Tulang rusuk melayang

tulang rusuk melayang

• አማርኛ • العربية • Català • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Español • فارسی • Suomi • Français • עברית • Hrvatski • Magyar • Italiano • 日本語 • 한국어 • Lingua Franca Nova • Malagasy • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Occitan • Pangasinan • Polski • Português • Română tulang rusuk melayang Русский • Simple Tulang rusuk melayang • Tagalog • Українська • ייִדיש • l • b • s Narasi Penciptaan menurut Kitab Kejadian ( bahasa Inggris: Genesis creation narrative) adalah suatu catatan mengenai penciptaan alam semesta menurut kepercayaan Yudaisme dan Kristen.

[1] Terdiri dari dua bagian, kurang lebih setara dengan dua pasal pertama dalam Kitab Kejadian. Bagian pertama, Kejadian 1:1-2:4, Elohim, yaitu kata generik bahasa Ibrani untuk " Allah", menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, mulai dari terang yang menerangi kegelapan pada hari pertama, dan berakhir pada penciptaan manusia tulang rusuk melayang hari keenam.

Allah kemudian beristirahat, memberkati dan menguduskan hari ketujuh atau hari Sabat. Dalam bagian kedua, Kejadian 2:4-2:25 Allah, disebut dengan nama pribadi-Nya, " Yahweh", menciptakan manusia pertama (Adam) dari debu tanah dan menghembuskan napas kehidupan ke dalamnya.

Allah kemudian menempatkannya di Taman Eden dan menciptakan perempuan pertama (Hawa) dari tulang rusuk Adam sebagai pendampingnya. Daftar isi • 1 Kejadian 1:1–2:4 • 1.1 Latar belakang • 1.2 Hari pertama • 1.2.1 Catatan hari pertama • 1.3 Hari kedua • 1.3.1 Catatan hari kedua • 1.4 Hari ketiga • 1.4.1 Catatan hari ketiga • 1.5 Hari keempat • 1.5.1 Catatan hari keempat • 1.6 Hari kelima • 1.6.1 Catatan hari kelima • 1.7 Hari keenam • 1.7.1 Catatan hari keenam • 1.8 Hari ketujuh • 1.8.1 Catatan hari ketujuh • 2 Kejadian 2:4-25 • 2.1 Penciptaan laki-laki • 2.1.1 Catatan penciptaan laki-laki • 2.2 Penciptaan taman Eden • 2.2.1 Catatan penciptaan taman Eden • 2.3 Penciptaan perempuan • 2.3.1 Catatan penciptaan perempuan • 3 Komposisi • 3.1 Sumber • 3.2 Struktur • 4 Perbandingan dengan catatan Mesopotamia • 5 Genre • 6 Lihat pula • 7 Referensi • 8 Pustaka • 9 Pranala luar • 9.1 Teks Alkitab • 9.2 Teks Mesopotamia Kejadian 1:1–2:4 [ sunting - sunting sumber ] The Ancient of Days ("Yang Lanjut Usia" karya William Blake, 1794) Latar belakang [ sunting - sunting sumber ] Ada yang memandang bahwa alam semesta yang diciptakan dalam catatan Kejadian 1:1–2:4 tampaknya mempunyai kemiripan dengan Kemah Suci yang dicatat dalam Keluaran 35 –40, dan ini merupakan prototipe Bait Allah di Yerusalem, sekaligus sebagai pusat pemujaan Yahweh melalui para imam.

Karenanya, dan karena kisah penciptaan di wilayah Timur Tengah lainnya juga mencapai klimaks pada pendirian suatu kuil atau rumah pemujaan bagi ilah-pencipta, Kejadian 1 dapat ditafsirkan sebagai pembangunan alam semesta sebagai rumah Allah, di mana Bait Allah di Yerusalem merupakan pencerminan di bumi.

[2] Penggunaan angka dalam teks kuno sering bersifat numerologis daripada faktual - yaitu, angka-angka itu digunakan karena mempunyai makna simbolis bagi pengarangnya. [3] Angka "tujuh", melambangkan kesempurnaan ilahi, meresap ke dalam Kejadian 1: • ayat 1:1 terdiri dari tujuh (7) kata • ayat 1:2 terdiri dari 14 (= 2 x 7) kata • Kejadian 2:1–3 terdiri dari 35 (= 5 x 7) kata • " Elohim" disebutkan 35 kali • "langit/cakrawala" dan "bumi" masing-masing disebutkan 21 kali • Frasa the phrases "dan jadilah demikian" and "Allah melihat bahwa semuanya itu baik" masing-masing termuat 7 kali.

[4] Hari pertama [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 1:1-5 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

tulang rusuk melayang

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah tulang rusuk melayang pertama.

Catatan hari pertama [ sunting - sunting sumber ] Frasa pembuka Kalimat pembuka pada Kejadian 1:1 umumnya diterjemahkan sebagaimana yang dimuat di atas.

Ada sejumlah sarjana yang menganggap bahwa kalimat itu sebenarnya dapat diterjemahkan paling sedikit dalam 3 cara: • sebagai pernyataan bahwa alam semesta mempunyai awal yang absolut ("Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi"); • sebagai pernyataan menggambarkan keadaan dunia ketika Allah mulai mencipta ("Ketika pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, bumi belum berbentuk dan kosong."); • mirip dengan versi kedua tetapi menganggap seluruh informasi pada Kejadian 1:2 sebagai latar belakang ("etika pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, bumi belum berbentuk dan kosong.

Allah berkata, Jadilah terang!"). [5] Akhir-akhir ini cukup gencar dikemukakan bahwa versi kedua adalah yang tulang rusuk melayang dimaksudkan oleh para pengarang dari golongan "Priestly".

"menciptakan" ( bara) Kata kerja " bara" ("menciptakan") tulang rusuk melayang digunakan untuk Allah, (manusia tidak terlibat dalam tindakan bara), dan ini berkaitan dengan penetapan peranan, karena dalam penciptaan manusia pertama sebagai tulang rusuk melayang dan perempuan" (yaitu, pengalokasian jenis kelamin). Dengan kata lain, kekuasaan Allah ditunjukkan bukan hanya dengan penciptaan zat, melainkan penetapan nasib.

[6] "langit dan bumi" Salah satu tafsiran menyatakan bahwa frasa "langit dan bumi" adalah kesatuan yang menunjukkan "segala sesuatu", yaitu "alam semesta". Ini terjadi dalam 3 tingkatn, dunia yang didiami kehidupan berada di tengah, langit di atas dan alam di bawah bumi di bagian bawah, seluruhnya dikelilingi oleh "lautan" air kekacauan (= chaois). Ini dikaitkan dengan mitos Bebel Tiamat. [7] Dalam mitos itu, bumi digambarkan sebagai piringan datar, dikelilingi oleh gunung-gunung dan lautan.

Di atasnya terdapat cakrawala, suatu kubah kokoh tembus pandang yang berpijak pada pengunungan, memungkinkan manusia untuk melihat birunya air di atasnya, dengan "jendela-jendela" yang dapat memasukkan hujan, serta memuat matahari, bulan dan bintang-bintang. Air yang di bawah bumi, bersandarkan pada tiang-tiang yang terendam di bawah bumi sebagai Sheol, tempat kediaman orang-orang mati.

[8] "belum berbentuk dan kosong" ( tohu wa-bohu) Kalima pembuka Kejadian 1 dilanjutkan oleh: "(Dan) tulang rusuk melayang belum berbentuk dan kosong." Frasa "belum berbentuk dan kosong" merupakan terjemahan dari frasa Ibrani " tohu wa-bohu", ( bahasa Ibrani: תֹהוּ וָבֹהוּ‎), yaitu keadaan "kacau" (= chaos), yang kemudian ditata oleh tindakan penciptaan ( bara). [9] Tohu mengandung makna "kekosongan, kesia-siaan"; biasa digunakan untuk menggambarkan padang pasir liar; bohu tidak diketahui pasti maknanya dan diduga dibuat supaya seirama dan menguatkan tohu.

[10] Frasa ini juga muncul dalam Yeremia 4:23 di mana nabi Yeremia memperingatkan umat Israel bahwa pemberontakan terhadap Allah akan membawa kembalinya kegelapan dan kekacauan, "seakan-akan bumi belum diciptakan (atau dikembalikan ke keadaan sebelum penciptaan; uncreated)".

[11] "kedalaman" ( tulang rusuk melayang Pembukaan pada Kejadian 1 memuat pernyataan "gelap gulita menutupi samudera raya". Frasa "samudera raya" sebenarnya diterjemahkan dari kata bahasa Ibrani: תְהוֹם‎ ( t ehôm), yang bermakna "kedalaman".

Kegelapan ( khō-šeḵ) dan kedalaman ( tehom) merupakan dua dari tiga unsur kekacauan ( chaos) yang dinyatakan dengan istilah tohu wa-bohu (yang ketiga adalah "bumi yang belum berbentuk"). Dalam mitos Babel "Enuma Elish", istilah "kedalaman" dipersonifikasi sebagai dewi Tiamat, musuh dewa Marduk; [9] di sini sebagai "air purba" yang tidak berbentuk yang melingkupi dunia tempat kehidupan, kemudian dilepaskan pada saat air bah (mitologi), ketika "semua sumber-sumber air di kedalaman memancar ke luar" dari air yang di bawah bumi dan dari "tingkap-tingkap" di langit.

[12] "Roh Allah" ( Rûach Elohim) "Roh" ( Rûach) Allah "melayang-layang" (bukan "berjalan-jalan") di atas permukaan "air", sebelum penciptaan terang. Rûach ( רוּחַ) mempunyai makna "angin, roh, napas", dan elohim dapat berarti "besar, agung" maupun "allah, ilah". Jadi, ruach elohim dapat bermakna "angin Allah" atau "napas Allah" atau "Roh Allah" atau sekadar "angin topan raksasa". [13] Dalam Mazmur 18:16 dan bagian Alkitab lain digambarkan bahwa "angin ribut" adalah "napas Allah" dan angin Allah muncul kembali pada kisah "air bah" (Nuh) untuk memulihkan bumi.

Konsep "Roh Allah" tidak benar-benar jelas dalam Alkitab Ibrani. Victor Hamilton dalam komentarinya mengenai Kitab Kejadian lebih memilih makna "Roh Allah", tetapi tidak setuju dengan identifikasi istilah ini sebagai " Roh Kudus" pada teologi Kristen.

[14] terang ( or) Hari pertama ditandai dengan penciptaan "terang" (dan diimplikasikan juga penciptaan "waktu"). Tindakan pertama Allah adalah penciptaan "terang" yang utuh. Dengan demikian kegelapan dan terang dipisahkan menjadi "malam" dan "siang". Urutannya ("petang" sebelum "pagi") menyatakan bahwa ini merupakan "hari liturgi". Allah mengucapkan perintah dan menamai unsur-unsur dunia pada saat Ia menciptakan mereka.

Pada budaya Timur Dekat kuno, tindakan penamaan juga dikaitkan dengan tindakan penciptaan. Pada sastra Mesir kuno, allah pencipta memberi nama segala sesuatu. "Enuma Elish" dimulai pada saat segala sesuatu belum ada yang dberi nama. [15] Penciptaan Allah dengan kata (=firman) juga menyiratkan perbandingan dengan seorang raja, yang cukup bertitah untuk menjalankan tindakan.

[16] Hari kedua [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 1:6-8 1:6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 1:7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di tulang rusuk melayang cakrawala itu dari air yang ada di tulang rusuk melayang.

Dan jadilah demikian. 1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Catatan hari kedua [ sunting - sunting sumber ] "cakrawala" ( rāqîa) Rāqîa, atau cakrawala (= bentangan), diturunkan dari akar kata rāqa, suatu kata kerja yang dipakai untuk menggambarkan tindakan "memukuli bongkahan logam sampai menjadi lempengan tipis".

[17] Cakrawala diciptakan pada hari kedua dan kemudian diisi dengan benda-benda langit pada hari keempat. Ditafsirkan sebagai kubah solid yang memisahkan dunia di bawah dengan langit serta air yang di atas. Hal ini mirip dengan kepercayaan Mesir kuno dan Mesopotamia pada zaman dahulu. [18] Dalam Kejadian 1:17 bintang-bintang ditempatkan pada raqia. Dalam mitos Babel, langit terbuat dari berbagai batu permata (bandingkan dengan Keluaran 24:10 di mana para penatua Israel "melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah"), dengan bintang-bintang dipahat pada permukaannya.

[19] Hari ketiga [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 1:7-13 1:9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. 1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

1:11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. 1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Catatan hari ketiga [ sunting - sunting sumber ] Pada hari ketiga, air surut dan membuat suatu lingkaran lautan mengelilingi satu benua tanah kering.

[20] Pada akhir hari ketiga, Allah telah menciptakan lingkungan yang merupakan landasan penciptaan selanjutnya yaitu terang, langit, laut dan bumi.

[21] Tiga tahapan alam semesta berikutnya diisi menurut urutan penciptaan yaitu: langit, laut dan bumi. Menurut catatan ini tidak digunakan kata "menciptakan" atau "membuat" bagi tumbuh-tumbuhan, melainkan hanya ada perintah bagi tanah untuk menumbuhkan mereka. Ada tafsiran teologi yang melihat bahwa Allah telah memberikan kemampuan bagi tanah (atau bumi) yang asalnya gersang, untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan setelah diperintahkan oleh Allah, kemampuan itu dinyatakan.

[22] Hari keempat [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 1:14-19 1:14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.

1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. Catatan hari keempat [ sunting - sunting sumber ] "menguasai" ( memshalah) Pada hari keempat istilah "menguasai" ( memshalah) diperkenalkan: benda-benda langit itu akan "menguasai" siang dan malam, serta menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun.

Hal ini dianggap sesuatu yang penting bagi para pengarang dari golongan "Priestly", karena hari-hari raya keagamaan diselenggarakan menurut siklus matahari dan bulan.

[23] Pada hari keenam, manusia kemudian diciptakan untuk menguasai seluruh ciptaan sebagai wakil Allah. "Benda-benda penerang" ( mə-’ō-rōṯ) Allah menempatkan "benda-benda penerang" ( mə-’ō-rōṯ; bentuk tunggal ma-or) di tulang rusuk melayang untuk "menguasai" siang dan malam.

[24] Secara khusus, Allah menciptakan "benda penerang yang lebih besar," "benda penerang yang lebih kecil," dan bintang-bintang. Menurut Victor Hamilton, kebanyakan sarjana setuju bahwa penggunaan pilihan kata "benda penerang yang lebih besar" ( bahasa Inggris: greater light) and "benda penerang yang lebih kecil" ( bahasa Inggris: lesser light), daripada istilah yang lebih eksplisit "matahari" dan "bulan", merupakan suatu retorik anti-mitologi yang dimaksudkan untuk melawan kepercayaan yang meluas zaman dahulu bahwa matahari dan bulan sendiri adalah dewa-dewa.

[25] Hari kelima [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 1:20-23 1:20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang tulang rusuk melayang dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." 1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. Catatan hari kelima [ sunting - sunting sumber ] "binatang laut" ( tanin) Pada mitos Mesir dan Mesopotamia kuno dikisahkan bahwa allah pencipta harus berperang melawan "monster-monster tulang rusuk melayang sebelum dapat membuat langit dan bumi.

Sebaliknya pada Kejadian 1:21, kata tanin, kadang diterjemahkan sebagai "binatang laut" atau "makhluk raksasa", dianggap paralel dengan binatang-binatang besar Rahab dan Lewiatan pada Mazmur 74:13, dan Yesaya 27:1 serta Yesaya 51:9, tetapi tidak ada tanda-tanda adanya peperangan, dan tanin adalah sekadar makhluk yang diciptakan oleh Allah.

[26] Hari keenam [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 1:24-31; 2:1 1:24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi.

Allah tulang rusuk melayang bahwa semuanya itu baik. 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Tulang rusuk melayang berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 1:29 Berfirmanlah Allah: Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. 2:1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Catatan hari keenam [ sunting - sunting sumber ] "jenis (min ) Frasa "segala jenis" dalam istilah Ibrani sebenarnya bermakna "menurut jenisnya" ( lə-mî-nāh, bahasa Inggris: according tulang rusuk melayang (one's) kind)", dimana huruf " lamed" merupakan kata depan yang berarti "menurut", dan kata minah adalah bentuk jamak dari min yang berarti "jenis".

Tampaknya ini kemudian tulang rusuk melayang dasar hukum di dalam Taurat yang menekankan kekudusan melalui pemisahan. [22] "manusia" ( adam) Pada Kejadian 1:26 Allah berfirman "Baiklah Kita menjadikan manusia", kata "manusia" di sini dalam bahasa Ibrani adalah adam; dalam bentuk kata benda generik, "umat manusia", dan tidak menyiratkan bahwa yang diciptakan adalah seorang laki-laki.

Setelah muncul pertama kali, selanjutnya kata ini ditulis sebagai ha-adam ("manusia itu"; di mana huruf 'ha' adalah kata sandang). Ini dijelaskan juga pada Kejadian 1:27 di mana tertulis "Allah menciptakan manusia itu menurut gambar- [Nya], menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka", kata "manusia itu" juga tidak bermakna khusus sebagai "laki-laki". [27] "menurut gambar" ( bə-tse-lem) Manusia diciptakan ( bara) menurut gambar Allah ( bə-tse-lem Elohim; di mana " bə" adalah kata depan "menurut", " tselem" berarti "gambar").

Pada bagian awal ayat 27 tertulis bə-ṣal-mōw yang berati "menurut gambarnya". Frasa ini dapat ditafsirkan bermacam-macam, termasuk: • Mempunyai kualitas tulang rusuk melayang Allah seperti intelek, kehendak, dan sebagainya; • Mempunyai bentuk fisik Allah; • Kombinasi dua hal di atas; • Merupakan perwujudan Allah di dunia dan dapat menjalin hubungan dengan-Nya; • Merupakan wakil Allah di bumi.

[28] "Baiklah Kita menjadikan" ( na-‘ă-śeh) Catatan pada Kejadian 1:26 bahwa Allah berfirman "Baiklah Kita menjadikan manusia" menimbulkan sejumlah teori, di mana dua yang paling menonjol adalah "Kita" di sini adalah kata ganti jamak keagungan untuk raja-raja ( majestic plural), [29] atau mencerminkan suatu "dewan ilahi" di mana Allah bertahta sebagai raja dan mengusulkan penciptaan manusia kepada para ilahi yang lebih rendah kedudukannya.

[30] tumbuhan sebagai makanan Pada Kejadian 1:29-30 Allah berkata kepada binatang dan manusia bahwa Ia memberikan kepada manusia segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji sebagai makanan, serta kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, diberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.

– Jadi disiratkan di sini bahwa pada waktu penciptaan, semua binatang dan manusia adalah vegetarian. Tulang rusuk melayang kemudian, setelah air bah, manusia diizinkan untuk makan daging. Ada anggapan bahwa pengarang golongan "Priestly" tampaknya memandang ke masa lampau yang ideal di mana manusia hidup dalam damai di antara mereka sendiri dan dengan dunia binatang, dan hal ini dapat dicapai kembali melalui kehidupan pengorbanan dalam harmoni bersama Allah.

[31] "sungguh amat baik" ( ṭōḇ mə-’ōḏ) Setelah selesai, "Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik." ( Kejadian 1:31). Ini menyiratkan bahwa apa yang ada sebelum Penciptaan (" tohu wa-bohu," "kegelapan," " tehom") tidaklah "amat baik". Israel Knohl menyampaikan hipotesis bahwa sumber "Priestly" memuat dikotomi tulang rusuk melayang untuk menjelaskan masalah kejahatan. [32] Hari ketujuh [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 2:2-4 2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

2:4(a) Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Catatan hari ketujuh [ sunting - sunting sumber ] Penciptaan diikuti oleh istirahat atau perhentian. Pada sastra Timur Dekat kuno, istirahat ilahi diperoleh dalam kuil pemujaan sebagai hasil munculnya tatanan ( order) di atas kekacauan ( chaos).

Istirahat dapat dipandang sebagai suatu "pelepasan" ( disengagement), setelah pekerjaan penciptaan sudah selesai, tetapi juga suatu "pengikatan" ( engagement), karena Allah sekarang hadir dalam bait-Nya untuk memelihara suatu alam semesta yang kokoh dan tertata. [33] Kejadian 2:4-25 [ sunting - sunting sumber ] "Penciptaan dalam tujuh hari" (dari "1493 Nuremberg Chronicle") Penciptaan laki-laki [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 2:4-7 2:4(b) Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, -- 2:5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan tulang rusuk melayang bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; 2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- 2:7 ketika itulah TUHAN Tulang rusuk melayang membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Catatan penciptaan laki-laki [ sunting - sunting sumber ] "membentuk" ( yatsar) Dalam Kejadian 1 kata khas untuk tindakan Allah adalah bara, "menciptakan", termasuk dalam hal penciptaan manusia (ayat 26-27), tetapi dalam Kejadian 2 kata yang dipakai dalam kaitan dengan manusia pertama adalah "membentuk" ( yatsar), yaitu kata yang digunakan dalam konteks seorang pembuat periuk yang membuat periuk dari tanah liat.

[34] "nafas hidup" ( niš-maṯ khay-yîm) Allah menghembuskan nafas-Nya, "nafas hidup" ( niš-maṯ khay-yîm), ke dalam "tanah liat" ( adamah) itu sehingga menjadi "makhluk yang hidup" ( nefesh hayah).

" Nefesh" adalah suatu kata yang berarti "kehidupan", "vitalitas", "kepribadian yang hidup". Manusia ( adam) sama-sama menjadi nefesh dengan semua makhluk, tetapi teks ini mencatat bahwa pemberian kehidupan ini hanya dilakukan Allah untuk manusia.

[35] Penciptaan taman Eden [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 2:8-17 2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. 2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. 2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.

2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Catatan penciptaan taman Eden [ sunting - sunting sumber ] "Eden", di mana Allah menempatkan Taman Eden, diturunkan dari akar kata yang berarti "kesuburan".

Manusia pertama ditempatkan untuk bekerja di taman ajaib Allah yang subur. [36] "Pohon kehidupan" merupakan motif yang juga ada pada mitos Mesopotamia. Dalam Epos Gilgames sang pahlawan diberi sebuah tumbuhan yang bernama "orang menjadi muda pada usia tua", tetapi seekor ular mencuri tumbuhan itu daripadanya.

[37] Penciptaan perempuan [ sunting - sunting sumber ] Kejadian 2:18-25 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara.

Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan tulang rusuk melayang nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk daripadanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. Catatan penciptaan perempuan [ sunting - sunting sumber ] Perempuan pertama itu dinamai ishah (= "perempuan, wanita") dengan penjelasan bahwa ia diambil dari ish (= "laki-laki"). Tradisi eksegetika yang bertahan lama menafsirkan bahwa penggunaan rusuk dari sisi seorang laki-laki menekankan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai derajat yang sama, karena perempuan diciptakan dari bahan yang sama dengan laki-laki, dan diberi kehidupan dengan cara yang sama dengan laki-laki.

[38] Sesungguhnya kata yang diterjemahkan sebagai "rusuk" dapat pula diterjemahkan sebagai "sisi", "kamar" atau "tiang penyangga". [39] Di kemudian hari, setelah kisah taman Eden berakhir, perempuan itu mendapat nama "Hawa" ( Hawwah), yang dalam bahasa Ibrani berarti "hidup", dari akar kata yang juga berarti "ular".

[40] Komposisi [ sunting - sunting sumber ] Tulang rusuk melayang bertulisan paku/ kuneiform yang memuat epos Atra-Hasis pada British Museum Sumber [ sunting - sunting sumber ] Tradisi menyatakan bahwa Kitab Kejadian disusun oleh Musa.

Namun, ada sejumlah sarjana Alkitab yang menganggap bahwa kitab tulang rusuk melayang bersama dengan empat kitab selanjutnya (yang menjadi Taurat menurut orang Yahudi atau "Pentateukh" menurut para sarjana Alkitab), merupakan "karya gabungan, hasil dari banyak tangan dalam periode yang panjang" [41] Salah satu hipotesis adalah bahwa naskah utama Pentateukh pada mulanya disusun pada akhir abad ke-7 atau abad ke-6 SM (oleh sumber Yahwis/ Jahwist), dan ini kemudian dikembangkan dengan tambahan berbagai kisah dan hukum (sumber Imam/ Priestly) menjadi bentuk sekarang.

[42] Ada yang melihat bahwa sumber ini muncul dalam urutan yang terbalik untuk pasal 1 dan 2: Kejadian 1:1–2:3 adalah dari sumber Priestly sedangkan Kejadian 2:4–25 adalah dari sumber Yahwist. Ada pula yang melihat bahwa bagian pertama dan kedua tersebut sebenarnya berasal dari dua lempengan prasasti berbeda, berdasarkan pemisahan oleh kalimat/frasa yang mengandung kata " Toledot", yang kemudian digabungkan oleh Musa, di mana bagian kedua merupakan catatan pribadi manusia pertama Adam yang berlanjut sampai ke Kejadian 5:1.

[43] [44] Struktur [ sunting - sunting sumber ] Kisah penciptaan yang terdiri dari dua bagian itu termuat dalam dua pasal pertama Kitab Kejadian. [45] (Tidak ada pembagian pasal maupun ayat pada naskah bahasa Ibrani asli, lihat " Pasal dan ayat dalam Alkitab".) Bagian pertama (1:1 sampai 2:4a) menggunakan struktur berulang dari "kerja" (fiat) ilahi dan penggenapannya, kemudian pernyataan "Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ke-[ x]" untuk enam hari penciptaan.

Pada tiga hari yang pertama setiap harinya ada tindakan pemisahan: • hari pertama: pemisahan gelap dan terang • hari kedua: pemisahan "air yang di atas" dan "air yang di bawah" • hari ketiga: pemisahan laut dan daratan.

Pada tiga hari berikutnya pemisahan ini diisi: • hari keempat: mengisi kegelapan dan terang dengan matahari, bulan dan bintang-bintang. • hari kelima: mengisi laut dan udara dengan ikan-ikan dan burung-burung. • hari keenam: mengisi daratan dengan binatang darat dan manusia. [46] Kedua kisah penciptaan ini tulang rusuk melayang komplementer atau saling melengkapi bukan tumpang tindih, di mana bagian pertama lebih berpusat pada rencana penciptaan semesta, sedangkan yang kedua berpusat pada manusia sebagai pemelihara lingkungan dan agen moral.

[45] Ada paralel yang signifikan di antara kedua kisah itu, tetapi juga ada perbedaan signifikan. Bagian pertama mengikuti skema tujuh hari, sedangkan bagian kedua bersifat cerita yang mengalir dari pembentukan manusia, taman Eden, dan penciptaan perempuan pertama serta institusi pernikahan. Perbandingan dengan catatan Mesopotamia [ sunting - sunting sumber ] Marduk, dewa Babel, menghancurkan Tiamat, naga kekacauan purba Perbandingan mitologi ( comparative mythology memberikan perspektif sejarah dan lintas budaya bagi mitologi Yahudi.

Ada anggapan bahwa sumber-sumber di balik kisah Penciptaan menurut Kitab Kejadian meminjam tema-tema dari mitologi Mesopotamia, tetapi diadaptasi ke dalam kepercayaan satu Allah, [47] membentuk suatu kisah penciptaan monoteistik, berlawanan dengan mitos-mitos penciptaan politeistik pada budaya-budaya di sekitar Israel kuno.

[48] Genre [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Literary genre, Myth (disambiguation), dan Narrative Makna yang dapat diturunkan dari kisah penciptaan menurut Kitab Kejadian ini tergantung dari pengertian pembaca mengenai genre, atau penggolongan "jenis" kesusastraan: "ada perbedaan besar apakah pasal-pasal pertama Kitab Kejadian dibaca sebagai kosmologi ilmiah, mitos penciptaan, atau catatan sejarah".

[50] Jika genre teks ini disalahartikan, maka akan terjadi kesalahpahaman mengenai tujuan pengarang dan budaya penulisan. [51] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • ^ Leeming 2010, hlm. 126. • ^ Levenson 2004, hlm. 13.

tulang rusuk melayang

• ^ Hyers 1984, hlm. 74. • ^ Wenham 1987, hlm. 6. • ^ Bandstra 2008, hlm. 38–39. • ^ Walton 2006, hlm. 183. • ^ Spence 2010, hlm. 72. • ^ Knight 1990, hlm.

175–176. • ^ a b Walton 2001. • ^ Alter 2004, hlm. 17. • ^ Thompson 1980, hlm. 230. • ^ Wenham 2003a, hlm. 29. • ^ Blenkinsopp 2011, hlm. 33–34. • ^ Hamilton 1990, hlm. 111–114. • ^ Tulang rusuk melayang 2003, hlm. 158. • ^ Bandstra 2008, hlm. 39. • ^ Hamilton 1990, hlm. 122. • ^ Seeley 1991, hlm. 227. • ^ Walton 2003, hlm. 158–159. • ^ Seeley 1997, hlm. 236. • ^ Bandstra 2008, hlm. 41. • ^ a b Kissling 2004, hlm.

106. • ^ Bandstra 2008, hlm. 41–42. • ^ Walsh 2001, hlm. 37 (fn.5). • ^ Hamilton 1990, hlm. 127. • ^ Walton 2003, hlm. 160. • ^ Alter 2004, hlm. 18–19,21. • ^ Kvam et al. 1999, hlm. 24. • ^ Davidson 1973, hlm. 24. • ^ Levenson 2004, hlm. 14. • ^ Rogerson 1991, hlm. 19ff. • ^ Knohl 2003, hlm.

13. • ^ Walton 2006, hlm. 157–158. • ^ Alter 2004, hlm. 20, 22. • ^ Davidson 1973, hlm. 31. • ^ Levenson 2004, hlm. 15. • ^ Davidson 1973, hlm. 29. • ^ Hugenberger 1988, hlm. 184. • ^ Jacobs 2007, hlm. 37. • ^ Hastings 2003, hlm. 607. • ^ Speiser 1964, hlm.

xxi. • ^ Davies 2001, hlm. 37. • ^ Damien F. Mackey. The First Book of Moses and the 'toledot' of Genesis • ^ Wiseman, P.J. Clues to Creation in Genesis (Marshalls paperbacks) D. J. Wiseman (Editor). HarperCollins Distribution Services. 1977. ISBN 978-0-551-05567-4 • ^ a b Alter 1981, hlm. 141. • ^ Ruiten 2000, hlm. 9-10.

• ^ Sarna 1997, hlm. 50. • ^ Leeming 2004. • ^ Keel 1997, hlm. 20. • ^ Wood 1990, hlm. 323-324. • ^ Andersen 1987, hlm. 142.

Pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Alter, Robert (1981). The art of Biblical narrative. Basic Books. ISBN 9780465004270. • Tulang rusuk melayang, Robert (2004). The Five Books of Moses. W. W. Norton & Company. ISBN 0-393-33393-0. • Andersen, Francis I. (1987). "On Reading Genesis 1-3".

Dalam O'Connor, Michael Patrick; Tulang rusuk melayang, David Noel. Backgrounds for the Bible. Eisenbrauns. ISBN 9780931464300. • Aune, David E. (2003). "Cosmology". Westminster Dictionary of the New Testament and Early Christian Literature. Westminster John Knox Press. ISBN 9780664219178. • Bandstra, Barry L. (2008). Reading the Old Testament: An Introduction to the Hebrew Bible. Wadsworth Publishing Company. hlm. 576. ISBN 0-495-39105-0. • Blenkinsopp, Joseph (2011). Creation, Un-Creation, Re-Creation: A Discursive Commentary on Genesis 1-11.

T&T Clarke International. ISBN 9780567372871. • Bouteneff, Peter C. (2008). Beginnings: Ancient Christian Readings of the Biblical Creation Narrative. Grand Rapids, Michigan: Baker Academic. ISBN 978-0-8010-3233-2. Hapus pranala luar di parameter -title= ( bantuan) • Brettler, Mark Zvi (2005). How To Read the Bible. Jewish Publication Society.

ISBN 9780827610019. • Brueggemann, Walter (1982). "Genesis 1:1-2.4". Interpretation of Genesis. Westminster John Knox Press. hlm. 382. ISBN 978-0-8042-3101-5. • Carr, David M. (1996). Reading the Fractures in Genesis. Westminster John Knox Press. ISBN 0-664-22071-1. • Carr, David M. (2011). "The Garden of Eden Story". An Introduction to the Old Testament.

John Wiley & Sons. ISBN 9781444356236. • Cotter, David W (2003). Genesis. Liturgical Press. ISBN 9780814650400. • Cross, Frank Moore (1973). " The Priestly Work". Canaanite Myth and Hebrew Tulang rusuk melayang Essays in the History of the Religion of Israel. Harvard University Press. hlm. 394. ISBN 0-674-09176-0. Hapus pranala luar di parameter -chapter= ( bantuan) • Dalley, Stephanie (2000). Myths from Mesopotamia: creation, the flood, Gilgamesh, and others. Oxford University Press.

ISBN 9780192835895. • Davidson, Robert (1973). Genesis 1-11. Cambridge University Press. ISBN 9780521097604. • Davies, G.I. (2001). "Introduction to the Pentateuch". Tulang rusuk melayang Barton, John; Muddiman, John. Oxford Bible Commentary. Oxford University Press. ISBN 9780198755005. • Fishbane, Michael (2003). Biblical Myth and Rabbinic Mythmaking. Oxford University Press. ISBN 0-19-826733-9. Hapus pranala luar di parameter -title= ( bantuan) • Friedman, Richard Elliott (2003).

The Bible with Sources Revealed. HarperCollins. ISBN 9780061951299. • Hamilton, Victor P (1990). The Book of Genesis: Chapters 1-17. New International Commentary on the Old Testament (NICOT). Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company. hlm. 540. ISBN 0-8028-2521-4. • Hastings, James (2003). Encyclopedia of Religion and Ethics, Part 10. Kessinger Publishing. ISBN 978-0-7661-3682-3. tulang rusuk melayang Heidel, Alexander (1963).

Babylonian Genesis (edisi ke-2nd). Chicago University Press. ISBN 0-226-32399-4. Hapus pranala luar di parameter -title= ( bantuan) • Heidel, Alexander (1963). The Gilgamesh Epic and Old Testament Parallels (edisi ke-2nd Revised). Chicago University Press. ISBN 0-226-32398-6. Hapus pranala luar di parameter -title= ( bantuan) • Hugenberger, G.P. (1988). "Rib". Dalam Bromiley, Geoffrey W. The International Standard Bible Encyclopedia, Volume 4.

Eerdmans. ISBN 9780802837844. • Hutton, Jeremy (2007). Isaiah 51:9-11 and the Rhetorical Appropriation and Subversion of Hostile Theologies. Journal of Biblical Literature. 126. Society of Biblical Literature. JSTOR 27638435. • Hyers, Conrad (1984). The meaning of creation: Genesis and modern science. Westminster John Knox. ISBN 9780804201254.

• Jacobs, Mignon R (2007). Gender, Power, and Persuasion: The Genesis Narratives and Contemporary Perspectives. Baker Academic. • Janzen, David (2004). The social meanings of sacrifice in the Hebrew Bible: a study of four writings. Walter de Gruyter Publisher. ISBN 978-3-11-018158-6. • Kaiser, Christopher B. (1997). Creational theology and the history of physical science.

Brill. ISBN 9004106693. • Kaplan, Aryeh (2002). "Hashem/Elokim: Mixing Mercy with Justice". The Aryeh Kaplan reader: the gift he left behind. Mesorah Publication, Ltd. hlm. 224. ISBN 0-89906-173-7. Diakses tanggal 29 December 2010. • Keel, Othmar (1997). The symbolism of the biblical world.

Eisenbrauns. ISBN 9781575060149. • King, Leonard (2010). Enuma Elish: The Seven Tablets of Creation; The Babylonian and Assyrian Legends Concerning the Creation of the World and of Mankind.

Cosimo Inc. • Kissling, Paul (2004). Genesis, Volume 1. College Press. ISBN 9780899008752. • Knight, Douglas A (1990). "Cosmology". Dalam Watson E. Mills (General Editor). Mercer Dictionary of the Bible.

Mercer University Press. ISBN 9780865543737. • Knohl, Israel (2003). The Divine Symphony: The Bible's Many Voices. Jewish Publication Society. • Kooij, Arie van der (2010). "The story of Paradise in the light of Mesopotamian culture and literature". Dalam Dell, Katherine J; Davies, Graham; Koh, Yee Von.

Genesis, Isaiah, and Psalms. Brill. ISBN 9004182314. • Kugler, Robert; Hartin, Patrick (2009). An Introduction to the Bible. Eerdmans. ISBN 9780802846365. • Kutsko, John F. (2000). Between Heaven and Earth: divine presence and absence in the Book of Ezekiel. Eisenbrauns. ISBN 9781575060415. • Kvam, Kristen E.; Schearing, Linda S.; Ziegler, Valarie H., ed.

(1999). Eve and Adam: Jewish, Christian, and Muslim readings on Genesis and gender.

tulang rusuk melayang

Indiana University Press. hlm. 515. ISBN 0-253-21271-5. • Leeming, David A. (2010). Creation Myths of the World: An Encyclopedia. 1. ABC-CLIO. ISBN 9781598841749. • Leeming, David A. (2004). "Biblical creation". The Oxford companion to world mythology.

Oxford University Press. Diakses tanggal 2010-05-05. • Levenson, Jon D. (2004). "Genesis: introduction and annotations". Dalam Berlin, Adele; Brettler, Marc Zvi. The Jewish study Bible. Oxford University Press. ISBN 9780195297515. • Louth, Andrew (2001). "Introduction". Dalam Andrew Louth. Genesis 1-11. InterVarsity Press.

ISBN 9780830814718. • May, Gerhard (2004). Creatio ex nihilo (edisi ke-English trans. of 1994). T&T Clarke International. ISBN 9780567083562. • McDermott, John J. (2002). Reading the Pentateuch: a historical introduction. Paulist Press. ISBN 9780809140824. • McMullin, Ernin (2010). "Creation ex nihilo: early history". Dalam David B. Burrell, Tulang rusuk melayang Cogliati, Janet M. Soskice. Creation and the God of Abraham. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 9781139490788. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list ( link) • Nebe, Gottfried (2002).

"Creation in Paul's Theology".

tulang rusuk melayang

Dalam Hoffman, Yair; Reventlow, Henning Graf. Creation in Jewish and Christian Tradition. Sheffield Academic Press. ISBN 9780567573933. • Parrish, V. Steven (1990). "Creation". Dalam Watson E. Mills (General Editor). Mercer Dictionary of the Bible. Mercer University Press. ISBN 9780865543737. • Penchansky, David (Nov 2005). Twilight of the Gods: Polytheism in the Hebrew Bible. U.S.: Westminster/John Knox Press. ISBN 0-664-22885-2. • Propp, W.H. (1990). "Eden Sketches".

Dalam Propp, W.H.; Halpern, Baruch; Freedman, D.N. The Hebrew Bible and its interpreters. Eisenbrauns. ISBN 9780931464522. • Ruiten, Jacques T. A. G. M. (2000). Primaeval history interpreted. Brill. ISBN 9004116583. • Rogerson, John William (1991). Genesis 1-11. T&T Clark. ISBN 9780567083388. • Sarna, Nahum M. (1997). "The Mists of Time: Genesis I-II". Dalam Feyerick, Ada. Genesis: World of Myths and Patriarchs.

New York: NYU Press. hlm. 560. ISBN 0-8147-2668-2. • Ryken, Leland; Wilhoit, Jim; Longman, Tremper; Duriez, Colin, ed.

(1998). "Cosmology". Dictionary of biblical imagery. InterVarsity Press. ISBN 9780830867332. • Sawyer, John F.A. (1992). "The Image of God, the Wisdom of Serpents, and the Knowledge of Good and Evil". Dalam Paul Morris, Deborah Sawyer. A walk in the tulang rusuk melayang biblical, iconographical and literary images of Eden. Sheffield Academic Press Press. ISBN 9780567024473. • Seidman, Naomi (2010). "Translation". Dalam Ronald Hendel. Reading Genesis: Ten Methods. Cambridge University Press.

ISBN 9780521518611. • Seeley, Paul H. (1991). "The Firmament and the Water Above: The Meaning of Raqia in Genesis 1:6–8" (PDF).

Westminster Theological Journal. Westminster Theological Seminary. 53: 227–240. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-03-05. Diakses tanggal 2015-10-21. • Seeley, Paul H. (1997). "The Geographical Meaning of 'Earth' and 'Seas' in Genesis 1:10" (PDF). Westminster Theological Journal.

Westminster Theological Seminary. 59: 231–55. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2020-10-16. Diakses tanggal 2015-10-21. • Ska, Jean-Louis (2006). Introduction to reading the Pentateuch. Eisenbrauns. ISBN 9781575061221. • Smith, Mark S. (Oct 2002). The Early History of God: Yahweh and the Other Deities in Ancient Israel (edisi ke-2nd). William B Eerdmans Publishing Co. ISBN 0-8028-3972-X. • Smith, Mark S. (Nov 2001). The Origins of Biblical Monotheism: Israel's Polytheistic Background and the Ugaritic Texts (edisi ke-New).

Oxford University Press USA. ISBN 0-19-516768-6. • Soskice, Janet M. (2010). "Creatio ex nihilo: its Jewish and Christian foundations". Dalam Burrell, David B.; Cogliati, Carlo; Soskice, Janet M.; Stoeger, William R. Creation and the God of Abraham. Cambridge University Tulang rusuk melayang. ISBN 9781139490788.

tulang rusuk melayang

• Speiser, Ephraim Avigdor (1964). Genesis. Doubleday. • Spence, Lewis (1916 (reissued 2010)). Myths and Legends of Babylonia and Assyria. Cosimo, Inc. hlm. 72. ISBN 978-1616404642. Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) • Stenhouse, John (2000).

"Genesis and Science". Dalam Gary B. Ferngren. The History of Science and Religion in the Western Tradition: An Encyclopedia. New York, London: Garland Publishing, Inc. hlm.

tulang rusuk melayang

76. ISBN 0-8153-1656-9. • Stordalen, Terje (2000). Echoes of Eden. Peeters. ISBN 9789042908543. • Thomas, Matthew A. (2011). These Are the Generations: Identity, Covenant and the Toledot Formula. T&T Clark (Continuum). ISBN 9780567487643. • Thompson, J. A. (1980). Jeremiah. New International Commentary on the Old Testament (edisi ke-2nd). Wm. B. Eerdmans Publishing Company.

hlm. 831. ISBN 0-8028-2530-3. • Tsumura, David Toshio (2005). Creation Tulang rusuk melayang Destruction: A Reappraisal of the Chaoskampf Theory in the Old Testament. Eisenbrauns. ISBN 9781575061061. • Turner, Laurence A. (2009). Genesis. Sheffield Phoenix Press. ISBN 9781906055653.

tulang rusuk melayang

• Van Seters, John (1998). "The Pentateuch". Dalam McKenzie, Steven L.; Graham, M. Patrick. The Hebrew Bible Today: An Introduction to Critical Issues. Westminster John Knox Press. ISBN 9780664256524. • Van Seters, John (1992). Prologue to History: The Yahwist As Historian in Genesis. New International Commentary on the Old Testament. Westminster John Knox Press. ISBN 0-664-22179-3. • Walsh, Jerome T.

(2001). Style and structure in Biblical Hebrew narrative. Liturgical Press. ISBN 9780814658970. • Waltke, Bruce (1991). "The Literary Genre of Genesis, Chapter One" (PDF). Crux.

Westminster Theological Seminary. 27:4. • Walton, John H. (2006). Ancient Near Eastern Thought and the Old Testament: Introducing the Conceptual World of the Hebrew Bible. Baker Academic. ISBN 0-8010-2750-0. • Walton, John H. (2003). "Creation". Dalam T. Desmond Alexander, David Weston Baker. Dictionary of the Old Testament: Pentateuch. InterVarsity Press. ISBN 9780830817818. • Walton, John H. (2001). Genesis. Zondervan. ISBN 978-0-310-86620-6. • Walton, John H.; Matthews, Victor H.; Chavalas, Mark W.

(2000). "Genesis". The IVP Bible background commentary: Old Testament. InterVarsity Press. ISBN 9780830814190. • Wenham, Gordon (2003a). Exploring the Old Testament: A Guide to the Pentateuch. Exploring the Bible Series. 1. IVP Academic.

hlm. 223. • Wenham, Gordon (2003b). "Genesis". Dalam Dunn, James Douglas Grant; Rogerson, J. John William. Eerdmans Commentary on the Bible. Eerdmans. ISBN 9780802837110. • Wenham, Gordon (1987). Genesis 1-15. 1 and 2. Texas: Word Books. ISBN 0-8499-0200-2. • Whybray, R.N (2001). "Genesis". Dalam John Barton.

Oxford Bible Commentary. Oxford University Press. ISBN 9780198755005. • Wood, Ralpth C tulang rusuk melayang. "Genre, Concept of".

Dalam Watson E. Mills tulang rusuk melayang Editor). Mercer Dictionary of the Bible. Mercer University Press. ISBN 9780865543737. • Wright, J. Edward (2002). The Early History of Heaven.

Oxford University Press. ISBN 9780195348491. • Wylen, Stephen M. (2005). "Chapter 6 Midrash". The seventy faces of Torah: the Jewish way of reading the Sacred Scriptures. Paulist Press. hlm. 256. Tulang rusuk melayang 0-8091-4179-5.

Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Creation according to Genesis. Teks Alkitab [ sunting - sunting sumber ] • Chapter 1 Chapter 2 (Hebrew-English text, translated according to the JPS 1917 Edition) • Chapter 1 Chapter 2 Chapter 3 (Hebrew-English text, with Rashi's commentary. The translation is the authoritative Judaica Press version, edited by Rabbi A.J.

Rosenberg.) • Chapter 1 Diarsipkan 2011-08-06 di Wayback Machine. Chapter 2 Diarsipkan 2011-08-04 di Wayback Machine. tulang rusuk melayang American Bible) • Chapter 1 Chapter 2 (King James Version) • Chapter 1 Chapter 2 (Revised Standard Version) • Chapter 1 Chapter 2 (New Living Translation) • Chapter 1 Chapter 2 (New American Standard Bible) • Chapter 1 Chapter 2 (New International Version (UK)) Teks Mesopotamia [ sunting - sunting sumber ] • "Enuma Elish", at Encyclopedia of the Orient Summary of Enuma Elish with links to full text.

• ETCSL—Text and translation of the Eridu Genesis ( alternate site Diarsipkan 2011-01-30 di Wayback Machine.) ( The Electronic Text Corpus of Sumerian Literature, Oxford) • "Epic of Gilgamesh" (summary) Diarsipkan 2005-12-30 di Wayback Machine. • British Museum: Cuneiform tablet from Sippar with the story of Atra-Hasis Kategori tersembunyi: • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Artikel mengandung aksara Ibrani • Galat CS1: pranala luar • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list • Galat CS1: tanggal • Pages using columns-list with unknown parameters • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 27 Januari 2022, pukul 04.47.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan tulang rusuk melayang berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • < Lampiran:Daftar isi < Kamus bahasa Sanskerta – bahasa Indonesia Kamus : Bahasa Sanskerta - Bahasa Indonesia, berupa daftar kata dalam Bahasa Sanskerta dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

A - B - C - D - Dh - E - F - G - H - I - J - K - L - M - Tulang rusuk melayang - Ng - Ny - O - P - Q - R - S - T - Th - U - V - W - X - Y - Z Urutan Hanacaraka: Ha - ( A - E - I - O - U) - Na - Ca - Ra - Ka - Da - Ta - Sa - Wa - La - Pa - Dha - Ja - Ya - Nya - Tulang rusuk melayang - Ga - Ba - Tha - Nga Daftar di bawah ini adalah 2300+ kata-kata dalam Bahasa Sanskerta/ Bahasa Jawa dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

A • aba: perintah; • aba-aba: memberi perintah • abah: alat, perkakas; • abah-abah, abahan: perkakas, alat-alat • abang: merah • abi: lebih, bagus, baik; • abicara: santet; • abicaraka: santet; • abilasa: hawa nafsu; • abimana: congkak, sombong; • abimantrana: restu, berkah; • abimata: 1 hormat; 2 bijaksana; • abinawa:mengagumkan, terpuji; • abipraya: cita-cita; • abirama: selaras, serasi; • tulang rusuk melayang repot, menyusahkan; • abirupa: cantik, indah; • abisatya: teman setia, sahabat karib; • abiséka: wisuda, penobatan; • abiwada: penghargaan; • abiwara: pelajaran; • abiyasa: pandai, bijak • abra: berkilauan, gemerlapan • abur: terbang, melayang • acala: bukit, gunung • acara: acara; • ngacarani: menyusun acara, menyambut • acitya: ilmu pengetahuan • ada: gagasan, prakarsa; • ada-ada: memprakarsai, mempelopori • adaka: banteng • adamar: lampu, pelita, dian • adang: menanak nasi • adanu: sinar, cahaya • adara: penghormatan, pujian • adarma: mengabdi, berjuang • adas: nama tumbuhan obat; • adas pula waras: jenis tumbuhan untuk jamu • adeg: berdiri, tegak; • ngadeg: berdiri; • adeg-adeg: 1 tongkat yang ditancapkan sebagai tanda; 2 tanda alinea dalam tulisan Jawa • adha: tangga • adhah: tempat, wadah • adhang: menunggu; • ngadhang: menunggu, menghadang • adhep: hadap, menghadap; • ngadhep, madhep: menghadap ke; • madhep mantep: menghadap dengan mantap, niat yang kuat • adhi: adik • adhi-adhi: ketuban • adhik: adik • adhum: teduh, rindang • adi: cantik, indah; • ngadi-adi: rewel, nakal, banyak tingkah; • adibusana: pakaian yang indah; • adidaya: lebih berkuasa; • adigang: menyombongkan kekuatan; • adiguna: menyombongkan kepandaian; • adigung: menyombongkan kebesaran; • adikara: berwibawa, berkuasa; • adilaga: perang; • adiluhung: agung, anggun, bernilai lebih; • adiluwih: lebih; • adimuka: penguasa, pembesar; • adinegara: negara yang lebih baik; • adipati: bupati, vatsal; • adiraga: bersolek, berhias; • adiraja: pemaaf, pemurah; • adiwarna: jenis yang lebih baik; • adiwignya: orang pandai • adil: imbang, rata; • pengadilan: tempat pengadilan • aditya: matahari • adnyana: akal, pikiran • ados: bungkuk, buah yang kecil • adpada: sembah, bakti • adreng: ingin sekali • adres: hujan deras • adri: gunung • adu: adu • adus: mandi; tulang rusuk melayang adus jamas: mandi besar, keramas; • adus getih: mandi darah, penuh luka; • ngadusi: memandikan • adyaksa: jaksa • adyapi: berkuasa, berwenang • agama: pedoman, jalan, tuntunan hidup • agar: pusar • agel: tali • agem: 1 ikatan padi; 2 pakai; • ngagem: memakai; • ngugemi: memegang, mempedomani; • ageman: pakaian, busana • ageng: besar, agung; • ki ageng: pembesar, penguasa • aglis: cepat, lekas • agni: api • agnya: perintah; • agnyana: pikiran • agra: pucuk, puncak • agrang: disandarkan; • magrang, mlagrang: melintang, mengganggu jalan • agreng: lebat, deras, meriah • agul-agul: kebanggaan, pahlawan • aguna: berguna, bemanfaat; • aguna kaya: kekayaan, harta benda • agung: 1 besar; 2 penuh • agus: bagus, tampan • aguyu: tertawa • agya: cepat, segera • agyat: 1 giat, rajin; 2 gemebyar • ahengkara: nafsu jahat, durhaka • ahingani: mumpuni, terpercaya • ahwaya: nama, asma • ajag: liar • ajang: piring • ajap: harapan, cita-cita; • ngajab: berharap • ajar: 1 belajar; 2 brahmana; • ajaran: 1 ajaran, ilmu yang diajarkan; 2 aliran; • diajar: 1 diberi pelajaran; 2 dipukuli, diberi peringatan; • ki ajar: guru, orang yang mengajar; • kurang ajar: nakal, kurang ajar; • ngajari: mengajari, mendidik; • pelajaran: pelajaran, bahan yang diajarkan • ajeg: tetap, sama • ajeng: 1 mau; 2 ayu; • majeng: maju • ajèr: melebur, mencair • aji: 1 raja; 2 ilmu, nilai, harga; • aji-aji: ilmu kedigjayaan; • aji jaya kawijayan: ilmu perang; • aji panglimunan: ilmu menghilang; • aji pengasihan: ilmu agar dicintai seseorang; • ora aji: tidak berharga, tidak laku • ajil: jajan • ajir: 1 hancur; 2 patokan • ajrih: takut, cemas • aju: cepat, maju; • ajur: hancur, remuk; • ajur mumur: hancur lebur • akal: akal, pikiran; • akal bakal: asal gagasan • akalpa: barang indah, hiasan • akar: akar • akara: wujud, rupa • akasa: langit, angkasa • akèh: banyak • akep: dekap; • ngakep: memeluk, mendekap • aki: kakek • akik: batu permata • aking: kurus kering • akral: hebat, kuat • akram: berkilauan, bercahaya • aksa: mata, penglihatan • aksama: ampunan, memaafkan; • pangaksama: ampunan • aksamala: tasbih, tanda kesucian • aksara: abjad, huruf • aksatriya: kesatria • aksi: 1 mata, penglihatan; 2 tindakan • aku: aku, saya; • ngaku: mengakui • akum: rendam, terendam • akur: rukun, cocok, sesuai • akwan: menyuruh, memerintahkan • akwayan: kawan, teman • akyan: mata, penglihatan • almanak: almanak, takwin • ala: jelek, buruk; • alan-alan: segala hal yang buruk • alab: tergenang air; • ngalab: mengambil; • ngalab berkah: mengambil/ mencari berkah; • ngalab nyaur: hutang dan membayar hutang • alad: nyalad, nyala api; • ngalad-alad: menyala-nyala • alah: kalah; • alah déné: walaupun begitu; • alah nganggur: daripada tidak bekerja; • alah ora: daripada tidak; • alah silih: daripada menukar; • ngalah: mengalah • alang: halangan, rintangan; • alangan: halangan, rintangan; • ngalang: melintang, malang; • alang ujur: malang mujur, malang melintang • alang-alang: jenis rumput, ilalang • alangen: bersenang-senang • alap-alap: burung sejenis bangau • alas: hutan; • alas greng: hutan belantara; • alas gung liwang-liwung: hutan belantara • alasan, alesan: alasan, dalih • alawan: melawan • aldaka: gunung, bukit • alem: puji; • aleman: suka dipuji • alembana: pujian • aleng: remak • alep: indah, bagus • aleran: alir, aliran • ali: biasa, sudah sering; • ali-ali: cincin • alih: pindah; • malih: berubah • alimerut: jimat, pusaka • aling: tirai, pembatas; • aling-aling: pembatas, penutup; • aling-alingan: bersembunyi • aliran: 1 saluran; 2 versi, faham • alis: alis mata; • alis-alis: tanda yang menyerupai kening • alit: kecil, mungil • aliwawar: topan, angin ribut • alon: pelan, tenang; • alon-alon: pelan-pelan • alpa: cacat, cela • alpaprana: huruf biasa • alpita: cacat, cela • alu: antan, alat penumbuk padi • alub: direbus, dimasak • aluk: remak, lebih baik • alum: layu • alun: tulang rusuk melayang besar, gelombang • alun-alun: 1 alun-alun, lapangan besar depan/belakang kraton/kabupaten; 2 pelan-pelan • alung: lebih baik, lumayan • alup: melolong, meraung • alur: alur, silsilah; • alur waris: hubungan persaudaraan • alus: halus • aluwung: lebih baik • ama: hama, penyakit tanaman • amah: sangat marah, suka makan • aman: aman, selamat • amang: diacu • amara: dewa, Tuhan • amarah: amarah • amarga: sebab, karena; • amargi: sebab, karena • amba: 1 lebar; 2 hamba; 3 saya • diambah: dijamah, dilalui; • ngambah: melalui, melewati • ambak: meskipun demikian • ambal: 1 berulang kali; 2 permadani; • ambal-ambalan: berkali-kali; • ambal warsa: ulang tahun • amban: lamban, pelan • ambar: wangi, semerbak; • ambarukma: semerbak harum mewangi • ambara: udara, angkasa • diambat: ditarik, dipegang telinga • ambaudhendha nyakrawati: adil bijaksana dalam memerintah dunia • ambawang: jenis buah mangga • ambawani: memulai • ambek: hati, perasaan; • ambek adil paramarta: penuh dengan rasa adil dan bijaksana; • ambek darma: dermawan; • ambek pati: berani mati; • ambek siya: menyia-nyiakan, suka menganiaya; • ambek sura: pemberani, sombong; • ambek wani: pemberani, pahlawan; • ambek welas: pemurah, belas kasihan • amben: 1 ikat, pengikat perut untuk bayi; 2 tiap, setiap • ambengan: nasi kenduri; • ambeng-ambeng: duduk melingkari nasi kenduri • ambèr: meluap, tertumpah airnya • ambet: bau • ambetan: durian • ambles: ambles, tenggelam dalam tanah • ambo: digelar, dibentangkan • amboja: menjamu makanan; • amboja krama: pesta makan-makan • ambra: membesar, merajalela • ambrah: diratakan supaya tempatnya penuh • ambral: admiral, jendral • ambrastha: memberantas • ambrih: agar, supaya • ambrik: wangi, semerbak • ambring: sunyi, senyap • ambruk: ambruk, runtuh • ambrung: suara menggelegar • ambu: bau; • mambu: berbau • ambung: cium; • ngambung: mencium • ambur: hambur, tabur • ambus: mencium untuk bau-bauan • ambuwaha: mendung, awan • ambyah: ada di mana-mana; • ngambyah-ambyah: tidak ringkas, terlalu melebar persoalannya • amerga: karena, sebab • amèt: mengambil, mencari; • amèt ati: mengambil hati • amlas asih: berbelas kasih • amogasidi, amogasakti: sakti sekali • amoh: rusak, robek • among: mengasuh, memelihara; • among dagang: menjaga dagangan, berjualan; • among hyun: menjaga cita-cita, meraih idaman; • among karsa: menjaga gagasan, idealisme; • among kisma: menjaga rumah, menunggu; • among praja: pegawai pemerintahan; • among raga: olah raga; • among slira: menjaga diri, berdandan; • among tani: bertani, bercocok tanam; • among tuwuh: bercocok tanam • amor: bergaul, bercampur • amot: memuat, mengandung • ampad: rata; • ampadan: daun tembakau yang bawah • ampah: tahan, cegah • ampak-ampak: kabut • ampal: tawon, lebah • ampang: ringan • ampar: sambar; • amparan: dampar, tempat duduk raja • ampas: 1 ampas, sisa; 2 sayur (bukan kuah) • ampeg: berat • ampeh: ditahan • ampèh: tidak terlalu tajam menurun/meninggi • ampèk: hingga, sampai • ampel: jejal, sesak • amperu: empedu • ampet: ditahan; • ngampet: menahan • ampik-ampik: dinding penutup yang terletak di bubungan rumah • ampil: selir; • ngampil, nyuwun ngampil: meminjam • amping: tulang rusuk melayang • nyamping: kain • ampir: mampir, singgah • ampu: menghina, memaksa • ampuh: hebat, manjur; • ampuhan: 1 andalan; 2 prahara • amput: berbeda jauh • amrat: berat, muat • amreta: air kehidupan • amrik: wangi, semerbak • amril: ampelas, kertas penghalus • amud: mengulum, mengunyah • amung: hanya, cuma • amur: salin rupa • ana: ada • anak: anak, putra; • anak angkat: anak pungut; • anak bojo: anak istri, keluarga; • anak haram: anak yang lahir akibat perselingkuhan; • anak mas: anak yang terkasih; • anak pupon: anak pungut; • anak putu: anak cucu • anala: api • anam: anyam, ditata rapi; • nganam: menganyam • anana: mulut, lesan • anang: kasmaran, jatuh cinta • ananta: bermacam-macam; • ananta kusuma: bunga berwarna-warni • anapi: tetapi, namun • anapun: adapun • anarawata: selalu, senantiasa • ancak: menyerang, menyerbu • ancal: bunga talas • ancala: gunung, bukit • ancang: ancang-ancang, membuat jarak lompat • ancar: menohok • ancara: menyambut, ucapan selamat • ancas: tujuan, maksud; • ngancas: memintas jalan • anceng: menyediakan, menjamin • ancer: kira-kira, dugaan; • ancer-ancer: patokan • ancik: naik, tumpang; • ancik-ancik: menginjak • anco: cangkul kecil • andaka: banteng • andakara: matahari, surya • andam: pakis, pohon paku • andamar: sebagai pelita • andana warih: darah biru, bangsawan • andanu: 1 panah; 2 mendung; 3 kerbau • andaru: wahyu, kebahagiaan • andasih: mengabdi • andel-andel: andalan, pusaka; • ngandel: percaya, yakin; • diandelaké: dipercaya • ander: penuh, meluap • anderpati: pemberani • andèwi: nama tumbuh-tumbuhan • andhah: rendah, bawah; • andhahan: bawahan, anak buah • andhan-andhan: ikal mayang (rambut) • andhang: sandaran, tempat bergantung • andhap: rendah, bawah; • andhapan: 1 bawahan, rendahan; 2 babi hutan; • andhap asor: rendah hati, sopan santun • andhar: uraian, penjelasan • andhé: umpama, misal • andheg: henti; • mandheg: berhenti • andhèk ngendi: ada di mana; • andhèkane: padahal hanya begitu • andheman: lekukan di dada binatang • andhéné: padahal cuma begitu • andheng-andheng: tahi lalat • andhèr: meluber, meluap • andhesthi: mengerjakan, membuat • andhih: bergeser, dikalahkan • andhingané: kemarin, yang lalu • andhong: dokar, kereta kuda • andhuk: handuk • andik: mata melotot, penglihatan tajam • andika: 1 berkata; 2 anda; • jengandika: anda; • ngandika: berkata • andon: olah, laku; • andon asmara: bermain cinta; • andon gawé: berbagi kerja; • andon laku: melakukan perjalanan; • andon lulut: bermain cinta; • andon nyerèt: menghisap ganja; • andon tuwa: menikmati hari tua; • andon-andon: sering kunjung • andong: tulang rusuk melayang, nama tumbuhan • andrawina: jamuan, hidangan • andrepati: tak takut mati, nekad • andu: sumur • andulur: mengiring, berderet-deret • andum: bagi, membagi; • andum gawé: berbagi kerja; • andum laku: berpisah untuk meneruskan perjalanan; • andum slamet: saling mendoakan selamat • anduta: mengutus duta • anéka: bermacam-macam, beraneka; • anéka rasa: bermacam-macam rasa; • anéka rupa: bermacam-macam rupa; • anéka warna: bermacam-macam warna • anem: enam • anèm: muda, taruna • anèng: berada di • angeb: berteduh • angen-angen: pikiran, gagasan • angga: badan • angga-angga: laba-laba • anggada: gelang • anggah, anggeh: tepat, kokoh • anggakara: berani, pahlawan • anggal: tidak penuh, kurang berisi • anggana: 1 perempuan; 2 sendiri; • anggana raras: sangat cantik, indah • anggang-anggang: labah-labah air • angganjar: memberi ganjaran • anggar: pusaka, sejenis pedang tulang rusuk melayang anggara: hari Selasa; • Anggara Kasih: Selasa Kliwon • anggarbini: hamil, mengandung • anggé: tulang rusuk melayang, menggunakan; • panggènan: tempat tinggal; • anggé-anggé: pakaian, busana • anggeng: langgeng, tetap • anggep: anggap, menganggap • angger: setiap, kalau; • angger-angger: pedoman, undang-undang, peraturan • anggèr: panggilan untuk anak • anggi-anggi: rempah-rempah • anggit: gagasan, pikiran; • nganggit: mengarang • angglang: tampak jelas, nyata • angglong: menyurut, surut • anggo: pakai, guna; • nganggo: memakai; • anggon: pakaian, busana • anggota: anggota, peserta • anggotong: menggotong, membawa secara bersama-sama • anggrah-anggrah: berserakan, barang tak berguna • anggrèk: nama bunga, jenis kembang • angguk: mengangguk, tunduk • anggung: selalu, senantiasa • anggur: 1 menganggur; 2 buah anggur • anggya: pakai, memakai • angi: mengipasi nasi panas • angik: melepas biji padi dari tangkainya dengan digilas • angin: udara yang bergerak; • angin darat: angin yang berasal dari daratan; • angin laut: angin yang berasal dari lautan; • angin-anginan: tidak punya pendirian • anging: tetapi, namun • angka: angka; • angkawijaya: nama tokoh wayang (Abimanyu) • angkah: cita-cita, gagasan • angkalan: halangan • angkara: jahat, tamak; • angkara murka: kejahatan yang berkobar • angkat: angkat, junjung • angker: keramat, wingit; • angker kepati-pati: sangat angker • angkil: uang perjanjian, uang kontrak • angkin: ikat pinggang • angklah: terasa sakit, nyeri • angkuh: sombong, angkuh • angkus: udara, langit, angkasa • anglaksa: melepasi • anglek: 1 sedih sekali, 2 manis sekali • anglep: elok, indah, molek • angling: bersabda, berkata; • angling darma: sabda yang baik • anglir: seperti, mirip • anglo: anglo, dapur yang dibuat dari tanah liat yang bahan bakarnya dari arang • anglocita: mengutarakan isi hati • anglung: pucuk daun muda • anglur selur: berjalan terus, hilir mudik tiada henti • angok: surut, berkurang, susut; • angok-angok: melihat-lihat • angon: menggembala, menjaga ternak; • angon ulat: memperhatikan tingkah orang lain • angrèh: menyuruh, memerintah • angrem: mengeram • angsa: loba, tamak, ambisius; • ngangsa: ambisius • angsab: sebanding, sepadan • angsah: asah; • angsah jurit: perang • angsaka: 1 musuh; 2 bunga angsoka • angsal: mendapat, memperoleh; • angsal-angsal: oleh-oleh • angsana: bunga angsana; • angsana singa: dampar, tampat duduk raja • angsang: ingsang • angsar: khasiat benda keramat yang dapat mendatangkan nasib mujur • angsoka: bunga angsoka • angsring: sering, kerap kali • angsu: mencari, mengambil; • ngangsu kawruh: mencari ilmu pengetahuan • angsung: memberi • angsup: berlindung, berteduh • angsur: terengah-engah; • ngangsur: mengangsur • angus: 1 hangus, terbakar; 2 arang • anguswa: mencium • ani-ani: mengetam, panen • aniaya: aniaya, kejam • anih: malas, tak suka bekerja • anik, anikna: tetapi, akan tetapi • anila: angin, udara • anindha: kebaikan, kebajikan • anindita: sempurna, paripurna • anindya: cantik jelita; • anindyaguna: kecantikan yang berguna; • anindyamantri: patih, wakil; • anindyawati: tercantik di dunia • aning, aningna: tetapi, namun • anis: pergi, hilang • anitya: tidak langgeng, tidak kekal • anja: berhasil, sukses, tercapai • anjaba: kecuali, di samping itu • anjali: menyembah, berbakti • anjana: 1 gajah; 2 muda; 3 berbakti; • anjani: 1 berbakti; 2 mudi • anjang-anjang: sandaran untuk penguat tumbuhan • anjap: para-para • anjasmara: pandai bercinta, pintar • anjaya: jaya, menang • anji: jera, kapok, bosan • anjrah: semerbak, meliputi, merasuk ke berbagai tempat • anjrak: terus bertempat tinggal • anjum: berjabat, mencium; • anjum asta: berjabat tangan; • anjum tangan: berjabat tangan • anjun: tukang membuat gerabah, bahan dari tanah liat • anol: ikut, mengikuti, menurut • anom: muda, taruna; • anoman: nama tokoh wayang • anon: melihat, mengetahui • anor raga: sopan, santun • anrang: menyerbu, menyerang • anta: tulang rusuk melayang lebih; 2 terakhir; • antaboga: nama toko wayang, naga penjaga bumi; • antakara: matahari; • antakusuma: 1 berbagai macam bunga; 2 kutang yang membuat bisa terbang tanpa sayap (milik Gathutkaca, pewayangan); • antapura: istana, kerajaan; • antareja: nama tokoh wayang yang bisa masuk ke dalam bumi; • antasura: ular; • antawacana: dialog, percakapan • antah: tawar; • antah berantah: antah berantah, sekedar sebut • antaka: 1 meninggal dunia, wafat; 2 mayat • antanu: tinta • antar: panjang, lebar; • antariksa: angkasa, dirgantara; • antarlina: musnah, hilang • antara: antara, jarak • antelu: telur • antem: hantam, pukul; • antem krama: pukul rata, ngawur • anteng: tenang, tidak banyak tingkah • anthuk: angguk, tanda setuju; • manthuk: mengangguk • anti: 1 tunggu, menanti; 2 lawan • antiga: telur • ngantih: memintal benang; • prawan ngantih: perawan memintal • antihanta, antiyanta: lebih, sangat • anting: tas, keranjang rotan; • anting-anting: anting-anting; • antingan: anting-anting • antrah: perbuatan, tingkah laku • antrakusuma: 1 berbagai macam bunga; 2 nama kutang milik Gathutkaca (wayang) • antru: sangga, disangga; • ngantru: menyangga • antu: tunggu, menanti • antuk: mendapat; • mantuk: pulang, kembali; • ngantuk: mengantuk • antya, antyanta: sangat berlebihan; • antya-basa: bahasa yang berlebihan • anubawa: pahala, anugerah; • anugraha: anugerah, karunia; • anukara: menyamai; • anukarta: 1 menurut, ikut; 2 mengarang, menggubah; • anumata: ijin, kerelaan; • anumerta: almarhum; • anuraga: sopan, tata krama; • anusasana: perintah, tugas; • anuswara: suara hidung, sengau • anung: tulang rusuk melayang, terpilih • anunga: kuasa, utama • anut: menurut, ikut; tulang rusuk melayang manut: menurut • anyam: mengayam; • anyama: muda, taruna • anyang: menawar harga; • anyang-anyengen: 1 ragu-ragu; 2 sakit kandung kemih • anyar: baru • anyawar: nama tumbuhan • anyeb: dingin, sejuk • anyeng: dihela, ditarik • anyep: dingin, sejuk, tawar; • anyep njekut: dingin sekali • anyer: berdiri tak sopan • anyes: dingin sekali, sangat sejuk; • anyles: dingin sekali • apa: apa; • apa-apa: 1 sesuatu hal; 2 kayu apa-apa • apadgata: seketika • apah: air • apajeng: songsong, payung • apak, apang: akan, hendak • apaka: kabut • apal: hafal, terekam di pikiran • apan: sebab, karena; • apan-apan: palang garu, bagian dari bajak • apapa: aniaya, dzalim • aparan: apa, bagaimana • apariminta: lebih, kelebihan, kebaikan • apekan: mendung, mega • apel: buah apel • apèl: apel, berbaris • api: 1 pura-pura; 2 jenis awalan; • apirowang: pura-pura menjadi kawan; • apitambuh: pura-pura tidak kenal; • apituwin: lagi pula, dan lagi • apik: baik, bagus, indah, molek • apitara: gelar • apyu: api • apyun: opium • aplala: terlebih-lebih • apsara: dewa • apsari, apsekar: bidadari • apti: maksud, cita-cita; • kapti: cita-cita • apu: kapur lunak yang dikunyah bersama sirih • apura: maaf, ampun; • pangapura: ampunan; • apunten: maaf, ampun; • pangapunten: 1 ampunan; 2 tidak tahu menahu; • punten dalem sewu: maaf tidak mengerti • apuran: selokan, saluran air • apus: bohong, tipu, muslihat; • apus krama: kebohongan, tipu daya • apuwa, apruwa: mari, silahkan, ayo • ara-ara: padang ilalang, gurun • arah: arah, tujuan; • arah-arah: hati-hati; • arahan: arahan, petunjuk, saran • arak: 1 arak, minuman keras; 2 mau; • arak-arakan: konvoi, pawai; • ngarak: beranak-pinak, berkembang biak • aran: nama, sebutan • arang: jarang; • arang kadhing: jarang sekali; • jati ngarang: padat sekali; • ngarang: mengarang, berkarya • aras: 1 pipi; 2 cium; • aras-arasen: malas-malasan; • aras kembang: terkasih, tersayang • arca: arca, patung; • arcapada: tulang rusuk melayang, jagat semesta • arcana: hormat; • mangharcana: menghormati • arda: nafsu, serakah; • ardacandra: bulan tanggal muda; • ardana: harta, uang; • ardani: harta, uang; • ardawalépa: kurang ajar, bedebah, ditanya malah balik bertanya; • ardawalika: naga, peralatan untuk upacara • ardaya: hati, nurani • ardhana: ingin, bermaksud; • ardhanarèswari: wanita yang dianggap memiliki praba tulang rusuk melayang bis menurunkan raja-raja • ardi: gunung, bukit; • arditi: gunung, bukit • are: satuan luas tanah; • hekto are: hektar, satuan luas tanah • areng: arang, hangus; • areng watu: arang batu • arep: mau, akan, hendak; • ngarep: depan; • ngarep-arep: berharap • arga: gunung, bukit • argya: hormat, mulia, menghargai • ari: 1 adik; 2 hari; 3 matahari; • ari-ari: ari-ari, ketuban; • ariaya, ariyaya: hari raya; • aribawana: nama kahyangan; • ariwara: berita harian; • ariwarti: surat kabar harian • arik: kacau-balau, porak-poranda • arima, arimong: harimau • arina: 1 kijang; 2 siang • aring: senang, lahab; • aring-aring: jarang-jarang • aris: laras, serasi; • arista: laras, serasi • arja: makmur, selamat; • arjan: keramaian; • arjana: maksud, gagasan; • arjasa: campuran timah; • arjaya: makmur; • arjwa: utama, baik • arju: sepakat, setuju • arjuna: 1 air; 2 putih cemerlang; 3 penengah pandawa; • arjuni: 1 air; 2 lembu • arka: matahari, surga; • arkamaya: sinar, cahaya, praba • arkara: menyala • arnawa: laut, samudra • arohara: huru-hara, geger, keributan • arok: 1 campur; 2 tempuh, menempuh • aron: mentah, setengah matang • arsa: karsa, kehendak; • arsaya, arsana: senang, gembira; • arsi: karsa, kehendak, kemauan, akan • arta: arta, uang, duit, harta; • artaka: uang, bendahara; • artati: manis, gula; • artawan: orang berharta, kaya • arti: makna, maksud; • artos: arti, makna, maksud • artikel: tulisan untuk majalah atau koran • arubiru: haru-biru, prahara; • aruhara: huru-hara, geger, keributan • aruh: sapa, tegur, tanya • arum: harum, wangi • aruman: tembuni • aruna: matahari, Sang Surya • arungan: kerja sama • arus: 1 amis, anyir, busuk; 2 aliran air • arutala: rembulan • arya: gelar bangsawan, ningrat • asa: 1 tujuan, cita-cita; 2 susah, sedih • asab: tidak malu, tebal muka • asah: 1 asah, mengasah; 2 mencuci, membasuh; • asah-asah: bersih-bersih, mencuci, membasuh • asal: asal; • asal-usul: asal-usul, asal mula • asana: tempat duduk, kursi, tahta • asari, asantun: ingin cepat selesai, lekas purna • asasta: selamat, sejahtera • ascarya: heran, terkejut • asdhrah: pekerjaan, perbuatan • asep: tuah • asih: kasih, sayang, suka • asin: asin • asir: mencium • asiran: durian • askara: sinar, cahaya • asli: asli, murni, tulen • aslup: masuk • asmara: cinta, asmara; • asmaradahana, asmaradana, asmarandana: tembang asmaradana; • asmaranala: pesona, terpesona; • asmaralaya: surga • asmu: semu • asnapun: beda-beda • asor: rendah, hina • asrah: pasrah, menyerah, takhluk; • asrah bongkokan: menyerah total • asrama: asrama, tempat tinggal • asri: indah, elok, permai • asru: keras, tegang, cepat • asta: tangan; • tulang rusuk melayang asta: bersalaman; • tapak asta: tanda tangan • astama: bahagia, suka ria • astana: 1 istana; 2 kuburan • astha: delapan; • asthabrata: delapan ajaran kebajikan; • asthagina: delapan kegunaan • asthi: gajah; • asti: gajah • astra: senjata, panah; • astra lungiyan: berumah tangga, suami istri; • astrawara: panah • astu: 1 sungguh; 2 memuji; • astungkara: memuji, berdoa; • astuti: memuji, berdoa, terpuji • asuh, asoh: berhenti, mengasuh, merawat • asuma: prihatin • asukaya: penghasilan, pendapatan • asung: memberi, mempersembahkan • asura: raksasa • aswa: 1 kapal, 2 kuda; • aswatama: kuda yang utama • aswana: tempat • aswi: marah sekali, geram • atahiktri: kebajikan, nilai • akatara: cahaya, sinar • atanapi: kemudian, dan • atanaya: berputra, beranak tulang rusuk melayang atas: atas, terang; • atas angin: benua Asia, daerah asal angin • atbuta: besar, raksasa • até: mau, akan • ater: luka, nanah; • ater-ater: imbuhan; • ater banyu: memberi air; • ngateri: memberi, mengantarkan • athung: minta, tangan menengadah; • athung-athung: selalu mengemis • ati: hati, perasaan; • ngati-ati: hati-hati; • atibagya: suka, bahagia; • atibara: sangat berat; • atibisana: buas; • atidaya: malah, bahkan; • atiharsa: sangat bahagia; • atimoha: congkak, sombong; • atindriya: kepribadian; • atirodra: dahsyat, hebat; • atisaya: sangat, lebih; • atisomya: elok, cantik; • atiwéga: sangat cepat • atita: berhenti, berlalu • atiti: bertamu, berkunjung • atika: yaitu, yakni • atiyanta: tulang rusuk melayang, perkasa • atiyasa: terlebih • atma: jiwa, ruh; • atmaja: anak, putra; • atmaka: nyawa • atos: keras, kenyal • atur: kata, mengatur • atut: rukun; • atut runtut: rukun, mesra • atyanta: sangat, kuat • atyasa: kebal, kuat • awang-awang: langit, angkasa; • awang-uwung: angkasa, langit • awar-awar: pohon awar-awar • awas: awas, waspada • awat: pandang, lihat; • ngawat-awati: mengawasi, menjaga • awé: lambai; • ngawé-awé: melambaikan tangan • awèh: memberi • awer-awer: tanda, simbol • awi: ayo, silakan; • awicarita: pandai bercerita • awig: pandai, ahli, sarjana; • awignya: pintar, trampil, banyak pengetahuan • awin: bawa, pegang • awit: sebab, karena; • ngawiti: memulai • awiyat: langit, angkasa • awon: buruk, jelek; • awon-awon: meskipun jelek • awor: bercampur, berkumpul; • aworjiwa: bercinta; • aworsih: bercinta • awra: tersiar ke mana-mana • awud, awut: kacau-balau, berserakan; • awut-awutan: tidak karuan, kacau balau • awuh: bersuara, berteriak • awya: jangan, larangan • aya: serba sulit, dilematis • ayah: 1 ayah; 2 kerja; • ayahan: pekerjaan, tugas • ayak: saring, saringan • ayam: ayam; • ayam alas: ayam hutan • ayaskara: batu bintang • ayem: tenang, tentram • ayer: mandor, orang yang mengawasi orang lain bekerja • ayo: ayo, mari, silakan • ayom: ayom, teduh, terlindungi; • pengayoman: perlindungan • ayu: 1 cantik, jelita, molek; 2 selamat; • hayu: selamat • rahayu: selamat, sejahtera; aman, sehat B • babad: 1 cerita sejarah; 2 membabat • babah: terserah; • dibabahi: dimulai pelan-pelan; • babahan: 1 permulaan; 2 lubang; • babahan hawa sanga: sembilan lubang pada tubuh manusia (dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, mulut, anus dan kelamin) • babanten: korban • babar: 1 beber, urai; 2 lahir, melahirkan; • babaran: melahirkan; tulang rusuk melayang babarji: tidak sama sekali; • babar pisan, babar blas: tidak sama sekali • babasan: peribahasa • babo: kata-kata tantangan • babrag: puber; • babragan: dipan besar • babrak: 1 tambah lebar; 2 menular ke mana-mana • babu: pengasuh, pembantu • babut: permadani, karpet; • kasur babut: kasur yang empuk • bacira: tanah lapang • badal: wakil, ganti • badan: 1 tubuh, raga; 2 lembaga; • badan alus: badan halus, jiwa; • badaniah: bersifat badan • badha: sama, seimbang • badhama: golok, parang • badhar: terbongkar, ketahuan • badhaya: bedaya, tari • badhik: keris kecil • badhong: mahkota • badhut: pelawak • badra: 1 bahagia, budi; 2 bulan • baga: rahim, kandungan • bagas: sehat, kuat; • bagaskara: matahari; • bagas waras: sehat, kuat; • bagaspati: matahari • bagawan: resi, pendita • bagé: selamat, salam; • atur pambagé: ucapan sambutan • bagel: lempar, tendang • bagong: nama wayang punakawan; • bagongan: jenis bahasa di Kraton Yogyakarta • bagowong: gerhana total • bagus: tampan, ganteng, baik • bagya: bahagia, suka • baha: sungai, kali • bahak: perampok, penjahat • bahan: bahan, asal • bahar: laut, samudra • baharu: baru, sedang • bahas: bahas, runding • bahasa: bahasa • bahni: api; • bahning: api • baita: perahu, kapal • bajag: perampok, pembajak • bajang: kerdil, kecil; • bajang kèrèk: jenis belalang kecil; • bajang ratu: gapura belah dua • bajing: tupai; • bajing loncat: tupai loncat; • bajingan: penjahat, kurang ajar • bajo: perampok, pembajak; • bajobarat: pasukan raksasa yang jahat • bajra: halilintar, guntur, petir • bajug: nakal, kurang ajar • tulang rusuk melayang buaya; • dibajul: digoda; • mbajul: menggoda wanita; • bajul pethak: buaya putih • bak: bak, tempat air; • mbak, mbak ayu: kakak perempuan • bakal: bibit, akan; • cikal bakal: awal mula, pemula • baksya: banyak akal, kreatif • bakta: bawa • bakti: bakti, patuh • baku: baku, pokok; • baku karang: pemilik pekarangan, lahan; • baku omah: berumah tangga; • baku tembak: saling menembak • bakuh: kuat, gagah, perkasa • bakul: penjual, pedagang • bakung: bunga bakung • bal: bola; • bal-balan: sepak bola • bala: teman, pengikut; • baladewa: 1 nama tokoh wayang raja Mandura; 2 daun pohon randu; • baladika: komandan, kepala pasukan; • baladupak: anak buah; • balakosawa: pasukan darat; • balakrama: tulang rusuk melayang priyayi; • balakuswa: pakaian; • balapecah: barang pecah-belah; • bala srèwu: jenis ilmu kadigjayan, ajian • balabag: papan, jenis tembang • balabak: jenis tembang • balabar: banjir, menggenang • balad: kerja bakti, gotong royong, gugur gunung • balak: tolak, tampik • balap: pacu, lomba • balawan: kokoh, sentosa • balé: balai, rumah; • balé désa: balai desa; • balé kambang: rumah di tengah kolam; • balé omah: rumah tangga; • balé pomahan: perumahan • baléla: memberontak, membangkang • baleman: bale apa, nyala api • balik: kembali, sebaliknya • balila: mogok, berontak • balitar: tembaga • balo: mentah, belum matang • baloh: alat mencari ikan • balung: tulang; • balung pisah: persaudaraan yang telah tercerai-berai • balwana: akar • bam: gigi geraham • bamata: gajah • bamba: bara • bamban: dimulai lagi, diulang • bambang: satria, jejaka • bambet: bambu • bambon: rumah madat • bambu: bambu, nama pohon • ban: ban • bana: 1 panah; 2 hutan; • bebana: permintaan, permohonan; • bana rawa: sawah rendah • banar: luas, lapang, lebar • banata: perahu, baita • banawi: sungai, bengawan • bancak: tempat nasi; • bancakan: kenduri • bancana: bencana, halangan • bancang: dua pekerjaan dilaksanakan sekaligus • bancar: lancar • banda: ikat, borgol; • bandakala: pemberani, pilih tanding; • bandawasa: kuat, perkasa, kekuatan; • bandawora: nama kalung; • bandayuda: perang, tempur • bandana: tali, halangan • bandar: pelabuhan laut • bandara: 1 majikan; 2 gelar bangsawan • bandéra: bendera • bandha: harta, kekayaan; • bandha bandhu: kaya harta dan banyak teman; • bandha bau: modal tenaga; • bandha béya: ongkos hidup • bandhan: berkoalisi, bersekutu • bandhang: cepat, besar; • banjir bandhang: banjir besar • bandhawa: saudara • bandhem: melempar dengan batu atau benda yang cukup besar; • bandhem po: capung • bandhit: penjahat, perampok, durhaka • bandhol: nakal • bandhosa: keranda, peti mayat • bandhu: saudara, teman kerabat • bandhul: ayunan • bandhung: 1 besar; 2 menandingi • bandhusa: keranda, peti mati • bandreng: berkelanjutan, terus-menerus • bandring: bandil • bané: suara, bunyi • banèh: lain, beda • abang: merah; • ngebang: adzan • bangah: jenis bunga • bangal: tak mau dinasehati • bangala: bertunas, bertaruk • bangawan: bengawan, sungai besar • bangga: memberontak, melawan, membangkang • banget: sangat, amat, terlalu • banggèl: membalik, kembali dengan cepat • banggi: beaya, ongkos • bangir: hidung mancung • bangka: 1 mati, meninggal, 2 setengah matang • bangkang: membangkang, memberontak, melawan • bangké: bangkai, jenazah, tulang rusuk melayang • bangsa: bangsa, golongan; • bangsawan: 1 bangsawan, ningrat, berdarah biru; 2 negarawan • bangsal: ruangan, tempat, gedung • bangsat: ungkapan marah, makian • bangun: 1 membangun, memperbaiki; 2 berdiri; 3 terjaga; • bangunan: rumah, gedung, pesanggrahan, dsb.

