Sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

KOMPAS.com - ASEAN Free Trade Area atau disingkat AFTA adalah perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN. AFTA dibentuk pada 28 Januari 1992, menyusul maraknya perdagangan bebas yang dianut oleh berbagai negara. Untuk mempermudah dan meningkatkan perdagangan di negara-negara di Asia Tenggara, maka dicetuskan perjanjian perdagangan bebas.

Pada saat itu, digelar pertemuan bersama kepala negara ASEAN atau ASEAN Summit di Singapura. Dalam pertemuan itu, diumumkan pembentukan kawasan perdagangan bebas di ASEAN (AFTA). Baca juga: 5 Negara Pendiri ASEAN Negara-negara anggota AFTA Tujuan utama AFTA adalah untuk meningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi di pasar dunia, di dalam ASEAN, tarif dan non-tarif.

Selain itu, juga untuk menarik banyak investasi asing langsung ke ASEAN. Tujuan dari dibentuknya AFTA sebenarnya bagian dari tujuan ekonomi ASEAN. Oleh karena itu, tujuannya pun juga tidak jauh dari prinsip dan tujuan utama ASEAN, begitu pula negara-negara anggotanya. Saat AFTA dibentuk pada tahun 1992, anggota ASEAN baru terdiri dari enam negara, yaitu Indonesia, Brunei, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Baca sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA): Pembentukan, Tujuan, dan Manfaat Sebanyak enam negara ASEAN itu, termasuk Indonesia, langsung bergabung menjadi anggota AFTA.

Sementara empat anggota ASEAN lainnya baru meratifikasi AFTA setelah bergabung dengan ASEAN. Seperti Vietnam baru bergabung menjadi anggota AFTA pada 1995, Laos dan Myanmar pada 1997, dan Kamboja pada 1999. Saat ini, AFTA terdiri dari sepuluh negara anggota ASEAN. tirto.id - Kerjasama ekonomi internasional adalah kerjasama antar-negara yang bertujuan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi antar-anggota.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

Adapun bentuk kerjasama ekonomi internasional secara umum dapat dibagi menjadi empat jenis. Sementara lembaga-lembaga kerjasama ekonomi internasional terorganisasi dalam banyak lembaga, yang setidaknya terdiri dari 22 lembaga.

Kerja sama antar-negara merupakan hubungan antara negara satu dengan negara lain melalui kesepakatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Kerja sama antar-negara dilatarbelakangi oleh perbedaan serta persamaan dari negara tersebut Dikutip dari e-modul Kemdikbud.go.id, tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan kesejahteraan penduduk dengan melakukan kegiatan yang bersifat mendorong peningkatan pertumbuhan nasional.

Pengertian Kerjasama Ekonomi Internasional Kerja sama ekonomi internasional dilakukan demi memenuhi kebutuhan suatu negara dari negara lain dengan sifat saling menguntungkan. Mengutip Modul Pembelajaran SMA Ekonomi Kelas XI terbitan Kemdikbud, pengertian kerja sama ekonomi internasional adalah kerja sama yang menunjukkan hubungan antarnegara dalam bidang ekonomi dengan dasar kepentingan tertentu untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan struktur kegiatan ekonomi nasional.

Kerja sama tersebut penting dilakukan mengingat setiap negara tidak bisa dipisahkan dari negara-negara lainnya. Mengapa setiap negara memerlukan kerja sama ekonomi internasional? Alasan Negara Memerlukan Kerjasama Ekonomi Internasional Penyebabnya karena setiap negara memerlukan negara lain untuk memenuhi kebutuhannya.

Perlu dicatat, bahwa tidak ada negara yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negerinya secara penuh sendirian. Kondisi geografis, sumber daya alam, dan sumber daya manusia yang berlainan membuat semua negara di dunia memerlukan suplai kebutuhan dari wilayah lain.

Konteks inilah yang memicu kerja sama ekonomi antarnegara. Namun, cakupan kerja sama ekonomi ini jauh lebih luas dari sekadar perdagangan internasional.

Di dalamnya terjadi kerja sama ekonomi antara 2 atau beberapa negara sekaligus dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan, sampai struktur kegiatan ekonomi nasional. Kendati demikian, hasil paling umum dari pelaksanaan kerja sama sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta internasional memang berupa perdagangan.

