Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Beberapa nelayan yang menggunakan perahu berhasil ditangkap oleh gabungan aparat keamanan (TNI dan Polri) di tengah laut. Mereka sengaja akan menyelun … dupkan bahan bakar sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani ke negara tetangga. Contoh kasus tersebut merupakan bentuk.

A. Gangguan keamanan laut B. Kejahatan lintas negara C. Ancaman terorisme D. Gerakan separatis 26. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini. 1) Pemerintah daerah merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. 2) Pemerintah daerah hanya … bagian dari pelaksana penyelenggara pemerintahan pusat. 3) Pemerintah daerah leluasa dalam melaksanakan kekuasaan yang dilimpahkannya. 4) Pembangunan lebih merata ke pelosok daerah.

5) Pendapatan daerah disetor ke pusat hingga 80%. Jawaban yang tepat dari hubungan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah pada masa Orde baru adalah​ Ketika keluarga sering ribut atau sering terjadi KDRT, maka anak akan merasa bahwa kekerasan adalah bagian dari dirinya.

Maka wajar jika anak-anak yan … g sudah biasa hidup di lingkungan yang penuh dengan kekerasan akan juga melakukan kekerasan seperti contohnya tawuran. Ia akan merasa bahwa kekerasan adalah hal yang wajar dilakukan oleh seseorang. Maka dalam teori belajar dan moral, anak tersebut adalah hasil belajar dari…. a. trial and error learning, b. Imitation dan modeling. c. identification d. Jawaban a, b dan c salah Suruh analisis, PT Intan Pariwara didirikan pada tahun 1984 dan merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan buku-buku pelajaran … mulai tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Negeri, dan buku-buku umum, seperti buku-buku cerita, buku olahraga, buku kesenian, dan lain sebagainya.Dalam menjalankan proses bisnisnya, PT Intan Pariwara tidak lepas dari visi dan misinya.

Visi PT Intan Pariwara adalah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyediakan sarana pendidikan yang bermutu. Misi PT Intan Pariwara adalah menciptakan sarana ilmu pengetahuan dengan harga terjangkau.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

PT Intan Pariwara juga memiliki kredo atau slogan ”Mari Bersama Intan Pariwara Mencerdaskan Bangsa”. Di dalam menjalankan bisnisnya, PT Intan Pariwara dipimpin oleh seorang Direktur. Direktur membawahi Manajer. Di dalam struktur organisasi terdapat tiga macam unsur bisnis yaitu bisnis support, bisnis akselerasi dan bisnis operasional. Yang terlibat pada bisnis operasional antara lain nasional sales manajer, regional manajer, sales manajer, pimpinan perwakilan, staf finance, koordinator pos, staf gudang dan kepala seksi jenjang TK hingga SMA.

Yang terlibat pada bisnis akselerasi antara lain bagian finance, pembukuan, pajak dan IT. Sedangkan yang terlibat pada bisnis support antara lain bagian HRD, General Affair dan PR. Analisislah lingkungan umum dan lingkungan khusus dari organisasi atau perusahaan tersebut di atas!

Kristen. Namun, seperti yang ditanyakan oleh Kleden di atas, seberapa jauh orang Kristen telah mempraktikkan hak asasi manusia di dalam lingkungannya sendiri? Dengan kata lain, gereja dan orang Kristen semestinya tidak hanya menuntut supaya diperlakukan dengan adil, diakui hak-hak asasinya sebagai manusia, tetapi juga memberlakukan hal yang sama kepada orang lain, kepada sesaman­ ya.

Seperti yang dikatakan oleh Yesus sendiri: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 7:12).

E. Bagaimana dengan Gereja Kita Sendiri? Berdasarkan bekal pertanyaan-pertanyaan Kleden, orang kristen harus bertanya, apakah ia telah memperlakukan orang lain sebagai sesamanya manu­sia dengan layak? Apakah ia telah memperlakukan pembantu rumah tangganya secara manusiawi? Sebagai majikan Kristen, apakah ia telah menggaji karya­wann­ ya secara manusiawi dan memberlakukan praktik kerja yang manusiawi?

Apakah pengusaha Kristen telah memperlakukan buruh- buruhnya dengan baik dengan mengakui hak-haknya dan bukan malah mengeksploitasi tenaganya serta memperlakukannya hanya sebagai alat produksi semata-mata? Di gereja, kita perlu bertanya bagaimana pola hubungan kerja antara pemimpin gereja dengan karyawannya. Apakah gereja telah memperlakukan mereka secara manusiawi?

Apakah pemimpin gereja membimbing pendeta- pendeta muda dan calon-calon pendeta sebagaimana mestinya atau malah mengeksploitasinya? Apakah di gereja terjadi pelecehan secara manusiawi sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani secara seksual antara atasan dengan bawahan? Dalam hubungan gereja dan orang Kristen dengan sesamanya yang berbeda keyakinan, apakah telah terbangun hubungan yang saling memanusia­kan?

Apakah gereja dan orang Kristen cenderung memperjuangkan hak-haknya semata dan tidak peduli ketika orang yang beragama lain kehilangan hak- haknya? Kamu mungkin pernah mendengar berita-berita tentang TKW yang gajinya tidak dibayar, atau bahkan sampai menderita karena disiksa oleh majikannya. Pernahkah kamu mendengar orang Kristen atau gereja bersuara dan bertindak membela mereka? Beberapa waktu yang lalu juga muncul berita-berita di berbagai media massa tentang pelecehan seksual oleh banyak rohaniwan kepada anak-anak kecil (pedofilia) di sejumlah negara di Eropa dan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 41 Amerika Serikat.

Bukan mustahil masalah seperti itu juga terjadi di kalangan gereja-gereja di Indonesia. Bukan hanya pedofilia tetapi juga berbagai bentuk pelecehan seksual lainnya. Tindakan-tindakan seperti itu jelas tidak dapat dibenarkan bahkan harus dikenai sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani yang tegas. Masalahnya, apakah gereja sudah mengambil tindakan-tindakan tegas terhadap kelakuan-kelakuan seperti itu? Dalam sebuah acara gerejawi di Bandung pada tahun 2006, seorang tokoh Kristen yang juga adalah tokoh hak asasi manusia di Indonesia, mengemukakan pikiran kritisnya tentang peranan gereja-gereja Indonesia di bidang hak asasi manusia dan demokrasi, seperti yang diungkapkan salah satu tokoh HAM di Indonesia, yaitu Asmara Nababan.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Kesadaran orang Kristen atau gereja di bidang hak asasi manusia semakin meningkat seiring dengan terjadinya peristiwa-peristiwa yang dianggap merugikan mereka–mungkin maksudnya: peristiwa Situbondo, Ambon, Poso, Ternate, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan hak asasi manusia belum sepenuhnya dihayati. Sesuai dengan panggilan gereja sebagai orang-orang yang sudah ditebus dan dimerdekakan, semestinya mereka menjadi pelopor dan penggerak bagi penegakan hak asasi manusia dan demokrasi.

Sebelum tahun 1998 hak asasi manusia dan demokrasi belum menjadi prioritas, buktinya belum terakomodasi dalam konstitusi. Gerakan reformasi tahun 1998 telah membangunkan pemerintah dari tidur yang panjang untuk serius menyikapi penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Berbagai produk hukum yang melindungi hak asasi manusia diakomodir dalam konstitusi.

Sampai pada tahap ini pun gereja belum menunjukkan sikap yang berarti bahkan gereja cenderung diam. F. Apa yang Harus Dilakukan? Puisi “Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia” pada pembukaan pelajaran ini menggambarkan betapa rakyat kecil dan kaum lemah lainnya di negeri ini sering diperlakukan dengan sewenang-wenang, sehingga dalam keputusasaan akhirnya mereka pun ikut merampok.

Mengapa terjadi pemerkosaan? Mengapa mereka dibunuh? Apa yang terjadi selama ini? Apakah gereja sudah melakukan tugas- tugasnya seperti yang telah dibahas di bagian sebelumnya? Tampaknya ada beberapa pola partisipasi gereja dalam perjuangan demi keadilan dan kebenaran.

Misalnya: 42 Kelas XII SMA/SMK 1. Gereja paham bahwa ia mempunyai tugas dan panggilan untuk bersaksi, bersekutu, dan melayani.

Namun, pelayanan gereja hanya terbatas kepada hal-hal yang karitatif saja, tidak menggali ke akar persoalannya karena berbagai alasan. Mungkin karena gereja tidak mengerti analisis sosial.

Atau gereja takut melakukannya apabila di balik semua itu ada penguasa yang mau berbuat apa saja untuk mempertahankan kedudukannya. 2. Gereja melakukan pelayanan rohani saja karena untuk pelayanan sosial bukankah sudah ada Kementerian Sosial dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat?

Penyebab utama dari pemikiran ini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jasmani, dengan tubuh manusia dan bukan jiwanya, dianggap remeh, rendah, dan duniawi. 3. Gereja paham akan panggilannya untuk membela orang miskin dan tertindas. Akan tetapi, khawatir karena jumlah orang Kristen sangat sedikit. Bagaimana kalau nanti gereja dan orang Kristen ditindas? 4. Gereja terjebak pada praktik-praktik politik praktis.

Ketika gereja aktif dalam kegiatan membela rakyat miskin, gereja malah aktif mendukung partai politik tertentu, berkampanye untuk calon-calon tertentu. Keadaan seperti ini dapat berbahaya bagi gereja. Gereja dapat menutup mata ketika pihak yang didukungnya melakukan hal-hal yang negatif, seperti korupsi, membohongi rakyat dengan janji-janji kosong, atau bahkan merampas hak-hak rakyat baik secara halus maupun terang-terangan.

Masalah lainnya ialah gereja terkooptasi dengan suatu kekuatan politik tertentu. Bila kekuatan itu korup, gereja pun dituduh korup. Posisi seperti ini akan mempesulit gereja dalam menyuarakan suara kenabiannya. Beberapa pemaparan di atas kiranya memotivasi kamu sebagai remaja Kristen untuk merenungkan makna hidup sebagai orang beriman. Apakah yang harus dilakukan gereja dan orang Kristen dalam menghadapi isu-isu di atas. Di berbagai tempat di dunia kita menyaksikan tokoh-tokoh gereja yang ikut turun memperjuangkan ditegakkannya hak asasi manusia.

Misalnya, Pdt. Dr. Martin Luther King, Jr. dari Amerika Serikat, Uskup Desmond Tutu dari Afrika Selatan, Kim Dae Jung dari Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani Selatan yang pernah menjabat presiden negara itu.

Dari Indonesia ada Dr. Yap Thiam Hien, Pdt. Rinaldy Damanik dari Poso, Sulawesi Tengah, Ibu Yosepha Alomang atau Mama Yosepha, dari Papua, Ibu Ade Sitompul dari Jakarta, dan lain-lain. Cobalah cari informasi lebih jauh di surat kabar atau internet tentang tokoh-tokoh ini! Bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah kamu merasa tergerak atau terpanggil untuk ikut serta di dalam perjuangan seperti tokoh-tokoh di Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 43 atas?

Tentu saja kamu tidak perlu dan tidak mungkin menjadi sama persis dengan tokoh-tokoh tadi. Mulailah dengan hal yang paling sederhana: berani berkata benar dan bersikap benar serta jujur. Berani membela kebenaran dan bukan membela orang. Konsekuensinya, sekali pun seseorang itu teman atau sahabatmu, tetapi jika dia melakukan kesalahan, kamu mampu mengatakan padanya bahwa ia salah. Tidak mudah melakukannya, tetapi belajarlah untuk mencoba. G. Dialog Mengenai Kesadaran HAM Lakukan dialog di depan sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani bersama dua orang temanmu mengenai sikap remaja Kristen terhadap hak asasi manusia sesuai dengan pengetahuan dan pengalamanmu.

Contoh percakapan: Remaja 1 : Hai, kawan, tadi kami baru melakukan jalan kaki ke kantor DPRD lho! Remaja 2 : Oh ya? Ada apa? Remaja 1 : Wah, kamu tidak tahu ya? Kan ada para pedagang kaki lima yang gerobaknya diambil lalu disita, kasihan sekali … Remaja 2 : Wah.memang kasihan.

dan mereka patut dibela tuh… Remaja 1 : Ya iyalah …karena itu kita ramai-ramai ke kantor DPRD Remaja 2 : Terus, bagaimana selanjutnya? Remaja 1 : Ya, kami minta bertemu dengan pimpinan dan anggota DPRD. Kami dibantu oleh kakak-kakak mahasiswa yang jadi pemimpin rombongan. Kami diwakili oleh beberapa remaja saja. Remaja 3 : Lho, kan seharusnya kalian semua ikut bertemu dengan para wakil rakyat itu?

Remaja 1 dan 2: Wah, tidak bisa demikian … kalau semua masuk, ruangannya tak cukup, lagi pula, percakapan tidak bisa terarah karena terlalu banyak orang. Akhirnya nanti hanya ribut saja… Remaja 3: Ya, kalian benar! Remaja 2 dan 3: Lalu, apa hasil pertemuan itu? Remaja 1: Ya, para anggota Dewan itu berjanji akan menindaklanjuti laporan kami dengan mengadakan pertemuan dengan pemerintah kota dan kami akan diberitahu apa hasil pertemuan mereka.

44 Kelas XII SMA/SMK Remaja 2 dan 3: Wah…luar biasa ya…kamu telah ikut membela para pedagang kecil itu. Remaja 1 : Ya, mereka pedagang kecil yang hanya mengandalkan hasil dagangannya untuk menghidupi keluarganya.

Kita semua terpanggil untuk menunjukkan sikap solidaritas kita. Bukan hanya kepada para pedangan kecil itu saja, tetapi juga kepada semua remaja yang diperlakukan tidak adil. Tetapi kamu melakukannya dengan tertib dan sesuai aturan. Menurut Alkitab, kita melakukannya dengan kasih dan kesabaran.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Dari dialog tersebut, kamu diminta menilai sikap gereja di tempatmu sehubungan hak asasi manusia. Apakah kamu pernah menyaksikan gereja sebagai lembaga, melalui para anggota majelis, pendeta atau pun warganya yang melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang tertindas dan diperlakukan secara tidak adil?

Kamu dapat memberikan penilaianmu atau bercerita tentang apakah ada konsultasi hukum yang diberikan secara cuma-cuma di gerejamu? Bagaimana hal itu dilakukan? Kamu dapat menceritakannya di depan kelas atau membahasnya dalam diskusi kelompok dan kemudian melaporkan hasilnya di depan kelas. Siapakah yang dimaksudkan dengan “gereja” itu? Gereja tidak lain daripada orang-orangnya, kita semua.

Setiap anggota gereja, termasuk kamu sendiri sebagai seorang remaja Kristen, harus ikut serta di dalam tugas ini. Kita semua perlu sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani dalam pembebasan banyak orang Indonesia dari keterkungkungan dan belenggu oleh berbagai hal: kemiskinan, konsep tentang kedudukan laki-laki dan perempuan yang keliru, pemahaman yang keliru tentang seks dan seksualitas, konsep tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan lain-lain.

Untuk melakukan semua tugas itu, gereja – kita semua – perlu bekerja sama dengan orang-orang lain yang berbeda keyakinan namun memiliki kepedulian yang sama. Kita sadar akan keterbatasan kita untuk melakukan semua tugas tersebut sendirian. Diskusi Diskusikan dalam kelompok beberapa poin di bawah ini kemudian laporkan di kelas atau kamu dapat menuliskannya kemudian kumpulkan untuk dinilai oleh guru.

1. Jelaskan sikap yang dapat diambil oleh gereja dalam menunjukkan keberpihakannya sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani hak asasi manusia! Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 45 2. Jelaskan sikap Yesus tentang hak manusia yang berkaitan dengan kebutuhan hidupnya! Cobalah baca Matius 20:1-16 dan diskusikan pesan apa yang ingin disampaikan Yesus lewat perumpamaan ini! 3. Sebagai remaja Kristen, apa yang dapat kamu lakukan untuk lebih menyosialisasikan tentang kesadaran hak asasi manusia diantara teman- temanmu?

Bandingkan dengan percakapan atau dialog yang dilakukan oleh kalian di depan kelas! H. Penutup Guru dan peserta didik mengucapkan doa untuk kebaktian Hak Asasi Manusia 2005 berikut ini sebagai kegiatan penutup pembelajaran.

Melalui penjelmaan-Mu, ya Yesus, Engkau telah menganugerahkan martabat yang mulia kepada setiap manusia. Tolonglah kami agar kami bersungguh-sungguh menjawab panggilan kami untuk menciptakan sebuah masyarakat yang adil. Kami bersyukur kepada-Mu karena iman kami dan karena panggilan Gereja untuk menghormati dan melindungi seluruh hak asasi mausia.

Kiranya kami boleh menyimpan ajaran ini sebagai harta kami yang berharga. Amin. Tugas Lakukan wawancara dengan pendeta atau majelis jemaat di gerejamu. Tanyakan kepada mereka bagaimana keterlibatan gereja yang mereka layani dalam upaya hak asasi manusiai.

(1) Apakah ada program jemaat yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan demokrasi? Kalau tidak ada, mengapa? (2) Kalau ada program seperti itu, siapa saja yang terlibat di dalamnya? Mengapa mereka mau terlibat? (3) Siapa yang menjadi sasaran program? (4) Mengapa mereka yang menjadi sasaran program? Ingat hasil wawancara kamu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. 46 Kelas XII SMA/SMK Rangkuman Gereja sebagai persekutuan yang telah dipanggil dan dimerdekakan hendaknya turut serta memperjuangkan kemerdekaan dan kebebasan bagi umat manusia tanpa kecuali.

Gereja tidak boleh sibuk hanya memikirkan dirinya sendiri saja, karena tugasnya di dunia justru untuk menjadi pelayan Allah dan sesama. Gereja hadir di dunia justru untuk ikut serta menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Artinya, gereja dipanggil untuk mewujudnyatakan kehendak Allah di tengah-tengah dunia, yakni keadilan, kebenaran, pembelaan kepada kaum tertindas dan teraniaya.

Untuk sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani tersebut, gereja perlu mendidik warganya agar mengerti dan sadar akan pentingnya perjuangan dalam menegakkan hak asasi manusia sebagai kehendak Tuhan. Gereja juga pelu bekerja sama dengan semua pihak, para pemeluk agama lain maupun berbagai LSM yang memiliki kepedulian yang sama, karena ini adalah sebuah perjuangan besar yang tidak akan dapat dilakukan hanya oleh orang Kristen dan gereja saja.

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 47 Multikulturalisme Bab Bahan Alkitab: Galatia 3:28; Kolose 3:11 5 A. Pengantar Multikulturalisme merupakan topik penting untuk dipelajari oleh remaja SMA. Kamu dapat mengamati di sekeliling kamu terdapat masyarakat yang beragam dari berbagai segi kehidupan. Ada berbagai suku, kebangsaan, budaya, agama, kelas sosial maupun gaya hidup. Semua kenyataan itu bukan baru disadari pada masa kini namun sejak zaman perjuangan kemerdekaan para pendiri republik ini telah menyadari kenyataan tersebut.

Mengapa topik ini penting untuk dipelajari? Ada beberapa alasan: (1) Memberikan wawasan dan pencerahan mengenai apa dan bagaimana multikulturalisme itu (2) Memotivasi kamu supaya memiliki kesadaran multikultur serta mampu menerima serta menghargainya. (3) Memotivasi kamu supaya menerapkan kesadaran multikultur dalam sikap hidup sebagai remaja Kristen.

Pembahasan topik ini dilakukan dengan cara studi kepustakaan di mana kamu mencari dari berbagai sumber mengenai multikulturalisme, mendiskusikan dan mempresentasikan hasil temuan dan hasil kajian itu. Kamu juga diminta untuk menulis refleksi mengenai multikulturalisme di Indonesia ataupun di daerah masing-masing. Meskipun ada beberapa daerah di mana penduduknya masih homogen atau terdiri atas orang-orang yang berasal dari suku, budaya, dan agama yang sama dengan tingkat kehidupan yang hampir sama, namun akan selalu ada keberagaman.

Di masa kini dimana kemajuan transportasi dan komunikasi begitu pesat, terjadi perpindahan penduduk yang turut menciptakan keberagaman ataupun multikultur. Pelajaran 5-7 saling berkaitan satu dengan yang lain. Pelajaran 5 membahas mengenai multikulturalisme, pelajaran 6 membahas mengenai sikap gereja terhadap multikulturalisme sedangkan pelajaran 7 membahas mengenai sikap terhadap orang beragama lain.

Pembahasan mengenai sikap terhadap Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 49 orang beragama lain ditempatkan bersamaan dengan pembahasan mengenai multikulturalisme, karena di Indonesia pada umumnya keberagaman melekat dalam identitas suku bahkan untuk kekristenan sendiri gereja-gereja di Indonesia turut diwarnai oleh suku dan kebudayaannya.

Presentasi dan Diskusi Kamu telah mencari dari berbagai sumber mengenai multikulturalisme, kemukakan berbagai pandangan mengenai multikultur dan multikulturalisme! Kemudian diskusikan dengan teman-teman kamu, apa yang dimaksudkan dengan multikulturalisme dan apakah multikulturalisme itu merupakan kekayaan yang patut disyukuri ataukah harus dihindari? Bagaimana caranya remaja SMA mensyukuri multikultur di Indonesia?

Setelah diskusi, tulislah kesimpulan kamu mengenai multikultur dan multikulturalisme: Kesimpulan: Menurut Saya multikultur adalah . Sedangkan multikulturalisme adalah: . Cara saya mensyukuri multikulturalisme: . B. Pengertian Multikulturalisme Apakah kamu pernah mendengar atau membaca mengenai multikultur dan multikulturalisme? Dua pengertian ini tidak sama namun saling berkaitan satu dengan yang lain.

Ketika membicarakan mengenai multikultur atau keberagaman budaya sekaligus pandangan dan sikap menyangkut keberagaman itu. Multikultur atau keberagaman budaya adalah fakta dalam masyarakat di mana orang-orang yang ada dalam masyarakat itu terdiri atas 50 Kelas XII SMA/SMK berbagai latar belakang budaya, adat istiadat dan kebiasaan, tingkat kehidupan, perbedaan geografis bahkan perbedaan agama.

