Krim retinoid

krim retinoid

Sumber: pexels.com/Sora Shimazaki Retinoid atau tretinoin adalah sejenis vitamin A yang dapat mempercepat pembaruan sel kulit dan mencegah kolagen kulit rusak, Beberapa krim retinoid diklaim dapat membantu menghilangkan bekas jerawat.

Manfaat retinoid bekerja memblokir peradangan, mengurangi jerawat, dan mempercepat regenerasi sel kulit. Di samping itu, retinoid dapat membantu meringankan bekas jerawat hitam. Meskipun retinoid sangat membantu untuk banyak masalah kulit yang umum, krim retinoid memiliki beberapa efek samping. Di antara lain kekeringan dan iritasi; perubahan warna kulit; sensitif terhadap sinar matahari; serta kemerahan, bengkak, atau kulit melepuh.

krim retinoid

Dilansir dari WebMD, meskipun krim retinoid mungkin bukan satu-satunya jawaban untuk setiap kondisi kulit, ada beberapa hasil yang terbukti.

Retinoid untuk Jerawat Jika kamu memiliki jenis jerawat sedang hingga parah yang tidak membaik dengan perawatan lain, krim retinoid dapat membantu. Saat dioleskan di kulit, retinoid dapat membuka pori-pori, sehingga memungkinkan skincare lain bekerja lebih baik. Retinoid juga mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dengan mencegah sel-sel mati krim retinoid pori-pori. Dengan mencegah bakteri jerawat berkembang, kulit wajah akan bersih, terhindar dari peradangan, dan terbebas dari bekas jerawat.

Saat pertama kali menggunakan retinoid, kamu mungkin mengalami kemerahan, pengelupasan kulit atau jerawat yang semakin parah. Kamu dapat meminimalkan efek sampingnya dengan menggunakan produk setiap hari sampai kulit terbiasa, atau mencampurnya dengan pelembab. Retinoid untuk Kerutan/Wrinkle Retinoid untuk mengatasi kerutan bekerja dengan meningkatkan pembuatan kolagen baru di kulit.

Selain juga merangsang struktur baru di kulit, mengurangi krim retinoid, dan memudarkan bintik-bintik penuaan. Krim retinoid juga dapat membantu mencegah efek sinar UV yang lebih serius. Krim retinoid dapat memperbaiki penampilan kulit yang rusak akibat sinar matahari. Menggunakannya bersama dengan produk AHA, dapat memberikan efek menghaluskan kulit. Penggunaan Krim Retinoid yang Tepat • 1.

Gunakan Bersama Tabir Surya Penting diketahui bahwa retinoid dapat membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari. Penggunaan krim retinoid untuk perawatan jerawat atau bekas luka harus memakai tabir surya saat keluar rumah.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, kenakan tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi. Sumber: cnfstore.com Cremorlab UV Protection Invisible Stick Shield mengandung dua bahan-bahan khas dari Cremorlab: T.E.N. Water, thermal water yang langka dan kaya akan mineral, serta Ever Calm, yang berfungsi untuk menenangkan sekaligus memperkuat skin barrier-mu.

Kelembutan dan kehalusan sunscreen stick ini dapat kamu aplikasikan dengan mudah pada wajah, dan tidak akan menimbulkan rasa lengket atau berat! Dilengkapi dengan SPF50+ PA++++, krim retinoid akan terjaga secara maksimal dari bahaya sinar UVA/UVB. Selain untuk wajah, kamu juga bisa memakai Cremorlab UV Protection Invisible Stick Shield ini di bagian tubuh lainnya.

Praktis, bukan? • 2. Perhatikan Dosis Penggunaan Jangan pernah menggunakan produk retinoid dengan dosis tinggi dan lebih sering daripada yang diresepkan dokter atau label kemasan. Karena dosis tinggi tidak akan meningkatkan efektivitasnya, tetapi akan meningkatkan efek sampingnya. • 3. Gunakan Produk Pelembap Wajah Untuk mengurangi pengeringan kulit tanpa mengganggu keefektifan produk, gunakan bersama produk pelembap.

Bahan aktif ini juga terdapat pada beberapa produk pelembap anti penuaan dan skincare untuk kulit jerawat, gangguan pigmen, dan psoriasis plak.

Sumber: cnfstore.com Produk pelembap yang direkomendasikan sebagai day & night care adalah Thank You Farmer Miracle Age Repair Cream 50 ml. Produk ini menawarkan hasil sempurna untuk perawatan anti penuaan pada kulit. Mengandung antioksidan sebagai pelindung kulit dari radikal bebas penyebab penuaan dini.

krim retinoid

Kandungan niacinamide dan bahan alami dari ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti Piper Methysticum, Licorice, Aloe Barbadensis Leaf Juice, dan sebagainya mampu meredakan masalah kulit serta menenangkan kulit.

• 4. Hindari Retinoid untuk Wanita Hamil Namun retinoid adalah salah satu bahan skincare yang disarankan para ahli untuk dihindari oleh ibu hamil.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin A dosis tinggi selama kehamilan bisa berbahaya bagi bayi belum lahir. Pelajari lebih lanjut, Pengertian dan Fungsi Lactic Acid dalam Produk Skincare Demikian informasi mengenai penggunaan krim retinoid untuk berbagai masalah kulit. Sebelum menggunakannya, konsultasikan kepada dokter kulit masing-masing untuk dosis yang tepat. Segera kunjungi gerai C&F Store terdekat atau situs cnfstore.com untuk mendapat berbagai produk skincare berkualitas di atas.

Kalau kulit kamu termasuk acne prone atau telah muncul tanda-tanda penuaan dini seperti flek hitam, dan garis-garis halus, ini lah saatnya untuk mencoba skincare yang mengandung retinol. Tapi, sebelum masuk ke rekomendasi produk, kamu sudah tahu apa itu retinol, belum? Apa Itu Retinol? Retinol adalah senyawa turunan vitamin A yang dapat mengatasi tanda penuaan dini pada kulit. Hal ini dikarenakan retinol bisa menembus lapisan kulit untuk merangsang produksi kolagen serta memperbaiki sel kulit yang rusak.

Manfaat dan Fungsi Retinol untuk Wajah Fungsi utama retinol memang sebagai anti aging, tetapi selain itu, bahan ini juga krim retinoid digunakan untuk krim retinoid jerawat, mengontrol produksi minyak wajah, dan meminimalisir tampilan pori-pori. Itu lah sebabnya, kandungan ini seringkali direkomendasikan untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat. Dengan berbagai macam manfaat luar biasa ini, tentu saja banyak orang yang ingin mencoba retinol.

Kandungan ini bisa ditemukan pada skincare apa saja, seperti 11 produk di bawah ini. Yuk, simak 11 rekomendasi skincare terbaik yang mengandung retinol berikut! 11 Rekomendasi Skincare yang Mengandung Retinol Terbaik • Votre Peau Retinol Serum • Elsheskin Retinol Rejuvenating Night Serum • Neutrogena Rapid Wrinkle Repair Retinol Oil • For Skin's Sake Retinol Overnight Cream • Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti Aging Krim retinoid • Pond's Age Miracle Cell ReGen Day Cream SPF 18 PA++ • The Ordinary Retinol 1% in Squalane • Avoskin Miraculous Retinol Ampoule • Pixi Retinol Tonic • Somethinc Level 1% Retinol • Erto's Retinol Serum • Skeyndor Power Retinol Intensive Repairing Serum in Cream Editor's Choice: Salah satu manfaat utama dari retinol sebagai anti aging bisa kamu dapatkan dari Votre Peau Retinol Serum.

Tidak sekadar mencegah kerutan dan meregenerasi kulit, namun juga dapat mencerahkan kulit kusam. Jangan terkecoh dengan namanya, walaupun mengambil nama dari Bahasa Perancis namun Votre Peau merupakan brand lokal asal Indonesia lho.

Tengah hype dalam beberapa tahun belakang ini, Votre Peau jika diartikan ke Bahasa Indonesia adalah 'kulitmu'. Melalui tagline ini, Votre Peau berharap jika semua orang dapat bertanggung jawab terhadap kulitnya masing-masing dan produk dari Votre Peau akan membantumu dalam merawat kebutuhan kulitmu tersebut.

Serum retinol terbaik i ni diproduksi di Indonesia tetapi menggunakan bahan yang diimpor langsung dari Perancis. Produknya yang memakai retinol sebagai kandungan utamanya adalah Votre Peau Retinol Serum. Krim retinoid awal pemakaian, disarankan untuk memakainya 1-2 kali dalam seminggu pada malam hari untuk mencegah timbulnya efek samping dari pemakaian skincare retinol.

Retinol yang ada pada serum ini memiliki kadar 1% yang efektif bagi kulit untuk membantu mencerahkan kulit kusam, meregenerasi kulit, mengurangi kerutan, memperbaiki tekstur kulit, mengurangi komedo, hiperpigmentasi, mengatasi jerawat, serta sebagai anti aging. Selain retinol, terdapat juga ceramide yang dapat melembabkan kulit yang kering sehingga kulit terasa lebih lembab dan lembut. Ulasan terpercaya: “Nggak perlu diaplikasikan banyak, cukup satu dua tetes aja.

Teksturnya yang gel membuatnya terasa ringan serta cepat menyerap ke dalam kulit. Kulitku memberikan respon positif pada produk ini sehingga dalam waktu kurang dari dua bulan, kulitku terasa lebih halus, lembut, kenyal, serta membuat jerawat lebih kalem.” – Monica Agustami, beauty blogger Elsheskin Retinol Rejuvenating Night Serum memiliki dua kandungan utama yaitu Encapsulated Retinol 1% serta Multi-peptide Complex.

