Ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

Kuis Terkait • Kegiatan ekonomi sehari-hari dapat dikelompokkan menjadi tiga kegiatan ekonomi utama yaitu . • Sebutkan tiga lempeng besar yang bertemu di Indonesia. • Suatu hal yang apabila tidak terpenuhi akan mengganggu kelangsungan hidup manusia disebut . • Usaha dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk mendapat hasil tertentu dinamakan .

• Contoh kontak sosial primer adalah . • Home • Tentang Kami • Pengertian • artikel ekonomi • Artikel Biologi • Pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) • Artikel Agama • sejarah • Bahasa Indonesia • Artikel Sosiologi • Artikel Seni • Kontak Kami • Privacy Policy • Covid-19 Home » Artikel Biologi » 4 Komponen Penyusun Protoplasma & Fungsi Komponen Penyusunnya Komponen Penyusun Protoplasma & Fungsi Komponen Penyusunnya – Tubuh membutuhkan zat makanan yang berfungsi untuk sumber energi pembangun tubuh, serta pelindung dan pertahanan tubuh.

Dengan adanya makanan ini, maka komponen penyusun protoplasma dapat berfungsi. Sebab fungsi dari komponen penyusun protoplasma itu sendiri berproses dalam pertumbuhan, perkembangan dan penggantian sel-sel tubuh yang rusak. Olehnya itu kenapa makanan disebut-sebut berfungsi sebagai pembangun tubuh adalah protein dan beberapa mineral lainnya.

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

Sel merupakan suatu ruangan kecil yang bibatasi oleh membran, yang didalamnya terdapat cairan (protoplasma). Protoplasma terdiri dari plasma sel (sitoplasma) dan inti sel (nukleus). Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau nukleoplasma. Selain itu, menurut Max schultze (1825—1874) menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan dan sel merupakan unit fungsional dari kehidupan.

Hal itu sejalan dengan fungsi protoplasma yang merupakan medium cair yang terdiri dari koloid aktif, dengan fungsi sebagia tempat berlangsungnya macam-macam rekasi. Secara kimiawi, komponen penyusun protoplasma kebanyak terdiri dari air. Kandungan protoplasma tersuspensi macam-macam zat dengan jumlah sekitar 30 persen dari seluruh massa. Apabila dianalisis secara kasar terhadap zat yang tersuspensi itu, menampilkan bahwa terdapt 60 persen tersebut terdiri dari protein, sedangkan untuk sisanya komponen penyusun protoplasma adalah karbohidrat, lemak dan bahan organik misalnya saja garam, mineral) serta terdapat bahan-bahan lainnya.

Tidak hanya organela sebagia bahan hidup, dalam protoplasma ternyata terdapat bahan tidak hidup yang biasa ditemukan dalam bahan-bahan dengna sifat sementara. Contoh dari hal ini misalnya saja pada tetes lemak dan juga tetes glukosa. Sedangkan melihat secara fisi, ternyata protoplasma memiliki viskositas yang beragam berdasarkan dari ukurannya serta densitas (kepadatan) partikel yang terdapat di dalamnya.

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

Diketahui bahwa viskositas protoplasma pada bagian sel dapat beragam dari bagian yang lain. Membuktikan hal ini dapat meninjau dari sel ameba. Untuk bagian luar sitoplasma ameba (ektoplasma) memiliki viskositas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian dalam (endoplasma). Yang terjadi dari proses ini adalah ameba bisa bergerak dengan memakai kaki semu atau disebut dengan pseudopodia. Diketahui bahwa komponen utama penyusun dari protoplasma (sel) ialah air maka untuk sifat-sifat dari protoplasma tersebut tidak jauh dari sifat-sifat air, baik itu secara fisik maupun juga dalam kimiawi.

Komponen Penyusun Protoplasma Protoplasma merupakan suatu konten hidup sel. Protoplasma terususun dari dari asam nukleat, protein, lipid, dan karbohidrat. Susunan itu disebut dengan biomolekul. Protoplasma mempunyai garam anorganik dan molekul air dengan dikelilingi oleh membran sel. Ini terjadi karena prokariota mempunyai nukleus yang sama dengan organel sitoplasma lainnya yang berada pada membran sel yang disebut sitoplasma prokariotik.

Pada prokariota khususnya bakteri Gram-negatif, protoplasma tedapat juga di periplasma antara membran sitoplasma dan membran ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel. Pada eukariota, protoplasma terdiri 2 bagian yaitu sitoplasma dan nukleoplasma yaitu inti sel.

Sitoplasma adalah substansi mirip sel sel eukariotik yang tersusun atas sitosol, vesikel, sitoskeleton, inklusi dan organel kecuali nukleus. Maka dari itu sitoplasma sel eukariotik merupakan bagian dari sel antara membran sel dan selubung inti yang berada dalam sulubung nukleus disebut dengan nukleoplasma. Nukleoplasma adalah protoplasma nukleus. Sitoplasma yang terdapat dalam eukariota dan bahkan prokariota ialah tempat fungsi untuk memprbanyak sel dalam artian tempat pertumbuhan dan proses metabolisme dilakukan.

Dalam sel eukariotik, sitoplasma mengandung organel seluler. Organel ini melakukan fungsi khusus. Protoplasma terdapat 2 bentuk yaitu ada yang keadaan sol misalnya cairan atau keadaan gel seperti jeli. Komponen organik Penyusun Protoplasma yang terdapat pada protoplasma sebagai berikut.

• Protein memiliki fungsi dan peran sebagai penyusun membran sel dengan bergabung bersama lemak membentuk senyawa lipoprotein, sebagai komponen untuk membentuk enzim. • Lemak (lipid), memiliki fungsi dan peran sebagai pembentuk membran sel bersama protein, mengatur sirkulasi lemak yang lain, dan sumber cadangan energi bagi sel. • Karbohidrat memiliki fungsi dan peran sebagai sumber energi utama bagi sel. • Asam nukleat, memiliki fungsi dan peran untuk sebagai faktor genetika, koenzim, pembawa energi, dan pengatur biosintesis protein.

