Kader imp adalah

kader imp adalah

Pendek belum tentu stunting, tetapi stunting pasti pendek Anak stunting tidak hanya sekadar ditandai dengan tubuhnya yang pendek, tetapi ternyata perkembangan otaknya juga terganggu, sehingga anak stunting akan mengalami penurunan dalam fungsi kognitif dan keterlambatan perkembangan motoriknya.

Dan dalam jangka panjang, anak yang stunting beresiko mengalami masalah kesehatan di masa dewasa. Perempuan yang stunting akan melahirkan bayi yang lebih kecil, dan dimungkinkan akan melanggengkan lingkaran setan kemiskinan. Stunting sangat urgen untuk mendapat perhatian penanganan dan pencegahannya, karena tinggi rendahnya prevalensi stunting di suatu negara berimplikasi terhadap masa depan bangsa.

Untuk menuju negara maju di masa depan dibutuhkan SDM yang unggul, stunting merupakan satu salah hambatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk ditekan angka prevalensinya. Komitmen dan peran aktif dari lintas sektor dalam memberikan intervensi spesifik juga sensitif sangat diperlukan, guna terwujudnya prevalensi stunting di angka 14% pada tahun 2024. Guna percepatan pencegahan penanganan stunting berbagai kemetrian/lembaga, yang salah satunya BKKBN, berkolaborasi memunculkan berbagai strategi yang tujuan akhirnya menurunkan prevalensi stunting di angka 14% di tahun 2024.

Strategi-strategi tersebut antara lain: 1. Sosialisasi tentang pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang diperuntukan bagi ibu hamil dan ibu dengan anak usia di bawah dua tahun (baduta). Diharapkan semua bumil dan kader imp adalah terpapar sosialisasi pengasuhan 1000 HPK. 2. Intervensi spresifk bagi sasaran prioritas Intervensi Spesifik untuk sasaran prioritas antara lain: ibu hamil, ibu menyusui, dan anak dengan usia 0-23 bulan. Bentuk intervensi yang dapat diberikan kepada ibu hamil dengan cara pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dari kelompok miskin, suplementasi tablet tambah darah.

Sedangkan bagi ibu menyusui dapat dilakukan promosi dan konseling tentang pemberian makan bayi dan anak (PMBA), pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami gizi kurang kondisi akut, pemantauan pertumbuhan. 3. Intervensi Spresifik bagi Sasaran Penting Yang kader imp adalah sasaran penting pada intervensi spresifik antara lain: remaja, wanita usia subur (WUS), dan anak dengan usia 24-59 bulan.

Bentuk intervensi yang diberikan kepada remaja dengan pemberian suplemen tambah darah, sedangkan untuk anak usia 24 bulan-59 bulan intervesi yang dapat dilakukan dengan pemberian makan tambahan bagi anak yang mengalami gizi kurang akut, diikuti dengan pemantauan pertumbuhan balita secara berkesinambungan, pemberian suplementasi kapsul vitamin A.

3. Intervensi Sensitif Jenis intervensi yang dapat dilakukan antara lain dengan: 1) peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi; 2) peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan; 3) dan tentunya disertai dengan meningkatkan kesadaran, komitmen, praktik pengasuhan gizi ibu dan anak.

Bentuk kegiatan nyata intervensi sensitif yang telah dilakukan antara lain dengan: a. Menyediakan air minum yang aman dan akses sanitasi yang aman. b. Akses pelayanan keluarga berencana (KB), akses jaminan kesehatan (JKN), akses bantuan uang tunai untuk keluarga kurang mampu (PKH).

c. Akses bantuan pangan non tunai (BPNT) untuk keluarga kurang mampu, akses fortifikasi bahan pangan utama (garam, tepung terigu, minyak goreng), akses kegiatan kawasan rumah pangan lestari (KRPL), penguatan regulasi mengenai label dan iklan pangan. Sebagai bentuk komitmen yang kuat dari BKKBN setelah ditunjuk oleh Presiden RI sebagai wakil ketua penanganan stunting nasional, dibentuklah Tim Pendamping Keluarga (TPK).

TPK yang beranggotakan 3 orang dari unsur PKK, IMP dan bidan kader imp adalah dapat ikut berperan dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Khusus di Perwakilan BKKBN DIY sendiri telah dibentuk 1852 TPK yang tersebar di 5 kabupaten/kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. TPK yang beranggota 3 kader imp adalah dari unsur PKK, IMP, dan bidan mempunyai tugas masing-masing yang muaranya akan menurunkan angka stunting di wilayah: Bidan mempunyai fungsi antara lain : 1. Melakukan asuhan kebidanan pada bayi yang baru lahir 2.

Melakukan skrining awal faktor resiko stunting pada bayi 3. Melakukan pendampingan tumbuh kembang bayi baru lahir, minimal 3 kali (saat lahir, usia 6 bulan, dan 5 tahun) untuk verifikasi, validasi dan fasilitasi rujukan jika diperlukan.

PKK mempunyai fungsi antara lain: 1. Melakukan pola asuh tumbuh kembang anak 2. Memastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan 3. Memastikan bayi diatas 6 bulan mendapatkan MPASI dengan gizi cukup dan bervariasi 4. Memastikan bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal 5. Membantu penyaluran bansosstunting pada bayi baru lahir (0-59 bulan) 6.

Melakukan koordinasi kader Posyandu dan BKB IMP mempunyai fungsi antara lain: 1. Memastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan 2. Memastikan bayi diatas 6 bulan mendapatkan MPASI dengan gizi cukup dan bervariasi 3. Memastikan bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal 4. Membantu penyaluran bansos stunting kepada bumil beresiko stunting 5.

Melakukan pendampingan kepada keluarga balita untuk melakukan pengasuhan sesuai dengan usia anak 6. Memastikan anak mendapatkan stimulasi sesuai usia agar tumbuh kembang optimal 7. Melakukan koordinasi kader Posyandu dan BKB Harapannya, strategi-strategi hasil dari pemikiran beberapa kementrian/lembaga dapat dilaksanakan dengan baik, dan TPK yang beranggotakan bidan, kader PKK, dan kader IMP menjalankan fungsi dengan baik, dimungkinkan prevalensi stunting DI Yogyakarta yang kondisi kader imp adalah tahun 2021 masih di angka 19 persen, harapan mencapai 14 persen di tahun 2024.

Respon positif dari masyarakat sasaran juga sangat diperlukan agar gayung bersambut, sehingga tujuan pun dapat dicapai.

Definisi Coronavirus merupakan bagian dari “keluarga besar” virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa (ringan) hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan SindromPernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

Bagaimana kaitannya antara COVID-19 dan SARS? Keduanya memiliki gejala yang mirip, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%). 81% dari kasus Covid adalah kasus ringan. Namun demikian Covid -19 lebih cepat menyebar, sehingga jumlah kasusnya lebih banyak.

Covid-19 terutama ditemukan dalam kasus berat untuk mereka yang berusia di atas 60 th ataupun memiliki kondisi medis bawaan, seperti diabetes, kanker, dll. “Ah, yang kena orang tua,” kata sebagian orang.

“Aku gak ada gejala, berarti aku aman,” kata sebagian yang lain. Setiap wabah yang kader imp adalah, dimulai dari satu orang saja. Diperlukan kedisiplinan dalam menerapkan perilaku kunci pencegahan Covid-19. Hanya ini yang bisa menghentikan penyebarannya.

Jika tetangga/teman Anda belum bisa melakukannya, Anda harus memulainya. Musuh pencegahan dan penanggulangan Covid-19: 1. Percaya diri yang berlebihan 2. Perasaan di zona nyaman 3.

Perilaku tidak disiplin/ menggampangkan Covid-19 bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi.

Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan: 1. Demam >38 derajat Celcius. 2. Batuk. 3. Sakit/nyeri tenggorokan. 4. Hidung tersumbat. Jadi meskipun sebagian besar kasus Covid 19 adalah kasus ringan, hal yang perlu ditegaskan, virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh 2019-nCoV) yang menyebabkan gejala seperti: 1.

Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia. 2. Batuk dengan lendir. 3. Sesak napas. 4. Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk. Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Contohnya orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia atau ibu hamil. Rata-rata gejala timbul dalam 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Pola Penyebaran Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri.

Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti: 1. Percikan air liur dari yang memiliki Covid (bantuk dan bersin). 2. Menyentuh tangan atau wajah orang yang terkena Covid. 3. Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur yang sudah terkena virus corona.

