Puasa merupakan rukun islam urutan

puasa merupakan rukun islam urutan

Hal itu karena satu di antara syarat sah menjadi seorang Muslim adalah jika telah mengamalkan rukun Islam. Al-Bukhar dan Muslim). 5 Rukun Islam dan Penjelasannya yang Wajib Diketahui Umat Muslim Rukun Islam adalah lima tindakan dasar dalam Islam yang dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman. "Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan'".

Al-Bukhari dan Muslim)Berikut 5 urutan rukun Islam dan penjelasannya:1. Dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah yang menguasai seluruh isi alam semesta.2. Dan untuk zakat Mal bisa memperkirakannya dengan menyerahkan 2,5 persen dari harta yang diperolah dari penghasilan kita. Puasa merupakan rukun islam urutan Haji (Bagi yang Mampu). Pergi Haji ke Mekkah adalah kewajiban umat muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Allah berfirman dalam surat Ali-Imran: 97:.

5 Rukun Islam pada Anak dan Menerapkannya Belajar agama Islam itu penting dan wajib hukumnya, Ma. Al-Bukhari dan Muslim). Maka, penting untuk Mama mengajarkan tentang rukun Islam ini kepada si Kecil.

Tak hanya mengerti artinya saja, tetapi Mama perlu mengajarkan anak untuk mengimani dan mengamalkannya. Salat Maghrib, dikerjakan pada matahari terbenam sampai masuk waktu Isya dengan jumlah 3 raka'at.

Mama juga sebaiknya mengajarkan cara-cara salat 5 waktu pada anak dengan mempraktikannya bersama di rumah. Selain itu, berpuasa juga mengajarkan umat muslim untuk menahan hawa nafsu. Misalnya, mulai belajar puasa selama 6 jam terlebih dahulu. Urutan Rukun Islam, Lengkap dan Penjelasannya Dalam artikel ini, akan dijelaskan tentang urutan rukun Islam, lengkap dengan penjelasan maknanya. "Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, zakat, menunaikan haji, dan berpuasa di bulan Ramadan.".

Rukun Islam yang pertama dan paling utama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat secara yakin. Karena itulah, mendirikan salat lima waktu merupakan rukun Islam yang kedua dan wajib dikerjakan bagi setiap Muslim.

Selain itu, salat juga menjadi sarana pencegah bagi umat Muslim dari perbuatan keji dan mungkar, sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan kesehatan yang dapat membahagiakannya di dunia maupun akhirat. Salat Zuhur: dikerjakan di siang hari (sekitar pukul 12.00), berjumlah empat rakaat. Salat Magrib: dikerjakan saat matahari terbenam sampai masuk waktu Isya, berjumlah tiga rakaat. dikerjakan saat matahari terbenam sampai masuk waktu Isya, berjumlah tiga rakaat.

Salat Isya: dikerjakan di malam hari sekitar pukul 19.00, berjumlah empat rakaat. Setiap Muslim wajib baginya berpuasa (shaum) sebagai bentuk rasa syukur dan sarana mengendalikan diri dari hawa nafsu. Niat puasa Ramadan puasa merupakan rukun islam urutan dapat diucapkan dalam hati maupun dilafalkan perlahan secara lisan dan jelas.

Berikut lafaz doa niat puasa Ramadan (wajib dibaca pada malam hari) dan artinya:. ".mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.". Rukun haji adalah rangkaian amalan wajib yang harus dilakukan saat menunaikan ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan amalan lain, walaupun dengan dam (denda).

Rukun haji ini juga menjadi pedoman dan ketentuan melaksanakan ibadah umrah. Ihram, yakni niat berhaji dari miqat (tempat khusus yang ditetapkan Rasulullah Salallahu’alayhi wa sallam untuk melafadzkan talbiah haji). Tawaf dimulai dari hajar aswad dan berakhir pada batu itu pula. Sa'i, yaitu kegiatan dalam rukun haji dengan berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah.

Dalam istilah fikih, tahallul berarti keluar dari keadaan ihram karena telah selesai menjalankan amalan haji seluruhnya atau sebagian yang ditandai dengan mencukur atau menggunting beberapa (paling sedikit tiga) helai rambut.

Tertib, artinya rukun haji harus dilakukan secara berurutan, tidak boleh melompati. Rukun Iman dan Islam, Ini Penjelasan Lengkapnya Penjelasan Rukun Iman dan Rukun Islam Lengkap – Apakah sebagai umat Islam Anda sudah memahami tentang apa itu rukun iman dan islam? Sebagai umat Islam tentu penting untuk mengetahui terkait apa sebenarnya pengertian rukun iman dan rukun Islam agar dapat mengambil pelajaran dari hal tersebut. Pengertian Iman.

Pengertian Rukun Iman. Ada 6 poin penting yang perlu diketahui terutama oleh umat Islam. 6 Rukun Iman. Iman kepada Allah SWT. Iman kepada para Malaikat. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT. Hal ini berkaitan dengan akidah serta ketauhidan, karena sebagai muslim dilarang untuk mengimani Tuhan selain Allah SWT. Selain itu, bagi Grameds yang ingin mempelajari ragam rukun iman yang ada, kamu dapat mempelajarinya melalui buku Cerita Anak Muslim: Belajar Rukun Iman yang dikemas dengan berbagai cerita pendek sederhana.

1 Pengertian Rukun Iman kepada Allah SWT. 2 Pengertian Rukun Iman Kepada Malaikat. Setidaknya terdapat 10 malaikat yang harus diyakini oleh umat Islam, namun sejatinya terdapat lebih dari bilangan tersebut, makhluk ini juga bertugas sebagai perantara Allah. Pengertian Rukun Iman kepada Kitab Allah SWT. Pengertian Rukun Iman kepada Nabi dan Rasul Allah SWT. Setidaknya terdapat 4 kitab suci diturunkan kepada mereka untuk bekal mengajarkan tauhid dengan meyakini bahwa Allah merupakan Tuhan wajib disembah.

Pengertian Rukun Iman kepada Qadha dan Qadar. Terkait kematian tidak ada manusia yang mengetahuinya namun oleh karenanya dianjurkan untuk selalu beribadah dengan niat tulus, ikhlas, dan hanya mengharapkan ridha Allah. Oleh karenanya manusia dianjurkan untuk berdoa. Antara qadha dan qadar saling berkaitan satu sama lain bahkan dikenal sebagai takdir dari Allah SWT yang wajib untuk diyakini keberadaannya.

Pengertian Rukun Islam. Hal ini dikarenakan Rukun Islam dikenal sebagai pilar atau pondasi dari agama Islam tersebut yang dapat Grameds pelajari secara rinci pada buku Tuntutan Lengkap Rukun Islam & Doa: Kunci Beragama Secara Kafah. 5 Rukun Islam. “Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan”.

Secara lebih rinci akan dijelaskan pada pembahasan berikut ini:. Pengertian Shalat. Rukun Islam yang wajib dilakukan selanjutnya adalah melaksanakan shalat. Pada awal disyariatkan pelaksanaannya bilangan shalat mencapai 50 rakaat kemudian Rasulullah disarankan untuk menghadap kepada Allah SWT agar menguranginya sampai beberapa kali. Dalam mempelajari shalat, kamu dapat membaca Seri Lima Rukun Islam: Yuk! Kita Shalat dari Syerif Nurhakim yang dikemas secara menarik ke dalam bentuk cerita.

Zakat merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh masyarakat yang beragam Islam setiap bulan Ramadhan dengan syarat dan aturan pengerjaan yang sudah ditetapkan. Rukun Islam yang terakhir adalah menunaikan ibadah haji bagai yang mampu. Mengenalkan Rukun Iman dan Rukun Islam Pada Anak. Saat ini sudah tersedia banyak media yang bisa digunakan untuk memperkenalkan anak dengan ajaran agama Islam termasuk rukun iman dan Islam. Oleh karenanya Anda harus mengetahui cara jitu menaklukkan namun hindari membiasakan menggunakan iming-iming.

Sebagai seorang muslim ada beberapa ibadah wajib yang perlu dilakukan. Saat hal tersebut terjadi maka perkenalkan kepada anak terkait takdir Allah SWT. Meskipun masih anak-anak namun mengetahui qada dan qadar Allah SWT adalah hal penting.

Demikian penjelasan mengenai pengertian rukun iman dan rukun Islam yang perlu Anda ketahui dan cara memperkenal kan kepada buah hati dengan cara sederhana.

Sebagai umat agama islam Anda harus mengenali rukun iman dan islam ini dengan baik. Buku Terkait Rukun Iman dan Rukun Islam. Buatlah mereka memahami tentang keyakinan terhadap enam hal yang wajib mereka percayai keberadaannya ini. Dengan memahami keenam hal tersebut, kelak anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang kuat, memiliki tujuan hidup yang jelas dan pijakan yang mantap.Hidup mereka akan terisi dengan aktivitas yang bermanfaat tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain disekitarnya.

Apa itu Hari Kiamat, qadha dan qadar ? Cerita Anak Muslim : Belajar Rukun Iman. Rukun Islam merupakan pilar-pilar agama Islam. Syahadat Salat Zakat Puasa Haji. Di dalam buku ini adik-adik akan belajar kelima rukun Islam dengan lebih rinci. Pengertian Iman Kepada Malaikat Allah. Urut-Urutan Dalam Rukun Islam Terima kasih atas pertanyaan yang saudari ajukan kepada kami. Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra., ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun puasa merupakan rukun islam urutan lima: Bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa ramadhan.” [HR.

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya untuk mengetahui dengan baik tentang agama Islam ini, karena dengan Islam-lah seseorang bisa meraih kebahagiaan yang hakiki dan sejati. Urut-urutan rukun Islam pada hadis di atas yaitu, syahadatain, mendirikan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan.

Artinya: “… Ya Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam”, maka bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan engkau berhaji ke Baitullah jika engkau mampu menempuh perjalanan ke sana”.” [HR.

Baca juga: Nikah Beda Agama, Bagaimana Hukumnya? Hadis di atas mengindikasikan bahwa dakwah Islam dilakukan secara bertahap mulai dari yang paling pokok yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada Muadz untuk mendakwahi mereka orang-orang ahli kitab dengan keimanan dan tauhid, setelah mereka patuh, baru mereka dibebani kewajiban berikutnya yaitu shalat, kemudian tahap berikutnya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan mereka, bagi yang mampu untuk membayar zakat.