Demikianlah informasi mengenai 4 Komponen Penyusun Protoplasma & Fungsi Komponen Penyusunnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. Recent Posts • Pengertian Kimia, Fungsi, Cabang Ilmu, Manfaat, & Kimia Menurut Para Ahli • Pengertian Kronologi, Fungsi, dan Contoh Kronologi Dalam Sejarah • Pengertian Presipitasi, Fungsi, Arti Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi • Pengertian Periodisasi, Tujuan, Komponen & Contoh Periodisasi • Pengertian Perusahaan Manufaktur, Karakteristik/Ciri, & Fungsi Perusahaan Manufaktur
Protoplasma umumnya dibagi menjadi dua bagian: sitoplasma (bagian dari protoplasma yang terletak di luar dan di sekitar nukleus) dan nukleoplasma (bagian dari protoplasma yang terletak di dalam nukleus).

Sitoplasma mengandung berbagai organel, sedangkan nukleoplasma mengandung bahan nuklir (kromosom) dan nukleolus. Ketika istilah protoplasma pertama kali digunakan pada 1835, itu disebut zat yang bening, semi-cairan dalam membran sel dari semua makhluk hidup. Pada saat itu, para ilmuwan percaya bahwa hanya ada satu jenis cairan dalam sel, dan bahwa mereka bertanggung jawab untuk semua fungsi.

Konsep ini telah direvisi sejak pengembangan peralatan ilmiah telah memungkinkan peneliti untuk menemukan kompleksitas yang luar biasa dari sel. Sekarang, istilah tidak lagi memiliki signifikansi teknis tertentu, tetapi digunakan untuk menggambarkan semua masalah dalam dinding-dinding sel, termasuk sitoplasma, nukleus dan berbagai organel. Protoplasma terdiri dari 90% air, garam mineral, gas seperti oksigen dan karbon dioksida, protein, lipid, atau lemak, karbohidrat, asam nukleat dan enzim.

Dalam unit kompleks ini banyak tubuh kecil disebut sebagai organel, struktur yang memiliki tujuan yang berbeda. Organel pertama yang ditemukan adalah inti. Lainnya termasuk mitokondria, retikulum endoplasma (ER), aparatus Golgi, kloroplas dan plastida. Bening, cairan seperti jelly yang mengisi sel yang sekarang disebut sebagai sitoplasma.

Otak sel, atau nukleus, mengontrol semua kegiatan sel, dan bertanggung jawab untuk transmisi karakteristik keturunan melalui proses reproduksi pembelahan sel yang disebut mitosis. Dalam inti adalah nukleolus, pusat untuk RNA, dan jaringan kromatin, yang terbentuk dari DNA dan mensintesis protein yang membentuk kromosom.

Ini juga mengontrol enzim yang mengatur fungsi bagian lain dari sel. Powerhouses sel (atau rumah energi sel) adalah mitokondria yang mengandung enzim yang dibutuhkan untuk respirasi seluler, proses yang dilalui sel untuk menghasilkan ATP dan melepaskan limbah. ATP, yang terdiri dari adenin, ribosa dan tiga fosfat, adalah sumber energi utama untuk semua reaksi seluler lainnya.

Jumlah mitokondria yang hadir dalam sel bervariasi, tergantung pada jenis sel dan kebutuhan energi yang dimilikinya. Beberapa sel hanya boleh memiliki satu mitokondria, sementara sel-sel lain mungkin memiliki ribuan. Organel lain yang berlokasi pada protoplasma adalah aparatus Golgi, atau badan Golgi, dinamai ilmuwan Italia Carmillo Golgi, yang menemukan mereka.

Aparatus Golgi terdiri dari kantung membran dilipat tertutup yang menyimpan dan akhirnya mengangkut protein yang diproduksi oleh retikulum endoplasma (ER) dari sel. Sebelum melepaskan protein untuk digunakan di tempat lain dalam sel, badan golgi membuat beberapa modifikasi. Selain itu, struktur penting ini menghasilkan gula kompleks dan lisosom, molekul yang bertindak seperti pembuangan sampah, mencerna komponen mati atau tidak dibutuhkan dalam sel.

RE dalam protoplasma bertanggung jawab untuk memproduksi sebagian besar protein dan lipid yang digunakan oleh organel lain di dalam sel.

Ada dua jenis RE; RE kasar, yang memiliki ribosom yang melekat, dan ER halus, yang tidak memiliki ribosom. RE kasar menghasilkan protein dan mengirimkannya ke aparatus Golgi.

ER halus adalah fasilitas penyimpanan yang menyimpan ion dan menciptakan dan menyimpan steroid untuk penggunaan masa depan.

Pengertian protoplasma Beberapa organel yang hanya ditemukan di protoplasma sel tumbuhan. Ini termasuk kloroplas dan plastida. Kloroplas mengandung klorofil tanaman dan merupakan pusat untuk proses fotosintesis. Plastida adalah organel tanaman yang terlibat dalam sejumlah fungsi penting, termasuk penyerbukan, fotosintesis, dan sintesis lemak, pati dan protein.

Protoplasma adalah bagian fundamental dan hidup dari sel, termasuk seluruh bagian dalam, yaitu inti ditambah sitoplasma; Ini dalam keadaan koloid dan sebagian besar terdiri dari air (75 -80%), serta protein (10 – 15%), enzim, zat lemak (lemak netral, fosfolipid, kolesterol), karbohidrat, dan garam anorganik atau elektrolit. Cara di mana struktur organik dan anorganik dalam protoplasma diatur dan berkat sifat-sifatnya, memungkinkan proses transformasi permanen, dan untuk fenomena makhluk hidup terjadi, seperti: reproduksi, pertumbuhan dan kemampuan untuk bereaksi dengan lingkungan.

Pengertian Protoplasma Protoplasma adalah bahan hidup sel. Struktur ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1839 sebagai cairan yang dapat dibedakan dari dinding.

Itu dianggap sebagai ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel yang transparan, kental dan dapat dikembangkan.

