Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

• Аԥсшәа • Acèh • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • مصرى • Asturianu • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • Bislama • বাংলা • বিষ্ণুপ্রিয়া মণিপুরী • Brezhoneg • Bosanski • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • ᏣᎳᎩ • کوردی • Corsu • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Frysk • Gaeilge • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • ગુજરાતી • Gungbe • Gaelg • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Ilokano • Ido • Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Ripoarisch • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • Lombard • Lingála • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Plattdüütsch • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Polski • Piemontèis • پنجابی • Português • Runa Simi • Rumantsch • Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah • Русский • Ikinyarwanda • Саха тыла • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Zeêuws • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Potret resmi, 1963 Presiden Amerika Serikat ke-35 Masa jabatan 20 Januari 1961 – 22 November 1963 Wakil Presiden Lyndon B.

Johnson Pendahulu Dwight D. Eisenhower Pengganti Lyndon B. Johnson Senator Amerika Serikat dari Massachusetts Masa jabatan 3 Januari 1953 – 22 Desember 1960 Pendahulu Henry Cabot Lodge, Jr.

Pengganti Benjamin A. Smith II Anggota Dewan Perwakilan Rakyat A.S. dari dapil ke-11 Massachusetts Masa jabatan 3 Januari 1947 – 3 Januari 1953 Pendahulu James Michael Curley Pengganti Tip O'Neill Informasi pribadi Lahir • Patrick Joseph Kennedy (kakek) • John Francis Fitzgerald (kakek) • Mary Josephine Hannon (nenek) • Joseph Patrick Kennedy, Sr.

(bapak) • Rose Elizabeth Fitzgerald (ibu) • Joseph Patrick Kennedy, Jr. (kakak) • Rose Marie Kennedy (adik) • Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah Agnes Kennedy (adik) • Eunice Mary Kennedy (adik) • Patricia Helen Kennedy (adik) • Robert Francis Kennedy (adik) • Jean Ann Kennedy (adik) • Edward Moore Kennedy (adik) • Joseph F. Gargan, Jr. (sepupu) • John Bouvier Kennedy Schlossberg (cucu) Anak • Navy and Marine Corps Medal • Purple Heart • American Defense Service Medal • American Campaign Medal • Asiatic-Pacific Campaign Medal (3 bintang perunggu) • World War II Victory Medal [1] Tanda tangan Karier militer Pihak Amerika Serikat Dinas/cabang United States Navy Masa dinas 1941–1945 Pangkat Letnan Satuan Motor Torpedo Boat PT-109 Pertempuran/perang Perang Dunia II Kampanye Kepulauan Solomon John Fitzgerald Kennedy (29 Mei 1917 – 22 November 1963), dikenal dengan nama inisialnya JFK, adalah Presiden Amerika Serikat ke-35 yang menjabat sejak Januari 1961 sampai dibunuh bulan November 1963.

Setelah menjalani dinas militer sebagai komandan Kapal Torpedo Motor PT-109 dan PT-59 saat Perang Dunia II di Pasifik Selatan, Kennedy menjadi perwakilan distrik kongres ke-11 Massachusetts di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat sejak 1947 sampai 1953 dari Partai Demokrat. Setelah itu, ia menjabat di Senat Amerika Serikat sejak 1953 sampai 1960.

Kennedy mengalahkan Wakil Presiden dan kandidat Republik Richard Nixon dalam pemilu presiden AS 1960. Pada usia 43 tahun, ia menjadi presiden termuda yang pernah menjabat, [2] [a] presiden termuda kedua (setelah Theodore Roosevelt), dan presiden pertama yang lahir pada abad ke-20. [3] Sampai sekarang [update], Kennedy, seorang Katolik, adalah satu-satunya presiden non- Protestan dan satu-satunya presiden pemenang Hadiah Pulitzer. [4] Peristiwa yang terjadi pada masa pemerintahannya adalah Invasi Teluk Babi, Krisis Rudal Kuba, Perlombaan Antariksa—dengan memulai Proyek Apollo (yang berpuncak pada pendaratan di Bulan) pembangunan Tembok Berlin, Gerakan Hak-Hak Sipil Afrika-Amerika, dan tahap-tahap awal Perang Vietnam.

Waktu itu, Kennedy menambah jumlah penasihat militer, pasukan operasi khusus, dan helikopter untuk menghambat penyebaran komunisme di Asia Tenggara. [5] Pemerintahan Kennedy mengadopsi kebijakan Strategic Hamlet Program yang diterapkan oleh pemerintah Vietnam Selatan.

Kebijakan ini melibatkan relokasi paksa, pengurungan desa, dan pemisahan pedesaan Vietnam Selatan dari milisi komunis utara dan selatan. [6] Kennedy dibunuh tanggal 22 November 1963 di Dallas, Texas. Lee Harvey Oswald dituding sebagai pelakunya dan ditahan malam itu juga, namun Jack Ruby menembaknya sampai mati dua hari kemudian, sebelum pengadilan Oswald diselenggarakan. FBI dan Komisi Warren secara resmi menyimpulkan Oswald sebagai pembunuh tunggal.

Akan tetapi, Komite Pembunuhan Istimewa DPR Amerika Serikat (HSCA) berpendapat bahwa investigasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan Kennedy mungkin dibunuh akibat persekongkolan. [7] Program kontroversial Kennedy berupa pengebom tempur TFX Departemen Pertahanan memaksa Kongres melakukan investigasi yang berlangsung sejak 1963 sampai 1970.

[8] Sejak 1960-an, informasi seputar kehidupan pribadi Kennedy perlahan terungkap. Rincian masalah kesehatan Kennedy semakin jelas, terutama sejak 1990-an. Walaupun awalnya dirahasiakan dari masyarakat, laporan bahwa Kennedy sering main wanita sudah mendapat sorotan pers. Kennedy menempati peringkat tinggi dalam penilaian opini publik. [9] Kennedy menjadi Presiden Amerika Serikat keempat yang meninggal karena dibunuh, yaitu Abraham Lincoln, James A.

Garfield dan William McKinley. Daftar isi • 1 Masa muda dan pendidikan • 2 Dinas militer (1941–45) • 3 Karier Kongres • 3.1 Dewan Perwakilan Rakyat (1946–52) • 3.2 Senat (1952–60) • 4 Pemilihan umum presiden 1960 • 5 Kepresidenan • 5.1 Kebijakan luar negeri • 5.1.1 Kuba dan Invasi Teluk Babi • 5.1.2 Krisis Rudal Kuba • 5.1.3 Amerika Latin dan komunisme • 5.1.4 Korps Perdamaian • 5.1.5 Asia Tenggara • 5.1.6 Pidato American University • 5.1.7 Pidato Berlin Barat • 5.1.8 Israel • 5.1.9 Irak • satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah Irlandia • 5.1.11 Perjanjian Larangan Uji Nuklir • 5.2 Kebijakan dalam negeri • 5.2.1 Hukuman mati federal dan militer • 5.2.2 Kebebasan sipil • 5.2.3 Imigrasi • 5.2.4 Hubungan Pribumi Amerika • 5.3 Kebijakan antariksa • 6 Pembunuhan • 6.1 Pemakaman • 7 Penunjukan pemerintahan, kabinet, dan yudisial (1961–63) • 7.1 Penunjukan yudisial • 7.1.1 Mahkamah Agung • 7.1.2 Pengadilan lain • 8 Citra, kehidupan sosial, dan keluarga • 8.1 "Era Camelot" • 8.2 Kesehatan • 8.3 Tragedi pribadi • 8.4 Hubungan luar nikah • 9 Silsilah • 10 Pengaruh • 10.1 Eponim • 10.2 Tugu peringatan • 11 Lambang • 12 Media • 13 Lihat pula • 14 Catatan • 15 Referensi • 16 Daftar pustaka • 17 Historiografi • 18 Bacaan lanjutan • 18.1 Sumber primer • 19 Pranala luar Masa muda dan pendidikan [ sunting - sunting sumber ] John Fitzgerald Kennedy lahir di 83 Beals Street, Brookline, Massachusetts, pada tanggal 29 Mei 1917 [10] dari pasangan pebisnis/politikus Joseph Patrick "Joe" Kennedy, Sr.

(1888–1969) dan filantropis Rose Elizabeth Fitzgerald (1890–1995). Joe adalah putra sulung pebisnis/politikus Patrick Joseph "P. J." Kennedy (1858–1929) dan Mary Augusta Hickey (1857–1923). Rose adalah putri sulung Wali Kota Boston John Francis "Honey Fitz" Fitzgerald (1863–1950) dan Mary Josephine "Josie" Hannon (1865–1964).

Keempat kakek-neneknya adalah anak-anak imigran Irlandia. [1] Adik-adik Jack adalah Robert Francis "Bobby" Kennedy (1925–1968) dan Edward Moore "Ted" Kennedy (1932–2009). Bobby dan Ted kelak menjadi Senator ternama. Kennedy tinggal di Brookline selama sepuluh tahun dan bersekolah di Edward Devotion School, Noble and Greenough Lower School, dan Dexter School, sampai kelas 4. Pada tahun 1927, keluarganya pindah ke 5040 Independence Avenue di Riverdale, Bronx, New York City. Dua tahun kemudian, mereka pindah ke 294 Pondfield Road di Bronxville, New York.

Di sana Kennedy menjadi anggota Scout Troop 2. [1] Kennedy menghabiskan musim panas bersama keluarganya di rumah mereka di Hyannisport, Massachusetts, dan Natal dan Paskah bersama keluarganya di rumah musim dingin mereka di Palm Beach, Florida.

Kennedy bersekolah dari kelas 5 sampai kelas 7 di Riverdale Country School, sekolah swasta laki-laki. Pada September 1930, Kennedy yang berusia 13 tahun menyelesaikan kelas 8 di Canterbury School di New Milford, Connecticut.

Pada akhir April 1931, ia menjalani apendektomi, lalu keluar dari Canterbury dan istirahat di rumah. [11] Bulan September 1931, Kennedy dikirimkan ke The Choate School di Wallingford, Connecticut untuk menyelesaikan kelas 9 sampai 12. Kakaknya, Joseph Patrick "Joe" Kennedy, Jr.

(1915–1944), sudah bersekolah di Choate selama dua tahun dan menjadi bintang sepak bola sekaligus siswa terbaik. Jack menghabiskan tahun-tahun pertamanya di Choate di bawah bayang-bayang kakaknya dan memiliki perilaku melawan yang menarik perhatian teman-temannya. Tingkah mereka yang paling terkenal adalah meledakkan toilet duduk menggunakan kembang api berkekuatan besar.

Dalam pertemuan kapel hari itu, kepala sekolah mereka yang disiplin, George St. John, membawa dudukan toilet tersebut dan mengeluhkan "berandalan" tertentu yang hendak "meludah di laut kita". Jack Kennedy yang keras kepala malah melanjutkan aksinya dan menamai kelompoknya "The Muckers Club". Salah satu anggotanya adalah teman sekamar Kennedy, Kirk LeMoyne "Lem" Billings. [12] Di Choate, Kennedy menderita masalah kesehatan sampai-sampai ia dilarikan ke Yale – New Haven Hospital pada tahun 1934.

Bulan Juni 1934, ia dibawa ke Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, dan didiagnosis menderita colitis. Kennedy lulus dari Choate bulan Juni 1935. Kennedy menjadi manajer bisnis buku tahunan sekolahnya dan dijuluki sebagai "siswa yang sangat mungkin berhasil". [12] Pada September 1935, ia pertama kali ke luar negeri bersama orang tua dan adiknya, Kathleen ke London dengan tujuan belajar pada Harold Laski di London School of Economics (LSE) seperti kakaknya, Joe.

Kesehatannya yang memburuk memaksa Kennedy pulang ke Amerika bulan Oktober 1935. Ia terlambat daftar dan menghabiskan enam minggu di Universitas Princeton. Ia kemudian menjalani rawat inap di Peter Bent Brigham Hospital, Boston. Ia beristirahat di rumah musim dingin Kennedy di PalmBeach, kemudian menghabiskan musim semi 1936 (bersama kakaknya, Joe) dengan bekerja sebagai pembantu peternak di peternakan "Jay Six" seluas 40.000 ekar (160 km 2) di luar Benson, Arizona.

[13] Kabarnya peternak Jack Speiden memaksa keduanya bekerja "sangat keras". Keluarga Kennedy di Hyannisport tahun 1931. Jack di kiri atas mengenakan baju putih. Pada bulan September 1936, Kennedy mengawali kuliahnya di Harvard College. Di sana ia memproduseri "Freshman Smoker" edisi tahun itu yang dipuji sebagai contoh "hiburan lengkap yang melibatkan para tokoh industri radio, perfilman, dan olahraga".

[14] Ia pernah menjadi bagian tim sepak bola, golf, dan renang, dan berhasil masuk tim renang universitas. [15] Bulan Juli 1937, Kennedy berlayar ke Prancis—sambil membawa mobil konvertibelnya—dan menghabiskan sepuluh minggu keliling Eropa bersama Billings.

[16] Bulan Juni 1938, Kennedy berlayar ke luar negeri bersama ayah dan kakaknya, Joe, untuk bekerja bersama ayahnya yang saat itu merupakan Duta Besar Amerika Serikat era Franklin D. Roosevelt untuk Court of St. James's di kedutaan AS di London.

[17] Tahun 1939, Kennedy keliling Eropa, Uni Soviet, Balkan, dan Timur Tengah untuk mempersiapkan tesis kehormatan seniornya di Harvard. Ia kemudian pergi ke Cekoslowakia dan Jerman sebelum pulang ke London tanggal 1 September 1939, hari ketika Jerman menyerbu Polandia. Tanggal 3 September 1939, keluarganya berada di Dewan Rakyat untuk mendengarkan pidato dukungan deklarasi perang Britania Raya terhadap Jerman.

Kennedy dikirim sebagai perwakilan ayahnya untuk menyusun rencana bantuan untuk korban selamat SS Athenia dari Amerika Serikat, lalu pulang ke AS dari Foynes, Irlandia, ke Port Washington, New York. Saat itu ia pertama kali merasakan penerbangan lintas Atlantik. Sebagai mahasiswa senior di Harvard, Kennedy mulai serius dan mengembangkan ketertarikannya dalam fisafat politik. Pada masa juniornya, ia berhasil masuk Dean's List. [18] Tahun 1940, Kennedy menyelesaikan tesisnya, "Appeasement in Munich", yang membahas partisipasi Britania Raya dalam Perjanjian Munich.

Tesisnya dijadikan buku berjudul Why England Slept dan laris terjual. [19] Ia lulus dari Harvard College dengan gelar Bachelor of Science cum laude dalam bidang urusan internasional tahun 1940. Kennedy mendaftar dan melakukan audit kuliah di Stanford Graduate School of Business pada musim gugur tahun itu. [20] Pada awal 1941, ia membantu ayahnya menulis memoar tiga tahun pengalamannya sebagai duta besar Amerika Serikat, kemudian melakukan perjalanan keliling Amerika Selatan.

[21] Dinas militer (1941–45) [ sunting - sunting sumber ] Letnan John F. Kennedy (berdiri, kanan) bersama awak PT-109, 1943. Pada September 1941, setelah terkena diskualifikasi medis dari Angkatan Darat akibat penyakit punggung bawah kronisnya, Kennedy bergabung dengan Angkatan Laut AS atas bantuan direktur Office of Naval Intelligence, mantan atase AL untuk Joseph Kennedy.

[22] Kennedy adalah ensign yang bekerja di kantor Menteri Angkatan Laut ketika serangan ke Pearl Harbor terjadi. Ia masuk Naval Reserve Officer Training Corps dan secara sukarela mendaftar ke Motor Torpedo Boat Squadron Training Center di Melville, Rhode Island. Setelah itu, ia ditugaskan ke Panama dan teater Pasifik. Di Pasifik, Kennedy mendapat pangkat letnan dan menjadi komandan kapal patroli torpedo (PT).

[23] Kennedy di kapal patrolinya, PT-109. Pada tanggal 2 Agustus 1943, kapal Kennedy, PT-109, bersama PT-162 dan PT-169, sedang melakukan patroli malam dekat New Georgia di Kepulauan Solomon, [24] lalu PT-109 ditabrak oleh kapal penghancur Jepang Amagiri. [25] Kennedy mengumpulkan para anggota awaknya yang selamat di perairan sekitar bangkai kapal untuk memilih "berjuang atau menyerah".

Kennedy menyatakan, "Situasi semacam ini tidak ada di buku. Banyak dari kalian yang punya keluarga dan beberapa di antara kalian punya anak. Apa yang mau kalian lakukan? Saya tidak perlu kehilangan apa-apa." Menolak menyerah, mereka semua akhirnya berenang ke sebuah pulau kecil.

[26] Meski punggungnya kembali cedera dalam tabrakan itu, Kennedy menarik seorang awak yang mengalami luka bakar parah menggunakan tali pelampung yang tertambat di giginya. [27] Ia menarik orang tersebut ke pulau kecil, kemudian ke pulau kedua tempat mereka semua diselamatkan. [28] Atas tindakannya, Kennedy mendapatkan Navy and Marine Corps Medal dengan alasan sebagai berikut: Atas tindakan yang sangat heroik sebagai Perwira Komandan Motor Torpedo Boat 109 pasca tabrakan dan tenggelamnya kapal tersebut di Teater Perang Pasifik pada tanggal 1–2 Agustus 1943.

Tanpa memikirkan bahaya pribadi, Letnan (saat itu Letnan Junior) Kennedy tanpa ragu melawan segala kesulitan dan ancaman kegelapan untuk memimpin operasi penyelamatan, berenang berjam-jam untuk menjamin bantuan dan makanan setelah ia berhasil membawa awaknya ke daratan. Keberanian, ketahanan, dan kepemimpinannya yang luar biasa berujung pada selamatnya beberapa orang dan sesuai dengan tradisi tertinggi Dinas Angkatan Laut Amerika Serikat.

Bulan Oktober 1943, Kennedy memimpin kapal PT yang dijadikan kapal senjata, PT-59. Kapal ini ambil bagian dalam penyelamatan Marinir di Pulau Choiseul pada November 1943. [29] Kennedy kemudian meninggalkan PT-59 dan pulang ke Amerika Serikat pada awal Januari 1944. Setelah cedera punggungnya dirawat, ia dibebaskan dari tugas aktif pada akhir 1944.

[30] Kennedy dibebastugaskan secara resmi pada awal 1945, tepat sebelum penyerahan diri Jepang. Penghargaan lain yang diterima Kennedy sepanjang Perang Dunia II adalah Purple Heart, American Defense Service Medal, American Campaign Medal, Asiatic-Pacific Campaign Medal dengan tiga bintang jasa perunggu, dan World War II Victory Medal.

[1] Saat ditanyai sebab ia menjadi pahlawan perang, Kennedy berkelakar: "Mudah saja. Mereka membelah kapal PT-ku menjadi dua." [31] Bulan April 1945, ayah Kennedy, sahabat William Randolph Hearst, menempatkan Kennedy sebagai koresponden khusus untuk Hearst Newspapers. Tugas tersebut menjaga nama Kennedy di mata publik dan "memperkenalkannya ke dunia jurnalisme sebagai karier yang menjanjikan." [32] Ia menjadi koresponden pada Mei tahun itu dan meliput Konferensi Potsdam dan peristiwa lainnya.

[33] Karier Kongres [ sunting - sunting sumber ] Dewan Perwakilan Rakyat (1946–52) [ sunting - sunting sumber ] Ketika Kennedy masih dinas, kakaknya, Joe Jr., gugur saat bertugas tanggal 12 Agustus 1944 dalam Operasi Aphrodite. Karena Joe Jr. merupakan patokan politik keluarga, tugas tersebut akhirnya dibebankan pada Jack. [34] Pada tahun 1946, Anggota DPR AS James Michael Curley berhenti dari jabatannya sebagai anggota Demokrat di distrik Kongres ke-11 Massachusetts—atas saran Joe—untuk menjadi wali kota Boston.

Kennedy mencalonkan diri dan berhasil mengalahkan lawan Republiknya dengan margin besar. [35] Ia menjabat sebagai anggota kongres selama enam tahun. Senat (1952–60) [ sunting - sunting sumber ] Kennedy berbaring setelah bedah tulang belakang ditemani Jackie, Desember 1954.

Pada pemilu 1952, ia mengalahkan petahana Republik Henry Cabot Lodge, Jr. untuk memperebutkan kursi Senat AS Tahun berikutnya ia menikah dengan Jacqueline. [36] Kennedy menjalani serangkaian operasi tulang belakang selama dua tahun berikutnya. Sering absen dari Senat, ia sering sakit kritis dan diwejangi ritus-ritus terakhir Katolik. Sambil beristirahat tahun 1956, ia menulis Profiles in Courage, buku tentang para Senator AS yang mempertaruhkan kariernya untuk kepercayaan pribadinya.

Buku tersebut dianugerahi Hadiah Pulitzer untuk kategori Biografi pada tahun 1957. [37] Rumor bahwa karyanya juga ditulis oleh penasihat dekat dan penulis pidato, Ted Sorensen, dibenarkan dalam autobiografi Sorensen tahun 2008.

[38] Pada Konvensi Nasional Demokrat 1956, Kennedy dicalonkan sebagai Wakil Presiden bersama calon presiden Adlai Stevenson, tetapi jumlah suaranya berada di peringkat dua di bawah Senator Estes Kefauver dari Tennessee. Sejak itu Kennedy mulai satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah secara nasional. Ayahnya menganggap wajar saja putranya kalah, karena sentimen politik terhadap kepercayaan Katoliknya dan kuatnya pengaruh Eisenhower. Jack Paar mewawancarai Senator Kennedy di The Tonight Show (1959).

Salah satu hal yang menarik perhatian Kennedy di Senat adalah RUU Civil Rights Act of 1957 yang diajukan Presiden Eisenhower. [39] Kennedy memberi suara prosedural yang dianggap sejumlah pihak sebagai bentuk pemuasan bagi kaum Demokrat Selatan yang menolak RUU ini.

[39] Kennedy menyetujui Bab III rancangan undang-undang itu yang isinya memberi kuasa penggabungan kepada Jaksa Agung, namun Ketua Mayoritas Lyndon Johnson sepakat membiarkan poin tersebut dibatalkan sebagai bentuk tindakan penyesuaian. [40] Kennedy juga menyetujui Bab IV yang berjudul "Jury Trial Amendment".

Banyak pendukung hak sipil mengkritik suara setuju tersebut karena dapat memperlemah undang-undangnya. [41] RUU penyesuaian finalnya yang didukung Kennedy disahkan pada bulan September 1957.

