakukan propaganda untuk menjatuhkan Soekarno, adiknya. Menyadari hal itu, Nyi Roro Kidul sebagai kakak tertua kemudian memberikan pertolongan pada Soekarno.

Diberikanlah satu mustika merah delima yang selama ini menjaga kekokohan kerajaan gaib pantai selatan pada Soekarno, agar si adik bungsunya itu dapat menahan segala gempuran yang dilakukan oleh Karto Suwiryo. Singkat cerita, karena mustika itu pemberontakan Karto Suwiryo dapat ditumpas. Akhirnya dapat ditumpas. Kartosuwiryo atau Raden Sutawijaya kembali mangkat ke alam gaib sembari berusaha mengikhlaskan adiknya memimpin republik ini.

Merah delima Soekarno pun kemudian diambil kembali oleh Nyi Roro Kidul dan seketika itu, kekuasaan Soekarno atas Indonesia mulai kembali dirongrong oleh kekuatan lain (Soeharto) hingga akhirnya beliau jatuh dan berpulang.

soekarno dan nyi roro kidul

Nah, itulah hubungan antara Nyi Roro Kidul dan Soekarno menurut legenda yang beredar di masyarakat Kejawen. Banyak orang percaya jika Soekarno hingga kini sebetulnya masih hidup.

Ia akan kembali mengambil kuasa atas negeri yang dititipkannya ini suatu saat nanti. Wallohua’lam bissawabb.
none Breaking News • 1.495 Warga Soloraya Manfaatkan Program Balik Rantau • Doctor Strange 2 : Penggemar Scarlet Witch Siap-siap Patah Hati!

• Optimalkan Fungsi Terminal, Dahulu Seram Kini Jadi Ramah • Ganjar Temui Aisyah, Gadis 12 Tahun Makassar yang jadi Tulang Punggung Keluarga • Hari Terakhir Pendaftaran Beasiswa Gojek, Bantu Anak Driver Bisa Kuliah • Cara Benar Menggoreng Ikan untuk Anak-Anak • Penyebab, Gejala dan Langkah Pencegahan Penularan Hepatitis pada Anak • Malam-malam ke Malioboro, Ganjar Jadi Rebutan Warga untuk Foto • Sowan ke PP Muhammadiyah, Ganjar-Haedar Bahas Soekarno dan nyi roro kidul sampai Politik Pertanian • 6 Tanda Kemungkinan Kamu Akan Segera Bertemu Jodoh ENERGIBANGSA.

ID – Apa yang ada dibenak sobat energi saat sedang mengunjungi atau berlibur di pantai selatan?. Tentunya, yang pertama terlintas dibenak sobat energi pasti sosok ratu penguasa pantai selatan dengan segala atributnya bukan? Sebagai ratu yang menguasai pantai dan lautan selatan, Kanjeng Nyi Roro Kidul sudah tak lagi asing ditelinga masyarakat Nusantara.

Namanya begitu tersohor dan menggema dari ujung utara apalagi di ujung selatan. Eksistensi Nyi Roro Kidul seakan tak pernah ada habis-habisnya. Mulai dari zaman kerajaan lalu hingga zaman tumbuh kembangnya cebong dan kampret saat ini, sosoknya masih tetap hidup dan melekat ditengah-tengah masyarakat. Hal itu tak mengherankan memang, sebab Nyi Roro Kidul memiliki segudang kisah yang menarik untuk selalu di perbincangkan di kalangan khayalak yang tak ada matinya.

Betapa tidak, sosok Nyi Roro Kidul sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatkan. Dari yang bergelar S3 hingga tidak punya gelar berdebat terhadap keberadaan sosok Ratu cantik Penguasa Lautan selatan ini. Ada yang meyakini sosok Nyi Roro kidul itu nyata tetapi tidak sedikit yang menganggap itu hanya mitos tutur ataupun legenda.

Sastrawan besar dan terkemuka Indonesia, Pramoedya Ananta Toer turut buka suara terkait hal tersebut. Ia mengatakan bahwa Nyi Roro Kidul adalah tokoh rekaan seniman kala itu. Tokoh ini diciptakan untuk menutupi kekalahan Mataran dari Belanda. Dengan menciptakan tokoh Nyi Roro Kidul, mereka seakan-akan masih memiliki kuasa akan pantai selatan.

Namun terlepas berdebatan keberadaan Nyi Roro Kidul, ada satu cerita yang sangat begitu mengundang rasa penasaran. Soekarno dan nyi roro kidul Hubungan Spesial antara Kanjeng Ratu Pantai selatan dengan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Soekarno dan nyi roro kidul buku dan artikel ilmiah bergenre sejarah yang mencoba membahas hubungan Soekarno dan Penguasa Laut Selatan itu.

