Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

Kita pastinya familiar dengan yang namanya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau yang akrab disebut dengan sebutan PSSI, PSSI merupakan organisasi tertinggi di Indonesia yang menaungi cabang olahraga sepakbola. PSSI saat ini sudah berusia 89 tahun, perjalanan panjang pun sudah dilalui. Lalu bagaimana sejarah sepakbola dan sejarah PSSI hingga sekarang, layak untuk ditelusuri lebih mendalam.

Sejarah PSSI PSSI terbentuk pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta, awal mulanya organisasi ini bernama Persatuan Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi Raga Seluruh Indonesia. Organisasi yang lahir pada Zaman penjajahan Belanda ini didirikan oleh seorang insyinyur sipil bernama Soeratin Sosrosogondo.

Tokoh yang akrab disapa Soeratin ini merupakan lulusan Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman tepatnya di tahun 1927 lalu kembali ke Indonesia pada tahun 1928. Pada saat kembali ke tanah air, Soeratin bekerja di sebuah perusahaan bangunan Belanda bernama ‘’Sizten en Lausada’’ yang memiliki kantor pusat di Yogyakarta. Di perusahaan tersebut, Soeratin adalah satu-satunya orang Indonesia yang menduduki jajaran petinggi perusahaan konstruksi tersebut.

Namun, adanya dorongan sangat tinggi dari jiwa nasionalisnya, Soeratin muda mengundurkan diri dari perusahaan besar tersebut. Pasca mundur dari perusahaan Belanda itu, Soeratin memilih untuk menyibukkan diri dengan aktif di bidang pergerakan, dan sebagai pria muda yang hobi bermain sepakbola, dia memutuskan untuk menjadikan olahraga menggunakan bola tersebut sebagai wahana terbaik dalam menyemai nasionalisme pada kalangan pemuda untuk menentang Belanda.

Pilihan Soeratin tersebut merupakan salah satu upayanya dalam mengimplementasikan apa yang telah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Setelah itu, untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, Soeratin melakukan berbagai pertemuan dengan tokoh-tokoh sepakbola yang berada di Bandung, Solo dan juga Yogyakarta.

Pertemuan pada saat itu tidak semudah melakukan pertemuan di masa sekarang ini, Soeratin harus melakukan pertemuan dengan kontak pribadi untuk menghindari sergapan Polisi Belanda atau PID. Pertemuan yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil dengan diadakanya pertemuan di hotel kecil di Jakarta, bersama Soeri- ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) disertai pengurus yang lainnya. Hasilnya pun, memutuskan untuk dilakukan pematangan gagasan perlunya pembentukan sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan.

Hal serupa lantas disusul dengan dilakukannya pematangan gagasan di Kota Bandung, Solo dan juga Yogyakarta dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti A Hamid, Daslam Hadiwasito, Soekarno (bukan Bung Karno Presiden Pertama Indonesia), dan masih ada lainya. Hal senada pun dilakukan di kota lainnya namun melalui kontak pribadi atau kurir, contohnya bersama dengan Soediro (Ketua Asosiasi Muda) yang berada di Magelang.

Dari hasil pematangan tersebut, kemudian pada tanggal 19 April 1930, kembali terjadi pertemuaan yang lebih besar lagi antara wakil-wakil dari VIJ, seperti Sjamsoedin, wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot, pesatuan sepakbola mataram (PSM) Yogyakarta yang dihadiri oleh Daslam Hadiwasito, dan masih banyak lagi organisasi lainya.

Dari pertemuan berbagai organisasi penting dimasa tersebut, maka lahirlah PSSI (Persatuan Sepakraga Seloeroh Indonesia) sekaligus menetapkan Ir Soeratin sebgai ketua Umum PSSI pertama. Nama PSSI pun resmi berubah menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia pada kongres di Solo tepatnya pada tahun 1950. Pasca terbentuknya PSSI, Soeratin beserta jajaranya pun bergegas menyusun program yang bisa dibilang ‘’menentang’’ berbagai kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Belanda melalui NIVB.

Program tersebut akhirnya melahirkan ‘’stridij program’’ atau mempunyai makna program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa pada waktu itu. Program tersebut mewajibkan kepada setiap bonden alias perserikatan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II, kemudian di lanjutkan ke juaraan antar perserikatan yang pada waktu itu dijuluki sebagai ‘’Steden Tournooi’’ dimulai tahun 1931 tepatnya di Surakarta. Program sepakbola kebangsaan yang dijalankan PSSI tersebut dan melihat makin masifnya rakyat yang menjadi persepakbola di jalan-jalan, tempat-tempat tertentu, dab bahkan di alun-alun, dimana Kompetisi I perserikatan diselenggarakan membuat hati Susuhunan Paku Buwono X menjadi terpanggil.

Dari peristiwa tersebut menjadikan hati Paku Buwono X tergugah dengan membangunkan stadion Sriwerdari lengkap beserta lampu. Pendirian stadion itu juga sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap kebangkitan ‘’Sepakbola Kebangsaan’’ yang dipromotori PSSI. Stadion Sriwedari sendiri di resmikan pada Oktober 1933, dengan adanya fasilitas stadion itu kegiatan persepakbolaan pun semakin gencar dilakukan.

Tak sampai disitu saja, perjuangan Soeratin pun diperluas dengan mendorong pembentukan badan olahraga nasional, supaya kekuatan olahraga pribumi makin kokoh dalam melawan kekuatan Belanda yang mendominasi. Perjuangan tersebut akhirnya menelurkan ISI (Ikatan Sport Indonesia) pada Tahun 1938, tak berselang lama dari berdirinya organisasi olahraga tersebut kemudian pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi Pekan Olahraga pertama pada tanggal 15-22 Oktober 1938 di Solo dan menjadi bagian dari sejarah olahraga di indonesia.

Tujuan Pembentukan PSSI Pada dasarnya PSSI dibentuk untuk mengimplementasikan semangat Sumpah Pemuda dengan melakukan gerakan sekaligus sebagai wahana terbaik dalam menyemai nasionalisme pada kalangan pemuda untuk menentang Belanda.

Waktu itu, dari pemikiran Soeratin bersama tokoh pemuda lainnya memandang sepakbola merupakan pilihan yang tepat sebagai pergerakan melawan dominasi Belanda. Hal tersebut lantas terbukti dengan kesatuan dan kekuatan PSSI yang di miliki makin lama semakin bertambah, lantas menjadikan NIVB (Nederlandsch Indische Voetbal Bond) pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsch Indische Voetbal Unie) dan memulai kerjasama dengan PSSI.

Sebagai tahap permulaan, NIVU mendatangkan tim bernama Winner Sport Club dari Austria pada tahun 1936. Kepemimpinan PSSI Berbeda dengan sejarah olahraga basket, sejarah olahraga lari, sejarah pencak silat, sejarah gulat, sejarah PSSI dari awal terbentuk hingga saat ini sudah berjalan 89 tahun, waktu yang cukup panjang tersebut tentunya ada tokoh-tokoh yang menduduki pucuk kepemimpinan PSSI, berikut merupakan daftar nama ketua PSSI : • Soeratin Sosrosoegondo, menjabat pada tahun 1930 hingga 1940 • Artono Martosoewignyo menjabat pada tahun 1941 hingga 1949 • Maladi menjabat pada tahun 1950 hingga 1959 • Abdul Wahab Djojohadikoesoemo menjabat pada tahun 1960 hingga 1964 • Maulwi Saelan menjabat pada tahun 1964 hingga 1967 • Kosasih Poerwanegara menjabat pada tahun 1967 hingga 1974 • Bardosono menjabat pada tahun 1975 hingga 1977 • Ali Sadikin menjabat pada tahun 1977 hingga 1981 • Sjarnoebi Said menjabat pada tahun 1982 hingga 1983 • Kardono menjabat pada tahun 1983 hingga 1991 • Azwar Anas menjabat pada tahun 1991 hingga 1999 • Agum Gumelar menjabat pada tahun 1999 hingga 2003 • Nurdin Halid menjabat pada tahun 2003 hingga 1 April 2011 • Djohar Arifin Husin menjabat pada 9 Juli 2011 hingga 18 April 2015 • La Nyalla Mattalitti menjabat pada 18 April 2015 hingga 3 Agustus 2016 • Hinca Panjaitan (Plt) menjabat pada 3 Agustus 2016 hingga 10 November 2016 • Edy Rahmayadi menjabat pada 10 November 2016 hingga 20 Januari 2019 • Joko Driyono (Plt) menjabat pada 20 Januari 2019 hingga 19 Maret 2019 • Gusti Randa (Plt) menjabat pada 19 Maret 2019 hingga 27 Maret 2019 • Iwan Budianto (Plt) menjabat pada 18 Maret 2019 hingga sekarang Perkembangan PSSI Pada tahun 1938 NIVU mengirimkan tim atas nama Dutch East Indies ke Piala Dunia, akan tetapi para pemainnya bukan berasal dari PSSI namun berasal dari NIVU, kendati terdapat 9 pemain pribumi/Tionghoa disana.

