Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 1.4.

Sebarkan ini: Konflik berasal dari kata kerja latin configure, yang berarti saling memukul, yang dimaksud dengan konflik sosial adalah salah satu bentuk interaksi sosial antara satu pihak dengan pihak lain didalam masyarakat yang ditandai dengan adanya sikap saling mengancam, menekan, hingga saling menghancurkan. Konflik sosial sesungguhnya merupakan suatu proses bertemunya dua pihak atau lebih yang mempunnyai kepentingan yang relative sama terhadap hal yang sifatnya terbatas.

Dengan demikian, terjadilah persaingan hingga menimbulkan suatu benturan-benturan fisik baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Berikut ini beberapa pendapat ahli tentang pengertia konflik : • Berstein, menyebutkan bahwa konflik merupakan suatu pertentangan atau perbedaan yang belum pernah dicegah, konflik mempunnyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan ada pula yang negative didalam interaksi manusia.

• Robert M. Z Lawang mengemukakan bahwa konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, dan kekuasan dimana tujuan dari mereka yang berkonflik tidak hany memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingannya.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

• Soerjono Soekanto, konflik merupakan proses sosial dimana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan. Jenis Konflik Sosial Sebagaimana diungkapkan di depan, bahwa munculnya konflik dikarenakan adanya perbedaan dan keragaman. Berkaca dari pernyataan tersebut, Indonesia adalah salah satu negara yang berpotensi konflik. Lihat saja berita-berita di media massa, berbagai konflik terjadi di Indonesia baik konflik horizontal maupun vertikal.

Konflik horizontal menunjuk pada konflik yang berkembang di antara anggota masyarakat. Baca Juga : Hakikat Sosiologi Yang termasuk dalam konflik horizontal adalah konflik yang bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan seperti di Papua, Poso, Sambas, dan Sampit. Sedangkan konflik vertikal adalah konflik yang terjadi antara masyarakat jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein negara. Umumnya konflik ini terjadi karena ketidakpuasan akan cara kerja pemerintah.

Seperti konflik dengan para buruh, konflik Aceh, serta daerah-daerah yang muncul gerakan separatisme. • Konflik Pribadi Konflik terjadi dalam diri seseorang terhadap orang lain.

Umumnya konflik pribadi diawali perasaan tidak suka terhadap orang lain, yang pada akhirnya melahirkan perasaan benci yang mendalam. Perasaan ini mendorong tersebut untuk memaki, menghina, bahkan memusnahkan pihak lawan. Pada dasarnya konflik pribadi sering terjadi dalam masyarakat. • Konflik Rasial Konfilk rasial umumnya terjadi di suatu negara yang memiliki keragaman suku dan ras.

Lantas, apa yang dimaksud dengan ras? Ras merupakan pengelompokan manusia berdasarkan ciri-ciri biologisnya, seperti bentuk muka, bentuk hidung, warna kulit, dan warna rambut. Secara umum ras di dunia dikelompokkan menjadi lima ras, yaitu Australoid, Mongoloid, Kaukasoid, Negroid, dan ras-ras khusus.

Hal ini berarti kehidupan dunia berpotensi munculnya konflik juga jika perbedaan antarras dipertajam. • Konflik Antarkelas Sosial Terjadinya kelas-kelas di masyarakat karena adanya sesuatu yang dihargai, seperti kekayaan, kehormatan, dan kekuasaan. Kesemua itu menjadi dasar penempatan seseorang dalam kelas-kelas sosial, yaitu kelas sosial atas, menengah, dan bawah. Seseorang yang memiliki kekayaan dan kekuasaan yang besar menempati posisi atas, sedangkan orang yang tidak memiliki kekayaan dan kekuasaan berada pada posisi bawah.

Dari setiap kelas mengandung hak dan kewajiban serta kepentingan yang berbeda-beda. Jika perbedaan ini tidak dapat terjembatani, maka situasi kondisi tersebut mampu memicu munculnya konflik rasial. • Konflik Politik Antargolongan dalam Satu Masyarakat maupun antara Negara-Negara yang Berdaulat Dunia perpolitikan pun tidak lepas dari munculnya konflik sosial. Politik adalah cara bertindak dalam menghadapi atau menangani suatu masalah. Konflik politik terjadi karena setiap golongan di masyarakat melakukan politik yang berbeda-beda pada saat menghadapi suatu masalah yang sama.

Karena perbedaan inilah, maka peluang terjadinya konflik antargolongan terbuka lebar. Contoh rencana undang-undang pornoaksi dan pornografi sedang diulas, masyarakat Indonesia terbelah menjadi dua pemikiran, jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein terjadi pertentangan antara kelompok masyarakat yang setuju dengan kelompok yang tidak menyetujuinya.

• Konflik Bersifat Internasional Konflik internasional biasanya terjadi karena perbedaanperbedaan kepentingan di mana menyangkut kedaulatan negara yang saling berkonflik. Karena mencakup suatu negara, maka akibat konflik ini dirasakan oleh seluruh rakyat dalam suatu negara. Apabila kita mau merenungkan sejenak, pada umumnya konflik internasional selalu berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan pada akhirnya menimbulkan perang antarbangsa.

Baca Juga : P ersebaran Penduduk Faktor penyebab timbulnya konflik sosial Banyak orang berpendapat bahwa konflik terjadi karena adanya perebutan sesuatu yang jumlahnya terbatas. Adapula yang berpendapat bahwa konflik muncul karena adanya ketimpangan-ketimpangan dalam masyarakat, terutama antara kelas atas dan kelas bawah.

Selain itu juga karena adanya perbedaan-perbedaan kepentingan, kebutuhan, dan tujuan dari masing masing anggota masyarakat. Sementara itu, Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebab sebab terjadinya konflik antara lain sebagai berikut. • Perbedaan Antar perorangan Perbedaan ini dapat berupa perbedaan perasaan, pendirian, atau pendapat.

Hal ini mengingat bahwa manusia adalah individu yang unik atau istimewa, karena tidak pernah ada kesamaan yang baku antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan-perbedaan inilah yang dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik sosial, sebab dalam menjalani sebuah pola interaksi sosial, tidak mungkin seseorang akan selalu sejalan dengan individu yang lain. Misalnya dalam suatu diskusi kelas, kamu bersama kelompokmu kebetulan sebagai penyaji makalah.

Pada satu kesempatan, ada temanmu yang mencoba untuk mengacaukan jalannya diskusi dengan menanyakan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dibahas dalam diskusi tersebut. Kamu yang bertindak selaku moderator melakukan interupsi dan mencoba meluruskan pertanyaan untuk kembali ke permasalahan pokok. Namun temanmu (si penanya) tadi menganggap kelompokmu payah dan tidak siap untuk menjawab pertanyaan. Perbedaan pandangan dan pendirian tersebut akan menimbulkan perasaan amarah dan benci yang apabila tidak ada kontrol terhadap emosional kelompok akan terjadi konflik.

• Perbedaan Kebudayaan Perbedaan kebudayaan mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku perseorangan dalam kelompok kebudayaan yang bersangkutan.

Selain perbedaan dalam tataran individual, kebudayaan dalam masing-masing kelompok juga tidak sama. Setiap individu dibesarkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda. Dalam lingkungan kelompok masyarakat yang samapun tidak menutup kemungkinan akan terjadi perbedaan kebudayaan, karena kebudayaan lingkungan keluarga yang membesarkannya tidak sama. Yang jelas, dalam tataran kebudayaan ini akan terjadi perbedaan nilai dan norma yang ada dalam lingkungan masyarakat.

Ukuran yang dipakai oleh satu kelompok atau masyarakat tidak akan sama dengan yang dipakai jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein kelompok atau masyarakat lain. Apabila tidak terdapat rasa saling pengertian dan menghormati perbedaan tersebut, tidak menutup kemungkinan faktor ini akan menimbulkan terjadinya konflik sosial.

Contohnya seseorang yang dibesarkan pada lingkungan kebudayaan yang bersifat individualis dihadapkan pada pergaulan kelompok yang bersifat sosial. Baca Juga : Pengertian Dan Macam-Macam Bentuk Pengendalian Sosial Dia akan mengalami kesulitan apabila suatu saat ia ditunjuk selaku pembuat kebijakan kelompok. Ada kecenderungan dia akan melakukan pemaksaan kehendak sehingga kebijakan yang diambil hanya menguntungkan satu pihak saja.

Kebijakan semacam ini akan di tentang oleh kelompok besar dan yang pasti kebijakan tersebut tidak akan diterima sebagai kesepakatan bersama. Padahal dalam kelompok harus mengedepankan kepentingan bersama.

Di sinilah letak timbulnya pertentangan yang disebabkan perbedaan kebudayaan. Contoh lainnya adalah seseorang yang berasal dari etnis A yang memiliki kebudayaan A, pindah ke wilayah B dengan kebudayaan B. Jika orang tersebut tetap membawa kebudayaan asal dengan konservatif, tentu saja ia tidak akan diterima dengan baik di wilayah barunya. Dengan kata lain meskipun orang tersebut memiliki pengaruh yang kuat, alangkah lebih baik jika tetap melakukan penyesuaian terhadap kebudayaan tempat tinggalnya yang baru.

• Bentrokan Kepentingan Bentrokan kepentingan dapat terjadi di bidang ekonomi, politik, dan sebagainya. Hal ini karena setiap individu memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda dalam melihat atau mengerjakan sesuatu. Demikian pula halnya dengan suatu kelompok tentu juga akan memiliki kebutuhan dan kepentingan yang tidak sama dengan kelompok lain.

Misalnya kebijakan mengirimkan pemenang Putri Indonesia untuk mengikuti kontes ‘Ratu Sejagat’ atau ‘Miss Universe’. Baca Juga : Interaksi Sosial Asosiatif Dalam hal ini pemerintah menyetujui pengiriman tersebut, karena dipandang sebagai kepentingan untuk promosi kepariwisataan dan kebudayaan. Di sisi lain kaum agamis menolak pengiriman itu karena dipandang bertentangan dengan norma atau adat ketimuran (bangsa Indonesia).

Bangsa Indonesia yang selama ini dianggap sebagai suatu bangsa yang menjunjung tinggi budaya timur yang santun, justru merelakan wakilnya untuk mengikuti kontes yang ternyata di dalamnya ada salah satu persyaratan yang mengharuskan untuk berfoto menggunakan swim suit (pakaian untuk berenang).

• Perubahan Sosial yang Terlalu Cepat di dalam Masyarakat Perubahan tersebut dapat menyebabkan terjadinya disorganisasi dan perbedaan pendirian mengenai reorganisasi dari sistem nilai yang baru. Perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat dan mendadak akan membuat keguncangan proses-prosessosial di dalam masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehidupan masyarakat yang telah ada.

