Jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

Mengutip buku IPS Terpadu karya Y. Sri Pujiastuti, T.D. Haryo Tamtomo, dan N. Suparno (2007: 5)sidang kedua BPUPKI pada 10-17 Juli 1945 memiliki rencana untuk menentukan tentang rancangan Undang-Undang Dasar. Panitia perancangan UUD dibentuk dari 7 kelompok yang terdiri dari Prof. Dr. Mr. Soepomo selaku ketua, Mr.

Wongsonegoro, Mr. Achmad Soebardjo, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, H. Agus Salim, dan Dr. Soekiman. Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang kedua BPUPKI mendapatkan laporan dari panitia perancangan UUD. Laporan tersebut dilaporkan oleh Ir. Soekarno sebagai pemimpin panitia tersebut, yang isinya bahwa Indonesia menyatakan kemerdekaan, Pembukaan UUD yang berisi tentang Pancasila, dan UUD memiliki batang tubuh. Sidang kedua BPUPKI dilanjutkan dengan rapat besar pada 15 dan 16 Juli 1945.

Pada tanggal 15 Juli 1945 memiliki agenda membahas lanjutan rancangan Undang-Undang Dasar Negara. Soekarno menyampaikan penjelasan tentang naskah rancangan Undang-Undang Dasar dan mendapat tanggapan Mohammad Hatta. Selanjutnya, Prof. Dr. Soepomo diberi kesempatan menjelaskan naskah rancangan Undang-Undang Dasar. Pada 16 Juli 1945 ketua BPUPKI setuju dangan hasil kerja Panitia Perancangan Undang-Undang Dasar. Halo Evamardiana Ka2 bantu jawab, ya Sidang kedua BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 10 Juli hingga 17 Juli 1945.

Lebih lama dibanding sidang pertama, rencananya sidang kedua membahas tentang rancangan Undang-Undang Dasar. Pada tanggal 13 Juli 1945, Panitia Kecil baru ini menyerahkan hasil kerja pada ketua Panitia Perancang Undang Undang Dasar yakni Ir.

Soekarno. Barulah pada tanggal 14 Juli 1945 Soekarno menyerahkan laporan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar secara keseluruhan melalui sidang pleno BPUPKI. Ada tiga masalah pokok dalam laporan yang diserahkan itu: 1. Pernyataan tentang Indonesia Merdeka, 2.

Pembukaan undang-undang dasar, dan 3. Batang tubuh undang-undang dasar yang kita kenal dengan nama Undang-Undang Dasar 1945. Dengan demikian, Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang BPUPKI menerima hasil laporan Panitia Perancang UUD yang disampaikan oleh Ir.

Soekarno selaku ketua. Laporan tersebut berisi rancangan UUD, yaitu: Pernyataan mengenai kemerdekaan Indonesia Pembukaan Undang-Undang Dasar atau preambule Batang tubuh Undang-Undang Dasar atau isi Mapel: Sejarah kelas: 11 SMA Topik: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Semoga Membantu Ya : )
Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a.

rasa cinta Soepomo terhadap tanah airIndonesia b … .

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d.

Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikaptegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​ Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a. rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia … b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d.

Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikap tegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​ MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 5.7.

Sebarkan ini: Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI ( Dokuritsu Junbi Cosakai) adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah Jepang pada tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Badan ini dibentuk sebagai upaya pelaksanaan janji Jepang mengenai kemerdekaan Indonesia.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

BPUPKI beranggotakan 62 orang yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Hibangase Yosio (orang Jepang) dan R.P. Soeroso. Di luar anggota BPUPKI, dibentuk sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini dipimpin oleh R.P.Soeroso, dengan wakil Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda (orang Jepang).

Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan BPUPKI dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Hasil Sidang BPUPKI I Dan II BPUPKI didirikan pada tanggal 1 Maret 1945. Ketuanya adalah dr.K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dan wakilnya adalah R.P.

Suroso • Hasil Sidang Pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945 • Muh.Yamin (29 Mei 1945) • Peri kebangsaan • Peri kemanusiaan • Peri ketuhanan • Peri kerakyatan • Kesejahteraan rakyat • • Prof.Dr.Supomo (31 Mei 1945) • Persatuan • Kekeluargaan • Keseimbangan lahir batin • Musyawarah • Keadilan rakyat • • Ir.soekarno (1 Juni 1945) • Kebangsaan Indonesia • Internasionalisme dan kemanusiaan • Mufakat dan demokrasi • Kesejahteraan sosial • Ketuhanan yang Maha Esa • Hasil Sidang BPUPKI Kedua Pada Tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 • Pernyataan Indonesia merdeka • Pembukaan Undang-Undang Dasar • Undang-Undang Dasar itu sendiri dan Batang Tubuh Baca Juga : Sejarah Lahirnya UUD 1945 Negara Republik Indonesia 3 Orang Perumus Dasar Negara • Mr.Muhammad Yamin • Prof.Dr.Mr.Soepomo, dan • Ir.Soekarno Panitia Sembilan • Ir.

