Daging ayam hukumnya

daging ayam hukumnya

Muslimahdaily - Ketika berkunjung ke suatu wilayah baru yang berpenduduk non-Muslim, tak sedikit dari kita yang kesulitan mencari hidangan halal. Hal tersebut juga sering kali dikarenakan sedikitnya restoran dan toko yang berlabel halal. Jika sudah demikian, maka toko dan restoran yang dipilih kurang jelas halal-haramnya. Walaupun bahan dan daging yang digunakan masih halal, misalnya daging ayam, sapi, atau domba, namun seperti yang kita tahu hewan sebaiknya disembelih oleh muslim dan sambil menyebut nama Allah.

Lantas bagaimana seharusnya muslim bersikap ketika menghadapi situasi ini? Sebenarnya, menyebut nama Allah ketika menyembelih daging ayam hukumnya hukumnya sunnah dan bukan wajib, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Ibnu Qasim Al Ghazi, โ€œLima perkara yang disunnahkan ketika menyembelih. Pertama, menyebut nama Allah. Artinya, si penyembelih menyebut โ€˜bismillahโ€™, dan paling sempurnanya adalah 'bismillahirrahmanirrahim'; seandainya dia tidak menyebut nama Allah maka tetap halal sembelihannya.

(Syekh Muhammad bin Qasim dalam Fathul Qarรฎb al-Mujรฎb fรฎ Syarh Alfรขdhit Taqrรฎb, Beirut). Lebih lanjut, mengenai siapa yang menyembelihnya, hal ini terdapat ayat dalam Al Qurโ€™an yang memperbolehkan memakan hewan sembelihan non-Muslim, dalam hal ini adalah Ahli Kitab. โ€œMakanan daging ayam hukumnya orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.โ€ (QS.

Al Maidah: 5). Ahli Kitab yang dimaksud, yakni orang Yahudi dan Nasrani (Kristen). Ibnu Katsir menafsirkan makna Ahli Kitab yang dimaksud adalah dikarenakan mereka percaya kepada Injil dan Taurat, bukan karena penyebutan nama Allah.

daging ayam hukumnya

Dari sini, para ulama sepakat akan diperbolehkannya memakan yang suatu hal yang halal bagi Muslim dari Ahlul Kitab. Walau demikian terdapat perbedaan mengenai daging ayam hukumnya kebolehannya. Menurut ulama Hanifyah, diperbolehkan makan sembelihan dari Ahli Kitab dengan syarat metode penyembelihannya serupa dengan yang ditetapkan dalam Islam. Namun jika seorang muslim tidak tahu persis bagaimana proses penyembelihannya, maka boleh memakannya, tapi lebih baik ditinggalkan.

Menurut ulama Malikiyah, diperbolehkan makan sembelihan dari Ahli kitab dengan syarat benar-benar dalam rangka makan-makan, dan bukan untuk suatu ritual kepercayaan, seperti sesajian. Menurut ulama Syafiiyah, diperbolehkan makan sembelihan dari Ahli Kitab secara mutlak, asalkan ketika penyembelihannya tidak menyebut nama siapapun, seperti Al Masih, atau untuk ritual keperayaan.

Menurut ulama Hambali, diperbolehkan makan sembelih dari Ahli Kitab jika disembelih atas nama Allah, namun jika sengaja meninggalkan nama Allah maka tidak boleh dimakan. Sementara bila benar-benar tidak mengetahui proses penyembelihannya, maka boleh dimakan. Walau nampak jelas syarat diperbolehkannya seorang Muslim memakan hewan sembelihan Ahli Kitab, penting jika ia melihat petunjuk (qarinah) daging ayam hukumnya terdapat di sekitar atau hendaknya bertanya kepada penjual daging atau pemilih restoran mengenai kehalalannya.

Jawaban penjual daging dan pemiliki toko menurut ilmu fiqih sudah cukup dijadikan sebagai pijakan. Lebih lanjut bila toko daging atau restoran tersebut tidak berlabel halal dan berada di wilayah yang berpenghuni mayoritas non-muslim dan bukan ahli kitab, maka daging yang dijual tersebut hukumnya haram.

Lantaran dikhawatirkan daging tersebut kemungkinan besar disembelih oleh selain ahli kitab, maka haram dikonsumsi. Namun berlaku sebaliknya jika berada di wilayah mayoritas muslim. โ€œKetika ditemukan potongan daging pada sebuah cawan atau sobekan kain di wilayah yang tidak dihuni oleh orang Majusi, maka daging tersebut dihukumi suci. Sedangkan ketika daging tersebut ditemukan dalam keadaan dilempar (dibagikan) atau pada cawan atau sobekan kain di wilayah yang mana orang majusi (menjadi mayoritas) di antara orang Muslim, maka daging tersebut dihukumi najis.

Sedangkan ketika orang Islam merupakan mayoritas (di wilayah tersebut) maka daging dihukumi suci, sebab daging tersebut diduga kuat merupakan sembelihan orang Islam, penjelasan ini disampaikan oleh Abu Hamid, al-Qadi Abu Tayyib, Imam Mahamili dan Ulama lainnya.โ€ (Syekh Zakaria al-Anshari dalam Asna al-Mathalib). Melansir dari laman NU Online, pada akhirnya jika tidak memungkinkan untuk melihat petunjuk dan menanyakan kehalalan daging, maka daging berstatus halal. Walau demikian, tindakan yang daging ayam hukumnya bijak adalah menghindari memakan daging tersebut dan memilih menu lain yang tersedia.

Karena daging itu sendiri berstastus barang syubhat yang dianjurkan untuk dihindari. โ€œPerkara halal itu jelas dan perkara haram itu jelas, diantara keduanya terhadap perkara syubhat yang tidak diketahui banyak orang, maka barangsiapa yang menjaga dirinya dari syubhat, ia telah berlepas diri (demi keselamatan) agama dan kehormatannya.โ€ (HR.