Tujuan perdagangan internasional juga memenuhi untuk kebutuhan masing-masing negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Dengan bekerja sama, negara-negara mengikatkan diri dalam perjanjian perdagangan atau bidang perekonomian lain, dengan mengandalkan keunggulan komparatif ataupun kompetitifnya. Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional Merujuk penjelasan dalam buku Ekonomi SMA/MA Kelas XI (2009), kegiatan kerja sama ekonomi internasional selama ini berada di bawah pembinaan dan pengawasan Dewan Ekonomi dan Sosial atau Economic and Social Council (ECOSOC) yang merupakan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

ECOSOC memiliki lingkup kerja dalam mengoordinasikan pekerjaan yang berkaitan di bidang ekonomi dan sosial. Sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta ECOSOC diawasi oleh Majelis Umum ( General Assembly). Tugas Majelis Umum adalah memberikan rekomendasi pada penanganan masalah pembangunan, perdagangan, kependudukan, industri, konservasi energi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan sebagainya.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

Banyak negara selama ini melakukan kerja sama ekonomi internasional karena menilai ada potensi pertukaran manfaat. Selain itu, pertukaran manfaat tersebut dapat terjadi antara negara maju dan berkembang, ataupun sesama negara maju dan negara berkembang.

Kerja sama antara negara maju dengan negara berkembang bisa diwujudkan dalam bentuk tukar-menukar barang mentah dengan barang jadi, atau pertukaran barang mentah dengan modal dan tenaga ahli. Sedangkan kerja sama sesama negara maju bisa diwujudkan dalam rupa pertukaran tenaga ahli serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Secara umum, bentuk kerja sama ekonomi internasional dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: 1. Kerja sama ekonomi bilateral Kerja sama ekonomi bilateral melibatkan 2 negara dan bersifat saling membantu. Misalnya, kerja sama Indonesia-Amerika untuk perdagangan komoditas perkebunan, atau kerja sama Indonesia-Malaysia, dan sebagainya.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

2. Kerja sama ekonomi regional Kerja sama ekonomi regional dilakukan oleh beberapa negara yang berada di kawasan tertentu. Misalnya, kerja sama ekonomi antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), kerja sama ekonomi antara negara-negara di kawasan Eropa (MEE), kerja sama ekonomi antara negara-negara di kawasan Asia Pasifik (APEC), dan sebagainya.

3. Kerja sama ekonomi multilateral atau internasional Kerja sama ekonomi multilateral adalah kerja sama yang melibatkan banyak negara dan tidak terikat batasan wilayah ( region) atau kawasan negara tertentu. Contohnya, kerja sama negara-negara penghasil minyak (OPEC), kerja sama perdagangan antar negara (WTO), kerja sama keuangan internasional (IMF), dan sebagainya.

4. Kerja sama ekonomi antar-regional Dalam kerja sama ekonomi ini terjalin antara dua kelompok kerja sama ekonomi regional. Misalnya yaitu terjalin kerja sama ekonomi antara MEE dengan ASEAN. Infografik Bentuk Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional. tirto.id/Fuad 22 Lembaga Kerja Sama Ekonomi Internasional Kerja sama ekonomi internasional selama ini terorganisasi dalam banyak lembaga.

Berikut daftar 22 lembaga kerja sama ekonomi internasional.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

• ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) atau Persatuan negara-negara Asia Tenggara. ASEAN adalah kerja sama negara-negara untuk kestabilan politik, ekonomi dan sosial budaya di Asia Tenggara yang didirikan tanggal 8 Agustus 1967. • IMF (International Monetary Fund) atau Dana Moneter Internasional. Lembaga ini lahir pada tanggal 27 Desember 1945 setelah diadakan Konferensi di Bretton Woods, AS, dengan maksud untuk melancarkan kembali moneter internasional.

• IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) atau World Bank (Bank Dunia). Bank Dunia didirikan pada tanggal 27 Desember 1945 dengan tujuan membantu pembiayaan usaha-usaha pembangunan dan perkembangan negara-negara anggotanya dengan memudahkan penanaman modal untuk tujuan yang produktif. • ITO (International Trade Organization) atau Organisasi Perdagangan Internasional atau WTO (World Trade Onganisation).

WTO Merupakan organisasi perdagangan di dunia yang bertujuan untuk mengatur persaingan sehat dalam perdagangan internasional, dan meningkatkan volume perdagangan dunia.

• IFC (International Finance Corporation) atau Badan Keuangan Internasional.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

IFC didirikan pada tanggal 24 Juli 1956 bertugas memberikan pinjaman ke pengusaha swasta dan membantu mengalihkan investasi luar negeri ke negara- negara sedang berkembang. • IDA (International Development Association) atau Perhimpunan Pembangunan Internasional. IDA didirikan tahun 1960 di Washington DC, Amerika Serikat, dengan tujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi negara-negara yang sedang berkembang dan memberi pinjaman dengan syarat pinjaman yang ringan.

• UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) atau Konferensi PEB tentang perdagangan dan Pembangunan. UNCTAD didirikan dengan sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta mengusahakan kemajuan perdagangan dunia dan mengatur komoditi, hasil industri, pengalihan teknologi, perkapalan dan lain-lain. • ILO (International Labour Organisation) atau Organisasi Buruh Sedunia. ILO didirikan dengan tujuan untuk menciptakan perdamaian melalui keadilan sosial, perbaikan nasib buruh, stabilitas ekonomi sosial dan menyusun hukum perburuhan.