Soekarno (ketua) • Drs. Moh. Hatta (wakil ketua • Mr. Achmad Soebardjo (anggota) • Mr. Muhammad Yamin (anggota) • KH. Wachid Hasyim (anggota) • Abdul Kahar Muzakir (anggota) • Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota) • H. Agus Salim (anggota) • Mr. A.A. Maramis (anggota) Pembentukan BPUPKI Latar Belakang Dan Sebab Memasuki awal tahun 1944, kedudukan Jepang dalam perang Pasifik semakin terdesak.

Angkatan Laut Amerika Serikat dipimpin Laksamana Nimitz berhasil menduduki posisi penting di Kepulauan Mariana seperti Saipan, Tidian dan Guan yang memberi kesempatan untuk Sekutu melakukan serangan langsung ke Kepulauan Jepang.

Sementara posisi Angkatan Darat Amerika Serikat yang dipimpin oleh Jendral Douglas Mac Arthur melalui siasat loncat kataknya berhasil pantai Irian dan membangun markasnya di Holandia (Jayapura). Dari Holandia inilah Mac Arthur akan menyerang Filipina untuk memenuhi janjinya. Di sisi lain kekuatan Angkatan Laut Sekutu yang berpusat di Biak dan Morotai berhasil menghujani bom pada pusat pertahanan militer Jepang di Maluku, Sulawesi, Surabaya dan Semarang.

Kondisi tersebut menyebabkan jatuhnya pusat pertahanan Jepang dan merosotnya semangat juang tentara Jepang. Kekuatan tentara Jepang yang semula ofensif (menyerang) berubah menjadi defensif (bertahan). Kepada bangsa Indonesia, pemerintah militer Jepang masih tetap menggembar gemborkan (meyakinkan) bahwa Jepang akan menang dalam perang Pasifik. Pada tanggal 18 Juli 1944, Perdana Menteri Hideki Tojo terpaksa mengundurkan diri dan diganti oleh Perdana Menteri Koiso Kuniaki.

Dalam rangka menarik jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945 bangsa Indonesia agar lebih meningkatkan bantuannya baik moril maupun materiil, maka dalam sidang istimewa ke-85 Parlemen Jepang (Teikoku Ginkai) pada tanggal 7 September 1944 (ada yang menyebutkan 19 September 1944), Perdana Menteri Koiso mengumumkan bahwa Negara-negara yang ada di bawah kekuasaan Jepang diperkenankan merdeka “kelak di kemudian hari”.

Janji kemerdekaan ini sering disebut dengan istilah Deklarasi Kaiso. Pada saat itu, Koiso dianggap menciptakan perdamaian dengan Sekutu, namun ia tak bisa menemukan solusi yang akan menenteramkan militer Jepang atau Amerika. Sejak saat itu pemerintah Jepang memberi kesempatan pada bangsa Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih berdampingan dengan Hinomaru (bendera Jepang), begitu pula lagu kebangsaan Indonesia Raya boleh dinyanyikan setelah lagu Kimigayo.

Di satu sisi ada sedikit kebebasan, namun di sisi lain pemerintah Jepang semakin meningkatkan jumlah tenga pemuda untuk pertahanan.

Selain dari organisasi pertahanan yang sudah ada ditambah lagi dengan organisasi lainnya seperti: Barisan Pelajar (Suishintai), Barisan Berani Mati (Jikakutai) beranggotakan 50.000 orang yang diilhami oleh pasukan Kamikaze Jepang yang jumlahnya 50.000 orang (pasukan berani mati pada saat penyerangan ke Pearl Harbour). Pada akhir 1944, posisi Jepang semakin terjepit dalam Perang Asia Timur Raya dimana Sekutu berhasil menduduki wilayah-wilayah kekuasaan Jepang, seperti Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall, bahkan Kepulauan Saipan yang letaknya sudah sangat dekat dengan Jepang berhasil diduduki oleh Amerika pada bulan Juli 1944.