Itu ditafsirkan sebagai struktur tanpa organisasi yang jelas dan dengan banyak organel. Protoplasma telah dianggap sebagai seluruh bagian sel yang ada di dalam membran plasma. Namun, beberapa penulis telah memasukkan protoplasma ke membran sel, nukleus, dan sitoplasma. Saat ini, istilah protoplasma belum banyak digunakan. Sebaliknya, para ilmuwan lebih suka merujuk langsung ke komponen seluler. Asal, sejarah, atau formasi Protoplasma berasal dari proto yang berarti pertama, sebelumnya dan dari plasma yang berarti materi yang dapat dicetak, bahan penyusunnya.

Protoplasma adalah neologisme yang diciptakan pada abad ke-19, oleh dokter dan ahli biologi Jerman Hugo von Mohl (1805-1872) pada tahun 1839. Istilah protoplasma dikaitkan dengan ahli anatomi Swedia Jan Purkyne pada tahun 1839. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada bahan formatif embrio hewan. Namun, pada awal 1835 ahli zoologi Felix Dujardin menggambarkan substansi di dalam rhizopoda. Ini memberinya nama sarcoda dan menunjukkan bahwa ia memiliki sifat fisik dan kimia.

Selanjutnya, pada tahun 1846 ahli botani Jerman Hugo von Mohl memperkenalkan kembali istilah protoplasma untuk merujuk pada zat yang ada di dalam sel tumbuhan. Pada tahun 1850, ahli botani Ferdinand Cohn menyatukan istilah, menunjukkan bahwa baik tumbuhan dan hewan mengandung protoplasma. Peneliti menunjukkan bahwa pada kedua organisme, substansi yang mengisi sel adalah serupa. Pada tahun 1872, Beale memperkenalkan istilah bioplasma. Pada tahun 1880 Hanstein mengusulkan kata protoplas, sebuah istilah baru untuk merujuk ke seluruh sel, tidak termasuk dinding sel.

Istilah ini digunakan oleh beberapa penulis untuk mengganti sel. Pada 1965, Lardy memperkenalkan istilah cytosol, yang kemudian digunakan untuk memberi nama cairan di dalam sel. Fungsi Protoplasma Fungsinya termasuk melindungi organ-organ tubuh, bertindak sebagai cadangan energi, mengangkut oksigen, mengatur sifat termal dan menimbulkan berbagai reaksi kimia.

Semua proses yang terjadi dalam sel dikaitkan dengan protoplasma, melalui berbagai komponennya. Membran plasma adalah penghalang struktural selektif yang mengontrol hubungan antara sel dan lingkungan sekitarnya. Lipid mencegah lewatnya zat hidrofilik. Protein mengendalikan zat yang dapat melintasi membran, mengatur masuknya dan keluar ke dalam sel. Berbagai reaksi kimia terjadi dalam sitosol, seperti glikolisis. Ini secara langsung campur tangan dalam modifikasi viskositas seluler, gerakan amoeboid dan cyclosis.

Demikian juga, sangat penting dalam pembentukan gelendong mitosis selama pembelahan sel. Dalam sitoskeleton, mikrofilamen dikaitkan dengan kontraksi dan pergerakan sel. Sementara mikrotubulus ikut campur dalam pengangkutan sel dan membantu membentuk sel. Mereka juga berpartisipasi dalam pembentukan sentriol, silia dan flagela. Transportasi intraseluler, serta transformasi, perakitan dan sekresi zat, adalah tanggung jawab retikulum endoplasma dan diktiosom.

Proses transformasi dan akumulasi energi terjadi pada organisme fotosintesis yang memiliki kloroplas. Perolehan ATP melalui respirasi seluler terjadi pada mitokondria. Sifat Protoplasma Secara umum, sifat-sifat fisiologis dari protoplasma bertanggung jawab atas sifat-sifat sel, ini berarti bahwa fungsi-fungsi sel akan menjadi cerminan langsung dari sifat-sifat protoplasma.

Protoplasma memiliki tiga sifat fisiologis dasar responsif (kemampuan untuk bereaksi terhadap stimulus, mendefinisikan tingkat adaptasinya terhadap lingkungan), metabolisme (karakteristik dan ciri khas makhluk hidup, mencakup semua reaksi kimia yang terjadi dalam sel, kata metabolisme itu menanggapi proses fungsional nutrisi seperti pencernaan, respirasi, penyerapan dan ekskresi) dan reproduksi (terdiri dalam pembentukan sel-sel baru, mirip dengan yang asli, baik dengan pembelahan langsung, yaitu, amitosis atau tidak langsung yaitu, mitosis, yang lebih berulang pada sel-sel hewan.

Selain itu, ada bentuk khusus pembelahan yang terjadi pada tahap pematangan sel-sel kelamin atau gamet, yaitu meiosis). Sifat fisiologis Tiga sifat fisiologis yang terkait dengan protoplasma telah dijelaskan.

Ini adalah metabolisme, reproduksi, dan lekas marah. Dalam protoplasma semua proses metabolisme sel terjadi. Beberapa proses bersifat anabolik dan terkait ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel sintesis protoplasma. Yang lain bersifat katabolik, dan campur tangan dalam disintegrasi. Metabolisme mencakup proses seperti pencernaan, pernapasan, penyerapan, dan ekskresi. Semua proses yang terkait dengan reproduksi oleh pembelahan sel, serta pengkodean untuk sintesis protein yang diperlukan dalam semua reaksi sel, terjadi pada inti sel, yang terkandung dalam protoplasma.

Responsif adalah respons protoplasma terhadap stimulus eksternal. Ini mampu memicu respons fisiologis yang memungkinkan sel untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Teori protoplasma Ahli anatomi Max Schultze mengusulkan pada akhir abad ke-19 bahwa dasar kehidupan yang mendasar adalah protoplasma. Schultze mengemukakan bahwa protoplasma adalah zat yang mengatur aktivitas vital jaringan pada makhluk hidup.

Karya Schultze dianggap sebagai titik awal teori protoplasma. Teori ini didukung oleh proposal Thomas Huxley pada tahun 1868 dan oleh para ilmuwan lain saat itu. Teori protoplasma menyatakan bahwa protoplasma adalah dasar fisik kehidupan.