[42] Tahun 1958, Kennedy terpilih lagi sebagai anggota Senat, mengalahkan lawan Republiknya, Boston lawyer Vincent J. Celeste, dengan margin besar. Saat kampanye pencalonan dirinya, sekretaris pers Robert E Thompson membuat film berjudul The U.S. Senator John F. Kennedy Story yang menceritakan kisah hidup sang Senator dan menunjukkan kehidupan keluarganya beserta aktivitas kantornya.

Ini adalah film terlengkap tentang Kennedy waktu itu. [43] Senator Joseph McCarthy adalah sahabat keluarga Kennedy; Joseph Kennedy, Sr. merupakan pendukung utama McCarthy, Robert F. Kennedy bekerja untuk subkomite McCarthy, dan McCarthy mengencani Patricia Kennedy. Pada tahun 1954, ketika Senat sepakat melontarkan kecaman resmi kepada McCarthy, Kennedy menyusun pidato yang mendukung kecaman resmi tersebut. Pidato tersebut tidak tersampaikan karena ia tengah berada di rumah sakit.

Walaupun absen, ia dapat berpartisipasi secara prosedural dengan "menyamakan" suaranya melawan senator lain, namun ia tidak melakukannya.

Ia tidak pernah memberitahu cara ia memberi suara, tetapi keputusannya tersebut melemahkan dukungan untuk Kennedy dari kalangan liberalis, termasuk Eleanor Roosevelt, pada pemilu 1956 dan 1960. [44] Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah umum presiden 1960 [ sunting - sunting sumber ] John F. Kennedy dan Richard Nixon berpartisipasi dalam debat presiden 1960. Pada tanggal 2 Januari 1960, Kennedy memulai kampanye presidennya dalam pemilihan pendahuluan Demokrat.

Ia menghadapi Senator Hubert Humphrey dari Minnesota dan Senator Wayne Morse Dari Oregon. Kennedy mengalahkan Humphrey di Wisconsin dan West Virginia, Morse di Maryland dan Oregon, serta lawan kunci (biasanya calon tertulis) di New Hampshire, Indiana, dan Nebraska. Kennedy mengunjungi tambang batu bara di West Virginia. Kebanyakan penambang dan penduduk di negara bagian yang didominasi Protestan konservatisme agak khawatir dengan keyakinan Katolik Roma yang dianut Kennedy.

Kemenangannya di West Virginia adalah bukti bahwa dirinya diterima masyarakat. Di Konvensi Demokrat, ia menyampaikan pidato " New Frontier"-nya yang terkenal: "Karena tak semua masalah terselesaikan dan tak semua pertempuran dimenangkan—dan hari ini kita berdiri di ambang Batas Baru .

Namun Batas Baru yang saya sebutkan bukanlah setumpuk janji—melainkan setumpuk tantangan. Ini bukan tawaran saya untuk rakyat Amerika, tetapi tuntutan saya dari mereka." [45] Jackie dan Jack berkampanye di Appleton, Wisconsin, Maret 1960. Setelah menyingkirkan Humphrey dan Morse, lawan utama Kennedy di konvensi Los Angeles adalah Senator Lyndon B.

Johnson dari Texas. Kennedy memenangkan tantangan resmi ini dan beberapa tantangan tak resmi dari Adlai Stevenson, calon Demokrat tahun 1952 dan 1956, Stuart Symington, dan sejumlah putra favorit partai. Pada 13 Juli, konvensi Demokrat mengangkat Kennedy sebagai calon presiden.

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

Kennedy memilih Johnson sebagai calon Wakil Presiden, walaupun ditentang banyak delegasi liberal dan staf pribadi Kennedy, termasuk adiknya, Bobby. [46] Kennedy memerlukan kekuatan Johnson di kawasan Selatan untuk memenangkan pemilu terdekat sejak 1916. Masalah utama yang diangkat meliputi cara menghidupkan ekonomi, keyakinan Katolik Roma Kennedy, Kuba, dan perbandingan perkembangan program antariksa dan rudal Soviet dan Amerika Serikat.

Untuk meredam kekhawatiran bahwa keyakinan Katoliknya akan memengaruhi pembuatan keputusannya, pada tanggal 12 September 1960 ia mengatakan di hadapan Greater Houston Ministerial Association bahwa, "Saya bukan calon Presiden Katolik.

Saya adalah calon Presiden dari Partai Demokrat yang kebetulan juga seorang Katolik. Saya tidak mencampurkan agama dengan urusan publik – dan agama tidak memengaruhi saya." [47] Kennedy secara retoris mempertanyakan apakah seperempat warga Amerika Serikat menjadi warga kelas dua hanya karena mereka Katolik, dan pernah menyatakan bahwa, "Tak ada yang menanyakan agamaku [saat berdinas di Angkatan Laut] di Pasifik Selatan." [48] Pada bulan September dan Oktober, Kennedy tampil bersama capres Richard Nixon dari Partai Republik, yang saat itu Wakil Presiden petahana, dalam siaran debat presiden AS pertama dalam sejarah AS Nixon, dengan kaki cedera dan janggut tipisnya, berkeringat dan terlihat tegang dan tidak nyaman, sementara Kennedy yang menolak dirias tampak rileks sehingga banyak penonton televisi yang menjagokan Kennedy sebagai pemenang.

Pendengar radio mengira Nixon menang atau debat tersebut berujung seri. [49] Sejak itu debat dianggap sebagai patokan penting dalam sejarah politik Amerika Serikat dan televisi mulai memainkan peran penting dalam perpolitikan.

[37] Presiden Dwight D. Eisenhower bertemu Presiden terpilih John F. Kennedy tanggal 6 Desember 1960 Kampanye Kennedy membuahkan hasil setelah debat pertama dan unggul atas Nixon di sejumlah pemungutan suara. Tanggal 8 November, Kennedy mengalahkan Nixon dalam salah satu pemilu presiden terdekat abad ke-20. Di tingkat nasional, Kennedy mengalahkan Nixon dengan perbedaan dua per sepuluh satu satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah (49,7% banding 49,5%), sedangkan di tingkat Electoral College ia memenangkan 303 suara dan Nixon 219 suara (269 suara diperlukan untuk menang).

[50] 14 pemilih dari Mississippi dan Alabama menolak mendukung Kennedy karena ia mendukung gerakan hak sipil. Mereka bersama pemilih dari Oklahoma memilih Senator Harry F. Byrd dari Virginia. [50] Kennedy adalah orang termuda yang terpilih sebagai presiden, menggantikan Eisenhower, presiden tertua saat itu. Ronald Reagan mengalahkan Eisenhower sebagai presiden tertua pada tahun 1981. [51] Kepresidenan [ sunting - sunting sumber ] Wikisource memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini: John F.

Kennedy mengambil sumpah jabatan yang dipimpin Ketua Mahkamah Agung Earl Warren pada tanggal 20 Januari 1961 di Capitol John F. Kennedy disumpah sebagai Presiden ke-35 pada siang 20 Januari 1961. Dalam pidato pelantikannya, ia meminta agar semua penduduk Amerika Serikat aktif dengan menyatakan, "Jangan tanya apa yang bisa negara berikan untuk kalian; tanyalah apa yang bisa kalian berikan untuk negara." Ia meminta negara-negara di dunia ikut memerangi "musuh bersama umat manusia: tirani, kemiskinan, penyakit, dan perang itu sendiri".

[52] Ia menambahkan: "Semuanya tidak akan selesai dalam kurun seratus hari pertama, tidak pula dalam seribu hari pertama, tidak juga dalam masa pemerintahan ini, bahkan tidak dalam kurun hayat kita di planet ini. Tetapi marilah kita merintisnya." Sebagai penutup, ia mengutarakan keinginannya untuk menciptakan internasionalisme yang lebih besar: "Akhirnya, entah kalian warga Amerika atau warga dunia, berikan kami standar kekuatan dan pengorbanan yang sama tingginya seperti yang kami mintakan kepada kalian." [52] Kita memilih pergi ke Bulan pada dasawarsa ini dan melakukan hal yang lain bukan karena mudah dilakukan, melainkan susah dilakukan; karena tujuan tersebut akan menentukan dan mengukur tenaga dan kemampuan terbaik kita; karena tantangan itu adalah tantangan yang ingin kita terima, yang tak mau kita tunda, dan yang hendak kita menangkan .

Karena alasan itulah saya menganggap tindakan mengalihkan upaya penjelajahan antariksa kita dari ambang bawah ke atas sebagai salah satu keputusan terpenting sepanjang masa kepresidenan saya. - JFK, 1962 [53] Pidato ini mencerminkan keyakinan diri Kennedy bahwa pemerintahannya akan mencetak sejarah baik dalam kebijakan dalam maupun luar negeri. Perbedaan antar visi optimistis dan tekanan mengelola realita politik sehari-hari di dalam dan luar negeri kelak menjadi salah satu ketegangan utama yang terus mengiringi tahun-tahun masa pemerintahannya.

[54] Kennedy menyusun organisasi Gedung Putih yang jauh berbeda ketimbang struktur pembuatan keputusan mantan jenderal Eisenhower, dan ia tidak segan membuang metode Eisenhower. [55] Kennedy memilih struktur organisasi roda, sehingga semua juru bicara mengerucut pada presiden. Ia siap dan mau menambah jumlah keputusan cepatnya jika diperlukan. Ia menunjuk orang-orang berpengalaman dan tidak berpengalaman sebagai anggota kabinetnya.

"Kita bisa mempelajari tugas kita bersama-sama," katanya. [56] Ada beberapa peristiwa ketika presiden terlalu terburu-buru mengambil keputusan. Ia pernah mengumumkan dalam rapat kabinet tanpa pemberitahuan terlebih dahulu bahwa Edward Lansdale akan menjadi Duta Besar untuk Vietnam Selatan, keputusan yang nantinya dicabut Kennedy setelah ditanggapi Menteri Luar Negeri Rusk. [57] Ada pula insiden Harris Wofford yang dipanggil ke Gedung Putih untuk mengambil sumpah tanpa mengetahui jabatan yang akan diembannya.

[58] Karena ditekan oleh para penasihat ekonominya yang meminta agar pajak dikurangi, Kennedy langsung menyetujui anggaran berimbang. Keputusan ini diperlukan dengan imbalan suara untuk memperbesar keanggotaan Komite Peraturan DPR agar Partai Demokrat memperoleh suara mayoritas dalam menetapkan agenda legislatif.

[59] Presiden berfokus pada masalah mendatang dan spesifik yang dihadapi pemerintahannya. Ia langsung menyatakan ketidaksabarannya with pondering of deeper meanings. Wakil penasihat keamanan nasional Walt Whitman Rostow pernah melontarkan kritik keras tentang pertumbuhan komunisme, lalu dipotong Kennedy dengan bertanya, "Apa yang Anda inginkan dari saya hari ini?" [60] Pada Mei 1961, pers menerbitkan artikel bahwa Menteri Dalam Negeri Stewart Udall meminta seorang eksekutif minyak menggelapkan sumbangan $100 dari acara penggalangan dana yang dihadiri petinggi perusahaan minyak dan gas.

Udall menuntut agar namanya yang dipakai di berkas penggelapan dana tersebut dihapus. [61] Satu minggu sebelumnya, Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah mengusulkan agar Kongres memperketat hukum konflik kepentingan.

[61] Dalam sebuah konferensi pers, Kenedy menyalahkan hukum pendanaan kampanye, bukan Udall. [61] Kennedy mengaku telah berbicara dengan Udall dan puas mendengar penjelasannya.

[61] Kennedy menyatakan bahwa siapapun yang menyumbang dana kampanye tidak boleh mengharap imbalan. [62] Udall membantah melakukan kesalahan dan menegaskan bahwa eksekutif minyak tadi menyalahartikan niatnya.

[61] Kebijakan luar negeri [ sunting - sunting sumber ] Perjalanan luar negeri John F. Kennedy sepanjang masa pemerintahannya Kebijakan luar negeri Presiden Kennedy didominasi oleh konfrontasi Amerika Serikat dengan Uni Soviet yang didasari persaingan proksi pada tahap awal Perang Dingin. Pada tahun 1961, Kennedy sangat ingin bertemu dengan Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev.

Presiden pun salah langkah dengan bereaksi agresif terhadap pidato rutin Khrushchev tentang konfrontasi Perang Dingin pada awal 1961. Pidato tersebut ditujukan pada pendengar dalam negeri Uni Soviet, tetapi Kennedy mengartikannya sebagai tantangan pribadi. Kesalahannya justru menambah ketegangan saat Pertemuan Wina Juni 1961. [63] Dalam perjalanan ke konferensi tingkat tinggi itu, Kennedy berhenti di Paris untuk bertemu Charles de Gaulle.

De Gaulle menyarankan Kennedy agar mengabaikan gaya abrasifnya Khrushchev. Presiden Prancis yang ini sangat nasionalis dan mencurigai pengaruh Amerika Serikat di Eropa. Meski begitu, de Gaulle lumayan terkesima oleh presiden muda tersebut dan keluarganya.

Kennedy mengangkat kesan de Gaulle dalam pidatonya di Paris dengan mengatakan bahwa ia akan dikenang sebagai "pria yang menemani Jackie Kennedy ke Paris." [64] Pada tanggal 4 Juni 1961, presiden bertemu Khrushchev di Wina dan meninggalkan rapat dalam keadaan marah dan kecewa karena ia membiarkan Khrushchev mempermainkannya, sekalipun sudah diperingatkan.

Khrushchev secara pribadi terpesona dengan kecerdasan sang presiden, namun menganggapnya lemah. Kennedy memang berhasil menyampaikan intisari masalah yang paling sensitif bagi keduanya, yaitu rencana perjanjian antara Moskwa dan Berlin Timur. Ia menjelaskan bahwa perjanjian apapun yang melanggar hak akses AS ke Berlin Barat akan dianggap sebagai tindakan perang. [65] Shah Persia Mohammad Reza Pahlavi, Kennedy, dan Menteri Pertahanan AS Robert McNamara di Ruang Kabinet Gedung Putih tanggal 13 April 1962.

Sesaat setelah presiden pulang. Uni Soviet mengumumkan keinginannya untuk menandatangani perjanjian dengan Berlin Timur yang otomatis melanggar hak pendudukan pihak ketiga apapun di semua sektor kota. Depresi dan marah, Kennedy pun memperkirakan satu-satunya pilihan baginya adalah mempersiapkan Amerika Serikat untuk perang nuklir.

Ia secara pribadi menganggap kemungkinan perang nuklir pecah adalah satu banding lima. [66] Beberapa minggu setelah pertemuan Wina, lebih dari 20.000 orang mengungsi dari Berlin Timur ke sektor barat sebagai reaksi terhadap pernyataan Uni Soviet. Kennedy memulai serangkaian rapat intensif tentang masalah Berlin. Dean Acheson merekomendasikan pengerahan militer bersama para sekutu NATO. [67] Dalam pidato Juli 1961, Kennedy mengumumkan keinginannya untuk menambahkan $3,25 miliar ke anggaran pertahanan dan 200.000 tentara tambahan.

Ia juga menyatakan bahwa serangan ke Berlin Barat akan dianggap sebagia serangan terhadap Amerika Serikat. Pidato tersebut mendapat persetujuan rakyat sebesar 85%. [68] Bulan berikutnya, Uni Soviet dan Berlin Timur mulai memblokir semua jalan dari Berlin Timur ke Berlin Barat dan membangun pagar kawat berduri di seluruh kota, lalu diperkuat menjadi Tembok Berlin. Tanggapan awal Kennedy adalah mengabaikannya selama akses bebas dari Berlin Barat ke Timur diperbolehkan.

Rencana tersebut berubah setelah diketahui bahwa warga Berlin Barat tidak mempercayakan lagi pertahanan mereka kepada Amerika Serikat. Kennedy mengutus Wakil Presiden Johnson dan sejumlah personel militer untuk berkonvoi melintasi Jerman Barat, termasuk melalui pos pemeriksaan Soviet, untuk menunjukkan bahwa komitmen AS di Berlin Barat terus berlanjut.

[69] Kennedy menyampaikan pidato di Saint Anselm College pada tanggal 5 Mei 1960 tentang sikap Amerika Serikat dalam Perang Dingin. Pidato tersebut merincikan bagaimana kebijakan luar negeri AS seharusnya diterapkan pada negara-negara Afrika.

Ia memberi tanda dukungan untuk nasionalisme modern Afrika dengan mengatakan, "Kami juga dulu mendirikan bangsa baru dengan memberontak melawan pemerintah kolonial." [70] Kuba dan Invasi Teluk Babi [ sunting - sunting sumber ] Presiden Kennedy dan Wakil Presiden Johnson. Pemerintahan Eisenhower sebelumnya menciptakan rencana untuk menggulingkan rezim Fidel Castro di Kuba.

Rencana yang dipimpin Central Intelligence Agency (CIA) dengan bantuan militer AS ini merupakan penyerbuan ke Kuba oleh pasukan kontra-revolusioner yang terdiri dari warga Kuba anti-Castro yang mengasingkan diri dan dilatih AS. [71] [72] Pasukan ini dipimpin para pejabat paramiliter CIA. Tujuannya adalah menyerbu Kuba dan mencetuskan pemberontakan di kalangan rakyat Kuba dengan harapan akan menjatuhkan Castro dari kekuasaannya.

[73] Pada tanggal 17 April 1961, Kennedy memerintahkan serangan yang kelak diberi nama "Invasi Teluk Babi": "Brigade 2506" yang terdiri dari 1.500 warga Kuba didikan AS mendarat di pulau Kuba. Tidak ada bantuan udara dari Amerika Serikat. Allen Dulles, direktur CIA, kemudian menyatakan bahwa mereka mengira presiden akan mengizinkan aksi apapun yang diperlukan demi kesuksesan misi setelah pasukan mendarat. [74] Tanggal 19 April 1961, pemerintah Kuba telah menangkap atau menewaskan para penyerbu yang terasingkan ini, dan Kennedy terpaksa menegosiasikan pembebasan 1.189 tentara yang selamat.

Setelah 20 bulan, Kuba membebaskan mereka dengan imbalan makanan dan obat-obatan senilai $53 juta. [75] Insiden ini membuat Castro khawatir dengan AS dan membuatnya yakin bahwa suatu saat invasi semacam itu akan terjadi lagi. [76] Menurut penulis biografi Richard Reeves, Kennedy lebih berfokus pada dampak politik rencana ini daripada pertimbangan militernya. Jika misi gagal, ia yakin rencana ini dibuat untuk mencemarkan nama baiknya. [77] Meski begitu, ia mau bertanggung jawab dengan mengatakan, ".

Kaki kami ditendang keras dan kami pantas mendapatkannya. Namun kami mungkin mendapat pelajaran dari kegagalan tersebut." [78] Pada akhir 1961, Gedung Putih membentuk "Special Group (Augmented)". Grup ini dipimpin oleh Robert Kennedy dan melibatkan Edward Lansdale, Menteri Pertahanan Robert McNamara, dan lain-lain.

Tujuan grup ini adalah menggulingkan Castro melalui spionase, sabotase, dan taktik rahasia lainnya, tetapi tidak pernah dilaksanakan. [79] Krisis Rudal Kuba [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Krisis Rudal Kuba Tanggal 14 Oktober 1962, pesawat mata-mata U-2 milik CIA mengambil foto situs-situs rudal balistik jarak menengah yang dibangun di Kuba oleh Soviet.

Foto-foto tersebut diperlihatkan ke Kennedy tanggal 16 Oktober. Konsensus pun tercapai bahwa rudal tersebut bersifat ofensif dan memiliki ancaman nuklir. [80] Kennedy menghadapi dilema: jika AS menyerang tempat tersebut, akibatnya adalah perang nuklir dengan Uni Soviet, tetapi jika AS tidak berbuat apa-apa, akibatnya adalah bertambahnya ancaman senjata nuklir jarak dekat.

AS juga akan terlihat kurang berkomitmen terhadap pertahanan di belahan barat. Secara pribadi, Kennedy merasa perlu mencarikan solusinya dengan Khruschev, khususnya setelah pertemuan Wina. [81] Lebih dari sepertiga anggota National Security Council (NSC) mengusulkan serangan udara mendadak terhadap situs rudal tersebut, tetapi sebagian anggota merasa hal ini akan membangun citra "kebalikan Pearl Harbor". [82] Ada pula reaksi dari komunitas internasional (yang ditanyai secara rahasia) bahwa rencana serangan tersebut berlebihan karena AS sudah menempatkan rudalnya di Turki pada masa pemerintahan Eisenhower.

Tidak ada jaminan bahwa serangan ini efektif 100%. [83] Menyetujui suara mayoritas NSC, Kennedy memutuskan melancarkan karantina laut.

Pada 22 Oktober, ia mengirim pesan ke Khrushchev dan mengumumkan keputusan tersebut di TV. [84] Angkatan Laut AS akan menghentikan dan memeriksa semua kapal Soviet yang tiba di lepas pantai Kuba terhitung 24 Oktober. Organization of American States mendukung penuh pelucutan rudal tersebut. Presiden bertukar dua set surat dengan Khrushchev tanpa dampak apapun. [85] Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa U Thant meminta agar kedua pihak mencabut keputusan mereka dan menahan diri.

Khrushchev setuju, tetapi Kennedy tidak setuju. [86] Satu kapal berbendera Soviet dihentikan dan dinaiki. Pada 28 Oktober, Khrushchev sepakat mengosongkan situs rudal tersebut sesuai pemeriksaan PBB. [87] AS secara terbuka berjanji tidak akan menyerbu Kuba dan secara tertutup setuju mencabut rudalnya di Turki yang saat itu sudah kedaluwarsa dan digantikan dengan kapal-kapal selam bermuatan rudal UGM-27 Polaris.

[88] Krisis ini adalah titik terdekat dunia dengan perang nuklir. Pada akhirnya, "sisi kemanusiaan" kedua pemimpin ini menang. [89] Krisis rudal Kuba memperbaiki citra tekad Amerika Serikat dan kredibilitas presidennya. Penilaian positif Kennedy langsung naik dari 66% menjadi 77%.

[90] Amerika Latin dan komunisme [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Kennedy dan Amerika Latin Dengan berpendapat bahwa "siapapun yang menjadikan revolusi damai mustahil akan menjadikan revolusi keras tidak mustahil," [91] Kennedy berusaha mengurangi persepsi ancaman komunisme di Amerika Latin dengan mendirikan Alliance for Progress. Badan ini mengirim bantuan ke beberapa negara dan menuntut standar hak asasi manusia yang lebih tinggi di kawasan tersebut. [92] Ia bekerja sama dengan Gubernur Puerto Riko Luis Muñoz Marín dalam pengembangan Alliance of Progress, lalu mulai merencanakan satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah Persemakmuran Puerto Riko.