Sedangkan multikulturalisme menyangkut pandangan dan sikap terhadap kenyataan multikultur atau keberagaman budaya. Konsep multikulturalisme tidaklah sama dengan konsep keanekaragaman dari segi suku bangsa atau kebudayaan yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena konsep multikulturalisme menekankan keanekaragaman dan kesederajatan.

Multikulturalisme mengulas berbagai permasalahan yang tidak hanya menyangkut perbedaan budaya tetapi juga mengandung ideologi, politik, demokrasi, penegakan hukum, keadilan, kesempatan kerja dan berusaha, HAM, hak budaya komunitas golongan minoritas dan prinsip-prinsip etika (Parsudi Suparlan, Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural).

Jadi, istilah atau pengertian multikulturalisme adalah tuntutan untuk menerima serta memperlakukan semua orang di dalam berbagai perbedaannya sebagai manusia yang bermartabat dan makhluk mulia ciptaan Tuhan. Ada prinsip keadilan dan persamaan yang erat kaitannya dengan hak asasi manusia dan demokrasi.

Mengapa demikian? Pada mulanya sejak zaman kolonialisme terjadi penindasan terhadap suku, bangsa dan budaya masyarakat tertentu. Ada bangsa dan budaya tertentu yang menjadi begitu superior dan berkuasa dan mereka cenderung menolak serta menindas suku, bangsa dan budaya lain bahkan agama lain.

Setelah zaman kolonialisme berakhir pun suku, bangsa, budaya maupun agama mayoritas masih menjalankan praktik penindasan dan pengabaian terhadap kaum minoritas maupun yang dipandang lebih rendah dari mereka yang berkuasa. Bahkan sampai dengan saat ini kamu dapat membaca berbagai informasi, melihat maupun menonton media elektronik bahwa masih ada orang-orang dari kelompok tertentu yang diperlakukan secara tidak sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani maupun susah memperoleh akses ke berbagai bidang kehidupan.

Sumber: http://naza-blog.blogspot.com Gambar 5.1 Kebersamaan dalam perbedaan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 51 Berbagai kenyataan tersebut melahirkan sebuah pandangan baru mengenai multikulturalisme dan pluralisme. Melalui pandangan baru ini diharapkan manusia dunia memiliki cara pandang yang baru terhadap keberagaman, yaitu semua manusia dalam kepelbagaian/keberagamannya memiliki hak yang sama untuk diterima, dihargai dan dipenuhi hak-hak asasinya sebagai manusia.

Setiap orang memiliki hak untuk diberikan akses ke berbagai bidang kehidupan. C. Masyarakat Multikultur Indonesia Multikultural secara substansi sebenarnya tidaklah terlalu asing bagi bangsa dan Negara Indonesia.

Para bapak bangsa telah menyadari keberagaman bangsa ini dan kepelbagaian budaya yang pada satu sisi merupakan kekayaan yang patut disyukuri namun pada sisi lain dapat menjadi sumber konflik. Oleh karena itu, mereka mengikat berbagai perbedaan itu dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Prinsip Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan meskipun Indonesia merupakan negara multikultural, tetapi tetap terintegrasi dalam persatuan dan kesatuan.

Indonesia merupakan sebuah negara kesatuan dari banyak unsur. Kepelbagaian itu terlihat dari keadaan geografisnya, berbagai latar belakang sosial-ekonomi, sosial-politis, sosial-religius, sosial-budaya, dan lain sebagainya. Kamu dapat menyebutkan contoh multikultur masyarakat Indonesia dan guru akan menambahkannya.

Kepelbagaian suku, bangsa, budaya, geografis, adat istiadat, kebiasaan, pandangan hidup maupun agama dijamin oleh UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara. Apakah jaminan itu dengan sendirinya terbukti dalam kehidupan sosial kemasyarakatan? Tentu tidak karena di sekitar kita masih terdapat begitu banyak persoalan yang berakar dari multikultur tersebut. Berbagai konflik dan pertentangan yang sering diikuti dengan kekerasan yang dipicu oleh berbagai perbedaan suku, budaya, adat istiadat, agama masih terjadi di Indonesia.

Di sekitar kamu, di lingkungan pergaulan kamu, masih terdapat orang-orang yang memiliki prasangka buruk terhadap orang dari latar belakang suku atau agama tertentu.

Bahkan masih ada orang tua yang tidak mau mengawinkan anaknya dengan orang yang berasal dari daerah tertentu dan budaya tertentu karena mempunyai prasangka yang kurang baik. Menyikapi berbagai kenyataan tersebut, para pemimpin bangsa dari berbagai kalangan baik pemerintah, tokoh adat, akademisi maupun tokoh agama berupaya untuk membangun pluralisme dan multikulturalisme. Upaya tersebut terwujud dalam berbagai kegiatan nyata yang dilakukan di 52 Kelas XII SMA/SMK tengah masyarakat.

Peristiwa tersebut penting namun harus dilakukan secara menyeluruh, antara lain keadilan dan kepastian hukum. Seringkali terjadi konflik di kalangan masyarakat yang seolah-olah dipicu oleh perbedaan suku dan agama padahal akar sesungguhnya adalah ketidakadilan sosial ataupun ketidakmerataan kesempatan (akses) dan penghasilan.

Hal itu dapat menimbulkan kecemburuan dari pihak yang merasa termarginalkan jika kebetulan dua belah pihak berbeda latar belakang suku dan agama maka ketika terjadi konflik, isu mengenai ketidakadilan menjadi tenggelam. Akibatnya yang tampak adalah konflik karena perbedaan suku dan agama. Oleh karena itu, memperjuangkan terwujudnya pluralisme dan multikulturalisme hendaknya tidak terpisahkan dari prinsip keadilan dan pemerataan sosial dan penindakan hukum bagi semua orang tanpa kecuali.

Berbagai kasus yang terjadi menunjukkan bahwa penegakan hukum bagi mereka yang bersalah dalam kasus-kasus menyangkut pertentangan dan konflik yang bernuansa suku dan agama belum dilakukan secara benar. D. Membangun Analisis Berdasarkan Cerita Sumber : Dokumen Kemdikbud Gambar 5.2 Seorang gadis Jawa dengan Pria Perancis Baca secara teliti cerita di bawah ini kemudian tulis pendapat kamu mengenai: 1. Ketegangan apa yang terjadi antara Sandra dengan orang tuanya? 2. Apakah kamu setuju dengan sikap orang tua Sandra?

Mengapa? 3. Apakah kamu setuju dengan sikap Sandra? Mengapa? Kamu diminta untuk melakukan kajian dengan memperhatikan pendapat kamu di atas mengenai arti multikulturalisme dan bagaimana kamu mensyukuri multikulturalisme. Meskipun kamu hidup di abad modern namun masih banyak orang yang bersikap eksklusif, yaitu memandang dirinya, keluarganya, Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 53 kelompok suku, agama maupun kelas sosialnya sebagai pusat kehidupan.

Pandangan tersebut menyebabkan tidak ada keterbukaan dan solidaritas terhadap orang yang berasal dari luar kelompok mereka. Sandra adalah orang Jawa yang tinggal di Prancis. Ia adalah seorang gadis yang sangat berbakti pada orang tuanya.

Orang tuanya tinggal di Surabaya. Mereka berasal dari suatu kota di Jawa Tengah. Mereka merasa bahwa Sandra perlu mengenal dunia luar. Maka kedua orang tuanya menyekolahkan Sandra di Paris, Prancis. Ia menjadi gadis yang cerdas, kritis, dan sangat mencintai orang tuanya. Di Paris ia berhasil menyelesaikan studinya dengan gemilang, dan bahkan menjalin hubungan serius dengan teman sekolahnya.

Mereka siap untuk menikah dan membina hidup bersama. Namun orang tua Sandra memiliki rencana berbeda. Mereka sudah mempersiapkan orang yang, menurut mereka, tepat untuknya, yakni seorang pria yang memiliki latar belakang persis sama dengan Sandra. Secara kultural sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani tersebut adalah pasangan yang tepat untuk Sandra.

Namun, ia menolak dengan alasan sudah memiliki pasangan jiwa. Ketegangan pun terjadi. Atas nama budaya dan tradisi, orang tua Sandra menyarankan pria yang telah disiapkan tersebut sebagai pasangan hidupnya. Atas nama kebebasan dan cinta (yang juga merupakan bagian dari tradisi masyarakat tertentu), Sandra memilih pasangan jiwanya yang di Paris.

Ia bingung, orang tuanyapun bingung. Apa yang harus mereka lakukan? Sekilas kisah ini mirip cerita sinetron. Namun di balik cerita ini terdapat problem masyarakat multikultur yang sangat mendalam, yakni apa yang harus dilakukan, ketika dua kultur bertemu dan saling berbeda pandangan?

Jawaban yang biasanya langsung muncul adalah melakukan dialog. Namun dialog tanpa dasar nilai dan pemikiran yang sama tidak akan banyak membuahkan hasil. Dialog hanya menjadi gosip ataupun ngerumpi semata yang seringkali berakhir dalam kebuntuan. Berdasarkan kejadian tersebut yang diperlukan adalah menemukan dasar nilai yang sama untuk menjadi sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani tolak dari dialog.

Sebelum itu, inti masalah dari ketegangan kultural yang terjadi juga perlu dipahami. Pada titik inilah wacana multikulturalisme menemukan relevansinya. (Diunduh tanggal 22 Juli 2014, dari: Rumah Filsafat oleh : A.A.Wattimena) E. Apa Kata Alkitab Mengenai Multikulturalisme? Alkitab tidak berbicara secara khusus mengenai multikulturalisme namun dalam kaitannya dengan kasih, kebaikan, kesetaraan dan keselamatan itu 54 Kelas XII SMA/SMK diberikan bagi semua manusia tanpa kecuali.

Dalam Kitab Perjanjian Baru Galatia 3:28 tertulis semua manusia yang berasal dari berbagai suku, bangsa serta kelas sosial dipersatukan dalam Kristus. Artinya kasih Kristus diberikan bagi semua orang tanpa memandang asal-usul mereka. Kolose 3:11 lebih mempertegas lagi bahwa Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

Menjadi manusia baru dalam Kristus berarti manusia yang tidak lagi melihat sesamanya dari perbedaan latar belakang suku, bangsa, budaya, kelas sosial (kaya-miskin), pandangan hidup, kebiasaan dan lain-lain. Menjadi manusia baru artinya orang beriman yang telah menerima keselamatan dalam Yesus Kristus wajib menerima, menghargai, dan mengasihi sesamanya tanpa memandang berbagai perbedaan yang ada. Ketika membaca Kitab Perjanjian Lama terutama pada lima kitab pertama, ada kesan seolah-olah Allah membentuk Israel sebagai bangsa yang eksklusif dan menjauhkannya dari bangsa-bangsa lain.

Hal ini melahirkan pemikiran seolah-olah Allah “mengabaikan” bangsa lain, seolah-olah Allah menolak mereka. Akan tetapi, dalam tulisan Kitab Perjanjian Lama, ketika Israel masuk ke tanah Kanaan ada seorang perempuan beserta keluarganya yang diselamatkan karena perempuan itu telah menolong para pengintai.

Nampaknya yang menjadi fokus utama dalam Kitab Perjanjian Lama adalah bagaimana Allah mempersiapkan Israel sebagai bangsa yang akan mewujudkan “Ibadah dan ketaatannya” pada Allah. Jadi, yang ditolak dari bangsa-bangsa lain adalah ibadah mereka yang tidak ditujukan pada Allah. Jika orang-orang Israel bergaul dengan bangsa-bangsa itu dan sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani tidak memiliki kemampuan untuk memfilter atau menyaring berbagai pengaruh dari budaya dan ibadah mereka maka akibatnya bangsa itu akan melupakan Allah dan tidak lagi beribadah kepada-Nya.

Oleh karena itu, pergaulan dengan suku bangsa, budaya, dan agama lain yang beragam tidak berarti kamu harus melebur ke dalamnya tanpa batas. Sebagai remaja Kristen dalam membangun multikulturalisme kamu harus berpedoman pada ajaran iman Kristen. Pergaulan dan kerja sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani kamu dengan orang-orang yang berbeda suku, budaya, adat istiadat, kebiasaan, cara pandang, cara berpikir dan agama yang berbeda diharapkan semakin memperkuat iman kamu kepada Allah.

Mengapa? Karena dari keberagaman itu kamu dapat merenungkan betapa luar biasanya Allah yang telah menjadikan manusia dalam keberagaman. Dengan begitu kamu dapat menerima dan menghargai berbagai perbedaan yang ada. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 55 Yesus sendiri mengemukakan sebuah cerita mengenai orang Samaria yang murah hati untuk menjelaskan pada para pendengarnya mengenai siapakah sesama manusia dan bagaimana kita harus mengasihi.

Cerita mengenai orang Samaria yang murah hati mewakili pandangan Yesus mengenai kasih pada sesama. Bahwa semua orang tanpa kecuali terpanggil untuk mewujudkan solidaritas dan kasih bagi sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang. Solidaritas dan kasih itu tidak meniadakan perbedaan namun menerima perbedaan itu sebagai anugerah dan dalam perbedaan itulah manusia diberi kesempatan untuk mewujudkan kasih dan solidaritasnya bagi sesama.

F. Menerapkan Kesadaran dan Praktik Hidup Multikultur Tuhan menciptakan manusia dalam kepelbagaian supaya dapat saling mengisi dan melengkapi satu dengan yang lain. Dalam diri manusia juga dianugerahi kebaikan dan kemampuan untuk beradaptasi dengan alam dan lingkungan hidup terutama dengan sesamanya.

Manusia juga diciptakan sebagai makhluk mulia yang memiliki harkat dan martabat. Di era modern sekarang ini, masyarakat dunia memiliki kesadaran multikultur yang jauh lebih baik, bahkan pemenuhan hak setiap orang untuk diterima dan dihargai. Hak untuk memperoleh keadilan, demokrasi dan HAM telah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi baik oleh negara terhadap warganya maupun oleh sesama warga negara termasuk warga gereja.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Meskipun demikian, masih banyak terjadi pelanggaran terhadap pemenuhan hak pribadi maupun kelompok masyarakat minoritas. Misalnya di Indonesia pada zaman orde baru tidak ada pengakuan terhadap agama Khonghucu, bahkan masyarakat keturunan Cina amat dibatasi hak-hak politiknya. Sejak zaman reformasi, kaum minoritas mulai menikmati pemenuhan hak-haknya. Di bawah pemerintahan Presiden Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani Wahid, negara mengakui agama Khonghucu dan hak-hak masyarakat keturunan Cina dipulihkan sama dengan kaum pribumi Indonesia.

Bahkan ada seorang tokoh muda dari kalangan pribumi keturunan Cina, yang akrab disapa Ahok, menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta. Ketika buku ini ditulis beliau dalam proses untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terpilih sebagai Presiden RI yang ke-7.

Dengan demikian, sesuai dengan undang-undang maka wakil Gubernur akan dilantik sebagai Gubernur. Hal itu merupakan sebuah capaian yang luar biasa. Sebelum Ahok ada Kwik Kian Gie yang pernah menjadi menteri di zaman pemerintahan Megawati Soekarno Puteri. Pada kabinet Indonesia Bersatu yang dipimpin oleh SBY juga Marie Pangestu menjabat sebagai 56 Kelas XII SMA/SMK Menteri Ekonomi Kreatif dan Pariwisata.

Mereka berhasil menembus tembok minoritas dan membuktikan bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin di negara ini. Mereka terpilih karena memiliki kompetensi atau kemampuan, profesionalitas dan integritas. Pada sisi lain, dalam kehidupan beragama, nampak ada keterbatasan bagi orang Kristen.

Contoh, untuk mendirikan gedung gereja umat Kristen menghadapi kendala yang cukup besar. Sampai saat ini beberapa jemaat baik Katolik maupun Protestan masih tetap berjuang untuk memperoleh haknya mendirikan gereja. Jemaat GKI Yasmin di Bogor sampai saat ini masih terus berjuang untuk memperoleh kembali gedung gerejanya yang ditutup. Demikian pula jemaat HKBP Filadelfia, Bekasi. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi karena UUD 1945 dan Pancasila memberi jaminan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh hak-haknya termasuk hak untuk beribadah dan memiliki rumah ibadahnya sendiri.

Dalam komunitas kristiani, gereja-gereja di Indonesia dibangun di atas bangunan suku karena anggota gereja terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai suku, budaya, adat dan kebiasaan serta geografis yang berbeda- beda. Bahkan setiap sinode gereja berada di geografis tertentu dengan budaya dan suku tertentu.

Meskipun gereja-gereja nampak memiliki afiliasi dengan suku dan daerah tertentu namun tetap terbuka bagi orang-orang yang berasal dari daerah, suku dan budaya lainnya. Misalnya GKI yang dahulunya merupakan gereja untuk orang-orang Indonesia keturunan Cina, pada masa kini yang menjadi anggota GKI berasal dari berbagai suku, budaya dan daerah. Demikian juga GPIB yang didirikan untuk orang-orang dari Indonesia Timur pada masa kini terbuka bagi orang-orang dari berbagai daerah, suku dan budaya.

Gereja Bethel Indonesia (GBI) adalah gereja yang sangat terbuka terhadap multikultur, jemaatnya amat beragam dari segi suku, kebangsaan, budaya, geografi bahkan kelas sosial. Dalam gereja yang multikultur, setiap orang dapat belajar membangun persekutuan di atas berbagai perbedaan.

Jemaat dapat belajar dari saudara seiman yang berasal dari daerah, suku dan budaya yang berbeda. Nilai-nilai budaya dan suku yang positif dapat memperkaya liturgi dalam ibadah. Pola- pola hubungan antarjemaat yang positif juga dapat diperkaya dari nilai-nilai budaya yang beragam. Ada beberapa nilai yang dapat diwujudkan dalam tindakan untuk memperkuat persatuan sebagai bangsa Indonesia yang multikultur, sebagai berikut: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 57 1.

Pengakuan masyarakat terhadap berbagai perbedaan dan kompleksitas kehidupan 2. Perlakuan yang sama terhadap berbagai komunitas dan budaya, baik yang mayoritas maupun minoritas. 3. Kesederajatan kedudukan dalam berbagai keanekaragaman dan perbedaan, baik secara individu ataupun kelompok serta budaya.

4. Penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak asasi manusia dan saling menghormati dalam perbedaan. 5. Unsur kebersamaan, solidaritas, kerja sama, dan hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan.

Beberapa poin tersebut di atas merupakan nilai-nilai yang dapat dibangun dalam membina kehidupan bersama sebagai bangsa yang multikultur. Peran pendidikan dan pola asuh dalam keluarga amat penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Pada masa kini sudah sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani tokoh nasional dan pemerhati pendidikan yang menganjurkan untuk memberlakukan pendidikan multikultural di sekolah dan perguruan tinggi.

Hal ini penting mengingat pendidikan merupakan salah satu unsur yang dapat menjadi kekuatan mengubah dalam masyarakat. Pendidikan menjadi pendorong perubahan yang efektif bagi individu dan masyarakat. Sikap yang harus dihindari dalam membangun masyarakat multikultural yang rukun dan bersatu menurut Wikipedia Indonesia, yaitu: 1. Primordialisme Primordialisme artinya perasaan kesukuan yang berlebihan.

Menganggap suku bangsanya sendiri yang paling unggul, maju, dan baik. Sikap ini tidak baik untuk dikembangkan di masyarakat yang multikultural seperti Indonesia. Apabila sikap ini ada dalam diri warga suatu bangsa, maka kecil kemungkinan mereka untuk bisa menerima keberadaan suku bangsa yang lain. 2. Etnosentrisme Etnosentrisme artinya sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaannya sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan yang lain.

Indonesia dapat maju dengan bekal kebersamaan, sebab tanpa itu yang muncul adalah disintegrasi sosial.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Apabila sikap dan pandangan ini dibiarkan maka akan memunculkan provinsialisme yaitu paham atau gerakan yang bersifat kedaerahan dan eksklusivisme yaitu paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat. 58 Kelas XII SMA/SMK 3. Diskriminatif Diskriminatif adalah sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain.

Sikap ini sangat berbahaya untuk dikembangkan karena bisa memicu munculnya antipati terhadap sesama warga negara. 4. Stereotip Stereotip adalah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Indonesia memang memiliki keragaman suku bangsa dan masing-masing suku bangsa memiliki ciri khas.

Tidak tepat apabila perbedaan itu kita besar-besarkan hingga membentuk sebuah kebencian G. Sumbangan Multikulturalisme dalam Memperkuat Persatuan Umat Kristen dan Bangsa Indonesia Berdasarkan pembahasan tersebut, tulis poin-poin penting menyangkut mutlikulturalisme yang dapat memperkuat persatuan umat kristiani dan Bangsa Indonesia.

Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani: . . Sumbangan multikultur bagi persatuan bangsa . . Berdasarkan kajian mengenai multikultur dan sumbangan nilai-nilai mul- tikultur bagi umat kristiani secara khusus dan bangsa Indonesia pada umum- nya, kamu dapat menilai diri sendiri.

Apakah kamu sudah mempraktikkan sikap hidup yang menerima dan menghargai multikulturalisme? Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 59 Nama : . Kelas : . Tanggal : . No Nilai-Nilai Multikultur Sikap Saya 1. Solidaritas terhadap sesama Tidak Jarang Sering Selalu Keterbukaan terhadap Pernah Kali 2. perbedaan suku dan budaya (pandangan positif) Bersedia menolong 3. sesama tanpa memandang perbedaan Memiliki teman akrab yang 4. berbeda agama, suku, dan budaya. Memandang bahwa hanya 5. agama saya yang paling benar Saya tidak canggung bergaul dengan mereka 6.

yang berbeda status sosial ekonominya (lebih rendah atau lebih tinggi) Penilaian Untuk butir nomor 1, 2, 3, 4, dan 6 penilaian adalah sebagai berikut: • Selalu = 4 • sering= 3 • Jarang = 2, dan • Tidak pernah = 1 Namun untuk butir 5, penilaiannya dibalik karena merupakan pernyataan negatif.

