Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details. Contoh karya tulis ilmiah lengkap • 1. KORELASI ANTARA AKTIVITAS SISWA MEMBACA BUKU PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT MEMBACA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X DAN XI UNGGULAN SMA PLUS PGRI CIBINONG SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Karya Tuis Ilmiah Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kenaikan Kelas XI IPA Unggulan oleh Rahimah Muslimah PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN ALAM SMA PLUS PGRI CIBINONG BOGOR 2011 • 2.

2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG “Mencerdaskan kehidupan bangsa.” kalimat tersebut terdapat dalam UUD 1945. Disebutkan dalam kalimat tersebut, bahwa negara kita ingin mewujudkan bangsa yang cerdas. Perlu diingat, untuk mencapai bangsa yang cerdas, tentu harus ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, akan terbentuk masyarakat yang berpikir kritis, kreatif, dan produktif. Masyarakat tersebut juga akan memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar.

Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Bacalah! (Iqra’), demikian bunyi ayat pertama kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan untuk umat Muhammad. SAW dan manusia di muka bumi sesudahnya, 1440 tahun yang lalu. Membaca disini mempunyai pengertian yang luas, yang tidak hanya membaca buku bacaan tetapi membaca apa saja yang ada di depan mata kita, yang ada di sekitar diri kita, yang ada pada penciptaan diri kita, yang tak terlihat sekalipun oleh mata kita, dan semuanya.

Di negara-negara maju, masyarakat telah sadar dengan sendirinya akan pentingnya budaya membaca buku untuk mendapatkan informasi. Walaupun di negara-negara maju tersebut harga PC relatif murah dan informasi melalui • 3.

3 internet sangat mudah dan juga cepat, namun demikian baik perpustakaan maupun toko-toko buku tidak pernah sepi dengan pengunjung.

Sekarang ini harus diakui bahwa minat membaca yang diwujudkan dengan aktivitas membaca buku dikalangan siswa umumnya masih rendah. Alasan klasik yang sering mengemuka adalah bahwa membaca belum membudaya di kalangan masyarakat, khususnya pelajar.

Sebagian besar pelajar menganggap aktivitas membaca adalah merupakan aktivitas yang membosankan atau membuat jemu dan lelah. Bahkan membuat citra pelajar tersebut dianggap tidak “gaul” atau “cupu”. Menurut laporan World Bank Nomor 16369-IND dan International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA) di Asia Timur penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah tahun 2000, Indonesia menempati posisi terendah pada skala kebiasaan membaca.

Apabila dibandingkan dengan negara tetangga sekitar, kebiasaan membaca penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah Indonesia berada pada skor 51,7.

Angka ini tentu tidak sebanding dengan Hong Kong yang memiliki skor 75,5 atau Singapura (74,0), maupun Thailand (65,1). Bahkan dengan Filipina saja, Indonesia masih kalah. Negeri yang letaknya di utara Nusantara itu berada pada skor 52,6 untuk skala kebiasaan membaca anak (Website Mandrasah Aliyah Negeri Pacet Cianjur - Tingkatkan Kegemaran Membaca Anak) Pada tahun 2000 juga, organisasi International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA) menempatkan kemampuan membaca siswa SD Indonesia diurutan ke-38 dari 39 negara.

Indonesia merupakan negara • 4. 4 terendah kedua diantara negara-negara ASEAN dalam kemampuan membaca. Dengan kondisi seperti itu, maka tidak heran bila kualitas pendidikan di Indonesia juga buruk. Dalam hal pendidikan, survei The Political and Economic Risk Country (PERC), sebuah lembaga konsultan di Singapura, pada akhir 2001, menempatkan Indonesia diurutan ke-12 dari 12 negara di Asia yang diteliti (Bali Post).

Menghadapi abad ke-21 yang merupakan abad teknologi dan informasi, siswa dituntut untuk memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, sikap kritis, serta kesiapan untuk bersaing secara kompetitif dalam berbagai aspek kehidupan.

Budaya aktivitas membaca yang tinggi merupakan cermin kemajuan suatu bangsa. Bangsa atau masyarakat yang maju akan selalu menempatkan kebiasaan membaca sebagai salah satu kebutuhan hidupnya sehingga tercipta masyarakat yang senang membaca (reading society).

Masyarakat yang gemar membaca pada dasarnya adalah masyarakat yang belajar (learning society). Dalam masyarakat yang membaca dan belajar, buku-buku dan bahan-bahan bacaan lainnya mempunyai kedudukan yang sangat penting (Staf Pengajar SMP Stella Duce Tarakanita, 1991:40). Untuk mencapai maksud tersebut maka perlu dilakukan berbagai upaya terus-menerus memberikan pemahaman dan apresiasi kepada siswa akan pentingnya peningkatan aktivitas dan kegemaran membaca bagi siswa terhadap prestasi belajarnya di sekolah.

Keberhasilan suatu lembaga pendidikan dapat diukur dari prestasi belajar siswanya. Prestasi belajar yang tinggi memberi arti kepada keberhasilan dalam • 5. 5 proses belajar mengajarnya, begitu pula sebaliknya prestasi belajar yang rendah memberi arti kegagalan lembaga pendidikan tersebut dalam proses belajar mengajarnya.

Keberhasilan siswa dalam belajar sangat ditentukan oleh kecakapan membaca. Berbagai penelitian melaporkan bahwa ketidakcakapan dalam membaca menjadi penyebab utama kegagalan anak dalam sekolah.

Hal ini disebabkan oleh karena setiap mata pelajaran di sekolah memprasyaratkan anak untuk mempelajari dan memahami materi setiap mata pelajaran tersebut. Pemahaman terhadap materi pelajaran hanya dapat dilakukan jika anak memiliki kemampuan dan keaktifan membaca yang baik.

Ketidak mampuan siswa membaca akan berakibat rendahnya prestasi belajarnya. Hal ini dapat terjadi karena apabila siswa tersebut tidak mampu membaca, maka siswa tersebut tidak akan dapat memahami isi materi pelajaran tersebut, sehingga prestasi belajarnya pun akan rendah Prestasi belajar siswa dimungkinkan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah minat dan keaktifan siswa membaca. Siswa yang mempunyai minat membaca tinggi, dimungkinkan akan memperoleh prestasi belajar yang tinggi.

Siswa dengan minat baca tinggi, dengan sendirinya akan timbul kesadaran untuk belajar penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah mengisi waktu luangnya dengan membaca buku, baik buku pelajaran maupun buku lain yang masih berhubungan dengan pelajaran sehingga mereka akan memiliki pengetahuan lebih jika dibandingkan dengan siswa lain yang memiliki minat baca rendah. Begitu juga apabila minat membacanya • 6. 6 rendah, akan membawa hasil yang rendah pula.

Siswa yang memiliki minat baca rendah hanya akan mengandalkan apa yang diberikan guru disekolah. Seorang siswa yang memiliki kegemaran membaca akan nampak lebih dewasa penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah teman sebayanya.

Siswa tersebut akan lebih dewasa dalam hal bergaul dan berpikir. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh karena lebih tahan menghadapi berbagai tantangan.

Hal itu terjadi karena daya kritis, kepekaan ilmiah, dan kepekaan sosial siswa akan berkembang sesuai dengan besarnya wawasan yang didapat dari kegiatan membaca Aktivitas membaca bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja secara rutin.

Melalui kegiatan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan. Dengan membaca membuat orang menjadi cerdas, kritis dan mempunyai daya analisa yang tinggi.

Melalui kegiatan membaca juga selalu tersedia waktu untuk merenung, berfikir dan mengembangkan kreativitas berfikir. Upaya peningkatan aktivitas membaca siswa sangat erat kaitannya dengan keberadaan perpustakaan di sekolah. Perhatian terhadap keberadaan perpustakaan sekolah sering terabaikan.

Padahal, keberadaan perpustakaan sekolah dalam upaya mendorong tumbuhnya minat dan kegemaran membaca sangat strategis. Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan sekolah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan • 7.

7 pengajaran. Melalui penyediaan perpustakaan, siswa dapat berinteraksi dan terlibat langsung baik secara fisik maupun mental dalam proses belajar (Darmono, 2001:2). Pemanfaatan perpustakaan sekolah secara maksimal, diharapkan dapat mencetak siswa untuk senantiasa terbiasa dengan aktifitas membaca, memahami pelajaran, mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya bermutu.

Kebiasaan membaca buku yang dilakukan oleh siswa, akan meningkatkan pola pikirnya sehingga perlu dijadikan aktivitas kegiatan sehari-hari. Buku harus dicintai dan bila perlu dijadikan sebagai kebutuhan pokok siswa dalam membantu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah.

Perpustakaan sekolah dapat dijadikan sumber belajar siswa baik dalam proses kegiatan belajar mengajar secara formal maupun non formal untuk membantu sekolah dalam upaya mencapai tujuan pendidikan di sekolah tersebut. Namun pada kenyataannya, perpustakaan kurang mendapat tempat di lingkungan sekolah sendiri. Tidak banyak siswa yang memanfaatkan waktu luang atau jam- jam kosong pelajaran untuk membaca di perpustakaan.

Perpustakaan hanya dikunjungi oleh siswa yang memerlukan informasi saja, sedang selebihnya memilih memanfaatkan sarana lain seperti internet untuk belajar. Hal ini menunjukkan kurangnya minat siswa dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan sebagai sarana belajar. • 8. 8 Minat siswa yang rendah terhadap perpustakaan dewasa ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain perkembangan pusat-pusat informasi yang lebih menarik, perkembangan tempat-tempat hiburan (entertainment), acara televisi, status dan kedudukan perpustakaan, serta citra perpustakaan dalam pandangan siswa.

Pada dasarnya, pihak sekolah bertanggungjawab ikut menumbuhkan minat baca bagi siswa, karena dari sanalah sumber kreatifitas siswa akan muncul. Sekolah harus mengajar anak-anak berpikir melalui budaya belajar yang menekankan pada memahami materi. Sedangkan perpustakaan menjadi fasilitas yang sangat penting perannya dalam menunjang proses pembelajaran tersebut.

Hal penting yang harus dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa adalah dengan melengkapi koleksi perpustakaan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Sudah saatnya perpustakaan sekolah tidak hanya berisi buku-buku paket, koleksi perpustakaan juga dapat berupa buku-buku bacaan yang mampu menarik minat siswa untuk membaca. Tingginya minat baca siswa dapat dilihat dari banyaknya siswa yang meminjam buku di perpustakaan, dan siswa yang membaca di perpustakaan.

Peningkatan minat baca siswa perlu ditunjang dengan fasilitas perpustakaan yang memadai, seperti jumlah dan mutu koleksi sesuai dengan kebutuhan pembaca, penataan yang rapi agar mempermudah temu balik informasi.

Adapun koleksi bahan pustaka yang baik adalah yang dapat memenuhi selera, keinginan dan kebutuhan siswa. Kekuatan koleksi bahan pustaka itu merupakan daya tarik bagi • 9. 9 siswa, sehingga makin banyak dan lengkap koleksi bahan pustaka yang dibaca dan dipinjam, akan semakin ramai perpustakaan dikunjungi siswa dan makin tinggi intensitas sirkulasi buku. Mengingat pentingnya membaca bagi siswa, sudah selanyaknya setiap siswa untuk membudayakan gemar membaca.

Harapannya dengan banyak membaca buku pelajaran serta buku-buku lain yang masih berkaitan dengan pelajaran, prestasi belajar yang akan dicapai siswa tersebut akan lebih baik. Berdasarkan kondisi di atas maka penulis berminat untuk mengadakan penelitian yang berjudul "Korelasi Aktivitas Siswa Membaca Buku Perpustakaan Terhadap Minat Membaca Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X dan XI Unggulan SMA Plus PGRI Cibinong." 1.2 IDENTIFIKASI MASALAH Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasikan sebagai berikut: 1.

Bagaimana pengaruh membaca buku perpustakaan dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa-siswi SMA Plus PGRI Cibinong? 2. Bagaimana fasilitas dan koleksi buku perpustakaan dapat mempengaruhi minat membaca dan meningkatkan prestasi siswa-siswi SMA Plus PGRI Cibinong?

3. Bagaimana cara perpustakaan agar minat membaca siswa-siswi SMA Plus PGRI Cibinong meningkat sehingga prestasi juga dapat meningkat? • 10. 10 1.3 PEMBATASAN MASALAH Mengingat banyaknya hal yang terkait dalam identifikasi masalah dan karena keterbatasan yang ada maka, dalam penelitian ini permasalahan tersebut dibatasi pada: 1. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Plus PGRI Cibinong kelas X dan XI Unggulan semester II tahun pelajaran 2010/2011.

2. Minat membaca yang dimaksud adalah jumlah buku yang biasa dibaca dalam satu bulan. 3. Prestasi belajar ditunjukkan dengan pendapat siswa mengain prestasi belajar mereka penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah. 4. Buku yang dibaca adalah buku-buku yang terkait dengan pelajaran baik buku paket pelajaran, buku penunjang (seperti kamus, referensi) maupun buku-buku lain masih berhubungan dengan pelajaran.

1.4 PERUMUSAN MASALAH Adapun rumusan permasalahan yang disajikan berdasarkan latar belakang masalah adalah sebagai berikut: “Bagaimana korelasi antara aktivitas siswa membaca buku perpustakaan terhadap minat membaca dan prestasi belajar siswa kelas X dan XI Unggulan SMA Plus PGRI Cibinong semester II tahun pelajaran 2010/2011?” • 11. 11 1.5 TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi aktivitas siswa membaca buku perpustakaan terhadap minat membaca dan prestasi belajar siswa pada SMA Plus PGRI Cibinong kelas X dan XI Unggulan semester II tahun pelajaran 2010/2011.

1.6 MANFAAT PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian di atas, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kegunaan bagi pihak-pihak yang berkepentingan yaitu: 1. Kegunaan Teoritis Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dan pendukung untuk penelitian sejenis dan usaha pengembangan lebih lanjut di masa yang akan datang. 2. Kegunaan praktis a.

Bagi Penulis Penelitian dapat memperdalam wawasan penulis serta menambah pengalaman dalam melaksanakan penelitian. b. Bagi Perpustakaan Penelitian dapat memberikan masukan positif untuk mengevaluasi dan meningkatkan kelengkapan koleksi perpustakaan agar dapat mempengaruhi minat membaca dan meningkatkan prestasi siswa di sekolah.

• 12. 12 c. Bagi Sekolah dan Guru Penelitian dapat memberikan pertimbangan bagi sekolah dalam menentukan kebijakan dan dalam mendorong peningkatan aktivitas membaca buku-buku perpustakaan agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa serta meningkatkan minat membaca siswa.

d. Bagi Siswa Siswa dapat mengetahui pentingnya membaca bagi peningkatan prestasi belajar. e. Bagi Pembaca Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan akan pentingnya peranan membaca.

• 13. 13 BAB II LANDASAN TEORETIS 2.1 AKTIVITAS MEMBACA a. Definisi Aktivitas artinya adalah keaktifan, kegiatan, kesibukan atau salah satu kegiatan kerja yang dilaksanakan. (Purwodarminto, 2002:17). Mengenai pengertian membaca banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya untuk mendefinisikan membaca.

Membaca merupakan kegiatan kompleks dan sengaja, yang melibatkan berbagai faktor yang datangnya dari dalam diri pembaca dan dari luar.

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

Membaca dalam hal ini berupa proses berfikir yang didalamnya terdiri dari berbagai aksi fikir yang bekerja secara terpadu mengarah pada satu tujuan yaitu memahami makna paparan yang tertulis secara keseluruhan (Ibrahim Bafadal, 1996:193).

Membaca adalah proses psikologi yang melibatakan penglihatan, gerak mata, pembicaraan batin, ingatan pengetahuan mengenai kata yang dapat dipahami dan pengalaman membacanya.

Juel (1988) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan. Hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas membaca adalah keaktifan, kegiatan atau kesibukan untuk • 14.

14 memperhatikan, kata-kata tertulis yang melibatkan penglihatan, gerakan mata, pembicaraan, ingatan pengetahuan mengenai kata-kata yang dapat dipahami dan pengalaman membacanya yang dilakukan secara intensif merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kesadaran dan kemauan sendiri dan mendapat imbalan berupa wawasan dan informasi dari hasil aktivitas membaca tersebut.

b. Pentingnya Aktivitas Membaca Rendahnya aktivitas dan kegemaran membaca masyarakat Indonesia pada umumnya, dan siswa khususnya dan menjadi penyebab lambatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Kegemaran membaca mempunyai nilai tinggi, mengasah nurani, memperkaya wawasan maka aktivitas membaca di kalangan siswa harus terus diusahakan agar ditingkatkan, karena siswa merupakan generasi penerus bangsa. Membaca pada era globalisasi informasi ini merupakan suatu keharusan yang mendasar untuk membentuk perilaku seseorang.

Aktivitas membaca merupakan alternatif yang dianggap paling baik untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Aktivitas membaca tidak hanya bisa dilakukan di kamar atau di perpustakaan yang sepi, yang hanya diisi bangku-bangku dan meja dari kayu keras dengan sejauh mata memandang hanya ada orang-orang berkacamata dan berpakaian kuno. Aktivitas membaca bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja secara rutin.

Aktifitas membaca tidak dapat terlepas dari minat membaca. Menurut Lilawati (1988) minat membaca adalah kekuatan yang mendorong anak untuk • 15. 15 memperhatikan, kata-kata tertulis yang melibatkan penglihatan, gerakan mata, pembicaraan, ingatan pengetahuan mengenai kata-kata yang dapat dipahami dan pengalaman membacanya yang dilakukan secara intensif merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kemauan sendiri.

Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca. Ada hubungan linear antara motivasi baca dan minat baca penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah.

Semakin rendah tingkat motivasi baca seseorang, akan semakin rendah pula minat bacanya. Sebaliknya, kian tinggi tingkat motivasi baca seseorang, akan semakin tinggi pula minat bacanya.

Minat membaca merupakan prasarat dan sekaligus merupakan ciri kemajuan suatu bangsa atau masyarakat. Bangsa atau masyarakat yang maju akan selalu menempatkan kebiasaan membaca sebagai salah satu kebutuhan hidupnya sehingga tercipta masyarakat yang senang membaca (reading society). Ada hubungan timbal balik yang erat antara tingkat kemajuan suatu bangsa dengan minat membaca masyarakatnya.

Hubungan ini dimungkinkan karena masyarakat yang gemar membaca pada dasarnya adalah masyarakat yang belajar (learning society). Dalam masyarakat yang membaca dan belajar, buku-buku dan bahan-bahan bacaan lainnya mempunyai kedudukan yang sangat penting (Staf Pengajar SMP Stella Duce Tarakanita, 1991:40).

• 16. 16 Membaca sangat penting dilakukan, bukan saja oleh orang dewasa melainkan juga anak. Seorang pelajar yang memiliki minat baca yang tinggi umumnya memiliki prestasi yang lebih bagus daripada yang memiliki minat baca rendah.

Seorang anak yang memiliki kegemaran membaca akan nampak lebih dewasa daripada teman sebayanya. Lebih dewasa dalam hal bergaul dan berpikir. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh karena lebih tahan menghadapi berbagai tantangan. Ini terjadi karena daya kritis, kepekaan ilmiah, dan kepekaan sosial anak akan berkembang sesuai dengan potensinya sebagai konsekuensi logis dari besarnya wawasan yang ditimba dari kegiatan membaca.

Melalui kegiatan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Dengan membaca membuat orang menjadi cerdas, kritis dan mempunyai daya analisa yang tinggi. Melalui kegiatan membaca selalu tersedia waktu untuk merenung, berfikir dan mengembangkan kreativitas berfikir. Bagi seorang siswa sebagai kelompok inteIektual perlu memiliki sikap kritis dan analisasis dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan.

Salah satu usaha pembentukan sikap itu adalah dengan cara banyak membaca. Dengan membaca orang membentuk kemampuan berpikir lewat proses menangkap gagasan/informasi, memahami, mengimajinasikan, mengekspresikan, mengalami pencerahan, dan menjadi kreatif. • 17. 17 Dalam abad elektronik, membaca semakin penting sebab informasi tertulis membanjir lewat buku maupun media elektronik Membaca buku adalah sarana utama untuk mengakses sumber informasi dan pengetahuan.

Gemar membaca menyebabkan orang mandiri dalam mencari pengetahuan, tidak tergantung pada sekolah, les, training, seminar, dan sebagainya. Manfaat lain yang dapat diperoleh dari aktivitas membaca menurut Gray & Roger (1995) penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah lain : 1.

Meningkatkan Pengembangan Diri Dengan membaca sesecrang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan. Sehingga daya nalarnya berkembangan dan berpandangan luas yang akan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. 2. Memenuhi Tuntutan Intelektual Dengan membaca buku, pengetahuan bertambah dan perbendaharaan kata-kata meningkat, melatih imajinasi dan daya pikir sehingga terpenuhi kepuasan intelektual. 3. Memenuhi Kepentingan Hidup Dengan membaca akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

4. Meningkatkan Minatnya Terhadap Suatu Bidang • 18. 18 Seseorang yang senang buku internet misalnya dengan membaca buku-buku tentang internet, akan meningkatkan minatnya untuk mempelajarinya lebih mendalam. 5. Mengetahui Hal-hal yang Aktual Dengan membaca seseorang dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan tanpa harus pergi ke lokasi, misalnya : adanya gempa bumi, banjir, kebakaran dan peristiwa yang lain.

c. Membina Minat Membaca Membaca tapi tidak memahami isi dari bacaannya, merupakan kecenderungan yang dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi biasanya disebabkan oleh ketiadaan tujuan dari membaca. Sebagai contoh, seseorang mendadak rajin membaca ketika sudah mendekati masa ujian. Maka biasanya, karena diburu-buru waktu dan ada banyak buku yang harus dibaca, ia akan sulit mencerna dan memahami apa yang dibacanya. Jalan pintas yang akhirnya ditempuh adalah dengan menghapal sekuat tenaga beberapa bagian dari isi buku dengan harapan akan keluar saat ujian nanti.

Aktivitas membaca yang demikian itu tentu saja tidak akan memperoleh banyak manfaat. Sebab sebenarnya seseorang yang membaca itu, paling tidak ia akan memperoleh informasi baru tentang apa yang dibacanya. Oleh karena itu, sedapat mungkin cara seseorang membaca, agar dapat memperoleh banyak manfaat, adalah: Pertama, membaca itu harus bertujuan.

Membaca tanpa tujuan yang jelas, pemahaman terhadap bahan bacaan • 19. 19 menjadi tidak jelas. Dengan cara demikian, faedah membaca pun akan didapatkan. Kedua, selain untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, membaca yang baik perlu juga ditopang oleh motivasi. Karena punya target atau tujuan tertentu, maka seseorang akan menjadi termotivasi untuk membaca buku-buku berkaitan dengan masalah yang menarik perhatiannya, sehingga mereka tidak hanya membaca, tetapi juga mencerna serta memahami isi dari bacaan yang dibaca.

