Aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

• Jumat, 2022/05/05 13:29 WIB Bali yang Kembali Dinodai Turis Cabul • Jumat, 2022/05/05 14:43 WIB Capres NasDem Dikerucutkan Jadi 1 Nama September, Anies Bergaung Luas • Kamis, 2022/05/04 12:18 WIB Viral, Lebaran di Rumah Ini Sajiannya Jajanan bak Minimarket • Minggu, 2022/05/07 14:20 WIB Viral Pria Penumpang Alphard Memaki Polisi Dengan Kata Kasar • Senin, 2022/05/02 11:47 WIB Zulhas soal Pilih Salat Id di JIS: Anies Perlu Diapresiasi • Jumat, 2022/04/29 14:32 WIB Susi Respons Jokowi soal Impor Jagung: Bubarkan Kemendag Ahmadiyah adalah suatu aliran yang meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, mereka meyakini Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi mereka.

Selain itu mereka mempunyai kitab suci yang dikenal dengan nama Tadzkirah sebagaimana umat Islam mempunyai Al-Qur`an. Semoga artikel ini dapat sebagai peringatan akan bahaya aliran sesat ini. Artikel ini dikutip dari Buletin LPPI. 1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad 2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India 3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah 4.Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI 5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India.

Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah 6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad” 7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu: Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an.

Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad” 8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11.

Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad 9.Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya: “Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.(“kitab suci Tadzkirah” hal.

621) Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM 10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad.

Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran 11.Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad 11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” (“kitab suci” Tadzkirah hal.637) 11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku” (“kitab suci” Tadzkirah hal.

630) 11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634) 11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”: Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab suci Tadzkirah hal.

633) 11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai Mirza Ghulam Ahmad - kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah hal.652) 11.6.

Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630) 11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”: Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (“kitab suci” Tadzkirah hal.

658-659) 11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519) 11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (“kitab suci” Tadzkirah hal.620) Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya.

Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an. Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di I N D I A. 12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA 12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb: PASAL 56 a: Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a.

yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk …. terhadap suatu agama di Indonesia. 12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.: 2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw bukan nabi terakhir.

13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975. 13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei Darussalam. 13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.

13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah. 13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM. 14. K E S I M P U L A N a.Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan - I N D I A (sekarang Pakistan) tahun 1889, yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad.

b.Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah Lahore.

c.Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal.

19, 20,21) Cat: Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini, alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan oleh umat. Sumber: Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606 Silahkan dikomentari. BAB III SEKILAS TEORI ALIRAN AHMADIYAH DAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH A. Maksud Aliran Ahmadiyah Sejarah Ahmadiyah lahir di India pada akhir abad ke-19 di tengah suasana kemunduran umat Islam di bidang agama, politik., sosial, politik, ekonomi, dan bidang kehidupan lainnya.

Terutama setelah pecahnya revolusi India tahun 1857 yang terakhir dengan kemenangan East India Company yang menjadikan India sebagai salah satu koloni Inggris terpenting di Asia. Di tengah-tengah kondisi umat Islam seperti itu, Ahmadiyah lahir. Kelahiran Ahmadiyah juga berorientasi pada pembaruan pemikiran.

Di sini Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku telah diangkat Tuhan sebagai Al-Mahdi dan Al- Masih merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk memajukan Islam dengan memberikan interpretasi batu terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sesuai tuntunan zaman dan “Ilham” Tuhan kepadanya.

Motif Mirza Ghulam Ahmad ini tampaknya didorong oleh gencarnya serangan kaum misionaris Kristen dan propaganda terhadap umat Islam pada saat itu. 1 Jemaat Ahmadiyah didirikan pada tahun 1889 M dan bertepatan tahun 1306 menurut aliran dari Qadiyan. Hal ini di dasarkan pada permulaan pembai’atan yang dilakukan banyak orang terhadap 1 Iskandar Zulkarnaen, Gerakan Ahmadiyah di Indonesia, Yogyakarta: LKIS 2005, cet.

1. h 58 48 Mirza Ghulam Ahmad.Sedangkan dari aliran Lahore berpendapat bahwa Ahmadiyah berdiri tahu 1888 M. karena berdasarkan ilham yang diterimanya untuk mendirikan bahtera dan melakukan bai’at kepada Mirza Ghulam Ahmad. 2 Jemaat berarti kumpulan individu yang bersatu padu dan bekerja untuk suatu program bersama.

Ahmadiyah adalah nama dari ajaran Islam, jadi Ahmadiyah adalah suatu perkumulan, himpunan atau organisasi yang bersatu padu dan bekerja untuk suatu program yang sama yaitu Islam. 3 Ahmadiyah diambil dari salah satu nama Rasulullah SAW. Yang diinformasikan kepada Nabi Isa a.s. dalam surat ash-shaf ayat 6 yang menyatakan bahwa akan datang seorang nabi dan rasul bernama Ahmad.

4 Dalam Perkembangan dan Penyebaran Ahmadiyah tidak terlepas dari Khalifah Masih Iyaitu Hz.MIv.Hafiz Hakim Nuruddin ra. Pertablighan Islam dan perkembangan misi Ahmadiyah ke Eropa sudah mulai pada masa beliau ini.

Khalifah Masih I wafat pada aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

1914 dan digantikan oleh Khalifatul Masih II. Yaitu Hz Mirza Bashiruddin Ahmad ra. Pertablighan Islam dan pengembagan misi Ahmadiyah keseluruh dunia lebih terorganisir. Pengorganisasian itu beliau mewujudkan pada tahun 1935 dalam bentuk suatu gerakan yang dikenal dengan nama Tahrik Jadid Gerakan Baru. Di dalam gerakan ini beliau menghimpun dana sukarela dari para anggota dan mengumpulkan tenaga-tenaga sukarela yang 2 Saleh A.Nahdi, Ahmadiyah Selayang Pandang, Jakarta: Yayasan Raja Pena, 2001.

Cet. IV.h.5 3 Muslim Fathoni, Faham Mahdi Syiah dan Ahmadiyah Dalam Presfektif, Jakarta:: PT. Raja Grafindo, 1994, h. 53 4 Maulana Muhammad Ali, Mirza Ghulam Ahmad of Qadian: his life and mission, Lahore: Ahmadiyah Anjuman Isha’at Islam, 1959_.

H. 12 mewakafkan diri mereka untuk pengembangan Islam ke seluruh dunia. Para Khalifatul Masih II ini Ahmadiyah telah berkembang di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika. 5 Kemudian setelah Ahmadiyah muncul dan berkembang di India, beberapa waktu kemudian disusul dengan menyebarnya Ahmadiyah hampir ke seluruh dunia, dengan mendirikan masjid-masjid di berbagai Negara seperti London, di kota Zurich Switzerlad, di Den Haag Belanda di kota Frankurt dan Hambrug Jerman dan masih Negara-negara lain termasuk di Benua Afrika.

6 B. Kitab Taskiroh dan Buku-buku Ahmadiyah Parts » Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama » Latar Belakang Masalah Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama » Rumusan dan Pembatasan Masalah Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian » Kerangka Tiori Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama » Langkah-langkah Penelitian Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama » Sejarah Lahirnya Ahmadiyah Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama » Perkembangan dan Penyebaran Ahmadiyah » Keberadaan Ahmadiyah di Indonesia » Kebijakan Pemerintah terhadap keberadaan Jamaah Ahmadiyah Indonesia » Maksud Aliran Ahmadiyah Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama » Kitab Taskiroh dan Buku-buku Ahmadiyah » Ajaran-ajaran Ahmadiyah Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama » Maksud Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah » Kitab-Kitab Ahli Sunnah Wal-Jama’ah » Ajaran-Ajaran Ahli Sunnah Wal-Jama’ah » Dalam Teologi Keyakinan Masalah Rukun Iman » Masalah Kenabian Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama » Masalah Kitab Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama » Dalam Rukun Islam Pandangan Ahmadiyah Dalam Sholat Show more
Timbulnya kembali kesadaran umat islam untuk memikirkan agamanya setelah ratusan tahun mengalami kemunduran yaitu pada saat pengaruh Eropa di dunia Islam semakin luas [1].

Di saat itulah muncul pemikiran-pemikiran baru dengan gerakan-gerakan yang diharapkan akan membawa umat Islam kepada kejayaan dan kemajuan kembali. Di Mesir misalnya muncul Djmaludin Al-Afgani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha dan Lain-lain, di Arab muncul Muhammad bin abdul Wahab, sementara di India dan Pakistan Syeh Waliyullah, Syeh Abdul Aziz, Sayid Ahmad Khan, Sayid Ahmad Ali, Muhammad Iqbal, dan sebagainya [2].

Sebagaimana pemikir Islam lainnya, Mirza Ghulam Ahmad berusaha memperbaiki keadaan umat islam India melalui perubahan pola pikir dalam memahami agama Islam yang disesuaikan dengan perubahan zaman. Ditengah-tengah kondisi umat Islam seperti itu, Ahmadiyah lahir.Kelahiran Ahmadiyah juga berorientasi pada pembaharuan pemikiran.

Ahmadiyah sebagai aliran dan gerakan yang bermula dari India memang meyakini beberapa doktrin yang berbeda dengan mayoritas umat Islam di Indonesia, baik NU, Muhammadiyah, Persis, al-Irsyad, maupun kelompok lainnya. Munculnya gerakan keagamaan Ahmadiyah di India pada akhir abad ke-19 dengan latar belakang kemunduran umat Islam India di bidang agama, politik, ekonomi, sosial, dan bidang kehidupan lainnya, terutama setelah pecahnya revolusi India tahun 1857 yang berakhir dengan kemenangan Inggris sehingga India dijadikan sebagai salah satu koloni Inggris yang terpenting di Asia.

[3] Dalam kaitannya dengan gerakan-gerakan Islam di India, gerakan Ahmadiyah termasuk dalam gerakan teologi, tetapi adapula yang memasukkannya dalam gerakan gerakan intelektual walaupun aspek intelektual Ahmadiyah hanya merupakan unsur yang tidak begitu dominan di dunia Islam. Gerakan ini menekankan aspek-aspek ideologis-eskatologis karena gerakan ini bersifat mahdiistik dengan keyakinan bahwa al-mahdi dipandang sebagai “Hakim peng-Ishlah” atau sebagai “juru damai”.

Menurut keyakinannya, al- Mahdi mempunyai tugas untuk mempersatukan kembali perpecahan umat Islam, baik di bidang akidah maupun Syari’ah.Ahmadiyah berharap umat Islam bersatu kembali seperti zaman Nabi Muhammad Saw.Lebih dari itu, al-Mahdi juga diyakini bertujuan mempersatukan kembali semua agama, terutama agama Nasrani dan Hindu, agar melebur kedalam Islam [4].

Pemikiran-pemikiran baru yang ternyata membawa kebangkitan dan kemajuan umat Islam itu akhirnya berpengaruh dan masuk pula ke Indonesia.Keadaan umat Islam Indonesia pada waktu itu tidak jauh berbeda. Sejak pertengahan dasawarsa 1920-an saat itu gaung pembaharuan Islam di Indonesia mulai disuarakan oleh beberapa tokoh Islam dengan organisasi dan pemikiran-pemikiran yang disesuaikan dengan kondisi umat Islam Indonesia [5].

Dalam konteks keindonesiaan, Ahmadiyah sebagai organisasi keagamaan dapat digolongkan ke dalam aliran pemikiran dan gerakan.Ahmadiyah masuk ke Indonesia mulai abad ke-20 seiring dengan mulai maraknya paham kebangsaan sejak perempat awal abad ke-20.Ahmadiyah di Indonesia sampai saat ini tetap eksis walaupun pendukungnya tidak sebanyak Muhammadiyah atau Nahdatul Ulama.

1. Penelitian yang dilakukan oleh PratinaIkhtiyarini (2012) dengan judul Eksistensi Jemaah Ahmadiyah Indonesia (Jai) Di Yogyakarta Pasca Skb 3 Menteri Tahun 2008 Tentang Ahmadiya [6].

Penelitian ini merupakan sebuah Tesis. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui eksistensi Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Yogyakarta pasca dikeluarkannya SKB 3 Menteri tahun 2008 tentang Ahmadiyah, dan interaksinya dengan masyarakat. JAI adalah gerakan Islam yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad yang secara singkat ajarannya sedikit berbeda dengan Islam pada umumnya, seperti tafsir istilah nabi.

Keberadaan JAI menimbulkan kontroversi dalam masyarakat muslim, sehingga akhirnya pemerintah mengeluarkan SKB 3 Menteri tahun 2008 tentang Ahmadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode indepth interview (wawancara mendalam.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dilakukan secara partisipan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

Hasil penelitian ini menyatakan, bahwa (1) eksistensi atau keberadaan JAI di Indonesia sudah ada sejak tahun 1926 dan telah mempunyai badan hukum yang sah. Sedangkan eksistensi JAI Yogyakarta pasca dikeluarkannya SKB 3 Menteri tahun 2008 tentang Ahmadiyah adalah stagnan tak ada perubahan yang signifikan. Strategi bertahan yang diterapkan dalam menjaga eksistensi tersebut adalah dengan mengoptimalisasikan system organisasi dalam JAI. Sistem tersebut terbagi dalam dua lajur, yang pertama lajur manajemen yang mengatur jalannya berbagai kegiatan dalam JAI.

