Cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Artikel ini disusun bersama Stephanie Wong Ken, MFA. Stephanie Wong Ken adalah penulis yang tinggal di Kanada. Tulisan Stephanie pernah dimuat di Joyland, Catapult, Pithead Chapel, Cosmonaut's Avenue, dan publikasi lain.

Dia memiliki gelar MFA di bidang penulisan fiksi dan kreatif dari Portland State University. Artikel ini telah dilihat 22.111 kali. Idealnya, sebuah ringkasan yang berkualitas harus mampu menyajikan berbagai informasi penting di dalam teks sumber dalam format yang lebih singkat dan padat. Jika Anda diminta untuk membuat ringkasan sebuah novel, cerita pendek, teks akademis, atau artikel ilmiah, beberapa metode dasar yang harus Anda lakukan adalah membuat kerangka ringkasan, menentukan kalimat pembuka yang kuat, dan menyusun ringkasan yang padat tetapi informatif.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/12\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-1.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-1.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/12\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-1.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-1.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Awali dengan mengulas isi teks sumber.

Sebelum menyusun ringkasan, baca dan ulas teks sumbernya terlebih dahulu. Selagi membaca, berusahalah menemukan berbagai kata kunci dan frasa yang penting. Selain itu, tandai dan garis bawahi seluruh kalimat yang terasa penting untuk Anda. Pastikan Anda juga mencatat topik atau ide utama yang disajikan oleh penulis teks tersebut! [1] X Teliti sumber • Jika teks sumber yang Anda pilih cukup panjang, cobalah meringkas setiap paragraf dan mencantumkan seluruh kata kunci, frasa, atau konsep yang Anda temukan; seluruhnya bisa dijadikan rujukan Anda saat akan menyusun ringkasan teks.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/2b\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-2.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/2b\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-2.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Catat ide utama penulis.

Temukan satu atau dua kalimat yang mampu merepresentasikan ide utama penulis teks. Setelah itu, cobalah mencantumkannya dalam sebuah kerangka yang singkat dan lugas. Tanyakan kepada diri Anda, “Apa yang penulis ingin sampaikan dalam cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah ini?

Apa ide atau tema utama yang dia ingin sajikan?” [2] X Teliti sumber • Jika teks sumber Anda adalah novel The Great Gatsby yang ditulis oleh F. Scott Fitzgerald, cobalah mencatat beberapa ide utama di dalam novel tersebut seperti “persahabatan,” “status sosial,” “kekayaan,” dan “cinta yang tak berbalas.” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/55\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-3.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/55\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-3.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Catat pula beberapa contoh pendukung dari teks sumber.

Setelah mencatat ide utama teks, cobalah mengidentifikasi satu sampai tiga contoh kutipan atau peristiwa yang mampu mendukung ide tersebut.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Selain itu, Anda juga boleh memilih momen atau kalimat yang terdengar penting. [3] X Teliti sumber • Catat seluruh contoh yang Cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah temukan dan berikan penjelasan singkat terkait situasi yang terjadi di dalam setiap contoh.

Setelah itu, cobalah mulai menyusun ringkasan dengan merujuk kepada contoh-contoh tersebut. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/a0\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-4.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/a0\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-4.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Cantumkan nama penulis, judul teks, dan tanggal publikasi teks sumber.

Selain itu, cantumkan pula genre teks (seperti novel, cerita pendek, atau artikel) di dalam kalimat pembuka ringkasan Anda. Dengan demikian, pembaca dapat langsung memahami berbagai informasi mendasar terkait teks sumber hanya dengan membaca kalimat tersebut. [4] X Teliti sumber • Misalnya, Anda bisa mengawali ringkasan dengan menulis, “Di dalam novelnya yang berjudul The Great Gatsby (1925), F.

Cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah Fitzgerald…”. • Jika yang Anda buat adalah ringkasan artikel, cobalah menulis, “Di dalam artikelnya yang berjudul “Apa Itu Interseksualitas?” Nancy Kerr (2001).” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/74\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-5.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/74\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-5.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Gunakan kata kerja yang bermakna melaporkan.

Seharusnya, kalimat pertama pada ringkasan Anda memuat kata kerja yang bermakna melaporkan sebuah informasi, seperti “menyatakan,” “mengklaim,” “mendeklarasikan,” “membuktikan,” atau “menegaskan.” Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kata kerja lain seperti “menjelaskan,” “mendiskusikan,” “mengilustrasikan,” “menyatakan,” dan “menjelaskan.” Penggunaan kata kerja semacam itu dapat membuat kalimat pembuka Anda lebih jelas dan lugas.

[5] X Teliti sumber • Misalnya, Anda bisa menulis, “Di dalam novelnya yang berjudul The Great Gatsby (1925), F. Scott Fitzgerald menyajikan.” • Jika yang Anda buat adalah ringkasan artikel, cobalah menulis, “Di dalam artikelnya yang berjudul “Apa Itu Interseksualitas?” Nancy Kerr (2001) menyatakan bahwa.” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3e\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-6.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-6.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3e\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-6.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-6.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Deskripsikan ide utama penulis.

Akhiri kalimat pembuka dengan mencantumkan tema atau ide utama di dalam teks sumber. Setelah itu, Anda bisa memberikan berbagai bukti pendukung yang berhubungan dengan tema atau ide utama tersebut. [6] X Teliti sumber • Misalnya, Anda bisa menulis, “Di dalam novel The Great Gatsby (1925), F.

Scott Fitzgerald menyajikan kisah figur tragis Jay Gatsby, seorang miliuner yang misterius, melalui kacamata tetangganya yaitu Nick Carraway.” • Jika yang Anda buat adalah ringkasan artikel, cobalah menulis, “Di dalam artikelnya yang berjudul, “Apa Itu Interseksualitas?” Nancy Kerr (2001) menyatakan bahwa diskusi terkait seksualitas di kalangan akademisi sejatinya mengabaikan berkembangnya ketertarikan publik mengenai isu interseksualitas.” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/f7\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-7.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-7.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/f7\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-7.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-7.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Jawab pertanyaan siapa, apa, di mana, dan mengapa.

Pikirkan siapa dan apa yang didiskusikan di dalam teks sumber. Jika terasa relevan, sebutkan pula latar yang tercantum di dalam teks. Pada akhirnya, tentukan mengapa sang penulis teks mendiskusikan atau mengangkat topik terkait. [7] X Sumber Tepercaya University of North Carolina Writing Center Kunjungi sumber • Misalnya, jika perlu membuat ringkasan novel The Great Gatsby, pertama-tama Anda perlu terlebih dahulu menyebutkan nama dua karakter utama di dalamnya, yaitu Jay Gatsby dan tetangganya (narator novel), Nick Carraway.

Setelah itu, cantumkan pula peristiwa penting yang terjadi secara singkat, latar penceritaan yang dipilih, dan mengapa Fitzgerald memilih untuk mengeksplorasi hidup kedua karakter tersebut.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/e2\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-8.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-8.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/e2\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-8.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-8.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Cantumkan satu sampai tiga kalimat berisi bukti pendukung.

Agar ringkasan Anda tidak terlalu panjang, batasi bukti pendukung sepanjang tiga kalimat saja.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Bukti pendukung bisa berupa peristiwa, kutipan, atau argumentasi yang mampu mendukung kalimat pembuka Anda. [8] X Teliti sumber • Misalnya, jika Anda sedang membuat ringkasan sebuah artikel, cobalah mencantumkan argumentasi utama penulis sebagai bukti pendukung. Jika Anda sedang membuat ringkasan sebuah novel atau cerita pendek, pilih sebuah peristiwa yang bisa dijadikan bukti pendukung. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3b\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-9.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-9.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3b\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-9.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-9.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Ringkas teks sumber dengan kata-kata Anda sendiri.

Jangan menyalin atau memarafrasa teks yang perlu anda ringkas. Dengan kata lain, gunakan kata-kata Anda sendiri alih-alih menyalin bahasa atau diksi yang digunakan penulis aslinya, terutama jika Anda tidak sedang mencantumkan kutipan langsung.

[9] X Sumber Tepercaya University of North Carolina Writing Center Kunjungi sumber • Ingat, sebuah ringkasan hanya perlu diisi dengan berbagai informasi penting yang ada di dalam teks sumber. Dengan kata lain, tidak perlu menyertai keterangan tersebut dengan opini atau argumentasi Anda.

Jangan khawatir, Anda selalu bisa menyampaikan argumentasi di paragraf atau bagian terpisah! {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/14\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-10.jpg\/v4-460px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-10.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/14\/Start-a-Summary-Paragraph-Step-10.jpg\/v4-728px-Start-a-Summary-Paragraph-Step-10.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Buat ringkasan yang singkat dan lugas.

Idealnya, sebuah ringkasan yang berkualitas mengandung minimal enam kalimat dan maksimal delapan kalimat. Setelah menyelesaikan draf ringkasan, cobalah membacanya kembali dan melakukan revisi yang diperlukan agar hasil akhirnya benar-benar ringkas dan padat. Saat merevisi draf ringkasan, pastikan Anda membuang kalimat atau frasa yang repetitif atau kurang penting. [10] X Teliti sumber • Jika memungkinkan, cobalah menunjukkan ringkasan yang Anda tulis kepada seorang teman atau instruktur yang profesional, lalu mintalah pendapat mereka.

Tanyakan apakah ringkasan tersebut sudah cukup padat dan mudah dimengerti, serta berhasil memuat seluruh informasi yang penting bagi pembaca. Artikel ini disusun bersama Stephanie Wong Ken, MFA. Stephanie Wong Ken adalah penulis yang tinggal di Kanada.

Tulisan Stephanie pernah dimuat di Joyland, Catapult, Pithead Chapel, Cosmonaut's Avenue, dan publikasi lain. Dia memiliki gelar MFA di bidang penulisan fiksi dan kreatif dari Portland State University. Artikel ini telah dilihat 22.111 kali. MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Rimgkasan memiliki perbedaan dengan ikhtisar, meskipun sering ke dua istilah itu disampaikantapi sebenarnya kedua istilah itu bebeda.

Sebab ringksan merupakan hasil dari karangan yang asli tetapi dalam penyajiannya harus tetapi mempertahankan urutan dan rumusan yang sali dari pengarangnya. Ikhtisar adalah kebalikannya, ikhtisar tidak memerlukan susunan atau sistematika atau tidak perlu sesuai dengan karangan aslinya dan tidak perlu secara proposional atau tidak memerlukan sajian isi dari semua hasil karangan itu.

Membuat ringkasan adalah sebuah keterampilan. Tidak semua orang mampu dengan cermat dan tepat membuat ringkasan dari bahan bacaan yang dibacanya. Mengapa demikian? Karena pada hakikatnya hasil meringkas itu adalah sebuah karya reproduksi dari karya lain. Kemampuan untuk membahasakan dengan bahasa yang lain itulah yang terkadang membedakan setiap orang dalam membuat ringkasan.

Atau, kecermatan dalam mengungkap inti bacaan itu. (Nurhadi, 2010 : 136). “Ringkasan adalah sebuah cara menyajikan karangan dalam bentuk singkat dengan mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang aslinya”.

