Sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Apa saja organ atau alat reproduksi wanita? Source: Freepik Mengutip dari laman Cleveland Clinic, pada dasarnya sistem reproduksi wanita terbagi menjadi dua, yaitu bagian luar dan dalam. Berikut adalah penjelasannya. Alat reproduksi wanita bagian luar Fungsi dari alat atau organ reproduksi wanita bagian luar (alat kelamin) adalah sebagai jalur masuk sperma serta melindungi alat reproduksi bagian dalam dari infeksi.

Berikut adalah bagian-bagian dari alat reproduksi wanita di bagian luar. 1. Labia majora Anda juga bisa menyebut salah satu organ reproduksi wanita ini sebagai bibir besar karena fungsinya melindungi organ luar lainnya.

Pada masa puber, area kulit di labia majora akan tumbuh bulu atau rambut yang juga mengandung kelenjar penghasil minyak. 2. Labia minora Labia minora atau bibir kecil merupakan alat reproduksi wanita yang mempunyai berbagai ukuran.

Letaknya tepat di dalam labia majora, mengelilingi bukaan ke vagina dan uretra (saluran pembawa urine). Kulitnya sangat halus, mudah teriritasi, dan bengkak. 3. Kelenjar Bartholin Kelenjar ini berada di setiap sisi sebelah lubang vagina dan bisa mengeluarkan sekresi cairan (lendir) untuk melumasi area miss V. 4. Klitoris Organ reproduksi wanita yang satu ini merupakan tonjolan kecil dan sensitif. Klitoris ditutupi oleh lipatan kulit disebut sebagai preputium, mirip dengan kulup di ujung penis.

Perlu diketahui pula bahwa klitoris sensitif terhadap rangsangan dan menjadi area ereksi. Oleh karena itu, klitoris kerap menjadi salah satu titik rangsang wanita saat berhubungan intim. Alat reproduksi wanita bagian dalam Setelah membahas bagian luar, sekarang Anda perlu tahu apa saja organ reproduksi wanita bagian dalam. 1. Vagina Vagina adalah saluran yang menghubungkan serviks (bagian bawah rahim) dengan bagian luar sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita.

Letaknya di dalam tubuh, belakang kandung kemih, lebih rendah dari rahim. Fungsi vagina sebagai alat reproduksi wanita adalah menjadi jalan keluar darah saat menstruasi, jalan lahir bayi, serta jalan masuk sperma menuju rahim. 2. Ovarium Ovarium, atau indung telur, berada di sisi kanan dan kiri rongga panggul yang bersebelahan dengan bagian rahim atas. Alat atau organ reproduksi wanita yang satu ini bertanggung jawab untuk memproduksi hormon seperti estrogen, progesteron dan ovum atau yang biasa disebut sel telur.

3. Tuba falopi Tuba falopi atau oviduk memiliki bentuk seperti saluran bercorong yang masing-masing membentang dari ujung kanan dan kiri pada rahim atas ke ujung ovarium.

Organ reproduksi yang sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita ini mempunyai fungsi untuk mengangkut ovum dan membawanya ke dalam infundibulum (bagian ujung tuba falopi) menuju rahim. Pembuahan sel telur dengan sperma juga terjadi di tuba falopi. Kemudian, telur yang sudah dibuahi pindah dan ditanamkan pada lapisan rahim.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita. Rahim (uterus) Rahim (uterus) adalah organ reproduksi wanita yang berongga dan bentuknya seperti buah pir. Ini merupakan rumah bagi janin yang sedang berkembang. Ada dua bagian rahim, yaitu sebagai berikut. • Serviks, merupakan leher rahim yang berada di bagian bawah dan menjadi jalan menuju vagina serta tubuh utama rahim yaitu korpus.

• Korpus, area fleksibel karena bisa mengembang sesuai perkembangan bayi. Ini juga merupakan saluran untuk darah menstruasi dan sperma. Selain itu, rahim menyokong embrio selama tahap perkembangan awal. Otot-otot dinding rahim berkontraksi persalinan normal untuk mendorong janin melewati jalan lahir.

5. Leher rahim (serviks) Leher rahim atau serviks adalah organ berbentuk silinder atau tabung yang menghubungkan vagina dengan rahim. Serviks terdiri dari dua bagian, yaitu ektoserviks (dinding luar leher rahim) dan endoserviks (bagian dalam leher rahim). Serviks memproduksi lendir yang akan berubah selama siklus menstruasi. Perubahan tekstur lendir serviks bertujuan untuk mencegah atau membantu terjadinya kehamilan.

Bagaimana cara kerja alat reproduksi wanita? Seperti yang sudah dipaparkan, alat reproduksi wanita terdiri beberapa organ tubuh yang memiliki fungsi tertentu. Mengutip dari Kids Health, organ reproduksi wanita membantu agar tubuh dapat melakukan fungsi berikut. • Menghasilkan sel telur. • Melindungi dan memelihara sel telur yang telah dibuahi sperma, hingga berkembang seutuhnya. • Melakukan hubungan seksual.

• Melahirkan bayi. Fungsi utama dari organ reproduksi wanita adalah memproduksi sel telur dan tempat pembuahan. Ovarium (indung telur) menghasilkan sel telur (oosit).

Sel telur ini akan diangkut menuju tuba falopi, yaitu tempat pembuahan dengan sperma. Saat pembuahan berhasil, maka akan pindah ke lapisan rahim yang akan menebal. Apabila tidak terjadi pembuahan, lapisan rahim luruh sebagai menstruasi. Selain itu, organ reproduksi wanita pun menghasilkan hormon seks yang menjaga siklus reproduksi.

Cara kerja sistem reproduksi wanita tidak dapat berjalan tanpa adanya kelenjar seks atau gonad. Baik pria mau pun wanita memiliki gonad sebagai salah satu organ reproduksi. Pada wanita, gonad berupa ovarium yang menghasilkan sel telur (ovum). Seiring berjalannya waktu, kinerja alat reproduksi wanita akan mencapai titik akhir. Yakni, saat siklus menstruasi berhenti dan tubuh tidak lagi menghasilkan hormon seks.

Kondisi ini disebut dengan menopause. Tidak ada perbedaan dari alat reproduksi wanita dengan organ tubuh lainnya. Sebaiknya, Anda tetap merawat dan menjaga kesehatan reproduksi karena sebagian orang tidak menyadari kerentanannya. Hal ini tentunya dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan seperti masalah kesuburan dan penyakit lainnya. Female Reproductive System: Structure & Function.

(2021). Retrieved 24 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9118-female-reproductive-system Female Reproductive System (for Teens) – Nemours KidsHealth.

(2021). Retrieved 24 February 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/female-repro.html Female reproductive system. (2021). Retrieved 24 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/multimedia/female-reproductive-system/img-20414891 Female reproductive system. (2021). Retrieved 24 February 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/female-reproductive-system MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Alat kelamin luar berupa penis yang berfungsi sebagai alat kopulasi (persetubuhan).

Sedangkan organ reproduksi dalam pada pria terdiri atas testis, saluran reproduksi dan kelenjar kelamin. Begitu pula dengan alat kelamin wanita dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. Fertilisasi (pembuahan) diawali dengan pembentukan spermatozoa di dalam testis dan ovum di dalam ovarium. Pembentukan spermatozoa disebut spermatogenesis dan pembentukan ovum disebut oogenesis.

Sistem reproduksi juga dapat mengalami gangguan akibat penyakit atau kelainan. Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh kuman penyakit, faktor genetik, atau hormon. Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi.

Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan.

mikroorganisme ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Sistem Organ Reproduksi Pria 3.5. Sebarkan ini: organ kelamin luar (vulva) dibatasi oleh labium mayor (sama dengan skrotum pada pria).

labium mayor terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak); setelah puber, labium mayor akan ditumbuhi rambut.Labium minor terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor dan mengelilingi lubang vagina dan uretra.Lubang pada vagina disebut introitus dan daerah berbentuk separuh bulan di belakang introitus disebut forset.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Jika ada rangsangan, dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan (lendir) yang dihasilkan oleh kelenjar bartolin. Uretra terletak di depan vagina dan merupakan lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih. Labium minora kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris, yang merupakan penonjolan kecil yang sangat peka (sama dengan penis pada pria).

Klitoris dibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut preputium (sama dengan kulit depat pada ujung penis pria).

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa mengalami ereksi. Labium mayor kiri dan kanan bertemu di bagian belakang membentuk perineum, yang merupakan suatu jaringan fibromuskuler diantara vagina dan anus. Kulit yang membungkus perineum dan labium mayo sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan kering dan bisa membentuk sisik. Sedangkan selaput pada labium minor dan vagina merupakan selaput lendir, lapisan dalamnya memiliki struktur yang sama dengan kulit, tetapi permukaannya tetap lembab karena adanya cairan yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang lebih dalam.

Karena kaya akan pembuluh darah, maka labium minora dan vagina tampak berwarna pink. Lubang vagina dikeliling oleh himen (selaput dara). kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi, karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen bisa robek atau bisa juga tidak. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Anatomi Tubuh Manusia – Pengertian, Organ Tubuh, Pembagian Dan Sistemnya B.

Organ Kelamin Dalam Dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual). Pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm. Sepertiga bagian bawah vagina merupakan otot yang mengontrol garis tengah vagina. dua pertiga bagian atas vagina terletak diatas otot tersebut dan mudah teregang.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Serviks (leher rahim) terletak di puncak vagina. Selama masa reproduktif, lapisan lendir vagina memiliki permukaan yang berkerut-kerut. sebelum pubertas dan sesudah menopause, lapisan lendir menjadi licin. Rahim merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina. Rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat oleh 6 ligamen. Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim).

Serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina. Korpus biasanya bengkok ke arah depan. Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali dari panjang serviks. Korpus merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan janin.

Selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina. Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan sperma masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar.

Serviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di dalam serviks adalah sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. Tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi bisa melewatinya. Saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penghasil lendir.

Lendir ini tebal dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali sesaat sebelum terjadinya ovulasi. Pada saat ovulasi, konsistensi lendir berubah sehingga sperma bisa menembusnya dan terjadilah pembuahan (fertilisasi).

Selain itu, pada saat ovulasi, kelenjar penghasil lendir di serviks juga mampu menyimpan sperma yang hidup selama 2-3 hari. Sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ke tuba falopii untuk membuahi sel telur. Karena itu, hubungan seksual yang dilakukan dalam waktu 1-2 hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan.

