Nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Di dalam al-qur’an diceritakan tentang kisah nabi Ishaq, tentang kelahiran beliau sebagai putra Nabi Ibrahim dan sarah. Suatu hari Nabi Ibrahim kedatangan tamu yang akan memberikan kabar gembira kepada keduanya, yaitu kabar tentang kehamilan sarah, malaikat yang berkunjung kepada Nabi Ibrahim sebelum berkunjung ke nabi Luth antara lain: Malaikat jibril, Malaikat Mikail, dan Malaikat isrofil.

Malaikat bertamu dalam bentuk laki-laki tampan. Ketika para malaikat itu datang, maka Nabi Ibrahim menyambut sebaik-baiknya dan mendudukkan mereka di ruang tamu, selanjutnya ia segera menyiapkan jamuan makan untuk mereka.

Nabi Ibrahim As adalah seorang yang selalu memuliakan tamu. Tidak lama kemudian Nabi Ibrahim datang membawa anak sapi yang gemuk yang telah dipanggang serta di hidangkannya kepada mereka, tetapi mereka tidak makan dan tidak meminum jamuan yang telah di hidangkan itu,sehingga Nabi Ibrahim merasa takut terhadap mereka, maka malaikat-malaikat itu pun menenangkannya dan memberitahu kepadanya tentang diri mereka serta memberikan kabar gembira dengan seorang anak yang ‘alim (berilmu).

Ketika itu sarah mendengar pembicaraan mereka, maka ia datang dalam keadaan heran terhadap kabar gembira yang mereka sampaikan, bagaimana ia akan melahirkan sedangkan ia adalah seorang wanita yang sangat tua lagi mandul. (ketika itu usianya 90 tahun), sedangkan suaminya sudah lanjut usia.

Mendengar itupun Nabi Ibrahim menjadi tenang dan berbahagia apa yang di nanti-nantikannya akan tiba. Selang beberapa waktu, maka datanglah waktu yang di nantikan itu, istrinya yaitu sarah melahirkan seorang anak yang kemudiaan diberi nama Ishaq oleh Nabi Ibrahim As.

Saat itu usia Nabi Ibrahim 100 tahun. Nabi Ishaq adalah putra kedua dari Nabi Ibrahim AS dan dilahirkan oleh seorang ibu yang bernama sarah, Beliau adalah istri pertama dari Nabi Ibrahim. Nabi Ishaq juga mempunyai kakak tiri yang juga seorang Nabi yaitu Nabi Ismail, beliau adalah putra dari Hajar dan Nabi Ibrahim As. Di dalam al-qur’an diceritakan tentang kisah nabi Ishaq tentang kelahiran baliau sebagai putra dari Nabi Ibrahim dan juga Sarah,dan juga sebagai saudara Nabi Ismail As.

Nabi Ismail adalah kakak dari Nabi Ishaq jarak nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama nabi Ishaq terpaut kira-kira 14 tahun. Bersama Ismail Nabi Ishaq menjadi penerus ayahnya untuk berdakwah dijalan Allah. Ketika ibrahim sudah sangat tua Ishaq tidak juga menikah.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Ibrahim tidak mengizinkan Ishaq menikah dengan kana’an karena masyarakatnya tidak mengenal Allah dan asing terhadap keluarganya. Kisah Nabi Ishaq tidak terlalu banyak diceritakan di dalam al-qur’an tetapi Allah memuji Nabi Ishaq tentang ilmu dan akhlaknya.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Baca Juga: Thalhah Bin Ubaidillah Shahabat Mulia dan Pemberani Dan ingatlah hamba-hamba kami :ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan besar dan ilmu-ilmu yang tinggi, sesungguhnya kami telah mensucikan mereka dengan (dengan menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan manusia kepada akhirat dan sesungguhnya mereka pada sisi kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang baik.(Q.S.Shaad 45-47).

Menurut para ahli kitab nabi Ishaq menikah pada usia 40 tahun. Pada waktu Nabi Ibrahim sudah berusia senja nabi Ishaq belum juga menikah.

itu membuat Nabi Ibrahim khawatir, menikah dengan wanita yang tidak seiman dengan nabi Ishaq, hingga Nabi Ibrahim menikahkan dengan rafiqoh binti batuwael bin Nahrur yaitu wanita yang masih berasal dari keluarganya.

Namun cobaan yang menimpa Nabi Ibrahim dan sarah yaitu lama tidak mempunyai keturunan, juga menimpa istri nabi Ishaq, rafiqah merupakan wanita yang mandul juga, nabi Ishaq dan istrinya terus berdoa memohon kepada Allah untuk dikaruniakan keturunan. Setelah penantiaan yang sangat panjang, Allah mengabulkan doa mereka. Keajaiban, Rafiqah hamil dan anaknya kembar yaitu Ishu dan Ya’qub yang nanti Ya’qub akan menjadi seorang nabi dan rasul serta keturunan Ya’qub akan menjadi bangsa besar yaitu yahudi.

Dan salah satu putra nabi Ya’qub juga menjadi nabi dan rasul yaitu Nabi Yusuf as. Nabi Ishaq diangkat menjadi rasul pada umur 40 tahun di kan’an palestina tepatnya berada di kota hebron.

Beliau meninggal dunia pada usia 180 tahun, beliau di makamkan di Makfilah Hebron Palestina bersama ayah dan ibunya yaitu Nabi Ibrahim dan Sayyidah sarah di Makafilah dibangun masjid yang bernama Masjid Ibrahim. Demikianlah Kisah Nabi Ishaq As, semoga dapat menambah khazanah ilmu kita dan dapat menjadi pelajaran untuk kita dalam kehidupan kita.

_ Penulis: Yanuar Huda Assa’banna, Alumni Fakultas Syari’ah di UNIDA GONTOR Editor: Azman Hamdika Syafaat Kisah Nabi Ishaq – Nabi Ishaq merupakan sorang putra yang kedua dari Nabi Ibrahim AS (yang disebut Abraham dalam Kristen dan Yahudi).

dan dilahrikan oleh seorang ibu yang bernama Sarah, beliau adalah istri pertama dari Nabi Ibrahim AS. Nabi Ishaq mempunyai seorang Kakak tiri yang juga seorang Nabi yaitu Nabi Isma’il, beliau adalah putra dari Hajar dan Nabi Ibrahim AS.

selain itu juga mempunyai beberapa adik tiri yang juga merupakan Putra dari Nabi Ibrahim dan Ketura. Daftar Isi • Kisah Nabi Ishaq : Kelahiran • Kisah Nabi Ishaq Menikah • Kisah Nabi Ishaq : Berdakwah • Kisah Nabi Ishaq Meninggal Kisah Nabi Ishaq : Kelahiran Didalam al-Qur’an diceritakan tentang kisah nabi ishaq tentang kelahiran beliau sebagai putra Nabi Ibrahim dan sarah, dan juga sebagai saudara Nabi Ismail as. Suatu hari Nabi Ibrahim dan sarah kedatangan tamu yang akan memberikan kabar gembira kepada keduanya, yaitu kabar tentang kehamilan sarah, Malaikat yang berkunjung kepada Nabi Ibrahim sebelum melanjutkan ke Nabi Luth antara lain: Malaikat Jibril, Malaikat Mikail dan Malaikat Isrofil.

Malaikat bertamu dalam bentuk laki-laki tampan, mengucapkan salam kepada kemudian beliau menyuruh siti sarah untuk memasak daging yang enak. Setelah para malaikat masuk ke rumah Nabi Ibrahim dan di jamu dengan makanan yang enak berupa daging, nabi Ibrahim makan dahulu supaya para tamu itu juga ikut makan bersama, tetapi para malaikat itu tidak menjamah makanannya sedikitpun, Nabi Ibrahim heran dan takut melihat para tamu itu, kemudian Nabi Ibrahim bertanya, kenapa makanannya tidak di makan dan siapa kalian sebenarnya, malaikat menjawab kami adalah malaikat yang di utus oleh Allah untuk menghancurkan kaum Nabi Luth yang sudah melampui batas dengan menimpakan kepada kaum luth yang durhaka, selain itu kami juga memberikan kabar gembira kepada mu wahai Nabi Ibrahim, bahwa sarah akan hamil dan melahirkan keturunan yaitu ishak yang akan menjadi orang saleh, sarah yang mendengar kabar tersebut tidak percaya karena, umur siti sarah sudah tua sekitar 90 tahun dan umur Nabi Ibrahim sekitar 100 tahun, nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama malaikat menjawab ini adalah ketetapan Allah yang maha kuasa.

Firman Allah SWT. إِذۡ دَخَلُوْا عَلَيۡهِ فَقَالُوْا سَلَٰمًاۖ قَالَ سَلَٰمٌ قَوۡمٌ مُّنْكَرُوْنَ ﴿25﴾ فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجۡلٍ سَمِيْنٍ ﴿26﴾ فَقَرَّبَهُۥٓ إِلَيۡهِمۡ قَالَ أَلَا تَأۡكُلُوْنَ ﴿27﴾ فَأَوۡجَسَ مِنۡهُمۡ خِيفَةًۖ قَالُوْا لَا تَخَفۡۖ وَبَشَّرُوْهُ بِغُلَٰمٍ عَلِيْمٍ ﴿28﴾ فَأَقۡبَلَتِ امۡرَأَتُه‘فِيْ صَرَّةٍ فَصَكَّتۡ وَجۡهَهَا وَقَالَتۡ عَجُوزٌ عَقِيْمٌ ﴿29﴾ قَالُوْا كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِۖ إِنَّه‘هُوَ الۡحَكِيْمُ الۡعَلِيْمُ ﴿30﴾ Artinya : (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”.

Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan”. (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka.

Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul”.