(Isdriani, 2009 : 152) Ringkasan memiliki banyak pengertian, diantaranya ringkasan (Precis yang berarti memotong atau memangkas) adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk singkat.

Sedangkan menurut Asmi (2004), ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat. Ringkasan berasal dari bentuk dasar “ringkas” yang berarti singkat, pendek dari bentuk yang panjang. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu bentuk karangan panjang yang dihadirkan dalam jumlah singkat. Suatu ringkasan disajikan dalam bentuk yang lebih pendek dari tulisan aslinya dengan berpedoman pada keutuhan topik dan gagasan yang ada di dalam tulisan aslinya yang panjang itu.

(Alfaini, 2011 : 2) Inti bacaan dalam ringkasan yang dibuat, tidak meninggalkan urutan-urutan gagasan cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah melandasinya. Kata “precis” itu sendiri mempunyai makna “memangkas”, artinya, penyusun ringkasan hanya memangkas hal-hal yang lebih kecil menyelimuti gagasan utama bacaan. Dengan demikian, kerangka dasarnya masih tampak jelas. Bila Anda memangkas cabang-cabang sebuah pohon, sehingga tampak pokok-pokok pohon beserta cabang-cabang utamanya, itulah membuat ringkasan.

(Wijayanti dkk, 2013 : 172) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Bahasa Indonesia – Kaidah, Baku, Ciri, Fungsi, Pemakaian, Paragraf, Syarat, Jenis, Para Ahli Ciri-ciri Ringkasan Membuat ringkasan memiliki ciri-ciri tertentu. Adapun ciri-ciri dari ringkasan tersebut adalah sebagai berikut. • Pengungkapan kembali bentuk kecil dari sebuah karangan.

• Mereproduksi kembali apa kata pengarang. • Mempertahankan urutan-urutan gagasan yang membangun sosok (badan) karangan. • Penyusun ringkasan terikat oleh penataan, isi, dan sudut pandang pengarangnya. • Kalimatnya pendek-pendek dan senada dengan kalimat pengarang aslinya. (Nurhadi, 2010 : 137-138) • Mengungkapkan kembali sebuah karangan atau naskah bacaan dalam bentuk yang padat.

Dalam meringkas kita mengambil intisari atau ide-ide pokok suatu bacaan sehingga menjadi bentuk yang lebih padat. • Memproduksi kembali apa yang diungkapkan pengarang dalam tulisannya. Kita mengambil intisari yang kemudian ditulis ulang dengan bahasa kita sendiri apa yang diungkapkan oleh sang penulis.

• Menjaga urutan ide-ide pokok sehingga terbangun ringkasan dari naskah asli. Dalam meringkas kita harus tetap merunut ide-ide pokok sehingga ringkasan yang kita buat tetap mewakili naskah bacaan aslinya. • Susunan ringkasan, sudut pandang, dan isi mengikuti naskah asli.

Meskipun kita menuliskan kembali, namun tidak boleh keluar dari susunan naskah aslinya. • Menuliskan kalimat-kalimat pendek yang mewakili tulisan pengarang.

Pada prinsipnya, meringkas berarti membuat tulisan menjadi tulisan lebih pendek. Oleh karena itu, kalimat-kalimat dalam ringkasanpun pendek dan padat namun tidak menghilangkan unsur-unsur estetika dari naskah aslinya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ringkasan – Pengertian, Ciri, Tujuan, Langkah, Manfaat, Para Ahli Cara Membuat Ringkasan Membuat ringkasan dari buku bacaan yang baru dibaca adalah bagian kemampuan membaca itu sendiri. Seorang pembaca yang baik dan berhasil, adalah pembaca yang mampu menceritakan kembali secara ringkas isi buku yang baru dibacanya, terutama bila hal berkaitan dengan kepentingan membaca cermat.

Bukankah hasil akhir dari membaca, adalah pembaca dapat memahami isi buku secara cermat? Petunjuk yang nyata adalah bila pembaca mampu mengungkapkan kembali isi bacaan itu. Ada juga orang yang memang rajin membuat ringkasan buku yang dibacanya. Artinya, setiap kali ia selesai membaca minimal dalam satu kalimat. Catatan itu pada umumnya berupa ringkasan. Persoalannya sekarang bagaimana membuat ringkasan itu secara tepat.

(Nurhadi, 2010 : 136) Dalam meringkas, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, serta penjelasan-penjelasan yang rinci dihilangkan sehingga jadilah sari tulisan tanpa hiasan (Utorodewo dkk. 2004).

Meskipun demikian, peringkas harus tetap mempertahankan urutan pikiran penulis asli beserta pendekatannya. Karena berbicara dalam suara penulis asli, peringkas tidak boleh memulai ringkasannya dengan, “Dalam tulisannya penulis berkata…,” atau “Dalam buku ini penulis mengatakan… dan sebagainya”. Peringkas langsung menyusun ringkasan bacaan dalam rangkaian kalimat, alinea, bagian alinea, dan seterusnya.

Bacaan yang diringkas dapat berupa buku, bab di dalam buku/artikel, atau skripsi. (Wijayanti dkk, 2013 : 172) Bagi mereka yang sudah terbiasa dalam membuat ringkasan, biasanya tahu cara membuat ringkasan yang baik. Tetapi disamping itu perlu untuk memberikan beberapa patokan sebagai pegangan, khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan itu atau baru untuk memulainya. Setelah terbiasa, mungkin beberapa patokan itu juga tidak akan diperlukan lagi.

(Alfaini, 2011 : 3) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Manfaat Kalimat Abstrak Lengkap Beberapa pegangan yang digunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan benar antara lain: Membaca Naskah Asli Langkah awal yang harus dilakukan adalah seorang penulis ringkasan harus membaca naskah asli satu atau dua kali, bahkan dapat diulang beberapa kali hingga diketahui kesan umum secara menyeluruh mengenai isi dari naskah tersebut.

Penulis juga perlu mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang. (Alfaini, 2011 : 3) Agar dapat membantu penulis mencapai itu semua, maka judul dan daftar isi dapat menjadi acuan dalam karangan itu.

Perincian daftar isi memiliki hubungan erat dengan judul sebuah karangan. Dan juga, alinea-alinea dalam karangan menunjang pokok-pokok yang terkandung dalam daftar isi. Maka dari itu, penulis sebaiknya memahami dengan baik daftar isi dari sebuah karangan sehingga lebih mudah untuk mendapatkan kesan umum, maksud asli pengarang serta sudut pandang pengarang yang terdapat dalam karangan.

(Alfaini, 2011 : 3) Mencatat Gagasan Utama Jika penulis sudah mengetahui kesan umum, maksud asli serta sudut pandang pengarang, maka sekarang ia harus memperdalam dan mempertegas semua hal itu.

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memahami kembali karangan bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat gagasan-gagasan penting yang tersirat dalam bagian atau alinea itu. (Alfaini, 2011 : 3) Tujuan dari pencatatan itu ada dua, yang pertama untuk tujuan pengamatan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak; kedua, catatan itu menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya.

Yang terpenting tujuan dari pencatatan ini adalah agar tanpa adanya ikatan teks asli penulis mulai menulis kembali untuk meyusun sebuah dengan menggunakan pokok-pokok yang telah dicatat.

(Alfaini, 2011 : 3) Sama halnya langkah pertama yang menggunakan judul dan daftar isi sebagai pegangan, maka dalam pencatatan gagasan ini judul-judul bab, judul anak bab, dan alinea yang harus dijadikan sasaran pencatatan, bahkan kalau perlu catat juga gagasan bawahan alinea yang betul-betul esensil untuk memperjelas gagasan utama tadi. Karena sifatnya hanya sebagai ilustrasi atau deskripsi untuk mejelaskan gagasan utama yang ada dalam alinea pertama maka perlu diperhatikan bahwa ada alinea yang dapat dihilangkan.

Itu semua terjadi karena ada sebuah alinea kedudukannya lebih penting dari pada alinea yang mendahuluinya. Dalam hal ini gagasan utama yang diambil dari rangkaian alinea terdapat dalam alinea utama, sedangkan alinea-alinea tambahan lainnya bisa diabaikan atau dirangkai menjadi satu kalimat. (Alfaini, 2011 : 3) Mengadakan Reproduksi Dengan menggunakan kesan umum pada langkah pertama diatas dan catatan-catatan yang diperoleh dari langkah kedua diatas, maka seorang penulis sudah siap untuk memulai membuat ringkasan yang dimaksud.

Dalam ringkasan urutan isi disesuaikan dengan urutan naskah asli dan harus menggunakan bahasa penulis karangan dan harus diurut. Apabila terdapat gagasan-gagasan di antara gagasan-gagasan yang telah dicatat masih terdapat gagasan yang kabur, maka penulis dapat melihat kembali isi naskah yang asli. (Alfaini, 2011 : 4) Ketentuan Tambahan Dengan membuat reproduksi, belum tentu pengarang sudah mengerjakan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan dapat ditulis dengan baik, diantaranya: • Sebaiknya dalam menyusun ringkasan mempergunakan dalam kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.

Kalimat majemuk menunjukkan bahwa ada dua gagasan atau lebih yang bersifat paralel. Bila ada kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal. (Alfaini, 2011 : 4) • Ringkaslah kalimat menjadi frase dan frase menjadi kata. Begitu pula jika rangkaian gagasan yang panjang hendaknya diganti dengan suatu gagasan sentral saja. (Alfaini, 2011 : 4) • Besarnya ringkasan tergantung jumlah alinea dan topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan.

Alinea yang mengandung ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb. dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting. Semua alinea semacam itu yang akan dipertahankan karena dianggap penting, harus pula dipersingkat atau digeneralisasi.

(Alfaini, 2011 : 4) • Jika memungkinkan buanglah semua keterangan atau kata sifat yang ada, meski terkadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.

(Alfaini, 2011 : 5) • Pertahankan semua gagasan asli dan urutan naskahnya. Tetapi yang sudah dicatat dari karangan asli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat ringkasan yang dibuat oleh penulis. Jagalah juga agar tidak ada hal yang baru atau pikiran penulis yang dimasukkan kedalam ringkasan.

(Alfaini, 2011 : 5) • Agar dapat membedakan rangkuman (ikhtisar) dan ringkasan sebuah tulisan biasa (bahasa tidak langsung) dan sebuah pidato atau ceramah (bahasa langsung) yang menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal atau jamak, maka ringkasan pidato atau ceramah itu harus ditulis dengan sudut pandang orang ketiga.

(Alfaini, 2011 : 5) • Dalam sebuah ringkasan ditentukan pula panjangnya, maka dari itu anda harus membuat seperti apa yang diminta bila diminta membuat ringkasan menjadi seperatus dari karangan asli anda harus membuat seperti itu.Agar memastikan apakah ringkasan dan yang dibuat sudah sepertiyang diminta silahkan hitung jumlah seluruh kata dalam karangan kemudian bagilah dengan serarus.

Hasil dari pembagian itulah yang merupakan panjang karangan yang harus ditulis. Perhitungan jumlah kata ini bukan berarti seseorang menghitung secara riil jumlah katayang ada.