4. Tinja atau feses jarang terjadi. Pencegahan Covid-19 Pencegahan Covid 19 dapat dilakukan pada tingkatan berikut: 1.

kader imp adalah

Tingkatan individu (diri sendiri) dan keluarga 2. Tingkatan masyarakat Pencegahan di Tingkat Individu dan Keluarga Pencegahan Covid-19 di tingkat individu dan keluarga dapat dilakukan dengan: a. Mencuci tangan lebih sering dengan sabun dan air setidaknya 20 detik atau menggunakan hand sanitizer, serta mandi atau mencuci muka jika memungkinkan, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau mengantarkan makanan.

b. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. c. Jangan berjabat tangan. d. Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit. e. Tutupi mulut saat batuk dan bersin dengan lengan atas dan ketiak atau dengan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan. f.

kader imp adalah

Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah bepergian. g. Bersihkan dan berikan desinfektan secara berkala pada benda- benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain-lain), gagang pintu, dan lain-lain. h. Tingkatkan kekebalan/daya tahan tubuh dengan cara: 1. Konsumsi gizi seimbang. 2. Aktivitas fisik/senam ringan. 3. Istirahat cukup.

4. Suplemen vitamin. 5. Tidak merokok. 6. Mengendalikan komorbid/penyakit lain (misal diabetes mellitus, hipertensi, kanker). Cara Mengurangi Risiko Covid-19 Tingkat Masyarakat Pencegahan Covid-19 di tingkat masyarakat dapat dilakukan dengan: 1.

Tidak berdekatan atau berkumpul di keramaian atau tempat-tempat umum, jika terpaksa berada di tempat umum gunakanlah masker. 2. Tidak menyelenggarakan kegiatan/pertemuan yang melibatkan banyak peserta. 3. Hindari kader imp adalah perjalanan baik ke luar kota atau luar negeri.

4. Hindari berpergian ke tempat-tempat wisata. 5. Mengurangi berkunjung ke rumah kerabat/teman/saudara dan mengurangi menerima kunjungan/tamu. 6. Mengurangi frekuensi belanja dan pergi berbelanja. Saat benar-benar butuh, usahakan bukan pada jam ramai, atau dahulukan menggunakan online. 7. Menerapkan Work From Home (WFH). 8. Jaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter (saat mengantre, duduk di bus/kereta).

9. Anak bermain di rumah sendiri, dan tidak bermain bersama. 10. Untuk sementara waktu, dapat melaksanakan ibadah di rumah.

kader imp adalah

11. Isolasi Mandiri Isolasi Mandiri Isolasi mandiri dilakukan dengan memantau kondisi kesehatan diri sendiri dengan menghindari kemungkinan penularan dengan orang-orang sekitar termasuk keluarga, melaporkan kepada fasyankes terdekat kondisi kesehatannya.

Apa yang dilakukan saat isolasi mandiri: 1. Tinggal di rumah dan tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat 2. Menggunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lain 3. Jika memungkinkan jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga lain 4. Menggunakan masker selama isolasi diri 5. Melakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis 6. Hindari pemakaian bersama peralatan makan, peralatan mandi dan linen/sprei. 7. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 8.

Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi 9. Jaga kebersihan dengan cairan disinfektan 10. Hubungi segera fasyankes jika mengalami perburukan gejala untuk perawatan lebih lanjut Enam Peran Bhakti Kader IMP IMP yang diartikan sebagai wadah pengelolaan dan pelaksanaan Gerakan Pembangunan Keluarga Sejahtera di tingkat Desa/Kelurahan hingga di tingkat Dusun dan RT, pada prinsipnya saat ini memiiki 6 peran yang kemudian dikenal sebagai 6 Peran Bhakti IMP.

Keenem peran tersebut antara lain: 1. Pengorganisasian, 2. Pertemuan, 3. KIE dan Konseling, 4. Pencatatan dan Pendataan, 5. Pelayanan Kegiatan, dan 6. Kemandirian. Pengorganisasian IMP sebagai wadah berbagai kegiatan di tingkat Desa/Kelurahan ke bawah memerlukan kepengurusan. Kepengurusan IMP diupayakan dikembangkan dari kepengurusan tunggal menjadi kepengurusan kolektif.

Kepengurusan kolektif dimaksudkan dalam rangka pembentukan kepengurusan dan pembagian kerja dalam menjalankan peran bhaktinya. Pertemuan Pertemuan rutin yang dilaksanakan IMP baik antar pengurus institusi, konsultasi pengurus dengan PKB/PLKB maupun dengan petugas lain yang terkait, secara berkala dan berjenjang. KIE dan Konseling IMP melakukan kegiatan penyuluhan, motivasi dan Konseling Program Banggakencana.

Mendorong peningkatan kesertaan dalam ber KB yang semakin mandiri dan lestari. Pencatatan, Pendataan dan Pemetaan Sasaran Salah satu aktivitas penting IMP adalah membuat laporan bulanan kader imp adalah PKB/PLKB tentang: a) kegiatan IMP dalam melakukan pencatatan secara rutin dan ikut melaksanakan pendataan keluarga; b) kegiatan IMP Bersama Penyuluh KB membuat dan melakukan pemetaan sasaran; c) kegiatan IMP dalam memanfaatkan hasil pendataan dan peta sasaran bagi kepentingan pembinaan di tingkat wilayahnya; serta d) intervensi kegiatan-kegiatan di wilayahnya berdasarkan peta PUS yang telah dibuat.

Pelayanan Kegiatan Kader IMP di dalam ketugasannya melakukan beberapa kegiatan, seperti: pembinaan tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP), antara lain usia ideal bagi pria dan wanita untuk menikah (25 dan 21 tahun), Kesehatan reproduksi, Penanggulangan HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksual, Penyalahgunaan NAPZA dan lain sebagainya.

Selain itu, IMP juga melakukan pembinaan mengenai pengaturan kelahiran antara lain pemakaian alat kontrasepsi sesuai umur dan kondisi kesehatan ibu, jumlah anak, jarak kelahiran dan umur anak terkecil. Kemandirian Kader IMP sangat diharapkan mampu menciptakan sistem kemandirian dalam menjalankan program kader imp adalah beberapa program, seperti: a) upaya pendanaan kelompok melalui iuran dan penjualan produk lokal; b) mendorong kemandirian kelompok kegiatan dalam memfasilitasi pelayanan KB; c) menciptakan "arisan program" kader imp adalah wujud penggerakan masyarakat; d) meningkatan pemahaman dan peran kader IMP; serta e) melaksanakan kegiatan upgrading melalui Workshop dan simulasi secara berkala.

Apa yang bisa dilakukan oleh kader IMP dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19? Kondisi Pandemik COVID 19 telah mengguncangkan sosial, ekonomi, politik dan bahkan psikis masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia.

kader imp adalah

Namun dalam kondisi seperti ini, kedisplinan dalam menjalankan prosedur-prosedur resmi tentang pencegahan dan perlindungan dari penyakit Coronavirus perlu dilaksanakan untuk diri sendiri maupun untuk lingkungan sekitar. Selain itu diperlukan sikap yang tenang kader imp adalah kondisi terbatas seperti bekerja, belajar dan ibadah dirumah, jaga jarak, selalu mencuci tangan, tidak mudik, derasnya informasi-informasi yang masuk melalui media sosial yang semua hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kecemasan dan ketakutan berlebihan akan terjangkit Coronavirus.

Keluarga merupakan media yang paling strategis untuk mencegah dan melindungi setiap orang dari penyakit Coronavirus. Keluarga menjadi media belajar dan media interaksi yang solid bagi setiap individu untuk memahami pencegahan dan perlindungan dan penyakit Coronavirus. Kader IMP (PPKBD, Sub PPKBD dan kader kelompok KB) adalah sahabat keluarga Indonesia yang paling terdepan untuk memberikan pelayanan informasi dan edukasi karena mereka berada di tengah-tengah masyarakat yang berhubungan langsung dengan keluarga di wilayahnya.

Kader IMP bekerja sama dengan Penyuluh KB/PLKB terdidik kader imp adalah terlatih untuk mampu mengubah sikap individu di lingkungan keluarga salahsatunya yaitu keikutsertaan dalam menggunakan kontrasepsi (ber-KB). Dengan kompetensi tersebut, kader IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) bersama Penyuluh KB/PLKB dapat meningkatkan dan mempercepat informasi dan edukasi pencegahan dan perlindungan keluarga dan masyarakat dari pandemik Covid-19 melalui perspektif program Banggakencana.