Sekutu kemudian menyerang Ambon, Makasar, Manado, Tarakan, Balikpapan, dan Surabaya.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

Menghadapi situasi yang kritis itu, maka pada tanggal 1 Maret 1945 pemerintah pendudukan Jepang di Jawa yang dipimpin oleh Panglima tentara ke-16 Letnan Jenderal Kumakici Harada mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Tujuan pembentukan badan tersebut adalah menyelidiki dan mengumpulkan bahan-bahan penting tentang ekonomi, politik dan tata pemerintahan sebagai persiapan untuk kemerdekaan Indonesia. Walaupun dalam penyusunan keanggotaan berlangsung lama karena terjadi tawar menawar antara pihak Indonesia dan Jepang, namun akhirnya BPUPKI berhasil dilantik 28 Mei 1945 bertepatan dengan hari kelahiran Kaisar Jepang, yaitu Kaisar Hirohito.

Adapun keanggotaan yang terbentuk berjumlah 67 orang dengan ketua Dr. K.R.T. Radjiman Widiodiningrat dan R. Suroso dan seorang Jepang sebagai wakilnya Ichi Bangase ditambah 7 anggota Jepang yang tidak memiliki suara. Ir. Soekarno yang pada waktu itu juga dicalonkan menjadi ketua, menolak pencalonannya karena ingin memperoleh kebebasan yang lebih besar dalam perdebatan, karena biasanya peranan ketua sebagai moderator atau pihak yang menegahi dalam memberi keputusan tidak mutlak.

Pada tanggal 28 Mei 1945 dilangsungkanlah upacara peresmian BPUPKI bertempat di Gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon Jakarta, dihadiri oleh Panglima Tentara Jepang Wilayah Ketujuh Jenderal Itagaki dan Panglima Tentara Keenam Belas di Jawa Letnan Jenderal Nagano.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

BPUPKI mulai melaksanakan tugasnya dengan melakukan persidangan untuk merumuskan undang-undang dasar bagi Indonesia kelak.

Hal utama yang dibahas adalah dasar negara bagi negara Indonesia merdeka. Selama masa tugasnya BPUPKI hanya mengadakan sidang dua kali. Sidang pertama dilakukan pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 di gedung Chou Sang In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang sekarang dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada sidang pertama, Dr. KRT. Rajiman Widyodiningrat selaku ketua dalam pidato pembukaannya menyampaikan masalah pokok menyangkut dasar negara Indonesia yang ingin dibentuk pada tanggal 29 Mei 1945.

Baca Juga : “Pemerintahan Orde Baru” Sejarah & ( Lahir – Kebijakan ) Hasil-hasil Sidang BPUPKI Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945) Sidang pertama BPUPKI membicarakan mengenai rumusan dasar negara Indonesia merdeka. Ketua BPUPKI dalam pembukaannya meminta pandangan pada para anggota mengenai rumusan dasar negara Indonesia tersebut.

Tokoh-tokoh yang mengusulkan rumusan dasar negara tersebut diantaranya adalah Mr. Muh. Yamin, Prof. Dr. Supomo dan Ir. Soekarno. Sidang pertama BPUPKI berakhir pada tanggal 1 Juni 1945, namun belum menghasilkan keputusan akhir mengenai dasar negara Indonesia merdeka.

Akhirnya diadakan masa reses selama satu bulan. Kemudian BPUPKI pada tanggal 22 Juni 1945 membentuk panitia kecil dengan tugas membahas usul dan konsep para anggota mengenai dasar negara Indonesia. Panitia kecil ini beranggotakan sembilan orang. Oleh karena itu, panitia ini disebut juga dengan Panitia Sembilan.

Panitia Sembilan ini beranggotakan Ir. Soekarno, Drs. Moh. hatta, Mr. Muh. Yamin, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A.A. Maramis, Abdulkahar Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim dan Abikusno Cokrosuyoso. Panitia Sembilan ini menghasilkan dokumen yang berisi asas dan tujuan negara Indonesia merdeka. Dokumen tersebut dikenal sebagai Piagam Jakarta ( Jakarta Charter), yang isinya sebagai berikut.

• Ketuhanan dengan mewajibkan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. • Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. • Persatuan Indonesia.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

• Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan/perwakilan. • Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

• Hasil Sidang Pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945 • Muh.Yamin (29 Mei 1945) • Peri kebangsaan • Peri kemanusiaan • Peri ketuhanan • Peri kerakyatan • Kesejahteraan rakyat • • Prof.Dr.Supomo (31 Mei 1945) • Persatuan • Kekeluargaan • Keseimbangan lahir batin • Musyawarah • Keadilan rakyat • • Ir.soekarno (1 Juni 1945) • Kebangsaan Indonesia • Internasionalisme dan kemanusiaan • Mufakat dan demokrasi • Kesejahteraan sosial • Ketuhanan yang Maha Esa Sidang Kedua BPUPKI (10 Juli – 17 Juli 1945) Sidang kedua BPUPKI membahas rancangan undang-undang dasar, termasuk mengenai pembukaan (preambule) oleh Panitia Perancang UUD yang diketuai Ir.

