Arti al mumin

arti al mumin

bacaan quran surat al mu’min dan arti terjemahannya lengkap dengan mp3 surah al mu’min full per ayat untuk panduan hukum bacaan atau tajwid, makhrojul huruf serta bisa digunakan untuk ditirukan nada membaca Al Qurannya. untuk sobat yang ingin mempelajari isi kandungan surah al mu’min silahkan baca kitab tafsir pada bagian surat al mu’min, dan silahkan belajar kepada ustadz yang bisa jelaskan kandungan surat al mu’min dengan jelas.

Kisah penamaan surat al mu’min didasarkan bunyi ayat ke 28 dimana keutamaan ayat ini adalah mengisahkan tentang seorang laki-laki di zaman Nabi Musa A.S yang beriman. makna atau arti surat Al Mu’min sendiri adalah “orang yang beriman (Laki-Laki Yang Beriman)”, adapun nama lain surat al mu’min ada 3, diantaranya adalah sebagai berikut : • Ghafir • Ha Mim al-Mu’min • At-Tawl atau Zit Tawl Surat surat yang memiliki nama atau julukan lain ada banyak sekali, diantaranya ada surat yasin, surat al ikhlas, an nas, surat asy syura dll.

disini sobat selain bisa membaca bacaan surat Al Mu’min arab latin dan terjemahannya, anda bisa download surat al mu’min sebagai audio pembelajaran untuk didengarkan. Dan berikut ini informasi surat Al Mu’mi lebih lengkapnya. informasi surat Al mu’min Arti nama orang yang beriman Nama Lainnya Ghafir Ha Mim al-Mu’min At-Tawl atau Zit Tawl golongan surat makkiyah nomor surat surat ke 40 nomor juz juz ke 24 jumlah ayat 85 ayat jumlah ruku’ 9 ruku’ surat setelahnya surat Az Arti al mumin surat setelahnya surat fussilat Bacaan Surat Al Mu’min Dan Artinya https://islambl.com/wp-conten/upload/040.mp3 Murottal Surah Al Mu’min Full Basmalah غَافِرِ الذَّنْۢبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ gafiriż-żambi wa qabilit-taubi syadidil-‘iqabi żiṭ-ṭaụl, la ilaha illa huw, ilaihil-maṣir Arti Terjemahannya : yang mengampuni dosa dan menerima tobat dan keras hukuman-Nya; yang memiliki karunia.

Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah (semua makhluk) kembali. QS. Al Mu’min : 4 مَا يُجَادِلُ فِيْٓ اٰيٰتِ اللّٰهِ اِلَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِى الْبِلَادِ ma yujadilu fi ayatillahi illallażina kafarụ fa la yagrurka taqallubuhum fil-bilad Arti Terjemahannya : Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir.

Karena itu janganlah engkau (Muhammad) tertipu oleh keberhasilan usaha mereka di seluruh negeri. QS. Al Mu’min : 5 كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَّالْاَحْزَابُ مِنْۢ بَعْدِهِمْ ۖوَهَمَّتْ كُلُّ اُمَّةٍۢ بِرَسُوْلِهِمْ لِيَأْخُذُوْهُ وَجَادَلُوْا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ فَاَخَذْتُهُمْ ۗفَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ każżabat qablahum qaumu nụḥiw wal-aḥzabu mim ba’dihim wa hammat kullu ummatim birasụlihim liya`khużụhu wa jadalụ bil-baṭili liyud-ḥiḍụ bihil-ḥaqqa fa akhażtuhum, fa kaifa kana ‘iqab Arti Terjemahannya : Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan (rasul) dan setiap umat telah merencanakan (tipu daya) terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran; karena itu Aku tawan mereka (dengan azab).

Maka betapa (pedihnya) azab-Ku? QS. Al Mu’min : 6 وَكَذٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ النَّارِۘ wa każalika ḥaqqat kalimatu rabbika ‘alallażina kafarū annahum aṣ-ḥabun-nar Arti Terjemahannya : Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, (yaitu) sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.

QS. Al Mu’min : 7 اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ arti al mumin يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ allażina yaḥmilụnal-‘arsya wa man ḥaulahụ yusabbiḥụna biḥamdi rabbihim wa yu`minụna bihi wa yastagfirụna lillażina amanụ, rabbana wasi’ta kulla syai`ir raḥmataw wa ‘ilman fagfir lillażina tabụ wattaba’ụ sabilaka wa qihim ‘ażabal-jaḥim Arti Terjemahannya : (Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan arti al mumin orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.

QS. Al Mu’min : 8 رَبَّنَا وَاَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنِ ِۨالَّتِيْ وَعَدْتَّهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ rabbana wa adkhil-hum jannati ‘adninillati wa’attahum wa man ṣalaḥa arti al mumin aba`ihim wa azwajihim wa żurriyyatihim, innaka antal-‘azizul-ḥakim Arti Terjemahannya : Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka.

Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana, QS. Al Mu’min : arti al mumin وَقِهِمُ السَّيِّاٰتِۗ وَمَنْ تَقِ السَّيِّاٰتِ يَوْمَىِٕذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهٗ ۗوَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ wa qihimus-sayyi`at, wa man taqis-sayyi`ati yauma`iżin fa qad raḥimtah, wa żalika huwal-fauzul-‘aẓim Arti Terjemahannya : dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan.

Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.” QS. Al Mu’min : 10 اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللّٰهِ اَكْبَرُ مِنْ مَّقْتِكُمْ اَنْفُسَكُمْ اِذْ تُدْعَوْنَ اِلَى الْاِيْمَانِ فَتَكْفُرُوْنَ innallażina kafarụ yunadauna lamaqtullahi arti al mumin mim maqtikum anfusakum iż tud’auna ilal-imani fa takfurụn Arti Terjemahannya : Sesungguhnya orang-orang yang kafir, kepada mereka (pada hari Kiamat) diserukan, “Sungguh, kebencian Allah (kepadamu) jauh lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri, ketika kamu diseru untuk beriman lalu kamu mengingkarinya.” QS.

Al Mu’min : 11 قَالُوْا رَبَّنَآ اَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَاَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوْبِنَا فَهَلْ اِلٰى خُرُوْجٍ مِّنْ سَبِيْلٍ qalụ rabbana amattanaṡnataini wa aḥyaitanaṡnataini fa’tarafna biżunụbina fa hal ila khurụjim min sabil Arti Terjemahannya : Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami.

Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar arti al mumin neraka)?” QS. Al Mu’min : 12 ذٰلِكُمْ بِاَنَّهٗٓ اِذَا دُعِيَ اللّٰهُ وَحْدَهٗ كَفَرْتُمْۚ وَاِنْ يُّشْرَكْ بِهٖ تُؤْمِنُوْا ۗفَالْحُكْمُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيْرِ żalikum bi`annahū iża du’iyallahu waḥdahụ kafartum, wa iy yusyrak bihi tu`minụ, fal-ḥukmu lillahil-‘aliyyil-kabir Arti Terjemahannya : Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja.

Dan jika Allah dipersekutukan, kamu percaya. Maka keputusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar.

arti al mumin

QS. Al Mu’min : 13 هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ وَيُنَزِّلُ لَكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ رِزْقًا ۗوَمَا يَتَذَكَّرُ اِلَّا مَنْ يُّنِيْبُ huwallażi yurikum ayatihi wa yunazzilu lakum minas-sama`i rizqa, wa ma yatażakkaru illa may yunib Arti Terjemahannya : Dialah yang memperlihatkan tanda-tanda (kekuasaan)-Nya kepadamu dan menurunkan rezeki dari langit untukmu.

Dan tidak lain yang mendapat pelajaran hanyalah orang-orang yang kembali (kepada Allah). QS. Al Mu’min : 14 رَفِيْعُ الدَّرَجٰتِ ذُو الْعَرْشِۚ يُلْقِى الرُّوْحَ مِنْ اَمْرِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِۙ rafi’ud-darajati żul-‘arsy, yulqir-rụḥa min amrihi ‘ala may yasya`u min ‘ibadihi liyunżira yaumat-talaq Arti Terjemahannya : (Dialah) Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki ’Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat), QS.

Al Mu’min : 16 يَوْمَ هُمْ بَارِزُوْنَ ۚ لَا يَخْفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ ۗلِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ۗ لِلّٰهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ yauma hum barizụn, la yakhfa ‘alallahi min-hum syai`, limanil-mulkul-yaụm, lillahil-waḥidil-qahhar Arti Terjemahannya : arti al mumin pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah.

(Lalu Allah berfirman), “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. QS. Al Mu’min : 17 اَلْيَوْمَ تُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ ۗ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ al-yauma tujza kullu nafsim bima kasabat, la ẓulmal-yaụm, innallaha sari’ul-ḥisab Arti Terjemahannya : Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya.

Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. QS. Al Mu’min : 18 وَاَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْاٰزِفَةِ اِذِ الْقُلُوْبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِيْنَ ەۗ مَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ حَمِيْمٍ وَّلَا شَفِيْعٍ يُّطَاعُۗ wa anżir-hum yaumal-azifati iżil-qulụbu ladal-ḥanajiri kaẓimin, ma liẓ-ẓalimina min ḥamimiw wa la syafi’iy yuṭa’ Arti Terjemahannya : Dan berilah mereka peringatan akan hari yang semakin dekat (hari Kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan karena menahan kesedihan.

Tidak ada seorang pun teman setia bagi orang yang zalim dan tidak ada baginya seorang penolong yang diterima (pertolongannya). QS. Al Mu’min : 19 وَاللّٰهُ يَقْضِيْ بِالْحَقِّ ۗوَالَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَقْضُوْنَ بِشَيْءٍ ۗاِنَّ اللّٰهَ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ wallahu yaqḍi bil-ḥaqq, wallażina yad’ụna min dụnihi la yaqḍụna bisyai`, innallaha huwas-sami’ul-baṣir Arti Terjemahannya : Dan Allah memutuskan dengan kebenaran.

Sedang mereka yang disembah selain-Nya tidak mampu memutuskan dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. QS. Al Mu’min : 21 اَوَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ كَانُوْا مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ كَانُوْا هُمْ اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَّاٰثَارًا فِى ۞ الْاَرْضِ فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ بِذُنُوْبِهِمْ ۗوَمَا كَانَ لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ وَّاقٍ a wa lam yasirụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kana ‘aqibatullażina kanụ ming qablihim, kanụ hum asyadda min-hum quwwataw wa aṡaran fil-arḍi fa akhażahumullahu biżunụbihim, wa ma kana lahum minallahi miw waq Arti Terjemahannya : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka?

Orang-orang itu lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) peninggalan-peninggalan (peradaban)nya di bumi, tetapi Allah mengazab mereka karena dosa-dosanya. Dan tidak akan ada sesuatu pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah. QS. Al Mu’min : 22 ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانَتْ تَّأْتِيْهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَكَفَرُوْا فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ قَوِيٌّ شَدِيْدُ الْعِقَابِ żalika bi`annahum kanat ta`tihim rusuluhum bil-bayyinati fa kafarụ fa akhażahumullah, innahụ qawiyyun syadidul-‘iqab Arti Terjemahannya : Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka ingkar; maka Allah mengazab mereka.