Selanjutnya apa yang bisa dilakukan? Kader IMP bersama Penyuluh KB/PLKB dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama: Pengorganisasian Bentuk sebuah WA grup dengan anggota adalah kader, toga/toma, anggota kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL, UPPKS dan PIK-R) dan keluarga yang ada di wilayah masing-asing.

Kedua: Penguatan Membangun kesadaran akan krisis (sense of crisis) di kalangan kader IMP sehingga siap untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat. Berikan materi edukasi terkait Covid-19 dari sumber yang dapat dipercaya seperti informasi resmi dari pemerintah, fasilitas kesehatan atau media sosial yang direkomendasikan oleh Penyuluh KB/PLKB seperti Facebook Kader imp adalah https://bit.ly/FBG_PKBLAWANCOVID19.

Materi literasi anti-hoaks dan anti stigma mengingat berlimpahnya informasi di sehingga grup WA bisa difungsikan untuk memverifikasi secara partisipatif informasi-informasi yang sudah beredar tersebut.

Ketiga: Penggerakan, Pelayanan dan Pendataan, yang bisa meliputi al: 1. Menggerakkan kader/anggota poktan/toga/toma untuk menyampaikan pesan-pesan seputar Covid-19 ke masyarakat luas, khususnya yang terdekat (lingkup RT); 2. Melakukan assesmen/penilaian sejauh mana pemahaman dan pelaksanaan pesan kunci cegah Covid-19 tersebut oleh masyarakat; 3. Melakukan pantau lingkungan (PALING) terutama terkait pergerakan/mobilitas orang masuk dari luar negeri/luar kota yg terindikasi menjadi pusat penyebaran pandemi Covid-19 yang kemudian dilaporkan ke Posko Tingkat RT/Dusun/Desa.

Semoga Kader IMP agar tetap semangat bekerja secara produktif dalam melaksanakan enam peran bhakti IMP di wilayah masing-masing serta berkontribusi dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada individu/keluarga/ masyarakat terkait pencegahan dan perlindungan dari penyakit Coronavirus.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi kita hingga menumbuhkan secercah harapan untuk berakhirnya masa Pandemik ini. Referensi: 1. Protokol Pencegahan Covid-19 www.covid19.go.id 2. Panduan Penyuluhan dan Kerja Penyuluh KB di Kondisi Pandemik Covid-19 Penerbit : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Direktorat Bina Lini Lapangan Tahun 2020 3.

https://www.ipekbgunungkidul.com/2018/09/peran-imp-dalam-program-kependudukan-kb.html (*)
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Ganjar Bagi PDIP 2024, Kader Ter(Paksa) Sayang atau Terbuang?

• Mangalame Merupakan Tradisi Masyarakat Tapsel • Indonesia dan Dilema Masyarakat Prismatik • Somasi Sekjen PAN: Muannas Ternyata Kader PSI Tulen • E-Book "Mudik Aman dan Sehat": Smart Mudik ala Kemkominfo • Johnny Plate, IKN Ikon Smart City dan Nasihat Wapres Di era otonomi daerah, dalam upaya membangun Indonesia dimulai dari keluarga" telah menemukan salah satu solusinya yakni maksimalisasi peran dan kompetensi Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam hal ini adalah Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa dan Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD dan Sub PPKBD).

Mengapa? Karena kader IMP merupakan sumber daya manusia local yang sangat penting dan menjadi satu kekuatan yang dapat diandalkan untuk tetap dapat mempertahankan keberhasilan program KB di masyarakat seiring dengan terus menurunnya jumlah Penyuluh KB yang aktif karena pindah dan pensiun. Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam 9 Agenda Prioritas Pembangunan (Nawacita) pada butir ke-5 "Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia" pada poin pertama yakni Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Untuk mewujudkan kualitas hidup manusia yang terdiri dari pendidikan, kesehatan dan daya beli sehingga pembangunan kependudukan dan keluarga berencana dapat mengurangi kuantitas/jumlah penduduk disatu sisi dan meningkatkan kualitas di sisi lainnya.

Hal ini sejalan oleh Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kader imp adalah dan Pembangunan Keluarga; Bab X pasal 58 bahwa setiap penduduk mempunyai kesempatan untuk berperan serta dalam pengelolaan kependudukan dan pembangunan keluarga.

Sehingga menjadi arah Kebijakan dan Strategi serta acuan operasional Pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga. Karenanya, masyarakat hari ini bukan lagi sebagai obyek dari sebuah kebijakan melainkan sebagai pelaku utama kebijakan pembangunan yang diprogramkan pemerintah, sehingga pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang peran serta masyarakat dan pemerintah yang harus saling mendukung, saling mengisi dan saling melengkapi dalam satu kesatuan langkah menuju terciptanya pembangunan nasional.

Selanjutnya dengan upaya "membangun Indonesia dimulai dari keluarga" adalah sebuah cita cita pembangunan nasional yang pada dasarnya bertujuan untuk membangun SDM yang berkualitas dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan bangsa dalam semua bidang kehidupan, maka upaya keberadaan Kader IMP sebagai bagian dari penggerak kegiatan pembangunan di lapangan diharapkan mampu untuk melaksanakan fungsinya dengan baik. Karena bagaimanapun, pembangunan dalam bidang Kependudukan, Keluarga berencana dan Pembangunan Keluarga, tidak mungkin dapat kader imp adalah sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan peran serta masyarakat.

(Baca : Kader IMP (PPKBD dan Sub PPKBD). Sekarang ini, Kader IMP secara faktual telah lahir dan hadir namun belum nampak kompetensi yang dimiliki serta belum terlibat dan berperan serta secara aktif sebagaimana semestinya. Sehingga peningkatan peran dan kompetensi Kader IMP (PPKBD dan Sub PPKBD) menjadi  penting dan mendesak untuk menjawab semua kekurangan dan kelemahan yang ada dilapangan selama ini.

Dengan demikian agar para kader IMP mampu dalam menjalankan dan melaksanakan program serta kegiatan harus ditunjang dengan upaya peningkatan peran dan kompetensi dari kader IMP itu sendiri. Adapun peran dan kompetensi yang dimaksud adalah sebagai berikut : Pengorganisasian Terbentuknya kepengurusan yang kolektif, agar dalam pembentukan kepengurusan ada pembagian kerja dalam menjalankan peran sehingga kepengurusannya bersifat kolektif.

SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details. Pengelolaan imp • 1. 1 PERAN DAN FUNGSI INSTITUSI MASYARAKAT PEDESAAN/PERKOTAAN (IMP) ESAP M SI • 2. PENGERTIAN  INSTITUSI MASYARAKAT ADALAH ORGANISASI KELOMPOK, MAUPUN PERORANGAN YANG MEMPUNYAI PENGARUH DALAM MASYARAKAT DAN PRANATA SERTA MEMPUNYAI TUJUAN YANG INGIN DICAPAI.

 PPKBD (PEMBANTU PEMBINA KELUARGA BERENCANA DESA) YAITU SESEORANG ATAU BEBERAPA ORANG KADER DALAM WADAH ORGANISASI YANG SECARA SUKARELA BERPERAN AKTIF MELAKSANAKAN/MENGELOLA PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB NASIONAL DITINGKAT DESA/KELURAHAN.

kader imp adalah

 SUB PPKBD (SUB PEMBANTU PEMBINA KELUARGA BERENCANA DESA) YAITU SESEORANG ATAU BEBERAPA ORANG KADER DALAM WADAH ORGANISASI YANG SECARA SUKARELA BERPERAN AKTIF MELAKSANAKAN/MENGELOLA PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB NASIONAL DITINGKAT DUSUN/RUKUN WARGA (RW).

2 • 3. PENGEMBANGAN IMP 1. PENGEMBANGAN STRUKTUR (PENGEMBANGAN KUANTITAS) −POLA I : PPKBD LANGSUNG MEMBINA ANGGOTA −POLA II : PPKBD MEMBINA SUB PPKBD DAN SUB PPKBD MEMBINA ANGGOTA KELUARGA/PUS/PESERTA KB −POLA III : PPKBD MEMBINA SUB PPKBD, KEMUDIAN SUB PPKBD MEMBINA KELOMPOK KB, KELOMPOK KB MEMBINA ANGGOTA KELUARGA PUS/PESERTA KB −POLA IV : PPKBD MEMBINA SUB PPKBD, KEMUDIAN SUB PPKBD MEMBINA KELOMPOK Kader imp adalah, KELOMPOK KB MEMBINA DASA WISMA DAN DASA WISMA MEMBINA ANGGOTA KELUARGA/PUS/PESERTA KB −POLA V : PPKBD MEMBINA SUB PPKBD, KEMUDIAN SUB PPKBD MEMBINA KELOMPOK KB, KELOMPOK KB MEMBINA DASA WISMA Kader imp adalah DASA WISMA MEMBINA KELUARGA DAN KELUARGA ANGGOTA KELUARGA/PUS/PESERTA KB 3 • 4.