Ketika presiden menjabat, pemerintahan Eisenhower melalui CIA sudah menyusun rencana pembunuhan Castro di Kuba satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah Rafael Trujillo di Republik Dominika.

Kennedy secara pribadi menginstruksikan CIA bahwa rencana semacam itu harus mencakup bantahan plausibel oleh AS Rencana tersebut mempertaruhkan citranya di masyarakat. [93] Pada Juni 1961, pemimpin Republik Dominika tersebut dibunuh. Beberapa hari setelah peristiwa itu, Wakil Menteri Luar Negeri Chester Bowles membuat penduduk AS menanggapi pembunuhan ini dengan hati-hati.

Robert Kennedy, yang melihat adanya kesempatan bagi AS, menyebut Bowles "berandalan pengecut" langsung di hadapannya. [94] Akan tetapi, sejumlah sejarawan mengkritik Kennedy karena memegang standar ganda seputar hak asasi manusia dan kebebasan politik. Misalnya, Noam Chomsky menemukan bukti bahwa kudeta di Guatemala tahun 1963 yang menggagalkan pemilihan umum dibantu habis-habisan oleh pemerintahan Kennedy. Chomsky berpendapat Kennedy mendukung kudeta ini karena proposal kebijakan utama yang diusung Jacobo Arbenz, pemain terdepan dalam pemilu, adalah undang-undang reformasi tanah yang sangat populis dan tidak bersahabat dengan kepentingan United Fruit Company milik Amerika Serikat.

[95] Pakar-pakar lain berpendapat bahwa Kennedy dan penggantinya, Lyndon B. Johnson, mendukung rezim militer yang melakukan kampanye kontra-pemberontak brutal pada 1960-an dan menewaskan puluhan ribu warga sipil. [96] Korps Perdamaian [ sunting - sunting sumber ] Pengumuman pembentukan Korps Perdamaian oleh John F.

Kennedy Bermasalah memainkan berkas-berkas ini? Lihat bantuan media. Salah satu keputusan pertama Kennedy sebagai presiden adalah meminta Kongres membentuk Korps Perdamaian.

Saudara tirinya, Sargent Shriver, menjadi direktur pertamanya. [97] Melalui program ini, warga Amerika Serikat secara sukarela membantu negara-negara mundur di bidang pendidikan, pertanian, kesehatan, dan pembangunan. Organisasi ini berkembang menjadi 5.000 anggota pada Maret 1963 dan 10.000 pada tahun berikutnya.

[98] Sejak 1961, lebih dari 200.000 warga AS telah bergabung dengan Korps Perdamaian dan bekerja di 139 negara. [99] [100] Asia Tenggara [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Upaya kudeta Vietnam Selatan 1960, Kudeta Vietnam Selatan 1963, Penangkapan dan pembunuhan Ngo Dinh Diem, Reaksi terhadap kudeta Vietnam Selatan 1963, Cable 243, Krisis Buddha, Thích Quảng Đức, Serangan Pagoda Xá Lợi, Misi Krulak Mendenhall, dan Misi McNamara Taylor Saat menyampaikan taklimat ke Kennedy, Eisenhower menegaskan bahwa ancaman komunis di Asia Tenggara perlu diutamakan.

Eisenhower menganggap Laos sebagai "tutup botol" ancaman regional. Pada Maret 1961, Kennedy mengusulkan perubahan kebijakan dari mendukung Laos "bebas" menjadi Laos "netral", secara pribadi menandakan bahwa Vietnam, bukan Laos, harus dianggap sebagai tali jerat Amerika Serikat untuk menghambat penyebaran komunisme di kawasan itu. [101] Bulan Mei 1961, ia mengirim Lyndon Johnson untuk bertemu Presiden Vietnam Selatan Ngo Dinh Diem. Johnson menjamin Diem bahwa negaranya akan menerima banyak bantuan untuk memperkuat pasukan melawan komunis.

[102] Kennedy mengumumkan perubahan kebijakan dari dukungan menjadi kerja sama dengan Diem untuk mengalahkan komunisme di Vietnam Selatan. [103] Kennedy awalnya mengikuti jejak Eisenhower, yaitu dengan menggunakan aksi militer terbatas untuk memerangi pasukan komunis yang dipimpin Ho Chi Minh.

[104] Ia melanjutkan kebijakan penyediaan bantuan politik, ekonomi, dan militer untuk pemerintah Vietnam Selatan. [104] Pada akhir 1961, Viet Cong mulai memperkuat keberadaannya, diawali dengan merebut ibu kota provinsi Phuoc Vinh. [105] Kennedy menambah jumlah helikopter, penasihat militer, dan Pasukan Khusus AS tak resmi di daerah itu, tetapi ia enggan memerintahkan pengerahan tentara besar-besaran. [106] [107] Pada akhir 1961, Presiden Kennedy mengirim Roger Hilsman, direktur Biro Intelijen dan Riset Departemen Luar Negeri, untuk menilai keadaan di Vietnam.

Di sana Hilsman bertemu Sir Robert Thompson, kepala Misi Penasihat Britania Raya untuk Vietnam Selatan, dan konsep Strategic Hamlet Program pun dibentuk. Program ini disetujui Kennedy dan Presiden Vietnam Selatan Ngo Dinh Diem. Program ini diberlakukan pada awal 1962 dan melibatkan relokasi paksa, pengurungan desa, dan pemecahan pedesaan Vietnam Selatan menjadi desa-desa baru yang para petaninya diisolasi dari pengaruh pemberontak Komunis. Diharapkan desa-desa baru ini melindungi petani dan memperkuat hubungan warga dan pemerintah pusat.

Akan tetapi, pada November 1963 program ini melemah dan dihentikan secara resmi tahun 1964. [6] Awal 1962, Kennedy secara resmi mengizinkan peningkatan keterlibatan melalui pengesahan "National Security Action Memorandum – Subversive Insurgency (War of Liberation)".

[108] Menteri Luar Negeri Dean Rusk sangat mendukung keterlibatan AS. [109] " Operation Ranch Hand", upaya defoliasi udara berskala besar, dimulai di semua pinggiran jalan Vietnam Selatan.

[110] [b] Kennedy bersama calon Perdana Menteri Australia Harold Holt di Oval Office tahun 1963. Bulan April 1963, Kennedy menilai situasi di Vietnam: "Kami tidak berniat menetap di Vietnam. Masyarakatnya membenci kami. Mereka akan mencampakkan orang-orang kami kapan saja. Tetapi saya tidak mau menyerahkan daerah tersebut ke pihak komunis dan memaksa rakyat Amerika Serikat memilih saya kembali". [111] Kennedy menghadapi krisis di Vietnam pada bulan Juli.

Meski bantuan AS ditambah, militer Vietnam Selatan hanya efektif secara marginal dalam perlawanan terhadap pasukan pro-komunis Viet Cong. Tanggal 21 Agustus, tepat setelah Duta Besar AS yang baru Henry Cabot Lodge, Jr. tiba, Diem dan adiknya Ngo Dinh Nhu memerintahkan pasukan Vietnam Selatan yang didanai dan dilatih CIA meredam demonstrasi Buddha.

Tindakan satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah menambah kecurigaan rencana kudeta untuk menjatuhkan Diem dan (atau oleh) adiknya, Nhu. [112] Lodge diinstruksikan untuk meminta Diem dan Nhu mundur dan meninggalkan negara itu.

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

Diem tidak mau mengikuti saran Lodge. [113] Cable 243 (DEPTEL 243), tertanggal 24 Agustus, keluar yang isinya menyatakan bahwa Washington tidak bisa membiarkan lagi aksi-aksi Nhu, dan Lodge disuruh menekan Diem untuk memecat Nhu. Jika Diem menolak, Amerika Serikat akan mencari pemimpin alternatif. [114] Lodge mengatakan satu-satunya opsi yang mungkin adalah membiarkan jenderal Vietnam Selatan menggulingkan Diem dan Nhu seperti yang direncanakan sebelumnya. [115] Akhir pekan itu, Kennedy mengetahui dari Lodge bahwa pemerintahan Diem, karena Nhu dibantu Prancis, mungkin diam-diam bekerja sama dengan komunis—dan meminta warga Amerika Serikat meninggalkan negara itu.

Surat perintah pun disebarkan ke Saigon dan Washington untuk "memusnahkan semua kawat kudeta". [116] Pada saat yang sama, sentimen anti perang Vietnam resmi yang pertama dilontarkan oleh pendeta AS dari Ministers' Vietnam Committee.

[117] Rapat Gedung Putih bulan September dipenuhi berbagai macam hasil penilaian. Presiden mendapatkan laporan penilaian baru setelah pemeriksaan pribadi di lapangan oleh Departemen Pertahanan (Jenderal Victor Krulak) dan Departemen Luar Negeri ( Joseph Mendenhall).

Krulak mengatakan bahwa pertempuran militer melawan komunis sedang berlangsung dan dimenangkan, sementara Mendenhall menyatakan bahwa pengaruh AS semakin memudar di Vietnam Selatan. Kennedy menanggapi dengan bertanya, "Apakah kalian mengunjungi negara yang sama?" Presiden tidak tahu bahwa keduanya sedang bertentangan sampai-sampai mereka tidak saling berbicara satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah penerbangan pulang. [118] Bulan Oktober 1963, presiden menunjuk Menteri Pertahanan McNamara dan Jenderal Maxwell D.

Taylor untuk melakukan misi ke Vietnam demi menyelaraskan informasi dan penyusunan kebijakan. Tugas misi McNamara Taylor adalah "menekankan pentingnya mencari dasar perbedaan laporan perwakilan AS di Vietnam". [119] Dalam pertemuan dengan McNamara, Taylor, dan Lodge, Diem lagi-lagi menolak setuju dengan peraturan yang diinginkan AS, sehingga McNamara kehilangan optimismenya terhadap Diem.

[120] Taylor dan McNamara juga diberitahu Wakil Presiden Vietnam, Nguyen Ngoc Tho (calon pengganti Diem potensial jika terjadi kudeta), bahwa informasi Taylor seputar keberhasilan militer di pedesaan tidak benar.

[121] Karena Kennedy bersikeras, laporan misinya menyertakan rekomendasi jadwal penarikan tentara: 1.000 orang pada akhir tahun dan penarikan penuh tahun 1965, sesuatu yang dianggap sebagai fantasi strategis oleh NSC.

[122] Laporan akhirnya menyatakan bahwa militer sedang membuat kemajuan, bahwa pemerintahan Diem yang semakin tidak populer rentan terhadap kudeta, dan bahwa pembunuhan Diem atau Nhu mungkin saja terjadi.

[123] Pada akhir Oktober, kawat intelijen kembali melaporkan bahwa kudeta terhadap pemerintahan Diem sudah dekat. Sumbernya, Jenderal Vietnam Duong Van Minh (dijuluki "Minh Besar"), ingin mengetahui posisi AS Kennedy menginstruksikan Lodge untuk menawarkan bantuan kudeta secara rahasia, tidak termasuk pembunuhan, dan menjamin adanya bantahan dari AS. [124] Pada bulan yang sama, seiring mendekatnya kudeta, Kennedy memerintahkan semua kawat dialihkan ke kantornya.

Kebijakan "pengendalian dan pemutusan" diterapkan untuk menjamin kendali presiden terhadap semua respon AS dan memutuskannya dari jejak berkasnya. [125] Tanggal 1 November 1963, beberapa jenderal Vietnam Selatan yang dipimpin "Minh Besar" menggulingkan pemerintahan Diem, menangkap dan membunuh Diem dan Nhu.

Kennedy dikejutkan oleh kematian dua orang tersebut. Ia kemudian mengetahui bahwa Minh telah meminta pejabat lapangan CIA memberikan akses aman keluar Vietnam bagi Diem dan Nhu, namun diberitahu bahwa pesawat baru bisa didatangkan dalam kurun 24 jam.

Minh merespon bahwa ia tidak sanggup melindungi mereka selama itu. [126] Berita tentang kudeta ini awalnya meningkatkan kepercayaan—baik di Amerika dan Vietnam Selatan—bahwa perang bisa dimenangkan. [127] McGeorge Bundy merancang National Security Action Memo untuk dipaparkan ke Kennedy sepulangnya dari Dallas. Memo ini menekankan kembali solusi penumpasan komunisme di Vietnam melalui bantuan militer dan ekonomi dan perluasan operasi sampai Laos dan Kamboja.

Sebelum berangkat ke Dallas, Kennedy memberitahu Michael Forrestal bahwa "setelah awal tahun . [ia menginginkan] penelitian mendalam terhadap semua opsi yang memungkinkan, termasuk satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah keluar dari sana .

untuk meninjau hal ini secara keseluruhan dari bawah ke atas". Saat ditanya tentang maksud presiden, Forrestal menjawab, "itu urusan pemuja iblis." [128] Sejarawan belum menyepakati apakah Vietnam akan memanas seandainya Kennedy selamat dan terpilih lagi tahun 1964.

[129] Pernyataan yang dilontarkan Menteri Pertahanan McNamara di film " The Fog of War" bahwa Kennedy mempertimbangkan kuat untuk menarik tentara dari Vietnam setelah pemilu 1964 ikut meramaikan perdebatan ini. [130] Film tersebut juga berisi rekaman pernyataan Lyndon Johnson bahwa Kennedy berencana menarik pasukan, tindakan yang tidak disetujui Johnson.

[131] Kennedy menandatangani National Security Action Memorandum (NSAM) 263 pada 11 Oktober yang memerintahkan penarikan 1.000 personel militer pada akhir tahun itu. [132] [133] Aksi semacam ini memerlukan pembatalan kebijakan, namun Kennedy tidak bergerak secara terburu-buru setelah berpidato tentang perdamaian dunia di American University tanggal 10 Juni 1963. [134] Ketika Robert Kennedy ditanyai tahun 1964 tentang apa yang akan dilakukan kakaknya jika Vietnam Selatan berada di ambang kekalahan, ia menjawab, "Kami akan menghadapinya ketika kami mengalaminya." [135] Pada waktu kematian Kennedy, tidak ada keputusan kebijakan akhir yang dibuat mengenai Vietnam.

[136] Keterlibatan AS di kawasan itu meningkat sampai Lyndon Johnson, penggantinya, secara langsung mengerahkan pasukan militer reguler AS untuk bertempur dalam Perang Vietnam. [137] [138] Pasca pembunuhan Kennedy, Presiden Johnson mengesahkan NSAM 273 pada tanggal 26 November 1963.

Dokumen ini membatalkan keputusan Kennedy untuk menarik 1.000 tentara dan menegaskan kembali kebijakan bantuan untuk Vietnam Selatan.

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

{INSERTKEYS} [139] [140] Pidato American University [ sunting - sunting sumber ] Pidato American University oleh John F. Kennedy, 10 Juni 1963 (durasi 26:47) Bermasalah memainkan berkas-berkas ini? Lihat bantuan media. Pada tanggal 10 Juni 1963, Kennedy menyampaikan pidato kelulusan di American University, Washington, D.C., "untuk membahas topik yang terlalu sering diabaikan dan kebenarannya jarang dilihat—tetapi merupakan topik terpenting di muka bumi: perdamaian dunia ...

Saya mengambil tema perdamaian karena perang memiliki wujud baru... pada masa ketika satu senjata nuklir memiliki kekuatan ledak sepuluh kali lipat lebih besar daripada semua kekuatan pasukan sekutu pada Perang Dunia Kedua ... masa ketika racun mematikan yang dihasilkan oleh reaksi nuklir akan disebarkan oleh angin dan udara dan tanah dan benih sampai ujung terjauh dunia dan generasi manusia yang belum lahir ... karena itu, saya mengambil tema perdamaian sebagai solusi rasional terakhir yang dimiliki manusia rasional ...

perdamaian dunia, seperti perdamaian masyarakat, tidak mengharuskan setiap orang mencintai tetangganya—mereka hanya perlu hidup berdampingan dibarengi toleransi bersama ... semua masalah kita adalah buatan manusia—karena itu penyelesaiannya juga datang dari manusia. Dan manusia bisa sebesar apapun yang diinginkannya." [141] Presiden juga membuat dua pengumuman—bahwa Soviet ingin menegosiasikan perjanjian larangan uji nuklir dan AS menunda rencana uji atmosfer.

[142] Pidato Berlin Barat [ sunting - sunting sumber ] JFK's Ich bin ein Berliner speech Pada tahun 1963, Jerman mengalami kerentanan dikarenakan agresi Soviet ke timur, nasionalisme Prancis de Gaulle ke barat, dan masa pensiun Kanselir Jerman Barat Adenauer.

[143] Tanggal 26 Juni, Kennedy berpidato di Berlin Barat yang isinya menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat unuk Jerman dan mengkritik komunisme.

Pidatonya mendapat tanggapan luar biasa dari para hadirin. [144] Kennedy menggunakan pembangunan Tembok Berlin sebagai contoh kegagalan komunisme: "Kebebasan punya banyak rintangan, dan demokrasi tidaklah sempurna. Tetapi kita tidak perlu membangun tembok untuk menjamin kesetiaan rakyat kita, mencegah mereka meninggalkan kita." Pidato tersebut dikenal karena kalimat " Ich bin ein Berliner" ("Saya adalah warga Berlin"). Satu juta orang mendengarkan langsung pidato Kennedy di jalanan saat itu.

[144] Ia kemudian mengutip Ted Sorensen: "Kita takkan pernah mengalami hari seperti ini seumur hidup kita." [145] Israel [ sunting - sunting sumber ] Menteri Luar Negeri Israel Golda Meir bersama Kennedy, 27 Desember 1962. Tahun 1960, Kennedy mengatakan: "Israel akan bertahan dan berjaya. Negara ini adalah wujud harapan dan rumah para pemberani.

Negara ini tak dapat dipatahkan oleh kemunduran dan direndahkan oleh keberhasilan. Negara ini membawa perisai demokrasi dan menghormati pedang kebebasan". [146] Tidak lama setelah menjadi presiden, Kennedy mulai membina hubungan keamanan dengan Israel dan ia menjadi pendiri aliansi militer Amerika Serikat-Israel yang dilanjutkan oleh presiden-presiden berikutnya.

Kennedy mengakhiri embargo senjata yang diberlakukan pemerintahan Eisenhower dan Truman. Menyebut perlindungan Israel sebagai komitmen moral dan nasional, ia menjadi orang pertama yang memperkenalkan konsep 'hubungan istimewa' (katanya kepada Golda Meir) antara AS dan Israel. [147] Kennedy memperluas jaminan keamanan tak resmi pertamanya kepada Israel pada tahun 1962.

Sejak 1963, ia adalah presiden AS pertama yang mengizinkan penjualan senjata canggih AS ke Israel ( MIM-23 Hawk) serta memberikan bantuan diplomatik untuk kebijakan Israel yang ditentang negara-negara Arab tetangganya, seperti proyek pengairan di Sungai Yordan.

[148] Akibat pembentukan aliansi keamanan ini, Kennedy menciptakan ketegangan dengan pemerintah Israel seputar produksi bahan nuklir di Dimona yang diyakininya dapat memunculkan perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

Setelah keberadaan pabrik nuklir dibantah oleh pemerintah Israel, David Ben-Gurion menyatakan dalam pidatonya di Knesset Israel tanggal 21 November 1960 bahwa tujuan pabrik nuklir di Beersheba adalah "penelitian terhadap flora dan fauna wilayah gersang dan gurun". [149] Ketika Gurion bertemu Kennedy di New York, ia mengklaim bahwa Dimona dikembangkan untuk menyediakan tenaga nuklir untuk desalinisasi dan keperluan damai "untuk sementara". [149] Setelah Kennedy menulis bahwa ia skeptis dan menyatakan dalam suratnya ke Ben-Gurion bulan Mei 1963 bahwa bantuan Amerika Serikat ke Israel bisa terganggu jika informasi tepercaya soal program nuklir Israel tidak ada, Ben-Gurion kembali menjamin bahwa Dimona dikembangkan untuk keperluan damai.

Pemerintah Israel menolak tekanan Amerika Serikat untuk membuka fasilitas nuklirnya agar diperiksa International Atomic Energy Agency (IAEA). Pada tahun 1962, pemerintah AS dan Israel menyetujui inspeksi tahunan. Atase iptek di kedutaan AS di Tel Aviv mengatakan bahwa sebagian fasilitas Dimona ditutup sementara untuk menyesatkan para ilmuwan Amerika Serikat ketika mereka berkunjung ke sana.

[150] Menurut Seymour Hersh, Israel membangun ruang kontrol palsu untuk ditunjukkan ke utusan Amerika Serikat. Pelobi Israel, Abe Feinberg, mengatakan bahwa, "Sudah tugas saya untuk merahasiakannya dari [inspeksi] yang dituntut Kennedy." [150] Hersh menegaskan bahwa inspeksi dilakukan dengan cara sedemikian rupa sehingga "menjamin keseluruhan prosedur lebih dari sekadar menutup-nutupi kebenaran seperti yang harus dimengerti Presiden dan penasihat seniornya: tim inspeksi Amerika Serikat perlu menjadwalkan kunjungannya terlebih dahulu dan mau tidak mau harus diterima Israel.".

[151] Marc Trachtenberg berpendapat: "Meski tahu banyak soal aktivitas Israel, Kennedy memilih menganggapnya sebagai bukti memuaskan bahwa Israel patuh dengan kebijakan non-proliferasi Amerika Serikat." [152] Pihak Amerika Serikat yang memimpin tim inspeksi mengatakan bahwa tujuan utama pemeriksaan ini adalah menemukan "cara-cara yang tidak berujung pada pengambilan tindakan terhadap program senjata nuklir Israel".

[153] Pada Maret 1965, Rodger Davies, direktur Office of Near Eastern Affairs di Departemen Luar Negeri, melaporkan bahwa Israel sedang mengembangkan senjata nuklir. Ia mengatakan bahwa target Israel untuk mencapai kemampuan nuklirnya adalah tahun 1968–69.

[154] Pada tanggal 1 Mei 1968, Wakil Menteri Luar Negeri Nicholas Katzenbach memberitahu Presiden Johnson bahwa Dimona memproduksi plutonium dalam jumlah yang cukup untuk memproduksi dua bom setiap tahunnya. Departemen Luar Negeri berpendapat jika Israel menginginkan senjata, negara itu harus menerima pengawasan internasional terhadap program nuklirnya.