Soekarno. Panitia perancang ini kemudian membentuk panitia kecil untuk merumuskan rancangan UUD dengan segala pasal-pasalnya. pemimpin panitia kecil adalah Mr.

Supomo dengan anggotanya Mr. Wongsonegoro, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, H. Agus Salim dan Sukiman. Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang UUD secara bulat menerima Piagam Jakarta sebagai Pembukaan UUD.

Untuk menyempurnakan UUD dengan segala pasal-pasalnya diserahkan kepada paniti kecil yang hasilnya kemudian diserahkan kepada Panitia Penghalus Bahasa yang anggotanya Husein Jayadiningrat, H.

Agus Salim dan Supomo. Pada tanggal 14 juli 1945, BPUPKI melanjutkan sidang untuk menerima laporan dari Panitia Perancang UUD. Ir. Soekarno sebagai ketua Panitia Perancang UUD melaporkan tiga hal penting sebagai berikut. • Pernyataan Indonesia merdeka. • Pembukaan UUD (diambil dari Piagam Jakarta).

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

• Batang tubuh yang kemudian disebut undang-undang dasar. Baca Juga : “Dekrit Presiden” Alasan Dikeluarkannya & ( Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ) Pembentukan Dan Persidangan Bpupki Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk oleh Jepang dan diumumkan oleh Jenderal Kumakichi Harada pada tanggal 1 Maret 1945.

Pada tanggal 28 April 1945 diumumkan pengangkatan anggota BPUPKI di Gedung Cuo Sangi In d Pejambon Jakarta (sekarang Gedung Departemen Luar Negeri).

Ketua BPUPKI ditunjuk Jepang adalah dr. Rajiman Wedyodiningrat, wakilnya adalah Icibangase (Jepang), dan sebagai sekretarisnya adalah R.P. Soeroso. Jumlah anggota BPUPKI adalah 63 orang yang mewakili hampir seluruh wilayah Indonesia ditambah 7 orang tanpa hak suara.

Masa Persidangan Pertama BPUPKI (29 Mei–1 Juni 1945) Masa persidangan pertama BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945 untuk membahas rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka. Pada persidangan dikemukakan berbagai pendapat tentang dasar negara yang akan dipakai Indonesia merdeka.

Pendapat tersebut disampaikan oleh Mr. Mohammad Yamin, Mr. Supomo, dan Ir. Sukarno. • Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945) Pemikirannya diberi judul ”Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia” dan mengusulkan dasar negara Indonesia merdeka yang intinya sebagai berikut: • peri kebangsaan; • peri kemanusiaan; • peri ketuhanan; • peri kerakyatan; • kesejahteraan rakyat.

• Mr. Supomo (31 Mei 1945) Pemikirannya berupa penjelasan tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan dasar negara Indonesia merdeka. Negara yang akan dibentuk hendaklah negara integralistik yang berdasarkan pada hal-hal berikut ini: • persatuan; • kekeluargaan; • keseimbangan lahir dan batin; • musyawarah; • keadilan sosial. • Ir. Sukarno (1 Juni 1945) Pemikirannya terdiri atas lima asas berikut ini: • kebangsaan Indonesia; • internasionalisme atau perikemanusiaan; • mufakat atau demokrasi • kesejahteraan sosial; • Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kelima asas tersebut diberinya nama Pancasila sesuai saran teman yang ahli bahasa. Untuk selanjutnya, tanggal 1 Juni kita peringati sebagai hari Lahir Istilah Pancasila. Baca Juga : Kronologis Proklamasi Kemerdekaan Beserta Penjelasannya Masa Persidangan Kedua (10–16 Juli 1945) Masa persidangan jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945 BPUPKI berakhir, tetapi rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka belum terbentuk.

Padahal, BPUPKI akan reses (istirahat) satu bulan penuh. Untuk itu, BPUPKI membentuk panitia perumus dasar negara yang beranggotakan sembilan orang sehingga disebut Panitia Sembilan.

Tugas Panitia Sembilan adalah menampung berbagai aspirasi tentang pembentukan dasar negara Indonesia merdeka. Anggota Panitia Sembilan terdiri atas Ir. Sukarno (ketua), Abdulkahar Muzakir, Drs.

Moh. Hatta, K.H. Abdul Wachid Hasyim, Mr. Moh. Yamin, H. Agus Salim, Ahmad Subarjo, Abikusno Cokrosuryo, dan A. A. Maramis. Panitia Sembilan bekerja cerdas sehingga pada tanggal 22 Juni 1945 berhasil merumuskan dasar negara untuk Indonesia merdeka.