Sedemikian rupa sehingga studi tentang zat ini akan memungkinkan memahami fungsi makhluk hidup, termasuk mekanisme pewarisan. Dengan pemahaman terbaik tentang struktur dan fungsi sel, teori protoplasma telah kehilangan validitasnya. Ciri-ciri Protoplasma Protoplasma terdiri dari berbagai senyawa organik dan anorganik.

Zat yang paling melimpah adalah air, yang merupakan hampir 70% dari total beratnya dan berfungsi sebagai transporter, pelarut, termoregulator, pelumas dan elemen struktural.

Selanjutnya, 26% dari protoplasma terdiri dari makromolekul organik umumnya. Ini adalah molekul besar yang dibentuk oleh polimerisasi subunit yang lebih kecil. Juga kita menemukan karbohidrat, makromolekul yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen, yang menyimpan energi untuk sel pada protoplasma. Mereka digunakan dalam berbagai fungsi metabolik dan struktural protoplasma.

Demikian juga, protoplasma memiliki berbagai jenis lipid (lemak netral, kolesterol dan fosfolipid) disajikan, yang juga berfungsi sebagai sumber energi untuk sel. Selain itu, mereka adalah bagian penyusun membran yang mengatur fungsi protoplasma yang berbeda. Protein membentuk hampir 15% dari komposisi protoplasma. Di antaranya kita mengamati protein struktural. Protein-protein ini membentuk kerangka kerja protoplasma, berkontribusi pada organisasi dan transpor selulernya.

Protein lain yang ada dalam protoplasma adalah enzim. Mereka bertindak sebagai katalis (zat yang mengubah kecepatan reaksi kimia) dari semua proses metabolisme. Demikian juga, berbagai ion anorganik hadir yang hanya sesuai dengan 1% dari komposisi protoplasma (kalium, magnesium, fosfor, sulfur, natrium dan klorin).

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

Ini berkontribusi untuk menjaga pH protoplasma. Komponen Protoplasma Protoplasma terdiri dari membran plasma, sitoplasma dan nukleoplasma. Namun, hari ini, berkat kemajuan dalam mikroskop elektron, struktur seluler diketahui lebih rumit.

Selain itu, ada sejumlah besar kompartemen subseluler, dan konten seluler yang sangat kompleks secara struktural. Selain organel, mereka termasuk di sini sebagai bagian dari sitoplasma.

Membran plasma Membran plasma atau plasmalema terdiri dari sekitar 60% protein dan 40% lipid. Susunan strukturalnya dijelaskan oleh model mosaik fluida. Dalam hal ini, membran memiliki lapisan ganda fosfolipid di mana protein tertanam. Semua membran sel dianggap memiliki struktur yang sama. Namun, plasmalemma adalah membran paling tebal di dalam sel.

Plasmamaema tidak terlihat di bawah mikroskop cahaya. Baru pada akhir 1950-an strukturnya dapat dirinci. Sitoplasma Sitoplasma didefinisikan sebagai semua bahan sel yang ada di dalam plasmalema, tidak termasuk nukleus. Dalam sitoplasma semua organel (struktur sel dengan bentuk dan fungsi yang ditentukan) dimasukkan.

Demikian juga, zat di mana komponen seluler yang berbeda direndam. Sitosol Sitosol adalah fase cairan sitoplasma. Ini adalah gel yang hampir cair yang mengandung lebih dari 20% protein sel. Sebagian besar adalah enzim. Sitoskeleton Sitoskeleton merupakan kerangka protein yang membentuk kerangka seluler.

Itu terdiri dari mikrofilamen dan mikrotubulus. Mikrofilamen terutama terbuat dari aktin, meskipun ada protein lain. Filamen ini memiliki komposisi kimia yang berbeda di berbagai jenis sel. Mikrotubulus adalah struktur tubular yang pada dasarnya terbuat dari tubulin.

Organel Organel adalah struktur seluler yang memenuhi fungsi tertentu. Masing-masing dibatasi oleh membran. Beberapa organel hanya memiliki satu membran (vakuola, dictyosom), sementara yang lain dibatasi oleh dua membran (mitokondria, kloroplas). Selaput organel memiliki struktur yang sama dengan plasmalemma. Mereka lebih tipis dan komposisi kimianya berbeda tergantung pada fungsi yang mereka penuhi.

Berbagai reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim spesifik terjadi di dalam organel. Di ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel lain, mereka dapat bergerak dalam fase berair dari sitoplasma.

Dalam organel, berbagai reaksi yang sangat penting untuk berfungsinya sel terjadi. Di dalamnya terjadi sekresi zat, fotosintesis, dan respirasi aerobik Nukleoplasma Nukleus adalah organel seluler yang berisi informasi genetik sel. Dalam proses pembelahan sel yang sama terjadi. Tiga komponen inti dikenali: amplop inti, nukleoplasma, dan nukleolus. Amplop nuklir memisahkan inti dari sitoplasma dan terdiri dari dua unit membran. Nukleoplasma adalah zat internal yang dibatasi secara internal oleh amplop nuklir.

Ini merupakan fase air yang mengandung sejumlah besar protein. Mereka terutama enzim yang mengatur metabolisme asam nukleat. Kromatin (DNA dalam fase terdispersinya) terkandung dalam nukleoplasma.

Selain itu, nukleolus disajikan, yang merupakan struktur yang terdiri dari protein dan RNA. Ilmuwan yang menyatakan protoplasma merupakan subtansi hidup pada sel adalah Hugo Von Mohl.ia seorang botani Jerman dan menemukan sel-sel tumbuhan tersusun dari subtansi hidup. Subtansi yang dimaksud adalah ptoplasma.

Ptoroplasma adalah bagian sel yang terdiri dari sitoplasma dan nukleoplasma. Di protoplasma ditemukan berbagai unsur kimiawi dari unsur sampai senyawa organik dan anorganik. Pembahasan Berikut ini adalah ilmuwan-ilmuwan yang mengemukakan tetang konsep-konsep protoplasma yaitu: 1. Johannes Purkinje • Istilah protoplasma pertama kali dipakai olehnya. • Menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu sitoplasma dan nukleoplasma 2. Felix Dujardin • Mengemukakan bagian yang palig penting dari sel adalah cairan sel.