Baihaqi). Wallahu โ€˜alam. Sumber: NU Online dan Rumah Fiqih. Jakarta - Walaupun terlihat menjijikkan, namun beberapa daerah di Indonesia menawarkan hidangan katak.

daging ayam hukumnya

Apakah hukum menyantap daging katak dalam Islam? Katak atau kodok termasuk hewan amfibi yang dapat hidup di air maupun di daratan.

Ada beragam jenis katak di dunia, mulai dari yang warnanya hijau hingga kecokelatan. Di beberapa negara katak banyak dikonsumsi. Biasanya diolah menjadi tumisan atau katak goreng dengan balutan tepung krispi. Ada daerah di Indonesia yang menawarkan hidangan berbahan katak.

daging ayam hukumnya

Hukum makan katak atau swike dalam Islam Foto: Getty Images/iStockphoto Mereka biasa menyebutkan dengan swike. Ada yang diolah dengan bumbu kecap maupun digoreng renyah. Tempat yang banyak menawarkan swike ini berada di daerah Purwodadi, Jawa Tengah. Mereka yang biasa mengonsumsi swike mengatakan kalau rasa daging katak ini mirip seperti ayam. Dagingnya bertekstur lembut dan seratnya mirip seperti daging ayam. Bahkan, sekilas potongan daging katak ini mirip seperti sayap ayam.

Walaupun ada daerah yang menawarkan hidangan berbahan daging katak, namun makanan ini termasuk ekstrem di Indonesia. Apalagi bahan dasarnya adalah katak yang terlihat daging ayam hukumnya. Hukum makan katak atau swike dalam Islam Foto: Getty Images/iStockphoto Tak semua orang bisa mengonsumsi katak. Lantas, apa hukum memakan daging katak atau swike dalam Islam? Apakah haram hukumnya? Dilansir dari Islam NU (5/11/2019), semua ulama telah menyepakati kalau membunuh katak hukumnya haram berdasarkan nash hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Utsman: "Suatu ketika ada seorang tabib yang berada di dekat Rasulullah menyebutkan tentang obat-obatan.

Di antaranya disebutkan bahwa katak digunakan untuk obat. Lalu Rasul melarang membunuh katak." (HR Ahmad: 15757). Baca Juga: Begini Awal Mula Diharamkannya Daging Babi untuk Muslim Tak hanya membunuh katak saja yang diharamkan, tetapi juga menyantapnya. Hal ini dijelaskan dalam hadits Al-Mundziri. Hukum makan katak atau swike dalam Islam Foto: Getty Images/iStockphoto "Al-Mundziri mengatakan 'hadits tersebut menunjukkan keharaman makan katak," (Ali Al-Qari, Mirqatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih, [Darul Fikr, Beirut, 2002], juz 7, halaman 2659).

Ada dua faktor larangan membunuh hewan. Pertama daging ayam hukumnya hewan itu dihormati. Kedua karena memang hewan tersebut haram dimakan, seperti haram mengonsumsi daging katak. Haram mengonsumsi katak juga dilihat berdasarkan faktor kesehatan. Menurut pakar kesehatan yang disampaikan oleh Ibnu Hajar Al-Aswalani dalam kitabnya 'Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari', katak ada dua jenis yaitu katak darat dan katak lautan (perairan).

Dijelaskan kalau katak darat bisa membunuh mereka yang menyantapnya, sedangkan katak laut bisa membahayakan kesehatan penikmatnya. "Para pakar kesehatan mengatakan, sesungguhnya katak ada dua jenis, daratan dan lautan. Yang daratan bisa membunuh, sedangkan yang spesies air bisa membahayakan kesehatan," (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, juz 9, halaman 619) Baca Juga: Makanan Haram Tak Hanya Ada dalam Islam, Tapi Juga di Agama Ini Simak Video " Resep Ayam Kodok ala Mypegscorner" [Gambas:Video 20detik] (yms/odi) Berita Terkait โ€ข Bubur Kodok di Singapura Ini Terkenal Enak, Isinya 3 Ekor Kodok Utuh!

โ€ข 5 'Makanan Orang Kaya' ala Denise Chariesta, Kepiting Alaska hingga Kangkung Cappadocia โ€ข Sudah Dipotong hingga Dimasak, Ikan dan Kodok Ini Hidup Kembali โ€ข Ngeri! 7 Hidangan Ini Sajikan Hewan Hidup dan Bergerak-gerak di Piring โ€ข 4 Hidangan Daging Katak yang Terkenal Enak, Italia hingga Purwodadi โ€ข Pemerintah Singapura Larang Pasar Tradisional Jual Kodok dan Kura-kura Hidup โ€ข Seram!

Makan 5 Ekor Kodok Hidup, Pria Ini Kena Infeksi Parasit Berbahaya โ€ข Iyuhh! Pria Ini Temukan Katak Kecil di Tumisan Sayur Pesanannnya
Baca Juga โ€ข 7 Penemuan Menggemparkan dari Peradaban Islam โ€ข Gugas Covid-19 DIY Catat Tambahan 225 Kasus Sembuh โ€ข Studi Evaluasi Vaksin Johnson & Johnson Dilanjutkan di Afsel "Jika berasal dari jaringan hewan yang masih hidup, statusnya adalah haram karena dia adalah bangkai karena setiap bagian tubuh binatang yang terpotong ketika hewannya masih hidup, maka dia adalah bangkai," kata Nanung, Senin (25/4).