• UNDP (United Nations Development Program) atau Program Pengembangan PBB. UNDP merupakan suatu badan yang memberikan sumbangan untuk membiayai pembangunan di negara berkembang dan menangani program pengalihan teknologi. • UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) atau Organisasi pengembangan Industri PBB.

UNIDO didirikan dengan tujuan untuk pengembangan industri seperti pembukaan lapangan baru di bidang industri, perbaikan sistem industri yang masih ada dan lain-lain.

• APO (Asian Productivity Organization) Didirikan pada tahun 1961 dengan maksud untuk meningkatkan peranan produktifitas dan pengembangan ekonomi, serta meningkatkan usaha-usaha di bidang kegiatan tertentu khususnya pertanian dan perindustrian.

• ADB (Asian Development Bank) atau Bank Pembangunan Asia. Tujuan didirikannya ADB adalah meminjamkan dana dan memberikan bantuan teknik kepada negara-negara yang sedang berkembang.

• OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) atau Organisasi negaranegara Pengekspor Minyak. OPEC didirikan di tahun 1960 dengan tujuan menghimpun negara-negara penghasil dan pengekspor minyak, menjaga kestabilan harga minyak, menghindarkan persaingan antara negara penghasil minyak, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan minyak di seluruh dunia.

• APEC (Asian Pacific Economic Cooperation). APEC didirikan pada November 1989 yang merupakan gabungan negaranegara Asia Pasifik / Selatan (negara sedang berkembang) dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan keadaan ekonomi negara sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta. • AFTA (Asean Free Trade Area) atau Kawasan Pendagangan Bebas Asia Tenggara. AFTA menupakan organisasi pendagangan bebas ASEAN dengan maksud untuk mengantisipasi era perdagangan bebas dunia.

• NAFTA (North American Free Trade Agreement) atau Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika Utara. Badan ini didirikan untuk memajukan dan meningkatkan perdagangan di kawasan Amerika Utara.

• GATT (General Agreement on Tariff and Trade) atau sering disebut juga Putaran Uruguay. GATT merupakan organisasi perdagangan dunia yang didirikan tahun 1947. Kemudian GATT diganti jadi WTO sejak tahun 1995.

• IDB (Islamic Development Bank) atau Bank Pembangunan Islam. IDB didirikan tanggal 23 April 1975, dengan tugas utama untuk membantu negaranegara anggota, yaitu negara-negara Islam dalam meningkatkan pembangunan di bidang ekonomi dan sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta.

Iuran dan setonan anggota IDB dinyatakan dalam satuah ID (Islamic Dinar). • ASEM (Asia Europe Meeting). ASEM yang berdiri sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta tahun 1996 merupakan forum kerja sama negara Asia dan Eropa untuk memelihara perdamaian global, stabilitas, dan kemakmuran yang bertujuan untuk memajukan kegiatan perdagangan dan investasi lebih besar antara dua kawasan.

• Semula bernama G7 (Group of Seven) dan kemudian menjadi G20 (Group of Twenty). G7 dibentuk dari gagasan Presiden Prancis dan Kanselir Jerman pada tahun 1970 dan beranggotakan 7 negara maju (industri). Pada tahun 2009 anggotanya bertambah, sehingga namanya berubah menjadi G20. Daftar anggota G2O adalah Amerika Serikat, Kanada, Perancis, China, Inggris, Jerman, Italia, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Brasil, Argentina, Turki, Afrika Selatan, India, Arab Saudi, Indonesia, dan Australia.
Daftar isi • Pengertian AFTA Adalah • Negara Anggota AFTA • Tujuan AFTA • Latar Belakang Terbentuknya AFTA Pengertian AFTA Adalah Apa yang dimaksud dengan AFTA?

AFTA adalah singkatan dari ASEAN Free Trade Area (AFTA), yakni wujud dari kesepakatan negara-negara ASEAN yang tergabung untuk membentuk suatu kawasan yang bebas perdagangan. Pembentukan AFTA dilakukan di Singapura pada tahun 1992, yaitu pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV tengah berlangsung.

Tujuan pembentukan AFTA adalah dalam rangka untuk meningkatkan daya saing ekonomi di kawasan regional ASEAN dengan cara menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia. AFTA dibentuk dengan harapan agar perekonomian di negara-negara ASEAN memiliki daya saing ekonomi yang lebih baik dalam waktu 9 tahun (1993 – 2002).

Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan cara menghapus biaya bea masuk sebesar 0 – 5% bagi negara-negara anggota ASEAN.