Tapi hanya suatu perkiraan yang dianggap mendekati kenyataan. (Alfaini, 2011 : 5) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Notulen” Pengertian & ( Fungsi – Contoh ) Tujuan Membuat Ringkasan Karangan memiliki sebuah tema atau topik utama. Tema atau topik utama itu, kemudian dikembangkan menjadi rangkaian bagian-bagian karangan yang terdiri atas paragraf-paragraf. Kemudian, setiap paragraf memiliki sebuah tema atau pokok pikiran utama yang mendukung tema atau topik utama karangan.

Untuk memahami sebuah makna karangan atau buku, pembaca harus dapat memahami tema atau pokok pikiran utama yang terkandung dalam setiap paragraf yang membentuk keseluruhan karangan atau buku itu. Tema atau pokok pikiran utama tersebut dapat ditemukan pada bagian awal, akhir, atau awal, dan akhir paragraf atau mungkin tersirat. (Mulyati, 2007 : 9.16) Guna memahami dan mengingat isi suatu bahan atau bacaan atau buku Anda dapat menuliskan ringkasan bahan bacaan atau buku yang sudah Anda baca.

Untuk tujuan itu, Anda dapat terlebih dahulu mencatat tema atau pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam setiap paragraf atau setiap bagian bacaan atau buku. Kemudian, dengan memanfaatkan bahan catatan itu, Anda dapat menuliskan ringkasan isi bacaan atau buku dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri. (Mulyati, 2007 : 9.16) Ringkasan dibuat untuk memendekkan sebuah karangan yang panjang.

Seseorang yang akan membuat ringkasan harus memilah-milah mana gagasan utama dan gagasan tambahan. Karena cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah ringkasan adalah memahami dan mengetahui isi dari sebuah buku, sehingga diperlukan latihan-latihan untuk membimbing seseorang agar dapat membaca karangan dengan cepat.

Jadi salah satu tujuan dari membuat ringkasan yaitu untuk membantu seseorang agar bisa membaca sebuah buku dalam waktu singkat dan menghemat waktu. (Alfaini, 2011 : 2) Seorang penulis ringkasan tidak akan membuat ringkasan yang baik bila ia kurang teliti dalam membaca dan tidak dapat membeda-bedakan gagasan utama dan gagasan tambahan.

Kemampuan dalam membedakan tingkat-tingkat gagasan itu akan membantunya untuk mengasah kemampuan dalam gaya bahasa, dan menghindari pemakaian uraian panjang lebar yang mungkin masuk di dalam karangan tersebut. (Alfaini, 2011 : 2) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Teks Prosedur Kompleks – Pengertian, Tujuan, Struktur, Kaidah, Verba, Konjungsi, Contoh Manfaat Rangkuman cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah Ringkasan Manfaat Ringkasan Sebagai sarana untuk membantu kita dalam mengingat isi sebuah buku atau suatu uraian yang begitu panjang.

Rangkuman memuat ide- ide pokok yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya. Dengan membaca rangkuman, kita seakan- akan memahami keseluruhan buku secara utuh Karena merangkum adalah kegiatan menyusun teks/bacaan menjadi ringkas, maka akan banyak manfaat yang diperoleh dari membaca rangkuman (Suratno dan Wahono, 2010:187) Adapunbeberapa manfaat dari suatu rangkuman, antara lain sebagai berikut. • Menemukan secara cepat informasi yang dibutuhkan.

• Menemukan bagian-bagian penting isi buku. • Dapat menggambarkan keadaan mengenai isi buku. • Waktu yang digunakan untuk membaca jauh lebih singkat. • Membantu keperluan yang sifatnya praktis. Misalnya butuh intisari bukudalam waktu yang singkat. Berdasarkan uraian di atas, dapat penulis simpulkan bahwa beberapa manfaat dari membuat rangkuman antara lain menemukan informasi secara cepat, menemukan bagian penting isi buku, menggambarkan keadaan mengenai isi buku, waktu yang membaca jauh lebih singkat, dan Membantu keperluan yang bersifat praktis.

Baca Juga Artikel Cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah Mungkin Berhubungan : Pengertian Sinopsis – Ciri, Fungsi, Persiapan, Langkah, Penilaian, Contoh Syarat dan Dasar Membuat Rangkuman atau Ringkasan Kegiatan meringkas atau merangkum merupakan bentuk penyajian singkat dari suatu karangan asli ataupun pembicaraan dalam forum tertentu.

Meringkas memiliki syarat khusus, yakni tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang atau pembicara. Syarat ringkasan atau rangkuman adalah sebagai berikut: • Bentuk penyajian singkat dari suatu karangan asli.

• Mempertahankan urutan pembahasan dan sudut pandang pengarangatau penulisnya. • Tetap memperhatikan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli (Santoso, 2009:139). Selain syarat dalam membuat rangkuman, Santoso (2009:139) juga menyatakan perlunya memperhatikan dasar-dasar membuat ringkasan yang baik dan teratur, yakni sebagai berikut.

• Membaca naskah asli, penulis ringkasan harus membaca naskah asli beberapa kali untukmengetahui kesan umum dan maksud pengarang serta sudutpandangnya. • Mencatat pokok-pokok pikiran, semua pokok pikiran yang penting dicatat atau digarisbawahi. Pokokpikiran disebut gagasan utama. Gagasan utama terletak dalam kalimatutama. Kalimat utama dapat terletak di awal, akhir, awal dan akhir,serta di seluruh paragraf.Hal ini berguna untuk membantu penulis ringkasan dalam menentukan apa saja yang perlu dan tidak perlu ditulis dalam ringkasan.

• Membuat reproduksi, penulis ringkasan menyusun kembali suatu karangan singkat(ringkasan) berdasarkan catatan pokok pikiran tersebut.Penulis ringkasan perlu memperhatikan urutan penulisan ringkasan, yaitu harus sesuai dengan urutan dalam bacaan aslinya.

Selain itu, penulis ringkasan juga perlu menghindari penggunaan kalimat dari tulisan aslinya. Oleh karenanya, ringkasan juga dikatakan sebagai hasil penulisan kembali suatu cerita dengan menggunakan bahasa penulisnya sendiri.

Berdasarkanuraian di atas, dapat kami simpulkanbahwasyaratringkasanataurangkumanadalahbentuk penyajian singkat, mempertahankan urutan pembahasan dan sudut pandang juga memperhatikan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli.

Sedangkandasar-dasar yang harus diperhatikan dalam membuat ringkasan yaitu membaca naskah asli, mencatat pokok pikiran dan membuatre produksi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Resensi Adalah : Pengertian, Unsur, Sistematika, Jenis, Contoh Langkah-Langkah Merangkum atau Meringkas Setelah membaca buku, Anda dapat merangkum buku yang telah Anda baca.

Agar hasil rangkuman menjadi baik, ada langkah-langkah yang perlu diperhatikan. Langkah-langkah merangkum menurut Suratno dan Wahono (2010:187) adalah sebagai berikut: • Bacalah teks secara cermat dan efektif, sampai kamu dapat menangkapgagasan utama, kesan umum, sudut pandang, dan tema utama dari teks.

• Catatlah bagian-bagian yang kamu anggap penting. • Tulislah informasi berdasarkan bagian-bagian yang kamu anggap pentingtersebut. • Tulislah ulang intisari bacaan ke dalam bentuk kalimat tidak langsung, bergayaorang ketiga (penceritaan). Gunakan bahasa sendiri, bukan bahasa teks/bukuyang diambil secara utuh, menyeluruh, lengkap, sekalipun dalam bentukpenuturan yang singkat. • Tidak memasukkan pikiran, ilustrasi, atau cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah sendiri.

• Tidak mengubah keseimbangan dan penekanan pengarang asli. • Menyusun draf atau kerangka untuk membuat intisari bacaan. • Susun draft menjadi bentuk rangkuman yang baik. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia, SMA Ditag 5 contoh kalimat kesimpulan, apa kata lain dari rangkuman, apa saja ciri-ciri ikhtisar, apa tujuan dari membuat ringkasan, apa tujuan pembuatan ringkasan teks, apa yang dimaksud dengan rangkuman, bagaimana cara menentukan kalimat utama, bagaimana ciri-ciri ringkasan yang baik, bahasa inggrisnya ringkasan, cara membuat ringkasan, cara membuat ringkasan kelas 4 sd, cara menyusun ringkasan, cara meringkas buku per bab, ciri ciri ringkasan, contoh resume materi bahasa inggris, contoh ringkasan, contoh ringkasan dan rangkuman, contoh ringkasan teks, fungsi ringkasan, inggris ringkasan tts, jelaskan fungsi meringkas bacaan, jelaskan maksud meringkas sebuah berita, jelaskan pengertian dari kata kunci, jelaskan pengertian tahapan menulis ringkasan dengan cara mencermati jalan sebelum meringkas novel, jenis ringkasan, kalimat yang digunakan dalam teks berita, kata lain dari ringkasan, kata lain munafik, langkah langkah membuat ringkasan, manfaat ringkasan, materi bahasa inggris tentang summary, pengertian ikhtisar, pengertian kesimpulan, pengertian menyimpulkan, pengertian rangkuman, pengertian rangkuman dan contoh, Pengertian ringkasan dan kesimpulan, pengertian ringkasan menurut para ahli, pengertian simpulan dan kesimpulan, perbedaan ringkasan dan ikhtisar, perbedaan simpulan dan kesimpulan, persamaan kesimpulan dan rangkuman, rangkuman adalah, ringkasan adalah gabungan dari beberapa, ringkasan cerita, ringkasan cerita bahasa inggris, ringkasan cerita dari sebuah novel disebut, ringkasan materi bahasa inggris, sebutkan langkah merangkum gagasan pokok, sebutkan syarat-syarat ringkasan yang baik, sinonim meringkas adalah, sinonim penyatuan, sinonim ringkas adalah, terdiri atas apa dalam sebuah paragraf, tuliskan pokok-pokok informasi dalam berita Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Contoh Ringkasan dan Cara membuat Ringkasan yang Baik dan Benar – Pada dasarnya, ringkasan bisa diartikan sebagai penyajian dari bentuk karangan panjang ke dalam bentuk yang lebih singkat.

Ringkasan merupakan alih bahasa dari kata summary yang hanya berisi pokok-pokok pentingnya saja. Oleh karena itu, contoh ringkasan bisa sangat bermacam-macam.

Ringkasan disebut juga sinopsis. Berbagai jenis karangan dengan uraian yang panjang bisa dibuat ringkasan dengan tetap mempertahankan isi dari tulisan aslinya. Untuk lebih memahaminya, berikut ini adalah ulasan mengenai contoh ringkasan dan cara membuat ringkasan yang baik dan benar: Cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah Itu Ringkasan?

Daftar Isi • Apa Itu Ringkasan? • 1. Abstrak • 2. Sinopsis • 3. Kesimpulan • Bagaimana Cara Membuat Ringkasan yang Baik dan Benar? detik.com Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ringkasan bisa diartikan sebagai bentuk singkat dari sebuah karangan panjang yang tetap mempertahankan isinya dengan pokok-pokok pentingnya saja. Ringkasan dibuat dengan tujuan untuk membantu pembaca mengetahui isi dari suatu karangan. Dengan adanya ringkasan, maka seseorang akan didorong untuk membaca sumber bacaan aslinya secara menyeluruh.

