Tera f dan amoxilin

tera f dan amoxilin

Kami menyediakan ruang konsultasi tentang obat, kesehatan, dan lain-lain. Pertanyaan yang sering diajukan: 1. Tanya: Apa beda obat paten dan obat generik?

Jawab: Obat generik adalah obat yang mengandung zat aktif sesuai nama generiknya, contoh parasetamol generik berarti obat yang dibuat dengan kandungan zat aktif parasetamol, dipasarkan dengan nama parasetamol. Atau obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.

Obat paten adalah obat dengan nama dagang dan menggunakan nama yang merupakan milik produsen obat yang bersangkutan. Misal: Lipitor (Pfizer), produk innovator/originator yaitu merek dagang untuk Atorvastatin, Nizoral adalah produk originator dari ketokonazol.

Click detail 2. Bolehkah Tolak Angin diminum untuk ibu hamil? Jawab: Tidak direkomendasikan, karena ada kandungan Echinacea dalam komposisi formulanya.

tera f dan amoxilin

on 15/01/2014 at 10:56 pm - Reply heru woro mau tanya nh apa efek jangka panjang dari minum obat gratazhon dan pronici ? kebetulan istri saya sewaktu belum nikah mengkonsumsi tera f dan amoxilin obt tersebut untk mnmbh berat badan, krg lbh dlm jngka satu tahun tapi skg smenjak nikah sudah tidak lg sktar 2 tahun yg laluentah karna efeknya atw bkn skg istri sy sdang mengalami gangguan imun yg di sebt dengan hemolitik imun, hb darahnya selalu rendah sampai 6,5 ( pdhal untk wanita nrmalnya 12-14), smpat sampai transfusi darah dan normal, tp stelah 3 bulan hb kmbli turun lg smpai 7, dkter pun kbingungan pnybbnya apa.

apakah itu akibt dari efek jangka panjang mengknsumsi ke-2 obt tsb, mohon pnjelasannya terima kasih • • PENGUNJUNG • 581,214 hits • KATEGORI • Farmasi • Herbal • Lain-lain • TULISAN TERBARU • BIO 7 • Obat Off Label • Eight Star Pharmacist • Penggolongan Obat • Obat Wajib Apotek (OWA) • TULISAN TERATAS • BIO 7 • PRODUK HERBAL • Caviplex • Obat Off Label • Eight Star Pharmacist • Penggolongan Obat • Obat Wajib Apotek (OWA) • Obat Generik vs Obat Paten • Coparcetin • Neolanta • Blogroll • WordPress.com • WordPress.org • HALAMAN • CONTACT US • ITEM OBAT • ANALGETIK-ANTIPIRETIK • ANTIBIOTIK • FLU DAN BATUK • Actifed Batuk dan Alergi (Kuning) • Actifed Plus Cough Suppressant (Merah) • Actifed Plus Expectorant (Hijau) • Allerzin Syrup • Coparcetin • Intunal F • Mextril Syrup • Mextril Tablet • Paracetin Syrup • Paramex Flu dan Batuk • Sanaflu • Stop Cold Tablet • Tera F • Termorex Plus • Tremenza Syr • Tremenza Tablet • Triaminic Ekspektoran • Triaminic Batuk • Triaminic Pilek • Trifed Syrup • Trifed Tablet • Tuzalos • Ultraflu • PRODUK HERBAL • Adem Sari • Antangin JRG Syrup • Antangin JRG Tablet • Bersih Darah Kembang Bulan • Bioprost • Darsi • EM • Laxing Tablet • Lelap • Madu Rasa • Pilkita • SALURAN PENCERNAAN • Albothyl • Diapet • Enzyplex • Neolanta • SALURAN PERNAPASAN • VITAMIN DAN MINERAL • Becom-C • Caviplex • Redoxon Double Action • LINK • TANYA APOTEKER • Archives • September 2015 • May 2011 • February 2010 • KOMENTAR tika on Selamat Datang Komposisi Tiap tablet mengandung : paracetamol 650 mg glyceryl guaiacolate 50 mg phenylpropanolamine HCL 15 mg chlorpheniramine maleate 2 mg Indikasi untuk meringankan gejala flu seperi demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk Cara kerja obat Bekerja sebagai analgesik-antipiretik,ekspektoran,dekongestan hidung dan antihistamin Kontraindikasi – penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat ini – penderita dengan gangguan jantung dan diabetes mellitus – penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat Interaksi obat Penggunaan bersamaan anti depresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis hipertensi Efek samping – mengantuk, gangguan pencernaan,gangguan psikomotor,takikardia, aritmia,mulut kering, palpitasi dan retensi urin – penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati Peringatan dan perhatian – hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal glaukoma, hipertrofi prostat – tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia dibawah 6 tahun,wanita hamil dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter – selama minum obat ini tidak boleh mengendarai motor – hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat yang menekan susunan pusat syaraf Tera f dan amoxilin pakai Dewasa dan anak>12 tahun : 1kaplet,3-4 kali sehari Anak-anak 6-12 tahun : 1/2kaplet,3-4 kali sehari DAPAT MENYEBABKAN KANTUK Reg.No.: DTL9628908504A1 PT RAMA EMERALD MULTI SUKSES SURABAYA-INDONESIA • PENGUNJUNG • 581,214 hits • KATEGORI • Farmasi • Herbal • Lain-lain • TULISAN TERBARU • BIO 7 • Obat Off Label • Eight Star Pharmacist • Penggolongan Obat • Obat Wajib Apotek (OWA) • TULISAN TERATAS • BIO 7 • PRODUK HERBAL • Caviplex • Obat Off Label • Eight Star Pharmacist • Penggolongan Obat • Obat Wajib Apotek (OWA) • Obat Generik vs Obat Paten • Coparcetin • Neolanta • Blogroll • WordPress.com • WordPress.org • HALAMAN • CONTACT US • ITEM OBAT • ANALGETIK-ANTIPIRETIK • ANTIBIOTIK • FLU DAN BATUK • Actifed Batuk dan Alergi (Kuning) • Actifed Plus Cough Suppressant (Merah) • Actifed Plus Expectorant (Hijau) • Allerzin Syrup • Coparcetin • Intunal F • Mextril Syrup • Mextril Tablet • Paracetin Syrup • Paramex Flu dan Batuk • Sanaflu • Stop Cold Tablet • Tera F • Termorex Plus • Tremenza Syr • Tremenza Tablet • Triaminic Ekspektoran • Triaminic Batuk • Triaminic Pilek • Trifed Syrup • Trifed Tablet • Tuzalos • Ultraflu • PRODUK HERBAL • Adem Sari • Antangin JRG Syrup • Antangin JRG Tablet • Bersih Darah Kembang Bulan • Bioprost • Darsi • EM • Laxing Tablet • Lelap • Madu Rasa • Pilkita • SALURAN PENCERNAAN • Albothyl • Diapet • Enzyplex • Neolanta • SALURAN PERNAPASAN • VITAMIN DAN MINERAL • Becom-C • Caviplex • Redoxon Double Action • LINK • TANYA APOTEKER • Archives • September 2015 • May 2011 • February 2010 • KOMENTAR tika on Selamat Datang
Jakarta - Terkadang orang mengonsumsi suplemen dan obat sekaligus agar tubuhnya tetap sehat.