Mengenai mengubah urut-urutan dalam rukun Islam, yaitu puasa Ramadhan didahulukan atas mengeluarkan zakat, sebagaimana yang dilakukan kiai di atas, hal tersebut tidak mengapa, dikarenakan huruf waw (و ) dalam hadis tersebut bukan harus urut (li tartib) di samping itu jugaada hadis shahih riwayat al-Bukhari dalam Bab Qauluh waqataluhum hatta la takun fitnah, hadis no 4153, yang menyebutkan puasa Ramadhan didahulukan atas zakat.

Artinya: “Islam dibangun atas lima: beriman kepada Allah dan rasul-Nya (syahadatain), mendirikan shalat, puasa Ramadhan, membayar zakat dan berhaji ke Baitullah.” [HR. Hal ini terdapat kurang lebih 82 ayat dalam al-Quran tentang zakat yang selalu disandingkan dengan kewajiban menegakkan shalat.

Berdasarkan pemaparan di atas bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa mengubah urut-urutan rukun Islam, yaitu puasa Ramadhan didahulukan atas mengeluarkan zakat tidaklah mengapa, hal ini sebagaimana hadis shahih yang telah disebutkan di atas. Persaksian tentang dua kalimat syahadat bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah Menegakkan shalat Membayar zakat Berpuasa pada bulan Ramadhan Berhaji ke Baitullah jika mampu.

Kelima hal inilah yang disebut dengan Rukun Islam yang merupakan rukun utama tegaknya agama Islam ini. • TAGS: • lima • atau • muslim • tidak • islam • makna • yang • umat • diketahui • dan • wajib • rukun • pengertian • ada • penjelasannya • haji • adalah • allah • zakat • و • salat • salat • mama • anak • menerapkannya • pada • dengan • syahadat • urutan • di • lengkap • dari • lengkapnya • dari • kepada • ini • iman • penjelasan • dengan • bahwa • dalam • الله • mereka • shalat • uruturutan Rukun puasa merupakan perkara yang tidak boleh ditinggalkan sebagaimana membaca surah Alfatihah ketika melaksanakan salat.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami rukun dan syarat puasa sebelum menjalankan ibadah puasa agar ibadah diterima oleh Allah Swt dan diganjar pahala melimpah.

Puasa sendiri terbagi menjadi dua, yakni sunah dan wajib. Dalil mengenai kewajiban puasa tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 183. “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.” Apa Saja Rukun Puasa Berdasarkan Fikih Islam? Berdasarkan kitab Matan Al Ghoyah wat Taqrib, Al Qodhi Abu Syuja menyebutkan bahwa ada empat rukun puasa, yakni niat, menahan dari makan dan minum, menahan diri dari melakukan hubungan seksual, dan menahan diri dari muntah yang disengaja.

Agar lebih jelas, simak penjabaran rukun puasa berdasarkan fikih Islam berikut ini. 1. Niat Puasa Niat dilakukan untuk membedakan amalan yang dilakukan. Sebelum berpuasa, baik sunah atau wajib, kamu perlu mengucapkan niat berpuasa. Adapun niat berpuasa terbagi menjadi tiga macam, yakni: • At-Tabyiit (Berniat di Malam Hari Sebelum Subuh) Berdasarkan hadis dari Haffashah–Ummul Mukminin, niat puasa wajib yang disebutkan sebelum dimulainya fajar subuh dapat menyebabkan puasa tidak sah.

Namun, untuk puasa sunah, kamu boleh mengucapkan niat di pagi hari. Dengan catatan dilakukan sebelum waktu zawal atau tergelincirnya matahari ke barat. Menurut Khifayah Al-Akhyar, jika niat puasa sunah diucapkan pada malam hari atau sebelum subuh, maka kamu masih diperbolehkan untuk makan, puasa merupakan rukun islam urutan, atau melakukan hubungan suami puasa merupakan rukun islam urutan.

Namun, jika niat puasa wajib dilakukan setelah terbit fajar subuh, maka puasa tersebut dianggap tidak sah. • At-Ta’yiin (Menegaskan Niat) Niat puasa harus ditegaskan, apakah untuk puasa wajib atau puasa sunah.

Jika niat untuk puasa Ramadhan, maka tidak hanya cukup dengan niatan puasa mutlak. • At-Tikroor (Niat yang Harus Diulang Setiap Malam) Niat puasa wajib harus diulang setiap malam sebelum memasuki subuh. Niat tersebut adalah niat untuk puasa di hari berikutnya.

Sebagai contoh, niat puasa wajib yang diucapkan pada Senin malam merupakan niat untuk berpuasa di hari Selasa. 2. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa Beberapa hal yang menyebabkan puasa batal, antara lain muntah disengaja, berhubungan seksual, datang bulan, nifas, murtad, gila, dan memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh.

3. Menahan Diri dari Jima Adapun perintah untuk menahan diri jima (berhubungan badan) tercantum pada surah Al Baqarah ayat 187, yakni: “ Dihalalkan untuk kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istrimu. Istrimu adalah pakaian untukmu dan kamu adalah pakaian untuk istrimu. Allah Swt mengetahui bahwas kamu tidak bisa menahan nafsu. Karena itu, Allah Swt mengampuni dan puasa merupakan rukun islam urutan maaf kepadamu.

Maka campurilah istrimu dan ikuti apa yang ditetapkan oleh Allah Swt untukmu, dan makan minumlah hingga terang untukmu benang putih dari benang hitam, yakni fajar. Sempurnakan puasa hingga malam, janganlah kamu mencampuri istrimu, sedang kamu beritikaf di dalam massjid. Itulah larangan Allah Swt, maka janganlah kamu mendekatinya.

Demikianlah Allah Awt menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa.” 4. Menahan Diri dari Muntah yang Disengaja Muntah yang disengaja dapat menyebabkan batalnya puasa. Namun, muntah yang tidak disengaja karena sakit, tidak membuat puasa batal. Dengan catatan, muntah tidak ditelan kembali. Kamu bisa menyempurnakan ibadah di bulan Ramadhan dengan cara berbagi kebaikan melalui Kitabisa. Sedekah dan zakat di Kitabisa dengan klik gambar di bawah ini.
Rukun puasa mungkin sudah banyak diketahui sebagian besar Umat Islam.

Apalagi puasa wajib di bulan suci Ramadan yang sudah pasti dijalankan oleh setiap muslim yang beriman. Puasa adalah suatu ibadah dimana kita diharuskan untuk menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Selama menjalankan puasa ada rukun puasa yang perlu diperhatikan agar puasa yang kita amalkan tidak sia-sia. Apalagi saat puasa wajib yang juga termasuk dalam rukun Islam yang ke tiga.

Puasa tidak hanya soal menahan lapar dan haus saja. Berikut ini beberapa rukun puasa yang harus dijalankan setiap muslim yang berpuasa.

Syarat Sah Puasa Selain rukun puasa hal lain yang harus diketahui berkaitan dengan puasa adalah syarat sahnya puasa.

puasa merupakan rukun islam urutan

Syarat wajib puasa merupakan kondisi tertentu dimana ia dikenakan kewajiban (menjalankan) puasa. Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut: 1.

Islam Puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kafir atau dengan kata lain orang kafir tidak dituntut untuk berpuasa di dunia. Orang kafir di akhirat nanti akan dimintai pertanggungjawaban akan kekafirannya. 2. Taklif (baligh dan berakal) Semua Muslim yang dibebani syariat dalam artian sudah baligh dan berakal wajib berpuasa.

Jika seseorang tidak memiliki sifat taklif ini, maka tidak dibebani hukum syariat. Misalnya saja anak kecil atau orang gila, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ini: Dari Ali bin Abi Thalib ra, ia berkata bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: رُفعَ القلمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ : عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقَظَ ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ ، وَعَنِ المَجْنُوْنِ حَتىَّ يَعْقِلَ Artinya: “Pena (kewajiban) diangkat dari tiga orang.

Pertama dari orang yang tidur sampai ia terbangun, kedua dari anak kecil sampai ai ihtilam (mimpi basah), dan ketiga dari orang gila sampai ia sadar.” [HR. Abu Daud, Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini] 3. Mampu Mampu disini berarti seseorang itu tidak mengalami suatu halangan yang menjadikannya tidak sah atau wajib berpuasa.

Misalnya saja wanita yang sedang haid tentu iya tidak diperbolehkan berpuasa. Contoh lainnya ibu hamil atau menyusui yang dengan suatu kondisi dia tidak dapat berpuasa. 4. Sehat Seseorang yang tidak dalam keadaan sakit atau sehat secara jasmani dan psikis diwajibkan berpuasa. Jika orang tersebut dalam keadaan sakit dan tidak bisa menjalankan rukun puasa maka ia tidak diharuskan menjalankan puasa.

Contohnya saja lansia yang sudah uzur dan sakit-sakitan. Mereka yang hidup bergantung pada obat dan harus diminum sewaktu-waktu juga tidak diharuskan berpuasa. 5. Mukim Mukim adalah asal kata dari bermukim atau dalam artian orang tersebut tidak sedang dalam perjalanan karena seorang musafir diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Musafir puasa merupakan rukun islam urutan mengganti puasanya ketika sudah bermukim. Seperti yang telah dijelaskan pada hadit diatas ada tiga hal yang menyebabkan wajib puasa.

Itu berarti yang menghalangi seseorang untuk berpuasa adalah, tidak mampu, sakit, atau musafir. Mengenai ketidakmampuan (uzur) sakit dan safar sudah dijelaskan dalam QS.

Al Baqarah ayat 185 yang artinya. “dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.” Rukun Puasa Saat menjalankan ibadah puasa orang yang berpuasa wajib menjalankan rukun puasa. Berikut ini dua rukun puasa yang harus diamalkan. 1. Niat berpuasa Niat itu letaknya di dalam hati dan tidak cukup hanya dengan lisan saja.

Melafadzkan niat tanpa keikhlasan dalam hati tidak terhitung niat puasa. Itu berarti niat dalam hati saja sudah dianggap sah. 2. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari Hal-hal yang membatalkan puasa, diataranya: • memasukkan sesuatu ke lubang tubuh, • pengobatan melalui dua lubang tubuh, • mutah dengan sengaja, • melakukan hubungan suami istri.

Selain itu keluar air mani, haid atau nifas, gila, serta murtad juga merupakan hal yang membatalkan puasa. Demikian penjelasan kami mengenai Rukun Puasa yang Benar Sesuai Quran dan Sunnah. Semoga bermanfaat. Related posts: • Hukum Forex Trading (Jual Beli Valuta Asing) Menurut Islam • 6 Investasi Syariah Online yang Bisa Dicoba Pebisnis Muda • Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional dalam Pandangan Islam • Perbedaan Ekonomi Islam dan Konvensional [LENGKAP] • Pengertian Bunga Bank dan Hukumnya dalam Islam • Menabung Emas Di Pegadaian (Penjelasan Menurut Islam) Rukun Islam – Agama Islam diibaratkan sebuah bangunan kokoh yang akan menaungi dan menjaga para pemeluknya dari segala kebathilan yang menyengsarakan ketika di akhirat kelak.