Kedua, lajur kemubalighan yang berperan dalam penguatan keimanan agar tetap terjaga dalam JAI. (2) Interaksi yang berlangsung di antara penganut JAI dengan masyarakat masih kurang, karena mereka hanya melakukan kegiatan bersama pada saat momen-momen tertentu saja. Masyarakat sekitar juga cenderung tak terlalu memperdulikan keberadaan JAI. 2. Penelitian yang dilakukan oleh Ihrom (2010) dengan judul Kesetaraan Gender Dalam Pandangan Tokoh Ahmadiyah (Studi Pemikiran Maulana Muhammad Ali & Basyiruddin Mahmud Ahmad [7].

Penelitian ini merupakan sebuah Tesis. Tesis ini mengkaji, menelaah dan menilai pemikiran dua orang tokoh Ahmadiyah, baik Ahmadiyah Lahore maupun Ahmadiyah Qodian tentang tema perempuan dengan menggunakan perspektif kesetaraan gender. Pemikiran keduanya diteliti melalui karyanya, baik dalam bentuk buku-buku maupun tafsir keduanya. Penelitian ini bersifat kepustakaan murni dengan menggunakan metode deskriptif analitis.

Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah deduktif komparatif. Akhirnya, penelitian ini berkesimpulan, Pertama, karena kedewasaan janda memiliki kebebasan menentukan pasangan hidupnya sendiri, sedangkan untuk gadis keduanya berbeda pandangan, Muhammad Ali memberikan kebebasan kepada gadis meskipun dalam hal malu dan kurang pengalaman, wali boleh memberikan pertimbangan dan Basyiruddin melihat gadis tunduk kepada wali.

Kedua, poligami tidak dilarang, namun Muhammad Ali lebih ketat dengan ketentuan poligami daripada Basyiruddin. Ketiga, tidak terdapat perbedaan pemikiran antara keduanya, karena lakilaki menerima ijab maka ia memiliki hak menjatuhkan cerai, namun laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam menuntut perceraian. Keempat, Muhammad Ali dan Basyiruddin melihat kreteria kafaah sebagai sesuatu yang mungkin untuk dijadikan pertimbangan dalam pernikahan. Namun untuk kreteria aqidah, bagi Basyiruddin pernikahan bersifat indogami, sedangkan Muhammad Ali pernikahan bersifat exsogami.

Kelima, keduanya mengakui adanya perbedaan persaksian dalam hal mu’amalah, formula 1:2 bagi Muhammad Ali hanya karena pengalaman dan pengetahuan perempuan yang kurang, sedangkan Basyiruddin melihatnya sebagai bentuk antisipasi dari kondisi salah dan lupa perempuan. keenam, baik Muhammad Ali maupun Basyiruddin tidak melarang perempuan mengambil peran publik, namun dari segi persyaratan Muhammad Ali lebih longgar daripada Basyiruddin.

Dengan pemahaman kesetaraan gender secara proporsional bukan pemahaman kesetaraan gender yang sama rata, maka terungkap bahwa pemikiran kedua tokoh Ahmadiyah tersebut relevan dengan wacana kesetaran gender yang sedang berkembang. Pemikiran kesetaraan gender yang proporsional menistakan pemikiran yang diskriminatif, apologetis, bias dan misoginis terhadap perempuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitiangerakan keagamaaan yang dilakukan oleh Prof.

Dr. Iskandar Zulkarnain dalam bukunya Gerakan Ahmadiyah di Indonesia adalah pendekatan sejarah. Pendekatan sejarah yang digunakan bertumpu pada empat aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

pokok meliputi (1) Heuristik, kegiatan menghimpun jejak-jejak masa lampau, (2) Kritik (sejarah), menyelidiki apakah jejak-jejak tersebut asli, baik bentuk maupun isinya, (3) Interpelasi, menetapkan saling hubungan antarfakta yang diperoleh, (4) Penyajian, menyampaikan sintesis yang diperoleh dalam satu bentuk kisah sejarah.

[8] India yang berpenduduk mayoritas Hindu dan Buda pernah dikuasai sebelas dinasti islam, yaitu dinasti Ghaznawiyah (997-1186 M.) sampai dinasti Mughal (1526-1605 M.). akan tetapi di India juga sering terjadi persaingan dan peperangan untuk merebut kekuasaan sehingga india senantiasa menghadapi perebutan kekuasaan sehingga India senantiasa menghadapi perubahan penguasa.

Kerajaan Mughal adalah salah satu kerajaan besar sekaligus adikuasa di dunia islam yang menguasai anak benua India pada awal abad ke-17.

Namun kejayaan kerajaan Mughal mengalami kemunduran ketika wilayah kerajaan Mughal berhasil dipukul oleh raja-raja India. Hal ini diperparah dengan umat islam di india yang terbawa dalam persaingan dan pertentangan yang keras antar mazhab, dan golongan islam yang mereka anut Di samping itu, di kalangan umat Islam pun banyak yang tidak menghiraukan akhlak yang diajarkan Islam.Sesudah India menjadi koloni Inggris, tampaknya sikap umat Islam yang masih sangat tradisional dan fatalistis desertai dengan semangat antipasti dan fanatisme keagamaan yang berlebihan dalam menghadapi tradisi barat menjadikan mereka semakin terisolasi.Keadaan India ini semakin buruk terutama sesudah terjadinya pemberontakan Munity di tahun 1875.

Akibat pemberontakan ini, pihak Inggris menjadi lebih curiga dan bersikap reaksioner terhadap umat Islam.Inggris berkeyakinan bahwa umat Islamlah yang menjadi biang keladi pemberontakan dan harus bertanggungjawab.Selain itu, umat islam dituduh ingin mengembalikan hak-hak kemaharajaan Mughal.

Dengan ini inggris menganggap sikap oposisi umat Islam adalah didororng semngat nasionalisme yang menyala-nyala, yang tentu saja berbahaya bagi kepentingan colonial inggris.Adapun kaum hindu dapat menyembunyikan sikap itu sehingga mereka dapat diajak bekerja aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk …. dengan pemerintah Inggris. Dengan demikian, posisi kaum Hindu jauh lebih baik dibandingkan dengan posisi umat Islam.

Selain itu, mereka semakin tenggelam dalam keterbelakangan da perselisihan dengan sesame muslim karena masalah khilafiyah. [9] Perkembangan situasi dan kondisi umat Islam di India sangat menyedihkan, teruutama pada abad ke-18 M, ketika dinasti Mughal memasuki zaman kemunduran.Umat Islam dengan pemikirannya yang statis, sedangkan sikapnya dan perilakunya kenservativ.

Dalam situasi seperti itu, timbullah keinginan untuk mengangkat kembali kejayaan umat islam di india seperti di era kejayaan Mughal dengan munculnya banyak gerakan yang dipelopori oleh para pemikir dan pemimpin muslim India. Gerakan tersebut ada yang bersifat politik dan intelektual .Dalam gerakan intelektual ada tiga tokoh utama India, yaitu Sayyid Ahmad Khan, Sayyid Amir Ali, dan Muhammad Iqbal yang dianggap berperan dalam gerakan ini, meskipun sebenarnya Syah Walyullah dan beberapa yang lain, seperti Mirza Ghulam Ahmad dengan Ahmadiyahnya tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Ahamadiyah sebagai gerakan keagamaan juga merupakan salah satu dari gerakan pembaru dalam Islam. Ide pembaruan itu muncul setelah Mirza Ghulam hmad melihat kemunduran umat Muslim disatu pihak, serta gencarnya serangan kaum Arya Samaj dan Kaum Misionaris Kristen terhadap Islam di pihak lain.

Oleh karena itu, ia merasa terpanggil utnuk mengadakan takan pembaruan dalam masyarakat. pada awal kegiatannya ia diterima oleh masyarakat luas termasuk dari kalangan masyarakat islam ortodoks. Akan tetapi, sesudah Mirza Ghulam Ahmad menyatakan menerima wahyu dan telah diangkat oleh Tuhan sebagai al-Masih dan al-Mahdi, masyarakat berbalik dan memusuhinya.

Mirza Ghulam Ahmad, lahir pada Jum’at 13 Februari 1835 M, di Qadian India.Ayahnya bernama Mirza Ghulam Murtada.Mirza Ghulam Ahmad adalah keturunan haji Barlas, raja kawasan Qesh yang merupakan paman mir Tughlak temur. Tatkala a,ir temur menyerang qesh, haji barlas sekeluarga terpaksa melarikan diri ke Khorasan dan Samarkand dan menetap disana.

akan tetapi, pada abad ke-16 M. seorang jeturunan Haji barlas bernama Mirza hadi baig-keturunan dinasti Mughal- -beserta 200 orang pengikutnya meninggalkan tumpah darahnya, Samarkand, dan pindah ke daerah Gusdaspur di Punjab, sekitar kawasan sungai bias. Disana ia mendirikan sebuah perkampungan bernama Islampur. Hadi baig inilah yang menjadikan kota Qadian sebagai tempat lahirnya pendiri gerakan Ahmadiyah karena family Mirza Ghulam Murtadha masih keturunan Haji barlas.

Atas dasar itulah di depan nama keturunan keluarga ini terdapat sebutan mirza.

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

{INSERTKEYS} [10]. Dari perintah tuhan diatas menurut Mirza Ahmad dia disuruh untuk melakukan du hal yang pertama dalah menerima bai’at dari para pengikutnya, yang kedua adalah dia membuat bahtera. Adapaun membuat bahtera menurut Ahmadiyah Lahore sudah dilakukan oleh Ahmad Mirza dengan membuat organisasi Ahmadiyah itu sendiri, jadi menurut Ahmadiyah Lahore tahun 1888 dianggap sebagai taun berdirinya Ahmadiyah. Pada tahun 1890 Mirza Ghulam Ahmad kembali menerima wahyu yang menyatakan bahwa dirinya sebagai al-masih dan menegaskan bahwa Nabi Isa a.s.

telah wafat. Pada taun ini ahmad mirza juga di baiat oleh para pengikutnya di kota Ludhiana. Kota ini merupakan salah satu tempat sekolah atas bagi misionaris tertua di india dan tempat para tokoh Islam. Sejak menerima wahyu, Mirza Ghulam Akhmad menyatakan bahwa dirinya sebagai al-MAsih yang dijanjikan sekaligus sebagai al-mahdi.Akan tetapi, hal itu baru diumumkan pada awal tahun 1891. Menurut Ahmadiyah Qadian, setalah diadakan pemba’iatan tahun 1889 Mirza Ghulam Ahmad mengorganisasi para pengikutnya menjadi suatu paham baru yang merupakan bagian dari gerakan baru islam dengan nama gerakan Ahmadiyah.

[11]Tahun dianggap sebagai tahun berdirinya Ahmadiyah Qadian. Pada tahun 1914 secara riil ahmadiyah terpecah menjadi du golongan. Pertama golongan ahmadiyah Qadiani yang ajarannya mencela tuduhan muslim lain sebagai kafir.

Golongan yang berkeyakinan bahwa kenabian tetap terbuka sesudah rasulullah SAW.Golongan ini berpendapat bahwa Mirza ghulam Ahmad bukan hannya sebagai mujaddid tetapi juga sebagai nabi yang harus dipatuhi. [12] Golongan kedua adalah golongan ahmadiyah Lahore yang disebut dengan Ahmadiyah Anjum Isha’at Islam.

Golongan ini berkeyakinan bahwa pintu kenabian setelah nabi Muhammad saw. Telah tertutup.Dengan demikian, Mirza Ghulam Akhmad bukanlah seorang nabi, melinkan seorang mujadidi, selin sebagai al-Masih dan Al-Mahdi. [13] Ahmadiyah sendiri masuk ke Indonesia tahun 1926 yang dibawa oleh Rahmat Ali.

Pada tahun 1926, Jemaah Ahmadiyah resmi berdiri sebagai organisasi di Padang, dalam masa pemerintahan Gubernur Jenderal Andries Cornelis Dirk de Graeff (1926-1931). Rahmat Ali pun pindah ke Batavia, ibukota Hindia Belanda. Langkah ini membuat perkembangan Ahmadiyah makin cepat. Rahmat Ali banyak membaiat orang Sunda masuk Ahmadiyah. Ahmadiyah melewati masa-masa pemerintahan pemerintahan tiga gubernur jenderal lagi maupun zaman Jepang.

Dalam kaitanya dengan gerakan-gerakan Islam di india, Smith memasukkan mirza Ghulam Ahmad dengan gerakan Ahmadiyahnya dalam gerakan teologi. Aakan tetapi. Gibb cebderung mamasukkan sejalur dengan usaha yang dilakukan dalam gerakan intelektual, walaupun hanya merupakan satu unsur yang begitu penting di dunia islam india dan hanya sedikit artinya sebagai pembawa tafsiran-tafsiran tentang Islam yang bersifat liberal.