• bani: keturunan, trah • banija: pedagang, saudagar • baning: kura-kura • banjang: ke lautan untuk mencari ikan • banjar: deret, jajar; • banjaran: urut-urutan, kronologis • banjel: distansi, sementara • banjeng: kelihatan barisan panjang bergandengan • banjir: banjir, air bah; • banjir bandang: banjir besar; • banjir getih: banjir darah, perang, kerusuhan • banjur: lanjut, terus; • kebanjur: terlanjur • banon: bata, batu merah • bantal: alas kepala • bantala: tanah, bumi • bantaran: jeram • bantas: nyaring, merdu • banten: kurban, tumbal • banthak: kokoh, kuat • banthan: berpangkalan • banthèng: banteng; • banthèng ketaton: banteng terluka • banting: banting, lempar • bantu: bantu • banu: air • banyak: angsa; • banyak angrem: nama rasi bintang; • banyak dhalang: perlengkapan upacara yang berupa angsa tiruan • banyar: jenis ikan • banyol: lucu, lawak • banyon: air untuk mengjerang gigi • banyu: air; • banyu gégé: air mantra; • banyu landa: air sada; • banyu mili: suguhannya mengalir terus bermacam-macam; • banyu rasa: air rasa; • banyu tangi: air untuk memandikan anak; • banyu tawa: air tawar, air mentah; • banyu tuli: air untuk obat; • banyu wara: bertapa dengan menghindari air; • banyu windu: air basi; • banyu wulu: air untuk wudhu; • tunggal banyu: saudara seperguruan • bapa: bapak, ayah; • bapa babu: ayah ibu; • bapa biyung: ayah ibu; • bapa paman: paman, adiknya bapak; • bapak: bapak, ayah • bapang: mendepang • bapra: gapura, pintu gerbang • bar: bubar, selesai; • wis bar: sudah selesai; • bar-ji: habis, sekaligus, bubar siji; • bar-ji barbeh, bubar siji bubar kabeh: bubar satu bubar semua, tekad bersatu padu • bara: sabuk, mengadu nasib • barah: kusta • barak: tempat tinggal sementara • barakan: sebaya, seusia • barang: benda; • barang-barang: anak kadal • barat: angin kencang • barata: tapa, laku; • baratayuda: perang tanding keluarga Barata • baratan: sawah milik bersama • bareng: bersama • barèng: canang • barès: terus terang, terbuka, jujur; • barès kurès: terus terang sekali, jujur • bargawa: panah yang kuat • baribin: 1 gaduh, ramai; 2 penuh air, menggelegak • barih: tambah keras • barikan: bersama-sama • barinan: bersama-sama dengan, serempak • baring: gila, edan • baris: baris, jajar, deret; • baris pendhem: barisan tersembunyi • barkah: berkah, rahmat, doa restu • barkat: berkah, rahmat • baro-baro: bubur putih dengan bubur merah di tengahnya • baron: hal yang baru • barongan: barongsai, singo barong • baros: barus • bartis: jenis bakal baju • baru: baru • baruna: barat, dewa laut, air • barung: bersama, beriringan • barus: jenis kapur pewangi • barya: putri, wanita, perempuan • basa: bahasa; • basagita: kata-kata indah, puisi; • basa krama: bahasa halus; • basa krama inggil: bahasa tinggi; • basa ngoko: bahasa rendah; • basarudita: syair pelipur lara • basah: 1 busuk, bau tak sedap; 2 gelar pahlawan, tanda jasa; 3 basah, berair; • basahan: kain penutup tubuh untuk mandi • basama: janji • basang: memasang, menggunakan, memakai • basanta: bulan, candra • basar: Maha Tahu, Tuhan • basir: bijak bestari • baskara: matahari, surya • basma: hangus, terbakar; • basmara, kabasmaran: cinta, tertarik; • basmi: musnah, basmi; • basmi buta: punah, hilang tak berbekas • basonta: 1 rembulan; 2 nama tembang gedhe • basu: 1 golongan dewa; 2 kera • basuki: selamat, sejahtera • basundara-basundari: tanah, bumi • baswara: bersinar, bercahaya • bata: batu bata; • batako: batu bata yang besar • batal: gagal, tidak jadi • batang: terka, tebak • bathang: bangkai • bathara: dewa, dewata; • batharagana: mega, mendung; • bathari: dewi, bidadari • bathik: kain batik • bathil: gunting, potong • bathok: tempurung kelapa; • bathok bolu: tempurung kelapa yang kecil • tulang rusuk melayang sekawan, sekutu • batih: anggota keluarga; • batihan/bebatiyan: menggalang persaudaraan • batin: batin, jiwa, ruhani; • batiniah: bersifat batin; • batos: batin; • mbatin: berkata dalam hati • batir: teman, kawan • batu: baterai; • batu kandha: batu undak-undakan • batuk: sakit batuk; • batuk kering, batuk asma: jenis sakit batuk • batur: teman, pelayan; • batur tukon: budak belian • bau: bahu; • baudhanyang: rangka rumah; • baudhendha: berhak menghukum, mengadili; • baukapiné: berat sebelah, tidak adil; • bau lawéyan: cacat di pangkal lengan; • baureksa: menguasai, menjaga; • bausastra: kamus; • bausuku: pekerja, kekuatan, tenaga; • bauwéda: segala pengetahuan, ilmu; • baon: sawah ladang yang sedang dikerjakan • baul: batal, urung • baut: pintar, terampil • bawa: 1 kharisma, perbawa; 2 mulai; • bawa laksana: bijaksana; • bawa rasa: berembug, musyawarah • bawah: bawah; • bawahan: takhlukan, jajahan • bawana: dunia, alam raya • bawang: bawang putih • bawat: payung agung • bawéra: luas, terbentang • bawinipun: oleh karena itu • bawur: penglihatan suram • baya: 1 buaya; 2 bahaya • bayan: kabayan, aparat desa bagian penerangan • bayang: tempat tidur; • bayangkara: prajurit pengawal raja/presiden • bayi: bayi, anak • bayu: angin, udara; • bayu bajra: angin bercampur petir, nama ilmu kadigjayan; • bayu putra: putra Sang Angin; • bayu suta: anak Sang Angin tulang rusuk melayang bé: urutan tahun Jawa keenam • bebada: bayi yang menendang-nendang mau lahir • bebana: hadiah, ganjaran, anugrah • bebandan: tawanan, orang yang diikat • bebara: merantau, pergi mengadu nasib • bebasan: peribahasa, perumpamaan • bebed: pakaian yang dilipat pada badan • bebeg: berhenti mengalir karena terbendung • bebeh: malas bekerja • bebel: bebal, keras kepala • bèbèr: bentang, urai • becik: baik, bagus, terhormat • becus: mampu, kuasa, dapat • bedaringan: tempat menyimpan beras • bedhag: berburu, mencari binatang; • tulang rusuk melayang pikat: berburu burung dengan pelekat • bedhah: sobek, robek; • bedhah bumi: menggali tanah • bedhama: senjata, alat perang • bédhang: pacar, kekasih • bedhat: bebas, lepas • bedhati: pedati, kereta yang ditarik sapi • bedhawang: labi-labi • bedhawangan: hantu-hantuan • bedhaya: tari • bedhé: terka, tebak, duga; • bedhèk: terka, tebak • bèdhèngan: pematang, petak • bedhès: 1 jenis kera; 2 umpatan kasar • bedhidhing: musim dingin, keringat sukar keluar • bedhil: bedil, senapan; • bedhil angin: senapan angin • bedhiyang: menghangatkan badan dengan api unggun • bedho: permainan sama, tak ada yang unggul • bedhol: cabut, bongkar; • bedhol desa: pindahan orang sedesa; • bedhol gendéra: maju perang, berangkat bertempur; • bedhol jangkar: membongkar sauh • bédhor: tangkai panah • bedhug: gendang besar, alat bunyi tabuh di masjid • bégal: perampok, penyamun • béganandha: nama sebutan Indrajit • begar: gembira, suka ria • begawan: pendita • begeblug: bencana, musibah • begegeg: berdiri tegap; • begegeg mutho waton: berdiri kaku, ketakutan • begja: beruntung, bernasib baik; • begja kemayangan: untung besar, bahagia berlipat; • begjan: keberuntungan • beja: beruntung • béja: untung, bahagia; • beja kemayangan: untung besar; • bejan-bejan: untung-untungan • bekakak: tumbal, sesaji utnuk kurban • bekakas: perkakas, benda, alat • bekasakan: jenis hantu, lelembut • bekel: bekel, pamong desa, pembantu pendheta • beksa: joget, tari; • beksan: jogetan, tarian • bekta: bawa; • bektan: barang bawaan, oleh-oleh • bekti: bakti • béla: bela, juang; • béla pati: membela kematian orang lain; • béla sungkawa: melayat, berduka cita; • béla tampa: ikut menerima • belah: belah, pecah; • belah banten: baju belah dada; • belah kedaton: gigi renggang • belang: loreng, coreng; • belang buntal: coreng-moreng, rupa tak karuan • belèh: sembelih, potong • belèk: 1 retas, sembelih; 2 tembelek, tahi ayam • beluk: 1 panggil, memanggil; 2 jenis hama padi • benang: benang; • benang kelos: jenis benang yang sudah di plintir; • benang mas: benang berwarna emas • benawi: bengawan, sungai besar • béncak: garu yang tidak ditarik lembu, sapi • bèncèng: penceng, miring; • bèncèng cèwèng: hal ikhwal, seluk beluk • bencil: tipu muslihat • bendana: tabiat buruk • bendara: tuan, gelar kebangsawanan • bendéra: bendera • bendha: kluwih, buah tulang rusuk melayang • bendhé: gong kecil • bendhéga: teman melarikan diri • bendho: pisau besar • bendhosa: keranda, peti mayat • bendhuk: celeng • bèndi: dokar, pedati • béndra: terkagum-kagum, bersenang-senang • bendu: hukuman, kutukan • bendung: bendung, cegah • béné: biar saja, baru saja • bènèh: mengerti, tahu, pintar • bener: benar, betul, tepat • bening: bening, bersih • bénjing: besok, nanti, kelak • bénjo: bengkak, membesar • bentar: panas • bentayangan: melayang-layang, ke sana ke mari • benthak: luas, lapang • benthang: mencari jalan pintas, menerobos • bentheng: sabuk • benthik: jenis mainan anak tradisional • benthong: kayu pemukul dalam permainan benthik • bentil: kecil, bakal buah yang masih kecil • benting: sabuk • bencah: membelah, mengupas • bèr: penuh, kaya • bèr budi bawa leksana: penuh kearifan dan kebijaksanaan • bérag: tuntas, mumpuni, menguasai • berah: buruh, budak, pelayan • berak: rumah penyaringan orang sakit • bérak: buang air besar; • berak-berèk: berteriak-teriak • bérama: indah, tulang rusuk melayang • bérang: parang besar, pisau yang tebal dan besar • beras: beras, kupasan padi; • beras kencur: jenis minuman beras tumbuk halus dicampur kencur; • beras kuning: beras berwarna kuning; • beras melik: beras hitam • berat: berat, sulit • bérat: dibersihkan, dihilangkan • bérawa: gagah perkasa, menakutkan • bercak: bercak-bercak, noda • berci: kain yang halus agak temerawang • bercuh: campur baur, jorok • berduwin: anggur asli • béré: terlantur-lantur • berem: lunak dalamnya • bèrèng: jenis penyakit kulit • bèrès: beres, selesai • bergada: satuan pasukan • bergagah: bersikap gagah, perwira • bergandang: menarik, menggelandang • bergas: sehat, tangkas • beri: burung garuda • bèri: jenis gong • berik: menyeruduk dengan tanduk • berit: jenis tikus • beritan: bagian belakang • berkah: berkat, rahma, anugrah • berkakas: perkakas • berkasakan: hantu, lelembut • berkat: berkah • bèrlin: besi putih seperti perak • berod: meronta, mengeluh • bersat: kacau, berceceran • bersih: bersih, baik; • bersihan: tempat menyimpan barang kecantikan; • bersih désa: upacara selamatan bersih desa • beruh: entah, tidak tahu • beruk: 1 tempurung untuk takaran; 2 sejenis kera • besa: tari-tari • besaja: sederhana, bersahaja • besalèn: bengkel, tukang besi • besan: tari-tarian, jogetan • bésan: besan, orang tua menantu • besaos: sederhana, bersahaja • besar: 1 besar, raya, agung, unggul; 2 nama bulan Jawa ke-12; • besaran: 1 pohon murbei; 2 hari raya idul kurban (bulan Besar) • bèsèk: jenis wadah yang terbuat dari anyaman bambu • besem: bakar • besi: 1 besi; 2 pohon tulang rusuk melayang • besik: membersihkan rumput, menyiangi • beskap: jenis pakaian • beslit: piagam, surat keputusan • besmi: basmi, bakar, musnah • besta: borgol, ikat • bestru: jenis pohon • bestu: sudah pasti, tentu, nyata • bésuk: 1 besok, nanti; 2 bersih, rapi; • bésuk-bésuk: nanti-nanti, suatu saat; • bésuk manèh: besok lagi • besung: tak bersedia, tak sanggup • besur: keras kepala, tekad • besura: bosan, jenuh • besus: suka dandan, selalu rapi • besusu: mengkuwang • besut: halus, rapi • bet: logo di saku • beta: bawa • betah: tahan, betah • betamal: nyata, bukti • betèk: bekas tapak kaki • bètèng: benteng • bethara-bethari: dewa-dewi • bethat: bersisir • beton: 1 biji buah nangka, biji kluwih; 2 struktur bangunan dengan rangka semen, pasir, besi dan bebatuan • betutu: ingkung ayam • betuwah: pusaka, azimat • bewah: menyumbang, membantu • béya: beaya, ongkos • bibi: bibi, istri paman • bibis: 1 jenis tanaman; 2 jenis hewan anjing • bibisan: jenis tumbuhan • bibisana: bijaksana • bibit: benih, bibit • bicara: wicara, bicara; • bicanten: berbicara, berkata • bidhawa: triwikrama • bidho: jenis burung elang • bidhung: godha, sik • bijaksana: bijaksana, arif • bijig: menanduk, menyeruduk • bijil: buta sebelah mata • biksa: hukum • biksama: paksa • biksma: kopiah • biksu: pertapa • biku: biksu, pendita • bikut: sibuk, repot • bilahi, bilai: celaka, halangan • bilawani: melawan, memusuhi • biler: tidur • bilih: bila, apabila • bilulung: saling mencari pertolongan • bima: 1 nama wayang pandawa; 2 seram, dahsyat; • bima sekti: jenis gugusan bintang; • bimana: congkak, sombong; • bimantra: puja mantra • bimata: bijaksana • bimba: arca, patung, lukisan • bina: bangun, indah • bincil: 1 ramai; 2 anak katak • bindi: gada, alat pemukul; • bindiwala: jenis tombak • bingar: berseri-seri, suka cita • tulang rusuk melayang gelang kaki • bingkas: selesai, rampung • bingung: bingung, pikiran goyah • bini: istri • bintang: bintang • binting: benteng, pagar pelindung • bintit: balut, kain penutup yang diikat • bintu: biru, nila • bintulu: poleng, ceplok • birahi: gejolak asmara • birama: indah, berirama • birat: musnah, hilang • birawa: dahsyat, mengagumkan • biring: jenis tombak • biru: biru, nila • bisa: bisa • bisala: lebar • bisana: susah, gundah • bisatya: amat, sangat • biséka: penobatan, penghormatan, gelar • bisik: nama, gelar, julukan; • bisikan: penanaman, julukan, sebutan • bisit: bisa, dapat, boleh • bisu: bisu, tidak dapat bicara • bisuwa: sesaji • bita: takut, kuatir, cemas • bithi: tonjok, tinju, pukul • biting: tusuk lidi • biwada: hormat, mulia • biwara: laporan, berita, kabar • biya: beaya, ongkos, upah • biyada: abdi perempuan di kerajaan, pelayan perempuan • dibiyak: dibuka • biyang: ibu, induk • biyasa: biasa • biyèn: dahulu, lampau, silam • biyet: lebat sekali buahnya • biyung: ibu, induk • blaba: pemurah, dermawan, suka membantu • blabak: papan kayu • blabar: gelanggang, tempat, medan; • blabar kawat: tempat bertanding, medan laga • tulang rusuk melayang jenis harimau • blaka: terus terang; • blaka suta: terus terang, jujur • blalak-blalak: mata yang lincah • blandar: tiang penyangga atap; • blandaran: pacuan, perlombaan, permainan • blandhong: tukang menebang kayu • blarak: daun kelapa • blarat: pergi cepat-cepat, keluar lari • blathok: beliung • blawu: kelabu kebiruan • bledhèg: halilintar, petir, guruh, guntur • bledug: 1 debu, asap; 2 anak gajah • bleketépé: dinding dari anyaman daun kelapa • bleketupuk: jenis burung • blekok: jenis burung bangau • bléncong: lampu untuk pergelaran wayang • bleret: redup • bléro: tidak nyaring • blibar: manggis muda • bligo: jenis buah labu • bligon: keturunan dari dua jenis yang berbeda • blilu: bebal, bodoh • blimbing: buah belimbing; • blimbing wuluh: buah blimbing yang rasanya kecut • blinger: tersesat, keliru • blondhot: ingkar janji, tidak tertib • blonyo: alas, usap; • lara blonyo: patung tiruan pengantin • blonyoh: labur, ulas • blorok: bulu ayam yang berwarna hitam dan putih • bludru: jenis kain • blumbang: empang, kolam • bobokan: tetabuhan, gamelan • bobol: jebol, bedah • bobot: 1 berat, beban; 2 kualitas; • bobot timbang: persamaan mutu, perbandingan kualitas • bobrok: remuk, hancur, berantakan, rusak • bocah: anak-anak • bocor: bocor, pecah • bodhag: bakul yang besar • bodho: bodoh, tolol, dungu; • cara bodhon: secara gampang, dibikin mudah • bodhol: pecah, bedah, bocor • boga: makanan • bogang: tidak utuh, banyak jarak, jarang-jarang • bogol: tipu muslihat, perdaya, rayuan gombal • bogor: pohon siwalan • boja: suguhan, hidangan, makanan, menu; • boja krama: pesta, bersenang-senang dengan makan-minum; • bojana: pesta, bergembira ria dengan makan minum • bojo: suami istri • (m)bok: ibu; • (m)bok ajeng: panggilan untuk perempuan yang berderajat; • (m)bok ayu, bakyu: kakak perempuan; • (m)bok bèn: biarkan saja; • (m)bok bilih: mungkin, barang kali; • (m)bok bok: mungkin saja, boleh jadi; • (m)bok cilik: bibi, adik perempuan ibu; • (m)bok gedhè: uwa, kakak perempuan ibu; • (m)bok mas: panggilan untuk perempuan yang berderajat rendah; • (m)bok menawa: jikalau, kalau, jika, bila, apabila; • (m)bok nom: istri muda; • (m)boktuwa: istri tua • bokong: pantat • bokor: bokor • bol: bul, tempayan, jenis gerabah • bolong: lubang • bolot: kotoran kulit; • kokot bolot: kotoran pada leher, daki • boma: gagah, dahsyat; • bomantara: angkasa, dirgantara • bombang: tirai, penghalang, sekat • bombong: membesarkan hati; • bombong ati: berbesar hati, semangat • bombrong: seadanya, tidak berhias • bonang: bagian dari gamelan • bondhan: menari, berjoget • bonggan: salah sendiri, tak berpikir panjang • bongsor: subur, gemuk, gendut • boros: suka menghabiskan uang, suka belanja • bot: berat, beban; • bot répot: beban hidup, kesulitan • boten: tidak • botrawi: balumbang, air dalam telaga • boya: tidak, jangan • bra: 1 sinar, cahaya; 2 raja • brabadan: berjualan kebutuhan sehari-hari, pedagang kelontong • brabah: ramai, gegap gempita • brabak: mau menangis, muka merah • brabas: meresap, merembas • brabat: melintas dengan cepat, berjalan lintas • brahala: patung • brahat: hajat, perhelatan, kenduri • brahma: dewa brahma; • brahmacari: calon pendita, brahmana; • brahman: pendita, resi, biksu; • brahmana: pendita, resi, biksu; • brahmani: pendita wanita, resi putri; • brahmarsi: dewa • brahwa: bara api • braja: angin topan, angin ribut; • brajamuka: gajah • brakatha: laron, jenis hewan beterbangan; • brakithi: semut • brama: api, nyala • bramacorah: pencoleng, penjahat • bramantya: marah, semangat, gigih • bramara: lebah, kumbang • brambang: bawang merah • braminta: sedih, gundah • bramita: sedih, gundah • brana: harta, kekayaan • brandhal: perampok, pengacau • branggah: besar, dhasyat • brangsang: gerah, panas • brangta: asmara, cinta • branjangan: jenis burung • branta: asmara, cinta; • branta mara: asmara • branyak: genit, gesit • brasak: kasar, keras • brasat: lari, bebas, lepas • brastha: basmi, berantas • brata: bertapa, semedi, setia; • bratastuti: sembah, penyembahan; • bratawali: jenis tumbuhan yang pahit sekali berguna untuk obat keluarga; • bratayuda: perang keluarga Barata • brati: keturunan itik dan angsa • brawala: berselisih, bertengkar, cekcok • brawuk: mendaku barang milik orang lain • brayan: berumah tangga, suami istri • brayat: keluarga, satu rumah • bregada: regu, satuan pasukan • bregas: sehat, trengginas • brèh: pemurah, suka memberi • brekasakan: jenis makhluk halus • bremana-bremani: pendita, resi, biksu • bremantya: marah, semangat, gigih • bremara: lebah, kumbang • brengga rowa: kaya harta dan saudara • bresih: bersih, tidak ada sampah; • bresihan: tempat menyimpan alat kecantikan; • bresih désa: hajat orang sedesa membersihkan desa dan syukuran • bretya: prajurit, tentara • brèwu: kaya raya, banyak harta • bribin: 1 brisik, gaduh; 2 ramai, menggelegak • bricik: dengki, iri • brintik: rambut keriting • bris: bulu kuda • brokoh: kenduri untuk anak • brongsong: 1 bungkus, tutup; 2 penutup mulut sapi agar tidak bisa makan sewaktu dipakai membajak sawah • brongta: sedih, susah • brosot: keluar, lepas • brubuh: pertempuran dahsyat, perang amuk-amukan • brungut: muncul, timbul, tampak lagi • brunjung: atap joglo yang bagian atas • brutu: anus • bruwet: ruwet, berbelit-belit • bubak: muka, mulai; • bubak kawah: peralatan untuk upacara pengantin • bubar: selesai, rampung; • bubar lahan: sia-sia, mubadzir • bubat: rambut kuda • bubuk: serbuk • bubur: bubur, nasi yang lembut • bubut: 1 cabut, tarik; 2 jenis burung • bucal: buang, lempar • bucik: luka di kulit • buda: 1 agama Budha; 2 hari Rabu; • buda cemengan: hari Rabu Wage • budaya: budaya, budi daya, buah akal budi, adat • budhal: berangkat pergi • budheg: tuli, pekak • budhug: 1 jenis penyakit kusta; 2 lempar, buang • tulang rusuk melayang bengkak karena keracunan • budi: akal budi; • budi arda: hasrat, nafsu; • budi daya: usaha, upaya, ikhtiar; • budiman: berbudi luhur; • budya: norma, hukum • buhaya: buaya • buja: bahu, tangan; • bujakrama: perjamuan, pesta makan; • bujana: makan-makan, pesta pora • bujaga: ular • bujangga: 1 pujangga, ahli sastra, pengarang ulung; 2 ular • bujanggapuspa: nagasari • bujangkara: gelang • bujel: tumpul, tidak lancip • bujeng: kejar, buru • bujil: kecil terus, tidak dapat tambah besar • bujuk: rayu, tipu muslihat • bujul: bajak, mengolah tanah • bujung: kejar, buru • buka: 1 buka, membuka; 2 makan untuk buka puasa; 3 mengawali gamelan; • bukak: buka, tulang rusuk melayang • bukak klambu: buka kelambu, upacara pada pernikahan; • bukak kunci: uang muka; • bukakundha: mahkota; • bukakundur, bukasari: mahkota; • bukasri: kopiah • bukti: 1 bukti, nyata; 2 makanan • bukung: ekor terpenggal, terpotong • bukur: kerang, siput, bekicot • bul: gerabah, jembangan • bulan: bulan, candra • bulu: jenis pohon; • bulu bekti: upeti, persembahan; • bulu-bulu: jenis jambu • bulus: kura-kura, labi-labi • bumandhala: jagat, bumi, dunia, alam • bumbu: bumbu, rempah-rempah, penyedap • bumbung: potongan bambu seruas, tabung • bumi: tanah, alam, dunia; • bumintara: negara, kerajaan; • bumitala: dasar bumi, alas tanah • bumpet: mampet, buntu, tidak tembus • bun: embun, bintik-bintik air • buncang: lempar, hempas • buncis: jenis sayur, buncis • buncit: bontot, bungsu • bunder: bundar, bulat • bundhet: kusut, luyuh • bungah: senang, bahagia, gembira, suka cita • bunggan: salah sendiri, tidak perduli • bungis: moncong babi hutan • bungkuk: bungkuk, mencekung • bungkus: bungkus • bunglon: bunglon, hewan yang bisa berubah-rubah warna kulit • buntala: bumi, tanah, jagat • buntar: 1 alas batang tombak; 2 paling ujung • buntas: selesai, tamat • buntat: belakang • buntel: bungkus, sampul • buntu: buntu, tertutup • buntung: 1 tidak beruntung, rugi; 2 terpotong • buntut: ekor; • buntut urang: rambut di tengkuk, leher belakang • bupati: bupati, penguasa daerah • buri: belakang, nanti • buritan: belakang • buru: kejar, tangkap • buruh: buruh, pegawai, kuli; • buruh sawah: buruh penggarap sawah; • buruh tani: buruh penggarap sawah • busana: pakaian, busana • busu: jun yang tertutup • busuk: 1 bisu, dungu, tuli; 2 orang miskin, jembel, bodoh • busung lapar: sejenis sakit kurang vitamin yang ditimbulkan akibat kelaparan yang berkepanjangan • buta: raksasa • buteng: nafsu, marah • buthek: keruh • butuh: butuh, perlu • buwana: dunia • buwara: mengembara, merantau • buwaya: buaya • buwuh: buwuh, menyumbang • buya: kejar, buru • buyar: cerai-berai, kacau tulang rusuk melayang buyuk: pohon nipah • buyung: tempayan, jambangan • buyut: piut, cicit C • cabar: urung, gagal, kandas, tak berhasil • cablaka: terus terang • cabol: pendek kecil • caca: cacat • cacad: 1 cacat, difabel; 2 cela; • nyacat: mencela • cacah: hitung, jumlah; • cacah-cucah: kacau, berantakan; • cacah eri: jumlah banyaknya ikan; • cacah jiwa: penghitungan jumlah penduduk; • cacah molo: penghitungan jumlah rumah; • cacah sawah: penghitungan luas sawah; • cacah sirah: penghitungan jumlah penduduk • cacakan: alat peracik tembakau • cacala: pemberitahuan, pemberitaan • cacing: cacing, jenis hewan tanah • cadama: rendah, hina • cadhong: 1 terima; 2 minta, mohon; 3 ransum • cagak: tiang, pilar • cahya: cahaya, sinar • caja: cipta, reka • cakar: kaki ayam/burung • cakarwa: jenis burung belibis • cakep: 1 cakap; 2 dekap; 3 syair • caket: dekat, mesra • cakil: 1 nama wayang; 2 lintah • cakot: gigit, kunyah • cakra: roda; • cakrabawa: mengira, menduga; • cakradhara: penguasa daerah, bupati; • cakra manggilingan: roda berputar; • cakrawala: batas angkasa dengan daratan, horizon; • cakrawarti: menguasai dunia; • cakrawati: menguasai dunia • caksana: bijak bestari • caksuh: mata, netra • caksusrawa: ular • cakul: jenis ikan • cakup: mencakup, memuat • cala: pelita, penerang; • calabéka: menjadi penghalang; • cala-culu: seenaknya, semaunya; • calaina: buta, tak bisa melihat; • calawadi: syak wasangka; • cala wenthah: seenaknya, tidak sopan • calathu: bicara • calita: geger, gempar • calon: calon, bakal • caluk: buah asam muda • calung: alat musik sejenis angklung • cam: renungan, pikiran • camah: hina, rendah • camana: bersuci, membersihkan • camara: 1 pohon cemara; 2 sambungan rambut palsu • camari: anjing • cambah: kecambah • camben: obat bius, candu • cambor: aduk, campur • cambuk: cambuk, cemeti, pecut • cambur: aduk, campur • campah: hambar, tawar • campaka: bunga cempaka • campuh: bertempur, berperang • campur: campur, gaul; • campur aduk: bercampur aduk; • campur bawur: bercampur aduk, acak-acakan; • campur sari: jenis musik kolaborasi tradisional dan modern • camra: anjing • cancala: gerak, getar • cancing: trengginas, terampil • cancut: menyingsingkan baju; • cancut taliwanda: bersegera berangkat mengerjakan tugas • canda: syair, puisi • candaka: duta, utusan • candha: marah, geram; • candha birawa: merah yang dahsyat • candhak: pegang, genggam • candhala: tabiat kasar; • candhala gati: kejam, keji, tabiat kasar • candhana: kayu cendana • candhang: menadah, telapak terbuka • candhi: candi, tempat pemujaan; • candhik ala: senjakala, gurat merah di langit senja • candhuk: temu, jumpa • candra, condra: 1 bulan, rembulan; 2 pelukisan, pujian; • candrakanta, condra kanta: warna-warni, bulan • candrama: bulan; • candramawa: kucing yang hitam pekat; • candrasari: bulan; • candrasasi: bulan; • candrasengkala, condra sengkala: 1 tahun yang didasarkan pada peredaran bulan; 2 sengkalan (sandi rahasia) tahun bulan; • candrasa: jenis senjata, pedang • candu: candu, madat • canéla: sandal, alas kaki • cangak: jenis burung bangau • canggah: neneknya nenek • canggal: pohon yang telah mati • canggèh: tangan usil, suka mengusik • cangkah: 1 sandaran kaki; 2 bercabang • cangkang: 1 bungkus buah; 2 kulit telur • cangkèl: keras kepala, kepala batu • cangkem: mulut, lesan • cangket: indah, elok, enak dipandang • cangking: tenteng, jinjing • cangkir: cangkir • cangklèk: jenis gendhing • cangkleng: menunggu lama • cangkrama: bercengkerama • cangkrang: 1 jenis cacar air; 2 semut merah • cangkring: jenis pohon • cangkul: cangkul • canik: tipe wajah kecil • canthaka: kurang ajar • canthas: keras, gesit, lincah • canthèl: 1 jenis tanaman palawija; 2 menyangkut • canthik: ujung perahu depan/belakang • canthing: canting, alat untuk membatik • canthol: cantol, gantung, gandul • canthuka: kodok • canthula: kurang ajar, tidak punya sopan santun • cantrik: siswa, santri di padepokan • cantya: mukti, mulia • caos: memberi, persembahan • cap: cap; • cap-capan: tiruan dengan cap, cetakan; • cap dumuk: cap jempol; • cap jempol: cap ibu jari • capa: busur • capah: tumit, kaki, alat jalan • capang: panjang kumis • capar: cambah, akar • caparu: cerana • capeng: bertolak pinggang • capet-capet: lupa-lupa ingat, tahu sedikit • caping: penutup kepala • capit: menjepit, mengapit • caplok: telan, makan; • nyaplok: menelan • capuri: tembok, tulang rusuk melayang dari batu • cara: cara.

metode; • cara balèn: jenis gendhing • carak: alat untuk mencuci mulut kuda • caraka: utusan, duta, suruhan, wakil • carakan: bibit, calon, bakal • carana: perhiasan, pemandangan, pengayoman • carang: ranting bambu yang berduri; • carangan: sempalan, tambahan • carat: ujung kendi, ceret; • carat warsa: cleret tahun, petir angin • carek: dekat • carem: bermain cinta • cari: cari, usaha • caring: terang, panas • carita: cerita, kisah; • cariyos: cerita, kisah • carma: kulit, belulang • carmin: cermin, kaca • caru: sesaji, suguhan; • carumuka: musuh • carub: campur; • carub wor: campur baur, satu padu • caruk: ambil; • nyaruk: mengambil • carya: teman, sahabat • caryan: terpesona • cata: hati, perasaan • catar: payung • catha: kreatif, banyak akal • cathak: 1 lalat kuda; 2 seenaknya, semaunya • cathèk: gigit, pagut; • cathèk gawèl: gigit, pagut • cathet: catat • cathil: ambil, jinjing • catho: belum mengerti • cathok: 1 tangkap; 2 sambungan; • cathok cawèl: suka mencela; • cathok pélas: sekali pakai • cathuk: benturan dua benda kecil tapi keras • cathut: cabut, memalsu • cato: luka, babak belur • caton: tempurung yang berlubang • catra: pengayoman, payung • catratra: cakra, payung, songsong • catu: luka, lecet • catur: 1 tutur kata, sabda, bicara, cakap; 2 empat; 3 permainan catur; • catur muka: empat muka, empat wajah; • caturan: pembicaraan, percakapan • cawad: aib, cacat • cawak: suka bicara keras • cawan: cawan, alas gelas • cawang: cabang, bibit • cawar: gagal, kandas • cawèl: gigit, pagut • caweni: kain mori warna putih • cawet: cawat, celana dalam • cawil: gigit, pagut • cawiri: ukiran sulur-suluran • cawis: sedia, siap • cawu: catur wulan, empat bulanan • cawuh: berulang-ulang, campur-baur • cawuk: menciduk • caya: 1 cahaya, perangai; 2 pelindung, pengayom; • caya murcaya: penghormatan • cebak: bersenggukan menangis • cebelèh: kurang cerah • ceblaka: terus terang, jujur • cébol: kerdil, kecil pendek; • cébol kepalang: tidak kecil dan tidak besar • cébong: berudu, anak katak • cebuk: hama tanaman kacang • cebur: masuk ke dalam air • cecak: cicak • cecaya: cahaya, sinar • cécébucé: babak belur; • cécémuwé: sendau gurau • ceced: cacad, cela • cècèg: sesuai, serasi • cecek: sesuai • cècèkan: mudah dijalani • cecel: hancur, remuk • cecep: sedot, hisap • cècèr: cecer, berjatuhan • cécok: bertengkar, konflik • céda: cela, cacat • cedhak: dekat, mesra • cegah: cegah, hindar • cegat: hadang • cegèh: sesak nafas • cégoh: lahap, rakus • cegot: potong, putus, patah • ceguk: reguk, minum air • cegur: mencebur, masuk dalam air • cekak: pendek, singkat; • cekak aos: padat berisi • cekap: cukup, selesai, rampung • cékas: memberi wasiat, pesan • cekel: pegang, jabat, kendali; • cekel gawé: mempunyai pekerjaan • cékoh: meludah; • cékoh régoh: lahap • cela: cela, cacat • celari: sutra celari • celak: 1 dekat; 2 penebal alis • celaka: celaka, musibah, halangan • celathu: omong, bicara, berkata • celeb: celub, benam • celek: dekat, rapat • cèlèng: babi hutan • cemani: hitam legam • cemara: 1 pohon cemara; 2 rambut palsu • cembuk: babi • cemburu: cemburu, tulang rusuk melayang • cemèk: anak kambing • cemeng: 1 hitam; 2 perasa, gampang menangis • cemer: cemar, kotor, rusuh • cemera: anjing • cemet: tarik, seret • cemethi: cemeti, senjata • cemirik: anak anjing • cemok: sentuh, pegang, senggol • cemol: ambil, sentuh • cempa: pendek, singkat • cempaka: bunga cempaka • cempala: pemukul kotak untuk wayang • cempaluk: buah asam muda • cempé: anak kambing, gibas kecil • cempèd: pipih, gepeng • cempedhak: cempedak, sejenis nangka • cèmpèh: bakul kecil bundar wadah nasi • cempluk: 1 buncit, gendut, bundar; 2 wadah • cemplung: cebur, benam • cempol: sabut kelapa • cempuri: pagar tembok • cempurit: tangkai wayang • cempurung: anyaman bambu untuk menutup jenazah • cemung: kaleng • cemuru: kijang • cencang: ikat, belenggu • cencem: rendam, benam • cendeng: sanak saudara, famili • cendhak: pendek, singkat; • cendhak umur: cepat mati, pendek umur • cendhala: jahat, kejam • cendhana: cendana, gaharu • cendhani: bambu kecil; • cendhani raras: balai tempat istirahat • cendhèk: pendek • cendhéla: jendela • céndhol: cendol • cené: cela, cacat, aib • cenéla: alas kaki, sandal • ceneng: sejenis bokor • cènèng: kaitan, hubungan • cenggama, cenggami: takut, kuatir • cènggèr: hiasan pada kepala ayam • cengkah: berbeda, berlawanan • cengkal: kayu penyangga • cengkalangan: kayu pembalut roda (pedati) • cengkang: ukuran selebar ibu jari dan jari telunjuk yang dibentang • cengkar: 1 cerai-berai, pisah; 2 makar; 3 tanah gersang • cengkaruk: bunga pohon randu • cengkèh: cengkeh • cengkir: degan muda, buah tulang rusuk melayang yang masih sangat muda • cengkok: tempat merajang tembakau • céngkok: gaya • cengkorongan: rancangan • centhang: memanggul, mengangkat, memikul • cénthang: memberi tanda • centhé: saron, jenis gamelan • cènthèl: cantel, bergantung • centhèng: suara melengking tulang rusuk melayang centhuka: katak, kodok • centhula: semaunya, tidak sopan • centhung: cabang rambut • cepak: 1 dekat, hampir, nyaris; 2 sedia; • cepak rejeki: mudah mencari rizki • cepaka: bunga cempaka • cepaplak: terbentang, terbaring • cepedhak: sejenis buah nangka • cepeng: tangkap, pegang • cepet: cepat, lekas • cepuri: tembok, pagar batu • cerak: dekat • cerdik: pandai, cermat • céré: 1 asli, tulus; 2 kecoa; • céré gancèt: jenis rumah tradisional • ceret: tanda baca dalam huruf Jawa • cerma: kulit, belulang • cermin: cermin, kaca, pengilon • cèt bang: peluru api • cetha: jelas, terang • cethak: lanjut • cèthèk: dangkal • cethèn: cambuk, cemeti, pecut • cèthi: pembantu wanita • cethik: menyalakan, menghidupkan • cething: bakul yang kecil, tumbu, tempat nasi • cétho: buta, tak bisa melihat • cibuk: gayung, alat berenang • cidra: kianat, bohong, tipu • cihna: tanda, lambang • cikal: sisa parutan kelapa; • cikal bakal: pelopor, perintis • cikar: gerobak, pedati • cikrak: keranjang sampah, alat mengambil sampah • cikrukan: bungkuk, merunduk, tua bangka • cilaka: celaka, malang • cili guthi: kecil • cilik: kecil • cilum: menyelam • cimplik: lampu kecil, pelita • cincin: cincin, perhiasan jari • cindhé: cindai, kain pengikat pinggang perempuan • cindhil: anak tikus • cintaka: pemikiran, angan-angan • cintantya: cantik, indah • cinthaka: bilahi, azab • cintra: cela, celaka • cintraka: celaka, musibah • cintya: indah, cantik • cipta: cipta, buat; • cipta ripta: ciptaan, buatan • cirak: jenis permainan anak tradisional • ciri: 1 ciri-ciri, identitas; 2 cela; • ciri wanci: hal mengenai keburukan, titik celanya • cis: tombak kecil • cita: cita-cita • cithak: cetak • citho: buta, tak melihat • citra: 1 citra; 2 gambar, tulisan, lukisan; • citrakara: tukang lukis; • citraléka: lukisan, gambaran • ciyu: minuman tulang rusuk melayang • ciyut: sempit, kecil, rapat • clunthang: jenis gending • coba: coba; • cobi: coba, permisi • cobèk: cobek, alat untuk menggilas sambal dan bumbu • cocak: burung cucak; • cocak rawa: burung cucak rawa • cocok: sesuai • cocoméyo: tidak memahami tata krama • codaka: cundaka, utusan • codhot: jenis binatang pemakan buah • codya: cacat, cela • cohung: burung merak • cokèkan: jenis seni tradisional • coklat: 1 warna coklat; 2 jenis buah • colong: curi, maling; • colong jupuk: hal ambil mengambil, pencurian • condré: jenis keris, senjata • congat: menjorok, muncul • conggah: mampu, sanggup • congkrah: berselisih, bersitegang • congkrang: sesak, kurang panjang • conglok: juru sandi, pengintai • congok: penyerta, pengiring, perantara; • dicongok: dilubang dan diberi tali kekang pada hidung sapi dan kerbau agar bisa dikendalikan • conthang: dicuntang, dicentang • conthèng: centang • conthok: lengan baju (keprabon) yang besar • conthong: 1 mulut; 2 wadah berbentuk kerucut • conti: dihalang-halangi • conto: contoh, teladan, misal • copot: copot, lepas, tanggal • cora: penjahat, pencuri, orang jahil • corah: sela, renggang, senggang • corak: corak, gaya, model • cora-pracoré: orang jahat, durhaka • coré: penjahat, orang hina, berperilaku buruk • corèk: coret, gores • coro: kecoa, coro • cotha: berkain separu untuk sabuk • cothé: sisip, sarung • cotho: buntung, tak beruntung, tidak kebagian • cowèk: cobek • cowong: pucat, lesu • crah: cerai, berkelahi • craki: penjual bahan jamu, pedagang bahan obat; • crakèn: bahan jamu, bahan obat-obatan • crancang: tampar, tali • crigan: wadah keris di pinggang • cripu: alas kaki, sandal • crita: cerita; • criyos: kata, cerita • criwis: banyak bicara, cerewet • cubung: kecubung, tulang rusuk melayang bunga • cucah: menjemukan, membosankan • cucak: jenis burung; • cucak rawa: burung cucakrawa • cucal: kulit, belulang • cuci: cuci, membersihkan • cucud: lucu, humor, jenaka • cucuh: 1 caci; 2 bertempur • cucuk: paruh; • cucuk besi: 1 jenis burung; 2 catut yang besar; • cucuk dhandhang: alat untuk membelah batu, kayu • cucul: 1 melepas; 2 membayar • cucup: hisap, sedot • cucur: 1 jenis kue; 2 burung kedasih • cudaka: duta, utusan • cugar: gagal, batal • cuget: cepat marah, putus asa; • cugetan: mudah putus asa, kecil hati • cukil: cukil, jungkil; • cukit dulit: anak tiga laki-laki semua • cukup: cukup, terpenuhi • cukur: cukur, pangkas rambut • cula: jorok, buruk • culik: 1 diambil sebelum matang; 2 culik, curi • culika: licik • culub: masuk ke dalam air • cumanthaka: lancang, sok berani • cumbana: bercinta • cumbu: 1 mengoceh; 2 cumbu rayu • cumi: cuma, hanya, semata-mata • cumleng: sakit kepala • cumpèn: terbatas • cumpet: tutup, sumbat • cumpi: terbatas, tertentu • cumpleng: memekakkan telinga • cundaka: utusan, suruhan • cundha: ujung, hilir; • cundhamani: panah api • cundhang: kalah • cundhit: alat untuk mencari ikan • cundhuk: cocok, setuju, ketemu; • cundhuk laris: pelaris, memotong harga; • cundhuk mentul: perhiasan untuk pengantin • cundrik: keris kecil • cunéya: perahu, kapal kecil • cungkup: rumah nisan di kuburan • cunthang: jenis takaran beras • cunthel: putus, patah • cupak: tampar, pukul, tendang • cupar: lancang, campur tangan • cupet: pendek, kurang panjang; • cupet ati: mudah marah; • cupet budi: tidak mau mengejar nilai-nilai kebajikan; • cupet lelakon: cita-citanya tidak tercapai; • cupet nalar: pendek akal, kecil hati; • cupet pengandel: tidak mudah percaya • cuplak: 1 cabut; 2 penyakit kulit • cupu: cupu, kotak • curak: tahi telinga • curang: licik, culas • curiga: keris, pusaka • curing: sabit, pisau • curma: sirna, hancur • curnita: lebur, hancur • curung: setandan pisang, serangkai pisang • curut: jenis tikus • cuthak: punggawa, wedana • cuwa: kecewa, menyesal • cabar: urung, gagal, kandas, tak berhasil • cablaka: terus terang • cabol: pendek kecil • caca: cacat • cacad: 1 cacat, difabel; 2 cela; • nyacat: mencela • cacah: hitung, jumlah; • cacah-cucah: kacau, berantakan; • cacah eri: jumlah banyaknya ikan; • cacah jiwa: penghitungan jumlah penduduk; • cacah molo: penghitungan jumlah rumah; • cacah sawah: penghitungan luas sawah; • cacah sirah: penghitungan jumlah penduduk • cacakan: alat peracik tembakau • cacala: pemberitahuan, pemberitaan • cacing: cacing, jenis hewan tanah • cadama: rendah, hina • cadhong: 1 tulang rusuk melayang 2 minta, mohon; 3 ransum • cagak: tiang, pilar • cahya: cahaya, sinar • caja: cipta, reka • cakar: kaki ayam/burung • cakarwa: jenis burung belibis • cakep: 1 cakap; 2 dekap; 3 syair • caket: dekat, mesra • cakil: 1 nama wayang; 2 lintah • cakot: gigit, kunyah • cakra: roda; • cakrabawa: mengira, menduga; • cakradhara: penguasa daerah, bupati; • cakra manggilingan: roda berputar; • cakrawala: batas angkasa dengan daratan, horizon; • cakrawarti: menguasai dunia; • cakrawati: menguasai dunia • caksana: bijak bestari • caksuh: mata, netra • caksusrawa: ular • cakul: jenis ikan • cakup: mencakup, memuat • cala: pelita, penerang; • calabéka: menjadi penghalang; • cala-culu: seenaknya, semaunya; • calaina: buta, tak bisa melihat; • calawadi: syak wasangka; • cala wenthah: seenaknya, tidak sopan • calathu: bicara • calita: geger, gempar • calon: calon, bakal • caluk: buah asam muda • calung: alat musik sejenis angklung • cam: renungan, pikiran • camah: hina, rendah • camana: bersuci, membersihkan • camara: 1 pohon cemara; 2 sambungan rambut palsu • camari: anjing • cambah: kecambah • camben: obat bius, candu • cambor: aduk, campur • cambuk: cambuk, cemeti, pecut • cambur: aduk, campur • campah: hambar, tawar • campaka: bunga cempaka • campuh: bertempur, berperang • campur: campur, gaul; • campur aduk: bercampur aduk; • campur bawur: bercampur aduk, acak-acakan; • campur sari: jenis musik kolaborasi tradisional dan modern • camra: anjing • cancala: gerak, getar • cancing: trengginas, terampil • cancut: menyingsingkan baju; • cancut taliwanda: bersegera berangkat mengerjakan tugas • canda: syair, puisi • candaka: duta, utusan • candha: marah, geram; • candha birawa: merah yang dahsyat • candhak: pegang, genggam • candhala: tabiat kasar; • candhala gati: kejam, keji, tabiat kasar • candhana: kayu cendana • candhang: tulang rusuk melayang, telapak terbuka • candhi: candi, tempat pemujaan; • candhik ala: senjakala, gurat merah di langit senja • candhuk: temu, jumpa • candra: 1 bulan; 2 pelukisan, pujian; • candrama: bulan; • candramawa: kucing yang hitam pekat; • candrasari: bulan; • candrasasi: bulan; • candrasengkala: tahun yang didasarkan pada peredaran bulan; • candrasa: jenis senjata, pedang • candu: candu, madat • canéla: sandal, alas kaki • cangak: jenis burung bangau • canggah: neneknya nenek • canggal: pohon yang telah mati • canggèh: tangan usil, suka mengusik • cangkah: 1 sandaran kaki; 2 bercabang • cangkang: 1 bungkus buah; 2 kulit telur • cangkèl: keras kepala, kepala batu • cangkem: mulut, lesan • cangket: indah, elok, enak dipandang • cangking: tenteng, jinjing • cangkir: cangkir tulang rusuk melayang cangklèk: jenis gendhing • cangkleng: menunggu lama • cangkrama: bercengkerama • cangkrang: 1 jenis cacar air; 2 semut merah • cangkring: jenis pohon • cangkul: cangkul • canik: tipe wajah kecil • canthaka: kurang ajar • canthas: keras, gesit, lincah • canthèl: 1 jenis tanaman palawija; 2 menyangkut • canthik: ujung perahu depan/belakang • canthing: canting, alat untuk membatik • canthol: cantol, gantung, gandul • canthuka: kodok • canthula: kurang ajar, tidak punya sopan santun • cantrik: siswa, santri di padepokan • cantya: tulang rusuk melayang, mulia • caos: memberi, persembahan • cap: cap; • cap-capan: tiruan dengan cap, cetakan; • cap dumuk: cap jempol; • cap jempol: cap ibu jari • capa: busur • capah: tumit, kaki, alat jalan • capang: panjang kumis • capar: cambah, akar • caparu: cerana • capeng: bertolak pinggang • capet-capet: lupa-lupa ingat, tahu sedikit • caping: penutup kepala • capit: menjepit, mengapit • caplok: telan, makan; • nyaplok: menelan • capuri: tembok, pagar dari batu • cara: cara.