Jadi: 60 Kelas XII SMA/SMK • Tidak pernah = 4 • Jarang = 3 • sering = 2, dan • Selalu = 4. Berapakah skormu? Siapa yang memiliki skor tertinggi di kelas dan siapa yang memiliki skor terendah di kelas?

H. Penutup Berdasarkan kajian mengenai multikultur dan sumbangan nilai-nilai multikultur bagi umat kristiani secara khusus dan bangsa Indonesia pada umumnya,kamudapatmenilaidirisendiri.Apakahkamusudahmempraktikkan sikap hidup yang menerima dan menghargai multikulturalisme.

Berikut adalah sejumlah pernyataan yang menolongmu untuk mengetahui sikapmu terhadap multikulturalisme. Hendaklah diisi dengan jujur, seperti apa adanya kamu saat ini. Rangkuman Allah menciptakan manusia dalam kepelbagaian suku, bangsa, ras, budaya, geografis, agama, adat serta kebiasaan. Kepelbagaian itu tentu mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap kehidupan. Namun demikian, harkat dan martabat semua manusia sama di hadapan Allah.

Oleh karena itu, setiap orang terpanggil untuk menerima dan menghargai berbagai perbedaan yang ada secara kritis dan rasional. Dalam bersikap terhadap kepelbagaian, acuan kamu adalah Alkitab dimana kamu diajarkan untuk menerima dan mengasihi sesama tanpa memandang berbagai perbedaan yang ada.

Kamu dapat membangun pertemanan dan persahabatan tanpa memandang berbagai perbedaan, namun disertai sikap kritis dan rasional. Artinya menyaring hal-hal yang positif dan negatif berdasarkan ajaran Alkitab. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 61 Gereja dan Bab Multikulturalisme sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani Bahan Alkitab: Efesus 2:11-21, Galatia 3:26-28 A. Pengantar Pada bab 5 kamu telah mempelajari pengertian multikulturalisme dan apa saja nilai-nilai yang terdapat di dalamnya serta bagaimana remaja Kristen membangun multikulturalisme.

Pada bab 6 kamu akan belajar mengenai gereja dan multikulturalisme. Pada pelajaran ini kamu akan mempelajari mengenai gereja dalam kepelbagaian suku, budaya, dan adat. Adapun pada bab 7 kamu akan mempelajari secara lebih sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani mengenai bagaimana bergaul dengan orang yang berbeda iman dengan kamu.

Pada jenjang SMP kelas IX telah dibahas mengenai gereja dan kepelbagaian agama karena itu pembahasan pelajaran 7 lebih memperdalam pembahasan yang sudah ada pada jenjang SMP. Umumnya gereja-gereja di Indonesia adalah gereja multikultur, yaitu gereja yang dibangun di tengah jemaat yang terdiri dari berbagai suku, budaya, adat istiadat, kebiasaan maupun geografis yang berbeda.

Gereja di Indonesia adalah gereja yang terbuka terhadap keberagaman. Di kalangan umat Kristen, nampaknya multikultur bukanlah masalah yang harus dipertentangkan. Kecuali dalam hubungan antarumat bergama, sebagian umat Kristen masih dipengaruhi oleh fanatisme sempit dan prasangka. Hal itu dipengaruhi antara lain oleh pengalaman konflik, kekerasan, dan sebagainya. Dalam hubungan internal jemaat kristen, perbedaan budaya, adat istiadat, dan geografis bukan hanya diterima namun juga diakomodir.

Hampir semua gereja Sumber: bp.blogspot.com mengadaptasi budaya dalam liturgi Gambar 6.1 Betapa indahnya ketika manusia dan perayaan-perayaan gerejawi. dari berbagai latar belakang yang berbeda saling menolong Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 63 Berbagi Pengalaman Kamu dapat berbagi pengalaman dengan teman sebangku mengenai pengalaman hidup dalam keluarga maupun teman yang multikultur, yaitu berbeda suku, budaya, daerah asal, sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani sosial maupun agama.

Apa saja pengalaman yang kamu peroleh dalam pergaulan itu? Mengenai kebiasaan- kebiasaan, seperti adat, pandangan hidup dan lain-lain. Apakah kamu menyukai bergaul dengan mereka yang berbeda latar belakang dengan kamu?

Setelah selesai berdiskusi dengan teman sebangkumu, kemudian presentasikan pengalamanmu di depan kelas. B. Bagaimana Multikulturalisme dalam Alkitab? Perjanjian Lama mencatat sejarah perjalanan umat Israel sebagai umat pilihan yang dalam kehidupan mereka bergaul dan berjumpa dengan sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani bangsa lain yang memiliki budaya dan agama berbeda.

Hal itu nampak dalam hubungan antara bangsa Israel dengan bangsa-bangsa yang ada di Kanaan yang menimbulkan berbagai pengaruh. Bangsa Israel berhadapan dengan kemajemukan budaya bangsa di sekitarnya. Namun ketika bangsa Israel bersosialisasi dengan bangsa di sekeliling, mereka tidak selektif.

Akibatnya, budaya-budaya bangsa sekitarnya yang negatif membawa bangsa Israel pada penyembahan berhala. Begitu pula di zaman Perjanjian Baru, melalui pengalaman dijajah oleh bangsa lain, Israel pun harus bergaul dan hidup bersama bangsa-bangsa lain. Misalnya, Bangsa Persia, Yunani dan Romawi. Pada zaman Tuhan Yesus, Dia membawa pemikiran baru tentang pentingnya inklusivisme.

Yesus tidak menutup diri dari kemajemukan kebudayaan. Yesus tidak memandang latar belakang budaya, suku maupun ras, Ia berkenan menerima semua orang dalam pergaulan multikultural. Ketika seorang perempuan Kanaan hendak meminta tolong (Matius 15:21-28) dan seorang Perwira Roma meminta kesembuhan (Lukas 7:1-10), Yesus menjawab akan kebutuhan mereka dan menolong mereka. Ini menunjukkan bahwa Yesus sendiri menghargai keberagaman dan perbedaan budaya.

Dalam Kitab Kisah Para Rasul 2:41-47 orang-orang yang berasal dari berbagai daerah dan budaya yang berbeda mendengarkan khotbah Petrus.

Pada waktu itu ada tiga ribu orang bertobat, serta menjadi model gereja pertama. Dalam perkembangan selanjutnya, perbedaan bangsa dan budaya menyebabkan perselisihan, yaitu antara jemaat yang berbudaya Yunani dan Yahudi. Perbedaan budaya antara Yahudi dan Yunani menimbulkan 64 Kelas XII SMA/SMK banyak persoalan dalam beberapa jemaat, seperti di Roma, Korintus, yang menimbulkan perpecahan dan perselisihan mengenai kebiasaan-kebiasaan jemaat (1 Korintus 11). Namun, Paulus menegaskan bahwa sekarang tidak ada lagi orang Yunani atau Yahudi, tidak ada orang bersunat maupun tidak bersunat, tidak ada budak atau orang merdeka.

Semua orang sama di hadapan Allah, semua menjadi satu jemaat dimana kepalanya adalah Yesus Kristus. Hope S.Antone menulis bahwa dalam Alkitab ditandai oleh kemajemukan atau keanekaragaman budaya dan agama (Pendidikan Kristiani Kontekstual, 2010). Saat Abraham dipanggil di tanah Haran masyarakat amat beragam dan tiap suku memiliki pemahaman terhadap “Allahnya” sendiri.

Demikian pula di tanah Kanaan di tempat dimana Abraham dan Sara hidup sebagai pendatang. Menurut Hope di tanah Kanaan setiap suku memiliki pandangannya sendiri terhadap yang ilahi. Di tengah situasi seperti itulah Abraham dan Sara dan bangsa Israel membangun kepercayaannya terhadap Allah yang mereka sembah.

Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani konteks tersebut Yesus juga ditandai oleh keberagaman, Yesus tumbuh dalam tradisi iman komunitas-Nya. Dalam tradisi agama Yahudi sendiri. Di zaman setelah Yesus, kekristenan tumbuh dan berakar dalam budaya Yahudi dan Yunani helenis. Pemaparan tersebut telah memberikan gambaran bahwa multikultur bukan merupakan kenyataan abad kini atau baru ada di zaman kini.

Multikultur adalah kenyataan yang sudah ada sejak dulu. Allah menciptakan manusia dalam keberagaman dan menganugerahkan hikmat dan kemampuan untuk saling beradaptasi membangun kehidupan. Diskusi Berdasarkan pemaparan tersebut di atas, ada beberapa sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani Alkitab yang telah dipilih untuk kamu baca dan dalami. Kemudian tulis pendapat kamu berkaitan dengan bagian Alkitab itu.

Kamu dapat membahas bersama teman sebangku atau dalam kelompok yang lebih besar kemudian tulis pendapat pribadi kamu, dan kumpulkan untuk dinilai oleh guru. • Efesus 2:11-21 • Galatia 3:26-28 • Kisah Rasul 2:1-13 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 65 C.

Gereja Kristen di Indonesia adalah Gereja Multikultur Konsep masyarakat multikultural dan multikulturalisme secara subtantif tidaklah terlalu baru di Indonesia. Jejaknya dapat ditemukan di Indonesia, melalui prinsip negara ber-Bhinneka Tunggal Ika yang mencerminkan bahwa Indonesia adalah masyarakat multikultural tetapi masih terintregrasi dalam persatuan (Azyumardi Azra, Identitas dan Krisis Budaya). Bagi gereja-gereja di barat, mutltikulturalisme harus melalui perjuangan berat karena masyarakat barat pada mulanya adalah masyarakat monokultur, mereka memiliki budaya yang mirip atau dapat dikatakan sama.

Di sisi lain, era kolonialisme menyebabkan bangsa-bangsa barat bersikap eksklusif terhadap budaya, adat istiadat, kebiasaan bahkan kekuasaan. Akibatnya bangsa-bangsa di luar mereka dipandang rendah. Pemahaman seperti itu turut mempengaruhi kondisi gereja, ketika agama Kristen dan Katolik disiarkan di Indonesia, segala hal yang berkaitan dengan budaya setempat dipandang kafir dan rendah. Bahkan nama- nama orang pun diganti menjadi nama “barat” ketika dibaptis menjadi Kristen maupun Katolik.

Orang-orang Indonesia yang telah memeluk agama Kristen dan Katolik harus meninggalkan praktik budaya mereka. Umat Kristiani menjadi “imitasi” barat. Namun, situasi tersebut mulai berubah seiring dengan perkembangan dunia ketika pemikiran masyarakat mulai berubah. Umumnya orang mulai menyadari pentingnya membangun iman di tengah realitas budaya setempat.

Sebelum kekristenan datang ke Indonesia, masyarakat Indonesia telah hidup dalam kenyataan multikultur dimana kebiasaan gotong royong atau kerja sama antarmanusia dan kelompok masyarakat yang berbeda menjadi bagian sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani prinsip hidup. Multikulturalisme adalah cara pandang yang menjadi ideologi yang harus diperjuangkan dan diwujudkan.

Mengapa harus diperjuangkan? Karena sejarah mencatat terjadi dominasi antarmanusia, suku, bangsa, budaya maupun geografis. Hal itu melanggar hak asasi manusia dan demokrasi. Pada pelajaran mengenai HAM kamu telah belajar bahwa manusia diciptakan Allah sebagai makhluk bermartabat yang bebas dan merdeka. Oleh karena itu, tidak ada seorang pun yang dapat merendahkan dan menolak keberadaan sesama karena alasan perbedaan latar belakang.

Dalam kehidupan bergereja, acuan utama bagi multikulturalisme adalah ajaran Alkitab mengenai hukum kasih. Nampaknya bukan kebetulan ketika peristiwa turunnya Roh Kudus yang kita kenal sebagai “Pentakosta” terjadi di tengah masyarakat berbagai bangsa yang tengah berkumpul.

Jauh sebelum itu, dalam Perjanjian Lama pun Allah menegaskan bahwa panggilan Abraham akan menyebabkan seluruh bangsa di muka bumi diberkati. Dalam Perjaanjian Baru janji itu dipenuhi melalui Yesus Kristus.

66 Kelas XII SMA/SMK Bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultur, demikian pula gereja- gereja di Indonesia umumnya dibangun berdasarkan latar belakang suku, budaya, dan geografis yang berbeda-beda.

Berikut ini merupakan fakta bahwa gereja-gereja di Indonesia mewujudkan mulktikulturalisme meskipun masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi seperti berikut: (1) Gereja-gereja di Indonesia memiliki anggota yang terbuka dari segi suku, budaya, bahasa, daerah asal maupun kebangsaan. (2) Gereja-gereja di Indonesia juga mengadopsi beberapa unsur budaya lokal yang di masukkan kedalam liturgi ibadah. Mulai dari sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani, musik ataupun berbagai kebiasaan dan prinsip hidup lokal dapat diadaptasi dalam rangka memperkaya pemahaman iman Kristen.

Misalnya, mengenai persaudaraan yang rukun dalam budaya masyarakat suku yang dapat dikembangkan dalam rangka membangun kebersamaan dalam jemaat sebagaimana ditulis dalam Kitab Kisah Para Rasul.

(3) Berbagai pelayanan gereja ditujukan bagi sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani secara umum tanpa memandang daerah asal, budaya, adat istiadat, kelas sosial, dan agama. Tingkat kesadaran gereja dalam partisipasi di tengah masyarakat cukup signifikan.

(4) Banyak gereja yang kini melakukan studi-studi kebudayaan untuk menggali kembali unsur-unsur budaya yang terancam hilang dari masyarakatnya. Misalnya di NTT ada sebuah lembaga yang bekerja sama dengan gereja melakukan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa daerah di hampir seluruh daerah yang ada di NTT.

(5) Gereja-gereja di Indonesia membangun dialog dan kerja sama dengan umat beragama lain, khususnya di bidang kemanusiaan dan keadilan. Ada tim advokasi hukum, ada pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan bagi semua orang tanpa memandang perbedaan, latar belakang budaya maupun agama, serta kebangsaan maupun kelas sosial.

D. Merancang Proyek Multikultur Kamu telah mempelajari mengenai gereja-gereja di Indonesia yang multikultur. Sekarang, coba sebutkan gereja asal kamu dan orang tua kamu. Apa saja kebiasaan yang terpelihara di gereja masing-masing. Misalnya di persekutuan remaja, pemuda. Selanjutnya adakah kegiatan lainnya selain ibadah? Kamu diminta untuk merancang sebuah kegiatan yang menjangkau multikultur. Kamu dan teman-teman dapat merancang berbagai kegiatan mulai dalam bentuk ibadah yang mengakomodir berbagai budaya, pelayanan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 67 bagi masyarakat umum tanpa memandang suku, budaya dan agama dan lain-lain.

Minta bantuan guru untuk membimbing kamu dalam membuat rancangan kegiatan! Kemudian tulis kerangka kegiatan dalam kotak di bawah ini lengkap dengan judul kegiatan! Proyek Multikultur Judul Pengantar/latar belakang Jenis Kegiatan: (Ibadah, pentas seni, perkunjungan, membantu orang jompo, membersihkan lingkungan dll) Waktu/Tempat : Rincian Kegiatan: (urut-urutan) Jadwal Kerja Panitia Kerangka proyek di atas hanya berupa contoh, kamu dapat mengubahnya sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi.

Buatlah proyek yang dapat dilaksanakan sebagai wujud kesadaran kamu terhadap multikultur. Sedapat mungkin, kegiatan kamu mempunyai dampak bagi orang lain yang berbeda latar belakang. Dengan demikian, kamu tidak hanya belajar multikulturalisme sebagai bahan pelajaran namun kamu juga mempraktikkannya. E. Belajar dari Yesus Yesus menjadikan multikultur sebagai wacana perjumpaan antarmanusia yang dapat bergaul dan bekerja sama dalam kasih. Mengenai sikap Yesus, kita dapat mencatat beberapa pokok pikiran dari Hope S.Antone dalam kaitannya dengan multikulturalisme.

Antara lain: 1. Kesetiaan Yesus ditujukan kepada Allah bukan kepada lembaga maupun praktik agama yang sudah turun sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani dilaksanakan. Konsekuensi dari sikap itu adalah Ia mengasihi manusia tanpa kecuali.

Kemanusiaan, keadilan dan perdamaian amat penting bagi-Nya. Itulah cara Yesus memperlihatkan kesetiaan-Nya kepada Allah. Sikap ini menyebabkan Ia 68 Kelas XII SMA/SMK tidak disukai oleh kaum Farisi dan ahli Taurat yang begitu setia kepada lembaga agamanya melebihi Allah sendiri.

Mereka mempraktikkan tradisi dan hukum agama secara turun-temurun namun lupa untuk mewujudkan hukum sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani dalam kehidupan nyata sebagai umat Allah.

Kritik-kritik Yesus amat keras ditujukan pada mereka. Praktik agama dan ajarannya bukan hanya dipelajari, dihafal, dan diwujudkan dalam penyembahan namun terutama harus diwujudkan dalam kehidupan dengan sesama. Itulah sebabnya Kitab Amos (Kitab Amos 5) menulis bahwa Allah menolak ibadah dan persembahan Israel karena mereka tidak mempraktikkan kebenaran dan keadilan dalam hidupnya.

Ibadah formal, praktik agama itu penting namun harus berjalan bersama-sama dengan sikap hidup. Ajaran agama harus Sumber: Oranye Media Online, FIKOM-UNTAR Gambar 6.2 Iman Kristen yang teguh mer- dipraktikkan dalam kehidupan upakan senjata untuk menghadapi dampak nyata.

negatif modernisasi 2. Kasih dan solidaritas Yesus ditujukan bagi semua orang tanpa kecuali, orang dari berbagai suku, tradisi, budaya bahkan yang tidak mengenal Allah yang disembah-Nya pun ditolong oleh-Nya. Itulah wujud kesetiaan Yesus pada Allah. 3. Yesus memperkenalkan visi baru mengenai komunitas baru di bawah pemerintahan Allah. Sebuah komunitas yang melampaui berbagai perbedaan latar belakang. Sebuah komunitas yang memiliki hubungan- hubungan yang baru dimana tidak ada laki-laki maupun perempuan, budak ataupun orang merdeka, orang Yahudi maupun Yunani semua orang sama di hadapan Allah dan memiliki tempat yang sangat penting dalam komunitas baru yang terbentuk karena kedatangan Yesus.

4. Kita juga belajar dari Yesus bahwa walaupun identitas pribadi, rasial, suku, kelas sosial maupun keagamaan merupakan kenyataan sosiologis, namun yang lebih penting adalah bagaimana dalam segala perbedaan yang ada, umat manusia memuliakan Allah dengan melakukan kehendak-Nya.

Da- lam sikap ini, untuk multikultur mungkin tidak akan dipermasalahkan tetapi ketika prinsip ini dikaitkan dengan perbedaan iman (agama), apa- kah hal ini dapat dibenarkan? Hal tersebut dibahas dalam pelajaran berikut Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 69 mengenai sikap terhadap orang Sumber: Oranye Media Online, FIKOM-UNTAR yang berbeda iman.

Namun Gambar 6.3 Yesus ada diantara semua orang demikian, dapat diklarifikasi yang berbeda latar belakang dalam penjelasan di sini bahwa dalam kaitannya dengan ag- Sumber : Oranye Media Online, FIKOM-UNTAR ama lain, kita dapat mengem- Gambar 6.4 Para pengikut Yesus memban- bangkan toleransi dalam hal gun kebersamaan meskipun mereka berasal solidaritas dan kebersamaan dari latar belakang yang berbeda tanpa kehilangan identitas se- bagai umat kristiani.

Artinya, orang beragama lain pun dapat melakukan kehendak Allah menurut ajaran a­gamanya, me- nolong dan mengasihi sesama.

5. Melakukan kehendak Allah dapat dilakukan dalam kemitraan dengan orang lain, baik itu sesama orang Kristen maupun orang lain yang berbeda suku, bangsa, budaya, adat istiadat, bahasa, kebiasaan, status sosial, maupun agama. Tidak ada seorang manusia pun yang mampu melakukan berbagai hal sendirian. Dalam segala aspek kehidupan kita membutuhkan orang lain untuk saling mengisi dan saling membantu. F. Beberapa Tantangan yang Dihadapi Gereja dalam Mewujudkan Multikulturalisme Berikut tantangan gereja yang sering dihadapi dalam mewujudkan multikulturalisme.

1. Di kalangan gereja tertentu warisan kolonial yang bersifat anti budaya lokal masih mempengaruhi gereja dalam mewujudkan multikulturalisme. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu dan pencerahan untuk mengubah pola pikir atau pandangan gereja-gereja seperti itu. 70 Kelas XII SMA/SMK 2. Berbagai prasangka yang terus dibangun terhadap orang-orang dari kalangan suku, budaya dan daerah tertentu. 3. Individualistik. Berbagai tantangan dan beban hidup yang berat menyebabkan banyak orang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri maupun kelompok.

Akibatnya kepentingan orang lain maupun kelompok lain tidak penting lagi. Namun, pada sisi lain, masyarakat masa kini yang mengglobal memiliki satu ikatan solidaritas yang diikat oleh media sosial, misalnya twitter, facebook, instagram dan lain-lain. Masyarakat dunia akan cepat memberi reaksi dan simpati terhadap peristiwa- peristiwa kemanusiaan yang dimuat di Youtube ataupun media sosial lain.

Contoh ketika terjadi Tsunami di Aceh pada tahun 2004, bantuan datang dari berbagai belahan dunia. Di Yahoo ada cerita satu keluarga di Tiongkok yang miskin dan menderita Sumber : Oranye Media Online, FIKOM-UNTAR memperoleh pertolongan Gambar 6.5 Kepelbagaian warna melahirkan dari berbagai tempat karena keindahan, demikian pula kepelbagaian latar ceritanya dimuat di media belakang manusia. sosial. G. Penutup Kamu sudah mempelajari mengapa masyarakat dunia tanpa kecuali memperjuangkan terwujudnya multikulturalisme.