Sebenarnya perubahan adalah sesuatu yang wajar terjadi, namun jika terjadinya secara cepat akan menyebabkan gejolak sosial, karena adanya ketidaksiapan dan keterkejutan masyarakat, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya konflik sosial.

Contohnya kenaikan BBM, termasuk perubahan yang begitu cepat. Masyarakat banyak yang kurang siap dan kemudian menimbulkan aksi penolakan terhadap perubahan tersebut. Baca Juga : Konflik Sosial Penanggulangan dan penanganan konflik sosial Pendekatan penanggulangan dan penanganan konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah : • Kompetisi Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain.

Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation. • Akomodasi Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian. • Sharing Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lkain menerima sesuatu.

Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan. • Kolaborasi Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak. • Penghindaran Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok.

Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain. Baca Juga : Pengendalian Sosial Adalah Sedangkan dalam wikipedia dijelaskan Cara-cara Pemecahan konflik seperti : • Gencatan senjata, yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu.

Misalnya : untuk melakukan perawatan bagi yang luka-luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain. • Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung dihentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal.

Jika pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan. • Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda. • Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama.

Misalnya panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemen Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan buruh, hari-hari libur, dan lain-lain. • Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur.

Sebagai contoh : adu senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang dingin. • Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.

Baca Juga : Penerimaan Diri adalah Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik adalah : • Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.

• Subjugation atau domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya.

Sudah barang tentu cara ini bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihak-pihak yang terlibat. • Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi. • Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh kelompok minoritas.

Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelompok mayoritas.

• Kompromi, yaitu jalan tengah yang dicapai oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik. • Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak. Demikian penjelasan artikel diatas tentang semoga bisa bermanfaat bagi pembaca setia Lahan.Co.Id Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Sosiologi Ditag apa yang dimaksud dengan kerusuhan, apa yang dimaksud dengan peran ideal, apakah yang dimaksud dengan konflik sosial, apakah yang dimaksud konflik sosial budaya, bentuk bentuk konflik, bentuk bentuk konflik brainly, bentuk bentuk konflik sosial, cara membangun pluralitas budaya indonesia, cara menangani konflik, cara mengatasi konflik sosial, cara penyelesaian kekerasan, contoh contoh konflik sosial, contoh gambar konflik rasial, contoh integrasi sosial dalam masyarakat, contoh konflik, contoh konflik antar generasi, contoh konflik antar individu, contoh konflik dalam sosiologi, contoh konflik fungsional brainly, contoh konflik individu, jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein konflik individu beserta gambarnya, contoh konflik konstruktif, contoh konflik politik, contoh konflik pribadi, contoh konflik rasial, contoh konflik sosial, contoh konflik sosial di masyarakat, contoh konflik sosial di sekolah, contoh konflik vertikal, contoh perbedaan latar belakang kebudayaan, dampak konflik, dampak konflik brainly, dampak konflik secara langsung, dampak konflik sosial, dampak negatif konflik adalah kerusakan, dampak positif konflik, definisi konflik sosial menurut para ahli, faktor penyebab konflik brainly, faktor penyebab konflik sosial, faktor-faktor penyebab konflik, gambar integrasi sosial, gambar konflik politik, gambar konflik sosial beserta penjelasannya, jelaskan dampak positif dari konflik, jelaskan mengenai konflik ekonomi, jelaskan jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein konflik, jelaskan tentang persaingan kelompok, jelaskan yang dimaksud dengan kekerasan, jenis konflik horizontal, kliping konflik sosial beserta gambarnya, konflik berdasarkan cakupannya, konflik budaya terjadi karena adanya, konflik destruktif, konflik interindividu, konflik ips kelas 8, konflik palestina-israel bersifat, konflik sosial brainly, kontak yang langsung terjadi disebut kontak, macam macam konflik dalam cerpen, macam-macam konflik sosial, makalah konflik sosial, materi sosiologi kelas 11 kurikulum 2013, mengapa konflik sosial harus dihindari, menguraikan akibat atau dampak konflik, pengertian konflik, pengertian konflik politik, pengertian konflik sosial brainly, pengertian konflik sosial dan contohnya, pengertian konflik sosial menurut para ahli, pengertian konflik tertutup, pengertian sosiologi urban, penyebab konflik, penyebab konflik sosial, perpecahan dalam masyarakat, proses terjadinya konflik didahului oleh gejala sosial yang disebut, proses terjadinya konflik menurut robbins, proses terjadinya konflik yang tepat adalah, resume tentang konflik, ruang lingkup penanganan konflik, ruang lingkup teori konflik, salah satu penyebab terjadinya konflik adalah, sarana proses integrasi sosial, sebutkan 10 lagu daerah yang kalian ketahui, sebutkan akibat positif dengan adanya konflik, sebutkan bentuk bentuk konflik sosial posisi pelaku yang berkonflik, sebutkan dampak konflik, sebutkan jenis-jenis pekerjaan di indonesia, sebutkan teori-teori kekerasan, situasi pemicu konflik, sosiologi konflik pdf, sumber konflik, upaya pengendalian konflik, upaya penyelesaian konflik sosial Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya • Contoh Tabloid • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Pertentangan ini bisa berbentuk pertentangan fisik dan non-fisik, yang pada umumnya berkembang dari pertentangan non-fisik menjadi benturan fisik, yang dapat berkadar tinggi dalam bentuk kekerasan “violent” bisa juga berkadar rendah yang tidak menggunakan kekerasan “non-violent”.

Baca Juga Artikel Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein Mungkin Berhubungan : Konflik Sosial : Pengertian, Macam, + 5 Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein Penyebabnya Pengertian Konflik Menurut Para Ahli Bila setiap hubungan antara manusia berarti ialah sebuah sosiasi, maka konflik juga wajib dianggap sebagai sosiasi.

• 3. Menurut R.E. Park Menurutnya ia memandang konflik sebagai salah satu bentuk interaksi. • 4. Menurut Taman Dan Burgess “1921” Keduanya memandang konflik sebagai bentuk yang berbeda dari kompetisi atau persaingan.

Mereka menulis, keduanya merupakan bentuk interaksi, kompetisi atau persaingan adalah perjuangan antara individu atau kelompok individu yang dilakukan tanpa melalui kontak dan komunikasi. Di lain pihak konflik ialah sebuah perlombaan dimana terjadi kontak sebagai kondisi yang sangat diperlukan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 27 Pengertian HAM Menurut Para Ahli Dan ( Contoh – Sejarah – Jenis ) • 5.

Menurut Max Wber “1968” Hubungan sosial disebut sebagai konflik apabila sepanjang tindakan yang ada di dalamnya secara sengaja ditujukan untuk melaksanakan kehendak satu pihak untuk melawan pihak lain. Dengan demikian, konflik merupakan suatu hubungan sosial yang dimaknai sebagai keinginan untuk memaksakan kehendaknya pada pihak lain.

• 6. Menurut A.W. Hijau “1956” Konflik didefinisikan sebagai “upaya yang disengaja untuk melawan atau memaksa kehendak lain atau orang lain. Sebagai sebuah proses, konflik ialah kebalikan dari kerjasama dimana usaha senagaja dilakukan untuk menggagalkan kehendak orang lain. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : VOC : Sejarah, Hak Istimewa, Kebijakan, Tujuan, Dan Latar Belakang VOC • 7.

Menurut Gillin Dan Gillin “1948” Konflik ialah proses sosial yang dimana individu atau kelompok mencapai tujuan mereka secara langsung menantang pihak lain dengan cara kekerasan atau ancaman kekerasan, jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein dapat dikatakan bahwa konflik mengacu pada perjuangan di antara pihak yang bersaingan, berusaha untuk mencapai, tujuan berusaha untuk menghilangkan lawan dengan membuat pihak lain tidak berdaya. • 8. Menurut KBBI “1996:518” Konflik ialah percekcokan, perselisihan atau pertentangan.

• 9. Menurut Berstein “1965” Menurutnya konflik merupakan suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah, konflik ini mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan negatif dalam interaksi manusia.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Isi Trikora : Tujuan, Latar Belakang, Sejarah Awal Hingga Akhir • 10. Menurut Robert M.Z. Lawang Menurut lawang konflik ialah perjuangan memperoleh status, nilai, kekuasaan dimana tujuan mereka yang berkonflik tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingannya.

• 11. Menurut Ariyono Suyono Konflik merupakan proses atau keadaan dimana dua pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak. • 12. Menurut James W. Vander Zanden Dalam bukunya Sociology, konflik diartikan sebagai suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status atau wilayah tempat yang saling berhadapan, bertujuan untuk menetralkan, merugikan ataupun menyisihkan lawan mereka.

• 13. Menurut Lacey “2003” Konflik sebagai “a fight, a collision, a struggle, a contest, opposition of interest, opinion or purposes, mental strife, agony” suatu pertarungan benturan, pergulatan, pertentangan kepentingan-kepentngan, opini-opini atau tujuan-tujuan, pergulatan mental, penderitaan batin”.

Konflik memang melekat erat dalam dinamika kehidupan, sehingga manusia dituntut selalu berjuang dengan konflik. • 14. Menurut Zein “2001” Menurutnya konflik adalah : • Sebuah perdebatan atau pertandingan untuk memenangkan sesuatu. • Ketidak setujuan terhadap sesuatu, argumentasi, pertengkaran atau perdebatan. • Perjuangan, peperangan atau konfrontasi. • Keadaan yang rusuh, ketidakstabilan gejolak atau kekacauan.

• 15. Menurut Gibson, et al (1997: 437) Konflik merupakan hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik.

Hal ini terjadi jika masing ± masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri ± sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain. • 16. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977) konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.

• 17. Devito (1995: 381) Pengertian konflik menurut Devito Interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya, tidak dapat disangkal akan menimbulkan konflik dalam level yang berbeda.

• 18. Peter Harris dan Ben Relly (1998), berpendapat bahwa sifat konflik yang tajam di dunia telah berubah dalam satu dekade terakhir, baik dalam inti permasalahan maupun dalam bentuk pengekspresiannya. Salah satu perubahan yang paling dramatis adalah pergeseran dari konflik antarnegara yang tradisional (perang antarnegara berdaulat) menuju konflik dalam negara.

Konflik-konflik yang paling kejam sepanjang abad ke-20 adalah konflik antarnegara. Akan tetapi, pada tahun 1990-an hampir semua konflik besar di dunia terjadi dalam negara atau konflik internal, misalnya perang saudara, pemberontakan bersenjata, gerakan separatis dengan kekerasan, dan peperangan domestik lainnya.