Bangunan atau pondasi Islam sendiri mempunyai 5 tiang yang harus ditegakkan oleh para pemeluknya, sebagaimana banyak tercantum dalam hadist-hadist Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Daftar Isi • Urutan Rukun Islam • 1. Rukun Islam Pertama Syahadat • Makna dari Kalimat Syahadat: • Ketauhidan • Kerasulan • 2. Rukun Islam ke 2 Sholat • Prasyarat Mesti Shalat • Syarat Sah Shalat • 3.

Rukun Islam ke 3 Zakat • 4. Rukun Islam ke 4 Puasa • 5. Rukun Islam ke 5 Haji Urutan Rukun Islam © obatrindu. com Adapun hadist-hdist yang menjelaskan tentang rukun Islam itu ada banyak sekali antara lain : Hadist 1 : عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”.

[HR Bukhari, no. 8]. Hadist 2 : عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجُّ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ لَا صِيَامُ رَمَضَانَ وَا لْحَجُّ هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak),: mentauhidkan (mengesakan) Allah, menegakkan shalat, puasa merupakan rukun islam urutan zakat, puasa Ramadhan, dan hajji”.

Seorang laki-laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan,” maka Ibnu Umar berkata: “Tidak, puasa Ramadhan dan haji, demikian ini aku telah mendengar puasa merupakan rukun islam urutan Rasulullah Puasa merupakan rukun islam urutan ‘alaihi wa sallam ”. [HR. Muslim, no. (16)-19] Hadist 3 : عَنْ طَاوُسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَلَا تَغْزُو فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْإِسْلَامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ Dari Thawus, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma : “Tidakkah Anda berperang?”, maka dia berkata: “Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,’Sesungguhnya Islam dibangun di atas lima (tanggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan; dan hajji’.” [HR Muslim, no.

(16)-22]. Hadist 4 : عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ عَلَى أَنْ يُعْبَدَ اللَّهُ وَيُكْفَرَ بِمَا دُونَهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): beribadah kepada Allah dan mengingkari (peribadahan) kepada selainNya, menegakkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan”.

[HR Muslim, no. (16)-20]. Hadist 5 : قَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ Abdullah (Ibnu Umar) Radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya; menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”.

[HR. Muslim, no. (16)-21]. Hadist-hast ini memiliki kedudukan yang agung, karena membeberkan rukun Islam yang yakni tonggak-tonggak agama yang mulia ini. Di antara perkataan ulama yang menampakkan keagungan kedudukan hadits ini yakni : 1. Imam al Qurthubi rahimahullah berkata,”Yang dialamatkan, bahwa lima ini adalah dasar-dasar agama Islam dan kaidah-kaidahnya, yang agama Islam dibangun diatasnya, dan dengannya Islam tegak”.

[Syarh Arba’in Haditsan, hlm. 20, karya Ibnu Daqiqil ‘Id. 2. Imam an Nawawi rahimahullah berkata,“Sebenarnya hadits ini yaitu pokok yang besar di dalam mengetahui agama (Islam), dan agama (Islam) bersandar di atas hadits ini, dan hadits ini mengumpulkan rukun-rukunnya.” Syarh Muslim, karya Nawawi, 1/152 3.

Syaikh Nazhim Muhammad Sulthan berkata: “Hadits ini mempunyai urgensi yang besar, sebab hadits ini memberikan penjelasan dasar-dasar dan kaidah-kaidah Islam, yang Islam dibangun di atasnya, yang dengannya seorang hamba menjadi muslim, dan dengan tanpa itu semua seorang hamba lepas dari agama”.

Qawaid wa Fawaid minal Arba’in Nawawiyah, hlm. 53. Setelah kita mengetahui hal ini, maka sepantasnya kita memandang hadits ini, memahami dengan sebaik-pantasnya dan menyebarkannya. 1. Rukun Islam Pertama Syahadat ©creativcolor.blogspot. com Syahadat berupa kalimat pernyataan bahwa seseorang beriman kepada Allah dan Rasulullah. Syahadat ini lazim disuarakan oleh Mualaf, merupakan orang yang baru pertama masuk Islam.

Syahadat sendiri tak hanya stop pada menyuarakan kalimat beriman saja melainkan bermakna menyuarakan dengan lisan, membetulkan dengan hati, lalu mengamalkannya melalui perbuatan. Jadi dikala mengucapkan syahadat hal yang demikian mesti benar-benar tahu artinya puasa merupakan rukun islam urutan maknanya sehingga dapat diresapi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Syahadat terdiri dari dua kalimat yang pertama berupa syahada at-tauhid dan kalimat kedua berupa syahadah ar-rasul.

Suara syahadat : “ashadu ala ilaha illalah wa ashadu anna muhammadar rasullah” yang artinya “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad yaitu rasul (utusan) Allah”. Makna dari Kalimat Syahadat: Ketauhidan Kalimat pertama menampakkan perihal ketauhidan, merupakan “Aku bersaksi bahwa tiada Kuasa kecuali Allah”.

Jadi umat Islam percaya bahwa tak puasa merupakan rukun islam urutan tuhan yang lain selain Allah SWT. Fungsi Iman Kepada Allah SWT merupakan Sistem Meningkatkan Iman dan Taqwa dan juga memantapkan diri bahwa tujuan, motivasi dan jalan hidup hanya kepada Allah SWT. Orang yang mempunyai Ciri – Ciri Orang Puasa merupakan rukun islam urutan Ikhlas Terhadap Dalam Beribadah Terhadap Allah SWT atau tak beriman terhadap ilahi kecuali Allah, maka disebut sebagai orang kafir atau orang musyrik.

Tauhid sendiri dalam Islam dibagi menjadi tiga adalah tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat. Tauhid rububiyah yaitu Ilmu Tauhid Islam dengan Manfaat Beriman Kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Rabb yang memiliki, menghasilkan, merencanakan, mengontrol, memelihara, memberi rezeki, memberi manfaat, menolak mudharat, dan menjaga seluruha alam semesta. Tauhid uluhiyah berarti beriman bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi Allah.

Jadi segala ibadah yang dijalankan semata-mata hanya kepada Allah SWT. Ibadah-ibadah seperti shalat, doa, taubat, tawakkal, puasa, dan lain-lain semuanya hanya dialamatkan hanya kepada Allah SWT saja. Tauhid asma wa sifat. Allah SWT memiliki asmaul husna atau nama dan sifat yang bagus.

Ada Sifat-sifat Allah Dan 99 Asmaul Husna yang ialah nama dan sifat Allah yang juga patut diimani. Umat Islam perlu mempelajari dan menghafalkan asmaul husna sehingga dapat lebih memahami keagungan Allah Subhanahu wata’ala. Kerasulan Kalimat kedua berupa kalimat yang memantapkan diri untuk percaya pada kerasulan Nabi Muhammad.

Model hanya percaya bahwa Nabi Muhammad memang utusan Allah namun juga meyakini ajaran yang diperkenalkan melewati Nabi Muhammad, umpamanya meyakini hadist-hadist Nabi Muhammad. Orang yang beriman pada Allah dan rasul-Nya berarti juga harus beribadah layak dengan bimbingan yang telah diberi. Nabi Muhammad diutus untuk membuat umat manusia mengenal perihal ajaran Islam.

Nabi Muhammad sebagai Rasul terakhir ikut serta menasehati umat manusia menuju jalan yang terang menuju surga via ajaran Islam. Terhadap syahadat sendiri ada tujuh yakni pengetahuan, keyakinan, keikhlasan, kejujuran, kecintaan, penerimaan, dan ketundukan.

Jadi orang yang membaca syahadat tersebut perlu mengaplikasikan tujuh syarat tersebut sehingga syahadatnya menjadi benar-benar diresapi dalam hati dan kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu 2. Rukun Islam ke 2 Sholat ©duniaq.

puasa merupakan rukun islam urutan

com Salah satu ibadah yang patut dan ditekankan dalam Islam yakni ibadah shalat. Secara bahasa shalat sendiri berarti do’a sedang secara istilah, Sholat Mesti yaitu ibadah seharusnya yang dilaksanakan dengan ucapan dan perbuatan dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta melaksanakan rukun sholat dengan prasyarat tertentu.

Secara hakekat, shalat menghadapkan jiwa pada Allah SWT. Prasyarat Mesti Shalat • Muslim • Berakal sehat • Baligh • Suci dari hadats besar dan kecil • Sadar Syarat Sah Shalat • Masuk waktu sholat • Menghadap kiblat • Menutup aurat • Suci badan, tempat sholat, dan pakaian yang diterapkan • Tahu tata metode prosesnya Sholat wajib dalam ajaran agama Islam berupa sholat lima waktu yang dilakukan tiap harinya.

Sholat lima waktu hal yang demikian terdiri dari Sholat Subuh, shalat dhuhur, sholat ashar, shalat maghrib, dan sholat isya’. Tiap-tiap muslim seharusnya melakukannya tiap hari. Sholat sendiri bisa menghindarkan kita dari perbuatan maksiat bila sholat tersebut memang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Bacaan-bacaan dalam sholat sendiri wajib juga puasa merupakan rukun islam urutan cuma sekedar dihafalkan saja tetapi dipahami maknanya sehingga bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

puasa merupakan rukun islam urutan

Sejarah keharusan sholat sendiri melewati perjalanan yang luar umum ialah Tahun Baru dalam Islam Isra’ Mi’raj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Sholat shalat, muslim bisa berkomunikasi dengan Allah SWT sehingga ketika shalat seharusnya bisa melaksanakan dengan khusyu’ dan tidak asal-asalan.

Muslim yang melakukan shalat dengan baik karenanya dapat menggunakan kedisiplinan dalam dirinya. Etos kerja puasa merupakan rukun islam urutan dapat ditingkatkan dengan rutin melaksanakan shalat sebab shalat sendiri sesungguhnya bukan hanya ibadah ritual saja yang sesudah selesai maka akan berlalu begitu saja. 3. Rukun Islam ke 3 Zakat © seekershub.org Rukun Islam yang ke-4 adalah zakat. Zakat dari bahasa Arab ialah Zakah atau zakat yang berarti harta tertentu yang patut dikeluarga oleh umat Islam untuk diberi pada kaum Penerima Zakat yang berhak menerimanya.