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

Hal tersebut merupakan bentuk protes Soeratin yang menginginkan diadakannya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu seperti kerjasama yang sudah disepakati. Aksi protes tersebut berlanjut hingga pada akhirnya, Soeratin membatalkan perjanjian secara sepihak bersama NIVU pada Kongres PSSI Tahun 1938 di Solo.

Soeratin pun mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942. Setelah Soeratin berhenti bertugas, PSSI terus berkembang dan tercatat menjadi anggota FIFA terhitung sejak 1 November 1952 bertepatan pada kongres FIFA di Helsinki. Tak lama berselang, PSSI pun masuk sebagai anggota AFC (Asian Football Confederation), bahkan PSSI pun menjadi salah satu pelopor pembentukan AFF (Asean Football Federation). Dalam perkembangannya, PSSI saat ini sudah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan dibawah naungannya.

Kompetisi yang diselenggarakan PSSI di dalam negeri pun makin berkembang, diantaranya sebagai berikut : • Devisi utama, diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain berstatus professional alias non amatir.

• Devisi satu, diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain berstatus non amatir. • Divisi dua, diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain berstatus professional. • Divisi pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi, diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain berstatus amatir.

• Kelompok usia dengan pemain mulai dari dibawah usia (U-) 15 tahun, U-17, U-19 DAN U-23 yang diikuti oleh klub sepakbola.

• Sepakbola wanita. Bukan itu saja, PSSI pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi mewadahi pertandingan-pertandingan sepakbola yang terdiri atas pertandingan dalam negeri yang digelar oleh pihak klub sepakbola, pengurus cabang, pengurus daerah sesuai dengan program yang sudah disusun PSSI. Selain itu, terdapat juga pertandingan dalam negeri yang diselenggarakan pihak ketiga dengan izin PSSI, contohnya PORDA atau kepanjangan Pekan Olahraga Daerah dan PON alias Pekan Olahraga Nasionalserta pertandingan lainnya yang melibatkan peserta dari luar negeri.

Hingga awal sejarah PSSI terbentuk sampai saat ini, PSSI sudah memiliki pengurusan hingga tingkat daerah di seluruh penjuru Indonesia, hal ini kemudian menjadikan olahraga sepakbola menjadi sangat disenangi serta menjadi hiburan bagi rakyat Indonesia. Nah demikianlah pembahasan tentang perjalanan PSSI hingga saat ini, ada baiknya sejarah olahraga renang, dan sejarah olahraga catur.

KOMPAS.com - Setiap negara mempunyai federasi sepak bolanya masing-masing. Adapun, organisasi olahraga yang menaungi sepak bola di Indonesia adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI). PSSI terafiliasi ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Asean Football Federation (AFF), Asia Football Confederation (AFC) dan Federation Internationale de Football Association (FIFA).

Sejarah PSSI Dikutip dari laman resmi PSSI, sejarah berdirinya induk sepak bola nasional ini lahir pada zaman penjajahan Belanda pada 19 April 1930 di Yogyakarta. Baca juga: Tendangan Bebas dalam Sepak Bola: Macam dan Tekniknya Ketua umum pertama PSSI adalah Soeratin Sosrosoegondo.

Beliau merupakan seorang insinyur sipil yang mendirikan PSSI. Awal mulanya berdirinya PSSI Soeratin menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927, setahun berselang ia kembali ke Tanah Air.

Ketika kembali ke Tanah Air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda "Sizten en Lausada" yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu.

Namun, tak lama berselang Soeratin mundur dari perusahaan tersebut karena didorong oleh jiwa nasionalis. Baca juga: Pola Permainan 4-4-2 dalam Sepak Bola Setelah berhenti dari "Sizten en Lausada" ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan, dan sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepak bola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan.

Dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda) Soeratin melihat sepakbola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.

Untuk melaksanakan cita-citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta dan Bandung.

Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Baca juga: Lama Permainan Sepak Bola Kemudian ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri, ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan. Selanjutnya dilakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogyakarta dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, dan lain-lain.

Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda). Lalu kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil-wakil dari VIJ (Sjamsoedin- mahasiswa RHS), wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot, Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo.

Berikutnya, Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno, Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo, Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji. Baca juga: Istilah-istilah dalam Sepak Bola Dari pertemuan bond (perkumpulan sepak bola zaman penjajahan) itu maka, lahirlah Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia (PSSI).

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

Nama PSSI lalu diubah dalam Kongres PSSI di Solo pada tahun 1930 menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Pada Kongres pertama itu sekaligus menetapkan Soeratin Sosrosoegondo sebagai Ketua Umum PSSI. Keberadaan PSSI ini menjadi "penyeimbang" atas eksistensi pesepak bola Belanda yang tergabung dalam Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) atau Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) dan pesepak bola Tionghoa bersama Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB).

Berdirinya PSSI juga sebagai bentuk nyata tekad pemuda Indonesia berorganisasi setelah munculnya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Baca juga: Passing dalam Sepak Bola: Pengertian dan Teknik-tekniknya Tiga Bond Berbeda Sepak bola memang sudah menjadi olahraga populer di Indonesia sejak masa penjajahan. Pertandingan-pertandingan acap digelar demi memeriahkan pasar malam. Banyaknya pertandingan itu membuat berbagai bond (perkumpulan) sepak bola. Dari bond itulah lahir NIVB yang kemudian berubah menjadi NIVU.

NIVU adalah representasi pemerintah Belanda. Pada tahun 1930-an, di Indonesia ada tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu NIVU (Belanda), Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik masyarakat Indonesia.

Pada masa inilah perlawanan terhadap penjajah Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi subur berkembang. Termasuk dalam dunia sepak bola. Baca juga: Teknik Sepak Bola, Cara Menendang Bola dengan Kaki Bagian Dalam PSSI lahir dari inisiatif sejumlah bond lokal asli Indonesia yang ingin memiliki organisasi sepak bola Indonesia tanpa campur tangan Belanda.

Lebih jauh lagi, PSSI punya misi menumbuhkan benih-benih nasionalisme untuk melawan penjajah Belanda yang seringkali direpresentasikan dengan NIVU. Konflik sempat terjadi ketika NIVU menjegal langkah PSSI untuk mengikuti Piala Dunia 1938. PSSI, yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, ingin pemain PSSI yang dikirim ke Perancis. Namun, akhirnya tim NIVU yang berangkat tanpa diperkuat satu pun pemain PSSI. Hal tersebut tak menyurutkan semangat Soeratin dan para pendiri PSSI lain dalam menjadikan organisasi mereka sebagai salah satu pilar persatuan dan perjuangan bangsa melawan kolonialisme.

Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU tersebut. Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940-1941, dan terpilih kembali di tahun 1942.

Baca juga: Teknik Sepak Bola, Cara Menendang Bola dengan Kaki Bagian Dalam Perkembangan PSSI Pasca Soeratin ajang sepakbola nasional ini terus berkembang walaupun perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia ini mengalami pasang surut dalam kualitas pemain, kompetisi dan organisasinya.

Akan tetapi olahraga yang dapat diterima di semua lapisan masyarakat ini tetap bertahan apapun kondisinya. PSSI sebagai induk dari sepakbola nasional ini memang telah berupaya membina timnas dengan baik, menghabiskan dana milyaran rupiah, walaupun hasil yang diperoleh masih kurang menggembirakan.

Padahal di era sebelum tahun 70-an, banyak pemain Indonesia yang bisa bersaing di tingkat internasional sebut saja era Ramang dan Tan Liong Houw, kemudian era Sucipto Suntoro dan belakangan era Ronny Pattinasarani.

Dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya. Baca juga: Istilah-istilah dalam Sepak Bola Kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI di dalam negeri ini terdiri dari : • Divisi utama yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.

• Divisi satu yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir. • Divisi dua yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir. • Divisi tiga yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus amatir. • Kelompok umur yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain: • Dibawah usia 15 tahun (U-15) • Dibawah usia 17 tahun (U-170 • Dibawah Usia 19 tahun (U-19) • Dibawah usia 23 tahun (U-23) • Sepakbola Wanita • Futsal.

Fungsi dan Tugas PSSI Baca juga: Sepak Bola: Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi, Peraturan, dan Teknik Dasar Seperti tertuang dalam Statua PSSI Pasal 4 ayat 1 dan 2, berikut fungsi dan tugas PSSI: Fungsi PSSI bertujuan untuk: • Mengembangkan dan mempromosikan sepak bola secara terus-menerus, mengatur dan mengawasinya di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat fair play, kesatuan, pendidikan, budaya dan nilai-nilai kemanusiaan terutama melalui program pengembangan pemain usia muda.