[150] Dimona tidak pernah ditempatkan di bawah pengawasan IAEA. Segala upaya yang memaksa Israel mematuhi Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dalma kontrak suplai senjata AS terus berlanjut sampai 1968. [155] Irak [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Revolusi Ramadan Pada tahun 1963, pemerintahan Kennedy membantu kudeta terhadap pemerintah Irak yang dipimpin Abdul Karim Qasim.

Lima tahun sebelumnya, Qasim menggulingkan kerajaan Irak yang bersekutu dengan Barat. [156] Tanggal 8 Februari 1963, Kennedy menerima memo yang berisi: "Kita akan membuat tanda bersahabat tak resmi setelah kita mengetahui siapa yang harus diajak bicara, dan langsung mengakui sesaat setelah kita yakin bahwa mereka akan terus mengiringi kita.

CIA punya laporan lengkap tentang rencana ini, namun saya meragukan klaim kontribusi mereka atau Britania Raya." [157] CIA pernah berencana menjatuhkan Qasim, tetapi tidak terlaksana. [158] Pemerintahan baru yang dipimpin Presiden Abdul Salam Arif dan didominasi Partai Ba'ath (bersama koalisi Nasseris dan nasionalis Irak) ini menggunakan daftar—yang kemungkinan disediakan CIA—berisi para terduga komunis dan pihak sayap kiri untuk melenyapkan banyak elit berpendidikan Irak secara sistematis.

[159] [160] Setelah memperebutkan kekuasaan dengan Perdana Menteri Ahmed Hassan al-Bakr yang Ba'athis, Arif mendepak Partai Ba'ath dari pemerintahan. [161] Mantan pejabat CIA James Chritchfield meragukan tudingan bahwa CIA menawarkan "bantuan aktif" bagi para pelaku kudeta.

Ia mengaku bahwa meski CIA "mendapat informasi lengkap" tentang kudeta pertama, lembaga tersebut "terkejut" melihat perebutan kekuasaan yang terjadi setelahnya. [162] Irlandia [ sunting - sunting sumber ] Konvoi Presiden Kennedy di Patrick Street, Cork, Irlandia tanggal 28 Juni 1963. Dalam kunjungannya selama empat hari ke kampung halaman leluhurnya di Irlandia bulan Juni 1963, [163] Kennedy menerima hadiah lencana kehormatan dari Chief Herald of Ireland dan gelar doktor kehormatan dari National University of Ireland dan Trinity College, Dublin.

[164] Ia mengunjungi kabin di Dunganstown, dekat New Ross, County Wexford, tempat para leluhurnya tinggal sebelum pindah ke Amerika.

[165] Ia juga menjadi pemimpin asing pertama yang berpidato di Oireachtas (parlemen Irlandia). [166] Pada tanggal 22 Desember 2006, Departemen Kehakiman Irlandia merilis dokumen polisi yang mengindikasikan adanya peningkatan keamanan setelah Kennedy dijadikan target tiga ancaman pembunuhan dalam kunjungannya ke Irlandia. [167] Perjanjian Larangan Uji Nuklir [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Perjanjian Larangan Uji Nuklir Parsial Dipersulit oleh bahaya jangka panjang kontaminasi radioaktif dan proliferasi senjata nuklir, Kennedy dan Khrushchev setuju merundingkan perjanjian larangan uji nuklir yang awalnya diusulkan saat kampanye presiden Adlai Stevenson tahun 1956.

[168] Dalam pertemuan Wina Juni 1961, Khrushchev dan Kennedy membuat persetujuan informal melawan pengujian nuklir, tetapi Uni Soviet mulai menguji senjata nuklirnya September itu juga. Amerika Serikat menanggapinya dengan melakukan pengujian lima hari kemudian. [169] Tidak lama setelah itu, satelit-satelit baru AS mulai mengirimkan foto yang menegaskan bahwa Uni Soviet berada di belakang AS dalam perlombaan senjata.

[170] Meski begitu, kekuatan nuklir AS yang lebih besar hanya bernilai sedikit jika Uni Soviet masih menganggap dirinya setara. [171] Bulan Juli 1963, Kennedy mengutus Averell Harriman ke Moskwa untuk menegosiasikan perjanjian dengan Soviet. [172] Sidang pembukanya melibatkan Khrushchev yang kemudian mengutus Andrei Gromkyo sebagai perwakilan Soviet. Semakin jelas bahwa larangan uji menyeluruh tidak akan diberlakukan, sebagian besar dikarenakan keengganan Soviet mengizinkan inspeksi yang dapat membuktikan kepatuhannya.

[173] Akhirnya, Amerika Serikat, Britania Raya, dan Uni Soviet menjadi penandatangan awal perjanjian terbatas ini. Perjanjian ini melarang pengujian atom di darat, udara, atau bawah laut, kecuali bawah tanah.

Senat AS meratifikasinya dan Kennedy mengesahkannya pada Oktober 1963. Prancis langsung menyatakan negaranya bebas melanjutkan pengembangan dan pengujian pertahanan nuklirnya. [174] Kebijakan dalam negeri [ sunting - sunting sumber ] Presiden Kennedy di Fort Worth, Texas tanggal 22 November 1963. Kennedy menyebut program dalam negerinya " New Frontier" (Batas Baru).

Program ini dengan ambisiusnya menjanjikan kucuran dana federal untuk sektor pendidikan, layanan kesehatan untuk lansia, bantuan ekonomi untuk kawasan pedesaan, dan intervensi pemerintah untuk menghambat resesi. Kennedy juga menjanjikan berakhirnya diskriminasi ras.

[175] Dalam pidato State of the Union-nya tahun 1963, ia mengusulkan reformasi pajak besar-besaran dan pengurangan pajak pendapatan dari kisaran 20–90% menjadi 14–65%; ia mengusulkan pengurangan pajak perusahaan dari 52 menjadi 47%. Kennedy menambahkan bahwa batas tertinggi pajak seharusnya 70% jika pengurangan tertentu tidak diterapkan pada penduduk berpendapatan tinggi. [175] Kongres baru mengambil tindakan tahun 1964, setelah kematiannya, dengan menurunkan batas tertinggi pajak perorangan sampai 70% dan batas tertinggi pajak perusahaan sampai 48% (lihat Revenue Act of 1964).

[176] Di hadapan Economic Club of New York tahun 1963, ia menyebutkan adanya "... kenyataan paradoks bahwa nilai pajak terlalu tinggi dan pendapatan terlalu sedikit; dan cara yang paling masuk akal untuk menaikkan pendapatan dalam jangka panjang adalah menurunkan nilai pajaknya sekarang." [177] Kongres menyetujui beberapa program besar yang dicanangkan Kennedy ketika ia masih hidup, tetapi baru mengadakan pemungutan suara pada 1964–65 di bawah masa pemerintahan Johnson.

[178] Hukuman mati federal dan militer [ sunting - sunting sumber ] Semasa pemerintahannya, muncul vonis hukuman mati federal terakhir sebelum Furman v. Georgia, kasus tahun 1972 yang menghasilkan moratorium hukuman mati federal. [179] Victor Feguer divonis mati oleh pengadilan federal di Iowa dan dieksekusi tanggal 15 Maret 1963. [180] Kennedy mengubah vonis mati yang dijatuhkan pengadilan militer terhadap pelaut Jimmie Henderson pada tanggal 12 Februari 1962 menjadi kurungan seumur hidup.

[181] Pada 22 Maret 1962, Kennedy mengesahkan HR5143 (PL87-423) yang menghapuskan hukuman mati wajib untuk kasus pembunuhan tingkat satu di District of Columbia, satu-satunya yurisdiksi di Amerika Serikat yang saat itu masih menerapkan hukuman tersebut. [182] Hukuman mati tidak pernah dijatuhkan di District of Columbia sejak 1957 dan saat ini statusnya sudah dihapus.

[183] Kebebasan sipil [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 1963, Direktur FBI J. Edgar Hoover, yang membenci pemimpin hak-hak sipil Martin Luther King, Jr.

dan memandangnya sebagai pencari gara-gara, [184] memberitahu pemerintahan Kennedy tentang tuduhan bahwa sejumlah teman dekat dan penasihat King adalah komunis. Khawatir bahwa tuduhan tersebut akan menggagalkan inisiatif hak sipil pemerintahannya di mata publik, Robert Kennedy dan presiden memperingatkan King agar memutus hubungan dengan para terduga komunis.

Karena hubungan terus dilanjutkan, Robert Kennedy merasa perlu mengeluarkan izin tertulis yang membolehkan FBI menyadap King dan para pemimpin Southern Christian Leadership Conference, organisasi hak sipil King. [185] Meski Kennedy hanya memberi persetujuan tertulis untuk penyadapan terbatas terhadap telepon King "untuk diuji selama kira-kira sebulan", [186] Hoover memperluas izinnya sehingga anak buahnya "dibebaskan" mencari bukti di semua ranah kehidupan King yang mereka anggap berharga.

[187] Penyadapan berlangsung sampai Juni 1966 dan terungkap tahun 1968. [188] Imigrasi [ sunting - sunting sumber ] John F. Kennedy awalnya mengajukan proposal perombakan kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang kelak menjadi Immigration and Nationality Act of 1965 yang disponsori adik Kennedy, Senator Edward Kennedy.

UU ini mengubah drastis sumber imigrasi dari negara-negara Eropa Utara dan Barat menjadi Amerika Latin dan Asia. Perubahan kebijakan ini juga mengubah penekanan dalam seleksi imigran sehingga mengutamakan penyatuan keluarga. [189] Kennedy ingin menghapus seleksi imigran berdasarkan negara asal dan melihatnya sebagai perluasan kebijakan hak-hak sipilnya. [190] Hubungan Pribumi Amerika [ sunting - sunting sumber ] Informasi lebih lanjut: Bendungan Kinzua § Pribumi Amerika dan Suku Seneca § Bendungan Kinzua Pembangunan Bendungan Kinzua membanjiri tanah suku Seneca seluas 10.000 acres [ convert: unknown unit] yang mereka tempati di bawah Perjanjian 1794.

Banjir tersebut memaksa 600 penduduk Seneca pindah ke Salamanca, New York. Kennedy diminta oleh American Civil Liberties Union untuk mengintervensi dan menunda proyek ini, tetapi ia menolaknya sambil menyebut perlunya pengendalian banjir. Ia menyatakan kepeduliannya dengan penderitaan suku Seneca dan meminta lembaga-lembaga pemerintahan membantu pencarian tanah, pembayaran kerugian, dan bantuan untuk meringankan upaya relokasi mereka. [191] [192] Kebijakan antariksa [ sunting - sunting sumber ] Kennedy mengusulkan program pengiriman manusia ke Bulan di hadapan Kongres, Mei 1961.

Program Apollo dicetuskan awal tahun 1960 pada masa pemerintahan Eisenhower sebagai kelanjutan Proyek Mercury. Meski NASA terus melanjutkan perencanaan Apollo, pendanaannya belum begitu jelas dikarenakan penolakan Eisenhower terhadap penerbangan antariksa berawak. Para penasihat Kennedy berspekulasi bahwa penerbangan ke Bulan sangat mahal, [193] namun Kennedy menunda keputusannya. Kennedy memilih Wakil Presiden Johnson sebagai ketua U.S.

Space Council, [194] pendukung kuat program antariksa AS yang telah mendorong pendirian NASA di Senat. Dalam pidato State of the Union Kennedy bulan Januari 1961, ia menginginkan kerja sama luar angkasa internasional. Khrushchev menolaknya karena Uni Soviet tidak mau mengungkap kemampuan roket dan teknologi antariksanya.

[195] Pada tanggal 12 April 1961, kosmonaut Soviet Yuri Gagarin menjadi orang pertama yang terbang di luar angkasa. Peristiwa ini menambah kekhawatiran Amerika Serikat bahwa mereka tertinggal jauh dalam persaingan teknologi melawan Uni Soviet.

[196] Kennedy ingin AS menjadi yang terdepan dalam Perlombaan Antariksa atas alasan strategi dan gengsi. Ia pertama kali mengumumkan target mendaratkan manusia di Bulan dalam pidatonya di hadapan Sidang Gabungan Kongres tanggal 25 Mei 1961: "Pertama, saya yakin bangsa ini harus benar-benar berkomitmen untuk mencapai tujuannya, sebelum akhir dasawarsa ini, untuk mendaratkan manusia di Bulan dan memulangkannya dengan selamat ke Bumi.

Tak satu pun proyek luar angkasa pada masa ini yang akan tampak lebih hebat bagi umat manusia atau lebih penting bagi penjelajahan luar angkasa jarak jauh; dan tak satu pun yang tampak rumit atau mahal untuk dilaksanakan." [197] Full text Kennedy berpidato di Rice University, 12 September 1962 (durasi 17:47) Full text Kennedy berpidato di Rice University tanggal 12 September 1962 dan mengatakan: "Tidak ada bangsa calon pemimpin bangsa lain yang ingin tertinggal dalam perlombaan antariksa.

... Kita memilih pergi ke Bulan pada dasawarsa ini dan melakukan hal yang lain bukan karena mudah dilakukan, melainkan susah dilakukan." [198] Full text Pada tanggal 21 November 1962, dalam rapat kabinet bersama pengurus NASA James E.

Webb dan pejabat lainnya, Kennedy menjelaskan bahwa perjalanan ke Bulan penting karena gengsinya di tingkat internasional dan anggarannya disesuaikan. [199] Johnson meyakinkan Kennedy bahwa pelajaran yang didapat dari program luar angkasa memiliki nilai tinggi bagi militer.

Biaya program Apollo diperkirakan mencapai $40 miliar. [200] Dalam pidatonya bulan September 1963 di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kennedy mendorong kerja sama luar angkasa antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Ia secara spesifik menyarankan agar Apollo diubah menjadi "ekspedisi bersama ke Bulan". [201] Khrushchev lagi-lagi menolaknya dan Uni Soviet baru mengirimkan misi berawak ke Bulan tahun 1964. [202] Pada 20 Juli 1969, kira-kira enam tahun setelah kematian Kennedy, Apollo 11 mendaratkan wahana antariksa berawak pertamanya di Bulan. Pembunuhan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Pembunuhan John F.

Kennedy Presiden Kennedy dibunuh di Dallas, Texas, pukul 12:30 Waktu Standar Tengah hari Jumat, 22 November 1963, dalam kunjungan politik ke Texas untuk meredam gesekan di internal Partai Demokrat antara kader liberal Ralph Yarborough dan Don Yarborough (tidak ada hubungan keluarga) dan kader konservatif John Connally. [203] Ia ditembak sekali di leher kemudian mengenai tulang rusuk kanan dan bahu Gubernur Connally yang terluka, [204] satu tembakan mematikan di kepala [204] dan satu tembakan meleset mengenai trotoar dan melukai James Tague.

Kennedy dilarikan ke Rumah Sakit Parkland Memorial untuk mendapat perawatan darurat, tetapi dinyatakan meninggal dunia pukul 13:00. Dalam usia 46 tahun, Presiden Kennedy wafat lebih cepat daripada presiden AS mana pun sampai sekarang. Lee Harvey Oswald, karyawan Texas School Book Depository yang diduga menembak dari gedung depositori tersebut, ditangkap atas tuduhan pembunuhan seorang polisi lokal J. D. Tippit, tetapi tidak pernah dituduh membunuh Kennedy. Ia membantah telah menembak orang dan mengklaim dirinya kambing hitam.

[205] [206] Ia dibunuh oleh Jack Ruby pada tanggal 24 November sebelum Oswald sendiri diperiksa atau diadili. Oswald dilarikan dengan ambulans ke Rumah Sakit Parkland Memorial untuk perawatan darurat, tetapi Oswald dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13:07 pada usia 24 tahun. Ruby kemudian ditangkap dan dituduh membunuh Oswald. Ruby memenangkan banding melawan tuduhan dan vonis matinya, namun jatuh sakit dan meninggal akibat kanker pada 3 Januari 1967 ketika tanggal sidang barunya sedang disusun.

Presiden Johnson membentuk Komisi Warren—dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Earl Warren—untuk menyelidiki pembunuhan ini. Komisi Warren menyimpulkan Oswald sebagai pembunuh tunggal. Hasil penyelidikan ini diragukan oleh banyak pihak. {/INSERTKEYS}

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

{INSERTKEYS} [207] Pembunuhan ini menjadi peristiwa penting dalam sejarah Amerika Serikat karena dampaknya terhadap keseluruhan negara dan pengaruh politik yang muncul sesudahnya. Survei Fox News tahun 2004 menunjukkan bahwa 66% warga AS menduga ada konspirasi untuk membunuh Presiden Kennedy, sedangkan 74% menduga kebenarannya dirahasiakan dari publik.

[208] Survei Gallup Poll pada pertengahan November 2013 menunjukkan 61% responden mempercayai konspirasi dan hanya 30% yang percaya Oswald melakukannya sendiri. [209] Kennedy menjadi Presiden Amerika Serikat keempat yang meninggal karena dibunuh setelah Abraham Lincoln, James A. Garfield dan William McKinley. Pemakaman [ sunting - sunting sumber ] Keluarga Presiden Kennedy meninggalkan acara pemakamannya di United States Capitol Misa requiem diadakan untuk Kennedy di Cathedral of St. Matthew the Apostle pada tanggal 25 November 1963.

Setelah itu, jasad John F. Kennedy dikuburkan di lahan pemakaman kecil (20 x 30 kaki) di Pemakaman Nasional Arlington. Dalam kurun 3 tahun, (1964–66), sekira 16 juta orang telah mengunjungi makamnya. Tanggal 14 Maret 1967, jasad Kennedy dipindahkan ke lahan pemakaman dan nisan permanen di Arlington. Pemakamannya dipimpin oleh Pendeta John J. Cavanaugh. [210] Makam Bobby dan Ted dirancang mengikuti nisan John. Penjaga kehormatan pemakaman John F.

Kennedy adalah Kelas Kadet Angkatan Darat Irlandia ke-37. Kennedy sangat terpesona dengan Kadet Irlandia dalam kunjungan resmi terakhirnya ke Irlandia sampai-sampai Jackie Kennedy meminta AD Irlandia menjadi pasukan penjaga kehormatan pada pemakamannya.

[211] Pada tanggal yang sama 25 November 1963, jasad pelaku pembunuhan Presiden Kennedy, Lee Harvey Oswald dimakamkan di Taman Pemakaman Memorial Shannon Rose Hill di Fort Worth, Texas. Istrinya Marina Oswald Porter, ibundanya Marguerite Frances Claverie, saudaranya Robert Oswald dan putrinya (June Lee Oswald dan Audrey Marina Rachel Oswald) yang digendong sama ibundanya dan istrinya mengikuti prosesi pemakaman Oswald. Wartawan yang meliput penguburan diminta oleh pejabat untuk bertindak sebagai pengusung jenazah Oswald.

Istri Kennedy, Jacqueline dan dua anak bungsunya juga dimakamkan bersamanya. Adiknya, Senator Robert Kennedy, dimakamkan di dekat John pada Juni 1968. Pada Agustus 2009, adiknya, Senator Edward M. Kennedy, juga dimakamkan dekat kedua kakaknya. Makam John F. Kennedy diterangi " Api Abadi". Kennedy dan William Howard Taft adalah dua Presiden AS yang dikuburkan di Arlington. [212] [213] Menurut JFK Library, I Have a Rendezvous with Death karya Alan Seeger adalah salah satu puisi favorit John F.

Kennedy dan ia sering meminta istrinya membacakannya. [214] Penunjukan pemerintahan, kabinet, dan yudisial (1961–63) [ sunting - sunting sumber ] Kabinet Kennedy Jabatan Nama Masa jabatan Presiden John F. Kennedy 1961–1963 Wakil Presiden Lyndon B. Johnson 1961–1963 Luar Negeri Dean Rusk 1961–1963 Menteri Keuangan C.

Douglas Dillon 1961–1963 Menteri Pertahanan Robert McNamara 1961–1963 Jaksa Agung Robert F. Kennedy 1961–1963 Jenderal Pos J. Edward Day 1961–1963 John A. Gronouski 1963 Menteri Dalam Negeri Stewart Udall 1961–1963 Menteri Pertanian Orville Freeman 1961–1963 Menteri Perdagangan Luther H.

Hodges 1961–1963 Menteri Tenaga Kerja Arthur Goldberg 1961–1962 W. Willard Wirtz 1962–1963 Menteri Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Abraham A. Ribicoff 1961–1962 Anthony J. Celebrezze 1962–1963 Keluarga Kennedy di Hyannis Port, Massachusetts, tahun 1963. Jack bertemu calon istrinya, Jacqueline Lee "Jackie" Bouvier (1929–1994), ketika menjabat sebagai anggota kongres.

Charles L. Bartlett, seorang jurnalis, memperkenalkan keduanya dalam sebuah acara makan malam. [215] Mereka menikah satu tahun setelah Kennedy terpilih menjadi senator, tepatnya pada tanggal 12 September 1953. [216] Keluarga Kennedy adalah salah satu keluarga politikus paling berpengaruh di Amerika Serikat. Beberapa anggotanya terdiri dari satu presiden, tiga senator, dan beberapa anggota DPR baik di tingkat federal maupun negara bagian. Ayah Jack, Joe, adalah pebisnis dan tokoh politik ternama Amerika Serikat yang pernah memegang banyak jabatan, termasuk Duta Besar untuk Britania Raya sejak 1938 sampai 1940.

Jacqueline Kennedy di Fort Worth, Texas, tanggal 22 November 1963 Di luar halaman Gedung Putih, keluarga Kennedy membangun kolam renang dan rumah pohon. Caroline menjalani prasekolah di rumah pohon tersebut bersama 10 anak lainnya. Pada Oktober 1951, saat memegang jabatan ketiga sebagai anggota kongres distrik ke-11 Massachusetts, Kennedy yang saat itu berusia 34 tahun melakukan perjalanan tujuh minggu ke India, Jepang, Vietnam, dan Israel bersama adiknya yang berusia 25 tahun, Bobby (baru lulus dari sekolah hukum empat bulan sebelumnya) dan adiknya yang berusia 27 tahun, Pat.

Karena perbedaan usianya tidak jauh, mereka tidak mengucilkan satu sama lain. Perjalanan sejauh 25.000-mil (40.000 km) ini adalah waktu liburan pertama yang dihabiskan bersama-sama dan mereka pun saling bersahabat. [217] Bobby merupakan manajer kampanye Kennedy pada kampanye senat tahun 1952 dan kampanye presiden 1960. Keduanya bekerja sama sejak 1957 sampai 1959 di Senate Select Committee on Improper Activities in the Labor and Management Field.

