Cerita rakyat timun mas

cerita rakyat timun mas

Cerita rakyat Timun Mas merupakan cerita rakyat asal Jawa Tengah yang sudah melegenda bahkan menjadi dongeng pengantar tidur secara turun temurun. Cerita rakyat ini sangat menarik dan disukai anak – anak. Selain ceritanya sangat menarik, cerita rakyat Timun Mas juga mengandung pesan moral di dalamnya yang penting dipelajari.

Berikut kami ulas informasi tentang cerita rakyat asal Jawa Tengah ini beserta pesan moral yang terkandung di dalamnya, cek yuk! Cerita Rakyat Timun Mas dan Pesan Moralnya Cerita rakyat Timun Mas bercerita tentang kisah Mbok Sirni yang mendapatkan sebuah biji timun Ajaib dari buto ijo dan kemudian biji tersebut di dalamnya ternyata berisi seorang bayi. Kemudian Mbok Sirni memberikan nama bayi di dalam timun Ajaib tersebut Timun Mas.

Berikut kisah singkat tentang Timun Mas : Di sebuah desa terdapat seorang janda bernama Mbok Sirni yang ingin memiliki cerita rakyat timun mas anak.

Harapannya jika ia memiliki seorang anak, akan ada yang menemani hidupnya yang sepi dan sekaligus membantunya bekerja. Tuhan memang tidak serta merta memberinya anak sesuai doanya.

Namun suatu hari datang seorang raksasa bertubuh besar tinggi yang berjanji akan memberi Mbok Sirni anak. Namun syaratnya, ketika anak tersebut berusia 17 tahun maka anak tersebut harus diserahkan kembali untuk disantap raksasa. Setelah ditanam kurang lebih selama 2 minggu, mentimun tersebut tumbuh besar dan dari pohonnya terdapat sebuah mentimun yang paling menonjol. Mbok Sirni mengambil mentimun yang paling menonjol tersebut.

Tanpa di duga, ternyata di dalamnya terdapat seorang bayi cantik yang kemudian bayi tersebut diberi nama Timun Mas oleh Mbok Sirni. Timun Mas dibesarkan dengan sangat baik oleh Mbok Sirni. Waktu pun berlalu, Timun Mas tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Suatu hari kemudian ia didatangi raksasa yang menagih janjinya.

Namun saat masa itu tiba, Mbok Sirni merasa takut kehilangan Timun Mas. Mbok Sirni pun mengulur janjinya supaya raksasa datang ke Mbok Sirni dua tahun lagi. Raksasa pun menyetujui karena ia berpikir semakin dewasa maka Timun Mas akan semakin lezat untuk disantap. Suatu malam, Mbok Sirni bermimpi.

Di dalam mimpinya tersebut ada seseorang yang memberi petunjuk. Jika Mbok Sirni ingin Timun Mas selamat, maka ia harus datang ke petapa di Gunung Gundul. Tanpa berpikir panjang, Mbok Sirni mencari petapa di Gunung Gundul tersebut. Petapa memberikan Mbok Sirni empat buah bungkusan kecil yang di dalamnya berisi biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. Keempatnya merupakan penangkal dari raksasa.

Sesampainya di rumah, Mbok Sirni pun memberikan bungkusan tersebut kepada Timun Mas seraya membacakan doa. Paginya, raksasa datang menagih janji karena hari itu sudah tepat dua tahun dari hari yang dijanjikan.

Kemudian Mbok Sirni meminta Timun Mas lari dari pintu belakang. Melihat hal tersebut, raksasa berlari mengejar Timun Mas. Dalam pelariannya, Timun Mas teringat dengan keempat bungkusan yang ia simpan. Cerita rakyat timun mas pun menebar bijinya di hutan. Ajaibnya, biji mentimun menjadi ladang mentimun yang berbuah lebat. Raksasa pun memakan buah mentimun di ladang tersebut untuk menambah tenaga.

Kemudian Timun Mas menebar jarum dan dalam sekejab, jarum tersebut berubah menjadi pohon bambu yang tinggi dan tajam. Pohon tersebut melukai kaki raksasa namun raksasa terus berusaha mengejar Timun Mas meski dengan kaki yang berdarah – darah.

Melihat raksasa yang masih mengejar, Timun Mas membuka bungkusan garam. Kemudian garam tersebut ditaburkan dan seketika hutan menjadi lautan yang luas. Namun raksasa mampu melewatinya. Timun Mas tidak menjadi santapan raksasa dan bisa berkumpul kembali dengan Mbok Sirni. Mereka berdua hidup tenang selamanya. Pesan moral cerita rakyat Timun Mas Setiap manusia akan Tuhan uji dengan berbagai masalah namun setiap masalah yang diberikan Tuhan pasti ada jalan keluarnya. Tidak ada masalah yang tidak akan menemukan jalan keluarnya.

Oleh sebab itu sebagai seorang manusia, sudah sepantasnya kita bersabar ketika diberi masalah, tidak mengeluh apalagi menyerah. Ketika masalah datang teruslah berusaha dan berdoa karena Tuhan akan membantu hambanya yang tidak pantang menyerah. Selain Timun Mas, cerita rakyat asal Jawa Tengah sebenarnya cukup banyak.

Kalau Anda ingin tahu apa saja cerita rakyat asal Jawa Tengah selain Timun Mas, baca : Cerita Rakyat Jawa Tengah Terpopuler Selain Timun Mas Cerita Timun Mas bisa digolongkan sebagai cerita cerita rakyat timun mas Nusantara, hal ini disebabkan karena dongeng Timun Mas bukan hanya dikenal di Jawa Tengah namun hampir diseluruh wilayah Indonesia.

Dari sekian banyak cerita rakyat Indonesia, Legenda Timun Mas termasuk yang paling banyak dikenal dan sering diceritakan.

Sudah banyak sekali buku anak menceritakan kisah Timun mas, dan karena perkembangan teknologi maka video Timun Mas pun sudah dengan mudah dapat ditemukan. Bagi adik-adik yang belum tahu cerita Timun Mas kali ini akan kakak ceritakan Versi kedua dari Dongeng Timun Mas. Dongeng Legenda Jawa Tengah : Cerita Timun Mas Ada seorang janda yang sudah lama hidup sendiri, namanya Mbok Sirni. Semenjak ditinggal mati suaminya beberapa tahun silam, hari-harinya begitu sepi.

Mbok Sirni menginginkan seorang anak yang dapat menemani sisa hidupnya dan membantunya bekerja di ladang. Mbok Sirni terus berdoa tanpa mengenal lelah, agar ia dapat di karuniai seorang anak.

Doanya didengar, suatu hari saat Mbok Sirni bekerja di ladang di dekat hutan, ia didatangi raksasa yang amat besar dan berwajah menyeramkan. Mbok Sirni ketakutan, tubuhnya menggigil, ia ingin berlari menghindari dari terkaman raksasa itu. “Ampun, ampun…jangan makan saya.!” Mbok Sirni menjerit.

Raksasa itu tertawa, “Hahaha… Hei janda tua! Jangan kau takut, aku tidak akan memakanmu,” Raksasa itu mendekati Mbok Sirni, “Bukankah kau menginginkan seorang anak?” tanya raksasa itu menyelidiki.

Mbok Cerita rakyat timun mas sangat bahagia melihat mentimun yang dia tanam berbuah seorang bayi perempuan Mbok Sirni mengangguk dengan tubuh yang masih menggigil. Raksasa itu tertawa lagi, “Hahahaha, aku akan memberimu seorang anak, tapi dengan satu syarat,” Mata menyeramkan raksasa itu melihat Mbok Sirni yang mengangguk, “Ba… Baiklah, cerita rakyat timun mas syaratnya?” tanya Mbok Sirni ragu-ragu.

“Kau harus berikan anak itu lagi kepadaku setelah berumur enam tahun untuk kusantap, hahahaha…!” Raksasa itu memukul-mukul perutnya, “Pasti dagingnya amat lezat.” Mbok Sirni menyetujui syarat itu, kemudian raksasa itu memberinya biji mentimun agar ditanam dan dirawat. Kelak setelah dua minggu di antara buah mentimun yang ditanamnya itu ada satu yang paling besar dan berkilau seperti emas. Mbok Sirni memetik buah semangka yang besar dan berkilau emas itu, lalu membelahnya dengan amat hati-hati.

Alangkah terkejutnya dia, buah timun itu berisi seorang bayi perempuan cantik dan bersih. Mbok Sirni memberinya nama Timun Mas.

Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang baik budi dan cantik jelita, Mbok Sirni amat menyayanginya sepenuh hati.

cerita rakyat timun mas

Suatu hari raksasa itu datang kembali, ia menagih janji Mbok Sirni enam tahun yang lalu. Mbok Sirni amat ketakutan, ia tak mau melepaskan Timun Mas begitu saja untuk disantap raksasa itu. Mbok Sirni mencari akal agar raksasa itu segera pergi. “Hei raksasa, Timun Mas belum pantas kau makan, tubuhnya masih kecil. Kembalilah dua tahun lagi, tubuhnya akan besar dan matang, akan enak untuk disantap” cerita timun emas tumbuh menjadi anak yang sehat dan sangat cantik Raksasa itu terlihat berpikir, “Baiklah, aku akan kembali dua tahun lagi,” kata raksasa menyetujuinya seraya pergi meninggalkan gubuk Mbok Sirni.

Mbok Sirni bahagia bukan main, tentu ia tidak akan pernah melepaskan Cerita rakyat timun mas Mas kepada siapapun. Semakin hari, Mbok Cerita rakyat timun mas semakin menyayangi Timun Mas, ia cemas dan sedih jika teringat janjinya pada raksasa itu.

Mbok Sirni terus berdoa agar anaknya selalu selamat. Hingga akhirnya suatu hari ia bermimpi, agar Timun Mas selamat dari cengkraman raksasa itu, Mbok Sirni harus menemui petapa di Gunung Gundul. Paginya, Mbok Sirni langsung pergi ke Gunung Gundul untuk menemui petapa itu seperti dimimpinya tadi malam. Di Gunung Gundul ia bertemu seorang petapa yang memberinya empat buah bungkusan kecil, yaitu biji mentimun, jarum, garam, dan terasi sebagai penangkal diri dari terkaman raksasa.

Lalu Mbok Sirni kembali ke gubuknya dan memberikan tempat bungkusan penangkal tadi kepada Timun Mas, “Anakku, gunakan empat bungkusan ini sebagai penangkal dan pelindung diri dari raksasa itu,” Mbok Sirni memeluk Timun Mas sambil menangis, “Berdo’alah terus anakku.” Timun Mas mengangguk, cerita rakyat timun mas Mbok,”katanya kemudian.” Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji, “Hei janda tua, mana anakmu Timun Mas, aku sangat lapar,” Raksasa itu semakin mendekati gubuk Mbok Sirni.

Sementara itu Mbok Sirni meminta Timun Mas keluar lewat pintu belakang, “Pergilah anakku,jangan sampai raksasa itu melihatmu,” pinta Mbok Sirni, “Cepat anakku.” Raksasa mengejar timun emas untuk dimangsa Timun Mas masih ragu, sungguh ia sangat ketakutan namun ia juga sangat khawatir dan tak mau meninggalkan Mbok Sirni sendirian menghadapi raksasa besar itu, `Bagaimana dengan Mbok?” tanya Timun Mas, hampir menangis.