Tapi sebaiknya hal ini tidak dilakukan sembarangan, karena beberapa suplemen tidak boleh dicampur dengan obat tertentu. Obat-obatan yang dikonsumsi baik berupa suplemen, vitamin, obat medis ataupun obat herbal sebaiknya tidak dikonsumsi secara sembarangan. Hal ini karena beberapa obat bisa menimbulkan interaksi tertentu yang berdampak buruk pada tubuh.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) menuturkan hanya sedikit kasus interaksi obat yang dilaporkan sehingga kadang tidak diketahui. Hal ini umumnya karena masyarakat tidak mengetahui adanya interaksi antar obat yang dikonsumsi. Berikut ini beberapa suplemen yang sebaiknya tidak dicampur atau dikonsumsi bersamaan dengan obat, seperti dikutip FDA dari Health, Kamis (7/4/2011) yaitu: Minyak ikan Mengonsumsi minyak ikan dengan obat penurun tekanan darah bisa meningkatkan efek dari obat tersebut, sehingga seseorang akan mengalami penurunan tekanan darah yang drastis dan bisa berbahaya.

Jika suplemen ini dikonsumsi bersamaan dengan pil KB akan menurunkan efek dari trigliserida yang terkandung dalam minyak ikan.

Jika mengonsumsi minyak ikan dosis tinggi yang dicampur dengan herbal (termasuk ginko biloba) bisa memperlambat pembekuan darah yang dapat menyebabkan perdarahan. Suplemen kalsium Saat mengonsumsi kalsium harus memperhatikan obat tera f dan amoxilin yang dikonsumsi karena kalsium bisa mengurangi kemampuan penyerapan banyak obat termasuk obat osteoporosis yang dikenal sebagai bifosfonat, antibiotik tetrasiklin, golongan quinolone serta levothyroxine yang digunakan untuk hipotiroid.

Suplemen melatonin Mengonsumsi suplemen melatonin dengan obat penenang bisa tera f dan amoxilin kantuk yang berlebihan. Selain itu melatonin bisa memperlambat pembekuan darah, jadi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat antikoagulan seperti heparin atau warfarin bisa meningkatkan peluang memar dan pendarahan. Serta hindari pula konsumsi melatonin dengan obat pengontrol tekanan darah karena bisa meningkatkan nilai tekanan darah. Vitamin D Vitamin D diketahui bisa menurunkan efektivitas dari obat penurun kolesterol atorvastatin (Lipitor).

Mengonsumsi dosis tinggi vitamin D bersamaan dengan obat diuretik bisa menyebabkan terlalu banyak kalsium di dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya masalah ginjal. Selain itu masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi obat dengan suplemen yang memiliki fungsi sama atau pun berlawanan yang memperburuk kondisi, serta menghindari konsumsi obat jantung dengan herbal.

(ver/ir) Berita Terkait • Mahasiswa Prancis Tertarik Pelajari Khasiat Jamu di Semarang • Kalau Sakit Kepalanya Begini, Bisa Jadi Ada Masalah Kesehatan Serius • Sembarangan Minum Suplemen Bisa Perburuk Kondisi Pasien Jantung • Jika Dilakukan Tak Sesuai Kondisi Tubuh, Perawatan Seperti Ini Hanya Tera f dan amoxilin • Yuk Cegah Sakit Kepala dengan Mengenali Aneka Penyebabnya • 5 Fakta dan Mitos Unik Tentang Vitamin C • Catat, Antibiotik Tak Dibutuhkan untuk Penyakit-penyakit Ini • Buah-buahan Selain Manggis yang Tera f dan amoxilin Kulitnya Bermanfaat MOST POPULAR • 1 Hepatitis Akut 'Misterius' Menular Lewat Pernapasan dan Pencernaan, Begini Mencegahnya • 2 Dijalani Raja Salman, Apa Itu Kolonoskopi yang Bisa Deteksi Kanker Usus Besar?

• 3 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius? Ini Penjelasan Pakar IDI • 4 Masih Misterius, IDAI Ungkap Kemungkinan Cara Penularan Hepatitis Akut • 5 Tips Curi-curi Waktu untuk Bercinta di Pagi Hari • 6 Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja? Psikolog Sarankan Ini • 7 Perlengkapan Main Sepatu Roda, Penting agar Tetap Aman Saat Meluncur • 8 5 Tips Foreplay yang Bikin Seks Makin Panas • 9 WHO: Angka Kematian Tak Langsung Pasien COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia • 10 Wajib Dicoba!

Ini 4 Posisi yang Bikin Seks Makin Enak • SELENGKAPNYA Nama Generik: Amoxicillin Golongan Obat: Keras Pengertian Amoxicillin Tak sulit menemukan Amoxicillin di pasaran. Obat ini sering diresepkan dokter untuk pasien dengan gejala, seperti demam, infeksi kulit, dan radang tenggorokan.

Bukannya tanpa alasan, Amoxicillin adalah antibiotik golongan penisilin yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Amoxicillin merupakan antibiotik spektrum luas yang efektif untuk bakteri gram positif dan gram negatif. Contoh bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus yang bisa menyebabkan infeksi kulit dan keracunan makanan.

Sementara itu, bakteri gram negatif, seperti E. coli jenis tertentu yang bisa menyebabkan diare dan sakit perut. Artikel Lainnya: Waspadai Gejala Alergi Antibiotik Ini Tera f dan amoxilin Seputar Amoxicillin Kategori: Aminopenicillin 1.

Kandungan: Kaplet Amoxicillin 250 mg dan 500 mg. Kapsul Amoxicillin 250 mg dan 500 mg. Sirup kering Amoxicillin125 mg/ 5 mL dan 250 mg/ 5 mL. Injeksi amoxicillin 1 g. 2. Kemasan : 1 strip @10 Kaplet, 1 strip @10 kapsul, botol 50 ml dan 60 ml, vial injeksi 1 g. 3. Merek Dagang: Kaplet: Hufanoxil, Etamox, Holimox, Kemosilin Kapsul: Intermoxil, Mestamox, Camoksil, Widecillin, Amobiotic, Scannoxyl, Leomoxyl Sirup Kering: Penmox Forte, Opimox, Etimox Forte, Mestamox DS, Zemoxil, Supramox Injeksi: Amoxan, Pehamoxil, Penmox, Intermoxil, Opimox Kegunaan Amoxicillin 1.

Indikasi: Amoxicillin digunakan untuk mengatasi infeksi paru ( bronkitis), pneumonia, infeksi tenggorokan (tonsilitis), infeksi telinga, infeksi hidung, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, dan sebagainya.

Obat ini juga bisa digunakan sebagai antibiotik tunggal. Namun, untuk gejala infeksi tertentu, Amoxicillin bisa dikombinasikan penggunaannya dengan antibiotik lainnya sesuai resep dokter. 2. Kontraindikasi: Jangan digunakan pada pasien dengan riwayat alergi pada antibiotik golongan penisillin Cek Dosis Umum dan Cara Pakai Amoxicillin 1. Dosis Dewasa Kaplet dan kapsul: 250–500 mg setiap 8 jam atau maksimal 1000 mg setiap 12 jam. Pada infeksi berat dosisnya 750–1.000 mg setiap 8 jam.

Injeksi: 500 mg setiap 8 jam (IM/IV). 2. Dosis Anak usia kurang dari 3 bulan dan dengan BB kurang dari 40 kg Sirup kering: 20–90 mg/kg BB per hari Injeksi: 20-200 mg/Kg BB setiap 2-4 kali sehari Amoxicillin tidak dijual bebas.

Untuk mendapatkannya, Anda harus berkonsultasi dan mendapatkan resep dokter terlebih dulu. Penggunaannya di bawah pengawasan apoteker. Artikel Lainnya: Pentingnya Mengedukasi Diri Anda tentang Penggunaan Antibiotik Efek Samping Pemakaian Amoxicillin Pengunaan Amoxicillin dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala dan diare.

