Menjenguk orang sakit hukumnya

menjenguk orang sakit hukumnya

Mayoritas ulama sepakat menjenguk orang sakit hukumnya sunnah. Lalu, bagaimana jika orang tersebut mengidap penyakit menular seperti virus corona? Menjenguk orang sakit merupakan anjuran dalam Islam. Selain sebagai bentuk solidaritas dan memperkuat ukhuwah (persaudaraan), mengjenguk orang sakit sebagai bentuk memberikan dukungan moral agar bisa kuat melalui ujian sakitnya.

Dalam shahih Bukhari, Rasulullah bersabda, โ€œBerilah makan orang yang sedang lapar dan jenguklah orang yang sedang sakitโ€. Adalah kewajiban bagi umat Islam jika mendengar saudara, tetangga dan temannya sedang sakit untuk dijenguk. Hukum Menjenguk Orang Sakit Dalam Fathu al Bari ditulis, menurut Imam Daud al Dhahiri, hukum menjenguk orang menjenguk orang sakit hukumnya adalah fardu kifayah, sama seperti memberi makan orang yang kelaparan.

Hukum ini, sebagaimana tradisi istinbat hukum Imam Daud al Dhahiri, diambil dari makna literal hadis di atas. Sedangkan menurut Jumhur Ulama, seperti tertera dalam kitab al Khulashaf fi Ahkam al Dzimmah, hadis tersebut tidak menunjuk hukum wajib, tapi sunnah.

Pendapat ini dipandang lebih kuat.

menjenguk orang sakit hukumnya

Berdasar kaidah Ushul fiqh, seperti bisa kita baca dalam Ushul fiqh Abdul Wahhab Khallaf, kalimat perintah memberi konsekuensi hukum wajib bila memenuhi beberapa syarat. Salah satunya adalah disertai ancaman bagi yang meninggalkannya. Pada hadis di atas tidak ada kriteria dimaksud dan merupakan anjuran yang bernilai sunnah.

menjenguk orang sakit hukumnya

Hukum sunnah menjenguk orang sakit ini, menurut Jumhur Ulama, berlaku secara umum. Baik yang sakit keluarga, teman, orang sudah dikenal maupun belum kenal sama sekali. Ketika menjelaskan hadis tersebut, Imam Nawawi dalam Syarah โ€˜ala al Muslim menyatakan, teks hadis tidak menjabarkan keterangan tentang siapa yang dianjurkan untuk dijenguk. Nabi hanya menganjurkan agar kita menjenguk orang sakit. Siapapun orangnya. Baca Juga: Zakat Fitrah (4) : Membayar Zakat Fitrah Secara Online?

Namun begitu, dalam Kutub wa Rasail, ada ulama yang berpendapat bahwa kesunnahan tersebut bisa berubah wajib manakala orang yang sakit adalah keluarganya, terutama kedua orang tuanya. Menjenguk Orang Sakit yang Non-Muslim Sebagaimana keumuman hadis Nabi yang telah tersebut, karena tidak menyebut muslim dan non muslim, maka secara otomatis anjuran menjenguk orang sakit juga berlaku untuk non-muslim.

Analisa hukum seperti ini sejalan dengan hadis fiโ€™li (perbuatan) Nabi.

menjenguk orang sakit hukumnya

Dalam Shahih Bukhari diceritakan, โ€œAda seorang budak milik orang Yahudi menjadi pelayan Rasulullah, pada suatu ketika dia jatuh sakit. Nabipun mendatanginya untuk menjenguk. Lalu Nabi berkata padanya, Masuk Islamlah kamu. Kemudian budak tersebut masuk Islam. Dengan demikian, sebagai bentuk hubungan sosial dan praktek toleransi yang baik, Islam menganjurkan juga untuk menjenguk non Muslim yang sedang sakit.

Walaupun dalam Minhaj al Qawim, ulama menjenguk orang sakit hukumnya hanya terbatas pada non Muslim yang bertetangga dengan kita dan juga dzimmy. Panduan Menjenguk Orang Sakit dengan Penyakit Menular Akan tetapi, kesunnahan menjenguk orang sakit menjadi problem ketika yang hendak kita jenguk terkena penyakit menular. Hal ini karena ada kekhawatiran terhadap penularan penyakit. Misalnya, sakit yang disebabkan virus corona.

Virus yang saat ini menggemparkan dunia menuntut kita untuk waspada agar tidak muhda terpapar dengan berkontak langsung dengan penderita. Namun, bukan berarti orang penderita penyakit menular seperti virus corona tidak berhak untuk dijenguk.

Islam juga mengakui adanya penyakit menular. Sehingga kita harus selalu mawas diri dan melakukan antisipasi penularannya. Pada masa dulu, penyakit menular itu antara lain lepra dan thaโ€™un. Dalam konteks seperti ini, Rasulullah memberikan tata cara ketika hendak menjenguk orang sakit yang terkena virus menular. Ketika hendak menjenguk orang sakit yang terkena virus menular, Nabi bersabda: Baca Juga: Menggunjing Keburukan Menjenguk orang sakit hukumnya Muslim, Apakah Termasuk Dosa?

ูˆุฌุงุก ููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุดุฑูŠู :โ€ู„ุง ุชูุฏูŠู…ูˆุง ุงู„ู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุฌุฐูˆู…ูŠู† ูุฅุฐุง ูƒู„ู…ุชู…ูˆู‡ู… ูู„ูŠูƒู† ุจูŠู†ูƒู… ูˆุจูŠู†ู‡ู… ุญุฌุงุจ ู‚ูŠุฏูŽ ุฑู…ุญโ€[ุงุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ]. Artinya: โ€œJangan terlalu lama memandang orang yang terkena penyakit lepra, berbicaralah dengan orang yang berpenyakit lepra dengan jarak satu tombakโ€.

Dengan demikian, sesungguhnya mengkarantina mereka yang terjangkit virus menular tidak meniadakan kesunnahan menjenguk orang sakit. Tetapi harus menjaga jarak seperti keterangan hadis di atas.

menjenguk orang sakit hukumnya

Hal ini tentu dengan menimbang potensi keganasan penularan penyakit terlebih dulu. Bila tingkat penularannya kuat, hifdu al Nafs (menjaga jiwa) lebih diutamakan. Untuk menentukan boleh tidaknya menjenguk orang yang terkena penyakit menular harus dengan rekomendasi medis. Jika pertimbangan medis seperti virus corona ini menuntut orang untuk tidak menjenguk maka menolak mudharat lebih menjenguk orang sakit hukumnya dari pada mengejar hukum sunnah. Dalam konteks ini, mendoakan orang yang sakit lebih utama dilakukan, selama orang tersebut dalam proses penyembuhan dari tim medis.

DISYARIATKAN menjenguk orang sakit meliputi penjengukan wanita kepada laki-laki, meskipun bukan muhrimnya, dan laki-laki kepada wanita. Diantara bab-bab dalam Shahih al-Bukhari pada โ€œKitab al-Mardhaโ€ terdapat judul โ€œBab โ€˜Iyadatin-Nisaโ€™ ar-Rijalโ€ (Bab Wanita Menjenguk Laki-laki). Dalam hal ini beliau meriwayatkan suatu hadits secara muโ€™allaq (tanpa menyebutkan rentetan perawinya): Bahwa Ummu Dardaโ€™ pernah menjenguk seorang laki-laki Anshar dari ahli masjid.

Tetapi Imam Bukhari memaushulkan (meriwayatkan secara bersambung sanadnya) di dalam al-Adabul-Mufrad dari jalan al-Harits bin Ubaid, ia berkata: Bukhari juga meriwayatkan hadits Aisyah RA, ia berkata: โ€œKetika Rasulullah SAW tiba di Madinah, Abu Bakar dan Bilal RA jatuh sakit, lalu aku datang menjenguk mereka, seraya berkata, Wahai Ayahanda, bagaimana keadaanmu?