Ini diterangkan Rasulullah SAW, bagian tubuh hewan ternak yang terpotong ketika hewannya masih hidup, maka dia adalah bangkai (HR Ibnu Majah dan HR Abu Dawud). Lalu, perlu diketahui cara mematikannya apakah secara syar'i atau tidak syar'i. "Jika matinya bukan karena daging ayam hukumnya secara syar'i, status dagingnya adalah haram," ujar Nanung.

Kemudian, jika daging buatan tersebut ditumbuhkan dari sel hewan yang matinya karena disembelih secara syar'i, ada pertanyaan yang lebih mendasar lagi. Bisakah jaringan mati diambil selnya, lalu selnya dikulturkan dan dihidupkan. Baca juga : Usia Ideal Membiasakan Anak Berpuasa Menurut Dokter Jawabannya, kata Nanung, bisa. Namun, sel tersebut daging ayam hukumnya dapat tumbuh. Sebab, tidak ada teknologi di dunia ini yang mampu menghidupkan sel dari jaringan hewan mati dan hanya Allah SWT yang memiliki kemampuan menghidupkan sebuah sel hewan.

"Dari ketiga alasan di atas tampaknya tertutup kemungkinan untuk bisa menyatakan daging buatan yang ditumbuhkan dari sel hewan statusnya adalah halal dikonsumi umat Islam. Dengan kata lain, daging buatan tersebut hukumnya adalah haram," kata Nanung. Berita Terkait โ€ข Daging Ayam Rekayasa Laboratorium, Halal atau Haram?

โ€ข Daging Ayam Rekayasa Sel Kini Legal di Singapura โ€ข Daging Ayam Hasil Rekayasa Laboratorium, Mungkinkah Disukai? โ€ข Singapura Izinkan Penjualan Daging Ayam Hasil Laboratorium โ€ข Singapura Izinkan Perusahaan AS Jual Daging Ayam Hasil Lab APAKAH DAGING AYAM ATAU SAPI YANG DIPASAR ITU HALAL? Pertanyaan.

Assalamuโ€™alaikum. Apakah halal atau sah hukumnya memakan daging ayam atau sapi yang dibeli di pasar sedangkan kita tidak tahu-menahu siapa penyembelihnya?

Kita juga tidak tahu, apakah ketika penyembelih melakukannya dengan mengucap daging ayam hukumnya atau tidak? Apa ada dalil yang menguatkan hal tersebut? Apakah sama dengan orang yang menyajikan daging itu bila Muslim juga sah . sedangkan kita tetap tidak tahu bagaimana dan siapa yang memotongnya?? Apakah yang memotognya Muslim atau kafir? Apakah ada hadits yang menguatkan hal itu pak?? JazakAllรขh khairan. Mohon pnjelasan! (628780xxxxxx) Jawaban. Waโ€™alaikumussalรขm wa rahmatullรขhi wa barakรขtuh Jika daging itu dijual atau dihidangkan oleh orang yang halal sembelihannya, yakni Muslim atau ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), kita boleh membeli dan memakannya.

daging ayam hukumnya

Tidak perlu menanyakan bagaimana daging itu disembelih. Hukum dasar (al-ashl) dalam sembelihan mereka adalah halal. Sedangkan sembelihan orang kafir non ahli kitab, tidak boleh dibeli atau dikonsumsi. Demikian difatwakan oleh banyak Ulama besar zaman ini.[1] Saat diberi hadiah berupa daging kambing panggang oleh seorang wanita Yahudi, Nabi Shallallahu daging ayam hukumnya wa sallam menyantap hidangannya tanpa bertanya.

Mari perhatikan riwayat berikut ini: ูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูŠูŽู‡ููˆุฏููŠู‘ูŽุฉู‹ุŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุฎูŽูŠู’ุจูŽุฑูŽ ุณูŽู…ู‘ูŽุชู’ ุดูŽุงุฉู‹ ู…ูŽุตู’ู„ููŠู‘ูŽุฉู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู‡ู’ุฏูŽุชู’ู‡ูŽุง ู„ูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ุฐู‘ูุฑูŽุงุนูŽุŒ ููŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฑูŽู‡ู’ุทูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ู…ูŽุนูŽู‡ู Jรขbir bin Abdillah Radhiyallahu anhu menyampaikan bahwa seorang wanita Yahudi penduduk Khaibar meracuni kambing panggang lalu menghadiahkannya untuk Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Maka Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengambil bagian lengan dan memakan sebagiannya. Sejumlah Shahabat Beliau juga ikut makan bersama Beliau. [HR. Abu Dawud no. 4.510. Hadits ini dihukumi shahih oleh al-Albani] Baca Juga Kesucian Hewan Laut Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memakan daging ini karena tidak mengetahui adanya racun yang diberikan oleh wanita tersebut.

Beliau Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam langsung memakannya tanpa bertanya bagaimana daging itu disembelih, padahal yang memberikannya seorang kafir Yahudi. Hal itu karena hukum asal sembelihan ahli kitab adalah halal. Hal ini ditegaskan oleh hadits berikut: ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ ูŽู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ุฅูู†ู‘ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูŠูŽุฃู’ุชููˆู†ูŽุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽุญู’ู…ูุŒ ู„ุงูŽู†ูŽุฏู’ุฑููŠ : ุฃูŽุฐููƒูุฑูŽ ุงุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ ู„ุงูŽุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูŽู…ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ูˆูŽ ูƒูู„ููˆู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ : ูˆูŽูƒูŽุงู†ููˆุง ุญูŽุฏููŠุซููŠ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุจูุงู„ูƒููู’ุฑู Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu anhuma bahwa sejumlah orang berkata kepada Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œAda suatu kaum yang daging ayam hukumnya daging untuk kami, dan kami tidak tahu apakah saat disembelih dibacakan basmalah atau tidak?โ€ Maka Beliau Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œBacakanlah basmalah oleh kalian, dan makanlah.โ€ Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata, โ€œSaat itu mereka baru saja masuk Islam.โ€[HR.

al-Bukhรขri, no. 5507] Ini adalah kemudahan yang Allรขh Azza wa Jalla berikan kepada umat Islam. Mereka tidak dibebani untuk bertanya tentang daging yang akan mereka makan jika berasal dari orang-orang yang sembelihannya halal, Kecuali jika ada bukti yang meyakinkan bahwa mereka menyembelih dengan cara yang tidak benar, maka tidak boleh membeli atau mengkonsumsi daging mereka.