Lalu hubungan spesial seperti apa? Dari penelusuran tim energibangsa.id, diketahui Presiden Soekarno pernah melakukan pernikahan atau perkawinan secara gaib dengan sang ratu. Dari beberapa sumber yang ditelesuri tim energibangsa.id, Presiden pertama Indonesia ini pada beberapa kesempatan kenergaraan berkali-kali mengawali sambutannya dengan cerita tentang sosok Ratu cantik itu.

“Ratu Roro Kidul, ratu dari lautan selatan, ratu dari samudera yang dulu bernama Samudera Hindia, tetapi kemudian kita rubah dengan nama Samudera Indonesia, saudara-saudara,” kata Soekarno, di Istana MerdekaJakarta, saat melantik R.E Martadinata sebagai kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, 17 Juli 1959. Ia melanjutkan kembali kisahnya bahwa sejak zaman lampau, apalagi sejak zaman mataram islam, ada tradisi yang mengatakan bahwa raja hanyala bisa menjadi raja besar yang kuat, pimpinan hanyalah bisa menjadi pimpinan yang kuat, jikalau beristerikan Ratu Pantai Selatan.

Sang Proklamator ini kembali membuka sambutan dengan menyeritakan sosok Nyi Roro Kidul ketika Musyarawah Nasional Maritim, 23 September 1963. Kata Bung Karno kala itu, terserah mau percaya atau tidak. Itu bukan soal. Tetapi nyata bahwa ini berisi satu symbol. “Kepercayaan ini berisi satu simbolik bahwa tidak bisa seseorang raja, bahwa tidak bisa sesuatu Negara di Indonesia ini menjadi kuat jikalau tidak dia punya raja kawin beristrikan Ratu Roro Kidul.” Simbolik itu sambung dia, berarti bahwa Negara Indonesia hanyalah bisa menjadi kuat jikalau ia juga menguasai Lautan.

“Jikalau Negara di Indonesia ingin menjadi kuat, sentosa, sejahtera, maka dia harus kawi juga dengan laut.

Bahwa bangsa Indonesia tidak bisa menjadi bangsa kuat, tidak bisa menjadi Negara kuat, jika tidak menguasai samudera, jikalau tidak kembali menjadi bangsa maritime,” tandas soekarno. Tidak sebatas itu saja, hal tersebut diperkuat dengan cerita para penduduk yang tinggal di Pantai Citepus, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Dari penuturan mereka, pada zaman dulu Soekarno acapkali datang berkunjung ke kampung tersebut.

Lalu pada tahun 1960 dibangun Istana Presiden Republik Indonesia di kawasan itu. Persis di bibir Pantai Citepus. Namanya Pesanggrahan Tenjo Resmi. Sepelesatan ketapel dari Istana Presiden, dibangun pula Samudera Beach Hotal dengan anggaran Rp 660 miliyar dari dana pampasan perang jepang. Hotel ini pun kedepannya melahirkan segudang cerita yang bertalian dengan Ratu Pantai Selatan dimana dainataranya sebagai gerbang kerjaan sang ratu dan tempat pertemuan antara Soekarno dengan Nyi Roro Kidul di kamar 308.

Pernikahan antara Soekarno dan Nyi Roro Kidul juga tertulis dalam buku Dunia Batin 2 Macan Asia: Pengalaman-Pengalaman Spirtual Bung Karno dan Pak harto (2014). Di buku tersebut diceritakan bahwa kawin disimbolkan sebagai upaya Seokarno memperkuat bangsa Indonesia dari segi Maritim atau laut sebagaimana pada zaman Kerajaan Majapahit dulu.

soekarno dan nyi roro kidul

Ia ingin kembali mengulang kebesaran Nusantara masa lalu dengan mencoba mengadopsi sistem ke kemaritiman majapahit yaitu dengan kawin atau menikahi lautan. Artinya manusia Indonesia mesti menyadari bahwa mereka hidup di Negara maritim yang besar sehingga harus berkolaborasi dengan laut bila ingin jaya. Pernikahan Ghaib sendiri sebenarnya sudah terjadi sejak masa lalu. Menurut Kepercayaan Jawa, Raja Jawa merupakan suami dari Penguasa Pantai Selatan.

Pernikahan itu terjadi ketika diadakan perjanjian antara Panembahan Senopati dengan Nyi Roro Kidul sebelum kerajaan Majapahit dibangun. Perjanjian itu terus berlanjut ke raja-raja berikutnya, diantaranya Sri Mangkunegaraan IX dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sinuhun Pakubuwono XIII Pura Mangkenagaraan, hingga sampai kepada penguasa nusantara, Ir.

Soekarno. Pernikahan yang dimaksudkan itu tidak seperti biasanya, melainkan tersirat untuk mempertahankan kekuasaan seperti saat Senopati membangun Kerajaan Mataram.

Begitu halnya dengan Soekarno yang ingin dan bertujuan untuk memperkuat Indonesia dari sisi maritime seperti soekarno dan nyi roro kidul Majapahit saat mencapai kejayaan.

Nah demikian lah soekarno dan nyi roro kidul Pernikahan antara Soekarno dan Nyi Roro Kidul. Sampai saat ini hal itu masih menjadi perdebatan antara mitos tutur yang berkembang di masyarakat atau fakta sejarah.