Sejarah pahit yang dihadapi umat manusia akibat pandangan sempit terhadap sesama, antara lain berprasangka terhadap orang lain yang berbeda latar belakang; meremehkan keberadaan mereka; merendahkan kebangsaan, suku; budaya dan agama tertentu; mengabaikan kemanusiaan dan keadilan telah menyebabkan banyak penderitaan bagi umat manusia. Oleh karena itu, sebagai remaja Kristen kamu diminta untuk membuat slogan atau semboyan yang bertujuan mengajak remaja Indonesia untuk memperjuangkan serta mewujudkan multikulturalisme.

Kamu dapat memilih untuk membuat slogan, puisi ataupun lagu dan lain-lain. Presentasikan slogan, puisi, lagu, dan lain-lain yang kamu sudah buat itu di antara teman-teman sekelompokmu. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 71 Rangkuman Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Multikulturalisme bukan sekadar pandangan hidup melainkan cita-cita yang harus diperjuangkan demi terwujudnya keadilan dan perdamaian bagi umat manusia. Semua manusia dari berbagai latar belakang ras, suku, bangsa, budaya, kelas sosial, geografis dan agama terpanggil untuk proaktif mewujudkan kehidupan multikulturalisme.

Remaja sebagai kelompok masyarakat yang sedang bertumbuh menuju dewasa memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan multikulturalisme.

Perjuangan itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari iman kepada Allah di dalam Yesus Kristus. 72 Kelas XII SMA/SMK Hidup Bersama dengan Bab Orang yang Berbeda Iman 7 Bahan Alkitab: Mazmur 133 A.

Pengantar Bab ini merupakan rangkaian pembahasan dari pelajaran sebelumnya yang membahas mengenai multikulturalisme. Namun, pada dua bab sebelumnya pembahasan mengenai multikulturalisme lebih banyak menekankan pada perbedaan budaya, cara pandang, adat ististiadat dan suku maupun kelas sosial.

Oleh karena itu, pada pembahasan ini kamu akan belajar mengenai hidup bersama dengan orang yang berbeda iman sebagai bagian dari sikap multikulturalisme.

Dalam pelajaran di SMP kelas IX juga telah dibahas mengenai sikap gereja terhadap orang berbeda iman. Pembahasan ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari pokok sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani sudah dibahas di SMP kelas IX. Setelah mempelajari topik ini diharapkan kamu akan bersikap lebih terbuka dalam memahami orang yang berbeda iman. Keterbukaan penting karena di masa kini kamu tidak dapat hidup sendiri, di sekitar kamu ada teman, sahabat dan saudara-saudara yang berbeda bukan hanya suku dan budaya saja tapi juga agama.

Perbedaan itu tidak boleh menyebabkan perpecahan ataupun melahirkan prasangka buruk dalam diri kamu. Sebagai remaja Kristen kamu wajib mengasihi sesama dan menunjukkan solidaritas serta kebaikan kepada semua orang tanpa memandang latar belakang agama.

B. Potret Pertikaian dan Konflik yang Berlatar Belakang Agama Akhir-akhir ini kita banyak mendengar berita tentang kekerasan yang dilakukan atas nama agama.

Berikut ini dimuat sejumlah kutipan artikel yang melukiskan sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani kekerasan, bentrokan, bahkan pembantaian yang dilakukan atas nama agama: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 73 Artikel 1 Tiga hari kerusuhan yang terburuk antara kelompok Hindu dan Muslim dalam hampir satu dasawarsa telah menyebabkan lebih dari 200 orang mati di India barat, 28 di antaranya hari ini, ketika massa yang mengamuk membakar orang hidup-hidup dan menyebabkan negara itu khawatir bahwa kerusuhan ini akan menyebar.

Kekerasan dimulai hari Rabu ketika sejumlah orang Muslim membakar sebuah kereta api yang membawa orang-orang Hindu yang berniat membangun sebuah kuil di lokasi sebuah masjid di Adyodhya, yang diluluh-lantakkan pihak Hindu satu dasawarsa yang lalu. Masjid ini adalah titik ketegangan Hindu-Muslim di sebuah negara yang luas yang rakyatnya dari hampir semua agama umumnya hidup dengan damai. Setelah serangan terhadap kereta itu, yang menewaskan 58 orang, petugas polisi tampaknya terlalu ketakutan atau terlalu sedikit untuk menghadapi massa Hindu yang marah dan menuntut balas.

Pemerintah pusat mengirimkan pasukan tentara hari ini untuk menghentikan kekerasan, yang menyebabkan kota dengan 3,5 juta penduduk ini seperti seorang pasien yang baru saja dilanda demam hebat. Kekerasan yang tidak merata berlanjut hari ini, namun seluruh kota tampaknya tenang, namun diliputi rasa takut. (“More than 200 Die in 3 Days of Riots in Western India“, The New York Times, 2 Maret 2002) Artikel 2 Seminggu setelah bentrokan-bentrokan penuh kekerasan yang menyebabkan sekurang-kurangnya 300 orang tewas dan ribuan lainnya mengungsi di kota Jos, Nigeria tengah, apinya masih harus dipadamkan, baik secara harafiah maupun perlambang.

Misalnya, sisa-sisa pasar sereal dan pakaian bekas masih membara. Yusuf Muhammed Fikin, 58, pemilik kios di pasar, mengais-ngais di antara sisa-sisa reruntuhan yang masih membara.

“Saya mewarisi usaha ini dari kakek saya, sekitar 30 tahun lalu. Saya punya 41 kios, dan tak satu pun yang selamat, bahkan tidak satu kobo [sen] pun. Kerugian kami sekitar 6 juta naira [AS$50.000].

74 Kelas XII SMA/SMK Semuanya terbakar.” Ada sebuah pos polisi tepat di sebelah pasar Fikin, tetapi tak seorangpun petugas polisi yang turun tangan, hingga 12 jam setelah pasar itu dibakar. Jos, lebih dari 450 km di utara Lagos, kota terbesar Nigeria, terletak di tengah-tengah Nigeria, di antara wilayah selatan yang kebanyakan penduduknya beragama Kristen, dan utara yang kebanyakan beragama Islam, di negara yang paling padat penduduknya di Afrika.

Penduduk yang berbeda agama ini telah hidup relatif damai hingga bentrokan- bentrokan agama pada 2001 yang menyebabkan 1.000 orang tewas dan banyak orang mempertanyakan apakah situasi ini dapat dipertahankan. (“Religious Violence Rages in Nigeria”, Time, 5 Desember 2008) Artikel 3 Kerusuhan Poso muncul sejak 1998.

Perang SARA telah menewaskan ratusan orang dan menyebabkan lebih 5.000 rumah hangus. Pada 2002 dan 2003 saja telah terjadi beberapa kali penyerangan. • 1 Januari 2002 Gereja Advent di Kota Palu dibom. Pelakunya adalah salah satu tokoh yang menandatangani Deklarasi Malino. • 23 Maret 2002 Kantor Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Poso di Jalan Pulau Kalimantan dibom. Ruang kantor itu hancur berantakan, namun tak ada korban jiwa dalam ledakan ini.

• 4 April 2002 Dua buah bom rakitan meledak di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Rdatulene, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah. Tak ada korban jiwa karena kantor dalam keadaan kosong. • 28 Mei 2002 bom meledak di tiga lokasi di kota Poso. • 5 Juni 2002 bom meledak di dalam bus PO Antariksa jurusan Palu - Tentena di sekitar Desa Toini Kecamatan Poso Pesisir. Empat penumpang tewas dan 16 lainnya luka-luka. (“Korban Poso”, Bali Post, 1 Desember 2003) Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 75 Artikel 4 Puluhan ribu warga Muslim Bosnia yang berduka cita menghadiri upacara pemakaman pada hari Sabtu atas 534 korban dari pembantaian di Srebrenica tahun 1995, yang baru teridentifikasi.

Pembantaian itu adalah salah satu peristiwa yang paling berdarah dalam perang Bosnia 1992-1995. Pasukan-pasukan Serbia Bosnia yang dipimpin oleh Jend.

Ratko Mladic merebut Srebrenica, di timur Bosnia, dan membantai lebih dari 8.000 pemuda dan laki-laki Muslim pada Juli 1995. … Bagi Fata Mehmedovic, yang duduk di rumput di sebuah makam tempat anak lelaki bungsunya akan dimakamkan di sebelah abang dan ayahnya, pembantaian ini telah menghancurkan kehidupan keluarganya, meskipun baru bertahun-tahun kemudian kerangka mereka berhasil ditemukan.

Pada 2006, kerangka suaminya ditemukan dalam sebuah kuburan massal, dan sejak itu Fata telah memakamkan dua anaknya lagi berturut- turut. Anaknya yang ketiga terbunuh sebelum pembantaian itu dan dimakamkan di sebuah desa dekat Srebrenica, tempat Fata kini tinggal sendirian.

“Setiap kali waktu makan, saya tidak bisa makan atau minum tanpa mengenang anak-anak saya,” katanya kepada Reuters, sambil menatap sedih ke depan. (“Bosnia buries Srebrenica massacre victims”, Reuters11 Juli 2009) Menurut kamu, apakah yang menyebabkan konflik-konflik di atas terjadi? Kesimpulan apakah yang dapat kamu tarik dari bacaan-bacaan di atas?

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Tuliskanlah kesimpulan-kesimpulan kamu di sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani di bawah ini: 76 Kelas XII SMA/SMK Kesimpulan : . . C. Pandangan Mengenai Hubungan Antarpemeluk Agama Hubungan dengan sesama kita yang berbeda keyakinan memang tidak mudah, sebab setiap agama cenderung mengajarkan bahwa agama itulah yang terbaik dan paling benar, sementara semua agama lainnya salah atau keliru.

Akibatnya, para pengikut agama yang “saya” peluk itulah yang akan masuk ke surga, sementara para pengikut agama “yang lain” pasti akan ditolak masuk ke surga dan akibatnya mereka akan masuk ke neraka. Hampir semua agama mengajarkan dan mengklaim bahwa hanya agamanya yang benar. Dalam agama Kristen, dalam Injil Yohanes 14:6 Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Dalam Kisah Para Rasul 4:12, Petrus menyatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Klaim-klaim kebenaran yang mutlak ini telah membuat orang sulit men- jalin hubungan yang baik dan akrab dengan sesamanya yang berbeda keya- kinan.

Dapat saja dua orang sahabat yang berbeda keyakinannya katakanlah yang seorang beragama Islam dan yang lainnya beragama Kristen hubungan- nya dapat sangat baik dan akrab. Namun begitu menyentuh masalah-masalah yang berhubungan dengan agama maka yang muncul adalah saling mengang- Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 77 gap diri yang paling hebat, be- http://hankam.kompasiana.com nar, dan selamat. Lalu hubungan Gambar 7.1 Kedamaian dalam Perbedaan keduanya pun menjadi reng- gang.

Pada tingkat hubungan yang semakin meruncing dan menajam, orang dapat saja sal- ing melukai bahkan membunuh, seperti yang digambarkan dalam cuplikan-cuplikan berita di atas. Hal yang sama ini pulalah yang telah memicu berbagai konflik di negara kita. D. Beberapa Sikap dengan Hubungan Antaragama Konflik-konflik dan bentuk-bentuk kekerasan yang digambarkan tersebut semuanya dilakukan atas nama agama.

Orang yang beragama lain dianggap sebagai lawan. Karena mereka berbeda, maka mereka tidak memiliki hak untuk hidup.

Konflik di India yang disebutkan di atas terjadi dengan latar belakang yang panjang. Di tahun 1528, Jend. Mir Baqi dari ketentaraan Kaisar Babur, membongkar sebuah kuil Hindu di Ayodhya dari abad ke-11, yang diyakini orang orang Hindu sebagai tempat kelahiran Dewa Rama. Baqi lalu mendirikan Masjid Babri di lokasi itu.

Pada 6 Desember 1992, massa yang terdiri dari ribuan orang Hindu menghancurkan Masjid Babri. Dalam waktu 9 jam, masjid yang berumur 464 tahun sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani pun rata dengan tanah. Kerusuhan pun menyebar di seluruh India, Pakistan, dan Bangladesh. (“The Problem at Ayodhya”, http://www.kamat.com/indica/conflict/ayodhya.htm, 1 Mei 2005) Di Bosnia, pembantaian terhadap etnis Bosnia-Herzegovina dilakukan oleh orang-orang Serbia dengan alasan balas dendam atas apa yang dilakukan orang-orang Turki, nenek moyang orang etnis Bosnia-Herzegovina, pada tahun 1300-an.

Sudah tentu ini sebuah klaim yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin sebuah dendam yang terjadi 600 atau 700 tahun yang lalu dibalaskan kepada cucu-buyut si pelakunya sekarang? Berdasarkan hal tersebut jelas terlihat bahwa motif-motif agama digunakan untuk membakar emosi orang dan membangkitkan kebencian terhadap kelompok-kelompok yang berbeda.

Konflik-konflik yang terjadi di Halmahera, Ambon, Rengasdengklok, Poso, dan lain-lain, seolah-olah 78 Kelas XII SMA/SMK bermotifkan agama, namun penyebabnya diduga keras sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama. Sebab-sebab yang ada di balik semuanya itu seringkali bersifat politis karena melibatkan kepentingan elit-elit politik tertentu.

Namun, agama dimanfaatkan untuk menghancurkan masyarakat dan untuk menyembunyikan motif yang sesungguhnya. Seorang pengamat berkomentar, “Pada permukaan, memang ada kesan perang antaragama. Sejatinya, konflik di Halmahera tidak dapat dipandang parsial, tapi terkait erat dengan perseteruan di kepulauan Maluku secara lebih luas, terutama karena persoalan politik dan ekonomi.” (“28 Desember 1999: Homo Homini Lupus di Halmahera”, http://abdullah-ubaid.blogspot.

com/2006/12/28-desember-1999-homo-homini-lupus-di.html) Kalau demikian halnya, apakah yang harus kita lakukan sebagai sebuah bangsa dan sebagai orang yang mengaku sebagai murid-murid Yesus Kristus? Ada sejumlah sikap yang umumnya diambil orang ketika ia berhadapan dengan orang yang berkeyakinan lain: 1. Semua agama sama saja: Sikap ini melihat semua agama itu relatif. Tidak satu agama pun yang dapat dianggap baik. Semua sama baiknya atau sama jeleknya. Sikap seperti ini tidak menolong kita karena akibatnya kita akan kurang menghargai agama atau keyakinan kita sendiri.

Kalau semua agama itu sama saja, mengapa saya memilih untuk menganut agama yang satu ini? Mengapa saya tetap menjadi seorang Kristen? Jangan-jangan menjadi Kristen pun sebetulnya bukan sesuatu yang penting dan berarti.

2. Hanya agama saya yang paling baik dan benar: Semua agama lainnya adalah ciptaan Iblis, penyesat, penipu, dan lain-lain. Sikap seperti ini hanya akan melahirkan fanatisme belaka, dan fanatisme tidak akan menolong kita dalam menjalin hubungan dengan orang yang berkeyakinan lain. Orang yang beragama lain semata-mata dipandang sebagai obyek, sasaran, target, untuk diinjili. Orang yang bersikap seperti ini mungkin pula akan menjelek-jelekkan agama lain.

Akan tetapi apakah keuntungannya bila kita menjelek-jelekkan agama lain? Apakah hal itu lalu akan membuat agama kita baik, bagus, dan indah? Sungguh kasihan sekali orang yang baru menemukan keindahan dan kebaikan agamanya dengan menjelek- jelekkan agama lain, karena itu berarti bahwa sesungguhnya orang itu tidak mampu menemukan kebaikan dari agamanya sendiri.

3. Toleransi: saya bersedia hidup berdampingan dengan orang yang beragama lain, tetapi hanya itu saja. Lebih dari itu saya tidak mau.

Seruan “toleransi antarumat beragama” seringkali disampaikan oleh pemerintah. Orang- Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 79 orang yang berbeda agama diajak untuk bersikap toleran. Namun sikap ini pun tampaknya tidak cukup. Kata “toleransi” sendiri mengandung arti “bertahan, siap menanggung sesuatu yang dianggap bersifat mengganggu atau menyakiti” (http://www.merriam-webster.com/dictionary/tolerance). Dengan demikian maka agama lain masih dianggap sebagai gangguan dan ancaman.

Saya masih bersedia menolerir keberadaan mereka, sampai batas tertentu. Lewat dari batas itu, saya tidak bersedia lagi. Saya akan bertindak. 4. Menghargai agama lain: sikap sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani hanya dapat timbul pada diri orang yang dewasa imannya, orang yang dapat menemukan kebaikan di dalam agama lain dan menghargainya, tanpa merasa terancam oleh kehadiran orang lain. Menghargai agama lain tidak berarti lalu kita merendahkan dan meremehkan keyakinan kita sendiri, melainkan menunjukkan kesediaan kita untuk terbuka dan belajar dari siapapun juga.

Orang yang bersedia menghargai agama lain tidak akan merasa terancam bila orang lain menjalankan ibadahnya sesuai dengan perintah agama itu sendiri. Orang ini akan membuka diri dengan lapang untuk mendengarkan pengalaman keagamaan dan rohani orang-orang yang beragama lain. Orang-orang ini tidak segan-segan terlibat dalam forum-forum dialog antar umat beragama. Diskusi Kelompok Diskusikan dalam kelompok masing-masing, beberapa pertanyaan di bawah ini kemudian laporkan untuk dibahas!

1. Berikan contoh-contoh tentang sikap fanatik dalam kehidupan beragama, baik dari agama lain maupun dari agama Kristen sendiri yang dapat kamu temukan di Indonesia! 2. Di antara keempat sikap terhadap agama lain dan para pemeluknya, sikap yang manakah yang kamu miliki? Kemudian jelaskan! 3.

Cobalah membayangkan keberadaan kamu selama lima tahun terakhir ini, apakah terjadi perubahan dalam sikapmu terhadap agama lain dan para pemeluknya?

Kalau ya, dari sikap yang bagaimana dan menjadi apa? Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan itu? 4. Bagaimana sikap gerejamu terhadap orang yang beragama lain?

Tanyakan kepada pendeta, anggota Majelis Jemaat, serta pembimbing remaja di tempatmu! 80 Kelas XII SMA/SMK E. Membangun Kebersamaan dalam Perbedaan Bagaimana caranya membangun sikap menghargai agama lain dan para pemeluknya?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sikap ini hanya muncul dari orang-orang yang sudah matang dalam penghayatan keagamaan dan imannya. Hal itu terjadi dari proses belajar yang terus-menerus. Belajar dari buku dan belajar lewat proses perjumpaan dan persahabatan dengan orang- orang yang berkepercayaan lain. Orang yang melewati hidupnya hanya di lingkungan orang-orang yang seagamanya saja dengan dirinya kemungkinan akan sulit menerima kehadiran orang yang beragama lain.

Oleh karena itu, belajarlah tentang kehidupan orang-orang yang berbeda agamanya dengan kamu. Melalui pergaulan itu kamu akan mulai melihat bagaimana keyakinan itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan tidak mustahil kamu akan memperoleh banyak pengetahuan yang baru lewat pengalaman itu. Kosuke Koyama, seorang teolog Jepang, pernah mengatakan, “Mempelajari kehidupan orang Buddhis lebih menarik daripada mempelajari Buddhisme.” Hidup bersama dan berbagi dengan orang lain telah lama menjadi pola hidup bangsa Indonesia.

Di berbagai tempat, orang-orang melakukan saling berkunjung kepada teman-teman dan saudara-saudara mereka yang berbeda keyakinan. Di hari raya Idul Fitri, orang-orang yang beragama Kristen mengunjungi dan mengucapkan selamat kepada teman-teman yang beragama Islam. Sebaliknya, di hari Natal, orang-orang yang beragama Islam dan agama- agama lain, berkunjung ke rumah teman-teman mereka yang beragama Kristen untuk mengunjungi dan mengucapkan selamat.

Pihak keluarga Kristen pun biasanya menyediakan makanan yang disesuaikan dengan hukum-hukum agama tamu mereka. Kata kuncinya di sini adalah keberanian untuk mendengarkan orang lain. Hal itu berarti bersikap terbuka terhadap apa yang dikatakan oleh orang lain tanpa menjadi defensif.

Untuk itu, kita harus benar-benar mendalami keyakinan agama kita sendiri. Rasa takut dan sikap yang defensif hanya timbul dari diri orang yang tidak siap untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengganggu keyakinan imannya. Sikapmu Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani kutipan di bawah ini: Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meminta umat kristiani dapat memahami pencabutan izin mendirikan bangunan (IMB) pembangunan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 81 Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Jalan Pesanggrahan Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

“Saya harap jemaat HKBP bisa memahami pencabutan izin tersebut untuk menjaga situasi agar tetap kondusif,” kata Nur Mahmudi kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/4).

Sebelumnya, Persekutuan Gereja-gereja Setempat (PGIS) Kota Depok menolak. (“Umat Kristiani Diminta Memahami Pencabutan Izin Gereja HKBP”, Kompas, Rabu, 29 April 2009) Kalau kamu menjadi anggota remaja/pemuda di jemaat HKBP di atas yang dicabut izin IMB-nya, langkah apa yang akan kamu ambil?

Jelaskan, mengapa sikap itu yang kamu ambil. F. Doa penutup (Doa perdamaian Carmina Gaedelica, Irlandia) The peace of God, the peace of men, The peace of Columba kindly, The peace of Mary mild, the loving, The peace of Christ, King of tenderness. Be upon each window, upon each door, Upon each hole that lets in light, Upon the four corners of my house, Upon the four corners of my bed; Upon each thing my eye takes in, Upon my body that is of earth And upon my soul that came from on high.