• 19. Menurut Kartono berpendapat bahwa konflik adalah proses sosial yang bersifat antagonistik dan terkadang tidak bisa diserasikan karena dua belah pihak yang berkonflik memiliki tujuan, sikap, dan struktur nilai yang berbeda, yang tercermin dalam berbagai bentuk perilaku perlawanan, baik yang halus, terkontrol, tersembunyi, tidak langsung, terkamuflase maupun yang terbuka dalam bentuk tindakan kekerasan.

Konflik yang terjadi antar individu, misalnya konflik di antara sesama teman di sekolah.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

Konflik antara individu dengan kelompok, misalnya konflik antara seorang majikan dan buruhnya; atau konflik antara kelompok dan kelompok, misalnya para pedagang kaki lima dengan para petugas ketertiban. Bahkan, konflik dapat melibatkan antarnegara, seperti konflik antara Irak dan Amerika. • 20. Definisi Konflik Menurut Nardjana (1994) Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya salingterganggu • 21.

Menurut Killman dan Thomas (1978) konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokanantar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupundalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapatmengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono,1993, p.4) • 22.

Menurut Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580) yang dimaksud dengan konflik (dalam ruang lingkup organisasi) adalah : Conflictis a situation which two or more people disagree over issues of organisational substance and/or experience some emotional antagonism with one another. yang kurang lebih memiliki arti bahwa konflik adalah suatu situasi dimana dua atau banyak orang saling tidak setuju terhadap suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan organisasidan/atau dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya.

• 23. Menurut Stoner Konflik organisasi adalah mencakup ketidaksepakatan soal alokasisumberdaya yang langka atau peselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian.(Wahyudi, 2006:17) • 24. Sedangkan Menurut Daniel Webster mendefinisikan konflik sebagai: 1. Persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain. 2. Keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001).

• 25.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

Wikipedia Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) di mana salah satu pihak berupaya untuk menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

• 26. Muchlas, 1999 Konflik dipandang sebagai suatu perilaku, konflik sendiri adalah bentuk dari minteraktif yang terjadi dalam tingkatan individual, interpersonal, kelompok ataupun pada tingkatan organisasi. Konflik ini khusunya yang terjadi dalam tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres. • 27.

Minnery (1985) Konflik organisasi adalah interaksi antara dua atau lebih antara pihak yang satu dengan yang lain berhubungan dan saling tergantung, tetapi terpisahkan oleh adanya perbedaan tujuan. • jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein. Robbins, 1993 Konflik dalam sebuah rganisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya pada satu pihak yang sadar serta memberikan respon kepada konflik tersebut. Atau juga, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang sudah atau akan menyerang secara negatif.

• 29. Robbin, 1996 Adanya konflik dalam suatu organisasi ditentukan oleh persepsi antar individu atau kelompok. Apabila mereka tidak menyadari terjadinya konflik di dalam suatu organisasi maka secara umum dan dapat ditarik kesimpulan bahwa konflik tersebut dianggap tidak ada.

Sebaliknya, apabila mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi terdapat suatu konflik maka konflik tersebut sudah menjadi kenyataan atau ada. • 30. Pace & Faules, 1994:249 Konflik adalah ekspresi pertikaian yang terjadi antara individu satu dengan individu lain, kelompok satu dengan kelompok lain yang disebabkan karena adanya beragam alasan tertentu.

Dalam anggapan ini, pertikaian akan merujuk adanya perbedaan pada dua atau lebih individu tersebut yang diekspresikan, diingat, dan juga dialami. • 31. Folger & Poole: 1984 Konflik bisa dirasakan, diketahui, diekspresikan lewat perilaku-perilaku komunikas.

• 32. Myers,1982:234-237; Kreps, 1986:185; Stewart, 1993:341 Konflik senantisa berpusat kepada beberapa penyebab utama, yaitu tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber – sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, ataupun perilaku pada setiap pihak yang terlibat. Demikianlah pembahasan mengenai 32 Pengertian Konflik Menurut Para Ahli Terlengkap semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 🙂 🙂 Baca Juga: • Pengertian, Macam Dan Faktor Penyebab Konflik Sosial Beserta Dampaknya Terlengkap • Sejarah Perkembangan Sosiologi Dari Abad Ke Abad Lengkap • 21 Pengertian Norma Menurut Para Ahli Terlengkap • Penjelasan Persaingan ( Competition ) Beserta Macam, Fungsi Dan Contohnya Sebarkan ini: • • • • • Posting pada SMA, SMK, Sosiologi, Umum Ditag #faktor penyebab konflik sosial, #macam-macam konflik sosial, #pengertian konflik sosial, artikel konflik sosial, bentuk bentuk konflik, bentuk bentuk konflik sosial, buku konflik sosial, cara mengatasi konflik, ciri ciri konflik, contoh konflik, contoh konflik antar kelompok, contoh konflik antar ras, contoh konflik budaya, contoh konflik individu, contoh konflik sosial, contoh konflik sosial di masyarakat, contoh konflik sosial di sekolah, dampak konflik, dampak positif konflik, definisi kekerasan, faktor penyebab konflik, gambar konflik sosial, jelaskan pengertian konflik sosial, karakteristik konflik, konflik adalah, konflik non realistis, konflik sosial adalah brainly, konflik sosial menurut para ahli, macam macam konflik, macam macam konflik dan contohnya, macam macam konflik di indonesia, macam macam konflik yang terjadi, makalah konflik sosial, pengertian konflik brainly, pengertian konflik menurut para ahli, pengertian konflik menurut para ahli beserta contohnya, pengertian konflik menurut soerjono soekanto, pengertian konflik rasial, pengertian konflik secara umum, pengertian konflik sosial dan contohnya, Pengertian konflik sosial menurut para ahli, penyebab konflik, penyebab konflik dalam masyarakat, penyebab konflik sosial, perbedaan konflik dan kekerasan, peristiwa konflik, sumber konflik, teori konflik sosial Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan • Penjelasan Proses Pernapasan Pada Manusia Lengkap • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Search for: Recent Posts • Konfigurasi Network Routing RIP (Simulasi Packet Tracer) jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein Jarkom : Membangun Router Sederhana di Windows XP • Apa itu Routing?

Pengertian Routing dan jenis-jenis Routing • CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK DAN NET ID • MERANCANG JARINGAN 1 GEDUG 3 LANTAI MENGGUNAKAN STATIC ROUTING DENGAN MENGGUNAKAN MIKROTIC RB951UI – 2HND Recent Comments • Anonymous on Hello world! Archives • April 2016 • March 2016 • February 2016 Categories • Uncategorized Meta • Register • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.org Pengertian Konflik Sosial, Penyebab, Macam-Macam & Dampaknya- Secara sederhana, pengertian konflik adalah saling memukul (configere).

Namun, konflik tidak hanya berwujud pada pertentangan fisik. Secara umum, Pengertian Konflik Sosial (Pertentangan) adalahsebagai suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Latar belakang adanya konflik adalah adanya perbedaan yang sulit ditemukan kesamaannya atau didamaikan baik itu perbedaan kepandaian, ciri fisik, pengetahuan, keyakinan, dan adat istiadat.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

Konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat. Bahkan, tidak ada satu jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein pun yang tidak pernah mengalami konflik. Tiap masyarakat pasti pernah mengalami konflik, baik konflik dalam cakupan kecil atau konflik berskala besar. Konflik yang cakupannya kecil, seperti konflik dalam keluarga, teman, dan atasan/bawahan.

Sementara itu, konflik dalam cakupan besar, seperti konflik antargolongan atau antarkampung. • Menurut Soerjono Soekanto: Pengertian konflik menurut soerjono soekanto adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan dengan disertai ancaman dan kekerasan • Menurut Gillin dan Gillin: Pengertian konflik menurut gillin dan gillin adalah bagian dari proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein Menurut Robert M. Z. Lawang: Pengertian konflik menurut Robert M.Z. Lawang adalah sebuah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka seperti, nilai, status, kekuasaan dan sebagainya. • Menurut De Moor: Pengertian konflik menurut de moor adalah konflik yang terjadi ika para anggotanya secara besar- besaran membiarkan diri dibimbing oleh tujuan (nilai) yang bertentangan. • Menurut Lewis A. Coser: Pengertian konflik menurut Lewis A.

Coser adalah sebuah perjuangan mengenai nilai-nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, bermaksud untuk menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan. • Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1997): Pengertian konflik menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis adalah warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontraversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan • Menurut Minnery: Pengertian konflik menurut minnery adalah interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling ketergantungan, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat adalah sebagai berikut… • Perbedaan indvidu; perbedaan pendirian dan perasaan • Adanya perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda-beda pula. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola pemikiran dan pendirian kelompoknya • Adanya perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok bisa menyangkut bidan ekonomi, politik dan juga sosial. • Terdapat perubahan nilai yang cepat secara tiba-tiba dalam masyarakat C.

Macam-Macam Konflik 1. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Pihak Yang Terlibat Di Dalamnya • Konflik dalam diri individu (conflik within the individual), adalah konflik yang terjadi karena memilih tujuan yang saling bertentangan, atau karena tuntutan tugas yang terlampau banyak untuk di tinggalkan.

• Konflik antar-individu (conflik among individual), adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepribadian antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. • Konflik antar individu dan kelompok (conflik among individual and groups), adalah konflik yang terjadi karena terdapat individu yang gagal beradaptasi dengan norma-norma kelompok dimana tempat ia bekerja.

• Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflik among groups in the same organization) adalah konflik yang terjadi karena setiap kelompok memiliki tujuan tersendiri dan berbeda yang ingin di capai.

• Konflik antar organisasi (conflik among organization), adalah konflik yang terjadi karena tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi yang menimbulkan dampak negatif bagi anggota organisasi lain. • Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflik among individual in different organization), adalah konflik yang terjadi karena sikap atau perilaku anggota organisasi yang berdampak negatif anggota organisasi lain.

3. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Posisi Seseorang dalam Struktur Organisasi • Konflik vertikal, adalah konflik yang terjadi antara karyawan yang memiliki jabatan yang tidak sama dengan dalam organisasi. • Konflik horizontal, adalah konflik yang terjadi karena memiliki kedudukan/jabatan yang sama atau setingkat dalam organisasi.

• Konflik garis staf, adalah konflik yang terjadi karyawan yang memegang posisi komando, dengan pejabat staf sebagai penasehat dalam organisasi.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

• Konflik peran, adalah konflik yang terjadi karena individu memiliki peran yang lebih dari satu. 5. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Sumber Konflik • Konflik tujuan, adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan individu, organisasi atau kelompok yang memunculkan konflik • Konflik peranan, adalah konflik yang terjadi karena terdapat peran yang lebih dari satu. • Konflik nilai, adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan nilai yang dianut oleh seseorang berbeda dengan nilai yang dianut oleh organisasi atau kelompok.