Raksasa itu semakin mendekat, “Hei janda tua, dimana kau? Cepat berikan Timun Mas, aku sangat lapar haah?!” raksasa mulai mengamuk. Mbok sirni semakin khawatir dengan keselamatan Timun Mas anak kesayangannya.” Timun Mas cepat selamatkan dirimu!” Mbok Sirni mendorong Timun Mas agar segera pergi. Mengetahui keadaan semakin genting, dengan berat hati Timun Mas segera berlari lewat pintu belakang, namun mata raksasa amat jeli, ia melihat Timun Mas berlari. Raksasa mengejarnya sambil terus mengaung, “Timun Mas mau lari kemana kau, aku akan menerkammu, hahahaha”.

Raksasa itu hampir menggapai tubuh Timun Mas, namun Timun Emas seketika itu teringat akan empat bungkusan yang diberikan Mbok Sirni kepadanya. Lalu dengan terburu-buru ia membuka bungkusan pertama yang berisi biji mentimun. Ditebarnya biji itu, sungguh ajaib, hutan berubah menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasa pun memakannya namun buah timun itu malah menambah kuat tenaga raksasa.

Ia kembali mengejar Timun Mas. Jarum yang dilempar timun mas berubah menjadi bambu Timun Mas amat takut, kemudian ia membuka kembali bungkusan kedua yang berisi jarum lalu menaburkannya, dalam sekejap tumbuhlah pohonpohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Raksasa meringis kesakitan dengan kaki yang berdarah-darah raksasa terus mengejar. Tanpa pikir panjang lagi Timun emas membuka bungkusan ketiga yang berisi garam dan ditaburkannya, seketika itu hutan pun menjadi lautan luas.

Namun dengan kesakitannya raksasa dapat melewati.

cerita rakyat timun mas

Timun Mas mulai pasrah, ia melihat bungkusan keempat, bungkusan terakhirnya, “Tuhan, selamatkanlah diriku,” ia berdoa sambil menabur isi dari bungkusan keempat itu yang berisi terasi.

Dalam hitungan detik, seketika terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, raksasa terjebak di dalamnya ia tenggelam dalam lumpur panas itu dan akhirnya mati. Timun Emas mengucap syukur, akhirnya Timun Emas kembali ke gubuknya menemui Mbok Sirni yang sedang menangis, cemas. Melihat kedatangan Timun Mas, Mbok Sirni langsung memeluk anaknya, “Terima kasih Tuhan, kau telah mendengar doaku. Anakku selamat,” katanya mengusap lembut rambut Timun Mas. Akhirnya, mereka hidup damai dan bahagia selamanya.

Pesan Moral dari Dongeng Legenda Jawa Tengah : Cerita Timun Mas adalah Setiap maslaah pasti ada jalan keluarnya jika kita mau berusaha dan berdoa saat menghadapinya. Oleh karena itu saat menghadapi tantangan atau rintangan, kita harus terus berusaha dengan seluruh kemampuan untuk bisa mengatasinya. Dan selalu ingat untuk berdoa serta memohon cerita rakyat timun mas Tuhan.

Sebab Tuhan lah yang Maha kuat dan penentu segalanya.
• #RAMADAN • #COVID-19 • Community • Pregnancy • Getting Pregnant • First Trimester ( 1 - 13 weeks ) • Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) • Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) • Birth • Baby • 0-6 months • 7-12 months • Kid • 1-3 years old • 4-5 years old • Big Kid • 6-9 years old • 10-12 years old • Life • Relationship • Health and Lifestyle • Home and Living • Fashion and Beauty •  Dongeng Timun Mas atau Timun Emas (Jawa: “Mentimun Emas”) adalah cerita rakyat Jawa yang menceritakan seorang perempuan cantik yang baik hati, cerdas, dan pemberani.

Itulah sebabnya, ia sangat disayangi oleh ibunya yaitu Mbok Srini. Suatu ketika, raksasa jahat ingin menyantap Timun Mas. Karena keberaniannya, ia berhasil mengalahkan raksasa jahat tersebut. Kenapa raksasa tersebut ingin menyantap Timun Mas? Lalu, bagaimana cara Timun Mas mengalahkan raksasa tersebut?

Mama dapat membaca cerita selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini untuk diceritakan kembali pada anak di rumah ya Ma! Dongengceritarakyat.com Awal mula dongeng anak, Timun Mas. Alkisah di sebuah desa di daerah Jawa Tengah, hidup seorang janda paruh baya yang bernama Mbok Srini. Sejak ditinggal oleh suaminya beberapa tahun, ia hidup sebatang kara, ia pun juga tak memiliki anak.

Karena kesepian, ia sangat mengharapkan kehadiran seorang anak, namun sayangnya harapan itu pupus karena suaminya telah meninggal dunia. Mbok Srini hanya dapat menunggu keajaiban untuk bisa memiliki anak. Ia berharap keajaiban terjadi padanya, dengan selalu berdoa siang dan malam kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar dapat diberikan anak.

Dailymotion.com/Meyohovut Pada suatu malam, harapan itu datang lewat mimpinya. Dalam mimpinya, Mbok Srini didatangi sesosok raksasa yang menyuruhnya pergi mengambil sebuah bungkusan di cerita rakyat timun mas pohon besar di hutan tempat biasanya ia mencari kayu bakar.

Saat terbangun di pagi hari, Mbok Srini hampir tidak percaya dengan mimpinya semalam. “Mungkinkah keajaiban akan benar-benar terjadi padaku?” Ia pun bertanya dalam hati dengan ragu. Namun, Mbok Srini berusaha menghilangkan keraguan hatinya. Dengan penuh harapan, ia bergegas menuju ke hutan yang ditunjuk oleh raksasa itu.

Setibanya di hutan, ia mencari bungkusan yang berada di bawah pohon besar. Dongengceritarakyat.com Dengan penuh keyakinan, ia pun melemparkan bungkusan terakhir yang berisi terasi. Seketika itu pula, tempat jatuhnya terasi itu tiba-tiba menjelma menjadi lautan lumpur yang mendidih.

Alhasil raksasa itu terkalahkan karena tercebur ke dalam lautan lumpur dan tewas seketika. Maka selamatlah Timun Emas dari kejaran dan santapan raksasa itu. Dengan sekuat tenaga, Timun Mas berjalan menuju ke gubuknya untuk menemui ibunya. Melihat anaknya selamat, Mbok Srini pun langsung berucap syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Sejak itu, Mbok Srini dan Timun Mas hidup berbahagia. Nah itulah dongeng Timun Mas, kisah di atas dapat menjadi pelajaran bagi anak untuk selalu ingat bahwa orang yang punya niat jahat seperti raksasa, akhirnya akan mendapatkan celaka.

Selain itu, mengingatkan anak segala rintangan dalam hidup dapat diselesaikan dengan baik jika dilakukan dengan usaha dan kerja keras.

Baca juga: • Dongeng Nusantara: Kisah Malin Kundang, Anak yang Durhaka • 10 Cara Mulai Menceritakan Dongeng pada Anak • 7 Tips Mendongeng Sebelum Tidur untuk Anak Romadecade.org Namun ia justru sangat terkejut saat menemukan bungkusan yang dikiranya berisi seorang bayi, tetapi isinya hanyalah sebutir biji timun.

Hatinya pun kembali bertanya-tanya. “Apa maksud raksasa itu memberikanku sebutir biji timun?” ucap Mbok Srini dengan bingung. Di tengah kebingungannya, tanpa disadari ada sesosok raksasa berdiri di belakangnya sambil tertawa terbahak-bahak. “Ha… ha… ha…!” demikian suara tawa raksasa itu.

Mbok Srini pun terkejut sambil membalikkan badannya. Betapa terkejutnya ia karena raksasa itulah yang hadir dalam mimpinya. Ia pun menjadi ketakutan. Bacaanceritadongenganak.com “Ampun, Tuan Raksasa! Jangan memakanku! Aku masih ingin hidup,” Mbok Srini memohon dengan muka pucat. “Jangan takut, hai perempuan tua! Aku tidak akan memakanmu. Bukankah kamu menginginkan seorang anak?” tanya raksasa itu.

“Be… benar, Tuan Raksasa!” jawab Mbok Srini dengan gugup. “Kalau begitu, segera tanam biji timun itu! Nanti kamu akan mendapatkan seorang anak perempuan.

Tapi, ingat! Kamu harus menyerahkan anak itu kepadaku saat ia sudah dewasa. Karena anak itu akan kujadikan santapanku,” ujar raksasa itu. Karena begitu besar keinginannya untuk memiliki anak, tanpa sadar Mbok Srini menjawab, “Baiklah, Raksasa! Aku bersedia menyerahkan anak itu kepadamu.” Dailymotion.com/Meyohovut Setelah Mbok Srini selesai memberikan kesediaannya, raksasa itu pun menghilang. Kemudian ia segera menanam biji timun itu di ladangnya.

Dengan penuh harapan, setiap hari ia merawat tanaman itu dengan baik. Dua bulan kemudian, tanaman itu pun mulai berbuah. Namun anehnya, tanaman timun itu hanya berbuah satu. Semakin hari buah timun menjadi semakin besar melebihi buah timun pada umumnya. Warnanya pun sangat berbeda, karena berwarna kuning keemasan. Ketika buah timun sudah masak, Mbok Srini memetiknya timun yang berat dengan susah payah ke gubuknya. Betapa terkejutnya ia ketika membelah buah timun itu. Ia melihat seorang bayi perempuan yang sangat cantik.

Saat akan menggendongnya, bayi itu tiba-tiba menangis. “Ngoa… ngoa… ngoa… !!!” demikian suara bayi itu. Dailymotion.com/Meyohovut Alangkah bahagianya hati Mbok Srini mendengar suara tangisan cerita rakyat timun mas yang sudah lama dirindukannya itu.

Ia pun memberi nama bayi itu Timun Mas. “Cup… cup… cup.!!! Jangan menangis anakku sayang… Timun Mas!” hibur Mbok Srini. Perempuan paruh baya itu tak dapat menyembuyikan kebahagiaannya. Hingga air matanya menetes membasahi kedua pipinya. Perasaan bahagia itu membuatnya lupa dengan janjinya bahwa dia akan memberikan bayi itu kepada raksasa suatu saat kelak.

Ia merawat dan mendidik Timun Mas dengan rasa kasih sayang hingga tumbuh menjadi perempuan yang cantik. Mbok Srini sangat bangga, karena selain cantik, Timun Mas juga memiliki kecerdasan yang luar biasa dan sifatnya yang baik. Oleh karena itu, ia sangat sayang kepadanya. Dailymotion.com/Meyohovut Suatu malam, Mbok Srini kembali bermimpi didatangi oleh raksasa yang memberi pesan kepadanya bahwa seminggu lagi ia akan datang menjemput Timun Mas.

Sejak itu, ia selalu duduk termenung seorang diri. Hatinya pun menjadi sedih, karena ia akan berpisah dengan anak yang sangat disayanginya. Ia baru menyadari bahwa raksasa itu ternyata adalah raksasa yang jahat, karena Timun Mas akan dijadikan santapannya!

Melihat Mbok Srini sering duduk termenung, Timun Mas pun bertanya-tanya dalam hati. Suatu sore, Timun Emas memberanikan diri untuk menanyakan kegundahan hati yang dirasakan oleh ibunya. “Bu, mengapa akhir-akhir ini Ibu selalu tampak sedih?” tanya Timun Mas. Dailymotion.com/Meyohovut Sebenarnya Mbok Srini tidak ingin menceritakan penyebab kegundahan hatinya, karena dia tidak ingin anaknya itu ikut bersedih.

Namun, karena terus didesak, akhirnya ia pun menceritakan asal-usul Timun Mas yang dirahasiakan selama ini. “Maafkan Ibu, Anakku! Selama ini Ibu merahasiakan sesuatu kepadamu,” kata Mbok Srini dengan wajah sedih. “Rahasia apa, Bu?” tanya Timun Mas penasaran.