Ringkasan sendiri bisa dibedakan menjadi beberapa bentuk seperti berikut beserta contoh-contoh ringkasan di dalamnya: 1.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Abstrak Abstrak merupakan ringkasan yang disajikan dalam bentuk yang sesingkat-singkatnya mengenai segala hal atau pokok yang akan dibahas. Adapun contoh ringkasan abstrak penelitian adalah sebagai berikut: Penggunaan Dialek Batak pada Mahasiswa Asal Medan di Yogyakarta Dialek bahasa Batak berbeda dari daerah lainnya dan memiliki ciri khas serta keunikan tersendiri.

Penggunaan dialek Batak rupanya tetap digunakan oleh para mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta. Para mahasiswa mencoba mempertahankan budaya dan bahasa asli.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Asimilasi budaya dan bahasa juga ditemukan pada penggunaan dialek Bahasa Batak. Hal ini dikarenakan ruang lingkup pergaulan serta penyerapan yang sangat cepat. Penelitian ini mencoba untuk menemukan perubahan dialek Batak pada mahasiswa asal Medan di Yogyakarta.

Kata kunci: Dialek Batak Medan, asimilasi budaya, perubahan dialek. 2. Sinopsis Ringkasan dalam bentuk sinopsis bisa dilakukan pada jenis karangan fiksi maupun non fiksi, bentuk ringkasan ini diharapkan bisa memotivasi orang lain untuk membaca karangan secara utuh. Berikut ini adalah contoh ringkasan sinopsis: Para Priyayi Novel ini mengisahkan tentang Soedarsono, anak dari keluarga buruh tani yang keluarga dan kerabatnya mendorong untuk membangun dinasti keluarga priyayi.

Berkat dorongan seorang asisten Wedana, ia pun bersekolah dan menjadi guru desa. Dari sinilah ia masuk elite birokrasi sebagai seorang priyayi pengreh praja. Sementara ketiga anaknya tumbuh sebagai perwira PETA dan istri Wedana. Cita-cita keluarganya pun berhasil. Apakah hal ini benar? Lalu apa sebenarnya yang dimaksud “priyayi”? Apakah status sosial? Ataukah pandangan dunia dari kelas menengah elite birokrasi? Sekedar gaya hidup ataukah semuanya? 3. Kesimpulan Bentuk ringkasan ini mengungkapkan gagasan utama dari suatu uraian dengan memberikan penekanan pada ide pokok serta penyelesaian masalahnya.

Berikut ini adalah contoh dari kesimpulan suatu makalah penelitian: Berdasarkan data dan tujuan yang telah dikumpulkan dari penjualan produk Promag, maka didapatkan kesimpulan seperti berikut: PT. Kalbe Farma merupakan perusahaan yang bergerak di bidang farmasi dengan produk kesehatan dan nutrisi yang terintegrasi dan inovatif dengan strategi pemasaran, distribusi, pengembangan merk, keahlian riset untuk meningkatkan kesehatan yang lebih baik.

Ada tiga strategi yang telah dikembangkan oleh PT. Kalbe Farma, yaitu trading based, marketing based serta kerjasama dalam bentuk joint venture bersama perusahaan farmasi bertaraf global. Kegiatan utama marketing mix untuk produk Promag oleh Kalbe Farma terdiri dari 4 variabel, yaitu produk, harga, promosi serta saluran distribusi. Berdasarkan pengertian dan bentuk ringkasan dan contoh ringkasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sebuah ringkasan memiliki ciri-ciri seperti berikut: • Kerangka dasarnya harus jelas.

• Isinya tidak menghilangkan inti dari karangan asli. • Mempertahankan urutan gagasan yang membangun karangan. • Gagasan yang dipangkas harus terperinci.

• Kalimatnya pendek-pendek dan senada dengan yang ada karangan asli. Dengan adanya ringkasan, maka hal itu akan memberikan manfaat yaitu: • Memudahkan pembaca untuk mengetahui isi pokok suatu bacaan, karena di dalam ringkasan hanya menuliskan pokok pembahasannya saja.

• Memudahkan untuk mengingat materi, karena materi pokok pembahasan di dalam ringkasan terlihat jelas dan tidak sebanyak yang ada di naskah aslinya.

Jika materi pokok sudah dipahami, maka akan lebih mudah untuk menjabarkannya sendiri. • Membantu untuk memahami teks bacaan, karena formatnya lebih ringkas dan hanya memuat yang penting-penting saja. • Melatih kreativitas, karena dalam meringkas suatu naskah penulis harus bisa memahami apa inti dari pembahasan tersebut. Dengan begitu, maka ringkasan dibuat dalam bentuk yang singkat agar mudah untuk diingat. Baca Juga : 16 Contoh Surat Lamaran Kerja Via Email Terbaru yang Baik dan Benar Bagaimana Cara Membuat Ringkasan yang Baik dan Benar?

Setelah mengetahui pengertian, contoh ringkasan, dan bentuk serta ciri-ciri ringkasan, maka penting juga untuk mengetahui bagaimana cara membuat ringkasan yang baik dan benar. Sebelumnya perlu dipahami, bahwa ringkasan bisa dibuat dalam bentuk uraian (paragraf) dan juga skema (bagan). Adapun yang menjadi acuan dalam membuat ringkasan adalah seperti berikut ini: Baca Juga : 10 Contoh Paragraf Deduktif Dan Induktif Berbagai Keperluan, Lengkap! Membaca Naskah Asli yang Akan Diringkas Untuk bisa membuat ringkasan, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membaca naskah aslinya satu, dua kali atau bahkan berulang kali sampai diketahui kesan umum mengenai isi bacaan secara menyeluruh, termasuk maksud dan sudut pandang pengarangnya.

Untuk memudahkan penulis dalam membuat ringkasan, maka penulis bisa mengacu pada judul dan daftar isi karangan tersebut. Perincian dalam daftar isi memiliki kaitan yang erat dengan judul sebuah karangan, demikian juga paragraf-paragraf di dalam karangan tersebut.

Mencatat Gagasan Utamanya Jika sudah mengetahui kesan umum serta maksud dan sudut pandang pengarang, maka perlu juga untuk memperdalam dan memahami karangan tersebut, bagian per bagian serta mencatat gagasan penting yang tersirat di dalamnya.

Tujuan dari pencatatan tersebut adalah: • Melakukan pengamatan agar mudah dalam meneliti apakah pokok-pokok yang telah dicatat tersebut penting atau tidak. • Catatan yang dibuat dijadikan sebagai acuan untuk pengolahan selanjutnya, sehingga bisa menulis kembali berdasarkan pokok-pokok yang telah dicatat sebelumnya. Dalam melakukan pencatatan gagasan utama, maka yang dijadikan dasar adalah judul dan daftar isi serta judul bab dan sub bab, termasuk juga alinea.

Bahkan jika perlu, dicatat pula gagasan bawahan alinea yang benar-benar esensial dan memperjelas gagasan utamanya. Pada langkah ini gagasan utama diambil dari rangkaian alinea yang terdapat dalam alinea utama, sedangkan alinea tambahan lainnya bisa diabaikan atau dirangkai menjadi satu kalimat sesuai dengan inti pembahasan.

Baca Juga : Pengertian Cerpen, Ciri-ciri, Fungsi, Struktur, Unsur dan Jenisnya Mengadakan Reproduksi Melalui kesan umum serta pencatatan dari kedua cara sebelumnya, maka pembuatan ringkasan bisa segera dimulai. Dalam membuat ringkasan, urutan isinya harus disesuaikan dengan naskah asli dan menggunakan bahasa pengarang.

Jika di dalamnya masih terdapat gagasan yang dianggap kabur, maka penulis bisa kembali melihat isi naskah aslinya. Dalam mengadakan reproduksi ini penulis belum tentu melakukannya dengan baik, oleh cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah itu perlu memperhatikan hal-hal berikut ini: • Sebaiknya dalam menyusun ringkasan menggunakan kalimat tunggal daripada kalimat majemuk. Karena kalimat majemuk akan menunjukkan dua gagasan atau lebih yang sifatnya paralel.

Jika ada kalimat majemuk, maka sebaiknya dijadikan kalimat tunggal. • Ringkaslah kalimat dalam karangan menjadi frase dan frase menjadi kata, demikian pula jika rangkaian gagasannya panjang maka bisa diganti dengan gagasan pokok saja. • Besarnya ringkasan yang dibuat akan tergantung jumlah alinea dan topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan tersebut.

Alinea yang di dalamnya terdapat ilustrasi, deskripsi atau contoh bisa dihilangkan, kecuali jika dianggap penting. Selain itu, semua alinea yang dipertahankan karena dianggap penting harus dipersingkat dan bisa digeneralisasi.

• Jika memungkinkan sebaiknya semua keterangan atau kata sifat dihilangkan saja, meskipun kata sifat atau keterangan tetap dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat di dalam rangkaian keterangan yang ada di naskah. • Semua gagasan asli dan urutan di dalam naskah karangan harus dipertahankan, yaitu yang sebelumnya sudah dicatat dari naskah asli. Itulah yang harus dirumuskan kembali dalam sebuah kalimat ringkasan yang dibuat penulis. • Agar lebih mudah membedakan rangkuman dengan ringkasan karangan (bahasa tidak langsung) dan pidato (bahasa langsung) dengan sudut pandang orang pertama tunggal atau jamak, maka ringkasan pidato ditulis dengan sudut pandang orang ketiga.

• Dalam membuat ringkasan maka akan ditentukan panjangnya, oleh karena itu penulis harus menyesuaikan seperti yang diminta. Jika misalnya diminta menulis ringkasan seperseratus dari karangan asli, maka harus melakukannya sesuai permintaan. Baca Juga : Apa yang Dimaksud Teks Deskripsi? Pengertian, Struktur, Jenis dan Kebahasaan Contoh Ringkasan Singkat Untuk lebih memahami pengertian ringkasan, berikut ini adalah contoh-contoh ringkasan pendek yang perlu diperhatikan: Uraian: Pada dasarnya, batuk bukanlah penyakit refleks, karena mengalami rangsangan seperti udara yang berpolusi, asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan, bau-bauan dan gas yang merangsang atau kekurangan udara.

Batuk juga bisa terjadi karena saluran pernafasan atau paru-paru mengalami infeksi akibat adanya kuman atau virus tertentu. Selain itu, udara yang cenderung dingin dan lembab bisa juga menyebabkan seseorang menjadi batuk atau bersin. Adapun obat batuk yang beredar di pasaran bebas pada umumnya terdiri dari obat atau campuran obat yang bisa cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah lendir atau dahak sehingga membuat saluran pernafasan bersih dari gangguan penyebab batuk, obat jenis ini dikenal sebagai ekspektoran.