Selain itu, AFTA juga untuk menciptakan pasar regional untuk lebih dari 500 juta penduduknya. Baca juga: Pengertian ASEAN Negara Anggota AFTA Awalnya AFTA sesuai dengan tujuan yang sudah dijelaskan sebelumnya, dibentuk dalam jangka waktu mulai dari 1993 hingga 2008. Namun kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, lalu dipercepat kembali menjadi tahun 2002. Dalam AFTA juga dikenal skema Common Effective Preferential Tariffs for ASEAN Free Trade Area (CEPT – AFTA), yakni merupakan suatu skema untuk mewujudkan tujuan AFTA melalui penurunan tarif hingga 0 sampai 5 %.

Selain itu juga melalui penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif yang lainnya. Perkembangan terakhir tentang AFTA yaitu dengan terbentuknya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang.

Kesepakatan tersebut berlaku bagi Brunei Darussalam pada tahun 2010 dan juga untuk Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Cambodia, Laos, Vietnam dan Myanmar di tahun 2015. Adapun negara yang resmi tergabung dalam AFTA awalnya berjumlah 6 negara, yakni • Indonesia • Singapura • Brunei Darussalam • Thailand • Filipina • Malaysia Dan seiring berjalannya waktu, negara yang tergabung dalam AFTA semakin bertambah yaitu dengan bergabungnya Vietnam di tahun 1995, Myanmar dan Laos di tahun 1997, serta negara Kamboja yang gabung pada tahun 1999.

Sehingga total negara yang tergabung dalam AFTA jumlahnya ada 10. Baca juga: Organisasi Internasional Tujuan AFTA Melihat pengertian AFTA seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, adapun tujuan utama didirikannya AFTA adalah sebagai berikut: • Untuk meningkatkan daya saing perekonomian antar negara-negara ASEAN atau Asia Tenggara dengan cara menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia.

• Menarik para investor asing dan untuk meningkaykan perdagangan di antar negara-negara ASEAN. Latar Belakang Terbentuknya AFTA Pembentukan AFTA sendiri tentunya bukan tanpa sejarah atau latar belakang. AFTA adalah bentuk kerjasama di bidang ekonomi seperti yang sudah disepakati oleh negara-negara ASEAN. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi terbentuknya AFTA atau kawasan perdagangan bebas, berikut ini diantaranya: • Munculnya isu-isu ekonomi setelah tantangan politik dan militer yang dihadapi ASEAN berakhir pada masa perang dingin saat itu.

• Kemajuan pesat yang dimiliki negara Singapura yang minim sumber daya alam (SDA) namun memiliki sektor perdagangan yang bisa diandalkan sebagai sumber utama penghidupan. • Keinginan untuk meningkatkan sebanyak-banyaknya investor asing. • AFTA juga sebagai langkah untuk mengejar ketertinggalan dari kerja sama regional di kawasan lain yang telah terbentuk di Eropa dan Amerika.

Diketahui juga bahwa pada tahun 2015, negara-negara yang berada di kawasan ASEAN sepakat untuk membentuk komunitas ASEAN atau ASEAN Community. Tujuan utamanya bukan untuk mengeruk keuntungan, namun justru untuk memajukan negara yang lemah. Sehingga dengan adanya komunitas tersebut yaitu terciptanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Baca juga: Pengertian Globalisasi Itulah penjelasan ringkas mengenai pengertian AFTA, sejarah singkat, tujuan, negara anggota, dan latar belakang terbentuknya AFTA.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Jakarta - Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN dibentuk oleh 5 negara pendiri ASEAN. Adapun 5 negara pendiri ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Kelima perwakilan negara pendiri ASEAN resmi membentuk ASEAN dengan menandatangani Deklarasi ASEAN pada 8 Agustus 1967 di Bangkok. Deklarasi ASEAN dikenal sebagai Deklarasi Bangkok (Bangkok Declaration), seperti dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Kelima wakil negara atau pemerintahan yang menandatangani Deklarasi ASEAN yaitu Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik, Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan dan Menteri Pembangunan Nasional Malaysia Tun Abdul Razak, Menteri Luar Negeri Filipina Narciso Ramos, Menteri Luar Negeri Singapura S. Rajaratnam, dan Menteri Luar Negeri Thailand Thanat Khoman.

Baca juga: Negara Apa yang Terletak Paling Timur di ASEAN? Ini Penjelasannya Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut: 1.

Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara 2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional 3.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi 4. Memelihara kerjasama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada 5. Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara. Deklarasi Bangkok menandai resminya suatu organisasi kawasan yang diberi sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Pendirian ASEAN bertujuan untuk menggalang kerja sama antarnegara anggota dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, mendorong perdamaian dan stabilitas wilayah, serta membentuk kerja sama dalam berbagai bidang kepentingan bersama. Seiring perkembangannya negara pendiri ASEAN membuat berbagai agenda ASEAN yang signifikan di bidang politik seperti Deklarasi Kawasan Damai, Bebas, dan Netral (Zone of Peace, Freedom, and Neutrality Declaration/ ZOPFAN) pada 1971.

