Pengamalan sila ke 4 di sekolah

pengamalan sila ke 4 di sekolah

ARTIKEL TERKAIT • Pancasila sebagai Dasar Negara: Pengertian dan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara • Pengertian Pancasila sebagai Ideologi Negara: Fungsi dan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Ideologi Negara • Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup • Bentuk Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila Sila Ke-1 sampai Sila Ke-5 di Sekolah, Materi Kelas 4 SD ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: X38UaU48e_ZEB27E7w1EjCJsO3qVF0wrTzN20gsQyTU320DakZIbhg==
3. Mengutamakan kepentingan bersama; 4.

pengamalan sila ke 4 di sekolah

Tidak boleh memaksakan kehendak; 5. Ikut kerja bakti di lingkungan sekolah; 6. Mendengarkan teman yang menyampaikan pendapat; 7. Menaati peraturan sekolah; 8.

pengamalan sila ke 4 di sekolah

Menghadiri rapat bersama teman-teman di kelas; 9. Bekerja sama mempertanggungjawabkan hasil musyawarah bersama; 10. Ikut serta dalam pemilihan ketua kelas, perangkat kelas, hingga ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Nah, itulah contoh pengamalan sila ke-4 Pancasila di sekolah Jangan lupa diterapkan ya, detikers!

Daftar Isi • Contoh Pengamalan Sila ke 4 • Contoh Pengamalan Sila ke 4 di lingkungan keluarga: • Contoh Pengamalan Sila ke 4 di lingkungan Sekolah: • Contoh Pengamalan Sila ke 4 lingkungan Masyarakat: Contoh Pengamalan Sila ke 4 Pada sila ke empat ini, menjelaskan bahwa kita harus memiliki perilaku yang baik dan melaksanakan musyawarah dalam berbagai hal yang menyangkut kepentingan umum.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai contoh Pengamalan Sila ke 4. Gambar pengamalan sila ke 4 Download “Sila Ke 4” gambar-pengamalan-sila-ke-4-musyawarah.jpg – Downloaded 1037 times – 23 KB Contoh Pengamalan Sila ke 4 di lingkungan keluarga: • Membagi tugas dengan anggota keluarga dengan cara musyawarah. • Melakukan musyawarah jika pengamalan sila ke 4 di sekolah musibah atau masalah dalam lingkungan keluarga • Jika ingin membangun rumah, sebaiknya dimusyawarahkan dengan anggota keluarga, agar tidak ada anggota yang merasa tidak nyaman.

• Sebelum melakukan kegiatan keluarga (Tunangan, Pernikahan, Khitanan, Berkunjung ke tempat wisata dengan keluarga besar, dll) dilakukan secara musyawarah, sekaligus untuk mempererat tali silaturrahmi antar anggota keluarga yang jauh.

pengamalan sila ke 4 di sekolah

Baca juga : Cerita kejujuran dalam kehidupan sehari-hari Contoh Pengamalan Sila ke 4 di lingkungan Sekolah: • Memilih Ketua OSIS, Ketua Kelas, dan Perangkat Seolah lainnya • Menghargai setiap usulan atau masukan dari siswa dan siswi • Memberikan contoh sikap yang baik di Sekolah • Mengikuti kegiatan sekolah dan mensukseskannya • Menghargai setiap pemimpin di Sekolah • Mengisi majalah dinding dengan opini dan gagasan yang baik untuk kemajuan sekolah • Tidak membeda-bedakan teman dan ketika bermain dengan teman selalu dalam batas yang wajar, untuk saling menjaga persaudaan.

Baca juga : Template jadwal piket kelas lucu Contoh Pengamalan Sila ke 4 lingkungan Masyarakat: • Menghadiri dan mengikuti undangan acara RT/RW/Desa • Mensukseskan acara yang diadakan di lingkungan sekitar • Mengikuti kegiatan, seperti kerja bakti, dan kegiatan lain semampu kita • Ikut gotong royong dalam pembangunan sarana umum • Perumusan dan pengesahan rencana anggaran pendapatan dan belanja pembangunan RW/Desa.

Baca juga: Pengamalan sila ke 3 dalam dunia internasional Itulah kira-kira contoh pengamalan Sila ke 4 di Sekolah, mohon dikoreksi, dan semoga bermanfaat.

Artikel berikutnya tentang contoh sila ke 5 dalam kehidupan sehari hari. Close • APA INI ? • Tentang Kami • Aturan Main • KATEGORI • Berita Anak • Parenting Indonesia • Cerita Anak • Cerita Bersambung • Cerita Lucu • Cerita Misteri • Cerita Pendek • Dongeng Anak • Gambar Anak • Legenda • Ide Kreatif • Pelajaran Sekolah • Puisi Anak • Tes Kepribadian • Tugas Sekolah • HUBUNGI KAMI • facebook • twitter • instagram • pinterest • youtube
KOMPAS.com - Setiap hari, siswa yang masih sekolah pasti menjalankan aktivitas dengan sebaik mungkin.