Wahai Bilal, bagaimana keadaanmu?โ€ Aisyah berkata, โ€œAbu Bakar apabila terserang penyakit panas, beliau berkata: โ€˜Semua orang berada di tengah keluarganya, sedang kematian itu lebih dekat daripada tali sandalnya.โ€™ Dan Bilal apabila telah hilang demamnya, ia berkata: โ€˜Wahai, merinding bulu romaku Apakah aku akan bermalam di suatu lembah Yang dikelilingi rumput-rumput idzkhirdan jalil Apakah pada suatu hari aku menginginkan air Majnah Apakah mereka akan menampakkan kebagusandan kekeruhanku?โ€ โ€˜Aisyah RA berkata, โ€œLalu aku datang kepada Rasulullah saw.

memberitahukan hal itu, lantas beliau berdoa, Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah seperti kami mencintai Mekah atau melebihinya.โ€ Yang menjadi dalil kebolehan wanita menjenguk laki-laki dalam hadits tersebut ialah masuknya Aisyah menjenguk ayahnya dan menjenguk Bilal, serta perkataannya kepada masing-masing mereka, โ€œBagaimana engkau dapati dirimu?โ€ Yang dalam bahasa kita sekarang sering kita ucapkan: โ€œBagaimana kesehatanmu?

Bagaimana keadaanmu?โ€ Padahal Bilal ini bukan mahram bagi Aisyah Ummul Mukminin. BACA JUGA: Sakit Sebagai Jalan Kebaikan Tetapi suatu menjenguk orang sakit hukumnya yang tidak diragukan ialah bahwa menjenguknya itu terikat dengan syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan syaraโ€™, bersopan santun sebagai muslimah dalam berjalan, gerak-gerik, memandang, dan berbicara.

Juga tidak berduaan antara seorang lelaki dengan seorang perempuan tanpa ada yang lain, aman dari fitnah, diizinkan oleh suami bagi yang bersuami, dan diizinkan oleh wali bagi yang tidak bersuami. Dalam hal ini, janganlah suami atau wali melarang istri atau putrinya menjenguk orang yang punya hak untuk dijenguk olehnya, seperti kerabatnya yang bukan muhrim, atau besan (semenda), atau gurunya, atau suami kerabatnya, atau ayah kerabatnya, dan sebagainya dengan syarat-syarat seperti yang telah disebutkan di atas.

[] Referensi: E-book Fatwa-fatwa Kontemporer Jilid 2/DR. Yusuf al-Qaradhawi/Gema Insani Press.
Hukum Menjenguk Orang Sakit, Wajib ataukah Sunnah? Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah yang melimpahkan berbagai nikmat, khususnya kesehatan dan kesempatan. Banyak manusia melalaikannya, karena itu kita juga memohon kepada-Nya agar memberi kekuatan kepada kita untuk menyukurinya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Menjenguk orang sakit termasuk di antara akhlak Islam yang mulia. Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjenguk orang sakit hukumnya memerintahkannya. Bahkan beliau menyebutnya sebagai hak seorang muslim atas saudara muslimya yang lain. Dan setiap hak wajib ditunaikan kepada yang empunya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฎูŽู…ู’ุณูŒ ุฑูŽุฏู‘ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ูˆูŽุนููŠูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถู ูˆูŽุงุชู‘ูุจูŽุงุนู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุฆูุฒู ูˆูŽุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉู ุงู„ุฏู‘ูŽุนู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽุชูŽุดู’ู…ููŠุชู ุงู„ู’ุนูŽุงุทูุณู " Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.โ€ (HR.

Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu) ุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽุงุฆูุนูŽ ูˆูŽุนููˆุฏููˆุง ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถูŽ ูˆูŽูููƒู‘ููˆุง ุงู„ู’ุนูŽุงู†ููŠูŽ " Berilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim)." (HR. Al-Bukhari Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu) Dituturkan oleh al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan kepada kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: Beliau memerintahkan kami agar menjenguk orang sakit.

." (Muttafaq 'alaih) Islam juga memotifasi umatnya agar bersemangat dalam menjenguk orang sakit karena besarnya manfaat yang ditimbulkannya, yaitu dengan menjanjikan pahala banyak dan ganjaran yang besar bagi yang mengamalkannya. ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุนููˆุฏู ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุบูุฏู’ูˆูŽุฉู‹ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ู…ูŽู„ูŽูƒู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูู…ู’ุณููŠูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽู‡ู ุนูŽุดููŠู‘ูŽุฉู‹ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ู…ูŽู„ูŽูƒู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุตู’ุจูุญูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฎูŽุฑููŠููŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู " Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari.

Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga." (HR. al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi) Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽ ู…ูŽุฑููŠุถู‹ุง ู†ูŽุงุฏูŽู‰ ู…ูู†ูŽุงุฏู ู…ูู†ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุทูุจู’ุชูŽ ูˆูŽุทูŽุงุจูŽ ู…ูŽู…ู’ุดูŽุงูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุจูŽูˆู‘ูŽุฃู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ู‹ุง " Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu menjenguk orang sakit hukumnya baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga." (HR.

Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykah no. 5015. Ibnu Hibbad juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath) Hadits-hadits yang disebutkan di atas menunjukkan pertingnya akhlak tersebut dalam masyarakat muslim, bahkan dalam kehidupan masyarakat umum. Karena itulah Sunnah Nabi serius memerintahkannya dalam bentuk qauliyah ataupun amaliyah. Sampai-sampai menjenguk orang sakit hukumnya Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri menjenguk tetangganya yang seorang yahudi saat ia sakit.

Dalam mengamalkan adab yang mulia tersebut, beliau menawarkan Islam yang agung dan iapun dengan suka rela mau menyambut seruannya. Allahu Akbar. . Hukum Menjenguk Orang Sakit Sebagian ulama berpendapat bahwa menjenguk orang sakit hukumnya sunnah mu'akkadah (yang sangat-sangat ditekankan).

Dan ini pendapat yang masyhur di kalangan Jumhur ulama, yang bisa menjadi wajib pada seseorang yang tidak pada yang lainnya. Sementara Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat, itu fardhu kifayah, sebagaimana yang tercantum dalam al-Ikhtiyarat, hal. 85. Dan sepertinya, inilah pendapat yang lebih benar karena sesuai dengan hadits yang terdapat dalam Shahihain, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjenguk orang sakit hukumnya, ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฎูŽู…ู’ุณูŒ ุฑูŽุฏู‘ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ูˆูŽุนููŠูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถู ูˆูŽุงุชู‘ูุจูŽุงุนู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุฆูุฒู ูˆูŽุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉู ุงู„ุฏู‘ูŽุนู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽุชูŽุดู’ู…ููŠุชู ุงู„ู’ุนูŽุงุทูุณู " Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.โ€ Dan terdapat dalam riwayat Muslim, " Lima perkara yang wajib ditunaikan seorang muslim terhadap saudara (muslim)-nya: (salah satunya) menjenguk orang sakit ." Sehingga Imam al-Bukhari membuat bab dalam Shahihnya, "Bab wajibnya menjenguk orang sakit." Lalu beliau menyebutkan hadits dari Abu Musa al-As'ari secara marfu', ุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽุงุฆูุนูŽ ูˆูŽุนููˆุฏููˆุง ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถูŽ ูˆูŽูููƒู‘ููˆุง ุงู„ู’ุนูŽุงู†ููŠูŽ " Berilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim)." Hadits-hadits di atas menunjukkan wajibnya.

Namun ada yang membawa maknanya kepada fardhu kifayah. Ibnu Bathal rahimahullah mengatakan, perintah tersebut bisa dibawa kepada makna wajib, yang bermaksud wajib kifayah seperti memberi makan orang lapar dan membebaskan budak. Bisa juga dibawa kepada makna sunnah sebagai anjuran untuk menjaga komunikasi dan menjaga persahabatan. (dinukil dari Fathul Baari: 10/129) Imam Nawawi rahimahullah telah menukil ijma', bahwa ia tidak wajib.

menjenguk orang sakit hukumnya

Kemudian al-Hafidz Ibnul Hajar dalam Fathul Baarinya (10/129), memberikan penjelasan tentang makna tidak wajib tersebut kepada wajib 'ain. "Pendapat yang shahih bahwa ia (menjenguk orang sakit-red) adalah wajib kifayah, maka wajib bagi kaum muslimin menjenguk orang-orang sakit mereka." Syaikh Ibnu Utsaimin Menjenguk orang sakit hukumnya Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, "Pendapat yang shahih bahwa ia (menjenguk orang sakit-red) adalah wajib kifayah, maka wajib bagi kaum muslimin menjenguk orang-orang sakit mereka." (Syarh al-Mumti': 5/173) Syaikh Ibnu Bazz dalam Nuur 'Ala al-Darb mengatakan, "Yang makruf di kalangan ulama adalah sunnah mu'akkadah.

