Apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencemaskan ada maksud tersembunyi di balik terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua ( JHT).

Melalui aturan tersebut, manfaat JHT baru bisa dicairkan secara penuh apabila peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai usia 56 tahun. Hal itu memunculkan pertanyaan di kalangan buruh. Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan bahwa di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) dan merebaknya varian Omicron, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) masih tinggi.

Sejalan dengan itu, JHT menjadi tumpuan para korban PHK untuk bertahan hidup. Baca juga: Cara Cek Saldo JHT Sebelum Usia 56 Tahun, Simak di Sini! Dia pun mempertanyakan apakah pemerintah kekurangan anggaran sehingga mau 'meminjam' dana JHT yang sejatinya adalah milik pekerja yang menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karenanya JHT ditahan hingga pekerja memasuki usia pensiun, yaitu 56 tahun baru bisa mencairkan haknya secara penuh. "Jadi pertanyaannya apakah jangan-jangan ini adalah pengumpulan uang rakyat akibat dana negara yang sudah tidak ada lagi untuk mencukupi untuk mempersiapkan gelombang COVID-19 atau pembangunan-pembangunan lainnya?

Itu pertanyaan, jadi sengaja ditahan tidak boleh diambil JHT kemudian digunakanlah dana-dana ini, dipinjam nanti oleh negara," tutur Said. Pihaknya mencemaskan hal apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja dan akan menolak keras jika benar dana JHT yang terkumpul di BPJS Ketenagakerjaan digunakan untuk menalangi belanja pemerintah.

"Kami menolak keras penggunaan dana JHT, dana jaminan pensiun, dan dana-dana jaminan sosial lainnya di BPJS Ketenagakerjaan digunakan oleh pemerintah untuk menjalankan program-program mercusuarnya yang karena dananya tidak ada lagi di kas negara," paparnya.

Baca juga: Puluhan Ribu Buruh Demo Jika Aturan Baru JHT Tak Dicabut!

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Hal itu, dia jelaskan hanya berupa dugaan dan belum tentu benar. Menurut Said apa yang menjadi pertanyaan publik harus dijawab oleh pemerintah. Publik bertanya-tanya soal urgensi Permenaker 2/2022 karena mengingat ancaman PHK masih menghantui. "Urgensi apa keluar JHT terkait yang dituangkan dalam Permenaker Nomor 2 Tahun 2022?

apa urgensinya? kepentingannya apa? padahal tingkat PHK itu masih tinggi. Kan jadi anomali, paradoks, tingkat PHK tinggi berarti buruh butuh dana karena kehilangan pendapatan. Apa andalan buruh? JHT" paparnya. "Jadi kan ada dana yang ditahan yang ingin digunakan untuk apa, kita nggak tahu, namanya dugaan. Silakan menteri ngomong sendiri," tambah Said.

(toy/ara) Laporan wartawan Tribun Medan/ Wiwi Deriana Tribun-Medan.com, MEDAN – Saya sudah lama berhenti bekerja dan tidak mencairkan JHT saya.

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, kalau uang JHT tidak diambil sementara sudah lama berhenti bekerja, apakah uang JHT tersebut akan hilang atau hangus? +62853404653xxx Saldo Tetap Bisa Diambil SAMPAI kapan pun, uang JHT tetap bisa dicairkan oleh yang bersangkutan dan tidak akan hangus.

Bahkan uang JHT tersebut akan terus berkembang karena setiap tahun ada bunga saldo yang cukup besar. Bahkan beberapa tahun terakhir bunga saldo dua digit. Jika kita ingin melanjutkan di perusahaan baru, JHT nya akan disambungkan dan digabungkan dengan JHT di tempat yang baru sehingga akan sambung menyambung menjadi saldo yang tergabung menjadi satu. Sanco Simanullang Kepala Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa (der/tribun-medan.com)
• Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Reksa Dana Baru • Simpanan • Tabungan • Tabungan Berjangka • Tabungan Syariah • Deposito • Deposito Syariah • E-Money • Semua • Kartu • Aplikasi • Artikel • Promo • Lainnya • Daftar Pusat Service • Daftar Bengkel Asuransi • Lembaga Keuangan • Daftar Istilah • Ruang Edukasi • Blog • Masuk - Daftar • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Masuk Daftar Apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja tentang JHT (Jaminan Hati Tua) dari BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) atau TK (Tenaga Kerja) memang tidak akan ada habisnya.

Sebagai lembaga negara yang baru berdiri hampir dua tahun ini, BPJS tentu saja masih tergolong junior bila dibandingkan dengan asuransi kesehatan. Meskipun BPJS ini sebenarnya reinkarnasi dari Jamsostek yang telah ada sejak lama, namun BPJS yang resmi berdiri pada 1 januari 2014 tersebut tentu saja akan sangat berbeda dengan Jamsostek.