• Konflik kebijakan, adalah konflik yang terjadi karena individu atau kelompok tidak sependapat dengan kebijakan yang diambil oleh organisasi. 8. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Pendapat Dahrendorf • Konflik antara atau dalam peran sosial, seperti antara peran seseorang dalam keluarga dan peran dalam pekerjaan (profesi).

• Konflik antara kelompok-kelompok sosial, • Konflik antara kelompok yang terorgansiasi dengan kelompok yang tidak terorganisasi, • Konflik antara satuan nasional, seperti konflik antara KPK dan Porli dalam menangani kasus tertentu.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

• Konflik antarnegara atau antara negara dan organisasi internasional, D. Dampak Positif dan Negatif Konflik • Adanya yang memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas dipelajari • Adanya penyesuaian kembali norma dan nilai yang diserta dengan hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan.

• Jalan untuk mengurangi ketegangan antarindividu dan antarkelompok • Untuk mengurangi atau menekan adanya pertentangan yang terjadi dalam masyarakat • Membantu menghidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru b. Dampak Negatif Konflik • Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami konflik dengan kelompok lain.

• Keretakan hubungan antar anggota kelompok, seperti akibat konflik antarsuku • Menimbulkan perubahan kebribadian pada individu, seperti adanya rasa benci dan saling curiga akibat perang • Adanya kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia • Terdapat domoniasi, juga penaklukan, yang terjadi pada salah satu pihak yang terlibat dalam konflik
Artikel Rujukan • Batuan yang terbentuk saat terjadi letusan gunung berapi adalah …. • Tanah berasal dari …. • Di bumi makhluk hidup tinggal pada lapisan ….

• Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai polutan. Bahan yang menyebabkan rusaknya lapisan ozon di atmosfer yaitu …. • Zat yang menyebabkan pencemaran udara adalah …. Artikel Pendidikan • Belajar Trading Valuta Asing (2) • Ilmu Biologi Materi dan Soal (184) • Ilmu Ekonomi Materi Dan Soal (51) • Ilmu Fisika Materi Dan Soal (63) • Ilmu Kimia Materi Dan Soal (52) • Ilmu Sosiologi Materi Dan Soal (24) • Introduction Economy (1) • Keuangan + Perbankan (42) • Matematika Contoh Soal Ujian (2) • Materi Pengetahuan Umum (79) Pengertian Konflik Sosial Masyarakat.

Konflik berasal dari bahasa latin, yaitu con fi gure yang berarti saling memukul. Secara sosiologis dapat diartikan sebagai proses sosial di mana terdapat gejala- gejala untuk menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkannya. Konflik merupakan salah satu bagian dalam interaksi sosial yang bersifat disosiatif. Keadaan yang memiliki peluang besar untuk terjadinya sebuah konflik adalah perbedaan. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan kepentingan.

Pengertian Konflik Sosial Menurut Para Ahli Beberapa definisi konflik menurut ahli sosiologi diantaranya adalah 1). Konflik Sosial Menurut Berstein Konflik sosial adalah suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Konflik ini mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan negatif dalam interaksi manusia. 2). Konflik Sosial Menurut Robert M.Z. Lawang, Konflik Sosial adalah sebuah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka, seperti nilai, status, kekuasaan, dan sebagainya, yang tujuan mereka berkonflik itu tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya.

3). Konflik Sosial Menurut Lewis A. Coser Konflik sosial adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, bermaksud untuk menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan. 4). Konflik Sosial Menurut Soejono Soekanto Konflik adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.

5). Konflik Sosial Menurut Ariyono Suyono Konflik Sosial adalah proses atau keadaan di mana dua pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak.

6). Konflik Sosial Menurut James W. Vander Zanden Konflik adalah suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status atau wilayah tempat yang saling berhadapan, bertujuan untuk menetralkan, merugikan ataupun menyisihkan lawan mereka. Bentuk Bentuk Konflik Sosial Masyarakat 1). Konflik Sosial Individu Konflik pribadi adalah pertentangan yang terjadi antara orang per orang. Masalah yang menjadi dasar perlawanan atau konflik pribadi biasanya juga masalah pribadi.

Contoh Konflik Sosial Pribadi Individu misalnya individu yang terlibat utang, atau masalah pembagian warisan dalam keluarga. 2). Konflik Sosial Rasial Konflik rasial adalah pertentangan kelompok ras yang berbeda karena kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan. Konflik rasial umumnya terjadi karena salah satu ras merasa sebagai golongan yang paling unggul dan paling sempurna di antara ras lainnya.

Contoh Konflik Rasial misalnya yang terjadi di Afrika Selatan yang terkenal dengan politik apartheid. Contoh lainnya adalah konflik antara orang-orang kulit hitam dengan kulit putih akibat diskriminasi ras (rasialisme) di Amerika Serikat. 3). Konflik Sosial Politik Konflik politik adalah konflik yang menyangkut golongan-golongan jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein masyarakat maupun di antara negara-negara yang berdaulat.

Masalah politik sering mengakibatkan konflik antarmasyarakat. Contoh Konflik Politik misalnya Misalnya bentrokan antarpartai politik pada saat kampanye. Konflik politik yang pernah terjadi antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 1963. 4). Konflik Sosial Antarkelas Sosial Konflik antarkelas sosial adalah pertentangan antara dua kelas sosial. Konflik itu terjadi umumnya dipicu jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein perbedaan kepentingan antara kedua golongan tersebut.

Contoh Koflik Antarkelas Sosial misalnya, antara karyawan pabrik dengan pemiliknya karena tuntutan kenaikan gaji dari karyawan akibat minimnya tingkat kesejahteraan. 5). Konflik Sosial Internasional Konflik internasional adalah pertentangan yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok) karena perbedaan kepentingan. Contoh Konflik Internasional adalah Perang Dunia II. Konflik terjadi antara kelompok jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein dan kelompok sentral.

Contoh lainnya adalah konflik antara negara Irak dan Amerika Serikat yang melibatkan beberapa negara besar. 6). Konflik Sosial Antarkelompok Konflik antarkelompok adalah konflik yang terjadi karena persaingan dalam mendapatkan mata pencaharian hidup yang sama atau karena pemaksaan unsur-unsur budaya asing. Contoh Konflik Antarkelompok misalnya, hubungan antara golongan mayoritas dan minoritas.

Koalisi golongan minoritas mungkin dalam bentuk sikap menerima, agresif, dan menghindari atau asimilasi. Cara Mengatasi Konflik Sosial Konflik akan menyebabkan gagalnya pencapaian tujuan dari masing – masing pihak yang bersengketa. Konflik umumnya disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing – masing pihak. Adanya perbedaan kepentingan yang berlawanan antarkelompok membuat kelompok-kelompok tersebut senantiasa dalam situasi konflik.

Dengan demikian, yang dapat dilakukan adalah mengendalikan atau mengontrol atau mengatur konflik yang ada dalam masyarakat. Pengendalian ini bertujuan agar konflik tidak mengarah ke bentuk atau situasi yang lebih buruk bahkan kekerasan.

Salah satu faktor yang dapat mengurangi atau membatasi dampak negative dari suatu konflik adalah sikap toleran. Pada masyarakat yang anggotanya melakukan interaksi dengan frekuensi yang tinggi, konflik lebih mudah dikendalikan atau ditekan daripada dalam masyarakat yang kurang atau tidak saling berinteraksi. Adapun cara – cara yang dapat dilakukan untuk pengendalian konflik di masyarakat, antara lain adalah: Mengatasi Konflik Sosial Dengan ( Conciliation) Konsiliasi adalah cara untuk mempertemukan tujuan atau keinginan – keinginan dari pihak – pihak yang sedang mengalami konflik agar mencapai tujuan bersama.

Konsiliasi akan berhasil dan terwujud jika disertai dukungan dan peran dari lembaga – lembaga tertentu dalam masyarakat. Dukungan Lembaga tersebut harus benar – benar berfungsi secara efektif sebagai pengendali konflik. Untuk itu lembaga – lembaga tersebut harus memenuhi syarat – syarat sebagai berikut.

Lembaga harus otonom dalam kewenangannay. Lembaga kedudukannya harus monopolitis. Lembaga harus mampu menjadi pemersatu.

Lembaga harus demokratis. Namun demikian, kehadiran lembaga tersebut tidak akan memiliki arti apa pun tanpa adanya niatan atau keinginan dari pihak – pihak untuk menyelesaikan konfliknya. Untuk itu, kelompok yang terlibat konflik harus berada dalam kondisi berikut: Para pihak yang sedang konflik tahu benar bahwa mereka dalam kondisi konflik.

Para pihak yang sedang konflik harus terorginisir dengan jelas. Para pihak yang terlibat dalam konflik harus mematuhi aturan – aturan permainan tertentu. Mengatasi Konflik Sosial Dengan Mediasi ( Mediation) Mediasi merupakan metoda pengendalian konflik dengan cara meminta bantuan pihak ketiga sebagai penasehat.

Disini mediasi merupan usaha untuk kompromi yang tidak dilakukan sendiri secara langsung. Mediasi dilakukan dengan bantuan pihak ketiga yang independen tidak memihak. Pihak ketiga atau mediator hanya mencoba mempertemukan dan mendamaikan par pihak yang sedang konflik atas dasar kompromi. Pihak ketiga dalam mediasi sifatnya harus netral. Tugas utama pihak ketiga adalah mengusahakan tercapainya penyelesaian secara damai. Pihak ketiga hanya berperan sebagai penasihat atau pemberi saran dan tidak memiliki kewenangan untuk memberi keputusan terhadap penyelesaian konflik tersebut.

Sekalipun saran atau nasihat dari pihak ketiga tersebut tidak mengikat pihak – pihak yang terlibat konflik. Namun demikian proses mediasi sering menghasilkan penyelesaian yang cukup efektif. Hal itu karena mediasi mampu mengurangi tindakan – tindakan irasional yang mungkin terjadi dalam sebuah konflik.

Mengatasi Konflik Sosial Dengan Arbitrasi ( Arbitration) Arbitrasi merupakan teknik penyelesaian konflik yang menggunakan jasa penengah.

Arbitrasi adalah suatu usaha penyelesaian konflik yang dilakukan dengan bantuan pihak ketiga. Seperti dalam mediasi, pihak ketiga yang digunakan dalam arbitrasi dipilih oleh para pihak yang terlibat konflik.

Perbedaannya adalah dalam mediasi pihak ketiga hanya mempertemukan pihak yang terlibat konflik. Sedangkan dalam proses arbitrasi, pihak ketiga berfungsi sebagai perantara yang mempertemukan keinginan yang kompromistis dari pihak yang terlibat konflik.