metode; • cara balèn: jenis gendhing • carak: alat untuk mencuci mulut kuda • caraka: utusan, duta, suruhan, wakil • carakan: bibit, calon, bakal • carana: perhiasan, pemandangan, pengayoman • carang: ranting bambu yang berduri; • carangan: sempalan, tambahan • carat: ujung kendi, ceret; • carat warsa: cleret tahun, petir angin • carek: dekat • carem: bermain cinta • cari: cari, usaha • caring: terang, panas • carita: cerita, kisah; • cariyos: cerita, kisah • carma: kulit, belulang • carmin: cermin, kaca • caru: sesaji, suguhan; • carumuka: musuh • carub: campur; • carub wor: campur baur, satu padu • caruk: ambil; • nyaruk: mengambil • carya: teman, sahabat • tulang rusuk melayang terpesona • cata: hati, perasaan • catar: payung • catha: kreatif, banyak akal • cathak: 1 lalat kuda; 2 seenaknya, semaunya • cathèk: gigit, pagut; • cathèk gawèl: gigit, pagut • cathet: catat • cathil: ambil, jinjing • catho: belum mengerti • cathok: 1 tangkap; 2 sambungan; • cathok cawèl: suka mencela; • cathok pélas: sekali pakai • cathuk: benturan dua benda kecil tapi keras • cathut: cabut, memalsu • cato: luka, babak belur • caton: tempurung yang berlubang • catra: pengayoman, payung • catratra: cakra, payung, songsong • catu: luka, lecet • catur: 1 tutur kata, sabda, bicara, cakap; 2 empat; 3 permainan catur; • catur muka: empat muka, empat wajah; • caturan: pembicaraan, percakapan • cawad: aib, cacat • cawak: suka bicara keras • cawan: cawan, alas gelas • cawang: cabang, bibit • cawar: gagal, kandas • cawèl: gigit, pagut • caweni: kain mori warna putih • cawet: cawat, celana dalam • cawil: gigit, pagut • cawiri: ukiran sulur-suluran • cawis: sedia, siap • cawu: catur wulan, empat bulanan • cawuh: berulang-ulang, campur-baur • cawuk: menciduk • caya: 1 cahaya, perangai; 2 pelindung, pengayom; • caya murcaya: penghormatan • cebak: bersenggukan menangis • cebelèh: kurang cerah • ceblaka: terus terang, jujur • cébol: kerdil, tulang rusuk melayang pendek; • cébol kepalang: tidak kecil dan tidak besar • cébong: berudu, anak katak • cebuk: hama tanaman kacang • cebur: masuk ke dalam air • cecak: cicak • cecaya: cahaya, sinar • cécébucé: babak belur; • cécémuwé: sendau gurau • ceced: cacad, cela • cècèg: sesuai, serasi • cecek: sesuai • cècèkan: mudah dijalani • cecel: hancur, remuk • cecep: sedot, hisap • cècèr: cecer, berjatuhan • cécok: bertengkar, konflik • céda: cela, cacat • cedhak: dekat, mesra • cegah: cegah, hindar • cegat: hadang • cegèh: sesak nafas tulang rusuk melayang cégoh: lahap, rakus • cegot: potong, putus, patah • ceguk: reguk, minum air • cegur: mencebur, masuk dalam air • cekak: pendek, singkat; • cekak aos: padat berisi • cekap: cukup, selesai, rampung • cékas: memberi wasiat, pesan • cekel: pegang, jabat, kendali; • cekel gawé: mempunyai pekerjaan • cékoh: meludah; • cékoh régoh: lahap • cela: cela, cacat • celari: sutra celari • celak: 1 dekat; 2 penebal alis • celaka: celaka, musibah, halangan • tulang rusuk melayang omong, bicara, berkata • celeb: celub, benam • celek: dekat, rapat • cèlèng: babi tulang rusuk melayang • cemani: hitam legam • cemara: 1 pohon cemara; 2 rambut palsu • cembuk: babi • cemburu: cemburu, curiga • cemèk: anak kambing • cemeng: 1 hitam; 2 perasa, gampang menangis • cemer: cemar, kotor, rusuh • cemera: anjing • cemet: tarik, seret • cemethi: cemeti, senjata • cemirik: anak anjing • cemok: sentuh, pegang, senggol • cemol: ambil, sentuh • cempa: pendek, singkat • cempaka: bunga cempaka • cempala: pemukul kotak untuk wayang • cempaluk: buah asam muda • cempé: anak kambing, gibas kecil • cempèd: pipih, gepeng • cempedhak: cempedak, sejenis nangka • cèmpèh: bakul kecil bundar wadah nasi • cempluk: 1 buncit, gendut, bundar; 2 wadah • cemplung: cebur, benam • cempol: sabut kelapa • cempuri: pagar tembok • cempurit: tangkai wayang • cempurung: anyaman bambu untuk menutup jenazah • cemung: kaleng • cemuru: kijang • cencang: ikat, belenggu • cencem: rendam, benam • cendeng: sanak saudara, famili • cendhak: pendek, singkat; • cendhak umur: cepat mati, pendek umur • cendhala: jahat, kejam • cendhana: cendana, gaharu • cendhani: bambu kecil; • cendhani raras: balai tempat istirahat • cendhèk: pendek • cendhéla: jendela • céndhol: cendol • cené: cela, cacat, aib • cenéla: alas kaki, sandal • ceneng: sejenis bokor • cènèng: kaitan, hubungan • cenggama, cenggami: takut, kuatir • cènggèr: hiasan pada kepala ayam • cengkah: berbeda, berlawanan • cengkal: kayu penyangga • cengkalangan: kayu pembalut roda (pedati) • cengkang: ukuran selebar ibu jari dan jari telunjuk yang dibentang • cengkar: 1 cerai-berai, pisah; 2 makar; 3 tanah gersang • cengkaruk: bunga pohon randu • cengkèh: cengkeh • cengkir: degan muda, buah kelapa yang masih sangat muda • cengkok: tempat merajang tembakau • céngkok: gaya • cengkorongan: rancangan • centhang: memanggul, mengangkat, memikul • cénthang: memberi tanda • centhé: saron, jenis gamelan • cènthèl: cantel, bergantung • centhèng: suara melengking • centhuka: katak, kodok • centhula: semaunya, tidak sopan • centhung: cabang rambut • cepak: 1 dekat, hampir, nyaris; 2 sedia; • cepak rejeki: mudah mencari rizki • cepaka: bunga cempaka • cepaplak: terbentang, terbaring • cepedhak: sejenis buah nangka • cepeng: tangkap, tulang rusuk melayang • cepet: cepat, lekas • cepuri: tembok, pagar batu • cerak: dekat • cerdik: pandai, cermat • céré: 1 asli, tulus; 2 kecoa; • céré gancèt: jenis rumah tradisional • ceret: tanda baca dalam huruf Jawa • cerma: kulit, belulang • cermin: cermin, kaca, pengilon • cèt bang: peluru api • cetha: jelas, terang • cethak: lanjut • cèthèk: dangkal • cethèn: cambuk, cemeti, pecut • cèthi: pembantu wanita • cethik: menyalakan, menghidupkan • cething: bakul yang kecil, tumbu, tempat nasi • cétho: buta, tak bisa melihat • cibuk: gayung, alat berenang • cidra: kianat, bohong, tipu • cihna: tanda, lambang • cikal: sisa parutan kelapa; • cikal bakal: pelopor, perintis • cikar: gerobak, pedati • cikrak: keranjang sampah, alat mengambil sampah • cikrukan: bungkuk, merunduk, tua bangka • cilaka: celaka, malang • cili guthi: kecil • cilik: kecil • cilum: menyelam • cimplik: lampu kecil, pelita • cincin: cincin, perhiasan jari • cindhé: cindai, kain pengikat pinggang perempuan • cindhil: anak tikus • cintaka: pemikiran, angan-angan • cintantya: cantik, indah • cinthaka: bilahi, azab • cintra: cela, celaka • cintraka: celaka, musibah • cintya: indah, cantik • cipta: cipta, buat; • cipta ripta: ciptaan, buatan • cirak: jenis permainan anak tradisional • ciri: 1 ciri-ciri, identitas; 2 cela; • ciri wanci: hal mengenai keburukan, titik celanya • cis: tombak kecil • cita: cita-cita • cithak: cetak • citho: buta, tak melihat • citra: 1 citra; 2 gambar, tulisan, lukisan; • citrakara: tukang lukis; • citraléka: lukisan, gambaran • ciyu: minuman keras • ciyut: sempit, kecil, rapat • clunthang: jenis gending • coba: coba; • cobi: coba, permisi • cobèk: cobek, alat untuk menggilas sambal dan bumbu • cocak: burung cucak; tulang rusuk melayang cocak rawa: burung cucak rawa • cocok: sesuai • cocoméyo: tidak memahami tata krama • codaka: cundaka, utusan • codhot: jenis binatang pemakan buah • codya: cacat, cela • cohung: burung merak • cokèkan: jenis seni tradisional • coklat: 1 warna coklat; 2 jenis buah • colong: curi, maling; • colong jupuk: hal ambil mengambil, pencurian • condré: jenis keris, senjata • congat: menjorok, muncul • conggah: mampu, sanggup • congkrah: berselisih, bersitegang • congkrang: sesak, kurang panjang • conglok: juru sandi, pengintai • congok: penyerta, pengiring, perantara; • dicongok: dilubang dan diberi tali kekang pada hidung sapi dan kerbau agar bisa dikendalikan • conthang: dicuntang, dicentang • conthèng: centang • conthok: lengan baju (keprabon) tulang rusuk melayang besar • conthong: 1 mulut; 2 wadah berbentuk kerucut • conti: dihalang-halangi • conto: contoh, teladan, misal • copot: copot, lepas, tanggal • cora: penjahat, pencuri, orang jahil • corah: sela, renggang, senggang • corak: corak, gaya, model • cora-pracoré: orang jahat, durhaka • coré: penjahat, orang hina, berperilaku buruk • corèk: coret, gores • coro: kecoa, coro • cotha: berkain separu untuk sabuk • cothé: sisip, sarung • cotho: buntung, tak beruntung, tidak kebagian • cowèk: cobek • cowong: pucat, lesu • crah: cerai, berkelahi • craki: penjual bahan jamu, pedagang bahan obat; • crakèn: bahan jamu, bahan obat-obatan • crancang: tampar, tali • crigan: wadah keris di pinggang • cripu: alas kaki, sandal • crita: cerita; • criyos: kata, cerita • criwis: banyak bicara, cerewet • cubung: kecubung, jenis bunga • cucah: menjemukan, membosankan • cucak: jenis burung; • cucak rawa: burung cucakrawa • cucal: kulit, belulang • cuci: cuci, membersihkan • cucud: lucu, humor, jenaka • cucuh: 1 caci; 2 bertempur • cucuk: paruh; • cucuk besi: 1 jenis burung; 2 catut yang besar; • cucuk dhandhang: alat untuk membelah batu, kayu • cucul: 1 melepas; 2 membayar • cucup: hisap, sedot • cucur: 1 jenis kue; 2 burung kedasih • cudaka: duta, utusan • cugar: gagal, batal • cuget: cepat marah, putus asa; • cugetan: mudah putus asa, kecil hati • cukil: cukil, jungkil; • cukit dulit: anak tiga laki-laki semua • cukup: cukup, terpenuhi • cukur: cukur, pangkas rambut • cula: jorok, buruk • culik: 1 diambil sebelum matang; 2 culik, curi • culika: licik • culub: masuk ke dalam air • cumanthaka: lancang, sok berani • cumbana: bercinta • cumbu: 1 mengoceh; 2 cumbu rayu • cumi: cuma, hanya, semata-mata • cumleng: sakit kepala • cumpèn: terbatas • cumpet: tutup, sumbat • cumpi: terbatas, tertentu • cumpleng: memekakkan telinga • cundaka: utusan, suruhan • cundha: ujung, hilir; • cundhamani: panah api • cundhang: kalah • cundhit: alat untuk mencari ikan • cundhuk: cocok, setuju, ketemu; • cundhuk laris: pelaris, memotong harga; • cundhuk mentul: perhiasan untuk pengantin • cundrik: keris kecil • cunéya: perahu, kapal kecil • cungkup: rumah nisan di kuburan • cunthang: jenis takaran beras • cunthel: putus, patah • cupak: tampar, pukul, tendang • cupar: lancang, campur tangan • cupet: pendek, kurang panjang; • cupet ati: mudah marah; • cupet budi: tidak mau mengejar nilai-nilai kebajikan; • cupet lelakon: cita-citanya tidak tercapai; • cupet nalar: pendek akal, kecil hati; • cupet pengandel: tidak mudah percaya • cuplak: 1 cabut; 2 penyakit kulit • cupu: cupu, kotak • curak: tahi telinga • curang: licik, culas • curiga: keris, pusaka • curing: sabit, pisau • curma: sirna, hancur • curnita: lebur, hancur • curung: setandan pisang, serangkai pisang • curut: jenis tikus • cuthak: punggawa, wedana • cuwa: kecewa, menyesal D • dadali: burung dadali, walet • dadar: goreng; • dadar lèlèr: anugerah, piagam; • ndadari: purnama; • wulandari, wulan ndadari: bulan purnama • dadhi: air susu; • lawana udadhi: lautan susu • dadi: menjadi; • dados: menjadi; • dadra: menjadi-jadi; • dadya: menjadi; • ndadi: menjadi-jadi, berkembang biak • dadu: 1 dadu; 2 warna merah muda • daerah: daerah, wilayah • daga: membandel, memberontak • dagan: batu lompatan, dagan • dagang: jual beli; • dagangan: barang yang diperjualbelikan • dagda: pandai, ahli; • widagda: pandai, banyak pengetahuan • dagel: 1 setengah matang; 2 lucu; • dagelan: lelucon • daging: daging • dah: jahat, buruk; • dahwèn: campur tangan, intervensi; • dak-dir: sombong, congkak; • dak menang: sewenang-wenang; • daksiya: sia-sia • daha: matang, terbakar • dahana: api; • asmaradahana: api asmara • dahat: sangat, amat; • dahat sinudarsana: sangat terhormat • dahuru: geger, huru-hara • dajal: dajal, iblis; • dajal laknat: iblis, setan • dak-: 1 saya - ku-; 2 jahat; • daktulisi: kutulisi • daktonton: kutonton; • dak-dir: sombong, congkak; • dak menang: sewenang-wenang; • daksiya: sia-sia • daksa: mahir, ahli • daksina: 1 hadiah; 2 selatan; 3 kanan; • daksinarga: Gunungkidul; • pradaksina: mengelilingi candi dari arah kanan ke kiri • dakwa: tuduh, dakwa • dalah: serta, dan • dalan: jalan, tempat lewat • dalaran: sebab, karena • dalasan: serta, dan • dalèh: duga, kira • dalem: 1 dalam; 2 saya, hamba; • ndalem: 1 rumah; 2 saya, hamba; • dalemipun bapak: rumah bapak; • kagungan ndalem: milik paduka, anda; • panjenengan ndalem, sampeyan ndalem: paduka, anda; • punten ndalem sewu: mohon maaf sebesar-besarnya • dalima: buah delima • dalon: babi hutan • dalu: malam • daluwang: kertas • dama: rendah, hina; • didama-dama: disayang-sayang • damar: dian, pelita, lampu • damba: akal, kecerdikan • damel: buat, kerja; • pedamelan: pekerjaan • damèn: batang atau daun padi • dami: 1 tangkai padi; 2 otot daging buah nangka; • damèn: batang padi • didamu: ditiup; • ndamu: meniup • dana: dana, uang; • danabau: sedekah dengan bekerja; • danaiswara: kaya-raya; • danakrama: tahu sopan santun; • danarta: harta, arta; • danawira: dermawan, suka bersedekah • danar: kuning langsat • danas: buah nanas • danastri: bidadari • danawa: raksasa • dandan: 1 berdandan, berhias; 2 memperbaiki; • dandan omah: memperbaiki rumah • dandang: alat tempat menanak nasi • dangan: berkenan, mengerti; • danganan: mudah mengerti, mudah paham • dangu: lama; • didangu: dipanggil, disapa, ditegur; • kedangon: terlalu lama; • dangu-dangu: semakin lama • dangur: ketela, ubi kayu • dangus: marah, dzalim • dani: baik, bagus • daning: kata seru tanda heran • danirmala: sangat suci, zuhud • daniswara: pandai, kaya raya • danta: 1 gading; 2 perlahan-lahan • danti: gajah • danu: busur panah; • danuja: raksasa, termasyhur; • danumaya: memancur, menyala; • danurdara: satria, sakti; • danuraja: mahkota; • danurwéda: ilmu kesempurnaan, ajaran kebijaksanaan hidup • dara: burung dara, merpati; • danten: burung dara (ing.); • dara dasih: seperti apa yang diimpikan; • dara gepak: jenis rumah tradisional • darah: darah, alur keturunan; • darah biru: keturunan bangsawan, ningrat • darak: kira-kira, persangkaan • daraka: kokoh, kuat, sabar • darana: sabar, lapang dada; • sabar darana: sabar sekali • darani: bumi • darapon: supaya, agar • darba: rumput • darbé: punya, milik • daridra: melarat, miskin • darma: pengabdian, perjuangan, pengorbanan; • darmabakti: pengabdian; • darmaja: keturunan orang utama; • darmajeng: selamat, sejahtera; • darmakusala: perbuatan utama; • darmalaksana: berbuat adil, kebajikan; • darmasastra: kitab yang berisi tentang hukum; • tulang rusuk melayang ilmu kesempurnaan hidup; • darmasunyata: ilmu kesempurnaan hidup; • darmawanita: pengabdian para wanita; • darmi: pengabdian • darpa: berani, cakap; • darpana: cermin; • darpaya: berani, cakap; • darpita: berani, cakap • darsa: tauladan, contoh; • darsana: contoh, tauladan; • darsari: contoh, tauladan; • darsih: contoh, tauladan • darti: mahkota • daru: pulung, wahyu; • darubeksi: guna-guna, pesona • daruna: keperluan, kepentingan • ndarung: terus-menerus • daruti: murka • darya: tumbuh, kuasa • dasa: sepuluh; • dasamuka: bermuka sepuluh; • dasanama: nama lain, sinonim; • dasasila: sepuluh sila; • dasawarsa: sepuluh tahun; • dasendriya: sepuluh indera, ilmu kadigjayan saripati sepuluh kekuatan • dasi: hamba • dasih: 1 hamba; 2 kekasih • dastha: rusak, hancur • datan: tidak; • datanpa: tanpa • data: nyala, terus-menerus; • datapati: matahari; • datapitana: diam, hening; • datapitara: diam, hening; • datatita: diam, hening; • datatitaya: diam, hening • dati: lebih baik, bagus • datitan: diam, hening • daulat: kuasa, kekuasaan • dauru: geger, huru-hara • dawa: panjang; • dawa tangane: suka mencuri; • dawa ususé: sangat sabar; • kacang dawa: kacang panjang; • dawi: panjang sekali • dawala: putih • dawata: dewata, kedewataan • daweg: sangat paham; • dawegan: degan, kelapa muda • dawi: mentang-mentang • daya: daya, tenaga; • daya-daya: mumpung-mumpung • dayaka: orang yang memberi/ menaruh belas kasihan • dayinta: putri, permaisuri • debog: batang pisang • dedah: hujan terus-menerus • dedaman: barang yang dihemat-hemat • dedamel: pekerjaan, tugas • dédé: bukan, lain • dedeg: tinggi badan; • dedeg pangawé: setinggi badan dan tangan diacungkan; • dedeg piadeg: tinggi badan saat berdiri • dedeng: dodot, kain serikat pinggang • dedel: rapat, padat; • ndedel: melambung, berkembang • deg: tegak, berdiri; • degrès: gila, majenun; • degsura: keji, aniaya • degan: degan, kelapa muda • dekep: dekap, peluk • deksina: 1 selatan; 2 kanan • dekung: bengkok, kelok • ndelah: pasrah; • delahan: besok, akhirnya; • delalah: kebetulan • dèlan: trasi • delancang: 1 kertas; 2 kopiah • delap: suka meminta tak mau memberi • delapon: supaya • delasan: serta, dengan • deleg: jenis ikan air tawar • dèlèh: taruh, letak; • didèlèh: ditaruh • deleng: lihat, pandang; • pandelengan: penglihatan • dèlèp: benam, celup • dèlèr: teler, mabuk • deles: betul, benar • deli: coba saya lihat • delik: 1 sembunyi, bersembunyi 2 mendelik: tercekik, melotot • deling: bambu • demang: lurah • dembaga: tembaga • démblo: tebal berlapis-lapis • demek: sentuh, raba • demèk: sentuh, raba • demen: senang; • demenakaké: memperhatikan dengan serius karena senang; • demenan: selingkuh • demeng: hitam • demung: jenis alat musik gamelan • dèn: 1 di-; 2 raden, gelar bangsawan; • dènta: olehnya; • dènya: olehnya; • dèn ajeng: gelar bangsawan putri; • dèn ayu: gelar kebangsawanan putri; • dèn bagus: gelar kebangsawanan putra; • dèn bèi: gelar kebangsawanan putra • denang: mengetahui; • kadenangan: ketahuan tulang rusuk melayang denaya: baik, bagus • denawa: raksasa • déné: oleh; • ndéné: ke sini • dengak: mendongak, menengadah • dengangak: menengadah, mendongak • dengap: ingin, hendak minum-minum • dengarèn: kebetulan sekali, tak terduga • dengkèk: sakit pinggang • dengki: dengki, iri • déning: oleh; • dènira: olehnya • denta: gading, putih seperti gading • depara: mustahil, tak mungkin terjadi • déra: oleh • dérah: daerah, uraian • derana: sabar, lapang dada • derap: berlari, mendua • derapon: supaya, agar, biar • derbala: kaya raya, banyak pengikut • tulang rusuk melayang wabah menular, kerusuhan yang menjalar • derdasih: terus • dereng: dorongan, keinginan kuat • dèrèng: belum • derep: kerja menuai padi • deres: deras, lebat; • deres pathes: deras sekali • dèrès: mengambil getah karet • dering: tepi benda yang tipis lebar • derkuku: jenis burung • derma: derma, sedekah; • dermawan: suka memberi • dersa: keras • dersana: 1 utusan; 2 jenis buah jambu • derta: mahkota • derwolo: keras hati • désa: desa, dusun; • ndésit: kedesa-desaan, anak desa • dési: cantik, rupawan • détya: raksasa • déwa: dewa; • déwaji: raja yang arif bijaksana; • déwana: tulang rusuk melayang, termashur; • déwata: dewa; • déwati: dewi, bidadari; • dèwi: dewi, bidadari; • déwangga: sutra diwangga; • déwangkara: matahari • déwasa: dewasa • déyan: diam, lampu, pelita • dibya: pandai, cerdik; • dibyana: kelebihan • dig: lebih, mumpuni; • digdaya: sakti, mandraguna; • digsura: sombong, kejam; • digwijaya: kebal, sakti • dika: paduka, engkau; • jengandika: kamu, engkau • dikara: pangkat • dilah: lampu, pelita • dimar: lampu, pelita • dimer: kepala batu • dina: hari; • dinakara: matahari; • dinten: hari (ing.) • dipa: gunung, bukit, benteng • dipangga: gajah • dipati: adipati, bupati, raja kecil, vatsal • dipaya: dian • dipta: sinar, cahaya • dir: angkuh, congkak • dira: kokoh, berani • dirada: gajah; • tulang rusuk melayang taktik perang seperti gajah mengamuk • diraya: kokoh, berani • dirèn: selisih tentang pembagian pekerjaan • dirga: panjang, selamat, sentausa; • dirgahayu: semoga berumur panjang aman sentausa; • dirgamaya: singgasana; • dirganca: berselisih pendapat; • dirgantara: angkasa; • dirgasana: tempat duduk raja • dité: hari Ahad, Minggu • ditya: raksasa • diwangkara: matahari, surya • diwangsa: akrab • diwasa: dewasa, akil baligh • diwasasri: matahari • diya: saling menuduh dalam pertengkaran • diyat: denda • diyon: pertengkaran soal pekerjaan • diyu: raksasa • dlajah: menjelajahi, merambah • dlamakan: telapak kaki • dlamé, dlaméh: meracau, mengigau • dlancang: kertas • dlanggu: jalan, pematang sawah • dlangkup: perangkap harimau • dlapakan: telapak kaki • dlapé: meracau, mengigau • dlarèh: berlumuran • dlarung: menurut kehendak sendiri; • kedlarung-dlarung: terlunta-lunta • dliring: daun enau muda • dlondong: anak • dluwang: kertas • dobol: ambeien, wazir • dodol: jualan, berdagang • dodosan: pesakitan, narapidana • dodot: kain dodot • doh: jauh, jarak renggang • dohitra: cucu • adol: jual; • didol: dijual; • dodolan: berjualan; • ngadol: menjual • dolan: main, jalan-jalan • dolèk: mencari, berupaya • doloh: letak, taruh • dom: jarum; • dondom: merajut, menjahit dengan jarum tanpa mesin • domba: domba, jenis kambing • domblèh: bibirnya terbuka • don: tujuan, cita-cita • dondom: merajut, menjahit • dondon: biasa mengerjakan • donga: doa; • ndedonga: berdoa • dongèng: dongeng, cerita, kisah; • dongeng bocah: cerita anak-anak • dongong: 1 bunga nipah; 2 bengong • donya: dunia, jagat, alam • dora: bohong, menipu; • doracara: bohong, menipu; • doradasih: seperti apa yang diinginkan, terjadi seperti mimpi; • doraka: durhaka; • dorapala: penjaga pintu; • dorasembada: berdusta karena terpaksa • doran: tangkai cangkul • dosa: dosa; • dosa pati: berdosa karena telah membunuh • dota: penerangan, kilat • dowa: doa; • kirim dowa: mengirimkan doa • dowèr: bibir tebal • doyan: doyan, mau • drabya: punya, empunya, kepunyaan • dragen: kuda perang • drajag: datang dengan tiba-tiba • drana: sabar, lapang dada • drastha: mahkota, gelar • drasthi: pandangan mata • drata: keras, cepat • drawa: meleleh, luluh, air; • drawana: mengalir, meleleh; • drawaya: meleleh, meluluh • drawas: bahaya, celaka; • ndrawasi: membuat malang, mencelakakan • drawata: musibah, halangan • drawi: minum, makan • drawili: berkata tiada henti • andrawina: makan bersama, pesta makan • drawya: punya, empunya • drebya: punya, empunya • dredah: bertengkar, berkelahi, berselisih • drèdès: bercucuran, menetes • dredheg: gemetar, was-was, kuatir, takut • drejeg: kelihatan tajam • drema: derma, sekedar; • dremawan: sikap dermawan, murah hati • dremba: doyan makan, suka mangsa • drèngès: bunga sirih • drengki: dengki, iri • drenjet: maksud pergi mencari • dresana: 1 tauladan; 2 jenis jambu • drestanta: tauladan contoh • drestha: mahkota • dresthi: alis mata • drigama: pengacau, ranjau; • drigamabasa: bahasa yang menjebak, ambigu, mendua makna; • driganca: berselisih, bertengkar • driji: jari • driya: batin, indera; • pancadriya: panca indera • driyah: derma, sedekah, indera • drona: 1 biyung; 2 Begawan Durna, nama wayang • drondus: kata untuk memaki • dronjong: menurun, jalan menurun • dru: jahat, ingkar; • drubiksa: setan; • druhaka: durhaka, jahat, ingkar • drumas: kuningan • druna: 1 jembangan; 2 pendita Durna (wayang) • druni: hemat, kikir • dubang: kata majemuk dari idu abang, ludah berwarna merah karena bercampur kinang • dubug: bengkak kakinya • dubur: anus • duding: telunjuk; • nduding, nuding: menunjuk • dudu: bukan, tidak • duduh: 1 kuah; 2 petunjuk; • duduh jangan: kuah sayur; • nduduhi: memberi tahu; • pituduh: petunjuk, pedoman • duduk: laju, pulang pergi; • duduken: bisul di leher • dudur: jelujur, rangka bangunan rumah • dudut: tarik • duga: duga, kira; • duga rumeksa: perkiraan; • duga-duga: hati-hati, waspada; • duga prayoga: sopan santun, tata krama; • duga wetara: duga kira, perkiraan • dugang: depak, tendang; • dugang miruwang: mula-mula membantu kemudian menjadi musuh • dugi: sampai, tiba • duh: aduh, ungkapan kesedihan; • duhita: susah, duka; • duhka: duka, sedih; • duhkahita: duka, susah; • duhkata, duhkita: kesusahan, kesedihan; • duhkitawara: kata-kata atau syair tentang duka cita • duk: saat, ketika, sewaktu • duka: 1 marah; 2 entahlah; • duka sampéyan: entah; • duka dalem: entah • duksina: 1 selatan; 2 kanan • dukut: 1 nama wuku; 2 jenis rumput • dulang: suap, memberi makan • duli: lutut, duli • dulu: lihat, pandang • dulur: saudara, famili • dum: bagi, beri • dumadi: kejadian, yang terjadi; • dumadakan: kejadian yang mendadak • dumahan: berkemas, bersedia • dumaya: asap, awan, mega • dumèh: mentang-mentang • dumilah: bercahaya; • harga dumilah: bukit yang bercahaya • dumuh, dumoh: buta • dumung: 1 jenis perangkat gamelan; 2 jenis ular • dumuwé: sok punya, bergaya mewah • duna dungkap: kekeliruan, meragukan • dundum: membagi-bagikan • dunga: doa, memuji, bermunajat • tulang rusuk melayang abdi pendita • dungkap: tiba, waktunya • dunung: tempat, tinggal, letak; • dumunung: terletak; • ora dunung: tidak paham posisi • dupa: dupa, kemenyan • dupara: mustahil, tak kan terjadi • dur: buruk, jahat; • durantara: mustahil, tak akan terjadi; • duratmaka: maling, penjahat; • durbaga: celaka, hina; • durbala: lemah, ketakutan; • durbiksa: setan, iblis; tulang rusuk melayang durjana: perampok, penjahat; • durlaba: sial, rugi; • durlaksana: berbuat jahat; • durlaksmi: celaka, jelek; • durmata: buruk tabiatnya; • durniti: salah, tulang rusuk melayang • dursila: tingkah laku melanggar tata susila; • duryasa: mendapat malu • durdah: berselisih • durèn: buah durian • durga: Sang Durga; • durgama: bahaya, halangan • durma: jenis tembang macapat • durta: licik, jahat • durung: belum • dusa: dosa, kutukan • dusana: kejahatan, hina • duskarta: perbuatan jahat • dustama: pekerjaan buruk • dustha: bohong, jahat, buruk • duta: duta, utusan; • duta cara: memata-matai; • duta mangkara: kilat, petir; • duta panglawung: alamat/firasat akan adanya musibah • duwa: topang, antisipasi; • diduwa: ditopang • duwaja: 1 cela, cacat; 2 bendera • duwana: pecah, tulang rusuk melayang • duwara: pintu gerbang, gapura • duwé: punya, hak milik • duwung: keris • dwa: dwi, dua; • dwadasa: dua puluh • dwaja: 1 guru; 2 bendera • dwani: suara • dwara: pintu gapura, gerbang; • dwarala: pintu gapura, gerbang; • dwarapala, dwarapati: (patung) penjaga pintu • dwaya: dua • dwésa: benci, bermusuhan • dwi: dua; • dwidasa: dua puluh; • dwi lingga: kata ulang; • dwi lingga salin swara: kata ulang berubah bunyi, misalnya wolak-walik; • dwi purwa: kata ulang sebagian awal, misalnya gegelang; • dwi wasana: kata ulang sebagian akhir • dwija: guru, pengajar; • dwijawara: maha guru • dwipa: pulau; • jawa dwipa: Pulau Jawa; • swarna dwipa: Pulau Sumatra • dwipangga: gajah; • dwirada: gajah; • dwiradameta: taktik perang seperti gajah mengamuk • dyah: 1 gelar kebangsawanan bagi wanita; 2 tulang rusuk melayang, ayu; 3 gadis Dh • dhadha: dada; • dhadha mentok: dada binatang yang disembelih • dhadhali: jenis burung dadali • dhadhap: jenis pohon; • dhadhap srep: jenis pohon dadap yang berkhasiat menurunkan panas (tanaman obat) • dhadhar: terbit (bulan); • dhadharan: nama makanan • dhadhu: dadu, jenis judi • dhadhung: tali, ikat, tampar • dhagu: dagu • dhaham: mendehem • dhahina: siang • dhahar: makan • dhahas: kersang, gersang • dhahat: sangat, amat • dhahga: dahaga, haus • dhahina: siang hari • dhakah: serakah, loba, tamak • dhaken: daku, diakui • dhakon: nama permainan anak • dhaku: diaku, diakui • dhakwa: mendakwa, menuduh, menuding • dhalang: dalang, pencerita wayang • dhalung: periuk besar • dham: bendungan, dam • dhama: rendah, hina • dhamarga: jalan besar • dhambul: permainan anak • dhami: damai • dhamis: rapat, rapi • dhampa: nama penyakit kulit • dhampak: dampak, resiko, akibat • dhampar: tempat, papan, kursi • dhamping: tepi jurang • dhampit: kembar laki-perempuan • dhamplak: besar lagi panjang • dhana: dana, uang; • dhana-dhini: anak bersaudara pria wanita • dhandha: bayaran mengganti hukuman • dhandhaka: syair, puisi • dhandhan: berdandan, berhias • dhandhang: burung gagak; • dhandhang gendhis, dhandhang gula: jenis tembang macapat • dhandher: ketela, ubi kayu • dhandhing: langsing, ramping • dhangak: menengadah, menghadap ke atas • dhangan: berkenan, sadar, maklum • dhanghyang: junjungan, pepunden • dhangir: mencangkul, menggemburkan tanah • dhangka: asal, tempat, wilayah, letak • dhangkak: lehernya pendek lagi sempit • dhangkal: dangkal, tidak dalam • dhangkèl: akar umbi • dhangsul: kedelai • dhani: baik, bagus • dhanu: telaga, danau • dhanyang: makhluk halus penguasa desa atau tempat tertentu • dhaon: daun • dhaos: dacin, timbangan • pendhapa: rumah serambi muka • dhapet: rapat • dhaplang: merentangkan tangan • dhaplok: tua renta • dhapuk: berperan, menjadi, bertindak • dhapur: rupa, wajah, keadaan • dhara: 1 sedang; 2 dara, gadis • dharah: darah keturunan • dharaka: sabar, suka memaafkan • dharani: bumi, tanah • dharat: darat, tanah • dhari: perempuan, wanita • dharik-dharik: berderet-deret, berbaris rapi • dharma: bagus, utama, kebaikan; • dharmabakti: pengabdian, tulang rusuk melayang bakti; • dharmamigena: kemampuan, keahlian; • sudharma: ayah, orang tua • dhateng: tiba, datang; • dhatengan: tamu, orang yang berkunjung • dhatu, dhatuk: raja, yang dipertuan, junjungan; • dhatulaya: kerajaan, kraton, istana • dhaulu: dahulu, lampau • dhaun: daun • dhaup: menikah, kawin, berumah tangga • dhaut: berangkat, tentara • dhawah: jatuh, perintah, nasehat; • dhawahan: bendungan, empang • dhawak: sendirian, tak berteman • dhawet: jenis minuman bercendol • dhawoh: jatuh, perintah • dhawuh: sabda, kata, perintah; • dhawuhan: perintah, anugerah • dhawuk: hitam bercampur putih; • jaran dhawuk: kuda yang bulunya campur hitam putih • dhaya: bedaya, tari • dhayang: pepunden, junjungan, yang dipertuan; • dhayang buruh: dayang-dayang, pelayan • dhayita: perempuan, istri • dhayoh: tamu, pendatang • dhayuh: tamu, pendatang • dhayung: dayung, kayuh perahu • dhècol: tidak rata, tidak seimbang, berat sebelah • dhedhak: katul, sisa padi digiling • dhedhali: burung dadali, burung layang-layang • dhedheg: martil, pukul, palu • dhedhek: dedak, katul, sisa beras digiling • dhedhep: sepi, senyap, tenang • dhedhepa: rentangan tangan • dhedher: tanam, ditumbuhkan • dhedhes: mencari dengan cermat • dhèdhès: dedes, kesturi • dhedhet: gelap gulita, muram; • dhedhet erawati: gemuruh topan • dheg: gemetar, trataban, terkejut; • dheg-dhegan: gemetar, kuatir, was-was, sumelang • dhèhèm: bersuara hanya dengan menggerakkan tenggorokan • dhèk: ketika, suatu saat, sewaktu; • dhèkwur: singkatan dari cendhek dan dhuwur, tinggi rendah, tidak rata • dhekah: pedukuhan, dusun, desa • dhekeh: letak, tempat, tinggal • dhekeman: kedelai • dhekok: cekung, menjorok ke dalam • dhekong: lekuk, berlubang • dhékor: hiasan, dekor • dhekos: tinggal di rumah kos-kosan • dheku: merunduk, menunduk • dhelé: kedelai • dhelik: bersembunyi • dhélik: singkatan dari gedhe dan cilik, besar kecil • dhelog: kukali, belanga; • dhelog-dhelog: duduk diam termenung • dheluk: merunduk, menunduk • dhemen: suka, senang, hobi; • dhemennyar: suka barang baru • dhemit: hantu, lelembut, makhluk halus • dhempil: cuwil • dhemping: tepi jurang • dhendha: denda, hukuman • dheng: saat yang tepat, waktu yang pas • dhéngah: segala, semua, sekalian; • sadhéngah: sembarang • dhengkul: lutut • dhènok: panggilan buat anak perempuan • dhèrèk: ikut, numpang, menyertai • dhestha: dusta, bohong, ingkar • dhestar: baju destar • dhesthi: dusta, bohong, ingkar • dhéwé: sendiri; • dhèwèk: sendiri, tanpa kawan; • dhèwèkan: sendiri, tanpa kawan; • dhèwèké: dia, mereka; • dhèwèkné, dhèwèknèn: dia, mereka • dhidhal: lecet, terkelupas • dhik: adik; • dhik-é, dhikné: adiknya • dhikara: penghinaan, kemarahan • dhinakara: matahari • dhiné: dinasnya, mestinya, adiknya • dhingin: dahulu • dhipan: tempat tidur dari kayu • dhiri: diri, badan, tubuh • dhis: batas waktu • dhisik: dulu, dahulu, lewat, lampau • dhisin: mayat, jisim • dhodhok: duduk • dhodhos: 1 tukang dodos, mengambili buah kelapa sawit; 2 menerobos, menjojoh • dhokar: dokar, andong, pedati • dholog: kayu jati • dhomas: domas, putri-putri pengiring pengantin • dhudhah: bedah, bongkar, ungkit • dhudhak: banyak sekali • dhudhuh: menyiangi rumput • dhudhuk: duduk; • dhudhuk lumpur: uang pengganti kerja rodi; • dhudhuk wuluh: jenis tembang macapat • dhuk: ketika, pada suatu ketika • dhumateng: kepada, terhadap • dhupak: depak, terjang, sepak • dhuskarta: celaka, kena musibah • dhustha: dusta, menipu, mengakali • dhusun: dusun, dukuh, bagian desa • dhuwak: sobek, robek • dhuwok: mangkok • dhuwung: keris, pusaka • dhuwur: tinggi; • dhuwuran: bagian yang tinggi E • ebun: embun • eduk: ijuk • edum: membagi • edus: mandi, memandikan • egah: enggan, malas • elak: haus, dahaga • elar: bulu, sayap; • ngelar: memperluas • elo: pohon ara • eloh: subur, gembur • elok: indah, bagus • emar: capek, payah • emas: emas, logam mulia • emat: tamat, cermat • embag: lunak, becek • embah: nenek, kakek; • embah buyut: buyut, piut; • embah kakung: kakek; • embah putri: nenek • embak: kakak perempuan • emban: 1 emban, gendong; 2 pelayan wanita di istana • embèn: nanti, lusa, besok; • embèn buri: hari besoknya besok • embok: ibu, mama • embun: embun • emoh: menolak, tidak mau • emong: asuh, bimbing • emor: campur, bergaul • emot: memuat, mengisi • empal: daging • empan: 1 mempan; 2 kesempatan, waktu, peluang • empet: tahan, mengendalikan • empon-empon: tanaman obat sejenis lengkuas, kunir, dll.