Robert adalah kepala penasihat di komite tersebut. Selama masa kepresidenan Kennedy, Robert menjabat sebagai Jaksa Agung di kabinetnya dan merupakan penasihat terdekatnya. [217] Kennedy adalah anggota seumur hidup National Rifle Association. [218] [219] Kennedy berada di peringkat ketiga (setelah Martin Luther King, Jr. dan Bunda Teresa) dalam Gallup's List of Widely Admired People abad ke-20. [220] [221] "Era Camelot" [ sunting - sunting sumber ] Kennedy Bersaudara: Jaksa Agung Robert F.

Kennedy, Senator Ted Kennedy, dan Presiden John F. Kennedy tahun 1963 Kennedy dan istrinya lebih muda jika dibandingkan dengan presiden dan ibu negara sebelumnya. Mereka berdua populer di budaya media dan cenderung disejajarkan dengan penyanyi pop dan bintang film alih-alilh politikus.

Mereka memengaruhi tren mode dan menjadi subjek foto di majalah-majalah terkenal. Walaupun Eisenhower mengisinkan konferensi pers presiden direkam untuk ditayangkan di televisi, Kennedy adalah presiden pertama yang meminta konferensi pers disiarkan secara langsung dan memanfaatkan baik-baik siaran tersebut.

[222] Mrs. Kennedy memboyong lukisan dan furnitur baru ke Gedung Putih dan merawatnya. Keluarga Kennedy mengundang para seniman, penulis, dan intelektual ke sejumlah acara makan malam Gedung Putih yang serta merta menaikkan prestise kesenian di Amerika Serikat. Sosok Kennedy sangat tertanam dalam budaya masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari lagu-lagu seperti " Twisting at the White House".

Album komedi First Family karya Vaughn Meader, album yang memarodikan Presiden, Ibu Negara, keluarganya, dan pemerintahannya, terjual sebanyak empat juta kopi. Tanggal 19 Mei 1962, Marilyn Monroe menyanyikan " Happy Birthday, Mr. President" dalam sebuah pesta besar di Madison Square Garden yang merayakan ulang tahun Kennedy ke-45. Karisma Kennedy dan keluarganya membuat masa pemerintahannya diberi julukan " Camelot" oleh istrinya.

Jackie menciptakan istilah ini saat diwawancarai Theodore White pasca-pembunuhan Kennedy karena dirinya menggemari musikal kontemporer Broadway dengan judul yang sama. [223] [224] Kesehatan [ sunting - sunting sumber ] Beberapa tahun setelah kematian Kennedy, terungkap bahwa pada September 1947, ketika Kennedy berusia 30 tahun dan sedang menjalani masa jabatan pertamanya di Kongres, ia didiagnosis menderita penyakit Addison, gangguan endokrin langka, oleh Sir Daniel Davis dari The London Clinic.

Pada tahun 1966, dokter Gedung Putih Janet Travell mengatakan bahwa Kennedy juga mengidap hipotiroidisme. Keberadaan dua penyakit endokrin memperkuat dugaan bahwa Kennedy menderita sindrom poliendokrin autoimun tipe 2 (APS 2).

[225] Kennedy menderita nyeri punggung kronis dan parah, sehingga perlu dibedah dan dicatat di Archives of Surgery yang disusun American Medical Association. Kondisi Kennedy bisa jadi memiliki pengaruh diplomatik. Ia terlihat mengonsumsi sejumlah obat untuk meringankan nyeri punggungnya saat pertemuan bersama Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev di Wina tahun 1961.

Obat-obatan tersebut meliputi hormon, sel organ hewan, steroid, vitamin, enzim, dan amfetamin, dan efek sampingnya mungkin mencakup hiperaktivitas, hipertensi, impaired judgment, gugup, dan pergantian suasana hati. [226] Kennedy secara rutin sering terlihat bersama tiga dokter, salah satunya, Max Jacobson, tidak dikenal oleh dua dokter yang lain.

Cara perawatannya kontroversial [227] dan diterapkan untuk titik-titik nyeri punggung yang paling parah. [228] Sampai akhir 1961, ada pertentangan di kalangan dokter tentang keseimbangan pengobatan dan olahraga. Presiden memilih pengobatan karena ia tidak punya banyak waktu luang dan menyukai kesembuhan cepat.

[171] Saat itu, dokter presiden, George Burkley, memasang sejumlah alat gimnasium di ruang bawah tanah Gedung Putih. Kennedy berlatih meregangkan punggungnya di sana tiga kali seminggu. [229] Rincian aktivitas dan masalah kesehatan lainnya dirahasiakan sampai akhir hayat Kennedy. [230] Tragedi pribadi [ sunting - sunting sumber ] John-John, Jackie, Caroline, dan Jack, tahun 1962 Di balik ketenarannya, keluarga Kennedy mengalami banyak tragedi pribadi. Jackie mengalami keguguran tahun 1995 dan kelahiran mati tahun 1956.

Putranya, Patrick Bouvier Kennedy, meninggal sesaat setelah lahir pada bulan Agustus 1963. Dua anak mereka berhasil bertahan sampai dewasa. Salah satu hal mendasar yang dimiliki keluarga Kennedy adalah peristiwa tragis yang turun temurun.

Beberapa anggota keluarga meninggal akibat kecelakaan dan sifatnya mendadak. Kakak Jack, Joseph P. Kennedy, Jr., gugur dalam Perang Dunia II pada usia 29 tahun.

Joe Jr. aslinya merupakan sosok yang diharapkan keluarga menjadi presiden. Kemudian Jack dan adiknya, Bobby, meninggal karena dibunuh. Ted sudah dua kali nyaris meninggal, pertama saat kecelakaan pesawat tahun 1964 dan terakhir saat kecelakaan mobil tahun 1969 yang dikenal dengan sebutan insiden Chappaquiddick.

Ted meninggal dunia pada usia 77 tahun tanggal 25 Agustus 2009 karena menderita tumor otak malignan. Caroline Bouvier Kennedy lahir tahun 1957 dan merupakan satu-satunya anggota keluarga JFK yang masih hidup. John F. Kennedy, Jr. lahir tahun 1960, beberapa minggu setelah ayahnya terpilih. John Jr. meninggal tahun 1999 ketika pesawat kecil yang diterbangkannya jatuh dalam penerbangan menuju Martha's Vineyard.

Kecelakaan tersebut menewaskan John Jr. dan istrinya, Carolyn Bessette, dan adik iparnya. [231] Hubungan luar nikah [ sunting - sunting sumber ] Marilyn Monroe, Presiden Kennedy (membelakangi kamera), dan Jaksa Agung Robert F.

Kennedy tahun 1962. Sebagai seorang bujangan pada tahun 1940-an, Kennedy menjalin hubungan dengan jurnalis Denmark Inga Arvad, [232] dan aktris Gene Tierney. [233] Kennedy juga pernah berhubungan dengan sejumlah wanita, termasuk Marilyn Monroe, [234] Gunilla von Post, [235] Judith Campbell, [236] Mary Pinchot Meyer, [237] Marlene Dietrich, [238] Mimi Alford, [239] dan sekretaris pers Jackie, Pamela Turnure. [240] Sejauh mana hubungan Kennedy dengan Monroe tidak akan pernah diketahui, meski kabarnya mereka menghabiskan akhir pekan bersama-sama pada Maret 1962 ketika Kennedy tinggal di rumah Bing Crosby.

[241] Selain itu, operator telepon Gedung Putih mencatat adanya beberapa panggilan telepon dari Monroe sepanjang tahun 1962. [242] J. Edgar Hoover, direktur FBI, menerima sejumlah laporan seputar kelakuan asmara Kennedy. [243] Namun anggota tim dinas rahasia Presiden Kennedy yang bertahan, telah menyatakan bahwa tidak ada perselingkuhan antara Kennedy dan Monroe.

[244] Para anggota tim dan pendukungnya sangat setia dengan Kennedy. [245] Menurut Reeves, kesetiaan ini melibatkan "banyak penghubung Kennedy...[yang] memerlukan kerahasiaan dan kesetiaan yang jarang ditemukan dalam daftar tugas aktif yang diminta para politikus sukses". [246] Kennedy percaya bahwa persahabatannya dengan rekan pers akan membantunya menutupi rahasia kehidupan seksnya. [247] Silsilah [ sunting - sunting sumber ] Keluarga Kennedy aslinya berasal dari Dunganstown, County Wexford, Irlandia.

[248] Pada tahun 1848, Patrick Kennedy (1823–1858) meninggalkan pertaniannya dan menumpang kapal di New Ross dengan tujuan Liverpool dalam perjalanannya ke Boston. [249] Di sana ia bertemu wanita yang kelak dinikahinya, Bridget Murphy (c.1824–1888). [250] Patrick datang ke Boston dan bekerja sebagai pekerja migran.

Ia meninggal delapan atau sembilan tahun kemudian akibat kolera. [251] Mereka dikaruniai tiga putri dan dua putra.

Putra sulungnya meninggal saat masih muda akibat kolera. Patrick meninggalkan istri dan empat anaknya. Anak termudanya adalah Patrick Joseph Kennedy. Televisi menjadi sumber utama informasi soal pembunuhan John F. Kennedy. Faktanya, sebelum pembunuhan terjadi televisi baru saja muncul. Menurut pembaca berita CBS Evening News, Walter Cronkite, pada tanggal 2 September 1962, Kennedy ikut meresmikan siaran berita malam setengah jam berjaringan pertama di Amerika Serikat.

[252] Surat kabar disimpan sebagai suvenir alih-alih sumber informasi. Pembunuhan Kennedy merupakan berita besar televisi pertama di dunia sekaligus liputan televisi yang menyatukan bangsa Amerika Serikat.

Semua siaran berita berusaha menafsirkan apa yang terjadi dan berhasil menyimpan peristiwa ini dalam sejarah. Ketiga jaringan televisi besar AS menunda acara reguler mereka dan beralih ke liputan berita penuh sejak 22 November sampai 25 November 1963. Dengan total siaran selama 70 jam, pembunuhan Kennedy menjadi topik pemberitaan terlama di Amerika Serikat setelah 9/11.

[253] Prosesi pemakaman kenegaraan Kennedy dan pembunuhan Lee Harvey Oswald disiarkan secara langsung di Amerika Serikat dan beberapa negara lain di dunia. Pemakamannya adalah yang pertama dari tiga pemakaman kenegaraan yang terjadi dalam kurun 12 bulan.

Dua lainnya adalah pemakaman Jenderal Douglas MacArthur dan Presiden Herbert Clark Hoover. Ketiga pemakaman tersebut memiliki dua hal yang sama: jenderal komandan Distrik Militer Washington yang hadir saat itu dijabat oleh Mayor Jenderal Angkatan Darat Philip C.

Wehle dan kuda nirjokinya adalah Black Jack. Kuda tersebut juga hadir saat pemakaman Lyndon B. Johnson. Pembunuhan Kennedy memengaruhi banyak orang, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga seluruh dunia. Beberapa orang yang ingat jelas di mana mereka saat pertama kali mendengar berita pembunuhan Kennedy, sebagaimana halnya serangan ke Pearl Harbor tanggal 7 Desember 1941 dan serangan 11 September. Duta Besar PBB Adlai Stevenson berkata, "kita semua...

akan membawa kesedihan akibat kematiannya sampai hari kematian kita sendiri." Banyak orang juga angkat bicara tentang berita ini, diiringi rasa ketidaktahuan seputar identitas pembunuhnya, kemungkinan pelakunya, dan sebab pembunuhannya sebagai akhir dari kesucian tindakan Kennedy, lalu dicampuradukkan dengan serangkaian peristiwa sepanjang dasawarsa 1960-an, termasuk Perang Vietnam.

Pasukan Khusus AS ( US Special Forces) memiliki ikatan khusus dengan Kennedy. "Presiden Kennedy-lah yang membangun kembali Pasukan Khusus dan mengembalikan Beret Hijau kami," kata Forrest Lindley, penulis surat kabar militer AS Stars and Stripes yang berdinas bersama Pasukan Khusus di Vietnam.

[c] Ikatan ini ditunjukkan saat pemakaman JFK. Pada peringatan 25 tahun kematian JFK, Jend. Michael D. Healy, komandan terakhir Pasukan Khusus di Vietnam, berpidato di Pemakaman Arlington, lalu daun berbentuk Beret Hijau diletakkan di makam Kennedy. Tradisi ini berlanjut sampai sekarang dan biasanya melibatkan seorang sersan bertugas dari tentara Pasukan Khusus yang menjaga makamnya.

Kennedy adalah presiden pertama dari enam presiden yang pernah menjabat di Angkatan Laut AS. [254] Salah satu warisannya yang bertahan dari masa pemerintahannya adalah pembentukan komando pasukan khusus Navy SEALs pada tahun 1961 [255] yang sangat didukung Kennedy.

[256] Pada akhirnya, kematian Presiden Kennedy dan kebingungan yang terjadi seputar fakta pembunuhannya masih bersifat politis dan historis. Pembunuhannya menjadi "titik balik dan tanda menurunnya kepercayaan rakyat Amerika Serikat terhadap lembaga politik yang ada".

Pernyataan tersebut dibuat oleh sejumlah komentator mulai dari Gore Vidal sampai Arthur M. Schlesinger, Jr. dan digunakan Oliver Stone dalam sejumlah film besutannya seperti JFK (1991). Meski Presiden Kennedy menentang segregasi dan menunjukkan dukungannya untuk hak sipil warga Afrika Amerika, ia awalnya memilih pendekatan yang lebih rapi setelah melihat kenyataan politik yang dihadapinya di Kongres, khususnya bersama kaum Konservatif Selatan.

[257] Karena terdesak oleh demonstrasi hak sipil Martin Luther King, Kennedy mengusulkan aksi legislatif pada tahun 1963. Dalam pidato radio dan TV-nya bulan Juni 1963—seabad setelah Presiden Abraham Lincoln menandatangani Proklamasi Emansipasi—Kennedy menjadi presiden pertama yang meminta seluruh rakyat Amerika Serikat mencap rasisme sebagai hal yang salah secara moral. Proposal hak sipil Kennedy berbuah Civil Rights Act of 1964.

[258] Presiden Lyndon B. Johnson, pengganti Kennedy, melanjutkan peninggalannya dan memaksakan pengesahan Civil Rights Act di hadapan Kongres yang terbelah dengan mengungkit-ungkit kenangan presiden yang terbunuh itu. [259] [260] Presiden Johnson kemudian mengesahkan undang-undang tersebut pada tanggal 2 Juli 1964. Hukum hak sipil ini mengakhiri keberadaan " Solid South" dan beberapa pasalnya dirancang mengikuti Civil Rights Act of 1875 yang disahkan Presiden Ulysses S. Grant. [261] Kebijakan bantuan ekonomi dan militer Kennedy untuk Vietnam Selatan yang diwariskan dari Presiden Harry S.

Truman dan Dwight D. Eisenhower membuka lebar-lebar pintu bagi Presiden Johnson untuk memperparah konflik tersebut. [262] Pada waktu kematian Kennedy, tidak ada keputusan kebijakan akhir yang dibuat terhadap Vietnam, sehingga banyak sejarawan ternama, anggota kabinet, dan penulis yang tidak menyepakati apakah konflik Vietnam bisa memanas seandainya ia masih hidup. [263] [136] Meski begitu, persetujuannya terhadap NSAM 263 [132] yang akan menarik 1.000 tentara pada akhir 1963 dan pidatonya di American University awal tahun itu [134] memberi petunjuk bahwa ia siap mengakhiri Perang Vietnam.

Perang Vietnam berkontribusi besar pada dasawarsa penuh penderitaan nasional dikarenakan kekecewaan rakyat yang mendalam terhadap lanskap politik saat itu. Banyak pidato Kennedy, terutama pidato pelantikannya, yang dianggap ikonik. Meski jabatannya terbilang pendek dan perubahan legislati besarnya tidak banyak yang terwujud pada masa pemerintahannya, rakyat Amerika Serikat sering memilih Kennedy sebagai salah satu presiden terbaik, sejajar dengan Abraham Lincoln, George Washington, dan Franklin D.

Roosevelt. Sejumlah kutipan pidato pelantikan Kennedy dipahat di sebuah plakat di makamnya di Arlington. Ia diberi Pacem in Terris Award secara purnawirawan. Nama penghargaan tersebut diambl dari surat ensiklik Paus Yohanes XXIII tahun 1963 yang meminta semua orang berniat baik untuk menjaga perdamaian seluruh bangsa.

Pacem in Terris adalah kalimat Latin yang berarti 'Perdamaian di Bumi'. Presiden Kennedy adalah satu-satunya presiden yang meninggalkan ibu dan ayahnya. Ia juga merupakan satu-satunya presiden yang meninggalkan neneknya. Mary Josephine Hannon Fitzgerald meninggal tahun 1964, delapan bulan setelah pembunuhan Kennedy. Di dunia anglofon, marga Kennedy kadang dipakai untuk menghormati Presiden Kennedy dan adiknya, Robert. [264] Eponim [ sunting - sunting sumber ] • Bandar Udara Internasional John F.

Kennedy, fasilitas penerbangan (berganti nama dari Idlewild pada Desember 1963) di Queens County, New York City; gerbang internasional tersibuk di Amerika Serikat • Bandar Udara Memorial John F. Kennedy, fasilitas penerbangan di Ashland County, Wisconsin, dekat kota Ashland • Jembatan Memorial John F. Kennedy, penghubung transportasi tujuh lajur melintasi Sungai Ohio; jembatan ini rampung pada akhir 1963 dan menghubungkan Kentucky dan Indiana • John F.

Kennedy School of Government, institusi pendidikan yang berganti nama dari Harvard Graduate School of Public Administration pada tahun 1966 • John F. Kennedy Space Center, instalasi pemerintah AS yang mengelola dan mengoperasikan fasilitas peluncuran astronaut di Titusville, dekat Cocoa Beach, FL • John F. Kennedy Special Warfare Center and School, tempat pelatihan personel Angkatan Darat Amerika Serikat untuk Komando Operasi Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat dan Pasukan Operasi Khusus Angkatan Darat di Fort Bragg, di luar Fayetteville, NC • John F.

Kennedy University, institusi pendidikan swasta yang didirikan di California tahun 1964; kampusnya terletak di Pleasant Hill, Campbell, Berkeley, dan Santa Cruz • USS John F. Kennedy (CV-67), kapal induk Angkatan Laut AS yang dipesan bulan April 1964, diluncurkan Mei 1967, dibebastugaskan Agustus 2007, dan diberi julukan "Big John" • John F.

Kennedy High School, nama sejumlah sekolah sekunder di Amerika Serikat • USS John F. Kennedy (CVN-79), kapal induk Angkatan Laut AS yang dibangun tahun 2011 dan dijadwalkan bertugas tahun 2020 Tugu peringatan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Tugu peringatan untuk John F. Kennedy Lambang [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 1961, Chief Herald of Ireland mempersembahkan Kennedy lambang untuk seluruh keturunan Patrick Kennedy.

Desain lambangnya mengikuti simbol-simbol lambang keluarga O'Kennedy dari Ormonde dan FitzGerald dari Desmond yang diyakini sebagai nenek moyang keluarga John F. Kennedy.

Kepala lambangnya menggambarkan tangan berbaju besi sedang memegang empat panah diapit dua ranting zaitun. Elemen-elemen tersebut diambil dari lambang Amerika Serikat dan simbol Kennedy dan adik-adiknya. Kennedy menerima cincin berpahatkan lambangnya dari istrinya sebagai hadiah ulang tahun ke-44. Tubuh lambang tersebut disertakan ke lambang USS John F. Kennedy. Pasca pembunuhannya, nama Kennedy disematkan oleh pemerintah Kanada pada salah satu gunungnya, Gunung Kennedy. Adiknya, Robert Kennedy, memanjat gunung tersebut pada tahun 1965 untuk menancapkan bendera lambang Kennedy di puncak.

[265] Media [ sunting - sunting sumber ] • Pembunuhan Robert F. Kennedy • Jesuit Ivy • Doktrin Kennedy • Keluarga Kennedy • Setengah dolar Kennedy • Tragedi Kennedy • Legenda kebetulan Lincoln–Kennedy • Operasi Northwoods • Orville Nix, fotografer film pembunuhan yang lain • " Senator, you're no Jack Kennedy", pernyataan Senator Lloyd Bentsen dalam perdebatan Wakil Presiden 1988 • The John F.

Kennedy Memorial Park, Irlandia • The Torch of Friendship • Abraham Zapruder, fotografer film pembunuhan utama, film Zapruder. Umum: • Sejarah Amerika Serikat (1945–1964) • Daftar politikus Amerika Serikat yang dibunuh • Daftar Presiden Amerika Serikat • Daftar Presiden Amerika Serikat yang meninggal saat menjabat • Presiden AS di prangko AS Catatan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Theodore Roosevelt sembilan bulan lebih muda saat ia menjabat tanggal 14 September 1901, namun baru terpilih tahun 1904 pada usia 46 tahun.

Jewell 2005, hlm. 207. • ^ Dua ratus ribu galon defolian dikirimkan, melanggar Piagam Jenewa. Pada akhir 1962, personel militer Amerika Serikat bertambah dari 2.600 orang menjadi 11.500 orang. 14 tentara tewas tahun sebelumnya dan 109 tentara tewas tahun itu. Sepanjang 1962, tentara Viet Cong bertambah dari 15.000 orang menjadi 24.000 orang.

Tergantung berkas yang diterima Kennedy (Departemen Pertahanan atau Luar Negeri), kemajuan perlawanan terhadap peningkatan agresi komunis meski keterlibatan AS diperluas bisa dikatakan tidak ada atau sedikit. Reeves 1993, hlm. 283.

• ^ Kennedy membatalkan putusan Departemen Pertahanan yang melarang Pasukan Khusus memakai Beret Hijau. Reeves 1993, hlm. 116. Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c d "John F.

Kennedy Miscellaneous Information". John F. Kennedy Presidential Library & Museum. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-31 . Diakses tanggal 2012-02-22. • ^ Dallek 2003, hlm. 109. • ^ Carroll, Wallace (January 21, 1961). "A Time of Change Facing Kennedy; Themes of Inaugural Note Future of Nation Under Challenge of New Era".

The New York Times. hlm. 9. • ^ "FAQ". The Pulitzer Prizes. Columbia University . {/INSERTKEYS}

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

Diakses tanggal 2012-02-23. • ^ Karnow, p. 270 • ^ a b Tucker 2011, hlm. 1070. • ^ "JFK Assassination Records: Report of the Select Committee on Assassinations of the U.S. House of Representatives: Findings".