• 24 Juni 2019 Mengenal KHQ, Air Minum dengan Kandungan Berkah Khataman Quran • 14 April 2019 Mohammad Saleh Upayakan Pedagang Pasar Siap Hadapi Digitalisasi Pasar Tradisional • 5 Juli 2021 Mengenal Penerjemah Tulisan China di Makam Gus Dur • 8 Juli 2021 Mengenal Madrasah TBS, Sekolah Favorit yang Tak Kenal Zonasi • 19 Juni 2020 Ganjar Usulkan Hoegeng, Kariadi dan Soegarda Jadi Pahlawan Nasional • 20 Juni 2019 Berkunjung ke Juwangi, Kecamatan dengan Sejuta Destinasi di Boyolali
Blog yang Membahas Asal Usul, Kisah, Sejarah Kerajaan, dan Rahasia Dunia yang Masih Banyak Tersembunyi.

• Home • Asal Usul • Nenek Moyang • Merah Delima • Nyi Roro Kidul • Sejarah • Majapahit • Tarumanegara • Hindu • Seni Tari • Tari Saman • Tari Piring • Serampang 12 • Humor Ngeres • Humor Ngeres 1 • Humor Ngeres 2 • Humor Ngeres 3 • Misteri • Pocong • Dajjal • Mati Suri • Islam • Nabi Adam • Muhammad • Nabi Musa Merah Delima Soekarno - Bagi sebagian besar masyarakat Kejawen, sosok presiden pertama Republik Indonesia, Ir.

Soekarno dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki kewibawaan dan kesaktian yang tinggi. Banyak orang yang percaya jika Soekarno adalah bukan seperti halnya manusia biasa.

Ia bahkan diyakini masih tetap hidup hingga sekarang dan akan mengambil kembali negeri yang dititipkannya kepada Soeharto. Merah Delima Soekarno Kewibawaan dan kesaktian Soekarno memang sudah terbukti dalam banyak hal. Semua bangsa di dunia mengenal Putra Sang Fajar sebagai pemimpin yang begitu kharismatik.

Dengan pakaian khasnya, tongkat komando, peci hitam, kacamata, dan cincin batu merah delima yang selalu dikenakannya, beliau telah menjadi penggerak bagi kemerdekaan banyak bangsa di Seantero Asia dan Afrika. Bukan itu saja, Sang Proklamator juga amat dicintai oleh rakyatnya bahkan hingga saat ini. Sejalan dengan kewibawaannya, kesaktian Soekarno juga nampaknya tak perlu diperdebatkan lagi.

Beliau terbukti telah lolos dari banyak percobaan pembunuhan yang dilancarkan Belanda dan Jepang. Sedikitnya 23 kali percobaan pembunuhan yang ditujukan padanya, tak satupun yang berhasil membuat ia berpulang nama.

Dalam satu kisah bahkan disebutkan bahwa suatu ketika tentara Jepang telah berhasil menembakan 3 timah panas tepat di kepalanya dan membuat Soekarno tak bernyawa.

Para tentara itu kemudian mengubur jenazah Soekarno di tengah kebun karet dan pulang ke markasnya dengan penuh bahagia. Jepang merayakan keberhasilan itu namun setelah seminggu, Soekarno diketahui telah berada soekarno dan nyi roro kidul Uni Sovyet dan tengah melakukan lobi-lobi politik dengan banyak pemimpin dunia. Asal Usul Kesaktian Soekarno Kesaktian dan kewibawaan Soekarno memang hingga kini masih menjadi misteri.

Saat beliau ditanya, beliau hanya mengaku bahwa apa yang dimilikinya itu, semuanya adalah karunia Alloh. Tak pernah beliau menyebutkan sesuatu yang berkaitan dengan adanya jimat dan sebangsanya. Pengakuan Sang Putra Fajar ini tentu tak serta merta dipercayai oleh semua orang.

Menyadari begitu karismatiknya dan betapa saktinya beliau, tak sedikit orang yang kemudian menghubung-hubungkan semuanya itu dengan apa yang biasa beliau kenakan, termasuk di antaranya pakaian khasnya, tongkat komando, peci hitam, kacamata, dan cincin batu merah delima yang selalu dikenakannya. Mereka percaya jika kesaktian dan kewibawaan Soekarno adalah bersumber dari benda-benda bertuah yang dikenakannya itu. Saat ini, banyak orang yang berusaha dan berlomba-lomba untuk memiliki benda-benda yang dikenakan Soekarno pada masa lalu untuk dijadikan ajimat atau untuk hanya sekedar dijadikan koleksi.

Namun, benda-benda tersebut oleh keluarga Soekarno tidak pernah akan dijual. Semuanya tersimpan rapi di kediaman putri Sulung Soekarno, Megawati. Semuanya ada, terkecuali cincin mustika merah delima.