Mereka berkata: “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan” Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Ad Dzariyat ayat 25-30) Baca juga : Kisah nabi ismail (biografi, mukjizat dll) Ketika Nabi Ibrahim Mendengar tentang berita sarah akan hamil dan keturuannya akan menjadi orang yang saleh, beliau pun menjadi tenang dan sangat bahagia, apa yang selama ini dinanti dan diharapkan yaitu anak dari sarah akan tiba dan terwujud, setelah beberapa waktu dari kabar dari malaikat, maka sarah melahirkan seorang anak yang diberi nama Ishaq, Nabi Ismail adalah kakak Nabi Ishaq, jarak kelahiran Nabi Ishaq terpaut kira-kira 14 tahun.

Kisah tentang Nabi Ishaq tidak terlalu banyak diceritakan dalam al-Qur’an, tetapi Allah memuji Nabi ishaq tentang ilmu dan akhlaknya: وَاذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ إِبۡرَٰهِيْمَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوْبَ أُوْلِي الۡأَيۡدِيْ وَٱلۡأَبۡصَٰرِ. إِنَّآ أَخۡلَصۡنَٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكۡرَى الدَّارِ. وَإِنَّهُمۡ عِنْدَنَا لَمِنَ الۡمُصۡطَفَيۡنَ الۡأَخۡيَارِ Artinya : “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.–Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.–Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS.

Shaad: 45-47) Nabi Muhammad SAW bersabda tentang Nabi Ishaq, الكَرِيمُ، ابْنُ الكَرِيمِ، ابْنِ الكَرِيمِ، ابْنِ الكَرِيمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ Artinya “Yang mulia putera yang mulia, putera yang mulia dan putera yang mulia adalah Yusuf putera Ya’qub, putera Ishaq, putera Ibrahim.” (HR.

Bukhari dan Muslim) Kisah Nabi Ishaq Menikah Kisah Nabi Ishaq yang sedang menikah menurut ahli kitab pada usia 40 tahun, pada waktu Nabi Ibrahim sudah berusia senja nabi Ishaq belum juga menikah itu membuat Nabi Ibrahim hawatir menikah dengan wanita yang tidak seiman dengan Nabi Ishaq, hingga akhirnya Nabi Ibrahim menikahkan dengan Rafiqah Binti Batuwael bin Nahur yaitu wanita yang masih berasal dari keluaraganya Namun cobaan yang menimpa Nabi Ibrahim dan sarah yaitu lama tidak mempunyai keturunan, juga menimpa istri Nabi Ishaq, Rafiqah merupakan wanita yang mandul juga, Nabi Ishaq dan istrinya terus berdoa memohon kepada Allah untuk dikaruniakan keturuanan.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Setelah penantian yang sangat panjang, Allah mengabulkan do’a mereka keajaiban, Rafiqah hamil dan anak kembar yaitu ‘Iish atau Esau dan Ya’qub yang nanti Ya’qub akan menjadi seorang Nabi dan Rasul serta keturunan dari Nabi Ya’qub akan menjadi bangsa yang besar yaitu Yahudi.

Dan salah satu putra dari Nabi Ya’qub juga menjadi Nabi dan Rasul yaitu Nabi Yusuf as. إِنَّآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ كَمَآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّيْ‍ۧنَ مِنْۢ بَعۡدِهِۦۚ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡمَٰعِيْلَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوْبَ وَالۡأَسۡبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهَٰرُوْنَ وَسُلَيۡمَٰنَۚ وَءَاتَيۡنَا دَاوٗدَ زَبُورًا Artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman.

Dan Kami berikan Zabur kepada Daud” (QS.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

An-Nisa : 163). Nabi Ishaq diangkat menjadi Nabi dan Rasul pada umur 40 tahun di kan’an palestina tepatnya berada di kota hebron Dalam Kisah Nabi Ishaq, beliau meninggal dunia pada usia 180 tahun, Beliau dimakamkan di Makfilah Hebron Palestina bersama ayah dan ibunya yaitu Nabi Ibrahim dan Sayyidah Sarah. Di makfilah dibangun masjid yang bernama Masjid Ibrahim. Nah itulah ulasan lengkap tentang kisah nabi ishaq mulai dari beliu dilahirkan, beliua berdakwah, beliau menikah hingga beliau meninggal.

mudah-mudahan kita sebagai umat muslim bisa mengambil hikmah yang ada pada ulasan artikel ini. silahkan dishare namun harus tetap disebutkan sumbernya: www.sekolahnesia.com.

Trimakasih Alhamdulillah, والله اعلم بالصواب wallahu a’lam bishshawab, ALLAH YANG MAHA TAHU DENGAN SEBENAR-BENARNYA
Daftar isi • 1 Ayat • 2 Nama • 3 Kisah • 3.1 Latar belakang • 3.2 Tamu Ibrahim • 3.3 Pengorbanan • 3.4 Keluarga • 3.5 Hari tua • 3.6 Wafat • 4 Kedudukan • 4.1 Islam • 4.2 Yahudi • 4.3 Kristen • 5 Lihat pula • 6 Catatan • 7 Rujukan • 7.1 Daftar pustaka • 8 Pranala luar Ayat [ sunting - sunting sumber ] "Katakanlah (Muhammad), 'Kami beriman kepada Allah dan kepada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya, dan yang diberikan kepada Musa dan 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka.

Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.'" — Ali 'Imran (03): 84 "Tuhan memperhatikan Sara seperti yang difirmankan-Nya, dan Tuhan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.

Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.

Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya." — Kejadian 21: 1-3 Nama [ sunting - sunting sumber ] Nama Ishaq berasal dari bahasa Ibrani Yiṣḥāq yang berarti tertawa/tersenyum.

Kata itu didapatkan dari ibunya, Sarah yang tersenyum tidak percaya ketika mendapatkan kabar gembira dari malaikat. [4] Kisah [ sunting - sunting sumber ] Dalam Al-Qur'an (kitab suci Islam), nama Ishaq disebutkan tujuh belas kali. [a] Kisahnya yang disebutkan dalam Al-Qur'an hanya berkisar mengenai berita kelahirannya yang disebutkan pada surah Hud (11): 69-73, Al-Hijr (15): 51-56, dan Adz-Dzariyat (51): 24-30, sedangkan kisah mengenai kehidupannya biasanya disadur dari sumber Yahudi dan Kristen.

Dalam Tanakh (kitab suci Yahudi) dan Alkitab (kitab suci Kristen), kisahnya disebutkan pada Kitab Kejadian pasal 17, 18, 21, 22, 24-28. Latar belakang [ sunting - sunting sumber ] Ishaq adalah anak kedua Ibrahim (disebut Abraham dalam Yahudi dan Kristen).

Ibunya adalah Sarah yang merupakan istri pertama Ibrahim. Ishaq memiliki kakak tiri, Isma'il, yang merupakan putra Ibrahim dan Hajar, juga adik-adik tiri, yang merupakan putra Ibrahim dan Ketura. Tamu Ibrahim [ sunting - sunting sumber ] Al-Qur'an menjelaskan bahwa suatu hari Ibrahim kedatangan tamu-tamu asing, jumlahnya tiga orang menurut sebagian tafsir ulama, kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi panggang.

Namun mereka sama sekali tidak menjamah hidangan tersebut sehingga perbuatan tidak lazim mereka ini membuat Ibrahim takut. Para tamu tersebut kemudian menenangkan Ibrahim dan menyatakan bahwa mereka adalah para malaikat yang diutus untuk membinasakan kaum Luth. Selain itu, mereka juga datang untuk mengabarkan bahwa Ibrahim dan Sarah akan dikaruniai anak laki-laki yang bernama Ishaq. Mendengar hal tersebut, Sarah tercengang sembari menepuk mukanya sendiri lantaran merasa heran karena dia adalah wanita mandul yang sudah tua.

Ibrahim juga merasa keheranan dan bertanya, "Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku, padahal usiaku telah lanjut? Maka dengan cara bagaimanakah terlaksananya berita gembira yang kamu kabarkan ini?" Para malaikat menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang yang berputus asa." Ibrahim menjawab, "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat." [5] [6] [7] [8] Dalam versi Alkitab disebutkan bahwa saat Ibrahim sedang duduk-duduk di pintu kemahnya saat panas terik, tiga tamu asing datang dan Ibrahim bersujud pada mereka nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama tradisi penghormatan pada zaman itu.

Ibrahim kemudian menghidangkan anak lembu, roti, dan susu, dan para tamu tersebut menyantapnya. Setelahnya, mereka mengabarkan bahwa pada tahun depan, Ibrahim dan Sarah akan memiliki anak laki-laki.

Sarah tertawa mendengar kabar tersebut, kemudian Tuhan menanyakan alasan Sarah tertawa, padahal tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Sarah kemudian menyangkal bila tadi tertawa karena takut.

[9] Alkitab menyebutkan bahwa saat Ishaq lahir, Ibrahim berusia seratus tahun [10] dan Sarah berusia sekitar 91 tahun. [b] Pengorbanan [ sunting - sunting sumber ] Dalam surah Ash-Shaffat disebutkan bahwa dalam mimpi, Ibrahim melihat dirinya menyembelih putranya dan hal ini ditafsirkan sebagai wahyu.

Ibrahim bertanya pada anaknya, "Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah pendapatmu." Anaknya menjawab, "Wahai bapakku, kerjakanlah yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." Maka keduanya kemudian melaksanakan mimpi tersebut. Saat Ibrahim membaringkan putranya tersebut dan siap menyembelihnya, ada sebuah suara menyeru, "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu." Kemudian putranya tersebut diganti dengan hewan sembelihan yang besar.

[11] Al-Qur'an tidak menyebutkan mengenai nama anak yang disembelih dan para ulama berbeda pendapat terkait masalah tersebut. Sebagian ulama berpendapat bahwa anak tersebut adalah Isma'il dan ini juga menjadi keyakinan umat Muslim pada umumnya, sedangkan sebagian ulama lain berpendapat bahwa Ishaq adalah anak yang dimaksud dalam Al-Qur'an.