“Ketahuilah, Timun Mas! Sebenarnya, kamu bukanlah anak kandung Ibu yang lahir dari rahim Ibu.” Jawab Mbok Srini Belum selesai ibunya bicara, Timun Mas tiba-tiba menyela. “Apa maksud, Ibu?” tanya Timun Mas. Baca juga: Dongeng Anak Nusantara: Sangkuriang dan Asal Mula Tangkuban Perahu Dailymotion.com/Meyohovut Mbok Srini pun menceritakan semua rahasia tersebut hingga mimpinya semalam bahwa sesosok raksasa akan datang menjemput anaknya itu untuk dijadikan santapan.

Mendengar cerita itu, Timun Mas menjadi kaget seolah-olah tidak percaya. “Aku tidak mau ikut bersama raksasa itu. Aku sangat sayang kepada Ibu yang telah mendidik dan membesarkan Timun,” kata Timun Mas. Mendengar perkataan Timun Mas, Mbok Srini kembali termenung.

Ia mencari cara agar anaknya selamat agar tidak menjadi santapan raksasa itu. Sampai pada hari yang telah dijanjikan oleh raksasa itu, Mbok Srini belum juga menemukan jalan keluar. Hatinya cerita rakyat timun mas mulai cemas. Dalam kecemasannya, tiba-tiba ia menemukan sebuah akal. Dailymotion.com/Meyohovut Ia menyuruh Timun Mas agar berpura-pura sakit. Dengan begitu, raksasa tidak akan mau menyantapnya. Saat matahari mulai senja, raksasa itu pun mendatangi gubuk Mbok Srini.

“Hai, Perempuan Tua! Mana anak itu? Aku akan membawanya sekarang,” pinta raksasa itu. “Maaf, Tuan Raksasa! Anak itu sedang sakit keras. Jika kamu menyantapnya sekarang, tentu dagingnya tidak enak.

Bagaimana kalau tiga hari lagi kamu datang kemari? Saya akan menyembuhkan penyakitnya terlebih dahulu,” bujuk Mbok Srini cerita rakyat timun mas mencoba mengulur waktu hingga ia menemukan cara agar Timur Mas bisa selamat. “Baiklah, kalau begitu!

cerita rakyat timun mas

Tapi, kamu harus berjanji akan menyerahkan anak itu kepadaku,” kata raksasa itu. Ceritabergambar.com Setelah Mbok Srini berjanji, raksasa itu pun menghilang. Mbok Srini kembali bingung untuk mencari cara lain. Akhirnya, ia menemukan cara yang untuk dapat menyelamatkan anaknya dari raksasa.

Ia akan meminta bantuan kepada seorang pertapa yang tinggal di sebuah gunung. “Anakku! Besok pagi-pagi sekali Ibu akan pergi ke gunung untuk menemui seorang pertapa. Dia adalah teman almarhum suami Ibu. Barangkali dia dapat membantu kita untuk menghentikan niat jahat raksasa itu,” ungkap Mbok Srini. “Benar, Bu! Kita harus membinasakan raksasa itu. Karena aku tidak mau menjadi santapannya,” jawab Timun Mas.

Ceritabergambar.com Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, berangkatlah Mbok Srini ke gunung itu. Sesampainya di sana, ia langsung menemui pertapa itu dan menyampaikan maksud kedatangannya. “Maaf, Tuan Pertapa! Maksud kedatangan saya kemari ingin meminta bantuan kepada Tuan,” kata Mbok Srini.

“Apa yang bisa kubantu, Mbok Srini?” tanya pertapa itu. Mbok Srini pun menceritakan masalah yang sedang dihadapi anaknya. Mendengar cerita Mbok Srini, pertapa itu pun bersedia membantu. “Baiklah, tunggu di sini sebentar!” ujar pertapa itu seraya berjalan masuk ke dalam ruang rahasianya. Dailymotion.com/Meyohovut Tak berapa lama, pertapa itu kembali sambil membawa empat buah bungkusan kecil, lalu menyerahkannya kepada Mbok Srini.

“Berikanlah bungkusan ini kepada anakmu. Keempat bungkusan ini masing-masing berisi biji timun, jarum, garam dan terasi. Jika raksasa cerita rakyat timun mas mengejarnya, suruh sebarkan isi bungkusan ini!” jelas pertapa itu. Setelah mendapat penjelasan itu, Mbok Srini pulang membawa keempat bungkusan tersebut. Setiba di gubuknya, Mbok Srini menyerahkan keempat bungkusan itu dan menjelaskan tujuannya kepada Timun Mas.

Kini, hati Mbok Srini mulai agak tenang, karena anaknya sudah mempunyai senjata untuk melawan raksasa itu. Dailymotion.com/Meyohovut Dua hari kemudian, Raksasa itu pun datang untuk menagih janjinya kepada Mbok Srini. Ia sudah tidak sabar lagi ingin membawa dan menyantap daging Timun Mas. “Hai, perempuan tua! Kali ini kamu harus menepati janjimu. Jika tidak, kamu juga akan kujadikan santapanku!” ancam raksasa itu. Mbok Srini tidak gentar lagi menghadapi ancaman itu.

Dengan tenang, ia memanggil Timun Mas agar keluar dari dalam gubuk. Tak berapa lama, Timun Emas pun keluar lalu berdiri di samping ibunya. “Jangan takut, Anakku! Jika raksasa itu akan menangkapmu, segera lari dan ikuti petunjuk yang telah kusamapaikan kepadamu,” Mbok Srini membisik Timun Mas. “Baik, Bu!” jawab Timun Mas. romadecade.org Melihat Timun Mas yang benar-benar sudah dewasa, rakasasa itu semakin tidak sabar ingin segera menyantapnya.

Ketika ia hendak menangkapnya, Timun Mas segera berlari sekencang-kencangnya. Raksasa itu pun mengejarnya. Tak ayal lagi, terjadilah kejar-kejaran antara makhluk raksasa itu dengan Timun Mas. Setelah berlari jauh, Timun Mas mulai kecapaian, sementara raksasa itu semakin mendekat. Akhirnya, ia pun mengeluarkan bungkusan pemberian pertapa itu.

Pertama-tama Timun Mas menebar biji timun yang diberikan oleh ibunya. Sungguh ajaib, hutan di sekelilingnya tiba-tiba berubah menjadi ladang timun. Dalam sekejap, batang timun tersebut menjalar dan melilit seluruh tubuh raksasa itu. Namun, raksasa itu mampu melepaskan diri dan kembali mengejar Timun Mas. Dongengceritarakyat.com Timun Emas pun segera melemparkan bungkusan yang berisi jarum. Dalam sekejap, jarum-jarum tersebut berubah menjadi rerumbunan pohon bambu yang tinggi dan runcing.

Namun, raksasa itu mampu melewatinya dan terus mengejar Timun Mas, walaupun kakinya berdarah-darah karena tertusuk bambu tersebut. Melihat usahanya belum berhasil, Timun Mas membuka bungkusan ketiga yang berisi garam lalu menebarkannya. Seketika itu pula, hutan yang telah dilewatinya tiba-tiba berubah menjadi lautan luas dan dalam, namun raksasa itu tetap berhasil melaluinya dengan mudah.

Timun Emas pun mulai cemas, karena senjatanya hanya tersisa satu. Jika senjata tersebut tidak berhasil melumpuhkan raksasa itu, maka tamatlah riwayatnya. Baca juga: • 10 Cara Mulai Menceritakan Dongeng pada Anak • Dongeng Nusantara: Kisah Malin Kundang, Anak yang Durhaka • Panduan untuk Mama: Materi Belajar PAUD Selama di Rumah Timun Mas adalah seorang gadis cantik yang baik hati, cerdas, dan pemberani.

Itulah sebabnya, ia sangat disayangi oleh ibunya yang bernama Mbok Srini. Suatu ketika, sesosok raksasa jahat ingin menyantap Timun Mas. Berkat keberaniannya, ia bersama ibunya berhasil melumpuhkan raksasa jahat itu. Kenapa raksasa itu hendak memangsa Timun Mas? Lalu, bagaimana Timun Mas dan ibunya mengalahkan raksasa itu? Kisah menarik ini dapat Anda ikuti dalam cerita Timun Mas berikut ini. * * * Alkisah, di sebuah kampung di daerah Jawa Tengah, hiduplah seorang janda paruh baya yang bernama Mbok Srini.

Sejak ditinggal mati oleh suaminya beberapa tahun silam, ia hidup sebatang kara, karena tidak mempunyai anak.

Ia sangat mengharapkan kehadiran seorang anak untuk mengisi kesepiannya. Namun, harapan itu telah pupus, karena suaminya telah meninggal dunia. Ia hanya menunggu keajaiban untuk bisa mendapatkan seorang anak. Ia sangat berharap keajaiban itu akan terjadi padanya. Untuk meraih harapan itu, siang malam ia selalu berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar diberi anak. Pada suatu malam, harapan itu datang melalui mimpinya. Dalam mimpinya, ia didatangi oleh sesosok makhluk raksasa yang menyuruhnya pergi ke hutan tempat biasanya ia mencari kayu bakar untuk mengambil sebuah bungkusan di bawah sebuah pohon besar.

Saat terbangun di pagi hari, Mbok Srini hampir cerita rakyat timun mas percaya dengan mimpinya semalam. “Mungkinkah keajaiban itu benar-benar akan terjadi padaku?” tanyanya dalam hati dengan ragu. Namun, perempuan paruh baya itu berusaha menepis keraguan hatinya. Dengan penuh harapan, ia bergegas menuju ke tempat yang ditunjuk oleh raksasa itu.

Setibanya di hutan, ia segera mencari bungkusan itu di bawah pohon besar. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan bungkusan yang dikiranya berisi seorang bayi, tapi ternyata hanyalah sebutir biji timun. Hatinya pun kembali bertanya-tanya.

“Apa maksud raksasa itu memberiku sebutir biji timun?” gumam janda itu dengan bingung. Di tengah kebingungannya, tanpa ia sadari tiba-tiba sesosok makhluk raksasa berdiri di belakangnya sambil tertawa terbahak-bahak. “Ha… ha… ha…!” demikian suara tawa raksasa cerita rakyat timun mas. Mbok Srini pun tersentak kaget seraya membalikkan badannya. Betapa terkejutnya ia karena raksasa itulah yang cerita rakyat timun mas dalam mimpinya. Ia pun menjadi ketakutan.

“Ampun, Tuan Raksasa! Jangan memakanku! Aku masih ingin hidup,” pinta Mbok Srini dengan muka pucat. “Jangan takut, hai perempuan tua! Aku tidak akan memakanmu. Bukankah kamu menginginkan seorang anak?” tanya raksasa itu. “Be… benar, Tuan Raksasa!” jawab Mbok Srini dengan gugup. “Kalau begitu, segera tanam biji timun itu!

Kelak kamu akan mendapatkan seorang anak perempuan. Tapi, ingat! Kamu harus menyerahkan anak itu kepadaku saat ia sudah dewasa. Anak itu akan kujadikan santapanku,” ujar raksasa itu. Karena begitu besar keinginannya untuk memiliki anak, tanpa sadar Mbok Srini menjawab, “Baiklah, Raksasa! Aku bersedia menyerahkan anak itu kepadamu.” Begitu Mbok Srini selesai menyatakan kesediaannya, raksasa itu pun menghilang. Perempuan itu segera menanam biji timun itu di ladangnya.