Upon my body that is of earth And upon my soul that came from on high. Amen Terjemahan Damai dari Allah, damai dari sesama manusia, Damai dari Columba yang baik hati, 82 Kelas XII SMA/SMK Damai dari Maria yang lembut penuh kasih, Damai dari Kristus, Raja yang berbelas kasih, Kiranya datang di setiap jendela, di setiap pintu, Di setiap lupang yang dilewati cahaya, Di keempat sudut rumahku, Di keempat sudut tempat tidurku, Pada setiap benda yang dilihat kedua mataku, Pada tubuhku yang berasal dari bumi Dan pada jiwaku yang datang dari atas.

Pada tubuhku yang berasal dari bumi Dan pada jiwaku yang datang dari atas. Amin.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Tugas Buatlah kliping berbagai berita mengenai konflik atau kerusuhan yang terjadi dengan mengatasnamakan agama di berbagai penjuru dunia. Bandingkanlah, apakah perbedaan dan persamaannya dengan konflik-konflik yang pernah terjadi di Indonesia!

Kumpulkan tugas ini pada pertemuan berikut untuk dinilai oleh guru kamu. Rangkuman Keberagaman agama merupakan kenyataan yang tidak dapat ditolak. Keberagaman agama jangan dijadikan alasan untuk menjauhkan seseorang dari pergaulan sosial maupun dalam memperoleh pemenuhan hak-haknya sebagai manusia dan warga Negara Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang telah dicanangkan oleh para pendiri bangsa dan Negara Indonesia hendaknya dijadikan acuan dalam membangun solidaritas dan kebersamaan dengan mereka yang berbeda iman.

Hukum kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus merupakan acuan utama bagi remaja Kristen untuk membuka diri terhadap mereka yang berbeda. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 83 Demokrasi dalam Bab Perspektif Alkitab 8 Bahan Alkitab: Roma 3: 9-31; Roma 5: 12 A.

Pengantar Sekilas, nampaknya pembahasan tentang demokrasi lebih cocok ditempatkan di pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, namun demikian, tidak secara kebetulan topik ini dibahas untuk siswa kelas XII.

Tahun ini adalah tahun terakhir bagimu duduk di bangku SMA. Oleh karena itu, cobalah ingat- ingat kembali apa yang sudah kamu pelajari sejauh ini tentang bagaimana seharusnya murid Kristus bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dunia akan mengalami perubahan nasib menjadi lebih baik jika saja demokrasi diterapkan secara sungguh-sungguh dalam pemerintahan. Untuk itu, pelajaran kali ini menyoroti makna demokrasi dari perspektif Alkitab. Nilai-nilai dalam demokrasi ternyata selaras dengan pemahaman bahwa manusia sungguh berharga di hadapan Allah, dan semua manusia adalah sama.

Tidak boleh ada yang menyatakan dirinya lebih berharga dari manusia lain dan berperilaku menindas manusia lainnya. Andaikata setiap manusia sungguh-sunguh mengasihi Allah dan sesama manusia lainnya, niscaya kehidupan di dunia menjadi jauh lebih baik dan menghadirkan kesejahteraan bagi semua umat manusia.

Menyanyikan Lagu Mari kita menyanyikan lagu KJ No 260 “Dalam Dunia Penuh Kerusuhan” Dalam Dunia Penuh Kerusuhan Dalam dunia penuh kerusuhan di tengah kemelut permusuhan datanglah KerajaanMu di Gereja yang harus bersatu, agar nyata manusia baru datanglah KerajaanMu!

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 85 Refr: Datanglah, sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani, datanglah KerajaanMu! Memerangi gelap kemiskinan menyinarkan terang keadilan datanglah KerajaanMu di lautan, di gunung, di ladang dan di bandar, di pasar, di jalan datanglah Kerajaan-Mu!

Dalam hati dan mulut dan tangan dengan kasih, dengan kebenaran datanglah KerajaanMu kar’na Kaulah empunya empunya semua demi Kristus umatMu berdoa datanglah KerajaanMu! Saat mempelajari lirik lagu ini, apakah kamu merasakan bahwa dunia memang dalam kerusuhan? Apa harapan yang dimiliki penulis lirik? B. Tokoh Demokrasi Kegiatan berikutnya adalah mengkaji tokoh demokrasi yang diakui dunia. Seperti juga pembahasan di Pelajaran 3, tokoh kita adalah dua orang wanita, Benazir Bhutto dan Malala Yousafzai dari Pakistan.

1. Benazir Bhutto Benazir Bhutto, lahir pada tanggal 21 Juni1953 di Karachi, beliau Sumber: http://telegraph.co.uk adalah putri Zulfikar Ali Bhutto, Gambar 8.1 Benazir Bhutto Perdana Menteri Pakistan pada tahun 1971 - 1977. Benazir menempuh pendidikan di Harvard University, Amerika Serikat dan menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang perbandingan antarpemerintahan kemudian melanjutkan ke Oxford University untuk bidang hukum internasional dan diplomasi.

Ia mewarisi kepemimpinan Pakistan People’s Party (PPP) dari ayahnya, 86 Kelas XII SMA/SMK setelah ayahnya dibunuh oleh lawan politiknya pada tahun 1978. Kegigihan Benazir diwarisi dari ayahnya yang merupakan tokoh karismatik yang visioner, ahli dalam komunikasi dan bernegosiasi, berpengetahuan luas dan selalu menarik banyak pengikut kemana pun ia pergi.

Lawan politik yang merancang pembunuhannya adalah Jenderal Zia ul Haq yang terkenal bersikap otoriter. Dapat dikatakan bahwa Zulfikar Ali Bhutto menjadi martir demi pembelaannya terhadap demokrasi di Pakistan, sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani yang sangat dicintainya. Tahun 1984 Benazir pindah ke Inggris dan bergabung dengan para pemimpin PPP lainnya yang juga diasingkan. Tahun 1986 ia kembali ke Pakistan dan mulai berkampanye untuk pemilihan umum.

Tahun 1987 ia menikah dengan Asif Ali Zardari. Mengikuti kehidupan Benazir adalah mengikuti perjuangan seseorang yang ingin menegakkan kebenaran dan keadilan, bukan hanya demi dirinya sendiri, namun demi perjuangan rakyat yang ingin dibebaskannya dari kepemimpinan yang otoriter. Benazir memenangi pemilihan umum pada tahun 1988 dan menjabat sebagai Perdana Menteri wanita pertama untuk negara Muslim, setelah tiga bulan melahirkan putranya yang pertama. Kejadian ini sangat menarik di mata negara-negara Barat karena Pakistan adalah negara Muslim dengan sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani kuat kaum pria.

Pada tahun 1990 Benazir kalah dalam pemilihan umum, dan malah mendapatkan berbagai tuduhan terkait dengan pemerintahannya sebagai PM. Tahun 1993 kembali ia memenangkan pemilihan umum, namun pada tahun 1996 posisinya digantikan oleh yang lain. Kehidupan yang dijalaninya memang tidaklah mudah.

Pada tahun 1980, saudara laki-lakinya Shahnawaz meninggal karena keracunan. Namun tidak pernah ada penyelidikan resmi tentang hal ini. Tahun 1996, ketika Benazir menjadi PM, saudara laki-laki lainnya, Murtaza, tewas dalam pertempuran dengan polisi di Karachi. Saat Benazir mengasingkan diri ke Inggris dan Dubai, pada tahun 1999 Benazir diadili karena korupsi dan dihukum penjara selama 3 tahun.

Namun ia terus memimpin partainya dan menjadi pemimpin tertinggi PPP pada tahun 2002. Benazir terus menerus menyampaikan pidato yang memberikan semangat kepada pendukungnya agar tidak melakukan kekerasan untuk mencapai keadilan dan menegakkan kebenaran. Pada tahun 2007, Presiden Musharraf memberikan amnesti terhadap tuduhan korupsi yang dikenakan kepada Benazir dan membuka kesempatan agar Benazir kembali ke Pakistan.

Apa daya, Benazir mendapat serangan bom bunuh diri pada tanggal 3 November 2007 yang mengakibatkan 136 orang tewas. Benazir selamat karena ia merunduk di dalam mobil yang sudah dipersenjatai. Namun Presiden Musharraf menyatakan negara dalam keadaan darurat dan mengancam pengikut Benazir yang melakukan demo secara massal. Tanggal 9 November Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 87 2007 Benazir dikenakan tahanan rumah, namun sebaliknya, Benazir menuntut agar Musharraf mengundurkan diri empat hari kemudian.

Pada tanggal 27 Desember 2007, Benazir terbunuh di Rawalpindi, beberapa menit setelah berpidato di hadapan ribuan pengikutnya.

Saat pemakaman keesokan harinya, ratusan ribu pelayat menangisi kepergian Benazir. Ia dimakamkan di samping ayahnya di propinsi Sindh. Benazir tidak pernah takut menghadapi kematian sebagai resiko dari apa yang ia perjuangkan.

Sebagian dari kata-kata terakhir yang disampaikan dalam pidatonya adalah seruan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat di setiap pelosok negeri agar dapat mengikuti pendidikan. Inilah jalan untuk mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera. Untuk itu, Benazir meyakinkan pengikutnya bahwa kekuatan yang sesungguhnya adalah di tangan rakyat, bukan di tangan penguasa. Pergolakan menuju negara Pakistan yang demokratis terus terjadi walau pun Benazir sudah wafat.

Walaupun Presiden Musharraf memerintahkan penyidikan khusus tentang kematian Benazir, tetapi ternyata tidak mudah mendapatkan informasi tentang hal ini. Tahun 2013, Musharraf menghadapi tuduhan memiliki peran dalam pembunuhan Benazir dan tidak memberikan perlindungan kepada Benazir sebagaimana seharusnya.

Sampai kini, Pakistan dikenal sebagai negara yang dalam perjalanan menuju ke pemerintahan demokratis tetapi masih banyak kerikil tajam yang menghambat perjalanan negara ini. (Disarikan dari berbagai sumber, Partab, 2013). 2. Malala Yousafzai Apa yang diperjuangkan oleh Benazir terlihat wujudnya dalam Malala.

Ia lahir pada Sumber: http://blog.4tests.com tanggal 12 Juli 1997 sebagai anak pertama Gambar 8.2 Malala Yosafzai setelah ibunya mengalami keguguran. Saking miskinnya, ayahnya tidak memiliki uang untuk membayar bidan supaya menolong ibunya melahirkan.

Dalam budaya Pakistan, terutama suku Pashtun, yang merupakan campuran antara etnis Pakistan dan Afghanistan, kelahiran bayi perempuan adalah suatu kemalangan bagi keluarga. Namun Ziauddin, ayah Malala malah merayakan kelahiran anak pertamanya dengan mengatakan ” Saya melihat ke mata bayi cantik ini, dan langsung jatuh cinta padanya.” Ia bahkan meramalkan bahwa anaknya ini sungguh berbeda dari anak-anak lain.

88 Kelas XII SMA/SMK Nama Malala diambil dari Malalai, yaitu pejuang wanita dari Afghanistan, negara tetangga Pakistan. Setiap anak Pashtun tumbuh dalam semangat patriotik Malalai yang berhasil membangkitkan semangat juang rakyatnya yang sedang melawan penjajahan Inggris. Walaupun Malalai terbunuh dalam peperangan itu, namun kematiannya justru membuat pejuang Afghanistan semakin gigih sehingga memenangkan pertempuran. Namun kakek Malala tidak setuju dengan nama itu karena memiliki arti “menarik kesedihan.” Ayah Malala tetap mempertahankan nama yang sudah dipilihnya karena berharap, Malala tumbuh menjadi pahlawan bagi bangsanya, sama seperti Malalai dulu.

Ziauddin Yousafzai memiliki idealisme untuk menghadirkan pendidikan bagi anak di Pakistan, termasuk untuk anak perempuan yang sebetulnya dianggap tabu untuk bersekolah.

Bersama temannya, Ziauddin mendirikan sekolah dan Malala menjadi muridnya. Sejak kecil, Malala terbiasa mengikuti ayahnya berkeliling ke desa-desa sekitar untuk mempromosikan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan. Aktivitas seperti ini tidak disukai oleh Taliban yang secara perlahan namun pasti mengambil alih kekuasaan di daerah tempat tinggal Malala.

Taliban menyerang sekolah-sekolah untuk anak perempuan, dan pada tahun 2008 Malala bereaksi dengan berpidato yang intinya adalah mempertanyakan mengapa Taliban mengambil haknya untuk bersekolah.

Pada awal tahun 2009, Malala mulai menulis blog untuk radio Inggris BBC yang isinya adalah pengalaman hidup di bawah penindasan dan larangan Taliban untuk bersekolah.

Awalnya, penulisan blog ini berjalan lancar karena Malala memakai nama samaran Gul Makai. Namun, pada bulan Desember 2009 nama aslinya mencuat.

Tidak kepalang tanggung, Malala semakin aktif menyuarakan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan sehingga ia dinominasikan untuk menjadi pemenang International Children’s Peace Prize pada tahun 2011 selain juga berhasil memenangkan National Youth Peace Prize.

Pada tahun yang sama, Malala dan keluarganya tahu bahwa Taliban memberikan ancaman mati kepadanya. Mereka sekeluarga memang menguatirkan keselamatan sang ayah yang merupakan aktivis anti-Taliban, namun mereka menganggap Taliban tidak akan menyerang anak.

Malala salah, karena Taliban justru dengan sengaja menembaknya di sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani saat Malala dan teman-teman berada di bis sekolah saat perjalanan pulang dari sekolah pada tanggal 9 Oktober 2012.

Tembakan itu meleset dan mengenai dua temannya yang langsung terluka parah. Walaupun sebagian dari tempurung kepala Malala diangkat untuk meredakan bengkak di otaknya, namun kondisi kritisnya menyebabkan ia dibawa ke Birminghim, Inggris. Untung Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 89 ia tidak mengalami trauma otak berkepanjangan dan mulai Maret 2013 ia dapat bersekolah kembali di Birmingham.

Malala menuliskan otobiografinya berjudul I Am Malala: The Girl Who Stood Up for Education and Was Shot by the Taliban,” yang terbit pada bulan Oktober 2013. Sampai kini Taliban tetap melancarkan ancaman mati untuk Malala. Walaupun begitu, Malala tetap konsisten menyuarakan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Dengan pendidikan, kaum perempuan dibukakan wawasannya agar dapat menjalani kehidupan sebagai manusia merdeka, tidak berada di bawah kekuasaan laki-laki atau pun tradisi.

Dalam suatu wawancara dengan Sheryl Sandberg pada bulan Agustus 2014, Malala menyatakan begini: “Aku berada dalam masa di mana situasi dan keadaan memaksaku untuk berani. Di sana ada ketakutan, teror, bom sepanjang waktu. Itu adalah saat yang sulit karena banyak sekolah yang dibom. Aku hanya punya dua pilihan, tetap diam dan menunggu terbunuh atau bicara meski harus dibunuh.

Dan aku memilih yang kedua.” Keberaniannya inilah yang membuat Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani Eropa menganugerahkan Sakharov Proce for Freedom of Thought pada bulan Oktober 2013. Tahun 2013 ia juga dinominasikan untuk menjadi penerima Nobel Perdamaian walaupun tidak memenangkannya. Tahun 2014 kembali ia dinominasikan untuk hal yang sama dan memperolehnya sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani pejuang untuk hak-hak anak memperoleh pendidikan.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Namun dengan rendah hati Malala menyatakan bahwa mendapatkan Nobel bukanlah tujuannya; ia lebih suka bila dunia memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk mengenyam pendidikan karena perdamaian yang sesungguhnya barulah tercapai bila hak setiap orang untuk mendapatkan pendidikan diberikan. Dua tokoh idolanya adalah Marthin Luther King, Jr.

dan Benazir Bhutto. Keduanya mati terbunuh saat memperjuangkan persamaan hak bagi sesama dan memilih untuk lepas dari kekuasaan yang sifatnya otoriter alias memaksakan kehendak. Bacalah dua kisah tersebut di atas. Apa penilaian terhadap kedua tokoh itu dalam kaitannya dengan demokrasi? Apakah kamu setuju dengan apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh di atas? Mengapa demikian? Berikan alasanmu. Sebelum kita membahas pengertian demokrasi, apa saja ide-ide yang muncul dalam benakmu yang terkait dengan demokrasi kemudian tuliskanlah!

C. Mengkaji Kesaksian Alkitab Bahwa Semua Manusia Adalah Sama Alkitab menyaksikan bahwa manusia berasal dari Adam dan Hawa yang diciptakan oleh Allah (Kejadian 1:26-30) dan memiliki gambar dan rupa Allah 90 Kelas XII SMA/SMK
Rani Rio dan Beni berteman sejak kecil Rani berasal dari suku Jawa Riau berasal dari suku Sunda dan Beni dari suku Betawi meskipun berbeda suku bangsa … mereka selalu kompak dan tidak pernah mengejek suku bangsa satu sama lain rumah mereka berdekatan sehingga sering bermain bersama suatu ketika mereka ingin jalan-jalan ke monumen nasional di sana ada petunjuk ondel-ondel manfaat keberagaman karakteristik individu dalam cerita tersebut adalah.​ 1.

liberalis kapitalis bagi negara ini, konsep kemakmuran mereka didasari oleh kebebasan individu di dalam melakukan kegiatan ekonomi pasar, tanpa dii … kut campur oleh pemerintahan. konsep kemakmuran liberalisme mempercayai bahwa dengan membiarkan individu berkreasi dalam bidang ekonomi tanpa diikut campur oleh pemerintah, maka dengan sendirinya akan memakmurkan negara dan rakyatnya.

2. solidaritas sosial konsep solidaritas sosial tidak lepas dari ideologi sosialisme atau komunisme. menurut mereka konsep kemakmuran adalah dengan adanya kesetaraan antar semua rakyat yang dikontrol oleh pemerintah pusat. artinya semua kekayaan suatu negara adalah milik pemerintah dan kemakmuran rakyat dijamin oleh pemerintah. dengan kata lain, kemakmuran rakyat berasal dari rasa solidaritas sosial, yang menjunjung tinggi kesamaan derajat sesama manusia yang kesejahteraannya dijamin oleh pemerintah pusat.

61 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekeri • Tidak pernah = 4 • Jarang = 3 • sering = 2, dan • Selalu = 4. Berapakah skormu? Siapa yang memiliki skor tertinggi di kelas dan siapa yang memiliki skor terendah di kelas?

H. Penutup Berdasarkan kajian mengenai multikultur dan sumbangan nilai-nilai multikultur bagi umat kristiani secara khusus dan bangsa Indonesia pada umumnya, kamu dapat menilai diri sendiri. Apakah kamu sudah mempraktikkan sikap hidup yang menerima dan menghargai multikulturalisme.

Berikut adalah sejumlah pernyataan yang menolongmu untuk mengetahui sikapmu terhadap multikulturalisme. Hendaklah diisi dengan jujur, seperti apa adanya kamu saat ini. Rangkuman Allah menciptakan manusia dalam kepelbagaian suku, bangsa, ras, budaya, geograis, agama, adat serta kebiasaan.

Kepelbagaian itu tentu mempengaruhi cara sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani seseorang terhadap kehidupan. Namun demikian, harkat dan martabat semua manusia sama di hadapan Allah. Oleh karena itu, sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani orang terpanggil untuk menerima dan menghargai berbagai perbedaan yang ada secara kritis dan rasional.

Dalam bersikap terhadap kepelbagaian, acuan kamu adalah Alkitab dimana kamu diajarkan untuk menerima dan mengasihi sesama tanpa memandang berbagai perbedaan yang ada. Kamu dapat membangun pertemanan dan persahabatan tanpa memandang berbagai perbedaan, namun disertai sikap kritis dan rasional.

Artinya menyaring hal-hal yang positif dan negatif berdasarkan ajaran Alkitab. 63 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekeri Gereja dan Multikulturalisme Bahan Alkitab: Efesus 2:11-21, Galatia 3:26-28 A. Pengantar Pada bab 5 kamu telah mempelajari pengertian multikulturalisme dan apa saja nilai-nilai yang terdapat di dalamnya serta bagaimana remaja Kristen membangun multikulturalisme.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Pada bab 6 kamu akan belajar mengenai gereja dan multikulturalisme. Pada pelajaran ini kamu akan mempelajari mengenai gereja dalam kepelbagaian suku, budaya, dan adat. Adapun pada bab 7 kamu akan mempelajari secara lebih khusus mengenai bagaimana bergaul dengan orang yang berbeda iman dengan kamu. Pada jenjang SMP kelas IX telah dibahas mengenai gereja dan kepelbagaian agama karena itu pembahasan pelajaran 7 lebih memperdalam pembahasan yang sudah ada pada jenjang SMP.

Umumnya gereja-gereja di Indonesia adalah gereja multikultur, yaitu gereja yang dibangun di tengah jemaat yang terdiri dari berbagai suku, budaya, adat istiadat, kebiasaan maupun geograis yang berbeda.

Gereja di Indonesia adalah gereja yang terbuka terhadap keberagaman. Di kalangan umat Kristen, nampaknya multikultur bukanlah masalah yang harus dipertentangkan. Kecuali dalam hubungan antarumat bergama, sebagian umat Kristen masih dipengaruhi oleh fanatisme sempit dan prasangka.

Hal itu dipengaruhi antara lain oleh pengalaman konlik, kekerasan, dan sebagainya. Dalam hubungan internal jemaat kristen, perbedaan budaya, adat istiadat, dan geograis bukan hanya diterima namun juga diakomodir.

Hampir semua gereja mengadaptasi budaya dalam liturgi dan perayaan-perayaan gerejawi. Sumber: bp.blogspot.com Gambar 6.1 Betapa indahnya ketika manusia dari berbagai latar belakang yang berbeda saling menolong Bab 6 64 Kelas XII SMASMK Berbagi Pengalaman Kamu dapat berbagi pengalaman dengan teman sebangku mengenai pengalaman hidup dalam keluarga maupun teman yang multikultur, yaitu berbeda suku, budaya, daerah asal, status sosial maupun agama.