• Menyelenggarakan kompetisi sepak bola dengan segala bentuk pada tingkat nasional, dengan menentukan dengan tepat, sebagaimana dibutuhkan, wilayah kewenangan yang diakui dari pelbagai kompetisi yang dibentuk. • Menyusun peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan serta memastikan penegakannya. • Mematuhi dan mencegah segala pelanggaran Statuta, peraturan-peraturan, instruksi-instruksi dan keputusan FIFA, AFC dan PSSI serta Laws of the Game dan memastikan bahwa seluruh hal tersebut dipatuhi oleh seluruh anggota.

• Mencegah semua metode atau praktek yang dapat membahayakan integritas pertandingan atau kompetisi atau menyebabkan penyalahgunaan dari sepak bola. • Mengendalikan dan mengawasi semua bentuk pertandingan Sepak Bola yang berlangsung di dalam wilayah PSSI.

• Memelihara hubungan internasional di bidang olahraga yang berhubungan dengan sepak bola dalam segala bentuk. • Menjadi tuan rumah bagi kompetisi pada level internasional dan level-level lainnya. Tugas PSSI • Mengatur dan mengoordinasikan seluruh kompetisi dan turnamen, baik pada tingkat nasional maupun pertandingan-pertandingan lainnya yang diselenggarakan di Indonesia. • Membentuk tim nasional yang berkualitas dan berprestasi baik pada pertandingan regional maupun internasional.

• Mengembangkan konsep sepak bola yang maju, modern dan profesional dan mencegah segala tindakan yang akan merusak nilai-nilai sportivitas dan prinsip fair play. • Melakukan segala upaya untuk mencegah serta menentang penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dalam persepakbolaan nasional.

• Mencari sumber-sumber pendanaan yang sah untuk menunjang program kerja dan melindungi semua hak komersial dan inventaris yang merupakan aset milik PSSI. Dewa Kipas Dadang Subur Usai Kalah dari Irene Sukandar: Saya Sangat Menerima.

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

https://www.kompas.com/sports/read/2021/03/22/16502988/dewa-kipas-dadang-subur-usai-kalah-dari-irene-sukandar-saya-sangat https://asset.kompas.com/crops/IH0L-l2BmglLPTB9P7FZSCS-35k=/146x0:1140x663/195x98/data/photo/2021/03/22/60585615aa629.jpg
Siapa manipulasi sejarah? Wed, 09 Mar 2022 11:59 Topic News • Jakarta Banjir • Vaksinasi COVID-19 • Pengikut Habib Rizieq Tewas Ditembak Polisi • KPK OTT Pejabat Kemensos Terkait Bansos Penanganan COVID-19 • Ustad Maaher Ditangkap Bareskrim • Laskar FPI Usir Polisi Dari Petamburan • Anies Baswedan Positif COVID-19 • Menteri KKP Edhy Prabowo OTT KPK Trending News • Kapan Puasa Syawal 2022 Dilaksanakan?

Ini Penjelasannya Tue, 03 May 2022 13:51 • 80 Juta Orang Bisa Mudik Lebaran, Luhut Binsar Bilang Begini Tue, 03 May 2022 00:10 • Jumlah Pemudik Tahun ini Lebih Banyak dari 2019 Lalu Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi, 03 May 2022 01:28 • Sinopsis Cleaning Up, Drama Baru tentang Petugas Kebersihan yang Berusaha Mengubah Nasib Sat, 07 May 2022 04:00 • Ada Personel Khusus Ganjal Ban di Jalur Ekstrem, Keren Wed, 04 May 2022 00:33 • Doraemon hingga Keroppi jadi tema amplop lebaran 2022 Mon, 02 May 2022 23:59 • Ibunda Nia Zulkarnaen, Mieke Wijaya, Meninggal Dunia Tue, 03 May 2022 23:19 • Sadio Mane Ukir Rekor di Liga Champions Usai Bawa Liverpool ke Final Wed, 04 May 2022 04:59 • Sebelum Kebakaran Melalap Kapal di Dermaga Batere Cilacap, Terdengar Suara Ledakan dari Salah Satu Kapal Tue, 03 May 2022 21:37 • Analisis Roy Suryo soal Foto Diduga Jenderal Gatot Bersama Wanita di Kamar Tue, 03 May 2022 04:36 • View More Tentang Kami Hubungi Kami Ketentuan Penggunaan Kebijakan Privasi Sanggahan Hak Cipta © 2022 tunjuk.id.

All rights reserved. Bangsa Indonesia baru saja disajikan tontonan yang menyatukan bangsa ini lewat sepak bola. Tim nasional sepak bola Indonesia menyelesaikan turnamen AFF Suzuki Cup 2020 yang digelar di Singapura selama kurang lebih satu bulan. Indonesia sendiri mampu menembus partai final meskipun harus takluk dari Thailand. PSSI merupakan institusi yang mengurusi semua hal mengenai sepak bola di Indonesia. Lalu apa kepanjangan dari PSSI dan tugasnya apa saja?

Simak penjelasannya berikut ini. PSSI merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta. Salah satu tokoh utama dalam pendirian PSSI adalah Soeratin Sosroegondo. Dikutip dari laman resmi PSSI setelah Soeratin keluar dari tempatnya bekerja di salah satu perusahaan yang bernama Sizten en Lausada Soeratin, lebih banyak aktif di bidang pergerakan. Sebagai anak muda yang gemar bermain sepak bola, ia berniat mengimplementasikan kesepakatan para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda).

Soeratin menilai sepak bola bisa menjadi sarana efektif guna menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda. Sebelum membentuk PSSI, Soeratin bertemu dengan beberapa tokoh sepak bola Indonesia dari berbagai daerah seperti Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Gagasan pembentukan PSSI kemudian mencuat pada pertemuan di hotel kecil bernama Binnenhof, di Jalan Kramat 17 (Jakarta).

Di sana, Soeratin bertemu ketua dan pengurus Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ). Pembahasan soal rencana pendirian PSSI juga ia lakukan bersama banyak tokoh nasional, seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Seokarno (bukan bapak proklamator), dan lain sebagainya.

Soeratin juga melalukan kontak pribadi melalui kurir dengan Soediro, Ketua Asosisasi Muda yang bertempat di Magelang.
Sepak bola merupakan salah satu olahraga dengan penggemar terbanyak di dunia. Tidak heran, setiap negara di dunia ini berlomba-lomba untuk meningkatkan prestasi dari tim sepak bola nasional mereka. Begitupula dengan Indonesia, yang saat ini secara rating dunia tim nasional sepak bola kita masih berada di peringkat 160an.

Lalu siapa yang bertanggung jawab untuk mengelola sepak bola di Indonesia? PSSI tentunya. Apa kepanjangan PSSI dan sejarahnya? PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930, merupakan organisasi pertama yang menggunakan nama Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sepakbola merupakan olahraga yang digemari dari dahulu kala.

Sepakbola menjadi sebuah tonton yang dapat menyatukan bangsa ini apalagi pada saat tim nasional Indonesia bermain. Kita bisa lihat pada pagelaran AFF Suzuki Cup 2020 kemarin. Untuk sejarah pembentukan PSSI diinisiasi oleh Soeratin, yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memilih aktif di bidang pergerakan. Sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepak bola, Soeratin melihat sepakbola sebagai cara terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.

Soeratin kemudian mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi secara diam-diam untuk menghindari sergapan Polisi Belanda (PID).

Ide untuk membentuk organisasi sepak bola kemudian muncul dalam sebuah pertemuan pada Hotel Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta. Ketika itu Soeratin melakukan pertemuan, salah satunya dengan Ketua Voetbalbond Indonesische Jakarta Soeri. Kemudian PSSI atau Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia terbentuk pada 19 April 1930 di Yogyakarta setelah Soeratin melakukan pertemuan dengan wakil dari VIJ (Sjamsoedin), BIVB - Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Gatot), PSM - Persatuan sepak bola Mataram Yogyakarta (Daslam Hadiwasito, A.

Hamid, dan M. Amir Notopratomo). Setelah itu juga ada perwakilan VVB - Vortenlandsche Voetbal Bond Solo (Soekarno), MVB - Madioensche Voetbal Bond (Kartodarmoedjo), IVBM - Indonesische Voetbal Bond Magelang (E.A. Mangindaan), dan SIVB - Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (Pamoedji). Pertemuan itu juga menghasilkan Soeratin sebagai Ketua Umum pertama PSSI.
tirto.id - Induk organisasi sepak bola nasional Indonesia adalah PSSI.

Nama PSSI merupakan kepanjangan dari Persatuan Sepak Seluruh Indonesia. PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta. Tokoh utama pendiri PSSI ialah Soeratin Sosroegondo.

Lahir pada 17 September 1898, Soeratin berhasil meraih gelar insinyur teknik sipil dari Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg (Jerman).