Dengan penuh harapan, setiap hari ia merawat tanaman itu dengan baik. Dua bulan kemudian, tanaman itu pun mulai berbuah. Namun anehnya, tanaman timun itu hanya berbuah satu. Semakin hari buah timun semakin besar melebihi buah timun pada umumnya. Warnanya pun sangat berbeda, yaitu berwarna kuning keemasan. Ketika buah timun masak, Mbok Srini memetiknya, lalu membawanya pulang ke gubuknya dengan susah payah, karena berat. Betapa terkejutnya ia setelah membelah buah timun itu. Ia mendapati seorang bayi perempuan yang sangat cantik.

Saat akan menggendongnya, bayi itu tiba-tiba menangis. “Ngoa… ngoa… ngoa… !!!” demikian suara bayi itu. Alangkah bahagianya hati Mbok Srini mendengar suara tangisan bayi yang sudah lama dirindukannya itu. Ia pun memberi nama bayi itu Timun Mas. “Cup… cup… cup.!!! Jangan menangis anakku sayang… Timun Mas!” hibur Mbok Srini. Perempuan paruh baya itu tak mampu lagi menyembuyikan kebahagiaannya. Tak terasa, air matanya menetes membasahi kedua pipinya yang sudah mulai keriput.

Perasaan bahagia itu membuatnya lupa kepada janjinya bahwa dia akan menyerahkan bayi itu kepada raksasa itu suatu saat kelak. Ia merawat dan mendidik Timun Mas dengan penuh kasih sayang hingga tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Janda tua itu sangat bangga, cerita rakyat timun mas selaing cantik, putrinya juga memiliki kecerdasan yang luar biasa dan perangai yang baik.

Oleh karena itu, ia sangat sayang kepadanya. Suatu malam, Mbok Srini kembali bermimpi didatangi oleh raksasa itu dan berpesan kepadanya bahwa seminggu lagi ia akan datang menjemput Timun Mas.

Sejak itu, ia selalu duduk termenung seorang diri. Hatinya sedih, karena ia akan berpisah dengan anak yang sangat disayanginya itu. Ia baru menyadari bahwa raksasa itu ternyata jahat, karena Timun Mas akan dijadikan santapannya.

Melihat ibunya sering duduk termenung, Timun Mas pun bertanya-tanya dalam hati. Suatu sore, Timun Emas memberanikan diri untuk menanyakan kegundahan hati ibunya. “Bu, mengapa akhir-akhir ini Ibu selalu tampak sedih?” tanya Timun Mas.

Sebenarnya Mbok Srini tidak ingin menceritakan penyebab kegundahan hatinya, karena dia tidak ingin anak semata wayangnya itu ikut bersedih.

Namun, karena terus didesak, akhirnya ia pun menceritakan perihal asal-usul Timun Mas yang selama ini ia rahasiakan. “Maafkan Ibu, Anakku! Selama ini Ibu merahasiakan sesuatu kepadamu,” kata Mbok Srini dengan wajah sedih. “Rahasia apa, Bu?” tanya Timun Mas penasaran. “Ketahuilah, Timun Mas! Sebenarnya, kamu bukanlah anak kandung Ibu yang lahir dari rahim Ibu.” Belum selesai ibunya bicara, Timun Mas tiba-tiba menyela.

“Apa maksud, Ibu?” tanya Timun Mas. Mbok Srini pun menceritakan semua rahasia tersebut hingga mimpinya semalam bahwa sesosok raksasa akan datang menjemput anaknya itu untuk dijadikan santapan. Mendengar cerita itu, Timun Mas tersentak kaget seolah-olah tidak percaya.

cerita rakyat timun mas

“Timun tidak mau ikut bersama raksasa itu. Timun sangat sayang kepada Ibu yang telah mendidik dan membesarkan Timun,” kata Timun Mas. Mendengar perkataan Timun Mas, Mbok Srini kembali termenung. Ia bingung mencari cara agar anaknya selamat dari santapan raksasa itu.

Sampai pada hari yang telah dijanjikan oleh raksasa itu, Mbok Srini belum juga menemukan jalan keluar. Hatinya pun mulai cemas. Dalam kecemasannya, tiba-tiba ia menemukan sebuah akal. Ia menyuruh Timun Mas berpura-pura sakit. Dengan begitu, tentu raksasa itu tidak akan mau menyantapnya.

Saat matahari mulai senja, raksasa itu pun mendatangi gubuk Mbok Srini. “Hai, Perempuan Cerita rakyat timun mas Mana anak itu? Aku akan membawanya sekarang,” pinta raksasa itu.

“Maaf, Tuan Raksasa! Anak itu sedang sakit keras. Jika kamu menyantapnya sekarang, tentu dagingnya tidak enak. Bagaimana kalau tiga hari lagi kamu datang kemari?

cerita rakyat timun mas

Saya akan menyembuhkan penyakitnya terlebih dahulu,” bujuk Mbok Srini mengulur-ulur waktu hingga ia menemukan cara agar Timur Mas bisa selamat. “Baiklah, kalau begitu! Tapi, kamu harus berjanji akan menyerahkan anak itu kepadaku,” kata raksasa itu.

Setelah Mbok Srini menyatakan berjanji, raksasa itu pun menghilang. Mbok Srini kembali bingung mencari cara lain. Setelah berpikir keras, akhirnya ia menemukan cara yang menurutnya dapat menyelamatkan anaknya dari santapan raksasa itu. Ia akan meminta bantuan kepada seorang pertapa yang tinggal di sebuah gunung. “Anakku! Besok pagi-pagi sekali Ibu akan pergi ke gunung untuk menemui seorang pertapa.

Dia adalah teman almarhum suami Ibu. Barangkali dia bisa membantu kita untuk menghentikan niat jahat raksasa itu,” ungkap Mbok Srini.

“Benar, Bu! Kita harus membinasakan raksasa itu. Timun tidak mau menjadi santapannya,” imbuh Timun Mas. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, berangkatlah Mbok Srini ke gunung itu. Sesampainya di sana, ia langsung menemui pertapa itu dan menyampaikan maksud kedatangannya. “Maaf, Tuan Pertapa! Maksud kedatangan saya kemari ingin meminta bantuan kepada Tuan,” kata Mbok Srini.

“Apa yang bisa kubantu, Mbok Srini?” tanya pertapa itu. Mbok Srini pun menceritakan masalah yang sedang dihadapi anaknya. Mendengar cerita Mbok Srini, pertapa itu pun bersedia membantu. “Baiklah, kamu tunggu di sini sebentar!” seru pertapa itu seraya berjalan masuk ke dalam ruang rahasianya.

Tak berapa lama, pertapa itu kembali sambil membawa empat buah bungkusan kecil, lalu menyerahkannya kepada Mbok Srini. “Berikanlah bungkusan ini kepada anakmu. Keempat bungkusan ini masing-masing berisi biji timun, jarum, garam dan terasi. Jika raksasa itu mengejarnya, suruh cerita rakyat timun mas isi bungkusan ini!” jelas pertapa itu.

Setelah mendapat penjelasan itu, Mbok Srini pulang membawa keempat bungkusan tersebut. Setiba di gubuknya, Mbok Srini menyerahkan keempat bungkusan itu dan menjelaskan tujuannya kepada Timun Mas. Kini, hati Mbok Srini mulai agak tenang, karena anaknya sudah mempunyai senjata untuk melawan raksasa itu. Dua hari kemudian, Raksasa itu pun datang untuk menagih janjinya kepada Mbok Srini.

Ia sudah tidak sabar lagi ingin membawa dan menyantap daging Timun Mas. “Hai, perempuan tua! Kali ini kamu harus menepati janjimu. Jika tidak, kamu juga akan kujadikan santapanku!” ancam raksasa itu. Mbok Srini tidak gentar lagi menghadapi ancaman itu. Dengan tenang, ia memanggil Timun Mas agar keluar dari dalam gubuk. Tak berapa lama, Timun Emas pun keluar lalu berdiri di samping ibunya.

“Jangan takut, Anakku! Jika raksasa itu akan menangkapmu, segera lari dan ikuti petunjuk yang telah kusamapaikan kepadamu,” Mbok Srini membisik Timun Mas.

“Baik, Bu!” jawab Timun Mas. Melihat Timun Mas yang benar-benar sudah dewasa, rakasasa itu semakin tidak sabar ingin segera menyantapnya. Ketika ia hendak menangkapnya, Timun Mas segera berlari sekencang-kencangnya. Raksasa itu pun mengejarnya. Tak ayal lagi, terjadilah kejar-kerajaan antara makhluk raksasa itu dengan Timun Mas. Setelah berlari jauh, Timun Mas mulai kecapaian, sementara raksasa itu semakin mendekat.

Akhirnya, ia pun mengeluarkan bungkusan pemberian pertapa itu. Pertama-tama Timun Mas menebar biji timun yang diberikan oleh cerita rakyat timun mas. Sungguh ajaib, hutan di sekelilingnya tiba-tiba berubah menjadi ladang timun. Dalam sekejap, batang timun tersebut menjalar dan melilit seluruh tubuh raksasa itu. Namun, raksasa itu mampu melepaskan diri dan kembali mengejar Timun Mas. Timun Emas pun segera melemparkan bungkusan yang berisi jarum. Dalam sekejap, jarum-jarum tersebut berubah menjadi rerumbunan pohon bambu yang tinggi dan runcing.

Namun, raksasa itu mampu melewatinya dan terus mengejar Timun Mas, walaupun kakinya berdarah-darah karena tertusuk bambu tersebut. Melihat usahanya belum berhasil, Timun Mas membuka bungkusan ketiga yang berisi garam lalu menebarkannya. Seketika itu pula, hutan yang telah dilewatinya tiba-tiba berubah menjadi lautan luas dan dalam, namun raksasa itu tetap berhasil melaluinya dengan mudah.

Timun Emas pun mulai cemas, karena senjatanya hanya tersisa satu. Jika senjata tersebut tidak berhasil melumpuhkan raksasa itu, maka tamatlah riwayatnya. Dengan penuh keyakinan, ia pun melemparkan bungkusan terakhir yang berisi terasi. Seketika itu pula, tempat jatuhnya terasi itu tiba-tiba menjelma menjadi lautan lumpur yang mendidih. Alhasil, raksasa itu pun tercebur ke dalamnya dan tewas seketika.

Maka selamatlah Timun Emas dari kejaran dan santapan raksasa itu. Dengan sekuat tenaga, Timun Emas berjalan menuju ke gubuknya untuk menemui ibunya. Melihat anaknya selamat, Mbok Srini pun langsung berucap syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Sejak itu, Mbok Srini dan Timun Mas hidup berbahagia. * * * Demikian dongeng Timun Mas dari daerah Jawa Tengah, Indonesia.

Cerita di atas memberikan pelajaran bahwa orang yang selalu berniat jahat terhadap orang lain seperti raksasa itu, pada akhirnya akan celaka. Selain itu, cerita di atas juga mengandung pelajaran bahwa dengan usaha dan kerja keras segala rintangan dan cobaan dalam hidup ini dapat diselesaikan dengan baik.

Hal ini ditunjukkan oleh Mbok Srini dan Timun Mas. Berkat usaha dan kerja kerasnya, mereka dapat membinasakan raksasa jahat yang hendak memangsa Timun Mas.
Cerita legenda Timun Mas sudah pernah kami posting sebelumnya. Kali ini kami memposting versi yang lebih lengkap dari Cerita Rakyat Timun Mas ini.

Dongeng yang berasal dari Jawa Tengah ini sangat menarik dan sangat sayang untuk di lewatkan. Selamat membaca. Cerita Legenda Timun Mas dari Jawa Tengah Di sebuah desa hiduplah seorang perempuan tua bernama Mbok Yem. Ia hidup sebatang kara. Mbok Yem ingin sekali memiliki seorang anak, agar dapat merawat dirinya yang sudah mulai tua. Namun, itu semua mustahil karena ia tidak mempunyai suami. Setiap hari MbokYem pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Pada suatu hari, di tengah hutan.