Hubungi dokter jika terdapat gejala alergi berat.

tera f dan amoxilin

Antara lain, detak jantung yang cepat, sulit bernapas, pembengkakan di wajah, masalah kulit berat (memar, nyeri kulit, gatal, ruam kulit, kulit melepuh/terbakar). Bagaimana Cara Penggunaan Amoxicillin yang Benar? • Ikuti saran dan petunjuk dokter. Dilarang menambah, mengurangi dosis antibiotik, atau menghentikan penggunaan tanpa petunjuk dokter. • Amoxicillin tidak efektif untuk penyakit batuk atau flu yang disebabkan oleh virus, termasuk COVID-19.

• Gunakan Amoxicillin di jam yang sama setiap harinya. • Tetap menggunakan Amoxicillin sesuai yang diresepkan dokter, meski ada perubahan gejala. Berhenti mengonsumsi Amoxicillin secara tiba-tiba akan meningkatkan risiko resistensi pada antibiotik ini. • Jangan berbagi Amoxicillin dengan orang lain, sekalipun mempunyai gejala yang sama.

• Untuk Amoxicillin cair, gunakan sendok takar yang tepat saat mengonsumsinya. Amoxicillin cair boleh dicampurkan dengan cairan lain seperti jus buah atau makanan bayi. Segera konsumsi amoxicillin setelah dicampurkan. Untuk Amoxicillin suspensi, kocok dulu sebelum digunakan. Untuk Amoxicillin injeksi, hanya boleh diberikan langsung oleh tenaga kesehatan. • Penggunaan jangka panjang dapat memengaruhi beberapa hasil pemeriksaan medis.

Informasikan kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi antibiotik ini selama pemeriksaan kesehatan. • Simpan obat pada suhu kamar, hindari dari cahaya, lembab, dan panas.

Amoxicillin cair bisa disimpan di lemari es, tapi bukan freezer. Buang semua obat cair yang tidak digunakan dalam 14 hari setelah dicampur di apotek. Artikel Lainnya: Fakta Tentang Antibiotik yang Anda Perlu Tahu Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Konsumsi Amoxicillin? Sebelum minum Amoxicillin, pastikan Anda tidak memiliki alergi pada antibiotik golongan penisilin lain, seperti Ampicillin, Oksacillin, dsb.

Jangan lupa, informasikan kepada dokter jika Anda memiliki masalah pada ginjal, alergi pada antibiotik golongan lain, seperti Chepalosporin. Beritahu dokter bila Anda pernah mengalami diare berat usai mengonsumsi antibiotik ini sebelumnya. Informasikan kepada dokter apabila Anda sedang hamil dan menyusui. Anda sedang menunda kehamilan?

Infokan juga kepada dokter karena antibiotik ini dapat menurunkan efektivitas kerja pill KB. Bolehkah Saya Konsumsi Amoxicillin dengan Obat Lain? Amoxicillin pada dasarnya dapat dikombinasikan dengan beberapa jenis obat tertentu.

Misalnya, Amoxicillin biasa dikombinasikan dengan Clarythromicin untuk mengatasi infeksi akibat bakteri H. pylory. Biasanya, ini dilakukan pada dalam kasus diare berat dan pencernaan lainnya.

Amoxicillin juga dapat digunakan bersamaan dengan Lansoprazole dan Omeprazole pada kondisi asam lambung berlebih. Yang terpenting, konsumsilah Amoxicillin dan obat lainnya di bawah pengawasan dokter. Ikuti petunjuk yang terdapat dalam kemasan bila Anda ingin mengonsumsi Amoxicillin bersamaan dengan makanan.

Artikel Lainnya: Kapan Konsumsi Antibiotik Benar-Benar Dibutuhkan? Bagaimana Jika Saya Lupa Konsumsi Satu Dosis Amoxicillin? Pada umumnya, Amoxicillin diminum sebanyak 1-4 kali sehari. Namun, bagaimana bila tak sengaja terlewat? Apakah bisa mengonsumsi dua Amoxicillin di waktu minum selanjutnya? Tentu tidak. Abaikan dosis yang terlewat, lalu lanjutkan dengan dosis yang berikutnya. Jangan mengonsumsi dua dosis pada satu waktu. Apakah Amoxicillin Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Amoxicillin termasuk obat kategori B. Artinya, pada percobaan tera f dan amoxilin hewan percobaan tidak terlihat adanya risiko janin.

Namun, belum ada studi terkontrol langsung pada ibu hamil sehingga keamanannya belum bisa dipastikan. Hindari penggunaan Amoxicillin jika Anda dalam kondisi menyusui. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Artikel Lainnya: Jangan Gunakan Antibiotik Sembarangan, Ini Alasannya Amoxicillin adalah antibiotik yang efektif mengatasi infeksi bakteri. Karena tergolong obat keras, pemakaiannya harus atas resep dokter. Konsultasi kepada dokter lebih mudah melalui fitur LiveChat dari aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU) Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani, S.Farm. DItinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm.
• Pertanyaan populer dari pengguna lain • Maaf dok…saya ada kejadian jari saya terkena sperma lalu saya lap smp kering dan saya diamkan sebentar, lalu saya masukkan jari saya tsb ke miss V, yg jadi prtnyaan apakah sprmanya msh aktif /tidak? Klo begitu bisa hamil gak dok? Tks\ • Dok, umur 17 tahun apakah masih bisa bertambah tinggi badannya?

Mohon sarannya dok untuk olahraga dan makanan ataupun obat yang tepat untuk meninggikan badan? • Maaf dok saya yg barusan tanya mengenai telinga sakit akibat headset.

Kalo boleh tau, apakah pendengaran saya bisa normal kembali? Perlukah saya mengonsumsi obat-obatan? Dan kira-kira obat jenis apa yg bisa saya konsumsi? Terima kasih • Siang dok, saat ini saya lagi hamil 6 bulan dan sudah 3 hari nie saya mencret-mencret lebih dari 3x sehari, trus mual dan muntah, pusing trus keluar keringet dingin. Klo tidur ato duduk perut saya sakit. Apakah kondisi ini bisa berpengaruh sama kehamilan saya dok?

ada apa dengan diri saya ya dok? Terima kasih dok • Salam dokter, waktu buang air kecil saya merasakan sakit dan gatal didalam saluran kencingnya, lalu keluar lendir kuning. Gejala penyakit apa ya dok, dan bagaimana cara mengobatinya?

Terimakasih sebelumnya. • Halo dok, resep untuk gejala tipes apa saja ya dok? • Bagi pasien anak hipertiroid yg dalam pengawasan konsultasi dokter, kandungan obat apa yg sebaiknya dihindari saat batuk dan tera f dan amoxilin • Dokter, selamat sore…!! Saya dpt info dari internet (//goo.gl/cCSVhT) klo obat-obatan herbal efektif buat pengobatan diabetes tera f dan amoxilin. Mohon penjelasannya ya dok…soalnya buat orang tua saya, beliau kena diabetes melitus.

• Dok, saya sudah bertahun2 mengalami gatal di selangkangan dan kelamin, kalo digaruk seperti ada ngeres2nya kaya serbuk gitu, apakah ini penyakit dok?

tera f dan amoxilin

Kalo iya obatnya apa ya dok? Tolong diinfo ya dok. Terima kasih • Sore, sy mau nanya dok.bulan kemarin sya tdk haid, pdhl biasanya haid sya normal.bgmn ya dok biar bisa normal lg biar bulan ini bs haid lg? mohon solusinya ya Dok. thx • Pertanyaan Terkait • makanan • olahraga • tinggi badan • meninggikan badan • tahu • dokter • sakit • apakah • obatan • obat HonestDocs User 274 Selmat malam.saya mau bertanya apakah obat tera f dengan dosis paracethamol 650 mg, guafenesin 50 mg.