Ibnu Katsir berpendapat bahwa anak tersebut adalah Isma'il berdasarkan redaksi Al-Qur'an bahwa setelah mengisahkan mengenai penyembelihan, baru disebutkan bahwa Allah kemudian memberi kabar gembira dengan kelahiran Ishaq. Pendapat ini sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid, Said, Asy-Sya'bi, Yusuf bin Mihran, Atha', dan ulama lain yang meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas.

Sedangkan ulama yang berpandangan bahwa anak yang dimaksud adalah Ishaq di antaranya adalah As-Suhaili, Ibnu Qutaibah, dan Ath-Thabari. As-Suhaili berpendapat bahwa dalam Al-Qur'an disebutkan "maka tatkala anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim," padahal Isma'il sudah diungsikan ke gurun sejak kecil bersama Hajar sehingga tidak mungkin dia hidup berdampingan dan berusaha bersama-sama Ibrahim.

[12] [13] Sumber Yahudi dan Kristen pada umumnya sepakat bahwa Ishaq adalah putra yang hendak disembelih Ibrahim. Disebutkan dalam Alkitab bahwa Allah berfirman kepada Ibrahim, "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Namun saat hendak disembelih, malaikat menyerunya dan Allah berfirman, "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Lalu Allah memberikan seekor domba jantan sebagai kurban.

[14] Akan tetapi, para penafsir modern memandang identitas putra Ibrahim yang hendak disembelih ini tidak begitu penting bila dibandingkan pelajaran moral yang termuat dalam kisah tersebut. [15] Narasi Al-Qur'an terkait penyembelihan ini menjadikan putra Ibrahim yang bersangkutan sebagai percontohan bagi tindakan keikhlasan dan kepatuhan, karena sang anak sepenuhnya sadar akan upaya Ibrahim untuk mengorbankannya dan tetap menyetujuinya.

Persetujuannya menjadi keteladanan terkait penyerahan diri pada kehendak Allah yang merupakan karakteristik penting dalam Islam. [16] Keluarga [ sunting - sunting sumber ] Alkitab menyebutkan bahwa Ishaq tidak juga menikah meski Sarah sudah wafat dan Ibrahim berusia lanjut lantaran masyarakat Palestina saat itu tidak beriman kepada Allah, juga asing dengan keluarga Ibrahim.

Ibrahim kemudian memerintahkan kepala pelayannya untuk pergi ke tanah kelahiran Ibrahim di Iraq agar mencarikan gadis dari keluarga Ibrahim di sana untuk diperistri Ishaq. Pelayan Ibrahim tersebut kemudian pergi ke kediaman keluarga Ibrahim dan meminangkan Ribka (Rifqah, Rafiqah) untuk Ishaq. Ribka adalah putri Betuel bin Nahor. Nahor sendiri adalah saudara Ibrahim, sehingga Ribka adalah anak dari sepupunya Ishaq secara silsilah.

Ribka dan keluarga besarnya menerima pinangan tersebut dan akhirnya dia ikut ke Palestina bersama pelayan Ibrahim dan menikah dengan Ishaq. [17] Saat itu Ishaq berusia empat puluh tahun. [18] Disebutkan bahwa ternyata Ribka adalah seorang wanita mandul. Maka Ishaq berdoa pada Allah agar dikaruniai anak sehingga Ribka dapat mengandung. Ribka kemudian melahirkan dua putra kembar. Putra pertama dinamai Esau (Aishu), tubuhnya berwarna merah dan seperti jubah berbulu.

Putra kedua dinamai Ya'qub dan saat lahir memegang tumit kakaknya. Mereka lahir saat Ishaq berusia enam puluh tahun. Saat besar, Esau menjadi pemburu handal dan suka tinggal di padang, sedangkan Ya'qub lebih suka tinggal di kemah. Ishaq lebih menyayangi Esau, sementara Ribka lebih menyayangi Ya'qub. Ibnu Katsir juga menuliskan kisah ini dalam karyanya, menyadur dari Alkitab. [19] [20] Pada saat Ishaq berusia 75 tahun, Ibrahim meninggal.

Isma'il dan Ishaq kemudian bersama-sama mengebumikan jasad ayah mereka di Gua Makhpela di Hebron, tempat Sarah dimakamkan. [21] Hari tua [ sunting - sunting sumber ] Setelah tua, pandangan Ishaq mulai melemah. Takut bahwa dia dapat meninggal sewaktu-waktu, Ishaq kemudian memerintahkan Esau berburu dan membuatkan makanan kesukaannya dari buruan itu, sehingga Ishaq dapat mendoakan keberkahan bagi putra sulungnya tersebut.

Ribka yang mengetahui niatan Ishaq kemudian memerintahkan Ya'qub agar menghidangkan makanan tersebut kepada Ishaq sebelum Esau pulang berburu. Ribka kemudian memakaikan pakaian Esau pada Ya'qub, juga membalutkan kulit domba pada tangan dan leher Nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama karena Esau adalah orang yang berburu lebat. Saat Ya'qub menghidangkan makanan tersebut, Ishaq meraba tubuh Ya'qub dan berkata, "Kalau suara, suara Yakub, kalau tangan, tangan Esau." Setelah menyantap hidangan tersebut, Ishaq mendoakan Ya'qub, yang dia kira adalah Esau, agar dia dikaruniai kebaikan, rezeki yang banyak, dan dia menjadi tuan bagi saudaranya, dan begitu juga keturunannya.

[22] [23] Setelah Ya'qub keluar, Esau mendatangi Ishaq, menghidangkan makanan yang ayahnya minta. Namun Ishaq mengatakan kalau tadi telah menyantap hidangannya dan telah mendoakannya. Ishaq dan Esau kemudian tahu bahwa tadi yang datang adalah Ya'qub. Esau meraung-raung pada ayahnya, tapi Ishaq mengatakan kalau doanya tidak bisa ditarik kembali.

Esau kemudian berjanji untuk membunuh Ya'qub bila Ishaq telah meninggal. Mengetahui ancaman Esau, Ribka memerintahkan agar Ya'qub pergi menuju rumah saudara Ribka, Laban, yang ada di Mesopotamia. [24] [25] Sebelum pergi, Ishaq mendoakan Ya'qub dan melarang Ya'qub memperistri wanita-wanita Palestina karena penduduk kawasan tersebut kebanyakan tidak beriman, sehingga Ishaq memerintahkan Ya'qub mencari istri dari keluarga besar Ibrahim yang ada di Mesopotamia.

Setelahnya, Ya'qub pergi meninggalkan Palestina. Esau mendengar bahwa ayahnya tidak menyukai perempuan Palestina, padahal dia sendiri sudah memperistri dua orang perempuan Palestina, sehingga dia mencari istri lagi. Istri ketiganya adalah Mahalat, putri Isma'il. [26] Wafat [ sunting - sunting sumber ] Foto tugu makam Ishaq di dalam Masjid Ibrahimi, sekitar 1911 Terlepas dari perselisihan Esau dan Ya'qub, mereka pada akhirnya berdamai.

Setelah tinggal di Mesopotamia selama beberapa belas tahun, Ya'qub kembali ke Palestina dan memiliki dua belas putra dan seorang putri dari dua istri dan dua selirnya.

Setelahnya, Ishaq wafat pada usia 180 tahun. Esau dan Ya'qub memakamkannya di Gua Makhpela bersama Ibrahim, Sarah, dan Ribka. [27] [28] Setelah menjadi wilayah kekhalifahan, didirikanlah sebuah masjid di tempat itu yang bernama Masjid Ibrahimi.

[29] Kedudukan [ sunting - sunting sumber ] Islam [ sunting - sunting sumber ] Ishaq dipandang sebagai nabi dalam Islam. Meski namanya cukup banyak disebutkan bila dibandingkan nabi yang lain, kisahnya yang termaktub dalam Al-Qur'an hanyalah berita mengenai kelahirannya atau dan penyembelihannya menurut sebagian ulama. Bagian kehidupannya yang lain biasanya disadur dari sumber Yahudi dan Kristen. Dalam Al-Qur'an tidak dikisahkan mengenai Ishaq yang berdakwah kepada kaum tertentu, tetapi disebutkan bahwa dia selalu mengingatkan manusia kepada negeri akhirat.

[30] Namanya dalam Al-Qur'an kerap dirangkaikan bersama Ibrahim dan Ya'qub, juga dengan beberapa nabi yang lain, menegaskan kedudukannya sebagai nabi, orang saleh, dan sosok beriman yang diberi wahyu dan petunjuk oleh Allah. [31] [32] [33] [34] [35] [36] [37] Ishaq juga dinyatakan memiliki kekuatan yang besar dan ilmu yang tinggi.

[38] Disebutkan pula bahwa Allah menganugerahi kitab dan kenabian pada keturunannya. [39] Umat Islam juga diperintahkan untuk beriman kepada wahyu Allah, baik yang diturunkan kepada Muhammad maupun kepada nabi-nabi yang lain, di antaranya adalah Ishaq, juga diperintahkan untuk tidak membeda-bedakan para nabi dan berserah diri kepada Allah.

[40] [41] Yahudi [ sunting - sunting sumber ] Umat Yahudi memandang Ishaq sebagai nabi. Bersama Ibrahim dan Ya'qub, nama Ishaq juga disebutkan bersama dengan Tuhan, sebagaimana Tuhan dalam Yahudi disebut Elohei Abraham, Elohei Yitzchaq ve Elohei Ya`aqob (Tuhannya Abraham, Tuhannya Ishaq, dan Tuhannya Ya'qub) dan tidak pernah disebut Tuhannya yang lain.