• emprak: jenis kesenian tradisional • emprit: jenis burung; • emprit gantil: burung kedasih • empu: empu, tukang membuat keris • empuk: empuk, lunak; • empuk rembugé: enak bicaranya • empun: selesai, jangan • emput: nama makanan • empyak: penyangga genting • emud: kulum • emum: makmum, pengikut • emung: hanya, cuma • emur: 1 umur; 2 sutra bersulam emas • emut: mengulum • enam: anyam, menata • encik: injak, tumpang, tindih • endah: indah, cantik • endang: segera • endhak: rendah; • endhak-endhak cacing: obat cacing • endheg: berhenti; • ngendheg: menghentikan • endhog: telur • endhut: lumpur, tanah liat • enèm: muda, taruna • enem: enam • eneng: hening, sunyi • engga: 1 silakan; 2 hingga, sampai; • mangga: silakan • enggèr: anak laki-laki • enggih: iya, tanda setuju; • enggih beton: menjawab ya tapi tak dikerjakan • enggo: memakai, mamanfaatkan, menggunakan • enggon: tempat, letak • engon: menggembala, mengasuh • engrem: mengeram • ening: hening, sunyi, senyap, sepi • enjet: kapur yang sudah lunak • enom: muda, taruna • entas: entas, angkat, baru saja • entèk: habis, tuntas, tamat; • entèk atiné: habis kesabaran, khawatir; • entèk enting: habis sama sekali • entes: 1 menetas; 2 padat berisi • enthok: melulu, belaka, semata-mata; • enthok-enthing: besar kepala kecil badan • enti: tunggu, nantikan • entul: bergoyang, berayun • entun: titip sementara • entup: sengat • entut: kentut • enu: air • enut: menurut, mengikuti • enya: silahkan, ambillah • enyang: 1 berangkat; 2 tawar, tarik • epuh: bingung; • nyepuh: melapisi emas • eri: duri • erik: gatal di tenggorokan; • ngerik: mengerik (jangkerik) • erti: arti, makna • eru: sakit hati, panah • eruh: tahu, melihat, mengerti • esa: tunggal, satu • esat: kering, tidak ada air • esot: kutukan • esuh: simpan, asuh, dirawat • esuk: dorong • ésuk: pagi, besok • esung: mempersembahkan, memberi • eter: antar, mengiringi, menyertai • etir: tir, sejenis minyak untuk mengecat • etoh: 1 petaruh, taruhan; 2 tahi lalat • etut: ikut, menurut; • etut buri: mengikuti dari belakang; • etut wuri handayani: di belakang mendorong • ewu: seribu; • sewu: seribu; • rong ewu: dua ribu; • nyuwun sewu: minta maaf • ewuh: 1 repot; 2 punya hajat; • ngewuhi: merepotkan; • pakewuh: tidak enak perasaan G • gabah: buah padi yang belum dikelupas kulitnya; • gegabah: tanpa pertimbangan matang • gabug: 1 mandul; 2 tak berisi • gabung: bergabung • gada: gada, senjata pemukul; • gada gitik: tongkat pemukul • gadhah: punya, memiliki • gadhing: 1 gading gajah; 2 bunga kembang kantil • gadho-gadho: 1 campuran; 2 jenis makanan • gadhu: sawah yang ditanami padi pada musim kemarau • gadhug: pembesar, tokoh, pemimpin • gadhuh: gaduh, ribut, geger; • nggadhuh: memeliharakan ternak orang lain dengan cara bagi hasil • gadhung: gadung, jenis tanaman merambat • gaga: 1 mencari, berupaya; 2 jenis padi • gagah: gagah, perwira, kuat • gagak: burung gagak • gagal: gagal, kandas • gagana: langit; • gaganantara: angkasa, langit • gagang: pegangan, tangkai • gagap: gagap, tidak terampil; • gagap-gugupen: gagap, demam panggung • gagar: gagal, kandas; • gagaran: pedoman, pegangan; • gagar mayang: hiasan dari janur; • gagar otak: kecelakaan pada otak • gagas: pikir; • gagasan: pikiran, harapan, pendapat • gagat: menjelang pagi, dini hari; • gagat rahina: pagi hari • gagé: segera • gagra kusika: kera yang bulunya lebat • gagrak: model; • gagrak anyar: model baru; • gagrak lawas: model lama • gagrayan: kekuasaan • gahana: jurang • gaja: gajah • gajah: gajah; • gajah ngoling: jenis pamor keris; • gajah oya: nama lain negeri Astina (pewayangan); • gajah mada: gajah mengamuk (perang) • gajeg: ragu-ragu, lupa-lupa ingat • gala: gala-gala; • gala ganjur: nama gamelan • galak: buas, kejam, keji; • galak gathung: untung-untungan • galangan: tempat membuat perahu • galap: salah ucap, khilaf dan keliru; • galap gangsul: keliru • galih: 1 pikir; 2 inti batang pohon • galondhong pangareng-areng: upeti tulang rusuk melayang galuga: kesumba merah, pemerah bibir • galuh: 1 gadis; 2 galih, pikiran • gama: jalan, berjalan • gamam: bimbang, ragu • gaman: alat, senjata • gamar: khawatir, was-was • gambak: sampai, supaya sampai • gambang: jenis alat musik gamelan • gambar: gambar, lukisan; • gambaran: rancangan, perkiraan • gambir: gambir • gambira: gembira; • gambiralaya: palung laut; tulang rusuk melayang gambiraloka: taman untuk bergembira ria • gamblang: jelas, terang • gamblik: duduk di tepi sekali • gambuh: jenis tembang macapat • gamel: 1 gamelan; 2 gembala kuda • gamoh: lunak, empuk (daging) • gampang: gampang, mudah • gampar: terompah kayu, bakiak • gampil: gampang sekali, sangat mudah • gamping: tulang rusuk melayang gampang sekali, sangat mudah; 2 kapur • gana: anak lebah; • gana-gini: harta milik suami istri; • gegana: langit • ganan: ukiran berbentuk hewan • ganas: ganas, dahsyat • gancang: cepat, lancar • gancar: lancar, mulus; • gancaran: tulisan berupa prosa • ganda: bau; • gandakusuma: berbau harum kembang; • gandamaru: sambungan papan; • gandapura: jenis tumbuhan yang daunnya wangi; • gandareja: nama daun; • gandariya: gandaria, sejenis pohon; • gandarukem: jenis batu bertuah; • gandarusa: nama pohon; • gandasuli: nama batikan, nama bunga; • gandawida: kasturi, boreh • gandar: sarung keris • gandarwa: gandarwa, makhluk halus; • gandarwi: peri, kuntilanak; • gandarwara: agung • gandem: marem, mantab • gandhang: nyaring, keras • gandhèng: gandeng, berhubungan • gandes: luwes; • gandes luwes: sangat luwes, pantas • gandhéwa: busur panah • gandhi: palu, martil • gandhik: batu giling • gandra: rupa, wajah • gandrung: gandrung, kasmaran, jatuh cinta • ganep: genap • ganggu: ganggu, goda; • ganggu gawé: mengganggu, menggoda • gangsa: gamelan • gangsal: lima • gangsar: lancar, mulus, mudah • gangsingan: gasing • gangsir: jenis jangkrik yang besar • gangsul: keliru • gangsur: merangkak • ganita: bilangan hitungan • ganitrikundha: tulang rusuk melayang • ganjar: memberi ganjaran, pahala, imbalan; • ganjaran: pahala • gantal: gulungan daun sirih • gantang: takaran beras • gantar: galah • gantas: keras, nyaring • gantèn: laut, samudra • gantha: kehendak, niat, kemauan • gantheng: ganteng, tampan, gagah, bagus • gantung: gantung; • gantung kawin: peresmian kawin yang ditunda; • gantung kepuh: pakaian cuma satu potong; • gantung laku: masih menjalankan tugas; • gantung siwur: nenek moyang ke-8 • gantya: berganti; • gantyan: bergantian • ganung: hati nangka, hati nanas • ganyang: dimakan langsung • ganyong: sejenis umbi-umbian • gaota: berkerja; • panggaotan: pekerjaan • gapah: tak menghiraukan, menghina • gapit: jepit, penjepit; • gapit-rempah: gapit/penjepit wayang • gaplah: tiada berguna • gapura: pintu gerbang; • gapunten: (ing.) pintu gerbang • gara: istri, suami; • gara-gara: 1 adegan gara-gara dalam pentas wayang; 2 huru-hara, kerusuhan; • garagati, garanggati: laba-laba pohon; • anggara: Selasa; • anggara kasih: Selasa Kliwon • garanggati: laba-laba pohon • garap: garap, kerja; • garapan: pekerjaan; • garap banyu: datang bulan, menstruasi; • garap gawé: bekerja; • garap sari: haids • garba: rahim, kandungan; • garbini: hamil, mengandung • garbis: sebangsa semangka • garda: garda • gardaba: kedelai • gardajita: keinginan • gardaka: mengamuk • gardhu: gardu, pos, ruang penjagaan • garebeg: garebek, pesta sekatenan • garèk: ketinggalan, tinggal • garem: garam • garèng: salah satu punakawan dalam wayang • garènggati: laba-laba pohon • garep: akan • gares: tulang kaki • garet: kerat, ringgit, takik • garini: istri, bini • garis: garis • garit: garis, gores • garjito: senang sekali, kagum • garoh: tidak jadi, tidak sah • garok: geruk, parau • garon: telah digaru, penggaru • garong: garong, perampok, penjahat • garot: menggigit • garpu: garpu • garu: alat perata tanah setelah dibajak • garudha: burung garuda; • garudha mungkur: jenis strategi perang; • garudha nglayang: jenis strategi perang; • garudha pancasila: garuda pancasila • garuh: penggaru, penyisir tanah • garuk: garuk • garung: saluran yang tidak berfungsi lagi • garut: garut sejenis umbi • garwa: istri, suami; • garwa ampéyan: selir; • garwa ampilan: selir; • garwa padmi: permaisuri • garwita: marah, lekas marah • gas: gas • gas-gasan: tulang rusuk melayang serakah, urakan, ugal-ugalan; 2 balap motor dengan menarik gas kuat-kuat • gasab: milik yang tidak sah • gasang: pegang • gataka: sengsara • digathok: digandol; • gathok-lèh: buka kartu, ditunjukkan kesalahannya; • gathuk: cocok, sesuai, ketemu; • gumathok: pasti, tentu • gati: penting; • gatos: (ing.) penting • gatra: 1 larikan; 2 rupa, wajah • gawa: bawa; • gawan: bawaan, oleh-oleh • gawang: gawang • gawar: tanda peringatan • gawat: gawat, bahaya, keramat • gawé: 1 pekerjaan; 2 hajat; 3 buat, membuat • gayatri: cantik, anggun, berwibawa • nggayel: selalu makan • gayor: gantungan gong • gayuh: tercapai, mencapai; • gegayuhan: cita-cita • gebyah: campur, padu; • gebyah uyah: campur aduk • gebyog: dinding kayu • gedhah: kaca; • gedhah-gedhih: tak ada apa-apa • gedhana-gedhini: dua bersaudara pria wanita • gedhang: pisang; • gedhang ayu: pisang yang masih untuk kenduri; • gedhang salirang: pisang selirang • gedhé: besar, agung; • gedhé atiné: mantab; • gedhé endhasé: sombong; • gedhé tekadé: mantab; • penggedhé: pembesar, pemuka; • tembang gedhé: jenis tembang • gedheg: tempat menyimpan padi • gedhèg: dinding dari anyaman bambu • gedhig: pukul, tindas; • gedhig manggala: pembesar pasukan • gedhog: ketuk • gedhoh: daun telinga • gedhokan: kandang kuda • gedhong: gedung • gega: dipercaya, digugu, diturut • gegaman: pusaka, senjata, peralatan • gegana: langit, angkasa, dirgantara • gégé: cepat, lekas • gegeh: kokoh, kuat • gègèn: cepat • geger: punggung • gègèr: geger, huru-hara, kekacauan • gègrèk: rontok, berjatuhan, berguguran • gégroh: tua renta, jompo • gèl: lekas, lalu, barangkali • gela: kecewa, sakit hati • gelang: gelang • gelap: petir, halilintar; • gelap nyawang: berandal, perampok; • gelap paju: halilintar yang bila menyambar pecah terbelah; • gelap wédang: halilintar yang bila menyambar pohon akan mengelupas atau terbakar • gelar: 1 menggelar, membentang; 2 siasat perang; 3 nama kebesaran; • gelaran: tikar, bentangan • gelas: gelas • gelis: cepat, lekas • gelok: kerekan burung • gelung: gelung, ikatan rambut • gelur: mendengkur tulang rusuk melayang gelut: berkelahi, bergulat • gemah: subur, makmur; • gemah ripah loh jinawi: subur makmur, ramai, semarak • gembala: janggut • gembili: gembili, jenis umbi-umbian • gembira: gembira, ria, suka • gembolo: sebangsa ubi • genah: jelas, terang, mapan • gendèr: jenis perangkat gamelan • gendéra: bendera • gendhaga: kotak, wadah • gendhak: suka, hobi; • gendhak sikara: menganiaya, menyiksa • gendhek: pendek lagi besar • gèndhèl: seikat, seuntai • gendhela: capung • gendhèwa: busur panah • gendhi: kendi, wadah air dari gerabah • gendhil: kendil • gendhila: idiot, kurang ajar • gendhing: gending, lagu • gendhis: gula • gendhon: ulat tanah; • gendhon rukon: seiya sekata • gendhu: jenis tupai • gendhuk: panggilan untuk anak putri • gendruwo: gandarwa, makhluk halus • gendug: terantuk • genduk: panggilan untuk anak putri • gendul: botol • gendut: gendut, gemuk, besar perut • geni: api; • geniwara: bertapa dengan tidak makan makanan yang dimasak dengan api; • geniroga: kain lurik • genjé: tumbuhan yang daunnya memabukkan • gentayangan: gentayangan, melayang-layang • genti: ganti, tukar; • gentos: ganti, tukar • gentur: kuat, kokoh, semangat; • gentur tapane: tapanya tamat, purna • gepah: tergopoh-gopoh • gepak: leka, pekat • gepok: senggol, sentuh; • gepok sénggol: sentuhan, senggol, sapa, tegur • gépor: lelah kaki, lunglai, lunas • gera: puncak • gerah: 1 gerah, udara panas; 2 sakit; • gerah uyang: panas dingin, hilang selera makan • gerang: tua-bangka, aus • gerap: tanah mati, tandus, tak dapat tulang rusuk melayang air • geras: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • gerat: tanah mati • gerba: rahim, kandungan • gerbong: gebang • gering: 1 kurus-kering; 2 sakit • germa: 1 germa, pemilik gamelan; 2 ibu pengasuh pekerja seks komersial • gernat: granat • gero: berteriak, bersuara keras • getak: gertak, bentak; • getak gajah: nama tumbuhan • getapan: mudah gugup, berpenyakit jantung • getar: getar, bunyi-bunyian, musik • gethini: tekun bekerja • gethok: ketuk, pukul; • gethok-tular: dari mulut ke mulut • getih: darah; • tulang rusuk melayang mateng: darah matang; • getih putih: tulang rusuk melayang putih; • getih umbel: ingus, tahi hidung; • getih urip: darah baru, sehat; • nggetih: berusaha sekuat tenaga • gigih: gigih, giat, tekun • gigir: punggung, tepian, belakang • gili: punggung gunung, tanah yang tinggi • gilig: padu, satu, bulat; • gilig rembugé: mufakat • giling: giling • gilir: gilir; • gilir kacang: 1 berurutan, antrian; 2 banyak anak berselang-seling laki-laki perempuan • gilis: digulung • ginem: bicara, kata, sabda • gini: harta, dinar; • gana-gini: harta milik suami istri • giok: batu bertuah • gipih: tergopoh-gopoh • gipit: dahulu • gir: gerigi, gigi roda • girah: cuci ulang penghabisan • girang: girang, gembira • girap: ketakutan, kuatir • giras: sehat, trengginas • giri: gunung, bukit; • giri-giri: menakutkan, mengagumkan, menakjubkan; • girilaya: bukit pemakaman; • giri patembaya: sayembara, perlombaan; • giriwana: gunung hutan; • giriwarsa: barisan pegunungan, deretan tulang rusuk melayang • girik: kupon, karcis • giring: 1 giring, gerak, dorong; 2 batu landasan untuk dinding dalam rumah • giris: takut, risau, gelisah • girisa: jenis tembang • giro: giro • gisang: pisang • gisau: belajar • gisik: pesisir, pantai • gisit: dahulu • gistha: bicara, maksud • gisus: bergerak ramai sekali, huru-hara • gita: syair, puisi • gitanjali: tembang persembahan • githi-githi: tergesa-gesa • githing: tindih, jahit, apit • githir: tulang rusuk melayang tunggang langgang • githok: tengkuk, leher bagian belakang • gitik: cambuk, tongkat • giwang: giwang; • giwangan: 1 genjotan, selingan; 2 tulang rusuk melayang menjual giwang • giwar: selimpang, menyimpang, menyisi • giya: 1 gua, goa; 2 membelok (kerbau, dsb) • giyota: perahu • gladhi: latihan; • gladhi resik: latihan terakhir, sebelum pementasan • gladrah: pelupa, tak sadar, sekehendaknya • gladri: beranda • glali: jenang gula, gula direbus • gobag sodor: jenis permainan anak remaja • gogo: jenis padi untuk lahan tadah hujan; • gogo rancah: jenis padi untuk lahan tadah hujan • gogoh: mencari ikan dengan meraba-raba • gogok: minum/telan langsung • gogol: pemilik sawah • gogor: anak harimau • gogot: rakus, berlaga • goh: lembu • gohpura: gapura • golèk: cari • golok: parang, pisau • gong: gong, perangkat gamelan; • gong bonjor: gong dari tabung bambu • gonggang: renggang, bercelah • goni: karung goni • gonjak: menganggu, menggoda, berlaku sembrono • gonjang-ganjing: geger, huru-hara • gontor: dihanyutkan, diguyur air deras-deras • gonyak-ganyuk: serba canggung • gopa: gembala, penjaga • gopala: penjaga; • arca gopala: patung penjaga • gopèl: rompes, cuwil • gopès: rompes, cuwil • gopok: lapuk • gopracara: tempat menggembalakan • goprak: kelontang, jenis yang terburuk • gopura: gapura, pintu gapura • gor: menganggur • gora: besar, dahsyat; • gora godha: godaan, amuk haru-biru; • gorasabda: nasehat yang keras; • goraswara: nasehat yang keras • gorawa: dengan hormat • goroh: bohong, tipu • gorok: gergaji, potong • gothak-gathuk: sering bertemu • gothang: senggang, renggang, jeda • gotong: menggotong, mengangkat bersama; • gotong mayit: 1 anak tiga mengerjakan hal yang sama; 2 anak tiga perempuan sema; • gotong royong: kerja sama • gotrah: kepala keluarga • goyang: goyang • gra: puncak, sangat • gragal: kerikil-kerikil besar • gragap: gagap, gugup • gragas: doyan makan, makan sembarangan • gragèh: raih, diraih • grago: 1 bimbang, ragu; 2 anak udang • grahana: gerhana • grahita: indra, perasaan • graja: saudara* • grajag: mengalir deras • grajèn: tahi gergaji • graji: gergaji • graksa: petir, halilintar • gralapa: lupa, tak sadar • gram: gram, satuan ukuran • grama: 1 desa; 2 api • gramang: mengeriap; • semut gramang: semut merah • grambyang: dikira-kira • gramèh: gurameh, jenis ikan • grami: berdagang • gramyang: mengambang, menyebar • grana: hidung • grandaka: banteng besar, buas, bengis • granggam: ragu-ragu, bimbang • granggang: tombak bambu, bambu r uncing • grangsang: menyerang, menyerbu • grantang: nama gamelan • grantes: berkeluh kesah • grantil: kelihatan bergantungan • grantos: gergaji • graos: gergaji • grapyak: ramah • grasi: grasi, ampunan • grat: derajat, turunan • grati: keturunan itik dengan itik manila • graut: mencakar, menyobek dengan kuku • grawira: hulubalang, panglima perang • grema: pemburu • grènjèng emas: kertas mas • gribig: kerai, bidai, grebek • grinting: nama rumput • griya: rumah, wisma • grobag: gerobak; • grobag cèlèng: pedati beroda satu, gerobak dorong • grobog: lumbung padi keluarga • groboh: kasar, tidak halus • groda: pohon beringin • grogol: gerogol, cerocok • gropak sénthé: keturunan yang ke-7 • gubug: rumah kecil; • gubug pèncèng: nama rasi bintang • guci: guci • gudèl: anak kerbau • guder: goda; • guder asu: bercanda seperti anjing (lama-lama berkelahi beneran) • gudhal: kotoran gigi, kotoran kemaluan • gudhang: gudang • gudhas: enak sekali • gudhé: tanaman sejenis kara • gudhig: jenis penyakit kulit, kudis • gudhis: enak sekali • gudir: jenis kue • gudrah: berlumuran • gudu: bukan, lain • gugah: bangun, goyah • gugat: gugat, tuntut • gugon: kepercayaan; • gugon tuhon: kepercayaan pada adat dan takhayul • gugrag: jatuh berguguran • gugrug: rontok, gugur • digugu: dipercaya, diindahkan • guguh: sudah tanggal semua giginya • guguk: menangis tersedan-sedan • gugup: gugup • gugur: meninggal, mati, rontok; • gugur gunung: kerja bakti • gugus: gugus, kelompok • gugut: menggigit dengan gigi seri/gigi depan • guha: gua • guhya: gaib, samar-samar • gujeg: pegang, tangkap • gujeng: tertawa • gujer: mengejar • gul: gul, bola masuk gawang • gula: gula; • gula arèn: gula yang terbuat dari aren; • gula batu: gula yang membatu; • gula drawa: nama tembang; • gula geseng: warna merah kehitaman; • gula jawa: gula merah, gula kelapa; • gula klapa: 1 gula dari sari kelapa; 2 bendera merah putih lambang kerajaan Majapahit; • gula wenthah: pelihara; • gulali: jenang gula, gula yang direbus • guling: guling, bantal • gulma: rumput sawah • gulo: gula • gulon: kerah baju, baju bagian leher • gulu: leher; • gulu ancak: leher angsa bagian bawah; • gulu banyak: leher angsa, saluran yang berkelok (water closet) • gulud: menggarap sawah • guluh: leher • gulung: gulung; • gulung koming: bergulung-gulung, berguling-guling • gumarang: nama lembu dalam wayang • gumathok: pasti, sudah tentu • gumati: sayang, kasih • gumbala: kumis • gumbeng: pipa penghisap madat • gumblis: menghina • gumbreg: nama wuku ke-3 • gumer: gemuruh • gumpes: tumpas, rompes, aus, ompong • gumping: lereng gunung yang terjal • gumrah: biasa, lumrah, umum • gumuk: bukit • gumul: bergumul • gumun: heran, terkejut, kagum; • aja gumunan: jangan terlalu heran • gumyak: ramai sekali, gaduh • gun: 1 salah satu perangkat alat tenun; 2 zina • guna: 1 kepandaian; 2 manfaat; • gunadi: orang yang berguna; • guna kaya: kepandaian kekayaan; tulang rusuk melayang gunawan: orang yang berguna; • gunawidi: pintar, pandai • gunah: sudah mengerti sungguh-sungguh • guncang: guncang, goyang • gundam: gendam, ilmu pikat • gundem: sangkut, kait • gundha: nama tumbuh-tumbuhan yang di sawah • gundhal: penggembala kuda; • begundhal: bajingan • gundhala: cincin, anting-anting • gundhik: gundik, istri gelap • gundhil: gundul, polos • gundhul: rambutnya dicukur bersih • gunem: bicara, wicara, kata • gung: agung, besar • gungan: manja • gunggung: 1 sanjung; 2 jumlah; • gunggung kumpul: jumlah total; • gunggung susun: cara penjumlahan bilangan dengan disusun ke bawah • digungsir: disungkur • guni: karung goni • gunita: kebudayaan, kepandaian • guntang: tabung tempat air • gunting: gunting • guntur: guruh, halilintar • gunung: gunung; • gunungan: 1 rumah-rumahan untuk wadah sesaji; 2 kayon; • gunung geni: gunung api; • gunung guntur: nama corak kain batik; • gunung kendheng: barisan pegunungan; • gunung sepikul: bentuk cincin bermata tiga • gupa: tulang rusuk melayang, penggembala • gupak: terkena • gupala, reca gupala: arca penjaga • gupé: susah, sedih • gupi: bermain-main • gupis: aus, usang, rompes • gupit: sempit, ciut, terjal • gupita: karangan bunga, putri pingitan • gupoh: tergopoh-gopoh, terengah-engah • gupta: rahasia, samar-samar • gupu: kandang ternak • gupuh: sibuk, repot • gupya: prihatin • gurawa: hormat, dengan hormat • gurda: pohon beringin • gurdaka: 1 nafsu; 2 banteng besar • gurem: gurem, binatang sejenis semut kecil • gurih: gurih, enak, nikmat • guris: berseloroh, menggodai; • gurisan: selorohan, jenaka • gurit: puisi, syair; • geguritan: puisi, syair • gurma: pemburu • gurna: ramai sekali • gurnita: gegap gempita, hangat, ramai • guru: guru, tulang rusuk melayang • guru aleman: suka dipuji; • guru bakal guru dadi: upeti; • guru dina: kalender; • guru lagu: suara vokal pada akhir suku kata; • guru laki: suami; • guru nadi: suami; • guru wilangan: jumlah suku kata • guruh: guruh, guntur • gurundaya: burung layang-layang • gurung: tenggorokan • gusah: usir • gusak: usir • gusali: pandai, tukang besi • gusar: kuatir, sedih, sumelang • gusek: hapus • gusi: gusi • gusis: habis, musnah • gusti: tuan, paduka, Tuhan • gutuk: batu pelontar; • gutuk api: granat • guwa: gua; • guwa garba: rahim, kandungan • guwab: bohong, omong kosong • guwang: buang • guwaya: air muka, roman muka, mimik • guwiratna: intan yang bagus tulang rusuk melayang guyang: guyang, siram, memandikan • guyeng: ramai, penuh canda tawa • guyer: putar • guyu: tertawa; • guyon: bergurau, berkelakar • guyub: guyub, rukun, bersatu • gabah: buah padi yang belum dikelupas kulitnya; • gegabah: tanpa pertimbangan matang • gabug: 1 mandul; 2 tak berisi • gabung: bergabung • gada: gada, senjata pemukul; • gada gitik: tongkat pemukul • gadhah: punya, memiliki • gadhing: 1 gading gajah; 2 bunga kembang kantil • gadho-gadho: 1 campuran; 2 jenis makanan • gadhu: sawah yang ditanami padi pada musim kemarau • gadhug: pembesar, tokoh, pemimpin • gadhuh: gaduh, ribut, geger; • nggadhuh: memeliharakan ternak orang lain dengan cara bagi hasil • gadhung: gadung, jenis tanaman merambat • gaga: 1 mencari, berupaya; 2 jenis padi • gagah: gagah, perwira, kuat • gagak: burung gagak • gagal: gagal, kandas • gagana: langit; • gaganantara: angkasa, langit • gagang: pegangan, tangkai • gagap: gagap, tidak terampil; • gagap-gugupen: gagap, demam panggung • gagar: gagal, kandas; • gagaran: pedoman, pegangan; • gagar mayang: hiasan dari janur; • gagar otak: kecelakaan pada otak • gagas: pikir; • gagasan: pikiran, harapan, pendapat • gagat: menjelang pagi, dini hari; • gagat rahina: pagi hari • gagé: segera • gagra kusika: kera yang bulunya lebat • gagrak: model; • gagrak anyar: model baru; • gagrak lawas: model lama • gagrayan: kekuasaan • gahana: jurang • gaja: gajah • gajah: gajah; • gajah ngoling: jenis pamor keris; • gajah oya: nama lain negeri Astina (pewayangan); • gajah mada: gajah mengamuk (perang) • gajeg: ragu-ragu, lupa-lupa ingat • gala: gala-gala; • gala ganjur: nama gamelan • galak: buas, kejam, keji; • galak gathung: untung-untungan • galangan: tempat membuat perahu • galap: salah ucap, khilaf dan keliru; • galap gangsul: keliru • galih: 1 pikir; 2 inti batang pohon • galondhong pangareng-areng: upeti • galuga: kesumba merah, pemerah bibir • galuh: 1 gadis; 2 galih, pikiran • gama: jalan, berjalan • gamam: bimbang, ragu • gaman: alat, senjata • gamar: khawatir, was-was • gambak: sampai, supaya sampai • gambang: jenis alat musik gamelan • gambar: gambar, lukisan; • gambaran: rancangan, perkiraan • gambir: gambir • gambira: gembira; • gambiralaya: palung laut; • gambiraloka: taman untuk bergembira ria • gamblang: jelas, terang • gamblik: duduk di tepi sekali • gambuh: jenis tembang macapat • gamel: 1 gamelan; 2 gembala kuda • gamoh: lunak, empuk (daging) • gampang: gampang, mudah • gampar: terompah kayu, bakiak • gampil: gampang sekali, sangat mudah • gamping: 1 gampang sekali, sangat mudah; 2 kapur • gana: anak lebah; • gana-gini: harta milik tulang rusuk melayang istri; • gegana: langit • ganan: ukiran berbentuk hewan • ganas: ganas, dahsyat • gancang: cepat, lancar • gancar: lancar, mulus; • gancaran: tulisan berupa prosa • ganda: bau; • gandakusuma: berbau harum kembang; • gandamaru: sambungan papan; • gandapura: jenis tumbuhan yang daunnya wangi; • gandareja: nama daun; • gandariya: gandaria, sejenis tulang rusuk melayang • gandarukem: jenis batu bertuah; • gandarusa: nama pohon; • gandasuli: nama batikan, nama bunga; • gandawida: kasturi, boreh • gandar: sarung keris • gandarwa: gandarwa, makhluk halus; • gandarwi: peri, kuntilanak; • gandarwara: agung • gandem: marem, mantab • gandhang: nyaring, keras • gandhèng: gandeng, berhubungan • gandes: luwes; • gandes luwes: sangat luwes, pantas • gandhéwa: busur panah • gandhi: palu, martil • gandhik: batu giling • gandra: rupa, wajah • gandrung: gandrung, kasmaran, jatuh cinta • ganep: genap • ganggu: ganggu, goda; • ganggu gawé: mengganggu, menggoda • gangsa: gamelan • gangsal: lima • gangsar: lancar, mulus, mudah • gangsingan: gasing • gangsir: jenis jangkrik yang besar • gangsul: keliru • gangsur: merangkak • ganita: bilangan hitungan • ganitrikundha: tasbih • ganjar: memberi ganjaran, pahala, imbalan; • ganjaran: pahala • gantal: gulungan daun sirih • gantang: takaran beras • gantar: galah • gantas: keras, nyaring • gantèn: laut, samudra • gantha: kehendak, niat, kemauan • gantheng: ganteng, tampan, gagah, bagus • gantung: gantung; • gantung kawin: peresmian kawin yang ditunda; • gantung kepuh: pakaian cuma satu potong; • gantung laku: masih menjalankan tugas; • gantung siwur: nenek moyang ke-8 • gantya: tulang rusuk melayang • gantyan: bergantian • ganung: hati nangka, hati nanas • ganyang: dimakan langsung • ganyong: sejenis umbi-umbian • gaota: berkerja; • panggaotan: pekerjaan • gapah: tak menghiraukan, menghina • gapit: jepit, penjepit; • gapit-rempah: gapit/penjepit wayang • gaplah: tiada berguna • gapura: pintu gerbang; • gapunten: (ing.) pintu gerbang • gara: istri, suami; • gara-gara: 1 adegan gara-gara dalam pentas wayang; 2 huru-hara, kerusuhan; • garagati, garanggati: laba-laba pohon; • anggara: Selasa; • anggara kasih: Selasa Kliwon • garanggati: laba-laba pohon • garap: garap, kerja; • garapan: pekerjaan; • garap banyu: datang bulan, menstruasi; • garap gawé: bekerja; • garap sari: haids • garba: rahim, kandungan; • garbini: hamil, mengandung • garbis: sebangsa semangka • garda: garda • gardaba: kedelai • gardajita: keinginan • gardaka: mengamuk • gardhu: gardu, pos, ruang penjagaan • garebeg: garebek, pesta sekatenan • garèk: ketinggalan, tinggal • garem: garam • garèng: salah satu punakawan dalam wayang • garènggati: laba-laba pohon • garep: akan • gares: tulang kaki • garet: kerat, ringgit, takik • garini: istri, bini • garis: garis • garit: garis, gores • garjito: senang sekali, kagum • garoh: tidak jadi, tidak sah • garok: geruk, parau • garon: telah digaru, penggaru • garong: garong, perampok, penjahat • garot: menggigit • garpu: garpu • garu: alat perata tanah setelah dibajak • garudha: burung garuda; • garudha mungkur: jenis strategi perang; • garudha nglayang: jenis strategi perang; • garudha pancasila: garuda pancasila • garuh: penggaru, penyisir tanah • garuk: garuk • garung: saluran yang tidak berfungsi lagi • garut: garut sejenis umbi • garwa: istri, suami; • garwa ampéyan: selir; • garwa ampilan: selir; • garwa padmi: permaisuri • garwita: marah, lekas marah • gas: gas • gas-gasan: 1 serakah, urakan, ugal-ugalan; 2 balap motor dengan menarik gas kuat-kuat • gasab: milik yang tidak sah • gasang: pegang • gataka: sengsara • digathok: digandol; • gathok-lèh: buka kartu, ditunjukkan kesalahannya; • gathuk: cocok, sesuai, ketemu; • gumathok: pasti, tentu • gati: penting; • gatos: (ing.) penting • gatra: 1 larikan; 2 rupa, wajah • gawa: bawa; • gawan: bawaan, oleh-oleh • gawang: gawang • gawar: tanda peringatan • gawat: gawat, bahaya, keramat • gawé: 1 pekerjaan; 2 hajat; 3 buat, membuat • gayatri: tulang rusuk melayang, anggun, berwibawa • nggayel: selalu makan • gayor: gantungan gong • gayuh: tercapai, mencapai; • gegayuhan: cita-cita • gebyah: campur, padu; • gebyah uyah: campur aduk • gebyog: dinding kayu • gedhah: kaca; • gedhah-gedhih: tak ada apa-apa • gedhana-gedhini: dua bersaudara pria wanita • gedhang: pisang; • gedhang ayu: pisang yang masih untuk kenduri; • gedhang salirang: pisang selirang • gedhé: besar, agung; • gedhé atiné: mantab; • gedhé endhasé: sombong; • gedhé tekadé: mantab; • penggedhé: pembesar, pemuka; • tembang gedhé: jenis tembang • gedheg: tempat menyimpan padi • gedhèg: dinding dari anyaman bambu • gedhig: pukul, tindas; • gedhig manggala: pembesar pasukan • gedhog: ketuk • gedhoh: tulang rusuk melayang telinga • gedhokan: kandang kuda • gedhong: gedung • gega: dipercaya, digugu, diturut • gegaman: pusaka, senjata, peralatan • gegana: langit, angkasa, dirgantara • gégé: cepat, lekas • gegeh: kokoh, kuat • gègèn: cepat • geger: punggung • gègèr: geger, huru-hara, kekacauan • gègrèk: rontok, berjatuhan, berguguran • gégroh: tua renta, jompo • gèl: lekas, lalu, barangkali • gela: kecewa, sakit hati • gelang: gelang • gelap: petir, halilintar; • gelap nyawang: berandal, perampok; • gelap paju: halilintar yang bila menyambar pecah terbelah; • gelap wédang: halilintar yang bila menyambar pohon akan mengelupas atau terbakar • gelar: 1 menggelar, membentang; 2 siasat perang; 3 nama kebesaran; • gelaran: tikar, bentangan • gelas: gelas • gelis: cepat, lekas • gelok: kerekan burung • gelung: gelung, ikatan rambut • gelur: mendengkur • gelut: berkelahi, bergulat • gemah: subur, makmur; • gemah ripah loh jinawi: subur makmur, ramai, semarak • gembala: janggut • gembili: gembili, jenis umbi-umbian • gembira: gembira, ria, suka • gembolo: sebangsa ubi • genah: jelas, terang, mapan • gendèr: jenis perangkat gamelan • gendéra: bendera • gendhaga: kotak, wadah • gendhak: suka, hobi; • gendhak sikara: menganiaya, menyiksa • gendhek: pendek lagi besar • gèndhèl: seikat, seuntai • gendhela: capung • gendhèwa: busur panah • gendhi: kendi, wadah air dari gerabah • gendhil: kendil • gendhila: idiot, kurang ajar • gendhing: gending, lagu • gendhis: gula • gendhon: ulat tanah; • gendhon rukon: seiya sekata • gendhu: jenis tupai • gendhuk: panggilan untuk anak putri • gendruwo: gandarwa, makhluk halus • gendug: terantuk • genduk: panggilan untuk anak putri • gendul: botol • gendut: gendut, gemuk, besar perut • geni: api; • geniwara: bertapa dengan tidak makan makanan yang dimasak dengan api; • geniroga: kain lurik • genjé: tumbuhan yang daunnya memabukkan • gentayangan: gentayangan, melayang-layang • genti: ganti, tukar; • gentos: ganti, tukar • gentur: kuat, kokoh, semangat; • gentur tapane: tapanya tamat, purna • gepah: tergopoh-gopoh • gepak: leka, pekat • gepok: senggol, sentuh; • gepok sénggol: sentuhan, senggol, sapa, tegur • gépor: lelah kaki, lunglai, lunas • gera: puncak • gerah: 1 gerah, udara panas; 2 sakit; • gerah uyang: panas dingin, hilang selera makan • gerang: tua-bangka, aus • gerap: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • geras: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • gerat: tanah mati • gerba: rahim, kandungan • gerbong: gebang • gering: 1 kurus-kering; 2 sakit • germa: 1 germa, pemilik gamelan; 2 ibu pengasuh pekerja seks komersial • gernat: granat • gero: berteriak, bersuara keras • getak: gertak, bentak; • getak gajah: nama tumbuhan • getapan: mudah gugup, berpenyakit jantung • getar: getar, bunyi-bunyian, musik • gethini: tekun bekerja • gethok: ketuk, pukul; • gethok-tular: dari mulut ke mulut • getih: darah; • getih mateng: darah matang; • getih putih: darah putih; • tulang rusuk melayang umbel: ingus, tahi hidung; • getih urip: darah baru, sehat; • nggetih: berusaha sekuat tenaga • gigih: gigih, giat, tekun • gigir: punggung, tepian, belakang • gili: punggung gunung, tanah yang tinggi • gilig: padu, satu, bulat; • gilig rembugé: mufakat • giling: giling • gilir: gilir; • gilir kacang: 1 berurutan, antrian; 2 banyak anak berselang-seling laki-laki perempuan • gilis: digulung • ginem: bicara, kata, sabda • gini: harta, dinar; • gana-gini: harta milik suami istri • giok: batu bertuah • gipih: tergopoh-gopoh • gipit: dahulu • gir: gerigi, gigi roda • girah: cuci ulang penghabisan • girang: girang, gembira • girap: ketakutan, kuatir • giras: sehat, trengginas • giri: gunung, bukit; • giri-giri: menakutkan, mengagumkan, menakjubkan; • girilaya: bukit pemakaman; • giri patembaya: sayembara, perlombaan; • giriwana: gunung hutan; • giriwarsa: barisan pegunungan, deretan perbukitan • girik: kupon, karcis • giring: 1 giring, gerak, dorong; 2 batu landasan untuk dinding dalam rumah • giris: takut, risau, gelisah • girisa: jenis tembang • giro: giro • gisang: pisang • gisau: belajar • gisik: pesisir, pantai • gisit: dahulu • gistha: bicara, maksud • gisus: bergerak ramai sekali, huru-hara • gita: syair, puisi • gitanjali: tembang persembahan • githi-githi: tergesa-gesa • githing: tindih, jahit, apit • githir: lari tunggang langgang • githok: tengkuk, leher bagian belakang • gitik: cambuk, tongkat • giwang: giwang; • giwangan: 1 genjotan, selingan; 2 tempat menjual giwang • giwar: selimpang, menyimpang, menyisi • giya: 1 gua, goa; 2 membelok (kerbau, dsb) • giyota: perahu • gladhi: latihan; • gladhi resik: latihan terakhir, sebelum pementasan • gladrah: pelupa, tak sadar, sekehendaknya • gladri: beranda • glali: jenang gula, gula direbus • gobag sodor: jenis permainan anak remaja • gogo: jenis padi untuk lahan tadah hujan; • gogo rancah: jenis padi untuk lahan tadah hujan • gogoh: mencari ikan dengan meraba-raba • gogok: minum/telan langsung • gogol: pemilik sawah • gogor: anak harimau • gogot: rakus, berlaga • goh: lembu • gohpura: gapura • golèk: cari • golok: parang, pisau • gong: gong, perangkat gamelan; • gong bonjor: gong dari tabung bambu • gonggang: renggang, bercelah • goni: karung goni • gonjak: menganggu, menggoda, berlaku sembrono • gonjang-ganjing: geger, huru-hara • gontor: dihanyutkan, diguyur air deras-deras • gonyak-ganyuk: serba canggung • gopa: gembala, penjaga • gopala: penjaga; • arca gopala: patung penjaga • gopèl: rompes, cuwil • gopès: rompes, cuwil • gopok: lapuk • gopracara: tempat menggembalakan • goprak: kelontang, jenis yang terburuk • gopura: gapura, pintu gapura • gor: tulang rusuk melayang • gora: besar, dahsyat; • gora godha: godaan, amuk haru-biru; • gorasabda: nasehat yang keras; • goraswara: nasehat yang keras • gorawa: dengan hormat • goroh: bohong, tipu • gorok: gergaji, potong • gothak-gathuk: sering bertemu • gothang: senggang, renggang, jeda • gotong: menggotong, mengangkat bersama; • gotong mayit: 1 anak tiga mengerjakan hal yang sama; 2 anak tiga perempuan semua; • gotong royong: kerja sama • gotrah: kepala keluarga • goyang: goyang • gra: puncak, sangat • gragal: kerikil-kerikil besar • gragap: gagap, gugup • gragas: doyan makan, makan sembarangan • gragèh: raih, diraih • grago: 1 bimbang, ragu; 2 anak udang • grahana: gerhana • grahita: indra, perasaan • graja: saudara* • grajag: mengalir deras • grajèn: tahi gergaji • graji: gergaji • graksa: petir, halilintar • gralapa: lupa, tak sadar • gram: gram, satuan ukuran • grama: 1 desa; 2 api • gramang: mengeriap; • semut gramang: semut merah • grambyang: dikira-kira • gramèh: gurameh, jenis ikan • grami: berdagang • gramyang: mengambang, menyebar • grana: hidung • grandaka: banteng besar, buas, bengis • granggam: ragu-ragu, bimbang • granggang: tombak bambu, bambu r uncing • grangsang: menyerang, menyerbu • grantang: nama gamelan • grantes: berkeluh kesah • grantil: kelihatan bergantungan • grantos: gergaji • graos: gergaji • grapyak: ramah • grasi: grasi, ampunan • grat: tulang rusuk melayang, turunan • grati: keturunan itik dengan itik manila • graut: mencakar, menyobek dengan kuku • grawira: hulubalang, panglima perang • grema: pemburu • grènjèng emas: kertas mas • gribig: tulang rusuk melayang, bidai, grebek • grinting: nama rumput • griya: rumah, wisma • grobag: gerobak; • grobag cèlèng: pedati beroda satu, gerobak dorong • grobog: lumbung padi keluarga • groboh: kasar, tidak halus • groda: pohon beringin • grogol: gerogol, cerocok • gropak sénthé: keturunan yang ke-7 • gubug: rumah kecil; • gubug pèncèng: nama rasi bintang • guci: guci • gudèl: anak kerbau • guder: goda; • guder asu: bercanda seperti anjing (lama-lama berkelahi beneran) • gudhal: kotoran gigi, kotoran kemaluan • gudhang: gudang • gudhas: enak sekali • gudhé: tanaman sejenis kara • gudhig: jenis penyakit kulit, kudis • gudhis: enak sekali • gudir: jenis kue • gudrah: berlumuran • gudu: bukan, lain • gugah: bangun, goyah • gugat: gugat, tuntut • gugon: kepercayaan; • gugon tuhon: kepercayaan pada adat dan takhayul • gugrag: jatuh berguguran • gugrug: rontok, gugur • digugu: dipercaya, diindahkan • guguh: sudah tanggal semua giginya • guguk: menangis tersedan-sedan • gugup: gugup • gugur: meninggal, mati, rontok; • gugur gunung: kerja bakti • gugus: gugus, tulang rusuk melayang • gugut: menggigit dengan gigi seri/gigi depan • guha: gua • guhya: gaib, samar-samar • gujeg: pegang, tangkap • gujeng: tertawa • gujer: mengejar • gul: gul, bola masuk gawang • gula: gula; • gula arèn: gula yang terbuat dari aren; • gula batu: gula yang membatu; • gula drawa: nama tembang; • gula geseng: warna merah kehitaman; • gula jawa: gula merah, gula kelapa; • gula klapa: 1 gula dari sari kelapa; 2 bendera merah putih lambang kerajaan Majapahit; • gula wenthah: pelihara; • gulali: jenang gula, gula yang direbus • guling: guling, bantal • gulma: rumput sawah • gulo: gula • gulon: kerah baju, baju bagian leher • gulu: leher; • gulu ancak: leher angsa bagian bawah; • gulu banyak: leher angsa, saluran yang berkelok (water closet) • gulud: menggarap sawah • guluh: leher • gulung: gulung; • gulung koming: bergulung-gulung, berguling-guling • gumarang: nama lembu dalam wayang • gumathok: pasti, sudah tentu • gumati: sayang, kasih • gumbala: kumis • gumbeng: pipa penghisap madat • gumblis: menghina • gumbreg: nama wuku ke-3 • gumer: gemuruh • gumpes: tumpas, rompes, aus, ompong • gumping: lereng gunung yang terjal • gumrah: biasa, lumrah, umum • gumuk: bukit • gumul: bergumul • gumun: heran, terkejut, kagum; • aja gumunan: jangan terlalu heran • gumyak: ramai sekali, gaduh • gun: 1 salah satu perangkat alat tenun; 2 zina • guna: 1 kepandaian; 2 manfaat; • gunadi: orang yang berguna; • guna kaya: kepandaian kekayaan; • gunawan: orang yang berguna; • gunawidi: pintar, pandai • gunah: sudah mengerti sungguh-sungguh • guncang: guncang, goyang • gundam: gendam, ilmu pikat • gundem: sangkut, kait • gundha: nama tumbuh-tumbuhan yang di sawah • gundhal: penggembala kuda; • begundhal: bajingan • gundhala: cincin, anting-anting • gundhik: gundik, istri gelap • gundhil: gundul, polos • gundhul: rambutnya dicukur bersih • gunem: bicara, wicara, kata • gung: agung, besar • gungan: manja • gunggung: 1 sanjung; 2 jumlah; • gunggung kumpul: jumlah total; • gunggung susun: cara penjumlahan bilangan dengan disusun ke bawah • digungsir: disungkur • guni: karung goni • gunita: kebudayaan, kepandaian • guntang: tabung tempat air • tulang rusuk melayang gunting • guntur: guruh, halilintar • gunung: gunung; • gunungan: 1 rumah-rumahan untuk wadah sesaji; 2 kayon; • gunung geni: gunung api; • gunung guntur: nama corak kain batik; • gunung kendheng: barisan pegunungan; • gunung sepikul: bentuk cincin bermata tiga • gupa: penjaga, penggembala • gupak: terkena • gupala, reca gupala: arca penjaga • gupé: susah, sedih • gupi: bermain-main • gupis: aus, usang, rompes • gupit: sempit, ciut, terjal • gupita: karangan bunga, putri pingitan • gupoh: tergopoh-gopoh, terengah-engah • gupta: rahasia, samar-samar • gupu: kandang ternak • gupuh: sibuk, repot • gupya: prihatin • gurawa: hormat, dengan hormat • gurda: pohon beringin • gurdaka: 1 nafsu; 2 banteng besar • gurem: gurem, binatang sejenis semut kecil • gurih: gurih, enak, nikmat • guris: berseloroh, menggodai; • gurisan: selorohan, jenaka • gurit: puisi, syair; • geguritan: puisi, syair • gurma: pemburu • gurna: ramai sekali • gurnita: gegap gempita, hangat, ramai • guru: guru, pengajar; • guru aleman: suka dipuji; • guru bakal guru dadi: upeti; • guru dina: kalender; • guru lagu: suara vokal pada akhir suku kata; • guru laki: suami; • guru nadi: suami; • guru wilangan: jumlah suku kata • guruh: guruh, guntur • gurundaya: burung layang-layang • gurung: tenggorokan • gusah: usir • gusak: usir • gusali: pandai, tukang besi • gusar: kuatir, sedih, sumelang • gusek: hapus • gusi: gusi • gusis: habis, musnah • gusti: tuan, paduka, Tuhan • gutuk: batu pelontar; • gutuk api: granat • guwa: gua; • guwa garba: rahim, kandungan • guwab: bohong, omong kosong • guwang: buang • guwaya: air muka, roman muka, mimik • guwiratna: intan yang bagus • guyang: guyang, siram, memandikan • guyeng: ramai, penuh canda tawa • guyer: putar • guyu: tertawa; • guyon: bergurau, berkelakar • guyub: guyub, rukun, bersatu H • hala: bajak, mata bajak • halang: nama senjata • halep: indah, cantik • haliman: gajah • haliwawar: taufan, angin ribut • hana: ada • hanacaraka: baris awal susunan huruf Jawa • hara: bening, kehendak • hara-huru: huru-hara, keributan, geger • haraka: 1 kalung; 2 buah pinang • harana: mengambil, membawa • harda: nafsu, keinginan; • hardana: harta kekayaan • hari: 1 hari; 2 matahari; 3 Kresna/Dewa Wisnu; • harimurti: terangnya matahari, Dewa Wisnu • harimau: harimau • harina: kijang • harini: syair, puisi • harja: makmur, subur; • harjana: bidadara, dewa; • harjanti: bidadari; • harjasa: asri, bagus, indah; • harjaya: selamat, sejahtera • harjuna: 1 putih, cemerlang; 2 Arjuna, anak ketiga keluarga Pandawa • harsa: hendak, ingin; • harsana: hendak, ingin, mau, senang, bahagia; • harsaya: senang, gembira; • harsuka: senang, suka cita • harta: harta-benda, kekayaan; • hartaka: harta kekayaan; • hartakara: harta kekayaan; • hartana: harta kekayaan; • hartanta: harta kekayaan; • hartara: air; • hartati: indah, cantik, lebih; • hartawan: berharta, kaya-raya; • hartika: grahita, pikiran • haru-hara: geger, kekacauan • hasil: hasil • hasta: tangan; • hastapada: tangan dan kaki • hasti: gajah • hawa: hawa, udara; • hawa nepsu: hawa nafsu • héma: emas • hening: hening, sepi, sunyi • hèr: air; • herdaya: hati, perasaan; • hèrtambang: sungai; • hèrtati: air hujan • herti: tegas, jelas • hèru: mustika • hima: salju, awan, mendung; • himawan: gagah seperti gunung • hina: hina, rendah; • hinabudi: hina, rendah budi • hira: intan • hirsa: susah, sedih • hirya: intan • hita: guna, faedah, kebajikan • hulun: saya • huraga: raga, badan, tubuh • hya: air, banyak • hyang: hyang, dewa, batara, junjungan; • hyang anala: sang api; • hyang arka: sang surya, matahari; • hyang aruna: tulang rusuk melayang surya, matahari; • hyang brahma: Brahma; • hyang hari: batara Guru, dewa Wisnu; • hyang indra: sang Indra; • hyang iswara: sang Guru; • hyang kelepasan: muksa, menuju kesempurnaan hidup; • hyang raditya: sang surya, matahari; • hyang rawi: sang surya, matahari; • hyang sri: dewi sri, dewi padi, dewi kesuburan; • hyang wulan: sang rembulan I • iba: iba, alangkah, betapa • ibakara: belalai • ibat: sangat mengherankan • iben: air liur, ludah • iber: terbang • ibu: ibu, mama • ibut: hiruk pikuk • ica: senang, enak, tenang, pengharapan • ical: hilang • icana: putih mata • icip: incip, coba • icir: belat bambu • icul: lepas, terlepas • idah: masa idah, masa menunggu • idak: injak; • ngidak: menginjak • idep: bulu mata • idhum: rindang, sejuk • idu: ludah, liur • iguh: pendapat, saran • iji: satu • ijo: hijau; • ijoan: hijauan, pakan ternak, sayur hijau; • ijon-ijon: tulang rusuk melayang • ijo royo-royo: hijau sekali • ijol: tukar, ganti; • ijol anggon: tukar tempat • ika: 1 itu; 2 eka, tunggal, satu • ikan: ikan air • ikana: entahlah • ikang: yang • iket: iket, tutup kepala • iki: ini; • iking: ini; • iku: itu • ikut: ikut, menurut • ila-ila: sumpah, serapah, nasehat yang harus dituruti • ilab: penggal • ila-ilu: ikut-ikutan • ilam: tulang leher, terusan tulang punggung • ilang: hilang • ilat: lidah; • ilat baya: bunga lidah buaya • ilé: panjang lanjut • iler: liur • ili: aliran; • ilèn: aliran • ilir: kipas • ilo: lihat, tatap, pandang • ilok: baik, bagus • ilu: ikut; • ilon: mudah ikut, ikut-ikutan • ilung: hilang • ilur: liur, lendir • ima: awan, mendung • imah-imah: berumah tangga • imantaka: awan, mendung, mega; • imantara: mega tipis • imar: 1 himar, keledai; 2 sayang, kasihan • imat: sakit gigi • imba: alis, kening, nama tumbuhan obat • imbal: bergantian, giliran; • imbalan: imbalan, upah, harga keringat • imbang: imbang, sebanding • imbet: 1 tambahan; 2 peram • imboh: imbuh, tambah • imbon: 1 tambahan; 2 peram • imbuh: imbuh, tambah • iming: iming, rangsang • impang: menang • impeng: pipa besar untuk air • imper: mirip, sesuai, cocok • impi: mimpi • impun: himpun, kumpul • impur: pengkar • imuk: amuk • imul: tak tahu malu, suka meminta • imur: dihibur • ina: hina; • ina budi: hina budi, rendah akhlak • inak: enak, nikmat • incat: berlepas diri, cuci tangan • inceng: incar, intip • incer: incar, lihat • incih: diintai diam-diam • incup: pegang, tangkap • indel: menjerang, menaruh panci di perapian untuk memasak • indeng: seluruh, semua • indha: menghindar; • indha-indha: mengelak, mengindar • indhak: menuduh • indhang: menengok, menjenguk, membesuk • indhen: poros, gandar, as • indhung: induk semang • inding: pembalut wanita • indra: dewa indra; • indracapa: mendung; • indrajala: pencuri, panah; • indralaya, indraloka: kahyangan Indralaya, istana dewa Indra; • indrapada: kahyangan Indrapada • indriya: indera (alat penciuman, perasaan, pendengaran, perabaan, penglihatan) • indung: induk semang • nginep: menginap, bermalam; • minep: menutup (pintu, dll.) • ing: di • ingan: batas • ingas: nama pohon • inger: menggeser, merubah arah, membelokkan • inget: ingat, pikr • ingga: hingga, sampai • inggah: nak • inggal: baru, segera • inggat: minggat, pergi tanpa pamit • inggih: iya, setuju • inggil: tinggi, luhur; • krama inggil: jenis bahasa sangat halus; • siti hinggil: tanah yang ditinggikan untuk pagelaran kraton • inggita: perangai, tingkah laku • ingiring: diiringi • ingkang: yang • Ingkang Sinuhun: yang dimintai, yang diharapkan, gelar raja • ingkar: ingkar, menolak • ingked: bergesak, ingkar, berubah, mencabut kata • ingkel: injak • ingkem: tutup • ingkeng: yang • ingkud: dipersempit, diperkecil • ingkul: berjalan cepat dengan menunduk • ingkung: ayam yang dimasak secara utuh • ingon: yang diberi makan, binatang piaraan • ingong: saya, aku • ingsed: bergeser • ingsep: hisap • ingser: dipindah ke empat lain • ingslep: ditarik ke dalam • ingsun: saya, aku • ingu: pelihara, piara • inguk: jenguk, tengok, lihat • ingwang: saya, aku • injek: injak • injen: intip, melihat secara sembunyi-sembunyi • injet: gamping yang diairi • intar: pintar, tinggi ilmu pengetahuannya • inten: intan, permata • inter: inter, pintar • inting: diancam, ditantang • intip: 1 intip, mengintip; 2 nasi yang ditanak dan melekat di panci • intir: diatur nyalanya • inum: minum • inyak: 1 injak-injak; 2 hina, rendah, remeh • ipah: upah, gaji, ongkos • ipat-ipat: disumpahi, dicacimaki, dikata-katai • ipé: ipar, saudaranya istri/suami • ira: kira-kira, duga, ramal • irah-irahan: perkiraan, perhitungan, ramalan • irama: irama, nada • irang: wirang, mendapat malu • irawan: mendung, mega • ireng: hitam • iri: iri • irib: mirip, serupa • irid: 1 irit, hemat; 2 mengajak, membawa rombongan • irih: pelan • irik: lirik, tulang rusuk melayang dengan ekor maa • irim-irim: 1 tumbuh-tumbuhan; 2 gending • iring: bagian sebelah; • iringan: 1 iringan, pengikut; 2 dari samping; • miring: miring; • ngiring: mengiring • iris: iris • irit: hemat; • irit-iritan: rombongan; • ngirit: hemat • irsaya: iri dengki • irung: hidung • irup: hirup • irus: ciduk sayur • isa: bisa • isah: cuci, membersihkan • isan: sekalian, sekaligus; • wis isan: sudah selesai memasak • isel: banyak dagingnya • iseng-iseng: iseng, hal yang aneh-aneh, hal yang tidak penting • isep: hisap • isi: isi, muatan • isih: masih • isin: malu • isis: semilir, sejuk, segar • isor: di bawah • isti: cipta • istilah: istilah • istri: istri • istu: jadi, sungguh • isu: panah • isuh: membasuh, mencuci • iswara: 1 ratu; 2 suara • item: hitam sekali • itung: hitung • iwa: ketika • iwak: ikan; • iwak bandeng: ikan bandeng; • iwak empal: daging binatang ternak; • iwak loh: ikan laut; • iwak pitik: daging ayam; • iwak sapi: daging sapi • iwèn: binatang piaraan sebangsa sapi, kerbau, kambing • iwi: cibir • iwir: barang kecil dan tipis yang bergerak-gerak • iya: iya, setuju • iyan: tambir persegi J • jabang: anak, bayi; • jabang bayi: bayi yang baru lahir • jabat: menjabat; • jabatan: jabatan, kedudukan; • jabat asta: jabat tangan • jabel: 1 cabut, tarik; 2 membatalkan • jadah: juadah, jenis makanan dari beras ketan • jadhel: diminta kembali • jadhem: jadam • jadhi: kuali besar • jaé: jahe • jaga: berjaga; • jagabaya: pamong desa urusan keamanan; • jagabengi: jaga malam; • jagakarya: prajurit, tentara; • jagakersa: pegawai; • jagamalem: jaga malam; • jagapraja: menjaga istana; • jagapura: menjaga pura, tempat suci; • jagaripu: nama ikan; • jagaruna: cadangan; • jagasatru: menjaga musuh; • jagasura: nama kesatuan prajurit kraton; • jagawèsthi: polisi • jagal: jagal, tukang potong hewan • jagana: buritan • jagang: jagang, pengokoh • jagat: dunia, alam semesta; • jagat cilik: jagat kecil, tubuh manusia; • jagat gedhe: jagat besar, alam semesta; • jagat karana: asal muasal dunia; • jagatnata: penata dunia; • jagat pramudita: kebahagiaan; • jagat pratingkah: pengatur dunia; • jagat raya: jagat raya; • jagat saksana: penjaga, pemimpin dunia • jagi: menjaga • jagir: anak kerbau jantan • jago: 1 ayam jantan; 2 calon • jagra: bangun • jagrag: kuda-kuda • jagul: tongkat penyangga • jagung: jagung • jagur: demuk • jahat: jahat • jaja: dada • jajag: menjajagi, mencoba, menduga • jajah: menjajah • jajal: mencoba • jajan: jajan, kue • jajang: bambu • jajap: tulang rusuk melayang • jajar: jajar, sejajar • jaka: jejaka, bujang; • jaka kumala kala: bujang kecil; • jaka bèlèk: nama rasi bintang; • jaka bléro: nama burung; • jaka bolot: nama padi; • jaka jebug: bujang tua; • jaka lara: istri/suami pertama; • jaka sawur: nama rumput; • jaka tuwa: nama rasi bintang; • jaka wuru: nama burung • jaksa: jaksa, penuntut hukum • jala: 1 jala; 2 air; • jalada: air, mendung; • jaladara: mendung, awan; • jaladhi: laut; • jaladri: laut; • jalanidhi: laut, samudra; • jalantara: talang air; • jalatarangga: gelombang • jalaga: jelaga, tempat • jalak: jenis burung; • jalak ngoré: bentuk dapur keris • jalan: jalan • jalang: 1 untaian padi; 2 pelacur • jalar: rambat; • jalaran: sebab, karena • jalasa: duduk • jaler: pria, laki-laki • jali: nama tumbuh-tumbuhan sebangsa jagung • jalidra: orang hina • jaling: tulang di belakang pelipis • jalirih: tumbuhan poyang • jalma: manusia, orang; • jalma manungsa: manusia, orang; • jalmi: manusia • jalu: 1 laki-laki; 2 susuh • jaludha: tulang rusuk melayang • jaluk: minta • jam: jam • jamah: jamah, sentuh, senggol • jamajuja: jaman dahulu • jamak: lumrah • jamala: pukul, memukul • jaman: zaman; • jaman akir: zaman akhir; • jaman langgeng: zaman keabadian; • jaman pati: zaman kematian; • jaman ramé: zaman keramaian • jamang: jamang, perhiasan kepala • jamas: keramas; • jamasan tosan aji: memandikan pusaka • jamba: melempar, membuang • jambak: menjambak, menarik (rambut) • dijambal: dipanggil langsung namanya • jamban: jamban, tempat pembuangan • jambang: jambang; • jambangan: jambangan, wadah air • jambé: pohon pinang • jam: jam • jamblang: nama buah, nama batikan • jambon: warna merah jambu • jambor: campur; • jamboran: kata majemuk • jambu: jambu; • jambet: jambu; • jambon: warna merah jambu; • jambunada: emas • jambuka: anjing hutan, serigala • jambul: jambul, rambut di depan • jambunada: emas tulang rusuk melayang jampeng: tuli, pekak • jampi: jamu, obat • jamprong: kelihatan gagah • jamu: jamu, obat • jamuga: akhirnya, kejadiannya • jamur: jamur, cendawan • jamus: aji, jimat • jan: memang, nyata • jana: manusia; • janaloka: tempat manusia, dunia; • janapada: 1 alam dunia; 2 budak, abdi; • janapriya: dicintai oleh manusia • jandhu: sebangsa capung • jangan: sayur; • jangan bening: sayur bening • tulang rusuk melayang hitam mengkilat • janget: tali dari kulit • jangga: leher • janggan: murid, siswa • janggar: terlalu tua • janggel: tulang jagung; • janggélan: nama rumput • jangget: lekat, melekat • janggir: anak kerbau jantan • janggitan: nama hantu • janggleng: biji jati atau tanaman jati yang masih kecil • janggut: dagu • jangji: janji • jangka: 1 jangka, ramal; 2 alat untuk membuat lingkaran • jangkah: jangkah, langkah • jangkang: nama buah • jangkar: jangkar, sauh • jangkep: lengkap, sempurna • jangkrik: jangkrik • jangkung: badan kurus dan tinggi • janglar: retak, lekah; • janglaran: sebab, karena • jangleng: biji atau bibit pohon jati • janglot: nama tumbuh-tumbuhan • janguk: duduk menganggur • jangur: mengatur rangka rumah • janji: janji • janma: manusia, orang • jantaka: celaka, sengsara • jantar: retak, merekah • janten: jagung muda • jantèn: atap perahu • janti: nama pohon • janton: ramuan, rempah-rempah • jantra: tujuan, kemauan, kehendak • jantrung: termenung-menung • jantu: obat, ramuan • jantung: jantung • jantur: menceritakan, melukiskan • janu: tuba • janur: janur, daun kelapa yang masih kuning; • janur gunung: aren, pohon aren • japa: mantra magis; • j apa mantra: mantra magis; • japa yoga: puja samadi • japana: nama daun • japi: mantera • japit: jepit, apit • jara: tua • jarah: jarah, direbut dengan paksa • jarak: nama tumbuhan • jaran: kuda; • jaran dawuk: nama rasi bintang; • jaran goyang: mantra pengasihan; • jaran képang: kuda-kudaan dari kepang untuk pertunjukan/ permainan; • jaran panolèh: mantra untuk mendapat kekayaan • jarang: air yang sudah dimasak • jarapah: jerapah, nama binatang • jaratan: kuburan, makam • jar: kata; • jaréné: katanya • jarem: bengkak • jari: 1 jari-jari; 2 jaring kecil • jariji: jari-jari • jarik: kain sarung untuk wanita • jaring: jaring • jarit: kain sarung untuk wanita; • jarit amba: kain jarik yang lebar; • jarit ciyut: kain jarik yang sempit; • jarit kadèn: kain yang sempit panjang, selendang • jaroh: sudah akrab • jarong: nama pohon • jarot: kuat, kekar, kokoh • jaruh: sudah akrab, diketahui orang • jarum: jarum • jarupih: tangkai daun pisang • jarwa: terjemah; • jarwa dosok: terjemahan dengan model akronim; • jarwa suta: terjemahan dengan model akronim; • jarwi: terjemahan, mengerti • jasa: jasa • jasem: nama pohon • jata: api menyala; • jatarupa: emas • jatah: jatah • jateng: singkatan Jawa Tengah • jatha: rambut, • parijatha: jenis tembang sinom; • jathadhara: rambut gimbal • jathara: perut • jathil: kuda lumping, seni jathilan • jati: 1 pohon jati; 2 sejati, nyata, sungguh; • jati ngarang: pohon jati yang tumbuh padat; • jatos: 1 pohon jati; 2 sejati; • jatosipun: sesungguhnya, senyatanya • jatmika: jatmika, penuh sopan santun • jatoh: jatuh • jatu: ramuan, rempah-rempah; • jatukrama, jatukrami: jodoh • jatuh: jatuh • jauh: jauh • njauk: meminta • jaul: menagih hutang • jawa: pulau Jawa, budaya Jawa, orang Jawa; • ora Jawa: tidak tulang rusuk melayang sopan santun; • ilang jawané: tidak punya sopan santun; • durung jawa: belum tahu adat sopan santun dan jiwa kejawaan; • kejawèn: aliran kepercayaan kejawaan; • jawadwipa: pulau Jawa; • jawa Kulon: Jawa Barat; • jawa Tengah: Jawa Tengah; • jawa Wetan: Jawa Timur; • jawi: Jawa • jawab: jawab • jawah: hujan • jawan: nama rumput • jawar: nama pohon • jawara: juara • jawat: jabat; • jawat asta: berjabat tangan • jawata: dewa • jaweh: hujan • jawès: rambut di bawah bibir tulang rusuk melayang jawil: sentuh, senggol • jaya: menang; • jaya kawijayan: kemenangan; • jaya merta: bisa, mampu; • jaya mrata: 1 wudhu; 2 tanpa tanding; • jayandaru: 1 wahyu kemenangan; 2 nama pohon beringin di alun-alun keraton; • jayantaka: nama dewa; • jayantara: nama dewa; • jayanti: nama pohon; • jaya wijayanti: kemenangan • jayèng, jaya ing: tulang rusuk melayang di dalam .; • jayèngan: 1 tempat jamuan, tempat mengobrol bagi tamu; 2 abdi pengantar minuman; • jayèng astra: nama kesatuan prajurit kraton; • jayèng katong: minyak yang menyebabkan dapat melihat makhluk halus yang biasa dipakai raja-raja; • jayèng sekar: nama kesatuan prajurit kraton • jé: ungkapan penekan, demikian, begitu, katanya • jebad: jenis minyak • jebag: jebak, jebakan untuk burung, tikus dll • jèbèh: ujung ikat kepala • jebèng: buyung, angger, panggilan untuk anak • jebod: rusak • jebol: jebol, rusak • jebug: biji buah pinang • jebul: 1 muncul; 2 ternyata, tak tahunya • tulang rusuk melayang mati, mampus • jedhog: mekar, mengembang • jedhol: cabut, tarik • jédhor: bedug • jedhot: meletus • jedhur: suara kendang besar • jèdi: kawah • jeg, ajeg: biasa; • sajege: selamanya • jegal: menjegal, mengganjal • jégang: duduk dengan satu kaki tidak menumpu • jejer: tampil • jèjèr: jajar, duduk/berdiri berdampingan; • jèjèr wayang: berjajar-jajar seperti wayang • jeksa: jaksa, penuntut hukum • jekut, anyep jekut: dingin sekali • jelag: makan, menipu • jelak: segera, dengan cepat • jelma: menjelma, reinkarnasi, menitis • jélung: bermain petak umpet; • jélung èdèr: bermain petak umpet; • jélung umpet: petak umpet • jembak: sayur yang tumbuh di tempat becek • jembangan: jambangan, tempayan • jembar: luas; • jembaran: belanga ceper; • jembar dhadhané: sangat sabar; • jembar kawruhé: banyak ilmu; • jembar kuburé: diampuni dosa-dosanya; • jembar polatané: pintar; • jembar segarané: mdah memberi maaf • jembatan: jembatan • jempana: tandu, kereta • jemparing: panah • jempina: 1 bayi prematur; 2 nama tumbuhan • jempiring: cangkul tanpa tangkai • jenak: betah, tahan, tenang, jinak • jenang: jenang, bubur • jenar: kuning; • mahesa jenar: lembu kuning; • siti jenar: 1 tanah kuning; 2 nama seorang wali di Jawa • jengkar: berdiri dan segera berjalan • jengku: dengkul • jené: kuning • jeneng: nama, identitas; • jeneng cilik: nama kecil; • jeneng tuwa: nama tua; • panjenengan: anda, tuan • jeng, ajeng: sebutan untuk putri, ayu; • diajeng: adik • jengandika: paduka, anda, kamu • jenggama: hidup, kehidupan • jenggan: murid, abdi, siswa • jénggot: jenggot, rambut di dagu; • jénggot wesi: nama tumbuhan • jengku: lutut • jentrung: menyesal • jentung: merenung, diam sambil berpikir • jenu: tuba • jepat: mencungkit • jepit: jepit, apit • jernih: jernih, bening, jelas • jero: dalam, mendalam; • jeroan: bagian dalam; • jeron beteng: bagian dalam beteng • jeruk: jeruk • jerum: menderum (sapi, kerbau, dll) • jetmika: jatmika, penuh sopan santun • jewawut: jewawut, sekoi • ji: 1 satu; 2 raja; • jitus: singkatan dari siji satus, satu banding seratus; • jiwang: singkatan dari siji sewang, masing-masing orang mendapat satu • jidhor: beduk, kendang besar • jiha: jiwa, nyawa • jilat: menjilat • jilma: jelma • jimbun: tua renta • jinantra: jentera, kincir air • jinem: tidur; • jinem amrik, jinem patani, jinem rum, jinem sekar, jinem wangi: tempat tidur • jinis: jenis • jinten: jintan, daun bumbu • jiwa: jiwa, nyawa; • jiwagra: jiwa raga, jasmani ruhani; • jiwana: hidup, kehidupan; • jiwandana: jenis tembang gedhe; • jiwangga: jiwa raga, jasmani ruhani; • jiwaretna: jenis tembang gedhe; • jiwatma: jiwa, atma, ruh hidup • jlamprong: anak istimewa, hebat • jlanthir: bagus, pemuda • jodhang: judang, kotak wadah makanan yang dipikul • jodho: jodoh • jodhog: burung pemikat • jodhong: bakul besar, lodong • joglo: jenis rumah tradisional • jomplang: berat sebelah, tidak imbang • jompo: tua renta, jompo • jompong: daun jati • tulang rusuk melayang judang, wadah makanan yang dipikul • jonggol: tanggungan • jonggrang: besar tinggi • jongos: jongos, tukang masak • jra: tersiar di mana-mana • jrabang: merah, warna jangkrik • jragan: juragan • jragem: merah kehitaman • jrih: takut, kuatir • jriji: jari-jari • jrum: fitnah; • jruman: memfitnah • jrumat: jerumat, dijahit • jubag: jompo, tua renta • jubar: gagal, urung, tidak jadi • jubrisa: abdi perempuan • jubriya: congkak, angkuh • jugag: besar, agung • jujul: kembalian, kelebihan • jujur: jujur, transparan, terus terang • jukung: perahu kecil, sampan • juluk: sebutan, nama • julung: buntu, serba terancam; • julung caplok: anak yang lahir di waktu matahari terbenam; • julung kembang: anak yang lahir di waktu matahari terbit; • julung pujut: nama wuku ke–15; • julung sarap: anak yang lahir waktu matahari akan tenggelam; • julung sungsang: anak yang lahir waktu matahari tegak (jam 12 siang); • julung wangi: nama wuku yang ke-9 • jum: pilihan, istimewa; • jumanten: zamrut; • jumara: zamrut • jumantara: langit, dirgantara • jumbuh: cocok, sesuai • jumbul: melompat karena kaget • jumed: menjalankan • jumeneng: berdiri, naik tahta • jumlah: jumlah • jumpalik: berbalikan, jatuh tersungkur • jumput: ambil • jumrah: biasa, lumrah • jumuk: ambil • jun: jun, jembangan, wadah air • jung: ukuran luas sawah (4 bau) • junggel: terbalik • junggla: terlompat karena terkejut • jungjung: junjung • junjang: berat sebelah • junjunan: nama ikan • junjung: junjung, angkat • juntrung: arah, tujuan • jupuk: ambil • juragan: juragan, bos • jurit: jurit, prajurit, bala tentara • juru: juru, tukang; • juru basa: juru bahasa, penerjemah; • juru demung: jenis tembang macapat; • juru kebun: pekebun; • juru kunci: juru kunci, penjaga kuburan; • juru sungging: tukang lukis; • juru tulis: juru tulis • jurug: ditimbun • juruh: cuka gula Jawa • jurung: dukung • jurus: jurus, kiat, taktik; • jurusan: 1 arah; 2 bidang keilmuan • juwadah: juadah, jenis panganan • juwal: jual • juwara: juara, pemenang • juwarèh: bosan, jemu • juwata: dewa • juwawah: lebar mulutnya tulang rusuk melayang tebal bibirnya • juwawut: sekoi, jenis tanaman pangan • juwèh: suka membenci, gampang mencela • juwita: 1 cantik, anggun; 2 kehidupan K • kabar: berita, warta; • kabar angin: kabar bohong; • kabar kabur: kabar bohong; • kabar sriwing: kabar bohong • kabur: 1 melarikan diri; 2 tidak jelas • kabèh: semua • kabur: kabur • kaca: kaca; • kaca benggala: tauladan; • kaca paesan: kaca berhias • kacang: kacang; • kacang brol: kacang tanah; • kacang srenthul: kacang tanah; • kacang tholo: kacang tanah; • kacang dawa: kacang panjang; • kacang ijo: kacang hijau • kacapi: kecapi • kacapuri: pagar tembok • kaceb: lekat, rekat • kacèk: selisih • kacélung: bunga dadap • kacer: jenis burung • kacir-kacir: berceceran; • ngacir: 1 pergi begitu saja; 2 membuat sarang (burung) • kacu: sapu tangan • kacubung: kecubung • kacung: anak buah • kadaluwarsa: terlambat, kelamaan • kadang: saudara; • kadang sentana: sanak saudara; • kadang wandawa: sanak saudara • kadasa: kesepuluh • kadga: keris • kadgada: cekatan • kadhal: kadal; • kadhal mènèk: sanggul bagi laki-laki • kadhang: kadang, suatu saat; • kadang kala: kadang-kadang; • kadhingkala: kadang kala • kadhaton: istana • kadhawa: nama burung • kadhemen: terlanjur senang; • kadhemenan: kesenangan, kesukaan • kadheng pareng: barangkali • kadhengé: kadang-kadang • kadhèt: pelajar, tentara • kadhil: taring babi hutan • kadhini: istri, perempuan • kadho: pemberian • kadhokan: di tempat • kadhung: terlanjur • kadi: seperti • kadipundi: seperti apa, tulang rusuk melayang • kados: seperti; • kadospundi: seperti apa, bagaimana • kadreda: kasihan; • kadredyan: cinta, kasih • kadreng: sangat berkeinginan • kadug: sampai, dapat mencapai • kaduhung, kaduwung: menyesal • kaduk: terlalu, terlampau; • kaduk wani kurang duga: asal berani kurang pertimbangan • kadung: jenis belalang • kadut: kabut, karung goni • kadya, kadyangga: seperti • kaé: itu • kaèt: rapat sekali, mesra • kaga: burung • kagadhah: dimiliki • kagak, ora: tidak • kagem: untuk, buat • kagèt: kaget, terkejut • kagok: kagok, canggung • kagol: kecewa, sakit hati • kagum: kagum, heran • kagyat: kaget, terkejut • kah: itu • kahanan: keadaan • kahar: dokar • kaharep: kehendak, kemauan; • kaharepan, kakarepan: kehendak • kaharsa, kaharsayan: kebahagiaan, kesenangan • kahwa: air kopi • kahyangan: kahyangan, tempat dewa • kahyun: kehendak, cita-cita • kahyuna: kehendak, kemauan • kailangan: kehilangan • kaiswaran: istana, kraton • kajanapriya: kepribadian • kajang: kajang; • kajangsirah: bantal • kajantaka: miskin • kajar: mendapat ajaran • kajaroan: rumah kepala desa • kajawan: kejawen • kajayan: kemenangan • kajegé: sepanjang ingatan saya • kajèn: terhormat; • kajèn kèringan: sangat terhormat • kajeng: kehendak • kajineman: penjaga, polisi • kaju, kajo: heran, tercengang • kaka: kakak, kakang • kakak: kakak; • kakak tuwa: burung kakak tua • kakang: kakak, saudara tua • kakap: ikan kakap • kakawin: karya sastra Jawa Kuno berupa tembang-tambang berbahasa Kawi • kakèhan: terlalu banyak • kakèk: kakek; • kakèk moyang: kakek moyang • kaki: kakek • kaktus: bunga kaktus • kaku: kaku • kakung: pria • kakus: kakus, WC • kala: 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); • kala bénjing: besuk pagi; • kala jengking: kalajengking; • kalabendu: jaman yang buruk; • kalabusana: seperangkat pakaian kebesaran; • kalacakra: jenis jimat; • kaladésa: perangkat desa; • kaladuta: alamat buruk; • kalakatha: ketam, kepiting; • kalamangga: tulang rusuk melayang • kala mangsa: kadang-kadang; • kalamenjé: sejenis kala; • kalamenjing: jakun; • kalamenta: nama rumput; • kalamudheng: nama perhitungan pencuri; • kalanjana: nama rumput; • kalan-kalan: kadang-kadang; • kalandara: matahari; • kalantara: sejenis buah petai; • kalasangka: terompet sangkakala; • kalawasana: akhir zaman; • kalawija: abdi di istana; • kalayuga, kaliyuga: zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan • kalaban: tenggelam, tergenangi • kalagyan: baru saja, sedang asyik • kalah: kalah • kalaha: perang, pertengkaran • kalai: gangguan • kalaipan: belenggu, miskin • kalairan: kelahiran • kalak: nama bunga • kalaka: air • kalakon: terlaksana, tercapai • kalakuan: kelakuan • kalambi: baju, pakaian • kalamun: kalau, jika, bila • kalana: raksasa, kelana • kalang: dikepung, dikelilingi; • kalang-kabut: kalang-kabut • kalangwan: klangenan, kegemaran • kalap: dapat diambil manfaatnya • kalapi: merak tulang rusuk melayang kalas: tumbuhan yang getahnya menghasilkan warna merah untuk bahan cat • kalasa: tikar • kalengka: 1 cacat, noda; 2 ciri • kali: 1 kali, sungai; 2 perkalian; 3 zaman; • kaliander, kaliandra: pohon kaliandra; • Kali Opak: Sungai Opak; • kaliyuga: zaman kesengsaraan • kalih: 1 dua; 2 dengan; • kalihan: bersama dengan, dan • kalika: 1 ketika; 2 kulit kayu • kalilan: diperkenankan • kalimah: kalimat, perkataan • kalindhih: tergeser, kalah • kaling: terhalang, tertutup • kalingan: tertutupi, terhalangi • kalingga murda: dijunjung tinggi; • kalingga warsa: sudah lama sekali tulang rusuk melayang kalir: segala, barang apa saja • kalis: terhindar • kaliyan: dengan, dan • kalo: niru, sejenis tampah • kaloka: termasyur, terkenal • kalong: 1 susut, berkurang; 2 binatang pemangsa buah-buahan • kalpa: 1 cincin; 2 cita-cita; • kalpasastra: tuntunan cita-cita; • kalpataru: pohon kalpataru • kalpika: cincin • kalung: kalung; • kalung usus: bayi yang waktu lahir berkalung usus serta pantas berpenampilan apa saja • kama: sperma, cinta; • kamajaya: dewa ketampanan; • kamalagi: asam, buah asam; • kamandhalu: tempat air; • kamarasa: kenikmatan cinta; • kamaratih: dewa ketampanan dan dewi kecantikan; • kamawedha: ajaran tentang percintaan • kamalan: mendapat hadiah kebajikan • kamangkara: mustahil • kamar: kamar • kamas: kakak • kamayan: kelebihan, kesaktian • kamayangan, begja kamayangan: untung besar, mendapat kebahagiaan besar • kambah: terjamah, tersentuh • kambala: kain dari bulu domba • kambang: terapung; • kambangan: jambangan • kambeng: nama tarian • kambengan: ilalang, lalang • kambi: dengan • kambil: kelapa • kami: kami; • kamibocahen: kekanak-kanakan; • kamigilan: sangat jijik; • kamijara: serai; • kamijijèn: jijik sekali; • kamikakon: kejang, kaku; • kamikekelen: tertawa terpingkal-pingkal; • kamilurusen: bertambah sedih lalu mati; • kamipurun: sangat mau; • kamirahan: kemurahan; • kamirurusen: bertambah sedih lalu mati; • kamisandhanen: sakit pada payudara; • kamisasaten: terbeliak matanya; • kamisepuh: kepala desa; • kamisesegan: tersedan-sedan (menangis); • kamitégan: tega, sampai hati; • kamitenggengen: melihat tertegun; • kamitigan: masak belum waktunya; • kamitontonen: tertegun, heran melihat; • kamituwa: kepala dusun; • kamiwelasen: kasih sayang, perhatian • kamini: istri, perempuan • kampi: juara, yang terbaik, kampiun • kampita: guncang, gempa bumi • kampung: 1 desa; 2 bentuk rumah adat Jawa tulang rusuk melayang kanaka: emas, kuku • kanal: tulang rusuk melayang • kanan: kanan; • kanan kéring: kanan kiri • kanana: hutan • kanang: yang • kanas: nenas • kanca: teman, kawan; • kanca wingking: teman belakang • kancana: emas, kencana • kancil: kancil, pelanduk • kandarpa: kasih sayang, cinta • kandel: tebal; • kandelan: alat penangkal, penguat • kandhang: kandang; • kandhangan: persediaan, cadangan • kandhara: leher • kandhas: gagal, kandas • kandhat: terhenti, istirahat • kandheh: cerita, bagian • kandhi: kantung dari kain • kandhih: tergeser, tergusur • kandhil: pelita, lampu • kandhut: dikandung, dimuat • kanem: keenam • kang: kakak, saudara tua • kangen: kangen, rindu • kangga: badan, tubuh • kanggé: untuk, buat • kanggeg: tertahan, terhalang • kanggep: dianggap, dihormati • kanggo: untuk, buat • kangjeng: paduka, tuan • kangkam: pedang • kangsèn: berjanji, bersepakat • kangsi: 1 rumah lebah, 2 hingga, sampai • kangsrah: berjejak di tanah • kaniaya: teraniaya • kanigara: mahkota; • kuluk kanigara, kaniganten: mahkota kanigara, pakaian untuk raja, pengantin • kanin: luka • kaninditan: kelebihan • kaning, kani: ada di, terkena • kaningaya: disia-siakan, dinistakan • kanistha: dinistakan • kanjar: sejenis senjata tajam • kanjat: lumayan • kanjeng: paduka, tuan • kanji: 1 takut, kuatir, 2 tepung kanji • kantaka: sedih, susah • kanteb: jatuh kesakitan • kantèk: sabar menunggu, sampai • kanten: tunggu, nanti • kantha: leher; • surya kantha: kaca pembesar, lup • kanthi: dengan • kanthil: 1 jenis bunga; 2 terikut • kanthing: nama perahu kecil • kanthong: kantong • kanti: dengan • kantu: terlambat • kantuk: mengantuk • kantun: ketinggalan • kanya: gadis, perawan; • kanyaka: istri, emas • kaot: melebihi yang lain • kapa: pelana, dikapani, diberi pelana • kapah: mengupas kopi • kapak: kapak, kampak, beliung • kapal: 1 kapal, 2 kuda • kapala: kepala, pemimpin • kapang: kangen, rindu • kapara: memang • kapas: kapas tulang rusuk melayang kapat: keempat • kapénak: sudah enak • kapep: lembab • kaper: kupu-kupu kecil • kapi: kera; • kapiadreng: sangat ingin; • kapiandel: pusaka; • kapiandhem: melarikan diri; • kapiasem: tertawa sendirian; • kapidereng: 1 rusa; 2 ingin sekali; • kapidhara: jatuh, pingsan; • kapidulur: berkumpul dengan; • kapieneng: diam saja; • kapilaré: seperti kanak-kanak; • kapilayu, kapiluyu: sangat ingin ikut; • kapiluyu: sangat ingin ikut • kapila: merah muda • kapindra: raja kera • kaping: ke- yang ke- • kapiswara: raja kera • kapit: terapit, terjepit • kapodhang: kepodang, jenis burung • kapok: jera; • kapok kawus: sudah jera sekali; • kapok lombok: jera sesaat • tulang rusuk melayang jabatan kepresidenan • kaprah: lazim; • salah kaprah: salah tapi lazim • kaprasida: kelestarian • kapri: sejenis kacang • kapti: cita-cita, gagasan • kaptin: kapten • kapujanggan: kepujanggaan • kapuk: kapuk • kapul: tali dari kulit pohon • kapulaga: nama buah untuk obat, buah kapulaga • kapur: kapur; • kapur barus: kapur wangi • kapuranta: merah muda • kapurih: disuruh, dihimbau • kapurit: nama ikan • kaput: kotor • kaputran: keputran, istana buat anak laki-laki raja; • kaputrèn: keputrian, istana buat anak-anak perempuan dan permaisuri tulang rusuk melayang • kara: kara, jenis tanaman sayuran; • kara welang: jenis tombak; • karawistha: hiasan, perhiasan • karaba: anak gajah • karaca: nisan • karad: diambil oleh • karag: sisa nasi kering • karah: lingkar besi untuk pegangan pedang, parang, dll.