Kandungan tersebut bermanfaat terhadap proses regenerasi dan peremajaan kulit atau anti aging, termasuk menyamarkan garis halus dan flek hitam akibat penuaan dini. Selain itu, ada pula kandungan pendukung lain yang membantu memperbaiki skin barrier, termasuk memberikan hidrasi termasuk mencegah efek iritasi.

Kandungan tersebut terbasuk Hyaluronic Acid, Niacinamide, ekstrak Licorice serta Gluconolactone. Ulasan Terpercaya: Dari retinol-retinol yang pernah aku coba, so far ini retinol yang paling nyaman karena sama sekali gak bikin kering, justru after feels nya lembab dan menyenangkan. Selama pakai ini jadi jarang banget jerawatan, dan bantu hilangkan noda bekas jerawat dengan efektif. Kesayangan, udah pakai 2 botol dan on the way to another purchase!- Nononcitra, member Female Daily Apakah kamu mulai terganggu dengan kerut-kerut halus di wajah?

Jika iya, mungkin Neutrogena Rapid Wrinkle Repair Retinol Oil bisa jadi produk yang kamu pilih untuk mengatasinya. Sebenarnya tidak hanya kerutan halus saja, kandungan 0,3% retinol SA dalam produk ini juga dapat membantu menyamarkan kerutan yang sudah lebih tampak, setelah pemakaian secara teratur selama satu minggu.

Selain menyamarkan kerutan, formulasi dari produk ini juga dapat membantu menyamarkan flek hitam yang mengganggu dan melembabkan kulit wajah yang kering. Sehingga wajah akan tampak lebih muda dan segar.

Neutrogena Rapid Wrinkle Repair Retinol Oil mudah menyerap pada kulit wajah dan sudah teruji klinis oleh dermatologis. Mengusung konsep “ naturally derived, clinically formulated skincare”, For Skin’s Sake atau FSS menggunakan bahan yang berasal dari alam namun tetap diformulasikan secara klinis agar tetap terjamin manfaatnya.

Metode ini juga disebut sebagai hybrid skincare. Jika kamu ingin mencoba skincare dengan kandungan retinol untuk pertama kalinya, maka produk dari FSS ini merupakan pilihan yang tepat.

Hanya mengandung 0,1% retinol yang tergolong rendah, For Skin’s Sake Retinol Overnight Cream bisa menjadi awal untuk memperkenalkan retinol pada kulit. Krim retinol ini juga diperkaya dengan hyaluronic acid, vitamin E, green tea, dan centella asiatica extract yang turut serta mendukung untuk memperbaiki dan meregenerasi kulit serta memperlambat penuaan dini seperti menyamarkan kerutan dengan meningkatkan kolagen kulit.

Produk ini dikemas secara aman dalam jar kaca gelap dan sudah tersedia spatula untuk membantu kamu mengambil isi produk. Ulasan terpercaya: “Produk ini merupakan produk retinol pertamaku. Aku sudah mewanti-wanti jika akan terjadi purging tapi ternyata nggak!

Justru jerawat dan beruntusan yang ada di muka langsung kempes dan wajah terlihat lebih cerah. Hal lain yang aku suka adalah kemasannya karena berbentuk jar berwarna hitam pekat agar kandungan di dalamnya tidak rusak.” – Krim retinoid, beauty blogger Hada Labo merupakan skincare asal Jepang yang dikembangkan oleh Rohto Pharmaceutical dengan standar GMP.

Brand ini sendiri memiliki filosofi perfect x simple sehingga pada setiap produknya hanya mengandung bahan berkualitas yang tidak mengandung zat pewarna, zat pewangi, mineral oil, atau zat tambahan lainnya. Uniknya, pada setiap produknya memiliki pH yang dapat menyesuaikan dengan pH kulit setiap orang untuk menghindari iritasi pada kulit.

Sementara produk dengan kandungan retinol bisa kamu temukan pada Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti Aging Lotion. Retinol pada produk ini berperan untuk meregenerasi kulit serta meningkatkan keelastisitasan kulit. Lotion ini direkomendasikan untuk kamu yang memiliki jenis kulit kering karena pada kandungannya terdapat hyaluronic acid yang sudah terpercaya dapat meningkatkan kadar air pada kulit sehingga kulit lebih lembab. Kandungan ini juga secara signifikan dapat membuat garis halus krim retinoid kulit memudar sehingga kulit lebih awet muda.

Ulasan terpercaya: “Teksturnya ada di antara cair dan kental, tapi nggak buat kulit lengket. Cukup 3-4 tetes aja udah efektif membuat kulit lebih cerah, glowing, tapi nggak terlihat mengkilap.” – Endah Nurwenda (Female Daily member) Telah berdiri sejak tahun 2013 di bawah perusahaan Deciem, The Ordinary mendapat reaksi yang positif dari berbagai kalangan. Melalui tagline “ abnormal beauty company”, hampir krim retinoid produk The Ordinary pun sempat menjadi trending, apalagi ketika Kim Kardashian memakai produk The Ordinary untuk rangkaian skincare miliknya.

Dikemas dalam kemasan botol dengan pipet pada tutupnya, The Ordinary Retinol 1% in Squalene merupakan skincare retinol yang water free. Sesuai dengan namanya, produk ini mengandung 1% retinol krim retinoid yang dapat mengatasi garis halus serta krim retinoid penuaan dini lainnya. Retinol ini juga dapat mencerahkan kulit dan mengatasi krim retinoid juga lho. Ada pula squalane, minyak nabati yang mampu melembabkan kulit.

Tapi penggunaan retinol ini dapat menyebabkan iritasi kulit jika tidak digunakan sesuai saran yang diberikan. Untuk produk The Ordinary ini sendiri, kamu bisa mengoleskannya sedikit saja di wajah pada malam dan pagi hari dengan dibarengi penggunaan sunscreen krim retinoid. Ulasan terpercaya: “Serum ini bagus banget! Awalnya kulit aku kemerahan, tapi setelah 2 minggu justru langsung membaik. Bekas jerawat dan flek hilang. Pokoknya bagus, tapi memang butuh waktu lama.” – Hniecalista (Female Daily member) Brand ini memang tergolong baru di industri kecantikan lokal, tetapi koleksi krim retinoid sendiri sudah cukup terkenal di kalangan penggemar kecantikan.

Avoskin mengusung konsep green beauty, yang berarti, semua produknya berasal dari alam dan diolah menggunakan teknologi canggih untuk menjamin kualitas dari kandungan setiap produk. Salah satu ciri krim retinoid Avoskin yang membedaka dari brand lainnya adalah kandungan tiap produk Avoskin mengambil manfaat dari tea tree, aloe vera, dan raspberry, tak terkecuali Avoskin Miraculous Retinol Ampoule.

Nah, setelah toner dan serum, Avoskin kini menghadirkan retinol ampoule untuk melengkapi rangkaian seri Miraculous. Ampoule ini diperkaya dengan vitamin E, tea tree, aloe vera, dan raspberry. Selain ekstrak bahan alami, produk retinol yang bagus ini juga mengandung 0,09% retinol aktif dan dipadukan dengan 0,1% hexapeptide dan asam ellagic. Kombinasi dari kandungan ini membuat produk ini sangat efektif dalam membantu menunda tanda krim retinoid dini. A mpoule ini pun diklaim dapat digunakan oleh perempuan atau laki-laki berusia 20an.

Ulasan terpercaya: “Penggunaan produk ini membuat perubahan yang nyata pada kulitku. Kandungan actosome retinolnya membuat tekstur cair ampoule ini terasa mild dan tidak menimbulkan iritasi di kulitku. Setelah pemakaian rutin selama krim retinoid, kulit terasa lebih glowing, halus, kencang, dan lembut.” – Sekar Arum, beauty blogger Beberapa dari kamu mungkin berpikir bahwa Pixi dan Pixy adalah dua brand yang sama.

Padahal, keduanya berbeda lho, Pixy adalah b rand kecantikan Indonesia - Jepang, sementara Pixi berasal dari Inggris. Produk yang populer dari brand high end ini adalah exfoliating toner yang dinamakan Pixi Glow Tonic.

Salah satu keunggulan toner tersebut adalah kadar AHA yang tergolong rendah. Nah, rupanya, konsep yang sama juga diterapkan pada Retinol Tonic. Permasalahan kulit seperti jerawat, kusam, hiperpigmentasi, atau muncul tanda penuaan dini dapat diatasi dengan toner retinol ini jika kamu menggunakannya secara teratur. Selain itu, terdapat pula peptide yang dapat menghaluskan dan meningkatkan produksi kolagen pada kulit.

Ekstrak bunga melati dan lavender dalam produk ini akan memberikan efek menyegarkan. Ulasan terpercaya: “ Menurutku, ini tonik paling ampuh buat menghilangkan beruntusan di wajah sehingga aku bisa percaya diri keluar tanpa make up.

Walaupun kulitku sensitif, tetapi produk ini memberikan hasil yang sangat efektif buat kulit wajahku.” – Shelly Lisdya (SOCO krim retinoid Baru dirilis pada tahun 2019, Somethinc langsung mendapatkan apresiasi yang besar dari krim retinoid kecantikan. Sudah mendapatkan sertifikat halal untuk skincare dan makeup, rupanya merupakan salah satu alasan mengapa Somethinc begitu digemari oleh skincare junkie.