Lapisan dalam dari korpus disebut endometrium. Setiap bulan setelah siklus menstruasi, endometrium akan menebal. Jika tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan. Ini yang disebut dengan siklus menstruasi. Tuba falopii membentang sepanjang 5-7,6 cm dari tepi atas rahim ke arah ovarium. Ujung dari tuba kiri dan kanan membentuk corong sehingga memiliki lubang yang lebih besar agar sel telur jatuh ke dalamnye ketika dilepaskan dari ovarium. Ovarium tidak menempel pada tuba falopii tetapi menggantung dengan bantuan sebuah ligamen.

Sel telur bergerak di sepanjang tuba falopii dengan bantuan silia (rambut getar) dan sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita pada dinding tuba.

Jika di dalam tuba sel telur bertemu dengan sperma dan dibuahi, maka sel telur yang telah dibuahi ini mulai membelah. Selama 4 hari, embrio yang kecil terus membelah sambil bergerak secara perlahan menuruni tuba dan masuk ke dalam rahim. Embrio lalu menempel ke dinding rahim dan proses ini disebut implantasi.

Setiap janin wanita pada usia kehamilan 20 minggu memiliki 6-7 juta oosit (sel telur yang sedang tumbuh) dan ketika lahir akan memiliki 2 juta oosit.

Pada masa puber, tersisa sebanyak 300.000-400.000 oosit yang mulai mengalami pematangan menjadi sel telur. Tetapi hanya sekitar 400 sel telur yang dilepaskan selama masa reproduktif wanita, biasanya setiap siklus menstruasi dilepaskan 1 telur. Ribuan oosit yang tidak mengalami proses pematangan secara bertahap akan hancur dan akhirnya seluruh sel telur akan hilang pada masa menopause. Sebelum dilepaskan, sel telur tertidur di dalam folikelnya.

Sel telur yang tidur tidak dapat melakukan proses perbaikan seluler seperti biasanya, sehingga peluang terjadinya kerusakan pada sel telur semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia wanita.

Karena itu kelainan kromosom maupun kelainan genetik lebih mungkin terjadi pada wanita yang hamil pada usianya yang telah lanjut. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Penjelasan Spermatogenesis Dan Oogenesis Beserta Perbedaannya C. Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita Alat reproduksi wanita terdiri atas alat/organ eksternal dan internal, dan sebagian besar terletak dalam rongga panggul. Eksternal (sampai vagina) memiliki fungsi kopulasi dan bagian Internal memiliki fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.

Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormo gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus – hipothalamus – hipofisis – adrenal – ovarium. Selain itu terdapat organ/system ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi: payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya. 1. Genitalia Eksternal Terdiri atas: • Vulva vulva ini terdiri dari beberapa organ wanita yaitu eksternal. Hal ini termasuk pad, kecil bulat lemak yang melindungi tulang kemaluan.

Menjangkau ke hampir ke dubur adalah dua lipatan jaringan lemak, yang disebut “bibir lebih besar,” untuk melindungi alat kelamin bagian dalam. Hanya dalam dua “bibir kecil”, yang menyertakan pembukaan uretra (yang turun dari kantong tersebut) dan vagina. Pada ujung atas, adalah proyeksi kecil, disebut “kulup” yang melindungi clitoris. • Mons pubis/mons veneris Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis.

• Labia mayor Labia utama (tunggal, labium) melampirkan dan melindungi organ-organ lain reproduksi eksternal. Mereka sesuai dengan skrotum pada laki-laki dan terutama terdiri dari lipatan bulat dari jaringan adiposa tertutup oleh kulit.

Pada kulit luar termasuk rambut banyak, kelenjar keringat, kelenjar andsebaceous, sementara di dalamnya yang tipis dan berbulu. Labia utama terletak dekat bersama dan memanjang dipisahkan oleh celah yang mencakup urethral dan pembukaan vagina. Di depan, labia bergabung untuk membentuk ketinggian bulat dari jaringan lemak yang disebut “mons pubis,” yang ignimbrit simfisis pubis.

Di belakang, dekat anus, labia agak meruncing dan menggabungkan ke dalam labia minor. • Labia minora Labia (tunggal, labium) kecil ini diratakan memanjang ke lipatan terletak dengan celah antara labia besar. Lipatan ini memperpanjang sepanjang kedua sisi ruang depan. Mereka terdiri dari jaringan penghubung yang kaya disertakan dengan pembuluh darah, yang menyebabkan penampilan merah muda.

Di belakang, dekat anus, labia minor bergabung dengan labia besar, sementara di depan mereka berkumpul untuk membentuk sebuah tudung seperti meliputi antara lain sekitar klitoris. • Clitoris Klitoris adalah tonjolan kecil di bagian depan vulva antara labia minor. Meskipun sebagian besar tertanam di sekitar jaringan, biasanya sekitar 2 cm dan 0,5 cm diameter.

Clitoris sesuai dengan penis pada pria dan agak mirip struktur. Hal ini terdiri dari dua kolom jaringan ereksi, yang dipisahkan oleh septum dan dikelilingi oleh meliputi dari padat, jaringan ikat berserat. Pada akar klitoris, kolom jaringan berbeda untuk membentuk “krura,” yang pada gilirannya melekat pada sisi lengkungan kemaluan. Di depan, massa kecil jaringan ereksi membentuk “kelenjar,” yang kaya dengan disertakan dengan serat saraf sensorik.

• Vestibulum Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital. Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis. • Introitus/orificium vagina Terletak di bagian bawah vestibulum.

Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara/hymen, utuh tanpa robekan. Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae.

Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous. Corrunculae myrtiformis adalah sisa-sisa selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan/para.Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.

• Vagina vagina adalah bagian otot yang merupakan bagian dari organ seks wanita dan yang menghubungkan sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita rahim (serviks) dengan alat kelamin eksternal. Vagina, yang kira-kira dua dan satu setengah sampai empat inci, memiliki dinding berotot yang disertakan dengan banyak pembuluh darah. Dinding ini menjadi tegak saat seorang wanita terangsang sebagai tambahan darah dipompa ke dalam kapal.

Sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita memiliki tiga fungsi: sebagai wadah untuk penis selama bercinta; sebagai outlet untuk darah selama menstruasi, dan sebagai jalan bagi bayi untuk melewati saat lahir.

Fungsi vagina: Untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan). Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri. Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.

• Perineum Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra). Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Penjelasan Proses Pembentukan Sel Sperma Dan Sel Telur 2. Genitalia Internal Terdiri atas: • Uterus Uterus atau rahim adalah organ yang berongga, otot di mana telur (zigot) dibuahi, menjadi tertanam dan di mana telur diberi makan dan dibiarkan berkembang sampai kelahiran.

Terletak dalam rongga panggul di belakang kandung kemih dan di depan usus besar. Rahim biasanya miring ke depan pada sudut sembilan puluh derajat ke vagina, meskipun pada sekitar 20% dari perempuan miring ke belakang. Rahim dilapisi dengan jaringan yang berubah selama siklus menstruasi. Membangun jaringan ini di bawah pengaruh hormon dari ovarium. Ketika hormon menarik setelah siklus menstruasi, pasokan darah dipotong dan jaringan dan telur yang tidak dibuahi sebagai limbah. Uterus terdiri dari : • fundus uteri ( dasar rahim ) bagian uterus yang terletak antara kedua pangkal saluran telur.

• korpus uteri. Bagian uterus yang terbesar pada kehamilan, bagian ini berpungsi sebagai tempat janin berkembang. Rongga yang terdapat pada korpus uteri disebut kavum uteri atau rongga rahim. • servik uteri. Ujung servik yang menuju puncak vagina disebut porsio, hubungan antara kavum uteri dan kanalis servikalis di sebut, ostium, uteri, internum. Dinding uterus terdiri dari : • endromentium ( epitel, kelenjar, jaringan dan pembuluh darah ) merupakan lapisan dalam uterus yang mempuyai arti penting dalam siklus haid.

Seorang wanita pada reproduksi, pada kehamilan endomentrium akan menebal, pembuluh darah bertambah banyak hal ini diperlukan untuk memberi makanan pada janin • miometrium ( lapisan otot polos ) tersusun sedemikian rupa hingga dapat mendorong isinya keluar pada waktu persalinan. Sesudah plasenta lahir akan mengalami pengecilan sampai keukuran normal sebelumnya. • lapisan serosa (peritonium verisal) terdiri atas ligamentum yang mengguatkan uterus yaitu: • ligamentum kardinale kiri dan kanan, mencegah supaya uterus tidak turun.

• ligamentum sakro uterinum kiri dan kanan, menahan uterus supanya tidak banyak bergerak. • ligamentum rotundum kiri dan kanan, menahan uterus agar tetap dalam keadaan antlovleksi. • ligamentum latum kiri dan kanan, ligamentum yang meliputi tuba. • ligamentum infundibulo pelvikum ligament yang menahan tuba falopi. Fungsi uterus: Untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perkembangan, sebutir ovum yang telah keluar dari ovarium dihantarkan melalui tuba uterine keuterinis, pembuahan secara normal terjadi didalam tuba uterina, endromentium disiapkan untuk menerima ovum yang telah dibuahi dan ovum tertanam dalam endromentrium, pada waktu hamil uterus bertambah besar dindingnya menjadin tipis tetapi kuat dan besar sampai keluar pelvis masuk kedalam rongga abdomen pada masa pertumbuhan janin.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Pada saat melahirkan uterus berkondraksi mendorong bayi dan plasenta keluar. • Serviks uteri Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis.

Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum).

Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air.

Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid. • Corpus uteri Terdiri dari: paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium.

Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria. Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita.

• Ligamenta penyangga uterus Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina.

Vaskularisasi uterus Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis. • Salping / Tuba Falopii Tabung fallopi memanjang dari uterus ke ovarium. Tabung ini membawa telur dan sperma dan adalah tempat fertilisasi telur, atau “ovum” terjadi.

Saluran telur terletak di bagian panggul dari rongga perut dan setiap tabung mencapai dari indung telur untuk menjadi bagian atas rahim. Ini tabung berbentuk corong adalah sekitar tiga inci panjangnya. Akhir lebih besar dari saluran dibagi menjadi berbulu, jari-proyeksi seperti yang terletak dekat dengan ovarium.

Memukul proyeksi ini, bersama dengan kontraksi otot, memaksa sel telur ke saluran akhiri kecil, yang membuka ke dalam rahim. Setelah hubungan seksual, sperma berenang ini saluran dari uterus. Lapisan tabung dan sekresi yang mempertahankan baik telur dan sperma, mendorong pemupukan dan bergizi telur sampai mencapai rahim. Tuba falopi terdiri atas : • Interstitialis, bagian yang terdapat di dinding uterus.