Ia bertemu dengan seorang raksasa yang sangat menyeramkan. Tubuh raksasa itu lebih tinggi dari pohon. Kulitnya penuh dengan bulu yang kasar. Kulitnya gelap. Mulutnya terdapat sepasang taring yang sagat tajam. Kukunya panjang dan kontor. Mbok Yem sangat ketakutan. Tubuhnya gemetaran melihat mahluk yang sangat besar itu. Raksasa itu berkata dengan suara yang sangat membahana,” Hei, perempuan tua? Jangan takut, aku tidak akan memakanmu. Kamu sudah terlalu tua. Dagingmu keras dan tidak enak. Aku datang kesini hanya ingin memberikan sesuatu padamu.” Raksasa itu memberikan beberapa butir benih tanaman dan berkata,”Tanamlah benih ini dan rawatlah dengan baik dan kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan selama ini.

tapi ingat, kau tidak boleh menikmatnya seorang diri. Kau harus memberikannya kepadaku juga sebagai tanda terima kasih.” Mbok Yem hanya mengangguk. Ia langsung pulang ke rumahnya. Setiba Mbok Yem dirumah, sesuai dengan petunjuk si raksasa itu, di tanamlah benih tersebut. Ajaibnya, keesokan harinya, benih tanaman itu telah tumbuh menjadi tanaman mentimun. Buah-buahnya besar-besar. Jika terkena sinar matahari, warnanya besinar seperti emas. Karena penasaran dengan dengan buah mentimun itu, akhirnya di petiklah satu yang paling besar.

Ketika di belah, Mbok Yem sangat terkejut. Di dalam timun tersebut ada seorang bayi perempuan yang sangat cantik. “Jadi ini maksud dari ucapan si raksasa.” ujarnya dalam hati. Betapa senangnya Mbok Yem. Tidak pernah terbayangkan akan mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik. Karena lahir dari buah mentimun berwarna keemasan. Anak itu di beri nama Timun Mas. Keesokan harinya, cerita rakyat timun mas hutan, Mbok Yem bertemu kembali engan si raksasa Raksasa itu berkata, ” Engakau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini.

Sesuai dengan janjimu, engkau harus membaginya denganku.” Mbok Yem bingung, ia bertanya, ” Bagaimna mungkin bayi perempuan bisa dibagi?” “Tidak usah bingung perempuan tua. Kau boleh memilikinya sampai usia 17 tahun. Selanjutnya. Anak itu akan menjadi santapanku.” Jelas raksasa. “Baiklah raksasa. Aku akan merawat anak itu, dan menganggap anak itu anakku sendiri sampai usia 17 tahun,” ujar Mbok Yem. Timun Mas tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat baik hati dan cantik jelita.

Kulitnya kuning langsat. Tubuhnya tinggi semampai. Rambutnya hitam berkilau. Semakin hari kecantikannya, semakin terlihat. Timun Mas juga sangat rajin membantu ibunya. Ia selalu menemani ibunya mencari kayu bakar di hutan.

Kebaikan hati Timun Mas membuat Mbok Yem khawatir kehilangannya. Ia sangat menyayangi Timun Mas untuk menjadi santapan si raksasa. Tahun demi tahun terus berganti. Kini, Timun Mas sudah cerita rakyat timun mas usia 17 tahun. Sudah waktunya bagi raksasa itu untuk mengambil Timun Mas Mbok Yem menyuruh Timun Mas bersembunyi di dalam kamar.

Tiba-tiba, terdengar suara dentuman yang sangat keras. Itu adalah suara langkah kaki si raksasa. Mbok Yem gemetar ketakutan. “Hai perempuan tua! Mana anak perempuanmu yang telah kau janjikan untukku ?” teriak raksasa itu. “Ia sedang mandi di kali, Tuan raksasa. Tubuhnya sangat bau. Kau pasti tidak akan suka memakannya” Ujar Mbok Yem. “Baiklah. Aku akan kembali seminggu lagi. Pastikan ketika aku kembali ia sudah siap untuk ku bawa ke hutan.” Ujar raksasa. “Tentu saja. Tuan. Aku tak akan mengecewakanmu.” Ujar Mbok Yem.

Maka pergilah raksasa itu kembali ke hutan. Mbok Yem dan Timun Mas sangat lega. Mereka masih punya waktu semiggu untuk bersama. Namun, setelah seminggu berlalu dan raksasa itu datang kembali, ibu dan anak ini tetap tidak mau berpisah. Timun Mas kembali cerita rakyat timun mas. Kali ini di dapur, di dalam tempayan air yang kosong. ” Hai perempuan tua. Aku kembali untuk menagih janjimu!

Cepat serahkan anak perempuanmu.” Teriak si raksasa.

cerita rakyat timun mas

” Maaf, Tuan raksasa. Timun Mas sedang menjual kayu ke kampung. Bila saja engkau datang lebih pagi, engkau pasti bertemu dengan dia.” Ujar Mbok Yem Dengan setengah marah raksasa itu berteriak. ” Baiklah, ku beri waktu 1 minggu lagi. Jika anakmu tidak kau serahkan kepadaku.

Akan ku hancurkan rumahmu.” Mbok Yem semakin ketakutan dan bingung denngan ancaman si raksasa. Ia sungguh tidak rela anak perempuanya yang sangat cantik cerita rakyat timun mas santapan si raksasa yang kejam itu. Melihat keadaan ibunya. Timun Mas berkata. ” Ibu, janganlah bersedih. Relakanlah aku menjadi santapan raksasa itu.” Ujar Timun Mas.

“Tidak anakku. Ibu tidak akan membiarkanmu menjadi mangsa raksasa jahat itu. ibu akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu.” Ujar Mbok Yem. Kemudian Mbok Yem pergi menemui seorang kakek yang sakti tinggal di gunung. Kakek sakti itu memberikan benih mentimun, sebuah duri, sebutir garam, dan sepotong terasi. Seminggu kemudian, raksasa itu datang lagi. Kali ini, si raksasa sudah tidak dapat menahan emosinya. Kakinya yang besar, di hentak-hentakan ke tanah sehingga bumi bergetar. “Cepat serahkan anakmu atau ku hancurkan rumah beserta dirimu!

Aku sudah sangat lapar!” teriak raksasa. ” Maaf, Tua raksasa. Anakku sudah berjalan ke hutan. Kembalilah engkau ke hutan tempat tinggalmu.

Timun Mas sudah berada di sana.” Kata Mbok berbohong. Pada saat itu. Timun Mas sudah keluar rumah melalui pintu belakang. Ia membawa semua benda yang di berikan oleh kakek sakti dari gunung itu.

Ketika akan kembali ke hutan, si raksasa melihat Timun Mas berlari dari belakang rumah. Di kejarnya Timun Mas. Meskipun panik. Timun Ma masih mengingat perintah ibunya untuk melempar sebutir benih mentimun. Benih mentimun itu langsung berubah menjadi lading mentimun dengan buah yang besar-besar.

Karena kelaparan, si raksasa memakan mentimun-mentimun di ladang itu. Setelah keyang. Ia kembali mengejar Timun Mas. Meskipun perutnya yang kekenyangan membuat jalannya menjadi lambat. Raksasa itu tetap bisa mengejar Timun Mas karena langkah kakinya yang panjang.

Cerita Legenda Timun Mas dari Jawa Tengah Ketika si raksasa sudah dekat. Timun Mas melemparkan sebuah duri. Duni itu berubah menjadi sebuah hutan bambu. Hutan bambu itu memperlambat jalan raksasa itu. Tubuhnya menjadi penuh luka karena tertusuk batang bambu. Namun, raksasa itu tidak menyerah. Ia tetap mengejar mangsanya. Kali ini, Timun Mas melemparkan sebutir garam. Garam itu berubah menjadi sebuah lautan yang luas. Raksasa itu harus berenang untuk mengejar Timun Mas.

Ia berhasil, tetapi tubuhnya sudah sangat lelah. Raksasa itu terus mengejar Timun Mas meskipun sudah kelelahan. Timun Mas melempar sepotong terasi. Kali ini terasi tersebut berubah menjadi lumpur hisap. Raksasa itu berteriak meminta tolong ketika tubuhnya terhisap lumpur. Tubuh raksasa yang besar tidak mampu melawan hisapan lumpur karena kelelahan.

Ia pun tewas terhisap lumpur. Maka, tamatlah riwayat raksasa jahat itu. Setelah bebas dari raksasa jahat cerita rakyat timun mas. Kehidupan Timun Mas dan Mbok Yem membaik. Timun Mas bertemu dengan seorang pangeran dari negeri seberang. Pangeran itu jatuh cinta kepadanya.

Merekapun menikah. Timun Mas dan Mbok Yem diboyong oleh pangeran itu ke istananya. Mereka hidup bahagia selamanya. Pesan Moral dari Cerita Legenda Timun Mas dari Jawa Tengah adalah janganlah kita bertindak semena-mena terhadap orang lain. Karena hal itu akan membawa malapetaka bagi diri cerita rakyat timun mas /> Ingin membacakan cerita rakyat Timun Mas pada buah hati tercinta? Sekarang kamu telah berada di tempat tepat.

cerita rakyat timun mas

Selain ceritanya, di sini juga telah kami paparkan unsur intrinsik dan serba-serbi dongeng Timun Mas. Di segala penjuru daerah di Indonesia terdapat beragam dongeng, legenda, atau mitos, yang menarik untuk dibaca. Di Jawa Tengah sendiri, cerita rakyat Timun Mas adalah yang cukup populer. Kamu tentu sudah pernah mendengar dongeng ini saat masih kecil, kan? Mungkin saja kamu mendengar ceritanya dari gurumu, ibu, atau membacanya sendiri dari buku dongeng. Apakah saat ini kamu ingin membacakan cerita rakyat Timun Mas ke anak atau keponakanmu yang masih kecil?

Bila iya, kamu bisa membacakan kisahnya yang telah kami paparkan di artikel ini. Tak hanya cerita, di sini juga terdapat unsur intrinsik, pesan moral, dan fakta menariknya. Yuk, baca langsung saja! Cerita Rakyat Timun Mas Sumber: Alchetron Pada zaman dahulu kala, di Jawa Tengah hiduplah sepasang suami istri yang tak kunjung mendapat momongan. Sepanjang malam, mereka terus berdoa kepada Tuhan agar diberi anak. Namun, doa mereka tak pernah terwujud. Hingga suatu hari, sang suami pun meninggal.

Sang istri yang dikenal dengan nama Mbok Srini pun semakin kesepian. Ia terus-terusan menangis meratapi nasibnya. Meski sudah tak memiliki suami, keinginan memiliki anak tak pernah hilang. Ia berharap adanya keajaiban untuk bisa memiliki momongan. Baca juga: Kisah Kupu-Kupu Berhati Mulia & Ulasan Menariknya, Pengingat untuk Selalu Berbuat Baik pada Siapa Saja Bermimpi Didatangi Raksasa Pada suatu malam, Mbok Srini bermimpi bertemu dengan sesosok raksasa.

Dalam mimpinya, raksasa tersebut meminta Mbok Srini untuk mengambil suatu bungkusan dekat pohon besar yang berada dekat hutan tempat Mbok Srini biasa mencari kayu bakar. Raksasa itu mengatakan “Ambil bungkusannya”. Setelah itu, Mbok Srini terbangun dari mimpinya. Karena terasa nyata, ia pun penasaran apakah benar ada bingkisan di pohon besar. Untuk membuktikannya, ia pun bergegas pergi ke hutan dan mencari pohon besar yang ditunjukkan oleh raksasa itu. Benar saja, ia menemukan sebuah bingkisan kecil.