Apa saja pengalaman yang kamu peroleh dalam pergaulan itu? Mengenai kebiasaan- kebiasaan, seperti adat, pandangan hidup dan lain-lain. Apakah kamu menyukai bergaul dengan mereka yang berbeda latar belakang dengan kamu? Setelah selesai berdiskusi dengan teman sebangkumu, kemudian presentasikan pengalamanmu di depan kelas. B. Bagaimana Multikulturalisme dalam Alkitab? Perjanjian Lama mencatat sejarah perjalanan umat Israel sebagai umat pilihan yang dalam kehidupan mereka bergaul sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani berjumpa dengan bangsa- bangsa lain yang memiliki budaya dan agama berbeda.

Hal itu nampak dalam hubungan antara bangsa Israel dengan bangsa-bangsa yang ada di Kanaan yang menimbulkan berbagai pengaruh. Bangsa Israel berhadapan dengan kemajemukan budaya bangsa di sekitarnya.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Namun ketika bangsa Israel bersosialisasi dengan bangsa di sekeliling, mereka tidak selektif. Akibatnya, budaya-budaya bangsa sekitarnya yang negatif membawa bangsa Israel pada penyembahan berhala. Begitu pula di zaman Perjanjian Baru, melalui pengalaman dijajah oleh bangsa lain, Israel pun harus bergaul dan hidup bersama bangsa-bangsa sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani.

Misalnya, Bangsa Persia, Yunani dan Romawi. Pada zaman Tuhan Yesus, Dia membawa pemikiran baru tentang pentingnya inklusivisme. Yesus tidak menutup diri dari kemajemukan kebudayaan. Yesus tidak memandang latar belakang budaya, suku maupun ras, Ia berkenan menerima semua orang dalam pergaulan multikultural.

Ketika seorang perempuan Kanaan hendak meminta tolong Matius 15:21-28 dan seorang Perwira Roma meminta kesembuhan Lukas 7:1-10, Yesus menjawab akan kebutuhan mereka dan menolong mereka. Ini menunjukkan bahwa Yesus sendiri menghargai keberagaman dan perbedaan budaya. Dalam Kitab Kisah Para Rasul 2:41-47 orang-orang yang berasal dari berbagai daerah dan budaya yang berbeda mendengarkan khotbah Petrus. Pada waktu itu ada tiga ribu orang bertobat, serta menjadi model gereja pertama.

Dalam perkembangan selanjutnya, perbedaan bangsa dan budaya menyebabkan perselisihan, yaitu antara jemaat yang berbudaya Yunani dan Yahudi. Perbedaan budaya antara Yahudi dan Yunani menimbulkan Parts » Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Pengantar Pengertian HAM Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Cakupan Hak Asasi Manusia » Sejarah Singkat Hak Asasi Manusia » Sejarah HAM di Indonesia » Penutup Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Pengantar Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Hak Asasi Manusia di Indonesia » Pergulatan Bangsa Indonesia di Bidang Hak Asasi Manusia » Rangkuman Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Aung San Suu Kyi » Rachel Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani Corrie Belajar Tentang HAM melalui Cerita Kehidupan » Hubungan manusia dengan Allah.

Menurut Stott, manusia yang » Hubungan antarmanusia. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk » Hubungan manusia dengan bumi dan makhluk lainnya. Manusia » Implikasi Terhadap Hak Asasi Manusia » Hukuman Mati Perdebatan mengenai Hak Hidup » Hak Asasi Manusia Menurut Alkitab » Gereja dan Hak Asasi Manusia » Bagaimana dengan Gereja Kita Sendiri? » Apa yang Harus Dilakukan? » Dialog Mengenai Kesadaran HAM » Masyarakat Multikultur Indonesia Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Membangun Analisis Berdasarkan Cerita » Apa Kata Alkitab Mengenai Multikulturalisme?

» Primordialisme Etnosentrisme Menerapkan Kesadaran dan Praktik Hidup Multikultur » Sumbangan Multikulturalisme dalam Memperkuat Persatuan Umat Kristen dan Bangsa » Bagaimana Multikulturalisme dalam Alkitab? » Gereja Kristen di Indonesia adalah Gereja Multikultur » Merancang Proyek Multikultur Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Belajar dari Yesus Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Beberapa Tantangan yang Dihadapi Gereja dalam Mewujudkan Multikulturalisme » Toleransi: saya bersedia hidup berdampingan dengan orang yang beragama » Menghargai agama lain: sikap ini hanya dapat timbul pada diri orang » Membangun Kebersamaan dalam Perbedaan » Doa penutup Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Benazir Bhutto Tokoh Demokrasi » Malala Yousafzai Tokoh Demokrasi » Mengkaji Kesaksian Alkitab Bahwa Semua Manusia Adalah Sama » Ada aturan yang jelas.

» Tanggung Jawab Seorang Remaja Kristen di Bidang Demokrasi » Mengkaji Perumpamaan Alkitab tentang Keadilan » Contoh Menuntut Keadilan dan Demokrasi » Mencermati Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia sejak 1998 » Memupuk Sikap Demokratis Sejak Dini » Pelajari Dokumen Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Demokrasi di Indonesia Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Bagaimana Sikap Yesus Menyangkut politik?

» Gereja, Politik dan Demokrasi » Pengertian Damai Sejahtera Menurut Alkitab » Persahabatan Memahami Makna “Syalom” » Keselamatan Memahami Makna “Syalom” » Pengalaman Bangsa Israel Ketika Dibuang ke Babel » Indonesia Penerapan Damai Sejahtera di Indonesia » Indonesia 70.8 Penerapan Damai Sejahtera di Indonesia » Indonesia 92.8 Penerapan Damai Sejahtera di Indonesia » Indonesia 44.5 Indonesia Penerapan Damai Sejahtera di Indonesia » Pemantapan dan Aplikasi Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa » Agama-Agama dan Kerinduan Akan Damai Agama dan Perang » Rasa Takut Uraian Materi » Konlik di Indonesia Mengupayakan Kondisi Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani Sejahtera Show more
Multikulturalisme Bahan Alkitab: Galatia 3:28; Kolose 3:11 A.

Pengantar Multikulturalisme merupakan topik penting untuk dipelajari oleh remaja SMA. Kamu dapat mengamati di sekeliling kamu terdapat masyarakat yang beragam dari berbagai segi kehidupan. Ada berbagai suku, kebangsaan, budaya, agama, kelas sosial maupun gaya hidup. Semua kenyataan itu bukan baru disadari pada masa kini namun sejak zaman perjuangan kemerdekaan para pendiri republik ini telah menyadari kenyataan tersebut.

Mengapa topik ini penting untuk dipelajari? Ada beberapa alasan: (1) Memberikan wawasan dan pencerahan mengenai apa dan bagaimana multikulturalisme itu (2) Memotivasi kamu supaya memiliki kesadaran multikultur serta mampu menerima serta menghargainya. (3) Memotivasi kamu supaya menerapkan kesadaran multikultur dalam sikap hidup sebagai remaja Kristen. Pembahasan topik ini dilakukan dengan cara studi kepustakaan di mana kamu mencari dari berbagai sumber mengenai multikulturalisme, mendiskusikan dan mempresentasikan hasil temuan dan hasil kajian itu.

Kamu juga diminta untuk menulis releksi mengenai multikulturalisme di Indonesia ataupun di daerah masing-masing. Meskipun ada beberapa daerah di mana penduduknya masih homogen atau terdiri atas orang-orang yang berasal dari suku, budaya, dan agama yang sama dengan tingkat kehidupan yang hampir sama, namun akan selalu ada keberagaman.

Di masa kini dimana kemajuan transportasi dan komunikasi begitu pesat, terjadi perpindahan penduduk yang turut menciptakan keberagaman ataupun multikultur. Pelajaran 5-7 saling berkaitan satu dengan yang lain. Pelajaran 5 membahas mengenai multikulturalisme, pelajaran 6 membahas mengenai sikap gereja terhadap multikulturalisme sedangkan pelajaran 7 membahas mengenai sikap terhadap orang beragama lain.

Pembahasan mengenai sikap terhadap Bab 5 (2) Presentasi dan Diskusi Kamu telah mencari dari berbagai sumber mengenai multikulturalisme, kemukakan berbagai pandangan mengenai multikultur dan multikulturalisme! Kemudian diskusikan dengan teman-teman kamu, apa yang dimaksudkan dengan multikulturalisme dan apakah multikulturalisme itu merupakan kekayaan yang patut disyukuri ataukah harus dihindari?

Bagaimana caranya remaja SMA mensyukuri multikultur di Indonesia? Setelah diskusi, tulislah kesimpulan kamu mengenai multikultur dan multikulturalisme: Kesimpulan: Menurut Saya multikultur adalah . Sedangkan multikulturalisme adalah: . Cara saya mensyukuri multikulturalisme: . B. Pengertian Multikulturalisme Apakah kamu pernah mendengar atau membaca mengenai multikultur dan multikulturalisme? Dua pengertian ini tidak sama namun saling berkaitan satu dengan yang lain.

Ketika membicarakan mengenai multikultur atau keberagaman budaya sekaligus pandangan dan sikap menyangkut keberagaman itu. Multikultur atau keberagaman budaya adalah fakta dalam masyarakat di mana orang-orang yang ada dalam masyarakat itu terdiri atas berbagai latar belakang budaya, adat istiadat dan kebiasaan, tingkat kehidupan, perbedaan geograis bahkan perbedaan agama. Sedangkan multikulturalisme menyangkut pandangan dan sikap terhadap kenyataan multikultur atau keberagaman budaya.

Konsep multikulturalisme tidaklah sama dengan konsep keanekaragaman dari segi suku bangsa atau kebudayaan yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena konsep multikulturalisme menekankan keanekaragaman dan kesederajatan. Multikulturalisme mengulas berbagai permasalahan yang tidak hanya menyangkut perbedaan budaya tetapi juga mengandung ideologi, politik, demokrasi, penegakan hukum, keadilan, kesempatan kerja dan berusaha, HAM, hak budaya komunitas golongan minoritas dan prinsip-prinsip etika (Parsudi Suparlan, Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural).

Jadi, istilah atau pengertian multikulturalisme adalah tuntutan untuk menerima serta memperlakukan semua orang di dalam berbagai perbedaannya sebagai manusia yang bermartabat dan makhluk mulia ciptaan Tuhan. Ada prinsip keadilan dan persamaan yang erat kaitannya dengan hak asasi manusia dan demokrasi.

Mengapa demikian? Pada mulanya sejak zaman kolonialisme terjadi penindasan terhadap suku, bangsa dan budaya masyarakat tertentu. Ada bangsa dan budaya tertentu yang menjadi begitu superior dan berkuasa dan mereka cenderung menolak serta menindas suku, bangsa dan budaya lain bahkan agama lain.

Setelah zaman kolonialisme berakhir pun suku, bangsa, budaya maupun agama mayoritas masih menjalankan praktik penindasan dan pengabaian terhadap kaum minoritas maupun yang dipandang lebih rendah dari mereka yang berkuasa. Bahkan sampai dengan saat ini kamu dapat membaca berbagai informasi, melihat maupun menonton media elektronik bahwa masih ada orang-orang dari kelompok tertentu yang diperlakukan secara tidak adil maupun susah memperoleh akses ke berbagai (4) Berbagai kenyataan tersebut melahirkan sebuah pandangan baru mengenai multikulturalisme dan pluralisme.

Melalui pandangan baru ini diharapkan manusia dunia memiliki cara pandang yang baru terhadap keberagaman, yaitu semua manusia dalam kepelbagaian/keberagamannya memiliki hak yang sama untuk diterima, dihargai dan dipenuhi hak-hak asasinya sebagai manusia. Setiap orang memiliki hak untuk diberikan akses ke berbagai bidang kehidupan. C. Masyarakat Multikultur Indonesia Multikultural secara substansi sebenarnya tidaklah terlalu asing bagi bangsa dan Negara Indonesia.

Para bapak bangsa telah menyadari keberagaman bangsa ini dan kepelbagaian budaya yang pada satu sisi merupakan kekayaan yang patut disyukuri namun pada sisi lain dapat menjadi sumber konlik. Oleh karena itu, mereka mengikat berbagai perbedaan itu dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Prinsip Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan meskipun Indonesia merupakan negara multikultural, tetapi tetap terintegrasi dalam persatuan dan kesatuan.

Indonesia merupakan sebuah negara kesatuan dari banyak unsur. Kepelbagaian itu terlihat dari keadaan geograisnya, berbagai latar belakang sosial-ekonomi, sosial-politis, sosial-religius, sosial-budaya, dan lain sebagainya.

Kamu dapat menyebutkan contoh multikultur masyarakat Indonesia dan guru akan menambahkannya. Kepelbagaian suku, bangsa, budaya, geograis, adat istiadat, kebiasaan, pandangan hidup sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani agama dijamin oleh UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara.

Apakah jaminan itu dengan sendirinya terbukti dalam kehidupan sosial kemasyarakatan? Tentu tidak karena di sekitar kita masih terdapat begitu banyak persoalan yang berakar dari multikultur tersebut.

Berbagai konlik dan pertentangan yang sering diikuti dengan kekerasan yang dipicu oleh berbagai perbedaan suku, budaya, adat istiadat, agama masih terjadi di Indonesia. Di sekitar kamu, di lingkungan pergaulan kamu, masih terdapat orang-orang yang memiliki prasangka buruk terhadap orang dari latar belakang suku atau agama tertentu. Bahkan masih ada orang tua yang tidak mau mengawinkan anaknya dengan orang yang berasal dari daerah tertentu dan budaya tertentu karena mempunyai prasangka yang kurang baik.

Menyikapi berbagai kenyataan tersebut, para pemimpin bangsa dari berbagai kalangan baik pemerintah, tokoh adat, akademisi maupun tokoh agama berupaya untuk membangun pluralisme dan multikulturalisme. Upaya tersebut terwujud dalam berbagai kegiatan nyata yang dilakukan di (5) tengah masyarakat. Peristiwa tersebut penting namun harus dilakukan secara menyeluruh, antara lain keadilan dan kepastian hukum. Seringkali terjadi konlik di kalangan masyarakat yang seolah-olah dipicu oleh perbedaan suku dan agama padahal akar sesungguhnya adalah ketidakadilan sosial ataupun ketidakmerataan kesempatan (akses) dan penghasilan.

Hal itu dapat menimbulkan kecemburuan dari pihak yang merasa termarginalkan jika kebetulan dua belah pihak berbeda latar belakang suku dan agama maka ketika terjadi konlik, isu mengenai ketidakadilan menjadi tenggelam. Akibatnya yang tampak adalah konlik karena perbedaan suku dan agama. Oleh karena itu, memperjuangkan terwujudnya pluralisme dan multikulturalisme hendaknya tidak terpisahkan dari prinsip keadilan dan pemerataan sosial dan penindakan hukum bagi semua orang tanpa kecuali.

Berbagai kasus yang terjadi menunjukkan bahwa penegakan hukum bagi mereka yang bersalah dalam kasus-kasus menyangkut pertentangan dan konlik yang bernuansa suku dan agama belum dilakukan secara benar. D. Membangun Analisis Berdasarkan Cerita Baca secara teliti cerita di bawah ini kemudian tulis pendapat kamu mengenai: 1.

Ketegangan apa yang terjadi antara Sandra dengan orang tuanya? 2. Apakah kamu setuju dengan sikap orang tua Sandra? Mengapa? 3. Apakah kamu setuju dengan sikap Sandra? Mengapa? Kamu diminta untuk melakukan kajian dengan memperhatikan pendapat kamu di atas mengenai arti multikulturalisme dan bagaimana kamu mensyukuri multikulturalisme. Meskipun kamu hidup di abad modern namun masih banyak orang yang bersikap eksklusif, yaitu memandang dirinya, keluarganya, Sumber : Dokumen Kemdikbud (6) kelompok suku, agama maupun kelas sosialnya sebagai pusat kehidupan.

Pandangan tersebut menyebabkan tidak ada keterbukaan dan solidaritas terhadap orang yang berasal dari luar kelompok mereka. Sandra adalah orang Jawa yang tinggal di Prancis. Ia adalah seorang gadis yang sangat berbakti pada orang tuanya. Orang tuanya tinggal di Surabaya. Mereka berasal dari suatu kota di Jawa Tengah. Mereka merasa bahwa Sandra perlu mengenal dunia luar. Maka kedua orang tuanya menyekolahkan Sandra di Paris, Prancis. Ia menjadi gadis yang cerdas, kritis, dan sangat mencintai orang tuanya.

Di Paris ia berhasil menyelesaikan studinya dengan gemilang, dan bahkan menjalin hubungan serius dengan teman sekolahnya. Mereka siap untuk menikah dan membina hidup bersama.

Namun orang tua Sandra memiliki rencana berbeda. Mereka sudah mempersiapkan orang yang, menurut mereka, tepat untuknya, yakni seorang pria yang memiliki latar belakang persis sama dengan Sandra. Secara kultural pria tersebut adalah pasangan yang tepat untuk Sandra. Namun, ia menolak dengan alasan sudah memiliki pasangan jiwa. Ketegangan pun terjadi. Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani nama budaya dan tradisi, orang tua Sandra menyarankan pria yang telah disiapkan tersebut sebagai pasangan hidupnya.

Atas nama kebebasan dan cinta (yang juga merupakan bagian dari tradisi masyarakat tertentu), Sandra memilih pasangan jiwanya yang di Paris. Ia bingung, orang tuanyapun bingung. Apa yang harus mereka lakukan? Sekilas kisah ini mirip cerita sinetron. Namun di balik cerita ini terdapat problem masyarakat multikultur yang sangat mendalam, yakni apa yang harus dilakukan, ketika dua kultur bertemu dan saling berbeda pandangan?

Jawaban yang biasanya langsung muncul adalah melakukan dialog. Namun dialog tanpa dasar nilai dan pemikiran yang sama tidak akan banyak membuahkan hasil.

Dialog hanya menjadi gosip ataupun ngerumpi semata yang seringkali berakhir dalam kebuntuan. Berdasarkan kejadian tersebut yang diperlukan adalah menemukan dasar nilai yang sama untuk menjadi titik tolak dari dialog.

Sebelum itu, inti masalah dari ketegangan kultural yang terjadi juga perlu dipahami. Pada titik inilah wacana multikulturalisme menemukan relevansinya. (Diunduh tanggal 22 Juli 2014, dari: Rumah Filsafat oleh : A.A.Wattimena) E.

Apa Kata Alkitab Mengenai Multikulturalisme? Alkitab tidak berbicara secara khusus mengenai multikulturalisme namun dalam kaitannya dengan kasih, kebaikan, kesetaraan dan keselamatan itu (7) diberikan bagi semua manusia tanpa kecuali. Dalam Kitab Perjanjian Baru Galatia 3:28 tertulis semua manusia yang berasal dari berbagai suku, bangsa serta kelas sosial dipersatukan dalam Kristus. Artinya kasih Kristus diberikan bagi semua orang tanpa memandang asal-usul mereka.

Kolose 3:11 lebih mempertegas lagi bahwa Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Menjadi manusia baru dalam Kristus berarti manusia yang tidak lagi melihat sesamanya dari perbedaan latar belakang suku, bangsa, budaya, kelas sosial (kaya-miskin), pandangan hidup, kebiasaan dan lain-lain.

Menjadi manusia baru artinya orang beriman yang telah menerima keselamatan dalam Yesus Kristus wajib menerima, menghargai, dan mengasihi sesamanya tanpa memandang berbagai perbedaan yang ada.

Ketika membaca Kitab Perjanjian Lama terutama pada lima kitab pertama, ada kesan seolah-olah Allah membentuk Israel sebagai bangsa yang eksklusif dan menjauhkannya dari bangsa-bangsa lain.

Hal ini melahirkan pemikiran seolah-olah Allah “mengabaikan” bangsa lain, seolah-olah Allah menolak mereka. Akan tetapi, dalam tulisan Kitab Perjanjian Lama, ketika Israel masuk ke tanah Kanaan ada seorang perempuan beserta keluarganya yang diselamatkan karena perempuan itu telah menolong para pengintai.

Nampaknya yang menjadi fokus utama dalam Kitab Perjanjian Lama adalah bagaimana Allah mempersiapkan Israel sebagai bangsa yang akan mewujudkan “Ibadah dan ketaatannya” pada Allah. Jadi, yang ditolak dari bangsa-bangsa lain adalah ibadah mereka yang tidak ditujukan pada Allah. Jika orang-orang Israel bergaul dengan bangsa-bangsa itu dan mereka tidak memiliki kemampuan untuk memilter atau menyaring berbagai pengaruh sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani budaya dan ibadah mereka maka akibatnya bangsa itu akan melupakan Allah dan tidak lagi beribadah kepada-Nya.

Oleh karena itu, pergaulan dengan suku bangsa, budaya, dan agama lain yang beragam tidak berarti kamu harus melebur ke dalamnya tanpa batas. Sebagai remaja Kristen dalam membangun multikulturalisme kamu harus berpedoman pada ajaran iman Kristen. Pergaulan dan kerja sama kamu dengan orang-orang yang berbeda suku, budaya, adat istiadat, kebiasaan, cara pandang, cara berpikir dan agama yang berbeda diharapkan semakin memperkuat iman kamu kepada Allah.

Mengapa? Karena dari keberagaman itu kamu dapat merenungkan betapa luar biasanya Allah yang telah menjadikan manusia dalam keberagaman. Dengan begitu kamu dapat menerima dan menghargai berbagai perbedaan yang ada. (8) Yesus sendiri mengemukakan sebuah cerita mengenai orang Samaria yang murah hati untuk menjelaskan pada para pendengarnya mengenai siapakah sesama manusia dan bagaimana kita harus mengasihi.

Cerita mengenai orang Samaria yang murah sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani mewakili pandangan Yesus mengenai kasih pada sesama. Bahwa semua orang tanpa kecuali terpanggil untuk mewujudkan solidaritas dan kasih bagi sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang. Solidaritas dan kasih itu tidak meniadakan perbedaan namun menerima perbedaan itu sebagai anugerah dan dalam perbedaan itulah manusia diberi kesempatan untuk mewujudkan kasih dan solidaritasnya bagi sesama.