[14] Corak pemikiran Mirza Ghulam Ahmad yang liberal dan khas ini merupakan refeksi dari sikapnya membela Islam dan umat Islam India dari serangan pemeluk Hindu, misionaris Kristen, dan peradaban Barat yang semakin merusak masyarakat muslim. Semenjak awal Mirza Ghulam Ahmad harus berhadapan dengan gerakan Arya Samaj ysng berusaha mempertahankan kepercayaan lama dengan menekankan gagasan kembali kepada Weda. [15] Doktrin al-Mahdi dan al-Masih adalah ajaran pokok Ahmadiyah Lahore maupun Qadian, ajaran ini sama sekali tidak ada perbedaan, dan justru ajaran ini berbeda dengan pandangan kaum Sunni.

Menurut Ahmadiyah, doktrin tentang al-Mahdi tidak dapat dipisahkan dari masalah kedatangan Isa al-Masih di akhir zaman. Hal itu karena al-Mahdi dan al-Masih adalah satu tokoh, satu pribadi yang kedatangannya telah dijanjikan Tuhan.Iaditugaskan Tuhan untuk membunuh Dajjal dan mematahkan tiang salib, yakni mematahkan argument-argumen agama nasrani dengan dalil-dalil atau bukti-bukti yang meyakinkan serta menunjukkan kepada para pemeluknya tentang kebenaran Islam.

[16] Pandangan Ahmadiyah tentang al-Mahdi dan al-Masih sebagai seorang tokoh, satu pribadi dan satu ajaran tersebut tidak berbeda antara Ahmadiyah Qadian maupun Lahore. Perbedaanya justru dengan pandangan umum yang dikenal umat Islam bahwa al-Mahdi dan al-Masih merupakan dua figure yang berbeda, yaitu imam Mahdi dan Nabi Isa a.s. imam Mahdi adalah tokoh laki-laki keturunan Ahlul Bait yang akan muncul di akhir zaman dan akan menegakkan agama serta keadilan untuk diikuti oleh umat Islam dan akan membantu Isa Al-Masih a.s yang akan turun ke dunia untuk membunuh Dajjal.

[17] Al-Mahdi secara harfiah berarti orang yang telah diberi petunjuk (the guide one). Oleh karena petunjuk dari Tuhan makaarti kata tersebut enjadi “seorag yang diberi petunjuk oleh Tuhan” dengan cara menakjubkan dan sangat pribadi. Dari situ dapat dikatakan bahwa orang yang disebut Mahdi adalah orang yang benar-benar telah mendapat bimbingan dari Tuhan. Bagi Ahmadiyah, al-Mahdi dipahami sebagai seorang yang diutus oleh Tuhan sebagai mujaddid (pembaru) bagi Amadiyah Lahore dan sebagai nabi buruzi bagi ahmadiyah Qadian yang kedatangannya telah dijanjikan oleh Allah sendiri, Dialah Mirza Ghulam Ahmad.

[18] Menurut Ahmadiyah Lahore, istilah pembaruan yang biasa disebut mujaddid mempunyai pengertian mngembalikan umat Islam kepada pangkal kebenaran Islam. Caranya dengan melenyapkan kesesatan-kesesatan yang menyerbu umat Islam, dan memancakan penerangan baru tentang kebenaran Islam yang sesuai dengan tuntutan zaman.

[19] Menurut Mirza Ghulam Ahmad, Nabi Isa a.s adalah manusia biasa yang meninggal secara wajar dan dikubur di Srinagar, Kasymir. Nabi Isa a.s tidak meninggal di atas tiang salib sebagaimana yang menjadi kepercayaaan di kalangan umat Kristiani bahwa Nabi Isa meninggal diatas tiang Salib.

Dasar yang dipakai Mirza Ghulam Ahmad anytara lain firman Allah surat al-maidah ayat 117, surat Ali Imran ayat 143 dan 54, serta surat ash-shaff ayat 6 dengan meninggalnya Isa al-masih maka mirza Ghulam Ahmad adalah al-masih dan al-mahdi yang dijanjikan Allah.

[20] Menurut pandangan Ahmadiyah Lahore, nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir, setelah nabi Muhammad meninggal tidak akan ada lagi nabi, baik nabi lama maupun nabi baru, adapun Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang mujaddid abad ke-14 bukan seorang nabi.

Sedangkan Ahmadiyah Qadian, berpendapat bahwa stelah nabi Muhammad meninggal, masih tetap akan muncul nabi-nabi lain sampai hari akhir. Menurut Ahmadiyah Qadian, nabi-nabi yang muncul setelah nabi ,uhammad diebut sebagai nabi buruzzi, yaitu nabi yang tidak membawa syari’at. [22] Menurut Ahmadiyah Lahore, setelah Khulafa’ur Rasyidun sudah tidak akan ada lagi khalifah, yang ada adalah mujaddid.

Sementara menurut Ahmadiyah Qadia, semua nabi adalah khalifah Allah, termasuk Mirza Ghulam Ahmad. Menurut mereka, setelah Al-Khulafa’ur Rasyidun masih akan tetap muncul khalifah, yakni khalifah rohani, khalifah yang muncul setelah meninggalnya Mirza Ghulam Ahmad disebut dengan Khalifatul Masih.

[23] 1. Nabi Shahib asy-Syaria’ah dan Mustaqil. Nabi asy-Syari’ah adalah nabi pembawa syari’at (hukum-hukum) untuk manusia. Sementara nabi Mustaqil adalah hamba Allah yang menjadi nabi dengan tidak mengikuti nabi sebelumnya, seperti Nabi Musa a.s; beliau menjadi Nabi bukan atas dasar mengikuti nabi atau syari’at sebelumnya. 2. Nabi Mustaqil Ghair at-Tasyri’I, yakni hamba Tuhan yang menjadi nabi dengan tidakmengikuti nabi sebelumnya, hanya saja ia tidak membawa syari’at baru.

Dengan artian bahwa ia ditugaskan oleh Allah untuk menjalankan syari’at yang dibawa oleh nabi sebelumnya. Para Nabi yang tergolong dalam Nabi Mustaqil Ghair at-Tasry”I adalah Nabi Harun, Daud, Sulaiman, Yahya, dan Nabi Isa a.s. {/INSERTKEYS}

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

3. Nabi Zhilli Ghair at-Tasyri’i, yakni hamba Tuhan yang mendapat anugrah dari Allah menjadi nabi semata-mata karena hasil kepatuhan kepada nabi sebelumnya dan juga arena mengikuti syari’atnya. Hamba Tuhan yang masuk ke dalam golongan nabi Zhili Ghairat-Tasry’I adalah Mirza Ghulam Ahmad yang mengikuti syari’at Nabi Muhmmad Saw.

[25] Wahyu merupakan salah satu ajaran pokok Ahmadiyah dan tidak dapat dipisahkan dengan kemahdiahan Ahmadiyah.Menurut pengakuannya sendiri, al-Mahdi Ahmadiyah tidak dapat dipisahkan dengan al-Masih karena al-Mahdi dan al-Masih adalah satu tokoh dan satu pribadi.Wahyu Allah tidak hanya turun kepada Nabi dan utusan Allah saja, tetapi dikaruaniakan juga kepada semua umat manusia, dan bahkan dikaruniakan kepada semua ciptaan-Nya, termasuk barang-barang yang tidak bernyawa.

[26] Ahmadiyah Qadian mempercayai bahwa bukan hanya wahyu yang akan datang terus-menerus setelah Nabi Muhammad Saw., melainkan nabipun juga akan berlangsung terus-menerus.

Dari paham kewahyuan yang dijabarkan Ahmadiyah, timbul anggapan bahwa Mirza Ghulam Ahmad yang diangkat Tuhan sebagai al-Masih dan al-Mahdi, melalui ilham yang diterimanya, dipandang sebagai seorang nabi dari versi Qadiani.

Secara implisit, versi Lahore pun juga mengakuinya, hanya saja terma yang mereka pakai adalah nabi lughawi, bukan Haqiqi. [27] Pada umumnya, pemahaman kaum muslimin tentang khalifah terepresantisakan di dalam tafsir Departemen Agama RI, yakni seseorang yang dijadikan pengganti dari yang ain atau seseorang yang diberi kewenangan untuk bertindak dan berbuat sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari yang member wewenang.Sesudah Rasulullah Saw meninggal, para pengganti beliau disebut khalifah, yakni sebagai kepala Negara dan sekaligus pemimpin agama.

Adapun khalifah menurut pandangan kaum muslimin secara umum tidaklah menggantikan kedudukan Rasulullah Saw, sebagai penerima “wahyu”, kecuali hanya sebagai pemimpin Negara dan penggerak akah Islam ke segenap penjuru dunia.

Wahyu penutup hanya diberikan kepada nabi Aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk …. Saw, dan penggantinya tidak menerima wahyu. Khalifah juga tidak diartikan sebagai mujaddid sebagaimana pandangan Ahmadiyah Lahore, apalagi mujaddid yang kehadirannya karena diutus langsung oleh Tuhan melalui wahyu yang ia terima.

Di sinilah letak perbedaan prinsip antara pandangan Ahmadiyah Qadian dan Lahore dengan pandangan kaum muslimin secara umum. Terdapat persamaan dan perbedaan pandangan antara Ahmadiyah dan ulama-ulama di luar Ahmadiyah.Misalnya pembedaan antara jihad dengan qital.Jihad memiliki makna yang lebih luas dari pada Qital.Sedangkan perbedaanya, jika pada awalnya Ahmadiyah memahami bahwa di dalam jihad bisa, terkandung makna qital yang disebutnya sebagai jihad ashghar.

Akan tetapi sekarang ini abad ke-20, Ahmadiyah menganggap tidak ada lagi jihad ashghar, yang ada hanya jihad akbar atau dengan lisan. Sementara menurut pandangan kaum muslimin secara umum, jihad tetap dipahami dalam bentuk jihad akbar, jihad kabir, dan jihad ashghar (mengikuti istilah yang dipakai Ahmadiyah) tetapi mereka tidak sependapat kalau jihad identik dengan qital atau perang. Mangenai masuknya gerakan Ahmadiyah di Indonesia tidaklah sama antara Ahmadiyah Lahore dan Ahmadiyah Qadian.

Ahmadiyah Lahore masuk ke Indonesia sebenarnya hanya kebetulan saja, yakni ketika Mirza Wali Ahmad Baig dan Maulana Ahmad,yang semula ingin berdakwah ke negeri Cina. Setibanya di Singapura mereka mendengar bahwa kristenisasi di Indonesia cukup kuat, lalu keduanya mengubah haluan ke Indonesia.Kedatangan mereka bukanlah atas permintaan siapa pun.

[29] Sementara itu, masuknya Ahmadiyah Qadian ke Indonesia bermula karena adanya permintaan dari pemuda-pemuda Indonesia yang sedang studi di Qadian, yaitu Abu Bakar Ayyub, Zaini Dahlan, Ahmad Nuruddin, dan kawan-kawan lain yang mayoritas dari Sumatera Barat.

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

Selanjutnya Khalifah II, Aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk …. Basyiruddin Mahmud Ahmad menugaskan Maulana Rahmat Ali untuk datang ke Indonesia. Dengan demikianMaulana Rahmat Ali adalah pembawa paham Ahmadiyah Qadian ke Indonesia bersama pemuda-pemuda dari Indonesia yang belajar di Qadian. Oleh karena itu, Maulana Rahmat Ali dipandang sebagai perintis Ahmadiyah Qadian di Indonesia yang dalam perkembangannya menjadi sebuha organisasi dengan nama Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

Selain Ahmadiyah Qadian, ternyata di Indonesia juga berkembang paham Ahmadiyah Lahore. Ahmadiyah Lahore sudah lebih dulu dikenal di Jawa tepatnya di Yogyakarta pada tahun 1924, setahun lebih awal disbanding Ahmadiyah Qadian yang dikenal di Sumatra atau dua belas tahun setelah Muhammaduyah berdiri.Informasi mengenai latar belakang kedatangan Ahmadiyah Lahore di Indonesia di Jawa tidak sejelas informasi kedatangan Ahmadiyah Qadian di Sumatra. Kedatangan dua orang mubaligh dari Hindustan, Maulana Ahmad dan Mirza Wali Ahmad Baig, tidak begitu jelas siapa yang mengundangnya, jika memang ada yang mengundang.

Selain itu, tidak ada informasi dari pelajar Indonesia yang sedang belajar di Lahore, Punjab, tentang kedatangan kedua mubaligh tersebut ke Jawa. Ahmadiyah Lahore masuk ke Indonesia sebenarnya hanya kebetulan saja, yakni ketika Mirza Wali Ahmad Baig dan Maulana Ahmad,yang semula ingin berdakwah ke negeri Cina.

Setibanya di Singapura mereka mendengar bahwa kristenisasi di Indonesia cukup kuat, lalu keduanya mengubah haluan ke Indonesia.Kedatangan mereka bukanlah atas permintaan siapa pun. Gerakan Ahmadiyah di Indonesia khususnya Ahmadiyah Lahore di pandang lebih dekat dengan golongan sunnia karena meyakinibahwa nabi Muhammad Saw adalah nabi terakhir, dan sesudah Nabi Muhammad Saw tidak ada nabi lagi, baik nabi lama maupun nabi baru. Kedudukan Mirza Ghulam Ahmad bagi mereka hanyal sebagai pembaru.