Inti dari tujuan membaca adalah supaya seseorang dapat membaca. Artinya, semakin banyak referensi bacaan yang dibaca, akan semakin memampu orang untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Setelah mengetahui secara mendalam dan mampu menjelaskannya, maka tidak tertutup kemungkinan bagi seseorang untuk dapat merumuskan solusi/jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

Kemampuan diatas bukanlah kemampuan yang bisa didapat secara instan, meski ada buku-buku yang mengklaim diri bisa memberi solusi instan namun seringnya tanpa penjelasan karena belajar adalah sebuah proses.

Kritis, itulah yang kita perlukan dalam membaca. Untuk menumbuhkan kegemaran membaca memerlukan usaha dari semua pihak, terutama keluarga untuk membuat suatu persepsi dalam keluarga bahwa dengan membaca akan memperoleh banyak keuntungan dan • 20. 20 manfaat. Institusi keluarga berperanan untuk melahirkan individu yang bukan saja gemar membaca tetapi menjadikan membaca sebagai budaya.

Orang tua dalam hal ini memegang peranan yang luar biasa untuk bisa menanamkan pemikiran bahwa membaca itu perlu dan harus dijadikan kegiatan rutin untuk mempersenjatai anggota keluarga dengan informasi dan materi yang bisa digunakan untuk menjawab setiap tantangan yang ada di lingkungan. Peranan ini sangat diperlukan untuk memenuhi perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi yang memberi pengaruh besar terhadap perkembangan mental anak-anak.

d. Meningkatkan Minat Membaca Untuk meningkatkan aktivitas membaca diperlukan peran aktif dari semua komponen yang ada baik pemerintah, masyarakat, keluarga serta instansi pengelola perpustakaan. a. Peranan Pemerintah Pemberantasan buta huruf sangat berkaitan erat dengan kewajiban pemerintah dalam menjamin pendidikan warga negaranya.

Dalam hal ini, pemerintah harus menjamin pendidikan yang berkualitas, terjangkau, dimana termasuk di dalamnya ketersediaan buku berkualitas yang murah dan dapat di-akses publik secara mudah. • 21. 21 Oleh sebab itu, pemerintah dituntut sebagai regulator, inisiator, eksekutor, serta dinamisator bagi terjaminnya perkembangan dan kemajuan pendidikan nasional. 1. Sebagai Regulator Pemerintah dituntut untuk dapat menghasilkan peraturan-peraturan maupun kebijakan-kebijakan yang mampu menciptakan suatu kondisi yang positif dan sehat bagi para pembaca dengan tetap memberi kesempatan bagi berkembangnya industri perbukuan yang adil, transparan dan bertangggung jawab.

Seperangkat peraturan yang mampu mengayomi semua kepentingan, terutama di satu sisi, kepentingan sosial bagi masyarakat, dan di sisi lain, kepentingan ekonomi bagi para pengusaha. Keduanya harus bersinergi secara postif sehingga tercipta suatu keseimbangan dan keharmonisan dimana tujuan akhirnya adalah untuk mencerdaskan bangsa.

2. Sebagai Insiator Pemerintah harus berada di garda terdepan dalam mendorong dan melakukan perubahan yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan secara nasional. Pemerintah harus mau mengambil inisiatif yang positif, bagi ketersediaan buku-buku bermutu dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat.

• 22. 22 Hal ini mencakup pula kewajiban pemerintah untuk mengambil inisiatif terhadap kemungkinan terjadinya kevakuman ketersediaan buku, akibat liberalisasi pasar maupun sebab lain diluar kendali pemerintah.

3. Sebagai Eksekutor Pemerintah berkewajiban untuk menjalankan segala peraturan dan perundang-undangan yang ada dengan semaksimal mungkin sehingga tercapai suatu korelasi yang positif dan nyata antara tataran kebijakan dengan realitas yang ada. Untuk itu, diperlukan sebuah sistem yang mampu mendeteksi setiap bentuk penyimpangan yang kontra produktif sehingga pada akhirnya merugikan masyarakat pembaca.

4. Sebagai Dinamisator Pemerintah harus mampu menciptakan suatu kondisi yang dinamis dimana interaksi antara industri buku dengan pembaca buku berjalan seiring dalam sistem simbiotik mutualisme. Hubungan yang energik dan dinamis harus menjadi roh utama antara penulis, penerbit dan pembaca sehingga memungkinkan terciptanya sebuah ruang yang kondusif bagi tumbuh kembangnya aktivitas baca masyarakat • 23. 23 dengan ketersediaan buku yang layak, berkualitas dengan harganya terjangkau.

b. Peranan Masyarakat Peran masyarakat dalam menumbuhkan budaya gemar membaca, merupakan sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan dalam menciptakan masyarakat yang sadar membaca. Masyarakat dapat mengambil porsi tersendiri, melalui berbagai bentuk kegiatan maupun penyediaan ruang-ruang publik yang mendorong anggotanya untuk memanfaatkan ruang dan waktu yang tersedia, dengan membaca. Budaya membaca harus menjadi budaya masyarakat, baik melalui kampanye-kampanye nyata maupun melalui pertemuan- pertemuan yang bersifat informal maupun formal.

Kegiatan gemar membaca harus dilakukan secara terus menerus berkesinambungan tanpa henti, sehingga menjadi sebuah ritual baru. Pengadaan perpustakaan umum maupun perpustakaan keliling, merupakan sebuah contoh untuk melangkah lebih maju dalam mendorong masyarakat yang gemar membaca. c. Peranan Keluarga Peranan keluarga dalam meningkatkan minat dan aktivitas membaca adalah sangat penting dan mendasar sekali. Disinilah pada dasarnya letak dan arah kemajuan bangsa dapat diraih.

• 24. 24 Keluarga memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan minat dan kegemaran membaca anak. Keluarga adalah sarana yang tepat bagi persemaian watak, perilaku dan kecerdasan mengingat seluruh anggotanya dimungkinkan dapat berinteraksi secara intensif, bebas dan dinamis.

Oleh sebab itu dalam, menumbuhkan minat dan kegemaran membaca, maka harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unsur terpenting dalam sebuah komunitas masyarakat.

Keluarga mempunyai posisi yang sangat strategis dalam menentukan perkembangan kecerdasan anggota keluarga. Kecerdasan seorang anak sangat ditentukan oleh dua faktor mendasar, yaitu: 1. Pola makan yang menyangkut nilai gizi bagi perkembangan otak termasuk didalamnya dalam masa kehamilan serta pertumbuhan bagi perkembangan kecerdasan otak.

2. Kebiasaan atau budaya yang dikembangkan dalam lingkungan keluarga, menyangkut proses pembelajaran semenjak anak-anak hingga dewasa. Kedua faktor ini akan terkait satu sama lain, sehingga saling mempengaruhi dan menentukan. Kecerdasan seseorang tidak dapat diabaikan dari nilai gizi makanan yang di konsumsinya • 25. 25 dimana zat-zat tertentu sangat dibutuhkan dalam perkembangan otak dimasa pertumbuhan.

Begitu juga dengan kebiasaan membaca yang merupakan bagian dari proses pembelajaran yang panjang, memerlukan alokasi waktu dan usaha yang memadai. Ayah dan Ibu adalah contoh terbaik kepada anak-anak untuk mewujudkan budaya gemar membaca di kalangan anggota keluarga. Keduanya perlu terlebih dahulu memberikan contoh keteladanan gemar membaca agar membentuk sikap positif anak terhadap aktivitas membaca terutama membaca bahan bacaan yang berkualitas.

Sikap positif ini akan melahirkan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah keluarga yang menghargai buku dan ilmu serta memastikan membaca untuk kemajuan diri dan keluarga. d. Peranan Pihak Perpustakaan Usaha-usaha lain yang harus dilakukan dari pihak perpustakaan sebagai penyedia bahan bacaan adalah pengelola perpustakaan sekolah juga perlu menciptakan kiat-kiat atau terobosan-terobosan untuk memajukan perpustakaannya, misalnya bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan lain, pusat perbukuan, penerbit, toko buku, media cetak, organisasi kemasyarakatan, dan sebagainya.

Penataan ruang perpustakaan yang nyaman serta pengayaan fasilitas perpustakaan perlu diupayakan agar siswa sebagai pengunjung merasa betah berada di ruang perpustakaan. Yang • 26. 26 dimaksud fasilitas perpustakaan dalam hal ini adalah tersedianya sebuah ruang audio yang dilengkapi dengan proyektor, tape recorder, perangkat OHP, in focus, perangkat komputer, dan fasilitas lainnya. Hal lain yang tidak kalah penting adalah, pertama memperhatikan koleksi buku, artinya pengelola perpustakaan harus jeli dalam memilih judul buku dan senantiasa memperbaiki koleksi buku-bukunya.

Kedua, memperhatikan penyusunan buku-buku sesuai sistem yang digunakan, hal ini agar pengunjung perpustakaan mudah mendapatkan bahan bacaan yang diperlukannya. 2.2 PERPUSTAKAAN SEKOLAH a. Definisi Perpustakaan berarti kumpulan buku-buku bacaan (Purwodarminto, 2002: 782). Ketika mendengar kata perpustakaan, pasti langsung terbayang sederetan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak sebuah ruangan.

Pendapat ini kelihatannya benar, tetapi jika diperhatikan lebih lanjut, hal itu belumlah lengkap. Karena setumpuk buku yang diatur di rak sebuah toko buku tidak dapat disebut sebagai sebuah perpustakaan. Perpustakaan bukan merupakan hal yang baru dikalangan masyarakat, dimana-mana telah diselenggaran perpustakaan. Tetapi walaupun bukan • 27. 27 merupakan hal baru masih banyak yang mendefinisikan yang salah terhadap perpustakaan. Menurut Rohanda (2000) banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan.

1. Menurut kamus “The Oxford English Dictionary” Kata “library” atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan” 2.

Pengertian perpustakaan pada abad ke-19 “Suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yang dipelihara dengan baik, dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu”. Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan yang tinggi, bukan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah suatu gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

3. Pada tahun 1970 The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumentasi dan pusat rujukan“.

• 28. 28 4. Menurut pengertiannya yang mutakhir, Keputusan Presiden RI nomor 11 “Perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional”.

Ada dua unsur utama dalam perpustakaan, yaitu buku dan ruangan. Namun, di zaman sekarang, koleksi sebuah perpustakaan tidak hanya terbatas berupa buku-buku, tetapi bisa berupa film, slide, atau lainnya, yang dapat diterima di perpustakaan sebagai sumber informasi. Kemudian semua sumber informasi itu diorganisir, disusun teratur, sehingga ketika kita membutuhkan suatu informasi, kita dengan mudah dapat menemukannya.

Adapun ciri-ciri perpustakaan yang dirinci adalah: 1. Perpustakaan merupakan suatu unit kerja. 2. Perpustakaan mengelola sejumlah bahan pustaka. 3. Perpustakaan harus digunakan oleh pemakai. 4. Perpustakaan sebagai sumber informasi. Berdasarkan ciri pokok tersebut maka arti perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan pustaka.baik berupa buku-buku maupaun bukan buku yang diatur secara • 29.

29 sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakai (Ibrahim Bafadal, 1996:2-3). Apabila ditinjau dari sudut tujuan, fungsi serta pemakainya maka secara garis besar ada lima perpustakaan yaitu perpustakaan nasional, perpustakaan khusus, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan umum, dan perpustakaan sekolah.

Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang diselenggarakan disekolah guna menunjang program belajar mengajar dilembaga formal tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah baik umum maupun lanjutan. Ibrahim Bafadal (1992:4) menjelaskan bahwa perpustakaan sekolah merupakan koleksi yang diorganisasikan didalam suatu ruang agar dapat digunakan oleh murid-murid dan guru-guru yang dalam penyelenggaraannya diperlukan seorang pustakawan yang dapat diambil dari salah seorang guru.

Berdasarkan pengertian diatas perpustakaan sekolah adalah sebagai unit kerja dari suatu lembaga yang bernama sekolah yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan berkesinambungan sebagai sumber informasi untuk mengembangkan dan memperdalam pengetahuan baik oleh guru maupun siswa disekolah tersebut. b. Tujuan Perpustakaan Sekolah Perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah.

Bahan pustaka yang dimaksud merupakan hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan • 30. 30 kebudayaan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Perpustakaan sekolah bertujuan untuk mempertinggi daya serap dan kemampuan siswa dalam proses pendidikan serta membantu memperluas cakrawala guru, serta karyawan yang ada dilingkungan sekolah. c. Fungsi Perpustakaan Sekolah Perpustakaan Sekolah menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, mempunyai fungsi sebagai berikut: a. Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah.

b. Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. c. Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan). Untuk selanjutnya perpustakaan itu sebagai tempat membina minat dan bakat siswa, menuju belajar sepanjang hayat (Long Life Education).

Menurut Imade Wardita perpustakaan memiliki sejumlah fungsi yaitu fungsi edukatif, informatif, rekreatif, dan inspiratif (Buletin Pusat Perbukuan No.4/1998): • 31. 31 1. Fungsi Edukatif Perpustakaan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah, menyediakan buku-buku fiksi dan non fiksi. Adanya buku-buku tersebut dapat membiasakan siswa untuk belajar sendiri tanpa bimbingan guru.

Karena sebagian besar pengadaan buku disekolah disesuaikan dengan kurikulum sekolah. 2. Fungsi Informasi Perpustakaan yang sudah maju penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah hanya menyediakan bahan-bahan berupa buku-buku, tetapi juga menyediakan bahan bacaan lain seperti majalah, Koran bulletin, pamplet, peta dan lain sebagainya. Semua itu akan dapat memberikan informasi dan keterangan yang beragam sesuai dengan yang diperlukan siswa.

3. Fungsi Tanggungjawab Administrasi Fungsi ini dapat dilihat dari kegiatan sehari-hari diperpustakaan sekolah dimana setiap peminjaman dan pengembalian harus selalu dicatat oleh petugas perpustakaan. Apabila ada siswa yang terlembat mengembalikan akan mendapat denda atau apabila menghilangkan buku yang dipinjam maka ia harus menggantinya baik dengan cara membeli baru ataupun difotocopy. Semua itu akan mendidik dan membiasakan untuk bertanggung jawab.

4. Fungsi Rekreasi • 32.

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

32 Perpustakaan sekolah dapat pula berfungsi sebagai rekreasi. Hal ini bukan berarti secara fisik pergi mengunjungi tempat-tempat rekreasi tertentu akan tetapi secara psikologis. Sebagai contoh seorang siswa membaca cerita tentang “Pulau Bali” didalam buku itu dikemukakan keindahan panorama Bali selain itu dipertegas dengan gambar-gambar sehingga sangat menarik.

Dengan demikian secara psikologis dengan membaca buku tersebut siswa dapat merasa telah melakukan rekreasi ke Pulau Bali. 5. Fungsi Riset Tersedianya buku-buku bahan bacaan yang lengkap akan dapat memberikan panduan bagi siswa maupun guru untuk melakukan riset mengenai berbagai macam hal. d. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Pengelolaan perpustakaan sekolah membutuhkan perencanaan yang matang dalam berbagai macam hal, antara lain: 1. Pemilihan Bahan Pustaka Proses melakukan pengadaan bahan pustaka harus disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pemakai perpustakaan dan tidak bertentangan dengan tujuan dan fungsi perpustakaan sekolah, serta bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan kemajuan yang baik.

2. Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka. • 33.

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

33 Usaha pengadaan koleksi bahan pustaka dapat dilakukan dengan berbagaiu cara yaitu: a. Pembelian Jalan ini adalah jalan yang ideal dalam pengadaan koleksi bahan pustaka, sebab ada kebebasan dalam menentukan pilihan bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan. b. Hadiah Hadiah atau pemberian dapat diperoleh dari instansi pemerintah maupun swasta, perorangan berupa kenang- kenangan tanda terimakasih dan sebagainya. c. Tukar Menukar Bagi sekolah yang mampu menerbitkan buku atau memiliki penerbitan sendiri dapat dipergunakan untuk tukar menukar bahan pustaka dengan penerbit lain.

Hal ini akan menjadikan koleksi bahan pustaka perpustakaan bertambah. 3. Inventarisasi Bahan Pustaka Setelah buku diterima baik dari yang pembelian, hadiah, tukar menukar, maka secepatnya diberiakan tanda kepemilikan dengan memberi cap atau stempel pada halaman tertentu secara konsisten, misalnya pada halamn judul, ditengah atau pada halaman terakhir, • 34. 34 kemudian dicatat dalam buku induk. Dalam buku induk memuat nomor urut, tanggal penerimaan, pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, asal buku, jumlah, harga dan keterangan lain.

4. Klasifikasi Klasifikasi adalah pengelompokan buku menurut bidang ilmu masing-masing. Klasifikasi ini berfungsi untuk agar pelayanan diperpustakaan dapat dilaksanakan dengan mudah cepat dan tepat.

5. Katalogisasi Katalog adalah daftar bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan. Fungsi katalog untuk mempermudah mencari letak buku pada kelompok nama buku itu diperoleh. 6. Menyusun Bahan Pustaka Bahan pustaka yang telah selesai diolah dan siap dipakai dapat disusun pada rak-rak buku, rak majalah, rak kamus dan rak surat kabar.

7. Pelayanan Pelayanan pemakaian perpustakaan meliputi sirkulasi yang menyangkut peminjaman dan pengembalian buku. Dalam peminjaman maupun pengembalian buku ada persyaratan yang harus dipatuhi e. Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Perpustakaan didirikan bukan hanya sekedar melayani peminjaman buku-buku pelajaran bagi siswa tetapi siswa harus dapat dimanfaatkan untuk • 35.

35 mengasah otak, menambah pengetahuan dengan memperbanyak aktivitas membaca buku-buku yang ada didalamnya, baik buku pelajaran maupun buku lain yang masih berkaitan dengan pelajaran di sekolah. 2.3 PRESTASI BELAJAR a. Definisi Prestasi adalah hasil yang dicapai atau di lakukan (Poerwodarminto, 1976:780). Prestasi adalah hasil belajar/kerja semaksimal mungkin. Hasil belajar adalah hasil aktivitas manusia dalam bidang tertentu dan aktivitas itu terlaksana semaksimal mungkin.

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman dalam lingkungannya. Belajar adalah suatu usaha untuk memperoleh kebiasaan ilmu pengetahuan dan sikap yang terutama diperoleh disekolah sehingga tercapai perubahan tingkah laku yang diharapkan.

Hamalik (2001:27) mengemukakan tentang belajar sebagai berikut: belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami.

Selain itu dikatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah lingkungan.

Menurut Djamarah (1995:44) belajar pada hakikatnya adalah perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar.

Menurut Gagne dalam (1977) menyatakan bahwa “Belajar • 36. 36 terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance- nya) berubah dari waktu sebelum mengalami situasi ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi”. Menurut Morris L Bigge dikutip oleh Max Darsono (2001:3) belajar adalah perubahan yang menetapkan dalam kehidupan seseorang yang tidak diwariskan secara grafis. Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah menurut Marle J Moskowitz dan Arthur R Orgel yang juga dikutip oleh Max Darsono (2001:3) belajar adalah perubahan perilaku yang sebagai langsung dari pengalaman dan bukan akibat dari hubungan dalam sistem syaraf yang dibawa sejak lahir.

Dari definisi diatas belajar adalah terjadi perubahan dari diri orang yang belajar karena pengalaman. Belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku. Unsur-unsur yang terdapat dalam proses belajar antara lain: 1. Pembelajaran berupa peserta didik, pembelajaran warga belajar dan peserta pelatihan 2.

Rangsangan yaitu peristiwa yang merangsang penginderaan pembelajaran 3. Memori berisi berbagai kemampuan yang berupa pengetahuan ketrampilan dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas belajar sebelumnya • 37. 37 4. Respon adalah tindakan yang dihasilkan dari aktivitas memori Adapun faktor-faktor yang saling mempengaruhi dalam belajar adalah sebagai berikut: 1.

Faktor Individual (Dari dalam diri seseorang) a. Kematangan/pertumbuhan b. Kecerdasan/inteligensi c. Latihan/ulangan d. Motivasi e. Karakter Individu/faktor pribadi 2.

Faktor Sosial (Dari luar individu) a. Faktor keluarga/keadaan rumah tangga b. Guru dan cara mengajarnya c. Alat-alat yang dipergunakan dalam belajar-mengajar d. Lingkungan dan kesempatan yang tersedia e. Motivasi sosial. Aktivitas belajar akan terjadi pada diri siswa apabila terdapat interaksi secara sadar situasi stimulus dengan isi memori sebagai perilakunya berubah dari waktu sebelumnya dan setelah adanya situasi stimulus.

Menurut Rachman Natawidjaja (1984:14) telah dikemukakan mengenai ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar sebagai berikut: a.

Perubahan yang terjadi secara sadar • 38. 38 Individu yang belajar akan menyadari dan merasakan adanya perubahan dalam dirinya. b. Perubahan dalam belajar bersifat kontinyu dan fungsional Sebagai hasil belajar perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung terus menerus dan tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan dan berguna bagi proses belajar berikutnya. c. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan negatif Dalam belajar perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan bertujuan untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.

Perubahan bersifat aktif artinya perubahan itu terjadi dengan sendirinya melainkan karena usaha individu sendiri. d. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap.

e. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah Perubahan tingkah laku itu terjadi karena tujuan yang akan dicapai. Perbuatan belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari. f. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku • 39.

39 Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar, meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku baik dalam sikap kebiasaan, ketrampilan, pengetahuan dan sebagainya. Berdasarkan ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam belajar berarti belajar menyangkut proses belajar dan hasil belajar. Hasil dari belajar sangat terkait dengan prestasi belajar pada individu. Hasil belajar merupakan cerminan pencapaian prestasi individu dalam proses belajar dan pembelajaran.

Prestasi hasil belajar dapat pula diartikan sebagai tingkat keberhasilan dalam mempelajari materi pelajaran disekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu (Depdikbud, 1990:23). Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa sekolah yang ditunjukkan dengan terjadinya perubahan pengetahuan, ketrampilan dan sikap sebagai hasil suatu individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Secara umum prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor (Rachman Natawidjaja1984:16) yaitu: 1. Faktor Internal a. Faktor Jasmaniah (Fisiologis) Meliputi penglihatan, pendengaran, struktur tubuh, dan lain sebagainya.

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah 40. 40 b. Faktor Psikologis • Faktor Intelektif Meliputi faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat dan faktor kecakapan yaitu prestasi yang telah dimiliki. • Faktor Non-Intelektif Meliputi unsur-unsur kepribadian tertentu seperti: sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi dan penyesuaian diri.

c. Faktor Kematangan Fisik dan Psikis 2. Faktor Eksternal Meliputi faktor sosial, budaya, lingkungan fisik dan lingkungan fisik dan lingkungan spiritual atau keagamaan.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan yang menyeluruh baik perubahan kognitif, afektif, psikomotorik pada individu dan perubahan-perubahan itu sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya sehingga akan mengarah pada perubahan tingkah laku yang diharapakan. Faktor-faktor tersebut diatas saling berinteraksi secara langsung ataupun tidak langsung pada diri individu untuk mencapai prestasi belajar.