F. Menerapkan Kesadaran dan Praktik Hidup Multikultur Tuhan menciptakan manusia dalam kepelbagaian supaya dapat saling mengisi dan melengkapi satu dengan yang lain. Dalam diri manusia juga dianugerahi kebaikan dan kemampuan untuk beradaptasi dengan alam dan lingkungan hidup terutama dengan sesamanya. Manusia juga diciptakan sebagai makhluk mulia yang memiliki harkat dan martabat. Di era modern sekarang ini, masyarakat dunia memiliki kesadaran multikultur yang jauh lebih baik, bahkan pemenuhan hak setiap orang untuk diterima dan dihargai.

Hak untuk memperoleh keadilan, demokrasi dan HAM telah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi baik oleh negara terhadap warganya maupun oleh sesama warga negara termasuk warga gereja. Meskipun demikian, masih banyak terjadi pelanggaran terhadap pemenuhan hak pribadi maupun kelompok masyarakat minoritas. Misalnya di Indonesia pada zaman orde baru tidak ada pengakuan terhadap agama Khonghucu, bahkan masyarakat keturunan Cina amat dibatasi hak-hak politiknya. Sejak zaman reformasi, kaum minoritas mulai menikmati pemenuhan hak-haknya.

Di bawah pemerintahan Presiden Abdulrahman Wahid, negara mengakui agama Khonghucu dan hak-hak masyarakat keturunan Cina dipulihkan sama dengan kaum pribumi Indonesia. Bahkan ada seorang tokoh muda dari kalangan pribumi keturunan Cina, yang akrab disapa Ahok, menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta.

Ketika buku ini ditulis beliau dalam proses untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terpilih sebagai Presiden RI yang ke-7. Dengan demikian, sesuai dengan undang-undang maka wakil Gubernur akan dilantik sebagai Gubernur. Hal itu merupakan sebuah capaian yang luar biasa. Sebelum Ahok ada Kwik Kian Gie yang pernah menjadi menteri di zaman pemerintahan Megawati Soekarno Puteri. Pada kabinet Indonesia Bersatu yang dipimpin oleh SBY juga Marie Pangestu menjabat sebagai (9) Pada sisi lain, dalam kehidupan beragama, nampak ada keterbatasan bagi orang Kristen.

Contoh, untuk mendirikan gedung gereja umat Kristen menghadapi kendala yang cukup besar. Sampai saat ini beberapa jemaat baik Katolik maupun Protestan masih tetap berjuang untuk memperoleh haknya mendirikan gereja. Jemaat GKI Yasmin di Bogor sampai saat ini masih terus berjuang untuk memperoleh kembali gedung gerejanya yang ditutup. Demikian pula jemaat HKBP Filadelia, Bekasi.

Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi karena UUD 1945 dan Pancasila memberi jaminan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh hak-haknya termasuk hak untuk beribadah dan memiliki rumah ibadahnya sendiri. Dalam komunitas kristiani, gereja-gereja di Indonesia dibangun di atas bangunan suku karena anggota gereja terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai suku, budaya, adat dan kebiasaan serta geograis yang berbeda-beda. Bahkan setiap sinode gereja berada di geograis tertentu dengan budaya dan suku tertentu.

Meskipun gereja-gereja nampak memiliki ailiasi dengan suku dan daerah tertentu namun tetap terbuka bagi orang-orang yang berasal dari daerah, suku dan budaya lainnya. Misalnya GKI yang dahulunya merupakan gereja untuk orang-orang Indonesia keturunan Cina, pada masa kini yang menjadi anggota GKI berasal dari berbagai suku, budaya dan daerah. Demikian juga GPIB yang didirikan untuk orang-orang dari Indonesia Timur pada masa kini terbuka bagi orang-orang dari berbagai daerah, suku dan budaya.

Gereja Bethel Indonesia (GBI) adalah gereja yang sangat terbuka terhadap multikultur, jemaatnya amat beragam dari segi suku, kebangsaan, budaya, geograi bahkan kelas sosial. Dalam gereja yang multikultur, setiap orang dapat belajar membangun persekutuan di atas berbagai perbedaan. Jemaat dapat belajar dari saudara seiman yang berasal dari daerah, suku dan budaya yang berbeda.

Nilai-nilai budaya dan suku yang positif dapat memperkaya liturgi dalam ibadah. Pola-pola hubungan antarjemaat yang positif juga dapat diperkaya dari nilai-nilai budaya yang beragam. Ada beberapa nilai yang dapat diwujudkan dalam tindakan untuk memperkuat persatuan sebagai bangsa Indonesia yang multikultur, sebagai berikut: (10) 1.

Pengakuan masyarakat terhadap berbagai perbedaan dan kompleksitas kehidupan 2. Perlakuan yang sama terhadap berbagai komunitas dan budaya, baik yang mayoritas maupun minoritas. 3. Kesederajatan kedudukan dalam berbagai keanekaragaman dan perbedaan, baik secara individu ataupun kelompok serta budaya. 4. Penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak asasi manusia dan saling menghormati dalam perbedaan. 5. Unsur kebersamaan, solidaritas, kerja sama, dan hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan.

Beberapa poin tersebut di atas merupakan nilai-nilai yang dapat dibangun dalam membina kehidupan bersama sebagai bangsa yang multikultur. Peran pendidikan dan pola asuh dalam keluarga amat penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Pada masa kini sudah banyak tokoh nasional dan pemerhati pendidikan yang menganjurkan untuk memberlakukan pendidikan multikultural di sekolah dan perguruan tinggi.

Hal ini penting mengingat pendidikan merupakan salah satu unsur yang dapat menjadi kekuatan mengubah dalam masyarakat. Pendidikan menjadi pendorong perubahan yang efektif bagi individu dan masyarakat.

Sikap yang harus dihindari dalam membangun masyarakat multikultural yang rukun dan bersatu menurut Wikipedia Indonesia, yaitu: 1. Primordialisme Primordialisme artinya perasaan kesukuan yang berlebihan. Menganggap suku bangsanya sendiri yang paling unggul, maju, dan baik. Sikap ini tidak baik untuk dikembangkan di masyarakat yang multikultural seperti Indonesia. Apabila sikap ini ada dalam diri warga suatu bangsa, maka kecil kemungkinan mereka untuk bisa menerima keberadaan suku bangsa yang lain.

2. Etnosentrisme Etnosentrisme artinya sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaannya sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan yang lain. Indonesia dapat maju dengan bekal kebersamaan, sebab tanpa itu yang muncul adalah disintegrasi sosial. Apabila sikap dan pandangan ini dibiarkan maka akan memunculkan provinsialisme yaitu paham atau gerakan yang bersifat kedaerahan dan eksklusivisme yaitu paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat.

(11) 3. Diskriminatif Diskriminatif adalah sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain.

Sikap ini sangat berbahaya untuk dikembangkan karena bisa memicu munculnya antipati terhadap sesama warga negara. 4. Stereotip Stereotip adalah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Indonesia memang memiliki keragaman suku bangsa dan masing-masing suku bangsa memiliki ciri khas. Tidak tepat apabila perbedaan itu kita besar-besarkan hingga membentuk sebuah kebencian G. Sumbangan Multikulturalisme dalam Memperkuat Persatuan Umat Kristen dan Bangsa Indonesia Berdasarkan pembahasan tersebut, tulis poin-poin penting menyangkut mutlikulturalisme yang dapat memperkuat persatuan umat kristiani dan Bangsa Indonesia.

Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani: . . Sumbangan multikultur bagi persatuan bangsa . . Berdasarkan kajian sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani multikultur dan sumbangan nilai-nilai mul-tikultur bagi umat kristiani secara khusus dan bangsa Indonesia pada umum-nya, kamu dapat menilai diri sendiri.

Apakah kamu sudah mempraktikkan sikap hidup yang menerima dan menghargai multikulturalisme? (12) 5. Memandang bahwa hanya agama saya yang paling benar 6. Saya tidak canggung bergaul dengan mereka yang berbeda status sosial ekonominya (lebih rendah atau lebih tinggi) Penilaian Untuk butir nomor 1, 2, 3, 4, dan 6 penilaian adalah sebagai berikut: • Selalu = 4 • sering= 3 • Jarang = 2, dan • Tidak pernah = 1 • Tidak pernah = 4 • Jarang = 3 • sering = 2, dan • Selalu = 4.

Berapakah skormu? Siapa yang memiliki skor tertinggi di kelas dan siapa yang memiliki skor terendah di kelas? H. Penutup Berdasarkan kajian mengenai multikultur dan sumbangan nilai-nilai multikultur bagi umat kristiani secara khusus dan bangsa Indonesia pada umumnya, kamu dapat menilai diri sendiri. Apakah kamu sudah mempraktikkan sikap hidup yang menerima dan menghargai multikulturalisme. Berikut adalah sejumlah pernyataan yang menolongmu untuk mengetahui sikapmu terhadap multikulturalisme.

Hendaklah diisi dengan jujur, seperti apa adanya kamu saat ini. Rangkuman Allah menciptakan manusia dalam kepelbagaian suku, bangsa, ras, budaya, geograis, agama, adat serta kebiasaan. Kepelbagaian itu tentu mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap kehidupan. Namun demikian, harkat dan martabat semua manusia sama di hadapan Allah.

Oleh karena itu, setiap orang terpanggil untuk menerima dan menghargai berbagai perbedaan yang ada secara kritis dan rasional. Dalam bersikap terhadap kepelbagaian, acuan kamu adalah Alkitab dimana kamu diajarkan untuk menerima dan mengasihi sesama tanpa memandang berbagai perbedaan yang ada. Kamu dapat membangun pertemanan dan persahabatan tanpa memandang berbagai perbedaan, namun disertai sikap kritis dan rasional.

Artinya menyaring hal-hal yang positif dan negatif berdasarkan ajaran Alkitab. Yesus sendiri mengemukakan sebuah cerita mengenai orang Samaria yang murah hati untuk menjelaskan pada para pendengarnya mengenai siapakah sesama manusia dan bagaimana kita harus mengasihi.

Cerita mengenai orang Samaria yang murah hati mewakili pandangan Yesus mengenai kasih pada sesama. Bahwa semua orang tanpa kecuali terpanggil untuk mewujudkan solidaritas dan kasih bagi sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Solidaritas dan kasih itu tidak meniadakan perbedaan namun menerima perbedaan itu sebagai anugerah dan dalam perbedaan itulah manusia diberi kesempatan untuk mewujudkan kasih dan solidaritasnya bagi sesama. F. Menerapkan Kesadaran dan Praktik Hidup Multikultur Tuhan menciptakan manusia dalam kepelbagaian supaya dapat saling mengisi dan melengkapi satu dengan yang lain. Dalam diri manusia juga dianugerahi kebaikan dan kemampuan untuk beradaptasi dengan alam dan lingkungan hidup terutama dengan sesamanya.

Manusia juga diciptakan sebagai makhluk mulia yang memiliki harkat dan martabat. Di era modern sekarang ini, masyarakat dunia memiliki kesadaran multikultur yang jauh lebih baik, bahkan pemenuhan hak setiap orang untuk diterima dan dihargai. Hak untuk memperoleh keadilan, demokrasi dan HAM telah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi baik oleh negara terhadap warganya maupun oleh sesama warga negara termasuk warga gereja.

Meskipun demikian, masih banyak terjadi pelanggaran terhadap pemenuhan hak pribadi maupun kelompok masyarakat minoritas. Misalnya di Indonesia pada zaman orde baru tidak ada pengakuan terhadap agama Khonghucu, bahkan masyarakat keturunan Cina amat dibatasi hak-hak politiknya. Sejak zaman reformasi, kaum minoritas mulai menikmati pemenuhan hak-haknya. Di bawah pemerintahan Presiden Abdulrahman Wahid, negara mengakui agama Khonghucu dan hak-hak masyarakat keturunan Cina dipulihkan sama dengan kaum pribumi Indonesia.

Bahkan ada seorang tokoh muda dari kalangan pribumi keturunan Cina, yang akrab disapa Ahok, menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta. Ketika buku ini ditulis beliau dalam proses untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terpilih sebagai Presiden RI yang ke-7.

Dengan demikian, sesuai dengan undang-undang maka wakil Gubernur akan dilantik sebagai Gubernur. Hal itu merupakan sebuah capaian yang luar biasa. Sebelum Ahok ada Kwik Kian Gie yang pernah menjadi menteri di zaman pemerintahan Megawati Soekarno Puteri.

Pada kabinet Indonesia Bersatu yang dipimpin oleh SBY juga Marie Pangestu menjabat sebagai (2) Menteri Ekonomi Kreatif dan Pariwisata. Mereka berhasil menembus tembok minoritas dan membuktikan bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin di negara ini.

Mereka terpilih karena memiliki kompetensi atau kemampuan, profesionalitas dan integritas. Pada sisi lain, dalam kehidupan beragama, nampak ada keterbatasan bagi orang Kristen. Contoh, untuk mendirikan gedung gereja umat Kristen menghadapi kendala yang cukup besar.

Sampai saat ini beberapa jemaat baik Katolik maupun Protestan masih tetap berjuang untuk memperoleh haknya mendirikan gereja. Jemaat GKI Yasmin di Bogor sampai saat ini masih terus berjuang untuk memperoleh kembali gedung gerejanya yang ditutup. Demikian pula jemaat HKBP Filadelia, Bekasi. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi karena UUD 1945 dan Pancasila memberi jaminan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani termasuk hak untuk beribadah dan memiliki rumah ibadahnya sendiri.

Dalam komunitas kristiani, gereja-gereja di Indonesia dibangun di atas bangunan suku karena anggota gereja terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai suku, budaya, adat dan kebiasaan serta geograis yang berbeda-beda. Bahkan setiap sinode gereja berada di geograis tertentu dengan budaya dan suku tertentu. Meskipun gereja-gereja nampak memiliki ailiasi dengan suku dan daerah tertentu namun tetap terbuka bagi orang-orang yang berasal dari daerah, suku dan budaya lainnya.

Misalnya GKI yang dahulunya merupakan gereja untuk orang-orang Indonesia keturunan Cina, pada masa kini yang menjadi anggota GKI berasal dari berbagai suku, budaya dan daerah. Demikian juga GPIB yang didirikan untuk orang-orang dari Indonesia Timur pada masa kini terbuka bagi orang-orang dari berbagai daerah, suku dan budaya.

Gereja Bethel Indonesia (GBI) adalah gereja yang sangat terbuka terhadap multikultur, jemaatnya amat beragam dari segi suku, kebangsaan, budaya, geograi bahkan kelas sosial.

Dalam gereja yang multikultur, setiap orang dapat belajar membangun persekutuan di atas berbagai perbedaan. Jemaat dapat belajar dari saudara seiman yang berasal dari daerah, suku dan budaya yang berbeda. Nilai-nilai budaya dan suku yang positif dapat memperkaya liturgi dalam ibadah. Pola-pola hubungan antarjemaat yang positif juga dapat diperkaya dari nilai-nilai budaya yang beragam. Ada beberapa nilai yang dapat diwujudkan dalam tindakan untuk memperkuat persatuan sebagai bangsa Indonesia yang multikultur, sebagai berikut: (3) 1.

Pengakuan masyarakat terhadap berbagai perbedaan dan kompleksitas kehidupan 2. Perlakuan yang sama terhadap berbagai komunitas dan budaya, baik yang mayoritas maupun minoritas. 3. Kesederajatan kedudukan dalam berbagai keanekaragaman dan perbedaan, baik secara individu ataupun kelompok serta budaya. 4. Penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak asasi manusia dan saling menghormati dalam perbedaan. 5. Unsur kebersamaan, solidaritas, kerja sama, dan hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan.

Beberapa poin tersebut di atas merupakan nilai-nilai yang dapat dibangun dalam membina kehidupan bersama sebagai bangsa yang multikultur. Peran pendidikan dan pola asuh dalam keluarga amat penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Pada masa kini sudah banyak tokoh nasional dan pemerhati pendidikan yang menganjurkan untuk memberlakukan pendidikan multikultural di sekolah dan perguruan tinggi.

Hal ini penting mengingat pendidikan merupakan salah satu unsur yang dapat menjadi kekuatan mengubah dalam masyarakat. Pendidikan menjadi pendorong perubahan yang efektif bagi individu dan masyarakat. Sikap yang harus dihindari dalam membangun masyarakat multikultural yang rukun dan bersatu menurut Wikipedia Indonesia, yaitu: 1. Primordialisme Primordialisme artinya perasaan kesukuan yang berlebihan.

Menganggap suku bangsanya sendiri yang paling unggul, maju, dan baik. Sikap ini tidak baik untuk dikembangkan di masyarakat yang multikultural seperti Indonesia. Apabila sikap ini ada dalam diri warga suatu bangsa, maka kecil kemungkinan mereka untuk bisa menerima keberadaan suku bangsa yang lain.

2. Etnosentrisme Etnosentrisme artinya sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaannya sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan yang lain.

Indonesia dapat maju dengan bekal kebersamaan, sebab tanpa itu yang muncul adalah disintegrasi sosial. Apabila sikap dan pandangan ini dibiarkan maka akan sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani provinsialisme yaitu paham atau gerakan yang bersifat kedaerahan dan eksklusivisme yaitu paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat.

(4) 3. Diskriminatif Diskriminatif adalah sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain.

Sikap ini sangat berbahaya untuk dikembangkan karena bisa memicu munculnya antipati terhadap sesama warga negara. 4. Stereotip Stereotip adalah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat.

Indonesia memang memiliki keragaman suku bangsa dan masing-masing suku bangsa memiliki ciri khas. Tidak tepat apabila perbedaan itu kita besar-besarkan hingga membentuk sebuah kebencian G. Sumbangan Multikulturalisme dalam Memperkuat Persatuan Umat Kristen dan Bangsa Indonesia Berdasarkan pembahasan tersebut, tulis poin-poin penting menyangkut mutlikulturalisme yang dapat memperkuat persatuan umat kristiani dan Bangsa Indonesia.

Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani: . . Sumbangan multikultur bagi persatuan bangsa . . Berdasarkan kajian mengenai multikultur dan sumbangan nilai-nilai mul-tikultur bagi umat kristiani secara khusus dan bangsa Indonesia pada umum-nya, kamu dapat menilai diri sendiri. Apakah kamu sudah mempraktikkan sikap hidup yang menerima dan menghargai multikulturalisme?

(5) Nama : . Kelas : . Tanggal : . No Nilai-Nilai Multikultur Sikap Saya Tidak Pernah Jarang Sering Kali Selalu 1. Solidaritas terhadap sesama 2.

Keterbukaan terhadap perbedaan suku dan budaya (pandangan positif) 3. Bersedia menolong sesama tanpa memandang perbedaan 4. Memiliki teman akrab yang berbeda agama, suku, dan budaya. 5. Memandang bahwa hanya agama saya yang paling benar 6. Saya tidak canggung bergaul dengan mereka yang berbeda status sosial ekonominya (lebih rendah atau lebih tinggi) Penilaian Untuk butir nomor 1, 2, 3, 4, dan 6 penilaian adalah sebagai berikut: • Selalu = 4 • sering= 3 • Jarang = 2, dan • Tidak pernah = 1 Namun untuk butir 5, penilaiannya dibalik karena merupakan pernyataan negatif.

Jadi: (6) • Tidak pernah = 4 • Jarang = 3 • sering = 2, dan • Selalu = 4. Berapakah skormu? Siapa yang memiliki skor tertinggi di kelas dan siapa yang memiliki skor terendah di kelas? H. Penutup Berdasarkan kajian mengenai multikultur dan sumbangan nilai-nilai multikultur bagi umat kristiani secara khusus dan bangsa Indonesia pada umumnya, kamu dapat menilai diri sendiri.

Apakah kamu sudah mempraktikkan sikap hidup yang menerima dan menghargai multikulturalisme. Berikut adalah sejumlah pernyataan sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani menolongmu untuk mengetahui sikapmu terhadap multikulturalisme. Hendaklah diisi dengan jujur, seperti apa adanya kamu saat ini. Rangkuman Allah menciptakan manusia dalam kepelbagaian suku, bangsa, ras, budaya, geograis, agama, adat serta kebiasaan. Kepelbagaian itu tentu mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap kehidupan.

Namun demikian, harkat dan martabat semua manusia sama di hadapan Allah. Oleh karena itu, setiap orang terpanggil untuk menerima dan menghargai berbagai perbedaan yang ada secara kritis dan rasional. Dalam bersikap terhadap kepelbagaian, acuan kamu adalah Alkitab dimana kamu diajarkan untuk menerima dan mengasihi sesama tanpa memandang berbagai perbedaan yang ada.

Kamu dapat membangun pertemanan dan persahabatan tanpa memandang berbagai perbedaan, namun disertai sikap kritis dan rasional. Artinya menyaring hal-hal yang positif dan negatif berdasarkan ajaran Alkitab.
• Tuhan menciptakan manusia dalam kepelbagian supaya saling melengkapi dan saling mengisi • Saat ini masyarakat sudah memiliki kesadaran multikultur yang lebih baik • Komunitas Kristiani terdiri dari berbagai suku, budaya,adat, kebiasaan serta geografis yang berbeda-beda • Dalam gereja yang multikultur setiap persekututuan dibangun diatas perbedaan • Nilai-nilai budaya dan suku yang positif dapat memperkaya liturgi dalam ibadah • Pengakuan terhadap berbagai perbedaan • Perlakuan yang sama terhadap komunitas dan budaya • Kesederajatan kedudukan dalam berbagai keanekaragaman • Penghargaan yang tinggi terhadap HAM dan saling menghormati dalam perbedaan • Unsur kebersamaan, solidaritas, kerjasama, dan hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan • Primordialisme : perasaaan kesukuan yang sangat kuat dan berlebihan.

Menganggap suku bangsanya yang paling unggul, maju dan baik • Etnosentrisme : Sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, terkadang disertai dengan sikap merendahkan masyarakat dan kebudayaan lain • Diskriminatif : sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain • Stereotip : konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subyektif dan tidak tepat • Menerima dan menghargai semua orang tanpa kecuali • Menolong sesama serta menunjukkan solidaritas tanpa memandang latar sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani perbedaan • Menghilangkan prasangka buruk terhadap suku, bangsa, budaya maupun kelas sosial • Berpikir positif terhadap semua orang tetapi tetap kritis • Menjadikan hukum kasih sebagai landasan dalam bergaul dengan sesamaMultikulturalisme Bahan Alkitab: Galatia 3:28; Kolose 3:11 A.