Merah Delima Milik Nyi Roro Kidul Misteri hilangnya mustika merah delima Soekarno memang bukan lagi cerita baru yang harus dihebohkan. Cincin merah delima Soekarno diketahui memang telah hilang semenjak tahun 1963, tepat saat lawatan beliau ke Jogjakarta.

Peristiwa hilangnya cincin merah delima Soekarno saat itu diyakini terjadi karena pemiliknya sang sebenarnya yakni Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul mengambilnya secara ghaib. Seperti diketahui bahwa masyarakat kejawen percaya jika Nyi Roro Kidul dan Soekarno adalah 2 dari 4 bersaudara. Nyi Roro Kidul meminjamkan cincin itu kepada Soekarno agar Soekarno bisa menjadi raja di kerajaan manusia Indonesia.

Selama cincin itu tak di tangan Sang Ratu Pantai Selatan, kerajaan gaib laut kidul diketahui banyak digempur oleh kerajaan-kerajaan ghaib disekitarnya. Oleh karena itu, dengan sangat terpaksa Nyi Roro Kidul mengambil mustika tersebut dari jemari Soekarno meskipun ia tahu jika tugas adiknya dalam memimpin kerajaan manusia belum usai.

Semenjak pengambilan cincin merah delima itu, Soekarno secara berangsur-angsur hilang kesaktiannya. Beliau pada akhirnya dengan mudah dijatuhkan oleh lawan politiknya, Soeharto dengan tipu daya yang amat terstruktur dan sistematis.

Demikianlah pemaparan mengenai mustika merah delima Soekarno beserta kaitannya dengan kesaktian dan kewibawaan Putra Sang Fajar. Semoga kisah tersebut bisa menjadi perbaikan untuk kita semua. Amin.
Mau memisahkan klenik dan hal mistis dari Indonesia? Sepertinya hal itu akan sulit sekali. Karena bukan hanya hal-hal sepele, panggung politik terkadang juga dihubung-hubungkan dengan mitos dan alam ghaib. Ada pejabat yang memang mengakuinya dan secara terang-terangan menunjukkan hubunganya dengan alam ghoib dalam bentuk benda-benda keramat, azimat maupun dalam bentuk aktivitas seperti ritual dan pertapaan di tempat keramat.

soekarno dan nyi roro kidul

Ada juga tokoh-tokoh pemimpin indonesia yang diduga memiliki hubungan batin dengan sosok mistis penguasa pantai Selatan yaitu Nyi Roro Kidul. Bahkan peristiwa pergantian kekuasaan seringkali juga dihubungkan dengan restu dari sang Nyai. Siapa sajakah pemimpin Indonesia yang konon memiliki hubungan batin dengan Nyi Roro Kidul? Berikut ini ulasanya 1. Soekarno Para tokoh supranatural banyak yang mengakui bahwa hampir semua penguasa Indonesia memiliki hubungan batin dengan sosok Nyi Roro Kidul.

Tak terkecuali presiden pertama Indonesia Soekarno. Proklamator Indonesia tersebut memang besar dengan budaya Jawa. Ia bahkan juga mempercayai ramalan-ramalan kuno seperti ramalan Prabu Jayabaya tentang datangnya bangsa asing berkulit kuning yang kemudian disamakan dengan kedatangan Jepang.

Soekarno [image source]Hubungan Soekarno dan Nyi Roro Kidul mulai menjadi perbincangan publik sejak lama. Apalagi saat Soekarno mencetuskan ide pembangunan Samudera Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Sebagian orang menilai keinginan Soekarno sebenarnya adalah membangun tempat untuk menjalin hubungan dengan Nyai Ratu. 2. Soeharto Soeharto tak bisa dilepaskan dari nilai-nilai filosofis budaya Jawa.

Ia begitu kukuh memegang tradisi. Banyak orang-orang di dekatnya yang mengatakan aktivitas spiritual seperti semedi dan puasa adalah hal yang biasa bagi Penguasa Orde Baru ini. Soekarno dan nyi roro kidul [image source] Kekuasaanya yang langgeng salama puluhan tahun bagi masyarakat yang kental dengan kepercayaan dan adat Jawa, pasti dihubungkan dengan keberadaan Nyi Roro Kidul.

Nyi Roro Kidul juga dianggap sebagai simbol yang menjaga keseimbangan Nusantara. Sesuai dengan Soeharto yang sangat kental dangn filosofis Jawa khusunya untuk hal keserasian antara manuisa dan alam semesta.

3.

soekarno dan nyi roro kidul

Sultan Hamengku Buwono IX Sebelum para presiden Indonesia, para raja Jawa juga konon memiliki hubungan batin dengan Nyi Roro Kidul. Demi melanggengkan kekuasaan, para raja Jawa harus bersedia menjalin hubungan dengan Nyi Roro Kidul.