Biasanya prestasi belajar itu ditunjukkan dengan nilai raport yang telah dicapai. b. Prinsip-Prinsip Belajar • 41. 41 Secara umum prinsip belajar adalah sebagai berikut: 1.

Belajar sebagai usaha memperoleh perubahan tingkah laku. 2. Hasil belajar ditandai dengan perubahan aspek tingkah laku. 3. Belajar merupakan suatu proses. 4. Proses belajar terjadi karena adanya dorongan dan tujuan yang hendak dicapai.

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

2.4 Korelasi Membaca Buku di Perpustakaan dengan Minat Membaca dan Prestasi Belajar Siswa Membaca buku adalah keaktifan, kegiatan atau kesibukan untuk memperhatikan, kata-kata tertulis yang melibatkan penglihatan, gerakan mata, pembicaraan, ingatan pengetahuan mengenai kata-kata yang dapat dipahami dan pengalaman membacanya yang dilakukan secara intensif merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kesadaran dan kemauan sendiri dan mendapat imbalan berupa wawasan dan informasi dari hasil aktivitas membaca tersebut.

Minat membaca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca, dan kesadaran akan manfaat membaca. Sementara itu, prestasi belajar merupakan hasil belajar yang tergambar pada laporan hasil belajar siswa (rapor). Dengan demikian, korelasi membaca buku di perpustakaan dengan minat membaca dan prestasi belajar siswa adalah hubungan membaca buku di perpustakaan dengan kesenangan membaca dan prestasi belajar siswa.

• 42. 42 BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN 4.1 METODE PENELITIAN Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan cara penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dalam bentuk kalimat-kalimat yang tersusun dalam angket kuisioner, dan juga berupa data kuantitatif.

Yaitu data yang terkumpul dalam bentuk angka. Angket merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menggunakan pertanyaan yang harus dikerjakan atau dijawab oleh orang yang meliputi angket tersebut. Dengan metode ini, hasilnya akan membuktikan ada atau tidaknya hubungan masalah yang diteliti pada siswa siswa SMA Plus PGRI Cibinong kelas X dan XI Unggulan semester II tahun pelajaran 2011/2012. 4.2 TEKNIK PENELITIAN 3.2.1. Teknik Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data, penulis mengumpulkan data dari tiga sumber, yakni data nilai angket kebiasaan atau minat membaca siswa, angket tentang pandangan siswa terhadap keberadaan perpustakaan dan pemanfaatan mereka dalam menggunakannya, serta tentang prestasi siswa dan hubungannya dengan kegiatan membaca di perpustakaan.

• 43. 43 Penulis terlebih dahulu membagikan angket/kuesioner tentang kebiasaan atau minat membaca siswa yang berjumlah 10 pertanyaan yang berbentuk pilihan ganda dengan pilihan A, B, C, D, atau E. Instrumen angket ini digunakan nilai/skor antara 1 sampai dengan 5.

Skor 1 untuk jawaban E, skor 2 untuk jawaban D, skor 3 untuk jawaban C, skor 4 untuk jawaban B, dan skor 5 untuk jawaban A. Jadi masing-masing pilihan jawaban itu dimaksudkan untuk melambangkan perbedaan kadar atau kualitas kebiasaan atau minat membaca yang dimiliki siswa secara tafsiran kuantitatif.

Setelah itu, penulis memberikan angket yang kedua. Angket ini berisi tentang pandangan siswa terhadap keberadaan perpustakaan dan pemanfaatan mereka dalam menggunakannya. Berjumlah 10 pertanyaan yang berbentuk pilihan ganda dengan pilihan A, B, C, atau D. Instrumen angket ini digunakan nilai/skor antara 1 sampai dengan 4. Skor 1 untuk jawaban D, skor 2 untuk jawaban C, skor 3 untuk jawaban B, dan skor 4 untuk jawaban A. Jadi masing-masing pilihan jawaban itu akan melambangkan penting atau tidaknya keberadaan perpustakaan untuk para siswa secara tafsiran kuantitatif.

Kemudian kembali memberikan angket yang terakhir. Angket ini berisi tentang prestasi siswa dan hubungannya dengan kegiatan membaca di perpustakaan. Angket ini berisi dengan pertanyaan singkat dengan jumlah sepuluh pertanyaan. Dengan kriteria penilaian • 44. 44 setiap jawaban akan memperlihatkan hubungan prestasi siswa di sekolah dengan membaca di perpustakaan. 3.2.2. Teknik Pengolahan Data Data penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik stastistik dan kualitatif.

Pengolahan data dengan menggunakan teknik statistik berupa nilai mentah dari angket/kuisioner yang berbentuk pilihan ganda. Nilai tersebut akan disusun dalam tabel distribusi frekuensi dan penulis akan menghitung nilai rata-rata (mean). Sedangkan data yang diolah dengan teknik kualitatif, merupakan jawaban siswa dari angket/kuisioner yang berbentuk essay dengan 10 pertanyaan. Jawaban tersebut akan diteliti dan ditarik kesimpulan dari setiap jawaban. 4.3 POPULASI DAN SAMPEL 3.3.1.

Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi siswa SMA Plus PGRI Cibinong kelas X dan XI Unggulan semester II tahun pelajaran 2010/2011.

Terdiri dari 5 kelas, yaitu kelas XI IPA Unggulan 1, XI IPA Unggulan 2, X Unggulan 3, dan X Unggulan 4. Dengan jumlah siswa 141 orang. Namun peneliti tidak penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah mengambil jumlah populasi secara keseluruhan, melainkan hanya mengambil sampel saja, agar subjek yang diteliti tidak terlalu banyak.

• 45. 45 3.3.2. Sampel Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sampel Nonprobabilita. Dengan jenis, Purposive Sampling. Karena penelitian dilakukan dengan sengaja oleh peniliti atas dasar kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya sesuai dengan masalah penelitian. Sampel yang akan diteliti sejumlah 20 orang. • 46. 46 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data Berikut ini adalah data yang dikumpulkan penulis dari tiga sumber, yakni data angket pilihan ganda kebiasaan membaca, data nilai angket pilihan ganda mengenai perpustakaan, dan angket essay mengenai prestasi belajar siswa.

Tabel 1 JAWABAN ANGKET KEBIASAAN MEMBACA Nama Siswa Kelas Soal Nomor Jumlah Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MV X. U3 3 3 2 3 2 2 3 5 2 4 29 Cukup NS X. U3 4 3 4 3 2 2 3 5 5 5 36 Tinggi AK X. U3 4 4 5 3 3 3 3 5 5 5 40 Tinggi AH X.

U3 4 4 4 3 2 2 4 4 3 4 34 Tinggi DF X. U4 4 3 2 4 2 3 3 3 5 4 33 Tinggi MS X. U4 5 5 4 3 5 3 3 5 5 5 43 Sangat Tinggi IA X. U4 5 3 3 3 3 2 2 3 4 5 33 Tinggi DO X. U4 5 3 5 4 3 3 3 3 5 5 39 Tinggi ML XI IPA U1 5 3 4 3 2 2 3 4 5 4 36 Tinggi AA XI IPA U1 5 5 5 4 4 3 5 5 5 4 45 Sangat Tinggi FD XI IPA U1 5 4 5 5 5 3 4 5 5 5 46 Sangat Tinggi YM XI IPA U1 3 3 3 3 1 2 4 4 5 3 31 Tinggi • 47.

47 Keterangan: Nilai = 41 – 50 (Minat Membaca Sangat Tinggi) Nilai = 31 – 40 (Minat Membaca Tinggi) Nilai = 21 – 30 (Minat Membaca Cukup/Sedang) Nilai = 11 – 20 (Minat Membaca Rendah) Nilai = 0 – 10 (Minat Membaca Sangat Rendah) AD XI IPA U1 3 3 4 3 2 1 4 5 2 5 32 Tinggi FN XI IPA U1 4 4 3 3 3 2 3 5 5 4 36 Tinggi AW XI IPA U2 5 5 5 5 1 2 2 3 1 3 32 Tinggi WA XI IPA U2 5 5 4 5 2 2 3 5 5 5 41 Sangat Tinggi IA XI IPA U2 4 3 5 3 3 3 3 4 4 4 36 Tinggi AA XI IPA U2 3 3 5 3 3 3 3 5 5 5 38 Tinggi AP XI IPA U2 4 4 5 3 3 3 4 4 5 4 39 Tinggi AA XI IPA U2 3 3 3 3 3 1 4 4 2 3 29 Cukup Jumlah 728 • 48.

48 Tabel 2 JAWABAN ANGKET PERPUSTAKAAN Nama Siswa Kelas Soal Nomor Jumlah Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MV X. U3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 25 Cukup Penting NS X.

U3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 34 Penting AK X. U3 3 3 3 4 4 1 3 4 4 4 33 Penting AH X. U3 2 2 4 4 3 3 4 4 3 3 32 Penting DF X. U4 2 3 4 4 1 3 4 4 4 4 33 Penting MS X. U4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 39 Penting IA X. U4 3 4 3 4 3 2 3 4 4 4 34 Penting DO X. U4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 32 Penting ML XI IPA U1 2 1 3 4 3 4 2 3 4 4 30 Cukup Penting AA XI IPA U1 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 37 Penting • 49. 49 Keterangan: Nilai = 31 – 40 (Perpustakaan Penting) Nilai = 21 – 30 (Perpustakaan Cukup Penting) Nilai = 11 – 20 (Perpustakaan Tidak Penting) Nilai = 0 – 10 (Perpustakaan Sangat Tidak Penting) FD XI IPA U1 3 2 3 4 3 1 3 4 4 4 31 Penting YM XI IPA U1 1 1 4 3 1 penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah 2 3 3 2 23 Cukup Penting AD XI IPA U1 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 30 Cukup Penting FN XI IPA U1 3 3 3 4 4 3 2 2 4 4 32 Penting AW XI IPA U2 4 4 3 2 2 2 1 3 4 1 26 Cukup Penting WA XI IPA U2 4 3 3 3 4 1 3 1 4 4 30 Cukup Penting IA XI IPA U2 3 2 3 4 3 4 3 3 4 4 33 Penting AA XI IPA U2 4 3 3 4 4 2 2 3 4 4 33 Penting AP XI IPA U2 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 33 Penting AA XI IPA U2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 3 24 Penting Jumlah 624 • 50.

50 Deskripsi Data Setelah Penulis memperoleh data sampel penelitian dalam hal kebiasaan membaca dan opini tentang pentingnya perpustakaan dari siswa kelas unggulan SMA Plus PGRI Cibinong, Penulis dapat mengetahui rata-rata tingkat kebiasaan membaca siswa tergolong tinggi, dengan rata-rata skor 36,4. Begitu pula dengan opini siswa tentang pentingnya perpustakaan. Para siswa yang menganggap perpustakaan sangat penting tergolong tinggi dengan rata- rata skor 31,2.

4.2 Analisis Data • 51. 51 Data yang telah dikumpulkan kemudian Penulis olah kembali dengan menganalisis setiap pertanyaan untuk mengetahui berapa orang yang menjawab pertanyaan A, B, C, D, atau E pada angket kebiasaan membaca dan berapa orang yang menjawab A, B, C,atau D pada angket perpustakaan. 1. Angket Kebiasaan/Minat Membaca Tabel 3 JAWABAN TIAP PERTANYAAN ANGKET KEBIASAAN MEMBACA Soal Pilihan A B C D E 1.

Bagaimanakah perasaan anda apabila keinginan membaca dapat tersalurkan? 8 7 5 0 0 2. Tingkat keinginan anda untuk membaca cenderung termasuk pada kategori mana?

4 5 11 0 0 3. Bagian/rubrik surat kabar yang paling disenangi adalah ………. 7 8 4 1 0 4. Bagaimanakah perasaan anda bilamana novel sastra (seperti novel Pramoedya Ananta Toer) itu beredar sangat luas di masyarakat dan mudah dijangkau? 3 3 14 0 0 5.

Berapa rata-rata jumlah bacaan yang anda baca perminggu? 2 1 8 7 2 6. Rata-rata tingkat frekuensi anda pergi membeli buku setiap bulannya?

0 0 9 9 2 7. Bagaimanakah anda dengan kesempatan untuk membaca di rumah? 1 6 11 2 0 8. Bagi anda, munculnya dorongan untuk membaca terutama adalah …………… 10 6 4 0 0 9. Anda terdorong untuk membaca. Kerana jenis alasan ……………. 13 2 1 3 1 10. Menurut anda, kegiatan membaca buku itu …………. 10 7 3 0 0 • 52. 52 Dari tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa; pada pertanyaan nomor 1, siswa yang memilih jawaban A sebanyak 40%, jawaban B 35%, C 25% dan untuk jawaban D dan E sebanyak 0%.

Artinya, 40% siswa sangat senang bila mereka dapat menyalurkan keinginan mereka untuk membaca, 35% merasa senang, dan 25% siswa merasa biasa saja. Pada penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah kedua, sebanyak 20% siswa mempunyai kategori keinginan membaca yang cenderung kuat, 25% termasuk dalam kategori kuat, dan 55% termasuk dalam kategori biasa saja. Pertanyaan ketiga, 35% siswa lebih menyukai bagian/rubrik sastra budaya (cerpen, puisi, cerita bersambung) pada surat kabar, 40% lebih menyukai profil tokoh, 20% lebih menyukai opini (artikel-artikel, karangan lepas), dan 5% siswa lebih menyukai bagian konsultasi/tanya jawab.

Pertanyaan keempat, sebanyak 15% siswa merasa sangat senang bila novel sastra dapat beredar sangat luas di masyarakat dan mudah dijangkau, 15% merasa senang, dan 70% siswa merasa biasa saja. Pertanyaan kelima, 10% siswa rata-rata membaca lebih dari 5 judul buku perminggu, 5% membaca antara 4-5 judul, 40% membaca 2-3 judul, 35% membaca kira-kira 1 judul buku, dan 10% siswa tidak membaca 1 judulpun dalam seminggu.

• 53. 53 Pertanyaan keenam, sebanyak 45% siswa membeli 3-2 buku setiap bulannya, 45% membeli 1 buku, dan 10% siswa tidak membeli satu bukupun dalam satu bulan.

Pertanyaan ketujuh, 5% siswa mempunyai kesempatan yang sangat tersedia untuk membaca di rumah, 27% mempunyai kesempatan yang cukup tersedia, 50% siswa terkadang mempunyai cukup kesempatan dan terkadang tidak, 9% tidak cukup tersedia kesempatan untuk membaca, dan 9% sangat tidak cukup tersedia kesempatan untuk membaca.

Pertanyaan kedelapan, 50% siswa mempunyai dorongan untuk membaca terutama demi rasa ingin tahu dan terhibur, 30% demi mendapatkan manfaat dan untuk iseng, dan 20% demi mengisi waktu luang. Pertanyaan kesembilan, sebanyak 65% siswa terdorong untuk membaca karena alasan demi meningkatkan pengembangan diri, 10% demi kebutuhan harga diri, 5% karena terpengaruh orang lain, 15% demi penyelesaian tugas agar nilai aman, 5% demi mendapat imbalan jasa.

Pertanyaan kesepuluh, 50% siswa menganggap kegiatan membaca itu sangat perlu dan sangat penting, 35% menganggap perlu dan penting, 15% menganggap kegiatan membaca itu biasa saja. • 54. 54 2. Angket Perpustakaan Tabel 4 JAWABAN TIAP PERTANYAAN ANGKET PERPUSTAKAAN Nama Siswa Kelas Soal Nomor Jumlah Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MV X. U3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 25 Cukup Penting NS X.

U3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 34 Penting AK X. U3 3 3 3 4 4 1 3 4 4 4 33 Penting AH X. U3 2 2 4 4 3 3 4 4 3 3 32 Penting DF X. U4 2 3 4 4 1 3 4 4 4 4 33 Penting MS X. U4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 39 Penting IA X. U4 3 4 3 4 3 2 3 4 4 4 34 Penting DO X. U4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 32 Penting ML XI IPA U1 2 1 3 4 3 4 2 3 4 4 30 Cukup Penting AA XI IPA U1 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 37 Penting FD XI IPA U1 3 2 3 4 3 1 3 4 4 4 31 Penting YM XI IPA U1 1 1 4 3 1 3 2 3 3 2 23 Cukup Penting AD XI IPA U1 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 30 Cukup Penting FN XI IPA U1 3 3 3 4 4 3 2 2 4 4 32 Penting AW XI IPA U2 4 4 3 2 2 2 1 3 4 1 26 Cukup Penting WA XI IPA U2 4 3 3 3 4 1 3 1 4 4 30 Cukup Penting IA XI IPA U2 3 2 3 4 3 4 3 3 4 4 33 Penting AA XI IPA U2 4 3 3 4 4 2 2 3 4 4 33 Penting • 55.

55 Pertanyaan pertama, 25% siswa mengunjungi perpustakaan lebih dari 4 kali dalam satu bulan, 40% mengunjungi minimal satu atau dua kali, 30% siswa mengunjungi perpustakaan hanya bila diwajibkan untuk ke perpustakaan, dan 5% siswa tidak pernah mengunjungi sama sekali.

Pertanyaan kedua, sebanyak 20% siswa biasanya membaca atau meminjam buku bila berada di perpustakaan, 45% siswa belajar individu atau kelompok, 25% siswa mengerjakan tugas karena referensi buku yang diminta ada di perpustakaan, 10% hanya ikut-ikut teman yang pergi ke perpustakaan. Pertanyaan ketiga, 25% siswa menganggap fasilitas yang tersedia di perpustakaan sudah sangat memadai, 65% menganggap fasilitas cukup memadai, dan 10% menganggap fasilitas di perpustakaan biasa saja.

Pertanyaan keempat, 60% siswa menganggap ruangan perpustakaan sudah sangat baik, 35% merasa cukup baik, dan 5% merasa ruangan perpustakaan biasa saja. Pertanyaan kelima, sebanyak 25% siswa berpendapat bahwa koleksi buku di perpustakaan kurang menarik dan lengkap, 55% AP XI IPA U2 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 33 Penting AA XI IPA U2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 3 24 Penting • 56.

56 berpendapat koleksi buku menarik namun masih kurang lengkap, 10% siswa berpendapat koleksi buku di perpustakaan biasa saja, seperti pada perpustakaan pada umumnya, dan 10% siswa berpendapat bahwa koleksi buku perpustakaan cukup menarik namun tidak berpengaruh untuk minat membacanya yang rendah. Pertanyaan keenam, 20% siswa berpendapat bahwa pustakawan di sekolah sudah sangat profesional, 40% berpendapat cukup profesional, 25% berpendapat biasa saja, dan 15% berpendapat pustakawan masih kurang profesional.

Pertanyaan ketujuh, sebanyak 20% siswa merasa dengan membaca buku di perpustakaan akan sangat berpengaruh pada minat membaca dan membuat minat membaca meningkat, 45% siswa merasa cukup berpengaruh, 30% siswa merasa biasa saja dan kemungkinan berpengaruh dengan minat membaca sangat sedikit, dan 5% siswa merasa dengan membaca buku di perpustakaan tidak akan berpengaruh pada minat membaca. Pertanyaan kedelapan, 30% siswa berpendapat dengan membaca buku di perpustakaan, prestasi belajar akan meningkat, 55% berpendapat prestasi belajar cukup meningkat, 10% siswa berpendapat pengaruh membaca buku di perpustakaan dengan prestasi belajar biasa saja, 5% • 57.

57 siswa berpendapat bahwa membaca buku di perpustakaan tidak berpengaruh sama sekali dengan peningkatan prestasi belajar. Pertanyaan kesembilan, sebanyak 80% siswa menganggap keberadaan perpustakaan sangat penting dan fasilitas yang wajib dimiliki suatu sekolah, 15% menganggap keberadaan perpustakaan cukup penting untuk beberapa pelajaran yang memberi tugas dengan referensi suatu buku, dan 5% siswa menganggap bahwa keberadaan perpustakaan biasa saja, hanya sebagai formalitas. Pertanyaan kesepuluh, 65% siswa berpendapat agar banyak siswa mengunjungi perpustakaan, maka koleksi buku perpustakaan ditambah dan setiap bulannya ada banyak buku yang baru, dan buku baru tersebut adalah buku yang juga baru terbit, 25% siswa berpendapat agar ruangan perpustakaan dibuat lebih menarik dan nyaman lagi, 5% siswa berpendapat diadakan kunjungan wajib setiap kelas untuk mengunjungi perpustakaan, dan 5% siswa berpendapat agar kunjungan siswa ke perpustakaan tidak dipaksa, melainkan keinginan siswa itu sendiri.

3. Angket Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan angket essay mengenai prestasi belajar siswa, dapat disimpulkan bahwa; mayoritas para siswa yang berasal dari kelas X dan XI Unggulan memiliki prestasi belajar yang baik. Rata-rata rapot setiap semesternya mengalami kenaikan. • 58. 58 Kebanyakan dari siswa yang mengisi angket berpendapat bahwa tingkat minat membaca seseorang dapat mempengaruhi tingkat prestasinya.

Karena secara otomatis, seseorang yang memiliki minat membaca yang tinggi akan lebih sering mengisi waktu luangnya untuk membaca dan pengetahuan serta kosa kata yang di dapat juga lebih banyak.

Selain itu, seseorang yang memiliki minat membaca yang tinggi akan lebih mudah dalam memahami pelajaran dan memahami soal karena terbiasa membaca. Banyak dari siswa juga berpendapat bahwa dengan membaca buku di perpustakaan, akan berpengaruh pada minat membaca dan prestasi siswa. Minat membaca akan meningkat dan prestasi belajar juga meningkat.

Kesimpulan lain yang dapat ditarik dari angket ini adalah, para siswa berpendapat bahwa perpustakaan belum efektif dalam meningkatkan minat membaca siswa. Dan menurut mereka, hal ini disebabkan karena koleksi buku di perpustakaan sekolah tidak bervariasi.

Buku-buku yang ada di perpustakaan adalah buku-buku lama yang kebanyakan telah dimiliki siswa. Hal inilah yang menyebabkan para siswa malas ke perpustakaan. • 59. 59 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang Penulis lakukan terhadap kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X dan XI Unggulan SMA Plus PGRI Cibinong, Penulis akan memberikan kesimpulan sebagai berikut : 1.

Kebiasaan membaca siswa kelas X dan XI Unggulan SMA Plus PGRI Cibinong memiliki rata-rata yang cukup tinggi. Sebanyak 20% siswa memiliki minat membaca yang sangat tinggi, 70% siswa memiliki minat membaca yang tinggi, dan 10% siswa memiliki minat membaca yang cukup/sedang.

2. Keberadaan Perpustakaan menurut kelas X dan XI Unggulan SMA Plus PGRI Cibinong memiliki rata-rata yang cukup tinggi. Sebesar 80% siswa menganggap keberadaan perpustakaan sangat penting dan 20% siswa menganggap keberadaan perpustakaan penting. 3. Ada pengaruh positif dari kebiasaan membaca buku di Perpustakaan dengan minat membaca siswa dan prestasi belajar.