Literature-literatur keagamaan mereka yang bercorak rasional, meskipun secara kelembagaan tidak mendapat respon, namun secara individual telah memberikan pengaruh kepada umat Islam Indonesia, dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pemikiran islam, khususnya aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk …. kalangan cendekiawan muslim yang berpendidikan barat.

Dalam sejarah, Ahmadiyah masuk di Indonesia pada tahun 1924 sebagaimana dikemukakan G.F. Pijper, tetapi sudah dikenal sejak tahun 1920 ketika Kwaja Kamaluddin L.L.B., datang ke Surabaya untuk kepentingan berobat. Dia adalah tokoh dan mubaligh Ahmadiyah yang membawa misi Islam di London, serta redaktur surat kabar Islamic review. Sebagai gerakan dakwah, Ahmadiyah menitikberatkan aspek spiritual Islam yang bersifat mahdiisti, yaitu adanya suatu kenyataan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah al Mahdi yang mengemban misi melenyapkan kegelapan, dan menciptakan perdamaian di dunia.

Disamping itu, gerakan Ahmadiyah menempatkan diri sebagai gerakan pembaharuan yang bertujuan mengembalikan umat Islam pada pangkal kebenaran Islam, berdasarkan Al Quran, hadist, dan menyebarkannya menurut ajaran Mirza Ghulam Ahmad berdasarkan wahyu yang diterimanya.

Semenjak perintisannya sampai tumbuh dan berkembangnya, pada periode awal baik Ahmadiyah Lahore dan Ahmadiyah Qadian masih sangat terbatas daerah penyebarannya. Di Sumatera misalnya hanya di beberapa kota, seperti Tapaktuan (Aceh), Padang, Bukittinggi (Sumatera Barat), Palembang, Lahat, dan Lubuk Linggau (Sumatera Selatan).

Di Jawa juga hanya beberapa kota seperti Bandung, Bogor, Garut (Jawa Barat), Purwokerto, Wonosobo, Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), juga Jakarta (Batavia). Pemikiran-pemikiran keagamaan yang diajarkan Ahmadiyah menawarkan pilihan yang lebih luas dan membuka wawasan baru dalam memahami islam dengan lebih rasional. Semngat melawan kristenisasi dan peradaban Barat yang menyertainnya ditiupkan dengan penuh semngat dan diterima dengan hangat oleh pendengar dan pembaca artikelnya d beberapa mass media yang berbahasa Indonesia dan belanda.

[30] Gerakan Ahmadiyah sendiri sebagai gerakan keagamaan yang masuk ke Indonesia tahun 1924, pandangannya tentang jihad dinilai tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah colonial belanda.

Menurut Ahmadiyahjihad dalam bentuk perang sudah tidak sesui lagi. Oleh karena itu doktrin yang dimunculkan adalah Ahmadiyah harus taat dan setia kepada pemerintah tempat mereka berada. [33] Pandangan Ahmadiyah dalam bidang teologi yang sama sekaligus menjadi doktrin Ahmdiyah ternyata masih sulit diterima mayoritas umat islam Indonesia di Sumatra maupun dijawa.

Bahkan selalu mendatangkan perdebatan yang tidak pernah selsai. Dengan demikian doktrin-doktrin teologis seperti masalah kenabian, wahyu, Al-Masih dan Al-mahdi yang dipandang kontroversial dengan pemahaman mayoritas umat islam dapat menjadi salah satu factor penghambat perkembangan Ahmdiyah di Indonesia.

[34] Tulisan mengenai Ahmadiyah dari kalangan non-Ahmadi yang secara khusus membahas mengenai Ahmadiyah sangat terbatas. Barangkali desertasi Prof. Dr. Iskandar Zulkarnaen berjudul ‘Gerakan Ahmadiyah di Indonesia’ merupakan salah satu referensi yang terlengkap.

Dam bisa dicadikan sebagai sumber rujukan tentang gerakan Ahmadiyah di Indonesia Khususnya tahun 1920-1942. Melalui kajian ini, mengungkap secara objektif Ahmadiyah sebagai pemikiran dan gerakan dalam konteks perkembangan gerakan Islam secara keseluruhan.Kajian ini juga mendeskripsikan proses-proses kenyataan Ahmadiyah sebagai pemikiran dan gerakan, sekaligus memperkenalkan Ahmadiyah dalam kancah perdebatan ilmiah bukan lagi sekedar perdebatan wacana. Dalam konteks itu, karya ini telah memberikan kontribusi bagi pengembangan sejarah pemikiran dan gerakan keislaman diIndonesia dan inilah buku pertama dalam bahasa Indonesia yang secara lengkap membahas gerakan Ahmadiyah di Indonesia terutama dari sudut pandang sejarah.

Gerakan Ahmadiyah lahir di India pada tahun 1888.Pendirinya adalah Mirza Ghulam Ahmad kelahiran tahun 1835 di Qadian, Punjab, India, dan meninggal tahun 1908 di Lahore.Lahirnya gerakan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal saja, tetapi juga karena adanya faktor internal. Factor internal yang dimaksud disini adalah sikap umat Islam yang tradisional dan fatalistis yang membuat mereka statis sehingga umat Islam mengalami kemunduran dalam banyak bidang, termasuk bidang keagamaan.

Mangenai masuknya gerakan Ahmadiyah di Indonesia tidaklah sama antara Ahmadiyah Lahore dan Ahmadiyah Qadian. Ahmadiyah Lahore masuk ke Indonesia sebenarnya hanya kebetulan saja, yakni ketika Mirza Wali Ahmad Baig dan Maulana Ahmad,yang semula ingin berdakwah ke negeri Cina. Setibanya di Singapura mereka mendengar bahwa kristenisasi di Indonesia cukup kuat, lalu keduanya mengubah haluan ke Indonesia.Kedatangan mereka bukanlah atas permintaan siapa pun. Sementara itu, masuknya Ahmadiyah Qadian ke Indonesia bermula karena adanya permintaan dari pemuda-pemuda Indonesia yang sedang studi di Qadian, yaitu Abu Bakar Ayyub, Zaini Dahlan, Ahmad Nuruddin, dan kawan-kawan lain yang mayoritas dari Sumatera Barat.

Selanjutnya Khalifah II, Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad menugaskan Maulana Rahmat Ali untuk datang ke Indonesia. Dalam sejarah, Ahmadiyah masuk di Indonesia pada tahun 1924 sebagaimana dikemukakan G.F. Pijper, tetapi sudah dikenal sejak tahun 1920 ketika Kwaja Kamaluddin L.L.B., datang ke Surabaya untuk kepentingan berobat.

Dia adalah tokoh dan mubaligh Ahmadiyah yang membawa misi Islam di London, serta redaktur surat kabar Islamic review. Sebagai gerakan dakwah, Ahmadiyah menitikberatkan aspek spiritual Islam yang bersifat mahdiisti, yaitu adanya suatu kenyataan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah al Mahdi yang mengemban misi melenyapkan kegelapan, dan menciptakan perdamaian di dunia.

Disamping itu, gerakan Ahmadiyah menempatkan diri sebagai gerakan pembaharuan yang bertujuan mengembalikan umat Islam pada pangkal kebenaran Islam, berdasarkan Al Quran, hadist, dan menyebarkannya menurut ajaran Mirza Ghulam Ahmad berdasarkan wahyu yang diterimanya.

Selama 22 tahun (1920-1942) Ahmadiyah Lahore hanya berkembang disebagian wilayah pulau Jawa.Selain di Yogyakarta yang memang sejak awal menjadi pusat kegiatan, Ahmadiyah juga berkembang di Purwokerto, Wonosobo, dan Surabaya.Di kota-kota tersebut berdiri cabang-cabang Ahmadiyah, khusus Ahmadiyah cabang Purwokerto penyebarannya meliputi daerah Banyumas dan Purbalingga. Sementara itu daerah penyebaran Ahmadiyah Qadian meliputi daerah Pulau Jawa dan Sumatera.Untuk Sumatera meliputi daerah Tapaktuan (Aceh), Padang, Bukittinggi (Sumatera Barat), Palembang, Lahat, dan Lubuk Linggau (Sumatera Selatan).

Sedangkan di Pulau Jawa meliputi daerah Bandung, Bogor, Garut (Jawa Barat), Purwokerto, Wonosobo, Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), juga Jakarta (Batavia). Terbatasnya pertumbuhan dan perkembangan daerah penyebaran serta sedikitnya jumlah anggota menunjukkan bahwa Ahmadiyah di Indonesia merupakan organisasi keagamaan yang kurang mendapat pendukung, dan merupakan organisasi yang kurang berkembang.Hal ini terjadi karena sajak kehadirannya di Indonesia sudah mendapat tantangan dari mayoritas umat Islam di Indonesia, terutama para ulama dan organisasi keagamaan.

Apa saja dampak negatif dari pemerintahan Inggris di India? Pemerintahan Inggris menghancurkan India melalui, perpajakan atas apa pun yang dibuat di India, dan ekspor bahan mentah, yang menyebabkan banyak kelaparan, dan di sepanjang semua ini, Inggris membuat sebagian besar India tidak berpendidikan, dan mereka yang mendidik, sebagian besar terpaksa menjadi juru bahasa untuk kepentingannya… Siapa penguasa Inggris yang menunjukkan rasismenya melalui Arms Act tahun 1878?

Janji Ratu Victoria tahun 1858 tentang kesetaraan kesempatan rasial dalam pemilihan pegawai negeri sipil untuk pemerintah India secara teoritis telah membuat ICS terbuka untuk orang India yang memenuhi syarat, tetapi ujian untuk layanan tersebut hanya diberikan di Inggris dan hanya untuk pelamar laki-laki berusia antara 17 tahun. dan 22 (pada tahun 1878… Apa saja efek dari pemerintahan kolonial Inggris di India? Mereka memaksa komersialisasi pertanian dengan tumbuhnya berbagai tanaman komersial dan bahan mentah untuk industri di Inggris.

Dengan kontrol politik yang kuat, Inggris mampu memonopoli perdagangan dengan India. Mereka mengalahkan saingan asing mereka dalam perdagangan sehingga tidak ada persaingan. Apa penyebab imperialisme Inggris di India? Inggris datang ke India dengan harapan dapat menggunakan tanah dan produk mereka sebagai keuntungan.

Dalam melakukannya, ada banyak masalah ekonomi dan etika yang menyebabkan banyak konflik. Salah satu contohnya, menjadi obat. Apa beberapa konsekuensi utama dari pemerintahan Inggris di India dan bagaimana pengaruhnya terhadap rakyat India? Biaya: hanya beberapa orang India yang mendapat akses ke pendidikan dan yang lain tetap buta huruf, pajak dinaikkan, barang-barang manufaktur Inggris menghancurkan industri lokal, tekstil Inggris membuat banyak wanita kehilangan pekerjaan, dorongan untuk beralih dari menanam makanan ke menanam kapas menyebabkan kelaparan, pekerjaan terbaik dan perumahan diambil oleh… Apa dampak pemerintahan Inggris pada ekonomi India?

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

Apa pengaruh pemerintahan Inggris terhadap ekonomi India? Transformasi ekonomi British India juga bermata dua. Di satu sisi, raj menciptakan banyak pekerjaan baru sebagai hasil dari pertumbuhan perdagangan dan perluasan produksi tanaman, seperti opium di Bengal, yang sebagian besar merupakan ekspor ke Cina. Apa saja manfaat dari pemerintahan Inggris?

Dalam Penyebab Kemanusiaan: Penghapusan sati dan pembunuhan bayi. Penghancuran Geng, Preman, dan hama lainnya dari masyarakat India. Mengizinkan pernikahan kembali para janda Hindu. Dalam Penyebab Peradaban: Pendidikan, baik laki-laki maupun perempuan, meski masih bersifat parsial.

Hal baik apa yang dilakukan Kerajaan Inggris untuk India? Pertama, bahwa Inggris menciptakan gagasan persatuan politik yang disebut India.

Kedua, bahwa mereka memberi orang India alat dan institusi yang dibutuhkan untuk menyatukan serikat pekerja dan menjalankannya. Apa keuntungan dan kerugian dari pemerintahan Inggris di India? Reformasi Sosial: Raj Inggris di India telah melakukan berbagai kegiatan sosial untuk negara tersebut misalnya penghapusan Sati Pratha dan pengenalan Undang-Undang Perkawinan Kembali Janda tahun 1856, Undang-undang pembatasan pernikahan anak, Undang-undang menentang pekerja anak dan banyak tindakan lainnya untuk meningkatkan tradisi dan adat sosial.

demi kemajuan… Berapa persen dari Inggris adalah India? 2,3 persen Kota mana di Inggris yang memiliki populasi India tertinggi? Leicester adalah rumah bagi populasi India terbesar, dengan 6,6% dari semua orang India yang tinggal di sana, diikuti oleh Birmingham (4,6%) dan Harrow (4,5%). Apakah Southall London aman? Southall adalah salah satu daerah paling kumuh dan berbahaya di London, hampir seluruhnya hitam dan Asia, ealing tidak terlalu aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk …., memiliki populasi Polandia dan Eropa timur yang tinggi tetapi memburuk karena arus masuk dari Eropa timur semakin cepat, daerah lain ke hindari adalah peckhamtootingbrixton banyak sutton.