Alasan lainnya adalah harganya yang sangat terjangkau, cruelty free dan sudah terdaftar di BPOM. Sesuai dengan namanya, Somethinc Level 1% Retinol memiliki kandungan retinol sebanyak 1%.

Uniknya, kandungan retinol ini sudah dienkapsulasi dengan teknologi Gentinol dari Korea yang membuat retinol ini memiliki shield berbentuk kristal, membuatnya tidak menyebabkan iritasi dan aman untuk kulit sensitif. Shield r etinol dalam bentuk kristal ini dibantu dengan ceramide dan hyaluronic acid dapat mencegah kulit kehilangan air dan menjaga kadar air di lapisan kulitmu. Selain itu, produk ini juga bekerja dengan menembus lapisan kulit dan langsung memperbaiki sel kulit yang rusak.

Minyak berlebih pun dapat teratasi karena terdapat kandungan allantoin yang bagus untuk kulit berminyak. Ulasan terpercaya: “Awal pemakaian aku hanya menggunakan produk ini 5x dalam seminggu.

Selama pemakaian aku tidak merasakan efek samping dari produk ini walaupun kulitku termasuk sensitif. Aku rasa kulitku menjadi lebih kencang, pori-pori mengecil, dan pokoknya kulit terasa glowing!” – Perdaniw (Female Daily member) Sudah mengantongi izin dari BPOM dan LPPOM MUI, Erto’s kini bisa menjadi brand yang dapat kamu andalkan dalam merawat kulit.

Erto’s sendiri memiliki krim retinoid "Solusi perawatan untuk segala jenis kulit"menjadikan brand ini selalu berkomitmen untuk mengembangkan berbagai macam produk perawatan kulit yang krim retinoid dan dapat diterima oleh berbagai jenis kulit. Salah satu produk dari Erto’s yang mengandung retinol adalah serum berkemasan putih ini.

Retinol pada produk ini bekerja untuk mengatasi masalah kulit kusam, memudarkan flek hitam, dark circles, serta menyamarkan tampilan garis halus di permukaan kulit. Umumnya garis halus dan kerutan pada wajah disebabkan karena kulit terpapar sinar matahari secara terus menerus tanpa perlindungan. I tu lah sebabnya, serum ini juga mengandung soybean oil yang kaya antioksidan untuk menghalangi efek buruk radikal bebas. Bukan cuma itu, minyak kedelai juga mempunyai manfaat yang baik dalam melembabkan kulit.

Selain retinol, lipochroman-6, dan soybean oil, serum dari Erto’s ini juga mengandung ekstrak aloe vera yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap terhidrasi. Ulasan Terpercaya: Pantesan ya semua orang suka retinol ternyata emang sengaruh itu buat jerawat dan bekasnya.

aku pake ini awalnya ada sedikit purging di jidat, terus aku skip sampe jerawatnya selesai baru aku lanjutin lagi. walaupun retinol ini tergolong mild, tapi bener2 ngebantu buat mantain kulit dari jerawat jadi jarang datengnya, sekalipun dateng pun cepet kempesnya. teksturnya cair banget, cepet meresapnya, ga bikin kulit kering pun repurchase? hmm kayanya mau explore retinol lain - Anitarahayu (Female Daily member) Apakah kamu pernah mendengar nama brand ini?

Skeyndor merupakan krim retinoid kecantikan asal Spanyol yang telah berdiri sejak tahun 1966 namun melakukan ekspansi besar-besar di tahun 2002. Pada tahun 1987 dan 1988, Skeyndor memperkenalkan liposom, formula dari encapsulating yang dapat meminimalkan risiko iritasi pada kulit. Formula tersebut akhirnya ditambahkan ke Power Retinol Intensive Repairing Serum in Cream. Sama seperti namanya, produk ini memang merupakan serum berbentuk cream.

Serum ini sendiri ditujukan untuk kulit kering. Kandungan retinol pada serum ini tergolong rendah dan aman untuk pemula dan kulit sensitif, yaitu 0,09%.

Meski sedikit, tetapi sudah bisa membantu untuk menstimulasi kolagen, memudarkan garis-garis halus, flek hitam, serta meminimalisir tampilan pori-pori besar. Kemasan serum ini juga sudah dilengkapi dengan pump, membuat kamu lebih mudah untuk mengambil isi produk. Disarankan pakai p roduk ini satu kali setiap hari, baik pada pagi dan malam.

Jika di malam hari, pastikan untuk tidak menggunakannya setelah AHA atau BHA, sementara untuk di siang hari, lapisi serum ini dengan sunscreen atau day cream. thumb_up_alt Bagus (0) thumb_down_alt Buruk (0) Cara Tepat Menggunakan Skincare yang Mengandung Retinol Agar kamu dapat mendapat manfaat optimal dari skincare yang mengandung retinol, perhatikan hal-hal ini: • Perhatikan bahan yang tidak boleh digunakan bersama dengan retinol Retinol memang memiliki berbagai macam manfaat yang baik bagi kulit, namun jika digunakan bersamaan dengan beberapa kandungan berikut, manfaat dari retinol tidak akan terasa maksimal.

Hindari penggunaan retinol bersamaan dengan penggunaan produk untuk eksfoliasi yang mengandung AHA dan BHA. Penggunaan retinol dengan AHA dan BHA sendiri dapat mengakibatkan kulit menjadi sangat kering, bahkan rentan mengelupas. Selain itu, penggunaan retinol bersamaan dengan produk yang mengandung vitamin C tidak akan membuat kedua produk tersebut memberikan hasil yang maksimal pada kulit.

Hal ini karena retinol dan vitamin C bekerja secara efektif pada pH yang berbeda sehingga tidak disarankan untuk dipakai secara bersamaan. • Gunakan retinol pada saat malam hari Sumber Foto: InStyle Waktu yang direkomendasikan untuk memakai retinol adalah pada saat malam hari. Mengapa? Karena pada waktu ini, kulit sedang beristirahat sehingga retinol bisa membantu regenerasi sel kulit dapat bekerja secara optimal.

Namun, jika kamu tetap ingin memakai produk retinol terbaik pada pagi hari, maka kamu perlu menambahkan moisturizer dan sunscreen agar kulit tetap lembab dan terhindar langsung dari paparan sinar matahari. • Jangan gunakan retinol saat sedang hamil Sumber Foto: pexels.com/Leah Kelley Jika kamu sedang hamil, sebaiknya jangan gunakan skincare yang mengandung retinol. Kandungan ini memang mempunyai manfaat yang hebat sebagai anti aging, acne fighter, dan mengontrol produksi minyak wajah.

krim retinoid

Sayangnya, pemakaian retinol pada ibu hamil bisa beresiko pada janin, seperti menimbulkan cacat pada bayi. Oleh karena itu, ibu hamil perlu menghindari pemakaian bahan aktif ini selama hamil. Kalau merasa belum yakin, segera konsultasi dengan dokter dan tanyakan bahan alternatif apa yang bisa kamu gunakan sebagai pengganti retinol beserta turunan vitamin A lainnya.

Kesimpulan Retinol memang memiliki berbagai macam manfaat yang baik untuk kecantikan kulit. Namun manfaat yang dirasakan ini tidak serta merta dapat langsung diterima oleh kulit. Dalam banyak kasus, produk dengan kandungan retinol pun memberikan efek samping krim retinoid kulit menjadi kering, mengelupas, bahkan hingga krim retinoid.

Sebenarnya, bisa saja masalah-masalah ini krim retinoid bagian dari purging dan memakan waktu sekitar 2-3 minggu. Selama digunakan secara teratur dan sesuai aturan, kamu akan mendapatkan manfaat terbaik dari produk skincare yang mengandung retinol. Artikel Terkait Skincare yang Mengandung Retinol • 10 Produk Skincare Anti Aging Terbaik, Membuat Wajah Tetap Awet Muda & Cerah!

• Samarkan Tanda Penuaan dengan 10 Serum Anti Aging Andalan Ini • Kembalikan Kekencangan Kulit dengan 10 Masker Anti Aging yang Bagus Ini! • Bentengi Kulit dari Bahaya Radikal Bebas dengan 10 Skincare Vitamin C yang Bagus Berikut!

• 13 Sabun Muka Pilihan yang Ampuh Untuk Si Pemilik Kulit Berjerawat! • 10 Review Skincare Terbaik untuk Kulit Berjerawat • krim retinoid Review Serum yang Mengandung Hyaluronic Acid Terbaik 2021 untuk Kulit Lembap Awet Muda • 10 Produk Skincare yang Mengandung Alpha Arbutin Terbaik • Review 10 Serum Hyaluronic Acid Murah Berkualitas, Dibawah Rp 200 Ribu • 11 Review Skincare yang Mengandung Niacinamide Terbaik
Seiring bertambahnya usia, perawatan tubuh dan wajah pastinya harus semakin diperhatikan.

Tak hanya menjaga asupan gizi dari dalam, penggunaan produk skincare pun harus diperhatikan agar wajah tidak terkena masalah. Jika kamu termasuk salah satu yang sedang mencari produk anti-aging, salah satu yang mungkin bisa kamu coba adalah produk yang mengandung retinol.

Buat kamu yang belum tahu, retinol adalah derivatif atau turunan dari vitamin A yang dapat bekerja secara efektif untuk merangsang pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Lalu, apa manfaat krim retinol itu sendiri? Coba simak penjelasannya di bawah ini! Popbela.com Salah satu manfaat utama dari retinol adalah untuk mencegah serta menyamarkan tanda penuaan dini seperti kerutan dan garis halus.