Sungguh, Dia Mahakuat, Mahakeras hukuman-Nya. QS. Al Mu’min : 23 فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا اقْتُلُوْٓا اَبْنَاۤءَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا arti al mumin وَاسْتَحْيُوْا نِسَاۤءَهُمْ ۗوَمَا كَيْدُ الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ fa lamma ja`ahum bil-ḥaqqi min ‘indina qaluqtulū abna`allażina amanụ ma’ahụ wastaḥyụ nisa`ahum, wa ma kaidul-kafirina illa fi ḍalal Arti Terjemahannya : Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa kebenaran dari Kami, mereka berkata, “Bunuhlah anak-anak laki-laki dari orang-orang yang beriman bersama dia dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka.” Namun tipu daya orang-orang kafir itu sia-sia belaka.

QS. Al Mu’min : 26 وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُوْنِيْٓ اَقْتُلْ مُوْسٰى وَلْيَدْعُ رَبَّهٗ ۚاِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّبَدِّلَ دِيْنَكُمْ اَوْ اَنْ يُّظْهِرَ فِى الْاَرْضِ الْفَسَادَ wa qala fir’aunu żarụni aqtul mụsa walyad’u rabbah, inni akhafu ay yubaddila dinakum au ay yuẓ-hira fil-arḍil-fasad Arti Terjemahannya : Dan Fir‘aun berkata (kepada pembesar-pembesarnya), “Biar aku yang membunuh Musa dan suruh dia memohon kepada Tuhannya.

Sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di bumi.” QS. Al Mu’min : 27 وَقَالَ مُوْسٰىٓ اِنِّيْ عُذْتُ بِرَبِّيْ وَرَبِّكُمْ مِّنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ wa qala mụsa inni ‘użtu arti al mumin wa rabbikum ming kulli mutakabbiril la yu`minu biyaumil-ḥisab Arti Terjemahannya : Dan (Musa) berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari perhitungan.” QS.

Al Mu’min : 28 وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌۖ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ اِيْمَانَهٗٓ اَتَقْتُلُوْنَ رَجُلًا اَنْ يَّقُوْلَ رَبِّيَ اللّٰهُ وَقَدْ جَاۤءَكُمْ بِالْبَيِّنٰتِ مِنْ رَّبِّكُمْ ۗوَاِنْ يَّكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهٗ ۚوَاِنْ يَّكُ صَادِقًا arti al mumin بَعْضُ الَّذِيْ يَعِدُكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ wa qala rajulum mu`minum min ali fir’auna yaktumu imanahū a taqtulụna rajulan ay yaqụla rabbiyallahu wa qad ja`akum bil-bayyinati mir rabbikum, wa iy yaku każiban fa ‘alaihi każibuh, wa iy yaku ṣadiqay yuṣibkum ba’ḍullażi ya’idukum, innallaha la yahdi man huwa musrifung każżab Arti Terjemahannya : Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir‘aun yang menyembunyikan imannya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia arti al mumin, “Tuhanku adalah Allah,” padahal sungguh, dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu.

Dan jika dia seorang pendusta maka dialah yang akan menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar, nis-caya sebagian (bencana) arti al mumin diancamkannya kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta. QS. Al Mu’min : 29 يٰقَوْمِ لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظَاهِرِيْنَ فِى الْاَرْضِۖ فَمَنْ يَّنْصُرُنَا مِنْۢ بَأْسِ اللّٰهِ اِنْ جَاۤءَنَا ۗقَالَ فِرْعَوْنُ مَآ اُرِيْكُمْ اِلَّا مَآ اَرٰى وَمَآ اَهْدِيْكُمْ اِلَّا سَبِيْلَ الرَّشَادِ ya qaumi lakumul-mulkul-yauma ẓahirina fil-arḍi fa may yanṣuruna mim ba`sillahi in ja`ana, qala fir’aunu ma urikum illa ma ara wa ma ahdikum illa sabilar-rasyad Arti Terjemahannya : Wahai kaumku!

arti al mumin

Pada hari ini kerajaan ada padamu dengan berkuasa di bumi, tetapi siapa yang akan menolong kita dari azab Allah jika (azab itu) menimpa kita?” Fir‘aun berkata, “Aku hanya mengemukakan kepadamu, apa yang aku pandang baik; dan aku hanya menunjukkan kepadamu jalan yang benar.” QS. Al Mu’min : 30 وَقَالَ الَّذِيْٓ اٰمَنَ يٰقَوْمِ اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ مِّثْلَ يَوْمِ الْاَحْزَابِۙ wa qalallażi amana ya qaumi inni akhafu ‘alaikum miṡla yaumil-aḥzab Arti Terjemahannya : Dan orang yang beriman itu berkata, “Wahai kaumku!

Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti hari kehancuran golongan yang bersekutu, QS. Al Mu’min : 31 مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوْحٍ وَّعَادٍ وَّثَمُوْدَ وَالَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ ۗوَمَا اللّٰهُ يُرِيْدُ ظُلْمًا لِّلْعِبَادِ miṡla da`bi qaumi nụḥiw wa ‘adiw wa ṡamụda wallażina mim ba’dihim, wa mallahu yuridu ẓulmal lil-‘ibad Arti Terjemahannya : (yakni) seperti kebiasaan kaum Nuh, ’Ad, samud dan orang-orang yang datang setelah mereka.

Padahal Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.” QS. Al Mu’min : 32 يَوْمَ تُوَلُّوْنَ مُدْبِرِيْنَۚ مَا لَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ عَاصِمٍۚ وَمَنْ arti al mumin اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍ yauma tuwallụna mudbirin, ma lakum minallahi min ‘aṣim, wa may yuḍlilillahu fa ma lahụ min had Arti Terjemahannya : (yaitu) pada hari (ketika) kamu berpaling ke belakang (lari), tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan kamu dari (azab) Allah.

Dan barangsiapa arti al mumin sesat oleh Allah, niscaya tidak ada sesuatu pun yang mampu memberi petunjuk.” QS. Al Mu’min : 34 وَلَقَدْ جَاۤءَكُمْ يُوْسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنٰتِ فَمَا زِلْتُمْ فِيْ شَكٍّ مِّمَّا جَاۤءَكُمْ بِهٖ ۗحَتّٰىٓ اِذَا هَلَكَ قُلْتُمْ لَنْ يَّبْعَثَ اللّٰهُ مِنْۢ بَعْدِهٖ رَسُوْلًا ۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُّرْتَابٌۙ wa laqad ja`akum yụsufu ming qablu bil-bayyinati fa ma ziltum fi syakkim mimma ja`akum bih, hatta iża halaka qultum lay yab’aṡallahu mim ba’dihi rasụla, każalika yuḍillullahu man huwa musrifum murtab, Arti Terjemahannya : Dan sungguh, sebelum itu Yusuf telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata, tetapi kamu senantiasa meragukan apa yang dibawanya, bahkan ketika dia wafat, kamu berkata, “Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun setelahnya.” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas dan ragu-ragu, QS.

Al Mu’min : 35 ۨالَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِ اللّٰهِ بِغَيْرِ سُلْطٰنٍ اَتٰىهُمْۗ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ وَعِنْدَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ arti al mumin مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ allażina yujadilụna fi ayatillahi bigairi sulṭanin atahum, kabura maqtan ‘indallahi wa ‘indallażina amanụ, każalika yaṭba’ullahu ‘ala kulli qalbi mutakabbirin jabbar Arti Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka.

Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang.

QS. Al Mu’min : 36 اَسْبَابَ arti al mumin فَاَطَّلِعَ اِلٰٓى اِلٰهِ مُوْسٰى وَاِنِّيْ لَاَظُنُّهٗ كَاذِبًا ۗوَكَذٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوْۤءُ عَمَلِهٖ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيْلِ ۗوَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ اِلَّا فِيْ تَبَابٍ asbabas-samawati fa aṭṭali’a ila ilahi mụsa wa inni la`aẓunnuhụ każiba, wa każalika zuyyina lifir’auna sū`u ‘amalihi wa ṣudda ‘anis-sabil, wa ma kaidu fir’auna illa fi tabab Arti Terjemahannya : (yaitu) pintu-pintu langit, agar aku dapat melihat Tuhannya Musa, tetapi aku tetap memandangnya seorang pendusta.” Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Fir‘aun perbuatan buruknya itu, dan arti al mumin tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir‘aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.

QS. Al Mu’min : 38 يٰقَوْمِ اِنَّمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ ۖوَّاِنَّ الْاٰخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ ya qaumi innama hażihil-ḥayatud-dun-ya mata’uw wa innal-akhirata hiya darul-qarar Arti Terjemahannya : Wahai kaumku!

Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. QS. Al Mu’min : 40 مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزٰىٓ اِلَّا مِثْلَهَاۚ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُوْنَ فِيْهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ man ‘amila sayyi`atan fa la yujza illa miṡlaha, wa man ‘amila ṣaliḥam min żakarin au unṡa wa huwa mu`minun fa ula`ika yadkhulụnal-jannata yurzaqụna fiha bigairi ḥisab Arti Terjemahannya : Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu.

Dan barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga. QS. Al Mu’min : 41 تَدْعُوْنَنِيْ لِاَكْفُرَ بِاللّٰهِ وَاُشْرِكَ بِهٖ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌ وَّاَنَا۠ اَدْعُوْكُمْ اِلَى الْعَزِيْزِ الْغَفَّارِ tad’ụnani li`akfura billahi wa usyrika bihi ma laisa li bihi ‘ilmuw wa ana ad’ụkum ilal-‘azizil-gaffar Arti Terjemahannya : (Mengapa) kamu menyeruku agar kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun?

QS. Al Mu’min : 43 لَا جَرَمَ اَنَّمَا تَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ لَيْسَ لَهٗ دَعْوَةٌ فِى الدُّنْيَا وَلَا فِى الْاٰخِرَةِ وَاَنَّ مَرَدَّنَآ اِلَى اللّٰهِ وَاَنَّ الْمُسْرِفِيْنَ هُمْ اَصْحٰبُ النَّارِ la jarama annama tad’ụnani ilaihi arti al mumin lahụ da’watun fid-dun-ya wa la fil-akhirati wa anna maraddana ilallahi wa annal-musrifina hum aṣ-ḥabun-nar Arti Terjemahannya : Sudah pasti bahwa apa yang kamu serukan aku kepadanya bukanlah suatu seruan yang berguna baik di dunia maupun di akhirat.

Dan sesungguhnya tempat kembali kita pasti kepada Allah, dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itu akan menjadi penghuni neraka. QS.

Al Mu’min : 44 فَسَتَذْكُرُوْنَ مَآ اَقُوْلُ لَكُمْۗ وَاُفَوِّضُ اَمْرِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَصِيْرٌ ۢبِالْعِبَادِ fasatażkurụna ma aqụlu lakum, wa ufawwiḍu amri ilallah, innallaha baṣirum bil-‘ibad Arti Terjemahannya : Maka kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” QS. Al Mu’min : 45 فَوَقٰىهُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِ مَا مَكَرُوْا وَحَاقَ بِاٰلِ فِرْعَوْنَ سُوْۤءُ الْعَذَابِۚ fa waqahullahu sayyi`ati ma makarụ wa ḥaqa bi`ali fir’auna sū`ul-‘ażab Arti Terjemahannya : Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, sedangkan Fir‘aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang sangat buruk.