Berapa banyak orang India dan Pakistan yang tinggal di Inggris? Sensus Inggris tahun 2011 mencatat 1.451.862 penduduk India, 1.174.983 orang Pakistan, 451.529 orang Bangladesh, 433.150 orang Cina, dan 861.815 etnis “Asia Lainnya”, menjadikan total populasi Asia-Inggris sebanyak 4.373.339 (6,9 persen dari total populasi), tidak termasuk orang-orang dari etnis campuran.

Siapa Sikh terkaya? Malvinder Singh Bisakah Sikh minum alkohol? Minum alkohol sering dikaitkan dengan budaya Punjabi, tetapi dilarang dalam Sikhisme. Sikh yang dibaptis dilarang minum tetapi beberapa Sikh yang tidak dibaptis memang mengonsumsi alkohol. Negara mana yang memiliki populasi Sikh terbesar? Kanada
• Alemannisch • العربية • مصرى • Azərbaycanca • বাংলা • Bosanski • Català • کوردی • Čeština • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • Hausa • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Taqbaylit • Қазақша • 한국어 • Кыргызча • Latviešu • Malagasy • Македонски • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Română • Русский • Scots • سنڌي • සිංහල • Simple English • Slovenčina • سرائیکی • Slovenščina • Shqip • Svenska • தமிழ் • Тоҷикӣ • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • 吴语 • 中文 • 文言 • 粵語 • l • b • s Ahmadiyyah ( Urdu: احمدیہ, Ahmadiyyah), nama resminya Jemaat Muslim Ahmadiyah ( Bahasa Arab: الجماعة الإسلامية الأحمدية‎, Romanisasi: al-Jamāʿah al-Islāmīyah al-Aḥmadīyah) atau sering pula ditulis Ahmadiyah merupakan sekte Islam yang didirikan pada abad ke-19 oleh Mirza Ghulam Ahmad(1835-1908) adalah yang mendakwahkan diri sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih yang ditunggu kedatangannya oleh umat Muslim.

Para pengikut Ahmadiyah, yang disebut sebagai Ahmadi, percaya bahwa Islam merupakan agama yang paling sempurna yang diwahyukan kepada Muhammad. Seiring dengan tercemarnya agama Islam selama berabad-abad dan kemunduran Islam akibat maraknya kristenisasi, Ahmadi percaya bahwa Islam perlu bangkit dan dikembalikan kepada tujuan serta bentuk aslinya.

Pengikut Ahmadiyah menganggap bahwa Ahmad yang akan muncul sebagai Mahdi yang menurut tafsir mereka terhadap Al-Quran dan Hadis akan memiliki memiliki kualitas seperti Isa— akan membangkitkan kembali Islam dan menuntun pengikutnya dengan sistem moral yang akan membawa kedamaian abadi.

[1] Oleh karena itu, Ahmadi menganggap gerakan Ahmadiyah ini sebagai gerakan kebangkitan dalam Islam.

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

{INSERTKEYS} [2] Daftar isi • 1 Tujuan pendirian • 2 Bai'at dalam Jema'at Ahmadiyah • 3 Sepuluh syarat Bai'at • 4 Para Pemimpin Ahmadiyah sepeninggal Hazrat Mirza Ghulam Ahmad • 4.1 Khalifah Ahmadiyah Qadiyan • 4.2 Amir Gerakan Ahmadiyah (AAIIL) • 5 Media elektronik • 6 Rujukan • 7 Pranala luar Tujuan pendirian [ sunting - sunting sumber ] Jema'at Muslim Ahmadiyah ( Ahmadiyya Muslim Community) adalah satu organisasi keagamaan Internasional yang telah tersebar ke lebih dari 213 negara di dunia.

[3] Jema'at Muslim Ahmadiyah adalah suatu organisasi keagamaan dengan ruang lingkup internasional yang memiliki cabang di 213 negara tersebar di Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia, Eropa dan Israel.

Saat ini jumlah keanggotaannya di seluruh dunia lebih dari 150 juta orang. [4] Jema'at Ahmadiyah Internasional juga telah menerjemahkan al Qur'an ke dalam bahasa-bahasa besar di dunia dan sedang merampungkan penerjemahan al Qur'an ke dalam 100 bahasa di dunia.

Sedangkan Jema'at Ahmadiyah di Indonesia telah menerjemahkan al Qur'an dalam bahasa Indonesia, Sunda, dan Jawa. Pada 13 Februari 1835 M/ 14 Syawal 1250 H [5]. — Iain Adamson}}, di sebuah desa bernama Qadian, di daerah Punjab, India, lahir seorang anak laki-laki bernama Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Terlahir dari seorah ayah yang bernama Hadhrat Mirza Ghulam Murtaza dan seorang ibu yang bernama Ciraagh Bibi. Keluarga Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad masih keturunan Moghal dari Haji Barlas yang juga paman dari Tughlak Timur.

Pada abad 10 H atau abad XVI M keturunan yang bernama Mirza Hadi Beq bersama 200 pengikutnya mendirikan perkampungan yang disebut Islampur. Sejak awal kehidupannya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sudah amat tertarik pada telaah dan khidmat agama Islam.

Mendapatkan pelajaran al-Qur'an dan kitab-kitab berbahasa Persia dari Fazal Ilahi dan pelajaran mantiq dari Gul Ali Syah. Ia sering bertemu dengan individual Kristiani, Hindu ataupun Sikh dalam perdebatan publik, serta menulis dan bicara tentang mereka.

Dalam perjalanan hidup Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah menuangkan gagasannya dalam buku sebanyak 86 buah, bahkan sehari sebelum meninggalnya pada 25 Mei 1908 masih sempat menyerahkan draf tulisannya kepada penerbit. Sehingga kepergian Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad bukan hanya meninggalkan isteri dan anak yang teramat dicintainya, tetapi yang lebih mengagumkan telah meninggalkan buah karya bagi kalangan Ahmadi boleh berbangga.

Hal ini menjadikan lingkungan keagamaan menjadi tertarik kepadanya dan ia dikenal baik oleh para pimpinan komunitas. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad mulai menerima wahyu Ilahi sejak usia muda dan dengan berjalannya waktu maka pengalaman perwahyuannya berlipat kali secara progresif.

Setiap wahyu yang diterimanya kemudian terpenuhi pada saatnya, sebagian di antaranya yang berkaitan dengan masa depan masih menunggu pemenuhannya. Dakwahnya menyatakan diri sebagai Imam Mahdi dan al-Masih al-Mau'ud dilakukan pada akhir tahun 1890, dan dipublikasikan ke seluruh dunia.

Pernyataannya, seperti juga halnya para pembaharu Ilahiah lainnya seperti Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW, langsung mendapat tentangan luas. Sebelum menyatakan dirinya sebagai al-Masih al-Mau'ud, Allah SWT telah menjanjikan kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad melalui wahyu bahwa: “ Aku akan membawa pesanmu sampai ke ujung-ujung dunia. — Mirza Ghulam Ahmad ” Wahyu ini memberikan janji akan adanya dukungan Ilahi dalam penyebaran ajaran Jema'at yang telah dimulainya di dalam Islam.

Mentaati perintah Tuhan, Mirza Ghulam Ahmad menyatakan diri sebagai Al-Masih bagi umat Kristiani, sebagai Imam Mahdi bagi umat Muslim, sebagai Krishna bagi umat Hindu, dan lain sebagainya. Jelasnya, ia adalah "Nabi Yang Dijanjikan" bagi masing-masing bangsa, dan ditugaskan untuk menyatukan umat manusia di bawah bendera satu agama. Nabi Muhammad SAW sebagai nabi umat Islam adalah seorang nabi yang membawa ajaran yang bersifat universal; dan sosok Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang menyatakan diri sebagai al- Masih yang dijanjikan juga menyatakan dirinya tunduk dan menjadi refleksi dari Muhammad, Khataman Nabiyin.

Menjelaskan tentang tujuan diutusnya wujud al-Masih al-Mau'ud, ia menjelaskan: “ Tugas yang diberikan Tuhan kepadaku ialah agar aku dengan cara menghilangkan hambatan di antara hamba dan Khalik-nya, menegakkan kembali di hati manusia, kasih dan pengabdian kepada Allah. Dan dengan memanifestasikan kebenaran lalu mengakhiri semua perselisihan dan perang agama, sebagai fondasi dari kedamaian abadi serta memperkenalkan manusia kepada kebenaran ruhaniah yang telah dilupakannya selama ini.

Begitu juga aku akan menunjukkan kepada dunia makna kehidupan keruhanian yang hakiki yang selama ini telah tergeser oleh nafsu duniawi. Dan melalui kehidupanku sendiri, memanifestasikan kekuatan Ilahiah yang sebenarnya dimiliki manusia namun hanya bisa nyata melalui doa dan ibadah. Di atas segalanya adalah aku harus menegakkan kembali Ketauhidan Ilahi yang suci, yang telah sirna dari hati manusia, yang bersih dari segala kekotoran pemikiran polytheistik [6].

— Mirza Ghulam Ahmad ” Menyusul wafatnya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad pada 26 Mei 1908, para Muslim Ahmadi memilih seorang pengganti sebagai Khalifah. Sosok Khalifah merupakan pimpinan keruhanian dan administratif dari Jema'at Islam Ahmadiyah.

Pimpinan tertinggi dari Jema'at Ahmadiyah di seluruh dunia pada saat ini (2007) adalah Hadhrat Ghulam Mirza Masroor Ahmad yang berkedudukan di London, dan terpilih sebagai Khalifahtul al-Masih al-Mau'ud kelima. Ia banyak berkunjung ke berbagai negara dan cermat mengamati budaya dan masyarakat lainnya.

Dengan bimbingan seorang Khalifah, Jema'at Ahmadiyah berada di barisan terdepan dalam khidmat dan kesejahteraan kemanusiaan. Banyak sekolah-sekolah, klinik dan rumah sakit yang didirikan di berbagai negeri, di mana mereka yang papa dan miskin dirawat secara gratis. Saat terjadi bencana alam, Jemaat Ahmadiyah membantu secara sukarela secara finansial ataupun fisik tanpa membedakan agama, warna kulit ataupun bangsa.

Jemaat Ahmadiyah telah memiliki jaringan televisi global yang bernama "MTA (Muslim Television Ahmadiyya) International", yang mengudara dua puluh empat jam sehari dalam beberapa bahasa dunia. Layanan ini diberikan tanpa memungut biaya. Jemaat Ahmadiyah telah menyebar ke lebih dari 170 negara di dunia dan populasinya diperkirakan sudah mencapai 80 juta manusia yang telah berbai'at ke dalam Jemaat pada tahun 2001.

Bai'at dalam Jema'at Ahmadiyah [ sunting - sunting sumber ] Bulan Desember 1888, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima ilham Ilahi untuk mengambil bai'at dari orang-orang, setelah sebelumnya menolak untuk menerima pembai'atan sebab belum ada wahyu yang mengizinkan.

Bai'at yang pertama diselenggarakan di kota Ludhiana pada tanggal 23 Maret 1889 di rumah seorang mukhlis bernama Mia Ahmad Jaan. Dan orang yang bai'at pertama kali adalah Hadhrat Maulvi Nuruddin (yang nantinya menjadi Khalifah pertama Jema'at Ahmadiyah). Pada hari itu kurang lebih 40 orang telah bai'at, tetapi setelah 100 tahun sepeninggalan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad terhitung semenjak pembai'atan Jema'at Ahmadiyah telah dianut diberbagai negara.

[7] Sepuluh syarat Bai'at [ sunting - sunting sumber ] • Orang yang bai'at, berjanji dengan hati jujur bahwa dimasa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur, senantiasa akan menjauhi syirik.

• Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasik, kejahatan, aniaya, khianat, huru-hara, pemberontakan; serta tidak akan dikalahkan oleh gejolak-gejolak hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya. • Akan senantiasa mendirikan salat lima waktu tanpa putus-putusnya, semata-mata karena mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

Dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa mengerjakan salat tahajjud, dan mengirimkan shalawat kepada Yang Mulia Rasulullah saw, dan memohon ampun dari kesalahan dan memohon perlindungan dari dosa; akan ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukuri dengan hati tulus, serta memuji dan menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan.

• Tidak akan kesusahan apapun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, baik dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara papaun juga. • Akan tetap setia terhadap Allah Taala baik dalam segala keadaan susah ataupun senang, dalam duka atau suka, nikmat dan musibah; pendeknya, akan rela atas putusan Allah. Dan senatiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di dalam jalan Allah.

Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Taala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka. • Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu. Dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah al Quran Suci atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya itu akan menjadi pedoman baginya dalam setiap langkahnya.

• Meninggalkan takabur dan sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah lembut, berbudi pekerti halus, dan sopan santun. • Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih daripada jiwanya, hartanya, anak-anaknya, dan dari segala yang dicintainya.

• Akan selamanya menaruh belas kasihan terhadap makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Taala kepadanya. • Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini "Imam Mahdi dan al-Masih al-Mau'ud", semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal ma'ruf dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan, ataupun ikatan kerja.