5.2 SARAN Berdasarkan hasil penelitian, baik berdasarkan perolehan data maupun yang penulis peroleh, maka dapat dikemukakan beberapa saran yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca maupun bagi penulis sendiri. Sebagai akhir dari penulisan, Penulis menyampaikan saran sebagai berikut : • 60. 60 1. Hendaknya siswa memiliki kebiasaan membaca yang tinggi. Agar kemampuan membaca pemahaman dapat dicapai. 2. Hendaknya guru dapat meningkatkan kebiasaan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah siswa dengan menambah jam wajib kunjung ke perpustakaan.

3. Hendaknya pihak sekolah mendukung usaha tersebut dengan memperhatikan fasilitas yang dapat menunjang, seperti menambah jumlah koleksi buku di perpustakaan. Hal ini penting dilakukan agar dapat memicu semangat dan motivasi siswa untuk membaca. 4. Hendaknya orang tua dapat memberikan contoh kepada anak dalam penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah kebiasaan membaca agar dapat membentuk budaya baca.

Demikian kesimpulan dan saran yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. • Acèh • العربية • Basa Bali • Беларуская • Български • Banjar • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Deutsch • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Bahasa Hulontalo • 客家語/Hak-kâ-ngî • हिन्दी • Ilokano • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Lietuvių • Minangkabau • Bahasa Melayu • Nederlands • Polski • پنجابی • Português • Русский • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Српски / srpski • Sunda • Svenska • ไทย • Türkçe • Українська • اردو • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Daftar • 0910 - Bandanaira • 0911 - Ambon • 0913 - Namlea • 0914 - Masohi • 0915 - Bula • 0916 - Tual • 0917 - Dobo • 0918 - Saumlaki • 0921 - Soasiu, Sofifi • 0922 - Jailolo • 0923 - Morotai • 0924 - Tobelo • 0927 - Labuha • 0929 - Sanana • 0931 - Saparua Kode ISO 3166 ID-MA Pelat kendaraan DE Kode Kemendagri 81 DAU Rp 1.721.885.692.000,00 (2020) [5] Lagu daerah Peta Administrasi Provinsi Maluku Maluku adalah sebuah provinsi yang meliputi bagian selatan Kepulauan Maluku, Indonesia.

Provinsi ini berbatasan dengan Laut Seram di Utara, Samudra Hindia dan Laut Arafura di Selatan, Papua di Timur, dan Sulawesi di Barat.

[6] Ibu kota dan kota terbesarnya ialah kota Ambon. Provinsi Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah berada di urutan ke-28 provinsi menurut jumlah penduduk di Indonesia, di mana pada tahun 2020, populasi provinsi Maluku berjumlah 1.848.923 jiwa. [2] [7] Sebelum masa penjajahan, Maluku menjadi poros perdagangan rempah dunia dengan cengkih dan pala sebagai barang dagangan utama.

Hal ini membuat Maluku dijuluki sebagai "Kepulauan Rempah" hingga hari ini. Rakyat Maluku berdagang dengan para pedagang dari berbagai daerah di Nusantara maupun mancanegara seperti pedagang-pedagang Tionghoa, Arab, dan Eropa. Kekayaan rempah ini pun menjadi daya tarik bangsa-bangsa Eropa yang pada akhirnya menguasai Maluku, dimulai oleh Portugis dan terakhir Belanda.

[8] Sejarah Maluku sebagai satu kesatuan dimulai dari pembentukan tiga kegubernuran oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda pada abad ke-18, yaitu Ambon, Kepulauan Banda, dan Ternate yang disatukan oleh Belanda pada awal abad ke-19 dalam satu nama, yaitu Maluku.

Setelah masa penjajahan, Maluku tetap dipertahankan seutuhnya sebagai provinsi sebelum Maluku Utara dimekarkan menjadi provinsi sendiri pada akhir abad ke-20. [9] Daftar isi • 1 Penamaan • 2 Sejarah • 2.1 Prasejarah • 2.2 Prapenjajahan • 2.3 Masa penjajahan • 2.4 Perang Dunia II • 3 Pemerintahan • 3.1 Pemerintah • 3.2 Pembagian administratif • 4 Ekonomi • 4.1 Infrastruktur • 5 Demografi • 5.1 Suku bangsa • 5.2 Agama • 5.3 Bahasa • 5.4 Pendidikan • 5.5 Kesehatan • 6 Seni dan Budaya • 6.1 Musik • 6.2 Tarian • 7 Lihat pula • 8 Catatan kaki • 8.1 Catatan • 8.2 Referensi • 8.3 Daftar pustaka • 9 Pranala luar Penamaan [ sunting - sunting sumber ] Pendapat pertama mengenai asal-usul nama Maluku mengemukakan bahwa Kepulauan Maluku konon disebut sebagai Maloko oleh para pedagang Arab.

Istilah ini pun digunakan pada Kakawin Nagarakretagama dalam sejarah Nusantara untuk merujuk pada Ternate, kemudian dikenal oleh Portugis sebagai Moloquo. Selain itu, istilah Miliki pun digunakan oleh Dinasti Tang untuk merujuk penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah suatu kawasan yang digunakan untuk menentukan arah letak Holing yang terletak di sebelah barat kawasan tersebut; diduga merujuk pada Maluku, meskipun tidak ada kepastian tentang pendapat tersebut.

Namun, sumber Tang lainnya merujuk kepulauan di daerah Ternate, Tidore, Makian, Bacan, dan Moti sebagai Miliku. [10] [11] Ada berbagai pendapat yang ada tentang asal-usul Maluku, salah satu pendapat di kalangan masyarakat adalah nama Maluku yang berasal dari kata raja dalam bahasa Arab, yakni malik. Dimana muluk digunakan untuk bentuk jamak. Para pedagang Arab menyebut daerah tempat empat kerajaan di bagian utara Kepulauan Maluku yang terdiri dari Jailolo, Ternate, Tidore, dan Bacan sebagai jazirat almuluk yang berarti kepulauan raja-raja.

[12] [11] Tetapi karena pengaruh arab pada awal abad ke-14 belom terlalu kuat, maka asal etimologis ini juga masih dipertanyakan. [13] Selain itu nama Maluku bisa berasal dari konsep "Maluku Kie Raha". “Raha” berarti empat, sedangkan “kie” berarti gunung yang mengacu pada empat pulau bergunung yaitu Ternate, Tidore, Bacan, and Jailolo (Halmahera). Walaupun bisa juga mengacu pada daerah lain. Masing-masing memiliki pemimpin yang disebut Kolano yang kemudian bergelar Sultan. Ada berbagai macam ide untuk asal kata Maluku.

“Moloku” berarti menggenggam, yang memiliki asal kata "Loku" yaitu unit dalam perdagangan. Menggunakan makna ini "Moloku Kie Raha" bisa berarti "persatuan empat kerajaan" Tetapi kata "Loku" merupakan kata serapan dari bahasa melayu. Asal kata lain berupa “Maloko” merupakan gabungan kata “Ma” yaitu penunjang dan “Loko” yang kemudian berubah menjadi "Luku" yang berarti tempat atau dunia, jika digabungkan berarti "Maloko Kie Raha" artinya “Dunia berdirinya empat gunung”. [14] Pendapat lain bahwa yang dimaksud dengan Moloko pada Negarakertagama hanya Ternate saja, karena pulau pulau lain disebutkan berbeda.

Nama aslinya adalah MOLO'U, atau MOLO'O. ditulis dengan aksara sansekerta terbaca Moloko. Seperti PONA'AN ditulis PONAKAN, TIDA ditulis TIDAK, Huruf K tidak dibaca. Jika sebutan aslinya MOLO'O atau MOLO'U harus ditulis MOLOKO. Kata MOLO'U adalah nama untuk Ternate dalam bahasa Gorontalo bagian wilayah kerajaan Ternate Kuno. Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Sejarah Maluku Prasejarah [ sunting - sunting sumber ] Kepulauan Maluku mulai terbentuk antara 150 hingga satu juta tahun yang lalu, antara zaman Kehidupan Tengah dan zaman Es.

Kepulauan Maluku tergabung dalam rangkaian Dangkalan Sahul yang terhubung dengan Australia. [15] Kepulauan Maluku pertama kali diduduki sekitar 30.000 tahun yang lalu oleh bangsa Austronesia- Melanesia yang terdiri penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah Negrito dan Wedda, kemudian dilanjutkan oleh kedatangan bangsa Melayu Tua, Melayu Muda, kemudian Mongoloid, mengingat letak Maluku sebagai daerah lintas perpindahan penduduk Asia Tenggara ke Melanesia dan Mikronesia.

[16] [17] Meskipun demikian, Austronesia-Melanesia dan kebudayaannya tetap menjadi yang terbesar di Maluku. [18] Pulau Seram sebagai nusa ina (pulau ibu) memegang kunci sebagai pusat penyebaran penduduk ke seluruh penjuru Kepulauan Maluku. [17] Budaya prasejarah Maluku dimulai oleh budaya Batu Tua, didukung oleh peninggalan berupa kapak genggam, meskipun manusia pendukung kebudayaan tersebut beserta peninggalan kebudayaan lainnya belum ditemukan.

Sementara itu, peninggalan kebudayaan Batu Tengah berupa gua-gua beserta bekas-bekasnya yang dapat ditemukan di Seram dan Kei. [19] Gua-gua di Maluku memiliki lukisan yang menyerupai lukisan gua Papua yang tidak hanya berupa lukisan telapak tangan layaknya gua-gua di Sulawesi, melainkan juga lukisan kehidupan manusia dan hewan.

[20] Kebudayaan dilanjutkan oleh kebudayaan Batu Baru dengan budaya bercocok tanam, seiring ditemukannya kapak dan cangkul, yang menjadi dasar perkembangan kebudayaan Maluku hingga saat ini. [21] Selanjutnya, kebudayaan perunggu dan besi meninggalkan nekara, kapak perunggu, gelang, dan patung yang hingga kini dipelihara penduduk setempat sebagai benda pusaka dan lambang kebesaran suku.

Sebagian besar nekara yang berada di Maluku merupakan hasil perdagangan dengan daratan Asia Tenggara, Tiongkok Selatan, dan Tonkin sekitar abad pertama masehi. [22] Berbeda dengan daerah lainnya di Asia Tenggara, Batu Besar hanya meninggalkan sedikit peninggalan, yakni punden berundak dan batu pemali ( dolmen) yang biasanya diletakaan di atas bukit atau di dekat baileo.

[23] Prapenjajahan [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Uli Lima dan Uli Siwa Maluku menjadi salah satu tempat terpenting dalam perdagangan dunia karena hasil buminya berupa rempah, terutama pala dan cengkih, yang ramai dicari pedagang dari Barat. Perdagangan dunia konon terbagi menjadi dua jalur, yakni jalur sutra dan jalur rempah di mana keduanya melalui Maluku.

Karenanya, Maluku ramai dikunjungi para pedagang asing seperti dari Arab, Persia, Gujarat, dan Tiongkok. [24] Pada abad ke-7, pedagang dari Tiongkok menguasai perdagangan rempah Maluku, kemudian perdagangan dikuasai oleh para pedagang Arab dan Persia pada abad-abad setelahnya.

Meskipun demikian, pedagang Arab dan Persia telah tercatat beramai-ramai memasarkan rempah dari Maluku seperti cengkih ke Eropa sejak abad ke-7. [25] Pedagang Arab pun mengenalkan abjad Arab yang berkembang menjadi abjad Jawi kepada masyarakat Maluku serta angka Arab yang digunakan dalam segala pembayaran dalam perdagangan di Maluku.

[26] Sriwijaya menguasai Maluku pada abad ke-12, kemudian Majapahit pada abad ke-14. Pada masa ini, pedagang Jawa mengambil alih kuasa dagang Maluku.

Pada masa yang sama pula Islam mulai disebarkan kepada penduduk Maluku—sebelumnya Islam hanya dipeluk oleh kalangan musafir dan pedagang—melalui hubungan dagang dengan Timur Tengah serta mubalig Jawa dan Melaka. [27] [28] [29] Uli Lima dan Uli Siwa sebelum Perjanjian Saragosa. Selain perdagangan rempah, sejarah Maluku tidak bisa lepas dari empat kerajaan besar Maluku Utara, yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo yang telah ada sejak abad ke-13.

Penguasa kerajaan-kerajaan tersebut bergelar kolano (kelana), kemudian diubah menjadi sultan sejak para kolano memeluk Islam pada abad ke-15. [30] Meskipun keempatnya merupakan kerajaan besar, hanya Ternate dan Tidorelah yang memiliki kedudukan penting. Ternate yang membidik barat memperluas wilayahnya hingga Ambon dan barat Seram, terutama pada masa Sultan Khairun dan Sultan Baabullah pada abad ke-16.

Sementara itu, Tidore yang membidik timur berhasil menguasai timur Seram. Persaingan antarkedua kerajaan yang sudah menjadi kesultanan tersebut membuat keduanya sering bertikai seperti dalam persaingan untuk bekerja sama dengan mitra asing, khususnya Barat, memicu kekuasaan Barat di Maluku di kemudian hari. [31] [32] Wilayah kekuasaan Ternate disebut sebagai Uli Lima atau persekutuan lima negeri, sedangkan wilayah kekuasaan Tidore disebut sebagai Uli Siwa atau persekutuan sembilan negeri.

[33] Masa penjajahan [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Ekspedisi Kedua Belanda ke Nusantara Setelah menaklukkan Melaka pada 1511, Portugis di bawah Francisco Serrão mencari Kepulauan Maluku. [34] [35] Serrão yang pada awalnya berlabuh di Ambon berakhir di Ternate sebagai sekutunya pada 1512. [36] Sejak itu, Portugis berhasil menanamkan kekuasaannya di Maluku.

Portugis membangun beberapa loji dan benteng di Ambon [b] serta Banda di mana terjadi penginjilan dan perkawinan campur di permukiman yang tumbuh di sekitarnya. [39] Banda berperan sebagai pusat perdagangan, sementara Ambon menjadi bandar.

[40] Kedudukan Portugis sempat terguncang oleh Spanyol yang tiba pada penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah. [41] Kehadiran Spanyol yang bersekutu dengan Tidore menimbulkan pertikaian dengan Portugis, meski dapat diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Saragosa pada 1529 yang memaksa Spanyol untuk meninggalkan Maluku. [42] [43] Selama berkuasa di Maluku, Portugis mengenalkan teknologi pembangunan Eropa dan tanaman-tanaman asing seperti ketela serta merintis pendidikan barat di Maluku.

[44] Dua Sultan Ternate yang kala itu menguasai sebagian besar Maluku tercatat secara resmi menyerahkan Maluku kepada Raja Portugal, pada 1545 oleh Tabariji dan setahun setelahnya oleh Khairun. [45] Namun demikian, pusat kedudukan Portugis berpindah dari Ternate ke Ambon sejak Portugis diusir oleh Baabullah pada 1575. [46] Spanyol sempat kembali lagi ke Maluku pascapembentukan Uni Iberia di bawah Mahkota Spanyol pada 1580 juga dengan bersekutu bersama Tidore.

[47] [48] Belanda dan Hitu menaklukkan Portugis di Ambon pada 1605. Belanda pertama kali menginjakaan kakinya di Maluku pada 1599 di bawah pimpinan Wybrand van Warwijck dengan mengunjungi Ambon dan Banda.

[49] [50] Kedatangan Belanda disusul Inggris yang datang di bawah pimpinan James Lancaster pada 1601. [c] Mereka membangun loji di Banda. [52] Setahun setelahnya, Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) dibentuk. [d] [54] Persaingan Inggris-Belanda pun terjadi pasca Inggris yang kini datang sebagai Perusahaan Hindia Timur Inggris tiba kembali di Maluku pada 1604.

[55] Namun, setahun setelahnya, Portugis menyerah tanpa perlawanan kepada Belanda di Ambon pada 1605 dan segera meninggalkan Maluku. [56] Sejak itu, Ambon menjadi pusat VOC di Nusantara sebelum pindah ke Batavia pada 1619. [57] VOC sempat mengizinkan Inggris mendirikan kantor dagang di Ambon pada 1920 karena urusan diplomatik, meski Inggris harus meninggalkan Maluku pada 1623 setelah Pembantaian Amboyna terjadi.

[58] Monopoli VOC menimbulkan perlawanan dari penghasil setempat dalam bentuk penyelundupan. Hal inilah yang menyebabkan Pembantaian Banda oleh VOC pada 1621 dan kekerasan VOC terhadap Ambon- Lease yang berakhir menjadi Perang Ambon pada 1624–1658 di mana banyak rakyat Maluku dijadikan budak.

[59] [60] VOC yang menerapkan kebijakan pelayaran hongi dan ekstirpasi membatasi penanaman cengkih hanya di Ambon-Lease setelah Perang Huamual antara Huamual dan VOC-Ternate berakhir pada 1658. [61] VOC benar-benar menjadi kekuatan terdepan Eropa di Maluku setelah Spanyol diusir dari Tidore dengan bantuan VOC pada 1663.

[62] Sebagai jajahan VOC, Kepulauan Maluku terbagi menjadi tiga kegubernuran: Ambon, Kepulauan Banda, dan Ternate. [63] Perang Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah II [ sunting - sunting sumber ] Pecahnya Perang Pasifik tanggal 7 Desember 1941 sebagai bagian dari Perang Dunia II mencatat era baru dalam sejarah penjajahan di Indonesia. Gubernur Jenderal Belanda A.W.L. Tjarda van Starkenborgh, melalui radio, menyatakan bahwa pemerintah Hindia Belanda dalam keadaan perang dengan Jepang.

Tentara Jepang tidak banyak kesulitan merebut kepulauan di Indonesia. Di Kepulauan Maluku, pasukan Jepang masuk dari utara melalui pulau Morotai dan dari timur melalui pulau Misool. Dalam waktu singkat seluruh Kepulauan Maluku dapat dikuasai Jepang. Perlu dicatat bahwa dalam Perang Dunia II, tentara Australia sempat bertempur melawan tentara Jepang di desa Tawiri.

Dan untuk memperingatinya dibangun monumen Australia di negeri negeri Tawiri (tidak jauh dari Bandara Pattimura). Dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maluku dinyatakan sebagai salah satu provinsi Republik Indonesia. Namun pembentukan dan kedudukan Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah Maluku saat itu terpaksa dilakukan di Jakarta, sebab segera setelah Jepang menyerah, Belanda (NICA) langsung memasuki Maluku dan menghidupkan kembali sistem pemerintahan kolonial di Maluku.

Belanda terus berusaha menguasai daerah yang kaya dengan rempah-rempahnya ini, bahkan hingga setelah keluarnya pengakuan kedaulatan pada tahun 1949 dengan mensponsori terbentuknya Republik Maluku Selatan (RMS).

Pemerintahan [ sunting - sunting sumber ] Pemerintah [ sunting - sunting sumber ] Barnabas Orno Wakil gubernur ke-6 sejak 24 April 2019 Maluku ditetapkan sebagai salah satu provinsi yang merupakan daerah swatantra tingkat I melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1958 tertanggal 17 Juni 1958 yang juga dapat disebut sebagai Undang-Undang Pembentukan Maluku.

Undang-undang tersebut merupakan penetapan dari Undang-Undang Darurat Nomor 22 Tahun 1957 yang memiliki tujuan yang sama. Pada undang-undang tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku ditetapkan berkedudukan di Ambon. [64] Provinsi Maluku dipimpin oleh seorang gubernur sebagai kepala daerah penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah wakilnya yang dipilih langsung oleh rakyat dan bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku (DPRD Provinsi Maluku) yang memiliki 45 anggota.

[65] Gubernur dan wakilnya memiliki masa jabatan lima tahun dan dapat diperbarui sekali. Anggota DPRD pun dipilih langsung oleh rakyat dengan masa bakti lima tahun. Dalam penyelenggaraan pemerintahan, gubernur dibantu oleh perangkat daerah: sekretariat daerah, sekretariat DPRD, inspektorat, 23 dinas daerah, dan 11 badan. [66] Pembagian administratif [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Daftar kabupaten dan kota di Maluku Provinsi Maluku terbagi menjadi 9 kabupaten dan 2 kota.

Di bawahnya, terdapat 118 kecamatan yang terdiri dari 35 kelurahan dan 1.198 desa dan negeri. Di antara seluruh kabupaten dan kota, ibu kota provinsi, Ambon merupakan yang terbesar menurut jumlah penduduk dan Maluku Tengah merupakan yang terbesar menurut luas wilayah. [7] Sepanjang sejarah Maluku, terdapat beberapa usaha mengubah nama kabupaten. Hingga kini, yang baru terwujud ialah pengubahan nama Maluku Tenggara Barat menjadi Kepulauan Tanimbar.

[67] Tual Ekonomi [ sunting - sunting sumber ] Maluku merupakan ekonomi terkecil ke-3 di Indonesia, setelah Maluku Utara dan Gorontalo, menurut PDRB lapangan usaha dan juga merupakan ekonomi termiskin ke-3 di Indonesia, juga setelah Maluku Utara dan Gorontalo, menurut PDRB pengeluaran. [68] [69] Dengan kata lain, pada tahun 2018, Maluku menyumbang 0,29% dari nilai PDB Indonesia.

[70] Menurut pendapatan per kapitanya, Maluku merupakan provinsi termisikin ke-2 di Indonesia, setelah Nusa Tenggara Timur, dengan PDRB lapangan usaha per kapita senilai Rp24.278.490,00 pada tahun 2018. [71] Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Maluku berada di atas rata-rata nasional dengan pertumbuhan PDRB senilai 5,94% dan pertumbuhan PDRB per kapita senilai 4,20%. penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah [73] Pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan topangan terbesar terhadap ekonomi Maluku, diikuti dengan administrasi pemerintahan dan pertahanan serta perdagangan besar dan eceran.

Lapangan-lapangan usaha tersebut pun menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi provinsi. [74] Pertumbuhan industri Maluku merupakan salah satu yang terpesat di Indonesia dengan pertumbuhan industri mikro dan kecil di atas tiga belas persen pada 2019.

[75] Pada tahun yang sama, angka pengangguran terbuka provinsi merupakan kedua tertinggi setelah Jawa Barat dengan kisaran tujuh persen. [76] Infrastruktur [ sunting - sunting sumber ] Bandara Pattimura. Dengan bentuk kepulauan, transportasi di Maluku dikuasai oleh transportasi laut. Meskipun demikian, infrastruktur transportasi laut Maluku belum mampu memenuhi permintaan.

Kini, di Maluku terdapat 31 pelabuhan penyeberangan dengan 66 lintas penyeberangan yang dilayani 25 unit kapal. Maluku dilalui 3 lintas Tol Laut dengan 9 pelabuhan singgah yang tersebar di seluruh penjuru kepulauan.