• Ismika/ismus, merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

• Ampularis, bagian yang terbentuk saluran leher tanpak konsepsi agak lebar. • Bagian ujung tuba yang terbuka diseut frinbia untuk menangkap telur kemudian menyalurkan telur kedalam tuba.

Fungsi tuba uterine. Mengantarkan ovum dari ovarium k eke uterius. Menyediakan tempat untuk pembuahan, perjalanan ovum dibuahi maka terjadi kehamilan ektropik, karena ovum tidak dapat bergerak terus maka ovum tertanam dalam tempat yang abnormal, hal ini bisa berakhir 8-10 minggu. • Pars isthmica (proksimal/isthmus) Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet. • Pars ampularis (medial/ampula) Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.

Pars infundibulum (distal) Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi “menangkap” ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba. • Mesosalping Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus). • Ovarium Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan.

Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula. Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi).

Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae “menangkap” ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium.

Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Penjelasan Macam-Macam Bakteri Yang Menguntungkan Bagi Manusia lengkap 3.

Organ Reproduksi atau Organ Seksual Ekstragonadal Terdiri atas: • Payudara Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu.

Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting. Fungsi utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormone prolaktin dan oksitosin pascapersalinan. Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ.

• Kulit Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsif secara seksual, misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam. Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi sebagai ‘parfum’ daya tarik seksual (androstenol dan androstenon dibuat di kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone ditemukan juga di dalam urine, plasma, keringat dan liur.

4. Poros Hormonal Sistem Reproduksi Terdiri atas: • Badan pineal Suatu kelenjar kecil, panjang sekitar 6-8 mm, merupakan suatu penonjolan dari bagian posterior ventrikel III di garis tengah. Terletak di tengah antara 2 hemisfer otak, di depan serebelum pada daerah posterodorsal diensefalon. Memiliki hubungan dengan hipotalamus melalui suatu batang penghubung yang pendek berisi serabut-serabut saraf.

Menurut kepercayaan kuno, dipercaya sebagai “tempat roh” Hormon melatonin : mengatur sirkuit foto-neuro-endokrin reproduksi. Tampaknya melatonin menghambat produksi GnRH dari hipotalamus, sehingga menghambat juga sekresi gonadotropin dari hipofisis dan memicu aktifasi pertumbuhan dan sekresi hormon dari gonad.

Diduga mekanisme ini yang menentukan pemicu / onset mulainya fase pubertas. • Hipotalamus Kumpulan nukleus pada daerah di dasar otak, di atas hipofisis, di bawah talamus. Tiap inti merupakan satu berkas badan saraf yang berlanjut ke hipofisis sebgai hipofisis posterior (neurohipofisis). Menghasilkan hormon-hormon pelepas : GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), TRH (Thyrotropin Releasing Hormone), CRH (Corticotropin Releasing Hormone)GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone), PRF (Prolactin Releasing Factor).

Menghasilkan juga hormon-hormon penghambat : PIF (Prolactin Inhibiting Factor). • Pituitari / hipofisis Terletak di dalam sella turcica tulang sphenoid.

Menghasilkan hormon-hormon gonadotropin yang bekerja pada kelenjar reproduksi, yaitu perangsang pertumbuhan dan pematangan folikel (FSH – Follicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (LH – luteinizing hormone). Selain hormon-hormon gonadotropin, hipofisis menghasilkan juga hormon-hormon metabolisme, pertumbuhan, dan lain-lain.

• Ovarium Berfungsi gametogenesis / oogenesis, dalam pematangan dan pengeluaran sel telur (ovum). Selain itu juga berfungsi steroidogenesis, menghasilkan estrogen (dari teka interna folikel) dan progesteron (dari korpus luteum), atas kendali dari hormon-hormon gonadotropin. • Endometrium Lapisan dalam dinding kavum uteri, berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi. Selama siklus haid, jaringan endometrium berproliferasi, menebal dan mengadakan sekresi, kemudian jika tidak ada pembuahan / implantasi, endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah / jaringan haid.

Jika ada pembuahan / implantasi, endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi. Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium. Demikianlah pembahasan mengenai Sistem Reproduksi Wanita – Pengertian, Fungsi dan Bagiannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi Ditag alat reproduksi pria dan fungsi, anatomi dan fisiologi sistem reproduksi wanita, apakah fungsi testis bagi pria, contoh reproduksi, sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita dari vesikula seminalis adalah, fungsi endometrium, fungsi infundibulum, fungsi introitus, fungsi jaringan erektil, fungsi kelenjar skene, fungsi mesovarium, fungsi ovarium, fungsi serviks, fungsi serviks pada reproduksi wanita, fungsi sistem reproduksi, fungsi tuba fallopi, latar belakang penyakit sistem reproduksi, makala sistem reproduksi pada manusia, makalah sistem reproduksi, makalah sistem reproduksi manusia, makalah sistem reproduksi manusia singkat, makalah sistem reproduksi pada manusia, makalah sistem reproduksi pdf, makalah teknologi sistem reproduksi, materi sistem reproduksi kelas 11, materi sistem reproduksi manusia kelas 11, materi sistem reproduksi smp kls 9, organ aksesoris reproduksi wanita, organ reproduksi wanita dan fungsinya brainly, organ sistem reproduksi, pengertian sistem reproduksi wanita, peta konsep sistem reproduksi pada manusia, proses kehamilan atau reproduksi manusia, proses yang terjadi dalam sistem reproduksi manusia, rangkuman sistem reproduksi manusia kelas 9, reproduksi adalah, sebutkan kelenjar reproduksi pada pria, sebutkan urutan saluran reproduksi pada pria, sistem reproduksi hewan, sistem reproduksi manusia, sistem reproduksi manusia dan hewan, sistem reproduksi manusia dan kelainannya, sistem reproduksi manusia kelas 11, sistem reproduksi manusia pdf, sistem reproduksi manusia ppt, sistem reproduksi pada pria, sistem reproduksi pria, sistem reproduksi wanita, sistem reproduksi wanita lengkap, sistem reproduksi wanita terbagi menjadi dua yaitu, struktur dan fungsi sistem reproduksi pada manusia, struktur organ reproduksi wanita, terdiri atas apakah organ reproduksi wanita, tujuan reproduksi Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
tirto.id - Sejak janin seorang perempuan sudah memiliki sistem reproduksi yang lengkap akan tetapi belum berfungsi dengan sempurna.

Seiring waktu, hingga usianya mencapai remaja dan pubertas maka sistem tersebut akan menjadi lebih siap dalam fungsinya sebagai alat reproduksi. Sistem alat reproduksi perempuan dibagi menjadi dua, yakni internal dan eksternal. Berikut ini penjelasannya merujuk pada emodul.kemdikbud.go.id: 1.

Alat reproduksi wanita di bagian eksternal (luar tubuh) -Vulva. Vulva adalah bagian dari vagina yang terdiri dari mons pubis, labia (labia mayora dan labia minora) klitoris, daerah ujung luar vagina dan saluran kemih. • Mons pubis adalah gundukan jaringan lemak yang berada di bagian bawah perut serta ditumbuhi oleh rambut pubis. Saat puber, rambut pubis baru tumbuh di bagian tersebut. • Labia mayora adalah bibir besar di kanan dan kiri vagina.

Labia minora adalah bibir yang lebih kecil di kanan dan kiri vagina. • Klitoris adalah tonjolan di sela-sela labia mayora. Terdapat banyak pembuluh darah dan sel syaraf yang peka di bagian ini. • Saluran urine (uretra) tempat keluarnya urine dari kandung kemih dan saluran kelamin (vagina). Infografik SC Organ Reproduksi Wanita.

tirto.id/Quita 2. Alat reproduksi wanita di bagian internal (dalam tubuh) - Ovarium (indung telur) Repositori Kemdikbud melansir, letak ovarium adalah di bagian dalam panggul, jumlahnya 2, berbentuk seperti telur.

Organ ini berada di ujung kiri dan kanan ujung tuba (fimbria/ umbai-umbai). Ovarium memproduksi hormon esterogen dan progesteron. Ovarium juga menghasilkan ovum (sel telur) yang berlangsung dalam periode 28 hari sekali (umumnya). Dalam tiap ovarium terdapat sekira 150.000 sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita 200.000 folikel primordial. Apabila wanita sudah memasuki masa pubertas maka secara bergantian ovarium kanan dan kiri melepas satu ovum matang yang disebut ovulasi.

- Saluran reproduksi, yang terdiri dari: • Saluran telur (tuba falopi/oviduk): terdapat dua di kanan dan kiri rahim menghubungkan uterus dan ovarium melalui fimbria. Disini juga terjadi pertemuan sperma dan ovum atau proses fertilisasi.

Dari fimbria, telur (ovum) digerakkan menuju ke rahim. • Rahim (uterus): berbentuk seperti buah pir, berongga dan berotot. Rahim bisa membesar seukuran janin dari bentuk normalnya yang hanya panjang 9 cm dan lebar 6 cm. Bila ovum yang ada di rahim tidak dibuahi, akan terjadi menstruasi karena ovum yang telah rusak akan lepas bersama lapisan endometrium yang mengandung pembuluh darah. Bagian bawah rahim mengecil, dinamakan cerviks (leher rahim) dan berhubungan dengan bagian luar tubuh yang disebut vagina.

• Rahim (Uterus): terdiri 3 lapisan: • Lapisan parametrium: lapisan paling luar • Lapisan myometrium: lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi). • Lapisan endometrium: lapisan dalam rahim tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. 3. Vagina Vagina adalah akhir dari saluran kelamin dalam yang terdapat dalam vulva, dan dikenal sebagai organ persetubuhan untuk perempuan.

Organ ini juga penting saat persalinan janin. Terdapat banyak lipatan dalam vagina untuk memudahkannya meregang jika terjadi persalinan. Dinding vagina banyak terdapat selaput lendir yang berkelenjar, salah satunya bernama Glandula Bartholini. Selaput ini yang dikenal sebagai selaput dara atau selaput keperawanan atau hymen. Organ reproduksi wanita memiliki pera­nan yang sangat penting dalam proses reproduksi.

Agar lebih memahaminya, yuk kita pahami lebih mendalam berbagai organ reproduksi beserta fungsinya, simak yuk! Baca Juga: Pentingkah Memberikan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi untuk Remaja? Berbagai macam bagian organ reproduksi wanita Organ reproduksi wanita.

Foto: webmd.com Pada dasarnya organ reproduksi pada wanita terbagi menjadi 2, yaitu bagian luar dan bagian dalam. Berikut adalah penjelasan di antara keduanya, antara lain: Alat reproduksi wanita bagian luar Fungsi dari alat reproduksi wanita bagian luar bertujuan untuk memudahkan sperma masuk ke dalam organ reproduksi bagian dalam, serta melindunginya dari organisme penyebab infeksi.