Aman untuk ibu hamil dengan usia kehamilan 23 minggu tks Selmat malam.saya mau bertanya apakah obat tera f dengan dosis paracethamol 650 mg, guafenesin 50 mg. Aman untuk ibu hamil dengan usia kehamilan 23 minggu tks Dijawab oleh dr.

Felicia Ivanty Selamat malam, terima kasih telah menghubungi HonestDocs. Menurut pengelompokkan FDA (Badan obat dan makanan Amerika Serikat), yang membagi obat menjadi berapa kelompok A,B, C, dan X, dimana A paling aman dan X paling berbahaya, Tera F yang mengandung Paracetamol dan Guaifenesin dikategorikan sebagai kategori C yang artinya dapat diberikan jika lebih banyak manfaat yang diperoleh daripada risiko yang mungkin terjadi pada janin.

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat dengan kandungan tersebut oleh ibu hamil ataupun menyusui harus dikonsultasikan dengan dokter. Pada umumnya, Paracetamol termasuk salah satu obat yang paling aman untuk ibu hamil, namun walaupun merupakan obat bebas, disarankan sebelum mengkonsumsi mengkonsultasikan dahulu dengan dokter, agar dapat diberikan takaran dosis kecil yang efektif.

Selamat malam, terima kasih telah menghubungi HonestDocs. Menurut pengelompokkan FDA (Badan obat dan makanan Amerika Serikat), yang membagi obat menjadi berapa kelompok A,B, C, dan X, dimana A paling aman dan X paling berbahaya, Tera F yang mengandung Paracetamol dan Guaifenesin dikategorikan sebagai kategori C yang artinya dapat diberikan jika tera f dan amoxilin banyak manfaat yang diperoleh daripada risiko yang mungkin terjadi pada janin.

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan tera f dan amoxilin buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat dengan kandungan tersebut oleh ibu hamil ataupun menyusui harus dikonsultasikan dengan dokter.

Pada umumnya, Paracetamol termasuk salah satu obat yang paling aman untuk ibu hamil, namun walaupun merupakan obat bebas, disarankan sebelum mengkonsumsi mengkonsultasikan dahulu dengan dokter, agar dapat diberikan takaran dosis kecil yang efektif. Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, tera f dan amoxilin, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Artikel Terkait • Pentingnya Imunisasi Sejak Dini untuk Cegah Penyakit • Waspadai Gejala Preeklampsia pada Ibu Hamil • Langkah Agar Anak Aman Dalam Menggunakan Internet • 26 Obat Tidur Alami yang Paling Ampuh Menurut Dokter • Bukan Bikin Ngantuk, Tera f dan amoxilin 4 Efek Obat Tidur yang Dikonsumsi Berlebihan • Obat Kuat Mana yang Paling Ampuh: Viagra, Cialis, Atau Levitra?
Golongan obat: Antibiotik Merek dagang: Mokbios 500, Supramox, Decamox Forte, Medimox, Sammoxin, Genamox, Opimox 500, Amoxicillin Trihydrate, Widecillin, Vibramox, Amoxsan Forte, Amoxsan, Intermoxil Forte, Yusimox, Mexylin, Pehamoxil, Corsamox 125, Omemox, Arcamox, Arcamox Forte, Pritamox, Etamox Forte, Pehamoxil Forte, Dexymox Forte, Intermoxil 500, Zemoxil, Scannoxyl, Mestamox DS, Amoxicillin, Amoxicillin Sodium.

Apa itu obat amoksisilin? Amoksisilin atau amoxicillin adalah obat yang termasuk ke dalam golongan antibiotik penicillin. Sebagaimana obat antibiotik, fungsi obat amoksisilin adalah untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan bakteri berkembang biak dan membunuh bakteri penyebab infeksi dalam tubuh. Ada beberapa penyakit yang sering diresepkan obat antibiotik amoxicillin, seperti di bawah ini.

• Bronkitis. • Pneumonia. • Infeksi pada THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), termasuk sinusitis, infeksi telinga tengah ( otitis media), tonsilitis, atau faringitis. • Infeksi kulit. • Abses gigi. • Infeksi saluran kemih (ISK). • Gonore atau penyakit kelamin akibat infeksi bakteri. • Infeksi pada ginjal atau pielonefritis. Selain kegunaan tersebut, amoksisilin terkadang dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati sakit maag akibat bakteri H. pylori. A moxicillin juga mungkin dokter resepkan untuk mengobati masalah medis lainnya yang tidak tercantum di atas.

Meski demikian, manfaat dari obat amoksisilin hanya bisa didapat oleh penderita infeksi bakteri. Obat ini tidak akan bekerja jika Anda terkena infeksi virus, tera f dan amoxilin flu atau pilek. Adapun obat antibiotik ini harus didapatkan dan dikonsumsi berdasarkan resep dokter.

tera f dan amoxilin

Amoxicillin tidak bisa dibeli secara bebas. Dosis obat amoksisilin Obat amoxicillin tersedia dalam bentuk tablet 250 mg dan 500 mg, serta drops dan sirup kering yang dikemas dalam botol. Masing-masing botol drops berisi 100 mg/mL amoxicillin, serta sirup kering yang berisi 125 mg/5 mL atau 250 mg/5 mL amoxicillin.

Sediaan obat tersebut bisa Anda konsumsi secara oral. Selain itu, beberapa obat amoxicillin juga tersedia dalam bentuk serbuk injeksi yang diberikan melalui pembuluh darah. Adapun dosis obatnya menyesuaikan dengan sediaan obat, kegunaan, dan usia pasiennya. Berikut adalah dosis obat amoksisilin tera f dan amoxilin oral berdasarkan laman Mims.com.

Faringitis atau tonsilitis • Dewasa: Untuk infeksi akut, yaitu 500 mg setiap 8 jam atau 750-1.000 mg setiap 12 jam. Sementara untuk infeksi berat, yaitu 750-1.000 mg setiap 8 jam selama 10 hari. • Anak: <40 kg, yaitu 40-90 mg/kg per hari dalam dosis terbagi. ≥40 kg, yaitu sama seperti dosis orang dewasa. Sinusitis, otitis media, infeksi THT, pielonefritis, dan infeksi kulit • Dewasa: Dosis individual berdasarkan bakteri patogen yang diperkirakan akan sensitif atau rentan terhadap obat, tingkat keparahan dan tempat infeksi, usia, berat badan, serta fungsi ginjal pasien.

Dosis standar, yaitu 250-500 mg setiap 8 jam atau 500-1.000 mg setiap 12 jam. Untuk infeksi berat, yaitu 750-1.000 mg setiap 8 jam. • Anak: Usia >3 bulan dan berat badan <40 kg, yaitu 20-90 mg/kg per hari dalam dosis terbagi. Berat badan ≥40 kg, yaitu sama seperti dosis orang dewasa. Gonore tanpa komplikasi • Dewasa: 3 g atau 3.000 mg sebagai dosis tunggal dalam kombinasi dengan probenesid.

Abses gigi • Dewasa: 3 g atau 3.000 mg yang diulang sekali setelah 8 jam. Infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi • Dewasa: 3 g atau 3.000 mg yang diulang sekali setelah 10-12 jam. Pneumonia • Dewasa: 500-1.000 mg setiap 8 jam. • Anak: Usia >3 bulan dan berat badan <40 kg, yaitu 20-90 mg/kg per hari dalam dosis terbagi.

Berat badan ≥40 kg, yaitu sama seperti dosis orang dewasa. Penyakit tukak lambung akibat infeksi H. pylori • Dewasa: Dalam kombinasi dengan PPI (misalnya omeprazole atau lansoprazole) dan antibiotik lain (misalnya clarithromycin atau metronidazole), yaitu 750-1.000 mg tera f dan amoxilin kali sehari selama 7-14 hari tergantung pada regimen terapi.

tera f dan amoxilin

Selain secara oral, beberapa obat amoksisilin diberikan melalui pembuluh darah. Namun, pemberian obat ini sebaiknya dilakukan di rumah sakit oleh tenaga medis yang ahli. Adapun untuk mengobati bronkitis kronis, pneumonia, infeksi THT, pielonefritis, dan infeksi kulit dengan amoksisilin injeksi, berikut adalah dosis yang umum diberikan.