Retinol akan menstimulasi regenerasi sel kulit di wajah. Selain itu, retinol akan membantu wajah jadi tampak lebih cerah dan tekstur kulitnya pun akan jadi lebih rata. Bela bisa banget mencoba rangkaian produk berbahan utama retinol dari OLAY yang cocok untuk Bela dengan kulit normal, berminyak, dan kombinasi.

Rangkaian produk itu terdiri dari Night Facial Serum, Facial Moisturizer, dan Night Eye Cream yang diberi nama OLAY Regenerist Retinol24. Krim retinoid hanya kulit wajah, kulit di sekitar krim retinoid juga perlu dirawat. Oleh karena itu selalu gunakan eye cream dan pilih yang mengandung retinol.

Tak hanya dapat mencerahkan daerah sekitar mata, krim retinol juga dapat membantu garis halus atau kerutan di sekitar area tersebut lho. Aplikasikan secara tipis saja yah! popbela.com Selain kemampuannya menyamarkan garis halus, retinol juga ampuh untuk menyamarkan krim retinoid memudarkan noda hitam di wajah.

Dengan pemakaian yang rutin dan dibarengi dengan perawatan wajah lainnya, kamu akan merasakan hasil yang cukup memuaskan. Namun, pastikan kamu tidak menggunakan retinol bersamaan dengan vitamin C, karena kedua produk ini sama-sama memiliki zat aktif dan dapat bekerja berlawanan.

Popbela.com Nggak hanya membersihkan pori-pori secara mendalam, retinol juga dapat membuat pori-pori tampak mengecil. Hasilnya, wajah pun terlihat mulus dan halus. Itu tadi lima manfaat menggunakan krim yang mengandung retinol yang akan kamu dapatkan. Semoga artikelnya bermanfaat! Baca Juga: Sebagai Anti-Aging, Ini 7 Rekomendasi Produk dengan Kandungan Retinol Baca Juga: Efektif untuk Penuaan Dini, Ini 9 Fakta Tentang Retinol Baca Juga: 5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Seputar Retinol Retinol vs retinoid, kedua bahan aktif ini memiliki nama yang mirip, efeknya juga mirip.

Mana yang lebih baik untuk krim anti aging dan mengatasi kerutan? Retinol dan retinoid banyak digunakan pada krim perawatan kulit sebagai bahan aktif untuk mencerahkan kulit, merawat kulit berjerawat, menghilangkan bekas jerawat, hingga sebagai bahan yang efektif untuk mengatasi tanda-tanda penuaan.

Sekilas kedua bahan ini tampak sama karena nama dan fungsinya memang mirip. Bahkan bagi Anda yang pertama kali memakai produk retinol atau retinoid mungkin tidak menyadari jika kedua bahan ini adalah dua bahan yang berbeda.

krim retinoid

Mari kita kenali lebih jauh tentang retinol dan retinoid dan perbedaan keduanya sebagai bahan aktif dalam krim anti aging. • Apa Itu Retinol dan Retinoid? • Manfaat Retinoid Untuk Kulit • Retinol Adalah Retinoid yang Lebih Aman • Krim Retinol Vs Retinoid, Mana yang Lebih Baik? • Apakah Harga Krim Retinol Lebih Terjangkau Daripada Retinoid?

• Kegunaan Krim Retinol dan Retinoid • Berapa Kadar Retinol dan Retinoid yang Dianjurkan? • Krim Retinol dan Retinoid Tidak Boleh Digunakan Oleh Wanita Hamil • Cara Menggunakan Krim Retinol Untuk Meminimalisir Efek Samping krim retinoid Kesimpulan Apa Itu Retinol dan Retinoid?

Untuk mengetahui perbedaan retinol dan retinoid, kita harus tahu krim retinoid apa sebenarnya senyawa retinoid dan apa itu retinol. Retinoid adalah nama untuk golongan senyawa kimia turunan vitamin A. Jadi, retinoid itu bukan nama suatu bahan aktif, melainkan nama sebutan untuk senyawa turunan vitamin A. Senyawa golongan retinoid sendiri ada beberapa jenis, yaitu: • Retinoid krim retinoid pertama.

Yang termasuk dalam retinoid generasi pertama diantaranya adalah retinol, retinal, tretinoin atau retinoic acid, dan isotretinoin. • Retinoid generasi kedua, misalnya etretinate. • Retinoid generasi ketiga, krim retinoid adapalene. • Retinoid generasi keempat, misalnya trifarotene. Dari penggolongan retinoid di atas, kita dapat melihat bahwa retinol adalah salah satu senyawa yang termasuk dalam golongan retinoid generasi pertama.

Retinol merupakan senyawa golongan retinoid yang paling banyak digunakan untuk anti aging, dan umumnya dapat dijual bebas. Retinol merupakan golongan retinoid yang bersifat lebih lembut untuk kulit, efeknya lebih ringan, dan kemungkinan iritasi lebih kecil.

Sementara itu, jika suatu krim menyebutkan bahan aktifnya adalah retinoid, maka umumnya ini mengacu pada senyawa retinoid selain retinol seperti retinoic acid, isotretinoin, adapalene, dan lainnya.

Krim yang mengandung retinoid artinya krim tersebut dapat mengandung salah satu dari retinoic acid, adapalene, isotretinoin, atau lainnya. Jadi, retinol adalah nama salah satu senyawa kimia yang termasuk dalam golongan retinoid.

Jika retinol umumnya dapat dibeli dengan bebas, krim dengan kandungan retinoic acid atau retinoid lainnya (yang umumnya disebut sebagai retinoid) umumnya digunakan dengan resep dokter untuk mengatasi masalah kulit tertentu.

Manfaat Retinoid Untuk Kulit Senyawa golongan retinoid (termasuk retinol) pertama kali terbukti secara klinis dapat mengatasi tanda-tanda penuaan pada tahun 1980-an.

Salah satu senyawa retinoid yang banyak digunakan, retinoic acid, telah terbukti dapat meningkatkan produksi kolagen pada kulit. Berbagai riset juga telah membuktikan bahwa retinoic acid dapat mencegah rusaknya kolagen pada kulit dengan krim retinoid menghambat aktivitas enzim kolagenase, yaitu enzim yang dapat memecah kolagen.

Karena itu, retinoic acid baik sekali digunakan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan. Penggunaan retinoic acid juga dapat membuat kulit tampak lebih cerah dan muda.

Krim retinoid juga banyak digunakan untuk mengatasi kulit berjerawat. Sebuah riset menyebutkan bahwa retinoid banyak direkomendasikan oleh dokter kulit untuk mengatasi masalah jerawat pada pasien.

Studi yang dilakukan pada tahun 2016 ini menunjukkan bahwa dokter kulit meresepkan retinoid untuk mengobati 58,8% krim retinoid jerawat pada pasien. Retinol Adalah Retinoid yang Lebih Aman Meskipun memiliki efek yang kuat sebagai bahan anti aging, golongan retinoid seperti retinoic acid memiliki berbagai efek samping pada kulit, diantaranya iritasi kulit, kulit terasa panas, mengelupas, hingga terjadi peradangan.

Karena itu, penggunaan retinoid seperti retinoic acid hanya terbatas pada orang-orang yang kondisi kulitnya dapat mentoleransi efek samping ini. Karena itu, jika efek retinoic acid terasa terlalu keras bagi kulit, maka Anda dapat memakai retinol. Retinol merupakan prekursor dari retinoic acid. Saat dioleskan ke kulit, retinol harus berubah terlebih dahulu menjadi retinoic acid, lalu akan memberikan efek yang sama dengan krim retinoid acid dalam efek anti aging, yaitu meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi kerusakan kolagen pada kulit.

Karena memerlukan proses konversi terlebih dahulu sebelum memberikan efek, maka retinol memiliki efek yang lebih ringan jika dibandingkan dengan retinoic acid. Karena itu, umumnya retinol digunakan sebagai bahan aktif anti aging. Sementara untuk aktivitas anti acne, retinoid lain seperti retinoic acid dapat memberikan efek yang lebih baik.

Karena retinol bekerja dengan tidak langsung (harus diubah dulu menjadi retinoic acid untuk memberikan efek), maka retinol bersifat lebih lembut pada kulit. Efek iritasi yang dapat ditimbulkan retinol lebih rendah jika dibandingkan dengan retinoic acid.

Retinol memberikan efek pada kulit secara bertahap, jadi lebih ringan digunakan pada kulit yang sensitif terhadap retinoic acid.

krim retinoid

Retinol dalam serum atau krim juga dapat berbentuk ester misalnya retinyl linoleate, retinyl palmitate, retinyl acetate, dan retinaldehyde. Retinol dalam bentuk ester ini lebih aman untuk kulit sensitif jika dibandingkan dengan retinol biasa.

krim retinoid

Namun, retinol dalam bentuk ester akan memerlukan tahap yang lebih panjang untuk berubah menjadi retinoic acid dan memberikan efek pada kulit. Karena itu, retinol yang berbentuk ester efeknya kurang poten jika dibandingkan dengan retinol biasa atau retinoic acid.

Meskipun efeknya lebih ‘lemah’ dari retinoic acid, berbagai riset telah membuktikan bahwa krim retinol efektif untuk mengurangi kerutan pada penggunaan yang teratur. Krim Retinol Vs Retinoid, Mana yang Lebih Baik? Untuk produk krim anti aging, ada yang memakai bahan aktif retinol dan ada juga yang memakai bahan aktif retinoid lainnya seperti retinoic acid atau tretinoin. Kedua bahan aktif ini memiliki manfaat dan fungsi yang sama bagi kulit.