Penyelesaian konflik dilakukan oleh penengah dengan mengambil dan membuat keputusan – keputusan penyelesaian atas dasar ketentuan yang berlaku. Dampak Konflik Sosial Masyarakat. Konflik akan membawa pengaruh positif atau negative terhadap masyarakat. Hal itu tergantung pada permasalahan yang diperselihkan dan struktur sosial masyarakatnya karena konflik menyangkut tujuan, nilai, atau kepentingan. Konflik akan bersifat positif apabila konflik tersebut tidak berlawanan dengan pola – pola hubungan social dalam struktur social tertentu.

Sebaliknya, konflik akan berakibat negatif ketika berlawanan dengan pola – pola hubungan social. Dampak Positif Konflik Sosial Masyarakat 1). Konflik dapat meningkatkan solidaritas di antara anggota kelompok, misalnya apabila terjadi pertikaian antarkelompok, anggota-anggota dari setiap kelompok tersebut akan bersatu untuk menghadapi lawan kelompoknya.

2). Konflik berfungsi sebagai alat perubahan sosial, misalnya anggota-anggota kelompok atau masyarakat yang berseteru akan menilai dirinya sendiri dan mungkin akan terjadi perubahan dalam dirinya. 3). Munculnya pribadi-pribadi atau mental-mental masyarakat yang tahan uji dalam menghadapi segala tantangan dan permasalahan yang dihadapi sehingga dapat lebih mendewasakan masyarakat. 4). Dalam diskusi ilmiah, biasanya perbedaan pendapat justru diharapkan untuk melihat kelemahan-kelemahan suatu pendapat sehingga dapat ditemukan pendapat atau pilihanpilihan yang lebih kuat sebagai jalan keluar atau pemecahan suatu masalah.

Dampak Negatif Konflik Sosial Masyarakat 1). Retaknya persatuan kelompok. Hal ini terjadi apabila terjadi pertentangan antaranggota dalam satu kelompok. 2). Perubahan kepribadian individu.

Pertentangan di dalam kelompok atau antarkelompok dapat menyebabkan individu individu tertentu merasa tertekan sehingga mentalnya tersiksa. 3). Dominasi dan takluknya salah satu pihak.

Hal ini terjadi jika kekuatan pihak-pihak yang bertikai tidak seimbang, akan terjadi dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya. 4). Banyaknya kerugian, baik harta benda maupun jiwa, akibat kekerasan yang ditonjolkan dalam penyelesaian suatu konflik.

Contoh Soal Ujian Konflik Sosial Masyarakat Soal 1. Berikut yang merupakan keadaan-keadaan yang dapat memicu terjadinya konflik adalah …. a). terjadi antara individu dengan individu lain b).

terjadi antara kelompok dengan jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein lain c). berusaha untuk memperebutkan sesuatu jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein. mempunyai latar belakang masalah sosial e). ingin menjatuhkan lawan atau penentangnya Soal 2. Pada dasamya konflik adalah pertentangan yang terjadi baik pada individu atau kelompok sebagai akibat dari… a). Adanya kelompok yang kuat menindas kelompok yang lemah b).

Ketidaksesuaian nilai-nilai dan norma-norma yang dianut c). Adanya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai d).

Adanya kesalahpahaman tentang persoalan hidup e). Adanya pertikaian ideologi antar kelompok masyarakat Soal 3. Konflik erat kaitannya dengan perubahan sosial, bukan tidak mungkin setiap perubahan sosial akan menimbulkan konflik, hubungan antara konflik dan hubungan sosial adalah … a). Setiap perubahan sosial pasti akan berakhir dengan konflik b). Setiap perubahan sosial diawali dengan konflik c). Konflik merupakan konsekuensi dari perubahan sosial d).

Konflik akan terjadi bila masyarakat mengalami perubahan sosial e). Perubahan sosial akan berjalan beriringan dengan konflik Soal 4. Diantara hal-hal berikut yang mengawali konflik ialah… a). Ketimpangan status sosial b). Kecemburuan sosial ekonomi c).

Tidak ada komunikasi antara individu d). Adanya prasangka e). Adanya fanatisme yang sangat tinggi Rangkuman Ringkasan Konflik Sosial Masyarakat Konflik berasal dari bahasa latin, yaitu configure yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai proses sosial di mana terdapat gejala- gejala untuk menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkannya.

Adapun faktor- faktor penyebab terjadinya konflik dalam masyarakat adalah: 1). Perbedaan antarindividu, terkait adanya perbedaan pemikiran, pendirian, dan perasaan tiap-tiap individu.

2). Perbedaan kebudayaan, karena adanya perbedaan dalam hal nilai dan norma dari masing-masing kelompok kebudayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan anggotanya. 3). Perubahan sosial, terkait dengan perubahan nilai dan norma sosial, pola perilaku organisasi, susunan Lembaga kemasyarakatan, lapisan- lapisan dalam masyarakat interaksi sosial, kekuasaan dan wewenang. 4). Perbedaan kepentingan, terkait dengan keinginan dan ideologi masing-masing individu atau kelompok dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Sedangkan bentuk-bentuk konflik yang ada di masyarakat sebagai akibat dari faktor-faktor di atas dan juga sebagai akibat adanya mobilitas sosial meliputi: 1).

Konflik antarkelas adalah konflik yang terjadi adanya perbedaan ekonomi antara kelas atas dan kelas bawah dalam masyarakat. 2). Konflik antarkelompok adalah konflik yang melibatkan lebih dari satu kelompok dalam masyarakat yang terjadi secara massal. 3). Konflik antargenerasi adalah konflik yang terjadi antara generasi tua dengan generasi muda berkaitan dengan perbedaan pandangan mengenai suatu hal, 4).

Konflik antaretnis, agama, dan golongan adalah konflik yang terjadi akibat semakin dipertajamnya perbedaan-perbedaan antaretnis, agama, dan jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein yang melibatkan para pengikut dari etnis, agama, dan golongan yang bersangkutan.

• Jenis Macam Lembaga Sosial, Pengertian Contoh Soal • Fungsi Tata Nilai Dan Norma Bagi Kehidupan Masyarakat • Unsur Kebudayaan Masyarakat Indonesia • Konflik Sosial: Pengertian Bentuk Faktor Cara Mengatasi • 1 • 2 • 3 • 4 • 5 • 6 • >> Daftar Pustaka: Diposkan pada - - Kategori Ilmu Sosiologi Materi Dan Soal Tag Bentuk Bentuk Konflik Sosial Masyarakat, Cara Menanggulangi Konflik Masyarakat, Cara Mengatasi Konflik Masyarakat, Contoh Koflik Antarkelas Sosial, Contoh Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein Antarkelompok, Contoh Konflik Internasional, Contoh Konflik Politik, Contoh Konflik Rasial, Contoh Konflik Sosial Pribadi Individu, Contoh Soal Ujian Konflik Sosial Masyarakar, Dampak Konflik Sosial Terhadap Masyarakat, Dampak Negatif Konflik Sosial Masyarakat, Dampak Positif atau Negatif Akibat Konflik., Dampak Positif Konflik Sosial Masyarakat, Konflik Sosial Antarkelas Sosial, Konflik Sosial Antarkelompok, Konflik Sosial Individu, Konflik Sosial Internasional, Konflik Sosial Mayarakat, Konflik Sosial Menurut Ariyono Suyono, Konflik Sosial Menurut Berstein, Konflik Sosial Menurut James W.

Vander Zanden, Konflik Sosial Menurut Lewis A. Coser, Konflik Sosial Menurut Robert M.Z. Lawang, Konflik Sosial Menurut Soejono Soekanto, Konflik Sosial Politik, Konflik Sosial Rasial, Pengertian Arbitrasi (Arbitration), Pengertian Konflik Sosial, Pengertian Konflik Sosial Menurut Para Ahli, Pengertian Konsiliasi (Conciliation), Pengertian Mediasi (Mediation)
Quipperian, kamu harus menguasai materi konflik sosial kalau ingin jago pelajaran sosiologi!

Sebab, materi ini merupakan salah satu materi pondasi utama pelajaran sosiologi. Untuk itu, Quipper Video Blog akan membahas materi konflik sosial dalam artikel kali ini. Mau tahu seperti apa pembahasannya? Yuk, simak seksama pembahasan materi konflik sosial berikut! Pelajari 5 Contoh Soal Konflik Sosial dan Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein Agar Lulus SBMPTN 2018! Pengertian Konflik Sosial Untuk mempermudah kamu memahami apa itu konflik sosial, kiranya kamu perlu mempelajari beberapa pengertian konflik sosial dari ahli sosiologi.

Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses sosial ketika orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan. Lalu, Robert Lawang membagi dua pengertian, yakni pengertian konflik dan konflik sosial.

Menurutnya, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, kekuasaan, di mana tujuannya tidak hanya memperoleh keuntungan melainkan juga untuk menundukkan saingannya.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

Sedangkan, konflik sosial merupakan proses sosial antar perseorangan atau kelompok di dalam suatu masyarakat yang diakibatkan adanya perbedaan paham dan kepentingan mendasar sehingga menimbulkan jurang pemisah yang kemudian menghambat interaksi sosial antara pihak yang bertikai.

Dan, menurut Berstein, konflik merupakan suatu pertentangan yang tidak dapat dicegah. Konflik memiliki potensi yang memberikan pengaruh positif (+) dan adapula yang negatif (-) di dalam interaksi manusia. Nah, dari ketiga pendapat itu maka dapat disimpulkan bahwa pengertian konflik sosial jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein pertentangan antara perseorangan atau kelompok dalam suatu masyarakat yang didasari oleh perbedaan-perbedaan mendasar, seperti nilai, status, dan kekuasaan.

Konflik tersebut termasuk ke dalam proses sosial yang dapat berpengaruh positif ataupun negatif dalam interaksi antar manusia. Mudah kan memahami pengertian konflik sosial? Kalau sudah paham, yuk kita bahas submateri selanjutnya! Faktor Penyebab Konflik Sosial Secara umum, faktor penyebab konflik terdiri dari beberapa faktor, yakni adanya perbedaan perasaan dan pendirian antar individu. Kedua, adanya perbedaan kebudayaan, terutama perbedaan adat istiadat.

Lalu, ketiga adanya perbedaan kepentingan. Keempat, adanya perubahan sosial yang mengubah nilai-nilai pada masyarakat. Kelima, adanya rasa benci dan dendam. Keenam, adanya paksaan dari yang kuat kepada yang lemah. Dan, ketujuh, meletusnya revolusi politik pada perebutan kekuasaan. Selain faktor secara umum, ada beberapa faktor penyebab konflik lainnya. Pertama, faktor etnosentrisme dan primordialisme sempit. Untuk memahami hal tersebut, kamu harus paham dulu apa itu etnosentrisme dan primordialisme.