• karam: 1 haram, tidak halal; 2 tenggelam; • karam jadah: haram sama sekali • karan: disebut, dinamakan • karana: sebab, karena • karandhan: rumah atau tempat janda • karandhang: sejenis bengkoang • karang: 1 tempat; 2 batu karang; 3 karya, karangan; • karangan: hasil karya; • karang abang: tempat yang terbakar; • karangen: terlalu jarang; • karang kitri, karang kirna: tanaman buah-buahan; • karang kopèk: desa yang tak punya sawah; • karang kopèn: desa yang tak punya sawah; • karang melok: macam untaian bunga; • karang ulu: bantal • karas: dicium • karat: 1 karat (emas); 2 tahi besi • karatala: tapak tangan • karaton: istana, kraton • karawitan: bersenandung, bermain gamelan • karcis: karcis, tiket • kardi: kerja, karya tulang rusuk melayang kardin: bumbu, korden • karé: karai, nama masakan • karebèn: supaya, biar, agar • karejekèn: mendapat rejeki • karèk: ketinggalan, sisa • karem: suka, hobi • karep: kemauan, kehendak • karéta: kereta • karga: karung dari kulit • kari: tertinggal, ketinggalan • karipan: kurang tidur • karir: karir, dunia kerja • karkat: harkat, martabat • karma: perbuatan, kerja yang dilakukan; • hukum karma: hukum balasan timbal balik atas perbuatan seseorang di dunia • karna: 1 telinga, 2 nama wayang, adipati Awangga; 3 karena; • karni: telinga • karo: 1 dengan, bersama; tulang rusuk melayang kedua; • karo tengah: satu setengah • karoban: kebanjiran, tergenangi, tenggelam • karoh: kenalan, sahabat, karib • karsa: karsa, kehendak; • karsana: bahagia • karta, karti: selamat, aman; • karti praja: pekerjaan negara; • kartiyasa: termashur • kartaga: teguh • kartala: timbul • kartika: bintang • kartu: kartu • karu: diarun, dikaran • karug: digemburkan • karuhun: dahulu • karuksan: kerusakan • karun: harta, harta temuan • karuna: menangis, sedih • karung: karang, kantong • karunya: iba, belas kasihan • karus: celaka • karut: hanyut • karya: karya, hasil; • karya désa: peraturan desa; • karya negara: peraturan negara • tulang rusuk melayang kas, simpanan • kasa: musim yang pertama • kasar: kasar • kasat: terlihat; • kasat mata: terlihat langsung oleh mata • kaseja: disengaja, dituju • kasèp: terlambat • kasèr: kasip, terlambat • kasi: hamba • kasih: 1 kasih sayang; 2 kliwon • kasok: dituangkan • kasol: tumbang • kaspa: ubi kayu • kasrah: diserahkan, berjejak di- • kastawa: sembah puji, hormat puji • kastéla: ketela, ubi kayu • kastubamani: permata • kastura: belas kasih; • kasturi: kasturi, minyak wangi • kasub: masyur, terkenal • kasur: kasur, alat tidur; • kasur babut: kasur empuk • kasusra: terkenal, kondang • kasut: 1 kaos kaki; 2 diacak • kaswari: burung kasuari • kaswasih: belas kasih, kasih sayang • kasyasih: belas kasih, kasih sayang • katak: jenis umbi bergantung • katalika: tiba-tiba, diuntai • katampi: diterima • katana: panah, anak panah • katbuta: marah sekali • katé: katai, cebol • katéla: 1 ketela, 2 ternyata • katelah: disebut, dinamakan • katenta: terdesak oleh • katépang: nama tumbuhan perdu; • katepang ngrangsang gunung: si pungguk merindukan bulan, terlalu berpengharapan tanpa melihat kenyataan • katès: pepaya • katga: keris • katgada: cekatan, tulang rusuk melayang cepat • katgada: keris • kathah: banyak • kathak: lendir pada mulut ikan • kathok: celana; • kathok cekak: celana pendek; • kathok dawa: celana panjang • kathuka: asin • kathung: diangkat untuk diberikan • kati: kati, ukuran berat (1 kati = 0,617 kg) • katiba: 1 terjatuh; 2 nama pohon • katiban: kejatuhan • katiga: 1 ketiga; 2 kemarau • katimbang: daripada • katimumul: nama penyakit kuku • katimun: mentimun • katir: kayu ringan yang dipasang di kanan kiri perahu agar tidak oleng • katirah: nama pohon yang daunnya merah • katisan, katisen: kedinginan • katon: kelihatan • katong: raja • katos: terlalu keras • katrap: diterapkan, frambusia • katrem: tinggal, betah • katresnan: kesayangan, cinta • katri: ketiga, yang ketiga • katu: nama sayuran • katub: katup • katuhon: dipercaya • katuju: tertuju • katumangga: kepala • katur: diberikan, untuk, kepada • katuranggan: tanda-tanda, ciri-ciri • katuridan: jatuh cinta, asmara • katut: terikut, terambil • katya: kati, berat, obot • kau: kaku, janggal, canggung • kauban: sejuk karena terlindungi • kaula: kawula, aku, -ku • kaurmatan: kehormatan • kautaman: keutamaan • kawaca: terbaca • kawadaka: diketahui rahasianya • kawagang: kuat, mampu • kawah: kawah, danau di puncak gunung • kawahya: dilahirkan, diucapkan • kawak: lama, kuno • kawalat: kualat, dosa • kawan: kawan, teman • kawanda: batang tubuh, fisik, jasmani (tanpa tangan dan kaki) • kawarna: tersebut, diceritakan • kawasa: kuasa, kuat, mampu • kawasan: kawasan, daerah • kawasita: terajarkan, diajari • kawastara: kentara, kelihatan • kawatgata: kecelakaan • kawawa: terbawa, kuat, kuasa • kawedaka: ketahuan rahasianya • kawong: dikenal • kawot: dimuat • kawrat: terbebani • kawruh: pengetahuan • kawul: rambut jagung • kawula: hamba, saya; • kawulawarga: keluarga; • kawula wisudha: diwisuda • kawung: kawung, jenis kain jarik • kawur: bubar, cerai berai • kawuri: lampu, silau • kawus: jera • kawya: penyair, pijangga, ahli sastra • kaya: 1 seperti, 2 penghasilan • kayang: berdiri dengan kaki di atas • kayangan: tempat para dewa • kayoman: diayomi, dilindungi • kayon: 1 gunungan, 2 kekayuan • kayong: kaya • kayu: kayu • kayuh: kayuh • kayul: sejenis cangkul • kayun: kehendak, keinginan • kayungyun: kasmaran, jatuh cinta • kayut: dirajut, diikat • keba: 1 tutup; 2 selamatan tujuh bulanan (orang hamil) • kebak: penuh • kebek: penuh sekali • kebelet: kebelet, ingin cepat keluar • tulang rusuk melayang nama buah dan batang • kebo: kerbau; • kumpul kebo: hidup bersama laki-perempuan tapi tidak nikah, samen leven; • kebo bukur: hewan sejenis penyu; • kebo giro: jenis gendhing; • kebo jerum: kerbau menderum; • kebo lawung: kerbau yang tidak dipekerjakan; • kebo menggah: nama bentuk kalung; • kebo pelèn: orang yang suka cekcok • kecut: kecut, asam • kedah: harus • kedal: tutur kata, ucapan kata • kedaluwarsa: terlambat, kelamaan • kedangsul: kedelai • kedaut: tertarik, tercabut • kedawan: terlalu panjang • kededer: menggigil • kedeh: harus • kèdek: terinjak, terpijak • keder: 1 bergetar, gemetar; 2 merasa takut • kèder: juling • kedhali: burung layang-layang • kedhana-kedhini: dua saudara pria-wanita • kedhasih: sebangsa orang pipit • kedhaton: kraton, istana • kédhé: kidal • kedheh: harus • kedhelé: kedelai • kedhèp: berkedip • kedher: bergemetar • kedhi: perempuan yang tak bisa haids • kedhung: bagian sungai yang dalam • kedhut: tebal lagi kuat, kedap • kejaba: kecuali • kejani: kera, lutung • kejot: kaget, terkejut • keju: pegal-pegal, lelah • kèju: keju, mentega • kejut: terkejut, kaget • kelat: tali penarik; • dikelati: dikuliti; • kelat bahu: gelang bahu; • kelatan: berenggang; • kelat bahu: gelang tangan di bahu • kelir: 1 kelir, layar, tirai; 2 warna • keliru: keliru, salah • kemalo: laka • kemampo: hampir matang • kemangga: laba-laba • kemangi: kemangi, tanaman lalapan • kemanungsan: kemanusiaan • kemara: gema, intan • kemarang: raga, lebah • kemat: tenung, santhet • kemba: 1 tawar, hambar, malas; 2 kecewa • kembang: kembang, bunga; • kembang api: kembang api; • kembang borèh: bunga untuk sajian; • kembang desa: gadis tercantik di desa; • kembang durèn: kuning; • kembang gula: permen; • kembang lambé: bahan pembicaraan; • kembang paès: bunga yang pertama; • kembang setaman: bunga rampai; • kembang telon: bunga tiga warna; • kembang waru: sumbu dian • kembar: kembar • kembel: terperosok • kemben: kemben, penutup dada • kembeng: kembang, tergenang air • kemilon: cermin, kaca hias • kemiri: kemiri • kemit: jaga malam, pengawal; • kemit bumi: abdi yang tugasnya bersih-bersih; • kemitan: berjaga malam, azimat • kémpol: betis • kempul: kempul, bagian dari gong • kemuda: jenis tembang, gending; • kemudhi: kemudi, setir • kemukus: berasap; • lintang kemukus: jenis rasi bintang di langit • kena: kena, terkena • kenaka: kuku • kenari: buah kenari, burung kenari • kencana: emas • kenclung: alat musik • kendhaga: peti panjang • kendhali: kendali, peluru, granat • kendhang: kendang, gamelan • kendharat: tali untuk menambatkan lembu • kendhat: gantung diri • kendheng: tali busur; • gunung kendheng: bukit barisan • kendhi: kendil, wadah air minum • kendhil: kendil, tempayan kecil • kendhuri: kenduri • kéné: sini • kenikir: kenikir • keningar: kayu manis • tulang rusuk melayang pil kina • kenong: kenong, gamelan • kèntar: terpingin, hanyut • kentara: kentara, kelihatan • kenthang: kentang, jenis umbi • kenthel: kental • kenthing: tempayan kecil • kentrung: jenis kesenian rakyat Jawa Timur • kenya: perawan, gadis • kepala: kepala • kepati: ada anggota yang meninggal; • kepatibrata: bertapa, bersemedi; • kepati-pati: sungguh-sungguh • kèpèk: 1 nama pohon; 2 berbuah tapi belum berisi (kedelai) • keponakan: keponakan • kepriyé: bagaimana • kepu: bentak, bakap • kepuh: 1 pohon kepuh, 2 lipatan kain dodot di pinggang; • gantung kepuh: tidak berganti pakaian • kepundhung: 1 hama buah, 2 gundukan panas karena rengas • kepung: kepung, keroyok • kepungkur: silam, lampau • kepyak: 1 ramai, pesta 2 gladhi resik • képyan: susah, bingung, putus asa • kepyar: tersebar, encer • kepyek: kepyak wayang • kera: kurus, kurang subur • kéra: mata yang agak cacat • kerab: 1 sering, 2 kitab • keraban: kiraqan • kérah: juling, tingkah laku • kerak: kerah, tua lagi kering • kerambil: kelapa • kéran: kran • kerana: karena • kerang: kerang • keras: keras • kéras: bakul tempat garam • kerasan: betah, jinak, tahan • kérata: 1 pemburu; 2 asal mula arti kata; • kératabasa: jarwa dosok, akrarim • keraton: kraton, kerajaan, istana • kerig: digiring, dibawa • keris: pusaka, senjata • kerja: kerja, bekerja • kerpu: sebangsa permata • kersa: karsa, kehendak • kerta: hasil, kemakmuran; • kerta aji: dihargai; • kertan: 1 kemakmuran, penghasilan, 2 tahu, mendapat kabar; • kertarta: mapan, makmur; • kerta wadana: aman, sejahtera • kertiyasa: cerdik, cendekian, sangat pandai • kesawa, kesawamurti: nama lain Batara Wisnu • kestalan: kandang kuda • kethèk: kera • kethoprak: seni drama tradisional • ketiga: kemarau • ketimun: mentimun • ketipung: ketipung, kendang kecil • ketonggèng: sejenis kala yang besar • kéwala: saja, cuma, hanya • kéwan: hewan, binatang; • kéwan raja kaya: hewan piaraan; • kéwani: hewani • kéwran: kesulitan, kesukaran • kidang: hidang, kijang, menjangan • kidul: selatan • kidung: kidung, lagu • kijing: kijing/rumah dimakam, nisan • kikik: 1 ketiak baju, 2 jenis anjing • kikis: kikis, surut • kilat: kilat, api petir • kimpul: keladi • kimpurusa: raksasa, gergaji • kina: kina, pohon kina • kinah: kina, nama pohon • kinang: campuran gambir sirih • kinanthi: disertai, diiringi • kinca: air gula • kingkin: 1 sedih, susah, gundah; tulang rusuk melayang rindu sekali, jatuh hati • kinjeng: kinjeng • kintun: kirim • kinuswa: dicium • kipas: kipas, tepas, angin-angin • kipat: disingkirkan; • kipat-kipit: menggerak-gerakkan ekor • kira: kira, duga • kirab: kirab, arak-arakan • kirana: cahaya, sinar • kirang: kurang; • kirangan: kurang tahu, entahlah • kirata: pemburu • kirda: bersenang-senang, serong • kiri: kiri • kirik: anak anjing • kirim: kirim • kiring: kiri • kirta, kirti: pekerjaan, perbuatan • kirtya: pekerjaan, perbuatan • kisa: 1 anyaman bambu untuk membawa ayam; 2 kera • kisat: kering, kesat • kisi: kisi, gulungan benang • kisik: tanah lumpur • kisma: tanah • kisruh: kisruh, kacau, berantakan • kitha: kota • kitri: 1 tanda pada tanah yang telah ditebangi pohonnya; 2 pohon buah-buahan di kebun • kiwa: kiri • klabang: kelabang; • dikepang: dikepang (rambut); • klabang ayam: dadu, perjudian; • klabang nyander: bentuk rumah tradisional • klapa: kelapa • klaras: daun pisang kuning • klasa: tikar, alas tidur • klenik: klenik, percaya pada takhayul • klika: kulit kayu • kliwon: kliwon • kliyang: melayang, terbang • klobot: sarung tulang rusuk melayang • kobar: bakar • kobong: terbakar • kobot: sarung jagung • kobra: 1 tersiar oleh umum; 2 gagal; 3 ular kobra • kocak: 1 kocak, lucu, jenaka; 2 tidak penuh; • kocak-kacik: bergoyang-goyang • kocap: diceritakan • kocar-kacir: kocar-kacir • kocèh: berkumur dengan • kociwa: kecewa, sakit hati • koclak: bergoyang, tidak penuh • kodhé, ngodhé: berburuh, mengambil upah • kodhèn: hitungan dengan kodi • kodheng: hilang akal, juling (mata) • kodhi: hitungan kain (20 lembar) • kodhik: sempit • kodhok: katak, kodok; • kodhok ngorèk: 1 katak bernyanyi; 2 jenis gending upacara • kogel: tidak sampai hati, sayang, berkasih-kasihan • kojor: 1 liat, kenyal (daging); 2 benteng keliling • kokap: mega, awan • kokila: burung • kokoh: kokoh, kuat • kokok: keras berurat (leher), kepala pencuri; • kokok beluk: jenis burung • kokosan: 1 kukusan; 2 jenis buah • kokot: lekat sekali, peniti kancing baju; • kokot bisu: sangat merah/diam sambil menggigit bisu; • kokot bolot: daki, dekil • kolam: kolam • kolang-kaling: buah kolang-kaling • kolong: kolong • kolontara: lamtoro • komala: intan, halus, santun • komara: sajian kepada ruh halus • kombang: kumbang, lebah; • macan kombang: harimau kumbang; • kombang anglèng: kumbang • komini: perempuan, istri • kon: suruh • konang: kunang-kunang; • konangan: diketahui, tertangkap basah • kondhang: kondang, terkenal, termashur • konjuk: untuk, buat, dipersembahkan • kono: situ • kontab: bangkit amarahnya, tersulut • kontal: termakan, dinangsa • kontang-kanting: kesana kemari, mondar-mandir • kontap: bangkit amarahnya, tersulut • konten: pintu • kori: piatu • koripan: 1 kehadiran; 2 kerajaan kahuripan • kosa: kuat, perkasa • kosala: baik, pandai • koswa, bala-koswa: bala tentara • kosya: dicium • kotaka: kotoran yang terburuk • kotbuta: sangat marah • kothak: kotak • kothèkan: tabuhan dengan memukul kentongan kayu/lesung • kothi: keti, 100.000 • kothong: kosong • kowè: kamu, anda • krajan: kraton, istana, pena, puri • kraka: daun kering yang telah luruh • krakab: tutup pelana • krakah: halaman rumah • krakal: bajak, alat tulang rusuk melayang tanah • kram: 1 kejang; 2 cahaya, sinar • krama: menikah; • krama désa: bahasa halus yang digunakan orang desa; • krama inggil: bahasa halus tinggi; • kramakala: petang, malam; • kraman: pemberontakan; • kramaniti: sopan santun; • krami: menikah • kramat: keramat, berpetuah • krambil: kelapa • krana: karena, sebab • kranjang: keranjang • kranji: nama buah, kandang ayam; • kranjingan: ketagihan • krapak: daun tebu kering • krapyak: kandang kijang yang berpagar • kraras: daun pisang kering • kras: keras • krasa: terasa, dapat diindra; • krasan: kerasan, betah, senang • krastala: kuasa, sakti • kraton: kraton, istana, pura • krawitan: kerawitan • krendha: peti mati • kreneng: keranjang kecil tempat buah-buahan • kréngga: dihiasi dipercantik • krenteg: kehendak yang kuat • krepana: sangat belas kasih • krepu: kristal, sebangsa, permata • kresa: karsa, suka, kehendak • kresna: 1 hitam; 2 nama wayang; • kresnapaksa: paruh bulan gelap, sesudah purnama • kreta: aman damai, makmur • kréta: 1 kereta; 2 makmur; • kretagna: tak berterima kasih; • kretala: nama senjata; • kretanjali: menyembah, bersujud; • kretapradana: terlebih-lebih; • kretapunya: bahagia sekali; • kretarta: tercapai maksudnya, bahagia; • kretayasa: termashur, kondang; • kretayuga: jaman keemasan, saat kejayaan • krété: anak buaya • kreteg: jembatan • kreti: perbuatan, tingkah laku tulang rusuk melayang kretobaya: setuju, berdamai • kretya: makmur, sejahtera, aman damai • kridha: gerak, kiprah; • kridasastra: kepandian ulah sastra • krigaji: sejenis pajak kepada raja • krigan: pengerahan • krikil: kerikil, batu kecil • kringet: keringat; • kringet buntet: keringat yang tak bisa keluar • kripik: keripik • kriting: kriting • kriya: kriya, karya, buah tangan, kerajinan • ksama: ampun, maaf • ksana: seketika, sebentar • ksatriya: perilaku kesatria • ksaya: rusak, musnah • kséma: selamat, sejahtera • ksira: puan, air susu • ksiti: tanah, bumi • ksodra: madu, air madu • kuat: kuat • kubalan: kena nyala api • kubandha: raksasa, gergaji • kubek: lingkaran, keliling • kubeng: lingkaran, keliling • kubleg: sekeliling • kubon: kebun, pekarangan • kubra: besar • kubu: blok, benteng pertahanan • kubuk: persegi • kuburan: kuburan, makan • kubus: bangun yang mempunyai ukuran sisi-sisinya sama • kucem: rusak, lengset • kucing: kucing • kucir: kucir • kucira: cela, cacat • kuciwa: kecewa • kucumbi: istri, suami • kucur: kucur, jenis panganan • kuda: kuda, turangga • kudandapan: tertatap karena kebiungan • kudang: diharap, dipuji-puji • kudhampel: berpaut dengan tangan dan kaki • kudhar: terurai, terlepas • kudhi: kudis • kudhis: kudis, jenis penyakit kulit • kudhu: mengkudu, nama pohon obat • kudhung: tutup kepala • kudhup: kuncup • kudon: terkenai udu, iuran • kudrat: kudrat, kekuasaan Tuhan • kudu: harus • kudung: penutup, kerudung • kudus: kudus, suci • kuhaka: penjahat, orang jahat • kuhana: tidak terus terang, tidak setia • kujana: sangat marah, orang jahat • kujang: senjata tradisional Betawi • ngkujiwat: mengerling, mengeling • kukang: nama binatang sejenis kera • kukap: asap, awan, kemenyan • kukila: burung • kuksi: perut • kuku: kuku • kukub: ambil • kukud: selesai, bangkrut • kukuh: kukuh, kokoh, kuat • kukul: jerawat • kukup: ambil • kukura: kura-kura • kukus: asap • kul: kul, hewan air sejenis bekicot • kula: saya, aku; • kulagotra: sanak keluarga; • kula mitra: keluarga, famili; • kula sentana: keluarga, amili; • kulawanda: keluarga, famili; • kulawangsa: keluarga; • kulawarga: keluarga • kulah: kamar mandi • kulaja: bangsawan, ningrat • kulak: membeli untuk dijual lagi • kula-kuli: biasa, lazim • kulala: pembuat barang pecah-belah dari tanah liat • kulanté: nama tembang tengahan • kular: benang untuk menjahit • kulawu: 1 warna abu-abu; 2 nama wuku • kuled: lembat, lambat, tidak cepat • kulem: bergaung, membahana, merdu dan besar • kulèn: sawah milik kuli • kuli: kuli, buruh, pekerja • kulib: anak anjing • kulihan: kepulangan • kulihi: bagaimana, mengapa • kuliling: keliling, mengitari • kulina: biasa, akrab • kulingling: berkeliling, mengitari • kulinten: biasa, lumrah, wajar • kulisa: beliung, kampak • kulit: kulit, belulang, sampul; • kulit ayam: kulit ari, jangat; • kulit daging: seluruh tubuh • kulita: sudah kenal baik, mesra, akrab • kulon: barat • kulu: tertelan, nama ikan • kulub: angger, buyung, anak, sayang • kuluk: mahkota, topi kebesaran • kuluma: nama ikan • kulumur: berlumuran darah • kulung: tangkai ketam pemotong padi; • kulung ati: lekuk di bawah dada • kulup: angger, buyung, anak • kulur: dapat dan mau memberi • kulwan: barat • kum: rendam, dibenamkan diair • kuma: awalan kuma; • kumacèlu: mendamba; • kumadama: pura-pura bodoh rendah; • kumakaruh: akrab, karib; • kumalancang: lancang, mendahului kehendak; • kumalasa: tergelar, tersedia; • kumalungkung: sombong, congkak; • kumawani: pemberani, sok berani; • kumawas-awas: awas, teliti, cermat; • kumawasis: sok pintar, sok pandai • kumaki: congkak, besar kepala • kumala: emas, mutiara; • kumala-kala: kadang kala • kumara: anak-anak, orang muda, intan, siwa • kumat: kumat, kambuh, sakit lagi • kumayu: sok cantik, genit • kumba: buyung, tempayan, kelapa • kumbah: cuci, bersih • kumbakara: pembuat barang pecah belah • kumbala: jambu-jambu berbentuk bunga untuk hiasan • kumbandha: raksasa • kumbang: kumbang, lebah • kumbayana: 1 jun tempayan, jembangan; 2 nama Begawan Durna waktu muda (wayang) • kumbi: cangkok, sombong, besar kepala • kumpris: anak yang akan menggantikan pangkat ayahnya tulang rusuk melayang kuna: kuna, lama • kunang: kunang-kunang • kunapa, kunarpa: jenazah, mayat, tulang rusuk melayang • kunca: kain dodot • kuncang: terlempar karena angin • kuncara: kondang, terkenal • kuncèh: pipa panjang • kunci: kunci, pembuka • kuncung: kuncung, bagian rambut didepan • kuncup: kuncup • kundha: anglo, keran, pedupaan, perapian • kundhah: jatuh tak berdaya • kundhala: cincin, gelang, anting-anting • kundhalini: ular • kundhang: kondang, terkenal, tersohor • kundhi: tukang membuat gerobak • kundur: pulang, kembali; • kunduran: meninggal karena pendarahan sewaktu melahirkan • kuneng: adapun • kung: merdu • kungas: sumerbak, wangi, karuan • kungkang: katak yang besar, kongkung • kungkulan: terlampaui, terlebihi • kungkum: terbenam, menenggelamkan • kuning: kuning • kuningan: jenis logam • kunir: kunyit • kunjana: susah, sedih, asyik; • kunjana-papa: susah dan melarat, miskin • kunjara: penjara, tahanan • kunjeng: kerdil, komeng, ceding • kunjuk: dipersembahkan • kunjur: duduk meluruskan kaki • kunta: senjata sejenis tombak pendek • kunten: kuli • kunthara: budi daya, tingkah laku • kunthing: kecil, kurus • kunthiwiri: berulang-ulang datang • kunyit: kunyit, kunir • kunyuk: monyet, kera, munyuk • kupa: perigi, mata air • kupat: telupat • kupeng: sekeliling • kuper: kurang perhatian, kurang pergaulan • kupi: rencana karangan • kupik: bertepuk • kupina: cawat, saluran penutup kemaluan laki-laki • kuping: telinga, pendengaran • kupiya: 1 contoh, teladan, pengalaman; 2 kopiah, peci • kupon: kupon • kupu: kupu-kupu • kura: kura-kura • kurah: berkumur-kumur, gurah • kurakah: pembantai • kurang: kurang • kuranti: ditahan, dilarang • kurantil: nama wuku yang ke-4 • kureb: tengkurap • kuren: lelaki yang sudah dewasa • kurma: kurma, jenis buah • kuru: kurus, tak subur, lemah • kurung: kurung, mengurung; • kurungan: sangkar • kusa: nama rumput • kusala: baik, pandai, selamat • kusan: kukusan • kusik: sejenis pisau untuk membuat warangka keris • kusir: kusir, sopir pedati • kusta: kusta, jenis penyakit kulit • kusuma: kusuma, bunga, kembang; • kusumawicitra: bermacam-macam bunga, nama tambang gedhe; • kusumayuda: tokoh pemenang dalam peperangan • kuswa: cium • kuswantara: ciuman, kasih • kutah: tumpah • kutha: kota; • kutha-biting: tanggul besar ditepi jalan; • kuthagara: ibukota; • kuthamara: sesajian di tempat yang keramat; • kuthasaksi: saksi palsu; • kuthawara: kota besar • kuthah: kotor, berlumuran • kuthaka: kotoran cirit • kuthara: kampak, beliung • kuthèh: kotor, berlumuran • kuthèt: kerdil, komeng • kuthila: bungkuk, bengkok • kuthilang: jenis burung • kuthilem: licin, tidak jujur • kuthip: sangat hina • kuthong: kosong • kuthu baru: bagian kebaya penutup dada • kuthumbi: suami • kutu: kutu • kutub: kutub, ujung • kutug: asap • kutuk: 1 anak burung; 2 jenis ikan • kutut: jenis burung, perkutut • kuwadé: tempat duduk pengantin • kuwadéan: pedagang kain, berjualan pakaian • kuwaga: kuat menjalani, tahan banting • kuwagang: kuat, mampu • kuwah: air sayur, kuah • kuwalon: tiri • kuwanda: mayat, bangkai, jenazah • kuwaos: kuasa, mampu • kuwara: termasyhur, terkenal • kuwas: kuas, alat mengecat • kuwasa: kuasa, mampu • kuwat: kuat • kuwatir: kuatir, sumelang, was-was • kuwawa: kuat, mampu; • kuwawi: (ing.) kuat, mampu • kuwaya: air • kuwèni: jenis mangga • kuwi: itu • kuwu: penguasa setingkat adipati • kuwur: gelisah, tulang rusuk melayang, berirama kemerahan • kuya: aniaya, serang, hina • kuyu-kuyu: bercucuran keringatnya • kwaci: biji kuaci • kwaga: mampu menjalani lobaan, kuat • kwali: kuali, belanga L • labu: jenis umbi • labuh: 1 pengabdian; 2 buang; • labuh labet: pengabdian; • nglabuh: membuang; • lelabuhan: pengabdian; • pelabuhan: dermaga • labur: cat dari kapur; • laburan: cat-catan; • nglabur: mengecat • lacak: lacak, teliti • ladha: lada, rempah-rempah • ladhang: sempat • ladhatan: penghabisannya • ladheg: kotor sekali • ladhu: lumpur dari gunung berapi • ladi: melayani; • pladèn: pelayan; • ngladèni: melayani; • lados: (ing.) melayani • lading: pisau dapur • ladrang: nama gending • laga: perang • lagak: gaya, potongan • lagang: cepat besar • lagep: mau, suka akan • lagi: sedang, baru • lagu: lagu • lahru: kemarau • lahya: tingkah, canda • lain: lain • laja: malu, mendapat malu • lajar: bajak, nenggala; • mlajar: lari • lajeng: terus; • mlajeng: lari • lajer: pokok kayu • lajita: malu • lajuk: terlanjur • lajur: lapis, kolom • lak: lak, pintu air • laka: mustahil, jarang ada • lakang: selangkangan • lakar: memang • laken: cengketan • laki: pria; • laki bini: suami istri; • laki rabi: suami istri • lakon: cerita • lakra: dasar • laksa: 10.000 • laksana: seperti • laksita: berjalan • laksmana: cerdas • laksmi: cantik; • laksmini: cantik; • laksmiwati: cantik sekali • laksya: laku, jalan • laku: jalan, laku; • kelakon: tercapai, terlaksana; • lakon: cerita, kisah; • laku dagang: berjualan; • laku dhodhok: berjalan dengan duduk; • laku gawé: mempunyai kewajiban; • laku ngiwa: melakukan kejahatan; • nglakoni: menjalani, melakukan • lalab: dedaunan mentah untuk lalap • laladan: daerah • lalahan: tanah yang siap ditanami • lalai: lupa, alpa • lalana: berkelana, mengembara • lalang: ilalang • lalar: dahi • lalaran: nara pidana • lalasa: nama tumbuhan • lalatha: dahi, menghias dahi • lalawa: banyak tingkah, ceroboh • lalayan: pagar tembok, benteng • laler: lalat; • laler wilis: lalat hujan • laléyan: sering lupa • lali: lupa; • lali jiwa: lupa ingatan, gila • lalim: lalim • lalis: hilang, mati • lalita: cantik • lalos: lupa • nglalu: bunuh diri; • lalu mangsa: terlambat • lalya: lupa • lama: lama • lamak: lemah, lapik • lamar: lamar, meminang • lamat-lamat: samar-samar • lamba: tunggal, tulus hati • lamban: belum beristri • lambana: jejaka, perawan • lambang: lambang, simbol, tanda; • lambang jangka: tanda-tanda jaman • lambao: bertani • lambar: dasar, alas • lambat: lama, lambat • lambau: bertani • lambé: bibir; • lambé ati: watak; • lambé gajah: bagian keris; • lambé gangsa: moncong lembu yang bergerigi; • lambiran: tepi sungai yang rendah • lambung: perut, lambung; • lambung lengis: lekuk di atas pantat di bawah rusuk • lamèn: pohon padi • lameng: pedang lamang • lami: lama • lamis: dusta, bohong • lamon: kalau • lampah: (ing.) jalan; • lampahan: lakon, cerita; • nglampahi: menjalani • lampeg: pasang (laut, dsb) • lampèng: relung • lampes: nama tumbuhan • nglampet: terhenti • lampiran: lampiran • lampit: tikar jalin • lampita: tanda • lampor: suara ramai • lampra: mengembara • lampu: lampu, pelita • lampus: mampus • lamuk: kabut • lamun: kalau • lamur: rabun, buta ayam • lamuran: nama rumput • lamus: puputan dari kulit kambing • lamut-lamut: jauh/tipis dan tidak jelas • lan: dan, serta • lana: kekal • lanang: laki-laki • lanas: laju karena panas, pemarah • tulang rusuk melayang terkutuk • lancana: lencana • lancang: lancang, tak minta ijin • lancar: lancar • landep: 1 tajam; 2 nama Wuku • landhak: landak, jenis binatang • landhep: tajam; • landhep dhengkul: tumpul sekali; • landhep pikirané: pintar • landhes: alas, dasar; • landhesan: dasaran, alas • landhung: panjang sekali • langak: berjalan mendangak • langar: garang • langeh: indah, cantik • langen: kegemaran; • langendriya: wayang orang dengan lakon pakem Damarwulan; • langen mandra wanara: pentas pertunjukan wayang orang, drama dan tari; • langen sari: taman kesukaan; • langen swara: paduan suara tembang-tembang Jawa • langèn: tempat berenang • langgana: tak menurut, tak sudi • langganan: langganan • langgat: tanggap • langgenan: landasan, ganjal • langgeng: abadi, kekal • langguk: congkak, sombong • langgula: ekor • langi: berenang; • lelangèn: berenang-renang • langir: langit, nama buah • langit: langit, angkasa • langka: langka, jarang sekali • langkah: langkah; • mlangkah: melangkah; • nglangkahi: melangkahi • langkak: langka, jarang • langkan: pagar keliling • langkap: busur • langkas: tangkas • langkep: busur • langking: kurus, kecil • langkir: nama wuku yang ke-13 • langkung: lebih; • kelangkung: sangat; • kula langkung: permisi mau lewat; • nglangkungi: melewati; • selangkung: dua puluh lima • langlang: berkeliling mengitari • langseb: langsat • langsing: langsing, tinggi ramping • langsir: dilangsir, satu per satu • langsung: langsung, berlanjut • langsur: melata, merayap • langu: jenis bau yang tak sedap • langun: kesenangan • langut: sepi, hening • lanja: sering bersilaturahmi • lanjah: mudah bosan • lanjam: 1 ujung bajang; 2 singkal • lanjang: gadis, perawan • lanjar: janda muda yang belum beranak; • lanjar ngirim: nama rasi bintang • lanjèn: mencoba, percobaan • lanji: 1 sebangsa baju; 2 mudah berubah • lanjo: pulang pergi • lanjung: termenung, tercenung • lanjur: lanjut, kemudian • lanjut: lanjut, kemudian • lantak: pelantak, pengasah • lantang-lantang: cincin • lantap: garang, suka marah • lantas: langsung • lantéra: lentera • lantih: tenun; • nglantih: menenun • lantip: pintar, pandai • laos: lengkuas • lapa: lapar; • lara-lapa: penderitaan yang amat sangat • lapak: pelana, sela, ringga • selapan: 35 hari • lapang: lapang • lapis: 1 lapis; 2 lapisan • lar: bulu ayam • lara: 1 sakit; 2 tulang rusuk melayang, gadis, wanita; • lara ayu: ketumbuhan, sakit calar; • lara brangta: kasmaran, jatuh cinta; • lara jonggrang: gadis yang bernama jongrang, dicandikan dalam candi Prambanan; • lara karuna: kasmaran, jatuh cinta; • lara kidul: Nyi Lara Kidul, jin yang dipercaya sebagai penguasa laut selatan; • lara kudan: bedil berlaras tulang rusuk melayang • lara-lapa: sengsara, menderita; • lara ngedhat: nama bunga • larab: datang • larad: susut, hanyut • larah: kedudukan, tempat • larak: sendal, terik • larang: mahal, harga tinggi • larap: datang • laras: irama; • laras pelog: irama pelog; • laras slendro: irama slendro; • laras wastu: akar wangi • laré: anak; • laré angon: anak penggembala • larèk: anak, kanak-kanak • lari: lari • larik: larik, deretan • laris: laku keras • laron: laron • laru: benih jamur pembusuk untuk tempe • larud: larut • larung: buang • laryan: selokan • lastari: lestari, terpelihara; • lastantun: (ing.) lestari, terpelihara • lastri: malam • latar: halaman • lathi: lidah • latri: lumpur, endapan lumpur • latu: api • latuh: lumut laut • laun: daun kacang cina • laup-laup: berteriak-teriak • laut: laut, samudra • lawa: kelelawar • lawak: dagelan, lawak • lawan: 1 musuh; 2 dan, dengan • lawana: garam, asin • lawang: pintu; • lawang butulan: pintu belakang; • lawang kori: pintu utama; • lawang kupu tarung: pintu kanan kiri; • lawang lèrègan: pintu dorong; • lawang monyétan: pintu yang daunnya dua, atas bawah; • lawang tangkeban: pintu yang daunnya satu; • lawang tobat: pintu taubat • lawar: lawan, apa adanya; • lawaran: makan tanpa lauk • lawas: kawak, kuno • lawayan: perlombaan burung merpati • lawé: lawe, benang tenun; • lawé mateng: benang yang sudah dikanji; • lawé mentah: benang yang belum dikerjakan; • lawé wenang: gelang dari benang (penangkal penyakit) • laweh: lauk pauk • lawèh, lawih: ganjal pada bibir kran • lawer: lama, tua • lawèt: burung walet • lawis: lama sekali • lawon: mori, kain pembungkus mayat • lawong: bersuara keras • lawuh: lauk-pauk • lawung: tombak, lembing • laya: mati • layah: piring besar dari tanah liat • layak: layak, wajar, lumrah • layan: keran kecil • layang: surat, kertas; • layangan: layang-layang; • layang biwara: surat kabar; • layang iber-iber: surat kiriman; • layang ideran: surat edaran; • layang kabar: surat kabar; • layang wacan: buku bacaan • layap: pergi, main • layar: layar, peralatan perahu • layon: mayat, jenazah • layos: atap, tarub • layu: layu, mati • layung: awan kuning pada sore hari • layur: nama ikan laut • laywa: layu, mati, lain; • laywan: bunga yang sudah layu • lebda: mahir, ahli • lebet: dalam, maruk • lebur: lebur, hancur • lèdhèk: memancing, menggoda • lega: lega, rela • legan: tulang rusuk melayang, prawan • legawa: ikhlas • legedan: watak • legena: telanjang • legetan: nama tumbuhan • legi: 1 manis; 2 nama hari pasaran • legundhi: nama tumbuhan • leheng: lumayan, lebih baik daripada • leksa: laksa, 10.000 • leksana: jalan, berjalan • léla: hibur, ayem • lelah: capek • lelana: berkelana, mengembara • lélang: lelang, jual • lelangon: kesenangan, hiburan • lelara: penyakit; • tulang rusuk melayang wabah penyakit • leluhur: leluhur, nenek moyang • lèlur: segan, enggan • lema: gemuk, gembur • lemah: tanah; • lemah teles: tanah subur • lembah: lembah, cekung; • lembah manah: andap asor, rendah hati • lembak: lemak • lembana: pujian, sanjungan • lembar: lembar • mlémbat: berpindah meloncat-loncat dari pohon ke pohon • lembara: mengembara • lembat: halus, lembut • lembayung: lembayung, daun kacang untuk sayur • lembek: ombak • lèmbèr: keletah • lembing: 1 tombak; 2 nama binatang • lémbong: sebangsa talas • lembora: nama ikan laut (besar) • lembu: sapi, lembu • lembur: lembur, bekerja di luar jadwal • lembut: lembut, halus • lemeh: segan, enggan • lemper: jenis makanan dari ketan • lèmpèr: cobek • lempèt: kepipis (perut) • lempir: lembar, helai • lempuk: nama ikan sungai • lempung: tanah liat, tanah merah • lempuyang: jenis tanaman obat tradisional • lemu: gemuk • lendhah: sawah di tempat yang datar dan rendah • léndhéyan: 1 bersandar; 2 batang tombak • lendhi: mainan ikan • lendhong: nama ikan • léndhot: lumpur • lendhut: tanah lumpur • lènèng: bermasakan, masak semua • lèng: lubang, rongga • lenga: minyak; • lenga bacin: minyak kelapa yang telah dipakai kedua kalinya; • lenga cèlèng: minyak lebihan dari; • lenga mambu: minyak tanah; • lenga patra: minyak tanah; • lenga pèt: minyak tanah; • lenga wangi: minyak wangi • léngah: lengah, sembrono • lengar: lebar (dada) • lengen: lengan, tahu • lengeng: indah, menawankan, menyenangkan • lèngèng: kata untuk memaki • lenggah: duduk • nglenggak: duduk mendongak dan menoleh • lénggak-lénggok: melenggok • lenggana: rela, ikhlas, segan, enggan • lengganan: langganan, pelanggan • lenggang: jenjang (leher), ramping • lénggang: melenggang • lengger: besar dan tak bergerak-gerak • lènggèr: lengger, jenis tari-tarian • lénggot: lembehan santai; • lénggot bawa: tandak • lengkara: perhiasan • lèngsèr: lengser, turun jabatan • lentéra: lentera, lampu • lepas: lepas, bebas; • lepas tangan: tak mau ikut campur • lepat: salah • lèpèk: cawen, lepek • lèpèn: kali, sungai • lepet: lepet, jenis makanan • lèrèh: tenang, santai; • lèrèh-lèrèh: santai, istirahat • lerem: tenang, santai • lèrèn: istirahat • leres: betul, benar • lésan: lisan, mulut • lesana: tanda, jalan • leseh: lusuh, terinjak-injak • lesmi: indah, laksmi • lestari: lestari, terpelihara; • lestantun: (ing.) lestari, terpelihara • lesu: lesu, lapar, lemas • lesung: lesung, tempat menumbuk padi • lésus: angin ribut • lewih: lebih • licik: licik, akal bulus • ligasan: naik kuda tanpa pelana • lika: tulis • lilit: lilit, membelit; • lilit uwi: melilit seperti ubi • lima: lima • liman: gajah • limar: limar • limas: bentuk rumah adat; • limasan: bentuk rumah adat • limbang: timbang • limbuk: limbuk, jenis nama wayang • limbung: limbang, terhuyung-huyung • limer: melayang • limit: limit, rata dan halus • limo: 1 lima; 2 jeruk, limau • limpa: limpa • limpad: cekatan • limpah: limpah, banyak • limpung: tombak pendek bermata kanan kiri • limrah: lumrah, lazim, umum • limun: limun, jenis minuman • ditelimur: dilipur, dihibur • limus: pakel, jenis mangga • limut: 1 kabut; 2 selimut • lina: hilang, sirna, mati • lincad: loncat, lompat, tinggal • lincak: lincak, kursi; • lincak gagak: meloncat-loncat seperti burung gagak • lincat: loncat, lompat • lincing: runcing, lancip • lincip: runcing, lancip • lincis: lubang jerat (tali) • lincut: malu, enggan • lindhu: gempa bumi • lindhuk: terlindung • lindhung: lindung, berlindung • lindri-lindri: cantik sekali, molek • lingga: 1 arca, tugu; 2 kata dasar • linggar: pergi, lahir • lingsa: telur kutu; • pada lingsa: tanda baca pada aksara Jawa • lingsang: anjing air • lingsem: malu • lingsir: bergeser, condong • linguk: jenguk, lihat • lintah: lintah; • lintah dharat: rentenir • lintang: bintang; • lintang alihan: bintang beralih; • lintang kemukus: komet, bintang kemukus; • lintang panjer esok / sore: bintang kejora • linthing: melinting • linting: menggulung • lintring: jenis rumah adat • lintu: ganti • linu: rasa nyeri, pegal-pegal • linuhung: dihormati, ditinggikan • linuwih: lebih • lipur: hibur, senang • lir: seperti • lira: belerang; • lira-liru: berganti-ganti • lirang: belirang • lirih: pelan • lirik: melirik • liring: kejap, pandangan sekilas • lirip: aus, rompeng • liris: gerimis, teratur, rapi • lirna, lirning: terang sekali, apabila • liru: tukar, ganti; • liru lambang: bertukar barang, barter; • liron: tukar; • liron patra: berganti tempat; • liron watang: saling merombak • lirwa: lalai, lengah, kurang waspada • lis: tali kekang, kendali • lisa: ketombe, telur kutu • lisah: minyak • listu: cantik; • listuhayu: cantik, ayu; • listya: molek • lisuh: lesu, lelah • lisus: angin ribut • litheng: hitam sekali • lituhayu: cantik, molek, ayu • liwar: menyimpang; • liwar-liweran: berseliweran • liwat: lewat • liwer: lewat, lintas • liwet: liwet, jenis nasi • liwung: bingung • liya: lain • locana: mata, netra tulang rusuk melayang locita: hati, perasaan • lodaka: air • lodan: ikan paus, ikan gajah • lodhèg: longgar, lobok • lodhèh: jenis sambal • lodhoh: busuk, remuk • lodhong: wadah, toples • lodok: sumsum pada tulang punggung • lodong: wadah makanan kecil, toples • lodra: buas, gerang, sangat marah • logor: gugur, luruh • logro: longgar • loh: subur; • loh jinawi: subur makmur • lohita: merah • lok: mashur • loka: 1 tempat; 2 kenal, dikenal; • lokamandhala: permukaan dunia; • lokananta: jenis gamelan; • lokaya: dunia, alam semesta; • lokéndra: raja di dunia; • lokéswara: terkenal di dunia; • kaloka: tulang rusuk melayang • lokita: karangan, sajak • lokro: longgar; • nglokro: patah semangat • lokrok: lobok, longgar • lola: tidak punya ayah ibu • loling: lentera dari kertas • lolita: ingin sekali, mendamba • lolor: lepas, ulur • lolos: lolos, bebas • loma: pemurah, suka memberi • lomba: pertandingan • lombok: lombok, cabe • lomoh: segan, enggan • londhot: busuk, remuk • longan: bawah ranjang • longgang: sela, antara • longgar: longgar, luas, renggang • longkah: nama bunyi-bunyian • longkang: sela, antara • longsor: longsor • lonjong: lonjor • lonjor: belunjur; • selonjor: duduk meluruskan kaki • lontar: lontar • lontop: tongkat berisi pedang • lontor: makan, minum • lor: utara; • lor kulon: barat daya; • lor wétan: timur laut • lorèk: lorek, loreng; • lorèng: loreng • loro: dua; • loro blonyo: arca tiruan pengantin • losin: dosin, 12 buah • losoh: lusuh • losok: busuk, luruh • losor: longsor • lota: buas, ganas • lothèng: loteng • lowang: luwang, bolong, lubang • lowong: lawang, kosong • lowung: lumayan • lucu: lucu, jenaka • ludhes: ludes, habis • ludhuk: suka makan banyak • ludira: darah • ludrug: ludruk, teater tradisional • lugas: jelas, denotatif • lugu: apa adanya, bersahaja • lugut: bulu-bulu pada batang bambu (tebu, dsb) • luh: air mata • luhur: luhur, tinggi; • luhung: luhur, tinggi • lujeng: luku, bajak • luk: lekuk; • luk sanga: lekuk sembilan • luka: luka • lukak: cekung; • lukak-lukik: bercekung-cekung • lukar: lepas, melepas • lukat: lepas dari siksaan • lukis: lukis, gambar • lukita: karangan, syair; • lukita sari: karangan/syair yang indah • luku: bajak, nenggala tulang rusuk melayang lulang: belulang, kulit • luluh: luluh • lulur: bedak lulur • luluri: leluhur • lulus: lulus, lolos • lulut: cinta • lumah: terlentang; • lumah tangan: meminta, memohon • lumba: lomba, pertandingan • lumba-lumba: ikan lumba-lumba • lumbu: jenis tanaman umbi-umbian • lumbung: lumbung, persediaan; • lumbung bandhung: lumbung besar; tulang rusuk melayang lumbung désa: lumbung desa • lumer: leleh, basi • lumèr: meluap • lumpang: lumpang, tumbukan padi; • lumpang kenthèng: lumpang batu besar • lumpat: lompat; • lumpat kidang: melompat-lompat • lumping: belulang • lumprah: lumrah, wajar • lumpuh: lumpuh • lumpur: lumpur • lumrah: lumrah, wajar • lumuh: bosan, malas • lumur: gelas untuk minum • lumurug: berangkat ke pertandingan • lumut: lumut • luncat: loncat, lompat • luncup: luncup, kuncup • lung: pucuk daun • lunga: pergi • lungan: bepergian • lungga: sulur-suluran • lunggé: terlambat • lungguh: duduk • lungka: bongkahan tanah di ladang • lungkrah: capai, payah, letih • lungsé: terlambat • lungsed: lusuh • lungsi, pada lungsi: tanda baca dalam huruf Jawa • lungsir: kain sutra • lungsungan: kulit bekas pada binatang setelah berganti kulit • lungsur: kain bekas • lunjak: lonjak • lunjat: lonjak • luntas: luntas, jenis tumbuhan • luntur: luntur • lunyu: licin • lupa: lupa • lupit: sempit, tidak longgar • lupiya: teladan, contoh • lupta: keliru, lupa • luput: luput, lepas; • luput cinatur: tak disebut dalam bicara • lurah: lurah, kepala desa • luru: mencari • lurub: gebar, tutup mayat • lurung: sungai tempat pembuangan • lurus: lurus • lutung: lutung, jenis kera • luwah: lowong • luwak: luwak, jenis musang • luwang: lubang, lowong, watu luang • luwar: lepas, luar • luwé: lapar • luweng: lubang • luwer: putaran, bundaran • luwih: lebih; • luwih manèh: terlebih lagi M • mabuk: mabuk • mabur: melayang, terbang • maca: membaca; • maca udrasa: menangis • macak: dandan, berhias diri • macan: macan, harimau; • macanan: jenis permainan; • macan angop: bangunan kecil di bagian pintu rumah • macapat: tembang macapat • macas: memangkas • macel: memasukkan pasak • macem: macam, jenis • macung: mengangkat tangan • mada: berani, tidak takut mati; • mada pléra: mencela, memperolok-olok • madak: malah, malahan • madat: memakai candu, ganja • madaya: memperdaya, membohongi • madé: menjual • madeg: berdiri, menjadi • mader: mencari ikan wader • madha: menyamai; • madha rupa: rupa yang sama • madhang: makan • madhep: menghadap • madhuk: tidak keras, gembur • madon: bermain perempuan; • madoni: bertengkar • madresa: keras • madresthi: mencelakai • madu: madu; • madu brata: lebah; • madu kara: lebah penghisap madu; • madu mangsa: jenis makanan, dodol; • madura: cantik, manis • madya: tengah; • madya gantang: angkasa, langit; • madya pada: dunia, alam; • madya ratri: tulang rusuk melayang malam; • madyama: di tengah-tengah; • madyantara: alam semesta, jagat raya; • madyasta: berdiri sebagai penengah • maéjan: nisan • maékani: memfitnah • maèlu: memfitnah • maem: makan • maésa: kerbau; • maésa jenar: kerbau kuning; • maésa anabrang: kerbau menyeberang; • maésa lawung: jenis tarian menirukan kerbau bertarung • maétala: tanah, bumi • magah: tegar hati, keras kepala • magang: bekerja sambil belajar • magepokan: berhubungan • mager: pagar, memagari; • mager timun: serupa biji mentimun; • mager sari: tetangga kanan kiri • magrok: tinggal • magut: hampir selesai • maha: maha, tinggi; • maha agung: maha agung; • maha bala: kuat, perkasa sekali; • maha bara: tidak lazim, mustahil; • mahabaya: bahaya besar; • mahaguru: mahaguru, guru besar; • maha kuwasa: maha kuasa; • maha luhur: maha luhur; • maha mulya: maha mulia; • mahamuni: pendita; • maha pawitra: suci, luhur; • maha prana: huruf besar pada huruf Jawa; • maharaja: raja besar; • maharatna: manikam; • maharesmi: bulan; • maharja: selamat; • maharsi: maharesi; • mahasiswa: siswa di perguruan tinggi; • maha suci: maha suci; • mahasura: pemberani, pahlawan; • maha atma, mahatma: jiwa besar; • maha wikan: maha mengetahui • mahas: masuk • mahidhara: gunung, bukit • mahisa: kerbau • mahisi: permaisuri • mahitala: bumi, tanah • mahitala: bumi, tanah • maido: mencela; • maiben: mencela • main: main • maisi: permaisuri • maja: maja, nama buah; • maja-maja: sekali-kali • majad: patut, layak • majer: mandul, majir • maji: tak kan terjadi • maju: maju; • majeng: maju; • majupat: segi empat; • majutelu: segi tiga • makah: merangkap • makam: kuburan • makan: 1 makan; 2 bisa mengerem (rem); • makan ati: mengecewakan; • makan tuan: mencelakakan tuan/pemiliknya • makara: udang • makaten: demikian, begitu • maktal: nama wuku yang ke-21 • makutha: memakai mahkota • mala: luka, penyakit • malad, maladi: membuat kualat • malah: malah, bahkan • malahi: merepotkan • malam: bahan cat untuk membatik • malang: melintang, berserakan; • malang atèni: menguatirkan; • malang gambuhi: suami istri yang lakinya lebih muda; • malang kadhak: berkacak pinggang; • malang kerik: berkacak pinggang; • malang mégung: malang melintang; • malang sumirang: menghina kepada orang • malar: tambahan pula • malati: membuat kualat, bertuah • malaya: mengembara • maled: menerima rapelan • maledi: ingin sekali, damba sekali • malek: jemu, jenuh • malem: malam • malèni: menjadi wali • maler: selalu, senantiasa • males: membalas • maligé: mahligai, istana keputrian • malih: berubah, berganti • tulang rusuk melayang membalik; • malik grémbyang: berubah total; • malik tingal: berubah janji • maling: pencuri, mencuri; • maling dhèndhèng: berlaku serong, berzina; • maling raras: mencuri asmara; • maling retna: mencuri asmara • malini: bunga • malir: membuat alur/parit di sawah • malo: lak berwarna merah • maloni: mencela, mengubah • malu: malu • maluh: becek, berlumpur • mamah: 1 memamah; 2 mama, ibu • mamak: emak, mama, ibu • maman: memanggil paman • mamang: ragu, bimbang • mamar: remang-remang • mamas: nikel • mambang: jenis hantu • mambek: tersumbat • mambet: tersumbat • mambil: mengambil • mambrih: supaya, agar • mambu: berbau • mamèt: mencari, berupaya • mami: 1 saya, kami; 2 mama, ibu • mamin: bertemu, berjumpa • mampet: tersumbat, tergenang • mampir: singgah • mamprah: melayang • mampu: mampu, kuat • mampus: mampus • mamuk: mengamuk • mamut: hilang, musnah, pergi • man: kependekan dari kata paman • mana: angan-angan, hati; • manaduganda: menyetujui, memuji; • manadukara: menyetujui, memuji; • manakawan: menjadi abdi, pengiring; • manasija: cinta, kekasih; • manasika: menganiaya; • manastapa: berduka cita; • manasuka: siapa yang suka; • mana wibawa: sombong • manadhem: limun • manah: 1 memanah; 2 hati, perasaan • manail: nama wuku yang ke-23 • manang: keliru, marah • manasi: memanasi • manawa: jika • manca: manca, luar; • manca udrasa, manca rawat: menangis; • manca negara: luar negeri; • manca kaki: orang-orang tua di desa; • mancawara: memperdayakan dengan negara; • manca warna: bermacam-macam jenis • mancad: menginjak • mancahi: mencela, membantah • mancak: menerima apa-apa yang diberi • mancal: menendang; • mancal donya: meninggal dunia; • mancal kemul: berselimut lagi, tidur lagi • mancana: menganggu, mengusik • mancas: memangkas • mancur: mancur, memancar • manda: setengah matang; • mandabagya: celaka • mandang: memandang • mandar: semakin • mandara: berhias, bersolek • mandaya: berdaya upaya • mandek: berhenti • mandéné: alangkah • mandeng: memandang • mandha: susah, sedih; • mandhakaki: nama bunga; • mandhakiya, bale mandhakiya: rumah tempat memuja; • mandhalika: nama tetumbuhan; • mandhasiya: nama wuku yang ke-4 • mandhah: pindah • mandhak: menganggap enteng • mandhala: lingkaran, daerah • mandhap: turun ke bawah • mandhapa: rumah muka, balai, pendhapa • mandheg: berhenti; • mandheg mangu: berhenti dan ragu; • mandheg mayong: berjalan tidak langsung; • mandheg tumolih: berhenti dan menoleh • mandhégani: mengepalai • mandhes: sampai tuntas • mandhing: pohon kemlandingan • mandhiri: mandiri, merdeka; • mandhirèng pribadi: mandiri, berdikari • mandho: menengadahkan tangannya • mandhor: mandor, pengawas • mandhuka: katak • mandhung: mencuri, maling • mandi: mujarab, manjur • mandira: pohon beringin • mandos: mujarab, manjur • mandra: gembira; • mandragini, mandragupit: kamar tidur; • mandraguna: sakti, digjaya; • mandrawa: jauh, kejauhan • manduk: terkena oleh • mandum: membagi • maneh: abdi, hamba • manèh: lagi • manèka: beraneka, macam-macam; • manéka warna: beraneka ragam • manekung: berdoa • mangga: silakan; • mangga mara: mau, suka; • mangga sapira-pira: tiada seberapa; • mangga sésa: tiada seberapa; • tan mangga puliha: tak dapat menang • manggahi: mempertahankan • manggal: melempar, melontar • manggala: komandan; • manggalayuda: komandan perang • manggar: bunga kelapa • manggya: bertemu, berjumpa • mangka: padahal • mangkadi: tambahan, lagi pula • mangkana: demikian, begitu • mangkara: udang • mangkas: memangkas • mangkat: berangkat, bertolak • mangké: nanti • mangkéné: demikian, begini • mangkono: demikian, begitu • mangku: memangku • manglah: mengalah • manglar: melebarkan, meluaskan • manglèng: agak miring • mangler: membelokkan • mangli: nama macam tebu • manglih: berubah • mangro: mendua • mangsa: 1 musim; 2 ah masa?; • mangsa bodhoa: masa bodoh; • mangsa borong: terserah; • mangsatara: masa tidak hujan pada musim hujan • mangsah: melawan, berperang • mangseg: mendesak, menekan • mangsi: tinta • mangun: membangun; • mangun-kung: susah karena birahi • mangut: nama lauk dari ikan • mangwa: bara • mani: 1 intan; 2 air mani • manidikara: menyembahyangkan • manih: lagi pula, dan • manik: manik-manik • manikarma: intan berlian • manikem: manikam • manikya: mirah, intan merah • manila: intan biru tulang rusuk melayang maning: lagi, dan • manis: manis • manja: membuat tugal • manjang: memanjang • manjat: memanjat, miring, landai • manjel: maju, berkuli • manjer: menyalakan terus • manjing: masuk • manjur: manjur, mujarab • manjurung: mendukung, mendorong • manjut: lalu • manobawa: cinta, senang • manohara: memikat, menawan • manojawa: keras sekali • manolan: kuli, buruh • manon: mengetahui • mantak: mengeluarkan kesaktian • mantang: memberi pantangan • mantar: mudah menyala (kayu) • mantèk: mengeluarkan kesaktian • mantel: mantel • manten: kian, lekas, bekas • mantèn: penganten • mantep: mantab • mantes: menjadi pantas • mantha: membagi; • mantha garwa: memperistri; • mantha-mantha: membagi-bagi • manthang: sejenis ubi jalar • mantheng: pikiran yang memusat • manther: pikiran yang memusat • manthuk: mengangguk • mantog: sampai batas, mentok • mantra: mantra, kata bertuah • mantri: kepala pegawai; • mantri kéwan: mantri hewan • mantrus: kelasi, pelaut • mantu: menantu • mantuk: pulang, kembali • mantun: sembuh, selesai • mantuni: menyembuhkan • mantyanta: sangat, sekali • manu: menerjang, menyerbu; • manubawa: cinta, kasih sayang; • manuhara: memikat, merayu; • manukara: menurut, meniru • manuh: biasa, kenal • manuja: menuju, mengena • manuju: menuju, mengena • manuk: burung; • manuk ngoceh: burung berkicau; • manuk thilang: burung kutilang • manuksma: menjelma • manungsa: manusia • manusmara: mencipta, memuja • manut: menurut, patuh • manyar: manyar, jenis burung • manyer: berdiri tegak • manyuk: datang hanya sebentar • manyul: dahinya nonong • manyung: mancung • manyura: gending manyura • maoni: pohon mahoni • maos: 1 membaca; 2 buah maja • mapa: apa, apakah • mapag: menantikan, menjemput; • mapag tanggal: menunggu • mapah: memapah • mapak: menjemput, menunggu • mapal: mengepras, memapras • mapali: mengeprasi • mapan: mapan/menempati • mapas: memotong, memangkas • mapat: berempat • mapatih: mahapatih • maprah: berkembang, menjadi banyak • mapras: memangkas • mar: capek, lelah • mara: datang, hadir; tulang rusuk melayang mara awak: datang sendiri; • mara dina: menunggu hari; • mara serek: menjemukan, membosankan; • mara dagang: berdagang, berniaga; • mara désa: mendatangi desa lain; • mara dhayoh: bertamu; • mara jelèh: membosankan, menjemukan; • marakarma: kesengsaraan, kesedihan; • marakata: zamrut, intan hijau; • marasadu: menipu, licik; • maraséba: menghadap; • marasoca: melihat sendiri; • mara tangan: suka memukul; • maratapa: bertapa, bersemedi; • maratuwa: mertua • marabi: menyebut dengan panggilan nama jelek • marag: menghadap, mendatangi • marakèh: nama wuku ke-18 • marana: mati, meninggal • marang: terhadap, kepada • marangi: mencuci pusaka • marani: mendatangi, mendekati • maras: tulang rusuk melayang, cemas • marbuka: membuka • mardala: kandang • mardawa: ahli, pakar • mardi: mengajar, membina • mardika: merdeka; • mardikani: membuat merdeka; • mardikèngrat: merdeka di dunia • maregaké: membuat kenyang • marek: mendatangi, mendekati • marem: puas • marep: menghadap • marga: jalan, karena; • margaina: rahim; • margana: angin, panah; • margi: jalan, sebab • mari: sembuh, selesai • markisah: buah markisah • marma: kasih sayang; • marmi: kasih sayang • marmut: marmut, jenis hewan • marna, marni: bermacam-macam • maro: membagi dua; • maro tingal: bermuka dua • maron: belanga • marsudi: berusaha, berupaya • marta: kehidupan, rendah hati • martana: rendah hati • martani: rendah hati • martuwi: berkunjung, silaturahmi • martyapada: dunia, alam fana • maru: madu, orang yang bersaing mendapat cinta • marud: memarut, mengukur • maruk: gembur (tanah) • maruki: selalu ingin makan • marus: berbau tak sedap • maruta: angin • marwita: mencari ilmu kepada • mas: 1 emas; 2 panggilan buat kakak laki-laki • masa: musim • masak: memasak • masang: memasang; • masang semu: memandang dengan perangai tertentu agar dimaklumi; • masang ulat: memandang dengan perangai tertentu agar dimaklumi • masem: berbasi, berair • maser: menyumpit dengan paser • masi: masakan, meskipun • maskumambang: maskumambang; • maskèntar: maskumambang • masoh: membasuh, mencuci • mastaka: kepala, mahkota • mastuti: memuji, berdoa • masuh: mencuci, membersihkan • masung: memasung, memberi • mata: mata, netra; • mata deruk: jenis rumah adat tradisional; • mata dhuwiten: mata duitan; • mata éra: bolongan keranjang; • mata itik: jenis rumah adat tradisional; • mata iwak: nama tumbuhan; • mata kucing: sebangsa damar; • mata lélé: tumbuh daun (tembakau); • mata loro: membela musuh, intelijen; • mata-mata, mata pita, mata pitaya: intelijen; • mata sapi: telur ceplok; • mata walangen: silau sebab terlalu lama memandang; • mata walikan: nama anyaman; • mata yuyu: selalu ingin menangis • matah: menugaskan, mendelegasikan • matak: mengeluarkan; • matak aji: mengeluarkan kesaktian • matal: setengah matang • matang: matang, masak; • matang putung: terpaksa berhenti • matangga: gajah • matar: mematar, mengikir • mataya: menari, berjoget • matek: mengeluarkan kesaktian • mateng: matang, masak; • mateng ati: yang masak baru bagian dalam • matengga: menunggu, menanti • mathar: serba teratur dan baik • mathem: puas, senang sekali • mathet: menyelaraskan irama • mathi: pusar kuda yang menjadi tanda tabiatnya • mathuk: cocok, sesuai • mati: mati; • mati branggah: mati utama; • mati kunduran: meninggal saat melahirkan; • mati ngurak: mati karena sudah tua renta; • mati raga: bertapa; • mati sahid: mati membela agama; • mati salah: tulang rusuk melayang karena hal yang dilarang • matianta: sangat • matil: mematil, menancapkan patil • maton: maton, tidak menyimpang • matosi: mengkhawatirkan • matra: mantra, kata bertuah; • matra kélasa: mengikut/menurut • matrap: mengetrapkan tulang rusuk melayang matswa: ikan • matsya: ikan • matuh: menaati • matun: menyiangi • matur: berkata • matut: membuat patut • matyanta: sangat, sekali • mau: tadi • mawa: membawa • mawar: bunga mawar • mawas: mawas, waspada; • mawas diri: instrospeksi • mawat: memberi; • mawat gawé, mawat karya: berbuat jahat • mawèh: memberi • mawelu: kabur, pucat • mawi: membawa, dengan • mawinga-winga: marah besar; • jajabang mawinga-winga: marah besar hingga wajahnya merah • mawiti: memulai • mayang: bunga pinang • mayura: burung merak • meca: berterus terang • mecah: memecah • mecut: mencambuk • méga: mega, mendung; • méga malang: awan berarak; • méga mendhung: nama gamelan; • mégantara: coklat semu hitam (warna kuda) • megar: mekar, berkembang • megatruh: megatruh, jenis tembang • méjan: batu nisan • mejana: sedang, cukupan • mejemuk: 1 majemuk; 2 kenduri bersama sekampung • melathi: melati • melaya: mengembara, berkelana • mémba: berubah rupa, menyerupai • membat: memantul; • membat mentul: bergetar, memantul-mantul • membut: lunak, gembur • memes: lentur, luwes • memetri: memelihara, merawat • mempan: mempan • menahi: membenahi, mengemasi • ménak: nikmat, enak • menang: menang, unggul • menapa: apa; • menapi: apa • menawa: jika, kalau • mencira: terpencil, terasing • ménda: kambing • mendem: mabuk • mendha: menurut, patuh • mendhak: membungkuk, merendah • mendhala: lingkaran, tempat, sasana; • mendhala giri: nama corak kain tenunan • mendhang: kulit beras yang kecil sekali • mendhé: istirahat • mendhek: berhenti • mendhem: memendam • mendhing: lumayan, mendingan • mendhiri: mandiri, berdikari • mendho: menurut, patuh, taat • méndhong: mendong, jenis tanaman • mendhung: mendung • mendut: memantul • meneng: diam, tak bicara • menga: terbuka, membuka • mengalor: ke utara • mengarep: pergi ke depan, maju; • mengarep-arep: mengharap-harap • mengarsa: maju, pergi ke depan; • mengarsa-arsa: mengharap; • mengarsani: memimpin • mengastawa: berdoa • mengkana: demikian, begitu • mengkang: merenggang, merenggangkan • mengkéné: demikian, begini • menir: pecahan beras; • meniren lambéné: bibir yang capek bicara • menjalin: rotan • menjalma: menjelma • menjangan: kijang • mentah: mentah • mental: memantul • mentala: tega, sampai hati • mentaos: tempuas, nama kayu • mentas: mentas, terbebaskan • mentéga: mentega • mentes: berisi, berbobot • menther: memusatkan pikiran, konsentrasi • menthès: mentes, berisi penuh • menthik: 1 mungil; 2 jenis padi; • menthik ori: jenis ketela pohon • menthilas: bersih, terang, jelas • menthul: 1 memakai topeng; 2 gemuk dan segar • mentog: menabrak, buntu • méntol: mentol, penyegar hidung • mentrik: cantrik, murid • menungsa: manusia, orang • menur: bunga menur • menyak: melewati jalan becek • menyan: kemenyan • menyang: berangkat, pergi • mèpèt: mendesak, menekan; • merak: merak • mérak: menarik hati • merang: batang padi • mérang: membagi • merbabak: berkilauan, bersinar; • merbabak bang kencana: semburat merah bagai emas • merdi: berusaha, mengajar; • merdi désa: memajukan desa • merdika: merdeka • merdu: menyenangkan, merdu • merduli: memperdulikan • meré: suara kera • merem: memejamkan mata; • merem melèk: membuka menutup mata • merga: karena, sebab, jalan • mersudi: menuntut, berusaha, melatih • mertapa: bertapa • merti: merawat; • merti désa: kenduri untuk selamatan desa • mèru: gunung; • mèru pancaka: tempat pembakaran mayat • mestaka: kepala • mesthi: pasti, tentu • mèstri: beristri, menikah • mesu: menahan, mengendalikan • meta: marah sekali • meteng: mengandung • miarsa: mendengar, memirsa • mibah: bergerak • miber: terbang, melayang • micara: fasih berbicara • midadari: bidadari • midak: menginjak • midana: menghukum pidana • mider: mengelilingi • midereng: kuat keinginan, dengan giat • midhang: bermain-main, berpesiar, membayar nazar • midhangan: acara widhang • midhanget: mendengar • midhé: menyambung denga kelopak jantung pisang, membeli daging ketika punya hajat (tidak menyembelih sendiri) • midhet: tidur • midhun: turun • midosa: berbuat dosa • miduwung: menyesal • migena: menghalang-halangi • miguna: berguna • mihak: memihak • mijil: 1 keluar, lahir; 2 tembang mijil • mikara: membuat perkara • mikir: mikir, berpikir • mikul: memikul; • mikul dhuwur mendhem jero: mengangkat nama baik tinggi-tinggi dan memendam aib dalam-dalam • mil: mil, ukuran jarak • mila: maka • milah: memisah, memilah • milalu: remah, lebih (terlebih) dari • milang: 1 menghitung, membilang; 2 mengajar; • milang kori: memasuki tiap pintu rumah; • milang usuk: bermalas-malasan; • milang-miling: melihat-lihat • milangkoni: menyenangkan • milar: membelah • milara: menyakiti • milasa: menganiaya • milenggah: mendudukkan • mili: mengalir • milu: ikut, turut serta • miluta: membujuk, merayu, menjebak • mimang: akar beringin • mimba: keluar • mimbar: mimbar • mimbuhi: menambah • mimi: belakang • mimik: menyusu • mimis: mimis, peluru • mimpin: memimpin • mimrih: menyuruh supaya • mimring: tipis sekali • mina: ikan; • minantaka: nelayan • minangka: dalam rangka • minangsraya: minta pertolongan • minanten: kalau, jikalau • minaraki: duduk, singgah • minda: kambing • mindah: memindahkan • mindel: diam • mindeng: memusatkan perhatian • minder: rendah diri; • minder liring: selalu memandang • mindha: seperti, bagaikan • mindhah: memindah • mindhak: naik, bertambah • mindho: kedua kalinya • mindi: pohon imba • mindring: tukang kredit barang dapur • mineb: tertutup • minengsah: dimusuhi • minger: berbelok • minggah: naik, ke atas • minggat: pergi tanpa pamit • minggir: minggir, menyisih • minggung: bergerak, terguncang • mingkar-mingkur: menghindari, mencegah • mingkara: melawan, memaksa • mingked: beringsut, bergeser • mingkem: terbungkam, tertutup • mingsra: berharga; • mingsri: berharga • minta: minta, mohon • mintaksama: minta ampun, mohon maaf • mintar: pergi • minten: masing-masing berupa • minthi: anak itik • mintuhu: taat, patuh • mintuna: jodoh, laki-laki/perempuan • minulya: dimuliakan • minum: minum • mireng: mendengar • miri: kemiri • miring: miring • miris: kuatir, takut • mirma: berbelas kasihan • mirong: nama perhiasan • mirowang: membantu, berteman • mirsa: melihat, mengetahui • miruda: lari, melarikan diri • mirungga: khusus • misah: memisah • misalin: bersalin, berganti • misanan: sepupu • misaya: menganiaya • misepuh: berlaku sebagai orang tua • miser: menggeser • misésa: menguasai, memerintah • misih: masih • misudha: mengangkat, mewisuda • misuh: memaki-maki • misuwur: kondang, terkenal • mitambuh: pura-pura tak tahu • mitaya: membuat percaya • miterang: menerangkan, menjelaskan • mithes: menggilas • mithet: menekan, menjepit • mithing: menekan, menjepit • mitra: mitra, kawan; • mitra darma: kawan karib, teman akrab • mituduh: menunjukkan, mengarahkan • mituhu: patuh, taat • miturut: menurut, patuh, taat • miwah: dan • miwaha: mengawinkan • miwal: menampik, menolak • miwir: mengurai • miwiti: memulai • miyaga: pemain gamelan • miyagah: mengerjakan dengan duga kira • miyak: membelah • miyambak: mengerjakan sendiri • miyangga: menyangga • miyara: memelihara • miyarsa: mendengar, menyaksikan • miyat: melihat, tampak, tahu • miyata: mengajar • miyatani: boleh dipercaya • miyos: keluar, pergi • miyup: berteduh • miyur: bergoyang, tak kuat • mlaku: berjalan • mlathi: bunga melati • mlinjo: melinjo, jenis tanaman • mobah: bergerak, berubah • mohita: susah, bingung • mojar: berkata • tulang rusuk melayang muksa • mola: meniru, mencontoh • molah: bergerak • molang: pedagang ternak • molèk: indah, cantik, jelita, bagus • molèr: memanjang dan melingkar • molih: pulang, kembali • momohan: benda bekas, barang sisa • momol: 1 lunak, empuk; 2 batang jagung untuk pakan ternak • momong: mengasuh, mengemban • momor: campur; • momor sambu: turut bersama-sama menyamar • momot: memuat • mona: diam, membisu; • monabrata: bertapa membisu • moncèr: moncer, cemerlang, berkilauan • mondhah: mengada-ada, tulang rusuk melayang • mondhalika: nama bunga • mondhoh: melubangi telinga • mondhok: mondok, kos • mondhong: memondong • mongah: menipu • monga-mangu: ragu-ragu, bimbang • monggang: monggang, jenis • mongkog: berbesar hati • monjo: melebihi sesamanya • mono: begitu, demikian • monté: manik-manik • monyèt: monyet • monyong: menjorok, memanjang • mopo: tidak mau mengerjakan, mogok • mor: kumpul, campur • mori: kain putih pembungkus mayat • morong: morong, wadah air • morot: melorot, turun • mos: boros • mot: muat, isi • moté: manik-manik • motha: kain mota, kemah • motong: memotong • moyang: nenek moyang • mubal: menyala • mubed: membelit • mubeng: berkeliling • muber: memburu • mubyar: berkilauan, bercahaya • mucal: mengajar • mucang: makan sirih • mucap: mengucap • mucuk: ke puncak • muda: muda • mudal: keluar • mudangkara: kepala • mudani: menelanjangi • mudgara: palu, martil • mudha: muda; • mudha dama: bodoh lagi hina; • mudha pangarsa: ketua muda • mudhar: menggelar, membeberkan • mudheng: mengerti, mengetahui • mudhun: menurun • muga-muga: semoga • mugag: memutus pembicaraan • mugen: paham • muges: memenggal • mugi: semoga • mugut: memotong ujungnya • muhun: menangis • muhung: hanya, cuma • muja: memuji, berdoa • mujang: membujang, mengabdi • mujangga: berlaku sebagai pujangga • mujuh: meminta uang • mujuk: membujuk • mujung: tidur, berbaring berselimut • mujur: mujur, beruntung • muk: wadah minuman yang besar • muka: muka • muksa: membesar • mukti: mulia, luhur • mukul: memukul • mukun: mangkuk tertutup • mula: mula, maka; • mula buka: pada mulanya; • mulasara: menganiaya • mulang: mengajar • mulanguni: menyenangkan • mular: menangis • mulas: melukis • mulat: melihat, memandang; • mulat tèngè: sangat rindu • mulé: pulang • mulèh: pulang • mulek: asap yang mengepul • mules: mules, sakit perut • mulet: berbelit-belit • mulih: pulang, kembali • muluk: terbang • mulur: memanjang, molor • mulus: mulus • mulut: mulut • mulwa: buah mulwa • mulya: mulia, bahagia; • mulyawan: orang yang mulia • mumbul: naik ke atas, terbang • mumet: mumet, pusing, sakit kepala • mumpang: menang • mumpet: mampet, tersumbat • mumpluk: mengelompok • mumpung: mumpung, senyampang • mumpuni: mumpuni, menguasai, ahli • mumpyar: bercahaya (intan) • mumut: empuk sekali • munah: memusnahkan • munakawan: menjadi punakawan • muna-muni: pembicaraan, suara, kata-kata • muncang: menghempaskan jauh-jauh • muncar: berkilauan, memancar • munci: gundik • muncrat: memancar • muncul: muncul, timbul • muncung: moncong • mundang: mengundang, memanggil • mundhak: naik, meningkat • mundhi: memundi • mundhing: kerbau • mundhut: membeli • mundrawa: menyembah • mundri: puting susu • mundul: agak bengkak • mundur: mundur • mung: hanya • mungel: berbunyi • munggah: naik, meningkat tulang rusuk melayang mungguh: tempat, letak • mungil: mungil • mungkar: mungkar, keburukan • mungkasi: mengatasi, menyelesaikan • mungkat: bangkit • mungkir: mungkir, menyangkal • mungkur: membelakangi • mungsuh: musuh • mungu: membangunkan • mungup: menyembul, menjulur • mungut: memungut • muni: bunyi, bersuara • munjer: memusat • munji: menjulang • munjuk: menghaturkan • munjul: melebihi • munjung: mempersembahkan • muntab: marah, murka • muntu: memintal • munyer: pusing • munyuk: kera kecil, anak kera • mupadrawa: menghukum • mupak: lapuk • mupakara: merawat, menjaga, mengasuh • mupu: mengadopsi anak • mupur: berbedak • mupus: menyerah, pasrah • muput: sampai pada ujung • mura: pergi, hilang • murad: arti, maksud, kemaluan • murah: murah • murak: menyembelih • murakabi: bermanfaat bagi semua • murang: kurang, menyimpang; • murang kara: menolak, menentang perintah; • murang krama: tidak sopan; • murang marga: menyimpang jalan tidak taat aturan; • murang sarak: menyimpang ketertiban, kurang ajar; • murang tata: tidak sopan • murat: habis sama sekali, kemaluan • murba: menguasai; • murba wasésa: menguasai; • murba wisésa: menguasai • murca: hilang, musnah • murcat: hilang, mati • murcita: pingsan, berbicara • murda: kepala, pemuka • murih: supaya, agar • murina: menaruh belas kasihan • muring: marah, murka • murni: murni, asli • muroni: menyebabkan mabuk • mursal: ugal-ugalan • mursita: berkata • murti: perawakan • murub: menyala • murud: menyingkir, meninggal • murugi: menghadiri • muruhita: berguru, mengabdi • muruk: mengajari, menasehati • murung: murung, bersedih hati • murus: sakit perut • murwa: memulai; • murwakala: meruwat dengan wayang lakon Batara Kala; • murwa sarira: berdandan • murwat: kuat, mampu • muryani: memandang • musara: mengikat, memborgol • muser: memusat • musna: musnah • muspra: mubazir, sia-sia • mustaka: kepala • musthi: memegang, memasang • musthika: 1 mustika; 2 kepala; • musthikaning kidung: nama syair • musuh: musuh • musus: mencuci beras • mut: kulum • mutah: muntah • muter: memutar • mutih: berpuasa mutih • mutik: memetik, memotong • mutiyara: mutiara • mutlak: mutlak, pasti • mutuhaké: membuat utuh • mutung: putus asa • mutus: mengambil keputusan • muwah: lagi, dan, serta • muwun: menangis • muwus: berkata, berbicara N • naas: naas, sial • nadi: urat nadi • nadya: air • nadyan: meskipun • naga: naga, ular; • nagabanda: nama tembang gedhe; • nagagini: ular betina; • nagakusuma: nama tembang gedhe; • nagapuspa: bunga nagapuspa; • nagapuspita: nagasari, jenis makanan; • nagasantun: jenis makanan; • nagasari: nagasari, jenis makanan; • nagasasra: nagasasra, jenis pamor keris • nagara: negara • nagih: menagih, menarik hutang; • nagih janji: menuntut janji; • nagih pati: membalas kematian • nagri: negeri, negara • nahan: demikian, menahan • nahas: naas, sial • nahen: demikian, lalu • naja: jangan • najam: bintang, perbintangan • najan: meskipun, walaupun • naji: tumbuh taji (ayam) • nak: anak, putra; • nak dulur: saudara sepupu • naka: kuku • nakal: nakal • nakar: menakar • nakir: membuat takir • nakoda: nahkoda, pengemudi kapal • nakoni: menanyakan, menanyai • nala: hati, perasaan • nalangsa: nelangsa • nalar: nalar, pikiran • naléndra: raja, penguasa • nalika: ketika; • naling tarung: bunyi vokal “o” • naluhi: membosankan, menjemukan • naluri: naluri, insting • nam: anyam; • nam-naman: anyam-anyaman • nama: nama; • nami: nama • naming: hanya saja, cuma; • namong: hanya, cuma • nampa: menerima • nampan: baki • namper: menempeleng • namudana: main isarat, memakai lambang • namung: hanya, cuma • nanah: nanah, darah putih yang membusuk • nanakan: masak betul, tanak • nandangi: mengerjakan, melakukan • nander: mengejar dengan cepat • nandhak: berjoget dan menari • nandhang: mengalami, terkena • nandhani: menandakan • nandho: mengangkat dengan tandu • nandhu: mengangkat dengan tandu • nanduk: bertambah • nandur: menanam • nanggap: menganggap • nanggel: menanggung • nanging: tetapi • nangis: menangis • napa: tulang rusuk melayang • napas: napas • naptu: angka-angka pada hari, bulan dan tahun • nara: hal, keadaan; • naradipa, naradipati, naraji: raja; • narapati: raja; • narapraja: pegawai, pekerja, buruh; • narapwan: supaya; • narakarya: pegawai, pekerja, buruh; • narakusa, narakuswa: orang (tanah) istimewa milik raja; • naranata: raja; • narawantah: terkenal, tenar, termasyhur; • narawara: hulubalang, pahlawan; • narawata: tersiar merata tiada henti; • narawita: milik raja (sawah, desa, dll); • naréndra, naréswara: raja; • narénsdra mahisi, narèswari: permaisuri • naraca: neraca • narah: terserah, menurut sekehendak orang • narang: menggantung di tempat yang tinggi • nararya: raja • narpa, tulang rusuk melayang raja • narya: menawarkan • naryama: hulubalang • nasa: hidung • nasika: hidung • nasiki: membedaki • nastiti: teliti, cermat • nata: 1 raja; 2 menata • natab: terbentur • natah: melubangi dengan tatah • natar: memberi pelatihan • natas: penuh, selesai, sempurna • naté: pernah • nati: bersahaja, lurus, tulus • natkala: ketika • natmata: memandang • natoni: melukai • natos: pernah • natpada: menyembah, sujud, takhluk • natur: mendukung agar anak agar kencing/berak • nawa: sembilan • nawala: surat; • nawala patra: surat, tulisan • nawan: menawan • nawang: terbang, melayang, memandang; • nawang sasi: memandang rembulan; • nawang wulan: memandang rembulan; • nawang sari: melihat ke inti (hakikat) • nawung: mengumpulkan, mengarang, menggubah; • nawung kridha: halus perasaan hingga mengerti perasaan orang lain; • nawung rudatin, nawung turida: susah, sedih • nawur: menyawur, menebarkan • naya: tingkah laku, kelakuan, politik, pimpinan • nayab: pencuri yang masuk ke rumah pada siang hari • nayaga: pemain gamelan, ahli kerawitan tulang rusuk melayang nayaka: aparat, pegawai, tulang rusuk melayang praja • nayoh: berusaha agar diberi firasat/alamat dalam mimpi • negara: negara • nèm: muda, taruna • nembah: menyembah • néndra: tidur • neng: hening • nengga: menunggu • nenggak waspa: bersenggukan menangis • nenggala: nenggala, pusaka Baladewa berbentuk tombak • nenggalangi: menghalang-halangi • nènggané: jikalau, sekiranya, umpama • nénja: berak, buang air besar • nepak: menyediakan • népang: mendepak, mengepak, menendang • neptu: angka perhitungan pada hari, bulan dan tahun Jawa • nepung: mengenalkan • nerbuka: membuat terbuka • netes: menetas • niaya: aniaya • niba: menjatuhkan diri • nigas: memangkas, memenggal • niksa: menyiksa, menganiaya • niku: itu • nila: nila, biru • nilad: mencontoh, meniru • nilak: berbekas, membekas • nilakrama: bertanya, menegur dengan hormat • nilanggu: cacing • nilapracandha: angin ribut, topan • nilar: meninggalkan • nilas: membekas, menyisakan • nilawarsa: hujan bercampur angin • nila-werdi: nila yang terbaik • nilem: 1 menyelam; 2 menidurkan • nilep: menilep, menyembunyikan tulang rusuk melayang nimita: sebab, karena • nimnaga: sungai • nindita: tidak bercela, mulia, terutama • nindya: sempurna • ningan: tetapi • ningas: memangkas, memotong • ninggal: meninggalkan • ninggil: meniggi • ningrat: bangsawan, darah biru • nini: nini, panggilan untuk putri, nenek • nipah: nipah, jenis pohon • nipar: membersihkan, meratakan • nipis: susut, berkurang, makin tipis • nipuna: pandai, bijaksana • nir: tidak, bebas; • niradara: tidak dengan sopan, kurang ajar; • nirantara: tidak berapa lama lewat, sebentar; • nirasa: tidak enak, tak ada rasanya; • nirsraya: melajang, tidak kawin, membujang; • nirbawa: tak berwibawa; • nirbaya: tidak bahagia; • nirbaya, nirbita: lepas dari mara bahaya; • nirdaya: hilang tenaga; • nirdon: tulang rusuk melayang hasilnya, gagal, urung, tak berguna; • nirmala: selamat, lepas dari kecelakaan; • nirwèsthi: tidak takut bahaya; • nirwikara: tak berubah, tabah, berani • nirna: menghilangkan • nira: 1 akhiran nya; 2 air • nirada: mendung • niru: meniru • nirwana: nirwana, surga • nis: hilang, pergi, tidak; • nisakara: bulan; • niscala: kuat sekali, tak bergerak; • niskala: tak ada halangan, selamat; • niskara: sekarang, semuanya; • niskarana: tidak bersebab, tak beralasan • niscaya: pasti, niscaya, tentu • nisih: menyisih, menyingkir • nisip: menyisip • nisir: menyisir, mengiris tipis • nisita: tajam, pandai, cerdas • nistha: nista, hina, rendah • nisthura: bengis, kejam, tak punya kasihan • niswasa: napas • niti: meneliti; • nitèni: meneliti, memperhatikan • nitih: naik (kendaraan) • nitik: meneliti, melihat • nitiman: bijaksana, wicaksana • nitir: memukul terus-menerus • nitis: menjelma, masuk • nitra: netra, mata • niwanda: sebab, karena • niyaga: penabuh gamelan • niyaka: pegawai, pekerja, aparat • nohan: nama hari ke-4 tulang rusuk melayang hitungan Jawa • nom: muda; • nom-noman: pemuda, taruna • nonton: menonton, melihat • nrima: menerima, bersifat menerima apa adanya • nugraha: anugerah, karunia • nuhun: memohon, meminta • nujum: nujum, perbintangan, falakh • nukma, nuksma: menjelma • nulad: meneladani; • nuladhani: meneladani • nulahi: berpengaruh kepada • nulak: menolak • nular: menular, berjangkit • nulis: menulis • nulung: menolong • nulup: berburu burung dengan tutup • nulya: lalu, kemudian, lantas • numbak: menombak, menusuk; • numbak tambuh: pura-pura tidak tahu • numpang: menumpang; • numpang karang: orang yang menumpang di kebun orang lain; • numpang nusup: orang yang menumpang di rumah orang lain; • numpang rembug: usul • numpek: tumpah • numpeng: selamatan dengan tumpeng • numpes: menumpas • numplak: menumpahkan • numpu: berburu • numpuk: menumpuk • numusi: menjadi kenyataan • nundaka: menyuruh, menugaskan • nundha: menunda • nundhung: mengusir • nunggak: menunggak • nunggal: menyatu; • nunggang, nunggangi: mengendarai; • nunggangtaya: menghina • nunggu: menunggu • nungka: kedatangan • nungkak: menginjak dengan tumit; • nungkak krama: berlaku tak sopan, ceroboh • nungkeb: menutupi dengan bakul, mengepung lalu menangkap • nungkul: takluk; • nungkul aris: takluk dengan baik-baik • nungsa: nusa, pulau • nungsang: melintang pukang; • nungsang jempalik: mencari nafkah dengan susah payah • nungsung: memberi; • nungsung warta: mohon berita • nungtun: menuntun • nunjang: 1 menunjang; 2 memberi bonus • nunut: menumpang, ikut • nupiksa: memeriksa • nuraga: yang memerintah/ menguasai, rendah hati • nurun: meniru; • nurunake: melahirkan keturunan; • nurun sungging: meniru sama betul • nurut: menurut, taat • nusa: nusa, pulau; • nusa Jawa: pulau Jawa; • nusantara: nusantara, pulau-pulau yang berjajar • nuswa: nusa, pulau; • nuswapada: nusantara, pulau-pulau yang berjajar • nut: nut, ikut, menurut • nuthuk: memukul • nutu: menumbuk; • nutu pari: menumbuk padi • nutup: menutup • nuwala: surat • nuwawa: titip, bertitip kepada • nuwun: memohon, meminta, permisi; • kula nuwun: permisi; • nenuwun: meminta, berdoa; • nuwun mawon: maaf saja; • panuwun: 1 permohonan; 2 kayu bubungan rumah O tulang rusuk melayang obah: bergerak; • obah-osik: bergerak-gerik • obat: obat, jamu; • obat-abit: diayun-ayunkan; • mobat-mabit: terombang-ambing • obong: bakar • obor: obor, pelita; • obor giring: pengayom, pelindung; • sambung obor: penguburan jenazah yang kemalaman sehingga perlu diterangi dengan obor • obos: omong kosong, membual • obrog: jenis permainan anak • obyok: cucian secara bersama-sama • obyong: setuju, sepakat, sependapat • obyor: berkilauan, menyala-nyala, bersinar terang • odor: jenis permainan anak • ogah: ogah, tidak • okèh: banyak, berjenis-jenis • okol: kekuatan otot, badan, fisik • olah: masak, mematangkan • olan-olan: jenis ulat • olèh: 1 boleh, diijinkan; 2 mendapat; • olèh aja: tarik ulur; • olèh ati: kesenangan, gembira; • olèh dadi: asal jadi, berhasil; • olèh gawé: 1 mendapat tugas, pekerjaan; 2 mendapatkan yang dituju; • olèh pepati: duka-cita; • olèhan: 1 sering mendapat keberuntungan; 2 mudah dipinjami; • olèh-olèh: oleh-oleh, buah tangan • omah: rumah; • omahan: selalu di rumah; • omah-omah: membangun rumah tangga; • pomahan: perumahan • oman: sisa, bagian • omba: lebar, luas, jembar • ombak: ombak, gelombang • ombé: minum, menenggak air • omong: mengomong, bicara; • omong kosong: omong kosong, nonsens, bicara tanpa makna, basa-basi • ompak: 1 awalan pada lagu lancaran; 2 batu penyangga tiang • ompok: sengkuap • omprot: bersemburan, bertaburan • onar: kacau, geger, resah • oncat: lari, pergi, tinggal • oncé: karangan, gubahan • oncèk: kocek, kupas, buka • oncèn-oncèn: untaian, susunan • oncèng: selalu bertanya • oncèr: paparan, jelas, keterangan • oncog: berjalan cepat dengan tujuan yang pasti • oncom: jenis tempe yang terbuat dari kacang tanah • oncong: nyala, sulut, suluh, sinar • oncor: 1 obor, pelita; 2 mengoncori, memberi air (sawah) • ondhan: waktu luang, jeda, istirahat • ondhang: undang-undang, pengumuman, publikasi • oneng: gelisah, sedih, susah • onta: unta, jenis binatang gurun • ontang-anting: anak tunggal • ontèl: jantung pisang • onten: ada, berada • onté-ontéyan: untaian, rangkaian • ontong: kecewa, sedih, gelisah, jengkel • ontor: siram, guyur • ontran-ontran: geger, kekacauan • ontong: jantung pisang • onya: singkir, pergi, hinder • onyok: tawaran yang berlebihan, vulgar, diperlihat-lihatkan • onyol: tonjol, memperlihatkan, menunjukkan • ora: tidak • ori: jenis bambu • orong-orong: jenis binatang tanah • osada: usada • osadi: usaha, jamu • osik: gesek, ganggu • otot: otot, urat • owah: berubah, berganti P • pacak: dandan, berhias; • pacak baris: menata barisan; • pacak gulu: gerakan leher dalam menari atau joget • pacangan: tunangan • paceklik: musibah kesulitan bahan pangan secara massal • pacima: barat; • pacimotara: barat daya • pacir: porak-poranda, berceceran • pacuh: larangan, tabu • pacul: cangkul; • pacul bawak: tungkai cangkul; • pacul gowang: jenis rumah tradisional; • pacul jejeg: cangkul sejenis tembilang; • pacul slandhok: cangkul yang semuanya terbuat dari besi; • pacul unet: cangkul sejenis tembilang • pacung: usulan untuk dipilih • pada: 1 kaki; 2 bait • padaka: kalung, hiasan leher • padamarga: jalan kecil, lorong • padamelan: pekerjaan, karya • padangan: tempat menanak nasi • padarakan: rakyat jelata • padha: sama • padhak: tempat pembuatan garam • padhalangan: pedalangan, seluk-beluk yang berkaitan dengan wayang dan dalang • padhang: terang, bersinar • padhar: jemur, dipanasi • padharan: perut • padhas: batu cadas, batu karang; • padhas lintang: batu bintang • padhati: pedati • padhé: berbeda, berlainan, tidak sama • padhek: dekat • padhem: padam, mati • padhépokan: asrama, perguruan • padhet: padat, rapat • padhi: padi • padhidhing: musim dingin • padhilan: sapi pejantan • padhiyan: api penghangat, dian • padho: layar perangkap • padma: bunga teratai; • pama éndra: bunga teratai gunung; • padmana: hati yang gembira; • padmasana: tahta, singgasana • padmi: permaisuri; • padni, patni: permaisuri • pados: mencari • padu: cekcok, berselisih; • padu don: cekcok, berselisih • paduka: paduka, anda, kamu • padunungan: tempat, wilayah, daerah • padupan: tempat membakar dupa • padureksa: pojok rumah • paès: hias, dandan; • paèsan: kaca berhias • paga: para-para • pagagan: huma, ladang • pagah: tetap, stabil • pagas: pangkas, potong, kitan • pageblug: musibah, bencana • pageh: tetap, tak berubah, stabil • pagéné: mengapa, apa sebab • pager: pagar • pagering: musibah, wabah • pagon: kokoh, kukuh • pagongan: tempat menyimpan gamelan • pagowong: gelap karena gerhana • pagriyan: perumahan • pagupon: rumah merpati • paguron: perguruan • pagut: bersua, berjumpa • paham: 1 paham; 2 aliran • pahat: ukir • pailit: bangkrut, jatuh rugi • paing: nama hari dalam kalender Jawa • tulang rusuk melayang pahit; • pait getir: suka-duka • pajagan: tempat penjagaan • pajang: hiasan, pajangan • pajaran: pelajaran • pajaratan: makam, kuburan • pajeng: laku, terjual • paju: baji, sejenis kampak; • paju pat, paju telu: segi empat, segi tiga • pajuk: bercahaya, bersinar • pajurungan: pemujaan • pak: panggilan untuk bapak; • pakdhé: uwa, kakak laki-laki dari bapak/ibu • pakaja: bunga teratai • pakakas: perkakas, perabot • pakal: mata pencaharian • pakapti: kemauan, kehendak • pakara: perkara, problem • pakardi, pakarti: pekerjaan, penghidupan • pakatik: abdi, pelayan • pakèl: jenis buah mangga • pakem: pedoman baku • pakemit: azimat • pakèn: segala perintah • pakenira: kamu, anda • pakéring: penghormatan • pakerti: tingkah laku, watak • pakéwuh: segan, enggan • pakis: pakis, jenis pohon paku • pakiwan: tempat yang dianggab kiri, jarang dilewati • pakiwèn: persinggahan sementara • pakolèh: perolehan • pakon: perintah, instruksi • pakra: pantas, patut • paksa: paksa • paksama: ampun, maaf • paksi: burung • pakta: bapak tua • paku: paku • pakuwon: pesanggrahan, peristirahatan • pala: biji pala; • pala gumantung: buah-buhan yang bergantung (mangga, dll); • palakarta: rampung; • palakarti: perlengkapan; • pala kependhem: biji/buah yang terpendam dalam tanah (ketela, dll); • palakerti: perlengkapan, perkakas; • pala kesimpar: buah-buahan melata (semangka, dll); • palakirna: buah-buhan yang bergantung; • palakitri: buah-buahan di pekarangan; • palakrama: menikah; • palakrami: menikah; • palamarta: tabiat baik; • palawija: tanaman pangan selain padi di sawah • palagan: medan laga • palaku: kuli, pegawai, karyawan • palal: pahala, anugrah, karunia • palambang: perlambang • palana: pelana (kuda, gajah) • palandang: pelayan pengantin • palang: palang • palangan: larangan • palangka: kursi, dampar • palar: minta, ambil • palastra: meninggal • palaur: mau-maunya • palèlèr: hadiah pakaian bekas • palem: pohon tulang rusuk melayang • paleng: pusing • pali, pepali: wejangan, pesan • palibaya: kaum, golongan, kelompok • palihara: gangguan, huru-hara • palilah: ijin, restu, perkenan • paling: paling, puncak • paliwara: berita • palsu: palsu, semu, tiruan • palu: palu, martil • paluh: lumpur • palupi: contoh, tauladan • palyas: penolak • pama: upama, seandainya • pamadya: penengah • pamah: kunyah • pamali: larangan, pantangan • paman: paman, adik laki-laki ayah • pamanggih: pemikiran • pamardi: pengajar • pamarta: yang memberitakan, juru pengabar • pamasa: raja, ratu • pambayun: sulung, anak pertama • pamèr: pamer • pamit: pamit, ijin • pamong: pamong, aparat desa • pamor: wibawa • pamot: muatan • pampet: mampet, berhenti • pamrih: pamrih, harapan, keinginan • pamugara: pramugara; • pamugari: pramugari • pamuja: pemujaan, doa, semedi; • sanggar pamujan: tempat semedi, pura; • pamuji: doa, semedi, pujian • pana: terang, jelas; • panakawan: panakawan, abdi; • panakrama: bakti, penghormati; • panamaya: janji • panas: panas • panata: aturan, penata; • panatagama: pemimpin agama • panca: panca, lima; • pancabakah: perselisihan; • pancabaya: halangan, rintangan; • pancadriya: panca indra; • pancakaki: pengetua di desa; • pancakara: perang, perselisihan; • pancanaka: nama kuku Bima; • pancaniti: nama bangsal di kraton; • pancaruba: peralihan musim; • pancasila: lima sila, lima dasar; • pancasona: nama aji Rawana; • pancawara: lima arah mata angin; • pancaweda: lima ajaran • pancad: pancat, landasan • pancak: terima, tangkap; • pancak suji: pagar besi • pancaka: pembakaran mayat • pancal: pancal, tendang • pancama: yang kelima • pancèn: memang • pancer: pusat • panci: panci • pancik: pancatan, landasan • pancilak: berlompatan, tak sopan • pancing: pancing • pancong: centong besar • pancur: memancur • pancuran: pancuran • pancurat: memancur, bersirat • pandadar: penguji • pandam: dian, pelita • pandawa: pendawa, lima bersaudara • pandaya: nelayan, pencari ikan • pandek: tetap • pandel: pandel, bendera lambang • pandeng: memandang, melihat • pandhak: cebol, kerdil • pandhan: daun pandan • tulang rusuk melayang pendopo, balai; • pandhapi: (ing.) pendopo, balai • pandhawa: anak 5 lelaki semua; • pandhawi: anak 5 perempuan semua • pandhé: 1 tulang rusuk melayang 2 pandé besi • pandhéga: pemimpin • pandhékar: pendekar, jawara • pandhiran: bercakap-cakap • pandhita: pendita, brahmana • pandho: mengajukan kedua belah tangan untuk menerima sesuatu • pandhok: tempat kediaman yang tetap • pandhosa: peti mayat, keranda • pandhuk: bertemu, berjumpa, berdamai • pandhuta: mega, mendung • pandika: pembicaraan, perkataan • pandon: laku • pandonga: doa, puji • panduk: laku, cara berbuat • panduka: paduka, tuanku • pandulu: penglihatan, mata • pandum: pembagian, anugrah, karunia • pandung: maling, pencuri • panedah: petunjuk • panedha: 1 makanan; 2 permintaan • panedya: petunjuk • panegar: pelatih kuda tunggang • panèk: panjat, dipanjat • panekar: kebayan • paneksi: uang saksi • panelah: sebutan, nama • panembahan: junjungan, yang disembah • panemu: pendapat, usul • panèn: panen • panengah: penengah • panengen: yang di kanan • panenggak: kedua, leher • panèwu: panewu, camat • pang: cabang, dahan • pangajeng: pemuka; • pangajeng-ajeng: harapan, keinginan • pangaji: harga, penghargaan; • pangan: pangan, makanan • pangapura: maaf, ampunan; • pangapunten: (ing.) maaf, ampunan • pangarsa: pemuka, pembesar; • pangarsa-arsa: harapan, keinginan; • pangarsi: pemuka, pembesar • pangèstu: restu • panggèh: bertemu • panggeh: tetap, tiada berubah • panggel: pendek lehernya • panggeng: kekal, tetap • tulang rusuk melayang bertemu, berjumpa • panggil: panggil, janji • panggul: pikul, tulang rusuk melayang • panggulu: anak yang kedua • panggya: bertemu, berjumpa • tulang rusuk melayang 1 sinar, cahaya; 2 telapak • pangkat: pangkat • pangku: cara mematikan huruf dalam tulisan Jawa • pangkur: pangkur, jenis tembang • panglima: panglima, pemimpin perang • pangling: tulang rusuk melayang rupa • pangluh: melengkung, mentiyung • panglus: penghalus • pangot: pisau, lading, sabit • pangran: 1 pangeran; 2 Tuhan • pangrèh: pemerintah, aparat; • pangrèh agung: pejabat besar; • pangrèh luhur: pejabat tinggi; • pangrèh praja: tulang rusuk melayang negara • pangu: sebentar • pangul: ujung tanah kedokan • pangulu: penghulu; • pangulu banyu: pegawai pengairan • pangupa: hal mengenai; • pangupaboga: hal mencari makan; • pangupajiwa: hal usaha kehidupan; • pangupakara: hal perawatan, pemeliharaan; • pangupaksama: hal pengampunan; • panguparengga: hal • penghiasan pangur: pangur, pemotongan • panibasampir: pemberian dari pengantin laki-laki kepada perempuan • panicil: cicilan • panida: kapur • paniganan: cerana, tempat sirih • panigraha: pemberian • panika: pena, ballpoint • panil: bagian pintu • panili: panili • paningron: hari naas (yang ke-5), hari paringkelan • paningset: pengikat yang erat • panjalin: penjalin, rotan • panjang: panjang; • panjangan: upeti; • panjang ilang: daun kelapa muda yang dianyam sebagai wadah makanan untuk kenduri • panjangka: perkiraan, dugaan • panjara: penjara, rumah tahanan • panjel: ganjal, galangan • panjenengan: engkau, kamu, kalian • panjer: nyala terus; • panjer ésuk: bintang yang menyala sampai pagi hari; • panjer soré: bintang yang menyala sejak menyala sore hari • panji: bendera kecil; • panji klanthung: pengangguran; • panji-panji: bendera • tulang rusuk melayang jidur, tabuh, kandang besar • panjing: masuk • panjor: dasar pedoman, pokok-pokok pedoman • panjrah: tersiar merata, tersiar dimana-mana • pantaka: mati, wafat • pantang: pantang • pantara: antara • pantaran: sebanding, sebaya • panté: pantai • pantèg: kuat, kukuh, tahan • pantèk: pasak • pantèn: engkau • pantes: pantas • pantha: bagian, potongan • pantheng: pandangan menyatu • panti: panti, rumah • pantun: padi • panu: panu, penyakit kulit • panuduh: petunjuk, penuntun; • nuduhi: memberi petunjuk • panuhun: permohonan, permintaan; • nuhun sewu: permisi, maaf • panuju: terarah, tertuju; • nuju prana: berkenan • panukma, panuksma: penjelmaan, titisan • panutan: panutan, contoh, teladan; • manut: menurut; • nunut: ikut, numpang • panutup: penutup • panutur: penutur • panuwun: 1 permintaan, permohonan; 2 kayu bubungan rumah; • kula nuwun: permisi, minta izin mau masuk rumah orang lain; • nuwun sewu: permisi, maaf • panyuwun: permintaan, permohonan • paoman: bilik tempat bersemadi • paos: pajak, panjang, beda • paotan: alat untuk meruncingi • papa: sengsara, kesulitan, menderita • papag: jemput, temui, jumpai; • mapag: menjemput • papah: papah, pondong, tuntun; • papahan: tuntunan • papak: sejajar, sama ujungnya • papaka: 1 pemburu; 2 siksaan • papal: patah, cuwil • papan: papan, tempat • papar: jelas, rata • papas: jumpa, temu • papasan: berjumpa, bertemu • papat: empat • papras: patas, cuwil, gugur • papreman: tempat tidur • papriman: mengemis • papringan: himpunan bambu • para: 1 bagi; 2 para; • paracampah: suka mencela, menghina; • paracidra: pengkhianat, pendusta; • paradata: jaksa; • parahita: berguru, mengabdi; • parajaya: salah, kalah; • parakarta: selamat, sehat; • parakasak: pemberian, hadiah; • parakirna: buah-buahan pohon; • parakrama: kawin, menikah; • paranyai: abdi wanita di istana; • parapadu: sengketa, berselisih; • parasama: pilih kasih; • parasatya: teman; • paratantang: suka menantang, suka berkelahi; • parawadulan: juru sandi; • parawanten: sesajian • parab: nama • paraga: pelaku • parah: parah • parai: buah parai, pare • parak: datang, hadir, mendekat • parakan: kedatangan, kedekatan • parama: yang terutama, terindah; • paramadiwa: surga; • paramakawi: ahli syair; • paramaresi: begawan, pendita; • paramasastra: ahli sastra; • paramatatwa: kenyataan yang luhur; • paramarta: adil, pemurah, ampunan; • paramastri: bidadari; • paramastuti: ahli ibadah; • paramèng basa: ahli bahasa; • paramèng kawi: ahli syair; • paramèsthi: dewa yang tulang rusuk melayang • paramèswara: raja; • paramèswari: permaisuri • paramita: kesempurnaan • parampara: juru penerang • paramudita: lebih luas, baik, bijaksana, alam semesta; • paramudya: baik, bijaksana; • paramusésa: jajahan yang luas, alam semesta • paran: arah, tujuan; • paran tutuh, paran tutuhan: tertuduh, terdakwa; • paran baya: apakah gerangan; • parandéné: apalagi; • paran para: juru penerang • parang: parang, tulang rusuk melayang • parangmuka: penjahat, maling, musuh; • parangrusak: motif batik • pararapan: dahi • paras: wajah; • diparasi: dikelupas • parasdya: niat, maksud, kehendak • parastra: mati, wafat, gugur • parasu: 1 kapak, parang; 2 gunung • parat: sebangsa patri • paratra: mati, akhirat • parawan: perawan, gadis • parawasa: dibunuh, disiksa • parbata: gunung, bukit • parcaya: percaya • pardata: perdata • pardi: terdidik, tekun bekerja • pardika: arti, makna • parek: dekat, akrab • parekan: yang dekat • parem: param, obat olesan • pareman: tempat tidur • paremas: bersulaman benang emas • pareng: 1 bersama; 2 permisi • paréntah: perintah, instruksi • parepat: 1 keempat; 2 abdi, pengiring • parepatan: 1 perempatan; 2 rapat, perundingan, musyawarah • pari: 1 padi; 2 hal, mengenai; • paribasan: peribahasa; • paribawa: wibawa, pengaruh; • paributa: dihina, dihinakan; • paricara: abdi, hamba (laki-laki); • paricari: abdi perempuan; • parigraha: 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; • parihasa: penghinaan, celaan; • parikena: cocok, berkenan; • parikrama: sambutan, penghormatan; • parikudu: mau sekali, seharusnya; • parimaha: besar; • parimarma, parimirma: kemurahan, belas kasih; • paripadu: seharusnya, mau sekali; • paripaos: peribahasa, ungkapan; • paripeksa: terpaksa, seharusnya; • paripolah: bertingkah polah; • paripuja: penghormatan; • paripurna: paripurna, sempurna, pensiun; • paritrana: pertolongan, perlindungan; • paritustha: senang, girang, puas; • pariwanda: penghinaan, celaan; • pariwara: berita, warta; • paripasa: paksa • paridan: sebangsa kerekan layar • pariga: gada, danda, belantan • parigi: sumur, tambak, mata air • parikan: syair, pantun • pariksa: periksa • paring: memberi • paris: sebangsa perisai • parma: anugrah, karunia; • parman: belas kasih Tuhan; • parmana: waspada, tekun, teliti, sempurna; • tulang rusuk melayang permata; • parmati: tekun, teliti, waspada • paro: separo, setengah • parol: kata-kata untuk saling berjanji tulang rusuk melayang paron: 1 landasan untuk menempa; 2 setengah • parpatan: perempatan, silang empat • parsa: gunung • parsada: persada, istana, gedung, candi, bumi • parsudi: mencari, upaya, usaha • parswa: lambung (kaki) gunung • partala, pertala: bumi, tanah • partana: pembicaraan, musyawarah • parti: hal, mengenai; • partidésa: selamatan desa; • partikelir: partikelir, swasta; • partisara: piagam, ijasah • partima: mencari • paru: paru-paru • paruh: separo, setengah • parul: kata-kata, untuk saling berjanji • parung: jurang yang tak begitu dalam • parupuh: dipukuli, dipangkas, ditutuh • diparusa, diparosa: dipaksa, diperkosa • parusya: kasar, bengis • parwa: bagian, episode • parwata: gunung, bukit; • parwita: 1 asal mula, mula-mula; 2 gunung • pas: pas, tepat, sesuai • pasa: puasa • pasagi: berbentuk persegi; • pasagi kubuk: kubus; • pasagi bata: persegi panjang (seperti bata); • pasagi miring: belah ketupat, jajaran genjang • pasah: pasah, penghalus kayu • pasaja: sederhana, bersahaja • pasaji: sesaji • pasak: pasak • pasaksi: saksi • pasal: pasal • pasalatan: tempat sholat • pasalin: tempat ganti, kamar pas • pasang: 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; • pasang aliman tabé: mohon ijin, permisi; • pasangan: 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; • pasang angkuh: sombong, congkak; • pasang gendéra: mengibarkan bendera; • pasang giri: sayembara; tulang rusuk melayang pasangliring: mengerling, menjeling; • pasang grahita, pasang cipta: menggunakan indra; • pasang rakit: susunan, struktur, pengaturan; • pasang ulat: menggunakan bahasa simbol; • pasang semu: menggunakan bahasa simbol; • pasang walat: mengenakan tulaknya • pasanggrahan: pesanggrahan, tempat istirahat • pasar: pasar, tempat jual beli; • pasar malem: pasar malam; • pasaraya: pasar besar • pasatan: 1 handuk; 2 tempat yang kering • pascima: barat • paser: damah, anak damah, sumpit • pasik: fasik, tak beragama • pasir: 1 pasir; 2 samudra; • pasir wukir: lautan dan pegunungan • pasirah: kepala • pasiran: tempat yang berpasir • pasisir: pesisir, tepi laut • paso: pasu, jambang, jambangan tempat air • pasowan: waktu untuk menghadap • pasrah: pasrah menyerah; • pasrah bongkokan: menyerah tanpa syarat; • pasrah ngalah: pasrah, mengalah • pasrangkara: menegur, berkata dengan manis muka • pasrèn: 1 perhiasan; 2 bilik tengah • pasri: asri • pasthi: pasti, tentu • pasu: 1 batang hidung; 2 binatang, hewan • pasupati: panah milik Arjuna • pasuryan: muka, perangai • patah: patah, potong, putus • pataka: jahat, durhaka • pataksi: pertanyaan • patala: alam (dunia) di bawah bumi pertala • patang: empat, berempat; • patang aring: dinding untuk sekat kamar tengah; • patang atus: empat ratus; • patang ewu: empat ribu; • patang puluh: empat puluh; • patang yuta: empat juta • patangèn: tempat untuk bangun • patani: 1 petani; 2 tempat tidur • patapan: pertapan • patar: patar, kikir besar • patarana: tempat duduk • patembaya: sayembara • patèn: pasti, pengakuan; • hak patèn: atas suatu karya • pater: pemimpin agama nasrani • pathèk: patek, jenis penyakit kulit • pathet: tinggi rendah nada • pathi: pati, sari • pathok: patok, tongkat tertancap • pathola: cindai sutra halus • pati: pati, mati, meninggal; • pati-pati: terlebih-lebih; • pati bogor: sekarat, hampir mati; • patibrata: bertapa, bersemedi; • patigawé: bekerja keras; • patigeni: puasa sehari semalam • patibasampir: peningset • patih: patih, wakil • patik: 1 noda; 2 abdi, hamba; • patik-aji: abdi raja, daulat tuanku; • patikbra: rakyat banyak • patita: jatuh • patitis: titis, tepat, efektif • patra: daun, surat; • patramanggala: nama tembang gedhe; • tulang rusuk melayang nama bunga • patrap: sikap, tindakan • patrem: keris kecil • patuh: patuh, taat • patuk: paruh, tatah, pahat • patuku: pembeli • patung: patung, arca • patungkas: pesan, amanat • paturon: tempat tidur • patut: patut, pantas • patuwas: pesan, amanat • paugeran: patokan, ketentuan • paut: sangkut paut, hubungan • pawaka: api • pawana: angin, udara • pawar: kebayan • pawarta: berita, warta • pawèh: pemberian • pawèstri: perempuan, putri • pawira: perwira, gagah • pawitan: modal • pawitra: jernih, suci, bersih • pawiyatan: pendidikan • pawon: dapur • pawong: orang; • pawongan: sosok seseorang; • pawong mitra: sanak famili, saudara • pawuhan: keranjang sampah, tempat pembuangan sampah • pawukon: siklus waktu berdasarkan wuku • paya: syarat, upaya, ikhtiar • payadan: dalih, berdalih • payah: payah, letih • payang: payang, pukar • payu: laku • payudan: peperangan, medan laga • payudara: payudara • payun: atap rumah • payung: payung; • payung agung: payung besar; • payung bèbèk: tudung lebar dari daun nyiur; • payung kuning: pengayoman; • payung sungsun: payung bertingkat • payus: pucat lesi, kurang bercahaya • pecah: pecah • pecalang: pelopor, polisi desa • pecat: pecat, copot; • pecat mati: berhenti kerja karena mati • pécé: buta sebelah, cemeh, cemer • pecèh: bilis, rejeh matanya • pecel: pecel, jenis bumbu • pècèl: pecah belah • pecèran: pelimbahan • pecerèn: pelimbahan • pèci: peci, topi • pecil: anak katak • pecut: cambuk • pedhang: pedang; • pedhang suduk: pedang yang lurus; • pedhang warangan: pedang yang terhunus • pedhati: pedati, dokar • pedhaya: perdaya, memperdayakan • pedhes: pedas; • pedhes perih: pedih perih • pedhèt: anak sapi • pedhot: putus, patah • pedhut: awan • pegat: putus, patah; • pegat mati: putus mati; • pegat-pegat: terputus-putus; • pegat urip: putus hidup • pegawan: begawan • pegel: pegal, payah • pehan: air susu • pejah: mati; • pejah kelir: partikelir, swasta • pekara: perkara • pekatul: bekatul • pekèt: piket, giliran tugas • pekéwuh: segan, serba sulit • pekik: tampan, bagus • peking: peking, bagian dari gamelan • peksi: burung • pekti: upeti • pelag: baik, cantik, bagus • pélag: palang penyekat • pelak: anak ikan kakap • pélan: nama burung • pelana: pelana • pélas: jenis lauk • pelat: papan nama • pelem: mangga • peleng: bundaran hitam di mata • pelit: pelit, tamak • pélog: pelog, laras gamelan • peloh: lemas, lunglai • pelung: nama burung • pelus: ikan palung, sebangsa lintah • pélut: pikat, tarik, tawan tulang rusuk melayang pèmès: pisau kecil/pisau gapit • pénak: enak, nikmat • pénakan: keponakan • pénang: keluarga, kaum, seketurunan • penapa: mengapa • penat: penat, capai • penatus: kepala prajurit • pencak: tendang, sepak • pencar: menyebar; • pencar-karang: sudah membuat rumah sendiri, mandiri, tidak ikut orang tua • pèncèng: miring • pencèt: tekan, pijat • pencu: 1 kepala, limas yang tinggi (rumah adat); 2 ujung kerucut • pendhak: berulang • pendhapa: pendapa, balai • pendharat: tali untuk menambatkan binatang • pendhatos: pedati, dokar • pendhéga: pemimpin • pendhèk: pendek, rendah • pèndhèk: pendek • pendhem: pendam, tanam • pendhet: ambil • pendhil: periuk, kendil • pendhita: pendita, resi, begawan • pending: sabuk dari perak • pener: tepat, benar sekali • penèwu: penewu, pangkat di kraton • pengaron: belanga besar • pèngeran: pangeran, putra raja • pènget: peringatan, saran, nasihat • penggak: cegah, menghalangi • penggang: renggang, rongga • péngkal: salah satu perangkat huruf Jawa • pengker: lampau, lalu, silam • pengki: keranjang sampah • pengkok: tekan • péngkolan: tikungan, belokan, kelokan • pèngkrang: duduk di tempat tinggi • pengkuh: kuat, kokoh • pengulu: penghulu • pèni: indah, bagus, cantik • penjalin: penjalin • pental: terlempar, terhempas • pentas: pentas, naik panggung, tampil • pentasan: pertunjukan, pementasan • pentelung: mentiyung, melengkung • penthang: memegang, memasang • pentheng: tegang • penthung: tongkat, pemukul • pentil: 1 berbuah masih muda; 2 puting susu • penting: penting • penyakit: penyakit • penyèt: tekan • pènyèt: lempeng, pipih • penyon: memakai penyu • penyu: penyu • penyuk: benjut, luka • pep: lembab • pepak: pepak, lengkap, sempurna • pépé: jemur, dipanaskan • peper: tumpul • pèpèr: cebok dengan batu, membersihkan berat • pepes: lemas, lunglai, tak berdaya • pèpès: jenis lauk pauk, pepes • pepet: perangkat huruf Jawa untuk vokal “u” • pèpèt: tekan, desak • pera: mudah dibagi, tidak lekat • perak: dekat • pérak: perak, jenis logam berwarna putih • perang: perang, bertempur; • perang brubuh: adegan perang tulang rusuk melayang • perang kembang: adegan perang yang akan terus berkembang; • perang sabil: perang sabil, membela agama; • perang tandhing: perang tanding • pérang: membagi • peras: peras • perasaan: perasaan • percanten: pembicaraan, percakapan • percaya: percaya, yakin • perdi: mendidik, merawat, memelihara dengan baik • perdikan: tanah bebas pajak tulang rusuk melayang perdondi: berselisih, ragu-ragu • perduli: peduli • peri: peri, sebangsa bidadari, kuntilanak • perih: perih • perjaya: bunuh • perkutut: perkutut, jenis burung • perlak: perlak • perlambang: perlambang, tulang rusuk melayang, simbol • perlawanan: perlawanan • perlaya: kiamat, mati • perlu: perlu • permadani: permadani • permana: permana, sempurna • permati: teliti • persaben: permisi, memberi tahu kepada, meminta ijin • persandha: persada • persapa: menyapa, memanggil • persekot: uang muka • persèn: persen • persudi: mencari, berusaha, upaya • pertapan: pertapan • peru: peru, empedu • perut: perut • perwandé: sudah tentu, pasti • diperwasa: dipaksa • pès: sakit pes, jenis sakit perut • dipesa: dipaksa • pesagi: pesagi, persegi, kotak • pesaja: sederhana, bersahaja • pesan: pesan, amanat • pesat: pesat, amanat • pèsèk: pesek, kurang panjang • peseng: memajang, mengenakan • pèsèr: peser, jumlah uang • pesing: pesing, bau air kencing • pesisir: pesisir, garis pantai • pesiyar: pesiar • péso: pisau • pèsta: pesta • pesthi: pasti, tentu • pestul: pistol • dipesu: diusahakan dengan sungguh-sungguh • pesud: lap, bersihkan • petak: petak, gertak, teriak • pétak: petak • pétan: mencari ketombe di rambut • pétang: menghitung • peté: petai • peteng: gelap, gulita; • peteng ndhedhet: gelap gulita • pethak: putih • pethat: sisir • pethat: putus, terceraikan dengan paksa • pethèk: patek, jenis penyakit kulit • pèthèk: kayu penyangga atap, nama ikan laut • pethékol: kuat, gagah, berotot • pethel: rajin, tekun • pethèl: petel, pemotong kayu • pèthèl: lepas, copot • pethèn: peti kecil • pethèr: panas terik • pethit: tinggi, luhur • péthok: tumpul, majal • dipethot: dibetot • péthot: biliut, liat • pethuk: ketemu, jumpa, bersua • petik: petik, ambil, tunai • petinggi: petinggi • petis: petis • petung: jenis bambu • pétung: berhitung • piandel: kekebalan • pianggep: anggapan, dugaan • piangkah: kehendak, niat • piangkuh: keangkuhan • piatu: tak beribu • picis: picis, uang • pidak: injak • pidana: pidana, hukuman • pidari: istirahat, perhentian • pikrama: kawin, tulang rusuk melayang • piksa: periksa, lihat • pikul: pikul • pikun: pikun • pikut: tangkap • pikuwat: penguat, pengokoh • pilah: bagi, kelompok, golongan • pilakon: cerita, lakon • pilalah: lumayan, remak • pilalan: pilihan, apa-apa yang tulang rusuk melayang • pilalu: lumayan, lebih baik dari pada • pilang: nama pohon • pilang-pilang: sudah untung mata • pilapilu: lendir • pilar: pilar, tiang • pilara: penyakit; • dipilara: disakiti • pilaur: mau-mau saja • pilenggahan: kedudukan, jabatan • pileren: istirahat, berhenti • dipiles: diinjak, digilas, dirimbas • pilih: pilih; • pilih bobot: tidak tertandingi; • pilih kasih: membeda-bedakan kasih sayang; • pilih tandhing: tidak tertandingi; • pilih lalab: tidak membeda-bedakan • pilingan: bawah telinga • pilis: pelipis • pilpèn: pulpen, pena • pilungguh: kedudukan, jabatan • pinandhita: dianggap pendita • pinang: pinang • pinangantèn: pengantin • pinara: dibagi • pinarak: dipersilakan duduk • pinarbutan: diperebutkan orang banyak • pinarek: didekati • pinaremas: diremas • pinarigi: dipasangi tambak, empang • pinaringan: diberi • pinarsada: disusun, dibuat candi dianggap kuil • pinarwasa: dipaksa, dibekuk • pinasthi: dipastikan, ditentukan • pinasthika: yang mulia, yang terutama • pinatik: bertahtakan, berhiaskan tulang rusuk melayang pincang: pinjang, cacat kaki • pincuk: pincuk, wadah terbuat dari daun • pindha: seperti, ibarat • pindhah: pindah, bergeser • pindhang: pindang, ikan; • pindhang wutah: tulang rusuk melayang hajat yang sudah siap seluruhnya, tetapi batal karena suatu sebab • pindho: kedua • pinggahan: alat untuk naik • pinggala: merah tua • pinggan: pinggan • pinggang: pinggang • pinggel: gelang kaki, gelang • pingget: cekung, lekuk, berbekas • pinggir: pinggir, tepi • pingil: tingkah laku, kelakuan • pingit: pingit, sembunyi • pingkel: pingkal, terbahak • ping: kali, perkalian • pingseng: pipih hidungnya, sengau • pinidana: dipidana, dihukum • pinihan: tempat benih, tempat bibit • piniji: dipilih • pinilala: dimanjakan • pinilara: disakiti, disengsarakan • pinilaya: dipercaya, diyakinkan • pinilih: dipilih • piniluta: tulang rusuk melayang, dirayu • pinisepuh: orang yang dituakan • pinisilin: jenis obat generik • pinituwa: dianggap tua • pinjal: kutu • pinjeman: pinjaman • pinjungan: kain penutup buah dada • pinta: minta, mohon • pinten: berapa • pintèn: nama tetumbuhan • pinter: pintar, pandai • pinti: tali, tampar • pintu: pintu; • pintu angin: jendela, ventilasi • pinuju: dituju • pinunjul: lebih, unggul • pinupus: dipasrahkan, diserahkan • pinurba: dikendalikan, diatur • pinurwa: dimulai • pipi: pipi • pipih: pipih, tipis • pipilaka: semut • pipir: pinggir, tepi • pipis: pipis, kencing • pir: 1 per; 2 buah pir • pira: berapa; • pira betahan: berapa lama tahan; • pirabara, pirangbara: mestinya lebih baik dari pada • pirak: berpisah, bercerai • pirang: banyak; • pirangbara: tulang rusuk melayang lebih baik dari pada • piranti: piranti, adat • pireng: dengar • piring: piring • pirma: belas kasihan • piroga: penyakit • pirsa: pirsa, lihat, tahu • pisaca: cebol, kerdil, kurcaci • pisah: pisah, cerai • pisalin: tulang rusuk melayang • pisan: sekali, satu • pisang: pisang • piser: peluru • pisuh: maki • pisuka: bersuka ria, bergembira • pisuna: nistaan, celaan • pisungsung: pemberian, persembahan • pita: pita • pitakon: pertanyaan • pitara: para leluhur (nenek moyang) • pitawa: keputusan para ahli agama • pitaya: percaya, yakin • pitedah: petunjuk, penerang, saran • pitu: tulang rusuk melayang • pituduh: petunjuk • tulang rusuk melayang menurut, mituhu • pituna: rugi, buntung • pitung: berhitung, perhitungan • pitungan: hitungan • piturut: menurut, patuh • pitutur: nasihat • pituwah: petuah tulang rusuk melayang pituwas: petuah • pituwi, pituwin: lagi, serta, dengan • piweling: amanat, saran, nasihat • piyambak: sendirian, pribadi • piyanten: priyayi, seseorang • piyarsa: pendengar, pemiarsa • piyas: pucat, layu • piyatu: piatu, tak beribu • piyayi: priyayi, bangsawan, ningrat • plawangan: pintu masuk • pocapan: ucapan, cerita • poci: poci • pocok: hasil potongan pohon • pocong: mayat yang sudah dikuncir • pocongan: hantu pocong • pocot: copot, lepas, pecat • pocuk: pucuk, puncak • pocung: tembang macapat pocung • podhang: podang, kepodang, jenis burung • pohan: susu • pojar: ujar • pojok: sudut • pokah: patah • pokol: pukul, tendang, sepak • polah: polah, tingkah, kiprah • polatan: muka, perangai • polong: kacang polong, buah cengkeh • polor: hati batang • polos: polos, lugu • pon: Pon, hari pasaran • ponakan: kemenakan, keponakan • ponang: si, sang • pondhong: pondong; • pondhong pikul: pondong pikul • pongah: sombong, congkak • ponggé: biji durian • popok: alas kain bayi • pra: pra, sebelum • praba: cahaya, sinar; • praba angkara: matahari; • praba angkara-kara: matahari; • prabakara: matahari; • prabancana: angin; • prabandakara: tulang rusuk melayang • prabanggana: langit terang tanpa awan sedikitpun; • prabangkara: matahari; • prabasini: nama bidadari; • prabaswara: bersinar, bercahaya terang • prabata: gunung • prabatang: kayu yang roboh • prabawa: wibawa, pengaruh • prabéda: perbedaan • prabéya: biaya, ongkos • prabot: perabot, alat • prabu: raja • pracadi: percaya, yakin • pracados: percaya, yakin • pracalita: petir, kilat, halilintar • pracandha: ribut, angin topan • pracara: kejahatan • pracaya: percaya, yakin • pracihna: tanda, lambang • pracima: barat • pracoda: cemeti • prada: prada, hias, lapisan • pradan: dilapisi, dihiasi • pradana: pemuka, pemimpin • pradangga: gamelan, bunyi-bunyian; • pradanggapati: matahari • pradapa: bersemi • pradata: perdata, pengadilan perdata • pradhah: dermawan, suka menjamu • pradikan: tanah bebas pajak • pradin: selesai • pradipa: terang bercahaya • pradipta: terang, bercahaya, gemebyar • pradondi: berselisih, bertengkar • praduli: peduli, perhatian • pragak: pohon bercabang • pragalba: buas, garang, harimau • praguwa: besar sekali • prahara: prahara, huru-hara • praharana: senjata, pembinasaan • prahpun: bagaimana • praja: pemerintahan, kerajaan, istana • prajaka: perjaka, jejaka • prajanji: perjanjian • prajaya: bunuh • praji: bidan, dukun bayi • prajurit: prajurit, tentara • prakampa: gempa bumi • prakara: perkara, soal, masalah • prakarana: bab, bagian • prakasa: perkasa, kuat • prakasita: masyhur, termasyhur, kenamaan • prakatha: suara gaduh • prakawis: perkara, soal • prakempa: gempa • pralabda: pandai, ahli • pralaga: perang • pralagi: dahulu, masa lampau • pralambang: perlambang, tanda • pralambi: lambang, sindiran • pralampita: perlambang, tanda • pralaya: mati, kiamat • pralebda: pandai, ahli • praléna, pralina: mati, wafat, tulang rusuk melayang • pralina: wafat, gugur • prama: yang terutama • pramada: tidak hati-hati, lengah, lalai • pramana: awas, waspada • pramanem: sepi, sunyi, senyap • pramati: teliti, awas • prambayun: sulung, pertama • praméta: keji, kejam, lalim • praméga: perabot, alat perlengkapan • pramèsthi: yang termulia • pramèswara: raja; • pramèswari: permaisuri • praméya: tiada tulang rusuk melayang • pramila: maka, oleh karena itu • pramoda: pemuda, taruna; • pramodya: tulang rusuk melayang, taruna • pramosadha: ilmu perdukunan • prampang: kering, terasa panas • pramudita: alam semesta • pramugara: pramugara; • pramugari: pramugari • pramukya: pemuka, pemimpin • pramusésa: alam kedewaan • pramusita: kelapangan hati, luas • prana: hati, nafas • pranada: tikar, lapik, tempat duduk • pranahara: ilmu, pengetahuan • pranaja: hati, batin, dada • pranakan: keturunan • pranala: hati yang panas, marah • pranama: purnama, bulan bulat utuh • prananta: mati, wafat, sekarat • pranata: pernata, aturan, norma; • pranatacara: penata acara, pembawa acara, master seremoni; • pranatagama: pemimpin agama, aturan agama; • pranata mangsa: perhitungan iklim dan musim; • pranatan: pernata, aturan, norma; • pranataning negara: undang-undang, hukum, peraturan, instruksi • pranawa: terang, awas, bijaksana • prandéné: meskipun demikian • prang: perang; • prangwedani: permadani • prani: nafas, hidup • pranili: panili, bumbu masak • praniti: peniti, peneliti, pengawas • pranji, pranjèn: kandang ayam • prantasan: penyelesaian • prantéan: pesakitan, narapidana • pranti: alat, perkakas • prantos: alat, perkakas • prantunan: penantian, penungguan • praos: perasa • prapal: cuwil, berguguran • prapanca: gelisah, bingung • prapasan: keprasan, potongan • prapatan: simpang empat • prapèn: perapian • praponca: gelisah, bingung • prapta: datang, tiba; • prapti: datang, tiba • praptana: kesanggupan • prasa: perasa • prasaben: berkata kepada, minta izin • prasada: candi, gedung, istana • prasadu: berkata kepada, meminta izin • prasaja: sederhana, terus, terang • prasama: bersama-sama, semua • prasamaya: perjanjian, akta kesepakatan • prasami: sesama • prasanakan: persaudaraan, kekeluargaan • prasandha: sanggup, sesuai, mufakat • prasanta: bening, hening • prasapa: amanat, pesan, ajaran • prasasat: sebagai, selaku, ibarat • prasasta: terpuji, termashur; • prasasti: prasasti, piagam • prasasya: indah (baik) sekali • prasetya: prasetia, janji, tekad • prasida: jadi, terjadi, terlaksana • prasoda: candi, gedung, istana • prasta: selesai • prastarana: tilam, kasur • prastawa: waspada, awas, pertanda • prastha: tengkuk, kuduk • prasthi: kehendak, keinginan • prasu: palsu, lancung • prasudi: usaha, upaya, merawat • prasupta: tidur • prasuti: perintah • prata: kemasyhuran • pratala: tanah, bumi; • pratali: peningset, pengikat • pratama: pertama, utama • pratandha: pertanda, lambang • pratangga: matahari; • pratanggakara: matahari • pratanjana: percaya • pratapa: kewibawaan • pratapa: tapa • pratapan: pertapaan, tempat bertapa • pratapi: tapa • pratéken: teken, tanda tangan • pratéla: jelas, terang; • pratélan: penjelasan, keterangan • pratelon: pertigaan • pratignya: berjanji • pratikel: gagasan; • iguh pratikel: pemikira, ide, gagasan • pratima: arca, patung • pratinggi: petinggi • pratingkah: tingkah laku, perbuatan • pratingkes: tangkas, pandai • pratipa: angin topan • pratisara: ijazah, surat putusan • pratistha: bertempat tinggal, diam, duduk • pratita: mashur, termashur • pratitis: tepat, benar, titis • pratiwa: pemimpin ketentaraan, perwira • pratiwanda: halangan, bahaya, rintangan • pratiwi: tanah, bumi, pertiwi • pratuwin: lagi, dan, serta • pratyaksa: jelas, tampak, tulang rusuk melayang • pratyangga: badan, tubuh, senjata • pratyéka: perincian, bagian • prau: perahu, kapal • praupan: wajah, muka • prawan: perawan, gadis; • prawan sunthi: gadis kecil yang belum haids • prawantu: oleh karena • prawara: berita, warta, kabar • prawasa: siksa, bunuh • prawata: gunung • prawatan: perawatan • prawéda: arah, maksud; • prawédyarini: bidan, dukun beranak • prawira: berani; • prawiratama: perwira yang utama • prawita: permulaan, sebab, berguru • praya: tujuan, maksud; • prayagung: pembesar • prayangan: makhluk halus, lelembut • prayatna: hati-hati, waspada • prayayi: priyayi, bangsawan • prayitna: hati-hati, waspada • prayoga: baik, mulia, utama • prayojana: niat, maksud, kehendak • precil: anak katak • prégolan: regol, pintu gerbang • prekara: perkara, masalah, soal • prekis: kecil, mungil • prekul: beliung kecil, kapak • prekutut: perkutut, jenis burung • prelu: perlu • premana: premana, jelas, awas • premati: teliti, awas • prenah: tempat, letak • prenjak: burung prenjak • pretana: barisan, prajurit • préwangan: makhluk halus yang diharap bisa membantu mencari kekayaan • préwé: bagaimana • priangga: pribadi • pribumi: pribumi, warga asli • prigel: cekatan, ahli • prigi: mata air, kolam, tambak • prih: perih; • prihatin: prihatin, susah • prika: sana; • priki: sini • prikanca: kawan sekerja • priksa: priksa, lihat, tahu • primbon: kitab primbon; • primbetan: primbon • primpen: tersimpan baik-baik • princi: perinci, jelas • pring: bambu • pringga: pribadi • pringgitan: bagian dalam rumah tulang rusuk melayang pripih: antar saudara ipar • pripitan: pelipit, serip, kelim • pripun: bagaimana • priti: senang, suka • priya: pria, lelaki; • priyambada: rayuan, cinta; • priyamitra: saudara laki-laki; • priyangga: pribadi, sendiri; • priyarana: prajurit • priyayi, priyagung, priyantun: priyayi, bangsawan • priyoga: nasihat, utama, baik • prunan: kemenakan • prungu: pendengar, telinga • pruwita: berguru, mengabdi • pucuk: puncak • pucung: jenis tembang macapat • pudhak: bunga pandan; • pudhak wangi: bunga pudak wangi • pudyastuti: puji-pujian, doa, harapan • puger: peraturan, hukum; • pugeran: peraturan, hukum • puhara: akhirnya, sebab-sebabnya • puja: puja, doa, harap; • pujabrata: semedi, berdoa; • pujakrama: penghormatan; • pujamantra: membaca mantra; • pujastawa, pujastuti: doa, puji; • pujawan: orang yang suka memuja • pujangga: pujangga • puji: doa, puja, harap • pukul: 1 pukul; 2 jam, waktu; • pukul rata: menganggap sama, disamakan • pukulun: paduka, engkau • pul: jadi satu • pulang: pulang, kembali • pulas: 1 pulas, nyenyak; 2 pensil warna • pulasara: aniaya, sengsara • pulasari: tanaman obat • pulastha: selesai, habis • pulawaras: pulasari, tanaman obat • pulen: pulan • puli: puli, jenis bumbu • pulih: pulih, kembali normal • pulo: pulau • sapuluh: sepuluh, 10 • pulukan: genggaman • pulung: wahyu, anugerah • pulut: getah yang liat • pumpung: senyampang • pun: sudah, selesai, jangan • punakawan: pengiring • punapa: apakah • punapi: apakah • punas: lunas • puncak: puncak; • puncit: puncak; • puncon: puncak (gunung) • pundhak: pundak, bahu • pundhi: pundi-pundi • pundhong: nama rumput • pundhung: buah pundung • pundhut: ambil, beli • pundi: mana, di mana • pundirangan: bergerak-gerak tak sopan • punggawa: punggawa, aparat • punggel: potong, putus, patah • punggung: tulang punggung • pungka: lekuk bertekuk • pungkas: akhir, penghabisan tulang rusuk melayang pungkir: mungkir, ingkar • pungkur: belakang, lalu • punglu: pelor, peluru • pungser: pusat, pusar • pungut: pungut, ambil • punika: itu; • puniki: ini; • puniku: itu • punjer: pusat, akar pusat, akar tunjang • punjul: lebih, lebihan • punjung: beri, persembahan • punten: maaf, ampun • punthuk: tanah tinggi • puntir: puntir, pelintir • punuk: benjolan pada punggung sapi/kerbau/unta • pupak: berganti gigi; • pupak puser: pemotongan tali pusat • pupu: paha; • dipupu: diambil anak, tulang rusuk melayang • pupon: anak pungut • pupuh: 1 pukul; 2 kumpulan bait • pupuk: pupuk; • dipupuki: ditaburi; • pupuk bawang: anak kecil, anak ingusan • pupur: bedak • pupus: pucuk daun tulang rusuk melayang puput: tamat, putus • pura: pura, kraton, istana; • purantara: istana, pura • purak: biar saja, tak peduli • purana: buku cerita • purba: kekuasaan, wewenang; • purbangkara: matahari; • purba wasésa: kekuasaan; • purba wisésa: kekuasaan • purbaya: menepati janji • purih: mencari, mengharap • purisa: cirit, kotoran • purna: selesai, sempurna; • purna bakti: purna bakti, pensiun; • purna candra: bulan purnama; • purnama, purnami: bulat penuh; • purna tugas: pensiun • purug: tulang rusuk melayang dalam perjalanan, mencari • puruhita: berguru, mengabdi • purun: mau, kehendak, niat • purus: umbi, bagian tiang yang menancanp di umpak • purusa: lelaki; • purusa lingga: zakar; • purusotama: prajurit pemberani, prajurit utama • purut: purut, jenis jeruk • purwa: awal; • purwaduksina: asal muasal; • purwaganda: propaganda; • purwaka: pengantar, awal kata; • purwakanthi: persajakan • pusa: tulang rusuk melayang panen • pusak: 1 hapus; 2 pusat yang ada di ubun-ubun • pusaka: pusaka, warisan, senjata • pusang, puseng: bingung, kebingungan • pusara: pusara, makam • pusek: bingung, kusut, masai • puseng: bingung, kusut, masai • puser: pusat, pusar • pusing: pusing, mumet • puspa: bunga, kembang; • puspaka: kendaraan; • puspa kajang: nama ular; • puspanjali: nama tembang gedhe; • puspanyidra: nama bunga; • puspawarsa: taburan bunga; • puspita: kembang, bunga tulang rusuk melayang pustaka: buku • pusthika: mestika, batu permata sakti • pusuh: gulungan kapas yang siap dipintal • pusus: membersihkan beras • putat: nama pohon • putèh: putih • putek: putus asa, hilang akal • puter: putar; • puter giling: putar giling • puthuk: bukit, tanah tinggi • puthul: patah • puthut: anak • putih: putih • putra: putra, anak; • putraka: cucu; • putri: perempuan • putu: cucu • putung: patah • putus: putus; • putusan: keputusan • puwan: puan, air susu • puwasa: puasa R • rabasa: merebut, menyerbu • racak: sama, sejajar • racana: bencana, gangguan • racik: racik, ramu • racun: racun • rada: agak; • radan: sedikit agak; • rada-rudu: bertengkar, berkelahi • radèn: raden, gelar bangsawan; • radyan: gelar bangsawan • radi: agak • radin: rata • raditya: matahari • radon: membiak, meluas • radosan: jalan • raga: badan, tubuh; • raga sukma: badan jiwa; • raga wanda: melepaskan nyawa dari badan • ragab: serang • ragad: biaya, ongkos • ragah: lahab, rakus • ragaini: bunga ragaini • ragana: kasmaran, jatuh cinta • ragang: kerangka • ragasan: kerangka, tulang belulang • ragil: bungsu • ragu: ragu, tulang rusuk melayang • ragu-ragu: ragu-ragu, bimbang • ragum: tali, sesuai • rah: darah • rahab: rahap, doyan • rahadèn, rahadyan: gelar bangsawan • raharja: selamat, sejahtera; • rahayu: selamat, sejahtera; • rahajeng: selamat, sehat • rahuru: huru-hara, kekacauan • rai: muka, wajah; • raina: siang hari • raja: raja; • raja amal: harta, kekayaan; • raja brana: harta, kekayaan; • raja darbé: harta, kekayaan; • raja duwé: harta, kekayaan; • raja kaputran: pakaian pengantin putra; • raja kaputrèn: pakaian pengantin putri; • raja kaya: simpanan kekayaan; • raja panganggo: suka berdandan; • raja pati: pembunuhan massal; • raja patni: permaisuri; • raja pèni: emas, logam mulia; • raja singa: penyakit kelamin, tulang rusuk melayang • raja tatu: luka • parah rajag: bocor banyak sekali • rajah: rajah, tulisan bermantra; • rajah tamah: keserakahan, keinginan • rajang: mis, potong • rajata: rusak, hancur • rajeg: pagar; • rajeg wesi: pagar besi • rajin: rajin, tekun • rajun: nama tumbuhan • rajungan: sebangsa kepiting • rajut: rajut, anyam • rak: rak • raka: kakak • rakatha: ketam • raké, raki: pembesar, penguasa daerah • raket: dekat, akrab; • raketan: dekat sekali, akrab • rakit: rakit; • rakitan: rakitan, karangan • rakmi: batin, tabiat, perangai • rakryan: rakai, penguasa suatu wilayah • raksa: juga, rawat • raksaka: penjaga, cara menjaga.