Namun, jika harus memilih manakah yang paling baik bagi kulit Anda? Pertimbangkan hal-hal berikut saat memilih krim retinol atau retinoid. • Perhatikan kondisi kulit Penggunaan retinoid seperti retinoic acid dapat menyebabkan iritasi kulit. Efek retinoid acid memang keras bagi kulit, namun manfaatnya juga baik untuk mengatasi garis halus dan kerutan.

Jika kulit Anda termasuk kulit yang toleran terhadap iritasi, Anda dapat memilih retinoid seperti retinoic acid yang lebih kuat. Sebaliknya, retinol bersifat lebih ringan terhadap kulit. Jika kulit Anda rawan terhadap iritasi, Anda dapat memilih retinol yang lebih aman. Jika Anda memiliki kulit yang sensitif, Anda dapat memilih krim dengan retinol dalam bentuk ester yang lebih aman bagi kulit. Baik retinol maupun retinoic acid keduanya telah terbukti efektif untuk mengatasi tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan garis halus.

• Retinoic acid memiliki efek yang lebih kuat Krim retinoid, retinoic acid memiliki efek yang lebih kuat jika dibandingkan dengan retinol. Namun, semakin kuat efeknya makan akan semakin tinggi potensi retinoid untuk menyebabkan kulit kemerahan, iritasi, dan kulit menjadi kering. Jika Anda memiliki kulit berminyak dan mudah berjerawat, memakai retinoid yang lebih kuat dapat menjadi pilihan tepat.

• Retinol memberikan hasil setelah pemakaian yang lebih lama Krim retinoid memang lebih aman dan ringan bagi kulit. Retinol juga telah terbukti efektif untuk mengatasi kerutan dan garis halus. Namun, retinol memberikan hasil pada kulit secara bertahap dan perlahan. Sehingga hasil yang signifikan dari pemakaian retinol dapat terlihat kurang lebih setelah pemakaian teratur selama 12 minggu.

Sementara itu, retinoid memberikan hasil yang lebih cepat. Krim yang mengandung retinoid dapat memberikan hasil yang signifikan setelah krim retinoid selama 6 minggu.

Apakah Harga Krim Retinol Lebih Terjangkau Daripada Retinoid? Krim dengan bahan aktif retinol umumnya dapat dibeli secara bebas di apotik atau toko kosmetika. Harganya akan tergantung dari merk dan kadar retinol yang terkandung dalam krim. Retinol dalam krim anti aging umumnya dikombinasikan dengan bahan-bahan lain yang berfungsi sebagai moisturizer dan antioksidan bagi kulit.

Meskipun kualitas, komposisi bahan, dan merk krim retinol akan mempengaruhi harganya, namun umumnya menggunakan retinol akan lebih krim retinoid. Mengapa? Karena krim retinoid umumnya dapat dibeli hanya dengan resep dokter. Jadi Anda akan memerlukan budget untuk berkonsultasi dengan dokter kulit terlebih dahulu sebelum memakai krim retinoid. Kegunaan Krim Retinol dan Retinoid Krim retinol dan retinoid memiliki manfaat dan kegunaan yang sama untuk mengatasi masalah pada kulit diantaranya: • Memudarkan hiperpigmentasi atau noda hitam pada kulit yang disebabkan oleh proses aging karena sinar UV, karena bekas luka atau jerawat.

• Membuat kulit lebih kenyal dengan meningkatkan produksi kolagen. • Mengurangi kerutan dan garis halus. • Menghaluskan tekstur kulit. • Mengecilkan pori-pori kulit yang membesar karena jerawat, minyak berlebih, dan hilangnya kolagen pada kulit. • Mengurangi minyak berlebih.

• Mengatasi komedo dan jerawat. • Mencerahkan kulit. Dengan berbagai manfaat tersebut, maka retinol dan retinoid lainnya sangat baik digunakan pada krim anti aging untuk mengatasi tanda-tanda penuaan pada kulit. Berapa Kadar Retinol dan Retinoid yang Dianjurkan? Krim yang memiliki kadar retinol yang lebih tinggi belum tentu akan memberikan hasil yang lebih baik untuk kulit Krim retinoid.

Bahkan saat Anda baru pertama kali memakai krim retinol atau retinoid, disarankan untuk menggunakan krim dengan kadar terendah terlebih dahulu. Kadar retinol pada krim yang dapat dibeli dengan bebas umumnya adalah 0,1 hingga 0,4%. Retinoid adapalene pada kadar 0,1% juga dapat digunakan secara bebas tanpa resep dokter. Jika diperlukan, kadar retinol atau retinoid yang Anda pakai dapat ditingkatkan.

Namun untuk memakai krim retinol dengan kadar yang lebih tinggi sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit. Krim Retinol dan Retinoid Tidak Boleh Digunakan Oleh Wanita Hamil Salah satu persamaan antara retinol dengan retinoid lain seperti retinoic acid atau isotretionin adalah semuanya tidak aman jika digunakan oleh wanita hamil karena dapat membahayakan janin dalam kandungan.

Krim retinoid diabsorbsi oleh kulit sehingga kulit banyak mengandung krim retinoid vitamin A ini. Sementara vitamin A yang berlebih dapat menyebabkan cacat pada janin hingga keguguran.

Jika Anda sedang dalam program kehamilan juga sebaiknya tidak menggunakan krim retinoid atau mengkonsumsi retinoid oral. Retinoid yang dioleskan pada kulit dapat memberikan efek vitamin A yang berlebih selama kurang dari satu hari.

Sedangkan retinoid yang diminum dapat tetap ada di dalam tubuh hingga satu bulan. Untuk wanita hamil dan menyusui yang ingin memiliki manfaat krim perawatan anti aging, sebaiknya gunakan bahan alami yang lebih aman. Cara Menggunakan Krim Retinol Untuk Meminimalisir Efek Samping Penggunaan krim retinoid termasuk retinol dapat menyebabkan iritasi dan kulit kering, terutama saat baru menggunakan retinoid untuk pertama kali.

Namun, efek samping yang timbul dapat diminimalisir dengan memperhatikan hal-hal berikut saat memakai krim retinol atau retinoid: • Lakukan patch test sebelum memakai krim retinoid untuk pertama kali Caranya, oleskan krim pada lengan bagian dalam dan tunggu hingga 24 jam.

Jika terjadi iritasi atau peradangan pada bagian krim retinoid yang dioleskan, maka krim retinoid sebaiknya tidak digunakan. • Mulailah secara bertahap Mulailah dengan menggunakan krim retinol dengan kadar terkecil, dan cobalah gunakan tiap tiga hari sekali selama 2 minggu. Jika kulit tidak menunjukkan gejala iritasi, Anda dapat meningkatkan frekuensi pemakaian menjadi 2 hari sekali lalu digunakan setiap hari. • Gunakan di malam hari Krim retinol atau retinoid umumnya digunakan sebagai bagian krim retinoid skincare routine malam.

Pemakaian krim retinoid di siang hari akan membuat kulit semakin sensitif terhadap sinar UV. Sinar matahari juga dapat menurunkan efektivitas retinoid, sehingga pemakaian di siang hari menjadi kurang efektif. • Selalu gunakan sunblock di siang hari Saat memakai retinol dalam skincare routine malam Anda, pada siang harinya pastikan kulit terlindungi dengan baik dengan selalu memakai sunscreen dengan SPF 30 ke atas baik saat Anda berada di luar maupun di dalam ruangan.

• Awali dengan moisturizer Untuk meminimalisir efek krim retinoid kering akibat pemakaian retinoid, dianjurkan untuk memakai moisturizer sebelum memakai krim retinoid. Kesimpulan Retinol dan retinoid memiliki fungsi yang sama untuk melawan efek aging berupa kerutan, garis halus, atau hiperpigmentasi. Retinol merupakan senyawa golongan retinoid. Selain retinol, bahan aktif yang merupakan retinoid diantaranya retinoic acid.

Retinol bersifat lebih ringan untuk kulit jika dibandingkan dengan retinoic acid, sementara retinoic acid memiliki efek yang lebih kuat dan dapat memberikan hasil signifikan dengan lebih cepat. Untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan, sebaiknya krim retinol atau retinoid digunakan pada malam hari secara bertahap, gunakan moisturizer sebelum krim retinoid retinoid, dan selalu memakai sunscreen SPF 30 ke atas di siang harinya.

Related Posts: • Apa Itu Anti Aging dan Apa Skincare Anti Aging yang Terbaik? • 7 Mitos Salah Tentang Retinol Dalam Serum Anti Aging • Krim Terbaik Untuk Mengatasi Noda Hitam dan Bekas Jerawat • Manfaat Kolagen Untuk Kulit - Suplemen, Krim, dan Serum • Salicylic Acid Dalam Krim, Serum, dan Pembersih Wajah • Apakah Krim Pemutih Aman?

Perbedaan Pemutih dan…
Apa itu retinol? Ini adalah salah satu ramuan penjagaan kulit yang paling berkesan di luar sana … “Retinol dipuji kerana terbukti secara perubatan dan saintifik keupayaan untuk mempercepat kitaran sel kulit ” katanya pakar. Bilakah harus mula menggunakan retinol? Secara teori, anda boleh mula menggunakan retinol pada pertengahan hingga akhir 20-an.