Dia menyelesaikan pendidikannya tersebut pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Setelah pulang ke tanah air, Soeratin bekerja di sebuah perusahaan kontruksi bangunan Belanda bernama "Sizten en Lausada" yang berkantor pusat di Yogyakarta.

Soeratin adalah satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan kontruksi tersebut. Namun, ia kemudian memutuskan keluar dari perusahaan karena alasan nasionalisme. Dikutip dari laman PSSI, setelah berhenti dari "Sizten en Lausada", Soeratin lebih banyak aktif di bidang pergerakan. Sebagai anak muda yang gemar bermain sepak bola, ia berniat mengimplementasikan kesepakatan para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda). Soeratin menilai sepak bola bisa menjadi sarana efektif guna menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.

Baca juga: • Jenis-jenis Peraturan dalam Sepak Bola Beserta Penjelasan Singkat • Jenis-jenis Pola Pertahanan dalam Sepak Bola dan Tujuan Penerapan Soeratin kemudian melakukan pertemuan bersama dengan tokoh-tokoh sepak bola dari berbagai daerah, seperti Solo, Yogyakarta, dan Bandung.

Gagasan pembentukan PSSI lantas menguat. Gagasan itu, misalnya, mencuat dalam pertemuan di hotel kecil bernama Binnenhof, di Jalan Kramat 17 (Jakarta). Di sana, Soeratin bertemu ketua dan pengurus Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ). Pembahasan soal rencana pendirian PSSI juga ia lakukan bersama banyak tokoh nasional, seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Seokarno (bukan bapak proklamator), dan lain sebagainya. Soeratin juga melalukan kontak pribadi melalui kurir dengan Soediro, Ketua Asosisasi Muda yang bertempat di Magelang.

Akhirnya, pada 19 April 1930, digelar pertemuan di Yogyakarta yang dihadiri oleh perwakilan VIJ, Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (VIVB), Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo, Madioensche Voetbal Bond (MVB), Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM), dan Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Pertemuan ini menyepakati pembentukan federasi olahraga sepak bola bernama Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI). Soeratin menjadi ketua umum PSSI selama 1930-1940. Setelah dua dekade berdiri, dalam kongres PSSI di Solo pada tahun 1950, nama PSSI diubah menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. Apa Tugas PSSI dalam Persepakbolaan Indonesia? PSSI memiliki beberapa tugas sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia.

Dikutip dari STATUTA PSSI Bab 4 Pasal 1 dan 2 tahun 2018, tugas PSSI adalah sebagai berikut: 1. Mengembangkan dan mempromosikan Sepak Bola secara terus-menerus, mengatur dan mengawasinya di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat fair play, kesatuan, pendidikan, budaya dan nilai-nilai kemanusiaan terutama melalui program pengembangan pemain usia muda; 2.

Menyelenggarakan kompetisi Sepak Bola dengan segala bentuk pada tingkat nasional, dengan menentukan dengan tepat, sebagaimana dibutuhkan, wilayah kewenangan yang diakui dari pelbagai kompetisi yang dibentuk; 3.

Menyusun peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan serta memastikan penegakannya; 4. Melindungi kepentingan Anggota; 5. Mematuhi dan mencegah segala pelanggaran Statuta, peraturan-peraturan, instruksi-instruksi dan keputusan FIFA, AFC dan PSSI serta Laws of the Game dan memastikan bahwa seluruh hal tersebut dipatuhi oleh seluruh Anggota; 6.

Mencegah semua metode atau praktek yang dapat membahayakan integritas pertandingan atau kompetisi atau menyebabkan penyalahgunaan dari Sepak Bola; 7. Mengendalikan dan mengawasi semua bentuk pertandingan Sepak Bola yang berlangsung di dalam wilayah PSSI; 8. Memelihara hubungan internasional di bidang olahraga yang berhubungan dengan Sepak Bola dalam segala bentuk; 9. Menjadi tuan rumah bagi kompetisi pada level internasional dan level-level lainnya. Adapun usaha-usaha yang dilakukan PSSI dalam mewujudkan tugasnya adalah: • Mengatur dan/atau mengoordinasikan seluruh kompetisi dan turnamen, baik pada tingkat nasional maupun pertandingan-pertandingan lainnya yang diselenggarakan di Indonesia.

• Membentuk Tim Nasional yang berkualitas dan berprestasi baik pada pertandingan regional maupun internasional. • Mengembangkan konsep Sepak Bola yang maju, modern dan profesional dan mencegah segala tindakan yang akan merusak nilai-nilai sportivitas dan prinsip fair play. • Melakukan segala upaya untuk mencegah serta menentang penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dalam persepakbolaan nasional.

• Mencari sumber-sumber pendanaan yang sah untuk menunjang program kerja dan melindungi semua hak komersial dan inventaris yang merupakan aset milik PSSI.Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia AFC Didirikan 19 April 1930 Kantor pusat Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia Bergabung dengan FIFA 1952 Bergabung dengan AFC 1954 Bergabung dengan AFF 31 Januari 1984 [1] Presiden Mochamad Iriawan [2] Wakil ketua • Iwan Budianto • Cucu Sumantri [3] Website http://pssi.org Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, disingkat PSSI, adalah organisasi yang bertanggung jawab mengelola sepak bola asosiasi di Indonesia.

PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Ketua umum pertamanya adalah Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Dalam perjalanan keorganisasiannya, PSSI bergabung dengan badan pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi bola dunia, FIFA, pada tahun 1952, [4] kemudian dengan badan sepak bola Asia, AFC, pada tahun 1954.

[5] PSSI menggelar beragam kompetisi dan turnamen, seperti Liga Indonesia atau Liga 1, lalu ada Liga 2, Liga 3, Liga 1 Putri, Piala Indonesia, Elite Pro Academy, Piala Soeratin dan Piala Pertiwi Kursi kepemimpinan PSSI diisi oleh Mochammad Iriawan yang menang mutlak pada Kongres Luar Biasa PSSI tahun 2019 dengan memperoleh suara 82 di Hotel Shangri-La Jakarta.

Mochammad Iriawan yang memiliki nama panggilan Iwan Bule akan menjabat sebagai Ketua Umum PSSI hingga 2023. [6] Daftar isi • 1 Kepengurusan • 1.1 Daftar Ketua Umum • 2 Sejarah • 2.1 Perkumpulan sepak bola di Indonesia • 2.2 PSSI • 3 Kontroversi • 3.1 Kasus Hukum Nurdin Halid • 3.2 Reaksi atas Liga Primer Indonesia • 3.3 Kisruh dan pembentukan komite normalisasi • 3.4 Pemecatan Alfred Riedl • 3.5 Kisruh Indonesian Premier League • 3.6 Konflik PSSI dengan Pemerintah, Pembekuan PSSI dan Sanksi FIFA • 3.7 Kasus Match Fixing yang melibatkan anggota Exco PSSI • 3.7.1 1.

Johar Lin Eng • 3.7.2 2. Dwi Irianto • 3.7.3 3. Priyanto • 3.7.4 4. Joko Driyono • 3.7.5 5. ML • 4 Referensi • 5 Pranala luar Kepengurusan [ sunting - sunting sumber ] Berikut ini adalah kepengurusan PSSI periode 2019-2023: [7] Nama Jabatan Mochammad Iriawan Ketua Cucu Soemantri Wakil Ketua Iwan Budianto Wakil Ketua Yunus Nusi Sekretaris Jenderal Marrike Ira Puspita Wakil Sekretaris Jenderal A.S Sukawijaya Anggota Komite Eksekutif Dirk Soplanit Endri Erawan Haruna Soemitro Pieter Tanuri Hasnuryadi Sulaiman Juni Rahman Ahmad Riyadh Hasani Abdul Gani Vivin Cahyani Daftar Ketua Umum [ sunting - sunting sumber ] Pada 2017, masa jabatan Ketua Umum PSSI adalah 4 tahun.

Berikut adalah daftar Ketua Umum PSSI: [8] No Nama Awal jabatan Akhir jabatan Periode 1 Soeratin Sosrosoegondo 1930 1940 1 2 2 Artono Martosoewignyo 1941 1949 3 4 3 Maladi 1950 1959 5 6 4 Abdul Wahab Djojohadikoesoemo 1960 1964 7 5 Maulwi Saelan 1964 1967 8 6 Kosasih Poerwanegara 1967 1974 9 10 7 Bardosono 1975 1977 11 8 Ali Sadikin 1977 1981 12 13 9 Sjarnoebi Said 1982 1983 10 Kardono 1983 1991 14 15 11 Azwar Anas 1991 1999 16 17 12 Agum Gumelar 1999 2003 18 13 Nurdin Halid 2003 1 Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi 2011 19 20 14 Djohar Arifin Husin 9 Juli 2011 18 April 2015 21 15 La Nyalla Mattalitti 18 April 2015 3 Agustus 2016 22 Plt.