Sebatas keraguan tidak membuat daging mereka haram dibeli atau dikonsumsi, karena hukum dasar tidaklah ditinggalkan kecuali dengan sesuatu yang meyakinkan. Wallahu aโ€™lam [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XVIII/1436H/2014M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp.

0271-858197 Fax 0271-858196. Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] _______ Footnote [1]. Lihat: Fatรขwรข al-Lajnah ad-Dรข`imah 22/365, Majmรปโ€™ Fatรขwรข Syaikh Bin Bรขz 23/18
BincangSyariah.Com โ€“ Ketika kita beli daging ayam di pasar, terkadang kita mendapatkan daging ayam tersebut sudah bau. Tentu kita mengetahui hal itu setelah kita sampai di rumah karena kita tentu menginginkan daging ayam yang masih segar dan bagus.

Lantas bagaimana hukum makan daging ayam yang sudah bau, apakah boleh? Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai hukum makan daging yang sudah bau karena hampir busuk atau sudah busuk.

Menurut sebagian ulama, makan daging yang sudah bau atau sudah busuk hukumnya makruh jika tidak membahayakan. Namun jika membahayakan, maka hukumnya haram, tidak boleh dimakan atau dikonsumsi. Hal ini bukan hanya berlaku pada daging hewan, namun juga berlaku pada ikan. Jika bangkai ikan daging ayam hukumnya busuk namun tidak membahayakan jika dimakan, maka hukumnya makruh dimakan. Namun jika membahayakan, maka haram dimakan. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab Iโ€™anatut Thalibin berikut; ูŠูƒุฑู‡ ุฃูƒู„ ู…ุง ุฃู†ุชู†ุŒ ุฃูŠ ุชุบูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุณู…ูƒุŒ ูˆู…ุญู„ ุงู„ูƒุฑุงู‡ุฉ ุฅู† ู„ู… ูŠุถุฑุŒ ูˆุฅู„ุง ุญุฑู….

(ู‚ูˆู„ู‡: ูƒุงู„ู„ุญู…) ุฃูŠ ูƒู…ุง ูŠูƒุฑู‡ ุฃูƒู„ ุงู„ู…ู†ุชู† ู…ู† ู„ุญู… ุบูŠุฑ ุงู„ุณู…ูƒ Makruh makan ikan yang sudah busuk, artinya yang sudah berubah menjadi busuk. Hukum makruh ini jika tidak membahayakan, namun jika membahayakan maka hukumnya haram.

Hal ini sebagaimana makruh makan daging selain ikan yang sudah busuk. Sementara menurut sebagian ulama yang lain, makan daging yang sudah bau atau sudah busuk, baik daging ayam, daging kambing, dan daging hewan lainnya, hukumnya haram, baik membahayakan atau tidak. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Hawi fi Fiqhisy Syafiโ€™i berikut; ูˆุฃูƒู„ ุงู„ู„ุญู… ุฅุฐุง ู†ุชู† ูŠุญุฑู… Dan makan daging jika sudah busuk hukumnya adalah haram.

Dalil yang dijadikan dasar keharaman makan daging yang sudah busuk adalah hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Tsaโ€™labah, dari Nabi Saw bersabda; ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽู…ูŽูŠู’ุชูŽ ุจูุณูŽู‡ู’ู…ููƒูŽ ููŽุบูŽุงุจูŽ ุนูŽู†ู’ูƒูŽ ููŽุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒู’ุชูŽู‡ู ููŽูƒูู„ู’ู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูู†ู’ุชูู†ู’ Apabila engkau melepaskan panahmu, lalu buruanmu lenyap dari pandanganmu, setelah itu dapat ditemukan, makanlah selama belum busuk.

Dengan demikian, jika daging ayam atau hewan lainnya sudah bau atau busuk, maka sebaiknya dibuang saja, tidak perlu dimakan. Meski sebagian ulama ada yang membolehkan jika tidak membahayakan, namun hal itu tetap tidak baik bagi kesehatan untuk dikonsumsi.
Tiba-tiba saja seorang teman.

Sesama alumnus pesantren di Solo. Memasukkan nomor hape saya di sebuah grup WhatsApp. Awalnya saya tidak keberatan. Grup yang gaduh Yang membuat saya takjub. Dalam sehari saja grup ini sudah ada ratusan chat. Padahal biasanya, grup wa itu kalau ada chatting umumnya paling banter ya puluhan. Ini pasti ada sesuatu yang menarik. Lho, saya perhatikan ternyata juga ada beberapa orang yang saya kenal.

Di antaranya juga ikut kasih komentar. Lalu saya pun pelan-pelan mengikuti percakapan mereka. Kata-kata kasar Sesuatu yang menarik perhatian saya dalam grup itu adalah adanya kata-kata kasar.

Diucapkan begitu saja oleh seorang anggota grup. Lalu dibalas dengan kalimat yang sepadan oleh yang lain. Jadilah mereka saling lempar kata-kata yang tidak pantas. Apakah mereka saling kenal? Saya pahami kemudian. Mereka sama sekali tidak saling kenal. Tidak pernah saling jumpa. Hanya ketemu di grup itu. Yah. Semestinya kata-kata kasar itu. Kalapun harus diucapkan.