Rumusan itu oleh Mr. Moh. Yamin diberi nama Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Naskah Piagam Jakarta berbunyi, seperti berikut. Piagam Jakarta Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Atas berkat Rahmat Allah Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia dengan menyatakan kemerdekaanya. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada tanggal 10 sampai dengan 16 Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang kedua. Pada masa persidangan ini, BPUPKI membahas rancangan undang-undang dasar. Untuk itu, dibentuk Panitia Perancang Undang- Undang Dasar yang diketuai Ir. Sukarno. Panitia tersebut juga membentuk kelompok kecil yang beranggotakan tujuh orang yang khusus merumuskan rancangan UUD.

Kelompok kecil jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945 diketuai Mr. Supomo dengan anggota Wongsonegoro, Ahmad Subarjo, Singgih, H. Agus Salim, dan Sukiman.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

Hasil kerjanya kemudian disempurnakan kebahasaannya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri atas Husein Jayadiningrat, H.

Agus Salim, dan Mr. Supomo. Ir. Sukarno melaporkan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang pada sidang BPUPKI tanggal 14 Juli 1945. Pada laporannya disebutkan tiga hal pokok, yaitu pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan undang-undang dasar, dan undang-undang dasar (batang tubuh). Pada tanggal 15 dan 16 Juli 1945 diadakan sidang untuk menyusun UUD berdasarkan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar.

Pada tanggal 17 Juli 1945 dilaporkan hasil kerja penyusunan UUD. Laporan diterima sidang pleno BPUPKI. Jumlah Anggota BPUPKI • KRT Radjiman Wedyodiningrat (Ketua) • R.P. Soeroso (Wakil Ketua) • Hibangase Yosio (Wakil Ketua) – orang Jepang • Ir. Soekarno • Drs. Moh. Hatta • Mr. Muhammad Yamin • Prof. Dr. Mr. Soepomo • KH. Wachid Hasjim • Abdoel Kahar Muzakir • Mr. A.A. Maramis • Abikoesno Tjokrosoejoso • H. Agoes Salim • Mr. Achmad Soebardjo • Prof. Dr. P.A.A.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

Hoesein Djajadiningrat • Ki Bagoes Hadikoesoemo • AR Baswedan • Soekiman • Abdoel Kaffa • R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking • KH. Ahmad Sanusi • KH. Abdul Halim Di antara para anggotanya terdapat lima orang keturunan Tionghoa, yaitu • Liem Koen Hian • Tan Eng Hoa • Oey Tiang Tjoe • Oey Tjong Hauw • Drs. Yap Tjwan Bing. Tujuan BPUPKI • Jepang ingin mengambil hati rakyat Indonesia guna membantu Jepang menghadapi pihak sekutu dengan memberikan kemerdekaan Indonesia.

• Untuk membntuk negara Indonesia merdeka atau mempersiapkan pemerintahan Indonesia. Demikianlah pembahasan mengenai Sejarah BPUPKI semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada IPS, Sejarah Ditag analisis sidang bpupki, anggota bpupki, artikel suasana sidang bpupki, bagaimana proses sidang tidak jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945 yang dilaksanakan bpupki, bagaimana suasana organisasi bpupki, bagaimana suasana pembentukan bpupki, bagaimana suasana pembentukan ppki, bpupki brainly, bpupki brainly fahmedsunu, bpupki dan ppki brainly, bpupki dan ppki kepanjangan, bpupki ketua, gambar suasana sidang bpupki, hasil ppki, hasil sidang bpupki, hasil sidang bpupki 1, hasil sidang bpupki brainly, hasil sidang bpupki dan ppki, hasil sidang panitia sembilan, hasil sidang pertama ppki, hasil sidang ppki, jelaskan sidang pertama bpupki, jelaskan suasana sidang bpupki, jumlah anggota bpupki, jumlah anggota bpupki dan ppki, keanggotaan bpupki, kepanjangan ppki, ketua bpupki adalah, ketua panitia sembilan, latar belakang bpupki, masa reses sidang bpupki adalah, menyebutkan usulan dasar negara dari soepomo, nama lain bpupki adalah, nama pancasila pertama kali dicetuskan oleh, nama pancasila tercetus dari ucapan, pada sidang pertama bpupki membahas tentang, panitia sembilan, pembentukan bpupki, penetapan dasar negara, pengertian ppki, pengertian proklamasi kemerdekaan, perumusan dasar negara, perumusan dasar negara brainly, piagam jakarta dirumuskan dalam rapat, piagam jakarta ditetapkan pada tanggal, pkn tentang bpupki, ppki, ppki adalah, ppki dibentuk pada tanggal, proklamasi kemerdekaan, pusat tenaga rakyat didirikan, rangkuman bpupki, rangkuman bpupki dan ppki, ringkasan hasil sidang bpupki, ringkasan suasana sidang bpupki, sebutkan bagaimana suasana pembentukan bpupki, sejarah bpupki, sejarah pembentukan bpupki, sejarah pembentukan ppki dan hasil sidangnya, sejarah ppki, sejarah proklamasi kemerdekaan, sejarah singkat bpupki, sejarah tentang kegiatan bpupki, sejarah terbentuknya bpupki dan ppki, sidang bpupki, sidang bpupki 2, sidang bpupki brainly, sidang pertama bpupki dilaksanakan di, sidang pertama dan kedua ppki, sidang pertama ppki, sidang sidang bpupki brainly, soal tentang hasil sidang bpupki, suasana sidang bpupki pertama, suasana sidang pembentukan bpupki, tanggal sidang bpupki dan ppki, tokoh bpupki, tugas bpupki, tugas dan tujuan bpupki, tugas ppki, tujuan bpupki, tujuan dibentuknya bpupki, tujuan dibentuknya ppki, tujuan ppki, tujuan sidang pertama bpupki, tuliskan pengurus dan keanggotaan ppki, usulan dasar negara Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945 Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
Hasil sidang bpupki pertama dan kedua BPUPKI BPUPKI mengadakan sidang sebanyak dua kali.