Hinca Panjaitan 3 Agustus 2016 10 November 2016 16 Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi Rahmayadi 10 November 2016 20 Januari 2019 Plt. Joko Driyono 20 Januari 2019 2 Mei 2019 Plt. Iwan Budianto 2 Mei 2019 2 November 2019 17 Mochamad Iriawan 2 November 2019 Petahana 23 Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Perkumpulan sepak bola di Indonesia [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Sepak bola di Hindia Belanda Di 1920, pertandingan voetbal atau sepak bola digelar untuk meramaikan pasar malam.

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

Pertandingan dilaksanakan sore hari. Selain sepak bola, bangsa Eropa termasuk Belanda juga memperkenalkan olahraga lain, seperti kasti, bola tangan, renang, tenis, dan hoki. Hanya, semua jenis olahraga itu hanya terbatas untuk kalangan Eropa, Belanda, dan Indo. Sepak bola tidak memerlukan tempat khusus dan pribumi boleh memainkannya. Lapangan Singa ( Lapangan Banteng) menjadi saksi di mana orang Belanda menggelar pertandingan panca lomba ( vijfkam) dan tienkam (dasa lomba).

Khusus untuk sepak bola, serdadu di tangsi-tangsi militer paling sering bertanding. Mereka kemudian membentuk bond sepak bola atau perkumpulan sepak bola.

Dari bond-bond itulah kemudian terbentuk satu klub. Tak hanya serdadu militer, tetapi juga warga Belanda, Eropa, dan Indonesia membuat bond-bond serupa. Dari bond-bond itu kemudian terbentuklah Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang pada tahun 1927 berubah menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU).

Sampai tahun 1929, NIVU mengadakan pertandingan termasuk dalam rangka memeriahkan pasar malam dan tak ketinggalan sebagai ajang judi. Bond China menggunakan nama antara lain Tiong un Tong, Donar, dan UMS. Adapun bond pribumi mungkin mengambil nama wilayahnya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong, atau Si Sawo Mateng.

Pada 1928 dibentuk Voetbalbond Indonesia Jacatra pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi sebagai akibat dari diskriminasi yang dilakukan NIVB. Sebelumnya bahkan sudah dibentuk Persatuan Sepak Bola Djakarta ( Persidja) pada 1925. Pada 19 April 1930, Persidja ikut membentuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta.

Pada saat itu Persidja menggunakan lapangan di Jalan Biak, Roxy, Jakpus. Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1936 yang merupakan milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia.

Pamor bintang lapangan Bond NIVB, G Rehatta dan de Wolf, mulai menemui senja berganti bintang lapangan bond China dan pribumi, seperti Maladi, Sumadi, dan Ernst Mangindaan. Pada 1933, VIJ keluar sebagai juara pada kejuaraan PSSI ke-3. Pada 1938 Indonesia lolos ke Piala Dunia.

Pengiriman kesebelasan Indonesia (Hindia Belanda) sempat mengalami hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang telah berdiri pada pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi April 1930.

PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang tinggal di Eropa, ingin pemain PSSI yang dikirimkan. Namun, akhirnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan pemain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang diakui FIFA. Pada masa Jepang, semua bond sepak bola dipaksa masuk Tai Iku Koi bentukan pemerintahan militer Jepang. Pada masa ini, Taiso, sejenis senam, menggantikan olahraga permainan.

Baru setelah kemerdekaan, olahraga permainan kembali semarak. Tahun 1948, pesta olahraga bernama PON (Pekan Olahraga Nasional) diadakan pertama kali di Solo. Di kala itu saja, sudah 12 cabang olahraga yang dipertandingkan. Hingga 1950 masih terdapat pemain indo di beberapa klub Jakarta. Sebut saja Vander Vin di klub UMS; Van den Berg, Hercules, Niezen, dan Pesch dari klub BBSA. Pemain indo mulai luntur pada tahun 1960-an.

[9] PSSI [ sunting - sunting sumber ] Monumen PSSI atau Gedung Bola PSIM di Yogyakarta. PSSI dibentuk pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Sebagai organisasi olahraga yang lahir pada masa penjajahan Belanda, kelahiran PSSI ada kaitannya dengan upaya politik untuk menentang penjajahan. Apabila mau meneliti dan menganalisis lebih lanjut saat-saat sebelum, selama, dan sesudah kelahirannya hingga 5 tahun pasca proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, PSSI mungkin lahir dibidani oleh muatan politis, baik secara langsung maupun tidak, untuk menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih-benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia yang ikut bergabung.

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Ia menyelesaikan pendidikannya di Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman, pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928.

Ketika kembali, Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda, Sizten en Lausada, yang berkantor pusat di Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi.

Di sana dia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang duduk sejajar dengan komisaris perusahaan konstruksi itu. Akan tetapi, "didorong oleh semangat nasionalisme yang tinggi", dia kemudian memutuskan untuk mundur dari perusahaan tersebut. Setelah berhenti dari Sizten en Lausada, Soeratin lebih banyak aktif di bidang pergerakan. Sebagai seorang yang gemar bermain sepak bola, dia menyadari kepentingan pelaksanaan butir-butir keputusan yang telah disepakati bersama dalam pertemuan para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 ( Sumpah Pemuda).

Soeratin melihat sepak bola sebagai wadah terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda sebagai sarana untuk menentang Belanda. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi secara diam-diam untuk menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian, ketika mengadakan pertemuan di hotel Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta, Soeri, ketua VIJ ( Voetbalbond Indonesische Jakarta), dan juga pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi sepak bola nasional.

Selanjutnya, pematangan gagasan tersebut dilakukan kembali di Bandung, Yogyakarta, dan Solo yang dilakukan dengan beberapa tokoh pergerakan nasional, seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A.

Hamid, dan Soekarno (bukan Bung Karno). Sementara itu, untuk kota-kota lainnya, pematangan dilakukan dengan cara kontak pribadi atau melalui kurir, seperti dengan Soediro yang menjadi Ketua Asosiasi Muda Magelang.

Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil dari VIJ (Sjamsoedin, mahasiswa RHS), BIVB - Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Gatot), PSM - Persatuan sepak bola Mataram Yogyakarta (Daslam Hadiwasito, A. Hamid, dan M. Amir Notopratomo), VVB - Vortenlandsche Voetbal Bond Solo (Soekarno), MVB - Madioensche Voetbal Bond Madiun (Kartodarmoedjo), IVBM - Indonesische Voetbal Bond Magelang (E.A.

Mangindaan), dan SIVB - Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond Surabaya(Pamoedji). Dari pertemuan tersebut, diambillah keputusan untuk mendirikan PSSI, singkatan dari Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia. Nama PSSI lalu diubah dalam kongres PSSI di Solo pada tahun 1930 menjadi Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia sekaligus menetapkan Ir.

Soeratin sebagai ketua umumnya. Kontroversi [ sunting - sunting sumber ] PSSI pada masa kepemimpinan Nurdin Halid memiliki beberapa hal yang dianggap kontroversi, antara lain mudahnya Nurdin Halid memberikan ampunan atas pelanggaran, kukuhnya Nurdin Halid sebagai Ketua Umum meski dia dipenjara, isu tidak sedap yang beredar pada masa pemilihan Ketua Umum tahun 2010, dan reaksi penolakan atas diselenggarakannya Liga Primer Indonesia.

Kasus Hukum Nurdin Halid [ sunting - sunting sumber ] Pada 13 Agustus 2007, Ketua Umum Nurdin Halid divonis 2 tahun penjara akibat kasus pengadaan minyak goreng. [10] Berdasarkan standar statuta FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepak bola nasional. [11] [12] Karena alasan tersebut, Nurdin didesak untuk mundur dari berbagai pihak; [13] [14] [15] Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI saat itu), [16] Ketua KONI, [17] dan FIFA [12] [16] [18] menekan Nurdin untuk mundur.

FIFA mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada PSSI jika tidak diselenggarakan pemilihan ulang ketua umum. [19] Akan tetapi Nurdin bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya sebagai ketua PSSI, dan tetap menjalankan kepemimpinan PSSI dari balik jeruji penjara. [16] [17] [20] [21] Agar tidak melanggar statuta PSSI, statuta mengenai ketua umum yang sebelumnya berbunyi "harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal" ( bahasa Inggris: “They., must not have been previously found guilty of a criminal offense.") diubah dengan menghapuskan kata "pernah" ( bahasa Inggris: "have been previously") sehingga artinya menjadi "harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal" ( bahasa Inggris: ".

must not found guilty of a criminal offense."). [22] [23] Setelah masa tahanannya selesai, Nurdin kembali menjabat sebagai ketua PSSI. [21] [24] Reaksi atas Liga Primer Indonesia [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Liga Primer Indonesia Pada Oktober 2010, Liga Primer Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia dideklarasikan di Semarang oleh Konsorsium dan 17 perwakilan klub. [25] Kompetisi ini tidak direstui oleh PSSI dan dianggap ilegal.