Dan pendapat yang mewajibkannya juga pendapat yang kuat, karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk menjenguk orang sakit, minimal sekali saja. Maka seorang mukmin selayaknya apabila mengetahui ada saudaranya yang sakit untuk menjenguknya." Lalu beliau menyebutkan hadits-hadits di atas. "Maka mengunjungi orang sakit termasuk ibadah yang sangat-sangat ditekankan," kata beliau di ujung fatwanya tersebut.

(Dinukil dari www.binbaz.org.sa) Maka seorang mukmin selayaknya apabila mengetahui ada saudaranya yang sakit untuk menjenguknya. Menjenguk orang sakit hukumnya Sakit yang Wajib Dijenguk Orang sakit yang wajib dikunjungi/dijenguk adalah sakit yang menghalanginya berkumpul bersama orang-orang. Maka kalau dia sakit lalu keluar dan menemui manusia banyak, maka tidak wajib dikunjungi.

(Lihat Syarh al-Mumti': 5/171) Penutup Menjenguk orang sakit sangat diperhatikan Islam, maka seharusnya kaum mukminin menjaga dan memperhatikan akhlak yang mulia ini.

Apalagi sebagian ulama menyimpulkan hukumnya wajib, walaupun kifayah (berdasarkan pendapat yang lebih kuat).

menjenguk orang sakit hukumnya

Maka tidak selayaknya ini diremehkan, apalagi ini menjadi sarana kuat untuk menjalin persahabatan, menguatkan ikatan tali persaudaraan se-Islam, dan bahkan bisa menjadi sarana untuk menyampaikan hidayah. Dan sesungguhnya sarana memiliki hukum yang sama dengan tujuannya. Wallahu Ta'ala a'lam. [PurWD/voa-islam.com] Tulisan Terkait: 1. Keutamaan Mengunjungi Orang Sakit 2.

Kewajiban Seorang Muslim terhadap Muslim Lainnya 3. Berbahagia Dengan Musibah Sakit Ibadah lainnya: โ€ข Ibadah-ibadah yang Dianjurkan di Hari Jum'at โ€ข Wajibnya Berkumur-kumur dan Istinsyaq Dalam Wudhu โ€ข Keutamaan Shaf Pertama dan Dekat dengan Khatib โ€ข Hukum Qiyamul Lail Berjamaah di Luar Bulan Ramadhan โ€ข Peringatan Bagi yang Suka Meninggalkan Shalat โ€ข Hukum Mengagungkan Jumat dengan Menetapkan Hari Libur Jumat โ€ข Bolehkah Sholat Jumat Diadakan Dua Kali Dalam Satu Masjid?

โ€ข Apakah WanitaTidak Boleh Shalat Dzuhur Sebelum Shalat Jum'at? 6 Hari Atasi sakit Fisik, Psikis dan Sihir bersama Abi Khadijah Senin, 09 May 2022 09:35 Jemaah Antusias Hadiri Open House Ustaz Bachtiar Nasir Senin, 09 May 2022 09:25 Sains membuktikan Kita bisa Install Otak Agar Ketagihan Baca Al Quran Senin, 09 May 2022 09:15 11 Tentara Mesir Tewas 5 Terluka Dalam Serangan Pejuang Islamic State Di Semenanjung Sinai Ahad, 08 May 2022 16:00 Anies: Arus Perbaikan vs Arus Penghancuran Ahad, 08 May 2022 06:58 Koalisi Arab Bebaskan 163 Tahanan Syi'ah Houtsi Karena Alasan Kemanusiaan Sabtu, 07 May 2022 21:00 Taliban Perintahkan Wanita Afghanistan Kenakan Burqo Di Depan Umum Sabtu, 07 May 2022 20:45 Mantan Jenderal Militer Israel Serukan Israel Lenyapkan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Sabtu, 07 May 2022 20:15 Ratusan Kasus HIV/AIDS di Bekasi, Buah Busuk Sekulerisme Sabtu, 07 May 2022 10:06 Politisi PKS Desak Kemendikbud Ristek, Tindak Tegas Rektor ITK Budi Santosa Sabtu, 07 Menjenguk orang sakit hukumnya 2022 06:26 Apa Kira-kira Penyebab Rektor ITK Menjadi Anti-Islam?

Jum'at, 06 May 2022 21:23 Musim Umroh Bagi Jemaah Asing Akan Berakhir Pada 31 Mei Jum'at, 06 May 2022 21:15 Intelijen Inggris: Rusia Ingin Rebut Menjenguk orang sakit hukumnya Pelabuhan Mariupol Ukraina Sebelum Hari Kemenangan Jum'at, 06 May 2022 21:00 Rusia Klaim Tidak Akan Gunakan Senjata Nuklir Di Ukraina Jum'at, 06 May 2022 20:30 Laporan: Raksasa Media Sosial Gagal Menindak 89 Persen Postingan Kebencian Anti-Muslim Jum'at, 06 May 2022 19:59 Khutbah Jumat: Tanda Sukses Ramadhan Kita Jum'at, 06 May 2022 08:41 Soal Pria Injak Quran, Politisi PKS Sukabumi: Perlu Didalami Motif Perbuatannya Jum'at, 06 May 2022 08:38 Inilah 5 Cara Islam Menjaga Perempuan dari Kejahatan Seksual Jum'at, 06 May 2022 02:55 Kekerasan Seksual Marak, Islam Punya Solusi!

Jum'at, 06 May 2022 02:39 Home - Redaksi - Advertisement - Kirim Naskah - Pedoman Pemberitaan Media Siber Seluruh materi situs voa-islam boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk dakwah, dengan syarat mencantumkan sumbernya (voa-islam) KONTAK REDAKSI: redaksi@voa-islam.com Kami menerima dakwah bil qalam, naskah berita, artikel dan opini yang sesuai dengan misi dan visi voa-islam.com akan dipublikasikan non komersial, semoga menjadi amal shalih.

Sabtu, 07/05/2022 20:45 Taliban Perintahkan Wanita Afghanistan Kenakan Burqo Di Depan Umum โ€ข Anies: Arus Perbaikan vs Arus Penghancuran โ€ข Politisi PKS Desak Kemendikbud Ristek, Tindak Tegas Rektor ITK Budi Santosa โ€ข Khutbah Jumat: Tanda Sukses Ramadhan Kita โ€ข 6 Hari Atasi sakit Fisik, Psikis dan Sihir bersama Abi Khadijah Hukum Menjenguk Orang Sakit, Wajib ataukah Sunnah?

Oleh: Badrul Menjenguk orang sakit hukumnya Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah yang melimpahkan berbagai nikmat, khususnya kesehatan dan kesempatan.

Banyak manusia melalaikannya, karena itu kita juga memohon kepada-Nya agar memberi kekuatan kepada kita untuk menyukurinya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Menjenguk orang sakit termasuk di antara akhlak Islam yang mulia. Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam senantiasa memerintahkannya. Bahkan beliau menyebutnya sebagai hak seorang muslim atas saudara muslimya yang lain.

Dan setiap hak wajib ditunaikan kepada yang empunya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฎูŽู…ู’ุณูŒ ุฑูŽุฏู‘ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ูˆูŽุนููŠูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถู ูˆูŽุงุชู‘ูุจูŽุงุนู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุฆูุฒู ูˆูŽุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉู ุงู„ุฏู‘ูŽุนู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽุชูŽุดู’ู…ููŠุชู ุงู„ู’ุนูŽุงุทูุณู " Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.โ€ (HR.

Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu) ุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽุงุฆูุนูŽ ูˆูŽุนููˆุฏููˆุง ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถูŽ ูˆูŽูููƒู‘ููˆุง ุงู„ู’ุนูŽุงู†ููŠูŽ " Berilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim)." (HR.

menjenguk orang sakit hukumnya

Al-Bukhari Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu) Dituturkan oleh al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan kepada kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: Beliau memerintahkan kami agar menjenguk orang sakit.

." (Muttafaq 'alaih) Islam juga memotifasi umatnya agar bersemangat dalam menjenguk orang sakit karena besarnya manfaat yang ditimbulkannya, yaitu dengan menjanjikan pahala banyak dan ganjaran yang besar bagi yang mengamalkannya.

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุนููˆุฏู ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุบูุฏู’ูˆูŽุฉู‹ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ู…ูŽู„ูŽูƒู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูู…ู’ุณููŠูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽู‡ู ุนูŽุดููŠู‘ูŽุฉู‹ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ู…ูŽู„ูŽูƒู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุตู’ุจูุญูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฎูŽุฑููŠููŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู " Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga." (HR.

al-Tirmidzi dan menjenguk orang sakit hukumnya oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi) Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽ ู…ูŽุฑููŠุถู‹ุง ู†ูŽุงุฏูŽู‰ ู…ูู†ูŽุงุฏู ู…ูู†ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุทูุจู’ุชูŽ ูˆูŽุทูŽุงุจูŽ ู…ูŽู…ู’ุดูŽุงูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุจูŽูˆู‘ูŽุฃู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ู‹ุง " Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga." (HR.

Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykah no. 5015. Ibnu Hibbad juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath) Hadits-hadits yang disebutkan di atas menunjukkan pertingnya akhlak tersebut dalam masyarakat muslim, bahkan dalam kehidupan masyarakat umum.

Karena itulah Sunnah Nabi serius memerintahkannya dalam bentuk qauliyah ataupun amaliyah. Sampai-sampai beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri menjenguk tetangganya yang seorang yahudi saat ia sakit. Dalam mengamalkan adab yang mulia tersebut, beliau menawarkan Islam yang agung dan iapun dengan suka rela mau menyambut seruannya. Allahu Akbar. . Hukum Menjenguk Orang Sakit Sebagian ulama berpendapat bahwa menjenguk orang sakit hukumnya sunnah mu'akkadah (yang sangat-sangat ditekankan).

Dan ini pendapat yang masyhur di kalangan Jumhur ulama, yang bisa menjadi wajib pada seseorang yang tidak pada yang lainnya.

menjenguk orang sakit hukumnya

Sementara Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat, itu fardhu kifayah, sebagaimana yang tercantum dalam al-Ikhtiyarat, hal. 85. Dan sepertinya, inilah pendapat yang lebih benar karena sesuai dengan hadits yang terdapat dalam Shahihain, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฎูŽู…ู’ุณูŒ ุฑูŽุฏู‘ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ูˆูŽุนููŠูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถู ูˆูŽุงุชู‘ูุจูŽุงุนู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุฆูุฒู ูˆูŽุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉู ุงู„ุฏู‘ูŽุนู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽุชูŽุดู’ู…ููŠุชู ุงู„ู’ุนูŽุงุทูุณู " Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.โ€ Dan terdapat dalam riwayat Muslim, " Lima perkara yang wajib ditunaikan seorang muslim terhadap saudara (muslim)-nya: (salah satunya) menjenguk orang sakit ." Sehingga Imam al-Bukhari membuat bab dalam Shahihnya, "Bab wajibnya menjenguk orang sakit." Lalu beliau menyebutkan hadits dari Abu Musa al-As'ari secara marfu', ุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽุงุฆูุนูŽ ูˆูŽุนููˆุฏููˆุง ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถูŽ ูˆูŽูููƒู‘ููˆุง ุงู„ู’ุนูŽุงู†ููŠูŽ " Berilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim)." Hadits-hadits di atas menunjukkan wajibnya.

Namun ada yang membawa maknanya kepada fardhu kifayah. Ibnu Bathal rahimahullah mengatakan, perintah tersebut bisa dibawa kepada makna wajib, yang bermaksud wajib kifayah seperti memberi makan orang lapar dan membebaskan budak.

Bisa juga dibawa kepada makna sunnah sebagai menjenguk orang sakit hukumnya untuk menjaga komunikasi dan menjaga persahabatan. (dinukil dari Fathul Baari: 10/129) Imam Nawawi rahimahullah telah menukil ijma', bahwa ia tidak wajib. Kemudian al-Hafidz Ibnul Hajar dalam Fathul Baarinya (10/129), memberikan penjelasan tentang makna tidak wajib tersebut kepada wajib 'ain.

"Pendapat yang shahih bahwa ia (menjenguk orang sakit-red) adalah wajib kifayah, maka wajib bagi kaum muslimin menjenguk orang-orang sakit mereka." Syaikh Ibnu Utsaimin Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, "Pendapat yang shahih bahwa ia (menjenguk orang sakit-red) adalah wajib kifayah, maka wajib bagi kaum muslimin menjenguk orang-orang sakit mereka." (Syarh al-Mumti': 5/173) Syaikh Ibnu Bazz dalam Nuur 'Ala al-Darb mengatakan, "Yang makruf di kalangan ulama adalah sunnah mu'akkadah.

Dan pendapat yang mewajibkannya juga pendapat yang kuat, karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk menjenguk orang sakit, minimal sekali saja.

Maka seorang mukmin selayaknya apabila mengetahui ada saudaranya yang sakit untuk menjenguknya." Lalu beliau menyebutkan hadits-hadits di atas. "Maka mengunjungi orang sakit termasuk ibadah yang sangat-sangat ditekankan," kata beliau di ujung fatwanya tersebut. (Dinukil dari www.binbaz.org.sa) Maka seorang mukmin selayaknya apabila mengetahui ada saudaranya yang sakit untuk menjenguknya. Orang Sakit yang Wajib Dijenguk Orang sakit yang wajib dikunjungi/dijenguk adalah sakit yang menghalanginya berkumpul bersama orang-orang.

Maka kalau dia sakit lalu keluar dan menemui manusia banyak, maka tidak wajib dikunjungi. (Lihat Syarh al-Mumti': 5/171) Penutup Menjenguk orang sakit sangat diperhatikan Islam, maka seharusnya kaum mukminin menjaga dan memperhatikan akhlak yang mulia ini.

Apalagi sebagian ulama menyimpulkan hukumnya wajib, walaupun kifayah (berdasarkan pendapat yang lebih kuat). Maka tidak selayaknya ini diremehkan, apalagi ini menjadi sarana kuat untuk menjalin persahabatan, menguatkan ikatan tali persaudaraan se-Islam, dan bahkan bisa menjadi sarana untuk menyampaikan hidayah.

Dan sesungguhnya sarana memiliki hukum yang sama dengan tujuannya. Wallahu Ta'ala a'lam. [PurWD/voa-islam.com] Tulisan Terkait: 1. Keutamaan Mengunjungi Orang Sakit 2. Kewajiban Seorang Muslim terhadap Muslim Lainnya 3. Berbahagia Dengan Musibah Sakit Ibadah lainnya: โ€ข Ibadah-ibadah yang Dianjurkan di Hari Jum'at โ€ข Wajibnya Berkumur-kumur dan Istinsyaq Dalam Wudhu โ€ข Keutamaan Shaf Pertama dan Dekat dengan Khatib โ€ข Hukum Qiyamul Lail Berjamaah di Luar Bulan Ramadhan โ€ข Peringatan Bagi yang Suka Meninggalkan Shalat โ€ข Hukum Mengagungkan Jumat dengan Menetapkan Hari Libur Jumat โ€ข Bolehkah Sholat Jumat Diadakan Dua Kali Dalam Satu Masjid?