[77] Sebagai pulau terbesar, transportasi darat dan jalan terpusat di Seram. [78] Maluku memiliki 13 bandara dengan 13 rute komersial dan 7 rute perintis. [79] Pelabuhan terbesar Maluku adalah Pelabuhan Yos Sudarso, sementara bandara terbesarnya adalah Bandara Pattimura.

Pada akhir 2019, rasio elektrifikasi Maluku baru mencapai 89%. Lebih dari empat perlima listrik Maluku dihasilkan oleh kapal pembangkit listrik, terutama Kota Ambon. Maluku masih membangun beberapa pembangkit listrik, sebagian besar mesin gas dengan salah satunya panas bumi. [80] Dari seluruh listrik yang dihasilkan, hanya 85% yang terjual. [81] Maluku tidak memiliki sistem gas kota; sebagian besar masyarakat menggunakan kayu bakar dan minyak tanah untuk memasak. [82] Sebagian besar masyarakat Maluku masih memanfaatkan air sumur sebagai sumber air minumnya.

[83] Demografi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Demografi Maluku dan Orang Maluku Dengan penduduk sebesar 1.533.506 jiwa pada sensus 2010, [84] tumbuh menjadi 1.831.880 menurut proyeksi 2020, Maluku merupakan provinsi terbesar ke-29 di Indonesia. [85] Kawasan Ambon- Maluku Tengah mencakup hampir setengah dari seluruh penduduk provinsi dengan ibu kota, Ambon, sendiri mencakup hampir sepertiga.

[86] Kepadatan penduduk Maluku merupakan salah satu yang terendah dengan 36 jiwa per kilometer persegi. [87] Umur harapan hidup Maluku mencapai 65,82 tahun, terendah ketiga. [88] Angka kesuburan Maluku sebesar 3,20 anak lahir tiap wanita merupakan salah satu yang tertinggi di negara.

[89] Suku bangsa [ sunting - sunting sumber ] Baileo, rumah panggung di Sirisori Amalatu, Saparua. Sebagian besar penduduk Maluku merupakan penduduk asli Maluku yang terdiri dari berbagai suku bangsa seperti suku-suku Alifuru, suku Ambon, Buru, dan Kei.

[90] Suku-suku pendatang—sebagian besar mendiami Ambon dan Maluku Tengah— di antaranya Bugis, Makassar, dan Buton serta suku-suku dari Jawa yang datang beriringan dengan Majapahit. [91] [92] Meskipun demikian, penduduk asli Maluku tercatat sejak dahulu kala telah melakukan berbagai perkawinan campuran dengan suku-suku pendatang tersebut serta Minahasa dan suku-suku dari Sumatra.

[93] Selain itu, mengingat peran Maluku dalam sejarah perdagangan dunia, penduduk asli Maluku telah bercampur dengan bangsa Arab, India, dan Eropa (umunya Belanda dan Portugis), dapat dilihat dari marga-marga asing yang masih digunakan orang Maluku hingga kini. [94] Hal ini pun menjadi salah satu penyebab mengapa Maluku menjadi satu-satunya kawasan mestizo di Indonesia. [93] Berdasarkan data dari Sensus Penduduk Indonesia 2010, berikut ini komposisi etnis atau suku bangsa di provinsi Maluku: [95] No Suku Jumlah penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah % 1 Asal Maluku 1.127.148 73,83% 2 Asal Sulawesi 247.266 16,20% 3 Jawa 79.340 5,20% 4 Bugis 25.419 1,66% 5 Asal NTT 8.624 0,56% 6 Makassar 6.414 0,42% 7 Tionghoa 4.556 0,30% 8 Sunda 4.457 0,30% 9 Suku Lainnya 23.486 1,53% Provinsi Maluku 1.526.710 100% Agama [ sunting - sunting sumber ] 0,02 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik provinsi Maluku tahun penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah, penduduk Maluku sebagian besar beragama Islam yakni 52, 85%.

[97] Islam dibawa oleh para pedagang dari Melaka dan Jawa Timur, khususnya Gresik, seiring dengan dilaluinya Maluku oleh Jalur Sutra. [98] [99] Sementara itu, Kekristenan berjumlah 46,26%, dan mayoritas Protestan dengan persentasi 39,39% dan selebihnya beragama Katolik yakni 6,87%.

[97] Pada mulanya, Katolik dibawa oleh Portugis pada abad ke-16 dengan tokoh penting Fransiskus Xaverius sebagai pelopor, lalu diteruskan oleh Yesuit dengan penganut besar di Ambon. [100] Kemudian, setelah Belanda mengambil alih Maluku, Protestanisme mulai menyebar. [101] Gereja Protestan terbesar Maluku merupakan Gereja Protestan Maluku (GPM) yang melayani Maluku dan Maluku Utara serta merupakan hasil kemandirian dari Gereja Protestan di Indonesia (GPI).

Keduanya didirikan di Ambon sebelum pada masa VOC- Belanda dan terpengaruh oleh para zending Belanda. [102] Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah itu, Maluku juga memiliki keuskupannya sendiri, yaitu Keuskupan Amboina yang merupakan keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Makassar. Kesukupan Amboina juga melayani Maluku Utara atau dengan kata lain melayani seluruh Kepulauan Maluku. [103] Ketiga agama kecil lainnya memiliki penganut yang tersebar di seluruh penjuru Maluku. Penganut Hindu tercatat ada di seluruh kabupaten dan kota dengan Buru, Buru Selatan, dan Maluku Tenggara sebagai kabupaten yang memiliki penduduk Hindu terbanyak.

Kedua agama lainnya, Buddha dan Konghucu tidak memiliki penganut di seluruh kabupaten dan kota Maluku. Buddha memiliki penganut terbanyak di Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, dan Buru, sedangkan tercatat tidak memiliki penganut di Seram Bagian Barat, Maluku Barat Daya, Buru Selatan, dan Tual.

Sebagai agama terkecil, penganut Konghucu hanya terdapat di daerah-daerah seperti Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Buru, dan Kepulauan Aru. [97] Prajurit TNI mengawal pengungsi konflik di Ambon pada 1999. Pertikaian antaragama besar pernah terjadi pada akhir abad ke-20 hingga permulaan abad ke-21.

Krisis politik melanda Indonesia pada saat itu setelah terjadinya krisis ekonomi, [104] kemudian penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah lagi oleh rencana pemekaran Maluku Utara dari Maluku yang disebabkan oleh permasalahan politik yang menyangkut agama. [105] Hal ini menimbulkan pertikaian antara kedua belah pihak Kristen dan Islam pada awal 1999. Pertikaian ini pun berkembang menjadi pertempuran dengan warga sipil sebagai sasaran kekerasan setelah pecahnya kerusuhan di Batu Merah, Ambon pada Januari 1999.

[106] [107] Kerusuhan pun menyebar ke seluruh penjuru provinsi serta Maluku Utara yang baru dibentuk pada saat itu. [108] Pertikaian dihentikan setelah berbagai upaya pemerintah dan turun tangan dari TNI serta diakhiri dengan Piagam Malino II pada 2002.

[109] Setelah sekian lama ketegangan mereda, kerusuhan serupa terjadi lagi di Ambon pada 2011, namun tidak sebesar kerusuhan sebelumnya dan tidak menyebar ke seluruh bagian provinsi. Meskipun demikian, kerusuhan ini menuai kritik dari kalangan agama seperti sinode GPM.

[108] Pertikaian-pertikaian keagamaan yang terjadi di Maluku dipercayai memiliki akar kuat yang berasal dari kedatangan Eropa, di mana Kepulauan Maluku secara sosioagama terbelah menjadi Maluku Utara yang beragama Islam dan berada dalam pengaruh Ternate dan Maluku Selatan (kini Provinsi Maluku) yang berada dalam pengaruh zending-zending Belanda.

[110] Bahasa [ sunting - sunting sumber ] Kamus Bahasa Ambon–Indonesia. Bahasa Indonesia yang berperan sebagai bahasa resmi digunakan secara luas bersama-sama dengan bahasa Ambon (juga dikenal sebagai bahasa Melayu Ambon atau Melayu Maluku) sebagai bahasa pengantar provinsi.

Hingga 2020, Maluku tercatat memiliki 62 bahasa daerah. [e] [111] Meskipun demikian, Maluku merupakan salah satu pusat kepunahan bahasa di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, bahasa daerah yang punah di Indonesia berjumlah 11 bahasa dengan 8 di antaranya merupakan bahasa daerah Maluku.

[112] Kepunahan bahasa daerah disebabkan salah satunya oleh pengaruh bahasa Ambon yang dulunya merupakan bahasa kedua (bahasa pengantar) bagi sebagian besar penduduk Maluku, kini menjadi bahasa ibu, menggantikan bahasa daerah sebagai bahasa ibu di hampir seluruh wilayah Provinsi Maluku. [113] Bahasa Ambon yang sebenarnya merupakan salah satu dialek bahasa Melayu berkembang pesat sejak masa VOC.

Dimulai dari gereja, di kalangan masyarakat Kristen terdidik, bahasa Melayu kian lama menggantikan bahasa tanah (bahasa daerah atau bahasa asli). [114] [115] Setelah itu, pada masa Hindia Belanda, pemerintah melarang penggunaan bahasa tanah dalam usaha menuntut masyarakat menggunakan bahasa Ambon. Kini, bahasa tanah hanya bertahan di beberapa kampung Kristen terpencil dan kampung Islam. [116] [113] Penggunaan bahasa Indonesia pun menjadi salah satu penyebab terancam punahnya bahasa tanah.

[116] Bahasa tanah digunakan secara luas hanya oleh tokoh adat saat upacara adat dan dicap sebagai tuturan-tuturan adat. [117] [114] Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Siswa di depan perpustakaan rakyat di Dobo, Aru pada 1929.

Pendidikan barat atau pendidikan modern mulai memasuki Maluku seiring dengan masuknya Kekristenan pada masa Portugis. Portugis mendirikan sekolah-sekolah gereja dengan tujuan memberantas buta huruf sehingga masyarakat yang telah masuk Kristen dapat membaca Alkitab. Namun, setelah Belanda datang, semua sekolah dibebaskan dari pengaruh agama dan dijadikan sekolah negeri. Kemajuan pendidikan umum maupun pendidikan agama di Maluku pun terjadi pada masa ini.

Meskipun demikian, di kemudian hari, para misionaris tetap mendirikan sekolah Kristen. Peran pendidikan pun sangat penting dalam perkembangan bahasa Ambon yang pada awalnya digunakan secara luas pada masyarakat Kristen terdidik.

Sepanjang masa penjajahan Belanda, pendidikan di Ambon merupakan yang termaju di Hindia Belanda. [115] Kini, Maluku mencanangkan wajib belajar dua belas tahun bagi warga negara berumur antara 7 hingga 18 tahun, sejenjang di atas wajib belajar nasional yang hanya sembilan tahun, seiring dengan telah tercapainya standar pelayanan minimal.

[118] Terlepas dari keadaan ekonominya, Maluku merupakan provinsi paling terdidik ketiga di Indonesia, setelah DKI Jakarta dan Kepulauan Riau, dengan rata-rata lama sekolah selama 9,81 tahun penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah 2019.

[119] Dengan didorong oleh partisipasi pendidikan dasar, menengah pertama, dan menengah atas yang tinggi, partisipasi pendidikan tinggi Maluku merupakan kedua tertinggi nasional setelah DI Yogyakarta. [120] Terdapat 43 perguruan tinggi di Maluku yang terdiri dari 31 sekolah tinggi, 4 universitas, akademi dan politeknik masing-masing berjumlah 3, dan 2 institut. [121] Kesehatan [ sunting - sunting sumber ] RSUP dr.

J. Leimena dalam tahap pembangunan, September 2019. Maluku menerapkan sistem pelayanan kesehatan gugus pulau dengan 56 pusat gugus tersebar di segala penjuru provinsi pada 2018. Sistem ini bertujuan untuk mengatasi kendala kesehatan Maluku selama ini, yaitu biaya pengangkutan yang mahal dan penyaluran perlengkapan yang tidak merata. [122] Gugus pulau dibagi berdasarkan kedekatan suatu pulau dengan pusat gugus yang memiliki sarana dan prasarana kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit pratama.

Di bawah pusat gugus, terdapat penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah satelit sebagai tempat puskesmas pembantu, polindes, dan bidan desa. [123] Maluku memiliki jaringan puskesmas yang besar dengan hampir dua puskesmas tiap kecamatan. Meskipun demikian, hanya dua dari lima puskesmas memberikan layanan sesuai standar.

Setengah dari seluruh rumah sakit di Maluku belum terakreditasi. [124] RSUP dr. J. Leimena yang terletak di Ambon merupakan rumah sakit rujukan tertinggi dan RSUP pertama di Maluku; RSUP melayani Provinsi Maluku dan sekitarnya. [125] Seni dan Budaya [ sunting - sunting sumber ] Musik [ sunting - sunting sumber ] Alat musik yang terkenal adalah Tifa (sejenis gendang) dan Totobuang. Masing-masing alat musik dari Tifa Totobuang memiliki fungsi yang bereda-beda dan saling mendukung satu sama lain hingga melahirkan warna musik yang sangat khas.

Namun musik penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah didominasi oleh alat musik Tifa. Terdiri dari Tifa yaitu, Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas, ditambah sebuah Gong berukuran besar dan Toto Buang yang merupakan serangkaian gong-gong kecil yang di taruh pada sebuah meja dengan beberapa lubang sebagai penyanggah.

Adapula alat musik tiup yaitu Kulit Bia (Kulit Kerang). Dalam kebudayaan Maluku, terdapat pula alat musik petik yaitu Ukulele dan Hawaiian seperti halnya terdapat dalam kebudayaan Hawaii di Amerika Serikat. Hal ini dapat dilihat ketika musik-musik Maluku dari dulu hingga sekarang masih memiliki ciri khas di mana terdapat penggunaan alat musik Hawaiian baik pada lagu-lagu pop maupun dalam mengiringi tarian tradisional seperti Katreji.

Musik lainnya ialah Sawat. Sawat adalah perpaduan dari budaya Maluku dan budaya Timur Tengah. Pada beberapa abad silam, bangsa Arab datang untuk menyebarkan agama Islam di Maluku, kemudian terjadilah campuran budaya termasuk dalam hal musik.

Terbukti pada beberapa alat musik Sawat, seperti rebana dan seruling yang mencirikan alat musik gurun pasir. Di luar daripada beragamnya alat musik, orang Maluku terkenal handal dalam bernyanyi.

Sejak dahulu pun mereka sudah sering bernyanyi dalam mengiringi tari-tarian tradisional. Tak ayal bila sekarang terdapat banyak penyanyi terkenal yang lahir dari kepulauan ini. Sebut saja para legenda seperti Broery Pesulima, Harvey Malaihollo, Masnait Group, dan Yopie Latul. Belum lagi para penyanyi kaliber dunia lainnya seperti Daniel Sahuleka, Ruth Sahanaya, Monica Akihary, Eric Papilaya, Danjil Tuhumena, Romagna Sasabone, Harvey Malaihollo, Glenn Fredly, Ello Tahitu, Webster Manuhutu, (Duo) Moluccas, Figgy Papilaya, dan lain-lain.

Tarian [ sunting - sunting sumber ] Tari yang terkenal dari negeri Maluku adalah tari Cakalele yang menggambarkan keperkasaan orang Maluku. Tari ini biasanya diperagakan oleh para pria dewasa sambil memegang Parang dan Salawaku (Perisai). Ada pula Tarian lain seperti Saureka-Reka yang menggunakan pelepah pohon sagu. Tarian yang dilakukan oleh enam orang gadis ini sangat membutuhkan ketepatan dan kecepatan sambil diiringi irama musik yang sangat menarik.

Tarian yang merupakan penggambaran pergaulan anak muda adalah Katreji. Tari Katreji dimainkan secara berpasangan antara wanita dan pria dengan gerakan bervariasi yang enerjik dan menarik. Tari ini hampir sama dengan tari-tarian Eropa pada umumnya karena Katreji juga merupakan suatu akulturasi dari budaya Eropa (Portugis dan Belanda) dengan budaya Maluku. Hal ini lebih tampak pada setiap aba-aba dalam perubahan pola lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda sebagai suatu proses biligualisme.

Tarian ini diiringi alat musik biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa, dan bas gitar dengan pola rithm musik barat (Eropa) yang lebih menonjol.

Tarian ini masih tetap hidup dan digemari oleh masyarakat Maluku sampai sekarang. Selain Katreji, pengaruh Eropa yang terkenal adalah Polonaise yang biasanya dilakukan orang Maluku pada saat kawinan oleh setiap anggota pesta tersebut dengan berpasangan, membentuk formasi lingkaran serta melakukan gerakan-gerakan ringan yang dapat diikuti setiap orang baik tua maupun muda. Selain itu, ada pula Tarian Bambu Gila.

Tarian bambu gila adalah tarian khusus yang bersifat magis, berasal dari Desa Suli. Keunikan tarian ini adalah para penari seakan-akan dibebani oleh bambu yang dapat bergerak tidak terkendali dan tarian penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah bisa diikuti oleh siapa saja.

Blobby Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • ^ Provinsi dibentuk oleh PPKI saat sidang keduanya pada tanggal 19 Agustus 1945.

Kini, tanggal tersebut dikenal sebagai Hari Jadi Provinsi Maluku. Provinsi ditetapkan pada 17 Juni 1958 berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 1958. [1] • ^ Istilah Ambon dapat merujuk pada Pulau Ambon, Kepulauan Ambon yang meliputi Pulau Ambon dan Kepulauan Lease ( Saparua, Haruku, dan Nusalaut), [37] atau kawasan Maluku Tengah yang meliputi Kepulauan Ambon-Lease, Seram, dan Buru dengan pengecualian Kepulauan Banda.

[38] • ^ Inggris telah datang sebelumnya ke Maluku. Inggris menjadi bangsa Eropa ketiga yang menginjakkan kakinya di Maluku, yakni pada 1579 di bawah pimpinan Francis Drake. Pada kala itu, Inggris mengunjungi Banda dan Buru.

[51] • ^ Dalam peranan selanjutnya, VOC akan bertindak seperti negara. VOC diizinkan mendirikan benteng, mengangkat gubernur, memiliki tentara, dan membuat perjanjian dengan penguasa asing di Asia atas nama Republik Belanda. [53] VOC memiliki semacam kedaulatannya sendiri. Dengannya, VOC dapat mengadministrasi wilayah taklukannya sesuka hatinya. [37] • ^ Jumlah dapat berubah dari waktu ke waktu. Penelitian terus dilakukan oleh para ahli bahasa di Kantor Bahasa Maluku, Badan Pengembangan dan Pembinaaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (2018). Pembentukan Daerah-Daerah di Indonesia Sampai Dengan Tahun 2014 (PDF). hlm. 27. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-07-12.

Diakses tanggal 2020-02-16. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ a b c d "Provinsi Maluku Dalam Angka 2021" (pdf).

www.maluku.bps.go.id. hlm. 5, 71. Diakses tanggal 11 April 2021. • ^ "Persentase Pemeluk Agama Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku 2019". www.maluku.kemenag.go.id. Diakses tanggal 24 September 2020. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 26 November 2021. • ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF).

www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 11 April 2021. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Kembauw, Sahusilawane & Sinay 2017, hlm. 134. • ^ a b "Kode dan Data Wilayah Provinsi Maluku" (PDF). Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah Dalam Negeri Republik Indonesia. Mei 2019. Diakses tanggal 16 Februari 2020. • ^ Latuconsina, Leirissa & Ohorella 1999, hlm.

8–9. • ^ Thalib 2011, hlm. 14–15. • ^ Amal 2016, hlm. 5. • ^ a b Brown 2004, hlm. 167, 178. • ^ Amal 2016, hlm. 7. • ^ Stuart Robson 1995 Desawarnana (Nagarakrtagama) by Mpu Prapañca. Leiden: KITLV Press, p. 34. • ^ Amal, Muhammad A.

(2016). Kepulauan Rempah-rempah. Jakarta: Gramedia. ISBN 978-6024241667. • ^ Suwondo 1977, hlm. 5–6. • ^ Amal 2016, hlm. 1. • ^ a b Suwondo 1977, hlm. 7. • ^ Amal 2016, hlm. 2. • ^ Suwondo 1977, hlm. 9. • ^ Suwondo 1977, hlm.

11. • ^ Suwondo 1977, hlm. 9–10. • penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah Suwondo 1977, hlm. 12–13. • ^ Suwondo 1977, hlm. 14. • ^ Latuconsina, Leirissa & Ohorella 1999, hlm. 18. • ^ Thalib 2011, hlm. 23. • ^ Thalib 2011, hlm. 19–20. • ^ Brown 2004, hlm. 169. • ^ Thalib 2011, hlm.

24. • ^ Latuconsina, Leirissa & Ohorella 1999, hlm. 16. • ^ Thalib 2011, hlm. 31. • ^ Amal 2016, hlm. 10–12. • ^ Brown 2004, hlm. 178. • ^ Suwondo 1977, hlm. 24. • ^ Leonardo de Argensola 1708, hlm. 4. • ^ Soekmono 1981, hlm. 49. • ^ Leonardo de Argensola 1708, hlm.

5. • ^ a b Widjojo 2009, hlm. 19. • ^ Bartels 2017a, hlm. 388. • ^ Abdurachman 2008, hlm. 4, 127. • ^ Abdurachman 2008, hlm. 127. • ^ Leonardo de Argensola 1708, hlm. 13–14. • ^ Leonardo de Argensola 1708, hlm. 14, 30–32. • ^ Vogel 1877, hlm. 132–133. • ^ Abdurachman 2008, hlm.

7–8. • ^ Abdurachman 2008, hlm. 10–11, 238–239. • ^ Soekmono 1981, hlm. 50. • ^ Abdurachman 2008, hlm. 240. • ^ Abdurachman 2008, hlm.

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

99–100. • ^ Brown 2004, hlm. 179. • ^ Widjojo 2009, hlm. 16. • ^ Drake & Fletcher 1854, hlm. 177. • ^ Widjojo 2009, hlm. 11. • ^ Widjojo 2009, hlm. 14. • ^ Widjojo 2009, hlm. 13. • ^ Ricklefs 2008, hlm. 54–55. • ^ Widjojo 2009, hlm. 11, 19. • ^ Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah 2008, hlm. 54, 58. • ^ Ricklefs 2008, hlm. 56. • ^ Ricklefs 2008, hlm. 57. • ^ Widjojo 2009, hlm. 1, 20.

• ^ Widjojo 2009, hlm. 20–21. • ^ Ricklefs 2008, hlm. 128. • ^ Widjojo 2009, hlm. 1. • ^ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 22 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Maluku (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 79) Sebagai Undang-Undang (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 17 Juli 1958. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Penyerahan Dokumen Pengusulan Pelantikan 45 Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Maluku Pemilu 2019".

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku. 20 Agustus 2019. Diakses tanggal 27 Februari 2020. • ^ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 2 Oktober 2014. hlm. 115. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perubahan Nama Kabupaten Maluku Tenggara Barat Menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Provinsi Maluku (PDF). 23 Januari 2019.