2. PENGEMBANGAN PERAN a.PENGORGANISASIAN b.PERTEMUAN c.KIE DAN KONSELING d.PENCATATAN, PENDATAAN DAN PEMETAAN SASARAN e.PELAYANAN KEGIATAN f.KEMANDIRIAN 4 • 5. PENGORGANISASIAN 5 INSTITUSI MASYARAKAT PEDESAAN/PERKOTAAN (IMP) SEBAGAI WADAH BERBAGAI KEGIATAN DI TINGKAT DESA/ KELURAHAN KEBAWAH MEMERLUKAN KEPENGURUSAN.

1. KEPENGURUSAN TUNGGAL - PPKBD 2. KEPENGURUSAN KOLEKTIF - SUB PPKBD, KELOMPOK KB • 6. PERTEMUAN 6 DILAKUKAN OLEH INSTITUSI MASYARAKAT PEDESAAN (IMP), BAIK ANTAR PENGURUS INSTITUSI, PENGURUS DENGAN PLKB/PKB MAUPUN DENGAN PETUGAS LAIN YANG TERKAIT DENGAN PENGELOLAAN KB. WADAH UNTUK PENYAMPAIAN INFORMASI/DATA, BIMBINGAN PEMBINAAN, EVALUASI, PEMECAHAN MASALAH DAN PERENCANAAN KEGIATAN PROGRAM KKBPK DITINGKAT LINI LAPANGAN • 7.

kader imp adalah

KIE DAN KONSELING a. Mendorong peningkatan kesertaan masyarakat dalam ber-KB yang semakin mandiri dan lestari b. Mendorong peran serta dan kepedulian masyarakat untuk memberikan perhatian kepada kesehatan dan keselamatan ibu dan keluarganya c.

Meningkatkan kesadaraan dan kepedulian keluarga terhadap kesehatan reproduksi dalam rangka membina keharmonisan keluarga d. Meningkatkan ketahanan keluarga yang meliputi aspek keagamaan, pendidikan, sosial budaya, cinta kasih dan perlindungan dalam rangka mewujudkan KKBS 7 • 8.

LANJUTAN. e. Meningkatkan kesadaran keluarga tentang perlunya menerapkan pola asuh anak dengan memperhatikan tumbuh kembang anak balita secara optimal f. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga lansia dan keluarga yang memiliki anggota keluarga berusia diatas 60 tahun keatas g. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lain dan membina tumbuh kembang anak dan remaja secara seimbang melalui komunikasi efektfi antara orang tua dan kader imp adalah remaja h.

kader imp adalah

Mendorong keluarga agar mau dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera 8 • 9. PENCATATAN, PENDATAAN DAN PEMETAAN SASARAN a. IMP melakukan pencatatan kegiatan secara rutin dan ikut melaksanakan pendataan keluarga yang dilakukan satu tahun sekali b. Bersama PKB/PLKB membuat dan melakukan pemetaan sasaran (demografi, tahapan KS, PUS, dll) c.

IMP juga diharapkan mampu memanfaatkan hasil pendataan dan peta sasaran bagi kepentingan pembinaan di tingkat wilayahnya dan menuangkannya ke dalam peta PUS/ peta Keluarga d. Melakukan intervensi kegiatan-kegiatan di desanya berdasarkan Kader imp adalah PUS yang dibuat 9 • 10. PELAYANAN KEGIATAN a. PUP, Kesehatan Reproduksi, HIV/AIDS dan penyakit seksual menular lainnya, NAPZA dan lain sebagainya b.

Pengaturan Kelahiran (pemakaian alkon sesuai umur dan kondisi kesehatan ibu, jumlah anak, jarak kelahiran dan umur anak terkecil c. Pembinaan Ketahanan Keluarga (BKB, BKR dan BKL) d. Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (UPPKS) 10 • 11. K E M A N D I R I A N a. Mengupayakan penyedian alkon ulang b. Pendanaan kelompok melalui iuran, jimpitan dan penjualan produk setempat c. Mendorong kemandirian kelompok kegiatan (Poktan) dalam memfasilitasi pelayanan KB 11 • 12. KLASIFIKASI IMP 1. KLASIFIKASI DASAR 2.

KLASIFIKASI BERKEMBANG 3. KALSIFIKASI MANDIRI 12 • 13. KLASIFIKASI DASAR 1. Pengorganisasian (telah ada pengurus) 2. Pertemuan (belum rutin dan belum ada notulen) 3. Melakukan KIE kepada masyarakat 4. Pencatatan, pendataan dan pemetaan (masih sederhana) 5. Pelayanan kegiatan kb masih sederhana (pelayanan ulang alkon, penyaluran alkon, rujukan dan bina keluarga min. 1) 6. Kader imp adalah kemandirian (melakukan salah satu atau belum sama sekali) 13 • 14.

KLASIFIKASI BERKEMBANG 1. Pengorganisasian (sudah ada pengurus dan pembagian tugas). 2. Pertemuan (rutin setiap bulan, ada rencana kerja dan notulen) 3. Melakukan kegiatan KIE dan konseling 4. Pencatatan, pendataan dan pemetaan sudah mengikuti pola R/R 5. Pelayanan kegiatan (lebih lengkap, ada UPPKS) 6. Upaya kemandirian (melakukan 2 kegiatan upaya kemandirian) 14 • 15. KLASIFIKASI MANDIRI 1. Pengorganisasian (dilengkapi dengan seksi-seksi) 2.

kader imp adalah

Pertemuan (rutin bulanan, berjenjang, membuat rencana kerja dan notulen) 3. Melakukan kegiatan KIE dan konseling 4. Pencatatan, pendataan dan pemetaan sudah mengikuti pola R/R 5. Pelayanan kegiatan (lengkap, 3-4 bina keluarga) 6. Upaya kemandirian (melakukan 3 kegiatan upaya kemandirian) 15 • 16. PEMETAAN IMP 1. Tingkat Dusun/RW dibuat a.Peta Kuantitas Kelompok KB b.Peta Kualitas Kelompok KB 2. Tingkat Desa/Kelurahan dibuat a.Peta Kuantitas dan Kualitas Kelompok KB b.Peta Kuantitas dan Kualitas Sub PPKBD 16 • 17.

LANJUTAN. 3. Tingkat Kecamatan dibuat a.Peta Kuantitas dan Kualitas Kelompok KB b.Peta Kuantitas dan Kualitas Sub PPKBD c.Peta Kuantitas dan Kualitas PPKBD 4.

kader imp adalah

Tingkat Kabupaten/Kota dibuat a.Peta Kuantitas dan Kualitas Kelompok KB b.Peta Kuantitas dan Kualitas Sub PPKBD c.Peta Kuantitas dan Kualitas PPKBD 17 • 18. ASPEK KUANTITAS  Kelompok KB : Jumlah Kelompok KB : Jumlah RT x 100%  Sub PPKBD : Jumlah Sub PPKBD : Jumlah RW/Dusun x 100%  PPKB : Jumlah PPKBD : Jumlah Desa/Kelurahan x 100% Standart perhitungan pemberian warna : - Kurang dari 75 = Merah - 76 – 90 = Kuning - > 90 = Biru 18 • 19. ASPEK KUALITAS 1. KLASIFIKASI DASAR = 50 2.

KLASIFIKASI BERKEMBANG = 85 3. KLASIFIKASI MANDIRI = 100 Standart perhitungan pemberian warna : - Kurang dari 75 = Merah - 76 – 90 = Kuning - > 90 = Biru 19 • 20. PROSES PEMBENTUKAN DAN PENYIAPAN PPKBD 1. PERSYARATAN PPKBD 2. PROSES PEMBENTUKAN PPKBD 3. KEPENGURUSAN PPKBD 4. PEMANTAPAN PERAN PPKBD 20 • 21.

PERSYARATAN PPKBD 1. WARGA MASYARAKAT DESA/KELURAHAN SETEMPAT 2. DIKENAL LUAS DAN MEMPUNYAI PENGARUH DIKALANGAN MASYARAKAT. 3. STATUS KELUARGA KS II 4. BERSEDIA MENJADI PPKBD SECARA AKTIF 21 kader imp adalah 22.