• Cairan yang ia maksud disebut protoplasma oleh Johannes Purkinje. 3. Max Schultze • Mengemukakan bahwa sel merupakan unit fugsional makhluk hidup yang didasarkan adanya kenyataan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik kehiudpan. • Sel dikatakan unit fungsional karena seluruh kegiatan makhluk hidup berpusat, diatur dan dikendalikan oleh sel.

4. Thomas H. Huxley Mengemukakan bahwa protoplasma adalah dasar fisik dari kehidupan. 5. Otto Butchlii Ia mengadakan penelitian terhadap subtannsi tidak hidup yag disesuaikan dengan susunan protoplasma hidup. 7. Max Verworn • Menyataka bahwa protoplasma mrupakan materi/subtansi yang dilindungi dinding sel dan merupakan dasar fisik kehidupan. • Protoplasma adalah semua hal yag hubungannya dengan proses fisika dan kimia serta perubahan substansi dan eergi yang berhubunga dengan aktivitas kehidupan.

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

Pelajari lebih lanjut 1. sel prokariotik: brainly.co.id/tugas/17400111 2. transpor zat: brainly.co.id/tugas/18188545 3. the power house of cell: brainly.co.id/tugas/18280049 Detil Jawaban Kelas: 2 SMA Mapel: Biologi Bab: Sel Kode: 11.4.1 Kata kunci: ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel tentang protoplasma
Eucoleus aerophilus (Creplin, 1839) Dujardin, 1845 ( Nematoda ), contoh parasit yang dikerjakan Felix Dujardin Félix Dujardin adalah seorang ahli biologi Perancis.

Dia dikenang untuk penelitiannya tentang protozoa, konsepnya tentang Protoplasma dan invertebrata lainnya. Pada tahun 1850 dia adalah orang pertama yang menggambarkan badan jamur seranga yang merupakan kunci dalam sistem struktur saraf serangga. Felix Dujardin lahir 5 April 1802 di Tours, Perancis.

Ia merupakan anggota dari akademi sains yang terkenal di Prancis. Pada tahun 1840 ia ditunjuk sebagai profesor dari geologi dan mineralogi di Universitas Toulouse. Dan pada tahun 1841, dia juga menjadi seorang profesor dari zoology dan botani di Rennes. Sebagian besar latar belakang pendidikannya didapat secara otodidak. Ia dikenal dikenal karena karyanya dalam kehidupan binatang mikroskopis. Pada tahun 1834 ia mengusulkan bahwa kelompok baru organisme bersel satu yang disebut " Rhizopoda "; yang berarti "akar-kaki".

Nama itu kemudian berubah menjadi " Protozoa ". Dia membantah konsep seorang naturali,s Christian Gottfried Ehrenberg yang menyebutkan bahwa organisme mikroskopis "organisme lengkap" yang mirip dengan hewan yang lebih tinggi. Selain studi tentang mikroskopis, ia melakukan penelitian yang luas dari kelompok invertebrata termasuk echinodermata, cacing dan cnidari. Pada tahun 1835 Felix Dujardin menyatakan bahwa bagian terpenting dalam sel adalah protoplasma, yang merupakan cairan yang terdapat di dalam lumen (ruang) sel.

Peryataan ini merupakan penegasan dari pendapat MaxSchultze (1825-1914) yang menyatakan bahwa “protoplasma merupakan struktur dasar organisme dan merupakan bagian penting dari sel”. Di Foraminifera, ia menemukan zat hidup yang tak berbentuk yang ia beri nama " sarcode ", kemudian berganti nama menjadi protoplasma oleh Hugo von Mohl (1805-1872).

Setelah meneliti protozoa, Felix Dujardin berani membantah konsep naturalis Gottfries Ehrenberg yang menyatakan bahwa mikro organisme adalah organisme lengkap yang mirip dengan makro organisme. Felix Dujardin menyatakan bahwa mikroorganisme adalah suatu organisme bersel satu yang tidak memiliki kelengkapan organ dan sistem organ seperti makhluk-makhluk makrokospis bersel banyak. Felix Dujardin juga melakukan penelitian yang luas, termasuk ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel terhadap kelompok hewan tidak bertulang punggung (Invertebrata) Echinoderms, Helminths dan Cnidarians.

Félix Dujardin meninggal pada 8 April 1860. ( Sumber: Wikipedia) • ► 2022 (2) • ► February (1) • ► January (1) • ► 2021 (2) • ► August (1) • ► January (1) • ► 2020 (14) • ► October (2) • ► April (2) • ► March (4) • ► February (6) • ► 2019 (38) • ► November (3) • ► September (2) • ► August (8) • ► July (7) • ► June (3) • ► May (1) • ► February (3) • ► January (11) • ► 2018 (50) • ► December (10) • ► November (9) • ► October (9) • ► September (7) • ► August (5) • ► July (1) • ► June (1) • ► February (1) • ► January (7) • ► 2017 (138) • ► December (5) • ► November (4) • ► October (21) • ► September (8) • ► August (7) • ► July (20) • ► June (28) • ► May (22) • ► April (17) • ► March (5) • ► February (1) • ► 2016 (98) • ► October (8) • ► September (2) • ► August (9) • ► July (7) • ► June (11) • ► May (7) • ► April (12) • ► March (17) • ► February (9) • ► January (16) • ▼ 2015 (153) • ► December (4) • ► November (7) • ► October (5) • ► September (1) • ► August (11) • ► July (15) • ► June (26) • ► May (28) • ► April (10) • ► March (20) • ► February (12) • ▼ January (14) • Konrad Emil Bloch - Penemu mekanisme dan pengatura.

• Karl Landsteiner - Penemu Golongan Darah • Ibnu Miskawaih - Cendekiawan Muslim Ahli Kedoktera. • Dani Hilman Natawijaya - Penemu Indikator Alam (Te.

• William Standish Knowles - Penemu Sintesis Asimetr. • Félix Dujardin - Peneliti protozoa, konsep Protopl.