Dari segi bahasa maka Zakat Dalam Islam berarti bersih, suci, berkat, subur, dan berkembang. Zakat yakni salah satu ibadah yang mesti untuk dikerjakan oleh umat Islam semenjak tahun 662 M. Zakat kemudian dipakai dalam negara-negara Islam dan dikuasai melewati institusi tertentu. Jenis zakat sendiri ada dua ialah Zakat Fitrah dan Zakat Maal atau zakat harta. Zakat fitrah yakni Zakat Penghasilan yang mesti dikeluarkan memasuki idul fitri yang berupa makanan pokok di daerah yang bersangkutan.

Besarnya zakat fitrah sendiri sepadan dengan 3,5 liter atau 2,7 kilogram. Padahal zakat maal yaitu zakan yang dikeluarkan seorang muslim dari harta yang dimilikinya meliputi hasil perniagaan, pertambangan, pertanian, hasil laut, harta penemuan kreatif, emas, perat, maupun hasil ternak.

Zakat ialah ibadah yang berkaitan dengan aktivitas sosial karena bisa membantu orang-orang yang tidak mampu. Zakat sendiri mempunyai beraneka manfaat bagus dari segi agama ataupun sosial. Selain sebagai salah satu rukun Islam, zakat juga memiliki faedah dari sisi budi pekerti. Orang Islam diajar untuk mempunyai rasa toleran dan bermacam-macam terhadap sesama yang membutuhkan.

Zakat bisa membantu orang lain yang tidak kapabel dan mampu mengurangi kecemburuan sosial. Orang yang berzakat bisa menyucikan hartanya dan orang yang menerimanya juga akan bersyukur masih ada orang yang memperhatikan mereka. Melalui zakat, umat Islam bisa belajar untuk selalu mengingat sesame sehingga nantinya tak hanya berzakat saja tetapi melaksanakan amal sosial yang lain seperti bersedekah.

Memberikan sesuatu pada orang yang memerlukan menjadi salah satu format rasa syukur kita atas sedap yang dikasih oleh Allah SWT. 4. Rukun Islam ke 4 Puasa © examine.com Puasa yang dimaksud yaitu puasa pada bulan Ramadan yang ialah bulan kesembilan dalam bulan Hijriyah.

Umat Islam wajib mengerjakan Ibadan puasa tersebut untuk menampakkan keimanan dan ketakwaannya. Berpuasa di bulan Ramadan menjadi salah satu kewajiban sekaligus ujian sebagai seorang muslim.

Puasa sendiri berarti menahan makan, minum, dan relasi suami istri mulai terbit fajar hingga dengan terbenamnya sang surya. Puasa sendiri hakekatnya tidak sekedar cara ampuh menahan nafsu di Bulan Ramadhan seperti makan-minum dan berkaitan suami-istri saja melainkan ada beberapa hawa nafsu lain yang juga perlu ditahan seperti rasa berang, berdusta, mencuri, dan perilaku berdosa lainnya.

Selain berpuasa di bulan Ramadhon, umat Islam juga memiliki macam puasa lainnya yang sifatnya sunnah. Puasa bulan Ramadhon sendiri ialah puasa yang patut dijalankan puasa merupakan rukun islam urutan setiap muslim yang sudah baligh, berakal, sehat/cakap untuk melakukannya, dan dalam situasi mukim.

Para wanita yang berhalangan berpuasa di bulan Ramadhon diwajibkan untuk mengganti puasanya di bulan-bulan lainnya.

puasa merupakan rukun islam urutan

Demikian juga bagi yang tak cakap mengerjakan ibadah puasa seperti sakit atau sudah tua maka dapat membayar fidyah untuk mengganti puasa yang tidak dapat dikerjakannya tersebut. 5. Rukun Islam ke 5 Haji © passporthealthusa.com Rukun Islam yang ke-5 ialah haji. Keutamaan Ibadah Haji ini ialah Prasyarat Wajib Haji sekali dalam seumur hidup bagi yang sanggup.

Tidak segala orang bisa menjalankan ibadah haji karena problem tak memiliki harta yang cukup atau dalam kondisi sakit. Ibadah haji sendiri merupakan ibadah lahiriah yang membutuhkan kesehatan yang prima sehingga dapat melakukannya dengan baik. Ibadah haji sendiri ada sebagian tipe, seumpama haji ifrad, haji tamattu’, dan haji qiran.

Haji ifrad merupakan haji menyendiri baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Karena yang mesti adalah Ibadah haji maka pada haji ifrad yang didahulukan merupakan ibadah hajinya.(Baca : Keutamaan Ibadah Umroh) Haji tamattu’ yakni haji yang bersantai ialah dengan melakukan umrah terpenting dulu di bulan haji, lalu baru melaksanakan ibadah haji di tahun yang sama. Haji qiran merupakan haji yang menggabungkan antara ibadah haji dengan ibadah umrah.

Orang yang berhaji qiran mengerjakan semua rukun dan seharusnya haji hingga selesai. Pada ibadah yang satu ini berarti menjalankan dua thawaf dan dua sa’i. Rukun Haji atau perbuatan yang harus dijalankan dikala berhaji Haji yang dikerjakan dengan baik tak hanya membuat seseorang mendapatkan pahala ketika beribadah saja tapi bisa membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Dikala sudah kembali ke negara asalnya maka seseorang yang sudah berhaji semestinya menjadi seorang muslim yang lebih taat dan bertata krama mulia.

karena tingkatannya adalah seperti halnya hirarki. Shahadat == > semua orang bisa ntah kaya ntah miskin Sholat == > semua orang juga bisa ntah kaya dan ntah miskin Puasa == > Idem Zakat == > yang berkecukupan Haji == > Lebih dari berkecukupan lha kalo zakat duluanmaka yang puasa akan sedikit . ini urutan semakin ke atas semakin sedikit. Gitu Reply •
Rukun Islam – Rukun Islam sama halnya dengan rukun iman yang merupakan prinsip-prinsip dan amalan yang harus diketahui dan dilakukan bagi seorang muslim.

Apabila rukun iman dilakukan setelah anda mengimani ajaran agama islam, maka rukun islam justru harus anda lakukan agar menjadi seorang muslim yang sempurna. Kenapa bisa seperti itu? Rukun islam dan rukun iman cukup berbeda, dimana rukun islam lebih banyak diwujudkan berupa gerakan dan perbuatan fisik. Sedangkan rukun iman cenderung diwujudkan melalui keyakinan hati dan perubahan pola pikir, dari yang belum mengenal islam, menjadi lebih mendalami dan memahami tentang islam.

Artikel kali ini akan mengupas beberapa hal tentang rukun islam. DAFTAR ISI • Pengertian Rukun Islam • Rukun Islam yang Ke-1: Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat • Rukun Islam yang Ke-2: Mendirikan Shalat • Rukun Islam yang Ke-3: Mengerjakan Puasa di Bulan Ramadhan • Rukun Islam yang Ke-4: Mengeluarkan Zakat • Rukun Islam yang Ke-5: Naik Haji Bila Mampu • Siapa yang Wajib Mengamalkan Rukun Islam?

• Saat Seseorang Belum Sempurna Rukun Islamnya Pengertian Rukun Islam Rukun Islam Seseorang dikatakan sebagai seorang muslim atau tidak dapat ditentukan melalui beberapa indikator, dimana indikator tersebut di wujudkan dalam lima amalan utama yang diajarkan dalam islam.

Lima amalan indikator tersebut dikenal sebagai rukun islam. Jadi, bila anda ingin dikatakan sebagai seorang muslim yang sesungguhnya, maka anda seharusnya mengamalkan rukun islam. Seperti yang telah disebutkan tadi, rukun islam terdiri dari lima hal, yakni: • Mengucapkan dua kalimat syahadat • Mendirikan shalat • Mengerjakan puasa di bulan ramadhan • Mengeluarkan zakat • Naik haji bila mampu Terdapat beberapa hadis yang menyebutkan tentang rukun islam, diantaranya adalah berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda kepada para sahabat : “Agama Islam berdiri atas lima dasar utama, yakni mengucapkan dua kalimat syahadat yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan mengerjakan haji ke makkah.” Adapula dari sahabat nabi Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Khatab yang mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, bahwa islam berdiri dan dibangun atas lima hal utama, yakni: “Menyatakan kesaksian atas keesaan Allah dan Nabi Muhammad sebagai utusan Nya, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, pergi haji dan berpuasa puasa merupakan rukun islam urutan ramadhan.” Begitu pentingnya rukun islam sehingga menjadi patokan indikator puasa merupakan rukun islam urutan mampu menentukan seseorang dianggap sebagai seorang muslim atau bukan.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim sejati kita harus benar-benar menjalankan dan menghayati apa puasa merupakan rukun islam urutan ada dalam rukun islam. Meskipun berupa kegiatan fisik, namun pemahaman makna rukun islam sangatlah penting. Rukun Islam yang Ke-1: Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat Rukun Islam Dua kalimat syahadat adalah dua kalimat yang tentunya wajib anda ketahui dan anda harus bisa untuk membacanya. Karena kalimat inilah kalimat pertama yang menjadi bentuk persaksian bahwa seseorang telah menyatakan mantap puasa merupakan rukun islam urutan menjadi seorang muslim atau masuk ke dalam islam.

Isi dari dua kalimat syahadat sendiri adalah: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak untuk disembah dan dimintai pertolongan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” Untuk menjadi seorang muslim, anda hanya perlu mengucapkan dua kalimat di atas dengan di saksikan oleh beberapa saksi dan dengan niatan mantap menjalankan segala perintah Nya dan menjauhi segala larangan Nya.

Cukup mudah bukan? Memang untuk menjadi seorang muslim, kita cenderung di mudahkan, karena tak ada yang sulit di dalam islam. Memang dengan mengucapkan dua kalimat syahadat saja anda sudah berhak merubah nama agama dalam KTP anda menjadi agama islam. Namun bila anda ingin menjadi seorang muslim yang sejati dan sebenar-benarnya seorang muslim, maka anda tak hanya harus mengucapkan kedua kalimat syahadat tersebut, namun anda juga harus mengimani dan mengamalkannya. Bagaimana cara mengimani dan mengamalkan dua kalimat syahadat?