Contoh ringkasan singkat dari bacaan tersebut adalah: Penyakit batuk disebabkan rangsangan udara yang berpolusi, asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan, gas yang merangsang, kekurangan udara atau infeksi kuman sehingga harus diobati dengan ekspektoran. Batuk terjadi cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok dan udara yang berpolusi sehingga menimbulkan infeksi pada saluran pernafasan.

Untuk mengobati batuk maka bisa membeli obat batuk ekspektoran yang dijual bebas di pasaran. Batuk disebabkan oleh polusi udara seperti asap pabrik dan asap kendaraan, asap rokok, serta bau-bauan, gas yang merangsang dan kekurangan udara.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Namun, batuk bisa diobati dengan ekspektoran yang akan mengeluarkan dahak dari saluran pernafasan. Batuk terjadi akibat adanya rangsangan udara yang berpolusi, infeksi kuman atau virus tertentu di saluran pernafasan serta kondisi udara yang dingin dan lembab. Batuk bisa diatasi dengan obat batuk ekspektoran yang dijual bebas di pasaran. Dari contoh-contoh ringkasan tersebut maka bisa memudahkan pembaca untuk memahami isi bacaan tanpa perlu membaca naskah aslinya yang uraiannya lebih panjang.

Setelah mengetahui contoh ringkasan dan cara membuat ringkasan yang baik dan benar, maka kamu bisa menerapkannya saat hendak membuat ringkasan suatu naskah teks. Pastikan ringkasan tersebut memuat inti dan pokok pembahasannya, ya! Klik dan dapatkan info kost di dekatmu: Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Kost Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Harga Murah Menulis ringkasan buku membantu Anda memahami materi yang dibaca.

Selain itu, Anda bisa menggunakan ringkasan sebagai referensi untuk mengingat hal-hal penting yang ada di dalam buku jika dibutuhkan. Untuk menulis ringkasan buku yang baik, bacalah buku dengan saksama sambil mencatat gagasan utama, perubahan plot, dan tokoh penting dalam bacaan. Manfaatkan catatan tersebut untuk menyusun draf dan memeriksa ringkasan yang Anda siapkan!

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/35\/Write-a-Book-Summary-Step-1-Version-5.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-1-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/35\/Write-a-Book-Summary-Step-1-Version-5.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-1-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Buatlah catatan sambil membaca.

Siapkan buku tulis agar Anda bisa langsung mencatat pemikiran yang muncul saat membaca buku. Membuat catatan saat membaca membantu Anda mencatat informasi dengan benar. Cara ini bisa mengurangi pekerjaan sebab Anda tidak perlu membaca ulang untuk memastikan hal-hal mendetail sekali lagi.

[1] X Teliti sumber • Siapkan beberapa halaman kosong untuk mencatat berbagai aspek dalam bacaan. Satu untuk mencatat kesan secara umum dan hasil tinjauan sekilas, satu untuk mencatat tokoh dan kejadian, satu lagi untuk mencatat tema dan gagasan utama penulisan buku. • Catatlah kata-kata yang belum Anda pahami agar lebih mudah diingat. Gunakan kamus untuk mencari tahu artinya lalu catat definisinya. • Menggarisbawahi atau menandai teks di halaman buku akan merusak buku dan membuat Anda kesulitan saat mencari informasi mendetail tentang hal tertentu.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/6\/68\/Write-a-Book-Summary-Step-2-Version-5.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-2-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/6\/68\/Write-a-Book-Summary-Step-2-Version-5.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-2-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Catatlah semua tokoh penting.

Catatlah nama tokoh-tokoh penting dalam buku berikut penjelasan singkat tentang kepribadian dan karakteristik masing-masing. Berikan keterangan dalam 1-2 baris yang menjelaskan keinginan dan tujuan hidup setiap tokoh. Manfaatkan catatan ini cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah mendapatkan gambaran tentang tema sentral penulisan buku melalui semua tokoh dalam buku. [2] X Teliti sumber • Buatlah lini masa dari berbagai kejadian penting dalam buku, terutama jika kronologi cerita cukup rumit atau membingungkan.

Jika cerita menggunakan alur kilas balik, buatlah beberapa lini masa. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/4a\/Write-a-Book-Summary-Step-3-Version-5.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-3-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/4a\/Write-a-Book-Summary-Step-3-Version-5.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-3-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Bagilah buku menjadi beberapa bagian.

Agar lebih mudah diringkas, bayangkan buku yang Anda baca terdiri dari 3 bagian. Setiap cerita selalu ada awal, tengah, dan akhir. Gunakan cara yang sama saat mencatat. [3] X Teliti sumber • Bagian awal catatan berfokus menjelaskan tokoh utama dan latar belakang cerita. • Bagian tengah menjelaskan “problem” yang diceritakan dalam buku, misalnya pertarungan antara yang baik dan yang jahat atau misteri pembunuhan. • Bagian akhir menceritakan solusi atas “problem” tersebut.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/5a\/Write-a-Book-Summary-Step-4-Version-5.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-4-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/5a\/Write-a-Book-Summary-Step-4-Version-5.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-4-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/0\/00\/Write-a-Book-Summary-Step-5-Version-5.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-5-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/0\/00\/Write-a-Book-Summary-Step-5-Version-5.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-5-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Tentukan gagasan utama cerita.

Sambil membaca, pikirkan pengajaran yang ingin disampaikan dalam buku. Perhatikan tema yang dibahas berulang-ulang, misalnya isu yang sering dibicarakan oleh tokoh tertentu atau kesalahan fatal yang banyak orang lakukan sehingga menimbulkan berbagai masalah. [5] X Teliti sumber • Contohnya, penulis ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa kesombongan membuat orang-orang mengambil keputusan yang salah. Untuk menggambarkan hal tersebut, tokoh utama diceritakan sebagai orang yang menjalani hidup di luar cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah karena kesombongan dan arogansinya.

• Contoh lain, gagasan utama penulisan buku nonfiksi bisa seputar sejarah atau kehidupan masyarakat yang bertujuan menyadarkan pembaca bahwa makanan cepat saji adalah makanan yang tidak sehat.

Untuk itu, penulis memberikan berbagai contoh sebagai bukti pendukung. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/dd\/Write-a-Book-Summary-Step-6-Version-5.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-6-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/dd\/Write-a-Book-Summary-Step-6-Version-5.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-6-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Cari tahu ketentuan yang mengatur panjang ringkasan.

Jika Anda menulis ringkasan buku untuk menyelesaikan tugas sekolah, guru biasanya sudah menentukan jumlah kata atau halaman. Siapkan ringkasan buku sesuai atau mendekati ketentuan sebab ringkasan yang terlalu pendek memberikan kesan Anda belum membaca buku sampai selesai, tetapi Anda belum meringkas dengan baik kalau terlalu panjang.

[6] X Teliti sumber • Contohnya, jika Anda diminta menulis ringkasan maksimal 200 kata, tulislah 190-200 kata. • Walaupun Anda menulis ringkasan untuk digunakan sendiri, buatlah sesingkat mungkin. Ringkasan kurang dari 500 kata bisa menjadi sarana rujukan yang praktis. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/29\/Write-a-Book-Summary-Step-7-Version-5.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-7-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/29\/Write-a-Book-Summary-Step-7-Version-5.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-7-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Jelaskan gagasan dan karakter setiap tokoh yang ada dalam alur cerita utama.

Mulailah dengan menyebutkan judul buku dan nama penulis lalu jelaskan secara singkat kejadian yang diceritakan dalam beberapa kalimat.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Bagian ini merupakan kata pengantar ringkasan yang sedang Anda siapkan. [7] X Teliti sumber • Contohnya, “Buku karangan J.K. Rowling berjudul Harry Potter dan Batu Bertuah bercerita tentang anak laki-laki yatim piatu yang menyadari bahwa ia adalah seorang penyihir.

Selama 1 tahun menjadi siswa Sekolah Sihir Hogwarts, ia baru tahu bahwa Wizarding World adalah kehidupan yang penuh dengan penyihir dan juru tenung yang baik dan jahat”. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/fa\/Write-a-Book-Summary-Step-8-Version-5.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-8-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/fa\/Write-a-Book-Summary-Step-8-Version-5.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-8-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Jelaskan gagasan utama yang melandasi penulisan setiap bagian.

Gunakan informasi yang ada dalam catatan untuk meringkas informasi atau kisah dalam buku. Jelaskan dalam beberapa kalimat peristiwa yang diceritakan dalam setiap bagian, keterkaitan antarperistiwa, dan apa sebabnya setiap bagian berperan penting dalam mendukung tercapainya tujuan penulisan buku.

• Contoh ringkasan buku: “Penulis mengawali cerita dengan menjelaskan apa artinya penyihir sehingga pembaca bisa merasakan betapa hebatnya orang-orang yang memiliki kemampuan tersebut, termasuk Harry sendiri yang baru menjalani kehidupan sebagai penyihir.

Selanjutnya, Harry menyadari bahwa sihir hitam sedang menyelimuti Hogwarts sehingga ia membutuhkan teman-teman barunya, Ron dan Hermione, untuk mengungkap misteri ini. Cerita diakhiri dengan menceritakan ujian dan cobaan yang hanya bisa Harry lewati jika ia mengandalkan persahabatan dengan teman-teman dan kasih sayang ibunya”. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/21\/Write-a-Book-Summary-Step-9-Version-5.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-9-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/21\/Write-a-Book-Summary-Step-9-Version-5.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-9-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Buatlah kesimpulan dengan menyatakan gagasan utama penulisan buku.

Akhiri ringkasan dengan menyampaikan manfaat yang Anda peroleh setelah membaca buku. Baca lagi catatan untuk mengingat tema tertentu yang dibahas berulang-ulang. Kalimat ini akan menjadi kalimat terakhir dalam ringkasan.

[8] X Teliti sumber • Contohnya, “Rowling menggunakan cerita ini untuk menunjukkan bahwa orang-orang bertalenta juga membutuhkan persahabatan dan cinta untuk mengalahkan kejahatan”. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/8c\/Write-a-Book-Summary-Step-10-Version-4.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-10-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8c\/Write-a-Book-Summary-Step-10-Version-4.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-10-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/fc\/Write-a-Book-Summary-Step-11.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-11.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/fc\/Write-a-Book-Summary-Step-11.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-11.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Periksalah ringkasan.

Pastikan Anda menulis dengan ejaan yang benar. Baca ringkasan keras-keras supaya Anda langsung mengetahui jika ada kesalahan tata bahasa atau tanda baca. Hitung lagi jumlah kata dalam ringkasan. [10] X Teliti sumber • Ringkasan buku bisa digunakan sendiri atau di klub buku. Mengedit ringkasan bukan hal sulit, tetapi buatlah ringkasan yang baik dan rasional.

Baca lagi sekilas untuk memastikan bahwa Anda sudah menulis ringkasan yang bermanfaat dan bisa dipahami oleh pembaca. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/17\/Write-a-Book-Summary-Step-12.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-12.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/17\/Write-a-Book-Summary-Step-12.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-12.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/75\/Write-a-Book-Summary-Step-13.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-13.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/75\/Write-a-Book-Summary-Step-13.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-13.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Carilah tempat membaca yang tenang dan tidak ada pengalih perhatian.