QS. Al Mu’min : 46 اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ an-naru yu’raḍụna ‘alaiha guduwwaw wa ‘asyiyya, wa yauma taqụmus-sa’ah, adkhilū ala fir’auna asyaddal-‘ażab Arti Terjemahannya : Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat.

(Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Fir‘aun dan arti al mumin ke dalam azab yang sangat keras!” QS. Al Mu’min : 47 وَاِذْ يَتَحَاۤجُّوْنَ فِى النَّارِ فَيَقُوْلُ الضُّعَفٰۤؤُ لِلَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْٓا اِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ اَنْتُمْ مُّغْنُوْنَ عَنَّا نَصِيْبًا مِّنَ النَّارِ wa iż yataḥajjụna fin-nari fa yaqụlud-du’afa`u lillażinastakbarū inna kunna lakum taba’an fa hal antum mugnụna ‘anna naṣibam minan-nar Arti Terjemahannya : Dan (Ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu melepaskan sebagian (azab) api neraka yang menimpa kami?” QS.

Al Mu’min : 48 قَالَ الَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْٓا اِنَّا كُلٌّ فِيْهَآ اِنَّ اللّٰهَ قَدْ حَكَمَ بَيْنَ الْعِبَادِ qalallażinastakbarū inna kullun fiha innallaha qad ḥakama bainal-‘ibad Arti Terjemahannya : Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya).” QS.

Al Mu’min : 49 وَقَالَ الَّذِيْنَ فِى النَّارِ لِخَزَنَةِ arti al mumin ادْعُوْا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ wa qalallażina fin-nari likhazanati jahannamad’ụ rabbakum yukhaffif ‘anna yaumam minal-‘ażab Arti Terjemahannya : Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab atas kami sehari saja.” QS.

Al Mu’min : 50 قَالُوْٓا اَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيْكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنٰتِ arti al mumin بَلٰىۗ قَالُوْا فَادْعُوْا ۚوَمَا دُعٰۤؤُا الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ qalū a wa lam taku ta`tikum rusulukum bil-bayyinat, qalụ bala, qalụ fad’ụ, wa ma du’a`ul-kafirina illa fi ḍalal Arti Terjemahannya : Maka (penjaga-penjaga Jahanam) berkata, “Apakah rasul-rasul belum datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata?” Mereka menjawab, “Benar, sudah datang.” (Penjaga-penjaga Jahanam) berkata, “Berdoalah kamu (sendiri!)” Namun doa orang-orang kafir itu sia-sia belaka.

QS. Al Mu’min : 51 اِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُوْمُ الْاَشْهَادُۙ inna lananṣuru rusulana wallażina amanụ fil-ḥayatid-dun-ya wa yauma yaqụmul-asy-had Arti Terjemahannya : Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat), QS.

Al Mu’min : 52 يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظّٰلِمِيْنَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْۤءُ الدَّارِ yauma la yanfa’uẓ-ẓalimina ma’żiratuhum wa lahumul-la’natu wa lahum sū`ud-dar Arti Terjemahannya : (yaitu) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk.

QS. Al Mu’min : 53 فَاصْبِرْ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ faṣbir inna wa’dallahi ḥaqquw wastagfir liżambika wa sabbiḥ biḥamdi rabbika bil-‘asyiyyi wal-ibkar Arti Terjemahannya : Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

QS. Al Mu’min : 56 اِنَّ الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِ اللّٰهِ بِغَيْرِ سُلْطٰنٍ اَتٰىهُمْ ۙاِنْ فِيْ صُدُوْرِهِمْ اِلَّا كِبْرٌ مَّا هُمْ بِبَالِغِيْهِۚ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ innallażina yujadilụna fi ayatillahi bigairi sulṭanin atahum in fi ṣudụrihim illa kibrum ma hum bibaligih, fasta’iż billah, innahụ huwas-sami’ul-baṣir Arti Terjemahannya : Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai, maka mintalah perlindungan kepada Allah.

Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. QS. Al Mu’min : 57 لَخَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ اَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ lakhalqus-samawati wal-arḍi akbaru min khalqin-nasi wa lakinna akṡaran-nasi la ya’lamụn Arti Terjemahannya : Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

QS. Al Mu’min : 58 وَمَا يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُ ەۙ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَلَا الْمُسِيْۤئُ ۗقَلِيْلًا مَّا تَتَذَكَّرُوْنَ wa ma yastawil-a’ma wal-baṣiru wallażina amanụ wa ‘amiluṣ-ṣaliḥati wa lal-musi`, qalilam ma tatażakkarụn Arti Terjemahannya : Dan tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (sama) pula orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan orang-orang yang berbuat kejahatan.

Hanya sedikit sekali yang kamu ambil pelajaran. QS. Al Mu’min : 59 اِنَّ السَّاعَةَ لَاٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَا ۖوَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُوْنَ innas-sa’ata la`atiyatul la raiba fiha wa lakinna akṡaran-nasi la yu`minụn Arti Terjemahannya : Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

QS. Al Mu’min : 60 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ wa qala rabbukumud’ụni astajib lakum, innallażina yastakbirụna ‘an ‘ibadati sayadkhulụna jahannama dakhirin Arti Terjemahannya : Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” QS. Al Mu’min : 61 اَللّٰهُ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُوْنَ allahullażi ja’ala lakumul-laila litaskunụ fihi wan-nahara mubṣira, innallaha lażụ faḍlin ‘alan-nasi wa lakinna akṡaran-nasi arti al mumin yasykurụn Arti Terjemahannya : Allah-lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristirahat padanya; (dan menjadikan) siang terang benderang.

Sungguh, Allah benar-benar memiliki karunia yang dilimpahkan kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. QS. Al Mu’min : 62 ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍۘ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۖفَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ dżalikumullahu rabbukum khaliqu kulli syai`, la ilaha illa huwa fa anna tu`fakụn Arti Terjemahannya : Demikianlah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tidak ada arti al mumin selain Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?

QS. Al Mu’min : 63 اَللّٰهُ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ قَرَارًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً وَّصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ ۗذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ ۚ فَتَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ allahullażi ja’ala lakumul-arḍa qararaw was-sama`a bina`aw wa ṣawwarakum fa aḥsana ṣuwarakum wa razaqakum minaṭ-ṭayyibat, żalikumullahu rabbukum, fa tabarakallahu rabbul-‘alamin Arti Terjemahannya : Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentukmu lalu memperindah rupamu serta memberimu rezeki dari yang baik-baik.

Demikianlah Allah, Tuhanmu, Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam. QS. Al Mu’min : 65 هُوَ الْحَيُّ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ۗ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ huwal-ḥayyu la ilaha illa huwa fad’ụhu mukhliṣina lahud-din, al-ḥamdu lillahi rabbil-‘alamin Arti Terjemahannya : Dialah yang hidup kekal, tidak ada tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.

Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. QS. Al Mu’min : 66 ۞ قُلْ اِنِّيْ نُهِيْتُ اَنْ اَعْبُدَ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَمَّا جَاۤءَنِيَ الْبَيِّنٰتُ مِنْ رَّبِّيْ وَاُمِرْتُ اَنْ اُسْلِمَ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ qul inni nuhitu an a’budallażina tad’ụna min dụnillahi lamma ja`aniyal-bayyinatu mir rabbi wa umirtu an uslima lirabbil-‘alamin Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; arti al mumin aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.” QS.

Al Mu’min : 67 هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُوْنُوْا شُيُوْخًا ۚوَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوْٓا اَجَلًا مُّسَمًّى وَّلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ huwallażi khalaqakum min turabin ṡumma min nuṭfatin ṡumma min ‘alaqatin ṡumma yukhrijukum ṭiflan ṡumma litablugū asyuddakum ṡumma litakụnụ syuyụkha, wa mingkum may yutawaffa ming qablu wa litablugū ajalam musammaw wa la’allakum ta’qilụn Arti Terjemahannya : Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua.

Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti. QS. Al Mu’min : 68 هُوَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۚ فَاِذَا قَضٰىٓ اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ huwallażi yuḥyi wa yumit, fa iża qaḍa amran fa innama yaqụlu lahụ kun fa yakụn Arti Terjemahannya : Dialah yang menghidupkan dan mematikan.

Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. QS. Al Mu’min : 69 اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِ اللّٰهِ ۗاَنّٰى يُصْرَفُوْنَۚ a lam tara ilallażina yujadilụna fi ayatillah, anna yuṣrafụn Arti Terjemahannya : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang (selalu) membantah ayat-ayat Allah?

Bagaimana mereka dapat dipalingkan? QS. Al Mu’min : 70 اَلَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِالْكِتٰبِ وَبِمَآ اَرْسَلْنَا بِهٖ رُسُلَنَا ۗفَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَۙ allażina każżabụ bil-kitabi wa bima arsalna bihi rusulana, fa saufa ya’lamụn Arti Terjemahannya : (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Kitab (Al-Qur’an) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui, QS. Al Mu’min : 71 مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗقَالُوْا ضَلُّوْا عَنَّا بَلْ لَّمْ نَكُنْ نَّدْعُوْا مِنْ قَبْلُ شَيْـًٔاۚ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ الْكٰفِرِيْنَ min dụnillah, qalụ ḍallụ ‘anna bal lam nakun nad’ụ ming qablu syai`a, każalika yuḍillullahul-kafirin Arti Terjemahannya : (yang kamu sembah) selain Allah?” Mereka menjawab, “Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu.” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang kafir.

QS. Al Mu’min : 75 ذٰلِكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَمْرَحُوْنَ żalikum bima kuntum tafraḥụna fil-arḍi bigairil-ḥaqqi wa bima kuntum tamraḥụn Arti Terjemahannya : Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). QS. Al Mu’min : 76 arti al mumin اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚفَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ udkhulū abwaba jahannama khalidina fiha, fa bi`sa maṡwal-mutakabbirin Arti Terjemahannya : (Dikatakan kepada mereka), “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, dan kamu kekal di dalamnya.

Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” QS. Al Mu’min : 77 فَاصْبِرْ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ ۚفَاِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِيْ نَعِدُهُمْ اَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَاِلَيْنَا يُرْجَعُوْنَ faṣbir inna wa’dallahi ḥaqq, fa imma nuriyannaka ba’ḍallażi na’iduhum au natawaffayannaka fa ilaina yurja’ụn Arti Terjemahannya : Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sesungguhnya janji Allah itu benar. Meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka, atau pun Kami wafatkan engkau (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kamilah mereka dikembalikan.

QS. Al Mu’min : 78 وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَّنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗوَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚفَاِذَا جَاۤءَ اَمْرُ اللّٰهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُوْنَ wa laqad arsalna rusulam ming qablika min-hum mang qaṣaṣna ‘alaika wa min-hum mal lam naqṣuṣ ‘alaik, wa ma kana lirasụlin ay ya`tiya bi`ayatin illa bi`iżnillah, fa iża ja`a amrullahi quḍiya bil-ḥaqqi wa khasira hunalikal-mubṭilụn Arti Terjemahannya : Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.

Tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat, kecuali seizin Allah. Maka apabila telah datang perintah Allah, (untuk semua perkara) diputuskan dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. QS. Al Mu’min : 79 اَللّٰهُ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَنْعَامَ لِتَرْكَبُوْا مِنْهَا وَمِنْهَا تَأْكُلُوْنَۖ allahullażi ja’ala lakumul-an’ama litarkabụ min-ha wa min-ha ta`kulụn Arti Terjemahannya : Allah-lah yang menjadikan hewan ternak untukmu, sebagian untuk kamu kendarai dan sebagian lagi kamu makan.