Dua kalimat syahadat ini mengandung makna bahwa anda hanya boleh menyembah dan memiliki satu tuhan yang esa.

puasa merupakan rukun islam urutan

Dia lah yang maha kuasa atas segala sesuatu yang anda lakukan, dan Nabi Muhammad bukanlah orang yang patut anda sembah, melainkan seseorang yang cukup anda muliakan. Ingat,arti dari kata menyembah dan memuliakan itu cukup berbeda. Apabila anda justru memuja rasul Allah untuk memuliakannya maka malah akan menjadikan anda menjadi seseorang yang kafir. Dimana anda menduakan Allah dan menjadikan sesuatu yang lain menjadi berhak untuk disembah.

Meskipun puasa merupakan rukun islam urutan anda sembah tersebut adalah rasul Nya. Rukun Islam yang Ke-2: Mendirikan Shalat Rukun Islam Tak hanya sebagai syarat menjadi seorang muslim, shalat juga merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim di dunia.

Shalat merupakan suatu ibadah yang dilakukan dengan rangkaian gerakan dan doa. Terdapat lima shalat wajib yang harus dikerjakan oleh umat muslim. Selebihnya merupakan shalat yang di sunnahkan dan tidak di wajibkan untuk dikerjakan. Lima waktu shalat tersebut terdiri dari shalat subuh, shalat dhuhur, shalat ashar, shalat maghrib, dan shalat isya’. Kelima waktu shalat tersebut tidak boleh di tinggalkan, meskipun anda sedang berada dalam keadaan apapun. Sedangkan shalat sunnah seperti shalat tahajud, shalat tahiyatul masjid, shalat istiqarah, shalat ied dan shalat lain di luar shalat wajib lima waktu yang telah disebut di atas.

Sebagai salah satu syariat yang wajib dilakukan, kewajiban seorang muslim untuk mendirikan shalat di sebutkan dalam surat An-Nisa’ ayat 103. Dimana Allah berfirman “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” Saat anda akan melaksanakan shalat, Allah mensyariatkan kepada anda sekalian untuk suci pada badan, suci secara pakaian dan melaksanakan shalat pada tempat yang suci pula.

Maka secara tidak langsung, saat anda melaksanakan shalat, maka anda di tuntut untuk senantiasa menjaga kebersihan dan membudidayakan puasa merupakan rukun islam urutan membiasakan diri anda untuk hidup bersih juga. Perintah shalat mulai di wajibkan saat seseorang telah mencapai usia aqil baligh atau dewasa (sekitar usia 11-12 tahun atau bagi yang sudah mengalami menstruasi untuk perempuan) hingga kematian menjemput.

Dalam kondisi apapun, seseorang tetap di wajibkan untuk melaksanakan shalat. Meskipun mereka dalam keadaan ketakutan bahkan saat dalam keadaan sakit. Namun terdapat keringanan puasa merupakan rukun islam urutan mereka yang sedang mengalami sakit, yakni apabila mereka tidak bisa bangun maka mereka bisa mengerjakan shalat dengan posisi tidur, bahkan bagi mereka yang tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya, mereka bisa melakukan shalat dengan isyarat tangan ataupun gerakan kelopak mata saja.

Karena Islam bersifat memudahkan. Rukun Islam yang Ke-3: Mengerjakan Puasa di Bulan Ramadhan Rukun Islam Apakah anda pernah mengerjakan puasa? Sama seperti shalat, puasa juga memiliki waktu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa adalah kegiatan menahan nafsu, terutama menahan nafsu makan dari terbutnya fajar hingga terbenamnya matahari. Selama berpuasa maka akan ada kegiatan rutin yang dilakukan seperti makan sahur dan kegiatan berbuka puasa.

Puasa secara ilmu medis bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh anda. Saat berpuasa, secara tidak langsung anda akan mengistirahatkan lambung anda selama satu bulan penuh dari pekerjaan beratnya menggiling dan mengelola makanan pada bulan-bulan sebelumnya. Proses istirahat ini juga mampu membersihkan saluran pencernaan anda. Puasa wajib bagi seorang muslim adalah berpuasa di bulan ramadhan, dimana anda akan di wajibkan untuk menahan haus dan lapar serta hawa nafsu selama satu bulan penuh.

Bulan ramadhan merupakan bulan yang dipenuhi oleh ajang kesehatan dan ajang untuk menambah pahala sebanyak-banyaknya. Bahkan masyarakat non muslim juga memiliki tradisi berpuasa. Di dalam Al Qur’an, perintah untuk berpuasa disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 183: Allah pernah berfirman, yang isinya “Hai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa dan di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” Ayat ini menunjukkan bahwa puasa tak hanya untuk umat muslim, namun umat terdahulu pun pernah diperintahkan berpuasa.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad Ra., bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda bahwa surga memiliki sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Dimana orang yang masuk melalui pintu tersebut saat hari kiamat nanati merupakan golongan orang-orang yang rajin berpuasa.

Tidak ada yang lain yang diperbolehkan melewati pintu tersebut. dimana nantinya orang-orang yang rajin dalam berpuasa akan di panggil untuk melalui pintu tersebut, dan mereka pun berduyun-duyun memasuki surga melalui pintu tersebut.

Setelah orang terakhir masuk, pintu tersebut akan di tutup dan tidak akan ada seorangpun lagi yang bisa memasukinya. Tahukah anda, bahwa sebagian harta benda yang telah Allah karuniakan kepada kita merupakan hak milik orang lain?

Ya, zakat itulah yang harus kita keluarkan agar orang lain yang memiliki hak tersebut dapat puasa merupakan rukun islam urutan kembali. Tak hanya itu, zakat juga berfungsi untuk membersihkan harta kita. Bila anda telah mengeluarkan zakat, maka Allah bisa jadi mempercayakan harta lain kepada kita. Namun anda tetap tidak usah khawatir terhadap jumlah zakat yang harus anda keluarkan. Kenapa? Karena jumlah zakat yang harus anda keluarkan adalah sebesar 2,5% dari puasa merupakan rukun islam urutan total aset dan harta benda kita.

Tak hanya di serahkan langsung kepada orang lain, namun sekarang anda juga bisa menyampaikan zakat melalui badan amil zakat nasional puasa merupakan rukun islam urutan disebut juga sebagai BAZARNAS.

Manfaat zakat adalah selain membantu perkembangan perekonomian negara, zakat juga bisa menjadi suatu penghibur bagi para fakir miskin, untuk menutupi kebutuhan pokok hidup mereka dan menguatkan cinta kasih antara si kaya dan si miskin.

Jadi, dalam mengeluarkan zakat mengajarkan kita untuk terus menjaga tali silaturahmi dan saling membantu satu sama lain. Zakat terdiri dari dua macam, yakni zakat fitrah dan zakat puasa merupakan rukun islam urutan. Zakat fitrah merupakan zakat puasa merupakan rukun islam urutan dikeluarkan saat beberapa hari sebelum kita merayakan hari raya Idul Fitri atau di hari-hari terakhir bulan ramadhan.

Sifat dari zakat ini adalah wajib, zakat yang di keluarkan bisa berupa bahan makanan pokok seperti beras maupun berupa uang. Selanjutnya, zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan berdasarkan hasil kegiatan niaga. Zakat ini baru dikeluarkan apabila benda atau barang sudah mencapai waktu nisab atau satu tahun. perhitungan zakat, terutama zakat mal memiliki hukum tersendiri. Oleh karena itu, apabila anda merupakan seorang pedagang maka anda perlu mempelajari perhitungan zakat mal anda.

Allah pernah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 43, yang menyebutkan bahwa “Dan dirikanlah shalat, serta tunaikkan zakat, dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku’. Oleh karena itu, cukup penting bukan peranan dari zakat dalam kehidupan bermasyarakat? Perbaikan ekonomi dan rasa kemanusiaan yang di tuju saat anda berzakat adalah hal utama dalam islam.

Rukun Islam yang Ke-5: Naik Haji Bila Mampu Rukun Islam Haji merupakan salah satu bentuk ibadah dengan mengunjungi dan melakukan beberapa kegiatan di sekitaran ka’bah di kota Makkah dan madinah. Kegiatan ini berupa lempar jumrah, tawaf, berjalan dari bukit shafa ke bukit marwah dan beberapa kegiatan lainnya berdasarkan rukun haji yang telah ditentukan. Haji utamanya dilakukan pada bulan dzulhijjah. Namun karena ibadah ini harus dilakukan langsung di kota Makkah dan kota Madinah, maka seharusnya memang memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Selain biaya transport dan akomodasi selama berada di kota Makkah dan Madinah, kegiatan haji ini juga harus menyiapkan keperluan keluarga dan saudara yang akan anda tinggalkan. Oleh karena itu, meskipun berangkat pergi haji ini memang salah satu rukun islam sehingga menjadikannya wajib untuk dilakukan, namun karena tak semua orang memiliki modal yang cukup untuk pergi berhaji, dan karena islam selalu mempermudah orang-orang yang dalam kesulitan, pergi berhaji hanya di wajibkan kepada mereka yang mampu secara moril dan materiil.

Seperti halnya shalat yang baru di wajibkan saat seseorang telah mencapai aqil baliqh, pengamalan rukun islam pun demikian halnya.

Ada beberapa kriteria orang yang telah di wajibkan untuk mengamalkan kelima rukun islam yang telah di berikan. Berikut ini adalah beberapa syarat sah islam bagi seseorang yang diwajibkan untuk mengerjakan rukun islam berdasarkan kesepakatan ulama: • Baligh (cukup umur) • Mumayyiz (bisa membedakan benar dan salah) • Berakal Apabila seseorang telah memenuhi syarat-syarat yang disebutkan tersebut, maka seseorang itu pun telah wajib dan harus mengamalkan rukun islam.

Namun meskipun begitu, alangkah baiknya apabila kita pun membiasakan anak-anak kita untuk senantiasa mengamalkan amalan pada rukun islam, agar mereka nantinya terbiasa dan tidak lengah terhadap perintah Allah. Saat Seseorang Belum Sempurna Rukun Islamnya Rukun Islam Apabila kita melihat masyarakat yang ada di sekitar kita saat ini, mayoritas masyarakat Indonesia memang merupakan masyarakat muslim, dimana mereka pastinya memeluk agama islam sebagai kepercayaan mereka.

Namun tak semua dari mereka yang bahkan dari lahir telah memeluk islam bisa memiliki atau mengerjakan rukun islamnya dengan sempurna. Kenapa? Dalam hal ini, kesempurnaan dalam menjalankan rukun islam memang sangat sulit. Namun kita harus tetap menjalankan dengan niatan belajar dan terus memperbaiki amalan kita agar terus menjadi lebih baik dan baik lagi. Karena Allah maha pengampun lagi maha penyayang, serta Ia akan memudahkan bagi mereka yang tekun belajar dengan bersungguh-sungguh.