Secara sederhana, etnosentrimse merupakan suatu pandangan yang melekat pada diri seseorang atau masyarakat yang menilai kebudayaan-kebudayaan lain selalu diukur dengan nilai kebudayaannya. Lalu, primordialisme merupakan pemikiran yang mengutamakan atau menempatkan kepentingan utama suatu kelompok atau komunitas masyarakat pada urutan pertama. Pandangan sempit akan kedua hal tersebut, etnosentrisme dan primordialisme, akan menyebabkan adanya resistensi dari pihak lain yang merasa diremehkan.

Hal itu kemudian dapat berkembang menjadi suatu konflik. Faktor penyebab konflik lain yang harus kamu ketahui ialah faktor konflik etnopolitik.

Faktor tersebut terbagi menjadi dua, yakni konflik ideologis dan politis. Konflik ideologis dipicu adanya perbedaan pandangan ideologis atau sistem nilai yang dianut oleh pihak yang berkonflik. Sedangkan, faktor politis terjadi lantaran adanya pembagian status kekuasaan dan sumber ekonomi yang terbatas dalam suatu masyarakat. Dengan kata lain, konflik politis terjadi karena adanya kepentingan tertentu yang dipaksakan kepada pihak lainnya. Itulah beberapa faktor penyebab konflik sosial dalam suatu masyarakat.

Well, sebenarnya masih ada faktor-faktor penyebab konflik lainnya yang bisa kamu ketahui dengan menyimak video pembelajaran di Quipper Video, lho. Setelah memahami faktor penyebab konflik sosial, sekarang kamu harus tahu bentuk-bentuk konflik. Yuk, simak pembahasannya!

Bentuk Konflik Sosial Ada beberapa bentuk konflik yang harus kamu ketahui. Berikut penjabarannya, Quipperian. 1. Bentuk pertama: konflik realistis dan nonrealistis.

Konflik realistis merupakan konflik yang berasal dari kekecewaan suatu individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan-tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial, misalnya mahasiswa mendemo pemerintah karena harga beras naik. Sedangkan, konflik nonrealistis merupakan konflik yang terjadi dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan, misalnya seseorang ditunjuk sebagai provokator dalam demo untuk membubarkan demonstrasi. 2. Bentuk kedua: konflik vertikal dan horizontal.

Konflik vertikal merupakan konflik suatu individu atau kelompok terhadap pihak yang posisi statusnya ada di atasnya, misalnnya, konflik masyarakat dengan kepala daerahnya.

Lalu, konflik horizontal merupakan konflik antar individu atau kelompok yang sederajat, misalnya konflik antara suatu organisasi masyarakat dengan organisasi lainnya. 3. Bentuk ketiga: konstruktif dan destruktif. Konflik konstruktif merupakan konflik yang akhirnya membangun kedua belah pihak yang berkonflik tanpa merugikan pihak manapun, misalnya perusahaan A membuat produk yang laku di pasaran yang kemudian memacu perusahaan B untuk membuat produk lebih baik.

Sedangkan, konflik destruktif merupakan konflik yang akhirnya memberikan dampak negatif kepada kedua belah pihak yang berkonflik, misalnya, Joni dan Juned berkelahi berebut tiket konser JKT 48 hingga akhirnya adu jotos. 4. Bentuk keempat: konflik antarkelas dan antarras. Konflik antarkelas merupakan konflik antar kelas sosial dalam suatu masyarakat. Misalnya, konflik antara kelas pekerja dengan kelas pengusaha. Sedangkan, konflik antarras merupakan konflik yang terjadi antar ras atau etnisitas.

Misalnya, konflik antara ras kulit hitam dengan kulit putih di Amerika Serikat pada abad ke 17. Bentuk Penyelesaian Konflik Sosial Penyelesaian konflik terdiri atas beberapa bentuk. Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein bentuk-bentuk penyelesaian konflik: • Toleransi • Stalemate penyelesaian masalah (berhenti) karena masing-masing punya kekuatan seimbang.

• Kompromi untuk menyelesaikan pertikaian dengan saling mengurangi tuntutan. • Konsiliasi usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang berselisih.

• Mediasi penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga sebagai penengah/penasihat. • Arbitrasi penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang dipilih bersama dan punya kedudukan lebih tinggi. • Adjudikasi penyelesaian masalah melalui jalur pengadilan. • Koersi akomodasi yang prosesnya berdasarkan paksaan. Bentuk-bentuk penyelesaian konflik itu tentunya bertujuan agar pihak yang tengah berkonflik dapat kembali menjalin komunikasi.

Dengan begitu, interaksi sosial antar kedua belah pihak yang berkonflik bisa berjalan dan tidak terjadi dampak-dampak yang tidak diinginkan. Dampak Konflik Sosial Tentunya kamu sudah terbayang bahwa konflik sosial itu memiliki dampak pada individu atau kelompok yang terlibat dalam suatu masyarakat.

Berikut beberapa dampak konflik sosial yang harus kamu ketahui: • Tambahnya rasa solidaritas dalam kelompok.

• Berubahnya sikap atau kepribadian baik yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat negatif maupun positif. • Terjadinya perubahan sosial yang mengancam keutuhan kelompok. • Jatuhnya korban manusia, rusak dan hilangnya harta benda jika terjadi benturan fisik. • Munculnya dominasi kelompok yang menang terhadap kelompok yang kalah. • Terjadi akomodasi, munculnya kompromi (para pihak punya kekuatan yang seimbang). • Goyah atau retaknya persatuan kelompok.

• Rusaknya harta benda dan jatuhnya korban manusia. Itulah pembahasan mengenai materi konflik sosial dalam pelajaran sosiologi.

Kalau kamu ingin pembahasan yang lebih lengkap, yuk langsung gabung bersama Quipper Video! Caranya mudah banget, kamu cukup klik di sini dan ikuti instruksi registrasinya. Setelah bergabung bersama Quipper Video, kamu akan mendapat akses untuk menggunakan video pembelajaran dari tutor-tutor pintar dan profesional.

Selain itu, kamu pun bisa menguji diri sendiri dengan mengerjakan berbagai contoh soal yang ada. Pastinya, belajar pun jadi kian semangat, Quipperian! Tunggu apa lagi?

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

Yuk, gabung bersama Quipper Video! Pelajari 5 Contoh Soal Konflik Sosial dan Pembahasannya Agar Lulus SBMPTN 2018! Penulis: Muhammad Khairil Surat Niaga – Bahasa Indonesia Kelas 11 Februari 15, 2022 Afiks – Arti dan Jenis Afiks Desember 28, 2021 Surat Pribadi – Pengertian, Ciri, Jenis, dan Cara. Agustus 4, 2021 Bilangan Bulat – Pengertian, Jenis, Operasi Hitung Juli 29, 2021 Kerajaan Sunda – Peninggalan dan Sejarah Lengkapnya Juni 21, 2021 Hayam Wuruk – Sejarah Kepemimpinan Hingga Kematian Juni 21, 2021• Aplikasi Pendidikan Daftar Aplikasi Pendidikan Bermanfaat • Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara kita • Biologi Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan • Ekonomi Ekonomi adalah platform dimana sektor industri melekat diatasnya • Fisika Fisika adalah ilmu mengenai alam • Geografi Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang Bumi • Inggris Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan • IPS IPS adalah penyederhanaan dari jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein ilmu-ilmu sosial • Matematika Matematika adalah ilmu tentang logika • PAI PAI adalah pendidikan mengenai agama Islam • Penjasorkes Penjasorkes adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan • PKN PKN adalah pendidikan agar menjadi warga negara yang baik • Sejarah Sejarah adalah ilmu yang mempelajari masa lampau • Seni Budaya Seni budaya adalah keahlian dalam mengekspresikan ide • Sosiologi Sosiologi adalah ilmu yang tentang perilaku sosial • TIK TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi Jumpa lagi bareng kita, yuksinau.id yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian pelajari.

Dan kali ini yuksinau.id berkesempatan untuk membahas pengertian konflik sosial menurut ahli dan secara umum. Yuk langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah. Pengertian Konflik Sosial Menurut Para Ahli Berikut beberapa pengertian konflik sosial menurut pendapat dari para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut: Daftar Isi • 1.

Soerjono Soekanto • 2. Simmel “1995” • 3. R.E. Park • 4. Taman Dan Burgess “1921” • 5. Max Wber “1968” • 6. A.W. Hijau “1956” • 7. Gillin Dan Gillin “1948” • 8. Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein “1996:518” • 9. Berstein “1965” • 10. Robert M.Z. Lawang • 11. Ariyono Suyono • 12.

James W. Vander Zanden • 13. Lacey “2003” • 14. Zein “2001” • 15. Gibson, et al (1997: 437) • 16. Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977) • 17. Devito (1995: 381) • 18. Peter Harris dan Ben Relly (1998), • 19.

Kartono • 20. Konflik Menurut Nardjana (1994) • 21. Menurut Killman dan Thomas (1978) • 22. Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580) • 23. Stoner • 24. Daniel Webster • 25.

Wikipedia • 26. Muchlas, 1999 • 27. Minnery (1985) • 28. Robbins, 1993 • 29. Robbin, 1996 • 30. Pace & Faules, 1994:249 • 31. Folger & Poole: 1984 • 32. Myers,1982:234-237; Kreps, 1986:185; Stewart, 1993:341 1. Soerjono Soekanto Menurut gagasan yang disampaikan oleh Soerjono Sokanto, konflik sosial merupakan suatu cara dalam rangka ingin meraih tujuannya.

Sehingga setiap individu atau kelompok akan mengenakan segala cara termasuk hal itu adalah ancaman atau kekearasan sebagai bentuk dari pertentangan atau perselisihan kepada lawannya, sehingga proses inilah yang disebut sebagai konflik. 2. Simmel “1995” Apabila dalam tiap-tiap hubungan yang terjadi antara manusia merupakan sebuah sosiasi, maka konflik juga wajib dianggap sebagai sosiasi.

3. R.E. Park Menurut pendapat dari R.E Park, pengertian dari konflik sosial dipandang sebagai salah satu bentuk dari suatu interaksi.

4. Taman Dan Burgess “1921” Keduanya beranggapan bahwa konflik merupakan sebuag bentuk yang berbeda dari kompetisi ataupun persaingan. Mereka menyebutkan bahwa keduanya adalah bentuk dari suatu interaksi, kompetisi atau persaingan yang merupakan perjuangan yang terjadi diantara individu atau kelompok individu yang dilakukan tanpa melewati kontak dan komunikasi.