Pencegahan lebih awal krim retinoid baik daripada mengubatinya, tetapi jelas jika anda berusia di bawah 25 tahun, anda mungkin tidak memerlukannya. Cara memilih retinol? Terdapat variasi retinol dan juga kekuatan yang berbeza. Sekiranya anda baru bermula, harus menggunakan peratusan yang rendah.

La Roche-Posay Redermic R, adalah titik permulaan yang sempurna kerana hanya mengandungi 0.3%, ia juga merupakan pilihan yang baik untuk individu yang mempunyai kulit sensitif. Retinoid Granaktif Biasa 2% di Squalane juga merupakan pesaing baru untuk pemula, dan ia sangat berpatutan.

Sekiranya anda pengguna retinol yang kuat, Medik8 Crystal Retinal 3 adalah pilihan yang bagus. Salah satu formula terkuat di luar Sunday Riley’s A + High-Dose Retinoid Serum adalah serum supercharged yang sangat kuat yang akan memberikan hasil yang pantas. Bagaimana menggunakan retinol? Sapukan pada waktu malam dan elakkan mencampurkannya dengan bahan penjagaan krim retinoid aktif yang lain.

Ia boleh dilapisi dengan asid hyaluronik, tetapi cuba meminimumkan mencampurkannya dengan banyak produk. Apakah terdapat kesan sampingan? Malangnya, retinol mempunyai beberapa kesan sampingan, walaupun ini dapat dikurangkan dengan memilih formula krim retinoid tepat untuk jenis kulit anda dan menggunakannya dengan betul.

Anda harus selalu memasukkan retinol ke dalam rutin penjagaan kulit pada awalnya, kemudian tambahkankan perlahan-lahan kerana kulit anda menjadi lebih toleran.

Mulailah menggunakannya beberapa kali seminggu dalam dos yang lebih kecil. Apabila anda mula melihat hasil dan kurang kerengsaan, terus tingkatkan peratusannya, tetapi ini mesti dilakukan dari masa ke masa. Penggunaan retinol yang berlebihan boleh menyebabkan kemerahan, kepekaan dan pengelupasan. Perlu diingat bahawa semasa menggunakan produk yang mengandungi retinol, anda perlu menggunakan pelindung matahari setiap hari. Ini adalah senarai formula retinol yang terbaik digunakan 1. Sunday Riley A+ High-Dose Krim retinoid Serum Jika anda bukan pengguna retinol biasa, ini bukan perkara yang perlu dilakukan.

Formula pro-kekuatan yang dikuasakan oleh retinoid 5%, retinol 1% liposomal-encapsulated dan 0,5% alga biru-hijau, memasukkan ini ke dalam rutin anda setelah anda tetap setia pada peratusan yang lebih rendah sekurang-kurangnya beberapa minggu. Ia sangat berkesan sehingga mengharapkan hasil yang serius dalam jangka waktu yang singkat. 2. The Ordinary Granactive Retinoid 2% in Squalane Ini adalah jenama yang boleh dipercayai keberkesanannya, sesuatu yang ingin mereka buktikan ketika meningkatkan formula retinol ke formula baru yang disebut ‘Granactive Retinoid’.

Berbanding dengan tawaran lama, Granactive Retinoid memberikan hasil yang lebih baik terhadap tanda-tanda penuaan tanpa memburukkan kulit. 3. Drunk Elephant A-Passioni Retinol Cream Boleh dikatakan pelancaran penjagaan kulit yang paling hiped, Krim Retinol A-Passioni Drunk Elephant adalah grail suci untuk krim retinoid yang reaktif. Seperti semua produk mereka, anda tidak akan menemui apa-apayang ‘mencurigakan 6’, (SLS, wangian, pewarna, minyak pati, skrin kimia, pengeringan alkohol, silikon dan SLS) di sini.

Sebaliknya, retinol 1% mereka telah diadun dengan ekstrak botani yang menenangkan, markisa, kangkung, aprikot dan ceri.

Ia juga penuh dengan peptida dan asid lemak yang kuat, membantu mempercepat pembaharuan permukaan, meningkatkan kolagen dan meningkatkan kulit penuaan. Tandakan, tandakan, tandakan. 4. La Roche-Posay Redermic [R] Anti-Wrinkle Retinol Treatment Sesuai untuk pengguna kali pertama, krim ini mengandungi 0.3% retinol tidak akan membuat wajah anda kemerahan. Seperti semua formula minimalis La Roche-Posay, ini dibuat dengan mempertimbangkan kulit sensitif dan bebas dari bahan pengawet, pewangi, pewarna, atau paraben.

Perlu diingat betapa harganya berpatutan juga. 5. Olay Retinol24 Night Serum With Retinol & Vitamin B3 Salah satu serum retinol terbaik dan bernasib baik. Serum Malam Retinol24 Olay dikemas dengan kompleks retinoid yang kuat dan vitamin B3 (Niacinamide), memungkinkan untuk membantu melicinkan garis-garis halus & kedutan, mengurangkan tekstur kulit, memperbaiki kecerahan dan memudarkan bintik-bintik gelap.

krim retinoid

Formulanya juga sangat menghidratkan, jadi harap dapat melihat peningkatan segera kerana kulit mendapat kelembapan maksima. 6. PIXI Collagen and Retinol Serum 30ml Pixi melabel rangkaian penjagaan kulit mereka sebagai ‘rawatan kulit’. Kolagen, retinol dan niacinamide dalam kumpulan formula ini bersama-sama untuk membantu kulit anda kelihatan lebih anjal.

Serum ini memperbaiki warna dan tekstur kulit dengan kandungan niacinamide. 7. PAULA’S CHOICE Anti-Aging 1% Retinol Booster Dalam soal ramuan, Paula’s Choice adalah jenama yang boleh anda percayai. Retinol Booster 1% nya telah dirancang dengan bijak sehingga anda dapat menambahkannya ke dalam pelembap yang sudah anda gunakan, dengan segera mengubahnya menjadi formula anti-penuaan.

Pastikan anda membaca panduan retinol kami terlebih dahulu. 8. Sunday Riley Luna Sleeping Night Oil Minyak wajah kaya retinol Sunday Riley adalah kekuatan yang harus diperhitungkan.

Dikemas penuh dengan ekstrak anti-inflamasi untuk menenangkan dan menenangkan, ia berfungsi dengan hebat pada keadaan seperti jerawat, rosacea, eksim dan psoriasis serta memberikan semua faedah anti-penuaan yang biasa dari retinoid. 9. Elizabeth Arden Retinol Ceramide Capsules Line Erasing Night Serum Minyak ajaib menghapuskan kedutan dilekatkan dalam kapsul serum, ini adalah impian jika anda selalu dalam perjalanan.

Pod kedap udara untuk penggunaan tunggal mengekalkan potensi, menjadikannya 76% lebih kuat daripada retinol yang tidak dikemas, sementara ceramida menghidrat mencegah kekeringan.
Buat kamu yang udah langganan dengan berbagai produk skincare, apalagi yang dilengkapi fungsi brightening, pasti udah akrab banget sama retinoid. Bahan aktif yang merupakan kelompok turunan vitamin A ini emang terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit kulit, seperti jerawat dan hiperpigmentasi pada kulit.

Kamu bisa menemukan retinoid dalam bentuk krim maupun sebagai campuran dari berbagai produk skincare. Misalnya, pada cream wajah, body lotion, body serum, hingga face serum. Meski banyak manfaatnya, ternyata kamu pun enggak boleh sembarangan dalam memakai krim ataupun skincare product yang mengandung retinoid, lho.

Kok bisa? Buat tahu jawaban lengkapnya, simak artikel ini sampai mentok ke bawah, ya! Jenis-Jenis Retinoid Sebelum terlalu jauh membahas cara pemakaiannya, ada baiknya kamu mengenali terlebih dahulu mengenai jenis-jenis retinoid. Karena, nih, banyak dari kita yang enggak tahu tentang jenis retinoid dan akhirnya salah memilih produk perawatan wajah.

Jenis retinoid yang akan dibahas ini dibagi berdasarkan tingkat kekuatan atau intensitanya, disertai juga anjuran penggunaan bagi jenis kulit tertenut. Penasaran, kan? Langsung baca jenis-jenis retinoid di bawah ini deh! Retinyl Palmitate Jenis krim retinoid pertama bernama retinyl palmitat, yang kekuatannya tergolong paling rendah. Dan oleh karenanya, jenis satu ini dapat dipertimbangkan untuk digunakan bagi pemilik kulit kering dan cenderung sensitive.

Meski begitu, sebelum benar-benar menggunakan skincare berkandungan retinyl palmitate, aplikasikan produk di bagian belakang siku terlebih dahulu. Ini digunakan untuk melihat reaksi kulit terhadap kandungan retinyl palmitat tersebut. Kalau tidak ada reaksi yang muncul setelah beberapa jam penggunaan, maka kamu bisa mengaplikasikannya sebagai perawatan harian.

Retinoid Acid Jenis retinoid yang kedua adalah retinoid acid, yang kekuatannya di krim retinoid retinyl palmitate. Jenis ini krim retinoid sangat mudah ditemukan dalam krim-krim wajah yang dianjurkan dengan resep dokter. Oleh karenanya, kamu enggak bisa dengan sembarangan memakai produk dengan kandungan retinoid acid. Apalagi kalau kamu memiliki jenis kulit yang kering dan hypersensitive.

Sisi posititfnya, bahan aktif ini dapat bekerja untuk memperbanyak sel sehat, meningkatkan produksi kolagen dan elastin, serta dapat memperbaiki masalah hiperpigmentasi pada kulit. Retinol Jenis retinoid yang ketiga dikenal dengan retinol.