Hanya bisa diucapkan oleh teman akrab. Bukan apa-apa. Selain untuk menunjukkan keakraban yang sangat. Sebagai daging ayam hukumnya percakapan biar tambah gayeng.

daging ayam hukumnya

Bila kata-kata kasar itu diucapkan oleh orang yang sedang eyel-eyelan. Maka artinya mereka memang sedang mengungkapkan permusuhan dan kebencian.

daging ayam hukumnya

Bukan persaudaraan. Admin mengeluarkan banyak anggota grup Dalam kegiatan dialog maupun diskusi. Admin itu peranannya sebagai moderator. Tugasnya mengawal jalannya kegiatan supaya berjalan sesuai dengan tujuan.

Dan dia tidak boleh memihak kepada salah satu pendapat. Dan adalah sesuatu yang lumrah. Bila admin mengeluarkan anggota grup dengan suatu alasan yang masuk akal.

daging ayam hukumnya

Asal tidak bertentangan dengan norma-norma kepantasan. Misalnya ketika ada anggota grup yang berkata-kata tidak sopan. Barulah admin boleh mengeluarkannya. Selidik punya selidik. Ternyata semua admin dalam grup itu merupakan pendukung salah satu pendapat.

Padahal permusuhan yang terjadi antarpendapat itu demikian tajam. Maka tidak heran. Yang terjadi kemudian adalah banyak anggota grup yang ditendang.

Dan mencelat begitu saja. Sebuah pemandangan yang sangat buruk dan jauh dari norma susila, serta adab ketimuran yang menjunjung tinggi kesopanan.

Pokoknya ayam itu haram Ternyata yang menjadi pangkal perdebatan itu adalah pertanyaan: Daging ayam itu halal atau haram.

Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana. Dan jawabannya juga sangat sederhana, yaitu: Daging ayam itu halal. Selesai. Namun rupanya admin dan sebagian anggota grup punya pandangan yang lain. Mereka punya guru yang sering mereka sebut sebagai Guru MA. Guru ini menyatakan, bahwa daging ayam itu hukumnya haram. Karena ayam itu punya cakar.

Dalilnya, ada hadits yang menyatakan bahwa semua binatang yang bercakar itu hukumnya haram. Mereka tidak mengetahui bahwa ada sebuah hadits daging ayam hukumnya. Bahkan riwayat Imam Bukhari yang secara tegas dan jelas. Bahwa Nabi Muhammad Saw. pernah makan daging ayam. Adapun makna cakar dalam hadits itu bukan cakar sembarang cakar.

daging ayam hukumnya

Namun harus dipahami dalam konteks apa cakar itu disebutkan. Yaitu mengarah kepada hewan buas yang makanan utamanya adalah daging.

daging ayam hukumnya

Seperti: burung rajawali dan burung hantu. Jadi yang haram itu adalah binatang buas yang memiliki kuku tajam untuk menerkam mangsa. Bukan sekedar cakar untuk mencari cacing tanah, seperti cakar ayam itu. Dalil bahwa daging ayam itu halal Berikut ini kami kutipkan hadits dimaksud: ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ูˆูŽูƒููŠุนูŒ ุนูŽู†ู’ ุณููู’ูŠูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ููˆุจูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‚ูู„ูŽุงุจูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฒูŽู‡ู’ุฏูŽู…ู ุงู„ู’ุฌูŽุฑู’ู…ููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู…ููˆุณูŽู‰ ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ุนูŽุฑููŠู‘ูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ุฏูŽุฌูŽุงุฌู‹ุง Telah menceritakan kepada kami Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Wakiโ€™ dari Sufyan dari Daging ayam hukumnya dari Abu Qilabah dari Zahdam Al Jarmi dari Abu Musa -yaitu Al Asyโ€™ari- radliallahu โ€˜anhu, ia berkata, โ€œAku melihat Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam makan daging ayam.โ€ Sobat bisa cek hadits itu pada link berikut: Hadits Shahih Al-Bukhari No.

5093 Hadits Bukhari itu bukan sekedar shahih. Namun hadits shahih papan atas peringkat 2. Di bawahnya ada 5 tingkatan hadits shahih. Yang paling atas adalah Hadits Shahih Bukhari-Muslim. Jadi hadits shahih itu bertingkat-tingkat. Sebagaimana hadits dhaโ€™if juga bertingkat-tingkat. Baca juga: Tingkatan Hadits Shahih Tidak paham musthalah hadits dan ushul fiqih Secara sekilas sebagian anggota grup dan admin nampak sebagai seorang ahli hukum Islam.

Dari kalimat-kalimat yang keluar, seakan mereka adalah para mujtahid nomor wahid. Namun ternyata mereka sama sekali tidak bisa bahasa Arab. Juga tidak pernah belajar Musthalah Hadits maupun Ushul Fiqih. Lalu bagaimana mereka daging ayam hukumnya argumen dalam perdebatan ilmiah? Sudah pasti tidak ada argumen. Kecuali menirukan perkataan sang guru. Seperti burung beo menirukan suara manusia. Dengan suara keras. Yang seringkali diwakili oleh kalimat yang semua hurufnya adalah kapital.

Atau kata-kata kasar dan ancaman akan dikeluarkan dari grup. Inilah kondisi riel umat Islam. Dan parahnya. Setelah itu nomor hape saya dimasukkan ke dalam grup mereka yang menghalalkan daging ayam.

Kurang lebih ternyata isinya juga sama. Pertengkaran dan perdebatan. Yang tiada pangkal dan ujung. Selain unjuk ilmu kepada orang lain. Dengan cara membodoh-bodohkan lawan diskusi. Mereka pingin terlihat tinggi dengan cara membuat rendah saudaranya. Wallahul Mustaโ€™anโ€ฆAnda tentu sudah tidak asing dengan bahan makanan yang satu ini. Daging ayam sering diolah menjadi berbagai menu daging ayam hukumnya, mulai dari digoreng, bakar, sampai dikukus.