• Dewasa: Dosis standar, yaitu 500 mg per 8 jam melalui injeksi intravena atau intramuskular lambat. Dosis dapat meningkat menjadi 1.000 mg setiap 6 jam melalui injeksi intravena lambat selama 3-4 menit atau dengan infus intravena selama 20-60 menit.

• Anak: Usia >3 bulan dan berat badan <40 kg, yaitu 20-200 mg/kg tera f dan amoxilin hari diberikan dalam 2-4 dosis terbagi rata hingga 25 mg/kg atau infus hingga 50 mg/kg. Berat badan ≥40 kg, yaitu sama seperti dosis orang dewasa. Aturan pakai obat amoksisilin Amoxicillin adalah obat yang dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Untuk obat berbentuk tablet atau kapsul, telan langsung obat dengan segelas air putih, serta jangan mengunyah atau menghancurkannya. Obat berbentuk cair umumnya diberikan untuk anak-anak.

Untuk mengonsumsinya, Anda bisa mencampurkan obat dengan cairan lain, seperti susu formula, jus buah, susu, atau air mineral.

tera f dan amoxilin

Pastikan cairan sudah tercampur sebelum dikonsumsi anak Tera f dan amoxilin. Pastikan pula Anda telah mengocok botol obat cair sebelum digunakan. Penting untuk mengikuti takaran dosis dan cara pakai amoxicillin tepat seperti disarankan oleh dokter atau apoteker Anda.

Agar tepat, gunakan sendok, gelas, atau pipet ukur yang berasal dari kemasan obat. Jika tak tersedia, tanyakan pada apoteker untuk mendapatkannya. Adapun dosis dan lamanya pengobatan bisa berbeda pada tiap pasien. Pastikan Anda selalu mengikuti petunjuk dokter atau apoteker, atau yang tertera pada label kemasan mengenai konsumsi obat ini.

Habiskan obat ini sesuai dengan dosis dan jangka waktu yang telah dokter tentukan sekalipun gejala Anda telah menghilang dan kondisinya membaik. Menghentikan, mengurangi, mengubah, atau menambah dosis obat sembarangan bisa membuat Anda berisiko kebal antibiotik dan berpotensi menyebabkan infeksi kambuh kembali.

Efek samping obat amoksisilin Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi setelah mengonsumsi obat ini, seperti demam, sakit tenggorokan, sesak napas, kulit gatal kemerahan, atau wajah dan tenggorokan bengkak.

Selain itu, segera pula ke dokter atau rumah sakit terdekat jika Anda mengalami efek samping serius seperti di bawah ini.

• Diare parah selama lebih dari 4 hari yang mengandung darah atau lendir, terkadang disertai dengan kram perut. • Feses berwarna pucat atau urine berwarna gelap, dan bagian putih mata atau kulit Anda menguning, yang merupakan tanda masalah hati atau empedu. • Memar atau perubahan warna kulit. • Nyeri sendi atau otot yang muncul 2 hari setelah mengonsumsi obat.

• Ruam kulit dengan bercak merah melingkar. • Kulit melepuh atau mengelupas. • Mengi. • Sulit menelan atau bernapas. • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, tera f dan amoxilin, bibir, dan mata. Di samping itu, beberapa efek samping amoxicillin yang ringan dan umum juga mungkin terjadi, termasuk: • diare, • mual, • muntah, atau • sakit kepala.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda. Peringatan dan perhatian saat pakai obat amoksisilin Amoksisilin tidak boleh dikonsumsi pada orang dengan kondisi tertentu.

Oleh karena itu, beri tahu dokter dan apoteker jika Anda memiliki kondisi di bawah ini sebelum menggunakan amoxicillin. • Alergi terhadap obat amoxicillin, obat penisilin lainnya (seperti ampicillin, dicloxacillin, atau oxacillin), atau obat antibiotik cephalosporin ( cefaclor, cefadroxil, cefazolin, cefixime, ceftazidime, cephalexin, dan lainnya).

• Menderita mononukleosis. • Memiliki atau pernah menderita penyakit ginjal, alergi, asma, demam, gatal-gatal, atau fenilketonuria. • Sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu menggunakan amoxicillin, hubungi dokter Anda.

Terkait penyimpanan obat, amoxicillin paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpan di kamar mandi ataupun membekukannya. Jauhkan pula semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Setiap merek obat ini mungkin saja memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Apakah obat amoksisilin aman untuk ibu hamil dan menyusui? Tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan obat amoxicillin pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan amoxicillin.

Meski begitu, obat amoxicillin termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

tera f dan amoxilin

Namun, zat obat amoxicillin dapat terserap ke dalam ASI meski dalam jumlah kecil. Oleh karena itu, b eri tera f dan amoxilin dokter jika Anda sedang dalam masa menyusui. Interaksi obat amoksisilin dengan obat lain Beri tahu juga pada dokter jika Anda sedang menggunakan obat resep dan obat nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal tertentu. Bila Anda menggunakan obat atau produk berikut mungkin dokter perlu mengubah dosis atau jenis obat, atau memantau Anda dengan hati-hati terkait kemungkinan munculnya efek samping.

• Allopurinol. • A ntibiotik lain. • Antikoagulan, seperti warfarin. • Pil KB. • Probenesid. • Methotrexate. Mungkin ada obat lainnya yang bisa berinteraksi dengan amoksisilin. Tanyakan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut. Amoxicillin. Drugs.com. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.drugs.com/amoxicillin.html Amoxicillin: antibiotic to treat bacterial infections.

nhs.uk. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.nhs.uk/medicines/amoxicillin/ Amoxicillin: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution - MIMS Indonesia. Mims.com. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amoxicillin?mtype=generic Amoxicillin: MedlinePlus Drug Information. Medlineplus.gov. (2021). Retrieved 9 December 2A021, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a685001.html Cek Produk BPOM – BPOM RI.

Cekbpom.pom.go.id. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/49l0gpsdqendc0sdcofglli9q3/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/5/Amoxicillin KMK No.

HK.01.07-MENKES-350-2020 ttg Formularium Nasional. Farmalkes.kemkes.go.id. (2021). Retrieved 9 December 2021, from http://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/kmk-no-hk-01-07-menkes-350-2020-ttg-formularium-nasional/?ind=1603933059802&filename=KMK%20No.%20HK.01.07-MENKES-350-2020%20ttg%20Formularium%20Nasional.pdf&wpdmdl=9094&refresh=618cd08637d5d1636618374• Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sehat.

• Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Tera f dan amoxilin (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 2 Maret 2019 Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat - Ditinjau oleh: Tim Dokter DokterSehat.Com – Tera f obat apa?

Tera f adalah obat yang bisa mengatasi beberapa gejala flu. Obat tera tera f dan amoxilin termasuk obat yang dijual bebas tetapi cukup terbatas. Meskipun bebas, sebaiknya Anda ketahui lebih dulu informasi penting terkait obat tera f. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat tera f termasuk informasi tentang bentuk sediaan tera f, kandungan obat tera f, harga obat tera f, indikasi tera f, kontraindikasi tera f, fungsi obat tera f, dosis tera f, dan efek samping tera f.