Saat dibuka, ia menemukan biji mentimun. “Apa maksud Raksasa memberiku sebutir biji mentimun?” ucapnya dalam hati. Mbok Srini pun semakin kebingungan. Ia tak tahu maksud dari raksasa memberikan sebutir biji mentimun.

Dalam lamunannya memikirkan maksud dari biji mentimun tersebut, datanglah raksasa yang ada dalam mimpi Mbok Srini. Raksasa itu tertawa dengan kencangnya, “Ha… ha… ha!”. Mbok Srini pun terkejut dan merasa ketakutan. Walaupun pernah bertemu dalam mimpi, ia tak menyangka kan melihat raksasa yang berwarna hijau ini secara langsung. Melakukan Perjanjian dengan Raksasa Karena ketakutan, Mbok Srini pun terus-terusan mengucap ampun, “Ampuni aku tuan Raksasa, tolong jangan sakiti aku”.

“Jangan takut padaku! Aku tak akan memakanmu. Aku dengar, kau menginginkan seorang anak?” tanya raksasa itu dengan suara lantang. Dengan suara yang terbata-bata, Mbok Srini menjawab pertanyaan raksasa, “I. iya, benar, tu… tuan… Raksasa.

A… aku ingin anak, ta… tapi suamiku sudah meninggal”. “Ha… ha… ha…” raksasa itu menertawakan Mbok Srini. “Kalau kau sangat ingin punya anak, segeralah tanam biji timun yang kau pegang itu. Lalu, nanti kau kan dapatkan apa yang kau inginkan!”, jawab raksasa.

“Benarkah bisa begitu tuan Raksasa? Aku akan sangat berterima kasih bila engkau bisa mengabulkan harapanku.” ucap Mbok Srini dengan wajah penuh harap. “Tentu saja benar! Tapi, kau kira semua ini tak ada syaratnya? Ha… ha… ha…” jawab raksasa dengan suara kencangnya. “Apa syarat yang harus aku lakukan, Tuan? Aku kan berusaha untuk melakukannya.

Asalkan aku benar-benar bisa mendapatkan anak.” ucap Mbok Srini. “Jika nanti anakmu sudah berumur 17 tahun, ia akan aku ambil. Lalu, aku akan memakannya dengan lahap. Kamu sanggup? Ha… ha… ha…” ucap raksasa kejam. Saking besar keinginannya memiliki anak, Mbok Srini pun langsung menjawab “Baiklah, Tuan! Aku bersedia memenuhi syarat yang kau berikan.” Muncullah Anak Perempuan Berparas Cantik Mbok Srini langsung bergegas pulang ke rumah.

Dengan wajah sumringah, ia menanam biji timun di tanah yang paling subur dekat rumahnya. Ia merawat dan menjaganya dengan baik. Tiap pagi dan sore, ia menyirami biji timunnya dengan baik. Tak disangka-sangka, biji itu tumbuh menjadi pohon dengan cepatnya. Lalu, muncullah timun berwarna kuning keemasan. Warnanya sangatlah cantik. Mbok Srini sudah tak sabar menunggu kedatangan anak.

Dua bulan kemudian, timun itu tumbuh sangat besar melebihi buah mentimun pada umumnya. Dirasa sudah matang, Mbok Srini memetik timunnya dengan hati-hati, Ia lalu membelah mentimunnya dengan sangat berhati-hati. Saat berhasil membukanya, ia sangat terkejut karena dalamnya terdapat bayi perempuan yang sangat cantik jelita. Mbok Srini pun menangis kegirangan.

Ia sangat bersyukur karena akhirnya memiliki momongan yang selama ini didambakannya. Bayi itu dipeluknya dengan hangat. Karena lahir dari timun berwarna kuning keemasan, bayi perempuan itu diberi nama Timun Mas. Mbok Srini terus-terusan mencium dan memeluk anaknya.

Ia merawat dan mendidik gadis itu dengan baik. Wajahnya sangatlah cantik. Ditambah lagi, ia juga sangat cerdas dan memiliki sifat yang baik. Semakin hari, Mbok Srini semakin menyayanginya. Sampai-sampai, ia lupa dengan janji yang telah dibuatnya dengan raksasa. Raksasa Datang Lagi ke Mimpi Mbok Srini Sumber: BBC Di usia anaknya yang hampir 17 tahun, Mbok Srini bermimpi bertemu raksasa.

Dalam mimpinya, raksasa berkata akan menjemput gadis itu seminggu lagi, atau tepat ulang tahun perempuan cantik itu. Saat terbangun dari tidurnya, Mbok Srini sangat bersedih. Ia pun teringat dengan janjinya dahulu. Air mata pun tak terbendungkan.

Melihat ibunya menangis, anak perempuan itu pun bertanya, “Bu, kenapa menangis? Apa yang terjadi? Ceritakan padaku, Bu.” Dengan hati yang sangat terluka, Mbok Srini pun memeluk anaknya dengan sangat erat. “Nak, ibu sangat menyayangimu. Ibu tak ingin kehilanganmu.” ucap Mbok Srini dengan isak tangis. “Aku tak akan meninggalkanmu, Bu.

Selamanya aku kan bersamamu” jawab gadis itu seraya menepuk pundak ibunya. Mbok Srini Menceritakan Rahasianya Selama Ini “Anakku, maafkan ibumu ini, ya, Nak. Selama ini ada rahasia yang coba ibu tutup-tutupi.” ucap Mbok Srini. “Rahasia apa, Bu? Apa yang selama ini Ibu sembunyikan dariku?

” jawab gadis itu dengan penasaran. “Sebenarnya, kamu bukanlah anak kandungku.” ucap Mbok Srini dengan kepala menunduk. Ia tak sanggup menatap mata anaknya. “Apa maksud Ibu?” tanyanya dengan wajah penuh rasa penasaran. Mbok Srini pun menceritakan semua yang dialaminya dari awal hingga akhir. Ia mengakhiri ceritanya dengan mimpi yang dialaminya semalam. Dengan isak tangis, Mbok Srini berkata tak ingin menyerahkan anaknya pada cerita rakyat timun mas.

Gadis itu pun tersentak kaget dengan cerita ibunya. “Aku tidak ingin meninggalkanmu, Bu. Aku tak ingin menjadi santapan raksasa. Bagaimana caranya agar aku bisa selamat?”.

Mendengar ungkapan anaknya, Mbok Srini pun termenung dan memikirkan hal apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan anaknya. Menemui Seorang Pertapa Setelah berhari-hari memikirkan cara menyelamatkan anaknnya, akhirnya Mbok Srini memutuskan untuk pergi ke gunung untuk menemui seorang pertapa.

Ia hendak bertanya, hal apa saja yang bisa dilakukannya agar bisa menyelamatkan Timun Mas. “Anakku tersayang, besok Ibu akan pergi ke gunung menemui seorang pertapa.

Ia adalah teman almarhum ayahmu. Ibu berharap, ia bisa membantu kita.” ungkap Mbok Srini. “Baiklah, Bu. Semoga kita mendapatkan jalan keluarnya. Aku ingin selamat dan tinggai bersama Ibu.” imbuh Timun Mas. Keesokan harinya, Mbok Srini menuju ke gunung. Sesampainya di sana, ia langsung menemui pertapa itu dan menyamapaikan maksud kedatangannya. Mbok Srini pun menceritakan semua kejadian yang dialami. Seorang pertapa itu pun mengangguk-angguk tanda mengerti maksud dari cerita Mbok Srini.

Pada akhir cerita, Mbok Srini bertanya, “Apa yang bisa kulakukan untuk menyelamatkan anakku? Aku memohon dengan cerita rakyat timun mas Tuan bisa membantuku.” “Baiklah, karena kamu adalah istri dari kawanku, maka aku akan membantumu.” ia pun masuk ke dalam ruang rahasianya.

Saat kembali menemui Mbok Srini, dibawanya empat bungkusan kecil. “Ini kubawakan empat bungkus yang berisi biji timun, garam, dan terasi. Mintalah Timun Mas berlari sekencang-kencangnya. Bila Raksasa hendak menangkapnya, mintalah ia untuk menyebarkan satu persatu isi dari bungkusan ini!” jelas pertapa tersebut. Setelah memahaminya, Mbok Srini pun kembali ke rumah. Ia menceritakan pada Timun Mas, apa saja yang perlu dilakukannya untuk selamat dari raksasa. Raksasa Mengejar Timun Mas Sumber: Alchetron Dua hari kemudian, tepat pada ulang tahun Timun Mas, raksasa datang ke rumah Mbok Srini.

“Di mana anakmu? Aku sudah lapar.” teriak raksasa seraya menghentak-hentakkan kakinya. Tanpa rasa takut, Mbok Srini mengadapi Raksasa, “Aku takkan menyerahkan anakku.

Dia milikku. Kamu tak seharusnya merebutnya dariku!” Ia pun meminta anaknya berlari menuju hutan. Raksasa geram, ia marah dan mengejar Timun Mas. Sepanjang perjalanan, ia meneriakkinya, “Kau adalah santapanku, aku sudah tak sabar ingin memakanmu”. Dengang lantang gadis itu mengatakan sambil berlari, “Aku bukan santapanmu. Aku takkan menyerahkan diriku.” Ketika raksasa semakin dekat, Timun Mas pun melempar bungkusan pertama yang berisi biji mentimun.

Dalam sekejap, biji-biji itu berubah menjadi batang timun yang menjalar dan melilit tubuh raksasa. Namun, raksasa itu berhasil lolos dan mengejar gadis itu.

Timun Mas berlari dengan sangat kencang. Saat raksasa mendekat, ia lalu melemparkan bungkusan kedua yang berisi jarum. Jarum-jarum itu lalu berubah menjadi bambu-bambu runcing yang menghalangi raksasa. Karena sangat kuat, raksasa itu mampu melewatinya. Ia terus mengejar anak Mbok Srini meski kaki dan tubuhnya berdarah-darah.

Gadis itu lalu mengeluarkan bungkusan ketiga. Isinya adalah garam. Seketika, garam itu berubah menjadi lautan luas dan dalam. Tapi tetap saja raksasa bisa melewatinya. Mengetahui betapa kuatnya raksasa, Timun Mas pun mulai cemas. Ia hanya memiliki satu bungkusan saja. Demi bisa berkumpul lagi dengan sang ibu, ia pun kembali berlari dengan kencang.

Ia yakin dirinya bisa melawan raksasa. Dengan penuh keyakinan dan tenaga yang cerita rakyat timun mas, Timun Mas melempar bungkusan terakhir ketika raksasa hampir meraih tubuhnya. Tak disangka-sangka, bungkusan terebut berisi terasi yang menjelma menjadi lautan lumpur mendidih.

Pada akhirnya, raksasa terjebur ke dalam lumpur dan ia pun tewas seketika. Dengan langkah tergopoh, Timun Mas kembali ke rumah. “Ibu, aku kembali. Aku berhasil mengalahkan Raksasa” ucap gadis itu dengan semangat. Mbok Srini yang sedari tadi menangis karena mencemaskan anaknya pun datang menyambut dan memeluk anaknya. Akhirnya, mereka pun hidup bahagia. Baca juga: Kisah Sawerigading dari Sulawesi Selatan & Ulasan Menariknya, Penyemangat Agar Pantang Menyerah Unsur Intrinsik Cerita Rakyat Timun Mas Setelah membaca legenda tentang Timun Mas tadi, sekarang saatnya menggali beberapa unsur intrinsiknya.