Pilihlah lokasi yang jauh dari TV. Matikan dering ponsel cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah simpan dahulu agar Anda tidak teralihkan. Berfokuslah pada bacaan dan nikmati waktu yang bisa dihabiskan dengan membaca.

• Pastikan Anda membaca di tempat yang terang agar mata tidak tegang. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/b\/b9\/Write-a-Book-Summary-Step-14.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-14.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/b\/b9\/Write-a-Book-Summary-Step-14.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-14.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/88\/Write-a-Book-Summary-Step-15.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-15.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/88\/Write-a-Book-Summary-Step-15.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-15.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Sisihkan lebih banyak waktu apabila tenggat penyerahan tugas sudah mendesak.

Jangan begadang karena ingin membaca buku sampai habis dan menyelesaikan ringkasan. Mulailah membaca buku yang tipis 2 minggu sebelum tenggat atau 1 bulan sebelumnya jika bukunya tebal. Sisihkan sedikit waktu setiap hari untuk membaca. • Jika Anda harus menulis ringkasan untuk klub buku atau menyelesaikan tugas sekolah, langsung baca begitu tugas diberikan. Guru atau pemimpin grup biasanya sudah menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca buku dan menulis ringkasan tanpa memicu stres.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/ec\/Write-a-Book-Summary-Step-16.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-16.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/ec\/Write-a-Book-Summary-Step-16.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-16.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Baca alinea penting sekali lagi.

Alinea penting biasanya mudah ditemukan dalam cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah. Ketika Anda membaca tokoh utama menyadari sesuatu yang penting atau alur cerita tiba-tiba berubah, baca lagi alinea tersebut.

[11] X Teliti sumber • Alinea tersebut tidak perlu dideskripsikan secara mendetail dalam ringkasan. Anda cukup menginformasikan adanya perubahan alur cerita, kejadian tragis, atau konflik yang terselesaikan. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/8f\/Write-a-Book-Summary-Step-17.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-17.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8f\/Write-a-Book-Summary-Step-17.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-17.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/2e\/Write-a-Book-Summary-Step-18.jpg\/v4-460px-Write-a-Book-Summary-Step-18.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/2e\/Write-a-Book-Summary-Step-18.jpg\/v4-728px-Write-a-Book-Summary-Step-18.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"}
Membuat ringkasan atau merangkum bacaan sering kita lakukan terutama pada saat pelajaran Bahasa Indonesia.

Rangkuman atau ringkasan dapat diartikan sebagai hasil merangkai atau menyatukan pokok-pokok pembicaraan atau tulisan yang terpencar dalam bentuk pokok-pokoknya saja. Rangkuman sering disebut juga ringkasan, yaitu bentuk ringkas dari suatu uraian atau pembicaraan Pada tulisan jenis rangkuman, urutan isi bagian demi bagian, dan sudut pandang (pendapat) pengarang tetap diperhatikan dan dipertahankan. Merangkum atau meringkas suatu bacaan bertujuan untuk menguji kemampuan penulis dalam menemukan pokok-pokok permasalahan sebuah tulisan, kemudian menyusun kembali dalam sebuah tulisan yang lebih ringkas.

Pokok-pokok permasalahan dalam sebuah tulisan dapat diambil dari kalimat-kalimat utama dalam setiap paragraf. Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung gagasan utama, gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan suatu paragraf. Kalimat-kalimat utama tersebut selanjutnya dihubung-hubungkan dengan menggunakan konjungsi atau dengan menambah kalimat penghubung agar tampak padu. Langkah-langkah Membuat Ringkasan Untuk dapat menghasilkan sebuah ringkasan yang baik, seorang penulis pemula perlu memperhatikan empat hal pokok, yaitu: • Pertama : mampu membaca dengan baik bacaan yang akan dirangkum, • Kedua : mampu memahami isi secara utuh terhadap bacaan yang akan dirangkum, • Ketiga : mampu menemukan ide-ide pokok ataupun kalimat topik dalam bacaan yang akan dirangkum, serta • Keempat : mampu menyusun kembali ide-ide maupun kalimat topik yang telah ditemukan menjadi sebuah tulisan utuh Untuk mencapai beberapa kemampuan dalam membuat ringkasan, langkah-langkah yang harus ditempuh bagi seorang penulis ringkasan antara lain sebagai berikut.

• Membaca tulisan asli pengarang sampai tuntas agar memperoleh gambaran atau kesan umum dan sudut pandang pengarang. Pembacaan hendaklah dilakukan secara saksama dan diulang sampai dua atau tiga kali untuk dapat memahami isi bacaan secara utuh.

• Membaca kembali bacaan yang akan diingkas dengan cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah catatan pikiran utama atau menandai pikiran utama setiap uraian untuk setiap bagian atau setiap paragraf. • Berpedoman hasil catatan, mulailah membuat ringkasan dan menyusun kalimat-kalimat yang bertolak dari hasil catatan dengan menggunakan bahasa sendiri.

Apabila hasil ringkasan ada bagian yang kurang tepat, perangkum dapat membuka kembali bacaan yang akan dirangkum. • Membaca kembali hasil ringkasan dan mengadakan perbaikan apabila dirasa ada kalimat yang kurang sesuai. • Menulis kembali hasil rangkumannya berdasarkan hasil perbaikan dan memastikan bahwa ringkasan yang dihasilkan lebih pendek dibanding dengan bacaan yang dirangkum. Contoh membuat Ringkasan Pentingnya Belajar tentang Keuangan Sejak Kecil Pada hari itu, para siswa salah satu sekolah dasar di Jakarta mendapat kesempatan untuk belajar tentang keuangan.

Mereka belajar keuangan melalui sebuah program khusus tentang keuangan.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Dalam program tersebut, para siswa belajar dasar-dasar pengetahuan tentang keuangan, terutama mengenal uang dan perbankan. Program ini memberikan kegiatan yang menarik, karena para siswa tidak belajar seperti biasanya. Mereka belajar melalui sebuah permainan. Para siswa melakukan dua macam permainan, yaitu permainan komputer berjudul “Ayo Menabung” dan permainan monopoli. Selain bermain, permainan dengan menggunakan komputer ini juga memberikan pengetahuan tentang perbedaan uang asli dan uang palsu.

Selain itu dikenalkan juga tata cara menabung di bank, mengenal petugas di bank, dan cara menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Penyelenggara acara ini berharap, program ini dapat membantu para guru untuk memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada siswa tentang dunia keuangan dan perbankan. Bahkan di dalam permainan komputer dan monopoli, diharapkan siswa dapat mengembangkan nilai-nilai kerja sama, peduli terhadap sesama dan saling menolong tanpa membeda-bedakan latar belakangnya.

Selain itu, program ini pun diharapkan dapat membantu siswa untuk mengenal nilai uang dan mampu menggunakannya secara bijak dan hidup hemat.

(Sumber: New Berani Edisi Desember 2013) Kalimat Utama : • Paragraf 1 : Para siswa salah satu sekolah dasar di Jakarta mendapat kesempatan untuk belajar tentang keuangan. • Paragraf 2 : Mereka belajar melalui permainan. • Parageaf 3 : Program ini bertujuan membantu para guru untuk memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada siswa tentang dunia keuangan dan perbankan. Para siswa salah satu sekolah dasar di Jakarta mendapat kesempatan untuk belajar tentang keuangan.

Mereka belajar melalui permainan komputer berjudul "Ayo Menabung" dan Monopoli. Selain itu juga diberikan pengetahuan tentang perbedaan uang asli dan uang palsu, tata cara menabung di bank, dan cara menggunakan ATM.

Program ini bertujuan membantu para guru untuk memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada siswa tentang dunia keuangan dan perbankan.
( Cara Menulis Ringkasan atau Rangkuman) – Ringkasan merupakan sekumpulan berbagai informasi untuk mempermudah pemahaman. Bagi anda yang sudah terbiasa membuat ringkasan / rangkuman, mungkin kaidah yang berlaku dalam menulis ringkasan telah tertanam dalam benaknya. Meskipun demikian, tentu perlu diberikan beberapa patokan sebagai pegangan dala menyusun ringkasan.

Berikut ini merupakan beberapa pegangan yang dapat dipergunakan untuk menulis ringkasan yang baik dan teratur. a. Membaca paragraf Membaca paragraf yang akan dirangkum atau di ringkas berulangkali dapat mengetahui isi inti dari paragraf tersebut secara menyeluruh.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara membaca intensif. b. Mencatat gagasan utama Jika maksud utama sudah tertangkap atau sudah diketahui, segera catatlah gagasan utama tersebut sehingga pokok-pokok yang telah dicatat dipakai untuk menyusun sebuah ringkasan.

Diharapkan setelah mengetahui cara merangkum atau cara membuat ringkasan suatu materi anda dapat menerapkannya dalam merangkup suatu bacaan, paragraf atau sesuatu hal yang perlu di rangkum untuk mempermudah pembelajaran dan belajar. • Christmas Decorations that Transform Your Home into a Winter Wonderland 05/04/2022 • Spesifikasi lengkap dan harga HP OPPO A16, tersedia versi 3/32GB dan 4/64GB 05/12/2021 • Spesifikasi Vivo X70 Pro 06/11/2021 • Bagaimana Cara membuat slime?

01/11/2021 • How to get Real IP from Visitor? 25/10/2021 • Mengapa Jepang Membentuk BPUPKI? 24/10/2021 • Cara Menjaga Kesehatan Telinga 23/10/2021 • How To Get FREE ROBUX?

22/10/2021 • Bagaimana Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy? 20/10/2021 • Spesifikasi Ponsel Pintar Vivo Y73 19/10/2021Diringkas Oleh: Puji Arya Yanti Bagi orang yang sudah terbiasa membuat ringkasan, mungkin kaidah yang berlaku dalam menyusun ringkasan telah tertanam dalam benaknya.

Meski demikian, tentulah perlu diberikan beberapa patokan sebagai pegangan dalam membuat ringkasan terutama bagi mereka yang baru mulai atau belum pernah membuat ringkasan. Berikut ini beberapa pegangan yang dipergunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur. Pencarian Inspirasi • Membaca Naskah Asli Bacalah naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali agar Anda mengetahui kesan umum tentang karangan tersebut secara menyeluruh. Penulis ringkasan juga perlu mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli.

Untuk mencapainya, judul dan daftar isi tulisan (kalau ada) dapat dijadikan pegangan karena perincian daftar isi memunyai pertalian dengan judul dan alinea-alinea dalam tulisan menunjang pokok-pokok yang tercantum dalam daftar isi. • Mencatat Gagasan Utama Jika Anda sudah menangkap maksud, kesan umum, dan sudut pandangan pengarang asli, silakan memperdalam dan mengonkritkan semua hal itu.

Bacalah kembali karangan itu bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat semua gagasan yang penting dalam bagian atau alinea itu. Pokok-pokok yang telah dicatat dipakai untuk menyusun sebuah ringkasan. Langkah kedua ini juga menggunakan judul cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah daftar isi sebagai pegangan. Yang menjadi sasaran pencatatan adalah judul-judul bab, judul anak bab, dan alinea, kalau perlu gagasan bawahan alinea yang betul-betul esensial untuk memperjelas gagasan utama tadi juga dicatat.