• Nama: Tera F • Kelas Terapi: Ekspektoran dan Tera f dan amoxilin Batuk Demulsen & Analgesik Tera f dan amoxilin • Monografi Obat: Parasetamol kombinasi Bentuk Sediaan Tera F Obat tera f yang dijual di pasar hanya memiliki satu bentuk sediaan saja. Bentuk sediaan tera f adalah secara oral yaitu dalam bentuk kaptabs atau kaplet. Apabila Anda telah memiliki tera f maka simpanlah di tempat yang sejuk. Selain itu, hindari juga menyimpan obat tera f di tempat yang mudah terkena paparan sinar matarahi.

Hal ini dikarenakan sifat kimia dari kandungan bahan yang ada di dalam tera f dapat berubah sehingga memengaruhi fungsi obat tera f. Kandungan Obat Tera F Tera f terdiri dari beberapa kandungan bahan aktif.

Obat tera f mengandung parasetamol, gliseril guaiakolat, dan klorfeniramin maleat. Jumlah kandungan ketiga bahan tersebut di dalam obat tera f berbeda-beda. Bahan aktif parasetamol yang ada di dalam obat tera f adalah sejumlah 650 mg. Kandungan obat tera f yang satu ini memang yang paling banyak jumlahnya. Jumlah kandungan gliseril guaiakolat tera f dan amoxilin sebanyak 50 mg, fenilpropanolamin 15 mg dan klorfeniramin maleat sebesar 2 mg.

Gliseril guaiakolat dan klorfeniramin maleat adalah bahan aktif yang termasuk ke dalam kelas terapi ekspektoran dan obat batuk demulsen. Kandungan obat tera f yaitu fenilpropanolamin masuk ke dalam kelas terapi dekongestan nasal sistemik dan parasetamol adalah obat golongan analgesik non-opioid Harga Tera F Harga tera f yang beredar di pasar konsumen memiliki kisaran antara Rp4.000 hingga Rp5.000/ strip.

Setiap satu strip mengandung 10 kaplet. Jadi harga tera f per kaplet sekitar Rp400-500. Apabila Anda ingin membeli satu dos tera f maka harganya sekitar Rp40.000 hingga 50.000. Indikasi Tera F Penggunaan obat tera f boleh dilakukan jika pasien atau konsumen obat memiliki indikasinya. Pasien yang sedang flu dapat mengonsumsi obat tera f.

Pasalnya kegunaan tera f dapat meredakan gejala-gejala flu. Ada beberapa gejala flu yang umum dialami oleh banyak orang. Gejala-gejala flu di antaranya adalah sakit kepala atau pusing, hidung tersumbat, demam, dan bersin-bersin. Jangan gunakan tera f bila Anda tidak memiliki indikasi penggunaannya.

Kontraindikasi Tera F Obat tera f tidak boleh digunakan jika Anda memiliki salah satu atau beberapa kontraindikasi. Apabila Anda memiliki masalah gangguan hati maka penggunaan obat tera f tidak dapat dilalukan.

Penderita diabetes melitus juga memiliki kontraindikasi dengan obat tera f. Oleh karena itu, Anda tidak dapat menggunakan tera f bila memiliki kondisi medis pada kadar gula darah. Selain itu, masih ada satu kontraindikasi yang juga penting untuk disimak. Pasien yang memiliki masalah riwayat alergi terhadap salah satu bahan aktif atau beberapa bahan sebaiknya menghindari penggunaan obat tera f.

Pasalnya, kemungkinan besar Anda bisa mengalami reaksi alergi. Perhatian Efek samping tera f untuk ibu hamil dan menyusui memang belum ada laporannya. Akan tetapi, sebaiknya Anda berhati-hati dalam menggunakan tera f. Konsultasikanlah dengan dokter kandungan terkait keamanan tera f untuk ibu hamil atau menyusui.

Jangan meminum tera f sebelum dokter mengizinkannya. Fungsi Obat Tera F Kegunaan obat tera f adalah untuk meredakan gejala-gejala flu yang umumnya muncul.

Fungsi obat tera f dapat mengurangi hidung tersumbat dan bersin-bersin akibat flu. Sakit kepala yang biasanya muncul ketika flu juga bisa berkurang dengan obat tera f. Kegunaan obat tera f juga dapat meredakan demam karena flu. Dosis Tera F Beberapa gejala flu memang bisa diredakan dengan menggunakan obat tera f.

Namun, Anda harus memakainya sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penggunaan dosis tera f yang tidak tepat malah bisa menimbulkan efek samping tertentu. Dosis obat tera f cukup dipengaruhi oleh usia. Pada anak-anak usia 6 hingga 12 tahun, dosis tera f adalah setengah kaplet sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari.

Dosis tersebut berbeda bagi orang dewasa dan anak di atas usia 12 tahun. Penggunaan obat tera f pada anak-anak diatas usia 12 tahun dan orang dewasa memiliki dosis yang sama. Dosis tera f untuk kategori dewasa adalah 1 kaplet sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari juga. Cara menggunakan obat tera f adalah dengan meminumnya setelah makan. Hal ini bertujuan agar lambung Anda terhindar dari iritasi dan ketidaknyamana.

Oleh karena itu, pastikanlah bahwa perut Anda tidak dalam kondisi kosong ketika ingin minum obat tera f. Efek Samping Tera F Gunakanlah obat tera f sesuai aturan dan dosis yang tepat. Apabila Anda tidak mematuhinya maka ada beberapa efek samping tera f yang bisa dialami. Penggunaan obat tera f dapat menimbulkan efek samping berupa retensi urin dan palpitas.

tera f dan amoxilin

Selain itu, efek samping obat tera f dapat menimbulkan rasa kantuk. Jadi, berhati-hatilah memakai tera f jika Anda membawa kendaraan sendiri. Efek samping tera f juga bisa membuat mulut menjadi kering. Sumber: • BPOM: Pusat Informasi Tera f dan amoxilin Nasional: http://pionas.pom.go.id Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya • Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan,
Amoxicillin adalah obat antibiotik jenis penicillin yang digunakan untuk meredakan sakit akibat infeksi bakteri.

Perlu pengetahuan yang baik agar tidak terjadi penggunaan obat yang tidak tepat. Maka dari itu, langsung saja simak penjelasan lengkap mengenai amoxicillin berikut ini.

tera f dan amoxilin

Untuk apa obat amoxicillin? Kapsul Amoxicillin. Sumber Foto : https://www.medicalnewstoday.com/ Amoxicilin adalah obat antibiotik jenis penicillin yang digunakan untuk meredakan sakit akibat infeksi bakteri.

Obat antibiotik ini hanya bisa menyembuhkan penyakit akibat infeksi bakteri, sehingga tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus. Amoxicillin bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri, membunuhnya, dan mencegah bakteri membentuk dinding sel.

Obat ini harus dikonsumsi dengan resep dokter dan tidak dijual secara bebas. Amoxicillin tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, atau sirup. Untuk tablet dan kapsul, amoxicillin tersedia dalam dosis 500 mg.

Apa fungsi dan manfaat obat antibiotik amoxicillin? Amoxicillin mampu mengobati sakit akibat infeksi bakteri seperti bronkitis, pneumonia, infeksi THT (telinga, hidung, tenggorokan), infeksi kulit, hingga infeksi saluran kemih. Obat ini juga kerap diresepkan bersama obat antibiotik lainnya seperti clarithromycin ( Biaxin) untuk mengobati tukak lambung yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori. Kombinasi ini juga kadang digunakan bersamaan dengan obat pereda asam lambung yang bernama lansoprazole ( Prevacid).

Selain itu, amoxicillin juga mampu mengatasi: • Gono r rhea • Radang paru-paru • Penyakit tipes • Tonsilitis • Penyakit lyme Meski begitu obat ini tidak efektif untuk mengobati virus flu dan pilek biasa. Apalagi virus corona atau COVID-19 yang tengah merebak saat ini. Merk dan harga obat antibiotik amoxicillin Ada 2 jenis obat amoxicillin yang dijual di pasaran, yakni obat generik dan bermerek.