Sebenarnya, apa saja manfaat atau khasiat dari daging ayam? Benarkah bisa membantu kesehatan jantung? Berikut penjelasan lengkap seputar kandungan gizi daging ayam sampai manfaatnya. Kandungan gizi di dalam daging ayam Ayam bisa diolah menjadi berbagai macam menu makanan. Bahkan saat ini, ayam yang sudah digoreng dengan tepung diberi sedikit sensasi hancur dengan cara digeprek.

Memangnya, apa saja kandungan gizi di dalam daging ayam segar? Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia100 gram daging ayam memiliki kandungan gizi sebagai berikut: โ€ข Air: 55,9 ml โ€ข Energi: 298 kalori โ€ข Protein: 18.2 gr โ€ข Lemak: 25.0 gr โ€ข Kalsium: 14 mg โ€ข Fosfor: 200 mg โ€ข Zat besi: 1.5 mg โ€ข Natrium: 109 mg โ€ข Kalium: 385.9 mg โ€ข Zinc: 0.6 mg โ€ข Niasin : 10.4 mg Kandungan gizi daging ayam di atas yaitu saat masih segar dan mentah.

Saat diolah, komposisi nutrisi di dalamnya akan berubah. Manfaat dan khasiat daging ayam tergantung pada cara memasaknya. Maka, Anda perlu memahami cara mengolah daging ayam agar gizinya tetap terjaga.

Namun, bukan berarti Anda memakan ayam mentah karena bisa berdampak buruk pada kesehatan. Manfaat dan khasiat daging ayam Daging ayam sangat mudah didapatkan, baik di pasar tradisional maupun modern. Harga daging ayam juga cenderung lebih murah dibanding sapi.

Berikut manfaat dan khasiat daging ayam untuk kesehatan tubuh yang mampu memenuhi kebutuhan protein hewani. 1.

daging ayam hukumnya

Membantu kesehatan jantung Protein hewani bisa didapatkan dari berbagai daging ayam hukumnya daging, salah satunya ayam. Namun, protein daging ayam lebih baik dibanding yang lain. Dalam situs resmi American Heart Association ( AHA ) dijelaskan bahwa daging merah, seperti sapi, babi, dan domba memiliki lebih banyak lemak jenuh dibanding ayam. Lemak jenuh dan lemak trans bisa meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Protein daging ayam yang tinggi lemak tak jenuh memiliki manfaat untuk mengurangi risiko gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan stroke iskemik. Protein di dalam daging ayam sama baiknya dengan kacang-kacangan dan ikan. Namun, tetap harus diperhatikan cara pengolahannya. Menggoreng dengan banyak minyak tentu akan meningkatkan kadar lemak jenuh pada daging ayam.

Sebaiknya mengolah daging ayam dengan cara dikukus atau rebus agar manfaat dan khasiat tetap terjaga. 2. Membantu menurunkan berat badan Daging ayam termasuk bahan makanan sehat yang bisa membantu menjaga atau menurunkan berat badan. Pasalnya, daging ayam mengandung rendah kalori tetapi tinggi protein, terutama bagian dada. Cocok untuk Anda yang sedang menjalani program diet atau menjaga berat badan. Berdasarkan penelitian dari National Library of Medicineprotein membuat perut lebih cepat kenyang sehingga bisa membantu penurunan berat badan.

Protein di dalam daging ayam juga memiliki manfaat untuk meningkatkan massa otot. 3. Meningkatkan kekuatan tulang Kandungan protein di dalam daging ayam memiliki manfaat dan khasiat untuk kekuatan tulang.

Hal tersebut dijelaskan dalam jurnal berjudul Dietary Protein and Skeletal Health: A Review of Recent Human Research. Protein di dalam daging ayam berpengaruh pada kepadatan tulang dan penyerapan kalsium. Mengonsumsi makanan dengan protein tinggi juga bisa meningkatkan massa tubuh tanpa menambahkan lemak.

4. Meningkatkan hormon testosteron Daging ayam juga memiliki manfaat dalam meningkatkan hormon testosteron. Sebuah penelitian yang dilakukan Journal of Ayub Medical College ( JAMC ) dilakukan untuk melihat peningkatan testosteron saat diberikan daging ayam. Hasilnya, terjadi peningkatan hormon testosteron saat responden mengonsumsi daging ayam. Meski begitu, penelitian ini dilakukan pada tikus. Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang dicoba pada manusia untuk melihat manfaat daging ayam terhadap hormon testosteron.

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh Sup ayam sering digunakan sebagai salah satu makanan rumahan untuk meredakan batuk, pilek, dan masalah pernapasan lain. Dikutip dari Daging ayam hukumnya Center for East-West Medicinesup ayam memiliki efek anti-inflamasi (antiradang) yang bisa mengurangi gejala infeksi saluran pernapasan ringan. Biasanya saat seseorang terkena flu, tubuh mengetahui adanya peradangan di saluran pernapasan bagian atas.

Respon inflamasi tersebut memberi sinyal pada sel darah putih untuk pindah ke saluran pernapasan. Perpindahan tersebut menimbulkan gejala flu, seperti hidung tersumbat. Sup daging ayam memiliki manfaat dan khasiat untuk menahan laju perpindahan sel darah putih ke saluran pernapasan atas.