Maka dari itu karena baru melangkah dua tahunan ini tentu saja akan banyak hal yang harus diatur sedemikian rupa oleh BPJS untuk menyempurnakan sistemnya. Pertanyaan yang Sering Muncul Seputar JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanya Jawab Mengenai JHT BPJS Ketenagakerjaan via stone-hedgefinancialgroup.ca Dari sini, jika kemudian ada beberapa peserta BPJS TK yang merasa bingung dan kemudian mengajukan sejumlah pertanyaan terkait proses pencairan JHT BPJS TK, maka hal ini cukup wajar mengingat usia BPJS TK sendiri yang masih baru.

Dalam kenyataannya di lapangan memang tak sedikit beberapa peserta BPJS yang mengajukan pertanyaan terkait pencairan JHT BPJS TK ini. Mereka para peserta BPJS TK ini mengalami kebingungan saat mereka mengalami beberapa perubahan kondisi dalam hidupnya. Beberapa perubahan kondisi yang bisa membuat bingung adalah pindah rumah, perubahan KTP, kehilangan dokumen hingga cacat permanen. Dari beberapa kondisi inilah maka sangat dimungkinkan mereka mengalami kebingungan.

Maka kemudian muncullah beberapa pertanyaan karena memang mereka membutuhkan informasi yang tepat dan akurat tentang nasib saldo JHT-nya pasca mengalami perubahan hidup karena faktor-faktor yang telah disebutkan tadi. Berikut telah dirangkum beberapa pertanyaan yang bisanya muncul dari peserta BPJS TK terkait pencairan JHT.

Pertanyaan: Apakah saya bisa mencairkan uang JHT pada posisi baru bekerja 2 tahun? Jawab: Bisa! Anda bisa mencairkan saldo JHT Anda meski baru bekerja selama 2 tahun. Perubahaan Peraturan Pemerintah (PP) no 46 tahun 2015 menjadi PP No.

60 tahun 2015 merupakan pedoman Anda untuk bisa mencairkan saldo JHT meski dalam posisi masih bekerja 2 tahun. Namun untuk mencairkan saldo JHT ini ada syarat yang harus dipenuhi yaitu Anda sudah sebulan telah tidak bekerja.

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Pertanyaan: Apakah saya bisa mencairkan kepemilikan 2 kartu Jamsostek sekaligus? Jawab: Bisa! Dengan syarat kedua kartu yang Anda miliki tersebut sudah tidak aktif, dan masing-masing kartu telah dilengkapi dengan Paklaring (Surat keterangan sudah berhenti kerja). Dengan memenuhi syarat-syarat itu maka Anda sudah bisa Mencairkan saldo uang JHT Anda. Pertanyaan: Bagaimana cara saya mengetahui kartu Jamsostek kita masih aktif atau tidak?

Jawab: Saat Anda telah berhenti bekerja dari sebuah perusahaan, seharusnya dari sini kartu BPJS TK Anda sudah non aktif karena tidak masuknya iuran rutin dari perusahaan Anda. Tapi beberapa kejadian di lapangan memang bisa saja terjadi kartu yang masih aktif meski peserta sudah berhenti. Biasanya hal ini terjadi karena iuran bulanan yang masih dibayar.

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Namun untuk lebih jelasnya tentang masih aktif atau tidaknya kartu BPJS, Anda bisa mendatangi kantor BPJS TK secara langsung. Pertanyaan: Bagaimana cara menonaktifkan kartu BPJS TK? Jawab: Untuk menonaktifkan kartu BPJS TK, Anda memang harus mendatangi perusahaan tempat bekerja dulu. Anda harus meminta perusahaan untuk menutup akun BPJS Anda dan juga menghentikan iuran bulanannya.

Pertanyaan: Saya punya dua kartu BPJS TK dari perusahaan yang berbeda. Kartu BPJS TK pertama yaitu dari perusahaan lama sudah non aktif. Kartu BPJS TK berikutnya dari perusahaan baru yang sekarang menjadi tempat bekerja. Dari sini apakah kartu BPJS yang lama bisa dicairkan? Jawab: Jika kondisinya demikian yaitu masih aktif karena bekerja di perusahaan baru dan memiliki kartu BPJS yang baru, maka uang JHT dari kepesertaan lama belum boleh dicairkan.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan syarat pencairan JHT 100% adalah sedang tidak bekerja di perusahaan manapun, dan ini adalah aturan yang berlaku.

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Pertanyaan: Jika Kartu BPJS TK hilang, apakah saya masih bisa mencairkan JHT? Jawab: Bisa! Namun syaratnya Anda harus mengurus surat pengganti kartu peserta yang hilang yaitu surat keterangan hilang dari kepolisian.

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Dengan mencantumkan no Kartu Peserta BPJS di dalam surat keterangan hilang tersebut, maka Anda sudah bisa mencairkan JHT Anda. Anda bisa mengetahui nomor Kartu BPJS TK Anda ini dari Slip Laporan Saldo JHT yang setiap tahun diberikan oleh perusahaan. Kalau slipnya sudah hilang, Anda bisa menanyakannya ke perusahaan tempat bekerja dulu atau ke kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Pertanyaan: Apakah bisa mencairkan JHT tanpa Paklaring? Jawab: Tidak bisa! Paklaring itu salah satu dokumen yang wajib dibawa ketika akan mencairkan JHT. Tapi sebenarnya tidak harus Paklaring (Surat Pengalaman Kerja), bisa juga menggunakan Surat Keterangan Sudah Berhenti Bekerja, Surat Pemberhentian Kerja, Surat Pengunduran Diri.