โ€ข Apakah WanitaTidak Boleh Shalat Dzuhur Sebelum Shalat Jum'at? 6 Hari Atasi sakit Fisik, Psikis dan Sihir bersama Abi Khadijah Senin, 09 May 2022 09:35 Jemaah Antusias Hadiri Open House Ustaz Bachtiar Nasir Senin, 09 May 2022 09:25 Sains membuktikan Kita bisa Install Otak Agar Ketagihan Baca Al Quran Senin, 09 May 2022 09:15 11 Tentara Mesir Tewas 5 Terluka Dalam Serangan Pejuang Islamic State Di Semenanjung Sinai Ahad, 08 May 2022 16:00 Anies: Arus Perbaikan vs Arus Penghancuran Ahad, 08 May 2022 06:58 Koalisi Arab Bebaskan 163 Tahanan Syi'ah Houtsi Karena Alasan Kemanusiaan Sabtu, 07 May 2022 21:00 Taliban Perintahkan Wanita Afghanistan Kenakan Burqo Di Depan Umum Sabtu, 07 May 2022 20:45 Mantan Jenderal Militer Israel Serukan Israel Lenyapkan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Sabtu, 07 May 2022 20:15 Ratusan Kasus HIV/AIDS di Bekasi, Buah Busuk Sekulerisme Sabtu, 07 May 2022 10:06 Politisi PKS Desak Kemendikbud Ristek, Tindak Tegas Rektor ITK Budi Santosa Sabtu, 07 May 2022 06:26 Apa Kira-kira Penyebab Rektor ITK Menjadi Anti-Islam?

Jum'at, 06 May 2022 21:23 Musim Umroh Bagi Jemaah Asing Akan Berakhir Pada 31 Mei Jum'at, 06 May 2022 21:15 Intelijen Inggris: Rusia Ingin Rebut Kota Pelabuhan Mariupol Ukraina Sebelum Hari Kemenangan Jum'at, 06 May 2022 21:00 Rusia Klaim Tidak Akan Gunakan Senjata Nuklir Di Ukraina Jum'at, 06 May 2022 20:30 Laporan: Raksasa Media Sosial Gagal Menindak 89 Persen Postingan Kebencian Anti-Muslim Jum'at, 06 May 2022 19:59 Khutbah Jumat: Tanda Sukses Ramadhan Kita Jum'at, 06 May 2022 08:41 Soal Pria Injak Quran, Politisi PKS Sukabumi: Perlu Didalami Motif Perbuatannya Jum'at, 06 May 2022 08:38 Inilah 5 Cara Islam Menjaga Perempuan dari Kejahatan Seksual Jum'at, 06 May 2022 02:55 Kekerasan Seksual Marak, Islam Punya Solusi!

Jum'at, 06 May 2022 02:39 Home - Redaksi - Advertisement - Kirim Naskah - Pedoman Pemberitaan Media Siber Seluruh materi situs voa-islam boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk dakwah, dengan syarat mencantumkan sumbernya (voa-islam) KONTAK REDAKSI: redaksi@voa-islam.com Kami menerima dakwah bil qalam, naskah berita, artikel dan opini yang sesuai dengan misi dan visi voa-islam.com akan dipublikasikan non komersial, semoga menjadi amal shalih.

Jum'at, 06/05/2022 20:30 Rusia Klaim Tidak Akan Gunakan Senjata Nuklir Di Ukraina โ€ข Intelijen Inggris: Rusia Ingin Rebut Kota Pelabuhan Mariupol Ukraina Sebelum Hari Kemenangan โ€ข 6 Hari Atasi sakit Fisik, Psikis dan Sihir bersama Abi Khadijah โ€ข Musim Umroh Bagi Jemaah Asing Akan Berakhir Pada 31 Mei โ€ข Khutbah Jumat: Tanda Sukses Ramadhan Kita
Menu โ€ข HOME โ€ข RAMADHAN โ€ข Kabar Ramadhan โ€ข Puasa Nabi โ€ข Tips Puasa โ€ข Kuliner โ€ข Fiqih Ramadhan โ€ข Hikmah Ramadhan โ€ข Video โ€ข Infografis โ€ข NEWS โ€ข Politik โ€ข Hukum โ€ข Pendidikan โ€ข Umum โ€ข News Analysis โ€ข UMM โ€ข UBSI โ€ข Telko Highlight โ€ข NUSANTARA โ€ข Jabodetabek โ€ข banten โ€ข Jawa Barat โ€ข Jawa Tengah & DIY โ€ข Jawa Timur โ€ข kalimantan โ€ข Sulawesi โ€ข Sumatra โ€ข Bali Nusa Tenggara โ€ข Papua Maluku โ€ข KHAZANAH โ€ข Indonesia โ€ข Dunia โ€ข Filantropi โ€ข Hikmah โ€ข Mualaf โ€ข Rumah Zakat โ€ข Sang Pencerah โ€ข Ihram โ€ข Alquran Digital โ€ข ISLAM DIGEST โ€ข Nabi Muhammad โ€ข Muslimah โ€ข Kisah โ€ข Fatwa โ€ข Mozaik โ€ข INTERNASIONAL โ€ข Timur tengah โ€ข Palestina โ€ข Eropa โ€ข Amerika โ€ข Asia โ€ข Afrika โ€ข Jejak Waktu โ€ข Australia Plus โ€ข DW โ€ข EKONOMI โ€ข Digital โ€ข Syariah โ€ข Bisnis โ€ข Finansial โ€ข Migas โ€ข pertanian โ€ข Global โ€ข Energi โ€ข REPUBLIKBOLA โ€ข Klasemen โ€ข Bola Nasional โ€ข Liga Inggris โ€ข Liga Spanyol โ€ข Liga Italia โ€ข Liga Dunia โ€ข Internasional โ€ข Free kick โ€ข Arena โ€ข Sea Games 2021 โ€ข SEAGAMES 2021 โ€ข Berita โ€ข Histori โ€ข Pernik โ€ข Profil โ€ข LEISURE โ€ข Gaya Hidup โ€ข travelling โ€ข kuliner โ€ข Parenting โ€ข Health โ€ข Senggang โ€ข Republikopi โ€ข tips โ€ข TEKNOLOGI โ€ข Internet โ€ข elektronika โ€ข gadget โ€ข aplikasi โ€ข fun science & math โ€ข review โ€ข sains โ€ข tips โ€ข Menjenguk orang sakit hukumnya โ€ข Resonansi โ€ข Analisis โ€ข Fokus โ€ข Selarung โ€ข Sastra โ€ข konsultasi โ€ข Kalam โ€ข INFOGRAFIS โ€ข Breaking โ€ข sport โ€ข tips โ€ข komik โ€ข karikatur โ€ข agama โ€ข JURNAL-HAJI โ€ข video โ€ข haji-umrah โ€ข journey โ€ข halal โ€ข tips โ€ข ihrampedia โ€ข REPUBLIKA TV โ€ข ENGLISH โ€ข General โ€ข National โ€ข Economy โ€ข Speak Out โ€ข KONSULTASI โ€ข keuangan โ€ข fikih muamalah โ€ข agama islam โ€ข zakat โ€ข IN PICTURES โ€ข Nasional โ€ข Jabodetabek โ€ข Internasional โ€ข Olahraga โ€ข Rana โ€ข PILKADA 2020 โ€ข berita pilkada โ€ข foto pilkada โ€ข video pilkada โ€ข KPU Bawaslu โ€ข SASTRA โ€ข cerpen โ€ข syair โ€ข resensi-buku โ€ข RETIZEN โ€ข Info Warga โ€ข video warga โ€ข teh anget โ€ข INDEKS โ€ข LAINNYA โ€ข In pictures โ€ข infografis โ€ข Pilkada 2020 โ€ข Sastra โ€ข Retizen โ€ข indeks Ath-Thabari menekankan bahwa menjenguk orang sakit itu merupakan kewajiban bagi orang yang diharapkan berkahnya, disunahkan bagi orang yang memelihara kondisinya, dan mubah bagi orang selain mereka.

Imam Nawawi mengutip kesepakatan (ijmak) ulama tentang tidak wajibnya, yakni tidak wajib 'ain. Menurut zahir hadis, pendapat yang kuat menurut pandangan saya ialah fardhu kifayah, artinya jangan sampai tidak ada seorang pun yang menjenguk si sakit.