Organ-organ reproduksi wanita bagian luar, dikelompokkan menjadi satu dalam area yang disebut sebagai vulva. Berikut ini organ yang termasuk dalam sistem reproduksi wanita bagian luar, antara lain: Labia mayora (bibir besar) Ini merupakan alat reproduksi wanita bagian luar yang terdiri dari dua pasang lipatan kulit di kedua sisi bukaan vagina, bernama labia mayora dan labia minora. Bibir kemaluan besar yang berada di bagian luar dan akan ditutupi dengan rambut kemaluan setelah memasuki masa pubertas.

Labia minora (bibir kecil) Labia minora terletak di sebelah dalam labia mayor dan mengelilingi pembukaan vagina serta uretra yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih, ke luar tubuh. Ukuran dan bentuk organ ini dapat berbeda pada tiap individu. Permukaannya pun sangat rapuh dan sensitif, sehingga membuatnya mudah mengalami iritasi dan pembengkakan.

Klitoris Klitoris merupakan bagian yang erektil (bisa membengkak atau membesar), seperti penis pada pria. Karena klitoris mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf, sehingga sangat sensitif saat berhubungan badan.

Bagian klitoris ditutupi oleh preputium. Preputium adalah lipatan kulit, sebagaimana kulup pada pria. Seperti halnya penis, klitoris juga bisa mengalami ereksi, jika distimulasi.

Kelenjar bartolin Kelenjar ini terletak di kedua sisi bukaan vagina yang berfungsi menghasilkan lendir kental untuk melumasi vagina ketika berhubungan seksual. Baca Juga: Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya Alat reproduksi wanita bagian dalam Sedangkan alat reproduksi wanita bagian dalam yaitu berkaitan langsung pada produksi sel telur hingga berkembangnya janin.

Berikut ini adalah alat reproduksi wanita bagian dalam, di antaranya adalah: Vagina Vagina merupakan saluran muskulo membranasea atau otot selaput yang menghubungkan rahim dengan dunia luar.

Bagian otot vagina diketahui berasal dari otot levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita dapat dikendalikan dan dilatih.

Fungsi vagina sebagai jalan masuk sperma menuju rahim dan jalan keluar darah menstruasi serta jalur lahir bayi. Serviks Serviks merupakan pintu masuk antara vagina dan rahim, yang berupa lorong sempit. Dinding serviks bersifat fleksibel, sehingga dapat meregang dan membuka jalan lahir saat persalinan.

Selain itu, serviks juga berfungsi untuk melindungi rahim dari infeksi dan sebagai jalan masuk sperma saat berhubungan seksual. Serviks juga menghubungkan rahim dengan vagina. Ia berfungsi melindungi rahim dari infeksi dan memfasilitasi jalan sperma. Serviks menghasilkan lendir yang teksturnya akan berubah-ubah. Pada masa ovulasi lendir menipis untuk memudahkan jalan sperma. Sementara saat terjadi kehamilan lendir akan mengeras dan menyumbat saluran serviks untuk melindungi janin.

Uterus Uterus atau rahim adalah suatu ruang kosong yang berbentuk seperti sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita pir dan berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim atau uterus terletak di antara kandung kemih dan rektum. Selain itu, rahim juga berperan dalam terjadinya menstruasi pada wanita. Saat siklus menstruasi normal, lapisan rahim yang disebut endometrium akan mengental untuk mempersiapkan kehamilan.

Jika tidak terjadi pembuahan dan tidak terjadi kehamilan, maka lapisan tersebut akan luruh menjadi darah menstruasi dan akan keluar dari tubuh melalui vagina. Tuba falopi Tuba falopi merupakan bagian organ reproduksi yang berbentuk seperti pipa atau tuba. Bagian tuba ini berfungsi sebagai lalu lintas sel telur saat dilepaskan dari organ kantung telur pada saat ovulasi untuk menuju ke arah kandungan.

Saluran ini merupakan jalan bagi telur dari ovarium ke rahim, serta tempat terjadinya pembuahan telur oleh sperma. Ovarium Ovarium atau indung telur berjumlah dua buah dan terletak di kedua sisi rahim, yang berbentuk oval sebesar ibu jari. Fungsinya untuk memproduksi sel telur dan hormon seks perempuan, yang kemudian akan dilepaskan ke aliran darah.

Dalam siklus menstruasi normal, indung telur melepaskan sel telur setiap 28 hari atau bisa lebih. Sel telur tersebut jika berhasil melewati proses pembuahan akan berlanjut pada proses kehamilan.

Proses di saat sel telur dilepaskan disebut dengan ovulasi. Mengenal fungsi vagina Vagina adalah salah satu organ reproduksi yang paling diketahui. Walaupun sebenarnya vagina hanyalah satu dari sekian banyak organ reproduksi yang dimiliki vagina. Nah, untuk lebih mengenal vagina, berikut penjelasan apa itu vagina, bagian-bagian hingga fungsi vagina. Apa itu vagina? Ketika berbicara tentang vagina, orang seringkali mengacu pada vulva, yang merupakan bagian luar organ reproduksi wanita.

Lalu Apa saja bagian-bagiannya? Apa saja bagian dari vagina tersebut? Jika yang dimaksud dengan vagina adalah vulva, maka yang termasuk ke dalam bagian tersebut adalah: • Labia • Lubang vagina • Klitoris • Uretra Namun jika bicara tentang vaginanya sendiri, ada beberapa bagian lagi, yaitu: Dinding vagina Dinding vagina terbuat dari otot yang dilapisi selaput lendir, mirip dengan jaringan di mulut. Bagian dinding vagina ini mengandung lapisan jaringan dengan serat elastis.

Permukaannya terdiri dari lipatan jaringan ekstra atau disebut rugae. Jaringan ekstra ini memungkinkan vagina meregang saat berhubungan seks atau saat melahirkan. Kondisi lain yang terjadi di dinding vagina adalah perubahan selama siklus menstruasi.

Perubahan ini terkait hormon yang juga berubah mengikuti siklus menstruasi. Sementara itu, sel-sel lapisan luar jaringan menyimpan glikogen. Di saat ovulasi, lapisan ini akan ditumpahkan. Satu lagi peranan penting dari jaringan ini adalah, kandungan glikogennya mampu menjaga tingkat pH untuk melindungi vagina dari bakteri dan jamur yang berpotensi membahayakan.

Selaput dara Selaput dara adalah salah satu bagian dari vagina yang banyak diketahui. Bagian selaput dara sendiri berbentuk selaput tipis yang mengelilingi lubang vagina. Ada beberapa bentuk dan ukuran selaput dara, tapi sebagian besar berbentuk bulan sabit. Bentuk ini memungkinkan darah menstruasi keluar dari vagina.

Saat seorang wanita pertama kali berhubungan seksual atau memasukan sesuatu ke dalam vagina, bisa membuat selaput darah robek. Latihan fisik juga bisa merobek selaput dara.

Dari berbagai bentuk selaput dara, ada beberapa jenis yang mengganggu dan perlu dilakukan perbaikan, yaitu: • Selaput dara tidak berlubang: Ini adalah kondisi saat selaput dara benar menutupi pembukaan vagina, sehingga menghalangi aliran menstruasi.

Perlu dilakukan perbaikan dengan operasi kecil. • Selaput dara mikroperforasi: Kondisi selaput dara tipis yang hampir sepenuhnya menutupi lubang vagina. Sama seperti selaput dara yang tidak berlubang, jenis ini juga membutuhkan perbaikan dengan operasi.

• Kondisi selaput dara bersekat: Selaput dara ini menyebabkan jaringan ekstra yang membentuk dua lubang. Operasi kecil juga cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini. Berbagai macam fungsi vagina Ada berbagai macam fungsi vagina, mulai dari bagian dari siklus menstruasi, fungsi dalam berhubungan seksual hingga melahirkan.

Berikut penjelasan selengkapnya: • Dalam siklus menstruasi: Selaput lendir vagina akan menebal dan komposisi lendir akan berubah untuk lebih memudahkan pembuahan. • Berfungsi dalam hal pelumasan: Sekresi vagina dapat meningkat selama gairah seksual, kehamilan dan berbagai tahap menstruasi.

• Berperan selama gairah seksual: Membran mukosa vagina akan mulai menghasilkan lebih banyak pelumas, ini akan mengurangi risiko cedera selama penetrasi seksual. • Saat wanita terangsang: Vagina dapat terus memanjang saat terangsang. Kemudian, saat berhubungan seksual, vagina dapat meregang dan berkontraksi di sekitar penis yang memberikan rangsangan untuk ejakulasi. • Selama proses persalinan: Vagina menyediakan jalan lahir bayi. Struktur vagina sedemikian rupa sehingga mampu meregang berkali-kali lipat dari ukuran normal untuk mengakomodasi persalinan.

• Menyesuaikan fungsi: Meski dapat meregang saat persalinan, vagina akan kembali ke ukuran semula setelah enam hingga delapan minggu setelahnya. Berbagai kondisi vagina Ada banyak kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan vagina. Berikut daftar kondisi yang dapat mengganggu kesehatan vagina: Vaginitis Vaginitis adalah peradangan vagina akibat infeksi. Biasanya menimbulkan gejala keputihan tidak normal, gatal dan sensasi terbakar.

Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Vaginismus Vaginismus adalah kondisi kontraksi otot yang tidak disengaja. Ini membuat penetrasi penis menyakitkan.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Seringkali membuat gagalnya hubungan seksual. Ada berbagai penyebab vaginismus dan seringkali dikaitkan dengan trauma seksual masa lalu atau faktor emosional. Ketakuran akan seks yang menyakitkan, seringkali membuat otot vagina berkontraksi lebih kuat, ini menyababkan rasa sakit yang lebih parah.

Infeksi menular seksual (IMS) IMS ditularkan melalui kontak seksual dan dapat memengaruhi vagina. Ada berbagai gejala saat seseorang tertular IMS, mulai dari keputihan tidak normal, kutil kelamin hingga luka pada vagina. Beberapa jenis IMS yang umum di antaranya: • Klamidia • Gonore • Sifilis • Human papilloma virus (HPV) • HIV/AIDS • Herpes • Trikomoniasis Berbagai tips menjaga kesehatan vagina Karena ada banyak kondisi yang mengganggu kesehatan vagina, menjaga kesehatannya penting dilakukan.

Berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan vagina: • Hindari douching: Vagina dapat membersihkan dirinya sendiri. Douching justru dapat mengganggu kesembangan bakteri dan jamur alami di sana dan menyebabkan infeksi. • Hindari produk kebersihan wanita beraroma: Sama seperti douching produk-produk ini justru dapat mengganggu keseimbangan pH vagina. • Bertanggung jawab secara seksual: Selalu gunakan perlindungan saat berhubungan seksual dan hindari berganti-ganti pasangan seksual.

• Latihan kegel: Latihan ini membantu menguatkan otot dasar panggul, yang membantu mengurangi risiko prolaps vagina dan lemahnya otot dasar panggul. • Vaksinasi: Vaksinasi dapat melindungi diri dari IMS, termasuk HPV dan hepatitis B, yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. • Pemeriksaan rutin: Jika kamu aktif secara seksual, melakukan pemeriksaan rutin dan pap smear dapat membantu mendeteksi masalah vagina sejak dini. Termasuk mendeteksi dini adanya kanker serviks.

Demikian berbagai informasi tentang fungsi vagina dan organ reproduksi wanita lainnya. Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 10 Organ Sistem Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsi Dan Bagiannya – Apa yang dimaksud dengan sistem reproduksi pada manusia ?

Sistem reproduksi manusia adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya. Pengetahuan tentang Anatomi dan Fisiologi sistem reproduksi pada manusia merupakan ilmu yang paling dasar bagi setiap pelaku kesehatan reproduksi khususnya para wanita. Dalam makalah ini akan membahas hal tentang Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 12+ Sistem Anatomi Tubuh Manusia, Fungsi, Penjelasan, dan Gambar Lengkap Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk spermake dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi.Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan.

mikroorganisme ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. (evelyn pearce, 2002). Organ reproduksi perempuan terbagi atas organ genetalia eksterna dan organ genetalia interna. Organ genatalia eksterna dan vagina adalah bagian untuk sanggama, sedangkan organ genetalia interna untuk ovulasi,tempat pembuahan sel telur,translasi blastokis,implantasi, dan tumbuh kembang janin. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Lambung : Anatomi Dan Fisiologi Lambung Manusia Endometrium adalah lapisan epitel yang melapisi rongga rahim.

Permukaannya terdiri atas selapis sel kolumnar yang bersilia dengan kelenjar sekresi mukosa rahim yang berbentuk invaginasi ke dalam stroma selular. Kelenjar dan stroma mengalami perubahan yang siklik, bergantian antara pengelupasan dan pertumbuhan baru setiap sekitar 28hari.

Dalam terjadi kehamilan harus ada spermatozoa, ovum,pembuahan ovum(kontasepsi), dan nidasi (implantasi) hasil konsepsi.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Setiap spermatozoaterdiri atas tiga bagianyaitu kaput(kepala) yang berbentuk lonjong agak gepeng dan mengandung bahan nukleus,ekor dan bagian yang silindrik(leher) yang menghubungkan kepala dengan ekor. Dengan getaran spermatozoa dapat bergerak cepat. (Sarwono Prawirohardjo, 2012) 2.9. Sebarkan ini: Alat Reproduksi wanita ialah suatu organ – organ yang berperan dalam serangkaian proses yang mempunyai tujuan untuk berkembangbiak atau memperbanyak suatu keturunan.

Agar manusia bisa mempunyai anak, maka harus mempunyai sebuah organ – organ reproduksi dengan fungsi dan dalam keadaan normal. Organ Sistem Reproduksi Wanita • Organ reproduksi luar dan • Organ reproduksi dalam Bagian – Bagian Alat Reproduksi Wanita • Secara garis besar alat reproduksi wanita terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut : 1.

ALAT REPRODUKSI (GENETALIA) LUAR/ Organ kelamin luar (Eksternal) Organ kelamin luar (Internal) • Mons Pubis/ Mons Veneris • Bagian yang menonjol yang banyak berisi jaringan lemak yang terletak dipermukaan anterior simpisis pubis. • Setelah pubertas, kulit mons veneris ditutup oleh rambut-rambut.

• Seiring peningkatan usia, jumlah jaringan lemak ditubuh wanita akan berkurang dan rambut pubis akan menipis. • Labia Mayora • Berupa dua buah lipatan jaringan lemak, berbentuk lonjong dan menonjol yang berasal dari mons veneris dan berjalan kebawah dan ke belakang yang mengelilingi labia minora. • Terdiri dari 2 permukaan, yaitu bagian luar yang menyerupai kulit biasa dan ditumbuhi rambut, dan bagian dalam menyerupai selaput lendir dan sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita banyak kelenjar sebacea.

• Labia mayora kiri dan kanan bersatu di bagian belakang dan batas depan dari perinium disebut Commisura posterior/ frenulum. • Homolog dengan skrotum pada laki laki. • Labia Minora • Merupakan dua buah lipatan jaringan yang pipih dan berwarna kemerahan yang terlihat jika labia mayora dibuka.

• Pertemuan lipatan labia minora kiri dan kanan di bagian atas disebut – preputium klitoris, dan di bagian bawah disebut frenulum klitori • Pada bagian inferior kedua lipatan labia minora memanjang mendekati garis tengah dan menyatu dengan fuorchette. • Clitoris/ Klentit • Merupakan suatu tanggul berbentuk silinder dan erektil yang terletak diujung superior vulva.

• Mengandung banyak urat urat saraf sensoris dan pembuluh pembuluh darah. • Jumlah pembuluh darah dan persyarafan yang banyak membuat klitoris sangat sensitif terhadap suhu, sentuhan dan sensasi tekanan. Fungsi utama klitoris adalah menstimulasi dan meningkatkan keregangan seksual. • Ujung badan klitoris dinamai Glans dan lebih sensitif dari pada badannya. • Panjang klitoris jarang melebihi 2 cm dan bagian yang terlihat adalah sekitar 6×6 mm atau kurang pada saat tidak terangsang dan akan membesar jjika secara seksual terangsang.

• Klitoris analog dengan penis pada laki-laki. • • Vestibulum • Merupakan rongga yang sebelah lateral dibatasi oleh kedua labia minora, anterior oleh klitoris dan dorsal oleh fourchet. • Vestibulum merupakan muara-muara dari 6 buah lubang yaitu vagina, urethra, 2 muara kelenjar bartolini yang terdapat di samping dan agak ke belakang dari introitus vagina dan 2 muara kelenjar skene di samping dan agak ke dorsal urethra. • Kelenjar Bartholini dan Skene • Kelenjar yang penting di daerah vulva karena dapat mengeluarkan lendir.

• Pengeluaran lendir meningkat saat hubungan seks. Kelenjar Bartholini dan Skene • Ostium Uretra • Walaupun bukan merupakan sistem reproduksi sejati, namun dimasukkan ke dalam bagian ini karana letaknya menyatu dengan vulva. • Biasanya terletak sekitar 2,5 cm dibawak klitoris. • Ostium Vagina • Liang vagina sangat bervariasi bentuk dan ukurannya. Pada gadis, kebanyakan vagina tertutup sama sekali oleh labia minora dan jika dibuka, terlihat hampir seluruhnya tertutu oleh himen.

Ostium Vagina • Hymen (Selaput dara) • Berupa lapisan yang tipis dan menutupi sebagian besar introitus vagina. • Biasanya himen berlubang sebesar ujung jari berbentuk bulan sabit atau sirkular sehingga darah menstruasi dapat keluar.

Namun kadang kala ada banyak lubang kecil (kribriformis), bercelah (septata), atau berumbai tidak beraturan (fimbriata). Pada tipe himen fimbriata, pada gadis sulit membedakannya dengan hymen yang sudah mengalami penetrasi saat koitus. Hymen (Selaput dara) • Perineum • Perineum Adalah daerah muskular yang dititupi kulit antara introitus vagina dan anus.

Perineum 2. Organ reproduksi dalam (Internal) • Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin). • Ovarium Ovarium (indung telur) adalah sepasang organ berbentuk seperti buah almond yang berada disamping uterus didekat dinding lateral pelvis dan berada pada lapisan posterior ligamentum latum, postero-caudal tuba falopii.

Panjang kira-kira 2.5 – 5.0 cm dengan lebar kira-kira 1.5 – 3.0 cm. Masing-masing memiliki permukaan medial dan lateral • • Masing-masing ovarium memiliki tepi anterior ( mesovarium) dan tepi posterior yang bebas. Ligamentum penyangga ovarium adalah : • ligamentum suspensorium ovarii ( ligamentum infundibulo-pelvicum ) dan • ligamentum Ovarii Proprium. Pembuluh darah ovarium terutama berasal dari arteri ovarica yang merupakan cabang aorta abdominalis dan selanjutnya dialirkan keluar ovarium melalui vena ovarica.

Ovarium terbungkus oleh tunica albuginea yang mirip dengan yang dijumpai pada testis. Bagian luar ovarium disebut cortex yang memiliki gameet dan dibagian dalam disebut medula yang mengandung banyak pembuluh darah besar serta syaraf. Cortex ovarium relatif avaskular dan dijumpai sejumlah folikel ovarium kecil. Masing-masing folikel mengandung ovum immature ( oosit) yang terbungkus dengan satu atau beberapa lapisan sel. Bila oosit hanya dilapisi oleh satu lapisan sel, sel tersebut dinamakan sel folikel, bila dilapisi oleh beberapa lapisan sel-sel tersebut dinamakan sel granulosa.

Dibagian cortex terdapat sejumlah folikel dengan berbagai derajat maturasi. Pada folikel primordial, oosit dilapisi oleh satu lapisan sel pipih (sguamoues epithelium). Folikel primer memiliki dua atau lebih lapisan sel granulosa kubis yang mengitari oosit. Folikel sekunder mengandung ruang-ruang berisi cairan diantara sel granulosa.

Ruangan tersebut sering mengalami penyatuan (coalesence) membuat cavum sentral yang disebut sebagai antrum. Folikel d’graf atau folilkel vesikuler yang matur memiliki antrum yang sangat dominan dan folikel biasanya menonjol keluar permukaan ovarium.

Setiap bulan, pada wanita dewasa, satu dari folikel yang masak mengeluarkan oosit dari ovarium, peristiwa ini disebut ovulasi. fungsi ovarium • Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron. • Saluran reproduksi • Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.

• Oviduk ( tuba falopi ) Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum.

Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.

• Uterus Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Serviks (leher rahim) terletak di puncak vagina. Selama masa reproduktif, lapisan lendir vagina memiliki permukaan yang berkerut-kerut.

Sebelum pubertas dan sesudah menopause, lapisan lendir menjadi licin. Rahim merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina.

Rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat oleh 6 ligamen. Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim).

Serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina. Korpus biasanya bengkok ke arah depan. Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali dari panjang serviks. Korpus merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan janin.

Selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina. Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan sperma masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar.

Serviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di dalam serviks adalah sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. Tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi bisa melewatinya. Saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penghasil lendir.

Lendir ini tebal dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali sesaat sebelum terjadinya ovulasi. Pada saat ovulasi, konsistensi lendir berubah sehingga sperma bisa menembusnya dan terjadilah pembuahan ( fertilisasi). Selain itu, pada saat ovulasi, kelenjar penghasil lendir di serviks juga mampu menyimpan sperma yang hidup selama 2-3 hari. Sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ke tuba falopii untuk membuahi sel telur.

Karena itu, hubungan seksual yang dilakukan dalam waktu 1-2 hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan. Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita.

Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi. • Vagina Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat.

Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan. • Proses Fisiologis Sistem Reproduksi Wanita • Oogenesis Oogenesis Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung telur.

Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer.

Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan membelah secara meiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat (dorman).

Pada saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Ketika mencapai pubertas, anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhannya. Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya.

Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua sel yang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut oosit sekunder, sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer).

Selanjutnyaoosit sekunder meneruskan tahap sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita II (meiosis kedua). Namun pada meiosis II, oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi.

Namun jika ada sperma masuk ke oviduk, meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polosit sekunder). Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium.

Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum.

Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi oosit. Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi.

Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer. Selama tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Pada saat terbentuk oosit sekunder, folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier.

Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Jika tidak terjaid fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan. • Menstruasi (Haid) Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium.

Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi. Untuk mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi, patokannya adalah adanya peristiwa yang sangat penting, yaitu ovulasi. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½ n) menstruasi.

Untuk periode atau siklus hari pertama menstruasi, ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase pasca-ovulasi. • Fase menstruasi Fase Menstruasi Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron.

Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh, sehingga dindingnya menjadi tipis. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi.

Pendarahan ini biasanya berlangsung selama lima hari. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50mL. • Fase pra-ovulasi Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin.

Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH. Adanya FSH sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya.

Selama pertumbuhannya, folikel juga melepaskan hormon estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Peningkatan konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifta basa. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma. • Fase ovulasi Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis.

Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Umunya ovulasi terjadi pada hari ke-14.

• Fase pasca-ovulasi Pada fase pasca-ovulasi, folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak sebanyak folikel de Graaf memproduksi estrogen) dan hormon lainnya, yaitu progesteron. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium.

Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. Keseluruhan fungsi progesteron (juga estrogen) tersebut berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan.

Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. Namun, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun.

Pada kondisi ini, hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH, sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung kembali dengan fase menstruasi berikutnya. • Fertilisasi Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk. Namun, sebelum sperma dapat memasuki oosit sekunder, pertama-tama sperma harus menembus berlapis-lapis sel granulosa yang melekat di sisi luar oosit sekunder yang disebut korona radiata.

Kemudian, sperma juga harus menembus lapisan sesudah korona radiata, yaitu zona pelusida. Zona pelusida merupakan lapisan di sebelah dalam korona radiata, berupa glikoprotein yang membungkus oosit sekunder. Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik sperma maupun oosit sekunder saling mengeluarkan enzim dan atau senyawa tertentu, sehingga terjadi aktivitas yang saling mendukung.

Pada sperma, bagian kromosom mengeluarkan: • HialuronidaseSebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita yang dapat melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata. • AkrosinProtease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida. • AntifertilizinAntigen terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder.

Oosit sekunder juga mengeluarkan senyawa tertentu, yaitu fertilizin yang tersusun dari glikoprotein dengan fungsi : • Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat. • Menarik sperma secara kemotaksis positif. • Mengumpulkan sperma di sekeliling oosit sekunder. Pada saat satu sperma menembus oosit sekunder, sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma lainnya.

Adanya penetrasi sperma juga merangsang penyelesaian meiosis II pada inti oosit sekundersehingga dari seluruh proses meiosis I sampai penyelesaian meiosis II dihasilkan tiga badan polar dan satu ovum yang disebut inti oosit sekunder.

Segera setelah sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita memasuki oosit sekunder, inti (nukleus) pada kepala sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita akan membesar. Sebaliknya, ekor sperma akan berdegenerasi. Kemudian, inti sperma yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom (2n) atau 46 kromosom.

• Gestasi (Kehamilan) Zigot akan ditanam (diimplantasikan) pada endometrium uterus. Dalam perjalannya ke uterus, zigot membelah secara mitosis berkali-kali. Hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok sel yang sama besarnya, dengan bentuk seperti buah arbei yang disebut tahap morula. Morula akan terus membelah sampai terbentuk blastosit. Tahap ini disebut blastula, dengan rongga di dalamnya yang disebut blastocoel (blastosol). Blastosit terdiri dari sel-sel bagian luar dan sel-sel bagian dalam.

• Sel-sel bagian luar blastosit Sel-sel bagian luar blastosit merupakan sel-sel trofoblas yang akan membantu implantasi blastosit pada uterus. Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan ke arah endometrium yang berfungsi sebagai kait.

Sel-sel trofoblas juga mensekresikan enzim proteolitik yang berfungsi untuk mencerna serta mencairkan sel-sel endometrium. Cairan dan nutrien tersebut kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif oleh sel-sel trofoblas agar zigot berkembang lebih lanjut.

Kemudian, trofoblas beserta sel-sel lain di bawahnya akan membelah (berproliferasi) dengan cepat membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan. Berbagai macam membran kehamilan berfungsi untuk membantu proses transportasi, respirasi, ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnya selama embrio hidup dalam uterus. Selain itu, adanya lapisan-lapisan membran melindungi embrio terhadap tekanan mekanis dari luar, termasuk kekeringan.

• Sakus vitelinus Sakus vitelinus (kantung telur) adalah membran berbentuk kantung yang pertama kali dibentuk dari perluasan lapisan endoderm (lapisan terdalam pada blastosit). Sakus vitelinus merupakan tempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah pertama embrio. Sakus vitelinus berinteraksi dengan trofoblas membentuk korion. • Korion Korion merupakan membran terluar yang tumbuh melingkupi embrio.

Korion membentuk vili korion (jonjot-jonjot) di dalam endometrium. Vili korion berisi pembuluh darah emrbrio yang berhubungan dengan pembuluh darah ibu yang banyak terdapat di dalam endometrium uterus. Korion dengan jaringan endometrium uterus membentuk plasenta, yang merupakan organ pemberi nutrisi bagi embrio. • Amnion Amnion merupakan membran yang langsung melingkupi embrio dalam satu ruang yang berisi cairan amnion (ketuban).

Cairan amnion dihasilkan oleh membran amnion. Cairan amnion berfungsi untuk menjaga embrio agar dapat bergerak dengan bebas, juga melindungi embrio dari perubahan suhu yang drastis serta guncangan dari luar.

• Alantois Alantois merupakan membran pembentuk tali pusar (ari-ari). Tali pusar menghubungkan embrio dengan plasenta pada endometrium uterus ibu. Di dalam alantois terdapat pembuluh darah yang menyalurkan zat-zat makanan dan oksigen dari ibu dan mengeluarkan sisa metabolisme, seperti karbon dioksida dan urea untuk dibuang oleh ibu. • Sel-sel bagian dalam blastosit Sel-sel bagian dalam blastosit akan berkembang menjadi bakal embrio (embrioblas). Pada embrioblas terdapat lapisan jaringan dasar yang terdiri dari lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm).

Permukaan ektoderm melekuk ke dalam sehingga membentuk lapisan tengah (mesoderm). Selanjutnya, ketiga lapisan tersebut akan berkembang menjadi berbagai organ (organogenesis) pada minggu ke-4 sampai minggu ke-8. Ektoderm akan membentuk saraf, mata, kulit dan hidung. Mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limpa dan kelenjar kelamin.

Endoderm akan membentuk organ-organ yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan dan pernapasan. Selanjutnya, mulai minggu ke-9 sampai beberapa saat sebelum kelahiran, terjadi penyempurnaan berbagai organ dan pertumbuhan tubuh yang pesat. Masa ini disebut masa janin atau masa fetus. • Laktasi Kelangsungan bayi yang baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (payudara) ibu. Sebelum kehamilan, payudara hanya terdiri dari jaringan adiposa (jaringan lemak) serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar (duktus kelenjar) yang belum berkembang.

Pada masa kehamilan, pertumbuhan awal kelenjar susu dirancang oleh mammotropin. Mammotropin merupakan hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dan plasenta janin.

Selain mammotropin, ada juga sejumlah besar estrogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh plasenta, sehingga sistem saluran-saluran kelenjar payudara tumbuh dan bercabang. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar. Walaupun estrogen dan progesteron penting untuk perkembangan fisik kelenjar payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah untuk mencegah sekresi dari air susu.

Sebaliknya, hormon prolaktin memiliki efek yang berlawanan, yaitu meningkatkan sekresi air susu. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu meningkat dari minggu ke-5 kehamilan sampai kelahiran bayi.

Selain itu, plasenta mensekresi sejumlah besar somatomamotropin korion manusia, yang juga memiliki sifat laktogenik ringan, sehingga menyokong prolaktin dari hipofisis ibu. • Menopause Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan.

Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu.

Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Sekitar 80 persen wanita mulai melompat-lompat menstruasinya. Faktor Yang Mempengaruhi Proses Fisiologis Sistem Reproduksi Manusia Banyak faktor yang berpengaruh terhadap reproduksi manusia yang dapat dikelompokkan sebagai berikut • Faktor Organobiologik Reproduksi manusia yang bersifat biseksual, dipengaruhi oleh faktor organobiologik, baik pada pria maupun pada wanita.

Faktor organobiologik ini mencakup berbagai kelainan anatomis maupun fungsional dari pada alat tubuh manusia, terutama kelainan alat dan fungsi reproduksi, yang dapat mengakibatkan kelainan pada kualitas dan kuantitas reproduksi manusia. Dalam kelompok faktor oganobiologik ini, termasuk : • Umur manusia.

Diketahui bahwa puncak kesuburan umumnya berada pada usia sekitar 24 – 25 tahun. Fungsi reproduksi menurun setelah usia itu. • Faktor gizi. • Penyakit infeksi, seperti radang kelenjar parotis pada mulut (gondongan), tuberkulosis, kencing nanah, radang prostat, kusta, cacar dan sebagainya.