Hal ini tentu sebagai bentuk dari pengamalan Pancasila. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia dan dasar ideologi bangsa. Karena itu, setiap warga negara Indonesia salah satunya siswa juga harus mengamalkan sila-sila Pancasila. Seperti halnya pada sila keempat, siswa atau seseorang harus menjadi pribadi yang baik. Tapi, apa isi pengamalan sila ke 4 di sekolah butir keempat Pancasila itu?

Ini bunyinya: "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan". Lantas, bagaimana menjadi pribadi yang tidak memaksakan kehendak? Tentu, caranya jika kita memiliki pendapat maka kita tidak boleh memaksa semua orang untuk mengikuti pendapat kita. Baca juga: Begini Cara Tanamkan Nilai-nilai Pancasila pada Anak Usia Dini Karena hal itu tidak sesuai dengan nilai pancasila.

Dalam kehidupan bermasyarakat kita harus: • saling bertoleransi • tidak egois • saling menghargai antar sesama Sehingga nantinya akan pengamalan sila ke 4 di sekolah kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Agar kehidupan di Indonesia ini damai, maka penting sekali siswa termasuk masyarakat luas mengamalkan sila keempat Pancasila. Merangkum akun Instagram Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Selasa (29/9/2020), ini yang harus dilakukan.

Tidak memaksakan kehendak merupakan pengamalan sila ke-4 dalam Pancasila.

pengamalan sila ke 4 di sekolah

Ini juga artinya: 1. Tidak egois 2. Toleransi 3. Menghargai pendapat orang lain 4. Hasil musyawarah mengutamakan kepentingan bersama 5. Mengadakan musyawarah dalam mengambil keputusan 6. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan 7.

Bersikap ikhlas dengan pengamalan sila ke 4 di sekolah keputusan Baca juga: Ini Contoh Pengamalan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari Jika memaksakan kehendak, maka akan berakibat: • Terjadi konflik atau gesekan sosial • Tidak bisa jadi diri sendiri • Kehilangan kepercayaan diri • Merasa tidak didukung dengan pilihannya • Menjadi pribadi yang selalu melawan • Merasa terbebani Berita Terkait Begini Cara Tanamkan Nilai-nilai Pancasila pada Anak Usia Dini Ini Contoh Pengamalan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari Pelajar Pancasila, Ini Alasan Solidaritas Harus Tumbuh Contoh Penerapan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari bagi Siswa Siswa, Ini Bentuk Pengamalan Sila Ke-4 Pancasila Berita Terkait Begini Cara Tanamkan Nilai-nilai Pancasila pada Anak Usia Dini Ini Contoh Pengamalan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari Pelajar Pancasila, Ini Alasan Solidaritas Harus Tumbuh Contoh Penerapan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari bagi Siswa Siswa, Ini Bentuk Pengamalan Sila Ke-4 Pancasila
Intisari-Online.com - Apa contoh pengamalan sila ke-4 di sekolah yang Anda ketahui?

Pancasila sila ke-4 sendiri berbunyi "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan". Arti dari Pancasila sila ke-4 adalah menjadi pedoman bagi rakyat Indonesia untuk selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dalam menyelesaikan masalah. Baca Juga: Memiliki Lambang Kepala Banteng, Apa Contoh Pengamalan Sila ke-4?

Nah, apa saja contoh pengamalan sila-4 di sekolah? Tentu saja sebagai salah satu sila dalam Pancasila, kita bisa menerapkan sikap-sikap menurut Pancasila di kehidupan sehari-hari. Termasuk di sekolah. Di sekolah, tentu musyarawah bisa dilakukan sebagai upaya bersama untuk mencari solusi atau jalan keluar bersama.

Semakin banyak orang, maka semakin baik musyarawah itu. Sebab setiap orang bisa memberikan pendapatnya dan kita bisa memilih mana yang baik dan tidak untuk menyelesaikan masalah kita. Oleh karenanya, inilah beberapa contoh pengamalan sila ke-4 di sekolah menurut buku Arif Cerdas Untuk Sekolah Dasar kelas 5 karya Christiana Umi tahun 2019. Baca Juga: Apa Saja Contoh Pengamalan Sila ke-1 di Sekolah yang Anda Tahu?