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

• Abbas Abu Firnas - Manusia Pertama yang Terbang Se. • Daniel Murdiyarso - Peneliti lingkungan • Gertrude B. Elionp - Penemu Obat Penghambat Proses. • Jan Evangelista Purkyně - Penggagas Istilah Protop. • Abu Musa Jabir bin Hayyan - Bapak Kimia Modern • Bacharuddin Jusuf Habibie - Ilmuwan Pemegang 46 Ha. • Carl Wilhelm Scheele - Penemu Oksigen, Klorin, dll • Pengering Rambut Tanpa Listrik • ► 2014 (361) • ► December (28) • ► November (36) • ► October (26) • ► September (33) • ► August (29) • ► July (25) • ► June (21) • ► May (31) • ► April (33) • ► March (31) • ► February (40) • ► January (28)
Sel pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuan dari Inggris Robert Hooke pada tahun 1665.

Saat itu, Hooke mengamati sel gabus dari dinding sel tumbuhan yang sudah mati dengan menggunakan mikroskop sederhana. Ia melihat adanya ruang kecil kosong, kemudian menampakannya dengan sel (bahasa latin, cellula = kamar kecil). Gambar. Sel gabus hasil pengamatan Robert Hooke Penemuan tentang sel berkembang dimulai ketika Antonie Van Leeuwenhoek menjadi orang yang pertama kali melihat sel hidup dari alga Spirogyra dan bakteri dengan mnggunakan miskoskop pada tahun 1674.

Sejak saat itu, para ilmuwan di seluruh dunia berlomba-lomba untuk melakukan percobaan mengenai sel. Banyak sekali ilmuwan yang mencoba untuk mengungkapkan teori-teori tentang sel, diataranya sebagai berikut. ⦁ Jean Baptiste de Lamarck (1809) mengeluarkan pernyataan bahwa setiap badan hidup merupakan kumpulan sel-sel.

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

⦁ Ludolph Christian Treviranus dan Johann Jacob Paul Moldenhawer menyatakan bahwa individu atau organisme merupakan kesatuan dari sel-sel. ⦁ Henri Dutrochet menyatakan bahwa sel adalah elemen fundamental dari organisme. ⦁ Theodore Schwann (ahli anatomi hewan) dan Matthias Jakob Schleiden (ahli anatomi tumbuhan) pada tahun 1838 berpendapat bahwa sel merupakan unit dasar kehidupan dan setiap makhluk hidup tersusun dari sel.

⦁ Felix Dujardin (1835) merupakan bahwa bagian terpenting dari sel hidup adalah cairan yang selalu terdapat di dalam sel hidup. ⦁ Johannes Purkinje (1840)memperkenalkan istilah protoplasma yang merupakan cairan yang terdapat di dalam sel. ⦁ Max Schultze berpendapat bahwa protoplasma merupakan struktur dasar kehidupan dan merupakan bagian yang sangat penting dari sel. ⦁ Rudolf Ludwing Karl Virchow pada tahun 1858 menyatakan bahwa sel berasal dari sel sebelumnya (omnis cellula e cellula).

⦁ Robert Brown merupakan nukleus (inti sel) pada sel tanaman anggrek. Ia berpendapat bahwa nukleus memiliki arti penting bagi sel karena mengatur segala aktivitas di dalam sel. ⦁ R. Strasburger menyatakan bahwa setiap inti sel berasal dari inti sel sebelumnya melalui proses pembelahan.

⦁ C. Bernard menyatakan bahwa inti sel merupakan struktur terpenting dari sel yang memiliki fungsi mengatur seluruh pekerjaan sel. Berdasarkan hasil penemuan-penemuan para ilmuwan tersebut, dapat di simpulkan hal-hal tersebut.

⦁ Semua makhluk hidup terdiri atas sel-sel. ⦁ Sel merupakan unit struktural terkecil makhluk hidup yang menjadi komponen dasar penyusunan tubuh makhluk hidup. ⦁ Sel merupakan unit fungsional karena sel melakukan suatu fungsi kehidupan, seperti sintesis proein yang berhubungan dengan pembentukan sifat morfologis dan fisiologis, reproduksi dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, melakukan respons, serta memanfaatkan energi.

⦁ Semua sel berasal dari sel sebelumnya. ⦁ Sel merupakan unit hereditas yang dapat mewariskan sifat genetik dari satu generasi ke generasi berikunya.Protoplasma adalah istilah lama, yang berarti zat hidup yang membentuk sel. Tidak lagi banyak digunakan. Ahli biologi lebih suka berbicara tentang sitoplasma dan inti sel.

Dalam sel tumbuhan, dikelilingi oleh dinding sel. Dalam sel hewan, seluruh sel terbuat dari protoplasma, dikelilingi oleh membran sel. Protoplasma pada makhluk hidup terdiri dari sekitar 75-80% air. Namun, ini agak menyesatkan karena sitoplasma penuh dengan struktur yang disebut organel, yang melakukan berbagai tugas.

Retikulum endoplasma adalah yang terbesar dari struktur ini; ada banyak organel lainnya. Kata “protoplasma” pertama kali digunakan pada tahun 1846 oleh Hugo von Mohl untuk menggambarkan zat dalam sel tumbuhan, terlepas dari dinding sel, inti sel dan vakuola.

Setelah penemuan mikroskop elektron, jelas bahwa sel hidup jauh lebih rumit daripada yang diketahui von Mohl. Protoplasma adalah bagian fundamental dan hidup dari sel, termasuk seluruh bagian dalam, yaitu inti ditambah sitoplasma; Ini dalam keadaan koloid dan sebagian besar terdiri dari air (75 -80%), serta protein (10 – 15%), enzim, zat lemak (lemak netral, fosfolipid, kolesterol), karbohidrat, dan garam anorganik atau elektrolit.

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

Cara di mana struktur organik dan anorganik dalam protoplasma diatur dan berkat sifat-sifatnya, memungkinkan proses transformasi permanen, dan untuk fenomena makhluk hidup terjadi, seperti: reproduksi, pertumbuhan dan kemampuan untuk bereaksi dengan lingkungan. Pengertian Protoplasma Protoplasma adalah bahan hidup sel. Struktur ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1839 sebagai cairan yang dapat dibedakan dari dinding.