• Alergi dan gangguan imunologik.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

• Gangguan metabolisme umum, seperti kencing manis dan sebagainya. • Kegagalan ginjal menahun. • Kelumpuhan bagian bawah anggota badan (papaplegia). • Kelainan endoktrim pada kelenjar hipofise otak. • Kelainan kromosom. • Pengaruh dari luar : obat, zat kimia, radiasi, suhu ling¬kungan sekitar, dan sebagainya. • Faktor Psikoedukatif Reproduksi manusia juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang tergolong psikoedukatif, yaitu faktor kejiwaan dan pendidikan atau pengetahuan manusia.

Kesadaran akan gawatnya masalah kependudukan suatu negara, merupakan motivasi untuk upaya pentingnya memelihara kesehatan ibu dan anak serta keluarga, membuat para pasutri mempraktekkan keluarga berencana.

Dalam banyak hal, pendidikan kaum wanita berpengaruh positif terhadap pengendalian reproduksinya. • Faktor Sosiokultural Faktor yang tergolong dalam kelompok sosial budaya memberi pengaruh pula terhadap reproduksi manusia. Pandangan bahwa anak laki-laki lebih berharga daripada wanita, banyak anak banyak rejeki seringkali menjadi pendorong pemacuan terhadap fungsi reproduksi, bahkan seringkali dengan melupakan akibat buruk terhadap kesehatan ibu dan anak. Hormon-Hormon Pada Sistem Reproduksi Wanita Pada wanita, peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria.

Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam siklus menstruasi. • Estrogen Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen tapi yang paling penting untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dll.

Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium, menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma. • Progesterone Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Progesterone mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot. Kadar progesterone terus dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk hormon HCG.

• Gonadotropin Releasing Hormone GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak. GNRH akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen tinggi, maka estrogen akan memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.

• FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone) Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel. Dari folikel yang matang akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.

• HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal.

Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb). • LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara.

Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan.

Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea. Gangguan dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita • Gangguan menstruasi Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual.

Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi. • Kanker genitalia Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks dan ovarium. • Kanker vagina Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus.

Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser. • Kanker serviks Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks.

Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul. • Kanker ovarium Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal.

Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi. • Endometriosis Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru.

Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi atau bedah laser. • Infeksi vagina Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif.

Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi, jamur atau bakteri. • Keputihan (Fluor Albus) Penyakit yang dialami perempuan ini disebabkan oleh berbagai parasit, antara lain jamur Candida albicans, Protozoa dari jenis Trichomonas vaginalis, bakteri, dan virus. Candida albicans menyukai lingkungan yang mengandung gula dan hangat. Jamur ini sering ditemukan pada perempuan hamil dan penderita diabetes melitus (kencing manis).

• AIDS AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immttne Deficiency Syndrome (sindrom hilangnya kekebalan karena bentukan). Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV (Human Immtmodeficiency Virus). Sampai sekarang, penyakit mematikan ini belum ada obatnya. Orang yang terinfeksi virus HIV tidak langsung menderita AIDS. Penyakit ini baru terlihat setelah enam bulan sampai lima tahun, bergantung pada ketahanan tubuh seseorang. Penyakit ini menyerang sel-sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Akibatnya, jika terinfeksi kuman tertentu yang bagi orang biasa tidak membahayakan. penderita AIDS dapat meninggal. • Kista Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang dalam ovarium (indung telur) wanita.

Kebanyakan kista tidak berbahaya. Namun, beberapa dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium. • Myom Myom adalah bungkus otot rahim yang berubah menjadi tumor jinak. Istilah mudahnya, daging tumbuh di rahim. Gejala-gejala myom: • Nyeri perut atau pinggul. • Perut terasa penuh dan kadang membesar seperti wanita hamil. • Nyeri saat bersenggama.

• Gejala anemia karena kehilangan darah haid. • Sering berkemih karena miom menekan kandung kemih. • Tekanan pada panggul. • Gangguan haid seperti tidak teratur, nyeri, dan pendarahan tidak normal (lebih banyak atau lebih lama).

Gejala tersebut dapat dirasakan apabila kondisi myom sudah membesar. • Kesimpulan Anatomi sistem reproduksi wanita terbagi menjadi 2 bagian yaitu: Organ-organ eksternal, berfungsi kopulasi, terdiri dari: Vulva, mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, vestibulum, introitus/orificium vagina, vagina, prineum.

Organ-organ interna berfungsi untuk ovulasi, fertilisasi ovum, transpoertasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, dan kelahiran terdiri dari: Uterus, servik uteri, corpus uteri, ligamentum penyangga uterus. Oogenesis adalah proses pembentukan ovum (sel telur) yang terjadi didalam ovarium. Hasil dari oogenesis yaitu ovum dan tiga badan polar. Sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita benih testis pada orang laki-laki, maupun sel benih ovarium pada perempuan tampak pada awal kehidupan janin.

Kejadian, bagaimana sel reproduksi ini digerakkan ke daerah tempat yang telah ditentukan, yaitu ovarium dan testis, merupakan suatu rahasia agung dan indah. • Saran Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan pengetahuan serta kekurangan dalam penulisan. Hal tersebut terjadi karena penulis masih dalam tahap pembelajaran sehingga diharapkan untuk kritik dan saran dari rekan-rekan sekalian untuk dapat membimbing dan membantu pembelajaran lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA • Campbell, dkk. 2004. Biologi Jilid III. Jakarta: Erlangga. • http://www.crayonpedia.org/mw/Sistem_Reproduksi_Dan_Penyakit_Yang_Berhubungan_Dengan_Sistem_Reproduksi_Pada_Manusia_9.1 • http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/25/kelainan-dan-penyakit-pada-sistem-reproduksi/ • http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/23/organ-reproduksi-pria/ • http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/08/organ-reproduksi-wanita.html • http://biologimediacentre.com/sistem-reproduksi-2-reproduksi-pada-manusia/ • Nangsari, Nyanyu Syamsiar.

1988. Pengantar Fisiologi Manusia. Jakarta: Depdikbud. • Pearce, Evelyn C. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia. • Pratiwi, dkk. 2006. Biologi. Jakarta: Erlangga. • 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: EGC. Itulah ulasan tentang Pengertian Dan Bagian-Bagian Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsinya Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, IPA, S1, SMA, SMP Ditag #fungsi alat reproduksi wanita, #fungsi organ reproduksi wanita, #pengertian alat reproduksi wanita, #pengertian organ reproduksi wanita, 7 Fakta Penting Tentang Organ Reproduksi Wanita, Alat Reproduksi Wanita, alat reproduksi wanita bagian luar, alat reproduksi wanita dan bagiannya, alat reproduksi wanita dan fungsinya lengkap, alat reproduksi wanita normal, anatomi organ reproduksi wanita, biologi wanita, fungsi endometrium, fungsi infundibulum, fungsi ligamen ovarium, fungsi myometrium, fungsi organ reproduksi wanita brainly, fungsi ovarium, fungsi oviduk pada wanita, fungsi perineum, fungsi serviks, fungsi serviks pada reproduksi wanita, fungsi tambahan sistem reproduksi wanita, fungsi tuba falopi, fungsi uterus, fungsi vestibulum, gangguan pada ovarium, gangguan reproduksi wanita pdf, jelaskan proses pembentukan sel ovum, jelaskan tujuan reproduksi pada manusia, kelainan pada sistem reproduksi pria, kelenjar skene, Mengenal Organ Reproduksi Wanita, reproduksi manusia dan hewan, ringkasan sistem reproduksi, sistem reproduksi adalah, sistem reproduksi manusia pdf, Sistem Reproduksi Wanita dan Organ Penyusunnya, teknologi sistem reproduksi, tuliskan alur perubahan letak testis, uterus, vestibular bulb adalah, vestibulum sistem reproduksi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita!

Jawab : Organ reproduksi dalam pada perempuan: • Ovarium berfungsi menghasilkan ovum dan hormon estrogen serta progesteron. • Fimbriae berfungsi menangkap ovum dari ovarium. • Infundibulum tuba berfungsi menampung ovum yang ditangkap oleh fimbriae. • Tuba fallopi berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi. • Uterus berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. • Vagina berfungsi sebagai saluran saat kelahiran.Organ sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita wanita merupakan sekelompok organ yang terlibat dalam sistem reproduksi, dalam hal ini untuk mempersiapkan kehamilan sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita melahirkan.

Setiap organ reproduksi dirancang dengan fungsinya masing-masing. Organ-organ ini dimiliki wanita sejak lahir, namun kemampuan reproduksi nya baru akan dimulai setelah masa pubertas. Struktur dan organ reproduksi wanita memainkan peran penting dalam proses reproduksi, yang mana meliputi siklus menstruasi, konsepsi (ketika sel telur dibuahi oleh sperma), kehamilan, dan persalinan.

Menurut letaknya, organ reproduksi wanita dapat dibagi menjadi dua, yaitu organ yang berada di bagian luar tubuh dan organ yang berada di dalam tubuh. Organ Reproduksi Wanita Bagian Luar Organ reproduksi wanita bagian luar berkelompok di daerah bernama vulva, yang letaknya di luar vagina. Organ-organ tersebut termasuk: • Labia Labia adalah organ reproduksi wanita bagian luar yang terdiri dari dua pasang lipatan kulit di kedua sisi bukaan vagina, bernama labia mayora dan labia minora.

Labia mayora (bibir kemaluan besar) berada di bagian luar dan akan ditutupi dengan rambut kemaluan setelah memasuki masa pubertas, sedangkan labia minora (bibir kemaluan kecil) tidak berambut.

• Mons pubis Tonjolan lemak di atas labia yang ditutupi dengan rambut setelah memasuki masa pubertas. Bagian ini mengeluarkan zat feromon yang diduga berperan dalam proses terjadinya ketertarikan seksual.

• Lubang vagina Ini merupakan pintu masuk ke vagina. • Lubang uretra Lubang uretra adalah tempat keluarnya urine dari kandung kemih.

• Klitoris Klitoris merupakan tonjolan kecil di bagian atas labia minora, yang sangat sensitif dan merupakan sumber utama kenikmatan seksual wanita. • Kelenjar Bartholin atau kelenjar vestibular Kelenjar ini terletak di kedua sisi bukaan vagina, dan berfungsi menghasilkan lendir kental untuk melumasi vagina ketika berhubungan seksual. Organ Reproduksi Wanita Bagian Dalam Organ reproduksi wanita yang ada di dalam tubuh, terletak dalam rongga panggul (pelvis).

Organ-organ tersebut termasuk: • Vagina Organ ini terletak antara bagian bawah rahim dan tubuh bagian luar. Vagina merupakan lorong atau jalan keluar untuk melahirkan, serta tempat masuknya penis selama berhubungan seksual. • Serviks atau leher rahim Leher rahim adalah pintu masuk antara vagina dan rahim, yang berupa lorong sempit.