Dengan demikian, wajib bagi masyarakat Islam ada yang mewakili mereka untuk menanyakan keadaan si sakit dan menjenguknya, serta mendoakannya agar sembuh dan sehat. Sebagian ahli kebajikan dari kalangan kaum muslim zaman dulu mengkhususkan sebagian wakaf untuk keperluan ini, demi memelihara sisi kemanusiaan. Adapun masyarakat secara umum, maka hukumnya sunah muakkadah, dan kadang-kadang bisa meningkat menjadi wajib bagi orang tertentu yang mempunyai hubungan khusus dan kuat dengan si sakit.

Misalnya, kerabat, semenda, tetangga yang berdampingan rumahnya, orang yang telah lama menjalin persahabatan, sebagai hak guru dan kawan akrab, dan lain-lainnya, yang sekiranya dapat menimbulkan kesan yang macam-macam bagi si sakit seandainya menjenguk orang sakit hukumnya tidak menjenguknya, atau si sakit merasa kehilangan terhadap yang bersangkutan (bila tidak menjenguknya).

Barangkali orang-orang macam menjenguk orang sakit hukumnya yang dimaksud dengan perkataan haq (hak) dalam hadis "Hak orang Muslim terhadap Muslim lainnya ada lima," karena tidaklah tergambarkan bahwa seluruh kaum Muslim harus menjenguk setiap orang yang sakit. Maka yang dituntut ialah orang yang memiliki hubungan khusus dengan si sakit yang menghendaki ditunaikannya hak ini. Disebutkan dalam Kitab Nailul-Authar, yang dimaksud dengan sabda beliau (Rasulullah SAW) 'hak orang Muslim' ialah tidak layak ditinggalkan, dan melaksanakannya ada kalanya hukumnya wajib atau sunah muakkadah yang menyerupai wajib.

Sedangkan menggunakan perkataan tersebut โ€“yakni hakโ€”dengan kedua arti di atas termasuk bab menggunakan lafal musytarik dalam kedua maknanya, karena lafal al-haq itu dapat dipergunakan dengan arti 'wajib', dan dapat juga dipergunakan dengan arti 'tetap,' 'lazim,' 'benar,' dan sebagainya.
BincangSyariah.Com โ€“ Dalam Islam, menjenguk orang sakit, baik saudara sendiri, teman, dan tetangga, termasuk akhlak yang sangat terpuji dan perbuatan yang sangat dianjurkan.

Anjuran ini bertujuan agar kita bisa mendoakan sekaligus memberi kebahagiaan pada orang yang sedang sakit tersebut. Namun bagaimana jika orang yang sakit adalah teman kita yang non Muslim, apakah kita juga dianjurkan untuk menjenguknya? Menjenguk non Muslim yang sedang sakit hukumnya diperbolehkan, baik dia berstatus sebagai teman kita, tetangga, terlebih lagi jika masih ada hubungan keluarga.

Dalam Islam tidak ada larangan untuk menjenguk non Muslim yang sedang sakit. Bahkan Nabi Saw sendiri memiliki pembantu non Muslim yang setiap hari berinteraksi dengan beliau untuk melayani kebutuhannya. Saat pembantu tersebut sakit, beliau menjenguknya dan duduk di sebelahnya untuk menemaninya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari yang bersumber dari Anas bin Malik, dia berkisah; ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุบูู„ูŽุงู…ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ูŠูŽู‡ููˆุฏู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฎุฏูู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู…ูŽุฑูุถูŽ ุŒ ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุนููˆุฏูู‡ู ุŒ ููŽู‚ูŽุนูŽุฏูŽ ุนูู†ุฏูŽ ุฑูŽุฃุณูู‡ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฃูŽุณู„ูู….

ููŽู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุจููŠู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูู†ุฏูŽ ุฑูŽุฃุณูู‡ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ : ุฃูŽุทูุน ุฃูŽุจูŽุง ุงู„ู‚ูŽุงุณูู…ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ menjenguk orang sakit hukumnya ุนูŽู„ูŽูŠู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ. ููŽุฃูŽุณู„ูŽู…ูŽ ุŒ ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู : ุงู„ุญูŽู…ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฐููŠ ุฃูŽู†ู‚ูŽุฐูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู โ€œSesungguhnya ada pemuda Yahudi yang melayani Nabi Saw.

Suatu hari dia sakit dan Nabi Saw datang menjenguknya, dan beliau duduk di sebelah kepalanya. Nabi Saw berkata, โ€˜Hendaklah kamu masuk Islam.โ€™ Pemuda tersebut melihat pada bapaknya yang duduk di sebelah kepalanya. Kemudian bapaknya berkata pada pemuda (anaknya) tersebut, โ€˜Ikutilah Abul Qasim, Nabi Saw.โ€™ Kemudian pemuda tersebut masuk Islam dan Nabi Saw setelah itu keluar seraya berkata, โ€˜Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka.โ€™โ€ Disebutkan bahwa nama pembantu Nabi Saw ini adalah Abdul Quddus.

Dalam sehari-hari, dia melayani Nabi Saw meskipun dia sendiri belum masuk Islam. Akhirnya, ketika dia sakit, maka Nabi Saw menjenguknya dan mendampinginya hingga dia masuk Islam dan wafat di bawah bimbingan Nabi Saw.โ€ข Beranda โ€ข PROFIL โ€ข Sejarah Singkat RSUD Puri Husada โ€ข Visi, Misi, & Motto โ€ข Logo RSUD Puri Husada Tembilahan โ€ข Daftar Direktur Dari Masa Ke Masa โ€ข Struktur Organisasi โ€ข Jabatan Fungsional โ€ข Sumber Daya Manusia โ€ข Profil Pelayanan โ€ข PELAYANAN โ€ข Instalasi Rawat Jalan โ€ข Poliklinik Gigi โ€ข Poliklinik Kebidanan โ€ข Poliklinik Anak โ€ข Poliklinik THT โ€ข Poliklinik TB DOTS โ€ข Poliklinik Jiwa โ€ข Poliklinik Paru โ€ข Poliklinik Mata โ€ข Poliklinik Bedah โ€ข Poliklinik Penyakit Dalam โ€ข Poliklinik Neuro โ€ข Poliklinik Jantung โ€ข Poliklinik MCU โ€ข Instalasi Rawat Inap โ€ข Intensive Care Unit (ICU) โ€ข NICU (Neonatal Intensive Care Unit) โ€ข Kebidanan dan Kandungan โ€ข Perawatan Anak โ€ข Perawatan Perinatologi โ€ข Perawatan Bedah โ€ข Perawatan THT, Mata, Neurologi โ€ข Perawatan Penyakit Dalam โ€ข Perawatan Paru โ€“ Paru โ€ข Perawatan Jiwa โ€ข Instalasi Gawat Darurat โ€ข Instalasi Gawat Darurat โ€ข Kamar Operasi โ€ข Kamar Operasi โ€ข Pelengkap โ€ข VIP Sri Gemilang โ€ข Hemodialisa โ€ข PENUNJANG โ€ข Penunjang Medis โ€ข Rehabilitasi Medik โ€ข Instalasi Laboratorium โ€ข Kegiatan โ€ข Kegiatan / Event Rumah Sakit โ€ข Promkes / Penyuluhan โ€ข Artikel โ€ข Kesehatan โ€ข Karya Ilmiah โ€ข Pemerintahan/Umum/Jurnalistik โ€ข Promosi Rumah Sakit โ€ข Berita โ€ข Berita RSUD Puri Husada / Rumah Sakit โ€ข Tim SIRTU โ€ข Undang โ€“ Undang โ€ข SAKIP โ€ข MATRIK RENCANA AKSI โ€ข CASCADING โ€ข RENSTRA โ€ข LAPORAN Menjenguk orang sakit hukumnya KINERJA โ€ข RENCANA KERJA (RENJA) โ€ข PERJANJIAN KINERJA โ€ข Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) โ€ข KONTAK Berita Terbaru โ€ข Pengumuman Pelayanan selama Libur dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M โ€ข Hari Perawat Nasional Ke-48 Tahun 2022 โ€ข Ingat Pesan Ibu : Protokol kesehatan โ€ข Kunjungan RSUD Puri Husada Tembilahan ke Puskesmas Keritang Hulu โ€ข Kunjungan Bupati beserta Forkopimda Kabupaten Indragiri Hilir โ€ข Penggunaan QR Code PeduliLindungi di RSUD Puri Husada Tembilahan โ€ข Pemimpin BLUD mendapatkan penghargaan Inovasi Goverment Award (IGA) dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir โ€ข Visitasi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang โ€ข Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Pemda Kab Inhil dan Unand Padang menjenguk orang sakit hukumnya Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-57 dan Hari Jadi RSUD Puri Husada Tembilahan Ke-37 Tahun 2021 Islam sebagai agama yang sempurna senantiasa memperhatikan segala hal yang mendatangkan kebaikan bagi manusia.