PROSES PEMBENTUKAN PPKBD 1. KONSULTASI DENGAN KEPALA DESA/LURAH 2. INVENTARISASI 3.

kader imp adalah

PENDEKATAN TOKOH Kader imp adalah 4. PENETAPAN PPKBD 22 • 23. KEPENGURUSAN SEBAIKNYA TOKOH YANG DITUNJUK SEBAGAI PPKBD, MELENGKAPI PPKBD DENGAN SUSUNAN KEPENGURUSAN UNTUK MEMPERMUDAH DAN MEMPERLANCAR KEGIATAN PPKBD. 23 • 24. PEMANTAPAN PERAN PPKBD 1. PELATIHAN PPKBD 2. BIMBINGAN PPLKB/KOORDINATOR/UPT 3. PENGUKUHAN PPKBD OLEH PIMPINAN WILAYAH 24 • 25.

MEKANISME PENGUATAN IMP A. IDENTIFIKASI Melaksanakan pendataan institusi yang dilakukan oleh PKB/PLKB terhadap institusi PPKBD, Sub PPKBD, Kelompok KB yang ada diwilayah kerjanya. Minimal 1 kali dalam setahun, Januari s/d Maret. Hasil identifikasi : Kuantitas dan Kualitas IMP. B. PELAKSANAAN 1. Upaya pengembangan kuantitas 2. Pengembangan pola pembinaan 3. Upaya pengembangan kualitas 25 • 26. B. PEMBINAAN 1.Jenis Pembinaan a.Langsung (Kunjungan, Pertemuan, Momentum) b.Tidak Langsung (Lomba-lomba, Feedback/Umpan balik, Leaflet, Booklet,dll) 2.Pengembangan pola pembinaan a.Aspek Pengetahuan b.Aspek Keterampilan c.Aspek Semangat Kerja (Motivasi) d.Aspek Peningkatan Kemandirian Institusi 26 • 27.

MONITORING DAN EVALUASI  Pemantauan/Pembinaan terhadap IMP  Pemantauan Database online IMP  Pemantauan Database Poktan  Monitoring Dalap  Pengamatan langsung di lapangan  Pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan 27 • 28. File : sby-1203.ppt 28 Editor's Notes
Pengertian kader adalah: Subjek Definisi Politik (arti & contoh)?

kader : perwira atau bintara dalam ketentaraan yang memegang pernan penting, orang yang dipersiapkan jadi pemimpin Keluarga Berencana (KB) ? kader : Adalah orang dewasa, baik pria atau wanita yang dipandang sebagai orang-orang yang memiliki kelebihan di masyarakatnya. Kelebihan itu dapat berupa keberhasilan dalam kegiatan, keluwesan dalam hubungan kemanusiaan, status sosial ekonomi dan lain sebagainya. Kamus Definisi Bahasa Indonesia (KBBI) ?

kader : ka.der [n] (1) perwira atau bintara dalam ketentaraan; (2) orang yang diharapkan akan memegang peran yang penting dalam pemerintahan, partai, dsb Malaysia (Dewan) ? kader 1. teras anggota tentera yg profesional dan terlatih yg menjadi asas utk melatih unit baru atau pengembangan lain; 2.

anggota sesebuah parti politik, angkatan tentera, dsb yg sangat aktif dan terlatih: utk meneruskan perjuangan politik pd masa depan perlu dilatih ~-~ parti dr sekarang. Definisi ? kader : kb, orang yang diharapkan atau dipersiapkan untuk dapat memegang jabatan atau pekerjaan penting dalam pemerintahan, partai, dsb. Glosarium.org versi April 2019 ✰ Glosarium.org adalah website belajar online. tentang Glosarium kamus kosa kata bebas yang dimuat dari banyak sumber dan referensi di internet.

✰ Berdasarkan kategori bidang khusus dan mata pelajaran. ✰ Referensi rata-rata minimal 2 bidang/mata pelajaran per kata. ✰ Lengkap lebih dari 200+ bidang dan mata pelajaran ada di Glosarium.org ✰ Tanpa website mirror/kloningan ampas ✰ AMP, akses glosarium.org lewat Google Search mobile lebih cepat.

✰ Konten berorientasi manusia, mendahulukan penyampaian maksud yg dapat dimengerti manusia daripada mesin pencari. ✰ 2021, glosarium.org 3x lebih cepat.
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Kedudukan, peran dan kompetensi PPKBD dan Sub PPKBD sebagai Institusi Masyarakat Pedesaan/IMP) dalam pembangunan KKBPK (Kependudukan-Keluarga Berencana dan Pembangunan keluarga) di Indonesia sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.

Sejak dirintisnya pola pembinaan peserta KB (akseptor) yang melibatkan masyarakat sebagai pelaksana pada era 1975 an, PPKBD dan Sub PPKBD telah menunjukkan eksistensi dan peran baktinya dalam menunjang kesuksesan Program Keluarga Berencana Nasional. Hasilnya sungguh menggembirakan. Ditingkat Desa/Kalurahan disebut Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), di tingkat Dusun dinamakan Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD) hingga di ditingkat RT.

PPKBD adalah seseorang atau beberapa orang kader dalam wadah organisasi yang secara sukarela berperan dan kompetensi aktif melaksanakan/mengelola program Keluarga Berencana (KB) di tingkat desa/kelurahan. Sedangkan Sub PPKBD adalah seseorang atau beberapa orang kader dalam wadah organisasi dengan peran dan kompetensi yang sama di tingkat dusun/RW hingga ke tingkat RT.

Saat ini, di era otonomi daerah, peran dan kompetensi kader PPKBD dan Sub PPKBD sangatlah penting dan menjadi satu kekuatan yang dapat diandalkan untuk tetap dapat mempertahankan keberhasilan program KB di masyarakat seiring dengan terus menurunnya jumlah Penyuluh KB yang aktif karena pindah dan pensiun. Tanpa kader PPKBD dan Sub PPKBD, program KKBPK di Indonesia dipastikan akan pincang namun oleh pemerintah dalam 9 Agenda Prioritas Pembangunan (Nawacita) pada butir ke-5 "Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia" yang  focus pada poin pertama yakni pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana telah mengantisipasinya Dimana seluruh arah kebijakan dan strategi Pembangunan kependudukan, KB dan Pembangunan harus mengacu pada butir ke-5 nawacita tersebut.

olehnya kader imp adalah dengan hadirnya buku ini diharapkan dapat mengawal dan berkontribusi bijak terhadap semua hal yang menjadi kebijakan pemerintah terutama dalam bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana di tanah air.Kedudukan, PENYULUH KB/PLKB adalah Pegawai Negri Sipil ( PNS ) di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota berkedudukan di Desa/Kelurahan yang bertugas melaksanakan, mengelola, menggerakkan, memberdayakan serta menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program KKB bersama institusi masyarakat pedesaan/ perkotaan di tingkat Desa/Kelurahan.

PENYULUH KB/PLKB berperan ; • Pengelola pelaksanaan kegiatan Program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan • Penggerak partisipasi masyarakat dalam program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan • Pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan program Kependudukan dan KBdi desa/kelurahan • Menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan Dampingi Anak Untuk Mandiri PENYULUH KB/PLKB berFungsi, merencanakan, mengorganisasikan, mengembangkan, melaporkan dan mengevaluasi program Kependudukan dan KB serta program pembangunan lainnya di tingkat Desa/Kelurahan.

PENYULUH KB/PLKB berTugas : • Perencanaan. PKB/PLKB dalam bidang perencanaan bertugas meliputi penguasaan potensii wilayah kerja sejak pengumpulan data, analisa penentuan masalah prioritas, penyusunan rencana kerja dan memfasilitasi penyusunan jadwal kegiatan tingkat RT, RW dan Desa/Kelurahan • Pengorganisasian. Tugas PKB/PLKB dibidang pengorganisasian meliputi memperluas pengetahuan dan wawasan program, rekruitmen kader, mengembangkan kemampuan dan memerankan kader/IMP dan mitra kerja lainnya dalam program Kependudukan dan KB.

Bila di wilayah kerjanya tidak ada kader, PLKB/PKB diharapkan dapat membentuk kader, memberikan pelatihan/orientasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, memfasilitasi dan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada kader untuk berperan sampai dengan pengembangan kemitraan dan jaringan kerja dengan berbagai instansi dan LSOM yang ada.