Berikut adalah penjabarannya; 1. Tema Tema atau inti dari cerita rakyat Timun Mas adalah tentang perjuangan dan kegigihan menyelamatkan diri dari raksasa. 2.

Tokoh dan Perwatakkan Sumber: Timun Mas yang Pemberani – Little Serambi Dalam legenda Timun Mas, terdapat tiga tokoh utama yang mewarnai cerita rakyat ini.

Mereka adalah Mbok Srini, Timun Mas, dan raksasa. Tokoh antagonis dalam cerita ini adalah raksasa yang digambarkan memiliki tubuh besar berwarna hijau. Mbok Srini memiliki sifat yang penyayang. Terbukti, ia merawat dan menyayangi Timun Mas dengan sangat baik. Dalam cerita ini, Timun Mas adalah anak yang tak mudah menyerah.

Pada awal cerita, ada 1 tokoh yang tak begitu banyak diceritakan, yaitu suami Mbok Srini. 3. Latar Dari cerita rakyat ini, dapat ditarik kesimpulan kalau dongeng Timun Mas mengambil setting di beberapa tempat. Pertama suatu rumah kecil dalam sebuah pedesaan yang berada di tengah hutan kawasan Jawa Tengah. Kedua, setting yang diambil adalah hutan tempat biasa si ibu mencari kayu bakar. Lalu, gunung tempat si pertapa tinggal. Yang terakhir adalah tempat-tempat raksasa mengejar Timun Mas, yakni hutan.

4. Alur Cerita Legenda Timun Mas ini menggunakan alur maju. Dongeng diawali dari Timun Mas belum lahir, hingga beranjak dewasa.

5. Pesan Moral dari Cerita Rakyat Timun Mas Setelah membaca dongeng Timun Mas ini, pesan moral apa saja yang bisa kamu ambil? Tentu ada beberapa pesan moral yang dapat dipetik dari legenda Timun Mas. Yang pertama adalah janganlah membuat perjanjian dan percaya pada sembarang orang.

Yakin dan percayalah hanya kepada Tuhan yang Maha Esa. Berikutnya, jangan mudah menyerah. Lihatlah betapa keras perjuangan Timun Mas dalam menyelamatkan dirinya dari serangan raksasa. Ketiga, janganlah jadi orang jahat. Orang yang menyakiti dan berbuat jahat pada orang lain akan terkena batunya. Buktinya, pada akhir cerita, raksasa yang jahat mati terlalap lumpur yang mendidih. Terakhir, jika cerita rakyat timun mas membantu orang lain, maka janganlah kamu meminta imbalan.

Bantulah seseorang semampumu dengan hati yang ikhlas. Selain intrinsik, sebenarnya ada juga unsur ekstrinsik dari legenda Timun Mas. Yakni unsur di luar cerpen yang berkaitan dengan latar belakang masyarakat, penulis, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Baca juga: Dongeng Pendek Kerbau dan Kambing Beserta Ulasannya, Fabel yang Sarat Pelajaran Hidup Serba-Serbi tentang Timun Mas Tak hanya memiliki kisah yang penuh makna, Timun Mas juga memiliki beberapa informasi menarik.

Apa sajakah itu? Berikut ulasannya; 1. Buah Timun Mas Ada di Kehidupan Nyata Sumber: Kompas Buah menyerupai gambaran timun berwarna kuning keemasan dalam dongeng ini sebenarnya ada di kehidupan kita. Namanya adalah timun suri. Timun suri atau mentimun suri memiliki warna kuning cerah bila sudah matang.

Ukurannya memanjang dan besar menyerupai buah pepaya. 2. Kisahnya Diangkat Menjadi Papan Permainan Dilansir dari BBC, dongeng atau legenda Timun Mas ini menarik perhatian Blue Orange, yakni perusahaan publisher board game yang didirikan oleh orang berkebangsaan Perancis.

Board Game Timun Mas diterbitkan pada Oktober 2019 dalam bahasa Inggris dan dijual di berbagai negara di Eropa cerita rakyat timun mas Amerika. Menarik sekali, bukan? Baca juga: Kisah tentang Si Itik yang Buruk Rupa dan Ulasan Menariknya, Pelajaran untuk Mencintai Diri Sendiri Sudah Puas Membaca Cerita Rakyat Timun Mas Ini? Demikianlah akhir dari legenda Timun Mas dilengkapi dengan unsur intrinsik dan serba-serbi kisahnya.

Setelah membaca keselurahan cerita rakyat Timun Mas ini, kamu sudah merasa puas, kan? Bila masih ingin membaca dongeng atau legenda lainnya, tak perlu ke mana-mana lagi.

Kami masih punya cerita, dongeng, dan legenda lainnya yang tak kalah apik. Seperti Batu Menangis, Malin Kundang, Roro Jonggrang, dan lain-lain. Yuk, simak langsung! Penulis Rinta Nariza Rinta Nariza, lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Pendidikan Bahasa Cerita rakyat timun mas, tapi kurang berbakat menjadi seorang guru. Baginya, menulis bukan sekadar hobi tapi upaya untuk melawan lupa.

Penikmat film horor dan drama Asia, serta suka mengaitkan sifat orang dengan zodiaknya. Editor Khonita Fitri Seorang penulis dan editor lulusan Universitas Diponegoro jurusan Bahasa Inggris. Passion terbesarnya adalah mempelajari berbagai bahasa asing. Selain bahasa, ambivert yang memiliki prinsip hidup "When there is a will, there's a way" untuk menikmati "hidangan" yang disuguhkan kehidupan ini juga menyukai musik instrumental, buku, genre thriller, dan misteri.Cerita dongeng Timun Mas merupakan cerita rakyat dari Jawa tengah.

Legenda rakyat ini memiliki banyak sekali versi kami sendiri setidaknya sudah memposting tiga versi dari dongeng anak ini. Kisah terakhir yang kami posting mengenai cerita anak ini adalah Cerita Rakyat Timun Mas dari Jawa Tengah. Silahkan adik-adik cari sendiri di blog ini jika adik-adik penasaran dengan versi yang lain. Untuk adik-adik yang belum pernah membaca kisahnya, silahkan membaca sampai selesai. Versi Terbaik Cerita Dongeng Timun Mas Dari Jawa Tengah Di sebuah desa hiduplah seorang perempuan tua bernama Mbok Yem.

Ia hidup sebatang kara. Mbok Yem cerita rakyat timun mas sekali memiliki seorang anak, agar dapat merawat dirinya yang sudah mulai tua. Namun, itu semua mustahil karena ia tidak mempunyai suami. Mbok yem sangat bahagia melihat mentimun yang dia tanam berbuah seorang bayi perempuan Setiap hari Mbok Yem pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.

Pada suatu hari, di tengah hutan. Ia bertemu dengan seorang raksasa yang sangat menyeramkan. Tubuh raksasa itu lebih tinggi dari pohon. Kulitnya penuh dengan bulu yang kasar. Kulitnya gelap. Mulutnya terdapat sepasang taring yang sagat tajam. Kukunya panjang dan kontor.

Mbok Yem sangat ketakutan. Tubuhnya gemetaran melihat mahluk yang sangat besar itu. Raksasa itu berkata dengan suara yang sangat membahana, ‘’ Hei, perempuan tua? Jangan takut, aku tidak akan memakanmu. Kamu sudah terlalu tua. Dagingmu keras dan tidak enak. Aku datang kesini hanya ingin memberikan sesuatu padamu.’’ Raksasa itu memberikan beberapa butir benih tanaman dan berkata, ‘’ Tanamlah benih ini dan rawatlah dengan baik dan kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan selama ini.

tapi ingat, kau tidak boleh menikmatnya seorang diri. Kau harus memberikannya kepadaku juga sebagai tanda terima kasih.’’ Mbok Yem hanya mengangguk. Ia langsung pulang ke rumahnya. Setiba Mbok Yem dirumah, sesuai dengan petunjuk si raksasa it, di tanam lah benih tersebut. Ajaibnya, keesokan harinya, benih tanaman itu telah tumbuh menjadi tanaman mentimun. Buah-buahnya besar-besar. Jika terkena sinar matahari, warnanya besinar seperti emas.

Cerita dongeng timun mas dari Jawa Tengah tumbuh menjadi anak yang sehat dan sangat cantik Karena penasaran dengan dengan bua mentimun itu, akhirnya di petiklah satu yang paling besar. Ketika di belah, Mbok Yem sangat terkejut. Di dalam timun tersebut ada seorang bayi perempuan yang sangat cantik.

cerita rakyat timun mas

‘’ Jadi ini maksud dari ucapan si raksasa. ‘’ ujarnya dalam hati. Betapa senangnya Mbok Yem. Tidak pernah terbayangkan akan mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik.

Karena lahir dari buah mentimun berwarna keemasan.

cerita rakyat timun mas

Anak itu di beri nama Timun Mas. Keesokan harinya, di hutan, Mbok Yem bertemu kembali engan si raksasa. Raksasa itu berkata, ‘’ Engakau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini. Sesuai dengan janjimu, engkau harus membaginya denganku.’’ Mbok Yem bingung, ia bertanya, ‘’ Bagaimna mungkin bayi perempuan bisa dibagi?’’ ‘’ Tidak usah bingung perempuan tua.

Kau boleh memilikinya sampai usia 17 tahun. Selanjutnya. Anak itu akan menjadi santapanku.’’ Jelas raksasa. ‘’ Baiklah raksasa. Aku akan merawat anak itu, dan menganggap ank itu anakku sendiri sampai usia cerita rakyat timun mas tahun,’’ ujar Mbok Yem. Timun Mas tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat baik hati dan cantik jelita. Kulitnya kuning langsat. Tubuhnya tinggi semampai. Rambutnya hitam berkilau.

Semakin hari kecantikannya, semakin terlihat. Jarum yang dilempar timun mas berubah menjadi bambu Timun Mas juga sangat rajin membantu ibunya. Ia selalu menemani ibunya mencari kayu bakar di hutan.

Kebaikan hati Timun Mas membuat Mbok Yem khawatir kehilangannya. Ia sangat menyayangi Timun Mas untuk menjadi santapan si raksasa. Tahun demi tahun terus berganti. Kini, Timun Mas sudah menginjak usia 17 tahun. Sudah waktunya bagi raksasa itu untuk mengambil Timun Mas. Mbok Yem menyuruh Timun Mas bersembunyi di dalam kamar. Tiba-tiba, terdengar suara dentuman yang sangat keras. Itu adalah suara langkah kaki si raksasa.

Mbok Yem gemetar ketakutan. ‘’ Hai perempuan tua!

cerita rakyat timun mas

Mana anak perempuanmu yang telah kau janjikan untukku ?’’ teriak raksasa cerita rakyat timun mas. ‘’ Ia sedang mandi di kali, Tuan raksasa. Tubuhnya sangat bau. Kau pasti tidak akan suka memakannya.’’ Ujar Mbok Yem ‘’ Baiklah. Aku akan kembali seminggu lagi. Pastikan ketika aku kembali ia sudah siap untuk ku bawa ke hutan.’’ Ujar raksasa. ‘’ Tentu saja. Tuan. Aku tak akan mengecewakanmu.’’ Ujar Mbok Yem. Maka pergilah raksasa itu kembali ke hutan. Mbok Yem dan Timun Mas sangat lega.

Mereka masih punya waktu semiggu untuk bersama. Namun, setelah seminggu berlalu dan raksasa itu datang kembali, ibu dan anak ini tetap tidak mau berpisah. Timun Mas kemali bersembunyi. Kali ini di dapur, di dalam tempayan air yang kosong. ‘’ Hai perempuan tua. Aku kembali untuk menagih janjimu! Cepat serahkan anak perempuanmu.’’ Teriak si raksasa.