Sidang pertama berlangsung antara 29 Mei – 1 Juni 1945 membahas rumusan dasar negara. Sidang kedua berlangsung tanggal 10 – 16 Juli 1945 membahas batang tubuh UUD negara Indonesia merdeka. Setelah berhasil menyelesaikan tugasnya, BPUPKI dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945 dan sebagai gantinya dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkai). PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno. Sementara itu, keadaan Jepang semakin terjepit setelah dua kota di Jepang dibom atom oleh Sekutu.

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom yang dijuluki little boy dijatuhkan di kota Hiroshima dan menewaskan 129.558 orang.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

Kemudian pada tanggal 9 Agustus 1945 kota Nagasaki dibom atom oleh Sekutu. Akibat kedua kota tersebut dibom, Jepang menjadi tidak berdaya sehingga pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

BPUPKI mengadakan sidang dua kali yaitu sidang pertama tanggal 29 Mei – 1 Juli 1945 dan sidang kedua tanggal 10 – 16 Juli 1945. Pada sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945, ternyata ada tiga pembicara yang mencoba secara khusus membicarakan mengenai dasar negara.

Ketiga pembicara tersebut adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Supomo, dan Ir. Soekarno. Pada masa reses itu, diselenggarakan sidang tidak resmi yang membahas rancangan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dihadiri oleh 38 anggota BPUPKI. Pada sidang BPUPKI II tanggal 10 – 16 Juli 1945, dibahas tentang rancangan undang-undang dasar (UUD) yang diserahkan kepada sebuah panitia. Panitia ini bernama Panitia Perancang UUD yang diketuai oleh Ir.

Soekarno. Panitia ini menyetujui Piagam Jakarta sebagai inti pembukaan UUD. Selain itu juga dibentuk panitia kecil Perancang UUD 1945 yang diketuai oleh Supomo. Anggota Panitia kecil adalah Wongsonegoro, Ahmad Jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945, A.A.

Maramis, R.B. Singgih, Sukiman, dan Agus Salim. Berikut ini hasil kerja panitia kecil yang dilaporkan tanggal 14 Juli 1945. a. Pernyataan Indonesia Merdeka. b. Pembukaan Undang-Undang Dasar (Preambul). c. Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh). Sidang Kedua BPUPKI Rapat kedua berlangsung 10-16 Juli 1945 dengan tema bahasan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan dan pengajaran.

Dalam rapat ini dibentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar beranggotakan 19 orang dengan ketua Ir. Soekarno, Panitia Pembelaan Tanah Air dengan ketua Abikoesno Tjokrosoejoso dan Panitia Ekonomi dan Keuangan diketuai Mohamad Hatta. Dengan pemungutan suara, akhirnya ditentukan wilayah Indonesia merdeka yakni wilayah Hindia Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Papua, Timor-Portugis, dan pulau-pulau sekitarnya.

Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang UUD membentuk lagi panitia kecil beranggotakan 7 orang yaitu: Prof. Dr. Mr. Soepomo (ketua merangkap anggota) Mr.

Wongsonegoro Mr. Achmad Soebardjo Mr. A.A. Maramis Mr. R.P. Singgih H. Agus Salim Dr. Soekiman Pada tanggal 13 Juli 1945 Panitia Perancang UUD mengadakan sidang untuk membahas hasil kerja panitia kecil perancang UUD tersebut. Pada tanggal 14 Juli 1945, rapat pleno BPUPKI menerima laporan Panitia Perancang UUD yang dibacakan oleh Ir.