[26] Meski PSSI memaparkan secara panjang lebar alasan mengapa LPI melawan hukum, [26] organisasi ini tidak pernah menjelaskan alasan mengapa mereka tidak merestui LPI, kecuali menyebut LPI sebagai "kompetisi ecek-ecek" [27],"tarkam", [28] dan "banci". [29] LPI akhirnya mendapatkan izin dari pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

[30] Klub anggota yang keluar dari kompetisi PSSI dan mengikuti Liga Primer Indonesia dikenakan sanksi degradasi [31] dan tidak diundang dalam Munas PSSI. [32] Padahal klub-klub tersebut hanya mengundurkan diri dari Liga Super Indonesia dan pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi dari keanggotaan PSSI, sehingga masih memiliki hak suara dalam kongres. [33] Selain itu, menurut Statuta PSSI, penghapusan keanggotaan klub dari PSSI tidak dapat ditentukan hanya oleh petinggi PSSI, harus melalui kongres dan disetujui minimal 3/4 anggota yang hadir.

[33] [34] Kisruh dan pembentukan komite normalisasi [ sunting - sunting sumber ] Kisruh di PSSI semakin menjadi-jadi semenjak munculnya LPI. Ketua Umum Nurdin Halid melarang segala aktivitas yang dilakukan oleh LPI. Pada Kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru, Riau, masalah kekisruhan di tubuh PSSI seperti disengaja disembunyikan dari publik dengan cara mengadakan kongres secara tertutup. Kongres tersebut pada akhirnya tidak berhasil diselenggarakan karena terjadi kekisruhan mengenai hak suara.

[35] Pada 1 April 2011, Komite Darurat FIFA memutuskan untuk membentuk Komite Normalisasi yang akan mengambil alih kepemimpinan PSSI dari komite eksekutif di bawah pimpinan Nurdin Halid. [36] Komite Darurat FIFA menganggap bahwa kepemimpinan PSSI saat ini tidak dapat mengendalikan sepak bola di Indonesia, terbukti dengan kegagalannya mengendalikan LPI dan menyelenggarakan kongres.

FIFA juga menyatakan bahwa 4 orang calon Ketua Umum PSSI yaitu Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta tidak dapat mencalonkan diri sebagai ketua umum sesuai dengan keputusan Komite Banding PSSI tanggal 28 Februari 2011.

Selanjutnya, FIFA mengangkat Agum Gumelar sebagai Ketua Komite Normalisasi PSSI. Setelah melalui serangkaian kegagalan, termasuk kembali gagalnya penyelengaraan Kongres tanggal 20 Mei 2011 di Jakarta, akhirnya dalam Kongres Luar Biasa tanggal 9 Juli 2011 di Kota Surakarta, Djohar Arifin Husin terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Pemecatan Alfred Riedl [ sunting - sunting sumber ] Pemecatan dan penunggakan gaji Alfred Riedl menimbulkan hal yang kontroversial karena pihak PSSI mengaku bahwa Alfred Riedl dikontrak oleh Mantan Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Bakrie secara pribadi dan bukan oleh PSSI akan tetapi Alfred Riedl membantah hal tersebut dan membawa persoalan ini ke FIFA.

[37] Kisruh Indonesian Premier League [ sunting - sunting sumber ] Setelah berganti kepengurusan Ketua umum PSSI dari Nurdin Halid ke Djohar Arifin Husin dimulai era kompetisi baru. Dalam pembentukan IPL, beberapa masalah yang terjadi karena aturan-aturan yang ditetapkan oleh PSSI. Pembentukan IPL mendapat tekanan dari 12 klub sepak bola atau kelompok 14 karena kompetisi berjumlah 24 klub dan 6 klub di antaranya langsung menjadi klub IPL.

Namun, PSSI meyakinkan bahwa untuk memenuhi standar kompetisi profesional AFC, klasemen musim sebelumnya (musim 2010/ 2011) dihapuskan.

Sebagai gantinya, yang dilihat adalah poin tertinggi dalam verifikasi tentang profesionalisme klub Indonesia. Akan tetapi, dengan adanya IPL, Indonesia terhindar dari sanksi AFC. [37] Konflik PSSI dengan Pemerintah, Pembekuan PSSI dan Sanksi FIFA [ sunting - sunting sumber ] Berawal dari ikut sertanya Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya dalam ajang QNB League yang telah dilarang ikut serta oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memberikan surat peringatan kepada PSSI.

Surat peringatan I diberikan pada 8 April 2015 yang menyatakan bahwa PSSI telah mengabaikan rekomendasi BOPI atas larangan ikut sertanya Arema dan Persebaya. [38] Selain itu, Kemenpora meminta kedua klub untuk mengikuti rekomendasi BOPI. Selang seminggu kemudian, Kemenpora kembali mengeluarkan surat peringatan II karena PSSI serta Arema dan Persebaya tidak juga mematuhi perintah BOPI sebelumnya.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menilai ini hanya kesalahpahaman antara PSSI dengan Kemenpora dan BOPI. Ia pun yakin masalah ini dapat selesai jika PSSI serta Kemenpora dan BOPI duduk bersama. Sebelumnya pada 10 April, FIFA mengirim surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi agar pemerintah tidak mengintervensi PSSI. Apabila intervensi berlanjut, maka FIFA akan memberikan sanksi kepada PSSI. [39] Pada 16 April, Kemenpora kembali mengirimkan surat peringatan III kepada PSSI.

Kemenpora menilai PSSI mengabaikan surat peringatan I dan II sebelumnya. PSSI juga kembali diminta patuh kepada rekomendasi BOPI sebelumnya. Akhirnya, pada 17 April 2015, Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI. Menpora juga tidak mengakui penyelenggaraan Kongres Luar Biasa PSSI yang tengah berlangsung di Kota Surabaya, yang berakhir dengan terpilihnya La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai ketua umum periode 2015-2019. Dalam keputusan menteri tersebut, Menpora menerangkan pemerintah akan membentuk Tim Transisi yang mengambil pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi hak dan kewenangan PSSI sampai dengan terbentuknya kepengurusaan PSSI yang kompeten sesuai dengan mekanisme organisasi dan statuta FIFA.

Sedangkan soal Timnas Indonesia untuk SEA Games dan penyelenggaraan QNB League akan diambil alih oleh KONI dan KOI. [40] Tim Transisi tersebut adalah FX Hadi Rudyatmo, Lodewijk Freidrich Paulus, Ridwan Kamil, Eddy Rumpoko, Ricky Yakobi, Bibit Samad Riyanto, Darmin Nasution, Cheppy T. Wartono, Tommy Kurniawan, Iwan Lukminto, Francis Wanandi, Saut H. Sirait, Andrew Darwis, Fahri Husaini, Zuhairi Misrawi, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Velix F. Wanggai. [41] Dari 17 nama tersebut, Velix F. Wanggai, Darmin Nasution, Farid Husain dan Ridwan Kamil mengundurkan diri sebelum Tim bekerja.

[42] [43] Pada 25 Mei 2015, Pemerintah melalui Wakil Presiden Jusuf Kalla, menganjurkan untuk mencabut pembekuan PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti. Hal ini dilakukan setelah adanya pertemuan tertutup dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo dan mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar di Istana Wapres.

[44] Alasan pencabutan ini dilakukan agar Indonesia terhindar dari sanksi FIFA. [45] Walaupun demikian, Presiden Joko Widodo menginginkan adanya pembenahan total terhadap persepak bolaan Indonesia sebagai jalan untuk memperbaiki prestasi sepak bola Indonesia dan tetap mendukung dan menyerahkan pembenahan tersebut kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga. [46] Pada 30 Mei 2015, FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI dan berlaku hingga PSSI mampu memenuhi kewajiban pada pasal 13 dan 17 statuta FIFA.

Akibat sanksi ini, timnas Indonesia dan semua klub di Indonesia dilarang berpartisipasi di pentas Internasional di bawah FIFA atau AFC, kecuali SEA Games di Singapura hingga turnamen berakhir. [47] Sanksi berupa pembekuan keanggotaan (suspensi) tersebut akhirnya dicabut hampir setahun kemudian, 13 Mei 2016, dalam Kongres FIFA ke-66 di Kota Meksiko.

Wikisource memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini: Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 01307 Tahun 2015 Kasus Match Fixing yang melibatkan anggota Exco PSSI [ sunting - sunting sumber ] Kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia pernah menjerat sejumlah pengurus PSSI.

Mereka diciduk Satgas Anti Mafia Bola karena terlibat praktik match fixing. Pengurus PSSI yang terciduk Satgas Anti Mafia Bola ini juga telah ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa oleh pihak kepolisian. Nama-nama pengurus PSSI ini terungkap sekitar medio 2018 di program Mata Najwa yang membahas soal praktik pengaturan skor di kompetisi sepak bola Indonesia.