Harga obat amoxicillin trihydrate 500 mg generik Obat generik adalah obat yang tidak ada mereknya, hanya ada dosisnya dan kadang disertai nama produsennya. Obat antibiotik amoxicillin biasanya dijual bebas dengan dosis 500 mg. Bentuknya tablet dengan kemasan strip berisi tera f dan amoxilin tablet obat. Harga obat amoxicillin generik 500 mg bervariasi mulai dari Rp 500 rupiah per tablet atau mulai dari Rp 15.000 per strip berisi 10 tablet. Harga obat amoxicillin trihydrate 500 mg bermerek Obat bermerek adalah obat dengan kandungan utama sama seperti obat generik, tapi biasanya dengan komponen tambahan.

Cara membedakannya, obat ini dijual dengan nama brand yang berbeda dengan nama komponen obatnya. Merek dagang obat amoxicillin trihydrate 500 mg di antaranya Hufanoxil, Etamox, Holimox, Kemosilin, dan Intermoxil untuk jenis tablet. Sementara untuk kapsul ada Mestamox, Camoksil, Widecillin, Amobiotic, Scannoxyl, dan Leomoxyl.

Harga obat merek untuk amoxicillin trihydrate 500 mg bervariasi mulai dari Rp 600 per tablet, sementara 1 box dijual mulai dari Rp 40.000. Berapa dosis obat antibiotik amoxicillin? Biasanya resep dokter untuk penggunaan obat ini tergantung dari beberapa faktor. Di antaranya: • Usia • Kondisi yang dihadapi • Seberapa parah kondisi • Adanya konsumsi obat-obatan lain • Bagaimana tubuh memberi respons pada dosis pertama amoxicillin Dilansir Healthline, berikut beberapa dosis yang umum diberikan kepada pasien tergantung usia dan infeksi yang dihadapi: Dosis amoxicillin untuk mengatasi infeksi telinga, hidung dan tenggorokan: Obat yang diberikan bisa berbentuk tablet hisap maupun tablet biasa.

Berikut dosis yang biasa digunakan: • 0-2 bulan: maksimum 30 mg/kg/hari. Atau sesuai resep dokter anak • 3 bulan – 17 tahun: 25 mg/kg/hari dan diberikan setiap 12 jam, atau 20 mg/kg/hari diberikan setiap 8 jam • 18-64 tahun: 500 mg setiap 12 jam, atau 250 mg setiap 8 jam Dosis untuk mengatasi infeksi saluran kemih • 0-2 bulan: maksimum 30 mg/kg/hari. Atau sesuai resep dokter anak • 3 bulan – 17 tahun: 25 mg/kg/hari dan diberikan tera f dan amoxilin 12 jam, atau 20 mg/kg/hari diberikan setiap 8 jam • 18-64 tahun: 500 mg setiap 12 jam, atau 250 mg setiap 8 jam • 65 tahun ke atas: dokter akan memberikan resep sesuai kondisi masing-masing pasien Dosis amoxicillin untuk mengatasi infeksi kulit • 0-2 bulan: maksimum 30 mg/kg/hari.

Atau sesuai resep dokter anak. • 3 bulan – 17 tahun: 25 mg/kg/hari dan diberikan setiap 12 jam, atau 20 mg/kg/hari diberikan setiap 8 jam. • 18-64 tahun: 500 mg setiap 12 jam, atau 250 mg setiap 8 jam. Dosis untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan bawah • 0-2 bulan: maksimum 30 mb/kg/hari apabila berat badannya kurang dari 40 kg. Jika lebih, maka harus diberikan dosis dewasa • 3 bulan – 17 tahun: 45 mg/kg/hari dan diberikan setiap 12 jam, atau 40 mg/kg/hari diberikan setiap 8 jam • 18-64 tahun: 875 mg setiap 12 jam, atau 500 mg setiap 8 jam • 65 tahun ke atas: dokter akan memberikan resep sesuai kondisi masing-masing pasien Amoxicillin untuk sakit gigi Obat jenis penisilin adalah bentuk antibiotik umum untuk infeksi gigi.

Ini termasuk penisilin dan amoxicillin. Beberapa dokter gigi mungkin juga merekomendasikan amoxicillin dengan asam klavulanat, karena kombinasi tersebut dapat membantu menghilangkan lebih banyak bakteri yang membandel. Dosis umum amoxicillin untuk sakit gigi adalah 500 miligram (mg) setiap 8 jam atau 1.000 mg setiap 12 jam.

Dosis umum amoxicillin dengan asam klavulanat adalah sekitar 500-2.000 mg setiap 8 jam atau 2.000 mg setiap 12 jam, tergantung pada dosis efektif minimum.

Dosis obat amoxicillin untuk anak Ketika dokter anak meresepkan amoxicillin untuk anak, mereka akan memberi tahu Moms dosis yang direkomendasikan. Dokter akan merekomendasikan berdasarkan banyak faktor, termasuk usia, berat badan anak, jenis infeksi, dan faktor lainnya. Pastikan untuk memberi anak obat dengan dosis tepat yang diresepkan dokter ya. Apakah obat amoxicillin aman untuk ibu hamil dan menyusui? Jika kamu sedang hamil, menyusui, atau berencana hamil dan menyusui, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Amoxicillin dianggap sebagai obat kategori B saat kehamilan oleh F ood and Drug Administration (FDA). Itu berarti aman dikonsumsi saat hamil. Jika kamu perlu mengonsumsi amoxicillin selama kehamilan, komunikasikan tera f dan amoxilin dokter. Antibiotik ini juga masih boleh digunakan oleh ibu menyusui. Amoxicillin dapat masuk ke dalam ASI dan meskipun ini tidak mungkin memiliki efek berbahaya pada bayi yang tera f dan amoxilin menyusui, secara teoritis amoxicillin dapat memengaruhi bakteri alami yang ditemukan di mulut atau usus bayi.

Kamu harus memberi tahu dokter jika bayi mengalami diare atau sariawan saat kamu mengonsumsi obat amoxicillin ini. Apa efek samping obat antibiotik amoxicillin yang mungkin terjadi?

Efek samping amoxicillin. Sumber Foto : https://www.healthline.com/ Amoxicillin tidak memiliki efek samping mengurangi kesadaran atau membuat ngantuk. Namun ada beberapa efek lain yang bisa saja timbul. Berikut beberapa efek samping yang sering ditemukan pada pasien yang mengonsumsi obat ini: • Mual • Muntah • Diare • Munculnya ruam pada kulit • Infeksi jamur pada vagina.

Gejala ini biasanya timbul dan bisa sembuh dalam jangka waktu 1 minggu. Apabila kondisinya tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter.

Efek samping yang berbahaya Selain efek samping yang tergolong ringan di atas, ada juga beberapa gejala yang patut kamu waspadai. Namun jangan terlalu panik, sebab kasus di bawah ini hanya terjadi pada 1 dari 1000 pasien. • Diare tak kunjung sembuh.

Jika diare disertai perut kram, feses berdarah, dan berlangsung lebih dari 4 hari, segera hubungi dokter atau petugas medis • Kencing tera f dan amoxilin gelap dan feses berwarna pucat, kulit menguning, dan bagian putih mata ikut menguning. Waspada bisa saja ini tanda adanya gangguan di hati atau kantung empedu • Munculnya memar atau perubahan warna kulit • Nyeri sendi atau nyeri otot yang mulai muncul 2 hari setelah mengonsumsi obat • Muncul ruam kulit dengan bercak merah yang melingkar Efek ini bisa saja terjadi begitu kamu mengonsumsi antibiotik amoxicillin, atau bahkan 2 bulan setelah kamu tak lagi mengonsumsinya.