Para Pemimpin Ahmadiyah sepeninggal Hazrat Mirza Ghulam Ahmad [ sunting - sunting sumber ] Khalifah Ahmadiyah Qadiyan [ sunting - sunting sumber ] • Hadhrat Hakim Maulana Nur-ud-Din, Khalifatul Masih I, 27 Mei 1908 - 13 Maret 1914 • Hadhrat Alhaj Mirza Bashir-ud-Din Mahmood Ahmad, Khalifatul Masih II, 14 Maret 1914 - 7 November 1965 • Hadhrat Hafiz Mirza Nasir Ahmad, Khalifatul Masih III, 8 November 1965 - 9 Juni 1982 • Hadhrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifatul Masih IV, 10 Juni 1982 - 19 April 2003 • Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V, 22 April 2003 - sekarang Amir Gerakan Ahmadiyah (AAIIL) [ sunting - sunting sumber ] Gerakan Ahmadiyah (Ahmadiyah Movement) atau Ahmadiyah Lahore tidak mengenal khalifah sebagai pemimpin, akan tetapi seorang Amir yang diangkat sebagai pemimpin.

Adapun para Amir tersebut adalah sbb: • Hazrat Maulana Hakim Nurudin • Maulana Muhammad Ali MA. LLB. • Maulana Sadrudin • Dr. Saed Ahmad Khan • Prof. Dr. Asghar Hamid Ph.D • Prof. Dr.Abdul Karim Saeed Media elektronik [ sunting - sunting sumber ] Salah satu media elektronik milik Ahmadiyah yang terbesar adalah televisi.

Mereka telah membuat satu televisi yang mereka namai MTA, yaitu Moslem Television Ahmadiyya. Proyek ini dirintis oleh Khalifah Ahmadiyah yang ke-empat, Mirza Tahir Ahmad.

[8] Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Khan, Adil Hussain (2015-04-06). From Sufism to Ahmadiyya: A Muslim Minority Movement in South Asia (dalam bahasa Inggris). Indiana University Press. hlm. 42–48. ISBN 978-0-253-01529-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Ahmadiyyat – An Introduction" (dalam bahasa Inggris) .

Diakses tanggal 2021-10-25. • ^ http://alislam.org/introduction/index.html • ^ "Bukan Sekadar Hitam Putih", [1] Diarsipkan 2007-09-28 di Wayback Machine. halaman 1 • ^ Mirza Ghulam Ahmad of Qadian, h. 41 • ^ Khutbah Islamiah, h. {/INSERTKEYS}

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

34 • ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-28. Diakses tanggal 2007-04-07. • ^ "MTA" Pranala luar aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

sunting - sunting sumber ] • (Official) • (Inggris) Situs Resmi (official) Jemaat Ahmadiyyah Internasional (Qadiani) • (Inggris) Situs resmi Ahmadiyyah Lahore • (Inggris) Situs Resmi (official) Televisi Muslim Ahmadiyah Internasional • (Indonesia) Situs Gerakan Ahmadiyyah Indonesia (Lahore) • (Indonesia) Selayang Pandang Jemaat Ahmadiyah • (Inggris) Situs Pertemuan Tahunan Ahmadiyah se-Dunia( Jalsah Salanah) • (Artikel Ahmadiyah oleh yang Pro dan Kontra) • (Indonesia) Artikel-artikel tentang Ahmadiyyah di isnet.org • (Kontra Ahmadiyah) • (Indonesia) Perbedaan Antara Kaum Muslimin dan Pengikut Ahmadiyyah • (Inggris) irshad.org Diarsipkan 2007-03-20 di Wayback Machine.

• (Inggris) alhafeez.org • (Indonesia) hudzaifah.org Diarsipkan 2010-03-05 di Wayback Machine. • Halaman ini terakhir diubah pada 16 April 2022, pukul 08.05. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Kompleks kantor Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Padang, Sumatra Barat Ahmadiyah di Indonesia adalah bagian dari aliran Islam Ahmadiyah yang berada di Indonesia. Sejarah awal komunitas di Indonesia dimulai pada masa-masa awal Khalifah Kedua, ketika seorang misionaris, Rahmat Ali, berkunjung ke Sumatra pada tahun 1925 dan mendirikan gerakan dengan 13 pengikut di Tapaktuan, Aceh.

[1] Komunitas ini memiliki sejarah yang berpengaruh dalam perkembangan agama di Indonesia, [2] tetapi pada zaman modern ini telah menghadapi peningkatan intoleransi dari pendirian agama di negara ini dan permusuhan fisik dari kelompok Muslim radikal.

[3] Association of Religion Data Archives memperkirakan sekitar 400.000 Muslim Ahmadi, [4] tersebar di 542 cabang di seluruh negeri. Ahmadiyah di Indonesia terdiri dari Jamaah Muslim Ahmadiyah dan Gerakan Ahmadiyah Lahore.

Jamaah Muslim Ahmadiyah di Indonesia dikenal sebagai Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), sedangkan Gerakan Ahmadiyah Lahore dikenal sebagai Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI). [5] Jamaah Muslim Ahmadiyah masuk ke Indonesia pada tahun 1925, [6] dan Gerakan Ahmadiyah Lahore pada tahun 1924.

[7] Kedua organisasi tersebut resmi berdiri di Indonesia dan berbadan hukum. [5] [8] Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Kontak pertama • 1.2 Pembentukan • 1.3 Perkembangan awal • 1.4 Pengaruh • 2 Penganiayaan • 2.1 1998 • 2.2 2001 • 2.3 2005 • 2.4 2008 • 2.5 2010 • 2.6 2011 • 2.7 2012 • 2.8 2013 • 2.9 2014 • 3 Referensi • 4 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Kontak pertama [ sunting - sunting sumber ] Tiga Perintis, pada tahun-tahun terakhir mereka.

Dari kiri ke kanan: Ahmad Nurdin, Abubakar Ayub, Zaini Dahlan Sejarah Jemaat Muslim Ahmadiyah di Indonesia dimulai pada tahun 1925, pada masa penjajahan Belanda di kepulauan Indonesia, kurang lebih dua dekade sebelum Revolusi Indonesia. Namun, kontak dengan orang-orang Indonesia dan Muslim Ahmadi di India dimulai beberapa tahun sebelumnya.

Pada tahun 1922, untuk melanjutkan studi agamanya, tiga santri Indonesia, Abubakar Ayyub, Ahmad Nuruddin dan Zaini Dahlan, dari Sumatera Thawalib, sebuah pesantren di Sumatra, pada awalnya berencana untuk melakukan perjalanan ke lembaga-lembaga Islam di Mesir, yang pada masa itu dikenal untuk reputasi mereka di dunia Islam. Namun, guru mereka menyarankan mereka untuk melakukan perjalanan ke India, yang menurut mereka semakin menjadi pusat pemikiran Islam. Telah dikemukakan bahwa sejumlah jurnal dan buku Muslim Ahmadi yang diterbitkan di India diedarkan secara luas di negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia dan Indonesia, pada tahun 1920-an.

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

{INSERTKEYS} [9] Selain itu, pada bulan Oktober 1920, Khwaja Kamal-ud-Din, pemimpin kelompok sempalan Gerakan Ahmadiyah Lahore melakukan tur ke Asia Tenggara di mana ia berhasil berhasil mendapatkan kepercayaan di antara beberapa Muslim Indonesia. Ia menyampaikan sejumlah pidato di Surabaya dan Batavia yang menjadi tajuk utama di beberapa surat kabar terkemuka. Telah didalilkan bahwa ini mungkin menjadi pemicu bagi para guru untuk merekomendasikan perjalanan ke India.

[10] Santri Ahmadi dan penganut baru dari Hindia Belanda di hadapan Khalifah Mirza Bashir-ud-Din Mahmood Ahmad Sesuai dengan saran guru mereka, ketiga siswa berangkat secara terpisah dan bersatu kembali di kota Lucknow di India utara.

Selama di kota mereka memulai pendidikan studi Islam di Madrasah Nizhamiyyah Darun Nadwah di bawah bimbingan Abdul Bari-al Ansari. Merasa tidak puas, dan mengingat kembali ceramah Khwaja Kamal-ud-Din di Jawa, mereka segera berangkat menuju kotanya, Lahore, lebih dari 500 mil barat laut Lucknow, dan bertemu dengan anggota Gerakan Ahmadiyah Lahore, yang pada waktu itu sudah berpisah dengan Jamaah Muslim Ahmadiyah utama, yang masih berbasis di Qadian.

Terkesan oleh ajaran Ahmadi di bawah bimbingan Maulana Abdus Sattar, dan sebaliknya, setelah mengetahui perpecahan Ahmadiyah Lahore, mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Qadian. Banyak teori berlimpah mengenai pembenaran untuk langkah ini. Disarankan agar para santri ingin mengetahui lebih jauh tentang sumber ajaran Ahmadiyah dan Mirza Ghulam Ahmad.

Namun, pendapat yang lebih populer menunjukkan bahwa Abdus Sattar sendiri yakin akan keunggulan cabang utama, Jamaah Muslim Ahmadiyah dan secara spiritual selaras dengan mereka. [10] Segera setelah kedatangan mereka, ketiga siswa tersebut memutuskan untuk ber baiat di tangan Khalifah Mirza Bashir-ud-Din Mahmood Ahmad dan memilih untuk melanjutkan studi mereka di Qadian. Atas undangan, 23 santri lainnya dari Pesantren Sumatera Thawalib, tiba di Qadian untuk melanjutkan studi Islam dan setelah mempelajari ajaran Ahmadiyah, mereka juga masuk ke gerakan Ahmadiyah.

[11] Pada tahun 1924, khalifah melakukan tur ke Timur Tengah dan Eropa. Mengetahui hal ini, sejumlah santri Indonesia, ketika masih belajar di Qadian, menginginkan agar khalifah mereka juga mengunjungi Timur, khususnya kepulauan Indonesia. Dalam pidato resmi yang disampaikan dalam bahasa Arab kepada khalifah, oleh Haji Mahmud, juru bicara mahasiswa Indonesia di Qadian, para mahasiswa mengungkapkan keinginan tersebut.

Khalifah, meyakinkan mereka bahwa dia sendiri tidak akan dapat mengunjungi Indonesia tetapi akan segera mengirim perwakilan, seorang misionaris, ke wilayah tersebut. Selanjutnya, pada musim panas 1925, di bawah arahan khalifah, Rahmat Ali, seorang misionaris gerakan Ahmadiyah, tiba di Tapaktuan, Aceh, provinsi utara Pulau Sumatera. Dengan ini, fondasi gerakan Ahmadiyah di Indonesia diletakkan. [11] Dalam sejarah Jamaah, ketiga mahasiswa tersebut dikenal sebagai pelopor awal gerakan Ahmadiyah di Indonesia.

Melalui upaya perintisan mereka, dan berbagai misionaris Jemaat, Ahmadiyah menyebar ke seluruh Indonesia. [12] Pembentukan [ sunting - sunting sumber ] R.

Muhyiddin. Presiden Pertama Jemaat Ahmadiyah Indonesia . Meninggal tahun 1946. Pada tanggal 2 Oktober 1925, dengan 13 anggota, di bawah pimpinan Rahmat Ali, cabang pertama gerakan ini didirikan di Tapaktuan.

Beberapa bulan kemudian, pada tahun 1926, Rahmat Ali pindah ke Padang, di pantai barat Sumatera dan mendirikan cabang gerakan kedua. Setelah ini, beberapa cabang gerakan didirikan di seluruh pulau. Pada tahun 1931, Rahmat Ali pindah ke Batavia (sekarang dikenal sebagai Jakarta, ibu kota Indonesia), di pantai barat laut Pulau Jawa. [11] Meskipun Komunitas telah mendirikan sejumlah cabang di seluruh negeri, baru pada bulan Desember 1935 sebuah konferensi diadakan, struktur organisasi Komunitas didirikan.

[1] R. Muhyiddin terpilih sebagai presiden pertama Jemaat Muslim Ahmadiyah di Indonesia. [11] Cabang Indonesia mengadopsi nama Ahmadiyah Qadian Departemen Indonesia, yang kemudian diubah menjadi Anjuman Ahmadiyah Departemen Indonesia pada Juni 1937. Pada akhir tahun 1949, setelah Revolusi Indonesia, nama itu sekali lagi diubah menjadi Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), dengan demikian menekankan pada sifat organisasi Jemaat dan hubungannya dengan Jemaat Muslim Ahmadiyah di seluruh dunia.

[1] Dalam perkembangan terpisah, Gerakan Ahmadiyah Lahore, yang telah berpisah dari Jamaah Muslim Ahmadiyah utama pada tahun 1914, mengirimkan misionaris pertamanya Mirza Wali Ahmad Baig pada tahun 1926. Meskipun Ahmadiyah Lahore didirikan di negara itu pada tanggal 10 Desember 1928, itu adalah tidak terdaftar secara resmi di negara ini (sebagai Gerakan Ahmadiyah Indonesia 'GAI') sampai bulan September berikutnya.

Karena kurangnya upaya yang dihasilkan oleh Ahmadi Lahore dalam mencari penganut baru di Indonesia, dan menjadi beriman secara umum, kelompok tersebut gagal menarik pengikut yang cukup besar.