[42] Kesediaan Ishaq untuk dikorbankan menjadi teladan bagi banyak Yahudi untuk lebih memilih kemartiran daripada harus melanggar hukum Yahudi. [43] Dalam Tanakh disebutkan beberapa kali bahwa Allah menjanjikan Ibrahim akan menjadi ayah bagi banyak bangsa dan keturunannya melalui Ishaq akan dikaruniai seluruh tanah Kan'an (Palestina). Perjanjian ini dilangsungkan bahkan sejak sebelum Ishaq dilahirkan.

[44] [45] Kristen [ sunting - sunting sumber ] Gereja Kristen awal melanjutkan dan mengembangkan tema Perjanjian Baru tentang Ishaq yang menjadi perumpaan bagi Kristus dan Gereja sebagai "putra yang dijanjikan" dan "bapa orang beriman". Tertulianus menyamakan antara Ishaq yang membawa kayu untuk api pengorbanan dengan Yesus yang memikul salibnya. [46] Ishaq dinyatakan sebagai santo dalam Gereja Ortodoks Timur dan Katolik.

[47] Perayaan liturginya dilangsungkan pada hari ahad kedua sebelum natal. [48] [49] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • 25 Nabi, di antaranya: • Ibrahim • Luth • Isma'il • Ya'qub • Sarah • Ishak (Alkitab) Catatan [ sunting - sunting sumber ] • Al-Baqarah (02): 133, 136, 140 • Ali 'Imran (03): 84 • An-Nisa' (04): 163 • Al-An'am (06): 84 • Hud (11): 71 (2 kali) • Yusuf (12): 6, 38 • Ibrahim (14): 39 • Maryam (19): 49 • Al-Anbiya' (21): 72 • Al-'Ankabut (29): 27 • Ash-Shaffat (37): 112, 113 • Shad (38): 45 • ^ Dari Kejadian 17:17 dan Kejadian 17:24 diketahui bahwa Sarah berusia sembilan puluh tahun ketika Ibrahim berusia 99 tahun.

Jadi usia mereka selisih 9 tahun. Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Nabi Ishaq". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-02. Diakses tanggal 2008-01-18. • ^ "Nabi-Nabi di Semenanjung Arab". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-29. Diakses tanggal 2007-12-19. • ^ Kisah 25 Nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama dan Rasul, hal 141 • ^ Ginzberg, Louis (1909). The Legends of the Jews (Translated by Henrietta Szold) Philadelphia: Jewish Publication Society.

• ^ Hud (11): 69-73 • ^ Al-Hijr (15): 51-56 • ^ Adz-Dzariyat (51): 24-30 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 237-240. • ^ Kejadian 18: 1-15 • ^ Kejadian 21: 5 • ^ Ash-Shaffat (37): 101-107 • ^ At-Ta'rif wal I'lam, hlm. 274-275 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 233-236. • ^ Kejadian 22: 1-19 • ^ Glasse, C., "Ishmael", Concise Encyclopedia of Islam • ^ Akpinar, Snjezana (2007). "I. Hospitality in Islam". Religion East & West. 7: 23–27.

• ^ Kejadian 24: 1-67 • ^ Kejadian 25: 20 • ^ Kejadian 25: 21-28 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 323-324. • ^ Kejadian 25: 7-9 • ^ Kejadian 27: 1-29 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 324. • ^ Kejadian 27: 30-45 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 324-325. • ^ Kejadian 28: 1-9 • ^ Kejadian 35: 28-29 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 330. • ^ Mann, Sylvia (January 1, 1983). "This is Israel: pictorial guide & souvenir". Palphot Ltd. – via Google Books.

• ^ Shad (38): 46 • ^ Al-Baqarah (02): 133 • ^ Al-Baqarah (02): 140 • ^ An-Nisa' (04): 163 • ^ Al-An'am (06): 84 • ^ Maryam (19): 49 • ^ Al-Anbiya' (21): 72 • ^ Ash-Shaffat (37): 112 • ^ Shad (38): 45 • ^ Al-'Ankabut (29): 27 • ^ Al-Baqarah (02): 136 • ^ Ali 'Imran (03): 84 • ^ Ginzberg 1909, Vol. I: Joy and Sorrow in the House of Jacob. • ^ The New Encyclopedia of Judaism, Isaac. • ^ Kejadian 17: 2-8 • ^ Kejadian 26: 3-4 • ^ Cross and Livingstone, Oxford Dictionary of the Christian Church, 1974, art Isaac • ^ The patriarchs, prophets and nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama other Old Testament figures have been and always will be honored as saints in all the Church's liturgical traditions.

– Catechism of the Catholic Church 61 • ^ "Sunday of the Forefathers - OrthodoxWiki". • ^ Liturgy > Liturgical year >The Christmas Fast – Byzantine Catholic Archeparchy of Pittsburgh Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Ibnu Katsir (2014). Kisah-Kisah Nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama Nabi.

Diterjemahkan oleh Muhammad Zaini. Surakarta: Insan Kamil Solo. ISBN 978-602-6247-11-7. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Kisahmuslim: Kisah Nabi Ishaq • Halaman ini terakhir diubah pada 31 Oktober 2021, pukul 09.26. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Nabi Ibrahim A.S mempunyai dua putra yang menjadi nabi, Dari pernikahan dengan Siti Sarah, Mempunyai Anak Bernama Ishaq dan dari pernikahannya dengan Siti Hajar mempunyai anak Bernama Ismail A.S Setelah Nabi Ibrahim Dikarunia Seorang Putra dari Istrinya Siti Hajar yang bernama Ismail A.S maka Nabi Ibrahim Berdo’a Agar allah Memberikan Keturunan dari Istri Siti Sarah.

Akhirnya, Para Malaikat Berkunjung kepada nabi Ibrahim dan Disambutnya dengan Baik di ruangan Tamu, Para malaikat itu Menyampaikan bahwa Kelak dia akan Mempunyai Keturuan dari Siti Sarah seorang anak laki laki yang ‘Alim ( berilmu).

Ketika Itu, Siti sarah sempat mendegarkan percakapan nabi Ibrahim dengan Para malaikat bahwa siti sarah akan mempunyai seorang anak, Siti Sarah pun Keheranan, Karna Beliau sudah di ponis mandul dan juga sudah berusia lanjut sekitah 90 th. (Q.s. Hud: 72) Maka Malaikat Menyampaikan Firman Allah (QS. Adz Dzaariyat: 30) “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” Kisah ini menceritakan tentang Nabi Ishaq A.S, Setelah Sekian Lama Pernikahan Nabi Ibrahim dengan Siti Sarah Kurang lebih Siti sarah berusia 90th, Akhirnya Siti sarah Di kabarkan akan mempunyai anak, pesan ini di sampaikan oleh Malaikat Jibril sang pembawa Wahyu.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Setahun Sebelum Kehamilan. Kelahiran Nabi Ishaq A.S Di versi lain mengatakan, Saat itu Usia Siti Sarah 91 tahun saat mengandung Nabi Ishaq A.S, dari Garis Keturunan ini lah kelah akan lahir Bangsa Israel dan menguasai Tanah Kan’an ( Israel, Yordania, Lebanon dan Mesir Timur, Palestina, dll) ketika Nabi Ishaq A.S Berusia 36 tahun, ibunya Siti Sarah Meninggal, dan 4 tahun kemudian Tepat Nabi ishaq umur 40 tahun beliau menikah dengan seorang bernama Ribka atau di kenal dengan nama Lain Sayyidah Rifqah, Sayyidah Rifqah merupakan anak dari Betuel bin nahor (nahor adalah saudara Ibrahim atau Abraham) Baca Juga: Nabi Zakaria A.S Pada Usia 60th beliau Mempunyai Anak Kembar Esau dan Yakub, Yang Kelak Esau ini akan menjadi Anak menantu dari Nabi Ismail.

dan nabi yakub kelak akan mempunyai Keturunan 10 diantaranya nabi Yusuf A.s Nabi Ishaq Tinggal Palestina Di dalam sejarah mencatat bahwa Nabi ishaq Pernah Tinggal negeri Palestina pada saat kejadian negeri palestina di landa kelaparan dan beliau sempat tinggal cukup lama. dan dinegeri inilah beliau mendapatkan wahyu Kenabian seperti ayahnya ibrahim A.S karena negeri ini dilanda kelaparan dan kekeringan, Maka nabi ishaq membuat sumur tepat dimana dulu penah di gali oleh nabi ibrahim yang sudah di tutup oleh kaum di negeri palistina.

ada tiga sumur • Esek • Sitna • Rehobot dan ketiga nama sumur ini dituangkan dalam alkitab perjanjian lama (Kristen) Didalam Kitab Suci Al Quranul tidak banyal menjelaskan tentang Nabi Ishaq A.S dan Kaumnya, Tetapi Allah Memujinya dalam alquran :(QS. Shaad: 45-47) “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.–Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.–Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS.

Shaad: 45-47) Dan Baginga Nabi Muhammad SAW juga memuji Nabi Ishaq Beliau Bersabda : Yang Artinya : “ Yang mulia putera yang mulia, putera yang mulia dan putera yang mulia adalah Yusuf putera Ya’qub, putera Ishaq, putera Ibrahim.” (HR. Bukhari dan Muslim) Itulah Sekilas sejarah yang bisa saya sampaikan, Semoga Ada Manfaatnya.

Refrensi Tentang Kisah Nabi Ishaq A.S Bisa Di download Disini Kisah Nabi Ishaq A.S pdf Post navigation
Kisah Nabi Ishaq, Kelahiran dan Pernikahannya – Pada kesempatan ini akan membahas mengenai Kisah Nabi Ishaq. Yang nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama dalam pembahasan kali ini menjelaskan seputar kisah Nabi Ishaq mulai dari kelahiran beliau dan pernikahan nabi Ishaq dengan secara singkat dan jelas.