QS. Al Mu’min : 80 وَلَكُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَلِتَبْلُغُوْا عَلَيْهَا حَاجَةً فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُوْنَۗ wa lakum fiha manafi’u wa litablugụ ‘alaiha ḥajatan fi ṣudụrikum wa ‘alaiha wa ‘alal-fulki tuḥmalụn Arti Terjemahannya : Dan bagi kamu (ada arti al mumin manfaat-manfaat yang lain padanya arti al mumin ternak itu) dan agar kamu mencapai suatu keperluan (tujuan) yang tersimpan dalam hatimu (dengan mengendarainya).

Dan dengan mengendarai binatang-binatang itu, dan di atas kapal mereka diangkut. QS. Al Mu’min : 81 اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ كَانُوْٓا اَكْثَرَ مِنْهُمْ وَاَشَدَّ قُوَّةً وَّاٰثَارًا فِى الْاَرْضِ فَمَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ a fa lam yasirụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kana ‘aqibatullażina ming qablihim, kanū akṡara min-hum wa asyadda quwwataw wa aṡaran fil-arḍi fa ma agna ‘an-hum ma kanụ yaksibụn Arti Terjemahannya : Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.

Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta (lebih banyak) peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. QS. Al Mu’min : 83 فَلَمَّا جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَرِحُوْا بِمَا عِنْدَهُمْ مِّنَ الْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ fa lamma ja`at-hum rusuluhum bil-bayyinati fariḥụ bima ‘indahum minal-‘ilmi wa ḥaqa bihim ma kanụ bihi yastahzi`ụn Arti Terjemahannya : Maka ketika para rasul datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka merasa senang dengan ilmu yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.

QS. Al Arti al mumin : 84 فَلَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَاۗ قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهٖ مُشْرِكِيْنَ fa lamma ra`au ba`sana, qalū amanna billahi waḥdahụ wa kafarna bima kunna bihi musyrikin Arti Terjemahannya : Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.” QS.

Al Mu’min : 85 فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ اِيْمَانُهُمْ لَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَا ۗسُنَّتَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ فِيْ عِبَادِهِۚ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكٰفِرُوْنَ fa lam yaku yanfa’uhum imanuhum lamma ra`au ba`sana, sunnatallahillati qad khalat fi ‘ibadih, wa khasira hunalikal-kafirụn Arti Terjemahannya : Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka.

Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir. Surah Sebelumnya: Surat Az Zumar Al-Qur’an Surah Berikutnya: Surat Fussilat Surah 040 Navigasi Tulisan Bebagai sifat yang dimiliki oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, terdapat dalam Asmaul Husna. Dikutip dari buku yang berjudul Indahnya Asmaul Husna karya Aby Sahla (2012: 2) menjelaskan Asmaul Husna berasal dari kata Asma yang berarti nama dan Husna yang berarti baik, sehingga Asmaul Husna adalah nama-nama Allah ta’ala yang indah dan baik.

Salah satu sifat Allah dalam Asmaul Husna adalah Al-Mu’min. Berdasarkan makna di atas, mengimaninya akan membuat seseorang akan ditambahkan rasa aman dan membuat seseorang tidak putus asa.

Mengetahui hal ini juga bahwa Allah SWT adalah sang maha pemurah dan begitu sayangnya kepada para hambanya. Bahkan tanpa sadar Allah memberi rasa tentram saat umat Islam dekat dengan Allah. Al Mu’min yang menjadi salah satu sifat Allah SWT mengajarkan seorang hamba untuk meminta perlindungan hanya kepada Allah semata. Sebagai Al-Mu’min, yaitu Allah yang maha pemberi rasa aman juga menjelaskan bahwa manusia adalah mahluk yang lemah. Tanpa bantuan dari Allah, manusia bukanlah apa-apa.

Maka dari itu untuk selalu berdoa dan bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepada umat Islam.
Jakarta - Asmaul Husna Al Mukmin merupakan salah satu nama baik Allah SWT. Nama tersebut memiliki makna dan keutamaan tersendiri. Apa saja? Adapun, asmaul husna terdiri atas dua kata, yaitu asma yang berarti nama-nama, dan husna yang berarti baik atau indah. Sebab itulah nama-nama ini hanya boleh digunakan oleh Allah SWT. Berikut ini makna dan keutamaan dari salah satu asmaul husna Al Mukmin yang dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Makna Al Mukmin Secara bahasa, Al Mukmin berasal dari kata amina yang berarti pembenaran, ketenangan hati, dan aman. Artinya Allah SWT Maha Pemberi rasa aman kepada semua makhluk-Nya, terutama kepada manusia. Dalam menjalani kehidupan, tidak selamanya akan berjalan lancar. Kerap kali ditemukan cobaan, halangan, dan masalah di dalamnya. Jadi, jika bukan Allah yang memberikan ketenangan hati dan rasa aman bagi makhluk-Nya, kita akan merasa cemas, khawatir, dan gelisah dalam menjalani hidup.

Baca juga: Arti Asmaul Husna Al Alim dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari Terkait Al Mukmin, Allah sebagai pemberi rasa aman juga termaktub dalam firman Allah SWT di dalam Al Quran Surat Al Hasyr ayat 23 yang berbunyi: هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ Bacaan latin: Arab-Latin: Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-muhaiminul-'azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi 'ammā yusyrikụn Artinya: "Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." Keutamaan Al Mukmin Ada keutamaan yang terkandung dalam asmaul husna Al Mukmin, yaitu Maha Pemberi rasa aman.

Berdzikir dan berdoa dengan menyebut nama Allah dan Al Mukmin akan menumbuhkan keyakinan dan keimanan kita pada Allah yang memberikan rasa aman. Selain itu, berdoa dengan menyerukan nama Al Mukmin artinya kita memohon untuk diberikan keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana, dan siksa. Sebagaimana Allah SWT berfiman dalam Al Quran, misalnya pada Surat Al An'am ayat 82: الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ Bacaan latin: Allażīna āmanụ wa lam yalbisū īmānahum biẓulmin ulā`ika lahumul-amnu wa hum muhtadụnl Artinya: "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." Selain itu, disebutkan pula golongan yang tidak beriman adalah membuat orang-orang di sekitarnya tidak merasa aman dalam sebuah hadits dari Ashim bin Ali telah menceritakan kepada Ibnu Abu Dzi'ib dari Sa'id dari Abu Syuraih, Rasulullah SAW bersabda: وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ تَابَعَهُ شَبَابَةُ وَأَسَدُ بْنُ مُوسَى وَقَالَ حُمَيْدُ بْنُ الْأَسْوَدِ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ وَشُعَيْبُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ Artinya: "Demi Allah tidak beriman.

Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Para sahabat bertanya, 'Siapa ya Rasulullah saw.?' Rasulullah saw.

menjawab, 'Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari arti al mumin (H.R. Bukhari dan Muslim) Riwayat ini dikuatkan pula oleh Syababah dan Asad bin Musa. Dan berkata Humaid bin Al Aswad, Utsman bin Umar, Abu Bakr bin 'Ayyasy dan Syu'aib bin Ishaq dari Ibnu Abu Dzi'b dari Al Maqburi dari Abu Hurairah." Baca juga: Asmaul Husna, Ar Rahman: Arab, Latin, dan Artinya Oleh sebab itu, mengamalkan dan meneladani Al Mukmin artinya seorang yang beriman harus menjadikan orang yang ada di sekelilingnya aman dari gangguan lidah arti al mumin tangannya.

Semoga sahabat hikmah bisa meneladani asmaul husna Al Mukmin dalam kehidupan sehari-hari ya! (erd/erd) Daftar Isi Artikel • Pengertian Al-Mu’min • Sifat Allah Al – Mu’min artinya • Contoh dan bukti sederhana • Meneladani Sifat Al Mu’min • Kesimpulan • Sebarkan ini: • Posting terkait: Mu’min artinya “Allah Maha Pemberi Keamanan”.

Keamanan merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Kehidupan akan terasa nyaman dan berjalan semestinya karena adanya keamanan.

arti al mumin

Negara yang tidak aman sulit melaksanakan pembangunan. Kehidupan masyarakat akan terancam bila tidak ada keamanan. Kita lihat bagaimana negara yang sedang dalam peperangan.

Baca Juga : As Salam Artinya Keamanan dan rasa aman yang kita peroleh tidak terlepas dari kekuasaan Allah. Ketenangan hati hanya didapat bila kita dekat denmgan Allah, rajin membaca Al – Qur’an, rajin sholat, dan lain – lain.

Ketidak nyamanan bukan hanya akibat ulah manusia tapi bisa juga karena binatang buas, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor dan lain – lain.

Ada orang yang merasa tidak aman walaupun situasinya aman dan tentram. Sebaliknya ada orang yang merasa, tenang, tidak gelisah walaupun situasi dan keadaan genting dan kacau. DALIL Allah berfirman dalam surah Al-An’am ayat 82 : الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ Artinya : “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” Sifat Allah Al – Mu’min artinya Allah Al-Mu’min Artinya “Allah Maha Pemberi Keamanan”.

Keamanan merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Kehidupan akan terasa nyaman dan berjalan semestinya karena adanya keamanan. Negara yang tidak aman sulit melaksanakan pembangunan. Kehidupan masyarakat akan terancam bila tidak ada keamanan. Kita lihat bagaimana negara yang sedang dalam peperangan. Keamanan dan rasa aman yang kita peroleh tidak terlepas dari kekuasaan Allah.

Ketenangan hati hanya didapat bila kita dekat denmgan Allah, rajin membaca Al – Qur’an, rajin sholat, dan lain – lain. Ketidak nyamanan bukan hanya arti al mumin ulah manusia tapi bisa juga karena binatang buas, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor dan lain – lain.

Ada orang yang merasa tidak aman walaupun situasinya aman dan tentram. Sebaliknya ada orang yang merasa, tenang, tidak gelisah walaupun situasi dan keadaan genting dan kacau. Contoh dan bukti sederhana Contoh dan bikti sederhana bahwa Allah bersifat Al – Mu’min dapat kita lihat dalam diri kita sendiri.

Seperti pada tubuh kita, Allah menciptakan alis di atas mata yang berfungsi melindungi mata dari keringat yang jatuh, bulu mata melindungi mata dari debu dan binatang – binatang kecil. Baca Juga : Al Quddus Artinya Bukti lain diluar tubuh kita seperti ketika Rasulullah ingin Hijrah dari Mekkah ke kota Madinah.

Pada arti al mumin keberangkatan Nabi Muhammad, sekeliling rumah Nabi telah di pagar betis oleh orang – orang Quraisy yang ingin membunuh Nabi Muhammad Saw. Akan tetapi dengan sifat Al – Mukmin Allah telah memberi keselamatan kepada Rasulullah. Rasulullah dengan aman dapat keluar dari rumah dan meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah. Orang yang beriman kepada Allah Al – Mu’min akan selalu tenang dan tidak gegabah dalam menghadapi setiap keadaan dan situasi yang genting dan kacau sekalipun.