Itu dianggap sebagai zat yang transparan, kental dan dapat dikembangkan. Itu ditafsirkan sebagai struktur tanpa organisasi yang jelas dan dengan banyak organel. Protoplasma telah dianggap sebagai seluruh bagian sel yang ada di dalam membran plasma. Namun, beberapa penulis telah memasukkan protoplasma ke membran sel, nukleus, dan sitoplasma. Saat ini, istilah protoplasma belum banyak digunakan.

Sebaliknya, para ilmuwan lebih suka merujuk langsung ke komponen seluler. Asal, sejarah, atau pembentukan Protoplasma berasal dari proto yang berarti pertama, sebelumnya dan dari plasma yang berarti materi yang dapat dicetak, bahan penyusunnya. Protoplasma adalah neologisme yang diciptakan pada abad ke-19, oleh dokter dan ahli biologi Jerman Hugo von Mohl (1805-1872) pada tahun 1839.

Istilah protoplasma dikaitkan dengan ahli anatomi Swedia Jan Purkyne pada tahun 1839. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada bahan formatif embrio hewan. Namun, pada awal 1835 ahli zoologi Felix Dujardin menggambarkan substansi di dalam rhizopoda. Ini memberinya nama sarcoda dan menunjukkan bahwa ia memiliki sifat fisik dan kimia.

Selanjutnya, pada tahun 1846 ahli botani Jerman Hugo von Mohl memperkenalkan kembali istilah protoplasma untuk merujuk pada ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel yang ada di dalam sel tumbuhan. Pada tahun 1850, ahli botani Ferdinand Cohn menyatukan istilah, menunjukkan bahwa baik tumbuhan dan hewan mengandung protoplasma.

Peneliti menunjukkan bahwa pada kedua organisme, substansi yang mengisi sel adalah serupa. Pada tahun 1872, Beale memperkenalkan istilah bioplasma. Pada tahun 1880 Hanstein mengusulkan kata protoplas, sebuah istilah baru untuk merujuk ke seluruh sel, tidak termasuk dinding sel.

Istilah ini digunakan oleh beberapa penulis untuk mengganti sel. Pada 1965, Lardy memperkenalkan istilah cytosol, yang kemudian digunakan untuk memberi nama cairan di dalam sel.

Fungsi Protoplasma Fungsinya termasuk melindungi organ-organ tubuh, bertindak sebagai cadangan energi, mengangkut oksigen, mengatur sifat termal dan menimbulkan berbagai reaksi kimia. Semua proses yang terjadi dalam sel dikaitkan dengan protoplasma, melalui berbagai komponennya. Membran plasma adalah penghalang struktural selektif yang mengontrol hubungan antara sel dan lingkungan sekitarnya. Lipid mencegah lewatnya zat hidrofilik. Protein mengendalikan zat yang dapat melintasi membran, mengatur masuknya dan keluar ke dalam sel.

Berbagai reaksi kimia terjadi dalam sitosol, seperti glikolisis. Ini secara langsung campur tangan dalam modifikasi viskositas seluler, gerakan amoeboid dan cyclosis. Demikian juga, sangat penting dalam pembentukan gelendong mitosis selama pembelahan sel. Dalam sitoskeleton, mikrofilamen dikaitkan dengan kontraksi dan pergerakan sel. Sementara mikrotubulus ikut campur dalam pengangkutan sel dan membantu membentuk sel.

Mereka juga berpartisipasi dalam pembentukan sentriol, silia dan flagela. Transportasi intraseluler, serta transformasi, perakitan dan sekresi zat, adalah tanggung jawab retikulum endoplasma dan diktiosom. Proses transformasi dan akumulasi energi terjadi pada organisme fotosintesis yang memiliki kloroplas. Perolehan ATP melalui respirasi seluler terjadi pada mitokondria. Sifat Protoplasma Secara umum, sifat-sifat fisiologis dari protoplasma bertanggung jawab atas sifat-sifat sel, ini berarti bahwa fungsi-fungsi sel akan menjadi cerminan langsung dari sifat-sifat protoplasma.

Protoplasma memiliki tiga sifat fisiologis dasar responsif (kemampuan untuk bereaksi terhadap stimulus, mendefinisikan tingkat adaptasinya terhadap lingkungan), metabolisme (karakteristik dan ciri khas makhluk hidup, mencakup semua reaksi kimia yang terjadi dalam sel, kata metabolisme itu menanggapi proses fungsional nutrisi seperti pencernaan, respirasi, penyerapan dan ekskresi) dan reproduksi (terdiri dalam pembentukan sel-sel baru, mirip dengan yang asli, baik dengan pembelahan langsung, yaitu, amitosis atau tidak langsung yaitu, mitosis, yang lebih berulang pada sel-sel hewan.

Selain itu, ada bentuk khusus pembelahan yang terjadi pada tahap pematangan sel-sel kelamin atau gamet, yaitu meiosis). Sifat fisiologis Tiga sifat fisiologis yang terkait dengan protoplasma telah dijelaskan. Ini adalah metabolisme, reproduksi, dan lekas marah. Dalam protoplasma semua proses metabolisme sel terjadi. Beberapa proses bersifat anabolik dan terkait dengan sintesis protoplasma.

Yang lain bersifat katabolik, dan campur tangan dalam disintegrasi. Metabolisme mencakup proses seperti pencernaan, pernapasan, penyerapan, dan ekskresi. Semua proses yang terkait dengan reproduksi oleh pembelahan sel, serta pengkodean untuk sintesis protein yang diperlukan dalam semua reaksi sel, terjadi pada inti sel, yang terkandung dalam protoplasma. Responsif adalah respons protoplasma terhadap stimulus eksternal.

Ini mampu memicu respons fisiologis yang memungkinkan sel untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Teori protoplasma Ahli anatomi Max Schultze mengusulkan pada akhir abad ke-19 bahwa dasar kehidupan yang mendasar adalah protoplasma. Schultze mengemukakan bahwa protoplasma adalah zat yang mengatur aktivitas vital jaringan pada makhluk hidup. Karya Schultze dianggap sebagai titik awal teori protoplasma.