United States National Archives. 1979. Diakses tanggal 2012-02-24. • ^ Gelfand, pp. 379, 381 • ^ Dallek 2003, hlm. 700. • ^ Dallek 2003, hlm. 20. • ^ Dallek 2003, hlm. 34. • ^ a b Kenney 2000, hlm. 11. • ^ Dallek 2003, hlm. 42. • ^ "Memorial Hall Auditorium Filled to Capacity at Annual Freshman Smoker". The Harvard Crimson. May 5, 1937. Diakses tanggal 2012-02-18. • ^ Donovan 2001, hlm.

7. • ^ Dallek 2003, hlm. 49. • ^ Dallek 2003, hlm. 54. • ^ "Obama joins list of seven presidents with Harvard degrees". Harvard Gazette. Harvard University. November 6, 2008 satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah. Diakses tanggal 2012-02-24. • ^ Dallek 2003, hlm. 61–66. • ^ Kenney 2000, hlm. 18. • ^ Dallek 2003, hlm. 68. • ^ Ballard 2002, hlm. 12, 36. • ^ "Lieutenant John F. Kennedy, USN". Naval Historical Center. June 18, 2002. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-12.

Diakses tanggal 2007-09-17. • ^ Donovan 2001, hlm. 99, 100. • ^ Hove, Duane T. "Five Presidents in the Pacific Theater of World War II".

Diakses tanggal 2007-09-17. • ^ Donovan 2001, hlm. 106–107, 119. • ^ Donovan 2001, hlm. 124. • ^ Donovan 2001, hlm. 125–126, 141–142, 162–164. • ^ Donovan 2001, hlm. 172–184. • ^ "Record of John F. Kennedy's Naval Service". Naval History & Heritage Command. 18 June 2002. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-12. Diakses tanggal 2012-06-08. • ^ Dallek 2003, hlm.

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

98. • ^ O'Brien 2005, hlm. 180. • ^ Dallek 2003, hlm. 104. • ^ Dallek 2003, hlm. 118. • ^ Dallek 2003, hlm. 122, 131. • ^ Kenney 2000, hlm. 29. • ^ a b Edward Smith, Dr. Jean (1967-03). "Kennedy and Defense The formative years".

Air University Review. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-12. Diakses tanggal 2007-09-18. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Tofel, Richard J. (May 9, 2008). "Wall Street Journal, May 9, 2008, p. W3, review of Counselor, by Ted Sorensen". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 2010-03-28. • ^ a b O'Brien 2005, hlm. 370. • ^ O'Brien 2005, hlm. 370, 371. • ^ O'Brien 2005, hlm. 372. • ^ O'Brien 2005, hlm.

374. • ^ The U.S. Senator John F. Kennedy Story (film) • ^ O'Brien 2005, hlm. 274–79, 394–99. • ^ Kennedy, John F. (July 15, 1960). "Address of Senator John F. Kennedy Accepting the Democratic Party Nomination for the Presidency of the United States".

John F. Kennedy Presidential Library. Diakses tanggal 2012-02-22. [ pranala nonaktif permanen] • ^ Caro, Robert A. (2012). The Passage of Power, pp. 121–135. Alfred A. Knopf, New York.

ISBN 978-0-679-40507-8 • ^ Kennedy, John F. (June 18, 2002). "Address to the Greater Houston Ministerial Association". American Rhetoric. Diakses tanggal 2007-09-17. • ^ Reeves 1993, hlm. 15. • ^ Tyner Allen, Erika. "The Kennedy-Nixon Presidential Debates, 1960". museum.tv. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-07-27. Diakses tanggal 2007-09-18. • ^ a b Dudley & Shiraev 2008, hlm. 83. • ^ Reeves 1993, hlm. 21. • ^ a b Kennedy, John F. (January 20, 1961). "Inaugural Address".

John F. Kennedy Presidential Library. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-01-11. Diakses tanggal 2012-02-22.

• ^ WikiSource - We choose to go the moon • ^ Kempe 2011, hlm. 52. • ^ Reeves 1993, hlm. 22. • ^ Reeves 1993, hlm. 23, satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah. • ^ Reeves 1993, hlm. 46–47. • ^ Reeves 1993, hlm. 60–61. • ^ Reeves 1993, satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah. 56. • ^ Reeves 1993, hlm. 66. • ^ a b c d e Gelfand, p. 375 • ^ Gelfand, pp. 375-376 • ^ Kempe 2011, hlm.

76–78. • ^ Reeves 1993, hlm. 145. • ^ Reeves 1993, hlm. 161–171. • ^ Reeves 1993, hlm. 175. • ^ Reeves 1993, hlm. 185. • ^ Reeves 1993, hlm. 201. • ^ Reeves 1993, hlm. 213. • ^ "Remarks of Senator John F. Kennedy at Saint Anselm's College, Manchester, New Hampshire, March 5, 1960".

JFKlibrary.org.

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

John F. Kennedy Presidential Library & Museum. March 5, 1960. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-11-23. Diakses tanggal 2010-03-28. • ^ Schlesinger 2002, hlm. 233, 238. • ^ Gleijeses (1995), pp. 9–19 • ^ Reeves 1993, hlm. 69–73. • ^ Reeves 1993, hlm. 71, 673. • ^ Schlesinger 2002, hlm. 268–294, 838–839. • ^ Jean Edward Smith, "Bay of Pigs: The Unanswered Questions", The Nation, April 13, 1964. • ^ Reeves 1993, hlm. 95–97. • ^ Schlesinger 2002, hlm.

290, 295. • ^ Reeves 1993, hlm. 264. • ^ Reeves 1993, hlm. 345. • ^ Reeves 1993, hlm. 245. • ^ Reeves 1993, hlm. 387. • ^ Reeves 1993, hlm. 388. • ^ Reeves 1993, hlm. 389. • ^ Reeves 1993, hlm. 390. • ^ Reeves 1993, hlm.

403. • ^ Reeves 1993, hlm. 426. • ^ Kenney 2000, hlm. 184–186. • ^ Kenney 2000, hlm. 189. • ^ Reeves 1993, hlm. 425. • ^ JFK's "Address on the First Anniversary of the Alliance for Progress," White House reception for diplomatic cors of the Latin American republics, March 13, 1962.

Public Papers of the Presidents – John F. Kennedy (1962), p. 223. • ^ Schlesinger 2002, hlm. 788, 789. satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah ^ Reeves 1993, hlm. 140–142. • ^ Reeves 1993, hlm. 152. • ^ Chomsky, Noam (1985). Turning the Tide. Boston, Massachusetts: South End Press. hlm. 155. • ^ McClintock, Michael (1987).

The American Connection.

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

• ^ Dallek 2003, hlm. 338–339. • ^ Schlesinger 2002, hlm. 606–607. • ^ Meisler, Stanley (2011). When the World Calls: The Inside Story of the Peace Corps and Its First Fifty Years. Beacon Press. ISBN 978-0807050491. • ^ "Peace Corps, Fast Facts". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-16.

Diakses tanggal 2012-07-14. • ^ Reeves 1993, hlm. 75. • ^ Karnow 1991, hlm. 230, 268. • ^ Reeves 1993, hlm. 119. • ^ a b Dunnigan & Nofi 1999, hlm. 257. • ^ Reeves 1993, hlm. 240. • ^ Reeves 1993, hlm. 242. • ^ "Vietnam War". College Peace Collection. • ^ Reeves 1993, hlm. 281. • ^ McNamara 2000, hlm. 143. • ^ Reeves 1993, hlm.

259. • ^ Reeves 1993, hlm. 484. • ^ Reeves 1993, hlm. 558. • ^ Reeves 1993, hlm. 559. • ^ Reeves 1993, hlm. 562–563. • ^ Reeves 1993, hlm.

573. • ^ Reeves 1993, hlm. 577. • ^ Reeves 1993, hlm. 560. • ^ Reeves 1993, hlm. 595. • ^ Reeves 1993, hlm. 602. • ^ Reeves 1993, hlm. 609. • ^ Reeves 1993, hlm. 610. • ^ Reeves 1993, hlm. 613.

• ^ Reeves 1993, hlm. 612. • ^ Reeves 1993, hlm. 617. • ^ Reeves 1993, hlm. 638. • ^ Reeves 1993, hlm. 650. • ^ Reeves 1993, hlm. 651. • ^ Reeves 1993, hlm. 660. • ^ Ellis, Joseph J. (2000). "Making Vietnam History". Reviews in American History. 28 (4): 625–629. doi: 10.1353/rah.2000.0068. • ^ Talbot, David (June 21, 2007). "Warrior For Peace". Time Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-27. Diakses tanggal 2012-03-01.

• ^ Blight & Lang 2005, hlm. 276. • ^ a b Bundy, McGeorge (October 11, 1963). "National Security Action Memorandum # 263". JFK Lancer. Diakses tanggal 2012-02-19. • ^ Dallek 2003, hlm. 680. • ^ a b "1963 Commencement" June 10, 1963. Retrieved 2010-02-14. • ^ Steel, Ronald (May 25, 2003). "The World: New Chapter, Old Debate; Would Kennedy Have Quit Vietnam?". New York Times. Diakses tanggal 2012-01-27. • ^ a b Matthews 2011, hlm.

393, 394. • ^ Karnow 1991, hlm. 339, 343. • ^ "Generations Divide Over Military Action in Iraq". Pew Research Center. 2002. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-02-02. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Bundy, McGeorge (November 26, 1963). "National Security Action Memorandum Number 273". JFK Lancer. Diakses tanggal 2012-02-19. • ^ "NSAM 273: South Vietnam". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-03.

Diakses tanggal 2012-02-19. • ^ Reeves 1993, hlm. 513–514. • ^ Reeves 1993, hlm. 514. • ^ Reeves 1993, hlm. 534. • ^ a b Dallek 2003, hlm. 624. • ^ Reeves 1993, hlm. 537.

• ^ John F. Kennedy: "Speech by Senator John F. Kennedy, Zionists of America Convention, Statler Hilton Hotel, New York, NY," August 26, 1960 • ^ Shannon, Vaughn P. (2003), Balancing Act: US Foreign Policy and the Arab-Israeli Conflict, Ashgate Publishing, Ltd., p. 55 • ^ Walt, Stephen M.

(1987). The Origins of Alliances, Cornell University Press, pp. 95-96 • ^ a b Salt 2008, hlm. 201. • ^ a b c Salt 2008, hlm. 202. • ^ Hersh, Samson Option, pp. 110-111 • ^ Trachtenberg, Marc (February 8, 1999). " A Constructed Peace: The Making of the European Settlement, 1945–1963". Princeton University Press. hlm. 403, Appendix Eight (Chapter Nine, Note 134).

Diakses tanggal 2012-11-20. • ^ Hersh, Samson Option, p. 112 • ^ Salt 2008, hlm. 203. • ^ Salt 2008, hlm. 201–205. • ^ Coughlin, Con (2005). Saddam: His Rise and Fall. Harper Perennial. hlm. 39. ISBN 0-06-050543-5.

• ^ JFK Library, Memorandum for The President from Robert W. Komer, February 8, 1963 (JFK, NSF, Countries, Iraq, Box 117, "Iraq 1/63-2/63", document 18), p. 1. • ^ Senate Select Committee on Intelligence (20 November 1975), "C. Institutionalizing Assassination: the "Executive Action" capability," Alleged Assassination Plots involving Foreign Leaders, p.

181. • ^ Batatu, Hanna. "CIA Lists Provide Basis for Iraqi Bloodbath". Global Policy Forum. Excerpt from The Old Social Classes and the Revolutionary Movements of Iraq, Princeton: Princeton University Press, 1978.

• ^ Peter and Marion Sluglett, Iraq Since 1958, London, I.B. Taurus, 1990, p. 86. "Although individual leftists had been murdered intermittently over the previous years, the scale on which the killings and arrests took place in the spring and summer of 1963 indicates a closely coordinated campaign, and it is almost certain that those who carried out the raid on suspects' homes were working from lists supplied to them. Precisely how these lists had been compiled is a matter of conjecture, but it is certain that some of the Ba'athist leaders were in touch with American intelligence networks, and it is also undeniable that a variety of different groups in Iraq and elsewhere in the Middle East had a strong vested interest in breaking what was probably the strongest and most popular Communist Party in the region." • ^ Reich, Bernard.

Political Leaders of the Contemporary Middle East and North Africa: A Biographical Dictionary, Greenwood Press, 1990. p. 241. ISBN 0-313-26213-6. • ^ Frontline. "James Chritchfield Interview." 1995. PBS. • ^ "President John F. Kennedy on His Historic Trip to Ireland".

Shapell Manuscript Collection. Shapell Manuscript Foundation. • ^ Sorensen 1966, hlm. 656. • ^ "1963: Warm welcome for JFK in Ireland". BBC. June 27, 1963. Diakses tanggal 2012-02-23. • ^ • JFK is First Foreign Leader to Address Dáil Éireann (Text and video) RTÉ Archives, 1963-06-28. • Address Before the Irish Parliament in Dublin, June 28, 1963 (Text and audio) Kennedy Library and Museum, 1963-06-28.

• President Kennedy in Ireland (Text and video) RTÉ Archives. Retrieved: 2013-07-03. • JFK Homecoming Memory Project • ^ Cowell, Alan (December 29, 2006). "JFK faced 3 death threats during '63 visit to Ireland". Deseret News. Salt Lake City. New York Times News Service. Diakses tanggal 2012-02-23. • ^ Reeves 1993, hlm. 552. • ^ Reeves 1993, hlm. 227. • ^ Reeves 1993, hlm.

229. • ^ a b Reeves 1993, hlm. 243. • ^ Reeves 1993, hlm. 542. • ^ Reeves 1993, hlm. 548. • ^ Reeves 1993, hlm. 550. • ^ a b Jaikumar, Arjun (July 10, 2011). "On taxes, let's be Kennedy Democrats. Or Eisenhower Republicans. Or Nixon Republicans". Daily Kos. Diakses tanggal 2012-02-23. • ^ Ippolito, Dennis (2004). Why Budgets Matter: Budget Policy and American Politics. Penn State Press.

hlm. 173–175. ISBN 0-271-02260-4. • ^ Reeves 1993, hlm. 453. • ^ Barnes 2007, hlm. 8. • ^ "Executions 1790 to 1963". Web.archive.org. April 13, 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2003-04-13. Diakses tanggal 2012-02-23. • ^ Goldberg, Carey (May 6, 2001). "Federal Executions Have Been Rare but May Increase". The New York Times. Diakses tanggal 2012-02-23. • ^ Riechmann, Deb (July 29, 2008). "Bush: Former Army cook's crimes warrant execution".

ABC News. Associated Press. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-07-31. Diakses tanggal 2012-02-23. • ^ "Legislative Summary: District of Columbia". John F. Kennedy Presidential Library. Diakses tanggal 2012-02-23. • ^ "Norton Letter to U.S.

Attorney Says Death Penalty Trial That Begins Today Part of Troubling and Futile Pattern". Office of Congresswoman Eleanor Holmes Norton.

January 8, 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-03-03. Diakses tanggal 2012-02-23. • ^ "The FBI's War on King". American Public Radio.

• ^ Frum 2000, hlm. 41. • ^ Herst 2007, hlm. 372. • ^ Herst 2007, hlm. 372–374. • ^ Garrow, David J. (2002-07/08). "The FBI and Martin Luther King". The Atlantic Monthly. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Ludden, Jennifer.

"Q&A: Sen. Kennedy on Immigration, Then & Now". NPR. Diakses tanggal 2007-09-20. • ^ "From Press Office: Senator John F. Kennedy, Immigration and Naturalization Laws, Hyannis Inn Motel, Hyannis, MA". americanpresidency.org. August 6, 1960. Diakses tanggal 2007-09-20. • ^ Bilharz 2002, hlm. 55. • ^ Kennedy, John F. (August 11, 1961). "320—Letter to the President of the Seneca Nation of Indians Concerning the Kinzua Dam on the Allegheny River". The American Presidency Project.

Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah tanggal 2012-02-25. • ^ Dallek 2003, hlm. 392. • ^ Kenney 2000, hlm. 115–116. • ^ Dallek 2003, hlm. 502. • ^ Dallek 2003, hlm.

393. • ^ Kennedy, John F. (1961). "Apollo Expeditions to the Moon: Chapter 2". history.nasa.gov. Diakses tanggal 2012-02-26. satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah ^ Kennedy, John F. (September 12, 1962). "President John F. Kennedy: The Space Effort". Rice University. Diakses tanggal 2012-02-25. • ^ Selverstone, Marc. "JFK and the Space Race". White House Tapes–Presidential Recordings Program, Miller Center of Public Affairs, University of Virginia. Diakses tanggal 2012-02-26.

• ^ Dallek 2003, hlm. 652–653. • ^ Wikisource: Address to the United Nations General Assembly (1963) by John F. Kennedy • ^ Dallek 2003, hlm. 654. • ^ Russ. "26, 2009#P12844 Life in Legacy". Lifeinlegacy.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-05-12. Diakses tanggal 2010-03-28. • ^ a b Parkland Hospital doctors attending to him reported • ^ Lee Oswald claiming innocence (film), Youtube.com • ^ Warren Commission Hearings, vol. 20, p. 366, Kantor Exhibit No.

3—Handwritten notes made by Seth Kantor concerning events surrounding the assassination • ^ Gus Russo and Stephen Molton "Did Castro OK the Kennedy Assassination?," American Heritage, Winter 2009. • ^ Dana Blanton (June 18, 2004). "Poll: Most Believe 'Cover-Up' of JFK Assassination Facts". Fox News. • ^ satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah in U.S. Still Believe JFK Killed in a Conspiracy: Mafia, federal government top list of potential conspirators". Gallup, Inc. November 15, 2013.

• ^ Bugliosi 2007, hlm. 211. • ^ Bugliosi 2007, hlm. 312. • ^ This Day in History 1967: JFK's body moved to permanent gravesite, History.com. Retrieved 2008-04-08. • ^ "Broadcast Yourself". YouTube. Diakses tanggal 2010-01-02. • ^ "I Have a Rendezvous with Death" • ^ Cover story, Time magazine, January 20, 1961 • ^ Specious allegations in 1997 by UK journalist Terry O'Hanlon "JFK The Bigamist.

The Truth At Last; Kennedy was already married when he got wed to Jackie." Sunday Mirror. July 27, 1997. Diakses tanggal 2010-10-31. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) and by author Seymour Hersh Reingold, Joyce (March 26, 2008). "JFK 'Secret Marriage' A Story With Legs". Palm Beach Daily News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-05-10. Diakses tanggal 2010-10-31. that Kennedy had married previously have been soundly disproven. Reeves states that Ben Bradlee, then at Newsweek, inspected FBI files on it, and confirmed the falsehood.

Reeves 1993, hlm. 348; for further refutation, see O'Brien 2005, hlm. 706. • ^ a b Reeves 1993, hlm. 29. • ^ Raymond, Emilie (2006). From my cold, dead hands: Charlton Heston and American politics.

University Press of Kentucky. hlm. 246. ISBN 978-0-8131-2408-7. • ^ "Books for Lawyers". American Bar Association Journal: 556. 1975. • ^ The Gallup Poll 1999.

Wilmington, Delaware: Scholarly Resources Inc. 1999. hlm. 248–249. • ^ "Greatest of the Century". Gallup/CNN/USA Today Poll. December 20 and 21, 1999. Diakses tanggal 2007-01-05. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Rouse, Robert (March 15, 2006). "Happy Anniversary to the first scheduled presidential press conference—93 years young!". American Chronicle. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-11-23.

Diakses tanggal 2013-11-24. • ^ The Personal Papers of Theodore H. White (1915–1986): Series 11. Camelot Documents, John F. Kennedy Presidential Library & Museum quotation: The 1963 LIFE article represented the first use of the term “Camelot” in print and is attributed with having played a major role in establishing and fixing this image of the Kennedy Administration and period in the popular mind.

• ^ An Epilogue, in LIFE, 6 Dec. 1963, pp.158-9 • ^ Mandel, Lee R. (2009). "Endocrine and Autoimmune Aspects of the Health History of John F. Kennedy". Annals of Internal Medicine. 151 (151(5)): 350–354. doi: 10.1059/0003-4819-151-5-200909010-00011. PMID 19721023. • ^ Kempe 2011, hlm. 213. • ^ New York Sun September 20, 2005: "Dr. Feelgood" Retrieved 2011-07-11 • ^ Reeves 1993, hlm. 42, 158-159. • ^ Reeves 1993, hlm. 244. • ^ Online NewsHour with Senior Correspondent Ray Suarez and physician Jeffrey Kelman, "Pres.

Kennedy's Health Secrets", The NewsHour with Jim Lehrer transcript, November 18, 2002 • ^ "Kennedy Plane Found to Be Fully Functional". The Washington Post. July 31, 1999. Diakses tanggal 2010-01-02.

• ^ Dallek 2003, hlm. 83-85. • ^ Osborne 2006, hlm. 195. • ^ Reeves 1993, hlm. 315–316. • ^ Bone, James (February 17, 2010), "How JFK's Riviera romance satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah to years of longing", The Times, London.

Retrieved 2010-04-02. • ^ Reeves 1993, hlm. 289. • ^ Dallek 2003, hlm. 475. • ^ Dallek 2003, hlm. 58. • ^ Garrow, David J. (May 28, 2003). "Substance Over Sex In Kennedy Biography". The New York Times. Diakses tanggal 2013-01-20. • ^ Dallek 2003, hlm. 475, 476. • ^ Leaming 2006, hlm.

379-380. • ^ Dallek 2003, hlm. 581. • ^ Dallek 2003, hlm. 376. • ^ 'What have they done?': Jackie's words as JFK was shot are revealed by secret service agent who breaks silence after almost 50 years • ^ Barnes 2007, hlm.

116. • ^ Reeves 1993, hlm. 291. • ^ Dallek 2003, hlm. 478. • ^ Roberts, Patrick (December 13, 2009). "Kennedy Ancestral Home in Ireland to Be Landmarked". ABCNews.com. ABC News Internet Ventures. Diakses tanggal 2010-09-30.

• ^ Maier2004, hlm. 25. • ^ Maier2004, hlm. 30. • ^ Maier2004, hlm. 33. • ^ Cronkite, Walter (1996).

A Reporter's Life. New York: Alfred A. Knopf. ISBN 0-394-57879-1. • ^ Carter, Bill (September 15, 2001).

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

"Viewers Again Return To Traditional Networks". The New York Times. hlm.