Secara khusus, Mirza Wali Ahmad Baig adalah misionaris terakhir kelompok tersebut, berbeda dengan gerakan utama Ahmadiyah, yang mengirim misionaris demi misionaris ke Indonesia.

[1] Karena kekuatan organisasi yang diadopsi dalam kegiatan misionaris di luar negeri, selama era Khalifah kedua, dan karena berbagai alasan keuangan dan teologis, cabang utama Ahmadiyah menjadi semakin sukses dalam mendapatkan mualaf untuk interpretasi Islam mereka.

[9] Dilindungi oleh Konstitusi Indonesia, yang menjamin kebebasan beragama, Jemaat Ahmadiyah terus tumbuh, meski menghadapi sedikit penganiayaan hingga jatuhnya pemerintahan Soeharto.

[12] Perkembangan awal [ sunting - sunting sumber ] Komunitas awal Muslim Ahmadiyah di depan sebuah masjid di Singaparna, Jawa, pada akhir 1920-an. Diskusi, ceramah, dan debat memainkan peran penting dalam awal kemajuan gerakan Ahmadiyah di Indonesia. Segera setelah Rahmat Ali tiba di Tapaktuan, ceramah pertama yang dia selenggarakan adalah tentang wafatnya Yesus, di mana Muslim Ahmadi memiliki perspektif teologis yang berbeda dari Muslim arus utama dan Kristen.

Banyak mualaf awal gerakan Ahmadiyah dikaitkan dengan perdebatan teologis, termasuk, namun tidak terbatas pada kematian Yesus. Namun, banyak konversi membutuhkan lebih dari argumen yang memuaskan, dan bukan hanya perdebatan yang menarik orang. Kharisma, sikap dan 'kekuatan spiritual' para misionaris menarik perhatian publik. Kesabaran yang dicontohkan oleh para pendebat Ahmadiyah dalam menghadapi kritik dan penghinaan memainkan peran penting.

[13] Setahun kemudian, setelah kedatangan Rahmat Ali, sebuah Komite Mencari Hak dibentuk oleh Tahar Sutan Marajo, seorang Muslim non-Ahmadi di wilayah Pasar Gadang, Padang, Sumatera Barat, untuk membawa Para misionaris Ahmadiyah dan ulama ortodoks bersama-sama berdebat tentang masalah agama.

Namun, perdebatan tidak terjadi karena para ulama tidak muncul. Menurut laporan Ahmadi, beberapa anggota komite masuk Ahmadiyah. Beberapa perdebatan yang paling terkenal, pada tahun-tahun awal gerakan, antara Muslim Ahmadi Indonesia dan ulama ortodoks adalah dengan Persatuan Islam, sebuah organisasi Islam Indonesia yang didirikan pada tahun 1923.

Perdebatan itu biasa diadakan di Bandung dan Batavia, yang keduanya terletak di bagian barat Jawa. Debat pertama dengan Persatuan Islam adalah tentang kematian Yesus, dihadiri oleh lebih dari 1.000 orang dan berlangsung selama tiga hari selama April 1933. Debat kedua membahas topik yang lebih luas, diadakan pada bulan September tahun yang sama, dan disaksikan oleh lebih dari 2.000 orang.

[13] Keyakinan milenarian lokal tentang kedatangan Ratu Adil (Penguasa Yang Adil), Imam Mahdi, dan Almasih yang dijanjikan adalah beberapa faktor penarik yang mengiringi kebangkitan gerakan Ahmadiyah di Indonesia. Sebelum kedatangan Ahmadiyah di Cisalada, Bogor, penduduk desa percaya bahwa seorang utusan Almasih akan tiba di desa mereka suatu hari nanti.

Tradisi dari desa menyatakan bahwa orang-orangnya harus mengikuti utusan ini setiap kali dia datang, bahkan jika dia adalah ' pawang ular' – praktik umum yang ditemukan di India. Keyakinan serupa tentang kedatangan Imam Mahdi atau Mesias yang dijanjikan berlimpah di banyak budaya, tradisi dan etnis di seluruh pulau Jawa dan Lombok. Konversi massal terjadi di desa-desa di seluruh Indonesia. [13] Pengaruh [ sunting - sunting sumber ] Presiden Soekarno dengan dua pemimpin Ahmadi: Presiden Jemaat Ahmadiyah Indonesia dan seorang misionaris, di Istana Kepresidenan, 1950.

Laporan oleh misionaris Muslim Ahmadiyah dan juga analis menunjukkan bahwa literatur Ahmadiyah tentang agama Kristen telah membantu memperkuat kepercayaan di antara penduduk Muslim arus utama dalam agama Islam, terutama ketika menghadapi aktivitas misionaris Kristen. Dengan beberapa pengecualian, tidak ada literatur Indonesia yang memberikan analisis kritis terhadap agama Kristen dan agama lain selain Ahmadiyah.

[14] Berbeda dengan gerakan utama Ahmadiyah, kelompok kecil Ahmadiyah Lahore memfokuskan terjemahan literatur Ahmadiyah ke dalam bahasa Belanda, bahasa kaum intelektual Indonesia pada masa itu. {/INSERTKEYS}

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

{INSERTKEYS} [15] Sehubungan dengan kegiatan dakwah Ahmadiyah, Presiden Soekarno, presiden pertama Indonesia setelah kemerdekaan, konon mengatakan: Sifat sistemnya dalam menyebarkan Islam adalah melalui metode apologetik, yaitu menyebarkan Islam dengan mempertahankannya dari serangan ofensif dunia Kristen: menyebarkan Islam dengan menunjukkan kebenarannya kepada para kritikus dunia Kristen [15] Menurut B.J.

Boland, karakter apologetik dan polemik sastra Ahmadiyah telah menjadi pedoman dan inspirasi bagi organisasi-organisasi Muslim di seluruh Indonesia yang bergerak dalam kegiatan dakwah. Meskipun ulama Sunni Indonesia menahan fakta ini dari publik karena takut menimbulkan perlawanan, beberapa mengakui bahwa referensi mereka berasal dari literatur Ahmadiyah.

Beberapa orang menganggap metode apologetik Ahmadiyah dapat dibenarkan dalam menghadapi pengaruh Kristen di negara ini, terutama selama dekade-dekade awal kemerdekaan Indonesia, karena para misionaris Kristen banyak menyebarkan agama mereka di tengah-tengah masyarakat mayoritas Muslim. Literatur Ahmadiyah menyediakan alat yang efektif untuk membela Islam melawan tuduhan Kristen, sekaligus menciptakan suasana superioritas Islam.

Namun demikian, setelah Indonesia menjadi semakin stabil, setelah jatuhnya aktivitas misionaris Kristen, para pendakwah Sunni arus utama mulai semakin mengabaikan literatur Ahmadiyah, [2] [15] sehingga menimbulkan penganiayaan. Penganiayaan [ sunting - sunting sumber ] 1998 [ sunting - sunting sumber ] • 1 & 4 Oktober, Penyerangan terhadap rumah-rumah Ahmadi di Dusun Keranji dan Dusun Tompok-Ompok, Keruak, Lombok Timur, mengakibatkan 41 jiwa mengungsi.

[16] 2001 [ sunting - sunting sumber ] • 22 Juni, Penyerangan terhadap permukiman Ahmadi di Sambielen, Bayan, Lombok Utara, mengakibatkan 1 Ahmadi meninggal, 1 luka parah, dan 39 orang mengungsi. [16] 2005 [ sunting - sunting sumber ] • 8 Juli, Penyerangan dan pengerusakan Kampus Mubarak, pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Parung, Bogor, oleh ribuan massa saat berlangsungnya Jalsah Salanah Nasional.

Ini mengakibatkan diungsikan paksa ribuan Ahmadi dan ditutupnya pusat tersebut. [17] [18] • 29 Juli, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa aliran Ahmadiyah adalah 'sesat'. [19] 2008 [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2008, banyak umat Islam di Indonesia memprotes gerakan Ahmadiyyah.

Dengan kekerasan dan demonstrasi besar, dari pihak yang konservatif memberikan tekanan pada pemerintah untuk memonitor dan melecehkan Komunitas Muslim Ahmadiyah di Indonesia.

[20] • 28 April, Masjid Al Furqan, milik JAI yang berada di Parakansalak, Sukabumi dihanguskan. Sebuah madrasah juga diserang. [21] [22] • 9 Juni, Kementerian Agama, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Dalam Negeri, mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, berisi "Peringatan dan Perintah kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan warga masyarakat". [23] [24] 2010 [ sunting - sunting sumber ] Pada bulan Juli 2010, segerombolan 200 orang Indonesia mengepung sebuah masjid milik Ahmadiyah di desa Manislor, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Massa melempari masjid dengan batu sebelum dibubarkan oleh polisi. [25] 2011 [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2011, Ahmadiyah menghadapi seruan-seruan agar aliran ini secara sepenuhnya "dilarang" di Indonesia. [26] • 6 Februari, Terjadinya Penyerangan Cikeusik, yang mengakibatkan tewasnya 3 Ahmadi. [27] • 28 Februari, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengeluarkan Keputusan Gubernur No. 188/94/KPTS/013/2011 tentang “Larangan aktivitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jawa Timur”.

[28] • 1 Maret, Pemerintah Provinsi Banten mengeluarkan Peraturan Gubernur No.5 tahun 2011 tentang "Larangan aktivitas penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di wilayah Provinsi Banten". [29] • 2 Maret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan Peraturan Gubernur No. 12 tahun 2011 tentang "Larangan kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Jawa Barat".

[30] • 24 Maret, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengeluarkan Peraturan Gubernur No.17 tahun 2011 tentang “Larangan kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Provinsi Sumatra Barat”. {/INSERTKEYS}

aliran ahmadiyah dimunculkan oleh penguasa inggris di india yang bertujuan untuk ….

{INSERTKEYS} [31] • 17 Juni, Pemerintah Provinsi Jambi mengeluarkan Peraturan Gubernur No. 27 tahun 2011, tentang "Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Provinsi Jambi". [32] 2012 [ sunting - sunting sumber ] • 13 Januari, Pertemuan Nasional Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) dibubarkan secara paksa.

[33] 2013 [ sunting - sunting sumber ] • 4 April, Masjid Al Misbah, Kelurahan Jatibening, Bekasi, disegel permanen. [34] Sepanjang 2013, masjid ini 3 kali disegel. [35] • 16 Mei, Masjid Baitussalam, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dirusak warga. [36] • 10 Juli, Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengeluarkan Surat Edaran No. 300/209/Kesbang/2013 tentang "Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)".

[37] Mengakibatkan 2 keluarga Ahmadi terusir. [38] 2014 [ sunting - sunting sumber ] • 26 Juni, Masjid Nur Khilafat, masjid miliki JAI yang berada di Kelurahan Ciamis, Jawa Barat, disegel Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIDA). [39] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c d Ahmad Najib Burhani (December 18, 2013). "The Ahmadiyya and the Study of Comparative Religion in Indonesia: Controversies and Influences".

Islam and Christian–Muslim Relations. 25. Taylor & Francis. hlm. 143–144. • ^ a b Ahmad Najib Burhani (December 18, 2013). "The Ahmadiyya and the Study of Comparative Religion in Indonesia: Controversies and Influences".

Islam and Christian–Muslim Relations. 25. Taylor & Francis. hlm. 151–152. • ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Rahman418 • ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama ARDA • ^ a b Profil Gerakan Ahmadiyah Indonesia, Ahmadiyah.org. Diakses 23 Februari 2015. • ^ Ahmadiyah di Indonesia - Latar Diarsipkan 2015-01-08 di Wayback Machine., alislam.org.

Diakses 23 Februari 2015. • ^ Sejarah Singkat GAI, ahmadiyah.org. Diakses 23 Februari 2015. • ^ Ahmadiyah di Indonesia Diarsipkan 2015-03-17 di Wayback Machine., Majalah Historia. Diakses 23 Februari 2015. • ^ a b R Michael Feener, Terenjit Seve (2009). Islamic Connections: Muslim Societies in South and Southeast Asia. hlm. 138. ISBN 9789812309235. • ^ a b Ahmad Najib Burhani (2014). "Conversion to Ahmadiyya in Indonesia: Winning Hearts through Ethical and Spiritual Appeals". Journal of Social Issues in Southeast Asia.

Sojourn. 29 (3): 660–663. • ^ a b c d "75 Tahun Jemaat Ahmadiyah Indonesia". Diarsipkan dari versi asli tanggal March 4, 2016 . Diakses tanggal March 28, 2015. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Philip Shishkin (February 13, 2011). "The Persecution of Indonesia's Ahmadi Muslims" . Diakses tanggal March 29, 2015. • ^ a b c Ahmad Najib Burhani (2014).

"Conversion to Ahmadiyya in Indonesia: Winning Hearts through Ethical and Spiritual Appeals". Journal of Social Issues in Southeast Asia. Sojourn. 29: 663–669. • ^ Ahmad Najib Burhani (December 18, 2013). "The Ahmadiyya and the Study of Comparative Religion in Indonesia: Controversies and Influences".

Islam and Christian–Muslim Relations. 25. Taylor & Francis. hlm. 145. • ^ a b c Ahmad Najib Burhani (December 18, 2013). "The Ahmadiyya and the Study of Comparative Religion in Indonesia: Controversies and Influences".