penjagaan • raksasa: raksasa; • raksasi: raksasa perempuan • rakta, rekta: merah • rakyan, rakyana: penguasa suatu wilayah • ram: ranting-ranting kayu untuk membendung empang • rama: bapak, ayah • ramak: bapak, ayah • ramal: ramal, duga, tebak • ramat: 1 rahmat, anugrah; 2 sarang labah-labah • rambah: rambah, jamah • rambak: rambak, kulit kering • ramban: memetik sayuran • rambana: dengan giat, sekuat tenaga • rambang: pangkat, perkalian yang faktornya sama • rambas: rembas • rambat: rambat, menjulur • rambeh: mengalir • rambon: bau-bauan • rambu: rambu, tanda • rambut: rambut; • rambutan: buah rambutan • ramé: ramai • rames: rames, aduk, campur • rami: rami, jenis tali platuk • ramon: ramuan • rampak: sama tinggi, rampak • rampaka: karangan, susunan • rampal: rompong, tanggal • rampang: kayu melintang pada pedati • rampas: rampas • rampet: tulang rusuk melayang, tutup, buntu • ramping: ramping, langsing • rampung: rampung, selesai • ramu: ramu, racik • ramya: ramai, meriah • rana: kesana • ranangga, rananggana: peperangan, pertempuran • rancag: goncang, lekas, praktis • rancakan: ranting-ranting pepohonan • rancana: rencana • rancang: rancang, rencana • rancari: sedih, haru • randha: janda; • randha drengis: nama padi; • randha kèli: nama corak batikan; • randha kisi: janda yang punya anak laki-laki; • randha kuning: tanah keramat; • randha maya: nama corak tenunan; • randha menggala: nama gendhing; • randha nunut: nama gendhing; • randha royal: jenis makanan; • randha semaya: nama corak tenunan; • randhat: pelan, tersendat, tak lancar • randhu: randu, jenis tanaman • ranéh: tiada lagi, sudah habis • rang: 1 tingkatan, pangkat; 2 gatal-gatal dikaki karena telur cacing • rangah: gigi yang kuat • rangas: rayap, anai-anai • rangdha: janda, baku • rangen: gatal-gatal pada kaki karena cacing • rangga: nama pangkat pamong praja • ranggah: beranggah, bercabang-cabang • ranggèh: kayuh, rangkul, jangkau • ranggèn: rumah panggung yang tinggi • ranggi: nama pangkat dalam pamong praja; • ranggitan: nama tumbuhan • ranggon: tempat kera • rangka: rangka, tiang, tulang rusuk melayang • rangkab: tutup pelana, tenda • rangkad: kawin lari • rangkah: wilayah • rangkang: melata • rangkèn: sajian, hidangan, jamuan • rangkep: rangkap, dobel • rangkèt: rangket • rangkul: peluk • ranjang: ranjang, tempat tidur • ranju: ranjau • ranta: ronta, meronta, sakit hati • rantab: rapi, berjajar • rantan: terurai, terlepas • rantang: rantang • rantas: selesai, rampung • ranté: rantai, terali • ranten: menunggu, menanti • ranti: tunggu, nanti • ranu: air, kolam • rapah: ranting yang berkaparan di tanah • rapak: daun tebu kering • rapaya: ketinggalan • rapet: rapat, sempit • rapi: rapi • rapu: rayu, bujuk • rapuh: rapuh • rara: rara, gelar perempuan, gadis • rarahan: sampah • raras: indah, nyaman, enak; • raras kawibawan: menikmati kewibawaan • raré: anak • rarem: istirahat, damai, tenang • rari: adik • raryan, rarywan: berhenti • rasa: rasa; • rasamala: nama pohon; • rasamulya: rasa mulia; • rasana: indah; • rasa pangrasa: tentang perasaan; • rasa-risi: tidak senang hatinya; • rasa rumangsa: perasaan tahu diri; • rasatala: dasar bumi • rasé: jenis musang, serigala • raseksa, raseksi: raksasa • rasika: penuh rasa puas, orgasme • rasmi: keindahan, cahaya, menyedapkan mata • rasuk: masuk, memakai; • rasukan: busana, pakaian • raswa: rasa, rahasia, air mani • rat: dunia, jagat • rata: 1 rata; 2 kereta • ratan: jalan • ratangga: roda, kereta • ratap: 1 meratap, berkeluh-kesah; 2 berjajar, berderet • rati: bulan; • ratih: bulan • ratna: emas, intan • ratri: malam • ratu: raja, ratu • ratum: taruk tebu • ratus: bumbu merokok, dupa • raup: raup, ambil • raut: raut, wajah, muka • rawa: rawa • rawaja: naga, ular • rawan: rawan, berpotensi untuk perusahaan • rawasa: rusak • rawat: rawat, pelihara, asuh • rawé: rawe, jenis tumbuhan • rawi: rawa rawang, paya; • rawikara: sinar matahari • rawik: compang-camping • rawing: luka-luka, rompei-rompei • rawis: kumis • dirawis: diiris-iris, dirajang-rajang • rawit: cabai rawit • tulang rusuk melayang rawon, jenis bumbu • rawuh: datang, hadir • rawun: sawah dedaunan • raya: raya, besar; • rayagung: besar sekali • rayah: rayah, keroyok, rebut • rayap: rayap, jenis hewan pemakan kayu • rayat: rakyat • rayi: adik • rayung: daerah sekeliling benteng istana; • rayungan: potongan tebu yang akan ditanam • rebab: rebab, bagian alat gamelan • rebah: roboh, jatuh • rebat: rebut, keroyok • rebut: rebut, keroyok; • rebut bener: berebut kebenaran; • rebut cukup: asal cukup, seperlunya; • rebut dhisik: saling mendahului; • rebut ducung: berebut mendahului; • rebut seneng: bersenang-senang; • rebut unggul: bersaing mutu; • rebut urip: bersaing hidup • reca: arca, patung • reda: gemar beranak • redana: uang, harta • redhem: redam, dingin, reda, sejuk • redi: gunung, bukit • rega: harta • reged: kotor • regeng: meriah, wibawa • regi: harga • régol: gapura, pintu gerbang • regu: regu, kelompok • rèh: memerintah • reja: ramai, meriah • rèjèng: batu barang diperbukitan • réjog: timpang, pincang • réka: usaha, upaya; • rékadaya: daya upaya, usaha • rekasa: sengsara, sulit; • rekaos: sengsara, sulit • reksa: jaga rawat; • reksabumi: menjaga bumi • reksasa: raksasa; • reksasi: raksasa • tulang rusuk melayang jaga, rawat • rekta: putih • rekyana: gelar pejabat kraton • réma: rambut • rémah: tempat, rumah • remak: remuk, hancur; • remak rempu: hancur lebur • rembag: rembug, pembicaraan • rembaka: berkembang • rembaya: perahu kecil, sampan • remben: lambat, pelan • rembeng: genang, rendam • rembug: rembuk, pembicaraan, musyawarah • rembulan: bulan • rembus: 1 rembes, tembus; 2 kiriman barang beserta surat tagihan • remen: senang, gembira • tulang rusuk melayang rempah, lauk pauk • rempak: remuk, rusak • rempaka: mengarang, menyusun, merangkai • rempela: ampela • rempu: remuk, hancur-luluh • remu-remu: menguning, mulai masak (buah) • remuk: remuk • remus: marah, gigit • rena: senang, gembira • réna: ibu • rencah: bencah, belah • rencakan: kayu bakar • rencaka: susah, sedih • rencang: sembuh setelah melahiran • réncang: kawan, teman; • réncang laré: kawan anak • rèncèk: kayu bakar, ranting-ranting • rencem: rendam, benam • réncog: pincang, timpang • rénda: renda-renda • rendheng: musim penghujan • rendhah: rendah • rengat: rayap, anai-anai; • renget: kutu pemakan kertas • rengga: hiasan • renggang: renggang, senggang • renggut: renggut, ambil • rengkah: bengkah • rengkuh: rengkuh, rangkul • rengu: marah, sakit hati • rèni: perempuan • rènten: 1 siang; 2 bunga (uang) • rèntèng: renteng, jejer • rep: diam, tenang • repa: rayu, bujuk • répo: jompo, keriput • répoh: jompo, keriput • répot: repot, sibuk • rereb: diam, sunyi • rèrèh: reda, berhenti jabatan • rerem: diam, berhenti • rèrèn: istirahat • reres: benar, betul • resah: resak, gelisah • resak: rusak, hancur • reseh: kotor • resek: kotor karena benda-benda tak terpakai • resep: senang • resi: pendita, brahmana • resik: bersih • respati: hari Kamis • reta: putih • rété: anak buaya • retna: emas, logam mulia • réwanda: kera • réwang: teman, pembantu • réyog: kesenian reog • réyon: rayon, daerah • ri: 1 adik; 2 hari; 3 di-; • rikala: ketika, pada saat; • ri saksana: lantai, pada ketika itu • riba: riba • ribed: repot • ribut: ribut, gaduh • ricik: ricik, berguyuran • ridhu: geger, huru-hara • rigen: cekatan, trampil • rigma: rambut • rigol: pintu gerbang • riguh: enggan, segan • rikat: cepat • rikma: rambut • rikuh: segan, sulit • rimang: 1 banjir; 2 melimpah • rimba: rimba, hutan • rimbag: 1 cetakan; 2 bentuk kata • rimpang: akar yang mengembang • rimuk: rayu, bujuk • rina: siang hari • rina-rina: siang, simpan • rinci: rinci detail • rindhik: pelan, lambat • rinèh: sabar, reda • ringa: kira • ringan: ringan, mudah • ringas: ganas, beringas • ringga: ragu-ragu karena takut • ringgit: 1 mata uang; 2 wayang • ringi: dengar • ringin: pohon beringin • ringkel: hari yang tidak baik menurut perhitungan • ringkes: ringkas, singkat • ringkih: lemah, tak kuat • ringkuk: ringkuk, badan melingkar • ringkus: ringkus, tangkap • rini: perempuan, putri • rinjing: wadah dari bambu • rintang: rintang, halangan • rinten: siang hari • rintih: merintih • rintip: berderet-deret • rinto: tidak berdaya karena sakit • ripta: cipta, buat • ripu: musuh, lawan • ririh: pelan, tulang rusuk melayang • riris: gerimis, rintik-rintik • ris: perlahan-lahan, halus • risak: rusak • risang: sang, si • risi: geli, kikuk • risig: bersih, cemerlang • risih: risih, tak enak • ritang: yang • riwa-riwa: malu-malu, pura-pura • riwana wulung: nama pohon • riwayat: riwayat, kisah • riweng: putus asa, hilang akal • riwil: rewel • riwit: cabe rawit • riya: riya, pamer • riyak: dahak • riyaya: hari raya, lebaran • riyin: dulu, dahulu • riyom: rindang, teduh, sejuk • riyuh: riuh, membahana • rob: pasang, banjir, menggenang • rodha: roda, lingkaran • rodra: buas, marah sekali, menakutan • roga: badan, tubuh • rogadi: penyakit • rogi: rugi, sakit • rogoh: rogoh, ambil • roh: ruh, arwah; • rohani: ruhani • rohara: prahara, geger • rohot: buruk, rusak • rombak: rombak, ubah, berubah • rombong: rombong; • rombongan: kelompok, grup • ron: daun • roncé: ronce, untaian, rangkaian • rondha: ronda, jaga • rong: rongga, bolongan ditanah • rongèh: lincah • ronggèng: penari kesenian ronggeng • rongkob: lebat daunnya • rongkong: kerangka • rono: ke situ • roro: dua • ros: ruas • rosa: kuat, kokoh • rosan: kekuatan • rota: kuda, andong • rotan: rotan • rowa: tidak rapi • rowang: pembantu, kawan • royo: hijau • ru: 1 panah; 2 sakit • rubaya: saya, aku, -ku • rubed: ribet, rumit, sulit • rubéda: halangan, rintangan • rudah: susah, sedih • ruda peksa, ruda pari peksa: memaksa • rudira: darah • rudita, ruditya: susah, sedih • rugi: rugi • rugol: jatuh, luruh • ruhara: geger, huru-hara • ruhun: dulu, dahulu • ruhur: luhur, tinggi, agung • ruji: jari • rujit: koyak-moyak, sedih, haru • ruju: bungsu • rujuk: bersatu lagi • rukem: buah-buahan • ruket: roket • rukma, rukmi: emas • rukon: rukun, sehati • ruksa: rusak, buruk, hancur • rukti: rawat, pelihara • rukun: bersatu; • rukun gawé: kerja bakti • rum: harum, wangi • rumab: sakit demam, kambu • rumah: rumah • rumaos: (ing.) merasa • rumat: merawat, memelihara • rumeksa: menjaga • rumiyin: dulu, dahulu • rumpak: sumpek, sempit • rumpaka: menyarang • rumpuk: rumpuk, membakar • rumpung: campung, rampung • rumput: rumput • rumuhun: dulu, dahulu • runa: rusak, rintangan • rundha: meronda, berjaga • rundhuk: merunduk • runggéan: bulir • runggut: rimbun, rindang • rungrum: mabuk cinta • rungseb: sulit dilalui, medannya sulit tulang rusuk melayang rungseg: ringsek • rungsit: berbahaya, sulit dilalui, gaib • rungu: dengar • runtik: kecewa, sakit hati; • runtik atiné: sakit hati • runtuh: runtuh, gugur • runtung: runtung, pergi bersama • runtut: runtut, urut • runtyaka: sakit hati, marah • rupa: rupa, bentuk, wujud; • rupa candra: beranjak bulan; • rupa-rupa: bermacam-macam • rupaka: mengarang • rupi: wajah, rupa; • rupini: cantik, molek, rupawan • ruruh: pelan, kalem • rusak: rusak • rusiya: rahasia • rusuh: rusuh • ruwat: ruwat, membebaskan, menyucikan S • saba: berkunjung • sabab: sebab, karena • saben: tiap-tiap • sabet: sabet, sebat; • sabetan: 1 penghasilan sampingan; 2 cara memainkan wayang • sabin: sawah • sabit: pisau, sabit • sabrang: seberang, menyeberang • sabuk: sabuk; • sabuk cotha: ikat pinggang; • sabuk wala: ikat pinggang; • sabuk èpèk: ikat pinggang • sad: enam, keenam • sada: lidi • sadak: perlengkapan makan sirih • sadali: bintang • sadana: dana, harta • sadara: hormat, rendah hati • sadarga: dugaan, kiraan • sadarpa: berani, gagah • sadaya: semua, segala; • sadarum: (ing.) semua, segala • sadé: jual • sadha: musim yang ke-12 • sadhana: dana, harta, uang • sadhang: pohon sebangsa palma • sadhegan: 1 campuran tembakau rokok; 2 dagu • sadhel: tempat duduk di sepeda • sadhéla: sebentar, sekejab • sadhèng: pohon sebangsa palma • tulang rusuk melayang sembarang • sadhépah: sedepa • sadhèrèk: tulang rusuk melayang • sadhiya: sedia, siap • sadho: sebangsa dokar • sadi: dari, agak sedikit • sadpada: capung, kumbang • sadran: upacara adat sadran • sadu: sabar • sadulur: saudara • sadur: sadur, kutip • sadya: niat, kehendak • saé: baik, bagus • saékakapti: seia sekata • saékapraya: seia tulang rusuk melayang • saéngga: sehingga, maka • saèstu: sebenarnya, sesungguhnya • saga: saga • sagah: sanggup • sagala: segala, semua • sagara: samudra, laut; • saganten: (ing.) samudra, laut • saged: bisa, dapat • sagelar sapapan: sebarisan • sagnyan: tanda baca dalam huruf Jawa • sago: sagu • sagotra, sagotrah: sekeluarga • sagu: sagu • saguh: sanggup • saguna: terutama, kemuliaan • sagung: semua • sah: sah, resmi, beres • saha: serta, dan • sahakarya: pertolongan • sahal: seketika itu juga, pada waktu itu juga • saharsa: suka cita, senang • sahasa: paksaan, dengan pekerja, dengan berani • sahasika: paksaan, dengan pekerja, dengan berani • sahasra: seribu (1000) • sahita: hati, perasaan • sahitya: bersama-sama, beserta • sahya: sahaya, saya, hamba • saiki: sekarang, kini • saingga: sehingga, maka • sairib: seperti, kaya • sais: kusir • saiyeg tulang rusuk melayang satu tekad, seia sekata • sajak: sepertinya • sajeg jumbleg: selamanya • sajeng: nira yang direbus • saji, sesaji: sesaji; • tudung saji: penutup makanan; • sajèn: sesajian • sajiwa: sejiwa • sajuga: satu • sak: 1 saku; 2 satu; • saklangkung: lebih-lebih; • sakésuk: sepagi; • sakloron: berdua; • sakwèhning: oleh karena, oleh sebab; • sakwingi: kemarin • saka: 1 dari; 2 tiang; 3 tahun Saka; • sakakala: tahun saka; • sakatambé: dinihari, pagi-pagi sekali • sakabda: tahun Saka • sakadi: sekerja • sakal, sakala: seketika itu • tulang rusuk melayang seketika; • sakalaguna: semua kebajikan • sakalir: semua, segala • sakanti: bersinar, bercahaya • sakareng: sebentar, sekarang • sakat: mulai dari • sakatha: kereta • sakéca: enak, nikmat • saketi: sejuta • sakelar: saklar • saking: dari • sakit: sakit • sakra: terang • saksana: lekas, segera • saksi: saksi • sakta: gemar, senang akan • sakti: sakti, keramat • saku: saku, kantung • sal: bangsal • sala: sendirian, tunggal • salab: letak, tempat • salaba: belalang • salaga: gaya, tingkah laku • salah: salah; • salah cipta: salah cipta; • salah deleng: salah lihat; • salah éndah: salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; • salah gawé: salah kerja; • salah gemèn: suka mencampuri urusan orang lain; • salah graita: salah rasa; • salah ilik: salah lihat; • salah kapti: salah niat, salah tujuan; • salah kardi: salah kerja; • salah karya: salah kerja; • salah kedadèn: salah kejadian, keliru; • salah mangsa: salah iklim, salah musim; • salah pandeleng: salah lihat; • salah siji: salah satu; • salah surup: salah tahu; • salah tampa: salah terima, salah paham; • salah ton, salah tonen: salah lihat; • salah urat: salah urat, kesleo; • salah wèwèng: menyeleweng • salak: buah salak • salaka: perak • salaki rabi: suami istri • salaluné: selanjutnya, berikutnya • salang: tali lekar; • salang gumun: terheran-heran; • salang pikulan: pikulan dan tali lekarnya; • salang sebat: salah sebut, hampir sama; • salang sengguh: salah tanya; • salang siji: salah satu; • salang suduk: bertikam-tikaman; • salang surup: salah lihat; • salang tunjang: bertingkah tak sopan • salap: letak, tempat • salapan: tiga puluh enam hari • salawana: berselisih, bertengkar • salé: jenis sayuran • salécun: banyak sekali • salep: salep, obat gosok • saliku: air • salikur: dua puluh satu • salin: salin, ubah; • salin gagasan: ganti gagasan; • salin swara: berubah bunyi • salingkuh: selingkuh, serong • salinting: segelinting • salintir: segelintir • salira: 1 badan, fisik, jasmani; 2 biawak • saliré: semua, segala • salisih: selisih • salit: dahaga, haus tulang rusuk melayang • saloka: seloka; • saloka wedhar: undian, lotre • salong: sebagian • salu: rumah muka, balai-balai • saluku: duduk belunjur • sama: sama; • samahita: kecerdasan, bijaksana; • samakita: bersamadi, bersembahyang • samad: berkat, sawab • samadi: semedi • samadya: seukuran, sekemampuan • samaja: gajah • samak: sampul, kulit • samakta: siap sedia • samana: ketika itu, waktu itu • samang: engkau, kamu • samangké: sekarang, kini; • samangkéyan: sembarangan • samanta: semua, semuanya • samantara: sementara • samanya: biasa • samapta: siap sedia, sanggup • samar: samar-samar • samas: empat ratus • samasta: semua, semuanya • samata: nyata, benar, sama • samatra: sedikit • samaya: menunda janji • sambada: mampu • sambah: sembah, menyembah • sambang: jenguk, kunjung; • sambang suwel: penjahat • sambarana: ceroboh • sambartaka: rusak, kiamat • sambat: mengeluh, berkesah • sambatara: tahun • sambawa: tidak mustahil • sambéga: keinginan, dambaan • sambegana: tajam ingatan • sambékala: halangan • samben: setiap, tiap-tiap • samber: 1 sambar; 2 sebangsa jala; • samber nyawa: sabung nyawa, pandai berperang; • samberan: ayam; • samber lilèn: kumbang padang; • samber mata: sambar mata, hewan kecil yang terbang dan mudah masuk mata • sambet: sambung, sambut; • sambi: sambil • sambilan: sambilan • disambit: dilempar, disebat • sambiwara: sayembara • sambodana: ujar, bicara, perkataan • sambong: sambung • sambrama: penghormatan, sambutan • sambuk: cambuk, cemeti • sambung: sambung • samburat: semburat • sambut: sambut; • sambut damel: bekerja • samèk: alas perut, makan pagi • samekta: siap sedia, sanggup • samené: demikian, sekarang • samengko: nanti • samépa: sekat, bersanding • sami: sama • samida: kayu bakar • samin: minyak samin • samir: daun pisang penutup makanan • samirana: angin • samita: sasmita, tanda-tanda • samoda: senang, suka hati • samodana: kata-kata semu • samodra: samudra, laut; • samodra rob: samudra surut • samoha: semua • sampad: tali sandal, selempang terompak • sampah: sampah • sampak: cepat, rikat • sampaka: lengkap, penuh • sampali: nista, jelek • sampan: sampan, prahu kecil • sampang: pohon sampang • sampar: sampar, tendang • samparan: kaki • sampéka: tipu daya, muslihat, cerdik • samper: sampir, sambar • sampet: sudah teratur, cukup • sampéyan: kamu, anda; • sampéyan dalem: paduka • sampil: paha lembu yang disembelih • sampir: sampir • sampun: sudah • sampur: sampur, selendang tari • sampurna: sempurna, paripurna • sampyan: engkau, tuan, sampean • sampyoh: mati bersama; • sampyuh: mati bersama • samubarang: segala hal, sembarang; • samudaya: segala, semua • samukawis: segala hal, semua perkara • samudana: kata-kata semu • samuhita: semedi • samudra: samudra, laut • samuha: perkumpulan, persidangan • samun: samar, rahasia • samur: samar • samuwa: dengan upacara resmi • samya: sama, sedang • sana: pohon sana • sanadyan: meskipun, walupun • sanajan: meskipun, walaupun • sanak: saudara, sanak famili • sanalika: seketika • sananta: nama bentuk kata • sancaya: nama windu • sandé: urung, batal, sarung • sandéha, sandéya: ragu-ragu, khawatir • sandékala: gurat merah di langit senja • sandhang: sandang, pakaian; • sandhangan: 1 pakaian; 2 tanda baca, harokat; • sandhang lawé: sejenis bangau; • sandhang wlikat: diselipkan dibawah ketiak • sandhat: tali pengantar, dekat, berdamping • sandhéné: seandainya, seumpama • sandhi: sandi, rahasia • sandhing: dekat, bersanding • sandhung: sandung, terantuk; • sandhung lamur: daging kerbau di dada; • sandhung watang: perkara penting yang tak boleh dilanggar • sandhur: sandur, sejenis seni • sandi: sandi, rahasia; • sandi asma: nama rahasia, nama yang dirahasiakan; • sandilata: nama tumbuhan obat; • sandisastra: sastra sandi; • sandiupaya: sandi rahasia; • sandiwara: sandiwara, drama, teater; • telik sandi: mata-mata, inteligen • sandika: siap, sedia • sandyakala: gurat merah di langit senja • sanéga: bersiap, bersedia • sanèngga: sehingga • sanépa: ibarat, peribahasa • sanès: lain • sang: sang, si • sanga: sembilan • sangadi: 1 baginda; 2 sengaja • sangaji: baginda raja • sangan: bilangan sembilan • sangapa: siapa • sangar: hebat, dahsyat, menakutkan • sangara: mustahil • sangat: sangat, amat • sanget: sangat, amat • sangga: sangga, jinjing; • sangga krama: menjawab dengan sesuka hati; • sangga langit: tumbuhan sulur-suluran; • sangga runggi: halangan, rintangan; • sangga uwang: bertopang dagu • sanggah: sanggah, sangkal • sanggama: hubungan intim • sanggap: sanggup • sanggar: gingsul • sanggem: janji, tulang rusuk melayang • sanggi: sangga • sanggit: dramatika, penjiwaan • sanggraha: persediaan, jamuan, hidangan • sanggrama: perang, berperang • sanggrekan: halangan, rintangan, aral • sanggul: sanggul, kundai • sanggup: sanggup, bersedia • sanggya: segala, semua • sanghara: rusak, hancur; • sangharakalpa: hari kehancuran, hari kiamat • sangi: janji, berjanji, nazar • sangit: bau hangit • sangiwèn: dahulu, zaman dahulu • sangka: dari; • sangka déné: makanya, oleh karena itu • sangkal: tangkai kapak; • sangkal putung: pijat urat bagi orang yang patah tulang • sangkala: angka tahun yang disusun dalam kata-kata bernilai angka; • candrasangkala: sangkala yang berdasarkan pada perhitungan tahun bulan; • suryasangkala: angka tahun yang didasarkan pada perhitungan tahun matahari • sangkan: asal, dari; • sangkan paran: asal dan tujuan • sangkar: sangkar, kurungan • sangké: asal, dari • sangkèng: asal, dari • sangkep: lengkap • sangkèt: nama tetumbuhan obat • sangkéta: sengketa, berselisih, bertengkar • sangkin: makin • sangking: dari • sangkrah: ranting bambu • sangku: panah, bokar, mudam • sangkuh: sangkur, mata sangkur • sangkut: sangkut, libat • sangkya: asal, dari • sangsang: sangga • sangsara: sengsara, kesulitan; • sangsara désa: uang kas desa • sangsaya: semakin • sangu: saku, bekal • sangut: beliung, kampak • saniki: sekarang • saningga: sehingga • saniskara: segala hal, sembarang • sanityasa: senantiasa, selalu • sanja: menengok, menjenguk • sanjang: berkata • sanmata: baik, bening • santa: baik, bening • santak: benda, harta • santan: santan • santana: saudara • santen: santan • santer: keras, cepat • santi: semboyan, motto; • santiaji: petunjuk pelaksanaan; • santika: mutiara; • sesanti: semboyan, kata mutiara • santosa: sentosa, kuat • santun: sopan • santya: 1 larangan; 2 pujian, terpuji • sanubari: sanubari, hati • sapa: siapa • sapah: ubi kayu • sapala: sedikit, sepatah kata • sapandurat: sekejap mata, sebentar • sapata: berjanji, bersumpah • sapeket: karib • sapélé: sepele • sapet: sampai pada • sapi: sapi • sapih: pisah, tulang rusuk melayang • sapir: shafir, batu intan • sapit: sepit, penjepit; • sapit urang: taktik dan strategi perang dengan membuat susunan barisan seperti • sapit urang saplak: serupa botol, hampir sama • saprantu: nama tanaman obat • sapta: tujuh; • saptadarma: tujuh darma, tujuh pengabdian; • saptamarga: tujuh doktrin • sapu: sapu; • sapu udhar: terurai, terlepas; • sapu dhendha: hukuman; • sapu jagat: merata ke seluruh jagat; • sapu lebu: pembersihan total, sweeping; • sapu tangan: sapu tangan • sapucapan: satu cerita, satu perkataan • sapuluh: sepuluh • sapunika: sekarang, kini • saput: dilimputi, ditutupi; • saput dhengkul: sampai ke lutut; • saput pranti: selengkapnya dengan alat-alat; • saput lemah: terang tanah, mulai remang-remang di pagi hari • sara: 1 berkaitan dengan; 2 sengsara; • sarabasa: rusak; • sarabuta: kusir, sais; • saradula: harimau; • saranangga: tikus; • sarasidya: bunga tunjung; • saraswati: bidadari Dewi Rarasati; • sarawèdi: rahasia; • sarayuda: pesuruh • sarab: nama penyakit anak, sawan • saraba: sebangsa kijang • saraga: asyik, gemar • sarah: sampah • sarampangan: serampangan • sarana: sarana • sarandu: sekujur, seluruh • sarang: sarang • sarangan: sarangan • saranta: sabar • sarap: sarap, makan pagi • saras: sembuh, waras • sarasa: makna, arti • sarasati: cipta • sarati: pawang gajah • sarawungan: sahabat, kenalan • saraya: bantuan, pertolongan • sardana: kaya • sardula: harimau • saré: tidur, istirahat • sarèh: sabar, tenang, pelan • sarem: garam • sarèn: darah yang dimasak • sareng: bersama • sarenti: tidak bersama-sama • saresmi: bersenggama • saréyan: berbaring • sarga: bab, pasal • sari: inti; • sari kuning: zat pewarna kuning dalam membuat kain batik; • sari kurung: bunga nagasari; • saripati: inti, pati, saripati; • sari wosé: bunga, nagasari • sarika: ia, orang kepercayaan • sariki: ini, sekarang • sarimbit: sekalian, bersama-sama • sarimpi: serimpi, jenis tali • saring: saring • sarira: badan • saritim: bunga rejasa • sarjana: sarjana, ahli • sarju: setuju, cocok • sarkara: manis, dandanggula • saroja: bunga tunjung • saron: saron, bagian dari gamelan • sarong: sarung • sarpa: ular • sarta: serta • saru: saru, jorok; • saru siku: tata sila, tata krama • sarujuk: sepakat, setuju • sarung: sarung; • sarung kaki: sarung kaki; • sarung tangan: sarung tangan • saruni: serunai • saruwé: menyapa, menangani • sarwa: serba, semua; • sarwa-sarwi: serba-serbi; • sarwi: serba; • sarwya: serba • sarya: bantuan, pertolongan • sasa: kelinci • sasab: tutup, selimut • sasadara: rembulan; • sasadhara: rembulan; • sasalancana: rembulan • sasag: sasak, telusur • sasak: sasak, telusur • sasama, sasami: sesama • sasana: sasana, tempat • sasangka: bulan • sasangkan: bulab-bulanan • sasanti: puji-pujian • sasar-susur: sangat keliru • sasat: seperti • sasati: tunggal kehendak • sasawa: bangkai • sasi: bulan • sasikantha: suryakantha, kaca pembesar • sasmaka: sinar, cahaya • sasmaya: baik, indah • sasmita: lambang, tanda • sasra: seribu; • sasrabahu, bahusasra: seribu tangan; • sasrawarsa: milenium, seribu tahun • sasrahan: pemberian, persembahan • sasrangan: menyerbu dengan cepat • sasrawungan: kenalan, sahabat, handai taulan • sasti: enam puluh (60) • sastra: sastra, tulisan; • sastra banyu: nama bentuk keris; • sastra cetha: ajaran luhur; • sastra daksa: ahli ilmu, mahir; • sastra harjéndra, sastra jéndra: ajaran luhur • sastrika: senjata, pedang • sata: tembakau • satak: benda, harta • satata: sesuai dengan aturan, tertata • satéja: cahaya, sinar, pelangi • satemah: akhirnya, akibatnya • sathithik: sedikit • satiti: teliti • satmaka: senyawa, sejiwa • satmata: kasat mata, dapat dilihat • sato: satwa, hewan, binatang • satorasih: terkenal, termasyhur • satriya: satria • satru: musuh; • satru bebuyutan: musuh turun-temurun; • satru ati: musuh hati; • satru batin: musuh batin • satu: 1 satu; 2 acuan, cetakan; • satu budi: kebulatan tekad • satuhu: sebenarnya • satus: seratus • satwa: binatang, hewan • satwika: utama, terutama • satya: setia; • satyalencana: lencana/penghargaan untuk tanda kesetiaan, pengabdian; • satyawada: memegang teguh kata-katanya • saudara: saudara • sauga: asal, asalkan • saulon: satu telan • saur: saur, makan akhir; • saur manuk: cerewet, ribut, banyak suara • sausap: sedikit • saut: disambar, disebut • sawa: ular sawah • sawab: wibawa, pengaruh gaib • sawah: sawah • sawala: menolak, menyanggah • sawan: 1 ketakutan, cemas; 2 jenis penyakit • sawana: menyucikan diri, mandi • sawanan: ketakutan, cemas • sawang: rumah laba-laba • sawangan: pandangan • sawarga: surga • sawarna: 1 satu warna; 2 emas • sawastu: sesungguhnya, sebenarnya, sebetulnya • sawat: lempar; • sawatgata: hidangan, jaminan • sawé: 25 rupiah • sawed: selempang • saweg: baru, lagi, sedang • sawéga: siap, sedia • sawegung: semua, segala • sawenang-wenang: sewenang-wenang • sawer: ular • sawi: tanaman sawi • sawidak: enam puluh (60) • sawiji: satu, bersatu • sawismaya: keran • sawita: mengabdi • sawiyah: 1 sewenang-wenang; 2 anak cicak • sawo: buah sawo; • sawo matang: warna kulit orang Jawa, coklat muda seperti buah sawo matang • sawung: jago, ayam jantan; • sawunggaling: ayam jantan aduan • sawur: sebar, tabur • saya: semakin • sayab: sayap • sayabara: sayembara • sayaga: sudah siap • sayah: payah, letih, capai • sayaka: panah • sayakti: sesungguhnya, sebetulnya • sayana: tempat istirahat, tempat tinggal • sayang: 1 sayang; 2 tukang tembaga • sayarda: bertambah sangat • sayekti: sungguh, benar; • sayektos: sungguh, benar • tulang rusuk melayang ayem, senang, bahagia • sayembara: sayembara • sayogya: sebaiknya • sayub: basi • sayuk: rukun, bersatu • sayur: sayuran • séba: menghadap, hadir • sébak: sibak, belah, pecah • sebandar: syahbandar • sebar: sebar, tebar, tabur • sebawa: wibawa, pengaruh • sebda: sabda, kata • sebel: sebal, kecewa, tak rela • sebit: sabit, lempar; • sebit runting: rusak • secang: pohon secang (bahan cat warna merah) • seda: cipta, sabda, firman • séda: mati, meninggal • sedaya: semua, segala; • sedanten, sedarum: (ing.) semua, segala • sedhah: sirih, kinang; • sedhahan: 1 suruhan; 2 utusan • sedhakep: sedekap • sedheku: duduk bersila • sedhéla: sebentar • sedheng: muat; • sedhengan: cukupan, sedang-sedang • sedhèngah: semua, segala, sembarang • sedhep: sedhap; • sedhep malem: bunga sedap malam • sedhèrèk: saudara • sedhih: sedih, susah • sedhiya: sedia, siap • sedhuh: aduk • sedulur: saudara • sedya: niat, kehendak, keinginan • sega: nasi; • sega kebuli: nasi bercampur daging; • sega golong: nasi dibulat-bulat; • sega lutut: nasi dicampur ketan; • sega mas: nasi kuning; • sega penak: nasi pulan; • sega pondhoh: bubur jagung; • sega thiwul: nasi thiwul, nasi dari ketela • seganu: kemarin dulu • segara: samudra, laut; • seganten: (ing.) samudra, laut • segawon: anjing, serigala • segung: semua, segala • séhat: sehat • seja, sedya: sengaja, tuju, yang dituju • sejati: sejati • sekar: kembang, tembang; • sekar kedhaton: bunga istana, putri raja; • sekar mayang: bunga mayang • sekati: sekali • sekawan: empat (4) • sekeb: sekap • sekéca: enak, nikmat • sekèci: sekoci, perahu kecil • sekedhap: sebentar • sekedhik: sedikit • sekoci: perahu kecil • sekong: serabut akar • seksi: seksi, bagian • sekti: sakti • sekul: nasi • sekung: selabut, akar enau • sela: waktu luang, tempat luang • selak: lekas, cepat-cepat • selan: sisipan, tempat yang luang • selang: pipa plastik; • selang sebat: pinjam nama; • selang gumun: mudah kagum; • selang seling: selang-seling, warna-warni; • selang silih: meminjam apa-apa; • selang surup: keliru, salah • selangkung: dua puluh lima, 25; • selapan: tiga puluh lima hari • selarik: selarik, sebaris • selasih: bunga selasih • seling: seling; • seling surup: keliru, salah • selip: mogok, terselip • selir: selir • sélog: sebangsa ubi hutan • selok: pisau raut • selon: tabung tempat menaruh rempah-rempah • selop: selop • selot: semakin • selup: selop • selur: berduyun-duyun • selut: pembungkus rangka • sema: kuburan, perkuburan • semada: sedikit, agak • semadi: semedi, bertapa • sémah: istri • semana: segitu • semandan: sedikit, agak • semandi: dibanding dengan • semangat: semangat, motivasi • semanger: baik, indah, bagus • semanggi: semanggi, jenis tumbuhan • semanten: demikian, begitu, segitu • semaput: pingsan • semat: derajat, pangkat • sembada: mampu • sembaga: mashur, mujur benar • sembagi: kain cita, cita • sembah: sembah; • sembah bekti: sembah bekti; • sembah sungkem: sembah sungkem; • sembahyang: sembahyang, sholat • sembarangan: sembarangan, semaunya • sembari: sembari, sambil • sembawa: harimau • sembèr lèwèr: mudah bosan • sembet: sambung • sembir: rabit, koyak • semboja: samboja, jenis bunga • sembok: ibu, simbole • sèmbong: kain seperti dodot bagi wanita tulang rusuk melayang • sembrama: penghormatan, sambutan • sembrana: sembrono, ceroboh • sembrani: berani; • kuda tulang rusuk melayang kuda tunggangan dewa • sembuh: sembuh, waras • sembung: kayu sambung • sembur: sembur • semburat: menciprat, bersirat • semèdi: semedi, tapa • semekta: siap, sedia • semendhi: semedi, bertapa • semené: istirahat • semengko: sekarang, kini • semerep: melihat, mengetahui • semi: bersemi, tumbuh • semil: sedikit sekali • semilih: banyak pilihan • semingi: berbaring dengan badan dan kepala lebih tinggi • semir: semir • semita: sasmita, lambang, tanda • semono: segitu, itu • sempal: sempal, lepas • sempana: sempana, macam bentuk keris • semprul: tembakau kasar • semu: 1 semu; 2 agak • semur: semur, jenis masakan • semut: semut; • semut gatel: semut gatal • séna: kuat, gagah; • sénapati: pemimpin perang, jendral • senajan: meskipun, walaupun • sendari: gadis cantik • sendawa: sejenis burung layang-layang • sendhal: tarik; • sendhal mayang: pencabut nyawa • sendhang: sendang, kolam, mata air • sendheng: tali busur • sendhul: tatap, sendal • sendika: setuju, cocok • seneng: senang • senéngga: jikalau, seumpama • senénjong, seninjong: campur-aduk • sengadi: dalih, berdalih • sengados: dalih, berdalih • sengaja: sengaja • sengak: bau menusuk hidung • sengap: bentak • sengara: mustahil, tak mungkin • sengéngé: matahari • séngga: sehingga, sampai, seperti • sengganèn: nama gamelan • senggang: senggang, renggang • senggata: hidangan, suguhan • sengguh: angkuh, tinggi hati • senggung: sebangsa musang yang punya senjata kentut yang baunya luar biasa • senggutru: bakal capung (masih dalam air) • sengir: bau anyir • sengit: sengit, benci • sengka: asal, dari • sengkala: bilangan tahun berupa sandi • sengkalang: lingkar roda • sengkan: asal, dari • sengkang: kosong • sengkel: sedih, susah • sengkelat: memasang, mengenakan; • sengkelit: membawa keris dengan diselipkan di pinggang • sengker: pingit, simpan • sengsem: terpikat, tertarik • seni: kesenian, keindahan • senik: bakul • seninjong: campur aduk, gado-gado • senjata: senjata; • senjata pitulung: senjata penolong • sentak: bentak • sentani: saudara, famili • sentheng: tali yang direntang • senthir: lampu • senthot: berotot, kuat • sentika: pandai olah senjata dalam perang • sentolo: tonggak, galangan perahu • sentosa: sentosa, kuat, kokoh • sentul: nama pohon buah • senuk: senuk, tapir • sepa: tawar, tak berasa • sepada: 1 sepeda; 2 awas, luas pada • sepah: sepah, ampas • sepala: sedikit • sepana: nama bentuk keris • sepang: sepang, nama pohon (bahan cat merah) • sepat: sepat, jenis ikan • sepata: berjanji, berujar • sepen: sepi • seper: singgah istirahat • sepet: 1 sepit, pahit; 2 sabut kelapa; • sepet madu: manis sekali • sepi: sepi, sunyi • septa: tujuh • sepura: maaf, ampun • serat: tulis, surat • serwa: serba, semua • séta: putih • setal: kandang kuda • setengah: ½, separo; • setengah tuwuh: setengah matang • sétra: padang, lapangan • setrèn: sawah, ladang yang diairi • setri: istri, perempuan • setu: sabtu • tulang rusuk melayang setuju, sepakat • setunggal, setunggil: satu, tunggal • setya: setia • séwaka: menghadap • sèwu: seribu • sida: jadi, berhasil; • sida wurung: batal, gagal; • sidaguri: seleguri; • sidarsi: pendita yang mulia; • sidawayah: nama pohon • sidheku: duduk tegap tangan bersedekap di meja • sidhem: sunyi, senyap; • sidhem premanem: sunyi, hening • sidi: sempurna, bulat • sidik: benar • sidikara: dipupu, dikenakan mantra • sigar: pecah, belah; • sigar semangka: belah dua sama persis • sigeg: berhenti; • sigeg wacana: berhenti bercerita • sigi: ujung tenunan • sigit: cakap, tampan • sigra: segera • sigrak: semangat • sih: sih; • asih: kasih, cinta • siji: satu • sika: ujung, cula, gombak • sikara: menganiaya, menyiksa; • gendhak sikara: aniaya • sikarini: nama tembang gedhe • sikep: siap, sedia, sikap • siki: satu, merak, burung merak • siksa: siksa • sila: 1 dasar; 2 duduk bersila; • silakrama: menikah, kawin; • silaning akrama: menikah, kawin; • siladri: gunung batu • silah: pecah, kelompok • silang: silang • silat: silat • silih: saling; • silih asih: berkasih-kasihan • siling: dituang • siluman: siluman • sima: macam, harimau • simah: istri • simbah: kakek, nenek • simbar: rambut di dada • simbok: ibu • simpen: simpan • simping: jajar, sunting • simpir: simpir • sinar: sinar, cahaya • sinarawèdi, sedulur sinarawèdi: sahabat karib • sinartan: disertai • sinatriya: dianggap sebagai ksatria • sinau: belajar • sindap: ketombe • sindhèn: sinden, penyanyi tembang • sindhung riwut: angin besar • sindhutan: petani • sindikara: dipuja, puji • sindir: sindir • sindu upaka: air, sungai • sindur: 1 merah muda; 2 tandak • sindura: merah muda • singa: singa; • singabarong: pertunjukan tari tradisional cina; • singanegara: algojo kerajaan, pemenggal kepala • singat: tanduk • singha: singa; • singhasana: singgasana; • narasingha: singgasana raja • singid: rahasia, sembunyi, misterius • singkrih: disingkiri • singkur: belakang, dibelakang • singlar: belah, pecah • singset: erat, kuat • singub: sempit, pengap • singunen: cemas, kuatir • sinidikara: dicipta, dipuja • sinjang: pakaian, jarik • sinom: 1 daun asam muda; 2 tembang sinom; • sinoman: pelayan pemuda • sinta: 1 terpuji; 2 nama wuku yang pertama • sinten: siapa • sintru: sunyi • sinuba-suba: dihormati • sinudarsana: diteladani, dicontoh • sinuhun: yang dijunjung, yang dimuliakan • sinukarta: dimuliakan, dihormati • sinungan: kedapatan • sinungga-sungga: dijunjung-junjung • sinuwun: yang dijunjung, yang dimuliakan • sipat: 1 sifat; 2 benang yang dicelup warna untuk menggaris kayu; • sipat kandel: pusaka, kesaktian; • sipat kuping: cepat sekali; • sipat wong: sifat manusia • sira: kamu, engkau • sirah: kepala • siram: 1 sinar; 2 mandi • sirap: sirap, genting papan • sirep: tidur, diam; • sirep bocah;: jam tidur anak (± jam 20.00); • sirep jalma: jam tidur manusia (± jam 22.00) • slira: badan, anda; • slira-sliri: mondar-mandir • sirih: suruh, sirih • sirna: sirna, hilang • siru: suatu • sisih: sebelah, sis, bagian • sisik: sisik; • sisik melik: tanda-tanda untuk membantu pelacakan suatu kasus • sisil: dikupas dengan mulut; • sisilan: kupasan • siswa: siswa, murid • sisya: siswa, murid • sita: 1 sita, ambil; 2 baik, bagus; • sitakara: dipuja, dicipta; • sitangsu: bulan; • sitaresmi: bulan • siti: tanah, bumi; • siti hinggil, sitinggil: tanah/tempat yang ditinggikan untuk balai penghadapan; • siti payah: rezeki, penghidupan; • tedhak siti: upacara turun tanah untuk bayi • siwa: uwa, kakaknya ayah/ibu • siwakan: kolam ikan • siwalan: pohon rontal, lontar • siwamba: air penghidupan • siwi: anak • siya: menyengsarakan, menganiaya, sia-sia • siyaga: siaga, siap • siyos: menjadi, jadi • siyub: rindang, sejuk • slaka: 1 perak; 2 seloka, syair; • slaka wedhar: syair bebas • slambu: kelambu, tirai, sekat kain • slamet: selamat, aman • slangsang: tempat bunga (sirih, dsb.) • slasih: bunga selasih • sléndhang: selendang • sléndro: slendro, laras musik gamelan • slenthem: slentem, jenis alat musik • slepa: tempat sirih • slepèn: tempat tembakau • slepi: wadah tembakau • slintru: sunyi, tampak puaka • sloka: seloka • slomprèt: selompret • slop: slop, sandal • slumpring: kulit bambu • smara: asmara, cinta; • smaradana: tembang asmarandana • smita: tanda, lambang, sasmita • sobita: indah sekali • sodhok: tekan, desak • soga: warna merah untuk batik • sogat: jamuan, hidangan • sogata: jamuan, hidangan • sogèl: padi yang lekas berbuah • sogok: sogok, suap • sogolan: taruk, tunas • sojah: pembicaraan • sojar: kata-kata • sok: 1 tumpah; 2 kadang-kadang • soka: suka, gembira • soklat: coklat • sokong: sokong, dukung • sol: sol • solah: tingkah laku; • solah bawa: tingkah laku, tabiat; • solah tenaga: mengeluarkan tenaga; • solah tingkah: tingkah laku • solèd: oles, sudip • solo: solo, enggan, segan • solor: 1 sukur; 2 akar tunjang • solot: sulut, nyala • solung: sulung • som: berjalan dengan langkah-langkah panjang • soma: 1 bulan; 2 hari senin • somah: keluarga, istri • sombèng: rabit, robek, sobek • sombong: sombong, congkak • sompèl: rompes, gompel • sompèt: sumpet, tertutup • sompit: siput, kecil kece • sompok: lemas, habis tenaga • sona: anjing • sondher: tanpa • sondhèr: sebai untuk menari • sondhol: sundul, tatap • sondhong: galah yang ujungnya diberi bakul untuk menjolak buah • song: geronggang, tua, relung • songa: sembilan • songar: sombong, congkak • songkok: peci, mahkota • songkop: galak yang ujungnya diberi bakul untuk penjolok bambu • songkro: 1 gerobak dorong; 2 sudah renta, rusak • songol: songol, pemarah • songot: tegap, cegak • songsong: songsong, payung • sontak: hancur, remuk • sonten: sore, petang • sontong: serotong • sonya: sepi, sunyi • sonyaruri: senyap, sunyi, sepi • sopal: cincin hiasan tombak • sopan: sopan • sopana: tangga, tumpuan, lantaran • sor: bawah, rendah • sora: keras • sorah: amanat, ajaran • soré: sore, petang • sorèng: kuat; • sorèngpati: prajurit yang gagah berani, panglima perang • sori: maaf, ampun • sorog: anak kunci • soroh: serah, pasrah, beri • sorok: dorong, dukung • sorot: cahaya, sinar • soso: kasar, gagap • sosog: anyaman bambu diujung galak untuk menjalak buah • sosoh: lembut • sosol: gagap, menganggap, kasar • sosor: makan langsung dengan mulut • sosoran: tempat untuk menyosor • sosot: bentukan, makian • sot: kutuk, maki • sotya: hiasan, emas • sowak: rusak, robek • sowan: menghadap • sowang: sendiri; • sowangan: sendirian; • sowang-sowang: sendiri-sendiri • srabat: dua penangkal • srabédan: keinginan, kegemaran yang buruk • srah: serah, pasrah; • srah-srahan: pemberian, persembahan, menyerahkan • srakah: 1 serakah, loba, tamak; 2 uang ongkos pernikahan dari pihak laki-laki yang diserahkan kepada pihak perempuan • srama: asrama • srambi: serambi • srambu: kelambu • srampad: sengkelit • srana: sarana, usaha, usada • srandhal: sandal • srandhul: jenis pertunjukan rakyat • sranta: sabar • sranthal: jalan cepat • sranthil: bergantungan, tak teratur • sranti, srantèn: sabar • srapat: sekejab • srasah: lapisan, saluran, dasar, lantai • srat: serat, tulis • srati: pawang gajah; • disratini: dilayani dengan baik • sraton: buas, pemarah • srawa: suara • srawana: musim yang pertama • srawung: pergaulan, hubungan sosial • sraya: bantuan, pertolongan • sreba: serba, semua • sreban: serban, surban • srebat: serbat • srebèt: lap, kain pembersih • sreda: percaya, sudi • sredu: setuju • sreg: pas, cocok • sregep: rajin, tekun • srèi: iri, dengki • srékal: menjegal • srempal: sempal, patah, putus • srémpang: selempang, serampang • srèmpèd: serempet, menyenggol • srempeng: kerja keras cepat • sremplah: bergantungan hampir patah • sreng: keras, tegang • srengen: marah, murka • srengéngé: matahari • srenggala: ujung, pucak, tanduk • srenggi: gunung, lembu • srengkara: kerusakan, kerusuhan • srenteg: keinginan kuat, maksud • srenti: tidak serempah • srep: sejuk • srepan: 1 pendinginan; 2 pengetahuan • srepegan: cepat, lekas • srèpèt: serempet, senggolan • srèsèh: manis tulang rusuk melayang katanya • sresep: meresap, masuk • srèwèh: tampak mengalir di sana-sini • sri: cemerlang; • sribombok: sribombok, jenis burung; • sridanta, srigadhing: bunga srigading; • srigunggu: nama tanaman; • srigunting: srigunting, jenis burung; • srikata: bunga srikaya; • srikawin: mas kawin, mahar; • srigak: tangkas; • srilara: bangkai mayat yang tergeletak di seberang tempat; • srimala: sangat indah; • srimanganti: jenis gedung dikraton; • srinata: tembang sinom; • srisakit: bangkai mayat yang tergeletak di sembarang tempat • sriging: tangkas • srimbit: serimbit, berduaan • srimpak: ambang pintu • srimpi: srimpi, jenis tarian • srindhitan: burung serindit • sring: sering, kerap • sringah: terang, cerah, senang • srinthil: tahi kambing/ kelinci/domba • sripah: bela sungkawa, berduka • sriping: criping, keripik • srisig: pagar dinding • sriti: sriti, jenis burung • sriya: makmur, sejahtera • sru: seru, sengit • srumbung: agar tanaman • srundhèng: serundeng, jenis lauk • srunggan: sistem tumpang sari • sruni: 1 seruni, melati; 2 seruling • sruti: hemat • srutu: cerutu • sruwa: dengki, iri hati • sruwag: bolong, lubang • sruwal: bertumpukan tak teratur • sruwé: tulang rusuk melayang • sruwèk: lubang • sruweng: bolongan bundar • suba: sopan, santun • subada: kukuh, kokoh, kuat • subaga: masker, untung, bagus • subagya: bahagia, untung sekali • subakti, subaktya: berbakti • subal: jejal, campuran • subasita: sopan santun, tatakrama • subuh: subuh • subur: subu, makmur • suci: suci, bersih • suda: berkurang, susut • sudagar: saudagar, pedagang • sudama: dermawan, murah hati • sudana: dermawan • sudara: saudara; • sudarawèdi: sahabat karib • sudarma: bapak • sudarsana: contoh, teladan • sudha: susut, berkurang • sudhah: bedah, pecah • sudhang: tabung/perian, bambu • sudhèt: bedah, pecah, coblos • sudhi: sejenis basung • sudhing: tidak sudi, enggan • sudhiya: bersedia, siap • sudhung: kandang rumah • sudi: sudi, mau • sudibya: mulia, terhormat, sakti • suding: tunjuk, penunjuk • sudira: berani, gagah; • sudiradraka: nama tembang gedhe • sudra: bawah, rendah, hina • suduk: coblos, tusuk; tulang rusuk melayang suduk jiwa: bunuh diri; • suduk maru: pisau bermata dua; • suduk slira: bunuh diri • sugal: ugal-ugalan, kasar • sugata: jamuan, hidangan • sugèh: kaya • sugeng: selamat • sugih: kaya; • sugih bala: banyak kawan • sugoh: suguh, hidangan • sugreng: puaka, mukertasyam • sugri: semua, seluruh • sugu: alat pertukangan untuk menghaluskan kayu • suguh: suguh, hidangan • suh: simpati • suhun: minta, mohon • sujalma, sujanma: manusia, orang • sujana: orang pintar, ahli • sujèn: tusukan • suji: tikam, tusuk saji • suka: suka, gembira, senang; • suka lila: sukarela • sukan: permainan • sukara: babi hutan • sukarsa: niat yang baik, keinginan mulia • sukarta: pekerjaan yang baik • sukci: tulang rusuk melayang, bersih • suker: kotor • sukerta: bermasalah • suket: rumput • sukla: putih, bersih • sukma: sukma, roh • sukmana: ruh, nyawa • sukra: hari jum’at • sukreta: bermasalah • suksma: suksma, roh • suku: kaki • sukun: sukun, jenis buah • suk un: sebangsa timun • sukup: penuh sesak • sula: tombak, senjata tajam • sulah: tingkah laku • sulak: sulak, pembersih • sulaksana: pilihan, lebih, cemerlang • sulam: sulam, tambal • sulang: tunas tebu yang kedua • sulap: sulap • sulaya: bertengkar • sulek: sesak, sempit • suligi: seligi • sulih: wakil, ganti • suling: suling • sulistya: indah, antik • sulit: sulit • suluh: suluh, terang • suluk: suluk, suara indah • sulung: sulung • sulur: sulur, mengulur, merambat • suma: bunga • sumadhiya: sedia, siap • sumadi: semedi, tulang rusuk melayang • sumaguh: sanggup, siap • sumahab: tampak menggerombol banyak • sumaji: sudah disediakan, tersedia • sumakawis: segala hal, semua persoalan • sumakéyan: angkuh, sangar, payah • sumanak: ramah, akrab • sumanasa: nama bunga • sumandhing: bersanding, berdekatan • sumangga: mempersilahkan, silakan • sumanta: bicara, pertimbangan • sumantali: pawang gajah • sumapala: rendah hati • sumaput: pingsan • sumar: semerbah, merata • sumarah: pasrahm menyerah • sumaré: 1 tidur; 2 meninggal • sumarsana: bunga cempaka • sumawah: bersawah, bercocok tatam • sumawana: dan, serta • sumaya: berjanji, menyanggupi • sumba: kesumba • sumbaga: mashur, termashur • sumbalinga: terlaksana, dapat dipegang kata-katanya • sumbang: sumbang; • sumbang surung: dorongan, dukungan • sumbar: sumbar, bicara keras • sumbat: sumbat, tutup • sumber: sumber • sumbit: galah bercabang untuk menjolok buah • sumbon: bahan untuk sumbu • sumbu: sumbu • sumbul: bakul tertutup, tempat seperti bakul untuk upacara • sumbung: sombong, congkak • sumbut: cocok, sesuai • sumèh: ramah, murah senyum • sumelang: was-was, kuatir • sumèlèh: pasrah, menyerah • sumeni: istirahat • sumerep: mengetahui, melihat • sumet: menyalakan, menyulut • sumpah: sumpah, janji • sumpek: sempit, berdesakan • sumpel: ganjal • sumpena: bermimpi • sumpet: sumpet, sumbat • sumpil: siput kecil • sumping: sumping • sumpit: kembal, tempat rokok • sumrah: segar, nyaman • sumringah: cerah • sumuk: panas, sumuk • sumung: demam, panas • sumunu: beranak, berkembang • sumur: sumur; • sumur gumuling: terusan air dalam tanah • sumurup: mengetahui, melihat • sumyah: senang, kenyang, ceria • sun: 1 cium; 2 ingsun, saya • sunar: sinar, cahaya • sundari: perempuan yang cantik • sundawa: sundawa • sundek: sempit sesak • sundel: pelacur; • sundel laut: kuda laut; • sundel bolong: nama hantu • sundep: sundep, jenis hama • sundha: dua kali; • sundha mandha: permainan anak • sundhang: tanduk, sronggot • sundhul: sundul, tatap; • sundhul langit: tinggi sekali • sundhung: pikulan rumput • sunduk: tusuk • sung: beri, persembahan • sunga: benang sutra • sungapan: kuala, muara • sungar: bermegah-megah • sungga: ranjau • sunggal: serakah • sunggan: ranjau • sunggar: sisir, gingsul • sunggata: jamuan, hidangan • sunggi: sunggi, junjung • sungging: sungging, tatah • sungkan: sungkan, segan • sungkawa: sedih, duka • sungkem: sungkem, berbakti • sunglon: teluk • sungsang: saling silang • sungsum: sumsum • sungsung: pemberian, persembahan • sungu: tanduk • sungut: sangat, rambut • suntak: tumpah, jatuh • sunthi: gadis kecil; • prawan sunthi: gadis remaja yang belum haids • sunting: sunting, pilih • suntrut: sedih, muram • sunu: anak • sunya: sepi, sunyi; • sunyaruri: sunyi senyap, sepi • sunyata: benar, sungguh • supada: binatang buas • supadi: supaya, agar • supadya: supaya, agar • supak: sesak, sempit • supaos: supaya, agar • supata: berjanji, maki • supatni: indah, cantik • tulang rusuk melayang supaya, agar; • supados: supaya, agar • supé: lupa, alpa • supena: mimpi • supit: supit, jepit; • supit urang: strategi perang dengan mengatur barisan membentuk supit udang • supraba: cahaya indah • supranata: aturan yang baik • suprandéné: meskipun demikian • suprih: harapan • sura: berani; • suraduhita: bidadari; • suragana: para dewa; • suralaya, suraloka: tempat para dewa; • suranata: raja dewa; • suranggakara: berani sekali, sangat berani; • suranggana: bidadari; • surapada: keinderaan, kahyangan; • surapana: minuman keras; • surapati: raja dewa; • surapsara: raja bidadara; • surapsari: ratu bidadari; • tulang rusuk melayang raja dewa; • surèngpati: 1 raja dewa; 2 nama keris; • surèngrana: berani, pemberani; • surawadu: bidadari • suraga: bantal • surak: sorak, ramai • surakah: serakah, tamak, loba • suraksa: menjaga, menguasai • surambi: serambi tulang rusuk melayang surasa: makna, arti; • suraos: (ing.) makna, arti • surastri: bidadari • surat: surat • surata: keberanian • surem: suram, gelap • surèn: pohon durian • suretna: emas, logam mulia • surga: surga • suri: 1 sisir rapat; 2 teladan • surjan: jenis gaya baju • suroh: suruh, sirih • surtanah: doa selamatan pada orang yang meninggal dunia • surti: hemat-hemat, cermat • suru: suru, sendok daun • surud: surut • suruh: sirih • surung: dorong • surup: melihat, petang hari • surya: surya, matahari; • suryakantha: kaca pembesar • susah: susah, sedih • susetya: kesetiaan • susila: kesopanan, tata krama • susra: terkenal, kondang • susrasa: patuh • susrawa: masyur, terkenal • susu: susu • susuh: sarang • susuhunan: junjungan • tulang rusuk melayang 1 susuk; 2 uang kembalian; • susuk kondhé: tusuk sanggul • susun: susun • susung: songsong, menyongsong • susup: masuk, menyisip • susur: tembakau susur • susut: berkurang • suta: anak • sutapa: semedi, bertapa • sutéja: pelangi, cahaya, sinar • suthik: menolak, tak mau • suthing: enggan, segan • suthup: balut • sutikna: jeli, cermat; • sutiksna: jeli, cermat • sutra: sutera • sutrepta: senang, puas sekali • suwa: segar (untuk kalam) • suwadi: sesungguhnya, sewajarnya • suwak: robek, sobek • suwal: celana pendek • suwala: menolak, tak sanggup; • suwalapatra: surat • suwan: sowan, menghadap • suwanda: badan, tubuh; • suwandagni: matahari • suwangan: muara, kuala • suwap: suap, uang sogokan • suwara: suara, bunyi; • suwanten: suara, bunyi; • suwaos: suara, bunyi • suwarga: surga • suwari: kasuari (nama burung) • suwarna: emas; • suwarna dwipa: pulau Sumatra • suwasa: emas • suwau: tadi, dahulu • suwawa: ayo, mari • suwé: lama • suwéda: jari • suweg: nama tumbuhan • suweng: subang, kosong • suwidak: enam puluh • suwing: tergiang-ngiang di telinga • suwingya: cerdas, bijaksana • suwita: mengabdi, berguru • suwiwi: sayap • suwuk: berhenti • suwul: pasak besi pada beliung • suwun: 1 minta, mohon; 2 terima kasih • suwung: kosong, hampa • suwur: warta, kabar, berita • suwut: tempurung untuk menghasilkan benang yang ditenun • suyasa: rumah, gedung • suyud: suka memberi • swa: mandiri, kepala; • swabawa: tabiat, perangai; • swabretya: prajurit; • swadaya: mandiri; • swadésa: desa yang mandiri; • swagata: hidangan, jaminan, jamuan; • swagotra: turun, keturunan; • swagreha: rumah pribadi; • swasana: suasana, keadaan; • swasembada: mencukupi kebutuhan diri; • swasta: swasta, mandiri; • swayambara: sayembara • swah: langit • swana: anjing • swandana: kereta • swanita: darah • swara: suara; • swanten: suara • swarga: surga; • swargaloka: tempat surga; • swargi: almarhum • swasa: emas T • taberi: rajin, hemat • tabon: rumah/kebun warisan orang tua yang telah meninggal • tabrak: tabrak • tabuh: 1 jam; 2 tabuh, pemukul; • ditabuh: dipukul • tabur: tabur, tebar • tadhah: makan; • tadhah eluh: tempat mengadu; • tadhah kringet: baju dalam, tadah keringat; • tadhah sih: tempat kasih sayang; • tadhah udan: sawah yang tergantung air hujan; • tadhah arsa: burung kedasih • tagyana: tunangan, kekasih • taha: kira, sangka, barangkali • tahan: tahan • tahen: 1 batang, pohon; 2 derita • taju: mahkota • tajug: tajuk, bentuk rumah adat • taker: takar, ukur • takir, takir ponthang: limas dari daun pisang • taksaka: ular • taksih: masih • takura: kiri • tal: pohon lontar, rontal • tala: rumah lebah • talad: tidak tergesa-gesa • talaga: telaga • talang: talang, jalan air • taleran: jalannya cerita, alur • tales: talas, umbi • tali: tali; • tali goci: cara mengikat layang-layang; • tali mati: simpul mati; • tali wangsul: tali yang bisa dibuka dengan mudah • talika: mata-mata, pengintai • talinga, talingan: telinga • talok: pohon talok • talu: tiga, jenis gending • talub: balut (mata) • taluh: sudah biasa, bosan, jemu • talun: ladang, huma • tama: utama, baik • tamah: keinginan rakus, tamak, serakah • taman: taman, kebun; • taman keputrèn: taman keputrian; • taman sari: taman sari • tamara: gamelan, bunyi-bunyian • tamat: tamat, selesai • tamba: obat, jamu; • nambani: mengobati • tambah: tambah • tambak: tambak; • tambak baya: pencegah bahaya • tambal: tambal; • tambal sulam: menambal di sana sini, memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil • tambana: bendera, panah • tulang rusuk melayang 1 tambang; 2 tali tambang; • tambang parantian: tempat kediaman, asal • tambar: tawar, hilang kekuatan, hilang kesaktian • tambara: bendera • tambas: jalir, tiris • tambat: tambat, ikat • també: sedang, jadi • tambeh: tambah, bertambah • tambel: tombok; • tambel butuh, tambel sepi: mencukupi kebutuhan • tambeman: penyangga, penopang • tambeng: keras kepala, tak mau dinasihati • tambet: tidak kenal, tidak peduli • tambi: akar yang tumbuh pada batang sebagai penyangga pohon • tambilutan: nama tumbuhan • tambing: sisih, tepi • tambir: 1 nama wuku yang ke-19; 2 alat dapur • tambra: ikan tambra • tambuh: tidak kenal, tidak tahu • tambung: samar, kabur, tidak kenal • tambur: sejenis genderang • tamèng: tameng, pelindung senjata; • tamèng mata: pelupuk (kelopak mata) • tami: utama, baik • tamih: dupa, perdupaan • tamina: melihat • tamisra: gelap • tamolah: tak bergerak • tampa: tanpa, tidak dengan • tampah: wadah dari bambu • tampak: kelihatan • tampan: bagus, ganteng • tulang rusuk melayang wajah, muka • tampar: tali, tampar • tamper: tampar • tamping: pinggir, tepi, batas daerah • tampir: niru • tampuh: menempuh; • tampuh awang: nahkoda • tamtama: tamtama, tentara • tamtu: tentu, pasti • tamu: tamu • tamyang: perisai • tan: tidak; • tan antara: tidak antara • tanah: tanah; • tanah manca: luar negeri; • tanah sabrang: luar negeri; • tanah wutah rah: tanah tumpah darah • tanak: matang sekali • tanana: tak ada • tanaya: anak, putra • tanbara: duda • tanbuh: tidak tahu/mengerti • tanceb: tancep; • tanceb kayon: selesai pertunjukan • tandang: bergerak, bekerja; • tandang gawe: bekerja, mengerjakan; • tandang tanduk: tingkah laku • tandha: tanda; • tandha mata: tanda mata, kenang-kenangan; • tandha tangan: tanda tangan • tandhak: penari, waranggana tayub • tandhan: tandan, ukuran untuk pisang • tandhana: bendera • tandhes: tandas • tandhing: 1 tanding, bertarung; 2 imbang • tandhu: tanda • tandra, tandya: lalu, segera • tanduk: 1 tambah lagi; 2 kalimat aktif • tandur: tanam • tanek: utuh, sempurna • tanem: tanam; • tanem tuwuh: tanaman, tumbuhan • tang: tang, kunci • tangan: tangan • tangara: tanda, lambang • tangèh: mustahil, tak mungkin • tangga: tangga, tetangga; • tangga désa: tulang rusuk melayang desa, desa sebelah; • tangga teparo: tetangga kanan kiri • tanggah: palang, tahan, cegah • tanggal: tanggal; • tanggalan: tanggalan, kalender; • alisé nanggal sepisan: alisnya seperti bulan tanggal satu • tanggap: tanggap, pasif; • tanggap sabda: wawancara, rembugan; • tanggap tanduk: pasif-aktif; • tanggap wacana: pidato penyambutan; • tanggap wacucal: pementasan wayang kulit; • tanggap warsa: ulang tahun • tanggel: sedang, tanggung, canggung; • tanggel jawab: tanggung jawab • tanggi: tetangga • tanggor: tetap, tabrak • tangguh: tangguh, hebat • tanggul: tanggul, bendung; • tanggul angin: pelindung • tanggulang: kayu palang pada bendungan, penopang, penyangga • tanggulun: nama buah • tanggun: agak baik, cukupan, sedang • tanggung: tanggung; • tulang rusuk melayang jawab: tanggung jawab • tanggwa: kukuh, kuat • tanghulun: hamba, sahaya • tangi: bangun, bangkit • tangkar: berkembang • tangké: tulang rusuk melayang, gagang • tangkèk: pembesar, kepala biara • tangkep: tangkap • tangkil: hadap • tangkuwèh: sejenis manisan • tangled: tanya • tangsel: sebangsa baji • tangsu: bulan; • sitangsu: bulan • tangsul: tali • tangun: agak baik juga, cukupan • tani: tani • tanja: 1 mantap, puas; 2 batang kayu runcing untuk menanam kedelai • tanjak: tanjak, naik • tanjidhur: tanjidor, bedug besar • tanpa: tanpa • tansah: selalu, senantiasa; • tansaya: semakin • tantang: tantang • tantara: tentara, prajurit • tantas: tuntas • tantra: ajaran tentang yoga dan seks • tantya: amat, sangat, sekali • tanu: makhluk halus • tanya: tanya • tapa: bertapa, bersemedi • tulang rusuk melayang bekas, kesan, jejak; • tapak asta: tanda tangan; • tapak dara: bunga tapak dara; • tapak liman: tanaman tapak kuda; • tapak tangan: tanda tangan • tapas: bengkong, kulit pembalut pokok tangkai daun nyiur • tapel: bedak perut; • tapel wates: tapal batas, perbatasan • tapih: jarik, kain • tapir: tapir, tenuk • taplak: taplak • tara: antara; • tara mangsa: musim pancaroba • tarab: datang bulan, melihat bulan • taragnyana: tenung, pelet • tarak: berpuasa; • tarak brata: bersemedi, bertapa • tarambuja: semangka • tarangan: tempat bertelur (ayam), sarang • taranggana: bintang, rasi bintang • taranjana: tenung, pelet • tarantara: antara • tarbuka: terbuka • tari: tari • tarima: terima • taring: taring • tarkadhang: kadang-kadang • tarmolah: tak bergerak • taros: tanya, bertanya • tarpa: terpa • tarpana: terpana, heran • tarsandha: tanda, alamat • taru: daun; • tarulata: daun-daunan; • tarwa: pepohonan • tarub: teratak, deklit, tenda • taruk, tarok: ditaruh, diletakkan • tarum: tarum • taruna: taruna, muda (laki-laki); • taruni: muda, taruna (perempuan) • tarung: tarung, berkelahi • tarwéla: nampak nyata, jelas sekali • tasih: masih, misih • tasik: samudra, laut • taskara: pencuri, penyamun • tata: tata; • tata basa: tata bahasa; • tata cara: tata cara; • tata krama: tata krama; • tata lair: etika lahiriah; • tata prenah: menurut alur persaudaraan; • tata tentrem: tentrem, teratur; • tata-titi: teratur • tatab: tatap, tabrak; • tataban: tatapan, tabrakan • tatag: tegar, teguh hati • tatah: tatah, pahat • tatal: tatal, serpihan kayu • tatanan: tatanan, aturan • tataran: tingkatan, tahapan • tatarpa: tanpa, tidak dengan • tatkala: ketika, tatkala, sewaktu • tatrap: tepat, kena benar, sesuai benar • tatu: luka • tatur: dipangku sedemikian rupa agar buang air (bayi) • tatwa: keadaan yang sesungguhnya • tatya: nyata, kenyataan • taun: tahun; • taun raja: tahun raja, hari besar kelahiran raja; • taun wastu: tahun biasa (354 hari); • taun wuntu: tahun kabisat (355 hari) • tawa: tawar, menawarkan • tawan: tawan, tahan • tawang: angkasa, langit • tawar: tawar, tak berasa; • tawaren: bengkak kakinya • tawas: 1 tawas, obat jentik-jentik; 2 upah lelah • tawing: dinding papan di tepi perahu • tawon: tawon, lebah; • tawon gumana: lebah berdengung; • tawon gung: tawon besar, tawon raja • tawu: menguras air • tawung: tutup dinding papan (di tepi perahu) • tawur: berkelahi, bertengkar • taya: 1 hilang, kosong; 2 tari • tayub: tayub, seni tradisional • tayuh: mencari firasat lewat mimpi • tayum: lapuk, layu • teba: tanah lapang, lapangan • tebah: pukul, tinju, tendang; • tebah jaja: pukul dada, menantang; • tebah tembung: pukul rata, hantam kromo • tebak: pukul, tinju • tebal: tebal • tebas: tebas, borong • tebek: tangkap • tebela: keranda, peti mati • tebeng: tebing jendela, tebeng • teberi: rajin, hemat, sederhana • tebus: tebus; • tebus weteng: selamatan untuk hamil tujuh (7) bulan • tedah: tunjuk, pedoman • tedha: makan • tedhak: turun; • tedhak loji: datang ke loji; • tedhak siti: kenduri/ selamatan ketika anak mulai turun tanah; • tedhak sungging: berfoto • tedhan: makanan • tedhas: mempan • tedhasih: burung kedasih • tèdhèng: sekat, halang, tirai • tèdhès: habis sama sekali, tandas • tedhi: makan • tegal: tegal, ladang • tegar: tegar, tanpa beban, bebas • tegayuh: berubah-ubah, berganti-ganti • tegel: tega, sampai hati • tegen: kokoh, kukuh, kuat • tegeng: teguh, kukuh • tegep: tegap, kokoh • teger: kukuh, tak berubah-ubah • tegerak: tandus, tanah mati • tegerang: kayu untuk memberi warna kuning pada kain batik • tegerat: nama bunga • teges: makna, arti • tegil: tegal, ladang • teguh-timbul: kebal, sakti • tegyan: tega, sampai hati • téja: pelangi, cahaya, sinar; • téja bathang: pelangi tanda duka cita; • téjamaya: nama kahyangan Batara Guru • tèji: teji (kuda) • teka: datang, tiba • tekan: tekan, desak • tékang: sang, si • tekap: sampai, hingga, oleh karena • teken: teken, tongkat • tèken: teken, tanda tangan • tekèng: sampai di • téko: teko, porong, poci • teksaka: ular • teksih: masih • tekuk: tekuk, lekuk; • tikel tekuk: berlipat ganda • tekwan: tanya • tela: terang, jelas • telag: kehabisan, tidak musimnya • telaga: telaga • telah: nama, sebut • telak: kerongkongan • telar: lapangan, tanah lapang • telas: habis • telat: telat, tertinggal • telenan: landasan • telih: tembolok (pada unggas) • telik: sandi, tulang rusuk melayang, rahasia; • telik sandi: mata-mata, intelijen • telu: tiga; • majutelu: segitiga; • tulang rusuk melayang bertiga; • telu belah: menjadi tiga bagian; • telu juru: berkeping tiga; • telung puluh: tiga puluh • teluh: tenung, penyakit; • teluh braja: bintang beralih; • teluh tragnyana: tenung, penyakit • teluk: 1 teluk; 2 takluk, tunduk • temaha: akibatnya, sehingga, akhirnya • temangga: enak menjadi tetangga • temangsang: tersangkut • temantèn: penganten • tembaga: tembaga; • tembagan: tempat membuat tembaga • tembako: tembakau • tembalo: pohon trembalo • tembang: tembang, lagu; • tulang rusuk melayang berhak, berkat • tembaya: kumpul; • patembayan: perkumpulan • tembayat: janji, kumpul; • patembayatan: perkumpulan, organisasi • témbok: tembok • tembon: perahu kecil • témbong: belang hitam pada kulit muka, dsb • témbor: dulang, talam • témbré: tidak berharap, hina, remeh • tembung: kata • temeka, temekan: tiba, sampai • temen: sungguh, benar • temenggung: tumenggung, pangkat kebangsawanan • tempaling: sungsang balik, baling-baling • tempaos: nama pohon untuk ramuan rokok • témpé: tempe, jenis lauk pauk • tempélang: cara membungkus nasi dengan daun pisang • témpong: pangkal paha (kuda, dsb) tulang rusuk melayang tempuh: tempuh • tempuk: temu, jumpa, menjadi satu • temtu: tentu, pasti • temu: temu, jumpa; • temu gelang: lingkaran yang tidak putus; • temu lawak: tumbuhan temu lawak, jenis tanaman obat; • temu rosé: bertemu pada ruas-ruasnya • tèn: lubang jala • tenaga: tenaga, energi • tenan: sungguh, benar • tenang: tenang, santai • tenapi: tetapi, akan tetapi, namun • tenaya: anak, putra • tengah: tengah; • tengah wengi: tengah malam • tengan: kanan • tengangé: tengah hari • tengara: tanda, lambang, perlambang • tengen: kanan • tenger: tanda, prasasti, nama • tengga: tunggu • tenggak: 1 leher; 2 telan langsung • tenggar: lapang, luas • tulang rusuk melayang terang cuaca • tenggenah: jelas, terang, kepala, tengah-tengah pertahanan • tenggèrèng: terang cuaca • tengger: bukit, tanah tinggi • tengginas: trampil, cekatan • tengging: ujungnya mencuat ke atas • tenggirang: senang hatinya • tenggok: leher atas, tengkuk • ténggor: memindahkan padi dari persemaian ke sawah • tenggulang: bendung, cegah • tenggun: agak baik juga, cukupan, sedang • tengran: tanda, lambang, nama • tengu: tengu, jenis kutu; • satengu: kecil sekali • teni: pakaian dinas • ténja: tinja, tahi, cirit • ténong: wadah makanan dari bambu • tenta, ketenta: terjebak, terpaksa tanpa kesadaran • tèn-atèn: bagian bambu sebelah dalam (tanpa kulit) • tentrem: tentram, tenang • tenun: tenun • tenung: tenung, santet • tepa: tepa, ukur; • tepa selira: mengukur diri, tenggang rasa • tepak: mapan, cocok • tépak: sisa, bekas, telapak • tépang: sepak, tendang • tepas: serambi rumah, sengkuap; • tepas wangi: tempat tidur • tépas: 1 tepas, kipas; 2 balai • tepet: bekas, sisa; • tepet loka: alam baka, alam kekal; • tepet suci: hari akhir, akhirat • tepi: tepi, pinggir • tulang rusuk melayang tepi; • tepis iring, tepis liring: perbatasan, tapal batas • téplok: teplok, lampu • tepung: kenal, tahu; • tepung becik: bersahabat baik; • tepung gelang: melingkar, berkeliling; • tepung kebo: hanya tahu saja; • tepung pager: tetangga sebelah rumah yang bersatu pagar; • tepung rukun: bersatu; • tepung wates: perbatasan, tapal batas • terah: darah, turun, turunan • terang: terang, jelas • teras: terus • terbang: 1 terbang; 2 rebana; • terbangan: bermain rebana • terbil: kayu penyangga • terbis: jurang, curam • terbuka: terbuka • teres: takut, ngeri; • diteresi: dikelupas kulitnya (pohon) • terganca: selisih, bersalah, berbeda • terkadang: kadang-kadang • tersandha: berdasarkan pada • tertamtu: tentu, pasti • teruna: pemuda; • teruni: pemudi • terwaca, terwéla: terang, jelas • terwèlu: kelinci • tesih: masih • tetah: tutuh • teteg: kokoh, kuat, kukuh • tètèg: merontokkan • tètèh: fasih, bicara lancar • tètèk: puting susu • tetel: tekan, desak • tétéla: terang, jelas • tetep: tetap • teter: sikat, sisir, penggaruk • tètèr: ujian • tetes: tetas • tètès: tetes • tiba: jatuh • tibra: susah, sedih, marah • tidha-tidha: ragu-ragu, bimbang • tidhem: sunyi, sepi, diam • tiga: tiga; • tigawaja: nama ikan; • tigawarna: tiga warna • tigan: 1 bertiga; 2 telur • tigas: pangkas, potong; • tigas gagang: habis diketam lalu dijual (padi); • tigas kawuryan: baru tampak, baru muncul; • tigas pancing: dipangkas miring sekali putus • tika: itu; • tikang: yang itu • tulang rusuk melayang susah, sedih; • tiké: ini • tikel: lipat, banyak, ganda; • tikel alis: berkerut kening; • tikel balung: nama tumbuhan; • tikel tekuk: berlipat ganda; • tikel wosen: kejang-kejang pada jari tangan • tikep: dekap • tiki, tiking: ini, di sini • tiksa: tajam, senjata tajam; • tiksna: tajam, cerdas, jeli; • tikswa: tajam, cerdas, jeli • tikta: pahit, empedu • tiktak: sejenis meriam kecil • tiku: itu • tikung: tikung • tikus: tikus • tilak: bekas jejak • tilam: tilam, kasur, tempat tidur; • tilam rum: tempat tidur; • tilam sari: tempat tidur • tilap: bujuk • tilar: tinggal • tilas: bekas, sisa • timang: timang, gesper • timba: timba, tali timba • timbal: panggil, perintah; • ditimbali: diperintah, dipanggil; • timbal balik: saling menerima dan memberi • timbang: timbang, imbang; • timbang sih: pertimbangan • timbel: timah • timbreng: redup, berawan • timbrung: menimbrung • timbun: timbun • timen: sangat, amat • timpal: timpal, setimpal • timpang: timpang • timpuh: timpuh, duduk bersila • timpung: timpang, pincang • timun: mentimun; • timun wungkuk: timun bungkuk • timur: 1 muda, kecil; 2 timur • tindak: pergi, berangkat • tindhes: tindas, gilas • ting: lentera, jenis lentera • tinggal: tertinggal • tinggar: senapan yang berlaras kuningan • tinggeng: tetap, tidak berubah-ubah • tingi: kulit kayu untuk mencelup kain batik • tingkah: tingkah laku • tingkas: subur • tingkeb: selamatan kehamilan usia 7 bulan • tingkem: bakul kecil bertutup • tinimbang: daripada • tinjo: tengok, jenguk • tintrim: sepi, sunyi • tipak: bekas, sisa • tipar: ladang, tegal • tipu: tipu, bohong • tipung: ketipung • tira: tepi, pinggir • tirah: berlebih, sisa • tirem: tiram • tirep: redup, berawan • tirta: air; • tirtamarta: air kehidupan; • tirta prawita sari: air sari kehidupan; • tirta sinduretna: air mani, sperma; • tirtayatra: berziarah ke pemandian suci; • patirtan: pemandian • tiru: tiru, contoh • tisaya: sangat, amat, terlebih • tisma: tajam • tisna: cinta, kasih sayang • titah: makhluk, ciptaan • titèn: 1 ilmu titen; 2 teliti, ingat; 3 daun kacang kering • titi: teliti; • titi mangsa: perhitungan musim; • titi priksa: memeriksa, meneliti • titih: keras, padat (keris); • titihan: kendaraan • titik: titik, tanda, ciri, noktah; • titik iyik: jaman masih kecil; • titik melik: barang bukti • titir: dipukul terus-menerus (kentongan) • titis: titis, tepat • tiwas: 1 mati; 2 terlanjur • tiwikrama: marah • tiyang: orang • tiyasa: kuasa, pandai • tobat: taubat • toblok: keranjang • toblos: coblos, tusuk • tobong: tempat pembakaran; • tobong gamping: tempat pembakaran batu menjadi gamping • togari: malam • togog: nama wayang • tomara: tombak (belantam) • tomprangan: bertengkar, cek-cok • tonggari: malam hari • torana: pintu gerbang • tos: keras, berharga • tosan: besi; • tosan aji: pusaka • totog: 1 tabrak, mentok; 2 ilmu totog • totoh: taruh • totos: kepala, pemimpin • towang: selang, sela • toya: air; • toyanta: awan, mendung • trabas: 1 terabas, terobos; 2 pemboros • tracak: telapak kaki binatang • trah, gotrah: keturunan; • trahing kusuma: darah biru, bangsawan • trajeg: pancang, tonggak, pagar • traju: neraca; • traju mas: timbangan emas • trampil: terampil, cekatan • tranggana: bintang • trantan: berdiri pakai penyangga • trantang: bersinar • trap: terap, pasang; • trap sirap: diatur serba baik, rapi; • trapsila: tata krama, susila • trapas: boros, lekas habis • tratag: panggung • traté: teratai • trawang: terawang, pandang, lihat • trebis: jurang, curam; • jurang trebis: jurang yang curam • trembalo: pohon trembalo • trembayak: burung angsa • trembayun: sulung • trena: rumput • trengga: bintang • trenggalung: musang akar • trenggana: bintang • trengginas: terampil, cekatan • trenyuh: trenyah, kasihan • trep: trep, cocok, sesuai; • trepsila: susila, sopan, tatakrama • très: sulaman benang emas pada lengan baju • trèsèh: ramah-tamah, cakap • tresna: cinta, kasih, sayang • treteg: jembatan • trewélu: kekunci • tri: tiga; • tribawana: tiga dunia; • triguna: tiga kegunaan; • trikaya: tiga kekayaan; • trikona: segitiga, bersudut tiga; • trilocana: bermata tiga; • triloka: tiga dunia; • trimurti: tiga dewa; • trinétra: mata ketiga; • trisula: senjata tombak bermata tiga • trima: terima; • trima kasih: terima kasih • tris: cinta, kasih sayang • trisig: pagar anyaman bambu • trisik: pantai berpasir, berbatu-batu kecil • trisna: cinta, sayang • triwi: putih • triwikrama: marah besar • truka: membuka tanah untuk tempat tinggal • trukah: dusun baru • truna: muda, remaja • truntum: nama batikan • trup: 1 permainan truff; 2 kelompok, regu • trus: terus, langsung • trustha: senang, suka, puas; • trusthi: senang • truwaca: jelas, terang • truwéla: jelas, terang • truwèlu: kelinci • tuba: racun • tuban: jeram, air terjun • tubar: akar yang mengembang ditanah • tubi: tuba • tubruk: tubruk, tabrak • tubug: bengkak kakinya, cacat • tubungen: telor, pelat • tudhuh: petunjuk, pedoman • tudhun: turun, ke bawah • tudhung: kudung, tutup kepala • tuding: 1 tuduh, dakwa; 2 jari telunjuk • tuduh: petunjuk, pedoman • tugar: 1 tugar; 2 mencangkok • tugel: patah, putus • tugi: bulu padi • tugu: tugu, monumen • tugur: jaga • tuha: tua • tuhu: sungguh, benar • tuhun: sebenarnya, semestinya • tujah: diterjang dengan kaki diinjak; • tujah bumi: kaki bagian depan putih (kuda, dsb) • tuju: tuju, sengaja • tuk: sumber, mata air • tukang: tukang • tukar: tukar, ganti; • tukar cincin: upacara tukar cincin, peningset; • tukar maru: nama ikan; • tukar padu: bertengkar mulut • tukung: menjejak bahu (rambut) • tuladha: teladan, contoh • tulak: tolak; • tulak balik: penangkal bahaya; • tulak sawan: penangkal penyakit • tulalé: belalai • tulang: tulang • tular: tular, menular • tulèk: lalu, segera • tulèn: tulen, asli • tuli: tuli, tidak dapat mendengar • tulis: tulis • tulung: tolong • tulang rusuk melayang 1 alat berburu burung; 2 kerangkeng • tulus: tulus, ikhlas • tulya: kemudian, lalu • tuma: kutu • tumama: 1 mengenai, mempan; 2 puas • tuman: tergantung, ketagihan • tumang: bibir dapur • tumat: buah tomat • tumbak: tombak, jenis senjata • tumbal: tumbal • tumbar: tumbar, jenis bumbu • tumbas: beli • tumbeng: kayu yang dipasang pada gamelan (gambang) agar lebih sempit lubangnya untuk mengatur nada • tumbruk: tubruk • tumbu: tumbu, wadah dari bambu • tumbuk: tumbuk • tumenggèng tawang: ujungnya mencuat ke atas (bulu mata) • tumenggung: tumenggung • tumok: tahu, melihat • tumon: menonton, melihat • tumpak: naik, numpang • tumpal: kapar, kekat • tumpang: tumpang, numpang; • tumpang sari: tanaman berjenis-jenis; • tumpang suh: bertumpangan, berserakan; • tumpang tindih: tumpang tindih • tumpek: jatuh-tumpah • tumpeng: nasi untuk selamatan • tumper: puntung (kayu bakar) • tumpes: tumpas, gilas, musnah • tumplak: jatuh, tumpah • tumplek: tumpah, bertumpuk; • tumplek bleg: tumpah-ruah • tumpu: tumpu, alas, landasan • tumpuk: tumpuk; • tumpuk timbun: bertimbun-timbun; • tumpuk undhung: bertumpukan • tumrah: berkembang, beranak • tumrap: terhadap, kepada • tumus: 1 terkuras, 2 tembus • tumut: ikut, turut • tuna: 1 tidak punya; 2 rugi; • tuna dungkap: sering keliru; • tuna karya: menganggur; • tuna kisma: petani yang tak punya tanah; • tuna netra: buta; • tuna susila: nakal, lacur • tunangan: tunangan, kekasih • tunas: tunas, taruk • tundha: tumpuk, tangga, ditunda • tundhes: tandas • tundhuk: takluk, menunduk • tundhun: setangkai • tundhung: usir • tung: ujung, puncak • tungan: ujung, puncak • tungga: remuk, terkemuka • tunggak: tunggak, pangkal, pokok • tunggal: tunggal, satu • tunggang: tunggang, naik • tunggara: tenggara (mata angin) • tunggil: tunggal, satu • tunggir: punggung gunung • tunggu: tunggu • tunggul: tunggul, yang tertinggi • tungkak: pucuk telapak kaki, tumit • tungkas: pesan, amanat • tungkat: tongkat, setik • tungku: tungku • tungkul: tungkul, takluk • tungtum: berkumpul kembali • tungtun: tuntun • tuni: kurang, tidak punya, rugi • tunjang: tunjang, tabrak • tunjel: tonjok, tusuk • tunjem: tonjok, tusuk • tunjung: bunga tunjung, teratai, seroja • tuntas: tuntas, selesai • tuntum: berkumpul kembali, pulih • tuntun: tuntun, bimbing • tuntung: ujung, puncak • tuntut: tuntut, gugat • tunu: api, nyala • tup: tutup; • entup: sengat • tupiksa: periksa, cek • tur: lagi pula, dan • turah: lebih, sisa • turangga: kuda; • katuranggan: ciri-ciri • turas: kencing, buang air • turi: turi, jenis tanaman • turida: susah, sedih • turon: tiduran, berbaring-baring • turu: tidur • turuh: bocor, tiris • turun: 1 turun, ke bawah; 2 anak keturunan • turung: belum • turut: turut, patuh, tertib • tus: serius, benar-benar • tusara: embun • tusih: mengawasi • tuskara: lebah, tawon • tustha, tusthi: senang, puas, asyik • tusuk: tusuk, tonjok; • tusuk kondé: tusuk sanggul • tut: ikut, turut; • tut wuri: ikut di belakang • tutas: tuntas selesai • tuter: bel, peluit, terompet, klakson • tutu: tumbuk; • nutu pari: menumbuk padi • tutug: selesai, tamat, tuntas • tutuh: tunduk, dakwa, potong, pangkas • tutuk: mulut • tutul: tutul, bintik, noda; • macan tutul: harimau kumbang • tutup: tutup; • tutup dhahar, tutup saji: tudung saji; • tutup kendhang: pembukaan dan penutupan; • tutup kéyong: bagian rumah berupa segitiga disebelah atap; • tutup kuping, tutup mulut: membisu dan tuli; • tutup liwet: cara menggunakan ikat kepala • tutur: tutur, kata, sabda • tutus: 1 tutus, pukul; 2 tali dari bambu; • tutus kajang: jahitan yang selanya jarang-jarang • tutut: jinak, kejar, sisil • tutuwa: ketua, pemimpin • tuwa: 1 tua; 2 sudah masak; • kamituwa: kepada desa; • tuwa bangkong: tua bangka; • tuwa buru: pemburu; • tuwagana, tuwanggana: ketua, peminjam, pemuka; • tuwah: tumbuh, timbul, terbit • tuwi: tengok, jengok • tuwin: dan, serta, lagi • tuwu: burung hantu • tuwuh: tulang rusuk melayang • tuwuk: kenyang, puas • tyas: hati; • tyas mami: hatiku U • uba rampé: piranti, alat-alat • ubaya: janji, prasetia • ubed: 1 belit; 2 banyak akal • ubek: aduk • ubel-ubel: ikatan, belitan • ubeng: keliling, putaran • uber: kejar, buru • ubin: ubin, tegel • ublek: 1 aduk; 2 bergerak di sekitar • ubon-ubon: abdi perempuan di pertapaan • ubral: obral • ubur: ramai sekali, bingar • ucal: ajar • ucap: ucap, ujar • ucek: tekan • uceng: ikan kecil; • uceng-uceng: sumbu • uda: telanjang; • ngudarasa: mengutarakan perasaan; • udakara: kira-kira; • udamamah: tepat suaranya (dalam memerankan tokoh-tokoh wayang); • udanagara: sopan-santun; • udapati: sumpah-serapah; • udarati: laut, lautan; • udasmara: pikiran • udadi: laut, lautan • udaka: air, mata air • udama: hina, keji, nista • udan: hujan; • udan ampèl: nama bentuk keris; • udan barat: hujan bercampur angin kencang; • udan tangis: berduka cita, menangis keras • udani: tahu, mengetahui • udara: 1 angin; 2 tinggi, luhur • udata: keras, sangat, sombong • udaya: upaya, usaha • udel: pusar, pusat • udhadhi: laut, samudra • udhal: bedah, pecah, jebol • udhang: udang; • udhang-udheng: pergi ke sana-ke mari untuk suatu urusan • udhar: bebas, lepas • udhaya: laut, samudra • udheg-udheg: nenek moyang • udhek: aduk, campur • udhel: hampir menjadi kepompong (fase perubahan ulat menjadi kepompong) • udheng: ikat kepala; • udheng gilig: ikat kepala yang ada bundarannya di belakang • udhèt: cacing • udhil: kikir, bakil • udrasa: tangis, air mata • udrata: mahkota • udu: bukan, lain • udud: merokok • uduk: nasi uduk • udun: benjolan, bengkak • udur: berselisih, bertengkar • udwani: ingat, waspada • udyana: taman • udyani: taman • uga: juga, pun • ugag-ugeg: bergerak-gerak • ugah: agak, enggan • ugal: ugal, urakan • ugat-uget: bergerak-gerak • ugeg: bergerak • ugel-ugel: sendi • ugem: menepati, mematuhi • ugeng: giat, bersemangat, rajin • uger: 1 pedoman, patokan; 2 ikatan; • diuger: dikurung; • uger-uger lawang: anak tunggal; • paugeran: hukum, undang-undang • ugung: manja, belum • ujana: taman; • ujani: tahu, waspada, ingat • ujar: kata, sabda • uji: uji, tes • ujubriya: curiga, prasangka buruk • ujud: wujud, nyata • ujung: ujung; • ujungan: daun • ujur: 1 mujur, membujur; 2 beruntung; • ujuran: bagian yang membujur • ukara: kalimat; • ukanten: (ing.) kalimat • ukir: ukir • ukur: ukur • ula: ular • ulab: beruntung sekali • ulad: muka, wajah • ulah: gerak, tingkah laku; • ulah raga: olah raga; • ulah semu: melakukan apa-apa dengan isyarat, pasemon, sindiran; • ulah kridhaning asta: mengemis; tulang rusuk melayang ulah-ulah: memasak • ulam: ikan • ulang: ulang • ulan-ulan: sejenis ulat pemakan kayu • ulap: silau • ulat: wajah, muka • ulem: undangan • uleng: oling, miring • uler: ulat; • uler kagèt: selimpat (pada tulang); • uler kambang: jenis tembang, gending • ules: 1 warna; 2 sampul, selongsong, sarung, kain • ulet: ulet, liat • ulu: 1 telan; 2 tangkai; • ulu ati: ulu hati, dapur susu; • ulu-ulu: ulu-ulu, pamong desa pengatur air; • ulu wetu: penghasilan • ulun: saya, hamba • ulung: ulung, unggul; • ulung ati: hulu hati, dapur susu • ulur: ulur, tarik • uma: biji, benih • umba: luas, lebar • umbang: congkak, besar mulut • umbar: umbar, bebas, lepas • umbara: mengembara, berkelana • umbel: ingus • umbul: 1 terbang, melayang; 2 mata air, sumber air; 3 kepala desa; • umbul muncar: mata air yang memancur; • umbul-umbul: bendera panjang yang ditegakkan • umbut: rebung rotan • umet: nyala; • umet-umetan: berkeliling-keliling; • nyumet: menyalakan • tulang rusuk melayang mengalir • umpak: 1 cepat, lekas; 2 batu landasan • umpama: umpama, kalau, jika • umpang: lebih dari beratnya • umpeng: pipa, saluran air • umpet: sembunyi • umpling: minyak tanah, tulang rusuk melayang kecil, tempat madat • umpluk: busa, buih • umpon: empang ikan • umus: bocor, merembes • una-uni: bicara, perkataan • unakara: kira-kira, kurang-lebih • unandika: berkata • unang: sedih (gila) karena asmara, mabuk cinta • unar: onar, gaduh, geger • uncal: lempar • uncek: penggerek, alat penusuk • uncet: ujung nasi (tumpeng) yang berbentuk kerucut • uncit: buncit, tulang rusuk melayang, bontot, terakhir • tulang rusuk melayang anak merak • uncuwi: pipa tembakau • undang: mengundang, memanggil • undar: gelendong, tika-tika, likas • under: pokok perkara, mata bisul, pusat lingkaran • undha: tumpuk, tangga; • undhamana: diungkit, disebut-sebut; • undha-undhi: kurang lebih; • undha-usuk: bersusulan • undhag: bertingkat, bertangga • undhagi: ahli tembaga, pikiran • undhak: tulang rusuk melayang, bertangga • undhuh: menuai, memetik • undhung: tumpuk • undur: mundur, ke belakang; • undur-undur: binatang sejenis rayab tanah yang jalannya mundur • unem: nama rempah-rempah • ungal: bunyi; • mungal: berbunyi • ungap: bimbang, tertimbang-timbang, agak takut • ungapan: kala • ungel: suara, bunyi • ungga: atau • unggah: naik, ke atas; • unggah-ungguh: tata krama, sopan-santun; • ungguh: tempat, letak • unggul: unggul, utama • ungkal: asah, batu pengasah • ungkara: kalimat, pujian, doa • ungsi: ungsi, pindah • ungsum: musim • uni: bunyi, suara • uninga: tahu, mengerti • unjal: menarik; • unjal ambekan: menarik nafas • unjuk: minum • unta: unta • untap: marah, murka • untar: nyala • untara: 1 utara; 2 kiri; 3 antara, sela • unting: ikatan • untu: gigi; • untu gelap: gigi roda; • untu walang: cara menyambung (seng, dll) • untul: pengikut • untung: untung, laba; • untung-untungan: berspekulasi, untung-untungan • unu: (padi) yang berceceran di tanah • unur: 1 rumah anai-anai; 2 bukit, tanah membukit • unus: hunus, keluar • unyar: ikatan padi; • unyar-unyur: mondar-mandir, ke sana kemari • unyer: putar, keliling • unyur: datang begitu saja • upa: sebutir nasi; • upaboga: mencari makan, kelezatan, kenikmatan; • upadamel: pekerjaan, kegiatan; • upadana: pemberian; • upadrawa: kesusahan kesengsaraan; • upagawé: pekerjaan, kegiatan; • upajati: nama tembang gedhe; • upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; • upajiwana: nafkah, rezeki; • upakara: merawat, memelihara; • upakarti: 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; • upakarya: hasil kerja, karya; • upakawis, dipun-upakawis: (ing.) dipelihara, dirawat; • upaksama: ampun, maaf; • upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; • upalamba: pendapat, pengertian, pemilikan; • uparengga: perhiasan, hiasan; • uparukti: pasang rakit, merakit; • upasadana: penghormatan, penghargaan; • upasaka: calon pendita; • upasama: sabar, rendah hati; • upasanta: sabar, rendah hati; • upasantwa: penghibur; • upasraya: minta pertolongan, bantuan; • upasuba: hiasan untuk penghormatan; • upawada: kemarahan, celaan • upacanten, upacara: upacara, seremoni; • upadi: mencari, berusaha, upaya; • upados: mencari, berusaha, upaya • upah: upah, ongkos, gaji • upaka: sungai • upakyana: cerita, dongeng • upala: batu • upama: umpama, tamsil, ibarat • upaos: sumpah, janji • upas: 1 bisa, racun; 2 pesuruh, kurir • upati: upeti, persembahan • upat-upat: 1 talu cemeti/cambuk; 2 bersumpah tak akan melakukan lagi • upaya: upaya, usaha; • upayasandi: perkakas, piranti • upekti: upeti, persembahan • upeti: upeti, persembahan • upetya: upeti, persembahan • upih: upih, kelopak, pangkal daun • upiksa: teliti, periksa, lihat • ura-ura: lagu, dendang, nyanyian • uragapati: raja ular • urang: udang; • urang ayu: nama bentuk subang • urik: licin, akal bulus • uring: marah, kecewa • urip: hidup • urmat: hormat • urna: mahkota • uruk: 1 rendam, uruk; 2 ajar; • diwulang uruk: diberi pelajaran • urun: urun, iuran • urung: gagal, belum; • urungan: perhitungan hari yang ke-3 • urup: nyala • usada, usadi: obat • usah: usah • usaha: usaha, upaya • usana: jaman dahulu kala • usap: usap; • usap tangan: sapu tangan • usar: tentara berkuda • usara: embun • usar-asir: polisi rahasia • usim: musim, masanya • usir: usir, suruh pergi • usna: baik, bagus • usnisa: surban, sanggul ikat kepala • usreg: 1 bertengkar; 2 banyak gerak • ustra: unta • usuk: penyangga atap • usul: usul, saran, pendapat • usum: musim • usung: usung, gotong • usus: usus • utah: muntah • utak: otak, benak • utama: utama, baik • utamangga: kepala • utami: utama, baik • utang: hutang; • utang budi: hutang budi; • utang pati: hutang pati, membunuh; • utang urip: hutang nyawa • utara: 1 utara; 2 kiri • utawa: atau; • utawi: atau • utawaha: api • utawis: kira-kira, kurang lebih • utek: otak, benak • uter: putar, keliling • util: colong, curi, copet • utpala: teratai biru, tunjung biru • utri: utri, tulang rusuk melayang makanan dari pati ketela • utsaha: usaha, upaya • utu: gigi • utuh, utoh: utuh, lengkap, sempurna • utus: utus, suruh, duta • uwa: pakde, budhe • uwal: lepas, bebas • uwar: lepas, bebas, copot • uwas: khawatir, wasangka • uwi: ubi jalar • uwong: orang, manusia • uwuh: 1 tambah; 2 sampah • uwung-uwung: awang-awang • uwur: 1 tombok, iuran; 2 tabar, sebar W • waca: baca; • maca: membaca; • wacan: bacaan • wacucal: kulit, belulang; • ringgit wacucal: pentas wayang kulit • wada: cacat, cela • wadaka: halangan, gangguan • wadana: pemuka, pembesar • wadari: taman bunga • wadat: selibat, tak menikah • wadata: molek, kegemaran • wader: ikan sungai • wadhag: tubuh • wadhah: wadah, tempat • wadi: rahasia; • wewadi: 1 rahasia; 2 kemaluan • waditra: gamelan, bunyi-bunyian • wadwa: prajurit, tentara; • wadwan, wadon: perempuan • wadya: bala, anggota; • wadyabala: bala tentara • waé: saja, cuma • wagal: nama ikan • wagata: sungguh, nyata • wagadi, wagati: perbuatan baik • wagé: Wage, hari pasaran • waged: 1 bisa, mampu; 2 batas • wagiswara: tempat semedi raja • wagita: 1 sungguh, nyata; 2 syair, puisi • wagra: harimau • wagu: tak pantas • wagugen: sedih, susah • wagus: bagus, baik • wahana: kendaraan, sarana • wahiri: cemburu, iri hati • wahita: tipuan, muslihat • wahya: wahyu, bintang kebahagiaan; • wahyu: ilham, anugerah • wahyaka: lahiriyah, badan • waita: 1 tipuan, muslihat; 2 perahu • waja: gigi • wajah: muka • wajar: lumrah • waji: kuda • wajir: menteri • wajra: petir • wak: badan, tubuh • waka: panas, api • waksa: dada, susu • waksudha: bumi • waktan: bercerita, berbicara • wakul: wakul, wadah nasi • wakya: badan • wala: gagang gugus kelapa • walak: larangan, balak • walaka: berterus terang • walang: belalang; • walangati: khawatir • walanjar: janda muda tulang rusuk melayang walat: kualat, terkutuk • walaya: berkelana, mengembara • waled: 1 endapan; 2 gaji rapel • walèh: bosan, jemu • walek: melulu, semata-mata • walépa: kurang ajar, congkak, pongah; • ardha walépa: membantah, ditanya balas bertanya • waler: atur; • wewaler: peraturan, aturan • wales: balas; • walesan: balasan • walgita: buku, surat, tulisan • walih: lagi • walik: balik • walika: ular • waling: sangkaan, pikiran • walira: belera • walirang: belirang • waliwis: belibis • walkali: pendita, pertapa • waluh: jenis buah • waluka: pasir • waluku: nama rasi bintang • walulang: kulit, belulang • walur: walur • waluya: sembuh, sehat, selamat • walya: sehat, selamat, aman • wama: kiri • wamana: murka, marah • wamsa: wangsa, keluarga; • wamsa Syailendra: dinasti Syailendra • wana: hutan, alas; • wanadèsa: daerah hutan dan desa; • wanadri: hutan belantara; • wanantara: hutan lebat, pusat hutan; • wanawasa: hutan lebat • wanah, waneh: lagi • wanara: kera jantan; • wanari: kera betina • wancahan: singkatan • wancak: belalang; • wancak suji: pagar besi • wancana: wacana, bacaan, tema • wanci: waktu, saat • wanda: 1 suku kata; 2 badan • wandawa: sanak saudara • wandé: warung, toko • wandira: pohon beringin • wandu: banci, waria • wang: uang • wangan: selokan di sawah • wangbang: kesatria muda • wangen: dicampuri bau yang harum • wangga: berani • wangi: wangi, harum • wangkang: perahu jangkang • wangkawa: pelangi, bianglala • wangkingan: 1 keris; 2 pinggang • tulang rusuk melayang mata hati • wangon, kauban: dilindungi rumah, atap • wangsa: keluarga • wangsalan: syair sandi • wangsi: seruling • wangsit: isyarat gaib, wahyu • wangsul: kembali, pulang • wangun: pantas, bagus; • wewangunan: 1 bangunan; 2 sosok • wanguntur: tempat duduk raja, dampar • wangur: dengu, kancing • wangwa: dipandang, diawasi • wani: berani; • wani angas: berani lalat, berani tai • wanita: perempuan • wantah: apa adanya • wantawis: antara, kira-kira • wantèg: kukuh, kokoh • wanter: wanter, cat • wantèr: panas terik • wantu: 1 nanti; 2 air panas untuk mengukus nasi • wantun: berani • wantya: pesan, amanat • wanu, wano: perempuan • wanua: desa, penduduk desa • wanudya: wanita • waos: (ing.) baca; • maos: 1 membaca; 2 buah maja; • maospait: Majapahit • wara: anggun, lembut, cantik; • warabrata: latihan keras; • waracethi: pembantu putri; • waradwija: pendita, brahmana; • waraduhita: permaisuri; • waramerta: pengampunan, ampunan; • warapsara: bidadara, bidadari; • warasana: dampar, kursi, tahta; • warasayaka: panah; • wara wirasmi: bulan; • warataruna: jejaka, pemuda, remaja; • warataruni: gadis, perawan; • waratomara: panah; • wara-wara: pengumuman; • warawidya: pendita, brahmana; • wara-wiri: mondar-mandir • warada: kasih, cinta, sayang • waradin: 1 merata; 2 biaya • waragad: biaya, ongkos • warah: ajar, babi tahu • waraha: babi hutan • warak: badak • warana: tirai, sekat • warandha: janda • warang: cuci, mandi (keris) • waranggana: sinden, penyanyi • warangka: 1 sarung; 2 kerangka • waras: sehat; • waras-wiris: sembuh, sehat, tak kurang satu apa; • ora waras: 1 sakit; 2 gila • warastra: senjata, panah • warata: rata • warayang: angin, udara • warda: belas kasih, cinta • wardah: tua • wardaya: hati • wardi: arti, makna, keterangan • wardu: lintah; • wardugangga: lintah • wareg: kenyang; • maregi: mengenyangkan • warèh: air • warga: anggota; • kulawarga: keluarga • wari: air; • warigagung: nama wuku yang ke-8; • warigalit: nama wuku yang ke-7; • warigaluh: nelayan • wariga: kejang • waring: jaring halus, kain kasa • waringin: beringin • waris: keluarga, saudara; • warisan: harta peninggalan orang meninggal dunia • warna: warna, rupa, macam; • warni: warna, rupa • warok: 1 berhati suci, hidup secara spiritual; 2 sakti, tangguh; 3 pemimpin, pelindung • warsa: tahun; • warsaka: tahun; • warsaya: tahun; • warsi: tahun • warsiki: bunga gambir • warsita: ajaran, nasihat • warta, warti: warta, berita; • wartos: (ing.) warta, berita • waru: waru, jenis pohon • waruju: bungsu • warung: warung, kedai • was: awas; • was-was: khawatir • wasa: wewenang, kuasa; • wasantatilaka: nama tembang gedhe; • wasata: kekuasaan • wasana: akhir, penutup, penghabisan • wasésa: kekuasaan, wewenang • wasi: pendita, pertapa, biksu • wasis: pintar, ahli • wasistha: bijaksana, pintar • wasita: ajaran, nasihat • waskitha: pintar, bijaksana • waspa: air mata • waspada: waspada, hati-hati • wasta: tulang rusuk melayang • wastra: kain • wastu: sungguh-sungguh nyata • wastuti: pujian, doa • wasuh: basuh, cuci • wasundari: 1 bumi; 2 air bening • waswa: pasti, tentu • waswita: cemas, kuatir • wata: angin • watak: watak, sifat, tabiat • watang: batang, galah, tombak • watara: kira-kira; • watawis: kira-kira • watek: watak, sifat, tabiat • wates: 1 batas; 2 semangka • watgata: luka, terluka • wati: 1 dunia, jagat; 2 putri • watir: kuatir, sumelang; • watos: kuatir, sumelang • waton: 1 tulang rusuk melayang 2 pedoman • watsa, watsya: ikan • watu: batu; • watu beras: batu pasir, pasir; • watu brani: besi berani, batu tulang rusuk melayang • watu geni: batu api; • watu item: batu hitam; • watu kambang: batu apung; • watu karang: batu karang; • watu kumalasa: batu besar dan rata; • watu lintang: batu bintang; • watu sumbul: batu yang runcing-runcing; • watu gunung: nama wuku • watuk: batuk • watun: cabut rumput • watyagya: perselisihan, pertengkaran • wau: tadi • waudadi: samudra, lautan • wawa: 1 api; 2 bawa • wawah: rubah, ubar, geser • wawal: sakti • wawan: saling; • wawan catur, wawan rembag: saling bermusyawarah, berunding • wawang: lihat, pandang, tonton • wawar: belah, pecah • wawi: bawa, dengan • wawoh: berbuah • wawrat: beban, berat • wawu: wawu, nama tahun yang ke-7 • wawuh: berdamai, tegur sapa • way: air • wayah: 1 waktu; 2 cucu • wayang: pertunjukan wayang • wayoh: wayuh, madu, rangkap • wayu: angin, udara • wayuh: madu, rangkap • wé: 1 saja, cuma, hanya; 2 air • wecana: wacana, bacaan, tema • wecucal: kulit, belulang • wéda: weda, aturan, pedoman • wédaka: tahu, mengetahui • wedaka: kalangan, gangguan, tulang rusuk melayang • wedal: 1 keluar; 2 waktu • wedana: 1 wedana, pangkat kraton; 2 mulut, muka • wédana: sakit • wédang: air putih • wedani: nama tetumbuhan • wedari: taman bunga • wedèn: penakut • wédha: ajaran, pedoman • wedhak: bedak • wedhar: jelas, terang, saran, nasihat • wedhi: pasir; • wedhi krosok: pasir krosok, pasir kasar; • wedhi maléla: pasir hitam berkilau; • wedhi kèngser: menari melompat-lompat • wedhung: pisau besar bersarung (pakaian kebesaran istana) • wedhus: kambing, domba; • wedhus prucul: kambing yang tak bertanduk • wedi: takut; • wèdi: nyata, benar, sungguh; • wedi-asih: berbakti, sayang • wedidang: antara lutut dan tapak kaki, betis • wedya: pengetahuan, ilmu • wédya: pengetahuan, ilmu • wédyarini: ajaran kewanitaan; • wédyata: sinar, cahaya; • wédyatama: pengetahuan yang baik • wegah: malas, enggan, tidak mau • wegang: enggan, tak mau • wegig: cerdik, lincah, trampil • wèh: beri • wejag: licin sebab sering dilalui • wejah: obat nebus bagi orang yang habis bersalin • wejang: ajaran, nasihat • wejani: upah kepada dukun • weka: anak • wekan: tahu, mengerti • wekas: 1 akhir; 2 pesan • wekdal: waktu • wektu: waktu, saat • wela: 1 sela, selang, luang, lowong; 2 jelas • welad: sembilu • welagar: terbakar, menjalar • welah: kayuh, pengayuh • welahan: bilahan • welak: kutukan • welan: uang denda karena terlambat membayar • wélan: nampak nyata • welang: 1 jenis ular; 2 belang • welar: lebar, bidang (dada) • welas: belas; • welas arep: kasih sayang; • welas asih: belas kasih • weling: amanat, pesan, saran • welit: 1 belut; 2 belit • wéloh: waluh • welon: tegar hati, kuat pendirian • welug: jagoan, kepala rampok, penjahat besar • welut: belut • wenang: kuasa, berhak • wendéra, wendira: pohon beringin • wéndra: nama ikan laut • wenèh: lagi • wènèh: beri • wenes: bersih mukanya, centil • wenga: terbuka, menganga • wengi: malam • wengis: bengis, kejam • wengkelan: betis • wengku: pangku • wengur: dengu, kancing • wèni: rambut, sanggul • wening: bening; • weninga: mengetahui, mengerti • wentala: tega, sampai hati • wentar: kondang, terkenal • wentara: antara; • sawentara: sementara • wèntèh: jelas, terang • wènten: ada • wènter: wenter, cat • wentis: betis • wéra: lapang, lega • werat: berat • wercita: cacing • werda, werdha: tua • werdaya: hati, perasaan • werdi: makna, arti, maksud • werdu angga: lintas • wereh: buih, busa, mabuk • wereng: wereng, hama padi • werga: warga, anggota • wergul: anjing liar • werhaspati: kamis • weri: pencuri, penjahat • wèri: musuh • werit: buas, susah diatur, susah ditangkap • werjit: cacing • werna: warna, rupa, bentuk • wersa: 1 hujan; 2 tahun • werta: warta, berita; • werti: warta, berita; • wertos: warta, berita • weru: nama pohon • weruh: tahu, mengerti, melihat • werut: mengerut, mengedut • wésa: waisya, golongan pedagang, bercocok tanam • wesana: akhirnya, sehingga, maka • wesi: besi; • wesi aji: senjata (keris, tombak, dll); • wesi bang: besi yang dibakar manyala; • wesi brani: besi berani, besi magnetik • wespada: waspada, hati-hati • westa: nama • wèstu: lestari, sungguh • wèsthi: bahaya, larangan • wéswa: susah, sedih • wésya: waisya, golongan pedagang, petani • wetah: utuh, lengkap, sempurna • wétan: timur • wetara: sementara • weteh: terang, jelas • weteng: perut • wetu: keluar, lahir • wewah: 1 berubah; 2 tambah • wèwèh: memberi, mempersembahkan • wéwéka: hati-hati, waspada • wewer: gulung, gulungan, rol • weweg: tambun, gemuk • wi: 1 ubi, umbi; 2 lebih • wiba: sentausa, kuat • wibawa: wibawa, pengaruh • wibi: bibi • wibisana: bijaksana, sentausa • wibrama: kalut, kacau, bingung, marah • wibuh: kuat, sentausa • wibuti: kemuliaan, kekuasaan • wicaksana: bijaksana; • wicaksuh: bijak, bijaksana; • wicaktala: dasar bumi • wicara: bicara; • wicanten: (ing.) bicara; • wicarita: cerita, lomba bercerita • wicitra: citra, rupa • wida: siksa; • gandawida: wewangian; • tulang rusuk melayang bidadara, dewa; • widadari: bidadari, dewi; • widasari: nama tumbuhan; • widayaka: bidadara, dewa • widada: selamat, sejahtera; • widagda: pintar, mahir • widara: pohon bidara; • widara gepak: nama bentuk rumah; • widaran: nama makanan dan tepung ubi kayu • widhala: kucing • widheng: ketam ranjung • widhungan: anak binatang yang masih dalam kandungan • widi: 1 izin, restu; 2 aturan, takdir; 3 tahu; • hyang widi: Tuhan; • widigraha: tempat semedi, pemujaan • widigda: pintar, ahli • widita: termashur, terkenal • widu: biduan, penyanyi • widura: pandai, bijaksana; • widuri: 1 baiduri, batu permata; 2 nama tumbuhan sejenis kapas • widya: pengetahuan, ilmu; • widyadara: dewa; • widyadari: bidadari, dewi; • widyastuti: pengetahuan tentang doa, berbakti, pujian; • widyatmaka: kilat, cahaya; • widyawati: banyak ilmu dan cantik; • widyuta: petir, kilat, halilintar; • widyutmala: mata petir, kilat • wigar: gagal, kandas • wigati: sungguh, nyata, penting • wigena, wigna: tahu, mengerti, bijaksana • wigih: enggan, malas • wignya: tahu, mengerti, bijaksana; • wignyan: 1 pengetahuan, ilmu; 2 tanda baca dalam huruf Jawa; • wignyana: tulang rusuk melayang, ilmu • wigraha: rumah, wisma • wiguh: segan, enggan • wiguna: berguna, bermanfaat • wigung: berguna, cakap • wihaga: burung • wihang: enggan, segan, tak sudi • wihanggama: burung • wihara: wihasa, tempat semedi; • wihanten: biara, tempat beribadah • wihaya: udara, langit • wihikan: tahu, mengerti • wija: buah • wijah: biasa, umum • wijana: 1 berdasar bangsawan; 2 tempat beribadah • wijang: jelas, terang, paham • wijaya: unggul, menang; • wijayanti: kemenangan, unggul • wiji: biji, bibit • wijil: keluar, lahir; • mijil: 1 lahir; 2 tembang mijil • wijuk: membasuh tangan, kaki • wijung: babi hutan besar • wika: tahu • wikalpa: percakapan, perbincangan • wikan: tahu, mengerti • wikana: entah, tidak tahu • wikara: berubah keadaan • wiki: kuti-kuti • wikrama: menikah, kawin • wiku: pendita, resi, brahmana • wil: raksasa • wilmuka: pimpinan pra raksasa • wilaba: wahyu • wilada: nama tumbuhan • wilah: bagian, belahan • wilaja: hamba sahaya • wilang: hitung; • wilangan: hitungan, bilangan • wilangun: gemar, suka • wilapa: syair sedih, syair keluhan • wilasa: bersenang-senang, menghibur hati, bermain-main • wilasita: bersenang-senang, menghibur hati, bermain-main • wilatikta: Majapahit • wilet: licin, licik, akal bulus • wilis: hijau • wilisan: bilangan, hitungan • wilujeng: selamat, sejahtera • wiluma, wiloma: keliru, gagal • wilwa: buah maja; • wilwatikta: Majapahit • wima: mirip, seperti, menyerupai • wimala: bersih, suci • wimana: kereta, kendaraan; • wimanasara: panah tulang rusuk melayang • wimardana: perang, berperang • wimba: 1 keluar, terbit; 2 tiruan, seperti, serupa • wimbasara: pesuruh, polisi • wimbuh: 1 menambah; 2 gelap pikiran, bingung • wimoha: gelap pikiran, bingung • wimohita: gelap pikiran, bingung • wimurcita: pingsan • winadi: dirahasiakan; • winardi: diberi makna; • winarna: diceritakan • winata: 1 utama; 2 bunga tunjung, teratai • winda: harum, wangi, semerbak • windasa: rusak, musnah • windraya: mulia, bagus • windu: windu, delapan tahun; • windutirta: air endapan • windura: mustika, perhiasan • windya: kenyang, puas • winèh: diberi • wingi: dulu, kemarin • wingit: angker, keramat • wingka: wingko, jenis kue • wingking: belakang • wingkisan: bingkisan • wingsati: 20, dua puluh • wingsilan: buah pelir • wingwang: berbeda, lain • wingwing: kecil, langsing perawakannya • wingwrin: takut, ketakutan • winong: diorangkan, dianggap orang • winor: dicampur, diaduk • winot: dibuat jembatan • wintang: bintang • winter: winter, cat kain • winursita: diajari, dinasihati, diceritakan • wipala: banyak sekali, lebar, luas • wiparita: susah, sedih • wipata: salah, keliru, buruk, jatuh • wipati: celaka • wipra: pendita, pertapa • wipula: banyak sekali, luas, lebar • wira: perwira, pahlawan; • wiraboga: makanan; • wiralalita: nama tembang besar; • wiratara: berani, pemberani; • wira-wiri: mondar-mandir; • wirotama: wira utama, pemberani • wiraga: gerak tubuh • wiraha: pisah, berpisah, bercerai • wirahsa: olah rasa • wirama: berirama • wirandhungan: perlahan-lahan, bimbang, ragu • wirang: malu, mendapat aib • wirangrong: tembang wirangrong • wirasa: dirasakan, isi; • tulang rusuk melayang dirasakan, isi • wiring: biring; • wiring kuning: biring kuning, ayam jantan yang kakinya kuning • wiroda, wirodra: sangat marah, berselisih • wiron: kain lipatan, diwiru • wirong: sedih, susah; • mirong kampuh jingga: memberontak • wirta: marah sekali, bengis, kejam • wiru: 1 wiru, lipatan kain; 2 biru; 3 sarung jagung • wiruda: bertengkar, berkelahi • wiruh: tahu, mengerti • wirun: penengah • wirya: wirya, kedudukan; • wiryawan: kedudukan, pejabat • wis: sudah • wisa: bisa, racun • wisada: obat • wisala: luas, lebar • wisama: kendala, rintangan • wisana: 1 akhir, penghabisan, penutup; 2 cula, tanduk • wisangsaya: tidak dengan hati-hati, tidak khawatir • wisapaha: penawar bisa • wisarga: berhenti, istirahat, penghabisan • wisarja: mengusir, menghalau • wisata: wisata, piknik, rekreasi • wisaya: alat panca indra, maksud • wiséka: nama, gelar • wisésa: kekuasaan, wewenang • wisik: bisik, isyarat gaib • wiskira: itik • wisma: wisma, rumah, tempat peristirahatan; • wismaka: mahkota, topi, tutup kepala; • wismaya: menakjubkan; • tuna wisma: tidak punya rumah • wismreti: sungai • wistara: uraian, cerita • wisthi: 1 halangan, rintangan; 2 pekerjaan • wisudha: wisuda, penobatan • wisuna: suka mengadu, panjang lidah • wisya, wiswa: bisa, racun • wit: pohon • wita: pengetahuan; • witadésa: pindah tempat tinggal, urbanisasi; • witaradya: pengetahuan tentang birokrasi, ilmu pemerintahan; • witaraga: terlepas dari kesenangan duniawi, suci; • witareja: pengetahuan tentang birokrasi, ilmu pemerintahan • witaka: air • witana: bangsal, tempat penghadapan • witing: keturunan darah biru • withangka: kandang merpati • wiwaha: pesta • wiwaksa: berbicara, bertutur; • wiwaksita: berbicara, bertutur • wiwal: lepas, terurai, bercerai • wiwandha: halangan, rintangan, kendala, masalah • wiwang: berbeda, lain • wiwara: pintu, gapura • wiwarjita: hilang musnah, tak ditemukan mayatnya • wiwarna: berwarna • wiwaswan: matahari • wiwéka: hati-hati, waspada, berakal • wiwi: sayap, kepak • wiwing: lemah, lembek • wiwit: mulai, mula-mula • wiwrin: takut, ketakutan • wiwuda: dewa • wiya: alpa, lalai, lengah • wiyadi: sedih, susah • wiyaèr: bertingkah, tulang rusuk melayang, tak mau menurut • wiyaga: pemain, pemukul gamelan • wiyagon: baru, masih baru • wiyagra: harimau • wiyah: biasa, sebarang; • sewiyah-wiyah: sia-sia, sewenang-wenang • wiyak: belah, buka • wiyana: tetap • wiyang: pergi • wiyangga: katak; • wiyanggi: bumbu • wiyar: luas, lebar • wiyara: biara, tempat bertapa • wiyarta: kaya; • wiyarti: pintar • wiyasa: membuat, membangun • wiyat: udara, langit, angkasa • wiyata: pendidikan, pengetahuan, pengajaran • wiyati: udara, langit, angkasa • wiyoga: susah, sedih, pemisahan • wiyos, miyos: keluar, lahir • wlagang: cepat besar, gembur, subur • wlagar: terbakar, kobar • wlaha: telanjang, tidak memakai apa-apa • wlahar: 1 lahan; 2 tanah pecah • wlaka: terbuka, jujur, terus-terang • wlakang: selangkangan, lipat paha • wlangat: liang kubur • wlanjar: janda muda belum beranak • wlija: pedagang • wlikat: tulang berikat • wlingi: sejenis rumput • wlingsang: anjing liar • wlira: belera, alat tenun • wlirang: belirang • wluku: bajak • wungkal: asah • wo: kata seru menyatakan heran, takjub • wod: 1 satu suku kata; 2 jembatan • wodha: menasehati • wodhana: menjagakan • wogan: sangkut, kait • woh: buah • wolu: delapan, 8 • wong: orang, manusia • wongwa: bara api menyala • wonten: ada • wor: campur • wora-wari: bunga sepatu • wos: beras • wot: jembatan • wowog: berambut tebal • wowohan: buah-buahan • wowor: bercampur • wowotan: jalan di jembatan • wradin: merata, tersiar • wragad: ongkos, biaya • wragang: 1 lekas besar; 2 tuak • wragil: bungsu • wrah: ajaran, nasihat • wraha: celeng, babi hutan • wrahas: 1 rejeki; 2 binatang buas sejenis babi hutan • wrahaspati: hari Tulang rusuk melayang • wraksa: pohon • tulang rusuk melayang orang • wrandha: janda • wrangas: anai-anai berwarna merah • wranggana: pesinden • wrangka: warangka, sarung keris • wrasan-wrasan: membicarakan orang lain • wrat: berat, beban • wrata: rata • wratsangka, wratsari: bunga cempaka • wrayang: angin, udara • wré: kera • wrecita: cacing • wreda, wredha: tua • wredaya: hati • wredi: makna, arti • wredu: halus, sabar, rendah hati • wregu: sejenis rotan • wregul: anjing liar • wrehaspati: hari Kamis • wrejit: cacing • wreka: ulat • wreksa: pohon, kayu • wrena: warna • wrenda: janda • wrenget: renget, hama kertas, kutu kayu • wrengkang: tegar hati, keras kepala, sulit diatur • wresaba: sapi, lembu, banteng • wresah: nama tumbuhan • wresni: ipar, biras • wresthi: hujan; • wresthipatha: hujan lebat • tulang rusuk melayang warta, berita • wrin: takut, ketakutan, mengetahui, mengerti • wringin: beringin • wruh: tahu, mengerti • wruju: bungsu • wruyung: asmara, cinta • wuda: telanjang • wudel: pusat • wudhar: lepas, bebas • wugu: nama wuku yang ke-26 • wuh: 1 segan, serba sulit; 2 tambah • wuhaya: buaya • wujang: bujang, jejaka, belum kawin • wujil: kerdil • wukir: gunung, bukit • wuku: 1 wuku; 2 buku • wulakan: jeram, air terjun • wulan: bulan; • nawang wulan: melihat rembulan; • wulandari: rembulan terbit; • wulanjari: bulan terbit; • wulan purnama: bulan purnama; • wulansari: rembulan • wulang: ajaran, saran, nasihat; • wulang wuruk: ajaran, petuah • wulangun: asmara, cinta • wulanjar: janda muda yang belum beranak • wulat: muka, wajah • wuled: liat, alot, kuat • wuli: bulir-bulir padi • wulinga: birahi, suka-ria, asyik • wulu: bulu; • wulu kalong: bulu kalong; • wulu wetu: penghasilan; • wulu sétan: bulu yang tumbuh tulang rusuk melayang • wuluh: wuluh, jenis blimbing; • wuluh gading: bambu gading • wungkal: asah, batu pengasah • wungkuk: bungkuk • wungsu: bungsu • wungu: 1 bangun tidur; 2 ungu • wungwang: sepi, kosong • wungwung: atap puncak bubungan rumah • wuni: 1 bunyi; 2 dulu; • wuninga: mengetahui, mengerti • wuntat: bontot, pantat, belakang • wuntel: bungkus • wuntit: bontot, paling belakang • wuntu: buntu, tak berlanjut • wunuh: bunuh, menewaskan • wunut: nama pohon • wunwunan: ubun-ubun • wur: campuran rokok • wuragil: bungsu • wurandhungan: 1 perlahan-lahan; 2 bimbang, tulang rusuk melayang • wuri: belakang • wurik: hitam berselang-seling putih • wursita, wurcita: ajaran, nasihat • tulang rusuk melayang mabuk; • wuru getih: mabuk darah • wuruh: buih, busa • wuruk: ajaran, nasihat • wurukung: nama hari naas yang ke-7 • wurus: teratur dengan baik, tahu adat • wurwur: nama binatang laut • kawuryan: tampak, kelihatan • wus: sudah; • wusana: akhirnya, sehingga, maka; • wusanten: (ing.) akhir, penghabisan, penutupan; • wusdéné: sedang, padahal • wusu: busar, pemusar, bungkuk (punggung) • wuta: buta • wutah: tumpah; • wutah ati: suka berderma, suka memberi; • wutah getih: tanah kelahiran; • wutah rah: tanah tumpah darah • wutuh: utuh, lengkap, sempurna; • wutuh ayam: sangat utuh, tak ada luka • wutun: tekun, asli • wuwu: penangkap ikan • wuwuh: tambah Y • yadu: keluarga • yaga: penabuh gamelan • yaiku: yaitu • yaksa: raksasa; • yaksi: raksasa perempuan • yakti: sungguh, benar • yakut: mutiara, intan • yama: Batara Yama, sang pencabut nyawa dalam pewayangan • yamani: neraka; • yamaniloka: tempat neraka • yan: kalau, jika • yana: kereta, kendaraan • yanak: anak • yani: sungai • yantra: kendaraan dewa • yapa: puja, puji • yasa: membuat; • yasan: buatan, hasil karya; • yasadarma: ayah • yasih: kasih, asih • yata: yaitulah; • yatanyan: supaya • yati: pendita, biksu; • tulang rusuk melayang pendita yang termasyur; • yatiwara: pendita yang termasyur • yatma, yatmaka: nyawa, ruh • yatna: hati-hati, waspada • yatra: arta, uang • yawa: luar, di luar • yawat: meskipun begitu • yayah: seperti, ibarat; • yayah réna: bapak ibu; • yayah wibi: bapak ibu • yayan: umpama, seperti • yayi: adik • yeksa, yeksi: raksasa • yekti: sungguh; • yektos: (ing.) sungguh benar • yitma: nyawa • yitna: hati-hati, waspada; • yitna yuwana: yang berhati-hati akan selamat • yoda, yodha: perang, prajurit • yoga: 1 jaman; 2 anak; 3 meditasi • yogi: pendita; • yogiswara: pendita termasyhur • yogya: baik, pantas • yojana: 1 penglihatan; 2 ukuran, panjang jalan • yoni: kekuatan gaib, sakti • yuda: perang • yudhaka: tentara, prajurit • yuga: 1 jaman; 2 anak; 3 meditasi • yugala: istri, suami • yugya: baik, indah • yujana: ukuran panjang jalan • yukti: sesungguhnya, nyata • yumana: selamat sejahtera • yungyun: asmara, cinta • yuswa: umur • yuta: juta • yutun: asli, sederhana • yuti: baik, selamat • yuwana: selamat, muda • yuwaraja: putra mahkota • yuwati: gadis, perawan Sumber ALANG ALANG KUMITIR “Mulat Sarira Tansah Eling lan Waspada” KAMUS SANSEKERTA – INDONESIA Oleh: Dr.