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

A14. • ^ "Presidents Who Served in the U.S. Navy". Frequently Asked Questions. Naval History & Heritage Command. January 11, 2007. Diakses tanggal 2011-05-12. • ^ "Navy SEALs Were Launched in the JFK 'Man on the Moon' Speech". 11 Facts About Navy SEALs. Time Inc. Diakses tanggal 2011-05-12. [ pranala nonaktif permanen] • ^ Salinger, Pierre (1997). John F. Kennedy: Commander in Chief: A Profile in Leadership.

New York: Penguin Studio. hlm. 97. ISBN 978-0-670-86310-5. Diakses tanggal 2012-02-22. • ^ Dallek 2003, hlm. 643, 648-649. • ^ Dallek 2003, hlm. 594-606, 644. • ^ Dallek 2003, hlm. 708. • ^ "50 years after win, Kennedy's legacy endures". USA Today. September 26, 2010. Diakses tanggal 2013-04-04. • ^ Hanes, Jr. 2000, hlm. 205. • ^ Page, Susan (October 4, 2011). "50 years after win, Kennedy's legacy endures". USA Today. Diakses tanggal 2011-12-25. • ^ Douthat, Ross (November 26, 2011).

"The Enduring Cult of Kennedy". New York Times. Diakses tanggal 2011-12-03. • ^ Hanks, Patrick; Hardcastle, Kate; Hodges, Flavia (2006). A Dictionary of First Names. Oxford Paperback Reference (edisi ke-2nd). Oxford: Oxford University Press. hlm. 157. ISBN 978-0-19-861060-1. • ^ "John Fitzgerald Kennedy, 35th President of the United States".

American Heraldry Society. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-03. Diakses tanggal 2009-10-27. Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Alford, Mimi; Newman, Judith (2011). Once Upon A Secret: My Affair with President John F. Kennedy and its Aftermath. London: Hutchinson. ISBN 978-0-09-193175-9. • Ballard, Robert D. (2002). Collision With History: The Search for John F. Kennedy's PT 109. Washington, DC: National Geographic.

ISBN 978-0-7922-6876-5. • Barnes, John (2007). John F. Kennedy on Leadership. • Bilharz, Joy Ann (2002) [1998]. The Allegany Senecas and Kinzua Dam: Forced Relocation Through Two Generations. Lincoln: University of Nebraska Press. ISBN 978-0-8032-1282-4. • Blight, James G.; Lang, Janet M. (2005). The Fog of War: Eleven Lessons from the Life of Robert S. McNamara. Lanham, Md.: Rowman & Littlefield. ISBN 978-0-7425-4221-1. • Bryant, Nick (2006). "Black Man Who Was Crazy Enough to Apply to Ole Miss".

The Journal of Blacks in Higher Education (53). Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Bugliosi, Vincent (2007).

Reclaiming History: The Assassination of President John F. Kennedy. New York: Norton. ISBN 978-0-393-04525-3.

• Dallek, Robert (2003). An Unfinished Life: John F. Kennedy, 1917–1963. Boston, MA: Little, Brown and Co. ISBN 978-0-316-17238-7. • Donovan, Robert J. (2001) [1961]. PT-109: John F.

Kennedy in WW II (edisi ke-40th Anniversary). McGraw Hill. ISBN 978-0-07-137643-3. • Dunnigan, James; Nofi, Albert (1999). Dirty Little Secrets of the Vietnam War. St. Martin's. ISBN 978-0-312-19857-2. • Dudley, Robert L.; Shiraev, Eric (2008). Counting Every Vote: The Most Contentious Elections in Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah History.

Dulles, Virginia: Potomac Books. ISBN 978-1-59797-224-6. • Eagles, Charles W. (2009). The Price of Defiance: James Meredith and the Integration of Ole Miss. University of North Carolina: The University of North Carolina Press.

ISBN 978-0-8078-3273-8. • Frum, David (2000). How We Got Here: The '70s. Basic Books. ISBN 978-0-465-04196-1. • Gelfand, Mark I. (1974). C. Vann Woodward, ed. Responses of the Presidents to Charges of Misconduct.

New York: Delacorte Press. ISBN 0-440-05923-2. • Gleijeses, Piero. "Ships in the Night: The CIA, the White House and the Bay of Pigs".

Journal of Latin American Studies, Feb., 1995, Vol. 27, no. 1, pp. 1–42 (via JSTOR) ISSN 0022-216X • Gunston, Bill (1978). F-111. Charles Scribner's Sons. ISBN 0-684-15753-5. • Hagood, Wesley (1998). Presidential Sex: From the Founding Fathers to Bill Clinton.

Citadel Pr. ISBN 978-0-806-52007-0. • Herst, Burton (2007). Bobby and J. Edgar: The Historic Face-Off Between the Kennedys and J. Edgar Hoover That Transformed America. Basic Books. ISBN 978-0-7867-1982-2. • Jewell, Elizabeth (2005). U.S.

Presidents Factbook. New York: Random House. ISBN 978-0-375-72073-4. • Karnow, Stanley (1991). Vietnam, A History. Penguin. ISBN 978-0-670-74604-0. • Kempe, Frederick (2011). Berlin 1961.

New York: G.P. Putnam's Sons. ISBN 978-0-399-15729-5. • Kenney, Charles (2000). John F. Kennedy: The Presidential Portfolio.

PublicAffairs. ISBN 978-1-891620-36-2. • Leaming, Barbara (2006). Jack Kennedy: The Education of a Statesman. W. W. Norton. ISBN 978-0-393051-61-2. • Maier, Thomas (2004). The Kennedys: America's Emerald Kings. • McNamara, Robert S. (2000). Argument Without End: In Search of Answers to the Vietnam Tragedy. • Matthews, Chris (2011). Jack Kennedy. Simon & Schuster. ISBN 978-1-4516-3508-9. • O'Brien, Michael (2005). John F. Kennedy: A Biography.

Thomas Dunne. ISBN 978-0-312-28129-8. • Osborne, Robert (2006). Leading Ladies: The 50 Most Unforgettable Actresses of the Studio Era. Chronicle Books. ISBN 978-0811852487. • Prouty, Leroy Fletcher (2011). JFK: The CIA, Vietnam, and the Plot to Assassinate John F. Kennedy. Delaware: Skyhorse Publishing, Inc. ISBN 978-1-61608-291-8. • Reeves, Richard (1993). President Kennedy: Profile of Power. New York: Simon & Schuster. ISBN 978-0-671-64879-4. • Salt, Jermey (2008). The Unmaking of the Middle East: A History of Western Disorder in Arab lands.

Berkeley, CA: University of California Press. ISBN 978-0-520-25551-7. • Schlesinger, Arthur M. Jr (2002) [1965]. A Thousand Days: John F. Kennedy in the White House. Boston: Houghton Mifflin. ISBN 978-0-618-21927-8. • Sorensen, Theodore (1966) [1965]. Kennedy (paperback). New York: Bantam. OCLC 2746832. • Tucker, Spencer (2011) [1998]. The Encyclopedia of the Vietnam War: A Political, Social, and Military History. ABC-CLIO.

ISBN 978-1851099603. • Walton Jr., Hanes; Smith, Robert C. (2000). American Politics and the African American Quest for Universal Freedom. Addison, Wesley, Longman. ISBN 0-321-07038-0. Historiografi [ sunting - sunting sumber ] • Abramson, Jill. "Kennedy, the Elusive President," New York Times Sunday Book Review Oct 22, 2013, notes that 40,000 books have been published about JFK • Hellmann, John.

The Kennedy Obsession: The American Myth of JFK (1997) Bacaan lanjutan [ sunting - sunting sumber ] • Brauer, Carl. John F. Kennedy and the Second Reconstruction (1977) • Burner, David. John F. Kennedy and a New Generation (1988) • Casey, Shaun. The Making of a Catholic President: Kennedy vs.

Nixon 1960 (2009) • Collier, Peter & Horowitz, David. The Kennedys (1984) • Cottrell, John. Assassination! The World Stood Still (1964) • Douglass, James W. (2008). JFK and the Unspeakable: Why He Died and Why It Matters. Maryknoll, N.Y: Orbis Books. ISBN 978-1-57075-755-6. • Fay, Paul B., Jr.

The Pleasure of His Company (1966) • Freedman, Lawrence. Kennedy's Wars: Berlin, Cuba, Laos and Vietnam (2000) • Fursenko, Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah and Timothy Naftali.

One Hell of a Gamble: Khrushchev, Castro and Kennedy, 1958–1964 (1997) • Giglio, James. The Presidency of John F. Kennedy (1991) • Hamilton, Nigel. JFK: Reckless Youth (1992) • Harper, Paul, and Krieg, Joann P. eds. John F. Kennedy: The Promise Revisited (1988) • Harris, Seymour E. The Economics of the Political Parties, with Special Attention to Presidents Eisenhower and Kennedy (1962) • Heath, Jim F.

Decade of Disillusionment: The Kennedy–Johnson Years (1976) • Hersh, Seymour. The Dark Side of Camelot (1997) • Kunz, Diane B. The Diplomacy of the Crucial Decade: American Foreign Relations during the 1960s (1994) • Lynch, Grayston L. Decision for Disaster Betrayal at the Bay of Pigs (2000) • Manchester, William. Portrait of a President: John F. Kennedy in Profile (1967) • Manchester, William (1967).

The Death of a President: November 20-November 25, 1963. New York: Harper & Row. LCCN 67010496. • Newman, John M. JFK and Vietnam: Deception, Intrigue, and the Struggle for Power (1992) • Parmet, Herbert. Jack: The Struggles of John F. Kennedy (1980) • Parmet, Herbert. JFK: The Presidency of John F. Kennedy (1983) • Parmet, Herbert. "The Kennedy Myth". In Myth America: A Historical Anthology, Volume II. Gerster, Patrick, and Cords, Nicholas. (editors.) (1997) • Piper, Michael Collins.

Final Judgment (2004: sixth edition). American Free Press • Reeves, Thomas. A Question of Character: A Life of John F. Kennedy (1991); hostile biography • Sabato, Larry J.

The Kennedy Half-Century: The Lasting Legacy of John F. Kennedy (forthcoming, 2013) • Schlesinger, Arthur, Jr. Robert Kennedy And His Times (2002) [1978] • Smith, Jean E. The Defense of Berlin (1963) • Smith, Jean E. The Wall as Watershed (1966) • Walsh, Kenneth T. Air Force One: A History of the Presidents and Their Planes (2003) • Wyden, Peter, Bay of Pigs: The Untold Story (1979) Sumber primer [ sunting - sunting sumber ] • Goldzwig, Steven R.

and Dionisopoulos, George N., eds. In a Perilous Hour: The Public Address of John F. Kennedy (1995) • Kennedy, Jacqueline. Jacqueline Kennedy: Historic Conversations on Life with John F. Kennedy (2011).

Hyperion Books. ISBN 1-4013-2425-8. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Cari tahu mengenai John F. Kennedy pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibuku • John F. Kennedy: A Resource Guide from the Library of Congress • JFK Original Personal Correspondence and Documents [ pranala nonaktif permanen] Shapell Manuscript Foundation • Diskografi John F.

Kennedy di Discogs • • Posisi isu dan kutipan di On the Issues • Kemunculan di C-SPAN • Kemunculan di Internet Movie Database • 1963 ATC Audio—(Air Traffic Control) Unedited Diarsipkan 2007-08-09 di Wayback Machine. • Video of Vincent Bugliosi discussing JFK assassination Diarsipkan 2014-08-04 di Wayback Machine. • Kennedy's secret White House recordings, the Miller Center of Public Affairs, University of Virginia Diarsipkan 2008-02-16 di Wayback Machine.

• Video, audio, text of John F. Kennedy's Inaugural Address • Kennedy discusses Cuban Missile Crisis with former President Eisenhower • John F. Kennedy Library • The White House Biography • The Kennedys museum in Berlin, Germany with special exhibit on Kennedy's visit • Birthplace of John F.

Kennedy: Home of the Boy Who Would Be President, a National Park Service Teaching with Historic Places lesson plan • Essay on JFK Diarsipkan 2007-08-11 di Wayback Machine. with shorter essays on each member of his cabinet and First Lady from the Miller Center of Public Affairs • Kennedy Administration from Office of the Historian, United States Government Printing Office, Washington, D.C. • Six hours of coverage of the assassination of President Kennedy as broadcast on WCCO-AM Radio (Minneapolis) and CBS Radio • The U.S.

Senator John F. Kennedy Story an early film made for his 1958 reelection campaign by his then-press secretary Bob Thompson. • (Inggris) "John F. Kennedy". Find a Grave. Diakses tanggal November 17, 2013. Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Didahului oleh: James Michael Curley Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari distrik kongres ke-11 Massachusetts 1947–1953 Diteruskan oleh: Tip O'Neill Jabatan partai politik Didahului oleh: David I.

Walsh Calon Senator Demokrat dari Massachusetts ( Kelas 1) 1952, 1958 Diteruskan oleh: Ted Kennedy Didahului oleh: Adlai Stevenson II Calon presiden dari Partai Demokrat 1960 Diteruskan oleh: Lyndon Johnson Senat Amerika Serikat Didahului oleh: Henry Cabot Lodge, Jr. Senator Amerika Serikat (Kelas 1) dari Massachusetts 1953–1960 Menjabat bersama dengan: Leverett Saltonstall Diteruskan oleh: Benjamin A.

Smith II Jabatan politik Didahului oleh: Dwight David Eisenhower Presiden Amerika Serikat 1961–1963 Diteruskan oleh: Lyndon Baines Johnson Gelar kehormatan Didahului oleh: Unknown Soldiers of World War II and the Korean War Tokoh yang jasadnya diperlihatkan di rotunda United States Capitol 1963 Diteruskan oleh: Douglas MacArthur George Washington · John Adams · Thomas Jefferson · James Madison · James Monroe · John Quincy Adams · Andrew Jackson · Martin Van Buren · William Henry Harrison · John Tyler · James Knox Polk · Zachary Taylor · Millard Fillmore · Franklin Pierce · James Buchanan · Abraham Lincoln · Andrew Johnson · Ulysses S.

Grant · Rutherford B. Hayes · James A. Garfield · Chester A. Arthur · Grover Cleveland · Benjamin Harrison · Grover Cleveland · William McKinley · Theodore Roosevelt · William Howard Taft · Woodrow Wilson · Warren G. Harding · Calvin Coolidge · Herbert Hoover · Franklin D. Roosevelt · Harry S. Truman · Dwight D. Eisenhower · John F. Kennedy · Lyndon B. Johnson · Richard Nixon · Gerald Ford · Jimmy Carter · Ronald Reagan · George H.

W. Bush · Bill Clinton · George W. Bush · Barack Obama · Donald Trump · Joe Biden • Rencana Morgenthau • Pemberontakan Hukbalahap • Konflik Jamaika • Dekemvriana • Perjanjian persentase • Konferensi Yalta • Perang Gerilya di Negara Baltik • Saudara Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah • Operasi Priboi • Operasi Rimba • Pendudukan negara-negara Baltik • Prajurit terkutuk • Operasi Unthinkable • Operasi Downfall • Konferensi Potsdam • Skandal Gouzenko • Pembagian Korea • Operasi Masterdom • Operasi Beleaguer • Operasi Blacklist Forty • Krisis Iran 1946 • Perang Saudara Yunani • Insiden Selat Corfu • Krisis Selat Turki • Pernyataan Kembali Kebijakan Terhadap Jerman • Perang Indocina Pertama • Doktrin Truman • Konferensi Hubungan Asia • Krisis Mei 1947 • Rencana Marshall • Comecon • Kudeta Cekoslowakia 1948 • Pemberontakan Al-Wathbah • Perang Palestina 1947–1949 • Perang Saudara di Mandat Britania atas Palestina 1947–1948 • Perang Arab-Israel 1948 • Eksodus Palestina 1948 • Perpecahan Tito–Stalin • Blokade Berlin • Pengkhianatan Barat • Tirai Besi • Blok Timur • Blok Barat • Perang Saudara Tiongkok (kedua) • Kedaruratan Malaya • Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah Albania 1950-an • Konflik Papua • Tirai Bambu • Perang Korea • McCarthyisme • Perang Aljazair • Revolusi Mesir 1952 • Kudeta Iran 1953 • Pemberontakan Jerman Timur 1953 • Amandemen Bricker • Kudeta Guatemala 1954 • Pembagian Vietnam • Perang Jebel Akhdar • Perang Vietnam • Krisis Selat Taiwan Pertama • Kedaruratan Siprus • Konferensi Tingkat Tinggi Jenewa (1955) • Konferensi Bandung • Unjuk rasa Poznań 1956 • Revolusi Hongaria 1956 • Kekerasan klan Yaman–Aden • Krisis Suez • " We will bury you" • Perang Ifni • Operasi Gladio • Perang Dingin Arab • Krisis Suriah 1957 • Krisis Lebanon 1958 • Revolusi Juli Irak • Krisis Sputnik • Krisis Selat Taiwan Kedua • Pemberontakan Tibet 1959 • Pemberontakan Mosul 1959 • Perdebatan Dapur • Perpecahan Tiongkok-Soviet 1960-an • Krisis Kongo • Pemberontakan Simba • Insiden U-2 1960 • Invasi Teluk Babi • Kudeta Turki 1960 • Perpecahan Soviet–Albania • Konflik Irak–Kurdi • Perang Irak–Kurdi Pertama • Krisis Berlin 1961 • Tembok Berlin • Perang Kotor (Meksiko) • Perang Kolonial Portugal • Perang Kemerdekaan Angola • Perang Kemerdekaan Guinea-Bissau • Perang Kemerdekaan Mozambik • Krisis Rudal Kuba • Perang Tiongkok-India • Pemberontakan Komunis di Sarawak • Revolusi Ramadan Irak • Perang Kemerdekaan Eritrea • Perang Pasir • Perang Saudara Yaman Utara • Kudeta Suriah 1963 • Kebuntuan Israel-Amerika Serikat • Pembunuhan John F.

Kennedy • Kedaruratan Aden • Krisis Siprus 1963–1964 • Perang Vietnam • Perang Shifta • Perang Saudara Guatemala • Konflik Kolombia • Kudeta Brasil 1964 • Perang Saudara Dominika • Perang Semak Rhodesia • Perang Perbatasan Afrika Selatan • Transisi ke Orde Baru • Teori domino • Deklarasi ASEAN • Perang Saudara Laos • Kudeta Suriah 1966 • Revolusi Argentina • Konflik Zona Demiliterisasi Korea • Junta militer Yunani 1967–1974 • Tahun-Tahun Timbel (Italia) • Insiden USS Pueblo • Perang Enam Hari • Perang Atrisi • Pemberontakan Dhofar • Perang Al-Wadiah • Perang Saudara Nigeria • Protes 1968 • Mei Prancis • Pembantaian Tlatelolco • Revolusi Kebudayaan • Musim Semi Praha • Krisis politik Polandia 1968 • Pemberontakan Komunis di Malaysia • Invasi Cekoslowakia • Revolusi Ba'athis Irak • Kudeta Libya 1969 • Perang Sepak Bola • Komunisme Goulash • Konflik perbatasan Tiongkok-Soviet • Pemberontakan Komunis di Filipina • Tindakan Perbaikan 1970-an • Détente • Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir • September Hitam di Yordania • Gerakan Perbaikan (Suriah) • Konflik Sahara Barat • Revolusi Nikaragua • Perang Saudara Kamboja • Perang Vietnam • Kerusuhan Koza • Realpolitik • Diplomasi ping-pong • Revolusi Perbaikan (Mesir) • Memorandum militer Turki 1971 • Kudeta Sudan 1971 • Perjanjian Empat Negara di Berlin • Perang Pembebasan Bangladesh • Kunjungan Nixon ke Tiongkok 1972 • Konflik perbatasan Yaman Utara-Yaman Selatan 1972 • Perang Yaman 1972 • Pemberontakan Komunis di Bangladesh • Perang Saudara Eritrea • Kudeta Uruguay 1973 • Kudeta Chili 1973 • Perang Yom Kippur • Krisis minyak 1973 • Revolusi Anyelir • Transisi Spanyol • Metapolitefsi • Perundingan pembatasan senjata strategis • Perang Irak-Kurdi Kedua • Invasi Turki ke Siprus • Perang Saudara Angola • Perang Saudara Mozambik • Konflik Oromo • Perang Ogaden • Perang Sahara Barat • Perang Saudara Etiopia • Perang Saudara Lebanon • Perpecahan Tiongkok-Albania • Perang Kamboja–Vietnam • Revolusi Iran • Operasi Condor • Perang Kotor (Argentina) • Kudeta Argentina 1976 • Perang Libya–Mesir • Musim Gugur Jerman • Korean Air Lines Penerbangan 902 • Perang Uganda–Tanzania • Pemberontakan NDF • Konflik Chad–Libya • Perang Yaman 1979 • Pendudukan Masjidil Haram • Revolusi Iran • Revolusi Saur • Perang Tiongkok-Vietnam • Gerakan New Jewel • Pemberontakan Herat 1979 • Tujuh Hari ke Sungai Rhine • Perjuangan melawan penyalahgunaan politik psikiatri di Uni Soviet 1980-an • Perang Soviet-Afganistan • Pemboikotan Olimpiade Musim Panas 1980 dan 1984 • Konflik Peru • Kudeta Turki 1980 • Insiden Teluk Sidra • Konflik Casamance • Perang Semak Uganda • Pemberontakan Pasukan Perlawanan Tuhan • Perang Saudara Eritrea • Perang Perbatasan Etiopia–Somalia 1982 • Perang Ndogboyosoi • Invasi Amerika Serikat ke Grenada • Able Archer 83 • Star Wars • Perang Iran–Irak • Pemberontakan Somalia • Insiden Laut Hitam 1986 • Perang Saudara Yaman Selatan • Perang Toyota • Insiden penyerempetan Laut Hitam 1988 • Perang Saudara Bougainville • Pemberontakan 8888 • Solidaritas • Reaksi Soviet • Contras • Krisis Amerika Tengah • RYAN • Korean Air Lines Penerbangan 007 • Revolusi Kekuatan Rakyat • Glasnost • Perestroika • Perang Nagorno-Karabakh • Perang Saudara Afganistan • Invasi Amerika Serikat ke Panama • Pemogokan Polandia 1988 • Unjuk rasa Tiananmen 1989 • Revolusi 1989 • Keruntuhan Tembok Berlin • Kejatuhan perbatasan Jerman dalam • Revolusi Velvet • Revolusi Rumania 1989 • Revolusi Damai 1990-an • Doktrin Truman • Pembendungan • Doktrin Eisenhower • Teori domino • Doktrin Hallstein • Doktrin Kennedy • Koeksistensi damai • Ostpolitik • Doktrin Johnson • Doktrin Brezhnev • Doktrin Nixon • Doktrin Ulbricht • Doktrin Carter • Doktrin Reagan • Dorong balik • Kedaulatan Puerto Riko pada Perang Dingin Ideologi • Gar Alperovitz • Thomas A.