• Pelaksana dan Pengelola Program. Tugas PLKB/PKB sebagai pelaksana dan pengelola melakukan berbagai kegiatan mulai penyiapan IMP/LSOM dan mitra kerja lainnya dalam melaksanakan program, memfasilitasi peran IMP/LSOM dan mitra lainnya penyiapan dukungan untuk terselenggaranya program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan serta Advokasi, KIE/Konseling maupun pemberian pelayanan program KB (KB-KR) dan program KS-PK. • Pengembangan Tugas PLKB/PKB melaksanakan pengembangan kemampuan teknis IMP/LSOM dan mitra lainnya dalam penyelenggaraan program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan • Evaluasi dan Pelaporan Tugas PLKB/PKB dalam kader imp adalah dan pelaporan progam Kependudukan dan KB sesuai dengan sistem pelaporan yng telah ditentukan secara berkala.

Rincian KegiatanBerdasarkan keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor: KEP/120/M.PAN/9/2004 tentang jabatan fungsional penyuluh keluarga berencana dan angka kreditnya disebutkan rincian kegiatan dari PKB sebagai berikut: 1) Kegiatan PKB terampil sesuai dengan jenjang jabatan adalah sebagai berikut: • PKB Pelaksana Pemula: • Melakukan pendataan KB • Melakukan pengisian form pendataan Institusi masyarakat Pedesaan/Perkotaan • Membuat peta pendataan Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP) dan organisasi Non Pemerintah tingkat desa/Kelurahan • Membuat penomoran IMP • Melakukan komunikasi Informasi Edukasi (KIE) KB kepada masyarakat kader imp adalah perorangan • Melakukan fasilitasi kepada kader • Menyalurkan alat kontrasepsi ke tingkat desa/Kelurahan • Mengumpulkan data pelayanan KB di Klinik • Menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan dalam kegiatan KB keliling/Posyandu • Menyusun laporan pelayanan terpadu (Bina Keluarga, UPPKS) • PKB Pelaksana: • Menyusun rencana pendataan dan pemetaan wilayah kerja tingkat Desa/Kelurahan • Melaksanaan pendataan KB dengan mengolah data wilayah Desa/Kelurahan • Menyiapkan pendataan IMP dan ORNOP dengan kader imp adalah rencana kerja • Membuat peta pendataan IMP dan ORNOP tingkat kecamatan • Menyusun rencana operasional bulanan KB tingkat Desa/Kelurahan • Mengembangkan media KIE KB dalam bentuk spanduk atau umbul-umbul • Menjadi tim lomba KB Nasional, tingkat Desa/Kelurahan • Menjaga stand dalam setiap pameran KB Nasional • Melakukan fasilitasi kepada kelompok KB/KS • Menjadi peserta mini lokakarya • Menyalurkan alat kontrasepsi ke tingkat Kecamatan • Mendapatkan akseptor/peserta asuransi KB • Membuat laporan hasil pelayanan KB Keliling/Posyandu • Melakukan rujukan medis ke tempat pelayanan kesehatan • Melakukan pelayanan terpadu dan pendampingan kegiatan terpadu (Bina keluarga, UPPKS) • PKB Pelaksana Lanjutan: • Menyusun rencana pendataan dan pemetaan wilayah kerja tingkat kecamatan • Melaksanakan pendataan KB dengan menyajikan hasil pengolahan data Desa/Kelurahan • Membuat laporan pendataan di wilayah kerja • Melakukan sosialisasi hasil pendataan tindkat desa/kelurahan • Melakukan persiapan pendataan IMP dan ORNOP dalam membuat rencana kerja tingkat kecamatan • Memberikan pembekalan kepada kader, masyarakat, tokoh formal/informal tingkat desa/kelurahan • Melakukan pendekatan kepada IMP dan ORNOP tingkat desa/Kelurahan • Menyusun rencana operasional bulanan KB tingkat kecamatan • Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam bentuk transparan • Mengembangkan media KIE KB nasional dalam bentuk media sederhana • Melakukan KIE KB nasional kepada masyarakat secara berkelompok • Menyiapkan sarana KIE dengan mobil kader imp adalah (mupen) KB • Menjadi tim lomba KB Nasional tingkat kecamatan • Melakukan fasilitasi kepada Sub PPKBD • Melakukan fasilitasi kemitraan instansi pemerintah dan non pemerintah tingkat desa/kelurahan • Menyusun materi rakor/raker KB tingkat desa/kelurahan • Menjadi penyaji dalam mini lokakarya • Memberikan pembekalan dan informasi kepada kader • Menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan KB kepada kader • Kader imp adalah kegiatan pendewasaan usia perkawinan • PKB Penyelia • Membuat peta wilayah kerja hasil pendataan • Melakukan sosialisasi hasil pendataan tingkat kecamatan • Memberikan pembekalan kepada kader, masyarakat, tokoh formal/informal tingkat kecamatan • Melakukan pendekatan kepada IMP dan ORNOP tingkat kecamatan • Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam bentuk poster • Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam bentuk leaflet atau bilboard • Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam bentuk media tradisional di pedesaan • Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan advokasi dan KIE KB tingkat kecamatan • Menjadi tim penilai lomba KB nasional tingkat kecamatan • Melakukan fasilitasi kemitraan instansi pemerintah dan non pemerintah tingkat kecamatan • Menyusun materi rakor/raker KB tingkat kecamatan • Memfasilitasi terlaksananya pelayanan KB oleh LSOM • Memberikan pembekalan dan informasi kepada masyarakat/tokoh formal • Mengidentifikasi sasaran, menganalisis dan menyusun rencana kebutuhan alat kontrasepsi di desa/kelurahan • Mengidentifikasi dan menyeleksi calon penerima bantuan pelayanan terpadu di desa/kelurahan • Melakukan pelayanan KB pada momentum strategis • Memberikan orientasi keterampilan kader IMP/POKTAN 2) Kegiatan PKB Ahli sesuai kader imp adalah jenjang jabatan, adalah sebagai berikut: • PKB Pertama • Menyusun rencana pendataan dan pemetaan wilayah kerja tingkat kabupaten/Kota • Melaksanakan pendataan KB dengan mengolah data wilayah kecamatan dan kabupaten/kota • Melaksanakan pendataan KB dengan verifikasi/validasi data • Menyiapkan pendataan IMP dan ORNOP dengan membuat rencana kerja tingkat Kabupeten/Kota • Membuat peta pendataan IMP dan ORNOP tingkat Kabupaten/Kota • Menyiapkan instrumen pendataan KB dengan menguji coba instrumen • Mengevaluasi pencapaian KB tingkat desa/kelurahan • Menyusun isi pesan KB Nasional untuk bahan advokasi/bahan KIE tingkat kecamatan • Menyusun rencana operasional bulanan KB tingkat kabupaten/kota kader imp adalah Mengembangkan media KIE Kb Nasional dalam bentuk banner • Melakukan KIE dengan mobil penerangan (MUPEN) KB • Melakukan uji coba materi dan media advokasi KIE KB Nasional • Mendesain pameran KB nasional di tingkat kecamatan • Melakukan fasilitasi kepada PPKBD • Menjadi peserta pada rakor/raker KB Nasional tingkat propinsi • Mengidentifikasi sasaran, menganalisis dan menyusun rencana kebutuhan alat kontrasepsi tingkat kecamatan • Mengidentifikasi dan menyeleksi calon penerima bantuan pelayanan terpadu di tingkat kabupaten/kota • Melakukan pengembangan wawasan pelayanan terpadu (bina keluarga, UPPKS) • Melakukan prakonseling KB • Memantau dan mengevaluasi pelayanan KB tingkat kabupaten/kota • Melakukan uji coba pengembangan model teknis penyuluhan KB Nasional dan pelayanan KB • PKB Muda • Melaksanakan pendataan KB dengan menginterpretasi dan analisis data • Memberikan pembekalan kepada kader, masyarakat, tokoh formal/informal tingkat kabupaten/kota • Menyiapkan instrumen pendataan KB dengan merancang instrumen • Mengevaluasi pencapaian KB tingkat kecamatan • Menyusun isi pesan Kb nasional untuk bahan advokasi/bahan KIE tingkat kabupaten/kota • Mengmbangkan media KIE KB nasional dalam bentuk asesoris • Melakukan KIE KB melalui surat kabar/majalah atau radio • Melakukan penyuluhan massa tentang KB Nasional • Melakukan pendekatan kepada ORNOP tingkat kabupaten/kota • Menjadi tim penilai lomba KB nasional tingkat kabupaten/kota • Menyiapkan materi pameran KB Nasional • Melakukan fasilitasi kepada POKTAN • Melakukan fasilitasi kemitraan instansi pemerintah dan non pemerintah tingkat kabpaten/kota • Menyusun materi rakor/raker KB nasional tingkat nasional • Menjadi peserta pada rakor/raker KB nasional tingkat nasional • Membentuk institusi masyarakat pedesaan/POKTAN • Mengidentifikasi sasaran, menganalisis dan menyusun rencana kebutuhan alat kontrasepsi tingkat kabupaten/kota • Melakukan konseling KB • Membuat umpan balik hasil analisis pelayanan KB tingkat kabupaten/kota • Mengembangkan model KB Nasional • PKB Madya • Melaksanakan pendataan KB nasional dengan penyajian hasil analisis data kecamatan dan kabupaten/kota • Menyiapkan instrumen pendataan KB • Mengevaluasi pencapaian KB tingkat kabupaten/kota • Menegmbangkan media KIE KB nasional dalam bentuk video, lagu, sandiwara, audio, CD dan film • Melakukan KIE KB melalui televisi • Memberikan advokasi kepada tokoh formal dan informal tingkat kabupaten/kota • Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan advokasi dan KIE KB nasional tingkat kabupaten/kota • Mendesain jenis lomba KB nasional tingkat kabupaten/kota • Mengembangkan model teknis penyuluhan KB nasional dan pelayanan KB • Mengevaluasi pengembangan model KB nasional Lokasi Kerja PKB/PLKB Sebagaimana telah di kemukakan di atas, PKB/PLKB bertanggung jawab atas wilayah kerjanya, yakni di desa/kelurahan.