Gratis cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah publikasi e-Penulis• Mengadakan Reproduksi Pakailah kesan cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah dan hasil pencatatan untuk membuat ringkasan.

Urutan isi disesuaikan dengan naskah asli, tapi kalimat-kalimat dalam ringkasan yang dibuat adalah kalimat-kalimat baru yang sekaligus menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya. Bila gagasan yang telah dicatat ada yang masih kabur, silakan melihat kembali teks aslinya, tapi jangan melihat teks asli lagi untuk hal lainnya agar Anda tidak tergoda untuk menggunakan kalimat dari penulis asli.

Karena kalimat penulis asli hanya boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting karena merupakan kaidah, kesimpulan, atau perumusan yang padat. • Ketentuan Tambahan Setelah melakukan langkah ketiga, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik. • Susunlah ringkasan dalam kalimat tunggal daripada kalimat majemuk. • Ringkaskanlah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Jika rangkaian gagasan panjang, gantilah dengan suatu gagasan sentral saja.

• Besarnya ringkasan tergantung jumlah alinea dan topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb. dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting. • Memahami Struktur Karya Tulis Ilmiah (145,733) • Tips Menulis Cerpen (99,242) • Dasar-Dasar Jurnalistik (92,011) • Biografi Kahlil Gibran (1883-1931) (80,428) • Menulis Artikel Ilmiah Populer (78,900) • Langkah-langkah Meresensi Buku (77,848) • Bagaimana Menulis Biografi (67,219) • Cara Membuat Ringkasan (62,845) • Menulis Tentang Diri Sendiri (55,622) • Dasar-Dasar Penulisan Cerita Anak-Anak (42,928) • Bagaimana Menulis Artikel di Media Massa (41,379) • Penggunaan Huruf Kapital (40,244) • Bahasa Gaul Gitu Looh.

(37,443) • Tips Menulis Efektif (36,351) • Menulis Esai Singkat (34,985) • Ah, Puisi? (34,762) • Penggunaan Partikel (33,480) • Biografi Leo Tolstoy (1828-1910) (33,056) • Kata Ulang (32,356) • Apakah Esai Itu? (32,239) • Jenis-jenis Tulisan (31,538) • Menulis Sebuah Artikel Majalah (29,820) • Biografi Penulis Terkenal (29,803) • Tips dan Trik Menulis (28,312) • Lima Belas Latihan Menuju Penulis Andal (28,267) Pages selebihnya • Jika memungkinkan, buanglah semua keterangan atau kata sifat yang ada, meski terkadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.

• Anda harus mempertahankan susunan gagasan dan urutan naskah. Tapi yang sudah dicatat dari karangan asli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat ringkasan Anda. Jagalah juga agar tidak ada hal yang baru atau pikiran Anda sendiri yang dimasukkan dalam ringkasan. • Agar dapat membedakan ringkasan sebuah tulisan biasa (bahasa tak langsung) dan sebuah pidato/ceramah (bahasa langsung) yang menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal atau jamak, ringkasan pidato atau ceramah itu harus ditulis dengan sudut pandangan orang ketiga.

• Dalam sebuah ringkasan ditentukan pula panjangnya. Karena itu, Anda harus melakukan seperti apa yang diminta. Bila diminta membuat ringkasan menjadi seperseratus dari karangan asli, maka haruslah membuat demikian. Untuk memastikan apakah ringkasan yang dibuat sudah seperti yang diminta, silakan hitung jumlah seluruh kata dalam karangan itu dan cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah dengan seratus. Hasil pembagian itulah merupakan panjang karangan yang harus ditulisnya.

Perhitungan ini tidak dimaksudkan agar Anda menghitung secara tepat jumlah riil kata yang ada. Tapi perkiraan yang dianggap mendekati kenyataan. Jika Anda harus meringkaskan suatu buku yang tebalnya 250 halaman menjadi sepersepuluhnya, perhitungan yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut: • Panjang karangan asli (berupa kata) adalah: Jumlah halaman x Jumlah baris per halaman x Jumlah kata per baris = 250 x 35 X 9 kata = 78.750 kata.

• Panjang ringkasan berupa jumlah kata adalah: 78.750 : 10 = 7.875 kata. Panjang ringkasan berupa jumlah halaman ketikan adalah: jika kertas yang dipergunakan berukuran kuarto, jarak antar baris dua spasi, tiap baris rata-rata sembilan kata, pada halaman kertas kuarto dapat diketik 25 baris dengan jarak dua spasi, maka: Jumlah kata per halaman adalah: 25x 9 kata = 225. Jumlah halaman yang diperlukan adalah: 7.875:225 = 35 halaman.

Diringkas dari: Judul buku : Komposisi Penulis : Gorys Keraf Penerbit : Nusa Indah, Ende 1984 Halaman : 263 -- 269
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Ringkasan adalah – Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat, Cara Membuat dan Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Ringkasan yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, tujuan, manfaat, cara membuat dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

3.1. Sebarkan ini: Ringkasan adalah dalah presentasi dari kejadian atau peristiwa yang panjang disajikan secara singkat. atau juga, cara yang baik untuk memotong atau memangkas menyajikan hasil esai panjang dan disajikan dalam bentuk pendekdan singkat.

Ringkasan memiliki perbedaan dengan gambaran, meskipun sering disajikan untuk dua istilah, tetapi sebenarnya kedua istilah itu berbeda. Untuk ringksan adalah hasil dari karangan yang asli tetapi dalam penyajiannya harus tetap mempertahankan urutan dan rumusan yang asli dari pengarangnya. Ikhtisar adalah sebaliknya, gambaran dari pengaturan tidak memerlukan atau perlu sistematis atau tidak sesuai dengan pengaturan asli dan tidak perlu proporsional atau tidak memerlukan konten dari semua hasil karangan itu.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Kritik Seni adalah Ciri-Ciri Ringkasan Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri ringkasan, terdiri atas: • Mengungkapkan kembali sebuah karangan atau naskah bacaan dalam bentuk yang padat. Dalam meringkas kita mengambil intisari atau ide-ide pokok suatu bacaan sehingga menjadi bentuk yang lebih padat. • Memproduksi kembali apa yang diungkapkan pengarang dalam tulisannya. Kita mengambil intisari yang kemudian ditulis ulang dengan bahasa kita sendiri apa yang diungkapkan oleh sang penulis.

• Menjaga urutan ide-ide pokok sehingga terbangun ringkasan dari naskah asli. Dalam meringkas kita harus tetap merunut ide-ide pokok sehingga ringkasan yang kita buat tetap mewakili naskah bacaan aslinya. • Susunan ringkasan, sudut pandang, dan isi mengikuti naskah asli. Meskipun kita menuliskan kembali, namun tidak boleh keluar dari susunan naskah aslinya. • Menuliskan kalimat-kalimat pendek yang mewakili tulisan pengarang. Pada prinsipnya, meringkas berarti membuat tulisan menjadi tulisan lebih pendek.

Oleh karena itu, kalimat-kalimat dalam ringkasanpun pendek dan padat namun tidak menghilangkan unsur-unsur estetika dari naskah aslinya. Tujuan Membuat Ringkasan Ringkasan dibuat untuk memendekkan sebuah karangan yang panjang.

Seseorang yang akan membuat ringkasan harus memilah-milah mana gagasan utama dan gagasan tambahan. Karena tujuan ringkasan adalah memahami dan mengetahui isi dari sebuah buku, sehingga diperlukan latihan-latihan untuk cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah seseorang agar dapat membaca karangan dengan cepat. Jadi salah satu tujuan dari membuat ringkasan yaitu untuk membantu seseorang agar bisa membaca sebuah buku dalam waktu singkat dan menghemat waktu.

Seorang penulis ringkasan tidak akan membuat ringkasan yang baik bila ia kurang teliti dalam membaca dan tidak dapat membeda-bedakan gagasan utama dan gagasan tambahan. Kemampuan dalam membedakan tingkat-tingkat gagasan itu akan membantunya untuk mengasah kemampuan dalam gaya bahasa, dan menghindari pemakaian uraian panjang lebar yang mungkin masuk di dalam karangan tersebut. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian Esai Manfaat Ringkasan Sebagai sarana untuk membantu kita dalam mengingat isi sebuah buku atau suatu uraian yang begitu panjang.

Rangkuman memuat ide- ide pokok yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya. Dengan membaca rangkuman, kita seakan- akan memahami keseluruhan buku secara utuh. Cara Membuat Ringkasan Bagi mereka yang sudah terbiasa dalam membuat ringkasan biasanya tahu cara membuat ringkasan cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah baik. Tetapi di sampin gitu perlu untuk memberikan beberapa patokan sebagai pegangan, khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan itu atau baru untuk memulainya.

Setelah terbiasa, mungkin beberapa patokan itu juga tidak akan diperlukan lagi. Beberapa pegangan yang digunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan benar antara lain : • Membaca Naskah Asli Langkah awal yang harus dilakukan adalah seorang penulis ringkasan harus membaca naskah asli satu atau dua kali, bahkan dapat diulang beberapa kalihingga diketahui kesan umum secara menyeluruh mengenai isi dari naskah tersebut.

Penulis juga perlu mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang. Agar dapat membantu penulis mencapai itu semua, maka judul dan daftar isi dapatmenjadi acuan dalam karangan itu. Perincian daftar isi memiliki hubungan erat dengan judulsebuah karangan. Dan juga, alinea-alinea dalam karangan menunjang pokok-pokok yangterkandung dalam daftar isi.

Maka dari itu, penulis sebaiknya memahami dengan baik daftar isidari sebuah karangan sehingga lebih mudah untuk mendapatkan kesan umum, maksud asli pengarang serta sudut pandang pengarang yang terdapat dalam karangan. • Mencatat Gagasan Utama Jika penulis sudah mengetahui kesan umum, maksud asli serta sudut pandang pengarang,maka sekarang ia harus memperdalam dan mempertegas semua hal itu. Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memahami kembali karangan bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat gagasan-gagasan penting yang tersirat dalam bagian atau alinea itu.

Tujuan dari pencatatan itu ada dua, yang pertama untuk tujuan pengamatan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu pentingatau tidak; kedua, catatan itu menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya.

Yang terpenting tujuandari pencatatan ini adalah agar tanpa adanya ikatan teks asli penulis mulai menulis kembali untuk menyusun sebuah ringkasan dengan menggunakan pokok-pokok yangtelah dicatat.

Sama halnya langkah pertama yang menggunakan cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah dan daftar isi sebagai pegangan,maka dalam pencatatan gagasan ini judul-judul bab, judul anak bab, dan alinea yang harus dijadikan sasaran pencatatan, bahkan kalau perlu catat juga gagasan bawahan alinea yang betul-betul esensi untuk memperjelas gagasan utama tadi. Karena sifatnya hanya sebagai ilustrasi atau deskripsi untuk mejelaskan gagasan utama yang ada dalam alinea pertama maka perlu diperhatikan bahwa ada alinea yang dapat dihilangkan atau tidak dihilangkan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian Novel Menurut Para Ahli Itu semua terjadi karena ada sebuah alinea kedudukannya lebih penting daripada alinea yang mendahuluinya.