‘’ Maaf, Tuan raksasa. Timun Mas sedang menjual kayu ke kampung. Bila saja engkau datang lebih pagi, engkau pasti bertemu dengan dia.’’ Ujar Mbok Yem Dengan setengah marah raksasa itu berteriak. ‘’ Baiklah, ku beri waktu 1 minggu lagi. Jika anakmu tidak kau serahkan kepadaku. Akan ku hancurkan rumahmu.’’ Raksasa mengejar timun emas untuk dimangsa Mbok Yem semakin ketakutan dan bingung denngan ancaman si raksasa. Ia sungguh tidak rela anak perempuanya yang sangat cantik menjadi santapan si raksasa yang kejam itu.

Melihat keadaan ibunya. Timun Mas berkata. ‘’ Ibu, janganlah bersedih. Relakanlah aku menjadi santapan raksasa itu.’’ Ujar Timun Mas. ‘’ Tidak anakku. Ibu tidak akan membiarkanmu menjadi mangsa raksasa jahat itu. Ibu akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu.’’ Ujar Mbok Yem. Kemudian Mbok Yem pergi menemui seorang kakek yang sakti tinggal di gunung. Kakek sakti itu memberikan benih mentimun, sebuah duri, sebutir garam, dan sepotong terasi. Seminggu kemudian, raksasa itu datang lagi.

Kali ini, si raksasa udah tidak dapat menahan emosinya. Kakinya yang besar, di hentak-hentakan ke tanah sehingga bumi bergetar. ‘’ Cepat serahkan anakmu atau ku hancurkan rumah beserta ddirimu! Aku sudah sangat lapar!’’ teriak raksasa. ‘’ Maap, Tua raksasa. Anakku sudah berjalan ke hutan. Kembalilah engkau ke hutan tempat tinggalmu. Timun Cerita rakyat timun mas sudah berada di sana.’’ Kata Mbok yem berbohong.

Pada saat itu. Timun Mas sudah keluar rumah melalui pintu belakang. Ia membawa semua benda yang di berikan oleh kakek sakti dari gunung itu. Ketika akan kembali ke hutan, si raksasa melihat Timun Mas berlari dari belakangrumah.

Di kejarnya Timun Mas. Meskipun panic. Timun Ma masih mengingat perintah ibunya untuk melempar sebutir benih mentimun. Benih mentimun itu langsung berubah menjadi lading mentimun dengan buah yang besar-besar. Karena kelaparan, si raksasa memakan mentimun-mentimun di ladang itu. Setelah keyang. Ia kembali mengejar Timun Mas. Meskipun perutnya yang kekenyangan membuat jalannya menjadi lambat.

Raksasa itu tetap bisa mengejar Timun Mask arena langkah kakinya yang panjang. Ketika si raksasa sudah dekat. Timun Mas melemparkan sebuah duri. Duri itu berubah menjadi sebuah hutan bamboo. Hutan bamboo itu memperlambat jalan raksasa itu. Tubuhnya menjadi penuh luka karena tertusuk batang bambu. Namun, raksasa itu tidak menyerah.

Ia tetap mengejar mangsanya. Kali ini, Timun Mas melemparkan sebutir garam. Garam itu berubah menjadi sebuah lautan yang luas. Raksasa itu harus berenang untuk mengejar Timun Mas. Ia berhasil, tetapi tubuhnya sudah sangat lelah. Raksasa it uterus mengejar Timun Mas meskipun sudah kelelahan. Timun Mas melempar sepong terasi. Kali ini terasi tersebut berubah menjadi lumpur hisap.

Raksasa itu berteriak meminta tolong ketika tubuhnya terhisap lumpur. Tubuh raksasa yang besar tidak mampu melawan hisapan lumpur karena kelelahan. Ia pun tewas terhisap lumpur. Maka, tamatlah riwayat raksasa jahat itu. Setelah bebas dari raksasa jahat itu. Kehidupan Timun Mas dan Mbok Yem membaik. Timun Mas bertemu dengan seorang pangeran dari negeri seberang. Pangeran itu jatuh cinta kepadanya. Merekapun menikah. Timun Mas dan Mbok Yem diboyong oleh pangeran itu ke istananya.

Mereka hidup bahagia selamanya. Pesan moral dari Cerita Dongeng Timun Mas Dari Jawa Tengah adalah Janganlah kita bertindak semena-mena terhadap orang lain. Karena hal itu akan membawa malapetaka bagi diri sendiri.
Daftar Isi • Cerita Rakyat Dongeng Timun Mas • Dialog cerita rakyat timun mas Timun Mas #1 • Dialog cerita Timun Mas #2 • Cerita Dongeng Timun Mas Bahasa Inggris Cerita Rakyat Dongeng Timun Mas Pada zaman dahulu ada seorang nenek yang hidup sebatangkara, namanya Mbok Rondo, dia tidak punya anak walaupun usianya sudah tua, Iya berharap mempunyai seorang anak.

Pada suatu hari Mbok Rondo, bertemu dengan Raksasa di tepi hutan. Raksasa itu menawarkan bantuan kepada Mbok Rondo agar bisa mempunyai anak, tetapi Raksasa itu memberi syarat, jika nanti anaknya sudah berusia 17 tahun, maka dia itu harus menjadi santapan Cerita rakyat timun mas.

Mbok Rondo menyanggupi syarat itu, karena sesungguhnya dia ingin memiliki seorang anak, kemudian raksasa memberi biji mentimun kepada Mbok Rondo. Sepulang di rumah, dia segera menanam benih itu di halaman belakang rumahnya.

Setiap hari, dia menyirami dengan tekun dan telaten. Begitu ajaib memang, dua minggu berlalu, tanaman itupun sudah mulai berbuah dan begitu lebat. Di antara sekian banyak buah, ada satu mentimun yang tumbuh sangat besar warnanya kekuningan, jika sinar matahari menyinarinya, buah timun mas itu berkilau seperti emas. Pada masa panen, Mbok Rondo mentimun yang paling besar itu, kemudian membawanya pulang, Dia mengambil sebuah pisau tajam untuk membelah timun itu dan membukanya dengan penuh hati-hati.

Betapa kagetnya, dia melihat seorang bayi perempuan yang cantik di dalamnya. Mbok Rondo memberikan nama kepada bayi yang mungil itu “Timun Mas”. Sejak saat itu, kegembiraan terpancar dari raut wajahnya, Timun Mas menjadi anak kesayangannya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun, Timun Mas pun tubuh dewasa, menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Suatu ketika, Timun Mas dan Ibunya bersiap pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, tiba-tiba “bom… bom… bom… Ha… ha…,” terdengar suara yang aneh dan mengguncangkan bumi. Rupanya suara itu adalah Raksasa yang ingin menagih janji. Ibu dan Timun Mas bergegas kembali ke rumah, rupanya raksasa itu tidak perlu waktu lama untuk sampai di depan rumahnya.

Dialog cerita Timun Mas #1 “Aku datang untuk menagih janji,” tanya Raksasa yang kelaparan. “Tolong berikan perpanjangan waktu, dia masih kecil tidak enak untuk disantap,” jawabnya dengan memelas. “Kamu yakin tidak akan ingkat janji?” tegurnya lagi. “Tidak, dia masih sangat kecil, kasihan!” jelas Mbok Rondo. Akhirnya, Raksasa itu menyetujui dan akan datang setelah dua tahun lagi. Diapun kembali ke hutan yang entah dimana rumahnya. Cerita rakyat timun mas Mas sudah semakin dewasa, wajahnya semakin cantik, kulitnya kuning langsat, dan waktu penjempuntanpun akan segera tiba.

Mbok Rondo cemas, sampai terbawa mimpi, dan pada malam itu di mimpinya ada suara yang memintanya bertemu dengan petapa untuk menyelamatkan Timun Mas. Mbok Rondo pergi ke Lembah Bukit, tempat petapa itu berada. Sesampainya di sana, Pertapa memberinya empat (4) bungkusan kecil cerita rakyat timun mas masing-masing isinya berbeda, diantaranya biji timun, jarum, garam, dan bungkusan terakhir berisi terasi.

Sebelum pulang, tidak lupa pertapa itu menerangkan khasiat dari benda-benda itu. Sesampainya di rumah, Mbok Rondo menjelaskan cara menggunakan biji-bijian itu untuk mengalahkan Raksasa. Beberapa hari berlalu, akhirnya Raksasa itupun datang di depan rumahnya, dia meminta Mbok Rondo keluar untuk menyerahkan Timun Mas. Sebelum keluar, dia meminta Timun Mas untuk segera berlari sejauh mungkin. Setelah merasa cukup aman, diapun keluar menemui Raksasa.

Dialog cerita Timun Mas #2 “Timun Mas kabur mendengar kamu sudah tiba di sini,” ucapnya. “Apa! kamu sedang tidak mempermaikanku kan!” tegur Raksasa yang sangat murka. “Tidak, dia sudah pergi dari tadi,” jelasnya. “Cepat beritahu, kemana dia pergi, atau kuhancurkan gubukmu,” gerta Raksasa. “Aku tidak tahu, ampuni aku,” jawab Mbok Rondo memelas.

Mendengar itu, Raksasa semakin murka, karena dia memiliki badan dan kaki yang tinggi, dia melihat Timun Mas yang sedang berlari. Karena langkah kakinya yang lebar, maka Raksasa berhasil menyusulnya, namun Timun Mas segera menaburkan biji mentimun.

Sungguh ajaib, biji-biji itu berubah menjadi ladang timun yang lebat, Raksasa yang lapar dia memakan semua timun itu, setelah kenyang, diapun kembali mengejar.

Sebelum sampai mendekat, Timun Mas segera melemparkan jarum-jarum yang terbuat dari bambu. Tiba-tiba, jarum itu menjadi hutan bambu yang lebat.

cerita rakyat timun mas

Raksasa kesakitan karena banyak bambu yang patah menusuk dan melukai kakinya. Setelah berhasil keluar dari hutan bambu itu, Timun Mas segera menaburkan biji berikutnya, yaitu butiran garam. Butiran garam itu berubah menjadi cerita rakyat timun mas (danau) yang luas. Raksasa tenggelam, namun karena dia bisa berenang, dia berhasil menepi. Merasa sudah sangat lelah berlari, Timun Mas menaburkan serbuk berikutnya, yaitu terasi.

Terasi itu berubah menjadi lautan lumpur yang mendidih, lumpur itu berhasil menengelamkan Raksasa ke dalam lumpur, kemudian dia pun menghilang. Akhirnya Timun Mas dan Ibunya dapat hidup dengan tenang. Itulah cerita pendek untuk anak-anak tentang cerita dongeng Timun Mas. Semoga bermanfaat. Baca juga : Ringkasan Cerita Cindelaras Cerita Dongeng Timun Mas Bahasa Inggris Jika kalian ingin menonton dongeng dalam bahasa Inggris “Timun Mas story” silakan tonton video di bawah ini.

Close • APA INI ? • Tentang Kami • Aturan Main • KATEGORI • Berita Anak • Parenting Indonesia • Cerita Anak • Cerita Bersambung • Cerita Lucu • Cerita Misteri • Cerita Pendek • Dongeng Anak • Gambar Anak • Legenda • Ide Kreatif • Pelajaran Sekolah • Puisi Anak • Tes Kepribadian • Tugas Sekolah • HUBUNGI KAMI • facebook • twitter • instagram • pinterest • youtube

film tv 2018 mnctv Timun Mas




2022 www.videocon.com