Intinya kita membawa surat yang membuktikan kita pernah bekerja dan sudah berhenti di perusahaan tersebut, dengan mencantumkan tanggal mulai dan tanggal berhenti kerja. Terkadang ada orang yang waktu mencairkan JHT malah cuma membawa Surat Rekomendasi dari perusahaan untuk pencairan JHT. Pertanyaan: Lalu bagaimana jika tidak punya Paklaring? Jawab: Bagi Anda yang tidak punya paklaring (surat keterangan berhenti bekerja) maka Anda mau tak mau harus meminta lagi surat paklaring ini ke perusahaannya Anda yang telah Anda tinggalkan.

Jika perusahaan yang telah Anda tinggalkan ini sudah tutup, maka solusinya Anda bisa meminta surat keterangan parklaring ini dari Disnaker ditempat Anda. Pertanyaan: Dulu ketika mendaftar BPJS TK saya menggunakan KTP lama, namun sekarang mempunyai KTP baru, apakah bisa mencairkan JHT menggunakan KTP baru itu?

Jawab: Tentu saja bisa! Karena pada dasarnya untuk mencairkan JHT ini peserta memang diharuskan membawa KTP yang masih berlaku. Hal ini sendiri bisa sangat konyol jika terjadi pekerja yang sudah menjadi peserta selama 15 tahun, namun diharuskan membawa KTP lama saat pendaftaran dulu yang tentu sudah tidak berlaku lagi. Pertanyaan: Bagaimana jika saya sudah pindah alamat yang akhirnya membuat KTP baru saya beralamat di tempat yang baru, apakah masih bisa untuk klaim JHT?

Jawab: Masih bisa! Dengan syarat Anda harus menyesuaikan alamat yang ada di KTP baru tersebut, dengan alamat yang terdapat di KK. Pastikan apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja bahwa tidak ada data-data lainnya yang salah antara KTP dan KK. Pertanyaan: Bagaimana jika alamat yang ada di KTP berbeda dengan yang ada di KK? Jawab: Jika terjadi perbedaan alamat antara KTP dan KK, maka Anda harus membuat Surat Pernyataan Koreksi Beda Data dari kelurahan.

Pertanyaan: Jika Alamat yang ada di KTP dan KK sudah sama, tapi alamat yang tertulis di Paklaring ternyata masih tidak sama? Bagaimana? Jawab: Tidak ada masalah. Sebuah kenyataan di lapangan bahwa setelah keluar kerja ternyata tidak semua peserta BPJS TK langsung mengambil dana JHT-nya begitu keluar kerja.

Banyak dari mereka yang sengaja membiarkannya bertahun-tahun untuk tabungan. Nah dari sini maka sangat dimungkinkan peserta tadi akan berkali-kali pindah alamat rumah. Dan saat akan mencairkan JHT maka pihak BPJS umumnya akan maklum. Pertanyaan: Apakah bisa mencairkan JHT di tempat yang berbeda karena pindah rumah? Jawab: Bisa! Pencairan JHT bisa dilakukan di kantor-kantor BPJS Ketenagakerjaan yang terdekat dari tempat tinggal, meskipun Anda telah pindah rumah.

Pertanyaan : Istri saya peserta BPJS TK dan sudah tidak bekerja lagi. Tapi dia sedang hamil tua, apakah saya bisa mewakilinya mengambil uang JHT? Jawab: Tidak bisa. Selama peserta yang bersangkutan masih hidup dan tidak sakit cacat permanen, maka pencairan JHT tidak bisa diwakilkan oleh siapapun, termasuk Anda sebagai suaminya.

Bila peserta BPJS TK memang mengalami cacat total tetap, maka barulah pencairan JHT bisa diwakilkan. Ini pun yang mewakili harus membawa surat kuasa dari peserta BPJS Apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja yang mengalami cacat tersebut. Selain surat kuasa, perwakilan tadi juga harus membawa surat keterangan sakit permanen dari kedokteran, dan juga buku tabungan dari peserta yang bersangkutan.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya! Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!

Tanyakan Langsung ke Kantor BPJS TK Terdekat Inilah beberapa informasi terkait tanya jawab yang seringkali muncul dari para peserta BPJS TK yang ingin mencairkan saldo JHT mereka.