Satu hal yang telah diatur dan dibimbingkan oleh agama kita adalah menjenguk saudara kita ketika jatuh sakit. Begitu pentingnya permasalahan ini hingga dibakukan dalam Islam sebagai salah satu hak muslim atas muslim yang lain, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Salah satunya adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: ุญูŽู‚ูู‘ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุณูุชูŒู‘ ู‚ููŠู„ูŽ : ู…ูŽุง ู‡ูู†ูŽู‘ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู‚ููŠุชูŽู‡ู ููŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุงูƒูŽ ููŽุฃูŽุฌูุจู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุณู’ุชูŽู†ู’ุตูŽุญูŽูƒูŽ ููŽุงู†ู’ุตูŽุญู’ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุนูŽุทูŽุณูŽ ููŽุญูŽู…ูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ููŽุดูŽู…ูู‘ุชู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุฑูุถูŽ ููŽุนูุฏู’ู‡ู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ููŽุงุชูŽู‘ุจูุนู’ู‡ู โ€œHak seorang muslim atas muslim yang lainnya ada enam.โ€ Kemudian ditanyakan, โ€œApa saja itu wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab, โ€œJika bertemu ucapkanlah salam, jika diundang maka penuhilah, jika menjenguk orang sakit hukumnya nasehat maka berilah nasehat, jika bersin lalu memuji Allah maka doakanlah, jika sakit maka jenguklah dan jika meninggal maka ikutilah penguburannya.โ€ HR.

Muslim no 2162 Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi orang yang sakit jika ada saudara atau kerabat yang menjenguknya. Dengan itu akan akan semakin erat dan kuatlah tali persaudaraan antar mereka. Hukum Menjenguk Orang Sakit Para pembaca rahimakumullah, para ulama berbeda pendapat tentang hukum menjenguk orang sakit.

Namun Menjenguk orang sakit hukumnya aโ€™lam yang lebih kami pilih adalah fardhu kifayah. Artinya jika ada yang melaksanakannya maka gugur kewajiban bagi yang lain, namun jika tidak ada seorang pun yang melaksanakannya dalam kondisi mengetahui ada yang sakit maka semuanya berdosa. Namun hal ini bisa menjadi fardhu โ€˜ain jika yang sakit adalah seorang kerabat atau keluarga dekat karena menjenguknya termasuk bagian dari silaturahmi, sedangkan silaturahmi itu hukumnya wajib.

Hal penting yang perlu diperhatikan pula bahwa yang berhak dijenguk itu hanyalah orang sakit yang terbaring di rumahnya dan tidak bisa beraktivitas. Adapun orang-orang yang sakitnya ringan sehingga bisa keluar rumah dan beraktivitas maka tidak termasuk yang berhak dijenguk, namun tidak mengapa bagi kita untuk menanyakan keadaannya.

(Lihat Syarah Riyadhus Shalihin dan Fathu Dzil Jalali wal Ikram karya asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-โ€™Utsaimin rahimahullah) Keutamaan Menjenguk Orang Sakit Para pembaca rahimakumullah, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah menyebutkan beberapa keutamaan menjenguk orang sakit.

Di antaranya adalah: 1. Sabda beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽ ู…ูŽุฑููŠู’ุถู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ูููŠู’ ุฎูุฑู’ููŽุฉู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูุŒ ู‚ููŠู’ู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูุฑู’ููŽุฉู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฌูŽู†ูŽุงู‡ูŽุง โ€œBarang siapa menjenguk saudaranya yang sakit maka dia menjenguk orang sakit hukumnya berada di Khurfatul jannah sampai dia pulang.โ€ Lalu ditanyakan kepada beliau, โ€œWahai Rasulullah, apa khurfatul jannah itu?

Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œMemetik buah-buahan di surga.โ€ HR. Muslim no. 2568 dari sahabat Tsauban radhiyallahu โ€˜anhu. 2. Sabda beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุนููˆุฏู ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุบูุฏู’ูˆูŽุฉู‹ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ู…ูŽู„ูŽูƒู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูู…ู’ุณููŠูŽุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽู‡ู ุนูŽุดููŠูŽู‘ุฉู‹ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ู…ูŽู„ูŽูƒู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุตู’ุจูุญูŽุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฎูŽุฑููŠููŒ ูููŠ ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู โ€œTidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain pada pagi hari melainkan 70.000 malaikat akan bershalawat (mendoakan ampunan) baginya sampai sore hari.

Jika menjenguk pada sore hari maka 70.000 malaikat akan bershalawat baginya sampai pagi hari. Dia pun berhak untuk memiliki buah-buahan yang dipetik di surga.โ€ HR. at-Tirmidzi dari sahabat Ali bin Abi Thalibradhiyallahu โ€˜anhu.

menjenguk orang sakit hukumnya

Adab Menjenguk Orang Sakit Ada beberapa adab dan bimbingan bagi seseorang yang menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Di antaranya adalah: โ€ข Hendaknya meniatkan amalan tersebut karena Allah subhanahu wa taโ€™ala dan meneladani baginda Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, bukan untuk tujuan dunia.

โ€ข Berharap agar amalan yang dilakukannya itu bisa memberikan kebaikan dan kebahagiaan bagi saudaranya yang sedang sakit. โ€ข Alangkah baiknya jika kesempatan menjenguk dimanfaatkan untuk menghibur si sakit dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti mengingatkan untuk bersabar, bertaubat, beristighfar, dan yang semisal dengan itu.

Jangan menyampaikan hal-hal yang dapat menambah beban si sakit. โ€ข Jangan lupa mendoakannya, di antara doa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamadalah sebagai berikut: ู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุทูŽู‡ููˆู’ุฑูŒ ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู โ€œTidak mengapa, insya Allah (sakit ini) sebagai pembersih.โ€ HR. al-Bukhari dari sahabat Abdullah bin โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma. Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œBarangsiapa menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya lalu dia mengucapkan doa, ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุดู’ูููŠูŽูƒูŽ โ€œAku meminta kepada Allah yang Maha Kuasa, Rabb al-โ€™Arsy yang agung, agar memberikan kesembuhan kepadamu.โ€ Sebanyak 7 kali, niscaya Allah akan memberikan kesembuhan kepadanya.โ€ HR.

at-Tirmidzi dan Abu Dawud dari sahabat Abdullah bin โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma. โ€ข Tidak mengapa membawa sesuatu untuk dihadiahkan kepada si sakit, karena dengan hadiah akan semakin erat tali persaudaraan dan kasih sayang.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: ุชูŽู‡ูŽุงุฏููˆู’ุง ุชูŽุญูŽุงุจูู‘ูˆู’ุง โ€œSaling memberikan hadiahlah di antara kalian niscaya kalian akan saling mencintai.โ€ HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufraddari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu. โ€ข Hendaknya tidak berkunjung atau menjenguk di waktu-waktu yang memberatkan si sakit, seperti waktu-waktu tidur atau menjenguk orang sakit hukumnya.

โ€ข Meruqyah si sakit dengan membacakan kepadanya bacaan-bacaan yang disyariatkan yaitu ayat-ayat Al-Qur`an atau doa-doa yang tidak mengandung kesyirikan. Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman: ูˆูŽู†ูู†ูŽุฒูู‘ู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุดูููŽุงุกูŒ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ โ€œDan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.โ€ (Al-Isra`: 82) Al-Qur`an itu mengandung obat dan rahmat.