Dari daftar yang ada, beberapa pengurus PSSI ini memang menduduki jabatan strategis dalam upaya mengatur sebuah pertandingan terdiri dari: 1. Johar Lin Eng [ sunting - sunting sumber ] Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI juga pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan skor pada 2018. Saat itu, Johar juga berstatus sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah.

Namanya pertama kali muncul dalam acara Mata Najwa pada 19 Desember 2018. Saat itu, Johar Lin Eng disebut-sebut terlibat skandal pengaturan skor alias match-fixing pada pertandingan kompetisi Liga 3.

Keterlibatannya diungkap oleh kesaksian Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, serta manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indrayanti, yang juga berstatus sebagai anak Budhi. 2. Dwi Irianto [ sunting - sunting sumber ] Dwi Irianto atau yang akrab disapa Mbah Putih juga menjadi salah satu pengurus PSSI yang pernah ditangkap oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Mbah Putih merupakan anggota Asosiasi Provinsi (PSSI) DiY yang juga menjadi anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Kasus pengaturan skor yang melibatkan Mbah Putih berawal ketika Lasmi Indaryani, manajer Persibara Banjarnegara, dalam program acara Mata Najwa pada 19 Desember 2018.

Mbah Putih disebut terlibat dalam upaya memudahkan langkah Persibara di kompetisi Liga 3 2018. Saat itu, ia menerima sejumlah uang dari Lasmi Indaryani. Saat itu, Satgas Anti mafia Bola menemukan keterlibatan Mbah Putih sebagai penerima dana suap untuk mengatur skor pertandingan di Liga 2 dan Liga 3 musim 2018.

3. Priyanto [ sunting - sunting sumber ] Selain itu, mantan anggota Komisi Wasit (Komwas) PSSI, Priyanto, juga pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Priyanto menjadi satu di antara enam tersangka dugaan pengaturan skor pada perjalanan Persibara Banjarnegara di Liga 3 2018. Saat itu, Priyanto berperan sebagai makelar wasit dan klub, serta menjadi penghubung kepada Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng. Dalam sebuah persidangan, Priyanto sempat mengungkapkan fakta mengenai jumlah uang yang diberikan kepada wasit.

Dia menyebut, untuk Liga 3 Jawa Tengah, uang yang disetor kepada wasit sebesar Rp 10 juta, Rp 30 juta, hingga Rp 50 juta per pertandingan. Biasanya, besaran uang ini tergantung dari bobot pertandingan. 4. Joko Driyono [ sunting - sunting sumber ] Salah satu pucuk pimpinan PSSI, Joko Driyono, juga pernah diciduk Satgas Antimafia Bola terkait kasus pengaturan skor. Saat itu, Joko Driyono berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI. Dia menduduki posisi itu setelah Ketua Umum sebelumnya, Edy Rahmayadi, mundur dari jabatannya.

Jokdri, sapaan akrabnya, ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti. Lelaki asal Ngawi itu dituduh menjadi dalang perusakan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pengaturan skor sepak bola nasional.

5. ML [ sunting - sunting sumber ] Pengurus PSSI lainnya yang juga pernah terjerat kasus pengaturan skor ialah ML (nama inisial), staf Direktur Penugasan Wasit PSSI. ML diketahui bertugas menjadwalkan siapa wasit yang akan memimpin pertandingan, baik di Liga 1, Liga 2, ataupun Liga 3.

Dari keterangan pihak kepolisian, ML diduga mengatur pemilihan wasit yang bisa diajak bekerja sama untuk memenangkan tim tertentu. Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ AFF didirikan Diarsipkan 2010-08-25 di Wayback Machine. Website resmi AFF. Diakses tanggal 2/11/2019 • ^ Iwan Bule resmi terpilih sebagai ketua PSSI. Kompas.com. 2 November 2019. Diakses tanggal 2/11/2019 • ^ Wakil ketua PSSI terpilih.

Bolasport.com. 2 November 2019. Diakses tanggal 2/11/2019 • ^ "Sejarah PSSI". PSSI - Football Association of Indonesia. Diakses tanggal 2019-02-27. • ^ "Sejarah PSSI". PSSI - Football Association of Indonesia. Diakses tanggal 2019-02-27. • ^ Menang Mutlak, Iwan Bule Ketua Umum PSSI 2019–2023 sport.detik.com. Diakses tanggal 2021-09-24. • ^ https://bola.tempo.co/read/1267652/iwan-bule-ketua-umum-pssi-ini-susunan-exco-pssi-2019-2023/full?view=ok.

Diakses tanggal 2019-11-3. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan); Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) • ^ "Daftar Ketua PSSI".

PSSI - Football Association of Indonesia. Diakses tanggal 2017-12-16. • ^ " 'Voetbal' di Batavia".

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

Kompas. Kompas.com. 16 Juli 2010. Diakses tanggal 25 Oktober 2015. • ^ "Nurdin Halid Divonis Dua Tahun Penjara". Antara.

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

14 September 2007. Diakses tanggal 9 Desember 2010. • ^ "Article 32. Composition". Standard Statutes (PDF). FIFA. hlm. 29. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-03-04. Diakses tanggal 2010-12-09.

The members of the Executive Committee shall be no older than … [age to be completed by the Association] and no younger than … [age to be completed by the Association]. They shall have already been active in football, must not have been previously found guilty of a criminal offence and have residency within the territory of X.

• ^ a b "PSSI Harus Harus Hindari Munaslub". Okezone. 2 November 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-12. Diakses tanggal 2011-01-05.

• ^ "Praktisi Olahraga: Nurdin Halid Harus Mundur Dari PSSI". Kapanlagi.com. 19 September 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-13. Diakses tanggal 2011-01-05. Parameter -accesdate= yang tidak diketahui mengabaikan ( -tanggal-akses= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "Nurdin Harus Segera Dicopot".

Kompas. 26 Maret 2008. • ^ "Pengda PSSI DKI Setuju Desak Nurdin Mundur". Goal.com. 8 Mei 2008. • ^ a b c "Nurdin Halid Menolak Mundur dari PSSI". Antara. 2 November 2007. • ^ a b "Ketua KONI: PSSI Harus Pilih Ketua Baru". Tempo. 2 November 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-17. Diakses tanggal 2011-01-05. • ^ "Menegpora Minta KONI Desak FIFA Soal Status Ketua Umum PSSI". Okezone. 1 November 2007.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-12. Diakses tanggal 2011-01-05. • ^ "FIFA Ancam Jatuhkan Sanksi Kepada PSSI". Tempo. 2 November 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-03. Diakses tanggal 2011-01-05. • ^ "Nurdin Halid Menolak Mundur dari PSSI". Tempo. 2 November 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-27.

Diakses tanggal 2011-01-05. • ^ a b "Lindungi Indonesia dari Godaan Nurdin yang Terkutuk". Tribun News. 5 Desember 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-12-07. Diakses tanggal 2010-12-10. • ^ "Soal Statuta FIFA, Nurdin Punya Kartu Truf".

Okezone. 31 Maret 2010. • ^ "Inilah Rapor Merah Nurdin Halid".

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

Goal.com. 7 Maret 2010. • ^ "Nurdin Langsung Aktif sebagai Ketua PSSI". Okezone. 27 November 2008. • ^ bola/liga-indonesia/10/10/24/142170-sebanyak-17-klub-ikuti-deklarasi-liga-primer-indonesia "Sebanyak 17 Klub Ikuti Deklarasi Liga Primer Indonesia" Periksa nilai -url= ( bantuan). republika.co.id. Diakses tanggal 2011-01-20. Teks " Republika Online " akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Kompetisi Di Luar Regulasi PSSI : Ilegal!". PSSI. 2011-01-03. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-08.

Diakses tanggal 2011-01-07. • ^ "PSSI Sebut LPI Kompetisi Ecek-Ecek". Tempointeraktif. 2010-10-24. Diakses tanggal 2011-01-07. • ^ "PSSI: "LPI Sama dengan Tarkam "". Yahoo! Indonesia. 2010-10-01. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-10-05. Diakses tanggal 2011-01-07. • ^ "Nugraha: LPI Kompetisi Banci!". Kompas. 2010-12-30. Diakses tanggal 2011-01-07. • ^ Andreas Nugroho (2011-01-06).

"Pemerintah izinkan Liga Primer". BBC Indonesia. Diakses tanggal 2011-01-07. • ^ "Ikut LPI, Tiga Klub Superliga Didegradasi". Goal.com. 2010-12-30. Diakses tanggal 2011-01-07. • ^ "Tempointeraktif.Com - Tiga Klub LPI Tak Diundang ke Kongres PSSI". tempointeraktif.com. Diarsipkan dari bola/2011/01/19/brk,20110119-307301,id.html versi asli Periksa nilai -url= ( bantuan) tanggal 2014-01-16.