Dari beberapa pertanyaan dan jawaban yang telah disajikan mudah-mudahan Anda lebih mengerti dan lebih memahami lagi hal-hal terkait masalah pencairan saldo JHT BPJS TK Anda. Jika informasi diatas masih belum cukup, alangkah baiknya Anda langsung menanyakannya langsung ke kantor BPJS TK di tempat Anda. Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan : Program dan Cara Mendaftarnya Kategori • Asuransi • Asuransi Jiwa • Asuransi Kendaraan • Asuransi Kesehatan • Asuransi Perjalanan • Asuransi Umum • BPJS • Belanja • Berita • Bisnis • Deposito • Dokumen Anda • Emas • Fintech • Gaya Hidup • Info Umum • Inspirasi • Investasi • Karir • Kartu Kredit • Keluarga • Kredit HP • Kredit Mobil • Kredit Motor • Kredit Multiguna • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Tanpa Agunan • Kuis • Liburan dan Kuliner • Otomotif • Pajak • Peluang Usaha • Pendidikan • Perbankan • Pernikahan • Pinjaman • Properti • Quotes Motivasi • Ragam • Reksadana • Review Handphone • Saham • Seputar Ramadan • Siaran Pers • Tabungan • Tips Bisnis • Tips Kesehatan • Tips Keuangan • Unit Link • Wawancara Khusus • Wirausaha Selengkapnya • Aplikasi Finansialku • Panduan Aplikasi • Produk & Fitur • Audiobook • Video Online Course • Kalkulator Keuangan • Harga • Konsultasi • Perencanaan Keuangan • Review Asuransi • Dana Pendidikan • Dana Pensiun • Pajak • Training • In-House Training • UMKM Training • Event • Ebook • Artikel • DAFTAR APPS • • Aplikasi Finansialku • Panduan Aplikasi • Produk & Fitur • Audiobook • Video Online Course • Kalkulator Keuangan • Harga • Konsultasi • Apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja Keuangan • Review Asuransi • Dana Pendidikan • Dana Pensiun • Pajak • Training • In-House Training • UMKM Training • Event • Ebook • Artikel • DAFTAR APPS • • Aplikasi Finansialku • Panduan Aplikasi • Produk & Fitur • Audiobook • Video Online Course • Kalkulator Keuangan • Harga • Konsultasi • Perencanaan Keuangan • Review Asuransi • Dana Pendidikan • Dana Pensiun • Pajak • Training • In-House Training • UMKM Training • Event • Ebook • Artikel • DAFTAR APPS Mengapa Anda tidak disarankan untuk mencairkan Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan ketika masih muda?

Fasilitas Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu para karyawan yang nantinya akan apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja. Sayangnya tidak jarang karyawan yang ingin segera mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaannya. Sebaiknya Anda tidak melakukan hal yang sama, berikut ini adalah alasannya. Rubrik Finansialku Daftar Isi • Fasilitas Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan • Mengapa Anda Tidak Disarankan Mencairkan JHT pada Masa Muda?

• #1 Pentingnya Dana Pensiun • #2 JHT adalah Investasi, Bukan Tabungan • Jangan Memutarbalikkan Skenario Dana Pensiun Fasilitas Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Masa pensiun yang sejahtera adalah idaman seluruh karyawan. Ketika sudah tidak bekerja nanti setiap orang ingin tetap hidup tenang bersama keluarga tanpa perlu khawatir mengenai biaya sehari-hari.

BPJS Ketenagakerjaan menyediakan fasilitas untuk mendukung persiapan dana pensiun para karyawan di Indonesia melalui program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). JHT adalah program persiapan dana pensiun yang nantinya akan dicairkan untuk peserta dalam bentuk lumpsum ketika pensiun. Sementara JP berbeda dari JHT karena diberikan setiap bulan setelah peserta pensiun dengan besaran hingga 40% dari upah rata-rata saat bekerja. Untuk pencairan JHT ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu sebagai berikut: • JHT dapat dicairkan penuh setelah peserta berusia lewat dari 56 tahun.

• JHT dapat dicairkan sebagian, yakni 10% bila kepesertaan telah mencapai 10 tahun atau 30% jika akan digunakan untuk perumahan. • Apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja dapat dicairkan bila pekerja meninggal dunia atau cacat tetap pada usia berapa pun. • Saat ini, JHT dapat dicairkan jika peserta mengalami PHK atau resign dari perusahaan.

Sementara untuk JP hanya bisa didapatkan jika peserta bekerja aktif dan telah membayar iuran selama paling sedikit 15 tahun. Jika kepesertaan kurang dari 15 tahun maka ketika peserta pensiun, JP tersebut akan diberikan secara lumpsum kepada pekerja atau ahli waris. [Baca Juga: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial: BPJS Ketenagakerjaan] Kedua jenis persiapan dana pensiun ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang masa tua Anda nanti.

Sayangnya banyak orang yang tidak mengingat bahwa dana pensiun tersebut memiliki peruntukkan menunjang kehidupan Anda di masa tua, bukan di masa muda. Banyak karyawan yang terburu-buru mencairkan dana pensiunnya dengan alasan ada kebutuhan mendadak, terutama JHT karena dapat dicairkan sebelum pensiun. Seringkali dalam kehidupan sehari-hari terdapat kebutuhan dan keinginan yang seolah-olah tidak dapat ditunda. Ketika tidak ada dana yang mencukupi maka setiap orang yang tidak dapat mengendalikan pengeluarannya akan mencari berbagai cara untuk mendapatkan uang.