Di lain sisi, konflik merupakan suatu perlombaan di mana berlangsung kontak sebagai suatu kondisi yang sangat diperlukan. 5. Max Wber “1968” Hubungan sosial disebut sebagai konflik jika sepanjang tindakan yang terlibat di dalamnya dilakukan dengan secara sengaja dengan tujuan guna melaksanakan kehendak satu pihak dalam melawan pihak yang lain.

Dengan begitu, konflik diartikan sebagai sebuah hubungan sosial yang diartikan sebagai keinginan guna memaksakan kehendak dari seorang individu ke pihak lain. 6. A.W. Hijau “1956” Menurut pendapat dari A.W. Hijau, pengertian dari konflik diartikan sebagai usaha yang disengaja dengan tujuan guna memaksa ataupun melawan kehendak individu ke orang lain. Sebagai suatu proses, konflik merupakan kebalikan dari kerjasama yang di mana konflik merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan sengaja untuk menggagalkan kehendak dari orang lain.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

7. Gillin Dan Gillin “1948” Konflik merupakan suatu proses sosial yang di mana seorang individu maupun kelompok meraih tujuan mereka secara langsung dengan cara menantang pihak lain menggunakan kekerasan ataupun ancaman kekerasan, secara singat.

Konflik ini bisa dikatakan merujuk kepada perjuangan di antara pihak yang bersaingan, berusaha untuk mencapai, tujuan berusaha guna menghilangkan lawan dengan membuat pihak lain tidak berdaya. 8. KBBI “1996:518” Konflik merupakan percekcokan, perselisihan atau pertentangan. 9. Berstein “1965” Pengerian konflik menurut Berstein yaitu sebuah perselisihan atua pertentangan ataupun perbedaan yang tidak bisa dicegah, konflik ini pada umumnya memiliki potensi yang memberikan pengaruh positif sekaligus negatif dalam interaksi yang terjadi antar manusia.

10. Robert M.Z. Lawang Menurut pendapat dari lawang, pengertian dari konflik merupakan proses perjuangan untuk mendapatkan status, nilai, kekuasaan di mana tujuan mereka yang berkonflik tidak hanya mendaptkan keuntungan, namun juga bisa menundukkan saingannya.

11. Ariyono Suyono Konflik adalah sebuat keadaan atau proses yang mana diantara kedua pihak beruapaya untuk menggagalkan pihak lain dalam mencapai tujuannya, hal itu disebabkan karena terdapat perbedaan pendapat, nilai-nilai maupun tuntutan dari masing-masing pihak.

12. James W. Vander Zanden Dalam bukunya yang berjudul Sociology, konflik didefinisikan sebagai sebuah pertentangan atau perselisihan tentang nilai atau tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status atau wilayah tempat yang saling berhadapan, dengan tujuan guna menetralkan, merugikan maupun menyisihkan lawan mereka.

13. Lacey “2003” Menurut pendapat dari Lacey, konflik diibaratkan sebagai “a fight, a collision, a struggle, a contest, opposition of interest, opinion or purposes, mental strife, agony” Yang dalam bahasa Indonesia berarti “suatu pertarungan benturan, pergulatan, pertentangan kepentingan-kepentngan, opini-opini atau tujuan-tujuan, pergulatan mental, penderitaan batin”.

Konflik memang telah melekat erat dalam dinamika kehidupan masyarakat, sehingga manusia dituntut supaya selalu berjuang dengan menghadapai adanya konflik tersebut.

14. Zein “2001” Menurut pendapat dari Zein, konflik adalah: • Suatu pertandingan atau perdebatan dengan tujuan untuk memenangkan sesuatu. • Ketidak setujuan pada sesuatu, argumentasi, pertengkaran ataupun perdebatan. • Perjuangan, peperangan maupun konfrontasi. • Keadaan yang rusuh, ketidakstabilan gejolak ataupun kekacauan. 15. Gibson, et al (1997: 437) Gibson menuturkan, konflik adalah sebuah hubungan selain bisa melahirkan adanya kerjasama, hubungan saling tergantung, namun bisa juga dapat menimbulkan terjadinya konflik.

Advertisement Hal ini berlangsung apabila masing – masing dari komponen organisasi mempunyai suatu kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri yang berbeda serta tidak dapat bekerjasama dengan satu sama lain. 16. Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977) Konflik merupakan sebuah warisan kehidupan sosial yang dapat jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein di dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi serta pertentangan di antara dua pihak atau lebih secara berkelanjutan.

17. Devito (1995: 381) Pengertian konflik menurut pendapat yang dilontarkan oleh Devito merupakan sebuah interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang terjadi antara satu dengan yang lainnya, dan tidak bisa disangkal akan memicu terjadinya konflik dalam tingkatan yang berbeda. 18. Peter Harris dan Ben Relly (1998), Mereka beranggapan bahwasannya sifat konflik yang tajam di dunia sudah berubah dalam satu dekade terakhir, baik itu dalam inti permasalahan ataupun dalam bentuk pengekspresiannya.

Salah satu perubahan yang paling dramatis merupakan perpindahan atau pergeseran dari konflik antar negara yang tradisional (perang antar negara berdaulat) menuju ke dalam konflik pada negara. Beberapa konflik yang terkejam sepanjang abad ke-20 merupakan konflik yang terjadi antar negara. Meski demikian, di tahun 1990-an hampir semua konflik besar di belahan dunia berlangsung dalam negara atau konflik internal, sebagai contoh: perang saudara, pemberontakan bersenjata, gerakan separatis dengan kekerasan, serta peperangan domestik lainnya.

19. Kartono Kartono menyebutkan bahwa konflik merupakan sutu proses sosial yang sifatnya antagonistik dan terkadang jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein dapat diselaraskan sebab kedua belah pihak yang sedang berkonflik mempunyai tujuan, sikap, dan juga struktur nilai yang berbeda.

Dan hal itu tercermin dalam berbagai bentuk perilaku perlawanan, baik itu yang halus, terkontrol, tersembunyi, tidak langsung, terkamuflase ataupun yang terbuka dalam bentuk tindak kekerasan. Konflik yang berlangsung antar individu, sebagai contoh konflik yang terjadi antara sesama teman di sekolah.

Konflik antara individu dengan kelompok, sebagai contoh konflik antara seorang majikan dengan buruhnya; ataupun konflik antara kelompok dengan kelompok lainnya, para pedagang kaki lima dengan para petugas ketertiban. Bahkan, konflik bisa juga melibatkan antar negara, seperti konflik yang terjadi antara Irak dengan Amerika. 20. Konflik Menurut Nardjana (1994) Konflik Menurut Nardjana merupakan suatu akibat situasi di mana kehendak atau keinginan yang berbeda atau berlawanan antara satu pihak dengan pihak lainnya, sehingga salah satu atau bahkan keduanya akan saling terganggu.

21. Menurut Killman dan Thomas (1978) Konflik adalah sebuah kondisi yang terjadi karena adanya rasa ketidak cocokan antar nilai ataupun tujuan-tujuan yang ingin diraih, baik itu dalam diri seorang individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan pihak yang lain. Kondisi yang sudah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan dapat pula menghambat tercapainya emosi atau stres yang dapat mempengaruhi efisiensi sekalgis produktivitas dalam kerja.

(Wijono,1993, p.4) 22. Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580) Yang dimaksud dari konflik di dalam ruang lingkup organisasi yaitu: “Conflictis a situation which two or more people disagree over issues of organisational substance and/or jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein some emotional antagonism with one another” Kurang lebihnya mempunyai arti bahwa konflik merupakan sebuah situasi di mana dua atau banyak orang saling tidak sependapat atau setuju kepda sebuah permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan organisasi dan atau dengan munculnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya.

23. Stoner Konflik organisasi merupakan mencakup ketidak sepakatan soal alokasi sumber daya yang langka atau pertentang ataupun peselisihan atas tujuan, status, nilai, persepsi, ataupun kepribadian.(Wahyudi, 2006:17) 24. Daniel Webster Daniel Webster mengartikan konflik sebagai: 1. Persaingan atau pertentangan yang terjadi antara pihak-pihak yang merasa tidak cocok antara satu sama lain.

2. Keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001). 25. Wikipedia Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) di mana salah satu pihak berupaya untuk menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. 26. Muchlas, 1999 Konflik dipandang sebagai suatu perilaku, konflik sendiri adalah bentuk dari minteraktif yang terjadi dalam tingkatan individual, interpersonal, kelompok ataupun pada tingkatan organisasi.

Konflik ini khusunya yang terjadi dalam tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres. 27. Minnery (1985) Konflik organisasi adalah interaksi antara dua atau lebih antara pihak yang satu dengan yang lain berhubungan dan saling tergantung, tetapi terpisahkan oleh adanya perbedaan tujuan. 28. Robbins, 1993 Konflik dalam sebuah rganisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya pada satu pihak yang sadar serta memberikan respon kepada konflik tersebut.

Atau juga, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang sudah atau akan menyerang secara negatif. 29. Robbin, 1996 Adanya konflik dalam suatu organisasi ditentukan oleh persepsi antar individu atau kelompok.

Apabila mereka tidak menyadari terjadinya konflik di dalam suatu organisasi maka secara umum dan dapat ditarik kesimpulan bahwa konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, apabila mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi terdapat suatu konflik maka konflik tersebut sudah menjadi kenyataan atau ada.

30. Pace & Faules, 1994:249 Konflik adalah ekspresi pertikaian yang terjadi antara individu satu dengan individu lain, kelompok satu dengan kelompok lain yang disebabkan karena adanya beragam alasan tertentu. Dalam anggapan ini, pertikaian akan merujuk adanya perbedaan pada dua atau lebih individu tersebut yang diekspresikan, diingat, dan juga dialami.

31. Folger & Poole: 1984 Konflik bisa dirasakan, diketahui, diekspresikan lewat perilaku-perilaku komunikas. 32. Myers,1982:234-237; Kreps, 1986:185; Stewart, 1993:341 Konflik senantisa berpusat kepada beberapa penyebab utama, yaitu tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber – sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, ataupun perilaku pada setiap pihak yang terlibat.

Baca juga: Kelompok Sosial Nah, udah tau kan apa itu konflik sosial. Ada baiknya jika kita hidup dalam masyarakat menghindari terjadinya konflik ini, supaya akan menciptakan kehidupan yang lebih tenag, tentram dan juga aman damai. Sekian artikel pengertian konflik sosial menurut para ahli, semoga dapat bermanfaat untuk kalian semua ya. Terima kasih telah berkunjung :))
tirto.id - Dalam masyarakat terdapat kelompok-kelompok sosial yang beraneka ragam.

Keberagaman tersebut dapat menimbulkan terjadinya konflik sosial yang dapat berdampak pada terganggunya keteraturan hidup masyarakat. Konflik sosial bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti adanya anggota masyarakat yang tidak paham dengan tujuan kelompok atau masyarakat. Konflik yang berlangsung dalam masyarakat juga dapat terjadi antar individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok.