Mitos yang berkembang di masyarakat menjelaskan bahwa Nyi Roro Kidul erat kaitannya dengan para pendiri Mataram. Sultan Hamengku Buwono IX [image source]Konon hubungan tersebut diteruskan pada para keturunannya sampai saat ini salah satunya adalah Sultan Hamengkubuwono IX.

Hamengku Buwono IX bukan hanya seorang raja tapi dia adalah tokoh perjuangan Indonesia yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia. Hamengku Buwana IX pernah menceritakan perihal soekarno dan nyi roro kidul spiritualnya bertemu dengan Nyi Roro Kidul. Makhluk ghaib tersdebut digambarkan dengan wujud wanita cantik saat bulan purnama dan sebagai wanita tua di waktu soekarno dan nyi roro kidul lain. 4. Joko Widodo Presiden Indonesia yang baru, Joko Widodo juga tak lepas dari mitos Nyi Roro Kidul ini.

Pribadi Joko Widodo yang juga berasal dari Jawa membuat masyarakat jadi menyamakannya dengan Soekarno dan Seoharto dalam hal kedekatan dengan sosok ghaib Nyi Roro Kidul. Joko Widodo [image source]Publik sempat heboh dengan isu-isu klenik yang memberitakan bahwa pasukan Nyi Roro Kidul ikut mengawal Joko Widodo saat pawai mengendarai kereta Kenacana setalah ia resmi menjadi presiden.

Di lain pihak, ada juga masyarakat yang memandang berita tersebut hanya sebagi isu untuk memperkuat kepemimpinan Joko Widodo. Itulah empat pemimpin Indonesia yang konon memiliki hubungan batin dengan Nyi Roro Kidul.

Adanya sosok ghaib penguasa Pantai Selatan tersebut soekarno dan nyi roro kidul hanyalah sebuah mitos dan belum terbukti kebenarannya. Tentu setiap orang memiliki kepercayaannya masing-masing terutama soal ha-hal yang berbau mistis. Lalu bagaimana dengan Anda sendiri? Percayakah dengan mitos tersebut?

Silahkan tuliskan komentar Anda di bawah ini.Kisah Sejarah Legenda Nyi Roro Kidul Dan Soekarno Asli 11 Juni 2021 4 min read Mengungkap Tuntas Kisah Sejarah Legenda Nyi Roro Kidul Dan Soekarno Asli Hebat banget deh di Indonesia ini ternyata banyak sekali ya cerita pun sampai ada yang mendunia.

Akan tapi apakah kalian tahu cerita seperti apa itu? Contohnya seperti kisah nyi roro kidul penguasa pantai selatan atau ratu laut selatan. Nah, untuk itu pada kesempatan kali ini saya beratensi untuk mengulas lebih dalam mengenai sosok Nyai yang satu ini. Untuk kalian yang penasaran berharap mengetahuinya, bisa segera simak legenda nyi roro kidul di bawah ini.

Peneliti tsunami dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) DR Eko Yulianto mengaku penasaran pada cerita Nyi Roro Kidul, legenda yang berdasarkan ia juga pernah membahas kisah nyi roro kidul dan soekarno dalam kongres paranormal di Paris pada 1980an.

Dalam pertemuan di Eropa itu, para paranormal biasanya beratensi pada fakta bahwa legenda itu berkembang di kalangan masyarakat sepanjang selatan Indonesia, bukan hanya pantai selatan Jawa. Suatu wilayah yang amat panjang. Itu pula yang menciptakan peneliti “paleotsunami” (tsunami purba) itu penasaran pada legenda tersebut.

Berdasarkan Eko, wilayah daerah mukim masyarakat yang mewarisi legenda Nyi Roro Kidul itu, yang diketahui sebagai wilayah pantai selatan, berhadapan dengan Samudera Indonesia, merupakan daerah zona subduksi lempeng bumi.

Subduksi merupakan pelaksanaan menghujamnya lempeng Benua yang bermassa lebih besar ke lempeng benua yang ada di bawahnya. Proses subduksi yang berlangsung terus-menerus itu yang menciptakan negeri kepulauan Indonesia beserta kesuburannya. Tetapi, pelaksanaan itu pula yang memberikan bermacam-macam bencana, letusan gunung berapi, gempa bumi, dan tsunami.

Dalam kaitan itu, Eko menonjolkan lukisan legenda nyi roro kidul yang merekam asal usul nyi roro kidul tersebut. Di sana dibeberkan seorang ratu yang membatasi kereta kuda dalam balutan ombak besar yang bergulung-gulung. “Jangan-jangan legenda itu sesungguhnya pesan bahwa pernah ada tsunami di sana?” katanya. Itu dikuatkan dengan legenda ratu pantai selatan tersebut yang dibeberkan acap kali meminta tumbal dengan mengirimkan ombak besar jauh ke daratan.