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "[Seri 2010] Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Provinsi, 2010-2018 (Miliar Rupiah)". Badan Pusat Statistik. 15 Agustus 2019. Diakses tanggal 28 Februari 2020. • ^ "PDRB Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran (2010=100), 2014-2019".

Badan Pusat Statistik. 7 Februari 2020. Diakses tanggal 28 Februari 2020. • ^ "[Seri 2010] Distribusi PDRB Terhadap Jumlah PDRB 34 Provinsi Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Provinsi, 2010-2018 (Persen)".

Badan Pusat Statistik. 15 Agustus 2019. Diakses tanggal 28 Februari 2020. • ^ "[Seri 2010] Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Provinsi, 2010-2018 (Ribu Rupiah)". Badan Pusat Statistik. 15 Agustus 2019.

Diakses tanggal 28 Februari 2020. • ^ "[Seri 2010] Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Provinsi (Persen)". Badan Pusat Statistik. 15 Agustus 2019. Diakses tanggal 28 Februari 2020. • ^ "[Seri 2010] Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2010 (Persen)".

Badan Pusat Statistik. 15 Agustus 2019. Diakses tanggal 28 Februari 2020. • ^ Perkembangan Ekonomi Provinsi Maluku Triwulan IV-2019. Badan Pusat Statistk. hlm. 6, 8. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Pertumbuhan Produksi Tahunan Industri Mikro dan Kecil Y on Y (2010=100) menurut Provinsi, 2012-2019".

Badan Pusat Statistik. 6 Februari 2020. Diakses tanggal 1 Maret 2020. • ^ Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2019. Badan Pusat Statistik. hlm. 11. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Menhub Temui Gubernur dan Bupati Se-Provinsi Maluku Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Transportasi".

Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. 12 November 2019. Diakses tanggal penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah April 2020. [ pranala nonaktif permanen] • ^ BPS Provinsi Maluku 2019, hlm. 510. • ^ BPS Provinsi Maluku 2019, hlm.

527–530. • ^ Komisi VII (19 Desember 2019). "Tinjau Kapal Pembangkit Listrik, Komisi VII Dorong 100 Persen Elektrifikasi Maluku". Parlementaria Terkini. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Diakses tanggal 9 April 2020. • ^ BPS Provinsi Maluku 2019, hlm. 416. • ^ "Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Jenis Bahan Bakar Untuk Memasak Yang Digunakan Oleh Sebagian Besar Keluarga Dan Keberadaan Agen/Penjual Bahan Bakar, 2018".

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. 23 Januari 2019. Diakses tanggal 9 April 2020. • ^ "Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Sumber Air Minum Sebagian Besar Keluarga, 2018". Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku.

23 Januari 2019. Diakses tanggal 9 April 2020. • ^ "Provinsi Maluku". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 6 April 2020. penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah ^ "Proyeksi Penduduk menurut Provinsi, 2010-2035 (Ribuan)". Badan Pusat Statistik. 18 Februari 2014.

Diakses tanggal 6 April 2020. • ^ "Proyeksi Penduduk Maluku Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. 14 Juni 2019. Diakses tanggal 6 April 2020. • ^ "Kepadatan Penduduk menurut Provinsi, 2000-2015". Badan Pusat Statistik. 2 Maret 2017. Diakses tanggal 6 April 2020.

• ^ "Umur Harapan Hidup Saat Lahir (UHH) Menurut Provinsi [Metode Baru], 2010-2019".

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

Badan Pusat Statistik. 18 Februari 2020. Diakses tanggal 6 April 2020. • ^ "Angka Fertilitas Total menurut Provinsi 1971, 1980, 1990, 1991, 1994, 1997, 2000, 2002, 2007, 2010 dan 2012".

Badan Pusat Statistik. 20 Agustus 2014. Diakses tanggal 6 April 2020. • ^ "Suku Bangsa". Indonesia.go.id. Diarsipkan dari versi asli penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah 2020-04-21. Diakses tanggal 6 April 2020. • ^ Fitriati et al. 2020, hlm. 39. • ^ Pieris 2004, hlm. 86–87. • ^ a b Suryana 2012, hlm. 403. • ^ Suryana 2012, hlm. 404.

• ^ "Kewarganegaraan Suku Bangsa, Agama, Bahasa 2010" (PDF). demografi.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. 2010.

hlm. 23, 36–41. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-07-12. Diakses tanggal 18 Oktober 2021. • ^ BPS Provinsi Maluku 2020, hlm. 248–249. • ^ a b c BPS Provinsi Maluku 2019, hlm. 226–227. • ^ Zuhdi & Wulandari 1997, hlm. 34. • ^ Suwondo 1977, hlm. 59. • ^ Aritonang & Steenbrink 2008, hlm. 28. • ^ Aritonang & Steenbrink 2008, hlm. 103. • ^ Van den End & Weitjens 2008, hlm.

77. • ^ Rahardi 2007, hlm. 156. • ^ Bertrand 2004, hlm. 122. • penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah Bertrand 2004, hlm. 129–131. • ^ Hedman 2008, hlm. 50. • ^ Lindawaty 2011, hlm. 272. • ^ a b Lindawaty 2011, hlm. 273. • ^ Bertrand 2004, hlm. 133. • ^ Jati 2013, hlm. 403. • ^ "Bahasa di Provinsi Maluku". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Diakses tanggal 8 April 2020. • ^ "Cegah Bertambah Punahnya Bahasa Daerah, Kemendikbud Lakukan Pelindungan Bahasa". Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 25 Februari 2020. Diakses tanggal 19 April 2020. • ^ a b Wahidah (10 Juli 2018). "Keterancaman Bahasa-Bahasa Daerah di Maluku Akibat Dominasi Bahasa Melayu Ambon". Kantor Bahasa Maluku. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. Diakses tanggal 19 April 2020. • ^ a b Latuconsina, Leirissa & Ohorella 1999, hlm.

37. • ^ a b Latuconsina, Leirissa & Ohorella 1999, hlm. 31. • ^ a b Bartels 2017, hlm. 17. • ^ Asrif (28 Februari 2019). "Bahasa Tanah". Kantor Bahasa Maluku. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. Diakses tanggal 19 April 2020. • ^ Peraturan Daerah Provinsi Maluku Nomor: 09 Tahun 2011 tentang Program Wajib Belajar 12 (Dua Belas) Tahun di Provinsi Maluku. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku. 7 Februari 2011. hlm. 119 dan 128.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Rata-Rata Lama Sekolah Menurut Provinsi [Metode Baru], 2010-2019". Badan Pusat Statistik. 18 Februari 2020. Diakses tanggal 2 Maret 2020. • ^ "Angka Partisipasi Sekolah (APS) menurut Provinsi, 2011-2019". Badan Pusat Statistik. 5 Februari 2020. Diakses tanggal 2 Maret 2020. • ^ Statistik Pendidikan Tinggi 2018 (PDF). Pusat Data dan Informasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

2018. hlm. 15. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2020-03-01. Diakses tanggal 2020-03-01. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Menerobos Tantangan Pelayanan Kesehatan di Gugus Kepulauan".

Sehat Negeriku!. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. 8 April 2019. Diakses tanggal 10 April 2020. • ^ Qf, Ahmad Jilul (25 November 2018). Mayasari, Deasy, ed. "Ekspedisi Gubernur: Rumah Sakit Apung, Cara Maluku Beri Layanan Kesehatan Daerah Terpencil". Times Indonesia.

Diakses tanggal 10 April 2020. • ^ "Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2018" (PDF). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses tanggal 11 April 2020.

• ^ "Kemenkes Segera Operasikan Rumah Sakit di Ambon". Sehat Negeriku!. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. 24 September 2019. Diakses tanggal 10 April 2020. Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Kembauw, Esther; Sahusilawane, Aphrodite M.; Sinay, Lexy J. (2017). Pembangunan Perekonomian Maluku.

Yogyakarta: Deepublish. hlm. 134. ISBN 978-602-475-237-8. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Latuconsina, Djuariah; Leirissa, R.Z; Ohorella, G.A. (1999).

Sejarah Kebudayaan Maluku (PDF). Jakarta: Proyek lnventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ISBN 979-9335-07-8. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Thalib, Usman (2011).

Sejarah Masuknya Islam di Maluku (PDF). Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Amal, M.

Adnan (2016). Kepulauan Rempah-Rempah. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-424-166-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Brown, Iem (2004). The Territories of Indonesia (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-113-535-540-1.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Zuhdi, Susanto; Wulandari, Triana (1997). Kerajaan Tradisional di Indonesia: Bima. Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Suwondo, Bambang (1977).

Sejarah Daerah Maluku. Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Leonardo de Argensola, Bartolomé (1708) [1609].

The Discovery and Conquest of the Molucco and Philippine Islands (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Stevens, John. London. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Soekmono, R. (1981) [1973]. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 3 (edisi ke-3). Yogyakarta: Kanisius.

ISBN 978-979-413-291-3. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-27. Diakses tanggal 2020-05-02. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Abdurachman, Paramita R. (2008). Thung, Ju Lan; Widodo, Eko; Adenan, Musiana, ed.

Bunga Angin Portugis di Nusantara: Jejak-Jejak Kebudayaan Portugis di Nusantara (dalam bahasa Indonesia dan Inggris). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-602-433-027-9. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • Widjojo, Muridan Satrio (2009). The Revolt of Prince Nuku: Cross-Cultural Alliance-Making in Maluku, C.1780-1810 (dalam bahasa Inggris). Leiden: Koniklijke Brill NV.

ISBN 978-90-04-17201-2. ISSN 1871-6938. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Vogel, Theodore (1877). A Century of Discovery: Biographical Sketches of the Portuguese and Spanish Navigators from Prince Henry to Pizarro (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Seeley; Jackson; Halliday.

New York: D. Appleton and Co. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Drake, Francis; Fletcher, Francis (1854). The World Encompassed by Sir Francis Drake, Being His Next Voyage to That to Nombre de Dios (dalam bahasa Inggris). Hakluyt Society. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Ricklefs, Merle Calvin (2008).

Nugraha, Moh. Sidik, ed. Sejarah Indonesia Modern 1200–2008 (edisi ke-4). Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta. ISBN 979-16-0012-0.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • BPS Provinsi Maluku (2019). Provinsi Maluku dalam Angka 2019. BPS Provinsi Maluku. ISSN 0215-4471. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Fitriati, Rachma; Gunawan, Budhi; Irfan, Maulana; Nulhaqim, Soni A. (2020). Merawat Perdamaian: 20 Tahun Konflik Maluku. M&C Gramedia.

ISBN 978-602-480-659-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Pieris, John (2004). Tragedi Maluku: Sebuah Krisis Peradaban. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 979-461-513-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Suryana, Dayat (2012). Provinsi di Indonesia. CreateSpace Independent Publishing Platform. ISBN 978-148-012-226-0.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Aritonang, Jan Sihar; Steenbrink, Karel (2008). A History of Christianity in Indonesia (dalam bahasa Inggris).

Leiden: Koniklijke Brill NV. ISBN 978-90-04-17026-1. ISSN 0924-9389. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Van den End, Th.; Weitjens, J. (2008) [1989]. Ragi carita 2: sejarah gereja di Indonesia 1860-an–sekarang. Jakarta: Gunung Mulia. ISBN 978-979-415-606-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Rahardi, F.

(2007). Darman, Flavianus, ed. Menguak Rahasia Bisnis Gereja. Jakarta: visimedia. ISBN 979-1043-56-6. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Bertrand, Jacques (2004).

Nationalism and Ethnic Conflict in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 0-521-81889-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Hedman, Eva-Lotta E. (2008). Conflict, Violence, and Displacement in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Ithaca: Cornel Southeast Asia Program. ISBN 978-0-87727-775-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Lindawaty, Debora Sanur (2011).

"Konflik Ambon: Kajian Terhadap Beberapa Akar Permasalahan dan Solusinya". Politica. 2 (2). • Jati, Wasisto Raharjo (2013). "Kearifan Lokal Sebagai Resolusi Konflik Keagamaan". Walisongo. 21 (2). • Bartels, Dieter (2017a) [1994]. Di Bawah Naungan Gunung Nunusaku: Muslim-Kristen Hidup Berdampingan di Maluku Tengah.

Jilid I: Kebudayaan. Diterjemahkan oleh Rijoly, Frans. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-424-150-6. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Bartels, Dieter (2017b) [1994].

Di Bawah Naungan Gunung Nunusaku: Muslim-Kristen Hidup Berdampingan di Maluku Tengah. Jilid II: Sejarah. Diterjemahkan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah Rijoly, Frans. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-424-151-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Maluku (province). • (Indonesia) Situs resmi Pemerintah Provinsi Maluku • (Indonesia) Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Kategori tersembunyi: penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Galat CS1: tanggal • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Pages using infobox settlement with no coordinates • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Koordinat di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Halaman dengan peta • Halaman ini terakhir diubah pada 3 April 2022, pukul 22.58.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Contoh Teks Tanggapan Lengkap – Seringkali Anda pasti mendengar kata tanggapan dari lingkungan masyarakat, baik itu yang bersifat mendidik maupun hanya sekedar berkomentar belaka.

Lantas pernahkah Anda juga berpikir sebenarnya apa pengertiannya? Contoh teks tanggapan atau bisa juga disebut teks tanggapan kritis merupakan sekumpulan kalimat yang memiliki isi berupa kritikan tajam terhadap persoalan tertentu terkait kesalahan dan biasanya terjadi saat perdebatan.

Sebenarnya contoh teks tanggapan tidak harus berisikan lontaran-lontaran tajam, karena bisa juga berbentuk seperti analisa sebuah pendapat. Jadi intinya setiap orang yang ingin mengemukakan tanggapan harus bisa memberikan alasan yang logis, karena tujuannya sendiri untuk mengarahkan orang lain agar menjadi lebih baik. Sementara itu pemilihan kata yang tepat, lugas, dan pas juga menjadi faktor penting yang mesti Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk mengungkapkan tanggapan.

Entah itu saat Anda berada di dalam lingkup formal, ataupun tidak. Hal ini dilakukan supaya pihak pendengar bisa menerima semua kritikan yang Anda berikan, dan memahami maksud dari kalimat yang di ucapkan. Teks tanggapan sendiri diperkuat oleh beberapa unsur.

Diantaranya seperti masalah yang akan dikomentari, opini berupa saran, pujian serta kritikan, argument dan yang terakhir fakta. Sedangkan untuk fungsinya adalah memberikan apresiasi ataupun kritik dengan cara sejelas dan sedetail mungkin dengan catatan tidak menyinggung serta dapat dipertanggungjawabkan. Untuk lebih lengkapnya lagi silahkan Anda simak penjelasan ini. Daftar Isi • Jenis Teks Tanggapan • Struktur Teks Tanggapan • Ciri Teks Tanggapan • Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan • Contoh-Contoh Teks Tanggapan Paling Lengkap • Contoh Teks Tanggapan Tentang Sekolah • Contoh teks tanggapan Tentang Pergaulan bebas • Contoh Teks Tanggapan Tentang Bahaya merokok • Contoh Teks Tanggapan Tentang Globalisasi • Contoh Teks Tanggapan Tentang Kendaraan • Contoh Teks Tanggapan Tentang Full Day School • Contoh Teks Tanggapan Pendek Tentang Tempat Sampah • Contoh Teks Tanggapan Tentang Kartu Identitas Anak • Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Remaja • Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Budaya • Contoh Teks Tanggapan Tentang Hukum Jenis Teks Tanggapan Jenis Contoh teks tanggapan memiliki beberapa pembagian model yang dapat Anda pahami.

Setiap tanggapan terdapat perbedaan yang akan menjadi karakteristik masing-masing. Berikut ini penjelasannya. • teks tanggapan saran Model tanggapan saran merupakan pendapat yang dinilai menjadi alternatif paling baik diantara yang lainnya dalam situasi dan kondisi apapun.

Hal ini disebabkan karena tanggapan yang terlontarkan memiliki tatanan kalimat santun karena memang berfungsi untuk membangun bukan hanya sekedar mengumbar kesalahan dalam diri orang lain ataupun karya saja.

• teks tanggapan pujian Teks tanggapan pujian adalah ungkapan yang dilakukan untuk memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap sebuah karya orang lain ataupun persoalan yang dianggap baik oleh penilainya. Biasanya saat menggunakan jenis tanggapan ini tidak ada sedikitpun kalimat menyinggung, sehingga dapat disimpulkan bahwa kalimat yang diucapkan halus. • teks tanggapan kritik Tanggapan kritik merupakan salah satu jenis mengungkapkan pendapat dengan cara sedetail mungkin.

Sehingga jika ada kesalahan sekecil apapun pasti akan ditanggapi. Memberikan kritikan ini haruslah dilakukan dengan hati-hati, teliti, dan bijaksana.

Terkadang modal tanggapan kritik ini tidak terlalu cocok untuk dipakai dalam situasi apapun. Harus pada saat-saat tertentu karena isinya cenderung melihat satu sisi kesalahan orang lain saja. Akan tetapi ada juga yang mengasumsikan jika hal itu tidak benar dan lebih baik apabila dibandingkan dengan pujian-pujian yang bersifat semu.

Struktur Teks Tanggapan contoh teks tanggapan - freepik.com Setelah membahas tentang model atau jenis dari contoh teks tanggapan untuk kali ini ada informasi menarik mengenai strukturnya. Jika diartikan struktur ini lebih dekat dengan kerangkai dalam sebuah teks. Oleh karena itu, keberadaannya sangat dibutuhkan untuk memberikan tanggapan dengan cara yang bijak. Langsung saja, berikut ini ulasan secara keseluruhannya.

• Evaluasi Evaluasi menjadi bagian pertama yang ada di contoh teks tanggapan. Untuk bagian evaluasi sendiri mempunyai isian berupa pernyataan umum terkait apa saja yang akan disampaikan oleh penulis di dalam teks.

• Deskripsi teks Deskripsi teks merupakan bagian dari isi pada contoh teks tanggapan. Adapun isinya mencangkup tentang pendapat serta data-data yang akan menjadi pendukung dari sebuah pernyataan ataupun bisa juga melemahkan pernyataan tersebut. Biasanya untuk menulis deskripsi ini harus ada ketentuan yang ditaati, seperti kelugasan, tidak berbelit-belit, dan menggunakan bahasa yang baik. • Penegasan ulang Bagian terakhir contoh teks tanggapan adalah penegasan ulang.

Dimana isinya pun hanya sekedar untuk menegaskan lagi terhadap apa yang sudah ditulis, dilakukan, dan yang terakhir diputuskan. Dengan begitu memberikan pendapat kepada karya ataupun permasalahan orang lain bisa terarah dan tidak menimbulkan dampak yang buruk untuk pihak-pihak terkait.

Ciri Teks Tanggapan Ciri-ciri contoh teks tanggapan ini mempunyai tujuan tertentu bagi para pembaca. Seperti halnya agar memudahkan Anda mengetahui apakah teks yang dibaca itu merupakan sejenis tanggapan atau tidak. Berikut ini uraian lengkap yang bisa Anda baca dan pahami untuk menambah wawasan. • Mempunyai atau mengandung kaidah-kaidah yang dimiliki oleh teks tanggapan. Biasanya bukan hanya itu saja, tapi tapi kebahasaan yang tertulis juga sangat khas sehingga bisa dibedakan dengan tulisan lainnya.

• Memuat tanggapan-tanggapan terhadap sebuah permasalahan ataupun fenomena yang ada di sekitar. Akan tetapi harus disertai pula dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan beserta fakta yang menguatkan. • Memiliki 3 struktur spesifik seperti evaluasideskripsi teksdan penegasan ulang.

Struktur tersebut hanya dimiliki oleh contoh teks tanggapan. Contoh Teks Ceramah Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan Untuk Menulis sebuah teks tanggapan dengan baik dan benar, Anda perlu memperhatikan berbagai kaidah dalam penulisannya seperti berikut ini: • Kalimat kompleks, kalimat yang memiliki lebih dari dua struktur dan dua verba. • Konjungsi, kata penghubung yang menghubungkan setiap kata dan juga setiap struktur. • Kata Rujukan, sesuatu yang digunakan pemberi informasi (pembicara) untuk menyokong atau memperkuat pernyataan dengan tegas.

Dikenal juga dengan sebutan referensi. • Pilihan Kata, pemilihan kata yang sesuai dalam penggunaan dan pembuatan teks tanggapan kritis. Contoh-Contoh Teks Tanggapan Paling Lengkap contoh teks tanggapan - vectorstock.com Simak berikut ini kumpulan contoh teks tanggapan kritis yang bisa dipelajari jika Anda berniat membuat karangan teks tanggapan yang baik dan benar: Contoh Teks Tanggapan Tentang Sekolah Evaluasi Tidak jarang para orangtua maupun siswa kelas 9 SMP yang masih kebingungan dalam menentukan pilihan antara masuk SMA ataupun SMK.

Tentu dilema akan sangat terasa, mengingat jika salah pilih dampaknya akan menentukan masa depan anak. Deskripsi Teks Dengan begitu segala bentuk pertimbangan seperti kekurangan dan kelebihan antar 2 jurusan sekolah tersebut harus dilakukan sebelum menentukan pilihan. Adapun alasan-alasan yang akan menjadi penguat keputusan yang sudah diambil. Pertama, semua orang pasti sudah mengerti dan paham bahwa lulusan sekolah SMK lebih siap memasuki dunia kerja.

Hal itu disebabkan saat di sekolah siswa tidak hanya mempelajari tentang ilmu materi sesuai jurusannya saja. Melainkan juga diberikan pembekalan dengan segudang kemampuan praktikum. Dengan begitu secara tidak langsung pengalaman serta gambaran dunia kerja nyata sudah diperoleh meskipun belum lulus SMK. Selain itu ada banyak kegiatan yang akan menjadi pendukung soft skill dari para siswa ini, seperti PKL atau sering disebut dengan magang. Penulis sepakat dengan argumen ini karena hanya siswa SMK lah yang bisa merasakannya.

Berbeda dari siswa SMA yang mendapatkan lebih banyak materi selama sekolah daripada praktek. Dengan begitu untuk lulusan SMA haruslah menempuh pendidikan lebih tinggi lagi atau kuliah agar bisa memperoleh pekerjaan sesuai kemampuannya.

Adapun banyak orang yang beranggapan bahwa lulusan SMK tidak bisa melanjutkan kuliah. Padahal asumsi ini salah besar karena siswa SMK pun tetap bisa memasuki perguruan tinggi. Sementara itu untuk kelebihan masuk SMK siswa lebih matang dalam memperdalam hardskill ketika sudah masuk ke ranah kuliah. Jika dibandingkan dengan siswa SMK, materi yang diajarkan tidaklah seluas anak-anak SMA. Penyebabnya karena selama sekolah materi-materi tentang jurusan yang diambil lebih di dalami.

Sedangkan untuk siswa SMA sendiri beragam jenis materi sesuai bidang dijelaskan secara mendetail oleh gurunya masing-masing. Ada sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa siswa SMA mendapatkan materi yang lebih banyak daripada SMK. Dari sini dapat dinilai bahwa kemampuan berpikir secara logis siswa SMA lebih baik dibandingkan anak SMK. Kecenderungan mengambil tindakan cepat dan instan tanpa berpikir panjang menjadi karakteristik yang paling umum.