Untuk lebih jelasnya simak artikel Duta Dakwah tentang Kisah Nabi Ishaq dibawah ini. • 1 Kisah Nabi Ishaq, Kelahiran dan Pernikahannya • 1.1 Kisah Nabi Ishaq • 1.2 Kelahiran Nabi Ishaq • 1.3 Pernikahan Nabi Ishaq • 1.4 Share this: • 1.5 Related posts: Kisah Nabi Ishaq, Kelahiran dan Pernikahannya Kisah Nabi Ishaq mulanya diawali setelah Allah Subhanallahu wa Ta’ala memberikan karunia Ismail kepada Nabi Ibrahim Alaihi Salam.

Kemudian Nabi Ibrahim Alaihi Salam selalu memanjatkan doa kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala supaya dpat dikaruniakn anak dari istrinya yang bernama Sarah. Sarah adalah istri Nabi Ibrahim yang selalu setia bersamanya dalam menegakn kalimatullah. Oleh karena itulah, Allah Subhanallahu wa Ta’ala mengabulkan doa Nabi Ibrahim dan mengutus beberapa malaikat dalam bentuk manusia. Dimana malaikat bertugas untuk menyampaikan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam bahwa akan terlahir seseorang anak dari istrinya yang bernama Sarah.

Pada saat para malaikat itu datang kepada Nabi Ibrahim, maka ia menyambut mereka dengan sebaik-baiknya dan mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tamu. Kemudian segeralah ia menyiapkan jamuan makan untuk mereka. Nabi Ibrahim Alaihisalam adalah sosok orang yang akan selalu memuliakan tamu dan juga orang yang dermawan.

Kemudian, tidak berselang lama nabi Ibrahim datang membawa anak sapi yang gemuk yang telah dipanggang dan menjamunya kepada mereka. Namun mereka tidak makan dan juga tidak meminum jamuan yang telah dihidangkan kepada mereka. Dengan keadaan kondisi itu, Nabi Ibrahim As. merasa takut terhdap mereka. Kemudian para malaikat itu menenangkan Nabi Ibrahim dan segeralah mereka memberi kabar kepadanya mengenai diri mereka.

Malaikat juga memberitahukan kepadanya maksud dn tujuan mereka untuk menyampaikan kabar gembira kepada nabi Ibrahim dengan akan adanya kelahiran seorang anak yang alim (berilmu).

Selanjutnya, saat hal itu disampaikan. Sarah secara tidak sengaja mendengan akan pembicaraan mereka. Kemudian ia menghampiri dn mendatangi dalam kondisi heran terhadap kabar gembira yang mereka berikan.

Dia berfikir bahwa bagaiman dirinya dapat melahirkan sedangkan ia adalah seorang wanita yang sudh lanjut usia dan mandul (ketika itu usia Sarah 90 tahun), sedangkan suaminya juga sudah lanjut usia. Mereka berkata: “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan” Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Adz Dzaariyat: 30).

Mendengar berita itu, Nabi Ibrahim As. menjadi tenang dan bahagia. Sebab apa yang telah dinantikannya akhirnya akan segera tiba.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Kelahiran Nabi Ishaq Beselang dalam beberapa waktu, berita yang telah disampaikan oleh para malaikat kepada Nabi Ibrahim As pun menjadi kenyataan.

Sarah yang merupakan istri dari nabi Ibrahim melahirkan seorang anak laki-laki yang selanjutnya diberi nama Ishaq oleh nabi Ibrahim As. Pada saaat ituNabi Ibrahim sudah memasuki umut 100 tahun, kemudian Ishaq lahir 14 tahun seusai kelahiran Ismail. Dalam Al Qur’an tidak menyebutkan secara rinci mengenai kisah Nbi Ishaq dan demikian juga mengenai kaum yang kepada mereka diutus oleh Nabi Ishaq.

Namun, Allah Swt memuji Nabi Ishaq pada beberapa tempat dalam Al Qur’an yang diantaranya yakni: وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ. إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ.

وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ Artinya : “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” QS.

Shaad: 45-47. Selain itu juga, Nabi Muhammad Salallah Alaihi Wassalam juga memuji Nabi Ishaq dalm sabda beliau, yakni: Artinya : “Yang mulia putra yang mulia, putra yang mulia dan putra yang mulia adalah Yusuf putra Ya’qub, putra Ishaq, putra Ibrahim.” (HR. Al Bukhari dan Muslim). Pernikahan Nabi Ishaq Pada saat Nabi Ishaq berusia 40 tahun, ia memutuskan untuk menikah dan membangun keluarganya sendiri.

Diceritakan bahwa Nabi Ishaq menikahi seorang wanita yang bernama Rafqah binti Batuil. Namun, ternyata ujian telah dialami ayah dan ibunya juga dialami oleh Nabi Ishaq. Dimana diceritakan bahwa istri nabi Ishaq ykni Rafqah juga merupakan wanita yang mandul. Nabi Ishaq pun selalu berdoa kapada Allah Swt yang mana ia juga terlahir berkat keajaiban dari-Nya.

Maka bukan hal yang mustahil bagi-Nya untuk memberikan kembali keajaiban yang sama dengan dialami ayahnya yakni Nabi Ibrahim As. Nabi Ishaq dan istrinya pun turut berdoa dengan penuh harapan dan tawakal yang kuat. Setelah melalui penantian yang panjang, keajaiban pun akhirnya datang. Rafqah istri Nabi Ishaq hamil dan ternyata Allah Swt memberikan anak kembar.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Anak tersebut kemudian diberi nama yakni Iish atau Esau dan Yaqub. Betapa bahagia mereka berdua, dimana dlam keadaan telah berusia senja ia mendapatkan karunia putra kembar oleh Allah SWT. Dimana kelak, salah satu dari putra Nabi Ishaq akan menjadi seorang rasul. Dia adalah Nabi Yaqub dan kelak akan menjadi bapak dari nabi Yusud, bunyamin dan saudaranya. Dari keturunan Yaqub bin Ishaq inilah, kelak menjadi cikal bakal mula keluarga Israil atau Bani Israil.

Disebut dengan Israil sebab Nabi Yaqub sering kali melakukan perjalanan pada malam hari.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Kemudian saudara kembarnya Iish disebut orang Arab dengan istilah lish atau lishuu yang mana menjadi nenek moyang dari bangsa Romawi. Demikian penjelasan mengenai Kisah Nabi Ishaq, Kelahiran dan Pernikahannya, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Related posts: • Kisah Nabi Ilyasa Saat Berdakwah Kepada Kaum Bani Israil • Kisah Nabi Shaleh As Saat Berdakwah Kepada Kaum Tsamud • Kisah Nabi Ibrahim As Saat Diutus Menyembelih Nabi Ismail Posted in Kisah Tagged ibu nabi ishaq bernama, istri nabi ishaq bernama, kisah nabi ishaq dan hikmahnya, kisah nabi ishaq singkat brainly, kisah nabi yakub, kisah singkat nabi ishaq, mukjizat nabi ishaq, Nabi Ibrahim, sarah, sejak kecil nabi ishaq adalah orang yang Post navigation Recent Posts • Suami Boleh Memukul Istri Jika hal itu Bermanfa’at • Kisah Nabi Ilyasa Saat Berdakwah Kepada Kaum Bani Israil • Kisah Nabi Shaleh As Saat Berdakwah Kepada Kaum Tsamud • Suami Yang Sholih Menghadapi dan Menyikapi Istrinya • Mahar Dan Hukumnya Tidak Membayar, ini perihal penting • Lelaki Haram Melihat Perempuan & Sebaliknya • Syarah ‘Uqudllujain Pasal Dua, Tiga dan Empat • Taubat Suami Munafiq & Khutbah Syarah ‘Uqudullujain • Kisah Nabi Ibrahim As Saat Diutus Menyembelih Nabi Ismail • Kisah Nabi Ibrahim As Dibakar Hidup-Hidup Oleh Raja Namrud • Suami Wajib Memberi Nafkah & Istri Wajib Memenuhi Ajakannya • Berwasiat Baik Pada Istri dan Istri Patuh Kepada Suami • Suami Wajib Memberi Nafkah Keluarga Dalil & Rinciannya • Kewajiban Istri : Hak Suami yang wajib dipenuhi • Hak Suami Atas Istri Yang Wajib Dipenuhi Oleh Istri
Merdeka.com - Kisah Nabi Ishaq pada awalnya bermula setelah Allah SWT mengkaruniakan Ismail kepada Nabi Ibrahim A.S.

Lalu, Nabi Ibrahim selalu berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniakan anak dari istirnya yang bernama Sarah, yaitu istri yang selalu setia bersamanya dalam menegakkan kalimatullah. Maka dari itu, Allah mengabulkan doanya dan mengutus beberapa malaikat dalam bentuk manusia untuk menyampaikan kabar gembira kepadanya bahwa akan lahir seorang seorang anak dari istrinya yang bernama Sarah.

Namun, mereka juga memberitahukan tujuan mereka lainnya, yaitu pergi mendatangi kaum Luth untuk menimpakan azab kepada mereka. Dilansir dari Kisahmuslim.com, pada saat ketika para malaikat tersebut datang kepada Nabi Ibrahim, maka ia menyambut mereka dengan sebaik-baiknya dan mempersilakan mereka untuk duduk di ruang tamu dan segeralah ia menyiapkan jamuan makan untuk mereka.

Nabi Ibrahim A.S merupakan seseorang yang selalu memuliakan tamu dan juga orang yang dermawan. Lalu, tidak lama kemudian, Nabi Ibrahim datang membawa anak sapi yang gemuk yang telah dipanggang serta menghidangkannya kepada mereka, tetapi mereka tidak makan dan juga tidak minum jamuan yang telah dia hidangkan tersebut. BACA JUGA: Potret Gunung Nemrut, Jejak Reruntuhan Berhala yang Dihancurkan Nabi Ibrahim Nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama Ini Potret Tempat Nabi Ibrahim Dibakar Raja Namrud, Lokasinya Abadi Hingga Kini Dengan kondisi seperti itu, Nabi Ibrahim merasa takut kepada mereka.