Namun apabila kita dengan sengaja meninggalkan apa yang Dia perintahkan, salah satunya rukun islam, maka hal tersebut akan menjadi penghalang pahala bagi kita namun hal tersebut terus menambah tumpukan dosa. Apalagi apabila kita memiliki niat untuk menyekutukan Allah dan berniat berpindah agama, maka hal tersebut akan menjadikan kita menjadi seorang kafir. Jadi sudahkah anda menanamkan niat dalam diri untuk terus belajar menyempurnakan ibadah anda sesuai dengan rukun islam?

Tetap terus semangat meskipun banyak ujian menghadang, karena Allah tidak akan menguji hambanya melebihi apa yang dia mampu dan pastinya Allah akan memberikan imbalan yang tidak sedikit bagi hambanya yang bersabar menghadapi ujian dan belajar.
Assalamu’alaikum wr. wb. Selama ini kita memahami bahwa urutan rukun Islam adalah SYAHADAT, SHALAT, ZAKAT, PUASA, HAJI.

Tetapi ada seorang tokoh (kiai) yang mengubah urutan itu menjadi SYAHADAT, SHALAT, PUASA, ZAKAT, HAJI. Puasa harus didahulukan daripada zakat. Alasannya, orang lebih mampu berpuasa ketimbang berzakat. Bagaimana ini menurut pandangan Tarjih? Kami sangat mohon jawaban.

Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb. Pertanyaan Dari: Neha Sajida, Warga Muhammadiyah di Takerharjo Solokuro Lamongan. Jawaban: Wa’alaikumussalam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaan yang saudari ajukan kepada kami. Mengenai permasalahan tentang rukun Islam, ada beberapa versi hadis yang berbeda-beda. Berikut akan kami paparkan redaksi teks hadis-hadis tersebut. عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ.

[رواه البخاري] Artinya: D iriwayatkan d ari Ibnu Umar ra ., ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun atas lima: B ersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa ramadhan.” [HR. al-Bukhari] Hadis di atas menjelaskan bahwa rukun lslam ada lima. Hadis ini mengumpamakan lslam sebagai sebuah bangunan yang berdiri kokoh dengan lima rukun tersebut. Tanpa adanya lima rukun itu, Islam akan goyah dan runtuh.

Hal ini menjelaskan betapa pentingnya rukun-rukun ini untuk ditegakkan oleh setiap muslim dengan penuh ikhlas dan puasa merupakan rukun islam urutan jawab. Rukun yaitu hal yang wajib dipenuhi dalam suatu peribadatan atau sesuatu yang harus ada dalam sebuah perbuatan. Seperti halnya: Inilah rukun shalat, berarti: inilah beberapa hal yang wajib dipenuhi agar ibadah shalat menjadi sah.

Baca juga: Masalah Shalawat dan Kitab Barzanji Sebagai seorang muslim sudah seharusnya untuk mengetahui dengan baik tentang agama Islam ini, karena dengan Islam-lah seseorang bisa meraih kebahagiaan yang hakiki dan sejati. Kebahagiaan tersebut dapat diperoleh apabila seseorang yang telah mengikrarkan dirinya masuk Islam menjalankan kewajiban-kewajiban yang telah ditegaskan sebagaimana yang terkandung dalam lima rukun rukun Islam itu.

Urut-urutan rukun Islam pada hadis di atas yaitu, syahadatain, mendirikan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan. Sementara dalam hadis yang panjang tentang Malaikat Jibril yang datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat mengajarkan tentang Iman, Islam dan Ihsan, haji berada di urutan yang kelima; يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً.

[رواه مسلم] Artinya: “ … Ya Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam”, maka bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan engkau berhaji ke Baitullah jika engkau mampu menempuh perjalanan ke sana”.” [HR. Muslim] Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari Ibn Abbas, juga disebutkan bahwa perintah mengeluarkan zakat dibebankan setelah kewajiban menegakkan shalat.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَعَثَ مُعَاذًا رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى الْيَمَنِ قَالَ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ أَهْلِ كِتَابٍ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ عِبَادَةُ اللَّهِ فَإِذَا عَرَفُوا اللهَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ فَإِذَا فَعَلُوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ فَإِذَا أَطَاعُوا بِهَا فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ.

[رواه البخاري] Baca puasa merupakan rukun islam urutan Nikah Beda Agama, Bagaimana Hukumnya? Artinya: D iriwayatkan d ari Ibn ‘Abbas, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus M u’adz Ibn Jabal ra. k e Yamanbeliau berpesan: “Engkau akan menghadapi orang-orang ahli kitab, karena itu pertama kali yang harus kau ajarkan kepada mereka adalah tauhid beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala kemudian setelah mereka mengerti betul, beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka shalat lima waktu sehari semalam, dan bila mereka telah mengerjakan itu, beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka untuk men g eluarkan zakat untuk diberikan kepada orang-orang fakir, dan bila mereka menaatinya, maka terimalah mereka dan lindungilah harta berharga milik mereka.

[HR. al-Bukhari] Hadis di atas mengindikasikan bahwa dakwah Islam dilakukan secara bertahap mulai dari yang paling pokok yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada Muadz untuk mendakwahi mereka orang-orang ahli kitab dengan keimanan dan tauhid, setelah mereka patuh, baru mereka dibebani kewajiban berikutnya yaitu shalat, kemudian tahap berikutnya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan mereka, bagi yang mampu untuk membayar zakat.

Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan membayar zakat setelah pembebanan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Mengenai mengubah urut-urutan dalam rukun Islam, yaitu puasa Ramadhan didahulukan atas mengeluarkan zakat, sebagaimana yang dilakukan kiai di atas, hal tersebut tidak mengapa, dikarenakan huruf waw (و ) dalam hadis tersebut bukan harus urut ( l i tartib) di samping itu jugaada hadis shahih riwayat al-Bukhari dalam Bab Qauluh waqataluhum hatta la takun fitnah, hadis no 4153, yang menyebutkan puasa Ramadhan didahulukan atas zakat.

Berikut petikan redaksi hadisnya; بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ إِيمَانٍ بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَالصَّلَاةِ الْخَمْسِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَأَدَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ. [رواه البخاري] Baca juga: Pengertian dan Hukum Taklid Artinya: “Islam dibangun atas lima: beriman kepada Allah dan rasul-Nya (syahadatain)mendirikan shalat, puasa Ramadhan, membayar zakat dan berh aji ke Baitullah. ” [HR. al-Bukhari] Namun yang perlu diingat bahwa kebanyakan para ulama menjadikan rukun Islam ketiga adalah membayar zakat sebagaimana hadis-hadis yang menyebutkan akan hal tersebut.

Begitupula dalil-dalil al-Quran yang menyebutkan bahwa setelah Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kewajiban shalat kebanyakan diiringi dengan kewajiban membayar zakat. Hal ini terdapat kurang lebih 82 ayat dalam al-Quran tentang zakat yang selalu disandingkan dengan kewajiban menegakkan shalat. Berdasarkan pemaparan di atas bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa mengubah urut-urutan rukun Islam, yaitu puasa Ramadhan didahulukan atas mengeluarkan zakat tidaklah mengapa, hal ini sebagaimana hadis shahih yang telah disebutkan di atas.

Akan tetapi urut-urutan yang sudah masyhur (terkenal) yaitu: • Persaksian tentang dua kalimat syahadat bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah • Menegakkan shalat • Membayar zakat • Berpuasa pada bulan Ramadhan • Berhaji ke Baitullah jika mampu.

Kelima hal inilah yang disebut dengan Rukun Islam yang merupakan rukun utama tegaknya agama Islam ini. Wallahu a’lam bish-shawab. Sumber: Majalah Suara Muhammadiyah, No. 21, 2013Urutan Rukun Islam yang Benar Menurut Al Quran – Sebagaimana telah banyak diketahui orang bahwasanya rukun Islam itu ada lima, yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Pengertian Rukun Islam Sebenarnya apa sih pengertian rukun Islam itu sendiri? Rukun adalah sebuah pondasi atau dasar. Dan pengertian rukun Islam adalah sebuah dasar-dasar Islam yang dijadikan pedoman sebagai tanda keislaman seseorang. Tanpa adanya dasar-dasar keislaman ini seseorang tidak bisa disebut muslim (orang Islam). Mengapa bisa begitu? Iya, karena syarat masuk Islam yang pertama dan utama ada dalam rukun Islam yang pertama.

Urutan Rukun Islam yang Benar Menurut Al Quran Berikut kelima rukun Islam beserta penjelasannya: 1. Syahadat Sebagai syarat untuk masuk Islam tentu kita semua wajib mengucapkan dua kalimat syahadat. Berikut lafadz dua kalimat syahadat Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ Ø£ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ Dua kalimat syahadat puasa merupakan rukun islam urutan “Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah”.

Dua kalimat syahadat terjemah: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Mengapa kalimat أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ Ø£ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ disebut dua kalimat syahadat?

Karena dalam susunan kalimat tersebut menyatakan penyaksian dua perkara. Pertama, kalimat أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ yaitu sebuah penyaksian bahwa adanya Tuhan itu hanya satu tidak ada yang lain, yaitu hanya Allah SWT saja. Kedua, kalimat وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ yaitu kesaksian bahwasanya Nabi Akhir zaman Nabiyulloh Muhammad Saw itu merupakan Nabi yang telah diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah keagamaan kepada seluruh umat manusia.

Nah dari uraian tersebut meskipun kalimat أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ terlihat seperti sebuah kalimat namun memiliki dua makna penyaksian. Itulah mengapa kalimat tersebut disebut dua kalimat syahadat. Dan ketentuan dari syarat menjadi muslim adalah mengucapkan dua kalimat tersebut, bukan salah satu dari kalimat tersebut.

2. Shalat Shalat secara bahasa adalah do’a. Dan shalat adalah sebuah bentuk hubungan puasa merupakan rukun islam urutan makhluk dengan Tuhannya.

Shalat memang sudah disyariatkan dari nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad Saw. Namun setelah Nabi Muhammad melakukan perjalanan dalam satu malam atau yang lebih dikenal dengan Isra’ Mi’raj shalat yang wajib dilakukan untuk setiap umat muslim dalam sehari semalam itu berjumlah 5 waktu shalat yang masing-masing terdiri dari rakaat yang berbeda-beda.

Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw Sekilas mengenai uraian perjalanan Nabi Muhammad Saw dalam semalam atau Isra’ Mi’raj adalah sebagai berikut: Isra’ adalah perjalanan Rasulullah Saw pada malam hari dari Masjidil Haram yang berada di Makkah ke Masjidil Aqsha yang berada di Yerusalem.