Meneladani Sifat Al Mu’min • Menenangkan teman yang sedang merasa takut • Tidak mengganggu teman • Menjaga diri sendiri dari ancaman dan gangguan orang atau makhluk lain • Tidak takut kepada apapun, kecuali kepada Allah Baca Juga : Yaumul Qiyamah Kesimpulan Sifat Allah Al Mu’min ini menerangkan bahwa Allah memberi rasa aman dan tenteram dalam hati hamba-Nya.

Polisi, tentara, dan satpam mencoba arti al mumin sifat Al Mu’min ini dengan menjaga keamanan lingkungan.Jadi jika kita ingin selalu aman dan tentram, kita harus selalu ingat kepada Allah Swt. karena Allah memberi rasa aman dan ketentraman dalam hati hambah-Nya. Posting terkait: • Hayat Artinya • Ilmun Artinya • Iradat Artinya Posting pada asmaul husna Ditag al mukmin artinya adalah, al mukmin artinya apa, al mukmin artinya dan contohnya, al mukmin artinya orang yang, asmaul husna al mumin artinya, jelaskan arti al mumin al mumin, meneladani dan mengamalkan nama allah al-mukmin artinya, menurut bahasa al-mukmin artinya, pengertian al mu'min, pengertian al mu'min beserta contohnya, pengertian al mu'min beserta dalilnya, pengertian al mu'min dalam asmaul husna, pengertian al mu'min dan al matin, pengertian al mu'min dan contohnya, pengertian al mu'min dan dalilnya, pengertian al mu'min secara bahasa, pengertian al mu'min secara arti al mumin, pengertian al-mu'min adalah, pengertian asmaul husna al mumin, sifat al mu'min artinya Post Terbaru • Program Kerja Osis • 16 Prospek Kerja Agribisnis • √ Larutan Non Elektrolit : Pengertian, Contoh dan Penjelasannya • Motto Arti al mumin • Prospek Kerja Teknik Industri dan Gajinya • Sinopsis Novel Dia Adalah Kakakku • Sinopsis Novel Sepotong Hati yang Baru • Sinopsis Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah • Sinopsis Novel Sunset Bersama Rosie • Sinopsis Novel Selamat Tinggal
Surat ke-40 al-Mu’min, artinya Yang beriman, lengkap ayat 1-85.

Memiliki nama lain sebagai surat Ghafir. Berisikan pengajaran tentang menetapkan cara menghadapi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dengan mengajak mereka berdialog dan mengajak mereka kembali pada kebenaran.

Berikut text Arab, latin dan artinya: حمٓ Arab-Latin: ḥā mīm Artinya: 1. Haa Miim. تَنزِيلُ ٱلْكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-‘alīm 2.

Diturunkan Kitab ini (Al Quran) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوْبِ شَدِيدِ ٱلْعِقَابِ ذِى ٱلطَّوْلِ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ إِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ arti al mumin wa qābilit-taubi syadīdil-‘iqābi żiṭ-ṭaụl, lā arti al mumin illā huw, ilaihil-maṣīr 3. Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk).

مَا يُجَٰدِلُ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِى ٱلْبِلَٰدِ mā yujādilu fī āyātillāhi illallażīna kafarụ fa lā yagrurka taqallubuhum fil-bilād 4. Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَعْدِهِمْ ۖ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍۭ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ ۖ وَجَٰدَلُوا۟ بِٱلْبَٰطِلِ لِيُدْحِضُوا۟ بِهِ ٱلْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ każżabat qablahum qaumu nụḥiw wal-aḥzābu mim ba’dihim wa hammat kullu ummatim birasụlihim liya`khużụhu wa jādalụ bil-bāṭili liyud-ḥiḍụ bihil-ḥaqqa fa akhażtuhum, fa kaifa kāna ‘iqāb 5.

Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku? وَكَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ wa każālika ḥaqqat kalimatu rabbika ‘alallażīna kafarū annahum aṣ-ḥābun-nār 6.

Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan azab Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka. ٱلَّذِينَ يَحْمِلُونَ ٱلْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُۥ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِۦ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَٱغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا۟ وَٱتَّبَعُوا۟ سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ ٱلْجَحِيمِ allażīna yaḥmilụnal-‘arsya wa man ḥaulahụ yusabbiḥụna biḥamdi rabbihim wa yu`minụna bihī wa yastagfirụna lillażīna āmanụ, rabbanā wasi’ta kulla syai`ir raḥmataw wa ‘ilman fagfir lillażīna tābụ wattaba’ụ sabīlaka wa qihim ‘ażābal-jaḥīm 7.

(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّٰتِ عَدْنٍ ٱلَّتِى وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ rabbanā wa adkhil-hum jannāti ‘adninillatī wa’attahum wa man ṣalaḥa min ābā`ihim wa azwājihim wa żurriyyātihim, innaka antal-‘azīzul-ḥakīm 8.

ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, وَقِهِمُ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ وَمَن تَقِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُۥ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ wa qihimus-sayyi`āt, wa man taqis-sayyi`āti yauma`iżin fa qad raḥimtah, wa żālika huwal-fauzul-‘aẓīm 9.

dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar”. إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ مِن مَّقْتِكُمْ أَنفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى ٱلْإِيمَٰنِ فَتَكْفُرُونَ innallażīna kafarụ yunādauna lamaqtullāhi akbaru mim maqtikum anfusakum iż tud’auna ilal-īmāni fa takfurụn 10.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”.

قَالُوا۟ رَبَّنَآ أَمَتَّنَا ٱثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا ٱثْنَتَيْنِ فَٱعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِّن سَبِيلٍ Arab-Latin: qālụ rabbanā amattanaṡnataini wa aḥyaitanaṡnataini fa’tarafnā biżunụbinā fa hal ilā khurụjim min sabīl Artinya: 11. Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” ذَٰلِكُم بِأَنَّهُۥٓ إِذَا دُعِىَ ٱللَّهُ وَحْدَهُۥ كَفَرْتُمْ ۖ وَإِن يُشْرَكْ بِهِۦ تُؤْمِنُوا۟ ۚ فَٱلْحُكْمُ لِلَّهِ ٱلْعَلِىِّ ٱلْكَبِيرِ żālikum bi`annahū iżā du’iyallāhu waḥdahụ kafartum, wa iy yusyrak bihī tu`minụ, fal-ḥukmu lillāhil-‘aliyyil-kabīr 12.

Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. هُوَ ٱلَّذِى يُرِيكُمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُنَزِّلُ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ رِزْقًا ۚ وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَن يُنِيبُ huwallażī yurīkum āyātihī wa yunazzilu lakum minas-samā`i rizqā, wa mā yatażakkaru illā may yunīb 13.

Dialah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). فَٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ fad’ullāha mukhliṣīna lahud-dīna walau karihal-kāfirụn 14.

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya). arti al mumin ٱلدَّرَجَٰتِ ذُو ٱلْعَرْشِ يُلْقِى ٱلرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ لِيُنذِرَ يَوْمَ ٱلتَّلَاقِ rafī’ud-darajāti żul-‘arsy, yulqir-rụḥa min amrihī ‘alā may yasyā`u min ‘ibādihī liyunżira yaumat-talāq 15.

arti al mumin

(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai ‘Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).

يَوْمَ هُم بَٰرِزُونَ ۖ لَا يَخْفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِنْهُمْ شَىْءٌ ۚ لِّمَنِ ٱلْمُلْكُ ٱلْيَوْمَ ۖ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ yauma hum bārizụn, lā yakhfā ‘alallāhi min-hum syaī`, limanil-mulkul-yaụm, lillāhil-wāḥidil-qahhār 16.

(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. ٱلْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ ٱلْيَوْمَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ al-yauma tujzā kullu nafsim bimā kasabat, lā ẓulmal-yaụm, innallāha sarī’ul-ḥisāb 17.

Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْءَازِفَةِ إِذِ ٱلْقُلُوبُ لَدَى ٱلْحَنَاجِرِ كَٰظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ wa anżir-hum yaumal-āzifati iżil-qulụbu ladal-ḥanājiri kāẓimīn, mā liẓ-ẓālimīna min ḥamīmiw wa lā syafī’iy yuṭā’ 18.

Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya.

يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُ ya’lamu khā`inatal-a’yuni wa mā tukhfiṣ-ṣudụr 19. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh arti al mumin. وَٱللَّهُ يَقْضِى بِٱلْحَقِّ ۖ وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَقْضُونَ بِشَىْءٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ wallāhu yaqḍī bil-ḥaqq, wallażīna yad’ụna min dụnihī lā yaqḍụna bisyaī`, innallāha huwas-samī’ul-baṣīr 20.

Dan Allah menghukum arti al mumin keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

۞ أَوَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا۟ هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَءَاثَارًا فِى ٱلْأَرْضِ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَمَا كَانَ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن وَاقٍ Arab-Latin: a wa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna ‘āqibatullażīna kānụ ming qablihim, kānụ hum asyadda min-hum quwwataw wa āṡāran fil-arḍi fa akhażahumullāhu biżunụbihim, wa mā kāna lahum minallāhi miw wāq Artinya: 21.

Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah. ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانَت تَّأْتِيهِمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَكَفَرُوا۟ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّهُۥ قَوِىٌّ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ żālika bi`annahum kānat ta`tīhim rusuluhum bil-bayyināti fa kafarụ fa akhażahumullāh, innahụ qawiyyun syadīdul-‘iqāb 22.

Yang demiklan itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka kafir; maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya. وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ wa laqad arsalnā mụsā bi`āyātinā wa sulṭānim mubīn 23. Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَهَٰمَٰنَ وَقَٰرُونَ فَقَالُوا۟ سَٰحِرٌ كَذَّابٌ ilā fir’auna wa hāmāna wa qārụna fa qālụ sāḥirung każżāb 24.

kepada Fir’aun, Haman dan Qarun; maka mereka berkata: “(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta”. فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْحَقِّ مِنْ عِندِنَا قَالُوا۟ ٱقْتُلُوٓا۟ أَبْنَآءَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ وَٱسْتَحْيُوا۟ نِسَآءَهُمْ ۚ وَمَا كَيْدُ ٱلْكَٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ fa lammā jā`ahum bil-ḥaqqi min ‘indinā qāluqtulū abnā`allażīna āmanụ ma’ahụ wastaḥyụ nisā`ahum, wa mā kaidul-kāfirīna illā fī ḍalāl 25.

Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata: “Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka”. Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِىٓ أَقْتُلْ مُوسَىٰ وَلْيَدْعُ رَبَّهُۥٓ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَن يُظْهِرَ فِى ٱلْأَرْضِ ٱلْفَسَادَ wa qāla fir’aunu arti al mumin aqtul mụsā walyad’u rabbah, innī akhāfu ay yubaddila dīnakum au ay yuẓ-hira arti al mumin 26.

Dan berkata Fir’aun (kepada pembesar-pembesarnya): “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi”. وَقَالَ مُوسَىٰٓ إِنِّى عُذْتُ بِرَبِّى وَرَبِّكُم مِّن كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ ٱلْحِسَابِ wa qāla mụsā innī ‘użtu birabbī wa rabbikum ming kulli mutakabbiril lā yu`minu biyaumil-ḥisāb 27. Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”.

وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ مِّنْ arti al mumin فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَٰنَهُۥٓ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَن arti al mumin رَبِّىَ ٱللَّهُ وَقَدْ جَآءَكُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ مِن رَّبِّكُمْ ۖ وَإِن يَكُ كَٰذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُۥ ۖ وَإِن يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُم بَعْضُ ٱلَّذِى يَعِدُكُمْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ wa qāla rajulum mu`minum min āli fir’auna yaktumu īmānahū a taqtulụna rajulan ay yaqụla rabbiyallāhu wa qad jā`akum bil-bayyināti mir rabbikum, wa iy yaku kāżiban fa ‘alaihi każibuh, wa iy yaku ṣādiqay yuṣibkum ba’ḍullażī ya’idukum, innallāha lā yahdī man huwa musrifung każżāb 28.

Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu.

Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. يَٰقَوْمِ لَكُمُ ٱلْمُلْكُ ٱلْيَوْمَ ظَٰهِرِينَ فِى ٱلْأَرْضِ فَمَن يَنصُرُنَا مِنۢ بَأْسِ ٱللَّهِ إِن جَآءَنَا ۚ قَالَ فِرْعَوْنُ مَآ أُرِيكُمْ إِلَّا مَآ أَرَىٰ وَمَآ أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ ٱلرَّشَادِ yā qaumi lakumul-mulkul-yauma ẓāhirīna fil-arḍi fa may yanṣurunā mim ba`sillāhi arti al mumin jā`anā, qāla fir’aunu mā urīkum illā mā arā wa mā ahdīkum illā sabīlar-rasyād 29.

(Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”.

وَقَالَ ٱلَّذِىٓ ءَامَنَ يَٰقَوْمِ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُم مِّثْلَ يَوْمِ ٱلْأَحْزَابِ wa qālallażī āmana yā qaumi innī akhāfu ‘alaikum miṡla yaumil-aḥzāb 30. Dan orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu. مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِمْ ۚ وَمَا ٱللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِّلْعِبَادِ Arab-Latin: miṡla da`bi qaumi nụḥiw wa ‘ādiw wa ṡamụda wallażīna mim ba’dihim, wa mallāhu yurīdu ẓulmal lil-‘ibād Artinya: 31.

(Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya. وَيَٰقَوْمِ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ ٱلتَّنَادِ wa yā qaumi innī akhāfu ‘alaikum yaumat-tanād 32. Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil. يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ مَا لَكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ ۗ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ yauma tuwallụna mudbirīn, mā lakum minallāhi min ‘āṣim, wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min hād 33.

(yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk. وَلَقَدْ جَآءَكُمْ يُوسُفُ مِن قَبْلُ بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَمَا زِلْتُمْ فِى شَكٍّ مِّمَّا جَآءَكُم بِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا هَلَكَ arti al mumin لَن يَبْعَثَ ٱللَّهُ مِنۢ بَعْدِهِۦ رَسُولًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُّرْتَابٌ wa laqad jā`akum yụsufu ming qablu bil-bayyināti fa mā ziltum fī syakkim mimmā jā`akum bih, hattā iżā halaka qultum lay yab’aṡallāhu mim ba’dihī rasụlā, każālika yuḍillullāhu man huwa musrifum murtāb, arti al mumin.

Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَٰنٍ أَتَىٰهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ allażīna yujādilụna fī āyātillāhi bigairi sulṭānin atāhum, kabura maqtan ‘indallāhi wa ‘indallażīna āmanụ, każālika yaṭba’ullāhu ‘alā kulli qalbi mutakabbirin jabbār 35.

(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَٰهَٰمَٰنُ ٱبْنِ لِى صَرْحًا لَّعَلِّىٓ أَبْلُغُ ٱلْأَسْبَٰبَ wa qāla fir’aunu yā hāmānubni lī ṣar-ḥal la’allī ablugul-asbāb 36. Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, أَسْبَٰبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ فَأَطَّلِعَ إِلَىٰٓ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّى لَأَظُنُّهُۥ كَٰذِبًا ۚ وَكَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ وَصُدَّ عَنِ ٱلسَّبِيلِ ۚ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِى تَبَابٍ asbābas-samāwāti fa aṭṭali’a ilā ilāhi mụsā wa innī la`aẓunnuhụ kāżibā, wa każālika zuyyina lifir’auna sū`u ‘amalihī wa ṣudda ‘anis-sabīl, wa mā kaidu fir’auna illā fī tabāb 37.

(yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”. Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian. وَقَالَ ٱلَّذِىٓ ءَامَنَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ ٱلرَّشَادِ wa qālallażī āmana yā qaumittabi’ụni ahdikum sabīlar-rasyād 38.

Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. يَٰقَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا مَتَٰعٌ وَإِنَّ ٱلْءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلْقَرَارِ yā qaumi innamā hāżihil-ḥayātud-dun-yā matā’uw wa innal-ākhirata hiya dārul-qarār 39.

Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ man ‘amila sayyi`atan fa lā yujzā illā miṡlahā, wa man ‘amila ṣāliḥam min żakarin au unṡā wa huwa mu`minun fa ulā`ika yadkhulụnal-jannata yurzaqụna fīhā bigairi ḥisāb 40.

Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.

۞ وَيَٰقَوْمِ مَا لِىٓ أَدْعُوكُمْ إِلَى ٱلنَّجَوٰةِ وَتَدْعُونَنِىٓ إِلَى ٱلنَّارِ Arab-Latin: wa yā qaumi mā lī ad’ụkum ilan-najāti wa tad’ụnanī ilan-nār Artinya: 41. Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka?

تَدْعُونَنِى لِأَكْفُرَ بِٱللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِۦ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ وَأَنَا۠ أَدْعُوكُمْ إِلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلْغَفَّٰرِ tad’ụnanī li`akfura billāhi wa usyrika bihī mā laisa lī bihī ‘ilmuw wa ana ad’ụkum ilal-‘azīzil-gaffār 42. (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?

لَا جَرَمَ أَنَّمَا تَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ لَيْسَ لَهُۥ دَعْوَةٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَلَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ وَأَنَّ مَرَدَّنَآ إِلَى ٱللَّهِ وَأَنَّ ٱلْمُسْرِفِينَ هُمْ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ lā jarama annamā tad’ụnanī ilaihi laisa lahụ da’watun fid-dun-yā wa lā fil-ākhirati wa anna maraddanā ilallāhi wa annal-musrifīna hum aṣ-ḥābun-nār 43.

arti al mumin

Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun arti al mumin akhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.

فَسَتَذْكُرُونَ مَآ أَقُولُ arti al mumin ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ fasatażkurụna mā aqụlu lakum, wa ufawwiḍu amrī ilallāh, innallāha baṣīrum bil-‘ibād 44. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah.

Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. فَوَقَىٰهُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِ مَا مَكَرُوا۟ ۖ وَحَاقَ بِـَٔالِ فِرْعَوْنَ سُوٓءُ ٱلْعَذَابِ fa waqāhullāhu sayyi`āti mā makarụ wa ḥāqa bi`āli fir’auna sū`ul-‘ażāb 45.

Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ arti al mumin ٱلْعَذَابِ an-nāru yu’raḍụna ‘alaihā guduwwaw wa ‘asyiyyā, wa yauma taqụmus-sā’ah, adkhilū āla fir’auna asyaddal-‘ażāb 46.

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.

وَإِذْ يَتَحَآجُّونَ فِى ٱلنَّارِ فَيَقُولُ ٱلضُّعَفَٰٓؤُا۟ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا نَصِيبًا مِّنَ ٱلنَّارِ wa iż yataḥājjụna fin-nāri fa yaqụlud-du’afā`u lillażīnastakbarū innā kunnā lakum taba’an fa hal antum mugnụna ‘annā naṣībam minan-nār 47.

Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?” قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا كُلٌّ فِيهَآ إِنَّ ٱللَّهَ قَدْ حَكَمَ بَيْنَ ٱلْعِبَادِ qālallażīnastakbarū innā kullun fīhā innallāha qad ḥakama bainal-‘ibād 48.

Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)”. وَقَالَ ٱلَّذِينَ فِى ٱلنَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ ٱلْعَذَابِ wa qālallażīna fin-nāri likhazanati jahannamad’ụ rabbakum yukhaffif ‘annā yaumam minal-‘ażāb 49.

Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari”. قَالُوٓا۟ أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۚ قَالُوا۟ فَٱدْعُوا۟ ۗ وَمَا دُعَٰٓؤُا۟ ٱلْكَٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ qālū a wa lam taku ta`tīkum rusulukum bil-bayyināt, qālụ balā, qālụ fad’ụ, wa mā du’ā`ul-kāfirīna illā fī ḍalāl 50. Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang”.

Penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kamu”. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka. إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ ٱلْأَشْهَٰدُ Arab-Latin: innā lananṣuru rusulanā wallażīna āmanụ fil-ḥayātid-dun-yā wa yauma yaqụmul-asy-hād Artinya: 51.

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), يَوْمَ لَا يَنفَعُ ٱلظَّٰلِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ ۖ وَلَهُمُ ٱللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوٓءُ ٱلدَّارِ yauma lā yanfa’uẓ-ẓālimīna ma’żiratuhum wa lahumul-la’natu wa lahum sū`ud-dār 52. (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk. وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْهُدَىٰ وَأَوْرَثْنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْكِتَٰبَ wa laqad ātainā mụsal-hudā wa auraṡnā banī isrā`īlal-kitāb 53.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Musa; dan Kami wariskan Taurat kepada Bani Israil, هُدًى وَذِكْرَىٰ لِأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ hudaw wa żikrā li`ulil-albāb 54.

untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berfikir. فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِبْكَٰرِ faṣbir inna wa’dallāhi ḥaqquw wastagfir liżambika wa sabbiḥ biḥamdi rabbika bil-‘asyiyyi wal-ibkār 55.

Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. إِنَّ ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَٰنٍ أَتَىٰهُمْ ۙ إِن فِى صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَّا هُم بِبَٰلِغِيهِ ۚ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ innallażīna yujādilụna fī āyātillāhi bigairi sulṭānin atāhum in fī ṣudụrihim illā kibrum mā hum bibāligīh, fasta’iż billāh, innahụ huwas-samī’ul-baṣīr 56.

Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

لَخَلْقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ lakhalqus-samāwāti wal-arḍi akbaru min khalqin-nāsi wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn 57. Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

وَمَا يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَلَا ٱلْمُسِىٓءُ ۚ قَلِيلًا مَّا تَتَذَكَّرُونَ wa mā yastawil-a’mā wal-baṣīru wallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa lal-musī`, qalīlam mā tatażakkarụn 58.

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. إِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ innas-sā’ata la`ātiyatul lā raiba fīhā wa lākinna akṡaran-nāsi lā yu`minụn 59. Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ wa qāla rabbukumud’ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna ‘an ‘ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn 60. Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

ٱللَّهُ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ Arab-Latin: allāhullażī ja’ala lakumul-laila litaskunụ fīhi wan-nahāra mubṣirā, innallāha lażụ faḍlin ‘alan-nāsi wa lākinna akṡaran-nāsi lā yasykurụn Artinya: 61.

Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ خَٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا arti al mumin ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ żālikumullāhu rabbukum khāliqu kulli syaī`, lā ilāha illā huwa fa annā tu`fakụn 62. Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?