Daging ayam memang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Akan tetapi, tetap perhatikan cara memasak agar manfaat daging ayam tidak hilang. Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2021). Poultry Development Review. Retrieved 10 February 2021, from http://www.fao.org/3/a-al714e.pdf Shams-White, M., Chung, M., Du, M., Fu, Z., Insogna, K., & Karlsen, M.

et al. (2017). Dietary protein and bone health: a systematic review and meta-analysis from the National Osteoporosis Foundation.ร‚ The American Journal Of Clinical Nutrition, ajcn145110. doi: 10.3945/ajcn.116.145110 Meat, Poultry, and Fish: Picking Healthy Proteins. (2021). Retrieved 10 February 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/meat-poultry-and-fish-picking-healthy-proteins Leidy, H., Clifton, P., Astrup, A., Wycherley, T., Westerterp-Plantenga, M., & Luscombe-Marsh, N.

et al. (2015). The role of protein in weight loss and maintenance.ร‚ The American Journal Of Clinical Nutrition,ร‚ 101(6), 1320S-1329S. doi: 10.3945/ajcn.114.084038 Medicine, U. (2021). An Inside Scoop on the Science Behind Chicken Soup and the Common Cold โ€“ Explore Integrative Medicine. Retrieved 10 February 2021, from https://exploreim.ucla.edu/wellness/an-inside-scoop-on-the-science-behind-chicken-soup-and-the-common-cold/
Pertanyaan: Assalamuโ€™alaikum Wr.Wb. Buat bapak-bapak anggota Majelis Tarjih, daging ayam hukumnya punya pertanyaan seputar halal/haramnya makanan.

Saya bekerja di luar negeri, berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Setahu saya dalam daging ayam hukumnya Islam, binatang (sapi/kambing/ayam) yang tidak disembelih secara Islami hukumnya adalah haram. Kadangkala saya sulit sekali menemukan warung/restoran muslim apabila berada di negara yang daging ayam hukumnya non-Muslim, sehingga praktis saya hanya makan ikan dan sayuran karena untuk daging yang pasti mereka tidak menyembelihnya secara Islami.

Namun teman saya berpendapat bahwa tidak masalah memakan daging tersebut dengan menganalogikan sebagai binatang buruan, yang ditembak mati tanpa disembelih, asalkan kita sebelum memakannya membaca basmalah. Apakah bisa kita menganalogikan yang seperti itu? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamuโ€™alaikum. Wr. Wb. Pertanyaan Dari: Khanif Ilzamy, khanif_i@yahoo.com (disidangkan pada Jumat, 21 Rabiul Awwal 1429 H / 28 Maret 2008 M) Jawaban: Walaikumussalam Daging ayam hukumnya.

Wb. Syariat Islam telah menerangkan untuk kaum muslimin yang halal dan haram dalam masalah makanan dan minuman. Termasuk makanan yang dihalalkan ialah sembelihan Ahlul-Kitab (Yahudi dan Nasrani).

Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa taโ€™ala: ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูุญูู„ูŽู‘ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ุทูŽู‘ูŠูู‘ุจูŽุงุชู ูˆูŽุทูŽุนูŽุงู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุญูู„ูŒู‘ ู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽุทูŽุนูŽุงู…ููƒูู…ู’ ุญูู„ูŒู‘ ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู’ Artinya: โ€œPada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik.

Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.โ€ [QS. al-Maidah (5): 5]. Jadi apabila yang saudara maksudkan berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lain itu adalah negara yang berpenduduk Ahlul-Kitab (Yahudi dan Nasrani), maka tidak mengapa memakan sembelihan mereka asal binatang tersebut dihalalkan (seperti sapi, kambing, ayam dan lainnya), bukan yang diharamkan (seperti babi, anjing dan lainnya), dengan tetap membaca basmalah sebelum memakannya.

Berdasarkan hadis berikut ini: Baca juga: Adakah Aqiqah Bagi Janin Pasca Keguguran? ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฃูู…ูู‘ ุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูŠูŽุฃู’ุชููˆู’ู†ูŽุง ุจูู„ูŽุญู’ู…ู ู„ุงูŽ ู†ูŽุฏู’ุฑูู‰ ุฐููƒูุฑูŽ ุงุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ ู„ุงูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูู‘ูˆู’ุง ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ูˆูŽูƒูู„ููˆู’ุง.

[ุฑูˆุงู‡ ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ูˆุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ ูˆุงู„ุฏุงุฑู…ูŠ]. Artinya: โ€œDiriwayatkan dari โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, bahwa ada beberapa orang berkata kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam: Bahwa ada beberapa orang datang kepada kami membawa daging, tetapi kami tidak mengerti apakah mereka menyebut nama Allah (ketika menyembelihnya) atau tidak. Kemudian Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: Sebutlah nama Allah atas daging itu dan makanlah.โ€ [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, al-Baihaqi dan ad-Darimi].

Dalam hal ini, karena sudah ada nash (ayat) al-Quran dan hadis di atas, maka tidak perlu menganalogikan sembelihan mereka dengan binatang buruan.

daging ayam hukumnya

Tambahan pula, ada sebuah hadis riwayat Ibnu Abbas sebagai berikut: ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุฃูุญูู„ูŽู‘ุชู’ ุฐูŽุจูŽุงุฆูุญู ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุตูŽุงุฑูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ู„ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ุชูŽู‘ูˆู’ุฑูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุฅูู†ู’ุฌููŠู„ู. [ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุญุงูƒู… ูˆุตุญุญู‡] Artinya: โ€œDiriwayatkan dari Ibn Abbas radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata: Sesungguhnya dihalalkannya sembelihan Yahudi dan Nasrani itu adalah karena mereka beriman kepada Taurat dan Injil.โ€ [Diriwayatkan oleh Hakim dan disahihkannya] Perlu kami sampaikan bahwa pada rubrik Fatwa Agama Majalah Suara Muhammadiyah No.