Yerusalem ini merupakan ibukota dari negara Israel. Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Aqsha (Yerusalem) ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha. Perjalanan ini hanya ditempuh dalam waktu semalam saja. Dan perjalanan ini terjadi pada tahun ke delapan kenabian.

Isra’ Mi’raj Menghibur Rasulullah Saw Mengapa bisa terjadi sebuah perjalanan yang begitu menakjubkan dan mustahil jika ditempuh hanya dengan tempo semalam saja? Peristiwa ini terjadi semata-mata untuk menghibur Baginda Rasulullah Saw yang tengah menjalani hari-hari tersulit pada masa hayatnya, yaitu dimana pada tahun ini orang-orang terdekat, orang-orang yang mendukung dengan setia perjuangan Rasulullah Saw menutup usianya. Mereka adalah Sayyidah Khadijah yang merupakan istri dari Rasulullah Saw, dan Abu Thalib yang merupakan paman Rasulullah yang merawat beliau mulai dari kecil setelah wafatnya Kakeknya yang bernama Abdul Muthalib hingga beliau dewasa.

Dengan wafatnya kedua orang terdekat Rasulullah Saw ini membuat beliau bersedih hingga tahun ini disebut tahun ‘aamul huzni atau disebut tahun kesedihan. Sebagai bentuk kasih Allah kepada Rasulullah Saw, Rasulullah Saw dihadiahkan perjalanan yang begitu fenomenal ini. Diluar nalar, perjalanan ini sungguh tidak masuk puasa merupakan rukun islam urutan.

Bahkan setelah melakukan perjalanan satu malam ini Rasulullah Saw menyampaikan berita tersebut kepada umatnya namun tidak ada yang mempercayainya. Orang pertama yang mempercayai berita perjalanan satu malam ini adalah sahabat Abu Bakar.

Dan karena peristiwa inilah sahabat Abu Bakar mendapatkan julukan Ash-Shiddiq yang artinya orang yang banyak membenarkan. Meskipun peristiwa ini begitu aneh bin ajaib namun sahabat Abu Bakar benar-benar mempercayai sepenuh hati apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. Sehingga sahabat-sahabat yang lain satu persatu mulai percaya dengan peristiwa Isra’ Mi’raj ini.

Yang tak lain dan tak bukan inti dari perjalanan Isra’ Mi’raj ini adalah menyampaikan risalah dari Allah SWT tentang shalat lima puasa merupakan rukun islam urutan.

Selain asal muasal shalat berawal dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini Allah SWT juga berfirman dalam Qur’an surat adz-Dzariyat ayat 56 yaitu: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ Artinya: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

3. Zakat Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang Islam (muslim) dan diberikan kepada golongan-golongan yang berhak menerimanya dengan ketentuan yang telah ditetapkan syara’. Dan golongan-golongan yang berhak menerima zakat itu ada 8, yaitu: a. Fakir, yaitu orang yang tidak memiliki harta.

b. Miskin, yaitu orang yang memiliki harta namun tidak mencukupi. c. Riqab, yaitu hamba sahaya atau budak. Namun pada zaman sekarang perbudakan ini sudah tidak ada.

d. Gharim, yaitu orang yang memiliki banyak hutang. Dan hutang tersebut bukan merupakan hutang yang dibuat untuk maksiat e. Mualaf, yaitu orang yang baru masuk Islam. f. Fisabilillah, yaitu orang yang berjuang dijalan Allah. g. Ibnu Sabil, yaitu orang yang dalam perjalanan (musafir) dan orang yang sedang merantau dalam keadaan mencari ilmu.

h. Amil Zakat, yaitu orang yang membagi zakat. Adapun kewajiban zakat itu dimulai dari tahun kedua setelah hijrah. Dan diantara kelima rukun Islam zakat merupakan perkara yang beda dengan empat rukun Islam yang lainnya.

Mengapa demikian? Karena keempat rukun Islam merupakan sebuah ibadah yang berhubungan dengan Tuhan dalam arti lain Hablum minAllah sedangkan zakat merupakan sebuah bentuk kepedulian dan rasa saling mengasihi terhadap yang lain sesama makhluk ciptaan Allah SWT atau dalam arti lain Hablum minannas.

Oleh karena itu dalam rukun Islam yang ketiga ini memiliki banyak sekali hikmah yang berkaitan dengan hubungan antar sesama manusia. Secara umum zakat terbagi menjadi dua, yaitu : 1. Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh orang mukallaf dengan kadar tertentu mulai dari terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dengan ketentuan syarat tertentu. Sedangkan zakat fitrah yang wajib dikeluarkan tersebut tidak hanya wajib terhadap dirinya sendiri, juga wajib pada orang yang wajib dinafkahinya.

2.

puasa merupakan rukun islam urutan

Zakat Mal (harta) Zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh orang mukallaf atas kepemilikan harta bendanya yang mencapai satu nishob dalam setahun. Adapun zakat mal itu terbagi menjadi 6 bagian, yaitu: a. Zakat binatang ternak. b. Zakat emas dan perak. c. Zakat tanaman dan buah-buahan. d. Zakat barang tambang. e. Zakat rikaz (harta karun, emas puasa merupakan rukun islam urutan perak yang merupakan peninggalan dari orang jahiliah).

f. Zakat tijarah (barang dagangan). Dan semua zakat harta ini wajib dikeluarkan sesuai dengan kadar ketentuan syara’. 4. Puasa Puasa adalah menahan diri dari perkara yang membatalkan mulai dari munculnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu. Puasa diwajibkan mulai tahun kedua dari hijrahnya Rasulullah Saw. Dan kewajiban puasa tertuang dalam Qur’an surat Al Baqarah ayat 183 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Sebenarnya puasa ini merupakan ibadah yang tidak hanya dilakukan oleh umat Nabi Muhammad Saw saja, bahkan ibadah puasa juga telah dilakukan oleh umat-umat terdahulu dan juga telah dilakukan oleh Ahli kitab yang hidup semasa dengan zaman Rasulullah Saw.

Jadi ibadah puasa ini memang sudah menjadi tradisi dari umat-umat terdahulu sampai sekarang, baik yang beragama Islam maupun selainnya. Dan dengan ketentuan masing-masing agama yang dianutnya. Dan yang menjadi ketentuan puasa menurut Islam adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan mulai terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari atau berakhir pada waktu Maghrib.

Puasa sendiri terdiri dari empat macam hukum, yaitu: a. Puasa yang hukumnya wajib Seperti contoh puasa Ramadhan, puasa qadha’, puasa nazar, dan lain sebagainya. b. Puasa yang hukumnya sunah Seperti contoh puasa dua hari sebelum hari raya Idul Adha (puasa Tarwiyah dan puasa Arafah), puasa Tasu’a dan puasa Asyura, puasa enam hari di bulan Syawal, dan lain sebagainya.

c. Puasa yang hukumnya makruh Seperti contoh mengkhususkan puasanya pada hari Jum’at, Sabtu atau Ahad, hukum puasanya makruh apabila ia tidak berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya. d. Puasa yang hukumnya haram Puasa yang puasa merupakan rukun islam urutan haram ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu: a. Haram akan tetapi tetap sah dalam pelaksanaannya, yaitu puasa sunah yang dilakukan oleh seorang istri tanpa mendapat persetujuan dari suaminya.

b. Haram tanpa adanya keabsahan dalam pelaksanaannya, seperti contoh puasa pada dua hari raya (hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha), puasa pada hari Tasyrik (hari ke-11, 12, 13 dari bulan Zulhijjah) dan lain sebagainya. 5. Haji Haji adalah menyengaja menuju Baitullah (Ka’bah) untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu. Haji merupakan rukun Islam yang terakhir namun haji tidak menjadi suatu keharusan seperti ibadah shalat dan puasa, ibadah haji menjadi keharusan atau kewajiban apabila seseorang telah mampu melaksanakannya tanpa meninggalkan kewajiban-kewajiban yang lainnya.

Karena ibadah haji ini hanya bisa dilakukan ditempat yang telah ditentukan tidak seperti shalat dan puasa yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun berdasarkan waktu yang telah ditentukan.

Kewajiban melaksanakan ibadah haji tercantum dalam Qur’an surat Ali Imran ayat 97: وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الۡبَيۡتِ مَنِ اسۡتَطَاعَ اِلَيۡهِ سَبِيۡلًا ‌ؕ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†Û¡ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ عَنِ الۡعٰلَمِيۡنَ Artinya: “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah puasa merupakan rukun islam urutan ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.

Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” Beribadah haji di Baitullah (Ka’bah) sudah sering dilakukan jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad Saw. Itu artinya nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad Saw sudah melakukan ibadah haji ini. Bukan hanya para nabi, bahkan juga para malaikat. Dalam sebuah riwayat, dikisahkan Nabi Adam As berjalan kaki dari daratan India untuk melaksanakan ibadah haji ke Mekkah.

Sesampainya disana, Malaikat Jibril menemuinya dan memberi kabar kepadanya bahwa sesungguhnya para malaikat sudah bertawaf di Baitullah ini selama tujuh ribu tahun. Dan berdasarkan riwayat ini sudah jelas bahwasanya Urutan Rukun Islam yang Benar Menurut Al Quran yang ke lima. Yaitu ibadah haji telah dilakukan para nabi sebelum Nabi Muhammad Saw, bahkan juga dilakukan oleh para malaikat.

Tujuan Ibadah Haji di Baitullah Allah SWT mensyariatkan untuk melaksanakan ibadah haji agar umat Islam dari seluruh penjuru bumi bersatu dan berkumpul di satu tempat puasa merupakan rukun islam urutan sama, dengan mengesampingkan segala perbedaan yang ada. Mereka semua berkumpul atas nama satu naungan yaitu agama Islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Qur’an surat Al Hajj ayat 27, yaitu: وَاَذِّنۡ فِى النَّاسِ بِالۡحَجِّ يَاۡتُوۡكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّاۡتِيۡنَ مِنۡ كُلِّ فَجٍّ عَمِيۡقٍ Artinya: “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” Cerita Tentang Ka’bah Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwasanya tempat pelaksanaan ibadah haji ini hanya berada di Ka’bah yang ada di Mekkah.

Sekilas cerita tentang Ka’bah, Ka’bah adalah Baitullah yang sangat dimuliakan bahkan sebelum Nabi Muhammad Saw dilahirkan. Terdapat sebuah kisah, orang-orang Yahudi pada zaman dahulu sangat memuliakan Ka’bah. Sejak dulu mereka juga sering melakukan ritual ibadah di Ka’bah sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim As.