Lalu, malaikat-malaikat tersebut menenangkannya dan segeralah mereka memberitahu kepada Nabi Ibrahim tentang diri mereka serta memberitahukan maksud dan tujuan mereka untuk menyampaikan kabar gembira kepadaya dengan akan adanya kelahiran seoarang anak yang alim (berilmu). Lalu, ketika hal tersebut disampaikan, Sarah mendengar pembicaraan mereka. Lalu nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama datang dan menghampiri dalam keadaan heran terhadap kabar gembira yang mereka sampaikan.

Dia berpikir bahwa bagaimana dirinya bisa melahirkan sedangkan dia merupakan seorang wanita yang sudah tua dan mandul (ketika itu usianya 90 tahun), sedangkan suaminya juga sudah lanjut usia. Lalu, mendengar pembicaraan tersebut, para malaikat berkata “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Adz Dzaariyat: 30). Mendengar berita tersebut, Nabi Ibrahim pun menjadi tenang dan berbahagia karena apa yang dinanti-nantikannya ternyata akan segera tiba.

Kelahiran Nabi Ishaq Selang beberapa waktu, berita yang disampaikan oleh para malaikat menjadi kenyataan bagi Nabi Ibrahim. Istrinya, Sarah melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Ishaq oleh Nabi Ibrahim. Pada saat itu, Nabi Ibrahim telah berumur 100 tahun, lalu Ishaq lahir 14 tahun setelah kelahiran Ismail. BACA JUGA: Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan, Bantu Keluar dari Segala Kesulitan Amalan Nabi Yusuf AS yang Patut Dicontoh, Berikan Banyak Manfaat Alquranu Karim tidak menyebutkan secara panjang lebar tentang kisah Nabi Ishaq dan demikian pula tentang kaum yang kepada mereka diutus oleh Nabi Ishaq.

Akan tetapi, Allah memuji Nabi Ishaq di beberapa tempat dalam Al-Quran di antaranya: “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.

Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS. Shaad: 45-47). Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga memuji Nabi Ishaq dalam sabdanya: “Yang mulia putra yang mulia, putra yang mulia dan putra yang mulia adalah Yusuf putra Ya’qub, putra Ishaq, putra Ibrahim.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Pernikahan Nabi Ishaq Pada saat usia 40 tahun, Nabi Ishaq memutuskan untuk menikah dan membangun keluarganya sendiri. Dilansir dari Muslimdaily.com, diceritakan bahwa Nabi Ishaq menikah dengan seorang wanita bernama Rafqah binti Batuil. Namun, ternyata ujian yang pernah menimpa ayah dan ibunya. Dialami juga oleh Nabi Ishaq. Diceritakan bahwa Istrinya, Rafqah juga merupakan wanita yang mandul.

Nabi Ishaq pun terus saja berdoa kepada Allah. Ia lahir berkat keajaiban dari-Nya. Maka bukan hal mustahil bagi Allah untuk memberi kembali keajaiban tersebut. Nabi Ishaq dan istrinya terus berdoa dengan harapan dan tawakal yang kuat.

Setelah beberapa penantian panjang, keaiaiban tersebut datang, Rafqah hamil dan ternyata Allah memberikan anak kembar. Anak tersebut diberi nama Iish atau Esau dan Yaqub. Betapa bahagianya Nabi Ishaq di usia yang telah senja dia mendapat karunia putra kembar oleh Allah SWT. Lalusalah satu putranya pula, kelak akan menjadi seorang rasul.

Dia adalah Nabi Yaqub dan kelak menjadi bapak dari Nabi Yusuf, Bunyamin, dan saudara-saudaranya. Dari anak-anak Yaqub bin Ishaq inilah, cikal bakal terbentuknya Bani Israil atau keluarga Israil. BACA JUGA: 5 Doa Seorang Ibu untuk Anaknya dari Alquran Lengkap, Umat Islam Wajib Tahu Doa Nabi Zakaria dalam Al Quran beserta Artinya, Usaha Meminta Keturunan Disebut Israll karena Nabi Yaqub seringkali melakukan perjalanan di malam hari.

Lalu, saudara kembarnya Iish disebut orang-orang Arab dengan istilah Iish atau Iishuu yang merupakan nenek moyang dari bangsa romawi. [raf] 1 Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia 2 6 Potret Terbaru Aisyahrani Hamil Anak Ketiga, Penampilannya Mencuri Perhatian 3 Barisan Prajurit Kopaska TNI Menangis di Hutan, Alasannya Bikin Haru 4 Misteri Penembak Arief Rahman Hakim: Pengawal Presiden atau Polisi Militer Jakarta?

5 6 Gaya Lucu Rayyanza Anak Raffi Ahmad & Nagita Liburan di Bali, Bikin Gemas SelengkapnyaKisah Nabi Ishaq – Tentu saja sejak di bangku sekolah dasar kita sudah diajarkan mengenai perbedaan antara Nabi dan Rasul, jumlah keseluruhan Nabi dan Rasul, nama Nabi dan Rasul yang wajib diketahui, hingga sekilas mengenai kisah para Nabi dan Rasul tersebut.

Fakta bahwa sejak dini kita telah dididik untuk mengetahui mengenai Nabi dan Rasul adalah bukti jika sangat penting bagi kita sebagai umat muslim untuk mengimani adanya Nabi dan Rasul. Beriman kepada Nabi dan Rasul merupakan rukun iman yang ke-empat. Bagi umat muslim, rukun iman adalah hal yang wajib untuk diamalkan.

Sebelum menumbuhkan rasa iman kepada Nabi dan Rasul, hal pertama yang harus dilakukan yakni memahami dan mempelajari mengenai kisah, mukjizat, sejarah, dan perjalanan dakwah dari masing-masing 25 Nabi dan Rasul tersebut.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Hikmah yang didapatkan dari beriman kepada Nabi dan Rasul adalah dapat memotivasi diri untuk lebih giat dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, membuat diri kita menjauhi segala larangan Allah Ta’ala, meneladani dan mencontoh perilaku baik para Nabi dan Rasul, serta memiliki akhlak dan akidah yang lurus dan benar. Nah, untuk pembahasan kali ini akan dijelaskan secara detail dan lengkap kisah mengenai salah satu dari 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui, yaitu Nabi Ishaq.

Table of Contents • Sejarah Singkat Nabi Ishaq • Anda Mungkin Juga Menyukai • Tamu Nabi Ibrahim yang Mengabarkan Berita Akan Lahirnya Nabi Ishaq • Perjalanan Dakwah Nabi Ishaq • Pernikahan Nabi Ishaq dengan Gadis Iraq • Kelahiran Putra dari Nabi Ishaq • Putra Kembar Nabi Ishaq: Esau dan Ya’qub • Mukjizat Allah Ta’ala kepada Nabi Ishaq • Mukjizat yang Dimiliki oleh Nabi Ishaq • Kisah Nabi Ishaq yang Dimaktubkan di dalam Al-Qur’an • • Kategori Ilmu Berkaitan Agama Islam • Kisah Nabi Sejarah Singkat Nabi Ishaq Nama Ishaq atau Ishak berasal dari bahasa Ibrani Yi???q dengan arti tersenyum atau tertawa.

Kata Ishaq sendiri terinspirasi dari ibunda Nabi Ishaq ‘alaihis salam. Di mana Sarah yang merupakan ibunda Ishaq pada saat itu tersenyum dengan lebar karena tidak percaya kabar gembira akan hadirnya Ishaq sebagai buah hatinya yang disampaikan oleh malaikat Jibril. Rp 195.000 Nabi Ishaq ‘alaihis salam dilahirkan di Kota Kan’an pada tahun 1761 SM. Nabi Ishaq ‘alaihis salam adalah putra kedua dari Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan Sarah setelah lahirnya Nabi Ismail ‘alaihis salam.

Pada saat Nabi Ishaq ‘alaihis salam terlahir di dunia, usia Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sudah terbilang sangat tua yaitu berumur 100 tahun. Nabi Ishaq ‘alaihis salam dilahirkan 14 tahun setelah Nabi Ismail ‘alaihis salam. Semasa hidupnya, Nabi Ishaq ‘alaihis salam memiliki keturunan yang juga diangkat sebagai seorang nabi, yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Nabi Ishaq ‘alaihis salam merupakan nabi ke-sembilan yang ditugaskan berdakwah di wilayah Palestina menggantikan ayahnya yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang pada saat itu telah menginjak usia senja.

Wilayah dakwah Nabi Ishaq ‘alaihis salam adalah di daerah Kan’an dan Syam. Kisah lengkap dari Nabi Ishaq juga bisa Grameds temukan pada buku Nabi Ishaq dibawah ini. Nabi Ishaq Tamu Nabi Ibrahim yang Mengabarkan Berita Akan Lahirnya Nabi Ishaq Diceritakan dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 69-73 bahwa suatu ketika Nabi Ibrahim ‘alaihis salam kedatangan tamu.

Tamu-tamu tersebut menurut Usman Ibnu Muhaisin berjumlah empat orang, yaitu malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Rafail. Tamu tersebut memberi selamat kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Setelah itu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang kepada mereka. Namun tangan mereka sama sekali tidak menjamah makanan tersebut. Melihat hal tersebut Nabi Ibrahim ‘alaihis salam merasa curiga dan takut.

Ternyata tamu-tamu asing tersebut adalah Malaikat utusan Allah Ta’ala yang datang untuk membinasakan kaum Luth. Selain memiliki tujuan kepada kaum Luth, tamu tersebut juga bertujuan memberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam akan kelahiran nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama putra yang bernama Ishaq. Sesuai yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 71. “Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum.