كَذَٰلِكَ يُؤْفَكُ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ każālika yu`fakullażīna kānụ bi`āyātillāhi yaj-ḥadụn 63. Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah. ٱللَّهُ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ قَرَارًا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ allāhullażī ja’ala lakumul-arḍa qarāraw was-samā`a binā`aw wa ṣawwarakum fa aḥsana ṣuwarakum wa razaqakum minaṭ-ṭayyibāt, żālikumullāhu arti al mumin, fa tabārakallāhu rabbul-‘ālamīn 64.

Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. هُوَ ٱلْحَىُّ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱدْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۗ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ huwal-ḥayyu lā ilāha illā huwa fad’ụhu mukhliṣīna lahud-dīn, al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn 65.

Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. ۞ قُلْ إِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَمَّا جَآءَنِىَ ٱلْبَيِّنَٰتُ مِن رَّبِّى وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ qul innī nuhītu an a’budallażīna tad’ụna min dụnillāhi lammā jā`aniyal-bayyinātu mir rabbī wa umirtu an uslima lirabbil-‘ālamīn 66.

Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ arti al mumin يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا۟ شُيُوخًا ۚ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ مِن قَبْلُ ۖ وَلِتَبْلُغُوٓا۟ أَجَلًا مُّسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ huwallażī khalaqakum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma min ‘alaqatin ṡumma yukhrijukum ṭiflan ṡumma litablugū asyuddakum ṡumma litakụnụ syuyụkhā, wa mingkum may yutawaffā ming qablu wa litablugū ajalam musammaw wa la’allakum ta’qilụn 67.

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai arti al mumin anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). هُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ huwallażī yuḥyī wa yumīt, fa iżā qaḍā amran fa innamā yaqụlu lahụ kun fa yakụn 68.

Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Arti al mumin hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ أَنَّىٰ يُصْرَفُونَ a lam tara ilallażīna yujādilụna fī āyātillāh, annā yuṣrafụn 69.

Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan? ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِٱلْكِتَٰبِ وَبِمَآ أَرْسَلْنَا بِهِۦ رُسُلَنَا ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ allażīna arti al mumin bil-kitābi wa bimā arsalnā bihī rusulanā, fa saufa ya’lamụn 70. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Al Kitab (Al Quran) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus.

arti al mumin

Kelak mereka akan mengetahui, إِذِ ٱلْأَغْلَٰلُ فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ وَٱلسَّلَٰسِلُ يُسْحَبُونَ Arab-Latin: iżil-aglālu fī a’nāqihim was-salāsil, yus-ḥabụn Artinya: 71. ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, arti al mumin ٱلْحَمِيمِ ثُمَّ فِى ٱلنَّارِ يُسْجَرُونَ fil-ḥamīmi ṡumma fin-nāri yusjarụn 72.

ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api, ثُمَّ قِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تُشْرِكُونَ ṡumma qīla lahum aina mā kuntum tusyrikụn 73. kemudian dikatakan kepada mereka: “Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan, مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالُوا۟ ضَلُّوا۟ عَنَّا بَل لَّمْ نَكُن نَّدْعُوا۟ مِن قَبْلُ شَيْـًٔا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلْكَٰفِرِينَ min dụnillāh, qālụ ḍallụ ‘annā bal lam nakun nad’ụ ming qablu syai`ā, każālika yuḍillullāhul-kāfirīn 74.

(yang kamu sembah) selain Allah?” Mereka menjawab: “Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu”. Arti al mumin demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir. ذَٰلِكُم بِمَا كُنتُمْ تَفْرَحُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَمْرَحُونَ żālikum bimā kuntum tafraḥụna fil-arḍi bigairil-ḥaqqi wa bimā kuntum tamraḥụn 75.

Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). ٱدْخُلُوٓا۟ أَبْوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ udkhulū abwāba jahannama khālidīna fīhā, fa bi`sa maṡwal-mutakabbirīn 76. (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong”.

فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ ۚ فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ ٱلَّذِى نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ faṣbir inna wa’dallāhi ḥaqq, fa immā nuriyannaka ba’ḍallażī na’iduhum au natawaffayannaka fa ilainā yurja’ụn 77. Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.

arti al mumin

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِىَ بِـَٔايَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ arti al mumin جَآءَ أَمْرُ ٱللَّهِ قُضِىَ بِٱلْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ٱلْمُبْطِلُونَ wa laqad arsalnā rusulam ming qablika min-hum mang qaṣaṣnā ‘alaika wa min-hum mal lam naqṣuṣ ‘alaīk, wa mā kāna lirasụlin ay ya`tiya bi`āyatin illā bi`iżnillāh, fa iżā jā`a amrullāhi quḍiya bil-ḥaqqi wa khasira hunālikal-mubṭilụn 78.

Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.

Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil.

arti al mumin

Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. ٱللَّهُ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَنْعَٰمَ لِتَرْكَبُوا۟ مِنْهَا وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ allāhullażī ja’ala lakumul-an’āma litarkabụ min-hā wa min-hā ta`kulụn 79. Allahlah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan. وَلَكُمْ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَلِتَبْلُغُوا۟ عَلَيْهَا حَاجَةً فِى صُدُورِكُمْ وَعَلَيْهَا وَعَلَى ٱلْفُلْكِ تُحْمَلُونَ wa lakum fīhā manāfi’u wa litablugụ ‘alaihā ḥājatan fī ṣudụrikum wa ‘alaihā wa ‘alal-fulki tuḥmalụn 80.

Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera. وَيُرِيكُمْ ءَايَٰتِهِۦ فَأَىَّ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ تُنكِرُونَ Arab-Latin: wa yurīkum āyātihī fa ayya āyātillāhi tungkirụn Artinya: 81. Dan Dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya); maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?

أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوٓا۟ أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَءَاثَارًا فِى ٱلْأَرْضِ فَمَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ a fa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna ‘āqibatullażīna ming qablihim, kānū akṡara min-hum wa asyadda quwwataw wa āṡāran fil-arḍi fa mā agnā ‘an-hum mā kānụ yaksibụn 82.

Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu arti al mumin hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَرِحُوا۟ بِمَا عِندَهُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ fa lammā jā`at-hum rusuluhum bil-bayyināti fariḥụ bimā ‘indahum minal-‘ilmi wa ḥāqa bihim mā kānụ bihī yastahzi`ụn 83.

Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu. فَلَمَّا رَأَوْا۟ بَأْسَنَا قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَحْدَهُۥ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِۦ مُشْرِكِينَ fa lammā ra`au ba`sanā, qālū āmannā billāhi waḥdahụ wa kafarnā bimā kunnā bihī musyrikīn 84.

Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”. فَلَمْ يَكُ يَنفَعُهُمْ إِيمَٰنُهُمْ لَمَّا رَأَوْا۟ بَأْسَنَا ۖ سُنَّتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى قَدْ خَلَتْ فِى عِبَادِهِۦ ۖ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ٱلْكَٰفِرُونَ fa lam yaku yanfa’uhum īmānuhum lammā ra`au ba`sanā, sunnatallāhillatī qad khalat fī ‘ibādih, wa khasira hunālikal-kāfirụn 85.

Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir. Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan TafsirWeb Updates • al-Fatihah • al-Balad • Al-Isra 1 • Al-Hujurat 12 • al-Kautsar • arti al mumin • Al-Isra 32 • Al-Baqarah 83 • al-A’la • al-Ma’un • al-‘Ashr • Ali ‘Imran 159 • Al-Hujurat 13 • Al-Jumu’ah 9 • Yunus 40-41 • Al-Ma’idah 3 • An-Nahl 114 • Yasin • al-Fil • Al-Baqarah 153
Home » Asmaul Husna » Arti Al-Mu’min Arti Al-Mu’min August 13, 2020 1 min read Dalam agama Islam, terdapat istilah asmaul husna yang wajib diimani.

Karena Asmaul Husna adalah nama-nama Allah SWT yang baik, yang harus kita imani semua dan juga mengimani semua Asmaul Husna hukumnya wajib. Nama Allah Swt. dalam asmaul husna yang wajib diketahui berjumlah 99 nama. Salah satu nama tersebut adalah Al-Mukmin atau Al-Mu’min. Daftar Isi • Al-Mu’min Artinya • Dalil Tentang Al-Mu’min • Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat 23 • Surat Al-An’am Ayat 82 • Tafsir Surat Al-An’am Ayat 82 Al-Mu’min Artinya Secara bahasa, Al-Mu’min ( الْمُؤْمِنُ) berasal dari kata amina berarti pembenaran, ketenagan hati, dan aman.

Dengan demikian, Al-Mu’min artinya Yang Maha Memberi Keamanan. Kehidupan di dunia ini penuh dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan. Kita sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah Swt. tidak perlu khawatir untuk menghadapi segala cobaan di dunia ini karena Allah Swt. mempunyai Al-Mu’min. Dengan percaya bahwa Allah Maha Pemberi Rasa Aman, niscaya hati kita akan terhindar dari rasa gelisah, takut, dan juga cemas.

Allah Swt. adalah Zat Yang Maha Pemberi Rasa Aman. Ketika kita menyeru dan berdoa kepada Allah Swt. dengan nama-Nya Al-Mu’min, berarti kita memohon diberikan keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana, dan siksa. Karena Dialah Yang Maha Memberi Keamanan, Dia Yang Maha Pengaman. Dalil Tentang Al-Mu’min Dalam nama Al-Mu’min terdapat kekuatan yang dahsyat dan luar biasa. Di situ ada pertolongan dan perlindungan, ada jaminan (insurance), serta ada bala bantuan. Perhatikan firman Allah Swt.

dalam surat Al-Hasyr ayat 23 sebagai berikut! هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ Latin: Huwallahullazi la ilaha illa huw, al-malikul-quddusus-salamul-mu’minul-muhaiminul-azizul-jabbarul-mutakabbir, sub-hanallahi ‘amma yusyrikun Artinya: “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S.

Al-Hasyr, 59:23) Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat 23 Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia, tidak ada Tuhan yang berhak diibadati arti al mumin Dia. Maharaja, Yang kekuasaan-Nya tak terbatas; Yang Mahasuci dari segala bentuk kekurangan; Yang Mahasejahtera, Yang menjadi sumber kedamaian yang didambakan manusia; Yang Menjaga Keamanan, Yang Pengayoman-Nya lengkap, sempurna, dan menyeluruh.

Pemelihara Keselamatan manusia, terutama di akhirat; Yang Mahaperkasa mencabut kekuasaan para penguasa dunia; Yang Mahakuasa menghentikan paksa ambisi para pecandu kekuasaan. Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan, karena Allah berbeda dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya.

(Tafsir oleh Kementrian Agama) Baca juga: Arti Al-Quddus Surat Al-An’am Ayat 82 Selain itu, dalil yang masih berhubungan dengan asmaul husna Al-Mu’min juga terdapat dalam surat Al-An’am ayat 82 sebagai berikut: الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ Latin: Allazina amanu wa lam yalbisu imanahum bizulmin ula ika lahumul-amnu wa hum muhtadun Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S.

Al-An’am, 6:82) Tafsir Surat Al-An’am Ayat 82 Karena sama sekali tidak ada jawaban dari kaum Nabi Ibrahim yang durhaka tersebut, akhirnya Nabi Ibrahim sendiri menegaskan sebuah prinsip penting bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, yakni syirik (Lihat: Surah Luqma n/31: 13), mereka itulah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah.