Juga orang-orang Nasrani, baik orang Arab sendiri maupun non-Arab yang dalam memuliakan Ka’bah tak kalah dengan orang-orang Yahudi. Mereka bahkan meletakkan patung-patung yang mereka hormati disana. Diantaranya patung Nabi Ibrahim As, Nabi Ismail As, Isa Al-Masih dan lain sebagainya. Selain keagungan Ka’bah yang tidak ternilai, Mekkah sendiri sebagai kota tempat pelaksanaan berbagai rangkaian ritual ibadah haji juga masih banyak lagi keistimewaan-keistimewaan lainnya.

Pengertian haji ini juga hampir sama dengan pengertian umrah, hanya berbeda pada kata menyengaja. Dan makna umrah yaitu berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu. Namun perbedaannya sangat jelas sekali, jika haji hanya dilaksanakan pada bulan Zulhijjah sedangkan umrah bisa dilaksanakan kapanpun ketika menginginkan berkunjung ke Baitullah.

Kesimpulan Rukun Islam 5 Perkara Rukun Islam 5 perkara ini menjadi dasar keislaman seseorang. Urutan Rukun Islam yang Benar Menurut Al Quran adalah : mulai pertama orang yang masuk Islam dimana ia wajib mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian setelah menyandang gelar sebagai muslim (orang Islam) ia mempunyai kewajiban untuk melaksanakan shalat lima waktu yaitu shalat Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’.

Yang masing-masing tiap shalat memiliki waktu dan rakaat yang berbeda. Kemudian kewajiban bagi muslim setelah shalat yaitu mengeluarkan zakat yang telah mencapai nishab dan berada dalam tempo setahun.

Dan setelah zakat, kewajiban bagi muslim yang lain yaitu berpuasa di bulan Ramadhan dan puasa yang telah ditentukan hukum wajibnya agar menjadikan seorang muslim tersebut lebih bertakwa kepada Allah SWT. Dan diantara ketiga rukun ini yaitu shalat, zakat dan puasa sudah menjadi kewajiban mutlak yang harus dilakukan terus-menerus oleh umat Islam.

Sedangkan rukun Islam yang kelima ini memang menjadi kewajiban bagi umat manusia yang Islam namun dengan ketentuan ia mampu secara fisik maupun finansial. Demikian Pengertian Rukun Islam dan Urutan Rukun Islam yang Benar Menurut Al Quran. Semoga bermanfaat. Ingin mempelajari lebih lanjut mengenai manfaat sholawat dan artikel bermanfaat lainnya? Ikuti terus akun Instagram kami!
Breaking News • Adakah Tuntunan Puasa Bulan Rajab? • Hukum Mengucapkan Selamat Natal Bagi Muslim • Apakah Anak Angkat Berhak Mendapatkan Warisan?

• Penjelasan Seputar Khulu’ • Bolehkah Aqiqah Setelah Dewasa? • Shalat Jumat Online, Bagaimana Hukumnya? • Hutang dan Sumbangan, Mana yang Harus Didahulukan? • Hukum Shalat Berjamaah Bagi Seorang Muslim • Hukum Bekerja Sebagai PNS di Bea Cukai dan Pajak • Hukum Merayakan HUT Republik Indonesia Pertanyaan: Assalamu’alaikum wr.

wb. Selama ini kita memahami bahwa urutan rukun Islam adalah SYAHADAT, SHALAT, ZAKAT, PUASA, HAJI. Tetapi ada seorang tokoh (kiai) yang mengubah urutan itu menjadi SYAHADAT, SHALAT, PUASA, ZAKAT, HAJI. Puasa harus didahulukan daripada zakat. Alasannya, orang lebih mampu berpuasa ketimbang berzakat. Bagaimana ini menurut pandangan Tarjih?

Kami sangat mohon jawaban. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb.

puasa merupakan rukun islam urutan

Pertanyaan Dari: Neha Sajida, Warga Muhammadiyah di Takerharjo Solokuro Lamongan. Jawaban: Wa’alaikumussalam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaan yang saudari ajukan kepada kami. Mengenai permasalahan tentang rukun Islam, ada beberapa versi hadis yang berbeda-beda.

Berikut akan kami paparkan redaksi teks hadis-hadis tersebut. عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. [رواه البخاري] Artinya: D iriwayatkan d ari Ibnu Umar ra ., ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun atas lima: B ersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa ramadhan.” [HR.

al-Bukhari] Hadis di atas menjelaskan bahwa rukun lslam ada lima.

puasa merupakan rukun islam urutan

Hadis ini mengumpamakan lslam sebagai sebuah bangunan yang berdiri kokoh dengan lima rukun tersebut. Tanpa adanya lima rukun itu, Islam akan goyah dan runtuh. Hal ini menjelaskan betapa pentingnya rukun-rukun ini untuk ditegakkan oleh setiap muslim dengan penuh ikhlas dan tanggung jawab. Rukun yaitu hal yang wajib dipenuhi dalam suatu peribadatan atau sesuatu yang harus ada dalam sebuah perbuatan.

Seperti halnya: Inilah rukun shalat, berarti: inilah beberapa hal yang wajib dipenuhi agar ibadah shalat menjadi sah.

Baca juga: Hadis Tentang Ruh Berkeliling Rumah Sebagai seorang muslim sudah seharusnya untuk mengetahui dengan baik tentang agama Islam ini, karena dengan Islam-lah seseorang bisa meraih kebahagiaan yang hakiki dan sejati.

puasa merupakan rukun islam urutan

Kebahagiaan tersebut dapat diperoleh apabila seseorang yang puasa merupakan rukun islam urutan mengikrarkan dirinya masuk Islam menjalankan kewajiban-kewajiban yang telah ditegaskan sebagaimana yang terkandung dalam lima rukun rukun Islam puasa merupakan rukun islam urutan.

Urut-urutan rukun Islam pada hadis di atas yaitu, syahadatain, mendirikan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan. Sementara dalam hadis yang panjang tentang Malaikat Jibril yang datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat mengajarkan tentang Iman, Islam dan Ihsan, haji berada di urutan yang kelima; يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً.

[رواه مسلم] Artinya: “ … Ya Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam”, maka bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan engkau berhaji ke Baitullah jika engkau mampu menempuh perjalanan ke sana”.” [HR.

Muslim] Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari Ibn Abbas, juga disebutkan bahwa perintah mengeluarkan zakat dibebankan setelah kewajiban menegakkan shalat.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَعَثَ مُعَاذًا رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى الْيَمَنِ قَالَ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ أَهْلِ كِتَابٍ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ عِبَادَةُ اللَّهِ فَإِذَا عَرَفُوا اللهَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ فَإِذَا فَعَلُوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ فَإِذَا أَطَاعُوا بِهَا فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ.

[رواه البخاري] Baca juga: Keistimewaan Meninggal di Hari Jumat, Adakah Dasarnya? Artinya: D iriwayatkan d ari Ibn ‘Abbas, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus M u’adz Ibn Jabal ra. k e Yamanbeliau berpesan: “Engkau akan menghadapi orang-orang ahli kitab, karena itu pertama kali yang harus kau ajarkan kepada mereka adalah tauhid beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala kemudian setelah mereka mengerti betul, beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka shalat lima waktu sehari semalam, dan bila mereka telah mengerjakan itu, beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka untuk men g eluarkan zakat untuk diberikan kepada orang-orang fakir, dan bila mereka menaatinya, maka terimalah mereka dan lindungilah harta berharga milik mereka.

[HR. al-Bukhari] Hadis di atas mengindikasikan bahwa dakwah Islam dilakukan secara bertahap mulai dari yang paling pokok yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada Muadz untuk mendakwahi mereka orang-orang ahli kitab dengan keimanan dan tauhid, setelah mereka patuh, baru mereka dibebani kewajiban berikutnya yaitu shalat, kemudian tahap berikutnya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan mereka, bagi yang mampu untuk membayar zakat.

Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan membayar zakat setelah pembebanan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Mengenai mengubah urut-urutan dalam rukun Islam, yaitu puasa Ramadhan didahulukan atas mengeluarkan zakat, sebagaimana yang dilakukan kiai di atas, hal tersebut tidak mengapa, dikarenakan huruf waw (و ) dalam hadis tersebut bukan harus urut ( l i tartib) di samping itu jugaada hadis shahih riwayat al-Bukhari dalam Bab Qauluh waqataluhum hatta la takun fitnah, hadis no 4153, yang menyebutkan puasa Ramadhan didahulukan atas zakat.

Berikut petikan redaksi hadisnya; بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ إِيمَانٍ بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَالصَّلَاةِ الْخَمْسِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَأَدَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ. [رواه البخاري] Baca juga: Memakai Kalung Kesehatan untuk Obat Artinya: “Islam dibangun atas lima: beriman kepada Allah dan rasul-Nya (syahadatain)mendirikan shalat, puasa Ramadhan, membayar zakat dan berh aji ke Baitullah.

” [HR. al-Bukhari] Namun yang perlu diingat bahwa kebanyakan para ulama menjadikan rukun Islam ketiga adalah membayar zakat sebagaimana hadis-hadis yang menyebutkan akan hal tersebut. Begitupula dalil-dalil al-Quran yang menyebutkan bahwa setelah Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kewajiban shalat kebanyakan diiringi dengan kewajiban membayar zakat.

Hal ini terdapat kurang lebih 82 ayat dalam al-Quran tentang zakat yang selalu disandingkan dengan kewajiban menegakkan shalat. Berdasarkan pemaparan di atas bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa mengubah urut-urutan rukun Islam, yaitu puasa Ramadhan didahulukan atas mengeluarkan zakat tidaklah mengapa, hal ini sebagaimana hadis shahih yang telah disebutkan di atas. Akan tetapi urut-urutan yang sudah masyhur (terkenal) yaitu: • Persaksian tentang dua kalimat syahadat bahwa tidak ada yang puasa merupakan rukun islam urutan disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah • Menegakkan shalat • Membayar zakat • Berpuasa pada bulan Ramadhan • Berhaji ke Baitullah jika mampu.

Kelima hal inilah yang disebut dengan Rukun Islam yang merupakan rukun utama tegaknya agama Islam ini. Wallahu a’lam bish-shawab. Sumber: Majalah Suara Muhammadiyah, No. 21, 2013 DOWNLOAD

Mari Pahami Arti dan Urutan dari Rukun Islam




2022 www.videocon.com