ARTIKEL TERKAIT • Ajarkan pada Anak, Ini 10 Contoh Pengamalan Sila ke-3 di Sekolah • Bunyi dan Contoh Pengamalan Sila ke-3 di Keluarga, Apa Saja?

pengamalan sila ke 4 di sekolah

• Apa Saja Contoh Pengamalan Sila ke-1 di Sekolah yang Anda Tahu? • Ini Dia Contoh Pengamalan Sila ke-1 di Rumah, Jangan Sampai Salah! • Memiliki Lambang Kepala Banteng, Apa Contoh Pengamalan Sila ke-4?Suara.com - Pancasila memiliki kedudukan yang sangat penting, karena merupakan dasar dan landasan ideologi bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Saat itu, Presiden pertama RI tersebut mengemukakan konsep Pancasila dalam pidatonya di sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menjelang kemerdekaan.

Ini artinya, Pancasila yang isinya tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menjadi sumber nilai, norma, dan kaidah bagi segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang dibuat dan berlaku di Indonesia.

Pada alinea terakhir UUD 1945 tertulis kelima sila yang hingga saat ini menjadi dasar negara Indonesia, yaitu: Baca Juga: Curhat Pemobil Pakai Kostum Bola Malah Dapat Parkir Gratis, Gegara Dikira Member Ormas?

pengamalan sila ke 4 di sekolah

• Ketuhanan Yang Maha Esa • Kemanusiaan yang adil dan beradab • Persatuan Indonesia • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Masing-masing sila mengandung butir-butir pengamalan, beserta nilai-nilai dan maknanya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti Sila ke-4 dengan bunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” yang dilansir dari website resmi BPIP mengandung 20 butir pengamalan, yaitu sebagai berikut: • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

• Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. • Musyawarah untuk mencapai muafakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

• Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil. • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

• Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan. • Setiap masalah keluarga diselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. • Berjiwa besar untuk menerima dan mempertimbangkan pendapat sesama anggota keluarga.

• Setiap anggota keluarga menerima dan menghargai hasil keputusan musyawarah. • Setiap anggota keluarga bertanggung jawab melaksanakan hasil keputusan musyawarah. • Bersikap adil kepada setiap orang. • Menjalankan kewajiban dan menghormati hak orang lain. • Memberikan pertolongan kepada orang lain tanpa membeda-bedakan • Menghindari sikap yang bisa menyakiti orang lain.

• Ikut kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar rumah. • Ikut serta dalam kegiatan menghias lingkungan untuk menyambut HUT RI.
tirto.id - Di lingkungan sekolah atau kelas, pengamalan Pancasila bisa diterapkan, termasuk untuk Sila ke-4.

Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia yang memuat 5 isi dengan masing-masing nilai dan butir-butir pengamalan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku Pancasila dalam Pusaran Globalisasi (2017) suntingan Al Khanif menyebutkan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila dapat digali guna menemukan solusi atas beragam tantangan dan masalah bangsa, termasuk dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di sekolah atau di lingkungan kelas. Istilah Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca yang berarti “lima” dan sila yang artinya “prinsip”.

Jika digabungkan, maka arti penuh kedua kata tersebut adalah lima prinsip yang dijadikan acuan masyarakat Indonesia dalam berkehidupan. Baca juga: • Sejarah Sistem Presidensial: Arti, Ciri-ciri, Kelebihan, Kekurangan • Proses Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara: Diawali BPUPKI • Apa Maksud dari Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka?

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila Ke-4 Pengamalan Pancasila dalam bentuk butir-butir kehidupan bernegara awalnya diatur melalui Ketetapan MPR No.II/MPR/1978, kemudian disempurnakan dengan Ketetapan MPR No.1/MPR/2003.

Sila ke-4 Pancasila dilambangkan dengan “Kepala Banteng” yang berbunyi: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Pengamalan sila ke-4 Pancasila dijabarkan melalui 10 butir, yaitu: • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

• Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. • Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil. • Pengamalan sila ke 4 di sekolah dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

• Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.

Baca juga: • Pengamalan Nilai Sumpah Pemuda dalam Kehidupan Sehari-hari • Sejarah Masjid Agung Demak: Pendiri, Ciri Arsitektur, & Keunikan • Contoh Pengamalan Sila ke-1 Pancasila di Lingkungan Sekolah Pengamalan Sila ke-4 di Lingkungan Sekolah atau Kelas Sekolah atau kelas merupakan lingkungan terdekat kedua setelah keluarga.

Dalam menjalani keseharian di sekolah, Sila ke-4 Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” bisa dilakukan. Berikut ini beberapa contohnya dikutip dari buku Pasti Bisa: Pendidikan Pancasila dan Pengamalan sila ke 4 di sekolah untuk SD/MI Kelas IV (2017) suntingan Friska Indah Kartika: • Menyelesaikan masalah di lingkungan sekolah atau kelas dengan musyawarah. • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral.