Salah satunya adalah dengan menganggap dana pensiun sebagai sebuah solusi untuk masa kini. GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Sukses Atur Gaji Ala Karyawan Download Ebook Sekarang Mengapa Anda Tidak Disarankan Mencairkan JHT pada Masa Muda? Seperti namanya, JHT adalah Jaminan Hari Tua yang seharusnya digunakan untuk menunjang apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja tua pesertanya. Ketika Anda memaksa mencairkan JHT untuk keperluan membeli sesuatu artinya Anda menggunakan dana pensiun tersebut sebagai dana darurat.

Jika memang JHT dapat digunakan sebagai ‘ dana darurat’ kapanpun Anda menginginkannya, maka kurang sesuai jika diberi nama Jaminan Hari Tua. Seharusnya dana tersebut diberi nama Jaminan Hari Muda. Nyatanya BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah mengadakan program yang disebut Jaminan Hari Muda. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda tidak disarankan untuk mencairkan dana pensiun ketika masih muda: [Baca Juga: Program Jaminan Hari Tua BPJS TK] #1 Pentingnya Dana Pensiun Dana pensiun sering dianggap remeh karena seringkali jangka waktunya terasa masih lama.

Permasalahannya adalah manusia cenderung lebih mudah melihat masalah, atau lebih tepatnya kebutuhan dan keinginan yang ada di depan mata. Misalnya saja jika saat ini Anda ingin membeli mobil pribadi karena mobil tersebut baru saja keluar di pasaran dan Anda sangat menyukainya, mana yang lebih menarik? Membayar uang muka untuk membeli mobil tersebut atau menginvestasikan uang Anda untuk dana pensiun? Tidak perlu muluk-muluk, kebanyakan orang pasti lebih memilih membayar untuk barang yang diinginkannya saat itu juga.

Mengapa? Karena manfaat pensiun seolah tidak terlihat saat ini, tetapi baru akan terasa di masa depan. Tidak semua orang memiliki pemikiran yang cukup terbuka untuk berpikir jangka panjang.

Ketika pensiun masih berjarak belasan atau puluhan tahun dari sekarang, Anda mungkin tidak merasa bahwa dana pensiun tersebut penting. Tetapi ketika hari pensiun sudah datang, Anda akan kebingungan jika tidak memiliki persiapan dana pensiun.

Ingat bahwa ketika Anda sudah pensiun nanti tidak ada lagi penghasilan aktif yang bisa Anda gunakan untuk membayar seluruh kebutuhan sehari-hari. Baik itu untuk diri sendiri maupun untuk keluarga Anda.

[Baca Juga: 6 Pertanyaan Seputar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pemula] Patut disayangkan bahwa masyarakat Indonesia masih tergolong memiliki pemahaman terhadap keuangan (atau yang biasa disebut literasi keuangan) yang relatif rendah. Pada tahun 2013 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan survei yang menyebutkan bahwa hanya sekitar 21,8% dari 8.000 responden masyarakat Indonesia yang memahami literasi keuangan. Selain itu, dalam survei tersebut juga didapati bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap dana pensiun hanya 1,53%.

Padahal dana pensiun merupakan sebuah prioritas keuangan yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Sementara itu jika Anda mencairkan JHT yang sudah dipersiapkan untuk masa pensiun hanya karena ingin membeli barang-barang yang seolah akan berguna saat ini, Anda tidak menyadari bahwa masa tua Anda sedang dipertaruhkan. Maukah Anda hidup dengan penuh kekhawatiran setiap harinya ketika pensiun nanti karena tidak memiliki persiapan dana yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?

#2 JHT adalah Investasi, Bukan Tabungan Seringkali peserta BPJS Ketenagakerjaan menganggap JHT sebagai sebuah tabungan. Tabungan disini memiliki arti dapat diambil kapanpun untuk keperluan apapun. Padahal JHT bukanlah tabungan yang dapat digunakan sesuka hati. Bahkan pada dasarnya JHT bukanlah sebuah tabungan, melainkan investasi. Ketika Anda membayar iuran setiap bulan untuk menyiapkan dana pensiun, uang tersebut akan diinvestasikan dengan harapan dalam beberapa puluh tahun dana yang disimpan akan berkembang sehingga Anda mendapatkan keuntungan dana pensiun yang lebih besar.

[Baca Juga: Bedanya Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan] Hal apapun yang berkaitan dengan investasi akan sangat bergantung pada waktu. Semakin dini Anda berinvestasi maka akan semakin besar peluang investasi tersebut memberikan keuntungan dari fenomena bunga berbunga. Jika Anda terburu-buru mencairkan JHT maka tidak ada lagi keuntungan investasi yang didapatkan dalam beberapa tahun atau belasan tahun ke depan. Sekalipun Anda mengalami PHK atau resign dari perusahaan tempat Anda bekerja, bukan berarti JHT harus langsung dicairkan.

JHT tersebut dapat terus diinvestasikan agar seiring berjalannya waktu dana akan semakin berkembang. Sebaiknya Anda bersabar dan baru mencairkan JHT tersebut ketika sudah mencapai usia yang tidak produktif.

Ketika masih berada dalam usia produktif, walaupun keluar dari pekerjaan di sebuah perusahaan, Anda masih bisa mencari cara lain untuk mendapatkan penghasilan. Berbeda halnya jika Anda sudah berada di usia lanjut dan tidak dapat mencari penghasilan lain. Akan tetapi saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan dapat dicek secara manual ataupun online.