17 Tahun ke-91/2006 telah dijawab sebuah pertanyaan yang hampir sama, dengan salah satu kesimpulan sebagai berikut: Jika tidak mengetahui apakah ketika disembelih dibacakan basmalah atau tidak, maka wajib membaca basmalah sebelum memakannya. Jika tetap ragu-ragu tentang kehalalannya, lebih baik ditinggalkan.

Namun perlu ditekankan di sini bahwa walaupun sembelihan mereka itu halal, kita tetap perlu berhati-hati karena mereka seringkali mencampurkan binatang sembelihan yang halal dengan yang haram, atau paling tidak mereka memasak keduanya itu dengan alat masak yang sama secara bergantian tanpa mensucikannya terlebih dahulu, yang menyebabkan tercampurnya makanan yang halal dengan makanan yang haram. Baca juga: Penjelasan Seputar Fardhu Kifayah Adapun jika makanan tersebut makanan (sembelihan) orang kafir selain Ahlul-Kitab, seperti penyembah berhala, orang atheis (tidak daging ayam hukumnya, zindiq, maka para ulama sepakat mengharamkannya.

Dalilnya ialah firman Allah: ุญูุฑูู‘ู…ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุชูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ู…ู ูˆูŽู„ูŽุญู’ู…ู ุงู„ู’ุฎูู†ุฒููŠุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูู‡ูู„ูŽู‘ ู„ูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ุฎูŽู†ูู‚ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู‚ููˆุฐูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุชูŽุฑูŽุฏูู‘ูŠูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุทููŠุญูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุจูุนู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽุง ุฐูŽูƒูŽู‘ูŠู’ุชูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุฐูุจูุญูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ุตูุจู Artinya: โ€œDiharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah (yang mengalir), daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.โ€ [QS.

al-Maidah (5): 3]. Wallahu aโ€™lam bishshawab. Sumber: Majalah Suara Muhammadiyah, No. 11, 2008 DOWNLOAD
Saya bekerja di luar negeri, berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Setahu saya dalam hukum Islam binatang (sapi/kambing/ayam) yang tidak disembelih secara Islami hukumnya adalah haram. Kadangkala saya sulit sekali menemukan warung/restoran muslim apabila berada di negara yang mayoritas non-Muslim, sehingga praktis saya hanya makan ikan dan sayuran karena untuk daging yang pasti mereka tidak menyembelihnya secara Islami.

Namun teman saya berpendapat bahwa tidak masalah memakan daging tersebut dengan menganalogikan sebagai binatang buruan, yang ditembak mati tanpa disembelih, asalkan kita sebelum memakannya membaca basmalah. Apakah bisa kita menganalogikan yang seperti itu? Mohon penjelasannya. Jadi apabila yang saudara maksudkan berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lain itu adalah negara yang berpenduduk Ahlul-Kitab (Yahudi dan Daging ayam hukumnya, maka tidak mengapa daging ayam hukumnya sembelihan mereka asal binatang tersebut dihalalkan (seperti sapi, daging ayam hukumnya, ayam dan lainnya), bukan yang diharamkan (seperti babi, anjing dan lainnya), dengan tetap membaca basmalah sebelum memakannya.

Rasulullah saw juga pernah bersabda: Artinya: โ€œDiriwayatkan dari 'Aisyah r.a., bahwa ada beberapa orang berkata kepada Nabi saw: Bahwa ada beberapa orang datang kepada kami membawa daging, tetapi kami tidak mengerti apakah mereka menyebut nama Allah (ketika menyembelihnya) atau tidak. Kemudian Nabi saw bersabda: Sebutlah nama Allah atas daging itu dan makanlah.โ€ [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, al-Baihaqi dan ad-Darimi].

P erlu kami sampaikan bahwa pada rubrik Fatwa Agama Majalah Suara Muhammadiyah No. 17 Tahun ke-91/2006 telah dijawab sebuah pertanyaan yang hampir sama, dengan salah satu kesimpulan sebagai berikut: Jika tidak mengetahui apakah ketika disembelih dibacakan basmalah atau tidak, maka wajib membaca basmalah sebelum memakannya.

Jika tetap ragu-ragu tentang kehalalannya, lebih baik ditinggalkan. Namun perlu ditekankan di sini bahwa walaupun sembelihan mereka itu halal, kita tetap perlu berhati-hati karena mereka seringkali mencampurkan binatang sembelihan yang halal dengan yang haram, atau paling tidak mereka memasak keduanya itu dengan alat masak yang sama secara bergantian tanpa mensucikannya terlebih dahulu, yang menyebabkan tercampurnya makanan yang halal dengan makanan yang haram.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, daging ayam hukumnya (yang mengalir), daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.โ€ [QS. al-Maidah (5): 3] โ€ข โ–บ 2014 (1) โ€ข โ–บ Desember (1) โ€ข โ–ผ 2013 (5) โ€ข โ–ผ Juni (4) โ€ข UPACARA TAHLILAN โ€ข hukum memakan daging di negeri non muslim โ€ข SEJARAH MUHAMMADIYAH DI KEDUNGGALAR, NGAWI, JAWA T.

โ€ข Di ASEAN, Cuma RI yang Punya Pesawat Bikinan Sendiri โ€ข โ–บ Januari (1) โ€ข โ–บ 2012 (4) โ€ข โ–บ November (4) โ€ข โ–บ 2011 (24) โ€ข โ–บ November (2) โ€ข โ–บ Oktober (2) โ€ข โ–บ Maret (1) โ€ข โ–บ Februari (8) โ€ข โ–บ Januari (11) โ€ข โ–บ 2010 (4) โ€ข โ–บ Desember (2) โ€ข โ–บ April (1) โ€ข โ–บ Januari (1) โ€ข โ–บ 2009 (2) โ€ข โ–บ April (2)

Hukum Merebus Ayam Tanpa Mengeluarkan Isi Perutnya




2022 www.videocon.com