Teori ini didukung oleh proposal Thomas Huxley pada tahun 1868 dan oleh para ilmuwan lain saat itu. Teori protoplasma menyatakan bahwa protoplasma adalah dasar fisik kehidupan. Sedemikian rupa sehingga studi tentang zat ini akan memungkinkan memahami fungsi makhluk hidup, termasuk mekanisme pewarisan. Dengan pemahaman terbaik tentang struktur dan fungsi sel, teori protoplasma telah kehilangan validitasnya. Ciri-ciri Protoplasma Protoplasma terdiri dari berbagai senyawa organik dan anorganik.

Zat yang paling melimpah adalah air, yang merupakan hampir 70% dari total beratnya dan berfungsi sebagai transporter, pelarut, termoregulator, pelumas dan elemen struktural. Selanjutnya, 26% dari protoplasma terdiri dari makromolekul organik umumnya. Ini adalah molekul besar yang dibentuk oleh polimerisasi subunit yang lebih kecil. Juga kita menemukan karbohidrat, makromolekul yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen, yang menyimpan energi untuk sel pada protoplasma.

Mereka digunakan dalam berbagai fungsi metabolik dan struktural protoplasma. Demikian juga, protoplasma memiliki berbagai jenis lipid (lemak netral, kolesterol dan fosfolipid) disajikan, yang juga berfungsi sebagai sumber energi untuk sel. Selain itu, mereka adalah bagian penyusun membran yang mengatur fungsi protoplasma yang berbeda.

Protein membentuk hampir 15% dari komposisi protoplasma. Di antaranya kita mengamati protein struktural. Protein-protein ini membentuk kerangka kerja protoplasma, berkontribusi pada organisasi dan transpor selulernya.

Protein lain yang ada dalam protoplasma adalah enzim. Mereka bertindak sebagai katalis (zat yang mengubah kecepatan reaksi kimia) dari semua proses metabolisme. Demikian juga, berbagai ion anorganik hadir yang hanya sesuai dengan 1% dari komposisi protoplasma (kalium, magnesium, fosfor, sulfur, natrium dan klorin). Ini berkontribusi untuk menjaga pH protoplasma. Komponen Protoplasma Protoplasma terdiri ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel membran plasma, sitoplasma dan nukleoplasma.

Namun, hari ini, berkat kemajuan dalam mikroskop elektron, struktur seluler diketahui lebih rumit. Selain itu, ada sejumlah besar kompartemen subseluler, dan ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel seluler yang sangat kompleks secara struktural. Selain organel, mereka termasuk di sini sebagai bagian dari sitoplasma. Membran plasma Membran plasma atau plasmalema terdiri dari sekitar 60% protein dan 40% lipid.

Susunan strukturalnya dijelaskan oleh model mosaik fluida. Dalam hal ini, membran memiliki lapisan ganda fosfolipid di mana protein tertanam.

Semua membran sel dianggap memiliki struktur yang sama. Namun, plasmalemma adalah membran paling tebal di dalam sel. Plasmamaema tidak terlihat di bawah mikroskop cahaya. Baru pada akhir 1950-an strukturnya dapat dirinci. Sitoplasma Sitoplasma didefinisikan sebagai semua bahan sel yang ada di dalam plasmalema, tidak termasuk nukleus.

Dalam sitoplasma semua organel (struktur sel dengan bentuk dan fungsi yang ditentukan) dimasukkan. Demikian juga, zat di mana komponen seluler yang berbeda direndam. Sitosol Sitosol adalah fase cairan sitoplasma. Ini adalah gel yang hampir cair yang mengandung lebih dari 20% protein sel. Sebagian besar adalah enzim. Sitoskeleton Sitoskeleton merupakan kerangka protein yang membentuk kerangka seluler. Itu terdiri dari mikrofilamen dan mikrotubulus.

Mikrofilamen terutama terbuat dari aktin, meskipun ada protein lain. Filamen ini memiliki komposisi kimia yang berbeda di berbagai jenis sel. Mikrotubulus adalah struktur tubular yang pada dasarnya terbuat dari tubulin. Organel Organel adalah struktur seluler yang memenuhi fungsi tertentu. Masing-masing dibatasi oleh membran.

Beberapa organel hanya memiliki satu membran (vakuola, dictyosom), sementara yang lain dibatasi oleh dua membran (mitokondria, kloroplas). Selaput organel memiliki struktur yang sama dengan plasmalemma.

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

Mereka lebih tipis dan komposisi kimianya berbeda tergantung pada fungsi yang mereka penuhi. Berbagai reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim spesifik terjadi di dalam organel. Di sisi lain, mereka dapat bergerak dalam fase berair dari sitoplasma. Dalam organel, berbagai reaksi yang sangat penting untuk berfungsinya sel terjadi. Di dalamnya terjadi sekresi zat, fotosintesis, dan respirasi aerobik Nukleoplasma Nukleus adalah organel seluler yang berisi informasi genetik sel.

Dalam proses pembelahan sel yang sama terjadi. Tiga komponen inti dikenali: amplop inti, nukleoplasma, dan nukleolus. Amplop nuklir memisahkan inti dari sitoplasma dan terdiri dari dua unit membran.

ilmuwan yang menyatakan bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel

Nukleoplasma adalah zat internal yang dibatasi secara internal oleh amplop nuklir. Ini merupakan fase air yang mengandung sejumlah besar protein. Mereka terutama enzim yang mengatur metabolisme asam nukleat. Kromatin (DNA dalam fase terdispersinya) terkandung dalam nukleoplasma. Selain itu, nukleolus disajikan, yang merupakan struktur yang terdiri dari protein dan RNA. Asal Protoplasma Ciri-ciri Protoplasma Fungsi Protoplasma Komponen Protoplasma Pembentukan Protoplasma Pengertian Membran plasma Pengertian Nukleoplasma Pengertian Organel Pengertian Protoplasma Pengertian Sitoplasma Pengertian sitoskeleton Pengertian Sitosol Sejarah Protoplasma Sifat Protoplasma Teori protoplasma

Kunci Jawaban IPA SMP Kelas 8 Halaman 110, 111, 112, 113 Uji Kompetensi Bab 9 Semester 2




2022 www.videocon.com