Meski tergolong cukup kuat, retinol kerap ditemukan dalam beberapa produk kecantikan tertentu. Sebab, dalam formulasinya juga enggak sembarangan, ya, Guys. Melainkan harus dengan takaran dan kadar yang telah ditentukan keamanannya oleh Badan POM.

Penggunaan retinol dalam sejumlah produk perawatan kecantikan ini tak bisa dilepaskan dari efektivitasnya dalam mengatasi berbagai permasalahan pada kulit. Retinol dapat bekerja melawan gejala-gejala penuaan dini, seperti memudarkan kriput dan garis halus, mengembalikan elastisitas kulit dan membuatnya tampak lebih cerah merona. Retinaldehyde Retinaldehyade merupakan salah satu jenis retinoid yang kandungannya sedikit lebih kuat dibandingkan retinyl palmitate. Bahan aktif satu ini pun diklaim dapat memberikan hasil yang lebih cepat dan efektif dibandingkan retinol.

Meski begitu, tetap perhatikan kebutuhan dan kondisi kulitmu sebelum mencoba menggunakannya, ya. Adapalene Jenis retinoid selanjutnya adalah adapalene, yang bisa kamu dapatkan tanpa resep dokter.

Sebab adapalene dapat digunakan oleh kulit sensitive karena tebilang sangat minim menimbulkan iritasi pada kulit. Tretinoin Berbeda dengan adapalene, merupakan krim retinoid topical yang enggak bisa diperoleh sendiri.

Melainkan harus dengan menggunakan resep dari dokter. Retinoid yang juga dikenal dengan Retin-A ini jika digunakan dalam kadar yang lebih ringan akan dapat membantu melawan tanda-tanda penuaan dini.

Sedangkan, jika diformulasikan dengan kandungan yang lebih kuat dapat membantu mengatasi jerawat yang tengah meradang. Isotretinoin Isotretinoin adalah jenis retinoid yang lebih sering dijumpai dalam bentuk oral atau obat minum, yang diklaim lebih efektif dengan yang berbentuk krim. Biasanya, isotretinoin digunakan untuk mengobati jenis jerawat yang cukup parah, yakni jerawat batu atau jerawat kistik.

Tazarotene Jenis retinoid yang terakhir adalah tazarotene, yang merupakan paling kuat dari jenis yang telah disebutkan sebelumnya. Karena itu, kamu enggak bisa mendapatkan atau memakai krim retinoid ini dengan bebas. Melainkan harus melalui resep dokter. Berbagai Manfaat Retinoid untuk Kulit Wajah Telah banyak disinggung sebelumnya bahwa retinoid memiliki banyak manfaat untuk kulit wajah, khususnya untuk mencerahkan dan mengatasi hiperpigmentasi.

Benarkah hanya itu manfaat retinoid untuk kulit wajah? Ataukah ada manfaat yang lain? Yuk, cari tahu jawabannya di ulasan berikut ini, ya! Mengurangi Kerutan di Wajah Selain mencerahkan, retinoid pun sering digunakan untuk mengatasi antiaging. Khusunya untuk mengatasi kerutan halus yang muncul di area ekspresi wajah.

Salah satu jenis retinoid krim retinoid dapat mengurangi kerutan adalah tretinoin. Retinoid yang hanya bisa didapatkan lewat resep dokter ini, merupakan bahan aktif turunan retinoid yang disetujui untuk mengatasi kerutan. Ini karena tretinoin krim retinoid dengan merangsang produksi kolagen serta dapat mengontrol pembuluh darah baru pada kulit, sehingga dapat membuatnya tampak lebih cerah dan sehat.

Merawat dan Mengobati Jerawat Mamfaat retinoid untuk wajah lainnya adalah dapat membantu merawat dan mengatasi jerawat, baik dari tinggkat keparahan sedang krim retinoid cukup berat. Senyawa turunan vitamin A ini mampu membantu membuka sumbatan pada pori-pori kulit, sehingga kandungan bahan aktif dalam produk lain bisa bekerja lebih optimal.

Dengan begitu, krim retinoid wajah kamu pun jadi lebih bersih dan kemungkinan jerawat muncul lebih bisa diminimalisir. Enggak hanya itu, retinoid pun diyakini dapat mengurangi penampilan bekasnya dan membuat wajah tampak lebih mulus.

krim retinoid

Meredakan Psoriasis Selain jerawat atau komedo biasa, retinoid rupanya dapat membantu meredakan psoriasis. Psoriasis merupakan masalah kulit yang ditandai dengan kulit terlihat bersisik dan kemerahan.

Umumnya, kondisi ini pun disertai dengan rasa tidak nyaman di kulit. Namun, jika digunakan dalam takaran yang benar dan pas, retinoid dapat membantu meredakan gejala psoriasis ini.

Konsultasikan dengan dokter atau ahli kecantikan kulit terlebih dahulu, ya! Mengatasi Kutil Siapa bilang kutil hanya bisa tumbuh di kulit tubuh? Padahal, di wajah pun kutil bisa saja muncul dan dalam jumlah yang tidak sedikit. Kutil di wajah umumnya agak berbeda dengan yang ada di kulit tubuh. Bentuk kutil di wajah cenderung lebih samar dan seperti menyerupai gundukan kecil tak rata saja.

Nah, kalau kamu punya kutil di wajah, krim atau skincare berkandungan retinoid bisa menjadi jawaban dari masalah satu ini.

Bahan aktif ini dapat mengganggu pertumbuhan sel kutil, dan malah cenderung efektif untuk mengatasi kutil datar yang tumbuh di atas kulit. Cara Aman Menggunakan Retinoid Dari sekian jenis retinoid yang telah disebutkan sebelumnya, kamu pasti memahami bahwa tingkat kekuatan masing-masing jenis berbeda-beda.

Hal ini pun akan berpengaruh pada penerimaan dan kecocokan jenis retinoid terhadap kulit pemakainya. Pada dasarnya, seperti halnya bahan aktif pada skincare lainnya, retinoid pun bisa memberikan efek samping pada penggunanya.

Bahkan, pada jenis kulit yang sensitive atau krim retinoid harus berhati-hati dengan kandungan satu ini. Meski begitu, manfaatnya yang sangat beragam ini pun sangat sayang apabila tidak kamu rasakan. Nah, untuk menghindari berbagai efek samping yang bisa saja muncul, krim retinoid cara menggunakan retinoid denga naman berikut ini.

Ketahui Jenis Kulit Wajahmu Langkah satu ini emang wajib banget kamu perhatikan sebelum mencoba berbagai produk perawatan wajah apapun.

Mau yang mengandung retinoid atau bahan-bahan aktif lainnya. Sebab, pada jenis kulit tertentu retinoid ini bisa menjadi begitu keras dan berpotensi menyebabkan iritasi. Misalnya pada kulit yang kering dan sensitive, penggunaan retinoid dengan kandungan yang cukup tinggi bisa menyebabkan kondisi kulit kian memburuk. Kamu bisa lihat juga Jenis-jenis Kulit Wajah dan Cara Mengenalinya.

Lakukan Tes Sederhana Terlebih Dahulu Setelah mengetahui jenis kulit wajahmu, untuk mengetahui kecocokan dengan retinoid dengan kulit adalah dengan melakukan tes sederhana terlebih dahulu. Yakni dengan cara mengoleskan sedikit krim retinoid ke area belakang siku dan melihat reaksninya. Bila setelah beberapa jam krim retinoid taka da reaksi negative yang ditimbulkan, kamu bisa menggunakannya pada wajah.

Gunakan Secara Bertahap Setelah mengetahui jenis dan kebutuhan kulitmu, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan agar penggunaan retinoid aman adalah dengan menggunakannya secara bertahap. Khususnya pada tahap awal pemakaian. Hal ini sangat penting dilakukan untuk membuat kulit kamu terbiasa dalam menerima retinoid. Pasalnya kandungan ini pun disinyalir dapat menimbulkan efek samping, berupa kulit kemerahan, kering, hingga mengelupas. Kamu dapat memakai krim retinoid ini sebanyak seminggu krim retinoid terlebih dahulu.

Dan jika kulit enggak menunjukkan gejala alergi maupun iritasi setelah dua minggu, tingkatkan frekuensi pemakaiannya sedikit krim retinoid sedikit. Pakailah Krim Retinoid di Malam Hari Cara aman memakai krim retinoid selanjutnya adalah sebelum tidur krim retinoid malam hari. Sebab, bahan aktif satu ini merupakan senyawa kimia yang sensitif terhadap paparan sinar matahari. Untuk itu, akan sangat aman bila kamu hanya menggunakannya di malam hari. Oleskan Pelembap Setelahnya Karena efeknya yang mampu menimbulkan dehidrasi dan pengelupasan pada kulit, maka pemakaian pelembap sangat direkomendasikan untuk mengimbanginya.

Pelembap dapat membantu menghidrasi dan menenangkan gejala peradangan yang ada di kulit wajahmu. Gunakan Sunscreen atau Tabir Surya Meski sangat direkomendasikan penggunaan pada krim retinoid hari, enggak sedikit skincare siang hari juga menggunakan retinoid dalam formulanya. Jumlahnya mungkin enggak besar, namun untuk mencegah adanya iritasi karena sinar matahari, kamu bisa menggunakan tabir surya setelahnya.