Jika untuk melanjutkan ke bangku kuliah, anak-anak dari AMK cenderung diberikan batasan ruang lingkupnya. Tentu hal ini sangat berbeda dengan siswa SMA yang mempunyai kebebasan memilih jurusan apapun yang diinginkannya.

Sehingga rata-rata hal itu membuat lulusan Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah lebih merasa kesulitan untuk masuk ke perguruan tinggi. Penegasan Ulang Dengan demikian kesimpulan yang dapat diambil adalah siswa SMK lebih siap untuk masuk ke dunia kerja daripada anak SMA. Sehingga biaya untuk pendidikan pun bisa lebih hemat lagi. Akan tetapi penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah menentukan pilihan semua itu tergantung pada niat, minat, bakat, serta kemampuan masing-masing individu.

Contoh teks tanggapan Tentang Pergaulan bebas contoh teks tanggapan - vectezy.com Evaluasi Pada era millenial atau modern seperti sekarang ini banyak remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas. Padahal pergaulan yang seperti ini termasuk dalam kategori perilaku yang menyimpang karena tidak memiliki batasan seperti halnya yang sudah ditetapkan dalam norma-norma kehidupan. Deskripsi Teks Pergaulan bebas akan sangat berdampak negatif bagi para pelakunya, misalnya saja seperti seks bebas, mabuk-mabukan, berkelahi, dan lain sebagainya.

Namun dibalik itu ternyata ada juga dampak positif yang ditimbulkan dari perbuatan menyimpang ini. Diantaranya seperti memiliki banyak teman, mampu mengendalikan diri di tengah-tengah peradaban masyarakat, belajar cara berkomunikasi yang baik dan benar. Sementara itu orang Indonesia sendiri kerap kali meniru hal-hal yang dianggap kurang baik dari masyarakat Barat seperti berciuman. Pergaulan bebas dapat timbul karena beberapa faktor iman tipis, gengsi, broken home, masalah keluarga, nafsu, dan masih banyak lagi lainnya.

Tidak hanya itu saja, nyatanya teknologi yang dianggap memperbaiki kehidupan masyarakat malah menjadi pemicu pergaulan bebas. Terutama kebebasan akses internet yang terkadang di salah gunakan para remaja untuk melihat hal yang tidak senonoh. Ada pula tayangan televisi yang kurang mendidik juga kerap menjadi penyebab remaja mencoba hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Penegasan Ulang Ketika sudah mengetahui sejumlah faktor yang menyebabkan remaja terjebak dalam pergaulan bebas, alangkah baiknya jika peran orangtua dalam permasalahan ini sangat diperhatikan.

Terutama untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar tidak sampai terjerumus ke penyimpangan-penyimpangan yang sangat merugikan itu. baca juga: Contoh Teks Prosedur Contoh Teks Tanggapan Tentang Bahaya merokok Evaluasi Tidak ada manusia yang ingin penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah digerogoti penyakit.

Oleh karena itulah agar badan selalu sehat hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga pola makanan sehat dan tidak mengkonsumsi makanan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah. Salah satu yang menjadi penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah kesehatan namun masih sering dinikmati adalah rokok. Deskripsi Teks Akhir-akhir ini tidak hanya orang dewasa saja yang terbukti merokok melainkan para pelajar juga ikut mencobanya.

Banyak diantaranya adalah anak-anak yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. Sejatinya pelajar itu masih di bawah umur dan tentunya ini akan sangat mempengaruhi proses belajarnya dan juga kehidupannya. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada salah satu pelajar itu, merokok bisa menjadi penanda laki-laki terlihat keren serta dewasa.

Bahkan ada pula yang mengatakan dengan cara inilah pelajar-pelajar tersebut dapat memperluas jaringan pertemanannya, meningkatkan prestasi, menghilangkan suntuk dan mengantuk. Padahal jika merokok dampak negatif jauh lebih besar daripada yang positif. Seperti halnya untuk kesehatan yang rawan terganggu karena rokok mengandung beragam jenis penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah kimia berbahaya. Apabila terus-terusan dikonsumsi maka akan menumpuk di organ dalam dan menyebabkan penyakit berbahaya.

Penegasan Ulang Oleh karena itulah sudah berbagai jenis upaya yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara memasang slogan-slogan di tempat umum, bahkan sampai penyuluhan sekalipun. Larangan ini juga berlaku untuk semua kalangan agar tidak merokok di sembarang tempat karena bisa menyebabkan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah yang menimbulkan efek negatif bagi sekitar. Dalam permasalahan ini kesadaran ini beserta peran orangtua agar bisa mengarahkan anaknya untuk menjadi yang lebih baik sangat diperlukan.

Selain itu pemerintah juga tak kalah pentingnya sebagai pengendai utama agar jumlah perokok di Indonesia tidak semakin banyak jumlahnya. Contoh Teks Tanggapan Tentang Globalisasi contoh teks tanggapan - pixabay.com Evaluasi Smartphone atau gadget menjadi salah satu barang eletronik yang tidak akan terpisahkan oleh orang-orang modern di jaman sekarang. Hal itu dikarenakan HP dapat memenuhi kebutuhan masyarakat baik dalam bentuk hobi maupun hasrat yang dimilikinya.

Contoh Teks Deskripsi Deskripsi Teks Namun dibalik kecanggihannya itu ada sejumlah dampak negatif jika para remaja sering menggunakannya. Contohnya saja untuk membuka situs-situs terlarang yang ada di dunia maya. Sebab hal ini akan mempengaruhi kehidupan dan juga konsentrasi dalam belajar. Selain itu gadget juga bisa memberikan efek yang tidak menyehatkan bagi tubuh, karena radiasi yang dikeluarkan oleh benda ini secara tidak langsung bisa merusak saraf pada otak dan mata.

Terlebih jika para remaja tidak memperhatikan aturan jarak dari mata dan smartphone yang dipegangnya, itu akan semakin mempercepat kerusakan pada organ mata. Disamping itu kecanduan untuk menggunakan smartphone juga kerap kali menyerang penggunanya.

Sehingga akan menimbulkan kecenderungan yang malas untuk beraktifitas karena dirasa sudah menemukan kesenangan berselancar di dunia internet. Argument tersebut memang menunjukkan adanya kebenaran dan sudah bisa dibuktikan oleh beberapa orang.

Akan tetapi jika dilihat dari sisi yang lain ada sebuah fakta menunjukkan bahwa pengguna smartphone akan selalu terdampak buruk pada kehidupannya.

Dengan catatan fungsi gadget tidak di salah gunakan dan dimanfaatkan sesuai pada tempatnya. Alasannya dengan adanya bantuan Handphone para remaja bisa lebih mudah untuk akses tugas dan bagi orang-orang perantauan akan lebih mudah saat memberikan kabar dengan keluarganya di rumah. Selain itu dengan mengerti teknologi, para remaja bisa mengetahui perkembangan IPTEK dan itu sangat bermanfaat besar bagi kehidupannya di masa depan.

Penegasan Ulang Secara umum penulis setuju dengan serangkaian alasan-alasan terkait pengaruh teknologi di lingkungan remaja. Akan tetapi jika dilihat dari keamanan serta bidang akademis gadget lebih spesifik ke dampak negatifnya. Untuk itu orangtua yang masih menjadi peran terpenting dalam perjalanan hidup anak-anaknya harus lebih mawas diri.

Caranya yakni tidak membebaskan secara full bagi anak-anaknya untuk memainkan gadget selama 24 jam. Jika hal itu terjadi maka bukan hal positif yang di dapatkan anak, melainkan hal-hal buruk. Tidak hanya dalam jangka waktu sekarang saja melainkan juga di masa mendatang. baca juga: Contoh Teks Deskripsi Contoh Teks Tanggapan Tentang Kendaraan Pesawat Kepresidenan Evaluasi Keinginan pemerintah Indonesia untuk memiliki pesawat khusus kepresidenan sudah lama ada.

Sekarang keinginan Pemerintah tersebut sudah direalisasikan meskipun mendapat tanggapan yang beragam dari masyarakat. Pesawat berkategori Boeing Business Jet 2 (BJJ2) 737-800 itu sudah berada di tanah air sejak Kamis, 10 April 2014. Dengan gagah pesawat modern itu mendarat di bandara Halim Perdanakusuma. Deskripsi Teks Meskipun tidak semewah Air Force One, pesawat tersebut tetap merupakan pesawat baru dengan perlengkapan baru yang modern.

Warna pesawat itu didominasi biru di punggungnya penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah putih di lambungnya. Garis lengkung merah putih sebagai garis batas dua bagian. Tulisan REPUBLIK INDONESIA terpampang di sisi kanan dan kiri pesawat. Ada banyak alasan yang memperkuat bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan. Alasan ekonominya adalah pesawat tersebut memiliki biaya operasional yang sangat tinggi. Alasan sosialnya adalah pada saat rakyat belum terentaskan dari kemiskinan para pejabat menikmati fasilitas negara yang mewah.

Alasan keamanan dan politiknya adalah saat ini dengan pesawat komersial keamanan pejabat masih dapat tertangani dengan baik. Penegasan Ulang Penanggap sebenarnya sepakat dengan kesimpulan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan sendiri.

Akan tetapi, alasan yang tepat sebagai tanggapan terhadap permasalahan tersebut juga merupakan hal yang sangat rasional. Penulis juga menambahkan jika pembelian pesawat kepresidenan sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas, keamanan, kenyamanan, dan efektivitas kegiatan presiden yang sangat padat itu. Contoh Teks Tanggapan Tentang Full Day School Evaluasi Muhadjir Effendy selaku Mendikbud baru menggagas sistem belajar full day school untuk tingkat SD dan SMP.

Ide ini diterapkan dengan tujuan agar siswa mendapat pendidikan karakter dan pengetahuan umum di sekolah. Sesuai dengan pesan dari Presiden Jokowi bahwa kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek pendidikan bagi siswa terpenuhi. Untuk jenjang SD, 80 persen pendidikan karakter dan 20 persen untuk pengetahuan umum. Sedangkan SMP, bobot pendidikan karakter adalah 60 persen dan 40 persen untuk pengetahuan umum.

Contoh Teks Autobiografi Deskripsi teks Full day school, adalah program sekolah di mana proses pembelajaran dilaksanakan sehari penuh di sekolah. Dengan kebijakan seperti ini maka waktu dan kesibukan anak-anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan sekolah dari pada di rumah. Anak-anak dapat berada di rumah lagi setelah menjelang sore.Namun, konsep full day school ini juga mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Menurut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, maksud dari full day school adalah pemberian jam tambahan.

Namun, pada jam tambahan ini siswa tidak akan dihadapkan dengan mata pelajaran yang membosankan. Kegiatan yang dilakukan seusai jam belajar-mengajar di kelas selesai adalah ekstrakurikuler (ekskul). Dari kegiatan ekskul ini, diharapkan dapat melatih 18 karakter, beberapa di antaranya jujur, toleransi, displin, hingga cinta tanah air.

Pertimbangan lainnya adalah faktor hubungan antara orangtua dan anak. Biasanya siswa sudah bisa pulang pukul 1. Tidak dipungkiri, di daerah perkotaan, umumnya para orangtua bekerja hingga pukul 5 sore. “Antara jam 1 sampai jam 5 kita nggak tahu siapa yang bertanggung jawab pada anak, karena sekolah juga sudah melepas, sementara keluarga belum ada,” pungkas beliau menambahkan.

Kalau siswa tetap berada di sekolah, mereka bisa sambil menyelesaikan tugas sekolah sampai orangtuanya menjemput sepulang kerja. Setelahnya, siswa bisa pulang bersama orangtua, dan selanjutnya aman di bawah pengawasan orangtua. Penegasan ulang Dengan demikian orang tua tidak khawatir atas keamanan anak-anaknya karena mereka tetap berada di bawah bimbingan guru selama orangtuanya berada di tempat kerja.”Peran orangtua juga tetap penting.

Di hari Sabtu dapat menjadi waktu keluarga. Dengan begitu, komunikasi antara orangtua dan anak tetap terjaga dan ikatan emosional juga tetap terjaga. baca juga: Contoh Teks Anekdot Contoh Teks Tanggapan Pendek Tentang Tempat Sampah contoh teks tanggapan - liputan6.com Tempat Sampah pada Mobil Evaluasi Pemerintah Kota Bandarlampung membuat aturan baru mengenai tempat sampah pada mobil.

Semua pemilik mobil diharuskan meletakkan tempat sampah di mobilnya. Jika tidak, pemilik atau sopir yang mengendarainya akan dikenai denda yang tak sedikit, yakni 250 ribu rupiah. Deskripsi Teks Aturan dan sanksi yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bandarlampung tersebut akan berdampak positif. Adanya tempat sampah di dalam mobil akan membuat sopir atau penumpang terbiasa membuang sampah di situ. Jadi, mereka tidak akan membuang sampah ke jalan. Hal ini akan mengurangi sampah di jalanan dan menciptakan lingkungan yang bersih.

Selain itu, penerapan sanksi berupa denda akan meningkatkan kesadaran masyarakat meskipun pada awalnya mereka melakukannya karena terpaksa atau takut terkena denda. Akan tetapi, lama-kelamaan mereka akan terbiasa. Tingkat kesadaran yang masih rendah membuat pemerintah harus membuat ancaman denda agar masyarakat mau melaksanakan aturan tersebut. Penegasan Ulang Penerapan aturan tersebut sangatlah tepat dan harus kita dukung.

Aturan itu berdampak positif terhadap diri dan lingkungan. Contoh Teks Tanggapan Tentang Kartu Identitas Anak Kartu Identitas Anak (KIA) Evaluasi Bayi baru lahir dan anak-anak akan mempunyai KTP mulai tahun 2016. KTP anak juga dikenal dengan Kartu Identitas Anak (KIA).

Sehingga, anak dan bayi berusia 0 – 17 tahun akan mempunyai KTP (Kartu Tanda Penduduk) nantinya di tahun 2016 ini. Deskripsi Teks Menurut Zudan Arif Fakrulloh selaku Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri terkait dengan program pemerintah dan kementrian dalam negeri dalam hal KIA dan KTP anak mengatakan bahwa untuk anak-anak di bawah usia 17 tahun ini diberikan KIA (Kartu Identitas Anak) kartu tersebut setara dengan Kartu Tanda Penduduk.

KIA akan menjadi tanda pengenal atau bukti diri yang sah bagi anak saat melakukan pelayanan publik seperti saat mengurus paspor atau kalau mau ke puskemas. Mulai tahun 2016 seluruh anak wajib memiliki KTP dalam bentuk Kartu Identitas Anak (KIA) ketentuan dan kebijakan tersebut berdasarkan serta mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak. Menurut masyarakat KIA sangat dibutuhkan anak.

Diantaranya untuk bentuk pemenuhan hak anak, untuk persyaratan mendaftar sekolah, untuk keperluan lain yang membutuhkan bukti diri anak contohnya untuk data identitas membuka tabungan atau menabung di bank, untuk mendaftar BPJS, proses identifikasi jenazah dengan korban anak-anak dan juga untuk mengurus klaim santunan kematian, pembuatan dokumen keimigrasian, dan mencegah terjadinya perdagangan anak.

Melalui KIA pula segera terwujud data penduduk Indonesia yang akurat dan terintergrasi sehingga tidak me­mun­culkan kepentingan daerah maupun ke­pentingan perseorangan. Selain itu, pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) gratis. Contoh Teks Anekdot Sementara itu, kekurangan KIA adalah masih belum meratanya kartu identitas penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah anak karena pemerintah hanya meng­alokasikan dana sebesar 8,79 miliar rupiah untuk pembuatan KIA di 50 kabupaten/kota.

Walaupun pembuatan KIA gratis, na­mun sangat rentan terhadap pungutan liar yang dilakukan pemerintah terhadap masyarakat yang hendak mengurus KIA. Penegasan Ulang Untuk itu, pemerintah harus membenahi terlebih dahulu masalah birokrasi dengan praktik korupsi. Kalau pemerintah tidak me­lakukan pembenahan mengenai pe­rilaku birokrasi, khsususnya yang ber­hubungan dengan pelayanan publik, ma­ka program KIA hanya akan menim­bul­kan program baru di tengah-tengah ma­sya­rakat.

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Remaja Pengaruh K-Pop di Indonesia Evaluasi K-Pop atau korean pop adalah salah satu jenis musik yang berasal dari Korea Selatan dan hampir seluruh warga negara Indonesia mengenalnya.

Bahkan beberapa tahun lalu ada istilah demam K-Pop yang melanda Indonesia. Tetapi tidak hanya negara Indonesia melainkan hampir seluruh negara di dunia.

K-Pop mulai masuk di indonesia pada tahun 2002, tepatnya saat drama korea yang berjudul “Winter Sonata” tayang di salah satu stasiun televisi Indonesia. Setelah itu, disusul dengan judul drama korea lainnya.

K-Pop dikaitkan paling dekat dengan musik, musik K-Pop dibawakan oleh grup vokal baik boyband maupun girlband seperti EXO, Super Junior, dan SNSD yang sudah lama menjadi idola K-Pop. K-Pop mengandung aliran musik dance, hip-hop, serta unsur koreografi dan kostum yang menarik. K-Pop banyak digandrungi oleh masyarakat terutama remaja.

Adapula dampak dari pengaruh K-Pop terhadap budaya, generasi penerus bangsa, dan lain-lain. Deskripsi Teks Ada beberapa dampak atau pengaruh negatif K-Pop antara lain. Pertama, mengurangi rasa cinta terhadap musik Indonesia seperti melayu dan dangdut. Kedua, musik Indonesia lama kelamaan akan hilang, dengan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah K-Pop ini akan berpengaruh pula terhadap permusikan Indonesia.

Ketiga, masayarakat kita khususnya para remaja banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidup mereka cenderung meniru budaya K-Pop. Keempat, menjadikan anak individualisme dan lebih fanatik atau rasa suka berlebihan terhadap budaya K-Pop.

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

Kelima, rela membeli tiket konser yang mahal untuk membeli tiket atau aksesoris yang berbau K-Pop. Pendapat yang disajikan tersebut mungkin benar. Akan tetapi, tidak hanya dampak negatif namun ada juga dampak positif dari budaya K-Pop. Beberapa dampak positif dari budaya K-Pop sebagai berikut. Pertama, kecintaan masyarakat pada musik semakin tinggi, banyaknya ragam musik dapat menambah wawasan genre di negara ini.

Kedua, bakat-bakat yang selama ini terpendam dapat dikembangkan atau diekspresikan, dalam hal kreativitas modern dan bisa belajar dance, olah vokal, dan genre musiknya. Ketiga, menjadikan motivasi dalam berkarya atau meunjukkan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah.

Keempat, meniru semangat sifat kerja keras dan tidak berputus asa. Kelima, memiliki banyak teman dari luar kota bahkan luar negeri, dan menambah pengalaman dengan berbagai teman di seluruh penjuru dunia.

Adapun cara mengatasi dampak negatif budaya K-Pop di Indonesia, asalkan budaya tersebut sama dengan kepribadian bangsa namun kita harus tetap menjaga agar budaya kita tidak luntur. Pertama, menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, seperti mencintai produk dalam negeri. Kedua, lebih selektif terhadap budaya asing atau korea yang masuk ke Indonesia, seperti menyeleksi nilai-nilai budaya asing diperlukan dalam hal ini baik untuk perkembangan kemajuan di Indonesia bisa menjadi panutan seperti etos kerja yang tinggi dan lain-lain.

Ketiga, menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya secara dini. Keempat, memelihara dan mengembangkan budaya nasional sebagai jati diri bangsa dengan cara. Kelima, mempromosikan kebudayaan kesenian Indonesia agar masyarakat tertarik untuk ikut melestarikan kebudayaan indonesia tersebut, jangan sampai kebudayaan kita di akui oleh negara lain misalnya seperti batik yang mereka akui itu adalah pakaian tradisional yang berasal dari negaranya, reog ponorogo yang seharusnya berasal dari Jawa Timur, dengan mudahnya mereka mengakui kalau itu adalah kesenian yang berasal dari negaranya, begitu juga dengan alat musik angklung, lagu rasa sayange, bahkan rendang sampai mereka akui adalah makanan yang berasal dari negara mereka.

Penegasan Ulang Dengan demikian, budaya K-Pop sangat berpengaruh terhadap budaya, remaja, dan gaya hidup di Indonesia. Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah tidak setuju dengan orang-orang yang mengatakan bahwa K-Pop hanyalah membawa dampak negatif saja. Namun, saya lebih setuju dengan yang dikatakan penulis bahwa K-Pop tidak hanya membawa dampak negatif tetapi juga ada dampak positifnya. Apabila menyukai K-Pop lebih baik juga melakukan beberapa cara untuk mengatasi dampak negatif K-Pop, terutama remaja.

Karena, remaja merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan mengelola negara ini menjadi lebih baik lagi. Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Budaya contoh teks tanggapan - detik.com Budaya Bersepeda Evaluasi Sepeda merupakan alat transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat dari masa penjajahan sampai masa kemerdekaan seperti saat ini. Sepeda tidak mengenal batas derajat sosial seseorang karena disukai oleh rakyat sampai pejabat.

Bahkan, sepeda bisa menembus batas wilayah karena keberadaannya bisa ditemukan di kota dan di desa. Deskripsi Teks Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kegemaran masyarakat untuk menggunakan sepeda menjadi berkurang ditelan zaman.

Masyarakat lebih suka menggunakan kendaraan yang lebih modern, lebih cepat dan lebih menghemat waktu. Berbagai kendaraan seperti motor dan mobil telah menjadi raja jalanan yang menguasai sepanjang jalan raya sampa jalan desa. Contoh Teks Diskusi Akibatnya adalah polusi udara yang telah mencemari lingkungan dan kemacetan yang tak terhindarkan.

Menggunakan kendaraan modern seperti saat ini memang tidak bisa disalahkan karena hal itu telah membantu aktivitas manusia. Akan tetapi, kurang bijak rasanya apabila seseorang terlalu memaksakan diri untuk memiliki kendaraan seperti motor dan mobil namun hanya sekedar gengsi dan ambisi.

Kalau memang aktivitas kita bisa dijangkau oleh sepeda maka kenapa tidak kita menggunakannya. Dengan beraktivitas menggunakan sepeda maka banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Bersepeda bisa membuat badan kita sehat karena bersepeda seperti berolahraga, tidak menimbulkan polusi udara sehingga ramah lingkungan dan bisa hemat biaya.

Penegasan Ulang Budaya bersepeda harus selalu dilestarikan ditengah arus kendaraan modern yang menguasai jalanan. Masyarakat harus sadar akan manfaat yang bisa didapatkan dengan menggunakan sepeda dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Para orangtua juga tidak perlu memanjakan anaknya secara berlebihan untuk membelikan mereka kendaraan seperti motor atau mobil yang hanya digunakan untuk pergi ke sekolah. Selain itu, pemerintah bisa membuat jalur khusus dijalan raya bagi para pengendara sepeda agar tidak terjadi “rebutan” jalan antara pengendara sepeda dengan pengendara motor maupun mobil.