Islam and Christian–Muslim Relations. 25. Taylor & Francis. hlm. 147. • ^ a b "KASUS AHMADIYAH MATARAM" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2015-02-23 .

Diakses tanggal 2015-02-23. • ^ Menggugat Keberadaan Ahmadiyah, liputan6.com. Diakses 23 Februari 2015. • ^ (Inggris) The Ahmadiyya & Freedom of Religion in Indonesia • ^ Fatwa MUI tentang Aliran Ahmadiyah • ^ Indonesia to ban Ahmadi activities Diarsipkan 2009-07-24 di Wayback Machine., 06/09/2008 • ^ Masjid Ahmadiyah di Parakansalak dibakar • ^ (Inggris) Anti-Ahmadiyya Mullah Burning Ahmadiyya Mosques – Indonesia, Al Jazeera News Report • ^ "Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Ahmadiyah" (PDF).

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2014-04-03 . Diakses tanggal 2015-02-23. • ^ SKB Ahmadiyah diterbitkan, BBC Indonesia. Diakses 23 Februari 2015. • ^ Indonesia mob attacks Muslim sect. Al Jazeera English. 29 July 2010 • ^ McGeown, Kate. " Islamic sect Ahmadiyah faces ban in Indonesia" BBC. 21 April 2011.

(Video) • ^ Allard, Tom. Trial begins after shocking mob violence ends in slaying. The Sydney Morning Herald. 27 April 2011. • ^ "Kepgub No. 188/94/KPTS/013/2011" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2015-02-23 .

Diakses tanggal 2015-02-23. • ^ "Pergub No.5 tahun 2011" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2015-02-23 . Diakses tanggal 2015-02-23. • ^ "Pergub No.12 tahun 2011" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2014-08-14 . Diakses tanggal 2015-02-23. • ^ "Pergub No.17 tahun 2011". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-02-23 . Diakses tanggal 2015-02-23. • ^ "Pergub No. 27 tahun 2011" (PDF).

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2015-02-23 . Diakses tanggal 2015-02-23. • ^ Ormas Islam Yogya Bubarkan Pertemuan Nasional Gerakan Ahmadiyah Indonesia Diarsipkan 2015-02-23 di Wayback Machine., icrp-online.org.

Diakses 23 Februari 2015. • ^ Seng di Masjid Ahmadiyah boleh dibuka, tapi pagar tetap digembok [ pranala nonaktif permanen], Warta Ahmadiyah. Diakses 23 Februari 2015. • ^ (Inggris) Intimidation of Ahmadis escalates in West Java, Jakarta Post. Diakses 23 Februari 2015. • ^ Masjid Jamaah Ahmadiyah dirusak warga, Detik.com.

Diakses 23 Februari 2015. • ^ "Surat Edaran No. 300/209/Kesbang/2013" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2015-02-23 . Diakses tanggal 2015-02-23. • ^ Dua keluarga Ahmadiyah diusir di Jambi Diarsipkan 2015-02-23 di Wayback Machine., Warta Ahmadiyah. Diakses 23 Februari 2015. • ^ Masjid Ahmadiyah di Ciamis disegel Muspida Diarsipkan 2015-02-23 di Wayback Machine., Warta Ahmdiyah.

Diakses 23 Februari 2015. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Indonesia: Kekerasan terhadap Minoritas Agama di YouTube • Adat Lawas • Adat Musi • Agama Buhun • Agama Helu • Aji Dipa • Aliran Kebatinan Tak Bernama • Aluk Todolo • Ameok • Anak Cucu Bandha Yudha • Angesthi Sampurnaning Kautaman • Anggayuh Panglereming Nafsu • Arat Sabulungan • Babolin • Babukung • Baha'i • Basorah • Buddha • Buddhayana • Maitreya • Tridharma • Budi Daya • Budi Rahayu • Budi Sejati • Bumi Hantoro • Cakramanggilingan • Dharma Murti • Empung Loken Esa • Era Wulan Watu Tana • Galih Puji Rahayu • Gautami • Golongan Si Raja Batak • Guna Lera Wulan Dewa Tanah Ekan • Gunung Jati • Hajatan • Habonaron Do Bona • Hak Sejati • Hangudi Bawono Tata Lahir Satin • Hangudi Lakuning Urip • Hardo Pusoro • Hidup Betul • Hindu • Bali • Jawa • Kaharingan • Towani Tolotang • Siwa-Buddha • Ilmu Goib • Ilmu Goib Kodrat Alam • Imbal Wacono • Islam • Abangan • modern • Ahmadiyyah • Islam Nusantara • LDII • Modernis • Al-Qiyadah Al-Islamiyah • Syiah • Tradisionalis • Wahidiyah • Wetu Telu • IWKU • Jainisme • Jawa Domas • Jingi Tiu • Kapitayan • Kejawen • Khonghucu • Koda Kirin • Kristen • Katolik • Mormonisme • Ortodoks • Protestan • Saksi-Saksi Yehuwa • Lera Wulan Dewa Tanah Ekan • Malesung • Marapu • Masade • Naurus • Parmalim • Pelebegu • Pemena • Pepandyo • Perjalanan • Purwoduksino • Rila • Salamullah • Sedulur Sikep • Sikh • Sirnagalih • Subud • Sumarah • Sunda Wiwitan • Djawa Sunda • Taoisme • Tonaas Walian • Wor • Yahudi Ireligiusitas • Halaman ini terakhir diubah pada 10 Desember 2021, pukul 09.28.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Final Liga Champions Musim Ini, Sesama Tim Inggris Lagi?

• Seventeen Merilis Lagu Berbahasa Inggris Pertama Mereka Berjudul "Darl+ing" • Todd Boehly Pemilik Baru Chelsea, Asal Disetujui Pemerintah Inggris • Kisah Berpuasa di Inggris • Mengapa Banyak Orang Indonesia Masih Gagap Berbicara Bahasa Inggris? • Menebak Pemenang Liga Inggris Hal lain yang membuat sebagian umat Islam begitu “gerah” ketika mendengar nama Ahmadiyah adalah karena jamaah ini merupakan “agen” inggris yang sengaja dibentuk untuk memecah belah umat Islam.

Ketika saya menulis kalimat pembuka diatas, hati saya bergumam,…”pantes aja orang begitu benci dengan Ahmadiyah…ckckck…seperti duri dalam daging.” Bahkan dibeberapa postingan saya sebelumnya, beberapa kompasinaner yang memberikan komentarpun “terlihat” begitu “greget” dengan Ahmadiyah.

Saya berusaha memaklumi kondisi saudara-saudara muslim yang lain, yang “membenci” ahmadiyah karena mendapat informasi demikian. Saya tidak tahu siapa yang pertama kali “melayangkan” tuduhan demikian. Tetapi jika kita melihat dari sejarah, “sepertinya” hal ini mulai “muncul” beberapa atau belas-an tahun setelah Jamaah ini berdiri. Mengapa pada awal Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad “belum” disebut sebagai antek – antek Inggris.

Karena ketika itu, dimana umat Islam tengah mendapatkan “serangan” secara teologi dari para Missionary Kristen di India, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad “berjuang” membentengi akidah umat dengan berbagai tulisan selebaran maupun buku – buku karangan beliau. Mengapa “perjuangan” Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad melawan Inggris melalui tulisan…? Kita tahu di dalam sejarah, bahwa penjajah dari Eropa baik itu Belanda, Inggris maupun Portugis. Tujuan mereka bukanlah semata-mata hanya mencari kekayaan alam.

Melainkan ada tujuan “lain”. Dan dalam sejarah kita kenal istilah Gospel, Gold and Glory. Gospel merupakan tujuan “mulia” yang telah direncanakan dari sejak awal. Ketika Inggris menjajah India, sekitar tahun 1814 para Missionary Kristen mencanangkan The Great Century of World Evangelization.

Dan hasilnya, jutaan orang di India masuk agama Kristen. Demikian pula penjajahan di Indonesia. Mengapa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad tidak berperang mengusir Inggris dari India…?

Untuk menjawab hal ini ada beberapa hal yang akan saya sampaikan : • • Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad bukanlah seorang pemimpin umat ketika itu, beliau hanya seorang diri, rakyat jelata. Walaupun memang keluarga beliau merupakan keturunan bangsawan, tetapi ketika kerajaan hindu berkuasa harta kekayaanya direbut oleh penguasa hindu tersebut.

• Ternyata bukan hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang “melawan” penjajah Inggris dengan cara cooperatif, Ahmad Khan seorang ulama dan Guru Besar di India, sekaligus pendiri Universitas Alighar. Beliau berjuang dengan cara memberikan pendidikan pada rakyat India. Ahmad Khan ini mirip dengan Ahmad Dahlan di Indonesia. (sedikit menyimpang) Ahmad Dahlan pun ketika berjuang melawan penjajah melalui pendidikan beliau bahkan dituduh telah murtad karena metode pendidikannya dengan cara “modern”.

• Penjajah Inggris sedikit berbeda dengan Belanda, Inggris walaupun menjajah, mereka memberikan kebebasan kepada Inlander untuk memperoleh pendidikan dan juga kebebasan beragama. Oleh karena itu, banyak pejuang yang mengambil “jalur” cooperative. Semoga penjelasan yang singkat ini, dapat “meluruskan” tuduhan yang selama ini beredar bahwa Ahmadiyah adalah antek-antek Inggris. Jamaah Islam Ahmadiyah adalah sebuah jamaah yang bertujuan untuk memperjuangkan dan menyampikan Islam sampai keseluruh pelosok dunia dengan cara memperlihat keindahan Islam.

Jamaah Islam Ahmadiyah tidak terikat dengan negara mana pun di dunia ini, karena Islam merupakan rahmatan lil alamain. Love for all hatred for none Muslim Ahmadi
"Ahmadiyah dinilai tidak memiliki konsistensi dalam syahadat Islam, akibat keyakinannya terhadap sosok Mirza Ghulam Ahmad yang diposisikannya sebagai nabi, padahal Islam mainstream memandang Muhammad SAW adalah khatamul nabiiyin (nabi mutakhir)," jelas Catur Wahyudi, dosen FISIP Universitas Merdeka Malang.

Alasan kedua mengapa Ahmadiyah dianggap kontroversial, menurut Catur Wahyudi, "Fakta dimana Mirza Ghulam Ahmad mendakwahkan diri sebagai Imam Mahdi dan al Masih al Mau'ud (Imam Mahdi yang dijanjikan) juga menjadi bagian perdebatan dan menjadi perbedaan yang mendasar dengan Islam mainstream yang pada umumnya masih menunggu kehadiran Imam Mahdi dan al Masih al Mau'ud, yang dipahaminya sebagai sosok dari Isa AS." Faktor ketiga mungkin timbul akibat pemahaman yang keliru.

Kumpulan wahyu yang disebutkan diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad oleh penganutnya dibukukan setelah beliau wafat ke dalam Tadhkirah atau kadang ditulis Tazdkirah. Sebagian umat Islam menganggapnya sebagai kitab suci Ahmadiyah, jelas Catur Wahyudi. Merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu landasan keyakinan keislamannya, juru bicara Jemaah Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiandra menjelaskan bahwa Muslim Ahmadiyah bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan mengakui Muhammad adalah Utusan Allah, menunaikan kewajiban salat, memberikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan juga menunaikan ibadah haji.

Langkah serupa ditempuh oleh Akademi Fiqh Islam di Organisasi Konferensi Islam (OKI) -yang kini dikenal dengan Organisasi Kerja Sama Islam- ketika pada tahun 1985 menyatakan bahwa aliran Ahmadiyah yang mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi sesudah Nabi Muhammad dan menerima wahyu adalah murtad dan keluar dari Islam.

Gelombang protes dan fatwa MUI juga menuntut agar Ahmadiyah dibubarkan meskipun gerakan itu sahih sebagai organisasi. Basis-basis Ahmadiyah marak menjadi sasaran, termasuk rumah pribadi, tempat ibadah dan bahkan banyak pula Ahmadi yang mendapat serangan fisik.

Imbas dari fatwa MUI dituding memicu 'kekerasan' atas nama agama. Dari bilik-bilik kecil di masjid yang terletak di London selatan ini, tujuh penerjemah, di antaranya bahasa Arab, Inggris dan Jerman, langsung mengalih bahasakan isi khotbahnya dari bahasa Urdu. Jadi jemaah yang tidak paham bahasa nasional Pakistan itu, bisa meminjam alat pendengar nirkabel dan memilih bahasa yang ia mengerti.

"Sang khalifah selalu berpesan kepada jemaah di mana pun mereka berada dan dalam kondisi apapun untuk selalu menunjukkan kesetiaan kepada negara dan mematuhi undang-undang yang berlaku," kata Fareed Ahmad, Sekjen Nasional Hubungan Masyarakat Jemaah Muslim Ahmadiyah Inggris, organisasi induk Ahmadiyah internasional, dalam wawancara dengan BBC Indonesia di Masjid Baitul Futuh, London selatan, Januari tahun ini.{/INSERTKEYS}

Raffi Ahmad Ahmadiyah???




2022 www.videocon.com