Dinding serviks bersifat fleksibel, sehingga dapat meregang dan membuka jalan lahir saat persalinan. • Rahim atau uterus Merupakan organ berbentuk seperti buah pir yang menjadi rumah bagi janin yang sedang berkembang. • Ovarium (indung telur) Organ ini merupakan kelenjar kecil berbentuk oval yang terletak di kedua sisi rahim. Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur dan memproduksi hormon seks utama, yakni estrogen dan progesteron, yang dilepaskan ke dalam aliran darah. • Saluran telur atau tuba fallopi Tuba fallopi adalah saluran sempit yang melekat pada bagian atas rahim mengarah ke ovarium.

Saluran ini merupakan jalan bagi telur dari ovarium ke rahim, serta tempat terjadinya pembuahan telur oleh sperma. Sama seperti bagian tubuh lainnya, organ reproduksi wanita memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, sudah sepatutnya jika organ reproduksi wanita dirawat kesehatannya agar terlindung dari berbagai gangguan, seperti infeksi atau cedera. Saat organ reproduksinya bermasalah, seorang wanita akan sulit hamil atau berisiko mengalami infertilitas.

Merawat organ reproduksi wanita dapat menjadi salah satu cara untuk melindungi diri, pasangan, serta bayi lama kandungan, dari berbagai penyakit yang berbahaya. Jadi, rawat organ reproduksi wanita Anda mulai dari sekarang, dan jangan lupa periksakan diri ke dokter secara berkala.
• #RAMADAN • #COVID-19 • Community • Pregnancy • Getting Pregnant • First Trimester ( 1 - 13 weeks ) • Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) • Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) • Birth • Baby • 0-6 months • 7-12 months • Kid • 1-3 years old • 4-5 years old • Big Kid • 6-9 years old • 10-12 years old • Life • Relationship • Health and Lifestyle • Home and Living • Fashion and Beauty •  Sistem reproduksi perempuan memiliki beberapa bagian masing-masing.

Fungsinya mulai dari haid, persiapan kehamilan, sampai pada masa melahirkan. Meski organ-organ dalam sistem reproduksi dimiliki sejak lahir, namun pada dasarnya kemampuan reproduksi baru sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita dimulai setelah masa pubertas. Apabila dicurigai ada masalah pada sistem reproduksi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis ya, Ma.

Semakin dini masalah ditemukan, semakin besar pula peluang kesembuhan bisa didapat. Dilansir Web MD, sistem reproduksi perempuan dirancang untuk menjalankan beberapa fungsi. Ada yang berfungsi menghasilkan sel telur, mengangkut sel telur ke tempat pembuahan, sampai akhirnya terjadi pembuahan dan proses penanaman ke dinding rahim untuk memulai tahap awal kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi, sistem reproduksi perempuan dirancang untuk melepaskan lapisan rahim menjadi darah haid. Selain itu, sistem reproduksi juga mampu menghasilkan hormon yang menjaga siklus reproduksi.

Organ reproduksi wanita terdiri dari bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar organ reproduksi wanita terdiri dari labia, kelenjar bartholin, dan klitoris.

Sementara bagi dalam organ reproduksi wanita terdiri dari vagina, rahim, ovarium, dan saluran tuba. Berikut Popmama.com rangkum informasi tentang sistem reproduksi perempuan, disimak yuk Ma. Pixabay/PublicDomainPictures Fungsi struktur organ reproduksi perempuan bagian luar ada dua, yakni untuk memungkinkan sperma memasuki tubuh dan melindungi organ genital internal dari organisme berbahaya. Struktur organ reproduksi bagian luar meliputi: • Labia Labia adalah organ reproduksi perempuan bagian terluar yang terdiri dari dua pasang lipatan kulit, bernama labia mayora dan labia minora.

Jika dibandingkan, labia mayora relatif lebih besar dan sebanding dengan skrotum pada laki-laki. Labia mayora mengandung kelenjar keringat dan minyak. Setelah pubertas, labia mayora biasanya akan ditutupi rambut. • Kelenjar Bartholin Kelenjar ini terletak di samping lubang vagina dan berfungsi untuk menghasilkan sekresi cairan (lendir). Cairan ini kemudian berfungsi sebagai pelumas vagina saat berhubungan intim. • Klitoris Kedua sisi labia minora terlihat mengapit klitoris, yakni sebuah tonjolan kecil yang sangat sensitif.

Bagian ini sebanding dengan penis pada laki-laki. Klitoris ditutupi oleh lipatan kulit yang disebut preputium. Freepik Sementara itu, organ reproduksi perempuan yang berada di bagian dalam tubuh, sebagian besar terletak di dalam rongga panggul atau pelvis. Bagian-bagian tersebut memiliki fungsi yang lebih teknis dan berkaitan langsung dengan sistem reproduksi.

Organ ini pun sangat dipengaruhi fungsinya oleh hormon dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Penting untuk selalu menjaga organ dari sistem reproduksi ini, Ma.

Struktur dari organ reproduksi bagian dalam yaitu: • Vagina Vagina adalah saluran yang menghubungkan antara serviks (leher rahim) degan bagian luar tubuh. Ini juga menjadi jalan lahir saat persalinan dan tempat penetrasi saat berhubungan intim. Penting bagi Mama untuk selalu menjaga kebersihan vagina dengan membasuh air bersih dan mengeringkannya kembali sebelum menggunakan celana dalam.

• Rahim Rahim adalah organ yang berongga dan berbentuk seperti buah pir saat Mama tidak sedang hamil. Ini adalah rumah bagi janin yang sedang berkembang. Rahim dibagi menjadi dua bagian, yaitu serviks yang merupakan bagian bawah sekaligus pintu masuk antara rahim dan vagina, serta korpus yang merupakan bagian utama rahim.

• Ovarium (indung telur) Ovarium berbentuk kelenjar kecil seperti oval yang terletak di kedua sisi rahim. Meskipun kecil, organ ini memiliki fungsi penting yakni memproduksi sel telur dan hormon utama perempuan yaitu estrogen dan progesteron. • Saluran tuba (tuba fallopi) Saluran ini berbentuk sempit dan melekat pada bagian atas rahim. Fungsinya yakni sebagai jalan bagi sel telur untuk menuju rahim.

Konsepsi atau proses pembuahan sel telur oleh sperma, biasanya akan terjadi di saluran tuba. Sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita telur yang telah dibuahi ini kemudian akan bergerak ke rahim untuk berkembang di dinding rahim.

Pexels/Vanessa Ramirez Saat memasuki usia aktif reproduksi, aktivitas hormonal tubuh perempuan akan berulang dalam jeda sekitar satu bulan. Dalam setiap siklus, tubuh bersiap untuk potensi kehamilan. Ketika kehamilan tidak terjadi, akan ada pelepasan dari lapisan uterus yang disebut sebagai haid atau menstruasi.

Siklus haid rata-rata memakan waktu sekitar 28 hari dan terjadi dalam beberapa fase, yaitu fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal. Fase folikular adalah fase awal di mana terjadi perubahan hormonal tubuh, sementara fase ovulasi yakni fase pelepasan sel telur menuju saluran tuba. Dalam fase ini, lendir yang dihasilkan oleh serviks berfungsi untuk membantu sperma bergerak menuju sel telur.

Ketika jika tidak ada pembuahan yang terjadi, fase berikutnya yakni fase luteal. Sel telur yang sudah lepas dan tidak dibuahi kemudian akan melewati rahim. Ia lalu akan luruh, setelah itu haid pun terjadi, Ma. Ada empat hormon utama yang terlibat dalam siklus haid, yakni hormon perangsang folikel, hormon luteinizing, estrogen, dan progesteron.

Freepik/Whatwolf Saat bayi perempuan dilahirkan, tubuhnya memiliki 1-2 juta sel telur. Ya, ini karena janin sudah mulai memproduksi sel telur saat masih berusia 6 bulan di dalam kandungan.

Pada saat dilahirkan, sebagian sel telur yang belum matang tersebut akan mati. Kemudian saat memasuki masa pubertas, biasanya jumlah sel telur yang tersisa yakni sekitar 300 ribu saja. Dari jumlah ini, hanya sekitar 500 sel telur saja yang kemudian akan mengalami ovulasi selama masa reproduksi perempuan. Nantinya sisa sel telur yang masih ada akan mati secara bertahap saat menopause. Sel telur memiliki ukuran yang besar, Ma. Bahkan sel telur juga menjadi salah satu sel terbesar dalam tubuh perempuan.

Sel ini memiliki diameter sekitar 100 mikron atau kira-kira setebal sehelai rambut.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Tak perlu menggunakan mikroskop, sel telur juga bisa dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Freepik/Pressfoto Sudah diketahui betapa banyak organ dalam sistem reproduksi yang masing-masingnya memiliki fungsi penting. Oleh sebab itu, Mama perlu selalu menjaga kesehatan dan kebersihan sistem reproduksi. Salah satunya adalah mencegah terjadinya penyakit menular seksual, Ma. Cara ini bisa Mama lakukan dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Selain itu, penting juga untuk tidak berganti-ganti pasangan saat sudah aktif secara seksual. Apabila Mama sudah siap untuk hamil, jangan lupa untuk selalu rutin melakukan konsultasi ke dokter.

sebut dan jelaskan fungsi organ reproduksi dalam pada wanita

Ini membantu tubuh mama untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan begitu, proses persalinan nanti pun bisa berjalan lebih lancar. Perbaiki juga gaya hidup sehari-hari seperti pola makan dan pola istirahat, ya. Kedua hal ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon. Misalnya jika pola makan mama berlebihan hingga kemudian menimbulkan kegemukan, hal ini juga berdampak pada produksi hormon dan proses ovulasi, serta meningkatkan risiko kelembapan di area organ reproduksi.

Hindari penggunaan sabun khusus kewanitaan yang mengandung bahan kimia seperti pewangi, karena justru dapat membunuh bakteri baik di dalam vagina. Perhatikan juga cara mama membasuh vagina, pastikan arah basuhnya dari depan ke belakang dan bukan sebaliknya, ya. Demikian informasi yang penting yang perlu Mama ketahui tentang sistem reproduksi perempuan. Jaga selalu kesehatan organ reproduksi Mama, ya! Baca juga: • Begini 4 Cara Membedakan Darah Menstruasi dan Flek Tanda Kehamilan • 7 Tanda dan Gejala PCOS yang Tidak Boleh Diabaikan • Hati-hati, Hormon Tidak Seimbang Bisa Bikin Susah Hamil!

Mengenal Organ Reproduksi Wanita - Sehatpedia




2022 www.videocon.com