Soekarno. Dalam laporan tersebut tercantum tiga masalah pokok yaitu: a. pernyataan Indonesia merdeka b. pembukaan UUD c. batang tubuh UUD Konsep proklamasi kemerdekaan rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama Piagam Jakarta. Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat Piagam Jakarta 1.sifat dari alat pemuas kebutuhan yaitu 2.skala prioritas kebutuhan mendasarkan pada 3.suatu barang berfungsi saling melengkapi disebut barang 4.kela … ngkaan dalam ekonomi mengandung arti 5.kreativitas berarti 6.terbentuknya harga melalui interaksi penjual dengan pembeli melalui tawar-menawar dinamakan 7.harga terjadi berdasar pada kesepakatan antara titik-titik dan 8.pasar dimana memperjualkan faktor produksi disebut 9.pasar konkret adalah suatu Tempat bertemunya penjual dan pembeli yang dilakukan secara 10.barang atau jasa yang ditukarkan untuk uang dinamakan ​
: Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang BPUPKI menerima hasil laporan Panitia Perancang UUD yang disampaikan oleh Ir.

Soekarno selaku ketua. Laporan tersebut berisi rancangan UUD, yaitu: Pernyataan mengenai kemerdekaan Indonesia Pembukaan Undang-Undang Dasar atau preambule Batang tubuh Undang-Undang Dasar atau isi Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a.

rasa cinta Soepomo terhadap tanah airIndonesia b …. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d. Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikaptegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​ Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a.

rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia … b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc.

Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d. Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikap tegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​: Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang BPUPKI menerima hasil laporan Panitia Perancang UUD yang disampaikan oleh Ir. Soekarno selaku ketua. Laporan tersebut berisi rancangan UUD, yaitu: Pernyataan mengenai kemerdekaan Indonesia Pembukaan Undang-Undang Dasar atau preambule Batang tubuh Undang-Undang Dasar atau isi Sidang BPUPKI kedua bertujuan untuk membicarakan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan, dan pengajaran, seperti dikutip dari laman Kebudayaan Kemendikbud, Senin (23/8/2021).

BPUPKI lalu membentuk Panitia Perancang UUD, Panitia Pembelaan Tanah Air, dan Panitia Ekonomi dan Keuangan.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

Panitia Pembelaan Tanah Air diketuai Abikoesno Tjokrosoejoso, sementara Panitia Ekonomi dan Keuangan diketuai Mohammad Hatta. Ketua Panitia Perancang UUD yaitu Ir. Soekarno. Panitia Perancang UUD beranggotakan 19 orang. Panitia Perancang UUD membentuk kelompok kecil berisi 7 orang pada 11 Juli 1945. Kelompok kecil ini terdiri dari Prof. Dr. Mr. Soepomo, Mr. Wongsonegoro, Mr. Achmad Soebardjo, Mr.

A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, H. Agus Salim, dan Dr. Soekiman, dengan ketua Prof. Soepomo. Kelompok kecil Panitia Perancang UUD bertugas khusus merumuskan rancangan UUD. Hasil rumusan rancangan UUD dari kelompok kecil Panitia Perancang UUD disempurnakan secara bahasa oleh Panitia Penghalus Bahasa. Panitia Penghalus Bahasa terdiri dari Husein Djajadiningrat, Agus Salim, dan Prof. Soepomo, dikutip dari buku IPS Terpadu 2B untuk SMP dan MTS Kelas VIII Semester 2 oleh Y.

Sri Pujiastuti, T. D. Haryo Tamtomo, dan N. Suparno. Hasil pembahasan Panitia Perancang UUD yaitu konsep pernyataan kemerdekaan Indonesia, Pembukaan UUD atau preambule, dan Batang Tubuh UUD atau isi. Ketiga konsep ini disampaikan pada sidang BPUPKI tanggal 14 Juli 1945.

Setelah kurang lebih satu jam, ketiga konsep itu lalu diterima oleh sidang BPUPKI. Sidang BPUPKI kedua juga turut membahas bentuk negara. Anggota-anggota berbeda pendapat mengenai bentuk negara.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

Anggota BPUPKI memperdebatkan pilihan bentuk negara kerajaan (monarki), negara Islam, negara federal, atau negara republik. Lewat pemungutan suara, BPUPKI menyetujui negara republik sebagai bentuk negara Indonesia, dikutip dari buku IPS Terpadu 2B SMP Kelas VIII Semester Kedua oleh Drs.