Dalam hal ini gagasan utama yang diambil dari rangkaian alinea terdapat dalam alinea utama, sedangkan alinea-alinea tambahan lainnya bisa diabaikan atau dirangkai menjadi satu kalimat. • Mengadakan Reproduksi Dengan menggunakan kesan umum pada langkah pertama diatas dan catatan-catatan yang diperoleh dari langkah kedua diatas, maka seorang penulis sudah siap untuk memulai membuat ringkasan yang dimaksud. Dalam ringkasan urutan isi disesuaikan dengan urutan naskah asli dan harus menggunakan bahasa penulis karangan dan harus diurut.

• Ketentuan Tambahan Dengan membuat reproduksi, belum tentu pengarang sudah mengerjakan segalasesuatunya dengan sebaik-baiknya. Adapun bebrapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan dapat ditulis dengan baik, diantaranya: • Sebaiknya dalam menyusun ringkasan mempergunakan dalam kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.

Kalimat majemuk menunjukkan bahwa ada dua gagasan ataulebih yang bersifat paralel. Bila ada kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

• Ringkaslah kalimat menjadi frase dan frase menjadi kata. Begitu pula jika rangkaian gagasan yang panjang hendaknya diganti dengan suatu gagasan sentral saja. Tidak berarti cara kerja ringkasan hanya merupakan ringkasan kalimat-kalimat saja.

• Besarnya ringkasan tergantung jumlah alinea dan topik utama yangakan dimasukkan dalam ringkasan. Alinea yang mengandung ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting. Semua alinea semacam itu yang akan dipertahankan karena dianggap penting, harus pula dipersingkat atau digeneralisasi. • Jika memungkinkan buanglah semua keterangan atau kata sifat yang ada, meski terkadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.

• Pertahankan semua gagasan asli dan urutan naskahnya. Tetapi yang sudah dicatat dari karanganasli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat ringkasan yang dibuat oleh penulis. Jagalah juga agar tidak ada hal yang baru atau pikiran penulis yang dimasukkan kedalam ringkasan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Wawancara adalah Contoh Ringkasan Berau Bara Abadi merupakan perusahaan pertambangan batubara yang terletak di Kampung Gunung Sari Kecamatan Segah Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Dalam perencanaan penambangan endapan batubara perlu dilakukan analisis kestabilan lereng. Hal ini disebabkan karena adanya kegiatan penambangan, seperti penggalian pada suatu massa batuan akan menyebabkan terjadinya perubahan distribusi tegangan pada lereng tersebut yang mengakibatkan terganggunya kestabilan lereng dan pada akhirnya dapat menyebabkan rayapan bahkan lereng longsor.

Oleh karena itu, PT. Berau Bara Abadi mengadakan penyelidikan geoteknik di empat lubangbor, yaitu GT 01, GT 02, GT 03 dan GT 04. Dari setiap lubang bor tersebut akan diambil beberapa conto batuan yang akan diuji sifat fisik dan mekanik batuan di laboratorium. Dari hasil uji laboratorium tersebut diperoleh karakteristik dari massa batuan yang kemudian akan digunakan sebagai masukan dalam perancangan lereng. Untuk variasi material pembentuk lereng mengikuti litologi. Metode yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng metode elemen hingga dengan menggunakan bantuan Metode Elemen Hingga.

Nilai Strength Reduction Factor ( SRF) minimum yang direkomendasikan untuk lereng keseluruhan SRF >1,20. Pendekatan yang dilakukan dalam menganalisis kemungkinan longsor yang akan terjadi pada daerah penelitian dengan memanfaatkan kontur regangan dari hasil analisis dengan metode elemen hingga disamping itu juga dipengaruhi oleh nilai kuat tekan batuan. Menurut Bieniawski(1973), tanah adalah suatu material bentukan alam yang memiliki kuat tekan kurang dari 1 MPa, dan menurut Johnstone, (1991) Batuan lunak adalah suatu material yang memiliki kuat tekan antara 0,25MPa – 25MPa Longsor cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah dapat terjadi pada tanah atau batuan lunak.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Historiografi adalah Parameter sifat fisik dan sifat mekanik yang digunakan dalam perancangan lereng keseluruhan adalah hasil pengujian di laboratorium mekanika batuan dan mekanika tanah.

Kriteria keruntuhan yang digunakan adalah kriteria Mohr-Coulomb. Dari hasil analisis dapat disimpulkan, bahwa rekomendasi untuk geometri lereng penambangan yaitu lebar berm 5 m, tinggi 5 m dengan sudut kemiringan 45 0. Geometri lereng keseluruhan untuk Penampang A-A’ dengan tinggi 51,13 m dan sudut kemiringan sebesar 31 o, untuk lereng Penampang E-E’ dengan tinggi 66,61m dan sudut kemiringan sebesar 29 o.

Potensi longsor yang mungkin terjadi di daerah penelitian adalah longsor busur. Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng adalah geometri lereng, dan tinggi muka air tanah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai Stabilisasi lereng dengan menggunakan teknik Water Control yaitu dengan cara pengendalian air permukaan dan pengendalian air tanah. Demikian Pembahasan Tentang Ringkasan adalah – Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat, Cara Membuat dan Contoh Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com … 😀 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia Ditag 5 contoh kalimat kesimpulan, apa tujuan pembuatan ringkasan teks, bagaimana cara meringkas bacaan, bentuk bentuk ringkasan, cara melamar di jobstreet agar dipanggil, cara membuat ringkasan, ciri ciri ringkasan, contoh deskripsi diri dalam cv, contoh headline cv, contoh rangkuman, contoh resume kerja, contoh ringkasan, contoh ringkasan brainly, contoh ringkasan buku, contoh ringkasan dan rangkuman, contoh ringkasan laporan, contoh ringkasan makalah, contoh ringkasan materi, contoh ringkasan pdf, contoh ringkasan pendek, contoh ringkasan sebuah kutipan, contoh summary, contoh summary jurnal, contoh summary lamaran kerja fresh graduate, contoh summary linkedin, contoh surat lamaran jobsdb, cover letter lamaran kerja, dasar sebuah ringkasan, definsi ringkasan, fungsi meringkas, fungsi ringkasan, isi pokok paragraf, kalimat ringkasan, langkah langkah membuat ringkasan, manfaat membuat ringkasan, manfaat ringkasan, membuat profil di resume, merangkum adalah, pengertian ikhtisar, pengertian menyimpulkan, pengertian rangkuman, pengertian rangkuman beserta contohnya, pengertian ringkasan menurut para ahli, pengertian ringkasan menurut para ahli pdf, perbedaan ringkasan dan ikhtisar, perbedaan ringkasan dan rangkuman, persamaan kesimpulan dan rangkuman, rangkuman, rangkuman adalah, ringkasan adalah dari isi bacaan, ringkasan adalah gabungan dari beberapa, ringkasan bacaan tersebut adalah, ringkasan berguna untuk memudahkan, ringkasan hendaknya disusun dalam kalimat, sebutkan langkah merangkum gagasan pokok, teknik membuat simpulan, teks fiksi berisi cerita karangan, tujuan membuat ringkasan, tujuan rangkuman, untuk dapat meringkas suatu teks kamu harus Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
Ringkasan atau rangkuman adalah bentuk singkat suatu bacaan dengan tetap mempertahankan keaslian, urutan penyajian, dan sudut pandang pengarang.

Ringkasan merupakan hasil dari proses kegiatan merangkum atau meringkas. Tujuan menyusun ringkasan adalah untuk memahami dan mengetahui isi sebuah teks.

Untuk dapat membuat ringkasan yang baik maka perlu diperhatikan langkah-langkah dan hal-hal penting dalam meringkas berikut. Langkah-Langkah Membuat Ringkasan Dalam pembuatan ringkasan, sebaiknya kita membaca teks yang akan diringkas dengan cermat. Langkah-langkah pembuatan ringkasan sebagai berikut. 1. Membaca Seluruh Teks Bacaan Agar dapat membuat ringkasan dengan baik, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membaca teks bacaan dengan cermat.

Teks bacaan dapat dibaca dalam hati maupun dengan bersuara. Tujuan dari membaca teks ini untuk mengetahui maksud dari cerita yang disampaikan. 2. Baca Teks Secara Berulang Bagi yang pertama kali meringkas teks bacaan maka perlu membaca teks tersebut secara berulang-ulang. Hal ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam kesan utama atau maksud dari teks tersebut. Jika sudah berulang kali melakukan kegiatan meringkas, maka akan semakin sedikit pengulangan membaca karena kemampuan memahami teks bacaan sudah baik.

3. Catat Gagasan Utama Tiap Paragraf Sembari membaca teks secara berulang, silakan sambil mencatat gagasan utama/ide pokok/pokok pikiran dari setiap paragraf. Biasanya gagasan utama ini terletak di kalimat utama.

Kalimat utama merupakan kalimat yang paling umum dari sebuah paragraf, yang dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain. Dengan membaca secara berulang-ulang, maka dengan sendirinya kalian akan memahami letak gagasan utama dari paragraf tersebut. 4. Mengembangkan Dengan Kalimat Baru Dari hasil kumpulan gagasan utama pada langkah ketiga bisa dikembangkan dengan kalimat baru yang lebih ringkas tetapi mewakili dari setiap paragraf.

Dari kumpulan gagasan utama beberapa paragraf bisa dijadikan satu ringkasan paragraf dengan pengembangan kalimat baru tersebut. Menyusun ringkasan dalam kalimat tunggal. Cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Jika dari beberapa langkah di atas mungkin belum ada gambaran yang jelas bagaimana bentuk ringkasan. Maka kalian bisa membaca pada halaman contoh-contoh ringkasan dalam bentuk soal latihan. Dari situ kalian bisa memahami bagaimana sebuah ringkasan paragraf dapat disusun.

cara membuat ringkasan pada suatu bacaan adalah

Baca Juga : Kumpulan Soal Membuat Ringkasan Hal-Hal Penting dalam Meringkas Agar dapat menghasilkan ringkasan yang baik, kita harus memperhatikan beberapa hal. Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut. • Mengungkapkan kembali isi tulisan asli dengan kalimat tunggal. • Merangkum frasa menjadi kata, kalimat tunggal menjadi frasa, dan kalimat majemuk menjadi kalimat tunggal.

• Dapat menghilangkan ilustrasi, contoh, dan deskripsi jika memungkinkan. • Menyingkirkan semua keterangan. • Mempertahankan susunan gagasan asli. • Menggunakan bentuk bahasa tidak langsung. Setelah memahami cara-cara menyusun ringkasan di atas, silakan asah kemampuan kalian dengan mengerjakan soal pilihan ganda menyusun ringkasan paragraf.

Pada halaman tersebut terdapat beberapa soal yang dapat digunakan untuk latihan memahami materi pada halaman ini.

CARA MEMBUAT RINGKASAN

    Related articles



2022 www.videocon.com