Kemudian, sebagian korbannya dikirim kembali ke darat sebagai pesan dari Nyi Roro Kidul.

soekarno dan nyi roro kidul

Persis kejadian tsunami. Bagi Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Herry Harjono, menghubungkan legenda Nyi Roro Kidul dengan sejarah tsunami merupakan pandangan baru “aneh” yang berpotensi untuk mengungkap sejarah kejadian tsunami. Ia mengatakan, bantuan ilmuwan sosial untuk mengungkap asal-muasal legenda itu juga diyakini bisa menolong penelitian sejarah kejadian tsunami. “Pikiran yang sekarang berkembang merupakan, boleh jadi pernah ada kejadian besar yang amat membekas masyarakat jaman dulu.

Kejadian itu terekam dalam legenda Nyi Roro Kidul,” katanya dalam sebuah workshop paleotsunami, di Bandung. Sulit yang berharap diungkap dalam paleotsunami, antara lain sejarah terjadinya tsunami dan berapa besarannya. Untuk itu, berdasarkan Herry, ada pertanyaan yang berharap diungkap, “Kapan legenda itu mulai berkembang?” sejarah nyi roro kidul seperti itu, seumpama, akan memperkuat hasil penelitian geologi yang mencari jejak tsunami purba. Contohnya mengenai bukti gempa dan endapan tsunami yang terjadi pada 400 tahun lalu di Cilacap dan Pangandaran yang diyakini jauh lebih besar daripada yang terjadi pada 2006.

Dalam sebuah poster yang dipamerkan di workshop diceritakan, empat kandidat endapan tsunami ditemukan di tebing sungai Cimbulan Pangandaran. Salah satunya berupa lapisan pasir tebal sampai 20 cm yang diendapkan di atas lumpur mangrove dan ditutupi endapan banjir. Pasir itu mengandung cangkang “fora minifera” yang biasanya hidup di laut lepas. Analisa pentarikhan usia kepada dua sampel yang diambil dari dua daerah berbeda menonjolkan lapisan pasir tsunami itu diendapkan 400 tahun lalu.

“Mungkinkah kejadian tsunami ini berhubungan dengan kisah legenda Nyi Roro Kidul?” demikian pertanyaan dalam buku berjudul “Selamat dari Musibah Tsunami” yang berkisah seputar orang-orang yang sintas dari tsunami Aceh dan Pangandaran. Buku itu juga membahas sejumlah cerita tradisional yang diyakini berhubungan dengan momen tsunami.

Bagi Herry, dukung-mendorong ilmuwan sosial dan peneliti geologi itu suatu ketika akan memberikan hasil yang bisa memberikan data untuk menjawab pertanyaan “seberapa acap kali tsunami terjadi di pantai selatan? apa arti kedutan mata kiri atas saya soekarno dan nyi roro kidul Jawaban atas pertanyaan itu akan memberikan banyak konsekwensi, setidaknya bisa merubah pandangan hidup masyarakat di wilayah itu bahwa mereka hidup dalam daerah yang rawan tsunami?

soekarno dan nyi roro kidul

Kalau itu tercipta, maka masyarakat akan mudah diajak untuk hidup akrab dengan tsunami, mudah mengajak mereka untuk senantiasa bersiaga menghadapi bencana, sampai mudah untuk mengajari mereka untuk melaksanakan perbuatan penyelamatan diri dengan benar ketika bencana itu kesudahannya tiba. Pengetahuan lokal Bagi Eko, memperlakukan kisah nyi roro kidul dan soekarno sebagai pesan dari nenek moyang mengenai tsunami juga mengangkat kembali harkat legenda itu dari bermacam-macam bungkus yang selama ini menutupinya.

Soalnya, kata ia, banyak cerita turun-temurun di sejumlah daerah, yang jika dicermati, bisa dicocokkan dengan kejadian tsunami.

Dari perjalanannya ke sejumlah daerah yang pernah dilanda tsunami, ia mendapati cerita yang sesungguhnya merupakan pengetahuan lokal untuk menyelamatkan diri dari bencana hempasan gelombang besar. Ia menemukan itu mulai dari Majene, Lombok, Mentawai, dan Simeulue, sedangkan yang masih mengingat pengetahuan tradisional itu sebagai tips untuk menyelamatkan diri dari hempasan tsunami itu hanya di Simeuleu.

Pengetahuan itu disebut oleh masyarakat setempat sebagai “smong”. Bagi peneliti tsunami, Simeulue, pulau di Barat tenaga Aceh, merupakan laboratorium sempurna mengenai tsunami.

soekarno dan nyi roro kidul

Di sana, peneliti mendapati banyak endapan tsunami, catatan gempanya komplit, dan ada pesan nenek moyang seputar tsunami yang terus dipatuhi masyarakatnya. Dalam buku “Selamat dari Musibah Tsunami” diceritakan bahwa Pulau Simeulue berada paling dekat dengan pusat gempa bumi 26 Desember 2004.

soekarno dan nyi roro kidul

Tetapi hanya tujuh orang yang meninggal akibat sapuan gelombang tsunami. Itu berkat “smong”. “Smong” memuat pesan sederhana, tapi masih dipatuhi warga Simeulue. Pesan itu berbunyi: “Kalau terjadi gempa bumi kuat soekarno dan nyi roro kidul oleh surutnya air laut, segeralah lari ke gunung sebab air laut akan naik”.