Dengan adanya jalur khusus ini juga diharapkan dapat mengurangi arus kemacetan dan bisa menghindari terjadinya kecelakaan serta dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakan sepeda dalam aktivitasnya. Semoga budaya bersepeda kembali ramai menghiasi keindahan kota sehingga lingkungan pun ikut tersenyum.

Contoh Teks Tanggapan Tentang Hukum Hukuman Mati Untuk Mereka, Pengedar Barang Haram Evaluasi Seperti yang kita tau bahwa sekarang kita memasuki zaman terbaru yg serba sophisticated, keadaan ini mau tidak mau pula menekan sirkulasi narkoba sebagai semakin banyak di negara kita.

Perkembangan jelek ini meliputi rakyat, pelajar bahkan hingga pejabat negara sekalipun. Yang menjadi topik perdebatan dalam konflik ini tidak lain adalah sanksi meninggal bagi mereka yg menjadi pengedar sekaligus pemakai narkoba.

Deskripsi Teks Banyak rakyat yang mengutarakan persetujuan bahwa hukuan yang pantas bagi pengedar sekaligus pemakai narkoba adalam hukuman tewas.

Terdapat banyak alasan logis yg sebagai latar belakang persetujuan mereka. Alasan pertama serta paling logis merupakan narkoba mmampu menghipnotis bahkan merubah pola pikir penggunanya penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah akibatnya tidak hanya berbahaya bagi penggunanya sendiri tetapi juga berbahaya bagi orang lain.

Sebagai model bisa menyebabkan kecelakaan beruntun yang berujung kematian bila pengendara tadi mengalami halusinasi. Alasan kedua adalah narkoba bisa menghambat generasi belia penerus bangsa, Penggunaan barang ini bisa mempengaruhi serta merubah konduite remaja sebagai semakin buruk.

Padahal negara kita memerlukan adanya generasi penerus yg berakhlak mulia dan bisa memikul beban sekaligus tanggung jawab memajukan bangsa dan negara. Faktor ketiga adalah narkoba menciptakan calon penggunanya merasa penasaran yang akhirnya sehabis mencoba maka penggunanya akan merasa ketagihan serta kecanduan. Jika orang ini berteman menggunakan sahabat temannya maka dia bisa menularkan keburukan tadi. Adanya hukuman mati tentu akan menaruh efek jera bagi penikmat serta pengedar narkoba, maka berdasarkan itu banyak masyarakat sepakat bahwa hukuman buat pengedar narkoba merupakan sanksi meninggal.

Namun tidak sedikit juga orang yg menolak sanksi meninggal bagi pengedar narkoba serta penikmatnya. Terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi ketidak setujuan ini, antara lain merupakan sanksi mati dipercaya kurang manusiawi dan melanggar hak asasi manusia yang telah tercantum serta sinkron dalam UUD 1945.

Selanjutnya adalah pendapat bahwa hukuman mangkat hanya menambah aturan negara. Lantaran memang buat melaksanakan eksekusi diperlukan porto eksklusif serta ini dipercaya membuang buang uang negara yang seharusnya bisa dipakai buat pembangunan bangsa serta infrastruktur negara.

Penegasan Ulang Pada dasarnya setiap orang sudah diberikan hak untuk hidup bebas, namun masih saja ada manusia yang mempergunakan hidupnya buat kerugian dirinya sendiri dan merugikan orang lain juga. Maka berdasarkan itu, adanya hukuman meninggal bagi pengedar narkoba memang wajib dilihat dan ditegakkan balik lantaran memang narkoba menaruh pengaruh negatif dalam perkembangan generasi belia penerus bangsa.

— Demikianlah penjelasan lengkap tentang informasi menarik yang ada di contoh teks tanggapan. Dari sini Anda bisa melihat sendiri bahwa tanggapan tidaklah selalu bersifat memojokkan orang lain, namun sebaliknya yakni memberikan edukasi yang lebih baik. Sebab ada tata aturan pola kalimat beserta bahasa yang sopan saat akan memberikan gagasan atau pendapat kepada persoalan apapun itu dan karya-karya orang lain.

Search for: Recent Posts • Cara Top Up Gopay Lewat M-Banking • Cara Beli Token Listrik Lewat Internet Banking • Cara Beli Token Listrik di Alfamart dan Indomaret • Cara Beli Pulsa Lewat ATM • Cara Bayar BPJS Lewat Internet Banking • Cara Beli Pulsa Di Indomaret dan Alfamart • Cara Beli Pulsa di Mobile Banking • Cara Top Up Gopay Lewat ATM • Cara Beli Pulsa Lewat Internet Banking • Cara Beli Token Listrik Lewat Mobile Banking • Cara Bayar BPJS Ketenagakerjaan Lewat M Banking • Cara Bayar BPJS Ketenagakerjaan Lewat ATM Ada yang tau enggak fungsi dari rumusan masalah ?

Bagi kalian yang pernah sekolah pasti tau dong tentang rumusan masalah. Rumusan masalah identik dengan berkas, laporan, skripsi, proposal, dll. Mungkin diantara kita sudah ada yang mengerti tentang pengertian dan fungsi dari rumusan masalah. Kalau belum mengerti bagaimana ? Tenang, karena pada kesempatan kali ini kita akan mengupas tentang pengertian, fungsi, ciri-ciri, beserta contoh rumusan masalah yang baik dan benar.

Sehingga diharapkan ketika kamu membaca artikel ini, kamu jadi paham dan tau bagaimana cara membuat rumusan masalah yang tepat. Karena rumusan masalah ini sangat bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin membuat sebuah laporan, skripsi, ataupun proposal. Berikut adalah penjelasan lebih detailnya : Daftar Isi Artikel • Pengertian Rumusan Penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah • Jenis Jenis Rumusan Masalah • Rumusan Masalah Deskriptif • Rumusan Masalah Komparatif • Rumusan Masalah Asosiatif • Fungsi Rumusan Masalah • Ciri Ciri Rumusan Masalah • Cara Membuat Rumusan Masalah • Contoh Rumusan Masalah Makalah • Rumusan Masalah Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja • Rumusan Masalah Lingkungan Kesehatan • Rumusan Masalah Tentang Narkoba • Rumusan Masalah Tentang Pengaruh Rokok Bagi Anak di Bawah Umur • Rumusan Masalah Tentang Mengatasi Sampah dalam Masyarakat • Rumusan Masalah Tentang Pengamen Jalanan • Rumusan Masalah Tentang Banjir • Rumusan Masalah Tentang Pernikahan Dini • Contoh Rumusan Masalah Penelitian • Rumusan Masalah Penelitian Tempe • Rumusan Masalah Penelitian Tanaman Hidroponik • Rumusan Masalah Penelitian Limbah Tahu • Rumusan Masalah Tentang Penelitian Cacing Tanah • Rumusan Masalah Deskriptif • Rumusan Masalah Komparatif • Rumusan Masalah Asosiatif • Rumusan Masalah Penelitian Kuantitatif • Rumusan Masalah Penelitian Kualitatif • Rumusan Masalah Karya Ilmiah • Rumusan Masalah Skripsi • Rumusan Masalah Tentang Obat Penenang • Contoh Rumusan Masalah Proposal Kegiatan • Contoh Rumusan Masalah Proposal Usaha Makanan • Contoh Rumusan Masalah Laporan Prakerin • Contoh Rumusan Masalah Laporan Study Tour • Contoh Rumusan Masalah Laporan PKL • Contoh Rumusan Masalah Skripsi Pendidikan • Contoh Rumusan Masalah Makalah PKN • Contoh Rumusan Masalah Makalah Agama • Contoh Rumusan Masalah PTK Pengertian Rumusan Masalah 500px.com Rumusan masalah adalah penjabaran dari identifikasi sebuah malasah dan pembatasan dalam sebuah masalah.

Maksudnya apa ? Jadi umumnya rumusan masalah merupakan sebuah pertanyaan yang lengkap dan sangat rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi masalah. Rumusan masalah yang baik dan benar berarti telah menjawab setengah pertanyaan dari suatu permasalahan. Masalah yang sudah dirumuskan dengan baik tidak hanya dapat membantu memusatkan pikiran kita, melainkan juga dapat mengarahkan cara berpikir kita terhadap suatu masalah yang akan dipecahkan.

Rumusan masalah dalam sebuah skripsi, makalah, ataupun proposal merupakan hal yang paling mendasar. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah, kemudian akan dijawab dalam proses penelitian dan tertuang secara sistematis ke dalam sebuah laporan penelitian. Semua yang dibahas dalam laporan penelitian, termasuk pembahasan mengenai kerangka teori, definisi, dan metodologi yang digunakan, semuanya mengarah pada perumusan masalah.

Oleh karena itu, rumusan masalah menjadi titik sentral dalam sebuah penelitian. Disinilah fokus utama yang akan menentukan arah sebuah penelitian. Baca juga artikel : 9 Contoh Teks Narasi Lengkap dengan Pengertiannya ! Jenis Jenis Rumusan Masalah 500px.com Rumusan masalah dalam penelitian terbagi menjadi 3 jenis.

Berikut penjelasannya : Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif merupakan suatu rumusan masalah yang berkaitan dengan pertanyaan terhadap keberadaan sebuah variabel atau lebih. Jadi dalam sebuah penelitian tidak membuat perbandingan antara variabel yang satu dengan yang lainnya.

Penelitian semacam ini dinamakan sebagai penelitian deskriptif. Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif merupakan rumusan masalah penelitian yang membandingkan suatu variabel atau lebih dengan variabel yang lainnya.

Rumusan Masalah Asosiatif Rumusan masalah asosiatif merupakan sebuah rumusan masalah dalam penelitian yang bersifat menayangkan hubungan antara dua variabel atau bahkan lebih.

Fungsi Rumusan Masalah 500px.com Rumusan masalah mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Berikut penjelasannya : • Rumusan masalah merupakan titik sentral dalam sebuah penelitian. Maksudnya adalah rumusan masalah sebagai pedoman dalam sebuah penelitian.

• Rumusan masalah mampu memberikan sebuah solusi. Rumusan masalah pada umumnya berbentuk sebuah pertanyaan yang mengulas sebuah permasalahan. Oleh karena itu, dapat dikatakan rumusan masalah adalah sebuah solusi yang belum terwujud.

Bagaimana untuk mewujudkannya ? Dengan penelitian itu tadi. • Rumusan masalah mampu membuka pikiran kita terhadap suatu permasalahan. Ketika tujuan dan arah dari suatu permasalah sudah jelas, maka kita tinggal berfokus pada solusi yang akan kita penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah untuk masalah tersebut.

• Sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian. Baca juga artikel : Contoh Teks Biografi Singkat Tentang Pahlawan ! Ciri Ciri Rumusan Masalah sahabatnesia.com Rumusan masalah yang baik dan benar mempunyai ciri-ciri dibawah ini : • Rumusan masalah yang berkualitas dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.

• Rumusan masalah jelas, padat, tidak bertele-tele. • Dapat memberikan petunjuk atau sebagai titik sentral dalam sebuah proses penelitian agar memungkinkan menampung data guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam sebuah rumusan masalah. • Mampu mengarahkan cara berpikir kita terhadap suatu permasalahan. • Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian. • Masalah yang dipilih harus memiliki fisibilitas.

• Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi peneliti. Cara Membuat Rumusan Masalah 500px.com Ada beberapa kriteria yang harus kamu perhatikan dalam membuat sebuah rumusan masalah yang baik. Berikut adalah penjelasannya : • Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. • Rumusan masalah yang dirumuskan hendaknya jelas dan padat. • Rumusan masalah berisi implikasi adanya data untuk mencari sebuah solusi dalam suatu permasalahan.

• Masalah harus menjadi dasar bagi judul dalam sebuah proses penelitian. Tidak hanya memperhatikan kriteria diatas. Kamu juga harus memperhatikan bagaimana caranya membuat formulasi sebuah permasalahan yang baik.Bagaimana caranya ?

penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah

Berikut adalah penjelasannya : • Dengan menurunkan masalah dari teori yang sudah ada, seperti permasalahan pada penelitian eksperimental. • Dari observasi langsung dilapangan, seperti yang sering dilakukan oleh para ahli sosiologi. Jika masalah sudah dapat diperoleh dilapangan, maka sebaiknya kamu juga harus menghubungkan masalah tersebut dengan teori-teori yang sudah ada sebelumnya.

Karena ada kalanya penelitian tersebut bisa menghasilkan dalil-dalil dan dapat membentuk sebuah teori yang baru. Baca juga artikel : 7 Contoh Laporan Hasil Observasi Beserta Strukturnya ! Contoh Rumusan Masalah Makalah 500px.com Rumusan Masalah Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja • Apa itu remaja ? • Apa pengertian pergaulan bebas ? • Apa itu seks bebas ?

• Apa faktor-faktor yang menyebabkan pergaulan bebas dan seks bebas ? • Apa akibat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas dan seks bebas ? • Apa dampak hukumnya ? • Bagaimana solusi untuk mencegah pergaulan bebas dan seks bebas ? Rumusan Masalah Lingkungan Kesehatan • Apa pengertian Kesehatan Lingkungan ? • Apa syarat lingkungan yang sehat ? • Bagaimana ruang penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah kesehatan lingkungan ?

• Bagaimana cara memeilhara kesehatan lingkungan ? • Apa tujuan pemeliharaan kesehatan lingkungan ? Rumusan Masalah Tentang Narkoba • Apa pengertian narkoba ? • Ada berapa jenis narkoba ?

• Ada bahaya narkoba ? • Bagaimana cara mengatasi narkoba ? Rumusan Masalah Tentang Pengaruh Rokok Bagi Anak di Bawah Umur • Apa itu rokok ? • Apa bahaya rokok bagi kesehatan ? • Apa yang menyebabkan anak merokok ? • Bagaimana cara mengatasi anak tidak merokok ? Rumusan Masalah Tentang Mengatasi Sampah dalam Masyarakat • Apa pengertian sampah ? • Apa jenis-jenis sampah ? • Bagaimana perkembang sampah di masyarakat ? • Apa dampak sampah bagi masyarakat ? • Bagaimana cara mengelola sampah ?

Rumusan Masalah Tentang Pengamen Jalanan • Apa teori kemiskinan ? • Apa perbedaan anak jalanan dengan anak bangsa ? • Apa yang mendasari orang untuk mengamen ? • Bagaimana solusi agar orang tidak mengamen ?

Rumusan Masalah Tentang Banjir • Apa pengertian banjir ? • Apa penyebab banjir ? • Apa dampak banjir ? • Bagaimana cara menanggulangi banjir ? • Bagaimana cara mencegah banjir ? Rumusan Masalah Tentang Pernikahan Dini • Apa dampak postif dan negatif pernikahan dini ? • Bagaimana perspektif hukum islam tentang pernikahan dini ? • Kenapa peran pernikahan dini perlu dipertahankan ? • Apa penyebab terjadinya pernikahan dini ? Baca juga artikel : 99 Hadiah Anniversary Buatan Sendiri Untuk Pacar Tercinta Contoh Rumusan Masalah Penelitian 500px.com Rumusan Masalah Penelitian Tempe • Apa yang dimaksud dengan tempe ?

• Bagaimana mekanisme pembuatan tempe ? • Bagaimana proses pembuatan tempe ? • Apa saja nilai gizi yang ada pada tempe ? • Apa saja kandungan zat gizi pada tempe ?

• Apa saja manfaat tempe bagi kesehatan tubuh ? Rumusan Masalah Penelitian Tanaman Hidroponik • Apa yang dimaksud dengan hidroponik ? • Bagaimana teknis menanam dengan hidroponik ? • Apa manfaat dari hidroponik ? • Apa saja keunggulan menanam dengan hidroponik ? • Apa saja manfaat menanam dengan hidroponik ?

Rumusan Masalah Penelitian Limbah Tahu • Apa itu tahu ? • Bagiamana proses pembuatan tahu ? • Apa pengaruh limbah pengolahan tahu terhadap kesehatan ? • Bagaimana cara menanggulangi limbah tahu ? • Bagaimana cara memanfaatkan ampas tahu ?

Rumusan Masalah Tentang Penelitian Cacing Tanah • Apa manfaat cacing tanah untuk kesehatan ? • Apa saja kandungan nutrisi cacing tanah ?

• Bagaimana mengelola cacing tanah menjadi obat ? • Apa dampak mengkonsumsi cacing tanah ? • Bagaimana cara mengkonsumsi cacing tanah ? Rumusan Masalah Deskriptif • Bagaimana kondisi pelayanan kesehatan di kota Bekasi? • Bagaimana peran pemuda dalam mengembangkan pertanian modern di kota Surabaya?

• Seberapa tinggi tingkat efektifitas penerapan kebijakan PSBB saat ini? Rumusan Masalah Komparatif • Adakah perbedaan tingkat produktivitas antara karyawan lulusan sekolah menengah dan lulusan perguruan tinggi? • Adakah perbedaan konsumsi naterai antara aplikasi di sistem Android dan iOS? • Adakah perbedaan kualitas pendidikan pada sekolah swasta dan sekolah negeri? Rumusan Masalah Asosiatif • Apakah ada hubungan antara kemampuan di bidang musik dengan kemampuan di bidang bahasa?

• Apakah ada hubungan antara tingkat penjualan mobil dengan kenaikan gaji PNS? Rumusan Masalah Penelitian Kuantitatif • Bagaimana pengaruh gaji terhadap kinerja karyawan pabrik KYZ? • Bagaimana pengaruh kondisi ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa? Rumusan Masalah Penelitian Kualitatif • Bagaimana kemampuan guru sejarah SMAN 3 Semarang dalam memahami peserta didik?

• Bagaimana kemampuan guru sejarah SMAN 3 Semarang dalam merancang pembelajaran? • Bagaimana kemampuan guru sejarah SMAN 3 Semarang dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran? Rumusan Masalah Karya Ilmiah • Bagaimana pengaruh pupuk terhadap perkembangan dan pertumbuhan bibit padi?

• Bagaimana kondisi bibit padai sebelum dan sesudah pemberian pupuk? Rumusan Masalah Proposal • Apa yang menjadi daya tarik dalam bisnis kuliner keripik singkong? • Bagaimana cara mengenalkan kuliner keripik singkong kepada konsumen? • Bagaimana cara mengolah keripik singkong yang renyah dan tidak menghilangkan rasa khas singkong?

Rumusan Masalah Skripsi • Berapa besar pengaruh aspek pencarian di internet anak SMA terhadap pencarian informasi? • Berapa besar pengaruh aspek pandu arah hypertext anak SMA terhadap pencairan informasi? • Seberapa besar pengaruh aspek evaluasi konten anak SMA terhadap kemampuan pencarian informasi?

• Seberapa besar pengaruh aspek penyususnan pengetahuan anak SMA terhadap pencarian informasi? Rumusan Masalah Tentang Obat Penenang • Apa pengertian obat penenang? • Ada berapa jenis obat penenang? • Adakah efek samping dari penggunaan obat penenang? • Bagaimana cara mengatasi ketergantungan pada obat penenang? Contoh Rumusan Masalah Proposal Kegiatan • Apakah yang dilakukan oleh sekolah untuk mengembangkan dan meningkatkan minat dan bakat peserta didik?

• Bagaimana cara para peserta didik mengeksplorasi bakat dan minat sembari melestarikan kebudayaan Indonesia? • Mengapa pagelaran pentas seni diperlukan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik?

Contoh Rumusan Masalah Proposal Usaha Makanan • Apa strategi yang dapai dilakukan untuk meningkatkan penjualan dari bisnis kuliner? • Bagaimana cara menekan biaya produksi tanpa mengesampingkan kualitas produk makanan? • Apa bentuk promosi yang dapat dilakukan untuk menarik minat konsumen? Contoh Rumusan Masalah Laporan Prakerin • Apa kendala yang dialami selama prakerin di PT. Indofood Sukses Makmur? • Peningkatan skill atau kemampuan penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah yang didapat selama prakerin di PT.

Indofood Sukses Makmur? • Manfaat apa yang didapat oleh siswa setelah menjalani prakerin PT. Indofood Sukses Makmur? Contoh Rumusan Masalah Laporan Study Tour • Upaya apa saja yang dilakukan pemerintah dalam melestarikan dan menjaga peninggalan sejarah yang ada di Indonesia? • Apa sajakah bentuk peninggalan sejarah yang dapat dijumpai dan bagaimana kondisinya sekarang? • Bagaimana tanggapan masyarakat sekitar, terutama wisatawan mancanegara dalam mengapresiasi peninggalan bersejarah tersebut?

Contoh Rumusan Masalah Laporan PKL • Bagaimana sistem penilaian pada SMPN 5 Yogyakarta untuk mempermudah para guru dan orang tua? • Bagaimana cara meningkatkan sistem komputerisasi agar lebih mudah dipantau oleh guru maupun orang tua?

• Kapankah waktu yang tepat melakukan sosialisasi perubahan sistem dari manual menjadi terkomputerisasi? • Apakah perubahan tersebut akan memberi dampak positif bagi SMPN 5 Yogyakarta ke depannya?

Contoh Rumusan Masalah Skripsi Pendidikan • Apakah mendongeng dapat meningkatkan fokus siswa PAUD dan TK Melati selama berada di kelas? • Kapankah waktu yang tepat bagi anak untuk mengikuti kurikulum pendidikan pra sekolah? • Apakah anak usia tiga tahun sudah siap menerima pembelajaran dari kurikulum di pra sekolah? Contoh Rumusan Masalah Makalah PKN • Apa sajakah yang menjadi hak dan kewajiban anak berkewarganegaraan ganda sebelum usia 17 tahun?

• Bagaimanakah proses naturalisasi bagi warga negara asing (WNA)? • Kapan seorang anak dapat memutuskan kewarganegaraannya apabila orang tua berasal dari dua negara yang berbeda?

Contoh Rumusan Masalah Makalah Agama • Apa yang dimaksud dengan akhlak dan moral? • Bagaimanakah pengaruh pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini bagi kehidupan seorang remaja?

• Bagaimana Islam menjelaskan poligami dalam pernikahan? Contoh Rumusan Masalah PTK • Bagaimanakah efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam program belajar mengajar di SMAN 70 Jakarta? • Apakah penggunaan media berpengaruh pada peningkatan nilai dan minat belajar para peserta didik?

• Bagaimanakah penyebab utama pergaulan tidak sehat adalah guru memperkenalkan pengajaran bilingual (dua bahasa) kepada para peserta didik di SMAN 70 Jakarta? Itulah pembahasan singkat mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis, fungsi beserta rumusan masalah terlengkap. Mulai dari contoh rumusan masalah penelitian, contoh rumusan masalah makalah, contoh rumusan masalah skripsi, dan contoh rumusan masalah proposal.

Pergaulan Sehat - Materi PJOK Minggu 6




2022 www.videocon.com