Maka kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub.” (Q.S. Hud ayat 71). Mengetahui kabar yang disampaikan tersebut, Sarah sangat tercengang sekaligus bahagia.

Pasalnya Sarah pada saat itu sudah tua (ketika itu berusia 90 tahun) dan memiliki kondisi mandul.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Namun sungguh kuasa Allah Ta’ala tiada bandingnya dan selalu memberi rahmat kepada hamba-Nya yang beriman. “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Adz-Dzariyat ayat 30). Kelahiran Ishaq sendiri merupakan sebuah berkah dan karunia bagi Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Karena Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berharap kelak ketika dewasa Ishaq dapat diangkat sebagai nabi utusan Allah Ta’ala dan membantu dalam memerangi para penyembah berhala di Palestina. Sejarah Nabi Ibrahim Perjalanan Dakwah Nabi Ishaq Ilustrasi kota Syam tempat Nabi Ishaq berdakwah Nabi Ishaq, ayahnya (Nabi Ibrahim ‘alaihis salam), dan anaknya (Nabi Ya’qub ‘alaihis salam) adalah orang-orang yang diberkahi dan dipuji oleh Allah Ta’ala seperti yang difirmankan Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Shaad ayat 45-47.

“Dan ingatlah hamba-hamba kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) pada negeri akhirat.

Sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (Q.S. Shaad ayat 45-47). Selain Allah Ta’ala yang memberikan pujian secara langsung kepada Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub melalui ayat Al-Qur’an, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam pun memuji mereka melalui sabdanya: “Yang mulia putra yang mulia, putra yang mulia dan putra yang mulia adalah Yusuf putra Ya’qub, putra Ishaq, putra Ibrahim.” (HR.

Al Bukhari dan Muslim). Nabi Ishaq ‘alaihis salam ditugaskan untuk meneruskan dakwah Nabi Ibrahim di tanah Palestina. Beliau menyeru kepada kaum di sana untuk menyembah dan mengesakan Allah Ta’ala, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta mengerjakan kebajikan-kebajikan lainnya sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala.

nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama

Pernikahan Nabi Ishaq dengan Gadis Iraq Ketika sang ibunda telah tiada dan ayahanda-nya yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sudah sangat tua, Nabi Ishaq ‘alaihis salam tak kunjung menikah. Hingga akhirnya Nabi Ibrahim ‘alaihis salam meminta kepada salah satu pelayannya untuk pergi ke Irak guna mencarikan calon istri dari keluarga Ibrahim untuk anaknya tersebut. Pelayan tersebut lalu meminangkan seorang putri Betuel bin Nahor yaitu Ribka (Rifqah, Rafiqah) untuk Ishaq.

Diketahui bahwa Nahor adalah saudara kandung Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Sehingga secara silsilah, Ribka adalah anak perempuan dari saudara sepupu Ishaq. Akhirnya pada saat Nabi Ishaq berusia empat puluh tahun, menikahlah Ia dengan Ribka yang selanjutnya ikut dengan Nabi Ishaq untuk menetap di Palestina. Kelahiran Putra dari Nabi Ishaq Selepas menikahi seorang gadis Irak keturunan Ibrahim yang bernama Ribka, Nabi Ishaq ‘alaihis salam mengetahui jika Ribka ternyata memiliki kondisi mandul seperti sang ibunda terdahulu.

Namun Nabi Ishaq ‘alaihis salam dan Ribka tak pernah menyerah untuk berusaha dan memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan keturunan guna melanjutkan riwayat dakwah. Nabi Ishaq ‘alaihis salam selalu berdo’a dengan lembut dan penuh keyakinan kepada Allah Ta’ala agar Ribka dapat mengandung. Dengan kebesaran dan kekuasaan Allah Ta’ala maka Ribka dapat hamil dan Nabi Ishaq ‘alaihis salam memperoleh keturunan saat beliau menginjak usia enam puluh tahun.

Ribka melahirkan bayi laki-laki kembar. Bayi laki-laki pertama diberi nama Esau (Aishu). Bentuk fisik Esau ketika pertama kali dilahirkan adalah memiliki tubuh berwarna merah dan seperti jubah berbulu (memiliki banyak bulu di sekujur tubuhnya).

Sedangkan bayi laki-laki kedua diberikan nama Ya’qub yang mana ketika dilahirkan dalam posisi memegang tumit kakaknya. Allah Ta’ala juga mengabadikan kisah kelahiran Ya’qub dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 72.

“Dan Kami telah memberikan kepada-nya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh.” (Q.S. Al-Anbiya’ ayat 72). Saat bertumbuh dewasa, Esau dan Ya’qub memiliki ketertarikan yang cenderung bertolak belakang. Esau lebih suka mengasah kemampuannya dalam hal berburu hingga menjadi pemburu yang handal, maka ia lebih suka tinggal di padang. Sedangkan Ya’qub lebih berperangai lemah lembut. Ia lebih suka tinggal di rumah untuk membantu ibunya memasak.

Ya’qub juga suka berkemah di sekitar rumahnya. Esau lebih disayang oleh ayahnya karena mereka memiliki kegemaran yang sama, yaitu berburu. Esau juga sering membawa hasil buruannya ke rumah untuk dimasak dan dimakan bersama keluarganya.

Sedangkan sang ibunda yaitu Ribka lebih menyayangi Ya’qub karena memiliki sifat dan sikap yang mirip dengannya, yaitu pecinta damai dan tenang. Ketika usia Esau dan Ya’qub menginjak 15 tahun, kakek mereka yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam meninggal dunia. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam meninggal dunia pada saat usia Nabi Ishaq ‘alaihis salam 75 tahun.

Selanjutnya jasad beliau dikebumikan di Gua Makhpela di wilayah Hebron (tempat yang sama dengan makam Sarah). Putra Kembar Nabi Ishaq: Esau dan Ya’qub Ketika merasakan bahwa fisiknya mulai melemah yang berpengaruh pula pada kemampuannya melihat, maka Nabi Ishaq ‘alaihis salam mendatangi anak kesayangannya yaitu Esau. Ia berpesan kepada anaknya tersebut agar pergi berburu dan memasakkan makanan kesukaan Nabi Ishaq ‘alaihis salam. Hal tersebut bertujuan agar Nabi Ishaq ‘alaihis salam dapat mendoakan keberkahan bagi Esau dan anaknya tersebut dapat meneruskan dakwah yang dilakukan oleh sang ayah.

Ternyata niatan Nabi Ishaq ‘alaihis salam tersebut didengar oleh Ribka. Ribka pun menginginkan Ya’qub lah yang memperoleh doa keberkahan dari Nabi Ishaq ‘alaihis salam. Ia pun meminta Ya’qub untuk segera menghidangkan makanan kesukaan Nabi Ishaq ‘alaihis salam sebelum Esau tiba di rumah. Karena secara fisik Esau dan Ya’qub terlihat berbeda meskipun mereka kembar, maka Ribka memakaikan pakaian Esau ke Ya’qub. Ia juga membalutkan hamparan kulit domba yang berbulu lebat ke leher dan tangan Ya’qub agar benar-benar terlihat mirip dengan Esau.

Karena memang Esau memiliki bulu yang lebat di sekujur tubuhnya. Tidak seperti Ya’qub. Setelah masakannya matang, Ya’qub yang berdandan menyerupai Esau pun datang menghadap Nabi Ishaq ‘alaihis salam.

Lalu berkatalah Nabi Ishaq ‘alaihis salam. “Kalau suara, suara Ya’qub, kalau tangan, tangan Esau.” Setelah berkata demikian, Nabi Ishaq tidak menaruh curiga apapun akan keanehan tersebut. Ia tetap memakan dengan lahap makanan yang disajikan oleh Ya’qub. Setelah itu, Nabi Ishaq ‘alaihis salam mendoakan Ya’qub, yang Ia kira adalah Esau, agar Ia selalu diberkahi, dilingkupi dengan kebaikan, dikaruniai nikmat melimpah, diberikan rezeki yang banyak, serta menjadi tuan bagi saudara dan keturunannya.

Tidak lama setelah Nabi Ishaq selesai berdoa, Esau pun pulang kembali ke rumah. Nabi Ishaq pun kebingungan. Hingga akhirnya diketahui oleh Nabi Ishaq ‘alaihis salam dan Esau bahwasanya Ya’qub telah berpura-berpura menjadi Esau. Esau pun sangat marah dan meminta ayahandanya membatalkan doa untuk Ya’qub. Namun doa tersebut tidak dapat ditarik kembali.

Akhirnya dalam keadaan penuh emosi Esau bersumpah untuk membunuh Ya’qub apabila kelak sang ayah telah meninggal. Mendengar sumpah Esau tersebut, Ribka pun takut dan panik. Ia bergegas menyuruh Ya’qub untuk segera pergi ke daerah Laban, Mesopotamia. Di sana Ya’qub akan tinggal bersama dengan saudara Ribka.

Ya’qub sempat berpamitan dengan sang ayah ketika hendak pergi ke Mesopotamia. Sang ayah berpesan agar Ya’qub tidak menikahi perempuan Palestina karena pada saat itu mereka adalah golongan yang tidak beriman. Sebagai solusi, Nabi Ishaq menyarankan Ya’qub untuk mencari istri dari keluarga besar Ibrahim di Mesopotamia. Peta wilayah Mesopotamia Nabi Ishaq ‘alaihis salam meninggal dunia pada usia 180 tahun dan dimakamkan di Gua Makhpela bersama keluarga besarnya, yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, Sarah, dan Ribka yang telah pergi terlebih dahulu.

Selepas kepergian sang ayah, Ya’qub kembali lagi ke Palestina setelah belasan tahun tinggal di Mesopotamia. Ia mengajak serta keluarganya yang terdiri dari dua orang istri, dua selir, dua belas anak lelaki, dan satu orang anak perempuan. Pada saat itu Ya’qub dan Esau telah berdamai kembali dan saling memaafkan. Cerita lebih lengkap mengenai Rasul yang kesalehannya dipuji oleh Allah SWT ini juga bisa ditemukan pada buku Nabi Ishaq AS dibawah ini.