Pengetahuan tradisional itu muncul sesudah tsunami 1907. Diceritakan, seringnya tsunami sebelum 1907 di pulau itu memiliki Andil bagi bersemainya pengetahuan tersebut. Catatan sejarah dan penelitian geologi menonjolkan pulau itu terlanda tsunami pada 1797, 1861, dan 1907.

Berdasarkan ia, pengetahuan serupa juga dimiliki masyarakat Mentawai, Sumetera Utara. Banyak orang di pulau itu yang masih hafal pengetahuan yang diwariskan dalam format syair. Tetapi, syair itu biasanya tidak lagi dipahami sebagai warisan untuk menghadapi tsunami. Itu sebab kata “teteu”, judul syair tersebut, diartikan sebagai “kakek”, walau bisa juga diartikan sebagai “gempa bumi”.

Kalau diartikan dalam soekarno dan nyi roro kidul Indonesia, syair itu berbunyi: Teteu, sang tupai tarik suara/Teteu, suara gemuruh datang dari atas bukit-bukit/Teteu, ada tanah longsor dan kehancuran/Teteu dari ruh kerang laut sedang geram/sebab pohon baiko sudah ditebang/Burung kuliak tarik suara/Ayam-ayam berlarian/Sebab di sana teteu sudah datang/Orang-orang berlarian.

Di sana, kata “teteu” lebih diartikan sebagai “kakek”, sehingga maknanya jauh dari bencana. Padahal, jika “teteu” diganti dengan “gempa bumi”, maknanya akan lebih kuat. Terbalutnya pesan inti yang terkandung dalam pengetahuan lokal di Mentawai itu disebut sebagai kecenderungan yang ada di banyak daerah. Salah satu faktornya,selain dari primbon haid tidak ada catatan yang bisa diwariskan oleh generasi yang lahir jauh hari sesudah tsunami terjadi.

Apalagi, tsunami raksasa biasanya terjadi ratusan tahun sekali, sehingga cerita turun-temurun yang diwariskan berubah menjadi legenda yang penafsirannya bisa berbeda dari maksud semula.

Dikala tsunami raksasa datang suatu kali, tidak ada lagi orang yang pernah mengalaminya, sehingga syair turun-temurun itu diwariskan sekadar warisan. Berdasarkan Eko, menghubungkan pengetahuan lokal dengan penelitian tsunami purba merupakan kesengajaan yang dilaksanakannya. Soalnya, selama ini catatan sejarah yang dimiliki Indonesia amat pendek, dan tidak ada catatan yang menyebut gelombang raksasa yang terjadi 400 tahun lalu, seumpama.

Mengetahui banyak ditemukan justru cerita turun-temurun yang bisa ditafsirkan sebagai pesan seputar tsunami. Dengan mengumpulkan dan mempelajari pengetahuan tradisional, diinginkan menolong analisa kejadian tsunami di masa lalu. Penemuan tsunami masa lalu, katanya, akan menolong masyarakat sekitar untuk bereaksi secara pas ketika menghadapi bencana serupa pada masa datang.

Eko mengatakan, penelitian tsunami di Meulaboh dan Thailand selatan menciptakan temuan yang mengagetkan. Kalau yang dipublikasikan secara beriringan dalam terbitan jurnal ilmiah internasional “Nature” edisi Oktober itu menonjolkan bahwa tsunami raksasa serupa dengan yang terjadi pada 2004 pernah terjadi di Aceh sebagian ratus tahun yang lalu. Berdasarkan temuan itu sudah terkuak sebelum tahun 2004, katanya, maka usaha untuk menekan jumlah korban jiwa dan kerugian mungkin bisa dijalankan.

Untuk menekan kerugian seperti itu pula, berdasarkan Eko, upaya penelitian paleotsunami mesti ditingkatkan kapasitasnya.

soekarno dan nyi roro kidul

Upaya itu tidak lain untuk mengambil pelajaran dari kejadian masa lalu, termasuk dari penggalian daerah tsunami dan pengetahuan tradisional yang melingkupinya, Berdasarkan ia, selama ini penelitian serupa tidak sebanding dengan jumlah tsunami yang pernah terjadi di negeri ini.

itu bisa dipandang dari jumlah peneliti yang terjun dalam penelitian tsunami yang masih sedikit., selain menggali tanah di daerah-daerah yang pernah dilanda tsunami untuk mencari bukti tsunami purba, Eko pun rajin menggali cerita lokal, yang mungkin ada kaitannya dengan gelombang besar yang bahagia masuk ke daratan itu.
Banyak kemudian yang bertanya tentang apa hubungan soekarno soekarno dan nyi roro kidul nyi roro kidul.