Namn untuk memperoleh hasil yang optima, dalam melaksanakan tugasnya tersebut pembagian waktu di atur sebagai berikut: • 70% Berada di lapangan (wilayah kerjanya) kader imp adalah 15 % Berada di klinik • 15% Berada di kantor (kecamatan/desa/kelurahan) Adapun rincian tugas di lokasi tersebut di atas adalah sebagai berikut: • Tugas PKB/PLKB di Lapangan • Menghubungi pejabat setempat/pendekatan tokoh formal • Orientasi daerah kerja untuk pendataan • Identifikasi dan pendekatan tokoh formal dan tokoh informal • Pembentukan kesepakatan kelompok • Penegasan kesepakatan • Mempersiapkan penyuluhan oleh tokoh masyarakat/kader • Penyiapan group pelopor dan penumbuhan institusi masyarakat • Mengkoordinasikan pelayanan KB, KS dan kependudukan • Pembinaan kependudukan • Pembinaan keluarga • Pencatatan pelaporan dan evaluasi • Tugas PKB/PLKB di klinik KB • Mempelajari data peserta KB, institusi masyarakat dan membandingkan dengan data desa/kelurahan • Menyampaikan kebutuhan program desa/kelurahan garapannya • Membantu kegiatan penerangan dan motivasi (KIE) kepada pengunjung klinik • Membantu kelancaran kader imp adalah kontrasepsi • Membantu pencatatan dan pelaporan di klinik KB • Membantu menbuat grafik pencapaian peserta KB, baik baru maupun ulangan • Membina hubungan kerja sama dengan petugas klinik KB • Tugas PKB/PLKB di kantor • Mengisi daftar hadir • Mempelajari rencana kerja yang telah di susun • Mempelajari input, proses dan output program • Membuat peta wilayah kerja • Merumuskan rencana kerja berikutnya • Mengikuti kegiatan staff mee ting • Menyelenggarakan pencatatan dan pelaporan Seluruh kegiatan PKB/PLKB baik dilapangan, di klinik maupun di kantor haruslah tercatat dalam buku visum kerja PKB/{PLKB Profil PKB/PLKB Program Kependudukan dan KB tidak hanya sebagai upaya untuk mengendalikan kelahiran saja, namun menyangkut upaya-upaya yang berhubungan dengan pemberdayaan dan perencanaan keluarga menuju keluarga kecil bahagia sejahtera.

Ini berarti bahwa program Kependudukan dan KB yang kita geluti selama ini adalah program investasi sumber daya manusia yang hasilnya tidak dapat seketika kita nikmati sebagaimana program-program yang bersifat fisik.

Untuk mewujudkan semuanya itu, selain kelengkapan sarana penunjang, tidak kalah pentingnya adalah potensi dari sumber daya petugas lapangan keluarga berencana. Keberadaan PKB/PLKB dalam mendiseminasikan program Kependudukan dan KB di lapangan harus selalu diikuti dengan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan program Kependudukan dan KB dimasa sekarang dan masa yang akan datang.

paling tidak memiliki “3 keunggulan” yang diharapkan dapat mengakomodir perubahan-perubahan yang terjadi dalam program Kependudukan dan KB. Sekaitan dengan adanya perubahan lingkungan strategis maka dengan sendirinya profil PKB/PLKB yang diharapkan mempunyai berbagai aspek kemampuan yang meliputi: Kemampuan Berkomunikasi.

Petugas lapangan PKB/PLKB sebagai agen dalam penyampaian KIE kepada khalayak sasaran diharapkan mampu melakukan komunikasi, informasi dan edukasi program Kependudukan dan KB kepada masyarakat dalam format wawan muka, kelompok maupun massa dalam ukuran desa. Dengan kemampuan ini petugas lapangan KB mampu membagi informasi mengenai anatomi fisiologi alat-alat reproduksi dan kontrasepsi kepada keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya serta mampu menjelaskan mengenai masalah gizi, kesehatan ibu dan HIV/AIDs.

Ketika program Kependudukan dan KB diintegrasikan dengan berbagai program lain demi mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, PKB/PLKB hampir tidak terlalu menemukan kesulitan untuk juga menjelaskan mengenai akses permodalan, pemasaran dan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pendapatan keluarga (income generating), masalah perbankan dan lain-lain.

Pada dasarnya kemampuan komunikasi petugas lapangan KB sudah didapatkan pada saat mereka diterima menjadi PKB/PLKB. Soal substansi, PKB/PLKB dapat diorientasi satu dua hari saja, selanjutnya mereka bisa meningkatkan pengetahuannya dari bahan bacaan dan pengalaman berbicara di lapangan.

PLKB juga mampu memanfaatkan berbagai media seperti spanduk, umbul-umbul, poster dan media cetakan lainnya.

kader imp adalah

Pada tingkat desa, PLKB merupakan salah satu petugas yang paling piawai dalam melakukan trik-trik komunikasi sekaligus mampu menerjemahkan pesan kedalam bahasa yang akrab dengan khalayak setempat.

Kader imp adalah Bekerja dengan Data. Petugas Lapangan PKB/PLKB dalam pelaksanaan tugas bekerja berdasarkan peta dan data lapangan.

Untuk itu proses pengumpulan, pengolahan, menyajikan dan memanfaatkan data kependudukan/ keluarga/demografi dan kesertaan ber-KB merupakan satu perangkat kerja yang harus dikuasai PLKB serta data wilayah dan potensinya, termasuk data Tokoh masyarakat dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat, juga sangat dikuasai oleh PLKB. Oleh karena itulah, kalau PLKB ditugaskan menyelenggarakan suatu pertemuan di suatu RT atau kampung dia tidak akan kesulitan untuk melakukannya.

kader imp adalah

Kemampuan Membangun Jaringan/Koordinasi dengan berbagai pihak. PKB/PLKB harus mampu membangun jaringan/koordinasi dengan berbagai pihak, tidak hanya dengan unsur pemerintah seperti Camat, Kepala Desa, Koramil, Polsek, Puskesmas dan lain-lain, PKB/PLKB juga mampu mengembangkan jaringan dengan Tokoh agama, tokoh masyarakat, mengembangkan berbagai institusi dan kelompok kegiatan Kependudukan dan KB yang ada di wilayahnya.

Selain memanfaatkan kemampuan komunikasi dan data, jaringan kerja ini dibangun oleh PKB/PLKB dengan bermodalkan “kegigihan” dan “semangat pantang menyerah”. Untuk mendapat dukungan seorang tokoh, tidak jarang PKB/PLKB harus menunggu setengah hari, atau melakukan kunjungan pada malam hari. PKB/PLKB juga selalu siap membantu melakukan hal-hal di luar tugas pokoknya demi mendapatkan dukungan.