Mereka adalah orang-orang yang mendapat rasa aman dari Allah yang mereka sembah, dan mereka mendapat petunjuk secara sempurna. (Tafsir oleh Kementrian Agama) Nah, itulah arti Al-Mu’min dalam asmaul husna beserta dalil, tafsir dan penjelasan. Demikian artikel yang dapat kami bagikan mengenai salah satu nama dalam asmaul husna beserta artinya, sekian dan semoga bermanfaat. Categories • Agama Islam • Asmaul Husna • Bahasa Gaul • Bahasa Indonesia • Biologi • Geografi • Informasi • Informasi TTS arti al mumin Lafadz • Manfaat • Matematika • Pengertian • PPKN • Sejarah • Seni Budaya • Sosiologi • Teknologi • Uncategorized Recent Posts • Hikmah Perilaku Istiqomah dalam Kehidupan Sehari-hari • Arti Awkward • Arti Saranghaeyo • 1 cm Berapa mm (milimeter)?

Jawaban! • Keunikan Rumah Adat Tongkonan • 5 Contoh Kesan dan Pesan Untuk Guru Terbaik • Kesan dan Pesan Perpisahan • Fungsi Mitokondria Pada Sel Tumbuhan dan Hewan • Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis • 20 Manfaat dan Hikmah dari Perilaku JujurArti Al Mukmin ( Al Mu'min ) artinya adalah yang Maha mengaruniakan keimanan. arti Al Mukmin ( Al Mu'min ) yang juga merupakan bagian dari Asmaul Husna inijuga harus menjadi pemahaman bahwa, keimanan seseorang juga merupakan limpahan karunia dari Allah SWT.

Dengan dengan memahami arti Al Mukmin ( Al Mu'min ) diharapkan kita selalu berdoa dan meminta kepada Allah SWT untuk selalu menjaga rasa dan mutu keimanan kita. Sebagai bagian dari Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang indah dan baik, maka Al Mukmin ( Al Mu'min ) wajib kita imani. Dan perlu juga diketahui, barang siapa yang membacaa Asma Allah ini sebanyak 630 kali pada saat mengalami ketakutan, Allah akan melindunginya dari semuaa bencana, kecelakaan arti al mumin kerugian.

Jika seseorang menuliskan Asmaa Allah ini di kertas atau dengan mengukirnya di cincin perak kemudian dipakai sebagai ta’wiz, maka keselamatan jasmani dan ruhaninya berada dalam tanggungan Allah SWT.
Dalil Nama Allah Al-Mu’min Al-Mu’min الْمُؤْمِنُ adalah salah satu dari asmaul husna. Allah azza wa jalla menyebutkan nama ini dalam satu ayat dalam Al-Qur’an, yaitu firman-Nya, هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ “Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Arti al mumin, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (al-Hasyr: 23) Arti Nama Allah Al-Mu’min Az-Zajjaji mengatakan bahwa al-Mu’min dalam sifat Allah ada dua macam: • Diambil dari kata al-aman (keamanan) Dengan demikian, arti nama Allah al-Mu’min ialah mengamankan hamba-hamba-Nya yang beriman dari siksa-Nya sehingga mereka merasa aman darinya.

Hal ini seperti dikatakan (dalam bahasa Arab), آمَنَ فُلَانٌ فُلَاناً “Fulan mengamankan Fulan.” Maksudnya, memberikan pengamanan kepadanya sehingga dia merasa tenteram dan merasa aman. Demikian juga dikatakan bahwa Allah adalah al-Mu’min (Allah yang Maha Mengamankan), yakni memberikan pengamanan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Maka dari itu, tidak ada yang aman selain yang diberi pengamanan oleh-Nya.

arti al mumin Diambil dari kata al-iman (pembenaran). Berdasarkan kata ini, al-Mu’min mempunyai dua pengertian: • Allah adalah al-Mu’min, yakni Maha Membenarkan hamba-hamba-Nya yang beriman.

Maksudnya, Allah azza wa jalla membenarkan/memercayai keimanan mereka. Jadi, pembenaran Allah terhadap mereka adalah penerimaan kejujuran mereka dan keimanan mereka serta pemberian pahala atas hal itu. • Allah adalah al-Mu’min, yakni membenarkan atau membuktikan kebenaran apa yang telah Dia janjikan kepada para hamba-Nya. Hal ini seperti ungkapan bahasa Arab, صَدَقَ فُلَانٌ فِي قَوْلِهِ وَصَدَّقَ “Fulan jujur dalam ucapannya dan membuktikan kejujurannya.” Kalimat di atas diungkapkan apabila dia mengulang-ulang ucapannya dan menekankannya….

Jadi, berdasarkan pengertian kedua ini, Allah azza wa jalla membenarkan apa yang Dia janjikan kepada hamba-hamba-Nya dan membuktikannya. Tiga makna al-Mu’min di atas boleh disandarkan kepada Allah azza wa jalla.

Ibnu Arti al mumin mengatakan, “Di antara sifat Allah adalah al-Mu’min, (dari kata al-iman, -red.). Asal makna iman adalah pembenaran. Jadi, seorang hamba yang mu’min ialah yang membenarkan dan membuktikan (keimanannya). Adapun (arti nama) Allah al-Mu’min ialah membenarkan apa yang Dia janjikan dan membuktikannya, atau Allah menerima keimanannya. Bisa jadi pula, al-Mu’min diambil dari kata al-aman, yakni tidak ada yang aman selain yang diamankan oleh Allah.” Ibnu Manzhur mengatakan, “Al-Mu’min adalah salah satu nama Allah azza wa jalla, Dzat yang mengesakan diri-Nya dengan firman-Nya, وَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌۖ “Dan Ilah kalian adalah Ilah Yang Esa.” (al-Baqarah: 163) dan firman-Nya, شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ “Allah bersaksi bahwa tiada Ilah yang benar selain Dia.” (Ali Imran: 18) Dikatakan pula bahwa makna al-Mu’min ialah yang memberi keamanan kepada para wali-Nya dari siksa-Nya.

Ada pula yang mengatakan bahwa arti al-Mu’min dalam sifat Allah ialah Dzat yang makhluk merasa aman dari kezaliman-Nya. Dikatakan pula bahwa maknanya ialah yang membuktikan janji-Nya kepada para hamba-Nya. Semua hal di atas termasuk sifat-sifat Allah azza wa jalla. Sebab, Allah azza wa jalla telah membenarkan dengan firman-Nya dakwah tauhid yang diserukan oleh hamba-hamba-Nya, seolah-olah Dia mengamankan makhluk dari kezaliman-Nya.

Demikian pula apa yang Allah azza wa jalla janjikan, berupa kebangkitan, surga bagi yang beriman kepada-Nya, serta ancaman neraka bagi yang kafir terhadap-Nya, maka Allah azza wa jalla pasti akan membuktikannya.

Tiada serikat bagi Allah azza wa jalla. (dikutip dari kitab Shifatullah al-Waridah fil Kitab was Sunnah) Ibnul Qayyim menjelaskan nama Allah al-Mu’min sebagai berikut. Di antara nama Allah adalah al-Mu’min. Arti nama itu, menurut salah satu dari dua penafsirannya, bermakna Yang Membenarkan. Dia mendukung kebenaran orang-orang yang jujur dengan bukti-bukti yang Dia tegakkan guna mendukung kejujuran mereka. Allah azza wa jalla pula yang mendukung kebenaran para rasul dan nabi-Nya dalam hal apa yang mereka sampaikan dari-Nya.

Dia azza wa jalla pun bersaksi bahwa mereka adalah orang-orang yang jujur.(Allah azza wa jalla membuktikannya) dengan berbagai mukjizat yang menunjukkan kejujuran mereka, baik dengan takdir Nya maupun dengan ciptaan-Nya. Sebab, sesungguhnya Allah azza wa jalla mengabarkan—dan kabar-Nya adalah benar, ucapan-Nya pun benar—bahwa manusia mesti melihat tanda-tanda al-ufuqiyah (kauniyah) dan an-nafsiyah (yang ada pada jiwa manusia). Tanda-tanda itu menerangkan kepada mereka bahwa wahyu yang disampaikan oleh para rasul mereka adalah benar.

Allah azza wa jalla berfirman, سَنُرِيهِمۡ ءَايَٰتِنَا فِي ٱلۡأٓفَاقِ وَفِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّۗ “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa ia adalah benar.” (Fushshilat: 53) Maksudnya, kebenaran Al-Qur’an.

Sebab, Al-Qur’an lah yang disebutkan terlebih dahulu dalam firmannya, قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كَانَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ ثُمَّ كَفَرۡتُم بِهِۦ Katakanlah, “Bagaimana pendapatmu jika arti al mumin itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya?” (Fushshilat: 5 2) Baca juga: Antara Al-Qur’an, Taurat, dan Injil Lantas Allah berfirman, أَوَ لَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ شَهِيدٌ “Tidakkah cukup bahwa sesungguhnya Rabbmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushshilat: 53) Maka dari itu, Allah azza arti al mumin jalla bersaksi untuk rasul-Nya dengan firman-Nya bahwa yang dibawa oleh rasul adalah benar.

Allah azza wa jalla menjanjikan pula bahwa Dia akan memperlihatkan kepada manusia sebagian ayat-ayat-Nya, baik yang fi’liyah maupun khalqiyah, yang mendukung hal tersebut…. ( Madarijus Salikin, 3/466) Buah Mengimani Nama Allah Al-Mu’min Berdasarkan makna yang pertama bahwa Allah yang memberikan keamanan, arti al mumin nama ini membuat seseorang tidak putus asa dari rahmat Allah.

Ia sadar, begitu pemurahnya Allah dan begitu sayang-Nya terhadap hamba-Nya. Jiwa pun menjadi tenteram saat dekat dengan-Nya. Ia yakin bahwa Arti al mumin akan melindunginya dari kedahsyatan azab-Nya, mengamankan dirinya darinya, dan menenteramkannya.

Semua itu arti al mumin mudah didapatkan oleh seorang hamba dari-Nya, hanya dengan beriman secara benar dia akan memperoleh pengamanan itu. Berdasarkan makna yang kedua bahwa Allah membenarkan hamba-Nya: • hamba-Nya yang berkedudukan tinggi—yaitu para rasul dan nabi—dengan Allah memberikan mukjizat atau bukti yang lain sebagai bukti kebenaran, • hamba-Nya yang kedudukannya lebih rendah dengan Allah menerima pernyataan iman mereka lantas membalasi mereka atas pernyataan iman mereka tersebut.

Jadi, mengimani nama tersebut membuahkan suatu keyakinan bahwa Allah azza wa jalla tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya atau menelantarkan mereka. Allah azza wa jalla pasti membantu dan mendukung mereka serta memberikan bukti kebenaran mereka yang beriman. Adapun menurut makna yang ketiga bahwa Allah akan membuktikan kebenaran janji-janji-Nya, mengimani hal ini akan memberi kita harapan yang besar kepada janji-janji Allah.

Kita juga yakin bahwa Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya. Mahabenar Allah azza wa jalla atas apa yang Dia janjikan dan Mahapemurah Allah dengan karunia yang Dia berikan.

Hanya saja, harapan berbeda dengan angan-angan.

arti al mumin

Harapan harus disertai oleh usaha untuk mendapatkan apa yang diharapkan. Kalau sekadar mengharap tanpa berbuat, itu hanyalah angan-angan. Wallahu a’lam. (Ustadz Qomar Z.A., Lc.)

ASMAUL HUSNA - Lagu Anak Indonesia - HD




2022 www.videocon.com