Jika sudah terlanjur mencairkan JHT pada usia produktif, Anda akan kebingungan ketika mencapai usia lanjut yang tidak lagi produktif. Jangan Memutarbalikkan Skenario Dana Pensiun Fasilitas persiapan dana pensiun yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan seharusnya diperuntukkan untuk dana hari tua, bukan dana hari muda.

BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah menyediakan program Jaminan Hari Muda, yang ada adalah Jaminan Hari Tua. Setiap peserta harus memahami bahwa dana tersebut tidak seharusnya dicairkan pada usia produktif.

Jangan sampai Anda memutarbalikkan skenario dana pensiun sehingga masa tua Anda tidak lagi terjamin. Banyak orang yang menyepelekan permasalahan keuangan di masa depan hanya karena terbiasa oleh ‘permasalahan’ keuangan (kebutuhan dan keinginan yang sebenarnya bukan prioritas) di masa kini. Pastikan Anda menggunakan fasilitas dana pensiun sesuai peruntukkannya jika tidak ingin hidup sengsara di masa pensiun nanti.

Ceritakan pengalaman Anda terhadap informasi dari artikel ini yaitu fasilitas BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua pada kolom yang disediakan di bawah ini, terima kasih. Sumber Referensi: • Fadhly Fauzi Rachman. 14 Februari 2017. BPJS Ketenagakerjaan Sesuaikan Manfaat Jaminan Pensiun.

Detik.com – https://goo.gl/3BWLRw • Duit Pintar. 06 Juli 2015. Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan Itu Investasi Bukan Tabungan. Duitpintar.com – https://goo.gl/Zc5QnS Sumber Gambar: • BPJS Ketenagakerjaan – https://goo.gl/9tAAY9 dan https://goo.gl/WBNjYN Ike Nofalia, S.Kom.

adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini bekerja sebagai penulis freelance.

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Memiliki background S1 Teknik Informatika, di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Sejak tahun 2013 sampai saat ini bekerja sebagai content writer, dan mempunyai pengalaman sebagai admin web, marketing web online, admin sosmed, dan sedang menggeluti bisnis online.
KOMPAS.com – Pemerintah memberikan sejumlah program bantuan bagi masyarakat yang terdampak pandemi corona.

Selain program Kartu Prakerja, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) bagi karyawan swasta dan pegawai honorer non-ASN yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Bantuan yang diberikan yakni sebesar Rp 600.000 yang akan diberikan selama empat bulan. Salah satu syarat penerima bantuan yakni, peserta haruslah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Baca juga: Cara Mengecek Penerima Bantuan Rp 600.000 di BPJS Ketenagakerjaan Lantas, jika karyawan sudah resign dari pekerjaannya, akan tetapi saldo Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan miliknya belum dicairkan, bisakah tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut?

Deputi Direktur Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menjelaskan, penerima bantuan subsidi upah bagi karyawan ini tergantung pada status keaktifan kartu peserta. “Walaupun belum mencairkan JHT, tapi kalau tidak aktif per Juni 2020, tidak berhak atas Bantuan Subsidi Upah,” jelas Utoh saat dihubungi Kompas.com Sabtu (5/9/2020). Baca juga: Ini Cara Cek BST Kemensos, Apakah Anda Terdaftar sebagai Penerima?

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Berita Terkait Sering Salah Arti, Ini Beda antara PNS dan ASN Patut untuk Dipahami, Berikut Beda Psikotropika dan Narkotika Sperma dan Air Mani, Apa Beda Keduanya?

Melihat Cara Timor Leste Hadapi Corona, Tak Seburuk Perekonomiannya Ruangguru Mundur dari Platform Digital Kartu Prakerja, Apa Dampaknya? Berita Terkait Sering Salah Arti, Ini Beda antara PNS dan ASN Patut untuk Dipahami, Berikut Beda Psikotropika dan Narkotika Sperma dan Air Mani, Apa Beda Keduanya? Melihat Cara Timor Leste Hadapi Corona, Tak Seburuk Perekonomiannya Ruangguru Mundur dari Platform Digital Kartu Prakerja, Apa Dampaknya?

[HOAKS] Covid-19 Disebut Singkatan dari Certificate of Vaccination Identification with Artificial Intelligence https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/05/195225765/hoaks-covid-19-disebut-singkatan-dari-certificate-of-vaccination https://asset.kompas.com/crops/SX8LoIuET67prVu3TkZ0Z9x1WSY=/101x0:893x528/195x98/data/photo/2018/08/01/3598517370.jpg
“Keluhan teman-teman soal kenapa JHT gak bisa langsung diambil setelah PHK bisa dipahami.

Namun faktanya sekarang kita punya program baru yaitu Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) untuk korban PHK. Dulu JKP gak ada, maka wajar jika dulu teman-teman terPHK berharap sekali pada pencairan JHT,” tulis Dita pada akun Twitter pribadinya, Sabtu (12/2). Berdasarkan keterangan di laman bpjsketenagakerjaan.go.id, disebutkan besaran iuran program JHT khusus untuk penerima upah adalah 5,7 persen dari upah. Iuran tersebut dibagi sebesar 2 persen dari pekerja dan 3,7 persen dari pemberi kerja.