Mengutip Modul Sosiologi (2016), menurut Webster istilah “conflict” di dalam bahasa Inggris berarti suatu perkelahian, peperangan atau perjuangan, yaitu berupa pertentangan fisik antara beberapa pihak. Arti kata itu kemudian berkembang dengan masuknya “ketidaksepakatan yang tajam atau oposisi atas berbagai kepentingan, ide, gagasan, dan lain-lain”.

Sehingga istilah “konflik” juga menyentuh aspek psikologis di balik pertentangan fisik itu sendiri. Sementara, menurut Gurr dalam Al Hakim, kriteria yang menandai suatu pertentangan sebagai konflik adalah sebagai berikut: • Sebuah konflik harus melibatkan dua pihak atau lebih di dalamnya; • Pihak-pihak tersebut saling tarik-menarik dalam aksi-aksi saling bermusuhan (mutually opposing actions); • Mereka biasanya cenderung menjalankan perilaku koersif untuk menghadapi dan menghancurkan “musuh”; • Interaksi pertentangan di antara pihak-pihak itu berada dalam keadaan yang tegas, karena itu keberadaan peristiwa pertentangan dapat dideskripsikan dengan mudah oleh para pengamat sosial yang tidak terlibat dalam pertentangan.

Pengertian Konflik Sosial Menurut Para Ahli Mengutip Modul Pembelajaran SMA Sosiologi (2020), beberapa pendapat ahli tentang definisi konflik sosial antara lain: a. Soerjono Soekanto: Konflik adalah suatu proses sosial individu atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan/atau kekerasan. b. Robert M.Z. Lawang: Konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, dan kekuasaan di mana tujuan mereka tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingannya.

c. Berstein: Konflik adalah suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Konflik ini dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif saat melakukan interaksi dengan orang lain. d. Ensiklopedia Nasional Indonesia menguraikan bahwa konflik jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein karena adanya benturan antara dua unsur dalam masyarakat yang mengharuskan salah satunya berakhir.

Teori -Teori Konflik Sosial Menurut Para Ahli Dari beberapa teori konflik yang dikenal dalam sosiologi, terdapat dua golongan, yaitu pertama, teori konflik fungsional dan kedua, teori konflik kelas. Kedua kelompok teori ini berakar pada pada pemikiran dua tokoh yaitu Georg Simmel dan Karl Marx. Pemikiran Simmel kemudian diikuti oleh Lewis Coser, sedangkan Marx diikuti oleh Ralf Dahrendorf. Secara lebih lengkap, berikut ini adalah teori-teori konflik sosial menurut para ahli di bidang jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein 1.

Teori Konflik Menurut Lewis A. Coser Menurut Coser, konflik yang terjadi di masyarakat dikarenakan adanya kelompok lapisan bawah yang semakin mempertanyakan legitimasi dari keberadaan distribusi sumber-sumber langka.

Coser menilai bahwa konflik tidak selalu bersifat negatif, namun konflik dapat mempererat dan menjalin kerukunan dalam suatu kelompok. Tiga faktor yang memengaruhi lama tidaknya suatu konflik di masyarakat, yaitu sebagai berikut: a. Luas sempitnya tujuan konflik sosial.

b. Adanya pengetahuan maupun kekalahan dalam konflik. c. Adanya peranan pemimpin dalam memahami biaya terjadinya konflik dan persuasi pengikutnya.

Konflik dapat menjaga hubungan antarkelompok dan memperkuat Kembali identitas kelompok. Adapun manfaat konflik menurut Coser, adalah sebagai berikut: a.

Konflik dapat menjadi media untuk berkomunikasi. b. Konflik dapat memperkuat solidaritas kelompok. c. Konflik dengan kelompok lain dapat menghasilkan solidaritas di dalam kelompok tersebut dan solidaritas tersebut dapat mengantarkan kepada aliansi dengan kelompok lain. d. Konflik dapat menyebabkan anggota masyarakat yang terisolasi menjadi berperan aktif. Kemudian, Coser mengelompokkan konflik sosial menjadi dua macam, yaitu konflik realistis dan konflik non-realistis.

a. Konflik Realistis konflik realistis adalah konflik yang berasal dari kekecewaan individu atau kelompok atas tuntutan maupun perkiraan-perkiraan keuntungan yang terjadi dalam hubungan sosial. b. Konflik Non-Realistik Konflik non-realistis merupakan konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan saingan yang bertentangan, melainkan dari kebutuhan untuk meredakan ketegangan 2.

Teori Konflik Menurut Karl Marx Karl Marx memiliki pandangan tentang konflik sosial sebagai pertentangan kelas. Masyarakat yang berada dalam konflik dikuasai oleh kelompok dominan. Adanya pihak yang lebih dominan muncul pihak yang berkuasa dengan pihak yang dikuasai. Kedua pihak tersebut memiliki kepentingan yang berbeda atau bertentangan sehingga dapat menimbulkan konflik. Dalam teori Karl Marx, terdapat beberapa fakta sebagai berikut: a. Adanya struktur kelas dalam masyarakat b.

jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein

Adanya kepentingan ekonomi yang saling bertentangan di antara orang-orang yang berada dalam kelas yang berbeda. c. Adanya pengaruh yang besar dilihat dari kelas ekonomi terhadap gaya hidup seseorang. d. Adanya berbagai pengaruh dari konflik kelas dalam menimbulkan perubahan struktur sosial.

3. Teori Konflik Menurut Ralf Dahrendorf Dahrendorf melihat teori konflik sebagai teori parsial yang digunakan untuk menganalisis fenomena sosial. Dahrendorf melihat masyarakat memiliki dua sisi yang berbeda, yaitu konflik dan kerja sama.

Dahrendorf menggunakan teori perjuangan kelas Marxian untuk membangun teori kelas dan pertentangan kelas dalam masyarakat industri kontemporer. Perjuangan jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein dalam masyarakat modern berada pada pengendalian kekuasaan.
KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara yang majemuk atau beragam.

Kondisi tersebut akan memengaruhi perilaku individu atau kelompak dengan individu dan kelompok lain. Adanya keberagaman tersebut rawan dan berpotensi terjadi konflik sosial. Bahkan bisa mengarah pada tindak kekerasan. Munculnya konflik sosial tidak terjadi dengan sendirinya dan tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak faktor yang menyebabkan munculnya konflik di permukaan. Baca juga: Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama Arti konflik sosial Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konflik adalah percekcokan, perselisihan, dan pertentangan.

Konflik sosial adalah pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan. Konflik berasal dari kata kerja latin "configere". Artinya saling memukul.

Secara sosiologi, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih. Di mana salah satu pihak berusaha yang ingin menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya. Konflik sering kali berubah menjadi kekerasan terutama ada upaya-upaya dengan pengelolaan konflik tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh pihak yang berkaitan. Dalam buku Sosiologi Konflik: Teori-teori dan Analisis (2009) karya Novri Susan, konflik menjadi fenomena yang paling sering muncul.

Baca juga: Undang Tokoh Agama, Wapres Bahas Antisipasi Konflik Sosial Karena konflik selalu menjadi bagian hidup manusia yang bersosial dan berpolitik serta menjadi pendorong dalam dinamika dan perubahan sosial politik.

Dalam kamus umum bahasa Indonesia yang disusun Poerwadarminta (1976), konflik berati pertentangan atau percekcokan. Pertentangan sendiri bisa muncul ke dalam bentuk pertentangan ide maupun fisik antara dua belah pihak berseberangan.

Faktor penyebab terjadinya konflik Ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan terjadinya konflik sosial dalam kehidupan masyarakat. Berikut faktor-faktor penyebabnya: Perbedaan antar perorangan Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), perbedaan tersebut dapat berupa perbedaan perasaan, pendirian, atau pendapat. Baca juga: Polri: Penyelenggaraan Pilkada Berpotensi Timbulkan Konflik Sosial Karena setiap manusia pastinya tidak pernah ada kesamaan yang baku antara orang yang satu dengan yang lain.

Perbedaan kebiasaan dan perasaan dapat menimbulkan kebencian dan amarah sebagai awal timbulnya konflik. Perbedaan kebudayaan Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, seperti perilaku atau tata sikap.

Konflik bisa terjadi karena kelainan tata sikap dan perilaku sosialnya. Jika tidak ada titik temu atau kesepakatan akan konflik akan meluas. Perbedaan kebudayaan identik dengan daerah yang berbeda. Tidak menutup kemungkinan mereka yang berasal dari daerah yang sama memiliki kebudayaan yang berbeda karena kebudayaan lingkungan keluarga yang membesarkannya tidaklah sama.

Adanya perbedaan latar belakang kebudayaan bisa membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. Pemikiran dan pendirian yang berbeda akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik bahkan kekerasaan sosial. Baca juga: Konflik Keamanan, Penghambat Utama Proyek Infrastruktur Papua Perbedaan kepentingan Adanya perbedaan kepentingan bisa menjadi munculnya konflik sosial.

Karena kepentingan itu sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup itu sendiri. Ketika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka akan merasakan kepuasan. Sebaliknya ketika mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingannya maka akan menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun lingkungannya.

Perubahan sosial yang terlalu cepat Konflik sosial bisa terjadi dampak dari revolusi atau perubahan sosial yang terlalu cepat di masyarakat. Konflik adalah salah satu penyebab perubahan sosial yang cepat di atas. Bila kasus revolusi dijadikan acuan, konflik adalah faktor penggerak revolusi. Baca juga: Maruf Amin Prihatin Jelaskan pengertian konflik sosial menurut berstein Antar-umat Beragama di India Sebuah revolusi biasanya diawali oleh rentetan atau gelombang aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat dan mendadak akan membuat keguncangan di masyarakat. Bahkan bisa terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehidupan masyarakat yang telah ada.

Berita Terkait Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama Soal Konflik di India, NU: Persekusi atas Nama Mayoritarianisme Tak Dibenarkan Terkait Konflik di India, Komisi I Minta Kemenlu Pastikan Keamanan WNI Ma'ruf Amin Prihatin Konflik Antar-umat Beragama di India Konflik Keamanan, Penghambat Utama Proyek Infrastruktur Papua Berita Terkait Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama Soal Konflik di India, NU: Persekusi atas Nama Mayoritarianisme Tak Dibenarkan Terkait Konflik di India, Komisi I Minta Kemenlu Pastikan Keamanan WNI Ma'ruf Amin Prihatin Konflik Antar-umat Beragama di India Konflik Keamanan, Penghambat Utama Proyek Infrastruktur Papua

[Video] Teori Konflik Sosial Ralf Dahrendorf




2022 www.videocon.com