Pengantar Multikulturalisme merupakan topik penting untuk dipelajari oleh remaja SMA. Kamu dapat mengamati di sekeliling kamu terdapat masyarakat yang sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani dari berbagai segi kehidupan. Ada berbagai suku, kebangsaan, budaya, agama, kelas sosial maupun gaya hidup.

Semua kenyataan itu bukan baru disadari pada masa kini namun sejak zaman perjuangan kemerdekaan para pendiri republik ini telah menyadari kenyataan tersebut.

Mengapa topik ini penting untuk dipelajari? Ada beberapa alasan: (1) Memberikan wawasan dan pencerahan mengenai apa dan bagaimana multikulturalisme itu (2) Memotivasi kamu supaya memiliki kesadaran multikultur serta mampu menerima serta menghargainya. (3) Memotivasi kamu supaya menerapkan kesadaran multikultur dalam sikap hidup sebagai remaja Kristen.

Pembahasan topik ini dilakukan dengan cara studi kepustakaan di mana kamu mencari dari berbagai sumber mengenai multikulturalisme, mendiskusikan dan mempresentasikan hasil temuan dan hasil kajian itu. Kamu juga diminta untuk menulis releksi mengenai multikulturalisme di Indonesia ataupun di daerah masing-masing. Meskipun ada beberapa daerah di mana penduduknya masih homogen atau terdiri atas orang-orang yang berasal dari suku, budaya, dan agama yang sama dengan tingkat kehidupan yang hampir sama, namun akan selalu ada keberagaman.

Di masa sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani dimana kemajuan transportasi dan komunikasi begitu pesat, terjadi perpindahan penduduk yang turut menciptakan keberagaman ataupun multikultur. Pelajaran 5-7 saling berkaitan satu dengan yang lain. Pelajaran 5 membahas mengenai multikulturalisme, pelajaran 6 membahas mengenai sikap gereja terhadap multikulturalisme sedangkan pelajaran 7 membahas mengenai sikap terhadap orang beragama lain.

Pembahasan mengenai sikap terhadap Bab (2) orang beragama lain ditempatkan bersamaan dengan pembahasan mengenai multikulturalisme, karena di Indonesia pada umumnya keberagaman melekat dalam identitas suku bahkan untuk kekristenan sendiri gereja-gereja di Indonesia turut diwarnai oleh suku dan kebudayaannya.

Presentasi dan Diskusi Kamu telah mencari dari berbagai sumber mengenai multikulturalisme, kemukakan berbagai pandangan mengenai multikultur dan multikulturalisme! Kemudian diskusikan dengan teman-teman kamu, apa yang dimaksudkan dengan multikulturalisme dan apakah multikulturalisme itu merupakan kekayaan yang patut disyukuri ataukah harus dihindari?

Bagaimana caranya remaja SMA mensyukuri multikultur di Indonesia? Setelah diskusi, tulislah kesimpulan kamu mengenai multikultur dan multikulturalisme: Kesimpulan: Menurut Saya multikultur adalah . Sedangkan multikulturalisme adalah: . Cara saya mensyukuri multikulturalisme: . B. Pengertian Multikulturalisme (3) berbagai latar belakang budaya, adat istiadat dan kebiasaan, tingkat kehidupan, perbedaan geograis bahkan perbedaan agama. Sedangkan multikulturalisme menyangkut pandangan dan sikap terhadap kenyataan multikultur atau keberagaman budaya.

Konsep multikulturalisme tidaklah sama dengan konsep keanekaragaman dari segi suku bangsa atau kebudayaan yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena konsep multikulturalisme menekankan keanekaragaman dan kesederajatan. Multikulturalisme mengulas berbagai permasalahan yang tidak hanya menyangkut perbedaan budaya tetapi juga mengandung ideologi, politik, demokrasi, penegakan hukum, keadilan, kesempatan kerja dan berusaha, HAM, hak budaya komunitas golongan minoritas dan prinsip-prinsip etika (Parsudi Suparlan, Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural).

Jadi, istilah atau pengertian multikulturalisme adalah tuntutan untuk menerima serta memperlakukan semua orang di dalam berbagai perbedaannya sebagai manusia yang bermartabat dan makhluk mulia ciptaan Tuhan. Ada prinsip keadilan dan persamaan yang erat kaitannya dengan hak asasi manusia dan demokrasi. Mengapa demikian? Pada mulanya sejak zaman kolonialisme terjadi penindasan terhadap suku, bangsa dan budaya masyarakat tertentu.

Ada bangsa dan budaya tertentu yang menjadi begitu superior dan berkuasa dan mereka cenderung menolak serta menindas suku, bangsa dan budaya lain bahkan agama lain. Setelah zaman kolonialisme berakhir pun suku, bangsa, budaya maupun agama mayoritas masih menjalankan praktik penindasan dan pengabaian terhadap kaum minoritas maupun yang dipandang lebih rendah dari mereka yang berkuasa.

Bahkan sampai dengan saat ini kamu sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani membaca berbagai informasi, melihat maupun menonton media elektronik bahwa masih ada orang-orang dari kelompok tertentu yang diperlakukan secara tidak adil maupun susah memperoleh akses ke berbagai (4) Berbagai kenyataan tersebut melahirkan sebuah pandangan baru mengenai multikulturalisme dan pluralisme. Melalui pandangan baru ini diharapkan manusia dunia memiliki cara pandang yang baru terhadap keberagaman, yaitu semua manusia dalam kepelbagaian/keberagamannya memiliki hak yang sama untuk diterima, dihargai dan dipenuhi hak-hak asasinya sebagai manusia.

Setiap orang memiliki hak untuk diberikan akses ke berbagai bidang kehidupan. C. Masyarakat Multikultur Indonesia Multikultural secara substansi sebenarnya tidaklah terlalu asing bagi bangsa dan Negara Indonesia. Para bapak bangsa telah menyadari keberagaman bangsa ini dan kepelbagaian budaya yang pada satu sisi merupakan kekayaan yang patut disyukuri namun pada sisi lain dapat menjadi sumber konlik. Oleh karena itu, mereka mengikat berbagai perbedaan itu dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.

Prinsip Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan meskipun Indonesia merupakan negara multikultural, tetapi tetap terintegrasi dalam persatuan dan kesatuan. Indonesia merupakan sebuah negara kesatuan dari banyak unsur. Kepelbagaian itu terlihat dari keadaan geograisnya, berbagai latar belakang sosial-ekonomi, sosial-politis, sosial-religius, sosial-budaya, dan lain sebagainya.

Kamu dapat menyebutkan contoh multikultur masyarakat Indonesia dan guru akan menambahkannya. Kepelbagaian suku, bangsa, budaya, geograis, adat istiadat, kebiasaan, pandangan hidup maupun agama dijamin oleh UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara. Apakah jaminan itu dengan sendirinya terbukti dalam kehidupan sosial kemasyarakatan? Tentu tidak karena di sekitar kita masih terdapat begitu banyak persoalan yang berakar dari multikultur tersebut.

Berbagai konlik dan pertentangan yang sering diikuti dengan kekerasan yang dipicu oleh berbagai perbedaan suku, budaya, adat istiadat, agama masih terjadi di Indonesia. Di sekitar kamu, di lingkungan pergaulan kamu, masih terdapat orang-orang yang memiliki prasangka buruk terhadap orang dari latar belakang suku atau agama tertentu. Bahkan masih ada orang tua yang tidak mau mengawinkan anaknya dengan orang yang berasal dari daerah tertentu dan budaya tertentu karena mempunyai prasangka yang kurang baik.

(5) tengah masyarakat. Peristiwa tersebut penting namun harus dilakukan secara menyeluruh, antara lain keadilan dan kepastian hukum. Seringkali terjadi konlik di kalangan masyarakat yang seolah-olah dipicu oleh perbedaan suku dan agama padahal akar sesungguhnya adalah ketidakadilan sosial ataupun ketidakmerataan kesempatan (akses) dan penghasilan. Hal itu dapat menimbulkan kecemburuan dari pihak yang merasa termarginalkan jika kebetulan dua belah pihak berbeda latar belakang suku dan agama maka ketika terjadi konlik, isu mengenai ketidakadilan menjadi tenggelam.

Akibatnya yang tampak adalah konlik karena perbedaan suku dan agama. Oleh karena itu, memperjuangkan terwujudnya pluralisme dan multikulturalisme hendaknya tidak terpisahkan dari prinsip keadilan dan pemerataan sosial dan penindakan hukum bagi semua orang tanpa kecuali.

Berbagai kasus yang terjadi menunjukkan bahwa penegakan hukum bagi mereka yang bersalah dalam kasus-kasus menyangkut pertentangan dan konlik yang bernuansa suku dan agama belum dilakukan secara benar. D. Membangun Analisis Berdasarkan Cerita Baca secara teliti cerita di bawah ini kemudian tulis pendapat kamu mengenai: 1.

Ketegangan apa yang terjadi antara Sandra sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani orang tuanya? 2. Apakah kamu setuju dengan sikap orang tua Sandra? Mengapa? 3. Apakah kamu setuju dengan sikap Sandra? Mengapa? Kamu diminta untuk melakukan kajian dengan memperhatikan pendapat kamu di atas mengenai arti multikulturalisme dan bagaimana kamu mensyukuri multikulturalisme. Meskipun kamu hidup di abad modern namun masih banyak orang yang bersikap eksklusif, yaitu memandang dirinya, keluarganya, Sumber : Dokumen Kemdikbud (6) kelompok suku, agama maupun kelas sosialnya sebagai pusat kehidupan.

Pandangan tersebut menyebabkan tidak ada keterbukaan dan solidaritas terhadap orang yang berasal dari luar kelompok mereka. Sandra adalah orang Jawa yang tinggal di Prancis. Ia adalah seorang gadis yang sangat berbakti pada orang tuanya. Orang tuanya tinggal di Surabaya. Mereka berasal dari suatu kota di Jawa Tengah. Mereka merasa bahwa Sandra perlu mengenal dunia luar. Maka kedua orang tuanya menyekolahkan Sandra di Paris, Prancis. Ia menjadi gadis yang cerdas, kritis, dan sangat mencintai orang tuanya.

Di Paris ia berhasil menyelesaikan studinya dengan gemilang, dan bahkan menjalin hubungan serius dengan teman sekolahnya. Mereka siap untuk menikah dan membina hidup bersama. Namun orang tua Sandra memiliki rencana berbeda. Mereka sudah mempersiapkan orang yang, menurut mereka, tepat untuknya, yakni seorang pria yang memiliki latar belakang persis sama dengan Sandra. Secara kultural pria tersebut adalah pasangan yang tepat untuk Sandra. Namun, ia menolak dengan alasan sudah memiliki pasangan jiwa.

Ketegangan pun terjadi. Atas nama budaya dan tradisi, orang tua Sandra menyarankan pria yang telah disiapkan tersebut sebagai pasangan hidupnya. Atas nama kebebasan dan cinta (yang juga merupakan bagian dari tradisi masyarakat tertentu), Sandra memilih pasangan jiwanya yang di Paris.

Ia bingung, orang tuanyapun bingung. Apa yang harus mereka lakukan? Sekilas kisah ini mirip cerita sinetron. Namun di balik cerita ini terdapat problem masyarakat multikultur yang sangat mendalam, yakni apa yang harus dilakukan, ketika dua kultur bertemu dan saling berbeda pandangan?

Jawaban yang biasanya langsung muncul adalah melakukan dialog. Namun dialog tanpa dasar nilai dan pemikiran yang sama tidak akan banyak membuahkan hasil. Dialog hanya menjadi gosip ataupun ngerumpi semata yang seringkali berakhir dalam kebuntuan. Berdasarkan kejadian tersebut yang diperlukan adalah menemukan dasar nilai yang sama untuk menjadi titik tolak dari dialog. Sebelum itu, inti masalah dari ketegangan kultural yang terjadi juga perlu dipahami.

Pada titik inilah wacana multikulturalisme menemukan relevansinya. (Diunduh tanggal 22 Juli 2014, dari: Rumah Filsafat oleh : A.A.Wattimena) (7) diberikan bagi semua manusia tanpa kecuali. Dalam Kitab Perjanjian Baru Galatia 3:28 tertulis semua manusia yang berasal dari berbagai suku, bangsa serta kelas sosial dipersatukan dalam Kristus. Artinya kasih Kristus diberikan bagi semua orang tanpa memandang asal-usul mereka. Kolose 3:11 lebih mempertegas lagi bahwa Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

Menjadi manusia baru dalam Kristus berarti manusia yang tidak lagi melihat sesamanya dari perbedaan latar belakang suku, bangsa, budaya, kelas sosial (kaya-miskin), pandangan hidup, kebiasaan dan lain-lain.

Menjadi manusia baru artinya orang beriman yang telah menerima keselamatan dalam Yesus Kristus wajib menerima, menghargai, dan mengasihi sesamanya tanpa memandang berbagai perbedaan yang ada. Ketika membaca Kitab Perjanjian Lama terutama pada lima kitab pertama, ada kesan seolah-olah Allah membentuk Israel sebagai bangsa yang eksklusif dan menjauhkannya dari bangsa-bangsa lain.

Hal ini melahirkan pemikiran seolah-olah Allah “mengabaikan” bangsa lain, seolah-olah Allah menolak mereka. Akan tetapi, dalam tulisan Kitab Perjanjian Lama, ketika Israel masuk ke tanah Kanaan ada seorang perempuan beserta keluarganya yang diselamatkan karena perempuan itu telah menolong para pengintai. Nampaknya yang menjadi fokus utama dalam Kitab Perjanjian Lama adalah bagaimana Allah mempersiapkan Israel sebagai bangsa yang akan mewujudkan “Ibadah dan ketaatannya” pada Allah.

Jadi, yang ditolak dari bangsa-bangsa lain adalah ibadah mereka yang tidak ditujukan pada Allah. Jika orang-orang Israel bergaul dengan bangsa-bangsa itu dan mereka tidak memiliki kemampuan untuk memilter atau menyaring berbagai pengaruh dari budaya dan ibadah mereka maka akibatnya bangsa itu akan melupakan Allah dan tidak lagi beribadah kepada-Nya.

Oleh karena itu, pergaulan dengan suku bangsa, budaya, dan agama lain yang beragam tidak berarti kamu harus melebur ke dalamnya tanpa batas. (8) Yesus sendiri mengemukakan sebuah cerita mengenai orang Samaria yang murah hati untuk menjelaskan pada para pendengarnya mengenai siapakah sesama manusia dan bagaimana kita harus mengasihi.

Cerita mengenai orang Samaria yang murah hati mewakili pandangan Yesus mengenai kasih pada sesama. Bahwa semua orang tanpa kecuali terpanggil untuk mewujudkan solidaritas dan kasih bagi sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Solidaritas dan kasih itu tidak meniadakan perbedaan namun menerima perbedaan itu sebagai anugerah dan dalam perbedaan itulah manusia diberi kesempatan untuk mewujudkan kasih dan solidaritasnya bagi sesama. F. Menerapkan Kesadaran dan Praktik Hidup Multikultur (9) Menteri Ekonomi Kreatif dan Pariwisata. Mereka berhasil menembus tembok minoritas dan membuktikan bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani di negara ini.

Mereka terpilih karena memiliki kompetensi atau kemampuan, profesionalitas dan integritas. Pada sisi lain, dalam kehidupan beragama, nampak ada keterbatasan bagi orang Kristen. Contoh, untuk mendirikan gedung gereja umat Kristen menghadapi kendala yang cukup besar. Sampai saat ini beberapa jemaat baik Katolik maupun Protestan masih tetap berjuang untuk memperoleh haknya mendirikan gereja.

Jemaat GKI Yasmin di Bogor sampai saat ini masih terus berjuang untuk memperoleh kembali gedung gerejanya yang ditutup. Demikian pula jemaat HKBP Filadelia, Bekasi. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi karena UUD 1945 dan Pancasila memberi jaminan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh hak-haknya termasuk hak untuk beribadah dan memiliki rumah ibadahnya sendiri.

Dalam komunitas kristiani, gereja-gereja di Indonesia dibangun di atas bangunan suku karena anggota gereja terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai suku, budaya, adat dan kebiasaan serta geograis yang berbeda-beda. Bahkan setiap sinode gereja berada di geograis tertentu dengan budaya dan suku tertentu.

Meskipun gereja-gereja nampak memiliki ailiasi dengan suku dan daerah tertentu namun tetap terbuka bagi orang-orang yang berasal dari daerah, suku dan budaya lainnya. Misalnya GKI yang dahulunya merupakan gereja untuk orang-orang Indonesia keturunan Cina, pada masa kini yang menjadi anggota GKI berasal dari berbagai suku, budaya dan daerah. Demikian juga GPIB yang didirikan untuk orang-orang dari Indonesia Timur pada masa kini terbuka bagi orang-orang dari berbagai daerah, suku dan budaya.

Gereja Bethel Indonesia (GBI) adalah gereja yang sangat terbuka terhadap multikultur, jemaatnya amat beragam dari segi suku, kebangsaan, budaya, geograi bahkan kelas sosial.

Dalam gereja yang multikultur, setiap orang dapat belajar membangun persekutuan di atas berbagai perbedaan. Jemaat dapat belajar dari saudara seiman yang berasal dari daerah, suku dan budaya yang berbeda. Nilai-nilai budaya dan suku yang positif dapat memperkaya liturgi dalam ibadah.

Pola-pola hubungan antarjemaat yang positif juga dapat diperkaya dari nilai-nilai budaya yang beragam. (10) 1.

Pengakuan masyarakat terhadap berbagai perbedaan dan kompleksitas kehidupan 2.

sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani

Perlakuan yang sama terhadap berbagai komunitas dan budaya, baik yang mayoritas maupun minoritas. 3. Kesederajatan kedudukan dalam berbagai keanekaragaman dan perbedaan, baik secara individu ataupun kelompok serta budaya. 4. Penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak asasi manusia dan saling menghormati dalam perbedaan.

5. Unsur kebersamaan, solidaritas, kerja sama, dan hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan. Beberapa poin tersebut di atas merupakan nilai-nilai yang dapat dibangun dalam membina kehidupan bersama sebagai bangsa yang multikultur.

Peran pendidikan dan pola asuh dalam keluarga amat penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Pada masa kini sudah banyak tokoh nasional dan pemerhati pendidikan yang menganjurkan untuk memberlakukan pendidikan multikultural di sekolah dan perguruan tinggi. Hal ini penting mengingat pendidikan merupakan salah satu unsur yang dapat menjadi kekuatan mengubah dalam masyarakat.

Pendidikan menjadi pendorong perubahan yang efektif bagi individu dan masyarakat. Sikap yang harus dihindari dalam sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani masyarakat multikultural yang rukun dan bersatu menurut Wikipedia Indonesia, yaitu: 1. Primordialisme Primordialisme artinya perasaan kesukuan yang berlebihan. Menganggap suku bangsanya sendiri yang paling unggul, maju, dan baik. Sikap ini tidak baik untuk dikembangkan di masyarakat yang multikultural seperti Indonesia.

Apabila sikap ini ada dalam diri warga suatu bangsa, maka kecil kemungkinan mereka untuk bisa menerima keberadaan suku bangsa yang lain. 2. Etnosentrisme (11) 3. Diskriminatif Diskriminatif adalah sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain.

Sikap ini sangat berbahaya untuk dikembangkan karena bisa memicu munculnya antipati terhadap sesama warga negara. 4. Stereotip Stereotip adalah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Indonesia memang memiliki keragaman suku bangsa dan masing-masing suku bangsa memiliki ciri khas.

Tidak tepat apabila perbedaan itu kita besar-besarkan hingga membentuk sebuah kebencian G. Sumbangan Multikulturalisme dalam Memperkuat Persatuan Umat Kristen dan Bangsa Indonesia Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani pembahasan tersebut, tulis poin-poin penting menyangkut mutlikulturalisme yang dapat memperkuat persatuan umat kristiani dan Bangsa Indonesia.

Sumbangan multikultur bagi persatuan umat kristiani: . . Sumbangan multikultur bagi persatuan bangsa . . (12) Nama : . Kelas : . Tanggal : . No Nilai-Nilai Multikultur Sikap Saya Tidak Pernah Jarang Sering Kali Selalu 1. Solidaritas terhadap sesama 2. Keterbukaan terhadap perbedaan suku dan budaya (pandangan positif) 3.

Bersedia menolong sesama tanpa memandang perbedaan 4. Memiliki teman akrab yang berbeda agama, suku, dan budaya. 5. Memandang bahwa hanya agama saya yang paling benar 6. Saya tidak canggung bergaul dengan mereka yang berbeda status sosial ekonominya (lebih rendah atau lebih tinggi) Penilaian Untuk butir nomor 1, 2, 3, 4, dan 6 penilaian adalah sebagai berikut: • Selalu = 4 • sering= 3 • Jarang = 2, dan • Tidak pernah = 1 (13) • Tidak pernah = 4 • Jarang = 3 • sering = 2, dan • Selalu = 4.

Berapakah skormu? Siapa yang memiliki skor tertinggi di kelas dan siapa yang memiliki skor terendah di kelas? H. Penutup Berdasarkan kajian mengenai multikultur dan sumbangan nilai-nilai multikultur bagi umat kristiani secara khusus dan bangsa Indonesia pada umumnya, kamu dapat menilai diri sendiri. Apakah kamu sudah mempraktikkan sikap hidup yang menerima dan menghargai multikulturalisme.

Berikut adalah sejumlah pernyataan yang menolongmu untuk mengetahui sikapmu terhadap multikulturalisme. Hendaklah diisi dengan jujur, seperti apa adanya kamu saat ini. Rangkuman

Persembahan yang Terbaik - Ps Kristianto Agus S - Praise and Worship - 8 Mei 2022




2022 www.videocon.com