Bailey • Michael Beschloss • Archie Brown • Warren H. Carroll • Adrian Cioroianu • John Costello • Michael Satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah • Nicholas J. Cull • Willem Drees • Robert D. English • Herbert Feis • Robert Hugh Ferrell • André Fontaine • Anneli Ute Gabanyi • John Lewis Gaddis • Lloyd Gardner • Timothy Garton Ash • Gabriel Gorodetsky • Fred Halliday • Jussi Hanhimäki • John Earl Haynes satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah Patrick J.

Hearden • Tvrtko Jakovina • Tony Judt • Harvey Klehr • Gabriel Kolko • Walter LaFeber • Walter Laqueur • Melvyn Leffler • Geir Lundestad • Mary Elise Sarotte • Vojtech Mastny • Jack F. Matlock Jr. • Thomas J. McCormick • Timothy Naftali • Marius Oprea • David S. Painter • William B. Pickett • Ronald E. Powaski • Yakov M.

Rabkin • Arthur M. Schlesinger Jr. • Ellen Schrecker • Giles Scott-Smith • Shen Zhihua • Athan Theoharis • Andrew Thorpe • Vladimir Tismăneanu • Patrick Vaughan • Alex von Tunzelmann • Odd Arne Westad • William Appleman Williams • Jonathan Reed Winkler • Rudolph Winnacker • Ken Young Lihat pula • Bui Van Luong • Buu Hoi • Thich Quang Duc • Michael Forrestal • W. Averell Harriman • Roger Hilsman • Thich Thien Hoa • John F.

Kennedy • Thich Tinh Khiet • Victor H. Krulak • Henry Cabot Lodge, Jr. • Robert McNamara • Joseph Mendenhall • Ngo Dinh Can • Ngo Dinh Diem • Ngo Dinh Nhu • Ngo Dinh Thuc • Nguyen Ngoc Tho • Nguyen Dinh Thuan • Madame Nhu • Frederick Nolting • Thich Tri Quang • Maxwell D. Taylor • Tran Van Chuong • William Trueheart • Vu Van Mau Figur militer • Faceted Application of Subject Terminology • 2 • MusicBrainz artist • National Archives (US) • RERO (Swiss) • 1 • Social Networks and Archival Context • 2 • SUDOC (Prancis) • 1 • Trove (Australia) • 1 • US Congress Persondata Nama Kennedy, John Fitzgerald Nama alternatif Deskripsi singkat Presiden Amerika Serikat ke-35 Tanggal lahir 29 Mei 1917 Tempat lahir Brookline, Massachusetts, Amerika Serikat Tanggal kematian 22 November 1963 Tempat kematian Dallas, Texas, Amerika Serikat Kategori tersembunyi: • Galat CS1: tanggal • Artikel dengan pranala luar satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Pages using infobox officeholder with unknown parameters • Semua orang yang sudah meninggal • Semua artikel biografi • Artikel biografi Mei 2022 • Artikel dengan parameter tanggal yang tidak valid pada templat • All articles containing potentially dated statements • Artikel dengan mikroformat hAudio • Galat konverter • Templat webarchive tautan wayback • Use dmy dates from April 2012 • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda ISNI • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BIBSYS • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda CANTIC • Halaman dengan kategori pengawasan otoritas belum dibuat • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda LNB • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLA • Artikel Wikipedia dengan penanda NLG • Artikel Wikipedia dengan penanda NLK • Artikel Wikipedia dengan penanda NSK • Artikel Wikipedia dengan penanda NTA • Artikel Wikipedia dengan penanda PLWABN • Artikel Wikipedia dengan penanda SELIBR • Artikel Wikipedia dengan penanda VcBA • Artikel Wikipedia dengan penanda RKDartists • Artikel Wikipedia dengan penanda ULAN • Artikel Wikipedia dengan penanda CINII • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda RERO • Artikel Wikipedia dengan penanda SNAC-ID • Artikel Wikipedia dengan penanda SUDOC • Artikel Wikipedia dengan penanda Trove • Artikel Wikipedia dengan penanda USCongress • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • AC dengan 32 elemen • Artikel Wikipedia dengan penanda ganda • Halaman ini terakhir diubah pada 3 Mei 2022, pukul 01.46.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com 20 Tahun Reformasi, Catatan Perubahan Indonesia di Bidang Politik - JEO Kompas.com SUDAH dua dasawarsa era reformasi berjalan.

Sejak Presiden Soeharto dan rezim Orde Baru dijatuhkan pada 1998, banyak perubahan terjadi di Indonesia, terutama dalam ranah politik. Salah satu perubahan besar yang terjadi pasca-reformasi adalah pembatasan kekuasaan presiden. Salah satu perubahan besar yang terjadi pasca-reformasi adalah pembatasan kekuasaan presiden.

Pada era Orde Baru, Soeharto dapat dipilih berkali-kali sebagai presiden tanpa ada periode pembatasan. Selain itu, wewenang presiden pada era reformasi tak sekuat seperti di era Soeharto berkuasa selama 32 tahun. Misalnya, presiden bukan lagi satu-satunya pihak yang punya kekuasaan untuk membentuk undang-undang.

Sesuai Pasal 5 UUD 1945, pasca-amandemen, presiden tak lagi memiliki kekuasaan tunggal dalam pembentukan UU, tetapi hanya berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR. Presiden Soeharto. Gambar diambil pada 15 Januari 1998. Sistem demokrasi pun mulai diterapkan dengan baik di era reformasi. Hal yang paling menonjol adalah sistem pemilihan umum yang memungkinkan presiden dipilih langsung, tidak lagi dipilih melalui oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat melalui Sidang Umum MPR.

Kemudian, terdapat sejumlah perubahan lembaga negara. Dihilangkannya Dewan Pertimbangan Agung sebagai penasihat presiden, menjadi salah satu contohnya. Sebaliknya, di era reformasi, muncul sejumlah lembaga negara baru seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Komisi Yudisial. Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat. Gambari diambil pada Selasa (10/10/2017). Dari sisi kedaulatan, tuntutan masyarakat Timor Timur untuk merdeka menjadikan Indonesia kehilangan provinsi termuda itu.

Timor Timur pun berubah menjadi negara merdeka bernama Timor Leste. Meski demikian, era reformasi juga menyebabkan daerah memiliki wewenang yang lebih besar berkat dilaksanakannya otonomi daerah. Berikut ini merupakan sejumlah perubahan yang terjadi di Indonesia selama 20 tahun terakhir di bidang politik, berdasarkan dokumentasi harian Kompas dan sumber pendukung lainnya. Habibie dan Masa Transisi MASA transisi di era reformasi ditandai dengan perpindahan tongkat kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada wakilnya, Bacharuddin Jusuf Habibie pada 21 Mei 1998.

Namun, naiknya Habibie ke tampuk kekuasaan tak lepas dari kritik lantaran dia dianggap sebagai bagian dari rezim Orde Baru. Demonstrasi mahasiswa pun tak selesai, yang kali ini menuntut Habibie turun dari kursi presiden. Salah satu alasan mahasiswa menuntut Habibie mundur adalah karena dia dianggap tidak dapat menjalankan amanah reformasi, terutama pengadilan untuk Soeharto.

Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie Meski demikian, Habibie dapat dianggap ikut meletakkan satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah awal dalam sistem demokrasi pada era reformasi. Salah satu kebijakannya adalah membebaskan tahanan politik yang ditahan di era Soeharto, seperti Sri Bintang Pamungkas dan Mochtar Pakpahan.

Habibie juga dinilai berjasa dalam menghadirkan kebebasan pers di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang juga mengatur mekanisme pengaduan terkait pemberitaan media melalui Dewan Pers.

Di bidang ekonomi, Habibie ikut memprakarsai Bank Indonesia yang independen dan lepas dari pengaruh pemerintah. Independensi menjadikan BI bergerak lebih bebas untuk mengatur sektor moneter.

Dengan tiga undang-undang itu, Habibie berperan mempersiapkan Pemilu 1999, sebagai pemilu demokratis pertama pasca-Orde Baru. Terkait politik elektoral, Habibie menghasilkan tiga undang-undang demokratis, satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah UU Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilu, serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR.

Dengan tiga undang-undang itu, Habibie berperan mempersiapkan Pemilu 1999, sebagai pemilu demokratis pertama pasca-Orde Baru. Sistem yang digunakan pun benar-benar baru. Pemilu 1999 ditandai dengan berbondong-bondongnya partai politik ikut berkontestasi, yaitu 48 partai politik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara diisi oleh perwakilan pemerintah dan partai. Pencoblosan berlangsung lancar pada 7 Juni 1999. Beberapa bulan setelah Pemilu 1999, Habibie membacakan pidato pertanggungjawaban pada Sidang Istimewa MPR 1999, yaitu pada 13 November 1999.

Sebenarnya, Golkar saat itu hendak mencalonkan kembali Habibie sebagai presiden. Namun, pidato pertanggungjawaban Habibie ditolak MPR. Habibie pun batal dicalonkan. Berikutnya, pemilihan presiden yang dilakukan oleh anggota MPR hasil Pemilu 1999 menempatkan Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid yang berpasangan dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sebagai wakil menjadi pemegang tampuk satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, didampingi Ketua Fraksi PDI-P DPR Tjahjo Kumolo dan Ketua I Fraksi PDI-P DPR Panda Nababan, menyambut kedatangan Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa KH Abdurrahman Wahid di kediaman Megawati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2005). Berakhirlah Pemerintahan Habibie dan masa transisi. Selama 16 bulan masa pemerintahannya, Habibie telah menerbitkan 67 undang-undang dan satu peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) terkait politik dan hak asasi manusia.

Produk peraturan-perundang-undangan itu belum pula mencakup sejumlah aturan di tingkat di bawah undang-undang, seperti Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1999 tentang Langkah Kebijakan Dalam Rangka Pemisahan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Gus Dur dan Imlek Pada masa Orde Baru, masyarakat Tionghoa mengalami diskriminasi yang membuat mereka tidak bisa mengekspresikan budaya dan keyakinannya.

Misalnya saja, Presiden Soeharto menandatangani Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Atas nama asimilasi, Orde Baru melarang masyarakat Tionghoa untuk mengekspresikan keyakinannya di depan umum.

Dengan demikian, masyarakat Tionghoa hanya boleh melaksanakan ibadah atau merayakan hari besar seperti Imlek di lingkungan internal, yaitu keluarga.

Di masa Presiden Abdurrahman Wahid, kebijakan itu dihapus. Gus Dur, sebutan penghormatan untuk Abdurrahman, merilis Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres Nomor 14 Nomor 1967. Setelah itu, masyarakat Tionghoa pun diperbolehkan mengekspresikan keyakinan, termasuk merayakan Imlek di depan publik. Tidak hanya itu, Imlek pun dijadikan hari libur nasional. Lepasnya Timor Timur PADA masa pemerintahan Presiden Habibie, Provinsi Timor Timur (Timtim) memerdekakan diri dari Indonesia.

Lepasnya provinsi termuda di Indonesia itu bermula saat situasi di Timtim kembali memanas dengan munculnya kelompok pro kemerdekaan dan pro otonomi khusus. Kondisi ini sebenarnya juga dampak dari krisis politik di Jakarta, yang berujung pada jatuhnya kekuasaan Presiden Soeharto. Situasi di Timtim semakin tak menentu, terutama setelah sejumlah tahanan politik asal Timtim dilepaskan saat Habibie menjadi presiden.

Salah satu tahanan itu adalah Xanana Gusmao. Ribuan warga Kota Dili antre dalam pelaksanaan penentuan pendapat di Timor Timur, 30 Agustus 1999. Antusiasme yang sangat tinggi begitu terlihat dalam pelaksanaan penentuan di Timor Timur. Kemudian, dalam Sidang Kabinet Bidang Politik Keamanan pada 27 Januari 1999 pemerintah membuka kemungkinan untuk menyerahkan nasib Timtim kepada warganya. Artinya, pemerintah memberi opsi kepada warga Timtim untuk merdeka atau diberikan otonomi yang diperluas.

Opsi ini merupakan respons Presiden Habibie terhadap surat Perdana Menteri Australia John Howard pada Desember 1998. Saat itu, Australia meminta Indonesia melakukan referendum atau jajak pendapat untuk menentukan nasib Timtim. Jajak pendapat yang disponsori PBB tersebut terlaksana pada 30 Agustus 1999 dan diikuti 451.792 warga Timtim. Kriteria peserta pemilu ditentukan oleh PBB melalui United Nations Mission in East Timor (Unamet). Hasil jajak pendapat diumumkan pada 4 September 2009.

Hasilnya, sebanyak 78,5 persen penduduk ingin memisahkan diri dari Indonesia. Dengan demikian, MPR dalam Sidang Umum 1999 mencabut Ketetapan (Tap) MPR Nomor VI/1978 Pengukuhan Penyatuan Wilayah Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pencabutan itu sekaligus mengembalikan Timor Timur seperti pada 1975. Suasana gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (22/5/2009).

Pasca-reformasi, Indonesia tercatat melakukan empat kali amandemen. Berikut ini rinciannya: 1. Amandemen pertama Pelaksanaan: 19 Oktober 1999, dalam Sidang Umum MPR 1999. Perubahan: 9 (sembilan) pasal dalam UUD 1945, yaitu Pasal 5, Pasal 7, Pasal 9, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 17, Pasal 20, dan Pasal 21. Inti dari amandemen pertama ialah membonsai wewenang eksekutif yang sebelumnya dinilai terlalu besar. Hal itu terlihat pada amandemen Pasal 7, yang mengatur periode masa jabatan presiden dan wakil presiden dibatasi menjadi dua kali.

Terlihat pula pada Pasal 5, di mana presiden tak bisa lagi sekehendak hati menyusun undang-undang karena harus menyusunnya bersama DPR. 2. Amandemen kedua Pelaksanaan: 18 Agustus 2000.

Perubahan: Menghasilkan Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal 19, Pasal 20, Pasal 20A, Pasal 22A, Pasal 22B, Pasal 25E, Pasal 26, Pasal 27, Pasal 28A, Pasal 28B, Pasal 28C, Pasal 28D, Pasal 28E, Pasal 28F, Pasal 28G, Pasal 28H, Pasal 28I, Pasal 28J, Pasal 30, Pasal 36B, dan Pasal 36C. Amandemen kedua sekaligus menjadi tonggak dimulainya otonomi daerah dengan pengesahan Pasal 18.

Pasal tersebut kini mengakui pemerintahan daerah yang berdaulat dan dipilih melalui pemilihan kepala daerah (pilkada) serta memiliki DPRD yang dipilih lewat pemilu. Selain itu, amandemen kedua menjadi tonggak untuk memasukkan definisi hak asasi manusia dalam dasar hukum di Indonesia, yaitu perluasan Pasal 28. Ilustrasi sidang paripurna 3. Amandemen ketiga Pelaksanaan: 10 November 2001.

satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah

Perubahan: Perubahan yang terjadi dalam satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah ketiga ini terdiri dari 3 bab dan 22 pasal. Hasilnya adalah Pasal 1, Pasal 3, Pasal 6, Pasal 6A, Pasal 7A, Pasal 7B, Pasal 7C, Pasal 8, Pasal 11, Pasal 17, Pasal 22C, Pasal 22D, Pasal 22E, Pasal 23, Pasal 23A, Pasal 23C, Pasal 23E, Pasal 23F, Pasal 23G, Pasal 24, Pasal 24A, Pasal 24B, dan Pasal 24C.

Perubahan utama dalam amandemen ketiga ialah pemilu presiden yang tak lagi melalui MPR, tetapi langsung melalui rakyat. Ini terjadi dalam amandemen Pasal 1 dan Pasal 6A. Hal ini sekaligus mengubah kewenangan MPR yang tak lagi menjadi lembaga tertinggi.

Amandemen juga mengatur mengenai mekanisme pencopotan presiden atau impeachment. Dapat dibilang bahwa amandemen ini berkaca pada pencopotan Presiden Abdurrahman Wahid pada 23 Juli 2001 dengan mekanisme yang terbilang mudah, sehingga dikhawatirkan terjadi ketidakstabilan politik. Amandemen yang menghasilkan Pasal 24 juga mengamanahkan pembentukan Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial.

4. Amandemen keempat. Pelaksanaan: 10 Agustus 2002. Perubahan: Amandemen ini menghasilkan Pasal 2, Pasal 6A, Pasal 8, Pasal 11, Pasal 16, Pasal 23B, Pasal 23D, Pasal 24, Pasal 31, Pasal 32, penambahan Pasal 33, Pasal 34, dan Pasal 37.

Perubahan utama dalam amandemen ini ialah pembentukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai unsur di MPR dan dipilih melalui Pemilu. Amandemen juga mengamanahkan penghapusan lembaga DPA. Selain itu, terdapat juga memunculkan amanah UUD 1945 terkait kesejahteraan rakyat seperti pendidikan, kebudayaan, dan kesehatan. Pembentukan KPK PEMBERANTASAN korupsi merupakan agenda besar sekaligus tugas tak mudah untuk dijalankan di era reformasi.

Pada era Presiden Habibie, pemerintah dan DPR menghasilkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN.

Wacana pembentukan badan baru kemudian berkembang saat pemerintah dan DPR membahas RUU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada pertengahan 1999. Pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Jaksa Agung Marzuki Darusman pernah mengumumkan pembentukan tim gabungan pemberantasan korupsi (TGPK) yang dipimpin mantan Hakim Agung Adi Andojo Soetjipto. Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tim bersifat otonom dan anggotanya berasal dari sejumlah instansi negara seperti BI dan BPK; instansi pemerintah seperti BPK, Bapepam, Ditjen Pajak, Ditjen Imigrasi; serta unsur masyarakat seperti ICW.

Pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, pemerintah dan DPR mengesahkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Namun, wewenang TGPK terbatas. Misalnya, dalam kasus suap dengan tersangka Hakim Agung Marnis Kahar dan Supratpini Sutarto, hakim pada sidang praperadilan memutuskan bahwa TGPK tidak berwenang melakukan penyidikan terhadap hakim agung. Keputusan tersebut menyebabkan munculnya gagasan perlunya sebuah lembaga superbody yang memiliki kewenangan penuh serta independen dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi.

Hingga kemudian, pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, pemerintah dan DPR mengesahkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang-undang itu menjadi dasar pembentukan KPK, yang hingga kini ditakuti para koruptor.

Sejak berdiri pada 2002, KPK pernah menangkap hingga memproses hukum sejumlah pejabat elite, mulai dari menteri, ketua lembaga negara, ketua umum partai politik, hakim, hingga kepala daerah.

ilustrasi peta Indonesia Konsekuensinya, pemerintah bersama DPR segera menyusun Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Aturan ini secara lebih detail mengatur bahwa daerah dapat secara optimal mengelola sumber daya alamnya.

Selain itu, otonomi daerah juga berdampak terhadap proses elektoral di daerah. Sebelumnya, kepala daerah dipilih oleh DPRD tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Namun, satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah undang-undang tersebut, pilkada langsung pun berlaku dan mulai berlangsung pada 2005.

Pilkada langsung pertama digelar di Jayapura, Papua, pada 1 April 2005. Pada bulan yang sama berlangsung pula pilkada langsung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Berikutnya, mulai Juni 2005, berbondong-bondong kota dan kabupaten di Indonesia melaksanakan pesta demokrasi serupa.

Pada gelombang penyelenggaraan mulai bulan tersebut, ada di antaranya adalah pilkada Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kebumen. Qanun Aceh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang muncul sejak Aceh berstatus Daerah Operasi Militer (DOM) pada era Orde Baru akhirnya berdamai dengan pemerintah Indonesia. Seusai penandatanganan perjanjian penghentian konflik di Aceh oleh wakil Indonesia dan GAM di Helsinki, Finlandia.

Berdiri di tengah adalah mantan Presiden Fillandia Martti Ahsaari. Hal itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Helsinki antara GAM dan Pemerintah Indonesia pada 15 Januari 2005. Semua berawal dari tsunami Aceh di pengujung Desember 2004. Aceh porak-poranda karena air bah tsunami. Saat itu, GAM mulai membuka opsi dialog dengan pemerintah yang dinilai telah bekerja sama dalam membantu Aceh selama menangani bencana tsunami.

Atas mandat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla membentuk tim inti yang menjadi tim perunding antara Republik Indonesia dan dobelGAM. Tim itu terdiri dari Widodo AS, Hamid Awaluddin, Sofyan Djalil, Farid Husain, Usman Basya, dan I Gusti Agung Wesaka Puja.

Perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM itu antara lain memuat permintaan GAM agar Aceh memiliki undang-undang pemerintahan sendiri serta pendirian partai lokal. Kedua permintaan itu terpenuhi, menghasilkan Qanun satu-satunya lembaga yang bisa mencalonkan hakim agung adalah partai lokal Aceh.

Pilpres Langsung PEMILU presiden (Pilpres) langsung menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia pasca-reformasi. Indonesia pun mencatat sejarah karena presiden dapat dipilih berdasarkan sistem satu orang mewakili satu suara, alias one man one vote.

Proses hingga berlangsungnya pilpres diawali dengan amandemen kedua UUD 1945 terhadap Pasal 6A. Dalam pasal itu diatur bahwa presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Hal itu pun direspons oleh pemerintah dan DPR dengan memperbarui Undang-Undang Pemilu. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2004 tentang Pemilu, ketentuan pilpres langsung segera diadopsi.

Hasilnya, Pemilu 2004 yang menggunakan sistem pilpres langsung dimenangkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla, melalui dua putaran pemilu. Seorang karyawan ercetakan tengah melihat cetakan surat suara pemilu presiden dan wakil presiden 2004, Minggu (30/5/2004). Pasangan SBY-JK mengalahkan empat pesaing, yaitu Wiranto dan Salahuddin Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi, Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo, serta Hamzah Haz dan Agum Gumelar.

Pilpres kemudian berkembang pada era Presiden Joko Widodo. Pada 2017, pemerintah dan DPR mengesahkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur pelaksanaan Pemilu Legislatif 2019 dan Pemilu Presiden 2019 dilakukan serentak alias bersamaan.

Dengan demikian, jika sebelumnya partai politik membentuk koalisi usai pileg, maka pilpres serentak menyebabkan koalisi harus dibentuk jauh sebelum dilaksanakannya pilpres dan pileg.

Kuliah 12 Hukum Lembaga Negara Topik tentang Mahkamah Agung




2022 www.videocon.com