• Mengutamakan kepentingan bersama • Tidak boleh memaksakan kehendak. • Menerima dan menjalankan keputusan hasil musyawarah mufakat.
Negara Kesatuan Republik Indonesia, negara kita tercinta merupakan sebuah negara demokratis yang menjadikan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Selain itu, Indonesia juga mempunyai sebuah asas, landasan dan pandangan hidup bangsa yang bernama Pancasila. Pancasila menjadi dasar negara sejak pengesahannya pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Hari lahirnya sendiri diperingati setiap tanggal 1 Juni. Sesuai dengan arti namanya, Pancasila terdiri dari lima sila, yakni: 1.

Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat/Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Setiap sila dalam Pancasila saling berkaitan satu sama lain.

Pancasila dalam falsafah memiliki bentuk piramida terbalik yang berarti sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi asas bagi keempat sila lainnya. Penerapan atau pengamalan pancasila sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, sebab pancasila adalah pedoman hidup bangsa.

Salah satu pengamalan sila yang akan kita bahas dalam artikel ini ialah pengamalan sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat/Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan) di lingkungan sekolah. Kira-kira, apa saja ya contoh perilaku sila keempat di sekolah? Mari kita simak bersama! Memilih Ketua Kelas Secara Musyawarah dan Mufakat Kehidupan berpolitik tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari, sekecil apapun itu. Seperti dalam pemilihan ketua kelas secara musyawarah dan mufakat, yang pengamalan sila ke 4 di sekolah menjadi salah satu contoh perilaku sila keempat di sekolah.

Sebenarnya, ada beberapa cara yang dapat siswa-siswi lakukan dalam memilih ketua kelas. Yang paling umum adalah secara aklamasi (ditunjuk langsung) dan memilih secara musyawarah dan mufakat.

Namun, dalam praktiknya, memilih ketua kelas sering menggunakan cara musyawarah dan mufakat. Siapa yang mendapatkan suara terbanyak, siswa atau siswi tersebutlah yang akan menjabat sebagai ketua kelas selama setahun ke depan. Memberikan Kesempatan kepada Teman Dalam hal ini maksudnya, ketika melakukan pemilihan ketua kelas. Sebelum voting, tentu harus ada beberapa kandidat yang akan siswa-siswi pilih sebagai calon ketua kelas.

Nah, ketika pengajuan kandidat tersebut, sebaiknya setiap siswa diberikan kesempatan dalam mengeluarkan pendapatnya. Atau, saat bermusyawarah terkait cara pemilihan ketua kelas, juga memberikan kesempatan kepada siswa yang hendak berpendapat. Pengamalan sila ke 4 di sekolah begitu, mereka sudah melakukan cerminan dari sila keempat.

pengamalan sila ke 4 di sekolah

Menghormati Hasil Keputusan dalam Pemilihan Ketua Kelas Menurut Ayahebat, selain memberikan kesempatan kepada teman, menghormati hasil keputusan dalam pemilihan ketua kelas juga sangat penting untuk siswa-siswi lakukan. Siapapun yang menjadi ketua kelas, haruslah mereka hargai dan hormati, meskipun ketua kelas terpilih tersebut bukanlah kandidat ketua kelas yang mereka dukung dalam pemilihan.

Mendiskusikan dengan Teman Sekelas jika akan Mengambil Keputusan Biasanya, di setiap acara sekolah, akan ada kompetisi atau event yang mengharuskan partisipasi dari siswa-siswi setiap kelas. Tentu tidak semua penghuni kelas yang harus ikut. Dalam mengambil keputusan siapa saja yang akan berpartisipasi, sebaiknya mereka melakukan diskusi atau musyawarah.

pengamalan sila ke 4 di sekolah

Tanyakan kesediaan setiap siswa, agar nantinya tidak terjadi suatu hal yang buruk. Kegiatan tersebut merupakan contoh perilaku sila keempat di sekolah. Tidak Memaksakan Kehendak Pribadi Di setiap kelas, pasti ada siswa atau siswi yang maunya menang sendiri.

pengamalan sila ke 4 di sekolah

Maksudnya, pendapatnya harus semua teman sekelas dnegar dan sering memaksakan kehendaknya. Perilaku tersebut bukanlah perilaku yang terpuji.

Hal ini juga termasuk melatih kecerdasan interpersonal anak. Perilaku tersebut hanya akan merugikan diri sendiri. Jadi, dalam sebuah kelompok, mau itu kelompok belajar atau di dalam kelas, kita tidak boleh memaksakan kehendak pribadi.

Kita juga harus mendengarkan pendapat siswa atau siswi lain sebagai bentuk menghargai dan menghormati mereka. Nah, itu dia beberapa contoh perilaku sila keempat di sekolah yang harus kita teladani agar kehidupan sekolah menjadi nyaman dan damai. Semoga bermanfaat, ya! Disclaimers Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen.

Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Menunjukkan Contoh Perilaku Yang Sesuai Dengan Sila Keempat Pancasila




2022 www.videocon.com