Ada denda 2 persen setiap bulan kalau terjadi keterlambatan dari iuran yang dibayarkan. Manfaat JHT sebelum mencapai usia 56 tahun dapat diambil sebagian jika mencapai kepesertaan 10 tahun dengan ketentuan yaitu diambil apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja 10 persen dari total saldo sebagai persiapan usia pensiun.

Selain itu diambil maksimal 30 persen dari total saldo untuk uang perumahan. Pengambilan sebagian tersebut hanya dapat dilakukan sekali selama menjadi peserta. Jika setelah mencapai usia 56 tahun peserta masih bekerja dan memilih untuk menunda pembayaran JHT, maka JHT dibayarkan saat yang bersangkutan berhenti bekerja. BPJS Ketenagakerjaan wajib memberikan informasi kepada peserta mengenai besarnya saldo JHT beserta hasil pengembangannya 1 kali dalam setahun.

Selanjutnya, iuran per tahun itu ditambahkan saldo akhir tahun sebelumnya yang kemudian dikalikan dengan bunga pengembangan saldo JHT. Adapun pengembangan bunga tersebut berfluktuasi, sesuai suku bunga BI dan selalu di atas rata-rata bunga deposito bank. Pada 2022, rata-rata bunga pengembangan saldo JHT sebesar 5 persen. Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan iuran 0,46 persen itu merupakan upah terakhir pekerja yang dilaporkan oleh pengusaha ke BPJamsostek dan tidak melebihi batas upah.

Batas upah yang dimaksud untuk pertama kali ditetapkan sebesar Rp 5 juta. Apabila upah melebihi batas atas upah maka upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan iuran sebesar batas atas upah.08565286xxxx Sesuai dengan ketentuan JHT dapat dibayarkan bagi peserta dengan kategori: Baca: Kelam Tourism Festival Akan Angkat Nuansa Perpaduan Budaya dan Wisata Olahraga Baca: Terungkap! Ini Hasil Outopsi Jenazah Anak Disabilitas Yang Meninggal Dianiaya di PLAT Baca: Pemerintah Ajak Generasi Muda Kapuas Hulu Pertahankan NKRI dan Pancasila 1.

Mencapai usia pensiun 2. Mengalami cacat total tetap. 3. Berhenti bekerja atau PHK 4. Meniggalkan wilayah nkri 5. Meninggal dunia. Karena saat ini bapak/ibu statusnya masih bekerja dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, maka JHT dari perusahaan lamanya belum dapat dicairkan, menunggu sampai dengan sudah tidak bekerja lagi baik diperusahaan yang lama maupun yang baru. Dan disarankan untuk menggabungkan kartu yang lama dengan yang baru melalui HRD/personalia perusahaan.
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan adalah salah satu jaminan hari tua untuk para pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan (BPJTSK) juga diikuti oleh karyawan sektor informal, seperti wiraswasta atau pekerja lepas. Lalu kapan waktu yang tepat bagi karyawan untuk mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan? Nah, jika kamu udah gak bekerja lagi atau perusahaan tempat kamu bekerja, maka kamu dapat mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Selain BPJSTK, sebenarnya kamu juga bisa menambahkan produk asuransi jiwa dari Lifepal sebagai persiapan dana pensiun dan warisan.

Mumpung hemat premi hingga 25%! Kapan bisa mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan (JHT)? Sesuai Peraturan BPJS No.7/2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Manfaat Apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja, JHT dapat dicairkan 100 persen apabila nasabah: • Sudah pensiun • Cacat total tetap • Meninggal dunia • Mengundurkan diri • Sedang tidak bekerja.

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

• Jika masih bekerja, dapat mencairkan saldo sebesar 10-30%, dengan syarat telah menjadi anggota selama minimal 10 tahun. Kebanyakan orang yang mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan adalah mereka yang sedang memerlukan dana mendesak.

Karena itu, buat kamu yang gak punya keperluan mendesak disarankan untuk membiarkan saja saldo BPJS Ketenagakerjaan itu. Ya, anggap aja untuk uang tambahan ketika pensiun nanti. Syarat pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan Ada syarat khusus yang mesti dipenuhi jika ingin mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan sebelum masuk waktu pensiun. Peserta harus sudah keluar kerja minimal satu bulan sebelumnya untuk mencairkan 100 persen dana. Apabila sudah menjadi peserta lebih dari 10 tahun, bisa mencairkan meskipun belum keluar kerja, yaitu sebesar 10 persen dan 30 persen.

Selain itu, ada juga syarat dokumen yang perlu disiapkan untuk pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan, yaitu: • Kartu BPJS Ketenagakerjaan • KTP (Kartu Tanda Penduduk) • Kartu Keluarga (KK) • Buku Rekening Tabungan • Surat Keterangan Kerja dari Perusahaan Prosedur mencairkan saldo Bila sudah memenuhi syarat, ikuti langkah berikut untuk mencairkan dana: • Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan sepagi mungkin untuk mendapatkan antrean awal.