Negara pendiri ASEAN juga menyepakati Traktat Persahabatan dan Kerja Sama atau Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) pada 1976. Traktat ini menjadi landasan bagi negara-negara ASEAN untuk hidup berdampingan secara damai. Kelima negara pendiri ASEAN juga membuat kesepakatan ekonomi dalam Agreement on ASEAN Preferential Trading Arrangements (PTA) yang ditandatangani di Manila, 24 Februari 1977. Kesepakatan ekonomi lima negara pendiri ASEAN ini menjadi landasan untuk mengadopsi berbagai instrumen dalam liberalisasi perdagangan on a preferential basis.

Kemudian, persetujuan terkait tarif pada area perdagangan bebas Agreement on the Common Effective Preferential Tariff (CEPT) Scheme for the ASEAN Free Trade Area disepakati di Singapura pada 28 Januari 1992. Kemajuan-kemajuan dalam kerjasama lima negara pendiri ASEAN mendorong negara-negara lain di Asia Tenggara bergabung menjadi anggota ASEAN. Lima negara yang kemudian menggabungkan diri ke ASEAN yaitu sebagai berikut: - Brunei Darussalam Brunei Darussalam menjadi anggota ke-6 ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 dalam Sidang Khusus para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/ AMM) di Jakarta, Indonesia.

- Vietnam Vietnam menjadi anggota ke-7 ASEAN pada pertemuan para Menteri Luar NegerASEAN ke-28 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 29-30 Juli 1995. - Laos dan Myanmar Laos dan Myanmar menjadi anggota ke-8 dan ke-9 ASEAN pada pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN ke-30 di Subang Jaya, Malaysia, 23-28 Juli 1997. - Kamboja Kamboja resmi menjadi anggota ke-10 ASEAN dalam Upacara Khusus Penerimaan pada tanggal 30 April 1999 di Hanoi. Gimana detikers, sudah tahu ya 5 negara pendiri ASEAN?

Simak Video " Malaysia-Indonesia Sepakat Perkuat Bahasa Melayu" [Gambas:Video 20detik] (nwy/nwy)
AFTA merupakan sebuah persetujuan yang menjadi wujud kesepakatan negara-negara ASEAN ( Association of Southeast Asian Nations ). Persetujuan ini lahir didasarkan pada Chiang Mai Initiative yang telah membentuk kestabilan keuangan di Asia.

AFTA dibuat di Singapura pada tanggal 18 Januari 1992. Saat itu, diselenggarakan konferensi tinggi tingkat ASEAN yang membahas mengenai kesepakatan perdagangan bebas. Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut, Indonesia pun memperoleh keuntungan dari adanya AFTA. Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi anggota ASEAN mempu memiliki daya saing yang cukup baik di pasar global.

Indonesia dapat memperoleh investor asing guna kemajuan perusahaan yang ada di dalam negeri. Selain itu, Indonesia juga mampu meningkatkan devisa negara dari kerja sama ekspor impor dengan negara-negara di Asia. (AG)
Jakarta - Asean Free Trade Area (AFTA) merupakan salah satu bentuk kerja sama negara-negara kawasan Asia Tenggara di bidang ekonomi. Kerja sama diperlukan karena setiap negara pastinya akan selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan perekonomiannya, termasuk juga yang dilakukan negara-negara ASEAN.

Untuk mencapai kesejahteraan tersebut, salah satu caranya adalah melakukan kerja sama dalam bidang ekonomi internasional melalui AFTA. Karena secara ekonomis, pembentukan AFTA menjadikan kegiatan ekonomi di ASEAN menjadi lebih luas. Baca juga: Ini Negara yang Berbentuk Geografis Protruded di Kawasan ASEAN Sejarah Pembentukan AFTA Melansir laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, AFTA adalah bentuk kebijakan mengenai kesepakatan antara negara anggota ASEAN untuk membentuk wilayah zona perdagangan bebas.

AFTA dibentuk pada 28 Januari tahun 1992, saat diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-4 di Singapura. Pembentukan AFTA dilatarbelakangi karena adanya perkembangan ekonomi pada setiap anggota negara ASEAN. Perkembangan ekonomi tersebut, kemudian diwadahi dengan suatu bentuk kerjasama AFTA, dalam rangka bersama-sama memajukan perekonomian di ASEAN.

Organisasi perdagangan bebas kawasan ASEAN ini, disepakati untuk menurunkan tarif dan menghapus sebuah hambatan non tarif dalam perdagangan yang dimulai pada tahun 2002. Mengutip buku 'Seri Cerdas Tangkas IPA' sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta X- Kanopi, setelah KTT diselenggarakan, kemudian pada sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta Januari 2002 AFTA diberlakukan secara penuh bagi Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam Singapura, Filipina, dan Thailand.

Sedangkan untuk Laos, Vietnam, dan Myanmar diberlakukan pada tahun 2006, dan pada 2010 AFTA baru diterapkan pada Kamboja.