Berbekal tiga kemampuan yang merupakan keunggulan di atas, PKB/PLKB mampu menjadi event organizer sekaligus agen pembangunan Keluarga Berencana di tingkat akar rumput. Agar memiliki sikap optimistis dan percaya diri dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis yang terjadi serta berhasil meningkatkan kinerja, baik program maupun organisasi, PKB/PLKB juga diharapkan memiliki profil seperti yang tergambar dalam penguasaan dan kemampuan berbagai aspek berikut : • Aspek Wawasan Program Sebagai penggerak, PKB/PLKB harus memiliki wawasan yang luas tentang Program Kependudukan dan KB yang meliputi : • Pemahaman Visi dan Misi Program Kependudukan dan KB serta program pembangunan sektor kader imp adalah yang terkait; • Pemahaman peluang, hambatan dan tantangan Program Kependudukan dan KB • Pemahaman berbagai substansi Program Kependudukan dan KB, baik program kependudukan, KB KR maupun KS PK, serta mampu melakukan penyesuaian berbagai kegiatan dalam lingkungan strategis wilayah kerjanya.

• Aspek Manajerial Sebagai pengelola, PKB/PLKB harus mampu : • Mengidentifikasi, menyiapkan, dan menggerakkan potemsi sumber daya manusia (SDM) pendukung Program Kependudukan dan KB (Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Lembaga Sosial Masyarakat dan institusi masyarakat peDesaan/perkotaan) sebagai mitra kerjanya; • Melakukan advokasi, KIE dan Konseling Program Kependudukan dan KB kepada sektor terkait/Toga/Toma, IMP dan mitra kerja lainnya; • Membentuk kesepakatan Program Kependudukan dan KB melalui berbagai forum yang ada dalam mekanisme operasional di tingkat Desa atau Gampong; • Menggalang kemitraan dalam mendukung berbagai kegiatan substansi Program Kependudukan dan KB di wilayah kerjanya; • Menggali dan memanfaatkan dukungan dana, daya, dan sarana yang ada di wilayah kerjanya.

• Aspek Kemampuan Operasional Sebagai pelaksana, PKB/PLKB diharapkan mampu : • Memahami mekanisme operasional serta peran dan langkah kegiatan PKB/PLKB dalam setiap simpul mekanisme operasional di Desa atau Gampong mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian sampai pada kegiatan evaluasi dan pelaporan; • Memahami potensi wilayah kerja melalui pendataan dan pemetaan wilayah kerja; • Membantu kader dalam mengumpulkan data dan mengakses informasi yang berkaitan dengan pemahaman potensi wilayah kerjanya; • Menganalisis, memvisualisasikan, dan mensosialisasikan data kepada sektor terkait dan mitra kerja lainnya; • Menemukan masalah dan menentukan prioritas masalah; • Menggalang potensi mitra kerja dalam menyusun rencana operasional di tingkat Desa atau di Gampong; • Menyusun rencana kerja bulana dan mingguan PKB/PLKB berdasarkan data basis dinamis; • Menetapkan langkah-langkah strategis dalam rangka mengantisipasi dan mengatasi masalah prioritas; • Melakukan advokasi program kepada para tokoh pembuat keputusan dan pembentuk opini; • Membantu mitra kerja dan kader dalam KIE dan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K) dalam rangka mencapai sasaran program di wilayah kerjanya; • Membantu klien dalam rangka pelayanan kependudukan, KB KR dan KS PK; • Melakukan pengayoman dan rujukan sebagai tindak lanjut pelayanan • Melakukan kegiatan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi, serta menyampaikannya dan merespon umpan balik.

• Aspek Motivasi Kerja Sebagai pelaksana, PKB/PLKB hendaknya : • Memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap Program Kependudukan dan KB • Memiliki kesiapan dan kesediaan untuk bekerja keras dengan kemampuan maksimal; • Memiliki kesiapan dan kesediaan untuk bermitra dengan pihak lain; • Memiliki sikap positif terhadap program yang diembannya; • Kader imp adalah belajar dari berbagai sumber ataupun dari pengalaman lapangan; • Selalu percaya diri dalam setiap penampilan atau momentum kegiatan.

• Aspek Kepemimpinan Sebagai pemimpin, PKB/PLKB hendaknya : • Bertanggung jawab atas keberhasilan dan kekurangan Program Kependudukan dan KB di Desanya; • Memiliki inisiatif dan tidak menunggu; • Terampil mempengaruhi dan menggerakkan partisipasi masyarakat; • Terampil melakukan komunikasi efektif; • Menjadi teladan dalam berbagai kegiatan program, dari hal-hal yang bersifat teknis sampai kepada hal-hal yang bersifat kader imp adalah • Memiliki kemampuan yang tinggi, kreatif, dan inovatif; • Berani dalam mengambil keputusan yang bijaksana, serta • Memiliki pengaruh atas dasar pengakuan.

• Aspek Penunjang. Pembinaan yang menyangkut kader imp adalah penunjang dilaksanakan upaya peningkatan dalam : • Pengelolaan dana, daya, sarana dan metoda. • Disiplin pegawai. Komentar Terbaru Sugiyantomendung.com pada Pesawat lepas landas muriady pada Pesawat lepas landas Sugiyantomendung.com pada PENGALIHAN STATUS PNS DAERAH K… Sugiyantomendung.com pada FAKTA “ PARADIGMA PENYULUHAN K… zulmarito pada FAKTA “ PARADIGMA PENYULUHAN K… Sugiyantomendung.com pada PENGALIHAN STATUS PNS DAERAH K… mas boy pada PENGALIHAN STATUS PNS DAERAH K… Ernashari pada ISU STRATEGIS PERMASALAHAN PEN… Eden pada ISU STRATEGIS MENYONGSONG BONU… Sugiyantomendung.com pada Performance Penyuluh KB banyak… abigael pada Performance Penyuluh Kader imp adalah banyak… Sugiyantomendung.com pada HASIL SDKI 2017, SEKITAR 4.7 J… Dita pada HASIL SDKI 2017, SEKITAR 4.7 J… Sugiyantomendung.com pada MENGENAL PERKUMPULAN JUANG KEN… Sugiyantomendung.com pada MENGENAL PERKUMPULAN JUANG KEN… Berlomba dalam kebaikan • Tanaman Air Mata Bunda Jangan dibiarkan Februari 11, 2022 • Jalan sehat pagi hari dikebun jagung Februari 11, 2022 • KECEWA ITU RESIKO ?

Februari 3, 2022 • BEBERAPA HAL YANG MENGGUGURKAN AMAL SOLEH. Februari 3, 2022 • SIAPAKAH ORANG BERIMAN ITU ? Februari 3, 2022 • PESAWAT ANTRI TERBANG DI CENGKARENG Februari 3, 2022 • BANDARA YIA berbatas laut selatan. Februari 3, 2022 • Dorongan hasrat membawa lupaaa.! Januari 11, 2022 • Omair Al Ghazi siswa TPQ sedang menghafal. Januari 9, 2022 • Omair Al Ghazi pidato bahasa inggris sejak dini. Januari 9, 2022 • Waspadalah lewat jalan By Pas Sukarno-Hatta Lampung.!

Januari 8, 2022 • Jembatan Musi 6 Kokoh dan Kekar di Palembang. Januari 8, 2022 • NAIK KERETA API KE BANDUNG NYAMAN.! Januari 8, 2022 • Mengapa hidup sederhana susah banget ? Januari 8, 2022 • KUASAI MASALAH SEBELUM BICARA Januari 8, 2022 • Siapakah yang berbahagia di akherat kelak ? Januari 8, 2022 • Berlindunglah kepada Allah dari balak dan kesengsaraan.

Januari 8, 2022 • 5 Prinsip Hidup Muslim Januari 8, 2022 • Kenapa hidupmu selalu merasa kuraang ? Desember 26, 2021 • ANDA GAGAL LAGI JANGAN PANIK LAKUKAN 3 KUNCI SUKSES Desember 26, 2021 Meta • Daftar • Masuk kader imp adalah Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com • Sugiyantomendung.com Follow Blog via Email Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

“ Robbana taqobal minna innaka anta sami’ul alim wa tub alaina innaka antat tawwaburrokhim “ (al baqarah; 128-129) Artinya : Ya Tuhan kami terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau maha mendengar dan Mengetahui, dan termalah taubat kami, sesungguhnya Engkau penerima taubat lagi Maha Penyayang. “ Robbi ja alni muqimas sholati wa min dzuriyyati, robbana wa taqobal doa, Robbannagh firli wa kader imp adalah wa li dayya wa li jamiil mukminina yauma yaqumul hisab “ (ibrahim ; 40 -41) Artinya : Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doakuya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab.

Amin Blogs I Follow • Site Title • murifitri • dodyissmart • The Peace • Dave Hannigan • Jendela Puisi • WordPress.com

Pertemuan Kader IMP Institusi Masyarakat Pedesaan Kec Bola Kab wajo




2022 www.videocon.com