Pasalnya memang ada banyak sekali cerita dan mitos yang menjelaskan tentang hubungan antara keduanya. Dengan kata lain apa hubungan ir soekarno dengan nyi roro kidul sebetulnya. Sebagaimana diketahui bahwa sosok presiden Soekarno memang merupakan sosok yang penuh dengan hal-hal yang ada di luar Nalar.

Pasalnya memang dia sosok pemimpin yang sangat karismatik. Kemudiannya juga nama Nyi Roro Kidul jadi salah satu mitos yang dipercaya oleh banyak masyarakat.

Nyi Roro Kidul dianggap sebagai salah satu penjaga pantai Selatan yang memiliki kekuatan. Lalu ada hubungan apa ir soekarno dan nyi roro kidul?

Kedua tokoh tersebut kemudian jadi yang banyak diperbincangkan di masyarakat. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa ternyata ada hubungan spesial antara kedua sosok itu. Soekarno Menyebut Nyi Roro Kidul Dalam Berbagai Acara Fakta pertama berdasar beberapa penelusuran yang dilakukan, pernah diketahui bahwa presiden Soekarno menyebutkan beberapa kali Namanya Roro Kidul.

Penyebutan tersebut dilakukan dalam berbagai acara tertentu diantaranya sebagai berikut: • Pidato di Istana Merdeka pada saat melantik R E Martadinata sebagai kepala staf Angkatan Laut pada 17 Juli 1959 • Musyawarah Nasional maritim 23 September 1963 Mitos Pernikahan Gaib Soekarno dengan Nyi Roro Kidul Selain menyebut dalam beberapa cara tertentu, ada juga beberapa mitos atau cerita yang menyebutkan adanya atau telah berlangsungnya pernikahan gaib antara Soekarno dan juga Nyi Roro Kidul.

Pernikahan tersebut disebutkan terjadi di wilayah citepus Sukabumi Jawa Barat. Hal itu sebagaimana dituturkan oleh warga sekitar yang melihat Soekarno sempat datang berkunjung ke kampung tersebut. Kemudian pada tahun 1960 presiden mendirikan sebuah Istana Kepresidenan yang dibangun di bibir pantai citepus tersebut. Kemudian istana tersebut diberi nama pesanggrahan Tenjo resmi. Di sana juga ada sebuah hotel yang disebut sebagai salah satu gerbang ke kerajaan Sang Ratu Nyi Roro Kidul. Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat bahwa ternyata presiden Soekarno sering mengunjungi hotel tersebut dan sering pula tidur di kamar Hotel 308.

Terlepas Apakah itu benar atau tidak, tapi cerita tersebut memang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Jadi itulah hubungan Soekarno dan Nyi Roro Kidul berdasarkan beberapa cerita dari banyak sumber.
KOMPAS.com - Nyi Roro Kodul adalah sosok dewi legendaris yang sangat populer di kalangan masyarakat Pulau Jawa dan Bali. Sosok ini dikenal sebagai Ratu Laut Selatan yang cantik dan memiliki banyak cerita mistis atau gaib bersamanya.

Bahkan, banyak legenda yang mengatakan bahwa Nyi Roro Kidul sempat memiliki hubungan dengan sejumlah pemimpin Tanah Air, salah satunya Soekarno. Sebuah mitos yang berkembang di masyarakat mengatakan bahwa Nyi Roro Kidul pernah menikah dengan Presiden Soekarno. Lantas, apakah Soekarno pernah menikah dengan Nyi Roro Kidul? Baca juga: Asal-usul Nyi Roro Kidul Hubungan Soekarno dengan Nyi Roro Kidul Menurut beberapa sumber, Soekarno memang acap kali menyebut nama Nyi Roro Kidul di beberapa acara, salah satunya pada pidato di Istana Merdeka yang berlangsung pada 17 Juli 1959.

Dalam acara itu, Soekarno sempat menceritakan bahwa sejak era Mataram Islam, ada sebuah tradisi yang menyatakan bahwa seorang raja dapat menjadi orang besar apabila menikah dengan Nyi Roro Kidul.

Lalu, dalam acara Musyawarah Nasional Maritim yang digelar pada 23 September 1963, nama Nyi Roro Kidul juga kembali disebut. Soekarno menggambarkan bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang kuat apabila soekarno dan nyi roro kidul menguasai lautan.

"Kepercayaan bangsa Indonesia bahwa seorang raja Indonesia hanyalah bisa kuat, jikalau kawin dengan Nyi Roro Kidul. Lantas saya ceritakan itu sekadar satu simbolik.

soekarno dan nyi roro kidul

Arti yang dalam ialah, bahwa hanya jikalau Sang Raja, Sang Ratu atau kerajaan atau negara itu "kawin" dengan laut, barulah bisa menjadi suatu negara atau raja yang kuat." kata Soekarno seperti dikutip dalam buku, Bung Karno: Masalah Pertahanan - Keamanan.

Terbongkar.. Hubungan Soekarno dan Soeharto Melalui Pesan singkat Nyi Roro Kidul / Larung Sesaji




2022 www.videocon.com