Perkembangan terakhir dalam AFTA ditandai dengan adanya kesepakatan untuk menghapus semua bea masuk impor barang bagi negara ASEAN. Adapun negara yang mengikuti dan bergabung AFTA adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand pada tahun 2010.

Untuk Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam tahun 2015. Tujuan AFTA Tujuan terbentuknya AFTA telah disepakati oleh negara anggota ASEAN. AFTA merupakan hal yang penting, karena dengan kerja sama ini negara ASEAN dapat meningkatkan bidang ekonominya, berupa pasar bisnis yang meliputi kegiatan produksi distribusi maupun konsumsi.

Dilansir dari laman setnas-asean.id, secara umum AFTA bertujuan untuk menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif. Sehingga mampu membuat produk-produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global. Adapun tujuan lain dari AFTA adalah: - Meningkatkan daya saing ekonomi antar negara-negara ASEAN, dengan cara menjadikan ASEAN sebagai tujuan pasar dunia - Menarik investor asing ke ASEAN untuk meningkatkan perdagangan di antara anggota ASEAN - Menghapus biaya pajak ekspor dan impor negara-negara yang tergolong anggota ASEAN.

Dampak AFTA bagi Indonesia Sebagai salah satu anggota dari negara ASEAN, pembentukan AFTA telah memberikan beberapa dampak positif serta keuntungan bagi bangsa Indonesia. Dikutip dari modul Ilmu Pengetahuan Sosial Edisi PJJ SMP Kelas VIII oleh Tenia Kurniawati, M.Pd, Andri Setiawan, M.Pd, berikut adalah beberapa dampak positif AFTA bagi Indonesia, antara lain: 1.

Menjadi peluang bagi para pengusaha kecil dan menengah untuk melakukan ekspor barang produksinya, sehingga mampu membuka peluang mereka untuk mendapatkan pasar luar negeri 2. Memberikan peluang Indonesia dalam kegiatan ekspor 3. Membuat Indonesia untuk lebih bisa menghasilkan komoditas yang kompetitif di pasar ASEAN. Salah satu komoditas Indonesia yang dapat bersaing dengan negara lainya adalah komoditas pertanian, seperti kelapa sawit, karet, kakao, dan kopi yang merupakan bahan yang sangat diminati oleh negara ASEAN maupun di luarnya.

4. Meningkatkan daya saing untuk mendorong perkembangan perekonomian. Hal ini juga diharapkan mampu memunculkan kesadaran para pengusaha atau pelaku usaha untuk berdaya saing lebih kuat, dengan menghasilkan barang-barang berkualitas. Hambatan AFTA Meski memiliki dampak positif bagi negara-negara anggota, namun terdapat beberapa hambatan pelaksanaan AFTA, di antaranya adalah sebagai berikut. - Persaingan bahan-bahan komoditas para negara anggota ASEAN.

Persaingan ini bisa menyebabkan industri kecil dalam negeri gulung tikar, karena belum mampu untuk bersaing dengan bahan-bahan dari luar negeri - Adanya kondisi tidak stabil dalam negara, membuat negara yang ingin melakukan kegiatan mengekspor produknya, akan enggan untuk melanjutkannya - Perbedaan tingkat ekonomi pada setiap anggota negara ASEAN, memunculkan sebuah kendala dalam kegiatan ekspor dan impornya - Banyak negara-negara yang melakukan proteksi terhadap barang dalam negerinya.

Hal itu membuat barang dari luar negeri akan sulit untuk menentukan harga pasarnya. Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian, sejarah, tujuan, dan dampak AFTA bagi Indonesia. Sekarang detikers jadi lebih paham, kan?AFTA atau ASEAN Free Trade Area yang didirikan di Singapura pada tahun 1992 pada saat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN IV. AFTA adalah suatu kesepakatan yang dibentuk untuk menciptakan zona perdagangan bebas oleh negara – negara ASEAN.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

Perlunya membentuk AFTA berdasarkan pada upaya untuk mencapai tujuan berupa meningkatkan daya saing ekonomi di kawasan regional ASEAN dan juga menarik investasi asing ke ASEAN, juga membuat ASEAN menjadi pusat produksi pasar dunia, dengan tujuan strategis untuk meningkatkan keunggulan komparatif negara ASEAN sebagai satu kawasan atau unit produksi tunggal dan juga sebagai pasar tunggal.

Sejumlah enam negara anggota ASEAN yaitu Thailand, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan Singapura hadir untuk mendeklarasikan dan menandatangani kesepakatan secara resmi ketika itu. Anggota AFTA kemudian bertambah seiring dengan bertambahnya anggota lain di ASEAN seperti Vietnam yang masuk pada 1995, Laos dan Myanmar yang masuk pada 1997, serta Kamboja yang masuk pada tahun 1999.