Purwadi, M.Hum Eko Priyo Purnomo, SIP • https://alangalangkumitir.wordpress.com/kamus-sansekerta-indonesia Lihat pula • Indeks:Bahasa Jawa • Indeks:Aksara Jawa • Lampiran:Daftar Swadesh bahasa Jawa • Lampiran:Kamus bahasa Jawa – bahasa Inggris • Lampiran:Kamus bahasa Jawa – bahasa Indonesia • Lampiran:Kamus bahasa Indonesia – bahasa Jawa Tambah pranala • Halaman ini terakhir diubah pada 12 Januari 2021, pukul 20.26.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wiktionary • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 1.7.

Sebarkan ini: Aves adalah hewan yang terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan perkecualian pada beberapa jenis yang dikelompokkan dalam aves/burung primitif. Tubuhnya ditutupi oleh bulu kecuali pada beberapa bagian tubuh.

Bulu-bulu tersebut tersusun sedemikian rupa sehingga mampu menolak air dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. Aves memiliki tulang yang ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap kuat menopang tubuh.Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat perlekatan otot-otot terbang yang kuat.Berkerabat dengan reptil.Bersama keluarga buaya, burung tulang rusuk melayang kelompok yang disebut Archosauria.

Diduga burung berkembang dari sejenis reptil. Untuk saat ini, mayoritas peneliti menganggap burung berkembang dari dinosaurus theropod yang berkembang di era mesozoic. Sebagian kecil ilmuwan berpandangan burung berevolusi dari dinosaurus yang lebih tua lagi.Fosil burung tertua yang ditemukan (bukan burung pertama) saat ini adalah Archaeopteryx, khususnya Archaeopteryx lithographica, yang ditemukan di tahun 1861, hanya dua tahun setelah Darwin mempublikasikan On the Origin of Species.Sejauh ini telah ditemukan sedikitnya 8 spesimen Archaeopteryx, termasuk satu fosil bulu, dan semua itu diidentifikasi dalam beberapa spesies berbeda.Teori evolusi burung sendiri amat terbantu oleh temuan-temuan baru fosil di China sejak tahun 1990 (Sukiya, 2003).

Archaeopteryx memiliki ciri reptil seperti kaki yang panjang, 3 jari dengan cakar, dagu dan gigi seperti dinosaurus theropod kecil, serta ekor memanjang dari tulang ekor seperti milik dinosaurus kecil. Di sisi lain, Archaeopteryx juga memiliki sayap untuk terbang dan bulu seperti burung. Karena alasan inilah, ilmuwan umumnya menganggap Archaeopteryx sebagai burung yang memiliki ciri dinosaurus kecil.Salah satu perbedaan mendasar antara Archaeopteryx dengan burung adalah Archaeopteryx tidak memiliki paruh, melainkan rahang yang dipenuhi gigi-gigi kecil.Salah satu fitur burung yang dimiliki Archaeopteryx adalah bulu, dan awalnya ini dianggap fitur khusus yang hanya dimiliki burung.

Namun belakangan telah ditemukan dinosaurus yang juga memiliki bulu, yakni Protoarchaeopteryx robusta dan Caudipteryx zoui, dan keduanya tak digolongkan sebagai burung.Begitu juga temuan pada Pedopenna, serta genus Microraptor, yang memiliki bulu pada lengan, ekor, serta kaki, membuatnya dijuluki dinosaurus bersayap empat ( four winged dinosaur).Juga temuan-temuan terbaru kemudian.

Temuan tersebut mengindikasikan bulu telah berkembang pada threropod sebelum burung. Untuk apa fungsi bulu bagi mereka, masih belum diketahui. Apakah untuk melayang lebih lama, melayang lebih tinggi, untuk menghangatkan diri, atau mungkin menarik perhatian pasangan. Dengan kata lain, fitur bulu tidak lagi eklusif sebagai fitur milik burung.

Ciri lain seperti tulang berongga juga telah ditemukan pada dinosaurus, dan bukan eklusif dimiliki burung semata (Sukiya, 2003). Burung harus memenuhi persyaratan struktural ketat jika mereka tinggal di udara.Semua adaptasi khusus ditemukan pada burung terbang berkontribusi dua hal yaitu lebih banyak kekuatan daripada berat badan. Mereka harus makan sendiri dan mengubah makanan menjadi bahan bakar energi tinggi, menghindari predator, mampu memperbaiki luka sendiri serta mampu menyesuaikan dengan kondisi diri ketika terlalu panas atau terlalu dingin dan mereka harus memperbanyak diri sehingga diperlukan adanya adaptasi dari struktur dan fungsi burung (Hickman et all, 2002).

Struktur Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari epidermal tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik.Secara embriologis bulu aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis. Dasar bulu itu melekuk ke dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk bulu.Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses pengeringan pada perkembangan selanjutnya (Jasin, 1984).

Burung memiliki struktur tulang yang beradaptasi untuk terbang. Adaptasi tulang burung adalah sebagai berikut: Burung memiliki paruh yang lebih ringan dibandingkan rahang dan gigi pada hewan mamalia.Burung memiliki sternum (tulang dada) yang pipih dan luas,berguna sebagai tempat pelekatan otot terbang yang luas.

tulang rusuk melayang

Tulang-tulang burung berongga dan ringan .Tulang-tulang tersebut sangat kuat karena memiliki struktur bersilang. Sayap tersusun dari tulang-tulang yang lebih sedikit tulang rusuk melayang tulang-tulang pada tangan manusia.Hal ini berfungsi untuk mengurangi berat terutama ketika burung terbang. Tulang belakang bergabung untuk memberi bentuk rangka yang padat,terutama ketika mengepakkan sayap pada saat terbang.

Burung juga memiliki tulang-tulang yang khas yang sesuai untuk terbang. Anggota depan berubah fungsi menjadi sayap.Tulang dan dada membesar dan memipih sebagai tempat melekatnya otot-otot dan sayap (Sukiya, 2003). Banyak ciri burung merupakan adaptasi yang memfasilitasi kemampuan terbang, termasuk modifikasi peringan-tubuh yang menjadikan terbang lebih efisien.Misalnya, burung tidak memiliki kandung kemih dan betina dari kebanyakan spesies burung hanya memiliki satu ovarium. Gonad betina maupun jantan biasanya berukuran kecil, kecuali pada saat musim kawin, saat ukuran gonad membesar.

Burung yang masih ada juga tidak memiliki gigi, adaptasi yang memangkas bobot kepala (Campbell, 2012). Baca Juga : Pengertian Mata Karakteristik Aves • Karakteristik dari kelas aves, sebagai berikut : • Tubuh biasanya berbentuk spindle, dengan empat divisi : tulang rusuk melayang, leher, batang, dan ekor, leher proporsional panjang untuk menyeimbangkan dan mengumpulkan makanan.

• Tungkai dipasangkan dengan lengan depan biasanya dimodifikasi untuk terbang, posterior pasangan berbagai diadaptasi untuk bertengger, berjalan, dan berenang, kaki dengan empat jari kaki (dua atau tiga jari kaki di beberapa). • Epidermal meliputi bulu dan sisik kaki, integumen tipis terdiri dari epidermis dan dermis, tidak ada keringat kelenjar, minyak atau kelenjar bersolek di pangkal ekor, pinna dari telinga belum sempurna.

• Kerangka Sepenuhnya kaku dengan rongga udara, tengkorak tulang menyatu dengan satu oksipital kondilus, masing-masing rahang ditutupi dengan selubung horny, membentuk paruh, tidak gigi, ribs dengan penguatan proses, ekor tidak memanjangkan, sternum berkembang dengan baik dengan keel atau dikurangi tanpa lunas, tulang tunggal di telinga tengah.

• Sistem saraf berkembang dengan baik, dengan otak dan 12 pasang saraf kranial. • Tulang rusuk melayang Peredaran Darah jantung empat bilik, dengan sel darah merah berinti. • Endotermik. • Respirasi oleh paru-paru sedikit berekspansi, dengan tipis kantung udara di antara organ visceral dan kerangka, syrinx (kotak suara) dekat persimpangan trakea dan bronkus.

• Sistem ekskresi ginjal metanephric, ureter membuka ke kloaka dan tidak memilik kandung kemih, urine setengah padat. • Jenis kelamin terpisah, testis dipasangkan, dengan vas deferens membuka ke kloaka sedangkan pada betina dengan ovarium kiridan saluran telur saja.

Fertilisasi internal (Hickman et all, 2002). Sistem Pencernaan Aves Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan pada burung terdiri atas: • Paruh: merupakan modifikasi dari gigi. • Rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk.

• Faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat. • Lambung terdiri atas: • Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.

• Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai ” hen’s teeth”, • Intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka. • Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum. • Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas.

Baca Juga : Tulang rusuk melayang Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu. Terbang merupakan memerlukan sejumlah besar kekuatan. Karena itulah burung memiliki perbandingan jaringan otot terhadap massa tubuh yang terbesar daripada semua makhluk.

Metabolisme tubuhnya juga sesuai dengan kekuatan otot yang tinggi. Rata-rata, metabolisme tubuh suatu makhluk berlipat dua kali sewaktu suhu tulang rusuk melayang meningkat sebesar 50°F (10°C).

Suhu tubuh burung gereja yang sebesar 108°F (42°C) serta suhu tubuh burung murai (Turdus pilaris) setinggi 109,4°F (43,5°C) menunjukkan betapa cepat kerja metabolisme tubuh mereka.

Suhu tubuh yang tinggi seperti itu, yang dapat membunuh makhluk darat, justru sangat penting bagi burung untuk bertahan hidup dengan meningkatkan penggunaan energi, dan, karena itu pula, kekuatannya. Hubungan dengan Manusia Burung berperan dalam proses penyerbukan beberapa jenis tumbuhan. Dan selain itu daging dan telur burung merupakan sumber lemak dan protein yang di butuhkan manusia.

Keindahan kicau dan warna jenis burung tertentu menyebabkan manusia tertarik untuk memeliharanya. Dahulu, bulu burung cendrawasih dijadikan sebagai hiasan oleh kepala suku-suku masyarakat di papua. Begitu juga, kemampuan terbang beberapa jenis burung misalnya merpati dimanfaatka sebagai bentuk hiburan atau kegiatan yang di perlombakan. Dan sejak jaman dulu burung telah digunakan manusia untuk berbagai kebutuhan. Burung-burng pemeliharaan seperti, ayam, itik, bebek, kalkun,angsa dan puyuh.

Burung-buring kecil membantu dalam membasmi hama serangga pada tanaman dan ada juga burung yang berukuran besar seperti elang dan burung hantu menjaddi preator bagi tikus sawah. Selain memberi manfaat pada manusia tap juga ada yang merugikan.

dan beberapa jenis burung memajan biji-bijian, tabaman mudadan buah-buahan yang sengaja ditanam oleh manusiaselain itu burung juga bias menjadi vector penyakit seperti penyakit flu burung. Keanekaragaman Aves di Indonesia Indonesia sebagai negara yang berada di wilayah tropis termasuk negara yang mempunyai keanekaragaman fauna.

Salah satu jenis fauna yang sangat beranekaragam tersebut adalah burung.

tulang rusuk melayang

Di Indonesia terdapat sekitar 1.500 jenis burung (Yulianto, 2009: 1). Dalam Primack (1998), disebutkan tulang rusuk melayang Negara Terbesar dengan jumlah spesies burung tertinggi: Tabel.

Peringkat Negara dengan spesies burung tertinggi DBI No. 2 mendaftar 1598 spesies burung yang dapat ditemukan di wilayah Indonesia (Tabel 2). Jumlah tersebut, menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara nomor empat di dunia terkaya akan jumlah spesies burungnya setelah Columbia, Peru, dan Brazil. Dari jumlah tersebut, 372 (23,28%) spesies di antaranya adalah spesies burung endemik dan 149 (9,32%) spesies adalah burung migran.

Sangat disayangkan bahwa di Indonesia tercatat 118 (7,38%) spesies burung yang dikatagorikan sebagai spesies yang terancam punah dalam IUCN Red List (Sukmantoro, dkk, 2007). Tabel 2.2: Daftar Burung Indonesia (Sukmantoro, dkk, 2007) Baca Juga : Gambar Gigi Sedangkan dalam Ayat (2011: 1), sebanyak 9.040 jenis burung tercatat di dunia, 1.531 jenis diantaranya terdapat di Indonesia dengan 397 jenis (26%) endemik (Sulistyadi, 2010: tulang rusuk melayang.

Di Sumatera terdapat 583 jenis burung dengan 438 jenis (75%) merupakan jenis yang berbiak di Sumatera. Jumlah ini meningkat menjadi 626 dan 450 jika digabungkan dengan jenis-jenis lain yang mendiami pulau-pulau kecil di sepanjang pantai Sumatera. Dua belas jenis dari jenis burung di atas merupakan jenis burung yang endemik di dataran Sumatera.Diantara pulau-pulau lainnya di Indonesia, pulau Sumatera merupakan pulau dengan tingkat keanekaragaman burung paling rendah diantara pulau-pulau di Indonesia.

Hal ini berkaitan dengan sejarageologis pemisahannya dari dataran Asia. Banyak burung tropis mempunyai warna bulu yang cerah dan indah. Hal ini disebabkan karena mereka harus menonjolkan diri dari keadaan sekelilingnya agar dapat menarik perhatian pasangannya (Ardley, 1974: 33).

Adapun wilayah AviFauna di Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut: Klasifikasi dan Ordo-ordo TerbesarAves di Dunia beserta Contoh Aves Endemik di Indonesia Klasifikasi Aves menurut (Radiopoetro, 1996) Kigdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Aves Ordo : Columbiformes Famili : Columbidae Genus : Columba Spesies : Columba livia Hanya ada 4 kelompok hewan yang memiliki kemampuan terbang, diantaranya: insekta, pterosaurus, burung, dan kelelawar. Pterosaurus, si reptil terbang berkembang dari selama 130 juta tahun sebelum akhirnya punah.

Baca Juga : Sel Saraf Klasifikasi Aves terdiri dari 2 subkelas yatu yaitu Archaeornithes, burung bergigi, telah punah dan Neornithes.Saat ini, aves paling sukses dan memiliki keanekaragaman yang melimpah, yakni 28 ordo yang mencakup 166 famili dan sekitar 8800 spesies.

Berikut ordo mayor dalam kelas aves: • Passeriformes. Terdapat 5276 spesies (ordo tulang rusuk melayang dari burung; mencakup 60% dari semua spesies).Ordo ini mencakup mockingbirds, gagak, burung gereja.Karakter kunci dari ordi ini adalah burung bernyanyi, dimana memiliki perkembangan organ vokal dengan baik, kaki bertengger, burung muda sangat tergantung pada induknya.

• Apodiformes. Jumlah spesies ordo ini adalah 428.Disebut penerbang cepat dengan karakteristik kaki pendek, tubuh kecil, kepakan sayap cepat.Contohnya adalah burung kolibri. • Pociformes. Jumlah spesies adalah 383. Disebut sebagai woodpeckers dengan karaktersitik kaki penggenggam, paruh tajam yang dapat mematuk kayu.

Contohnya adalah toucans • Psittaciformes. Jumlah spesies adalah 340.Karakteristik yakni tubuh besar, paruh kuat untuk memecah biji-bijian, mengalami perkembangan organ vokal dengan baik.Contohnya adalah burung kakak tua, beo, nuri. • Charadriiformes. Jumlah spesies 331.Disebut senagai burung pantai dengan karakteristik bentuk tulang rusuk melayang panjang, diantara jari-jari kakai (belakang) kebanyakan ada selaput renang, tungkai belakang panjang, sayap kuat, dan paruh rampng.

Contohnya adalah burung camar,serindit, burung lori. • Columbiformes. Jumlah spesies adalah 303.Karaktersitik adalah kaki bertengger, tubuh bulat dan gemuk.Contohnya adalah tulang rusuk melayang merpati, burung dara. • Falconiformes. Jumlah spesies adalah 288.Karakteristiknya adalah paruh bagian atas pada pucuknya tajam dan melengkung ke bawah, dengan pangkal terdapat cera, karnivora, aktif di siang hari.Contohnya adalah elang, falcon, pemakan bangkai.

• Galliformes. Jumlah spesies adalah 268.Golongan ayam, dengan karakteristik kemampuan terbang yang terbatas, tubuh bulat.Contohnya adalah ayam, burung puyuh, ayam pegar, dan burung belibis. • Gruiformes. Jumlah spesies 209.Disebut burung rawa dengan karakteristik tubuh panjang, bentuk tubuh beranekaragam, penghuni rawa.Contohnya adalah burung mandar, burung peruk.

• Anseriformes. Jumlah spesies 150.Karaktersitik yakni paruh lebar, kaki berselaput.Contohnya bebek dan angsa. • Strigiformes. Jumlah spesies 146.Ordo ini mencakup golongan burung hantu.Karaktersitik adalah burung noktrunal, paruh kuat, dan kaki kuat.

• Ciconiiformes. Jumlah spesies adalah 114.Karaktersitik adalah kaki panjang, tubuh besar.Contohnya adalah bangau. • Procellariformes. Jumlah spesies adala 104.Disebut juga burung laut dengan karakterstik bentuk paruh silindris, mamou terbang dalam periode lama.Contohnya adalah burung laut dan elang laut. • Spenisciformes. Jumlah spesies adalah 18.Merupakan golongan pinguin. Hidup di laut, sayap termodifikasi untuk berenang, anya ditemukan di belahan bumu selatan.

• Dinornithiformes. Jumlah spesies hanya 2. Spesies ordo ini adalah kiwis dengan karajteristik tidak bisa terbang, tulang rusuk melayang, primitif, endemik di new zealand.

• Struthioniformes. Hanya ada satu spesies yakni burung unta.Karaktersitik burung unta adalah kaki kuat untuk berlati, tidak mampu terbang, hanya memiliki 2 jari kaki, sangat besar. Baca Juga : Protista Berikut contoh-contoh spesies burung endemic Indonesia: • Celepuk Siau ( Otus siaoensis) Celepuk Siau adalah salah satu burung hantu dari jenis Strigidae. Burung ini merupakan burung yang hampir punah, burung Celepuk Siau yang mempunyai nama ilmiah Otus Siaoensis ini berhabitat di daerah Pulau Siau, Sulawesi Utara (Ridwan,2012).

• Celepuk Siau ( Colluricincla sanghirensis) Anis-bentet Sangihe ( Colluricincla sanghirensis) adalah spesies burung dari tulang rusuk melayang Colluricinclidae.Anis-bentet Sangihe merupakan hewan endemik Indonesia. Anis-bentet Sangihe memiliki habitat di kawasan Hutan pegunungan dengan iklim subtropik atau tropis lembap.Hewan ini termasuk hewan yang terancam, karena kehilangan habitat.

Burung ini terdistribusi di Pulau Sulawesi (Ridwan,2012). • Elang Flores ( Spizaetus floris) Elang Flores ( Spizaetus floris) merupakan salah satu jenis raptor (burung pemangsa) endemik yang dipunyai Indonesia. Sayangnya elang flores yang merupakan burung pemangsa endemik flores (Nusa Tenggara) ini kini menjadi raptor yang paling terancam punah lantaran populasinya diperkirakan tidak melebihi 250 ekor sehingga masuk dalam daftar merah (IUCN Redlist) sebagai hewan yang sangat terancam punah (Kritis).

Ciri-ciri. Burung elang flores mempunyai ukuran tubuh yang sedang, dengan tubuh dewasa berukuran sekitar 55 cm. pada bagian kepala berbulu putih dan terkadang mempunyai garis-garis berwarna coklat pada bagian mahkota.Elang flores merupakan raptor (burung pemangsa) endemik Nusa Tenggara yang hanya dapat ditemukan di pulau Flores, Sumbawa, Lombok, Satonda, Paloe, Komodo, dan Rinca(Ridwan,2012).

• Gagak Banggai ( Corvus unicolor) Gagak Banggaiatau Corvus unicolor, adalah anggota dari gagak dari famili Banggai di Indonesia.Gagak ini terdaftar sebagai Spesies Kritis oleh IUCN dan pernah dianggap punah, namun akhirnya ditemukan kembali pada survei di Pulau Peleng pada 2007/2008. Gagak Banggai merupakan gagak yang berukuran sedang dengan panjang 39 cm dan benar-benar hitam dengan iris mata yang gelap dan ekor pendek. Penurunan populasi gagak Banggai disebabkan karena hilangnya habitat dan degradasi seperti pertanian dan ekstrasi.

Gagak ini terdistribusi hanya diwilayah Sulawesi (Ridwan,2012). Baca Juga : Bentuk Tulang DAFTAR PUSTAKA Campbel Neil, B. Reece Jane, G.

Mitchell Lawrence. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid II.Jakarta: Erlangga. Kurniati tuti. Dkk. 2009. Zoologi Vertebrata. Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN SGD BANDUNG. Soemadji, dkk. 1994. Zoologi. Jakarta :Departemen dan Kebudayaan. Sudjadi bagod, laila siti. 2006. Biologi Sains Dan Kehidupan. Surabaya: Yudhistira. Sukiya. 2003.

Biologi Vertebrata. Jurusan Biologi FMIPA UNY Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi Ditag 5 contoh hewan amfibi, amphibia adalah, anatomi aves, apa alat gerak kelompok mamalia, apa itu pisces, apa yang dimaksud dengan pisces, apakah ayam termasuk aves, apakah itik termasuk hewan aves, apakah kelelawar termasuk aves, aves pdf, aves ppt, ayam termasuk aves, bahasa latin burung pleci, cara bergerak burung, cara hidup aves, cara reproduksi burung elang, ciri ciri aves brainly, ciri ciri habitat burung, ciri ciri hewan amphibi, ciri ciri hewan amphibia, ciri ciri hewan pisces, ciri ciri khusus burung, ciri ciri mamalia dan contohnya, ciri khusus aves, ciri umum contoh dan manfaat mamalia, contoh gambar hewan aves, contoh gambar mamalia, contoh hewan aves, contoh hewan aves beserta nama latinnya, contoh hewan aves brainly, contoh hewan aves dan klasifikasinya, contoh hewan mamalia brainly, contoh hewan mamalia dan nama latinnya, contoh hewan pisces brainly, download power point biologi tentang aves, gambar amphibia, gambar aves, gambar hewan aves, habitat burung brainly, habitat mamalia, jurnal aves pdf, jurnal sistem reproduksi aves, klasifikasi burung tulang rusuk melayang, kunci determinasi kelas aves, laporan aves, makalah aves, makalah evolusi aves, manfaat aves, manfaat aves dalam bidang ekonomi, manfaat burung bagi manusia, materi mamalia, morfologi aves, ordo aves, palaeognathae adalah, pengertian aves menurut para ahli, pengertian mamalia dan contohnya, ppt aves, ppt evolusi aves, sebutkan 5 contoh hewan reptil, sebutkan hewan pisces, sebutkan hewan yang termasuk dalam kategori aves, sebutkan tulang yang menyusun kerangka katak, siklus hidup aves, sistem reproduksi aves pdf, sistem urogenital pada aves, taksonomi aves Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Tulang rusuk melayang Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com

Materi Tema 1 Sistem rangka manusia 11 Agustus 2020




2022 www.videocon.com