Diakses tanggal 2011-01-20. • ^ a b "PSM Tetap Ke Kongres PSSI - Goal.com".

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

goal.com. Diakses tanggal 2011-01-20. • ^ "KOMPAS bola - Bojonegoro, Persema, PSM, dan BOPI". bola.kompas.com. Diakses tanggal 20 January 2011.

Dalam Statuta PSSI, Pasal 17 mengenai pemecatan disebutkan: 1. Kongres dapat memecat anggota jika: a. Anggota tidak memenuhi kewajiban keuangannya kepada PSSI; b. Anggota secara serius telah melanggar Pedoman Dasar, peraturan-peraturan, instruksi atau keputusan-keputusan FIFA, AFC, dan PSSI. 2. Pemecatan menjadi sah apabila kongres dihadiri oleh suara terbanyak mutlak (50 % + 1) dari anggota yang mempunyai hak suara dan 3/4 (tiga per empat) dari yang hadir menyetujui pemecatan tersebut.

• ^ Kongres PSSI Pekanbaru Kembali Ricuh • ^ Normalisation Committee in Indonesia Diarsipkan 2011-04-09 di Wayback Machine., FIFA.com, 4 April 2011. Diakses pada 12 April 2011. • ^ a b "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-26. Diakses tanggal 2011-10-17. • ^ beritabolasaya, official (2020-07-25). "UPT Stadion Maguwoharjo Jadi Stadion Untuk Beberapa Klub Sepakbola". Berita Bola Saya (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-04-01. • ^ http://bola.kompas.com/read/2015/04/11/17560288/Surat.Teguran.FIFA.kepada.Menpora.

• ^ http://bola.kompas.com/read/2015/04/18/16091208/Ini.Isi.Lengkap.Surat.Pembekuan.PSSI • ^ Artikel:"Inilah Susunan Tim Transisi PSSI" di Kompas.com • ^ Artikel:"3 Anggota Tim Transisi Mundur, Ini Reaksi Kemenpora" di Kompas.com • ^ Artikel:"Ridwan Kamil Mundur dari Tim Transisi!" di Kompas.com • ^ "Artikel:"Resmi! Pemerintah Cabut Pembekuan PSSI" di jpnn.com".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-05-25. Diakses tanggal 2015-05-25. • ^ Artikel:"Wapres Minta Surat Pembekuan PSSI Dicabut" di bola.kompas.com • ^ http://sport.detik.com/sepak [ pranala nonaktif permanen] bola/read/2015/05/30/172254/2929602/76/tak-persoalkan-pembekuan-pssi-jokowi-sepak bola-harus-direformasi-total • ^ http://www.bola.net/indonesia/resmi-fifa-jatuhkan-sanksi-kepada-indonesia-0209ae.html Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) (Inggris) Situs web resmi • (Inggris) Indonesia pada situs web resmi FIFA.

• (Inggris) Indonesia pada situs web resmi AFC. Kategori tersembunyi: • Templat webarchive tautan wayback • Galat CS1: tanggal • Halaman dengan rujukan yang tidak pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi judul • Halaman dengan rujukan yang memiliki URL kosong • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter tanpa nama • Halaman dengan galat URL • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Situs web resmi berbeda dengan Wikidata dan Wikipedia • Halaman ini terakhir diubah pada 3 Mei 2022, pukul 12.11.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan.

Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih - benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

• Awal Mula Berdirinya PSSI PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928.

Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda "Sizten en Lausada" yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu - satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut.

Setelah berhenti dari "Sizten en Lausada" ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan, dan sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepakbola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda) Soeratin melihat sepakbola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.

Untuk melaksanakan cita - citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh - tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta dan Bandung. Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID).

Kemudian ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri - ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan, yang selanjutnya di lakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain - lain.

Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda). Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil - wakil dari VIJ (Sjamsoedin - mahasiswa RHS); wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot; Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo; Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno; Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji.

Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) nama PSSI ini diubah dalam kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

Begitu PSSI terbentuk, Soeratin dkk segera menyusun program yang pada dasarnya "menentang" berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui NIVB. PSSI melahirkan "stridij program" yakni program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa yang telah ada. Kepada setiap bonden/perserikatan diwajibkan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II, selanjutnya di tingkatkan ke kejuaraan antar perserikatan yang disebut "Steden Tournooi" dimulai pada tahun 1931 di Surakarta.

Kegiatan sepakbola kebangsaan yang digerakkan PSSIkemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X, setelah kenyataan semakin banyaknya rakyat pesepakbola di jalan - jalan atau tempat - tempat dan di alun - alun, di mana Kompetisi I perserikatan diadakan. Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan" yang digerakkan PSSI.

Stadion itu diresmikan Oktober 1933. Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar. Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo. Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI.

Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria "Winner Sport Club " pada tahun 1936. Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, namun para pemainnya bukanlah berasal dari PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi / Tionghoa.

pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi

Hal tersebut sebagai aksi protes Soeratin, karena beliau menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka, yakni perjanjian kerjasama yang disebut "Gentelemen's Agreement" yang ditandatangani oleh Soeratin (PSSI) dan Masterbroek (NIVU) pada 5 Januari 1937 di Jogyakarta.

Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU tersebut. Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940 - 1941, dan terpilih kembali di tahun 1942. Masuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi, karena Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Pada tanggal berapa pssi dibentuk dan apa kepanjangan dari pssi Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang, kemudian masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).

• Perkembangan PSSI Pasca Soeratin ajang sepakbola nasional ini terus berkembang walaupun perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia ini mengalami pasang surut dalam kualitas pemain, kompetisi dan organisasinya. Akan tetapi olahraga yang dapat diterima di semua lapisan masyarakat ini tetap bertahan apapun kondisinya.

PSSI sebagai induk dari sepakbola nasional ini memang telah berupaya membina timnas dengan baik, menghabiskan dana milyaran rupiah, walaupun hasil yang diperoleh masih kurang menggembirakan. Hal ini disebabkan pada cara pandang yang keliru. Untuk mengangkat prestasi Timnas, tidak cukup hanya membina Timnas itu sendiri, melainkan juga dua sektor penting lainnya yaitu kompetisi dan organisasi, sementara tanpa disadari kompetisi nasional kita telah tertinggal.

Padahal di era sebelum tahun 70-an, banyak pemain Indonesia yang bisa bersaing di tingkat internasional sebut saja era Ramang dan Tan Liong Houw, kemudian era Sucipto Suntoro dan belakangan era Ronny Pattinasarani. Dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI di dalam negeri ini terdiri dari : • Divisi utama yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.

• Divisi satu yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir. • Divisi dua yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir. • Divisi tiga yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus amatir. • Kelompok umur yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain: • Dibawah usia 15 tahun (U-15) • Dibawah usia 17 tahun (U-170 • Dibawah Usia 19 tahun (U-19) • Dibawah usia 23 tahun (U-23) • Sepakbola Wanita • Futsal.

PSSI pun mewadahi pertandingan - pertandingan yang terdiri dari pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak perkumpulan atau klub sepakbola, pengurus cabang, pengurus daerah yang dituangkan dalam kalender kegiatan tahunan PSSI sesuai dengan program yang disusun oleh PSSI. Pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak ketiga yang mendapat izin dari PSSI.

Pertandingan dalam rangka Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan pekan Olah Raga Nasional (PON). Pertandingan - pertandingan lainnya yang mengikutsertakan peserta dari luar negeri atau atas undangan dari luar negeri dengan ijin PSSI. Kepengurusan PSSI pun telah sampai ke pengurusan di tingkat daerah - daerah di seluruh Indonesia.

Hal ini membuat Sepakbola semakin menjadi olahraga dari rakyat dan untuk rakyat. Dalam perkembangannya PSSI telah menjadi anggota FIFA sejak tanggal 1 November 1952 pada saat congress FIFA di Helsinki.

Setelah diterima menjadi anggota FIFA, selanjutnya PSSI diterima pula menjadi anggota AFC (Asian Football Confederation) tahun 1952, bahkan menjadi pelopor pula pembentukan AFF (Asean Football Federation) di zaman kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF untuk selanjutnya Ketua Kehormatan.

Lebih dari itu PSSI tahun 1953 memantapkan posisinya sebagai organisasi yang berbadan hukum dengan mendaftarkan ke Departement Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh R.I No. J.A.5/11/6, tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara R.I tanggal 3 Maret 1953, no 18. Berarti PSSI adalah satu - satunya induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita Negara sejak 8 tahun setelah Indonesia merdeka.

TARGET JELAS HARUS JUARA 🏆 PESAN TEGAS KETUA PSSI TIMNAS INDONESIA WAJIB SAPU BERSIH TIGA LAGA SISA




2022 www.videocon.com