Nabi Ishaq: Rasul yang Kesalehannya Dipuji Allah Mukjizat Allah Ta’ala kepada Nabi Ishaq Secara etimologi, mukjizat berasal dari bahasa arab yaitu kata “Mukjiz”. Mukjiz artinya “mengalahkan”. Sehingga Mukjizat adalah peristiwa atau luar biasa di luar akal sehat manusia yang terjadi atau dimiliki pada diri Nabi dan Rasul Allah Ta’ala.

Masing-masing dari Nabi dan Rasul memiliki mukjizatnya sendiri-sendiri sebagai bukti bahwa mereka merupakan orang istimewa pilihan Allah Ta’ala yang menerima tugas untuk menyebarkannya ajaran Allah Ta’ala.

Sihir dan mukjizat adalah dua hal yang sangat berbeda. Mukjizat hanya dimiliki oleh para Nabi dan Rasul sehingga tidak dapat ditiru oleh manusia biasa. Sedangkan sihir dapat dipelajari oleh manusia biasa. Mukjizat yang Dimiliki oleh Nabi Ishaq Berikut dijelaskan mengenai mukjizat yang dianugerahkan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Ishaq guna membantu beliau dalam menjalankan dakwah di Palestina: 1) Atas seizin Nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama Ta’ala, Nabi Ishaq ‘alaihis salam yang pada saat itu telah berusia sangat tua yakni 100 tahun dapat memiliki keturunan dengan istrinya Ribka yang memiliki kondisi mandul.

2) Keturunan dari Nabi Ishaq ‘alaihis salam adalah pencetus dari munculnya Kaum Bani Israil. Kaum Bani Israil terlahir dari para keturunan Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Nabi Ya’qub ‘alaihis salam memiliki nama lain Israil dan Ia merupakan keturunan dari Nabi Ishaq ‘alaihis salam. Sehingga dari garis keturunan nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama lahirlah kaum Bani Israil dimana total telah ada 12 nabi yang diutus oleh Allah Ta’ala kepada kaum Bani Israil tersebut.

Salah satu dari 12 nabi tersebut adalah Nabi Isa ‘alaihis salam. Kisah Nabi Ishaq yang Dimaktubkan di dalam Al-Qur’an Dalam kitab suci Al-Qur’an, nama Nabi Ishaq ‘alaihis salam disebutkan cukup banyak yakni tujuh belas kali. Diantaranya pada surat: • Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 133, 136, dan 140 • Al-Quran surat Al-Imran ayat 84 • Al-Quran surat An-Nisa’ ayat 163 • Al-Quran surat Al-An’am ayat 84 • Al-Quran surat Hud ayat 71 (disebutkan sebanyak dua kali) • Al-Quran surat Yusuf ayat 6 dan 38 • Al-Quran surat Ibrahim ayat 39 • Al-Quran surat Maryam ayat 49 • Al-Quran surat Al-Anbiya’ ayat 72 • Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 27 • Al-Quran surat Ash-Shaffat ayat 112 dan 113 • Al-Quran surat Shaad ayat 45 Nah, apakah kisah mengenai Nabi Ishaq ‘alaihis salam yang meliputi sejarah singkat, perjalanan dakwah, dan mukjizat Nabi Ishaq ‘alaihis salam cukup mudah untuk dicerna dan dipahami?

Apabila ingin mengetahui kisah nabi lainnya dan memperdalam pengetahuan tentang agama Islam, tetapi bingung mencari referensi yang tepat, jangan khawatir! Karena Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas senantiasa menghadirkan buku-buku yang berkualitas sehingga kalian bisa membaca buku terkait ilmu agama Islam lebih dalam lagi. Kalian bisa kunjungi http://Gramedia.com.

Semoga Bermanfaat! Biografi Keluarga Nabi Kisah Teladan dan Inspiratif 25 Nabi & Rasul Penulis: Rizka Rifdatus Safitri Recent Post • Tips dan 20+ Inspirasi Nama Toko Unik Mei 9, 2022 • Cara Berlangganan Koran Super Ball Mei 9, 2022 • Cara Berlangganan Majalah Forbes Mei 9, 2022 • Cara Berlangganan Majalah Kartini Mei 9, 2022 • Cara Bekerja di Jepang yang Tepat Mei 9, 2022 • Cara Mengirim Artikel Ke Koran Tribun yang Perlu Kamu Tahu Mei 6, 2022 • Cara Membuat Contoh Proposal Bisnis Plan yang Baik dan Benar Mei 6, 2022 • 8 Rekomendasi Spidol Kain Terbaik untuk Melukis Mei 6, 2022 • Tips Membangkitkan Semangat Kerja & Penyebab Semangat Kerja Menurun Mei 6, 2022 • 70 Ucapan Selamat Idul Fitri Lengkap Mei 6, 2022
Nabi Ishaq kita kenal sebagai nabi yang kesembilan setelah nabi Ismail dan sama sama putra dari Nabi Ibrahim AS.

Kisah Nabi Ishaq berawal setelah Allah SWT mengkaruniakan Ismail kepada Nabi Ibrahim A.S. Kemudian, Nabi Ibrahim terus berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniakan anak dari istirnya yang bernama Sarah, yaitu istri yang selalu setia bersamanya dalam menegakkan kalimatullah.

Allah kemudian mengabulkan doa Ibrahim dan mengutus beberapa malaikat dalam bentuk manusia untuk menyampaikan kabar gembira kepadanya bahwa akan lahir seorang seorang anak dari istrinya yang bernama Sarah.

Mereka juga memberitahukan tujuan mereka lainnya, yaitu pergi mendatangi kaum Luth untuk menimpakan azab kepada mereka. Nabi Ibrahim A.S merupakan seseorang yang selalu memuliakan tamu dan juga orang yang dermawan.

Lalu, tidak lama kemudian, Nabi Ibrahim datang membawa anak sapi yang gemuk yang telah dipanggang serta menghidangkannya kepada mereka, tetapi mereka tidak makan dan juga tidak minum jamuan yang telah dia hidangkan tersebut. Dengan kondisi seperti itu, Nabi Ibrahim merasa takut kemudian malaikat-malaikat tersebut menenangkannya dan segeralah mereka memberitahu kepada Nabi Ibrahim tentang diri mereka serta memberitahukan maksud dan tujuan mereka untuk menyampaikan kabar gembira kepadaya dengan akan adanya kelahiran seoarang anak yang alim (berilmu).

Sarah mendengar pembicaraan mereka. Lalu ia datang dan menghampiri dalam keadaan heran terhadap kabar gembira yang mereka sampaikan. Dia berpikir bahwa bagaimana dirinya bisa melahirkan sedangkan dia merupakan seorang wanita yang sudah tua dan mandul (ketika itu usianya 90 tahun), sedangkan suaminya juga sudah lanjut usia.

Selang beberapa waktu, berita yang disampaikan oleh para malaikat menjadi kenyataan bagi Nabi Ibrahim. Istrinya, Sarah melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Ishaq oleh Nabi Ibrahim. Pada saat itu, Nabi Ibrahim telah berumur 100 tahun, lalu Ishaq lahir 14 tahun setelah kelahiran Ismail.

Alquranu Karim tidak menyebutkan secara panjang lebar tentang kisah Nabi Ishaq dan demikian pula tentang kaum yang kepada mereka diutus oleh Nabi Ishaq. Akan tetapi, Allah memuji Nabi Ishaq di beberapa tempat dalam Al-Quran di antaranya: “Dan ingatlah hamba-hamba Nabi ishaq adalah putra dari seorang ibu yang mulia beliau bernama Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.

Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS.

Shaad: 45-47). Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga memuji Nabi Ishaq dalam sabdanya: “Yang mulia putra yang mulia, putra yang mulia dan putra yang mulia adalah Yusuf putra Ya’qub, putra Ishaq, putra Ibrahim.” (HR. Al Bukhari dan Muslim). Pernikahan Nabi Ishaq Pada saat usia 40 tahun, Nabi Ishaq memutuskan untuk menikah dan membangun keluarganya sendiri. Dikisahkan bahwa Nabi Ishaq menikah dengan seorang wanita bernama Rafqah binti Batuil.

Namun, ternyata ujian yang pernah menimpa ayah dan ibunya. Dialami juga oleh Nabi Ishaq. Diceritakan bahwa Istrinya, Rafqah juga merupakan wanita yang mandul. Nabi Ishaq pun terus saja berdoa kepada Allah. Ia lahir berkat keajaiban dari-Nya. Maka bukan hal mustahil bagi Allah untuk memberi kembali keajaiban tersebut.

Nabi Ishaq dan istrinya terus berdoa dengan harapan dan tawakal yang kuat. Setelah beberapa penantian panjang, keaiaiban tersebut datang, Rafqah hamil dan ternyata Allah memberikan anak kembar. Anak tersebut diberi nama Iish atau Esau dan Yaqub. Betapa bahagianya Nabi Ishaq di usia yang telah senja dia mendapat karunia putra kembar oleh Allah SWT. Lalusalah satu putranya pula, kelak akan menjadi seorang rasul. Dia adalah Nabi Yaqub dan kelak menjadi bapak dari Nabi Yusuf, Bunyamin, dan saudara-saudaranya.

Dari anak-anak Yaqub bin Ishaq inilah, cikal bakal terbentuknya Bani Israil atau keluarga Israil. Disebut Israil karena Nabi Yaqub seringkali melakukan perjalanan di malam hari. Lalu, saudara kembarnya Iish disebut orang-orang Arab dengan istilah Iish atau Iishuu yang merupakan nenek moyang dari bangsa romawi.

Silsilah keturunan para nabi,,




2022 www.videocon.com