Namun kandungan tersebut tidak bermanfaat bagi setiap orang dan hanya bermanfaat bagi orang yang beriman dengannya, yang membenarkan ayat-ayat-Nya, dan mengilmuinya. Adapun orang-orang yang zalim, yang tidak membenarkannya atau tidak beramal dengannya, maka Al-Qur`an tidak akan menambahkan kepada mereka kecuali kerugian.

(Lihat Tafsir as-Saโ€™di) Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah menjenguk sebagian keluarganya yang sakit lalu beliau mengusap si sakit dengan tangan kanannya sambil membaca: ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฑูŽุจูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฃูŽุฐู’ู‡ูุจู ุงู„ู’ุจูŽุฃู’ุณูŽุŒ ุงุดู’ููุŒ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุงูููŠู’ ู„ุงูŽ ุดูููŽุงุกูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุดูููŽุงุกููƒูŽุŒ ุดูููŽุงุกู‹ ู„ุงูŽ ูŠูุบูŽุงุฏูุฑู ุณูŽู‚ูŽู…ู‹ุง โ€œYa Allah, Rabb seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini.

Sembuhkanlah, Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan. (Maka) tidak ada obat (yang menyembuhkan) kecuali obatmu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.โ€ Muttafaqun โ€˜alaih โ€ข Jika yang menjenguk itu dari kalangan orang yang berilmu hendaknya mengajarkan hal-hal penting yang belum diketahui si sakit, seperti tata cara bersuci dan shalat bagi orang sakit dan yang lainnya.

โ€ข Lihatlah bagaimana keadaan si menjenguk orang sakit hukumnya. Jika si sakit merasa senang dengan berlama-lama di rumahnya maka hendaknya tidak segera pulang demi memberikan kebahagiaan kepada si sakit. Namun jika si sakit merasa gelisah dan kurang nyaman berlama-lama dengannya maka hendaknya tidak berlama-lama di rumahnya dan bersegera meminta izin pulang.

โ€ข Jika memang memungkinkan, boleh bagi si penjenguk meminta kepada si sakit agar mendoakannya dengan kebaikan karena keadaan sakit merupakan salah satu momen dikabulkannya doa. โ€ข Jika ternyata si sakit berada di tempat pengobatan umum, seperti rumah sakit dan semisalnya maka hendaknya memperhatikan kerapian diri serta memperhatikan tata tertib dan aturan di tempat tersebut. Seperti berpakaian yang rapi dan menjenguk orang sakit hukumnya, melihat jadwal waktu-waktu berkunjung, tidak membuat gangguan bagi si sakit dan pasien yang lain semisal merokok, berkata kotor, gaduh, tidak sopan, dan yang lainnya.

โ€ข Jangan lupa, ketika sedang menjenguk si sakit untuk banyak bersyukur kepada Allah subhanahu wa taโ€™ala yang senantiasa memberikan nikmat kesehatan kepadanya.

menjenguk orang sakit hukumnya

Karena seseorang itu seringkali menyadari kadar nikmat Allah subhanahu wa taโ€™alaketika melihat orang lain yang kehilangan nikmat tersebut, baik karena dicabut oleh Allah subhanahu wa taโ€™ala atau belum dikaruniai nikmat tersebut atau ketika dirinya sendiri telah kehilangan nikmat tersebut. Nasehat untuk Keluarga si Sakit Perlu saya nasehatkan kepada keluarga dan kerabat si sakit untuk senantiasa bersabar atas ujian yang menimpanya.

Hendaknya senantiasa menjadikan sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai bimbingan ketika melayani si sakit. Termasuk ketika mengobati si sakit hendaklah menempuh cara-cara yang syarโ€™i dan meninggalkan cara-cara yang tidak syarโ€™i seperti membawanya ke dukun atau paranormal.

Begitu juga ketika diketahui ada tanda-tanda ajal akan menjemputnya maka hendaknya menalqinkan atau memerintahkannya untuk mengucapkan Laa ilaaha illallah.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œTalqinkanlah kepada orang yang menjelang kematiannya kalimat Laa ilaaha illallah. Barang siapa yang akhir ucapannya Laa ilaaha illallah maka dia akan masuk surgaโ€ฆโ€ HR. Muslim Wallahu aโ€™lam bish shawab. Sumber : 1. https://muslim.or.id/23380-keutamaan-menjenguk-orang-sakit.html 2. http://www.alquran-sunnah.com/artikel/kategori/akhlak/819-adab-menjenguk-orang-sakit 3.

https://muslimah.or.id/7227-adab-menjenguk-orang-sakit.html
Berkaitan dengan hal tersebut dijelaskan tentang hukum menjenguk orang sakit merupakan hak bagi seorang muslim bagi muslim yang lain. Rasulullah Shalallahu โ€˜alaihi wassalam bersabda: โ€œHak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.โ€ (HR.

Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhu) 3 Cara Setting Menjenguk orang sakit hukumnya Redmi Note 9 Hasil Bokeh dan Gambar Terbaik โ€œBarangsiapa menjenguk orang sakit, atau mengunjungi saudaranya seislam (karena Allah), maka akan ada yang memanggilnya, bahwa engkau telah berbuat baik dan perjalananmu juga baik serta engkau telah menyiapkan suatu tempat tinggal di dalam Surga.โ€ (HR.

At-Tirmidzi IV/365 no.2008, dan dinyatakan shahih oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/349 no.2578).

menjenguk orang sakit hukumnya

โ€œTidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga.โ€ (HR.

Al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Tirmidzi) Menjenguk orang sakit sangatlah dianjurkan, berdasarkan suatu hadits menjelaskan bahwasanya: โ€œBerilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim).โ€ (HR. Al-Bukhari dari Abu Musa Al-Asyโ€™ari Radhiyallahu โ€˜anhu) Pun berdasarkan pendapat para ulama menjenguk orangsakit itu sangat dianjurkan. Syeikh Ibnu Bazz dalam Nuur โ€˜Ala al-Darb mengatakan bahwasanya: Baca Juga: Waspadalah dengan Enam Hal yang Bisa Menyebabkan Terjadinya Maksiat Ini!

โ€œYang makruf di kalangan ulama adalah sunnah muโ€™akkadah. Dan pendapat yang mewajibkannya juga pendapat yang kuat, karena Rasulullah Shalallahu โ€˜alaihi wassalam memerintahkan untuk menjenguk orang sakit, minimal sekali saja.

Maka seorang mukmin selayaknya apabila mengetahui ada saudaranya yang sakit untuk menjenguknya.โ€ Lalu beliau menyebutkan hadits-hadits di atas. โ€œ Dengan demikian, maka menjenguk menjenguk orang sakit hukumnya sakit sangatlah dianjurkan dalam Islam. Menjenguk daripada dijenguk adalah prinsip dasar dimana seseorang harus berempati kepada yang lain. Meluangkan waktu untuk kebaikan sebelum waktu kita habis untuk melakukan kebaikan, karena sesungguhnya sekecil apapun kebaikan kita Allah Subhanahu wataโ€™ala pasti melipatgandakan pahala serta keutamaannya.

Wallahu Aโ€™lam Bisshawab Artikel Terbaru โ€ข Panduan Mudah Cara Setting Kertas F4 di Word dalam Satuan CM dan Inci โ€ข Bingung Cara Menyisipkan Nomor Halaman?

menjenguk orang sakit hukumnya

Ikuti Tata Cara Setting Halaman di Word Berikut Ini! โ€ข No Ribet! 5 Cara Setting Kamera Oppo A5S Mudah dan Cepat โ€ข Ikutilah 5 Cara Setting Joystick pada PC Windows 10 Tercepat Berikut! โ€ข Mudah Kok! Inilah 5 Cara Setting Warna TV Tabung Paling Efektif โ€ข 3 Cara Setting Kamera Redmi Note 9 Hasil Bokeh dan Gambar Terbaik โ€ข Cara Transfer Saldo GoPay ke Rekening Bank Biasa, Mudah Banget Kok! โ€ข Cara Tarik Tunai GoPay di ATM BCA Tanpa Kartu, Gratis Biaya Admin Lho!

Hukum Menjenguk orang non muslim yang sakit




2022 www.videocon.com