Jangan Campur Retinoid dengan AHA dan Benzoil Peroksida Yang harus kamu perhatikan adalah penggunaan krim atau skincare berkandungan bahan aktif ini enggak bisa dicampur dengan AHA dan benzoil peroksida, lho. Sebab, ketiga bahan ini bisa menimbulkan efek negative pada kulitmu karena terlalu keras. Yakni dengan membuatnya jadi lebih kering dan memicu peradangan atau iritasi pada kulit. Nah, itu adalah serba-serbi menenai krim retinoid yang mungkin belum kamu ketahui dengan detil.

Mulai dari jenisnya, manfaatnya, hingga bagaimana cara penggunaannya yang aman. Apakah setelah mengetahui fakta mengenai bahan aktif ini kamu ingin mencobanya ke dalam perawatan wajahmu? Well, kasih tahu pendapatmu di kolom komentar, ya!Retinoid adalah kelompok obat derivat vitamin A.

Kelompok obat ini banyak digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit kulit, seperti jerawat dan merawat kecantikan. Jenis retinoid tertentu juga bisa digunakan dalam pengobatan kanker. Secara umum, retinoid bekerja dengan cara memengaruhi pembentukan dan pembaharuan sel-sel kulit. Obat ini juga memiliki sifat antiradang. Dalam pengobatan kanker, retinoid bekerja dengan cara memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan mengaktifkan zat yang menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Beberapa obat yang termasuk ke dalam golongan retinoid adalah tretinoin, isotretinoin, adapalene, dan retinol (vitamin A). Obat-obat ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit, seperti jerawat, rosacea, psoriasis, hingga kanker darah (leukemia).

Retinoid juga biasanya digunakan sebagai bahan produk perawatan kulit anti-aging. Peringatan Sebelum Menggunakan Retinoid Retinoid tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan retinoid, yaitu: • Jangan menggunakan retinoid jika Anda alergi terhadap obat ini atau vitamin A. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.

• Beri tahu dokter jika Anda sedang krim retinoid pernah menderita penyakit hati, penyakit ginjal, kanker kulit, tingginya kadar kolesterol atau trigliserida, atau kelebihan vitamin A. • Jangan menggunakan retinoid oles (topikal) pada luka terbuka, kulit iritasi, kulit pecah-pecah, atau kulit yang terbakar sinar matahari.

• Batasi aktivitas dengan paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama selama menjalani pengobatan dengan retinoid, karena obat ini bisa menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap sinar UV. • Retinoid tidak boleh digunakan pada wanita yang sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Gunakan alat kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan selama menjalani pengobatan dengan krim retinoid.

• Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu, • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan retinoid. Efek Samping dan Bahaya Retinoid Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah menggunakan retinoid, yaitu: • Kulit kering atau iritasi, terutama jika retinoid dikombinasikan dengan bahan skincare lain • Perubahan warna kulit • Kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari • Kulit kemerahan, berkerak, atau melepuh Selain itu, ada beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi retinoid oral, antara lain: • Mulut kering • Rambut rontok • Sakit kepala atau meningkatnya tekanan di dalam rongga otak • Rabun senja atau penglihatan kabur • Mual atau sakit perut • Diare • Kolesterol tinggi • Depresi • Insomnia • Nyeri tulang atau nyeri otot Periksakan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak segera membaik atau justru bertambah parah.

Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan retinoid. Jenis, Merek Dagang, dan Dosis Retinoid Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk dalam golongan retinoid, berserta merek dagang, bentuk sediaan, dan dosisnya sesuai kondisi serta usia pasien: Tretinoin Bentuk sediaan: Kapsul, krim, gel Merek dagang: Depigmen, Devaquin, Estera, Medi-Klin, Reviderm, Skinovit, Vitacid Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat tretinoin topikal dan tretinoin oral.

Isotretinoin Bentuk sediaan: Kapsul dan gel Merek dagang: Ivory, Roaccutane Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat isotretinoin.

Adapalene Bentuk sediaan: Krim dan gel Merek dagang: Alendion, Benzopalen, Evalen, Palenox, Pharmalene Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat adapalene.

Retinol (Vitamin A) Bentuk sediaan: Tablet, kapsul, kaplet, sirop Merek dagang: Eyevit, Ervision, Matovit, Oculex, Visionace, Vitacare Visigard, Vitamin A Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat vitamin A. Alitretinoin Bentuk sediaan: Gel Merek dagang: - Berikut ini dosis alitretinoin untuk orang dewasa berdasarkan kondisi yang ingin ditangani: • Kondisi: Sarkoma kaposi terkait AIDS Dosis awal gel 0,1% dioleskan di bagian yang bermasalah setiap 12 jam.

Dosis dapat ditingkatkan tiap 6–8 jam, sesuai kondisi pasien. • Kondisi: Limfoma sel kulit Gel 0,1% dioleskan pada bagian yang bermasalah setiap 12 jam.

krim retinoid

Acitretin Krim retinoid sediaan: Kapsul Merek dagang:- Berikut ini adalah dosis acitretin untuk orang dewasa berdasarkan kondisi yang ingin ditangani: • Kondisi: Penyakit Darier Dosisnya 10 mg per hari selama 2–4 minggu. Dosis dapat ditambah menjadi 25–40 mg per hari sesuai kondisi pasien. • Kondisi: Penyakit kulit, psoriasis Dosis awal 25–30 mg per hari selama 2–4 minggu. Dosis akan dapat ditingkatkan sesuai kondisi pasien. Dosis umum 25–50 mg per hari selama 6–8 minggu. Dosis maksimal 75 mg per hari.

Bexarotene Bentuk sediaan: Kapsul dan gel Merek dagang: - Berikut ini adalah dosis bexarotene untuk orang dewasa berdasarkan kondisi yang ingin ditangani dan bentuk obat: Kondisi: Limfoma sel kulit • Bentuk kapsul: 300 mg/m 2 luas tubuh 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg/m 2 luas tubuh per hari jika kondisi tidak kunjung membaik setelah 8 minggu pengobatan. • Bentuk gel: gel 1% dioleskan secukupnya 1 kali sehari selama 1 minggu. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 4 kali sehari, yaitu setiap 6 jam.
Apakah kamu masih bingung untuk memulai menggunakan Retinol?

Artikel ini adalah solusinya. WOOP.ID - Kamu sudah tahu bahwa retinol itu penting. Berkali-kali mendengar dan membaca (termasuk di Woop) tentang derivatif vitamin A itu sangat penting.

Alasannya, retinol memiliki dua fungsi utama yaitu yang pertama bahan aktif krim retinoid biasa ditemukan di krim anti-aging ini efektif bisa mengurangi kerutan halus, memperbaiki elastisitas kulit.

Dan yang kedua yaitu memperbaiki produksi kolagen pada kulit yang mempercepat proses regenerasi sel sehingga mengontrol jerawat. Juara 'kan? Cara pemakaiannya? Meski harus diingat bahwa ada efek samping berupa kekeringan, pengelupasan, iritasi kulit, bahkan pada beberapa orang jerawat makin mengganas (karenanya disarankan para pemakai pertama memulai dengan kandungan rendah, misalnya 0,3% lalu ditingkatkan 0,5% sampai 1%, dst), tapi kemungkinan cara pemakaiannya lebih mudah dihapal dibandingkan lirik Bohemian Rhapsody: Sebagai tahap perkenalan, gunakan retinol satu sampai dua kali seminggu dan pelan-pelan tambah frekuensinya menjadi tiap hari.

Aplikasikan di seluruh wajah dan leher (hindari daerah mata karena lebih tipis dan lebih peka), tunggu tiga menit dan oleskan sedikit pelembap jika dibutuhkan. Oh, jangan lupakan tabir surya SPF 30—karena retinol bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap bahaya sinar UV matahari.

Akan tetapi langkah berikutnya agak lebih sulit (dipastikan lebih sulit rumit daripada mengingat lirik lagu Wannabe milik Spice Girls—oh, OOT, mereka tur lagi tahun depan, yeeay!): memilih retinol yang tepat terutama untuk para amatiran seperti kita ini. Temukan rekomendasinya di bawah ini. Skincare Terbaik yang Mengandung Retinol 1. OLAY Regenerist Retinol 24 Presented by OLAY OLAY Regenerist Retinol 24 diformulasikan dengan Niacinamide dan Retinol complex yang membantu melembabkan kulit wajah hingga 24 jam.

Formula tersebut membantu memperbaiki noda kulit, meratakan warna kulit, dan membantu mengurangi tanda-tanda penuaan. Gunakan rangkaian OLAY Regenerist Retinol 24 secara rutin untuk hasil terbaik. 2. La Roche-Posay Redermic R La Roche-Posay Redermic R Dapatkan La Krim retinoid Redermic R di Tokopedia Rp560 ribu. Kandungan retinol di dalam krim retinoid ini hanya 0,3% sehingga memang cocok untuk pemakai pemula.

Formulanya yang tergolong minimalis juga baik untuk kulit sensitif karena tidak mengandung bahan pengawet, fragrance, pewarna atau paraben. 3. Differin Gel Differin Gel Dapatkan Differin Gel di Bukalapak Rp375 ribu.

Selanjutnya krim retinoid merek Differin. Cocok untuk pemilik kulit sensitif. Produk yang direkomendasikan oleh banyak ahli krim retinoid ini mengandung retinoid yang membantu mengurangi inflamasi dan mencegah sel-sel kulit menempel di antara folikel dan menyumbat pori. Baca: Review Innisfree Orchid Enriched Cream – Atasi Penuaan Kulit

Beauty Tips




2022 www.videocon.com