• Isi formulir pengajuan klaim JHT (Jaminan Hari Tua) • Tunggu sampai nomor antrian disebut. • Serahkan dokumen yang diminta. • Tandatangani surat pernyataan bahwa suadh tidak bekerja. • Panggilan wawancara dan foto. • Pilih prosedur pencairan, melalui rekening (proses 5-7 hari kerja) atau tunai (tunggu 3 jam di tempat). Untuk nasabah yang ingin mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan miliknya, bisa melakukan klaim JHT online. Buat klaim JHT online, peserta harus daftar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan lebih dulu.

Berikut ini ulasan mengenai Cara Ambil Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan [Klaim JHT]. Subsidi BPJS Ketenagakerjaan Pemerintah mengeluarkan subsidi BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan daya beli yang menurun akibat pandemi Covid-19. Subsidi BPJS Ketenagakerjaan disalurkan kepada karyawan dengan gaji di bawah Rp5 juta, sebanyak Rp600 ribu per bulan selama enam bulan ke rekening BPJS Ketenagakerjaan penerima.

Pencairan subsidi BPJS Ketenagakerjaan tahap pertama sudah dilakukan pada 25 Agustus 2020, dan tahap kedua pada tanggal 5 September 2020. Syarat untuk mendapatkan subsidi BPJS Ketenagakerjaan ini di antaranya: • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

• Berstatus pekerja atau buruh penerima upah. • Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai Juni 2020. • Bergaji R5 juta berdasarkan data BPJSTK. • Memiliki rekening bank aktif. Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan Sebelum mencairkan dana JHT (Jaminan Hari Apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja, kamu bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan terlebih dahulu untuk mengetahui berapa jumlah dana yang akan kamu peroleh.

Gak perlu capek-capek datang ke kantor BPJS, karena kamu bisa mengeceknya secara online di website BPJS Ketenagakerjaan.

Gak hanya itu, kamu juga bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasinya di BPJSTK Mobile. Melalui aplikasi ini, kamu juga akan dapat memperoleh informasi seputar program, daftar kantor cabang, daftar rumah sakit, news feed, klaim JHT, mengunggah profil, serta simulasi JHT. Buat mengetahui cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan lebih lengkap, kamu bisa baca ulasan 5 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan [Plus Klaim JHT].

Ulasan tersebut berisikan lima pilihan cek saldo BPJS ketenagakerjaan. Ulasan tersebut juga dilengkapi dengan informasi cara klaim JHT. Tips dari Lifepal!

apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja

Nah, itu tadi apakah saldo jht bertambah jika sudah tidak bekerja mengenai klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan. Semoga pemaparan di atas menjawab pertanyaan mengenai kapan saldo BPJSTK bisa dicairkan. Dengan nonaktifnya kepesertaan BPJSTK, kamu otomatis tidak terlindungi lagi. Nah, kamu bisa mendapat proteksi dengan memiliki manfaat asuransi jiwa.

Pilihlah asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhanmu. Simak video di bawah ini untuk mendapatkan tips memilih asuransi jiwa terbaik: Lalu berapa nilai pertanggungan yang sesuai dengan kebutuhanmu? Cari tahu dengan mudah di sini. Lifepal.co.id menyediakan beragam pilihan asuransi jiwa dengan premi yang terjangkau. Selagi ada promo, segera dapatkan penawaran menarik dari asuransi yang ingin kamu miliki.

Uang pertanggungan dari asuransi Produk asuransi akan memberikan uang pertanggungan (UP), berupa sejumlah uang yang akan cair jika terjadi risiko meninggal dunia. Kita bisa mengetahui nilai UP dengan menghitung Nilai Hidup Manusia. Jika kamu ingin mengetahui berapa besarannya, manfaatkan kalkulator berikut ini untuk menghitungnya: Perlu diketahui, asuransi memiliki sejumlah risiko, terutama mengenai risiko kerugian investasi.

Jika produk yang kamu pilih berbentuk unit link, maka ada risiko kerugian investasi di dalamnya. Artinya, ada kemungkinan kamu perlu membayar premi lebih lama dari ketentuan awal jika terjadi risiko kerugian tersebut. Kalau kamu tidak mengisi ulang saldo unit link yang kosong, bisa-bisa polis kamu lapse. Maka dari itu, pastikan sebelum memilih produknya kamu sudah membaca polisnya secara rinci. Mau cara yang lebih simple? Manfaatkan fitur perbandingan asuransi terbaik di Lifepal!

Pertanyaan seputar saldo BPJS Ketenagakerjaan Copyright © 2022 Lifepal. Bekerjasama dengan © 1992 PT Anugrah Atma Adiguna adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 60-2001/APPARINDO/2019. Semua ulasan yang tertulis termasuk rating dilakukan oleh rekan pialang kami. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan.

Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.

Sudah resign tapi kepesrtaan bpjs ketenagakerjaan kamu belum non aktif juga? Ini nih SOLUSINYA‼️




2022 www.videocon.com