Negara anggota AFTA sekarang terdiri dari sepuluh anggota ASEAN. Skema CEPT-AFTA Latar belakang dalam sejarah terbentuknya AFTA terjadi karena adanya perubahan eksternal yaitu ketika terjadinya masa transisi dalam pembentukan tatanan sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta baru, terjadinya perubahan internal berupa kemajuan ekonomi negara – negara anggota selama 10 tahun terakhir dan kurang menggembirakannya hasil kerjasama ASEAN.

Selain itu perlunya untuk menggalang persatuan regional dalam meningkatkan posisi dan daya saing. Program dalam sejarah terbentuknya AFTA ditargetkan untuk dapat dicapai dalam waktu 15 tahun sejak tahun 1993 sampai 2008, lalu dipercepat menjadi tahun 2003 dan yang terakhir mengalami percepatan lagi hingga menjadi tahun 2002.

Untuk itu dibuat satu skema untuk mewujudkannya melalui skema Common Effective Preferential Tariffs for AFTA (CEPT-AFTA), berupa beberapa program berikut yaitu menurunkan tarif menjadi 0 – 5 % dan penghapusan pembatasan kuantitatif dan adanya hambatan – hambatan non tarif yang lain.

Adanya program penghapusan bea yang diatur dalam CEPT maka penurunan bea masuk barang yang dilakukan oleh enam anggota ASEAN menjadi 1,51 persen dari 12,76 persen. Pemotongan biaya tarif tersebut telah dilakukan sejak tahun 1993 yang diikuti oleh negara ASEAN yang lainnya. Sejak itu AFTA mulai berlaku sepenuhnya sejak tanggal 1 Januari 2004, setelah melewati proses sosialisasi pemotongan bea masuk barang yang dihilangkan pada tahun 2008.

Cara ini berbeda dengan Uni Eropa dimana dalam AFTA tidak diterapkan tarif eksternal umum untuk barang – barang impor, yang artinya para anggota ASEAN bebas untuk mengenakan tarif pada barang yang berasal dari luar ASEAN berdasarkan pada ketetapan yang dibuat oleh masing – masing negara ASEAN.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

Pengecualian produk – produk anggota ASEAN dari CEPT yaitu termasuk pengecualian sementara berupa produk yang tarif akhirnya akan diturunkan hingga 0-5% namun ditunda sementara, pengecualian pertanian sensitif termasuk beras yang sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta akan diberlakukan pengurangan 0-5% paa 2010 dan pengecualian umum yang mengacu pada produk – produk yang dianggap perlu untuk dilindungi oleh para negara anggota ASEAN. Termasuk dalam pengecualian umum adalah perlindungan terhadap pergerakan buruh.

Manfaat AFTA bagi Indonesia Pengaturan administrasi dalam sejarah terbentuknya AFTA diatur oleh peraturan nasional dan perdagangan pada masing – masing negara anggota ASEAN. Kewenangan sekretariat ASEAN hanya sebatas memantau dan memastikan agar para negara anggota ASEAN patuh dalam menjalankan AFTA, yang berarti mereka tidak memiliki wewenang hukum untuk menindak negara – negara yang tidak konsisten menjalankan AFTA. Dalam piagam ASEAN juga tertera bahwa sekretariat ASEAN hanya bertugas untuk memastikan penerapan yang konsisten dalam setiap kesepakatan perjanjian.

Jika terjadi perbedaan pendapat dalam penerapan AFTA maka sekretariat ASEAN diberikan kewenangan untuk membantu penyelesaiannya namun tetap tanpa kewenangan hukum.

Koordinasi antar negara – negara anggota ASEAN sekarang semakin ditingkatkan dengan konsep terbaru untuk pengembangan AFTA yaitu ASEAN Single Window. Konsep ini akan membantu negara – negara yang ingin berinvestasi atau bekerjasama dengan negara – negara anggota ASEAN lainnya melalui pemberian informasi data yang berhubungan dengan transaksi atau produksi di negara – negara ASEAN. Dalam sejarah terbentuknya AFTA, keikutsertaan Indonesia pastinya telah diperhitungkan agar mendapatkan keuntungan tersendiri.

AFTA adalah program kerjasama yang menguntungkan bagi Indonesia karena beberapa hal berikut: • Memberikan peluang bagi kegiatan ekspor komoditas pertanian • Menantang Indonesia untuk menghasilkan komoditas yang kompetitif di pasar regional AFTA itu sendiri. • Meningkatnya daya saing ini diharapkan dapat semakin mendorong perkembangan perekonomian Indonesia, dan dapat mendorong para pelaku usaha agar dapat menghasilkan barang yang berkualitas sehingga bisa bersaing dengan barang – barang yang dihasilkan negara ASEAN lainnya.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

• Memberikan peluang bagi pengusaha tingkat kecil dan menengah untuk dapat mengekspor barang produksinya sehingga mereka mendapatkan pasar selain di dalam negeri. • Mendorong kesadaran para pengusaha untuk memiliki daya saing usaha yang lebih kuat. Semua hal itu tidak dapat diwujudkan tanpa adanya dukungan dari pemerintah dalam hal permodalan untuk meningkatkan kualitas produksi dan juga standar mutu barang. Diperlukan dukungan pemerintah agar dapat tercipta usaha yang mandiri dalam menghadapi AFTA, sebab jika satu industri tidak dapat bersaing karena mutu barang yang rendah maka pemerintah harus memberikan dukungan dengan bantuan modal.