Anwar Kurnia. Sidang BPUPKI kedua juga membahas tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah negara yang diusulkan anggota BPUPKI mencakup seluruh wilayah bekas koloni Hindia Belanda ditambah dengan wilayah Malaya, tetapi tidak mencakup Papua (Irian). Sejumlah anggota BPUPKI lain mengusulkan wilayah Indonesia mencakup seluruh wilayah bekas koloni Hindia Belanda ditambah Malaya, Borneo Utara, Irian Timur, dan Timor Timur.

Melalui musyawarah, BPUPKI menyetujui bahwa wilayah Indonesia yaitu seluruh wilayah Kepulauan Indonesia yang semula jadi wilayah kekuasaan Hindia-Belanda. Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan karena dianggap telah dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, yaitu menyusun rancangan Undang-Undang Dasar bagi negara Indonesia Merdeka. BPUPKI lalu digantikan dibentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai.

Nah, jadi sidang BPUPKI kedua bertujuan untuk membicarakan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan. Semangat belajar ya, detikers! Simak Video " Megawati Ingin Perbaiki Tendensi Bung Karno Komunis" (twu/nwy) Sidang BPUPKI - Sidang BPUPKI kedua dilaksanakan 10-16 Juli 1945 untuk membahas bentuk negara hingga rancangan UUD, simak hasil sidang BPUPKI Ke-2 berikut ini.

TRIBUNNEWS.COM - Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) merupakan badan yang dibentuk oleh pemerintah Jepang pada masa penjajahan di Indonesia.

BPUPKI ini dibentuk pada 29 April 1945 untuk membantu proses kemerdekaan Republik Indonesia. BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945, yang semula beranggotakan 70 orang, terdiri atas 62 orang Indonesia dan 8 orang istimewa Jepang yang hanya bertugas mengamati, namun kemudian pada sidang kedua ditambah 6 orang anggota dari Indonesia.

Dikutip dai kebudayaan.kemendikbud.go.id, BPUPKI melaksanakan sidang sebanyak dua kali, yang pertama yaitu pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945, sementara yang kedua pada 10-16 Juli 1945. Baca juga: Kemendikbudristek: Kebhinekaan Harus Dirawat Sejak Bangku Sekolah Baca juga: Sejarah BPUPKI dan Anggota Panitia Sembilan Isi Sidang Kedua BPUPKI 1. Rancangan undang-undang dasar. 2. Rancangan bentuk negara, wilayah negara dan kewarganegaraan.

3. Susunan pemerintahan, unitarisme, dan federalisme Hasil Sidang BPUPKI Kedua Pada saat sidang kedua BPUPKI dibentuklah Panitia Perancang Undang-Undang Dasar beranggotakan 19 orang dengan Ir.

Soekarno sebagai ketua. Sidang BPUPKI - Sidang BPUPKI kedua dilaksanakan 10-16 Juli 1945 untuk membahas bentuk negara hingga rancangan UUD, simak hasil sidang BPUPKI Ke-2 berikut ini.

TRIBUNNEWS.COM - Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) merupakan badan yang dibentuk oleh pemerintah Jepang pada masa penjajahan di Indonesia.

BPUPKI ini dibentuk pada 29 April 1945 untuk membantu proses kemerdekaan Republik Indonesia. BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat, yang semula beranggotakan 70 orang, terdiri atas 62 orang Indonesia dan 8 orang istimewa Jepang yang hanya bertugas mengamati, namun kemudian pada sidang kedua ditambah 6 orang anggota dari Indonesia.

Dikutip dai kebudayaan.kemendikbud.go.id, BPUPKI melaksanakan sidang sebanyak dua kali, yang pertama yaitu pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945, sementara yang kedua pada 10-16 Juli 1945.

Baca juga: Kemendikbudristek: Kebhinekaan Harus Dirawat Sejak Bangku Sekolah Baca juga: Sejarah BPUPKI dan Anggota Panitia Sembilan Isi Sidang Kedua BPUPKI 1. Rancangan undang-undang dasar. 2. Rancangan bentuk negara, wilayah negara dan kewarganegaraan. 3. Susunan pemerintahan, unitarisme, dan federalisme Hasil Sidang BPUPKI Kedua Pada saat sidang kedua BPUPKI dibentuklah Panitia Perancang Undang-Undang Dasar beranggotakan 19 orang dengan Ir.

Soekarno sebagai ketua.
Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a. rasa cinta Soepomo terhadap tanah airIndonesia b …. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d.

jelaskan hasil yang didapat di dalam sidang bpupki tanggal 14 juli 1945

Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikaptegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​ Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a. rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia … b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d.

Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikap tegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​

MASA KEMERDEKAAN INDONESIA 1945-1950




2022 www.videocon.com