Reaksi alergi yang serius Selain itu, obat antibiotik ini juga bisa menimbulkan tera f dan amoxilin pada penggunanya.

tera f dan amoxilin

Pada banyak kasus, reaksi alergi berada pada tahap ringan dengan gejala: • Ruam kulit yang terasa gatal • Batuk-batuk • Wheezing Peringatan dan perhatian obat amoxicillin Ada beberapa hal yang harus kamu tahu dan lakukan sebelum memutuskan mengonsumsi obat ini. Sebab antibiotik harus digunakan dengan resep dokter. Sebelum dokter memberikan resep antibiotik, beritahukan beberapa hal di bawah ini: • Beritahu dokter jika kamu memiliki alergi terhadap amoxicillin maupun antibiotik jenis penicillin lainnya seperti ampicillin (Omnipen, Principen), dicloxacillin (Dycill, Dynapen), oxacillin (Bactocill), penicillin (Beepen-VK, Ledercillin VK, Pen-V, Pen-Vee K, Pfizerpen, V-Cillin K, Veetids), dan lain-lain • Jangan lupa juga beritahu jika kamu alergi terhadap obat jenis sefalosporin seperti Omnicef, Cefzil, Ceftin, Keflex, dan lain-lain • Selain itu beritahu juga jika kamu memiliki riwayat penyakit seperti asma, diabetes, penyakit hati atau liver, penyakit ginjal, gangguan darah atau pembekuan darah, mononukleosis, dan berbagai jenis alergi apapun • Obat ini juga bisa membuat obat kontrasepsi berkurang efektivitasnya.

Maka dari itu sebelum mengonsumsi obat ini tanyakan pada tera f dan amoxilin alternatif kontrasepsi lain yang tera f dan amoxilin memengaruhi hormon untuk mencegah kehamilan • Jika kamu sedang hamil menyusui atau berencana hamil dan menyusui, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter • Apabila kamu ada jadwal untuk operasi sebaiknya beritahu dokter. Biasanya dokter akan menghentikan pemberian amoxicilin 2 minggu sebelum operasi dilakukan • Beri tahu juga dokter apabila kamu baru saja, atau berencana akan melakukan vaksinasi Anjuran pemakaian Antibiotik jenis ini hadir dalam bentuk yang beragam.

Mulai dari sirup, tablet hisap, kapsul, hingga cairan injeksi yang harus disuntikkan ke pasien. Setiap jenis punya cara konsumsi yang berbeda untuk menjaga manfaatnya. Berikut beberapa hal yang kamu perlu tahu tentang cara mengonsumsi obat antibiotik amoxicillin. • Untuk jenis cairan injeksi maka hanya bisa diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter • Selain itu, obat dikonsumsi melalui mulut.

Obat ini bisa dikonsumsi entah setelah makan maupun tidak makan • Jika obat yang dikonsumsi berupa sirup maka kocok dulu sebelum diminum. Lalu takar obat dengan alat penakar khusus seperti pipet atau sendok takar, jangan gunakan sendok dapur • Apabila memilih tablet hisap, maka biarkan obatnya lumer di mulut. Jangan mengunyahnya, kecuali obat yang diberikan dokter adalah jenis tablet kunyah • Jika kamu mendapatkan tablet biasa atau kapsul maka langsung telan dengan bantuan cairan.

Jangan menghancurkan atau mengunyahnya • Pastikan untuk mengonsumsi sesuai resep yang diberikan oleh dokter. Baik frekuensi dan dosis yang diberikan. Pastikan untuk selalu mengonsumsi obat di jam yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan kinerja obat • Bagaimana jika lupa tidak minum dan melewati jadwal minum obat?

Jika baru terlewat beberapa jam maka usahakan untuk segera meminum obatnya, namun jika sudah mendekati jam minum obat selanjutnya lebih baik lupakan dosis sebelumnya. • Penting tera f dan amoxilin kamu menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter. Jika kamu menghentikan konsumsi karena merasa sudah baikan, bisa saja infeksi justru bertahan tera f dan amoxilin lama. Tubuh juga bisa kebal terhadap obat dan tak mempan lagi • Jangan konsumsi berlebih sebab bisa menyebabkan overdosis.

Beberapa tandanya adalah masalah pada perut seperti diare • Jangan bagikan resep obat kamu ke orang lain, sebab setiap orang punya dosisnya masing-masing Interaksi obat Saat obat ini berinteraksi dengan obat yang tidak cocok bisa saja efektivitasnya menurun dan menyebabkan efek samping yang berbahaya. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memberi tahu dokter obat apa saja yang tengah kamu konsumsi. Berikut beberapa obat yang akan timbulkan reaksi negatif jika digunakan bersamaan dengan amoxicillin: • Obat antikoagulan seperti warfarin • Perawatan untuk asam urat seperti probenesid dan allopurinol • Antibiotik lain seperti kloramfenikol, makrolida, sulfonamida, dan tetrasiklin • Metotreksat yang digunakan pada terapi kanker • Obat pelemas otot • Vaksin tipes yang dikonsumsi secara oral atau lewat mulut Selain mengurangi efektivitas, interaksi yang terjadi juga bisa sebabkan naiknya tingkat racun karena kemampuan tubuh untuk mengeluarkan obat setelah penggunaan menurun.

Hubungi dokter apabila kamu mengalami gejala ini Apabila setelah mengonsumsi obat antibiotik kamu mengalami beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya segera hubungi petugas medis untuk mendapat perawatan yang tepat. • Ruam kemerahan yang muncul di kulit disertai rasa gatal, pembengkakan, kulit mengelupas, atau berisi nanah • Mengalami gejala wheezing atau mendengar suara mengi saat mengeluarkan napas • Merasa adanya tekanan pada dada dan tenggorokan • Kesulitan dalam bernapas dan berbicara • Bagian mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan mulai membengkak Cara mengatasi efek samping yang muncul Apabila efek samping masih dalam tahap ringan dan tidak sampai mengganggu aktivitas, kamu masih bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini: • Jika kamu merasakan begitu sakit seperti lemah dan lesu.

Sebaiknya konsumsi makanan bernutrisi dan jangan konsumsi makanan pedas. Ada baiknya kamu mengonsumsi amoxicillin setelah makan • Apabila kamu mengalami diare, pastikan kamu memenuhi kebutuhan cairan dengan minum cukup agar tidak terjadi dehidrasi. Gejala dehidrasi diantaranya frekuensi kencing yang menurun dan kencing berbau menyengat. Jangan konsumsi obat diare sebelum berkonsultasi dengan dokter Penyimpanan obat amoxicillin Setiap kali membeli obat selalu perhatikan petunjuk pemakaian yang ada di kemasan.

Ikuti petunjuk penyimpanan yang tertera. Umumnya obat jenis ini harus disimpan di tempat yang kering, tidak terkena sinar matahari langsung, boleh ditaruh dalam kulkas namun jangan dibekukan dalam freezer. Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini ! Drugs.com. Diakses pada 11 Mei 2020. Amoxicillin. Medical Newa Today. Diakses pada 11 Mei 2020. Everything you need to know about amoxicillin.

Healthline. Diakses pada 11 Mei 2020. Amoxicillin, Oral Tablet. WebMD. Diakses pada 11 Mei 2020. Amoxicillin. NHS. Diakses pada 11 Mei 2020. Amoxicillin. Netdoctor. Diakses pada 17 Februari 2021. Can I take amoxicillin while pregnant or breastfeeding? Medical News Today. Diakses pada 17 Februari 2021. What to know about antibiotics and tooth infections

UJI ANTIBIOTIK AMOXICILLIN TRIHYDRATE




2022 www.videocon.com