Hambatan – Hambatan AFTA Dalam setiap hubungan kerjasama seperti pada sejarah terbentuknya AFTA ini, para anggota tidak hanya akan merasakan manfaat ekonominya saja tetapi juga akan mengalami beberapa hambatan yang biasanya muncul pada saat pengaplikasian perjanjian tersebut.

Banyak negara ASEAN yang melakukan proteksi terhadap barang yang dianggap penting dari negaranya sehingga menyulitkan penerapan penurunan tarif yang mengalami penundaan.

sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta

Perbedaan tingkat perekonomian di negara – negara ASEAN akan terlihat pada pendapatan perkapita yang lebih tinggi pada beberapa negara dibandingkan negara lainnya. Ketidak stabilan situasi politik di beberapa negara juga turut mempengaruhi kondisi perekonomian di negara – negara ASEAN. Contohnya pada ASEAN 6 dimana pendapatan perkapita mereka lebih tinggi daripada negara – negara lainnya yaitu Laos, Myanmar, Vietnam dan Kamboja.

Sehingga keempat negara tersebut sulit untuk menurunkan tarif barang yang dianggap penting untuk kepentingan dalam negerinya. Persaingan dari bahan komoditas diantara negara – negara anggota ASEAN juga terhambat oleh kualitas barang yang rendah dan pada akhirnya ada beberapa industri kecil yang sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta di negara – negara tersebut.

Bahkan tidak hanya pada keempat negara tersebut. ASEAN 6 juga mengalami hal yang sama pada industri kecil di negaranya mengalami guncangan karena tidak dapat bersaing dengan barang komoditas negara lain yang masuk. Banyak juga anggapan yang menyatakan bahwa AFTA hanya menghasilkan persaingan yang tidak seimbang bagi para negara anggota ASEAN itu sendiri.

Penurunan tarif barang yang masuk menimbulkan kerugian, pasar yang tidak siap pada industri lokal juga menjadi kendala pada penerapan AFTA dan penerapan penurunan tarif. Indonesia juga mengalami hal yang sama seperti negara – negara anggota ASEAN lainnya, sehingga dukungan pemerintah benar – benar dibutuhkan untuk melindungi para pelaku industri kecil dan menengah agar dapat bersaing dengan mandiri.
KOMPAS.com - ASEAN Free Trade Area atau AFTA adalah perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN.

Tahukah kamu sejarah berdiri, tujuan, dan dampak dari AFTA? Sejarah berdirinya AFTA Perdagangan bebas yang dianut banyak negara di dunia tak dapat dihindari oleh negara-negara di Asia Tenggara. Konsep free trade area lahir untuk mempermudah dan meningkatkan perdagangan di antara negara-negara di Asia Tenggara.

Baca juga: Tujuan ASEAN Dikutip dari situs ASEAN, perjanjian AFTA ditandatangani pada 28 Januari 1992. Saat itu, digelar pertemuan tingkat kepala negara (ASEAN Summit) ke-4 di Singapura. Tempat pendirian organisasi perdagangan bebas adalah Singapura. Ketika AFTA ditandatangani, anggota ASEAN baru enam negara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam. Empat anggota ASEAN lainnya baru meratifikasi AFTA setelah bergabung dengan ASEAN. Tujuan AFTA AFTA bertujuan menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif.

Sehingga produk-produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global. Baca juga: Profil Negara ASEAN ASEAN.org Penandatanganan AFTA pada pertemuan tingkat kepala negara (ASEAN Summit) ke-4 di Singapura, 28 Januari 1992.Basis produksi diwujudkan dengan menghapus batasan/hambatan tarif dan nontarif yang selama ini terjadi antarnegara. Tujuan AFTA secara singkat yakni: • Menjadikan ASEAN pusat produksi dunia • Menarik investasi asing • Meciptakan pasar regional bagi masyarakat di Asia Tenggara Sebutkan negara-negara yang mendatangi persetujuan afta juga: Sumber Daya Negara-negara ASEAN Dampak AFTA Dengan AFTA, negara-negara di ASEAN masih bisa memberlakukan tarif terhadap barang-barang impor.

Namun khusus barang-barang impor dari sesama ASEAN, tarifnya ditekan menjadi 0 sampai 5 persen saja.

SELURUH NEGARA DIKEJUTKAN. LAPORAN DAN KETERANGAN BARU DARI NOOR HISHAM




2022 www.videocon.com